TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI

Gratis

0
0
308
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun Oleh: Tarsisius Ferry Koko Gustomo 101134147 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun Oleh: Tarsisius Ferry Koko Gustomo 101134147 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Skripsi ini peneliti persembahkan kepada: 1. Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan segala berkat dan pertolongan selama proses penyusunan skripsi. 2. Ayahku THC. Kamido dan Ibuku M. Purwantini yang selalu memotivasi dan mendoakan yang terbaik untukku. 3. Kakak-ku Dian, Nanang dan Ardi yang menjadi penyemangat hidup. 4. Ibu Catur Rismiati dan Ibu Andri Anugrahana yang menjadi motivator dalam menyelesaikan skripsi ini. 5. Teman-teman kelompok studi skripsi yaitu Bayu, Okta, Afi, Maya, Melisa, Tina, dan Wina yang selalu ada saat suka dan duka serta selalu memberi motivasi kepada peneliti. 6. Teman-teman terdekatku “Bayu, Cahyo, Marsel, Candra, Okta, Yuni, Terry, Resti, Dwi, Tina, Agnes, Nurul, dan Anik”. 7. Teman-teman kelas B yang menjadi sahabat dan memberi dukungan selama 8 semester belajar bersama. 8. Siswa dan Guru kelas I SD Kanisius Sengkan Yogyakarta yang membantu penyelesaian skripsi ini. iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO “Jangan kamu kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari” (Matius 6 : 34) “Sebuah langkah pertama menuju keberhasilan adalah dimulai dari dalam pikiran” Richard Doebler v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI Tarsisius Ferry Koko Gustomo Universitas Sanata Dharma 2014 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah manajemen pendidikan di Indonesia mengenai sarana dan prasarana berupa alat peraga. Alat peraga Montessori merupakan alat peraga yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Alat peraga Montessori yang berkualitas dapat menimbulkan kepuasan siswa dan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan metode sensus. Subjek penelitian sebanyak 61 siswa dan 2 guru kelas I SD Kanisius Sengkan Yogyakarta tahun pelajaran 2013/2014. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan. Analisis data menggunakan Penilaian Acuan Norma (PAN) tipe II dan Importance and Performance Analysis (IPA). Hasil analisis data PAN tipe II menunjukkan bahwa: 1) tingkat kepuasan siswa adalah cukup (rata-rata total skor 127,03); 2) tingkat kepuasan guru adalah cukup (rata-rata total skor 175,5). Hasil analisis data IPA menunjukkan bahwa: 1) atribut-atribut yang menimbulkan kepuasan siswa adalah memudahkan mengerti matematika, warna menarik, bermacam warna, ukuran kecil ke besar dan panjang ke pendek ,menemukan jawaban benar, memiliki kunci jawaban, dipaku, tidak melukai, mengerjakan soal tanpa bantuan, bentuk menarik, digunakan berulang kali dan tidak mudah rusak; 2 ) atribut-atribut yang menimbulkan kepuasan guru adalah memudahkan dalam memahami konsep matematika, bentuk menarik, ukuran proporsional, bermacam warna, menemukan jawaban benar, memiliki kunci jawaban, sesuai materi, bahan kuat,digunakan berulang kali, kuat ketika jarang digunakan, dipaku, tidak melukai, memudahkan mengerjakan untuk soal, warna menarik, permukaan halus, direkatkan dan dicat. Alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang dikembangkan sudah layak untuk digunakan sebagai sumber belajar. Kata kunci: tingkat kepuasan, alat peraga matematika, metode Montessori, Penilaian Acuan Norma (PAN) tipe II dan Importance and Performance Analysis (IPA). viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE LEVEL OF STUDENTS AND TEACHERS SATISFACTION TOWARD THE USE OF MATHEMATICS TEACHING AID BASED ON MONTESSORI METHODS Tarsisius Ferry Koko Gustomo Sanata Dharma University 2014 The research was based on the management problem of education in Indonesia regarding the facilities and infrastructure especially in the use of teaching aid. Montessori teaching aid was that can be used in the learning process. Montessori teaching aid which has good quality are able to lead the satisfaction of students and teachers. This research aims to know the level of satisfaction of students and teachers about the use of mathematics teaching aid based on Montessori methods. Type of this research was quantitative descriptive method of census. The subject of research as much as 61 students and 2 teachers of I grade of “Sengkan Kanisius” Elementary School, Yogyakarta for academic year 2013/2014. Engineering data collection using the questionnaire performance and questionnaire interest. For the Data analysis using criterian reference “Penilaian Acuan Norma (PAN) type II” and Importance and Performance Analysis (IPA). The results of data analysis of PAN type II: 1) showed that levels of student satisfaction is enough (average total score 127,03); 2) level of satisfaction of teachers is enough (average total score 175,5). Data analysis results showed that the IPA: 1) attributes raises student satisfaction is comprehend math, attractive colors, variety of colors, sizes small to large and long to short, find the answers right, have answer keys, nailed, not hurting, working on a problem without help, interesting shapes, used repeatedly and are not easily damaged; 2) attributes-the attributes that give rise to the satisfaction of the teachers is the ease in understanding math concepts, proportional size, shape, various colors, find the answers right, have answer keys, according to the material, the material is strong, powerful, used repeatedly when it is rarely used, nailed, not injure, make it easy to work the problem, attractive colors, smooth surfaces, glued together and painted. Props for mathematics-based methods of Montessori developed already deserves to be used as a learning resource. Keywords: satisfaction level, mathematics teaching aid, Montessori method, criterian reference “Penilaian Acuan Norma (PAN) type II” and Importance and Performance Analysis (IPA). ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan berkat dan rahmatnya kepada peneliti sehingga dapat menyelesaiakan skripsi dengan judul: “Tingkat Kepuasan Siswa dan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori” ini dengan baik. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Peneliti menyadari bahwa penulisan skripsi tidak akan terwujud tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu peneliti mengucapkan terima kasih kepada: 1. Rohandi, Ph.D., selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Gregorius Ari Nugrahanta, SJ., SS., BST., MA., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 3. Catur Rismiati, S.Pd., M.A.,Ed. D., selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma dan dosen pembimbing I yang memberikan waktu, dukungan, semangat, serta sumbangan pemikiran dalam penyelesaian skripsi ini. 4. Andri Anugrahana, S.Pd., M.Pd., selaku dosen pembimbing II, yang telah memberikan saran, masukan, ide dan kritik serta bimbingan dalam penyelesaian skripsi ini. 5. M. Sri Wartini selaku kepala sekolah SD Kanisius Sengkan Yogyakarta yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian. 6. Tuti, S.Pd dan Natal, S.Pd selaku wali kelas I SD Kanisius Sengkan Yogyakarta yang telah memberikan waktu dan bantuan. 7. Ayah, ibu, kakak dan saudara-saudaraku yang telah mendoakan, mendorong peneliti untuk setia menjalani tugas perutusan di meja studi. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................ ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................... iv MOTTO ................................................................................................................. v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .............................................................. vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ............................ vii ABSTRAK ............................................................................................................. viii ABSTRACT ............................................................................................................ ix KATA PENGANTAR ........................................................................................... x DAFTAR ISI ......................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ................................................................................................ xiv DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ xvii DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ xix BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ..................................................................................... B. Identifikasi Masalah ........................................................................................... C. Batasan Masalah ................................................................................................. D. Rumusan Masalah .............................................................................................. E. Tujuan Penelitian ................................................................................................ F. Manfaat Penelitian .............................................................................................. G. Definisi Operasional ........................................................................................... 1 6 7 7 8 8 9 BAB II KAJIAN TEORI A. Kajian Pustaka .................................................................................................... 1. Montessori ...................................................................................................... 2. Matematika ..................................................................................................... 3. Alat Peraga ..................................................................................................... 3. Alat Peraga Papan Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Dua Angka ..... 5. Tingkat Kepuasan ........................................................................................... B. Hasil Penelitian yang Relevan ............................................................................ C. Kerangka Berpikir .............................................................................................. D. Hipotesis ............................................................................................................. 12 12 17 21 21 27 42 49 52 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ................................................................................................... B. Waktu dan Tempat Penelitian ............................................................................ C. Populasi dan Sampel .......................................................................................... D. Variabel Penelitian ............................................................................................. E. Teknik Pengumpulan Data ................................................................................. F. Instrumen Pengumpulan Data ............................................................................ G. Uji Validitas dan Reliabilitas ............................................................................. H. Prosedur Analisis Data ....................................................................................... I. Teknik Analisis Data .......................................................................................... J. Jadwal Penelitian ................................................................................................ 53 54 54 55 55 60 62 107 109 116 BAB IV DESKRIPSI, HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Penelitian ............................................................................................ B. Hasil Penelitian................................................................................................... C. Pembahasan ........................................................................................................ 118 120 190 BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN DAN SARAN A. Kesimpulan ......................................................................................................... B. Keterbatasan Penelitian ...................................................................................... C. Saran ................................................................................................................... 203 206 207 DAFTAR REFERENSI ....................................................................................... 208 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Penggabungan Indikator Tingkat Kepuasan ........................................ Tabel 2.2 Indikator Tingkat Kepuasan terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ............................................ Tabel 3.1 Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kinerja untuk Siswa .................................................................................................... Tabel 3.2 Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kepentingan untuk Siswa .................................................................................................... Tabel 3.3 Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kinerja untuk Guru . Tabel 3.4 Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kepentingan untuk Guru............................................................................................ Tabel 3.5 Kisi-kisi Kuesioner Kinerja dan Kepentingan Siswa dan Guru untuk Expert Judgement ................................................................................. Tabel 3.6 Penjabaran Indikator Kuesioner Kinerja dan Kepentingan Siswa dan Guru untuk Expert Judgement.............................................................. Tabel 3.7 Rangkuman Skor Expert Judgement Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru .................................................... Tabel 3.8 Rangkuman Komentar Expert Judgement Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru ..................................................... Tabel 3.9 Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru Sebelum dan Sesudah Expert Judgement.................................... Tabel 3.10 Rangkuman Hasil Face Validity Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa .......................................................................................... Tabel 3.11 Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa Sebelum dan Sesudah Face Validity Siswa.......................................... Tabel 3.12 Rangkuman Hasil Face Validity Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Guru............................................................................................ Tabel 3.13 Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Guru Sebelum dan Sesudah Face Validity Guru ........................................... Tabel 3.14 Kuesioner Penelitian Kinerja dan Kepentingan Guru .......................... Tabel 3.15 Perbandingan Validitas Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa .................................................................................................... Tabel 3.16 Klasifikasi Tingkat Reliabilitas Instrumen .......................................... Tabel 3.17 Perbandingan Reliabilitas Total Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa .......................................................................................... Tabel 3.18 Rangkuman Hasil Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Siswa ........... Tabel 3.19 Kuesioner Penelitian Kinerja dan Kepentingan Siswa ........................ Tabel 3.20 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa dan Guru berdasarkan PAN Tipe II ................................................................................................... Tabel 3.21 Jadwal Penelitian ................................................................................. Tabel 4.1 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa berdasarkan PAN Tipe II .......... xiv 40 42 57 58 59 59 60 61 64 66 69 72 75 77 80 82 95 98 103 104 106 110 116 118

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.2 Tabel 4.3 Tabel 4.4 Tabel 4.5 Tabel 4.6 Tabel 4.7 Tabel 4.8 Tabel 4.9 Tabel 4.10 Tabel 4.11 Tabel 4.12 Tabel 4.13 Tabel 4.14 Tabel 4.15 Tabel 4.16 Tabel 4.17 Tabel 4.18 Tabel 4.19 Tabel 4.20 Tabel 4.21 Tabel 4.22 Tabel 4.23 Tabel 4.24 Tabel 4.25 Tabel 4.26 Tabel 4.27 Tabel 4.28 Tabel 4.29 Tabel 4.30 Tabel 4.31 Tabel 4.32 Tabel 4.33 Tabel 4.34 Tabel 4.35 Tabel 4.36 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika berbasis Metode Montessori................................. Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika berbasis Metode Montessori ............................................ Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Auto-education ............... Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Auto-education ....... Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Menarik .......................... Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Menarik .................. Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Bergradasi ...................... Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Bergradasi .............. Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Auto-correction .............. Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Auto-correction ...... Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Kontekstual .................... Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Kontekstual ............ Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Life.................................. Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Life ......................... Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Workmanship.................. Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Workmanship ......... Perhitungan Rata-rata Penilaian Pelaksanaan Kinerja dan Kepentingan pada Indikator Tingkat Kepuasan Siswa ........................ Persebaran Pernyataan Kuesioner Siswa pada Diagram Kartesius untuk Setiap Indikator Tingkat Kepuasan ............................................ Persebaran Pernyataan Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa pada Diagram Kartesius untuk Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan ... Konsistensi Persebaran Pernyataan dalam Kuadran pada Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa ..................................................... Klasifikasi Tingkat Kepuasan Guru berdasarkan PAN Tipe II............ Klasifikasi Tingkat Kepuasan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ................................ Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika berbasis Metode Montessori ............................................ Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Auto-education ................ Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Auto-education ........ Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Menarik............................ Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Menarik ................... Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Bergradasi ........................ Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Bergradasi ............... Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Auto-correction................ Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Auto-correction ....... Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Kontekstual ...................... Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Kontekstual ............. Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Life ................................... Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Life .......................... xv 121 122 123 125 126 126 127 128 129 130 130 131 131 132 133 133 134 144 147 150 156 157 158 159 159 160 161 161 162 163 163 164 165 165 166

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.37 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Workmanship ................... Tabel 4.38 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Workmanship .......... Tabel 4.39 Perhitungan Rata-rata Penilaian Pelaksanaan Kinerja dan Kepentingan pada Indikator Tingkat Kepuasan Guru .......................... Tabel 4.40 Persebaran Pernyataan Kuesioner Guru pada Diagram Kartesius untuk Setiap Indikator Tingkat Kepuasan ............................................ Tabel 4.41 Persebaran Pernyataan Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru pada Diagram Kartesius untuk Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan ... Tabel 4.42 Konsistensi Persebaran Pernyataan dalam Kuadran pada Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru ....................................................................... xvi 167 167 168 178 182 184

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Alat Peraga Papan Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Dua Angka secara Keseluruhan .............................................................. Gambar 2.2 Papan Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Dua Angka Berbasis Metode Montessori ........................................................... Gambar 2.3 Kotak Penyimpanan dan Manik-manik Bilangan ........................... Gambar 2.4 Kotak Tempat Meletakkan Kartu Alat Peraga ................................ Gambar 2.5 Pengaruh Harapan terhadap Kepuasan ............................................ Gambar 2.6 Literatur Map .................................................................................. Gambar 3.1 Diagram Kartesius ........................................................................... Gambar 4.1 Diagram Kartesius Indikator Auto-education Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori .......................................................................... Gambar 4.2 Diagram Kartesius Indikator Menarik Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ....................................................................................... Gambar 4.3 Diagram Kartesius Indikator Bergradasi Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ....................................................................................... Gambar 4.4 Diagram Kartesius Indikator Auto-correction Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori .......................................................................... Gambar 4.5 Diagram Kartesius Indikator Kontekstual Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori .......................................................................... Gambar 4.6 Diagram Kartesius Indikator Life Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ....................................................................................... Gambar 4.7 Diagram Kartesius Indikator Workmanship Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori .......................................................................... Gambar 4.8 Diagram Kartesius Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori .......................................................................... Gambar 4.9 Diagram Kartesius Indikator Auto-education Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori .......................................................................... Gambar 4.10 Diagram Kartesius Indikator Menarik Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ....................................................................................... xvii 24 25 26 27 29 48 114 137 138 139 140 141 142 143 146 171 172

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 4.11 Diagram Kartesius Indikator Bergradasi Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ....................................................................................... Gambar 4.12 Diagram Kartesius Indikator Auto-correction Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori .......................................................................... Gambar 4.13 Diagram Kartesius Indikator Kontekstual Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ....................................................................................... Gambar 4.14 Diagram Kartesius Indikator Life Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ....................................................................................... Gambar 4.15 Diagram Kartesius Indikator Workmanship Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori .......................................................................... Gambar 4.16 Diagram Kartesius Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori .......................................................................... xviii 173 174 175 176 177 180

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran 17 Lampiran 18 Lampiran 19 Lampiran 20 Lampiran 21 Lampiran 22 Lampiran 23 Surat Keterangan Melakukan Uji Validitas dan Reliabilitas ........... Surat Ijin Penelitian ......................................................................... Surat Keterangan Selesai Melakukan Penelitian ............................. Hasil Expert Judgement ................................................................... Hasil Face Validity Kuesioner untuk Siswa .................................... Hasil Face Validity Kuesioner untuk Guru ..................................... Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Uji Coba Kuesioner Kinerja ............................................................................................. Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Uji Coba Kuesioner Kepentingan ..................................................................................... Data Mentah Hasil Uji Coba Kuesioner Kinerja ............................. Data Mentah Hasil Uji Coba Kuesioner Kepentingan .................... Output Validitas Uji Coba Kuesioner Kinerja................................. Output Validitas Uji Coba Kuesioner Kepentingan ........................ Output Reliabilitas Uji Coba Kuesioner Kinerja ............................. Output Reliabilitas Total Kuesioner Kepentingan........................... Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Kuesioner Kinerja........ Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Kuesioner Kepentingan ..................................................................................... Contoh Jawaban Responden (Guru) pada Kuesioner Kinerja ......... Contoh Jawaban Responden (Guru) pada Kuesioner Kepentingan ..................................................................................... Data Mentah Hasil Penelitian Kuesioner Kinerja untuk Siswa ....... Data Mentah Hasil Penelitian Kuesioner Kepentingan untuk Siswa................................................................................................ Data Mentah Hasil Penelitian Kuesioner Kinerja untuk Guru ........ Data Mentah Hasil Penelitian Kuesioner Kepentingan untuk Guru ................................................................................................. Foto Penelitian ................................................................................. xix 213 214 215 216 222 226 231 236 240 243 246 253 260 264 268 272 276 279 282 284 286 287 288

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab I menguraikan beberapa hal, yaitu latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional. A. Latar Belakang Masalah Pendidikan berperan penting bagi setiap insan manusia untuk membuka wawasan tentang peranan berbagai ilmu pengetahuan dapat memberikan ide dasar dan inspirasi yang lengkap tentang ilmu pengetahuan (Tantang, 2012: 55). Pengetahuan yang diperoleh dapat menumbuhkan suatu kesadaran berpikir terhadap realitas kehidupan dimana seseorang tersebut berada. Proses pendidikan dapat terjadi di dalam keluarga, lingkungan masyarakat dan sekolah. Pendidikan di lingkungan sekolah bersifat formal. Pendidikan bersifat formal memiliki rancangan pendidikan yang tersusun sistematis, jelas dan rinci (Sukmadinata, 2010: 1). Sekolah memberikan pendidikan yang memungkinkan anak belajar secara terarah pada pembentukan karakternya. Pelaksanaan pembelajaran di sekolah berintikan pada interaksi antara guru dan siswa untuk mencapai tujuan pendidikan. Guru, siswa dan tujuan pendidikan merupakan komponen utama dalam pendidikan (Sukmadinata, 2010: 191). Pendidikan formal dapat diperoleh melalui beberapa jenjang, salah satunya adalah jenjang pendidikan sekolah dasar. Mirasa (dalam Susanto, 2013: 70) 1

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 menjelaskan tujuan pendidikan sekolah dasar adalah proses pengembangan kemampuan yang paling mendasar bagi setiap siswa. Siswa dilibatkan untuk aktif dalam suasana pembelajaran yang kondusif sehingga perkembangan diri anak dapat berjalan secara optimal. Badan Nasional Standar Pendidikan menjelaskan bahwa salah satu dari delapan mata pelajaran yang diajarkan di sekolah dasar adalah matematika (BNSP, 2007: 5). Susanto (2013: 183-184) mengatakan matematika merupakan ide-ide yang abstrak berisi simbol-simbol, maka konsep matematika harus dipahami terlebih dahulu sebelum memanipulasi simbol-simbol. Anak usia sekolah dasar pada umumnya mengalami kesulitan dalam memahami matematika yang bersifat abstrak. Keabstrakan matematika membuat siswa takut mengikuti pelajaran matematika. Siswa menjadi lebih bersikap negatif dengan pelajaran matematika sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai. Susanto (2013: 221) mengatakan siswa yang bersikap negatif yaitu “jarang menyelesaikan tugas matematika, dan merasa cemas dalam mengikuti matematika”. Kecemasan siswa mengikuti proses belajar matematika dapat menjadikan prestasi belajar siswa menjadi rendah. Hayat dan Yusuf (2010: 280) mengatakan bahwa mengembangkan sikap positif terhadap matematika merupakan tujuan yang penting di banyak negara. Kualitas pendidikan matematika di Indonesia saat ini masih terbilang sangat rendah. Hal ini dibuktikan oleh hasil penelitian PISA (Programme for International Student Assessment) dan hasil survei TIMSS (Trends in Mathematics and Science Study) yang diikuti oleh Indonesia.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Penelitian PISA merupakan penilaian tingkat dunia untuk menguji akademis anak-anak sekolah dengan tujuan membandingkan prestasi belajar anak diseluruh dunia. Data PISA menunjukkan bahwa kemampuan matematika siswa Indonesia menduduki peringkat terbawah dari 65 negara dengan skor 371 (Organisation for Economic Cooperation and Development, 2010). Hasil survei TIMSS tahun 2011 menunjukkan pencapaian rata-rata prestasi matematika siswa Indonesia adalah 386 yang berarti berada pada level rendah (Rosnawati, 2013). Hayat dan Yusuf (2010: 201) mengatakan salah satu manfaat mengikuti PISA adalah memahami kekuatan dan kekurangan sistem pendidikan masing-masing negara peserta. Sistem pendididikan Indonesia terbukti memiliki kualitas pendidikan yang masih rendah berdasarkan PISA dan TIMSS. Salah satu penyebab rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia yaitu menyangkut manajemen pendidikan. Konstribusi manajemen pendidikan terhadap keberhasilan dan kegagalan belajar siswa adalah 32% (Rohiat, 2008: 15). Manajemen pendidikan merupakan segala sesuatu yang berkenaan dengan pengelolaan proses pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Mulyasa, 2007: 20). Pengelolaan pendidikan yang ditetapkan Indonesia adalah tujuh komponen manajemen yang harus dipenuhi. Tujuh komponen dalam manajemen pendidikan yang harus dipenuhi adalah yaitu kurikulum, tenaga kependidikan, kesiswaan, keuangan, sarana dan prasarana, hubungan sekolah dengan masyarakat dan layanan khusus (Mulyasa, 2007: 39-52). Indonesia sebenarnya memiliki pengelolaan pendidikan yang baik akan tetapi belum mendapatkan perhatian. Mulyasa (2007: 21) mengatakan manajemen

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 pendidikan belum mendapatkan perhatian, sehingga seluruh komponen belum berfungsi dengan baik. Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya kualitas komponen manajemen pendidikan adalah kurangnya sarana dan fasilitas belajar yang tersedia di sekolah (Sukmadinata, 2010: 203). Sarana pendidikan merupakan salah satu komponen manajemen pendidikan yang berkaitan dengan peralatan dan perlengkapan secara langsung yang dipergunakan untuk menunjang proses pendidikan (Wibowo, 2013: 105-106). Sarana dan prasarana di sekolah yaitu gedung, ruang kelas, meja kursi, serta alatalat dan media pengajaran (Mulyasa, 2007: 49). Alat-alat yang digunakan sebagai sarana penunjang proses pendidikan adalah alat peraga. Alat peraga adalah bagian dari media pembelajaran yang diartikan semua benda sebagai perantara dalam proses pembelajaran (Sitanggang & Widyaiswara, 2013: 4). Alat peraga membantu kegiatan belajar mengajar berjalan lebih efektif dan efisien. Proses belajar mengajar dengan menggunakan alat peraga dapat meningkatkan daya imajinasi seseorang untuk memahami materi pelajaran yang bersifat abstrak. Salah satu alat peraga yang dapat digunakan untuk kegiatan proses belajar mengajar adalah alat peraga Montessori. Alat peraga Montessori merupakan alat peraga yang diperkenalkan oleh tokoh pendidikan dari Italia yaitu Maria Montessori. Alat peraga Montessori memiliki karakteristik yaitu menarik, bergradasi, auto-education, dan auto-corretion (Montessori, 2002: 170-176). Maria Montessori menjelaskan bahwa materi yang disajikan menggunakan alat peraga Montessori menjadi lebih menarik bagi anak-anak (Magini, 2013: 50).

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 Alat peraga Montessori bukanlah alat peraga yang baru dalam pendidikan di Indonesia. Sekolah Montessori yang pertama kali berdiri di Indonesia adalah Jakarta Montessori School pada tahun 1986. Sekolah Montessori berkembang di beberapa daerah seperti di Bali, Bandung, Batam dan di Yogyakarta sendiri. Sekolah Montessori menggunakan alat peraga Montessori karena memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan alat peraga lain. Alat peraga Montessori belum diproduksi di Indonesia. Sekolah-sekolah di Indonesia mulai mencoba menggunakan alat peraga Montessori seiring dengan banyaknya penelitian yang membuktikan keberhasilan menggunakan alat peraga tersebut. Alat peraga yang digunakan Maria Montessori pada saat pendampingan pendidikan di Casa dei Bambini menggunakan alat peraga yang seadanya. Maria Montessori menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar dan mengembangkan menjadi alat peraga. Penelitian ini menggunakan alat peraga Montessori yang telah dimodifikasi. Hasil modifikasi alat peraga Montessori menambahkan satu karakteristik alat peraga yaitu kontekstual. Konteks lingkungan digunakan sebagai sumber belajar bagi siswa dan guru. Kualitas dari alat peraga yang baik membantu proses pembelajaran dan memperbaiki kualitas pendidikan. Nurkolis (2003: 97) mengatakan kualitas yang baik dapat memuaskan pelanggan, melebihi kebutuhan dan harapan. Jika diartikan dalam dunia pendidikan bahwa kualitas pendidikan yang baik dapat memuaskan komponen masyarakat yang ada didalamnya. Sunyoto (2012: 223) mengatakan bahwa kepuasaan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja yang dirasakan dibandingkan dengan harapan. Penggunaan alat peraga Montessori

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 membantu tercapainya tujuan pembelajaran. Keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan akan menghasilkan kepuasan untuk terus berusaha mencapai tujuan serupa (Danim & Khairil, 2010: 50). Kepuasan yang diterima oleh siswa dan guru merupakan hal yang menyenangkan dan ingin diperoleh kembali lain waktu. Kepuasan siswa dan guru dapat diketahui dengan melakukan pengukuran tingkat kepuasan. Pengukuran tingkat kepuasan dapat memberikan gambaran mengenai kualitas alat peraga Montessori. Hasil pengukuran tingkat kepuasan dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki alat peraga Montessori. Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian pengukuran tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Peneliti mengambil judul yaitu “Tingkat Kepuasan Siswa dan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori”. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah, peneliti mengindentifikasi bahwa masalah yang terjadi di Indonesia menyangkut manajemen pendidikan yaitu komponen sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana dalam komponen tersebut adalah alat peraga. Salah satu alat peraga yang dapat digunakan dalam pembelajaran adalah alat peraga Montessori. Jika alat peraga Montessori memiliki kualitas yang lebih baik dari pada alat peraga lain maka dapat menimbulkan kepuasan dari pengguna yaitu siswa dan guru.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 C. Batasan Masalah Penelitian ini dibatasi pada tingkat kepuasan siswa dan guru kelas I SD Kanisius Sengkan Yogyakarta tahun pelajaran 2013/2014 terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang digunakan adalah alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Mata pelajaran yang diajarkan adalah mata pelajaran matematika kelas I dengan standar kompetensi 4 “melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai dua angka dalam pemecahan masalah” dan kompetensi dasar 4.4 “melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai dua”. Penelitian ini menggunakan dua kuesioner yaitu kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan yang tersusun dari tujuh indikator tingkat kepuasan terhadap penggunaan alat peraga Montessori. Tujuh indikator tingkat kepuasan tersebut meliputi auto-education, menarik, bergradasi, auto-correction, life, dan workmanship. D. Rumusan Masalah Peneliti merumuskan masalah berdasarkan latar belakang penelitian ini yaitu: 1. Bagaimana tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori? 2. Bagaimana tingkat kepuasan guru terhadap terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori?

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 E. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah, maka penelitian ini mempunyai tujuan untuk: 1. Mengetahui tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 2. Mengetahui tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. F. Manfaat Penelitian Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian maka manfaat penelitian ini adalah: 1. Bagi siswa Siswa dapat berlatih mengutarakan pendapatnya mengenai alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang digunakan dalam pembelajaran. 2. Bagi guru Guru dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai pertimbangan dalam memilih dan melakukan variasi terhadap alat peraga yang sesuai dengan kebutuhan proses pembelajaran serta memberikan masukan kepada guru dalam memilih strategi pembelajaran yang memudahkan siswa dalam memahami materi pembelajaran.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 3. Bagi sekolah Sekolah dapat mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang digunakan dalam pembelajaran untuk mempertimbangkan strategi belajar mengajar. 4. Bagi peneliti Peneliti dapat belajar menganalisis tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Peneliti dapat mengetahui atribut-atribut yang ada pada alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka yang mempengaruhi kepuasan siswa dan guru. G. Definisi Operasional Sebagai upaya menghindari kesalahan penafsiran pada penelitian ini, peneliti menggunakan batasan pengertian yaitu: 1. Tingkat kepuasan adalah tingkat perasaan siswa dan guru setelah mengetahui kinerja alat peraga sesuai atau melebihi harapannya. 2. Kepentingan adalah harapan siswa dan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 3. Kinerja adalah perasaan siswa dan guru terhadap apa yang diterimanya setelah menggunakan alat peraga matematika berbasis Montessori. 4. Penilaian Acuan Norma (PAN) adalah teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 matematika berbasis metode Montessori berdasarkan nilai rata-rata kelompok. 5. Importance and Performane Analysis (IPA) adalah teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui pernyataan-pernyataan yang menunjukkan kepuasan dan ketidakpuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 6. Alat peraga adalah alat bantu yang mengandung konsep yang ingin dipelajari guna memudahkan mempelajari konsep tersebut. 7. Matematika adalah cabang ilmu pengetahuan eksak yang berhubungan dengan penalaran dan bilangan. 8. Pembelajaran matematika adalah serangkaian kegiatan belajar mengajar matematika di sekolah yang menyajikan konsep matematika dan berusaha menemukan bagaimana cara mengaplikasikannya dalam dunia nyata. 9. Alat peraga matematika adalah alat peraga yang membantu mengembangkan konsep matematika yang abstrak menjadi konkret. 10. Metode Montessori adalah metode yang dikembangkan Maria Montessori dengan memberikan kebebasan kepada siswa untuk memenuhi kebutuhan batiniah sehingga menjadi pribadi yang mandiri dan disiplin. 11. Alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah alat peraga matematika yang diciptakan oleh Montessori dan mempunyai karakteristik auto-education, menarik, bergradasi, auto-correction dan kontekstual.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 12. Alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka adalah alat peraga yang digunakan dalam pembelajaran matematika untuk memahami materi penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. 13. Siswa adalah anak kelas I SD Kanisius Sengkan Yogyakarta yang belajar dengan menggunakan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka . 14. Guru adalah orang yang menggunakan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka sebelum mengajarkan konsep matematika di kelas I SD Kanisius Sengkan Yogyakarta.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN TEORI Bab II membahas tentang kajian pustaka, penetiian yang relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis penelitian. A. Kajian Pustaka Kajian teori membahas tentang Montessori, alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka, matematika, alat peraga, dan tingkat kepuasan. 1. Montessori Sub bab ini membahas mengenai riwayat Montessori, metode Montessori, dan karakteristik alat peraga Montessori. a. Riwayat Montessori Pendidikan Montessori merupakan karya dari Maria Montessori. Maria Montessori lahir pada tanggal 31 Agustus 1870 di kota Chiaravalle, provinsi Ancona, Italia Utara. Pada tahun 1896, Maria Montessori memperoleh gelar dokter Doctor of Medicine di Italia dan menjadikan dia sebagai wanita pertama dalam sejarah Italia yang mendapatkan gelar doktor. Montessori bekerja di klinik psikiatrik Universtas Roma yang pekerjaannya berhubungan dengan masalah anak-anak yang terbelakang mental. Montessori terkesan dengan program yang menginstitusionalisasikan anak-anak terbelakang mental yang lapar akan pengalaman, dia merasa bahwa mereka mampu diajarkan selayaknya anak-anak 12

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 normal (Crain, 2007: 97). Pengalaman tersebut membangkitkan Montessori menjalani hidup untuk mempelajari ilmu pendidikan. Pada tahun 1907, Montessori mendirikan sebuah sekolah di Roma yang diberi nama “Casa dei Bambini” artinya Rumah Anak (Montessori, Metode Montessori, terjemahan Ahmad Lintang, 2013: 22). Montessori memulai ekperimennya selama 2 tahun di Casa dei Bambini yang diterapkan untuk anak usia 3 sampai 6 tahun. Casa dei Bambini didirikan untuk memberikan pengasuhan bagi anak-anak yang orang tuanya bekerja dan tidak dapat mengasuh anakanaknya (Magini, 2013: 47). Casa dei Bambini memiliki seorang direktris, dokter dan pengasuh (Montessori, Metode Montessori, terjemahan Ahmad Lintang, 2013: 163). Direktris adalah seorang guru yang bertugas mendidik anak-anak di Casa dei Bambini. Anak-anak yang dulu sangat liar dan pemberontak ternyata memiliki ketertarikan yang sangat besar pada alat peraga Montessori (Magini, 2013: 48). Anak-anak secara sepontan ingin bermain dengan alat peraga Montessori. Alat peraga membuat anak-anak menjadi lebih komunikatif, dapat bersosialisasi, dan terlihat lebih bahagia. Montessori (2002: 108) menjelaskan bahwa ciri-ciri pembelajaran di Casa dei Bambini adalah singkat, sederhana dan objektif. Singkat berarti pelajaran yang diberikan harus singkat. Pendidik harus mempertimbangkan bobot kata-kata yang akan diucapkan untuk menilai perlu tidaknya kata-kata tersebut. Sederhana berarti kata-kata yang digunakan harus sederhana dan mengacu pada kebernaran.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 Objektif berarti guru tidak boleh menarik perhatian anak kepada dirinya melainkan hanya kepada objek yang ingin terangkan. Tahun 1913 ide-ide Montessori mulai berkembangan dan mengubah arah pendidikan di seluruh dunia sehingga menjadi salah satu wanita terkenal. Lima tahun berikutnya dia mulai dilupakan karena ide-idenya terlalu ekstrem bagi arus utama paham pendidikan. Tahun 1960-an, karya Montessori di bidang pendidikan sekali lagi menarik perhatian para psikolog, pendidik dan masyarakat umum (Lillard dalam Crain, 2007: 99). Montessori meninggal di Belanda tahun 1952 pada umur 81 tahun. b. Metode Montessori Metode pembelajaran Montessori adalah metode pembelajaran yang dikembangkan oleh Maria Montessori. Crain (2007: 99) menyatakan bahwa metode Montessori mengajarkan anak untuk belajar dengan cara mereka sendiri berdasarkan dorongan dari kedewasaan diri mereka. Metode Montessori merupakan sebuah pemikiran mengoptimalkan panca indera anak. Metode Montessori menekankan pada lingkungan pembelajaran yang disusun sesuai dengan minat dan keinginan anak. Lingkungan yang dipersiapkan memberikan kebebasan untuk memilih mengerjakan tugas sesuai dengan keinginannya. Tugas yang dipilih akan memenuhi kebutuhan batiniah mereka dan mengaktifkan fungsi dari panca indera untuk mempelajari suatu hal dengan menggunakan alat peraga yang sudah disediakan. Kegiatan belajar mengajar memanfaatkan berbagai alat peraga (Magini, 2013: 50). Alat peraga tersebut dirancang untuk melatih kepekaan indera dan keterampilan fisik siswa.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 “Seorang anak menjadi bebas kecuali telah mandiri” (Montessori, Metode Montessori, terjemahan Ahmad Lintang, 2013: 181). Seorang anak diberikan kebebasan melakukan aktivitas sesuai dengan kebutuhan batiniah sehingga menjadi pribadi yang mandiri dan disiplin. Kedisiplinan muncul melalui kemerdekaan atau kebebasan, jika disiplin dilandaskan pada kemerdekaan atau kebebasan maka disiplin harus bersifat aktif. Anak yang disiplin dapat menguasai diri dan mampu mengatur perilakunya ketika diperlukan untuk mengikuti sejumlah peraturan dalam kehidupan (Montessori, Metode Montessori, terjemahan Ahmad Lintang, 2013: 173). Seorang guru memberikan kebebasan kepada anak untuk melakukan kegiatan sesuai dengan minatnya tetapi walaupun demikian guru tetap memperhatikan kondisi belajar anak tersebut. Lingkungan yang dirancang dengan minat siswa mampu memberikan kepuasan batin bagi anak. Anak memandang lingkungan sebagai tempat yang nyaman bagi mereka. Lingkungan yang rapi mampu menunjukkan perubahan sikap dalam diri seorang anak. c. Karakteristik Alat Peraga Montessori Montessori menjelaskan alat peraga memiliki karateristik yaitu menarik, bergradasi, auto-corretion, dan auto-education (Montessori, 2002 : 170-176). Alat peraga yang menarik merupakan alat peraga yang mampu membangkitkan motivasi siswa dalam belajar. Alat peraga dibuat lembut dan warna yang ditampilkan cerah (Montessori, 2002: 174). Siswa dapat belajar dengan menyentuh, meraba, memegang, dan merasakan.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 Alat peraga Montessori memiliki rangsangan dengan gradasi yang rasional (Montessori, 2002: 175). Magini (2013: 49) mengutarakan seorang gadis kecil yang berusia tiga tahun mengambil balok silinder dan mencoba memasangkannya secara bergradasi dan membongkar pasangan balok silinder sebanyak empat puluh dua kali. Alat peraga balok silinder memiliki ukuran yang berbeda-beda. Anak akan belajar memasangkan balok silinder kedalam lubang-lubang kayu sampai memperoleh bentuk yang pas. Auto-corretion merupakan alat peraga yang mempunyai pengendali kesalahan. Anak mampu mengetahui kesalahannya sendiri tanpa diberitahukan orang lain. Hal yang sama dengan alat peraga balok silinder, siswa akan menggunakan alat tersebut sampai memperoleh bentuk dan ukuran yang pas. Siswa akan melakukan secara berulang-ulang sampai dia berhasil. Selain alat peraga, lingkungan setempat dalam pembelajaran Montessori dipersiapkan dengan memiliki pengendali kesalahan misalnya kursi, dan meja yang digunakan oleh anak-anak (Montessori, 2002: 83). Karakteristik alat peraga Montessori yang terakhir adalah auto-education. Alat peraga yang diciptakan memungkinkan anak belajar mandiri dan berkembang dalam kegiatan pembelajaran tanpa campur tangan orang dewasa (Montessori, 2002: 172). Guru sebagai pengamat, memperhatikan belajar anak-anak dan memperkirakan kebutuhan khusus dengan melihat kondisi kesiapan siswa (Crain, 2007: 100). Peneliti bersama kelompok studi menambahkan satu karaterstik Montessori yaitu kontekstual. Webster’s New World Distionary (dalam Johnson, Contextual

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 Teaching & Learning, terjemahan Ibnu, 2010: 83) menyebutkan “konteks” berasal dari kata kerja latin contexere yang berarti “keseluruhan situasi, latar belakang, atau lingkungan” yang berhubungan dengan diri dan terjalin bersama. Pada awalnya, alat peraga Montessori disesuaikan dengan lingkungan di Roma, Italia. Karakteristik kontekstual ditambahkan dalam penelitian ini bahwa alat peraga diciptakan dengan menyesuaikan bahan-bahan di lingkungan sekitar. Konteks lingkungan dapat digunakan sebagai sumber belajar dengan memanfaatkan bahanbahan yang ada di lingkungan sekitar. Bahan dasar dari pembuatan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka adalah kayu yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar. Peneliti menyimpulkan bahwa karakteristik alat peraga Montessori hasil modifikasi memiliki karakteristik yaitu auto-education, menarik, bergradasi, auto-correction dan kontekstual. 2. Matematika Sub bab matematika membahas mengenai pengertian matematika, pembelajaran matematika di sekolah dasar, dan manfaat alat peraga matematika. a. Pengertian Matematika Kata matematika berasal dari bahasa latin, “manthanein” atau “mathema” yang berarti belajar atau hal yang dipelajari sedangkan dalam bahasa Belanda, matematika disebut “wiskunde” artinya ilmu pasti yang berkaitan dengan penalaran (Depdiknas dalam Susanto, 2013: 184). Soejdjadi (2000: 11) mengartikan matematika adalah pengetahuan tentang penalaran logik dan

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 berhubungan dengan bilangan. Matematika adalah cabang ilmu pengetahuan eksak dan terorganisir secara sistematik. Hudojo (1980: 11) menjelaskan bahwa hakekat matematika berkaitan dengan ide-ide, struktur-struktur dan hubungan-hubungan yang diatur menurut urutan yang logis dan berkenaan dengan konsep-konsep abstrak. Suatu simbolsimbol diperlukan untuk menyertai himpunan benda-benda atau hal-hal. Simbolsimbol tersebut bermanfaat untuk mengkomunikasikan ide-ide secara efektif dan efesien. Susanto (2013: 183) menjelaskan bahwa matematika merupakan ide-ide yang abstrak berisi simbol-simbol, maka konsep matematika harus dipahami terlebih dahulu sebelum memanipulasi simbol-simbol. Matematika dianggap relatif tidak mudah untuk dipahami oleh siswa sekolah dasar pada umumnya (Susanto, 2013: 184). Pembelajaran perlu menggunakan pendekatan yang logis agar siswa dapat berpikir secara konkret. Pendekatan yang logis dapat membuat siswa untuk mengetahui unsur-unsur yang dipergunakan sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Guru dalam menyajikan konsep baru kepada siswa diharapkan terlibat aktif dalam menemukan konsep baru sehingga mengetahui bagaimana cara mengaplikasikannya. Hal ini tergantung pada cara guru dalam proses belajar mengajar dengan memberikan dorongan kepada siswa berupa alat peraga pembelajaran yang menarik. Alat peraga dapat membantu menanamkan dan mengembangkan konsep yang abstrak menjadi konkret (Suharjana, 2009: 3).

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 b. Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar Soejdjadi (2000: 11) menjelaskan matematika di sekolah dasar tidaklah sepenuhnya sama dengan matematika sebagai ilmu. Dikatakan tidak sepenuhnya sama karena memiliki perbedaan antara lain dalam hal penyajiannya, pola pikirnya, keterbatasan semestanya dan tingkat keabstrakanya. Sifat keabstrak objek matematika tetap ada pada matematika di sekolah. Hal ini merupakan salah satu penyebab sulitnya seorang guru mengajarkan matematika di sekolah (Soejdjadi, 2000: 41). Departemen pendidikan Nasional (dalam Susanto, 2013: 190) menjelaskan tujuan pembelajaran matematika adalah memahami konsep matematika, menggunakan penalaran pada pola dan sifat, menyusun bukti, memecahkan masalah yang memiliki kemampuan memahami masalah, mengkomunikasikan gagasan dengan simbol dan memiliki sikap menghargai penggunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP) menjelaskan tujuan khusus diberikan matematika di sekolah dasar. GBPP menjelaskan tujuan khusus keterampilan berhitung, yaitu menumbuhkan menumbuhkan kemampuan dan mengembangkan siswa yang dapat dialihgunakan melalui kegiatan matematika, mengembangkan pengetahuan dasar matematika sebagai bekal belajar lebih lanjut di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan membentuk sikap logis, kritis, cermat, kreatif dan disiplin (dalam Soejdjadi, 2000: 11). Keterampilan dasar matematika harus dikuasai siswa sekolah dasar antara lain yaitu menjumlahkan, mengurangi, mengalikan dan membagi. Guru harus

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 memahami bahwa kemampuan setiap siswa berbeda-beda serta tidak semua menyukai mata pelajaran matematika (Heruman, 2008: 2). Guru dapat merencanakan proses pembelajaran matematika yang sedemikian baik sehingga siswa mempunyai perhatian terhadap pelajaran matematika yang akan dipelajari. Kegiatan belajar matematika harus melibatkan aktivitas siswa secara optimal dengan membangun konsep matematika yang sudah ada dalam benak siswa sehingga konsep-konsep yang terkait mudah dipahami oleh siswa. Hudojo (2001: 199) mengatakan “tugas guru adalah mengarahkan siswa agar dapat berhasil atau paling tidak, merasa mengantisipasi sukses”. Arti mengantisipasi sukses adalah syarat cukup agar siswa menyukai matematika dengan menyajikan pembelajaran yang relevan bagi siswa. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa pembelajaran matematika adalah serangkaian kegiatan belajar mengajar matematika di sekolah yang menyajikan konsep atau prinsip matematika dan berusaha menemukan bagaimana cara mengaplikasikannya dalam dunia nyata. c. Manfaat Alat Peraga Matematika Suharjana (2009: 3) menjelaskan bahwa ada tujuh manfaat menggunakan alat peraga dalam pembelajaran matematika. Pertama, memudahkan dalam memahami konsep-konsep dalam matematika. Kedua, memberikan pengalaman yang efektif bagi siswa dengan berbagai kecerdasan yang berbeda. Ketiga, memotivasi siswa untuk menyukai pelajaran matematika. Keempat, memberikan kesempatan bagi siswa yang lebih lamban berpikir untuk menyelesaikan tugas dengan berhasil. Kelima, memperkaya program pembelajaran bagi siswa yang

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 lebih pandai. Keenam, efisiensi waktu dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Ketujuh, menunjang kegiatan matematika di luar sekolah. Sitanggang & Widyaiswara (2013: 4) menyebutkan bahwa manfaat alat peraga matematika, antara lain (1) memberikan motivasi, (2) memperkenalkan, memperbaiki, mengembangkan pengertian konsep matematika, (3) mempermudah abstraksi, yaitu memudahkan memahami konsep matematika yang abstrak, (4) memberikan variasi dalam pembelajaran, sehingga siswa tidak bosan dengan teori yang dipelajari, (5) waktu pembelajaran lebih efisien karena siswa lebih mudah mengerti, dan (6) mengembangkan suatu topik pelajaran. Hasan (2011: 108) menjelaskan bahwa “alat peraga digunakan sebagai perantara antara hal yang konkret yang dipahami siswa dengan konsep matematika yang abstrak”. Penggunaan alat peraga dapat membantu siswa dalam memahami materi pelajaran matematika dengan konsep yang abstrak atau berupa simbol-simbol matematika. Siswa dengan melihat, memegang dan memanipulasi suatu obyek atau alat peraga, dapat mengalami pengalaman-pengalaman nyata dalam kehidupan tentang arti dari suatu konsep (Suharjana, 2009: 3). Peneliti dapat menyimpulkan bahwa manfaat menggunakan alat peraga matematika untuk kegiatan belajar matematika adalah memudahkan dalam memahami konsep matematika yang abstrak dan membangkitkan motivasi siswa dan guru. 3. Alat Peraga Sub bab alat peraga akan membahas mengenai pengertian alat peraga dan manfaat alat peraga.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 a. Pengertian Alat Peraga Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa “alat adalah benda yang dipakai untuk mengerjakan sesuatu”, sedangkan “peraga adalah orang yang suka memperagakan diri atau media pengajaran untuk meragakan sajian pelajaran” (Departemen Pendidikan Nasional, 2008: 36). Sudjana (2000: 10) mengatakan bahwa alat peraga adalah alat bantu yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar agar lebih efektif. Arsyad (dalam Widiyatmoko, 2012 : 53) mengatakan alat peraga pembelajaran menjadi saran komunikasi dan interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran. Estiningsih (dalam Suharjana, 2009: 3) menyebutkan alat peraga merupakan media pembelajaran yang mengandung atau membawakan ciri-ciri dari konsep yang dipelajari. Sitanggang & Widyaiswara (2013: 4) menjelaskan bahwa alat peraga adalah bagian dari media pembelajaran yang diartikan semua benda sebagai perantara dalam proses pembelajaran. Ruseffendi (1979: 2) menjelaskan alat peraga merupakan benda riil yang dapat dipindah-pindahkan. Alat peraga dapat dimanipulasikan yaitu dapat diraba, dipegang, dipindahkan, dipasangkan, dicopot dan lain-lain. Contoh benda-benda yang dapat dimanfaatkan sebagai alat peraga yaitu tali-temali untuk batas himpunan, selain itu bunga, biji-bijian, batu kerikil, dan lidi untuk anggota himpunan (Ruseffendi, 1979: 3). Peneliti dapat menarik kesimpulan berdasarkan pengertian para ahli tersebut bahwa alat peraga adalah adalah alat bantu yang mengandung konsep yang ingin dipelajari guna memudahkan mempelajari konsep tersebut.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 b. Manfaat Alat Peraga Suharjana (2009: 3) mengatakan bahwa penggunaan alat peraga dapat membantu menanamkan dan mengembangkan konsep yang abstrak menjadi konkret. Sudjana (dalam Hartati, 2010: 130) menjelaskan pengggunaan alat peraga sebagai alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif. Alat peraga menjadi bagian yang integral dari keseluruhan situasi mengajar, tujuan dan isi pelajaran, untuk mempercepat proses belajar mengajar dan membantu peserta didik dalam menangkap pengertian yang diberikan guru, serta diutamakan untuk mempertinggi mutu belajar mengajar. Kegiatan pembelajaran yang bervariasi membuat siswa senang dan termotivasi untuk belajar di kelas. Alat peraga berfungsi untuk menerangkan dan memperagakan suatu materi dalam mata pelajaran pada suatu proses belajar mengajar (Sudono, 2010). Alat peraga yang berfungsi memperagakan materi pelajaran dapat membantu siswa dan guru memahami isi materi pelajaran. Peneliti dapat menyimpulkan berdasarkan pendapat para ahli bahwa manfaat alat peraga adalah sebagai alat bantu yang membantu dalam memahami isi materi pelajaran, membangkitkan motivasi belajar siswa, dan sebagai variasi dalam kegiatan pembelajaran. 4. Alat Peraga Papan Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Dua Angka Alat peraga yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Alat peraga ini adalah alat peraga Montessori yang telah dimodifikasi. Alat peraga papan bilangan dengan warna bilangan satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan sama dengan warna kartu

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 bilangan yaitu hijau untuk satuan, biru untuk puluhan, dan merah untuk ratusan (Album Matematika Montessori: Anak Usia 6-9 tahun, 2011). Bahan dasar dari pembuatan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka berasal dari kayu yang telah dibentuk sedemikian rupa. Alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka digunakan untuk membantu siswa memahami materi penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka di kelas I semester 2. Materi penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka terdapat pada standar kompetensi 4 yaitu “melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai dua angka dalam pemecahan masalah” dan kompetensi dasar 4.4 “melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Bagian-bagian alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka dapat dilihat pada gambar 2.1 halaman 24 sampai gambar 2.4 halaman 27. Gambar 2.1 Alat Peraga Papan Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Dua Angka secara Keseluruhan

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 Gambar 2.1 memperlihatkan keseluruhan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Alat papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka terdiri 5 bagian. Bagian-bagian dari alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka yaitu a) Papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka, c) manik-manik bilangan, c) kotak untuk menyimpan manik-manik bilangan, d) kartu alat peraga yang terdiri dari kartu soal/ kunci jawaban, kartu operasi hitung, dan kartu indikator, serta e) kotak untuk menempatkan kartu alat peraga. Gambar 2.2 Papan Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Dua Angka Gambar 2.2 merupakan papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka yang digunakan untuk menempatkan manik-manik ke dalam kolom bilangan satuan, puluhan, ratusan maupun ribuan. Papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka dilengkapi dengan bagian papan putih yang digunakan untuk menuliskan soal dan jawaban yang dapat dihapus. Papan ini terdapat lubang untuk menempatkan kartu operasi hitung.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka cat dengan warna cokelat, dipaku, dan untuk merekatkan papan putih menggunakan lem. Angka yang terdapat pada Papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka menggunakan stiker. Stiker berwarna biru menjelaskan bilangan satuan, stiker berwarna merah menjelaskan puluhan dan stiker berwarna orange menjelaskan satuan. Gambar 2.3 Kotak Penyimpanan dan Manik-manik Bilangan Gambar 2.3 merupakan kotak penyimpanan dan manik-manik bilangan. Kotak penyimpanan dan manik-manik bilangan terbuat dari kayu dan diberi warna. Manik-manik bilangan memiliki warna yang tersimpan dalam empat bagian di satu kotak. Pembagian kotak bertujuan untuk memudahkan siswa maupun guru saat mengambil manik-manik bilangan. Manik-manik memiliki empat macam warna, berwarna biru sebagai lambang bilangan satuan, manik berwarna merah sebagai lambang bilangan puluhan, berwarna orange sebagai lambang bilangan satuan, dan berwarna hijau sebagai lambang bilangan ribuan.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 Gambar 2.4 Kotak Tempat Meletakkan Kartu Alat Peraga Gambar 2.4 merupakan kotak untuk meletakkan kartu alat peraga yang terdiri dari kartu indikator, kartu soal/ kunci jawaban dan kartu operasi hitung. Kotak kartu alat peraga terbuat dari kayu yang dicat berwarna cokelat. Kartu indikator terbuat dari kertas yang digunakan untuk memberikan sekat pada setiap indikator yang berbeda. Setiap indikator memiliki beberapa kartu soal atau kunci jawaban. Kartu soal menjadi satu bagian dengan kunci jawaban. Kunci jawaban digunakan untuk mengecek jawaban siswa ketika menggunakan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka tanpa bantuan guru. Kartu operasi hitung terdiri dari penjumlahan dan pengurangan sesuai indikator. Kartu operasi hitung digunakan siswa maupun guru ketika mengerjakan soal. 5. Tingkat Kepuasan Sub bab tingkat kepuasan membahas pengertian tingkat kepuasan, faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan, manfaat tingkat kepuasan, pengukuran tingkat kepuasan, Importance and Performance Analysis (IPA), manfaat

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 pengukuran tingkat kepuasan, karakteristik produk yang mempengaruhi tingkat kepuasan, dan indikator tingkat kepuasan terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori “Alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka”. a. Pengertian Tingkat Kepuasan Tjiptono (2011: 292) menjelaskan bahwa “kepuasan atau satisfaction” berasal dari bahasa latin “satis” yang artinya cukup baik atau memadai dan “facio” berarti melakukan atau membuat. Secara sederhana kepuasan dapat diartikan sebagai upaya pemenuhan sesuatu atau membuat sesuatu memadai. Sunyoto (2012: 223) mengatakan kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja yang dirasakan dibandingkan dengan harapan. Tingkat kepuasan adalah fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan dengan harapan. Kotler (2013: 150) “satisfaction is a person's feelings of pleasure or disappointment that result from comparing a product's perceived performance (or outcome) to expectations”. Kepuasan adalah perasaan seseorang senang atau kekecewaan yang dihasilkan dari membandingkan kinerja yang dirasakan dengan harapan. Kotler menambahkan seseorang bisa mengalami tingkat kepuasan, a) jika kinerja di bawah harapan maka seseorang akan merasa kecewa, tetapi b) jika kinerja sesuai dengan harapan maka seseorang akan merasa puas dan c) bila kinerja bisa melebihi harapan maka seseorang akan merasakan sangat puas atau gembira (dalam Sunyoto, 2012: 223). Pengaruh harapan terhadap kepuasan digambarkan oleh Midie (dalam Sopiatin, 2010: 36).

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 Gambar 2.5 Pengaruh Harapan Terhadap Kepuasan Yang diharapkan Ideal Minimal yang didapat Yang selayaknya Gambar 2.5 menunjukkan tentang pengaruh harapan terhadap kepuasan. Semakin dekat harapan dengan kondisi ideal maka semakin besar kemungkinan tercapainya kepuasan. Seseorang yang puas dapat berada dimana saja dalam spectrum, yang menentukan posisinya adalah posisi hasil yang diperoleh maupun kinerja yang dilakukan. Siswa dan guru akan merasa puas ketika kinerja alat peraga sesuai atau melebihi dengan harapan mereka. Kinerja yang dirasakan adalah perasaan siswa dan guru terhadap apa yang diterimanya setelah menggunakan alat peraga (Tjiptono, 2004: 147). Peneliti menyimpulkan bahwa tingkat kepuasan merupakan tingkat perasaan siswa dan guru setelah mengetahui kinerja alat peraga sesuai atau melebihi harapan. b. Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kepuasan Ratnasari dan Aksa (2011: 117-118) faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pengguna adalah kualitas produk, kualitas pelayanan, emosional, harga dan biaya. Jika diimplementasikan pada tingkat kepuasan siswa dan guru di dunia pendidikan, kualitas produk berkaitan dengan alat peraga sebagai sarana

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 pembelajaran. Alat peraga merupakan alat bantu yang memudahkan siswa maupun guru untuk memahami materi pelajaran. Siswa dan guru akan merasa puas apabila alat peraga yang mereka gunakan berkualitas, yaitu sesuai dengan apa yang diharapkan dan dikinerja alat peraga baik. Kualitas pelayanan berkaitan dengan pelayanan yang diterima siswa dan guru. Siswa dan guru merasa puas jika mendapatkan pelayanan yang baik atau sesuai dengan harapannya. Emosional yang berarti merasa bangga atau senang terhadap alat peraga karena memiliki nilai sosial yang membuat siswa dan guru merasa puas. Siswa dan guru akan merasa puas jika memperoleh alat peraga dengan harga murah. Siswa dan guru akan merasa puas jika tidak mengeluarkan biaya tambahan untuk melakukan perbaikan alat peraga setelah mendapatkan atau membeli alat peraga tersebut. Irawan (2004) menyebutkan lima faktor yang mempengaruhi kepuasan, yaitu kualitas produk, harga, service quality, emotional factor, biaya dan kemudahan. Faktor pertama yang mempengaruhi kepuasan adalah kualitas produk. Kualitas produk diartikan sebagai kualitas alat peraga. Alat peraga jika mempunyai kualitas yang baik maka mengakibatkan tingkat kepuasan tinggi sebaliknya jika alat peraga mempunyai kualitas yang kurang baik akan mengakibatkan tingkat kepuasan rendah. Faktor kedua yang mempengaruhi tingkat kepuasan adalah harga. Harga dapat mempengaruhi tingkat kepuasan siswa dan guru. Siswa dan guru akan puas jika harga suatu alat peraga sesuai dengan harapannya. Faktor yang ketiga adalah service quality. Siswa dan guru akan merasa puas jika mendapat pelayanan yang baik. Pelayanan yang tidak baik

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 akan mengakibatkan ketidakpuasan puas seseorang. Faktor yang keempat adalah emotional factor. Siswa akan merasa puas karena adanya emosi atau rasa senang yang diberikan oleh sebuah alat peraga. Faktor yang kelima adalah biaya dan kemudahan. Siswa dan guru akan semakin puas apabila relatif mudah, nyaman dan efisien dalam mendapatkan prouk alat peraga. c. Manfaat Tingkat Kepuasan Ratnasari dan Aksa (2011: 119) menyatakan bahwa jika pengguna puas, maka menunjukkan besarnya kemungkinan untuk kembali menggunakan produk yang sama. Pengguna cenderung memberikan referensi yang baik terhadap produk atau jasa kepada orang lain. Jika diimplementasi ke dunia pendidikan, siswa dan guru merasa puas dengan alat peraga yang digunakan dan kemungkinan besar siswa dan guru sebagai pengguna akan kembali menggunakan alat peraga yang sama. Adisaputro (2010: 71) mengatakan manfaat kepuasan yaitu dapat memberikan ketertarikan, menjaga serta meningkatkan jumlah guru maupun siswa dalam menggunakan alat peraga tersebut. Wood (2009: 12) mengatakan upaya menciptakan kepuasan bukanlah proses yang mudah karena harus melibatkan komitmen dan dukungan yang aktif dari para karyawan dan pemilik perusahan. Peneliti mengartikan karyawan sebagai guru dan pemilik perusahan adalah manajemen kelas. Hal ini dapat diartikan bahwa upaya untuk menciptakan kepuasan siswa maupun guru adalah butuh komitmen dari guru dalam memanajeman kelas agar proses belajar mengajar terarah dengan baik.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 Tjiptono (dalam Sunyoto, 2012: 224-225) mengatakan bahwa terciptanya kepuasan dapat memberikan manfaat bagi seseorang. Tiga manfaat kepuasan menurut Tjiptono yaitu (a) hubungan antara perusahaan dan pengguna menjadi harmonis, (b) memberikan dasar yang baik bagi pembelian ulang dan terciptanya loyalitas pengguna, (c) membentuk suatu rekomendasi dari mulut ke mulut yang menguntungkan perusahaan. Manfaat kepuasan pengguna pada suatu perusahaan adalah terjadinya hubungan harmonis antara pengguna dengan perusahaan. Peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa alat peraga akan berpengaruh pada pola perilaku siswa dan guru selanjutnya. Siswa dan guru yang merasa puas terhadap suatu alat peraga akan menggunakan kembali alat peraga tersebut. Siswa dan guru yang merasa puas akan memberikan informasi positif tentang alat peraga tersebut kepada orang lain. Siswa dan guru yang tidak puas akan mengembalikan alat peraga tersebut dan memberikan informasi negatif tentang produk tersebut pada orang-orang disekitarnya. d. Pengukuran Tingkat Kepuasan Kotler mengemukakan metode untuk mengukur tingkat kepuasan diantaranya sistem keluhan dan saran, ghost shopping, lost customer analysis, dan survei kepuasan pengguna (dalam Tjiptono 2004: 148-150). Sistem keluhan dan saran berorientasi pada seseorang memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk menyampaikan saran, pendapat dan keluhan. Pendapat, keluhan dan saran pengguna barang atau jasa dapat disampaikan melalui kotak saran maupun kartu komentar.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 Gost shopping adalah cara untuk mengetahui gambaran kepuasan pengguna barang atau jasa dengan meminta bantuan kepada beberapa orang (gost shopper). Gost shopper berperan sebagai konsumen suatu produsen dan pesaingnya. Gost shopper akan mendapatkan informasi mengenai kekuatan, kelemahan, dan caracara mengatasi keluhan pengguna barang dan jasa suatu produsen dan pesaingnya berdasarkan pengalamannya saat menggunakan barang dan jasa tersebut (dalam Tjiptono 2004: 149). Lost customer analysis dilakukan dengan cara menganalisa penyebab pengguna berhenti menggunakan produk atau jasa. Cara tersebut akan membuat penyedia produk atau jasa mengetahui alasan dari ketidakpuasan pengguna. Penyedia produk akan memperbaiki produk tersebut setelah mengetahui penyebab pengguna berhenti menggunakannya (dalam Tjiptono 2004: 150). Survei kepuasan pengguna dapat dilakukan dengan empat cara directly reported satisfaction, derived dissatisfaction, problem analysis dan importance and performance analysis. Directly reported ssatisfaction yaitu pengukuran yang dilakukan menggunakan pertanyaan-pertanyaan spesifik yang menanyakan langsung tingkat kepuasan yang dirasakan. Derived dissatisfaction menyangkut dua hal yaitu besar harapan terhadap atribut dan kinerja yang dirasakan. Problem analysis yaitu meminta untuk menuliskan masalah yang berkaitan dengan produk yang diterima. Importance and performance analysis dengan meminta untuk meranking berbagai elemen (atribut) berdasarkan derajat pentingnya setiap atribut tersebut dan seberapa baik kinerja produk yang ditawarkan (dalam Tjiptono 2004: 149).

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 Metode pengukuran yang disampaikan Kotler, maka peneliti melakukan pengukuran tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga Matematika berbasis metode Montessori menggunakan Importance and Performance Analysis (IPA). Metode penelitian yang digunakan adalah metode sensus. Metode sensus menggunakan data dari seluruh populasi (Purwanto, 2010: 221). e. Importance and Performance Analysis (IPA) Chan (2005: 21) menjelaskan bahwa dokumen asli dalam literatur Importance and Performance Analysis (IPA) diprakarsai oleh Martilla dan James pada 1977 dan pertama kali diterapkan pada kepuasan pelanggan dalam industri otomotif. Importance and Performance Analysis (IPA) semakin berkembang di dunia. Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hawes & Prough dan Dolinsky & Cuputo pada bidang kesehatan. Pada bidang pariwisata oleh Bush & Ortinau, Duke & Persia dan Uysal, Howard & Jamrozy. Tahun 1998 berkembang pada bidang pendidikan dengan peneltian yang dilakukan Alberty & Mihalik mengenai adult evaluation dan Ross mengenai evaluasi pada fakultas (Chan, 2005: 25). Importance and Performance Analysis (IPA) merupakan salah satu teknik untuk menganalisis hubungan antara kinerja dan kepentingan yang diukur (Simpeh, 2013: 5). Chan (2005: 22) menyatakan bahwa “consumer satisfaction is a function of both expectations related to certain important atribut and judgements of attribute performance” yang artinya bahwa kepuasan pelanggan memiliki fungsi yang berkaitan dengan atribut kepentingan dan atribut kinerja.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 Feng (2005) menambahkan bahwa kepentingan adalah gambaran tingkatan kepedulian pelanggan terhadap produk atau jasa dan kinerja adalah menggambarkan spesifikasi tingkat kepuasan pelanggan terhadap produk atau jasa. Analisis menggunakan IPA penting dilakukan karena dapat membantu mengidentifikasi atribut yang paling penting bagi pelanggan dan memiliki pengaruh paling tinggi terhadap kepuasan mereka, serta mereka yang memiliki kinerja rendah dan perlu perbaikan (Matzler dalam Simpeh, 2013: 5). Chan (2005: 22-23) menjelaskan bahwa IPA adalah metode evaluasi yang biasanya dilakukan dalam empat tahap. Tahap pertama melakukan pengumpulan atribut untuk item yang sedang dievaluasi. Tahap kedua melakukan pengembangan untuk mengukur atribut. Instrumen yang digunakan merupakan gabungan dari setiap item pada daftar atribut dengan dua skala Likert yang berbeda. Skala Likert pertama digunakan untuk memperoleh respon mengenai pentingnya suatu produk atau jasa. Skala Likert kedua digunakan untuk memperoleh respon mengenai kinerja suatu produk atau jasa. Tahap ketiga adalah perhitungan data yang diperoleh. Data yang diperoleh berupa nilai rata-rata. Nilai rata-rata tersebut dipasangkan untuk setiap atribut, yang diukur pada skala kepentingan dan skala kinerja. Tahap akhir adalah plotting hasil pada diagram kartesius untuk membantu dalam pengambilan keputusan. f. Manfaat Pengukuran Tingkat Kepuasan Tingkat kepuasan pengguna bermanfaat bagi perusahaan sebagai umpan balik dan masukan untuk mengetahui hal-hal yang membuat pengguna merasa tidak puas, sehingga dapat segera dilakukan perbaikan (Tjiptono, 2008). Pengguna

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 akan kembali menggunakan produk tersebut apabila pengguna merasa puas terhadap pelayanan yang diterimanya. Pengguna cenderung akan memberikan persepsi yang baik atas produk tersebut kepada orang lain. Supranto (2006) menjelaskan bahwa terdapat tiga manfaat pengukuran kepuasan. Pertama, untuk mengetahui bekerjanya suatu produk yang berguna untuk menentukan perubahan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja produk tersebut. Kedua, untuk mengetahui perubahan yang harus dilakukan agar dapat memperbaiki kekurangan. Ketiga, untuk memastikan bahwa perubahan yang dilakukan mengarah kepada perbaikan. Pengukuran tingkat kepuasan siswa dan guru dapat memberikan gambaran mengenai kualitas alat peraga untuk proses belajar mengajar di sekolah. Kualitas proses belajar mengajar di sekolah ditentukan oleh kualitas guru, ketersediaan sarana dan prasarana sekolah, suasana belajar, kurikulum yang dilaksanakan dan pengelolaan sekolah (Sopiatin, 2010: 5). Salah satu contoh ketersediaan sarana dan prasarana sekolah adalah penggunaan alat peraga pembelajaran. Kepuasan siswa terhadap proses belajar mengajar di sekolah dapat meningkatkan kualitas belajar siswa. Kesimpulan yang dapat diperoleh bahwa manfaat pengukuran kepuasan adalah untuk mengetahui kinerja alat peraga, melakukan perbaikan alat peraga, memastikan perubahan mengarah pada perbaikan kinerja alat peraga. g. Karakteristk Produk yang Mempengaruhi Tingkat Kepuasan Produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas sesuatu yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 daya beli pasar (Tjiptono, 1997: 95). Jika diimplementasikan ke dalam konteks pendidikan maka produk berupa alat peraga yang digunakan siswa dan guru. Alat peraga dapat membantu siswa dan guru memahami materi pelajaran dari konkret ke abstrak. Garvin (dalam Laksana, 2008: 89-90) menjelaskan karakteristik kualitas produk. Kualitas produk merupakan keistimewaan produk yang dapat memenuhi keinginan pelanggan sehingga dapat memberikan kepuasan. Garvin (dalam Laksana, 2008: 89-90) menjelaskan bahwa suatu produk dikatakan berkualitas apabila memenuhi delapan karakteristik kualitas produk, yaitu performansi (performance), keistimewaan tambahan (feature), kehandalan (reliability), daya tahan (durability), konformansi (conformance), kemampuan pelayanan (service ability), kualitas yang dirasakan (perceived quality) dan estetika (aesthetics). Kualitas produk pertama, performansi (performance) berkaitan dengan aspek fungsional dari produk dan merupakan karakteristik utama yang meliputi kemudahan, kecepatan dan biaya yang harus dibayar pelanggan. Kedua, keistimewaan tambahan (feature) merupakan karateristik pelengkap yang menambahkan fungsi dasar berkaitan dengan pilihan-pilihan dan pengembangan. Ketiga, kehandalan (realibility) berkaitan dengan kemungkinan kecil akan mengalami kerusakan atau gagal digunakan dalam melaksanakan fungsinya. Keempat, daya tahan (durability) berkaitan dengan berapa lama produk tersebut dapat terus digunakan. Kelima, konformasi (conformance) berkaitan dengan sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar yang telah ditetapkan. Hal ini berkaitan dengan tingkat kesesuaian produk terhadap

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 spesifikasi yang ditetapkan berdasarkan keinginan seseorang. Keenam, stetika (aesthetics) adalah daya tarik produk terhadap panca indera yang berkaitan dengan perasaan pribadi seperti selera dan keelokan. Ketujuh, kemampuan pelayanan (servis ability) merupakan karakteristik yang berkaitan dengan dengan kecepatan dan kemudahan serta akurasi perbaikan. Kedelapan, kualitas yang dirasakan (perceiced quality) bersifat subjektif yang berkaitan reputasi seseorang yang menggunakan produk tersebut. Garvin, Juran dan Gryna (dalam Sethi, 2000) menjelaskan beberapa karakteristik kualitas produk baru yaitu estetika (aesthetics), performansi (performance), keawetan (life), dan kualitas pengerjaan (workmanship). Sethi (2000) menambahkan bahwa satu karakteristik kualitas produk baru yaitu keamanan (safety). Peneliti menyimpulkan dari pendapat Garvin dan Sethi bahwa karakteristik produk yang mempengaruhi kepuasan adalah performansi (performance), keistimewaan tambahan (feature), kehandalan (reliability), daya tahan (durability), konformansi (conformance), kemampuan pelayanan (service ability), kualitas yang dirasakan (perceived quality), estetika (aesthetics), keawetan (life), kualitas pengerjaan (workmanship) dan keamanan (safety). h. Indikator Tingkat Kepuasan terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Indikator tingkat kepuasan terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dibuat oleh peneliti bersama dengan kelompok studi. Indikator tingkat kepuasan yang telah dibuat berdasarkan teori-teori yang dikemukakan oleh beberapa para ahli sesuai dengan kajian teori. Penyusunan

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 indikator ini melalui penggabungan karakteristik kualitas produk menurut Garvin dan Sethi dengan karakteristik alat peraga Montessori. Karakteristik alat peraga Montessori yaitu auto-education, menarik, bergradasi, auto-correction (Montessori, 2002: 19). Peneliti menambahkan kontekstual sebagai karakteristik alat peraga Montessori. Indikator auto-education pada alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka memungkinkan siswa untuk belajar mengembangkan diri secara mandiri dan mengurangi bantuan dari guru maupun orang yang lebih dewasa (Montessori, 2002: 18). Indikator menarik menunjukkan bahwa alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka dibuat dengan bentuk, ukuran, dan warna yang menarik. Indikator bergradasi menunjukkan bahwa alat peraga Montessori memiliki gradasi untuk melatih siswa membedakan warna, bentuk, dan ukuran. Alat Peraga mempunyai pengendali kesalahan atau auto-correction, yaitu alat peraga tersebut mampu menjawab dan menunjukan letak kesalahan siswa ketika menggunakannya tanpa adanya koreksi dari orang lain (Magini, 2013: 54). Indikator kontekstual alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka dapat dilihat dari bahan pembuat alat peraga. Indikator tingkat kepuasan terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat dilihat pada tabel 2.1 halaman 40.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Tabel 2.1 Penggabungan Indikator Tingkat Kepuasan Karakteristik Alat Peraga Montessori Auto-education 1 Menarik 2 Bergradasi 3 Auto-corretion 4 Kontekstual 5 Karakteristik Produk Lama Performansi (performance) 1 Keistimewaan tambahan (feature) 3 Kehandalan (realibility) 1 Daya tahan (durability) 6 Konformasi (conformance)* Estetika (aesthetics) 2 Kemampuan pelayanan (service ability) 7 Kualitas yang dirasakan (perceiced quality) 7 Karakteristik Produk Baru Estetika (aesthetics) 2 Performansi (performance) 1 Keawetan (life) 6 Kualitas pengerjaan (workmanship) 7 Keamanan (safety) 7 Tabel 2.1 memperlihatkan ketiga karakteristik yang digunakan untuk menyusun indikator tingkat kepuasan siswa maupun guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Tabel 2.1 menunjukkan 5 karakteristik alat peraga Montessori, 9 karakteristik produk lama dan 5 karakteristik produk baru. Karakteristik produk lama untuk indikator konformasi (conformance) yang diberi tanda * tidak dipergunakan dalam penyusunan indikator tingkat kepuasan, dikarenakan dalam alat peraga tidak memiliki ada standar yang ditetapkan. Karakteristik produk lama dan karakteristik produk baru yang memiliki arti sama digabungkan dengan karakteristik alat peraga Montessori. Karakteristik produk lama dan karakteristik produk baru yang memiliki arti berbeda dengan karakteristik alat peraga Montessori berdiri sebagai indikator baru. Indikator yang memiliki arti sama diberi kode berupa angka yang sama. Peneliti bersama kelompok studi menyusun tujuh indikator tingkat kepuasan siswa dan guru. Tujuh

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 indikator tersebut yaitu auto-education, menarik, bergradasi, auto- correction, kontekstual, life dan workmanship. Kode nomor 1 adalah indikator auto-education, performance dan realibility. Indikator performance, realibility memiliki arti sama dengan indikator autoeducation yaitu membantu proses pemahaman materi matematika serta kemungkinan kecil mengalami kegagalan menjalankan fungsinya. Kode nomor 2 adalah indikator menarik dan estetika (aesthetics). Persamaan indikator estetika dengan indikator menarik yaitu berkaitan dengan daya tarik alat peraga terhadap panca indera. Kode nomor 3 adalah indikator bergradasi dan keistimewaan tambahan. Gradasi dalam alat peraga Montessori menjadi keistimewaan dari alat peraga tersebut. Kode nomor 4 adalah indikator auto-correction. Indikator autocorrection berdiri sebagai indikator yang tidak memiliki gabungan dari karakteristik produk lama dan karakteristik produk baru. Indikator auto-correction memiliki arti setiap alat peraga Montessori mempunyai pengendali kesalahan. Kode nomor 5 adalah indikator kontekstual. Kontekstual dalam karakteristik alat peraga Montessori berarti alat peraga dibuat menggunakan bahan yang ada dilingkungan sekitar. Indikator kontekstual berdiri sendiri tanpa gabungan dari karakteristik produk lama dan karakteristik produk baru. Kode nomer 6 adalah daya tahan dan keawetan (life). Kedua indikator tersebut memiliki arti yang sama yaitu berapa lama alat peraga dapat terus digunakan. Indikator dengan kode nomor 6 tidak dimiliki oleh karakteristik alat peraga Montessori sehingga menjadi sebagai indikator baru dalam indikator tingkat kepuasan. Kode nomor 7 adalah indikator kemampuan pelayanan (service

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 ability), kualitas yang dirasakan (perceiced quality), kualitas pengerjaan (workmanship) dan keamanan (safety). Kode nomor 7 memiliki kesamaan arti alat peraga dapat digunakan dengan mudah dan aman. Indikator kode nomor 7 tidak dimiliki oleh karakteristik alat peraga Montessori sehingga menjadi sebagai indikator baru dalam indikator tingkat kepuasan. Tabel 2.2 Indikator Tingkat Kepuasan Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Indikator Tingkat Kepuasan Alat Peraga Montessori Auto education Menarik Bergradasi Auto corretion Kontekstual Life Workmanship Tabel 2.2 merupakan tujuh indikator tingkat kepuasan terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori yaitu auto-education, menarik, bergradasi, auto- correction, kontekstual, life dan workmanship. B. Penelitian yang Relevan Contoh penelitian yang relevan untuk penelitian tingkat kepuasan alat peraga matematika berbasis metode Montessori, sebagai berikut: Penelitian yang dilakukan Koh dan Frick (2010) yaitu meneliti penerapan dukungan untuk kebebasan individu (autonomy support) di sekolah Montessori di Indiana, USA. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik guru yang memiliki autonomy support di dalam kelas Montessori dan bagaimana berpengaruhnya terhadap motivasi intrinsik siswa dalam bekerja. Penelitian ini

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 dilakukan terhadap guru dan asistennya pada sekolah Montessori serta kelas Montessori yang terdiri dari 28 siswa yang berusia 9-11 tahun. Hasil penelitian terdiri atas dua hal, yaitu (1) guru dan asisten memiliki strategi yang sesuai dengan filosofi Montessori dalam mendukung kemandirian siswa dan (2) siswa di sekolah Montessori memiliki motivasi intrinsik yang tinggi dalam mengerjakan tugasnya. Penelitian yang dilakukan Wahyuningsih (2011) mempunyai tujuan untuk pengaruh model pendidikan Montessori terhadap hasil belajar matematika siswa. Model yang digunakan untuk penelitian adalah metode quasi eksperimen dengan rancangan penelitian Two Group Randomized Subject Posttest Only. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes bentuk uraian. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji-t untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan rata-rata hasil belajar matematika siswa yang menggunakan pembelajaran model pendidikan Montessori dengan yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Kesimpulan penelitian ini bahwa model pendidikan Montessori berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa. Penelitian yang dilakukan Wijayanti (2013) mengenai pengembangan alat peraga ala Montessori. Penelitian ini memiliki tujuan mengembangkan alat peraga Montessori untuk penjumlahan dan pengurangan ala Montessori untuk siswa kelas I SD Krekah Yogyakarta dengan metode penelitian Research and Development (R&D). Langkah yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas 4 tahap yaitu, (1) kajian standar kompetensi dan kompetensi dasar, (2) analisis kebutuhan dan

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 pengembangan perangkat pembelajaran, (3) produksi alat peraga Montessori untuk penjumlahan dan pengurangan, dan (4) validasi dan revisi produk, sehingga dihasilkan prototipe produk alat peraga Montessori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) alat peraga Montessori yang dikembangkan untuk melatih kemampuan penjumlahan dan pengurangan pada siswa kelas I semester genap memiliki lima ciri, yaitu menarik, bergradasi, auto-education, auto-correction, dan kontekstual; dan (2) memiliki kualitas “sangat baik” berdasarkan skor validasi produk dari pakar pembelajaran matematika, pakar alat peraga, guru kelas I, dan siswa kelas I SD Krekah Yogyakarta, serta peningkatan skor posttest siswa sebesar 73,44%. Penelitian yang dilakukan Sugiarni (2012) melakukan penelitian mengenai peningkatan proses dan hasil belajar matematika dengan memanfaatkan media dan alat peraga meteri operasi hitung campuran. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas II supaya siswa dapat menguasi materi pelajaran matematika dengan baik di semester 2. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah 40 siswa kelas II SDN Suniarsih, kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Prestasi belajar siswa sebelum dilakukan perbaikan adalah 50,70. Prestasi belajar siswa pada siklus I adalah 60,50, sedangkan pada siklus II adalah 83,50. Prestasi belajar yang meningkat tersebut dikarenakan adanya aktivitas-aktivitas pemberian apersepsi yang menarik melalui tanya jawab interaktif, pelibatan siswa dalam demonstrasi, pengaktifan siswa dalam tanya jawab, pengaktifan siswa dalam latihan pengerjaan soal, dan pemanfaatan alat peraga yang memadai.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Penelitian yang dilakukan Warsini, Suniasih dan Wiarta (2013) melakukan penelitian mengenai penggunaan alat peraga sederhana pada operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat siswa kelas V. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas V pada penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat menggunakan alat peraga sederhana. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah 10 siswa kelas V SDN 5 Batuan, Bali. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode observasi dan tes, sedangkan pengambilan data dilakukan menggunakan soal tes obyektif dan uraian. Teknik pengolahan datanya menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pra siklus hasil belajar siswa rendah yaitu 64% dengan ketuntasan klasikal 40%. Pada siklus I hasil belajar matematika sedang yaitu 76,3% dengan ketuntasan belajar klasikal mencapai 60%. Pada siklus II presentase hasil belajar matematika tinggi yaitu mencapai 81% dan ketuntasan belajar klasikal mencapai 90%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan alat peraga sederhana pada operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Penelitian yang dilakukan Hartati (2005) meneliti tingkat kepuasan siswa terhadap kinerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh siswa akan cara penyampaian materi, penguasaan materi, kreativitas, displin, penilaian guru terhadap loyalitas, rekomendasi dan kebanggaan siswa. Penelitian ini termasuk penelitian studi kasus dengan teknik pengumpulan data yaitu kuesioner. Kuesioner yang dibagikan terdiri dari 8 bagian yang digunakan

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 untuk mengukur masing-masing kepuasan siswa akan a) cara penyampaian materi, b) penguasaan materi, c) kreativitas, d) displin, e) penilaian, f) loyalitas siswa, g) rekomendasi siswa dan h) kebanggaan siswa. Hasil penelitian menunjukkan 1) ada pengaruh yang positif dan signifikansi kepuasan siswa akan cara penyampaian materi, penguasaan materi, kreativitas, displin, penilaian guru terhadap loyalitas siswa, 2) ada pengaruh yang positif dan signifikansi kepuasan siswa akan cara penyampaian materi, penguasaan materi, kreativitas, displin, penilaian guru terhadap rekomendasi siswa, dan 3) ada pengaruh yang positif dan signifikansi kepuasan siswa akan cara penyampaian materi, penguasaan materi, kreativitas, displin, penilaian guru terhadap kebanggaan siswa. Penelitian yang dilakukan Udiutomo (2011) bertujuan untuk menganalisa tingkat kepuasan siswa SMART Ekselensia Indonesia terhadap layanan program tahun 2011. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan membandingkan antara tingkat kepentingan dengan kenyataan terhadap kriteria seleksi, sekolah dan asrama dibandingkan dengan pencapaian sebelumnya. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan kepuasan penerima manfaat di semua kriteria evaluasi. Beberapa perbaikan masih perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu layanan program. Penelitian yang dilakukan Simpeh (2013) melakukan penelitian tentang strategi perawatan fasilitas gedung Universitas di Western Cape, Afrika Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan perbaikan, strategi untuk memandu pemeliharaan kinerja ruang kuliah dan memastikan kinerja yang mempengaruhi kepuasan siswa, sehingga meningkatkan pengalaman belajar

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 mereka. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara, dan kuesioner. Kuesioner yang dibagikan sebanyak 430, sedangkan 283 atau 65,8 % tidak diisi dan dikembalikan. Teknik analisis data menggunakan Importance and Performance Analysis (IPA) dengan statistik deskritif dan inferensial. Hasil penelitan menunjukkan bahwa kinerja ruang kuliah mempengaruhi pengalaman belajar, semua atribut kinerja penting untuk pengalaman belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencahayaan, keamanan struktural, ventilasi, kebersihan lebih tinggi lagi peringkatnya dari pada keselamatan kebakaran dan estetika. Kinerja keselamatan struktural dan pencahayaan tampak memuaskan di semua ruang kuliah. Ventilasi, suhu, keselamatan kebakaran dan kontrol suara memiliki kinerja buruk. Siswa tidak terlibat dalam proses manajemen pemeliharaan ruang kuliah padahal keterlibatan mereka bisa memastikan kepuasan mereka. Siswa merasa bahwa melembagakan koordinator pemeliharaan akan menjadi cara yang paling efektif untuk memastikan keterlibatan mereka, diikuti dengan menempatkan kotak saran di departemen, atau mungkin menyelenggarakan forum di tingkat departemen. Departemen pemeliharaan CPUT pada perkuliahan teater perlu memperbaiki sistem HVAC (ventilasi dan suhu), keselamatan kebakaran, kontrol suara tapi tanpa mengabaikan parameter kinerja lainnya. Sebuah studi lebih lanjut untuk memasukkan staf pengajar, ruang kuliah tambahan dan lebih banyak parameter sangat dianjurkan karena akan memberikan perspektif yang lebih luas untuk lebih membantu departemen pemeliharaan CPUT lebih baik mempertahankan ruang kuliah

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Gambar 2.6 Literatur Map Montessori Alat Peraga Tingkat Kepuasan Koh & Frick (2010) Penerapan kemandirian individu dan pengaruhnya terhadap motivasi intrinsik siswa Montessori Sugiarni (2012) Peningkatan proses dan hasil belajar matematika dengan memanfaatkan media dan alat peraga meteri operasi hitung campuran Hartati (2005) Analisis Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Kinerja Guru Wahyuningsih (2011) Pengaruh Model pendidikan Montessori terhadap hasil belajar matematika siswa Wijayanti (2013) Pengembangan Alat Peraga Penjumlahan dan Pengurangan Ala Montessori untuk Siswa Kelas I SD Warsini, Suniasih & Wiarta (2013) Penggunaan alat peraga sederhana pada operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat siswa kelas V Udiutomo (2011) Analisa Tingkat Kepuasaan Siswa Terhadap Layanan Program SMART Ekselensi Indonesia Tahun 2011 Simpeh (2013) Strategi perawatan fasilitas gedung Universitas di Western Cape, Afrika Selatan Tingkat Kepuasan Siswa dan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 2.6 merupakan literatur map yang menunjukkan penelitian relevan yang dikelompokkan menjadi tiga kategori yaitu tentang Montessori, alat peraga, dan kepuasan. Penelitian tentang Montessori dilakukan oleh Koh dan Frick (2010), Wahyuningsih (2011) dan Wijayanti (2013). Penelitian tentang alat peraga dilakukan oleh Sugiarni (2012) dan Warsini, Suniasih dan Wiarta (2013).

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Penelitian tentang tingkat kepuasan dilakukan oleh Hartati (2005), Udiutomo (2011) dan Simpeh (2013). Penelitian relevan tentang Montessori yang diambil oleh peneliti menjelaskan bahwa model pendidikan Montessori berpengaruh pada hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Karakteristik guru Montessori mendukung kemandirian dan motivasi siswa belajar. Penelitian relevan tentang alat peraga menjelaskan bahwa dengan alat peraga yang digunakan untuk memahami pelajaran matematika dapat membantu meningkatkan hasil belajar matematika. Penelitian relevan tentang kepuasan menjelaskan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikansi kepuasan siswa tentang cara penyampaian materi, penguasan materi, kreativitas, disiplin dan penilaian yang diberikan guru. Penelitian-penelitian yang relevan mendukung peneliti untuk melakukan penelitian tentang tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Peneliti melakukan penelitian tentang tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori karena penelitian-penelitian yang revalan belum membahas tentang tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga. Alat peraga yang diteliti adalah penggunaan alat peraga Montessori dalam pelajaran matematika. C. Kerangka Berpikir Belajar matematika membantu siswa mempunyai kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, dan kritis. Siswa dalam belajar matematika membantu

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Pembelajaran matematika perlu diberikan anak sejak dini, maka penting diperhatikan pendidikan di Sekolah Dasar (SD). Siswa yang bersikap negatif terhadap matematika memiliki cemas dalam mengikuti matematika sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai dan menimbulkan prestasi belajar siswa rendah. Prestasi belajar matematika Indonesia terbilang rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Hasil penelitian PISA (Programme for International Student Assessment) dan TIMSS (Trends in Mathematics and Science Study) menunjukkan kemampuan dan prestasi belajar siswa Indonesia rendah. Salah satu penyebab rendahnya prestasi belajar siswa menyangkut kualitas pendidikan yaitu manajemen yang diterapkan di Indonesia. Pengelolaan proses pendidikan yang ideal di Indonesia ditetapkan dengan tujuh komponen manajemen yang harus dipenuhi. Tujuh komponen dalam manajemen pendidikan yang harus dipenuhi adalah yaitu kurikulum, tenaga kependidikan, kesiswaan, keuangan, sarana dan prasarana, hubungan sekolah dengan masyarakat dan layanan khusus. Sarana dan prasrana berkaitan dengan peralatan dan perlengkapan sebagai menunjang proses pendidikan. Alat peraga merupakan bagian dari sarana penunjang proses pendidikan. Alat peraga membantu kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Proses belajar mengajar dengan menggunakan alat peraga dapat meningkatkan daya imajinasi seseorang untuk memahami materi pelajaran yang abstrak.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Salah satu alat peraga yang dapat digunakan untuk membantu proses kegiatan belajar mengajar adalah alat peraga Montessori. Alat peraga Montessori merupakan alat peraga yang diperkenalkan oleh tokoh pendidikan dari Italia yaitu Maria Montessori. Alat peraga Montessori memiliki karateristik yaitu menarik, bergradasi, auto-education, dan auto-corretion. Hasil modifikasi alat peraga Montessori menambahkan satu karaktersistik yaitu kontekstual. Maria Montessori menjelaskan bahwa materi yang disajikan menggunakan alat peraga akan lebih menarik bagi anak-anak. Kualitas alat peraga yang baik menunjang proses pembelajaran dan memperbaiki kualitas pendidikan. Kualitas pendidikan dapat memuaskan pengguna yaitu siswa dan guru. Kepuasan yang diperoleh siswa dan guru merupakan hal yang menyenangkan dan ingin diperoleh kembali lain waktu. Kepuasan siswa dan guru dapat diketahui dengan pengukuran tingkat kepuasan. Pengukuran tingkat kepuasan di bidang pendidikan sangat diperlukan untuk mengetahui gambaran mengenai kualitas proses belajar mengajar di sekolah. Hasil pengukuran tingkat kepuasan dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki alat peraga. Rumusan masalah penelitian ini yaitu (1) bagaimana tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori, (2) bagaimana tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data PAN (Penilaian Acuan Norma) tipe II dan Importance and Performance Analysis (IPA). PAN tipe II digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Importance and Performance Analysis (IPA) digunakan untuk menganalisis lebih jauh tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. D. Hipotesis Penelitian Berdasarkan kajian teori yang tertulis maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian: 1. Tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah tinggi. 2. Tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah tinggi.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab III membahas tentang jenis penelitian, waktu dan tempat penelitian, populasi dan sampel, variabel penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen pengumpulan data, uji validitas dan reliabilitas, teknik analisis data dan jadwal penelitian. A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan metode sensus. Penelitian deskriptif adalah jenis penelitian yang berusaha mengambarkan atau menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya (Best dalam Sukardi, 2003: 157). Arikunto (2005: 234) menjelaskan penelitian deskriptif memiliki tujuan yang menggambarkan variabel, gelaja atau keadaan. Penelitian deskriptif merupakan salah satu bentuk penelitian kuantitatif (Sukmadinata, 2012: 72). Penelitian kuantitatif menggunakan data kuantitatif yang diperoleh dari instrumen pengumpulan data berupa kuesioner dan hasilnya berupa angka (Arikunto, 2006: 6). Penelitian ini menggunakan metode sensus karena data yang diperoleh dari seluruh populasi. Metode sensus dilakukan dengan menggunakan seluruh populasi yang ada (Efendi & Tukiran, 2012: 3). Purwanto (2010: 221) mengungkapkan bahwa sebuah penelitian disebut sensus, apabila data yang diperoleh dari seluruh populasi. 53

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 B. Waktu dan Tempat Penelitian Waktu dan tempat penelitian meliputi waktu penelitian dan tempat penelitian. 1. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2013 s/d dan Juli 2014. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 15 Maret 2014 untuk penyebaran kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan kepada siswa. Penyebaran kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan untuk guru dilakukan pada tanggal 02 Mei 2014. 2. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Kanisius Sengkan Yogyakarta yang beralamat di Jalan Kaliurang Km 7 RT 002/10, Condongcatur, Depok, Yogyakarta 55283 dengan telepon 0274-884667. SD Kanisius Sengkan Yogyakarta memiliki dua gedung sekolah yang terpisah. Gedung sekolah yang pertama digunakan untuk ruang kelas 4, 5, dan 6. Gedung sekolah yang kedua digunakan untuk ruang kelas 1, 2, dan 3. C. Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk diteliti dan ditarik kesimpulan. Sampel adalah bagian dari jumlah maupun karakteristik yang dimiliki populasi (Sugiyono, 2011: 119-120). Penelitian ini

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 mengambil seluruh anggota populasi sehingga penelitian ini disebut dengan penelitian populasi dengan metode sensus. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa dan guru kelas I A dan I C yang berjumlah 61 siswa dan 2 guru di SD Kanisius Sengkan Yogyakarta semester II tahun pelajaran 2013/2014. Peneliti mengambil seluruh anggota populasi karena alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka yang menggunakan hanya siswa dan guru kelas I A dan I C di SD Kanisius Sengkan Yogyakarta. D. Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah suatu objek yang mempunyai variasi yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2011: 63). Variabel dalam penelitian ini terdapat dua macam yaitu variabel independen atau terikat dan variabel dependen atau bebas. Variabel independen dalam penelitian ini adalah alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah tingkat kepuasan siswa dan guru. E. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data digunakan untuk mengukur tingkah laku dan sifat dari suatu yang hendak diteliti. Teknik pengumpulan data memerlukan ketelitian dan ketepatan terhadap sesuatu yang hendak diukur sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Kuesioner dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Sugiyono (2011: 192) mengatakan kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pernyataan kepada responden untuk dijawab. Arikunto (2012: 102) mengatakan kuesioner merupakan daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang dengan tujuan agar orang tersebut dapat memberikan jawaban sesuai dengan permintaan pemberi kuesioner. Jenis kuesioner yang digunakan adalah kuesioner terstruktur atau tertutup. Kuesioner tertutup berisikan pernyataan-pernyataan yang disertai dengan sejumlah alternatif jawaban yang disediakan. Responden dalam menjawab, terkait dengan sejumlah kemungkinan jawaban yang telah disediakan (Margono, 2010: 119). Objek yang diukur dijabarkan menjadi indikator sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang berupa pernyataan (Sugiyono, 2011: 136). Skala pengukuran dalam kuesioner ini menggunakan skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Jawaban setiap pernyataan yang menggunakan skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif (Sugiyono, 2011: 136). Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan. Kuesioner kinerja digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap kinerja alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Kuesioner kepentingan digunakan untuk mengetahui tingkat

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 kepuasaan siswa dan guru terhadap pentingnya alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk check-list. Checklist berbentuk sebuah daftar dimana responden membubuhkan tanda (√) pada kolom yang sesuai (Sugiyono, 2011: 137). Siswa dalam mengisi kuesioner dengan cara memberi tanda (√) pada alternatif jawaban. Guru dalam mengisi kuesioner dengan melingkari pada alternatif jawaban. Kuesioner kinerja menggunakan alternatif jawaban berupa “Sangat Setuju” (SS), “Setuju” (S), “Kurang Setuju” (KS), “Tidak Setuju” (TS) dan “Sangat Tidak Setuju” (STS). Kuesioner kepentingan menggunakan alternatif jawaban berupa “Sangat Penting” (SP), “Penting” (P), “Kurang Penting” (KP), “Tidak Penting” (TP) dan “Sangat Tidak Penting” (STP). Siswa dan guru dapat memilih salah satu dari 5 alternatif jawaban yang sesuai dengan kondisi pribadinya. Alternatif jawaban skala Likert pada kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan dapat dilihat pada tabel 3.1 halaman 57 sampai 3.4 halaman 59. Tabel 3.1 Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kinerja untuk Siswa Alternatif Jawaban Skor Sangat Setuju (SS) 5 Setuju (S) 4 Kurang Setuju (KS) 3 Tidak Setuju (TS) 2 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Tabel 3.1 merupakan alternatif jawaban skala Likert pada kuesioner kinerja yang disebarkan untuk siswa. Peneliti menambahkan emoticon (gambar wajah)

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 yang berbeda-beda dari setiap alternatif jawaban dengan menyesuaikan gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif. Penambahan emoticon pada alternatif jawaban bertujuan untuk membantu siswa kelas I dalam menjawab pernyataan kuesioner kinerja maupun kuesioner kepentingan. Pernyataan pada kuesioner kinerja memiliki 5 alternatif jawaban dimana respons “sangat setuju” mempunyai bobot skor 5, “setuju” mempunyai bobot skor 4, “kurang setuju” mempunyai bobot skor 3, “tidak setuju” mempunyai bobot skor 2, dan “sangat tidak setuju” mempunyai bobot skor 1. Tabel 3.2 Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kepentingan untuk Siswa Alternatif Jawaban Skor Sangat Penting (SP) 5 Penting (P) 4 Kurang Penting (KP) 3 Tidak Penting (TP) 2 Sangat Penting (SP) 1 Tabel 3.2 merupakan alternatif jawaban skala Likert pada kuesioner kepentingan yang disebarkan untuk siswa. Seperti yang sudah dijelaskan pada tabel 3.1 bahwa peneliti menambahkan emoticon (gambar wajah) untuk alternatif jawaban skala Likert. Pernyataan pada kuesioner kepentingan memiliki 5 alternatif jawaban dimana respons “sangat penting” mempunyai bobot skor 5, “penting” mempunyai bobot skor 4, “kurang penting” mempunyai bobot skor 3, “tidak penting” mempunyai bobot skor 2, dan “sangat tidak penting” mempunyai bobot skor 1.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Tabel 3.3 Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kinerja untuk Guru Alternatif Jawaban Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Kurang Setuju (KS) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) Skor 5 4 3 2 1 Tabel 3.3 merupakan alternatif jawaban skala Likert pada kuesioner kinerja yang disebarkan untuk guru. Pernyataan pada kuesioner kinerja memiliki 5 alternatif jawaban dimana respons “sangat setuju” mempunyai bobot skor 5, “setuju” mempunyai bobot skor 4, “kurang setuju” mempunyai bobot skor 3, “tidak setuju” mempunyai bobot skor 2, dan “sangat tidak setuju” mempunyai bobot skor 1. Tabel 3.4 Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kepentingan untuk Guru Alternatif Jawaban Sangat Penting (SP) Penting (P) Kurang Penting (KP) Tidak Penting (TP) Sangat Tidak Penting (STP) Skor 5 4 3 2 1 Tabel 3.4 merupakan alternatif jawaban skala Likert pada kuesioner kepentingan yang disebarkan untuk guru. Pernyataan pada kuesioner kepentingan memiliki 5 alternatif jawaban dimana respons “sangat penting” mempunyai bobot skor 5, “penting” mempunyai bobot skor 4, “kurang penting” mempunyai bobot skor 3, “tidak penting” mempunyai bobot skor 2, dan “sangat tidak penting” mempunyai bobot skor 1.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 F. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen penelitian adalah alat ukur yang digunakan untuk pengumpulan data (Purwanto, 2010: 8). Alat ukur berguna untuk mengukur tingkah laku atau sifat dari suatu yang diukur. Alat ukur yang digunakan memerlukan ketelitian serta ketepatan terhadap sesuatu yang hendak diukur sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ini menggunakan instrumen pengumpulan data berupa lembar kuesioner kinerja dan lembar kuesioner kepentingan. Kuesioner penelitian ini disusun bersama kelompok studi berdasarkan landasan teori yang ada. Tabel 3.5 Kisi-Kisi Kuesioner Kinerja dan Kepentingan Siswa dan Guru untuk Expert Judgement Objek Penelitian Tingkat kepuasan siswa dan guru Indikator Auto-education Menarik Bergradasi Auto-correction Kontekstual Life Workmanship Nomor Pernyataan 1,2,3,4,5,6 1,2,3,4 1,2,3,4,5 1,2,3,4,5 1,2,3,4,5 1,2,3,4,5,6 1,2,3,4,5 Tabel 3.5 merupakan kisi-kisi kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Objek penelitian ini dijabarkan menjadi tujuh indikator yaitu autoeducation, menarik, bergradasi, auto-correction, kontekstual, life dan workmanship. Setiap indikator memiiki jumlah pernyataan yang tidak sama. Indikator auto-education dijabarkan ke dalam 6 pernyataan. Indikator menarik dijabarkan ke dalam 4 pernyataan. Indikator bergradasi dijabarkan ke dalam 5 pernyataan. Indikator auto-corretion dijabarkan ke dalam 5 pernyataan. Indikator

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 kontekstual dijabarkan ke dalam 5 pernyataan. Indikator life dijabarkan ke dalam 5 pernyataan. Indikator workmanship dijabarkan ke dalam 6 pernyataan. Jumlah keseluruhan dari ketujuh indikator tersebut adalah 36 pernyataan. Tabel 3.6 Penjabaran Indikator Kuesioner Kinerja dan Kepentingan Siswa dan Guru untuk Expert Judgement Indikator Autoeducation Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life Workmanship 1. 2. 3. 4. 5. 6. 1. 2. 3. 4. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 1. 2. 3. 4. 5. Pernyataan Alat peraga memudahkan siswa untuk mengerti matematika Alat peraga membantu siswa menyelesaikan soal matematika Alat peraga dapat digunakan oleh siswa tanpa bantuan guru Alat peraga mudah digunakan Alat peraga membantu siswa dalam menjawab soal matematika Alat peraga membantu siswa menyelesaikan soal matematika tanpa bantuan guru Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga memiliki warna yang menarik Alat peraga memiliki ukuran yang menarik Alat peraga memiliki cara penggunaan yang menarik Alat peraga bisa digunakan oleh semua siswa dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 Alat peraga mempunyai tingkatan warna dari muda ke tua Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai tingkatan tekstur dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban siswa Alat peraga membantu siswa memperbaiki kesalahan Alat peraga membantu menemukan jawaban benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang siswa buat Alat peraga memiliki kunci jawaban Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang diketahui siswa Alat peraga menggunakan bahan yang bisa ditemukan di sekitar siswa Siswa sering melihat bahan pembuat alat peraga matematika Alat peraga pernah dilihat siswa Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah dibawa kemana-mana Alat peraga ini dapat dipakai berkali-kali Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan Alat peraga tidak mudah rusak Alat peraga mudah dibersihkan Alat peraga mudah untuk diperbaiki Permukaan alat peraga halus Alat peraga menggunakan lem dan paku yang kuat Alat peraga ini tidak melukai siswa ketika digunakan Pemberian warna alat peraga rapi

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Tabel 3.6 memperlihatkan ketujuh indikator kuesioner tingkat kepuasaan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang telah dijabarkan dalam sejumlah pernyataan. Sejumlah pernyataan yang telah disusun berisikan pernyataan positif. Sejumlah pertanyaan tersebut digunakan untuk lembar kuesioner kinerja dan lembar kuesioner kepentingan yang disebarkan kepada siswa dan guru. Kuesioner penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Kuesioner ini sebelum digunakan untuk penelitian di SD Kanisius Sengkan Yogyakarta, terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. G. Uji Validitas dan Reliabilitas Uji validitas dan reliabilitas instrumen digunakan untuk meneliti atau menguji apakah butir-butir kuesioner yang dibuat sudah valid dan memiliki keajegan instrumen. Taniredja (2012: 41) menjelaskan apabila ternyata ada alat pengumpulan data yang belum memenuhi syarat maka dilakukan revisi, diulangi dan diujicobakan lagi sehingga terpenuhi syarat sebagai instrumen yang baik. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. 1. Uji Validitas Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauhmana suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya (Azwar, 2008: 4). Masidjo (1995: 242) mengatakan validitas adalah suatu taraf sampai dimana suatu tes maupun non tes

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Uji validitas dalam penelitian ini adalah kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan. Arikunto (2006: 168) menjelaskan bahwa pernyataan yang dikatakan valid apabila mampu mengukur sesuatu yang diinginkan dan mengungkap data dari yang diteliti secara tepat. Margono (2010: 187) mengatakan bahwa uji validitas instrumen dapat dilakukan dengan content validity (validitas isi), construct validity (validitas konstruksi), dan face validity (validitas muka). a. Content Validity (Validitas Isi) Content validity menunjuk kepada suatu instrumen yang memiliki kesesuaian isi dalam mengukur objek yang hendak diukur (Margono, 2010: 187). Azwar (2008: 45) mengatakan bahwa validitas dilakukan untuk pengujian terhadap isi dengan analisis rasional atau lewat expert judgement. Pengujian validitas isi bertujuan untuk mengetahui setiap pernyataan yang terdapat pada kuesioner telah mencakup keseluruhan kawasan isi objek yang hendak diukur. Keseluruhan kawasan isi berarti isi dalam pernyataan tidak hanya menunjukkan komprehensif isinya saja, akan tetapi memuat isi yang relevan dan tidak keluar dari batasan tujuan ukur (Azwar, 2008: 45). Sugiyono (2011: 177) menjelaskan dalam kisi-kisi terdapat objek yang diteliti, indikator sebagai tolak ukur dan nomor butir pernyataan. Pengujian validitas isi dilakukan melalui expert judgement dengan meminta bantuan kepada para ahli (Jogiyanto, 2008 : 57). Penelitian ini meminta bantuan kepada para ahli seperti dosen Montessori, dosen matematika, kepala sekolah dan

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 guru sekolah dasar. Para ahli menuliskan skor dan komentar terhadap kuesioner yang telah dibuat. Para ahli menuliskan skor pada setiap pernyataan sesuai dengan pedoman skor yang telah ditetapkan. Skor yang dapat diberikan oleh para ahli yaitu dari skor 1 sampai skor 4. Skor 1 mempunyai arti “kurang sekali”, skor 2 mempunyai arti “kurang”, skor 3 mempunyai arti “baik” dan skor 4 mempunyai arti “baik sekali”. Para ahli juga memberikan komentar-komentar pada setiap pernyataan. Komentar yang diberikan oleh para ahli menjadi masukan bagi peneliti untuk melakukan perbaikan terhadap kuesioner penelitian ini. Peneliti menetapkan skor perbaikan terhadap kuesioner penelitian dari hasil expert judgement. Peneliti menetapkan jika skor rata-rata lebih dari 2,5 maka pernyataan dalam kuesioner sudah baik sehingga tidak dilakukan perbaikan. Skor rata-rata 2,5 ditetapkan sebagai patokan karena dianggap tidak terlalu tinggi dan berada diatas nilai mean dari setiap skor pernyataan. Skor yang diberikan oleh para ahli dapat dilihat pada tabel 3.7 halaman 64. Tabel 3.7 Rangkuman Skor Expert Judgement Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru Autoeducation Menarik 1 2 3 4 5 6 1 2 3 Skor Dosen A Skor Dosen B Skor Guru A Skor Guru B 2 4 4 4 4 4 2 3 2 2 2 4 2 2 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 Skor Kepala Sekolah A 4 3 3 4 4 3 3 3 3 Skor Kepala Sekolah B 3 3 2 3 3 3 3 3 3 Rata-rata Indikator Jumlah Skor Validator 18 19 21 20 20 21 18 19 18 3,0 3,2 3,5 3,3 3,3 3,5 3,0 3,2 3,0

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life Workmanship Rata-rata 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 Skor Dosen A Skor Dosen B Skor Guru A Skor Guru B 2 1 2 2 2 2 4 4 4 4 2 2 3 3 2 3 3 1 3 2 3 1 2 3 1 3 3 3,11 3 2 4 4 4 4 4 4 3 2 2 4 4 4 2 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 2 2,67 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3,33 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3,17 Skor Kepala Sekolah A 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3,97 Skor Kepala Sekolah B 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3,33 Rata-rata Indikator Jumlah Skor Validator 16 16 19 19 19 19 23 22 21 19 17 20 22 22 18 21 19 17 20 18 20 18 19 20 19 21 18 2,94 2,7 2,7 3,2 3,2 3,2 3,2 3,8 3,7 3,5 3,2 2,8 3,3 3,7 3,7 3,0 3,5 3,2 2,8 3,3 3,0 3,3 3,0 3,2 3,3 3,2 3,5 3,0 19,33 Tabel 3.7 memperlihatkan rangkuman skor hasil expert judgement untuk penyusunan kuesioner tingkat kepuasan terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Penghitungan rata-rata skor dilakukan dengan menjumlahkan skor dari setiap pernyataan dalam satu indikator yang diberikan oleh para ahli. Skor tertinggi terdapat pada indikator auto-correction pada pernyataan nomor 1 dengan perolehan skor 3,8. Skor terendah terdapat pada indikator menarik dan bergradasi. Indikator menarik terdapat pada pernyataan nomor 4 sedangkan indikator bergradasi terdapat pada pernyataan nomor 1 dengan perolehan skor

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 yang sama yaitu 2,7. Rata-rata skor yang diperoleh dari setiap pertanyaan tersebut tidak menunjukkan adanya perbaikan terhadap kuesioner penelitian ini. Para ahli memberikan beberapa komentar untuk penyusunan kuesioner tingkat kepuasan terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Contoh hasil expert judgement dapat dilihat pada lampiran 4 halaman 216. Rangkuman komentar yang diberikan oleh para ahli terhadap penyusunan kuesioner tingkat kepuasan terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat dilihat pada tabel 3.8 halaman 66. Tabel 3.8 Rangkuman Komentar Expert Judgement Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru No 1. Validator/ Rangkuman Komentar Indikator Dosen A (Montessori) Pernyataan dibuat lebih menekankan pada auto-education bahwa siswa dapat mendidik dirinya sendiri dengan menggunakan material Auto-education tersebut. Pernyataan lebih baik mengunakan subyek “saya” dan tidak langsung berkaitan dengan atribut yang diukur. Pernyataannya sebaiknya dibuat lebih spesifik atau diperjelas kalimatnya sehingga tidak ambigu. Lebih baik mengunakan subyek Menarik “saya” dan tidak langsung berkaitan dengan atribut yang diukur. Pergunakan kalimat yang mudah dipahami oleh siswa. Penyataan sudah baik dengan ciri-ciri bergradasi alat peraga Montessori, akan tetapi lebih diperhatikan lagi alat peraga Montessori Bergradasi yang akan digunakan. Tidak semua alat peraga memiliki gradasi yang sama. Gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa terutama siswa Auto-correction kelas bawah. Pernyataannya sebaiknya dibuat lebih spesifik atau diperjelas kalimatnya, sehingga tidak ambigu. Sesuaikan dengan bahan- bahan Kontekstual yang terdapat di lingkungan sekitar rumah maupun sekolah. Sebaiknya ditambahkan mengenai pengecatan alat peraga. Gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa. Pernyataan “mudah dibawa ke mana-mana” belum tentu daya tahannya bagus. Life Pernyataan “alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan” membutuhkan waktu yang lama untuk siswa dan guru mengetahuinya. Penyataan lainnya, seperti mudah dibersihkan belum tentu tahan lama. Sesuaikan dengan bahan alat peraga yang telah dibuat apakah Workmanship menggunakan lem dan paku. Komentar keseluruhan: Perlu diperjelas mengenai apakah ini deskriptor dari indikator atau sudah pernyataan. Deskripsi sudah bagus, hanya perlu diperjelas mengenai kalimat agar tidak ambigu atau bermakna ganda dan disesuaikan dengan konteks siswa dan guru.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 No 2. 3. 4. 5. 6. Validator/ Rangkuman Komentar Indikator Dosen B (Matematika) Pemilihan kata dalam pernyataan seperti kata “mengerti” diubah Auto-education menjadi kata “memahami” dan kata “digunakan” diubah menjadi “dioperasikan”. Pernyataan “alat peraga memiliki cara penggunaan yang menarik” Menarik diubah menjadi “alat peraga memiliki cara penggunaan yang khas”. Bergradasi Perhatikan gradasi umur. Pemilihan kata siswa dalam pernyataan sebaiknya diubah menjadi Auto-correction saya. Alat peraga Montessori tidak semuanya memiliki kunci jawaban. Pernyataan “alat peraga pernah dilihat oleh siswa” tidak harus Kontekstual dipakai. Pemilihan kata diperbaiki menjadi “alat peraga tidak mudah lapuk Life saat disimpan”. Workmanship Pernyataan yang dibuat tidak baku. Komentar keseluruhan: secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik. Hanya perlu perbaikan beberapa kalimat. Guru Kelas A Auto-education Pernyataan nomor 2 diubah dengan variasi warna dan pernyataan Menarik nomor 4 diperbaiki penyusunan kalimatnya. Bergradasi Auto-correction Beberapa pernyataan perlu diperjelas . Kontekstual Life Workmanship Perlu perbaikan untuk beberapa kalimat. Komentar keseluruhan: Alat peraga matematika dapat dibuat, digunakan, didapat dari lingkungan sekitar siswa. Jadi pernyataan yang dibuat berdasarkan indikator sudah sesai dengan fakta yang ada dan dapat dipahami oleh siswa oeh guru. Guru Kelas B Auto-education Menarik Bergradasi Auto-correction Kontekstual Life Workmanship Komentar keseluruhan: Secara umum, instrumen kuesioner yang dibuat sudah bagus. Kepala Sekolah A Auto-education Pernyataan yang dibuat sudah baik Menarik Pernyataan yang dibuat sudah baik Bergradasi Pernyataan yang dibuat sudah baik Auto-correction Pernyataan yang dibuat sudah baik Kontekstual Pernyataan yang dibuat sudah baik Life Pernyataan yang dibuat sudah baik Workmanship Pernyataan yang dibuat sudah baik Komentar keseluruhan: Kepala Sekolah B Secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik tetapi ada satu Auto-education pernyataan perlu diperbaiki. Menarik Secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik. Bergradasi Secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik tetapi ada satu

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 No Validator/ Indikator Rangkuman Komentar pernyataan perlu diperbaiki. Secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik. Secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik tetapi ada satu Kontekstual pernyataan perlu diperbaiki. Life Secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik. Workmanship Secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik. Komentar keseluruhan:Penggunaan alat peraga Montessori dapat membantu berpikir lebih konkrit. Auto-correction Tabel 3.8 merupakan rangkuman komentar para ahli terhadap kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan untuk siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Setiap ahli memberikan komentar terhadap pernyataan-pernyataan dalam kuesioner yang telah dibuat. Rangkuman Komentar secara umum dari para ahli yaitu lebih baik pernyataan yang dibuat menggunakan subjek “siswa” diganti “saya” dan menggunakan kalimat yang mudah dipahami oleh siswa terutama kelas bawah. Dosen A mengatakan bahwa kuesioner yang dibuat sudah baik tetapi perlu diperjelas mengenai kalimat agar tidak ambigu atau memiliki makna ganda dan sesuaikan dengan konteks siswa dan guru. Dosen B memberi saran untuk melakukan perbaikan kalimat pada beberapa pertanyaan karena kalimat yang dibuat tidak baku. Dosen B mengatakan secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik. Guru Kelas A memberikan komentar pada indikator menarik dan autocorrection untuk memperbaiki susunan kalimat dan memberikan saran untuk mengubah kalimat dari “memiliki warna yang menarik” diubah menjadi “memiliki variasi warna”. Guru Kelas B tidak memberikan komentar akan tetapi memberikan skor pada setiap pernyataan. Guru Kelas B mengatakan secara umum kuesioner yang dibuat sudah baik.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Kepala Sekolah A dan B mengatakan secara umum kuesioner yang dibuat sudah baik, tetapi perlu perbaikan pada beberapa pernyataan yaitu indikator autoeducation, bergradasi dan kontekstual. Peneliti melakukan revisi pada beberapa pernyataan berdasarkan komentar-komentar yang diberikan para ahli. Perbandingan kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan untuk siswa dan guru sebelum dan sesudah expert judgement dapat dilihat pada tabel 3.9 halaman 69. Tabel 3.9 Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru Sebelum dan Sesudah Expert Judgement Pernyataan Sebelum Expert Judgement Indikator Auto-education 1. Alat peraga memudahkan siswa untuk mengerti matematika 2. Alat peraga membantu siswa menyelesaikan soal matematika 3. Alat peraga dapat digunakan oleh siswa tanpa bantuan guru 4. Alat peraga mudah digunakan 5. Alat peraga membantu siswa dalam menjawab soal matematika 6. Alat peraga membantu siswa menyelesaikan soal matematika tanpa bantuan guru Menarik 1. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 2. Alat peraga memiliki warna yang menarik 3. Alat peraga memiliki ukuran yang menarik 4. Alat peraga memiliki cara penggunaan yang menarik Bergradasi 1. Alat peraga bisa digunakan oleh semua siswa kelas 1 sampai kelas 6 2. Alat peraga mempunyai tingkatan warna dari muda ke tua 3. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 4. Alat peraga mempunyai tingkatan tekstur dari halus ke kasar 5. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Auto-correction Pernyataan Sesudah Expert Judgement Indikator 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika Alat peraga membantu saya menyelesaikan soal matematika Alat peraga dapat digunakan oleh saya tanpa bantuan orang lain Alat peraga mudah digunakan Alat peraga memudahkan saya menjawab soal matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain 8. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga memiliki warna yang menarik 9. Alat peraga memiliki ukuran yang pas 10. Alat peraga menarik daripada alat peraga lain 11. Alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai kelas 6 12. Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna 13. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 14. Alat peraga mempunyai tingkatan tekstur dari halus ke kasar 15. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Pernyataan Sebelum Expert Judgement Indikator 1. Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban siswa 2. Alat peraga membantu siswa memperbaiki kesalahan 3. Alat peraga membantu menemukan jawaban yang benar 4. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang siswa buat 5. Alat peraga memiliki kunci jawaban Konstekstual 1. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang diketahui siswa 2. Alat peraga menggunakan bahan yang bisa ditemukan di sekitar siswa 3. Siswa sering melihat bahan pembuat alat peraga matematika 4. Alat peraga ini pernah dilihat siswa 5. Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Life 1. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 2. Alat peraga mudah dibawa kemana-mana 3. Alat peraga dapat dipakai berkali-kali 4. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan 5. Alat peraga tidak mudah rusak 6. Alat peraga mudah dibersihkan Workmanship 1. Alat peraga mudah diperbaiki 2. Permukaan alat peraga halus 3. Alat peraga menggunakan lem dan paku yang kuat 4. Alat peraga ini tidak melukai siswa ketika digunakan 5. Pemberian warna alat peraga rapi Pernyataan Sesudah Expert Judgement Indikator 16. Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya 17. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan 18. Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar 19. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat 20. Alat peraga memiliki kunci jawaban 21. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 22. Alat peraga menggunakan bahan yang bisa ditemukan di sekitar saya 23. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering dilihat saya 24. Alat peraga ini pernah saya lihat 25. Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran 26. 27. 28. 29. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah dibawa Alat peraga dapat digunakan berulang kali Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan 30. Alat peraga tidak mudah rusak 31. Alat peraga mudah dibersihkan 32. Alat peraga mudah diperbaiki 33. Alat peraga memiliki permukaan yang halus 34. Alat peraga dilem dengan kuat 35. Alat peraga dipaku dengan kuat 36. Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan 37. Alat peraga dicat dengan rapi Tabel 3.9 memperlihatkan perbandingan kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa dan guru sebelum dan sesudah expert judgement. Peneliti secara keseluruhan mengubah subjek “siswa” menjadi “saya” dan mengubah nomor yang sebelumnya setiap indikator menjadi keseluruhan indikator tingkat kepuasan. Peneliti melakukan perbaikan pada beberapa pernyataan agar mudah dipahami oleh siswa dan guru.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Pernyataan-pernyataan yang diperbaiki terdapat pada ketujuh indikator tingkat kepuasan. Perbaikan tersebut terdapat pada indikator auto-education yaitu pernyataan nomor 3, 5 dan 6. Perbaikan untuk indikator menarik yaitu pernyataan nomor 3 dan 4. Perbaikan untuk indikator bergradasi yaitu pernyataan nomor 1 dan 2. Indikator auto-correction sudah dapat dipahami. Peneliti hanya melakukan perbaikan dengan mengubah subjek “siswa” menjadi “saya”. Perbaikan untuk indikator kontekstual yaitu pernyataan nomor 1 dan 3. Perbaikan untuk indikator life yaitu pernyataan nomor 2 dan 3. Indikator workmanship melakukan perbaikan pada pernyataan nomor 2, 3, dan 5. Jumlah pertanyaan untuk indikator workmanship yang sebelumnya 5 pernyataan diubah menjadi 6 pernyataan. Indikator workmanship mengalami perubahan dengan memisahkan pernyataan “alat peraga menggunakan lem dan paku yang kuat” menjadi “alat peraga dilem dengan kuat” dan “alat peraga dipaku dengan kuat”. Jumlah pernyataan pada kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan untuk siswa dan guru sesudah expert judgement mengalami perubahan menjadi 37 pernyataan. b. Face Validity (Validitas Muka) Margono (2010: 188) menjelaskan face validity atau validitas muka menunjukkan dua arti yaitu pengukuran yang menyangkut atribut yang konkret dan penilaian dari para ahli maupun konsumen alat ukur tersebut. Azwar (2008: 46) mengatakan bahwa apabila atribut yang konkret dapat mengungkapkan sesuatu yang hendak diukur maka dapat dikatakan validitas muka terpenuhi. Penelitian ini melakukan face validity untuk memastikan apakah pernyataan-

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 pernyataan pada kuesioner yang dibuat sudah dapat dipahami oleh siswa dan guru sekolah dasar. 1). Face validity kuesioner untuk siswa Face validity kuesioner untuk siswa dilakukan dengan mengujikan kuesioner secara langsung kepada siswa kelas I, II, III, IV dan V. Face validity dilakukan untuk memastikan kuesioner tersebut dapat dipahami oleh siswa kelas atas maupun kelas bawah. Contoh lembar face validity kuesioner untuk siswa dapat dilihat pada lampiran 5 halaman 222. Rangkuman hasil face validity kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan untuk siswa dapat dilihat pada tabel 3.10 halaman 72. Tabel 3.10 Rangkuman Hasil Face Validity Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa No 1. Validator/ Indikator Siswa Kelas 1 Autoeducation Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life Workmanship 2. Siswa Kelas 2 Autoeducation Menarik Bergradasi Autocorrection Rangkuman Komentar Siswa tidak paham dengan “alat peraga”. Siswa merasa kebingungan dengan beberapanya. Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu dengan contoh konkret sebelum mengisi kuesioner. Siswa kelas I perlu didampingi ketika mengisi kuesioner ini dan diberi penjelasan secara detail. Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang seperti tekstur alat peraga Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan. Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan. Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan. Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan. Siswa tidak paham dengan “alat peraga”. Siswa merasa kebingungan dengan beberapanya. Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu dengan contoh konkret sebelum mengisi kuesioner. Siswa perlu didampingi ketika mengisi kuesioner ini dan diberi penjelasan secara detail. Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang seperti tekstur alat peraga Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 No Validator/ Indikator Kontekstual Life Workmanship 3. 4. 5. Rangkuman Komentar Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan. Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan. Siswa perlu pendampingan karena ada beberapa pernyataan mereka tidak paham . Siswa Kelas 3 AutoSiswa perlu pendampingan ketika mengisi kuesioner karena tidak paham education dengan “alat peraga”. Siswa baru paham setelah pendamping melalui cerita-cerita konkret. Menarik Siswa harus diberikan contoh dahulu kemudian menanyakan alat peraga yang menarik. Siswa sulit memahami pernyataan item 11 karena dia belum pernah merasakan kelas 4-5. Siswa bingung dengan kata “tekstur”. Supaya Bergradasi siswa dapat memahaminya dengan baik, harus menjelaskannya dengan menggunakan benda konkrit. AutoSecara umum siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika di beri correction penjelasan terlebih dahulu. Secara perlu pendampingan dengan memberikan contoh konkret kepada siswa. Pada penyataan item 22 siswa diminta untuk mengingat dan Kontekstual melihat kembali benda-benda yang ada di sekitarnya yang dibuat untuk alat peraga. Secara umum siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika di beri Life penjelasan terlebih dahulu. Workmanship Secara umum siswa sudah paham jika beri penjelasan terlebih dahulu. Siswa Kelas 4 AutoSiswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu mengenai pengertian alat education peraga karena siswa tidak paham dengan alat peraga. Secara umum siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika di beri Menarik penjelasan terlebih dahulu tentang alat peraga. Bergradasi Siswa diberi penjelasan terlebih dahulu dengan contoh alat peraga. AutoSiswa tidak paham dengan pernyataan “memperbaiki kesalahan”. correction Kesalahan yang dimaksud adalah kesalahan dalam hal apa. Siswa tidak paham dengan pernyataan “materi pembelajaran”. Materi Kontekstual pembelajaran dimaksud dalam hal apa. Secara umum siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika di beri Life penjelasan terlebih dahulu. Workmanship Secara umum siswa sudah paham jika di beri penjelasan terlebih dahulu. Siswa Kelas 5 AutoSiswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu mengenai pengertian alat education peraga karena siswa tidak paham dengan alat peraga. Secara umum siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika di beri Menarik penjelasan terlebih dahulu tentang alat peraga. Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu dengan contoh tentang alat Bergradasi peraga. AutoSiswa tidak paham dengan pernyataan “memperbaiki kesalahan”. correction Kesalahan yang dimaksud adalah kesalahan dalam hal apa. Siswa merasa kebingungan dengan pernyataan pada item nomor 22 dan Kontekstual 23. Susunan kalimat perlu diperbaiki. Secara umum siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika di beri Life penjelasan terlebih dahulu. Workmanship Secara umum siswa sudah paham jika di beri penjelasan terlebih dahulu.

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Tabel 3.10 merupakan rangkuman hasil face validity kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan untuk siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Rangkuman hasil face validity secara keseluruhan menunjukkan bahwa siswa tidak paham dengan pengertian alat peraga. Peneliti menjelaskan terlebih dahulu mengenai petunjuk pengerjaan dan memberikan contoh yang konkret sehingga siswa paham dengan alat peraga. Siswa perlu didampingi ketika menjawab pernyataan-pernyataan pada kuesioner. Rangkuman hasil face validity pada siswa kelas bawah yaitu kelas I, II dan III menyimpulkan bahwa siswa tidak paham dengan pengertian alat peraga dan pengertian tekstur sehingga perlu diberikan penjelasan terlebih dahulu dengan memberikan contoh-contoh konkret. Siswa kelas bawah membutuhkan pendampingan saat mengisi kuesioner tersebut. Rangkuman hasil face validity untuk siswa kelas atas yaitu kelas IV dan V menyimpulkan bahwa siswa tidak paham dengan pengertian alat peraga tetapi jika diberi penjelasan terlebih dahulu secara keseluruhan pernyataan-pernyataan tersebut dapat dipahami. Pernyataan yang sulit dipahami siswa kelas atas adalah pada indikator auto-correction dan kontekstual. Peneliti melakukan revisi berdasarkan face validity siswa. Perbandingan kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan untuk siswa sebelum dan sesudah face validity dapat dilihat pada tabel 3.11 halaman 75.

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Tabel 3.11 Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa Sebelum dan Sesudah Face Validity Siswa Pernyataan Sebelum Face Validity Siswa Indikator Auto-education 1. Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika 2. Alat peraga membantu saya menyelesaikan soal matematika 3. Alat peraga dapat digunakan oleh saya tanpa bantuan orang lain 4. Alat peraga mudah digunakan 5. Alat peraga memudahkan saya menjawab soal matematika 6. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Menarik 7. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 8. Alat peraga memiliki warna yang menarik 9. Alat peraga memiliki ukuran yang pas 10. Alat peraga menarik daripada alat peraga lain Bergradasi 11. Alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai kelas 6 12. Alat peraga mempunyai bermacammacam warna 13. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 14. Alat peraga mempunyai tingkatan tekstur dari halus ke kasar 15. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Auto-correction 16. Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya 17. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan Pernyataan Sesudah Face Validity Siswa Indikator 1. Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika 2. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika 3. Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain 4. Alat peraga mudah digunakan 5. Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika 6. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain 7. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 8. Alat peraga memiliki warna yang menarik 9. Alat peraga memiliki ukuran yang pas 10. Alat peraga menarik daripada alat peraga lain 11. Alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai siswa kelas 6 12. Alat peraga mempunyai bermacammacam warna 13. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 14. Alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar 15. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang 18. Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar 19. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat 20. Alat peraga memiliki kunci jawaban 16. Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya 17. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika 18. Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar 19. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat 20. Alat peraga memiliki kunci jawaban Konstekstual 21. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 22. Alat peraga menggunakan bahan yang 21. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 22. Alat peraga menggunakan bahan yang

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Pernyataan Sebelum Face Validity Siswa Indikator bisa ditemukan di sekitar saya 23. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering dilihat saya 24. Alat peraga ini pernah saya lihat 25. Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Life 26. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 27. Alat peraga mudah dibawa 28. Alat peraga dapat digunakan berulang kali 29. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan 30. Alat peraga tidak mudah rusak 31. Alat peraga mudah dibersihkan Workmanship 32. Alat peraga mudah diperbaiki 33. Alat peragamemiliki permukaan yang halus 34. Alat peraga dilem dengan kuat 35. Alat peraga dipaku dengan kuat 36. Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan 37. Alat peraga dicat dengan rapi Pernyataan Sesudah Face Validity Siswa Indikator bisa saya temukan di lingkungan sekitar 23. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat 24. Alat peraga ini pernah saya lihat 25. Alat peraga sesuai dengan materi yang saya pelajari 26. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 27. Alat peraga mudah dibawa 28. Alat peraga dapat digunakan berulang kali 29. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan 30. Alat peraga tidak mudah rusak 31. Alat peraga mudah dibersihkan 32. Alat peraga mudah diperbaiki 33. Alat peraga memiliki permukaan yang halus 34. Alat peraga dilem dengan kuat 35. Alat peraga dipaku dengan kuat 36. Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan 37. Alat peraga dicat dengan rapi Tabel 3.10 memperlihatkan perbandingan kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan untuk siswa sebelum dan sesudah face validity. Peneliti melakukan perbaikan terhadap pernyataan pada beberapa indikator tingkat kepuasan. Indikator auto education melakukan perbaikan yaitu kata “menyelesaikan soal” diganti dengan “mengerjakan semua soal”, dan kata “menjawab soal” diganti dengan “mengerjakan soal”. Indikator menarik tidak dilakukan perbaikan karena siswa sudah dapat memahami isi pernyataan tersebut. Indikator bergradasi mengalami perbaikan dari kata “mempunyai tingkatan tekstur” menjadi kata “mempunyai permukaan”. Pernyataan nomor 17 untuk indikator auto-correction melakukan perbaikan dengan menambahkan kata “dalam mengerjakan soal matematika”. Pernyataan nomor 22 untuk indikator kontekstual melakukan perbaikan dengan menambahkan kata “di lingkungan” dan

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 pernyataan 23 dan 25 melakukan perbaikan dengan memperbaiki kalimat. Indikator life dan workmanship tidak dilakukan perbaikan karena siswa sudah dapat memahami isi pernyataan tersebut. 2). Face validity kuesioner untuk guru Face validity untuk guru dilakukan dengan mengujikan kuesioner secara langsung kepada guru kelas I, II, III, IV dan V. Face validity yang dilakukan untuk memastikan kuesioner tersebut dapat dipahami oleh guru sekolah dasar. Contoh lembar face validity kuesioner untuk guru dapat dilihat pada lampiran 6 halaman 226. Rangkuman hasil face validity kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan untuk guru dapat dilihat pada tabel 3.12 halaman 77. Tabel 3.12 Rangkuman Hasil Face Validity Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Guru No 1. Validator/ Indikator Guru Kelas 1 Autoeducation Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life Workmanship 2. Guru Kelas 2 Autoeducation Rangkuman Komentar Secara keseluruhan sudah baik, tetapi ada beberapa item yang perlu ditambahkan kata dan diganti. Item 3 “alat peraga dapat digunakan tanpa bantuan orang lain”. Item berikutnya tambahkan dapat dan hilangkan kata saya. Secara umum pernyataan sudah baik, tetapi item yang menyatakan kata “pas” di perjelas lagi. Pernyataan nomor 10 diganti “alat peraga lebih menarik dibandingkan alat peraga lain” Kata “bisa” diganti “dapat” dan kata “bermacam-macam” diganti “bermacam”. Pernyataan berikutkan di sesuaikan dengan spefikasi alat peraga. Ada beberapa pernyaatan yang sudah dapat dipahami guru akan tetapi ada beberap pernyataan diperjelas lagi maksudnya, seperti kesalahan apa yang dimaksud. Item nomor 18 kata “menemukan” diganti “mengetahui”. Secara umum sudah baik. Kata “bisa” diganti kata “dapat”. Item nomor 25 ditambahkan kata “yang saya terangkan”. Secara umum guru dapat memahami pernyataan. Pernyataan sudah dapat dipahami oleh guru, tetapi pada item nomor 33 dalam penggunaan kata “permukaan” harus konsisten dengan kata “tekstur” pada item nomor 14. Pada item nomor 34 kata “dilem” diganti “direkatkan”. Secara umum guru sudah mampu memahami pernyataan. Kata “mengerti” diganti “memahami” dan kata “digunakan” diganti

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 No Validator/ Indikator Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life Workmanship 3. Guru Kelas 3 Autoeducation Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life Workmanship 4. Guru Kelas 4 Autoeducation Menarik Bergradasi 5. Autocorrection Kontekstual Life Workmanship Guru Kelas 5 Autoeducation Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Rangkuman Komentar “dipergunakan”. Secara umum guru paham dengan pernyatataan pada indikator ini, tetapi harus konsisten dengan penggunaan kata “memiliki” atau “mempunyai”. Secara umum pernyataan sudah baik, tetapi kata “bisa” sebaiknya diganti “dapat”. Secara umum guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini, tetapi perlu diperjelas lagi kesalahan seperti apa yang dimaksudkan. Guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini, tetapi harus konsisten dengan penggunaan kata “bisa” atau “dapat” dan pada penggunaan kata “saya”. Guru paham dengan pernyataan pada indikator ini. Item nomor 29 perlu diperbaiki susunan kalimatnya. Guru tidak dapat memahami pernyataan item nomor 32 dan 33. Kata “ dicat” sebaiknya diganti “ diwarnai”. Kata “menyelesaikan” dan “menjawab” diganti dengan kata “mengerjakan” . Kata “oleh” sebaiknya tidak digunakan pada item nomor 3. Pada item nomor 4 sebaiknya ditambah dengan kata “saya”. Konsisten dalam menggunakan kata “mempunyai” atau “memiliki”. Guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini, tetapi pada item nomor 11 lebih baik diubah “ Alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matematika dari kelas 1 sampai 6. Guru dapat memahami pernyataan tetapi pada item nomor 16 sebaiknya diganti “ alat peraga mempunyai pengendali kesalahan”. Kata “bisa” sebaiknya diganti dengan kata “dapat”, sedangkan pada item nomor 14 sebaiknya diganti “alat peraga pernah dilihat saya”. Guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini. Secara umum guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini, tapi ada beberapa pernyataan yang masih perlu diperjelas. Secara umum guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini. Pada item nomor 1 dan 3 masih perlu perbaikan. Secara umum guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini. Secara umum pernyataan sudah baik dan dapat dipahami oleh guru, namun perlu perbaikan pada item nomor 11. Secara umum pernyataan sudah baik, tetapi ada beberapa pernyataan yang perlu diperbaiki. Secara umum pernyataan sudah baik dan dapat dipahami oleh guru. Secara umum pernyataan sudah baik dan dapat dipahami oleh guru. Secara umum pernyataan sudah baik dan dapat dipahami oleh guru. Item nomor 3 susunan kalimatnya perlu diperbaiki. Item nomor 6 sebaiknya ditambahkan kata “dapat” setelah kata “alat peraga”, sedangkan pernyataan yang lain sudah baik. Item nomor 9 kata “pas” diganti dengan kata “proporsional”, sedangkan item yang lain sudah baik. Pernyataan pada indikator ini sudah baik. Pernyataan pada indikator ini sudah baik. Item nomor 23 sebaiknya diganti “ alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat”, sedangkan pernyataan lainnya sudah baik.

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 No Validator/ Indikator Life Workmanship Rangkuman Komentar Pernyataan pada indikator ini sudah baik. Pernyataan pada indikator ini sudah baik. Tabel 3.12 menunjukkan rangkuman hasil face validity kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Rangkuman hasil face validity menunjukkan perlu adanya perbaikan pada kuesioner penelitian ini. Guru dapat memahami pernyataan tersebut akan tetapi ada beberapa pernyataan yang perlu dilakukan perbaikan karena belum terlalu jelas dan sulit untuk dipahami. Guru kelas 1 memberi saran supaya kata “bisa” diganti dengan kata “dapat” dan konsisten dengan penggunaan kata “permukaan” dan “tekstur”. Kata “dilem” sebaiknya diganti dengan kata “direkatkan”. Guru kelas 2 memberi saran untuk konsisten dalam penggunaan kata “bisa” dan kata “dapat”. Konsisten untuk pemilihan kata “memiliki” dan “mempunyai” pada indikator menarik. Guru kelas 3 memberi saran supaya kata “menyelesaikan” dan “menjawab” diganti dengan kata “mengerjakan”. Pernyataan pada indikator bergradasi nomor 11 lebih baik diganti menjadi “alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matematika dari kelas 1 sampai 6”. Guru kelas 4 dan guru kelas 5 dapat memahami pernyataan tersebut akan tetapi ada beberapa pernyataan yang perlu diperbaiki kalimatnya. Guru kelas 5 memberi saran supaya kata “pas” diganti dengan kata “proporsional” pada indikator menarik pernyataan nomor 9. Peneliti melakukan revisi berdasarkan saran dari para guru. Perbandingan kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan untuk guru sebelum dan sesudah face validity dapat dilihat pada tabel 3.13 halaman 80.

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Tabel 3.13 Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Guru Sebelum dan Sesudah Face Validity Guru Pernyataan Sebelum Face Validity Guru Indikator Auto-education 1. Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika 2. Alat peraga membantu saya menyelesaikan soal matematika 3. Alat peraga dapat digunakan oleh saya tanpa bantuan orang lain 4. Alat peraga mudah digunakan 5. Alat peraga memudahkan saya menjawab soal matematika 6. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Menarik 7. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 8. Alat peraga memiliki warna yang menarik 9. Alat peraga memiliki ukuran yang pas 10. Alat peraga menarik daripada alat peraga lain Bergradasi 11. Alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai kelas 6 12. Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna 13. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 14. Alat peraga mempunyai tingkatan tekstur dari halus ke kasar 15. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Auto-correction 16. Alat peraga dapat menunjukkan kesalahan jawaban saya 17. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan 18. Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar 19. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat 20. Alat peraga memiliki kunci jawaban Konstekstual 21. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui Pernyataan Sesudah Face Validity Guru Indikator 1. Alat peraga memudahkan saya memahami konsep matematika 2. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika 3. Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain. 4. Alat peraga mudah saya gunakan. 5. Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika 6. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain. 7. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 8. Alat peraga mempunyai warna yang menarik 9. Alat peraga mempunyai ukuran yang proporsional 10.Alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain 11.Alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matematika dari kelas 1 sampai kelas 6 12.Alat peraga mempunyai bermacammacam warna 13.Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 14.Alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar 15.Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang 16.Alat peraga dapat menunjukkan kesalahan jawaban saya 17.Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika 18.Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar 19.Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat 20.Alat peraga memiliki kunci jawaban 21.Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Pernyataan Sebelum Face Validity Guru Indikator 22. Alat peraga menggunakan bahan yang bisa ditemukan di sekitar saya 23. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering dilihat saya 24. Alat peraga ini pernah saya lihat 25. Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Life 26. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 27. Alat peraga mudah dibawa 28. Alat peraga dapat digunakan berulang kali 29. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan 30. Alat peraga tidak mudah rusak 31. Alat peraga mudah dibersihkan Workmanship 32. Alat peraga mudah diperbaiki 33. Alat peragamemiliki permukaan yang halus 34. Alat peraga dilem dengan kuat 35. Alat peraga dipaku dengan kuat 36. Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan 37. Alat peraga dicat dengan rapi Pernyataan Sesudah Face Validity Guru Indikator 22.Alat peraga menggunakan bahan yang dapat saya temukan di lingkungan sekitar 23.Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat 24.Alat peraga ini pernah saya lihat 25.Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran 26.Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 27.Alat peraga mudah dibawa 28.Alat peraga dapat digunakan berulang kali 29.Alat peraga tetap kuat ketika jarang digunakan 30.Alat peraga tidak mudah rusak 31.Alat peraga mudah dibersihkan 32.Alat peraga mudah saya perbaiki 33.Alat peragamemiliki permukaan yang halus 34.Alat peraga direkatkan dengan kuat 35.Alat peraga dipaku dengan kuat 36.Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan 37.Alat peraga dicat dengan rapi Tabel 3.13 memperlihatkan perbandingan kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan untuk guru sebelum dan sesudah face validity. Peneliti melakukan perbaikan terhadap pernyataan pada beberapa indikator tingkat kepuasan. Indikator auto-education melakukan perbaikan yaitu kata “mengerti matematika” diganti dengan “memahami konsep matematika”, dan kata “menyelesaikan soal” serta “menjawab soal” diganti dengan “mengerjakan soal”. Pernyataan pada indikator menarik menggunakan kata “mempunyai” pada nomor 7, 8 dan 9. Pernyataan nomor 9 untuk kata “ukuran yang pas” diganti menjadi “ukuran yang proporsional”. Indikator bergradasi untuk pernyataan nomor 11 melakukan perbaikan dengan menambahkan kata “memahami konsep materi matematika”. Pernyataan

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 nomor 14 melakukan perbaikan dari kata “mempunyai tingkatan tekstur” menjadi kata “mempunyai permukaan”. Indikator auto-correction untuk pernyataan nomor 17 melakukan perbaikan dengan menambahkan kata “dalam mengerjakan soal matematika”. Indikator kontekstual melakukan perbaikan dengan mengubah beberapa pernyataan menjadi lebih baik. Indikator life melakukan perbaikan pada pernyataan nomor 29 dengan kata “masih kuat” menjadi “tetap kuat”. Indikator workmanship melakukan perbaikan pada pernyataan nomor 34 dengan kata “dilem” diubah menjadi “direkatkan”. Kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan untuk penelitian guru dapat dilihat pada tabel 3.14 halaman 82. Tabel 3.14 Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Penelitian Guru Indikator Autoeducation Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. Pernyataan Alat peraga memudahkan saya memahami konsep matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain Alat peraga mudah saya gunakan Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga mempunyai warna yang menarik Alat peraga mempunyai ukuran yang proporsional Alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain Alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matematika dari kelas 1 sampai kelas 6 Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai permukan dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat Alat peraga memiliki kunci jawaban Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui Alat peraga menggunakan bahan yang dapat saya temukan di lingkungan sekitar

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Indikator Life Workmanship 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. Pernyataan Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat Alat peraga ini pernah saya lihat Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah dibawa Alat peraga dapat digunakan berulang kali Alat peraga tetap kuat ketika jarang digunakan Alat peraga tidak mudah rusak Alat peraga mudah dibersihkan Alat peraga mudah saya perbaiki Alat peraga memiliki permukaan yang halus Alat peraga direkatkan dengan kuat Alat peraga dipaku dengan kuat Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan Alat peraga dicat dengan rapi Tabel 3.14 merupakan sejumlah pernyataan yang digunakan untuk kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan untuk guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori di SD Kanisius Sengkan Yogyakarta. Jumlah pernyataan tersebut adalah 37 pernyataan dari tujuh indikator tingkat kepuasan. Setiap indikator memiiki jumlah pernyataan yang tidak sama. Indikator auto-education dijabarkan ke dalam 6 pernyataan. Indikator menarik dijabarkan ke dalam 4 pertanyaan. Indikator bergradasi dijabarkan ke dalam 5 pernyataan. Indikator auto-correction dijabarkan ke dalam 5 pernyataan. Indikator kontekstual dijabarkan ke dalam 5 pernyataan. Indikator life dijabarkan ke dalam 6 pernyataan. Indikator workmanship dijabarkan ke dalam 6 pernyataan. Selengkapnya salah satu contoh lembar kuesioner kinerja yang disebarkan kepada guru di SD Kanisius Sengkan Yogyakarta dapat dilihat pada lampiran 17 halaman 276. Contoh salah satu lembar kuesioner kepentingan yang disebarkan kepada guru di SD Kanisius Sengkan Yogyakarta dapat dilihat pada lampiran 18 halaman 279.

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 c. Construct Validity (Validitas Konstruk) Construct validity adalah tipe validitas yang menunjukkan sejauhmana instrumen mengungkap konstruk teoretik yang hendak diukur (Azwar, 2008: 48). Pengujian konstruk dilakukan dengan melakukan pengujian secara empiris atas pernyataan yang ada. Jumlah responden yang digunakan untuk pengujian sekitar 30 orang (Sugiyono, 2011: 172). Pengujian empiris ini bertujuan untuk mencari taraf validitas dan taraf realibilitas kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan siswa. Pengujian secara empiris untuk kuesioner siswa dilakukan di SD Kanisius Gayam I Yogyakarta karena memiliki karakteristik dan akademis yang setara. Uji empiris dilakukan kepada siswa kelas II yang jumlah 34 siswa. Pertimbangan dilakukan pada siswa kelas II karena sudah mendapatkan materi penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka saat berada di kelas I. Peneliti terlebih dahulu mengenalkan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka dengan tujuan memudahkan siswa saat mengerjakan kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan. Contoh jawaban responden (siswa) pada ujicoba kuesioner kinerja dapat dilihat pada lampiran 7 halaman 230. Contoh jawaban responden (siswa) pada uji coba kuesioner kepentingan pada lampiran 8 halaman 235. Penelitian ini tidak melakukan uji empiris pada guru karena kuesioner penelitian ini hanya dapat diisi oleh guru yang pernah menggunakan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka Peneliti mengalami kesulitan untuk mengumpulkan guru sebanyak 30 orang yang dapat menggunakan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka Alat peraga

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka yang belum banyak diketahui oleh para guru sehingga penelitian kesulitan untuk melakukan uji empiris pada kuesioner guru. Uji empiris hanya dilakukan pada siswa. Perhitungan hasil uji empiris pada kuesioner siswa dapat dianalisis dengan menggunakan rumus korelasi Product Moment atau SPSS 16.0. Secara teoritis, rumus korelasi Product Moment dengan simpangan Pearson sebagai berikut (Arikunto dalam Taniredja & Hidayati, 2012: 143): rxy = √{ ∑ Keterangan : ∑ (∑ (∑ )(∑ ) ) }{ ∑ (∑ ) } rxy = koefisien korelasi antara variabel x dan variabel y N = jumlah subjek ∑ = jumlah perkalian antara skor x dan skor y = jumlah total skor x = jumlah skor y = kuadrat dari x = kuadrat dari y Pernyataan untuk mengetahui valid atau tidaknya suatu pernyataan dengan membandingka r tabel Product Moment dengan r hitung. Pernyataan yang valid jika r hitung lebih besar atau sama dengan r tabel. Sugiyono (2011: 613) menjelaskan r tabel dengan jumlah responden 34 maka taraf signifikansi 5% adalah 0,339 sedangkan pada taraf signifikansi 1% adalah 0,436. Penelitian ini

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 menggunakan r tabel yaitu 0,339. Pernyataan yang dinyatakan valid jika mempunyai r hitung lebih besar 0,339. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan program Microsoft Excel dan Statistical Package for the Social Sciences 16.00 (SPSS 16.0) untuk mempercepat pengolahan data penelitian. Cara lain menentukan valid atau tidaknya suatu pernyataan dengan melihat data pada Output SPSS. Program SPSS dapat menunjukkan valid atau tidaknya pernyataan-pernyataan yang telah dianalisis. Pernyataan yang valid adalah pernyataan yang memiliki tanda (*) atau (**) pada sig. (2-tailed). Singgih (2010: 324) menjelaskan signifikan tidaknya koefisien korelasi dari adanya tanda * pada output SPSS yang terdapat pada pasang data yang dikorelasikan. Tanda * dapat disimpulkan memiliki koefesien korelasi yang signifikan, artinya koefesien korelasi item tersebut dengan total skor signifikan pada taraf kepercayaan 95% atau pada taraf kesalahan 5%. Tanireja dan Hidayati (2012: 97) menjelaskan koefisen korelasi sangat signifikan dengan tanda ** artinya koefesien korelasi item tersebut dengan total skor signifikan pada taraf kepercayaan 99% atau pada taraf kesalahan 1%. Hasil perhitungan validitas pada kuesioner kinerja untuk indikator autoeducation menunjukkan bahwa 6 item pernyataan valid. Keenam item tersebut dinyatakan valid karena memiliki tanda ** yang berarti valid pada taraf signifikasi 99% dengan taraf kesalahan 1%. Item nomor 1 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,481**. Item nomor 2 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,613**. Item nomor 3 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,724**. Item nomor 4

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,519**. Item nomor 5 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,627**. Item nomor 6 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,709**. Item nomor 1 sampai 6 memiliki hubungan yang positif dengan total skor artinya item-item tersebut memang (construct) yang sama dengan total skor sebagaimana seharusnya untuk unsur penyusun indikator auto-education. Hasil output SPSS 16.0 validitas kuesioner kinerja indikator auto-education dapat dilihat pada lampiran 11 pada (a) Output Validitas Kinerja Indikator Autoeducation halaman 246. Hasil perhitungan validitas pada kuesioner kepentingan untuk indikator auto-education menunjukkan bahwa 6 item pernyataan valid. Keenam item tersebut dinyatakan valid karena memiliki tanda ** yang berarti valid pada taraf signifikasi 99% dengan taraf kesalahan 1%. Item nomor 1 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,732**. Item nomor 2 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,540**. Item nomor 3 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,640**. Item nomor 4 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,589**. Item nomor 5 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,750**. Item nomor 6 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,853**. Keenam item tersebut memiliki hubungan yang positif dengan total skor artinya item-item tersebut memang (construct) yang sama dengan total skor sebagaimana seharusnya untuk unsur penyusun indikator autoeducation. Hasil output SPSS 16.0 validitas kuesioner kepentingan indikator autoeducation dapat dilihat pada lampiran 12 pada (a) Output Validitas Kepentingan Indikator Auto-education halaman 253.

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Hasil perhitungan validitas pada kuesioner kinerja untuk indikator menarik menunjukkan bahwa 4 item pernyataan valid. Keempat item dinyatakan valid karena memiliki tanda ** yang berarti valid pada taraf signifikasi 99% dengan taraf kesalahan 1%. Item nomor 7 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,833**. Item nomor 8 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,818**. Item nomor 9 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,724**. Item nomor 10 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,734**. Keempat item tersebut memiliki hubungan yang positif dengan total skor artinya item-item tersebut memang (construct) yang sama dengan total skor sebagaimana seharusnya untuk unsur penyusun indikator menarik. Hasil output SPSS 16.0 validitas kuesioner kinerja indikator menarik dapat dilihat pada lampiran 11 pada (b) Output Validitas Kinerja Indikator Menarik halaman 247. Hasil perhitungan validitas pada kuesioner kepentingan untuk indikator menarik menunjukkan bahwa 4 item pernyataan valid. Keempat item dinyatakan valid karena memiliki tanda ** yang berarti valid pada taraf signifikasi 99% dengan taraf kesalahan 1%. Item nomor 7 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,870**. Item nomor 8 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,846**. Item nomor 9 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,634**. Item nomor 10 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,820**. Keempat item tersebut memiliki hubungan yang positif dengan total skor artinya item-item tersebut memang (construct) yang sama dengan total skor sebagaimana seharusnya untuk unsur penyusun indikator menarik. Hasil output SPSS 16.0 validitas kuesioner

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 kepentingan indikator menarik dapat dilihat pada lampiran 12 pada (b) Output Validitas Kepentingan Indikator Menarik halaman 254. Hasil perhitungan validitas pada kuesioner kinerja untuk indikator bergradasi menunjukkan bahwa terdapat 4 yang valid dari 5 item pernyataan. Item nomor 11 dinyatakan tidak valid dengan nilai koefesien korelasi sebesar -0,011. Nilai koefesien korelasi -0,011 menunjukkan lemahnya koefesien korelasi antara item 11 dengan total skor. Item nomor 12 sampai 15 dinyatakan valid karena memiliki tanda ** yang berarti valid pada taraf signifikasi 99% dengan taraf kesalahan 1%. Item nomor 12 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,704**. Item nomor 13 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,725**. Item nomor 14 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,745**. Item nomor 15 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,801**. Keempat item tersebut memiliki hubungan yang positif dengan total skor artinya item-item tersebut memang (construct) yang sama dengan total skor sebagaimana seharusnya untuk unsur penyusun indikator bergradasi. Hasil output SPSS 16.0 validitas kuesioner kinerja indikator bergradasi dapat dilihat pada lampiran 11 pada (c) Output Validitas Kinerja Indikator Bergradasi halaman 248. Hasil perhitungan validitas pada kuesioner kepentingan untuk indikator bergradasi menunjukkan bahwa 5 item pernyataan valid. Kelima item tersebut dinyatakan valid karena memiliki tanda ** yang berarti valid pada taraf signifikasi 99% dengan taraf kesalahan 1%. Item nomor 11 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,532**. Item nomor 12 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,747**. Item nomor 13 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,761**. Item nomor 14

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,767**. Item nomor 15 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,841**. Kelima item tersebut memiliki hubungan yang positif dengan total skor artinya item-item tersebut memang (construct) yang sama dengan total skor sebagaimana seharusnya untuk unsur penyusun indikator bergradasi. Hasil output SPSS 16.0 validitas kuesioner kepentingan indikator bergradasi dapat dilihat pada lampiran 12 pada (c) Output Validitas Kepentingan Indikator Bergradasi halaman 255. Hasil perhitungan validitas pada kuesioner kinerja untuk indikator autocorrection menunjukkan bahwa 5 item pernyataan valid. Kelima item tersebut dinyatakan valid karena memiliki tanda ** yang berarti valid pada taraf signifikasi 99% dengan taraf kesalahan 1%. Item nomor 16 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,766**. Item nomor 17 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,669**. Item nomor 18 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,662**. Item nomor 19 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,757**. Item nomor 20 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,679**. Kelima item memiliki hubungan yang positif dengan total skor artinya item-item tersebut memang (construct) yang sama dengan total skor sebagaimana seharusnya untuk unsur penyusun indikator autocorrection. Hasil output SPSS 16.0 validitas kuesioner kinerja indikator autocorrection dapat dilihat pada lampiran 11 pada (d) Output Validitas Kinerja Indikator Auto-correction halaman 249. Hasil perhitungan validitas pada kuesioner kepentingan untuk indikator auto-correction menunjukkan bahwa 5 item pernyataan valid. Kelima item tersebut dinyatakan valid karena memiliki tanda ** yang berarti valid pada taraf

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 signifikasi 99% dengan taraf kesalahan 1%. Item nomor 16 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,733**. Item nomor 17 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,552**. Item nomor 18 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,615**. Item nomor 19 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,854**. Item nomor 20 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,557**. Kelima item tersebut memiliki hubungan yang positif dengan total skor artinya item-item tersebut memang (construct) yang sama dengan total skor sebagaimana seharusnya untuk unsur penyusun indikator auto-correction. Hasil output SPSS 16.0 validitas kuesioner kepentingan indikator auto-correction dapat dilihat pada lampiran 12 pada (d) Output Validitas Kepentingan Indikator Auto-correction halaman 256. Hasil perhitungan validitas pada kuesioner kinerja untuk indikator kontekstual menunjukkan bahwa terdapat 4 yang valid dari 5 item pernyataan. Item yang dinyatakan valid hanya pada item nomor 21, 22, 23 dan 24 karena memiliki tanda ** yang berarti valid pada taraf signifikasi 99% dengan taraf kesalahan 1%. Item nomor 21 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,573**. Item nomor 22 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,625**. Item nomor 23 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,715**. Item nomor 24 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,527**. Item nomor 25 merupakan item yang tidak valid dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,287. Item nomor 21, 22, 23 dan 24 memiliki hubungan yang positif dengan total skor artinya item-item tersebut memang (construct) yang sama dengan total skor sebagaimana seharusnya untuk unsur penyusun indikator kontekstual. Hasil output SPSS 16.0 validitas kuesioner

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 kinerja indikator kontekstual dapat dilihat pada lampiran 11 pada (e) Output Validitas Kinerja Indikator Kontekstual halaman 250. Hasil perhitungan validitas pada kuesioner kepentingan untuk indikator kontekstual menunjukkan bahwa 5 item pernyataan valid. Kelima item tersebut dinyatakan valid karena memiliki tanda ** yang berarti valid pada taraf signifikasi 99% dengan taraf kesalahan 1%. Item nomor 21 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,840**. Item nomor 22 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,834**. Item nomor 23 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,916**. Item nomor 24 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,728**. Item nomor 25 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,544. Kelima item tersebut memiliki hubungan yang positif dengan total skor artinya item-item tersebut memang (construct) yang sama dengan total skor sebagaimana seharusnya untuk unsur penyusun indikator kontekstual. Hasil output SPSS 16.0 validitas kuesioner kepentingan indikator kontekstual dapat dilihat pada lampiran 12 pada (e) Output Validitas Kepentingan Indikator Kontekstual halaman 257. Hasil perhitungan validitas pada kuesioner kinerja untuk indikator life menunjukkan bahwa terdapat 5 yang valid dari 6 item pernyataan. Item yang valid pada taraf signifikansi 95% dengan taraf kesalahan 5% adalah item nomor 28 yang dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,377* dan 30 yang dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,431*. Item nomor 26 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,750**, item nomor 27 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,515**, dan 29 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,815** merupakan item-item yang memiliki taraf signifikasi 99% dengan taraf kesalahan 1%. Item yang tidak

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 valid pada indikator life adalah item nomor 31 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,319. Item 26, 27, 28, 29, dan 30 memiliki hubungan yang positif dengan total skor artinya item-iem tersebut memang (construct) yang sama dengan total skor sebagaimana seharusnya untuk unsur penyusun indikator life. Hasil output SPSS 16.0 validitas kuesioner kinerja indikator life dapat dilihat pada lampiran 11 pada (f) Output Validitas Kinerja Indikator Life halaman 251. Hasil perhitungan validitas pada kuesioner kepentingan untuk indikator life menunjukkan bahwa 6 item pernyataan valid. Kelima item tersebut dinyatakan valid karena memiliki tanda ** yang berarti valid pada taraf signifikasi 99% dengan taraf kesalahan 1%. Item nomor 26 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,572**. Item nomor 27 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,627**. Item nomor 28 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,610**. Item nomor 29 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,804**. Item nomor 30 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,536. Item nomor 31 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,728**. Keenam item tersebut memiliki hubungan yang positif dengan total skor artinya item-item tersebut memang (construct) yang sama dengan total skor sebagaimana seharusnya untuk unsur penyusun indikator life. Hasil output SPSS 16.0 validitas kuesioner kepentingan indikator life dapat dilihat pada lampiran 12 pada (f) Output Validitas Kepentingan Indikator Life halaman 258. Hasil perhitungan validitas pada kuesioner kinerja untuk indikator workmanship menunjukkan bahwa terdapat 5 yang valid dari 6 item pernyataan. Item yang valid pada taraf signifikansi 99% dengan taraf kesalahan 1% adalah item nomor 33 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,529**, item nomor 34

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,578**, item nomor 35 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,776**, item nomor 36 yang dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,405* dan item nomor 37 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,470**. Item yang tidak valid pada indikator workmanship adalah item nomor 32 dengan nilai korelasi sebesar 0,320. Item nomor 33, 34, 35, 36 dan 37 memiliki hubungan yang positif dengan total skor artinya item-item tersebut memang (construct) yang sama dengan total skor sebagaimana seharusnya untuk unsur penyusun indikator workmanship. Hasil output SPSS 16.0 validitas kuesioner kinerja indikator workmanship dapat dilihat pada lampiran 11 pada (g) Output Validitas Kinerja Indikator Workmanship halaman 252. Hasil perhitungan validitas pada kuesioner kepentingan untuk indikator workmanship menunjukkan bahwa 6 item pernyataan valid. Item yang valid pada taraf signifikansi 95% dengan taraf kesalahan 5% adalah item nomor 33 yang dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,447*. Item yang valid pada taraf signifikansi taraf signifikasi 99% dengan taraf kesalahan 1% adalah tem nomor 32 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,505**, item nomor 34 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,692**, item nomor 35 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,845**, item nomor 36 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,593**, dan item nomor 37 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,754**. Keenam item tersebut memiliki hubungan yang positif dengan total skor artinya item-item tersebut memang (construct) yang sama dengan total skor sebagaimana seharusnya untuk unsur penyusun indikator workmanship. Hasil output SPSS 16.0 validitas kuesioner kepentingan indikator workmaship dapat dilihat pada lampiran

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 12 pada (g) Output Validitas Kepentingan Indikator Workmanship halaman 267. Perbandingan validitas kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa dapat dilihat pada tabel 3.15 halaman 95. Tabel 3.15 Perbandingan Validitas Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa Indikator Auto-education Menarik Bergradasi Auto-correction Kontekstual Life Workmanship Nomor Item Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 Item 5 Item 6 Item 7 Item 8 Item 9 Item 10 Item 11 Item 12 Item 13 Item 14 Item 15 Item 16 Item 17 Item 18 Item 19 Item 20 Item 21 Item 22 Item 23 Item 24 Item 25 Item 26 Item 27 Item 28 Item 29 Item 30 Item 31 Item 32 Item 33 Item 34 Item 35 Item 36 Item 37 Validitas Tingkat Tingkat Kinerja Kepentingan 0,481** 0,732** 0,613** 0,540** 0,724** 0,640** 0,519** 0,589** 0,627** 0,753** 0,709** 0,853** 0,833** 0,870** 0,818** 0,846** 0,724** 0,634** 0,734** 0,820** -0,011 0,532** 0,704** 0,747** 0,725** 0,761** 0,745** 0,767** 0,801** 0,841** 0,766** 0,733** 0,669** 0,552** 0,662** 0,615** 0,757** 0,854** 0,679** 0,557** 0,573** 0,840** 0,625** 0,834** 0,715** 0,916** 0,527** 0,782** 0,287 0,544** 0,750** 0,572** 0,515** 0,627** 0,377* 0,610** 0,815** 0,804** 0,431** 0,536** 0,319 0,728** 0,320 0,505** 0,529** 0,447* 0,578** 0,692** 0,776** 0,845** 0,405** 0,593** 0,470** 0,754** r tabel Keterangan 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 0,339 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 Tabel 3.15 memperlihatkan perbandingan antara validitas kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan pada siswa untuk setiap indikator tingkat kepuasan. Item yang mempunyai tanda * dan ** merupakan item yang valid. Item yang mempunyai tanda * artinya item tersebut pada taraf signifikansi 95% dengan taraf kesalahan 5%. Item yang mempunyai tanda ** artinya item tersebut pada taraf signifikasi 99% dengan taraf kesalahan 1%. Item yang tidak mempunyai tanda * dan ** merupakan item yang tidak valid. Item yang tidak valid hanya terdapat pada kuesioner kinerja dengan item nomor 11, 25, 31 dan 32. Item nomor 11 merupakan item yang terdapat pada indikator bergradasi dengan nilai koefesien korelasi sebesar -0,011. Item nomor 11 dengan pernyataan “alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai siswa kelas 6” tidak dapat dilanjutkan uji reliabilitas. Item nomor 11 tidak dapat dilanjutkan uji reliabilitas karena untuk mengukur tingkat kepuasan kedua item dari kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan harus valid. Indikator kontekstual untuk item nomor 25 tidak dapat dilanjutkan uji reliabilitas karena tidak valid dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,287. Pernyataan pada item nomor 25 adalah “alat peraga sesuai dengan materi yang saya pelajari”. Item nomor 31 dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,319 tidak dapat dilanjutkan uji reliabilitas. Pernyataan pada item nomor 31 adalah “alat peraga mudah dibersihkan”. Item nomor 32 dari indikator workmanship juga tidak dapat dilanjutkan uji reliabilitas dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,320. Pernyataan pada item nomor 32 adalah “alat peraga mudah diperbaiki”.

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 2. Uji Reliabilitas Reliabilitas merupakan terjemahan dari kata reliability yang berasal dari kata rely dan ability. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi disebut sebagai pengukuran yang reliabel (Azwar, 2008: 4). Sarwono (2011: 144) menjelaskan reliabilitas mengacu pada konsistensi dan stabilitas hasil pengukuran instrumen yang digunakan sebagai pengukur. Pengujian reliabilitas dapat dilakukan dengan rumus Alpha Cronbach (Purwanto, 2010: 181). r= ( )( ∑ ∑ ) Keterangan : r = realibilitas instrumen n = jumlah butir s = variansi butir s = variansi total Peneliti melakukan uji reliabilitas dengan menggunakan SPSS 16.0 untuk memudahkan dalam menganalisis data. Pengujian reliabilitas dilakukan pada setiap indikator tingkat kepuasan. Penelitian ini tidak melakukan uji reliabilitas untuk pernyataan nomor 11, 25, 31 dan 32. Uji reliabilitas pada kuesioner dapat diketahui dengan melihat nilai Cronbach’s Alpha setelah data tersebut diolah menggunakan SPSS 16.0. Masidjo (1995) mengklasifikasikan tingkat reliabilitas instrumen ke dalam lima klasifikasi, yaitu:

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Tabel 3.16 Klasifikasi Tingkat Reliabilitas Instrumen Interval Koefisien Reliabilitas 0,91 – 1,00 0,71 – 0,90 0,41 – 0,70 0,21 – 0,40 Negatif – 0,20 Klasifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Tabel 3.16 menjelaskan klasifikasi tingkat reliabiltas instrumen. Koefesien tingkat reliabilitas sangat tinggi jika cronbach’s alpha mencapai 0,91-1,00. Koefesien tingkat reliabilitas tinggi jika cronbach’s alpha mencapai 0,71-0,90. Koefesien tingkat reliabilitas reliabilitas cukup jika cronbach’s alpha mencapai 0,41-0,70. Koefesien tingkat reliabilitas rendah jika cronbach’s alpha mencapai 0,21-0,40. Koefesien tingkat reliabilitas sangat rendah jika cronbach’s alpha kurang dari 0,20. Hasil perhitungan uji reliabilitas pada kuesioner kinerja untuk indikator auto-education memiliki koefesien reliabilitas total 0,662. Koefesien reliabilitas total 0,662 termasuk klasifikasi reliabilitas cukup. Item yang digunakan untuk perhitungan uji reliabilitas pada kuesioner kinerja indikator auto-education adalah item nomor 1, 2, 3, 4, 5 dan 6. Output uji reliabilitas pada kuesioner kinerja untuk indikator auto-eduaction dapat dilihat pada lampiran 13 pada (a) Output Reliabilitas Kinerja Indikator Auto-education halaman 260. Hasil perhitungan uji reliabilitas pada kuesioner kepentingan untuk indikator auto-education memiliki koefesien reliabilitas total 0,750. Koefesien reliabilitas total 0,750 termasuk klasifikasi reliabilitas tinggi. Item yang digunakan untuk perhitungan uji reliabilitas pada kuesioner kepentingan indikator autoeducation adalah item nomor 1, 2, 3, 4, 5 dan 6. Output uji reliabilitas pada

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 kuesioner kepentingan untuk indikator auto-eduaction dapat dilihat pada lampiran 14 pada (a) Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Auto-education halaman 264. Hasil perhitungan uji reliabilitas pada kuesioner kinerja untuk indikator menarik memiliki koefesien reliabilitas total 0,774. Koefesien reliabilitas total 0,774 termasuk klasifikasi reliabilitas tinggi. Item yang digunakan untuk perhitungan uji reliabilitas pada kuesioner kinerja indikator menarik adalah item nomor 7, 8, 9, dan 10. Output uji reliabilitas pada kuesioner kinerja untuk indikator menarik dapat dilihat pada lampiran 13 pada (b) Output Reliabilitas Kinerja Indikator Menarik halaman 261. Hasil perhitungan uji reliabilitas pada kuesioner kepentingan untuk indikator menarik memiliki koefesien reliabilitas total 0,804. Koefesien reliabilitas total 0,804 termasuk dalam klasifikasi reliabilitas tinggi. Item yang digunakan untuk perhitungan uji reliabilitas pada kuesioner kepentingan indikator menarik adalah item nomor 7, 8, 9, dan 10. Output uji reliabilitas pada kuesioner kepentingan untuk indikator menarik dapat dilihat pada lampiran 14 pada (b) Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Menarik halaman 265. Hasil perhitungan uji reliabilitas pada kuesioner kinerja untuk indikator bergradasi memiliki koefesien reliabilitas total 0,747. Koefesien reliabilitas total 0,747 termasuk klasifikasi reliabilitas tinggi. Item yang digunakan untuk perhitungan uji reliabilitas pada kuesioner kinerja indikator bergradasi adalah item nomor 12, 13, 14, dan 15. Output uji reliabilitas pada kuesioner kinerja untuk

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 indikator bergradasi dapat dilihat pada lampiran 13 pada (c) Output Reliabilitas Kinerja Indikator Bergradasi halaman 261. Hasil perhitungan uji reliabilitas pada kuesioner kepentingan untuk indikator bergradasi memiliki koefesien reliabilitas total 0,794. Koefesien reliabilitas total 0,794 termasuk klasifikasi reliabilitas tinggi. Item yang digunakan untuk perhitungan uji reliabilitas pada kuesioner kepentingan indikator bergradasi adalah item nomor 12, 13, 14, dan 15. Output uji reliabilitas pada kuesioner kepentingan untuk indikator bergradasi dapat dilihat pada lampiran 14 pada (c) Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Bergradasi halaman 265. Hasil perhitungan uji reliabilitas pada kuesioner kinerja untuk indikator auto-correction memiliki koefesien reliabilitas total 0,742. Koefesien reliabilitas total 0,742 termasuk klasifikasi reliabilitas tinggi. Item yang digunakan untuk perhitungan uji reliabilitas pada kuesioner kinerja indikator auto-correction adalah item nomor 16, 17, 18, 19, dan 20. Output uji reliabilitas pada kuesioner kinerja untuk indikator auto-correction dapat dilihat pada lampiran 13 pada (d) Output Reliabilitas Kinerja Indikator Auto-correction halaman 262. Hasil perhitungan uji reliabilitas pada kuesioner kepentingan untuk indikator auto-correction memiliki koefesien reliabilitas total 0,685. Koefesien reliabilitas 0,685 termasuk klasifikasi reliabilitas cukup. Item yang digunakan untuk perhitungan uji reliabilitas pada kuesioner kepentingan indikator autocorrection adalah item nomor 16, 17, 18, 19, dan 20. Output uji reliabilitas pada kuesioner kepentingan untuk indikator auto-correction dapat dilihat pada

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 lampiran 14 pada (d) Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Auto-correction halaman 266. Hasil perhitungan uji reliabilitas pada kuesioner kinerja untuk indikator kontekstual memiliki koefesien reliabilitas total 0,533. Koefesien reliabilitas total 0,533 termasuk klasifikasi reliabilitas cukup. Item yang digunakan untuk perhitungan uji reliabilitas pada kuesioner kinerja indikator kontekstual adalah item nomor 20, 21, 22, 23, dan 24. Output uji reliabilitas pada kuesioner kinerja untuk indikator kontekstual dapat dilihat pada lampiran 13 pada (e) Output Reliabilitas Kinerja Indikator Kontekstual halaman 262. Hasil perhitungan uji reliabilitas pada kuesioner kepentingan untuk indikator kontekstual memiliki koefesien reliabilitas total 0,874. Koefesien reliabilitas total 0,874 termasuk dalam reliabilitas tinggi. Item yang digunakan untuk perhitungan uji reliabilitas pada kuesioner kepentingan indikator kontekstual adalah item nomor 20, 21, 22, 23, dan 24. Output uji reliabilitas pada kuesioner kepentingan untuk indikator kontekstual dapat dilihat pada lampiran 14 pada (e) Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Kontekstual halaman 266. Hasil perhitungan uji reliabilitas pada kuesioner kinerja untuk indikator life memiliki reliabilitas total 0,594. Koefesien reliabilitas total 0,594 termasuk klasifikasi reliabilitas cukup. Item yang digunakan untuk perhitungan uji reliabilitas pada kuesioner kinerja indikator life adalah item nomor 26, 27, 28, 29 dan 30. Output uji reliabilitas pada kuesioner kinerja untuk indikator life dapat dilihat pada lampiran 13 pada (f) Output Reliabilitas Kinerja Indikator Life halaman 263.

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 Hasil perhitungan uji reliabilitas pada kuesioner kepentingan untuk indikator life memiliki koefesien reliabilitas total 0,641. Koefesien reliabilitas total 0,641 termasuk klasifikasi reliabilitas cukup. Item yang digunakan untuk perhitungan uji reliabilitas pada kuesioner kepentingan indikator life adalah item nomor 26, 27, 28, 29 dan 30. Output uji reliabilitas pada kuesioner kepentingan untuk indikator life dapat dilihat pada lampiran 14 pada (f) Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Life halaman 267. Hasil perhitungan uji reliabilitas pada kuesioner kinerja untuk indikator workmanship memiliki koefesien reliabilitas total 0,545. Koefesien reliabilitas total 0,545 termasuk klasifikasi reliabilitas cukup. Item yang digunakan untuk perhitungan uji reliabilitas pada kuesioner kinerja indikator workmanship adalah item nomor 33, 34, 35, 36, dan 37. Output uji reliabilitas pada kuesioner kinerja untuk indikator workmanship dapat dilihat pada lampiran 13 pada (g) Output Reliabilitas Kinerja Indikator Workmanship halaman 263. Hasil perhitungan uji reliabilitas pada kuesioner kepentingan untuk indikator workmanship memiliki koefesien reliabilitas total 0,731. Koefesien reliabilitas total 0,731 termasuk klasifikasi reliabilitas tinggi. Item yang digunakan untuk perhitungan uji reliabilitas pada kuesioner kepentingan indikator workmanship adalah item nomor 33, 34, 35, 36, dan 37. Output uji reliabilitas pada kuesioner kepentingan untuk indikator workmanship dapat dilihat pada lampiran 14 pada (g) Output Reliabilitas Kinerja Indikator Workmanship halaman 267. Perbandingan koefesien reliabilitas total kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan untuk siswa dapat dilihat pada tabel 3.17 halaman 103.

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 Tabel 3.17 Perbandingan Reliabilitas Total Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa No 1 2 3 4 5 6 7 Indikator Auto-education Menarik Bergradasi Auto-correction Kontekstual Life Workmanship Reliabilitas Total Kinerja / Klasifikasi Kepentingan / Klasifikasi 0,662 / cukup 0,750 / tinggi 0,774 / tinggi 0,804 / tinggi 0,747 / tinggi 0,794 / tinggi 0,742 / tinggi 0,685 / cukup 0,533 / cukup 0,874 / tinggi 0,594 / cukup 0,641 / cukup 0,545 / cukup 0,731 / tinggi Tabel 3.17 menunjukkan koefesien reliabilitas total pada kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan untuk siswa pada masing-masing indikator. Keseluruhan klasifikasi koefesien reliabilitas total pada indikator tingkat kepuasan adalah tinggi dan cukup. Kuesioner kinerja yang memiliki koefesien reliabilitas total tinggi yaitu indikator menarik, bergradasi, dan auto-correction. Kuesioner kepentingan yang memiliki koefesien reliabilitas total tinggi yaitu yaitu indikator auto-education, menarik, bergradasi, kontekstual, dan life. Koefesien reliabilitas total dengan skor 0,774 merupakan yang paling tinggi pada kuesioner kinerja. Koefesien reliabilitas total dengan skor 0,874 merupakan yang paling tinggi pada kuesioner kepentingan. Koefesien reliabilitas total pada setiap indikator dapat meningkat apabila salah satu pernyataan dari indikator tersebut dihapus. Penghapus tersebut dengan pertimbangan pernyataan tersebut harus memiliki reliabilitas total yang tinggi dan seimbang antara kuesioner kinerja dengan kuesioner kepentingan. Rangkuman hasil validitas dan reliabilitas dapat dilihat pada tabel 3.18 halaman 104.

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 Tabel 3.18 Rangkuman Hasil Validitas dan Reliabilitas Kuesioner untuk Siswa Validitas Indikator Autoeducation Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life Workmanship Nomor Item Tingkat Kinerja Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 Item 5 Item 6 0,481** 0,732** 0,613** 0,540** 0,724** 0,640** 0,519** 0,589** 0,627** 0,753** 0,709** 0,853** Reliabilitas Auto-education 0,833** 0,870** 0,818** 0,846** 0,724** 0,634** 0,734** 0,820** Reliabilitas Menarik -0,011 0,532** 0,704** 0,747** 0,725** 0,761** 0,745** 0,767** 0,801** 0,841** Reliabilitas Bergradasi 0,766** 0,733** 0,669** 0,552** 0,662** 0,615** 0,757** 0,854** 0,679** 0,557** Reliabilitas Auto-correction 0,573** 0,840** 0,625** 0,834** 0,715** 0,916** 0,527** 0,782** 0,287 0,544** Reliabilitas Kontekstual 0,750** 0,572** 0,515** 0,627** 0,377* 0,610** 0,815** 0,804** 0,431** 0,536** 0,319 0,728** Reliabilitas Life 0,320 0,505** 0,529** 0,447* 0,578** 0,692** 0,776** 0,845** 0,405** 0,593** 0,470** 0,754** Reliabilitas Workmanship Item 7 Item 8 Item 9 Item 10 Item 11 Item 12 Item 13 Item 14 Item 15 Item 16 Item 17 Item 18 Item 19 Item 20 Item 21 Item 22 Item 23 Item 24 Item 25 Item 26 Item 27 Item 28 Item 29 Item 30 Item 31 Item 32 Item 33 Item 34 Item 35 Item 36 Item 37 Tingkat Kepentingan Reliabilitas Tingkat Tingkat Kinerja Kepentingan (if item (if item deleted) deleted) 0,684 0,693 0,609 0,742 0,564 0,774 0,650 0,729 0,604 0,687 0,595 0,642 0,662 0,750 0,662 0,689 0,675 0,714 0,786 0,848 0,751 0,742 0,774 0,804 0,701 0,705 0,714 0,633 0,747 0,689 0,716 0,703 0,676 0,697 0,742 0,461 0,573 0,340 0,449 0,752 0,736 0,796 0,686 0,794 0,633 0,683 0,641 0,495 0,678 0,685 0,841 0,834 0,795 0,544 0,533 0,465 0,604 0,611 0,340 0,597 0,874 0,595 0,567 0,596 0,503 0,660 0,594 0,641 0,467 0,460 0,330 0,495 0,639 0,545 0,735 0,687 0,561 0,690 0,728 0,731

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 Tabel 3.18 menunjukkan rangkuman hasil uji validitas dan reliabilitas. Rangkuman tersebut merupakan hasil uji validitas dan reliabilitas total maupun reliabilitas if item deleted pada kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan dalam setiap indikator. Output uji reliabilitas total dan if item deleted kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan dapat dilihat pada lampiran 13 halaman 260 dan lampiran 14 halaman 264. Pernyataan pada item nomor 11, 25, 31 dan 32 merupakan item yang tidak valid pada kuesioner kinerja sehingga tidak dilakukan uji reliabilitas. Item tersebut terdapat pada indikator bergradasi, kontekstual, life dan workmanship. Item-item yang tidak valid tidak dipergunakan dalam penelitian ini. Peneliti juga menghapus tiga pernyataan yaitu item nomor 9, 22 dan 37. Penghapusan item tersebut dengan pertimbangan agar reliabilitas total dapat meningkat. Peneliti menghapus item nomor 9, 22, 37 dengan alasan nilai cronbach’s alpha if item deleted untuk kedua kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan lebih tinggi dan seimbang dari pada reliabilitas total. Penghapusan item nomor 9 terdapat pada indikator menarik dengan pernyataan “alat peraga memiliki ukuran yang pas”. Item nomor 22 terdapat pada indikator kontekstual dengan pernyataan “alat peraga menggunakan bahan yang bisa saya temukan di lingkungan sekitar”. Item nomor 37 terdapat pada indikator workmanship dengan pernyataan “alat peraga dicat dengan rapi”. Penghapusan ketiga item tersebut dapat meningkatkan reliabilitas total pada indakator masing-masing. Koefesien reliabilitas total pada indikator menarik menjadi 0,786 dan 0,848. Koefesien reliabilitas total pada indikator kontekstual

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 menjadi 0,573 dan 0,834. Koefesien reliabilitas total pada indkator workmanship menjadi 0,639 dan 0,728. Jumlah pernyataan yang dihapus dalam penelitian ini adalah 7 pernyataan. Jumlah pernyataan yang digunakan sebanyak 30 pernyataan setelah adanya penghapusan item tidak valid dan reliabiltas total yang kurang seimbang. Peneliti memperbaiki urutan nomor baru sesuai dengan pernyataan yang telah dihapus. Pemberian nomor baru dapat dilihat pada tabel 3.19. Kuesioner yang digunakan untuk penelitian siswa adalah kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Kuesioner penelitian untuk siswa dapat dilihat pada tabel 3.19 halaman 106. Tabel 3.19 Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Penelitian Siswa Indikator Auto- education Menarik Bergradasi Auto-correction Kontekstual Life 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. Pernyataan Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain Alat peraga mudah digunakan Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga memiliki warna yang menarik Alat peraga menarik daripada alat peraga lain Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat Alat peraga memiliki kunci jawaban Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat Alat peraga ini pernah saya lihat Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah dibawa Alat peraga dapat digunakan berulang kali

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 Indikator Workmanship 25. 26. 27. 28. 29. 30. Pernyataan Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan Alat peraga tidak mudah rusak Alat peraga memiliki permukaan yang halus Alat peraga dilem dengan kuat Alat peraga dipaku dengan kuat Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan Tabel 3.19 merupakan sejumlah pernyataan pada kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasaan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori di SD Kanisius Sengkan Yogyakarta. Jumlah pernyataan untuk kuesioner ini adalah 30 pernyataan dari ketujuh indikator tingkat kepuasan. Setiap indikator memiiki jumlah pernyataan yang tidak sama. Indikator auto-education dijabarkan ke dalam 6 pernyataan. Indikator menarik dijabarkan ke dalam 3 pertanyaan. Indikator bergradasi dijabarkan ke dalam 4 pernyataan. Indikator auto-correction dijabarkan ke dalam 5 pernyataan. Indikator kontekstual dijabarkan ke dalam 5 pernyataan. Indikator life dijabarkan ke dalam 3 pernyataan. Indikator workmanship dijabarkan ke dalam 4 pernyataan. Selengkapnya contoh lembar kuesioner kinerja yang disebarkan kepada siswa SD Kanisius Sengkan Yogyakarta dapat dilihat pada lampiran 15 halaman 268. Contoh salah satu lembar kuesioner kepentingan yang disebarkan kepada siswa SD Kanisius Sengkan Yogyakarta dapat dilihat pada lampiran 16 halaman 272. H. Prosedur Analisis Data Prosedur analisis data merupakan langkah-langkah yang digunakan untuk melakukan analisis data penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penilaian Acuan Norma tipe II (PAN tipe II) dan Importance

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 and Performance Analysis (IPA). Langkah pertama yang dilakukan adalah mengumpulkan atribut yang ingin diukur. Atribut yang dikumpulkan merupakan atribut dari alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang digunakan untuk mengukur kepuasan siswa dan guru. Atribut pengukuran tingkat kepuasan siswa dang guru adalah auto-education, menarik, bergradasi, auto-correction, kontekstual, life dan workmanship. Pengukuran ketujuh atribut tersebut diambil penggabungan karakteristik alat peraga Montessori, dimensi kualitas produk, dan karakteristik produk baru. Langkah kedua yang dilakukan adalah mengembangkan atribut menjadi beberapa pernyataan ke dalam kuesioner. Kuesioner yang digunakan merupakan kuesioner kepentingan dan kuesioner kinerja. Kuesioner yang dikembangkan dari ketujuh atribut tersebut yaitu 36 pernyataan. Pernyataan dalam kuesioner dilakukan diuji validitas dan reliabilitas sehingga diperoleh kuesioner untuk pengambilan data. Kuesioner pengambilan data untuk siswa mempunyai 30 pernyataan. Kuesioner pengambilan data untuk guru mempunyai 37 pernyataan. Tahap ketiga adalah melakukan penghitungan data hasil penelitian. Data diperoleh melalui kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan untuk siswa dan guru. Data yang diperoleh diolah dengan mengggunakan program Microsoft Excel. Penghitungan data dilakukan dengan a) menghitung total skor yang diperoleh setiap responden pada kuesioner kinerja untuk mengetahui tingkat kepuasan secara umum berdasarkan Penilaian Acuan Norma (PAN) tipe II, dan b) menghitung rata-rata skor setiap pernyataan dalam kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan. Penghitungan tersebut dilakukan untuk mengetahui atribut

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 yang mempengaruhi kepuasan respnden berdasarkan Importance and Performance Analysis (IPA). Tahap keempat adalah melakukan pemetaan hasil penghitungan data. Pemetaan yang pertama berkaitan dengan teknik analisis data PAN tipe II. Pemetaan hasil analisis data PAN tipe II dilakukan untuk menyimpulkan tingkat kepuasan siswa dan guru secara umum. Pemetaan yang kedua berkaitan dengan teknik analisis data IPA. Pemetaan hasil analisis data IPA dilakukan untuk mengetahui atribut-atribut yang menimbulkan kepuasan dengan menggunakan diagram kartesius. I. Teknik Analisis Data Teknik analisis data dipergunakan untuk menjawab rumusan masalah tentang (1) bagaimana tingkat kepuasaan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montesori dan (2) bagaimana tingkat kepuasaan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montesori. Penelitian ini menggunakan dua teknik analisis data yaitu Penilaian Acuan Norma (PAN) tipe II dan Importance and Performance Analysis (IPA). Teknik analisis data dengan menggunakan PAN tipe II bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru secara umum sedangkan IPA digunakan untuk mengetahui lebih jauh tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori.

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 1. Penilaian Acuan Norma (PAN) Tipe II Masidjo (1995: 160) menjelaskan bahwa Penilaian Acuan Norma (PAN) adalah suatu penilaian yang mengacu pada skor kuesioner kinerja yang diberikan responden dengan membandingkan skor kuesioner kinerja dari responden lain dalam populasi. Hasil dari PAN tidak hanya mencerminkan kepuasan responden terhadap penggunaan alat peraga tetapi lebih menunjukkan kedudukan tingkat kepuasan responden jika bersama populasi tersebut. PAN memiliki cenderung menggunakan klasifikasi tingkat kepuasan responden terhadap populasi dari skor yang tertinggi sampai dengan skor terendah. PAN memberikan skor yang menggambarkan tingkat kepuasan populasi. Masidjo (1995: 160) menjelaskan PAN berorientasi pada rata-rata populasi atau Mean (M) dan simpangan baku atau standar deviasi (S). Besar rata-rata populasi bersama standar deviasi menentukan batas lulus atau passing score. PAN sangat tergantung pada besar M dan S yang diperoleh. PAN tipe II menentukan batas lulus yang dikaitkan dengan Mean (M) dan standar deviasi (S). Batas lulus atau passing score tingkat kepuasan siswa dan guru ditentukan sebesar M – 1S maka klasifikasi tingkat kepuasan cukup. Klasifikasi tingkat kepuasan siswa dan guru (Masidjo, 1995: 164) dapat dilihat pada tabel 3.20 halaman 110. Tabel 3.20 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa dan Guru berdasarkan PAN Tipe II Ketentuan Hitung Di atas M + 2S M + 1S dan M + 2S M – 1S dan M + 1S M – 2S dan M – 1S Di bawah M – 2S Klasifikasi Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 Tabel 3.20 merupakan klasifikasi tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori berdasarkan PAN tipe II. Tingkat kepuasan siswa dan guru dapat diklasifikasikan menjadi lima yaitu sangat tinggi, tinggi, cukup, rendah, dan sangat rendah. Penentuan klasifikasi tersebut berdasarkan Mean (M) dan standar deviasi (S). Skor total kuesioner kinerja yang diberikan siswa dan guru dapat diklasifikasikan dalam PAN tipe II. Batas atas setiap klasifikasi merupakan batas bawah dari klasifikasi atasnya, maka batas atas setiap klasifikasi dikurangi satu (Masidjo, 1995: 166). Batas bawah klasifikasi sangat tinggi ditentukan sebesar M + 2S. Batas bawah klasifikasi tinggi ditentukan sebesar M + 1S. Batas bawah klasifikasi cukup ditentukan sebesar M – 1S. Batas bawah klasifikasi rendah ditentukan sebesar M – 2S. Klasifikasi sangat rendah jika berada di bawah M – 2S. 2. Importance and Performance Analysis (IPA) Teknik analisis data menggunakan Importance and Performance Analysis (IPA) disebut juga analisa kepentingan dan kinerja yang dikemukakan oleh Martilla dan James (1997) yang diperkenalkan oleh Magal dan Lovenburg (2005). Wardhani (2006: 48) menjelaskan bahwa IPA adalah suatu kerangka yang digunakan untuk mengetahui kepuasan pengguna sebagai fungsi dari hubungan penilaian tingkat kepentingan (importance) dan penilaian mengenai kinerja (performance). Teknik analisis data IPA digunakan untuk mengetahui lebih jauh tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori.

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 Chan (2005: 22-23) mengatakan metode evaluasi dengan menggunakan IPA dilakukan dalam empat tahap. Tahap pertama melakukan pengumpulan atribut untuk item yang sedang dievaluasi. Peneliti bersama kelompok studi melakukan penyusunan indikator tingkat kepuasan berdasarkan teori yang terkait dengan mengaitkan atribut-atribut yang ada pada alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Penyusunan indikator tingkat kepuasan selengkapnya dapat dilihat pada bab II. Tahap kedua melakukan pengembangan untuk mengukur atribut. Instumen yang digunakan merupakan gabungan dari setiap item pada daftar atribut dengan dua skala Likert yang berbeda. Skala Likert pertama digunakan untuk memperoleh data dari respon (siswa dan guru) mengenai pentingnya suatu produk yaitu alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Skala Likert kedua digunakan untuk memperoleh data dari respon (siswa dan guru) mengenai kinerja alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Skala Likert pada penelitian ini selengkapnya dapat dilihat pada sub bab teknik pengumpulan data di bab III. Tahap ketiga adalah perhitungan data yang diperoleh. Data yang diperoleh berupa skor rata-rata. Skor rata-rata tersebut dipasangkan untuk setiap atribut, yang diukur pada skala kepentingan dan skala kinerja. Peneliti menganalisis data dari kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan. Kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan dianalisis dengan cara mengalikan jumlah skor secara keseluruhan pada setiap pernyataan yang diberikan siswa maupun guru dengan skor pada setiap alternatif jawaban yang dipilih. Perhitungan skor yang diperoleh

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 untuk setiap pernyataan pada indikator tingkat kepuasan dapat diketahui dengan rumus : a. Rumus perhitungan skor kuesioner kinerja yaitu : (SSx5), (Sx4), (KSx3), (TSx2), (STSx1) Keterangan: SS = Jumlah siswa yang menjawab sangat setuju S = Jumlah siswa yang menjawab setuju KS = Jumlah siswa yang menjawab setuju TS = Jumlah siswa yang menjawab tidak setuju STS = Jumlah siswa yang menjawab sangat tidak setuju b. Rumus perhitungan skor kuesioner kepentingan yaitu : (SPx5), (Px4), (KPx3), (TPx2), (STPx1) Keterangan: SP = Jumlah siswa yang menjawab sangat penting P = Jumlah siswa yang menjawab penting KP = Jumlah siswa yang menjawab kurang penting TP = Jumlah siswa yang menjawab tidak penting STP = Jumlah siswa yang menjawab sangat tidak penting Tahap akhir adalah plotting hasil pada diagram kartesius untuk membantu dalam pengambilan keputusan. Tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori selanjutnya dijabarkan ke dalam diagram kartesius. Diagram kartesius merupakan suatu diagram yang dibagi atas empat bagian yang dibatasi oleh dua buah garis yang

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 perpotongan tegak lurus pada titik ( ̅ , ̅). ̅ merupakan rata-rata skor kinerja. ̅ merupakan rata-rata skor kepentingan. Diagram kartesius berdasarkan tingkat kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan dapat dilihat pada gambar 3.21 halaman 114 (Wardhani, 2006: 46). Gambar 3.1 Diagram Kartesius Kepentingan Pertahankan Prestasi Prioritas Utama II I ̅ Prioritas Rendah III Berlebihan ̅ IV Kinerja Gambar 3.1 menunjukkan diagram kartesius kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Diagram kartesius membagi empat kuadran, yaitu kuadran I, II, III, dan IV. Pembagian empat kuadran berdasarkan rata-rata skor kinerja ( ̅ ) dan rata-rata skor kepentingan ( ̅). Kuadran I artinya tingkat kepentingan alat peraga tinggi tetapi kinerja alat peraga rendah sehingga menimbulkan ketidakpuasan. Kuadran I merupakan prioritas utama. Prioritas utama berarti harus dilakukan perbaikan dengan

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 mempertahankan atribut-atribut dalam pernyataan pada alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka yang dianggap penting. Kuadran II artinya tingkat kepentingan alat peraga tinggi dan tingkat kinerja alat peraga yang tinggi pula sehingga menimbulkan kepuasan. Kuadran II merupakan pertahankan prestasi. Pertahankan prestasi berarti pernyataan yang berisi atribut-atribut alat peraga pada kuadran II harus dipertahankan. Pernyataan yang menjelaskan atribut alat peraga yang terdapat pada kuadran II dianggap penting oleh siswa maupun guru dan sudah sesuai dengan kinerja yang diharapkannya. Kuadran III artinya tingkat kepentingan alat peraga rendah dan kinerja alat peraga rendah. Kuadran III merupakan prioritas yang rendah untuk dilakukan perbaikan. Pernyataan yang menjelaskan atribut alat peraga yang terdapat pada kuadran III menunjukkan bahwa perlu pertimbangan kembali tentang kualitas alat peraga. Kuadran IV artinya tingkat kepentingan alat peraga rendah tetapi kinerja alat peraga tinggi sehingga menimbulkan kepuasan. Pernyataan yang menjelaskan atribut alat peraga yang terdapat pada kuadran IV merupakan atribut yang berlebihan. Berlebihan berarti lebih baik mengalokasikan perhatian kepada kuadran lain karena tanpa diberikan perhatian sudah menunjukkan kepuasan.

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 J. Jadwal Penelitian Jadwal penelitian ini dilaksanakan selama beberapa tahap kegiatan tertentu. Jadwal penelitian ini dapat dilihat pada tabel 3.21 halaman 116. Tabel 3.21 Jadwal Penelitian No Kegiatan 1. Penyusunan proposal Konsultasi proposal Revisi Proposal Penyusunan instrumen penelitian Uji coba instrumen penelitian Menganalisis hasil uji coba instrumen penelitian Pengambilan data penelitian Menganalisis data penelitian Pembahasan Ujian Skripsi Revisi laporan skripsi Pengumpulan skripsi 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Rencana Pelaksanaan Sep Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Tabel 3.21 menunjukkan jadwal penelitian dari penyusunan proposal hingga pengumpulan skripsi. Penyusunan proposal dan konsultasi proposal dilakukan dari bulan September hingga November 2013. Revisi proposal dilakukan pada bulan November 2013. Penyusunan instrumen penelitian dilakukan bulan

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 November hingga bulan Januari 2014. Uji coba dan hasil uji coba instrumen penelitian dilakukan pada bulan Januari hingga bulan Maret 2014. Pengambilan data penelitian ini dilakukan pada bulan Maret dan bulan Mei 2014. Bulan Maret 2014 pengambilan data kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan untuk siswa. Bulan Mei 2014 dilakukan pengambilan data kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan untuk guru. Analisis data dilakukan dari bulan Maret hingga bulan Mei 2014. Pembahasan dilakukan pada bulan April hingga bulan Mei 2014. Ujian skripsi dan revisi laporan skripsi dilakukan pada bulan Juni hingga bulan Juli 2014. Pengumpulan skirpsi pada buslan Juli 2014.

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV DESKRIPSI, HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab IV menjelaskan hasil penelitian tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Bab ini menguraikan beberapa hal yaitu deskripsi penelitian, hasil penelitian dan pembahasan. A. Deskripsi Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Alat peraga yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2013 s/d dan Juli 2014. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 15 Maret 2014 untuk penyebaran kuesioner kinerja dan kepentingan kepada siswa. Penyebaran kuesioner kinerja dan kepentingan untuk guru dilakukan pada tanggal 02 Mei 2014. Peneliti menyebarkan kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan kepada siswa dan guru kelas I di SD Kanisius Sengkan Yogyakarta semester II tahun pelajaran 2013/2014. Jenis kuesioner penelitian ini adalah kuesioner tertutup dengan menggunakan skala Likert. Kuesioner kinerja dan kepentingan yang disebarkan untuk siswa berjumlah 30 pernyataan dan 37 pernyataan untuk guru. Kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan memiliki pernyataan yang sama. 118

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 Perbedaan antara kedua kuesioner tersebut terletak pada alternatif pilihan jawaban. Subjek penelitian untuk siswa adalah kelas I A dan kelas I C. Jumlah siswa kelas I A adalah 31 siswa dan kelas I C adalah 30 siswa. Jumlah keseluruhan subjek penelitian siswa adalah 61 siswa, yang terdiri dari 34 siswa laki-laki dan 27 siswa perempuan. Peneliti terlebih dahulu memberikan penjelasan bagaimana cara pengisian kuesioner sebelum diberikan kepada siswa. Peneliti dibantu dengan kelompok studi saat mendampingi siswa mengisi kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan dengan membacakan pernyataan-pernyataan yang ada pada kuesioner tersebut. Waktu yang digunakan dalam penelitian ini antara 80 - 90 menit untuk setiap kelas. Peneliti juga melibatkan guru kelas I A dan kelas I C sebagai subyek penelitian. Subjek penelitian untuk guru berjumlah 2 orang dengan jenis kelamin perempuan. Peneliti menyebarkan kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan kepada guru pada tanggal 02 Mei 2014. Peneliti memberikan kuesioner kepada guru kelas I A dan I C karena sudah menggunakan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Peneliti menggunakan seluruh populasi yang ada sebagai subyek penelitian sehingga disebut metode sensus. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis Penilaian Acuan Norma (PAN) tipe II dan Important and Performance Analysis (IPA). Teknik analisis data menggunakan PAN tipe II bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru secara umum. Teknik analisis data menggunakan

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 IPA digunakan untuk mengetahui lebih jauh tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. B. Hasil Penelitian Hasil penelitian ini diperoleh dari data kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan yang telah dikerjakan oleh siswa dan guru kelas I SD Kanisius Sengkan Yogyakarta. Siswa dan guru memberikan penilaian pada setiap pernyataan dengan memilih salah satu dari alternatif jawaban. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis Penilaian Acuan Norma (PAN) tipe II dan Important and Performance Analysis (IPA). 1. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Peneliti menggunakan teknik analisis PAN tipe II dan IPA untuk mengetahui bagaimana tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Data yang digunakan pada teknik analisis PAN tipe II adalah kuesioner kinerja. Data yang digunakan pada teknik analisis IPA adalah kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan. a. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa dengan Menggunakan PAN Tipe II Teknik analisis data menggunakan PAN tipe II bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa secara umum. Data yang dipergunakan untuk menganalisis tingkat kepuasan siswa secara umum menggunakan kuesioner kinerja. Penilaian Acuan Norma (PAN) tipe II menentukan batas lulus yang dikaitkan dengan Mean

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 (M) dan standar deviasi (S). Batas lulus atau passing score tingkat kepuasan siswa ditentukan sebesar M – 1S maka klasifikasi tingkat kepuasan cukup (Masidjo, 1995: 153). Klasifikasi tingkat kepuasan siswa dapat dilihat pada tabel 4.1 halaman 121. Tabel 4.1 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa berdasarkan PAN Tipe II Ketentuan Hitung Di atas M + 2S M + 1S dan M + 2S M – 1S dan M + 1S M – 2S dan M – 1S Di bawah M – 2S Klasifikasi Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Tabel 4.1 merupakan klasifikasi tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori berdasarkan PAN tipe II. Tingkat kepuasan siswa dapat diklasifikasikan menjadi lima yaitu sangat tinggi, tinggi, cukup, rendah, dan sangat rendah. Penentuan klasifikasi tersebut berdasarkan Mean (M) dan standar deviasi (S). Skor total kuesioner kinerja yang diberikan siswa dapat diklasifikasikan dalam PAN tipe II. Batas atas setiap klasifikasi merupakan batas bawah dari klasifikasi atasnya, maka batas atas setiap klasifikasi dikurangi satu (Masidjo, 1995: 166). Batas bawah klasifikasi sangat tinggi ditentukan sebesar M + 2S. Batas bawah klasifikasi tinggi ditentukan sebesar M + 1S. Batas bawah klasifikasi cukup ditentukan sebesar M – 1S. Batas bawah klasifikasi rendah ditentukan sebesar M – 2S. Klasifikasi sangat rendah jika berada di bawah M – 2S. Perhitungan untuk mencari klasifikasi tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga berbasis metode Montessori dengan rata-rata populasi atau Mean (M) dan standar deviasi (S) pada kuesioner kinerja yang dikerjakan

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 siswa. Rata-rata populasi yang diperoleh dari 61 siswa yaitu 127,03. Standar deviasi adalah 15,47. Batas bawah klasifikasi sangat tinggi sebesar 127,03 + (2 x 15,47) = 157,97 dibulatkan menjadi 158. Batas bawah klasifikasi tinggi sebesar 127,03 + (1 x 15,47) = 142,5 dibulatkan menjadi 142. Batas bawah klasifikasi cukup sebesar 127,03 - (1 x 15,47) = 111,56 dibulatkan menjadi 112. Batas bawah klasifikasi rendah sebesar 127,03 - (2 x 15,47) = 96,09 dibulatkan menjadi 96. Klasifikasi tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat dilihat pada tabel 4.2 halaman 122. Tabel 4.2 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Tingkat Kepuasan Diatas 158 142-158 112-141 96-111 Di bawah 96 Klasifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Tabel 4.2 menunjukkan klasifikasi tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Kedudukan tingkat kepuasan siswa jika populasi 61 siswa dengan rata-rata 127,03 dan standar deviasi 15,47 adalah skor diatas 158 masuk klasifikasi sangat tinggi. Kedudukan tingkat kepuasan siswa masuk klasifikasi tinggi dengan skor 142-158. Kedudukan tingkat kepuasan siswa masuk klasifikasi cukup dengan skor 112-141. Kedudukan tingkat kepuasan siswa masuk klasifikasi rendah dengan skor 96-111. Kedudukan tingkat kepuasan siswa masuk klasifikasi sangat rendah dengan skor dibawah 96.

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 Tabel 4.3 Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 Total Skor 132 124 142 139 127 126 115 134 146 111 108 127 72 122 128 103 95 146 110 95 129 113 144 129 124 126 111 132 136 126 137 133 102 150 147 127 135 135 129 129 129 135 124 100 137 140 128 118 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Cukup Cukup Tinggi Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Tinggi Rendah Rendah Cukup Sangat Rendah Cukup Cukup Rendah Sangat Rendah Tinggi Rendah Sangat Rendah Cukup Cukup Tinggi Cukup Cukup Cukup Rendah Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Rendah Tinggi Tinggi Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Rendah Cukup Cukup Cukup Cukup

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 Responden 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 Rata-rata Standar Deviasi Total Skor 143 134 139 137 150 110 135 122 117 150 150 129 126 127,03 15,47 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Tinggi Rendah Cukup Cukup Tinggi Rendah Cukup Cukup Cukup Tinggi Tinggi Cukup Cukup Cukup Tabel 4.3 memperlihatkan tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Siswa yang menunjukkan tingkat kepuasan tinggi sebanyak 10 siswa. Siswa yang menunjukkan tingkat kepuasan cukup sebanyak 39 siswa. Siswa yang menunjukkan tingkat kepuasan rendah sebanyak 9 siswa. Siswa yang menunjukkan tingkat kepuasan sangat rendah sebanyak 10 siswa. Subjek penelitian dari 61 siswa dengan rata-rata 127,03 menunjukkan tingkat kepuasan cukup. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah cukup. b. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa dengan Menggunakan IPA Teknik analisis data menggunakan IPA bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montesori pada alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Data yang digunakan untuk teknik analisis IPA adalah kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan. Peneliti melakukan analisis data berdasarkan penilaian yang diberikan siswa pada setiap indikator tingkat

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 kepuasan. Indikator pada kuesioner kinerja maupun kuesioner kepentingan berjumlah tujuh indikator yaitu auto-education, menarik, bergradasi, autocorrection, kontekstual, life dan workmanship. Hasil pengolahan ketujuh indikator pada data kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan siswa dapat dilihat pada tabel 4.4 halaman 125 sampai 4.17 halaman 133. Tabel 4.4 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Auto-education No Pernyataan STS TS KS S SS 1 Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain Alat peraga mudah digunakan Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain 0 1 3 14 43 Total Nilai 282 0 2 5 15 39 274 1 7 7 21 25 245 2 0 1 0 10 6 21 22 27 33 253 271 0 1 7 19 34 269 3 12 38 112 201 1594 2 3 4 5 6 Total Tabel 4.4 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator autoeducation. Pernyataan nomor 1 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 282. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Pernyataan nomor 3 mendapatkan total nilai paling rendah yaitu 245. Total nilai pada pernyataan nomor 2, 4, 5, dan 6 adalah 274, 253, 271, dan 269. Total nilai kinerja indikator auto-education digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ̅ ) pada diagram kartesius.

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 Tabel 4.5 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Auto-education No Pernyataan STP TP KP P SP 1 Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain Alat peraga mudah digunakan Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain 1 0 1 10 49 Total Nilai 289 1 1 1 28 30 268 4 4 5 23 25 244 0 0 1 0 10 4 22 17 28 40 260 280 2 3 8 25 23 247 8 9 29 125 195 1588 2 3 4 5 6 Total Tabel 4.5 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator auto-education. Pernyataan nomor 1 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 289. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Pernyataan nomor 3 mendapatkan total nilai paling rendah yaitu 244. Total nilai pada pernyataan nomor 2, 4, 5 dan 6 adalah 268, 260, 280, dan 247. Total nilai kepentingan indikator auto-education digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ̅) pada diagram kartesius. Tabel 4.6 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Menarik No Pernyataan STS TS KS S SS 7 Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga memiliki warna yang menarik Alat peraga menarik daripada alat peraga lain 0 4 4 20 33 Total Nilai 265 1 3 1 5 5 7 26 19 28 27 262 245 4 10 16 65 88 772 8 9 Total Tabel 4.6 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator menarik. Secara urut pernyataan tersebut memiliki total nilai dari paling tinggi ke rendah.

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 Pernyataan nomor 7 dengan total nilai 265, nomor 9 dengan total nilai 262 dan nomor 9 dengan total nilai 245. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Total nilai kinerja indikator menarik digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ̅ ) pada diagram kartesius. Tabel 4.7 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Menarik No Pernyataan STP TP KP P SP 7 Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga memiliki warna yang menarik Alat peraga menarik daripada alat peraga lain 5 3 6 19 28 Total Nilai 245 2 2 2 5 5 13 23 12 29 29 258 244 9 10 24 54 86 747 8 9 Total Tabel 4.7 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator menarik. Urutan pernyataan yang memiliki total nilai dari paling tinggi ke rendah adalah nomor 8, 7 dan 9 dengan nilai total 258, 245 dan 244. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Total nilai kepentingan indikator menarik digunakan kepentingan ( ̅) pada diagram kartesius. untuk menentukan rata-rata

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 Tabel 4.8 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Bergradasi No Pernyataan STS TS KS S SS 10 Alat peraga mempunyai bermacammacam warna Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang 0 3 6 16 36 Total Nilai 268 1 2 6 23 29 260 2 6 11 25 17 232 1 5 9 9 37 259 4 16 32 73 119 1019 11 12 13 Total Tabel 4.8 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator bergradasi. Pernyataan nomor 10 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 268. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Pernyataan nomor 12 mendapatkan total nilai paling rendah yaitu 232. Total nilai pada pernyataan nomor 11 dan 13 adalah 260 dan 259. Total nilai kinerja indikator bergradasi digunakan untuk menentukan rata-rata ( ̅ ) tingkat kinerja pada diagram kartesius.. Tabel 4.9 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Bergradasi No 10 11 12 13 Total Pernyataan Alat peraga mempunyai bermacammacam warna Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang STP TP KP P SP 1 2 4 20 34 Total Nilai 267 1 2 5 19 34 266 6 10 12 16 17 211 2 3 6 13 37 263 10 17 27 68 122 1007 Tabel 4.9 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator bergradasi. Pernyataan nomor 10 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 267.

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Pernyataan nomor 12 mendapatkan total nilai paling rendah yaitu 211. Total nilai pada pernyataan nomor 11 dan 13 adalah 266 dan 263. Total nilai kepentingan indikator bergradasi digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ̅) pada diagram kartesius. Tabel 4.10 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Auto-correction No Pernyataan STS TS KS S SS 14 Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat Alat peraga memiliki kunci jawaban 9 3 12 13 24 Total Nilai 223 1 3 9 14 34 260 2 0 4 18 37 271 3 6 5 21 26 244 0 15 1 13 11 41 16 82 33 154 264 1262 15 16 17 18 Total Tabel 4.10 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator autocorrection. Pernyataan nomor 16 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 271. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Pernyataan nomor 14 mendapatkan total nilai paling rendah yaitu 223. Total nilai pada pernyataan nomor 15 dan 17 adalah 260 dan 244. Total nilai kinerja indikator auto-correction digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ̅ ) pada diagram kartesius.

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 Tabel 4.11 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Auto-correction No Pernyataan STP TP KP P SP 14 Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat Alat peraga memiliki kunci jawaban 5 2 12 11 31 Total Nilai 244 0 3 2 18 38 274 0 0 5 17 39 278 4 3 12 10 32 246 2 11 2 10 4 35 18 74 35 175 265 1307 15 16 17 18 Total Tabel 4.11 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator auto-correction. Pernyataan nomor 16 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 278. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Pernyataan nomor 14 mendapatkan total nilai paling rendah yaitu 244. Total nilai pada pernyataan nomor 15, 17, dan 18 adalah 274, 246, dan 265. Total nilai kepentingan indikator auto-correction digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ̅) pada diagram kartesius. Tabel 4.12 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Kontekstual No 19 20 21 Total Pernyataan Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat Alat peraga ini pernah saya lihat STS TS KS S SS 3 3 6 21 28 Total Nilai 251 4 4 2 19 32 254 1 8 2 9 9 17 18 58 31 91 259 764 Tabel 4.12 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator kontekstual. Urutan pernyataan yang memiliki total nilai dari paling tinggi ke rendah adalah nomor 21, 20 dan 19 dengan total nilai 259, 254 dan 251. Total

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Total nilai kinerja indikator kontekstual digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ̅ ) pada diagram kartesius. Tabel 4.13 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Kontekstual No 19 20 21 Total Pernyataan Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat Alat peraga ini pernah saya lihat STP TP KP P SP 2 0 5 16 38 Total Nilai 271 1 1 10 17 32 261 1 4 3 4 5 20 21 54 31 101 261 793 Tabel 4.13 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator kontekstual. Pernyataan nomor 19 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 271. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Pernyataan nomor 20 dan 21 mendapatkan nilai total sama yaitu 261. Total nilai kepentingan indikator kontekstual digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ̅) pada diagram kartesius. Tabel 4.14 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Life No Pernyataan STS TS KS S SS 22 23 24 25 Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah dibawa Alat peraga dapat digunakan berulang kali Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan Alat peraga tidak mudah rusak 0 1 2 1 5 3 2 5 5 9 7 6 22 19 17 18 29 29 33 31 Total Nilai 258 255 260 256 1 5 2 17 8 35 14 90 36 158 265 1294 26 Total

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 Tabel 4.14 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator life. Pernyataan nomor 26 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 265. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Pernyataan nomor 23 mendapatkan total nilai paling rendah yaitu 255. Total nilai pada pernyataan nomor 22, 24, dan 25 adalah 258, 260, dan 256. Total nilai kinerja indikator life digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ̅ ) pada diagram kartesius. Tabel 4.15 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Life No Pernyataan STP TP KP P SP 22 23 24 25 Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah dibawa Alat peraga dapat digunakan berulang kali Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan Alat peraga tidak mudah rusak 1 3 2 3 6 3 4 2 3 8 10 5 19 17 18 24 32 30 27 27 Total Nilai 258 251 247 253 5 14 3 18 6 32 22 100 25 141 242 1251 26 Total Tabel 4.15 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator life. Pernyataan nomor 22 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 258. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Pernyataan nomor 26 mendapatkan total nilai paling rendah yaitu 242. Total nilai pada pernyataan nomor 23, 24, dan 25 adalah 251, 247, dan 253. Total nilai kepentingan indikator life digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ̅) pada diagram kartesius.

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 Tabel 4.16 Penilaian Siswa Terhadap Kinerja Indikator Workmanship No 27 28 29 30 Pernyataan Alat peraga memiliki permukaan yang halus Alat peraga dilem dengan kuat Alat peraga dipaku dengan kuat Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan Total STS TS KS S SS 2 4 5 16 34 Total Nilai 259 3 1 2 4 2 2 6 2 6 18 20 16 30 36 35 251 271 263 8 12 19 70 140 1069 Tabel 4.16 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator workmanship. Pernyataan nomor 29 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 271. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Pernyataan nomor 28 mendapatkan total nilai paling rendah yaitu 251. Total nilai pada pernyataan nomor 27 dan 30 adalah 259 dan 263. Total nilai kinerja indikator workmanship digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ̅ ) pada diagram kartesius. Tabel 4.17 Penilaian Siswa Terhadap Kepentingan Indikator Workmanship No 27 28 29 30 Total Pernyataan Alat peraga memiliki permukaan yang halus Alat peraga dilem dengan kuat Alat peraga dipaku dengan kuat Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan STP TP KP P SP 3 3 5 24 26 Total Nilai 250 2 2 3 2 1 2 9 10 5 16 14 19 32 34 32 257 260 258 10 8 29 73 124 1025 Tabel 4.17 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator workmanship. Pernyataan nomor 29 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 260. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 angka . Pernyataan nomor 27 mendapatkan total nilai paling rendah yaitu 250. Total nilai pada pernyataan nomor 28 dan 30 adalah 257 dan 258. Total nilai kepentingan indikator workmanship digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ̅) pada diagram kartesius. Tabel 4.18 Perhitungan Rata-rata Penilaian Pelaksanaan Kinerja dan Kepentingan pada Indikator Tingkat Kepuasan Siswa No. Indikator Auto-education 1 Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika 2 Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika 3 4 5 6 Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain Alat peraga mudah digunakan Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Penilaian Kinerja Kepentingan Kata Kunci Bergradasi 10 Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna 11 Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 12 Alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar ̅ Mudah mengerti matematika 282 289 4,62 4,74 Membantu mengerjakan soal Digunakan tanpa bantuan 274 268 4,49 4,39 245 244 4,02 4,00 Mudah digunakan Mudah mengerjakan soal Mengerjakan soal tanpa bantuan 253 260 4,15 4,26 271 280 4,44 4,59 269 247 4,41 4,05 4,36 4,34 Rata-rata auto-education Menarik 7 Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 8 Alat peraga memiliki warna yang menarik 9 Alat peraga menarik daripada alat peraga lain ̅ Bentuk menarik 265 245 4,34 4,02 Warna menarik 262 258 4,30 4,23 Menarik daripada alat peraga lain 245 244 4,02 4,00 Rata-rata menarik 4,22 4,08 Bermacam warna Ukuran kecil ke besar 268 267 4,39 4,38 260 266 4,26 4,36 Permukaan halus ke kasar 232 211 3,80 3,46

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 No. Indikator 13 Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Auto-correction 14 Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya 15 Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika 16 Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar 17 Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat 18 Alat peraga memiliki kunci jawaban Kata Kunci Ukuran panjang ke pendek Penilaian Kinerja Kepentingan 259 263 ̅ 4,25 4,31 Rata-rata bergradasi 4,18 4,13 Menunjukkan kesalahan 223 244 3,66 4,00 Memperbaiki kesalaham 260 274 4,26 4,49 Menemukan jawaban benar 271 278 4,44 4,56 Menemukan kesalahan yang dibuat Memiliki kunci jawaban 244 246 4,00 4,03 264 265 4,33 4,34 4,14 4,29 Rata-rata auto-correction Kontekstual 19 Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 20 Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat 21 Alat peraga ini pernah saya lihat Bahan yang diketahui 251 271 4,11 4,44 Bahan yang sering dilihat Pernah dilihat 254 261 4,16 4,28 259 261 4,25 4,28 4,17 4,33 Rata-rata kontekstual Life 22 23 24 25 26 Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah dibawa Alat peraga dapat digunakan berulang kali Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan Alat peraga tidak mudah rusak Bahan yang kuat 258 258 4,23 4,23 Mudah dibawa Digunakan berulang kali Kuat ketika jarang digunakan Tidak mudah rusak 255 260 251 247 4,18 4,26 4,11 4,05 256 253 4,20 4,15 265 242 4,34 3,97 4,24 4,10 Rataa-rata life Workmanship 27 Alat peraga memiliki permukaan yang halus 28 Alat peraga dilem dengan kuat 29 Alat peraga dipaku dengan kuat 30 Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan ̅ Pemukaan halus 259 250 4,25 4,10 Dilem 251 257 4,11 4,21 Dipaku 271 260 4,44 4,26 Tidak melukai 263 258 4,31 4,23 4,28 4,20 Rata-rata workmanship

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 No. Indikator Kata Kunci Penilaian Kinerja Kepentingan Rata-rata keseluruhan ̅ 4.23 ̅ 4,22 Tabel 4.18 menunjukkan rata-rata dari penilaian pelaksanaan kinerja dan kepentingan pada indikator tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Diagram kartesius digunakan untuk menganalisis setiap pernyataan pada indikator tingkat kepuasan. Rata-rata setiap indikator digunakan untuk menentukan letak dua buah garis pada titik ̅ dan ̅ yang membagai diagram kartesius menjadi empat kuadran. ̅ merupakan rata- rata skor kinerja. ̅ merupakan rata-rata skor kepentingan. Indikator auto-education dengan rata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4,36 dan 4,34. Indikator menarik dengan rata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4,22 dan 4,08. Indikator bergradasi dengan rata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4,18 dan 4,13. Indikator auto-correction dengan rata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4,14 dan 4,29. Indikator kontekstual dengan rata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4,17 dan 4,33. Indikator life dengan rata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4,24 dan 4,10. Indikator workmanship dengan rata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4,28 dan 4,20. Rata-rata keseluruhan dari ketujuh indikator tingkat kepuasan yaitu 4,23 dan 4,22. Diagram kartesius untuk setiap indikator tingkat kepuasan dapat dilihat pada gambar 4.1 halaman 137 sampai gambar 4.7 halaman 143.

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 Gambar 4.1 Diagram Kartesius Indikator Auto-education Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.1 menunjukkan sebaran 6 pernyataan indikator auto-education pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran pernyataan indikator auto-education terdapat pada kuadran II, III dan IV. Pernyataan nomor 1 (mudah mengerti matematika), 2 (membantu mengerjakan soal) dan 5 (mudah mengerjakan soal) terdapat pada kuadran II. Pernyataan nomor 3 (digunakan tanpa bantuan) dan 4 (mudah digunakan) terdapat pada kuadran III, sedangkan pernyataan nomor 6 (mengerjakan soal tanpa bantuan) terdapat pada di kuadran IV. Gambar 4.1 menunjukkan tidak ada pernyataan untuk indikator autoeducation terdapat pada kuadran I.

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 Gambar 4.2 Diagram Kartesius Indikator Menarik Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.2 menunjukkan sebaran 3 pernyataan indikator menarik pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran pernyataan indikator menarik terdapat pada kuadran II, III dan IV. Kuadran II terdapat pernyataan nomor 8 (warna menarik). Kuadran III terdapat pernyataan nomor 9 (menarik daripada alat peraga lain). Kudaran IV terdapat pernyataan nomor 7 (bentuk menarik). Gambar 4.2 menunjukkan tidak ada pernyataan untuk indikator menarik yang terdapat pada kuadran I.

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 Gambar 4.3 Diagram Kartesius Indikator Bergradasi Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.3 menunjukkan sebaran 4 pernyataan indikator bergradasi pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran pernyataan indikator bergradasi terdapat pada kuadran II dan III. Pernyataan nomor 10 (bermacam warna), 11 (ukuran kecil ke besar), dan 13 (ukuran panjang ke pendek) berada pada kuadran II. Pernyataan nomor 12 (permukaan halus ke kasar) berada pada kuadran III. Gambar 4.3 menunjukkan tidak ada pernyataan untuk indikator autoeducation yang terdapat pada kuadran I maupun kuadran IV.

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 Gambar 4.4 Diagram Kartesius Indikator Auto-correction Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.4 menunjukkan sebaran 5 pernyataan indikator auto-correction pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran pernyataan indikator auto-correction terdapat pada kuadran II dan III. Pernyataan nomor 15 (memperbaiki kesalahan), 16 (menemukan jawaban benar), dan 18 (memiliki kunci jawaban) terdapat pada kuadran II. Pernyataan nomor 14 (menunjukkan kesalahan) dan 17 (menemukan kesalahan yang dibuat) terdapat pada kuadran III. Gambar 4.4 menunjukkan tidak ada pernyataan untuk indikator auto-correction terdapat pada kuadran I maupun kuadran IV.

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 Gambar 4.5 Diagram Kartesius Indikator Kontekstual Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.5 menunjukkan sebaran 3 pernyataan indikator kontekstual pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran pernyataan indikator kontekstual terdapat pada kuadran I, III dan IV. Kuadran I terdapat pernyataan nomor 19 (bahan yang diketahui). Kuadran III terdapat pernyataan nomor 20 (bahan yang sering dilihat). Kuadaran IV terdapat pernyataan nomor 21 (pernah dilihat). Gambar 4.5 menunjukkan tidak ada pernyataan untuk indikator kontekstual terdapat pada kuadran II.

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 Gambar 4.6 Diagram Kartesius Indikator Life Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.6 menunjukkan sebaran 5 pernyataan indikator life pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran pernyataan indikator life terdapat pada kuadran I dan IV. Kuadran I terdapat pernyataan nomor 22 (bahan yang kuat), 23 (mudah dibawa) dan 25 (kuat ketika jarang digunakan). Kuadran IV terdapat pernyataan nomor 24 (digunakan berulang kali) dan 26 (tidak mudah rusak). Gambar 4.6 menunjukkan tidak ada pernyataan untuk indikator life yang terdapat kuadran II dan kuadran III.

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 Gambar 4.7 Diagram Kartesius Indikator Workmanship Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.7 menunjukkan sebaran 4 pernyataan indikator workmanship pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran pernyataan indikator workmanship terdapat pada kuadran I, II dan III. Kuadran I terdapat pernyataan nomor 28 (dilem). Kuadran II terdapat pernyataan nomor 29 (dipaku) dan 30 (tidak melukai). Kuadran III terdapat pernyataan nomor 27 (permukaan halus). Gambar 4.7 menunjukkan tidak ada pernyataan untuk indikator workmanship terdapat pada kuadran IV. Persebaran pernyataan kuesioner siswa pada diagram kartesius untuk setiap indikator tingkat kepuasan dapat dilihat pada tabel 4.19 halaman 144.

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144 Tabel 4.19 Persebaran Pernyataan Kuesioner Siswa pada Diagram Kartesius untuk Setiap Indikator Tingkat Kepuasan Kuadran Indikator Autoeducation Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life Worhmanship Kata Kunci 1. Mudah mengerti matematika 2. Membantu mengerjakan soal 3. Digunakan tanpa bantuan 4. Mudah digunakan 5. Mudah mengerjakan soal 6. Mengerjakan soal tanpa bantuan 7. Bentuk menarik 8. Warna menarik 9. Menarik daripada alat peraga lain 10. Bermacam warna 11. Ukuran kecil ke besar 12. Permukaan halus ke kasar 13. Ukuran panjang ke pendek 14. Menunjukkan kesalahan 15. Memperbaiki kesalaham 16. Menemukan jawaban benar 17. Menemukan kesalahan yang dibuat 18. Memiliki kunci jawaban 19. Bahan yang diketahui 20. Bahan yang sering dilihat 21. Pernah dilihat 22. Bahan yang kuat 23. Mudah dibawa 24. Digunakan berulang kali 25. Kuat ketika jarang digunakan 26. Tidak mudah rusak 27. Pemukaan halus 28. Dilem 29. Dipaku 30. Tidak melukai Total Persentase Prioritas Utama I Pertahankan Prestasi II Prioritas Rendah III Berlebihan IV √ √ ♣ ♣ √ ♯ ♯ √ ♣ √ √ ♣ √ ♣ √ √ ♣ ☼ √ ♣ ♯ ☼ ☼ ♯ ☼ ☼ 5 16,7 % ♣ √ √ 12 40% 8 26,7% ♯ 5 16,7%

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 Tabel 4.19 menunjukkan rangkuman persebaran kuesioner siswa pada diagram kartesius untuk setiap indikator tingkat kepuasan. Tabel 4.19 diperoleh dari diagram-diagram kartesius dalam setiap indikator tingkat kepuasan. Diagram kartesius dalam setiap indikator dapat dilihat pada gambar 4.1 halaman 137 sampai gambar 4.7 halaman 143. Pernyataan dalam setiap indikator tersebar pada keempat kuadran kartesius yaitu kuadran I, II, III dan IV. Peneliti menggunakan simbol untuk memudahkan dalam menganalisis data pada setiap kuadran. Peneliti menggunakan empat simbol. Empat simbol tersebut yaitu simbol ☼ mewakili kuadran I, simbol √ mewakili kuadran II, simbol ♣ mewakili kuadran III, dan simbol ♯ mewakili kuadran IV. Pernyataan yang terdapat pada kuadran I diberi simbol ☼ artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi tetapi tingkat kinerja terhadap alat peraga masih rendah. Jumlah pernyataan yang terdapat pada kuadran I adalah 5 pernyataan dengan persentase 16,7%. Pernyataan tersebut adalah pernyataan nomor 19, 22, 23, 25 dan 28. Pernyataan yang terdapat pada kuadran II diberi simbol √ artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerja tinggi pula. Jumlah pernyataan yang terdapat pada kuadran II adalah 12 pernyataan dengan persentase 40%. Pernyataan tersebut adalah pernyataan nomor 1, 2, 5, 8, 10, 11, 13, 15, 16, 18, 29 dan 30. Pernyataan yang terdapat pada kuadran III diberi simbol ♣ artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja yang rendah pula. Jumlah pernyataan yang terdapat pada kuadran III adalah 8

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 pernyataan dengan persentase 26,7%. Pernyataan tersebut adalah pernyataan nomor 3, 4, 9, 12, 14, 17, 20 dan 27. Pernyataan yang terdapat pada kuadran IV diberi simbol ♯ artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah tetapi tingkat kinerja tinggi. Jumlah pernyataan yang terdapat pada kuadran IV adalah 5 pernyataan dengan persentase 16,7%. Pernyataan tersebut adalah pernyataan nomor 6, 7, 21, 24 dan 26. Gambar 4.8 Diagram Kartesius Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.8 menunjukkan sebaran 30 pernyataan secara keseluruhan indikator tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 berbasis metode Montessori. Pernyataan pada setiap indikator tersebar dalam empat kuadran diagram kartesius. Terdapat perbedaan persebaran pernyataan antara diagram kartesius setiap indikator dengan diagram kartesius secara keseluruhan. Perbedaan persebaran pernyataan dapat dilihat pada gambar 4.1 s/d 4.7 dengan gambar 4.8. Hal ini disebabkan rata-rata skor kinerja ( ̅ ) dan rata-rata skor kepentingan ( ̅) pada diagram kartesius berbeda pada masing-masing indikator. Pernyataan yang terdapat pada kuadran I adalah pernyataan nomor 4, 9, dan 20. Pernyataan yang terdapat pada kuadran II adalah pernyataan nomor 1, 2, 5, 8, 10, 11, 13, 15, 16, 18, 21, 29 dan 30. Pernyataan yang terdapat pada kuadran III adalah pernyataan nomor 3, 9, 12, 14, 17, 23, 25, dan 28. Pernyataan yang terdapat pada kuadran IV adalah pernyataan nomor 6, 7, 24, 26, dan 27. Pernyataan yang berada pada garis batas kuadran I dan II adalah pernyataan nomor 22. Persebaran pernyataan kuesioner siswa pada diagram kartesius untuk keseluruhan indikator tingkat kepuasan dapat dilihat pada tabel 4.20 halaman 147. Tabel 4.20 Persebaran Pernyataan Kuesioner Siswa pada Diagram Kartesius untuk Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan Kuadran Indikator Autoeducation Kata Kunci 1. Mudah mengerti matematika 2. Membantu mengerjakan soal 3. Digunakan tanpa bantuan 4. Mudah digunakan 5. Mudah mengerjakan soal 6. Mengerjakan Prioritas Utama I Pertahankan Prestasi II Prioritas Rendah III Berlebihan IV √ √ ♣ ☼ √ ♯ NA

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148 Kuadran Indikator Kata Kunci soal tanpa bantuan 7. Bentuk menarik 8. Warna menarik Menarik 9. Menarik daripada alat peraga lain 10. Bermacam warna 11. Ukuran kecil ke besar Bergradasi 12. Permukaan halus ke kasar 13. Ukuran panjang ke pendek 14. Menunjukkan kesalahan 15. Memperbaiki kesalahan 16. Menemukan Autojawaban benar correction 17. Menemukan kesalahan yang dibuat 18. Memiliki kunci jawaban 19. Bahan yang diketahui Kontekstual 20. Bahan yang sering dilihat 21. Pernah dilihat 22. Bahan yang kuat 23. Mudah dibawa 24. Digunakan berulang kali Life 25. Kuat ketika jarang digunakan 26. Tidak mudah rusak 27. Pemukaan halus 28. Dilem Worhmanship 29. Dipaku 30. Tidak melukai Total Persentase Prioritas Utama I Pertahankan Prestasi II Prioritas Rendah III Berlebihan NA IV ♯ √ ♣ √ √ ♣ √ ♣ √ √ ♣ √ ☼ ☼ √  ♣ ♯ ♣ ♯ 3 10 % √ √ 13 43,3% ♣ 8 26,7% ♯ 5 16,7% 1 3,3% Tabel 4.20 menunjukkan rangkuman persebaran pernyataan kuesioner siswa pada diagram kartesius keseluruhan indikator tingkat kepuasan. Tabel 4.20 diperoleh dari diagram kartesius keseluruhan indikator tingkat kepuasan. Diagram

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149 kartesius keseluruhan indikator tingkat kepuasan dapat dilihat pada gambar 4.8 halaman 146. Pernyataan dalam setiap indikator tersebar pada keempat kuadran kartesius yaitu kuadran I, II, III dan IV. Pernyataan yang terdapat pada kuadran I diberi simbol ☼ yang artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi tetapi tingkat kinerja terhadap alat peraga masih rendah. Jumlah pernyataan yang terdapat pada kuadran I adalah 4 pernyataan dengan persentase 13,3%. Pernyataan tersebut adalah pernyataan nomor 4, 19, dan 20. Pernyataan yang terdapat pada kuadran II diberi simbol √ artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerja tinggi pula. Jumlah pernyataan yang terdapat pada kuadran II adalah 13 pernyataan dengan persentase 43,3%. Pernyataan tersebut adalah pernyataan nomor 1, 2, 5, 8, 10, 11, 13, 15, 16, 18, 21, 29 dan 30. Pernyataan yang terdapat pada kuadran III diberi simbol ♣ artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja yang rendah pula. Jumlah pernyataan yang terdapat pada kuadran III adalah 8 pernyataan dengan persentase 26,7%. Pernyataan tersebut adalah pernyataan nomor 3, 9, 12, 14, 17, 23, 25 dan 28. Pernyataan yang terdapat pada kuadran IV diberi simbol ♯ artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah tetapi tingkat kinerja tinggi. Jumlah pernyataan yang terdapat pada kuadran IV adalah 5 pernyataan dengan persentase 16,7%. Pernyataan tersebut adalah pernyataan nomor 6, 7, 24, 26 dan 27.

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150 Pernyataan yang berada pada garis batas kuadran diberi simbol . Simbol  mewakili pernyataan yang Not Applicable (NA) yaitu tingkat kepuasan atau tingkat kepentingan moderate. Pernyataan nomor 22 merupakan pernyataan not applicable yang berada pada garis batas kuadran I dan II. Pernyataan nomor 22 memiliki persentase sebesar 3,3%. Persebaran pernyataan dalam kuadran pada diagram kartesius secara keseluruhan berbeda dengan persebaran diagram kartesius setiap indikator. Perbedaan persebaran pernyataan dapat dilihat tabel 4.19 halaman 144 dan tabel 4.20 halaman 147. Pernyataan yang terdapat dalam kuadran yang sama (diagram kartesius secara keseluruhan dengan diagram kartesius setiap indikator) merupakan pernyataan yang konsisten. Konsistensi persebaran pernyataan dapat dilihat pada tabel 4.21 halaman 150. Tabel 4.21 Konsistensi Persebaran Pernyataan dalam Kuadran pada Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa Indikator Autoeducation Menarik Bergradasi Auto- Kata Kunci 1. Mudah mengerti matematika 2. Membantu mengerjakan soal 3. Digunakan tanpa bantuan 4. Mudah digunakan 5. Mudah mengerjakan soal 6. Mengerjakan soal tanpa bantuan 7. Bentuk menarik 8. Warna menarik 9. Menarik daripada alat peraga lain 10. Bermacam warna 11. Ukuran kecil ke besar 12. Permukaan halus ke kasar 13. Ukuran panjang ke pendek 14. Menunjukkan kesalahan Tidak Konsistensi Konsistensi I II III IV √ √ √ (I, III) √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151 Indikator correction Kontekstual Life Worhmanship Kata Kunci 15. Memperbaiki kesalahan 16. Menemukan jawaban benar 17. Menemukan kesalahan yang dibuat 18. Memiliki kunci jawaban 19. Bahan yang diketahui 20. Bahan yang sering dilihat 21. Pernah dilihat 22. Bahan yang kuat 23. Mudah dibawa 24. Digunakan berulang kali 25. Kuat ketika jarang digunakan 26. Tidak mudah rusak 27. Pemukaan halus 28. Dilem 29. Dipaku 30. Tidak melukai Total Persentase Tidak Konsistensi Konsistensi I II III IV √ √ √ √ √ (I, III) (III, IV) (I, NA) (III, I) √ (III, I) √ (IV, III) (III, I) 8 26,7% 1 3,3% √ √ 12 40% 5 16,7% 4 13,3% Tabel 3.21 menunjukkan pernyataan yang konsisten dari ketujuh indikator tingkat kepuasan siswa. Pernyataan konsisten merupakan pernyataan yang berada dalam kuadran yang sama pada diagram kartesius setiap indikator dan diagram kartesius secara keseluruhan. Pernyataan tidak konsisten merupakan pernyataan yang berada pada kuadran berbeda antara diagram kartesius setiap indikator dengan diagram kartesius secara keseluruhan. Pernyataan tidak konsisten sebanyak 8 pernyataan dengan persentase 26,7%. Pernyataan konsisten sebanyak 22 pernyataan dengan presentase 73,3%. Pernyataan tidak konsisten sebanyak 8 pernyataan yaitu pernyataan nomor 4, 20, 21, 22, 23, 25, 27, dan 28. Pernyataan tidak konsisten karena berada dalam kuadran yang berbeda pada diagram kartesius setiap indikator dengan diagram kartesius secara keseluruhan. Perbedaan letak pernyataan dalam kuadran dapat

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152 dilihat pada tabel 3.21 kolom 3. Pernyataan yang tidak konsisten kemungkinan disebabkan jumlah responden yang kurang banyak. Pernyataan nomor 1, 2, 3, 5, dan 6 merupakan pernyataan yang konsisten pada indikator auto-education. Pernyataan nomor 1 (mudah mengerti matematika), nomor 2 (membantu mengerjakan soal), dan nomor 5 (mudah mengerjakan soal) terdapat pada kuadran II yang berarti pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan kinerja alat peraga tinggi. Pernyataan yang terdapat pada kuadran II dianggap penting oleh siswa dan pada kenyataannya memuaskan. Pernyataan nomor 3 (digunakan tanpa bantuan) terdapat pada kuadran III yang berarti pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah dan kinerja alat peraga rendah. Pernyataan yang terdapat pada kuadran III dianggap tidak penting oleh siswa dan kenyataannya tidak memuaskan. Pernyataan nomor 6 (mengerjakan soal tanpa bantuan) terdapat pada kuadran IV yang berarti pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah tetapi kinerja alat peraga tinggi. Pernyataan yang terdapat pada kuadran IV dianggap tidak penting oleh siswa tetapi memuaskan. Pernyataan nomor 7, 8, dan 9 merupakan pernyataan yang konsisten pada indikator menarik. Pernyataan nomor 8 (warna menarik) terdapat pada kuadran II yang berarti pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan kinerja alat peraga tinggi. Pernyataan yang terdapat pada kuadran II dianggap penting oleh siswa dan pada kenyataannya memuaskan. Pernyataan nomor 9 (menarik daripada alat peraga lain) terdapat pada kuadran III yang berarti pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah dan kinerja alat peraga rendah.

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153 Pernyataan yang terdapat pada kuadran III dianggap tidak penting oleh siswa dan kenyataannya tidak memuaskan. Pernyataan nomor 7 (bentuk menarik) terdapat pada kuadran IV yang berarti pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah tetapi kinerja alat peraga tinggi. Pernyataan yang terdapat pada kuadran IV dianggap tidak penting oleh siswa tetapi memuaskan. Pernyataan nomor 10, 11, 12, dan 13 merupakan pernyataan yang konsisten pada indikator bergradasi. Pernyataan nomor 10 (bermacam warna), nomor 11 (ukuran dari kecil ke besar), nomor 13 (ukuran panjang ke pendek) terdapat pada kuadran II yang berarti pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan kinerja alat peraga tinggi. Pernyataan yang terdapat pada kuadran II dianggap penting oleh siswa dan pada kenyataannya memuaskan. Pernyataan nomor 12 (permukaan halus ke kasar) terdapat pada kuadran III yang berarti pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah dan kinerja alat peraga rendah. Pernyataan yang terdapat pada kuadran III dianggap tidak penting oleh siswa dan kenyataannya tidak memuaskan. Pernyataan nomor 14, 15, 16, 17 dan 18 merupakan pernyataan yang konsisten pada indikator auto-correction. Pernyataan nomor 15 (memperbaiki kesalahan), nomor 16 (menemukan jawaban benar) dan nomor 18 (memiliki kunci jawaban) terdapat pada kuadran II yang berarti pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan kinerja alat peraga tinggi. Pernyataan yang terdapat pada kuadran II dianggap penting oleh siswa dan pada kenyataannya memuaskan. Pernyataan nomor 14 (menunjukkan kesalahan) dan nomor 17 (menemukan jawaban benar) terdapat pada kuadran III yang berarti pernyataan tersebut

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154 memiliki tingkat kepentingan rendah dan kinerja alat peraga rendah. Pernyataan yang terdapat pada kuadran III dianggap tidak penting oleh siswa dan kenyataannya tidak memuaskan. Pernyataan nomor 19 merupakan pernyataan yang konsisten pada indikator kontekstual. Pernyataan nomor 19 (bahan yang diketahui) terdapat pada kuadran I yang berarti pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi tetapi kinerja alat peraga rendah. Pernyataan yang terdapat pada kuadran I dianggap penting oleh siswa tetapi pada kenyataannya tidak memuaskan. Pernyataan nomor 24 dan 26 merupakan pernyataan yang konsisten pada indikator life. Pernyataan nomor 24 (digunakan berulang kali) dan nomor 26 (tidak mudah rusak) terdapat pada kuadran IV yang berarti pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah tetapi kinerja alat peraga tinggi. Pernyataan yang terdapat pada kuadran IV dianggap tidak penting oleh siswa tetapi memuaskan. Pernyataan nomor 29 dan 30 merupakan pernyataan yang konsisten pada indikator workmanship. Pernyataan nomor 29 (dipaku) dan nomor 30 (tidak melukai) terdapat pada kuadran II yang berarti pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan kinerja alat peraga tinggi. Pernyataan yang terdapat pada kuadran II dianggap penting oleh siswa dan pada kenyataannya memuaskan. Pernyataan yang konsisten mewakili tujuh indikator tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Pernyataan nomor 1, 2, 3, 5 dan 6 mewakili indikator auto-education. Pernyataan nomor 7, 8, dan 9 mewakili indikator menarik. Pernyataan nomor 10, 11, 12, dan

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155 13 mewakili indikator bergradasi. Pernyataan nomor 14, 15, 16, 17 dan 18 mewakili indikator auto-correction. Pernyataan nomor 19 mewakili indikator kontekstual. Pernyataan nomor 24 dan 26 mewakili indikator life. Pernyataan nomor 29 dan 30 mewakili indikator workmanship. Pernyataan tersebut dianggap mampu mewakili pengukuran tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 2. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Peneliti menggunakan teknik analisis PAN tipe II dan IPA untuk mengetahui bagaimana tingkat kepuasan guru terhadap penggunaaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Data yang digunakan pada teknik analisis PAN tipe II adalah kuesioner kinerja. Data yang digunakan pada teknik analisis IPA adalah kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan. a. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru dengan Menggunakan PAN Tipe II Teknik analisis data menggunakan PAN tipe II bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan guru secara umum. Data yang dipergunakan untuk menganalisis tingkat kepuasan guru secara umum menggunakan kuesioner kinerja. Penilaian Acuan Norma (PAN) tipe II menentukan batas lulus yang dikaitkan dengan Mean (M) dan standar deviasi (S). Batas lulus atau passing score tingkat kepuasan guru ditentukan sebesar M – 1S maka klasifikasi tingkat kepuasan cukup (Masidjo,

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156 1995: 153). Klasifikasi tingkat kepuasan guru dapat dilihat pada tabel 4.22 halaman 156. Tabel 4.22 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Guru berdasarkan PAN Tipe II Ketentuan Hitung Di atas M + 2S M + 1S dan M + 2S M – 1S dan M + 1S M – 2S dan M – 1S Di bawah M – 2S Klasifikasi Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Tabel 4.22 merupakan klasifikasi tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori berdasarkan PAN tipe II. Tingkat kepuasan guru dapat diklasifikasikan menjadi lima yaitu sangat tinggi, tinggi, cukup, rendah, dan sangat rendah. Penentuan klasifikasi tersebut berdasarkan Mean (M) dan standar deviasi (S). Skor total kuesioner kinerja yang diberikan guru dapat diklasifikasikan dalam PAN tipe II. Batas atas setiap klasifikasi merupakan batas bawah dari klasifikasi atasnya, maka batas atas setiap klasifikasi dikurangi satu (Masidjo, 1995: 166). Batas bawah klasifikasi sangat tinggi ditentukan sebesar M + 2S. Batas bawah klasifikasi tinggi ditentukan sebesar M + 1S. Batas bawah klasifikasi cukup ditentukan sebesar M – 1S. Batas bawah klasifikasi rendah ditentukan sebesar M – 2S. Klasifikasi sangat rendah jika berada dibawah M – 2S. Perhitungan untuk mencari klasifikasi tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga berbasis metode Montessori dengan rata-rata populasi atau Mean (M) dan standar deviasi (S) pada kuesioner kinerja yang dikerjakan guru. Rata-rata populasi yang diperoleh dari 2 guru yaitu 175,5. Standar deviasi adalah 7,7.

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157 Batas bawah klasifikasi sangat tinggi sebesar 175,5 + (2 x 7,7) = 190,9 dibulatkan menjadi 200. Batas bawah klasifikasi tinggi sebesar 175,5 + (1 x 7,7) = 183,2 dibulatkan menjadi 183. Batas bawah klasifikasi cukup sebesar 175,5 - (1 x 7,7) = 167,8 dibulatkan menjadi 169. Batas bawah klasifikasi rendah sebesar 175,5 - (2 x 7,7) = 160,1 dibulatkan menjadi 160. Klasifikasi tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat dilihat pada tabel 4.23 halaman 157. Tabel 4.23 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Tingkat Kepuasan Diatas 200 183-189 169-182 160-168 Di bawah 160 Klasifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Tabel 4.23 menunjukkan klasifikasi tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Kedudukan tingkat kepuasan guru dari populasi 2 guru dengan rata-rata 175,5 dan standar deviasi 7,7 adalah skor diatas 200 masuk klasifikasi sangat tinggi. Kedudukan tingkat kepuasan guru masuk klasifikasi tinggi dengan skor 183-189. Kedudukan tingkat kepuasan guru masuk klasifikasi cukup dengan skor 169-182. Kedudukan tingkat kepuasan guru masuk klasifikasi rendah dengan skor 160-168. Kedudukan tingkat kepuasan guru masuk klasifikasi sangat rendah dengan skor dibawah 160.

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158 Tabel 4.24 Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Responden 1 2 Rata-rata Standar Deviasi Total Skor 170 181 175,5 7,7 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Cukup Cukup Cukup Tabel 4.24 memperlihatkan tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Kedua guru menunjukkan tingkat kepuasan cukup. Subjek penelitian dari 2 guru dengan rata-rata 175,5 menunjukkan tingkat kepuasan cukup. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah cukup. b. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru dengan Menggunakan IPA Teknik analisis data menggunakan IPA bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montesori pada alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Data yang digunakan untuk teknik analisis IPA adalah kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan. Peneliti melakukan analisis data berdasarkan penilaian yang diberikan guru pada setiap indikator tingkat kepuasan (kinerja dan kepentingan). Indikator pada kuesioner kinerja maupun kuesioner kepentingan berjumlah tujuh indikator yaitu auto-education, menarik, bergradasi, autocorrection, kontekstual, life dan workmanship. Hasil pengolahan ketujuh indikator pada data kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan guru dapat dilihat pada tabel 4.25 halaman 159 sampai tabel 4.38 halaman 167.

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159 Tabel 4.25 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Auto-education No Pernyataan STS TS KS S SS 1 Alat peraga memudahkan saya memahami konsep matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain Alat peraga mudah saya gunakan Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain 0 0 0 0 2 Total Nilai 10 0 0 0 1 1 9 0 0 0 1 1 9 0 0 0 0 0 0 1 0 1 2 9 10 0 0 0 1 1 9 0 0 0 4 8 56 2 3 4 5 6 Total Tabel 4.25 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator autoeducation. Pernyataan nomor 1 dan 5 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 10. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Pernyataan nomor 2, 3, 4 dan 6 mendapatkan total nilai sama yaitu 9. Total nilai kinerja indikator auto-education digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ̅ ) pada diagram kartesius. Tabel 4.26 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Auto-education No Pernyataan STP TP KP P SP 1 Alat peraga memudahkan saya memahami konsep matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain Alat peraga mudah saya gunakan Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain 0 0 0 0 2 Total Nilai 10 0 0 0 2 0 8 0 0 0 1 1 9 0 0 0 0 0 0 1 2 1 0 9 8 0 0 0 2 0 8 0 0 0 8 4 52 2 3 4 5 6 Total

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160 Tabel 4.26 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator auto-education. Pernyataan nomor 1 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 10. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Pernyataan nomor 2, 5 dan 6 mendapatkan total nilai paling rendah yaitu 8. Total nilai pada pernyataan nomor 3 dan 18 adalah 9. Total kepentingan indikator auto-education digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ̅) pada diagram kartesius. Tabel 4.27 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Menarik No 7 8 9 10 Total Pernyataan Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga mempunyai warna yang menarik Alat peraga mempunyai ukuran yang proporsional Alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain STS TS KS S SS 0 0 0 0 2 Total Nilai 10 0 0 0 0 2 10 0 0 0 0 2 10 0 0 0 1 1 9 0 0 0 1 7 39 Tabel 4.27 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator menarik. Pernyataan nomor 7, 8, dan 9 mendapatkan total nilai yaitu 10. Pernyataan nomor 10 mendapatkan total nilai yaitu 9. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Total nilai kinerja indikator menarik digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ̅ ) pada diagram kartesius.

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161 Tabel 4.28 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Menarik No 7 8 9 10 Pernyataan Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga mempunyai warna yang menarik Alat peraga mempunyai ukuran yang proporsional Alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain Total STP TP KP P SP 0 0 0 1 1 Total Nilai 9 0 0 0 2 0 8 0 0 0 0 2 10 0 0 0 2 0 8 0 0 0 5 3 35 Tabel 4.28 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator menarik. Pernyataan nomor 9 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 10. Pernyataan nomor 8 dan 10 mendapatkan total nilai paling rendah yaitu 8. Pernyataan nomor 7 mendapatkan total nilai yaitu 9. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Total nilai kepentingan indikator menarik digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ̅) pada diagram kartesius. Tabel 4.29 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Bergradasi No 11 12 13 14 15 Total Pernyataan Alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matematika dari kelas 1 sampai kelas 6 Alat peraga mempunyai bermacammacam warna Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai permukan dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang STS TS KS S SS 0 0 0 0 2 Total Nilai 10 0 0 0 0 2 10 0 0 0 1 1 9 0 0 0 1 1 9 0 0 0 0 2 10 0 0 0 2 8 48

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162 Tabel 4.29 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator bergradasi. Pernyataan nomor 11, 12 dan 15 mendapatkan total nilai yaitu 10. Pernyataan nomor 13 dan 14 mendapatkan total nilai yaitu 9. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Total nilai kinerja indikator bergradasi digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ̅ ) pada diagram kartesius. Tabel 4.30 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Bergradasi No 11 12 13 14 15 Total Pernyataan Alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matematika dari kelas 1 sampai kelas 6 Alat peraga mempunyai bermacammacam warna Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai permukan dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang STP TP KP P SP 0 0 0 1 1 Total Nilai 9 0 0 0 0 2 10 0 0 0 1 1 9 0 0 0 1 1 9 0 0 0 1 1 9 0 0 0 4 6 46 Tabel 4.30 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator bergradasi. Pernyataan nomor 12 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 10. Pernyataan yang memiliki total nilai yang sama yaitu nomor 11, 13, 14 dan 15 dengan total nilai 9. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Total nilai kepentingan indikator bergradasi digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ̅) pada diagram kartesius.

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163 Tabel 4.31 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Auto-Correction No Pernyataan STS TS KS S SS 16 Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat Alat peraga memiliki kunci jawaban 0 0 0 1 1 Total Nilai 9 0 0 0 0 2 10 0 0 0 0 2 10 0 0 0 1 1 9 0 0 0 0 0 0 0 2 2 8 10 48 17 18 19 20 Total Tabel 4.31 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator autocorrection. Pernyataan nomor 17, 18 dan 19 mendapatkan total nilai yaitu 10. Pernyataan nomor 16 dan 20 mendapatkan total nilai yaitu 9. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Total nilai kinerja indikator auto-correction digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ̅ ) pada diagram kartesius. Tabel 4.32 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Auto-Correction No Pernyataan STP TP KP P SP 16 Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat Alat peraga memiliki kunci jawaban 0 0 0 1 1 Total Nilai 9 0 0 0 1 1 9 0 0 0 0 2 10 0 0 0 1 1 9 0 0 0 0 0 0 0 2 2 8 10 48 17 18 19 20 Total Tabel 4.32 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator auto-correction. Pernyataan nomor 18 dan 20 mendapatkan total nilai yaitu 10.

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164 Pernyataan nomor 16, 17 dan 19 mendapatkan total nilai yaitu 9. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Total nilai kepentingan indikator auto-correction digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ̅) pada diagram kartesius. Tabel 4.33 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Kontekstual No Pernyataan STS TS KS S SS 21 Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui Alat peraga menggunakan bahan yang dapat saya temukan di lingkungan sekitar Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat Alat peraga ini pernah saya lihat Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran 0 0 0 1 1 Total Nilai 9 0 0 0 1 1 9 0 0 0 1 1 9 0 0 0 0 0 0 1 0 1 2 9 10 0 0 0 4 6 46 22 23 24 25 Total Tabel 4.33 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator kontekstual. Pernyataan nomor 25 mendapatkan total nilai yaitu 10. Pernyataan nomor 21, 22, 23, dan 24 mendapatkan total nilai yaitu 9. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Total nilai kinerja indikator kontekstual digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ̅ ) pada diagram kartesius.

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165 Tabel 4.34 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Kontekstual No Pernyataan STP TP KP P SP 21 Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui Alat peraga menggunakan bahan yang dapat saya temukan di lingkungan sekitar Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat Alat peraga ini pernah saya lihat Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran 0 0 0 1 1 Total Nilai 9 0 0 0 1 1 9 0 0 0 2 0 8 0 0 0 0 1 0 1 0 0 2 7 10 0 0 0 5 4 43 22 23 24 25 Total Tabel 4.34 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator kontekstual. Pernyataan nomor 25 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 10. Pernyataan nomor 24 mendapatkan total nilai paling rendah yaitu 7. Total nilai pada pernyataan nomor 21 dan 22 adalah 9 sedangkan pernyataan nomor 23 mendapatkan total nilai 8. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Total nilai kepentingan indikator kontekstual digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ̅) pada diagram kartesius. Tabel 4.35 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Life No Pernyataan STS TS KS S SS 26 27 28 29 Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah dibawa Alat peraga dapat digunakan berulang kali Alat peraga tetap kuat ketika jarang digunakan Alat peraga tidak mudah rusak Alat peraga mudah dibersihkan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 2 0 2 2 Total Nilai 10 8 10 10 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 4 1 1 8 9 9 56 30 31 Total Tabel 4.35 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator life. Pernyataan nomor 26, 28 dan 29 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 10.

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166 Pernyataan nomor 27 mendapatkan total nilai paling rendah yaitu 8. Total nilai pada pernyataan nomor 30 dan 31 adalah 9. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Total nilai kinerja indikator life digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ̅ ) pada diagram kartesius. Tabel 4.36 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Life No Pernyataan STP TP KP P SP 26 27 28 29 Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah dibawa Alat peraga dapat digunakan berulang kali Alat peraga tetap kuat ketika jarang digunakan Alat peraga tidak mudah rusak Alat peraga mudah dibersihkan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 2 1 0 1 0 1 2 Total Nilai 9 8 9 10 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2 8 0 0 4 8 8 52 30 31 Total Tabel 4.36 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator life. Pernyataan nomor 29 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 10. Pernyataan nomor 27, 30 dan 31 mendapatkan total nilai paling rendah yaitu 8. Total nilai pada pernyataan nomor 26 dan 28 adalah 9. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Total nilai kepentingan indikator life digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ̅) pada diagram kartesius.

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167 Tabel 4.37 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Workmanship No 32 33 34 35 36 37 Total Pernyataan Alat peraga mudah saya perbaiki Alat peraga memiliki permukaan yang halus Alat peraga direkatkan dengan kuat Alat peraga dipaku dengan kuat Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan Alat peraga dicat dengan rapi STP TP KP P SP 0 0 0 0 0 0 2 0 0 2 Total Nilai 8 10 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2 2 10 10 10 0 0 0 0 0 0 0 2 2 10 10 58 Tabel 4.37 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator workmanship. Pernyataan nomor 33, 34, 35, 36 dan 37 mendapatkan total nilai yaitu 10. Pernyataan nomor 32 mendapatkan total nilai yaitu 8. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Total nilai kinerja indikator workmanship digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ̅ ) pada diagram kartesius. Tabel 4.38 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Workmanship No 32 33 34 35 36 37 Total Pernyataan Alat peraga mudah saya perbaiki Alat peraga memiliki permukaan yang halus Alat peraga direkatkan dengan kuat Alat peraga dipaku dengan kuat Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan Alat peraga dicat dengan rapi STP TP KP P SP 0 0 0 0 0 0 2 2 0 0 Total Nilai 8 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 1 0 2 1 8 10 9 0 0 0 0 0 0 2 9 0 3 8 51 Tabel 4.39 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator workmanship. Pernyataan nomor 35 mendapatkan total nilai paling tinggi yaitu 10. Pernyataan nomor 32, 33, 34, dan 37 mendapatkan total nilai paling rendah

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168 yaitu 8. Total nilai pada pernyataan nomor 36 adalah 9. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Total nilai kepentingan indikator workmanship digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ̅) pada diagram kartesius. Tabel 4.39 Perhitungan Rata-rata Penilaian Pelaksanaan Kinerja dan Kepentingan pada Indikator Tingkat Kepuasan Guru No Indikator Auto-education 1 Alat peraga memudahkan saya memahami konsep matematika 2 3 4 5 6 Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain Alat peraga mudah saya gunakan Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Penilaian Kinerja Kepentingan Kata Kunci 10 10 9 8 4,5 4 9 9 4,5 4,5 Mudah digunakan 9 9 4,5 4,5 Mudah mengerjakan soal 10 8 5 4 Mengerjakan soal tanpa bantuan 9 8 4,5 4 4,67 4,33 Bentuk yang menarik Warna yang menarik Ukuran yang proporsional Menarik daripada alat peraga lain Memahami konsep matematika dari kelas 1 sampai kelas 6 5 5 10 9 5 4,5 10 8 5 4 10 10 5 5 9 8 4,5 4 4,88 4,38 5 4,5 Rata-rata menarik Bergradasi 11 Alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matematika dari kelas 1 sampai kelas 6 ̅ Mudah memahami konsep matematika Membantu mengerjakan soal Digunakan tanpa bantuan Rata-rata auto-education Menarik 7 Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 8 Alat peraga mempunyai warna yang menarik 9 Alat peraga mempunyai ukuran yang proporsional 10 Alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain ̅ 10 9

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169 No Indikator Kata Kunci 12 Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai permukan dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Bermacam warna 13 14 15 Penilaian Kinerja Kepentingan 10 10 9 4,5 4,5 Permukaan dari halus ke kasar Ukuran dari pendek ke panjang 9 9 4,5 4,5 10 9 5 4,5 4,8 4,6 Menunjukkan kesalahan Memperbaiki kesalahan 9 9 4,5 4,5 10 9 5 4,5 Menemukan jawaban benar 10 10 5 5 Menemukan kesalahan yang dibuat Kunci jawaban 9 9 4,5 4,5 10 10 5 5 4,8 4,7 Bahan yang diketahui 9 9 4,5 4,5 Bahan dapat ditemukan di lingkungan Bahan yang sering dilihat Pernah dilihat 9 9 4,5 4,5 9 8 4,5 4 9 7 4,5 3,5 Sesuai materi pembelajaran 10 10 5 5 4,6 4,3 Rata-rata kontekstual Life 26 27 28 29 30 31 Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah dibawa Alat peraga dapat digunakan berulang kali Alat peraga tetap kuat ketika jarang digunakan Alat peraga tidak mudah rusak Alat peraga mudah 5 9 Rata-rata auto-correction Kontekstual 21 Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 22 Alat peraga menggunakan bahan yang dapat saya temukan di lingkungan sekitar 23 Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat 24 Alat peraga ini pernah saya lihat 25 Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran 5 ̅ Ukuran dari kecil ke besar Rata-rata bergradasi Auto-correction 16 Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya 17 Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika 18 Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar 19 Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat 20 Alat peraga memiliki kunci jawaban ̅ Bahan yang kuat 10 9 5 4,5 Mudah dibawa Digunakan berulang kali Kuat ketika jarang digunakan Tidak mudah rusak Mudah 8 10 8 9 4 5 4 4,5 10 10 5 5 9 8 4,5 4 9 8 4,5 4

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170 No Indikator dibersihkan Kata Kunci Penilaian Kinerja Kepentingan dibersihkan Rataa-rata life Workmanship 32 Alat peraga mudah saya perbaiki 33 Alat peraga memiliki permukaan yang halus 34 Alat peraga direkatkan dengan kuat 35 Alat peraga dipaku dengan kuat 36 Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan 37 Alat peraga dicat dengan rapi ̅ ̅ 4,67 4,33 Mudah diperbaiki 8 8 4 4 Permukaan halus 10 8 5 4 Direkatkan 10 8 5 4 Dipaku 10 10 5 5 Tidak melukai 10 9 5 4,5 5 4,83 4,74 4 4,25 4,40 Dicat 10 8 Rata-rata workmanship Rata-rata Keseluruhan Tabel 4.39 menunjukkan rata-rata dari penilaian pelaksanaan kinerja dan kepentingan pada indikator tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Kolom kinerja dan kepentingan merupakan total skor yang diperoleh dari setiap penyataan. Kolom ̅ adalah rata- rata skor kinerja. Kolom ̅ adalah rata-rata skor kepentingan. Rata-rata skor setiap indikator digunakan dalam analisis diagram kartesius. Diagram kartesius digunakan untuk menganalisis setiap pernyataan indikator tingkat kepuasan. Ratarata setiap indikator digunakan untuk menentukan letak dua buah garis pada titik ̅ dan ̅ yang membagai diagram kartesius menjadi empat kuadran. ̅ merupakan rata-rata skor kinerja. ̅ merupakan rata-rata skor kepentingan. Indikator auto-education dengan rata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4,67 dan 4,33. Indikator menarik dengan rata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4,88 dan 4,38. Indikator bergradasi dengan rata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4,8 dan 4,6. Indikator auto-correction dengan rata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4,8 dan 4,7. Indikator kontekstual dengan rata-rata

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171 skor kinerja dan kepentingan yaitu 4,6 dan 4,3. Indikator life dengan rata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4,67 dan 4,33. Indikator workmanship dengan ratarata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4,83 dan 4,25. Rata-rata keseluruhan dari ketujuh indikator tingkat kepuasan yaitu 4,74 dan 4,40. Diagram kartesius untuk setiap indikator tingkat kepuasan dapat dilihat pada gambar 4.9 halaman 171 sampai gambar 4.15 halaman 177. Gambar 4.9 Diagram Kartesius Indikator Auto-education Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.9 menunjukkan sebaran 6 pernyataan indikator auto-education pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran pernyataan indikator auto-education tersebar pada empat kuadran kartesius. Kuadaran I terdapat

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172 pernyataan nomor 3 (digunakan tanpa bantuan) dan 4 (mudah digunakan). Kuadran II terdapat pernyataan nomor 1 (mudah memahami konsep matematika). Kuadran III terdapat pernyataan nomor 2 (membantu mengerjakan soal) dan 6 (mengerjakan soal tanpa bantuan). Kuadran IV terdapat pernyataan nomor 5 (mudah mengerjakan soal). Gambar 4.10 Diagram Kartesius Indikator Menarik Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.10 menunjukkan sebaran 4 pernyataan indikator menarik pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran pernyataan indikator menarik terdapat pada kuadran II, III dan IV. Kuadran II terdapat pernyataan nomor 9 (ukuran yang proporsional) dan 7 (bentuk yang menarik). Kuadran III terdapat

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173 pernyataan nomor 10 (menarik daripada alat peraga lain). Kuadaran IV terdapat pernyataan nomor 8 (warna yang menarik). Gambar 4.10 menunjukkan tidak ada pernyataan untuk indikator menarik yang terdapat pada kuadran I. Gambar 4.11 Diagram Kartesius Indikator Bergradasi Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.11 menunjukkan sebaran 5 pernyataan indikator bergradasi pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran pernyataan indikator bergradasi terdapat pada kuadran II, III dan IV. Kuadran II terdapat pernyataan nomor 12 (bermacam warna). Kuadran III terdapat pernyataan nomor 13 (ukuran dari kecil ke besar) dan nomor 14 (permukaan dari halus ke kasar). Kuadaran IV terdapat pernyataan nomor 11 (memahami konsep matematika dari kelas 1 sampai kelas 6)

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174 dan nomor 15 (ukuran dari pendek ke panjang). Gambar 4.11 menunjukkan tidak ada pernyataan untuk indikator bergradasi yang terdapat pada kuadran I. Gambar 4.12 Diagram Kartesius Indikator Auto-correction Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.12 menunjukkan sebaran 5 pernyataan indikator auto-correction pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran pernyataan indikator auto-correction terdapat pada kuadran II, III dan IV. Kuadran II terdapat pernyataan nomor 18 (menemukan jawaban benar) dan nomor 20 (memiliki kunci jawaban). Kuadran III terdapat pernyataan nomor 16 (menunjukkan kesalahan) dan nomor 19 (menemukan kesalahan yang dibuat). Kuadran IV terdapat

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 175 pernyataan nomor 17 (memperbaiki kesalahan). Gambar 4.12 menunjukkan tidak ada pernyataan untuk indikator auto-correction yang terdapat pada kuadran I. Gambar 4.13 Diagram Kartesius Indikator Kontekstual Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.13 menunjukkan sebaran 5 pernyataan indikator kontekstual pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran pernyataan indikator kontekstual terdapat pada kuadran I, II, dan III. Kuadran I terdapat pernyataan nomor 21 (bahan yang diketahui) dan nomor 22 (bahan dapat ditemukan di lingkungan). Kuadran II terdapat pernyataan nomor 25 (sesuai materi pelajaran). Kuadran III terdapat pernyataan nomor 23 (bahan yang sering dilihat) dan nomor

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176 24 (pernah dilihat). Gambar 4.13 menunjukkan tidak ada pernyataan untuk indikator kontekstual yang terdapat pada kuadran IV. Gambar 4.14 Diagram Kartesius Indikator Life Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.14 menunjukkan sebaran 6 pernyataan indikator life pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran pernyataan indikator life terdapat pada kuadran II dan III. Kuadran III terdapat pernyataan nomor 26 (bahan yang kuat), nomor 28 (digunakan berulang kali), dan nomor 29 (kuat ketika jarang digunakan). Kuadran III terdapat pernyataan nomor 27 (mudah dibawa), nomor 30 (tidak mudah rusak), dan nomor 31 (mudah dibersihkan). Gambar 4.14

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 177 menunjukkan tidak ada pernyataan untuk indikator life yang terdapat pada kuadran I dan IV. Gambar 4.15 Diagram Kartesius Indikator Workmanship Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.15 menunjukkan sebaran 6 pernyataan indikator workmanship pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran pernyataan indikator workmanship terdapat pada kuadran II, III dan IV. Kuadran II terdapat pernyataan nomor 35 (dipaku) dan nomor 36 (tidak melukai). Kuadran III terdapat pernyataan nomor 32 (mudah diperbaiki). Kuadran IV terdapat pernyataan nomor 33 (permukaan halus), nomor 34 (direkatkan), dan nomor 37 (dicat). Gambar 4.15 menunjukkan tidak ada pernyataan untuk indikator workmanship yang terdapat

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 178 pada kuadran I. Persebaran pernyataan kuesioner guru pada diagram kartesius untuk setiap indikator tingkat kepuasan dapat lihat pada tabel 4.40 halaman 178. Tabel 4.40 Persebaran Pernyataan Kuesioner Guru pada Diagram Kartesius untuk Setiap Indikator Tingkat Kepuasan Kuadran Indikator Autoeducation Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life Kata Kunci 1. Mudah memahami konsep matematika 2. Membantu mengerjakan soal 3. Digunakan tanpa bantuan 4. Mudah digunakan 5. Mudah mengerjakan soal 6. Mengerjakan soal tanpa bantuan 7. Bentuk yang menarik 8. Warna yang menarik 9. Ukuran yang proporsional 10. Menarik daripada alat peraga lain 11. Memahami konsep matematika dari kelas 1 sampai kelas 6 12. Bermacam warna 13. Ukuran dari kecil ke besar 14. Permukaan dari halus ke kasar 15. Ukuran dari pendek ke panjang 16. Menunjukkan kesalahan 17. Memperbaiki kesalahan 18. Menemukan jawaban benar 19. Menemukan kesalahan yang dibuat 20. Memiliki kunci jawaban 21. Bahan yang diketahui 22. Bahan dapat ditemukan dilingkungan 23. Bahan yang sering dilihat 24. Pernah dilihat 25. Sesuai materi pelajaran 26. Bahan yang kuat 27. Mudah dibawa 28. Digunakan berulang kali Prioritas Utama I Pertahankan Prestasi II Prioritas Rendah III Berlebihan IV √ ♣ ☼ ☼ ♯ ♣ √ ♯ √ ♣ ♯ √ ♣ ♣ ♯ ♣ √ ♣ ☼ √ ☼ √ √ √ ♣ ♣ ♣ ♯

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179 Kuadran Indikator Worhmanship Kata Kunci 29. Kuat ketika jarang digunakan 30. Tidak mudah rusak 31. Mudah dibersihkan 32. Mudah diperbaiki 33. Permukaan halus 34. Direkatkan 35. Dipaku 36. Tidak melukai 37. Dicat Total Persentase Prioritas Utama I Pertahankan Prestasi II Prioritas Rendah III Berlebihan IV √ ♣ ♣ ♣ √ √ 4 10,81% 12 32,43% 13 35,13% ♯ ♯ ♯ 8 21,62% Tabel 4.40 menunjukkan rangkuman persebaran kuesioner guru pada diagram kartesius untuk setiap indikator tingkat kepuasan. Tabel 4.38 diperoleh dari diagram-diagram kartesius dalam setiap indikator tingkat kepuasan. Diagram kartesius dalam setiap indikator dapat dilihat pada gambar 4.9 halaman 171 sampai gambar 4.15 halaman 177. Pernyataan dalam setiap indikator tersebar pada keempat kuadran kartesius yaitu kuadran I, II, III dan IV. Pernyataan yang terdapat pada kuadran I diberi simbol ☼ yang artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi tetapi tingkat kinerja terhadap alat peraga masih rendah. Jumlah pernyataan yang terdapat pada kuadran I adalah 4 pernyataan dengan persentase 10,81%. Pernyataan tersebut adalah pernyataan nomor 3, 4, 21 dan 22. Pernyataan yang terdapat pada kuadran II diberi simbol √ yang artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerja tinggi pula. Jumlah pernyataan yang terdapat pada kuadran II adalah 12 pernyataan dengan persentase 32,43%. Pernyataan tersebut adalah pernyataan nomor 1, 7, 9, 12, 18, 20, 25, 26, 28, 29, 35 dan 36.

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180 Pernyataan yang terdapat pada kuadran III diberi simbol ♣ yang artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja yang rendah pula. Jumlah pernyataan yang terdapat pada kuadran III adalah 13 pernyataan dengan persentase 35,13%. Pernyataan tersebut adalah pernyataan nomor 2, 6, 10, 13, 14, 16, 19, 23, 24, 27, 30, 31 dan 32. Pernyataan yang terdapat pada kuadran IV diberi simbol ♯ yang artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah tetapi tingkat kinerja tinggi. Jumlah pernyataan yang terdapat pada kuadran IV adalah 8 pernyataan dengan persentase 21,62%. Pernyataan tersebut adalah pernyataan nomor 5, 8, 11, 15, 17, 33, 34 dan 37. Gambar 4.16 Diagram Kartesius Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181 Gambar 4.16 menunjukkan sebaran 37 pernyataan secara keseluruhan pada indikator tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Setiap pernyataan pada indikator tersebar pada empat kuadran diagram kartesius. Program SPSS 16.0 tidak dapat menampilkan lebih dari empat pernyataan yang muncul dalam satu titik. Beberapa nomor pernyataan yang tidak tampak pada output diagram kartesius dapat dilihat pada saat proses analisis di Progam SPSS 16.0. Peneliti mencatat secara manual semua nomor pernyataan pada setiap kuadran diagram kartesius. Terdapat perbedaan persebaran pernyataan antara diagram kartesius setiap indikator dengan diagram kartesius secara keseluruhan. Perbedaan persebaran pernyataan dapat dilihat pada gambar 4.9 s/d gambar 4.15 dengan gambar 4.16. Hal ini disebabkan rata-rata skor kinerja ̅ dan rata-rata skor kepentingan ̅ pada diagram kartesius berbeda pada masing-masing indikator. Pernyataan yang terdapat pada kuadran I adalah pernyataan nomor 3, 4, 13, 14, 16, 19, 21, dan 22. Pernyataan yang terdapat pada kuadran II adalah pernyataan nomor 1, 7, 9, 11, 12, 15, 17, 18, 20, 25, 26, 28, 29, 35, dan 36. Pernyataan yang terdapat pada kuadran III adalah pernyataan nomor 2, 6, 10, 23, 24, 27, 30, 31, dan 32. Pernyataan yang terdapat pada kuadran IV adalah pernyataan nomor 5, 8, 33, 34, dan 37. Persebaran pernyataan kuesioner guru pada diagram kartesius untuk keseluruhan indikator tingkat kepuasan dapat dilihat pada tabel 4.41 halaman 182.

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 182 Tabel 4.41 Persebaran Pernyataan Kuesioner Guru pada Diagram Kartesius untuk Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan Kuadran Indikator Autoeducation Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life Kata Kunci 1. Mudah memahami konsep matematika 2. Membantu mengerjakan soal 3. Digunakan tanpa bantuan 4. Mudah digunakan 5. Mudah mengerjakan soal 6. Mengerjakan soal tanpa bantuan 7. Bentuk yang menarik 8. Warna yang menarik 9. Ukuran yang proporsional 10. Menarik daripada alat peraga lain 11. Memahami konsep matematika dari kelas 1 sampai kelas 6 12. Bermacam warna 13. Ukuran dari kecil ke besar 14. Permukaan dari halus ke kasar 15. Ukuran dari pendek ke panjang 16. Menunjukkan kesalahan 17. Memperbaiki kesalahan 18. Menemukan jawaban benar 19. Menemukan kesalahan yang dibuat 20. Memiliki kunci jawaban 21. Bahan yang diketahui 22. Bahan dapat ditemukan dilingkungan 23. Bahan yang sering dilihat 24. Pernah dilihat 25. Sesuai materi pelajaran 26. Bahan yang kuat 27. Mudah dibawa 28. Digunakan berulang kali 29. Kuat ketika jarang Prioritas Utama I Pertahankan Prestasi II Prioritas Rendah III Berlebihan IV √ ♣ ☼ ☼ ♯ ♣ √ ♯ √ ♣ √ √ ☼ ☼ √ ☼ √ √ ☼ ☼ √ ☼ ♣ √ √ √ √ ♣ ♣

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 183 Kuadran Indikator Worhmanship Kata Kunci digunakan 30. Tidak mudah rusak 31. Mudah dibersihkan 32. Mudah diperbaiki 33. Permukaan halus 34. Direkatkan 35. Dipaku 36. Tidak melukai 37. Dicat Total Persentase Prioritas Utama I Pertahankan Prestasi II Prioritas Rendah III ♣ ♣ ♣ √ √ 8 21,62% 15 40,54% 9 24,32% Berlebihan IV ♯ ♯ ♯ 5 13,51% Tabel 4.42 menunjukkan rangkuman persebaran pernyataan kuesioner guru pada diagram kartesius keseluruhan indikator tingkat kepuasan. Tabel 4.42 diperoleh dari diagram kartesius keseluruhan indikator tingkat kepuasan. Diagram kartesius keseluruhan indikator dapat dilihat pada gambar 4.16 halaman 180. Setiap pernyataan dalam indikator tersebar pada keempat kuadran kartesius yaitu kuadran I, II, III dan IV. Pernyataan yang terdapat pada kuadran I diberi simbol ☼ yang artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi tetapi tingkat kinerja terhadap alat peraga masih rendah. Jumlah pernyataan yang terdapat pada kuadran I adalah 8 pernyataan dengan persentase 21,62%. Pernyataan tersebut adalah pernyataan nomor 3, 4, 13, 14, 16, 19, 21, dan 22. Pernyataan yang terdapat pada kuadran II diberi simbol √ yang artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerja tinggi pula. Jumlah pernyataan yang terdapat pada kuadran II adalah 15 pernyataan dengan persentase 40,54%. Pernyataan tersebut adalah pernyataan nomor 1, 7, 9, 11, 12, 15, 17, 18, 20, 25, 26, 28, 29, 35, dan 36.

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184 Pernyataan yang terdapat pada kuadran III diberi simbol ♣ yang artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja yang rendah pula. Jumlah pernyataan yang terdapat pada kuadran III adalah 9 pernyataan dengan persentase 24,32%. Pernyataan tersebut adalah pernyataan nomor 2, 6, 10, 23, 24, 27, 30, 31, dan 32. Pernyataan yang terdapat pada kuadran IV diberi simbol ♯ yang artinya pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah tetapi tingkat kinerja tinggi. Jumlah pernyataan yang terdapat pada kuadran IV adalah 5 pernyataan dengan persentase 13,51%. Pernyataan tersebut adalah pernyataan nomor 5, 8, 33, 34, dan 37. Tabel 4.42 Konsistensi Persebaran Pernyataan pada Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru Indikator Autoeducation Menarik Bergradasi Kata Kunci 1. Mudah memahami konsep matematika 2. Membantu mengerjakan soal 3. Digunakan tanpa bantuan 4. Mudah digunakan 5. Mudah mengerjakan soal 6. Mengerjakan soal tanpa bantuan 7. Bentuk yang menarik 8. Warna yang menarik 9. Ukuran yang proporsional 10. Menarik daripada alat peraga lain 11. Memahami konsep matematika dari kelas 1 sampai kelas 6 12. Bermacam warna 13. Ukuran dari kecil ke besar 14. Permukaan dari halus ke kasar Tidak Konsistensi Konsistensi I II III IV √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ (IV, II) √ (III, I) (III, I)

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185 Indikator Autocorrection Kontekstual Life Worhmanship Kata Kunci 15. Ukuran dari pendek ke panjang 16. Menunjukkan kesalahan 17. Memperbaiki kesalahan 18. Menemukan jawaban benar 19. Menemukan kesalahan yang dibuat 20. Memiliki kunci jawaban 21. Bahan yang diketahui 22. Bahan dapat ditemukan dilingkungan 23. Bahan yang sering dilihat 24. Pernah dilihat 25. Sesuai materi pelajaran 26. Bahan yang kuat 27. Mudah dibawa 28. Digunakan berulang kali 29. Kuat ketika jarang digunakan 30. Tidak mudah rusak 31. Mudah dibersihkan 32. Mudah diperbaiki 33. Permukaan halus 34. Direkatkan 35. Dipaku 36. Tidak melukai 37. Dicat Total Persentase Tidak Konsistensi (IV, II) Konsistensi I II III IV (III, I) (IV, II) √ (III, I) √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 7 18,9% 4 10,8% 12 32,4% 9 24,3% √ √ √ 5 13,5% Tabel 3.42 menunjukkan konsistensi pernyataan dari ketujuh indikator tingkat kepuasan guru. Pernyataan konsisten merupakan pernyataan yang berada dalam kuadran yang sama pada diagram kartesius setiap indikator dan diagram kartesius secara keseluruhan. Pernyataan tidak konsisten merupakan pernyataan yang berada pada kuadran berbeda antara diagram kartesius setiap indikator dengan diagram kartesius secara keseluruhan. Pernyataan tidak konsisten sebanyak 7 pernyataan dengan persentase 18,9%. Pernyataan konsisten sebanyak 23 pernyataan dengan presentase 81%.

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 186 Pernyataan tidak konsisten sebanyak 7 pernyataan yaitu pernyataan nomor 11, 13, 14, 15, 16, 17, dan 19. Pernyataan tidak konsisten karena berada dalam kuadran yang berbeda pada diagram kartesius setiap indikator dengan diagram kartesius secara keseluruhan. Perbedaan letak pernyataan dalam kuadran dapat dilihat pada tabel 3.43 kolom 3. Pernyataan yang tidak konsisten mungkin disebabkan jumlah responden yang kurang banyak. Pernyataan nomor 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 merupakan pernyataan yang konsisten pada indikator auto-education. Pernyataan nomor 3 (digunakan tanpa bantuan) dan nomor 4 (mudah digunakan) terdapat pada kuadran I yang berarti pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi tetapi kinerja alat peraga rendah. Pernyataan yang terdapat pada kuadran I dianggap penting oleh guru tetapi pada kenyataannya tidak memuaskan. Pernyataan nomor 1 (mudah memahami konsep matematika) terdapat pada kuadran II yang berarti pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan kinerja alat peraga tinggi. Pernyataan yang terdapat pada kuadran II dianggap penting oleh guru dan pada kenyataannya memuaskan. Pernyataan nomor 2 (membantu mengerjakan soal) dan nomor 6 (mengerjakan soal tanpa bantuan) terdapat pada kuadran III yang berarti pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah dan kinerja alat peraga rendah. Pernyataan yang terdapat pada kuadran III dianggap tidak penting oleh guru dan kenyataannya tidak memuaskan. Pernyataan nomor 5 (mudah mengerjakan soal) terdapat pada kuadran IV yang berarti pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah tetapi kinerja alat peraga tinggi. Pernyataan yang terdapat pada kuadran IV dianggap tidak penting oleh guru tetapi memuaskan.

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 187 Pernyataan nomor 7, 8, 9 dan 10 merupakan pernyataan yang konsisten pada indikator menarik. Pernyataan nomor 7 (bentuk yang menarik) dan nomor 9 (ukuran yang menarik) terdapat pada kuadran II yang berarti pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan kinerja alat peraga tinggi. Pernyataan yang terdapat pada kuadran II dianggap penting oleh guru dan pada kenyataannya memuaskan. Pernyataan nomor 10 (menarik daripada alat peraga lain) terdapat pada kuadran III yang berarti pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah dan kinerja alat peraga rendah. Pernyataan yang terdapat pada kuadran III dianggap tidak penting oleh guru dan kenyataannya tidak memuaskan. Pernyataan nomor 8 (warna menarik) terdapat pada kuadran IV yang berarti pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah tetapi kinerja alat peraga tinggi. Pernyataan yang terdapat pada kuadran IV dianggap tidak penting oleh guru tetapi memuaskan. Pernyataan nomor 12 merupakan pernyataan yang konsisten pada indikator bergradasi. Pernyataan nomor 12 (bermacam warna) terdapat pada kuadran II yang berarti pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan kinerja alat peraga tinggi. Pernyataan yang terdapat pada kuadran II dianggap penting oleh guru dan pada kenyataannya memuaskan. Pernyataan nomor 18 dan 20 merupakan pernyataan yang konsisten pada indikator auto-correction. Pernyataan nomor 18 (menemukan jawaban benar) dan 20 (memiliki kunci jawaban) terdapat pada kuadran II yang berarti pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan kinerja alat peraga tinggi.

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 188 Pernyataan yang terdapat pada kuadran II dianggap penting oleh guru dan pada kenyataannya memuaskan. Pernyataan nomor 21, 22, 23, 24, dan 25 merupakan pernyataan yang konsisten pada indikator kontekstual. Pernyataan nomor 21 (bahan yang diketahui) dan nomor 22 (bahan yang ditemukan di lingkungan) terdapat pada kuadran I yang berarti pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi tetapi kinerja alat peraga rendah. Pernyataan yang terdapat pada kuadran I dianggap penting oleh guru tetapi pada kenyataannya tidak memuaskan. Pernyataan nomor 25 (sesuai materi pelajaran) terdapat pada kuadran II yang berarti pernyataan tersebut memilki tingkat kepentingan tinggi dan kinerja alat peraga tinggi. Pernyataan yang terdapat pada kuadran II dianggap penting oleh guru dan pada kenyataannya memuaskan. Pernyataan nomor 23 (bahan yang sering dilihat) dan nomor 24 (pernah dilihat) terdapat pada kuadran III yang berarti pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah dan kinerja alat peraga rendah. Pernyataan yang terdapat pada kuadran III dianggap tidak penting oleh guru dan kenyataannya tidak memuaskan. Pernyataan nomor 26, 27, 28, 29, 30 dan 31 merupakan pernyataan yang konsisten pada indikator life. Pernyataan nomor 26 (bahan yang kuat), nomor 28 (digunakan berulang kali), nomor 29 (kuat ketika jarang digunakan) terdapat pada kuadran II yang berarti pernyataan tersebut memilki tingkat kepentingan tinggi dan kinerja alat perag tinggi. Pernyataan yang terdapat pada kuadran II dianggap penting oleh guru dan pada kenyataannya memuaskan. Pernyataan nomor 27 (mudah dibawa), nomor 30 (tidak mudah rusak) dan nomor 31 (mudah

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 189 dibersihkan) terdapat pada kuadran III yang berarti pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah dan kinerja alat peraga rendah. Pernyataan yang terdapat pada kuadran III dianggap tidak penting oleh guru dan kenyataannya tidak memuaskan. Pernyataan nomor 32, 33, 34, 35, 36 dan 37 merupakan pernyataan yang konsisten pada indikator workmanship. Pernyataan nomor 34 (dipaku) dan 35 (tidak melukai) terdapat pada kuadran II yang berarti pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan kinerja alat peraga tinggi. Pernyataan yang terdapat pada kuadran II dianggap penting oleh siswa dan pada kenyataannya memuaskan. Pernyataan nomor 32 (mudah diperbaiki) terdapat pada kuadran III yang berarti pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah dan kinerja alat peraga rendah. Pernyataan yang terdapat pada kuadran III dianggap tidak penting oleh guru dan kenyataannya tidak memuaskan. Pernyataan nomor 33 (permukaan halus), nomor 34 (direkatkan) dan nomor 37 (dicat) terdapat pada kuadran IV yang berarti pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah tetapi kinerja alat peraga tinggi. Pernyataan yang terdapat pada kuadran IV dianggap tidak penting oleh guru tetapi memuaskan. Pernyataan yang konsisten mewakili tujuh indikator tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Pernyataan nomor 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 mewakili indikator auto-education. Pernyataan nomor 7, 8, 9, dan 10 mewakili indikator menarik. Pernyataan nomor 12 mewakili indikator bergradasi. Pernyataan nomor 18 dan 20 mewakili indikator auto-correction. Pernyataan nomor 21, 22, 23, 24 dan 25 mewakili

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 190 indikator kontekstual. Pernyataan nomor 26, 27, 28, 29, 30 dan 31 mewakili indikator life. Pernyataan nomor 32, 33, 34, 35, 36, dan 37 mewakili indikator workmanship. Pernyataan tersebut dianggap mampu mewakili pengukuran tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. C. Pembahasan Sub bab ini membahas hasil penelitian tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 1. Pembahasan Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Hasil analisis menggunakan PAN tipe II menunjukkan bahwa tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis Montessori adalah cukup. Data yang diperoleh dari skor rata-rata kuesioner kinerja dengan jumlah siswa adalah 61 yaitu 127,03. Skor 127,03 masuk klasifikasi cukup. Tingkat kepuasan siswa cukup berarti kinerja alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka sesuai dengan harapan siswa sehingga merasa puas (Kotler dalam Sunyoto, 2012: 223). Hasil analisis menunjukkan tingkat kepuasan siswa adalah cukup berarti hasil penelitian tidak sama dengan hipotesis penelitian yang mengatakan tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis Montessori adalah tinggi. Kemungkinan, kualitas alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang digunakan dalam penelitian tidak sesuai dengan yang aslinya.

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 191 Sejauh mana siswa merasa puas terhadap alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka dapat diketahui menggunakan teknik analisis IPA. Teknik analisis IPA digunakan untuk mendukung teknik analisis PAN tipe II. Hasil analisis IPA menunjukkan bahwa terdapat selisih antara atribut yang berada II dan IV dengan atribut yang berada di kuadran I dan III. Atribut yang berada di kuadran II dan IV berjumlah 16. Atribut yang berada di kuadran I dan III sebanyak 6 atribut. Atribut yang berada di kuadran II adalah atribut nomor 1, 2, 5, 8, 10, 11, 13, 15, 16, 18, 29, 30. Atribut yang berada di kuadran IV adalah atribut nomor 6, 7, 24 dan 26. Atribut yang berada di kuadran I adalah atribut nomor 19. Atribut yang berada di kuadran III adalah atribut nomor 3, 9, 12, 14, dan 17. Kuadran I berarti atribut-atribut alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka perlu dipertahankan karena memiliki tingkat kepentingan tinggi dan kinerja tinggi sehingga siswa puas. Atribut alat peraga yang dianggap siswa perlu dipertahankan adalah memudahkan mengerti matematika, membantu mengerjakan soal matematika, memudahkan mengerjakan soal matematika, warna menarik, bermacam warna, ukuran kecil ke besar, ukuran panjang ke pendek, memperbaiki kesalahan, menemukan jawaban benar, memiliki kunci jawaban, dipaku dan tidak melukai. Siswa menilai alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka memudahkan mengerti matematika, membantu mengerjakan soal matematika, dan memudahkan mengerjakan soal matematika memiliki kinerja tinggi. Ketiga atribut tersebut dianggap penting oleh siswa dan dianggap harus

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 192 terdapat pada alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Kenyataannya, alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka dianggap memiliki ketiga atribut tersebut sehingga siswa merasa puas dengan kinerja alat peraga karena sesuai dengan kepentingannya. Atribut tersebut sesuai dengan fungsi dari alat peraga yang menurut Suharjana (2009: 3) mengatakan bahwa alat peraga dalam pembelajaran matematika dapat mempermudah dalam memahami konsep-konsep dalam matematika. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa siswa merasa puas karena alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka memenuhi fungsi utamanya yaitu alat bantu dalam belajar. Siswa beranggapan bahwa penting jika alat peraga memiliki warna menarik, bermacam warna, ukuran kecil ke besar dan ukuran panjang ke pendek. Kenyataannya, alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka memiliki kinerja tinggi dengan atribut yang dianggap penting oleh siswa. Siswa merasa puas dengan atribut yang memiliki warna menarik, bermacam warna, ukuran kecil ke besar dan ukuran panjang ke pendek. Ruseffendi (1979: 1) menjelaskan alat peraga yang dapat digunakan untuk proses pembelajaran matematika memiliki persyaratan warna menarik dan memiliki persyaratan ukuran sesuai dengan ukuran fisik anak. Hasil yang didapatkan siswa puas dengan keempat atribut tersebut. Atribut tentang alat peraga dapat memperbaiki kesalahan, menemukan jawaban benar dan memiliki kunci jawaban dianggap penting oleh siswa dan pada kenyataannya alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 193 angka memiliki kinerja tinggi terhadap atribut tersebut sehingga memuaskan. Atribut memperbaiki kesalahan, menemukan jawaban benar dan memiliki kunci jawaban merupakan karakteistik alat peraga Montessori yaitu auto-correction. Auto-correction adalah alat peraga yang memiliki pengendali kesalahan. Siswa menganggap alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka memiliki pengendali kesalahan sehingga dapat memperbaiki kesalahan. Siswa merasa puas dengan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka yang dipaku dengan kuat dan tidak melukai. Siswa menilai alat peraga yang dipaku dengan kuat dan tidak melukai dapat memperlancar proses belajar dan aman ketika digunakan. Kemungkinan, siswa menilai karena alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka dapat memperlancar proses belajar dengan tidak membuang-buang waktu untuk memperbaiki alat peraga jika rusak karena tidak kuat dan aman untuk digunakan. Hal tersebut sesuai dengan yang diungkapkan Garvin (dalam Sethi, 2000) mengatakan salah satu yang berkualitas pada produk berkaitan dengan keamanan (safety). Siswa merasa puas dengan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka karena kinerja alat peraga dapat mengerjakan soal tanpa bantuan, bentuk menarik, digunakan berulang kali dan tidak mudah rusak, walaupun menurut siswa atribut tersebut tidak telalu penting. Keempat atribut tersebut berada pada kuadran IV. Kuadran IV dianggap tidak penting oleh siswa tetapi memuaskan.

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 194 Siswa beranggapan alat peraga dapat membantu mengerjakan soal tanpa bantuan tidak penting tetapi kinerja alat peraga tinggi. Siswa beranggapan bahwa alat peraga dapat membantu mengerjakan soal tanpa ataupun dengan bantuan orang lain tidak terlalu penting baginya. Siswa merasa puas dengan alat peraga tersebut karena pada kenyataannya dapat membantu mengerjakan soal tanpa bantuan orang lain. Alat peraga memiliki bentuk menarik tidak penting tetapi kinerja alat peraga tinggi. Siswa beranggapan bahwa alat peraga memiliki bentuk yang menarik ataupun tidak memiliki bentuk menarik dianggap tidak terlalu penting baginya. Siswa merasa puas dengan alat peraga tersebut karena pada kenyataannya alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka mempunyai bentuk yang menarik. Alat peraga dapat digunakan berulang kali dan tidak mudah rusak dianggap siswa tidak penting tetapi kinerja alat peraga tinggi. Siswa beranggapan tidak penting jika alat peraga tidak dapat digunakan kembali dan akan rusak ketika selesai digunakan untuk mempelajari materi penjumlahan dan pengurangan bilangan dua, yang terpenting baginya adalah dapat membantu memahami materi tersebut. Siswa merasa puas karena alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka pada kenyataannya dapat digunakan berulang kali dan tidak mudah rusak. Siswa beranggapan alat peraga seharusnya menggunakan bahan yang diketahui oleh siswa. Siswa kemungkinan tidak mengetahui bahan dari pembuat alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Siswa

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 195 mengganggap penting untuk mengetahui bahan yang digunakan dalam pembuatan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Atribut tersebut dinilai siswa dengan berada dari kuadran I. Atribut yang terdapat pada kuadran I dianggap penting oleh siswa tetapi kinerjanya tidak memuaskan. Alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka menggunakan bahan yang diketahui dianggap siswa. Siswa menilai atribut tersebut menjadi prioritas utama karena berada pada kuadran I. Prioritas utama berarti harus dilakukan perbaikan dengan mempertahankan atribut tersebut. Siswa merasa tidak puas dengan atribut bahan yang diketahui oleh siswa. Kuadran III berarti tingkat kepentingan rendah dan kinerja alat peraga rendah sehingga tidak memuaskan. Atribut-atribut yang menurut siswa memiliki tingkat kepentingan rendah dan kinerja rendah yaitu digunakan tanpa bantuan, menarik daripada alat peraga lain, permukaan halus ke kasar, menunjukkan kesalahan, dan menemukan kesalahan yang dibuat. Siswa beranggapan tidak penting jika alat peraga digunakan tanpa bantuan maupun dengan bantuan orang lain. Siswa beranggapan yang terpenting adalah dapat digunakan oleh siswa. Kenyataannya, pada saat siswa belajar menggunakan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka membutuhkan bantuan dari orang lain. Siswa memberikan penilaian bahwa tidak penting jika alat peraga menarik daripada alat peraga lain. Siswa beranggapan bahwa alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka dibandingkan dengan alat peraga lain tidak memliki aspek menarik. Hal ini berkaitan dengan kuatlitas alat

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 196 peraga yang menurut Garvin (Laksana, 2008: 90) menjelaskan karakteristik produk yang menimbulkan kepuasan salah satunya adalah kualitas yang dirasakan (perceiced quality). Kualitas yang dirasakan (perceiced quality) bersifat subjektif yang berkaitan reputasi seseorang yang menggunakan produk tersebut. Kenyataannya, alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka dianggap tidak memiliki kuliatas yang menarik sehingga tidak memuaskan. Alat peraga dinilai tidak penting jika memiliki permukaan halus ke kasar. Siswa menganggap alat peraga mempunyai atau tidak mempunyai permukaan halus ke kasar yang terpenting adalah alat peraga dapat digunakan dalam belajar matematika. Kenyataannya, kinerja alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka memang tidak memiliki permukaan yang halus ke kasar sehingga tidak memuaskan. Siswa menilai kinerja alat peraga dapat menunjukkan kesalahan dan menemukan kesalahan yang dibuat masih rendah. Siswa beranggapan yang terpenting adalah dapat mengetahui letak kesalahan yang dibuat tanpa alat peraga maupun tanpa alat peraga. Kenyataannya, alat peraga tidak dapat menunjukkan kesalahan yang dibuat siswa. 2. Pembahasan Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Hasil analisis menggunakan PAN tipe II menunjukkan bahwa tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis Montessori adalah cukup. Data yang diperoleh dari skor rata-rata kuesioner kinerja dengan

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 197 jumlah siswa adalah 2 yaitu 175,5. Skor 175,5 masuk klasifikasi cukup. Tingkat kepuasan guru cukup berarti kinerja alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka yang digunakan sesuai dengan harapan sehingga guru merasa puas (Kotler dalam Sunyoto, 2012: 223). Hasil analisis menunjukkan tingkat kepuasan guru adalah cukup berarti hasil penelitian tidak sama dengan hipotesis penelitian yang mengatakan tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis Montessori adalah tinggi. Kemungkinan, kualitas alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang digunakan dalam penelitian tidak sesuai dengan yang aslinya. Hasil analisis data menggunakan PAN tipe II didukung oleh hasil analisis data menggunakan IPA yang menunjukkan bahwa antara atribut yang berada II dan IV dengan atribut yang berada di kuadran I dan III tidak besar. Atribut yang berada di kuadran II dan IV berjumlah 17. Atribut yang berada di kuadran I dan III sebanyak 13 atribut. Atribut yang berada di kuadran II adalah atribut nomor 1, 7, 9, 12, 18, 20, 25, 26, 28, 29, 34 dan 35. Atribut yang berada di kuadran IV adalah 5, 8, 33, 34 dan 37. Atribut yang berada di kuadran I adalah atribut nomor 3, 4, 21, dan 22. Atribut yang berada di kuadran III adalah atribut nomor 2, 6, 10, 23, 24, 27, 30, 31 dan 32. Kuadran II artinya alat peraga tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan kinerja alat peraga tinggi sehingga memuaskan guru. Guru beranggapan bahwa alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka dapat memudahkan memahami konsep matematika. Alat peraga dianggap dapat membantu guru untuk memiliki kompetensi dalam mendidik. Hanafiah dan

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 198 Suhana (2012: 105) mengatakan kompetensi profesional yang harus dimiliki guru adalah mampu menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir yang mendukung mata pelajaran yang diajarkan. Alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka membantu memahami konsep matematika sehingga dapat memuaskan. Guru beranggapan penting jika alat peraga memiliki bentuk yang menarik, ukuran yang proporsional dan bermacam warna dan pada kenyataannya memuaskan. Guru menilai alat peraga yang memiliki bentuk, ukuran dan bermacam warna dapat membangkitkan motivasi seseorang untuk belajar. Ruseffendi (1979: 1) menjelaskan pembelajaran matematika menggunakan alat peraga dapat membangkitkan motivasi belajar siswa dan guru. Alat peraga membangkitkan motivasi guru dalam belajar sehingga memuaskan. Atribut alat peraga dapat menemukan jawaban benar dan memiliki kunci jawaban dianggap penting oleh guru dan pada kenyataanya memuaskan. Penggunaan alat peraga dapat membantu menanamkan dan mengembangkan konsep yang abstrak menjadi konkret (Suharjana, 2009: 3). Guru beranggapan dapat menemukan jawaban yang benar dengan melihat kartu kunci jawaban yang disediakan pada alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Guru merasa puas dengan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka karena sesuai dengan materi pelajaran. Guru beranggapan bahwa alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka dapat membantu memahami materi penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 199 dengan lebih mudah dan alat peraga dapat diterapkan oleh siswa dalam proses pembelajaran. Guru kemungkinan merasa puas karena alat peraga tersebut dapat membantu mewujudkan situasi belajar efektif. Sudjana (dalam Hartati, 2010: 130) menjelaskan pengggunaan alat peraga sebagai alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif. Alat peraga adalah alat bantu yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar agar lebih efektif (Sudjana, 2000: 10). Guru memberikan penilaian penting jika alat peraga memiliki bahan yang kuat, digunakan berulang kali, kuat ketika jarang digunakan, dan dipaku. Guru kemungkinan merasa puas dengan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka yang memiliki bahan yang kuat, kuat ketika jarang digunakan dan dipaku sehingga tidak mudah rusak. Alat peraga dapat digunakan berulang kali berarti kemungkinan dapat digunakan kembali dan tidak perlu mencari atau membeli alat peraga lain. Seseorang akan merasa puas jika tidak mengeluarkan biaya tambahan untuk melakukan perbaikan alat peraga setelah mendapatkan atau membeli alat peraga tersebut (Ratnasari & Aksa, 2011: 117-118). Guru beranggapan penting jika alat peraga tidak melukai ketika menggunakan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Guru beranggapan jika alat peraga tidak melukai guru sebagai penggunaan maka alat peraga tersebut dapat digunakan oleh siswa. Guru merasa puas karena alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka tidak melukainya dan siswa.

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 200 Guru merasa puas dengan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka karena kinerja alat peraga tinggi tetapi kepentingan rendah. Atribut yang dianggap guru memiliki kinerja alat peraga tinggi dan kepentingan rendah adalah mudah mengerjakan soal, warna yang menarik, permukaan halus, direkatkan dan dicat. Atribut-atribut tersebut berada pada kuadran IV. Atribut yang terdapat pada kuadran IV dianggap tidak penting oleh guru tetapi memuaskan. Guru memberikan penilaian alat peraga dapat membantu memudahkan mengerjakan soal dianggap tidak penting tetapi kinerja alat peraga tinggi. Guru beranggapan memudahkan atau tidak memudahkan mengerjakan soal tidak terlalu penting baginya. Kemungkinan, guru beranggapan tersebut karena banyak caracara lain untuk memahami atau mempelajarai materi penjumlahan dan pengurangan dua angka. Kenyataannya, guru merasa puas dengan alat peraga tersebut karena pada kenyataanya dapat memudahkan mengerjakan soal. Guru beranggapan alat peraga memiliki warna yang menarik, permukaan halus, direkatkan dan dicat tidak penting tetapi kinerja alat peraga tinggi. Siswa beranggapan yang terpenting alat tersebut dapat membantu memahami materi. Guru merasa puas dengan alat peraga tersebut karena pada kenyataannya alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka mempunyai warna, permukaan halus, direkatkan dan dicat. Atribut yang berada pada kuadran I yaitu digunakan tanpa bantuan, mudah digunakan, bahan yang diketahui dan bahan yang dapat ditemukan di lingkungan dianggap penting oleh tetapi kinerja rendah. Guru memberikan penilaian alat

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 201 peraga tersebut dapat digunakan tanpa bantuan tetapi kenyataannya membutuhkan orang lain sehingga tidak memuaskan. Guru mengharapkan dapat mengetahui bahan-bahan pembuatan alat peraga tetapi kenyataannya tidak dapat mengetahui secara detail bahan-bahan dari alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka yang ada di lingkungan sekitar. Alat peraga dapat digunakan tanpa bantuan, mudah digunakan, bahan yang diketahui dan bahan yang dapat ditemukan di lingkungan merupakan atribut yang terdapat pada alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Atribut tersebut merupakan prioritas utama karena memiliki tingkat kepentingan tinggi tetapi kinerja rendah. Prioritas utama berarti harus dilakukan perbaikan dengan mempertahankan aspek tersebut. Guru merasa tidak puas dengan atribut tersebut. Guru merasa tidak puas dengan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka karena kepentingan rendah dan kinerja alat peraga rendah sehingga tidak memuaskan. Atribut alat peraga yang dianggap guru memiliki tingkat kepentingan rendah dan kinerja rendah adalah membantu mengerjakan soal, mengerjakan soal tanpa bantuan, menarik daripada alat peraga lain, bahan yang sering dilihat, pernah dilihat, mudah dibawa, tidak mudah rusak, mudah dibersihkan, mudah diperbaiki. Atribut-atribut tersebut berada pada kuadran III. Atribut yang terdapat pada kuadran III dianggap tidak penting oleh guru dan tidak memuaskan. Guru beranggapan tidak penting jika alat peraga membantu mengerjakan soal. Guru mengganggap hal tersebut tidak penting karena alat peraga papan

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 202 penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka sulit untuk dipahami. Guru kemungkinan lebih mudah menggunakan alat peraga yang lain. Kenyataannya, alat peraga tidak membantu mengerjakan soal. Guru menilai tidak penting jika alat peraga menarik daripada alat peraga lain. Guru beranggapan bahwa alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka memang tidak ada yang aspek menarik dibandingkan dengan alat peraga lain. Kenyataannya, alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka memang tidak ada aspek yang menarik sehingga tidak memuaskan. Guru merasa tidak puas karena kinerja dan kepentingan rendah terhadap atribut alat peraga memiliki bahan yang sering dilihat dan pernah dilihat. Guru beranggapan hal tersebut tidak penting karena tidak perlu sering melihat bahan pembuat alat peraga maupun sering melihat alat peraga, yang terpenting adalah alat peraga tersebut dapat digunakan. Kenyataannya, alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka tidak memiliki bahan yang sering dilihat sehingga tidak memuaskan. Guru menilai tidak penting jika alat peraga mudah dibawa, tidak mudah rusak, mudah dibersihkan, dan mudah diperbaiki. Guru menganggap yang terpenting adalah alat peraga dapat membantu dalam memahami materi pelajaran. Kenyataannya, alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka dianggap tidak mudah dibawa, mudah rusak, tidak mudah dibersihkan, dan tidak mudah diperbaiki.

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN Bab V menguraikan beberapa hal yaitu kesimpulan, keterbatasan dan saran. Ketiga hal tersebut akan dipaparkan dalam subbab-subbab. A. Kesimpulan Kesimpulan penelitian tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah: 1. Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah cukup. Tingkat kepuasan siswa dapat diketahui dari skor rata-rata kuesioner kinerja yang dikerjakan siswa. Skor ratarata yang diperoleh siswa terhadap kuesioner kinerja adalah 127,03. Siswa merasa puas karena dipengaruhi oleh atribut-atribut pada alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka yang berada pada kuadran II, IV, I dan III. Atribut yang perlu dipertahankan terdapat pada kuadran II. Kuadran II berarti memiliki atribut-atribut yang perlu dipertahankan oleh alat peraga tersebut karena dapat menimbulkan kepuasan siswa. Atribut alat peraga yang perlu dipertahankan adalah memudahkan mengerti matematika, membantu mengerjakan soal matematika, memudahkan mengerjakan soal matematika, warna menarik, bermacam warna, ukuran kecil ke besar dan ukuran panjang ke pendek, mampu 203

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 204 memperbaiki kesalahan, menemukan jawaban benar dan memiliki kunci jawaban, dipaku dan tidak melukai pengguna. Atribut yang berlebihan terdapat pada kuadran IV. Kuadran IV berarti atribut-atribut alat peraga yang memiliki tingkat kepentingan rendah tetapi kinerja tinggi sehingga menimbulkan kepuasan siswa. Atribut-atribut tersebut tanpa diberikan perhatian sudah menunjukkan kepuasan. Atribut alat peraga yang berlebihan adalah mengerjakan soal tanpa bantuan, bentuk menarik, digunakan berulang kali dan tidak mudah rusak. Atribut yang menjadi prioritas utama terdapat pada kuadran I. Kuadran I berarti menjadi prioritas utama yang harus diperbaiki karena memiliki tingkat kepentingan tinggi tetapi kinerja alat peraga rendah sehingga menimbulkan ketidakpuasan siswa. Atribut alat peraga yang menjadi prioritas utama adalah bahan yang diketahui. Atribut yang menjadi prioritas rendah terdapat pada kuadran III. Kuadran III berarti menjadi prioritas yang terakhir karena memiliki tingkat kepentingan rendah dan kinerja alat peraga rendah sehingga menimbulkan ketidakpuasan siswa. Atribut alat peraga yang prioritas rendah adalah digunakan tanpa bantuan, menarik daripada alat peraga lain, permukaan halus ke kasar, menunjukkan kesalahan, dan menemukan kesalahan yang dibuat. 2. Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah cukup. Tingkat kepuasan guru dapat diketahui

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 205 dari skor rata-rata kuesioner kinerja yang dikerjakan guru. Skor rata-rata yang diperoleh guru terhadap kuesioner kinerja adalah 175,5. Guru merasa puas karena dipengaruhi oleh atribut-atribut pada alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka yang berada pada kuadran II, IV, I dan III. Atribut yang perlu dipertahankan terdapat pada kuadran II. Kuadran II berarti memiliki atribut-atribut yang perlu dipertahankan oleh alat peraga tersebut karena dapat menimbulkan kepuasan guru. Atribut alat peraga yang perlu dipertahankan adalah mudah memahami konsep matematika, bentuk yang menarik, ukuran yang proporsional, bermacam warna, menemukan jawaban benar, memiliki kunci jawaban, sesuai materi pelajaran, bahan yang kuat, digunakan berulang kali, kuat ketika jarang digunakan, dipaku dan tidak melukai pengguna. Atribut yang berlebihan terdapat pada kuadran IV. Kuadran IV berarti atribut-atribut alat peraga yang memiliki tingkat kepentingan rendah tetapi kinerja tinggi sehingga menimbulkan kepuasan guru. Atribut-atribut tersebut tanpa diberikan perhatian sudah menujukkan kepuasan. Atribut alat peraga yang berlebihan adalah mudah mengerjakan soal, warna yang menarik, permukaan halus, direkatkan dan dicat. Atribut yang menjadi prioritas utama terdapat pada kuadran I. Kuadran I berarti menjadi prioritas utama yang harus diperbaiki karena memiliki tingkat kepentingan tinggi tetapi kinerja alat peraga rendah sehingga menimbulkan ketidakpuasan guru. Atribut alat peraga yang menjadi prioritas utama adalah

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 206 digunakan tanpa bantuan, mudah digunakan, bahan yang diketahui dan bahan yang dapat ditemukan di lingkungan. Atribut yang menjadi prioritas rendah terdapat pada kuadran III. Kuadran III berarti menjadi prioritas yang terakhir karena memiliki tingkat kepentingan rendah dan kinerja alat peraga rendah sehingga menimbulkan ketidakpuasan guru. Atribut alat peraga yang prioritas rendah adalah membantu mengerjakan soal, mengerjakan soal tanpa bantuan, menarik daripada alat peraga lain, bahan yang sering dilihat, pernah dilihat, mudah dibawa, tidak mudah rusak, mudah dibersihkan, dan mudah diperbaiki. B. Keterbatasan Penelitian ini memiliki kekurangan-kekurangan yang menjadi keterbatasan dalam penelitian, antara lain : 1. Penelitian ini adalah penelitian awal yang hanya dapat mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga berbasis metode Montessori tanpa mengetahui penyebab kepuasan dan ketidakpuasan. 2. Data yang diperoleh belum dapat memberikan gambaran tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga berbasis metode Montessori secara penuh karena jumlah responden yang terbatas yaitu 61 siswa dan 2 guru. 3. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang baru pertama kali dikembangkan sehingga tidak menutup kemungkinan adanya indikator kepuasan lain yang belum terdapat pada kuesioner penelitian ini.

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 207 4. Peneliti belum dapat melakukan uji validitas empiris untuk kuesioner guru karena kesulitan peneliti dalam mengumpulkan responden yang berjumlah 30 guru yang menggunakan alat peraga papan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka . C. Saran Peneliti memberikan saran yang dapat dijadikan dasar perbaikan pada penelitian ini selanjutnya, diantara lain : 1. Teknik pengumpulan data yang digunakan kuesioner dengan dilengkapi teknik pengumpulan data yang lain yaitu wawancara dan observasi. 2. Jumlah responden dalam penelitian ini sebaiknya ditambahkan lagi supaya data yang diperoleh data memberikan gambaran secara akurat mengenai tingkat kepuasan terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 3. Pengembangan dan pengukuran kuesioner perlu dikembangkan secara komprehensif dengan mempertimbangkan karakteristik produk yang lain. beberapa indikator dan

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR REFERENSI Adisaputro, G. 2010. Manajemen Pemasaran: Analisis untuk Perancangan Startegi Pemasaran. Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan Sekolah Ringgi Ilmu Manajemen YKPN. Arikunto, S. 2005. Manajemen Pendidikan. Jakarta: Rineka Pustaka. Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Arikunto, S. 2012. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Edisi ke-2. Jakarta: Bumi Aksara. Azwar, S. 2008. Reliabilitas dan Validitas. Edisi ke-3. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. BNSP. 2007. Standar Isi (Kerangka Dasar dan Stuktur Kurikulum) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Pembinaan Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar. Chan, P. 2005. Relevant Attributes In Assessment for Design Featuresof Indoor Games Halls: The Application Ofimportance-Performance Analysis. USA: UMI. Crain, W. 2007. Teori Perkembangan Konsep dan Aplikasi. Edisi ke-3. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Danim, S dan Khairil. 2010. Profesi Kependidikan. Bandung: Alpabeta. Depdiknas. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia. Efendi, H dan Tukiran, T. 2012. Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES, Anggota Ikapi. Feng, C. 2005. Analyzing Airline Service Improvement Strategy Through Importance and Performance Analysis. Journal of the Eastern Asia Society for Transportation Studies, Vol. 6, pp. 782 - 797, 2005. Frick, T. W., dan Koh, J. H. L. 2010. Implementing Autonomy Support: Insights from a Montessori Classroom. International Journal of Education, 2 (2). 1-12. 208

(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 209 Hanafiah, N dan Suhana. 2012. Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: Refika Aditama. Hartati B, A. 2010, “Pengembangan Alat Peraga Gaya Gesek untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA”. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia 6 (2010) 128-132, http://journal.unnes.ac.id/index.php/jpii, April 2012. Hartati, V.Y. 2005. Analisis Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Kinerja Guru. Skripsi. Yogyakarta. Universitas Sanata Dharma. Hasan, Q. A. 2011. Pembelajaran Pembagian Menggunakan Peraga Manipulatif Dengan Pendekatan Algoritma Tunggal. Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA, 107-112. Hayat, B dan Yusuf, S. 2010. Mutu Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Heruman. 2008. Model Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. Bandung: Remaja Rosdakarya. Hudojo, H. 1980. Teori Dasar Belajar-mengajar Matematika. Jakarta.: Depdikbud. Hudojo, H. 2001. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. Malang: Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Irawan, H. 2004. Prinsip Kepuasan Pelanggan. Jakarta: Elex Media Kompuntindo. Jogiyanto. 2008. Pedoman Survei Kuesioner. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta. Johnson, E. 2010. Contextual Teaching & Learning, terjemahan Ibnu Setiawan. Bandung: Bumi Aksara. Kotler, P. dan K.L Keller. 2013. Marketing Management. Edisi ke-14. England: Person Education Limited. Laksana, F. 2008. Manajemen Pemasaran Pendekatan Praktis. Yogyakarta: Graha Ilmu. Magini, A. P. 2013. Sejarah Pendekatan Montessori. Yogyakarta: Kanisius. Margono, S. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT. Asdi Mahasatya.

(230) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 210 Masidjo. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Montessori, M. 2002. The Montessori Method. New York: Schocken Books. Montessori, M. 2013. Metode Montessori, terjemahan Ahmad Lintang Lazuardi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Mulyasa. E. 2007. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya. Nurkolis. 2003. Manajemen Berbasis Sekolah. Jakarta: Grasindo. OECD. 2010. What Student Know and Can Do: Student Performance In Reading, Mathematics And Science. OECD, PISA 2009. Diakses pada 17-Jan-14 12:42:30 PM pada http://dx.doi.org/10.1787/888932343342. Purwanto. 2010. Instrumen Penelitian Sosial dan Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Ratnasari, R.T dan Aksa, M. 2011. Teori dan Kasus Manajemen Pemasaran Jasa. Bogor: Ghalia Indonesia. Rohiat. 2008. Manajemen Sekolah. Bandung: Refika Aditama. Rosnawati, R. 2013, “Kemampuan Penalaran Matematika Siswa SMP Indonesia Pada TIMSS 2011”. Jurnal Pendidikan Matematika FMIPA UNY. Ruseffendi. 1979. Pengajaran Matematika Modern. Bandung: Tarsito. Sarwono, J. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu. Sethi, R. 2000. New Product Quality and Product Development Teams. Journal of Marketing, Vol. 64, No. 2 (Apr., 2000) pp. 1-14. Simpeh, F. 2013. Thesis Submited in Fulfilment of The Requirements for The Degree of Master of Technology: Construction Management (Facility Management). Departemen of Construction Management and Quantity Surveying In The Faculty of Engineering at The Cape Peninsula University of Technology: Bellville. Singgih. 2010. Mastering SPPS 18. Jakarta: Elex Media Kompuntindo. Sitanggang. A., & Widyaiswara. 2013. Alat Peraga Matematika Sederhana untuk Sekolah Dasar. Sumatera Utara: Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan.

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 211 Soedjadi, R. 2000. Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia. Depdiknas. Sopiatin, P. 2010. Manajemen Belajar Berbasis Kepuasan Siswa. Bogor: PT Ghalia Indonesia. Sudjana, N. 2000. CBSA. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algeandra. Sudono, A. 2010. Sumber Belajar dan Alat Permainan untuk Pendidikan Usia Dini. Jakarta: Grasindo. Sugiarni, S. 2012. Peningkatan Proses dan Hasil Belajar Matematika dengan Memanfaatkan Media dan Alat Peraga Materi Operasi Hitung Campuran. Dinamika, 3, 54-58. Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta. Suharjana, A. 2009. Pemanfaatan Alat Peraga Matematika dalam Pembelajaran di SD. Yogyakarta : Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPTK) Matematika. Sukardi. 2003. Metodelogi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Sukmadinata, N. S. 2010. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya. Sukmadinata, N. S. 2012. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset. Sunyoto, D. 2012. Konsep Dasar Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen. Jakarta: Buku Seru. Supratno, J. 2006. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan. Jakarta: Rineka Cipta. Susanto, A. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Edisi ke-1. Jakarta: Kencana. Taniredja, T dan Hidayati. 2012. Penelitian Kuantitatif (sebuah pengantar). Bandung: Alfabeta. Tantang. 2012. Ilmu Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia. Tjiptono, F. 1997. Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Andi.

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 212 Tjiptono, F. 2004. Manajemen Jasa. Edisi Ke-3.Yogyakarta: Andi. Tjiptono, F. 2008. Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Andi Offset. Tjiptono, F. 2011. Service Management Mewujudkan Layanan Prima. Edisi ke-2. Yogyakarta: Andi. Udiutomo, P. 2011. Analisis Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Pelayanan Program Smart Ekselensia Indonesia. Jurnal Pendidikan Dompet Dhuafa edisi I/2011. Wahyuningsih, I. 2011. Pengaruh Model Pendidikan Montessori terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa. Skripsi. Yogyakarta. Universitas Sanata Dharma. Wardhani, E. K. 2006, “Pengukuran Tingkat Kepuasan Konsumen Jasa Penerbangan (Studi Kasus Kasus Pada Jasa Penerbangan Garuda Indonesia Semarang-Jakarta”. Jurnal Studi Manajemen & Organisasi. Volume 3, No. 1, http://ejournal.undip.ac.id//index.php/smo, Januari 2006. Warsini, N. L., Suniasih, W., & Wiarta, W. 2013. Penggunaan Alat Peraga Sederhana pada Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V. Mimbar PGSD, 1, 1-10. Wibowo, A. 2013. Manajemen Pendidikan Karakter di Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Widiyatmoko, A. 2012, “Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Mengembangkan Alat Peraga IPA dengan Memanfaatkan Bahan Bekas Pakai”. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia. JPII 1 (1) (2012) 51-56, http://journal.unnes.ac.id/index.php/jpii, April 2012. Wijayanti, T. 2013. Pengembangan Alat Peraga Penjumlahan dan Pengurangan Ala Montessori untuk Siswa Kelas I SD Krekah Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Wood, I. 2009. Layanan Pelanggan. Jakarta: Graha Ilmu.

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 213 Lampiran 1. Surat Ijin Melakukan Uji Validitas dan Reliabilitas

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 214 Lampiran 2. Surat Ijin Penelitian

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 215 Lampiran 3. Surat Keterangan Selesai Penelitian

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 216 Lampiran 4. Hasil Expert Judgement

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 217

(238) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 218

(239) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 219

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 220

(241) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 221

(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 222 Lampiran 5. Hasil Face Validity Kuesioner untuk Siswa

(243) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 223

(244) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 224

(245) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 225

(246) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 226 Lampiran 6. Hasil Face Validity untuk Kuesioner Guru

(247) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 227

(248) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 228

(249) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 229

(250) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 230 Lampiran 7. Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Uji Coba Kuesioner Kinerja

(251) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 231

(252) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 232

(253) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 233

(254) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 234

(255) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 235 Lampiran 8. Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Uji Coba Kuesioner Kepentingan

(256) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 236

(257) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 237

(258) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 238

(259) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 239

(260) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 240 Lampiran 9. Data Mentah Hasil Uji Coba Kuesioner Kinerja Responden Auto -education Menarik Bergradasi 1 2 3 4 5 6 Total 7 8 9 10 Total 11 12 13 14 15 Total 1 5 4 3 4 2 5 23 4 4 2 4 14 2 5 4 2 4 17 2 4 5 5 5 5 5 29 5 4 5 5 19 4 5 4 5 3 21 3 4 5 3 3 5 3 23 5 5 4 5 19 5 5 4 3 4 21 4 4 5 3 4 4 3 23 5 5 4 3 17 4 5 4 3 4 20 5 5 5 4 2 4 1 21 5 5 4 3 17 5 5 2 5 2 19 6 4 3 1 5 4 3 20 4 5 3 5 17 5 5 2 2 2 16 7 4 5 5 4 5 4 27 5 4 4 4 17 4 5 5 3 4 21 8 5 5 5 5 5 5 30 2 2 2 2 8 5 3 3 5 5 21 9 1 5 5 3 4 4 22 2 5 4 2 13 5 1 4 3 2 15 10 5 5 4 4 5 4 27 4 4 4 4 16 5 5 5 4 4 23 11 5 5 4 4 5 4 27 1 1 1 1 4 5 1 1 1 1 9 12 5 2 3 5 5 1 21 5 5 2 4 16 5 4 5 1 1 16 13 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 20 5 5 5 5 5 25 14 4 5 4 4 4 3 24 4 3 3 2 12 5 3 2 3 3 16 15 5 5 4 1 5 1 21 3 2 1 5 11 5 1 2 1 2 11 16 4 3 1 4 3 3 18 3 3 3 3 12 5 5 3 3 4 20 17 5 4 4 5 5 5 28 4 4 4 5 17 5 1 4 3 1 14 18 5 5 5 5 5 5 30 5 3 1 5 14 5 4 1 1 1 12 19 4 3 4 4 4 3 22 4 4 3 4 15 3 5 3 3 3 17 20 1 2 5 5 2 5 20 5 5 5 5 20 5 5 5 5 5 25 21 5 4 5 4 5 5 28 4 4 5 5 18 5 4 1 5 1 16 22 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 20 5 5 5 5 4 24 23 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 20 5 5 5 5 5 25 24 4 5 4 4 5 3 25 4 5 1 5 15 5 4 5 4 3 21 25 4 4 5 5 3 4 25 3 5 4 3 15 4 4 5 4 3 20 26 3 3 1 2 3 1 13 4 4 3 5 16 4 5 5 4 3 21 27 1 3 4 5 3 4 20 5 5 3 4 17 5 5 5 3 5 23 28 3 4 5 5 4 5 26 3 5 4 4 16 5 4 3 1 4 17 29 5 4 4 4 5 5 27 4 3 4 3 14 4 3 4 4 4 19 30 5 4 4 3 5 1 22 5 4 3 5 17 5 4 1 3 4 17

(261) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 241 Responden Auto -correction Kontekstual 16 17 18 19 20 Total 21 22 23 24 25 Total 1 4 5 5 4 5 23 5 4 3 2 4 18 2 5 5 5 5 4 24 3 5 5 4 5 22 3 4 5 5 5 5 24 2 2 3 1 2 10 4 4 5 3 3 3 18 3 4 5 3 5 20 5 1 5 4 2 5 17 5 5 4 5 3 22 6 5 4 5 4 5 23 5 1 4 1 4 15 7 1 4 5 1 5 16 1 2 4 4 4 15 8 5 5 5 2 5 22 5 2 5 5 5 22 9 5 5 5 5 5 25 4 2 4 2 5 17 10 4 4 5 3 5 21 4 4 4 4 5 21 11 1 1 5 1 1 9 1 1 1 5 1 9 12 1 5 4 5 5 20 1 5 5 3 5 19 13 5 5 5 5 5 25 5 4 4 4 5 22 14 4 4 4 3 4 19 3 3 2 2 3 13 15 5 3 5 1 3 17 5 1 5 2 5 18 16 4 3 4 4 5 20 3 3 4 4 4 18 17 1 1 1 1 1 5 5 1 1 5 3 15 18 1 1 5 5 5 17 5 5 1 1 5 17 19 2 3 3 2 4 14 2 3 2 3 3 13 20 1 2 2 3 5 13 5 1 5 5 1 17 21 1 5 5 1 5 17 5 1 5 5 1 17 22 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 2 22 23 5 5 5 5 5 25 3 3 3 5 5 19 24 5 1 5 4 5 20 2 5 4 1 5 17 25 4 3 5 4 5 21 2 2 1 1 4 10 26 4 4 4 3 5 20 5 5 5 5 2 22 27 5 5 5 5 4 24 3 3 4 5 5 20 28 5 4 5 5 5 24 4 5 3 5 4 21 29 3 4 4 3 3 17 3 3 4 4 4 18 30 1 5 5 1 5 17 1 1 1 1 5 9

(262) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 242 Responden Life Workmanship 26 27 28 29 30 31 Total 32 33 34 35 36 37 Total 1 5 2 3 2 1 5 18 4 5 3 2 3 5 22 2 5 4 5 5 3 3 25 3 4 4 4 5 4 24 3 4 5 5 5 4 5 28 3 5 5 5 5 5 28 4 4 3 4 5 4 3 23 4 3 4 5 4 5 25 5 4 2 5 5 5 5 26 5 4 3 3 4 5 24 6 5 2 5 5 5 4 26 1 5 5 5 3 1 20 7 4 2 4 4 4 4 22 1 4 4 4 4 2 19 8 5 4 4 4 4 5 26 4 4 4 4 5 5 26 9 5 4 5 5 5 5 29 5 4 5 5 1 5 25 10 4 5 5 4 4 5 27 4 4 4 4 4 4 24 11 5 5 5 5 5 5 30 5 1 1 1 1 5 14 12 2 5 1 5 5 5 23 1 5 3 1 5 4 19 13 4 5 5 4 4 3 25 3 4 3 3 4 3 20 14 5 4 4 3 4 3 23 3 4 3 4 4 5 23 15 1 3 5 2 5 1 17 5 5 5 5 5 5 30 16 4 3 3 4 5 4 23 4 3 4 3 3 2 19 17 3 3 5 1 2 5 19 1 5 5 5 5 5 26 18 1 1 5 1 5 5 18 1 5 1 1 5 5 18 19 3 3 4 4 4 3 21 2 3 3 3 4 3 18 20 5 3 5 5 5 5 28 3 5 3 1 2 5 19 21 5 5 5 5 5 1 26 4 4 1 5 5 5 24 22 5 5 5 4 4 5 28 3 2 4 3 4 2 18 23 3 3 3 3 3 3 18 3 3 3 3 4 4 20 24 5 1 4 5 4 5 24 5 4 4 5 5 1 24 25 1 1 4 1 4 4 15 4 4 3 1 3 1 16 26 5 5 5 5 5 4 29 1 1 3 3 5 4 17 27 3 4 5 4 3 3 22 3 3 4 4 5 5 24 28 3 1 5 5 5 4 23 5 5 4 5 4 5 28 29 3 4 4 3 4 3 21 3 3 3 3 4 3 19 30 5 1 5 5 5 5 26 1 5 4 5 5 5 25

(263) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 243 Lampiran 10. Data Mentah Hasil Uji Coba Kuesioner Kepentingan Responden Auto -education Menarik Bergradasi 1 2 3 4 5 6 Total 7 8 9 10 Total 11 12 13 14 15 Total 1 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 20 5 5 5 5 5 25 2 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 20 5 5 3 5 4 22 3 4 5 4 5 4 5 27 5 4 3 5 17 5 5 3 3 4 20 4 4 5 3 5 4 3 24 5 5 4 3 17 5 4 5 3 4 21 5 5 5 1 5 5 2 23 5 5 4 5 19 5 5 2 4 4 20 6 4 3 2 5 4 3 21 1 1 5 1 8 5 1 1 1 2 10 7 4 5 4 4 5 4 26 4 4 3 4 15 5 4 4 2 4 19 8 5 5 3 3 5 3 24 3 3 5 3 14 5 3 3 3 3 17 9 5 4 5 5 5 6 30 4 4 3 2 13 5 3 3 4 3 18 10 4 4 4 4 4 4 24 4 4 4 4 16 5 4 4 4 4 21 11 5 5 3 5 5 4 27 1 1 1 2 5 3 1 1 1 1 7 12 5 5 2 4 5 1 22 3 4 2 2 11 2 5 4 1 3 15 13 4 5 4 4 4 4 25 4 4 4 4 16 4 4 4 4 4 20 14 4 5 3 4 4 3 23 4 3 4 2 13 4 3 2 2 1 12 15 5 4 2 5 5 5 26 5 3 3 2 13 5 1 5 5 1 17 16 4 4 3 4 5 4 24 5 5 4 3 17 5 4 2 5 4 20 17 5 4 1 5 5 5 25 5 4 5 5 19 5 2 2 5 2 16 18 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 20 5 5 5 5 5 25 19 4 4 3 4 4 3 22 4 4 3 4 15 4 4 3 3 3 17 20 2 2 5 5 2 1 17 5 5 5 5 20 5 5 5 5 5 25 21 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 20 5 5 5 5 5 25 22 5 4 4 5 5 4 27 3 4 4 4 15 4 4 4 3 4 19 23 5 4 5 3 5 3 25 3 3 3 3 12 3 3 3 3 3 15 24 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 20 5 5 5 5 5 25 25 4 5 3 3 4 5 24 4 1 4 5 14 4 1 3 2 4 14 26 3 3 1 2 3 1 13 4 4 3 5 16 4 5 5 4 3 21 27 4 5 5 5 5 4 28 4 4 4 4 16 5 4 5 3 5 22 28 5 4 5 5 5 5 29 4 5 5 5 19 5 5 4 5 5 24 29 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 4 19 5 3 5 5 3 21 30 5 3 5 5 5 5 28 5 5 2 5 17 5 5 3 1 2 16

(264) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 244 Responden Auto -correction Kontekstual 16 17 18 19 20 Total 21 22 23 24 25 Total 1 1 5 5 1 5 17 5 5 5 5 5 25 2 5 5 5 5 5 25 5 4 5 4 5 23 3 5 4 5 5 5 24 2 2 2 3 4 13 4 4 5 4 5 5 23 5 5 5 4 5 24 5 5 5 4 4 4 22 5 5 5 5 5 25 6 5 2 4 4 5 20 1 2 1 1 2 7 7 3 4 5 4 5 21 1 2 3 4 4 14 8 3 3 5 3 5 19 3 3 3 5 5 19 9 5 5 5 5 5 25 3 2 2 3 5 15 10 5 5 5 5 5 25 5 5 5 4 5 24 11 1 1 4 1 5 12 5 5 5 4 5 24 12 5 5 4 5 5 24 2 1 5 3 5 16 13 4 4 4 4 4 20 1 5 4 4 4 18 14 4 4 5 4 3 20 2 2 2 2 5 13 15 1 5 5 3 2 16 5 1 2 3 2 13 16 5 5 5 4 5 24 3 4 5 5 4 21 17 2 3 5 5 5 20 5 1 5 5 5 21 18 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 5 25 19 2 2 3 2 4 13 2 2 2 3 3 12 20 3 3 1 1 1 9 3 2 2 5 5 17 21 1 5 5 1 5 17 5 5 5 3 5 23 22 5 5 4 4 5 23 5 5 5 5 5 25 23 3 3 5 5 5 21 5 5 5 5 5 25 24 1 5 5 5 5 21 5 5 5 5 4 24 25 4 5 5 4 3 21 1 1 1 1 4 8 26 4 4 4 3 5 20 5 5 5 5 2 22 27 5 5 5 5 4 24 3 3 4 4 4 18 28 5 4 5 5 5 24 5 5 5 5 5 25 29 2 5 4 3 2 16 3 4 3 4 4 18 30 2 5 5 2 5 19 2 2 3 5 4 16

(265) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 245 Responden Life Workmanship 26 27 28 29 30 31 Total 32 33 34 35 36 37 Total 1 5 5 5 4 5 5 29 5 5 5 5 5 5 30 2 4 5 5 3 3 5 25 3 4 5 5 4 5 26 3 5 5 5 5 4 4 28 3 4 4 5 5 5 26 4 4 4 5 5 4 4 26 5 5 4 5 4 5 28 5 5 5 5 5 5 5 30 4 5 4 5 5 5 28 6 3 2 5 5 5 5 25 1 5 5 5 5 1 22 7 4 3 4 4 3 4 22 2 4 4 4 4 4 22 8 5 5 5 3 3 3 24 3 3 3 3 3 3 18 9 5 2 5 1 1 1 15 2 2 4 2 1 1 12 10 5 5 5 5 5 5 30 4 4 5 5 4 5 27 11 5 5 5 4 1 5 25 4 1 1 2 1 5 14 12 2 4 1 1 5 1 14 1 5 1 1 5 1 14 13 2 3 4 3 3 3 18 4 4 4 4 4 4 24 14 4 3 4 5 5 4 25 4 5 3 5 4 5 26 15 1 1 2 5 5 5 19 3 4 2 5 5 5 24 16 5 3 3 4 4 4 23 5 3 4 2 4 3 21 17 4 5 5 5 5 5 29 4 5 5 5 5 5 29 18 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 5 5 30 19 3 3 4 4 4 3 21 3 4 4 3 3 3 20 20 5 4 5 5 5 5 29 3 5 3 3 3 5 22 21 5 5 5 4 5 5 29 5 2 4 5 5 5 26 22 5 5 5 5 5 5 30 1 5 5 5 5 5 26 23 5 5 3 4 5 3 25 3 3 3 3 3 3 18 24 5 1 5 5 5 5 26 1 5 2 2 5 2 17 25 5 1 5 1 1 4 17 1 5 1 5 5 1 18 26 5 5 5 5 5 4 29 5 1 3 3 5 4 21 27 3 4 4 4 5 4 24 3 3 5 5 4 5 25 28 5 4 5 5 5 4 28 4 5 4 5 5 5 28 29 3 4 3 3 4 4 21 4 4 3 3 4 3 21 30 4 5 5 5 4 4 27 3 4 5 5 5 5 27

(266) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 246 Lampiran 11. Output Validitas Uji Coba Kuesioner Kinerja a. Output Validitas Kinerja Indikator Auto-education Correlations Total Total Pearson Correlation Item1 1 Sig. (2-tailed) N Item1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item5 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item6 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item2 .481 ** Item3 .613 ** Item4 .724 ** Item5 .519 ** Item6 .627 ** .709 ** .007 .000 .000 .003 .000 .000 30 30 30 30 30 30 30 ** 1 .379 * .003 -.037 ** -.052 .039 .987 .846 .001 .785 30 30 30 30 30 30 * 1 .444 * -.191 ** .205 .014 .313 .001 .278 30 .481 .007 30 .613 ** .379 .586 .555 .000 .039 30 30 30 30 30 30 ** .003 .444 * 1 .296 .336 .000 .987 .014 .112 .069 .002 30 30 30 30 30 30 30 ** -.037 -.191 .296 1 .003 .003 .846 .313 .112 30 30 30 30 ** .724 .519 .627 ** .586 ** .555 .542 .696 ** ** .986 .000 30 30 30 .336 .003 1 .025 .000 .001 .001 .069 .986 30 30 30 30 30 30 30 ** -.052 .205 ** .025 1 .000 .785 .278 .002 .000 .896 30 30 30 30 30 30 .709 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). .542 ** .696 .896 30

(267) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 247 b. Output Validitas Kinerja Indikator Menarik Correlations Total Total Pearson Correlation Item7 1 Sig. (2-tailed) N Item7 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item8 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item9 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item10 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item8 .833 ** Item9 .818 ** Item10 .724 ** .734 ** .000 .000 .000 .000 30 30 30 30 30 ** 1 .833 .578 .000 30 .818 ** * .652 ** .029 .000 30 30 30 30 ** 1 .578 .001 30 30 ** .399 .001 .000 .724 ** .399 * .556 ** .429 * .001 .018 30 30 30 ** 1 .226 .556 .000 .029 .001 30 30 30 30 30 * .226 1 .734 ** .652 ** .429 .230 .000 .000 .018 .230 30 30 30 30 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 30

(268) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 248 c. Output Validitas Kinerja Indikator Bergradasi Correlations Total Total Pearson Correlation Item11 1 Sig. (2-tailed) N Item11 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item12 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item13 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item14 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item15 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N -.011 Item12 .704 Item13 ** .725 Item14 ** .745 Item15 ** .801 ** .955 .000 .000 .000 .000 30 30 30 30 30 30 -.011 1 -.266 -.190 .045 -.135 .155 .314 .814 .476 30 .955 30 30 30 30 30 ** -.266 1 .352 .372 .000 .155 .057 .043 .004 30 30 30 30 30 30 ** -.190 .352 1 .373 .000 .314 .057 30 30 30 ** .045 .372 .000 .814 .043 .043 30 30 30 30 ** -.135 .000 .476 .004 .005 .014 30 30 30 30 30 .704 .725 .745 .801 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). .516 * ** * * .516 .502 ** ** .043 .005 30 30 30 * 1 .444 .373 .502 ** * .014 30 30 * 1 .444 30

(269) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 249 d. Output Validitas Kinerja Indikator Auto-correction Correlations Total Total Pearson Correlation Item16 1 Sig. (2-tailed) N Item16 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item17 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item18 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item19 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item20 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N .766 Item17 ** .669 Item18 ** .662 Item19 ** .757 Item20 ** .679 ** .000 .000 .000 .000 .000 30 30 30 30 30 30 ** 1 .336 .425 ** .224 .070 .019 .001 .234 .766 .000 * .554 30 30 30 30 30 30 ** .336 1 .359 .260 .446 .000 .070 .052 .165 .014 30 30 30 30 30 30 * .359 1 .304 .448 .000 .019 .052 .102 .013 30 30 30 30 30 30 ** .260 .304 1 .455 .000 .001 .165 .102 30 30 30 30 ** .224 .446 .000 .234 .014 .013 .012 30 30 30 30 30 .669 .662 .757 .679 ** ** .425 .554 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). * .448 * * * * .012 30 30 * 1 .455 30

(270) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 250 e. Output Validitas Kinerja Indikator Kontekstual Correlations Total Total Pearson Correlation Item21 1 Sig. (2-tailed) N Item21 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item22 ** .715 ** .527 Item25 ** .287 .001 .000 .000 .003 .124 30 30 30 30 30 30 ** 1 .083 .325 .264 -.119 .662 .079 .159 .532 .573 .001 30 30 30 30 ** .083 1 .242 .093 .280 .000 .662 .199 .625 .134 30 30 30 30 30 30 ** .325 .242 1 .343 .056 .000 .079 .199 .064 .769 30 30 30 30 30 30 ** .264 .093 .343 1 -.341 .003 .159 .625 .064 30 30 30 30 30 30 Pearson Correlation .287 -.119 .280 .056 -.341 1 Sig. (2-tailed) .124 .532 .134 .769 .065 30 30 30 30 30 Pearson Correlation Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item25 .625 Item24 30 N Item24 ** Item23 30 Sig. (2-tailed) Item23 .573 Item22 N .625 .715 .527 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). .065 30

(271) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 251 f. Output Validitas Kinerja Indikator Life Correlations Total Total Pearson Correlation Item26 Item27 Item28 Item29 Item30 Item31 1 Sig. (2-tailed) N Item26 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item27 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item28 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item29 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item30 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item31 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N .750 ** .515 ** .377 * .815 ** .431 * .319 .000 .004 .040 .000 .017 .086 30 30 30 30 30 30 30 ** 1 .277 .215 ** -.036 .225 .139 .253 .000 .851 .232 .750 .000 .626 30 30 30 30 30 30 30 ** .277 1 .021 .297 .016 -.163 .004 .139 .914 .111 .932 .388 30 30 30 30 30 30 30 * .215 .021 1 .105 .188 -.063 .040 .253 .914 .580 .321 .741 30 30 30 30 30 30 30 ** .297 .105 1 .453 * .088 .000 .000 .111 .580 .012 .644 30 30 30 30 30 30 30 * -.036 .016 .188 .453 * 1 -.030 .017 .851 .932 .321 .012 30 30 30 30 30 30 30 .319 .225 -.163 -.063 .088 -.030 1 .086 .232 .388 .741 .644 .876 30 30 30 30 30 30 .515 .377 .815 ** .431 .626 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). .876 30

(272) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 252 g. Output Validitas Kinerja Indikator Workmanship Correlations Total Total Pearson Correlation Item32 1 Sig. (2-tailed) ** .405 * .470 ** .009 30 30 30 30 30 30 30 Pearson Correlation .320 1 -.116 .000 .118 -.358 .141 Sig. (2-tailed) .085 .542 1.000 .536 .052 .458 Pearson Correlation Pearson Correlation N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 30 30 30 30 30 30 30 ** -.116 1 .302 .212 .212 .166 .003 .542 .105 .261 .261 .380 30 30 30 30 30 30 30 ** .000 .302 1 ** .109 -.154 .001 1.000 .105 .000 .567 .415 30 30 30 30 30 30 30 ** .118 .212 ** 1 .336 .085 .000 .536 .261 .000 .069 .654 30 30 30 30 30 30 30 1 .085 .529 .578 .776 .642 .642 Pearson Correlation .405 * -.358 .212 .109 .336 Sig. (2-tailed) .026 .052 .261 .567 .069 30 30 30 30 30 30 30 ** .141 .166 -.154 .085 .085 1 .009 .458 .380 .415 .654 .654 30 30 30 30 30 30 N Item37 .776 .026 Sig. (2-tailed) Item36 ** .000 N Item35 .578 .001 Sig. (2-tailed) Item34 ** .003 N Item33 .529 .085 N Item32 .320 Item33 Item34 Item35 Item36 Item37 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N .470 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). .654 30

(273) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 253 Lampiran 12. Output Validitas Uji Coba Kuesioner Kepentingan a. Output Validitas Kepentingan Indikator Auto-education Correlations Total Total Pearson Correlation Item1 1 Sig. (2-tailed) N Item1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item5 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item6 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item2 .732 ** Item3 .540 ** Item4 .640 ** Item5 .589 ** Item6 .753 ** .853 ** .000 .002 .000 .001 .000 .000 30 30 30 30 30 30 30 ** 1 ** .126 .315 .006 .507 .090 .000 .002 30 30 30 30 30 30 ** 1 .093 .072 ** .321 .626 .704 .002 .084 30 .732 .487 .000 30 .540 ** .487 .912 .536 ** .539 ** .002 .006 30 30 30 30 30 30 ** .126 .093 1 .327 .161 .000 .507 .626 .078 .395 .007 30 30 30 30 30 30 30 ** .315 .072 .327 1 .293 .450 .001 .090 .704 .078 .116 .013 30 30 30 30 30 30 30 ** .161 .293 1 .640 .589 .753 ** .912 ** .536 .000 .000 .002 .395 .116 30 30 30 30 30 ** .321 .000 .002 .084 .007 .013 .002 30 30 30 30 30 30 .853 ** .539 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). .484 ** .450 * .484 .552 ** * ** .002 30 30 ** 1 .552 30

(274) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 254 b. Output Validitas Kepentingan Indikator Menarik Correlations Total Total Pearson Correlation Item7 1 Sig. (2-tailed) N Item7 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item8 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item9 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item10 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item8 .870 ** Item9 .846 ** Item10 .634 ** .820 ** .000 .000 .000 .000 30 30 30 30 30 ** 1 ** .353 .000 .055 .000 30 30 30 30 ** 1 .334 .870 .000 30 .846 ** .772 .000 .000 30 30 ** .772 .636 .563 ** ** .071 .001 30 30 30 .353 .334 1 .368 .000 .055 .071 30 30 30 .634 .820 ** .636 ** .563 ** .046 30 30 * 1 .368 .000 .000 .001 .046 30 30 30 30 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). * 30

(275) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 255 c. Output Validitas Kepentingan Indikator Bergradasi Correlations Total Total Pearson Correlation Item11 Item12 1 Sig. (2-tailed) N Item11 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item12 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item13 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item14 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item15 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N .532 ** .747 ** Item13 .761 Item14 Item15 ** .767 ** .841 ** .002 .000 .000 .000 .000 30 30 30 30 30 30 ** 1 .160 .203 ** .338 .398 .283 .003 .068 30 30 30 ** .326 .008 .078 .000 30 30 30 30 ** 1 .532 .002 .527 30 30 30 ** .160 1 .000 .398 30 30 ** .203 .000 .283 .008 30 30 30 ** .326 .000 .003 .078 .007 30 30 30 30 ** .338 .000 .068 .000 .001 .007 30 30 30 30 30 .747 .761 .767 .841 ** .527 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). .473 .667 ** .473 .479 ** .667 .561 ** ** .007 .001 30 30 30 ** 1 .479 .561 ** .481 ** .007 30 30 ** 1 .481 30

(276) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 256 d. Output Validitas Kepentingan Indikator Auto-correction Correlations Total Total Pearson Correlation Item16 1 Sig. (2-tailed) N Item16 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item17 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item18 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item19 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item20 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N .733 Item17 ** .552 Item18 ** .615 Item19 ** .854 Item20 ** .557 ** .000 .002 .000 .000 .001 30 30 30 30 30 30 ** 1 .237 .039 ** .202 .207 .839 .000 .284 .733 .000 .662 30 30 30 30 30 30 ** .237 1 .391 * .316 -.011 .002 .207 .033 .089 .954 30 30 30 30 30 30 ** .039 .391 * 1 .425 .000 .839 .033 30 30 30 ** .316 .425 .000 .000 .089 .019 30 30 30 30 30 30 ** .202 -.011 ** .315 1 .001 .284 .954 .004 .090 30 30 30 30 30 .552 .615 .854 .557 ** .662 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). * .509 ** .019 .004 30 30 30 * 1 .315 .509 .090 30

(277) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 257 e. Output Validitas Kepentingan Indikator Kontekstual Correlations Total Total Pearson Correlation Item21 1 Sig. (2-tailed) N Item21 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item22 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item23 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item24 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item25 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N .840 Item22 ** .834 Item23 ** .916 Item24 ** .782 Item25 ** .544 ** .000 .000 .000 .000 .002 30 30 30 30 30 30 ** 1 ** .306 .840 .000 30 .834 ** .565 .100 30 30 30 30 30 ** 1 ** .286 .000 .002 .125 30 30 30 30 ** 1 .617 30 .720 ** .728 .000 .000 .000 30 30 30 ** ** .001 30 .782 .720 .000 .000 ** ** .000 .000 .916 .617 .565 ** .537 ** .728 ** .537 .677 ** .447 * .000 .013 30 30 30 ** 1 .343 .677 .000 .001 .002 .000 30 30 30 30 30 30 ** .306 .286 .447 * .343 1 .002 .100 .125 .013 .064 30 30 30 30 30 .544 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). .064 30

(278) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 258 f. Output Validitas Kepentingan Indikator Life Correlations Total Total Pearson Correlation Item26 Item27 Item28 Item29 Item30 Item31 1 Sig. (2-tailed) N Item26 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item27 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item28 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item29 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item30 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item31 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N .572 ** .627 ** .610 ** .804 ** .536 ** .728 ** .001 .000 .000 .000 .002 .000 30 30 30 30 30 30 30 ** 1 .379 ** .161 -.115 .235 .039 .000 .396 .546 .211 30 30 30 30 30 30 * 1 .260 .268 .249 .172 .166 .152 .185 .364 .572 .001 30 .627 ** .379 * .667 .000 .039 30 30 30 30 30 30 30 ** .260 1 .323 -.172 .450 .000 .000 .166 .082 .365 .013 30 30 30 30 30 30 30 ** .161 .268 .323 1 .000 .396 .152 .082 30 30 30 30 ** -.115 .249 -.172 .002 .546 .185 .365 .000 30 30 30 30 30 30 30 ** .235 .172 .450 ** .335 1 .000 .211 .364 .013 .000 .070 30 30 30 30 30 30 .610 .804 .536 .728 ** .667 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). * .637 ** .697 * ** .000 .000 30 30 30 ** 1 .335 .637 .697 .070 30

(279) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 259 g. Output Validitas Kepentingan Indikator Workmanship Correlations Total Total Pearson Correlation Item32 Item33 Item34 Item35 Item36 Item37 1 Sig. (2-tailed) N Item32 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item33 .692 ** .845 ** .593 ** .754 ** .004 .013 .000 .000 .001 .000 30 30 30 30 30 30 30 ** 1 -.270 .278 .200 -.008 .149 .137 .288 .968 .000 30 30 ** .018 .505 .004 .610 ** 30 30 30 30 30 1 .171 .396 .366 .030 .002 .924 30 30 30 ** .211 .416 .001 .263 .022 30 30 30 30 ** 1 -.270 Sig. (2-tailed) .013 .149 30 30 30 30 ** .278 .171 1 .000 .137 .366 30 30 30 ** .200 .396 .000 .288 .030 .001 30 30 30 30 ** -.008 ** .211 .001 .968 .002 .263 .003 30 30 30 30 30 30 30 ** .018 .416 ** .155 1 .000 .000 .924 .022 .001 .413 30 30 30 30 30 30 Pearson Correlation Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item37 * * N Item36 .447 .447 Sig. (2-tailed) Item35 ** Pearson Correlation N Item34 .505 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N .692 .845 .593 .754 ** .610 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). .537 * .570 * .570 * .537 .528 ** .569 * ** .003 .001 30 30 30 ** 1 .155 .528 .569 .413 30

(280) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 260 Lampiran 13. Output Reliabilitas Uji Coba Kuesioner Kinerja a. Output Reliabilitas Kinerja Indikator Auto-education Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .662 6 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted Item1 20.27 14.478 .214 .684 item2 20.17 13.868 .437 .609 Item3 20.43 11.978 .536 .564 Item4 20.30 14.424 .300 .650 Item5 20.10 13.817 .459 .604 Item6 20.73 11.375 .462 .595

(281) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 261 b. Output Reliabilitas Kinerja Indikator Menarik Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .774 4 Item-Total Statistics Corrected ItemScale Mean if Scale Variance if Cronbach's Total Alpha if Item Correlation Deleted Item Deleted Item Deleted Item7 11.47 7.637 .694 .662 Item8 11.43 7.702 .667 .675 Item9 12.17 7.868 .465 .786 Item10 11.53 8.120 .515 .751 c. Output Reliabilitas Kinerja Indikator Bergradasi Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .747 4 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted Item12 10.07 11.030 .520 .701 Item13 10.53 10.671 .515 .705 Item14 10.80 11.131 .496 .714 Item15 10.90 10.300 .642 .633

(282) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 262 d. Output Reliabilitas Kinerja Indikator Auto-correction Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .742 5 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Item Deleted Item Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted Item16 16.03 13.757 .541 .689 Item17 15.53 16.395 .455 .716 Item18 14.97 18.102 .519 .703 Item19 16.07 14.616 .559 .676 Item20 15.00 17.379 .519 .697 e. Output Reliabilitas Kinerja Indikator Kontekstual Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .533 4 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted Item21 9.97 10.033 .320 .461 Item22 10.43 10.944 .186 .573 Item23 9.93 9.168 .462 .340 Item24 10.07 9.444 .333 .449

(283) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 263 f. Output Reliabilitas Kinerja Indikator LIfe Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .594 5 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Item Deleted Item Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted Item26 15.77 8.737 .474 .465 Item27 16.37 9.757 .254 .604 Item28 15.23 12.047 .183 .611 Item29 15.70 7.528 .652 .340 Item30 15.47 11.637 .222 .597 g. Output Reliabilitas Kinerja Indikator Workmanship Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .545 5 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted Item33 14.93 10.133 .350 .467 Item34 15.30 10.148 .367 .460 Item35 15.30 7.734 .524 .330 Item36 14.80 10.441 .298 .495 Item37 14.87 11.292 .071 .639

(284) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 264 Lampiran 14. Output Reliabilitas Uji Coba Kuesioner Kepentingan a. Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Auto-education Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .750 6 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted Item1 21.00 12.483 .628 .693 Item2 21.07 13.375 .373 .742 Item3 21.80 11.062 .362 .774 Item4 21.00 13.034 .431 .729 Item5 20.90 12.369 .656 .687 Item6 21.57 8.806 .704 .642

(285) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 265 b. Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Menarik Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .804 4 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Item Deleted Item Deleted Alpha if Item Total Correlation Deleted Item7 11.73 7.857 .757 .689 Item8 11.90 7.610 .697 .714 Item9 11.97 9.826 .401 .848 Item10 12.00 7.724 .644 .742 c. Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Bergradasi Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .794 4 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted Item12 10.63 10.516 .588 .752 Item13 10.80 10.855 .620 .736 Item14 10.87 10.878 .505 .796 Item15 10.90 10.300 .725 .686

(286) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 266 d. Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Auto-correction Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .685 5 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Item Deleted Item Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted Item16 16.83 9.937 .463 .633 Item17 16.13 13.016 .316 .683 Item18 15.83 13.247 .457 .641 Item19 16.60 8.938 .701 .495 Item20 15.93 13.030 .328 .678 e. Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Kontekstual Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .874 4 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted Item21 11.20 13.752 .727 .841 Item22 11.33 13.678 .719 .845 Item23 10.97 13.620 .838 .795 Item24 10.80 16.786 .664 .867

(287) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 267 f. Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Life Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .641 5 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Item Deleted Item Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted Item26 16.47 11.085 .379 .595 Item27 16.80 9.683 .434 .567 Item28 16.27 11.444 .381 .596 Item29 16.60 9.352 .554 .503 Item30 16.53 11.430 .246 .660 g. Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Workmanship Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .731 5 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted Item33 15.77 14.806 .352 .735 Item34 16.07 13.444 .487 .687 Item35 15.73 11.168 .786 .561 Item36 15.57 14.254 .484 .690 Item37 15.80 13.200 .400 .728

(288) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 268 Lampiran 15. Contoh Jawaban Responden (Siswa) Pada Kuesioner Kinerja

(289) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 269

(290) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 270

(291) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 271

(292) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 272 Lampiran 16. Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Kuesioner Kepentingan

(293) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 273

(294) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 274

(295) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 275

(296) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 276 Lampiran 17. Contoh Jawaban Responden (Guru) pada Kuesioner Kinerja

(297) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 277

(298) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 278

(299) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 279 Lampiran 18. Contoh Jawaban Responden (Guru) pada Kuesioner Kepentingan

(300) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 280

(301) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 281

(302) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 282 Lampiran 19. Data Mentah Hasil Kuesioner Kinerja Pada Responden (Siswa) Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 Nomor Item Menarik Bergradasi Auto-education 1 4 3 5 5 5 4 5 5 5 4 5 4 2 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 4 4 4 4 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 4 5 5 3 5 5 3 5 2 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 3 4 3 4 4 3 5 5 5 5 4 5 5 4 3 2 4 5 5 2 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 3 4 4 5 5 5 4 5 3 4 1 5 5 4 5 4 2 5 5 5 4 3 3 4 2 5 5 5 4 5 4 3 4 4 3 3 4 2 2 5 5 2 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 2 2 5 5 5 4 5 3 5 4 5 5 5 4 3 4 4 2 5 5 3 3 4 5 5 4 1 3 1 5 3 4 4 5 4 5 4 4 5 4 5 5 5 5 4 5 5 4 4 5 5 4 4 5 3 3 5 5 3 3 5 4 4 4 5 5 5 4 5 4 4 5 3 5 5 3 4 5 4 3 5 5 4 4 5 5 5 4 5 4 3 5 4 5 4 5 4 3 5 5 5 5 3 4 3 4 5 5 5 4 4 5 5 5 5 4 5 5 4 4 4 5 5 5 4 4 4 4 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 3 6 5 5 5 4 5 3 5 5 5 3 4 5 5 3 5 4 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 3 5 5 4 5 5 4 4 3 5 4 2 5 4 5 3 5 4 5 4 5 3 4 4 4 5 5 4 4 7 4 5 5 4 3 5 3 4 5 4 5 4 2 5 3 4 2 5 2 5 5 4 5 4 5 5 3 5 4 5 5 4 4 5 5 4 4 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 4 4 5 5 5 4 5 4 2 5 5 5 5 8 5 4 5 5 4 4 4 5 5 4 5 3 3 5 4 2 3 5 3 4 4 4 5 4 5 5 1 4 4 5 5 5 4 5 3 5 5 5 4 4 4 5 4 4 5 4 4 5 4 4 5 4 5 5 4 5 4 5 5 5 4 9 5 5 5 5 4 3 5 4 5 3 4 4 1 4 4 4 1 5 1 3 5 5 5 5 4 4 5 5 5 2 3 4 3 5 5 5 4 4 4 4 4 4 5 2 2 5 5 2 4 5 2 4 5 3 5 5 3 5 5 4 5 10 3 5 5 5 4 5 3 4 4 4 5 4 3 3 4 5 2 5 2 3 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 2 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 4 5 4 4 5 5 5 5 5 5 4 4 3 5 5 5 5 4 11 4 5 5 4 4 4 5 5 5 4 5 4 3 4 4 2 3 5 3 4 4 4 5 4 1 2 5 4 5 5 5 5 3 5 5 3 4 5 4 4 5 4 5 5 5 5 5 5 4 4 5 4 5 4 4 4 5 5 5 3 5 12 5 5 5 5 4 3 4 4 2 4 4 4 3 4 4 3 2 1 2 3 5 3 5 4 4 5 3 4 4 5 5 4 1 5 5 3 4 4 3 3 4 5 4 3 2 4 4 3 5 4 2 4 5 4 5 2 4 5 5 4 4 13 5 4 5 5 5 5 2 2 5 3 4 3 2 5 3 4 5 5 5 2 4 2 5 5 5 3 4 5 5 5 3 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 3 1 5 5 5 3 5 5 5 5 5 3 4 4 3 5 5 5 5 Auto-correction 14 4 3 5 3 3 4 4 5 5 3 1 5 1 5 5 3 1 5 1 1 1 1 5 4 2 3 2 5 5 5 1 4 4 5 5 5 3 4 3 3 4 5 4 4 5 4 3 1 5 5 5 4 5 3 5 2 5 5 5 4 3 15 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 3 3 5 5 2 5 2 3 5 3 5 4 3 4 5 4 5 2 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 3 4 3 3 5 5 4 4 4 4 5 5 5 3 4 1 4 5 5 5 5 16 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 5 5 1 4 5 5 5 5 5 4 5 4 5 4 5 5 3 5 4 5 5 4 3 5 5 4 4 4 4 4 5 5 4 1 5 4 5 5 5 4 5 4 5 4 5 5 3 5 5 4 4 17 4 4 5 4 4 4 4 5 5 3 1 4 2 3 4 4 1 5 3 2 2 2 5 3 4 4 1 5 5 2 5 5 4 5 5 4 5 5 5 5 4 4 5 4 5 5 4 2 5 5 5 5 5 3 4 4 4 5 5 4 5 18 5 5 5 4 5 4 3 2 5 4 5 5 5 5 5 3 5 5 4 3 5 3 5 5 5 5 5 4 4 5 5 3 3 5 5 3 4 4 4 4 4 5 4 3 4 4 5 5 5 5 3 5 5 4 5 3 3 5 5 5 4

(303) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 283 Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 Nomor Item Life Kontekstual 19 4 1 5 5 4 5 3 5 5 4 3 4 3 3 4 2 1 5 5 4 4 4 5 4 5 5 4 4 5 5 5 5 1 5 5 3 4 5 4 4 5 4 4 2 5 5 3 4 5 4 5 4 5 4 4 5 2 5 5 5 5 20 4 4 5 5 4 4 5 5 5 3 1 4 2 4 4 1 1 5 5 2 4 2 5 5 1 4 5 5 5 5 4 5 4 5 5 2 5 4 4 4 5 5 3 4 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 21 4 4 4 5 4 5 2 5 5 4 3 4 2 4 4 5 1 5 3 3 5 3 5 3 5 5 5 3 5 5 5 5 4 5 5 3 5 5 4 4 5 4 4 3 4 5 4 3 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 4 5 22 5 5 4 5 4 5 2 5 5 4 3 4 2 4 4 3 2 5 4 2 4 4 5 4 4 3 4 4 4 2 5 4 3 5 5 5 5 4 5 5 4 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 3 4 23 4 4 4 5 5 4 5 5 5 4 4 5 3 1 5 2 2 5 4 4 5 5 5 3 5 4 3 3 5 5 5 3 4 5 5 4 5 5 4 4 5 4 3 2 5 5 4 4 5 4 5 5 5 3 5 4 3 5 5 4 3 24 5 5 4 5 4 4 5 4 5 3 1 5 2 3 5 1 5 5 5 3 4 3 5 5 5 5 2 5 4 5 3 5 3 5 5 4 4 4 5 5 3 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5 4 5 4 4 5 4 5 5 4 4 25 4 4 4 4 5 5 2 5 5 4 5 5 1 4 5 5 5 5 3 2 5 4 5 5 4 5 3 4 5 5 5 3 2 5 5 5 4 5 4 4 4 4 4 3 2 5 5 4 5 3 2 4 5 3 5 4 5 5 5 5 5 Workmanship 26 5 5 4 4 4 3 2 5 5 3 4 5 5 5 5 4 2 5 4 5 4 5 1 4 5 4 5 3 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 4 5 3 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 3 4 3 3 5 5 5 3 27 4 4 4 5 5 4 5 5 5 4 5 3 1 5 3 4 1 5 2 2 5 3 5 4 5 5 4 5 4 2 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 2 4 5 5 3 4 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 3 5 28 5 5 4 4 4 3 2 5 5 3 2 4 2 4 4 2 5 5 4 1 4 4 5 5 5 3 1 5 5 5 5 5 3 5 5 5 5 4 4 4 3 5 5 1 5 5 4 5 5 4 5 5 5 4 4 4 3 5 5 5 4 29 4 4 5 4 5 5 2 5 5 4 4 5 1 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 4 4 5 5 4 4 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 3 4 5 2 4 5 4 5 4 5 4 5 5 4 5 5 5 3 30 5 5 5 5 4 4 5 3 5 4 1 5 2 5 5 3 5 5 5 1 4 3 5 4 3 4 4 5 5 2 3 5 3 5 5 5 5 4 5 5 4 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 5 5 5 4 Total 132 124 142 139 127 126 115 134 146 111 108 127 72 122 128 103 95 146 110 95 129 113 144 129 124 126 111 132 136 126 137 133 102 150 147 127 135 135 129 129 129 135 124 100 137 140 128 118 143 134 139 137 150 110 135 122 117 150 150 129 126

(304) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 284 Lampiran 20. Data Mentah Hasil Kuesioner Kepentingan Pada Responden (Siswa) Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 Nomor Item Menarik Bergradasi Auto-education 1 1 4 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 3 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 5 5 4 4 4 5 4 5 5 4 4 5 4 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 1 4 5 4 4 4 5 4 5 5 4 4 2 4 5 5 4 3 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 5 5 4 4 3 4 3 5 4 1 4 5 5 4 4 5 2 2 5 1 5 4 4 1 5 4 5 1 5 5 5 2 4 5 3 5 3 5 5 5 4 4 5 4 4 4 4 5 2 4 5 5 3 5 5 4 4 4 4 4 5 4 5 5 4 3 4 5 3 5 4 5 4 5 4 5 4 4 5 3 3 5 5 5 5 5 5 5 4 5 3 4 5 3 3 5 4 5 5 5 5 5 4 5 4 3 4 4 5 4 3 4 5 5 4 5 5 4 4 4 4 4 4 3 5 4 3 2 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 3 5 5 5 5 5 4 5 4 5 5 5 3 4 4 5 5 5 5 4 4 4 5 5 4 5 4 4 5 4 3 4 5 3 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 6 3 1 5 4 4 3 3 5 5 4 4 4 4 4 4 3 4 5 4 5 4 4 2 4 2 5 2 4 5 3 4 5 1 5 5 4 5 4 5 4 4 5 5 5 5 5 5 3 4 5 4 4 5 4 4 4 3 5 5 5 3 7 4 2 5 5 1 4 2 3 5 4 3 4 1 5 1 4 5 5 1 5 3 5 5 5 1 3 3 5 5 5 5 4 2 4 5 5 5 5 4 4 4 5 4 4 4 4 5 5 4 5 5 4 5 4 4 5 4 5 5 3 5 8 5 4 5 5 4 5 3 4 5 4 4 4 1 3 4 5 5 5 4 5 4 4 5 3 3 4 4 3 5 5 4 5 1 4 5 4 4 4 5 5 5 4 5 2 4 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 2 4 9 2 1 5 4 5 3 4 3 5 4 1 5 2 5 5 4 5 4 5 4 3 5 5 3 5 2 5 4 5 4 5 3 3 5 5 4 3 5 3 4 3 5 3 5 2 5 5 4 4 5 2 5 5 3 5 5 3 5 5 3 5 10 4 2 5 5 4 5 3 5 4 4 5 4 3 3 4 5 2 5 4 5 5 4 5 5 4 5 3 5 5 5 5 4 1 5 5 5 5 4 4 5 4 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 5 5 5 4 11 5 3 5 5 4 5 5 3 5 4 5 4 2 5 4 5 5 5 4 4 5 4 5 4 4 5 5 4 5 5 5 5 2 1 5 4 3 5 4 4 3 4 5 4 4 5 5 4 4 5 5 5 5 3 5 5 5 5 5 5 4 12 5 4 5 2 3 5 4 4 1 4 4 3 1 3 3 4 1 1 3 5 2 5 1 3 5 4 5 3 5 5 5 4 1 4 5 5 3 4 3 3 4 4 4 2 2 5 5 2 4 5 2 2 2 4 5 3 4 5 2 3 2 13 5 5 5 5 4 5 5 2 5 4 1 4 3 3 4 5 5 5 4 4 4 4 5 5 4 3 5 5 5 5 3 3 5 1 5 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 3 2 5 5 2 5 Auto-correction 14 5 5 5 2 3 5 3 5 5 4 1 3 3 5 3 5 1 5 3 3 1 5 5 3 3 5 5 3 5 5 5 5 4 1 5 4 5 5 4 4 4 4 5 3 5 5 5 2 4 5 5 3 5 4 5 1 4 5 5 5 4 15 5 4 5 4 5 5 4 5 5 4 2 5 4 4 5 4 5 5 5 4 4 4 3 5 5 5 5 5 5 5 5 4 2 5 5 5 4 4 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 2 5 4 3 5 5 4 5 16 5 3 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 3 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 3 5 5 5 5 5 4 4 5 5 4 4 5 3 3 4 4 5 4 5 5 5 4 4 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 4 4 17 5 2 5 2 3 4 5 3 1 4 5 3 3 5 3 3 1 1 3 3 1 4 5 2 5 5 5 5 5 5 5 5 3 5 5 4 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 3 4 5 5 5 5 4 5 4 3 5 4 3 5 18 5 1 5 5 5 4 4 5 5 4 4 5 1 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5 5 2 5 5 4 5 5 5 4 3 5 5 5 4 5 4 4 4 5 5 3 4 5 5 4 4 5 2 4 5 4 5 3 5 5 4 5 3

(305) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 285 Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 Nomor Item Life Kontekstual 19 5 5 5 5 5 5 5 3 5 4 1 5 3 4 5 4 1 5 5 5 4 4 5 3 5 5 5 3 5 5 5 5 4 5 5 4 5 4 5 5 5 4 4 4 4 5 5 5 3 5 5 4 5 4 5 5 4 5 5 4 5 20 5 4 5 2 3 4 5 3 5 4 3 3 3 3 3 5 1 5 3 5 5 5 5 5 3 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 4 3 4 4 4 5 4 4 4 5 5 4 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 4 21 4 2 5 5 3 4 2 3 5 4 5 3 5 5 3 5 2 5 3 5 5 4 5 4 5 5 1 4 5 4 5 5 4 5 5 4 5 4 4 4 4 5 4 4 4 5 5 4 4 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 4 5 22 5 5 5 5 2 3 5 5 5 4 5 2 2 3 2 4 2 5 2 5 4 5 5 5 4 4 1 5 5 4 4 4 5 5 5 4 4 5 5 4 5 4 5 3 4 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 5 4 5 4 4 4 23 4 1 5 5 5 4 5 5 5 4 3 3 2 2 5 3 4 5 5 4 5 4 5 4 5 3 1 4 5 5 3 3 2 1 5 4 4 5 3 4 4 5 3 5 4 5 5 5 4 5 5 4 5 4 5 4 5 5 5 5 5 24 5 2 5 2 4 5 5 4 5 4 5 3 2 3 4 5 3 5 4 4 3 4 1 4 3 4 1 4 5 3 5 5 3 3 5 4 5 4 2 5 5 4 5 3 4 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 3 4 25 4 3 5 5 4 4 4 3 5 4 1 4 4 4 4 4 5 5 4 4 4 4 5 3 5 5 1 4 5 5 5 4 1 2 5 4 5 5 3 4 4 4 5 4 2 5 5 5 5 5 3 5 5 4 5 4 5 5 5 4 5 Workmanship 26 4 4 5 4 4 2 4 5 5 4 5 3 2 5 4 2 1 5 4 5 5 1 5 4 3 5 1 5 5 4 5 3 1 1 5 4 5 4 5 4 4 4 4 3 4 5 5 4 5 5 5 4 5 4 5 3 5 5 4 4 3 27 4 4 5 5 3 4 4 4 4 4 1 4 3 4 3 5 1 5 3 4 5 5 5 4 4 4 1 4 5 4 5 4 2 2 5 4 5 5 2 4 5 4 5 4 5 5 5 3 4 5 5 4 5 4 5 5 4 5 5 5 5 28 4 4 5 4 3 3 5 5 5 4 5 3 2 3 3 3 2 5 3 5 5 5 5 4 1 5 1 4 5 5 5 5 5 3 5 4 4 4 4 5 4 5 5 3 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5 4 5 5 5 4 4 29 5 1 5 4 3 5 5 5 5 4 5 3 3 5 3 4 5 5 3 4 4 4 5 5 5 4 1 5 5 5 5 4 4 4 5 4 5 5 3 3 5 4 5 5 5 5 5 3 5 5 5 5 5 4 5 2 4 5 5 3 3 30 4 1 5 5 4 4 5 5 5 4 3 4 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 1 3 4 5 1 3 5 3 5 4 4 5 5 4 5 4 5 2 4 4 4 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 4 5 3 2 5 5 5 5 Total 130 93 150 127 114 126 128 125 138 120 110 114 82 122 113 130 104 140 112 136 123 131 128 122 115 130 92 126 150 135 142 126 95 114 150 127 133 134 117 123 130 130 134 114 128 146 150 121 134 150 136 131 145 120 144 123 121 150 141 120 123

(306) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 286 Lampiran 21. Data Mentah Hasil Kuesioner Kinerja Pada Responden (Guru) Nomor Item Auto-Education Responden Menarik Auto-correction 'Bergradasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1 5 4 4 4 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 2 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 Responden Nomor Item Life Kontekstual Total Skor Workmanship 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 1 4 4 4 4 5 5 4 5 5 4 4 4 5 5 5 5 5 170 2 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 181

(307) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 287 Lampiran 22. Data Mentah Hasil Kuesioner Kepentingan Pada Responden (Guru) Nomor Item Responden Auto-Education Menarik Auto-correction 'Bergradasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1 5 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 5 2 5 4 5 5 4 4 5 4 5 4 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 Responden Nomor Item Life Kontekstual Total Skor Workmanship 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 1 5 4 4 3 5 5 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 157 2 4 5 4 4 5 4 4 5 5 4 4 4 4 4 5 5 4 167

(308) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 288 Lampiran 23. Foto Penelitian

(309)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
0
8
19
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
0
3
9
PENGGUNAAN ALAT PERAGA DALAM MATEMATIKA
0
0
7
TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI
0
2
264
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI
0
0
275
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP ALAT PERAGA UNTUK PERTUKARAN DAN PENGELOMPOKAN BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI
0
0
183
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP ALAT PERAGA BILANGAN BULAT BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI
0
2
210
TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI
0
1
317
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA MATEMATIKA UNTUK OPERASI BILANGAN BULAT BERBASIS METODE MONTESSORI
0
2
177
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI
0
1
344
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP ALAT PERAGA BANGUN DATAR BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI
0
1
177
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI
0
0
338
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP ALAT PERAGA UNTUK JENIS DAN BESAR SUDUT BERBASIS METODE MONTESSORI
0
0
167
TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI
0
0
284
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP ALAT PERAGA PEMBAGIAN BILANGAN DUA ANGKA BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI
0
6
183
Show more