PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Gratis

0
0
94
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DESKRIPSI MOTIVASI BELAJAR SISWA-SISWI KELAS VIII SMP NEGERI SATAP 2 CIBUAYA-KARAWANG JAWA BARAT TAHUN AJARAN 2013/2014 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN PROGRAM PENGEMBANGAN MOTIVASI BELAJAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Oleh: Birgitta Fitri Kurniasari 091114004 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DESKRIPSI MOTIVASI BELAJAR SISWA-SISWI KELAS VIII SMP NEGERI SATAP 2 CIBUAYA-KARAWANG JAWA BARAT TAHUN AJARAN 2013/2014 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN PROGRAM PENGEMBANGAN MOTIVASI BELAJAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Oleh: Birgitta Fitri Kurniasari 091114004 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Kupersembahkan karya ini untuk: Tuhan Yesus Kristus Orangtuaku: Bapak P. Sukijo dan Ibu Valentina Sakem Kakakku: E. Ratna Yuni Astuti Kasihku: Antonius Yuniarto Almamaterku: Universitas Sanata Dharma iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. (Yakobus 1:2) Tuhan mendengar lebih dari yang kamu ucapkan, menjawab lebih dari yang kamu pinta, memberi lebih dari yang kamu bayangkan dengan waktu dan cara-Nya. (anonim) Tidak hanya dengan kata-kata, tapi tunjukkanlah cinta kepada orang-orang yang anda kasihi dengan tindakan-tindakan, yang paling kecil sekalipun (ciuman, kasih, senyum, waktu, perhatian dan kesabaran). (Lois Ho) v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 21 Juli 2014 Penulis Birgitta Fitri Kurniasari vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Birgitta Fitri Kurniasari Nomor Mahasiswa : 091114004 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah yang berjudul: DESKRIPSI MOTIVASI BELAJAR SISWA-SISWI KELAS VIII SMP NEGERI SATAP 2 CIBUAYA-KARAWANG JAWA BARAT TAHUN AJARAN 2013/2014 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN PROGRAM PENGEMBANGAN MOTIVASI BELAJAR Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 21 Juli 2014 Yang menyatakan Birgitta Fitri Kurniasari vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK DEKRIPSI MOTIVASI BELAJAR SISWA-SISWI KELAS VIII SMP N SATAP 2 CIBUAYA-KARAWANG JAWA BARAT TAHUN AJARAN 2013/2014 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN PROGRAM PENGEMBANGAN MOTIVASI BELAJAR Birgitta Fitri Kurniasari Universitas Sanata Dharma 2014 Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang motivasi belajar siswa-siswi kelas VIII SMP N SATAP 2 Cibuaya tahun pelajaran 2013/2014 dan membuat usulan program bimbingan yang sesuai untuk meningkatkan motivasi belajar siswa-siswi kelas VIII SMP N SATAP 2 Cibuaya. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan metode survei. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VIII SMP N SATAP 2 Cibuaya tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 78 orang siswa. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mengungkap motivasi belajar siswa-siswi kelas VIII. Jenis kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengkategorisasian motivasi belajar berdasarkan kriteria Azwar. Kategorisasi disusun dengan model kategorisasi jenjang (ordinal) dengan lima jenjang, yaitu sangat tinggi, tinggi, cukup, rendah, sangat rendah. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa: tidak ada siswa (0%) yang memiliki motivasi belajar yang sangat tinggi, 46 orang siswa (59%) memiliki motivasi belajar yang tinggi, 27 orang siswa (34.6%) memiliki motivasi belajar yang cukup tinggi, 5 orang siswa (6.4%) memiliki motivasi belajar yang rendah, dan tidak ada siswa (0%) yang memiliki motivasi belajar yang sangat rendah. Peneliti menyimpulkan bahwa sebagian besar siswa-siswi kelas VIII SMP N SATAP 2 Cibuaya tahun ajaran 2013/2014 memiliki motivasi belajar yang tinggi. Untuk menindak-lanjuti hasil penelitian, peneliti membuat usulan program pengembangan motivasi belajar. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE DESCRIPTION OF LEARNING MOTIVATION OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP STATE OF SATAP 2 CIBUAYA-KARAWANG WEST JAVA ACADEMIC YEAR 2013/2014 AND ITS IMPLICATIONS TO RECOMMENDED LEARNING MOTIVATION DEVELOPMENT PROGRAM By: Birgitta Fitri Kurniasari Sanata Dharma University 2014 This research aims to obtain a description of learning motivation of the eighth grade students of SMP State SATAP 2 Cibuaya academic year 2013/2014 and make recommendations of appropriate guidance program to develop learning motivation of the eighth grade students of SMP State of SATAP 2 Cibuaya. This study belongs to a descriptive research with survey method. The subject of this research is the eighth grade students of SMP State of SATAP 2 Cibuaya academic year 2013/2014 which consists of 78 students. The research instrument is in the form of questionnaire that describes the learning motivation of the eighth grade students. The type of the questionnaire is direct-close questionnaire. The data analysis technique is learning motivation categorization of the eighth grade students of SMP State of SATAP 2 Cibuaya academic year 2013/2014 based on Azwar’s criteria. The categorization is arranged with five different levels, namely very high, high, moderate, low, and very low. The results of this research showed that: no student (0%) has very high learning motivation, 46 students (59%) have high learning motivation, 27 students (34.6%) have moderate learning motivation, 5 students (6.4%) have low learning motivation, and no student (0%) has very low learning motivation. The researcher concluded that most of the eighth grade students of SMP State of SATAP 2 Cibuaya academic year 2013/2014 have high learning motivation. To respond the results of the research, the researcher made some recommendation programs of learning motivation development. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas segala berkah yang dilimpahkan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan baik. Skripsi ini ditulis dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan dari Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa bantuan dari berbagai pihak yang telah mendukung dan mendampingi penulis. Oleh karena itu, secara khusus penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Dr. Gendon Barus, M.Si., selaku Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang membantu dan memberikan kelancaran dalam proses penyelesaian skripsi ini. 2. A. Setyandari, S.Pd.,S.Psi.,Psi.,M.A., selaku Wakaprodi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang membantu dan memberikan kelancaran dalam proses penyelesaian skripsi ini. 3. Drs. R. H. Dj. Sinurat, M.A., selaku dosen pembimbing yang dengan penuh kesabaran telah memberikan dukungan, meluangkan waktu untuk mendampingi penulis selama proses penulisan skripsi. 4. Prias Hayu Purbaning Tyas, M. Pd., yang telah memberikan kritik dan saran kepada penulis ketika ujian pendadaran. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. A. Somad, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SMP N SATAP 2 Cibuaya yang telah bersedia memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan uji coba dan penelitian. 6. Anastasia Dwi Astutiningsih, S.Pd., selaku guru SMP N SATAP 2 Cibuaya yang telah bersedia memberikan kesempatan dan memperlancar proses pengumpulan data. 7. Siswa kelas VIII SMP N SATAP 2 Cibuaya yang telah bersedia meluangkan waktu dan kesediaannya sebagai responden dalam melaksanakan penelitian dan uji coba kuesioner. 8. Dosen-dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling yang telah memberi ilmu kepada penulis. 9. Keluargaku: Philipus Sukijo, Valentina Sakem, dan E. Ratna Yuni Astuti yang selalu memberikan semangat, nasihat, kasih sayang dan doa pada penulis. 10. Yang terkasih, Antonius Yuniarto (Chuii) dengan cinta dan kasih sayangnya mendukung, mendoakan dan memberi semangat kepada penulis selama menyelesaikan skripsi ini. 11. Sahabat-sahabatku (C. Esti Setyaningsih, E. Herni Aprilyasari, Sonia Marlangen, Devi Yiska Polly) yang selalu memberikan perhatian, semangat, bantuan dan doa kepada penulis. 12. Teman seperjuanganku, Ninda Hapsari Putri dan Arista Abriawati atas dukungan, kebersamaan, kerjasama, perhatian, bombongan, kesabaran, xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kegembiraan dan kesedihan yang kita lalui bersama. Tetap semangat kawan!!! 13. Teman-temanku terkasih mahasiswa BK angkatan 2009 yang telah memberikan perhatian dan dukungan serta doa pada penulis. 14. Mas Moko, yang telah membantu kelengkapan administrasi dalam menyelesaikan skripsi ini. 15. Semua pihak yang sudah membantu dalam penulisan skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan dapat memberikan sumbangan bagi pengembangan bidang Bimbingan dan Konseling. Yogyakarta, 21 Juli 2014 Birgitta Fitri Kurniasari xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING........................................... ii HALAMAN PENGESAHAN .................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................. iv HALAMAN MOTTO ................................................................................. v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ..................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS.................................... vii ABSTRAK .............................................................................................. viii ABSTRACT ................................................................................................ ix KATA PENGANTAR ................................................................................ x DAFTAR ISI ........................................................................................... xiii DAFTAR TABEL .................................................................................... xv DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................ xvi BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ................................................................ 1 B. Rumusan Masalah ................................................................... 3 C. Tujuan ..................................................................................... 3 D. Manfaat ................................................................................... 3 E. Definisi Operasional ................................................................ 4 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA ...................................................................... 5 A. Motivasi Belajar............................................................................ 5 1. Pengertian belajar ...................................................................... 5 2. Pengertian motivasi belajar ....................................................... 6 B. Motivasi Belajar Siswa (Remaja) ................................................ 16 C. Program Pengembangan Motivasi Belajar ................................... 17 1. Bimbingan belajar ................................................................... 17 2. Tujuan bimbingan belajar ........................................................ 19 3. Program pengembangan motivasi belajar................................. 20 BAB III METODOLOGI PENELITIAN .................................................. 22 A. Jenis Penelitian ........................................................................... 22 B. Subjek Penelitian......................................................................... 22 C. Instrumen Penelitian.................................................................... 23 D. Uji Coba Alat .............................................................................. 25 1. Validitas instrumen ................................................................. 25 2. Reliabilitas instrumen .............................................................. 28 E. Prosedur Pengumpulan Data ........................................................ 29 1. Tahap persiapan ...................................................................... 29 2. Tahap pelaksanaan pengumpulan data ..................................... 30 F. Teknik Analisis Data ................................................................... 31 BAB IV HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN DAN USULAN PROGRAM PENGEMBANGAN MOTIVASI BELAJAR .......... 33 A. Hasil Penelitian ........................................................................... 33 B. Pembahasan ................................................................................ 34 C. Usulan Program Pengembangan Motivasi Belajar ....................... 41 BAB V PENUTUP ................................................................................... 49 A. Kesimpulan ................................................................................. 49 B. Saran ........................................................................................... 49 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 51 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1 : Rincian Jumlah Siswa Kelas VIII SMP N SATAP 2 Cibuaya Tahun Ajaran 2013/2014 ............................................. 23 Tabel 2 : Kisi-Kisi Kuesioner Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP N SATAP 2 Cibuaya Tahun Ajaran 2013/2014 ................ 24 Tabel 3 : Jumlah Item-Item yang Valid dan Tidak Valid .......................... 27 Tabel 4 : Kriteria Guildford ..................................................................... 29 Tabel 5 : Kategori Skor Motivasi Belajar Siswa-Siswi Kelas VIII SMP N SATAP 2 Cibuaya Tahun Ajaran 2013/2014 ............................. 31 Tabel 6 : Kategori Motivasi Belajar Siswa-Siswi Kelas VIII SMP N SATAP 2 Cibuaya Tahun Ajaran 2013/2014 ............................. 33 Tabel 7 : Usulan Program Pengembangan Motivasi Belajar Siswa-Siswi SMP Negeri SATAP 2 Cibuaya ................................................. 42 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Kuesioner Motivasi Belajar (Uji Coba) ................................ 54 Lampiran 2 : Hasil Perhitungan Taraf Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Uji Coba ............................................................................... 58 Lampiran 3 : Kuesioner Motivasi Belajar (Pengambilan Data) .................. 62 Lampiran 4 : Tabulasi Data Uji Coba ....................................................... 66 Lampiran 5 : Tabulasi Data Penelitian....................................................... 67 Lampiran 6 : Surat Ijin Uji Coba ............................................................... 70 Lampiran 7 : Surat Ijin Melakukan Penelitian ........................................... 71 Lampiran 8 : Surat Keterangan melakukan Uji Coba dan Penelitian .......... 72 Lampiran 9 : Satuan Pelayanan Bimbingan ............................................... 73 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi uraian mengenai (1) Latar Belakang Masalah, (2) Rumusan Masalah, (3) Tujuan Penelitian, (4) Manfaat Penelitian, dan (5) Definisi Operasional. A. Latar Belakang Masalah Pada umumnya, usia siswa SMP berkisar antara 13 sampai 15 tahun. Usia ini termasuk usia remaja, yaitu berada pada rentang usia 10-20 tahun. Salah satu tugas perkembangan remaja yang perlu dikuasai adalah mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pendidikannya. Motivasi sangat diperlukan dalam belajar. Orang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan melakukan kegiatan belajar dengan baik. Siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi akan dapat mencapai prestasi yang memuaskan. Siswa yang memiliki motivasi belajar akan menunjukkan minat yang tinggi terhadap pelajaran, tekun dalam belajar, tidak cepat puas dengan prestasi yang diperoleh, memperhatikan penjelasan dari guru, dan lain sebagainya. Siswa yang memiliki motivasi rendah cenderung cepat bosan, berusaha menghindar dari kegiatan belajar, kurang minatnya untuk membaca, kurang memusatkan perhatian pada saat pelajaran berlangsung, tidak suka bertanya sekalipun ada yang tidak jelas baginya, mudah putus asa dan akhirnya mengalami kesulitan belajar. Menurut Winkel (2004: 197), faktor-faktor yang mendasari adanya penurunan motivasi belajar siswa, adalah: (1) Kehidupan di luar sekolah 1

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 menawarkan banyak bentuk rekreasi yang dapat membuat orang merasa puas, meskipun rasa puas itu tidak dapat bertahan lama, (2) Adanya pengaruh dari teman-teman yang tidak menghargai prestasi tinggi dalam belajar di sekolah dan prestasi di bidang lain, (3) Adanya kekaburan mengenai cita-cita sesudah tamat sekolah, (4) Keadaan keluarga kurang menguntungkan karena sejak kecil anak kurang ditantang untuk memberikan prestasi yang patut dibanggakan atas dasar usahanya sendiri. Peneliti mendapatkan informasi bahwa cukup banyak siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri SATAP 2 Cibuaya tahun ajaran 2013/2014 yang memiliki motivasi belajar yang rendah. Hal ini antara lain tampak dari cukup banyaknya siswa yang cenderung malas untuk mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) yang diberikan oleh guru, banyak yang kurang memperhatikan ketika guru menjelaskan, berusaha menghindar dari kegiatan belajar, dan kurang mempersiapkan diri untuk menghadapi ulangan/ ujian. Kesan di atas peneliti dapatkan ketika melakukan wawancara dengan kepala sekolah SMP Negeri SATAP 2 Cibuaya dan dengan salah seorang guru yang mengungkapkan bahwa siswa kelas VIII SMP Negeri SATAP 2 Cibuaya cenderung memiliki motivasi belajar yang rendah. Mengingat pentingnya motivasi belajar yang tinggi, perlu diketahui seberapa tinggi motivasi siswasiswi kelas VIII SMP Negeri SATAP Cibuaya tahun ajaran 2013/2014 dalam belajar. Kalau betul bahwa motivasi belajar siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri SATAP 2 Cibuaya tahun ajaran 2013/2014 rendah, dapatlah disusun sebuah program untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 B. Rumusan Masalah Pertanyaan yang dijawab dalam penelitian ini adalah 1. Seberapa tinggi motivasi belajar siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri SATAP 2 Cibuaya tahun ajaran 2013/2014? 2. Usulan program bimbingan manakah yang sesuai untuk meningkatkan motivasi belajar siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri SATAP 2 Cibuaya dalam meningkatkan motivasi belajarnya? C. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini untuk: 1. Memperoleh gambaran tentang motivasi belajar siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri SATAP 2 Cibuaya tahun ajaran 2013/2014. 2. Membuat usulan program bimbingan yang sesuai untuk meningkatkan motivasi belajar siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri SATAP 2 Cibuaya. D. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan berguna bagi berbagai pihak: 1. Manfaat teoritis Memberikan gambaran mengenai tingkat motivasi belajar siswa pada salah satu SMP sebagai bahan kajian bagi para pendidik, khususnya caloncalon konselor. 2. Manfaat praktis a. Bagi pihak sekolah Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan dalam usaha meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 b. Bagi peneliti sebagai calon konselor Peneliti memperoleh pengetahuan mengenai motivasi belajar siswa pada jenjang SMP dan kemampuan dalam melakukan penelitian, khususnya dalam hal motivasi belajar. c. Bagi peneliti lain Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi bagi peneliti lain dengan harapan hasil penelitian akan lebih sempurna. E. Definisi Operasional Motivasi belajar ialah daya penggerak yang mendorong, mengarahkan, dan mempertahankan kegiatan siswa dalam belajar demi mencapai tujuan belajarnya, seperti yang dimaksudkan dalam butir-butir kuesioner yang digunakan. Program pengembangan motivasi belajar adalah serangkaian topik yang direncanakan untuk disajikan kepada siswa yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA Bab ini berisi uraian mengenai (1) Motivasi Belajar (2) Motivasi Belajar Siswa, dan (3) Program Pengembangan Motivasi Belajar. A. Motivasi Belajar 1. Pengertian belajar Belajar merupakan suatu proses perubahan, yaitu perubahan dalam tingkah laku individu sebagai hasil dari interaksinya dengan lingkungan. Slameto (2003: 2) mengungkapkan bahwa belajar adalah usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru. Siregar dan Hartini (2011: 3) menyatakan bahwa belajar merupakan sebuah proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup, sejak masih bayi (bahkan dalam kandungan) hingga liang lahat. Belajar adalah suatu perubahan perilaku yang relatif menetap yang dihasilkan dari pengalaman masa lalu ataupun dari pembelajaran yang bertujuan/ direncanakan (Gagne, 1977 dalam Siregar dan Hartini, 2011: 4). Belajar merupakan suatu aktivitas mental (psikis) yang berlangsung dalam interaksi dengan lingkungannya yang menghasilkan perubahan yang bersifat relatif konstan (Siregar dan Hartini, 2011: 5). Winkel (2004: 59) menyatakan bahwa belajar merupakan suatu aktivitas mental/ psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan sejumlah perubahan dalam pengetahuan- 5

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap. Cronbach (Djamarah, 2011: 13) mendefinisikan belajar sebagai suatu aktivitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Berdasarkan beberapa definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan yang berlangsung seumur hidup. 2. Pengertian motivasi belajar a. Pengertian motivasi Istilah motivasi berasal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu, yang menyebabkan individu yang bersangkutan bertindak dan berbuat. Motif adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu yang bersangkutan untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu guna mencapai tujuan yang diinginkan. Tiap aktivitas yang dilakukan oleh orang didorong oleh suatu kekuatan dari dalam diri orang itu. Kekuatan pendorong inilah yang disebut motif (Suryabrata, 2004: 70). Winkel (2004: 169) menyatakan bahwa motif adalah daya penggerak dalam diri orang untuk melakukan aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan tertentu. Motif merupakan suatu kondisi internal (kesiapsiagaan). Berbeda dengan motif, motivasi menurut Winkel (2004: 169) merupakan motif yang sudah menjadi aktif pada saat-saat tertentu.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 Misal siswa memiliki cita-cita menjadi penari. Siswa selalu siap siaga (motif) untuk berusaha menguasai semua bidang studi yang berkaitan dengan cita-cita yang ingin diraih, namun kesiapsiagaan itu akan menjadi aktif ketika siswa melakukan latihan menjelang perlombaan dan pada saat sedang berpartisipasi penuh dalam perlombaan itu di panggung (motivasi). Menurut Slavin (2011: 99) motivasi merupakan proses internal yang mengaktifkan, menuntun, dan mempertahankan perilaku dari waktu ke waktu. Motivasi merupakan dorongan yang terdapat dalam diri seseorang untuk berusaha mengadakan perubahan tingkah laku yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhannya (Uno, 2007: 3). Santrock (2009) menyatakan bahwa motivasi melibatkan proses yang memberikan energi, mengarahkan, dan mempertahankan perilaku. Menurut Sardiman (2005: 75), dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. Motivasi merupakan dorongan dan kekuatan dalam diri seseorang untuk melakukan tujuan tertentu yang ingin dicapainya. Dapat diartikan bahwa tujuan adalah sesuatu yang berada di luar diri manusia sehingga kegiatan manusia lebih terarah karena seseorang

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 akan berusaha lebih semangat dan giat dalam berbuat sesuatu (Wahosumidjo, 1992 dalam Uno, 2007: 8). King (2010: 64) mendefinisikan motivasi sebagai dorongan atau kekuatan yang menggerakkan seseorang untuk bertindak demi mencapai tujuan. Perilaku yang termotivasi diberi kekuatan, diarahkan, dan dipertahankan. Sardiman (2005: 75) menyatakan bahwa motivasi belajar berperan dalam hal penumbuhan gairah, perasaan senang, dan semangat dalam belajar. Siswa yang memiliki motivasi kuat akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar. Uno (2007: 23) mendefinisikan motivasi belajar sebagai dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku. Winkel (2004: 169) menyatakan bahwa motivasi belajar ialah keseluruhan daya penggerak psikis di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar itu demi mencapai suatu tujuan. Motivasi belajar di sekolah lazim dibedakan atas dua bentuk, yaitu motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah daya penggerak yang mendorong, mengarahkan, dan mempertahankan kegiatan siswa dalam belajar demi mencapai tujuan belajarnya.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 b. Macam-macam motivasi belajar Djamarah (2011: 149) menyatakan bahwa ada dua macam motivasi, yaitu motivasi yang berasal dari dalam diri pribadi seseorang yang disebut motivasi intrinsik, dan motivasi yang berasal dari luar diri seseorang yang disebut motivasi ekstrinsik. 1) Motivasi intrinsik Motivasi intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar karena dalam setiap diri individu sudah terdapat dorongan untuk melakukan sesuatu. Motivasi itu intrinsik bila anak didik termotivasi untuk belajar, semata-mata untuk menguasai nilai yang terkandung dalam bahan pelajaran, bukan karena keinginan lain, seperti ingin mendapat pujian, nilai yang tinggi, dan hadiah. Bila seseorang telah memiliki motivasi intrinsik, secara sadar ia akan melakukan suatu kegiatan yang tidak memerlukan motivasi dari luar dirinya, selalu ingin maju dalam belajar, memiliki minat yang tinggi terhadap suatu mata pelajaran, belajar dalam waktu yang lama, gemar belajar, serta suka membaca. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki motivasi intrinsik sulit sekali melakukan aktivitas belajar secara terus-menerus. 2) Motivasi ekstrinsik Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar. Motivasi belajar

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 dikatakan ekstrinsik apabila anak didik menetapkan tujuan belajarnya, misal mencapai nilai yang tinggi, mendapat gelar diploma, dan memperoleh kehormatan. Motivasi ekstrinsik bukan berarti motivasi yang tidak baik dalam pendidikan. Motivasi ekstrinsik sering digunakan bila bahan pelajaran kurang menarik perhatian anak didik. Hal itu dilakukan supaya anak didik mau belajar, misalnya dengan cara pemberian hadiah, adanya kompetisi, adanya ulangan, pemberian pujian, dan pemberian hukuman. Baik motivasi ekstrinsik yang positif (diakui, ijazah, pujian, hadiah), maupun yang negatif (ejekan, celaan, hukuman yang menghina, sindiran kasar), sama-sama mempengaruhi sikap dan perilaku anak didik. c. Fungsi motivasi Sardiman (2005: 85) mengungkapkan ada empat fungsi motivasi, yaitu mendorong manusia untuk berbuat, menentukan arah perbuatan, menyeleksi perbuatan, serta mendorong usaha pencapaian prestasi. 1) Mendorong manusia untuk berbuat Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dilakukan. 2) Menentukan arah perbuatan Motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan tujuan yang mau dicapai.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 3) Menyeleksi perbuatan Motivasi dapat menentukan perbuatan-perbuatan mana yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. 4) Mendorong usaha pencapaian prestasi Seseorang melakukan suatu usaha karena ada motivasi. Kalau orang tekun dalam belajar dan terutama didasari adanya motivasi, maka orang yang belajar itu akan menghasilkan prestasi yang baik. d. Faktor- faktor yang mempengaruhi motivasi belajar Ada lima unsur atau faktor yang mempengaruhi motivasi belajar (Ali Imron, 1996 dalam Siregar dan Hartini, 2011: 53). Kelima faktor tersebut yaitu: cita-cita pembelajar, kemampuan pembelajar, kondisi pembelajar, kondisi lingkungan pembelajar dan metode guru mengajar. 1) Cita-cita pembelajar Cita-cita merupakan faktor yang dapat mempengaruhi motivasi belajar seseorang. Orang yang sudah memiliki cita-cita, biasanya motivasi belajarnya meningkat. Berbeda dengan orang yang belum memiliki cita-cita. Kebanyakan dari mereka yang belum memiliki cita-cita dalam hidupnya memiliki motivasi yang rendah. 2) Kemampuan pembelajar

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 Kemampuan manusia berbeda-beda. Begitu juga dengan kemampuan masing-masing siswa pada bidang-bidang tertentu. Siswa yang sudah menyadari dan mengerti kemampuan yang mereka miliki dan mau untuk mengembangkan kemampuan itu, mereka akan memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar supaya kemampuan itu bisa berkembang dan dapat berguna untuk masa depannya kelak. 3) Kondisi pembelajar Kondisi siswa dapat terlihat dari kondisi fisik maupun kondisi psikis. Jika kondisi fisik sedang kelelahan, motivasi untuk belajar atau melakukan berbagai aktivitas cenderung rendah. Apabila kondisi psikis orang kurang baik, misalnya sedang stres, motivasi belajarnya juga akan menurun. Sebaliknya, jika kondisi psikologisnya baik, motivasi belajarnya cenderung tinggi. 4) Kondisi lingkungan pembelajar Kondisi lingkungan terlihat pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial di sekitar pembelajar. Lingkungan fisik yang tidak nyaman untuk belajar akan berakibat menurunnya motivasi belajar. Lingkungan sosial yang kebiasaan belajarnya tidak baik, akan berpengaruh terhadap rendahnya motivasi belajar. Lingkungan sosial yang ada di sekitar pembelajar, antara lain

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 teman sepermainannya, lingkungan keluarga, atau teman sekelasnya. 5) Metode guru mengajar Siswa kemungkinan akan memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar ketika guru menjelaskan pelajaran dengan metode yang bervariasi dan menyenangkan. Tidak hanya sekedar ceramah, tetapi juga melibatkan siswa supaya siswa aktif dalam mengikuti pelajaran. Jika metode yang diterapkan monoton, misalnya ceramah, kemungkinan siswa akan merasa jenuh dan motivasi belajar mereka menjadi cenderung rendah. e. Karakteristik siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi Karakteristik siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi adalah sebagai berikut (Dimyati dan Mudjiono, 2009: 30-31 dan Sardiman, 2005: 83): 1) Memiliki dorongan untuk melaksanakan kegiatan belajar Ciri-ciri siswa yang memiliki dorongan untuk melaksanakan kegiatan belajar, antara lain: a) Tertarik kepada cara mengajar guru. b) Tertarik pada semua mata pelajaran yang diajarkan. c) Mempunyai semangat yang tinggi dalam belajar. d) Berusaha menyelesaikan tugas tepat waktu. e) Berusaha menyelesaikan tugas secara benar. f) Ingin diakui sebagai siswa yang pintar.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 2) Memiliki arah dalam melaksanakan kegiatan belajar Ciri-ciri siswa yang memunyai arah dalam melaksanakan kegiatan belajar, antara lain: a) Membina hubungan yang akrab dengan teman satu kelas. b) Mempunyai tujuan untuk berhasil dalam belajar. c) Melaksanakan kegiatan belajar tanpa tergantung bimbingan guru. d) Memanfaatkan fasilitas yang ada di sekolah untuk belajar. 3) Mampu bertahan saat melaksanakan kegiatan belajar Ciri-ciri siswa yang mampu bertahan saat melaksanakan kegiatan belajar adalah: a) Selalu mengingat pelajaran dan mempelajarinya kembali. b) Tekun dalam menghadapi tugas atau dapat bekerja secara terus-menerus dalam waktu lama. c) Tidak cepat puas atas prestasi yang diperoleh. d) Tidak cepat bosan dengan tugas-tugas rutin. e) Tidak mudah melepaskan apa yang diyakini. Ciri-ciri inilah yang dijadikan dasar kisi-kisi alat. f. Karakteristik siswa yang memiliki motivasi belajar rendah Winkel (2004: 196-197) menyatakan ciri-ciri siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, antara lain: 1) Berkurangnya perhatian siswa ketika mengikuti pelajaran

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 Siswa yang kurang memperhatikan ketika mengikuti pelajaran boleh jadi memiliki motivasi belajar yang rendah. Siswa tersebut kurang konsentrasi sehingga kemungkinan dia akan melewatkan apa yang diajarkan oleh gurunya. 2) Lalai dalam mengerjakan tugas/ PR Siswa yang lalai dalam mengerjakan tugas/ PR bisa diartikan bahwa siswa tersebut meremehkan tugas/ PR yang diberikan oleh guru. Jika siswa lalai mengerjakan tugas/ PR yang sudah menjadi tanggung jawabnya, bisa jadi siswa tersebut memiliki motivasi belajar yang rendah. 3) Kurang persiapan belajar ketika menjelang ujian Siswa yang kurang mempersiapkan diri dalam belajar menjelang ujian dapat diperkirakan bahwa siswa tersebut memiliki motivasi belajar yang rendah. Siswa menunda persiapan belajarnya sampai tiba waktunya ujian. Dapat dipastikan siswa tersebut akan mengalami kesulitan ketika mengerjakan ujian karena dia kurang mempersiapkan diri untuk belajar. 4) Pandangan “asal lulus, asal cukup”. Siswa yang berpandangan “asal lulus, asal cukup” boleh dikatakan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah karena siswa kurang termotivasi untuk memberikan hasil yang terbaik. Siswa hanya menginginkan lulus tanpa memikirkan hasil yang

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 dicapai. Asalkan nilai mereka cukup dan lulus, mereka sudah senang. B. Motivasi Belajar Siswa (Remaja) Widyansari (2013) mengadakan penelitian mengenai motivasi belajar siswa-siswi kelas VIII SMP Kanisius Kalasan tahun pelajaran 2011/2012 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan belajar. Jenis penelitiannya termasuk penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah siswasiswi kelas VIII SMP Kanisius Kalasan tahun pelajaran 2011/2012. Jumlah populasi penelitian ini adalah 67 siswa. Alat pengumpul data yang digunakan adalah skala motivasi belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah perhitungan persentase dan berdasarkan rumus Penilaian Acuan Patokan Tipe I. Hasil penelitian ini adalah (1) tidak ada siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi, (2) 26,87% siswa memiliki motivasi belajar yang rendah, (3) 68,66% siswa memiliki motivasi belajar yang cukup, (4) 4,48% siswa memiliki motivasi belajar yang rendah, dan (5) tidak ada siswa yang memiliki motivasi belajar yang sangat rendah. Suratno (2011) melakukan penelitian tentang tingkat motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Santo Aloysius Turi tahun pelajaran 2010/2011 dan implikasinya pada topik bimbingan belajar. Penelitiannya termasuk penelitian deskriptif dengan metode survei. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Aloysius Turi berjumlah 46 siswa. Alat yang digunakan adalah kuesioner motivasi belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah Penilaian Acuan Patokan Tipe I. Hasil dari penelitian ini menunjukkan

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 bahwa: (1) 3 orang (6,5%) memiliki motivasi belajar sangat yang tinggi, (2) 6 orang (13%) memiliki motivasi belajar tinggi, (3) 27 orang (58,7%) memiliki kualifikasi tingkat motivasi belajar yang cukup tinggi, (4) 9 orang (19,6%) memiliki motivasi belajar yang rendah, dan (5) 1 orang (2,2%) memiliki motivasi belajar yang sangat rendah. Gracetine (2011) mengadakan penelitian mengenai motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Kanisius Gayam Yogyakarta tahun pelajaran 2010/2011. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survei. Subjek penelitian adalah seluruh siswa-siswi kelas VIII SMP Kanisius Gayam Yogyakarta tahun pelajaran 2010/2011 yang berjumlah 50 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner motivasi belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu teknik kuartil. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Kanisius Gayam Yogyakarta tahun pelajaran 2010/2011 adalah sebagai berikut: (1) 1 siswa memiliki motivasi belajar yang agak rendah, (2) 20 siswa memiliki motivasi belajar yang cukup tinggi, (3) 29 siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi, (4) tidak ada siswa memiliki motivasi belajar yang rendah. C. Program Pengembangan Motivasi Belajar 1. Bimbingan belajar a. Pengertian bimbingan Winkel & Sri Hastuti (2006: 27) menyatakan bahwa bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada individu dalam membuat pilihan-pilihan dan penyesuaian-penyesuaian yang bijaksana. Menurut

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Walgito (2004: 5) bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam mengatasi kesulitankesulitan dalam hidupnya agar individu tersebut dapat mencapai kesejahteraan hidupnya. Crow & Crow (Prayitno & Erman, 2004: 94) berpendapat bahwa bimbingan merupakan bantuan yang diberikan oleh orang yang memiliki kepribadian yang memadai dan terlatih kepada individu-individu di setiap usia untuk membantunya mengatur kegiatan hidupnya sendiri, mengembangkan pandangan hidupnya sendiri, membuat keputusan sendiri, dan menanggung bebannya sendiri. Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa bimbingan merupakan bantuan yang diberikan oleh orang yang sudah terlatih dan memiliki pengetahuan yang memadai kepada individu-individu dalam mengatasi permasalahan yang ada dalam diri individu itu sendiri. b. Pengertian bimbingan belajar Bimbingan belajar menurut Hamalik (2004: 195) adalah bimbingan yang ditujukan kepada siswa untuk mendapat pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, dan kemampuannya serta membantu siswa untuk menentukan cara-cara yang efektif dan efisien dalam mengatasi masalah belajar yang dialami oleh siswa. Winkel & Sri Hastuti (2006: 115) menyatakan bahwa bimbingan belajar merupakan bimbingan dalam hal menemukan cara-cara belajar yang

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 tepat, memilih program studi yang sesuai, dan mengatasi kesukaran yang timbul berkaitan dengan tuntutan-tuntutan belajar di suatu institusi pendidikan. Menurut Juntika (2006: 20) bimbingan belajar merupakan bimbingan yang diarahkan untuk membantu para individu dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah akademik. Dari beberapa pengertian bimbingan belajar, dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar adalah bantuan yang ditujukan kepada siswa untuk merencanakan masa depan, mengembangkan prestasi akademik, dan mengatasi masalah-masalah akademik yang dihadapi. 2. Tujuan bimbingan belajar Menurut Yusuf & Juntika (2008: 15) tujuan bimbingan belajar antara lain: a. Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif. Misal kebiasaan membaca buku, disiplin dalam belajar, mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran, dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. b. Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. c. Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif, seperti keterampilan membaca buku, menggunakan kamus, mencatat pelajaran, dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. d. Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan. Misal membuat jadwal belajar, mengerjakan tugas-tugas, memantapkan diri untuk memperdalam pelajaran tertentu, dan

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. e. Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. Berdasarkan beberapa tujuan bimbingan belajar, dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar bertujuan supaya siswa memiliki kebiasaan belajar yang positif, memunyai perencanaan untuk masa depan, dan memiliki kesiapan mental ketika menghadapi ujian. 3. Program pengembangan motivasi belajar Menurut Ali (1999: 324), program adalah rancangan mengenai asasasas serta usaha-usaha yang akan dilakukan/ dijalankan. Tohirin (2007: 259) mengemukakan bahwa program bimbingan dan konseling adalah suatu rancangan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu. Sukardi (1995: 2) berpendapat bahwa penyusunan program bimbingan hendaknya berdasarkan kebutuhan atau masalah-masalah yang dialami oleh siswa demi mencapai tujuan hidupnya. Tujuan program bimbingan dan konseling (Sukardi, 2008: 2), antara lain: a. Tujuan umum 1) Siswa dapat mengembangkan pemahaman dirinya demi kemajuan di sekolah. 2) Siswa dapat mengembangkan pengetahuan tentang dunia kerja, kesempatan kerja serta bertanggung jawab dalam memilih kesempatan kerja.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 3) Siswa dapat mengembangkan kemampuan dalam mencari informasi mengenai kesempatan kerja secara tepat. 4) Siswa dapat menghargai kepentingan orang lain. b. Tujuan khusus 1) Siswa memiliki kemampuan mengatasi kesulitan dalam memahami dirinya sendiri. 2) Siswa memiliki kemampuan untuk mengatasi kesulitan dalam memahami lingkungannya. 3) Siswa memiliki kemampuan mengidentifikasi dan memecahkan permasalahan yang dihadapi. 4) Siswa memiliki kemampuan untuk menyalurkan potensi-potensi yang dimiliki dalam pendidikan dan dunia kerja secara tepat. Dari beberapa keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa program pengembangan motivasi belajar adalah serangkaian topik yang direncanakan untuk disajikan kepada siswa yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Program pengembangan motivasi belajar bertujuan untuk membantu siswa supaya mampu memelihara, meningkatkan dan mengembangkan motivasi belajarnya.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisi uraian mengenai (1) Jenis penelitian, (2) Subjek penelitian, (3) Instrumen Penelitian, (4) Rencana Pengujian Instrumen, dan (5) Teknik Analisis Data yang Digunakan dalam Penelitian. A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan survei. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dirancang untuk memperoleh informasi tentang status gejala pada saat penelitian dilakukan (Furchan, 2007: 447). Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai motivasi belajar siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri SATAP 2 Cibuaya tahun ajaran 2013/2014 dan implikasinya terhadap usulan program pengembangan motivasi belajar. B. Subjek Penelitian Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP Negeri SATAP 2 Cibuaya tahun ajaran 2013/2014. Semua anggota populasi dijadikan subjek penelitian. Oleh karena itu, penelitian ini termasuk penelitian populasi. Rincian jumlah siswa tiap kelas adalah seperti yang disajikan dalam tabel 1. 22

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 Tabel 1 Rincian Jumlah Siswa Kelas VIII SMP N SATAP 2 Cibuaya Tahun Ajaran 2013/2014 No. Kelas 1. 2. A B Jumlah Siswa Laki-laki Perempuan 31 19 28 21 TOTAL Jumlah 50 49 99 C. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mengungkap motivasi belajar siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri SATAP 2 Cibuaya tahun ajaran 2013/2014. Jenis kuesioner yang digunakan adalah kuesioner langsung tertutup, artinya responden menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan dirinya dan sudah disediakan alternatif jawaban sehingga responden tinggal memilih alternatif jawaban yang sesuai baginya dengan memberikan tanda check (√). Peneliti menyusun kuesioner dengan berpedoman pada teknik penyusunan skala Likert yang dimodifikasi sehingga alternatif jawaban hanya empat yaitu, “sangat sesuai”, “sesuai”, “tidak sesuai”, “sangat tidak sesuai”. Peneliti membuat hanya empat alternatif jawaban dengan maksud untuk menghilangkan kecenderungan responden memilih alternatif jawaban yang berada di tengah. Apabila terdapat lima alternatif jawaban, pemilihan alternatif yang di tengah menunjukkan bahwa responden masih merasa raguragu atau belum dapat menentukan pilihan jawaban yang sesuai dengan pengalamannya. Jika kebanyakan responden memilih alternatif yang di tengah-tengah, maka peneliti tidak akan mendapatkan jawaban yang pasti (Sukardi, 2003: 147).

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 Item-item yang digunakan untuk mengungkap motivasi belajar subjek adalah berupa ungkapan-ungkapan yang bersifat favourable (ungkapan positif) dan unfavourable (ungkapan negatif). Ungkapan yang bersifat favourable adalah ungkapan yang menunjukkan adanya motivasi belajar. Ungkapan unfavourable adalah ungkapan yang menunjukkan tidak adanya motivasi belajar. Dalam tabel 2 disajikan kisi-kisi kuesioner. Tabel 2 Kisi-Kisi Kuesioner Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP N SATAP 2 Cibuaya Tahun Ajaran 2013/2014 No. Aspek 1. 2. 3. 4. 5. Memiliki dorongan untuk melaksanakan kegiatan belajar 6. 7. 8. 9. 10. Mempunyai arah dalam melaksanakan kegiatan belajar 11. 12. 13. 14. Mampu bertahan saat melaksanakan kegiatan belajar 15. TOTAL Indikator Tertarik kepada cara mengajar guru Tertarik pada semua mata pelajaran yang diajarkan Mempunyai semangat yang tinggi dalam belaja Berusaha menyelesaikan tugas tepat waktu Ingin diakui sebagai siswa yang pintar Berusaha menyelesaikan tugas secara benar Tekun dalam menghadapi tugas atau dapat bekerja secara terus menerus dalam waktu lama Tidak cepat puas atas prestasi yang diperoleh Tidak cepat bosan dengan tugas-tugas rutin Tidak mudah melepas apa yang diyakini Selalu mengingat pelajaran dan mempelajarinya kembali Membina hubungan yang akrab dengan teman satu kelas Mempunyai tujuan untuk berhasil dalam belajar Melaksanakan kegiatan belajar tanpa tergantung bimbingan guru Memanfaatkan fasilitas yang ada di sekolah untuk belajar Favourable Item unfavourable Jumlah 8, 17 57 3 18, 19, 41, 53 36, 42 6 10, 43, 44, 45, 21 50, 32 7 35 16 2 47, 11 - 2 - 20, 28 2 12, 29, 30, 56, 58 6 6 3, 31, 54 55 4 1, 14, 33, 34, 24 5 2 9 2 26, 27, 48 13, 49 5 22, 23, 40, 46 - 4 7, 15, 25, 51 - 4 52, 37 39 3 5, 38 4 3 58

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 Penentuan skor untuk masing-masing jawaban adalah sebagai berikut: untuk alternatif jawaban yang sangat sesuai adalah 4, skor untuk jawaban sesuai adalah 3, skor untuk jawaban tidak sesuai adalah 2, dan skor untuk jawaban sangat tidak sesuai adalah 1. Semakin tinggi skor yang diperoleh semakin tinggi motivasi belajar siswa. Sedangkan semakin rendah skor yang diperoleh semakin rendah motivasi belajar siswa. D. Uji Coba Alat 1. Validitas instrumen Validitas instrumen yang diuji adalah validitas isi (content validity). Azwar (2009: 45) mengatakan Validitas isi merupakan validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional atau lewat professional judgement. Validitas isi berkenaan dengan isi instrument; diperkaya untuk melihat sejauh mana aitem-aitem dalam alat penelitian (kuesioner) mencakup keseluruhan kawasan isi objek yang hendak diukur atau sejauhmana isi alat penelitian mencerminkan ciri atribut yang hendak diukur. Idealnya expert judgement dilakukan oleh ahli-ahli, tapi karena alasan praktis dan keterbatasan peneliti maka expert judgement dalam penelitian ini hanya dilakukan oleh dosen pembimbing yaitu Drs. R. H. Dj. Sinurat, M.A., seorang dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Bapak Basuki, S.Psi., seorang guru BK di SMP N 2 Blado dan Ratna Yuni Astuti, S.S., seorang guru di SD BPK Penabur Karawang. Setelah melakukan uji ahli, kuesioner diujicobakan pada siswa kelas VIII B SMP Negeri SATAP 2 Cibuaya.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Jumlah siswa yang mengisi kuesioner adalah 40 orang, 9 orang tidak berangkat tanpa keterangan. Setelah melakukan uji coba instrumen, peneliti melakukan uji validitas dengan menggunakan teknik korelasi Product-Moment dari Pearson. Rumus teknik Product-Moment dari Pearson adalah: Keterangan: r xy = korelasi skor-skor total kuesioner dan total butir-butir N = jumlah subjek X = skor sub total kuesioner Y = skor total butir-butir kuesioner XY = hasil perkalian antara skor X dan skor Y Pengujian validitas berdasarkan program SPSS (Statistic Programme for School Science) versi 16.0. Perhitungan dengan SPSS menggunakan patokan 0,30. Jika koefisien korelasinya ≥ 0,30, maka item yang bersangkutan dinyatakan valid. Sedangkan, jika koefisien korelasinya < 0,30, maka item yang bersangkutan tidak valid. Dari perhitungan statistik dari 60 item yang diuji cobakan, diperoleh 46 item yang valid dan 14 item yang tidak valid. Jumlah item-item yang valid dan tidak valid terdapat pada tabel 3.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 Tabel 3 Jumlah Item-Item yang Valid dan Tidak Valid No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Indikator Tertarik kepada cara mengajar guru Tertarik pada semua mata pelajaran yang diajarkan Mempunyai semangat yang tinggi dalam belajar Membina hubungan yang akrab dengan teman satu kelas Ingin diakui sebagai siswa yang pintar Selalu mengingat pelajaran dan mempelajarinya kembali Tekun dalam menghadapi tugas atau dapat bekerja secara terus menerus dalam waktu lama Tidak cepat puas atas prestasi yang diperoleh Tidak cepat bosan dengan tugas-tugas rutin Tidak mudah melepas apa yang diyakini Berusaha menyelesaikan tugas secara benar Berusaha menyelesaikan tugas tepat waktu Mempunyai tujuan untuk berhasil dalam belajar Melaksanakan kegiatan belajar tanpa tergantung bimbingan guru Memanfaatkan fasilitas yang ada di sekolah untuk belajar JUMLAH Jumlah Item Jumlah Valid Tidak Valid 3 - 3 5 2 7 5 2 7 2 2 4 2 - 2 4 1 5 5 2 7 3 1 4 3 2 5 1 1 2 2 - 2 2 - 2 4 - 4 3 - 3 2 1 3 46 14 60 Item-item yang tidak valid kemudian peneliti perbaiki kembali. Ada item-item yang peneliti buang karena peneliti menganggap bahwa sudah ada item-item lain yang mewakili indikator. Item-item yang diperbaiki

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 berjumlah dua belas item, yaitu item nomor 2, 3, 4, 12, 14, 18, 33, 34, 41, 47, 51, dan 52. Kemudian ada item-item yang dibuang, yaitu item nomor 30 dan 48. Jumlah item kuesioner yang final adalah 58. Alat yang final ada dalam lampiran 3. 2. Reliabilitas instrumen Reliabilitas adalah sejauhmana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya (Azwar, 2009: 4). Tingkat reliabilitas instrumen dihitung menggunakan teknik belah dua (split half) yang dianalisis dengan rumus Spearman Brown (Sugiyono, 2011: 190), sebagai berikut: Keterangan: : nilai koefisien korelasi : nilai koefisien gasal dan genap Untuk menghitung indeks reliabilitas instrumen motivasi belajar digunakan program SPSS (Statistic Programme for School Science) versi 16.0. Dari hasil data uji coba di SMP Negeri SATAP 2 Cibuaya diperoleh perhitungan koefisien reliabilitas seluruh instrumen dengan menggunakan rumus Spearman Brown dengan bantuan program SPSS versi 16.0 yaitu 0,846. Hasil perhitungan dikonsultasikan ke kriteria Guilford (Masidjo, 1995: 209). Kriteria Guilford di sajikan dalam tabel 4.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 Tabel 4 Kriteria Guilford Koefisien Korelasi 0,91-1,00 0,71-0,90 0,41-0,70 1,21-0,40 Negatif-0,20 Kualifikasi Sangat Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Rendah Sangat Rendah Berdasarkan kriteria Guilford dapat disimpulkan bahwa koefisien reliabilitas kuesioner termasuk tinggi. E. Prosedur Pengumpulan Data 1. Tahap persiapan a. Mempelajari buku-buku motivasi belajar dan buku-buku yang relevan untuk mendapatkan informasi. b. Menyusun kuesioner motivasi belajar dengan mengikuti beberapa langkah, yaitu: 1) Menetapkan dan mendefinisikan variabel penelitian, yaitu deskripsi motivasi belajar siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri SATAP 2 Cibuaya tahun ajaran 2013/2014. 2) Menjabarkan variabel penelitian ke dalam indikator-indikatornya. 3) Menyusun item-item/ butir-butir pernyataan sesuai dengan indikator yang sudah dibuat. c. Melakukan expert judgement pada: 1) Dosen pembimbing, yaitu Drs. R. H. Dj. Sinurat, M. A. 2) Guru BK SMP N 2 BLADO yaitu Basuki, S. Psi.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 3) Ibu Ratna Yuni Astuti, S. S., seorang guru di SD BPK Penabur Karawang. d. Menghubungi Kepala Sekolah SMP Negeri SATAP 2 Cibuaya untuk meminta ijin mengadakan uji coba alat penelitian. e. Menyerahkan surat ijin uji coba alat penelitian kepada Kepala Sekolah SMP Negeri SATAP 2 Cibuaya, pada tanggal 3 Maret 2014. f. Melaksanakan uji coba alat penelitian di SMP Negeri SATAP 2 Cibuaya pada tanggal 3 Maret 2014. g. Menyerahkan surat ijin penelitian kepada Kepala Sekolah SMP Negeri SATAP 2 Cibuaya, pada tanggal 12 Maret 2014. h. Merevisi kuesioner dan mengkonsultasikan kepada dosen pembimbing. 2. Tahap pelaksanaan Kuesioner yang telah diujicobakan setelah direvisi dipergunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Pengumpulan data dilaksanakan pada siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri SATAP 2 Cibuaya tahun ajaran 2013/2014 pada tanggal 14 dan 17 Maret 2014. Pengisian kuesioner berlangsung selama 30 menit dan suasana pada saat pengisian kuesioner kurang nyaman, karena pengisian kuesioner berlangsung pukul 13.00 WIB dan 14.30 WIB. Jumlah siswa kelas VIII di SMP N SATAP 2 Cibuaya tahun ajaran 2013/2014 sebanyak 99 orang, tetapi pada saat pelaksanaan penelitian ada 21 orang siswa yang tidak dapat mengikuti pengisian kuesioner karena ada yang sakit, ijin, dan tidak ada keterangan. Karena itu,

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 subjek penelitian ini adalah 78 orang. Penyebaran dan pengawasan pengisian kuesioner dilakukan oleh peneliti. Kuesioner yang disebarkan peneliti berjumlah 78 eksemplar dan kembali sebanyak 78 eksemplar. F. Teknik Analisis Data Langkah-langkah yang ditempuh dalam menganalisis data, yaitu: 1. Menentukan skor dari setiap alternatif jawaban. Norma skoring adalah sangat sesuai: 4, sesuai: 3, tidak sesuai: 2, sangat tidak sesuai: 1. 2. Membuat tabulasi skor dari item-item kuesioner dan menghitung skor masing-masing responden dengan menggunakan program Microsoft Excel 2007. 3. Mengkategorisasikan kualifikasi motivasi belajar siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri SATAP 2 Cibuaya tahun ajaran 2013/2014 berdasar kriteria Azwar. Kategori disusun berdasar distribusi normal dengan model kategorisasi jenjang (ordinal). 4. Azwar (2009: 147) mengatakan bahwa kategorisasi jenjang (ordinal) bertujuan menempatkan individu ke dalam kelompok-kelompok yang posisinya berjenjang menurut suatu kontinum berdasar atribut yang diukur. Kategori skor motivasi belajar disajikan dalam tabel 5. Tabel 5 Kategori Skor Motivasi Belajar Siswa-Siswi Kelas VIII SMP N SATAP 2 Cibuaya Tahun Ajaran 2013/2014 Penghitungan Skor µ+1.5σ < X µ+0.5σ < X≤ µ+1.5σX µ -0.5σ < X≤ µ+0.5σX µ-1.5σ < X ≤ µ -0.5Σx X ≤ µ-1.5Σx Kategori Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Keterangan: X maksimum teoretik : skor tertinggi yang diperoleh subjek penelitian dalam skala. X minimum teoretik : skor terendah yang diperoleh subjek penelitian dalam skala. σ (standart deviasi) : luas jarak rentangan yang dibagi dalam 6 satuan deviasi sebaran. µ (mean teoretik) : Rata-rata teoritis dari skor maksimum dan minimum. 32

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN DAN USULAN PROGRAM PENGEMBANGAN MOTIVASI BELAJAR Bab ini berisi uraian mengenai (1) Hasil Penelitian Mengenai Motivasi Belajar Siswa-Siswi Kelas VIII SMP Negeri SATAP 2 Cibuaya Tahun Ajaran 2013/2014, (2) Pembahasan Hasil Penelitian, (3) Program Pengembangan Motivasi Belajar. A. Hasil Penelitian Berdasarkan data yang terkumpul dan diolah dengan menggunakan kriteria Azwar (2009: 147-148) dapat diketahui motivasi belajar kelas VIII SMP Negeri SATAP 2 Cibuaya tahun ajaran 2013/2014 seperti yang disajikan dalam tabel 6. Tabel 6 Kategori Motivasi Belajar Siswa-Siswi kelas VIII SMP N SATAP 2 Cibuaya Tahun Ajaran 2013/2014 No. Penghitungan Skor 1. 2. 3. 4. 5. µ+1.5σ < X µ+0.5σ < X≤ µ+1.5σX µ -0.5σ < X≤µ+0.5σX µ-1.5σ < X ≤µ -0.5σX X ≤ µ-1.5Σx Rerata Skor ≥ 189 160-188 131-159 102-130 ≤101 Frekuensi Persentase Kategori 0 46 27 5 0 0% 59% 34.6% 6,4% 0% Sangat Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Rendah Sangat Rendah Berdasarkan tabel 6, terlihat bahwa: 1. Tidak ada siswa (0%) yang memiliki motivasi belajar yang sangat tinggi. 2. Ada 46 orang siswa (59%) yang memiliki motivasi belajar yang tinggi. 3. Ada 27 orang siswa (34.6%) yang memiliki motivasi belajar yang cukup tinggi. 33

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 4. Ada 5 orang siswa (6,4%) yang memiliki motivasi belajar yang rendah. 5. Tidak ada siswa (0%) yang memiliki motivasi belajar yang sangat rendah. Dari hasil penelitian tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa motivasi belajar siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri SATAP 2 Cibuaya tahun ajaran 2013/2014 tergolong tinggi. B. Pembahasan Hasil Penelitian Untuk membatasi dan menghindari pengulangan yang tidak perlu dalam pembahasan ini, kategori “tinggi” dan “cukup tinggi” disatukan menjadi tinggi. Hasil penelitian menyatakan bahwa 46 orang siswa (59%) memiliki motivasi belajar yang tinggi. Hasil penelitian ini lebih tinggi dari dugaan semula, sebabnya boleh jadi karena siswa memberikan jawaban yang menyenangkan sehingga kesulitan yang sesungguhnya tidak terungkap secara obyektif dan boleh jadi dugaan semula yang keliru, dan boleh jadi siswa tidak serius dalam menjawab atau mengisi kuesioner. Kesan-kesan peneliti tersebut berdasarkan pengamatan peneliti saat mengawasi pengisian kuesioner. Pengisian kuesioner pada saat itu dilakukan pukul 13.00 WIB dan 14.30 WIB. Pada saat itu sebagian besar siswa tampak tergesa-gesa, merasa jenuh, mengantuk, dan lelah. Azwar (2009: 13) mengatakan bahwa responden tidak akan memberikan jawaban yang valid apabila responden harus menjawab skala dalam keadaan sakit, lelah, tergesa-gesa, tidak berminat, merasa terpaksa, dan semacamnya. Meskipun hasil penelitian lebih tinggi dari dugaan awal, peneliti tetap berpegang pada data yang menghasilkan hasil penelitian ini karena 1) kuesioner bersifat

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 rahasia karena siswa tidak perlu mencantumkan nama (anonim), 2) peneliti sudah melakukan uji coba kuesioner sebelum pengambilan data. Tidak hanya motivasi belajar rendah yang perlu ditingkatkan tetapi motivasi belajar tinggi juga perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Sebagian besar siswa kelas VIII SMP N SATAP 2 Cibuaya tahun ajaran 2013/2014 memiliki motivasi belajar tinggi. Untuk mempertahankan/ meningkatkan motivasi belajar siswa, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh siswa, guru dan orangtua. Hal-hal yang perlu dilakukan siswa untuk mempertahankan motivasi belajar tinggi antara lain: 1. Siswa hendaknya menyadari bahwa siswa masih perlu bimbingan dari orang-orang di sekitar untuk berkembang menuju kekedewasaan. 2. Kesadaran akan keunikan diri yang dimiliki akan memunculkan penghargaan atas kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri sendiri sehingga siswa dapat menghargai diri secara wajar dan diharapkan siswa mampu mengambil keputusan secara bijak dalam belajar. 3. Siswa diharapkan mau untuk mendalami kemampuan diri dan menunjukkan semua potensi yang dimiliki tanpa terpaksa. 4. Siswa hendaknya berani menentukan pilihan dan mengambil keputusan mengenai masa depannya secara bertanggung jawab. Dengan demikian, siswa dapat terus memotivasi diri dalam belajar untuk mengembangkan potensi yang ia miliki.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. 36 Siswa sebaiknya mau untuk berdialog dengan siswa dan temantemannya. Perasaan saling memahami akan mendatangkan perasaan diterima dan mengerti kesulitan masing-masing siswa. Hal-hal yang perlu dilakukan oleh guru dan orangtua untuk mempertahankan motivasi belajar yang tinggi pada siswa, antara lain: 1. Peran guru dan orangtua yakni memberikan pendampingan pada siswa dalam mengambil keputusan, memberikan penghargaan, memberikan pengertian bahwa setiap manusia itu unik punya potensi dan kemampuan yang berbeda-beda. 2. Guru dan orangtua perlu untuk mendampingi siswa dalam mendalami kemampuan yang ia miliki supaya kemampuan dan potensi itu dapat berkembang dengan baik sehingga motivasi belajar pada siswa akan bertahan atau meningkat. 3. Menentukan pilihan dan mengambil keputusan yang dilakukan oleh siswa sebaiknya diketahui oleh guru dan orangtua, sehingga siswa tidak merasa berjalan sendirian tetapi ada orang lain yang selalu memberikan pendampingan kepadanya. 4. Guru dapat bekerjasama dengan orangtua siswa dalam membantu siswa guna mencari jalan keluar atas persoalan yang dihadapi siswa sehingga dapat membantu mempertahankan motivasi belajar yang dimiliki siswa dan boleh jadi motivasi belajar siswa dapat meningkat. 5. Penyediaan waktu luang untuk mendengarkan siswa ketika siswa ingin berbagi pengalaman yang sedang ia alami.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6. 37 Memperlihatkan rasa kasih sayang kepada siswa dalam semua ucapan dan tindakan. 7. Memberikan kesempatan pada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya dalam memecahkan permasalahan dan melaksanakan tugas yang sudah menjadi tanggungjawabnya. Berdasarkan hasil data, ada 5 orang siswa (6.4%) yang memiliki motivasi belajar yang rendah. Rendahnya motivasi belajar siswa bisa disebabkan karena beberapa faktor, antara lain faktor dari diri siswa, faktor keluarga, dan faktor lingkungan. Pertama, faktor dari diri siswa yaitu siswa belum mampu untuk mengatur waktunya dengan baik, boleh jadi karena siswa kurang mampu membedakan mana yang lebih penting dan mana yang kurang penting untuk masa depannya kelak. Oleh karena itu siswa belum bisa menentukan prioritasnya yang utama sebagai seorang pelajar yaitu waktu untuk belajar. Selain belum mampu mengatur waktu, siswa juga belum menyadari kemampuan yang mereka miliki, belum menyadari apa yang menjadi tujuan hidupnya akibatnya siswa kurang memiliki motivasi untuk belajar. Misalnya siswa belum memiliki cita-cita yang ingin diraih. Rendahnya motivasi belajar siswa disebabkan karena adanya faktor keluarga, yang termasuk dalam faktor keluarga yaitu latar belakang pendidikan dan keadaan ekonomi keluarga yang rendah. Latar belakang pendidikan orangtua yang rendah kemungkinan bisa menjadi penyebab rendahnya motivasi belajar siswa karena boleh jadi orangtua kurang

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 mengerti akan pentingnya belajar bagi anak-anak mereka, akibatnya orangtua kurang memberikan pendampingan kepada anak dalam belajar dan kurang memperhatikan waktu belajar anak sehingga anak berpikir bahwa belajar merupakan sesuatu yang kurang penting baginya. Keadaan ekonomi keluarga yang rendah mengakibatkan siswa belum mampu memenuhi kebutuhan belajarnya. Siswa cenderung memiliki motivasi belajar yang rendah ketika kebutuhan-kebutuhan yang ia perlukan dalam belajar tidak terpenuhi. Rendahnya perekonomian keluarga terkadang menyebabkan siswa lebih memilih pergi bekerja untuk membantu orangtuanya daripada belajar di sekolah, akibatnya motivasi siswa dalam belajar berkurang. Faktor yang ketiga, faktor lingkungan di sekitar siswa yaitu adanya pengaruh dari teman sebaya yang lebih mementingkan bermain daripada belajar dan suasana di ruang kelas yang kurang mendukung untuk belajar. siswa tidak bisa menolak ketika ada ajakan teman-temannya untuk bermain boleh jadi karena siswa tidak ingin dijauhi dan diejek oleh teman-temannya tersebut, padahal ada tugas dari sekolah yang lebih penting yang perlu ia kerjakan, sehingga pada akhirnya siswa tidak mengerjakan tugas tersebut sampai waktu pengumpulan tugas karena waktunya sudah habis untuk bermain. Suasana di ruang kelas yang kurang mendukung untuk belajar bisa menyebabkan siswa kurang termotivasi untuk belajar. Kegiatan belajarmengajar di SMP Negeri SATAP 2 Cibuaya dimulai pada siang hari yaitu

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 pada pukul 13.00-17.00 WIB, suasana kelas menjadi kurang nyaman, akibatnya siswa kurang termotivasi untuk belajar. Faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya motivasi belajar siswa di atas sejalan dengan pendapat Winkel (2004: 197) mengenai faktor-faktor yang mendasari adanya penurunan motivasi belajar siswa, antara lain: (1) Kehidupan di luar sekolah menawarkan banyak bentuk rekreasi yang dapat membuat orang merasa puas, meskipun rasa puas itu tidak dapat bertahan lama, (2) Adanya pengaruh dari teman-teman yang tidak menghargai prestasi tinggi dalam belajar di sekolah dan prestasi di bidang lain, (3) Adanya kekaburan mengenai cita-cita sesudah tamat sekolah, (4) Keadaan keluarga kurang menguntungkan karena sejak kecil anak kurang ditantang untuk memberikan prestasi yang patut dibanggakan atas dasar usahanya sendiri. Akibat dari siswa yang memiliki motivasi belajar yang rendah yakni menurunnya nilai pada mata pelajaran, sering tidak masuk sekolah tanpa keterangan, kurang memperhatikan ketika guru menjelaskan, tidak mengerjakan PR, ramai di kelas, kurang mempersiapkan diri untuk belajar ketika akan ujian/ ulangan, dan kemungkinan akan tinggal kelas. Agar motivasi belajar siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri SATAP 2 Cibuaya tahun ajaran 2013/2014 meningkat, ada beberapa hal/ upaya yang bisa dilakukan oleh siswa, guru, dan orangtua. Upaya yang perlu dilakukan oleh siswa supaya motivasi belajar siswa meningkat antara lain:

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 1. Siswa percaya pada diri sendiri dan belajar dengan penuh semangat. 2. Siswa perlu memiliki pemikiran bahwa belajar bukan sekedar menyelesaikan tugas atau mendapat nilai yang cukup tetapi siswa yakin dengan belajar yang tepat maka siswa akan mendapat keberhasilan. 3. Siswa perlu menyadari bahwa yang siswa pelajari ada manfaatnya. 4. Pantang menyerah ketika menghadapi hambatan-hambatan yang mungkin muncul dalam belajar, misal dengan meminta guru atau orangtua untuk membantu ketika menemui hambatan dalam belajar. Upaya yang perlu dilakukan oleh guru supaya motivasi belajar siswa meningkat, antara lain: 1. Membina hubungan yang baik dengan siswa. 2. Mampu mengelola kelas dengan baik (classroom management). 3. Membangkitkan keyakinan pada siswa bahwa siswa dapat sukses. 4. Memberikan penghargaan, pujian dan dukungan pada siswa. 5. Menggunakan metode mengajar yang menyenangkan sehingga siswa tidak merasa bosan ketika belajar. 6. Mendampingi siswa ketika belajar di kelas. 7. Bersedia meluangkan waktu untuk siswa yang ingin menceritakan hambatan yang dialami dalam belajar. Upaya yang perlu dilakukan oleh orangtua supaya motivasi belajar siswa meningkat, antara lain: 1. Memenuhi kebutuhan siswa yang berkaitan dengan belajar. 2. Mendampingi dan memperhatikan siswa ketika belajar.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 3. Memberi dukungan, penghargaan, dan pujian kepada siswa. 4. Membantu siswa ketika siswa menghadapi hambatan-hambatan yang siswa jumpai dalam belajar. C. Usulan Program Pengembangan Motivasi Belajar Program pengembangan motivasi belajar adalah serangkaian topik yang direncanakan untuk disajikan kepada siswa untuk membantu siswa meningkatkan motivasi belajarnya. Usulan program pengembangan motivasi belajar merupakan jawaban masalah yang kedua: “Usulan program bimbingan manakah yang sesuai untuk meningkatkan motivasi belajar siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri SATAP 2 Cibuaya dalam meningkatkan motivasi belajarnya?” Usulan program pengembangan motivasi belajar disusun berdasarkan butir-butir kuesioner yang menunjukkan bahwa motivasi belajar hanya cukup tinggi (yang ideal adalah sangat tinggi). Meskipun siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri SATAP 2 Cibuaya tahun ajaran 2013/2014 memiliki motivasi yang tinggi, motivasi belajar perlu dipelihara, ditingkatkan atau dikembangkan. Oleh karena itu, program pengembangan motivasi belajar perlu diadakan dan dilaksanakan di sekolah. Usulan program pengembangan motivasi belajar disajikan dalam tabel 7. Peneliti menyusun satu contoh SPB yang disajikan pada lampiran 9.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Tabel 7 Usulan Program Pengembangan Motivasi Belajar Siswa-Siswi SMP Negeri SATAP 2 Cibuaya No. 1. 2. Item 16. Saya menundanunda dalam menyelesaikan tugas. 24. Saya mudah menyerah ketika saya menghadapi kesulitan dalam belajar. 33. Saya senang berada di dalam kelas untuk belajar. Topik Disiplin diri Ketangguhan belajar Kompetensi Dasar Indikator Siswa mampu menerapkan hal-hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan disiplin diri. Siswa mampu menerapkan hal-hal yang perlu dilakukan supaya semakin tangguh dalam belajar. Kegiatan Metode Guru Siswa Siswa dapat menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan disiplin diri. Menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan disiplin diri. Menuliskan hal-hal yang perlu dilakukan untuk meningkatka n disiplin diri. Tanyajawab, instrumentasi Siswa dapat menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan supaya semakin tangguh dalam belajar. Menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan supaya semakin tangguh dalam belajar. Menuliskan hal-hal yang perlu dilakukan supaya semakin tangguh dalam belajar. Diskusi, instrumentasi Alokasi Waktu Media 40 menit Handout, lembar kerja siswa Evaluasi Proses:siswa aktif dalam mengikuti bimbingan dengan topik disiplin diri. Hasil: siswa dapat menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan disiplin diri. 40 menit Angket, Handout Proses: siswa aktif dalam mengikuti bimbingan dengan topik ketangguhan belajar. Hasil: siswa dapat menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan supaya semakin tangguh dalam belajar Sumber Shochib, Moh. 2010. Pola Asuh Orang Tua dalam Membentu k Anak. Rineka Cipta. Jakarta. Singer, Kurt. 1987. Membina Hasrat Belajar di Sekolah. Bandung: Remadja Karya.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 No. Item Topik 3. 50. Ketika mau ujian, saya kurang mempersiapkan diri untuk terus belajar karena kurang mempersiapkan diri dalam belajar. Persiapan menghadapi ujian 32. Saya mudah bosan mengikuti pelajaran di kelas. Kompetensi Dasar Siswa mampu menerapkan halhal yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi ujian. Indikator Siswa dapat menyebutkan hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi ujian. Kegiatan Guru Menjelaskan hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi ujian. Siswa Menyebutkan hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi ujian. Metode Ceramah singkat, Instrumentasi Alokasi Waktu 40 menit Media Evaluasi Angket, handout Proses: Peserta didik aktif dalam mengikuti bimbingan dengan topik persiapan menghadapi ujian. Hasil: siswa dapat menyebutkan hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi ujian. Sumber Krishnawati, Naniek dan Tim. 2010. Bahan Dasar untuk Pelayanan Konseling pada Satuan Pendidikan Menengah Jilid III. Jakarta: Grasindo.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 No. 4. Item 36. Saya hanya mengerjakan tugas-tugas dari guru dan tidak berusaha sendiri memperkaya pengetahuan atau pengalaman saya. Topik Motivasi belajar Kompetensi Dasar Indikator Siswa mampu menerapkan hal-hal yang perlu dilakukan supaya motivasi belajar semakin tinggi. Siswa mampu menerapkan hal-hal yang perlu dilakukan supaya komunikasinya dengan teman sekelas semakin baik. Kegiatan Metode Guru Siswa Siswa dapat menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan supaya motivasi belajarnya semakin tinggi. Menyebut-kan hal-hal yang perlu dilakukan supaya motivasi belajar semakin tinggi. Menulis-kan hal-hal yang perlu dilakukan supaya motivasi belajar semakin tinggi. Tanya jawab, instrumentasi Siswa dapat menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan supaya komunikasinya dengan teman sekelas semakin baik. Menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan supaya komunikasi dengan teman sekelas semakin baik. Menyebutkan hal-hal yang perlu dilakukan supaya komunikasinya dengan teman sekelas semakin baik. Ceramah singkat, instrumentasi 41. Saya tidak mudah jenuh dalam membaca buku pelajaran. Alokasi Waktu 40 menit Media Evaluasi Sumber Handout, angket Proses: siswa aktif dalam mengikuti bimbingan dengan topik motivasi belajar. Sriyanto, dkk. 2010. Bimbingan dan Konseling untuk SMP kelas VII. Jakarta: Yudhistira. Hasil: siswa dapat menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan supaya motivasi belajarnya semakin tinggi. 42. Saya mudah bosan sewaktu membaca buku pelajaran. 53. Saya menyenangi semua mata pelajaran yang diberikan. 5. 23. Saya senang terlibat dalam kelompok belajar di kelas. Komunikasi antar teman 40 menit Handout, lembar kerja siswa Proses: siswa aktif dalam mengikuti bimbingan dengan topik komunikasi antar teman. Hasil: siswa dapat menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan supaya komunikasinya dengan teman sekelas semakin baik. Suwardi, dkk. 2010. Bimbingan dan Konseling untuk SMP Kelas VIII. Jakarta: Yudhistira.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 No. Item Topik 6. 47. Saya tidak menyontek pada saat ujian/tes, meskipun ada kesempatan. Kejujuran 30. Saya mampu membaca buku pelajaran dalam waktu yang lama. Minat Membaca 57. Saya sering melamun ketika guru menjelaskan pelajaran. Konsentrasi 7. 8. Kompetensi Dasar Siswa mampu bersikap jujur. Siswa mampu meningkatkan minatnya dalam membaca. Siswa mampu meningkatkan konsentrasinya dalam belajar. Indikator Kegiatan Metode Guru Siswa Siswa dapat menjelaskan keuntungankeuntungan bersikap jujur. Menjelaskan keuntungankeuntungan bersikap jujur. Menyebutkan keuntungankeuntungan bersikap jujur. Diskusi, instrumen tasi Siswa dapat menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan untuk meningkat-kan minat membaca. Menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan minat membaca. Menuliskan hal-hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan minat membaca. Instrumen tasi, Siswa dapat menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan untuk meningkat-kan konsentrasi dalam belajar. Menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan konsentrasi dalam belajar. Menyebutkan hal-hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan konsentrasi dalam belajar. Alokasi Waktu 40 menit Media Evaluasi Angket, Handout Proses: siswa aktif dalam mengikuti bimbingan dengan topik kejujuran. Hasil: siswa dapat menjelaskan keuntungan-keuntungan bersikap jujur. 40 menit tanya jawab Tanya jawab, instrumen tasi Lembar kerja siswa, Handout Proses: siswa aktif dalam mengikuti bimbingan dengan topik minat membaca. Hasil: siswa dapat menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan minat membaca. 40 menit Angket, Handout Proses: siswa aktif dalam mengikuti bimbingan dengan topik konsentrasi. Hasil: siswa dapat menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan konsentrasi dalam belajar. Sumber Amos, Janine. 2000. Honest = Jujur. Yogyakarta: Kanisius. Musthafa, Fahim & Muhamad Suhadi. 2005. Agar Anak Anda Gemar Membaca. Bandung: Mizan. DePorter, Bobbi. 2009. Quantum Learner: Fokuskan Energimu, Dapatkan yang Kamu Inginkan. Bandung: Kaifa.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 No. 9. Item 13. Saya malu menjawab pertanyaan dari guru karena takut salah. Topik Percaya diri Kompetensi Dasar Siswa mampu meningkatkan kepercayaan dirinya. 27. Saya berani dan berusaha menjawab pertanyaan guru dan tidak takut salah. 10. 48. Saya sudah terbiasa membaca buku pelajaran berulang-ulang. 49. Ketika di rumah, saya lebih tertarik mengikuti teman bermain daripada mengulangi pelajaran. Daya ingat Siswa dapat menjelaskan seberapa baik daya ingatnya. Indikator Siswa dapat menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri. Siswa dapat menjelaskan upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan daya ingat. Kegiatan Guru Siswa Menjelaskan hal-hal yang dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri. Menyebutkan hal-hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri. Menjelaskan upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan daya ingat. Menuliskan upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan daya ingat. Metode Ceramah singkat, instrumentasi Alokasi Waktu 40 menit Media Evaluasi Sumber Handout, lembar kerja siswa Proses: siswa aktif dalam mengikuti bimbingan dengan topik percaya diri. Hankin, Sheenah. 2005. Pede Abis!: Strategi untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri. Jakarta. Gramedia. Hasil: siswa dapat menjelaskan halhal yang dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri. Ceramah singkat, instrumentasi 40 menit Handout, lembar kerja siswa Proses: siswa aktif dalam mengikuti bimbingan dengan topik daya ingat. Hasil: siswa dapat menjelaskan upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan daya ingat. Harianti, Deasy. 2008. Metode Jitu Meningkatkan Daya Ingat = Memori power. Jakarta: Tangga Pustaka.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 No. Item Topik 11. 55. Saya menerima dan tidak berusaha memperbaiki nilai mata pelajaran saya yang masih kurang. Meningkatkan prestasi belajar 12. 13. 9. Saya lebih mengikuti pendapat orang lain, walaupun saya yakin pendapat saya benar. Berani berpenda -pat 20. Saya merasa belum bersungguhsungguh dalam menyelesaikan tugas-tugas saya. Manajemen waktu 28. Saya tidak belajar sesuai dengan jadwal yang sudah saya buat. Kompetensi Dasar Indikator Guru Siswa mampu menerapkan upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatka n prestasi belajar. Siswa dapat menjelaskan upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Siswa mampu meningkatkan keberaniannya dalam berpendapat. Siswa mampu menerapkan hal-hal yang perlu dilakukan supaya dapat memanajem en waktu dengan baik. Kegiatan Siswa Metode Menjelaskan upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar. Menuliskan upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar. Ceramah singkat, instrumenttasi Siswa dapat menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan keberanian berpendapat. Menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan keberanian berpendapat. Menjelaskan hal-hal yang dilakukan untuk meningkatkan keberanian berpendapat. Instrumentasi, tanya jawab Siswa dapat menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan supaya dapat memanajemen waktu dengan baik. Menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan supaya dapat memanajemen waktu dengan baik. Menuliskan hal-hal yang dilakukan supaya dapat memanajemen waktu dengan baik. Ceramah singkat, Alokasi Waktu 40 menit Media Angket, Handout Evaluasi Proses: siswa aktif dalam mengikuti bimbingan dengan topik meningkatkan prestasi belajar. Hasil: siswa dapat menjelaskan upayaupaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajarnya. 40 menit Angket, Handout Proses: siswa aktif dalam mengikuti bimbingan dengan topik berani berpendapat Hasil: siswa dapat menjelaskan hal-hal yang dilakukan untuk meningkatkan keberanian berpendapat. Instrumentasi 40 menit Handout, instrume ntasi Proses: siswa aktif dalam mengikuti bimbingan dengan topik manajemen waktu. Hasil: siswa dapat menjelaskan hal-hal yang dilakukan supaya dapat memanajemen waktu dengan baik. Sumber Lucy, dkk. 2012 Dahsyatnya Brain Smart Teaching : Cara Super Jitu Optimalkan Kecerdasan Otak dan Prestasi Belajar Anak. Depok: Penebar Plus. Sriyanto, dkk. 2010. Bimbingan dan Konseling untuk SMP kelas VII. Jakarta: Yudhistira. Covey, Stephen R. 1994. 7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif. Jakarta: Binarupa Aksara.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 No. Item 39. Saya menghabiskan waktu mengobrol dengan teman ketika guru tidak hadir di kelas. Topik Manajemen waktu 52. Saya mengisi waktu kosong (jika guru tidak hadir) dengan membaca buku pelajaran. 14. 4. Saya lebih sering membaca novel, majalah dan komik di perpustakaan daripada membaca buku yang berkaitan dengan pelajaran. 38. Saya mau membaca buku pelajaran di perpustakaan. Memanfaatkan fasilitas halhal yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di sekolah. Kompetensi Dasar Indikator Kegiatan Guru Siswa Siswa mampu menerapkan hal-hal yang perlu dilakukan supaya dapat memanajemen waktu dengan baik. Siswa dapat menjelaskan halhal yang perlu dilakukan supaya dapat memanajemen waktu dengan baik. Menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan supaya dapat memanajemen waktu dengan baik. Siswa mampu menerapkan Siswa dapat menjelaskan halhal yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di sekolah. Menjelaskan hal-hal yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di sekolah. Menuliskan hal-hal yang dilakukan supaya dapat memanajemen waktu dengan baik. Menuliskan hal-hal yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di sekolah. Metode Ceramah singkat, instrumenttasi Instrumentasi, tanyajawab Alokasi Waktu 40 menit 40 menit Media Handout, lembar kerja siswa Handout, angket Evaluasi Proses: siswa aktif dalam mengikuti bimbingan dengan topik manajemen waktu. Hasil: siswa dapat menjelaskan hal-hal yang dilakukan supaya dapat memanajemen waktu dengan baik. Proses: siswa aktif dalam mengikuti bimbingan dengan topik Memanfaatkan fasilitas. Hasil: siswa dapat menjelaskan hal-hal yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di sekolah. Sumber Covey, Stephen R. 1994. 7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif. Jakarta: Binarupa Aksara. Sriyanto, dkk. 2010. Bimbingan dan Konseling untuk SMP kelas VII. Jakarta: Yudhistira.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V PENUTUP Bab ini berisi uraian mengenai (1) Kesimpulan, dan (2) Saran untuk berbagai pihak. Bagian kesimpulan memuat kesimpulan dari hasil penelitian dan pembahasan. Bagian saran memuat saran untuk berbagai pihak. A. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat ditarik berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan adalah sebagian besar siswa kelas VIII SMP Negeri SATAP 2 Cibuaya tahun ajaran 2013/2014 memiliki motivasi belajar yang tinggi. B. Saran Berikut dikemukakan saran bagi beberapa pihak: 1. Guru mata pelajaran (mapel) a. Guru mapel hendaknya bekerjasama dengan wali kelas dan orangtua siswa untuk memperhatikan kebutuhan siswa dalam belajar. b. Guru mapel hendaknya memberikan pendampingan kepada siswa yang kurang bersemangat dalam belajar di kelas. c. Guru mapel hendaknya memberikan pujian atau menunjukkan penghargaan kepada siswa yang prestasinya baik. 2. Guru BK a. Guru BK hendaknya mencoba melaksanakan usulan yang disajikan dalam skripsi ini. 49

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 b. Guru BK hendaknya mengungkap kebutuhan atau masalah-masalah siswa dalam belajar dan menindaklanjutinya dengan kegiatan bimbingan yang relevan. 3. Peneliti lain a. Hendaknya item-item yang akan digunakan dalam kuesioner dirumuskan dengan kalimat sederhana sesuai dengan daya tangkap responden. b. Hendaknya lebih teliti lagi dalam memilih aspek dan merumuskan indikator motivasi belajar yang baik supaya item-item yang akan digunakan lebih berbobot.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Ali, Muhammad. 1999. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Moderen. Jakarta: Pustaka Amani. Amos, Janine. 2000. Honest = Jujur. Yogyakarta: Kanisius. Azwar, Saifuddin. 2009. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka pelajar. Covey, Stephen R. 1994. 7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif. Jakarta: Binarupa Aksara. DePorter, Bobbi. 2009 . Quantum Learner: Fokuskan Energimu, Dapatkan yang Kamu Inginkan. Bandung: Kaifa Dimyati dan Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Djamarah, Syaiful Bahri. 2011. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Furchan, Arief. H. 2007. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Gracetine, Ayu. (2011). Deskripsi Motivasi Belajar Siswa-Siswi Kelas VIII SMP Kanisius Gayam Yogyakarta Tahun Pelajaran 2011/2012 dan Implikasinya terhadap Usulan Topik-Topik Bimbingan. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Hamalik, Oemar. 2004. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Hankin, Sheenah. 2005. Pede Abis! : Strategi untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri. Jakarta. Gramedia. Harianti, Deasy. 2008. Metode Jitu Meningkatkan Daya Ingat = Memori Power. Jakarta: Tangga Pustaka. Juntika, Achmad Nurihsan. 2006. Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Bandung: Refika Aditama. King, Laura A. 2010. Psikologi Umum: Sebuah Pandangan Apresiatif. Jakarta: Salemba Humanika. Krishnawati, Naniek dan Tim. 2010. Bahan Dasar untuk Pelayanan Konseling pada Satuan Pendidikan Menengah Jilid III. Jakarta: Grasindo. 51

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Lucy, dkk. 2012. Dahsyatnya Brain Smart Teaching: Cara Super Jitu Optimalkan Kecerdasan Otak dan Prestasi Belajar Anak. Depok: Penebar Plus. Masidjo, Ign. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Musthafa, Fahim & Muhamad Suhadi. 2005. Agar Anak Anda Gemar Membaca. Bandung: Mizan. Prayitno & Erman Amti. 2004. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta. Santrock, John. W. 2009. Educational psychology: Psikologi Pendidikan (Edisi ketiga: Jilid II). Jakarta: Salemba Humanika. Sardiman, A. M. 2005. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Singer, Kurt. 1987 Membina Hasrat Belajar di Sekolah. Bandung: Remadja Karya. Siregar, Eveline & Hartini Nara. 2011. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia. Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Slavin, Robert E. 2011. Psikologi Pendidikan: Teori dan Praktik. Jakarta: Indeks. Shochib, Moh. 2010. Pola Asuh Orang Tua dalam Membentuk Anak. Jakarta: Rineka Cipta. Sriyanto, dkk. 2010. Bimbingan dan Konseling untuk SMP kelas VII. Jakarta: Yudhistira. Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta. Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan: Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta: Bumi Angkasa. Sukardi, Dewa Ketut. 1995. Proses Bimbingan dan Penyuluhan. Jakarta: Rineka Cipta. _________________. 2008. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Supriatna, Mamat. 2011. Bimbingan dan Konseling Berbasis Kompetensi: Orientasi Dasar Pengembangan Profesi Konselor. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Suratno. 2011. Tingkat Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP Santo Aloysius Turi Tahun Pelajaran 2010/2011 dan Implikasinya pada Topik Bimbingan Belajar. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Suryabrata, Sumadi. 2004. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Suwardi, dkk. 2010. Bimbingan dan Konseling untuk SMP Kelas VIII. Jakarta: Yudhistira. Tohirin. 2007. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis Integrasi). Jakarta: Raja Grafindo Persada. Uno, Hamzah B. 2007. Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara. Walgito, Bimo. 2004. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offset. Widyansari, Rani Savithri. 2013. Motivasi Belajar Siswa-Siswi Kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Tahun Pelajaran 2011/2012 dan Implikasinya terhadap Usulan Topik-Topik Bimbingan Belajar yang Sesuai. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Winkel, W. S. 2004. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi. Winkel, W. S. & Sri Hastuti. 2006. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi. Yusuf, Syamsu & Juntika Nurihsan. 2008. Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung: Remaja Rosdakarya.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 LAMPIRAN 1 KUESIONER MOTIVASI BELAJAR (Uji Coba) Pengantar Adik-adik yang terkasih, Pada kesempatan ini saya mengharapkan kesediaan Anda untuk mengisi kuesioner ini dengan jujur, teliti, dan sesuai dengan pengalaman Anda sendiri. Adapun tujuan dari pengisian kuesioner ini adalah untuk mengetahui motivasi belajar adik-adik. Atas kesediaan adik-adik, saya ucapkan terima kasih. Identitas Kelas : Jenis Kelamin : No. Presensi : Petunjuk Pengisian Pada halaman-halaman berikut disajikan sejumlah pernyataan tentang motivasi belajar. Seberapa sesuai maksud dari masing-masing pernyataan dengan pengalamanmu? Berilah tanda centang () pada kolom alternatif jawaban yang paling sesuai bagimu. Alternatif jawaban adalah sebagai berikut: SS : Sangat Sesuai S : Sesuai TS : Tidak Sesuai STS : Sangat Tidak Sesuai Contoh Pengisian Kuesioner No. 1. Seberapa sesuai maksud dari masingmasing pernyataan berikut dengan pengalamanmu? Saya berusaha menyelesaikan tugas dari guru dengan sungguh-sungguh. Alternatif Jawaban SS S TS STS  Contoh menunjukkan bahwa penjawab memilij alternatif SS atau (sangat sesuai), karena penjawab berpendapat bahwa maksud dari penyataan yang bersangkutan sangat sesuai baginya, yaitu penjawab berusaha menyelesaikan tugas dari guru dengan sungguh-sungguh.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SS: Sangat Sesuai No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. S: Sesuai TS: Tidak Sesuai 55 STS: Sangat Tidak Sesuai Seberapa sesuai maksud dari masing-masing pernyataan berikut dengan pengalamanmu? Saya senang mengerjakan tugas dari guru. Saya mampu mempertahankan pendapat yang saya yakini. Saya berusaha meningkatkan nilai mata pelajaran yang masih kurang. Saya lebih senang membaca novel, majalah dan komik di perpustakaan daripada buku yang berkaitan dengan pelajaran. Saya mau meminjam buku yang berkaitan dengan pelajaran di perpustakaan. Saya sering terlambat masuk kelas. Saya mengikuti les untuk meningkatkan nilai mata pelajaran. Saya bersungguh-sungguh memperhatikan guru yang sedang menjelaskan pelajaran. Saya lebih mengikuti pendapat orang lain, walaupun saya yakin pendapat saya benar. Saya bersemangat mengikuti pelajaran di kelas. Saya sungguh-sungguh berusaha mendapat nilai yang baik. Saya berusaha duduk di posisi depan agar dapat berkonsentrasi mendengarkan penjelasan dari guru. Saya malu menjawab pertanyaan dari guru karena takut salah. Kalau ada soal yang sulit, saya tetap mencoba mengerjakannya dan tidak mudah menyerah. Saya berusaha meraih nilai yang terbaik dalam setiap tugas/ujian. Saya menunda-nunda dalam menyelesaikan tugas. Saya senang mendengarkan penjelasan dari guru. Saya senang membaca buku mata pelajaran yang saya sukai. Saya senang mengerjakan soal-soal latihan dari semua mata pelajaran. Saya merasa belum bersungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugastugas saya. Saya mempunyai semangat yang kuat untuk belajar baik di sekolah maupun di rumah. Saya senang berkumpul dengan teman satu kelas untuk membicarakan tugas sekolah. Saya senang terlibat dalam kelompok belajar di kelas. Saya mudah menyerah ketika saya menghadapi kesulitan dalam belajar. Saya sungguh-sungguh berusaha sehingga saya berhasil dalam studi saya. Saya rajin mengulangi pelajaran saya supaya saya mengingatnya dengan baik. Alternatif Jawaban SS S TS STS

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SS: Sangat Sesuai S: Sesuai TS: Tidak Sesuai STS: Sangat Tidak Sesuai No. Seberapa sesuai maksud dari masing-masing pernyataan berikut dengan pengalamanmu? 27. Saya berani dan berusaha menjawab pertanyaan guru dan tidak takut salah. Saya tidak belajar sesuai dengan jadwal yang sudah saya buat. Saya berusaha tepat waktu datang ke sekolah setiap hari agar tidak terlambat mengikuti pelajaran. Saya mampu belajar dalam waktu yang lama. Saya mampu membaca buku pelajaran dalam waktu yang lama. Saya giat belajar supaya mendapatkan hasil yang maksimal. Saya bosan mengikuti pelajaran di kelas. Saya betah berada di dalam kelas untuk belajar. Saya berusaha mencatat penjelasan guru yang saya anggap penting. Saya berusaha untuk menyelesaikan tugas dari guru tepat waktu. Saya hanya mengerjakan tugas-tugas dari guru dan tidak berusaha sendiri memperkaya pengetahuan atau pengalaman saya. Saya berusaha menyelesaikan sendiri tugas/PR yang diberikan guru. Saya mau membaca buku pelajaran di perpustakaan. Saya menghabiskan waktu mengobrol dengan teman ketika guru tidak hadir di kelas. Saya bertanya kepada teman apabila ada materi pelajaran yang kurang saya pahami. Saya tidak mudah jenuh dalam membaca buku pelajaran. Saya mudah bosan sewaktu membaca buku pelajaran. Saya tidak merasa putus asa apabila saya gagal memperoleh prestasi yang sesuai dengan harapan saya. Saya lebih meningkatkan kegiatan belajar setiap menjelang ujian. Saya mengikuti semua kegiatan belajar di sekolah. Saya mendiskusikan materi pelajaran yang saya anggap sulit dengan teman. Saya hanya menyenangi beberapa mata pelajaran yang diberikan. Saya tidak menyontek pada saat ujian/tes, meskipun ada kesempatan. Saya sudah terbiasa membaca buku pelajaran berulang-ulang. Saya malas mengulang pelajaran ketika saya di rumah. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 56 SS Alternatif Jawaban S TS STS

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SS: Sangat Sesuai S: Sesuai TS: Tidak Sesuai STS: Sangat Tidak Sesuai No. Seberapa sesuai maksud dari masing-masing pernyataan berikut dengan pengalamanmu? 52. 53. 54. 55. 56. 57. 58. 59. 60. 57 Saya hanya belajar ketika mau ujian. Saya selalu berusaha dengan sungguh-sungguh supaya citacita saya tercapai. Saya mengisi waktu kosong (jika guru tidak hadir) dengan membaca buku pelajaran. Saya menyenangi semua mata pelajaran yang diberikan. Saya berusaha untuk mencapai hasil belajar yang maksimal. Saya menerima dan tidak berusaha memperbaiki nilai mata pelajaran saya yang masih kurang. Saya tidak pernah terlambat masuk kelas. Saya sering melamun ketika guru menjelaskan pelajaran. Saya menyelesaikan PR yang diberikan oleh guru meskipun sudah merasa lelah. Alternatif Jawaban S S T S S S T S

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 LAMPIRAN 2 Hasil Perhitungan Taraf Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Uji Coba Validitas No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. Seberapa sesuai maksud dari masingmasing pernyataan berikut dengan pengalamanmu? Saya senang mengerjakan tugas dari guru. Saya mampu mempertahankan pendapat yang saya yakini. Saya berusaha meningkatkan nilai mata pelajaran yang masih kurang. Saya lebih senang membaca novel, majalah dan komik di perpustakaan daripada buku yang berkaitan dengan pelajaran. Saya mau meminjam buku yang berkaitan dengan pelajaran di perpustakaan. Saya sering terlambat masuk kelas. Saya mengikuti les untuk meningkatkan nilai mata pelajaran. Saya bersungguh-sungguh memperhatikan guru yang sedang menjelaskan pelajaran. Saya lebih mengikuti pendapat orang lain, walaupun saya yakin pendapat saya benar. Saya bersemangat mengikuti pelajaran di kelas. Saya sungguh-sungguh berusaha mendapat nilai yang baik. Saya berusaha duduk di posisi depan agar dapat berkonsentrasi mendengarkan penjelasan dari guru. Saya malu menjawab pertanyaan dari guru karena takut salah. Kalau ada soal yang sulit, saya tetap mencoba mengerjakannya dan tidak mudah menyerah. Saya berusaha meraih nilai yang terbaik dalam setiap tugas/ujian. Saya menunda-nunda dalam menyelesaikan tugas. Saya senang mendengarkan penjelasan dari guru. Saya senang membaca buku mata Corrected ItemTotal Correlation .346 -.043 .103 Keputusan VALID TIDAK VALID TIDAK VALID .026 TIDAK VALID .486 .483 .465 .501 .505 .485 .360 .297 .307 .189 .332 .488 .407 .094 VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID TIDAK VALID VALID TIDAK VALID VALID VALID VALID TIDAK VALID

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. pelajaran yang saya sukai. Saya senang mengerjakan soal-soal latihan dari semua mata pelajaran. Saya merasa belum bersungguhsungguh dalam menyelesaikan tugastugas saya. Saya mempunyai semangat yang kuat untuk belajar baik di sekolah maupun di rumah. Saya senang berkumpul dengan teman satu kelas untuk membicarakan tugas sekolah. Saya senang terlibat dalam kelompok belajar di kelas. Saya mudah menyerah ketika saya menghadapi kesulitan dalam belajar. Saya sungguh-sungguh berusaha sehingga saya berhasil dalam studi saya. Saya rajin mengulangi pelajaran saya supaya saya mengingatnya dengan baik Saya berani dan berusaha menjawab pertanyaan guru dan tidak takut salah. Saya tidak belajar sesuai dengan jadwal yang sudah saya buat. Saya berusaha tepat waktu datang ke sekolah setiap hari agar tidak terlambat mengikuti pelajaran. Saya mampu belajar dalam waktu yang lama. (hapus) Saya mampu membaca buku pelajaran dalam waktu yang lama. Saya giat belajar supaya mendapatkan hasil yang maksimal. Saya bosan mengikuti pelajaran di kelas. Saya betah berada di dalam kelas untuk belajar. Saya berusaha mencatat penjelasan guru yang saya anggap penting. Saya berusaha untuk menyelesaikan tugas dari guru tepat waktu. Saya hanya mengerjakan tugas-tugas dari guru dan tidak berusaha sendiri memperkaya pengetahuan atau pengalaman saya. Saya berusaha menyelesaikan sendiri tugas/PR yang diberikan guru. .397 .435 .548 .431 .429 .547 .366 .562 .509 .380 .400 .299 .337 .697 .234 .245 .331 .614 VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID TIDAK VALID VALID VALID TIDAK VALID TIDAK VALID VALID VALID .404 VALID .421 59 VALID

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. 56. 57. 58. 59. 60. Saya mau membaca buku pelajaran di perpustakaan. Saya menghabiskan waktu mengobrol dengan teman ketika guru tidak hadir di kelas. Saya bertanya kepada teman apabila ada materi pelajaran yang kurang saya pahami. Saya tidak mudah jenuh dalam membaca buku pelajaran. Saya mudah bosan sewaktu membaca buku pelajaran. Saya tidak merasa putus asa apabila saya gagal memperoleh prestasi yang sesuai dengan harapan saya. Saya lebih meningkatkan kegiatan belajar setiap menjelang ujian. Saya mengikuti semua kegiatan belajar di sekolah. Saya mendiskusikan materi pelajaran yang saya anggap sulit dengan teman. Saya hanya menyenangi beberapa mata pelajaran yang diberikan. (hapus) Saya tidak menyontek pada saat ujian/tes, meskipun ada kesempatan. Saya sudah terbiasa membaca buku pelajaran berulang-ulang. Saya malas mengulang pelajaran ketika saya di rumah. Saya hanya belajar ketika mau ujian. Saya selalu berusaha dengan sungguhsungguh supaya cita-cita saya tercapai. Saya mengisi waktu kosong (jika guru tidak hadir) dengan membaca buku pelajaran. Saya menyenangi semua mata pelajaran yang diberikan. Saya berusaha untuk mencapai hasil belajar yang maksimal. Saya menerima dan tidak berusaha memperbaiki nilai mata pelajaran saya yang masih kurang. Saya tidak pernah terlambat masuk kelas. Saya sering melamun ketika guru menjelaskan pelajaran. Saya menyelesaikan PR yang diberikan oleh guru meskipun sudah merasa lelah. .789 .454 .118 .452 .313 .355 .606 .728 -.148 -.129 .412 .388 -.021 .252 .539 .613 .446 .605 .505 .346 .371 .563 60 VALID VALID TIDAK VALID VALID VALID VALID VALID VALID TIDAK VALID TIDAK VALID VALID VALID TIDAK VALID TIDAK VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Reliabilitas Reliability Statistics Cronbach's Alpha Part 1 Value .827 a N of Items Part 2 Value 30 .836 b N of Items 30 Total N of Items 60 Correlation Between Forms .733 Spearman-Brown Coefficient Equal Length .846 Unequal Length Guttman Split-Half Coefficient .846 .841 a. The items are: VAR00002, VAR00003, VAR00004, VAR00005, VAR00006, VAR00007, VAR00008, VAR00009, VAR00010, VAR00011, VAR00012, VAR00013, VAR00014, VAR00015, VAR00016, VAR00017, VAR00018, VAR00019, VAR00020, VAR00021, VAR00022, VAR00023, VAR00024, VAR00025, VAR00026, VAR00027, VAR00028, VAR00029, VAR00030, VAR00031. b. The items are: VAR00032, VAR00033, VAR00034, VAR00035, VAR00036, VAR00037, VAR00038, VAR00039, VAR00040, VAR00041, VAR00042, VAR00043, VAR00044, VAR00045, VAR00046, VAR00047, VAR00048, VAR00049, VAR00050, VAR00051, VAR00052, VAR00053, VAR00054, VAR00055, VAR00056, VAR00057, VAR00058, VAR00059, VAR00060, VAR00061. 61

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 LAMPIRAN 3 KUESIONER MOTIVASI BELAJAR Pengantar Adik-adik yang terkasih, Pada kesempatan ini saya mengharapkan kesediaan Anda untuk mengisi kuesioner ini dengan jujur, teliti, dan sesuai dengan pengalaman Anda sendiri. Adapun tujuan dari pengisian kuesioner ini adalah untuk mengetahui motivasi belajar adik-adik. Atas kesediaan adik-adik, saya ucapkan terima kasih. Identitas Kelas : Jenis Kelamin : No. Presensi : Petunjuk Pengisian Pada halaman-halaman berikut disajikan sejumlah pernyataan tentang motivasi belajar. Seberapa sesuai maksud dari masing-masing pernyataan dengan pengalamanmu? Berilah tanda centang () pada kolom alternatif jawaban yang paling sesuai bagimu. Alternatif jawaban adalah sebagai berikut: SS : Sangat Sesuai S : Sesuai TS : Tidak Sesuai STS : Sangat Tidak Sesuai Contoh Pengisian Kuesioner No. Seberapa sesuai maksud dari masing-masing pernyataan berikut dengan pengalamanmu? 1. Saya berusaha menyelesaikan tugas dari guru dengan sungguh-sungguh. Alternatif Jawaban SS S TS STS  Contoh menunjukkan bahwa penjawab memilij alternatif SS atau (sangat sesuai), karena penjawab berpendapat bahwa maksud dari penyataan yang bersangkutan sangat sesuai baginya, yaitu penjawab berusaha menyelesaikan tugas dari guru dengan sungguh-sungguh.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SS: Sangat Sesuai No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. S: Sesuai TS: Tidak Sesuai 63 STS: Sangat Tidak Sesuai Seberapa sesuai maksud dari masing-masing pernyataan berikut dengan pengalamanmu? Saya senang mengerjakan tugas dari guru. Saya mampu mempertahankan pendapat saya yakini benar. Saya bersungguh-sungguh belajar untuk meningkatkan nilai mata pelajaran yang masih kurang. Saya lebih sering membaca novel, majalah dan komik di perpustakaan daripada membaca buku yang berkaitan dengan pelajaran. Saya mau meminjam buku yang berkaitan dengan pelajaran di perpustakaan. Saya sering terlambat masuk kelas. Saya mengikuti les untuk meningkatkan nilai mata pelajaran. Saya bersungguh-sungguh memperhatikan guru yang sedang menjelaskan pelajaran. Saya lebih mengikuti pendapat orang lain, walaupun saya yakin pendapat saya benar. Saya bersemangat mengikuti pelajaran di kelas. Saya sungguh-sungguh berusaha mendapat nilai yang baik. Saya senang duduk di posisi depan agar saya dapat berkonsentrasi mendengarkan penjelasan dari guru. Saya malu menjawab pertanyaan dari guru karena takut salah. Kalau ada soal yang sulit, saya mau terus mencoba mengerjakannya sendiri dan tidak mudah menyerah. Saya berusaha meraih nilai yang terbaik dalam setiap tugas/ujian. Saya menunda-nunda dalam menyelesaikan tugas. Saya senang mendengarkan penjelasan dari guru. Saya senang membaca semua buku mata pelajaran yang diajarkan. Saya senang mengerjakan soal-soal latihan dari semua mata pelajaran. Saya merasa belum bersungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas-tugas saya. Saya mempunyai semangat yang kuat untuk belajar baik di sekolah maupun di rumah. Saya senang berkumpul dengan teman satu kelas untuk membicarakan tugas sekolah. Saya senang terlibat dalam kelompok belajar di kelas. Saya mudah menyerah ketika saya menghadapi kesulitan dalam belajar. Saya sungguh-sungguh berusaha sehingga saya berhasil dalam studi saya. Saya rajin mengulangi pelajaran saya supaya saya mengingatnya dengan baik Alternatif Jawaban SS S T S ST S

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SS: Sangat Sesuai No. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. S: Sesuai TS: Tidak Sesuai 64 STS: Sangat Tidak Sesuai Seberapa sesuai maksud dari masing-masing pernyataan berikut dengan pengalamanmu? Saya berani dan berusaha menjawab pertanyaan guru dan tidak takut salah. Saya tidak belajar sesuai dengan jadwal yang sudah saya buat. Saya berusaha tepat waktu datang ke sekolah setiap hari agar tidak terlambat mengikuti pelajaran. Saya mampu membaca buku pelajaran dalam waktu yang lama. Saya giat belajar supaya mendapatkan hasil yang maksimal. Saya mudah bosan mengikuti pelajaran di kelas. Saya senang berada di dalam kelas untuk belajar. Saya berusaha mencatat penjelasan guru yang saya anggap penting. Saya berusaha untuk menyelesaikan tugas dari guru tepat waktu. Saya hanya mengerjakan tugas-tugas dari guru dan tidak berusaha sendiri memperkaya pengetahuan atau pengalaman saya. Saya berusaha menyelesaikan sendiri tugas/PR yang diberikan guru. Saya mau membaca buku pelajaran di perpustakaan. Saya menghabiskan waktu mengobrol dengan teman ketika guru tidak hadir di kelas. Saya senang bertanya kepada teman apabila ada materi pelajaran yang kurang saya pahami. Saya tidak mudah jenuh dalam membaca buku pelajaran. Saya mudah bosan sewaktu membaca buku pelajaran. Saya tidak merasa putus asa apabila saya gagal memperoleh prestasi yang sesuai dengan harapan saya. Saya lebih meningkatkan kegiatan belajar setiap menjelang ujian. Saya mengikuti semua kegiatan belajar di sekolah. Saya senang mendiskusikan materi pelajaran yang saya anggap sulit dengan teman. Saya tidak menyontek pada saat ujian/tes, meskipun ada kesempatan. Saya sudah terbiasa membaca buku pelajaran berulangulang. Ketika di rumah, saya lebih tertarik mengikuti teman bermain daripada mengulangi pelajaran. Alternatif Jawaban SS S TS STS

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SS: Sangat Sesuai No. 50. 51. 52. 53. 54. 55. 56. 57. 58. S: Sesuai TS: Tidak Sesuai 65 STS: Sangat Tidak Sesuai Seberapa sesuai maksud dari masing-masing pernyataan berikut dengan pengalamanmu? Ketika mau ujian, saya memaksa diri terus belajar karena kurang mempersiapkan diri dalam belajar. Saya selalu berusaha dengan sungguh-sungguh supaya cita-cita saya tercapai. Saya mengisi waktu kosong (jika guru tidak hadir) dengan membaca buku pelajaran. Saya menyenangi semua mata pelajaran yang diberikan. Saya berusaha untuk mencapai hasil belajar yang maksimal. Saya menerima dan tidak berusaha memperbaiki nilai mata pelajaran saya yang masih kurang. Saya tidak pernah terlambat masuk kelas. Saya sering melamun ketika guru menjelaskan pelajaran. Saya menyelesaikan PR yang diberikan oleh guru meskipun sudah merasa lelah. Alternatif Jawaban SS S TS STS

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 LAMPIRAN 4

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 LAMPIRAN 5

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 LAMPIRAN 9 SATUAN PELAYANAN BIMBINGAN 1. Pokok Bahasan Manajemen Waktu 2. Tugas Perkembangan Berusaha untuk memanajemen waktu 3. Bidang Bimbingan Bimbingan Belajar 4. Jenis Layanan Bimbingan Klasikal 5. Fungsi Bimbingan Pemeliharaan, Pengembangan 6. Sasaran Siswa SMP kelas VIII 7. Standar Kompetensi Siswa dapat memanajemen waktu dengan baik 8. Kompetensi Dasar Siswa mampu menerapkan hal-hal yang perlu dilakukan supaya dapat memanajemen waktu dengan baik 9. Indikator 1. Siswa dapat menjelaskan seberapa baik dia memanajemen waktunya 2. Siswa dapat menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukannya agar dia dapat memanajemen waktunya dengan baik Empat hal yang perlu dilakukan supaya dapat memanajemen waktu dengan baik. 10. Materi 11. Metode Ceramah singkat, instrumentasi 12. Waktu 40 menit 13. Tempat Ruang kelas 14. Media Handout, angket manajemen waktu

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15. Prosedur Kegiatan Urutan Guru 1. Pembukaan a. Memberi salam. b. Memberi pengantar untuk masuk pada topik bimbingan (manajemen waktu). a. Menjawab salam b. Mendengarkan a. Guru memberikan angket manajemen waktu. a. Mengisi angket b. Guru menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan siswa supaya siswa dapat memanajemen waktunya dengan baik. b. Mendengarkan, bertanya, menyimak, membaca handout. a. Memberi kesimpulan dari kegiatan a. Mengungkapkan apa yang diperoleh setelah melakukan kegiatan bimbingan. 2. Inti 3. Penutup Siswa 74 Alokasi waktu (menit) 5 30 5 16. Penilaian Proses : Peserta didik aktif dalam mengikuti bimbingan dengan topik manajemen waktu Hasil : Akan dicek apakah peserta didik sudah dapat: 1. Menjelaskan seberapa baik dia memanajemen waktunya. 2. Menyebutkan hal-hal yang perlu dilakukannya supaya dia dapat memanajemen waktunya dengan baik. 17. Rencana Tindak Lanjut Konseling bagi yang membutuhkan.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 HANDOUT EMPAT HAL YANG PERLU DILAKUKAN SUPAYA DAPAT MEMANAJEMEN WAKTU DENGAN BAIK Matriks Manajemen Waktu A. MENDESAK TIDAK MENDESAK PENTING I II TIDAK PENTING III IV Pengertian penting dan mendesak 1. Penting adalah melaksanakan kegiatan yang perlu untuk mencapai tujuan. 2. Mendesak adalah melaksanakan kegiatan yang harus segera dilaksanakan/ diselesaikan untuk mencapai tujuan. B. Empat hal yang perlu dilakukan supaya dapat memanajemen waktu dengan baik (berdasarkan Matriks Manajemen Waktu): 1. Kuadran I : Penting dan mendesak Kuadran ini berisi hal-hal yang penting dan harus segera dilakukan. Misal mengerjakan tugas yang keesokan paginya dikumpulkan, pergi ke dokter waktu sakit, belajar untuk ujian besok, makan ketika lapar, dll.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Kuadran II 76 : Penting tapi tidak mendesak Kuadran ini berisi hal-hal yang penting untuk diselesaikan tetapi tidak mendesak. Misal mengerjakan tugas yang masih memiliki rentang waktu yang lama, mendalami pelajaran, melakukan rekreasi dengan keluarga, dll. 3. Kuadran III : Tidak penting tapi mendesak Kuadran ini berisi hal-hal yang dianggap tidak penting tetapi mendesak untuk dilakukan. Misal diundang ke pesta ulang tahun teman, ada janji nonton film di bioskop dengan teman, diminta menemani teman membeli kado ulang tahun, dll. 4. Kuadran IV : Tidak penting dan tidak mendesak Kuadran ini berisi hal-hal yang sepele, tidak mendesak untuk dilakukan, dan membuang waktu. Misal bermain game online sampai pagi, bermain handphone ketika pelajaran berlangsung, berkumpul dengan teman-teman hanya untuk membicarakan orang lain/ bergosip, bersantai, dll. Sumber: Covey, Stephen R. 1994. 7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif. Jakarta: Binarupa Aksara.

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 ANGKET MANAJEMEN WAKTU Berikut ini disajikan sejumlah pernyataan mengenai manajemen waktu. Seberapa sesuai maksud masing-masing pernyataan ini untuk Anda? Berilah tanda centang (√) pada kolom alternatif jawaban yang sesuai bagimu! Alternatif jawaban: SS = Sangat Sesuai S = Sesuai TS = Tidak Sesuai STS = Sangat Tidak Sesuai No. Seberapa sesuai maksud masing-masing pernyataan ini untuk Anda? 1. Saya mampu menuliskan kegiatankegiatan saya yang penting dan kegiatankegiatan saya yang mendesak. 2. Saya mampu menyusun kegiatan-kegiatan saya yang penting tapi sebenarnya tidak mendesak. 3. Saya mampu menuliskan kegiatankegiatan saya yang tidak penting tapi sebenarnya mendesak. 4. Saya mampu menyusun kegiatan-kegiatan saya yang tidak penting dan kegiatankegiatan saya yang tidak mendesak. Alternatif Jawaban SS S TS Dari keempat pernyataan tersebut, mana yang paling mampu kamu lakukan? STS

(95)

Dokumen baru