Keefektifan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dalam pembelajaran matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel terhadap hasil belajar dan keaktifan siswa di kelas X

Gratis

0
9
215
2 years ago
Preview
Full text

KE EEFEKTIF FAN PENG GGUNAAN N MODEL P PEMBELA AJARAN KOOPERA ATIF TIPE E GROUP I

  Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh penggunaan metode Group Investigation terhadap keaktifan siswa di kelas XSMK Sanjaya Pakem dalam pembelajaran matematika pada materi SistemPersamaan Linear Dua Variabel (SPLDV); (2) pengaruh penggunaan metode Group Investigation terhadap hasil belajar siswa di kelas X SMK Sanjaya Pakem dalam pembelajaran matematika pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Alat ukur untuk keaktifan siswa adalah lembar pengamatan keaktifan siswa yang terdiri dari 16 kriteria, yaitu 9 kriteria keaktifan siswa dalam diskusi kelompokdan 7 kriteria keaktifan siswa dalam diskusi kelas.

TAHU UN AJARA AN 2012/201

  Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh penggunaan metode Group Investigation terhadap keaktifan siswa di kelas XSMK Sanjaya Pakem dalam pembelajaran matematika pada materi SistemPersamaan Linear Dua Variabel (SPLDV); (2) pengaruh penggunaan metode Group Investigation terhadap hasil belajar siswa di kelas X SMK Sanjaya Pakem dalam pembelajaran matematika pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Alat ukur untuk keaktifan siswa adalah lembar pengamatan keaktifan siswa yang terdiri dari 16 kriteria, yaitu 9 kriteria keaktifan siswa dalam diskusi kelompokdan 7 kriteria keaktifan siswa dalam diskusi kelas.

KATA PENGANTAR

  Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kasih dan rahma-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul KeefektifanPenggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation dalamPembelajaran Matematika pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel terhadap Hasil Belajar dan Keaktifan Siswa di Kelas X SMK Sanjaya PakemTahun Ajaran 2012/2013. Vivan Nanda Prasetya dan Lionel Aurelio Prasetya yang memberikan semangat, doa untuk menyelesaikan skripsi ini dan menghibur saya di saatsedang jenuh dengan skripsi saya.

13. Semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu di sini yang telah memberikan doa, bantuan dan semangat agar skripsi ini cepat selesai

  57 3.8 Jumlah Siswa yang Aktif dan Frekuensi pada Setiap Pertemuan.........58 3.9 Kriteria Keaktifan Siswa...................................................................... 64 4.3 Keaktifan Siswa pada Pertemuan Pertama...........................................68 4.4 Jumlah Siswa yang Aktif pada Pertemuan Pertama dan FrekuensiKeaktifannya........................................................................................

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Untuk kepentingan masa depan Indonesia pada bidang

  Dari beberapa faktortersebut, hal yang sangat mempengaruhi mutu pembelajaran adalah metode mengajar guru yang tepat agar siswa dapat terlibat dalam proses Di kelas X, guru menerangkan materi menggunakan metode ceramah, dimana sumber belajar semuanya berasal dari guru dan gurucenderung untuk lebih sabar dalam menyampaikan materi agar siswa dapat memahami materi dan mau mencoba mengerjakan latihan soal. Akan tetapi, agar siswa dapat memahami suatu materi dalam jangka waktu yang panjang, diharapkan siswa ikut terlibat dalam prosespembelajaran dan siswa menginvestigasi sendiri materi tersebut Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti ingin menggunakan Dengan dasar tersebut, kemudian peneliti ingin melakukan penelitian di kelas X SMK SANJAYA PAKEM dengan menggunakanmetode GI (Group Investigation).

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. Bagaimana pengaruh penggunaan metode Group Investigation terhadap

  Bagaimana pengaruh penggunaan metode Group Investigation terhadap hasil belajar siswa di kelas X SMK SANJAYA PAKEM dalampembelajaran matematika pada materi Sistem Persamaan Linear DuaVariabel (SPLDV)? Untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode Group Investigation terhadap hasil belajar siswa di kelas X SMK SANJAYA PAKEMdalam pembelajaran matematika pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV).

D. Manfaat Penelitian

  Bagi SiswaDengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation , diharapkan dapat mendorong siswa untuk dapat berpartisipasi atau terlibat dalam pembelajaran sehingga dapat memahami materi dengan baik dan mendapatkan nilai yangmemuaskan. Bagi PenelitiPeneliti dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan peneliti dalam melibatkan siswa pada proses pembelajaran matematika sehinggadapat memberikan hasil belajar yang baik dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation.

E. Batasan Istilah

  KeefektifanKeefektifan adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target(kuantitas, kualitas, dan waktu) telah tercapai serta adanya pencapaian hasil yang sesuai dengan tujuan seperti yang telah ditetapkan 2. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation adalah suatu metode dari model pembelajaran kooperatif yang dilakukan di dalamkelas secara berkelompok, pembelajaran yang berawal dari mengidentifikasi topik dan mengatur murid dalam kelompok,merencanakan tugas yang akan dipelajari, melaksanakan investigasi, menyiapkan laporan akhir, mempresentasikan laporan akhir danberakhir pada evaluasi.

BAB 2 LANDASAN TEORI A. Pembelajaran Matematika 1. Pengertian Pembelajaran Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, pembelajaran

  Pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisiserangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswayang bersifat internal. Dalam proses pembelajaran matematika khususnya, bila guru melibatkan siswa secara mental, fisik, dan sosialuntuk membuktikan sendiri tentang kebenaran dari teori-teori dan hukum-hukum matematika yang telah dipelajarinya maka peserta didikatau siswa akan mampu memahami dengan baik pelajaran yang Pembelajaran tidak akan efektif apabila tidak ada suatu dorongan dan suatu tujuan yang ingin dicapai.

2. Pengertian Matematika

  Bila seorang guru memahami dengan baik matematika yang akan digunakan sebagai wahana, maka seorang guru matematika akanmampu menggunakan matematika untuk membawa peserta didik atau siswanya agar dapat mencapai tujuan yang ditetapkan. Matematika sebagai wahana pendidikan, tidak hanya dapat digunakan untuk mencapai satu tujuan, misalnya saja seperti Matematika cukup dikenal dengan mata pelajaran yang sulit, keabstrakan objek-objek matematika perlu diupayakan agar dapatdiwujudkan secara lebih konkret agar lebih mudah dipahami oleh peserta didik atau siswa.

B. Model Pembelajaran Kooperatif

  3)Para anggota dari beberapa tim yang berbeda memiliki tanggungjawab untuk mempelajari suatu bagian akademik yangsama dan selanjutnya berkumpul untuk saling membantu mengkaji 4)Selanjutnya para siswa yang berada dalam kelompok pakar kembali ke kelompok semula (home teams) untuk mengajaranggota lain mengenai materi yang telah dipelajari dalam kelompok pakar. Berbagaistruktur tersebut dikembangkan oleh Kagan dengan maksud menjadi alternatif dari berbagai struktur kelas yang lebih tradisional, sepertimetode resitasi, yang ditandai dengan pengajuan pertanyaan oleh guru kepada seluruh siswa dalam kelas dan para siswa memberikan jawabansetelah lebih dahulu mengangkat tangan dan ditunjuk oleh guru.

1) Mencari Pasangan

  Salah satu keuntungandari teknik ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yangmenyenangkan. Teknik belajar mengajar bertukar pasangan memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja sama dengan orang lain.

3) Berkirim Salam dan Soal

  Teknik belajar mengajar berkirim salam dan soal memberikan siswa kesempatan untuk melatih pengetahuan dan ketrampilanmereka. Siswa membuat pertanyaan sendiri sehingga akan merasa lebih terdorong untuk belajar dan menjawab pertanyaan yangdibuat oleh teman-teman sekelasnya.

C. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe GI (Group Investigation)

  Oleh karena itu, metode GI sering dipandang sebagai metode yang paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajarankooperatif dibandingkan dengan metode-metode yang lainnya, seperti Metode STAD, dan Metode Jigsaw. Diskusi Perencanaan dimulai dengan setiap siswa menuliskan usulannya, dan dilanjutkan dalamkelompok yang semakin besar, mulai dari kelompok yang beranggotakan dua orangsampai beranggotakan empat bahkan delapan siswa.

D. Hasil Belajar dan Keaktifan Siswa Dalam Pembelajaran 1

  Hasil yang diperoleh siswa dari pekerjaan menilai ini ada dua kemungkinan, yaitu:1) MemuaskanJika siswa memperoleh hasil yang memuaskan dan hal itu menyenangkan, tentu kepuasan itu ingin diperolehnya lagi padakesempatan lain waktu. Keadaannya sebaliknya dapat terjadi, yakni siswa sudah merasa puas dengan 2)Tidak memuaskan Jika siswa tidak puas dengan hasil yang diperoleh, ia akan berusaha agar lain kali keadaan itu tidak terulang lagi.

2. Keaktifan Siswa

  Hal inikarena dapat memberikan peluang yang mendorong siswa untuk melakukan eksperimen, upaya mengikutsertakan siswa atau memberitugas kepada siswa untuk memperoleh informasi dari sumber luar kelas atau sekolah serta upaya melibatkan siswa dalam merangkum ataumenyimpulkan pesan pembelajaran . Penilaian yang akan peneliti gunakan dalam penelitian ini antara lain:1) Keaktifan siswa dalam diskusi kelompok, meliputi kriteria sebagai berikut:a) Meneliti beberapa sumber yang dibutuhkan dalam menginvestigasi suatu permasalahan.

E. Sistem Persamaan Linear Dua Variabel/Peubah (SPLDV) 1

  Sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) adalah suatu sistem persamaan linear yang masing-masing merupakan kalimat terbuka danbernilai benar. Dengan demikian, SPLDV dalam variabel x dan ydapat ditulis sebagai atau         Jika maka SPLDV itu dikatakan homogen, sedangkan jika atau maka SPLDV itu dikatakan tak homogen.

2. Menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel

  Jika nilai dan , dalam pasangan terurut ditulis (, ), memenuhi SPLDVmaka haruslah berlaku hubungan dan . Penyelesaian atau himpunan penyelesaian suatu SPLDV dengan dua peubah dapat ditentukan dengan beberapa cara, diantaranya adalahdengan menggunakan: i) Metode grafik, ii)Metode substitusi, iii) Metode eliminasi, dan iv)Metode campuran.

i) Metode Grafik

  Untuk memahami cara menentukan himpunan penyelesaian SPLDV dengan metode grafik, perhatikanlah SPLDV berikut.x + y = 1 x – y = 3 Gambar 2.2 Penyelesaian SPLDV dengan Metode Grafik Dari gambar tersebut, tampak bahwa kedua garis itu berpotongan di titik P. Dari titik P dibuat garis tegak lurus sumbu-x sehinggamemotong di x = 2 dan dari titik P yang sama dibuat garis tegak lurus sumbu-y sehingga memotongnya di y = -1.

ii) Metode Substitusi

  Persamaan y = 2 – xdisubstitusikan (digantikan) ke persamaan 3x + 2y = 8, diperoleh: 3x + 2(2 – x) = 83x + 4 – 2x = 8 x + 4 = 8x = 4 Nilai x = 4 disubstitusikan ke persamaan y = 2 – x, diperoleh: y = 2 – 4y = -2 Jadi, himpunan penyelesaian SPLDV tersebut adalah {(4, -2)}. Berdasarkan pembahasan di atas, penyelesaian SPLDV dengan metode substitusi dapat ditentukan dengan memakai langkah-langkah sebagai berikut: Langkah 1: Pilihlah salah satu persamaan (jika ada pilih yang sederhana), kemudian nyatakan x sebagai fungsi y atau y sebagai fungsi x.

iii) Metode Eliminasi

  Untuk memahami cara penyelesaian SPLDV dengan menggunakan metode eliminasi (penghapusan), perhatikan kembali SPLDVberikut: x + 2y = 2 3x + 2y = 8Nilai x dicari dengan mengeliminasi peubah y : x + y = 2 x 2 2x + 2y = 43x + 2y = 8 x 1 3x + 2y = 8 Nilai y dicari dengan mengeliminasi peubah x: x + y = 2 x 3 3x + 3y = 63x + 2y = 8 x 1 3x + 2y = 8 y = -2Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {(4, -2)}. Keaktifan siswaakan muncul disini, karena pada saat diskusi kelompok siswa dituntut Penilaian hasil belajar siswa akan diperoleh melalui tes kemampuan akhir, dimana tes ini nanti akan dinilai dan nilai tersebutdigunakan untuk menentukan siswa tersebut telah berhasil atau belum berhasil memenuhi KKM.

BAB 3 METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah

B. Objek dan Subjek Penelitian

  Pendekatandeskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis wawancara siswa dan guru, sedangkan pendekatan kuantitatif digunakan untuk keperluanskoring, analisis hasil uji coba tes kemampuan awal dan uji coba tes kemampuan akhir, perhitungan hasil belajar siswa yang ditentukan melaluihasil penilaian tes kemampuan akhir, serta menganalisis data keaktifan siswa. Bentuk Data Bentuk data dalam penelitian ini berupa skor yang diperoleh dari nilai tes kemampuan awal dan nilai tes kemampuan akhir siswa sertakeaktifan siswa dalam proses pembelajaran.

E. Metode Pengumpulan Data 1

  Wawancara dilakukandengan guru dan beberapa siswa tentang keefektifan pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipeGI (Group Investigation). Guru dan beberapa siswa juga akan diminta pendapatnya mengenai kekurangan dan kelebihan pembelajaran denganmenggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GI (Group Investigation ).

4. Dokumentasi

Peneliti akan menggunakan kamera untuk mengambil foto dokumentasi dalam proses pembelajaran untuk melengkapi data keaktifan siswa dikelas.

F. Instrumen Penelitian

  Instrumenuntuk mengumpulkan data meliputi: lembar pengamatan untuk mengamati keaktifan siswa dalam kegiatan belajar mengajar denganmenggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GI (Group Investigation ), dan tes yang diadakan sebanyak dua kali yaitu pada Investigation ) pada proses pembelajaran matematika. Tabel 3.2 Kisi-kisi Lembar Pengamatan dalam Diskusi Kelompok Aspek yang dinilai Kode Siswa mengajukan ide atau gagasan atau pendapat kepada teman sekelompoknya dalam diskusi kelompok mengenai Cpermasalahan yang mereka investigasi.

1) Lembar wawancara untuk guru

  Pertanyaan wawancara guru sebagai berikut:a) Bagaimana keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GI(Group Investigation)? Investigation d)Apa kesulitan yang dihadapi dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GI Investigation )?

2) Lembar wawancara untuk siswa

  Jumlah FrekJml Tabel 3.8 Jumlah Siswa yang Aktif dan Frekuensi pada Setiap Pertemuan Siswa yang AktifKode Jenis Aktivitas Frekuensi Jumlah %Total Frekuensi Hasil observasi keaktifan siswa dikriteriakan pada tabel berikut: Tabel 3.9 Kriteria Keaktifan Siswa Skala Kriteria Kriteria Sangat Rendah (SR)≤ 20 21 – 40 Rendah (R) 41 – 60 Cukup (C) 61 – 80 Tinggi (T)81 – 100 Sangat Tinggi (ST) 2. Kemudian dari data tersebutakan ditarik kesimpulan untuk mencari seberapa tinggi tingkat ketuntasan siswa yang mengacu pada Kriteria Ketuntasan Minimal(KKM) yaitu sebagai berikut: Siswa dinyatakan telah tuntas belajar bila telah mencapai skor ≥ 70 atau 70 % Suatu kelas dinyatakan tuntas belajar, jika di kelas tersebut terdapat ≥ 85 % siswa telah mencapai nilai ≥ 70Dari acuan KKM di atas maka akan diperoleh hasil prosentase ketuntasan hasil belajar siswa.

3. Analisis Data Wawancara

  Wawancara akan direkam dan kemudian hasilnya akan dianalisis dengan metode kualitatif deskriptif. Kemudian akan dibuat kesimpulankekurangan dan kelebihan proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI).

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Pelaksanaan penelitian yang dilakukan peneliti akan diuraikan

dalam tiga bagian, yaitu sebelum penelitian, selama pelaksanaan penelitian, dan setelah penelitian dengan menggunakan modelpembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI).

1. Sebelum Penelitian

  Dari observasi yang dilakukan, peneliti mencoba memberikan tanggapan atau komentar terhadap hasil observasi tersebut, yaitu:a) Siswa merespon dan menjawab pertanyaan guru selalu secara bersamaan, hal ini mungkin dikarenakan siswa kurang berani danmerasa takut salah untuk menjawab sendiri pertanyaan tersebut dengan mengacungkan tangan terlebih dahulu. Untuk metode substitusi, banyak siswa yang lupa dengan cara tersebut sehingga untuk penyelesaian soal SPLDV denganmenggunakan metode substitusi banyak siswa yang tidak mengerjakan soal tersebut.

2. Selama Pelaksanaan Penelitian

  Berikut ini akan diuraikan proses pelaksanaan pada pertemuan pertama, yaitu:1) Guru dan peneliti masuk ke ruang kelas dan memberikan salam kepada siswa, serta mempersiapkan peralatan dan berusahamenciptakan suasana belajar yang kondusif.2) Guru memberikan penjelasan kepada siswa bahwa metode pembelajaran yang akan digunakan berbeda dengan yangsebelumnya, yaitu menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI). Berdasarkan tabel di atas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Tabel 4.4 Jumlah Siswa yang Aktif pada Pertemuan Pertama dan Frekuensi Keaktifannya Siswa yang Aktif Kode Jenis Keaktifan Frekuensi Jumlah % Siswa bertanya ketika dalam 10 H55,55 16 diskusi kelas.

3) Guru mempersilahkan kelompok pertama untuk presentasi

  Kriteria keaktifan siswa rendah pada aspek siswa menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh temannya dalam diskusi kelas,yaitu sebesar 35,30%, pada aspek siswa mendengarkan dengan seksama ketika ada teman yang bertanya dalam diskusi kelas,yaitu sebesar 35,30%, dan pada aspek siswa mengajukan ide atau gagasan atau pendapat ketika dalam diskusi kelas, yaitusebesar 23,53%. Kriteria keaktifan siswa sangat rendah pada aspek siswa menanggapi pendapat temannya dalam diskusikelas, yaitu sebesar 11,77%, dan pada aspek siswa bertanya Pada pertemuan ini, kriteria keaktifan siswa masih sangat tinggi dalam menghargai pendapat temannya, yaitu pada aspekmendengarkan dengan seksama ketika ada teman yang memberikan pendapat atau ide atau gagasan dalam diskusi kelas.

3) Guru mempersilahkan kelompok keempat untuk presentasi

  14 26Berdasarkan tabel di atas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Tabel 4.14 Jumlah Siswa yang Aktif pada Pertemuan Keenam dan Frekuensi Keaktifannya Kode Jenis Keaktifan Siswa yang Aktif Frekuensi Jumlah % HSiswa bertanya ketika dalam diskusi kelas. Kriteria keaktifan siswa cukup pada aspek siswa mengajukan ide atau gagasan atau pendapat ketika dalam diskusi kelas, yaitusebesar 58,82%, dan pada aspek siswa mendengarkan dengan seksama ketika ada teman yang bertanya dalam diskusi kelas,yaitu sebesar 47,10%.

3. Setelah Penelitian

  Berikut akan diuraikan wawancara terhadap beberapa siswa untuk memberikan tanggapan tentang model pembelajaran yang digunakan Tabel 4.16 Hasil Wawancara Peneliti dengan Siswa Bagaimana pendapatmu dengan a. Berikut akan diuraikan wawancara terhadap guru untuk memberikan tanggapan tentang model pembelajaran yangdigunakan selama proses pembelajaran: Tabel 4.17 Hasil Wawancara Peneliti dengan Guru Bagaimana keaktifan siswa dalamSecara keseluruhan sama, proses pembelajaran dengankarena belum terbiasa dengan menggunakan modelmetode pembelajaran pembelajaran kooperatif tipe GIberkelompok.(Group Investigation)?

B. Pembahasan 1

  Kriteria keaktifan siswa sangat tinggi terlihat padaaspek siswa mendengarkan dengan seksama ketika ada teman yang memberikan ide atau gagasan atau pendapat dalam diskusi kelas, padaaspek siswa mencatat hal-hal yang dianggap penting dalam diskusi kelas, dan pada aspek siswa mendengarkan dengan seksama ketika adateman yang bertanya dalam diskusi kelas. Sedangkan saat diskusi kelas, beberapa Dalam penelitian ini, penerapan metode Group Investigation dapat membuat siswa menjadi aktif dalam diskusi kelas selama prosespembelajaran, namun keaktifan yang dimaksud adalah aktif yang pasif karena hal itu terlihat dalam keaktifan siswa pada aspek mendengarkandan mencatat saja.

2. Hasil Belajar Siswa

  Hasil belajar siswa dianalisis untuk mengetahui seberapa tinggi nilai siswa selama proses pembelajaran yang telah berlangsung 4.20 di atas, rata-rata hasil belajar siswa adalah sebesar 55,65 sedangkan siswa yang mencapai KKM 70 adalah 35%. Tidak banyak siswa yang Suatu kelas dikatakan tuntas belajar apabila mencapai 80% siswa yang mencapai nilai KKM dengan skor 70, namun menurut datahasil belajar siswa yang telah diolah oleh peneliti, hanya 35% siswa saja yang tuntas belajar dengan rata-rata kelas nilai siswa secarakeseluruhan yaitu 55,65.

3. Wawancara

  Siswa saling menghormati dan menghargai anggota kelompok lain dengan mendengarkan dan memberikan pendapatnya dan salingmembantu siswa lain yang masih kesulitan memahami materi. Namun, ada beberapa siswa yang masih takut, malu, dan kurang percaya diri dengan kelompoknya untuk mengutarakanpendapatnya dan bertanya bila masih kurang jelas.

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Dari hasil penelitian di SMK Sanjaya Pakem diperoleh kesimpulan

  Kriteria keaktifan siswa pada setiap pertemuan dalam diskusi kelas adalah tergolong sangat tinggi pada aspek siswa mendengarkan denganseksama ketika ada teman yang memberikan ide atau gagasan atau pendapat dalam diskusi kelas, pada aspek siswa mencatat hal-hal yangdianggap penting dalam diskusi kelas, dan pada aspek siswa mendengarkan dengan seksama ketika ada teman yang bertanya dalamdiskusi kelas. Sedangkan pada beberapa aspek-aspek keaktifan siswa yang lain, hanya tergolong pada kriteria keaktifan siswa tinggi, cukup,dan juga rendah, yaitu pada aspek siswa bertanya ketika dalam diskusi kelas, aspek siswa mengajukan ide atau gagasan atau pendapat ketikadalam diskusi kelas, aspek siswa menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh temannya dalam diskusi kelas, serta pada aspek siswa menanggapipendapat temannya dalam diskusi kelas.

2. Hasil belajar matematika siswa pada materi Sistem Persamaan Linear

  Menurut hasil data yang diperoleh pada saat penelitian secara keseluruhan nilai rata-rata yang diperoleh siswa adalah di bawah KKMdan dikatakan tidak tuntas secara klasikal dengan nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 88, dan nilai terendah adalah 25. Selain kesimpulan mengenai keaktifan siswa dan hasil belajar siswa, peneliti masih memiliki kesimpulan lain yaitu tanggapan yangdiperoleh dari wawancara dengan beberapa siswa dan guru mengenai model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation.

B. Saran

  Guru hendaknya sedikit lebih tegas kepada siswa agar siswa dapat menghargai proses pembelajaran yang sedang berlangsung, dan siswatidak hanya sibuk sendiri-sendiri. Bagi para siswa yang ketika di bangku SMP belum terbiasa dengan belajar dalam kelompok, penggunaan metode Group Investigation inisangat tepat karena dapat melatih siswa untuk belajar dalam kelompok.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

  Materi Pembelajaran : Menyelesaikan sistem persamaan linear dengan empat metode (grafik, VI. Pendekatan dan Metode : Metode pembelajaaran kooperatif tipe GI (Group Investigation).  Guru memperkenalkan diri. Guru mengabsen siswa dan memeriksa kesiapan siswa untuk memulai pelajaran.

2. Kegiatan Inti (50 menit)

  Dalam diskusi singkat ini, diharapkan siswa dapat menghasilkan daftar-daftar usulan mereka mengenai subtopik yang akanmenjadi bahan investigasi. Melalui daftar-daftar usulan yang telah dihasilkan dari diskusi singkat ini, guru meminta siswa untuk melanjutkan usulan mereka dalam diskusi kelompok yang semakin besar. Mulai dari kelompok yang beranggotakan dua orang sampai Pada tiap tahap, anggota kelompok membandingkan daftar  Setelah guru melihat hasil dari diskusi kelompok tersebut selesai, guru meminta siswa untuk mengumpulkan daftar tersebut.

3. Kegiatan Penutup ( 20 menit)

  3x + y = 4 = 4 – 3= 1Jadi, HP = , 4.x + 2y = 1 2x + y = 10 x + 2y = 8Jawab: Dengan menggunakan metode substitusi.2x + y = 10 y = 10 – 2x 0, 64, 0 0, 5 1 3x + 2y = 12 x + y = 5Jawab: Dengan menggunakan metode grafik. 3x + 2y = 12 x 0 4 y 6 0 x + y = 5 x 0 5 y 5 0Jadi, HP = {2,3} 6 KUNCI JAWABAN SOAL KEMAMPUAN AKHIR 1. Siswa mengajukan ide atau gagasan atau pendapatkepada teman sekelompoknya dalam C 3.diskusi kelompok mengenai permasalahan 5.ide atau gagasan dalam diskusi kelompokmengenai permasalahan yang mereka investigasi.

5. Isilah “Kode Keaktifan Siswa” berdasarkan tabel berikut:

  Siswa mendengarkan dengan seksama ketika ada teman yang bertanya dalam diskusikelas. Siswa mendengarkan dengan seksama ketika ada teman yang memberikan pendapat atauide atau gagasan dalam diskusi kelas.

18. Jumlah

LAMPIRAN B.2 ANALISIS VALIDITAS DAN REALIBILITAS Skor dan Hasil Uji Tes Awal Skor Skor Nilai NoTotal 1 2 3 4 5 1 4 3 0 5 5 17 68 2 2 2 0 0 3 7 28 3 3 0 0 0 0 3 12 4 4 5 3 5 5 22 88 5 4 5 1 5 5 20 806 3 3 0 5 5 16 64 7 0 0 0 0 0 08 3 2 1 0 3 9 36 9 3 3 0 5 5 16 64 10 2 1 1 1 1 6 24 11 3 2 1 0 0 6 24 12 0 0 0 0 0 0 13 3 1 0 0 1 5 20 14 0 0 0 0 0 0 15 4 5 2 5 5 21 8416 0 0 0 0 0 0 17 4 3 0 5 5 17 6818 1 2 1 2 1 7 28 19 4 5 3 5 5 22 88 20 0 0 0 0 0 0Skor 47 42 13 43 49 194 Total a. Uji validitas Soal valid jika r hitung > r tabel n=20r tabel = 0,378 22 No. x y x y xy

1. Soal nomor 1

  1 4 17 16 289 68 2 2 7 4 49 143 3 3 9 9 9 4 4 22 16 484 885 4 20 16 400 80 6 3 16 9 256 487 0 0 0 0 0 8 3 9 9 81 279 3 16 9 256 48 10 2 6 4 36 12 11 3 6 9 36 18 12 0 0 0 0 013 3 5 9 25 15 14 0 0 0 0 015 4 21 16 441 84 16 0 0 0 0 017 4 17 16 289 68 18 1 7 1 49 719 4 22 16 484 88 20 0 0 0 0 0 Skor 47 194 159 3184 674 Total 3 3 3 3 3 3 3√ 3 3    , √ r hitung > 0,378; sehingga soal No. 1 dikatakan valid.

2. Soal nomor 2

  1 3 9 51 17 289 2 2 4 14 7 49 3 3 9 3 7 22 5 19 14 49 4 2 20 Skor Total 18 51 9 289 17 3 17 16 25 484110 42 194 154 3184 692No. x y x2 y2 xy 5 22 20 20 1 400 1 5 66 9 484 3 117 289 4 9 3 3 49 7 2 21 25 441 105 15 3 4 9 256 16 3 9 18 81 9 10 2 8 7 3.

20 Skor

  13 27 222 194 3184 Total 3 3 3 3 3 3, 3√3 √ 3 r hitung > 0,378; sehingga soal no. 3 dikatakan valid.

4. Soal nomor 4

1 5 25 85 17 289 2 7 49 3 3 9 4 5 22 25 484 110 5 5 20 25 400 100 6 5 80 16 25 256 7 8 9 81 9 5 25 80 16 256 10 1 1 6 6 36 11 6 36 12 13 5 25 17 5 25 85 17 289 18 2 4 14 7 49 19 5 25 110 22 484

20 Skor 43 5 775 194 3184 Total

  3 3 3 3 3 3 3, 3 √ √ r hitung > 0,378; sehingga soal no. 4 dikatakan valid.

5. Soal nomor 5

  1 5 17 25 289 85 2 3 7 9 49 213 0 3 0 9 0 4 5 22 25 484 1105 5 20 25 400 100 6 5 16 25 256 807 0 0 0 0 0 8 3 9 9 81 279 5 16 25 256 80 10 1 6 1 36 6 11 0 6 0 36 0 12 0 0 0 0 013 1 5 1 25 5 14 0 0 0 0 015 5 21 25 441 105 16 0 0 0 0 017 5 17 25 289 85 18 1 7 1 49 719 5 22 25 484 110 20 0 0 0 0 0 Skor 49 194 221 3184 821 Total 3 3 3 3, √ √ 3 r hitung > 0,378; sehingga soal no. 5 dikatakan valid.

b. Uji Reliabilitas

    = jumlah soal yang dipakai. ∑∑ , untuk varians tiap butir soal ∑∑ , untuk varians totalAdapun tolak ukur untuk menginterpretasikan derajat reliabilitas instrumen yang diperoleh sesuai dengan tabel berikut: Rentang Kriteria 0,800-1,00 Sangat tinggi0,600-0,800 Tinggi0,400-0,600 Cukup0.200-0,400 Rendah     , , 1.

ANALISIS HASIL TES KEMAMPUAN AWAL

  Linear 3 20 20 17 20 20 97 97√ — 17 Irasional 2 18 10 5 20 5 58 58 —√ LAMPIRAN B.4 5 Sekolah : SMK Sanjaya Pakem Banyak Soal : 5 Mata Pelajaran : Matematika Skor Total : 100 Materi : Sistem Persamaan Linear Dua VariabelBanyak Siswa : 17 Kelas/Semester : X AP/ 1KKM : 70 No. Soal 1 2 3 4 5 Jumlah Skor Ketercapaian (%) Tuntas Belajar Bobot Soal 20 20 20 20 20 100 Tuntas Tidak Tuntas 18 1.

ANALISIS HASIL TES KEMAMPUAN AKHIR

  Linear 3 20 20 20 15 5 80 80√ — 17 Irasional 2 0 10 5 10 3 28 28 —√ LAMPIRAN B.5 18 Sekolah : SMK Sanjaya Pakem Banyak Soal : 5 Mata Pelajaran : Matematika Skor Total : 100 Materi : Sistem Persamaan Linear Dua VariabelBanyak Siswa : 17 Kelas/Semester : X AP/ 1KKM : 70 No. Soal 1 2 3 4 5 Jumlah Skor Ketercapaian (%) Tuntas Belajar Bobot Soal 20 20 20 15 25 100 Tuntas Tidak Tuntas 65 65 —√ 1.

Dokumen baru

Download (215 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Keanekaragaman Makrofauna Tanah Daerah Pertanian Apel Semi Organik dan Pertanian Apel Non Organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai Bahan Ajar Biologi SMA
24
211
36
ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN DAN EFISIENSI ANTARA BERAS POLES MEDIUM DENGAN BERAS POLES SUPER DI UD. PUTRA TEMU REJEKI (Studi Kasus di Desa Belung Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang)
22
209
16
FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah Cinta di RCTI dan Sinetron Cinta Fitri di SCTV)
27
205
2
DEKONSTRUKSI HOST DALAM TALK SHOW DI TELEVISI (Analisis Semiotik Talk Show Empat Mata di Trans 7)
21
182
1
MANAJEMEN PEMROGRAMAN PADA STASIUN RADIO SWASTA (Studi Deskriptif Program Acara Garus di Radio VIS FM Banyuwangi)
29
199
2
FREKWENSI PESAN PEMELIHARAAN KESEHATAN DALAM IKLAN LAYANAN MASYARAKAT Analisis Isi pada Empat Versi ILM Televisi Tanggap Flu Burung Milik Komnas FBPI
10
146
3
SENSUALITAS DALAM FILM HOROR DI INDONESIA(Analisis Isi pada Film Tali Pocong Perawan karya Arie Azis)
33
231
2
MOTIF MAHASISWA BANYUMASAN MENYAKSIKAN TAYANGAN POJOK KAMPUNG DI JAWA POS TELEVISI (JTV)Studi Pada Anggota Paguyuban Mahasiswa Banyumasan di Malang
20
176
2
PERANAN ELIT INFORMAL DALAM PENGEMBANGAN HOME INDUSTRI TAPE (Studi di Desa Sumber Kalong Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso)
36
225
2
Analisis Sistem Pengendalian Mutu dan Perencanaan Penugasan Audit pada Kantor Akuntan Publik. (Suatu Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan)
136
604
18
DOMESTIFIKASI PEREMPUAN DALAM IKLAN Studi Semiotika pada Iklan "Mama Suka", "Mama Lemon", dan "BuKrim"
130
603
21
Representasi Nasionalisme Melalui Karya Fotografi (Analisis Semiotik pada Buku "Ketika Indonesia Dipertanyakan")
53
301
50
KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG (Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 )
64
457
20
PENERAPAN MEDIA LITERASI DI KALANGAN JURNALIS KAMPUS (Studi pada Jurnalis Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UKPM) Kavling 10, Koran Bestari, dan Unit Kegitan Pers Mahasiswa (UKPM) Civitas)
105
425
24
KEABSAHAN STATUS PERNIKAHAN SUAMI ATAU ISTRI YANG MURTAD (Studi Komparatif Ulama Klasik dan Kontemporer)
4
94
24
Show more