Kajian interaksi obat pada peresepan pasien rawat jalan diabetes melitus di Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta periode Januari-Juni 2016.

Gratis

0
1
41
2 years ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIHALAMAN PERSEMBAHAN

  Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui gambaran umum peresepan pasien; mengetahui besar insiden terjadinya interaksi obat; dan mengevaluasi interaksi obat terkait mekanisme, sertakategori signifikansi klinis peresepan pasien rawat jalan diabetes melitus diRumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta. Golongan obat antidiabetika yang paling banyak digunakan adalahbiguanid (60,27%) dengan jenis obat antidiabetika yang paling banyak digunakan adalah metformin (60,27%).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIDAFTAR LAMPIRAN

  Penelitian difokuskan pada peresepan pasien rawat jalan dengan mempertimbangkan bahwa proporsi interaksi obatlebih banyak terjadi pada pasien rawat jalan dan belum terdapat penelitian mengenai kajian interaksi obat pada peresepan pasien rawat jalan diabetes melitus di Rumah Sakit PantiNugroho Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar insiden terjadinya interaksi obat dan mengevaluasi interaksi obat terkait mekanisme farmakodinamik, farmakokinetik, sertanilai signifikansi klinis pada peresepan pasien rawat jalan diabetes melitus di Rumah SakitPanti Nugroho Yogyakarta.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIMETODE PENELITIAN

  Definisi operasional dari pasien diabetes melitus adalah pasien di Instalasi RawatJalan Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta yang mengalami penyakit diabetes melitus dengan komplikasi, tanpa komplikasi, atau dengan penyakit penyerta lain yang diketahuiberdasarkan rekam medis pasien periode Januari-Juni tahun 2016. Hasil analisis data mencakup gambaran umum peresepan pasien diabetes melitus, persentase interaksi obat, jenis interaksi obat, dan kategori signifikansi klinis interaksi obatpada peresepan pasien rawat jalan diabetes melitus di Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta periode Januari-Juni tahun 2016.

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Karakteristik Pasien Diabetes Melitus

  Karakteristik Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus di Rumah Sakit Panti Sementara jika dilihat dari usia, prevalensi tertinggi terdapat pada pasien dengan usia 60-69 tahun (33,33%), kemudian pasien berusia 50-59 tahun (32,48%). Karakteristik pasien rawat jalan diabetes melitus di Rumah Sakit PantiNugroho Yogyakarta periode Januari-Juni 2016 pada penelitian ini meliputi jenis kelamin dan umur (Tabel I).

1. Jenis kelamin

  Sulfonilurea+insulin kerja singkat+insulin kerja lama 19 1 2 2 1 1 18,120,430,860,860,430,430,43 Dapat dilihat dari Tabel II bahwa jumlah obat antidiabetika yang diterima pasien rawat jalan diabetes melitus di Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta periodeJanuari-Juni 2016 dalam satu resep sebesar 49,57% hanya satu jenis obat. Menurut rekomendasi umum oleh American Diabetes Association (2016), lini pertama terapiantihiperglikemik pada diabetes tipe 2 adalah monoterapi dengan 1 jenis obat, dan jika target A1C tidak tercapai setelah sekitar 3 bulan dengan monoterapi, lanjutkan 2 meliputi jumlah obat antidiabetika, golongan obat antidiabetika, dan jenis obat antidiabetika yang diterima pasien (Tabel II).

C. Kajian Interaksi Obat pada Peresepan Pasien Diabetes Melitus

  Kajian interaksi obat peresepan pasien rawat jalan diabetes melitus di RumahSakit Panti Nugroho Yogyakarta periode Januari-Juni 2016 pada penelitian ini meliputi besar insiden terjadinya interaksi obat (Gambar 1), jenis interaksi dankategori signifikansi klinis (Tabel III). Diagram persentase interaksi obat pada peresepan pasien rawat jalan diabetes melitus di Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta periode Januari-Juni 2016 berdasarkan kajian literatur (n = 234)Berdasarkan Gambar 1, besar insiden terjadinya interaksi obat adalah 63,25% yang mengalami interaksi obat sebanyak 148 pasien dan 86 pasien (36,75%) tidakmengalami interaksi obat.

1. Jenis interaksi

  Signifikan 23 9,83 signifikansi klinisSerius Dilihat dari Tabel III, jenis interaksi yang paling banyak terjadi adalah interaksi farmakodinamik yaitu sebanyak 23 interaksi (9,83%) dari total 39 interaksiobat antara obat antidiabetika dengan obat lain, yang selanjutnya akan dibahas lebih lengkap mengenai mekanisme, efek yang ditimbulkan, serta managemen interaksiobatnya pada Lampiran 1. Namun, dari 122 resep yang mengalami interaksi antara obat lain dengan obat lain terdapat 10 interaksi yang termasuk dalam kategori signifikansi klinis serius yaituinteraksi antara amlodipine+simvastatin, clonidine+bisoprolol, captopril+allopurinol, lansoprazol+digoxin, irbesartan+lisinopril, valsartan+captopril, meloxicam+ketorolac,amitriptilin+clonidine, aspirin+ketorolac, dan gemfibrozil+cilostazol.

KESIMPULAN DAN SARAN A

  Jenis interaksi yang paling banyak terjadi adalah interaksi farmakodinamik (9,83%) dankategori signifikansi klinis yang paling banyak ditemukan adalah kategori signifikansi klinis signifikan (9,83%). Interaksi obat antara obat antidiabetikadengan obat lain yang paling banyak terjadi dalam penelitian ini adalah interaksi antara metformin+amitriptilin pada 15 resep, glimepiride+amitriptilin pada 12resep, dan metformin+vitamin B12 pada 10 resep.

B. Saran 1

  Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dan mendalam mengenai kajian interaksi obat secara prospektif pada peresepan pasien diabetes melitus atau pada penyakit yang membutuhkan banyak pengobatan lainnya disertai wawancara terkait terapi yang diberikan oleh dokter dan penjelasan yang diperoleh dari apoteker. Dalam memberikan obat, perhatian terutama pada pasien usia lanjut, pasien dengan penyakit sangat berat, dan pasien dengan disfungsi hati atau ginjal.

DAFTAR PUSTAKA

  Mekanisme, Efek, dan Managemen Interaksi Obat antara Obat Antidiabetika dengan Obat LainNo Obat antidiabetika Obat non- antidiabetikaMekanisme dan efek interaksi obat 7 Peringatkan pasien mengenai penutupan tanda hipoglikemia (Karalliedde et al.,2010). Hiper dan hipoglikemia telah dilaporkanpada pasien yang diterapi secara bersamaan dengan agenquinolone dan antidiabetik (Medscape, 2016).

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Gambaran Pola Makan Penderita Diabetes Melitus Rawat Jalan Di Puskesmas Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2013
9
95
78
Kajian interaksi obat pada peresepan pasien Hipertensi Geriatri di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta Periode Januari-Juni 2016.
0
12
56
Kajian interaksi obat pada peresepan pasien rawat jalan sindrom koroner akut di Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta periode Januari-Oktober 2016.
0
1
53
Kajian interaksi obat pada peresepan pasien tuberkulosis di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta periode Januari 2015-Juni 2016.
0
0
50
Kajian interaksi obat pada peresepan pasien tuberkulosis di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta periode Januari 2015-Juni 2016.
0
4
50
Kajian interaksi obat pada peresepan pasien rawat jalan diabetes melitus di Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta periode Januari Juni 2016
0
0
39
Kajian interaksi obat pada peresepan pasien Hipertensi Geriatri di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta Periode Januari Juni 2016
0
0
54
Gambaran penggunaan obat untuk pasien rawat jalan di Rumah Sakit Panti Nugroho Sleman periode 2007 berdasarkan indikator peresepan who [1993].
1
3
117
Gambaran penggunaan obat untuk pasien rawat jalan di Rumah Sakit Panti Rini Yogyakarta periode 2007 berdasarkan indikator peresepan WHO [1993].
0
0
2
Kajian interaksi obat pada pasien penyakit jantung koroner di instalansi rawat inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode 2005.
1
20
96
Kajian interaksi obat pada peresepan pasien rawat jalan sindrom koroner akut di Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta periode Januari Oktober 2016
0
0
51
Kajian interaksi obat pada peresepan pasien tuberkulosis di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta periode Januari 2015 Juni 2016
0
1
48
Kajian interaksi obat pada pasien penyakit jantung koroner di instalansi rawat inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode 2005 - USD Repository
0
0
94
Studi literatur interaksi obat pada peresepan pasien diabetes melitus tipe 2 di Instalasi Rawat Jalan RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta periode Desember 2013 - USD Repository
0
1
205
Kajian literatur rasionalitas peresepan antibiotika berdasarkan kriteria gyssens pada pasien pediatrik rawat inap di Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta periode Juli 2013 - USD Repository
0
0
230
Show more