Tingkat konformitas siswa : studi deskriptif pada siswa kelas XI SMK Marsudi Luhur 2 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi-sosial.

Gratis

0
2
121
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Teman-teman Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2009 semuanya dan terkhusus untuk (Aditiya Budi Wahyu Putra, Aldian PutrantoHadi, Dwi Elok Permata Ningtyas, Wiratama Rahman, Widya Wulan H.,Leslie Aida C.L., Vitaly Rica Fernando, Lisbeth Riany P, dan lainnya yang tak bisa disebutkan satu persatu) atas kebersamaan dan saling berbagi suka danduka selama duduk di bangku kuliah dan proses pengerjaan skripsi. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberi perhatian, bantuan dan dukungan yang baik secara tidak langsung maupunlangsung selama penulisan skripsi ini.

DAFTAR GRAFIK

  Jrafik 1 : Tingkat Konformitas Siswa Kelas XI SMK Marsudi Luhur 2 Yogyakarta Dilihat dari Jumlah Subjek .................................... 55 Jrafik 2 : Tingkat Konformitas Siswa Kelas XI SMK Marsudi Luhur 2 Yogyakarta Dilihat dari Butir-butir Item ..................................

A. LatarBBelakangBMasalahB

  Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Marsudi Luhur 2 Yogyakarta 5Hal yang melatarbelakangi peneliti melakukan penelitian di SMK MarsudiLuhur 2 Yogyakarta adalah karena merupakan salah satu sekolah yang siswanya mayoritas berjenis kelamin laki-laki (homogen) dan berdasarkanhasil sharnnm dengan teman-teman yang pernah melakukan program pengenalan lapangan (PPL) SM di sana dan salah satu guru bidang studiSMK Marsudi Luhur 2 Yogyakarta. Begitu bahayakah perilaku konformitas yang negatif bagi kehidupan remaja sehingga mendorong penelitiuntuk menelusuri lebih jauh serta menterjemahkannya ke dalam sebuah karya penelitian “TINGKAT KONFORMITAS SISWA (Studi Deskriptif padaSiswa Kelas XI SMK Marsudi Luhur 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 dan Implikasinya Terhadap Usulan Topik-topik Bimbingan Pribadi-Sosial)”.

C. Manfaat Penelitian

  Manfaat TeoritisHasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas khususnya pada bidang pendidikanserta dapat menjadi masukan yang berguna dan dapat sebagai tambahan bahan referensi untuk penelitian lebih dalam mengenaiperilaku konformitas pada remaja. Bagi GuruHasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagiGuru mengenai tingkat perilaku konformitas yang terjadi di kalangan remaja atau siswa didik sehingga dapat sedini mungkindipelajari dan bertindak.

D. Batasan Istilah

  Perilaku konformitas yang diteliti adalah perilaku yang menunjukkankonformitas kelompok baik di sekolah maupun di luar sekolah yang cenderung negatif bagi siswa. Pada masa ini, remaja mengalami banyak konflik misalnyapertentangan antara diri dengan orangtua, krisis identitas, hingga keterlibatan dalam suatu kelompok, perilaku konformitas biasanyadapat terlihat pada aktivitas dan perilaku dalam kelompok tersebut.

A. HakekatBKonformitasBpadaBRemajaB

1. PengertianBKonformitasB

  Konformitap adalah puatu tuntutan yang tidak tertulip dari kelompokteman pebaya terhadap anggotanya tetapi memiliki pengaruh yang kuat dan dapat menyebabkan munculnya perilaku-perilaku tertentu padaanggota kelompok (Zebua dan Nurdjayadi, 2001: 73). Menurut Willip(dalam Sarwono, 2005) konformitap adalah upaha terup menerup dari individu untuk pelalu pelarap dengan norma-norma yang diharapkan olehkelompok.

1 Berdasarkan definisi konformitas yang dipaparkan oleh beberapa

tokoh1 diatas,1 dapat1 disimpulkan1 bahwa1 konformitas1 merupakan1 1 suatu1 bentuk1penyesuaian1diri1individu1untuk1diterima1dalam1kelompok,1berupa1kepatuhan1 untuk1 menyamakan1 sikap1 dan1 tingkah1 laku1 sesuai1 dengan11 tekanan1norma-norma1dan1nilai1yang1berlaku1di1dalam1lingkungan1atau1kelompok1tertentu.1 1 1

2. Faktor-faktor Konformitas

  Tanggapan1umum1 Perilaku1 yang1 yang1 dapat1 didengar1 atau1 dilihat1 lebih1 mendorong1 konformitas1 daripada1 perilaku1 yang1 hanya1 dapat1 didengar1 dan1diketahui1oleh1orang1tertentu1saja1(Myers1dalam1Sarwono,12005).1 f. Pengaruh1Informasi1 Orang1 lain1 merupakan1 sumber1 informasi1 yang1 penting.1 Oleh1 karena1 itu,1 tingkat1 konformitas1 yang1 didasarkan1 pada1 informasi1ditentukan1oleh1dua1aspek1situasi,1yaitu1sejauh1mana1mutu1informasi1 yang1 dimiliki1 orang1 lain1 tentang1 apa1 yang1 benar1 dan1 sejauh1 mana1kepercayaan1diri1kita1terhadap1penilaian1kita1sendiri.1 121 1 b.

3. Aspek-aspek Konformitas

  Sears1 dkk1 (1994),1 berpendapat1 bahwa1 konformitas1 akan1 mudah1 terlihat1 serta1 mempunyai1 aspek-aspek1 yang1 khas1 dalam1 kelompok.1Adapun1aspek-aspek1yang1dimaksud1di1dalamnya,1yaitu:11 a. Aspek1kekompakan11 Istilah1 kekompakan1 adalah1 jumlah1 total1 kekuatan1 yang1 menyebabkan1 orang1 tertarik1 pada1 suatu1 kelompok1 dan1 yang1membuat1 mereka1 ingin1 tetap1 menjadi1 anggotanya.1 Kekompakkan1 mengacu1 pada1 kekuatan1 yang1 menyebabkan1 para1 anggotanya1menetap1dalam1suatu1kelompok.11 b.

c. Aspek1ketaatan11

Konformitas1 merupakan1 bagian1 dari1 persoalan1 mengenai1 bagaimana1 membuat1 individu1 rela1 melakukan1 sesuatu1 yang1sebenarnya1 tidak1 ingin1 mereka1 lakukan.1 Salah1 satu1 caranya1 adalah1 melalui1tekanan1sosial.11Adapun1 bentuk1 –1 bentuk1 tekanan1 sosial1 yang1 dapat1 memunculkan1 ketaatan1dalam1diri1individu1antara1lain1:111) Ketaatan1terhadap1otoritas1yang1sah.1 Faktor1yang1paling1penting1dalam1ketaatan1adalah1bahwa1orang1 memiliki1 otoritas1 yang1 sah1 dalam1 situasi1 itu,1 sesuai1 dengan1norma1 sosial1 yang1 berlaku.1 Yang1 dimaksud1 dengan1 legitimasi1 151 1 adalah1 keyakinan1 umum1 bahwa1 pihak1otoritas1 mempunyai1hak1 untuk1menuntut1ketaatan1terhadap1perintahnya.12) Ganjaran,1hukuman,1dan1ancaman.1 Salah1 satu1 cara1 untuk1 menimbulkan1 ketaatan1 adalah1 dengan1 meningkatkan1 tekanan1 terhadap1 individu1 untuk1 menampilkan1perilaku1 yang1 diinginkan1 melalui1 ganjaran,1 hukuman,1 atau1 ancaman.1Semua1itu1merupakan1insentif1pokok1untuk1mengubah1perilaku1seseorang.1 3) Harapan1orang1lain1terhadap1individuSampai1 suatu1 tingkat1 yang1 sulit1 dipercaya,1 individu1 akan1 rela1 memenuhi1 permintaan1 orang1 lain1 hanya1 karena1 orang1 lain1tersebut1mengharapkannya 4) Peniruan1dari1model1yang1melakukanSeperti1 perilaku1 yang1 lain,1 individu1 cenderung1 melakukan1 apa1 yang1 mereka1 lihat1 dilakukan1 oleh1 orang1 lain.1 Bila1 seseorang1bertindak1agresif,1orang1lain1juga1akan1cenderung1menjadi1lebih1 agresif.1Efek1yang1sama1juga1terjadi1pada1ketaatan.1Bila1individu1melihat1 bahwa1 orang1 tidak1 taat,1 maka1 individu1 tersebut1 akan1 menjadi1 kurang1 taat.1 Menurut1 Grusec1 dan1 Skubiski1 (dalam1Sears,1 1994)1 menunjukkan1 bahwa,1 agar1 efektif,1 model1 harus1 benar-benar1 menampilkan1 perilaku1 tersebut1 dan1 tidak1 hanya1sekedar1mengatakannya.1Ada1tiga1kondisi1yang1menyertai,1yaitu1 161 1 memberikan1 ganjaran1 tetapi1 tidak1 benar-benar1 melakukannya1 dan1ada1model1yang1betul-betul1memberikan1ganjaran.15) Menempatkan1individu1dalam1situasi1terkendali1yang1dirancang1 untuk1memberi1tekanan1secara1halus1sehingga1individu1tersebut1mengalami1kesulitan1untuk1menolak .

f. Bentuk-bentuk Konformitas

  Sarwono1 (2005)1 mengatakan1 bahwa1 terdapat1 dua1 bentuk1 konformitas,1yaitu:1a. Menurut1 (cospliance)1 adalah1 konformitas1 yang1 dilakukan1 secara1 terbuka1sehingga1terlihat1oleh1umum1walaupun1hatinya1tidak1setuju.1 Jika1 hal1 ini1 mengenai1 perintah,1 maka1 dinamakan1 ketaatan1(obedience).1 b.

5. Proses Terjadinya Konformitas

  a. Ross,1 Bierbauer1 &1 Stoffman1 (1976)1 pada1 teori1Social CosparisonTheory menjelaskan1 bahwa1 seseorang1 akan1 konform1 dengan1 kelompoknya1karena1ia1menilai1bahwa1kelompok1tersebut1benar,1dan1dia1merasa1takut1kalau1ditolak.1 b.

6. Konformitas di Kalangan Remaja

a. Remaja Sebagai Periode Masa Kritis

Remaja1 merupakan1 suatu1 periode1 atau1 masa1 tumbuhnya1 seseorang1 dalam1 masa1transisi1 dari1 anak-anak1 ke1masa1dewasa1 yang1meliputi1 semua1 perkembangan1 yang1 dialami1 sebagai1 persiapan1 memasuki1masa1dewasa.1Borring1(dalam1Hurlock,11990).1Monks,1dkk1(dalam1 Hurlock,1 1990)1 menyatakan1 bahwa1 remaja1 merupakan1 suatu1 masa1 di1 saat1 individu1 berkembang1 dari1 pertama1 kali1 menunjukkan1tanda-tanda1 seksual,1 mengalami1 perkembangan1 psikologis1 dan1 pola1 identifikasi1 dari1 anak1 menjadi1 dewasa,1 serta1 terjadi1 peralihan1 dari1ketergantungan1 sosial1 ekonomi1 yang1 penuh1 pada1 keadaan1 yang1 mandiri.11 Erickson1 (dalam1 Hurlock,1 1990)1 menyatakan1 bahwa1 remaja1 adalah1 masa1 kritis1 identitas1 atau1 masalah1 identitas-ego1 remaja.1Identitas1 diri1 yang1 dicari1 remaja1 berupa1 usaha1 untuk1 menjelaskan1 siapa1dirinya1dan1apa1perannya1dalam1masyarakat,1serta1usaha1mencari1perasaan1kesinambungan1dan1kesamaan1baru.1Menurut1Sri1Rumini1&1Siti1Sundari1(2004:153),1masa1remaja1adalah1peralihan1dari1masa1anak1 dengan1 masa1 dewasa1 yang1 mengalami1 perkembangan1 semua1 aspek1 181

1 Berdasarkan teori-teori di atas, maka dapat diambil benang

merah1bahwa1masa1remaja1merupakan1masa1yang1rentan1dipengaruhi1 oleh1 lingkungan1 tempat1 tinggal.1 Pada1 masa1 ini,1 remaja1 terdorong1untuk1menimba1dan1menerima1pengalaman1sebanyak-banyaknya1dari1 hal-hal1yang1ditemuinya1sehingga1dikhawatirkan1mudah1terbawa1arus1yang1 bertentangan1 seperti1 perilaku1 yang1 mengganggu1 ketertiban1 umum,1misalnya1terlibat1kekerasan1tawuran,1narkoba,1seks1bebas1dan1lain-lain.1 Perilaku-perilaku1 tersebut1 cenderung1 mengarah1 pada1 perilaku1 konformitas.1 Konformitas1 dipengaruhi1 oleh1 karakteristik-karakteristik1yang1ada1pada1remaja.1 1

b. Karakteristik Remaja

Masa1 remaja1 dikenal1 dengan1 dengan1 masa1 mencari1 jati1 diri,1 dikarenakan1 masa1 remaja1 merupakan1 masa1 peralihan1 antara1 masa1kehidupan1 anak-anak1 dan1 masa1 kehidupan1 orang1 dewasa1 (Erickson1 dalam1 Ali1 &1 Asrori,1 2005).1 Monks,1 Knoers,1 dan1 Haditono1 (2004)1membedakan1masa1remaja1menjadi1empat1bagian,1yaitu:11) Usia110-121tahun1=1masa1pra-remaja12) Usia112-151tahun1=1masa1remaja1awal13) Usia115-181tahun1=1masa1remaja1pertengahan14) Usia118-211tahun1=1masa1remaja1akhir.1(Deswita,12006:1192).1 Kartini1Kartono1(2005)1menjelaskan1beberapa1karakteristik1yang1 191 1 1) Kegelisahan1Pada1 masa1 remaja,1 timbul1 dorongan1 untuk1 mendapat1 pengalaman1 sebanyak-banyaknya1 untuk1 menambah1 pengetahuan.1 Di1sisi1lain,1remaja1belum1mampu1melakukan1berbagai1hal1dengan1 baik1 sehingga1 tidak1 berani1 mengambil1 tindakan1 mencari1pengalaman1langsung1dari1sumbernya.1Tarik-menarik1antara1angan- angan1 yang1 tinggi1 dengan1 kemampuan1 yang1 masih1 belum1memadai,1mengakibatkan1mereka1diliputi1perasaan1gelisah.1 2) Pertentangan1Sebagai1individu1yang1sedang1mencari1jati1diri,1remaja1berada1 pada1situasi1psikologis1antara1ingin1melepaskan1diri1dari1orangtua1dan1perasaan1masih1belum1mampu1untuk1mandiri.1Oleh1karena1itu,1 pada1 umumnya1 remaja1 sering1 mengalami1 kebingungan1 karena1sering1 terjadi1 pertentangan1 antara1 mereka1 dengan1 orangtua.1Pertentangan1itu1menimbulkan1keinginan1remaja1untuk1melepaskan1 diri1 dari1 orangtua,1 namun1 keinginan1 itu1 ditentang1 kembali1 oleh1mereka1di1kemudian1hari1karena1dalam1diri1remana,1ada1keinginan1 untuk1memperoleh1rasa1aman.1 3) Mengkhayal1Khayalan1 remaja1 putra1 biasanya1 berkisar1 pada1 soal1 prestasi1 dan1 jenjang1 karir,1 sedangkan1 remaja1 putri1 lebih1 mengkhayalkan1romantika1 hidup.1 Khayalan1 ini1 tidak1 selamanya1 negatif,1 sebab1 201 1 terkadang1khayalan1menghasilkan1sesuatu1yang1bersifat1konstruktif,1 misalnya1timbul1ide-ide1tertentu1yang1dapat1direalisasikan.14) Aktivitas1berkelompok1 Berbagai1macam1keinginan1para1remaja1seringkali1tidak1dapat1 terpenuhi1 karena1 bermacam-macam1 kendala.1 Kebanyakan1 remaja1menemukan1 jalan1 keluar1 dari1 kesulitannya1 setelah1 mereka1 berkumpul1dengan1 rekan1sebaya1 untuk1 kegiatan1bersama.1 Mereka1melakukan1 suatu1 kegiatan1 secara1 berkelompok1 sehingga1 berbagai1 kendala1dapat1diatasi1bersama-sama.1 1

7. Karakteristik Remaja yang Memiliki Konformitas

  Adanya1 kekompakkan1 yang1 dibangun1 bersama1 karena1 rasa1 suka1 terhadap1 anggota1 kelompok1 dan1 dengan1 harapan1 individu1 mendapat1manfaat1 dari1 keanggotaannya1 dalam1 suatu1 kelompok1 tersebut,1 misalnya1individu1menjadi1terkenal1di1sekolah1maupun1diluar1karena1bergabung1dengan1kelompok1tertentu.1 b. Geng dan Konformitas 1.

1 Secara umum, pengertian geng adalah suatu kumpulan terbatas

  yang1 sebagian1 besar1 dari1 kelompok1 itu1 memiliki1 kesamaan1 atau1 bahkan1 memiliki1perbedaan-perbedaan1yang1unik1di1antara1anggota-anggota1geng1itu1sendiri1yang1memiliki1satu1tujuan1yang1diwujudkan1melalui1perilaku- perilaku1yang1anti1sosial.1 1 2. Anggota1 geng1 lebih1 banyak1 terdiri1 dari1 anak1 laki-laki1 daripada1 anak1 perempuan,1 walaupun1 ada1 beberapa1 geng1 yang1 terdiri1 dari1 anak1perempuan.1 Pada1 umumnya,1 terjadi1 interaksi1 atau1 relasi1 heteroseksual1 yang1bebas1antara1anak1laki-laki1dengan1anak1perempuan,1c.

f. Tipe Geng

  Geng1pencurian1(thief gengs)1adalah1suatu1kelompok1yang1melakukan1 pencurian1 yang1 awalnya1 memiliki1 tujuan1 untuk1 menguji1 keberanian1anggota1kelompok.1 261 1 b. Geng1 konflik1 (conflict gengs)1 adalah1 suatu1 kelompok1 yang1 gemar1 mengekspresikan1 dirinya1 melalui1 perkelahian1 berkelompok1 supaya1tampak1gagah1dan1pemberani.1 c.

5. Konformitas pada Geng Remaja

a. Fenomena Konformitas pada Geng Remaja

Peristiwa1kekerasan1yang1dilakukan1oleh1kelompok1geng1remaja1 marak1 terjadi1 dimana-mana1 terutama1 di1 kota-kota1 besar1 di1 Indonesia.1Pada1 tahun1 pada1 tahun1 20081 media1 pemberitaan1 jmenayangkan1 kasus1 kekerasan1 yang1 dilakukan1 oleh1 geng1 putri1 NERO1 (NEko-neko1keROyok)1 di1 Pati,1 Jawa1 Tengah.1 Geng1 ini1 terkenal1 karena1 merekam1 adegan1perpeloncoan1dan1perkelahian1secara1brutal1dan1keras.1Padahal,1awalnya1 geng1 ini1 merupakan1 komunitas1 pecinta1 bola1 basket,1 namun1 tujuan1geng1tersebut1bergeser1dengan1mengandalkan1kekerasan.11 Kasus1 kekerasan1 yang1 dilakukan1 geng1 remaja1 kembali1 terulang.1Pada1 tahun1 20121 ,1 publik1 kembali1 dikejutkan1 oleh1 peristiwa1 tawuran1 pelajar1 yang1 terjadi1 antara1 SMA1 61 dan1 SMA1 701 Jakarta1 yang1 terjadi1pada1 241 September1 20121 dan1 berakibat1 tewasnya1 seorang1 siswa1 dari1 271 1 temurun1dari1senior1mereka1serta1adanya1batas1wilayah1kekuasaan1yang1 haram1hukumnya1siswa1dari1sekolah1lain1memasuki1wilayah1tersebut.1Aksi1kekerasan1yang1dilakukan1geng1remaja1sekolah1juga1terjadi1 di1wilayah1Yogyakarta.1Sebenarnya,1aksi1ini1sudah1lama1terjadi,1bahkan1di1 era1 90-an,1 kota1 Yogyakarta1 sempat1 diresahkan1 dengan1 munculnya1 dua1geng1besar1“Jogxin”1dan1“TRB”1yang1ditengarai1sering1melakukan1kegiatan1yang1mengganggu1masyarakat1umum1seperti1“vandalisme”1dan1 corat-coret1fasilitas1umum.11 Masuk1ke1tahun12000-an,1masyarakat1Yogyakarta1juga1dikejutkan1 dengan1 aksi1 bar-bar1 yang1 dilakukan1 oleh1 geng1 pelajar.1 1 Peristiwa1 ini1terjadi1 pada1 31 November1 20131 di1 kawasan1 Umbulharjo1 Yogyakarta,1 dimana1 polisi1 menahan1 91 orang1 berstatus1 pelajar1 yang1 melakukan1penganiayaan1 terhadap1 dua1 orang1 korban.1 Sebelumnya,1 seorang1 alumnus1 salah1 satu1 sekolah1 menengah1 umum1 negeri1 Yogyakarta1dibacok1 oleh1 sekelompok1 geng1 tak1 dikenal1 sebulan1 sebelumnya.1Diduga,1 penyebabnya1 karena1 korban1 mengenakan1 jaket1 bertuliskan1“Delayota”1yang1merupakan1julukan1bagi1salah1satu1SMA1negeri.1 Peristiwa-peristiwa1 diatas1 merupakan1 tindak1 kekerasan1 yang1 dilakukan1oleh1geng1 yang1sebagian1besar1masih1berstatus1pelajar1atau1remaja.1 Nasution1 (1993:1 84)1 mengungkapkan1 penyebab1 munculnya1 geng1remaja1sebagai1berikut.1 Pengelompokan1 atau1 pembentukan1 klik1 (clique)1 mudah1 terjadi1 di1 sekolah.1 Suatu1 klik1 terbentuk1 bila1 dua1 orang1 atau1 lebih1 saling1 merasa1 2811 dalam1 maupun1 di1 luar1 sekolah.1 Mereka1 saling1 merasakan1 apa1 yang1dialami1 oleh1 salah1 seorang1 anggota1 kelompoknya1 dan1 saling1 mengungkapkan1apa1yang1terkandung1dalam1hatinya1termasuk1apa1yang1dirahasiakan1pada1orang1lain.1 Anggota1 klik1 merasa1 diri1 bersatu1 dan1 kuat1 serta1 penuh1 kepercayaan1berkat1 rasa1 persatuan1 dan1 kekompakan1 itu.1 Mereka1 mengutamakan1 kepentingan1 kelompok1 di1 atas1 kepentingan1 individual1 dan1 sikap1 ini1dapat1 menimbulkan1 konflik1 dengan1 orang1 tua,1 sekolah,1 dan1 klik-klik1 lainnya.1Bila1 klik1 ini1 mempunyai1 sikap1anti1sosial1maka1 klik1 itu1dapat1menjadi1“ geng”1

1 Pernyataandiatasmenjelaskanbahwaterbentuknyagengdiawali

dengan1persahabatan1antara1dua1orang1remaja1atau1lebih1yang1kemudian1 merencanakan1dan1melakukan1kegiatan1yang1sama1di1dalam1maupun1di1luar1sekolah.1Kemudian,1lebih1jauh1persahabatan1itu1menimbulkan1rasa1 solidaritas1yang1kuat,1membentuk1persatuan1dan1kekompakan1dan1pada1akhirnya1menimmbulkan1ketaatan.1Pernyataan1ini1senada1dengan1aspek- aspek1 terjadinya1 konformitas1 oleh1 Sears1 dkk1 (1994)1 yang1mengungkapkan1bahwa1konformitas1terjadi1karena1adanya1kekompakan1 antara1 anggota1 kelompok,1 persamaan1 pendapat1 dan1 ketaatan1 sehingga1dapat1ditarik1benang1merah1bahwa1geng1remaja1atau1pelajar1dipengaruhi1 oleh1perilaku1konformitas1dari1anggota-anggotanya1yang1dimaksudkan1untuk1membentuk1geng1yang1lebih1kuat1dan1solid.1 1

b. Bahaya Konformitas pada Geng Remaja

  Twenty eight percent of the gengs were organizedspecifically for trafficking in drugs; other gengs cossitted assaults and robberies, sosetises along with drug activities. In fact, the nusber of geng sesbers in schools is usually fairly ssall, but the geng presence can be quitedisruptive, bringing into schools fear, violence, drugs and recruitsent for gengs.

c. Solusi Mengurangi Konformitas pada Geng Remaja

  Banyak1 mawas-diri,1 melihat1 kelemahan1 dan1 kekurangan1 sendiri;1 dan1 melakukan1 koreksi1 terhadap1 kekeliruan1 yang1 sifatnya1 tidak1 mendidik1 321 1 dan1keadilan,1agar1bias1dijadikan1panutan1bagi1anak-anak1muda,1semi1 perkembangan1dan1proses1kultivasi1generasi1penerus.1 2. Berilah1 kesempatan1 kepada1 anak1 muda1 untuk1 beremansipasi1 dengan1 cara1 baik1 dan1 sehat,1 menyertakan1 mereka1 pada1 kegiatan1 enentukan1keputusan1 penting1 demi1 keadilan1 yang1 lebih1 merata1 dan1 peningkatan1 kesejahteraan1rakyat1pada1umumnya.1 3.

1 C. Bimbingan Pribadi-sosial Sebagai Upaya untuk Mengatasi Perilaku

1. Pengertian Bimbingan Pribadi-sosial

  Tujuan Bimbingan Pribadi-sosialDewa1 Ketut1 Sukardi1 (2008:1 19)1 mengungkapkan1 tujuan1 dari1 bimbingan1pribadi-sosial1adalah1untuk1membantu1siswa1agar:1a. Dapat1membuat1keputusan1secara1efektif.1 1 3.

1 Perilaku konformitas dapat diatasi dengan memberikan layanan

  Metode surveydigunakan untuk mendapatkan data yang lengkap dan nyata sehingga peneliti mampu memaparkan secara jelas tingkat konformitas siswa di SekolahMenengah Kejuruan (SMK) Marsudi Luhur 2 Yogyakarta. SubjekBPenelitianBSubjek yang akan dilibatkan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Sekolah Menengah kejuruan (SMK) Marsudi Luhur 2 Yogyakarta sebanyak 95 siswa dengan rincian 30 siswa dari kelas XI Otomotif A yang Peneliti mengadakan uji coba dan penelitian di SMK Marsudi Luhur 2Yogyakarta karena SMK Marsudi Luhur 2 Yogyakarta memiliki siswa homogen (laki-laki).

C. Alat Pengumpulan Data Penelitian

  Alat pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner tingkat konformitas. Menurut Arikunto (1991: 124),kuesioner atau angket adalah sejumlah pernyataan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentangpribadinya atau hal-hal yang diketahuinya.

1. Skala pengukuran

  Kuesioner ini berbentuk pernyataan dengan menyediakan empat (4) jawaban pada setiap itemnya. Pernyataan yang disajikan dibedakan menjadi pernyataan favorable dan unfavorable yaitu:a.

2. Penentuan Skor (scorino)

  STS (Sangat Tidak Sesuai) mendapat nilai 1 atau nilai yang paling kecil, dan SS (Sangat Sesuai)medapat nilai 4 atau nilai yang paling tinggi dalam coding favorable. STS (Sangat TidakSesuai) mendapat nilai 4 atau nilai yang paling tinggi dan SS (Sangat Sesuai) mendapat nilai 1 atau nilai yang paling rendah dalam coding unfavorable.

3. Kisi-kisi Kuesioner

  Kuesioner berisi pernyataan-pernyataan berdasarkan pada konsep aspek-aspek konformitas menurut Sears dkk (1994), yaitu aspekkekompakan, aspek kesepakatan, dan aspek ketaatan. Kerelaan 33, 34, 35, 38, 39 8 melakukan 36, 40sesuatu yang menjadi otoritaskelompok 2.

4. Validitas Instrumen

  MenurutArikunto (1991), validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat- Usaha yang dilakukan untuk memperkuat validitas kuesioner adalah dengan melakukan expert adjustment. N XY  X   Y    r =XY2222  N X X N Y Y            Keterangan:: Koefisien korelasi skor item dengan skor aspek r xy N : Jumlah subjekX : Skor item atau butir XY : Hasil perkalian antara X dan YPengujian validitas ini dilakukan melalui komputer dengan menggunakan software SPSS 15.0 for Windows.

5. Reliabilitas Instrumen

  Pengukuran yang mempunyai reliabilitas tinggi yaitu yang mampu memberikan hasil ukur yang terpercaya, disebut sebagai reliabel(Azwar, 2009). Menurut Azwar (2009), konsep reliabilitas dalam arti reliabilitas alat ukur erat berkaitan dengan masalah eror pengukuran (errorof measurement), sedangkan konsep reliabilitas dalam arti reliabilitas hasil ukur erat berkaitan dengan eror dalam pengambilan sampel (samplingerror) yang mengacu pada inkonsistensi hasil ukur apabila pengukuran dilakukan ulang pada kelompok individu yang berbeda.

2 S dan S : varians skor belahan I dan varians skor belahan

I 2

2 S x : varians skor skala

  Hasil perhitungan dikonsultasikan ke kriteria Guilford (dalam Masidjo, 2006) sebagai berikut. Tabel 3.

6. Uji Coba Empirik terhadap Kuesioner

  Validitas InstrumenUji coba terhadap instrumen (uji empirik) dilakukan pada hari Sabtu, 5 Oktober 2013 dan diperoleh hasil perhitungan konsistensi internal butir pada setiap aspek menggunakan rumus Pearson ProductMoment dengan jumlah subjek (N) 30. Apabila harga korelasi di bawah 0,30, maka dapat disimpulkan bahwa item padainstrumen tersebut tidak valid sehingga harus diperbaiki atau dibuangPengecualian, apabila jumlah item yang dibutuhkan kurang memenuhi Hasil pemeriksaan konsistensi butir yang terdiri dari tiga aspek, diperoleh 15 buah dari 48 butir kuesioner yang dinyatakan tidak valid.

2. Persamaan pendapat 25,26,27,30,31 28,29

  Kerelaan melakukan 34,35,36,37,38 33,39 8 sesuatu yang menjadi ,40otoritas kelompok atau geng 2. Hasil Reliabilitas Uji Coba Penelitian Kuesioner Konformitas SiswaKoefisien N Item N Subjek Alpha Cronbach0,692 48 30 Berdasarkan pada kriteria Guilford, tingkat reliabilitas pada uji coba empirik terhadap kuesioner sebesar 0,692 dinyatakan berada padatingkat sedang.

7. Penelitian

  Penelitian pada siswa kelas XI SMK Marsudi Luhur 2 Yogyakarta dilakukan pada hari Selasa, Rabu dan Jumat (12, 13, dan 15 November2013). Penghitungan indeks reliabilitas penelitian dihitung melalui pendekatan koefisien Alpha Cronbach (α) dengan menggunakan softwarekomputer SPSS 15.0 for Windows sehingga diperoleh output koefisien reliabilitas seluruh instrumen dengan menggunakan rumus Alpha (α) yaitu0,724.

8. Prosedur Pengumpulan Data

  2) Uji Coba Alat Pengumpul Data/KuesionerUji coba kuesioner bertujuan untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitas instrumen, sehingga diperoleh kelayakanpenggunaannya sebagai alat yang benar-benar handal dan dapat mengungkapkan hal yang akan diteliti. Sabtu, 5 Oktober 2013 SMK Marsudi XI 30 Luhur 2 OtomotifYogyakarta A 3) Tahap Pelaksanaan PenelitianSebelum melakukan pengumpulan data, langkah awal yang dilakukan peneliti adalah menghubungi pihak SMK Marsudi Luhur 2 Yogyakarta untuk meminta izin melakukan penelitian.

D. Teknik Pengolahan dan Analisis Data

  Pengolahan data pada penelitian ini didasarkan pada teori menurutAzrul Azwar dan Joedo Prihartono ( 2003 ), yaitu setelah data terkumpul langkah-langkah pengolahan data dilakukan dengan editing, scoring, coding,tabulating, processing, dan cleaning. BABBIVB HASILBPENELITIANBDANBPEMBAHASANB BPada bab ini dipaparkan hasil dari penelitian dan pembahasan dennan mennikuti sistematika rumusan masalah pada BAB I, yaitu (1) seberapa tinnnikahtinnkat konformitas siswa kelas XI Marsudi Luhur 2 Yonyakarta, dan (2)Berdasarkan hasil analisis butir instrumen, elemen-elemen konformitas mana yann terindikasi intens pada siswa kelas XI SMK Marsudi Luhur 2 Yonyakarta dalamimplikasinya terhadap usulan topik-topik bimbinnan pribadi-sosial.

A. HasilBPenelitianB

1. DeskripsiBSecaraBUmumBTingkatBKonformitasBSiswaBKelasBXIBSMKB

  MarsudiBLuhurB2BYogyakartaBPenelitian ini bertujuan untuk mennetahui seberapa tinnni tinnkat konformitas siswa kelas XI SMK Marsudi Luhur 2 Yonyakarta danberdasarkan hasil analisis instrumen konformitas yann teridentifikasi pada katenori tinnni, topik-topik bimbinnan apa yann implikatif disusun sebanaimodul untuk mennatasi perilaku konformitas tersebut. Berikut ini disajikan tabel deskripsi nambaran umum pennnolonnan subjek tinnkat konformitas siswa kelas XI SMK Marsudi Luhur 2Yonyakarta ke dalam tina (3) katenori.

20 Tinggi

  2 (3,08%) 2 (3,08%) 10 Rendah Sedang Tinggi Kategori 5 Grafik 1: Tingkat Konformitas Siswa Kelas XI SMK Marsudi Luhur 2Yogyakarta 5 Dari5grafik5diatas5terlihat5bahwa:5 1. Enam5 puluh5 satu5 (61)5 atau5 93,855 %5 siswa5 yang5 termasuk5 dalam5 kategori5sedang55 3.

2. Butir-butir Instrumen Tingkat Konformitas Siswa Kelas XI SMK

  Marsudi Luhur 2 YogyakartaBerdasarkan5 penghitungan5 skor5 total5 pada5 butir5 instrument5 tingkat5 konformitas5 siswa5 sesuai5 dengan5 kategori5 yang5 dirumuskan5 oleh5 Azwar5 565 5 kategori5 rendah,5 275 item5 (84,85%)5 masuk5 dalam5 kategori5 sedang,5 dan5 45item5 (12,12%)5 masuk5 dalam5 kategori5 tinggi.5 Kategori5 butir-butir5 item5 tersebut5dapat5dilihat5sebagai5berikut.5 Tabel 13. Butir-butir Item yang Masuk Kategori Tinggi No Butir Rumusan Pernyataan Skor Peringkat 15 365 Saya5sangat5menghargai5pendapat5teman5 211515 kelompok5atau5geng5 25 485 Saya5patuh5menjaga5rahasia5kelompok5atau5 2065 25 geng5saya535 315 Saya5tidak5mendapatkan5kesempatan5untuk5 2005 35 memberikan5usul5kepada5teman5kelompok5atau5geng5 45 145 Saya5merasa5bahagia5menjadi5bagian5dari5 1975 45 kelompok5atau5geng5saya5 595 5 Tabel 15.

95 Saya5percaya5kelompok5atau5geng5mampu5melindungi5saya5 1885

45 55 425 Saya5mematuhi5segala5peraturan5yang5ada5di5dalam5kelompok5atau5geng5 1795 35 Saya5mengikuti5gaya5berbicara5teman5kelompok5atau5geng5 1535 195 205 345 Saya5melaksanakan5semua5perintah5teman5kelompok5atau5geng5saya5 1465 205 5 75 Saya5aktif5meniru5perilaku5teman5kelompok5atau5geng5 1355 265 275 275 Saya5membiarkan5semua5teman5kelompok5atau5geng5meminjam5barang5yang5saya5miliki5 1745 275 255 365 Saya5akan5memberikan5semua5jawaban5tugas5sekolah5 kepada5teman-teman5kelompok5atau5geng51375 255 265 55 Saya5mengikuti5gaya5perilaku5teman-teman5satu5kelompok5 atau5geng51485 235 245 125 Saya5mau5melakukan5apapun5yang5diperintahkan5oleh5kelompok5atau5geng5saya5 1425 245 235 45 Saya5memiliki5barang5yang5sama5dengan5teman5kelompok5 atau5geng551465 215 225 415 Saya5dijatuhi5hukuman5apabila5tidak5berbuat5sesuai5dengan5peraturan5kelompok5atau5geng5 1445 225 215 195 55 65 325 Saya5menyamakan5ide5saya5dengan5ide5kelompok5atau5geng5 177565 75 215 Saya5merasa5bisa5menjadikan5kelompok5atau5geng5saya5lebih5hebat5 1755 175 135 Saya5lebih5dikenal5oleh5kelompok5atau5geng5karena5selalu5 mengikuti5perintah5dari5pemimpin5kelompok5atau5geng51595 175 185 385 Saya5mendahulukan5kepentingan5pribadi5daripada5kepentingan5kelompok5atau5geng55 1575 185 15 Saya5mengikuti5gaya5berpakaian5dari5teman5kelompok5atau5 geng51605 155 165 455 Saya5tidak5melakukan5sesuatu5yang5tidak5diminta5oleh5teman5kelompok5atau5geng5 1595 165 155 35 45 155 Saya5merasa5bangga5diterima5menjadi5bagian5dari5kelompok5atau5geng5 1805 115 225 Saya5selalu5menceritakan5permasalahan5saya5kepada5teman5 kelompok5atau5geng51685 115 125 465 Saya5akan5dikeluarkan5apabila5melanggar5peraturan5kelompok5atau5geng5 1685 125 95 105 305 Sebagian5teman5kelompok5atau5geng5tidak5sependapat5dengan5ide5saya5 1735 105 75 85 205 Saya5merasa5dilindungi5oleh5kelompok5atau5geng5saya5 173585 95 275 Saya5menuruti5semua5nasehat5yang5diberikan5oleh5kelompok5atau5geng5saya5 1735 135 405 Saya5banyak5menghabiskan5waktu5saya5bersama5dengan5 teman5kelompok5atau5geng51655 135 145 355 Saya5siap5bertanggung5jawab5terhadap5kesalahan5kelompok5atau5geng5 1615 145 605 5 Tabel 16. Butir-butir Item yang Masuk Kategori Rendah No Butir Rumusan Pernyataan Skor Peringkat 15

25 Saya5membela5teman5kelompok5ketika5mereka5 12

  15 berbuat5salah525 255 Saya5ikut5membolos5apabila5teman5kelompok5 1105 25 saya5juga5membolos5 5 5 Dari5 hasil5 penelitian5 di5 atas,5 peneliti5 menyimpulkan5 bahwa5 tingkat5 konformitas5 siswa5 kelas5 XI5 SMK5 Marsudi5 Luhur5 25 masuk5 ke5 dalam5 kategori5sedang.5 5 B. Pembahasan Hasil PenelitianHasil5 penelitian5 tingkat5 konformitas5 siswa5 kelas5 XI5 SMK5 Marsudi5 Luhur525Yogyakarta5menunjukkan:5 1.

5 C. Implikasi Hasil Penelitian Terhadap Usulan Topik-topik Bimbingan

  Perilaku konformitas yang negatif pada siswa dapat diatasi dengan memberikan bimbingan pribadi-sosial yang mencakup usulan topik-topik yang didasarkan pada butir-butir item konformitas yang terindikasi tinggi (intens) dan sedang (cukup intens). Peneliti lainPeneliti lain yang berminat melakukan penelitian yang berhubungan dengan konformitas, dapat mengembangkan kuesioner peneliti inimenjadi lebih baik, misalnya dengan menambahkan kajian teoritis, menambah jumlah item, mengkombinasikan penelitian ini denganbeberapa variabel (korelasi) untuk mendapatkan hasil yang lebih detail, 75responden yang diteliti sehingga dapat meningkatkan validitas maupun reliabilitas penelitian yang akan datang.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Efektifitas penerapan metode ekperimen dengan kerja kelompok pokok bahasa bunyi pada siswa kelas II A Cawu 2 SLTP Negeri 2 Jember tahun ajaran 2001/2002
0
6
76
Efektifitas penggunaan media audio visual (VCD) dan media charta terhadap hasil belajar biologi konsep sirkulasi pada hewan dan manusia siswa kelas II semester II di SMU Negeri 2 Jember tahun ajaran 2003/2004
0
20
114
Identifikasi kesalahan konsep fisika tentang suhu dan kalor (Studi deskriptif pada siswa kelas I5 cawu III SMU Negeri Rambipuji Jember tahun ajaran 2000/2001
0
6
55
Identifikasi miskonsepsi materi biologi kelas II semester 1 pada siswa SMP negeri di kecamatan Kencong tahun ajaran 2003/2004
2
6
94
pengaruh model pembelajaran webbed terhadap keterampilan menulis karangan pada siswa kelas IV SDIT Al-Mubarak Jakarta pusat tahun ajaran 2014/2015
1
21
258
Pengaruh pembelajaran Kimia terintegrasi nilai terhadap hasil belajar siswa (sebuah studi pada siswa SMK Grafika Yayasan Lektur Jakarta)
1
11
104
Campur kode dan gejala bahasa pada cerpen siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri 19 Jakarta tahun pelajaran 2012/2013
1
19
121
Pengaruh Hypermedia terhadap hasil belajar fisika siswa kelas XI pada Konsep Hukum Gravitasi Newton
1
3
214
Hubungan antara komunikasi orang tua dan siswa dengan prestasi belajar siswa : studi penelitian pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Pamulang
0
3
94
Hubungan ketaatan menjalankan ajaran agama Islam dengan perilaku seksual pra nikah di kalangan remaja : studi kasus siswa kelas 2 MAN Parung Panjang Bogor
0
19
110
Tingkat pemahaman siswa SMK panglima besar Soedirman 2 terhadap akad perbankan syariah
0
4
105
Persepsi siswa tentang kondisi kelas dan hubungannya dengan minat belajar siswa : studi kasus di MTsN 8 Jakarta
8
85
61
Pengaruh media audio-visual (video) terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada konsep elastisitas
2
20
8
Pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan abstraksi siswa di kelas VII SMPN 01 Kalidawir Tulungagung tahun ajaran 20172018
0
0
6
Efektivitas manajemen pendidikan karakter dalam upaya meningkatkan prestasi akademik siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015
0
0
9
Show more