PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR MENULIS DENGAN MEDIA GAMBAR SERI SISWA KELAS III SD NEGERI MUSTOKOREJO SEMESTER II TAHUN AJARAN 20142015 SKRIPSI

Gratis

0
0
189
9 months ago
Preview
Full text
(1)PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR MENULIS DENGAN MEDIA GAMBAR SERI SISWA KELAS III SD NEGERI MUSTOKOREJO SEMESTER II TAHUN AJARAN 2014/2015 SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: A. Luluk Ofriani 091134022 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) ii

(3) iii

(4) HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN Serahkanlah segala kekuatiranmu pada Bapa dan Bapa akan memberikan lebih dari yang diberikan Bapamu yang di dunia (mat 7:11) Karena Dialah Bapamu di surga yang adalah sempurna (mat 5: 48) Dan Dia selalu turut bekerja dalam segala sesuatu yang engkau kerjakan untuk mendatangkan kebaikan (Rm 8:28) Skripsi ini kupersembahkan untuk: 1. TuhanYesusku Yang Maha Mulia 2. Kedua orang tuaku (Bapak Nurbertus Parjiman dan Ibu An. Suciati) 3. Kakak dan adik yang ku sayangi 4. Saudara-saudaraku 5. Sahabatku yang ku kasihi iv

(5) PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya buat ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 10 Mei 2014 Penulis, A. Luluk Ofriani v

(6) LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : A. Luluk Ofriani NIM : 091134022 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya berjudul: PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR MENULIS DENGAN MEDIA GAMBAR SERI SISWA KELAS III SD NEGERI MUSTOKOREJO SEMESTER II TAHUN AJARAN 2014/2015 Besertaperangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikan di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberi royalti selama tetap tercantum nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 10 Mei 2014 Yang menyatakan A. Luluk Ofriani vi

(7) ABSTRAK OFRIANI, LULUK, A. 2014 Peningkatan Minat Dan Prestasi Belajar Menulis Dengan Media Gambar Seri Siswa Kelas III SD Negeri Mustokorejo Semester 2 Tahun Ajaran 2014/2015. Yogyakarta: PGSD, FKIP, Universitas Sanata Dharma. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui bagaimana penggunaan media gambar seri dalam meningkatkan minat belajar siswa SD kelas III, dan 2) mengetahui bagaimana penggunaan media gambar seri dalam meningkatkan prestasi belajar siswa SD kelas III. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada model Kemmis Mc Taggart. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus dimana masingmasing siklus terdiri atas kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Mustokorejo.Penelitian ini dilakukan di kelas III SD Negeri Mustokorejo dengan melibatkan 33 siswa.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, test, dan dokmentasi.Dan data penelitian yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah minat dan prestasi belajar.Minat siswa pada kondisi awal, skor rata-rata minat siswa adalah 7. Pada siklus 1 total skor rata-rata minat siswa adalah 66,25 dan pada siklus II adalah 79.00. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan skor minat belajar siswa secara signifikan sebesar 19,25%. Sedangkan pada prestasi belajar, skor rata-rata nilai siswa adalah 7,5. Pada saat pra tindakan siswa yang mencapai KKM hanya 36,36% tetapi setelah menggunakan media seri pada siklus I mencapai 69,67% sedangkan pada siklus II mencapai 93,93% hal ini menunjukkan bahwa minat dan prestasi belajar menggunakan media gambar seri meningkat secara signifikan. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat ditarik kesimpulan penggunaan media gambar seri dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar.Berdasarkan penelitian, dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya pada materi karangan narasi disarankan untuk menggunakan media gambar seri. Kata kunci: Gambar Seri, Minat Belajar, dan Prestasi Belajar vii

(8) ABSTRACT OFRIANI,Lulu, A.2014. The increasing of interest and performance in writing through series picture media for the 3 rdgrade student Mustokorejo Semester 2Academic Year2014/2015.Yogyakarta :PGSD, FKIP, University of Sanata Dharma. This study aims to: 1) know how to use the media in a series of image enhancing student interest3 rdgrade, and 2) know how to use image media series in improving student achievement3 rd grade. This research was conducted in the Elementary School Mustokorejo. This research was conducted in the Elementary School class III Mustokorejo the number of 33 students, consisting of 19 female and 14 male students. The purpose of this study was (1) to find out how to use the media in a series of image enhancing student interest and achievement in narrative writing in the third grade students of SDN Mustokorejo academic year 2014/2015, (2) to determine whether the use of the media image series can increase interest and achievement students in writing narrative in the third grade students of SDN Mustokorejo academic year 2014/2015. The results obtained from this study were of interest and learning achievement. Student interest in the initial conditions, the average score is 7 student interests. At cycle 1 total mean score was 66.25 and the interests of students in the second cycle was 79.00. This indicates an increase in student interest scores significantly by 19.25 %. While on learning achievement, the average score of the students was 7.5. By the time students reach the pre-action KKM only 36.36 % but after using media series in the first cycle reached 69.67 %, while in the second cycle reached 93.93 %, this indicates that the interest and learning achievement using a series of media images increasessignificantly. Based on the above results, it can be deduced using the media image series can increase interest and achievement of learning. Based on research, the learning activities, especially in the matter Indonesian narrative essay suggested to use the media image series. . Keywords : interest, academic achievement, and the media image series viii

(9) KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya yang telah dikaruniakan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi (Penelitian Tindakan Kelas) ini.Karya tulis ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. Karya ini berjudul “Peningkatan Minat Dan Prestasi Belajar Menulis Dengan Media Gambar Seri Siswa Kelas III SD Negeri Mustokorejo Semester II Tahun Ajaran 2014/2015”. Penulis menyadari bahwa skripsi ini terwujud tidak hanya usaha dan kerja penulis sendiri, melainkan berkat dukungan, dorongan, bimbingan, bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada : 1. Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Gregorius Ari Nugrahanta, SJ, SS., BST, M.A., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar S1 Universitas Sanata Dharma. 3. Drs. Puji Purnomo, M.Si., selaku pembimbing I yang telah memberikan kritik, saran, masukan, dorongan, semangat, serta membantu, membimbing, dan mendampingi penulis dalam proses penyusunan skripsi. 4. Galih Kusumo, S.Pd., M.Pd., selaku dosen pembimbing II yang telah tekun dan setia membimbing penulis selama proses penyusunan skripsi. 5. Agustinus Marsudi S.Pd selaku Kepala Sekolah SD Negeri Mustokorejo yang telah memberikan kesempatan bagi penulis untuk melakukan penelitian. 6. Endang Sri Wahyuni selaku guru kelas III SD Negeri Mustokorejo yang telah membantu penulis dalam proses penelitian berlangsung. 7. Siswa-siswi kelas III SD Negeri Mustokorejo yang telah bersedia menjadi subjek dan membantu peneliti dalam proses pengumpulan data yang digunakan untuk menyelesaikan karya ilmiah ini. ix

(10) 8. Orang tua, kakak dan adikku yang selalu memberikan semangat, dorongan, doa dan bantuan kepada penulis. 9. Semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, yang telah memberikan bantuan dan dukungan kepada penulis. Penulis menyadari bahwa skripsi (Penelitian Tindakan Kelas) ini masih banyak kekurangan dalam karya tulis ini.Oleh karena itu, sumbang saran dari pembaca, penulis harapkan.Akhirnya, semoga karya tulis ini bermanfaat bagi para pembaca. Yogyakarta, 10 Mei 2014 Penulis A. Luluk Ofriani x

(11) DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL.............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................ iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN .................................................... iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................ v PERNYATAAN KEASLIAN PUBLIKASI .......................................................... vi ABSTRAK ............................................................................................................. vii ABSTRACT ........................................................................................................... viii KATA PENGANTAR ........................................................................................... ix DAFTAR ISI .......................................................................................................... xi DAFTAR TABEL .................................................................................................. xiv DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. xvi DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………….. xvii xi

(12) BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ..................................................................... 1 B. Rumusan Masalah............................................................................... 4 C. Tujuan Masalah .................................................................................. 5 D. Manfaat Penelitian .............................................................................. 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Hasil Penelitian Yang Relevan ........................................................... 7 B. Minat................................................................................................... 9 C. Prestasi Belajar ................................................................................... 16 D. Pengertian Menulis ............................................................................. 20 E. Media Gambar Seri............................................................................. 23 F. Kerangka Pikir .................................................................................... 27 G. Pertanyaan Penelitian ........................................................................ 30 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ................................................................................... 31 B. Setting Penelitian ................................................................................ 33 C. Rencana Tindakan .............................................................................. 34 D. Teknik Pengumpulan Data ................................................................ 39 E. Instrumen Penelitian ........................................................................... 41 F. Validitas Instrumen............................................................................. 50 G. Teknik Analisis Data ......................................................................... 52 xii

(13) H. Indikator Keberhasilan ....................................................................... 56 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Lokasi Penelitian ................................................................ 59 B. Deskripsi Pelaksanaan Dan Data Hasil Penelitian ............................. 61 C. Pembahasan ....................................................................................... 102 BAB V KESIMPULAN A. Kesimpulan .......................................................................................... 113 B. Saran..................................................................................................... 115 DAFTAR PUSTAKA. ........................................................................................... 116 LAMPIRAN ........................................................................................................... 119 xiii

(14) DAFTAR TABEL Tabel 1 Jadwal Penelitian.................................................................................... 34 Tabel 2 Kisi Lembaran Pengamatan/Observasi Kepada Guru ............................ 43 Tabel 3 Kisi Lembaran Pengamatan/Observasi Minat Belajar Siswa ................ 44 Tabel 4 Kisi Instrumen Penilaian Narasi ............................................................ 48 Tabel 5 Rumus Konverensi Jumlah Data Rerata Skor Menjadi Nilai DenganLima Kategori .......................................................................... 53 Tabel 6 Perhitungan Skor Pengkategorian Hasil Pengamatan Keterlaksanaan Tindakan............................................................................................... 54 Tabel 7 Perhitungan Skor Pengkategorian Hasil Pengamatan Minat Belajar… 54 Tabel 8 Kriteria Keberhasilan Minat Belajar………………………………….. 58 Tabel 9 Kriteria Keberhasilan Prestasi Belajar………………………………… 58 Tabel 10 Nilai Menulis Karangan Siswa Sebelum Dilakukan Tindakan ........... 64 Tabel 11 Hasil Pengamatan Minat Belajar Siswa Pada Pra Tindakan……… .. 65 Tabel 12 Langkah Pelaksanaan Tindakan Siklus 1 Pada Tiap Pertemuan.......... 70 Tabel 13 Hasil Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran Dengan Menggunakan Gambar Media Seri Pada TindakanSiklus1 ................ 76 Tabel 14 Hasil Pengamatan Minat Belajar Siswa Pada Tindakan Siklus1 ......... 79 Tabel 15 Pedoman Konversi Jumlah Rerata Skor Minat Belajar Siswa ............. 81 xiv

(15) Tabel 16 Data Prestasi Belajar Siswa Dalam Menulis Karangan Narasi Pada Siklus 1 ................................................................................................. 83 Tabel 17 Langkah Pelaksanaan Tindakan Siklus II Pada Tiap Pertemuan ......... 91 Tabel 18 Hasil Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran Dengan Menggunakan Media Gambar Seri Pada Tindakan Siklus II ............... 94 Tabel 19 Hasil Pengamatan Minat Belajar Siswa Pada Tindakan Siklus II ...... 97 Tabel 20 Data Prestasi Belajar Siswa Dalam Menulis Karangan Narasi Pada Siklus II ................................................................................................ 101 Tabel 21 Hasil Pengamatan Keterlaksanaan Pembelajaran Tiap Siklus Dan Peningkatannya .................................................................................... 105 Tabel 22 Hasil Pengamatan Minat Belajar Siswa Tiap Siklus Dan Peningkatannya .................................................................................... 108 Tabel 23 Hasil Analisis Prestasi Belajar Siswa Pada Tiap Siklus ..................... 112 xv

(16) DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Skema Model Kemmis ....................................................................... 32 Gambar 2Gambar Seri Siklus I ........................................................................... 46 Gambar 3 Gambar seri siklus II .......................................................................... 47 Gambar 4 Rerata Skor Keterlaksanaan Pembelajaran Tiap Aspek Pada Siklus I 78 Gambar 5 Rerata Skor Minat Belajar Siswa Tiap Aspek Pada Siklus I.............. 82 Gambar 6 Rerata Skor Keterlaksanaan Pembelajaran Tiap Aspek Pada Siklus II....................................................................................................... 96 Gambar 7 Rerata Skor Minat Belajar Siswa Tiap Aspek Pada Siklus II ............ 99 Gambar 8 Peningkatan Skor Keterlaksanaan Pembelajaran Tiap Aspek ............ 107 Gambar 9 Peningkatan Skor Minat Belajar Siswa Tiap Aspek .......................... 111 Gambar 10 Presentasi Siswa Kelulusan Siswa Pada Saat Pra Tindakan, Siklus I Dan Siklus II.................................................................................. 114 xvi

(17) LAMPIRAN Lampiran 1 Silabus ............................................................................................ 120 Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) .................................... 125 Lampiran 3 Lembar Kerja Siswa (LKS) ............................................................ 130 Lampiran 4 Lembar Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran Oleh Guru ........ 152 Lampiran 5 Lembar Observasi/pengamatan minat siswa……………………... 154 Lampiran 6 Data Hasil Penelitian hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran siklus I ................................................................................................................ 156 Lampiran 7 Data hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran siklus II…….. . 157 Lampiran 8 Data hasil observasi minat belajar siswa siklus I………………… 158 Lampiran 9 Data hasil observasi minat belajar siswa siklus II……………….. 160 Lampiran 10 Data prestasi belajar siswa dalam menulis karangan pada pra tindakan, siklus I dan siklus II ........................................................................... 162 Lampiran 11 Hasil karangan siswa…………………………………………… 163 Lampiran 12Foto ................................................................................................ 167 Lampiran 13Surat Ijin Penelitian ....................................................................... 170 Lampiran 14 Surat Keterangan………………………………………………… 171 Lampiran 15 Daftar Riwayat Hidup…………………………………………… 172 xvii

(18) BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keberhasilan dalam proses pembelajaran merupakan hal yang didambakan dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah. Dalam era globalisasi saat ini, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi harus didukung oleh Sumber Daya Manusia yang berkualitas tinggi. Sebagai salah satu ilmu dasar, Bahasa Indonesia telah berkembang pesat baik materi maupun kegunaannya. Sampai saat ini, Bahasa Indonesia dipandang sebagai mata pelajaran yang tidak penting dan tidak menyenangkan. Sesuai dengan kenyataan yang terjadi pada saat ini, belajar Bahasa Indonesia sering diremehkan oleh sebagian besar siswa. Hal ini dikarenakan adanya persepsi yang negatif terhadap mata pelajaran Bahasa Indonesia (Sadiman, 2011: 29). Persepsi negatif tentang mata pelajaran Bahasa Indonesia tersebut dapat menimbulkan minat dan motivasi siswa dalam mempelajari materi yang tersaji menjadi berkurang. Siswa menjadi tidak tertarik dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia karena dianggap sepele, membosankan, dan tidak menarik. Hal ini, terbukti dengan sedikitnya siswa dalam mengemukakan ide yang akan ditulis sehingga hasil tulisan seadanya. Rendahnya minat siswa dalam 1

(19) 2 mempelajari mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat mengakibatkan rendahnya kemampuan siswa dalam menulis karangan. Kemampuan penguasaan materi dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia yang masih rendah juga terjadi di SDN Mustokorejo. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan menulis karangan narasi kelas III SDN Mustokorejo masih rendah. Siswa kelas III SD Mustokorejo selalu mengeluh apabila berhadapan dengan tugas menulis. Penulis mengamati jika ada tugas menulis mereka hanya menulis judul atau sebuah kalimat saja. Siswa kelas III SD Mustokorejo merasa kesulitan dalam menuangkan ide atau gagasan sehingga hal ini sangat berpengaruh pada penggunaan ejaan mereka yang masih sering salah meliputi huruf besar, tanda baca. Oleh sebab itu nilai mereka masih di bawah kriteria ketuntasan maksimal (KKM). Nilai KKM yang ditentukan adalah 70. Berdasarkan data yang diperoleh dari 33 siswa kelas III, ada 5 anak yang mendapat nilai di atas rata-rata 76,45 dengan persentase 1,6%, 9 anak mencapai KKM yaitu 70 dengan persentase 2,9%, dan 19 anak dibawah KKM 65 dengan persentase 6,27%. Selain masih banyaknya siswa yang memperoleh nilai dibawah KKM, permasalahan lain terkait dengan pembelajaran Bahasa Indonesia adalah bahwa motivasi dan minat belajar siswa relative rendah, hal ini terlihat pada saat siswa menerima materi pelajaran, siswa cenderung ramai sendiri, mengobrol dengan teman, bahkan terdapat juga siswa yang tidak antusias dalam pelajaran mengarang. Seringkali siswa bermalas-malasan untuk menyusun karangan sehingga pada akhirnya karangan yang dihasilkan pun kurang maksimal.

(20) 3 Penyebab rendahnya minat siswa terhadap pelajaran mengarang di kelas III SD Mustokorejo adalah dalam penggunaan media pembelajaran kurang maksimal, guru monoton pada saat pembelajaran, kurangnya interaksi antara guru kepada siswa, guru dalam menyampaikan materi tidak berkaitan dengan pengalaman sehari-hari sehingga siswa mudah lupa dan tidak dapat mengaplikasikannya. Sebelum dilaksanakan penelitian, telah dilakukan observasi terkait dengan minat belajar siswa yang dilihat dari empat aspek yaitu Ekspresi perasaan senang, Pehatian dalam belajar, Kemampuan untuk mengendalikan diri, dan Keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi awal terhadap proses pembelajaran, diperoleh bahwa nilai minat belajar siswa masih berada pada kategori rendah dengan rata-rata skor hasil observasi peneliti dengan teman sejawat sebesar 2,7 dilihat dari jumlah rata-rata skor diperoleh nilai sebesar 52,25 yang termasuk dalam kategori rendah. Media pembelajaran sangat penting dalam mendukung efektivitas dan efisiensi pembelajaran. Hamalik (1980: 22), mengemukakan bahwa pemakaian media pendidikan dalam proses belajar-mengajar dapat membangkitkan keinginan atau minat yang baru, membangkitkan motifasi dan rangsangan kegiatan belajar, bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pendidikan janganlah sekedar dianggap sebagai upaya membantu guru yang bersifat pasif, artinya penggunaanya semata-mata ditentukan oleh guru. Melainkan merupakan upaya membantu anak-anak untuk belajar.

(21) 4 Sebagai solusi atas permasalahan pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya pada materi menulis karangan, maka dalam penelitian ini akan digunakan media gambar seri dengan harapan dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa. Media gambar seri dinilai efektif dalam membantu proses pembelajaran karena gambar seri dapat digunakan dalam banyak hal dan berbagai disiplin ilmu. Menurut Subana (1998:322) gambar seri memiliki beberapa manfaat yaitu menimbulkan daya tarik pada diri siswa, mempermudah pemahaman siswa, dan menyingkat suatu uraian. Oleh karena itu penggunaan gambar seri dapat membantu siswa untuk memusatkan perhatian pada mata pelajaran yang sedang diberikan. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana penggunaan media gambar seri dalam upaya meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa dalam menulis narasi pada siswa kelas III SDN Mustokorejo tahun ajaran 2014/2015? 2. Apakah penggunaan media gambar seri dapat meningkatkan minat dan prestasi siswa dalam menulis narasi pada siswa kelas III SDN Mustokorejo tahun ajaran 2014/2015?

(22) 5 C. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui bagaimana penggunaan media gambar seri dalam upaya meningkatkan minat dan prestasi siswa dalam menulis narasi pada siswa kelas III SDN Mustokorejo tahun ajaran 2014/2015. 2. Untuk mengetahui apakah penggunaan media gambar seri dapat meningkatkan minat dan prestasi siswa dalam menulis narasi pada siswa kelas III SDN Mustokorejo tahun ajaran 2014/2015. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoretis : a. Penelitian ini bermanfaat untuk mendapatkan informasi guna menambah pengetahuan dalam bidang pendidikan sekolah dasar mengenai peningkatan minat dan prestasi belajar menulis dengan media gambar seri pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. b. Penelitan ini bermanfaat untuk memperluas pengetahuan kita tentang minat dan prestasi belajar menulis pada pelajaran Bahasa Indonesia. c. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan rujukan bagi para peneliti lain untuk mengembangkan penelitian lanjutan yang lebih luas variabelnya dan mendalam telaahnya. 2. Manfaat Praktis: a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh kepala sekolah tempat penelitian ini dilakukan guna sebagai pedoman dalam memberikan

(23) 6 bimbingan kepada guru Bahasa Indonesia dalam meningkatkan kemampuan menulis karangan Bahasa Indonesia. b. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para guru Bahasa Indonesia kelas III dalam meningkatkan kemampuan menulis karangan Bahasa Indonesia.

(24) BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Hasil Penelitian yang Relevan Beberapa hasil penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Penelitian yang dilakukan oleh Atik Susanti Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar Universitas Negeri Malang program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dengan judul “Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Melalui Media Pembelajaran Gambar Seri pada Siswa Kelas IV SDN Sumberejo I Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan”. Hasil Penelitian ini dapat dilihat dengan meningkatnya aspek-aspek ketrampilan menulis karangan dari siklus I ke siklus II, dengan nilai: keruntutan tulisan dari 59,7 menjadi 62,5, kesesuaian isi karangan dengan tema dari 62,4 menjadi 65,1, penggunaan ejaan dari 61,4 menjadi 64,3, penulisan judul karangan dari 68,7 menjadi 69,6. Disamping itu, penggunaan media pembelajaran gambar seri juga dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran dari siklus I ke siklus II. Aktivitas siswa meningkat dari 2,5 menjadi 2,9, kesungguhan dalam menulis karangan meningkat dari 2,3 menjadi 2,7, keberanian siswa meningkat dari 2,3 menjadi 2,9. Disarankan bahwa dalam pembelajaran menulis karangan untuk siswa kelas IV, hendaknya menggunakan media yang memudahkan siswa dalam menuangkan ide dalam menulis karangan, seperti gambar seri, yaitu media pembelajaran yang 7

(25) 8 digunakan dalam penelitian ini. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran gambar seri pada materi menulis karangan dikelas IV SDN Sumberejo I Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran dan hasil belajar menulis karangan. 2.Penelitian yang dilakukan oleh Syaiful AmirJurusan Kependidikan Sekolah Dasar Universitas Negeri Malang dengan judul “Penggunaan Media Gambar Seri untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan pada Siswa Kelas IV SDN Sempalwadak Bululawang”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar siswa. Pada kegiatan pra tindakan rata-rata hasil belajar siswa 62,4. Pada siklus I meningkat menjadi 68 dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 77,8. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Penggunaan media gambar seri dapat meningkatkan aktivitas dan semangat belajar siswa. Dampak setelah penerapan media gambar seri pada pembelajaran menulis karangan adalah peningkatan hasil belajar siswa yaitu pada kegiatan pra tindakan rata-rata hasil belajar siswa 62,4. Pada siklus I meningkat menjadi 68 dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 77,8. Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa hasil belajar mengalami peningkatan, maka disarankan: (1) Bagi Sekolah, hendaknya sekolah-sekolah menerapkan media gambar seri untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan; (2) Bagi Guru, hendaknya penggunaan media gambar seri ini dapat lebih dikembangkan secara optimal; (3) Bagi siswa, hendaknya penggunaan media gambar seri dalam pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan siswa dan dapat dijadikan media untuk belajar

(26) 9 dalam bentuk visual. Dari penelitian yang sudah dilakukan oleh beberapa ahli dapat disimpulkan bahwa penggunaan media seri dapat meningkatkan aktivitas dan semangat belajar siswa. Yang membedakan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah batasan penelitian ini lebih luas karena ingin mengungkap dua variable yaitu minat dan prestasi belajar siswa. B. Minat 1. Pengertian Minat Menurut Slameto (2003 : 57) minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati siswa, diperhatikan terus-menerus yang disertai rasa senang dan diperoleh rasa kepuasan. Lebih lanjut dijelaskan minat adalah suatu rasa suka dan ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Menurut Donald dalam Sardiman, (2004 : 73), Minat adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Maksud dari pernyataan tersebut adalah motivasi minat akan menyebabkan terjadinya perubahan energi yang ada dalam diri individu, sehingga akan berkaitan dengan persoalan gejala kejiwaan atau psikologi seseorang, perasaan dan juga emosi, untuk kemudian bertindak atau melakukan sesuatu.

(27) 10 Hamalik, (2001: 158) berpendapat bahwa minat adalah perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Tanpa adanya tujuan, orang tidak akan berminat untuk berbuat sesuatu. Seorang siswa melakukan kegiatan belajar selalu mempunyai tujuan mengapa ia melakukan kegiatan belajar tersebut. Oleh karena itu, minat merupakan faktor penting dalam kegiatan belajar. (Depdikbud, 1990: 58) Minat merupakan sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Minat besar sekali pengaruhnya terhadap kegiatan seseorang sebab dengan minat ia akan melakukan sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya tanpa mina t seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu. Menurut Crow dan Crow (1958: 196 ) bahwa minat belajar berhubungan dengan daya gerak yang mendorong kita untuk cenderung atau merasa tertarik pada orang, benda, kegiatan, ataupun bisa berupa pengalaman yang efektif yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri. Dari kelima pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa minat merupakan energi dalam diri seseorang yang menetap dan berhubungan dengan daya gerak yang mendorong kita untuk tertarik pada benda, kegiatan demi mencapai suatu tujuan.

(28) 11 2. Faktor Pendorong Minat Menurut Lester D. Crow dan Alice Crow (1958: 250) ada beberapa faktor yang mempengaruhi tumbuh berkembang suatu minat, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Untuk lebih jelasnya penulis paparkan sebagai berikut a. Faktor Internal Faktor yang berasal dari dalam diri siswa itu sendiri. Contoh: siswa kesulitan dalam belajar PAI (membaca tulisan Arab; maka ia akan belajar sendiri berulang-ulang, sehingga kesulitan itu dapat teratasi). b. Faktor Eksternal 1) Keluarga Keluarga memegang peranan penting sebab keluarga adalah sekolah pertama dan terpenting. Dalam keluargalah seseorang dapat membina kebiasaan, cara berfikir, sikap dan cita-cita yang mendasari kepribadiannya. 2) Teman Pergaulan Lingkungan pergaulan ini mampu menumbuhkan minat seseorang sebagaimana lingkungan keluarga. Bahkan terkadang teman bermain mempunyai pengaruh yang lebih besar dalam menanam benih minat atau cita-cita. 3) Pemberian Metode dalam Proses Belajar Pemberian metode dalam proses belajar termasuk aspek penting yang menentukan keberhasilan belajar. Metode mengajar ialah cara yang

(29) 12 digunakan oleh guru untuk menyampaikan pelajaran kepada pelajar. Karena penyampaian itu berlangsung dalam interaksi edukatif, metode mengajar dapat diartikan sebagai cara yang dipergunakan oleh guru dalam mengadakan hubungan dengan pelajar pada saat berlangsungnya pengajaran. Dengan demikian, metode mengajar merupakan alat untuk menciptakan proses belajar mengajar. Dalam hal ini metode yang digunakan untuk meningkatkan minat belajar siswa adalah metode index card match. 3. Aspek yang Mempengaruhi Minat Hurlock ( 1990, 422 ) mengemukakan bahwa minat belajar memiliki dua aspek yaitu: a. Aspek Kognitif. Aspek ini didasarkan pada konsep yang dikembangkan seseorang mengenai bidang yang berkaitan dengan minat belajar. Konsep yang membangun aspek kognitif didasarkan atas pengalaman dan apa yang dipelajari dari lingkungan. b. Aspek Afektif Aspek afektif ini adalah konsep yang membangun konsep kognitif dan dinyatakan dalam sikap terhadap kegiatan atau objek yang menimbulkan minat belajar. Aspek ini mempunyai peranan yang besar dalam meminatkan tindakan seseorang . Berdasarkan uraian Hurlock tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa minat belajar terhadap mata pelajaran yang dimiliki seseorang bukan bawaan sejak

(30) 13 lahir, tetapi dipelajari melalui proses penilaian kognitif dan penilaian afektif seseorang yang dinyatakan dalam sikap. Dengan kata lain, jika proses penilaian kognitif dan afektif seseorang terhadap objek minat belajar adalah positif maka akan menghasilkan sikap yang positif dan dapat menimbulkan minat belajar. 4. Ciri-Ciri Minat Menurut Slameto (2003:58) ciri-ciri minat adalah: a. Perhatian Perhatian sangatlah penting dalam mengikuti kegiatan dengan baik, dan hal ini akan berpengaruh pula terhadap minat siswa dalam belajar. Menurut Wasti Sumanto perhatian adalah pemusatan tenaga atau kekuatan jiwa tertentu kepada suatu obyek, atau pendayagunaan kesadaran untuk menyertai suatu aktivitas (1984:32). Aktivitas yang disertai dengan perhatian intensif akan lebih sukses dan prestasinya pun akan lebih tinggi. Maka dari itu sebagai seorang guru harus selalu berusaha untuk menarik perhatian anak didiknya sehingga mereka mempunyai minat terhadap pelajaran yang diajarkannya. Orang yang menaruh minat pada suatu aktivitas akan memberikan perhatian yang besar. Ia tidak segan mengorbankan waktu dan tenaga demi aktivitas tersebut. Oleh karena itu seorang siswa yang mempunyai perhatian terhadap suatu pelajaran, ia pasti akan berusaha keras untuk memperoleh nilai yang bagus yaitu dengan belajar.

(31) 14 b. Perasaan Unsur yang tak kalah pentingnya adalah perasaan dari anak didik terhadap pelajaran yang diajarkan oleh gurunya.Perasaan didefinisikan sebagai gejala psikis yang bersifat subjektif yang umumnya berhubungan dengan gejala-gejala mengenal dan dialami dalam kualitas senang atau tidak dalam berbagai taraf (Suryabrata, 1989: 66). Tiap aktivitas dan pengalaman yang dilakukan akan selalu diliputi oleh suatu perasaan, baik perasaan senang maupun perasaan tidak senang. Perasaan merupakan aktivitas psikis yang didalamnya subjek menghayati nilai-nilai suatu objek (winkell, 1984: 30).Perasaan umumnya bersangkutan dengan fungsi mengenal artinya perasaan dapat timbul karena mengamati, menganggap, mengingat-ingat atau memikirkan sesuatu.Yang dimaksud dengan perasaan di sini adalah perasaan senang dan perasaan tertarik. Perasaan sebagai faktor psikis non intelektual, yang khusus berpengaruh terhadap semangat belajar. Jika seorang siswa mengadakan penilaian yang agak spontan melalui perasaannya tentang pengalaman belajar di sekolah, dan penilaian itu menghasilkan penilaian yang positif maka akan timbul perasaan senang di hatinya akan tetapi jika penilaiannya negatif maka timbul perasaan tidak senang. Perasaan senang akan menimbulkan minat, yang diperkuat dengan sikap yang positif. Sedangkan perasaan tidak senang akanmenghambat dalam mengajar, karena tidak adanya sikap yang positif sehingga tidak menunjang minat dalam belajar.

(32) 15 c. Motif Menurut Sumadi Suryabrata, motif adalah “keadaan dalam pribadi orang yang mendorong individu untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu guna mencari suatu tujuan (1989: 32). Seseorang melakukan aktivitas belajar karena ada yang mendorongnya.Dalam hal ini motivasi sebagai dasar penggeraknya yang mendorong seseorang untuk belajar. 5. Cara Mengukur Minat Menurut Sumadi Suryabrata (2008: 201) ada beberapa metode yang digunakan untuk mengukur minat yaitu: a. Observasi Pengukuran menggunakan observasi mempunyai suatu keuntungan karena dapat mengamati minat anak dalam kondisi yang wajar.Observasi ini dapat dilakukan setiap situasi, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.Pencatatan hasil dapat dilakukan selama observasi berlangsung. b. Kuesioner Kuesioner atau angket mempunyai banyak kebaikan sebagai instrumen pengumpulan data. Untuk itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan kuesioner yaitu: 1) Merumuskan tujuan yang akan dicapai 2) Mengidentifikasi variabel yang akan dijadikan sebagai kuesioner 3) Menjabarkan setiap variabel yang lebih spesifik dan tunggal

(33) 16 4) Menentukan jenis data yang akan dikumpulkan, sekaligus untuk menentukan teknik analisanya. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode observasi dalam mengukur minat. Hal ini dikarenakan penelitian observasi dapat memungkinkan perekaman gejala sosial pada waktu terjadinya, tidak tergantung pada kemauan objek yang diobservasi untuk melaporkan atau menceriterakan pengalamannya dibandingkan menggunakan metode kuesioner. C. Prestasi Belajar 1. Pengertian Prestasi Belajar Pengertianprestasi belajar menurut Wuryani (2002: 408) adalah hasil yang diperoleh siswa setelah melalui beberapa proses belajar untuk mengetahui sesuatu yang belum diketahuinya, dan hanya dengan belajar maka ia akan dapat mengetahui, mengerti, dan memahami sesuatu dengan baik. Menurut Djamarah (1994: 20) prestasi belajar adalah penilaian pendidikan tentang perkembangan dan kemajuan siswa yang berkenaan dengan penguasaan bahan pelajaran. Sedangkan menurut Oemar Hamalik (1983: 21) prestasi belajar sebagai bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah hasil atau penilaian pendidikan tentang perkembangan dan kemajuan

(34) 17 siswa yang berkenaan dengan penguasaan bahan pelajaran yang diperoleh siswa setelah melalui beberapa proses belajar. 2. Faktor Pendorong Prestasi Belajar Menurut Slameto (2003: 54-72) faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar banyak jenisnya, tetapi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu: a. Faktor Internal faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar, faktor intern terdiri dari: 1) Faktor jasmaniah (kesehatan dan cacat tubuh) 2) Faktor psikologis (inteligensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan dan kesiapan) 3) Faktor kelelahan b. Faktor Eksternal faktor dari luar individu. Faktor eksternal terdiri dari: 1) Faktor keluarga (cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, dan latar belakang kebudayaan ) 2) Faktor sekolah (metode mengajar guru, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar belajar diatas ukuran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah

(35) 18 3) Faktor masyarakat (kegiatan siswa dalam masyarakat, mediamassa, teman bergaul, dan bentuk kehidupan masyarakat). 3. Ciri-Ciri Prestasi Belajar Menurut Oemar Hamalik (2001:113) ciri-ciri prestasi belajar adalah: a. Daya serap terhadap bahan pengajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi, baik secara individual maupun kelompok. b.Perilaku yang diajarkan dalam tujuan pengajaran khusus telah dicapai oleh siswa dengan baik. c. Terjadi proses pemahaman materi yang secara sekuensial mengantarkan materi pada tahap berikutnya. 4. Cara Mengukur Prestasi Belajar Dalam dunia pendidikan seorang guru wajib mengetahui sejauh mana keberhasilan siswanya dalam mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru.Oleh karena itu, seorang guru perlu memberikan evaluasi terhadap siswanya. Ada pun alat evaluasi yang digunakan digolongkan menjadi dua macam (Ign. Masidjo, 1995: 38-65) yaitu: a. Tes yaitu suatu alat yang sistematis dan obyektif untuk memperoleh data yang diinginkan tentang seseorang dengan cara yang boleh dikatakan tepat dan cepat. Contohnya adalah pilihan ganda, analisis kasus. b. Bukan tes : observasi, angket, wawancara. Ditinjau dari segi kegunaan untuk mengukur prestasi belajar siswa, maka dibedakan atas adanya 3 macam (Suharsini Arikunto, 1991: 283-285) yaitu:

(36) 19 a. Tes Diagnostik Tes yang digunakan untuk mengetahui kelemahan – kelemahan siswa sehingga berdasarkan kelemahan – kelemahan tersebut dapat dilakukan pemberian perlakuan yang tepat.Fungsi tes diagnostik adalah : 1) Menetapkan ada tidaknya pengetahuan – pengetahuan dan keterampilan – keterampilan yang disebut prerequisite. 2) Menetapkan tingkat penguasaan siswa terhadap bahan-bahan pelajaran yang diberikan sebelumnya. 3) Mengelompokan siswa atau dasar bermacam-macam metode pengajar 4) Menetapkan faktor-faktor penyebab kegagalan yang berulang-ulang dari siswa dalam belajarnya. b. Tes Formatif Evaluasi formatif dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana telah terbentuk setelah mengikuti sesuatu program tertentu.Dalam kedudukannya seperti ini tes formatif dapat juga dipandang sebagai tes diagnostik pada akhir pelajaran.Tujuan utama tes formatif adalah untuk memperbaiki proses belajar, bukan untuk menentukan tingkat kemampuan anak.Evaluasi formatif diberikan pada akhir setiap program.Tes ini merupakan post-tes atau tes ahkir.Fungsi dari tes ini adalah sebagai berikut: 1) Sebagai umpan balik bagi siswa dan guru tentang kemajuan belajar yang berhasil dicapai dalam suatu unit pelajaran.

(37) 20 2) Menetapkan dimana letak titik-titik kelemahan dari suatu unit pelajaran sehingga dengan demikian dapat disusun dan diberi alternatif-alternatif pengajaran perbaikan. c. Tes Sumatif Evaluasi sumatif atau tes sumatif dilaksanakan setelah akhirnya pemberian sekelompok program atau sebuah program yang lebih besar.Dalam pengalaman di sekolah tes formatif dapat disamakan dengan ulangan harian, sedangkan tes sumatif ini dapat disamakan dengan ulangan umum yang biasanya dilaksanakan pada tiap akhir catur wulan atau akhir semester akhir.Fungsi tes sumatif ini adalah memiliki fungsi untuk pemberian tanda lulus atau nilai untuk siswa pada akhir suatu unit pengajaran, semester atau suatu tahap dalam pendidikan di sekolah. D. Pengertian Menulis Slamet St.Y(2008:72) mengemukakan kemampuan menulis yaitu kemampuan berbahasa yang bersifat produktif artinya kemampuan menulis ini merupakan kemampuan yang menghasilkan dalam hal ini menghasilkan tulisan. Menurut Tarigan (1986:15) menulis dapat diartikan sebagai kegiatan menuangkan ide, atau pikiran dan perasaan dengan menggunakan bahasa tulis sebagai media penyampai.Sedangkan menurut BurhanNurgiantoro (1988:273) menyatakan bahwa menulis adalah aktivitas aktif produktif, yaitu aktivitas menghasilkan bahasa.

(38) 21 Dapat disimpulkan kemampuan menulis adalah kemampuan berbahasa, menuangkan ide, pikiran dan perasaan yang bersifat produktif dengan menggunakan bahasa tulis sebagai media penyampai yang menghasilkan tulisan. 1. Pengertian Narasi Menurut (Keraf, 1987:135) narasi adalah bentuk wacana yang berusaha mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa sehingga tampak seolah-olah pembaca melihat atau mengalami sendiri peristiwa itu.Sedangkan menurut Parera (1984:3) narasi adalah suatu bentuk pengalaman karangan dan tulisan yang bersifat menerangkan sesuatu berdasarkan perkembangannya dari waktu ke waktu. Widyamartaya (1993:10) narasi merupakan karangan yang bertujuan untuk menyampaikan gagasan dengan maksud menghadirkan di depan mata angan-angan pembaca serentetan peristiwa yang memuncak pada suatu kejadian utama. Berdasarkan uraian di atas narasi adalah suatu bentuk pengalaman karangan dan tulisan yang bersifat menerangkan sesuatu atau mengisahkan suatu peristiwa yang dialami sendiri berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu. 2. Ciri-Ciri Narasi Ciri-ciri narasi menurut Gorys Keraf ( 2000:136) adalah a. Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan b. Dirangkai dalam urutan waktu c. Berusaha menjawab apa yang terjadi

(39) 22 d. Ada konflik Sedangkan menurut Atar Semi (2003: 31) adalah a. Berupa cerita tentang peristiwa atau pengalaman penulis. b. Kejadian yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa imajinasi. c. Berdasarkan konfliks, karena tanpa konfliks biasanya narasi tidak menarik. d. Memiliki nilai estetika. e. Menekankan susunan secara kronologis 3. Jenis-Jenis Narasi Karangan narasi dibagi menjadi dua macam (Gorys Keraf, 2000:136) yaitu : a. Narasi nonfiksi adalah narasi atau cerita yang benar-benar terjadi, misalnya cerita kepahlawanan atau perjuangan, seperti cerita Pangeran Diponegoro, biografi atau autobiografi seseorang, dan riwayat perjalanan. b. Narasi sugestif adalah narasi atau cerita yang menonjolkan khayalan sehingga pembaca terkesan atau tertarik dan seakan-akan terhanyut, bahkan merasa mengalami cerita tersebut. 4. Tujuan Narasi Tujuan Narasi (Gorys Keraf, 2000:136) adalah : a. Hendak memberikan informasi atau wawasan dan memperluas pengetahuan b. Memberikan pengalaman estesis kepada pembaca

(40) 23 5. Langkah-Langkah dalam Menulis Narasi Langkah dalam menulis narasi Gorys Keraf ( 2000:136) adalah : a. Tentukan tema dan amanat yang akan disampaikan b. Tetapkan sasaran pembaca c. Rancang peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk skema alur d. Bagi peristiwa utama ke dalam bagian awal, perkembangan dan akhir cerita e. Rincian peristiwa utama ke dalam detail peristiwa sebagai pendukung cerita f. Susun tokoh dan perwatakan, latar,dan sudut pandang g. Mengerti aturan tanda bacanya dalam kalimat E. Media Gambar Seri 1. Media a. Pengertian Media Media (bentuk jamak dari kata medium), merupakan kata yang berasal dari bahasa latinmedius, yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar (Arsyad, 2002; Sadiman, dkk., 1990).Oleh karena itu, media dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.Media dapat berupa sesuatu bahan (software) dan alat (hardware). Menurut Arief S.Sadiman (2009: 7), media adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian.Sedangkan menurut Rudi Susilana (2007: 6), berpendapat bahwa media pembelajaran

(41) 24 adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa untuk belajar.Berdasarkan pendapat di atas mengenai media adalah sebagai perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian. b. Fungsi Media Pembelajaran Fungsi media pembelajaran menurut Sadiman, dkk (1990) adalah : 1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat visual 2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera, misal objek yang terlalu besar untuk dibawa ke kelas dapat diganti dengan gambar, slide, dsb. 3. Meningkatkan kegairahan belajar, memungkinkan siswa belajar sendiri berdasarkan minat dan kemampuannya, dan mengatasi sikap pasif siswa. 4. Memberikan rangsangan yang sama, dapat menyamakan pengalaman dan persepsi siswa terhadap isi pelajaran. Berbeda dengan Sadiman, Sudjana dan Rivai (1992) mengemukakan beberapa fungsi media dalam proses belajar siswa, yaitu: 1) Dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa karena pengajaran akan lebih menarik perhatian mereka.

(42) 25 2) Makna bahan pengajaran akan menjadi lebih jelas sehingga dapat dipahami siswa dan memungkinkan terjadinya penguasaan serta pencapaian tujuan pengajaran. 3) Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata didasarkan atas komunikasi verbal melalui kata-kata 4) Siswa lebih banyak melakukan aktivitas selama kegiatan belajar, tidak hanya mendengarkan tetapi juga mengamati, mendemonstrasikan, melakukan langsung, dan memerankan. Berdasarkan beberapa fungsi media pembelajaran yang dikemukakan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media dalam kegiatan belajar mengajar memiliki pengaruh yang besar terhadap alat-alat indera. Siswa yang belajar lewat mendengarkan saja akan berbeda tingkat pemahaman dan lamanya ingatan bertahan dibandingkan dengan siswa yang belajar lewat melihat, sekaligus mendengarkan dan melihat. E. Gambar Seri a. Pengertian Gambar Seri Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, gambar adalah tiruan barang (orang, binatang, tumbuhan, dan sebagainya). Gambar merupakan media visual dua dimensi di atas bidangnya yang tidak transparan. Menurut Oemar Hamalik (1990:81) gambar seri adalah gambar yang tidak diproyeksikan, terdapat dimana-mana, baik di lingkungan anak-anak

(43) 26 maupun orang dewasa, mudah diperoleh dan ditunjukkan kepada anakanak.Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa gambar media seri adalah suatu gambar yang berkaitan atau berhubungan antara gambar satu dengan yang lain dan mudah untuk menyampaikan pesan ke siswa. b. Manfaat Gambar Seri Menurut Subana (1998:322) ada beberapa manfaat gambar seri antara lain: 1) Menimbulkan daya tarik pada diri siswa 2) Mempermudah pengertian atau pemahaman siswa 3) Mempermudah pemahaman yang sifatnya abstrak 4) Memperjelas dan memperbesar bagian yang penting atau yang kecil sehingga dapat diamati. 5) Menyingkat suatu uraian. Informasi yang diperjelas dengan kata-kata mungkin membutuhkan uraian panjang. c. Kelebihan Gambar Seri Subana (1998:322) menjelaskan kelebihan gambar sebagai media pembalajaran antara lain: 1) Gambar mudah diperoleh pada buku, majalah, koran, album foto. 2) Dapat menerjemahkan ide-ide abstrak dalam bentuk yang lebih nyata. 3) Gambar mudah dipakai karena tidak membutuhkan peralatan. 4) Gambar relatif mudah. 5) Gambar dapat digunakan dalam banyak hal dan berbagai disiplin ilmu.

(44) 27 d. Kelemahan Gambar Seri Subana (1998:322) menjelaskan kelemahan gambar sebagai media pembelajaran antara lain: 1) Karena berdimensi dua, gambar sukar untuk melukiskan bentuk sebenarnya (yang berdimensi tiga). 2) Gambar tidak dapat memperlihatkan gerak seperti halnya gambar hidup. 3) Siswa tidak selalu dapat mempresentasikan isi gambar. 4) Kadang-kadang terlalu kecil untuk dipertunjukkan di kelas yang lebih besar. F. Kerangka Pikir Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan Berbahasa Indonesia yang harus dikuasai siswa SD. Keterampilan menulis adalah keterampilan menuangkan ide, gagasan, perasaan dalam bentuk bahasa tulis sehingga orang lain yang membaca dapat memahami isi tulisan tersebut dengan baik. Seseorang menulis pasti mempunyai tujuan.Tujuan menulis adalah agar pembaca mengetahui, mengerti dan memahami nilai – nilai dalam sebuah tulisan sehingga pembaca ikut berpikir, berpendapat atau melakukan sesuatu hal yang berhubungan dengan isi tulisan. Keterampilan menulis bukanlah keterampilan yang diwariskan orang tua, tetapi dapat diperoleh melalui praktek dan latihan yang intensif.Pembelajaran menulis mulai diajarkan di SD melalui mata pelajaran Bahasa Indonesia.Anak

(45) 28 kelas rendah diajarkan menulis permulaan, menulis kalimat sederhana dan paragraf. Sedangkan anak kelas tinggi mulai diajarkan menulis lanjut yang meliputi pengembangan paragraf, menulis surat dan laporan, pengembangan bermacam – macam karangan serta menulis puisi dan naskah drama. Karangan narasi adalah suatu bentuk karangan yang berusaha menceritakan rangkaian kejadian atau peristiwa secara kronologis.Karangan narasi ada dua macam.Pertama adalah karangan narasi yang bertujuan menggugah pikiran pembacanya untuk mengetahui sesuatu (narasi ekspositaris).Kedua adalah karangan narasi yang bertujuan menyiapkan perasaan pembacanya pada suatu perasaan tertentu untuk menyikapi peristiwa yang terjadi dihadapannya (narasi sugestif). Keterampilan menulis karangan narasi adalah keterampilan mengungkapkan ide, gagasan dan perasaan dalam bentuk karangan yang menceritakan rangkaian peristiwa atau kejadian secara kronologis.Keterampilan menulis karangan narasi menuntut penguasaan siswa terhadap beberapa unsur seperti organisasi gagasan, struktur bahasa, pemilihan kosakata dan penggunaan ejaan. Media gambar seri merupakan salah satu media gambar yang biasa disebut flow cart atau gambar susun. Media gambar seri terdiri dari beberapa gambar yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya sehingga merupakan satu kesatuan atau satu rangkaian cerita.Masing – masing gambar diberi nomor sesuai urutan jalan ceritanya.Media gambar seri sangat cocok digunakan untuk melatih keterampilan ekspresi tulis (mengarang) dan keterampilan ekspresi lisan (berbicara

(46) 29 dan bercerita).Media gambar seri bisa dipasang di papan tulis sehingga siswa satu kelas dapat melihat dengan langsung, bisa pula gambar disajikan dalam kertas gambar dan dibagikan sesuai jumlah siswa yang ada di kelas sehingga masing – masing siswa bisa melihat gambar seri dengan lebih jelas. Karakteristik anak usia SD adalah berada dalam tahap operasional konkret dimana dia dapat memahami suatu konsep apabila dibantu dengan media yang konkret serta pengalaman belajar yang menekankan pada kegiatan aktif yang melibatkan siswa. Anak usia SD juga memiliki sifat ketertarikan dan rasa ingin tahu yang besar. Melalui media gambar seri, perhatian siswa akan terpusat pada segala sesuatu yang ada dalam gambar yang sedang diamatinya. Penggunaan media gambar seri dalam pembelajaran menulis dapat membantu siswa menemukan ide atau gagasan, menemukan kosakata, menuangkannya dalam bentuk tulisan dan merangkai ceritanya menjadi karangan yang utuh. Selain itu, siswa akan lebih tertarik dan berminat dalam mengikuti pembelajaran. G. Pertanyaan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang telah disebutkan dalam bab 1, maka permasalahan tersebut dapat dirinci menjadi beberapa pertanyaan sebagai berikut: 1. Seperti apakah gambar seri yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran menulis karangan narasi? 2. Bagaimanakah proses pelaksanaan pembelajaran menulis karangan narasi dengan menggunakan media gambar seri?

(47) 30 3. Bagaimanakah minat belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media gambar seri? 4. Bagaimanakah prestasi belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media gambar seri?

(48) BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian, jenis penelitian dalam penelitian ini termasuk dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu jenis penelitian dengan cara melakukan pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersamaan. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswaSuharsimi Arikunto ( 2008: 3). Tujuan PTK menurut Zainal Aqib (2006:30) adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas praktik pembelajaran secara berkesinambungan sehingga meningkatkan mutu hasil instruksional, mengembangkan keterampilan guru, meningkatkan efisiensi pengelolaan instruksional serta menumbuhkan budaya meneliti pada komunitas guru. Penelitian ini mengacu pada model penelitian tindakan dari Kemmis dan Taggart yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang berikutnya Suharsimi Arikunto (2002:83). Setiap siklus meliputi planning (rencana), action (tindakan), observasi (pengamatan) dan reflection (refleksi). Langkah pada siklus berikutnya adalah perencanaan yang sudah direvisi, tindakan, pengamatan dan refleksi. Sebelum masuk pada siklus I dilakukan tindakan pendahuluan yang berupa identifikasi permasalahan.Siklus spiral dari tahap-tahap penelitian 31

(49) 32 tindakan kelas menurut model Kemmis dan Taggart dapat digambarkan sebagai berikut: Keterangan: Siklus I 1. Perencanaan 2. Tindakan 3. Pengamatan 4. Refleksi Siklus II 5. Perencanaan 6. Tindakan 7. Pengamatan 8. Refleksi Siklus III 9. Perencanaan 10. Tindakan 11. Pengamatan 12. Refleksi dst. Gambar 1. Skema Model Kemmis McTaggart (dalam Suharsimi Arikunto, 2002: 83) Penelitian tindakan kelas ini akan dilakukan secara kolaboratif yaitu jenis penelitian tindakan dengan cara berkolaborasi antara guru dan peneliti. Dalam penelitian kolaborasi ini pihak yang melakukan tindakan adalah guru itu sendiri, sedangkan yang diminta melakukan pengamatan terhadap berlangsungnya proses tindakan adalah peneliti. Proses tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini diupayakan agar masalah yang terjadi dapat teratasi, sekaligus untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa dalam menulis karangan narasi kelas yang bersangkutan.

(50) 33 B. Setting Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di SD Negeri Mustokorejo yang terletak di Jalan Sopalan, Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. 2. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SD Negeri Mstokorejo Tahun Ajaran 2014/2015 yang berjumlah 33 siswa, yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Penentuan subjek penelitian ini dilakukan dengan memilih salah satu kelas yang mempunyai kendala dalammembuat karangan Narasi.Penentuan subjek penelitian didasarkan pada pengamatan dan diskusi dengan guru. 3. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah peningkatan minat dan prestasi belajar siswa dalam menulis karangan narasi melalui penggunaan media gambar seri pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas III, SD Negeri Mustokorejo. 4. Waktu Penelitian Penelitian ini rencananya dilakukan pada minggu ke 2 bulan Februari sampai dengan bulan April 2014 dan diharapkan pada akhir bulan April 2014 penelitian ini tepat dilaksanakan pada semester II tahun ajaran 2014/2015 harapannyapenelitian ini dapat selesai seperti yang sudah dijadwalkan. Adapun jadwal rencana penelitian secara terperinci adalah sebagai berikut

(51) 34 Tabel 1. Jadwal Kegiatan No Kegiatan 1 Observasi pra penelitian Penyusunan proposal Permohonan ijin penelitian Pengumpulan data Siklus I Refleksi Pengumpulan Data Siklus II Refleksi Pengolahan Data Penyusunan Laporan 2 3 4 5 6 7 8 9 1 √ Februari 2 3 4 √ √ √ 1 Maret 2 3 4 1 April 2 3 √ √ 4 √ √ √ √ √ √ √ C. Rencana Tindakan Penelitian tindakan ini direncanakan dilakukan sebanyak 2 siklus. Sesuai dengan model penelitian tindakan yang mengacu pada model Kemmis Mc Taggart sebagaimana terlihat dalam gambar 1 di atas, maka setiap siklus penelitian ini terdiri atas kegiatan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.Tindakan dilakukan pada standar kompetensi mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk karangan sederhana melalui media gambar seri. Gambaran masing-masing kegiatan penelitian tindakan ini dapat diuraikan sebagai berikut: a. Perencanaan Perencanaan dilakukan dengan mempersiapkan dibutuhkandalam melaksanakan pembelajaran menulis, yaitu: hal-hal yang

(52) 35 1) Menyusun proposal penelitian yang berisi mengenai seluruh rancangan kegiatan penelitian. 2) Meminta izin kepada kepala sekolah SD Negeri Mustokorejo untuk melakukan penelitian di SD yang bersangkutan 3) Melakukan koordinasi dan diskusi kepada guru yang akan menjadi kolaborator dalam penelitian untuk menentukan standar kompetensi yang akan diajarkan, teknik penelitian yang sebaiknya dilakukan, waktu penelitian, dan kelas yang akan dijadikan sebagai subjek penelitian. 4) Mengkaji standar kompetensi, kompetensi dasar, dan materi yang akan dijadikan sebagai objek penelitian. 5) Menyusun silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), instrumen penelitian, instrumen penilaian, dan memilih gambar seri yang akan dijadikan sebagai media pembelajaran tiap sikluspenelitian. 6) Menyiapkan peralatan dan bahan yang digunakan dalam penelitian. 7) Menyiapkan instrument penelitian (lembar observasi, tes, pedoman wawancara) pelaksanaan pembelajaran untuk setiappertemuan yang digunakan untuk mengetahui proses pembelajaranmembaca permulaan melalui media kartu kata bergambar. 8) Mempersiapkan kamera untuk mendokumentasikan aktivitas anak padasaat proses pembelajaran berlangsung.

(53) 36 b. Pelaksanaan Tindakan Pada tahap ini yaitu implementasi atau penerapan isi rancangan di dalam pembelajaran. Hal yang perlu diingat adalah bahwa dalam tahap ini pelaksanaan guru harus ingat dan taat pada apa yang sudah dirumuskan dalam rancangan, tetapi harus pula berlaku wajar (Arikunto, 2010: 139). Permasalahan yang disoroti dalam penelitian ini adalah rendahnya minat siswa dalam menulis narasi dan rendahnyaketerampilan siswa dalam menulis karangan narasi. Pelaksanaan tindakan penelitian ini direncanakan dalam dua siklus. Siklus pertama dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan gambar seri. Siklus kedua pada dasarnya hampir sama dengan siklus pertama namun dilaksanakan untuk memperbaiki segala sesuatu yang belum baik. Langkah-langkah pelaksanaan tindakan pembelajaran menggunakan media gambar seri secara umum sebagai berikut: a. Guru menerangkan materi yang akan dipelajari b. Guru memperlihatkan gambar seri dan menempelkannya dipapan tulis c. Siswa dibagi kedalam beberapa kelompok dan guru membagikan gambar seri yang masih di acak d. Guru menugaskan masing-masing kelompok untuk mengurutkan gambartersebut dengan benar sesuai dengan urutan kejadian secara kronologis e. Setelah itu siswa diberikan pendapatmereka tentang gambar kesempatan untuk mendiskusikan

(54) 37 f. Siswa membuat laporan tertulis dan melaporkan hasil diskusinya dengan caramembacakan ke depan kelas g. Siswa yang lain menyimak dan memberikan pendapat terhadap hasil laporanyang telah dibacakan oleh temannya, begitu seterusnya pada kelompokberikutnya h. Guru mengkonfirmasi kesalahan yang ada dari hasil laporan-laporan tersebutdan memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan i. Dari urutan gambar yang telah disusun guru mulai menanamkan konsepmateri yang sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai j. Guru menugaskan siswa membuat sebuah karangan narasi sesuai dengan hasilurutan gambar seri tadi k. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang langkah-langkah menulis karangan narasi dan teknik penulisan yang benar. l. Siswa dibimbing untuk menentukan judul yang sesuai dengan gambar m. Siswa diminta menuliskan kerangka karangan terlebih dahulu baru kemudian mengembangkan menjadi karangan. n. Siswa mendapat bimbingan dari guru dan diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas. o. Setelah selesai, siswa diminta membacakan hasil karangannya di hadapan teman-temannya. p. Siswa bersama guru membahas tentang kesalahan-kesalahan tulisan

(55) 38 q. Kesimpulan dan evaluasi c. Pengamatan (Observasi) Pada tahap ini, guru sebagai peneliti melakukan pengamatan dan mencatat semua hal-hal yang diperlukan dan terjadi selama pelaksanaan tindakan berlangsung(Daryanto: 27). Observasi yang dilakukan dalam siklus ini adalah dengan observasi langsungyang dilakukan oleh peneliti.Observasi dilaksanakan selama prosespembelajaran berlangsung dengan panduan observasi yang telah dibuat. Padatahap ini dilakukan observasi terhadap semua proses tindakan, hasil tindakan, hambatan tindakan, dan menilai kinerja siswa selama proses pembelajaran. d. Refleksi Pada tahap ini peneliti mengumpulkan data dan menganalisis data yangdiperoleh selama observasi, yaitu data yang diperoleh dari lembar observasidan mengenai hasil pengamatan yang dilakukan baik kekurangan maupunketercapaian dalam pembelajaran.Refleksi bertujuan untuk mengetahuikekurangan-kekurangan maupun kelebihan-kelebihan yang terjadi selamapembelajaran yang akan dilakukan disetiap akhir pertemuan. Pelaksanaan refleksi berupa diskusi antara peneliti dan guru kolaborator dengan melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran yang telahdilakukan. Evaluasi yang dilakukan yaitu mengenai tindakan yang dilakukan,proses pembelajaran, permasalahan yang muncul selama prosespembelajaran, dan segala hal berkaitan dengan tindakan yang dilakukan. Darihasil evaluasi

(56) 39 tersebut akan dicari solusi pemecahan untuk memperbaikinya siklus berikutnya. D. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara. Bila dilihat dari segi cara atau teknik pengumpulan data, maka teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan interview (wawancara), kuesioner (angket), observasi (pengamatan), dan gabungan ketiganya (sugiyono,2011: 137). Teknik yang digunakan pada penelitian ini adalahteknik observasi, tes,kuesioner (angket), dan metode dokumentasi. 1. Observasi/Pengamatan Dalam mengunakan metode observasi cara yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan sebagai instrumen. Format yang disusun berisi item-item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan terjadi Suharsimi Arikunto (2010:272). Metode observasi dalam penelitian ini berisi catatan yang menggambarkan bagaimana akivitas siswa dalam pembelajaran menulis karangan narasi dengan menggunakan media pembelajaran gambar seri. 2. Tes Metode tes dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur kemampuan dasar dan pencapaian atau prestasi belajarterkait dengan kemampuan siswa dalam menulis karangan narasi. Tes diberikan kepada

(57) 40 siswa secara individu untuk mengetahui kemampuan kognitif siswa. Tes ini dilaksanakan pada pembelajaran siklus I dan siklus II. 3. Catatan Lapangan Catatan lapangan adalah catatan yang dibuat oleh peneliti atau mitra peneliti yang melakukan pengamatan atau observasi terhadap subjek atau objek penelitian tindakan kelas selama sehari atau periode tertentu (Trianto,2011:57). Catatan lapangan berisi catatan guru kelas III selama pembelajaran berlangsung dan hal-hal yang muncul dalam proses pembelajaran, catatan lapangan berguna untuk memperkuat data yang diperoleh dalam observasi dan sebagai masukan guru dalam melakukan refleksi. 4. Metode Dokumentasi Metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal–hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, terapi benda matiSuharsimi Arikunto (2010: 274). Dokumentasidigunakan untuk memperoleh berbagai arsip atau data berupa Kurikulum, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dibuat guru, hasil ulangan, nilai yang diberikan oleh guru, dan nama responden penelitian pada siswa kelas III SD Negeri Mustokorejo. Selain itu, saat proses pembelajaran berlangsung dilakukan dokumentasi yang berupa foto dan video.

(58) 41 E. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian menurut Suharsimi Arikunto (2006:151) adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah.Teknik pengumpulan data penelitian yang digunakan adalah observasi, kuesioner, dan dokumentasi dengan objek kajian penelitian berupa minat belajar siswa dan prestasi belajar siswa terkait dengan menulis narasi. Sesuai dengan teknik pengumpulan data tersebut, maka penelitian ini menggunakan beberapa instrumen penelitian yaitu: 1. Lembar Pengamatan/Obsevasi Menurut Mc Millan & Schumecher (2000: 41),Observasi tindakan dikelas berfungsi untuk mendokumentasikan pengaruh tindakan bersamaan dengan prosesnya. Observasi itu memberikan dasar bagi refleksi sekarang, ketika putaran atau siklus terkait berlangsung. Hal yang perlu diperhatikan dalam observasi yaitu (a) ada dokumen sebagai dasar refleksi berikutnya dan (b) fleksibel dan terbuka untuk mencatat hal-hal yang tak terduga. Observasi hendaknya dilakukan secara cermat karena tindakan peneliti dikelas selalu akan dibatasi oleh kendala realitas kelas yang dinamis, diwarnai dengan hal-hal tak terduga. Observasi juga bersifat responsif, terbuka pandangan dan pikirannya.

(59) 42 McMillan & Schumecher (2000: 41) lebih lanjut mengemukakan hal-hal yang diamati dalam PTK yaitu: (a)proses tindakannya, (b) pengaruh tindakan (yang disengaja dan tak sengaja), (c) keadaan dan kendala tindakan, (d) bagaimana keadaan dan kendala tersebut menghambat atau mempermudah tindakan yang telah direncanakan dan pengaruhnya dan (e) persoalan lain yang timbul. Bertitik tolak pada teori tersebut, maka dalam penelitian ini dilakukan obsevasi terhadap proses pelaksanaan tindakan terutama untuk menilai bagaimana keterlaksanaan model yang terlah direncanakan dan observasi terkait dengan pengaruh tindakan yaitu minat dan prestasi belajar siswa. Lembar pengamatan/observasi digunakan untuk mengumpulkan data terkait dengan proses pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan gambar seri dan minat siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Observasi proses pelaksanaan pembelajaran dilakukan terhadap guru model untuk mengetahui pelaksanaan setiap langkah dan prosedur tindakan yang telah direncanakan dan termasuk mengetahui berbagai kendala atau permasalahan selama proses pembelajaran terjadi. Hasil observasi pada siklus I, nantinya akan digunakan sebagai bahan pertimbangan penentuan dan perbaikan pelaksanaan pembelajaran pada siklus berikutnya. Instrumen lembar observasi menggunakan skala likert dengan 4 alternatif jawaban: sangat baik, baik, cukup, kurang. Agar diperoleh data kuantitatif, maka setiap alternatif jawaban diberi skor yakni sangat baik = 4, baik = 3, cukup = 2, kurang = 1. Instrumen ini dikembangkan dari teori belajar, media

(60) 43 pembelajaran gambar seri, dan minat belajar siswa. Kisi-kisi pengembangan instrumen tampak pada tabel berikut: Tabel 2. Kisi-Kisi Lembar Pengamatan/Observasi Kepada Guru No Aspek yang diamati 1 Kegiatan Awal 2 Kegiatan inti 3 Kegiatan Akhir Indikator a. Cara guru membuka pelajaran b. Guru menyampaikan apersepsi dan motivasi a. Guru menerangkan materi b. Guru mempersiapkan media yang akan digunakan c. Guru membagi kelompok d. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif terlibat dalam pembelajaran e. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi f. Konfirmasi terhadap argumentargument siswa g. Penanaman konsep h. Bimbingan dan pengawasan pada saat siswa mengerjakan tugas yang diberikan i. Evaluasi a. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi b. Cara guru menutup pelajaran Jumlah Butir 2 9 2 Lembar pengamatan sebagaimana terlihat dalam tabel di atas, digunakan peneliti untuk mengetahui bagaimanakah pelaksanaan tindakan oleh guru, hal ini juga untuk memastikan bahwa pelaksanaan tindakan oleh guru telah sesuai dengan prosedur yang tela direncanakan serta memastikan bahwa pembelajaran dilakukan secara sistematis tanpa ada komponen yang

(61) 44 terlewatkan. Instrumen observasi lainnya adalah lembar pengamatan minat belajar seperti yang terlihat pada tabel di bawah ini: Tabel 3. Kisi-Kisi Lembar Pengamatan/Observasi Minat Belajar Siswa No Aspek yang diamati 1 Ekspresi perasaan senang 2 3 4 Indikator a. Siswa mengikuti pelajaran dengan antusias b. Siswa tidak mengeluh ketika diberi tugas dari guru c. Siswa datang tepat waktu sebelum pelajaran dimulai d. Siswa duduk dengan tenang dan siap untuk belajar e. Siswa menyiapkan buku pelajaran sebelum pelajaran dimulai Perhatian dalam a. Siswa aktif bertanya didalam belajar kelas b. Siswa aktif menjawab pertanyaan c. Siswa menyimak penjelasan guru dengan seksama d. Siswa tidak melamun didalam kelas e. Siswa tidak mengobrol atau tidak menganggu teman lain ketika belajar Motivasi dan a. Siswa giat membaca buku inisiatif siswa pelajaran Bahasa Indonesia b. Siswa menanyakan kesulitan yang dialami kepada guru c. Siswa membuat catatan mengenai materi yang disampaikan oleh guru d. Siswa mengerjakan tugas dari guru e. Siswa membawa buku atau sumber lain dalam belajar Keterlibatan siswa a. Siswa aktif menyampaikan Jumlah Butir 5 5 5 5

(62) 45 dalam pembelajaran pendapat dalam diskusi b. Siswa mau membantu teman lain yang mengalami kesulitan c. Siswa bekerjasama dengan kelompok d. Siswa maju kedepan untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya e. Siswa mengajukan diri untuk menjawab pertanyaan spontan dari guru 2. Tes Tes dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur kemampun siswa dalam menulis narasi. Tes yang digunakan berupa tes menulis karangan narasi yang akan ditugaskan kepada siswa untuk membuatnya. Adapun instrumen tes menulis narasi adalah sebagai berikut: Petunjuk Menulis Karangan! 1. Tulislah nama lengkap, kelas, dan nomor absen di sudut kanan atas pada lembar kerjamu! 2. Pilihlah salah satu gambar seri yang akan dijadikan karangan! 3. Diskusikanlah urutan gambar yang benar dengan kelompok belajar kalian! 4. Buatlah sebuah karangan sesuai urutan gambar seri tersebut dengan menentukan judul dan kerangka karangan terlebih dahulu. 5. Kembangkan kerangka karangan tersebut kedalam sebuah karangan dengan masing-masing gambar 1 paragraf. 6. Presentasikanlah didepan kelas hasil pekerjaan kalian.

(63) 46 Gambar seri siklus I. Sumber: BSE Bahasa Indonesia Untuk SD Kelas III (Sri Maherni, 2009)

(64) 47 Gambar Seri Siklus II Sumber: BSE Bahasa Indonesia Untuk SD Kelas III (Sri Maherni, 2009)

(65) 48 Adapun rubrik penilaian hasil karangan siswa adalah sebagai berikut: Tabel 4. Kisi-Kisi Instrumen Penilaian Narasi No 1 2 Aspek Penilaian Isi atau gagasan Organisasi Isi Deskriptor Kriteria Penilaian Rentang Skor Karangan isinya padat informasi, subtantif, pengembangan tesis (pengungkapan maksud) tuntas, relevan dengan permasalahan dan tuntas Karangan memuat informasi cukup, subtansi cukup, pengembangan tesis (pengungkapan maksud) terbatas, relevan dengan permasalahan tetapi tidak lengkap Karangan memuat informasi terbatas, subtansi kurang, pengembangan tesis (pengungkapan maksud) tak cukup,permasalahan tak cukup. Karangan tidak berisi informasi yang cukup, tidak ada subtansi, tidak ada pangembangan tesis (pengungkapan maksud), tidak ada permasalahan Ekspresi lancar, gagasan diungkapkan dengan jelas, padat, tertata baik, urutan Sangat Baik 27-30 Baik 22-26 Cukup 17-21 Kurang 13-16 Sangat Baik 22-25 Skor Maksi mal 30 25

(66) 49 3 4 Tata Bahasa Kosakata logis, kohesif Ekspresi kurang lancar,kurang terorganisir tetapi ide utama terlihat, bahasa pendukung terbatas, urutan logis tetapi tidak lengkap Tidak lancar, gagasan kacau, terpotong – potong, urutan dan pengembangan tidak logis, tidak komunikatif Tidak komunikatif, tidak organisir, tidak layak nilai konstruksi kompleks tetapi efektif, hanya terjadi sedikit kesalahan penggunaan bentuk kebahasaan Konstruksi sederhana tetapi efektif, kesalahan kecil pada konstruksi kompleks, terjadi sejumlah kesalahan tetapi makna tidak kabu Terjadi kesalahan serius dalam konstruksi kalimat, makna membingungkan atau kabur Tidak menguasai aturan sintaksis, terdapat banyak kesalahan, tidak komunikatif, tidak layak nilai Pemanfaatan kata canggih, pilihan kata dan ungkapan tepat, meguasai pembentukan kata Baik 18-21 Cukup 14-17 Kurang 10-13 Sangat Baik 18-20 Baik 14-17 Cukup 10-13 Kurang 7-9 Sangat Baik 12-15 20 15

(67) 50 5 Ejaan dan Tatatulis Pemanfaatan kata agak canggih, pilihan kata dan ungkapan kadang – kadang kurang tepat tetapi tidak menganggu Pemanfaatan kata terbatas, sering terjadi kesalahan penggunaan kata dan merusak makna Pemanfaatan kata asalasalan, pengetahuan kosakata rendah, tidak layak nilai Menguasai aturan penulisan, hanya terdapat beberapa kesalahan ejaan Menguasai aturan penulisan, hanya terdapat kesalahan ejaan tetapi tidak menganggu makna Sering terjadi kesalahan ejaan, makna membingungkan atau kabur Tidak menguasai aturan penulisan, terdapat banyak kesalahan, tulisan tidak terbatas, tidak layak nilai Jumlah Skor Baik 9-11 Cukup 6-8 Kurang 2-5 Sangat Baik 9-10 Baik 7-8 Cukup 5-6 Kurang 3-4 10 100 F. Validitas Instrumen Sebelum digunakan untuk mengumpulkan data, instrumen penelitian yang dalam hal ini berupa lembar observasi, tes, dan angket/kuesioner, perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitasnya.Hal ini bertujuan untuk memperoleh data yang

(68) 51 lebih akurat. Menurut Sugiyono (2008: 109), sebuah instrumen dikatakan valid apabila dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur Suharsimi Arikunto ( 2010:86). Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi dan konstruk. Validitas isi yaitu mengukur tujuan khusus yang sejajar dengan materi data isi pelajaran yang diberikan. Validitas isi digunakan dengan tujuan utamanya untuk mengetahui sejauhmana peserta didik menguasai materi pelajaran yang telah disampaikan dan perubahan-perubahan psikologis apa yang timbul pada diri peserta didik tersebut setelah mengalami proses pembelajaran tertentu Zaenal Arifin(2009: 248). Sedangkan validitas konstruk adalah pernyataan hingga mana suatu tes betul-betul dapat mengobservasi dan mengukur fungsi psikologis yang merupakan deskripsi tingkah laku peserta didik yang akan diukur oleh suatu tes Zaenal Arifin(2009: 257). Untuk memperoleh instrumen dengan validitas isi dan konstruk yang baik, peneliti menggunakan pertimbangan (judgement) dari ahli. Langkah-langkah yang dilakukan dalam menyusun instrument penelitian adalah sebagai berikut: a. Analisis teori belajar, pembelajaran, minat belajar, prestasi belajar, dan penggunaan media pembelajaran gambar seri. b. Menyusun kisi-kisi instrumen untuk lembar observasi, LKS menulis karangan narasi, dan kueisoner. c. Menyusun instrumen yang diperlukan d. Mengkonsultasikan instrumen kepada dosen pembimbing

(69) 52 e. Mengkonsultasikan dan sekaligus memvalidasi instrumen kepada para ahli/pakar (dosen dan guru SD kelas III) f. Revisi instrumen jika diperlukan. g. Diperoleh instrumen penelitian yang valid berdasarkan judgement pakar yang siap digunakan untuk mengumpulkan data. G. Teknik Analisis Data Data yang telah diperoleh selama proses penelitian dianalisis menggunakan teknik deskriptifkuantitatif dengan mendiskripsikan minat siswa dan prestasi menulis narasi siswa berdasarkan hasil pengamatan dan tes.Analisis deskriptif adalah suatu teknik analisis data yang tujuannya untuk menggambarkan dan menganalisis kelompok data tanpa membuat atau menarik kesimpulan dan populasi yang diamati. Teknik analisis data dalam penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Teknik Analisis Data Minat Belajar Siswa Minat belajar siswa dalam konsteks penelitian ini diukur dengan cara observasi dan didukung penilaian melalui angket/kuesioner. Analisis minat siswa ditempuh dengan cara membandingkan kondisi minat siswa pada akhir siklus I dengan siklus II. Data skor hasil observasi maupun kuesioner siswa dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Melakukan tabulasi/rekapitulasi data hasil penilaian b. Menghitung rata-rata skor tiap indikator dengan rumus:

(70) 53 X = Skor rata-rata ΣX = Jumlah skor N = Jumlah siswa c. Menjumlahkan rerata skor tiap aspek d. Menginterpretasi secara kualitatif jumlah rerata skor tiap aspek dengan menggunakan rumus konversi skor skala 4 berikut ini: Tabel 5.Rumus Konversi Jumlah Rerata Skor Menjadi Nilai Dengan Lima Kategori Skor Interval Skor 1 M + 1,50Sbi
(71) 54 Tabel 6.Perhitungan Skor Pengkategorian Hasil Pengamatan Keterlaksanaan Tindakan Jumlah Indikator 12 Skor Maksimal Ideal 12 X 5 = 60 Skor Minimal Ideal 12 X 1 = 12 Mean Ideal (Mi) (60+12)/2 = 36 Simpangan Baku Ideal (Sbi) M + 1,50Sbi
(72) 55 Persentase penilaian tiap aspek = ∑ rerata skor yang diperoleh X 100% ∑ rerata skor ideal 2. Teknik Analisis Data Prestasi Belajar Siswa Data prestasi belajar dalam penelitian ini berupa data nilai menulis narasi siswa.Analisis data tersebut dilakukan dengan membandingkan antara nilai siswa dalam siklus 1 dengan siklus II dan membandingkan pula ketuntasan jumlah siswa pada siklus I dengan siklus II. Langkah-langkah analisis data yang digunakan adalah sebagai berikut: a. Menghitung nilai rata-rata siswa tiap siklus. X = Nilai rata-rata ΣX =Jumlah Nilai N = Jumlah Siswa Pada analisis prestasi belajar pra tindakan, jumlah siswa yang diteliti sebanyak 33 (N=33), jadi rata-rata nilai siswa dihitung: b. Menghitung presentasi siswa yang telah mencapai KKM, dengan rumus: Persentase = jmlah siswa yang mencapai KKM X 100% Jumlah Siswa Pada pra tindakan dilakukan perhitungan presentase antara siswa yang berhasil lulus KKM dan siswa yang tidak lulus KKM. Pada kondisi awal

(73) 56 dipeoleh angka bahwa 63,63% siswa dinyatakan tidak lulus KKM dan sebesar 36,36 siswa lulus KKM, perhitungan angka tersebut dilakukan sebagai berikut: = 36,36 H. Indikator Keberhasilan Kriteria keberhasilan tindakan ini dilihat dari keberhasilan proses dan keberhasilan produk. Kriteria keberhasilan proses jika siswa dan guru memiliki minat yang tinggi dalam pembelajaran menulis narasi sehingga siswa lebih antusias dan pembelajaran pun lebih hidup dan menyenangkan. Ukuran keberhasilan produk adalah adanya peningkatan prestasi belajar siswa dalam menulis karangan. Dalam hal ini ditunjukkan dari adanya peningkatan nilai menulis karangan yang diperoleh siswa. Kriteria keberhasilan produksecara kuantitatif dalam penelitian tindakan kelas ini adalah jika jumlah siswa yang memiliki hasil belajar minimal 75 (atau telah memenuhi KKM) mencapai sekurang-kurangnya 85%, maka penelitian dikatakan berhasil.Menurut Mulyasa (2004: 99) seorang peserta didik tuntas belajar jika ia mampu menyelesaikan, menguasai kompetensi atau mencapai tujuan pembelajaran minimal 65% dari seluruh tujuan pembelajaran. Sedangkan keberhasilan kelas dilihat dari jumlah peserta didik yang mampu mencapai

(74) 57 minimal 65%, sekurang-kurangnya 85% dari jumlah peserta didik yang ada di kelas tersebut. Keberhasilan dapat dilihat dari siswa mampumenulis karangan sesuai dengan kriteria-kriteria yang ditentukan yaitu kemampuan menguraikan menentukan alur, mengembangkan ide/gagasan, tata bahasa, dan tata tulis dengan baik dan benar.Penilaian semua keberhasilan itu dilakukan peneliti dan kolaborator atau guru mata pelajaran Bahasa Indonesia.

(75) 58 Kriteria keberhasilan minat dan prestasi belajar dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 8 : Kriteria Keberhasilan Minat Belajar NO PEUBAH 1. MINAT INDIKATOR Nilai Awal (rata-rata skor) KRITERIA KEBERHASILAN a. Ekspresi perasaan senang b. Perhatian dalam belajar c. Motivasi siswa d. Keterlibatan siswa dalam belajar Total rerata skor sebesar yang diperoleh sebesar 52,25 yang berada pada kategori rendah Apabila nilai minimum yang dicapai berada di kategori baik dengan total rerata skor yang disyaratkan berada pada rentang lebih dari 66,7 – 80 (80 > X ≤ 80) Tabel 9 : Kriteria Keberhasilan Prestasi Belajar NO PEUBAH 2. Prestasi Belajar INDIKATOR a. Pencapaian menulis karangan b. Persentase jumlah siswa yang mencapai KKM KONDISI AWAL Rata-rata nilai siswa 69,55 KRITERIA KEBERHASILAN Rata-rata nilai siswa lebih dari 75 Tingkat kelulusan sebesar 36,36% Tingkat kelulusan 85%

(76) BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan disajikan hasil penelitian yang telah dilakukan meliputi deskripsi Lokasi Penelitian, Deskipsi Pelaksanaan dan Data Hasil Penelitian, serta pembahasan hasil penelitian. A. Deskripsi Lokasi Penelitian Lokasi penelitian mengenai peningkatan minat dan prestasi belajar menulis dengan menggunakan media gambar seri adalahSD Negeri Mustokorejo yang beralamat di Jl. Sopalan Maguwoharjo Depok Sleman Yogyakarta. Sekolah ini merupakan sekolah dasar (SD) yang memiliki visi yaitu “Unggul dalam Prestasi, Diakui, dan Berwibawa di Masyarakat”, Sedangkan misi sekolah antara lain: 1) meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan yang maha esa, 2) meningkatkan kedisiplinan bagi insan sekolah, 3) memberdayakan sumber daya masyarakat bagi kegiatan pendidikan, dan 4) menciptakan rasa aman tenteram, kerasan, berada di sekolah bagi masyarakat sekolah Terkait dengan visi dan misi tersebut di atas, SD Negeri Mustokorejo memiliki rencana strategis dan beberapa tujuan khusus. Adapun rencana strategis SD Negeri Mustokorejo dala menunjang tercapainya visi dan misi tersebut adalah sebegai berikut: 1. Meningkatkan loyalitas dan disiplin kerja sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku; 59

(77) 60 2. Meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik dan tenaga kependidikan; 3. Meningkatkan disiplin kerja bagi masyarakat sekolah; 4. Meningkatkan dan melengkapi sarana dan prasarana pendidikan; 5. Meningkatkan pengawasan dan supervisi terhadap proses belajar mengajar; 6. Meningkatkan kegaiatan kesiswaan dengan semangat kompetitif; 7. Meningkatkan dan memberdayakan kemitraan dengan komite sekolah, pemerintahan dan masyarakat. Tujuan yang hendak dicapai dari proses pembelajaran di SD Negeri Mustokorejo adalah sebagai berikut ini : 1. Terwujudnya anak yang sehat rohani dan jasmani serta berakhlak mulia 2. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan bakat dan minat peserta didik yang berperilaku benar. 3. Mengembangkan kepribadian manusia yang kreratif, inovatif, produktif dan kompetitif bagi peserta didik. 4. Mempersiapkan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan nilai yang lebih baik. Berdasarkan visi, misi, rencana strategis, dan tujuan pembelajaran sebagaimana terlihat di atas, dapat diketahui bahwa pembelajaran di SD Negeri Mustokorejo telah secara komprehensif memperhatikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Selain itu, profil sekolah secara fisik dilihat dari aspek kepegawainnya terdiri atas 1 orang Kepala Sekolah, 6 orang Guru, 1 orang tukang

(78) 61 kebun, 2 orang Tata Usaha, 2 orang Tenaga Guru Ekskul dan 2 orang guru yang tidak tetap, dan 1 orang pesuruh.Sekolah ini terdiri atas 6 kelas dengan rata-rata siswa tiap kelasnya sebanyak 33 Anak. Penelitian ini secara khusus dilaksanakan di kelas III, SD Negeri Mustokorejo.Kelas yang menjadi objek penelitian ini terdiri dari 33 siswa yang meliputi 16 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan.SD Negeri Mustokorejo dipilih sebagai lokasi penelitian karena beberapa pertimbangan yaitu lokasi sekolah yang cukup strategis sehingga memudahkan peneliti untuk melakukan penelitian, adanya kesediaan waktu dan kesediaan guru untuk membantu penelitian kami khususnya guru kelas III yang merupakan salah satu subjek penelitian. Waktu pembelajaran di sekolah juga sinkron dengan waktu penelitian penulis sehingga saat akan dilaksanakan penelitian dengan menggunakan materi “Menyusun Karangan”, sekolah juga sedang mempelajari materi tersebut sehingga cukup efisien bagi guru Kelas III dan tidak mengganggu proses pembelajaran yang ada. B. Deskripsi Pelaksanaan dan Data Hasil Penelitian Esensi dari penelitian ini adalah menerapkan media pembelajaran berupa gambar seri pada pembelajaran Bahasa Indonesia Pokok Bahasan menulis karangan untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa dalam menulis.Media gambar seri sebagaimana telah diuraikan pada kajian teori adalahsuatu gambar yang berkaitan atau berhubungan antara gambar satu dengan yang lain dan mudah untuk menyampaikan pesan ke siswa.

(79) 62 Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri atas dua siklus tindakan, yang mana setiap siklusnya terdiri atas kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, danrefleksi.Sebelum dilakukan proses pemberian tindakan, peneliti terlebih dahulu melakukan kajian terhadap pembelajaran menulis karangan yang telah belangsung atau disebut dengan kegiatan pra tindakan. Adapun data khusus yang diambil selama proses penelitian adalah data mengenai minat dan prestasi belajar siswa. Deskripsi lebih lengkap tentang pelaksanaan dan data yang dihasilkan selama proses penelitian adalah sebagai berikut: 1. Pra Tindakan Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan berangkat dari permasalahan masih rendahnya kualitas pembelajaran menulis karangan yang kemudian berimplikasi pada rendahnya minat belajar dan prestasi belajar siswa SD Negeri Mustokorejo.Sebelum dilakukan tindakan, peneliti melakukan observasi awal untuk mendapatkan berbagai informasi yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan perencanaan dan pelaksanaan tindakan. Pada observasi awal dan wawancara terhadap guru dan siswa kelas III yang dilaksanakan pada minggu pertama Maret 2014, diperoleh gambaran mengenai proses pembelajaran Bahasa Indonesia, pokok bahasan menulis karangan sebagai berikut: 1. Dari segi proses, metode yang digunakan dalam pembelajaran hanya menggunakan metode ceramah dan penugasan biasa. Guru menjelaskan materi tentang menulis karangan beserta aspek-aspek yan perlu diperhatikan

(80) 63 dan kemudian guru memberikan contoh beberapa karangan yang ada di dalam buku teks dan kemudian menugaskan kepada siswa untuk membuat karangan. Kondisi ini tidak membimbing dan membantu siswa dalam menyusun karangan sehingga siswa seringkali kesulitan menuangkan idenya dalam bentuk karangan. Kondisi ini membuat siswa cenderungbosan, tidak apresiatif serta tidak merasa tertuntut untuk belajar dan aktif terlibat dalam pembelajaran. 2. Dari segi hasil, yaitu pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menulis karangan relatif rendah baik dilihat dari segi bahasa atau kalimat, alur karangan, ide, dan beberapa unsur lain. Nilai belajar siswa dalam menulis karangan narasi masih relatif rendah, hal ini terlihat bahwa dari 33 siswa kelas III, 63,63% (21 siswa) memperoleh nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan hanya 36,36% (12 siswa) saja yang lulus atau di atas KKM. Rata-rata nilai menulis karangan hanya sebesar 69,55 yang masih jauh dari KKM yaitu 75. Rendahnya prestasi belajar siswa dalam menulis karangan lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 10. Nilai Menulis Karangan Siswa Sebelum Dilakukan Tindakan No Siswa Nilai 1 70 65 80 75 2 3 4 Keterangan Tidak Lulus Tidak Lulus Lulus Lulus No Siswa Nilai 18 70 65 65 75 19 20 21 Keterangan Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Lulus

(81) 64 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Rata-Rata Nilai 80 65 70 65 65 60 75 75 60 65 70 60 75 Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Lulus Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Lulus 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 80 75 65 65 70 80 80 70 65 75 60 60 Lulus Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Lulus Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus 69,55 Sumber: Data Primer yang Diolah Berdasarkan kondisi yang dipaparkan di atas, maka penelitiberusaha menawarkan solusi untuk memperbaiki kondisi tersebut.Solusi yang ditawarkan adalah penggunaan media pembelajaran berupa gambar seri untuk mempermudah siswa dalam menulis karangan dan selanjutnya dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa. 3. Minat belajar siswa saat pra tindakan termasuk dalam kategori rendah. Berdasarkan hasil observasi awal terhadap proses pembelajaran, diperoleh bahwa nilai minat belajar siswa masih berada pada kategori rendah dengan rata-rata skor hasil observasi peneliti dengan teman sejawat sebesar 2,7 dilihat dari jumlah rata-rata skor diperoleh nilai sebesar 52,75 yang termasuk dalam kategori rendah, hal ini terlihat dalam tabel di bawah ini:

(82) 65 Tabel 11. Hasil Pengamatan Minat Belajar Siswa pada Pra Tindakan No 1 Aspek yang diamati Ekspresi perasaan senang Indikator a. Siswa mengikuti pelajaran dengan antusias b. Siswa tidak mengeluh ketika diberi tugas dari guru c. Siswa datang tepat waktu sebelum pelajaran dimulai d. Siswa duduk dengan tenang dan siap untuk belajar e. Siswa menyiapkan buku pelajaran sebelum pelajaran dimulai Rata-Rata Aspek 2 Perhatian dalam belajar a. Siswa aktif bertanya didalam kelas b. Siswa aktif menjawab pertanyaan c. Siswa menyimak penjelasan guru dengan seksama d. Siswa tidak melamun didalam kelas e. Siswa tidak mengobrol atau tidak menganggu teman lain ketika belajar Rata-Rata Aspek 3 Motivasi Siswa Rata-Rata Aspek Keterlibatan 4 siswa dalam pembelajaran a. Siswa giat membaca buku pelajaran Bahasa Indonesia b. Siswa menanyakan kesulitan yang dialami kepada guru c. Siswa membuat catata mengenai materi yang disampaikan oleh guru d. Siswa mengerjakan tugas dari guru e. Siswa membawa buku atau sumber lain dalam belajar a. Siswa aktif menyampaikan pendapat dan antusias untuk meju kedepan Rata-Rata Skor Pengamatan/Pertemuan Pertemuan 1 Pertemuan 2 2.5 3 3 3 3 2.5 3 3 3 2 2.9 2.7 3 2 2.5 3 2.5 3 2.5 2.5 3 2.5 2.7 2.6 3 3 2 3 2.5 3 2.5 2.5 2 2.5 2.4 2.8 3 2.5

(83) 66 b. Siswa mau membantu teman lain yang mengalami kesulitan c. Siswa bekerjasama dengan kelompok d. Siswa maju ke depan untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya e. Siswa mengajukan diri untuk menjawab pertanyaan spontan dari guru 2 3 2.5 4 3 3 2 4 2.5 3.3 Total Skor 52.5 53 Rata-Rata Skor 2.6 2.93 Rata-Rata Aspek 2. Deskripsi Data Pelaksanaan Siklus I Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif yaitu dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dengan guru kelas III.Peneliti bertugas sebagai observer (pengamat) sedangkan guru sebagai pemberi tindakan. Tindakan siklus 1 dilaksanakan sebanyak dua petemuan yakni pada hari Jumat, tanggal 7 Maret 2014 pada jam pertama (07.00-09.00 WIB) dan hari Senin, tanggal 10 Maret 2014 pada jam ke 2 (08.30-10.00 WIB). Sebagaimana model penelitian Kemmis McTaggart,Tindakan pada siklus I ini meliputi empat kegiatan utama yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian melibatkan 33 siswa kelas III, SD Negeri Mustokorejo yang secara lengkapnya dapat dilihat dalam lampiran 3. Adapun deskripsi proses pelaksanaan keempat kegiatan tersebut adalah sebagai berikut: a. Perencanaan

(84) 67 Perencanaan dilakukan dengan tujuan untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan saat dilakukan tindakan termasuk menentukan berbagai teknis pelaksanaan tindakan untuk mengantisipasi kesalahan yang mungkin terjadi selama proses tindakan. Perencanaan dilakukan dengan mempertimbangkan hasil pra tindakan, kondisi anak dalam kelas, sarana prasarana yang dimiki sekolah, dan saran dari guru kelas III. Perencanaan disusun oleh peneliti dengan dikonsultasikan dan disetujui Ibu Endang Sri Rahayu S.Pd sebagai guru kolaborator. Beberapa poin penting yang dihasilkan pada proses perencanaan ini adalah: 1. Diperoleh kesepakatan dengan guru sebagai kolaborator mengenai waktu penelitian, kelas yang akan dijadikan sebagai subjek penelitian yaitu kelas III, dan matari yang akan digunakan sebagai objek penelitian yaitu materi pokok pada standar kompetensi “Mengungkapkan pikiran, gagasan, dan informasi secara tertulis dalam bentuk karangan, pengumuman dan pantun anak”. 2. Tersusunnya recana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang didalamnya telah merencanakan seluruh teknis dan konsep pelaksanaan pembelajaran yang meliputi SK, KD, indikator yang akan dicapai, tujuan, meteri, metode, langkah-langkah pembelajaran, penilaian, beserta alat dan sumber belajar. Selain itu, RPP juga telah secara lengkap memuat lembar kerja dan instrumen penilaian pembelajaran yang akan dilakukan. Detail isi

(85) 68 rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) penelitian ini dapat dilihat dalam lampiran 2. 3. Penentuan Gambar seri yang akan dijadikan sebagai objek penelitian. Pada tindakan siklus I ini, gambar seri yang digunakan masih bersifat sederhana dengan tema dan jumlah gambar sebanyak 3 atau 4 saja. Hal ini dengan pertimbangan bahwa siswa belajar dari hal yang sederhana dan mudah terlebih dahulu baru selanjutnya pada siklus ke dua diambil gambar-gambar seri yang cukup kompleks dengan jumlah 4-5 gambar. 4. Mempersiapkan media yang digunakan seperti memperbanyak lembar kerja siswa, lembar observasi, dan alat dokumentasi. 5. Pada tahap perencanaan dilakukan pula diskusi dan sekaligus transfer informasi kepada guru mengenai konsep pembelajaran yang tertera dalam RPP. Hal ini dikarenakan gurulah yang akan melaksanakan tindakan sehingga harus paham dengan apa yang ada di RPP sehingga harapannya pembelajaran yang akan dilakukan sesuai dengan apa yang diharapkan. Dalam setiap pertemuan selain memperhatikan ketercapaian indikator dan tujuan pembelajaran, peneliti juga memperhatikan minat belajar siswa. Sehingga dalam proses pembelajaran peneliti pun berusaha menggunakan bahasa dan teknik yang memotivasi yang tentunya tidak secara formal tertulis dalam RPP. Pada setiap pertemuan, peneliti juga berusaha memberikan apresiasi kepada siswa yang aktif dan tidak lupa untuk

(86) 69 menyisipkan aspek karakter didalamnya. Sebelum pelajaran dimulai, peneliti pun telah mempersiapkan beberapa games penyemangat untuk siswa. b. Pelaksanaaan Pelaksanaan tindakan merupakan bentuk implementasi dari rencana peaksanaan pembelajaran.Implementasi tindakan dilaksanakan oleh guru dan peneliti melakukan pengamatan.Bentuk tindakan dalam penelitian ini adalah penggunaan media pembelajaran gambar seri yang dikemas dengan teknik dan metode pembelajaran tertentu untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa. Tindakan pada siklus I, dilaksanakan sebanyak dua pertemuan dimana setiap pertemuan memiliki tujuan pembelajaran yang relatif sama yaitu siswa dapat membuat sebuah karangan sederhana berdasarkan gambar seri dengan ejaan, tanda baca, dan huruf kapital yang tepat, dan siswa dapat membacakan hasil karangan dengan suara nyaring dan intonasi yang tepat. Perbedaan antara pertemuan 1 dan pertemuan 2 terletak pada teknis pelaksanaan dan target pembelajaran. Jika dalam pertemuan pertama pembelajaran diarahkan pada penjelasan konsep pembelajaran dan melatih kemampuan awal siswa dalam menulis karangan.Sedangkan pertemuan kedua lebih kepada menggali lebih dalam kemampuan siswa dalam menulis karangan dan pada pertemuan ini telah pula dilakukan penilaian terhadap hasil karangan siswa.Jika pada pertemua I siswa menulis karangan secara berkelompok, namun pada pertemuan 2 secara mandiri.Target pembelajaran pada pertemuan 1, siswa

(87) 70 dapat menulis karangan dengan kalimat yang tepat minimal 3 kalimat, sedangkan pada pertemuan kedua sebanyak 4 kalimat. Pelaksanaan tindakan secara garis besar terdiri atas kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan pendahuluan. Adapun langkahlangkah pelaksanaan tindakan untuk masing-masing pertemuan adalah sebagai berikut: Tabel 12.Langkah-Langkah Pelaksanaan Tindakan Siklus I pada Tiap Pertemuan Pertemuan Kegiatan 1 Pendahuluan Tindakan Mengawali pelajaran dengan salam dan berdoa Guru memotivasi dan mengkondisikan siswa untuk siap melakukan pembelajaran dengan mengajak semua siswa untuk menggerak-gerakkan badan mereka. Guru melakukan apersepsi dengan tanya jawab kepada siswa mengenai hal-hal yang sedang terjadi saat ini. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Inti Eksplorasi Siswa dibagi dalam kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang. Masing-masing kelompok diberi lembar

(88) 71 kerja yang berisi gambar seri Guru memberikan petunjuk dan membimbing kelompok. Di dalam kelompok, siswa berdiskusi untuk menentukan urutan gambar Siswa diajak tanya jawab tentang isi gambar. Siswa dibimbing untuk menentukan judul yang sesuai dengan gambar. Siswa diminta berdiskusi untuk menuliskan kerangka karangan terlebih dahulu baru kemudian mengembangkan menjadi karangan. Di mana setiap gambar minimal teridiri dari 3 kalimat Siswa mendapat bimbingan dari guru dan diberi kesempatan untuk menanyakan halhal yang kurang jelas. Siswa menulis karangan narasi berdasarkan kerangka karangan yang telah dibuatnya. Elaborasi Guru meminta beberapa kelompok untuk maju memperlihatkan dan mempresentasikan karangannya dengan suara yang nyaring dan intonasi yang tepat Kelompok lain mendengarkannya dengan seksama untuk selanjutnya memberikan masukan, pertanyaan, atau kritikan. Konfirmasi

(89) 72 Guru memaparkan hasil tulisan siswa Siswa dan guru melakukan tanya jawab untuk mengevaluasi hasil pekerjaan siswa Siswa dan guru bersama-sama melakukan perbaikan karangan Penutup Siswa dan guru bersama-sama melakukan refleksi Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari selanjutnya yaitu membuat paragraf secara mandiri Doa dan salam penutup 2 Pendahulan Mengawali pelajaran dengan salam dan berdoa Guru memotivasi dan mengkondisikan siswa dengan melakukan games konsentrasi “nang ning nong gung” Guru melakukan apersepsi dengan tanya jawab kepada siswa mengenai materi pelajaran pada pertemuan sebelumnya. Guru menjelaskan gambaran umum kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan pada pertemuan kali ini. Inti Eksplorasi Setiap siswa diberi kertas HVS dan lembar kerja yang didalamnya berisi gambar seri. Siswa diajak tanya jawab tentang isi gambar. Guru memberikan petunjuk dan

(90) 73 membimbing siswa untuk membuat kerangka karangan secara mandiri dimana setiap gambar minimal terdiri atas 4 kalimat. Siswa dibimbing untuk menentukan judul yang sesuai dengan gambar. Siswa mendapat bimbingan dari guru dan diberi kesempatan untuk menanyakan halhal yang kurang jelas. Siswa menulis karangan narasi berdasarkan gambar seri dengan mengembangkan kerangka karangan yang telah dibuatnya. Elaborasi Siswasecara sukarela diperintahkan maju kedepan untuk memperlihatkan serta mempresentasikan karangannya dengan suara nyaring dan intonasi yang tepat siswa lain mendengarkan dengan seksama dan memberikan pertanyaan, komentar, atau masukan bagi karangan siswa tersebut. Konfirmasi Guru mengkomentari karangan siswa Siswa dan guru melakukan tanya jawab untuk mengevaluasi hasil pekerjaan siswa Penutup Siswa dan guru bersama-sama melakukan refleksi Seluruh siswa diminta mengumpulkan hasil karangannya

(91) 74 Doa dan salam penutup Sumber: RPP c. Pengamatan Observasi yang dilakukan dalam siklus ini adalah dengan observasi langsung yang dilakukan oleh peneliti dibantu oleh satu orang observer.Observasi dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung dengan panduan observasi yang telah dibuat. Pada tahap ini dilakukan observasi terhadap semua proses tindakan yang meliputi: pengamatan terhadap proses pelaksanaan pembelajarandan pengamatan terhadap minat belajar siswa. Hasil pengamatan hal-hal tersebut adalah sebagai berikut: 1. Pengamatan Terhadap Pelaksanaan Pembelajaran Observasi ini dilaksanakan untuk mengetahui dan memastikan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media gambar seri yang telah dilakukan sesuai dengan konsep dan prosedur yang telah direncanakan.Selain itu juga bertujuan untuk melakukan catatan-catatan lapangan yang mungkin sebagai bahan pertimbangan dalam refleksi dan evaluasi. Hasil pengamatan yang telah dilaksanakan peneliti dan Observer menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran oleh guru model telah sesuai dengan prosedur yang direncanakan. Guru telah melaksanakan setiap langkah-langkah pembelajaran sebagaimana tercantum dalam

(92) 75 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mulai dari kegiatan penahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Guru telah memahami dengan baik teknis pelaksanaan pembelajaran menulis dengan menggunakan media gambar seri, hal ini terlihat dari setiap kegiatan yang dilakukan telah sesuai dengan prosedur yang ada. Sebelum pelaksanaan pembelajaran, terlebih dahulu dilakukan breefing antara peneliti dengan dengan guru kolaborator untuk mendiskusikan kegiatan yang akan dilaksanakan dan mengecek berbagai hal yang dibutuhkan dalam pembelajaran. Data keterlaksanaan proses pembelajaran menulis dengan menggunakan media gambar seri pada tindakan siklus I ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 13. Hasil Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran dengan Menggunakan Media Gambar Seri Pada Tindakan Siklus I No 1 Aspek yang diamati Kegiatan Awal Indikator a. Cara guru membuka pelajaran b. Guru menyampaikan apersepsi dan motivasi Rata-Rata Aspek 2 Kegiatan inti a. Guru Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran dan gambaran pelaksanaan pembelajaran b. Guru mempersiapkan media yang akan digunakan (gambar seri dan lembar Rata-Rata Skor Pertemuan Pertemuan 1 2 5.00 4.50 3.00 4.00 4.00 4.25 3.00 4.50 3.00 4.00

(93) 76 kerja) c. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif terlibat dalam pembelajaran 2.00 3.00 d. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi 2.00 2.50 e. Konfirmasi terhadap argument-argument siswa 2.00 2.50 3.50 3.00 3.00 4.00 4.00 3.50 2.81 3.38 3.50 3.00 4.00 3.75 4.50 3.75 Total Skor 38.00 43.00 Rata-Rata Skor 3.17 3.58 f. Penanaman konsep tentang menulis karangan Narasi dan Unsur-unsur g. Bimbingan dan pengawasan pada saat siswa mengerjakan tugas menulis karangan h. Evaluasi dan Aparesiasi (pengahargaan) guru terhadap hasil karangan siswa Rata-Rata Aspek a. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan Kegiatan materi 3 Akhir b. Cara guru menutup pelajaran Rata-Rata Aspek Sumber: Data Primer yang Diolah Tabel tersebut di atas, merupakan rata-rata sekor hasil pengamatan peneliti bersama observer mengenai proses pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media gambar seri yang dilakukan oleh guru kelas III. Hasil pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan siklus 1 baik pada pertemuan pertama maupun pertemuan kedua menunjukkan bahwa guru

(94) 77 telah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan konsep dan prosedur yang diinginkan peneliti.Jika dilihat dari rerata skor, maka pada pertemuan pertama skor keterlaksanaannya masih relatif rendah jika dibandingkan dengan pertemuan kedua.Hal ini disebabkan karena pada pertemuan pertama guru masih menyesuaikan dengan media dan RPP yang baru sehingga belum mengetahui strategi dan teknis yang tepat. Jika dianalisis lebih lanjut, diperoleh total rerata skor keseluruhan sebesar 38 pada pertemuan I dan 43 pada pertemuan kedua. Jika dikonversi kedalam kategori skala lima, maka total rerata skor pada pertemuan I termasuk dalam kategori “Cukup”, sedangkan pada pertemuan ke 2 termasuk dalam kategori “Baik”. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan perbaikan pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan media gambar seri. Jika dilihat tiap aspek, maka rerata skor pada aspek kegiatan intilah yang memperoleh skor paling rendah hal ini disebabkan karena pada proses pembelajaran ada beberapa teknis yang tidak sesuai dengan rencana dan juga keaktifan serta keterlibatan siswa dalam pembelajaran masih kurang optimal. Perbandingan rerata skor tiap aspek pembelajaran yang diamati dapat ditunjukkan melalui diagram berikut ini:

(95) Rerata Skor 78 4,50 4,00 3,50 3,00 2,50 2,00 1,50 1,00 0,50 0,00 4,00 4,25 3,58 3,38 3,17 2,81 Pertemuan 1 Perteman 2 Kegiatan Pendahuluan Kegiatan Inti Kegiatan Penutup Kegiatan Pembelajaran Gambar 2. Rerata Skor Keterlaksanaan Pembelajaran Tiap Aspek pada Siklus I 2. Pengamatan Terhadap Minat belajar Siswa Sebelum pelajaran dimulai siswa terlihat kurang bersemangat, akan tetapi peneliti dan guru berusaha memberikan semangat dan motivasi dengan pembukaan pelajaran dengan games dan penyampaian yang semangat pula. Hal inilah yang harus selalu diperhatikan oleh guru untuk peka dan responsif terhadap kondisi siswa dan kelas yaitu ketika melihat siswanya kurang bersemangat. Minat belajar siswa setelah menggunakan media belajar gambar seri merupakan salah satu objek penelitian ini. Minat belajar siswa sangat berpengaruh terhadap ketercapaian prestasi belajar siswa sehingga perlu di perhatikan peningkatannya. Minat belajar dapat ditunjukkan oleh beberapa hal yaitu ekspresi perasaan senang, perhatian dalam belajar, motivasi

(96) 79 siswa dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Hasil pengamatan terhadap minat belajar siswa pada tindakan siklus I , ditunjukkan pada tabel di bawah ini: Tabel 14. Hasil Pengamatan Minat Belajar Siswa pada Tindakan Siklus I No 1 Aspek yang diamati Ekspresi perasaan senang Indikator f. Siswa mengikuti pelajaran dengan antusias g. Siswa tidak mengeluh ketika diberi tugas dari guru h. Siswa datang tepat waktu sebelum pelajaran dimulai i. Siswa duduk dengan tenang dan siap untuk belajar j. Siswa menyiapkan buku pelajaran sebelum pelajaran dimulai Rata-Rata Aspek 2 Perhatian dalam belajar f. Siswa aktif bertanya didalam kelas g. Siswa aktif menjawab pertanyaan h. Siswa menyimak penjelasan guru dengan seksama i. Siswa tidak melamun didalam kelas j. Siswa tidak mengobrol atau tidak menganggu teman lain ketika belajar Rata-Rata Aspek 3 Motivasi Siswa f. Siswa giat membaca buku pelajaran Bahasa Indonesia g. Siswa menanyakan kesulitan yang dialami kepada guru h. Siswa membuat catata mengenai materi yang disampaikan oleh guru Rata-Rata Skor Pengamatan/Pertemuan Pertemuan 1 Pertemuan 2 3.50 4.00 4.00 3.50 4.00 4.00 3.00 3.50 2.50 3.00 3.40 3.60 2.50 3.00 3.00 3.00 4.00 4.00 4.50 4.50 3.50 4.00 3.50 3.70 3.00 4.00 2.00 2.50 3.00 3.50

(97) 80 i. Siswa mengerjakan tugas dari guru j. Siswa membawa buku atau sumber lain dalam belajar 4.00 4.50 2.00 2.50 2.80 3.40 3.00 3.50 2.50 3.00 3.50 3.50 3.00 3.00 2.50 3.00 Total Skor 2.90 63.00 3.20 69.50 Rata-Rata Skor 3.15 3.48 Rata-Rata Aspek 4 Keterlibatan siswa dalam pembelajaran f. Siswa aktif menyampaikan pendapat dan antusias untuk meju kedepan g. Siswa mau membantu teman lain yang mengalami kesulitan h. Siswa bekerjasama dengan kelompok i. Siswa maju ke depan untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya j. Siswa mengajukan diri untuk menjawab pertanyaan spontan dari guru Rata-Rata Aspek Berdasarkan tabel di atas, diperoleh informasi bahwa minat belajar siswa pada saat penggunaan media gambar seri pada pertemuan pertama termasuk dalam kategori cukup, dan pada pertemuan kedua termasuk dalam kategori baik.Hal tersebut ditunjukkan oleh jumlah rerata skor sebesar 63.00 pada pertemuan pertama dan 69, 50 pada pertemuan ke dua rerata jumlah skor pertemuan I dan pertemuan dua sebesar 66,25, angka ini jika dikonversikan termasuk dalam kategori cukup yang artinya minat belajar siswa pada tindakan siklus I masih dalam kategori cukup dan tentunya masih membutuhkan perbaikan lebih lanjut. Interpretasi jumlah rerata skor tersebut

(98) 81 berpedoman pada pedoman konversi jumlah rerata skor skala lima sebagai berikut: Tabel 15. Pedoman Konversi Jumlah Rerata Skor Minat Belajar Siswa Skor 5 4 3 2 Rumus Konversi Rentang Skor Mi + 1,5 Sbi < X 64,0 < X Mi + 0,5 Sbi < X ≤ Mi + 1,5 Sbi 53,3 < X ≤ 64,0 Mi - 0,5 Sbi < X ≤ Mi + 0,5 Sbi 42,7 < X ≤ 53,3 Mi - 1,5 Sbi < X ≤ Mi - 0,5 Sbi 32,0 < X ≤ 42,7 X ≤ Mi - 1,5 Sbi 1 X ≤ 32,0 Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Dari empat aspek minat belajar yang diamati, aspek motivasi siswa memperoleh skor relatif rendah dibandingkan dengan skor indikator lain. Pada aspek ini, siswa telihat kurang bagus dalam keterlibatannya menanyakan kesulitan yang dihadapinya kepada guru, siswa juga pasif dalam mencari referensi atau sumber belajar lain selain buku dari sekolah. Berdasarkan hasil pengamatan, hal ini terjadi karena anak-anak merasa tidak perlu menanyakan kesulitannya kepada guru, mereka lebih memilih bertanya kepada temannya diluar jam belajar. Terkait dengan sumber referensi lain, ini memang wajar karena adanya keterbatasan siswa SD untuk menari referensi lain baik karena tidak memiliki pengetahuan cukup untuk mencari buku lain maupun sifat anak kelas SD yang cenderung belum mandiri. Perbandingan skor penilaian minat belajar siswa tiap aspeknya dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

(99) 82 4,00 3,40 3,60 3,50 3,70 2,80 3,00 Rerata Skor 3,40 3,20 2,90 2,00 1,00 0,00 Ekspresi Perhatian dalam perasaan senang belajar kemampuan mengendalikan diri Keterlibatan siswa dalam pembelajaran Pertemuan 1 Aspek Minat Belajar Siswa Perteman 2 Gambar 3. Rerata Skor Minat Belajar Siswa Tiap Aspek Pada Siklus I Pada gambar tersebut terlihat jelas bahwa minat belajar siswa pada pertemuan kedua selalu lebih baik dari pertemuan pertama. Hal ini tentunya terkait dengan teknis pelaksanaan pembelajaran dari guru yang semakin baik, dan kepercayaan diri siswa untuk terlibat dalam pembelajaran yang mulai terbiasa. Pada pertemuan kedua siswa juga mulai berani mengungkapkan pendapatnya dan siswa sudah lebih memahami proses pembelajaran dengan menggunakan media gambar seri. d. Refleksi Refleksi bertujuan untuk mengetahuikekurangan-kekurangan maupun kelebihan-kelebihan yang terjadi selamapembelajaran. Pelaksanaan refleksi berupa diskusi antara peneliti dan guru kolaborator dengan melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan untuk kemudian

(100) 83 menemukan melakukan perbaikan tindakan di siklus berikutnya. Refleksi dalam penelitian ini fokus untuk melihat keterlaksanaan pembelajaran, minat belajar siswa, prestasi belajar siswa, dan hal-hal lain terkait dengan permasalahan yang muncul saat dilakukan tindakan. Kegiatan refleksi didasarkan pada data empiris yang diperoleh melalui kegiatan observasi sebagaimana telah dipaparkan sebelumnya dan data hasil belajar yang diperoleh melalui kegiatan evaluasi dan wawancara. Sebelum dilakukan refleksi, maka selain menganalisis hasil pengamatan dilakukan pula analisis terhadap data hasil evaluasi yaitu data prestasi belajar siswa berikut dan data minat belajar siswa berdasarkan wawancara berikut ini: Tabel 16. Data Prestasi Belajar Siswa dalam Menulis Karangan Narasi pada Siklus I No Siswa Nilai 1 75 2 Keterangan No Siswa Nilai Keterangan Lulus 18 74.5 Tidak Lulus 78 Lulus 19 66 Tidak Lulus 3 85 Lulus 20 70 Tidak Lulus 4 78.5 Lulus 21 80 Lulus 5 81.5 Lulus 22 81.5 Lulus 6 75 Lulus 23 78.5 Lulus 7 74 Tidak Lulus 24 68.5 Tidak Lulus 8 75 Lulus 25 70 Tidak Lulus 9 68 Tidak Lulus 26 75 Lulus 10 80 Lulus 27 85 Lulus 11 78.5 Lulus 28 87.5 Lulus 12 81.5 Lulus 29 75 Lulus 13 88.5 Lulus 30 70 Tidak Lulus

(101) 84 14 67.5 Tidak Lulus 31 78.5 Lulus 15 75 Lulus 32 75 Lulus 16 78.5 Lulus 33 70 Tidak Lulus 17 Rata-Rata Nilai 78.5 Lulus 76.45 Prestasi belajar siswa dalam menulis karangan narasi, pada tindakan siklus I sebagaimana terlihat dalam tabel di atas dapat dikatakan masih kurang optimal. Hal ini dikarenakan diantara 33 siswa kelas III, masih terdapat 10 siswa atau sebesar 30, 30% siswa tidak lulus dengan nilai di bawah KKM yaitu 75. Menurut Mulyasa (2006: 202), keberhasilan kelas dapat dilihat dari peserta didik yang mampu mencapai minimal 65% tujuan pembelajaran dan sekurang-kurangnya 85% dari jumlah peserta didik telah tuntas. Berdasarkan pernyataan tersebut, jelaslah pada siklus I ini pembelajaran belum dikatakan berhasil. Nilai rata-rata siswa dalam menulis karangan pada siklus I sebesar 76,45, sedangkan KKM dinyatakan sebesar 75 yang berarti nilai karangan siswa tidak jauh dari batas minimal yang disyaratkan. Melalui kegiatan refleksi ini diidentifikasi beberapa pemasalahan yang muncul dalam tindakan siklus I selama proses pembelajaran menulis karangan dengan menggunakan media gambar seri yaitu:

(102) 85 1. Hasil Pengamatan terhadap keterlaksanaan pembelajaran oleh guru pada pertemuan I diperoleh skor 38 dan pertemuan 2 diperoleh skor 43. Rerata skor kedua pertemuan tersebut sebesar 40,5 yang jika dikonversikan ke dalam kategori skor skala lima termasuk dalam kategori “cukup”. Berdasarkan kategori tersebut disimpulkan bahwa keberhasilan pembelajaran siklus I belum terpenuhi. 2. Dalam pengamatan keterampilan guru menunjukkan bahwa guru masih belum optimal dalam pembelajaran terutama dalam penguasaan kelas. 3. Siswa kurang memperhatikan penjelasan guru sehingga dalam kegiatan observasi banyak beberapa siswa yang bermain sendiri dan tidak menyelesaikan tugas dengan baik. 4. Siswa kurang bekerjasama dalam kelompok, beberapa siswa yang pandai lebih mendominasi dalam menyelesaikan tugas. 5. Banyak siswa yang masih malu untuk maju ke depan kelas sehingga siswa kurang lancar dalam mempersentasikan hasil kerja kelompok. 6. Banyak siswa yang masih malu bertanya dan menjawab pertanyaan ketika guru bertanya. 7. Hasil karangan narasi siswa masih kurang sistematis, bahasa yang digunakan belum sesuai dengan EYD, pembentukan kalimatnya kurang baku, dan unsur-unsur karangan belum terlihat dengan jelas sehingga nilai karangan siswa relatif masih rendah yaitu 76,45 yang hampir sama dengan KKM.

(103) 86 8. Diantara 33 siswa kelas III, masih terdapat 10 siswa atau sebesar 30, 30% siswa tidak lulus dengan nilai di bawah 75, hal ini belum memenuhi syarat keberhasilan pembelajaran yaitu 85% siswa menguasai materi atau dinyatakan lulus. Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan di atas, maka hal-hal yang perlu diperbaiki dan diadakan revisi pada siklus I untuk tahap pelaksanaan siklus berikutnya adalah : 1) Guru menegaskan kembali tentang pelaksanaan pembelajaran menulis karangan narasi dengan menggunakan media gambar seri. 2) Guru mendesain pembelajaran semenarik mungkin untuk merangsang dan meningkatkan perhatian siswa terhadap pembelajaran. 3) Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kepada siswa dan memberikan motivasi serta penguatan agar siswa tidak takut, dan tidak canggung untuk bertanya maupun menjawab pertanyaan sehingga siswa berperan aktif dalam pembelajaran. 4) Guru memperbaiki teknik pembelajarannya untuk lebih menguasai kelas dan meratakan perhatian serta memberikan bimbingan baik secara individu maupun kelompok. 5) Guru memberikan reward pada siswa/ kelompok yang berprestasi agar siswa bersemangat dan menciptakan iklim pembelajaran yang kompetitif.

(104) 87 6) Guru semakin memperjelas konsep materi menulis karangan kepada siswa agar diperoleh pemahaman yang baik tentang menulis karangan beserta unsur-unsur karangan. 3. Deskripsi Data Pelaksanaan Siklus II Berdasarkan hasil refleksi tindakan siklus I, maka peneliti memutuskan untuk melakukan tindakan siklus II sebagai tindak lanjut dari permasalahan dan kekurangan pelaksanaan siklus I. Sepertihalnya siklus I, siklus II dilaksanakan sebanyak dua pertemuan yakni pada hari Jumat, tanggal 14 Maret 2014 pada jam pertama (07.00-09.00 WIB) dan hari Senin, tanggal 17 Maret 2014 pada jam kedua (08.30-10.00 WIb). Pembelajaran pada pertemuan I lebih difokuskan pada pembelajaran secara berkelompok untuk meningkatkan minat belajar siswa dalam bentuk keaktifan dan keterlibatan siswa selama pembelajaran, sedangkan pada pertemuan ke-2 pembelajaran diarahkan untuk menggali pemahaman siswa secara individu dalam menulis karangan narasi berdasarkan gambar seri.Teknis pelaksanaan tindakan sama seperti pertemuan I dimana peneliti dibantu oleh satu teman sebagai observer mengamati proses pembelajaran dan guru kelas III melaksanakan tindakan. Adapun deskripsi pelaksanaan siklus II pada setiap kegiatannya adalah sebagai berikut: a. Perencanaan Perencanaan pada siklus II ini didasarkan pada hasil refleksi siklus I. Secara umum esensi pembelajaran siklus II tidak jauh berbeda dengan siklus

(105) 88 I, namun perbedaanya ada beberapa teknis pembelajaran yang diajukan sebagai solusi dari permasalahan tindakan siklus I yaitu adanya sistem reward antar individu dan kelompok untuk memperoleh predikat ”the best student” dan ”the best group” hal ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifkan dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Selain itu pada siklus kedua ini digunakan gambar seri yang berwarna agar lebih menarik dan memudahkan siswa berimajinasi tentang isi gambar tersebut. Beberapa tindakan perencanaan pada siklus II antara lain: 1. Merancang RPP yang didalamnya telah memasukkan sistem reward untk memotivasi siswa untuk aktif dalam pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada siklus II lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran 2. 2. Mempersiapkan hadiah yang akan diberikan kepada siswa yang memperoleh “the best student” dan “the best group”. 3. Penentuan gambar seri berwarna yang akan dijadikan sebagai objek penelitian. Pada tindakan siklus II ini, gambar seri semakin kompleks dibandingkan siklus I. 4. Mempersiapkan media yang digunakan seperti memperbanyak lembar kerja siswa, lembar observasi, dan alat dokumentasi. 5. Dilakukan pula diskusi dan sekaligus transfer informasi kepada guru mengenai konsep pembelajaran yang tertera dalam RPP.

(106) 89 b. Pelaksanaaan Pada siklus I, keterlaksanaan pembelajaran, minat belajar siswa, dan prestasi belajar siswa yang ditunjukkan oleh nilai menulis karangan masih belum optimal. Untuk itu pelaksanaan siklus kedua ini ditekankan pada halhal sebagai berikut: 1. Meningkatkan minat belajar siswadalam menulis karangan dengan menggunakan media gambar seri yang lebih menarik dan berwarna. 2. Meningkatkan minat belajar siswa untuk aktif dan terlibat dalam pembelajaran dengan menciptakan suasana pembelajaran yang kompetitif melalui sistem reward dan melalui games yang memotivasi. 3. Mengatasi permasalahan kurang percaya diri siswa dalam memberikan pendapat dan pertanyaan melalui sistem reward dan mewajibkan setiap kelompok untuk memberikan komentar terhadap karangan kelompok lain. 4. Meningkatkan prestasi belajar siswa dalam menulis karangan dengan memperdalam penjelasan tentang unsur-unsur karangan serta tips-tips menulis karangan. Selain mengulas kelemahan dan kelebihan karangan masing-masing kelompok sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran siswa, guru juga memberikan contoh karangan-karangan yang baik kepada siswa. 5. Agar semua siswa aktif dan tidak didominasi beberapa siswa saja, peneliti memberikan aturan bahwa setiap anggota data kelompok harus memiliki peran masing-masing yaitu 1) mempresentasikan hasil karangannya di depan kelas, 2)memberikan pertanyaan, 3)memberikan masukan/komentar

(107) 90 terhadap karangan kelompok lain, 4) notulen yang bertugas mencatat kerangka karangan, menulis karangan berdasarkan hasil diskusi anggota kelompok, dan menulis komentar/masukan kelompok lain. Dengan pertimbangan hal-hal tersebut di atas, maka langkah-langkah pembelajaran siklus II dapat diuraikan sebagai berikut: Tabel 17. Langkah-Langkah Pelaksanaan Tindakan Siklus II pada Tiap Pertemuan Perte muan 1 Kegiatan Pendahuluan Inti Tindakan Mengawali pelajaran dengan salam dan berdoa Guru memotivasi dan mengkondisikan siswa untuk siap melakukan pembelajaran dengan mengajak semua siswa untuk menggerakgerakkan badan mereka. Guru menjelaskan dengan seksama gambaran kegiatan pembelajaran pada pertemuan kali ini beserta tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Guru menjelaskan aturan main pembelajaran dan menjelaskan pula hal-hal apa yang harus dilakukan siswa untuk dapat meraih nilai bagus dan mendapat reward ”the best student” dan ”the best kelompok” dari guru. Eksplorasi Siswa dibagi dalam kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang (anggota kelompok berbeda dengan pertemuan I, siklus I Masing-masing kelompok diberi lembar kerja yang berisi gambar seri Guru memberikan petunjuk dan membimbing kelompok. Didalam kelompok, siswa berdiskusi untuk menentukan urutan gambar Siswa diajak tanya jawab tentang isi gambar. Siswa dibimbing untuk menentukan judul yang sesuai dengan gambar.

(108) 91 Penutup 2 Pendahulan Inti Siswa diminta berdiskusi untuk menuliskan kerangka karangan terlebih dahulu baru kemudian mengembangkan menjadi karangan. Dimana setiap gambar minimal teridiri dari 3 kalimat Siswa mendapat bimbingan dari guru dan diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas. Siswa menulis karangan narasi berdasarkan kerangka karangan yang telah dibuatnya. Elaborasi Guru meminta beberapa kelompok untuk maju memperlihatkan dan mempresentasikan karangannya dengan suara yang nyaring dan intonasi yang tepat Kelompok lain mendengarkannya dengan seksama dan setiap kelompok wajib memberikan komentar terhadap karangan kelompok tersebut. Konfirmasi Guru memaparkan hasil tulisan siswa Siswa dan guru melakukan tanya jawab untuk mengevaluasi hasil pekerjaan siswa dan meberikan contoh karangan yang bagus kepada siswa Siswa dan guru bersama-sama melakukan perbaikan karangan Siswa dan guru bersama-sama melakukan refleksi Guru mengumumkan pemenang “the best student” dan “the best group” pada pembelajaran kali ini dan menyerahkan hadiahnya. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari selanjutnya yaitu membuat paragraf secara mandiri Doa dan salam penutup Mengawali pelajaran dengan salam dan berdoa Guru memotivasi dan mengkondisikan siswa dengan melakukan games konsentrasi “nang ning nong gung” Guru melakukan apersepsi dengan tanya jawab kepada siswa mengenai materi pelajaran pada pertemuan sebelumnya. Guru menjelaskan gambaran umum kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan pada pertemuan kali ini. Eksplorasi Setiap siswa diberi kertas HVS dan lembar kerja

(109) 92 Penutup yang didalamnya berisi gambar seri. Siswa diajak tanya jawab tentang isi gambar. Guru memberikan petunjuk dan membimbing siswa untuk membuat kerangka karangan secara mandiri dimana setiap gambar minimal terdiri atas 4 kalimat. Siswa dibimbing untuk menentukan judul yang sesuai dengan gambar. Siswa mendapat bimbingan dari guru dan diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas. Siswa menulis karangan narasi berdasarkan gambar seri dengan mengembangkan kerangka karangan yang telah dibuatnya. Elaborasi siswa secara sukarela diperintahkan maju kedepan untuk memperlihatkan serta mempresentasikan karangannya dengan suara nyaring dan intonasi yang tepat siswa lain mendengarkan dengan seksama dan memberikan pertanyaan, komentar, atau masukan bagi karangan siswa tersebut. Konfirmasi Guru mengkomentari karangan siswa Siswa dan guru melakukan tanya jawab untuk mengevaluasi hasil pekerjaan siswa Siswa dan guru bersama-sama melakukan refleksi Seluruh siswa diminta mengumpulkan hasil karangannya Doa dan salam penutup c. Pengamatan Improvisasi teknis pembelajaran dengan menggunakan media gambar seri yang dilakukan pada siklus II menuntut siswa untuk aktif dalam pembelajaran dan memberikan suasana baru dalam pembelajaran yang

(110) 93 selanjutnya meningkatkan minat belajar siswa, sepertihalnya siklus I, ada dua point penting yang diamati selama proses pembelajaran yaitu: 1. Pengamatan Terhadap Pelaksanaan Pembelajaran Ketelaksanaan pembelajaran perlu diamati, hal ini mengingat bahwa keakuratan data minat danprestasi belajar siswa yang menjadi objek penelitian ini dipengaruhi oleh keterlaksanaan pembelajarannya.Hal ini untuk memastikan bahwa perencanaan pembelajaran siklus II yang telah dirancang telah terlaksana dengan baik. Rata-rata hasil pengamatan peneliti dan obsever tentang keterlaksanaan pembelajarann ditunjukkan pada tabel di bawah ini: Tabel 18. Hasil Observasi Ketelaksanaan Pembelajaran dengan Menggunakan Media Gambar Seri Pada Tindakan Siklus II Rata-Rata Skor Aspek No yang Indikator diamati 1 Kegiatan Awal c. Cara guru membuka pelajaran d. Guru menyampaikan apersepsi dan motivasi Rata-Rata Aspek 2 Kegiatan inti i. Guru Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran dan gambaran pelaksanaan pembelajaran Pertemuan Pertemuan 1 2 5.00 5.00 3.00 3.50 4.00 4.25 5.00 5.00

(111) 94 j. Guru mempersiapkan media yang akan digunakan (gambar seri dan lembar kerja) k. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif terlibat dalam pembelajaran l. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi 3.00 3.00 3.50 4.50 3.50 3.00 4.00 3.50 3.00 3.50 3.50 3.50 3.50 4.00 3.63 3.75 4.00 3.50 4.00 4.00 4.50 4.00 Total Skor 45.00 46.50 Rata-Rata Skor 3.75 3.88 m. Konfirmasi terhadap argument-argument siswa n. Penanaman konsep tentang menulis karangan Narasi dan Unsur-unsur o. Bimbingan dan pengawasan pada saat siswa mengerjakan tugas menulis karangan p. Evaluasi dan Aparesiasi (penghargaan) guru terhadap hasil karangan siswa Rata-Rata Aspek 3 c. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi d. Cara guru menutup pelajaran Kegiatan Akhir Rata-Rata Aspek Dari tabel di atas, terlihat bahwa jumlah rerata skor pada pertemuan I sebesar 45 dan pertemuan kedua sebesar 46,50. Jumlah rerata skor ini jika dikonversikan kedalam kategori skala lima termasuk dalam kategori “baik”. Rata-rata siklus I dari pertemuan I dan pertemuan II sebesar 45,75

(112) 95 yang juga termasuk dalam kategori “baik”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa rencana pembelajaran sebagaimana tercantum dalam RPP telah dlaksanakan dengan baik oleh guru kelas III. Jika dilihat lebih lanjut tiap aspek, maka kegiatan inilah yang memiliki rata-rata paling rendah dibandingkan dengan rata-rata skor aspek kegiatan awal dan kegiatan penutup.Hal ini disebabkan karena kegiatan inti dalam kegiatan inti ada beberapa hal yang optimal. Perbandingan rerata skor tiap aspek dapat digambarkan dalam diagram berikut ini: 5,00 Rerata Skor 4,00 3,00 2,00 Pertemuan 1 1,00 Perteman 2 0,00 Kegiatan Pembelajaran Gambar 4. Rerata Skor Keterlaksanaan Pembelajaran Tiap Aspek pada Siklus II Berdasarkan hasil pengamatan pada siklus II siswa sudah mulai aktif belajar.Pada saat pelajaran berlangsung siswa selalu memperhatikan guru.Siswa mulai aktif berdiskusi dengan teman sekelompoknya.Siswa juga sudah aktif bertanya, dengan seringnya siswa mengajukan pertanyaan

(113) 96 mengenai materi yang tidak siswa pahami.Keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan pada siklus II terlihat meningkat pesat.Kemampuan kebahasaan siswa sudah lumayan baik. Hasil pengamatan menunjukkan terjadinya perubahan sikap yang positif yaitu perubahan tingkah laku siswa. Hal ini ditandai dengan perilaku siswa yang awalnya enggan berdiskusi, malu bertanya dan menjawab pertanyaan. Pada siklus II siswa menjadi aktif berdiskusi, bertanya dan menjawab pertanyaan. Keseluruhan proses tindakan dalam siklus II ini sudah dapat dikatakan meningkat dibandingkan siklus I. 1. Pengamatan TerhadapTerhadap Minat Belajar Siswa Minat siswa merupakan objek utama penelitian ini. Aspek minat belajar siswa yang diamati selama proses pembelajaran meliputi empat hal yaitu: 1) Ekspresi perasaan senang, 2) Pehatian dalam belajar, 3) motivasi siswa, dan 4) Keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Hasil pengamatan peneliti bersama observer pada tindakan siklus II ini adalah sebagai berikut: Tabel 19. Hasil Pengamatan Minat Belajar Siswa pada Tindakan Siklus II No Aspek yang diamati 1 Ekspresi perasaan senang Indikator e. Siswa mengikuti pelajaran dengan antusias f. Siswa tidak mengeluh ketika diberi tugas dari guru Rata-Rata Skor Pengamatan/Pertemuan Pertemuan 1 Pertemuan 2 3.50 4.50 4.50 5.00

(114) 97 g. Siswa datang tepat waktu sebelum pelajaran dimulai h. Siswa duduk dengan tenang dan siap untuk belajar i. Siswa menyiapkan buku pelajaran sebelum pelajaran dimulai Rata-Rata Aspek 2 Perhatian dalam belajar a. Siswa aktif bertanya didalam kelas b. Siswa aktif menjawab pertanyaan c. Siswa menyimak penjelasan guru dengan seksama d. Siswa tidak melamn didalam kelas e. Siswa tidak mengobrol atau tidak menganggu teman lain ketika belajar Rata-Rata Aspek 3 Motivasi siswa a. Siswa giat membaca buku pelajaran Bahasa Indonesia b. Siswa menanyakan kesulitan yang dialami kepada guru c. Siswa membuat catatan mengenai materi yang disampaikan oleh guru d. Siswa mengerjakan tugas dari guru e. Siswa membawa buku atau sumber lain dalam belajar Rata-Rata Aspek 4 Keterlibatan siswa dalam pembelajaran a. Siswa aktif menyampaikan pendapat dan antusias untuk meju kedepan b. Siswa mau membantu teman lain yang mengalami kesulitan c. Siswa bekerjasama dengan kelompok d. Siswa maju kedepan untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya 4.50 4.50 4.00 4.00 3.50 4.00 4.00 4.40 3.50 4.00 3.50 3.50 4.50 4.50 4.50 4.50 4.00 4.00 4.00 4.10 4.00 4.50 3.50 4.00 3.50 5.00 4.50 4.50 3.00 3.00 3.70 4.20 4.00 4.00 3.50 4.00 4.00 4.00 3.50 3.50

(115) 98 e. Siswa mengajukan diri untuk menjawab pertanyaan spontan dari guru 2.50 3.00 Total Skor 3.50 76.00 3.70 82.00 Rata-Rata Skor 3.80 4.10 Rata-Rata Aspek Total rerata skor minat belajar siswa pada pertemuan I maupun pertemuan II pada tindakan siklus II ini diperoleh angka yang cukup tinggi yaitu sebesar 76 dan 82. Pada pertemuan I minat belajar siswa termasuk dalam kategori “baik” sedangkan pada pertemuan II termasuk dalam kategori “sangat baik”. Total rerata skor pada pertemuan kedua selalu lebih tinggi dari pertemuan I. Hal ini disebabkan karena pada pertemuan kedua setiap siswa wajib membuat karangan dan sebagian besar siswa membacakan hasil karangannya di depan kelas. Dalam hal ini banyak siswa yang mendapatkan kesempatan untuk mengomentari karangan siswa lainnya.Pada pertemuan kedua juga dilakukan evaluasi sehingga membuat siswa semakin termotivasi untuk aktif dalam rangka untuk mendapatkan nilai yang baik. Rerata skor tiap aspek minat belajar untuk masing-masing pertemuan adalah sebagai berikut: Pertemuan 1 5,00 Rerata Skor 4,00 4,00 4,40 4,00 4,10 Perteman 2 4,20 3,70 3,00 2,00 1,00 0,00 Aspek MInat Belajar Siswa 3,50 3,70

(116) 99 Gambar 5. Rerata Skor Minat Belajar Siswa Tiap Aspek Pada Siklus II Total rerata skor terendah terlihat pada aspek keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Keterlibatan siswa selama pembelajaran seperti aktif menyampaikan pendapat dan antusias untuk meju kedepan, siswa mau membantu teman lain yang mengalami kesulitan, siswa bekerjasama dengan kelompok, siswa maju kedepan untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya, dan siswa mengajukan diri untuk menjawab pertanyaan spontan dari guru. Dari beberapa indikator minat tersbut, hal yang tidak banyak di lakukan siswa adalah menjawab pertanyaan guru secara spontan. Pada siklus II ini keterlibatan siswa dalam mempesentasikan hasil karangannya di depan cukup optimal mengingat setiap kelompok wajib maju kedepan dan ada sistem pemberian reward. Dalam pelaksanaan siklus II, siswa terlihat bersemangat dan antusias mengikuti pembelajaran. Hal ini disebabkan karena teknik pembelajaran yang cenderung menuntut siswa untuk aktif dan konsentrasi. Kemampuan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan temannya juga sebagian besar sudah terlihat lebih menguasai dan menghafal dengan cepat.Siswa juga terlihat selalu berusaha menjaga kekompakan dalam kelompoknya.Dengan adanya hadiah yang dijanjikan oleh guru juga menambah siswa termotivasi untuk menjadi yang terbaik.Dalam pertemuan ini guru tidak banyak menyampaikan

(117) 100 materi atau melakukan kegiatan sehingga tuntutan terbesar pada guru adalah kemampuan memonitor setiap siswa dan mengkondisikan kelas. d. Refleksi Pada siklus II ini merupakan langkah perbaikan dari siklus I, dimana pada siklus I masih terlihat adanya kekurangan dan pemasalahan.Atas dasar analisis/refleksi tersebut siklus I tersebut, maka dilakukan upaya-upaya perbaikan yang diimplementasikan dalam siklus II yaitu pertemuan ke 1 dan pertemuan 2. Pada siklus I terlihat prestasi belajar siswa masih relatif rendah dengan adanya 33,3% siswa yang tidak lulus. Berbeda dengan siklus I, pestasi belajar siswa pada siklus II terlihat lebih baik dan cukup berhasil yakni 93,93 % siswa lulus KKM dan hanya 6,07% saja yang tidak lulus. Data prestasi belajar mengarang siswa lebih detailnya terlihat dalam tabel 10 di bawah ini: Tabel 20. Data Prestasi Belajar Siswa dalam Menulis Karangan Narasi pada Siklus II No Siswa Nilai 1 80 2 Keterangan No Siswa Nilai Keterangan Lulus 18 80 Lulus 83 Lulus 19 75 Lulus 3 87.5 Lulus 20 78.5 Lulus 4 80 Lulus 21 85 Lulus 5 82.5 Lulus 22 85 Lulus 6 78 Lulus 23 80 Lulus 7 76.5 Lulus 24 75 Lulus 8 78 Lulus 25 78.5 Lulus 9 70 Tidak Lulus 26 83.5 Lulus

(118) 101 10 81.5 Lulus 27 87.5 Lulus 11 80 Lulus 28 90 Lulus 12 83.5 Lulus 29 80 Lulus 13 90 Lulus 30 75 Lulus 14 70 Tidak Lulus 31 80 Lulus 15 78.5 Lulus 32 78.5 Lulus 16 80 Lulus 33 75 Lulus 17 Rata-Rata Nilai 83.5 Lulus 80,27 Rata-rata nilai siswa pada siklus II sebesar 80,27, rata-rata ini 7% lebih tinggi dari KKM. Nilai tertinggi sebesar 90 sedangkan nilai terendah sebesar 70.Berdasarkan pengamatan, baik pada pada proses pembelajaran, maka dalam siklus II ini terlihat adanya perubahan/kemajuan aspek keterlaksanaan pembelajaran, minat belajar siswa, dan prestasi belajara siswa. Hal ini dapat dilihat dengan adanya kondisi/suasana pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.Peningkatan tersebut diindikasikan merupakan pengaruh dari pelaksanaan pembelajaran yang lebih baik.Adapun kekurangan dan kelebihan pada siklus II ini antara lain: a. Kelebihan: 1) Lebih sedikit dominasi guru yang berbicara sehingga siswa tidak bosan. 2) keaktifan siswa semakin meningkat dan minat belajar siswa pun semakin meningkat, 3) pembelajaran lebih efektif dalam meningkatkan ketermpilan dan pemahaman siswa dalam menulis karangan narasi yang dibuktikan oleh 93,93% nilai karangan siswa berada di atas KKM.

(119) 102 b. Kekurangan: 1) suasana kelas ramai dan sulit dikendalikan, 2) kurangnya kreatifitas siswa terkait dengan ide cerita dalam karangan narasi. Penelitian ini secara keseluruhan hanya sampai pada siklus II yang terdiri dari 2 pertemuan untuk setiap siklusnya.Dari hasil refleksi siklus II tersebut diatas diketahui bahwa tidak ada permasalahan yang berarti dan bahkan tujuan penelitian yaitu minat belajar dan prestasi belajar siswa telah tercapai dengan baik, sehingga peneliti menyimpulkan untuk sampai pada siklus II saja. C. Pembahasan Dasar pemikiran dilakukannya penelitian tindakan kelas (PTK) ini adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah khusunya terkait dengan peningkatan minat belajar dan prestasi belajar menulis karangan narasi. Minat belajar dalam penelitian ini didefinisikan suatu rasa suka dan ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh, sedangkan prestasi belajar menurut didefinisikan sebagai hasil yang diperoleh siswa setelah melalui beberapa proses belajar untuk mengetahui sesuatu yang belum diketahuinya dan hanya dengan belajar maka ia akan dapat mengetahui, mengerti, dan memahami sesuatu dengan baik. Minat belajar siswa diukur melalui kegiatan observasi/pengamatan terhadap proses pembelajaran sedangkan prestasi belajar diukur dengan menggunakan tes tertulis. Data hasil penelitian terhadap kedua variabel tersebut pada setiap langkah

(120) 103 penelitian (pra tindakan, siklus 1, dan siklus II) telah peneliti uraikan secara rinci pada sub bahasan sebelumnya. Namun demikian, peneliti belum melakukan kajian mengenai data penelitian secara keseluruhan dengan membandingkan dan menganalisis data pra tindakan, siklus I, dan siklus II. Untuk itu dalam rangka menjawab permasalahan penelitian dan menemukan pemaknaan untuk setiap tindakannya maka dilakukan pembahasan sebagai berikut: 1. Keterlaksanaan Pembelajaran Menulis Karangan dengan Menggunakan Media Gambar Seri. Sebelum dilakukan kajian terhadap hasil penelitian, maka telebih dahulu perlu dilakukan kajian terhadap proses pelaksanaan pembelajarannya. Keberhasilan pembelajaran sangat tergantung pada keberhasilan proses. Keberhasilan proses merupakan keberhasilan atau adanyaperubahan/perbaikan yang signifikan yang dilihat pada aktifitas guru selama proses pembelajaran/tindakan. Keberhasilan pada PTK ini dapatdilihat pada hasil pengamatan yang minimal termasuk dalam kategori “baik”.Kategori ini menjadi indikator bahwa pelaksanaan pembelajaran telah sesuai prosedur yang telah direncanakan.Menurut Saleh Abbas (2006 : 127 - 137) gambar seri dalam pembelajaran menulis dapat membantu siswa menemukan gagasan, sehingga mudah untuk menuangkan ke dalam bentuk tulisan dan merangkai cerita menjadi karangan utuh serta dapat meningkatkan ketertarikan dan minat siswa dalam pembelajaran. Melalui media gambar seri anak juga lebih mudah untuk mengembangkan daya imajinasi, serta meningkatkan kemampuan menulis

(121) 104 karangan narasi, oleh sebab itu hasil yang dicapai sangat optimal dan prestasi belajar terus meningkat.Menurut Saleh Abbas upaya yang harus dilakukan oleh guru agar tercapai minat dan prestasi belajar yang tinggi yaitu guru dapat menimbulkan rasa senang saat menulis karangan dengan media gambar seri semenarik mungkin.Selain itu guru member kebebasan pada siswa untuk menulis apa yang disenangi tetapi sesuai dengan tema pelajaran. Hasil pengamatan keterlaksanaan pembelajaran pada penelitian ini dapt disajikan dalam tabel berikut: Tabel 21. Hasil Pengamatan Keterlaksanaan Pembelajaran Tiap Siklus dan Peningkatannya N o 1 Aspek yang diamati Kegiatan Awal Indikator a. Cara guru membuka pelajaran b. Guru menyampaikan apersepsi dan motivasi Rata-Rata Aspek 2 Kegiatan inti a. Guru Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran dan gambaran pelaksanaan pembelajaran b. Guru mempersiapkan media yang akan digunakan (gambar seri dan lembar kerja) c. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif terlibat dalam Rata-Rata Skor Siklus Siklus I II 4.75 5.00 Peningkatan (%) 5.26 3.50 3.25 -7.14 4.13 4.13 0.00 3.75 5.00 33.33 3.50 3.00 -14.29 2.50 4.00 60.00

(122) 105 pembelajaran d. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi e. Konfirmasi terhadap argument-argument siswa f. Penanaman konsep tentang menulis karangan narasi dan unsur-unsur g. Bimbingan dan pengawasan pada saat siswa mengerjakan tugas menulis karangan h. Evaluasi dan Aparesiasi (penghargaan) guru terhadap hasil karangan siswa Rata-Rata Aspek 3 Kegiatan Akhir a. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi b. Cara guru menutup pelajaran Rata-Rata Aspek Total Skor Rata-Rata Skor 2.25 3.25 44.44 2.25 3.75 66.67 3.25 3.25 0.00 3.50 3.50 0.00 3.75 3.75 0.00 3.09 3.69 19.19 3.25 3.75 15.38 4.25 4.25 0.00 3.75 4.00 6.67 40.50 3.38 45.75 3.81 12.96 12.96 Berdasarkan tabel di atas, ada beberapa hal yang dapat diidentifikasi yaitu: a. Total skor yaitu sebesar 40.50 pada siklus I dan 45.75 pada siklus II menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran menulis karangan narasi dengan menggunakan media gambar termasuk dalam kategori “baik”. Hal ini berarti pula bahwa pembelajaran yang telah dilakukan

(123) 106 oleh guru baik pada siklus I maupun siklus II telah sesuai dengan prosedur pembelajaran yang telah dirancang dalam RPP. b. Total skor dan rerata skor yang menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II menunjukkan adanya perbaikan pelaksanaan pembelajaran oleh guru. c. Dilihat dari rata-rata skor tiap aspek, diketahui bahwa secara umum terjadi peningkatan skor yang berarti pula terjadi perbaikan pelaksanaan pembelajaran oleh guru. Peningkatan terjadi secara signifikan pada aspek kegiatan inti yaitu meningkat sebesar 19,19% dari skor siklus I, peningkatan skor tiap aspek secara jelas terlihat dalam gambar di Rerata Skor bawah ini: 4,50 4,00 3,50 3,00 2,50 2,00 1,50 1,00 0,50 0,00 4,12 4,00 3,75 3,69 3,09 Sikls I Sikls II Kegiatan Pendahuluan Kegiatan Inti Kegiatan Penutup Kegiatan Pembelajaran Gambar 6.Peningkatan Skor Keterlaksanaan Pembelajaran Tiap Aspek. d. Jika dilihat secara khusus berdasarkan skor tiap indikator maka sebagian besar terjai peningkatan yang artinya terjadi pula perbaikan pelaksanaan. Ada dua indikator yang justru menurun yaitu terkait dengan guru menyampaikan

(124) 107 apersepsi dan motivasi serta guru mempersiapkan media yang akan digunakan (gambar seri dan lembar kerja). Penilaian terhadap kedua indikator tersebur mengalami penurunan pada tindakan siklus II disebabkan karena pada siklus II guru tidak melakukan game motivasi sebelum pembelajaran. 2. Minat Belajar Siswa Minat belajar siswa yang menjadi objek kajian penelitian ini terdiri atas empat aspek utama yaitu 1) keterlibatan siswa dalam pembelajaran, 2) perhatian dalam belajar, 3) motivasi siswa, dan 4) ekspresi perasaan senang. Hasil analisis data pengamatan minat belajar siswa pada siklus I dan siklus II adalah sebagai berikut: Tabel 22. Hasil Pengamatan Minat Belajar Siswa Tiap Siklus dan Peningkatannya N o 1 Aspek yang diamati Indikator Ekspresi perasaan senang a. Siswa mengikuti pelajaran dengan antusias b. Siswa tidak mengeluh ketika diberi tugas dari guru c. Siswa datang tepat waktu sebelum pelajaran dimulai d. Siswa duduk dengan tenang dan siap untuk belajar e. Siswa menyiapkan buku pelajaran sebelum pelajaran dimulai Rata-Rata Skor Pengamatan Pra Siklus 1 Siklus 2 Tindakan 2.75 3.75 4.00 3 3.75 4.75 2.75 4.00 4.50 3 3.25 4.00 2.5 2.75 3.75 3.50 2.8 2.5 2.75 2.75 3.00 3.75 3.50 2.75 4.00 4.50 Rata-Rata Aspek 2 Perhatian dalam belajar a. Siswa aktif bertanya didalam kelas b. Siswa aktif menjawab pertanyaan c. Siswa menyimak penjelasan guru dengan seksama

(125) 108 d. Siswa tidak melamun didalam kelas e. Siswa tidak mengobrol atau tidak menganggu teman lain ketika belajar 2.5 4.50 4.50 2.75 3.75 4.00 3.60 2.65 3 3.50 4.25 2.5 2.25 3.75 2.75 3.25 4.25 2.5 4.25 4.50 2.25 2.25 3.00 3.10 2.6 2.75 3.25 4.00 2.5 2.75 3.75 2.75 3.50 4.00 3 3.00 3.50 2.5 2.75 2.75 3.05 2.7 Total Skor 66.25 53.75 Rata-Rata Skor 3.31 3.95 Rata-Rata Aspek a. Siswa giat membaca buku pelajaran Bahasa Indonesia b. Siswa menanyakan kesulitan yang dialami kepada guru Motivasi c. Siswa membuat catata mengenai 3 siswa materi yang disampaikan oleh guru d. Siswa mengerjakan tugas dari guru e. Siswa membawa buku atau sumber lain dalam belajar Rata-Rata Aspek a. Siswa aktif menyampaikan pendapat dan antusias untuk meju kedepan b. Siswa mau membantu teman lain yang mengalami kesulitan Keterlibata n siswa c. Siswa bekerjasama dengan 4 dalam kelompok pembelajar d. Siswa maju kedepan untuk an mempresentasikan hasil pekerjaannya e. Siswa mengajukan diri untuk menjawab pertanyaan spontan dari guru Rata-Rata Aspek Berdasarkan data tersebut, dapat dianalisis hal-hal sebagai berikut: a. Total skor minat belajar siswa pada siklus I sebesar 66,25 dan pada siklus II sebesar 79.00, angka ini jika dikonversikan ke dalam kategori skala lima termasuk dalam kategori “ baik”. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran

(126) 109 menulis karangan dengan media gambar seri yang dilakukan efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa, meskipun pada siklus I terlihat belum begitu optimal. b. Rata-rata skor minat belajar siswa secara keseluruhan mengalami peningkatan yang signifikan dengan rata-rata peningkatan sebesar 19.25%. Ada beberapa indikator yang peningkatannya relatif kecil yaitu 1) siswa mengikuti pelajaran dengan antusias, 2) siswa mengerjakan tugas dari guru, 3) siswa, tidak mengobrol atau tidak menganggu teman lain ketika belajar. Hal ini disebabkan karena masih banyak siswa yang terlihat kurang fokus dan mengobrol dengan temannya khususnya pada pertemuan I di siklus II. c. Rata-rata skor minat belajar siswa siklus II jelas lebih tinggi dibandingkan dengan siklus II. Peningkatan skor minat belajar siswa secara signifikan terjadi pada aspek ekspresi perasaan senang dan Motivasi dan inisiatif siswa. Adapun peningkatan rata-rata skor minat belajar siswa secara lengkap adalah sebagai berikut:

(127) 110 4,5 Rata-Rata Skor Tiap Aspek 4 3,5 3 4,20 4,05 3,95 3,60 3,50 3,60 3,10 2,8 2,65 2,5 2,6 3,05 2.70 2 Pra Tindakan 1,5 Siklus I 1 Siklus II 0,5 0 Ekspresi perasaan senang Perhatian kemampuan Keterlibatan dalam belajar mengendalikan siswa dalam diri pembelajaran Aspek Pengamatan Minat Belajar Gambar 8. Peningkatan Skor Minat Belajar Siswa Tiap Aspek 3. Prestasi Belajar Siswa Prestasi belajar siswa pada penelitian tindakan II diukur dengan menggunakan tes menulis karangan dan kemudian dilakukan penilaian terhadap karangannya tersebut. Adapun aspek penilaian karangan meliputi: 1) isi gagasan yang dikemukakan, 2) organisasi isi, 3) gaya pilihan struktur dan diksi, 4) ejaan dan tata tulis. Prestasi belajar siswa yang dinyatakan dengan nilai menulis karangan dinyatakan representatif sebagai indikator keberhasilan pembelajaran jika minimal 85% siswa yang mengikuti pembelajaran dinyatakan lulus atau memiliki nilai lebih dari KKM (75). Hasil analisis

(128) 111 terhadap prestasi belajar siswa baik pada saat pra tindakan, siklus I, dan siklus II adalah sebagai berikut: Tabel 23. Hasil Analisis Prestasi Belajar Siswa pada Setiap Siklus Keterangan Nilai Tertinggi Nilai Terendah Siswa Lulus Siswa Tidak Lulus Nilai RataRata Pra Tindakan Siklus I Siklus II Peningkatan (%) 80 88.5 90 1.69 60 12 (36.36%) 66 23 (69.67%) 70 31 (93.93%) 6.06 34.82 21 (63.63%) 10 (30.30%) 2 (6.07%) 399.18 69.55 76.45 80.27 4.99 Berdasarkan tabel tersebut, ada beberapa hal yang dapat dianalisis yaitu: d. Berdasarkan nilai tertinggi dan terendah, terlihat bahwa pada saat pra tindakan prestasi menulis karangan siswa relatif rendah dengan nilai terendah sebesar 60. Nilai ini sangat jauh dari KKM yang dipersyaratkan yaitu sebesar 75. Namun disisi lain, nilai terendah siswa untuk siklus I mengalami kenaikan begitu juga dengan siklus II meskipun kenaikannya tidak terlalu signifikan yaitu hanya sebesar 6.06%. Pada saat pra tindakan nilai tertinggi siswa sebesar 80 terus mengalami kenaikan yakni menjadi 88.5 pada siklus I dan 90 pada siklus II. Kenaikan nilai terendah maupun nilai tertinggi ini memberikan gambaran bahwa terjadi kenaikan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menulis karangan. e. Selain nilai tertinggi dan terendah, indikator ketercapaian prestasi belajar siswa juga ditunjukkan oleh nilai rata-rata siswa pada setiap langkah

(129) 112 pembelajarannya. Rata-rata nilai siswa terus meningkat yakni dari 69.55 pada pra tindakan menjadi 76.45 pada siklus I dan 80.27 pada siklus II. f. Persentase kelulusan siswa menjadi indikator utama keberhasilan pembelajaran ini. Pada saat pra tindakan terdapat hanya 36,36% saja siswa yang lulus KKM, namun setelah dilakukan tindakan I persentase secara signifikan menjadi 69.67%. Meskipun tindakan siklus I cukup berhasil dalam meningkatkan prestasi belajar siswa, namun hal ini bukan berarti pembelajaran tindakan I telah berhasil. Hal ini dikarena tingkat kelulusan siswa belum mencapai 85% sehingga perlu dilakukan tindakan siklus ke dua. Pada siklus II persentase kelulusan siswa mencapai 93.93% yang artinya pembelajaran telah berhasil. Persentasi kelulusan siswa pada saat pra tindakan, siklus I, dan siklus II dapat dilihat pada gambar di bawah ini: 93,93% 100,00% 80,00% 63,63% 69,67% 60,00% 36,36% 40,00% Siswa Lulus 30,30% 20,00% Siswa Tidak Lulus 6,07% 0,00% Pra tindakan Sikls I Siklus II Gambar 9. Persentasi Siswa Kelulusan Siswa Pada Saat Pra Tindakan, Siklus I, dan Siklus II

(130) BAB V A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Penelitian tindakan kelas melalui pembelajaran menulis karangan narasi dengan media gambar seri dilaksanakan selama dua siklus dimana masing-masing siklus terdiri atas 2 pertemuan. Perencanaan dan proses pelaksanaan tindakan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi siswa dan kondisi pembelajaran yang terjadi sebelum maupun selama proses pembelajaran. Pelaksanaan tindakan pada setiap siklus menekankan dua teknik pembelajaran yang berbeda yakni pada pertemuan I menekankan pembelajaran kelompok dengan berorientasi pada tercapainya pemahaman dan keaktifan siswa, sedangkan pada pertemuan II lebih menekankan pada keterampilan siswa menulis karangan secara mandiri. Pembelajaran menulis karangan narasi dengan menggunakan media gambar seri terbukti secara efektif meningkatkan minat belajar dan prestasi belajar siswa. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal yaitu: a. Media yang digunakan lebih menarik dengan gambar seri berwarna yang mempermudah siswa mengimajinasikan ide atau gagasan karangan. 113

(131) 114 b. Adanya games yang dilakukan guru pada awal pembelajaran sehingga menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan dan memotivasi. c. Adanya system rewardberupapemilihan “the student” dan “the best group” yang menciptakan suasana pembelajaran kompetitif sehingga memotivasi siswa untuk aktif dalam pembelajaran. d. Adanya peraturan menulis karangan untuk masing-masing individu agar dapat mempresentasikan hasil karangannya di depan kelas, memberikan pertanyaan, memberikan masukan/komentar terhadap karangan kelompok lain, dan mencatat komentar dari kelompok lain mendorong siswa untuk aktif dalam pembelajaran. 2. Pembelajaran menulis karangan narasi dengan menggunakan media gambar seri terbukti dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas III, SD Negeri Mustokorejo. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan skor minat belajar siswa secara signifikan yaitu sebesar 19.25% dari siklus I. Total skor minat belajar siswa pada siklus I sebesar 66,25 dengan kategori baik meningkat pada siklus II menjadi sebesar 79.00 dengan kategori baik. 3. Pembelajaran menulis karangan dengan menggunakan media gambar seri terbukti efektif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini ditunjukkan oleh adanya peningkatan persentasi tingkat kelulusan siswa secara signifikan yaitu sebesar 34,82%. Pada saat pra tindakan terdapat 12 siswa yang lulus KKM nilainya 69,55 dengan presentase 36,36%, namun setelah dilakukan tindakan I

(132) 115 terdapat 23 siswa nilainya 76,45 dengan persentase 69.67%, dan pada siklus II ada 31 siswa nilai mencapai 80,27 dengan persentase 93.93%. B. Saran Berdasarkan hasil kesimpulan tersebut, ada beberapa saran yang diajukan yaitu: 1. Dalam pelaksanaan pembelajaran menulis karangan narasi dengan menggunakan medi gambar seri, sebaiknya guru memiliki tema gambar seri sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar siswa dengan gambar seri yang berwarna dan menarik. 2. Untuk mempertajam pemahaman siswa dalam menulis karangan, maka setelah dilakukan pembelajaran menulis karangan dengan menggunakan gambar seri, sebelum siswa praktik menulis karangan maka guru perlu mendemonstrasikan beberapa contoh karangan narasi yang baik agar menginsiprasi dan memotivasi.

(133) DAFTAR PUSTAKA Abror, Abd. Rachman.(1997) Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: PT. Tiara Wacana. Arsyad, A. (2002).Media Pembelajaran, edisi 1. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Atik Susanti. (2010). Meningkatksan kemampuan menulis, karanganyar melalui media pembelajaran gambar seri pada siswa kelas IV SDN Sumberejo I Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan. Skripsi tidak diterbitkan, Jurusan Pendidikan Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Burhan Nurgiantoro. (1988).Penilaian Dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra.Yogyakarta : BPFE Criticos C. (1996). Media selection. Plomp, T & Ely, D.P (Eds): International Encyclopedia of Educational Technology, 2nd ed. UK: Cambridge University Press. Dalyono.(1997). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Depdikbud.(1990).Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Djago Tarigan, H.G. Tarigan. (1986). Teknik Pengajaran Keterampilan Berbahasa. Bandung: Penerbit Angkasa Djamarah, Syaiful Bahri. (1994). Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Surabaya: Usaha Nasional. Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. (2000). Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif. Jakarta : Rhineka Cipta. Gagne, R.M., Briggs, L.J & Wager, W.W. (1988).Principles of Instruction Design, 3rd ed. New York: Saunders College Publishing. Oemar Hamalik. (1983). Aspek Prestasi Belajar.Bandung : Pustaka Setia Oemar Hamalik.(2001). Proses Belajar Mengajar.Jakarta : Bumi Aksara. Hurlock, Elizabeth. (1990). Psikologi Perkembangan, Jakarta: Erlangga. 116

(134) Keraf, Gorys. (2007). Argumentasi dan Narasi. Jakarta: Gramedia Puataka Utama Keraf, Gorys. (2000).Argumentasi dan Narasi.Jakarta: Gramedia Kurt Singer, (1987). Membina Hasrat Belajar di Sekolah, (Terj. Bergman Sitorus). Bandung: Remaja Rosda Karya. Lester D. Crow dan Alice Crow, (1958).Educational Psychology, (New York: American Book Company, Masidjo, (1995).Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius Mulyadi.Hubungan antara Motivasi dan Intelegensi dengan Prestasi Belajar, FT. IAIN Malang Parera Jos Daniel. (1984). Belajar Mengemukakan Pendapat. Jakarta: Erlangga Sadiman, A.S., Rahardjo, R., Haryono, A., & Rahadjito.(1990). Media Pendidikan: pengertian, pengembangan dan pemanfaatannya , edisi 1. Jakarta: Penerbit CV. Rajawali. Sardiman A.M. (1986). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: CV. Rajawali Sardiman, A.M. (2004). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar.Jakarta :PT Raja Grafindo Persada Syaiful Amir.(2011). Penggunaarn media gambar seri untuk menngkatkan kemampuan menulis karangan pada siswa kelas IV SDN Sempalwadak Bululawang.tidak diterbitkan, Jurusan Pendidikan Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Slameto.( 2003).Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta Singgih, D.Gunarsa. dan Ny. SDG.(1989). Psikologi Perawatan. Jakarta: BPK Gunung Mulia Subana, M dan Sunarti, (1998).Strategi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia.Bandung: Pustaka Setia. 117

(135) Solehan T.W, dkk. (2008). Pendidikan Bahasa Indonesia di SD. Jakarta: Universitas Terbuka. Sugiyono, ( 2008 ). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan R n D. Bandung: Alfabeta. Sumanto, Wasty.(1984). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bina Aksara. Suryabrata, Sumadi. (1989). Psikologi Pendidikan. Jakarta: CV. Rajawali. Suryabrata, Sumadi. (2008). Dasar-Dasar Minat. Jakarta: CV. Rajawali. Suharsini Arikunto, (1991) Dasar- Dasar Evaluasi Pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta Sudjana, N. & Rivai, A. (1992).Media Pengajaran. Bandung: Penerbit CV. Sinar Baru Bandung. St. Y. Slamet.(2008). Dasar-dasar Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah Dasar.Surakarta:UNS Press Tampubolon, D.P. (1993). Mengembangkan Minat Membaca Pada Anak, Bandung: Angkasa Winkell, WS. (1984). Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia. Wuryani, Sri Estuti. (2002). Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana. Zaenal Arifin, ( 2009 ). Evaluasi Pembelajaran Prinsip, Teknik, Prosedur. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 118

(136) LAMPIRAN Lampiran 1. Silabus Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 1. RPP Siklus I 2. RPP Siklus II Lampiran3. Instrument Penelitian 1. Lembar Observasi Keterlaksanaan pembelajaran 2. Lembar Observasi Minat Belajar Siswa Lampiran 4. Data Hasil Penelitian 1. Data Hasil Pengamatan Keterlaksanaan Pembelajaran 2. Data Hasil Pengamatan Minat Belajar Siswa 3. Data Prestasi Belajar Siswa 4. Contoh Karangan Siswa Lampiran 5. Dokumentasi Penelitian Lampiran 6. Suat Izin Penelitian 119

(137) SILABUS PEMBELAJARAN TEMATIK SEKOLAH DASAR KELAS III SEMESTER 2 TEMA: LINGKUNGAN Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok dan Uraian Materi Kegiatan Belajar I. PKN Memiliki harga diri sebagai individu Memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia PKN Menampilkan perilaku yang mencerminkan harga diri Mengenal kekhasan bangsa seperti, kebhinekaan, kekayaan alam, keramahtamahan Kekayaan alam Indonesia Harga diri Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia mengatakan cara menjaga harga diri pribadi mengatakan cara menjaga harga diri bangsa mengasumsi sikap ramah dan santun menyebutkan salah satu keunikan yang dimiliki bangsa Indonesia II. IPS 2. Memahami jenis pekerjaan dan penggunaan uang IPS Jenis-jenis pekerjaan Semangat kerja Jual beli Uang Pengelolaan uang menyebutkan pengertian pembeli menyebutkan halhal yang harus diperhatikan dalam membeli satu barang menyebutkan nama-nama pasar Memahami kegiatan jual beli di lingkungan rumah dan sekolah 120 Indikator Pencapaian Kompetensi Mengatakan cara menjaga harga diri pribadi Mengatakan cara menjaga harga diri bangsa Mengasumsi sikap ramah dan santun Menyebutkan salah satu keunikan yang dimiliki bangsa Indonesia Menyebutkan pengertian pembeli Menyebutkan hal-hal yang harus diperhatikan dalam membeli satu barang Menyebutkan Penilaian Teknik Tes o Tes dan non tes Bentuk Tes o Lisan : o Keberanian menjawab dan menyampai kan pendapat o Ketepatan menjawab o Keseriusan dan konsentrasi dalam menyimak pertanyaan o Tertulis : o Isian o Pilihan Ganda o Uraian o Tes perbuatan Alokasi Waktu 3 minggu Sumber/ Bahan/ Alat o Buku Pendidikan Kewargaane garaan o Buku IPA o Buku Matematika o Buku Bahasa Indonesia o Buku IPS o Ensiklopedia o Kamus Bahasa Indonesia o Pedoman EYD o Koran dan Majalah o Media elektronik

(138) Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok dan Uraian Materi Kegiatan Belajar yang ada di lingkungan rumah masingmasing III. IPA Memahami kenampakan permukaan bumi, cuaca dan pengaruhnya bagi manusia, serta hubungannya dengan cara manusia memelihara dan melestarikan alam IPA Mendiskripsikan kenampakan permukaan bumi di lingkungan Energi Gerak benda Kenampakan permukaan bumi Cuaca Pengaruh Cuaca terhadap kehidupan Kelestarikan dan pemeliharaan alam IV. Matematika Geometri dan Pengukuran Memahami unsur dan sifatsifat bangun Matematika Memecahkan masalah yang berkaitan dengan pecahan sederhana. Pecahan Bangun datar Sudur Persegi dan persegi panjang mengidentifikasi berbagai bentuk permukaaan bumi (daratan dan sebaran air) menjelaskan melalui pengamatan model bahwa sebagian besar permukaan bumi terdiri atas air menyimpulkan melalui pengamatan model bahwa bentuk bumi tidak datar tetapi bulat pipih menjelaskan sudut sebagai jarak putar membuat sudut satu, setengah, seperempat 121 Indikator Pencapaian Kompetensi nama-nama pasar yang ada di lingkungan rumah masingmasing Mengidentifikasi berbagai bentuk permukaaan bumi (daratan dan sebaran air) Menjelaskan melalui pengamatan model bahwa sebagian besar permukaan bumi terdiri atas air Menyimpulkan melalui pengamatan model bahwa bentuk bumi tidak datar tetapi bulat pipih  Menjelaskan sudut sebagai jarak putar Membuat sudut satu, setengah, seperempat putaran Penilaian o o o Instrumen Tes LKS Lembar observasi Alokasi Waktu Sumber/ Bahan/ Alat

(139) Standar Kompetensi datar sederhana V. Bahasa Indonesia Mendengarkan 5. Memahami cerita dan teks drama anak yang dilisankan Berbicara 6. Menguangkapkan pikiran, perasaan dan pengalaman secara lisan dengan bertelepon dan Kompetensi Dasar Materi Pokok dan Uraian Materi Mengidentifikasi berbagai bangun datar sederhana menurut sifat atau unsur Bahasa Indonesia Memberikan tanggapan sederhana tentang cerita pengalaman teman yang didengarnya Menceritakan peristiwa yang pernah dialami, dilihat atau didengar Menjawab dan Menanggapi cerita Menirukan dialog Menceritakan peristiwa Percakapan Menjawab pertanyaan Menulis karangan Kegiatan Belajar putaran membangun bangun datar sesuai dengan sifat- sifatnya menghitung keliling datar dengan menjumlahkan semua sisinya menghitung keliling bangun persegi menghitung keliling bangun persegi panjang memberikan tanggapan terhadap watak tokoh menanggapi pengalaman teman melakukan percakapan dengan teman dari teks drama yang dibacakan guru menjelaskan denah 122 Indikator Pencapaian Kompetensi Membangun bangun datar sesuai dengan sifat- sifatnya Menghitung keliling datar dengan menjumlahkan semua sisinya Menghitung keliling bangun persegi Menghitung keliling bangun persegi panjang Memberikan tanggapan terhadap watak tokoh Menanggapi pengalaman teman Melakukan percakapan dengan teman dari teks drama yang dibacakan guru Menjelaskan denah Penilaian Alokasi Waktu Sumber/ Bahan/ Alat

(140) Standar Kompetensi cerita Membaca 7. Memahami teks dengan membaca intensif (150 – 200 kata) dan membaca puisi Menulis 8. Mengungkapkan pikiran, perasaan dan informasi dalam karangan sederhana dan puisi Kompetensi Dasar mengajukan pertanyaan tentang isi teks agak panjang (150 – 200 kata) yang dibaca secara intensif Membaca puisi dengan lafal, intonasi dan ekspresi yang tepat. Menulis karangan sederhana berdasarkan gambar seri, menggunakan pilihan kata dan kalimat yangtepat dengan memperhatikan penggunaan ejaan, huruf kapital dan tanda titik Materi Pokok dan Uraian Materi Kegiatan Belajar berdasarkan petunjuk menceritakan kembali peristiwa kecelakaan yang dilihat dan dialami siswa membacakan cerita dengan isi teks agak panjang membaca puisi menjawab pertanyaan yang diajukan tentang puisi yang dibacanya mengamati dan mengurutkan gambar menggunakan tanda hubung (-) untuk menulis kata ulang membuat kalimat yang di dalamnya terdapat kata ulang menulis tegak bersambung membuat karangan 123 Indikator Pencapaian Kompetensi berdasarkan petunjuk Menceritakan kembali peristiwa kecelakaan yang dilihat dan dialami siswa Membacakan cerita dengan isi teks agak panjang Membaca puisi Menjawab pertanyaan yang diajukan tentang puisi yang dibacanya Mengamati dan mengurutkan gambar Menggunakan tanda hubung (-) untuk menulis kata ulang Membuat kalimat yang di dalamnya terdapat kata ulang Menulis tegak Penilaian Alokasi Waktu Sumber/ Bahan/ Alat

(141) Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok dan Uraian Materi Kegiatan Belajar sederhana menggunakan tanda koma (,) untuk menandai tempat dan tanggal lahir yang ditulis berurutan Indikator Pencapaian Kompetensi bersambung Membuat karangan sederhana Menggunakan tanda koma (,) untuk menandai tempat dan tanggal lahir yang ditulis berurutan Penilaian  Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery ) MengetahuI, Kepala Sekolah SDN Mustokorejo Guru Tematik Kelas III Agustinus Marsudi S.Pd Endang Sri Rahayu 124 Alokasi Waktu Sumber/ Bahan/ Alat

(142) LAMPIRAN 2. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS I RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PERTEMUAN 1 Satuan Pendidikan Hari/Tanggal Kelas/Semester Mata Pelajaran Alokasi Waktu : SD Negeri Mustokorejo : 3 Maret 2014 : III/2 : Bahasa Indonesia dan IPS : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi Mengungkapkan pikiran, gagasan, dan informasi secara tertulis dalam bentuk karangan, pengumuman dan pantun anak B. Kompetensi Dasar Menyusun karangan tentang topik sederhana dengan memperhatikan penggunaan ejaan ( huruf besar, titik, tanda koma dll ). C. Indikator Kognitif Membuat karangan sederhana minimal 4 kalimat berdasarkan gambar seri menggunakan ejaan, tanda baca, dan huruf kapital yang tepat. Menulis karangan berdasarkan gambar seri. Membacakan hasil karangan dengan suara nyaring Afektif Bertanggung jawab dalam melakukan diskusi kelompok tentang menulis karangan Psikomotor Memperbaiki karangan yang dipaparkan oleh kelompok lain D. Tujuan Pembelajaran Kognitif 125

(143) Siswa dapat membuat sebuah karangan sederhana minimal 3 kalimat berdasarkan gambar seri menggunakan ejaan, tanda baca, dan huruf kapital yang tepat. Siswa dapat menulis sebuah karangan berdasarkan gambar seri. Siswa dapat membacakan hasil karangan dengan suara nyaring Siswa dapat menyebutkan jenis pekerjaan. Afektif Siswa dapat Bertanggung jawab dalam melakukan diskusi kelompok tentang menulis sebuah karangan melalui pengamatan gambar. Psikomotor Siswa dapat memperbaiki karangan yang dipaparkan oleh kelompok lain. E. Materi Pembelajaran Menulis karangan berdasarkan gambar seri. F. Metode Pembelajaran Model Pembelajaran : Kooperatif Metode Pembelajaran : Tanya jawab, ceramah, penugasan, dan diskusi kelompok G. Langkah – Langkah kegiatan pembelajaran Kegiatan Pendahuluan Inti Tindakan Mengawali pelajaran dengan salam dan berdoa Guru memotivasi dan mengkondisikan siswa untuk siap melakukan pembelajaran dengan mengajak semua siswa untuk menggerakgerakkan badan mereka. Guru melakukan apersepsi dengan tanya jawab kepada siswa mengenai hal-hal yang sedang terjadi saat ini. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Eksplorasi Siswa dibagi dalam kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang. Masing-masing kelompok diberi lembar kerja yang berisi gambar seri Guru memberikan petunjuk dan membimbing kelompok. Didalam kelompok, siswa berdiskusi untuk menentukan urutan gambar Siswa diajak tanya jawab tentang isi gambar. Siswa dibimbing untuk menentukan judul yang sesuai dengan 126

(144) gambar. Siswa diminta berdisksi untuk menuliskan kerangka karangan terlebih dahulu baru kemudian mengembangkan menjadi karangan. Dimana setiap gambar minimal teridiri dari 3 kalimat Siswa mendapat bimbingan dari guru dan diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas. Siswa menulis karangan narasi berdasarkan kerangka karangan yang telah dibuatnya. Elaborasi Guru meminta beberapa kelompok untuk maju memperlihatkan dan mempresentasikan karangannya dengan suara yang nyaring dan intonasi yang tepat Kelompok lain mendengarkannya dengan seksama untuk selanjutnya memberikan masukan, pertanyaan, atau kritikan. Konfirmasi Guru memaparkan hasil tulisan siswa Siswa dan guru melakukan tanya jawab untuk mengevaluasi hasil pekerjaan siswa Siswa dan guru bersama-sama melakukan perbaikan karangan Siswa dan guru bersama-sama melakukan refleksi Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari selanjutnya yaitu membuat paragraf secara mandiri Doa dan salam penutup Penutup H. Alat dan Sumber Belajar Alat : Gambar Seri, Lembar Kerja Siswa Sumber Belajar : Prastiwi, Ristu dkk.2008. buku tematik SD kelas 3. Jakarta: Grasindo. Praptanti dkk.2008. Ayo Belajar Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Kanisius. Muh. Darisman, Sumaryati Dimyati, Pangesti Wiedarti. Mudah Belajar Bahasa Indonesia. Bogor: Yudhistira I. Penilaian Prosedur : Test Bentuk : Karangan Narasi Jenis : Tertulis Instrumen Penilaian: 1. Kognitif 127

(145) Tabel 1. Pedoman Penilaian Karangan Narasi Siswa dinyatakan lulus jika nilainya lebih dari 70 (Nilai >70) 2. Afektif Rubrik penilaian tanggung jawab dalam diskusi kelompok NO Nama Aspek yang dinilai Partisipasi Disiplin Kriteria Penilaian: Partisipasi 3 = indikator dapat terpenuhi 2 = dua indikator dapat dipenuhi Disiplin 3 = disiplin dalam mengerjakan tugas kelompok 2 = cukup disiplin dalam mengerjakan tugas kelompok 1 = tidak disiplin dalam mengerjakan tugas kelompok Skor Penilaian 5 = 100 4 = 90 3 = 80 2 = 70 1 = 60 128 Jumlah skor

(146) 3. Psikomotor NO Nama Kriteria Penilaian Memperbaiki Ketepatan Waktu Pekerjaan teman Jumlah skor Kriteria penilaian Memperbaiki pekerjaan teman 3 = melakukan lebih dari 3 kali 2 = melakukan 2 kali 1 = melakukan 1 kali Ketepatan Waktu Kriteria penilaian ketepatan waktu dalam mengumpulkan tugas 100 = mengumpulkan tepat waktu 80-90 = telat lima menit 70-75 = telat sepuluh menit 60-65 = telat lebih dari sepuluh menit Yogyakarta, 3 Maret 2014 Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Kelas Agustinus Marsudi S.Pd Endang Sri Rahayu S.Pd 129

(147) Lembar Kerja Siswa PERTEMUAN 1 (SIKLUS 1) KELOMPOK…………………. ANGGOTA KELOMPOK: 1. …………………………… 2…………………………….. 3…………………………….. 4…………………………….. 5……………………………. 1. Perhatikan Gambar di Bawah ini! A B C 2. Urutkan gambar diatas sesuai dengan urutan kejadian. Diskusikanlah bersama dengan teman kelompok kalian! Tuliskan jawabannya di bawah ini: Gambar 1……. Gambar 2……. Gambar 3……. 3. Apa judul yang paling tepat untuk menceritakan gambar tersebut?.................................. 4. Dari gambar tersebut, apa sajakah hal-hal yang akan kalian ceritakan, tuliskan di bawah ini! ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… 5. Buatlah karangan dalam bentuk paragraph, sesuai dengan kerangka karangan tersebut. (Satu pargraf minimal terdiri atas 3 kalimat) 130

(148) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PERTEMUAN 2 Satuan Pendidikan Hari/Tanggal Kelas/Semester Mata Pelajaran Alokasi Waktu : SD Negeri Mustokorejo : 5 Maret 2014 : III/2 : Bahasa Indonesia dan IPS : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi Mengungkapkan pikiran, gagasan, dan informasi secara tertulis dalam bentuk karangan, pengumuman dan pantun anak B. Kompetensi Dasar Menyusun karangan tentang topik sederhana dengan memperhatikan penggunaan ejaan ( huruf besar, titik, tanda koma dll ). C. Indikator Kognitif Membuat karangan sederhana minimal 4 kalimat berdasarkan gambar seri menggunakan ejaan, tanda baca, dan huruf kapital yang tepat. Menulis karangan berdasarkan gambar seri. Membacakan hasil karangan dengan suara nyaring Afektif Bertanggung jawab dalam melakukan diskusi kelompok tentang menulis karangan Psikomotor Memperbaiki karangan yang dipaparkan oleh kelompok lain D. Tujuan Pembelajaran Kognitif Siswa dapat membuat sebuah karangan sederhana minimal 3 kalimat berdasarkan gambar seri menggunakan ejaan, tanda baca, dan huruf kapital yang tepat. Siswa dapat menulis sebuah karangan berdasarkan gambar seri. Siswa dapat membacakan hasil karangan dengan suara nyaring 131

(149) Siswa dapat menyebutkan jenis pekerjaan. Afektif Siswa dapat bertanggung jawab dalam melakukan diskusi kelompok tentang menulis sebuah karangan melalui pengamatan gambar. Psikomotor Siswa dapat memperbaiki karangan yang dipaparkan oleh kelompok lain. E. Materi Pembelajaran Menulis karangan berdasarkan gambar seri. F. Metode Pembelajaran Model Pembelajaran : Kooperatif Metode Pembelajaran : Tanya jawab, ceramah, penugasan, dan diskusi kelompok G. Langkah – Langkah kegiatan pembelajaran Kegiatan Pendahulan Inti Tindakan Mengawali pelajaran dengan salam dan berdoa Guru memotivasi dan mengkondisikan siswa dengan melakukan games konsentrasi “nang ning nong gung” Guru melakukan apersepsi dengan tanya jawab kepada siswa mengenai materi pelajaran pada pertemuan sebelumnya. Guru menjelaskan gambaran umum kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan pada pertemuan kali ini. Eksplorasi Setiap siswa diberi kertas HVS dan lembar kerja yang didalamnya berisi gambar seri. Siswa diajak tanya jawab tentang isi gambar. Guru memberikan petunjuk dan membimbing siswa untuk membuat kerangka karangan secara mandiri dimana setiap gambar minimal terdiri atas 4 kalimat. Siswa dibimbing untuk menentukan judul yang sesuai dengan gambar. Siswa mendapat bimbingan dari guru dan diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas. Siswa menulis karangan narasi berdasarkan gambar seri dengan mengembangkan kerangka karangan yang telah dibuatnya. Elaborasi siswa secara sukarela diperintahkan maju kedepan untuk memperlihatkan serta mempresentasikan karangannya dengan suara nyaring dan intonasi yang tepat 132

(150) siswa lain mendengarkan dengan seksama dan memberikan pertanyaan, komentar, atau masukan bagi karangan siswa tersebut. Konfirmasi Guru mengkomentari karangan siswa Siswa dan guru melakukan tanya jawab untuk mengevaluasi hasil pekerjaan siswa Siswa dan guru bersama-sama melakukan refleksi Seluruh siswa diminta mengumpulkan hasil karangannya Doa dan salam penutup Penutup H. Alat dan Sumber Belajar Alat : Gambar Seri, Lembar Kerja Siswa Sumber Belajar : Prastiwi, Ristu dkk.2008. buku tematik SD kelas 3. Jakarta: Grasindo. Praptanti dkk.2008. Ayo Belajar Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Kanisius. Muh. Darisman, Sumaryati Dimyati, Pangesti Wiedarti. Mudah Belajar Bahasa Indonesia. Bogor: Yudhistira I. Penilaian Prosedur : Test Bentuk : Karangan Narasi Jenis : Tertulis Instrumen Penilaian: 1. Kognitif Tabel 1. Pedoman Penilaian Karangan Narasi 133

(151) Siswa dinyatakan lulus jika nilainya lebih dari 70 (Nilai >70) 2. Afektif Rubrik penilaian tanggung jawab dalam diskusi kelompok NO Aspek yang dinilai Partisipasi Disiplin Nama Jumlah skor Kriteria Penilaian: Partisipasi 3 = indikator dapat terpenuhi 2 = dua indikator dapat dipenuhi Disiplin 3 = disiplin dalam mengerjakan tugas kelompok 2 = cukup disiplin dalam mengerjakan tugas kelompok 1 = tidak disiplin dalam mengerjakan tugas kelompok Skor Penilaian 5 = 100 4 = 90 3 = 80 2 = 70 1 = 60 3. Psikomotor NO Nama Kriteria Penilaian Memperbaiki Ketepatan Waktu Pekerjaan teman Kriteria penilaian Memperbaiki pekerjaan teman 3 = melakukan lebih dari 3 kali 2 = melakukan 2 kali 1 = melakukan 1 kali 134 Jumlah skor

(152) Ketepatan Waktu Kriteria penilaian ketepatan waktu dalam mengumpulkan tugas 100 = mengumpulkan tepat waktu 80-90 = telat lima menit 70-75 = telat sepuluh menit 60-65 = telat lebih dari sepuluh menit Yogyakarta, 5Maret 2014 Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Kelas Agustinus Marsudi S.Pd Endang Sri Rahayu S.Pd 135

(153) Lembar Kerja Siswa PERTEMUAN 2 (SIKLUS 1) NAMA :……………………………… Kelas :……………………………… No. absen:………….. 1. Perhatikan Gambar di Bawah ini! B A C D 2. Urutkan gambar diatas sesuai dengan urutan kejadian. Diskusikanlah bersama dengan teman kelompok kalian! Tuliskan jawabannya di bawah ini: Gambar 1……. Gambar 2……. Gambar 3……. 136

(154) 3. Apa judul yang paling tepat untuk menceritakan gambar tersebut?.................................. 4. Dari gambar tersebut, apa sajakah hal-hal yang akan kalian ceritakan, tuliskan di bawah ini! ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… 5. Buatlah karangan dalam bentuk paragraph, sesuai dengan kerangka karangan tersebut. (Satu pargraf minimal terdiri atas 3 kalimat) 137

(155) SIKLUS II RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PERTEMUAN 1 Satuan Pendidikan Hari/Tanggal Kelas/Semester Mata Pelajaran Alokasi Waktu : SD Negeri Mustokorejo : 7 Maret 2014 : III/2 : Bahasa Indonesia dan IPS : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi Mengungkapkan pikiran, gagasan, dan informasi secara tertulis dalam bentuk karangan, pengumuman dan pantun anak B. Kompetensi Dasar Menyusun karangan tentang topik sederhana dengan memperhatikan penggunaan ejaan ( huruf besar, titik, tanda koma dll ). C. Indikator Kognitif Membuat karangan sederhana minimal 4 kalimat berdasarkan gambar seri menggunakan ejaan, tanda baca, dan huruf kapital yang tepat. Menulis karangan berdasarkan gambar seri. Membacakan hasil karangan dengan suara nyaring Afektif Bertanggung jawab dalam melakukan diskusi kelompok tentang menulis karangan Psikomotor Memperbaiki karangan yang dipaparkan oleh kelompok lain D. Tujuan Pembelajaran Kognitif 138

(156) Siswa dapat membuat sebuah karangan sederhana minimal 3 kalimat berdasarkan gambar seri menggunakan ejaan, tanda baca, dan huruf kapital yang tepat. Siswa dapat menulis sebuah karangan berdasarkan gambar seri. Siswa dapat membacakan hasil karangan dengan suara nyaring Siswa dapat menyebutkan jenis pekerjaan. Afektif Siswa dapat Bertanggung jawab dalam melakukan diskusi kelompok tentang menulis sebuah karangan melalui pengamatan gambar. Psikomotor Siswa dapat memperbaiki karangan yang dipaparkan oleh kelompok lain. E. Materi Pembelajaran Menulis karangan berdasarkan gambar seri. F. Metode Pembelajaran Model Pembelajaran : Kooperatif Metode Pembelajaran : Tanya jawab, ceramah, penugasan, dan diskusi kelompok G. Langkah – Langkah kegiatan pembelajaran Kegiatan Pendahuluan Inti Tindakan Mengawali pelajaran dengan salam dan berdoa Guru memotivasi dan mengkondisikan siswa untuk siap melakukan pembelajaran dengan mengajak semua siswa untuk menggerak-gerakkan badan mereka. Guru menjelaskan dengan seksama gambaran kegiatan pembelajaran pada pertemuan kali ini beserta tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Guru menjelaskan aturan main pembelajaran dan menjelaskan pula hal-hal apa yang harus dilakukan siswa untuk dapat meraih nilai bagus dan mendapat reward ”the best student” dan ”the best kelompok” dari guru. Eksplorasi Siswa dibagi dalam kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang (anggota kelompok berbeda dengan pertemuan I, siklus I Masing-masing kelompok diberi lembar kerja yang berisi gambar seri 139

(157) Guru memberikan petunjuk dan membimbing kelompok. Didalam kelompok, siswa berdiskusi untuk menentukan urutan gambar Siswa diajak tanya jawab tentang isi gambar. Siswa dibimbing untuk menentukan judul yang sesuai dengan gambar. Siswa diminta berdisksi untuk menuliskan kerangka karangan terlebih dahulu baru kemudian mengembangkan menjadi karangan. Dimana setiap gambar minimal teridiri dari 3 kalimat Siswa mendapat bimbingan dari guru dan diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas. Siswa menulis karangan narasi berdasarkan kerangka karangan yang telah dibuatnya. Elaborasi Guru meminta beberapa kelompok untuk maju memperlihatkan dan mempresentasikan karangannya dengan suara yang nyaring dan intonasi yang tepat Kelompok lain mendengarkannya dengan seksama dan setiap kelompok wajib memberikan komentar terhadap karangan kelompok tersebut. Konfirmasi Guru memaparkan hasil tulisan siswa Siswa dan guru melakukan tanya jawab untuk mengevaluasi hasil pekerjaan siswa dan meberikan contoh karangan yang bags kepada siswa Siswa dan guru bersama-sama melakukan perbaikan karangan Siswa dan guru bersama-sama melakukan refleksi Guru mengumumkan pemenang “the best student” dan “the best group” pada pembelajaran kali ini dan menyerahkan hadiahnya. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari selanjutnya yaitu membuat paragraf secara mandiri Doa dan salam penutup Penutup H. Alat dan Sumber Belajar Alat : Gambar Seri, Lembar Kerja Siswa Sumber Belajar : Prastiwi, Ristu dkk.2008. buku tematik SD kelas 3. Jakarta: Grasindo. Praptanti dkk.2008. Ayo Belajar Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Kanisius. 140

(158) Muh. Darisman, Sumaryati Dimyati, Pangesti Wiedarti. Mudah Belajar Bahasa Indonesia. Bogor: Yudhistira I. Penilaian Prosedur : Test Bentuk : Karangan Narasi Jenis : Tertulis Instrumen Penilaian: 1. Kognitif Tabel 1. Pedoman Penilaian Karangan Narasi Siswa dinyatakan lulus jika nilainya lebih dari 70 (Nilai >70) 2. Afektif Rubrik penilaian tanggung jawab dalam diskusi kelompok NO Nama Aspek yang dinilai Partisipasi Disiplin Kriteria Penilaian: Partisipasi 3 = indikator dapat terpenuhi 2 = dua indikator dapat dipenuhi 141 Jumlah skor

(159) Disiplin 3 = disiplin dalam mengerjakan tugas kelompok 2 = cukup disiplin dalam mengerjakan tugas kelompok 1 = tidak disiplin dalam mengerjakan tugas kelompok Skor Penilaian 5 = 100 4 = 90 3 = 80 2 = 70 1 = 60 3. Psikomotor NO Nama Kriteria Penilaian Memperbaiki Ketepatan Waktu Pekerjaan teman Jumlah skor Kriteria penilaian Memperbaiki pekerjaan teman 3 = melakukan lebih dari 3 kali 2 = melakukan 2 kali 1 = melakukan 1 kali Ketepatan Waktu Kriteria penilaian ketepatan waktu dalam mengumpulkan tugas 100 = mengumpulkan tepat waktu 80-90 = telat lima menit 70-75 = telat sepuluh menit 60-65 = telat lebih dari sepuluh menit Yogyakarta, 7 Maret 2014 Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Kelas Agustinus Marsudi S.Pd Endang Sri Rahayu S.Pd 142

(160) Lembar Kerja Siswa PERTEMUAN 1 (SIKLUS II) KALOMPOK…………………. ANGGOTA KELOMPOK: 1. …………………………… 2…………………………….. 3…………………………….. 4…………………………….. 5……………………………. 1. Perhatikan Gambar di Bawah ini! B A C D 2. Urutkan gambar diatas sesuai dengan urutan kejadian. Diskusikanlah bersama dengan teman kelompok kalian! Tuliskan jawabannya di bawah ini: Gambar 1……. Gambar 2……. Gambar 3……. Gambar 4……. 143

(161) 3. Apa judul yang paling tepat untuk menceritakan gambar tersebut?..................................... 4. Dari gambar tersebut, apa sajakah hal-hal yang akan kalian ceritakan, tuliskan di bawah ini! ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… 5. Buatlah karangan dalam bentuk paragraph, sesuai dengan kerangka karangan tersebut. (Satu pargraf minimal terdiri atas 3 kalimat) 144

(162) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PERTEMUAN 2 Satuan Pendidikan Hari/Tanggal Kelas/Semester Mata Pelajaran Alokasi Waktu : SD Negeri Mustokorejo : 10 Maret 2014 : III/2 : Bahasa Indonesia dan IPS : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi Mengungkapkan pikiran, gagasan, dan informasi secara tertulis dalam bentuk karangan, pengumuman dan pantun anak B. Kompetensi Dasar Menyusun karangan tentang topik sederhana dengan memperhatikan penggunaan ejaan ( huruf besar, titik, tanda koma dll ). C. Indikator Kognitif Membuat karangan sederhana minimal 4 kalimat berdasarkan gambar seri menggunakan ejaan, tanda baca, dan huruf kapital yang tepat. Menulis karangan berdasarkan gambar seri. Membacakan hasil karangan dengan suara nyaring Afektif Bertanggung jawab dalam melakukan diskusi kelompok tentang menulis karangan Psikomotor Memperbaiki karangan yang dipaparkan oleh kelompok lain D. Tujuan Pembelajaran Kognitif Siswa dapat membuat sebuah karangan sederhana minimal 3 kalimat berdasarkan gambar seri menggunakan ejaan, tanda baca, dan huruf kapital yang tepat. Siswa dapat menulis sebuah karangan berdasarkan gambar seri. Siswa dapat membacakan hasil karangan dengan suara nyaring 145

(163) Siswa dapat menyebutkan jenis pekerjaan. Afektif Siswa dapat bertanggung jawab dalam melakukan diskusi kelompok tentang menulis sebuah karangan melalui pengamatan gambar. Psikomotor Siswa dapat memperbaiki karangan yang dipaparkan oleh kelompok lain. E. Materi Pembelajaran Menulis karangan berdasarkan gambar seri. F. Metode Pembelajaran Model Pembelajaran : Kooperatif Metode Pembelajaran : Tanya jawab, ceramah, penugasan, dan diskusi kelompok G. Langkah – Langkah kegiatan pembelajaran Kegiatan Pendahulan Inti Tindakan Mengawali pelajaran dengan salam dan berdoa Guru memotivasi dan mengkondisikan siswa dengan melakukan games konsentrasi “nang ning nong gung” Guru melakukan apersepsi dengan tanya jawab kepada siswa mengenai materi pelajaran pada pertemuan sebelumnya. Guru menjelaskan gambaran umum kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan pada pertemuan kali ini. Eksplorasi Setiap siswa diberi kertas HVS dan lembar kerja yang didalamnya berisi gambar seri. Siswa diajak tanya jawab tentang isi gambar. Guru memberikan petunjuk dan membimbing siswa untuk membuat kerangka karangan secara mandiri dimana setiap gambar minimal terdiri atas 4 kalimat. Siswa dibimbing untuk menentukan judul yang sesuai dengan gambar. Siswa mendapat bimbingan dari guru dan diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas. Siswa menulis karangan narasi berdasarkan gambar seri dengan mengembangkan kerangka karangan yang telah dibuatnya. Elaborasi siswa secara sukarela diperintahkan maju kedepan untuk 146

(164) memperlihatkan serta mempresentasikan karangannya dengan suara nyaring dan intonasi yang tepat siswa lain mendengarkan dengan seksama dan memberikan pertanyaan, komentar, atau masukan bagi karangan siswa tersebut. Konfirmasi Guru mengkomentari karangan siswa Siswa dan guru melakukan tanya jawab untuk mengevaluasi hasil pekerjaan siswa Siswa dan guru bersama-sama melakukan refleksi Seluruh siswa diminta mengumpulkan hasil karangannya Doa dan salam penutup Penutup H. Alat dan Sumber Belajar Alat : Gambar Seri, Lembar Kerja Siswa Sumber Belajar : Prastiwi, Ristu dkk.2008. buku tematik SD kelas 3. Jakarta: Grasindo. Praptanti dkk.2008. Ayo Belajar Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Kanisius. Muh. Darisman, Sumaryati Dimyati, Pangesti Wiedarti. Mudah Belajar Bahasa Indonesia. Bogor: Yudhistira I. Penilaian Prosedur : Test Bentuk : Karangan Narasi Jenis : Tertulis Instrumen Penilaian: 1. Kognitif Tabel 1. Pedoman Penilaian Karangan Narasi 147

(165) Siswa dinyatakan lulus jika nilainya lebih dari 70 (Nilai >70) 2. Afektif Rubrik penilaian tanggung jawab dalam diskusi kelompok NO Aspek yang dinilai Partisipasi Disiplin Nama Jumlah skor Kriteria Penilaian: Partisipasi 3 = indikator dapat terpenuhi 2 = dua indikator dapat dipenuhi Disiplin 3 = disiplin dalam mengerjakan tugas kelompok 2 = cukup disiplin dalam mengerjakan tugas kelompok 1 = tidak disiplin dalam mengerjakan tugas kelompok Skor Penilaian 5 = 100 4 = 90 3 = 80 2 = 70 1 = 60 3. Psikomotor NO Nama Kriteria Penilaian Memperbaiki Ketepatan Waktu Pekerjaan teman Kriteria penilaian Memperbaiki pekerjaan teman 3 = melakukan lebih dari 3 kali 2 = melakukan 2 kali 1 = melakukan 1 kali Ketepatan Waktu Kriteria penilaian ketepatan waktu dalam mengumpulkan tugas 148 Jumlah skor

(166) 100 = mengumpulkan tepat waktu 80-90 = telat lima menit 70-75 = telat sepuluh menit 60-65 = telat lebih dari sepuluh menit Yogyakarta, 10 Maret 2014 Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Kelas Agustinus Marsudi S.Pd Endang Sri Rahayu S.Pd 149

(167) Lembar Kerja Siswa PERTEMUAN 2 (SIKLUS 1) NAMA :……………………………… Kelas :……………………………… No. absen:………….. 1. Perhatikan Gambar di Bawah ini! A B C C D 2. Urutkan gambar diatas sesuai dengan urutan kejadian. Diskusikanlah bersama dengan teman kelompok kalian! Tuliskan jawabannya di bawah ini: Gambar 1……. Gambar 2……. Gambar 3……. Gambar 4……. 150

(168) Gambar 5……. 3. Apa judul yang paling tepat untuk menceritakan gambar tersebut?.................................. 4. Dari gambar tersebut, apa sajakah hal-hal yang akan kalian ceritakan, tuliskan di bawah ini! …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… 5. Buatlah karangan dalam bentuk paragraph, sesuai dengan kerangka karangan tersebut. (Satu pargraf minimal terdiri atas 3 kalimat) 151

(169) INSTRUMEN PENELITIAN LEMBAR OBSERVASI KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN OLEH GURU I. Identitas Responden: Mata Pelajaran/Topik: Kelas/Sekolah : Nama Pengajar: : : : II. Petunjuk Pengisian: a. Bapak/Ibu dimohon untuk mengamati jalannya pembelajaran menulis karangan dengan menggunakan media gambar seri. b. Pengamatan dilakukan terhadap aspek-aspek pembelajaran yang meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. c. Hasil pengamatan Bapak/Ibu dilakukan dengan cara memberikan tanda centang (√) pada kolom yang sesuai dengan penilaian Bapak/Ibu. d. Kategori penilaian adalah sebagai berikut: 5 4 3 2 1 Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang III. Aspek Pengamatan: N o 1 Aspek yang diamati Kegiatan Awal 2 Kegiatan inti Indikator c. Cara guru membuka pelajaran d. Guru menyampaikan apersepsi dan motivasi j. Guru menerangkan materi k. Guru mempersiapkan media yang akan digunakan l. Guru membagi kelompok m. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif 152 1 Penilaian 2 3 4

(170) 3 Kegiatan Akhir terlibat dalam pembelajaran n. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi o. Konfirmasi terhadap argument-argument siswa p. Penanaman konsep q. Bimbingan dan pengawasan pada saat siswa mengerjakan tugas yang tugas yang diberikan r. Evaluasi c. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi d. Cara guru menutup pelajaran Total Skor Pengamat, Pengajar, (…………………) (……………………) 153

(171) LEMBAR OBSERVASI/PENGAMATAN MINAT SISWA I. Identitas Responden: Mata Pelajaran/Topik: Kelas/Sekolah : : : II. Petunjuk Pengisian: a. Bapak/Ibu dimohon untuk mengamati jalannya pembelajaran untuk menilai minat siswa terhadap pembelajaran menggunakan menulis karangan dengan menggunakan media gambar seri. b. Pengamatan dilakukan terhadap aspek-aspek minat pembelajaran sebagaimana tercantum dalam kolom di bawah ini. c. Hasil pengamatan Bapak/Ibu dilakukan dengan cara memberikan tanda centang (√) pada kolom yang sesuai dengan penilaian Bapak/Ibu. d. Kategori penilaian adalah sebagai berikut: 5 4 3 2 1 Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang III. Aspek Pengamatan: N Aspek yang o diamati 1 Ekspresi perasaan senan 2 Pehatian dalam belajar Indikator f. Siswa mengikuti pelajaran dengan antusias g. Siswa tidak mengeluh ketika diberi tugas dari guru h. Siswa datang tepat waktu sebelum pelajaran dimulai i. Siswa duduk dengan tenang dan siap untuk belajar j. Siswa menyiapkan buku pelajaran sebelum pelajaran dimulai f. Siswa aktif bertanya didalam kelas 154 1 Penilaian 2 3 4 5

(172) 3 4 g. Siswa aktif menjawab pertanyaan h. Siswa menyimak penjelasan guru dengan seksama i. Siswa tidak melamn didalam kelas j. Siswa tidak mengobrol atau tidak menganggu teman lain ketika belajar Motivasi siswa f. Siswa giat membaca buku pelajaran Bahasa Indonesia g. Siswa menanyakan kesulitasn yang dialami kepada guru h. Siswa membuat catata mengenai materi yang disampaikan oleh guru i. Siswa mengerjakan tugas dari guru j. Siswa membawa buku atau sumbe lain dalam belajar Keterlibatan f. Siswa aktif menyampaikan siswa dalam pendapat dalam diskusi pembelajaran g. Siswa mau membantu teman lain yang mengalami kesulitan h. Siswa bekerjasama dengan kelompok i. Siswa maju kedepan untuk memprresentasikan hasil pekerjaannya j. Siswa mengajukan diri untuk menjawab pertanyaan spontan dari guru Pengamat, Pengajar, (…………………) (……………………) 155

(173) LAMPIRAN 3. DATA HASIL PENELITIAN DATA HASIL OBSERVASI KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I SKOR SIKLUS 1 No 1 Aspek yang diamati Kegiatan Awal Pertemuan 1 Obse Obser rver ver 2 1 Indikator 3 Kegiatan Akhir Obser ver 1 Observer 2 RataRata 5 5 5.00 5 4 4.50 b. Guru menyampaikan apersepsi dan motivasi 3 3 3.00 4 4 4.00 4.00 4.00 4.00 4.50 4.00 4.25 3 3 3.00 5 4 4.50 3 3 3.00 4 4 4.00 2 2 2.00 3 3 3.00 d. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi 2 2 2.00 2 3 2.50 e. Konfirmasi terhadap argument-argument siswa 2 2 2.00 3 2 2.50 e. Penanaman konsep f. Bimbingan dan pengawasan pada saat siswa mengerjakan tugas yang diberikan g. Evaluasi dan Apresiasi (pengahargaan) guru terhadap kinerja siswa Rata-Rata Aspek 3 4 3.50 3 3 3.00 3 3 3.00 4 4 4.00 4 4 4.00 4 3 3.50 2.75 2.88 2.81 3.50 3.25 3.38 a. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi 3 4 3.50 3 3 3.00 b. Cara guru menutup pelajaran 4 4 4.00 4 5 4.50 3.50 4.00 3.75 3.50 4.00 3.75 Total Skor 37.00 39.00 38.00 44.00 42.00 43.00 Rata-Rata Skor 3.08 3.25 3.17 3.67 3.50 3.58 a. Guru Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran dan gambaran pelaksanaan pembelajaran b. Guru mempersiapkan media yang akan digunakan c. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif terlibat dalam pembelajaran Kegiatan inti RataRata a. Cara guru membuka pelajaran Rata-Rata Aspek 2 Pertemuan 2 Rata-Rata Aspek 156

(174) DATA HASIL OBSERVASI KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS II SKOR SIKLUS 1 No 1 Aspek yang diamati Kegiatan Awal Pertemuan 1 Obse Obser rver ver 2 1 Indikator 3 Kegiatan Akhir Obser ver 1 Observer 2 RataRata 5.00 5 5 5.00 3.00 4.00 3 4 4.00 4.50 3.50 4.25 5 5 3 3 5 4 3.50 3 3 3.00 4 3.50 5 5 b. Guru menyampaikan apersepsi dan motivasi 3 3 4.00 4.00 5 5 3 3 3 4 d. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi 3 4 e. Konfirmasi terhadap argument-argument siswa 5 3 4.00 3 e. Penanaman konsep f. Bimbingan dan pengawasan pada saat siswa mengerjakan tugas yang diberikan g. Evaluasi dan Aparesiasi (pengahargaan) guru terhadap kinerja siswa Rata-Rata Aspek 3 3 3.00 3 4 3.50 4 3 3.50 3 4 3.50 3 4 3.63 3.63 3.50 3.63 4 3.63 4 3.88 4.00 3.75 a. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi 3 5 4.00 3 4 3.50 b. Cara guru menutup pelajaran 4 4 3.50 4.50 4.00 4.00 4 3.50 5 4.50 4.50 4.00 Total Skor 44.00 46.00 45.00 44.00 49.00 46.50 Rata-Rata Skor 3.67 3.83 3.75 3.67 4.08 3.88 a. Guru Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran dan gambaran pelaksanaan pembelajaran b. Guru mempersiapkan media yang akan digunakan c. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif terlibat dalam pembelajaran Kegiatan inti RataRata a. Cara guru membuka pelajaran Rata-Rata Aspek 2 Pertemuan 2 Rata-Rata Aspek 157 5.00 3.00 3.50 5.00 3.00 4.50

(175) DATA HASIL OBSERVASI MINAT BELAJAR SISWA PADA SIKLUS I SKOR SIKLUS 1 No 1 2 Aspek yang diamati Ekspresi perasaan senang Pehatian dalam belajar Indikator a. Siswa mengikuti pelajaran dengan antusias b. Siswa tidak mengeluh ketika diberi tugas dari guru c. Siswa datang tepat waktu sebelum pelajaran dimulai 4 Motivasi Siswa Pertemuan 2 Observer Observer I Rata-rata 2 3 4 3.50 4 4 4.00 4 4 4.00 3 4 3.50 4 4 4.00 4 4 4.00 d. Siswa duduk dengan tenang dan siap untuk belajar 3 3 3.00 3 4 3.50 e. Siswa menyiapkan buku pelajaran sebelum pelajaran dimulai 2 3 2.50 3 3 3.00 3.20 3.60 3.40 3.40 3.80 3.60 2 3 3 3 2.50 3.00 3 3 3 3 3.00 3.00 4 4 4.00 4 4 4.00 4 5 4.50 4 5 4.50 3 4 3.50 4 4 4.00 3.20 3.80 3.50 3.60 3.80 3.70 3 3 3.00 4 4 4.00 2 2 2.00 2 3 2.50 3 3 3.00 3 4 3.50 4 4 4.00 4 5 4.50 2 2 2.00 2 3 2.50 2.80 2.80 2.80 3.00 3.80 3.40 3 3 3.00 3 4 3.50 2 3 2.50 3 3 3.00 3 4 3.50 3 4 3.50 a. Siswa aktif bertanya didalam kelas b. Siswa aktif menjawab pertanyaan c. Siswa menyimak penjelasan guru dengan seksama d. Siswa tidak melamn didalam kelas e. Siswa tidak mengobrol atau tidak menganggu teman lain ketika belajar 3 Pertemuan 1 Observer Observer I Rata_rata 2 a. Siswa giat membaca buku pelajaran Bahasa Indonesia b. Siswa menanyakan kesulitasn yang dialami kepada guru c. Siswa membuat catata mengenai materi yang disampaikan oleh guru d. Siswa mengerjakan tugas dari guru e. Siswa membawa buku atau sumbe lain dalam belajar a. Siswa aktif menyampaikan pendapat dan antusias untuk meju kedepan Keterlibatan b. Siswa mau membantu teman lain siswa dalam yang mengalami kesulitan pembelajaran c. Siswa bekerjasama dengan kelompok 158

(176) d. Siswa maju kedepan untuk memprresentasikan hasil pekerjaannya e. Siswa mengajukan diri untuk menjawab pertanyaan spontan dari guru 3 3 3.00 3 3 3.00 2 3 2.50 3 3 3.00 2.60 3.20 2.90 3.00 3.40 3.20 Total Skor 59.00 67.00 63.00 65.00 74.00 69.50 Rata-Rata Skor 2.95 3.35 3.15 3.25 3.70 3.48 Rata-Rata Aspek 159

(177) DATA HASIL OBSERVASI MINAT BELAJAR SISWA PADA SIKLUS II SKOR SIKLUS 1 No 1 2 Aspek yang diamati Ekspresi perasaan senang Pehatian dalam belajar Indikator f. Siswa mengikuti pelajaran dengan antusias g. Siswa tidak mengeluh ketika diberi tugas dari guru h. Siswa datang tepat waktu sebelum pelajaran dimulai Pertemuan 1 Observer Observer I Rata_rata 2 3 4 4 4 5 4 4.50 5 4.50 4 4.00 4 5 5 5 4.50 5.00 4.50 4 j. Siswa menyiapkan buku pelajaran sebelum pelajaran dimulai 3 4 3.50 4 4 4.00 3.60 3 3 4.40 4 4 4.00 3.50 3.50 4.20 4 3 4.60 4 4 4.40 4.00 3.50 4 5 4.50 4 5 4.50 4 5 4.50 4 5 4.50 4.00 4 4.00 3.80 4.00 4 f. Siswa aktif bertanya didalam kelas g. Siswa aktif menjawab pertanyaan h. Siswa menyimak penjelasan guru dengan seksama i. Siswa tidak melamn didalam kelas 4 3.60 Motivasi Siswa 5 3.50 i. Siswa duduk dengan tenang dan siap untuk belajar j. Siswa tidak mengobrol atau tidak menganggu teman lain ketika belajar 3 4 Pertemuan 2 Observer Observer I Rata-rata 2 f. Siswa giat membaca buku pelajaran Bahasa Indonesia g. Siswa menanyakan kesulitasn yang dialami kepada guru h. Siswa membuat catata mengenai materi yang disampaikan oleh guru i. Siswa mengerjakan tugas dari guru j. Siswa membawa buku atau sumbe lain dalam belajar f. Siswa aktif menyampaikan pendapat dan antusias untuk meju kedepan Keterlibatan g. Siswa mau membantu teman lain siswa dalam yang mengalami kesulitan pembelajaran h. Siswa bekerjasama dengan kelompok 4 4 4 4.40 4 4 4 4.40 5 4.00 4.00 4.10 4.50 3 4 3.50 4 4 4.00 3 4 3.50 5 5 5.00 4 5 4.50 4 5 4.50 3 3 3.00 3 3 3.00 3.40 4.00 3.70 4.00 4.40 4.20 4.00 4 3.50 4 4.00 4 4 3 4 160 4 4 4 4 4 4 4.00 4.00 4.00

(178) i. Siswa maju kedepan untuk memprresentasikan hasil pekerjaannya j. Siswa mengajukan diri untuk menjawab pertanyaan spontan dari guru 4 3 4 3.50 3 2.50 3 3 2 3.50 3 3.00 Rata-Rata Aspek Total Skor 3.20 69.00 3.80 83.00 3.50 76.00 3.60 78.00 3.80 86.00 3.70 82.00 Rata-Rata Skor 3.45 4.15 3.80 3.90 4.30 4.10 161

(179) DATA PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM MENULIS KARANGAN NARASI PADA PRA TINDAKAN, SIKLUS I, DAN SIKLUS II No Nama Siswa Pra Tindakan Nilai Keterangan Siklus I Nilai Keterangan Siklus II Nilai Keterangan 1 Iqbal 70 Tidak Lulus 75 Lulus 80 Lulus 2 Inggaryadi 65 Tidak Lulus 78 Lulus 83 Lulus 3 Indra 80 Lulus 85 Lulus 87.5 Lulus 4 75 Lulus 78.5 Lulus 80 Lulus 6 Rafli Nur Inayah Yoga 65 Tidak Lulus 75 Lulus 7 Hendo 70 Tidak Lulus 74 Tidak Lulus 8 Mira 65 Tidak Lulus 75 9 Ersya 65 10 Rifat 11 5 80 81.5 Lulus Lulus 82.5 Lulus 78 Lulus 76.5 Lulus Lulus 78 Lulus Tidak Lulus 68 Tidak Lulus 70 Tidak Lulus 60 Tidak Lulus 80 Lulus Falah 75 78.5 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Triyas Ovilia Assyifa Alvian Chintya Athalya Yesi Febriyanti Nurlita Rizki Danang Riris Avrila Ari Dwi Auliya 75 60 65 70 60 75 70 65 65 75 80 75 65 65 70 Lulus Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus 27 28 29 30 31 32 33 Jessica Zava Imam Jendra Dinda Radika Rizal 80 80 70 65 75 60 60 RataRata Lulus Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus 81.5 88.5 67.5 75 78.5 78.5 74.5 66 70 80 81.5 78.5 68.5 70 75 Lulus Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus 85 87.5 75 70 78.5 75 70 Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Lulus 69.55 76.45 162 Lulus Lulus Lulus Tidak Lulus Lulus Lulus 81.5 80 Lulus Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Lulus 83.5 90 70 78.5 80 83.5 80 75 78.5 85 85 80 75 78.5 83.5 Lulus Lulus Lulus Tidak Lulus Lulus Lulus Tidak Lulus 87.5 90 80 75 80 78.5 75 Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Lulus 80.27 Lulus Lulus Lulus Lulus Tidak Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus

(180) CONTOH KARANGAN SISWA 163

(181) 164

(182) 165

(183) 166

(184) LAMPIRAN 4. DOKUMENTASI PENELITIAN Suasana Pembelajaran pada Pertemuan I, SIklus I Siswa Mengerjakan Karangan secara berkelompok Guru Membimbing Siswa Mengerjakan Tugas Siswa Sedang Berdiskusi Kelompok 167

(185) Siswa berdiskusi kelompok Siswa Mengerjakan Karangan Secara individu Siswa Megurutkan Gambar Seri Secara Berkelompok Evaluasi Menulis Karangan Secara Mandiri Guru Membimbing Siswa Mengerjakan Tugas Siswa Sedang Berdiskusi Kelompok 168

(186) Guru memberikan penjelasan tentang karangan Siswa Berdiskusi Kelompok menentukan kerangka karangan Siswa Berdiskusi Membuat Kerangka Karangan Guru Menguatkan dan Memberikan Penjelasan Tentang Karangan 169

(187) 170

(188) 171

(189) 172

(190)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR SERI PADA SISWA KELAS III SD NEGERI 03 LALUNG KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2008 2009
0
4
84
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI MENGGUNAKAN GAMBAR SERI PADA SISWA KELAS IVC SD NEGERI 03 JATEN, KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2010 2011
1
10
210
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENGARANG DENGAN MEDIA GAMBAR SERI SISWA KELAS V SD NEGERI SAMBUNGMACAN 1 SRAGEN TAHUN 2010.
0
1
7
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR SERI PADA SISWA KELAS III SD NEGERI BANGKLE 05 BLORA TAHUN PELAJARAN 2009/ 2010.
0
1
5
(ABSTRAK) PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR SERI PADA SISWA KELAS III SD NEGERI 03 KLAREYAN KECAMATAN PETARUKAN KABUPATEN PEMALANG TAHUN AJARAN 2008/2009.
0
0
3
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR SERI PADA SISWA KELAS III SD NEGERI 03 KLAREYAN KECAMATAN PETARUKAN KABUPATEN PEMALANG TAHUN AJARAN 2008/2009.
0
1
169
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR BAHASA JAWA MATERI MENULIS NARASI MELALUI MEDIA GAMBAR BERSERI PADA SISWA KELAS II MI ISLAMIYAH KARANGPAKEL, KLEGO, BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 20142015 SKRIPSI
1
1
161
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR BAHASA JAWA MATERI MENULIS NARASI MELALUI MEDIA GAMBAR BERSERI PADA SISWA KELAS II MI ISLAMIYAH KARANGPAKEL, KLEGO, BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 20142015 SKRIPSI
0
0
158
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INGGRIS MATERI PART OF BODY MELALUI MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 01 JLUMPANG KECAMATAN BANCAK KABUPATEN SEMARANG TAHUN AJARAN 20142015 SKRIPSI
0
0
161
PENERAPAN MODEL ROUND TABLE DENGAN MEDIA GAMBAR SERI DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERITA PADA SISWA KELAS III SD NEGERI SIDOMULYO TAHUN AJARAN 2016/2017 - UNS Institutional Repository
0
0
18
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPS MATERI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS IV SDN MENDUT SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 20102011 SKRIPSI
0
0
103
PENINGKATAN MINAT DAN KEMAMPUAN MENULIS MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR SERI SISWA KELAS IV SD NEGERI KLEDOKAN SEMESTER II TAHUN AJARAN 20112012
0
1
237
PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD KANISIUS MINGGIR DENGAN MEDIA GAMBAR
0
1
256
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR SERI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 PIYUNGAN BANTUL TAHUN AJARAN 20112012
0
1
170
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD NEGERI 1 TAJI PRAMBANAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR SKRIPSI
0
2
221
Show more