MANAJEMEN STRATEGI PENDIDI KAN BERORENTAS

 0  1  10  2018-09-16 23:24:29 Report infringing document

  

VALUE DI ERA GLOBALISASI

ABSTRAK

  Jarkawi

  

Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin Indonesia

  Kehidupan adalah suatu pilihan yang ditentukan dengan berorentasi pada nilai yang dimengerti, dipahami, disadari dan diyakini dalam wolrd vision life. Dalam kehidupan, peran pendidikan merupakan usaha sadar untuk mendidik dan mengajarkan serta memandirikan agar kehidupan menjadi bernilai lebih baik, bermanfaat dan bermakna di dunia dan akhirat sebagai tujuan akhir dari pendidikan dan berlangsung sepanjang kehidupan. Diera globalisasi sebagai bagian dari role

  

life sistem kehidupan terus terjadi perubahan dan perubahan menciptakan kompleksitas

  kehidupan disamping kemajuan cara berpikir dan berpandangan tentang kehidupan yang terjadi secara bersamaan dengan dua sisi mata uang sebagai pilihan kehidupan untuk menjadi pilihan dalam menjalani proses pendidikan sepanjang kehidupan. Fenomena sosial di era globalisasi sekarang ini dapat kita cermati dengan ada kekerasan anak remaja dengan tawuran, pengrusakan lingkungan ramah, kekerasan orang tua terhadap guru Manajemen strategi pendidikan dilakukan melalui suatu pengelolaan yang strategis dalam merencanakan, mengkoordinasikan, mengendalikan dan mengevaluasi serta follow up untuk mencapai tujuan kehidupan lebih baik, bermanfaat dan bermakna dalam kehidupan di dunia dan akhirat menjadi suatu perubahan kehidupan yang efektif, kreatif, inovatif, produktif serta outcome. Manajemen startegi pendidikan berorentasi sistem Value perlu dilakukan agar proses pendidikan dapat mengembangkan dan mengoptimalkan setiap tahapan perkembangan kehidupan yang bernilai lebih baik, bermanfaat dan bermakna di dunia dan akhirat Kata Kunci: Manajemen startegi, Pendidikan, Sistem Value

  PENDAHULUAN

  Kehidupan adalah suatu pilihan yang ditentukan dengan berorentasi pada nilai yang dimengerti, dipahami, disadari dan diyakani sebagai world vision life sebagaimana Sanusi (2015) “hidup adalah pilihan” yang dapat dijelaskan manusia dihadapkan pada dua pilihan antara melakukan dan tidak melakukan. Disetiap kehidupan dimuka bumi ini tidak mungkin lepas dari nilai-nilai kehidupan yang berkembang kapan dan dimanapun kehidupan itu terjadi. Akan tetapi nilai-nilai yang ada dalam kehidupan diantara suatu-suku, daerah dan bangsa yang ada dalam kehidupan patut disadari bahwa nilai-nilai tersebut tidak semua berlaku secara umum yang tentunya ada nilai-nilai yang tidak berlaku disuatu daerah atau suku bahkan bangsa satu dengan bangsa yang lainnya disamping ada juga nilai-nilai kehidupan yang berlaku secara umum dan universal seperti kejujuran, kecerdasan, kedisiplinan dan kumonikasi dalam kehidupan dengan sistem nilai berorentasi pada keyakinan agama yang diyakini, etika dan estetika serta loka sebagaimana diungkapkan Sanusi (2015) sistem nilai dalam kehidupan dapat dikemukan adalah teologis, fisikologis, etis, etetis, logis, teleologis. Nilai bukan terletak pada objek yang diamati, akan tetapi nilai berada pada subjek yang menilai dan bersipat subjektif tergantung dari sudut mana subjek menilainya sebagaimana telah dikemukakan Mulyana (2004) nilai lahir dari sebuah konsekuensi penyikapan atau penilaian atas sesuatu hal yang faktual

  Dalam kehidupan peranan pendidikan merupakan usaha sadar untuk mendidik dan mengajarkan serta memandirikan agar kehidupan menjadi bernilai lebih baik, bermanfaat dan bermakna di dunia dan akhirat sebagai tujuan akhir dari pendidikan dan berlangsung sepanjang kehidupan sebagaimana dijelaskan Sadullah (2010) bahwa pendidikan merupakan berlangsung seumur hidup dimulai sejak manusia dalam kandungan sampai meninggal dunia dinilah manusia menerima pengaruh dan mengembangkan dirinya yang berlangsung dalam keluarga, sekolah dan masyarakat. Lebih tegas lagi dikemukakan Mulyasana (2011) mengemukakan bahwa pendidikan pada hakekatnya pembebasan manusia dari ketidak-tahuan, ketidak-mampuan, ketidak- berdayaan, ketidak-benaran, ketidak-amanahan, ketidak-disiplinan dan membebaskan manusia dari pikiran negative, hati gelap serta akhlak kurang mulia serta lemahnya keimanan terhadap Allah SWT dan Rasulullah SAW.

  Diera globalisasi sebagai bagian dari role life sistem kehidupan terus terjadi perubahan dan perubahan menciptakan kompleksitas kehidupan disamping kemajuan cara berpikir dan berpandangan tentang kehidupan yang terjadi secara bersamaan dengan dua sisi mata uang sebagai pilihan kehidupan untuk menjadi pilihan dalam menjalani proses pendidikan sepanjang kehidupan. A. Surayadi (Sanusi.2009) telah mengemukakan arus globalisasi telah menggusur norma dan nilai (norma and values). Dari fenomena soaisl di era globalisasi sekarang ini dapat kita cermati ada kekerasan anak remaja dengan tawuran, perusakan lingkungan ramah, kekerasan orang tua terhadap guru sebagai dampak negative dari era globalisasi sejalan dengan hasil penelitian Wening (2012)) dapat dimaknai bahwa pendidikan nilai pada lingkungan kehidupan berupa keluarga, masyarakat, dan media berpengaruh terhadap pembentuk karakter. Dikemukakan juga oleh Sutjipto, Rektor Universitas Jakarta dalam Sutikno (2006) dalam sebuah laporan hasil penelitian dikemukan salah satu hasil penelitiannya bahwa pendidikan nasional terpuruk dikarenakan krisis nilai yang melanda peserta didik sehingga mudah tawuran.

  Manajemen strategi pendidikan dilakukan melalui suatu pengelolaan yang strategis dalam merencanakan, mengkoordinasikan, mengendalikan dan mengevaluasi serta memfollow up untuk mencapai tujuan kehidupan lebih baik, bermanfaat dan bermakna dalam kehidupan di dunia dan akhirat menjadi suatu perubahan kehidupan yang efektif, kreatif, inovatif, produktif serta outcome dengan memperhitung faktor internal dan ekstenral sebagai bahan analisis untuk mengambil keputusan yang strategis dalam pencapain tujuan sebagaimana dikemukakan Siagian (2001). Dapat jelaskan bahwa kompleksitas dari pengaruh faktor internal dan eksternal organisasi diperlukan manajemen strategik.

  Manajemen startegi pendidikan berorentasi sistem Value perlu dilakukan agar proses pendidikan dapat mengembangkan dan mengoptimalkan setiap tahapan perkembangan kehidupan yang bernilai lebih baik, bermanfaat dan bermakna di dunia dan akhirat. Pergeseran nilai dalam dunia pendidikan yang didorong pergerakan faktor internal dan eksternal sehingga menimbulkan kesenjangan sistem nilai pada kehidupan sehingga membutuhkan pemikiran dan pemahaman secara komprehensif dan mendalam tentang sistem nilai secara strategis dengan merevitalisasi strategi pendidikan dengan berorentasi value sebagaimana dikemukakan Alma (2008) mengemukakan pendidikan harus melakukan kesesuaian tuntutan lingkungan dan persaingan dengan kekuatan internal dan merespon peluang dan ancaman ekternal.

  Dalam manajemen pendidikan berorentasi value patut dipertanyakan : (a) Seperti apa konsep pendidikan yang mendidik, mengajar dan memandirikan untuk suatu kehidupan bernilai? (b) Bagaimana perubahan dari berpikir dan berkemajuan di era globalisasi ? (c) Apa yang harus dilakukan agar kehidupan menjadi efektif, kreatif, inovatif, produktif serta outcome dengan penuh nilai kebermaknaan di dunia dan di akhirat di era globalisasi ? (d) Bagaimana Proses pendidikan dalam mengembangkan dan mengoptimalkan setiap tahapan perkembangan kehidupan ?

  MANAJEMEN STRATEGI PENDIDIKAN Pendidikan dan Sistem Value

  Pendidikan merupakan usaha sadar manusia dalam melakukan suatu proses menjadikan manusia terbebas dari kemerosotan akhlak dan kemunduran dalam berpikir dan berpandangan serta berperasaan untuk bekal dalam menjalani kehidupan dengan benar dan baik serta indahnya kehidupan di dunia dan akhirat sejalan dengan Mulyasana (2011) pendidikan pada hakekatnya adalah proses pematangan hidup yang diharapkan dapat memahami hakekat hidup dengan focus pada pembentukan kepribadian dan pematangan logika, hati, akhlak dan keimanan menjadikan kehidpan menajdik berkualitas.

  Pendidikan terus berkembang sejalan dengan kehidupan manusia dimuka bumi mulai sejak masa prakonsepsi manusia sampai kehidupan manusia berakhir dan pendidikan membentuk kepribadian manusia dengan warna dan corak yang beragam sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan dimana manusia berada dan berprosesnya pendidikan itu sendiri sebagaimana dijelaskan Alport (Hutagalung. 2007) menegaskan bahwa manusia tidak dapat dipisahkan dengan lingkungan sebagai kepribadian yang terbentuk dan melekat pada seseorang.

  Pendidikan diperlukan oleh setiap manusia dalam mewujudkan hiudpnya dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat serta berbangsa dimana manusia merupakan makhluk edukasi

  

(education human) dan disamping itu juga manusia juga adalah mahkluk social (social human)

  sebagaimana diungkapkan Tilaar (2015) manusia sebagai mahluk sosial yang membutuhkan pendidikan sebagai syarat dalam mewujudkan kemanusiaannya dan membentuk suatu kebudayaan. Pendidikan merupakan suatu proses pembelajaran agar manusia dapat bertanggungjawab dan mandiri serta disiplin dalam menajalani kehiudpan sebagaimana diungkapkan Iqbal (2015) dapat dijelaskan bahwa pendidikan merupakan pemberian pengetahuan, pemahaman, pengertian, tanggung gjawab, dan penanaman amanah sehingga terjadi pembersihan diri, menerima, dan mempelajari apa yang belum diketahui untuk kegunaan dalam kehidupan dirinya. Pendidikan sangat penting bagi kehidupan manusia karena dengan pendidikan manusia berbudaya dan terus mengembangkan budaya untuk kehidupan yang lebih baik dan berkualitas dari kehidupan sekarang dengan pendidikan manusia terbentuk kepribadian dan budaya yang mampu mengatasi berbagai permasalah kehidupan yang lebih baik dan terus tumbuh dan berkembang, sebagaimana dikemukakan Suharsaputra (2015) peranan pendidikan membentuk individu menuju pembentukan budaya masyarakat yang berkualitas.

  Kehidupan adalah suatu pilihan yang ditentukan dengan berorentasi pada nilai yang dimengerti, dipahami, disadari dan diyakani. Dalam kehidupan peranan pendidikan merupakan usaha sadar untuk mendidik dan mengajarkan serta memandirikan agar kehidupan menjadi bernilai lebih baik, bermanfaat dan bermakna di dunia dan akhirat sebagai tujuan akhir dari pendidikan dan berlangsung sepanjang kehidupan tidak bias lepas dengan nilai.

  Nilai selalu terlibat dalam pendidikan sewaktu menentukan materi pembelajaran, metode, media dan evaluasi pendidikan yang membetuk manusia menjadi kritis terhadap pendidikan. Sewaktu masyarakat ataupun para pakar pendidikan mengkritisi pendidikan maka disitulah terkait dengan masalah nilai sebagaimana dikemukakan Mulyana (2004) Masyarakat maupun pakar pendidikan dalam mengkritisi pendidikan akan merujuk pada nilai baik-buruk, benar-salah, indah-tidak. Hasil penelitian Iswahyingtyas (2011) Nilai-nilai pendidikan karakter pada sekolah dasar diantaranya nilai karakter religius, nilai karakter pribadi yang baik, nilai karakter kepedulian social, nilai karakter kejujuran, nilai karakter kerja keras, nilai karakter cinta lingkungan.

  Nilai dalam perkembangannya merupakan suatu kejadian yang dijalani oleh manusia dalam kehidupan keseharian dimana nilai dipertimbangkan saat manusia menentukan ya atau tidak terhadap suatu kejadian sebagaimana seorang guru dalam menanamkan nilai kepada siswanya melalui proses pembelajaran dengan materi dan metode serta media dan evaluasi yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan berbagai pertimbangan nilai sebagaimana telah dijelaskan Mulyana (2004) pertimbangan nilai merupakan peristiwa dalam kehidupan manusia. Nilai juga merupakan sutau pemikiran yang ada dalam pikiran seseorang bukan berada pada objek yang dinilai, sebagaimana dijelaskan Subur (2007) bahwa nilai merupakan suatu konsep yang berada dalam pikiran manusia yang sifatnya tersembunyi, tidak berada dalam dunia yang sifatnya emperis dan berfungsi sebagai standar atau ukuran bagi tingkah laku manusia yang terkait dengan baik dan buruk, indah tidak indah, layak tidak layak, adil tidak adil

  Pendidikan dan nilai tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya, ketika pendidikan dilakukan terhadap manusia maka disana akan ada nilai yang akan ditanamkan kepada manusia dan nilai itu sendiri merupakan pergerak dalam berbagai tindakan pendidikan dalam rangka tujuan pendidikan itu sendiri, sebagaimana dijelaskan Mulyana (2004) nilai berfungsi sebagai penggerak tindakan-tindakan pendidikan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Hasil Penelitian Wening (2012) Pendidikan nilai diperoleh siswa melalui sekolah , keluarga dan teman sebaya serta media masa cendrung membentukan prilaku siswa

  

NILAI

LINGKUNGAN

EKSTERNAL

PRILAKU SISWA PENDIDIKAN BERNILAI NILAI LINGKUNGAN

  INTERNAL

  Gambar : Pendidikan dan Nilai

  Pendidikan di Era Globaliasi

  Dalam pendidikan diera global kita dapat mengamati dari berbagai level permasalahan pendidikan mulai dari interaksi pembelajaran antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa atau antar guru dengan kelompok siswa, kelpok siswa dengan kelompok siswa yang sangat kental dengan permasalahan kompetensi siswa untuk diberdayakan agar dapat berkembang dan bermakna bagi kehidupan secara pribadi, keluarga, masyarakat dan bangsa. Disisi lain dapat juga dilihat dari bidang mata pelajaran dari berbagai cabang ilmu seperti matematika, ilmu pengetahuan sosial dan ilmu pengetahuan alam serta bahsasa, agama, kewarnaegaraan, kesehatan dan pengembangan kepribadian dengan materi pelajaran yang diajarkan, selanjutnya proses pembelajaran, siswa, guru, penilaian, kepala sekolah, komite sekolah, pengawas sekolah, kurikulum, dan keuangannya. Lebih luas lagi dengan memandang pendidikan dari hubungan antar lembaga pendidikan dalam masyarakat, kelompok lokal, regional dan nasional bahkan global. Sejalan dengan pandangan Sanusi (2015) dapat kemukakan tentang tingkatan pendidikan yakni: ada tingkatan mikro, messo dan makro.

  Globalisasi sebagai bagian dari role life sistem kehidupan terus terjadi perubahan dan perubahan menciptakan kompleksitas kehidupan disamping kemajuan cara berpikir dan berpandangan tentang kehidupan yang terjadi secara bersamaan seperti dua sisi mata uang sebagai pilihan kehidupan untuk menjadi pilihan dalam menjalani proses pendidikan sepanjang kehidupan. Jacques Delors dalam Mudyahardjo (2014) pendidikan untuk abad 21 tantangan pendidikan adalah (a) global dengan lokal (b) universal dengan individual (c) modern dengan tradisional (d) pertumbungan jangka panjang dengan pendek (e) kompetisi dengan persamaan kesempatan (f)perluasan pengetahuan dengan kemampuan manusia (g) spiritual dengan material. Perubahan juga membawa kepada suatu kehidupan kedepan yang sulit untuk dipridiksi dan perlu mencari suatu strategi guna dapat bertahan dan berusaha untuk mencari dan menemukan solusi yang strategis dalam merenpos perubahan globalisasi sejalan dengan Duderstadt dalam Suharsaputra ( 2015) yang dapat dikemukakan bahwa suatu situasi yang terus selalu berubah dan tidak dapat dipridiksi perlu mencari cara dalam merespon perubahan.

  Kehidupan merupakan suatu sistem organis dengan perubahan, pertumbuhan dan perkembangan kehidupan yang perlu dipahami dengan baik dan benar dengan memandang role

  

life sistem selalu berubah, tumbuh dan berkembang. Dalam suatu perubahan tentunya ada yang

  maju dan ada yang mundur, ada yang hidup dan ada yang mati, ada yang kalah dan ada yang menang dengan latar belakang dan factor pendukung serta penghambat dari perubahan itu sendiri sebagaimana dikemukakan oleh Sanusi (2015) Sistem kehidupan merupakan sisten organik bukan mekanik yang akan mengalami perubahan, pertumbuhan dan perkembangan.

  Perubahan kehidupan sebagai hasil perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memunculkan kesadaran akan pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi dalam memecahkan permasalahan kehidupan yang dihadapi sebagaimana dikemukakan Ramodan St. Clair 1998 dalam Sanusi ( 2015) dapat dijelaskan bahwa role life sistem pribadi, masyarakat, organisasi dan global telah mengalami perubahan karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang merupakan suatu zaman kesadaran bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi mengubah kehidupan dunia. KEHIDUPAN

  SOLUSI GLOBALISASI KOMPLEKSITAS RLS PERUBAHAN

  Gambar:Pendidikan di Era Globalisasi

  Manajemen Strategi Pendidikan

  Pendidikan dengan tujuan sebagai mana terdapat dalam Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional Np 20 tahun 2003 menyatakan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Tujuan pendidikan tentunya memerlukakan serangkaian usaha dan ihtiar untuk mecapainya dengan suatu manajemen strategi sebagai kunci dengan daya dukungan sistem yang sangat kuat begitu sebaliknya apabila usaha dan ikhtiar pencapian tujuan pendidikan mengabaikan manajemen strategi tentunya pencapaian tujuan pendidikan menjadi kurang maksimal, sebagai mana dapat dijelaskan Kurniawan (2000) apabila suatu strategi dirumuskan dengan secara baik maka pencapaian tujuan akan membuahkan hasil yang bagus.

  Dalam mencapai tujuan pendidikan usaha yang dilakukan dengan mengintegrasikn seluruh cabang manajemen secara bersinergi yang telah disepakati untuk mencapai tujuan sebagaimana dijelaskan Anwar (20016) proses pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan factor dominan yang mempengarhinya adalah manajemen pendidikan yang strategis. Tujuan pendidikan nasional merupakan suatu tujuan yang cukup luas yang tentunya dihadapkan dengan lingkungan internal dan ekternal yang luas dan kompleks sejalan dengan Siagian (2000) Makin besar suatu organisasi maka makin luas lingkungan internal dan eksternal organisasi dan akan semakin kompleks.

  Manajemen strategi pendidikan perlu dilakukan melalui suatu pengelolaan pendidikan yang strategis dalam merencanakan, menkoordinasikan, mengendalikan dan mengevaluasi serta

  

follow up untuk mencapai tujuan pendidikan dalam mewujudkan suasana belajar dan proses

  pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara, sehingga kehidupan lebih baik, bermanfaat dan bermakna dalam kehidupan di dunia dan akhirat menjadii suatu perubahan kehidupan yang efektif, kreatif, inovatif, produktif serta outcome sebagaimana dijelaskan Dess (1993) Manajeme strategi merupakan is a process that combines there major interrealated

  

activities strategic analysis, strategy formulation, and strategi implementation. Sejalan juga

  dengan John Andrew Pearce dan Ricard Benjamin Robinson dalam Kurniawan (2000) Manajemen strategik merupakan suatu pengkajian suatu keputusan dan tindakan dalam dalam mencapai tujuan. Dalam manejemen strategi ada beberapa unsur yang perlu diperhatikan untuk efektif dan efisiensi serta produktif dalam mencapai suatu tujuan termasuk dalam pendidikan. Unsur-unsur tesebut adalah: Unsur tujuan yang akan dicapai dan harus ada baik bersipat umum maupun khusus, dan adanya unsure kebijakan atau arahan dari suatu organiasi yang harus ada dan ditati setiap orang setiap bidang dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan oranisasi, serta unsure perencanaan yang merupakan tahapan-tahapan yang harus dilakukan dalam suatu organisasi menuju kepada pencapaian tujuan sebagaimana diungkapkan Dess (1993) dalam bukunya Strategic Manajement bahwa ada beberapa unsur yakni (a) goals) (b) policies (c) Plans.

  Lebih jelas dapat dilihat dibawah ini :

  GOALS

  IINTENDED POLICIES STRATEGY PLANS

  Gambar: Unsur Manajemen Strategi

  Manajemen Startegi Pendidikan Berorentasi Sistem Value

  Manajemen strategi pendidikan berorentasi sistem Value perlu dilakukan agar proses pendidikan dapat mengembangkan dan mengoptimalkan setiap tahapan perkembangan kehidupan bernilai lebih baik, bermanfaat dan bermakna di dunia dan akhirat. Perlu disadari dalam proses pendidikan akan syarat dengan nilai-nilai yang ada dalam pikiran seoarang tenaga pendidik untuk menetapkan tujuan, tindakan dan perencaan pendidikan diimplementasikan kedalam proses pembelajaran, agar siswa menjadi manusia bernilai dalam kehidupan sekarang dan masa depan, sebagaimana dapat dijelaskan menurut Sanusi (2015) pentingnya nilai dalam kehidupan manusia (tenaga pendidik) dalam ucapan dan tindakkan tenaga pendidik dalam mendidik dan mengajar.

  Dalam pendidikan tidak dapat dipisahkan dengan nilai sebagai core untuk tujuan pendidikan yang tertuang dan diimplementasikan kedalam dalam proses pembelajaran seumpama titik berada dalam suatu garis tujuan pendidikan terkandung nilai sebanyak titik yang membentuk garis tujuan pendidikan. Dijelaskan Mulyana (2004) dalam pengembangan strategi pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan ada tahapan yaitu (a) Inditivikasi nilai (b) Pelaksnaaan (c) Alat bantu (d) Interaksi kesatuan (e) penilaian.

  Nilai ada beberapa karakteristik dan dioraganisasikan kedalam sistem nilai yang menjadi pilihan dalam berprilaku seorang atau suatu organisasi dalam suatu kehidupan sebagaimana dikemukakan Quyen dan Zaharim 2012 dalam Sanusi (2015) menyebutkan karakteristik nilai yaitu: (a) Relatif langgeng (b) Keyakinan (c) Opsional (d) Tujuan abstrak (e) Sebagai standar (f) Bersipat hirarkis.

  Sistem nilai merupakan suatu keterkaitan antar unsur dalam suatu sistem yang saling kterkaitan dan integral tidak dapat terpisahkan antar unsur yang satu dengan unsur yang lainnya dalam melahirkan prilaku manusia (siswa). Sanusi (2015) merumuskan sistem nilai kedalam 6 sistem nilai sebagaimana dikemukakannya yaitu: (a) nilai teologis (b) nilai etis (c) nilai estetika (d) logika (e) Nilai fisikal (f) Teologikal. Nilai-nilai tersebut terwujud kedalam prilaku baik manusia (siswa), Organisasi ( pendidikan) maupun negara dan bangsa. Keenam nilai seperti yang dikemukakan Sanusi dapat di rujukan dan sebagai bahan pertimbangan yang strategik dalam melakukan proses pendidikan untuk diimplementasi kedalam proses pembelajaran di dalam kelas/ruang kuliah agar dapat memunculkan prilaku yang evektif, kreatif, inovatif, produktif dan outcomes menjadikan kepribadian dan karekter manusia (siswa) dan pendidikan serta negara dan bangsa.

  TUJUAN, KEBIJAKAN DAN TEOLOGI FISIOLOGI PERENCANAAN PENDIDIKAN YANG ETIKA BERNILAI ESTITIKA LOGIKA TELEOLOGIKA TUJUAN KEBIJAKAN PERENCANAAN MANAJEMEN STRATEGI NILAI SISTEM BERORENTASI

NILAI

SISTEM NILAI MANAJEMEN STRATEGI

  Gambar: Manajemen Strategi Pendidikan Berorentasi Sistem Nilai

  KESIMPULAN

  1. Peranan pendidikan dalam proses mendidik dan mengajar serta memandirikan dalam suatu kehidupan bernilai lebih baik, bermanfaat dan bermakna di dunia dan akhirat sebagai tujuan akhir dan berlangsung sepanjang kehidupan melalui proses pendidikan pendidikan yang berorentasi pada nilai yang dimengerti, dipahami, disadari dan diyakani sebagai Role

  Life Sistym

  2. Perubahan menciptakan kompleksitas dan chous kehidupan disamping kemajuan cara berpikir dan berpandangan tentang kehidupan (wold life vision) yang terjadi secara bersamaan seperti dua sisi mata uang sebagai pilihan kehidupan untuk menjadi pilihan dalam menjalani proses pendidikan sepanjang kehidupan diera globalisasi.

  3. Mencapai tujuan kehidupan lebih baik, bermanfaat dan bermakna dalam kehidupan di dunia dan akhirat sehingga menjadikan suatu perubahan kehidupan yang efektif, kriatif, inovatif, produktif serta outcome perlu suatu strategy management pendidikan yang dilakukan melalui suatu pengelolaan yang strategis dalam menetapkan gols, policies dan

  plans

  4. Proses pendidikan dalam mengembangkan dan mengoptimalkan setiap tahapan perkembangan kehidupan yang bernilai lebih baik, bermanfaat dan bermakna di dunia dan akhirat perlu dilakukan dengan suatu pengelolaan yang strategis melalui manajemen startegi pendidikan berorentasi sistem Value

Dokumen baru
Dokumen yang terkait
Tags

Makalah Pengertian Supervisi Pendidi Kan

Ilmu Pendidi Kan Integrasi Nasional

Makalah Pendidi Kan Agama Islam

Makalah Pendidi Kan Kewargane Garaan

Makalah Filsaf At Pendidi Kan

Sistem Informasi Manajemen Dalam Pendidi

Sistem Informasi Dalam Manajemen Pendidi

Makalah Lengkap Dasar2 Manajemen Pendidi

Manajemen Strategi Pengertian Strategi

Manajemen Strategi

MANAJEMEN STRATEGI PENDIDI KAN BERORENTAS

Gratis

Feedback