Kepuasan seksual pada kelompok berat badan normal dan berat badan obesitas - USD Repository

Gratis

0
1
110
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KEPUASAN SEKSUAL PADA KELOMPOK BERAT BADAN NORMAL DAN BERAT BADAN OBESITAS SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun oleh : Priscilla Pritha Pratiwindya 089114113 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN MOTTO “All our dreams can come true if we have the courage to pursue them” (walt disney) “ With GOD, all things are possible ” iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya sederhana ini, aku persembahkan bagi Allah Bapa di Surga bersama malaikat-malaikat-Nya Bapak Ignatius Tanto Kusnandar Ibu A.M. Tenny Iskandriati Sheila Sitarani Savitri Gregorius Agung Adinata dan Angela Dewi Gayatri  Serta sahabat-sahabat kesayanganku Terimakasih banyak – banyak .... v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam daftar pustaka sebagaimana layaknya sebuah karya ilmiah. Yogyakarta, 28 Februari 2014 Penulis Priscilla Pritha Pratiwindya vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KEPUASAN SEKSUAL PADA KELOMPOK BERAT BADAN NORMAL DAN BERAT BADAN OBESITAS Priscilla Pritha Pratiwindya ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh citra tubuh terhadap perbedaan kepuasan seksual pada kelompok berat normal dan kelompok berat obesitas. Subjek pada penelitian kali ini berjumlah 97 pria dan 97 wanita yang aktif secara seksual dengan rentang usia 20-65 tahun dengan metode purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berbentuk skala. Skala penelitian ini terdiri dari skala Interpersonal Exchange Model Sexual Satisfaction (IEMSS) yang dikembangkan oleh Byers (1995) yang sudah diterjemahkan dan skala Contour Drawing Scale yang dikembangkan oleh Thompson (1984). Koefisien realibitas dari skala IEMSS ini adalah 0.933 untuk GMREL, 0.937 untuk GMSEX, dan 0.383 untuk exchange quastionnaire. Sedangkan berdasar reliabilitas skala asli Contour Drawing Scale adalah 0.78. Hasil yang diperoleh dari data yang diolah dengan menggunakan analisis kovarian menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan kepuasan seksual pada kelompok berat badan normal dan kelompok berat obesitas serta (2) tidak ada pengaruh citra tubuh terhadap kepuasan seksual pada kelompok berat badan normal dan obesitas. Kata kunci: citra tubuh, kepuasan seksual, indeks massa tubuh, Interpersonal Exchange Model Sexual Satisfaction vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SEXUAL SATISFACTION VIEWED FROM NORMAL AND OBESITY WEIGHT GROUP Priscilla Pritha Pratiwindya ABSTRACT Current research is aimed to investigated the effect of body image on differences of sexual satisfaction based normal weight group and obesity group. The subject of this research about 97 men and 97 women who in relationship with sexually active with their partners with the use of purposive sampling. Scale used to collected the data. The scales of this research are the scale of Interpersonal Exchange Model Sexual Satisfaction developed by Byers (1995) and has translated before hand and Contour Drawing Rating Scale developed by Thompson (1984). The reliability of the IEMSS are 0.933 for GMREL, 0.937 for GMSEX, dan 0.383 for exchange questionnaire. The reliability of the CDR based on original research are 0.78. The result from processed data with analyses covariate shows that viewed from normal and obesity group there are difference significant sexual satisfaction. Research also shows that there are no significant body image effect on sexual satisfaction. Keyword: body image, sexual satisfaction, body mass index, Interpersonal Exchange Model Sexual Satisfaction viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Nama : Priscilla Pritha Pratiwindya Nomor Mahasiswa : 089114113 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : “Kepuasan Seksual Pada Kelompok Berat Badan Normal dan Berat Badan Obesitas” beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 28 Februari 2014 Yang menyatakan, (Priscilla Pritha Pratiwindya) ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala penyertaan dan berkah yang melimpah sehingga Skripsi dengan judul “Kepuasan Seksual Pada Kelompok Berat Badan Normal dan Berat Badan Obesitas” ini dapat diselesaikan dengan baik. Selama menulis Skripsi ini, penulis menyadari bahwa ada begitu banyak pihak yang telah berkontribusi besar dalam proses pengerjaan Skripsi ini. Oleh karena itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada : 1. Dr. Priyo Widiyanto, M.Si selaku dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma atas keramahan dan kebaikan – kebaikannya selama ini. 2. Bapak C. Siswa Widyatmoko, S.Psi., M.Psi sebagai dosen pembimbing skripsi. Terima kasih atas ilmu, perhatian, dan dukungan yang telah diberikan hingga skripsi ini selesai. 3. Alm. Ibu Dr. Christina Siwi Handayani sebagai dosen yang selalu menginspirasi dan sangat memotivasi kami sebagai mahasiswa berjuang hingga akhir sampai titik darah penghabisan. Damai di Surga ya, bu. 4. Bapak Agung Santoso, M.A atas kesempatan-kesempatan belajar statistik di sela-sela kesibukannya. 5. Semua dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma atas ilmuilmu berharganya. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6. Mas Gandung, Ibu Nanik, Mas Doni, dan Mas Muji, Pak Gie, terima kasih atas keramahan dan pelayanan yang begitu hangat selama menimba ilmu di Fakultas Psikologi 7. Komunitas Besar Indonesia dan Komunitas Extra Large. Terimakasih atas kesempatan bisa bergabung bersama teman- teman semua. 8. Bapak Tanto dan Ibu Tenny tersayang. Makasih ya untuk perhatian, doa, materi dan semangat yang luar biasa. 9. Mbak Sheila Sitarani, Mas Unggul, mas Geo, dan dek Dea. Makasih ya udah ngeramein hari-harinya Nante Pritha :’) 10. Keluarga Soelastro dan Keluarga Ismukadinoto untuk pertanyaan “kapan selesainya?” . heheheheh .... 11. Sahabat aku Veronica Hesti Nur Endahsari. Makasih atas perhatian, doa, semangat, perjuangan. Semoga masih ada tahun-tahun berikutnya untuk kita berjuang lagi. 12. Teman – teman kesayangan aku Arisa Theresia, Galuh Sekardhita, Fransisca Mya, Anna Novilia. Terimakasih atas semangatnya dari kita bareng-bareng sampai kita sendiri-sendiri :’) 13. Benedictus Anggit dan Lucia Kardiwiyono untuk semangat di akhir-akhir perjuangan penulisan skripsi ini. Terima kasih untuk kebersamaan, keceriaan, semangat, pengalaman yang telah terjalin selama ini. 14. Om Dadan Karmana yang mau aku marah-marahin terus waktu aku ngerjain skripsi iniii. Makasihhh banyakbanyakbanyak :’) xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15. Heni Ariyanti atas bantuan dan informasinya di akhir penulisan ini. Tanpamu, aku ga bisa bikin halaman , hen :D 16. Teman – Teman Psikologi 2008 semuanya. Di Psikologi kita berbagi :D 17. @angonkarep untuk menjadi tempat pelarian aku dikala perjuangan ini terasa lelah  Saya menyadari dalam pembuatan skripsi ini ada kesalahan yang saya perbuat. Oleh karena itu saya mengucapkan maaf kepada semua pihak yang telah dirugikan. Penelitian ini juga masih jauh dari kata sempurna sehingga besar harapan saya untuk mendapatkan kritik dan saran yang membangun demi perkembangan penelitian selanjutnya. Akhir kata, saya ucapkan terima kasih. Yogyakarta, 28 Februari 2014 Penulis, Priscilla Pritha Pratiwindya xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL........................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ................................ ii HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................... iii HALAMAN MOTTO ...................................................................................... iv HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................... v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ..................................... vi ABSTRAK ....................................................................................................... vii ABSTRACT ....................................................................................................... viii HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH .................... ix KATA PENGANTAR ..................................................................................... x DAFTAR ISI .................................................................................................... xiii DAFTAR TABEL ............................................................................................ xvii BAB I BAB II PENDAHULUAN ......................................................................... 1 A. Latar Belakang ......................................................................... 1 B. Rumusan Masalah..................................................................... 6 C. Tujuan Penelitian ...................................................................... 6 D. Manfaat Penelitian .................................................................... 7 1. Manfaat Teoritis ................................................................... 7 2. Manfaat Praktis ..................................................................... 7 TINJAUAN PUSTAKA ................................................................ 8 A. Kepuasan Seksual ..................................................................... 8 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Definisi Kepuasan Seksual ................................................... 8 2. Pengukuran Kepuasan Seksual ............................................. 9 3. Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Seksual ................... 11 4. Aspek dalam Interpersonal Exchange Model Sexual BAB III Satisfation ............................................................................ 16 B. Indeks Massa Tubuh ................................................................. 18 1. Definisi Indeks Massa Tubuh ............................................... 18 2. Penghitungan Indeks Masssa Tubuh .................................... 19 3. Penggolongan Indeks Massa Tubuh ..................................... 19 C. Citra Tubuh ............................................................................... 20 1. Definisi Citra Tubuh ............................................................. 20 2. Pengukuran Citra Tubuh....................................................... 21 3. Aspek Citra Tubuh ............................................................... 22 4. Faktor – faktor yang Mempengaruhi Citra Tubuh ............... 23 D. Dinamika Indeks Massa Tubuh dengan Kepuasan Seksual ..... 24 E. Hipotesis dan Pertanyaan Penelitian ......................................... 29 METODOLOGI PENELITIAN .................................................... 30 A. Jenis Penelitian ......................................................................... 30 B. Identifikasi Variabel ................................................................. 30 C. Definisi Operasional ................................................................. 30 1. Kepuasan Seksual ................................................................. 30 2. Citra Tubuh ........................................................................... 31 3. Indeks Massa Tubuh ............................................................. 31 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV D. Subjek Penelitian ...................................................................... 32 E. Prosedur Penelitian ................................................................... 33 F. Metode dan Alat Pengumpulan Data ........................................ 34 1. Skala Interpersonal Exchange Model Sexual Satisfaction ... 34 2. Skala Contour Drawing Rating Scale .................................. 38 G. Validitas dan Reliabilitas Alat Pengumpul Data ...................... 38 1. Validitas Alat Ukur............................................................... 38 2. Reliabilitas Alat Ukur Kuantitatif ........................................ 40 H. Metode Analisis Data ............................................................... 42 ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN .................................. 43 A. Pelaksanaan Penelitian ............................................................. 43 B. Data Demografik Subjek .......................................................... 44 C. Deskripsi Hasil Penelitian ........................................................ 47 1. Data Deskriptif Citra Tubuh Subjek Semua Kelompok Berat 47 BAB V 2. Data Deskriptif Kepuasan Seksual ....................................... 48 D. Analisis Data ............................................................................ 49 1. Uji Asumsi ............................................................................ 49 2. Uji Hipotesis ......................................................................... 51 E. Pembahasan .............................................................................. 52 PENUTUP ..................................................................................... 55 A. Kesimpulan ............................................................................... 55 B. Saran ......................................................................................... 56 1. Bagi Subjek / Individu yang Sedang Menjalin Hubungan ... 56 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Bagi Penelitian Selanjutnya .................................................. 56 C. Kekuatan dan Keterbatasan ...................................................... 56 1. Kekuatan Penelitian .............................................................. 56 2. Keterbatasan Penelitian ........................................................ 56 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 58 LAMPIRAN ..................................................................................................... 64 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1 Penggolongan Kelompok Indeks Massa Tubuh ....................... Tabel 2 Reliabilitas Skala Alih Bahasa Interpersonal Exchange Model 19 Sexual Satisfaction.................................................................... 41 Tabel 3 Data Demografik Jenis Pekerjaan Subjek ................................ 44 Tabel 4 Data Demografik Tingkat Pendidikan Subjek .......................... 45 Tabel 5 Statistik Deskriptif Subjek Berdasar Kelompok Indeks Massa Tubuh ....................................................................................... Tabel 6 Nilai Rata – rata Ketidakpuasan Citra Tubuh pada Subjek Normal dan Obesitas ................................................................ Tabel 7 46 47 Data Statistik Deskriptif Interpersonal Exchange Model Sexual Satisfaction Berdasar Kelompok Berat Normal dan Obesitas .. 48 Tabel 8 Uji Linearitas ............................................................................ 50 Tabel 9 Uji Normalitas .......................................................................... 51 Tabel 10 Uji Homogenitas ....................................................................... 51 Tabel 11 Hasil Ringkasan Analisis Kovarian .......................................... 51 xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kepuasan seksual merupakan salah satu aspek penting yang mempengaruhi kehidupan seksual individu secara keseluruhan (Shebini, Kazem, Maty & Nihad, 2011). Hal itu dikarenakan seksualitas terhubung dalam setiap aspek kehidupan baik dari sisi fisik, mental, dan spiritual (Rosen & Bachmann, 2008). Launmann, dkk.,(2006) mengungkapkan bahwa kehidupan seksualitas yang baik akan meningkatkan kesejahteraan psikologis individu tersebut. Kepuasan seksual juga merupakan suatu hal yang penting dalam suatu hubungan (Peck, Shaffer, & Williamson, 2004; Byers & Demmons, 1999, Lawrence & Byers, 1995; Cupach & Comstock, 1990). Dalam survei yang dilakukan di 29 negara ditemukan bahwa kepuasan fisik dan emosional merupakan prediktor yang kuat bagi kebahagiaan pasangan secara menyeluruh bagi setiap pria dan wanita (Rosen & Bachmann, 2008). Seseorang yang memiliki kepuasan seksual yang tinggi akan lebih memiliki hubungan yang stabil dengan pasangannya. Selain itu, pasangan tersebut juga akan memiliki tingkat kemungkinan perpisahan dan perceraian yang lebih rendah daripada pasangan dengan tingkat kepuasan seksual yang lebih tinggi (Renaud & Pan, 1997). 1

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Sisi penting tersebut juga tak lepas dari berbagai faktor biologis dan psikologis yang mempengaruhi kepuasan seksual. Faktor biologis yang dianggap jelas mempengaruhi kepuasan seksual adalah frekuensi hubungan seksual (Heiman, dkk., 2011; Cheung, Wong, Liu, Yip, Fan & Lam, 2008; Philippsohn & Hartmann, 2008), pengalaman orgasme (Barrientos & Paez, 2006) dan tingkat masturbasi (Cheung, dkk., 2008; Mannila & Osmo, 1997). Sedangkan, faktor psikologis yang memiliki kaitan erat dengan kepuasan seksual adalah pengungkapan diri (MacNeil & Byers, 2009; Byers & Demmon, 1999), komunikasi pada pasangan (Montesi, Fauber, Gordon & Heimberg, 2010; Litzinger & Gordon, 2005; Areton, 2000), kedekatan emosional (Butzer & Campbell, 2008), dan citra tubuh (Algars, dkk., 2009; Holt & Lyness, 2007; Areton, 2000; Wiederman, 2000). Namun disisi lain ada juga faktor yang masih dianggap belum jelas mempengaruhi kepuasan seksual seseorang, yaitu faktor berat badan. Banyak anggapan bahwa bagi individu yang sudah menikah harus bisa menerima pasangannya apa adanya, baik secara fisik dan mental. Berat badan dianggap sebagai orang ketiga dalam suatu pernikahan (Ledyard & Morrison, 2008). Dalam review penelitian yang dilakukan oleh Sobal (1985) mengungkapkan bahwa secara fisik, pertambahan berat badan pada salah satu pasangan akan mempengaruhi kepuasan seksual dan berdampak pada kepuasan hubungan pasangan tersebut. Hal tersebut dikarenakan salah satu pasangan akan kesulitan menerima perubahan berat badan pasangannya.

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Masalah berat badan dalam suatu hubungan tidak hanya terjadi saat berat badan pasangannya bertambah, namun juga pada saat salah satu pasangan tersebut berusaha untuk menurunkan berat badan. Hal itu membuat pasangan mereka cemburu dan mengganggap bahwa pasangan mereka berusaha untuk menarik lawan jenis lainnnya (Ledyard & Morisson, 2008). Sobal (1985) mengungkapkan bahwa kepuasan seksual merupakan aspek yang penting dalam hubungan pernikahan, namun masih sangat terbatas penelitian yang mampu membuktikan bahwa berat badan memiliki peranan yang penting dalam suatu hubungan. Review tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Rada, Prejbeanu, Albu, & Manolescu (2011) yang dilakukan pada kelompok sampel individu dengan berat normal dan berat berlebih. Dari hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa ada keterkaitan antara berat badan dengan fungsi seksual yang mempengaruhi kepuasan seksual pada seseorang. Individu yang memiliki berat badan berlebih dianggap memiliki fungsi seksual yang kurang baik dan memiliki kepuasan seksual yang lebih rendah daripada kelompok berat normal. Hasil tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kolotkin, dkk., (2006) pada individu obesitas yang telah melakukan operasi bariatrik yaitu operasi untuk menurukan berat badan pada pasian obesitas dengan mengurangi ukuran lambung pasien tersebut (Buchwald, dkk., 2004). Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa kehidupan seks mereka lebih memuaskan setelah turunnya berat badan mereka setelah operasi. Mereka

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 mengalami peningkatan gairah, lubrikasi, hasrat seksual, dan kepuasan seksual secara menyeluruh. Hasil review literature yang dilakukan oleh Sobal (1985) dan hasil penelitian yang dilakukan oleh Rada, Prejbeanu, Albu, & Manolescu (2011) tersebut berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Opperman (2011). Secara kontradiktif, Opperman (2011) menemukan bahwa indeks massa tubuh tidak berhubungan dengan kepuasan seksual. Namun penelitian tersebut juga memiliki kelemahan yaitu terlalu banyak subjek dengan berat badan normal, sehingga faktor tersebut diperkirakan mempengaruhi hasil penelitian (Opperman, 2011). Selain itu, selaras dengan hasil penelitian Opperman (2011), Widiatmojo (2006) melakukan penelitian pada 44 wanita dan hasil dari penelitian tersebut adalah faktor berat adan berkorelasi negatif namun tidak signifikan dengan kepuasan seksual. Dengan kata lain, tidak ada hubungan antara berat badan dengan kepuasan seksual. Namun Widiatmojo (2006) mengungkapkan bahwa penelitian tersebut memiliki kelemahan yaitu subjek sangat sedikit dan semuanya berjenis kelamin perempuan. Kadioglu, dkk., (2009) dalam penelitiannya juga menemukan bahwa pada subjek wanita yang mengalami obesitas, berat badan tidak mempengaruhi kualitas dan fungsi seksual seseorang. Berat badan diungkapkan dapat mempengaruhi kepuasan seksual karena terkait dengan citra tubuh (Smith, dkk., 2012). Citra tubuh negatif tidak hanya dialami oleh individu yang obesitas, tapi bisa juga dialami oleh

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 individu dengan berat badan normal bahkan individu dengan berat tubuh yang kurang dari normal atau bisa disebut underweight. Beberapa kasus citra tubuh negatif banyak ditemui oleh individu obesitas dan underweight. Pada individu yang obesitas citra tubuh negatif dialami pria dan wanita, sedangkan kasus citra tubuh negatif pada individu underweight lebih banyak dialami pada pria (Cash, Theriault, & Natasha, 2004). Banyak kasus ditemukan bahwa pada individu dengan citra tubuh negatif, mereka biasanya cenderung suka menyalahkan diri sendiri, merasa tidak percaya diri, dan menilai rendah dirinya yang kemudian pada akhirnya menimbulkan depresi (Loth, Mond, Wall & Dianne, 2011; Byers & Jonet, 2009). Dampak negatif tersebut bisa berakibat fatal pada hubungan yang sedang dijalin bersama pasangannya. Citra tubuh yang negatif pada setiap individu kerapkali menimbulkan perasaan bahwa mereka tidak lagi disukai oleh pasangan mereka sendiri dan membuat mereka menarik diri dari pasangannya (Cheng & Nany, 2010). Mereka tidak lagi terlibat pada keintiman dan keromantisan yang dibutuhkan pada setiap pasangan dalam pernikahan. Frekuensi keintiman dan keromantisan yang berkurang membuat hasrat dan gairah seksual pada pasangan menjadi menurun (Brotto, Petkau, Labrie & Rosemary, 2011; Meston & Andrea, 2007) dan kualitas kepuasan seksual pada pasangan tersebut menjadi berkurang. Dari hasil penelitian diatas, ditemukan bahwa hasil penelitian antara berat badan dan kepuasan seksual masih inkosisten. Hal tersebut dikarenakan penelitian mengenai kepuasan seksual masih terbatas. Opperman (2011)

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 menyarankan penting untuk melihat kembali kepuasan seksual dan indeks massa tubuh, maka dari itu penelitian ini ingin mengatasi kelemahan penelitian yang dilakukan oleh Opperman (2011) dengan menggunakan subjek yang memiliki berat badan normal dan berat badan obesitas dengan jumlah yang seimbang. Selain itu, peneliti juga ingin mengatasi kelemahan penelitian yang dilakukan oleh Widiatmojo (2006) dengan menggunakan subjek pria dan wanita. Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti merasa penting untuk diadakan penelitian kembali mengenai pengaruh citra tubuh terhadap kepuasan seksual pada kelompok – kelompok berat badan. B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian diatas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah adakah pengaruh citra tubuh terhadap kepuasan seksual pada kelompok berat badan normal dan obesitas ? C. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1. Mengetahui pengaruh citra tubuh terhadap kepuasan seksual pada kelompok berat normal dan obesitas. 2. Mengetahui perbedaan kepuasan seksual berdasarkan kelompok indeks massa tubuh normal dan obesitas.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 D. Manfaat Penelitian Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah : 1. Manfaat Teoritis a. Hasil penelitian diharapkan dapat membantu menambah hasil penelitian mengenai pengaruh citra tubuh terhadap kepuasan seksual. b. Hasil penelitian diharapkan dapat membantu menunjukkan kejelasan tentang perbedaan kepuasan seksual pada kelompok berat normal dan obesitas. 2. Manfaat Praktis Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan refleksi para pasangan khususnya bagi para individu yang merasa memiliki masalah berat badan dan citra tubuh.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kepuasan Seksual 1. Definisi Kepuasan Seksual Kepuasan seksual dianggap memiliki konstruk yang belum jelas, namun beberapa peneliti berusaha untuk membatasi konstruk kepuasan seksual supaya menjadi lebih jelas. Byers (1995) mengungkapkan bahwa kepuasan seksual adalah sebuah respon afektif yang timbul dari evaluasi subjektif seseorang tentang dimensi positif dan negatif terkait dengan hubungan seksual pada seseorang. MacNeil dan Byers (1997) juga beranggapan bahwa kepuasan seksual merupakan dimensi yang penting dalam komponen seksualitas karena mencakup aspek negatif dan positif dalam setiap hubungan seksual. Offman dan Mattheson (2005) membatasi kepuasan seksual adalah sebuah respon afektif yang timbul dari evaluasi subjektif seseorang tentang dimensi positif dan negatif terkait dengan hubungan seksual pada seseorang, termasuk persepsi kebutuhan pasangan yang akan dia temui, memenuhi kebutuhannya sendiri dan harapan yang dimiliki oleh pasangannya, serta evaluasi positif pada hubungan secara menyeluruh. Menurut Gil (2007) kepuasan seksual adalah sesuatu yang multidimensional yang meliputi pikiran, perasaan dan faktor biologis. 8

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 Oleh karena itu, setiap individu memiliki pendapatnya sendiri mengenai kepuasan seksual yang dialaminya. Berdasarkan pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kepuasan seksual adalah sesuatu yang hal penting dalam seksualitas yang mencakup pikiran dan perasaan seseorang yang timbul dari evaluasi subjektif seseorang tentang dimensi negatif dan positif terkait dengan relasi seksual yang sedang mereka jalin. 2. Pengukuran Kepuasan Seksual Stulhofer, Busko, dan Brouillard (2010) melakukan review tentang pengukuran kepuasan seksual. Dalam review tersebut dijelaskan bahwa dari berbagai penelitian yang telah dilakukan, kepuasan seksual diukur hanya dengan satu pernyataan “seberapa puaskah anda dalam kehidupan seksual?” atau dengan indikator kepuasan fisik dan emosional terkait dengan kehidupan seksualitas. Pernyataan tersebut tentu saja tidak bisa mengukur banyak hal terkait seksualitas. Lebih lanjut, Stulhofer, Busko, dan Brouillard (2010) menjelaskan bahwa alat ukur kepuasan seksual mulai banyak berkembang dan mulai dengan beberapa pendekatan. Hal ini tampak pada beberapa skala, yaitu skala Whitley Inventory of Sexual Satisfaction, skala Index of Sexual Satisfaction dan skala Pinney Sexual Satisfaction yang dikembangkan khusus untuk melihat kepuasan seksual pada perempuan.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 Arrington, Cofrancesco, & Wu ( dalam Stulhofer, Busko, dan Brouillard, 2010) menjelaskan bahwa dalam dua dekade terakhir, mulai banyak perhatian mengenai alat ukur kepuasan seksual dengan validitas dan reliabilitas yang terpercaya. Beberapa alat ukur baru tersebut ialah Young’s Sexual Satisfaction Scale, Derogatis Sexual Functioning Inventory, Multidimensional Sexuality Questionnaire yang meliputi berbagai pernyataan umum mengenai kepuasan seksual, serta skala Global Measure of Sexual Satisfaction (GMSEX) yang merupakan dasar dari jawaban yang multidimensional. Dalam skala GMSEX, dari satu pernyataan yang diajukan untuk melihat kepuasan seksual seseorang berdasarkan respon atas hubungannya bersama pasangannya. Pada item skala tersebut satu pernyataan dijawab menggunakan 5 jawaban yang multidimensional dihitung dari dengan menghitung skala 1-7 (Byers & MacNeil, 1995). Pengukuran lainnya adalah Sexual Satisfaction Scale for Women (SSS-W) yang dikembangkan oleh Meston dan Trapnell (2005). SSS-W mengukur kepuasan seksual dan distress yang dialami oleh wanita. Namun, dalam konsep dyadic, Byers (2005) menganggap bahwa pengukuran kepuasan seksual masih sangat terbatas sehingga mulai dikembangkan pengukuran kepuasan seksual Interpersonal Exchange Model of Sexual Saatisfaction (IEMSS) (Byers, 2005; Byers & Demmons, 1999; Byers & Macneil, 2006; Demmons & Lawrence,

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 1998) dalam lingkup commited & closed relationship dan dikembangkan berdasarkan latar belakang dyadic. Skala ini dibuat berdasarkan social exchange theory dengan melihat reward dan cost yang didapatkan oleh pasangan tersebut. Skala IEMSS meliputi empat dimensi yaitu keseimbangan antara reward dan cost dalam hal seksual, kesesuaian antara hal yang diharapan dan hal yang sebenarnya terjadi, dimensi ketiga mengenai perasaan yang sama dalam hal reward dan cost dalam hal seksual, dan terakhir mengenai kualitas aspek nonseksual yang terjadi pada pasangan tersebut. Dibandingkan dengan alat ukur lainnya, skala IEMSS telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Dalam penelitian sebelumnya, skala IEMSS telah diujicobakan di Kanada pada subjek pasangan (Byers, 1998 ; Lawrence & Byers, 1995) dan pada individu yang telah menikah di Cina (Renaud, Byers, & Pan, 1997). 3. Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Seksual Kepuasan seksual sangat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Faktor ini dapat dikelompokkan menjadi faktor psikologis, faktor fisik, dan faktor sosio-demografis. a. Faktor Psikologis Faktor psikologis meliputi perasaan kedekatan yang dialami oleh individu tersebut bersama pasangannya. Berikut ini merupakan faktor-faktor psikologis yang terkait dengan kepuasan seksual:

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 1) Pengungkapan Diri Pengungkapan diri yang baik kepada pasangan berhubungan dengan tingkat kepuasan seksual yang tinggi (Byers & Demmons, 1999; Macneil & Byers, 1997). Pasangan yang memiliki pengungkapan diri yang baik mengenai hal yang disukai dan tidak disukai dalam hubungan yang dijalin akan memiliki tingkat kepuasan seksual yang lebih baik. 2) Komunikasi Litzinger dan Gordon (2005) menyatakan bahwa komunikasi memiliki peran penting dalam suatu hubungan termasuk dalam menjalin hubungan seksual bersama pasangan. Komunikasi yang baik bersama pasangan bisa dimulai pada topik yang sifatnya umum (Montesi, Fauber, Gordon, & Heimberg, 2010) maupun topik yang mengarah pada seksualitas dan sifatnya lebih intim (Babin, 2012). Dalam beberapa penelitian telah ditemukan bahwa komunikasi yang baik bersama pasangan akan meningkatkan kualitas kepuasan seksual serta meningkatkan kepuasan hubungan secara keseluruhan. (Wood, 2002). 3) Kedekatan Emosional Individu yang memiliki kedekatan emosional dengan pasangannya memiliki pengalaman seksual yang lebih positif dan lebih puas secara seksual. Selain itu, pasangan yang dekat

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 secara emosional akan merasa memiliki hubungan yang timbal balik dalam hubungan seksual mereka. Butzer & Campbell (2008) juga mengungkapkan bahwa pasangan yang memiliki tingkat kecemasan yang tinggi terhadap pasangannya ternyata memiliki tingkat kepuasan seksual yang rendah. 4) Citra Tubuh Citra tubuh dilaporkan memiliki keterkaitan dengan fungsi seksual (Weavers & Byers, 2006; Wiederman, 2000) dan kepuasan seksual (Holt & Lyness, 2007). Dalam penelitian yang dilakukan oleh Holt dan Lyness (2007) menemukan bahwa ada hubungan antara citra tubuh dengan kepuasan seksual tidak hanya dialami oleh wanita namun juga dialami oleh pria. Individu yang memiliki citra tubuh yang negatif akan memiliki kecenderungan untuk menghindari aktivitas seksual bersama pasangannya (Rocque & Cioe, 2011). Hal tersebut mengakibatkan kurangnya hasrat bersama pasangan yang berdampak pada kurangnya gairah. Pujols, Meston, dan Seal (2010) mengungkapkan bahwa seseorang dengan indeks massa tubuh yang tinggi akan mengalami citra tubuh yang negatif dan memiliki fungsi seksual yang rendah. b. Faktor Fisik Kepuasan seksual dihubungkan dengan fungsi seksual yang dialami oleh individu. Fungsi seksual meliputi kemampuan

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 individu tersebut untuk mengalami orgasme dan frekuensi pasangan tersebut melakukan hubungan seksual. Individu dengan indeks massa tubuh yang tinggi dilaporkan kerap mengalami masalah seksual seperti disfungsi ereksi. Berikut ini merupakan faktor fisik atau medis yang dialami oleh pasangan-pasangan terkait dengan pengalaman kepuasan seksual. 1) Frekuensi Hubungan Seksual Frekuensi hubungan seksual merupakan salah satu prediktor yang kuat dalam kepuasan seksual (Smith, dkk., 2011; Cheung, dkk., 2008). Korelasi yang signifikan tersebut berlaku bagi pria dan wanita. Faktor yang berhubungan dengan tingkat kepuasan seksual seseorang dan pasangannya. Pasangan dengan frekuensi hubungan yang tinggi memiliki tingkat kepuasan seksual yang tinggi dibandingkan pasangan dengan frekuensi hubungan seksual yang rendah (Cheung, dkk., 2008). 2) Orgasme Individu yang sering mengalami orgasme ketika berhubungan seksual dengan pasangannya dilaporkan memiliki tingkat kepuasan seksual yang tinggi. Hal ini dilaporkan oleh pasangan pria dan wanita, ketika salah satu dari pasangan tersebut mengalami orgasme maka mereka lebih merasa puas terhadap kehidupan seksualnya.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 Begitu pula yang terjadi sebaliknya, individu yang kurang mengalami orgasme mereasa tidak puas dengan kehidupan seksualnya. Hal ini dikarenakan pengalaman orgasme merupakan tanda bahwa individu tersebut telah memuaskan dirinya sendiri dan pasangannya ketika mereka berhubungan seksual. (Philippsohn & Hartmann, 2009; Mannila & Kontula, 1997). 3) Indeks Massa Tubuh Beberapa penelitian menyatakan bahwa indeks massa tubuh atau berat badan memiliki keterkaitan dengan kepuasan seksual. Hal itu dikarenakan, berat badan bisa mengakibatkan disfungsi seksual yang nantinya bisa mempengaruhi kepuasan seksual. Namun hasil penelitian tersebut masih dianggap inkosisten. Hal tersebut bisa ditunjukkan dalam penelitian yang dilakukan Kolotkin, dkk., (2011) yang menyebutkan bahwa individu yang melakukan operasi bariatrik mengalami kehidupan seksual yang lebih baik dibanding sebelum melakukan operasi. Namun, hasil penelitian Opperman (2011) dan Smith, dkk., (2012) memiliki hasil penelitian yang kontradiktif. Mereka menemukan bahwa indeks massa tubuh tidak berhubungan dan tidak berpengaruh secara langsung

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 menemukan bahwa indeks massa tubuh tidak berhubungan dengan kepuasan seksual. c. Faktor Sosio - Demografis 1) Status Hubungan Kepuasan seksual yang tinggi lebih dialami oleh pasangan yang sudah menikah dibandingkan dengan pasangan yang tinggal serumah ataupun pasangan pacaran. Hal ini dikarenakan pasangan yang sudah menikah dianggap lebih mampu untuk memuaskan pasangannya dalam hal seksualitas (Byers, 1995). 2) Pendidikan Pada penelitian yang dilakukan Areton (2000) menunjukkan bahwa individu dengan status pendidikan yang lebih tinggi memiliki tingkat kepuasan seksual yang lebih tinggi juga dibandingkan dengan individu dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah. 4. Aspek dalam Interpersonal Exchange Model Sexual Satisfaction Kepuasan seksual memiliki definisi konseptual yang lemah dan terbatas (Byers, 1992). Beberapa teori dan peneliti menjelaskan pentingnya kepuasan seksual, Byers (1992) mulai mengembangkan alat ukur Interpersonal Exchange Model Sexual Satisfaction (IEMSS) yang didasarkan pada social exchange theory. Model exchange theory ini mengusulkan bahwa kepuasan seksual adalah hasil dari reward dan

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 cost dalam pengalaman hubungan seksual individu tersebut bersama pasangannya (Delamater, Hyde, & Fong, 2008). IEMSS mengukur bagaimana tingkat penilaian diri individu tersebut atas reward dan cost yang sudah diberikan kepada pasangannya dan diterima dari pasangannya. Reward adalah suatu hal yang dianggap positif, menguntungkan dan tidak memberikan kerugian pada individu tersebut dalam hubungan yang dijalin bersama pasangannya. Cost adalah sesuatu hal yang dianggap merugikan, tidak menguntungkan individu tersebut dalam suatu hubungan. Reward dan cost dalam teori yang dikembangkan oleh Byers (1992) mampu menjelaskan pentingnya mengukur suatu hal yang dirasakan individu tersebut pada pasangannya dan bahwa sebenarnya ada dimensi-dimensi yang mendasari kepuasan seksual individu pada pasangannya. Dimensi IEMSS yang pertama meliputi reward dan cost dalam hal seksual. Kedua, dimensi mengenai comparison level atau kesetaraan antara suatu hal yang diharapkan dan hal yang sebenarnya terjadi. Ketiga adalah equality yaitu memiliki perasaan yang sama dalam hal reward dan cost dalam hal seksual. Dimensi yang terakhir adalah mengenai kualitas aspek nonseksual yang terjadi pada pasangan tersebut.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 B. Indeks Massa Tubuh 1. Definisi Indeks Massa Tubuh Indeks massa tubuh merupakan pengukuran berat badan yang disesuaikan dengan tinggi badan. Cara tersebut dikalkulasikan sebagai berat badan dalam satuan kilogram dan tinggi badan dalam satuan meter (kg/m2). Indeks massa tubuh memang berbeda dengan ukuran lemak tubuh pada seseorang. Namun, berbagai penelitian menyatakan bahwa indeks massa tubuh seseorang berhubungan dengan ukuran lemak tubuh. Indeks massa tubuh adalah membandingkan antara berat badan dan tinggi badan dengan mengukur ketebalan lemak tubuh yang terdapat di sekeliling tubuh dan kemudian dibandingkan dengan tabel yang sudah terstandarisasi. Pengukuran indeks massa tubuh banyak digunakan karena dianggap lebih mudah diukur dan memiliki hasil yang cukup akurat. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa tingkat indeks massa tubuh berhubungan dengan lemak tubuh dan resiko penyakit yang mungkin akan dialami. Berdasarkan pengertian diatas dapat dijelaskan bahwa indeks massa tubuh adalah pengukuran berat badan dan tinggi badan kemudian hasil pengukuran tersebut dibandingkan dengan tabel indeks massa tubuh yang sudah terstandarisasi.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 2. Penghitungan Indeks Massa Tubuh Indeks massa tubuh seseorang dapat dihitung secara manual. Cara menghitung indeks massa tubuh dapat digunakan dengan rumus berat badan (BB) dibagi dengan tinggi badan (TB) kuadrat2. IMT = (BB) / (TB)2 . Penghitungan indeks massa tubuh dapat dicontohkan sebagai berikut: Berat Badan (BB) = 60kg Tinggi Badan (TB) = 170cm , maka hasil indeks massa tubuh orang tersebut adalah = (60) / (1,7)2 = 20,7 . Dalam kata lain orang tersebut memiliki indeks massa tubuh sebesar 20,7 dan masih tergolong dalam kelompok normal. 3. Penggolongan Indeks Massa Tubuh Penggolongan indeks massa tubuh yang dijabarkan dibawah ini merupakan penggolongan indeks massa tubuh untuk usia diatas 20 tahun. Penggolongan indeks massa tubuh yang sudah terstandarisasi digunakan untuk semua umur baik pria dan wanita. Berikut ini merupakan tabel golongan indeks massa tubuh : Tabel 1.Penggolongan Kelompok Indeks Massa Tubuh Indeks Massa Tubuh Tingkat Obesitas Underweight < 18,5 Normal 18,5 – 24,9 Overweight 25,0 – 29,9 Obesitas 30,0 – 34,9 I Obesitas Ekstrim 32,0 – 39,9 II

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 Pada penelitian dalam hal seksualitas dan citra tubuh kali ini, kelompok indeks massa tubuh akan dibagi menjadi dua bagian, yaitu kelompok pertama yaitu berat normal dan underweight, dan kelompok lain adalah berat overweight dan obesitas. Hal ini dikarenakan menurut klasifikasi yang dipaparkan oleh World Health Organization, tidak ada perbedaan yang signifikan dari segi penyakit dan tidak ada perbedaan lain yang mencolok pada kelompok underweight dan normal serta kelompok overweight dan obesitas, sehingga peneliti juga akan membagi 4 kelompok tersebut menjadi dua bagian saja. C. Citra Tubuh 1. Definisi Citra Tubuh Schilder (dalam Grogan, 1999) mendefinisikan citra tubuh sebagai gambaran tentang tubuh individu sendiri yang dibentuk dalam pikiran. Fisher juga mengungkapkan bahwa citra tubuh terkait dengan persepsi tentang tubuh, distorsi ukuran tubuh, dan persepsi sensasi badaniah. Grogan (1999) juga mengungkapkan bahwa citra tubuh adalah persepsi, pikiran, dan perasaan seseorang terhadap tubuhnya. Citra tubuh dapat diartikan sebagai ide seseorang mengenai penampilan tubuhnya di hadapan orang lain. Pengertian lain dikemukakan oleh Thompson, Heinberg, Altabe, dan Dunn (1999) yang mengartikan citra tubuh sebagai representasi internal seseoang

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 terhadap penampilan luar dirinya atau juga bisa diartikan sebagai persepsi unik seseorang terhadap tubuhnya. Berdasarkan berbagai definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa citra tubuh adalah pandangan seseorang akan tubuhnya berdasarkan penilaiannya sendiri. Penilaian ini sebagai hasil dari pemikiran serta perasaannya dan bukan gambaran yang terbentuk berdasarkan ukuran tubuh yang sebenarnya. 2. Pengukuran Citra Tubuh Banyak alat ukur yang bisa mengukur citra tubuh terutama bagi subjek yang mengalami gangguan makan. Grogan (1999) melakukan review pengukuran citra tubuh pada subjek yang tidak mengalami gangguan makan. Salah satu teknik pengukuran citra tubuh yang sering digunakan adalah teknik siluet. Teknik siluet merupakan salah satu teknik yang paling menjabarkan gambar tubuh dari yang paling kurus hingga paling besar, biasanya subjek diminta untuk memilih salah satu gambar yang paling mirip dengan kondisi tubuhnya saat ini dan gambar tubuh yang paling dia inginkan. Thompson (1990) menyatakan paling tidak ada 21 macam contour drawings, darked silhouttes, dan fotografi yang pernah dibuat. Namun dari berbagai alat ukur tersebut, gambar-gambar tubuh yang disajikan tidak menyerupai bentuk tubuh manusia yang sebenarnya (tidak memiliki mimik wajah, kurang detail dalam gambar

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 tubuh, serta bagian tubuh yang tidak sama pada bagian kiri dan kanan). Selain itu, banyak figur dalam skala yang digunakan yang tidak memiliki validitas dan reliabilitas. Teknik siluet memiliki kelebihan dibanding dengan penggunaan teknik yang lain dalam pengukuran citra tubuh. Teknik siluet dianggap tidak memiliki bias budaya sehingga hasil pengukuran tersebut tidak memiliki bias terhadap hasil penelitian. Thomspon dan Gray (1995) mulai mengembangkan Contour Drawing Rating Scale (CDR) dengan bagian gambar tubuh yang lebih realistik, detail, dan transparan. Skala CDR memiliki tingkat reliabilitas yang baik dengan korelasi sebesar 0,78 dan sudah teruji validitasnya dengan diujikan pada 495 subjek dengan hasil yang sesuai antara pemilihan gambar tubuh sesuai kondisi dengan tingkat indeks massa tubuh yang dilaporkan oleh subjek (Thompson & Grey, 1995). Teknik siluet ini memiliki kelebihan dengan administrasi yang lebih cepat dengan membandingkan antara bagian tubuh atas dan bawah dengan jelas. 3. Aspek Citra Tubuh Berdasarkan definisi citra tubuh yang diungkapkan oleh Grogan (1999), citra tubuh memiliki beberapa aspek , yaitu:

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 a. Elemen Persepsi Persepsi terkait dengan perkiraan ukuran tubuh. Seperti misalnya persepsi tentang ukuran tubuh yang ideal dan proporsional. b. Elemen Pikiran Aspek pikiran berbicara tentang evaluasi daya tarik tubuh. Contohnya adalah pernyataan bahwa tubuhnya memikat dan ada beberapa bagian tubuhnya yang memukau bagi orang lain. c. Elemen Perasaan Emosi yang diasosiakan dengan bentuk dan ukuran tubuh merupakan aspek perasan. Hal itu tampak pada kepuasan dan penerimaan seseorang terhadap tubuh yang ia miliki. 4. Faktor- faktor yang Mempengaruhi Citra Tubuh Citra tubuh seseorang ternyata dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain : a. Jenis Kelamin Hasil penelitian yang dilakukan oleh Boyes, Fletcher dan Latner (2007) mengungkapkan bahwa wanita cenderung lebih memiliki citra tubuh yang negatif dibanding pria dan selalu merasa kurang puas terhadap tubuhnya. Selain itu, wanita lebih sering berusaha untuk mengontrol berat badan dibandingkan dengan pria.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 b. Berat Badan Pada wanita dengan indeks massa tubuh yang lebih tinggi memiliki ketidakpuasan tubuh dan lebih menghindari aktivitas atau situasi karena citra tubuh mereka negatif (Weaver & Byers, 2006). Berat badan juga memiliki dampak pada beberapa aspek citra tubuh dan hal itu dialami baik pada pria dan wanita (Algars, dkk., 2009) . c. Budaya Budaya memberikan penilaian yang kurang sesuai terhadap bentuk tubuh. Saat ini, budaya di masyarakat kita lebih banyak menilai bahwa tubuh ideal adalah tubuh yang langsing. Hal ini berpengaruh terhadap citra tubuh seseorang, apalagi pada individu yang obesitas dan kelebihan berat badan. Hal itu mengakibatkan mereka memiliki citra tubuh yang rendah. D. Dinamika Indeks Massa Tubuh dengan Kepuasan Seksual Kepuasan seksual merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam kepuasan pernikahan atau kepuasan hubungan (Peck, Shaffer, dan Williamson, 2004; Byers & Demmons, 1999; Lawrence & Byers, 1995; Cupach & Comstock, 1990). Penelitian yang dilakukan Hunt (dalam Sprecher & Kathleen, 1993) menemukan bahwa ketika pasangan tersebut puas dalam aktivitas seksualnya maka mereka juga mengalami kepuasan yang tinggi dalam hubungannya. Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Michael, Gagno, Laumann, dan Kolata (1994)

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 melaporkan bahwa 88% pasangan menikah menikmati kehidupan seksual mereka dan 85% individu yang sudah menikah dilaporkan bahwa mereka sangat puas secara emosional dalam hubungan mereka. Kepuasan seksual merupakan respon afektif invididu berdasarkan evaluasi positif dan negatif yang subjektif kemudian dihubungkan dengan hubungan seksual invidu tersebut dengan pasangannya (Byers,1995). Hasil penelitian yang dilakukan oleh Lawrence dan Byers (1995) mengungkapkan bahwa pasangan yang sudah menikah memiliki tingkat kepuasan seksual yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasangan yang belum menikah. Hal ini menunjukkan bahwa kepuasan seksual adalah salah satu hal yang penting bagi pasangan yang sudah menikah. Selain itu, individu yang sudah menikah lebih mampu untuk memenuhi kebutuhan pasangannya dan mampu memuaskan pasangannya dibandingkan dengan individu yang berpacaran (Laumann, 1994). Kepuasan seksual merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam kepuasan pernikahan atau kepuasan hubungan (Byers, 2001; Byers dan Demmons, 1999; Cupach & Comstock, 1990; Lawrence dan Byers, 1995; Peck, Shaffer, dan Williamson, 2004). Penelitian yang dilakukan Hunt (dalam Sprecher & Kathleen, 1993) pada pasangan suami istri, ditemukan bahwa ketika pasangan tersebut puas dalam aktivitas seksualnya maka mereka juga mengalami kepuasan yang tinggi dalam hubungannya. Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Michael, Gagnon, Laumann, dan Kolata (1994), 88% pasangan menikah

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 melaporkan bahwa mereka menikmati kehidupan seksual mereka dan 85% individu yang sudah menikah dilaporkan bahwa mereka sangat puas secara emosional dalam hubungan mereka. Kepuasan seksual dipengaruhi oleh faktor biologis dan faktor psikologis. Faktor biologis yang mempengaruhi kepuasan seksual disebabkan karena berat badan atau indeks massa tubuh seseorang (Sum & Ling, tanpa tahun). Dalam penelitian yang dilakukan oleh Smith, dkk., (2012) disebutkan bahwa individu dengan indeks massa tubuh yang tinggi memiliki kualitas seks yang rendah. Begitu juga dengan sebaliknya, bahwa individu dengan indeks massa tubuh yang normal lebih tidak bermasalah dibandingkan individu dengan indeks massa tubuh yang tinggi. Faktor psikologis yang kerap terkait dengan indeks massa tubuh adalah citra tubuh. Meston & Bradford (2007) mengungkapkan bahwa individu dengan indeks massa tubuh yang normal lebih memiliki citra tubuh yang positif. Sedangkan, individu dengan citra tubuh yang negatif disebabkan karena tingginya indeks massa tubuh yang dimiliki. Citra tubuh yang negatif menimbulkan perasaan bahwa mereka tidak lagi disukai oleh pasangan mereka sendiri dan membuat mereka menarik diri dari pasangannya (Cheng & Nany, 2010). Mereka tidak lagi terlibat pada keintiman dan keromantisan yang dibutuhkan pada setiap pasangan dalam pernikahan.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 Selain itu, citra tubuh yang negatif mengakibatkan frekuensi keintiman dan keromantisan yang berkurang sehingga membuat hasrat dan gairah seksual pada pasangan menjadi menurun (Brotto, Petkau, Labrie & Rosemary, 2011; Meston & Andrea, 2007) dan kualitas kepuasan seksual pada pasangan tersebut menjadi berkurang.. Individu dengan berat badan normal dianggap memiliki citra tubuh yang positif sehingga dengan citra tubuh yang positif tersebut akan mengakibatkan tingkat kepuasan seksual yang tinggi bersama pasangannya. Hal ini menyebabkan individu memiliki harga diri yang tinggi dan memiliki energi yang positif bersama pasangannya. Dengan demikian individu tersebut juga akan merasakan kepuasan dalam menjalin hubungan bersama pasangannya. Sebaliknya, ketika individu memiliki berat badan berlebih atau obesitas, individu tersebut akan memiliki citra tubuh yang negatif dan memiliki tingkat kepuasan seksual yang rendah. Hal ini menyebabkan individu memiliki harga diri yang rendah dan tidak memiliki energi yang positif bersama pasangannya. Dengan demikian individu tersebut juga tidak akan puas dalam menjalin hubungan bersama pasangannya. Kepuasan seksual diketahui memiliki keterkaitan yang erat dengan citra tubuh. Namun, masih terjadi ketidakkonsistenan keterkaitan antara indeks massa tubuh dan kepuasan seksual. Hal tersebut diketahui dari perbedaan hasil penelitian yang dilakukan oleh Rada, Prejbeanu, Albu, & Manolescu (2011) yang mengungkapkan bahwa indeks massa

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 tubuh memiliki hubungan dengan kepuasan seksual. Namun hasil lain ditemukan oleh Widiatmojo (2011) dan Opperman (2011) yang menemukan bahwa kepuasan seksual tidak memiliki kaitan yang erat dengan indeks massa tubuh seseorang. Hasil tersebut menyatakan bahwa tidak ada perbedaan kepuasan seksual pada individu dengan berat badan normal maupun berat badan berlebih. Berdasarkan review literature dan ketidakkonsistenan hasil penelitian sebelumnya, peneliti akan meneliti mengenai perbedaan citra tubuh dan kepuasan seksual pada kelompok-kelompok indeks massa tubuh pada penelitian kali ini. Penelitian ini menggunakan subjek pria dan wanita yang sedang menjalin hubungan. Penggunaan subjek ini diharapkan mampu menjawab hasil-hasil penelitian sebelumnya yang hanya menggunakan subjek pria atau wanita saja (Widiatmojo, 2011; Byers, 2002). Penelitan mengenai indeks massa tubuh, citra tubuh, dan kepuasan seksual menjadi hal yang disarankan karena saat ini semakin banyak pasangan yang dilaporkan tidak memiliki kualitas dan kepuasan seksual yang baik. Banyak pasangan yang tidak mengerti akan resiko dari kepuasan seksual yang rendah dan akibatnya pada kualitas hubungan yang sedang mereka jalani. Oleh karena itu, penelitian ini dirasa akan memberikan manfaat bagi semua individu yang sedang menjalin hubungan bersama pasangannya.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 E. Hipotesis dan Pertanyaan Penelitian 1. Pertanyaan Penelitian: a. Adakah pengaruh citra tubuh terhadap kepuasan seksual? Ho : Tidak ada pengaruh citra tubuh terhadap kepuasan seksual. Ha : Ada pengaruh citra tubuh terhadap kepuasan seksual. b. Adakah perbedaan kepuasan seksual pada subjek dengan masingmasing kategori kelompok berat? Ho : Tidak ada perbedaan tingkat kepuasan seksual pada kategori kelompok berat nomal dan obesitas. Ha : Ada perbedaan tingkat kepuasan seksual pada kelompok berat normal dan obesitas.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian komparatif (Sugiyono, 2008), yaitu penelitian yang bertujuan untuk melihat perbedaan dengan cara membandingkan kepuasan seksual dilihat dari kelompok berat badan. . B. Identifikasi Variabel Penelitian ini melibatkan 3 variabel. Variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Variabel Independen : Kelompok Berat Badan dan Citra Tubuh 2. Variabel Dependen : Kepuasan Seksual C. Definisi Operasional Definisi operasional yang akan digunakan dalam penelitian ini, adalah: 1. Kepuasan Seksual Kepuasan seksual merupakan dimensi yang penting dalam komponen seksualitas karena mencakup aspek negatif dan positif dalam setiap hubungan seksual. Dalam penelitian ini tingkat kepuasan seksual diukur dengan menggunakan skala Interpersonal Exchange Model Sexual Satisfaction (IEMSS) (Byers, 1995). Skala ini terdiri dari 3 bagian, bagian 30

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 pertama yaitu The Global Measure of Sexual Satisfaction (GMSEX) yang akan mengukur kepuasan seksual secara keseluruhan, The Global Measure of Relationship Satisfaction (GMREL) yang akan mengukur kepuasan hubungan secara menyeluruh, dan bagian IEMSS yang akan mengukur 4 aspek, yaitu: Reward (REW), Cost (CST), Equality, dan aspek non seksual. Dalam IEMSS, aspek kepuasan seksual ini akan dilihat secara deskriptif dengan melihat total skor pada aspek dengan rumus sebagai berikut: (REW - CST) + (CLREW- CLCST) + (EQREW , EQCST). Semakin tinggi total skor yang didapat menunjukkan bahwa aspek tingkat kepuasan seksual semakin baik. 2. Citra Tubuh Citra tubuh dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan Contour Drawing Rating Scale (CDR) (Thompson & Gray, 1995). Semakin tinggi selisih skor antara persepsi tubuh saat ini dan persepsi tubuh yang diinginkan maka menunjukkan bahwa semakin besar ketidakpuasan tubuh yang dimiliki subjek. 3. Indeks Massa Tubuh Untuk mengukur indeks massa tubuh seseorang, dapat diketahui dengan cara self report atau subjek mengisi data berat badan (kg) dan tinggi badan (cm). Rumus mengukur indeks massa tubuh adalah berat badan (BB) dibagi dengan tinggi badan (TB) kuadrat2. Dalam penelitian kali ini, kelompok indeks massa tubuh akan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok berat normal dan kelompok berat obesitas.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 D. Subjek Penelitian Pengambilan subjek penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling. Purposive sampling digunakan ketika peneliti membutuhkan pertimbangan khusus sehingga subjek layak untuk dijadikan sampel (Neuman, 1991). Dalam penelitian ini, kriteria subjek adalah pasangan pria dan wanita yang aktif secara seksual, dan ada dalam kategori berat badan underweight, normal, atau obesitas. Dalam hal ini, tidak ada batas usia minimum dan maksimum, serta subjek dengan sadar bersedia untuk mengisi angket yang telah disediakan. Pada kelompok indeks massa tubuh yang tinggi, peneliti meminta bantuan pada anggota komunitas berat badan (Extra Large & Curvy Community dan Komunitas Besar Indonesia) untuk mengisi kuesioner. Calon responden diberikan pamflet mencari responden penelitian menggunakan jejaring sosial dan para calon responden yang bersedia akan dikirim pemberitahuan selanjutnya dengan e-mail. Dalam pencarian responden, peneliti juga meminta informasi dari rekan peneliti, dan menitipkan skala pada mereka untuk dibagikan pada pasangan yang sesuai dengan kriteria penelitian. Selain itu, dalam mencari pasangan dengan klasifikasi indeks massa tubuh tertentu, peneliti berusaha menghubungi pihak program penurunan / peningkatan berat badan agar tercapai subjek dengan seluruh kelompok indeks massa tubuh.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 E. Prosedur Penelitian Penelitian ini menggunakan skala yang disebar pada pasanganpasangan yang aktif secara seksual. Topik seksualitas dan masalah berat badan merupakan hal yang sensitif untuk sebagian orang, oleh karena itu peneliti benar-benar berupaya menjaga identitas para responden. Untuk mendapatkan responden dengan indeks massa tubuh yang tinggi, peneliti berusaha mencari pada anggota komunitas berat badan yang sebagian besar berdomisili di luar area Yogyakarta. Untuk responden di luar kota, angket akan dikirim dan diterima peneliti dengan menggunakan jasa pengiriman surat. Selain itu, peneliti berusaha mencari responden dengan meminta bantuan dari beberapa lembaga yang fokus pada usaha penurunan dan peningkatan berat badan. Angket disebar dengan dua cara, yaitu dikirim dengan surat dan langsung diberikan kepada responden yang bersedia mengisi angket. Adapun prosedur pelaksanaan angket yang dikirim menggunakan jasa pengiriman surat adalah: 1. Peneliti telah menyiapkan 1 amplop coklat angket wanita, 1 amlop coklat. angket pria, 1 amplop coklat yang telah ditempel perangko dan alamat peneliti, serta 1 lembar inform consent. 2. Setelah itu, amplop angket pria dan wanita, amplop coklat yang telah ditempel perangko, dan lembar inform consent dimasukkan kedalam 1 amplop coklat besar yang sudah dilengkapi dengan alamat responden. Amplop tersebut kemudian siap dikirim ke alamat responden.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 3. Responden yang telah menerima angket akan membaca inform consent dan memberikan tanda tangan persetujuan untuk menjadi responden pada lembar angket. Angket yang telah diisi akan dimasukkan kembali pada amlop yang telah disediakan untuk dikirim kembali ke alamat yang sudah ditentukan oleh peneliti. F. Metode dan Alat Pengumpulan Data Metode pengumpulan data adalah cara yang dipakai peneliti untuk mendapatkan data yang akan diselidiki. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan skala Interpersonal Exchange Model Sexual Satisfaction untuk mengukur kepuasan seksual dan menggunakan skala Contour Drawing Rating Scale untuk mengukur ketidakpuasan citra tubuh. 1. Skala Interpersonal Exchange Model Sexual Satisfaction Interpersonal Exchange Model Sexual Satisfaction (IEMSS) merupakan skala yang dikembangkan berdasarkan social exchange theory (Byers, 1992). Skala ini digunakan untuk melihat kepuasan seksual pada seseorang yang didasarkan oleh reward dan cost yang diberikan diterima oleh individu tersebut kepada pasangannya. Reward dan cost dalam IEMSS dilihat dari 4 aspek terkait dengan kepuasan seksual. Skala IEMSS terdiri dari 3 bagian. Bagian pertama merupakan The Global Measure of Sexual Satisfaction (GMSEX) yang mengukur kepuasan seksual secara keseluruhan. Bagian kedua adalah The Global

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 Measure of Relationship Satisfaction (GMREL) yang mengukur kepuasan hubungan secara keseluruhan. Pada GMREL dan GMSEX, responden diminta memilih nilai skala 1-7 untuk pilihan jawaban: sangat buruk – sangat baik, sangat tidak menyenangkan – sangat menyenangkan, sangat negatif – sangat positif, sangat tidak memuaskan – sangat memuaskan, tidak berharga – sangat berharga. Nilai skala tersebut dirata-rata memiliki nilai 5 - 35. Angka tersebut memiliki arti bahwa semakin tinggi angka yang dimiliki berarti semakin tinggi kepuasan seksual dan kepuasan hubungan mereka. Bagian ketiga merupakan exchange questionnaire. Menggunakan skala 1-9 pada 6 pernyataan. Pada respon tersebut, akan mengindikasikan (a) tingkat kesenangan dalam hal relasi seksual dari tingkat sama sekali tidak menyenangkan – amat sangat menyenangkan, (b) perbandingan antara harapan yang dimiliki, level tersebut dari jauh kurang menyenangkan dibandingkan harapan – jauh lebih menyenangkan dibandingkan harapan, dan (c) tingkat perbandingan hal yang menyenangkan, dari hal menyenangkan yang saya terima lebih tinggi – hal menyenangkan yang diterima oleh pasangan lebih tinggi. Pada item paralel digunakan untuk melihat tingkat sexual costs, relative sexual costs, and perceived equality of sexual costs. Pada skala asli IEMSS, terdapat 58 checklist mengenai reward dan 58 checklist mengenai cost. Checklist tersebut digunakan untuk melihat hal - hal yang menjadi reward dan cost dalam hubungan seksual mereka.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Peneliti menggunakan skala ini karena skala ini terbukti validitasnya dan merupakan skala yang dikembangkan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan pada skala kepuasan seksual sebelumnya. Selain itu, skala IEMSS memang digunakan untuk melihat kepuasan seksual pada pasangan. Dalam penggunaan skala, proses yang dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut: a. Memberitahu kepada author IEMSS melalui e-mail untuk meminta ijin menggunakan skalanya di Indonesia. b. Melakukan proses penerjemahan tiap item skala. c. Skala IEMSS diterjemahkan oleh tenaga ahli ke dalam Bahasa Indonesia dengan proses sebagai berikut : 1) Skala diterjemahkan oleh tenaga ahli, yaitu Dameria Sidabalok. Ia adalah seorang lulusan Magister Pendidikan Bahasa Inggris Unviersitas Sanata Dharma dan berprofesi sebagai guru bahasa Inggris. Dipilih dengan pertimbangan memahami bahasa Inggis dan dapat menerjemahkannya ke dalam bahasa formal akademik. 2) Skala diterjemahkan oleh Prima Putranti. Ia bekerja di PBB perwakilan di Singapura dan sedang mengambil studi S3 di Oxford University. Dipilih dengan pertimbangan menguasai bahasa Inggris-Amerika.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 3) Setelah skala diterjemahkan, hasil terjemahan tersebut didiskusikan dengan dosen pembimbing hingga terjemahan tersebut benar-benar dipahami sesuai dengan konteks aslinya. 4) Setelah itu, peneliti melakukan try out skala kepada 10 orang untuk melihat kesesuaian konteks dan bahasa serta pengertian setiap pernyataan. Try out ini bertujuan untuk melihat pemahaman calon responden dalam setiap pernyataan. 5) Dari try out tersebut diketahui bahwa untuk skala IEMSS bagian checklist reward dan cost terdapat kendala pemilihan bahasa pada bagian checklist reward dan cost, setelah tata bahasa tersebut diperbaiki dan dicoba kembali kepada subjek yang lain ternyata masih terdapat kejanggalan bahasa. Maka dari itu diputuskan untuk tidak menggunakan bagian checklist reward dan cost pada skala IEMSS 6) Setelah itu, skala yang sudah diterjemahkan mulai diverifikasi oleh dosen-dosen psikologi Universitas Sanata Dharma yang pernah tinggal di luar negeri. Hal ini untuk melihat kembali kesesuaian terjemahan dengan bentuk pernyataan yang sesuai dengan bahasa Indonesia dan tidak melenceng dari konteks skala asli. 7) Setelah melewati proses verifikasi, peneliti melakukan beberapa bagian dalam tata bahasa tanpa mengubah makna pernyataan aslinya.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 2. Skala Contour Drawing Rating Scale Skala Contour Drawing Rating Scale (CDR) ini dikembangkan oleh Thompson & James (1995). Skala ini digunakan untuk melihat persepsi responden akan bentuk tubuh mereka sendiri dan bentuk tubuh yang sebenarnya mereka inginkan. Skala CDR berbentuk gambar tubuh wanita dan pria. Masing-masing bagian terdiri dari 9 gambar dari bentuk tubuh paling kecil hingga paling besar. Responden diminta untuk menilai bentuk tubuh mereka saat ini. Pada bagian selanjutnya, responden diminta untuk menilai bentuk tubuh yang sebenarnya mereka inginkan. Skala CDR dinilai berdasarkan rentang nilai antara bentuk tubuh yang sebenarnya dan bentuk tubuh yang diinginkan. Semakin besar selisih nilainya, maka semakin rendah citra tubuh yang dimiliki. G. Validitas dan Reliabilitas Alat Pengumpul Data 1. Validitas Alat Ukur Validitas berarti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya (Azwar, 2007). a. Skala Interpersonal Exchange Model Sexual Satisfaction Skala Interpersonal Exchange Model Sexual Satisfaction (IEMSS) yang digunakan peneliti saat ini ini mengacu pada validitas konstruk yang telah ditetapkan seperti pada skala aslinya. Validitas konstruk merupakan tipe validitas yang menunjukkan tes mengungkap suatu konstrak teoritik yang hendak diukurnya (Azwar, 2008).

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Validitas konstruk untuk GMSEX diperoleh dengan korelasi yang signifikan -65 (p<001) dengan hasil dari Index Sexual Satisfaction (ISS). Validitas konstruk GMREL memperoleh hasil yang signifikan dengan Dyadic Adjustment Scale (DAS) r=69, p <001. Tingkat reward yang tinggi memiliki korelasi yang negatif dengan ISS (r=-66, p<001) seperti item tunggal yang mengukur kepuasan seksual (r=.64, p <001). Tingkat cost memiliki korelasi yang signifikan dengan ISS (r =30, p<01) dan item tunggal yang mengukur kepuasan seksual (r=70, p<001). Beberapa peneliti juga menemukan bahwa skor yang tinggi pada GMSEX dan GMREL berhubungan degan indikator lain seperti sexual communication, sexual esteem, sexual cognitions, sexual desire, sexual frequency, dan communallity (MacNeil & Byers, 2009;Cohen, 2008; Peck, dkk., 2004; Renaud & Byers, 2001). b. Skala Contour Drawing Rating Scale Validitas yang ada pada skala ini mengacu pada validitas skala Contour Drawing Rating Scale (CDR) yang telah ditetapkan. Dalam hal ini, alat ukur diuji dengan menggunakan validitas konkruen yaitu suatu validitas yang merujuk pada hubungan antara suatu alat ukur dengan perangkat ukur yang sudah ada dan dianggap valid. Validitas CDR dikorelasikan dengan alat ukur lain yaitu self rating dan quetelet’s body mass index dengan subjek yang terdiri dari 250 pria dan wanita.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 CDR terbukti memiliki korelasi yang kuat dengan laporan berat individu tersebut sendiri dengan hasil r(n=32) = 0.71, p < 0.0005. Sedangkan hasil validitas dari self ratings dan quetelet’s body mass index adalah r= 0.59, p < 0.0005 (Thompson & Gray, 1995). 2. Reliabilitas Alat Ukur Kuantitatif a. Reliabilitas Skala Interpersonal Exchange Model Sexual Satisfaction Reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya (Azwar, 2008). Penelitian yang menggunakan skala Interpersonal Exchange Model Sexual Satisfaction (IEMSS) dilakukan pada pasangan yang menikah, tinggal bersama, dan penelitian ini juga telah dilakukan di Cina. Hasil reliabilitas ditemukan bahwa IEMSS memiliki tingkat konsistensi internal yang tinggi, mulai dari 90 hingga 96 pada GMSEX dan 91 hingga 96 pada GMREL (Cohen, 2008; Shaffer, & Williamson, 2004; Peck, Renaud, Byers, & Pan, 1997; Lawrance & Byers, 1995). Selain itu, dilakukan tes-retes dengan hasil reliabilitas yang juga tinggi 0.84 untuk selang waktu 2 minggu, 0.78 untuk 3 bulan, dan 0.73 untuk 18 bulan pada GMSEX, dan 0.81 untuk 2 minggu, 0.70 untuk 3 bulan, dan 0.61 untuk 18 bulan pada GMREL (Byers & MacNeil, 2006; Lawrence & Byers, 1995).

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 b. Reliabilitas Skala Alih Bahasa Interpersonal Exchange Model Sexual Satisfaction Reliabilitas menunjukkan sejauh mana pengukuran dapat memberikan hasil yang relatif konsisten jika dilakukan pengukuran ulang pada subjek yang sama. Reliabilitas dinyatakan oleh koefisien reliabilitas (rxx¹) yang angkanya berada dalam rentang 0 sampai 1.00. Oleh karena itu, nilai reliabilitas yang mendekati 1.00 menandakan bahwa semakin tinggi reliabilitasnya, begitu pun sebaliknya. Pengukuran koefisien reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan teknik Alpha Cronbach program SPSS for Windows 16. Hasilnya adalah sebagai berikut: Tabel 2. Reliabilitas Skala Alih Bahasa Interpersonal Exchange Model Sexual Satisfaction Koefisien Alpha N (item) N (subjek) Cronbach GMREL 0.933 5 194 GMSEX 0.937 5 194 EXCHANGE 0.383 6 194 c. Reliabilitas Skala Contour Drawing Rating Scale Reliabilitas skala Contour Drawing Rating Scale (CDR) dalam penelitian menggunakan reliabilitas penelitian sebelumnya. Hal ini dikarenakan dalam penelitian kali ini, peneliti memiliki keterbatasan dana dan waktu dalam melakukan pengambilan data dengan metode test-retest dengan selang waktu 1 minggu. Pengambilan data tes- retes dianggap tidak memungkinkan karena beberapa subjek harus dikirim

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 ulang menggunakan jasa ekspedisi sehingga dianggap menghabiskan banyak waktu. Dalam penelitian aslinya, korelasi yang digunakan adalah product moment sehingga dapat diketahui bahwa koefisien reliabilitasnya r=.78 dan memiliki tingkat signifikansi p < .0005. H. Metode Analisis Data Dalam penelitian ini akan dilakukan dua metode perhitungan melalui porgram SPSS for Windows 16. Analisis utama dari penelitian ini menggunakan analisis kovarian untuk melihat interaksi pengaruh citra tubuh terhadap kepuasan seksual dan analisis kedua untuk melihat adakah perbedaan kepuasan seksual pada kelompok berat badan normal dan obesitas.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilaksanaan awal Januari 2013 hingga akhir April 2013. Subjek penelitian adalah pria dan wanita yang aktif secara seksual, subjek tidak dibatasi usia dan berat badan. Peneliti menyebarkan skala sebanyak 300 lembar kepada 150 pasang pria dan wanita. Angket sebanyak 60 lembar dikirimkan melalui surat kepada 30 pasang pria dan wanita. Hal ini dikarenakan, peneliti mencari subjek dengan kriteria indeks massa tubuh tertentu. Sebanyak 194 angket kembali dari 97 pasang subjek. Peneliti memberikan satu set angket yang sudah disertai dengan lembar pernyataan kesediaan berpartisipasi dalam penelitian. 43

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 B. Data Demografik Subjek 1. Pekerjaan Tabel 3. Data Demografik Jenis Pekerjaan Subjek Jenis NORMAL OBESITAS Pekerjaan N % N % Ibu Rumah 17 17% 14 14.9% Tangga Karyawan 28 28% 19 20.2% Swasta PNS 28 28% 23 24.5% Guru 7 7% 6 6.4% Pensiunan 5 5% 1 1.1% Polisi 6 6% 5 5.3% Dosen 2 2% 1 1.1% Tidak 7 7% 25 26.6% Menjawab TOTAL 100 subjek 100% 94 subjek 100% Tabel 3 menunjukkan demografik dari 194 subjek, pada subjek normal, subjek paling banyak memiliki pekerjaan sebagai PNS dan karyawan swasta dengan masing-masing persentase sebesar 28%, sedangkan 17% subjek menjadi ibu rumah tangga, 7% subjek menjadi guru, 6% menjadi polisi dan sebanyak 5% subjek merupakan pensiunan serta 7% subjek tidak menjawab data demografik pekerjaan. Pada subjek obesitas, sebesar 24.5% subjek merupakan PNS, sebanyak 20.2% subjek sebagai karyawan, serta 14.9% subjek merupakan ibu rumah tangga. Subjek yang memiliki pekerjaan sebagai guru sebesar 6.4%, polisi sebesar 5.3%, sedangkan pensiunan dan dosen masing-masing sebesar 1.1%. Pada kelompok obesitas, sebanyak 26.6% subjek tidak mengisi data demografik pekerjaan. Hal ini dikarenakan sebaran angket

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 pertama pada subjek obesitas, data pekerjaan belum dimasukkan sebagai data demografik. 2. Pendidikan Tabel 4. Data Demografik Tingkat Pendidikan Subjek Tingkat Normal Obesitas Pendidikan N % N % SMP 2 2% 2 2.1% SMA 10 10% 6 6.4% STM 0 0% 1 1.1% D3 15 15% 35 37.2% Strata1 (S1) 65 65% 49 52.1% Strata2 (S2) 8 8% 1 1.1% TOTAL 100 subjek 100% 94 subjek 100% Pada tabel 4, tampak bahwa subjek yang terlibat dalam penelitian ini terdiri dari berbagai tingkat pendidikan mulai dari SMP, SMA / STM, dan pendidikan tinggi S1 / S2. Pada kelompok subjek dengan berat normal, sebanyak 65% memiliki pendidikan S1, sedangkan pendidikan D3 sebesar 15%, kemudian subjek dengan tingkat pendidikan SMA sebesar 10%, tingkat pendidikan S2 sebesar 8% dan subjek dengan tingkat pendidikan SMP sebesar 2%. Pada kelompok subjek dengan berat obesitas, sebanyak 52.1% subjek memiliki tingkat pendidikan S1, sebesar 37.2% subjek memiliki tingkat pendidikan D3, kemudian sebanyak 6.4% subjek memiliki tingkat pendidikan SMA, tingkat SMP sebesar 2.1%, dan sebanyak 1% subjek memiliki tingkat pendidikan S2.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 3. Data Deskriptif Indeks Massa Tubuh Tabel 5. Statistik Deskriptif Subjek Berdasar Kelompok Indeks Massa Tubuh Kelompok Indeks Wanita Pria Massa Tubuh N Persentase N Persentase Underweight 11 11.5% 4 4.1% Normal 38 38.5% 48 49.4% Overweight 22 22.9% 35 36.2% Obesitas 26 27.1% 10 10.3% TOTAL 97 subjek 100% 97 subjek 100% Tabel 5 diatas menggambarkan kelompok indeks massa tubuh subjek pria dan wanita. Pada subjek wanita, paling banyak ditemukan kelompok indeks massa tubuh normal dengan persentase 38.5%. Kemudian disusul dengan kelompok subjek yang obesitas sebanyak 27.1%, kelompok subjek yang overweight sebanyak 22.9% dan sebanyak 11.5% subjek yang tergolong kelompok underweight. Pada subjek pria, persentase paling banyak ditemukan dari kelompok indek massa tubuh normal sebesar 49.4%, kelompok overweight 36.2%, kelompok obesitas 10.3%, dan terakhir kelompok underweight dengan persentase 4.1%. Pada penelitian kali ini, kelompok indeks massa tubuh akan dibagi menjadi dua kelompok saja, yaitu kelompok normal dan kelompok obesitas. Kelompok normal terdiri dari kelompok subjek underweight dan subjek berat normal, sedangkan kelompok obesitas terdiri dari kelompok berat obesitas dan kelompok overweight. Hal ini dikarenakan menurut klasifikasi yang dipaparkan oleh lembaga World Health Organization,

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 tidak ada perbedaan yang signifikan dari segi penyakit dan tidak ada perbedaan lain yang mencolok pada kelompok underweight dan normal serta kelompok overweight dan obesitas, sehingga peneliti juga akan membagi 4 kelompok tersebut menjadi dua bagian saja. C. Deskripsi Hasil Penelitian 1. Data Deksriptif Citra Tubuh Subjek Semua Kelompok Berat Tabel 6. Nilai Rata-rata Ketidakpuasan Citra Tubuh pada Subjek Normal dan Obesitas N Minimum Maximum Mean Mean SD empiris teoritik Normal 100 0 3 1.04 1.5 1.024 Obesitas 94 0 5 2.15 2.5 1.191 Tabel 6 menjelaskan rata-rata dari nilai tersebut adalah 1.04 untuk kelompok subjek normal dan 2.15 pada kelompok subjek obesitas. Pada kelompok berat normal, menunjukkan mean teoritik 1.5 yang lebih besar dari mean empiris. Dengan demikian, ketidakpuasan citra tubuh pada kelompok berat normal tergolong puas puas terhadap tubuhnya. Pada kelompok berat obesitas, mean teoritik 2.5 yang lebih besar dari mean empiris. Hal ini juga menandakan bahwa ketidakpuasan citra tubuh pada kelompok berat obesitas juga tergolong puas terhadap tubuhnya.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 2. Data Deksriptif Kepuasan Seksual Tabel 7. Data Statistik Deskriptif Interpersonal Exchange Model Sexual Satisfaction Berdasar Kelompok Berat Normal dan Obesitas Normal Obesitas MEAN SD RANGE MEAN SD RANGE REW-COST 4.77 2.088 -4 - +8 4.93 1.803 -36 - +8 CLREW-CLCOST 4.30 2.213 -3 – +8 4.37 1.784 -5 - +8 Kepuasan 27.16 4.886 16 – 35 24.87 5.447 15 – 35 Seksual Kepuasan 28.57 4.791 15 – 35 26.70 5.843 18 – 35 Hubungan Berdasarkan hasil tabel 7, subjek dengan kelompok indeks massa tubuh normal dan obesitas, tampak bahwa dalam hal reward -cost subjek normal mendapatkan mean 4.77 yang lebih rendah daripada subjek obesitas dengan mean 4.93. Hal ini menunjukkan bahwa secara deskriptif, dalam hal keseimbangan hal-hal yang menyenangkan dan merugikan, lebih banyak subjek obesitas yang merasa sudah mendapatkan reward / hal - hal menguntungkan dan cost / hal-hal merugikan yang lebih seimbang daripada subjek dengan dengan berat normal. Dalam hal CLrew – CLcost menunjukkan harapan / ekspektasi yang dimiliki mengenai seberapa menguntungkan dan seberapa merugikan hubungan seksual mereka “seharusnya”. Dibandingkan dengan ekspektasi yang dimiliki, subjek normal mendapatkan mean 4.30 yang lebih rendah dari subjek obesitas dengan mean 4.37. Hal ini menandakan berarti lebih banyak subjek pada kelompok berat obesitas yang mendapatkan harapan / ekspektasi yang lebih menguntungkan dalam hal hubungan seksual mereka “seharusnya” dibandingkan dengan kelompok berat normal.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Namun, dalam hal equality reward (kesetaraan dalam hal yang menguntungkan), subjek berat normal mendapatkan mean 3.28 yang lebih tinggi daripada subjek obesitas dengan mean 3.21. Selain itu, dalam hal equality cost, subjek berat normal mendapatkan mean 3.47 yang lebih juga lebih kecil dari subjek obesitas dengan mean 3.55. Hal ini menunjukkan bahwa dalam hal kesetaraan, subjek normal merasa mendapatkan tingkat reward / hal menguntungkan yang lebih besar apabila dibandingkan dengan kelompok subjek dengan berat obesitas. Namun secara keseluruhan, dalam hal kepuasan seksual, dari data deskriptif didapatkan hasil bahwa subjek normal mendapatkan mean sebesar 27.16 sedangkan subjek obesitas mendapatkan mean 24.87. Secara deskriptif, hal ini menunjukkan bahwa subjek normal merasakan kepuasan seksual yang lebih tinggi daripada kelompok subjek berat obesitas. Dari segi kepuasan hubungan, subjek normal mendapatkan mean 28.57 sedangkan subjek obesitas mendapatkan mean 26.70. Hal ini menunjukkan bahwa secara deskriptif, subjek normal merasakan kepuasan hubungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan subjek obesitas. D. Analisis Data 1. Uji Asumsi Untuk mengetahui perbedaan rata-rata tingkat kepuasan seksual pada kelompok subjek berat normal dan obesitas, akan dilakukan perhitungan dengan analisis kovarian. Sebelum perhitungan tersebut

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 dilkukan, peneliti akan melakukan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji linearitas. Uji normalitas dan linearitas digunakan untuk melihat distribusi data. Uji normalitas dengan menggunakan metode Kolmogrov - Smirnov, sedangkan uji linearitas menggunakan compare means, apabila nilai signifikan lebih besar (>) dari 0.05 maka distribusi data memenuhi syarat normalitas. Sedangkan uji homogenitas berfungsi untuk mengetahui kesamaan varian dari kelompok-kelompok data yang akan diuji. Salah satu metode yang digunakan untuk menguji homogenitas adalah Levene’s Test (Santoso, 2010). Apabila nilai probabilitas kelompok sampel lebih besar dari 0.05 (p>0.05), maka varian kedua kelompok sampel adalah sama atau identik dan jika nilai probabilitas kelompok sampel kurang dari 0.05 (p<0.05) maka kedua kelompok sampel memiliki varian yang tidak identik atau berbeda. Berikut adalah hasil uji homogenitas dan hasil uji analisis kovarian dari variabel kepuasan seksual yang telah dianalisis. Tabel 8.Uji Linearitas Variabel Kepuasan seksual * citra tubuh F 0.609 Asymp.Sig. (2-tailed) 0.657 Berdasarkan hasil pengujian linearias dapat diketahui bahwa nilai uji F adalah sebesar 0.609 dengan nilai signifikansi sebesar 0.657 yang lebih besar (>) dari 0.05 maka diasumsikan memenuhi linearitas.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Tabel 9.Uji Normalitas N 191 K-S 1.295 Asymp.Sig. (2-tailed) 0.070 Hasil normalitas dapat diketahui dari nilai signifikansi yang didapatkan sebesar 0.070 yang lebih besar dari (>) 0.05 maka dapat dikatakan bahwa uji distribusi data memenuhi syarat normalitas. Tabel 10. Uji Homogenitas F Df1 3.030 1 Df2 189 Sig 0.083 Asumsi homogenitas ini menghasilkan nilai uji F Levene sebesar 3.030 dengan nilai signifikansi 0.083. Terlihat pada nilai signifikansi 0.083 yang berarti lebih besar dari (>) 0.05 sehingga berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa antar varian kelompok tidak mempunyai perbedaan. 2. Uji Hipotesis Tabel 11. Hasil Ringkasan Analisis Kovarian Type III Sum Sumber Varian Df of Squares Kelompok IMT 142.868 1 Citra Tubuh 0.025 1 Kel.IMT * Citra 25.092 1 Tubuh Error 5018.690 187 Total 1235077.000 190 Mean Square 142.868 0.025 F Sig 5.323 0.001 0.022 0.976 15.092 0.562 0.454 26.838 Tabel diatas menunjukkan hasil tes anakova, pada baris kelompok IMT * citra tubuh memiliki nilai signifikansi (0.211) > 0.05, hal ini menandakan bahwa tidak ada interaksi antara variabel kelompok indeks massa tubuh dengan citra tubuh.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Hasil Uji F pada kelompok indeks massa tubuh menunjukkan nilai sebesar 5.323 dengan signifikansi sebesar 0.022. Hal ini dikarenakan nilai signifikansi 0.022 < 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak. Jadi dengan kata lain ada perbedaan kepuasan seksual padakelompok berat badan normal dan obesitas. Hasil Uji F pada citra tubuh menunjukkan bahwa besarnya kepuasan seksual pada kelompok berat badan setelah dikendalikan variabel citra tubuh didapatkan nilai F sebesar 0.001 dengan nilai signifikansi sebesar 0.976 yang lebih besar (>) dari 0.05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa citra tubuh tidak berpengaruh terhadap perbedaan kepuasan seksual pada kelompok berat normal dan obesitas. E. Pembahasan Dalam penelitian kali ini menunjukkan bahwa ada perbedaan kepuasan seksual pada kelompok normal dan obesitas namun hal tersebut tidak dipengaruhi oleh variabel citra tubuh. Hasil penelitian ini selaras dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Rada, Prejbeanu, Albu, & Manolescu (2011) serta Ledyard dan Morrison (2008) yang dilakukan pada kelompok sampel individu dengan berat normal dan berat berlebih yang menemukan bahwa ada keterkaitan antara berat badan dengan fungsi seksual yang mempengaruhi kepuasan seksual pada seseorang. Selain itu, review yang dilakukan oleh Sobal (1985) disebutkan bahwa berat badan memiliki pengaruh terhadap kepuasan seksual.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Namun kontradiktif dari hasil penelitian diatas, Opperman (2011), Widiatmojo (2009) dan Smith, dkk., (2011) menemukan bahwa berat badan tidak terkait secara langsung terhadap kepuasan seksual seseorang. Namun penelitian tersebut juga memiliki beberapa kelemahan yaitu tidak melibatkan variabel citra tubuh yang terkait dengan berat badan, selain itu subjek yang digunakan tidak. Berdasarkan inkosistensi dan kelemahan penelitian sebelumnya, penelitian kali ini berusaha untuk melihat kembali mengenai pengaruh citra tubuh terhadap perbedaan kepuasan seksual pada kelompok berat normal dan obesitas. Namun dari hasil yang didapat pada penelitian kali ini ditemukan bahwa variabel citra tubuh tidak memiliki pengaruh terhadap kepuasan seksual pada kelompok berat badan normal dan obesitas. Dari hasil deskriptif ditemukan bahwa kedua kelompok berat badan rata-rata memiliki perasaan puas terhadap tubuhnya. Hasil penelitian ini memiliki kesamaan hasil dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Weaver dan Byers (2006) yang menunjukkan bahwa hanya aspek citra tubuh tertentu yang berhubungan dengan kepuasan seksual yaitu aspek citra tubuh dysphoria. Selain itu, Widiatmojo (2006) juga mengungkapkan bahwa aspek citra tubuh yang terkait dengan citra tubuh lebih terkait pada aspek daya tarik fisik seperti rambut, wajah, dan bibir. Dalam penelitian kali ini yang menunjukkan ada perbedaan kepuasan seksual pada kelompok berat badan dan kelompok berat obesitas memiliki

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 tingkat kepuasan seksual yang lebih rendah yaitu 24.87 dibandingkan kelompok berat normal dengan rata-rata 27.17. Apabila dilihat lebih dalam lagi dari data deskriptif IEMSS, kelompok berat obesitas mendapatkan equality cost yang lebih tinggi dan equality reward yang lebih rendah dibandingkan pada kelompok berat normal. Hal tersebut menandakan bahwa pada kelompok berat obesitas, mereka merasa mendapatkan tingkat keuntungan yang lebih rendah dan tingkat kerugian yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang didapatkan pasangannya. Dalam hal ini mereka merasa lebih mendapatkan kerugian atau lebih memberikan kerugian bagi pasangannya dalam hal seksualitas. Hasil tersebut mungkin saja dipengaruhi oleh hasil internalisasi stigma yang dilakukan oleh individu yang obesitas (Chen & Brown, 2005). Proses internalisasi stigma tersebut bisa mempengaruhi individu tersebut untuk menjauhi pasangan, memiliki perasaan bersalah, dan tidak lagi merasa dimiliki oleh pasangannya (Boyes & Latner, 2009).

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan dari hasil analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa: 1. Ada perbedaan kepuasan seksual ditinjau dari kelompok berat normal dan kelompok berat obesitas. 2. Citra tubuh tidak memberikan pengaruh terhadap kepuasan seksual pada kelompok berat normal dan obesitas. 3. Hasil analisis deskriptif citra tubuh dan Interpersonal Exchange Model Sexual Satisfaction (IEMSS) menunjukkan: a. Kelompok berat normal dan obesitas memiliki ketidakpuasan citra tubuh yang rendah. b. Kelompok berat normal mendapat skor equality reward yang lebih tinggi daripada kelompok berat obesitas. c. Kelompok berat normal mendapat skor equality cost yang lebih rendah dibandingkan kelompok berat obesitas. d. Kelompok berat normal memiliki tingkat kepuasan seksual yang lebih tinggi daripada kelompok berat obesitas. 55

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 B. Saran 1. Bagi Subjek / Individu yang Sedang Menjalin Hubungan. Individu diharapkan untuk tetap menilai positif dirinya sendiri sehingga dapat menghargai dirinya sendiri dan mampu menghargai keinginan pasangan sehingga mampu meningkatkan kepuasan seksual bersama pasangannya. 2. Bagi Penelitian Selanjutnya Penelitian selanjutnya juga dapat mengatasi keterbatasan pada penelitian kali ini dengan melakukan analisis data subjek sebagai pasangan dan bukan sebagai individual serta dapat melakukan cek kembali apakah citra tubuh merupakan variabel yang mampu menjadi mediator antara hubungan indeks massa tubuh dengan kepuasan seksual. C. Kekuatan dan Keterbatasan 1. Kekuatan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel yang seimbang dari kelompok indeks massa tubuh. Selain itu, pada kelompok berat obesitas, sampel diambil juga dari beberapa anggota-anggota komunitas yang terkait dengan berat badan. 2. Keterbatasan Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti tidak menganalisis data secara pasangan sehingga pada akhirnya data yang didapat kurang dapat

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 mengetahui pengaruh kepuasan seksual seseorang terhadap kepuasan seksual pasangannya.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Algars,M., Santilla, P., Varjonen, M., Witting, K., Johansson., A., Jern, P., Sandnabba. N.K. (2009). The adult body : how age, gender, and body mass index are related to body image. Journal of aging and health 21(18) 1112-1132. DOI: 10.1177/0898264309348023. http://jah.sagepub.com/content/21/8/1112 Areton, L.W. (2000). Factors in the sexual satisfaction of obese women in relationships. A dissertation presented to the institute for the advanced study of human sexuality. In partial fulfillment of the reqirements for the degree doctor of philosophy. University of Georgia. Azwar, Saiffudin. (2007). Reliabilitas dan Validitas. Pustaka Pelajar: Yogyakarta. Azwar, Saiffudin. (2008). Metode Penelitian. Pustaka Pelajar: Yogyakarta. Babin, B.A. (2012). An examination of predictors of nonverbal and verbal communication of pleasure during sex and sexual satisfaction. Journal of social and personal relationships 1-23. DOI: 10.1177/0265407512454523. Barrienttos, J.E., & Paez, D. (2006). Psychosocial variables of sexual satisfaction in chile. Journal of sex & marital therapy, 32:351-368. DOI: 10.1080/00926230600834695. Beach, V., & Martin. D., (1985). Obesity, sexuality, and psychological treatment for women,. Women & therapy, 4:1, 53-60 . DOI :10.1300/J015V04N01_06 Benokraitis, N.V. (2009). Marriages & Families : Changes, Choices, and constraints, Sixth Edition. Pearson Education. Boyes, A.D., & Latner, J.D. (2009). Weight stigma in existing romantic relationships. Journal of sex & marital therapy, 35 : 282-293. DOI : 10.1080/00926230902851280. Butzer, B., & Campbell, L. (2008). Adult attachment, sexual satisfaction, and relationship satisfaction : a study of married couples. Personal relationships, 15 : 141-154. Byers, E.S., & Demmons, S. (1999). Sexual satisfaction and sexual self-disclosure within dating relationships. The journal of sex research. Vol.36; 2, 180189 58

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Cash, T.F., Theriault, J., & Natasha, M.A. (2004). Body image in an interpersonal context : adult attachment, fear of intimacy, and social anxiety. Journal of social and clinical psychology, Vol.23, No.1,pp 89-103. Chen, E.Y, & Brown, M. (2005). Obesity stigma in sexual relationships. Obesity research vol.13 no.8 Cheung,M.W.L., Wong, P.W.C., Liu, K.Y., Yip, P.S.F., Fan, S.Y.S., Lam, T.H. (2008). A study of sexual satisfaction and frequency of sex among hong kong chinese people. Journal of sex research, 45(2), 129-139. Delamater,J., Hyde, J.S., & Fong., M.C.(2008). Sexual satisfaction in the seventh decade of life. Journal of sex & marital therapy; 34: 1-16. DOI: 10.1080/00926230802156251. Esposito, K., Ciotola, M., Giugliano, F., Bisogni, C., Schisano, B., ..... & Giglano, D. (2007). Association of body weight with sexual functioning in women. International journal of impotence research, 19 : 353-35 Friedman, M.A., Dixon, A.E, Brownell, K.D., Whisman, M.A., & Denise, E.W. (1999). Marital status, marital satisfaction, and body image dissatisfaction. Journal internations eating disorders, 26 : 81-85. Gailey, J.A. (2012). Fat shame to fat pride : fat women’s sexual and dating experiences. Fat studies : an interdisciplinary journal of body weight and society, 1;1, 114-127. DOI: 10.1080/ 21604851.2012.63111 Heiman, J.R., Long, J.S., Smith, S.N., Fisher, W.A., Sand, M.S., & Rosen, R.C. 2011.Sexual satisfaction and relationship happiness in midlige and older couples in five countries. Archives Sexual Behavior 40:741-73. DOI 10.1007/s10508-010-9703-3 Holt,A., & Lyness, K.P.(2007). Body image and sexual satisfaction: implications for couple therapy. Journal of couple & relationship therapy, Vol.6(3). Kadioglu, P., Yetkin, D,O., Oner,S., Ayse, S.Y., Kadir, O., & Ates, K..(2009). Obesity might not be a risk factor for female seual dysfunction. Journal compilation BJU International : 106, 1357-1361. DOI : 10.1111/1464-410x2010.09348.x Kolotkin, R.L, Binks, M., Crosby, R.D, Ostbye, T., Gress, R.E., & Adams, T.D. (2006). obesity and sexual quality of life. Obesity Vol.14, No.3.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Launmann, E.O., Paik, A., Glasser, D.B., Kang, J.H., Wang, T., Levinson, B., Moreira, E.D., Niclosi, A., & Gringell, C. (2006). A cross national study of subjective sexual well-being among older women and men : Findings from the global study of sexual attitudes and behaviours. Archives of sexual behavior, 35, 145-161. Lawrence, K. & Byers, E.S. (1995). Sexual satisfaction in long-term heterosexual relationships : The interpersonal exchange model of sexual satisfaction. Personal relationships, 2, 267-285. Lawrence, K., Byers, E.S., & Cohen, J.N. (2011). Interpersonal exchange model of sexual satisfaction questionnaire. In T.D.Fisher, C.M. Davis, W.L. Yarber, & S.L. Davis (Eds), Handbook of sexuality-related measures (3rded, pp 525-530). New York: Routledge. Ledyard, M.L., & Morrison, N.C. (2008). The meaning of weight in marriage : a phenomenological investigation of relational factors involved in obesity. Journal of couple & relationship Therapy. Vol.7(3). DOI : 10.1080/15332690802237946. Litzinger, S., & Gordon, K.C. (2005). Exploring relationships among communication, sexual satisfaction, and marital satisfaction. Journal of sex & marital therapy, 31: 409-424. DOI : 10.1080/00926230591006719. MacNeil, S., & Byers,E.S. (2009). Role of sexual self disclosure in the sexual satisfaction of long-term heterosexual couples. Journal of sex research, 46(1), 3-14. DOI: 10.1080/00224490802398399. Mannila, E.H., & Kontula, O. (1997). What increases sexual satisfaction?. Archives of sexual behavior, Vol.26, No.4. Markey, C.N., & Markey, P.M.(2006). Romantic relationships and body satisfaction among young women. Jounal of youth and adolescence, vol..35, no.2, pp. 271-279. Markey, C., & Markey, P.(2010). Romantic partners, weight status, and weight concerns : an examination using the actior-partner interdependence model. Journal of health psychology, Vol XX(X) 1-9. DOI : 10.1177/1359105310375636. Markey,C.N., Markey, P.M., & Birch, L.L. (2004). Understanding women’s body satisfaction: the role of husbands. Sex roles, Vol.51, No.3/4.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Mcdonagh, L.K., Morrison.T.G., & Brian, E.M. (2008). The Naked Truth : development of a scale designed to measure male body image selfconsousness during physical intimacy. The journal of mens’s studies, vol.16, no.3, fall, 253-265. DOI 10.3149/jms/1603.253. Meltzer, A.L., & McNulty, J.K. (2010). Body image and marital satisfaction : evidence for the mediating role of sexual frequency and sexual satisfaction. Journal of family psychology. Vol.24, No.2, 156-164. Meston, C., & Trapnell, P. (2005). Development adn validation of a five factor sexual satisfaction and distress scale for women : the sexual satisfaction scale for women (SSS-W). Journal sexual medicine; 2:66-81. Montesi, J.L., Fauber, R.L., Gordon, E.A., & Heimberg, R.G. (2010). The spesific importance of communicating about sex to couples’ sexual and overall relationship satisfaction. Journal of social and personal relationships. DOI : 10.1177/0265407510386833. Nakonezny, P.A., & Denton, W.H., (2008). Marital relationships : a social exchange theory perspective. The american journal of family therapy, 36 : 402-412. DOI : 10.1080/ 1926180701647264. Offman, A., & Mattheson, K. (2005). Sexual compatibility and sexual functionig in intimate relationships. The canadian journal of human sexuality, 14, 31-39. Opperman, E.A (2011). The relationship between body composition and sexual satisfaction in heterosexual, caucasian young adults. A thesis : University Of Guelph. Peck. S.R. (2002). Toward a new model of sexual satisfaction. A thesis : University of Georgia. Philippsohn, S., & Hartman, U. (2009). Determinants of sexual satisfaction in a sample of german women. Journal sexual medicine (6) 1001-1010. DOI: 10.1111/j.1743-6109.00989.x Puhl, R.M., & Heuer, C.A. (2009). The stigma of obesity : a review and update. Nature publishing group. DOI : 10.1038/oby.2008.636. Pujols,Y., Meston, C.M., & Seal, B.N. (2010). The association between sexual satisfaction and body image in women. Journal sexual medicine;7:905916.DOI: 10.1111/j.1743-6109.2009.01604.x

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Rada. C., Prejbeanu, I., Albu, A., Manolescu, S. (2011). Correlation between body mass index and sexual dynamics. Journal of collaborative research on internal medicine & public health, 3(2) : 144-157. Renaud, C., Byers, E.S. Pan, S. (1997). Sexual and relationship satisfaction in mainland China. The journal of sex research. Vol.34, No.4, 399-410. Rocque, C.L.L., & Cioe.J., (2011). An evaluation of the relationship between body image and sexual avoidance. Journal of sex research, 48(4), 397408. DOI 10.1080/002244499.2010.499522. Rosen, R.C., & Bachmann, G.A. 2008. Sexual well being, happiness, and satisfaction in women : the case for a new conceptual paradigm. Journal of sex and marital therapy, 34: 291-197. DOI: 10.1080/00926230802096234 Santosa, S. (2002). Mastering SPSS. Gramedia: Jakarta. Santoso, A. (2010). Statistik untuk psikologi: dari blog menjadi buku, Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Sarwono, J. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Graha Ilmu: Yogyakarta. Shebini, S.M.E., Kazem, Y.M.I., Moaty, M.I.A.., & Nihad H.A. (2011). Obesity in relation to cognitive functions and subjective wellbeing among of adult egyptian females. Asutralian Journal of basic and applied sciences, 5(6): 69-76. Smith, A.M.A., Patrick, K., Heywood, W., Pitts, M.K., Richters, J., Shelley, J.M., Simpson, J.M., & Ryall, R. (2012). Body mass index, sexual dificulties and sexual satisfaction among people in regular heterosexual relationships : a population-based study [abstracts]. International medicine journal. Vol.42 Issue 6, p641-651, 11p Sobal, J. (1984). Marriage, obesity and dieting. Marriage & family review, 7:1-2, 115-139. DOI :10.1300/J002v07n01_10. Sobal, J., & Hanson, K. (2007). Overweight and problematic marital interactions. Paper submitted january for presentation at the american sociological associatation anual meetings. Stuart, B. (2004). Slimness is associated with greater intercourse and lesser masturbation frequency. Journal of sex & marital therapy. 30: 251-261. DOI : 10.1080/00926230490422368.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Stulhofer, A., Busko, V., & Brouillard, P. (2010). Development and Bi-Cultural Validation of the New Sexual satisfaction scale. Journal of sex research, 47(4), 257-268. DOI : 10..1080/00224490903100561. Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif dan R & D. Alfabeta: Bandung. Tao, P., & Body,S., (2010). Sexual behavior predictors of satisfaction in a chinese sample. Journal sexual medicine (8); 455-460. DOI : 10.1111/j.17436109.2010.02129.x Thompson, M.A, & Gray, J.J. (1995). Development and validation of a new bodyimage assesment scale. Journal of personality assessment, 64(2), 258269. Timm, T.M., & Keiley, M.K., (2011). The effects of differentiation of self, adult attachment, and sexual communication on sexual and marital satisfaction : a path analysis. Journal of sex & marital therapy, 37 : 3, 206-223. DOI : 10.1080/0092623x.2011.564513. Weaver, A.D., & Byers, E.S. (2006). The relationships among body image, body mass index, exercise, and sexual functioning in heterosexual women. Psychology of women quarterly, 30: 333. DOI: 10.1111/j/14716402.2006.00308.x Widiatmojo,B. (2006). Peranan citra tubuh terhadap kepuasan seksual dalam perkawinan. Paramedia Vol.7 no.4. Wiederman, M.W. (2000). Women’s body image self-consciousness during physical intimacy with a partner. The journal of sex research. Volume 37, number 1, 60-68. Woertman,L., & Brink, F.V.D. (2012). Body image and female sexual functioning and behavior : a review. Journal of sex research. 49(2-3), 184-211. DOI : 10.1080/00224499.2012.658586. Yaylali, G.F., Tekekoglu, S., & Akin, F. (2010). Sexual dysfunction in obese and overweight women. International journal of impotence research 22, 220-226.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 1 Skala Penelitian

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI INFORMED CONSENT Perkenalkan nama saya Priscilla Pritha Pratiwindya. Saya mahasiswi Fakultas Psikologi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Saya sedang menyusun tugas akhir untuk menyelesaikan tanggung jawab saya sebagai mahasiswi. Saat ini, saya membutuhkan bantuan Anda beserta pasangan Anda untuk menjadi responden survei yang akan saya lakukan. Survei ini akan dibagi ke dalam enam bagian, yaitu Bagian A, B, C, D, E dan F. Dalam survei ini, saya akan menanyakan tentang pandangan Anda mengenai diri Anda sendiri serta dinamika seksualitas dan dinamika hubungan bersama pasangan Anda. Sebelum menjawab angket survei ini, Anda silahkan memberikan tanda tangan pada lembar persetujuan sebagai tanda bahwa Anda bersedia menjadi responden survei tanpa tekanan dan tanpa paksaan. Semua hasil survei ini dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan akademik. Oleh karena itu, Anda diharapkan menjawab seluruh pernyataan dengan jujur sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Saya mohon kesediaan waktu Anda untuk membantu saya dengan mengisi selengkap mungkin seluruh pernyataan dalam survei ini. Terimakasih atas bantuan dan partisipasi yang Anda berikan. Hormat saya, Priscilla Pritha

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERSETUJUAN Saya telah membaca, memahami, dan setuju dengan informasi yang telah disebutka. Saya sadar bahwa saya bisa menarik diri kapan pun dalam penelitian ini. Tanda tangan saya menunjukkan bahwa saya setuju berpartisipasi dalam penelitian ini secara bebas dan tanpa ada tekanan. __________, __ / __ / 2012 Partisipan, (…………………………)

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKALA PENELITIAN BAGIAN A Petunjuk Umum Pada bagian A terdapat sejumlah pernyataan yang menggambarkan hubungan Anda bersama pasangan. Anda diharapkan menjawab sesuai dengan kondisi Anda yang sebenarnya. Tidak ada jawaban yang benar atau salah. Jawaban yang tepat adalah jawaban yang sesuai dengan keadaan Anda saat ini. Silahkan Anda menjawab dengan memberi tanda silang (X) pada kotak yang telah disediakan. Contoh : Bagaimana Anda menilai kebijakan pemerintah Republik Indonesia selama ini ? Sangat Buruk □ □ □ □ □ □ □ Sangat Baik Jawaban di atas menunjukkan bahwa Anda merasa kebijakan yang diberikan pemerintah RI selama ini sudah sangat baik. ¤ Selamat Mengerjakan ¤

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Bagian A.1 1. Secara umum, bagaimana Anda menggambarkan relasi seksual Anda dengan pasangan? Sangat Buruk □ □ □ □ □ □ □ Sangat Baik Sangat Tidak Menyenangkan □ □ □ □ □ □ □ Sangat Menyenangkan Sangat Negatif □ □ □ □ □ □ □ Sangat Posittif Sangat Tidak Memuaskan □ □ □ □ □ □ □ Sangat Memuaskan Sangat Tidak Berharga □ □ □ □ □ □ □ Sangat Berharga 2. Secara umum, bagaimana Anda menggambarkan hubungan Anda dengan pasangan? Sangat Buruk □ □ □ □ □ □ □ Sangat Baik Sangat Tidak Menyenangkan □ □ □ □ □ □ □ Sangat Menyenangkan Sangat Negatif □ □ □ □ □ □ □ Sangat Posittif

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sangat Tidak Memuaskan Sangat Tidak Berharga □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ Sangat Memuaskan Sangat Berharga Bagian A.2 Ketika orang berpikir tentang relasi seksual mereka dengan pasangan, kebanyakan orang dapat memikirkan tentang hal positif/menyenangkan1dan hal negatif/tidak menyenangkan2 dalam relasi seksual mereka. 1. Ingatlah kembali hal-hal menyenangkan yang Anda dapatkan dalam relasi seksual dengan pasangan selama (3) tiga bulan terakhir. Menurut Anda, seberapa menyenangkan relasi seksual Anda dengan pasangan? □ □ □ □ □ □ □ □ Sama sekali tidak menyenangkan □ Amat sangat menyenangkan 2. Kebanyakan orang memiliki harapan tentang relasi seksual yang menyenangkan. Dibandingkan dengan harapan yang Anda miliki, bagaimana Anda menilai relasi seksual Anda ? □ □ □ □ □ □ □ □ Jauh kurang menyenangkan dibandingkan harapan Anda 1 2 □ Jauh lebih menyenangkan dibandingkan harapan Anda Hal-hal menyenangkan = hal-hal positif, menyenangkan, atau sudah selayaknya. Hal-hal tidak menyenangkan = hal-hal negatif, merugikan, atau belum selayaknya (terlalu sedikit atau terlalu banyak)

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. Jika Anda membandingkan diri Anda dengan pasangan, dalam relasi seksual, hal menyenangkan yang Anda terima dari pasangan dibandingkan dengan hal- hal menyenangan yang diterima pasangan Anda dari Anda ? □ □ □ □ □ □ □ □ Hal-hal menyenangkan yang saya terima lebih tinggi □ Hal-hal menyenangkan yang diterima pasangan lebih tinggi 4. Ingatlah kembali hal-hal tidak menyenangkan / negatif yang telah Anda alami dalam relasi seksual Anda dengan pasangan selama 3 (tiga) bulan terakhir ini. Seberapa tidak menyenangkan relasi seksual Anda dengan pasangan? □ □ □ □ □ □ □ □ Sama sekali tidak negatif □ Sangat negatif 5. Kebanyakan orang memiliki perkiraan awal tentang seberapa tidak menyenangkan / negatif relasi seksual mereka. Dibandingkan dengan perkiraanawal, mereka mungkin merasa bahwa relasi seksual mereka lebih negatif, kurang negatif, atau sudah sesuai dengan perkiraan awal. Silahkan Anda membandingkan hal-hal tidak menyenangkan/ negatif yang Anda alami dengan perkiraan awal Anda dalam relasi seksual. Bagaimana perbandingan antara hal-hal tidak menyenangkan / negatif tersebut dengan perkiraan awal Anda? □ Jauh lebih tidak negatif dibandingkan perkiraan awal Anda □ □ □ □ □ □ □ □ Jauh lebih negatif dibandingkan perkiraan awal Anda

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6. Jika Anda membandingkan diri Anda dengan pasangan, seberapa tinggi hal-hal tidak menyenangkan / negatif yang Anda terima dibandingkan dengan hal-hal tidak menyenangkan / negatif yang diterima oleh pasangan Anda dalam relasi seksual Anda berdua? □ □ □ □ □ Hal-hal negatif yang saya terima lebih tinggi Silahkan membuka Bagian B pada halaman selanjutnya □ □ □ □ Hal-hal negatif yang diterima oleh pasangan lebih tinggi

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAGIAN B Petunjuk Umum : Bagian ini terdiri dari gambar tubuh pria. Pada gambar D.1 silahkan Anda melingkari ( O ) nomor pada gambar yang menurut Anda paling sesuai dengan tubuh Anda saat ini. Pada gambar D.2 berilah tanda SILANG (X) pada nomor gambar tubuh yang Anda inginkan. Contoh : Gambar D.1 7 Gambar D.1 menunjukkan bahwa figure no. 7 paling sesuai dengan tubuh Anda saat ini.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar D.2 Gambar D.2 menunjukkan bahwa gambar tubuh yang Anda inginkan adalah no.2 - Selamat Mengerjakan -

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar D.1 Gambar D.2 - Silahkan Anda membuka bagian terakhir -

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAGIAN C Bagian C.1 Bagian ini meminta Anda untuk mengisi beberapa data diri Anda. Silahkan Anda mengisi dengan kondisi Anda yang sebenarnya. Semua data yang ada disini dijamin kerahasiaannya. 1. Jenis Kelamin* :P/L 2. Usia : tahun 3. Tinggi Badan : cm 4. Berat Badan : kg 5. Status Hubungan* : Menikah / Pacaran / Bertunangan 6. Lama Hubungan : 7. Pendidikan Terakhir 8. Pekerjaan 9. Orientasi Seksual * : : : a. Homoseksual (tertarik dengan sesama jenis). b. Heteroseksual (tertarik dengan lawanjenis) c. Biseksual (tertarik dengan lawan jenis dan sesama jenis). *coret yang tidak perlu Pada nomor 10, 11, dan 12 merupakan pertanyaan terkait dengan kondisi Anda saat ini. Silahkan Anda menjawab sejujur mungkin.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10. Apakah Anda sedang/ pernah menjalani masa pacaran bersama pasangan Anda saat ini ? * Ya / Tidak 11. Apakah Anda tergabung dalam komunitas yang terkait dengan berat badan? * Ya/ Tidak . Jika ya, silahkan Anda menyebutkan nama komunitas Anda. a. b. c. d. 12. Apakah Anda pernah / sedang dalam program pengelolalaan berat badan ? (pengelolaan berat badan meliputi peningkatan/ penurunan berat badan ) a. Ya. Dalam program peningkatan / penurunan berat badan* Jika Ya, silahkan Anda melanjutkan dengan mengisi kolom pada halaman selanjutnya. b. Tidak. *coret yang tidak perlu

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Contoh : Jenis Program Pengelolaan Durasi / Lama Program Berat badan - Fitnes 2 tahun yang lalu selama 1 bulan - Mengikuti yoga 2 x 1 minggu selama 6 bulan Silahkan Anda menjawab mulai dari kolom dibawah ini Jenis Program Pengelolaan Berat badan a. b. c. d. Durasi / Lama Program

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TERIMAKASIH SUDAH MENGERJAKAN HINGGA AKHIR ^^ SELAMAT ANDA TELAH MENYELESAIKAN SELURUH ANGKET INI^^ Saya mengucapkan terimakasih atas partisipasi yang telah Anda lakukan. Bantuan Anda dalam meluangkan waktu dan menjawab seluruh bagian dalam angket ini begitu berarti bagi saya. Dengan partisipasi yang Anda lakukan, Anda telah turut membantu dalam memberikan informasi mengenai dinamika seksualitas dan dinamika kehidupan dalam berpasangan. Anda dapat memberikan saran, kritik, komentar, maupun kesan dan pesan setelah melakukan pengisian angket ini ke alamat email : priscillapritha@ymail.com / no.hp : 0817 – 541 – 3073 . Terimakasih atas perhatian yang telah Anda berikan. Hormat saya, Priscilla Pritha

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 2 Hasil Uji Normalitas

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI NPar Test (Uji Normalitas) One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test SKOR TOTAL TOTAL GMSEX TOTAL GMREL N Normal Parameters a Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. BODY IMAGE 191 191 194 Mean 26.07 27.68 1.58 Std. Deviation 5.274 5.386 1.237 Absolute .094 .143 .159 Positive .069 .087 .159 Negative -.094 -.143 -.154 1.295 1.977 2.215 .070 .001 .000

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 3 Hasil Uji Homogenitas

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Uji Homogenitas Levene's Test of Equality of Error Variances a Dependent Variable:TOTAL GMSEX F 1.692 df1 df2 4 Sig. 186 .154 Tests the null hypothesis that the error variance of the dependent variable is equal across groups. a. Design: Intercept + D_TOTAL + KELOMPOK_IMT + JK + KELOMPOK_IMT * JK

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 4 Hasil Uji Linearitas

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Uji Linearitas ANOVA Table Sum of Squares TOTAL GMSEX * SKOR Between Groups Mean Square F Sig. 115.104 5 23.021 .824 .534 Linearity 47.088 1 47.088 1.685 .196 Deviation from Linearity 68.016 4 17.004 .609 .657 Within Groups 5169.011 185 27.941 Total 5284.115 190 TOTAL BODY IMAGE (Combined) df

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 2 Hasil Uji Reliabilitas

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Uji Reliabilitas Skala Interpersonal Exchange Model Sexual Satisfaction (Alih Bahasa) Bagian “GMSEX” Case Processing Summary N Cases Valid % 194 50.1 Excluded 193 49.9 Total 387 100.0 a a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .938 5 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted Skor GMSEX 82.42 241832.089 .040 1.000 SKOR GMSEX 66.90 136060.901 1.000 .889 SKOR GMSEX 66.94 136057.064 1.000 .889 SKOR GMSEX 66.88 136063.560 1.000 .889 SKOR GMSEX 66.69 136080.393 1.000 .889

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Bagian “GMREL” Case Processing Summary N Cases Valid % 194 50.1 Excluded 193 49.9 Total 387 100.0 a a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .938 5 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted SKOR GMREL 83.61 241685.411 .098 1.000 SKOR GMREL 68.19 136035.053 1.000 .889 SKOR GMREL 68.28 136026.018 1.000 .889 SKOR GMREL 68.33 136021.994 1.000 .889 SKOR GMREL 68.15 136037.952 1.000 .889

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Bagian “Exchange Questionnaire” Case Processing Summary N Cases Valid % 194 50.1 Excluded 193 49.9 Total 387 100.0 a a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .383 8

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted SKOR REWARD 28.45 13.057 .776 .039 SKOR CLREW 28.72 13.272 .735 .059 SKOR EQREW 32.61 19.637 .081 .382 SKOR COST 33.30 28.200 -.790 .624 SKOR CLCOST 33.05 27.842 -.711 .624 SKOR EQCST 32.35 19.130 .230 .343 SKOR REW-COST 31.02 9.280 .674 SKOR CLrew-CLcst 31.53 10.240 .529 a. The value is negative due to a negative average covariance among items. This violates reliability model assumptions. You may want to check item codings. -.118 a .029

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 3 Hasil Uji Deskriptif

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Deskriptif One-Sample Statistics N Mean Std. Deviation Std. Error Mean TOTAL GMSEX 191 26.07 5.274 .382 TOTAL GMREL 191 27.68 5.386 .390 SKOR TOTAL BODY IMAGE 194 1.58 1.237 .089 One-Sample Test Test Value = 0 95% Confidence Interval of the Difference T Df Sig. (2-tailed) Mean Difference Lower Upper TOTAL GMSEX 68.315 190 .000 26.068 25.32 26.82 TOTAL GMREL 71.029 190 .000 27.681 26.91 28.45 SKOR TOTAL BODY IMAGE 17.760 193 .000 1.577 1.40 1.75

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 7 Hasil Uji Analisis Kovarian

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Uji Analisis Kovarian Tests of Between-Subjects Effects Dependent Variable:TOTAL GMSEX Type III Sum of Source Partial Eta Squares df Mean Square F Sig. Squared a 3 88.475 3.297 .022 .050 39933.466 1 39933.466 1.488E3 .000 .888 142.868 1 142.868 5.323 .022 .028 .025 1 .025 .001 .976 .000 15.092 1 15.092 .562 .454 .003 Error 5018.690 187 26.838 Total 135077.000 191 5284.115 190 Corrected Model Intercept KELOMPOK_IMT D_TOTAL KELOMPOK_IMT * D_TOTAL Corrected Total 265.425 a. R Squared = ,050 (Adjusted R Squared = ,035)

(111)

Dokumen baru