Unjuk kerja kincir angin poros horisontal 4 sudu berbahan pipa PVC 8” dengan variasi kemiringan sudu

Gratis

0
0
67
2 years ago
Preview
Full text

UNJUK KERJA KINCIR ANGIN POROS HORISONTAL

UNJUK KERJA KINCIR ANGIN POROS HORISONTAL

4 SUDU BERBAHAN PIPA PVC 8” DENGAN VARIASI KEMIRINGAN SUDU TUGAS AKHIR Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Teknik Mesin Oleh :

VALENTIUS KELVIN HERYANTO NIM : 115214054 PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 THE PERFORMANCE OF 4 BLADES HORIZONTAL AXIS WIND TURBINE MADE OF PVCPIPE 8” WITH SLOPE

VARIATION BLADE

  Model kincir angin yang digunakan adalah kincir angin poros horisontal menggunakan bahan pipa PVC ( polyvinil chloride ) 8” dengan jumlah sudu 4 buah yang mempunyai diameter 1100 mm. Dari ketiga variasi kemiringan sudu yang digunakan pada penelitian kincir angin, koefisien daya maksimal dihasilkan pada kemiringan sudu34° sebesar 34,91 tip speed ratio % pada 4,38.

KATA PENGANTAR

  25 Gambar 4.1 Hubungan antara torsi dengan kecepatan putaran poros kincir angin pada setiap kecepatan angin untuk kemiringan sudu 28,7 38 Gambar 4.2 Hubungan antara torsi dengan Daya output kincir angin pada setiap kecepatan angin untuk kemiringan sudu 28,7 ................. 42 torsi Gambar 4.7 Hubungan antara dengan kecepatan putaran poros kincir angin pada setiap kecepatan angin untuk kemiringan sudu 39,8 44 torsi Gambar 4.8 Hubungan antara dengan Daya output kincir angin pada setiap kecepatan angin untuk kemiringan sudu 39,8 .................

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Kincir angin dapat menangkapenergi angin yang ada di alam dan menggerakkan generator yang akan menghasilkan listrik.. Karakteristik desain kincir angin menjadi hal yang dapat mempengaruhi daya yang dihasilkan oleh kincir angin.

1.2 Rumusan Masalah

  Pengaruh variasi kemiringan sudu kincir angin poros horisontal dan kecepatan angin terhadap torsi dan koefisien daya yang dihasilkan. Model kincir angin yang dibuat adalah kincir angin poros horisontal dengan jumlah sudu 4 buah yang mempunyai jari-jari 55cm serta berbahan pipaPVC ( polyvinyl chloride ) 8”.

1.5 Manfaat Penelitian

  Memberikan informasi tentang unjuk kerja mekanik kincir angin poros horisontal berbahan PVC dan dapat dijadikan contoh perancangan kincir angin poros horisontal . Memacu pengembangan pembuatan kincir angin dengan bahan material yang murah, kuat, sederhana, dan lebih terjangkau masyarakat luas.

BAB II DASAR TEORI

  2.2 KincirAngin Kincir angin adalah sebuah alat yang dapat digunakan untuk mengkonversikan energi angin menjadi energi listrik, yang bisa dimanfaatkanuntuk berbagai tujuan praktis. Berdasarkan posisi porosnya, kincir angin dibedakan menjadi dua kelompok utama, yaitu: kincir angin poros horisontal dan kincir angin porosvertikal.

2.2.1 Kincir Angin Poros Horisontal

  Horizontal Axis Wind Turbine Kincir angin poros horisontal atau(HAWT) merupakan kincirangin yang memiliki poros utama sejajar dengan tanah dan posisi poros utama sesuai dengan arah angin. Ada beberapa jenis kincir angin horisontal yang sudah umum dikenal dan dikembangkan: 1.

2. Cretan Sail WindMill

Gambar 2.2 Cretan Sail WindMill (Sumber : dilos.com ) Dutch four arm

3. Kincir Angin

  Kincir AnginRival Calzoni Gambar 2.4 Kincir Angin Rival Calzoni (Sumber: wind-works.org ) Kekurangan dan kelebihan kincir angin poros horisontal : 1. Kincir yang tinggi sulit dipasang, membutuhkan derek yang sangat tinggi dan mahal serta para operator yang trampil.

2. Kelebihan : a

  Mampumengkonversikan energi angin pada kecepatan tinggi sehingga memberikan kinerja yang lebih baik pada produksi energi dibandingkan dengan turbin angin dengan sumbuvertikal. Menara yang tinggi mempermudah akses kincir ke arah angin yang lebih kuat.

2.2.2 Kincir Angin Poros Vertikal

  Vertical Axis Wind Turbine Kincir angin poros vertikal atau (VAWT) merupakan salah satu jenis kincir angin yang posisi porosnya tegak lurus denganarah angin atau dapat dikatakan sebagai kincir yang dapat mengkonversikan tenaga angin dari segala arah kecuali dari arah bawah atau atas. efisiensi kincir angin poros horisontal karena drag tambahan yang dimilikinya saat kincir berputar.

2. Kelebihan a

  b. Biaya operasional, peralatan dan konstruksi yang lebih murah dibandingkan kincir poros horisontal.

2.3 Rumus-Rumus Perhitungan

Rumus-rumus yang digunakan dalam melakukan perhitungan dan analisa dalam penelitian unjuk kerja kincir angin ini adalah sebagai berikut:

2.3.1 DayaAngin

  Kecepatan sudut ( ω) didapat dari = = , ω= Dengan demikian daya yang dihasilkan oleh kincir dinyatakan denganPersamaan: P out = , (7) Tω= TPn dengan adalah daya yang dihasilkan kincir angin (watt), adalahkecepatan out putaran poros (rpm).tip speed ratio tsr 2.3.4 ( )tip speed ratio tsr ( ) adalah perbandingan antara kecepatan ujung sudu kincir angin yang berputar dengan kecepatan angin. Rumus kecepatan diujung sudu ( ) adalah: r , ( ) = dengan adalah kecepatan ujung sudu, adalah kecepatan sudut (rad/s), dan adalah jari-jari kincir (m).tsr Sehingga nya dapat dirumuskan dengan: tsr =(8) ฀,r n dengan adalah jari-jari kincir angin (m), adalah kecepatan putaran poros (rpm), v adalah kecepatan angin (m/det).

2.3.4 Koefisien daya ( Cp )

Koefisien daya (Cp) adalah perbandingan antara daya yang dihasilkan oleh kincir angin ( ) dengan daya yang disediakan oleh angin ( ), sehingga dapatdirumuskan: =(9) ฀, dengan adalah koefisien daya (%), adalah daya yang dihasilkan oleh kincir angin (watt), adalah daya yang dihasilkan oleh angin (watt).

BAB II I METODE PENELITIAN Pembuatan kincir dan penelitian dilakukan di Laboratorium Konversi Energi Universitas Sanata Dharma dengan dua tahap, yaitu pembuatan kincir pada

tanggal 2 April 2013 2013 – 27 September 2013.

3.1 Skema Kerja Penelitian

Pelaksanaan penelitian yang dilakukan dapat dilihat sesuai dengan bagan berikut :Mulai Perancangan Kincir AnginPembuatan Kincir Angin Pengambilan Data ( v, n, F )Pengolahan Data Pembahasan dan Pembuatan LaporanSelesai Gambar 3.1 Skema Kerja Penelitian

3.2 Peralatan

Obyek dalam penelitian ini adalah model kincir angin poros horisontal dengan jumlah sudu 4 buah yang mempunyai jari-jari 55cm serta berbahan pipa polyvinyl chloride PVC ( ) 8”.Model kincir angin poros horisontal 4 sudu dapat dilihat pada gambar 3.2 yang memiliki dua bagian utama yaitu : Gambar 3.2 Kincir Angin Poros Horisontal Empat Sudu

1. Sudu

  Sudu kincir angin divariasi kemiringan sudut dengan a (jarak horisontal sisi terluar sudu dengan titikpusat kincir angin) : 29 cm, 30 cm , 31 cm. Gambar 3.3.1 Sudu Kincir Angin (Sumber : Naka,Warlock.com.au) Gambar 3.3.2 Sudu Kincir Angin Untuk mencari sudut pada sudu kincir angin mengunakan persamaan: dengan a adalah jarak horisontal sisi terluar sudu dengan titik pusat kincir angin , b adalah jarak horisontal sisi terdalam dengan titik pusat kincir angin , c adalah jarak sejajar antara sisi terdalam dan sisi terluar sudu kincir angin.

2. Dudukan sudu

  Dudukan sudu adalah bagian yang berfungsi sebagai tempat sudu dan sebagai pengikat sudu, sekaligus komponen untuk memvariasikankemiringan sudu dan jumlah sudu, seperti ditunjukkan pada gambar 3.5. Terowongan angin Terowongan angin adalah lorong yang berfungsi untuk menangkap fan blower, angin yang dihisap oleh dan menjadi tempat untuk pengujian kincir angin.

2. Fan blower

  Fan blower berfungsi untuk menghisap angin yang akan disalurkan ke terowongan angin, seperti ditunjukkan pada gambar 3.7. AnemometerAnemometer berfungsi sebagai pengukur kecepatan angin yang diletakkan didepan terowongan angin, untuk mengetahui kecepatan angin Anemometer yang masuk ke terowongan angin.

5. Neraca Pegas

  , Variasi sudut kemiringan sudu kincir adalah : kemiringan sudu kincir angin dapat dilihat pada gambar 3.12. Gambar 3.12 Kemiringan sudu 3.4 Variabel yang Diukur Sesuai dengan tujuan, variabel yang akan diukur adalah sebagai berikut: v 1.

3.5 Parameter yang Dihitung

) 2.

1. Daya angin (

  Daya kincir angin ( ) 3. Tip Speed Ratio ( tsr ) Pengambilan data kecepatan angin, beban, dan kecepatan putaran poros kincir angin dilakukan secara bersama-sama.

3.6 Langkah Percobaan

  Pengaturan kecepatan angin dilakukan dengan cara menggeser Blower dengan menggunakan troli yang sudah disediakan, selanjutnya setiappergeseran jarak diberi tanda dengan maksud memudahkan untuk pergeseran berikutnya. Setelah mendapat kecepatan angin yang sesuai, maka pengukuran kecepatan angin, pembebanan dan pengukuran kecepatan putaran poroskincir angin pun dilakukan.

3.7 Langkah Pengolahan Data

  Dari data kecepatan angin dan luasan kincir angin didapatkan daya angin dengan menggunakan Persamaan (2). Data kecepatan putaran poros dan Torsi dapat digunakan untuk mencari daya yang dihasilkan kincir angin dengan menggunakan Persamaan (7).

BAB IV PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Data Percobaan

  Hasil pengujian kincir angin, yang meliputi : kecepatan angin (m/det), putaran poros (rpm), gaya pengimbang (N),dan α (°). Hasil pengambilan data dengan kemiringan sudu 28,7 (Tabel 4.1), kemiringan sudu 34 (Tabel 4.2), kemiringan sudu 39,8 (Tabel 4.3) dan variasi kecepatan angin yang diatur, dapatdilihat pada halaman berikutnya.

4.2 Perhitungan Data

Langkah-langkah perhitungan dapat dilihat pada contoh sampel yang diambil dari tabel: P 4.2.1 ) in Perhitungan Daya Angin ( Daya yang dihasilkan angin pada kincir angin dengan jari-jari= 0,55 dan kecepatan angin 8,1 m/det, serta asumsi massa jenis udara 1,2 kg/ dapat dicari dengan menggunakan Persamaan (4). 3 2 3 P Av watt = = (8,1 m/det) = 303,027 inr

4.2.2 P ) out Daya Kincir (

Daya yang dihasilkan oleh kincir angin dapat dicari dengan menggunakanPersamaan (5), untuk mendapatkan daya kincir harus diketahui kecepatan sudut dan torsi. Maka perlu dicari terlebih dahulu menggunakan Persamaan (6) dan (7): Maka kecepatan sudut dan torsi kincir angin adalah:= = 62,172 rad/det ω =T Fr = = 0,3.0,2= 0.06 Nm P = Tout ω= 0,06.62,172= 3,730 watt Tip Speed Ratio tsr 4.2.3 ( ) Untuk mengetahui besarnya perbandingan kecepatan ujung kincir dengan tip speed ratio kecepatan angin atau dapat dicari dengan menggunakan Persamaan(8): tsr = = = 4,221

4.2.4 C ) p Koefisien Daya Kincir (

Koefisien daya kincir dapat dicari dengan menggunakan Persamaan (9): Cp = = = 1,231 %

4.3 Data Hasil Perhitungan

Parameter yang diperoleh dari penelitian diolah dengan menggunakanMicrosoft Excel untuk menampilkan hubungan besarnya torsi ( T ) yang dihasilkan terhadap kecepatan putaran poros kincir angin (rpm) pada setiapkecepatan angin (m/det) untuk setiap posisi kemiringan sudu kincir angin( T ) yang dihasilkanα)(Gambar 4.1; 4.4; 4.7), hubungan besarnya torsi ( P terhadap daya output kincir angin ( out ) pada setiap kecepatan angin (m/det) untuk setiap posisi kemiringan sudu kincir angin( α) (Gambar 4.2; 4.5; 4.8),C tip speed ratio tsr hubungan besarnya Koefisien daya( ) dan ( ) untuk setiap p posisi kemiringan sudu kincir angin( α) (Gambar 4.3; 4.6; 4.9) pada saat pengambilan data, hubungan besarnya Koefisien daya( C ) dan tip speed pratio tsr ( ) dari hasil perhitungan 3 variasi kemiringan sudu ( α) (Gambar 4.10). Tabel 4.4 Data perhitungan untuk kemiringan sudu 28,7 V n F ω T PoutNo a (°) Pin (watt) tsr Cp ℅ (m/s) (rpm) (N) (rad/s) (Nm) (watt)1 607,5 63,59 0,00 302,87 0,00 4,32 0,00 2 593,7 0,3 62,14 0,06 302,87 3,73 4,22 1,23 8,1 28.7 3 590,1 0,5 61,76 0,10 302,87 6,18 4,19 2,044 584,4 0,8 61,17 0,16 302,87 9,79 4,15 3,23 28,7 56,27 0,30 302,87 16,88 3,82 5,576 516,3 1,9 54,04 0,38 302,87 20,53 3,67 6,78 7 465,3 2,6 48,70 0,52 302,87 25,32 3,31 8,368 409,6 3,3 42,87 0,66 302,87 28,30 2,91 9,34 9 303,1 3,7 31,72 0,74 302,87 23,48 2,15 7,75 24 87,85 3,19,19 0,62 171,41 5,70 0,75 3,33 34 183,5 2,519,21 0,50 94,82 9,60 1,92 10,13 33 275 1,728,78 0,34 94,82 9,79 2,88 10,32 32 357,81 37,45 0,20 94,82 7,49 3,74 7,90 31 426,9 0,344,68 0,06 94,82 2,68 4,47 2,83 30 5,5446,8 46,77 0,00 94,82 0,00 4,68 0,00 29 77,9 2,68,15 0,52 123,10 4,24 0,75 3,44 28 315,6 2,133,03 0,42 123,10 13,87 3,03 11,27 27 387,9 1,440,60 0,28 123,10 11,37 3,72 9,23 26 446,4 0,546,72 0,10 123,10 4,67 4,28 3,80 6 486,850,95 0,00 123,10 0,00 4,67 0,00 25 23 358,6 2,537,53 0,50 171,41 18,77 3,08 10,95 10 7,5584,4 61,17 0,00 240,43 0,00 4,49 0,00 5 8,1537,6 1,5 21 464,1 1,348,58 0,26 171,41 12,63 3,99 7,37 20 486,11 50,88 0,20 171,41 10,18 4,18 5,94 19 506,4 0,753,00 0,14 171,41 7,42 4,35 4,33 18 518,3 0,454,25 0,08 171,41 4,34 4,45 2,53 17 6,7531 55,58 0,00 171,41 0,00 4,56 0,00 16 341,23 35,71 0,60 240,43 21,43 2,62 8,91 15 411,5 2,543,07 0,50 240,43 21,54 3,16 8,96 14 4702 49,19 0,40 240,43 19,68 3,61 8,18 13 519,2 1,254,34 0,24 240,43 13,04 3,99 5,42 12 561,9 0,558,81 0,10 240,43 5,88 4,31 2,45 11 576,7 0,360,36 0,06 240,43 3,62 4,43 1,51 22 423,5 1,944,33 0,38 171,41 16,84 3,64 9,83 8 830,434 86,92 0,00 291,79 0,00 5,98 0,00 22 575,1 0,6 60,19 0,12 94,82 7,22 6,02 7,62 23 559 0,9 58,51 0,18 94,82 10,53 5,85 11,1124 527,3 1,5 55,19 0,30 94,82 16,56 5,52 17,46 25 476,5 2,4 49,87 0,48 94,82 23,94 4,99 25,2526 390,9 3,4 40,91 0,68 94,82 27,82 4,09 29,34 20 5,5598,5 62,64 0,00 94,82 0,00 6,26 0,00 21 590,4 0,3 61,80 0,06 94,82 3,71 6,18 3,91 6 717,1 75,06 0,00 123,10 0,00 6,88 0,0015 685,2 0,6 71,72 0,12 123,10 8,61 6,57 6,99 16 654 1,5 68,45 0,30 123,10 20,54 6,27 16,6817 580 2 60,71 0,40 123,10 24,28 5,56 19,73 18 568,4 2,7 59,49 0,54 123,10 32,13 5,45 26,1019 456,2 4,5 47,75 0,90 123,10 42,97 4,38 34,91 14 11 690,3 2,9 72,25 0,58 195,48 41,91 5,68 21,44 12 587,54 61,49 0,80 195,48 49,19 4,83 25,17 13 475,26 49,74 1,20 195,48 59,69 3,91 30,53 7 793,4 83,04 0,00 195,48 0,00 6,52 0,009 771,5 0,8 80,75 0,16 195,48 12,92 6,34 6,61 10 747,7 1,5 78,26 0,30 195,48 23,48 6,15 12,01 8 3 75,49 0,60 291,79 45,29 5,19 15,52 6 667,74 69,89 0,80 291,79 55,91 4,80 19,16 7 6065 63,43 1,00 291,79 63,43 4,36 21,74 2 812,8 0,6 85,07 0,12 291,79 10,21 5,85 3,50 3 769,7 1,5 80,56 0,30 291,79 24,17 5,54 8,284 735,4 2,5 76,97 0,50 291,79 38,49 5,29 13,19 5 721,2 Tabel 4.5 Data perhitungan untuk kemiringan sudu 34 No ℅ (watt)tsr Cp (watt)Pout (Nm)Pin (rad/s)T (°)ω (N)a (rpm)F V(m/det) n 1 16,67 12 408,1 5,242,71 1,04 221,70 44,42 3,22 20,04 13 6,3473,5 49,56 0,00 142,50 0,00 4,33 0,00 14 450,1 0,547,11 0,10 142,50 4,71 4,11 3,31 15 403,71 42,25 0,20 142,50 8,45 3,69 5,93 16 395,2 2,341,36 0,46 142,50 19,03 3,61 13,35 17 378,23 39,58 0,60 142,50 23,75 3,46 18 361,1 3,537,80 0,70 142,50 26,46 3,30 18,57 10 476,4 3,249,86 0,64 221,70 31,91 3,76 14,39 19 325,44 34,06 0,80 142,50 27,25 2,97 19,12 20 279,7 4,529,28 0,90 142,50 26,35 2,56 18,49 21 5,7409,3 42,84 0,00 105,54 0,00 4,13 0,00 22 390,1 0,740,83 0,14 105,54 5,72 3,94 5,42 23 337,8 1,935,36 0,38 105,54 13,44 3,41 12,73 24 298 2,731,19 0,54 105,54 16,84 3,01 15,96 11 425 4,744,48 0,94 221,70 41,81 3,35 18,86 Tabel 4.6 Data perhitungan untuk kemiringan sudu 39,8 No 1 V(m/det) n (rpm)F (N)a (°) ω (rad/s)T (Nm)Pin (watt)Pout (watt)tsr Cp ℅ 8 712,639,8 74,59 0,00 291,79 0,00 5,13 8 555,2 1,158,11 0,22 221,70 12,78 4,38 5,77 0,00 2 644,4 1,367,45 0,26 291,79 17,54 4,64 6,01 3 622,13 65,11 0,60 291,79 39,07 4,48 13,39 4 569 4,559,56 0,90 291,79 53,60 4,09 18,37 5 505,5 6,552,91 1,30 291,79 68,78 3,64 23,57 6 7,3586,6 61,40 0,00 221,70 0,00 4,63 0,00 7 571 0,559,76 0,10 221,70 5,98 4,50 2,70 9 503,9 2,752,74 0,54 221,70 28,48 3,97 12,85

4.4 Grafik Hasil Perhitungan dan Pembahasan

  Dari data yang telah diperoleh, kemudian diolah kembali ke dalam bentuk grafik untuk mengetahui hubungan antara torsi ( T ) dengan kecepatan putaranporos ( n ), daya yang dihasilkan ( P ) dengan kecepatan putaran poros ( n ) dan outC tip speed ratio tsr koefisien daya ( p ) dengan kincir angin ( ). Semakin besar kecepatan angin maka semakin besar torsi yang dihasilkan pada kecepatan torsi putaran poros kincir angin yang sama.

50 P

  Semakin besar kecepatan angin maka semakin besar torsi yang dihasilkan pada kecepatan torsi putaran poros kincir angin yang sama. Semakin besar kecepatan angin maka semakin besar torsi yang dihasilkan pada kecepatan torsi putaran poros kincir angin yang sama.

4.5 Grafik dari hasil perhitungan 3 variasi kemiringan sudu

  40 35) % 30(p C 25, a y a 20d n e 15si fi e 10o K 5 1 2 3 4 5 6 7 8tip speed ratio (tsr) Cp vs Tsr ( Cp vs Tsr ( Cp vs Tsr ( α : , °) α : °) α : , °) Gambar 4.10 Hubungan Koefisien daya ( C ) dan tip speed ratio ( tsr ) untuk p 3 variasi kemiringan sudu 28,7 , 34 , dan 39,8 Gambar 4.10 memperlihatkan bahwa koefisien daya maksimal diperoleh tip speed ratio dengan kemiringan sudu 34 , yaitu 34,91% pada kincir angin 4,38 pada kecepatan angin 6 m/det. Kemiringan sudu 34 adalah sudut yang terbaikjika dibandingkan dengan kemiringan sudu 28,7 dan 39,8 .

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  Pengujian model kincir angin poros horisontal dengan jumlah sudu 4 termodifikasi dengan variasi kemiringan sudu 28.7°, 34°, dan 39,8° dapat diambilkesimpulan sebagai berikut : 1. Kemiringan sudu kincir angin yang terbaik adalah sudu kincir angin dengan sudut 34°.

5.2 Saran

Setelah dilakukan penelitian ada beberapa hal yang dapat menjadi saran untuk penelitian selanjutnya :

1. Untuk pembuatan sudu gunakan desain bentuk dan bahan yang bervariasi

DAFTAR PUSTAKA

  Kajian Potensi angin Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Bayu. 2007,Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, 2005.

Dokumen baru

Download (67 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Analisis komparatif rasio finansial ditinjau dari aturan depkop dengan standar akuntansi Indonesia pada laporan keuanagn tahun 1999 pusat koperasi pegawai
14
340
84
Analisis korelasi antara lama penggunaan pil KB kombinasi dan tingkat keparahan gingivitas pada wanita pengguna PIL KB kombinasi di wilayah kerja Puskesmas Sumbersari Jember
11
234
64
PENYESUAIAN SOSIAL SISWA REGULER DENGAN ADANYA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SD INKLUSI GUGUS 4 SUMBERSARI MALANG
60
421
26
Berburu dengan anjing terlatih_1
0
44
1
A DISCOURSE ANALYSIS ON “SPA: REGAIN BALANCE OF YOUR INNER AND OUTER BEAUTY” IN THE JAKARTA POST ON 4 MARCH 2011
9
113
13
Hubungan antara Kondisi Psikologis dengan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Kelas IX Kelompok Belajar Paket B Rukun Sentosa Kabupaten Lamongan Tahun Pelajaran 2012-2013
12
164
5
Analisa studi komparatif tentang penerapan traditional costing concept dengan activity based costing : studi kasus pada Rumah Sakit Prikasih
40
716
147
Upaya mengurangi kecemasan belajar matematika siswa dengan penerapan metode diskusi kelompok teknik tutor sebaya: sebuah studi penelitian tindakan di SMP Negeri 21 Tangerang
25
191
88
Preparasi dan Karaterisasi Nanopartikel Zink Pektinat Mengandung Diltiazem Hidroklorida dengan Metode Gelasi Ionik.
7
50
92
Aplikasi keamanan informasi menggunakan teknik steganografi dengan metode Least Significant Bit (LSB) insertion dan RC4
31
169
221
Hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar pendidikan agama islam siswa kelas V di sdn kedaung kaliangke 12 pagi
6
94
71
Hubungan kecerdasan emosional dengan hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi di kelas X SMA Darussalam Ciputat Tangerang Selatan
16
120
101
Perancangan media katalog sebagai sarana meningkatkan penjualan Bananpaper : laporan kerja praktek
8
70
19
Peranan bunga kredit sebagai sumber dana bagi PT.Bank Jabar Cabang Soreang Bandung : laporan kerja praktek
2
62
68
Laporan hasil kerja praktek di Pusat Litbang Sumber Daya Air
1
82
1
Show more