Gaya belajar mahasiswa angkatan 2013 Program Studi Bimbingan Dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun akademik 2013/2014 dan implikasinya pada usulan topik-topik bimbingan belajar.

Gratis

0
2
87
2 years ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 89% subjek memiliki kecenderungan gaya belajar active, 90% subjek memiliki kecenderungan gaya belajar sensing, 89% subjek memiliki kecenderungan gaya belajar visual, dan sebanyak 63% subjek memiliki kecenderungan gaya belajar sequential. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 89% subjek memiliki kecenderungan gaya belajar active, 90% subjek memiliki kecenderungan gaya belajar sensing, 89% subjek memiliki kecenderungan gaya belajar visual, dan sebanyak 63% subjek memiliki kecenderungan gaya belajar sequential.

KATA PENGANTAR

  Psi, MA., Dosen Pembimbing yang dengan penuh kesabaran, kesetiaan, motivasi, dan pengertian memberikanpetunjuk, tenaga, waktu dan pikiran kepada penulis selama menyusun dan menyelesaikan skripsi ini. Bapak-Ibu Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling UniversitasSanata Dharma Yogyakarta yang telah memberikan bekal, dukungan, dan petunjuk selama menjalani studi.

DAFTAR LAMPIRAN

DAFTAR GRAFIK

  66xvi Grafik 1 : Persentase Gaya Belajar Mahasiswa Kategori Balance.................. 41Grafik 2 : Persentase Gaya Belajar Mahasiswa Kategori Moderate................

BAB I PENDAHULUAN Bab ini memaparkan latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional variabel penelitian. A. Latar Belakang Belajar atau learning merupakan fokus utama dalam psikologi pendidikan. Alsa (Ghufron, 2013:4) berpendapat bahwa belajar adalah tahapan perubahan

  Individu satu dengan yang lain tidak bisa memaksakan gaya belajar yang sama dengan orang lain, karena belum tentu orangitu mempunyai gaya belajar yang sama dengan kita. Selain itu, pentingnya mahasiswa mengetahuigaya belajar sendiri agar mahasiswa dapat meningkatkan kesadaran tentang aktivitas belajar mana yang cocok dengan gaya belajar sendiri, menghindarkan 3 dari pengalaman belajar yang tidak tepat, membantu merencanakan tujuan dari belajarnya, serta menganalisis tingkat keberhaslilan sendiri dalam belajar.

2. Menganalisis profil masing-masing mahasiswa angkatan 2013 Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/ 2014

5

F. Manfaaat Penelitian

  Manfaat penelitian ini adalah: 1. Manfaat teoritis Manfaat teoritis dari penelitian ini adalah untuk menambah wawasan dan kekayaan pengetahuan konseptual berkaitan dengan gaya belajar mahasiswaangkatan 2013 Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.

2. Manfaat praktis

  Bagi Program Studi Bimbingan dan Konseling1) Hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai masukan dosen untuk meningkatkan tingkat pemahaman mahasiswa dengan cara mengajaryang sesuai dengan gaya belajar yang dominan pada mahasiswa baru.2) Mengembangkan cara mengajar yang dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa. A 2013/ 2014 mampu memaksimalkan 6 prestasi belajar dengan cara memahami dan menerapkan gaya belajarnya sendiri.

E. Definisi Operasional Variabel

  Gaya belajarGaya belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah cara yang ditempuh masing-masing individu dalam berkonsentrasi, memahami, danmenguasai informasi secara maksimal sesuai dengan gaya belajarnya sendiri. Mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata DharmaYogyakarta angkatan 2013 tahun akademik 2013/ 2014 Mahasiswa adalah status yang diperoleh seseorang yang sedang menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi dengan tujuan untuk memperolehilmu dan gelar sesuai dengan jurusannya.

BAB II KAJIAN PUSTAKA Bab ini dipaparkan hakikat gaya belajar, Mahasiswa prodi Bimbingan dan Konseling Tahun Akademik 2013/2014, dan bimbingan belajar. A. Hakikat Gaya Belajar

1. Pengertian Belajar

  Ornstein dan Lasley(Ghufron, 2013:6) menjelaskan bahwa bagian utama dari belajar bukan suatu tindakan yang pasif dari seseorang pembelajar, bukan juga hanyareaksi dari stimulus, dan bukan pula menunggu suatu reward. Belajar adalah hal yang sangat penting dan pasti terjadi pada semua orang.

2. Aspek-aspek Belajar

  Aspek kognitifAspek kognitif yaitu aspek yang melatih peserta didik sejak dini untuk mengembangkan potensi berpikir, memahami secara benar, menganalisissecara tepat, dan mengevaluasi berbagai masalah. Aspek afektifAspek afektif yaitu aspek yang melatih peserta didik sejak dini untuk peka dengan kondisi lingkungan sekitarnya, sehingga peserta didik dapatmemahami etika-etika dan nilai-nilai dalam melakukan hubungan dengan lingkungan sekitarnya.

3. Gaya Belajar

  Honey dan Mumford (Gufron:145) berpendapat bahwa mengetahui gaya belajar penting untuk individu karena dapat meningkatkan kesadaran kita tentangaktifitas belajar mana yang cocok dengan gaya belajar kita, membantu menemukan piihan yang tepat dari sekian banyak aktivitas, menghindarkan diridari pengalaman belajar yang tidak tepat, serta menganalisa tingkat keberhasilan seseorang. Ada beberapa individu yang tidak menyukaipengajar yang ceramah dan membaca, tetapi individu dengan gaya belajar verbal akan lebih mudah menangkap dan lebih mudah 15 berkonsentrasi ketika pengajar menggunakan metode ceramah dan membaca,7) Gaya belajar sequential (berurutan) Gaya belajar sequential yaitu gaya yang menyukai tahapan atau berurutan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas.

4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Gaya Belajar

  Orang yangmemiliki kebiasaan belajar dapat mulai belajar pada waktu yang direncanakan, dapat belajar sesuai waktu yang direncanakan, dan mendapatkan hasil belajarmaksimal sesuai dengan kemampuan (Hardjana 1994: 98). Mahasiswa Angkatan 2013 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Akademik 2013/2014 Mahasiswa adalah status yang diperoleh seseorang yang sedang menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi dengan tujuan untuk memperoleh ilmu dan gelarsesuai dengan jurusannya.

C. Bimbingan Belajar 1

  Pengertian Bimbingan Belajar Bimbingan belajar merupakan bimbingan yang diarahkan untuk membantu para individu dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah belajar/akademik (Yusuf dan Nurihsan, 2008:10). Selain itu, menurutWinkel dan Hastuti (2007:115) bimbingan belajar/akademik adalah bimbingan dalam hal menemukan cara belajar yang tepat, dalam memilihprogram studi yang sesuai, dan dalam mengatasi kesukaran yang timbul berkaitan dengan tuntutan-tuntutan belajar di suatu institusi pendidikan.

2. Tujuan Bimbingan Belajar

  Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif, seperti kebiasaan membaca buku, disiplin dalam belajar, mempunyai perhatian terhadapsemua pelajaran, dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan, seperti membuat jadwal belajar, mengerjakan tugas-tugas,memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu, dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkanwawasan yang lebih luas.

3. Prinsip-prinsip Bimbingan Belajar

  Bimbingan belajar yang diberikan guru hendaknya disesuaikan dengan masalah serta faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Bimbingan belajar dapat diberikan dalam situasi belajar di kelas, di laboratorium dan sebagainya, ataupun dalam situasi-situasi khusus(konsultasi) baik di sekolah ataupun di luar sekolah.

4. Fungsi bimbingan menurut Hamalik (2007) yaitu: a

  Membantu individu untuk memperoleh gambaran yang objektif dan jelas tentang potensi, watak, minat, sikap, dan kebiasaannya agar ia dapat menghindari diri dari hal-hal yang tidak diinginkan. Membantu individu untuk mendapat pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan, minat, bakat, dan kemampuannya dan untuk membantu individu untuk menentukan cara yang efektif dan efisien dalammenyelesaikan bidang pendidikan yang telah dipilihnya agar tercapai hasil yang diharapkan.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN Bab ini memaparkan jenis penelitian, subjek penelitian, instrumen penelitian

  validitas dan reliabilitas instrumen, prosedur pengumpulan data, dan teknik analisis data. Metodologi penelitian meliputi : jenis penelitian, subjek dan objekpenelitian, waktu dan tempat penelitian, setting penelitian, prosedur penelitian, langkah/tahap penelitian, metode pengumpulan data, teknik analisis data danindikator keberhasilan.

A. Jenis Penelitian

  Penelitian deskriptif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknikpengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistikdengan tujuan untuk menguji yang telah ditetapkan (Sugiono, 2010:14). Penelitian ini disebut penelitian deskriptif karena bermaksud menggambarkan 25 atau memaparkan gaya belajar mahasiswa baru prodi BK tahun akademik 2013/2014.

B. Subjek Penelitian

  Kuesioner ini memuataspek-aspek yang berkaitan dengan gaya belajar, yaitu gaya belajar aktif(active), gaya belajar reflektif (reflective), gaya belajar penginderaan(sensing), gaya belajar intuitif (intuitive), gaya belajar penglihatan (visual), gaya belajar kata (verbal), gaya belajar urutan (sequential), dan gaya belajarmenyeluruh (global). Kuesioner ini sudah diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia dan dimodifikasi sehingga memudahkan mahasiswa angkatan 2013 program studiBimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma tahun akademik 2013/2014 menjawab pertanyaan kuesioner.

2. Komponen Gaya Belajar Felder dan Soloman Index Learning Styles

  Uji coba ini dimaksudkan untuk mengetahui item- item mana yang sudah jelas dan yang tidak dimengerti oleh mahasiswasehingga dapat diperbaiki dan digunakan untuk penelitian. Komponen gaya belajar Felder dan Soloman Index Learning Styles dapat dilihat pada tabel 2 Tabel.

2. Penentuan Skor

  Penentuan skor untuk setiap jawaban dari masing-masing item pernyataan yaitu:Pertanyaan ini bersifat pilihan tidak ada jawaban yang benar atau salah, diisi sesuai dengan keadaan masing-masing. Item yang dipilihmendapatkan skor 1 dan item yang tidak dipilih mendapatkan skor 0 atau tidak ada skor.

ITEM NO ITEM JUM LAH 1

  1a, 5a, 9a, 13a, 11 Aktif Kerja kelompok.(active): 2. 17a, 21a, 25a, Menjelaskan kepada orang lain.

2. Reflektif 1

  17b, 21b, 25b,Diam dan hanya mendengarkan informasiuntuk mencari solusi dan atau memahami 29b, 33b, 37b, informasi. 2a, 6a, 10a, 14a, 11 Menyukai hal-hal yang bersifat fakta.(penginderaa 2. 18a, 22a, 26a,Lebih praktis dan berhati-hati dalamn): bekerja.

5. Visual 1

  3a, 7a, 11a, 15a, 11 Mengingat dengan baik dari apa yang (penglihat- dilihat. 19a, 23a, 27a,an): 2. 31a, 35a, 39a,Menyukai materi yang dijelaskan dengan banyak gambar, diagram, dan peta.

D. Validitas dan Reliabilitas Instrumen

1. Validitas

  Validitas berasal dari kata (validity) merupakan ketetapan antara data yang terjadi pada objek penelitian atau data yang komprehensif dan relevan dengantujuan penelitian (Azwar, 2009:106). Tes yang memiliki validitas rendah akan menghasilkan data yang tidakrelevan dengan tujuan pengukuran yakni ketepatan pada validitas suatu alat ukur tergantung pada kemampuan alat ukur tersebut mencapai tujuanpengukuran yang dikehendaki dengan tepat.

2. Reliabilitas instrumen

  Reliabilitas suatu tes adalah taraf sampai dimana tes mampu menunjukan konsistensi hasil pengukurannya yang diperlihatkan dalam tarafketepatan dan ketelitian hasil (Masidjo, 1995:209). Instrumen yang reliabilitas berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur berkali-kali menghasilkandata yang sama (konsisten) (Sugiyono 2011:175).

E. Prosedur Pengumpulan Data 1. Tahap Persiapan

  Kuesioner dengan mengikuti beberapa langkah, yaitu: 32 1) Menetapkan dan mendefinisikan variabel penelitian, yaitu deskripsi gaya belajar mahasiswa baru program studi Bimbingan dan Konseling tahun akademik 2013/2014. 3) Menyusun item-item pernyataan sesuai dengan aspek dan indikator yang sudah dibuat.

2. Tahap Penelitian

  Kuesioner yang telah diuji cobakan dipergunakan untuk mengumpulkan data penelitian tim payung Bimbingan dan Konseling Universitas SanataDharma Yogyakarta. Pengumpulan data pnelitian dilakukan pada mahasiswa baru program studi Bimbingan dan Konseling tahun akademik 2013/2014.

3. Waktu dan Tempat Penelitian

  Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun akademik2013/2014 pada tanggal 9 Desember 2013. Tempat penelitian ini di ruang kelas Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata DharmaYogyakarta.

F. Analisis Data

  Nilai 9-11 masuk dalam kategori gaya belajar kuat, artinya mahasiswa mempunyai kecenderungan yang kuat pada salah satu gaya belajar dan lemah padagaya belajar satunya. Nilai 1-3 masuk dalam kategori seimbang, artinya mahasiswa mempunyai gaya belajar yang seimbang pada keduagaya belajar namun lebih cenderung pada gaya belajar yang mendapat nilai 1-3.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini menjelaskan hasil penelitian mengenai “Gaya Belajar Mahasiswa

angkatan 2013 Tahun Akademik 2013/2014 Prodi Bimbingan Dan KonselingUniversitas Sanata Dharma Yogyakarta ”

A. Hasil Penelitian

1. Gaya Belajar Mahasiswa Angkatan 2013 Prodi Bimbingan Dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Akademik 2013/2014

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan gaya belajar yang doninan pada mahasiswa angkatan 2013 Tahun Akademik 2013/2014 ProdiBimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan menyusun topik-topik bimbingan belajar bagi mahasiswa angkatan 2013Tahun Akademik 2013/2014 Prodi Bimbingan Dan Konseling UniversitasSanata Dharma Yogyakarta. Berdasarkan gaya belajar sensing Ada 32 mahasiswa (44%) yang 38 berkategori balance, ada 28 mahasiswa (38%) yang berkategori moderate, dan ada 6 mahasiswa (8%) yang berkategori kuat.

B. Pembahasan

1. Gaya belajar mahasiswa

  A 2013/2014 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas SanataDharma Yogyakarta memiliki kecenderungan gaya belajar aktif (active), 90% mahasiswa memiliki kecenderungan gaya belajar penginderaan (sensing),89% mahasiswa memiliki kecenderungan gaya belajar penglihatan (visual), 63% mahasiswa memiliki kecenderungan gaya belajar berurutan (sequential). A 2013/2014 apabila 47 diukur dengan Index Learning Styles menurut Felder dan Soloman menunjukan bahwa mahasiswa cenderung memiliki gaya belajar aktif (active)dari pada reflektif (reflective), penginderaan (sensing) dari pada intuitif(intuitive), penglihatan (visual) dari pada kata (verbal), dan berurutan (sequential) dari pada menyeluruh (global).

C. Usulan Topik-topik Bimbingan Belajar

  Gaya belajar mahasiswa mahasiswa angkatan 2013 Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Akademik2013/2014 memiliki kecenderungan gaya belajar aktif dari pada reflektif, sensing dari pada intuitif, visual dari pada verbal, dan sequential dari pada global. Bagi Dosen dan Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas SanataDharma Yogyakarta 49 50 Dosen Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata DharmaYogyakarta supaya memperhatikan gaya belajar mahasiswanya dan memberikan dukungan melalui cara mengajar yang dapat memaksimakangaya belajar mahasiswa sehingga, apa yang disampaikan dapat terserap maksimal oleh mahasiswa dan dapat membantu memaksimalkan hasilbelajarnya.

2. Bagi Mahasiswa angkatan 2013 Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata

  Membantu mahasiswa membuat strategi-strategi belajar yang sesuai, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa. Bagi Peneliti lainPeneliti lain yang ingin mengadakan penelitian yang sejenis, supaya lebih mengembangkan lagi dan menggunakan teori lain, supaya lebih lengkapdan lebih banyak pengetahuan tentang gaya belajar.

DAFTAR PUSTAKA

  a) sesuatu yang mengajarkan saya fakta-fakta baru atau menjelaskan b) memberikan gambaran keseluruhan, kemudian menghubungkan tentang bagaimana melakukan sesuatu.materi satu dengan yang lain. Saya cenderung untuk menggambarkan tempat yang pernah saya b) mengaitkan materi tersebut dengan materi lain yang relaevan.kunjungi...37 .

B: 4 B : 13

INTUITIVE AKTIF B: 6 B: 32 B: 7 B: 31 B : 20 M: 28 M : 2 M : 28 M : 2 M : 28 M: 1 M : 13 M : 7K: 8 K : 0 K: 6 K : 1 K : 24 K: 0 K : 2 K :0 Balanced Moderate Kuat Balanced Moderate Kuat 29 6 SENSIN 44% 38% 8% 28 8 AKTIF 40% 38% 11% REFLEKTIF 6 2 REFLEKT 8% 3% 0% SENSING 32 28 4

7 GLOBAL 2% 10% 0%

59LAMPIRAN 4 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PEREMPUAN PEROKOK DALAM FILM BUTTERFLY (Studi pada mahasiswa Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malangsemester V angkatan tahun 2007)
0
7
2
Prevalensi insomnia pada mahasiswa FKIK UIN angkatan 2011 pada tahun 2012
1
15
56
Peranan Bimbingan dan Konseling dalam mengatasi kesulitan belajar siswa SMU Islam Al-Azhar 3
1
30
107
Pelaksanaan Program Bimbingan Dan Konseling Di STM (SMK) YUPPENTEK 4 Ciledug
0
4
77
Analisis Kinerja Guru Pembimbing Dalam Penyusunan Program Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri Se-Kabupaten Pesisir Barat Tahun Pelajaran 2013/2014
0
3
73
pengaruh persepsi dan sikap mahasiswa terhadap tingkatnadopsi E-book sebagai sumber informasi (study pada mahasiswa S1 FISIP Universitas Lampung angkatan 2010-2011)
4
14
86
PERILAKU HIDUP SEHAT (Studi pada mahasiswa FISIP Universitas Lampung angkatan 2011)
4
17
71
Pemanfaatan Tekonologi Informasi (TI) Dalam Layanan Bimbingan Dan Konseling Sebagai Representasi Berkembangnya Budaya Profesional Konselor Dalam Melayani Siswa Sumarwiyah Edris Zamroni Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muria Kudus sumarwiy
0
0
14
Tingkat Empati Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Kanjuruhan Malang
0
0
5
2. Mengapa Program Bimbingan dan Konseling dilakukan di sekolah ? Jawaban: 3. Apakah saja yang diperlukan dalam pelaksanaan program Bimbingan dan Konseling ? - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Program Bimbingan Dan Ko
0
0
48
Susilo Rahardjo Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Muria Kudus susilo.rahardjoumk.ac.id ABSTRACT - MENDESAIN PROFIL GURU BERKARAKTER CERDAS
0
0
11
Peristiwa 2 Maret 1969 di Yogyakarta (konflik antara taruna angkatan udara dan mahasiswa Universitas Gadjah Mada)
0
0
85
Bimbingan dan Konseling Islam
0
0
17
Bimbingan dan Konseling Sekolah
1
3
8
1. Menyetujui registrasi dan konsultasi akademik semester genap tahun ajaran 2014/2015 dilakukan secara online penuh untuk mahasiswa angkatan 2014/205 dan secara online dan offline bagi mahasiswa angkatan sebelumnya dengan menggunakan Fakultas Peternakan
0
0
7
Show more