PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA 3 SMA NEGERI 1 PRAMBANAN SLEMAN PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN

Gratis

0
0
222
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA 3 SMA NEGERI 1 PRAMBANAN SLEMAN PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Oleh: Yohana Natalia Padmasari NIM : 101434001 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA 3 SMA NEGERI 1 PRAMBANAN SLEMAN PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Oleh: Yohana Natalia Padmasari NIM : 101434001 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ini kupersembahkan untuk:  Tuhan Yesus   Orangtua tersayang   Keluarga dan sanak saudara tersayang   Dosen-dosen Program Studi Pendidikan Biologi  Teman-teman Pendidikan Biologi   Program Studi Pendidikan Biologi   Universitas Sanata Dharma Yogyakarta iv  

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO “Just do your best and let God do the rest.” Lakukan yang terbaik dan biarkan Tuhan yang melakukan sisanya Anonim “Orang yang ingin sukses harus mempunyai impian, dan orang yang menginginkan impiannya menjadi kenyataan harus menjaga dirinya agar tidak tertidur” Cak Lontong v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA 3 SMA NEGERI 1 PRAMBANAN SLEMAN PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN Yohana Natalia Padmasari Universitas Sanata Dharma 2014 Berdasarkan hasil observasi didapatkan berbagai masalah pada siswa kelas XI IPA 3 SMAN 1 Prambanan Sleman seperti nilai rata-rata kelas hanya 58 sehingga belum mencapai standar KKM, selain itu sikap dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran tergolong tidak baik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Prambanan Sleman pada materi sistem pernapasan melalui penggunaan media Audiovisual. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Prambanan Sleman tahun ajaran 2013-2014 dengan subyek penelitian 30 siswa kelas XI IPA 3. Komponen pengumpulan data berasal dari hasil penilaian pre-test, post-test, lembar observasi, kuisioner dan wawancara. Penelitian ini terbagi atas dua siklus, yaitu siklus I dengan dua kali pertemuan dan siklus II dengan tiga kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar siswa aspek kognitif meningkat dari rata-rata 81,78 pada siklus I menjadi 81,99 pada siklus II sedangkan persentase siswa yang mencapai nilai KKM meningkat dari 73,3% menjadi 93,3%. Hasil belajar siswa aspek afektif adalah 100% tinggi pada siklus I maupun siklus II. Dan motivasi siswa pada siklus I dan siklus II adalah 100% baik. Data yang diperoleh menunjukkan indikator yang ingin dicapai telah memenuhi target yakni 75 untuk nilai rata-rata, 70% untuk ketuntasan KKM, 70% untuk nilai afektif siswa, dan 85% untuk motivasi minimal baik siswa. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan media audiovisual dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa secara kognitif maupun afektif. Kata kunci: motivasi, kognitif, afektif, dan audiovisual viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE AUDIOVISUAL MEDIA USAGE OF RESPIRATORY SYSTEM LEARNING MATERIALS TO DEVELOP STUDENTS’ MOTIVATION AND ACHIEVEMENTS IN SCIENCE 11TH GRADE SECTION 3 CLASS OF SMAN 1 PRAMBANAN SLEMAN Yohana Natalia Padmasari Sanata Dharma University 2014 Based on the observation in science 11th grade section 3 class of SMAN 1 Prambanan Sleman, the researcher found that the class average score was 58. That did not achieve the passing grade score. Student’ behavior and motivation in class were far from the students learning expectation. Therefore, this research aims to develop student's motivation and achievements in respiratory system lesson materials in science 11th grade section 3 class of SMAN 1 Prambanan Sleman through the usage of audiovisual media. This research was held in SMAN 1 Prambanan Sleman in 2013-2014 academic year. The subject of this research was 30 students in the science 11th grade section 3 class. The data was collected from pre-test and post-test grading results, observation worksheets, questionnaire filled-in forms, and deep interview records. There were two phases of this research, two meetings in the first phase and three meetings in the second phase. Based on the result, the cognitive aspect class average developed from 81.78 in the first phase to 81.99 in the second phase. Meanwhile, the students’ percentage that got the passing grade increased from 73.3% to 93.3%. The students’ affective achievement aspect got 100% higher from both phases. In addition, the students’ motivation in both phases was 100% satisfactory. The data said that the indicator achieved the target from the beginning: 75 as a class average score, 70% students passed the passing grade, 70% as students affective grade, and 85% as the satisfactory level of students motivation. Based on the research, the conclusion is the audiovisual media can develop student's motivation and achievements in cognitive and affective aspects of students learning. Keywords: motivation, cognitive, affective, and audiovisual media. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala berkat dan kasih yang telah diberikan olehNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Penggunaan Media Pembelajaran Audio Visual untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Prambanan Sleman pada Materi Sistem Pernapasan” dengan baik. Skripsi ini dapat disusun tidak lepas oleh bantuan, dorongan, dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada: 1. Tuhan Yesus Kristus yang selalu mengasihi dan memberkatiku sepanjang waktu, serta selalu mendengarkan doa-doaku. Terimakasih Tuhan 2. Bapakku Leo Hasta Sembada dan ibuku Anasthasia Khiok Bie yang telah bersusah payah membiayai kuliahku sehingga aku dapat sampai ke jenjang ini, dan terimakasih juga atas dorongan semangat serta perhatian yang bapak ibu berikan kepada lia. Lia sayang bapak ibu. 3. Ibu Dra. Maslichah Asy`ari, M.Pd selaku dosen pembimbing skripsi yang berkenan meluangkan waktu untuk memberikan pengarahan dan bimbingan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. 4. Bapak Rochmat Yuwono, S.Pd selaku guru biologi SMA N 1 Prambanan Sleman yang telah membantu dalam pelaksanaan penelitian dan untuk bimbingannya. 5. Bapak ibu dosen pendidikan biologi pak Tri, bu Luisa, romo Wir, bu Nana, pak Kris, romo Sunu, bu Ika, bu Wiwit, pak Suthardi dan segenap staff sekretariat JPMIPA Sanata Dharma yang telah mendukung penulisan skripsi ini secara tidak langsung. 6. Adik-adikku Pras, Efan, dan Wahyu yang telah memberikan semangat untuk penulisan skripsi ini. 7. Mas Kris, yang telah membantu dalam pembuatan media audiovisual dan memberikan semangat dalam penyelesaian skripsi ini. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .................................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ......................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................................... iv HALAMAN MOTTO ................................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ....................................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS .................................................... vii ABSTRAK ..................................................................................................................... viii ABTRACT ...................................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ................................................................................................... x DAFTAR ISI ................................................................................................................. xii DAFTAR TABEL ........................................................................................................ xv DAFTAR GAMBAR ..................................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................................. xvii BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................. 1 A. Latar Belakang Permasalahan ............................................................................ 1 B. Rumusan Masalah .............................................................................................. 4 C. Batasan Masalah ................................................................................................ 4 D. Tujuan Penelitian ............................................................................................... 5 E. Manfaat Penelitian ............................................................................................. 6 F. Hipotesa ............................................................................................................. 6 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA ....................................................................................... 7 A. Pengertian Media dalam Dunia Pendidikan ....................................................... 7 B. Jenis-jenis Media ................................................................................................ 8 C. Fungsi Media ...................................................................................................... 13 D. Media Audio Visual ........................................................................................... 14 E. Hasil Belajar Siswa ............................................................................................ 16 F. Motivasi Belajar Siswa ...................................................................................... 18 G. Sistem Pernapasan pada Manusia ...................................................................... 24 H. Penelitian yang Relevan ...................................................................................... 24 I. Kerangka Berpikir ............................................................................................... 25 BAB III METODOLOGI PENELITIAN .................................................................. 29 A. Jenis Penelitian ................................................................................................... 29 B. Setting Penelitian ............................................................................................... 29 C. Rancangan Tindakan .......................................................................................... 30 D. Instrumen Penelitian ........................................................................................... 34 E. Analisa Data ....................................................................................................... 37 F. Indikator Ketercapaian ....................................................................................... 41 BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN ....................................................................... 42 A. Pelaksanaan Penelitian ........................................................................................ 42 B. Hasil penelitian ................................................................................................... 42 1. Siklus I .......................................................................................................... 42 2. Siklus II ......................................................................................................... 50 C. Analisis Data ....................................................................................................... 56 1. Motivasi Belajar Siswa ................................................................................. 56 2. Hasil Belajar.................................................................................................. 57 D. Pembahasan......................................................................................................... 64 1. 2. Motivasi Belajar Siswa pada Materi Sistem Pernapasan dengan Media Audio Visual ........................................................................ 64 Hasil Belajar Siswa pada Materi Sistem Pernapasan ................................... 67 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................................ 73 A. Kesimpulan ......................................................................................................... 73 B. Keterbatasan Penelitian ....................................................................................... 73 C. Saran ................................................................................................................... 74 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................... 75 LAMPIRAN................................................................................................................... 77 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Penetapan Skor Kuisioner Motivasi .............................................................. 38 Tabel 3.2 Penggolongan Motivasi Belajar ..................................................................... 38 Tabel 3.3 Kriteria Skor Ketuntasan Individu ................................................................. 39 Tabel 3.4 Kategori Prosentase Hasil Observasi Aspek Afektif ..................................... 41 Tabel 3.5 Indikator Ketercapaian Target ....................................................................... 41 Tabel 4.1 Data Hasil Kuisioner Motivasi Awal Siswa ................................................... 45 Tabel 4.2 Hasil Pre-test Siswa ........................................................................................ 45 Tabel 4.3 Hasil Observasi Kelompok Siswa Siklus I ..................................................... 48 Tabel 4.4 Pengkategorian Hasil Observasi Setiap Kelompok ........................................ 48 Tabel 4.5 Hasil Post-test Siklus I.................................................................................... 49 Tabel 4.6 Data Kuisioner Motivasi Akhir Siswa ............................................................ 53 Tabel 4.7 Hasil Observasi Kelompok Siswa Siklus II .................................................... 54 Tabel 4.8 Pengkategorian Hasil Observasi Setiap Kelompok Siklus II.......................... 54 Tabel 4.9 Hasil Post-test Siklus II .................................................................................. 55 Tabel 4.10 Perbandingan Post-test Siklus I dan Siklus II ............................................... 58 Tabel 4.11 Nilai Hasil Observasi Kelompok Siswa........................................................ 59 Tabel 4.12 Persentase Aspek Afektif Siswa Siklus I dan Siklus II ................................ 59 Tabel 4.13 Tabel Hasil Wawancara Guru ....................................................................... 60 Tabel 4.14 Tabel Hasil Wawancara Siswa ..................................................................... 62 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 4.1 Observasi Guru Mengajar dan Kondisi Kelas............................................. 44 Gambar 4.2 Siswa Mengamati Video Siklus I ................................................................ 46 Gambar 4.3 Siswa Berdiskusi Siklus I............................................................................ 46 Gambar 4.4 Kelompok Presentasi Siklus I ..................................................................... 47 Gambar 4.5 Siswa Membuat Kesimpulan ...................................................................... 47 Gambar 4.6 Siswa Mengamati Video Animasi Siklus II ................................................ 51 Gambar 4.7 Siswa Berdiskusi Siklus II .......................................................................... 52 Gambar 4.8 Siswa Presentasi Siklus II ........................................................................... 52 Gambar 4.9 Siswa Presentasi Poster Siklus II ................................................................ 52 Gambar 4.10 Siswa Post-test Siklus II ........................................................................... 52 Gambar 4.11 Grafik Persentase Motivasi Awal Siswa ................................................... 56 Gambar 4.12 Grafik Persentasi Motivasi Akhir Siswa ................................................... 57 Gambar 4.13 Grafik Perbandingan Persentase Motivasi Awal dan Akhir Siswa ........... 64 Gambar 4.14 Perbandingan Nilai Kognitif Siklus I dan Siklus II .................................. 67 Gambar 4.15 Presentase Aspek Afektif Siklus I dan II .................................................. 70 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN 1. Silabus ................................................................................................................. 77 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ........................................................ 79 3. Lembar Kerja Siswa (LKS) dan Kunci Jawaban ................................................ 91 4. Kisi-Kisi .............................................................................................................. 102 5. Soal Pre-test, Post-test, dan Kunci Jawaban....................................................... 104 6. Panduan Skoring ................................................................................................. 120 7. Materi Sistem Pernapasan ................................................................................... 122 8. Lembar Observasi Kelas ..................................................................................... 130 9. Lembar Kuisioner ............................................................................................... 132 10. Kisi-kisi dan Pedoman Wawancara .................................................................... 137 11. Data Nilai Pre-test .............................................................................................. 139 12. Data Nilai Post-test I ........................................................................................... 140 13. Data Nilai Post-test II ......................................................................................... 141 14. Data Perhitungan Lembar Observasi .................................................................. 142 15. Data Perhitungan Kuisioner Motivasi Awal dan Akhir ...................................... 144 16. Hasil Pre-test terendah, sedang, dan tertinggi .................................................... 147 17. Hasil Post-test I terendah, sedang, dan tertinggi................................................. 159 18. Hasil Post-test II terendah, sedang, dan tertinggi ............................................... 171 19. Hasil Lembar Observasi ...................................................................................... 183 20. Hasil Lembar Kuisioner Motivasi Awal ............................................................. 189 21. Hasil Lembar Kuisioner Motivasi Akhir ............................................................ 195 22. Surat Ijin Penelitian dari Universitas .................................................................. 201 23. Surat Ijin Penelitian dari BAPPEDA .................................................................. 202 24. Surat Keterangan telah Menyelesaikan Penelitian .............................................. 203 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Seorang guru harus menyadari pentingnya menciptakan kondisi belajar yang dapat menghantarkan peserta didik sampai ke tujuan pembelajaran. Hal ini mengacu pada Undang-Undang Sisdiknas No. 20. Tahun 2003, yaitu mengembangkan potensi peserta didik sehingga menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Mulyasa, 2002: 22). Untuk itu diperlukan perubahan dalam pembelajaran sesuai perkembangannya. Perubahan yang dapat dilakukan oleh guru antara lain dengan memperbaiki kondisi lingkungan belajar, perubahan metode mengajar, maupun menggunakan media dalam pembelajaran. Penggunaan media dalam pembelajaran dapat mempertinggi proses dan hasil pengajaran karena sesuai dengan taraf berfikir siswa. Dengan menggunakan media, hal-hal yang abstrak dapat dikonkritkan dan yang kompleks dapat disederhanakan. Dengan demikian, pengaruh media dalam pembelajaran oleh peserta didik begitu besar sehingga dapat menghasilkan perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar. Di SMA Negeri 1 Prambanan Sleman, guru mata pelajaran biologi lebih sering menggunakan metode ceramah dan diskusi sehingga siswa lebih cepat merasa bosan dan berdampak pada hasil pembelajaran yang tidak 1

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 memenuhi standar KKM yaitu 75. Dari hasil observasi pada kelas XI IPA SMA Negeri 1 Prambanan Sleman, nilai rata-rata ujian biologi terendah terdapat pada kelas XI IPA 3 yaitu 58,00 dari 30 orang siswa dengan nilai terendah 44,00 dan nilai tertinggi 70,00 sehingga persentase kriteria ketuntasan minimal di kelas ini adalah 0%. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru, guru mengaku masih kesulitan mengajar dalam materi sistem pernapasan karena siswa masih sulit membayangkan bagaimana proses pernapasan terjadi. Ini berdampak pada hasil belajar siswa kelas XI IPA tahun ajaran 2012-2013 dimana setelah dibandingkan dengan materi biologi lain, nilai rata-rata kelas terendah terdapat pada materi sistem pernapasan. Dalam sebuah proses pembelajaran, seharusnya siswa dapat berperan aktif. Peran aktif siswa yang berhubungan dengan kemauan atau motivasi siswa dapat terlihat dari cara siswa mempersiapkan diri sebelum belajar. Siswa yang termotivasi dan ingin berprestasi akan mempersiapkan diri sebelum proses belajar dimulai. Siswa akan mempersiapkan peralatan belajar seperti buku, alat tulis, dan sebagainya, yang tampak dalam kegiatan observasi pada siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Prambanan Sleman adalah sebanyak 50% siswa menyiapkan peralatan belajar. Siswa mendengarkan saat guru menerangkan adalah sebanyak 56%. Siswa yang mencatat hal-hal penting saat pelajaran adalah sebanyak 20%. Siswa yang bertanya mengenai materi yang disampaikan guru adalah sebanyak 10%. Siswa yang mengerjakan tugas adalah sebanyak 75%. Dalam pembelajaran biologi umumnya diperlukan tingkat pemahaman yang tinggi. Sehingga untuk mengatasi kesulitan dalam memahami materi

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 biologi maka diperlukan penggunaan media yang membantu. Salah satu media yang dapat membantu dan akan dijadikan sebagai bagian dari penelitian adalah media audiovisual. Sebenarnya masih banyak media pembelajaran lain yang dapat membantu guru dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa seperti media yang bersifat audio (pendengaran) misalnya radio dan tape recorder maupun yang bersifat visual (pengelihatan) misalnya gambar. Media audiovisual ini dipilih sebagai media yang tepat karena telah mewakili media lain yang hanya bersifat audio atau pendengaran dan visual atau pengelihatan, sehingga media audiovisual dianggap dapat secara lengkap membantu siswa dalam belajar. Media dapat mewakili apa yang kurang mampu disampaikan oleh guru melalui kalimat, keabstrakan bahan dapat dikonkritkan melalui media. Dengan demikian, siswa akan lebih mudah mencerna materi daripada tanpa bantuan media. Penggunaan media dapat dipergunakan sebagai alat bantu dan sumber belajar (Mulyasa, 2002: 136). Namun menurut penulis media lain selain audiovisual hanya bertahan dalam ingatan siswa untuk sementara, sedangkan media berupa audiovisual dapat bertahan dalam ingatan siswa lebih lama karena selain dari daya audio berupa mendengar siswa juga menyimpan memori dalam visual yaitu dengan melihat. Ketika siswa hanya menggunakan media berupa hasil ringkasan di buku, siswa akan mudah lupa. Tetapi dengan melihat dan mendengar misalnya berupa animasi gerak siswa dapat mengingat lebih lama. Dengan menggunakan media audiovisual diharapkan siswa merasa tertarik serta termotivasi sehingga timbul perasaan senang dalam mengikuti pelajaran. Dengan demikian, kualitas pendidikan dan pengajaran dapat

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 ditingkatkan melalui penggunaan media audiovisual. Oleh karena itu, peneliti tertarik melakukan penelitian tindakan kelas yang berjudul “Penggunaan Media Pembelajaran Audiovisual untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Prambanan Sleman pada Materi Sistem Pernapasan Manusia”. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam Penelitian Tindakan Kelas ini dapat dirumuskan masalah; apakah penggunaan media Audiovisual dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa Kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Prambanan Sleman pada Materi Sistem Pernapasan? C. Batasan Masalah Beberapa hal yang dibatasi oleh peneliti dan menjadi patokan-patokan dari rumusan masalah adalah : 1. Motivasi Motivasi yang dimaksud oleh peneliti dalam kaitannya dalam penelitian tindakan kelas adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan kemauan serta keinginan siswa yang secara positif mengaktifkan siswa dalam melakukan tindakan belajar. Tindakan belajar yang dimaksud adalah kemauan siswa mengikuti pelajaran dengan mendengarkan, mencatat, mengerjakan tugas, mempelajari kembali, mencari tahu berbagai materi dan lain sebagainya yang mendukung tindakan belajar secara positif.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 2. Hasil Belajar Hasil belajar yang dimaksud oleh peneliti dalam penelitian tindakan kelas adalah kemampuan dari segi aspek kognitif dari hasil post-test dan afektif yang diketahui dari hasil observasi dan wawancara. 3. Media Audiovisual Media pembelajaran audiovisual berupa film animasi gerak yang bisa dilihat dan di dengar oleh siswa mengenai materi sistem pernapasan pada manusia. 4. Materi Pokok Materi yang disampaikan adalah mengenai sistem pernapasan pada manusia, yaitu pada Standar Kompetensi 3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan/penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada salingtemas, Kompetensi Dasar 3.4 Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem pernapasan pada manusia dan hewan. Namun materi yang diambil terbatas pada sistem pernapasan manusia. D. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di atas, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Prambanan Sleman pada materi sistem pernapasan melalui penggunaan media Audiovisual.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 E. Manfaat Penelitian 1. Bagi Peneliti a. Penelitian ini bermanfaat untuk menyelesaikan tugas akhir untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan. b. Peneliti dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan di bangku kuliah 2. Bagi Guru Guru mendapatkan referensi media pembelajaran yang menarik untuk siswa 3. Bagi Siswa a. Dengan media yang menarik siswa dapat mengikuti pembelajaran biologi dengan menyenangkan. b. Siswa dapat memahami pelajaran biologi dengan lebih baik. F. Hipotesa Penggunaan media pembelajaran audiovisual dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 prambanan sleman pada materi sistem pernapasan.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pengertian Media dalam Dunia Pendidikan Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harafiah berarti perantara dalam proses belajar mengajar melalui KBK, penggunaan media mempunyai arti yang sangat penting. Media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. Dengan penggunaan media tersebut, materi yang diajarkan akan lebih mudah disampaikan oleh guru, pelajaran diharapkan juga akan mudah dicerna oleh siswa. Media dapat mewakili apa yang kurang mampu disampaikan oleh guru melalui kalimat, keabstrakan bahan dapat dikonkritkan melalui media. Dengan demikian, siswa akan lebih mudah mencerna materi dari pada tanpa bantuan media. Penggunaan media dapat dipergunakan sebagai alat bantu dan sumber belajar (Mulyasa, 2002: 136). Tanpa bantuan media, maka bahan pelajaran sulit untuk dipahami oleh setiap siswa. Bagi pelajaran yang rumit, penggunaan media ini akan sangat bermanfaat, mengingat setiap pelajaran memiliki tingkat kesukaran yang bervariasi. Penggunaan media juga dapat digunakan sebagai variasi dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) agar siswa tidak merasa cepat bosan dalam menerima pelajaran. Belajar mengajar adalah suatu proses yang mengolah sejumlah nilai untuk dikonsumsi oleh setiap anak 7 didik. Sumber-sumber belajar

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 dikelompokkan menjadi lima kategori, yaitu manusia, buku/perpustakaan, media masa, alam lingkungan, dan media pendidikan. Karena itu, sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat dimana bahan pelajaran terdapat atau asal untuk belajar seseorang (Syaiful, 2002:138139). Media pendidikan sebagai salah satu sumber belajar ikut membantu guru dalam memperkaya pengetahuan anak didik. Macam, bentuk, dan jenis pendidikan yang digunakan oleh guru menjadi sumber ilmu bagi anak. Akan tetapi, penggunaan media masih jarang dilakukan. Salah satu yang menjadi sebab adalah terbatasnya dana untuk membeli media tersebut. Untuk itu, guru cukup membuat media pendidikan yang sederhana selama dapat menunjang tercapainya tujuan pengajaran. B. Jenis-jenis Media Menurut Wibawa,dkk (1991: 25- 56) berdasarkan sifat dan jenisnya media pengajaran dapat dibedakan menjadi: 1. Media Audio Media audio berfungsi untuk menyalurkan pesan audio dari sumber ke penerima pesan. Pesan yang disampaikan dituangkan dalam lambang-lambang auditif verbal, nonverbal, maupun kombinasinya. Media audio berkaitan erat dengan indera pendengaran. Ada beberapa jenis media yang dapat dikelompokkan dalam media audio antara lain radio, piringan audio, pita audio, tape recorder, phonograph, telepon, laboratorium bahasa, public address system, dan rekaman tulisan jauh.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 2. Media Visual Media visual dibedakan menjadi dua yaitu (1) media visual diam dan (2) media visual gerak. Jenis-jenis media yang dapat digolongkan ke dalam media visual diam antara lain: foto, ilustrasi, flash card, gambar pilihan dan potongan gambar, film bingkai, film rangkai, transparansi, proyektor tak tembus pandang, mikrofis, overhead proyektor, stereo proyektor, mikro proyektor, dan tachitoscopes, serta grafik, bagan, diagram, poster, gambar kartun, peta dan globe. Sedang media visual gerak meliputi gambar-gambar proyeksi bergerak seperti film bisu dan sebagainya. 3. Media Media Audiovisual Dengan karakteristik yang lebih lengkap, media audiovisual memiliki kemampuan untuk dapat mengatasi kekurangan dari media audio atau visual semata. Misalnya film bingkai dan film rangkai yang dilengkapi dengan suara. Media ini menjadi lebih efektif penggunaannya bila dibandingkan dengan media pesan visual saja (seperti gambar cetak yang disusun secara berurutan). Kemampuan akan meningkat lagi bila media audiovisual ini dilengkapi dengan karakteristik gerak. Media ini tidak saja menyampaikan pesan-pesan yang lebih rumit tetapi juga realistis. Ditinjau dari karakteristiknya media audiovisual pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua yaitu (1) media audiovisual diam yaitu slow scan TV, Time shared TV, TV diam, film rangkai bersuara film bingkai bersuara, halaman bersuara, buku bersuara, dan (2) media audiovisual

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 gerak yaitu film bersuara, pita video, film TV, TV, holografi, video tapes, dan gambar bersuara. 4. Media Serbaneka Banyak potensi di suatu daerah, di sekitar sekolah atau lokasi lain atau masyarakat yang banyak dimanfaatkan sebagai media pengajaran. Beberapa diantaranya seperti media tiga dimensi, teknik dramatisasi, sumber belajar pada masyarakat, simulator dan komputer. Beberapa di antaranya memiliki persamaan karakteristik dengan media visual, maupun audiovisual. Namun karena begitu beragamnya media ini, maka ada pula perbedaan karakteristiknya dan karena itu tidak digolongkan ke dalam media audio, visual, maupun audiovisual. Media ini dapat disebut sebagai media serbaneka. Realita atau benda yang sebenarnya misalnya, mempunyai karakteristik yang sangat berbeda dengan ketiga media sebelumnya (audio, visual dan audiovisual). Papan tulis (board) sering kali digolongkan ke dalam media visual. Namun dengan kekhususannya dapat digolongkan menjadi media serbaneka. Demikian juga dengan bermain peran, kerja lapangan, belajar dengan bantuan komputer, memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan media audio, visual, dan audiovisual. Dengan bantuan media, pengajaran menjadi konkrit dan para siswa akan memperoleh pengalaman-pengalaman konkrit yang bersifat mendidik. Dalam penelitian tindakan kelas ini dipilih media berupa audiovisual atau

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 dalam klasifikasinya termasuk kedalam alat yang dapat dilihat dan didengar yaitu berupa film animasi. Media ini dipilih karena memiliki kelengkapan ganda, kelengkapan berupa audio (pendengaran) dan kelengkapan berupa visual (pengelihatan), dibandingkan dengan media lain media ini dapat mendukung dalam kegiatan pembelajaran. Menurut Kustandi dan Sutjipto (2011: 91-96) media pembelajaran berdasarkan penggunaannya dapat dikelompokkan menjadi: 1. Media berbasis manusia Media berbasis manusia (guru, tutor, main peran, kegiatan kelompok, dan lain-lain) mengajukan dua teknik yang efektif, yaitu rancangan yang berpusat pada masalah dan bertanya. Rancangan pembelajaran yang berpusat pada masalah, dibangun berdasarkan masalah yang harus dipecahkan oleh pelajar. Penekanannya pada konsepkonsep dan gagasan melalui penggunaan pertanyaan-pertanyaan pancingan. Beberapa cara yang dapat digunakan sebagai penarik perhatian adalah (a) memulai pembelajaran dengan memusatkan pada aplikasi isi berbagai isu yang relevan dengan siswa, bagaimana siswa akan menggunakan atau menerapkan informasi baru ini, (b) menginformasikan kepada siswa apa yang yang diharapkan dapat mereka kerjakan, dan (c) memulai dengan mengajukan pertanyaan atau mengajukan masalah yang memusatkan perhatian terhadap informasi yang harus dipelajari oleh siswa.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 2. Media berbasis cetakan Media berbasis cetakan yang paling umum dikenal adalah buku teks, buku penuntun, jurnal, majalah, dan lembaran lepas. Teks berbasis cetakan menuntun enam elemen yang perlu diperhatikan pada saat merancang, yaitu konsistensi, format, organisasi, daya tarik, ukuran huruf, dan penggunaan spasi kosong. 3. Media berbasis visual Media berbasis visual dapat memperlancar pemahaman dan memperkuat ingatan. Bentuk visual dapat berupa (a) gambar representasi seperti gambar, lukisan, foto yang menunjukkan bagaimana tampaknya suatu benda, (b) diagram yang melukiskan hubungan-hubungan konsep, organisasi, dan struktur isi materi, (c) peta yang menunjukkan hubunganhubungan ruang di antara unsur-unsur dalam isi materi, (d) grafik seperti tabel, grafik, dan chart (bagan) yang menyajikan gambar/ kecenderungan data atau antar hubungan seperangkat gambar atau angka-angka. 4. Media berbasis audiovisual Media berbasis audiovisual adalah media visual ang menggabungkan penggunaan suara dan memerlukan pekerjaan tambahan untuk memproduksinya. Salah satu pekerjaan penting yang diperlukan yang diperlukan dalam media audiovisual adalah penulisan naskah dan storyboard yang memerlukan banyak persiapan, rancangan, dan penelitian. Naskah yang menjadi narasi, disaring dari isi pelajaran, kemudian disintesis ke dalam apa yang ingin ditunjukkan dan dikatakan. Narasi ini

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 merupakan penuntun bagi tim produksi untuk memikirkan bagaimana video menggambarkan atau visualisasi materi pelajaran 5. Media berbasis komputer Komputer berperan sebagai manajer dalam proses pembelajaran yang dikenal dengan nama computer managed instruction (CMI). Ada pula peran komputer sebagai pembantu tambahan dalam belajar; pemanfaatannya meliputi penyajian informasi isi materi pelajaran, latihan, atau kedua-duanya. C. Fungsi Media Menurut Rumampuk (1988:12) menyebutkan fungsi media sebagai berikut: 1. Membangkitkan motivasi belajar (Engage the student’s motivasion) 2. Mengulang apa yang telah dipelajari (Recall earlier learning) 3. Menyediakan stimulus belajar (Provide new learning stimuli) 4. Mengaktifkan respon murid (Activate the student’s response) 5. Memberikan balikan dengan cepat/segera (Give speedy feedback) 6. Meningkatkan penggunaan media (Encourage appropriate pratice) Dari kutipan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa media sangat bermanfaat untuk membangkitkan motivasi dan keaktifan siswa serta membuat pelajaran semakin mudah untuk dipahami. Media pendidikan secara umum mempunyai kegunaan yaitu, memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistik (dalam

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka), mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra seperti misalnya : 1. Objek yang terlalu besar-bisa digantikan dengan realitas, gambar, film bingkai, film, atau model. 2. Objek yang kecil-dibantu dengan proyek mikro, film bingkai, film, atau gambar. 3. Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan timelapse atau High speed photographi. 4. Kejadian atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai, foto maupun secara verbal. 5. Objek terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram dan lain-lain. 6. Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim, dan lainlain) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi kita dapat mengatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media pendidikan berguna untuk memberikan perangsang yang sama, menyamakan pengalaman, dan menimbulkan persepsi yang sama. D. Media Audiovisual Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan menyalurkan pesan ke penerima sehingga dapat merangsang untuk pikiran, perasaan, minat, dan perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. Dalam dunia pendidikan, pemberi pesan atau informasi adalah guru

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 sedangkan penerima pesan adalah siswa. Media pendidikan adalah alat dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah (Hamalik, 1994: 2). Menurut Anitah (2010: 55) media audiovisual adalah media yang menunjukkan unsur auditif (pendengaran) maupun visual (penglihatan), jadi dapat di pandang maupun didengar suaranya. Menurut Hamzah yang dikutip Hatminingsih (2008: 16-17) Tiga fungsi alat-alat audiovisual, yaitu pertama alat-alat audiovisual mempermudah menyampaikan dan menerima pelajaran atau informasi serta dapat menghindarkan salah pengertian, artinya dapat menyampaikan pengertian atau informasi dengan cara yang lebih konkret daripada yang disampaikan dengan kata-kata yang diucapkan, dicetak atau ditulis. Sebab itu alat-alat audiovisual dapat membuat suatu pengertian atau informasi menjadi lebih berarti. Kita lebih mudah dan lebih cepat belajar dengan melihat alatalat sensori seperti gambar, bagan, contoh barang atau model. Dengan melihat dan sekaligus mendengar, orang yang menerima pelajaran dapat lebih mudah dan lebih cepat mengerti tentang apa yang dimaksud. Keragu-raguan atau salah pengertian dapat dihindarkan secara efektif. Kedua, alat-alat audiovisual mendorong keinginan untuk mengetahui lebih banyak. Dorongan itu adalah dari pemindahan suatu ide dari pikiran seseorang kepada orang lain. Alat-alat audiovisual memberi dorongan dan motivasi serta membangkitkan keinginan untuk mengetahui dan menyelidiki, yang akhirnya menjurus kepada pengertian yang lebih baik. Ketiga, alat-alat audiovisual mengekalkan pengertian yang didapat, salah satu penyebab utama dari tidak efisiennya cara

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 belajar dan berkomunikasi adalah bahwa manusia pelupa. Alat-alat audiovisual tidak saja menghasilkan cara belajar yang efektif dalam waktu yang lebih singkat, tetapi apa yang diterima melalui alat-alat audiovisual lebih lama dan lebih baik tinggal dalam ingatan. E. Hasil Belajar Siswa Hasil belajar menurut Santoso (2013: 5) adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Karena belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari seseorang yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku relatif menetap. Dalam kegiatan pembelajaran atau kegiatan instruksional, biasanya guru menetapkan tujuan belajar. Anak yang berhasil dalam belajar adalah yang berhasil mencapai tujuan-tujuan pembelajaran atau tujuan instruksional. Untuk mengetahui apakah hasil belajar yang dicapai telah sesuai dengan tujuan yang dikehendaki dapat diketahui melalui evaluasi. Evaluasi dapat dijadikan feedback atau tindak lanjut, atau bahkan cara untuk mengukur tingkat penguasaan siswa. Kemajuan hasil belajar tidak saja diukur dari tingkat penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga sikap dan keterampilan. Dengan demikian, penilaian hasil belajar siswa mencakup segala hal yang dipelajari di sekolah, baik itu menyangkut pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang berkaitan dengan mata pelajaran yang diberikan kepada siswa. Menurut Winkel (1987: 36) hasil belajar adalah suatu aktivitas mental/ psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan-pemahaman (aspek kognitif), ketrampilan (aspek psikomotorik) dan nilai sikap (aspek afektif). Perubahan itu bersifat secara relatif konstan dan berbekas. Hasil belajar yang dituju, boleh jadi merupakan kemampuan baru sama sekali; boleh juga merupakan penyempurnaan atau pengembangan dari suatu kemampuan yang telah dimiliki. 1. Aspek Kognitif Melalui bidang belajar kognitif, anak memperoleh pengetahuan dan pemahaman. 2. Aspek Psikomotorik Melalui bidang belajar psikomotorik anak memperoleh ketrampilanketrampilan yang melibatkan otot-otot, urat serta persendian tubuh (motorik) dan alat-alat indera seperti mata dan telinga. 3. Aspek Afektif Melalui bidang afektif anak memperoleh berbagai sikap dan perasaan yang ikut menentukan tindakan-tindakan yang diambil; sikap dan perasaan tersebut memberikan energi psikis dan semangat melalui rasarasa tertentu yang meresapi tingkah lakunya. Menurut Wasliman dalam Santoso (2013: 12) hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi, baik faktor internal maupun faktor eksternal sebagai berikut :

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 1. Faktor internal: faktor internal merupakan faktor yang bersumber dari dalam diri peserta didik, yang mempengaruhi kemampuan belajarnya. Faktor internal ini meliputi kecerdasan, minat dan perhatian, motivasi belajar, ketekunan, sikap, kebiasaan belajar, serta kondisi fisik dan kesehatan. 2. Faktor eksternal: faktor yang berasal dari luar diri peserta didik yang mempengaruhi hasil belajar yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Keadaan keluarga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Keluarga yang morat-marit keadaan ekonominya, pertengkaran suami istri, perhatian orangtua yang kurang terhadap anaknya, serta kebiasaan seharihari berperilaku yang kurang baik dari orangtua berpengaruh dalam hasil belajar peserta didik. F. Motivasi Belajar Siswa 1. Pengertian Motivasi Menurut Winkel (1987: 92), motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar itu demi mencapai suatu tujuan. Dari pernyataan tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa motivasi adalah suatu proses yang memberikan dorongan atau semangat kepada peserta didik agar tercapainya suatu tujuan kegiatan belajar mengajar.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 2. Fungsi Motivasi Menurut Suprijono (2006: 163) motivasi belajar bertalian erat dengan tujuan belajar. Terkait dengan hal tersebut motivasi mempunyai fungsi : a. Mendorong peserta didik untuk berbuat. Motivasi sebagai pendorong atau motor dari setiap kegiatan belajar. b. Menentukan arah kegiatan pembelajaran yakni kearah tujuan belajar yang hendak dicapai. Motivasi belajar memberikan arah dan kegiatan yang baru dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuan pembelajaran. c. Menyeleksi kegiatan pembelajaran, yakni menentukan kegiatankegiatan apa yang harus dikerjakan yang sesuai guna mencapai tujuan pembelajaran dengan menyeleksi kegiatan-kegiatan yang tidak menunjang bagi pencapaian tujuan tersebut. 3. Macam-macam motivasi Menurut Sardiman (2004: 84), macam-macam motivasi ada dua yaitu : a. Motivasi Intrinsik Motivasi intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Sebagai contoh, seseorang yang senang membaca, tidak perlu ada yang menyuruh atau mendorongnya, ia sudah rajin mencari bukubuku untuk dibacanya.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 b. Motivasi Ekstrinsik Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya rangsangan dari luar. Sebagai contoh, seseorang itu belajar karena tahu besok paginya akan diuji dengan harapan mendapat nilai baik, sehingga akan dipuji oleh guru dan temantemannya. Jadi, yang penting bukan karena belajar ingin mengetahui sesuatu, tetapi ingin mendapat nilai yang baik atau agar mendapat hadiah. 4. Unsur-unsur yang Mempengaruhi Motivasi Menurut Imron dalam Sulistyarini (2008: 14-15), ada beberapa unsur yang mempengaruhi motivasi belajar. Unsur-unsur tersebut antara lain: a. Cita-cita/Aspirasi Siswa Cita-cita siswa untuk menjadi seseorang (gambaran ideal) akan memperkuat semangat belajar, dan mengarahkan perilaku belajar. b. Kemampuan Siswa Dengan didukung kemampuan, keberhasilan mencapai sesuatu akan menambah kekayaan pengalaman hidup, memuaskan dan menyenangkan hati siswa. Karenanya kemampuan akan memperkuat motivasi siswa untuk melaksanakan tugas-tugas perkembangan. c. Kondisi Siswa Kondisi siswa yang meliputi mempengaruhi motivasi belajar. kondisi jasmani dan rohani

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 d. Kondisi Lingkungan Belajar Lingkungan sekitar berupa keadaan alam, tempat tinggal, dan pergaulan sebaya akan berpengaruh terhadap diri siswa. Oleh karena itu, kondisi lingkungan sekolah yang sehat turut mempengaruhi motivasi belajar. e. Unsur-Unsur Dinamis Belajar/Pembelajaran Karena siswa memiliki perasaan, perhatian, kemauan, ingatan, pikiran yang mengalami perubahan berkat pengalaman hidup. Untuk itu guru yang profesional diharapkan mampu memanfaatkan semua unsur dinamis tersebut. f. Upaya Guru dalam Membelajarkan Intensitas pergaulan guru dan siswa mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jiwa siswa. Karenanya sebagai pendidik, guru harus dapat memilah dan memilih dengan memberikan contoh yang baik untuk membelajarkan siswa. 5. Cara Membangkitkan Motivasi Siswa Djamarah (2002: 125-132), menyatakan ada beberapa cara menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar di kelas, antara lain: a. Memberi Angka Angka yang dimaksud adalah sebagai simbol atau nilai dari hasil aktivitas belajar anak didik. Angka merupakan alat motivasi yang cukup memberikan rangsangan kepada anak didik untuk memperahankan atau bahkan lebih meningkatkan motivasi belajar mereka di masa mendatang.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 b. Hadiah Hadiah adalah memberikan sesuatu kepada orang lain sebagai penghargaan atau kenang-kenangan/cenderamata. Hadiah yang diberikan kepada orang lain bisa berupa apa saja, tergantung dari keinginan pemberi atau bisa juga disesuaikan dengan prestasi yang dicapai seseorang. c. Saingan/Kompetisi Kompetisi adalah persaingan, dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong anak didik agar mereka bergairah belajar. Persaingan baik dalam bentuk individu atau maupun kelompok diperlukan dalam pendidikan. Kondisi ini bisa dimanfaatkan untuk menjadikan proses interaksi belajar mengajar yang kondusif. d. Ego-involvement Menumbuhkan kesadaran kepada anak didik agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai suatu tantangan sehingga bekerja keras dengan mempertaruhkan harga diri adalah sebagai salah satu bentuk motivasi yang cukup penting. Seseorang akan berusaha dengan segenap tenaga untuk mencapai prestasi yang baik dengan menjaga harga dirinya. e. Memberi Ulangan Ulangan bisa dijadikan sebagai alat motivasi. Anak didik biasanya mempersiapkan diri dengan belajar jauh-jauh hari untuk menghadapi ulangan. Oleh karena itu, ulangan merupakan strategi yang cukup baik untuk memotivasi anak didik agar lebih giat belajar.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 f. Mengetahui Hasil Mengetahui hasil belajar bisa dijadikan sebagai alat motivasi. Dengan mengetahui hasil, anak didik terdorong untuk belajar lebih giat. Apalagi bila hasil belajar itu mengalami kemajuan, anak didik beruasaha untuk mempertahankannya atau bahkan meningkatkan intensitas belajarnya guna mendapatkan prestasi belajar yang lebih baik di kemudian hari. g. Pujian Pujian yang diucapkan pada waktu yang tepat dapat dijadikan alat motivasi. Pujian adalah bentuk reinforcement yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik. Guru bisa memanfaatkan pujian untuk memuji keberhasilan anak didik dalam mengerjakan pekerjaan di sekolah. Pujian diberikan sesuai dengan hasil kerja, bukan dibuat-buat atau bertentangan sama sekali dengan hasil kerja anak didik. h. Hukuman Meski hukuman sebagai reinforcement yang negatif, tetapi bila dilakukan dengan tepat dan bijak akan merupakan alat motivasi yang baik dan efektif. Hukuman akan merupakan alat motivasi bila dilakukan dengan pendekatan edukatif, bukan karena dendam. i. Hasrat untuk Belajar Hasrat untuk belajar berarti ada unsur kesengajaan, ada maksud untuk belajar. Hasrat belajar berarti pada diri anak didik itu memang ada motivasi untuk belajar, sehingga sudah barang tentu hasilnya

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 akan lebih baik daripada anak didik yang tidak berhasrat untuk belajar. j. Minat Minat adalah kecenderungan yang menetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa aktivitas. Seseorang yang berminat terhadap suatu akativitas akan memperhatikan aktivitas itu secara konsisten dengan rasa senang. G. Sistem Pernapasan pada Manusia Dalam penelitian ini, materi yang akan dibahas secara garis besar adalah sebagai berikut : 1. Pengertian pernapasan dan respirasi 2. Alat-alat pernapasan 3. Mekanisme pernapasan 4. Volume Udara Pernapasan 5. Frekuensi pernapasan 6. Mekanisme Pertukaran O2 dan CO2 7. Kelainan dan Penyakit pada Sistem Pernapasan Manusia (Materi secara lengkap dapat dilihat di lampiran 7) H. Penelitian yang Relevan Berdasarkan hasil penelitian oleh Asteria Tri Hatmingsih yang berjudul “Penggunaan Media Pembelajaran Audiovisual untuk Meningkatkan

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran Ekonomi di SMK Sanjaya: Sebuah Penelitian Tindakan Kelas” dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran ekonomi dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. Dimana hasil motivasi siswa sebelum implementasi tindakan hanya 48% yang memiliki tingkat motivasi cukup sedangkan sesudah implementasi tindakan menjadi 80% yang memiliki tingkat motivasi tinggi. Dari segi prestasi belajar sebelum implementasi tindakan terdapat 59% siswa yang tuntas belajar sedangkan setelah implementasi tindakan meningkat menjadi 88% siswa. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Yulius Tri Kurniawan yang berjudul “Penggunaan Media Audiovisual pada Materi Sistem Gerak pada Manusia dalam Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII B SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan Yogyakarta” juga menunjukkan bahwa media audiovisual dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari perolehan rata-rata siklus I yaitu 60,47 meningkatkan pada siklus II menjadi 70,33 sehingga presentase pencapaian KKM juga meningkat dari 48% menjadi 80,95%. Sedangkan dari segi minat siswa juga terlihat pada siklus pertama adalah 100% dalam kriteria baik kemudian pada siklus II mengalami peningkatan kriteria sangat baik sebesar 80,95% dan 19,05% masuk dalam kriteria baik. I. Kerangka Berpikir Seorang guru harus dapat menciptakan kondisi belajar yang baik sehingga bisa mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Dari hasil

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 observasi yang dilakukan di kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Prambanan Sleman Yogyakarta, guru mata pelajaran biologi lebih sering menggunakan metode ceramah dan diskusi. Akibatnya, siswa di sana terlihat merasa bosan dan sering tidak mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru di depan kelas. Tentu saja ini berdampak pada motivasi dan hasil belajar siswa, dimana rata-rata kelas XI IPA 3 SMAN 1 Prambanan Sleman hanya 58 sehingga di kelas ini presentase KKM nya adalah 0%. Kemudian dari segi motivasi siswa yang terlihat dari hasil observasi, hanya 50% siswa yang menyiapkan peralatan belajar, 56% siswa yang mendengarkan guru menerangkan, 20% siswa yang mencatat poin penting, 10% siswa yang aktif bertanya, dan 75% siswa yang mau mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Ini menunjukkan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas cenderung tidak baik. Selain itu, siswa terlihat meremehkan ketika guru mengajar di kelas. Dari hasil observasi di atas, menunjukkan bahwa bukan hanya dari segi hasil belajar siswa saja yang belum baik namun dari segi motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran juga tidak baik. Untuk itu, peneliti mengharapkan dengan bantuan media audiovisual motivasi serta hasil belajar siswa dapat meningkat. Karena media audiovisual memiliki daya audio yang berupa mendengar dan visual yang berupa melihat sehingga media ini dianggap lebih lengkap dibandingkan dengan media lainnya yang hanya bersifat mendengar saja atau melihat saja. Dari hasil wawancara, guru mengemukakan bahwa beliau kesulitan mengajar dalam materi sistem pernapasan. Ini terlihat dari hasil belajar siswa kelas XI IPA tahun ajaran

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 2012-2013 dimana setelah dibandingkan dengan materi biologi lain, nilai rata-rata kelas terendah terdapat pada materi sistem pernapasan. Dalam hasil belajar siswa, yang menjadi fokus peneliti dalam penelitian ini adalah aspek kognitif dan aspek afektif. Ini disebabkan, siswa pada kelas XI IPA 3 memiliki nilai kognitif dan sikap yang tidak baik yang dapat di lihat dari hasil observasi. Setelah penelitian ini diharapkan siswa memiliki sikap dan perasaan yang memberikan energi psikis dan semangat yang meresap dalam diri siswa yang menjadikan siswa dapat menerima pelajaran dengan lebih baik sehingga pengetahuan dan pemahaman siswa saat belajar di kelas juga akan meningkat. Peneliti juga mengharapkan faktor internal yang bersumber dari dalam diri siswa juga akan tumbuh sehingga ini akan mempengaruhi kemampuan belajar siswa. Jadi, siswa diharapkan memiliki minat, ketekunan, sikap, dan motivasi belajar yang berasal dari dalam diri siswa sendiri tanpa adanya dorongan dari orang lain (motivasi intrinsik). Ini bisa diwujudkan dengan memberikan kebiasaan belajar bagi siswa seperti sering memberikan test kepada siswa untuk mengukur tingkat pemahaman siswa dalam menerima pembelajaran sehingga siswa akan terbiasa untuk belajar setiap hari. Dan belajar akan dijadikan siswa sebuah kebiasaan sehingga lama kelamaan siswa akan senang belajar tanpa adanya dorongan dari pihak manapun. Untuk menjadikan siswa termotivasi belajar atas keinginan sendiri, pertamanya memang perlu dorongan dari pihak lain terlebih dahulu (motivasi ekstrinsik). Namun target peneliti adalah menumbuhkan motivasi intrinsik dalam diri siswa. Sehingga dorongan tersebut memang harus peneliti lakukan dengan cara memberi ulangan dan

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 mengumumkan hasil ulangan mereka. Dengan memberi ulangan mereka akan termotivasi untuk belajar karena menginginkan nilai pelajaran mereka baik, kemudian dengan mengumumkan hasil belajar tentu saja siswa-siswa yang nilainya tinggi akan berusaha mempertahankan hasil yang diperoleh dan siswa yang nilainya rendah akan terdorong untuk belajar lebih giat lagi untuk mengejar ketertinggalannya. Sehingga ini akan menumbuhkan kesadaran kepada siswa agar merasakan pentingya tugas dan menerimanya sebagai suatu tantangan sehingga siswa akan belajar keras dan berusaha segenap tenaga untuk mencapai prestasi yang baik dengan menjaga harga dirinya (Ego-involvement).

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat memperbaiki proses pembelajaran yang telah dilakukan oleh guru. Penelitian Tindakan Kelas merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki keadaan yang tidak/kurang memuaskan dan atau untuk meningkatkan mutu pembelajaran di kelas. Penelitian Tindakan Kelas merupakan kegiatan yang langsung berhubungan dengan tugas guru dilapangan. Singkatnya Penelitian Tindakan Kelas merupakan penelitian praktis yang dilakukan di kawasan kelas dan bertujuan untuk meningkatkan praktik pembelajaran yang ada (Kasbolah, 2001:9). Penelitian ini didasarkan pada masalah yang terjadi di lapangan. Dalam hal ini, yang akan diteliti adalah penggunaan media pembelajaran audiovisual untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa Kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Prambanan Sleman pada Materi Sistem Pernapasan. B. Setting Penelitian 1. Obyek Penelitian Dalam penelitian ini, yang menjadi objek adalah motivasi dan hasil belajar siswa dengan menggunakan media pembelajaran biologi materi sistem pernapasan. 29 audiovisual dalam

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 2. Subyek Penelitian Subyek dalam penelitian ini adalah siswa-siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Prambanan Sleman yang berjumlah 30 orang siswa. 3. Tempat Penelitian Penelitian ini bertempat di SMA Negeri 1 Prambanan Sleman. 4. Waktu Penelitian Waktu pelaksanaan penelitian April-Mei 2014. 5. Pembuatan Media Pembuatan media pembelajaran audiovisual dilakukan dengan menggunakan software Macromedia Flash. Sedangkan perekaman suara dilakukan dengan menggunakan software Cool Edit Pro 2.0. C. Rancangan Tindakan Rancangan tindakan ini mengacu pada model Kurt Lewin yang konsep pokok penelitiannya terdiri atas empat komponen, yaitu : perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Penelitian ini terdiri dari dua siklus (empat kali pertemuan). 1. Siklus I a. Planning Kegiatan yang dilakukan pada tahap planning adalah : 1) Permohonan ijin kepada kepala sekolah SMA Negeri 1 Prambanan Sleman 2) Observasi awal dan wawancara kepada Bapak Rochmat Yuwono, S.Pd selaku guru biologi kelas XI SMA Negeri 1

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 Prambanan untuk mengetahui permasalahan pembelajaran biologi yang terjadi di SMA Negeri 1 Prambanan Sleman. 3) Identifikasi permasalahan, setelah mengetahui permasalahan pembelajaran melalui tahap observasi dan wawancara dengan guru terkait dilanjutkan dengan mengidentifikasi permasalahan pembelajaran yang terjadi di sekolah, serta menentukan metode yang tepat untuk mengatasi permasalahan pembelajaran tersebut. 4) Setelah menemukan metode yang tepat untuk mengatasi permasalahan pembelajaran biologi di SMA Negeri 1 Prambanan Sleman, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan perangkat pembelajaran seperti RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), dan Silabus. 5) Membuat instrumen penelitian yaitu format observasi aktivitas siswa di kelas, kusioner motivasi siswa, lembar wawancara kepada guru dan siswa, serta soal-soal test seperti pre-test dan post-test mengenai Sistem pernapasan. b. Acting Pada pelaksanaan tindakan, peneliti melakukan tindakan sesuai dengan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran yang telah dibuat. Seperti membagikan soal pre-test (materi pre-test meliputi materi siklus I dan siklus II) kepada siswa dan meminta siswa mengerjakan pre-test dalam waktu yang telah ditentukan kemudian melakukan apersepsi sebagai kegiatan awal, dilanjutkan dengan

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 kegiatan inti seperti pemutaran media audiovisual (animasi), melakukan tanya jawab, dan dilanjutkan dengan kegiatan penutup. c. Observing Tahap ini dilaksanakan bersamaan dengan tahap tindakan. Pada tahap ini, peneliti melakukan pengamatan atas hasil atau dampak pelaksanaan tindakan, yaitu meliputi: penerapan media pembelajaran, aktivitas siswa dalam kelas dan kelompok, serta aktivitas siswa dalam kaitannya dengan indikator motivasi. Pengamatan dilakukan dengan bantuan instrumen observasi dan dilengkapi dokumentasi seperti foto. d. Reflecting Pada tahap ini dilaksanakan analisis, pemaknaan, dan penyimpulan hasil observasi terhadap motivasi dan hasil pembelajaran. Ada dua macam refleksi yang dilakukan, yaitu: yang pertama, refleksi segera pada saat pertemuan berakhir, digunakan untuk mengidentifikasi kekurangan-kekurangan dalam pembelajaran dan pemecahannya untuk perbaikan dalam pertemuan berikutnya penyesuaian rencana pembelajaran dan instrumen yang perlu disempurnakan. Dan kedua, refleksi pada akhir siklus pertama, digunakan untuk mengetahui apakah target yang ditetapkan sesuai indikator keberhasilan tindakan telah tercapai. Secara teknis peneliti melakukan self-reflection dahulu terkait dengan kegiatan siswa di dalam kelas, hasil post-test dan kemudian dilakukan refleksi dan

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 diskusi bersama guru untuk penyempurnaan tindakan dalam siklus kedua. 2. Siklus II a. Planning Pada tahap planning dalam siklus ke II ini, peneliti melakukan perbaikan dan penyempurnaan hal yang dirasa kurang pada kegiatan siklus I kemudian menyusun perencanaan baru bersama guru mengenai tindakan yang akan dilakukan berikutnya. b. Acting Beracuan pada tindakan di siklus I, dalam pelaksanaan di siklus II, peneliti melakukan perbaikan tindakan yang dirasa kurang dalam siklus I. Peneliti juga melakukan tindakan sesuai dengan yang telah direncanakan di Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang baru. Seperti melakukan apersepsi sebagai kegiatan awal, kemudian masuk ke dalam kegiatan inti seperti pemutaran film animasi, melakukan tanya jawab mangenai materi, dan masuk ke kegiatan penutup. Di akhir pertemuan guru memberi penghargaan bagi siswa yang baik dalam mengikuti pembelajaran kemudian membagikan kuisioner motivasi bagi para siswa untuk mengetahui seberapa efektif penggunaan media audiovisual dalam kegiatan pembelajaran ini (Pelaksanaan tindakan dapat dilihat di RPP lampiran 2).

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 c. Observing Kegiatan observasi pada siklus ke II sama dengan kegiatan observasi pada siklus I yaitu melakukan pengamatan atas hasil atau dampak pelaksanaan tindakan seperti, penerapan media pembelajaran, aktivitas siswa dalam kelas dan kelompok, serta aktivitas siswa dalam kaitannya dengan indikator motivasi. Dan dilakukan pendokumentasian dalam pelaksanaan tindakan. d. Reflecting Pada tahap ini dilakukan analisis data yang diperoleh dari hasil evaluasi siswa. Kemudian menemukan kekurangan dan kelebihan penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran. D. Instrumen Penelitian 1. Instrumen Pembelajaran Instrumen pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan silabus (lampiran 1 dan lampiran 2). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dibagi menjadi 2 siklus, yaitu siklus 1 dan siklus 2. 2. Instrumen Pengumpulan data Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini berupa test dan non-test. a. Test Test yang digunakan berupa tes awal (pre-test) dan tes akhir (posttest). Test ini merupakan alat ukur yang mengukur hasil belajar siswa

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 dalam ranah kognitif. Test awal digunakan untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik mengenai materi yang akan di ajarkan. Test akhir digunakan untuk mengukur pengetahuan peserta didik mengenai materi yang sudah diajarkan. b. Non-test Instrumen pengumpulan data non-test meliputi : 1) Kuisioner motivasi Kuisioner motivasi diberikan kepada peserta didik untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar peserta didik setelah pelaksanaan tindakan. Angket/kuisioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis untuk memperoleh informasi dari responden yang ingin diketahui (Suparno, 2007: 61). Dalam penelitian ini, kuisioner digunakan untuk mengetahui motivasi peserta didik dalam pembelajaran mengenai sistem pernapasan menggunakan media pembelajaran audiovisual. Kuisioner terdiri atas 20 item pernyataan yang terdiri dari item positif dan item negatif. Masingmasing item memiliki 4 alternatif jawaban dan meminta peserta didik memilih satu jawaban. Empat alternatif jawaban tersebut adalah Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Kuisioner motivasi terdiri atas 2 kategori yaitu kuisioner motivasi awal dan kuisioner motivasi akhir. Kuisioner motivasi awal diberikan pada saat pertemuan pertama siklus 1, kuisioner ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar siswa terhadap

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 mata pelajaran biologi sebelum menggunakan media audiovisual. Sedangkan kuisioner motivasi akhir diberikan diakhir pertemuan siklus ke 2 dan bertujuan untuk mengukur motivasi siswa terhadap mata pelajaran biologi setelah menggunakan media audiovisual. 2) Wawancara Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara lisan kepada subjek yang diteliti. Wawancara memiliki sifat yang luwes, pertanyaan yang diberikan dapat disesuaikan dengan subjek, sehingga sesuatu yang ingin diungkapkan dapat digali dengan baik (Uno dkk, 2011: 104). Pada penelitian ini peneliti bertindak sebagai pewawancara (interviewer). Metode wawancara digunakan untuk mengetahui dampak pembelajaran dari sudut pandang guru biologi yaitu Bapak Rochmat dan tiga orang siswa yang dipilih berdasarkan pencapaian hasil belajarnya yaitu siswa yang memiliki nilai tertinggi, sedang, dan terendah yang dilihat pada hasil post-test di siklus II. 3) Observasi Instrumen observasi digunakan untuk mengetahui penguasaan siswa dalam bidang afektif. Observasi dilakukan dengan cara mengamati (pengamatan dilakukan oleh observer) setiap kegiatan siswa saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Setelah mengamati, observer mengisi lembar kegiatan observasi

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 yang telah disediakan dan memilih skala tertentu sesuai dengan situasi pembelajaran yang ada. Hal-hal yang ingin diketahui peneliti dalam kegiatan pembelajaran ini adalah minat dan perhatian siswa dalam pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti, semangat dan antusiasme siswa dalam pembelajaran, sikap menghargai siswa dalam menerima kritik dan saran dari siswa lain, sikap percaya diri siswa saat presentasi, mengajukan dan menjawab pertanyaan. Observasi dilakukan di setiap kegiatan pembelajaran terutama pada saat kegiatan diskusi dan presentasi. Kemudian data yang di dapat dalam bentuk perhitungan kuantitatif kemudian di analisis secara kualitatif. E. Analisis Data 1. Motivasi Belajar Motivasi belajar siswa diukur dengan menggunakan kuisioner yang diberikan di awal siklus I dan di akhir siklus II. Kuisioner tersebut digunakan untuk mengetahui motivasi belajar siswa minimal baik yang nanti hasil perhitungan akan dihubungkan dengan indikator pencapaian. Data dianalisis dengan mengkategorikan pernyataan positif dan negatif kemudian masing-masing jawaban yang telah dipilih siswa diberi skor dengan ketentuan pada tabel 3.1

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Tabel 3.1 Penetapan Skor Kuisioner Motivasi Pilihan Jawaban Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Skor Pernyataan Positif Pernyataan Negatif 4 1 3 2 2 3 1 4 Data didapat secara kuantitatif dengan menjumlahkan skor yang diperoleh siswa dalam kuisioner dan dilakukan perhitungan sebagai berikut: Skor Motivasi = Setelah skor motivasi setiap siswa diperoleh, dilakukan penggolongan skor motivasi dengan kriteria seperti dalam tabel 3.2 Tabel 3.2 Penggolongan Motivasi Belajar Interval 80- 100 60- 79 40- 59 25- 39 Kriteria Motivasi Belajar Sangat Baik Baik Cukup Baik Tidak Baik Untuk menghitung prosentase motivasi minimal baik dapat digunakan rumus sebagai berikut :

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 2. Hasil Belajar Hasil belajar pada penelitian ini hanya mencakup dua aspek yaitu ranah kognitif dan ranah afektif. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data dalam ranah kognitif yaitu pre-test, post-test, rata-rata nilai kelas. Sedangkan dalam ranah afektif melalui observasi dan wawancara. Cara menganalisis instrumen tersebut adalah sebagai berikut: a. Pre-test dan post-test Cara menghitung nilai pre-test dan post-test siswa adalah sebagai berikut : Skor = x 100 Hasil post-test setiap siswa dihitung untuk mengetahui ketercapaian KKM siswa. KKM kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Prambanan Sleman mata pelajaran biologi adalah 75. Hasil post-test yang telah dihitung kemudian dilihat kembali untuk menghitung prosentase siswa yang mencapai nilai diatas KKM. Skor tersebut menentukan ketuntasan belajar secara klasikal. Kriteria skor ketuntasan siswa secara individu dapat dilihat pada tabel 3.3 Tabel 3.3 Kriteria Skor Ketuntasan Individu Nilai Post-test ≤ 74 ≥ 75 Keterangan Tidak Tuntas Tuntas Ketuntasan belajar secara klasikal dihitung dengan rumus sebagai berikut :

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Prosentase KKM : b. x 100 % Rata-rata nilai kelas Dalam menghitung rata-rata kelas setiap siklus digunakan rumus : Rata-rata = c. Wawancara Wawancara dilakukan dengan tanya jawab dari pihak pewawancara (praktikan) dan orang yang diwawancarai (guru dan siswa). Tanya jawab tersebut direkam kemudian dibuat transkrip dan dianalisa dalam bentuk kualitatif. Analisa secara kualittaif dilakukan dengan cara mengkategorikan data sesuai dengan aspek yang di inginkan, setelah itu data disajikan dalam bentuk teks cerita, kemudian peneliti membuat kesimpulan dari data wawancara tersebut. d. Observasi Dalam penelitian ini akan dilakukan pembagian kelompok belajar dikelas. Di kelas IPA 3 SMA Negeri 1 Prambanan Sleman terdapat 30 murid sehingga dalam pembagian kelompok, kelas akan dibagi menjadi 6 kelompok yang masing-masing anggota kelompok terdiri atas 5 orang. Observasi dilakukan pada setiap anggota kelompok anak. Pada lembar observasi terdapat 10 aspek kategori dalam ranah afektif kemudian skor yang harus di isi oleh observer dalam rentang 1, 2, 3, 4, 5. Skala tersebut di isi sesuai dengan jumlah

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 anak dalam kelompok yang sesuai dengan pernyataan dilembar observasi. Berdasarkan skala tersebut akan didapatkan skor maksimal 50. Sehingga skor observasi dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : Skor = Skor yang didapat pada kegiatan observasi kemudian dikategorikan pada tabel 3.4 : Tabel 3.4. Kategori Prosentase Hasil Observasi Aspek Afektif Prosentase yang diperoleh 66,68 ≤ q ≤ 100 33,34 ≤ q ≤ 66,67 0 ≤ q 33,33 Sumber: Suharsimi, 2007 Keterangan Tinggi Sedang Rendah Setelah setiap kelompok dikategorikan pada hasil yang diperoleh, kemudian dilakukan perhitungan prosentase untuk menenentukan ketercapaian indikator yang telah ditetapkan dengan rumus : Presentase = F. Indikator Ketercapaian Tabel 3.5 Indikator Ketercapaian Target No. Indikator 1. Nilai rata-rata kelas 2. Jumlah siswa yang mencapai KKM 3. Nilai afektif siswa 4. Motivasi minimal baik * Nilai sebelum pelaksanaan penelitian Awal* 58 0% Belum terukur Belum terukur Target 75 70% 70% 85%

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini di lakukan dari bulan April hingga Mei 2014, bertempat di SMA Negeri 1 Prambanan Sleman Yogyakarta dengan subyek penelitian kelas XI IPA 3 yang berjumlah 30 siswa. Obyek penelitian ini adalah motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI IPA 3 SMA N 1 Prambanan Yogyakarta pada materi Sistem Pernapasan Manusia. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, siklus pertama dilakukan sebanyak dua kali pertemuan dan siklus kedua dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan. Dimana setiap akhir siklus dilakukan post-test untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari. B. Hasil Penelitian 1. Siklus I Siklus I di mulai pada tanggal 21 April 2014 sampai 23 April 2014 sebanyak 2 kali pertemuan. Pertemuan pertama mengenai materi organ yang menyusun sistem pernapasan manusia dan mekanisme pernapasan manusia sedangkan pertemuan kedua mengenai volume dan kapasitas paru-paru serta frekuensi pernapasasan paru-paru. Tahapan pelaksanaan pertemuan pertama adalah apersepsi, penyampaian masalah yang akan dipelajari, penyampaian materi menggunakan media audiovisual berupa animasi gerak, pengerjaan LKS dan presentasi di depan kelas oleh setiap kelompok. Pelaksanaan pertemuan kedua juga 42

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 sama dengan pertemuan pertama namun 45 menit sebelum pembelajaran berakhir siswa mengerjakan post-test siklus I. Soal post-test siklus pertama berjumlah 15 soal, yaitu 10 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian. Berikut merupakan tahapan penelitian dengan penerapan media audiovisual dalam pembelajaran: a. Perencanaan (Plainning) Sebelum penelitian dimulai, peneliti melakukan 2 kali observasi di SMA N 1 Prambanan Sleman Yogyakarta. Observasi pertama dilakukan pada tanggal 7 Januari 2014 untuk menentukan target subyek penelitian. Dari hasil observasi didapatkan nilai ratarata ujian biologi terendah terdapat pada kelas XI IPA 3 yaitu 58,00 dari 30 orang siswa dengan nilai terendah 44,00 dan nilai tertinggi 70,00 sehingga semua siswa kelas ini dinyatakan tidak tuntas karena tidak memenuhi standar KKM. Sehingga subyek penelitian ini adalah kelas XI IPA 3. Observasi kedua dilakukan pada tanggal 13 Januari 2014, observasi kedua ini dilakukan untuk melihat kondisi belajar siswa di kelas XI IPA 3 dan cara mengajar guru di kelas. Hasil observasi kedua didapatkan sebanyak 50% siswa menyiapkan peralatan belajar. Siswa mendengarkan saat guru menerangkan adalah sebanyak 56%. Siswa yang mencatat hal-hal penting saat pelajaran adalah sebanyak 20%. Siswa yang bertanya mengenai materi yang disampaikan guru adalah sebanyak 10%. Siswa yang mengerjakan tugas adalah sebanyak 75%.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 Gambar 4.1 Observasi guru mengajar dan kondisi kelas Setelah observasi selesai peneliti mempersiapkan semua keperluan seperti proposal serta perangkat pembelajaran yang akan digunakan dalam pelaksanaan penelitian. Perangkat pembelajaran pada penelitian ini mencakup: silabus, RPP, LKS, kuisioner, lembar observasi, dan video animasi mengenai sistem pernapasan manusia. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan 4 video animasi. Tiga video animasi mengenai mekanisme pernapasan manusia, pertukaran O2 dan CO2 di dalam Alveolus, serta volume dan kapasitas paruparu, peneliti membuat sendiri dengan bantuan teman dari bidang IT dan satu video animasi mengenai bahaya rokok peneliti mendownload melalui situs media Youtube. Pembuatan video animasi ini mengalami kendala yaitu harus merekam suara secara berulang-ulang karena ruang yang digunakan untuk perekaman tidak kedap suara sehingga suara dari luar masih terdengar dan hasil perekaman suara kurang jernih. Setelah semuanya selesai dipersiapkan peneliti memulai penelitian pada tanggal 21 April 2014.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 b. Pelaksanaan (Acting) Pelaksanaan pembelajaran siklus I pertemuan pertama dilakukan pada tanggal 21 April 2014 dan pertemuan kedua dilakukan pada tanggal 23 April 2014. Sebelum melaksanakan pembelajaran, peneliti membagikan kuisioner motivasi awal kepada peserta didik untuk mengetahui motivasi belajar siswa dalam pembelajaran biologi. Kuisioner boleh dibawa pulang kemudian dikumpulkan pada saat pertemuan selanjutnya. Berikut merupakan tabel data hasil kuisioner motivasi awal. Tabel 4.1 Data Kuisioner Motivasi Awal Siswa Kriteria Sangat Baik 80- 100 Baik 60- 79 Tidak Baik 40- 59 Sangat Tidak 20- 39 Baik Persentase Motivasi Minimal Baik Hasil Jumlah Siswa Persentase (%) 9 30 21 70 0 0 0 0 x 100= 100% Pada tahap pelaksanaan peneliti memberikan pre-test dahulu kepada siswa untuk mengetahui seberapa besar pemahaman siswa terhadap materi yang akan di pelajari. Hasil pre-test dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 4.2 Hasil Pre-test Siswa No Hasil Belajar 1 Nilai Rata-rata 2 Nilai Tertinggi 3 Nilai Terendah Nilai 22,5 34,07 6,59

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 4 5 6 7 Jumlah Siswa yang mendapat nilai ≥ 75 0 Jumlah Siswa yang mendapat nilai ≤ 75 29 Persentase Ketuntasan 0% Persentase Ketidaktuntasan 100% Setelah mengerjakan soal pre-test kemudian peneliti melakukan apersepsi mengenai pokok bahasan yang akan di pelajari dan mengaitkan permasalahan yang terjadi serta menjelaskan tujuan pembelajaran. Selanjutnya peneliti membagi siswa dalam kelompok diskusi, masing-masing kelompok terdiri atas 5 orang anggota sehingga terbentuk 6 kelompok dalam satu kelas. Setelah pembagian kelompok peneliti membagikan LKS pada setiap kelompok kemudian meminta setiap kelompok memperhatikan video animasi yang akan diputar di depan kelas. Setelah video selesai diputar setiap kelompok diminta untuk berdiskusi dalam mengerjakan LKS sesuai petunjuk yang ada di LKS. Gambar 4.2 Siswa mengamati video Gambar 4.3 Siswa berdiskusi Setelah berdiskusi kelompok, peneliti meminta perwakilan dari kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Kelompok dipilih berdasarkan undian. Saat salah satu kelompok melakukan

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 presentasi kelompok lain yang tidak presentasi diminta untuk mendengarkan dan menanggapi hasil diskusi kelompok di depan dengan cara bertanya jika ada yang kurang jelas dengan presentasinya. Setelah kelompok selesai presentasi dan menjawab pertanyaan dari kelompok lain, peneliti menambahkan hal-hal materi yang dirasa kurang disampaikan oleh kelompok kemudian merevisi jawaban yang kurang tepat. Diakhir pembelajaran peneliti meminta siswa untuk merangkum dan merefleksikan hasil belajar kemudian ditutup dengan memberikan tugas untuk membaca materi yang akan dipelajari dipertemuan selanjutnya. Gambar 4.4 Kelompok presentasi c. Gambar 4.5 Siswa membuat kesimpulan Observasi (Observing) Pada tahap ini peneliti dibantu oleh teman sejawat untuk berlaku sebagai observer yang bertugas untuk mengamati atau mengobservasi kegiatan yang dilakukan siswa selama mengikuti pembelajaran. Hasil observasi di tulis di lembar observasi siswa. Observasi dilakukan pada setiap kelompok siswa sehingga observer bertugas untuk mengamati setiap kelompok siswa di kelas. Pada satu

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 kelas terdapat 6 kelompok yang beranggotakan 5 orang. Dalam lembar Observasi dilakukan pada setiap anggota kelompok anak. Pada lembar observasi terdapat 10 aspek kategori dalam ranah afektif kemudian skor yang harus diisi oleh observer dalam rentang 1, 2, 3, 4, 5. Skala tersebut diisi sesuai dengan jumlah anak dalam kelompok yang sesuai dengan pernyataan di lembar observasi. Berdasarkan skala tersebut akan didapatkan skor maksimal 50. Pada siklus I terdapat 2 kali pertemuan sehingga ada 2 lembar observasi untuk setiap kelompoknya. Jadi dalam melihat hasil observasi setiap kelompok harus dirata-rata terlebih dahulu lembar observasi pertemuan 1 dan pertemuan ke 2. Hasil Observasi dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.3 Hasil Observasi Kelompok Siswa Siklus I No 1 2 3 4 5 6 Nama Kelompok Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 Kelompok 5 Kelompok 6 Pertemuan I 72 74 68 74 70 66 Pertemuan II 70 72 70 68 72 72 Rata-rata 71 73 69 71 71 69 Tabel 4.4 Pengkategorian Hasil Observasi Setiap Kelompok No Nama Kelompok Skor Kategori Prosentase Kelompok Kategori Tinggi 1 2 3 4 5 6 Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 Kelompok 5 Kelompok 6 71 73 69 71 71 69 Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi x 100= 100%

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 d. Evaluasi (Evaluating) Pada pertemuan kedua yaitu 45 menit sebelum jam pelajaran berakhir dilakukan post-test siklus I dengan tujuan mengukur tingkat pemahaman siswa mengenai materi yang telah dipelajari pada siklus I. Hasil tes evaluasi dapat di lihat pada tabel berikut. Tabel 4.5 Hasil Post-test Siklus I No 1 2 3 4 5 6 7 Hasil Belajar Nilai Rata-rata Nilai Tertinggi Nilai Terendah Jumlah Siswa yang mendapat nilai ≥ 75 Jumlah Siswa yang mendapat nilai ≤ 75 Persentase Ketuntasan Persentase Ketidaktuntasan Nilai 81,78 95,71 48,47 22 8 73,3% 26,7% Pada tabel kita dapat melihat nilai rata-rata siswa adalah 81,78, nilai tertinggi 95,71, nilai terendah 48,47, jumlah siswa yang mencapai KKM adalah 22 orang, sedangkan yang tidak mencapai KKM adalah 8 orang, persentase siswa yang tuntas adalah 73,3% sedangkan yang belum tuntas adalah 26,7%. e. Refleksi (Reflecting) Penelitian pada siklus I ini telah berjalan dengan baik dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Dari data yang diperoleh motivasi awal siswa dalam kategori sangat baik adalah 9 siswa dengan persentase 30% sedangkan kategori baik adalah 21 siswa dengan persentase 70%, oleh sebab itu dapat disimpulkan motivasi awal minimal baik siswa kelas XI IPA 3 SMA N 1 Prambanan Sleman adalah 100%. Hasil observasi pada siklus I juga

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 menunjukkan 100% ranah afektif siswa dikategorikan tinggi. Sedangkan hasil tes evaluasi atau post-test pada siklus pertama ini memperoleh rata-rata 81,78 dan persentase siswa yang tuntas atau jumlah siswa yang mencapai KKM sebanyak 73,3 %. Sehingga dapat di lihat indikator dalam ranah kognitif telah melebihi target, dimana yang di targetkan rata-rata adalah 75 dan persentase siswa yang mencapai KKM adalah 70%. Dari analisa diatas, indikator yang ingin di capai oleh peneliti sudah tercapai namun, pada saat pembelajaran terdapat beberapa masalah yang perlu diperbaiki pada siklus selanjutnya, yaitu : 1) Masih banyak siswa yang kurang memperhatikan saat kelompok terpilih mempresentasikan hasil diskusi mereka, sehingga peneliti harus bisa lebih tegas kepada siswa-siswa yang kurang mendengarkan. 2) Pada pertemuan kedua, waktu untuk mengerjakan post-test kurang karena saat presentasi siswa terlalu aktif bertanya sehingga pada pertemuan selanjutnya peneliti harus membatasi pertanyaan dari siswa. 2. Siklus II a. Perencanaan (Plainning) Pada tahap ini, peneliti melakukan perbaikan dari masalah yang dijumpai pada siklus I yaitu peneliti harus lebih tegas dan membatasi pertanyaan yang ditanyakan oleh para siswa.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 b. Pelaksanaan (Acting) Pada siklus II dilakukan tiga kali pertemuan yaitu pada tanggal 12 Mei 2014, 19 Mei 2014, dan 21 mei 2014. Pada tanggal 12 Mei 2014 mempelajari mengenai pertukaran O2 dan CO2 di alveolus dan pada tanggal 19 Mei 2014 mempelajari mengenai bahaya rokok bagi kesehatan. Langkah pembelajarannya kurang lebih sama dengan siklus 1 yaitu apersepsi, mengaitkan masalah, menyebutkan tujuan pembelajaran, dan pemutaran video animasi. Gambar 4.6 Siswa mengamati video animasi Setelah mengamati video animasi, peneliti meminta siswa untuk berdiskusi sesuai dengan kelompok yang telah dibagikan saat pertemuan pertama kemudian mempresentasikan hasil diskusi kelompok didepan kelas dan kelompok yang tidak presentasi mendengarkan dan menanggapi hasil presentasi.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Gambar 4.7 Siswa Berdiskusi Gambar 4.8 Siswa Presentasi Setelah presentasi berakhir, peneliti meminta siswa untuk meembuat kesimpulan dan merefleksikan hasil belajarnya. Pada pertemuan ke 5 yaitu pada tanggal 21 Mei 2014, semua kelompok siswa mempresentasikan poster ilmiah yang telah dibuat mengenai materi kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan manusia. Kemudian dilanjutkan dengan post-test siklus II. Gambar 4.9 Siswa Presentasi Poster Setelah siswa selesai Gambar 4.10 Siswa Post-test Siklus II mengerjakan post-test, peneliti membagikan kuisioner motivasi akhir kepada siswa. Kuisioner

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 motivasi akhir bertujuan untuk mengetahui motivasi siswa dalam belajar menggunakan media audiovisual. Berikut merupakan hasil dari pengisian kuisioner motivasi akhir siswa. Tabel 4.6 Data Kuisioner Motivasi Akhir Siswa Kriteria Sangat Baik 80- 100 Baik 60- 79 Tidak Baik 40- 59 Sangat Tidak 20- 39 Baik Persentase Motivasi Minimal Baik c. Hasil Jumlah Siswa Persentase (%) 11 36,7 19 63,3 0 0 0 0 x 100= 100% Observasi (Observing) Pengamatan atau observasi pada siklus II kurang lebih sama dengan siklus I. Peneliti dibantu oleh teman sejawat untuk berlaku sebagai observer yang bertugas untuk mengobservasi kegiatan yang dilakukan siswa selama mengikuti pembelajaran pada siklus II. Hasil observasi ditulis di lembar observasi siswa yang teleh disediakan oleh peneliti. Observasi dilakukan pada setiap kelompok siswa. Kelompok pada siklus II sama dengan kelompok siklus I agar memudahkan peneliti dan observer untuk mengingat siswa dan melihat perilaku setiap siswa. Pada siklus II ini terdapat 3 kali pertemuan sehingga hasil observasi akan dirata-rata atau dibagi dengan 3 sebanyak jumlah pertemuan. Hasil observasi dapat dilihat pada tabel berikut.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Tabel 4.7 Hasil Observasi Kelompok Siswa Siklus II No 1 2 3 4 5 6 Nama Kelompok Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 Kelompok 5 Kelompok 6 Pertemuan I 84 80 86 82 90 92 Pertemuan II 74 78 80 76 80 80 Pertemuan III 80 80 70 72 78 78 Rata-rata 79,33 79,33 78,67 76,67 82,67 83,33 Tabel 4.8 Pengkategorian Hasil Observasi Setiap Kelompok Siklus II d. No Nama Kelompok Skor Kategori 1 2 3 4 5 6 Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 Kelompok 5 Kelompok 6 79,33 79,33 78,67 76,67 82,67 83,33 Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Prosentase Kelompok Kategori Tinggi x 100= 100% Evaluasi (Evaluating) Evaluasi atau post-test siklus II di lakukan pada pertemuan ke 5 yaitu pada tanggal 21 Mei 2014 yaitu setelah semua kelompok siswa mempresentasikan poster ilmiah yang telah dibuat mengenai materi kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan manusia. Posttest siklus ke II dilakukan untuk melihat peningkatan siswa terhadap materi dan untuk mengetahui ketercapaian indikator yang telah ditentukan. Hasil post-test siklus II dapat dilihat pada tabel berikut.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Tabel 4.9 Hasil Post-test Siklus II No 1 2 3 4 5 6 7 e. Hasil Belajar Nilai 81,99 93,48 64,13 28 2 93,3% 6,7% Nilai Rata-rata Nilai Tertinggi Nilai Terendah Jumlah Siswa yang mendapat nilai ≥ 75 Jumlah Siswa yang mendapat nilai ≤ 75 Persentase Ketuntasan Persentase Ketidaktuntasan Refleksi (Reflecting) Pelaksanaan penelitian pada siklus kedua dapat berjalan lebih baik dibandingkan siklus pertama, karena praktikan sudah dapat lebih tegas dan dapat mengatur waktu dengan baik. Sehingga terjadi peningkatan rata-rata secara signifikan. Jumlah siswa yang mencapai nilai ≥75 atau di atas nilai KKM juga meningkat yaitu sebanyak 28 orang sehingga persentase ketuntasannya juga mengalami peningkatan yaitu 93,3% dari yang sebelumnya hanya 73,3%. Namun nilai tertinggi siswa menurun dari 95,71 menjadi 93,48. Ini mungkin disebabkan karena jawaban siswa pada soal siklus II kurang spesifik sehingga terjadi pengurangan point nilai. Walaupun demikian, rata-rata siswa dan persentase siswa yang tuntas telah mencapai indikator yang praktikan harapkan sehingga penelitian ini dapat praktikan nyatakan sukses dan bermanfaat bagi siswa.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 C. Analisis Data 1. Motivasi Belajar Siswa a. Motivasi Belajar Awal Motivasi belajar awal siswa diberikan untuk melihat motivasi belajar siswa SMA N 1 Prambanan Sleman terhadap mata pelajaran biologi. Penentuan kuisioner motivasi awal ini dengan memberikan 10 pernyataan positif dan 10 pernyataan negatif. Dari data yang diperoleh didapatkan hasil kuisioner motivasi awal adalah 30% siswa sangat baik dan 70% siswa baik. Sehingga dapat disimpulkan 100% siswa SMA Negeri 1 Prambanan Sleman memiliki motivasi yang baik terhadap mata pelajaran biologi. Motivasi awal siswa secara keseluruhan dapat dilihat dalam grafik berikut. 70 60 50 Sangat Baik 40 Baik 30 20 10 0 Sangat Baik Baik Gambar 4.11 Grafik persentase Motivasi Awal Siswa

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 b. Motivasi Belajar Akhir Cara penghitungan kuisioner motivasi akhir siswa sama dengan kuisoner motivasi awal. Namun kuisoner motivasi akhir siswa bertujuan untuk melihat motivasi siswa terhadap pembelajaran biologi menggunakan media audiovisual. Data kusioner menunjukkan bahwa motivasi siswa terhadap pembelajaran biologi menggunakan media audiovisual adalah 36,7% siswa sangat baik dan 63,3% baik. Sehingga dapat disimpulkan 100% siswa memiliki motivasi yang baik terhadap media audiovisual. Hasil kuisioner dapat dilihat dalam grafik berikut ini. 70 60 50 Sangat Baik 40 Baik 30 20 10 0 Sangat Baik Baik Gambar 4.12 Grafik persentase Motivasi Akhir Siswa 2. Hasil Belajar a. Hasil Belajar Aspek Kognitif Hasil belajar dalam aspek kognitif dapat dilihat dari hasil post-test siklus I dan post-test siklus II. Hasil post-test dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Tabel 4.10 Perbandingan Post-test Siklus I dan Siklus II No Hasil Belajar 1 Nilai Rata-rata 2 Nilai Terendah 3 Nilai Tertinggi Jumlah Siswa yang mendapat 4 nilai ≤ 75 Jumlah Siswa yang mendapat 5 nilai ≥ 75 6 Persentase Ketidaktuntasan 7 Persentase Ketuntasan Post-test I 81,78 48,47 95,71 Post-test II 81,99 64,13 93,48 8 2 22 28 26,7% 73,3% 6,7% 93,3% Dari data di atas dapat dilihat bahwa nilai rata-rata siswa di post-test II dapat meningkat dibandingkan dengan post-test I dari 81,78 menjadi 81,99. Nilai tertinggi siswa mengalami penurunan dalam post-test II yaitu dari 95,71 menjadi 93,48. Hal ini dapat terjadi karena siswa kurang teliti dalam mengerjakan soal-soal sehingga jawaban siswa terutama soal essay kurang spesifik oleh karena itu mengurangi point nilai siswa. Nilai terendah siswa mengalami peningkatan dalam post-test II dari 48,47 menjadi 64,13. Jumlah siswa yang mencapai KKM juga mengalami peningkatan dari 22 orang siswa (73,3%) menjadi 28 orang siswa (93,3%). Sehingga membuat persentase siswa yang belum tuntas menurun dari 26,7% menjadi 6,75%. b. Hasil Belajar Aspek Afektif Hasil belajar siswa dalam aspek afektif dapat diketahui dari hasil observasi oleh observer. Dalam penelitian ini observer dilakukan oleh teman sejawat peneliti yang berasal dari mahasiswa. Observer

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 bertugas untuk mengisi data di lembar observasi yang telah disiapkan oleh peneliti. Data yang dihasilkan oleh observer akan dihitung dalam bentuk data kuantitatif. Anggota kelompok siswa dalam siklus I dan siklus II sama. Berikut merupakan hasil perhitungan dan pengelompokkan kategori dalam ranah afektif. Tabel 4.11 Nilai Hasil Observasi Kelompok Siswa Nama Kelompok Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 Kelompok 5 Kelompok 6 Rata-rata No 1 2 3 4 5 6 Siklus I Skor Kategori Tinggi 71 Tinggi 73 Tinggi 69 Tinggi 71 Tinggi 71 Tinggi 69 70,67 Siklus II Skor Kategori 79,33 Tinggi Tinggi 79,33 Tinggi 78,67 Tinggi 76,67 Tinggi 82,67 Tinggi 83,33 80 Tabel 4.12 Persentase Aspek Afektif Siswa Siklus I dan Siklus II No Kategori Siklus I Siklus II 1 Tinggi 100% 100% 2 Sedang 0% 0% 3 Rendah 0% 0% Dari data perhitungan observasi, hasil belajar siswa dalam aspek afektif pada siklus I dan siklus II 100% tinggi. Ini memperlihatkan bahwa sikap siswa dalam mengikuti pembelajaran dapat dikategorikan baik. Selain itu dari data juga kita temukan peningkatan rata-rata dari 70,67 menjadi 80. Ini membuktikan bahwa

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 hasil belajar siswa dalam ranah afektif pada siklus II lebih baik dibandingkan dengan siklus I. c. Hasil Wawancara Wawancara dilakukan dengan tanya jawab dari pihak pewawancara (peneliti) dan orang yang diwawancarai (guru dan siswa). Wawancara terhadap siswa dilakukan terhadap 3 orang siswa yang memiliki nilai tertinggi, sedang, dan terendah. Penentuan nilai siswa yang akan diwawancarai dilakukan dengan melihat hasil posttest siklus I dan post-test siklus II yang kemudian dirata-rata. Siswa yang dipilih adalah siswa A dengan nilai tertinggi, siswa B dengan nilai sedang, dan siswa C dengan nilai terendah. Wawancara terhadap guru terdiri atas 7 pertanyaan sedangkan siswa 8 pertanyaan. Hasil wawancara guru dan siswa dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 4.13 Tabel Hasil Wawancara Guru No Pertanyaan 1 Menurut bapak apakah penggunaan media audio visual berhasil membantu siswa untuk lebih memahami materi? 2 Bagaimana pendapat bapak dengan penggunaan media audio visual dalam meningkatkan hasil belajar siswa dikelas? 3 Bagaimana minat belajar siswa setelah belajar menggunakan media audio visual? Jawaban Iya, karena siswa merasa tertarik dan lebih aktif terlibat dalam pembelajaran sehingga dapat meningkatkan pemahamannya akan materi yang disampaikan Menurut saya karena siswa aktif belajar jadi otomatis prestasi siswa juga pasti akan meningkat. Yang saya lihat sebagian siswa bahkan saya kira semuanya ya, minat belajar siswa ini sepertinya bertambah khususnya untuk materi sistem pernapasan ini, karena mungkin sebelumnya saya mengajarkan mereka dengan

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 4 Apakah dengan menggunakan media audio visual berhasil membantu siswa untuk lebih terlihat aktif? 5 Menurut bapak apakah ada kesulitan dalam menerapkan pembelajaran dengan media audio visual ini? 6 Apakah bapak berencana untuk menerapkan media audio visual dalam materi yang lain? 7 Menurut bapak apa kelebihan dan kekurangan media audio visual dalam pembelajaran biologi? metode ceramah dan mereka mendengarkan jadi sekarang mereka seperti menemukan sesuatu yang baru ya sehingga menambah minat mereka untuk belajar terutama biologi. Saya melihat mereka tertarik ya melihat media yang di tayangkan di depan sehingga terlihat sekali mereka terlibat dalam pembelajaran sehingga menambah keaktifan mereka tentu saja. Ya biasanya sih kendala teknis ya, misalnya speakernya harus mencakup seluruh kelas sehingga siswa dalam satu kelas dapat mendengar dengan baik, serta mungkin tayangannya harus lebih detail lagi agar pengetahuan siswa itu tidak terpotong-potong. Saya dari dulu senang dengan media audiovisual ini tapi kendalanya media yang kita gunakan itu belum semuanya ada,sehingga nanti jika semuanya ada bisa kita terapkan jadi hal-hal yang abstrak bisa kelihatan real gitu. Jadi saya memang mempunyai rencana itu. Kelebihannya siswa akan lebih tertarik sehingga lebih aktif terlibat dalam pembelajaran dan materi akan lebih detail diterima oleh siswa tapi mungkin kekurangannya waktu yang kita gunakan untuk mempelajari suatu materi dengan media itu akan lebih lama, misalnya kalau dengan metode ceramah bisa hanya dengan 2 kali pertemuan saja namun dengan media audiovisual bisa lebih dari 2 kali pertemuan.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Tabel 4.14 Tabel Hasil Wawancara Siswa No Pertanyaan 1 Apakah dengan menggunakan media audio visual dapat membuat minat mu terhadap pembelajaran biologi bertambah? 2 3 4 5 Jawaban Siswa A: Iya mbak, karena ada gambar-gambarnya itu bergerak, ya pokoknya baguslah gitu. Siswa B: Iya, soalnya kalau belajar itu enak pakai gambar apalagi kalau gambarnya bergerak jadi lebih menambah minat, kalau Cuma baca terus diterangkan itukan bosen soalnya mbak. Siswa C: Iya mbak soal e bagus Apa yang membuatmu Siswa A: Karena medianya bagus senang belajar biologi dan mbaknya juga mengajarnya dengan menggunakan menyenangkan. media audio visual? Siswa B: Karena lebih mudah paham mbak. Siswa C: Karena ada gambargambarnya yang bagus mbak. Menurutmu apa yang Siswa A: Karena ada animasinya, menarik dalam penggunaan jadi bisa lebih tau kalau ternyata media audio visual? O2 itu masuk melewati apa aja sampai dikeluarkannya itu gimana, saya ngerasa lebih paham mbak. Siswa B: Karena ada gambargambarnya sama warna-warnanya yang menarik. Siswa C: Karena ada gambar sama tulisannya mbak yang ngejelasin Menurutmu, apa yang Siswa A: Kalau terlalu banyak kurang menarik atau yang tulisan mbak. tidak kamu sukai dalam Siswa B: Bahasanya itu mbak, penerapan media audio yang tetntang bahaya rokok itu, visual ini? soalnya pakai bahasa inggris. Siswa C: Kalau terlalu banyak tulisan mbak. Apakah media audio visual Siswa A: Membantu mbak, karena dapat membantumu untuk kalau belajar sendirikan susah trus memahami materi sistem untuk ingetpun lebih lama jadi pernapasan pada manusia? kalau pake media ini saya lebih cepat mengingatnya Siswa B: Membantu mbak, karena saya jadi punya lebih banyak gambaran, misalnya kayak kemaren yang O2 itu masuk melalui hidung trus sampai ke

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 6 Menurutmu apa kelebihan penggunaan media audio visual dalam pembelajaran biologi? 7 Menurutmu apa kekurangan media audio visual dalam pembelajaran biologi? 8 Apakah kamu ingin menggunakan media audio visual untuk materi lainnya? alveolus lalu berpindah-pindah itu lho mbak jadi saya tau ternyata proses pernapasan saya itu kayak gitu to. Siswa C: Tergantung mbak, ada yang membantu ada yang kurang membantu, kalo yang membantu itu kayak yang pertukaran O2 dan CO2 di alveolus kalau yang kurang itu yang mekanisme pernapasan mbak soalnya terlalu banyak tulisan menurut saya. Siswa A: Lebih merasa tertarik aja mbak, trus ada gambar-gambar bergeraknya, sama kalo ngingetnya itu gampang Siswa B: Karena bisa membuat lebih paham mbak sama materinya Siswa C: Karena banyak gambargambarnya mbak Siswa A: Gak ada mbak Siswa B: Ya bahasanya itu tadi mbak, coba di dubbing aja pake bahasa Indonesia jadikan gak terpecah mbak konsentrasinya mau ngeliat gambarnya atau subtitle nya yang dibawah itu. Siswa C: Karena terlalu banyak tulisan mbak, bagusnya kalau tulisan sama gambarnya itu balance aja mbak. Siswa A: Pengen mbak, soalnya lebih suka aja saya mbak Siswa B: Pengen mbak, biar lebih paham aja kayak materi yang ini. Siswa C: Pengen mbak, tapi yang jangan terlalu banyak tulisan mbak jadi saya bingung mau ngeliat gambarnya atau baca tulisannya. Tapi kalau sedikit tulisannya kan bisa dibaca dulu baru ngeliatin gambarnya itu mbak.

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 D. Pembahasan 1. Motivasi Belajar Siswa pada Materi Sistem Pernapasan dengan Media Audio Visual Perkembangan motivasi belajar siswa diukur melalui kuisioner. Kuisioner diberikan dua kali yaitu kuisioner motivasi awal diberikan sebelum pembelajaran saat siklus I dan kuisioner motivasi akhir diberikan diakhir siklus II. Kuisioner motivasi awal diberikan untuk melihat dan mengukur motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran biologi dan kuisioner motivasi akhir diberikan untuk melihat dan mengukur motivasi belajar siswa dengan menggunakan media audiovisual. Dari hasil data perhitungan memperlihatkan motivasi awal siswa terhadap pelajaran biologi adalah 30% sangat baik dan 70% baik, sehingga secara keseluruhan motivasi belajar awal siswa dapat dikategorikan 100% baik. Sedangkan untuk motivasi akhir akhir siswa 36,7% sangat baik dan 63,3% baik, sehingga dapat dikategorikan pula 100% motivasi akhir siswa adalah baik. Data kuisioner dapat dilihat pada grafik berikut ini. 70 60 50 40 Sangat Baik 30 Baik 20 10 0 Motivasi Awal Motivasi Akhir Gambar 4.13 Grafik Perbandingan persentase Motivasi Awal dan Akhir Siswa

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Hasil perhitungan tersebut sudah memperlihatkan motivasi belajar siswa dari awal sudah tergolong baik dan telah mencapai indikator yang di inginkan. Namun jika dilihat lebih lanjut, pada motivasi akhir terjadi peningkatan motivasi sangat baik dari 30% menjadi 36,7%. Peningkatan persentase ini menunjukkan bahwa siswa semakin termotivasi belajar menggunakan media audiovisual. Selain dari data kuisioner, hasil wawancara terhadap siswa juga mengemukakan dengan media audiovisual yang berupa animasi ini siswa semakin tertarik untuk belajar dikarenakan animasi yang menarik, warna yang digunakan dalam animasi juga menarik, dan berhasil membuat siswa lebih memahami materi yang disampaikan. Pada saat pemutaran animasi, seluruh siswa di kelas sangat serius dalam memperhatikan animasi dan sibuk mencatat poin-poin penting yang disampaikan oleh media tersebut. Sehingga pada saat menjawab pertanyaan LKS siswa dengan segera dapat mengerjakannya karena masih mengingat materi yang disampaikan oleh animasi. Hal ini membuktikan bahwa media audiovisual berupa animasi ini dapat meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran dan membantu siswa untuk dapat lebih mengingat pelajaran yang sudah dipelajari. Ini sesuai dengan pernyataan Hamzah yang dikutip Hatminingsih (2008: 16-17) Tiga fungsi alat-alat audio visual, yaitu pertama alat-alat audiovisual mempermudah menyampaikan dan menerima pelajaran atau informasi serta dapat menghindarkan salah pengertian, artinya dapat menyampaikan

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 pengertian atau informasi dengan cara yang lebih konkret daripada yang disampaikan dengan kata-kata yang diucapkan, dicetak atau ditulis. Sebab itu alat-alat audiovisual dapat membuat suatu pengertian atau informasi menjadi lebih berarti. Kita lebih mudah dan lebih cepat belajar dengan melihat alat-alat sensori seperti gambar, bagan, contoh barang atau model. Dengan melihat dan sekaligus mendengar, orang yang menerima pelajaran dapat lebih mudah dan lebih cepat mengerti tentang apa yang dimaksud. Keragu-raguan atau salah pengertian dapat dihindarkan secara efektif. Kedua, alat-alat audiovisual mendorong keinginan untuk mengetahui lebih banyak. Dorongan itu adalah dari pemindahan suatu ide dari pikiran seseorang kepada orang lain. Alat-alat audiovisual memberi dorongan dan motivasi serta membangkitkan keinginan untuk mengetahui dan menyelidiki, yang akhirnya menjurus kepada pengertian yang lebih baik. Ketiga, alat-alat audiovisual mengekalkan pengertian yang didapat, salah satu penyebab utama dari tidak efisiennya cara belajar dan berkomunikasi adalah bahwa manusia pelupa. Alat-alat audiovisual tidak saja menghasilkan cara belajar yang efektif dalam waktu yang lebih singkat, tetapi apa yang diterima melalui alat-alat audiovisual lebih lama dan lebih baik tinggal dalam ingatan.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 2. Hasil Belajar Siswa pada Materi Sistem Pernapasan a. Aspek Kognitif Berdasarkan data kognitif pada tabel 4.13 maka perkembangan kognitif pada siklus I dan siklus II dapat di gambarkan dalam grafik berikut ini. 93,3 100 81,78 73,3 81,99 80 60 40 % KKM Tuntas 20 0 Rata-rata Siklus I Siklus II Rata-rata % KKM Tuntas Gambar 4.14 Perbandingan Nilai Kognitif Siklus I dan Siklus II Berdasarkan grafik 4.13 hasil post-test siklus I dan post-test siklus II yang mengalami peningkatan. Dari yang semula rata-ratanya adalah 81,78 menjadi 81,99 sehingga meningkat 0,21. Sedangkan jumlah siswa yang mencapai KKM dari 73,3% menjadi 93,3% sehingga meningkat sebanyak 20% pada siklus II. Pada siklus I, hasil post-test siswa mencapai rata-rata kelas yaitu 81,78 dan 73,3% siswa tuntas atau telah mencapai nilai KKM. Dari hasil yang diperoleh dalam siklus I tersebut dapat dikatakan

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 sudah mencapai indikator yang ditetapkan peneliti. Dimana indikator yang ingin dicapai adalah 75 point untuk rata-rata kelas dan 70% untuk ketuntasan siswa dalam mencapai nilai KKM. Ini memperlihatkan penelitian pada siklus I ini telah berhasil mencapai target yang ditentukan sehingga pada siklus I penelitian ini telah sukses. Penelitian siklus II nilai rata-rata post-test siswa adalah 81,99 dan ketuntasan belajar siswa yang mencapai KKM adalah 93,3%. Sehingga pada siklus II ini hasil belajar kognitif siswa secara keseluruhan juga telah mencapai target yang telah ditetapkan. Pada penelitian siklus II dapat dikatakan sukses karena telah melebihi target yang ditetapkan dan juga mengalami peningkatan dari siklus I. Penelitian ini dapat dikatakan sudah berhasil meningkatkan nilai kognitif siswa. Ini terbukti dari hasil post-test siswa yang telah meningkat pada siklus II, dapat dilihat dari rata-rata kelas maupun dari persentase siswa yang mencapai KKM. Peningkatan hasil belajar pada siklus II ini juga dipengaruhi oleh suana pembelajaran yang lebih kondusif dibandingkan dengan siklus I. Pada siklus II, peneliti belajar mengenai apa yang terjadi dalam siklus I yaitu harus lebih tegas dan mengelola waktu dengan baik. Sehingga dalam siklus II peneliti dapat mengkondisikan siswa dengan baik dan mengelola waktu dengan baik. Karena suasana kelas yang lebih kondusif dan pengelolaan waktu yang baik, siswa di kelas bisa menjadi lebih tenang dan bisa

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 menyerap pembelajaran dengan baik dari yang sebelumnya. Selain peningkatan hasil post-test pada siklus II kita juga bisa melihat hasil post-test dari siklus I juga di atas target yang telah ditetapkan. Ini disebabkan karena saat pemutaran media audiovisual siswa di kelas menjadi lebih tenang karena mereka merasa tertarik pada media tersebut sehingga mereka memperhatikan media yang diputar dengan baik dan menyerap pembelajaran pada media. Ini menjadikan mereka bisa lebih paham akan materi yang dipelajari sehingga saat post-test banyak dari siswa yang memiliki nilai di atas rata-rata. Untuk siswa yang nilainya dibawah rata-rata pada saat ditanya dalam wawancara mereka mengaku media audiovisual ini membantu mereka dalam memahami materi namun ada animasi yang menggunakan bahasa inggris yang membuat mereka kurang paham mengenai apa yang disampaikan oleh animasi tersebut. Ini disebabkan karena mereka kesulitan membagi konsentrasi saat melihat animasi dan membaca subtitle di bawah animasi yang diputar. Dan mereka juga mengaku dalam pengerjaan post-test, waktu yang diberikan tidak cukup atau kurang sehingga masih banyak soal yang belum mereka jawab. Walaupun demikian nilai terendah pada siklus II meningkat dari siklus I, yang semula 48,47 menjadi 64,13. Dari pernyataan yang mereka kemukakan dan dari data yang ada membuktikan bahwa penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran berhasil meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan hasil belajar ini disebabkan karena media yang menarik dan siswa lebih mudah untuk mengingat materi yang

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 disampaikan oleh media. Karena dengan media audiovisual siswa dapat melihat sekaligus mendengar secara konkrit materi yang dipelajari, dengan melihat dan sekaligus mendengar, siswa menerima pelajaran dapat lebih mudah dan lebih cepat mengerti tentang apa yang dimaksud. b. Aspek Afektif Berdasarkan hasil analisis hasil observasi selama proses pembelajaran berlangsung. Persentase dalam aspek afektif siswa pada siklus I maupun siklus II adalah 100% dimasukkan dalam kategori tinggi. Sehingga dapat disimpulkan sejak siklus I siswa memiliki sikap yang baik dalam pembelajaran. Persentase aspek afektif siklus I dan siklus II dapat dilihat pada grafik berikut. 100 90 80 70 60 % Siklus I 50 40 % Siklus II 30 20 10 0 Gambar 4.15 Presentase Aspek Afektif Siklus I dan II Namun, dapat dilihat juga pada hasil analisis bahwa perhitungan rata-rata aspek afektif dari siklus I ke siklus II meningkat dari 70,67 menjadi 80. Ini membuktikan terjadi peningkatan sikap belajar yang baik dari siklus I ke siklus II. Siklus I aspek afektif siswa

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 semakin meningkat pada siklus II sebanyak 9,33 point. Hal ini berarti, pada siklus II siswa kelas XI IPA 3 SMA N 1 Prambanan Sleman lebih mengikuti pembelajaran dengan antusias dan bersemangat, memperhatikan penjelasan dengan baik, lebih aktif dalam menanggapi pembahasan pelajaran, lebih sering mencatat point-point penting saat pembelajaran, mengerjakan LKS dengan serius, lebih aktif bertanya, lebih bisa mendengarkan pendapat teman ketika berdiskusi, lebih percaya diri, tidak merasa bosan dengan pembelajaran, serta lebih tertarik dengan media audiovisual yang diputar. Dari hasil peningkatan rata-rata observasi pada aspek afektif, menunjukkan bahwa media audiovisual dapat meningkatkan aspek afektif siswa dalam pembelajaran. Dengan melihat media audiovisual membuat mereka merasa tidak bosan dengan pembelajaran, lebih bersemangat, dan membangkitkan rasa ingin tahu mereka sehingga mereka lebih aktif bertanya dan sering mencatat poin-poin penting yang disampaikan pada media dan oleh peneliti sehingga pada saat evaluasi pembelajaran banyak dari siswa yang dapat mengerjakan soal dengan baik. Pada Siklus I memiliki beberapa masalah diantaranya siswa sering ribut dikelas dan terlalu aktif bertanya sehingga suasana kelas kurang kondusif dan waktu melebihi yang ditargetkan. Dalam siklus II permasalahan tersebut dapat ditangani dengan solusi peneliti lebih tegas terhadap siswa dan membatasi jumlah pertanyaan. Tetapi peneliti tidak mengacak kelompok siswa pada siklus II sehingga

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 kelompok siswa pada siklus II sama dengan siklus I. Dengan kelompok siswa yang masih sama tersebut menyebabkan penanganan masalah pada siklus II belum optimal. Seharusnya peneliti mengacak ulang kelompok siswa pada siklus II sehingga siklus II dapat berjalan lebih baik lagi. Ini merupakan kekurangan peneliti dalam penelitian ini. Jadi, untuk penelitian selanjutnya diharapkan kelompok siswa pada siklus II harus dibedakan dari siklus I agar penelitian yang dilakukan hasilnya dapat lebih optimal. Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa siswa memiliki berlangsung. sikap afektif yang baik pada saat pembelajaran

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan penelitiaan yang dilakukan di SMA Negeri 1 Prambanan Sleman Yogyakarta menunjukkan bahwa penggunaan media audiovisual dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa baik kognitif maupun afektif. Hasil belajar aspek kognitif siklus I untuk ratarata adalah 81,78 meningkat pada siklus II yaitu 81,99. Sedangkan prosentase jumlah siswa yang mencapai KKM pada siklus I yaitu 73,3% meningkat pada siklus II menjadi 93,3%. Hasil belajar siswa aspek afektif pada siklus I maupun siklus II adalah 100% tinggi namun terjadi peningkatan rata-rata dari 70,67 pada siklus I menjadi 80 pada siklus II. Siswa juga memiliki 100% motivasi yang baik dalam pembelajaran namun terjadi peningkatan rata-rata pula dari siklus I 69,48 menjadi 73,8 pada siklus II. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan media audiovisual dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Prambanan Sleman pada Materi Sistem Pernapasan. B. Keterbatasan Penelitian Selama penelitian, proses pembelajaran sering terbentur oleh masalah waktu sehingga penelitian tidak bisa dilakukan sesuai dengan 73

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 perhitungan waktu yang ditentukan karena terpotong dengan UTS, UN, dan libur nasional. C. Saran 1. Bagi guru, media audiovisual ini dapat dijadikan alternatif dalam pembelajaran biologi SMA khususnya pada materi Sistem Pernapasan Manusia karena dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. 2. Bagi peneliti lain, (1) dalam membuat media audiovisual ini diusahakan jangan terlalu banyak tulisan agar siswa bisa membagi konsentrasi antara membaca tulisan dan melihat gambar animasi. Dan jika mengunduh video yang berbahasa inggris diusahakan untuk merekam ulang suara menggunakan bahasa Indonesia agar siswa tidak kesulitan dalam mendengarkan dan bisa lebih fokus melihat animasi tanpa membaca subtitle. Kemudian dalam perekaman suara sebaiknya dilakukan di ruang kedap suara atau bisa dilakukan di studio rekaman agar hasilnya lebih jernih. (2) Membedakan kelompok siswa pada siklus 1 dengan siklus 2 agar penelitian yang dilaksanakan hasilnya lebih baik.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 DAFTAR PUSTAKA Anitah, Sri. 2010. Media Pembelajaran. Surakarta: Yuma Pustaka Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: PT Rineka Cipta. Hamalik, Oemar. 1994. Pengajaran Unit Studi Kurikulum dan Metodologi. Bandung Hatminingsih, Asteria Tri. 2008. Penggunaan Media Pembelajaran Audio Visual untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran Ekonomi di SMK Sanjaya: Sebuah Penelitian Tindakan Kelas. Skripsi : USD Kasbolah, Kasihani. 2001. Penelitian Tindakan Kelas. Universitas Negeri Malang. Kustandi, Cecep dan Bambang Sutjipto.2011. Media Pembelajaran Manual dan Digital. Bogor: Ghalia Indonesia Mulyasa. 2002. Manajemen Berbasis Sekolah : Konsep, Strategi, dan Implementasi Remaja. Bandung: Rosdakarya Rumampuk, Borman. 1988. Media Instruksional IPS. Jakarta: Departemen Pendidikan. Santoso, Ahmad. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group Sardiman, A.M. 2004. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Press. Suharsimi, A. 2007. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Sulistyarini, Maria Dewi. 2008. Pengaruh Motivasi Belajar, Kepercayaan Diri dan Keaktifan Siswa di dalam Proses Belajar Mengajar Terhadap Hasil Belajar Siswa dalam Ranah Kognitif serta Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VII SMP Pangudi Luhur I Yogyakarta pada Sub Pokok Bahasan Gaya Antar Partikel Zat. Skripsi: USD. Suparno, P. 2007. Metodologi Pembelajaran Fisika. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Suprijono, Agus. 2006. Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Syaiful. 2002. Sumber Pengajaran. Jakarta : Gramedia Hamzah, U; Lamatenggo, N dan Satria M.A Koni. 2011. Menjadi Peneliti PTK yang Profesional. Jakarta: Bumi Aksara Wibawa, Basuki dan Farida Mukti. 1991. Media Pengajaran. Jakarta: Departemen Pendidikan Winkel, W.S. 1987. Psikologi Pengajaran. Jakarta : Gramedia

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 SILABUS Satuan Pendidikan : SMA (Sekolah Menengah Atas) Sekolah : SMAN 1 Prambanan Sleman Mata Pelajaran : Biologi Kelas/ Semester : XI/ II Standar Kompetensi : 3. Menjelaskan Struktur dan Fungsi Organ Manusia Dan Hewan Tertentu, Kelainan/Penyakit Yang Mungkin Terjadi Serta Implikasinya Pada Salingtemas Alokasi Waktu : 10 x 45 Menit (5 kali pertemuan) Kompetensi Dasar 3.4 Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem pernapasan pada manusia dan hewan Indikator 1. Menjelaskan pengertian pernapasan 2. Menyebutkan macam-macam alat pernapasan manusia 3. Menjelaskan mekanisme pernapasan pada manusia 4. Menjelaskan volume dan kapasitas paru-paru 5. Menyebutkan Materi Pembelajaran 1. Pengertian pernapasan dan Respirasi 2. Nama dan fungsi alat-alat Pernapasan 3. Mekaniisme pernapasan Kegiatan Pembelajaran    4. Volume dan kapasitas paruparu 5. Frekuensi Mendiskusikan materi pembelajaran secara berkelompok Mempresentasikan hasil diskusi kelompok didepan kelas Melakukan tanya jawab mengenai materi pembelajaran Penilaian    Post- test Kinerja Tugas Alokasi Waktu 10 x 45` Alat, Media dan Sumber Belajar  Laptop  LCD Proyektor  Speaker  Papan tulis  Spidol  Media audio visual  Buku Biologi SMA kelas XI

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan 6. Menjelaskan proses pertukaran oksigen dan karbondioksida 7. Menjelaskan macam-macam kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan pernapasan  Internet 6. Proses Pertukaran oksigen dan karbondioksida 7. Kelainan dan Penyakit yang Terjadi di Sistem Pernapasan Manusia 8. Menjelaskan bahaya rokok serta penanggulangannya 8. Bahaya rokok serta penanggulangan nya 9. Menjelaskan sistem pernapasan pada ikan, amphibi, reptil, dan burung. 9. Sistem pernapasan pada ikan, amphibi, reptil, dan burung Yogyakarta, 28 Maret 2014 Peneliti, Yohana Natalia Padmasari NIM.101434001

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran SIKLUS I Satuan Pendidikan : SMA (Sekolah Menengah Atas) Sekolah : SMAN 1 Prambanan Sleman Mata Pelajaran : Biologi Kelas/ Semester : XI IA 3/ II Alokasi waktu : 4x 45 menit (2 kali pertemuan) A. Standar Kompetensi 3. Menjelaskan Struktur dan Fungsi Organ Manusia Dan Hewan Tertentu, Kelainan/Penyakit Yang Mungkin Terjadi Serta Implikasinya Pada Salingtemas B. Kompetensi Dasar 3.4 Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem pernapasan pada manusia dan hewan C. Indikator Kognitif Produk 1. Menjelaskan pengertian pernapasan 2. Menyebutkan macam-macam alat pernapasan manusia 3. Menjelaskan mekanisme pernapasan pada manusia 4. Menjelaskan volume dan kapasitas paru-paru 5. Menyebutkan faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan Kognitif Proses 1. Mengamati gambar alat-alat pernapasan manusia 2. Mengamati animasi mengenai mekanisme pernapasan, volume dan kapasitas paruparu 3. Mengidentifikasi gambar mengenai alat pernapasan pada manusia Psikomotor 1. Mempresentasikan hasil diskusi mengenai sistem pernapasan manusia

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Afektif Karakter 1. Serius dalam kegiatan diskusi. 2. Percaya diri dan berani saat mempresentasikan hasil diskusi. 3. Aktif dalam memberi tanggapan pertanyaan presentasi. Afektif Sosial Bekerja sama dan saling menghargai pendapat teman selama berdiskusi D. Tujuan Pembelajaran Kognitif Produk 1. Melalui kajian pustaka siswa dapat menjelaskan pengertian pernapasan 2. Setelah berdiskusi kelompok siswa dapat menyebutkan macam-macam alat pernapasan manusia 3. Melalui media animasi siswa dapat menjelaskan mekanisme pernapasan pada manusia 4. Melalui media animasi siswa dapat menjelaskan volume dan kapasitas paru-paru 5. Setelah berdiskusi kelompok siswa dapat menyebutkan faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan Kognitif Proses 1. Melalui penugasan LKS siswa dapat mengamati gambar alat-alat pernapasan manusia 2. Siswa dapat mengamati animasi mengenai mekanisme pernapasan, volume dan kapasitas paru-paru 3. Melalui penugasan LKS siswa dapat mengidentifikasi gambar mengenai alat pernapasan pada manusia Psikomotor 1. Setelah berdiskusi siswa dapat mempresentasikan hasil diskusi mengenai sistem pernapasan manusia Afektif Karakter 1. Melalui kegiatan diskusi siswa dapat serius dalam melakukan diskusi kelompok mengenai sistem penapasan. 2. Secara berkelompok siswa percaya diri dan berani saat mempresentasikan hasil diskusi. 3. Saat presentasi siswa aktif memberi tanggapan atas pertanyaan yang diajukan.

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Afektif Sosial Melalui kegiatan yang dirancang guru siswa mampu bekerja sama dan saling menghargai pendapat teman selama berdiskusi E. Materi Pembelajaran 1. Pengertian Pernapasan dan Respirasi 2. Alat Pernapasan Manusia a) Rongga Hidung b) Faring c) Laring d) Trakea e) Paru-paru f) Bronkus dan Bronkiolus g) Alveolus 3. Mekanisme Pernapasan a) Pernapasan Dada b) Pernapasan Perut 4. Volume Udara Pernapasan 5. Frekuensi Pernapasan F. Model dan Metode Pembelajaran Model Pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif Metode Pembelajaran : Diskusi, Presentasi, dan Ceramah G. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I 2x45 menit Kegiatan Fase (Waktu) Pendahuluan Melakukan (30 menit) apersepsi, menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa Kegiatan Guru dan Siswa 1. Guru mengucapkan salam 2. Guru meminta siswa menahan napas dengan cara menutup hidung mereka dan menghitung seberapa kuat mereka menahan napas 3. Guru menunjuk salah seorang siswa dan bertanya seberapa lama siswa tersebut kuat menahan napas 4. Siswa memberi tanggapan 5. Guru bertanya mengapa manusia tidak bisa menahan napas lebih dari 2 menit. 6. Siswa menanggapi pertanyaan

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 7. Guru menyampaikan materi dan tujuan pembelajaran 8. Guru memberi pretest Menyampaikan 9. Guru bertanya mengenai tujuan pernapasan dan masalah kebutuhan akan oksigen 10. Siswa menanggapi pertanyaan 11. Guru mengkaitkan masalah tersebut dengan materi yang akan dibahas Inti (50 Menayangkan 12. Guru membagi siswa dalam 6 kelompok, menit) media audio visual, masing-masing kelompok terdiri atas 5 orang Menjelaskan dan siswa dan mengorganisasi siswa untuk duduk Membimbing dalam kelompoknya masing-masing kelompok 13. Guru membagikan LKS 1(mengenai pengertian pernapasan dan alat-alat pernapasan) kepada setiap kelompok dan meminta siswa untuk berdiskusi sesuai dengan petunjuk LKS 1. 14. Guru meminta meminta perwakilan untuk mempresentasikan hasil diskusinya 15. Guru membagikan LKS 2(mengenai mekanisme pernapasan) kepada siswa kemudian menyuruh siswa memperhatikan animasi yang akan ditayangkan guru didepan dan meminta siswa untuk mengerjakan soal di LKS 2 sesuai dengan petunjuk LKS 2 Evaluasi 16. Guru melakukan evaluasi dengan meminta salah satu perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya 17. Guru meminta tanggapan dari kelompok lain Penutup Penghargaan 18. Guru memberikan penghargaan bagi kelompok (10 menit) yang bagus 19. Guru membimbing siswa merangkum butirbutir pembelajaran 20. Guru mengajak siswa untuk merefleksikan hasil belajarnya 21. Guru memberi tugas untuk membaca materi yang akan dibahas minggu berikutnya Pertemuan ke II 2x45 menit Kegiatan Fase Kegiatan Guru dan Siswa (Waktu) Pendahuluan Melakukan 1. Guru mengucapkan salam (5 menit) apersepsi dan 2. Guru bertanya kepada siswa, Seberapa banyak memotivasi siswa oksigen yang dapat di tampung paru-paru?

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Inti menit) 3. Siswa menjawab pertanyaan (45 Menyampaikan 4. Guru bertanya kembali, bagaimana jika daya masalah tampung paru-paru melebihi kapasitas standar, apa yang terjadi? 5. Siswa menanggapi pertanyaan guru 6. Guru mengkaitkan jawaban siswa mengenai materi yang akan di pelajari. Menayangkan 7. Guru mengorganisasi siswa untuk duduk dalam media Audio kelompok yang sebelumnya sudah dibagi. Visual, 8. Guru membagikan LKS 3 (mengenai volume Menjelaskan dan dan kapasitas paru-paru serta frekuensi Membimbing pernapasan) kelompok 9. Guru meminta setiap kelompok siswa memperhatikan kedepan, kemudian guru menayangkan media animasi mengenai volume dan kapasitas paru-paru dan meminta siswa berdiskusi unruk menjawab pertanyaan di LKS 3 melalui animasi yang mereka lihat. Evaluasi Penutup (40 menit) Penghargaan 10. Guru melakukan evaluasi dengan meminta salah satu perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya 11. Guru meminta tanggapan dari kelompok lain 12. Guru memberikan penghargaan bagi kelompok yang bagus 13. Guru membimbing siswa merangkum butirbutir pembelajaran 14. Guru mengajak siswa untuk merefleksikan hasil belajarnya 15. Guru memberi post-test H. Sumber Belajar Priadi, Arif. 2010. Biologi SMA Kelas XI. Jakarta: Yudhistira Aryulina, Dyah dkk. 2010. Biology 2B for Senior High School Grade XI Semester 2. Jakarta: ESIS I. Alat dan Bahan 1. Laptop 2. LCD proyektor 3. Viewer

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 4. Video Animasi Mekanisme Pernapasan, Volume dan Kapasitas Paru-paru 5. Papan tulis (Whiteboard) 6. Spidol J. Penilaian Jenis Penilaian : Tes (uraian) dan Non Tes (Kinerja dan Portofolio) Instrumen : Soal, Kunci jawaban, Rubrik Penilaian, dan Pedoman Skoring (Terlampir) Yogyakarta, 28 Maret 2013 Peneliti, Yohana Natalia Padmasari NIM.101434001

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran SIKLUS II Satuan Pendidikan : SMA (Sekolah Menengah Atas) Sekolah : SMAN 1 Prambanan Sleman Mata Pelajaran : Biologi Kelas/ Semester : XI IA 3/ II Alokasi waktu : 6x 45 menit (3 kali pertemuan) A. Standar Kompetensi 3. Menjelaskan Struktur dan Fungsi Organ Manusia Dan Hewan Tertentu, Kelainan/Penyakit Yang Mungkin Terjadi Serta Implikasinya Pada Salingtemas B. Kompetensi Dasar 3.4 Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem pernapasan pada manusia dan hewan C. Indikator Kognitif Produk 1. Menjelaskan proses pertukaran oksigen dan karbondioksida 2. Menjelaskan bahaya rokok serta penanggulangannya. 3. Menjelaskan macam-macam kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan Kognitif Proses 1. Mengamati animasi mengenai proses pertukaran oksigen dan karbondioksida serta bahaya rokok bagi paru-paru manusia Psikomotor 1. Mempresentasikan hasil diskusi mengenai proses pertukaran oksigen dan bahaya rokok bagi paru-paru manusia 2. Mempresentasikan poster mengenai kelainan dan penyakit yang terjadi pada sistem pernapasan manusia Afektif Karakter 1. Serius dalam kegiatan diskusi. 2. Percaya diri dan berani saat mempresentasikan hasil diskusi.

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 3. Aktif dalam memberi tanggapan pertanyaan presentasi. Afektif Sosial Bekerja sama dan saling menghargai pendapat teman selama berdiskusi D. Tujuan Pembelajaran Kognitif Produk 1. Setelah melihat animasi siswa dapat menjelaskan proses pertukaran oksigen dan karbondioksida 2. Setelah melihat animasi siswa dapat menjelaskan bahaya rokok serta penanggulangannya 3. Melalui penugasan siswa dapat menjelaskan macam-macam kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan Kognitif Proses 1. Siswa dapat mengamati animasi proses pertukaran oksigen dan karbondioksida dan bahaya rokok bagi paru-paru manusia Psikomotor 1. Setelah berdiskusi siswa dapat mempresentasikan hasil diskusi mengenai proses pertukaran oksigen dan bahaya rokok bagi paru-paru manusia 2. Melalui penugasan siswa dapat mempresentasikan poster mengenai kelainan dan penyakit yang terjadi pada sistem pernapasan manusia Afektif Karakter 1. Melalui kegiatan diskusi siswa dapat serius dalam melakukan diskusi mengenai proses pertukaran oksigen dan bahaya rokok bagi paru-paru manusia 2. Secara berkelompok siswa percaya diri dan berani saat mempresentasikan hasil diskusi. 3. Saat presentasi siswa mampu aktif dalam memberi tanggapan saat ada pertanyaan. Afektif Sosial Melalui kegiatan yang dirancang guru siswa mampu bekerja sama dan saling menghargai pendapat teman selama berdiskusi E. Materi Pembelajaran 1. Mekanisme Pertukaran O2 dan CO2 2. Bahaya Rokok bagi kesehatan 3. Kelainan dan Penyakit pada Sistem Pernapasan Manusia

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 F. Model dan Metode Pembelajaran Model Pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif Metode Pembelajaran : Diskusi, Presentasi, dan Ceramah G. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan ke I 2x 45 menit Kegiatan Fase Kegiatan Guru dan Siswa (Waktu) Pendahuluan Melakukan 1. Guru mengucap salam (10 menit) apersepsi dan 2. Guru mengatakan, “Sebelumnya kita sudah memotivasi siswa mempelajari mengenai alat-alat pernapasan, nah untuk itu apakah kalian masih ingat dimana pertukaran oksigen dan karbondioksida terjadi”? 3. Siswa menjawab pertanyaan 4. Guru melanjutkan pertanyaan, apakah kalian tahu bagaimana hal tersebut bisa terjadi? 5. Siswa menanggapi pertanyaan guru Inti (70 Memutar animasi 6. Guru meminta siswa untuk kembali ke menit) audio visual kelompok awal mereka yang sudah dibentuk Menjelaskan dan kemudian membagikan LKS 4 (mengenai Membimbing mekanisme pertukaran oksigen dan kelompok karbondioksida) 7. Guru meminta siswa untuk memperhatikan video animasi yang akan diputar dengan seksama dan menjawab pertanyaan di LKS berdasarkan video yang mereka lihat. Evaluasi 8. Guru melakukan evaluasi dengan meminta salah satu perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya 9. Guru meminta tanggapan dari kelompok lain 10. Guru melakukan tanya jawab dengan kelompok mengenai pembelajaran hari ini. Penutup Penghargaan 11. Guru memberikan penghargaan bagi kelompok (10 menit) yang bagus 12. Guru membimbing siswa merangkum butirbutir pembelajaran 13. Guru mengajak siswa untuk merefleksikan hasil belajarnya 14. Guru memberi tugas untuk mencari informasi yang berhubungan dengan sistem pernapasan manusia 15. Guru memberi tugas kepada setiap kelompok untuk menggambar salah satu penyakit yang

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 terjadi di sistem pernapasan manusia berikut dengan pengertian, penyebab, efek yang ditimbulkan, dan cara pencegahannya. 16. Tugas akan dipresentasikan pada pertemuan ketiga di siklus 2. Pertemuan ke II 2x 45 menit Kegiatan Fase Kegiatan Guru dan Siswa (Waktu) Pendahuluan Melakukan 1. Guru mengucap salam (10 menit) apersepsi dan 2. Guru bertanya kepada siswa, “apa bahaya rokok memotivasi siswa bagi paru-paru kita?” 3. Siswa menjawab pertanyaan 4. Guru memberi pernyataan “benar rokok dapat menimbulkan kerusakan bagi paru-paru dan rokok juga merupakan penyebab utama kelainan pada sistem pernapasan kita. Oleh karena itu kita akan membahas mengenai bahaya rokok terhadap kesehatan manusia. Inti (70 Memutar animasi 5. Guru meminta siswa kembali pada kelompok menit) audio visua,l yang sudah terbentuk sebelumnya. Menjelaskan dan 6. Kemudian guru membagikan LKS 5 (mengenai Membimbing bahaya rokok bagi paru-paru) kelompok 7. Guru meminta siswa untuk memperhatikan animasi dan mengerjakan soal pada LKS 5 Evaluasi Penutup (10 menit) Penghargaan 8. Guru meminta setiap perwakilan siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas. 9. Guru meminta kelompok lain yang tidak maju memberi pertanyaan kepada kelompok yang maju 10. Guru menambahkan pernyataan yang dirasa belum lengkap disampaikan oleh kelompok . 11. Guru memberikan penghargaan bagi kelompok yang bagus 12. Guru membimbing siswa merangkum pembelajaran 13. Guru mengajak siswa untuk merefleksikan hasil belajarnya. 14. Guru mengingatkan siswa untuk mengerjakan tugas yang telah diberikan pada pertemuan sebelumnya karena akan dipresentasikan ke

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 pertemuan berikutnya. Pertemuan ke III 2 x 45 menit Kegiatan Fase Kegiatan Guru dan Siswa (Waktu) 1. Guru mengucap salam Pendahuluan Melakukan 2. Guru bertanya kepada siswa, pernahkah kalian (5 menit) apersepsi dan mendengar penyakit asma? Apakah ada yang memotivasi siswa mengidap asma dikelas ini? 3. Siswa menjawab pertanyaan guru 4. Guru melanjutkan, jika ada bagaimana cara kamu menangani jika penyakit asmamu kambuh? Jika tidak ada, apa sebenarnya penyebab asma tersebut? Bagaimana cara menangani orang yang mengidap asma jika sewaktu-waktu kambuh? 5. Siswa menanggapi pertanyaan guru. 6. Guru berkata, “baiklah sekarang kita akan membahas mengenai kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan manusia”. Inti (50 Menjelaskan dan 7. Guru berkata “hari ini kita melanjutkan menit) Membimbing presentasi mengenai tugas yang kemarin saya kelompok beri tentang kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan. Sudah selesaikan?” 8. Siswa menanggapi pertanyaan guru. 9. Guru meminta masing-masing kelompok maju dan mempresentasikan tugas yang telah mereka buat. Evaluasi 10. Guru meminta kelompok lain yang tidak maju memberi pertanyaan kepada kelompok yang maju 11. Guru menambahkan pernyataan yang dirasa belum lengkap disampaikan oleh kelompok . Penutup Penghargaan 12. Guru memberikan penghargaan bagi kelompok (35 menit) yang bagus 13. Guru membimbing siswa merangkum pembelajaran 14. Guru mengajak siswa untuk merefleksikan hasil belajarnya dari pertemuan pertama hingga sekarang 15. Guru melakukan post-test.

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 H. Sumber Belajar Priadi, Arif. 2010. Biologi SMA Kelas XI. Jakarta: Yudhistira Aryulina, Dyah dkk. 2010. Biology 2B for Senior High School Grade XI Semester 2. Jakarta: ESIS I. Alat dan Bahan 1. Laptop 2. LCD proyektor 3. Viewer 4. Video Animasi Mekanisme Pernapasan dan Proses Pertukaran Oksigen dan Karbondioksida 5. Papan tulis (Whiteboard) 6. Spidol J. Penilaian Jenis Penilaian : Tes (uraian) dan Non Tes (Kinerja dan Portofolio) Instrumen : Soal, Kunci jawaban, Rubrik Penilaian, dan Pedoman Skoring (Terlampir) Yogyakarta, 28 Maret 2014 Peneliti, Yohana Natalia Padmasari NIM.101434001

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 LEMBAR KERJA SISWA 1 A. Judul : Sistem Pernapasan dan alat-alat Pernapasan B. Tujuan : Menjelaskan pengertian pernapasan Mengetahui alat-alat pernapasan manusia C. Alat dan Bahan 1. Laptop atau Mobilephone  Internet 2. Buku Paket SMA XI 3. Pulpen 4. Kertas D. Cara kerja : 1. Ambillah kertas undian di depan untuk pembagian kelompok! 2. Duduklah secara berkelompok sesuai dengan nomor undian yang di dapat! 3. Diskusikan lah pertanyaan di bawah (Boleh melihat internet maupun buku paket)! 4. Prensentasikan hasil diskusi di depan kelas! 5. Selamat Berdiskusi! E. Diskusikan 1. Jelaskan perbedaan pernapasan dan respirasi!  Pernapasan :  Respirasi : 2. Jelaskan struktur dan fungsi macam-macam organ yang menyusun sistem pernapasan pada manusia!

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 LEMBAR KERJA SISWA 2 A. Judul : Mekanisme Pernapasan B. Tujuan : Menjelaskan macam-macam mekanisme pernapasan C. Alat dan Bahan 1. Laptop 2. Viewer 3. Media audio visual berupa animasi mengenai mekanisme pernapasan 4. LCD Projector 5. Pulpen 6. Kertas D. Cara kerja : 1. Duduklah secara berkelompok sesuai dengan kelompok yang telah dibagikan! 2. Perhatikan animasi di depan! 3. Diskusikanlah pertanyaan di bawah sesuai dengan animasi yang telah kalian lihat! 4. Selamat Berdiskusi! E. Diskusikan 1. Apa yang dimaksud dengan inspirasi? 2. Apa yang dimaksud dengan ekspirasi? 3. Jelaskan mekanisme inspirasi dan ekspirasi pernapasan dada dan pernapasan perut!

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 LEMBAR KERJA SISWA 3 A. Judul : Volome dan Kapasitas Paru-paru dan Frekuensi Pernapasan B. Tujuan : Menjelaskan volume dan kapasitas paru-paru Mengetahui faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan C. Alat dan Bahan 1. Laptop atau Mobilephone  Internet 2. Media animasi audio visual mengenai volume dan kapasitas paru-paru 3. Buku Paket SMA XI 4. Pulpen 5. Kertas D. Cara kerja : 1. Duduklah bersama kelompok yang sudah terbentuk! 2. Perhatikan animasi didepan! 3. Diskusikanlah pertanyaan di bawah! 4. Pertanyaan nomor 1 didiskusikan berdasarkan media animasi yang telah ditayangkan! 5. Pertanyaan nomor 2 boleh dicari di buku paket maupun internet! 6. Prensentasikan hasil diskusi di depan kelas! 7. Selamat Berdiskusi! E. Diskusikan 1. Jelaskan yang dimaksud dengan:  Volume tidal  Volume cadangan inspirasi  Volume cadangan ekspirasi  Kapasitas vital paru-paru  Volume residu  Kapasitas total paru-paru 2. Sebut dan jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan manusia? (Minimal 4)

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 LEMBAR KERJA SISWA 4 A. Judul : Proses Pertukaran Oksigen dan Karbondioksida B. Tujuan : Menjelaskan proses pertukaran oksigen dan karbondioksida C. Alat dan Bahan 1. Laptop 2. Viewer 3. Media audio visual berupa animasi mengenai proses pertukaran oksigen dan karbondioksida 4. LCD Projector 5. Pulpen 6. Kertas D. Cara kerja : 1. Duduklah secara berkelompok sesuai dengan kelompok yang telah dibagikan! 2. Perhatikan animasi di depan! 3. Diskusikanlah pertanyaan di bawah sesuai dengan animasi yang telah kalian lihat! 4. Selamat Berdiskusi! E. Diskusikan 1. Pertukaran oksigen dan karbondioksida di alveolus dilakukan melalui proses yang disebut... 2. Hb dalam darah terdiri atas empat subunit yang disebut... 3. Oksihemoglobin adalah... 4. Di dalam sel tubuh oksigen akan digunakan dalam proses... 5. CO2 yang berikatan dengan H2O akan membentuk... 6. Jelaskan proses pertukaran O2 dan CO2 di dalam alveolus, dimulai ketika udara masuk melalui rongga hidung sampai CO2 di keluarkan ke lingkungan!

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 LEMBAR KERJA SISWA 5 A. Judul : Bahaya rokok bagi paru-paru B. Tujuan : Menjelaskan bahaya rokok bagi paru-paru C. Alat dan Bahan 1. Laptop 2. Viewer 3. Media audio visual berupa animasi mengenai bahaya rokok bagi paru-paru 4. LCD Projector 5. Pulpen 6. Kertas D. Cara kerja : 1. Duduklah secara berkelompok sesuai dengan kelompok yang telah dibagikan! 2. Perhatikan animasi di depan! 3. Diskusikanlah pertanyaan di bawah sesuai dengan animasi yang telah kalian lihat! 4. Selamat Berdiskusi! E. Diskusikan Setelah melihat tayangan tadi, jelaskan bagaimana rokok dapat membahayakan tubuh manusia dan upaya apa yang dapat kita lakukan untuk menyadarkan masyarakat mengenai bahaya rokok!

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 Panduan Tugas Rumah Kelompok A. Judul :Kelainan dan Penyakit pada Sistem Pernapasan B. Tujuan :Menjelaskan kelainan dan penyakit pada Sistem Pernapasan Manusia C. Alat dan Bahan 1. Kertas manila 2. Spidol 3. Pensil 4. Pensil warna 5. Penghapus 6. Penggaris D. Sumber 1. Internet 2. Buku biologi SMA Kelas XI Semester 2 E. Tugas 1. Buatlah poster ilmiah secara berkelompok mengenai penyakit dan kelainan pada sistem pernapasan manusia 2. Poster mencakup judul, tujuan, pengertian, penyebab, dan cara pencegahan agar manusia tidak mengidap kelainan atau penyakit tersebut serta sumber yang dipakai. 3. Poster disertai gambar kelainan atau penyakit (boleh mengambil dari internet maupun menggambar sendiri) 4. Poster ilmiah di presentasikan di depan kelas pada waktu yang sudah disepakati. F. Pembagian Materi Kelompok Kelompok 1 : Asfiksi dan Hipoksia Kelompok 2 : TBC dan Pneumonia Kelompok 3 : Faringitis dan Emfisma Paru-paru Kelompok 4 : Asidosis dan Sianosis Kelompok 5 : Asma dan Sinusitis Kelompok 6 : Kanker Paru-paru dan Difteri

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 Kunci Jawaban Lembar Kerja Siswa (LKS) A. Lembar Kerja Siswa 1 1. Jelaskan perbedaan pernapasan dan respirasi!  Pernapasan : proses pertukaran gas yang berasal dari makhluk hidup dengan gas yang ada di lingkungannya  Respirasi : proses perombakan sari-sari makanan menggunakan oksigen sebagai bahan bakar sehingga diperoleh energi dan gas sisa pembakaran berupa karbondioksida (CO2) 2. Jelaskan struktur dan fungsi macam-macam organ yang menyusun sistem pernapasan pada manusia! a. Rongga Hidung Rongga hidung merupakan tempat pertama kali masuknya udara kedalam tubuh. Udara disaring oleh rambut rongga hidung dan dihangatkan diruang nasal sesuai suhu tubuh. b. Faring Faring (tekak) merupakan daerah pertemuan saluran pernapasan dan saluran pencernaan makanan. Pada faring terdapat katup penutup rongga hidung yang disebut uvula atau anak tekak. Fungsi faring adalah membantu memproduksi suara dan memungkinkan manusia untuk bernapas menggunakan mulut. c. Laring Laring merupakan daerah pangkal batang tenggorokan. Laring terdiri atas kepingan tulang rawan yang membentuk jakun. Pangkal tenggorok dapat ditutup oleh katup pangkal tenggorok (epiglotis). Pada pangkal tenggorok inilah terdapat pita suara. Laring berfungsi untuk melindungi saliruran pernapasan dibawahnya dan membawa udara menuju ke trakea. d. Trakea Trakea (batang tenggorokan) merupakan saluran pernapasan berbentuk pipa yang terdiri atas gelang-gelang tulang rawan dengan panjang sekitar 10 cm. Berfungsi untuk mengusir debu-debu halus yang lolos dari penyaringan. e. Paru-paru Paru-paru dibungkus oleh selaput yang disebut pleura. Pelura terdiri atas selaput dalam (pleura viseralis) dan selaput luar (pleura parietalis). Pada paru-paru kanan terdapat tiga lobus sedangkan paru-paru kiri dua lobus. Setiap lobus

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 terbagi atas lobulus-lobulus dan masing-masing lobulus memiliki bronkiolus dengan sejumlah alveolus. f. Bronkus dan Bronkiolus Bronkus dan bronkiolus merupakan percabangan dari trakea. Bronkus bercabang menjadi bronkus kanan dan bronkus kiri. Bronkus kanan bercabang menjadi tiga bronkiolus dan bronkus kiri bercabang menjadi dua bronkiolus. Masing-masing pembuluh bronkiolus berakhir pada alveolus. g. Alveolus Alveolus merupakan ujung dari saluran respirasi yang dibangun oleh epitel skuamosa sederhana. Alveolus memiliki dinding yang sangat tipis dan elastis. Pada permukaan luarnya terdapat kapiler darah sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran O2 dan CO2 secara difusi. Pada paru-paru terdapat lebih kurang 300 juta alveolus. B. Lembar Kerja Siswa 2 1. Apa yang dimaksud dengan inspirasi? Inspirasi adalah proses menghirup udara 2. Apa yang dimaksud dengan ekspirasi? Ekspirasi adalah proses menghembuskan udara 3. Jelaskan mekanisme inspirasi dan ekspirasi mekanisme pernapasan dada dan pernapasan perut! a. Pernapasan Dada Pada saat inspirasi otot antar tulang rusuk bagian luar berkontraksi sehingga tulang rusuk terangkat dan volume rongga dada membesar. Tekanan udara didalam rongga dada menjadi lebih kecil dibandingkan udara luar sehingga udara dari luar masuk ke dalam ruang alveoli. Pada saat ekspirasi, otot antar tulang rusuk bagian dalan kembali relaksasi sehingga tulang-tulang rusuk sedikit turun. Akibatnya, rongga dada menyempit sehingga udara terdorong keluar.

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 b. Pernapasan Perut Pada saat inspirasi, otot antar diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar dan volume rongga dada bertambah besar. Tekanan didalam rongga dada menjadi kecil sehingga udara dari luar masuk ke paruparu. Pada saat ekspirasi, otot dinding rongga perut berkontraksi, sedangkan diafragma relaksasi. Akibatnya alat-alat dalam rongga perut terdorong ke atas dan diafragma naik. Volume dada menjadi kecil dan tekanan udara menjadi besar sehingga udara terdorong keluar. C. Lembar Kerja Siswa 3 1. Jelaskan yang dimaksud dengan:  Volume tidal Volume udara hasil inspirasi atau ekspirasi pada setiap kali bernapas normal, sebanyak kira-kira 500 ml pada rata-rata orang dewasa.  Volume cadangan inspirasi Volume udara ekstra yang dapat dihirup setelah volume tidal, biasanya mencapai 1500 ml.  Volume cadangan ekspirasi Jumlah udara yag masih dapat dikeluarkan dengan ekspirasi kuat pada akhir ekspirasi normal, pada keadaan normal sebanyak kira-kira 1500 ml.  Kapasitas vital paru-paru Jumlah dari volume udara tidal, komplementer dan suplementer, biasanya mencapai 3.500- 4.000 ml  Volume residu Volume udara yang masih berada didalam paru-paru setelah ekspirasi kuat, kira-kira sebanyak 1000 ml.  Kapasitas total paru-paru Jumlah keseluruhan udara yang tertampung secara maksimal dalam paru-paru (kapasitas vital paru-paru + volume residu) yaitu 4.500- 5.000 ml. 2. Sebut dan jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan manusia? (Minimal 4) Empat faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan :

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 a. Umur Bertambahnya umur seseorang mengakibatkan frekuensi pernapasan menjadi semakin lambat. Pada usia lanjut, energi yang dibutuhkan lebih sedikit dibandingkan pada usia pertumbuhan, sehingga oksigen yang diperlukan relatif lebih sedikit b. Jenis Kelamin Pada umumnya, laki-laki lebih banyak menbutuh kan energi. Oleh karena itu, memerlukan oksigen yang lebih banyak dari pada wanita. c. Suhu Tubuh Manusia memiliki suhu tubuh yang konstan (berkisar antara 36-37 oC) karena manusia mampu mengatur produksi panas tubuhnya dengan mengendlikan laju metabolismenya, sehingga kebutuhan akan oksigen meningkat. d. Posisi Tubuh Posisi tubuh akan mempengaruhi banyaknya otot yang bekerja. Misalnya pada saat berdiri, lebih banyak otot yang berkontraksi, sehingga oksigen yang dibutuhkan lebih banyak dan laju pernapasanpun meningkat dibandingkan pada saat orang duduk. D. Lembar Kerja Siswa 4 1. Pertukaran oksigen dan karbondioksida di alveolus dilakukan melalui proses yang disebut proses difusi. 2. Hb dalam darah terdiri atas empat subunit yang disebut heme. 3. Oksihemoglobin adalah setiap molekul hemoglobin yang membawa empat molekul oksigen. 4. Di dalam sel tubuh oksigen akan digunakan dalam proses respirasi. 5. CO2 yang berikatan dengan H2O akan membentuk H2CO3 atau asam karbonat. 6. Jelaskan proses pertukaran O2 dan CO2 di dalam alveolus, dimulai ketika udara masuk melalui rongga hidung sampai CO2 di keluarkan ke lingkungan! Proses pertukaran oksigen dan karbondioksida diawali dengan masuknya oksigen ke dalam tubuh melalui inspirasi dari rongga hidung sampai ke alveolus. Di alveolus oksigen berdifusi ke kapiler arteri. Masuknya oksigen dari luar menyebabkan tekanan parsial oksigen di alveolus lebih tinggi dibandingkan kapiler arteri paru-paru. Sehingga O2 akan berdifusi dari alveolus ke kapiler arteri paruparu. Oksigen di kapiler arteri akan diikat oleh eritrosit yang mengandung

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 hemoglobin sampai menjadi jenuh. Semakin tinggi tekanan parsial oksigen di alveolus, semakin banyak oksigen yang berikatan dengan hemoglobin dalam darah. Hemoglobin terdiri dari 4 subunit yang disebut heme. Disetiap heme terdapat unsur besi yang dapat berikatan dengan oksigen, sehingga setiap molekul hemoglobin dapat membawa empat molekul oksigen dalam bentuk oksihemoglobin. Hemoglobin mengangkut O2 ke jaringan tubuh yang kemudian berdifusi masuk ke sel-sel tubuh untuk digunakan dalam proses respirasi di dalam mitokondria. Semakin banyak O2 yang digunakan maka semakin banyak CO2 yang terbentuk dari proses respirasi sehingga tekanan parsial CO2 dalam sel tubuh lebih tinggi dibandingkan tekanan parsial dalam kapiler vena. Sehingga CO2 berdifusi dari selsel tubuh ke kapiler vena. Karbondioksida dalam kapiler vena dibawa oleh eritrosit menuju paru-paru. Di paru-paru terjadi difusi CO2 dari kapiler vena menuju alveolus karena tekanan parsial CO2 pada kapiler vena lebih tinggi dari pada tekanan parsial CO2 di alveolus. CO2 akhirnya akan keluar dari tubuh melalui proses ekspirasi. E. Lembar Kerja Siswa 5 1. Jelaskan bagaimana rokok dapat membahayakan tubuh manusia dan upaya apa yang dapat kita lakukan untuk menyadarkan masyarakat mengenai bahaya rokok! Didalam rokok terkandung banyak zat beracun disetiap bahannya seperti nikotin, tar, dan karbonmonoksida yang dapat menyebabkan berbagai macam gangguan pernapasan. Bagi para perokok aktif dapat menyebabkan asma, radang pada sistem pernapasan, kerusakan dinding alveolus, keracunan gas beracun seperti CN dan CO, kecanduan, serta dapat menyebabkan kanker paru-paru. Saha yang dapat dilakukan untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya merokok antara lain dengan melakukan penyuluhan tentang bahaya merokok dan akibat yang ditimbulkan karena merokok, membuat poster dengan menampilakan bagian tubuh yang rusak karena merokok, dan membuat kawasan bebas merokok diberbagai tempat.

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 Kisi-kisi soal Pre-test Sistem Pernapasan Manusia Soal Indikator Mengingat C1 1.Menjelaskan pengertian pernapasan 2.Menyebutkan macammacam alat pernapasan manusia 3.Menjelaskan mekanisme pernapasan pada manusia 4.Menjelaskan volume dan kapasitas paru-paru 5.Menyebutkan faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan 6.Menjelaskan proses pertukaran oksigen dan karbondioksida 7.Menjelaskan macammacam kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan 8.Menjelaskan bahaya rokok serta penanggulangannya. Memahami C2 Menerapkan C3 Menganalisis C4 Menilai C5 II 1 1 I2 I3 I1 2 I4 2 I5 1 I 6, II 2 I9 Jumlah 2 II 3 I 7, I 10 4 I 8, II 4 2 II 5 1 Total 15 Kisi-kisi Soal Post-test Siklus I Soal Indikator Mengingat C1 1.Menjelaskan pengertian pernapasan 2.Menyebutkan macammacam alat pernapasan manusia 3.Menjelaskan mekanisme pernapasan pada manusia 4.Mengetahui volume dan kapasitas paru-paru 5.Menyebutkan faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan Memahami C2 Menerapkan C3 Menganalisis C4 II 1 Menilai C5 Jumlah 1 I 2, I 5 I 1, I 3, II 2 I4 6 I7 II 3 I6 3 I 8, I 9 II 4 I 10 4 II 5 1 Total 15

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 Kisi-kisi Soal Post-test Siklus II Soal Indikator 1. 2. 3. Menjelaskan proses pertukaran oksigen dan karbondioksida Menjelaskan macam-macam kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan Mengingat C1 Memahami C2 Menerapkan C3 I 1, I 2, II 1 I 3, II 2 I5 I 7, I 8 I 9, I6 I 10, II 4 Menjelaskan bahaya rokok serta penanggulangann ya. I4 Total Menganalisis C4 Menilai C5 Jumlah 6 II 3 7 II 5 2 15

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 Soal Pretest I. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1. Bernapas melalui hidung lebih baik dibandingkan melalui mulut karena... a. Udara dapat bercampur dengan bahan makanan sehingga kehilangan banyak oksigen b. Apabila didalam mulut terdapat bahan dapat menyebabkan tersedak c. Didalam hidung terdapat saraf penciuman sehingga dapat mendeteksi adanya bau pada udara d. Didalam hidung terdapat rambut-rambut halus dan lendir yang akan menyaring udara e. Udara yang melalui hidung tidak akan menuju ke lambung sehingga tidak akan menyebabkan masuk angin 2. Perhatikan gambar paru-paru berikut ini. Trakea dan bronkiolus ditunjukkan oleh nomor... 1 a. 1 dan 2 2 b. 1 dan 3 c. 1 dan 4 3 4 d. 2 dan 3 e. 2 dan 4 3. Kontraksi otot antar tulang rusuk pada proses pernapasan manusia menyebabkan... a. Tulang rusuk terangkat, rongga dada membesar, dan terjadi inspirasi b. Tuang rusuk terangkat, rongga dada membesar dan terjadi ekspirasi c. Tulang-tulang rusuk mengendur, rongga dada membesar, dan terjadi inspirasi d. Tulang rusuk mengendur, rongga dada mengecil, dan terjadi inspirasi e. Diafragma mendatar, rongga dada membesar, dan terjadi inspirasi 4. Dibawah ini adalah pernyataan tentang mekanisme pernapasan: 1) Otot diafragma berkontraksi, volume rongga dada mengecil, udara keluar 2) Otot antara tulang rusuk berkontraksi, tulang rusuk naik, volume dada membesar, tekanan udara turun, udara masuk 3) Otot diafragma mengendur, volume rongga dada membesar, udara masuk 4) Otot antar tulang rusuk turun, volume rongga dada mengecil, tekanan udara bertambah, udara keluar

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 Pernyataan yang benar tentang mekanisme pernapasan dada adalah... a. 1 dan 2 b. 1 dan 3 c. 1 dan 4 d. 2 dan 3 e. 2 dan 4 5. Dari diagram berikut, kapasitas vital paru-paru adalah... Volume cadangan Inspirasi 1500cc 500cc Volume pernapasan biasa Volume cadangan Ekspirasi 1500cc Udara residu a. 2000 cc b. 1500 cc c. 2500 cc d. 3000 cc e. 3500 cc 1000cc 6. Perubahan frekuensi pernapasan dipengaruhi oleh suhu tubuh. Hal ini berhubungan erat dengan... a. Meningkatnya jumlah sel darah merah b. Berkurangnya metabolisme tubuh c. Melemahnya otot d. Berkurangnya kebutuhan energi tubuh e. Bertambahnya kebutuhan tubuh akan oksigen 7. Pernyataan-pernyataan berikut ini yang benar berkaitan dengan penggunaan oksigen dalam tubuh adalah... a. Oksigen digunakan untuk mencerna makanan di usus sehingga menghasilkan energi b. Oksigen didalam mitokondria digunakan untuk respirasi sehingga membentuk CO2 c. Di dalam alveolus oksigen digunakan untuk membakar bahan makanan dan CO2 yang dihasilkan dibuang melalui ekspirasi

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 d. Oksigen digunakan untuk memanaskan darah kemudian diedarkan ke seluruh tubuh sehingga suhu tubuh tetap konstan e. Oksigen akan berikatan dengan karbon dari dalam sel membentuk CO2 untuk kemudian dibuang melalui ekspirasi 8. Kontraksi yang kaku dari bronkiolus yang menyebabkan kesulitan bernapas. Penyakit pada sistem pernapasan yang sesuai dengan pernyataan tersebut adalah... a. Faringitis b. Bronkitis c. Asma d. Asfiksi e. Difteri 9. Hemoglobin dalam darah terdiri atas empat subunit yang disebut... a. Heme b. Karboksihemoglobin c. Oksihemoglobin d. HCO3 - e. H2CO3 10. pH darah manusia menjadi asam di sebabkan karena.... II. a. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan asam b. Darah lebih setimbang jika dalam kondisi asam c. Air berikatan dengan zat besi dalam darah sehingga membentuk asam karbonat d. Air berikatan dengan karbondioksida sehingga membentuk asam karbonat e. Air berikatan dengan oksigen sehingga membentuk asam karbonat Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar! 1. Apa yang dimaksud dengan pernapasan? 2. Jelaskan 3 faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan? 3. Jelaskan bagaimana proses pertukaran oksigen dan karbondioksida! 4. Sebut dan jelaskan 3 macam penyakit yang menyerang sistem pernapasan manusia! 5. Perokok di Indonesia bukan hanya didominasi oleh pria dewasa melainkan juga anak remaja dan wanita. Hal ini disebabkan karena minimnya usaha yang dilakukan untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya merokok. Jelaskan bahaya apa saja yang di timbulkan oleh seorang perokok? Usaha apa yang dapat dilakukan untuk menyadarkan masyarakat kita akan bahaya merokok?

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 Kunci Jawaban Soal Pretest I. Soal Pilihan Ganda 1. D 6. E 2. B 7. B 3. A 8. C 4. E 9. A 5. E 10. D II. Soal Essay 1. Pernapasan : proses pertukaran gas yang berasal dari makhluk hidup dengan gas yang ada di lingkungannya 2. Tiga faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan : a. Umur Bertambahnya umur seseorang mengakibatkan frekuensi pernapasan menjadi semakin lambat. Pada usia lanjut, energi yang dibutuhkan lebih sedikit dibandingkan pada usia pertumbuhan, sehingga oksigen yang diperlukan relatif lebih sedikit b. Suhu Tubuh Manusia memiliki suhu tubuh yang konstan (berkisar antara 36-37 oC) karena manusia mampu mengatur produksi panas tubuhnya dengan mengendlikan laju metabolismenya, sehingga kebutuhan akan oksigen meningkat. c. Posisi Tubuh Posisi tubuh akan mempengaruhi banyaknya otot yang bekerja. Misalnya pada saat berdiri, lebih banyak otot yang berkontraksi, sehingga oksigen yang dibutuhkan lebih banyak dan laju pernapasanpun meningkat dibandingkan pada saat orang duduk. 3. Proses pertukaran oksigen dan karbondioksida diawali dengan masuknya oksigen ke dalam tubuh melalui inspirasi dari rongga hidung sampai ke alveolus. Di alveolus oksigen berdifusi ke kapiler arteri. Masuknya oksigen dari luar menyebabkan tekanan parsial oksigen di alveolus lebih tinggi dibandingkan kapiler arteri paru-paru. Sehingga O2 akan berdifusi dari alveolus ke kapiler arteri paru-paru. Oksigen di kapiler arteri akan diikat oleh eritrosit yang mengandung hemoglobin sampai menjadi jenuh. Semakin tinggi tekanan parsial oksigen di alveolus, semakin banyak oksigen yang berikatan dengan hemoglobin dalam darah. Hemoglobin terdiri dari 4 subunit yang

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 disebut heme. Disetiap heme terdapat unsur besi yang dapat berikatan dengan oksigen, sehingga setiap molekul hemoglobin dapat membawa empat molekul oksigen dalam bentuk oksihemoglobin. Hemoglobin mengangkut O2 ke jaringan tubuh yang kemudian berdifusi masuk ke sel-sel tubuh untuk digunakan dalam proses respirasi di dalam mitokondria. Semakin banyak O2 yang digunakan maka semakin banyak CO2 yang terbentuk dari proses respirasi sehingga tekanan parsial CO2 dalam sel tubuh lebih tinggi dibandingkan tekanan parsial dalam kapiler vena. Sehingga O2 berdifusi dari selsel tubuh ke kapiler vena. Karbondioksida dalam kapiler vena dibawa oleh eritrosit menuju paru-paru. Di paru-paru terjadi difusi CO2 dari kapiler vena menuju alveolus karena tekanan parsial CO2 pada kapiler vena lebih tinggi dari pada tekanan parsial CO2 di alveolus. CO2 akhirnya akan keluar dari tubuh melalui proses ekspirasi. 4. Tiga penyakit yang menyerang sistem pernapasan manusia a. Asma Asma ditandai dengan kontraksi yang kaku dari bronkiolus yang menyebabkan kesulitan bernapas. Asma biasanya disebabkan oleh hipersensitivitas bronkiolus (disebut asma bronkial) terhadap benda-benda asing di udara. Pada penderita dibawah usai 30 tahun, 70 % penyakit asma disebabkan oleh hipersensitivitas alergi, terutama terhadap tumbuhan. Pada penderita yang lebih tua, kira-kira 70 % penyakit asma disebabkan karena alergi pada bahan-bahan kimia, kabut atau debu. b. Difteri Difteri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diptherial yang dapat menimbulkan penyumbatan pada rongga faring (faringitis) maupun laring (laringitis) oleh lendir yang dihasilkan bakteri tersebut. c. Asfiksi Asfiksi adalah gangguan dalam pengangkutan oksigen ke jaringan yang disebabkan terganggunya fungsi paru-paru, pembuluh darah, ataupun jaringan tubuh. Misalnya alveolus yang terisi air karena seseorang tenggelam. Gangguan yang lain adalah keracunan karbon monoksida yang disebabkan karena hemoglobin lebih mengikat karbondioksida dibandingkan oksigen. 5. Didalam rokok terkandung banyak zat beracun disetiap bahannya seperti nikotin, tar, dan karbonmonoksida yang dapat menyebabkan berbagai macam gangguan pernapasan. Bagi para perokok aktif dapat menyebabkan asma, radang pada sistem pernapasan, kerusakan dinding alveolus, keracunan gas beracun seperti CN dan CO, kecanduan,

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 serta dapat menyebabkan kanker paru-paru. Usaha yang dapat dilakukan untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya merokok antara lain dengan melakukan penyuluhan tentang bahaya merokok dan akibat yang ditimbulkan karena merokok, membuat poster dengan menampilakan bagian tubuh yang rusak karena merokok, dan membuat kawasan bebas merokok diberbagai tempat.

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 Soal Post-test Siklus I I. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1. Organ dari sistem pernapasan yang tersusun dari gelang-gelang tulang rawan yang terletak di depan kerongkongan dan berbentuk pipa dengan panjang sekitar 10 cm adalah... a. Laring b. Trakea c. Bronkus d. Bronkiolus e. Alveolus 2. Paru-paru dibungkus oleh selaput yang disebut... a. Perikardium b. Duram c. Duktus pneumatikus d. Endokardium e. Pleura 3. Manusia memiliki 2 paru-paru, yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri yang terdiri dari beberapa gelambir. Jumlah gelambir paru-paru manusia adalah... a. 4 gelambir, 2 di paru-paru kanan dan 2 di paru-paru kiri b. 4 gelambir, 1 di paru-paru kiri dan 3 di paru-paru kanan c. 5 gelambir, 3 di paru-paru kanan dan 2 di paru- paru kiri d. 5 gelambir, 3 di paru-paru kiri dan 2 di paru-paru kanan e. 6 gelambir, 3 di paru-paru kanan dan 3 di paru-paru kiri 4. Berikut ini merupakan nama-nama organ dalam manusia. 1) Alveolus 4) Pilorus 2) Tenggorokan 5) Fundus 3) Kerongkongan 6) Bronkiolus Yang merupakan organ dalam sistem pernapasan manusia adalah... a. 1, 2, 3 b. 1, 2, 6 c. 1, 3, 5 d. 2, 5, 6

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 e. 2, 3, 4 5. Bagian yang ditunjuk oleh panah pada gambar dibawah ini adalah... a. Laring b. Trakea c. Bronkus d. Bronkiolus e. Alveolus 6. Dibawah ini adalah pernyataan tentang mekanisme pernapasan: 1) Otot diafragma berkontraksi, volume rongga dada membesar, udara masuk 2) Otot antara tulang rusuk berkontraksi, tulang rusuk naik, volume dada membesar, tekanan udara turun, udara masuk 3) Otot diafragma mengendur, volume rongga dada mengecil, udara keluar 4) Otot antar tulang rusuk turun, volume rongga dada mengecil, tekanan udara bertambah, udara keluar Pernyataan yang benar tenang mekanisme pernapasan perut adalah... 7. a. 1 dan 2 b. 1 dan 3 c. 1 dan 4 d. 2 dan 3 e. 2 dan 4 Mekanisme inspirasi dan ekspirasi diatur oleh gerakan... a. Otot perut dan otot dada b. Otot diafragma dan otot antar tulang punggung c. Otot diafragma dan otot antar tulang rusuk d. Otot perut dan otot antar tulang rusuk e. Otot perut dan otot diafragma 8. Volume udara ekstra yang dapat dihirup setelah volume tidal, biasanya mencapai 1500 ml disebut... a. Volume tidal b. Volume cadangan inspirasi c. Volume cadangan ekspirasi d. Volume residu

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 e. Kapasitas total paru-paru 9. Jumlah udara yang masih dapat dikeluarkan dengan ekspirasi kuat pada akhir ekspirasi normal disebut... a. Volume tidal b. Volume cadangan inspirasi c. Volume cadangan ekspirasi d. Volume residu e. Kapasitas total paru-paru 10. Dari diagram berikut, kapasitas vital paru-paru adalah... Volume cadangan Inspirasi 1500cc Volume pernapasan biasa 500cc Volume cadangan Ekspirasi 1500cc Udara residu 1000cc a. 2000 cc b. 1500 cc c. 2500 cc d. 3000 cc e. 3500 cc II. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar! 1. Apa yang dimaksud dengan pernapasan? 2. Sebutkan secara urut organ yang menyusun sistem pernapasan pada manusia! 3. Jelaskan mekanisme inspirasi dan ekspirasi pernapasan dada dan pernapasan perut! 4. Apa yang dimaksud dengan: a. Volume residu b. Kapasitas vital paru-paru c. Kapsitas total paru-paru 5. Sebut dan jelaskan 3 faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan!

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 Kunci Jawaban Post-test Siklus I I. Pilihan Ganda 1. B 6. B 2. E 7. C 3. C 8. B 4. B 9. C 5. D 10.E II. Essay 1. Pernapasan : proses pertukaran gas yang berasal dari makhluk hidup dengan gas yang ada di lingkungannya 2. Hidung- Faring- Laring- Trakea- Bronkus- Bronkiolus- Alveolus 3. Pada saat inspirasi otot antar tulang rusuk bagian luar berkontraksi sehingga tulang rusuk terangkat dan volume rongga dada membesar. Tekanan udara didalam rongga dada menjadi lebih kecil dibandingkan udara luar sehingga udara dari luar masuk ke dalam ruang alveoli. Pada saat ekspirasi, otot antar tulang rusuk bagian dalan kembali relaksasi sehingga tulang-tulang rusuk sedikit turun. Akibatnya, rongga dada menyempit sehingga udara terdorong keluar. 4. Yang dimaksud dengan : a. Volume residu Volume udara yang masih berada didalam paru-paru setelah ekspirasi kuat, kira-kira sebanyak 1000 ml. b. Kapasitas vital paru-paru Jumlah dari volume udara tidal, komplementer dan suplementer, biasanya mencapai 3.500- 4.000 ml c. Kapsitas total paru-paru Jumlah keseluruhan udara yang tertampung secara maksimal dalam paru-paru (kapasitas vital paru-paru + volume residu) yaitu 4.500- 5.000 ml 5. Tiga faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan: a. Umur Bertambahnya umur seseorang mengakibatkan frekuensi pernapasan menjadi semakin lambat. Pada usia lanjut, energi yang dibutuhkan lebih sedikit

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 dibandingkan pada usia pertumbuhan, sehingga oksigen yang diperlukan relatif lebih sedikit b. Suhu Tubuh Manusia memiliki suhu tubuh yang konstan (berkisar antara 36-37 oC) karena manusia mampu mengatur produksi panas tubuhnya dengan mengendlikan laju metabolismenya, sehingga kebutuhan akan oksigen meningkat. c. Posisi Tubuh Posisi tubuh akan mempengaruhi banyaknya otot yang bekerja. Misalnya pada saat berdiri, lebih banyak otot yang berkontraksi, sehingga oksigen yang dibutuhkan lebih banyak dan laju pernapasanpun meningkat dibandingkan pada saat orang duduk.

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 Soal Post-test Siklus II I. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1. Pertukaran oksigen dan karbondioksida di alveolus dilakukan melalui proses yang disebut... a. Osmosis b. Difusi c. Transpor aktif d. Endositosis e. Eksositosis 2. 3. Hemoglobin dalam darah terdiri atas empat subunit yang disebut... a. Heme b. Karboksihemoglobin c. Oksihemoglobin d. HCO3 – e. H2CO3 Oksihemoglobin merupakan... a. CO2 yang berikatan dengan H2O dalam plasma darah b. O2 yang berikatan dengan H2O dalam plasma darah c. Molekul hemoglobin yang membawa empat molekul oksigen d. Asam karbonat yang terurai dengan bantuan enzim karbonat anhidrase e. Bagian globin dari hemolgobin yang berikatan dengan ion hidrogen 4. Mengapa zat karsinogen pada rokok dapat menyebabkan kanker paru-paru? a. Karsinogen dapat menyebabkan mutasi DNA yang mengaktivasi gen-gen sehingga dapat memicu sel kanker. b. Karsinogen dapat menyebabkan aktivitas pernapasan terganggu sehingga dapat memicu sel kanker c. Karsinogen dapat menyebabkan kantong alveolus menjadi berlubang sehingga dapat memicu sel kanker d. Karsinogen dapat menyebabkan efek kecanduan sehingga memicu orang untuk terus merokok untuk memicu sel kanker e. Karsinogen dapat berubah menjadi CO dan CN sehingga memicu terbentuknya sel kanker 5. pH darah manusia menjadi asam di sebabkan karena....

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 a. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan asam b. Darah lebih setimbang jika dalam kondisi asam c. Air berikatan dengan zat besi dalam darah sehingga membentuk asam karbonat d. Air berikatan dengan karbondioksida sehingga membentuk asam karbonat e. Air berikatan dengan oksigen sehingga membentuk asam karbonat 6. Asfiksi adalah salah satu gangguan pernapasan pada manusia yang disebabkan oleh... a. Terjadinya gangguan pada difusi oksigen di alveolus b. Gangguan pengangkutan oksigen ke jaringan c. Melebarnya trakea karena otot polos berkontraksi terus menerus d. Peradangan pada rongga hidung e. Radang pada selaput pembungkus paru-paru 7. Keadaan dimana dalam jaringan manusia kekurangan oksigen disebut... a. Difteri b. Pneumonia c. Emfisma d. Hipoksia e. Asidosis 8. TBC (Tuberkulosis) adalah penyakit pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri penyebab TBC adalah... a. Mycobacterium tuberculosis b. Corynebacterium diptherial c. Lactobacillus bulgaricus d. E. coli e. Salmonella sp. 9. Peradangan paru-paru ketika alveoli berisi cairan dan eritrosit berlebihan disebut... a. Difteri b. Pneumonia c. Emfisma d. Hipoksia e. Asidosis

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 10. Gangguan pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus sehingga menyebabkan timbulnya rasa nyeri pada waktu menelan makanan dan kerongkongan terasa kering disebut... a. Sianosis b. Asidosis c. Difteri d. Laringitis e. Faringitis II. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar! 1. Tuliskan persamaan reaksi kimia proses respirasi! 2. Jelaskan proses pertukaran O2 dan CO2 di dalam alveolus, dimulai ketika udara masuk melalui rongga hidung sampai CO2 di keluarkan ke lingkungan! 3. Bekti adalah siswa kelas XI IA SMA Negeri di Yogyakarta. Pada senin pagi pukul 07.00 WIB ia mengikuti upacara bendera di lapangan sekolahnya yang masih beralaskan pasir. Selang 30 menit mengikuti upacara, tiba-tiba Bekti jatuh pingsan karena mengalami kesulitan bernapas. Setelah diperiksa ternyata Bekti mengidap pnyakit asma. Hal apa yang menyebabkan Bekti kesulitan bernapas? Bagaimana cara menanggulangi penyakit asma Bekti agar tidak sering kambuh? 4. Jelaskan 3 macam penyakit pada sistem pernapasan berikut ini! a. Difteri b. Asidosis c. Sianosis 5. Perokok di Indonesia bukan hanya didominasi oleh pria dewasa melainkan juga anak remaja dan wanita. Hal ini disebabkan karena minimnya usaha yang dilakukan untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya merokok. Jelaskan bahaya apa saja yang di timbulkan oleh seorang perokok? Usaha apa yang dapat dilakukan untuk menyadarkan masyarakat kita akan bahaya merokok?

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 Kunci Jawaban Post-test Siklus II I. II. Pilihan Ganda 1. B 6. B 2. A 7. D 3. C 8. A 4. A 9. B 5. D 10.E Essay 1. C6H12O6 + 6O2 → 6CO2 + 6H2O + ATP 2. Proses pertukaran oksigen dan karbondioksida diawali dengan masuknya oksigen ke dalam tubuh melalui inspirasi dari rongga hidung sampai ke alveolus. Di alveolus oksigen berdifusi ke kapiler arteri. Masuknya oksigen dari luar menyebabkan tekanan parsial oksigen di alveolus lebih tinggi dibandingkan kapiler arteri paru-paru. Sehingga O2 akan berdifusi dari alveolus ke kapiler arteri paru-paru. Oksigen di kapiler arteri akan diikat oleh eritrosit yang mengandung hemoglobin sampai menjadi jenuh. Semakin tinggi tekanan parsial oksigen di alveolus, semakin banyak oksigen yang berikatan dengan hemoglobin dalam darah. Hemoglobin terdiri dari 4 subunit yang disebut heme. Disetiap heme terdapat unsur besi yang dapat berikatan dengan oksigen, sehingga setiap molekul hemoglobin dapat membawa empat molekul oksigen dalam bentuk oksihemoglobin. Hemoglobin mengangkut O2 ke jaringan tubuh yang kemudian berdifusi masuk ke sel-sel tubuh untuk digunakan dalam proses respirasi di dalam mitokondria. Semakin banyak O2 yang digunakan maka semakin banyak CO2 yang terbentuk dari proses respirasi sehingga tekanan parsial CO2 dalam sel tubuh lebih tinggi dibandingkan tekanan parsial dalam kapiler vena. Sehingga CO2 berdifusi dari sel-sel tubuh ke kapiler vena. Karbondioksida dalam kapiler vena dibawa oleh eritrosit menuju paru-paru. Di paru-paru terjadi difusi CO2 dari kapiler vena menuju alveolus karena tekanan parsial CO2 pada kapiler vena lebih tinggi dari pada tekanan parsial CO2 di alveolus. CO2 akhirnya akan keluar dari tubuh melalui proses ekspirasi. 3. Lapangan tempat upacara di sekolah Bekti masih beralaskan pasir sehingga debu bisa menjadi indikasi utama Bekti kesulitan bernapas atau menyebabkan asma. Penderita penyakit asma seperti Bekti biasanya memiliki saluran pernafasan yang sangat sensitif terhadap sesuatu. Asma disebabkan karena saluran nafas yang

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 sensitif seperti bronkus dan bronkiolus menjadi menyempit dan menyebabkan jalan keluar masuknya udara menjadi kurang lega. Selain debu asma juga dapat terpicu terhadap udara dingin, bulu binatang, asap rokok, serbuk sari, serta polusi udara. Cara menanggulangi supaya asma tidak sering kambuh adalah dengan mandi air panas, menghindari tempat yang dingin, menghindari polusi asap, memakai masker untuk menutup hidung saat di berada diluar rumah, tidak merokok, tidak meminum minuman beralkohol dan es. 4. Penyakit pada sistem pernapasan : a. Difteri Difteri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diptherial yang dapat menimbulkan penyumbatan pada rongga faring (faringitis) maupun laring (laringitis) oleh lendir yang dihasilkan bakteri tersebut. b. Asidosis Asidosis disebabkan meningkatnya kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah yang menyebabkan terganggunya pernapasan. c. Sianosis Sianosis adalah kebiruan pada kulit yang disebabkan karena jumlah hemoglobin deoksigenisasi yang berlebihan didalam pembuluh darah kulit, terutama dalam kapiler. 5. Didalam rokok terkandung banyak zat beracun disetiap bahannya seperti nikotin, tar, dan karbonmonoksida yang dapat menyebabkan berbagai macam gangguan pernapasan. Bagi para perokok aktif dapat menyebabkan asma, radang pada sistem pernapasan, kerusakan dinding alveolus, keracunan gas beracun seperti CN dan CO, kecanduan, serta dapat menyebabkan kanker paru-paru. Usaha yang dapat dilakukan untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya merokok antara lain dengan melakukan penyuluhan tentang bahaya merokok dan akibat yang ditimbulkan karena merokok, membuat poster dengan menampilakan bagian tubuh yang rusak karena merokok, dan membuat kawasan bebas merokok diberbagai tempat.

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 PEDOMAN SKORING A. Pre-test I. Pilihan Ganda Skor tiap soal Tidak dijawab atau salah Skor Maksimal (10 x 2) II. :2 :0 : 20 Essay 1. Skor maksimal Jawaban benar, penjelasan kurang spesifik Jawaban benar, penjelasan kurang tepat Jawaban salah 2. Skor maksimal (3 point x 5) Jawaban benar 2 point x 5 Jawaban benar 1 point x 5 Jawaban salah 3. Skor maksimal (12 point x 1,75) Setiap point yang benar dikalikan 1,75 Jawaban salah 4. Skor maksimal (3 point x 5) Jawaban benar 2 point x 5 Jawaban benar 1 point x 5 Jawaban salah 5. Skor maksimal (3 point x 5) Jika jawaban benar 2 point Jika jawabab benar 1 point Jawaban salah :5 :4 :3 :1 : 15 : 10 :5 :1 : 21 :1 : 15 : 10 :5 :1 : 15 : 10 :5 :1 Perhitungan Nilai Pre-test Skor Maksimal : 91 Skor post-test B. Post-test Siklus I I. Pilihan Ganda Skor tiap soal Tidak dijawab atau salah Skor maksimal (10 x 2) II. : x 100 :2 :0 : 20 Essay 1. Skor maksimal Jawaban benar, penjelasan kurang spesifik Jawaban benar, penjelasan kurang tepat Jawaban salah 2. Skor maksimal (7 point x 1,5) Setiap point yang benar dikalikan 1,5 Jawaban salah :5 :4 :3 :1 : 10,5 :1

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 3. 4. 5. Skor maksimal (4 point x 4) Setiap point yang benar dikalikan 4 Jawaban salah Skor maksimal (3 point x 5) Jawaban benar 2 point x 5 Jawaban benar 1 point x 5 Jawaban salah Skor maksimal (3 point x 5) Jawaban benar 2 point x 5 Jawaban benar 1 point x 5 Jawaban salah : 16 :1 : 15 : 10 :5 :1 : 15 : 10 :5 :1 Perhitungan Nilai Post-test Siklus I Skor Maksimal : 81,5 Skor post-test C. Post-test Siklus II I. Pilihan Ganda Skor tiap soal Tidak dijawab atau salah Skor Maksimal (10 x 2) II. : x 100 :2 :0 : 20 Essay 1. Skor maksimal Jawaban benar, penjelasan kurang spesifik Jawaban benar, penjelasan kurang tepat Jawaban salah 2. Skor maksimal (12 point x 1,75) Setiap ponit yang benar dikalikan 1,75 Jawaban salah 3. Skor maksimal (4 point x 4) Setiap pont yang benar dikalikan 4 Jawaban salah 4. Skor maksimal (3 point x 5) Jawaban benar 2 point x 5 Jawaban benar 1 point x 5 Jawaban salah 5. Skor maksimal (3 point x 5) Jawaban benar 2 point x 5 Jawaban benar 1 point x 5 Jawaban salah :5 :4 :3 :1 : 21 :1 : 16 :1 : 15 : 10 :5 :1 : 15 : 10 :5 :1 Perhitungan Nilai Post-test Siklus II Skor Maksimal : 92 Skor post-test : x 100

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 MATERI PEMBELAJARAN SISTEM PERNAPASAN Sistem Pernapasan Manusia Pernapasan adalah proses pertukaran gas yang berasal dari makhluk hidup dengan gas yang ada di lingkungannya. Sedangkan proses perombakan bahan makanan menggunakan oksigen sebagai bahan bakar sehingga siperoleh energi dan gas sisa pembakaran berupa karbondioksida (CO2) disebut respirasi (Aryulina dkk, 2010: 49). Bentuk reaksi kimia proses respirasi adalah sebagai berikut: C6H12O6 + 6O2 → 6CO2 + 6H2O + ATP 1. Alat Pernapasan Manusia Menurut Priadi (2010: 109-110) alat-alat pernapasan pada manusia adalah sebagai berikut : a) Rongga Hidung Rongga hidung merupakan tempat pertama kali masuknya udara kedalam tubuh. Udara disaring oleh rambut rongga hidung dan dihangatkan diruang nasal sesuai suhu tubuh. Bau udara yang masuk dikenali oleh indra pembau, kemudian udara masuk ke faring. b) Faring Faring (tekak) merupakan daerah pertemuan saluran pernapasan dan saluran pencernaan makanan. Pada faring terdapat katup penutup rongga hidung yang disebut uvula atau anak tekak. Selanjutnya udara masuk ke laring. c) Laring Laring merupakan daerah pangkal batang tenggorokan. Laring terdiri atas kepingan tulang rawan yang membentuk jakun. Pangkal tenggorok dapat ditutup oleh katup pangkal tenggorok (epiglotis). Pada pangkal tenggorok inilah terdapat pita suara. d) Trakea Trakea (batang tenggorokan) merupakan saluran pernapasan berbentuk pipa yang terdiri atas gelang-gelang tulang rawan dengan panjang sekitar 10 cm. e) Paru-paru

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 Paru-paru dibungkus oleh selaput yang disebut pleura. Pelura terdiri atas selaput dalam (pleura viseralis) dan selupt luar (pleura parietalis). Pada paru-paru kanan terdapat tiga lobus sedangkan paru-paru kiri dua lobus. Setiap lobus terbagi atas lobulus-lobulus dan masing-masing lobulus memiliki bronkiolus dengan sejumlah alveolus. f) Bronkus dan Bronkiolus Bronkus dan bronkiolus merupakan percabangan dari trakea. Bronkus bercabang menjadi bronkus kanan dan bronkus kiri. Bronkus kanan bercabang menjadi tiga bronkiolus dan bronkus kiri bercabang menjadi dua bronkiolus. Masing-masing pembuluh bronkiolus berakhir pada alveolus. g) Alveolus Alveolus merupakan ujung dari saluran respirasi yang dibangun oleh epitel skuamosa sederhana. Alveolus memiliki dinding yang sangat tipis dan elastis. Pada permukaan luarnya terdapat kapiler darah sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran O2 dan CO2 secara difusi. Pada paruparu terdapat lebih kurang 300 juta alveolus. 2. Mekanisme Pernapasan Dalam pernapasan selalu terjadi dua siklus. Yang pertama adalah inspirasi yaitu menghirup udara, dan yang kedua adalah ekspirasi yaitu menghembuskan udara (Aryulina dkk, 2010: 51). Priadi (2010: 110-111) mengungkapkan saat bernapas, proses inspirasi dan ekspirasi diatur oleh otot-otot diafragma dan otot antar tulang rusuk. Berdasarkan proses inspirasi dan ekspirasi, mekanisme pernapasan manusia dibedakan atas: a) Pernapasan Dada Pada saat inspirasi otot antar tulang rusuk bagian luar berkontraksi sehingga tulang rusuk terangkat dan volume rongga dada membesar. Tekanan udara didalam rongga dada menjadi lebih kecil dibandingkan udara luar sehingga udara dari luar masuk ke dalam ruang alveoli. Pada saat ekspirasi, otot antar tulang rusuk bagian dalan kembali relaksasi sehingga tulang-tulang rusuk sedikit turun. Akibatnya, rongga dada menyempit sehingga udara terdorong keluar. b) Pernapasan Perut

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 Pada saat inspirasi , otot antar diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar dan volume rongga dada bertambah besar. Tekanan didalam rongga dada menjadi kecil sehingga udara dari luar masuk ke paruparu. Pada saat ekspirasi, otot dinding rongga perut berkontraksi, sedangkan diafragma relaksasi. Akibatnya alat-alat dalam rongga perut terdorong ke atas dan diafragma naik. Volume dada menjadi kecil dan tekanan udara menjadi besar sehingga udara terdorong keluar. 3. Volume Udara Pernapasan Dalam keadaan biasa, orang dewasa normal menghirup dan menghembuskan udara sebanyak lebih kurang 500 ml yang disebut volume tidal (udara pernapasan). Setelah melakukan pernapasan biasa, kita masih dapat menghirup udara sekuat-kuatnya sebanyak lebih kurang 1.500 ml yang disebut volume cadangan inspirasi (udara komplementer) dan menghembuskan udara sekuat-kuatnya hingga lebih kurang 1.500 ml yang disebut volume cadangan ekspirasi (udara suplementer). Volume udara tidal, komplementer dan suplementer mencapai 3.500- 4.000 ml, yang disebut kapasitas vital paru-paru. Setelah menghembus kan nafas sekuat-kuatnya, di dalam paru-paru masih tersisa udara sebanyak lebih kurang 1.000 ml yang disebut sebagai volume residu. Jumlah keseluruhan udara yang tertampung secara maksimal dalam paru-paru disebut kapasitas total paruparu (kapasitas vital paru-paru + volume residu) yaitu 4.500- 5.000 ml (Priadi, 2010 :111). 4. Frekuensi Pernapasan Menurut Aryulina dkk (2010: 57) cepat lambatnya proses pernapasan dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut : a) Umur Bertambahnya umur seseorang mengakibatkan frekuensi pernapasan menjadi semakin lambat. Pada usia lanjut, energi yang dibutuhkan lebih sedikit dibandingkan pada usia pertumbuhan, sehingga oksigen yang diperlukan relatif lebih sedikit b) Jenis Kelamin

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 Pada umumnya, laki-laki lebih banyak menbutuh kan energi. Oleh karena itu, memerlukan oksigen yang lebih banyak dari pada wanita. c) Suhu Tubuh Manusia memiliki suhu tubuh yang konstan (berkisar antara 36-37 o C) karena manusia mampu mengatur produksi panas tubuhnya dengan mengendlikan laju metabolismenya, sehingga kebutuhan akan oksigen meningkat. d) Posisi Tubuh Posisi tubuh akan mempengaruhi banyaknya otot yang bekerja. Misalnya pada saat berdiri, lebih banyak otot yang berkontraksi, sehingga oksigen yang dibutuhkan lebih banyak dan laju pernapasanpun meningkat dibandingkan pada saat orang duduk. 5. Mekanisme Pertukaran O2 dan CO2 Pertukaran gas antara oksigen dan karbondioksida terjadi melalui proses difusi. Proses tersebut terjadi di alveolus dan di sel jaringan tubuh. Proses difusi berlangsung sederhana, yaitu hanya dengan gerakan molekul-molekul secara bebas melalui membran sel dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Proses pertukaran oksigen dan karbondioksida diawali dengan masuknya oksigen ke dalam tubuh melalui inspirasi dari rongga hidung sampai ke alveolus. Di alveolus oksigen berdifusi ke kapiler arteri. Masuknya oksigen dari luar menyebabkan tekanan parsial oksigen di alveolus lebih tinggi dibandingkan kapiler arteri paru-paru. Sehingga O2 akan berdifusi dari alveolus ke kapiler arteri paru-paru. Oksigen di kapiler arteri akan diikat oleh eritrosit yang mengandung hemoglobin sampai menjadi jenuh. Semakin tinggi tekanan parsial oksigen di alveolus, semakin banyak oksigen yang berikatan dengan hemoglobin dalam darah. Hemoglobin terdiri dari 4 subunit yang disebut heme. Disetiap heme terdapat unsur besi yang dapat berikatan dengan oksigen, sehingga setiap molekul hemoglobin dapat membawa empat molekul oksigen dalam bentuk oksihemoglobin. Hemoglobin mengangkut O2 ke jaringan tubuh yang kemudian berdifusi masuk ke sel-sel tubuh untuk digunakan dalam proses respirasi di dalam mitokondria. Semakin banyak O2 yang digunakan maka semakin banyak CO2 yang terbentuk dari proses respirasi sehingga tekanan parsial CO2 dalam sel tubuh lebih tinggi dibandingkan tekanan parsial dalam kapiler vena. Sehingga O2

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 berdifusi dari sel-sel tubuh ke kapiler vena. Karbondioksida dalam kapiler vena dibawa oleh eritrosit menuju paru-paru. Di paru-paru terjadi difusi CO2 dari kapiler vena menuju alveolus karena tekanan parsial CO2 pada kapiler vena lebih tinggi dari pada tekanan parsial CO2 di alveolus. CO2 akhirnya akan keluar dari tubuh melalui proses ekspirasi (Aryulina dkk, 2010: 57-59). Karbondioksida dalam eritrosit akan bereaksi dengan air membentuk asam karbonat dengan bantuan enzim anhidrase. Akibatnya pH darah menjadi asam yaitu sekitar 4,5. Darah yang bersifat asam dapat melepaskan oksigen ke dalam sel-sel tubuh atau jaringan tubuh yang memerlukannya. Berikut reaksi kimianya : CO2 + H2O ↔ H2CO3 6. Kelainan dan Penyakit pada Sistem Pernapasan Manusia Menurut Diah Aryulina (2010: 59-63) beberapa kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan manusia adalah sebagai berikut : a. Faringitis Faringitis merupakan peradangan pada faring sehingga timbul rasa nyeri pada waktu menelan makanan dan kerongkongan tersa kering. Gangguan ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus dan dapat juga disebabkan terlalu banyak merokok. b. Pneumonia Pneumonia adalah peradangan paru-paru, yaitu alveoli berisi cairan dan eritrosit berlebihan. Jenis pneumonia yang umum adalah pneumonia akibat bakteri. Penyakit ini dimulai dengan infeksi dalam alveolus, yaitu membran paru-paru mengalami peradangandan berlubang-lubang sehingga cairan dan eritrosit masuk ke dalam alveolus. Dengan demikian alveoli terinfeksi dengan cairan dan eritrosit. Infeksi ini disebarkan oleh bakteri dari satu alveoli ke alveoli lain hingga dapat meluas ke seluruh gelambir bahkan seluru paru-paru. c. Emfisma Paru-paru Emfisema Paru-paru adalah adanya udara yang berlebihan didalam paru-paru. Bila orang membicarakan emfisema paru-paru kronik, umumnya yang dimaksud adalah suatu kerusakan paru-paru kompleks yang disebabkan oleh kebiasaan menghisap tembakau. Emfisema paru-paru disebabkan oleh:

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127  Infeksi kronik karena rokok atau bahan-bahan yang lain yang mengiritasi bronkus sehingga mengacaukan mekanisme pertahanan normal saluran pernapasan.  Infeksi akibat kelebihan mukus karena peradangan dan edema epitel bronkiolus.  Gangguan saluran pernapasan sehingga menyebabkan kesukaran ekspirasi dan udara yang terperangkap dalam alveolus menjadi renggang. d. Asma Asma ditandai dengan kontraksi yang kaku dari bronkiolus yang menyebabkan kesulitan bernapas. Asma biasanya disebabkan oleh hipersensitivitas bronkiolus (disebut asma bronkial) terhadap benda-benda asing di udara. Pada penderita dibawah usai 30 tahun, 70 % penyakit asma disebabkan oleh hipersensitivitas alergi, terutama terhadap tumbuhan. Pada penderita yang lebih tua, kira-kira 70 % penyakit asma disebabkan karena alergi pada bahan-bahan kimia, kabut atau debu. e. Difteri Difteri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diptherial yang dapat menimbulkan penyumbatan pada rongga faring (faringitis) maupun laring (laringitis) oleh lendir yang dihasilkan bakteri tersebut. f. Asfiksi Asfiksi adalah gangguan dalam pengangkutan oksigen ke jaringan yang disebabkan terganggunya fungsi paru-paru, pembuluh darah, ataupun jaringan tubuh. Misalnya alveolus yang terisi air karena seseorang tenggelam. Gangguan yang lain adalah keracunan karbon monoksida yang disebabkan karena hemoglobin lebih mengikat karbondioksida dibandingkan oksigen. g. Tuberkulosis (TBC) Tuberkulosis merupakan penyakit khusus yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini dapat menyerang seluruh organ tubuh, tetapi yang paling sering adalah paru-paru dan tulang.

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 Pada tuberkulosis, bakteri menyebabkan reaksi jaringan yang aneh dalam paru-paru. Daerah yang terinfeksi akan diserang oleh makrofag, sehingga daerah tersebut rusak dan akan dikelilingi oleh jaringan fibrosa yang membentuk tonjolan yang disebut tuberkel. Proses ini membantu membatasi penyebaran tuberkel yang mengandung bakteri dalam paru-paru. Akan tetapi hampir 3% dari seluruh penderita tuberkulosis tidak membentuk proses pembatasan (pendindingan) ini, sehingga tuberkel yang berisi bakteri menyebar keseluruh paru-paru. Pada stadium lanjut, daerah fibrotik meluas ke seluruh paru-paru sehingga menurunkan fungsi jaringan paru-paru. Keadaan ini menyebabkan :  Meningkatnya kerja otot pernapasan yang berfungsi untuk pertukaran udara didalam paru-paru  Mengurangi kapasitas vital dan kapasitas pernapasan  Mengurangi luas permukaan membran, yang akan mempertebal membran pernapasan sehingga menimbulkan penurunan kapasitas difusi paru-paru. h. Hipoksia Hipoksia adalah keadaan akibat kekurangan oksigen didalam jaringan. Bila keadaan akut hipoksia dapat menyebabkan kematian sel-sel. Hipoksia ringan akan mengakibatkan : i.  Penekanan aktivitas mental, kadang-kadang memuncak sampai koma  Menurunkan kapasitas kerja otot Asidosis Asidosis disebabkan meningkatnya kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah yang menyebabkan terganggunya pernapasan. j. Sianosis Sianosis adalah kebiruan pada kulit yang disebabkan karena jumlah hemoglobin deoksigenisasi yang berlebihan didalam pembuluh darah kulit, terutama dalam kapiler. k. Sinusitis Sinusitis merupakan infeksi pada bagian sinus, yaitu rongga di dalam rangka wajah yang berhubungan dengan rongga hidung. Infeksi ini terjadi ketika

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 saluran hidung mengarah ke sinus tersumbat. Dari semua kejadian infeksi pada saluran respirasi bagian atas, hanya 1 sampai 3% yang mengarah ke sinusitis. l. Kanker Paru-paru Merupakan penyakit dengan ciri khas adanya pertumbuhan sel yang tidak terkontrol pada jaringan paru-paru. Penyebab paling umum kanker paru-paru adalah paparan dalam jangka waktu yang lama terhadap asap tembakau yang menyebabkan 80-90% kanker paru-paru.

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 LEMBAR OBSERVASI SISWA ASPEK AFEKTIF SMA NEGERI 1 PRAMBANAN SLEMAN YOGYAKARTA SIKLUS I Hari, tanggal : Observer : Kelompok : PETUNJUK : 1. Amati aktivitas siswa di kelas dalam melaksanakan interaksi belajar-mengajar! 2. Tuliskan tanda lingkaran pada skor (O) yang sesuai dengan keadaan yang Anda amati! NO 1 ASPEK YANG DIAMATI Siswa mengikuti pembelajaran dengan antusias dan SKOR 1 2 3 4 5 bersemangat 2 Siswa memperhatikan penjelasan guru dengan baik 1 2 3 4 5 3 Siswa menanggapi pembahasan pelajaran 1 2 3 4 5 4 Siswa mencatat point-point penting saat pembelajaran 1 2 3 4 5 5 Siswa mengerjakan LKS dengan serius 1 2 3 4 5 6 Siswa aktif bertanya 1 2 3 4 5 7 Siswa mau mendengar pendapat teman ketika berdiskusi 1 2 3 4 5 8 Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok didepan 1 2 3 4 5 kelas dengan percaya diri 9 Siswa tidak merasa bosan dengan pelajaran yang diberikan 1 2 3 4 5 10 Siswa memperhatikan pembelajaran dengan media audio 1 2 3 4 5 visual dengan serius Skor Total

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 LEMBAR OBSERVASI SISWA SMA NEGERI 1 PRAMBANAN SLEMAN YOGYAKARTA SIKLUS II Hari, tanggal : Observer : Kelompok : PETUNJUK : 3. Amati aktivitas siswa di kelas dalam melaksanakan interaksi belajar-mengajar! 4. Tuliskan tanda lingkaran pada skor (O) yang sesuai dengan keadaan yang Anda amati! NO 1 ASPEK YANG DIAMATI Siswa mengikuti pembelajaran dengan antusias dan SKOR 1 2 3 4 5 bersemangat 2 Siswa memperhatikan penjelasan guru dengan baik 1 2 3 4 5 3 Siswa menanggapi pembahasan pelajaran 1 2 3 4 5 4 Siswa mencatat point-point penting saat pembelajaran 1 2 3 4 5 5 Siswa mengerjakan LKS dengan serius 1 2 3 4 5 6 Siswa aktif bertanya 1 2 3 4 5 7 Siswa mau mendengar pendapat teman ketika berdiskusi 1 2 3 4 5 8 Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok didepan 1 2 3 4 5 kelas dengan percaya diri 9 Siswa tidak merasa bosan dengan pelajaran yang diberikan 1 2 3 4 5 10 Siswa memperhatikan pembelajaran dengan media audio 1 2 3 4 5 visual dengan serius Skor Total

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 KISI-KISI KUISIONER MOTIVASI BELAJAR AWAL Bentuk Pernyataan No Indikator Motivasi Belajar Pernyataan Pernyataan Positif Negatif 1, 7, 17 2, 18 1 Keinginan Belajar 2 Usaha untuk bertanya 19 3 Mancatat point penting dalam materi 11 4 4 Tanggung jawab dalam mengerjakan 14 5, 15 6, 20 9, 12, 13, 16 tugas 5 Usaha dalam mendapat nilai 6 Mencari Informasi 8 7 Belajar Kelompok 10 8 Keberanian 3 KISI-KISI KUISIONER MOTIVASI BELAJAR AKHIR Bentuk Pernyataan No Indikator Motivasi Belajar Pernyataan Pernyataan Positif Negatif 1, 5, 9, 12, 14 2, 4, 11, 15 7, 10,16 6, 17 1 Ketertarikan 2 Penguasaan Materi 3 Mencatat Point Penting 3 13 4 Minat 18 8, 19, 20

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 No. Absen : ______________ Kelas : ______________ KUISIONER MOTIVASI I Petunjuk : 1. Bacalah setiap pernyataan dibawah ini dengan baik sebelum menjawab 2. Angket ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajarmu terhadap mata pelajaran biologi 3. Jawablah kusioner ini sesuai dengan keadaanmu yang sebenarnya karena hasil angket ini tidak akan berpengaruh terhadap nilai akademikmu. 4. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang sesuai dengan keadaanmu pada kolom yang disediakan dengan ketentuan sebagai berikut : STS : Sangat Tidak Setuju TS : Tidak Setuju S : Setuju SS : Sangat Setuju 5. Selamat Mengerjakan No Pernyataan STS 1 Saya suka dengan mata pelajaran biologi 2 Saya sering tidak serius ketika belajar biologi 3 Saya tidak berani menyampaikan gagasan di depan kelas 4 5 6 7 8 9 Saya tidak pernah mencatat hal-hal penting yang disampaikan guru Saya jarang mengerjakan tugas dari guru Saya selalu menyempatkan diri untuk belajar biologi setiap hari agar mendapat nilai yang baik Saya selalu menanggapi materi yang disampaikan oleh guru Saya berusaha mencari informasi dari sumber lain kecuali buku catatan ketika belajar biologi Saya mudah menyerah ketika mengerjakan tugas dan soal TS S SS

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 yang sulit 10 11 12 13 14 Saya membentuk kelompok belajar biologi agar lebih memahami materi biologi dengan baik Saya selalu mencatat point-point penting pembelajaran biologi Saya tidak pernah mempelajari materi biologi sebelum pelajaran di mulai Saya merasa tidak perlu mendapat nilai yang bagus Saya selalu mengerjakan PR dan mengumpulkannya tepat waktu 15 Saya sering mengumpulkan tugas tidak tepat waktu 16 Saya belajar biologi hanya ketika ada ulangan saja 17 18 19 Saya belajar biologi atas keinginan sendiri atau tanpa paksaan dari pihak manapun Saya sering merasa bosan ketika belajar biologi Saya bertanya kepada guru maupun teman jika belum memahami materi biologi yang sudah dijelaskan Sebelum 20 dalam memulai pelajaran biologi saya selalu menyempatkan diri untuk membaca materi minggu lalu sehingga ketika ditanya guru saya dapat menjawabnya

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 No. Absen : ______________ Kelas : ______________ KUISIONER MOTIVASI II Petunjuk : 1. Bacalah setiap pernyataan dibawah ini dengan baik sebelum menjawab 2. Angket ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajarmu terhadap mata pelajaran biologi dengan media audio visual 3. Jawablah kusioner ini sesuai dengan keadaanmu yang sebenarnya karena hasil angket ini tidak akan berpengaruh terhadap nilai akademikmu. 4. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang sesuai dengan keadaanmu pada kolom yang disediakan dengan ketentuan sebagai berikut : STS : Sangat Tidak Setuju TS : Tidak Setuju S : Setuju SS : Sangat Setuju 5. Selamat Mengerjakan No 1 2 3 4 5 6 7 Pernyataan Saya merasa tertarik belajar menggunakan media audio visual Saya tidak merasa senang jika belajar biologi menggunakan media audio visual Saya mencatat point-point penting ketika guru memutar media audio visual Media audio visual tidak menarik perhatian saya Saya serius ketika melihat animasi yang di putar guru dalam bentuk media audio visual Dengan belajar menggunakan media audio visual membuat alur pemikiran saya tidak terkonsep Dengan media audio visual membuat saya lebih memahami STS TS S SS

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 materi yang disampaikan oleh guru 8 9 Saya merasa mengantuk dikelas saat pemutaran animasi dalam bentuk media audio visual Dengan penggunaan media audio visual membuat saya lebih serius mengikuti pelajaran biologi Dengan menggunakan media visual membuat alur pikiran 10 saya lebih tertata, sehingga saya bisa membayangkan proses pernapasan itu seperti apa 11 12 13 14 15 16 17 Dengan media audio visual membuat saya bersemangat dalam belajar biologi Belajar menggunakan media audio visual sangat membosankan Saya tidak pernah mencatat point-point penting ketika belajar menggunaka media audio visual Saya senang ketika belajar biologi dengan menggunakan media audio visual Proses pembelajaran jauh lebih membosankan ketika menggunakan media audio visual Dengan menggunakan media audio visual dapat mempengaruhi nilai saya menjadi meningkat Saya merasa bingung dalam memahami materi jika menggunakan media audio visual Setelah mempelajari biologi dengan menggunakan media 18 audio visual, saya berminat untuk mempelajari kembali pokok bahasan yang sudah disampaikan guru 19 20 Dengan menggunakan media audio visual membuat minat saya akan mata pelajaran biologi menjadi berkurang Saya lebih suka mengobrol dengan teman dibandingkan harus memperhatikan pelajaran dikelas

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 KISI-KISI WAWANCARA Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Prambanan Sleman Kelas/ Semester : XI IA 3/ II (dua) Mata Pelajaran : Biologi A. Kisi-Kisi Wawancara kepada Siswa kelas XI IA 3 SMA Negeri 1 Prambanan Sleman No Indikator Wawancara 1 Minat belajar siswa terhadap biologi jika menggunakan media audio visual 2 Perasaan siswa saat belajar menggunakan media audio visual 3 Tanggapan siswa terhadap media audio visual dalam membantu meningkatkan hasil belajar 4 Tanggapan siswa terhadap kelebihan dan kekurangan penggunaan media audio visual dalam pembelajaran 5 Ketertarikan siswa dalam menggunakan media audio visual terhadap materi lainnya. B. Kisi-Kisi Wawancara Nomor Pertanyaan 1 2, 3, 4 5 6, 7 8 kepada Guru Biologi Kelas XI IA 3 SMA Negeri 1 Prambanan Sleman No Indikator Wawancara 1 Tanggapan guru terhadap penggunaan media audio visual dalam meningkatkan aspek kognitif siswa 2 Tanggapan guru terhadap penggunaan media audio visual dalam meningkatkan aspek afektif siswa 3 Tanggapan guru terhadap rangkaian pembelajaran dalam penggunaan media audio visual Nomor Pertanyaan 1, 2 3, 4 5, 6, 7

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 PEDOMAN WAWANCARA A. Pedoman Wawancara Siswa 1. Apakah dengan menggunakan media audio visual dapat membuat minat mu terhadap pembelajaran biologi bertambah? 2. Apa yang membuatmu senang belajar biologi dengan menggunakan media audio visual? 3. Menurutmu apa yang menarik dalam penggunaan media audio visual? 4. Menurutmu, apa yang kurang menarik atau yang tidak kamu sukai dalam penerapan media audio visual ini? 5. Apakah media audio visual dapat membantumu untuk memahami materi sistem pernapasan pada manusia? 6. Menurutmu apa kelebihan penggunaan media audio visual dalam pembelajaran biologi? 7. Menurutmu apa kekurangan media audio visual dalam pembelajaran biologi? 8. Apakah kamu ingin menggunakan media audio visual untuk materi lainnya? B. Pedoman Wawancara Guru Biologi 1. Menurut bapak apakah penggunaan media audio visual berhasil membantu siswa untuk lebih memahami materi? 2. Bagaimana pendapat bapak dengan penggunaan media audio visual dalam meningkatkan hasil belajar siswa dikelas? 3. Bagaimana minat belajar siswa setelah belajar menggunakan media audio visual? 4. Apakah dengan menggunakan media audio visual berhasil membantu siswa untuk lebih terlihat aktif? 5. Menurut bapak apakah ada kesulitan dalam menerapkan pembelajaran dengan media audio visual ini? 6. Apakah bapak berencana untuk menerapkan media audio visual dalam materi yang lain? 7. Menurut bapak apa kelebihan dan kekurangan media audio visual dalam pembelajaran biologi?

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 DAFTAR NILAI UJIAN Satuan Pendidikan Nama Tes : SMA NEGERI 1 PRAMBANAN SLEMAN YOGYAKARTA : PRE-TEST SIKLUS 1 SISTEM PERNAPASAN MANUSIA Mata Pelajaran : BIOLOGI Kelas/Program : XI IPA 3 Tanggal Tes : 21 April 2014 SK/KD : 3.4 Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem pernapasan pada manusia dan hewan KKM 75 1 Siswa 1 L 6 4 12 SKOR TES ESSAY 12,0 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 7 Siswa 8 Siswa 9 Siswa 10 Siswa 11 Siswa 12 Siswa 13 Siswa 14 Siswa 15 Siswa 16 Siswa 17 Siswa 18 Siswa 19 Siswa 20 Siswa 21 Siswa 22 Siswa 23 Siswa 24 Siswa 25 Siswa 26 Siswa 27 Siswa 28 Siswa 29 Siswa 30 L P P L L P P L L P P L P L P P L P L P L P P P L P L L P 5 7 4 5 3 4 6 4 4 5 5 4 7 5 2 1 2 2 7 3 6 2 7 3 5 3 5 5 3 6 5 7 6 4 6 6 5 5 6 3 5 8 9 8 8 3 7 4 8 3 7 5 7 5 10 14 8 10 6 8 12 8 8 10 10 8 14 10 4 2 4 4 14 6 12 4 14 6 10 6 10 19,0 10,0 15,0 18,0 11,0 16,0 3,0 14,0 11,0 4,0 13,0 12,0 17,0 6,0 11,0 4,0 8,0 13,0 17,0 19,0 12,0 10,0 17,0 6,0 10,0 10,0 4,0 31,9 26,4 25,3 30,8 18,7 26,4 16,5 24,2 20,9 15,4 25,3 22,0 34,1 17,6 16,5 6,6 13,2 18,7 34,1 27,5 26,4 15,4 34,1 13,2 22,0 17,6 15,4 Belum tuntas Belum tuntas Belum tuntas Belum tuntas Belum tuntas Belum tuntas Belum tuntas Belum tuntas Belum tuntas Belum tuntas Belum tuntas Belum tuntas Belum tuntas Belum tuntas Belum tuntas Belum tuntas Belum tuntas Belum tuntas Belum tuntas Belum tuntas Belum tuntas Belum tuntas Belum tuntas Belum tuntas Belum tuntas Belum tuntas Belum tuntas 7 3 14 15,0 31,9 Belum tuntas No NAMA PESERTA L/P - Jumlah peserta test = 29 - Jumlah yang tuntas = HASIL TES OBJEKTIF BENAR SALAH SKOR NILAI KETERANGAN 26,4 Belum tuntas Jumlah Nilai = 258 337 654 0 Nilai Terendah = 2,00 3,00 6,59 - Jumlah yang belum tuntas = 29 Nilai Tertinggi = 14,00 19,00 34,07 - Persentase peserta tuntas = 0,0 Rata-rata = 8,90 11,62 22,55 Standar Deviasi = 3,53 4,72 7,27 - Persentase peserta belum tuntas = 100,0

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 DAFTAR NILAI UJIAN Satuan Pendidikan Nama Tes : SMA NEGERI 1 PRAMBANAN SLEMAN YOGYAKARTA : POST-TEST SIKLUS i SISTEM PERNAPASAN MANUSIA Mata Pelajaran : BIOLOGI Kelas/Program : XI IPA 3 Tanggal Tes : 23 April 2014 SK/KD : 3.4 Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem pernapasan pada manusia dan hewan KKM 75 1 Siswa 1 L 8 2 16 SKOR TES ESSAY 32,5 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 7 Siswa 8 Siswa 9 Siswa 10 Siswa 11 Siswa 12 Siswa 13 Siswa 14 Siswa 15 Siswa 16 Siswa 17 Siswa 18 Siswa 19 Siswa 20 Siswa 21 Siswa 22 Siswa 23 Siswa 24 Siswa 25 Siswa 26 Siswa 27 Siswa 28 Siswa 29 Siswa 30 L P P L L P P L L P P L P L P P L P L P L P P P L P L L P 9 8 7 8 9 9 9 9 10 6 10 10 9 9 9 9 8 9 9 9 9 9 8 9 9 8 9 9 9 1 2 3 2 1 1 1 1 0 4 0 0 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 18 16 14 16 18 18 18 18 20 12 20 20 18 18 18 18 16 18 18 18 18 18 16 18 18 16 18 18 18 58,5 57,5 41,5 56,5 51,5 33,0 41,0 53,5 53,5 27,5 58,0 55,5 58,5 53,5 32,0 54,0 55,5 37,0 53,5 59,0 57,5 35,0 55,5 57,5 47,5 52,5 45,0 46,5 55,5 No NAMA PESERTA L/P HASIL TES OBJEKTIF BENAR SALAH SKOR NILAI KETERANGAN 59,5 Belum tuntas 93,9 90,2 68,1 89,0 85,3 62,6 72,4 87,7 90,2 48,5 95,7 92,6 93,9 87,7 61,3 88,3 87,7 67,5 87,7 94,5 92,6 65,0 87,7 92,6 80,4 84,0 77,3 79,1 90,2 Tuntas Tuntas Belum tuntas Tuntas Tuntas Belum tuntas Belum tuntas Tuntas Tuntas Belum tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Belum tuntas Tuntas Tuntas Belum tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Belum tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas - Jumlah peserta test = 30 Jumlah Nilai = 524 1476 2453 - Jumlah yang tuntas = 22 Nilai Terendah = 12,00 27,50 48,47 8 Nilai Tertinggi = 20,00 59,00 95,71 17,47 49,18 81,78 1,66 9,63 12,71 - Jumlah yang belum tuntas = - Persentase peserta tuntas = 73,3 Rata-rata = - Persentase peserta belum tuntas = 26,7 Standar Deviasi =

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 DAFTAR NILAI UJIAN Satuan Pendidikan No Nama Tes : SMA NEGERI 1 PRAMBANAN SLEMAN YOGYAKARTA : POST-TEST SIKLUS II SISTEM PERNAPASAN MANUSIA Mata Pelajaran : BIOLOGI Kelas/Program : XI IPA 3 Tanggal Tes : 21 Mei 2014 SK/KD : 3.4 Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem pernapasan pada manusia dan hewan SKOR HASIL TES OBJEKTIF TES NILAI BENAR SALAH SKOR ESSAY 10 0 20 60,0 87,0 NAMA PESERTA L/P 1 Siswa 1 L 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 7 Siswa 8 Siswa 9 Siswa 10 Siswa 11 Siswa 12 Siswa 13 Siswa 14 Siswa 15 Siswa 16 Siswa 17 Siswa 18 Siswa 19 Siswa 20 Siswa 21 Siswa 22 Siswa 23 Siswa 24 Siswa 25 Siswa 26 Siswa 27 Siswa 28 Siswa 29 Siswa 30 L P P L L P P L L P P L P L P P L P L P L P P P L P L L P 7 10 10 9 7 9 9 8 9 8 7 7 10 8 9 9 9 9 9 10 9 9 10 10 9 9 9 9 10 KKM 75 3 0 0 1 3 1 1 2 1 2 3 3 0 2 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0 14 20 20 18 14 18 18 16 18 16 14 14 20 16 18 18 18 18 18 20 18 18 20 20 18 18 18 18 20 65,0 55,0 63,0 56,0 63,0 61,0 53,0 60,0 55,0 58,0 56,0 63,0 52,0 54,0 56,0 52,0 62,0 52,0 61,0 51,0 54,0 46,0 61,0 66,0 62,0 41,0 66,0 62,0 63,0 85,9 81,5 90,2 80,4 83,7 85,9 77,2 82,6 79,3 80,4 76,1 83,7 78,3 76,1 80,4 76,1 87,0 76,1 85,9 77,2 78,3 69,6 88,0 93,5 87,0 64,1 91,3 87,0 90,2 - Jumlah peserta test = 30 Jumlah Nilai = 534 1729 2460 - Jumlah yang tuntas = 28 Nilai Terendah = 14,00 41,00 64,13 - Jumlah yang belum tuntas = 2 Nilai Tertinggi = 20,00 66,00 93,48 - Persentase peserta tuntas = 93,3 Rata-rata = 17,80 57,63 81,99 Standar Deviasi = 1,92 5,97 6,54 - Persentase peserta belum tuntas = 6,7 KETERANGAN Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Belum tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Belum tuntas Tuntas Tuntas Tuntas

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 Hasil Observasi Siklus I No 1 2 3 4 5 6 Hasil Observasi Kelompok Siswa Aspek Afektif Pertemuan I Indikator Total Kelompok Skor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 4 4 3 4 4 4 4 2 3 4 36 I 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 37 II 4 4 3 4 4 3 3 2 3 4 34 III 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 37 IV 4 4 3 4 4 4 3 2 3 4 35 V 4 4 3 3 4 4 2 2 3 4 33 VI Jumlah 24 24 19 23 24 22 18 16 18 24 211,5 Rata-rata 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 35,25 Hasil Observasi Kelompok Siswa Aspek Afektif Pertemuan II Indikator Total No Kelompok Skor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 3 4 4 3 4 3 3 4 3 4 35 I 2 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 36 II 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 35 III 4 4 3 4 3 4 3 3 3 3 4 34 IV 5 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 36 V 6 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 36 VI Jumlah 23 23 24 18 24 20 18 20 18 24 212 Rata-rata 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 35,3 Nilai 72 74 68 74 70 66 Nilai 70 72 70 68 72 72 424 70,7

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 Hasil Observasi Siklus II Hasil Observasi Kelompok Siswa Aspek Afektif Pertemuan III Indikator Total No Kelompok Nilai Skor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 I 5 5 3 4 4 3 5 4 4 5 42 84 2 II 5 5 4 3 4 3 5 2 4 5 40 80 3 III 5 5 3 4 4 3 5 4 5 5 43 86 4 IV 5 5 4 3 3 3 5 4 4 5 41 82 5 V 5 5 3 5 5 3 5 4 5 5 45 90 6 VI 5 5 5 5 4 3 5 4 5 5 46 92 Jumlah 30 30 22 24 24 18 30 22 27 30 257 514 Rata-rata 5 5 4 4 4 3 5 4 5 5 42,8 85,7 Hasil Observasi Kelompok Siswa Aspek Afektif Pertemuan IV Indikator Total No Kelompok Skor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 I 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 37 2 II 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 39 3 III 4 4 4 4 4 3 4 5 4 4 40 4 IV 4 3 4 4 4 4 3 5 3 4 38 5 V 4 4 3 4 4 4 4 5 4 4 40 6 VI 4 4 3 4 4 4 4 5 4 4 40 Jumlah 24 23 21 24 24 22 23 26 23 24 234 Rata-rata 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 39,0 Hasil Observasi Kelompok Siswa Aspek Afektif Pertemuan V Indikator Total No Kelompok Skor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 I 4 4 4 2 5 4 3 5 4 5 40 2 II 4 4 4 2 5 4 4 5 3 5 40 3 III 3 4 3 2 5 3 3 4 3 5 35 4 IV 4 3 3 2 3 4 4 5 3 5 36 5 V 4 4 3 2 5 4 3 5 4 5 39 6 VI 4 4 3 2 5 4 4 5 3 5 39 Jumlah 23 23 20 12 28 23 21 29 20 30 229 Rata-rata 4 4 3 2 5 4 4 5 3 5 38,2 Nilai 74 78 80 76 80 80 468 78,0 Nilai 80 80 70 72 78 78 458 76,3

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144 Hasil Kuisioner Motivasi Awal Siswa No Nama Siswa Skor Setiap Pertanyaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Total % Keterangan 1 Siswa 1 4 3 3 3 2 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 67 83,8 Sangat Baik 2 Siswa 2 4 2 1 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 2 4 4 66 82,5 Sangat Baik 3 Siswa 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 66 82,5 Sangat Baik 4 Siswa 4 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 57 71,3 Baik 5 Siswa 5 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 3 66 82,5 Sangat Baik 6 Siswa 6 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 70 87,5 Sangat Baik 7 Siswa 7 3 3 3 4 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 56 70,0 Baik 8 Siswa 8 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 55 68,8 Baik 9 Siswa 9 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 63 78,8 Baik 10 Siswa 10 4 4 2 4 4 4 3 4 4 2 4 4 4 4 2 3 4 4 3 3 70 87,5 Sangat Baik 11 Siswa 11 3 2 2 3 3 4 3 3 3 2 4 2 4 4 3 3 3 3 3 3 60 75,0 Baik 2 4 4 4 2 3 4 4 2 4 3 4 2 3 3 4 3 4 2 12 Siswa 12 4 65 81,3 Sangat Baik 13 Siswa 13 3 4 3 3 2 3 2 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 4 2 56 70,0 Baik 14 Siswa 14 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 58 72,5 Baik 15 Siswa 15 3 3 3 4 4 3 3 3 2 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 65 81,3 Sangat Baik 16 Siswa 16 3 2 0 3 3 3 3 4 2 4 3 3 1 3 3 2 4 2 3 2 53 66,3 Baik 17 Siswa 17 3 2 3 2 3 3 3 3 2 4 3 3 4 3 3 2 4 3 3 2 58 72,5 Baik 18 Siswa 18 3 3 3 4 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 56 70,0 Baik 19 Siswa 19 3 2 3 2 4 2 3 3 3 3 3 2 4 4 4 2 4 3 4 2 60 75,0 Baik 20 Siswa 20 3 3 3 2 3 2 2 2 3 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 2 51 63,8 Baik Siswa 21 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 62 77,5 Baik 21

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 22 Siswa 22 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 3 2 4 3 2 2 3 3 2 2 52 65,0 Baik 23 Siswa 23 3 2 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 2 55 68,8 Baik 24 Siswa 24 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 3 2 3 3 3 2 3 3 3 2 54 67,5 Baik 25 Siswa 25 3 3 3 4 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 57 71,3 Baik 26 Siswa 26 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 67 83,8 Sangat Baik 27 Siswa 27 3 2 3 3 4 2 3 3 3 2 3 3 4 3 4 2 3 3 3 3 59 73,8 Baik 28 Siswa 28 4 3 2 3 4 3 3 4 4 3 3 2 4 4 3 2 3 3 3 3 63 78,8 Baik 29 Siswa 29 4 2 2 2 2 3 3 3 2 2 3 2 3 2 2 2 3 2 3 2 49 61,3 Baik 30 Siswa 30 Jumlah 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 62 77,5 Baik 98 83 80 98 99 85 86 94 93 78 98 85 103 93 89 83 99 86 92 76 1798 2247,5 Rata-rata 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3,4 3 3 3 3 3 3 3 59,9 74,92 Hasil Kuisioner Motivasi Akhir Siswa No Nama Siswa Skor Setiap Pertanyaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Total % Keterangan 1 Siswa 1 2 2 2 2 3 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 52 65,0 Baik 2 Siswa 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 75,0 Baik 3 Siswa 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 66 82,5 Sangat Baik 4 Siswa 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 75,0 Baik 5 Siswa 5 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 68 85,0 Sangat Baik 6 Siswa 6 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 79 98,8 Sangat Baik 7 Siswa 7 1 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 2 3 3 3 4 3 4 4 66 82,5 Sangat Baik 8 Siswa 8 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 75,0 Baik

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 9 10 Siswa 9 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 2 2 1 2 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 4 3 3 1 3 3 54 67,5 Baik Siswa 10 3 64 80,0 Sangat Baik 11 Siswa 11 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 62 77,5 Baik 12 Siswa 12 4 4 4 4 2 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 70 87,5 Sangat Baik 13 Siswa 13 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 59 73,8 Baik 14 Siswa 14 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 75,0 Baik 15 Siswa 15 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 75,0 Baik 16 Siswa 16 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 62 77,5 Baik 17 Siswa 17 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 2 4 4 4 4 4 4 73 91,3 Sangat Baik 18 Siswa 18 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 72 90,0 Sangat Baik 19 Siswa 19 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 65 81,3 Sangat Baik 20 Siswa 20 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 57 71,3 Baik 21 Siswa 21 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 58 72,5 Baik 22 Siswa 22 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 2 3 3 3 3 3 59 73,8 Baik 23 Siswa 23 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 62 77,5 Baik 24 Siswa 24 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 59 73,8 Baik 25 Siswa 25 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 61 76,3 Baik 26 Siswa 26 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 75,0 Baik 27 Siswa 27 4 4 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 73 91,3 Sangat Baik 28 Siswa 28 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 75,0 Baik 29 Siswa 29 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 2 2 3 3 2 3 2 3 3 53 66,3 Baik 30 Siswa 30 Jumlah 4 4 3 3 4 3 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 97 87 96 94 94 95 92 95 97 95 98 91 92 96 94 93 88 94 94 80,0 2348 Sangat Baik 96 64 1878 Rata-rata 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 62,6 78,3

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 175

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 177

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 178

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 182

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 183

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 186

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 187

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 188

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 189

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 190

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 191

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 192

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 193

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 194

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 195

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 196

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 197

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 198

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 199

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 200

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 201

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 202

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 203

(223)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS 3
0
9
7
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS X SMA NEGERI 9 BANDAR LAMPUNG
2
10
121
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN VISUAL (POWER POINT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 POLLUNG TAHUN AJARAN 2013/2014.
0
2
16
UPAYA PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TOLAK PELURU PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 TIGABINANGA KABUPATEN KARO TAHUN PELAJARAN 2013/2014.
0
2
19
PERBEDAAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL DAN TANPA MEDIA AUDIO VISUAL PADA SUB MATERI POKOK SISTEM EKSKRESI MANUSIA KELAS XI IPA MAN 1 PADANGSIDIMPUAN TAHUN PEMBELAJARAN 2012/2013.
0
1
22
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL DENGAN MEDIA CHARTA PADA SUB MATERI SISTEM SARAF MANUSIA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI I PEMATANG SIANTAR.
0
3
16
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA IPA DI SD.
0
0
29
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI TRANSPORTASI.
1
2
47
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA MATERI DAUR AIR UNTUK MENINGKATKAN NILAI HASIL BELAJAR SISWA.
0
0
28
PENGGUNAAN AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENCAK SILAT PADA SISWA KELAS X IPA 3 SMA N 1 TERAS BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2015/2016.
0
0
17
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LOMPAT KANGKANG PADA PETI LOMPAT PADA SISWA KELAS XI MIPA-2 SMA NEGERI 2 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016.
0
0
17
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN.
1
1
17
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK MELALUI PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS XI IPA 1 SMA NEGERI 1 BANYUDONO BOYOLALI TAHUN AJARAN 2012/2013.
0
0
17
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID PADA MATERI SISTEM INDERA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 BANTUL.
0
0
5
PERBANDINGAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN COURSELAB DAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN SISTEM REPRODUKSI DI KELAS XI SMA NEGERI 1 LEBAKWANGI KUNINGAN - IAIN Syekh Nurjati Cirebon
0
0
24
Show more