MINERAL OPTIK CIRI CIRI OPTIS PADA MINER

 0  0  37  2018-10-02 09:39:50 Laporkan dokumen yang dilanggar

  

TUGAS #1

MINERAL OPTIK

CIRI-CIRI OPTIS PADA MINERAL MAFIK

  

AGUNG YUDI MARFA / 410013179

KATA PENGANTAR

  Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik dan benar, serta tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami akan membahas mengenai CIRI-CIRI OPTIS PADA MINERAL MAFIK

  Makalah ini merupakan tugas mata kuliah MINERAL OPTIK agar dapat mengetahui tentang CIRI-CIRI OPTIS PADA MINERAL MAFIK Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.

  Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

  YOGYAKARTA, September 2014

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Mineral optik merupakan salah satu cabang ilmu geologi yang

  mempelajari tentang mineral yang terkandung pada suatu batuan. Mineral optik membahas tentang mineral- mineral pada batuan dalam bentuk monomineral. Salah satu tujuan mempelajari mineral optik ialah untuk untuk mengetahui cara menentukan sifat-sifat optik mineral, serta mengenal mineral secara mikroskopik.

  Ilmu pengetahuan mineralogi menitikberatkan pada studi tentang pengamatan dan pendeskripsian minera-mineral penyusun batuan yang merupakan litologi dari permukaan bumi.

  Dengan kemampuan mata manusia yang terbatas maka untuk pengamatan mineral penyusun batuan lebih lanjut harus menggunakan alat yaitu mikroskop. Yang dimaksud di sini adalah mikroskop polarisasi yang berbeda dengan mikroskop biasa, dimana mikroskop biasa hanya memperbesar benda yang diamati. Mikroskop polarisasi menggunakan cahaya yang dibelokkan atau terbias, bukan cahaya terpantul.

  Selain itu, perbedaannya pada beberapa komponen khusus yang hanya terdapat pada mikroskop ini, antara lain keping analisator, polarisator, kompensator, dan lensa amici bertrand. Jenis/tipe dari mikroskop ini

  I.2. Metode Penulisan

  Data dari makalah ini, menggunakan metode pencarian (searchinng ) di Internet dengan menggunakan media Google, sehingga data yang di inginkan dapat di susun dengan baik, metode ini menggunakan durasi pencarian ± 3 jam.

  I.3. Maksud dan Tujuan

  Maksud dari makalah ini adalah untuk memenuhi nilai tugas pada mata kuliah mineral optik jurusan teknik geologi STTNAS Yogyakarta. Sedangkan tujuan pembuatan makalah ini yaitu untuk mengetahui dan memahami ciri ciri optis pada mineral mafik

BAB II DASAR TEORI II.1 Mineral optik Mineral optik merupakan salah satu cabang ilmu geologi yang

  mempelajari tentang mineral yang terkandung pada suatu batuan. Mineral optik membahas tentang mineral- mineral pada batuan dalam bentuk monomineral. Salah satu tujuan mempelajari mineral optik ialah untuk untuk mengetahui cara menentukan sifat-sifat optik mineral, serta mengenal mineral secara mikroskopik.

  Alat yang digunakan dalam pengamatan mineral mikroskopis adalah Mikroskop Polarisasi sedangkan bahan yang diamati ialah sayatan mineral. mikroskop polarisasi Untuk mencapai daya guna yang maksimal dari mikroskop polarisasi maka perlu difahami benar bagian-bagiannya serta fungsinya di dalam penelitian.

  Setiap bagian adalah sangat peka dan karenanya haruslah dijaga baik-baik. Kalau

  Lomb, kaki mikroskop juga digunakan untuk menempatkan cermin. Pada tipe olympus yang akan kita gunakan, kaki mikroskop sebagai tempat lampu halogen sebagai sumber cahaya pengganti cermin.

1.2 Substage Unit

  1.2.1 Polarisator atau ” lower nicol ”

  Merupakan suatu bagian yang terdiri dari suatu lembaran polaroid. Berfungsi untuk menyerap cahaya secara terpilih (selective absorbtion), sehingga hanya cahaya yang bergetar pada satu arah bidang getar saja yang bisa diteruskan. Dalam mikroskop lembaran ini diletakkan sedemikian hingga arah getaran sinarnya sejajar dengan salah satu benang silang pada arah N-S atau E-W.

  1.2.2 Diafragma Iris

  Terdapat di atas polarisator, alat ini berfungsi untuk mengatur jumlah cahaya yang diteruskan dengan cara mengurangi atau menambah besarnya apertur/bukaan diafragma. Hal ini merupakan faktor penting dalam menentukan intensitas cahaya yang diterima oleh mata pengamat, karena kemampuan akomodasi mata tiap-tiap orang relatif berbeda.

  Fungsi penting lainnya adalah untuk menetapkan besarnya daerah pada peraga yang ingin diterangi, juga dalam penentuan relief, di mana cahaya harus dikurangi sekecil mungkin untuk pengamatan “garis becke”.

  1.2.3 Kondensor o

  dilengkapi dengan skala sudut dalam derajat dari 0 sampai 360 . Pada bagian tepi meja terdapat tiga buah sekerup pemusat untuk memusatkan perputaran meja pada sumbunya (centering).

1.3 Tubus Mikroskop

  Bagian ini terletak di atas meja objek dan berfungsi sebagai unit teropong. Terdiri atas beberapa bagian antara lain :

  1.3.1 Lensa Objektif

  Merupakan bagian paling bawah dari tubus mikroskop, berfungsi untuk menangkap dan memperbesar bayangan sayatan mineral dari meja objek. Biasanya pada mikroskop polarisasi terdapat tiga buah lensa objektif dengan perbesaran yang berbeda, tergantung keinginan pengamat, dan biasanya perbesaran yang digunakan adalah 4x, 10x dan 40x, kadang ada yang 100x.

  1.3.2 Lubang Kompensator

  Adalah suatu lubang pipih pada tubus sebagai tempat memasukkan kompensator, suatu bagian yang digunakan untuk menentukan warna interferensi. Kompensator berupa baji kuarsa atau gips yang menipis ke arah depan, sehingga pada saat dimasukkan lubang akan menghasilkan perubahan warna interferensi pada mineral.

  1.3.3 Analisator

  Adalah bagian dari mikroskop yang fungsinya hampir sama dengan polarisator, dan terbuat dari bahan yang sama juga, hanya saja arah getarannya

  Terdapat pada bagian paling atas dari tubus mikroskop, berfungsi untuk memperbesar bayangan objek dan sebagai tempat kita mengamati medan pandang. Pada lensa ini biasanya terdapat benang silang, sebagai pemandu dalam pengamatan dan pemusatan objek pengamatan.

  Deskripsi optis pada mineral merupakan hal yang vakum dalam

  pembelajaran mineral optik, yakni:

  contoh sayatan mineral

  NIKOL SEJAJAR (Plane Polarized Light/PPL) Warna

  1. Isotrop : dipantulkan kesegala arah dengan kecepatan sama.

  2. Anisotrop : dipantulkan kesegala arah dengan kecepatan berbeda.

  C. Semua obyek yang warna putih akan memantulkan seluruh warna yang datang dan hanya sebagian kecil yang terpantulkan, ssehingga tampak memperlihatkan warna kelabu.

  Bentuk

  Pada pengamatan bentuk mineral secara optik mikroskopik, maka bentuk yang dapat kita amati adalah bentuk mineral dalam kondisi dua dimensi, tetapi dengan bantuan struktur dalam mineral yang dapat teramati seperti halnya bidang belah atau “cleavage”,maka kita dapat mentafsirkan akan struktur kristal dari mineral tersebut.

  Dengan demikian berdasarkan kenampakan bentuk mineral dalam kondisi 2 dimensi, maka kita dapat merefleksikannya kedalam bentuk kondisi 3 dimensi. Bentuk mineral yang dapat diamati:

  • – Perismatik : bila belahan tampak sejajar

  a. Prismatik euhedral

  b. Prismatik subhedral kedudukan analisator dan polarisator. Macam-macamnya:

  • – Dikroik :biasanya dimiliki oleh mineral-mineral yang mempunyai sistem krista; trigonal dan hexagonal pada perputaran antara 0 -90 terjadi 2 kali.
  • – Trikroik: biasanya dimiliki oleh mineral-mineral yang mempunyai sistem kristal orthorombik, triklinik, monoklin. warna pleokroik ini tergantung pada sumbu X,Y,Z.

  Indeks Bias

  Indeks bias adalah suatu angka (konstanta) yang menunjukan perbandingan antara sinus sudut datanh dan sinus sudut pantul ; (n=sin i/sin r =l/v ) . indeks bias juga merupakan fungsi dari sinar didalam medium yang berbeda. Pengukuran indeks bias dapat dilakukan secara relatif dengan memperhatikan relief dan dibandingkan dengan pergerakan garis becke,atau secara absolut dengan menggunakan minyak imersi. Semua kristal yang bersistem isometrik tergolong sebagai zat isotropik dengan demikian mempunyai satu harga indeks bias (nω dan nε ), sedangkan yang bersistem orthorombik, monoklin, atau triklin,mempunyai tiga harga indeks bias [nα nβ ,dan nγ ]. besar perbedaan indeks bias kedua bahan, kama semakin jelas/ menonjol bidang batas antarakeduanya.jika dua bahan tersebut, mempunyai harga indeks biasnya sama, maka bidang batasnya akan tidak nampak sama sekali.

  NIKOL SILANG (Cross Polarized Light/XPL) Bias Rangkap (Bire Fringence)

  Biasrangkap adalah angka yang menunjukan perbedaan indek bias sinar ordiner dan extraordiner . Faktor yang mempengaruhi: a. Macam sayatan (//c atau hampir // c ).

  b. Ketebalan sayatan

  c. Macam sinar yang masuk,dimana setiap sinar yang msuk mempunyai panjang gelombang yang berbeda. merambat didalam mineral yang anisotopik.

  1. Orientasi “length slow” berarti bahwa sumbu terpanjang indikatrik getaran sianr lambat (γ) sejajar (//) sumbu C sebagai arah sumbu terpanjang kristal.

  2. Orientasi “length fast” berarti bahwa sumbu terpanjang indikatrik (γ) tegak lurus sumbu C atau (γ) hampir tegak lurus sumbu C.adanya 2 alternatif: a. Gejala addisi

  b. Gejala subtraksi

  Pemadaman

  Pemadaman merupakan proses penggelapan yaitu akibat perulangan pembiasan yang terjasi yang diperoleh dengan merubah-rubah posisi mineral terhadap kedudukan analisator dan polarisator. Jadi pemadaman dapat terjadi apabila sumbu-sumbu indikatriks mineral sejajar atau tegak lurus dengan bidang- bidang getar polarisator dan analisator.

  • – Macam-macam pemadaman Berdasarkan posisi atau kedudukan pemadaman mineral terhadap analisator dan polarisator dapat dibagi atas:

  1. Pemadaman paralel= Bila pemadaman terjadi pada posisi 45-90 (derajat)

  2. Pemadaman miring= Bila pemadaman terjadi pada posisi <45 (derajat)

  3. Pemadaman simetris= Bila pemadaman terjadi pada posisi 45 (derajat)

  A. Macam –macam jenis kembaran mineral Plagioklas Kembaran albit : dicirikan oleh kembaran selang –seling antara gelap dan terang dalam jumlah yang relatif cukup banyak.

  1. Kembaran carlsbad: yang dicirikan oleh kembaran berupa pasangan gelap dan terang dalam jumlah yang tidak lebih dari satu pasangan.

  2. Kembaran Carlsbad-Albit: yang dicirikan oleh kombinasi antara carlsbad dan Albit.

  B. Metoda kurva F.E,Wright digunakan untuk menentukan jenis mineral plagioklas kembaran kombinasi Carlsbad-Albit

  1. FORSTERITE (Mg, Fe

  2 SiO 4 ) Sifat Optis

  Warna absorbsi : Tidak berwarna Bentuk : Kristal euhedral sampai anhedral Relief : Tinggi Pleokroisme : -Indeks bias : n mineral > n. K-balsam Belahan : Fracture yang tidak teratur umum.

  Bias rangkap : Kuat, teratas orde ke IIKembaran : -Sudut pemadaman : Paralel Orientasi optis : Length slow Sumbu optis : Dua (biaxial) Tanda optis : Positif Keterangan : Forsterite juga ditemukan dalam banyak meteorit besi-nikel. Bukan hanya sebagai butir Kristal kecil tapi signifikan sebagai ukuran kadang menduduki lebih dari 50% dari volume meteorit.

  OLIVINE ((Mg,Fe)

  Sifat Optis

  Warna absorbsi : Tidak berwarna-warna Bentuk : Anhedral dengan bentuk poligonal dan berupa fenokris Relief : Tinggi Pleokroisme : -Indeks bias : n mineral > n. K-balsam Belahan : paralel tidak sempurna (010), pecahan tidak teratur Bias rangkap : Kuat,orde – II paling atas Kembaran : kadangkadang dijumpai Sudut pemadaman : Paralel Orientasi optis : Length slow Sumbu optis : Dua (biaxial) Tanda optis : Positif dan negatif Keterangan : Mineral yang sering membuat kekeliruan dengan olivine adalah diopside, tetapi diopside mempunyai belahan yang baik, sudut pemadaman yang miring, dan kadang kadang bias rangkap lemah. Sedangkan olivine yang kaya oksida besi dinamakan Hyalosideri terdiridari 50% Fe2 SiO4 Biasanya olivine terubah menjadi antigori dan magnetik sekunder pada bagian pecahan. Olivine mineral yang umumdalambatuanbekumafik-ultramafik, sepertibasa nitedunite dan peridotite.

  Sifat Optis

  Warna absorbsi : Tidak berwarna sampai kekuningan atau netral Bentuk : Euhedral, Kristal anhedral Relief : Sangat tinggi Pleokroisme : LemahIndeks bias : n mineral > n. K balsam Belahan : paralel tidak sempurna dalam satu arah (010) Bias rangkap : Kuat Kembaran : -Sudut pemadaman : Paralel Orientasi optis : Length slow Sumbu optis : Dua (biaxial) Tanda optis : Negatif Keterangan : Fayalite juga ditemukan banyak besi-nikel dalam meteorit, bukan hanya sebagai butiran kecil tetapi sebagai Kristal besar kadang-kadang menduduki lebih dari 50% dari volume meteorit.

  SifatOptis

  Warna absorbsi : Tidak berwarna Bentuk : Granular, berupa kristal anhedral-subhedral dan prismatic panjang Relief : Agak Tinggi Pleokroisme : -Indeks bias : n mineral > n. K-balsam Belahan : Paralel tidak sempurna (010), pecahan tidak teratur Bias rangkap : Sedang merah orde –I Kembaran : Kadang-kadang dijumpai Sudut pemadaman : Paralel Orientasi optis : Length slow Sumbu optis : Dua (biaxial)Tanda optis : Negatif Keterangan : Monticellita adalah mineral yang agak sulit dikenal karena tidak mempunyai sifat yang jelas, mempunyai forster dan olivine tetapi mempunyai bias rangkap lemah daripada lainnya, merupakan mineral cirri metamorf kotak dari batugamping dan dolomite tetapi kadang-kadang juga didapatkan dalam batuan beku seperti : alnoiteplizenit dan nepheline basah.

B. PYROXENE

1. ORTHOPYROXENE ESTANTITE (MgSiO 3 ) SifatOptis

  Warna absorbsi : Tidak berwarna sampai netral Bentuk : Kristal prismatic. Inklusi-inklusi umum dan menghasilkan struktur schiler.

  Relief : Tinggi Pleokroisme : Lemah, kehijauan sampai kemerah-mudaan Indeks bias : n mineral > n. K-balsam Belahan : Paralel (110),(010),(100) Bias rangkap : Agak lemah, kuning sampai merah orde –I Kembaran : - Sudut pemadaman : Paralel Orientasi optis : Length slow Sumbu optis : Dua (biaxial) Tanda optis : Negatif Keterangan : Enstatite Lebih umum terbentuk pada batuan beku jika bukan untuk

  2. HYIPERSTHENE ((Mg,Fe)SiO

  3 SifatOptis

  Warna absorbsi : Netral-hijau muda/merah muda Bentuk : Kristal subhedral prismatik Relief : Tinggi Pleokroisme : Lemah, kehijauan sampai kemerah-mudaan Indeks bias : n mineral > n. K-balsam Belahan : Paralel (110),(010),(100) Bias rangkap : Agak lemah, kuning sampai merah orde –I Kembaran : -Sudut pemadaman : Paralel Orientasi optis : Length slow

3. CHLYNOPYROXENE AUGITE (Ca(Mg,Fe)(SiO ) (Al Fe) O )

  3

  2

  2

  2

  3 SifatOptis

  Warna absorbsi : Hampir tidak berwarna, netral coklat kehijauan muda ataukeung uan muda Bentuk : Kristal prismatik pendek Relief : Tinggi Pleokroisme : Tidak ada sampai lemah Indeks bias : n mineral > n. K-balsam Belahan : (110), dalam dua arah pada sudut 87 dan 93 .satu arahdalam sayatan

  Keterangan : Augite sulit dibedakan dar diopside, tetapi diopside mempunyai sudut pemadaman yang kecil dan warna yang terang. Augite teralterasi menjadi hornblende .

  4. DIOPSITE (CaMgSi O )

  2

  6 SifatOptis

  Warna absorbsi : Tidak berwarna atau netral Bentuk : Kristal subhedral Relief : Tinggi Pleokroisme : Lemah Indeks bias : n mineral > n. K-balsam

  o o

  Belahan : Dalam dua arah (110) pada sudut 87 dan 93

5. PIGEONITE ((Mg,Fe2+,Ca)2Si2O6) SifatOptis

  Warna absorbsi : Tidak berwarna atau netral Bentuk : Kristal anbhedra Relief : Tinggi Pleokroisme : Lemah Indeks bias : n mineral > n. K-balsam

  o o

  Belahan : Dalam dua arah (110) pada sudut 87 dan 93

  Ditemukan sebagai fenokris di batuan vulkanik di Bumi dan sebagai kristal di meteorit dari Mars dan Bulan. Dalam perlahan didinginkan batuan beku intrusif, pigeonit jarang diawetkan, namun bukti tekstur breakdown untuk Orthopyroxene Ditambah Augite dapat hadir, seperti yang ditunjukkan pada gambar mikroskopis yang menyertainya.

6. AEGIRINE (NaFe(SiO3)2) Sifat optis

  Warna absorsi : Hijau,kuning kecoklatan Bentuk : Kristal prismatik Relief : Tinggi Pleokroisme : Kuat,hijau tua,hijau muda,kuning Indeks bias : n.mineral > n.k balsam hubungannya dengan Aegirine, perbedaanya dari warnanya yang coklat.Merupakan cirri dari batunan beku yang kaya soda seperti Nepheline Syenite, Phonolite, Trachite, Soda Granite .Sering kali terdapatsebagai Overgrouth dengankristal Aegirine-augite.

7. HEDENBERGITE (FeCaSi2O6) SifatOptis

  Warna absorbsi : Netral sampai kehijauan Bentuk : Columnar aggregate Relief : Sangat tinggi Pleokroisme : -Indeks bias : n mineral > n. K-balsam

  o o

  Belahan : (110) dalam dua arah pada sudut 87 dan 93 yang ditemukan pada beberapa spesimen. Meskipun ini bukan merupakan mineral jarang, Kristal baik Hedenbergite yang langka dan spesimen yang menunjukkan kristal yang bagus, baik warna dan kilap dihargai.

8. JADEITE (NaAl(SiO3)2) Sifatoptis

  Warna absorsi : Tidak berwarna sampai hijau Bentuk : Granular sampai columnar atau fibrous Relief : Agak tinggi Pleokroisme : Bervariasi Indeks bias : n.mineral > n.k-balsam kecil dan columnar. Jadite teralterasi menjadi Termilite actinolite dan hanya terdapat pada batuan Jadite (jadeitite).

9. AEGERIN-AUGITE ((Na,Ca)(Fe3+,Fe2+,Mg,Al)Si2O6) SifatOptis

  Warna absorbsi : Hijau Bentuk : Kristal euhedral prismatic pendek Relief : Tinggi Pleokroisme : Sedang, kuning hijau sampai kehijauan Indeks bias : n mineral > n. K-balsam

  o augit (AE-AG) dalammatriks bulatkuarsa (QZ) dengan minor bulat (legatinggi) butir Apatite .

C. AMPHIBOLES

1. HORNBLENDE (Ca2(Mg,Fe,Al)5(OH)2(Si,Al)4(O11)2) Sifat optis

  Warna absorbsi : Hijau atau coklat Bentuk : Kristal prismatik Relief : Agak tinggi

  Keterangan : Hornblende berbeda dari augite dalam belahan, pleokronisme dan su dut pemadaman. Hornlende coklat menyerupai biotite mempunyai belahan yang baik (satuarah) dan parallel sudut pemadamannya. Hornblende sangat umum didapatkan dan merupakan mineral yang tersebar

2. LAMPROBOLITE ((Ca,Mg,Fe,Al) SiO2) Sifat Optis

  Warna absorbsi : Kuning sampai coklat, seringkali dengan batas opak Bentuk : Kristal euhedral prismatik pendek Relief : Tinggi Pleokroisme : Agak kuat

  Keterangan :Lamprobolite dibedakandari hornblende coklat dengan sudut pemadaman yang kecil dan bias rangkap kuat. Kaerstutite adalah titaniuamamphibolites yang berhubungan dengan lamprobolite. Terdapat dalam batuan vulkanik seperti andesite, auganite, basalt, basanite dan berhubungan dengan tuff.

3. NEPHRITE {Ca2(Mg, Fe)5(OH)2Si8O22} Sifat Optis

  Warna absorbsi : Tidak berwarna sampai abu-abu Bentuk : Fibrous sampai fibro lamellar aggregate, kristal prismatictidak sempurna Relief : Tinggi

  Sumbu optis : Dua (biaxial) Tanda optis : Negatif Keterangan : apabila dipanaskan mengeluarkan air yang menunjukkan bahwa ia terbentukdalam suasanahidro (perhatikanadanyagugusan OH) atau dikenal sebagai Amphibole .

4. ANTHOPHYLLITE (Mg,Fe)7(OH)2(Si4O11)2 Sifat Optis

  Warna absorbsi : Tidak berwarna atau warna muda Bentuk : Kristal prismatik panjang dan columnar sampai fibrous Relief : Tinggi

  Keterangan : Menyerupai Tremolite-actinolit dan Cummingtonite , tetapi dapat dibedakan dari sudut pemadamnya yang paralel.Terakterasi menjadi talc dan sebagian yang terbentuk yang terbentuk disebut hidrus anthopylite Anthipylite adalahciri batuanmetamorf dan mineral sekunder dalam peridotit dandunite.

5. TREMOLITE ACTINOLITE (Ca2(Mg Fe)3(OH)2(SiO4O11)2) Sifat Optis

  Warna absorbsi : Tidak berwarna sampai hijau muda Bentuk : Kristal prismatik panjang dan columnar sampai fibrous Relief : Tinggi

  Tanda optis : Negatif Keterangan : Tremolith merupakan amphibole yang tidak berwarna, edenite menyerupai tremolite Tetapi mempunyai sudut pemandaman yang besar. Tremolit actinolite teralterasi menjadi talc Tremolite-actionolite terdapat dalam metamorf kontak scist dan gneiss dan batu gamping metamorf, juga didapatkann sebagain pengganti pyroxene dalam batuan beku.

6. CUMMINGTONITE (Mg,Fe)7(OH)2(Si4O11)2 Sifat Optis

  Warna absorbsi : Tidak berwarna sampai hijau muda Bentuk : Kristal prismatik panjang dan columnar sampai fibrous

  Keterangan : Cummingtonite kadang mempunyai grunerite, tetapi cummingtonite Mempunyai sudut pemadaman yang lebih besar dan indeks bias yang lebih kecil dan tanda optisnyayang positif.

  Dibedakan dengan tremolite dari tanda optisnya yang positif dan di bedakan dengan anthophyllite Dari sudut pemadamannya yang miring. Umum dijumpai pada batuan metamorf.

7. GRUNERITE (Fe7Si8O22(OH)2) Sifat Optis

  Warna absorbsi : Tidak berwarna Bentuk : Columnar sampai fibrous aggregate

  Tanda optis : Negatif Keterangan : Ini adalah endmember besi dari seri grunerite-cummingtonite. Membentuksebagaiberserat, columnar atauagregatkristalbesar. Kristal monoklin prismatik. Kilapnya adalah kaca sampai mutiara dengan warna mulai dari hijau, coklat keabu-abu gelap.

D. BIOTITE (K 2(Mg,Fe)2(OH)2(AlSi3O10) SifatOptis

  Orientasi optis : Length slow Sumbu optis : Dua (biaxial) Tanda optis : Negatif Keterangan : Biotite dibedakan dengan Phlogopite dengan warna gelap dan sudut aborsikuat. Dari Hornblende cokelat umum dibedakan dengan sudut pemadaman yang kecil dan perbedaan belahan. Biotite sering teralterasi menjadi Chlorite, juga menjadi Vermiculitte Biotite mineral yang tersebar luasdan umum terdapat dalam batuan beku hampir seluruh tipe, juga dalam Schist dan Gneiss dan zona metamorf kontak. Biotite umum dalam sediment detrital.

  

KESIMPULAN

  Deskripsi optis pada mineral merupakan hal yang vakum dalam pembelajaran mineral optik, bahwa dalam menentukan ciri-ciri suatu mineral

DAFTAR PUSTAKA

  http://semangatgeos.blogspot.com/2011/05/kelompok-amfibol-biotit.html http://irfandipermana.blogspot.com/2012/02/mineral-optik.html

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2018-08-08

Dokumen yang terkait
Tags

Mineral Optik Ciri Ciri Optis Pada Miner

Ciri Ciri Tahap Perkembangan Pada Anak A

Ciri Khusus Pada Makhluk Hidup Ciri Ciri Bahasa Jurnalistik

Mengenal Ciri Ciri Dan Sifat Umum Pada K

Ciri Ciri Mahluk Hidup Ciri Ciri Jamur Beracun

Ciri Ciri Gatal Jamur Pada Kulit Di Selu

Ciri Ciri Yang Perlu Ada Pada Seorang At

Ciri Ciri Tachypleus Gigas

MINERAL OPTIK CIRI CIRI OPTIS PADA MINER

Gratis

Feedback