PengeMBAngAn kURIkUlUM PenDIDIkAn AgAMA ISlAM MUSlIM MInORITAS: PeSAnTRen nURUl yAqIn PAPUA BARAT

0
0
26
7 months ago
Preview
Full text

PengeMBAngAn kURIkUlUM PenDIDIkAn AgAMA

  17 Klablim Sorong Papua Barat Bagi menghadapi tantangan ini, maka tidak ada pilihan bagi lembaga pendidikan kecuali dengan melakukan perencanaan sertausaha yang sistemik dan optimal, dalam rangka menyiapkan perangkat sistem pendidikan dalam lingkup sekolah. Beberapa penelitian mutakhir dalam kajian pendidikan Islam berkenaan dengan kurikulum antara laindilaksanakan Howell (2010) dengan kesimpulan bahwa sufisme tidak secara khusus menggunakan kurikulum dalam aktivitas pembelajaran.

A. Pendahuluan

  17 Klablim Sorong Papua Barat Bagi menghadapi tantangan ini, maka tidak ada pilihan bagi lembaga pendidikan kecuali dengan melakukan perencanaan sertausaha yang sistemik dan optimal, dalam rangka menyiapkan perangkat sistem pendidikan dalam lingkup sekolah. Beberapa penelitian mutakhir dalam kajian pendidikan Islam berkenaan dengan kurikulum antara laindilaksanakan Howell (2010) dengan kesimpulan bahwa sufisme tidak secara khusus menggunakan kurikulum dalam aktivitas pembelajaran.

B. Pengembangan Kurikulum dan Dinamika Lingkungan

  Maka, kurikulum dikehendaki menjadi ruang untuk memberikan latihan bagi pembelajaran Wawasan inilah yang dikembangkan secara terus menerus dalam dunia pendidikan yang digagas Wertheimer (1945). Sebagaimana dalam penelitian Gervedink, Pieters, dan Voogt(2013) ditunjukkan bahwa praktik di Ghana menghindari kesalahan Jika sejak awal kurikulum deprogram sebagai bentuk dari komunikasi dengan lingkungan, maka penolakan dan kesalahan perancangan akandapat diminimalisir sejak awal.

C. Metode Penelitian

  Secara simultan tiga langkah yang dilakukan sejakpengumpulan data sampai pada penyajian data yaitu mereduksi data menjadi sederhana, intrepretasi sehingga menjadi kesimpulan, danmenampilkan data dengan sajian yang menyeluruh. Selanjutnya untukmenjamin validitas data, maka pengumpulan data diperpanjang sampai lima bulan untuk melakukan uji keabsahan dan kesahihan data Untuk menghindari data yang bias, maka observasi dilakukan dengan tidak berpartisipasi.

D. Realitas Pendidikan Muslim Minoritas

  Secara unik, lembagapendidikan ini justru didirikan oleh umat Islam yang sehari-hari Posisi strategis pesantren dan madrasah di Tanah Papua, sebagai pendukung keberadaan Muslim Papua. Begitu pula kehadiran pendatang dengan budaya Islam yang ada di tanah kelahiran berusaha untuk memberikan pendidikan kepadakeluarganya dengan pola pendidikan Islam.

E. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam

  Tidak dimasukkan ke dalam kurikulum, ajaran yang dianggap mayoritas ulama sebagai menyimpang Sebagai respon atas masyarakat yang majemuk tidak saja dalam konteks eksternal, terlebih lagi dalam kondisi internal umat Islam, makatujuan pembelajaran yang ditetapkan adalah bagaimana santri dapat merespon perubahan kondisi ketika berada di luar pesantren. Tujuan evaluasi dan kompetensi yang diukur sudah menjadi kelengkapan yang tidak terpisahkan dari penyusunan kurikulum Tantangan dalam mewujudkan itu semua adalah bagaimana tetap mempertahankan perhatian santri di satu sisi.

F. Konstruksi Teoritis

  Dengan kondisi lingkungan di Pendidikan Islam yang ada dalam wilayah Papua Barat senantiasa memberikan daya dukung bagi masyarakat, sebagaimana karakter utamapesantren yang sudah berlangsung sejak awal pendirian pesantren. Jikalau pengembangan kurikulum tidak dilakukan dengan usaha yang maksimal dan sempurna,maka bisa saja menjadikan tangga untuk memberikan kegagalan bagi santri dan santriwati.

G. Penutup

  Interaksi dan perjumpaan dengan warga yangtidak menganut agama seiman kemudian menjadi daya dorong untuk memberikan pengajaran agama yang berorientasi kepada identitasmuslim di satu sisi. Pada sisi yang lain, tetap menjadi bagian dari kewargaan yang multireligius dengan tidak menafikan keberadaanwarga lain sebagai bagian dari kehidupan itu sendiri.

Dokumen baru

Aktifitas terbaru

Download (26 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

STUDI PENJADWALAN DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) PADA PROYEK PEMBANGUNAN PUSAT PERDAGANGAN CIREBON RAYA (PPCR) CIREBON – JAWA BARAT
34
227
1
STUDI PERENCANAAN SISTEM DRAINASE KOTA SUMENEP BAGIAN BARAT DI KABUPATEN SUMENEP PROVINSI JAWA TIMUR
1
32
1
PERENCANAAN STRUKTUR PADA TRIBUN BARAT STADION GAJAYANA MALANG
21
173
2
ANALISIS EKSPOR INDUSTRI KERAJINAN ROTAN DI SENTRA INDUSTRI KERAJINAN ROTAN KABUPATEN CIREBON JAWA BARAT
11
99
2
STUDI KESIAPAN GURU DALAM MELAKSANAKAN MODEL PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS PORTOFOLIO DI SMA NEGERI KOTA BIMA NUSA TENGGARA BARAT
0
34
1
AGRESIVITAS SUKU MEYBRAT DI PAPUA
0
22
2
IMPLIKASI BERLAKUNYA PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 72 TAHUN 2005 TENTANG DESA TERHADAP PEMERINTAHAN NAGARI DI SUMATERA BARAT
0
31
5
HUBUNGAN KEJADIAN EFEK SAMPING OBAT ANTITUBERKULOSIS TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TUBERKULOSIS DI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT
6
36
52
PEMUNGUTAN RETRIBUSI PESANGGARAHAN OLEH DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN SERTA KONTRIBUSINYA TERHAPAD PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DI KABUPATEN LAMPUNG BARAT
2
31
65
KOMPOSISI JENIS TANAMAN YANG DIBUDIDAYAKAN PETANI DI AREAL REPONG DAMAR PEKON NEGERI RATU NGARAS KECAMATAN BENGKUNAT KABUPATEN LAMPUNG BARAT
0
5
4
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA DESA KUBULIKU JAYA KECAMATAN BATU TULIS KABUPATEN LAMPUNG BARAT DALAM PELAKSANAAN PEMERINTAHAN DESA
12
76
69
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA KELAS IV MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DAN MEDIA LINGKUNGAN DI SDN 1 PRINGSEWU BARAT KABUPATEN PRINGSEWU
0
9
54
EFFECT OF THE USE OF STUDENT PERCEPTION COOPERATIVE LEARNING MODEL N UMBER HEAD TOGETHER LEARNING AND MOTIVATION OF CREATIVITY IN LEARNING SOCIAL STUDIES IN SMP NEGERI TUMIJAJAR TULANG BAWANG BARAT ACADEMIC YEAR 2012/2013 P ENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG
2
23
135
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SD NEGERI 7 METRO BARAT
0
5
79
ANALISIS FINANSIAL DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PEMBIBITAN KARET UNGGUL DI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT
3
50
108
Show more