I S P I R K S

Gratis

0
8
278
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS KECERDASAN VISUAL-SPASIAL DAN MUSIK PADA MATERI INVERTEBRATA UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XB SMA PANGUDI LUHUR ST.LOUIS SEDAYU SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Oleh: Veronica Fifi Rintina NIM: 101434027 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Karya ini kupersembahkan untuk: Tuhan Yesus yang selalu menyertaiku dan memberikan keajaiban-keajaiban kecil, Bapak dan ibuku yang selalu mendoakan dan memberikan semangat, Adikku yang selalu mendorongku untuk menyelesaikan studi, Sahabat-sahabatku Pendidikan Biologi 2010 yang memberikan keceriaan dan semangat, Vincentius Dhito yang selalu memberikan semangat. iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO  Jangan tunda hari esok kalau bisa dikerjakan sekarang.  Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.  Orang sukses adalah orang yg tidak pernah berpikir dirinya kalah. Ketika ia terpukul jatuh (gagal) ia bangkit kembali, belajar dari kesalahannya dan bergerak maju menuju inovasi yg lebih baik. v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sungguh-sungguh bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 3 September 2014 Penulis Veronica Fifi Rintina vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Veronica Fifi Rintina Nomor Mahasiswa : 101434027 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: “PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS KECERDASAN VISUALSPASIAL DAN MUSIK PADA MATERI INVERTEBRATA UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XB SMA PANGUDI LUHUR ST.LOUIS SEDAYU” Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian peryataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 3 September 2014 Yang menyatakan, Veronica Fifi Rintina vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS KECERDASAN VISUALSPASIAL DAN MUSIK PADA MATERI INVERTEBRATA UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XB SMA PANGUDI LUHUR ST. LOUIS SEDAYU Veronica Fifi Rintina Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru Biologi kelas XB SMA Pangudi Luhur St. Louis Sedayu, diketahui bahwa siswa kelas XB memiliki kemampuan pemahaman dan minat yang rendah dalam mempelajari Biologi. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat dan hasil belajar biologi siswa pada materi Invertebrata dengan menerapkan pembelajaran berbasis kecerdasan visual-spasial dan musik pada siswa kelas XB SMA Pangudi Luhur St. Louis Sedayu tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing terdiri dari dari 2 pertemuan dan empat tahap tindakan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Komponen pengumpulan data yang digunakan berasal dari hasil penilaian pre-test, post-test, lembar observasi, lembar kuisioner dan wawancara. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada siklus I, rerata nilai siswa sebesar 50 dan 10% untuk prosentase pencapaian KKM siswa. Sedangkan pada siklus II, rerata nilai siswa meningkat menjadi 76 dan 60% untuk prosentase pencapaian KKM siswa. Rerata kelas pada post-test II tersebut sudah mencapai target yang dibuat oleh peneliti yaitu sebesar 75, namun untuk prosentase ketercapaian KKM siswa belum mencapai target yang diinginkan oleh peneliti yaitu sebesar 75. Pada aspek psikomotor dan afektif atau minat siswa yang diketahui dari kuisioner yang diisi oleh siswa menunjukkan adanya minat yang sangat tinggi yaitu sebesar 26,7% dan minat yang tinggi sebesar 73,3%. Hasil wawancara juga menunjukkan bahwa siswa berminat dalam belajar, namun pada siklus II terjadi penurunan minat belajar terutama dalam berdinamika kelompok. Hal itu dapat dilihat dari hasil obervasi oleh 2 observer. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada aspek kognitif dan minat siswa pada hasil kuisioner, namun terjadi penurunan minat siswa pada hasil observasi. Kata kunci: Minat dan Hasil Belajar Siswa, Materi Invertebrata, Penerapan Berbasis Kecerdasan Visual-Spasial dan Musik viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT BASED LEARNING APPLICATION OF VISUAL-SPATIAL INTELLIGENCE AND MUSIC ON INVERTEBRATES SUBJECT TO IMPROVE STUDENT RESULTS ON CLASS XB PANGUDI LUHUR ST. LOUIS SEDAYU HIGH SCHOOL Veronica Fifi Rintina Sanata Dharma University Yogyakarta 2014 Based on the observation and interview result with biology teacher of Pangudi Luhur St. Louis Sedayu High School howed that the tenth graders are able to understand biology subject but they have very low interest in learning biology. This research is intended to know the enhancement of students interest in biology and to find out the learning outcomes of invertebrates subject by applying visual-spatial intelligence and music based learning toward tenth graders of Pangudi Luhur St. Louis Sedayu High School in 2013/2014. This is a classroom action research. There were two cycles done. Each cycle consisted of two meetings and four stages. The stages were planning, implementation, observation and reflection. The data collection components are gathered from the pre- test assessment, post test assessment, observation sheet, questionnaire and interview sheet. Based on the result gained from the first cycle, the mean of students score was 50 and 10% for achieving the KKM. While in the second cycle, the average score increased to 76 and 60% for achieving the KKM. The class average of the second post test has already achieved the target which was determined by the researcher, the target was 75, but the KKM percentage achievement has not achieved the target determined yet. The target was also 75. The questionnaire result showed that the students have a big motivation. It was seen from 26,7 % and 73,3 % the percentage of the phsycomotoric and affective aspect and the students interest questionnaire. The interview also showed the same result that the students are very interested in learning. But in the second cycle, the students interest of learning and the students interest of learning in a group was decreased. This was seen from two observations which were done by two observers. The research gained showed that there were improvements of the students learning result on the cognitive aspect and students interest, but there was a decrease in the students learning intersest which was shown from the observation result. Keywords: Interest, Cognitive, Invertebrates, Based Learning Application of Visual-Spatial Intelligence and Music ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena berkat dan kasih-Nya yang melimpah, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Penerapan Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Visual-Spasial dan Musik Pada Materi Invertebrata Untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Siswa Kelas XB SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu”. Skripsi ini disusun dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan, Program Studi Pendidikan Biologi. Penulis menyadari bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih kepada: 1. Bapak Drs. Antonius Tri Priantoro, M.For.Sc selaku Ketua Program Studi Pendidikan Biologi yang telah memberikan ijin dalam melaksanakan penelitian. 2. Ibu Dra. Maslichah Asy’ari, M.Pd., selaku dosen pembimbing yang telah berkenan memberikan waktu untuk untuk memberikan pengarahan dan dengan sabar membimbing penulisan skripsi. 3. Segenap dosen Pendidikan Biologi dan staf Sekretariat Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sanata Dharma yang telah mendukung penulis secara tidak langsung. 4. Bruder Agustinus Mujiya, S.Pd., FIC selaku kepala sekolah SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk mengadakan penelitian. 5. Ibu Yuliana Eni Purwaningsih, S.Si., selaku guru Biologi kelas X yang telah membantu dan memberikan pengarahan kepada penulis dalam melaksanakan penelitian di SMA Pangudi Luhur St. Louis Sedayu. 6. Siswa-siswi kelas XB SMA Pangudi Luhur St. Louis Sedayu tahun ajaran 2013/2014 yang telah membantu penulis selama melakukan penelitian. 7. Bapak, Ibu, Bulek, Om, Simbah Kakung, Merry, Tia, Ima, Mbak Siwi dan seluruh keluarga yang selalu mengingatkan dan memberi dorongan kepada penulis untuk segera menyelesaikan studi. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8. Sahabat-sahabatku Mela, Lily, Stepani, Ana, Lia, Lusi, Cathrine, Bang Subandri Simbolon Bere Manulang, Mas Hendarto dan Suster Marcell yang membantu penulis menjadi observer maupun memberikan semangat kepada penulis sehingga skripsi ini dapat selesai dengan baik 9. Vincentius Dito Aji Parahita yang selalu mendampingi dan memberikan semangat kepada penulis. 10. Teman-teman angkatan 2010 tercinta yang memberikan pengalaman yang luar biasa bagi penulis selama 4 tahun bersama. 11. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu dan mendukung penulis selama penyusunan skripsi. Penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan dalam penulisan skripsi ini. Oleh karena itu, penulis senantiasa menerima kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Akhirnya penulis berharap skripsi ini dapat menjadi inspirasi dan alat bantu bagi pendidik yang membacanya dan menerpkannya. Penulis Veronica Fifi Rintina xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i HALAM PERSETUJUAN PEMBIMBING ....................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................ iv HALAMAN MOTTO ........................................................................................ v PERNYATAAN KEASILAN KARYA ............................................................ vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ................ vii ABSTRAK ..................................................................................................... viii ABSTRACT ....................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ....................................................................................... x DAFTAR ISI ................................................................................................... xii DAFTAR TABEL .......................................................................................... xiv DAFTAR BAGAN .......................................................................................... xv DAFTAR GRAFIK......................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xvii BAB I A. B. C. D. E. PENDAHULUAN ........................................................................... 1 Latar Belakang Masalah ......................................................................... 1 Rumusan Masalah .................................................................................. 5 Batasan Masalah .................................................................................... 5 Tujuan Penelitian ................................................................................... 6 Manfaat Penelitian ................................................................................. 6 BAB II A. E. F. G. KAJIAN PUSTAKA ....................................................................... 8 Belajar dan Pembelajaran................................................................. 8 1. Pengertian Belajar ....................................................................... 8 2. Pengertian Pembelajaran ............................................................. 9 Minat Belajar ................................................................................. 10 Hasil Belajar ................................................................................. 12 1. Pengertian Hasil Belajar ............................................................ 12 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar ...................... 16 3. Cara Pengukuran Hasil Belajar ................................................. 21 Kecerdasan .................................................................................... 23 1. Pengertian Kecerdasan .............................................................. 23 2. Teori Multiple Intelegances ....................................................... 23 3. Keunggulan dan Kelemahan Teori Multiple Intelligence ........... 25 Materi Invertebrata ........................................................................ 28 Penelitian yang Relevan................................................................. 29 Kerangka Berpikir ......................................................................... 32 BAB III A. B. METODOLOGI PENELITIAN ..................................................... 35 Jenis Penelitian .............................................................................. 35 Setting Penelitian ........................................................................... 37 B. C. D. xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C. D. E. F. G. BAB IV A. B. C. BAB V A. B. 1. Lokasi Penelitian....................................................................... 37 2. Subjek Penelitian ...................................................................... 37 3. Objek Penelitian ........................................................................ 37 4. Waktu Penelitian ...................................................................... 37 Rancangan Penelitian..................................................................... 37 1. Perencanaan ............................................................................. 37 2. Pelaksanaan ............................................................................. 38 3. Observasi ................................................................................. 41 4. Refleksi .................................................................................... 41 Instrumen Penelitian ...................................................................... 42 Teknik Pengumpulan Data ............................................................. 47 Indikator Keberhasilan Penelitian .................................................. 53 Hipotesis ....................................................................................... 53 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN............................... 54 Hasil Penelitian.............................................................................. 54 1. Siklus I ..................................................................................... 55 2. Siklus II ................................................................................... 65 Analisa Data .................................................................................. 75 1. Peningkatan Hasil Belajar Ranah Kognitif ................................ 75 2. Peningkatan Minat Belajar Siswa .............................................. 76 Pembahasan ................................................................................... 81 1. Hasil Belajar Ranah Kognitif .................................................... 81 2. Minat Siswa .............................................................................. 84 KESIMPULAN DAN SARAN ...................................................... 89 Kesimpulan ................................................................................... 89 Saran ............................................................................................. 90 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 92 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman 2.1 Cara Pengukuran Hasil Belajar.................................................................. 21 3.1 Jenis dan Cara Pengumpulan Data ............................................................ 43 3.2 Kisi-kisi Kuisioner .................................................................................... 44 3.3 Pedoman Wawancara ................................................................................ 46 3.4 Panduan Pemberian Skor Kuisioner .......................................................... 48 3.5 Kriteria Minat Siswa ................................................................................. 49 3.6 Pedoman Penilaian Hasil Observasi .......................................................... 50 3.7 Indikator Keberhsilan ............................................................................... 53 4.1 Hasil Pre-test ............................................................................................ 56 4.2 Data hasil Obsrvasi Kegiatan Siswa Siklus I ............................................. 62 4.3 Hasi Belajar Siklus I ................................................................................. 63 4.4 Data Hasil Kuesioner Minat siswa............................................................. 69 4.5 Hasil Wawancara ...................................................................................... 90 4.6 Data Hasil Kegiatan Siswa Siklus II .......................................................... 72 4.7 Hasil Belajar Siswa Siklus II .................................................................... 73 4.8 Data Ketuntasan Post-test I dan Post-test II .............................................. 75 4.9 Hasil Analisis Kuesioner Minat Siswa....................................................... 76 4.10 Minat Siswa Berdasarkan Hasil Analisis Lembar Observasi .................... 77 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR BAGAN Halaman 2.1 Kerangka Berpikir..................................................................................... 34 3.1 Desain Penelitian Tindakan ....................................................................... 36 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GRAFIK Halaman 4.1 Grafik Perkembangan Kognitif Siswa ....................................................... 82 4.2 Hasil Observasi Siswa pada Siklus I dan II................................................ 85 4.3 Hasil Kuisioner Minat Siswa Pada Siklus II ............................................. 87 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. Halaman Materi Platyhelminthes, Annelida dan Nematoda ..................................... 94 Silabus .................................................................................................... 107 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I ........................................... 113 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II .......................................... 122 Lembar Kerja Siswa Siklus I ................................................................... 132 Lembar Kerja Siswa Siklus II.................................................................. 137 Kisi-kisi Soal Pre-test, Post-test I dan Post-test II .................................... 149 Soal Pre-test ............................................................................................ 153 Soal Post-test I ........................................................................................ 158 Soal Post-test II ....................................................................................... 165 Lembar Observasi ................................................................................... 172 Lembar Kuisioner ................................................................................... 174 Panduan Wawancara ............................................................................... 176 Data Nilai Pre-test ................................................................................... 177 Data Nilai Post-test I ............................................................................... 179 Data Perhitungan Lembar Observasi Siklus I .......................................... 181 Data Nilai Post-test II .............................................................................. 182 Data Perhitungan Lembar Observasi Siklus II ......................................... 184 Data Perhitungan Kuisioner .................................................................... 185 Data Pengelompokan Peserta Remidi ...................................................... 186 Data Pre-test, Post-test I, dan Post-test II Tertinggi dan Terendah .......... 193 Data Lembar Observasi ........................................................................... 229 Data Lembar Kuisioner ........................................................................... 233 Hasil Wawancara Siswa ......................................................................... 237 Lagu yang Dibuat oleh peneliti ............................................................... 241 Lagu dan Presentasi Siswa yang Dibuat oleh Siswa ................................ 242 Surat Ijin Penelitian................................................................................. 259 Surat Pernyataan Selesai Melakukan Penelitian....................................... 260 xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dewasa ini pendidikan sekolah semakin dibutuhkan, lebih-lebih dalam aspek perkembangan kognitif dan aspek afektif, yang kedua-duanya menyangkut tuntutan masa sekarang ini sebagai masa pembangunan. Dewasa ini, lingkungan keluarga tidak mampu lagi untuk mengintrodusir anak ke dalam dunia ilmu-ilmu yang semakin berkembang pesat. Pendidikan di sekolah mengarahkan belajar anak supaya ia memperoleh pengetahuan, pemahaman, keterampilan, sikap, dan nilai yang semuanya menunjang perkembangannya. Dengan demikian, jelas bahwa terdapat kaitan yang erat antara pendidikan, belajar, dan perkembangan. (Winkel,1989:20-21) Proses belajar merupakan kegiatan mental mengolah bahan belajar atau pengalaman lain yang dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Faktor internal yang mempengaruhi proses belajar adalah sikap terhadap belajar, motivasi belajar, konsentrasi belajar, menyimpan perolehan hasil belajar, unjuk hasil belajar, rasa percaya diri, mengolah bahan belajar, menggali hasil belajar, kebiasaan belajar dan cita-cita siswa. Faktor eksternal berupa lingkungan siswa di sekolah seperti guru sebagai pembina siswa belajar, prasarana dan sarana dalam pembelajaran, kebijakan penilaian, lingkungan keluarga dan kurikulum sekolah. Guru merupakan salah satu faktor eksternal yang sangat mempengaruhi pembelajaran di kelas. Peran guru sebagai pembelajar tersebut membutuhkan 1

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 langkah yang tepat dalam menyampaikan materi pembelajaran. Materi pembelajaran yang hanya disampaikan dengan metode ceramah seperti yang dilakukan oleh kebanyakan guru sering membuat siswa secara umum menganggap bahwa materi pelajaran biologi adalah materi yang membosankan, kurang menarik dan sulit untuk dipahami. Siswa kurang berinteraksi, baik dengan sesama siswa maupun dengan guru. Selain itu potensi yang dimiliki siswa tidak berkembang maksimal. Hal ini menyebabkan siswa kurang minat dalam proses pembelajaran sehingga aspek pemahaman, sikap, dan ketrampilan siswa tidak dapat dilihat secara optimal. Selain faktor di atas, yang sering dihadapi guru dalam pembelajaran adalah saat guru mengajar dan mengajak siswa untuk berinteraksi siswa hanya pasif dan siswa lebih banyak diam. Saat guru mengajukan pertanyaan siswa tidak ada yang menjawab dan saat guru memberikan kesempatan bertanya tidak ada siswa yang bertanya. Pembelajaran tersebut tentunya tidak efektif. Sehingga perlu adanya strategi yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang ada. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru Biologi kelas XB SMA Pangudi Luhur Sedayu, diketahui bahwa siswa kelas XB memiliki kemampuan memahami materi dan minat yang rendah dalam mempelajari Biologi. Hal-hal tersebut ternyata dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kurangnya rasa percaya diri siswa dalam mengemukakan pendapat ataupun untuk mengetahui lebih lanjut apa yang belum dimengerti. Selain itu siswa kurang konsentrasi pada saat pembelajaran berlangsung. Konsentrasi tersebut

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 berhubungan dengan aktivitas yang dilakukan oleh siswa. Siswa kelas XB memang melakukan banyak aktivitas, namun aktivitas yang dilakukan siswa bukanlah aktivitas yang mendukung pembelajaran. Hal yang dilakukan siswa kebanyakan adalah membicarakan hal-hal yang tidak berhubungan dengan pelajaran, mengganggu siswa yang lain, ataupun bermain. Sehingga siswa tidak dapat berkonsentrasi secara penuh dalam menerima materi pelajaran. Proses pembelajaran tersebut tentunya berpengaruh terhadap nilai siswa. Data yang diperoleh dari guru Biologi kelas XB pada ulangan harian materi Invertebrata tahun 2012, 87,5% siswa memperoleh nilai <75 dan 12,5% siswa memperoleh nilai ≥75. Hal itu menunjukkan bahwa prosentase pencapaian ketuntasan minimal siswa kelas XB pada ulangan harian materi Invertebrata masih terbilang rendah. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk mata pelajaran Biologi di kelas X SMA Pangudi Luhur Sedayu ini adalah 75. Dari fakta tersebut, tentunya siswa kelas XB harus dirangsang minat belajarnya dengan sebuah metode yang menjadikan siswa mau lebih berminat dan semangat lagi dalam belajar serta tidak tergoda untuk berkegiatan lain selain kegiatan belajar di dalam kelas. Salah satu cara untuk mengembangkan aspek kognitif, afektif, psikomotorik, dan minat siswa adalah dengan penerapan kecerdasan visualspasial dan musik. Kecerdasan visual-spasial meliputi kumpulan kemampuan yang saling berkait, termasuk perbedaan visual, pengenalan visual, proyeksi, gambaran mental, pertimbangan ruang, manipulasi gambar, dan duplikasi dari gambaran dalam atau gambaran eksternal, setiap atau semua yang dapat

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 diekspresikan. Materi Invertebrata erat kaitannya dengan visual-spasial seperti gambar-gambar hewan Invertebrata. Dalam pembelajaran materi hewan Invertebrata ini, siswa akan menjelaskan hewan Invertebrata dengan bantuan gambar-gambar ataupun foto yang diberikan guru ataupun siswa membawa sendiri gambar ataupun foto hewan Invertebrata yang ditemukan atau dibuat sendiri oleh siswa. Sedangkan kecerdasan musik merupakan kemampuan dalam hal musikalitas, seperti dapat memainkan alat musik atau menyanyi, tahu kata-kata dalam banyak lirik lagu dan sangat mudah mengenali nada-nada dan irama. Menurut Gardner dalam Linda Campbell, dkk (2006), dalam pembelajaran di sekolah banyak individu yang sebelumnya tidak pernah memiliki kesempatan untuk mengenal musik, seringkali dapat mengikuti pelajaran melalui metode musik atau menghargai musik dalam suasana belajar ketika mereka sedang bekerja pada tugas-tugas non-verbal. Adanya hubungan yang kuat antara musik dan emosi tersebut, siswa diharapkan dapat memahami dan berminat mempelajari materi Invertebrata ketika membuat lagu yang dibuat dengan lirik materi Invertebrata dan menyanyikannya. Berdasarkan latar belakang tersebut akan dilakukan penelitian tentang strategi belajar menggunakan pembelajaran berbasis kecerdasan visualspasial dan musik, dengan judul: PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS KECERDASAN VISUAL-SPASIAL DAN MUSIK PADA MATERI INVERTEBRATA UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 HASIL BELAJAR SISWA KELAS XB SMA PANGUDI LUHUR SEDAYU B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut: “Apakah penerapan pembelajaran berbasis kecerdasan visual-spasial dan musik pada materi Invertebrata dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas XB SMA Pangudi Luhur Sedayu?”. C. BATASAN MASALAH Agar dapat mengkaji dan menemukan jawaban dari suatu masalah dengan efisiensi dan terarah, maka diperlukan suatu batasan masalah yang akan dikaji secara mendalam. Pada penelitian ini, batasan masalahnya adalah sebagai berikut: 1. Subjek Penelitian Siswa kelas XB SMA Pangudi Luhur Sedayu. 2. Materi Pokok Penelitian kali ini dilaksanakan pada Kompetensi Inti 3 dan 4. Kompetensi Dasar yang digunakan adalah kompetensi dasar 3.8. Materi yang dibahas adalah Invertebrata dengan sub pokok bahasan Filum Platyhelminthes, Nematoda dan Annelida.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 3. Parameter Parameter keberhasilan yang diukur dalam penelitian ini berupa minat belajar siswa (aspek psikomotor dan afektif) serta hasil belajar (kognitif siswa) dengan menerapkan kecerdasan visual-spasial dan musik. Minat belajar siswa diukur dengan menggunakan kuisioner, lembar observasi dan wawancara sedangkan hasil belajar diukur dengan nilai pretest dan post-test. D. TUJUAN PENELITIAN Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan minat dan hasil belajar siswa kelas XB SMA Pangudi Luhur Sedayu dengan menerapkan pembelajaran berbasis kecerdasan visual-spasial dan musik. E. MANFAAT PENELITIAN Penelitian ini memiliki manfaat, baik bagi peneliti sendiri, guru, sekolah maupun siswa. Manfaat tersebut adalah: 1. Bagi Peneliti Sebagai sarana untuk mempraktikkan teori-teori yang diperoleh selama belajar di universitas dengan kenyataan sehari-hari dalam dunia kerja di sekolah. 2. Bagi Guru a. Memberikan informasi untuk menyelenggarakan pembelajaran aktif dalam pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 b. Membantu guru dalam pemilihan model pembelajaran yang sesuai sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih menarik minat siswa. 3. Bagi Sekolah Sebagai informasi untuk memotivasi tenaga kependidikan agar lebih menerapkan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif. 4. Bagi Siswa Membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep biologi materi Invertebrata yang biasanya menghafal.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA A. BELAJAR DAN PEMBELAJARAN 1. Pengertian Belajar Pengertian belajar menurut Slameto (2010:2) adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Sedangkan pengertian belajar menurut W.S. Winkel (1989:36) adalah suatu aktivitas mental yang berlangsung dalam interaksi aktif antara seorang dengan lingkungan, dan menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan nilai sikap yang bersifat relatif konstan dan berbekas. Dari pengertian di atas, Susanto (2012:2) menyimpulkan bahwa pengertian belajar adalah suatu aktivitas yang dilakukan seseorang dengan sengaja dalam keadaan sadar untuk memperoleh suatu konsep, pemahaman, atau pengetahuan baru sehingga memungkinkan seseorang terjadinya perubahan perilaku yang relatif tetap baik dalam berpikir, merasa, maupun dalam bertindak. 8

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. 9 Pengertian Pembelajaran Kata atau istilah pembelajaran dan penggunaannya masih tergolong baru, yang mulai populer semenjak lahirnya Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003. Menurut undangundang ini, pembelajaran diartikan sebagai proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran yang diidentikkan dengan kata “ mengajar” berasal dari kata dasar “ajar”, yang berarti petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui. Kata pembelajaran yang semula diambil dari kata “ajar” ditambah awalan “pe” dan akhiran “an” menjadi kata “pembelajaran”, diartikan sebagai proses, perbuatan, cara mengajar, atau mengajarkan sehingga anak didik mau belajar. Menurut Winkel dalam Siregar (2011:12), pembelajaran adalah seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa, dengan memperhitungkan kejadian-kejadian ekstrim yang berperanan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami siswa. Pengertian pembelajaran juga dikemukakan oleh Gagne dalam Siregar (2011:12) di mana pembelajaran yang dimaksud untuk menghasilkan belajar, situasi eksternal harus dirancang sedemikian rupa untuk mengaktifkan, mendukung dan mempertahankan proses internal yang terdapat dalam setiap peristiwa belajar.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 Dari berbagai definisi yang dikemukakan oleh pakar-pakar, secara umum pembelajaran merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan dalam perilaku sebagai hasil interaksi antara dirinya dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Secara lengkap, pengertian pembelajaran dapat dirumuskan sebagai berikut: “ Pembelajaran ialah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.” (Surya, 2004:7) B. MINAT BELAJAR Pengertian minat menurut Slameto (2010:180) adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar niat. Minat tidak dibawa sejak lahir, melainkan diperoleh kemudian. Minat terhadap sesuatu dipelajari dan mempengaruhi belajar selanjutnya serta mempengaruhi penerimaan minatminat baru. Dalam kaitannya dengan belajar, Hansen dalam Susanto (2012:57) menyebutkan bahwa minat belajar siswa erat hubungannya dengan kepribadian, motivasi, ekspresi, dan konsep diri atau identifikasi, faktor keturunan dan pengaruh eksternal atau lingkungan. Sedangkan menurut

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 Susanto (2012:58), minat merupakan dorongan dalam diri seseorang atau faktor yang menimbulkan ketertarikan atau perhatian secara efektif, yang menyebabkan dipilihnya suatu objek atau kegiatan yang menguntungkan, menyenangkan, dan lama-kelamaan akan mendatangkan kepuasan dalam dirinya. Dalam dunia pendidikan di sekolah, minat memegang peranan penting dalam belajar, karena minat ini merupakan suatu kekuatan motivasi yang menyebabkan seseorang memusatkan perhatian terhadap seseorang, suatu benda, atau kegiatan tertentu. Anak didik yang berminat terhadap suatu mata pelajaran akan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh, karena ada daya tarik baginya. Anak didik akan berjalan lancar bila disertai minat (Djamarah,2011:167). Belajar dengan minat akan mendorong siswa belajar lebih baik daripada beajar tanpa minat. Minat ini timbul apabila murid tertarik akan sesuatu karena sesuai dengan kebutuhannya atau merasa bahwa sesuatu yang akan dipelajari dirasakan bermakana bagi dirinya. Namun demikian, minat tanpa adanya usaha yang baik maka belajar juga sulit untuk berhasil. (Hamalik, 2013: 33) Dengan demikian, minat merupakan unsur yang menggerakkan motivasi seseorang sehingga orang tersebut dapat berkonsentrasi terhadap suatu benda atau kegiatan tertentu. Dengan adanya unsur minat belajar pada diri siswa, maka siswa akan memusatkan perhatiannya pada kegiatan belajar tersebut.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 C. HASIL BELAJAR 1. Pengertian Hasil Belajar Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa seteah ia menerima pengalaman belajarnya (Sudjana, 2010:22). Jenisjenis hasil belajar menurut Benyamin S. Bloom dkk dalam Mustaqim (2008:38-39) membedakannya menjadi 3 ranah (domain), yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Khusus pada ranah kognitif, Anderson dan Krathwohl dalam Gunawan,dkk (2013) merevisi taksonomi Bloom yang sudah lama digunakan menjadi mengingat (remember), memahami/mengerti (understand), menerapkan (apply), menganalisis (analyze), mengevaluasi (evaluate), dan menciptakan (create). a. Ranah Kognitif 1. Mengingat (Remember) Mengingat merupakan usaha mendapatkan kembali pengetahuan dari memori atau ingatan yang telah lampau, baik yang baru saja didapatkan maupun yang sudah lama didapatkan. Mengingat merupakan pembelajaran pemecahan dimensi yang masalah yang berperan bermakna (problem penting (meaningful solving). dalam proses learning) Kemampuan dan ini dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang jauh lebih kompleks. Mengingat meliputi mengenali (recognition) dan memanggil kembali (recalling).

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 2. Memahami/mengerti (Understand) Memahami/mengerti berkaitan dengan membangun sebuah pengertian dari berbagai sumber seperti pesan, bacaan dan komunikasi. Memahami/mengerti berkaitan dengan aktivitas mengklasifikasikan (classification) dan membandingkan (comparing). 3. Menerapkan (Apply) Menerapkan menunjuk pada proses kognitif memanfaatkan atau mempergunakan suatu prosedur untuk melaksanakan percobaan atau menyelesaikan permasalahan. Menerapkan berkaitan dengan dimensi pengetahuan prosedural (procedural knowledge). Menerapkan meliputi kegiatan menjalankan prosedur (executing) dan mengimplementasikan (implementing). 4. Menganalisis (Analyze) Menganalisis merupakan memecahkan suatu permasalahan dengan memisahkan tiap-tiap bagian dari permasalahan dan mencari keterkaitan dari tiap-tiap bagian tersebut dan mencari tahu bagaimana keterkaitan tersebut dapat menimbulkan permasalahan Menganalisis berkaitan dengan proses kognitif memberi atribut (attributeing) dan mengorganisasikan (organizing). 5. Mengevaluasi (Evaluate) Evaluasi berkaitan dengan proses kognitif memberikan penilaian berdasarkan kriteria dan standar yang sudah ada. Kriteria yang

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 biasanya digunakan adalah kualitas, efektivitas, efisiensi, dan konsistensi. Kriteria atau standar ini dapat pula ditentukan sendiri oleh siswa. Standar ini dapat berupa kuantitatif maupun kualitatif serta dapat ditentukan sendiri oleh siswa. Evaluasi meliputi mengecek (checking) dan mengkritisi (critiquing). Mengecek mengarah pada kegiatan pengujian hal-hal yang tidak konsisten atau kegagalan dari suatu operasi atau produk. Mengkritisi berkaitan erat dengan berpikir kritis. 6. Menciptakan (Create) Menciptakan mengarah pada proses kognitif meletakkan unsurunsur secara bersama-sama untuk membentuk kesatuan yang koheren dan mengarahkan siswa untuk menghasilkan suatu produk baru dengan mengorganisasikan beberapa unsur menjadi bentuk atau pola yang berbeda dari sebelumnya. Menciptakan sangat berkaitan erat dengan pengalaman belajar siswa pada pertemuan sebelumnya. Meskipun menciptakan mengarah pada proses berpikir kreatif, namun tidak secara total berpengaruh pada kemampuan siswa untuk menciptakan. Menciptakan di sini mengarahkan siswa untuk dapat melaksanakan dan menghasilkan karya yang dapat dibuat oleh semua siswa. Perbedaan menciptakan ini dengan dimensi berpikir kognitif lainnya adalah pada dimensi yang lain seperti mengerti, menerapkan, dan menganalisis siswa bekerja dengan informasi yang sudah dikenal sebelumnya,

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 sedangkan pada menciptakan siswa bekerja dan menghasilkan sesuatu. Menciptakan meliputi menggeneralisasikan (generating) dan memproduksi (producing). Menggeneralisasikan merupakan kegiatan merepresentasikan permasalahan dan penemuan alternatif hipotesis yang diperlukan. Menggeneralisasikan ini berkaitan dengan berpikir divergen yang merupakan inti dari berpikir kreatif. Memproduksi mengarah pada perencanaan untuk menyelesaikan permasalahan yang diberikan. Memproduksi berkaitan erat dengan dimensi pengetahuan yang lain yaitu pengetahuan faktual, pengetahuan konseptual, pengetahuan prosedural, dan pengetahuan metakognisi. b. Ranah afektif 1. Menyimak Yaitu meliputi taraf sadar memperhatikan, kesediaan menerima, dan memperhatikan secara selektif/terkontrol. 2. Merespon Hal ini meliputi manut (memperoleh sikap responsif, bersedia merespon atas pilihan sendiri dan merasa puas dalam merespon. 3. Menghargai Hal ini mencakup menerima nilai, mendambakan nilai, dan merasa wajib mengabdi pada nilai.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 4. Mengorganisasi nilai Meliputi mengkonseptualisasi nilai dan organisasi sistem nilai. 5. Mewatak Yaitu memberlakukan secara umum seperangkat nilai, menjunjung tinggi dan memperjuangkan nilai. c. Ranah Psikomotor 1. Mengindra Hal ini bisa berbentuk mendengarkan, melihat, meraba, mencecap, dan membau. 2. Bertindak secara terpimpin Meliputi gerakan menirukan, dan mencoba melakukan tindakan. 3. Bertindak secara kompleks Ini adalah taraf mahir, dan gerak/keterampilan sudah disertai berbagai improvisasi. 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar Perubahan tingkah laku yang terjadi oleh individu sebagai akibat dari kegiatan belajar merupakan hasil yang telah dicapai dari proses belajar. Nasution,dkk dalam Djamarah (2011) memandang belajar itu bukanlah suatu aktivitas yang berdiri sendiri. Mereka berkesimpulan ada unsurunsur lain yang ikut terlibat langsung di dalamnya, yaitu:

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 a. Faktor Lingkungan 1. Lingkungan Alami Lingkungan hidup adalah lingkungan tempat tinggal anak didik, hidup dan berusaha di dalamnya. Pencemaran lingkungan hidup merupakan malapetaka bagi anak didik yang hidup di dalamnya. Kesejukan udara dan ketenangan suasana kelas diakui sebagai kondisi lingkungan kelas yang kondusif untuk terlaksananya kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan. 2. Lingkungan Sosial Budaya Lingkungan sosial budaya di luar sekolah ternyata sisi kehidupan yang mendatangkan problem tersendiri bagi kehidupan anak didik di sekolah. Contohnya pabrik, pasar dan arus lalu lintas yang dekat dengan sekolah tentunya dapat mengganggu pembelajaran di kelas. Mengingat pengaruh yang kurang menguntungkan tersebut, tentu akan sangat bijaksana bila pembangunan gedung sekolah di tempat yang jauh dari lingkungan pabrik, pasar dan arus lalu lintas. b. Faktor Instrumental 1. Kurikulum Kurikulum adalah a plan for learning yang merupakan unsur substansial dalam pendidikan. Tanpa kurikulum kegiatan belajar mengajar tidak dapat berlangsung, sebab materi apa yang harus guru sampaikan dalam suatu pertemuan kelas, belum guru programkan sebelumnya.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 2. Program Setiap sekolah mempunyai program pendidikan. Program pendidikan disusun untuk dijalankan demi kemajuan pendidikan. Keberhasilan pendidikan di sekolah tergantung dari baik tidaknya program pendidikan yang dirancang. Program pendidikan disusun berdasarkan potensi sekolah yang tersedia, baik tenaga, finansial, dan sarana prasarana. 3. Sarana dan Fasilitas Sarana mempunyai arti penting dalam pendidikan. Gedung sekolah misalnya sebagai tempat yang strategis bagi berlangsungnya kegiatan belajar mengajar di sekolah. Salah satu pernyaratan untuk membuat suatu sekolah adalah pemilikan gedung sekolah. Selain masalah sarana, fasilitas kelengkapan sekolah juga tidak bisa diabaikan. Buku pegangan anak didik harus lengkap sebagai penunjang kegiatan belajar. Fasilitas mengajar juga merupakan kelengkapan mengajar guru ang harus dimiliki oleh sekolah. Jadi sarana dan fasilitas sangat mempengaruhi kegiatan belajar mengajar di sekolah.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 4. Guru Guru merupakan unsur manusiawi dalam pendidikan. Kehadiran guru mutlak diperlukan di dalamnya. Kalau hanya ada anak didik, tetapi guru tidak ada, maka tidak akan terjadi kegiatan belajar mengajar di sekolah. c. Kondisi Fiologis 1. Kondisi Fisologis Kondisi fisologis pada umumnya sangat berpengaruh terhadap kemampuan belajar seseorang. Orang yang dalam keadaan segar jasmaninya akan berlainan belajarnya dengan orang yang dalam keadaan kelelahan. Anak-anak yang kekurangan gizi ternyata kemampuan belajarnya di bawah anak-anak yang tidak kekurangan gizi. Mereka lekas lelah, mudah mengantuk dan sukar menerima pelajaran. 2. Kondisi Pancaindra Sebagian besar yang dipelajari manusia (anak) yang belajar adalah dengan membaca, melihat contoh, atau model, melakukan observasi, mendengarkan keterangan guru, mendengarkan ceramah,dan sebagainya. Karena pentingnya peranan penglihatan dan pendengaran inilah maka lingkungan pendidiakan formal orang melakukan penelitian untuk menemukan bentuk dan cara penggunaan alat peraga yang dapat dilihat dan didengar. d. Kondisi Psikologis

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 1. Minat Minat mempengaruhi proses dan hasil belajar anak didik. Tidak banyak yang dapat diharapkan untuk menghasilkan prestai belajar yang baik dari seoarang anak yang tidak berminat untuk mempelajri sesuatu. 2. Kecerdasan Raden Cahaya Prabu dalam Djamarah (2011) mengatakan bahwa anak-anak yang taraf intelegensinya di bawah rata-rata, yaitu dull normal, debil, embicil, dan idiot sukar untuk sukses dalam sekolah. Mereka tidak akan mencapai pendidikan tinggi karena kemampuan potensinya terbatas. Sedangkan anak-anak yang taraf intelegensinya normal, di atas rata-rata seperti superior, gifted atau genius, jika saja lingkungan keluarga, masyarakat, dan lingkungan pendidikannya turut menunjang , maka mereka akan dapat mencapai prestasi dan keberhasilan dalam hidupnya. 3. Kemampuan Kognitif Dalam dunia pendidikan ada tiga tujuan pendidikan yang sangat dikenal dan diakui oleh para ahli pendidikan, yaitu ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Ranah kognitif merupakan kemampuan yangselalu dituntut kepada anak didik untuk dikuasai, karena penguasaan kemampuan pada tingkatan ini menjadi dasar bagi penguasaan ilmu pengetahuan. Ada tiga kempuan yang harus dikuasai sebagai jembatan untuk sampai pada penguasaan

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 kemampuan kognitif, yaitu persepsi, mengingat dan berpikir. Persepsi adalah proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi ke dalam otak manusia. Mengingat adalah suatu aktivitas kognitif, dimana orang menyadari bahwa pengetahuannya berasal dari masa lampau. Sedangkan berpikir adalah kelangsungan tanggapan-tanggapan yang disertai dengan sikap pasif dari subjek yang berpikir. 3. Cara pengukuran hasil belajar Beberapa indikator dan cara pengukuran hasil belajar dapat dilihat pada tabel 2 di bawah ini. (Makmun, 2007:167-168) Tabel 2.1 Cara pengukuran hasil belajar Jenis Hasil Belajar Indikator-indikator Cara pengukuran A. Kognitif Dapat menyebutkan/ Pernyataan/tugas/tes x Hafalan/ingatan menunjukkan lagi Pertanyaan/soalan/tes/tugas x Pengertian/pemahaman Dapat menjelaskan/ mendefinisikan dengan kata-kata sendiri D apat memberikan Tugas/persoalan/tes x Aplikasi/penggunaan contoh/menggunakan dengan tepat/memecahkan masalah Dapat menguraikan/ Tugas/persoalan /tes x Analisis mengklasifikasikan Dapat Tugas/persoalan /tes x Evaluasi menginterpretasikan/ memberikan kritik/ memberikan pertimbangan/penilaian Dapat melaksanakan Tugas/persoalan /tes x Menciptakan dan menghasilkan karya yang dibuat oleh siswa

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 B. Afektif x Penerimaan x Sambutan x penghargaan/ apresiasi x internalisasi/ pendalaman x karakterisasi/ penghayatan Bersikap menerima/ menyetujui atau sebaliknya Bersedia terlibat/ partisipasi/ memanfaatkan atau sebaliknya Memandang penting/bernilai/ berfaedah/ indah/ harmonis/ kagum atau sebaliknya Mengakui/ mempercayai/ meyakinkan atau sebaliknya Pertanyaan/tes/skala sikap Melembagakan/ membiasakan/ menjelmakan dalam pribadi dan perilakunya sehari-hari Observasi/ tugas ekpresif/ proyektif Koordinasi mata, tangan, dan kaki Gerak, mimik, ucapan Tugas/ observasi/ tes tindakan Tugas/ observasi tes/ tindakan Tugas/observasi/tes Skala penilaian/ tugas/ observasi Skala sikap/tugas ekspresif/ proyektor C. Psikomotorik x x Keterampilan bergerak/bertindak Keterampilan ekspresi verbal dan non verbal

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 D. KECERDASAN 1. Pengertian kecerdasan Pengertian kecerdasan menurut Gardner (1985) adalah kemampuan untuk memecahkan persoalan dan menghasilkan produk dalam suatu setting yang bermacam-macam dan dalam situasi nyata. 2. Teori Multiple Intelegances Gardner mengatakan bahwa era baru sudah merubah test IQ yang hanya berupa tes tertulis (didominasi oleh kemampuan Matematika dan Bahasa), menjadi multiple intelegances. Multiple Intelegances merupakan kecerdasan ganda yang meliputi kecerdasan linguistik, matematis-logis, visual-spasial, kinestetik-badani, musik, interpersonal, intrapersonal, lingkungan/naturalis, dan ekstensial. Awal dalam bukunya, hanya 7 kecerdasan, tetapi kemudian sekarang berkembang menjadi 9 kecerdasan (ditambah intelegensi lingkungan/naturalis, dan ekstensial). Kekurangan atau problem ataupun mungkin bisa dijadikan kelebihan adalah teori multiple intelegances ini bisa berkembang terus. Berpijak dari teori Gardner itulah, Linda Campbell,dkk (2006) mendefinisikan kecerdasan visual-spasial dan musik yang akan peneliti gunakan dalam penelitian. Kecerdasan vial-spasial dan musik tersebut adalah:

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 1. Kecerdasan Visual-Spasial Kecerdasan visual-spasial meliputi kumpulan kemampuan yang saling berkait, termasuk perbedaan visual, pengenalan visual, proyeksi, gambaran mental, pertimbangan ruang, manipulasi gambar, dan duplikasi dari gambaran dalam atau gambaran eksternal, setiap atau semua yang dapat diekspresikan. Dalam pembelajaran, ketertarikan dan kegembiraan dalam materi-materi belajar dapat dimunculkan dengan mengubah visual warna, bentuk, dan gambar. Ciri-ciri seseorang yang memiliki intelegensi visual-spasial adalah: x Dapat memindahkan gambaran-gambaran dengan mudah ke dalam media lain, seperti dalam gambar, patung, bangunan x Mempunyai keterampilan-keterampilan imajinasi yang sangat hidup dan keterampilan-keterampilan visualisasi-menciptaan gambar hidup secara mental x Tertarik dalam warna, pengaturan, tekstur, keseimbangan, dan desain, x Menyukai gambar-gambar, video, komputer, TV 2. Kecerdasan Musik Musik di dalam rumah dan lingkungan awal memberikan dasar yang penting bagi pengalaman bermusik yang di kemudian hari dapat menyatu dengan mata pelajaran di sekolah. Karena adanya hubungan yang kuat antara musik dan emosi, musik di ruang kelas dapat membantu menciptakan keadaan emosi positif yang kondusif bagi

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 pendidikan. Musik juga dapat digunakan untuk menambah ketegangan, kesedihan, tragedi, atau kegembiraan sebuah cerita dari literatur dan sejarah yang besar. Musik bahkan juga bisa digunakan untuk mengekspresikan humor. Dalam pembelajaran, banyak individu yang sebelumnya tidak pernah memiliki kesempatan untuk mengenal musik seringkali dapat mengikuti pelajaran melalui metode musik atau menghargai musik dalam suasana belajar ketika mereka sedang bekerja pada tugas-tugas non-verbal. Di bawah ini ada beberapa kemungkinan orang yang memiliki intelegensi musik yang berkembang dengan baik: x Sangat mudah mengenali nada-nada dan irama x Sering menyanyi, bersenandung atau mengetuk-ngetuk saat sedang bekerja dan memproses x Tahu kata-kata dalam banyak lirik lagu x Peka akan suara-suara di lingkungannya x Dapat memainkan alat musik atau menyanyi 3. Keunggulan dan Kelemahan Teori Multiple Intelligence Teori Multiple Intelligence yang dikemukaan oleh Gardner dalam Rahajeng (2012) ini ternyata memiliki keunggulan dan kelemahan dalam pembelajaran.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 a. Keunggulan Teori Multiple Intelligence: x Aktivitas pengajaran yang disesuaikan dengan ragam kecerdasan yang dimiliki oleh siswa sedikit banyak telah memunculkan semangat belajar dan rasa percaya diri pada setiap siswa. Siswa digali kreativitasnya agar mereka dapat mempelajari pelajaran sesuai dengan talenta yang ada pada mereka, misalnya melalui lagu, pantun, puisi, drama dan lain-lain. x Melalui teori multiple intelligence ini pula siswa belajar untuk lebih menggali potensi yang ada pada dirinya dan dapat lebih menghargai talenta yang telah dianugerahkan Tuhan kepadanya. Selain itu siswa juga belajar untuk menghargai kelebihan dan kekurangan masingmasing, misalnya siswa yang biasanya dianggap bodoh karena selalu mendapat nilai buruk dalam pelajaran ternyata mampu membuat puisi dan menggubah syair lagu dengan konsep-konsep yang ada pada pelajaran tersebut dengan sangat indah. x Metode ini juga sangat efektif karena mampu meningkatkan aktivitas dan kreatifitas siswa dalam bentuk interaksi baik antara siswa dengan guru maupun antara siswa dengan siswa lainnya. Bahkan interaksi ini lebih didominasi oleh interaksi antara siswa dengan siswa sedangkan guru hanya bersifat sebagai moderator saja. Tanya jawab antar siswa berjalan dengan sangat baik dan setiap penilaian yang diberikan oleh guru maupun siswa lainnya mampu memacu dirinya untuk lebih menggali konsep-konsep materi yang diajarkan

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 sehingga menghasilkan rasa keingintahuan dan percaya diri yang tinggi. x Lebih jauh lagi, melalui penerapan teori multiple intelligence dalam pembelajaran di sekolah diharapkan siswa dapat melihat kenyataan bahwa mereka itu “unik”. Tuhan menciptakan jutaan bahkan milyaran manusia dengan keunikan tersendiri. Mereka juga dapat melihat bahwa Tuhan sudah menyediakan laboratorium terbesar bagi mereka berupa alam semesta sehingga dengan kesadaran seperti ini maka kecerdasan spriritual (SQ) mereka juga akan ikut tergali. Oleh karena itu secara keseluruhan metode ini mampu menciptakan rasa belajar yang menyenangkan yang pada akhirnya diharapkan akan meningkatkan minat dan motivasi siswa pada pelajaran. Indikator terakhir yang diharapkan tentu saja adalah adanya peningkatan nilai rata-rata kelulusan pada mata pelajaran yang ada umumnya b. Kelemahan Teori Multiple Intelligence: x Sedikitnya waktu pembelajaran yang tersedia sedangkan materi yang harus diajarkan sangat banyak. Penerapan teori multiple intelligence dalam proses pembelajaran fisika misalnya akan membuat siswa tidak hanya duduk “manis” mendengarkan ceramah dari guru. Siswa diberi keleluasaan untuk mencari tempat dimana mereka akan belajar. Jadi proses belajar mengajar tidak selalu dilakukan di dalam kelas tetapi bisa di lapangan, ruang laboratorium atau perpustakaan. Adakalanya ketika siswa berada dilapangan untuk mempraktekkan

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 sesuatu, hal tersebut ikut memancing keingintahuan siswa yang sedang belajar di kelas lain sehingga guru-guru yang lain (mungkin) merasa terganggu. x Penerapan teori Multiple Intelligence dalam ruang kelas juga memungkinkan terjadinya diskusi hangat dalam kelas. Adakalanya siswa berteriak atau bertepuk tangan untuk mengungkapkan kegembiraannya ketika mereka mampu memecahkan suatu masalah. Hal ini juga dapat menggangu konsentrasi guru dan siswa yang berada di kelas lain. x Adanya keengganan dari para guru untuk mengubah paradigma lama dalam pendidikan. Kebanyakan guru sudah merasa nyaman dengan metode ceramah sehingga mereka enggan untuk mencoba hal-hal yang baru karena dianggap merepotkan. E. MATERI INVERTEBRATA Secara garis besar, materi yang akan diajarkan adalah sebagai berikut: 1. Platyhelminthes a. Ciri-Ciri Umum Platyhelminthes b. Klasifikasi Platyhelminthes 2. Nematoda a. Ciri-ciri Umum Nematoda b. Anggota Filum Nematoda

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 3. Annelida a. Ciri-ciri Umum Annelida b. Klasifikasi Annelida (Materi pembelajaran secara lengkap dapat dilihat pada lampiran.) F. PENELITIAN YANG RELEVAN Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Yuli Rahmawati (2008) dengan judul penelitian: “Penerapan Metode Pembelajaran Berbasis Multiple Intelegances untuk Meningkatkan Prestasi Pendidikan Agama Islam Siswa SMP N I Kalibawang Kulon Progo” disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis Multiple Intelegances yang diterapkan pada mata pelajaran PAI melalui metode-metode pembelajaran yang variatif, ternyata sesuai dengan jenis-jenis kecerdasan siswa. Pembelajaran berbasis multiple intelegances yang dilakukan oleh Yuli Rahmawati ini tidak semua jenis kecerdasan diimplementasikan dalam praktik pembelajaran, tetapi hanya empat jenis kecerdasan yaitu kecerdasan verbal dengan ceramah, kecerdasan spasial dengan media gambar, kecerdasan interpersonal dengan berdiskusi dan kecerdasan kinestetik dengan praktek. Penelitian ini mengukur keberhasilan dalam ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Ranah kognitif melalui penilaian atau test secara tertulis maupun lisan. Sedangkan untuk ranah afektif dan psikomotor, peneliti menggunakan lembar observasi dan wawancara.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 Hasil dari penelitian ini adalah proses pembelajaran dengan metode kecerdasan majemuk mampu mengubah pola pengajaran konvensional (ceramah) yang dilakukan oleh guru yang tidak melakukan pengembangan dalam pembelajaran serta kurang memiliki orientasi terhadap keaktifan siswa, karena hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Penerapan pembelajaran multiple intelegance ini menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan. Guru memiliki kepekaan untuk melihat semua hal yang ada dalam lingkungan di sekitarnya yang dapat menunjang proses belajar mengajar. Selain itu pula, guru semakin percaya diri, kreatif, peka/responsive, dan terbiasa menggunakan media pembelajaran. Pemahaman/penguasaan materi oleh siswa dalam PTK inipun mengalami peningkatan dari siklus I sampai dengan Siklus III. Pada saat pemberian tindakan menggunakan metode-metode pembelajaran berbasis multiple intelegance, siswa terlihat lebih mudah/lancar dalam menyampaikan materi. Selain itu melalui pertanyaan-pertanyaan lisan yang diberikan oleh guru, siswa juga terlihat mampu menjawab pertanyaan dengan benar. Kemudian pada saat praktek (sosio drama) siswa juga terlihat mampu menguasai tokoh/sifat yang diperankan. Peningkatan pemahaman siswa tersebut, tentunya berpengaruh terhadap hasil prestasi siswa. Berdasarkan pengujian secara test tertulis menunjukan bahwa ada peningkatan yang signifikan pada prestasi PAI dari siklus I sampai dengan siklus III. Rerata skor pada siklus I sebesar 13, siklus II sebesar 15,11 dan siklus III sebesar 17,194. Hal ini menunjukan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 berbasis multiple intelegances dapat meningkatkan prestasi PAI siswa kelas VII SMP N 1 Kalibawang Kulon Progo. Penelitian lain yang menerapkan pembelajaran berbasis multiple intelegances (kecerdasan ganda) juga dilakukan oleh Ganesya Dipo Harjuno (2012). Judul penelitiannya adalah “Penerapan Intelegensi Ganda dalam Pelaksanaan Pembelajaran untuk Meningkatkan Minat dan Prestasi Belajar Fisika Pada Pokok Bahasan Usaha di SMP Budi Mulia Padon, Sendang Rejo, Sleman, DIY”. Pembelajaran berbasis multiple intelegances (kecerdasan ganda) yang dilakukan oleh Ganesya Dipo Harjuno ini menerapkan semua intelegensi, yaitu intelegensi linguistik, matematis-logis, visual-spasial, interpersonal, intrapersonal, kinetik, musikal, lingkungan dan ekstensial. Penelitian ini mengukur keberhasilan dalam ranah kognitif dan afektif. Ranah kognitif melalui penilaian pre-test dan post-test. Sedangkan untuk ranah afektif, peneliti menggunakan angket dan wawancara. Berdasakan pengujian pre-test dan post-tes (ranah kognitif) yang dilakukan oleh peneliti, rata-rata post-test siswa lebih tinggi dibandingkan rata-rata pre-test siswa. Rata-rata post-test siswa sebesar 78,10 dan rata-rata pre-test siswa sebesar 29,66. Sedangkan dari hasil angket yang diisi oleh siswa, presentase siswa yang tidak berminat + kurang berminat sebesar 44,83 % dan presentase siswa yang berminat + sangat berminat sebesar 55,17 %. Hasil wawancaranya adalah siswa senang terhadap pembelajaran fisika. Berdasarkan data tersebut,

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis multiple intelegances pada pokok bahasan usaha dapat meningkatkan minat dan hasil prestasi siswa. G. KERANGKA BERPIKIR Penelitian dalam bidang pendidikan masih terus dilakukan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Metode-metode yang digunakan oleh gurupun terus berinovasi. Keadaan siswa kelas XB di SMA Pangudi Luhur St. Louis Sedayu yang cenderung berkegiatan sendiri selain belajar di kelas, tingkat pemahaman materi dan minat belajarnya tergolong masih rendah, tentunya membutuhkan metode-metode yang harus terus diinovasikan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Tingkat minat dan pemahaman materi siswa yang masih tergolong rendah yang berdampak pada nilai ulangan harian tersebut, bukan berarti siswa mempunyai intelegensi yang rendah dalam suatu pelajaran. Bisa saja siswa tersebut mempunyai intelegensi tinggi pada jenis intelegensi yang lain. Berpijak dari teori Gardner, peneliti mengembangkan spektrum kemampuan yang luas di dalam diri setiap peserta didik dengan penerapan pembelajaran berbasis multiple intlegances. Tentunya, hal ini memberikan implikasi positif terhadap pembelajaran di sekolah. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan oleh Yuli Rahmawati (2008) dan Ganesya Dipo Harjuno (2012), penerapan pembelajaran multiple intelegence memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan minat dan pemahaman siswa sehingga hasil belajar siswa semakin baik. Oleh karena itu

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 peneliti akan menerapkannya kepada siswa kelas XB SMA Pangudi Luhur Sedayu pada materi Invertebrata. Dalam hal ini, peneliti akan menerapkan pembelajaran multiple intelegance khususnya pada kecerdasan visual-spasial dan musik. Kecerdasan visual-spasial diterapkan dengan adanya gambar sedangkan kecerdasan musik diterapkan dengan adanya lagu. Awalnya siswa menyanyikan lagu yang dibuat oleh guru dan selanjutnya siswa yang akan membuat lagu dengan lirik materi Invertebrata. Setelah diterapkan, guru akan menguji siswa melalui aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Pembelajaran menggunakan multiple intelligences khususnya dalam kecerdasan visual-spasial dan musik yang akan dilakukan oleh peneliti berarti siswa diberi kesempatan untuk menggunakan inteligensi selain inteligensi bahasa dan logis-matematis. Selain itu, peneliti juga memberikan peluang pada siswa untuk menggunakan inteligensi terkuatnya dalam mempelajari materi pelajaran. Berdasarkan kerangka pemikiran tersebut, dapat dituangkan dalam bagan sebagai berikut:

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 Observasi Awal Siswa kelas XB Hasil Observasi: 1. Siswa asik dengan kegiatannya sendiri/berbicara dengan teman/ramai. 2. Tingkat pemahaman siswa masih kurang. 3. Minat siswa masih kurang dalam pelajaran biologi. Pembelajaran Berbasis Kecerdasan VisualSpasial dan Musik Minat Siswa Aspek Afektif dan Psikomotor Bagan 2.1 Kerangka Berpikir Hasil Belajar Biologi Aspek Kognitif

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN Penelitian ini akan dilakukan dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaran di kelas, sehingga hasil belajar siswa dapat ditingkatkan (Daryanto,2011:4). Penelitian yang dilakukan oleh peneliti ini termasuk dalam PTK partisipan, dimana partisipan terlibat langsung di dalam proses penelitian sejak awal sampai dengan hasil penelitian yang berupa laporan. Dengan demikian, sejak perencanaan penelitian peneliti senantiasa terlibat. Selanjutnya peneliti memantau, mencatat, dan mengumpulkan data, lalu menganalisis data serta berakhir dengan melaporkan hasil penelitiannya (Aqib, 2007:20) Ada beberapa model PTK yang sampai saat ini sering digunakan di dalam dunia pendidikan. Model PTK yang digunakan oleh peneliti dalam melakukan penelitian adalah model Kemmis dan Mc Taggart. Model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart ini terdiri dari 4 komponen, yaitu perencanaan (planning), aksi/tindakan (acting), observasi (observing) dan refleksi (reflecting). 35

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Untuk lebih detailnya, berikut ini dikemukakan PTK Model Kemmis dan Mc Taggart yang dikemukakan secara sistematis pada bagan 3.1. Observasi Awal Identifikasi masalah berdasarkan: hasil belajar dan niat siswa; respon siswa terhadap proses pembelajaran; serta informasi dari guru kelas X. Studi Pustaka x x Rencana Tindakan Siklus I Menyusun Instrumen Pembelajaran Menyusun Instrumen Pengumpulan Data x x x x x Observasi Tindakan Siklus I Mengobservasi kegiatan siswa dan guru. Mendokumentasikan kegiatan siswa dan guru pada saat proses pembelajaran. Pelaksanaan Tindakan Siklus I Siswa diberi LKS dan gambar pendukung. Siswa menempelkan gambar yang diterima dan mempresentasikannya di depan kelas. Siswa menyanyikan lagu yang telah dibuat oleh guru mengenai materi yang dibahas. Analisis Refkeksi Tindakan Siklus I Menganalisis kelebihan dan kekurangan Siklus I x Kriteria Tercapai Kriteria Belum Tercapai Kesimpulan dan Rekomendasi x Pelaksanaan Tindakan Siklus II Siswa mempresentasikan masing-masing materi dan menyanyikan lagu yang telah dibuatnya mengenai materi yang dipresentasikan. x x x x x Analisis Refkeksi Tindakan Siklus II Menganalisis kelebihan dan kekurangan Siklus I Kriteria Tercapai Kesimpulan dan Rekomendasi Rencana Tindakan Siklus II Menyusun Instrumen Pembelajaran Menyusun Instrumen Pengumpulan Data Observasi Tindakan Siklus II Mengobservasi kegiatan siswa dan guru. Mendokumentasikan kegiatan siswa dan guru pada saat proses pembelajaran. Kriteria Belum Tercapai Dilanjutkan ke Siklus III jika target belum tercapai. Bagan 3.1 Desain Penelitian Tindakan

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 B. SETTING PENELITIAN 1. Lokasi penelitian : SMA Pangudi Luhur St. Louis Sedayu 2. Subjek : Siswa kelas XB yang berjumlah 30 orang 3. Objek : minat belajar, hasil belajar siswa 4. Waktu : April-Mei 2014 C. RANCANGAN PENELITIAN Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II. Di dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai penyaji pembelajaran dan berkolaborasi dengan guru serta 2 mahasiswa yang berperan sebagai observer. Setiap siklus dalam penelitian ini terbagi menjadi 4 tahap, yaitu tahap perencanaan (planning), tahap pelaksanaan (acting), tahap observasi (observing), dan tahap refleksi (reflecting). Rincian tindakan yang akan dilaksanakan setiap siklus penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Perencanaan a. Observasi lapangan untuk melihat permasalahan yang terjadi. b. Berdiskusi dengan guru dan rekan mahasiswa untuk persiapan penelitian. c. Analisis studi pustaka dan lapangan untuk menyusun rencana tindakan. d. Menyiapkan instrument pembelajaran yang telah disusun dalam persiapan penelitian meliputi: x Materi Platyhelminthes, Annelida dan Nematoda (lampiran 1)

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 x Silabus (lampiran 2) x RPP siklus I (lampiran 3) x RPP siklus II (lampiran 4) x Lembar Kerja Siswa Siklus I (lampiran 5) x Lembar Kerja Siswa Siklus II (lampiran 6) x Media dan bahan pembelajaran yang akan digunakan e. Menyiapkan instrument penelitian yang telah disusun dalam persiapan penelitian meliputi: x Kisi-kisi soal pre-test, post-test siklus I dan post-test siklus II (lampiran 7) x Soal pre-test (lampiran 8) x Soal post-test siklus I (lampiran 9) x Soal post-test siklus II (lampiran 10) x Lembar observasi siswa (lampiran 11) x Lembar Kuisioner (lampiran 12) x Panduan wawancara (lampiran 13) 2. Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan, peneliti berperan sebagai penyaji pembelajaran atau guru. Guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah disusun. Secara garis besar, kegiatan yang dilaksanakan pada tahap pelaksanaan tiap siklus adalah sebagai berikut:

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 (Kegiatan yang dilakukan setiap siklus secara lengkap dapat dilihat pada RPP.) a. Siklus I 1. Pertemuan I x Pretest. x Guru memberikan pengarahan tentang tujuan dan prosedur pembelajaran. x Guru menjelaskan pelajaran secara singkat mengenai gambaran umum materi yang akan dipelajari. x Siswa membentuk kelompok sendiri. x Setiap kelompok diberi LKS 1 dan gambar mengenai materi filum Platyheminthes. x Setiap kelompok menempelkan gambar pada lembar LKS, mengamati gambar tersebut dan mempresentasikan diskripsi mengenai gambar tersebut. x Guru memberikan penguatan materi filum Platyheminthes dengan menggunakan media power point yang dilengkapi dengan gambar-gambar filum Platyheminthes dan lagu yang dinyanyikan bersama dengan siswa. x Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk membuat lagu mengenai materi Platyhelminthes dan dinyanyikan pada pertemuan selanjutnya.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 2. Pertemuan II x Siswa menyanyikan lagu yang dibuat secara berkelompok. x Post-test siklus I. x Guru membagi kelompok. Setiap kelompok mempersiapkan materi yang sudah dibagi oleh guru untuk dipresentasikan pada pertemuan selanjutnya. Materi yang akan dipresentasikan tersebut harus terdapat gambar pendukung materi, bisa dalam bentuk foto (pengamatan hewan Invertebrata terutama Annelida dan Nematoda) dengan media konvensional maupun IT. Di akhir presentasi, setiap kelompok menyanyikan lagu mengenai materi yang dipresentasikan. b. Siklus II 1. Pertemuan III x Guru memberikan pengarahan terlebih dahulu sebelum setiap kelompok mempresentasikan materi dan menyanyikan lagu masing-masing. x Setiap kelompok mempresentasikan materi dan menyanyikan lagu mengenai materi tersebut. x Guru memberi tugas kepada siswa untuk menggambar struktur tubuh dan daur dipresentasikan. Annelida da n Nematoda yang telah

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 2. Pertemuan IV x Guru bersama siswa membahas tugas yang diberikan oleh guru. x Post-test II dan kuisioner akhir. 3. Observasi Observasi ditujukan pada semua komponen pendukung dalam proses pembelajaran yaitu siswa, guru, dan metode mengajar. Hal-hal yang dilakukan pada tahap observasi adalah guru dibantu oleh observer mengisi lembar observasi aktivitas siwa, lembar refleksi guru mitra terhadap komponen dan metode pembelajaran, lembar observasi kegiatan guru, lembar observasi kegiatan siswa (data kelas), dan lembar observasi kegiatan siswa dalam kelompok. 4. Refleksi Pada tahap refleksi, hasil angket dan evaluasi yang telah dilakukan dicatat sebagai acuan untuk memperbaiki rencana peneliti pada tahap atau siklus selanjutnya.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 D. INSTRUMEN PENELITIAN Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, ada 2 jenis instrumen yaitu instrumen pembelajaran dan instrumen pengumpulan data. 1. Instrumen pembelajaran a. Silabus Biologi Kelas X Silabus yang dipakai di kelas X semester 2 adalah silabus kurikulum 2013 yang berisi kompetensi inti 3 dan 4, kompetensi dasar 3.8 dan 4.8, materi pokok, pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, media, alat dan bahan. b. Rencana Program Pembelajaran (Pertemuan I, II, III, dan IV) Rencana Program Pembelajaran (RPP) berisi gambaran secara menyeluruh dari materi yang akan disampaikan. RPP ini digunakan agar penyampaian materi dalam pembelajaran di kelas lebih efektif dan efisien. c. Lembar Kerja Siswa (Pertemuan I , II, III dan IV) LKS merupakan salah satu sarana untuk membantu dan mempermudah dalam kegiatan belajar mengajar sehingga akan terbentuk interaksi yang efektif antara siswa dengan guru, sehingga dapat meningkatkan aktifitas siswa dalam peningkatan prestasi belajar. Dalam Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk mengetahui nilai siswa dalam kerjasama kelompok LKS dikerjakan secara berkelompok.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 2. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen pengumpulan data digunakan untuk mengambil data yang digunakan untuk membuktikan hipotesis awal. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini mengambil data kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh dari masing-masing siklus. Jenis data, cara pengambilan data, serta sumber data diuraikan pada tabel berikut: Jenis Data Tabel 3.1 Jenis dan Cara Pengumpulan Data Alat Cara pengambilan Sumber data analisis data data 1. Minat belajar Kuisioner, wawancara 2. Hasil Belajar Tes, 3. Aktivitas dan Lembar respon siswa observasi selama proses pembelajaran Siswa Analisis Kuantitatif dan kualitatif a. Soal pre-test, post-test siklus I dan soal post-test siklus II Soal pre-test berupa pilihan ganda yang diberikan siswa pada pertemuan ke-1 mengenai semua materi siklus I dan II, yaitu Platyhelminthes, Annelida dan Nematoda. Soal postest siklus I merupakan soal yang diberikan pada pertemuan ke-2 mengenai Platyhelminthes sebagai alat evaluasi siklus I. Sedangkan soal postest siklus II merupakan soal yang diberikan pada pertemuan ke-4 mengenai Annelida dan Nematoda. (Kisi-kisi, soal tes dan rubrik penilaian dapat dilihat secara lengkap pada lampiran)

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 b. Instrument Observasi Siswa Instrument observasi siswa pada penelitian ini menggunakan lembar pengamatan minat siswa yang digunakan untuk membantu melihat minat siswa secara berkelompok dalam melakukan aktifitas (bertanya, menjawab, berdiskusi, bekerjasama dalam kelompok dan mengerjakan tugas) pembelajaran di kelas. Pada akhir penelitian, lembar pengamatan minat digunakan untuk menganalisis tingkat minat siswa dalam mengikuti pelajaran. (Instrumen observasi secara lengkap dapat dilihat pada lampiran) c. Kuisioner Kuisioner dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui minat belajar siswa dan keterlibatan kognitif/sikap dalam proses pembelajaran. Kuisioner yang diberikan kepada siswa terdiri dari 20 butir pernyataan: 10 pernyataan positif dan 10 pernyataan negatif. Sedangkan untuk alternatif jawabannya diukur dengan skala: Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS). Berikut ini adalah rancangan penyusunan kuisioner: Variabel Minat Aspek yang diukur Minat Tabel 3.2 Kisi-kisi kuisioner Indikator Pernyataan Pernyataan Positif Negatif Perasaan senang 1 4 terhadap pelajaran biologi Kemauan siswa untuk 12 11 memahami pelajaran Memperhatikan 3 2 penjelasan materi pelajaran baik dari guru maupun teman

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Kesungguhan dalam mengerjakan tugas yang diberikan dalam kelompok Kesungguhan dalam membuat lagu mengenai materi 14 13 5 8 Keterlibatan Ketertarikan untuk 16 15 kognitif/sikap mempelajari biologi dalam proses pembelajaran Mengikuti dinamika 7 6 kelompok dalam mempersiapkan materi dan membuat lagu Mempersiapkan materi 18 17 dari berbagai sumber pustaka Memberikan pendapat 10 9 dalam membuat lagu dan mempersiapkan materi berkelompok Tanggung jawab 20 19 terhadap pencapaian hasil kelompok (Kuisioner yang akan digunakan dapat dilihat pada lampiran) d. Pedoman wawancara bebas Pedoman wawancara ini berisi pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada 6 siswa yang dipilih berdasarkan hasil pre-test, post-test siklus I, dan post-test siklus II. Siswa yang memiliki hasil belajar tinggi di ambil 2 orang, sedang 2 orang dan yang memiliki hasil belajar rendah 2 orang.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 Pertanyaan-pertanyaan yang disusun tersebut digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran berbasis kecerdasan visual-spasial dan musik Aspek yang diwawancarai Minat siswa Keterlibatan kognitif/sikap dalam proses pembelajaran Tabel 3.3 Pedoman Wawancara Tujuan wawancara Mengetahui tanggapan siswa terhadap materi Invertebrata Pertanyaan Di bagian materi Invertebrata manakah yang masih dirasa sulit atau mudah untuk dipahami? Mengetahui respon Apakah yang lebih siswa terhadap kamu sukai antara pembelajaran berbasis pembelajaran berbasis kecerdasan visualkecerdasan visualspasial dan musik spasial atau kecerdasan musik saat kita belajar materi Invertebrata? Mengetahui sikap siswa 1. Adakah hal-hal lain terhadap proses selain hal-hal pembelajaran positif seperti bersemangat atau hal-hal negatif seperti malas dan bosan ketika mengerjakan LKS,tugas, pre-test dan post-test? 2. Hal-hal lain apa saja yang dilakukan oleh Anda ketika dilaksanakan diskusi maupun membuat lagu? Mengetahui proses 1. Apakah penerapan belajar yang dialami pembelajaran siswa dalam berbasis kecerdasan mempelajari Biologi visual-spasial dan dengan pembelajaran musik masih berbasis kecerdasan membuat Anda visual-spasial dan tidak berminat musik dalam

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 pembelajaran? 2. Kesulitan apa yang masih dirasakan dalam belajar biologi khususnya materi Invertebrata? E. TEKNIK PENGUMPULAN DATA 1. Test Hasil penelitian dianalisis dengan menghitung rata-rata kelas, menentukan ketuntasan belajar secara individual dan menentukan ketuntasan belajar secara kalsikal. Langkah-langkah yang dilakukan dalam analisis hasil tes adalah sebagai berikut: a. Pemberian Skor Skor untuk jawaban benar adalah 1 dan untuk jawaban salah adalah 0. b. Penilaian Penilaian diberikan dalam rentang 0-100, adapun perhitungan nilai siswa pada masing-masing tes adalah sebagai berikut: Nilai siswa = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟 20 c. Menentukan rata-rata kelas ‰ 100 Rata-rata kelas dapat dihitung dengan rumus: X= X ∑𝑋 ∑𝑋 𝑁 = nilai rata-rata (mean) = jumlah nilai seluruh siswa

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 N = banyaknya siswa yang mengikuti test d. Analisis Ketuntasan Ketuntasan belajar siswa dianalisis dalam dua aspek, yaitu ketuntasan belajar siswa secara individual dan klasikal. Ketuntasan belajar siswa secara individual dapat dilihat dari nilai yang diperoleh siswa dari tes kemudian dibandingkan dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75. Jika nilai siswa < 75, siswa dikatakan tidak tuntas, dan apabila nilai siswa ≥ 75, maka siswa dikatakan tuntas. Sedangkan untuk menentukan ketuntasan belajar siswa secara klasikal, dapat dilihat dengan rumus: P= P ∑ 𝑁1 𝑁 ∑ 𝑁1 N 𝑥 100% = prosentase ketuntasan belajar = jumlah siswa tuntas belajar secara klasikal = banyaknya siswa yang mengikuti test 2. Kuisioner a. Pemberian Skor Sistem penskoran yang digunakan tergantung pada skala pengukuran. Untuk skala Likert, skor tertinggi tiap butir adalah 4 dan yang terendah adalah 1. (Mardapi, 2008:121) Tabel 3.4 Panduan pemberian skor kuisioner Alternatif Jawaban Skor Positif Skor Negatif Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) 4 3 2 1 1 2 3 4

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 b. Menghitung Prosentase Minat Siswa Instrumen yang telah diisi oleh siswa kemudian dicari skor keseluruhannya sehingga diperoleh sata skor setiap siswa. Kemudian dari skor tersebut, dicari prosentase minat siswa dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut: 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 Prosentase minat = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 𝑥 100 % c. Mengkategorikan Minat Siswa Tingkat minat siswa dapat diketahui dengan mengkategorikan hasil prosentase minat siswa dengan menggunakan analisis sikap siswa pada tabel di bawah ini: Tabel 3.5 Kriteria Minat Siswa Kriteria Presentase Sangat tinggi 75% - 100% Tinggi 50 % - 74,9 % Sedang 25 % - 49,9% Rendah 0 % - 24,9 % 3. Observasi Siswa a. Pemberian Skor Kuisioner yang telah diiisi oleh observer, kemudian diberi skor dengan panduan skor sebagai berikut:

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Tabel 3.6 Pedoman penilaian hasil observasi Skor Aspek penilaian Tinggi Sedang Rendah Siswa memperhatikan 3 2 1 penjelasan materi yang sedang disampaikan Siswa merespon dengan 3 2 1 baik rangsangan yang diberikan oleh guru (mengajukan pertanyaan, tidak melakukan aktivitas lain di luar penjelasan, mengajukan ide) Siswa mengerjakan tugas 3 2 1 yang diberikan Siswa mencari jawaban 3 2 1 dengan membuka buku dari berbagai sumber Siswa terlibat dalam 3 2 1 diskusi kelompok untuk menyelesaikan tugas/soal, membuat lagu dan mempersiapkan materi Siswa mengobrolkan hal1 2 3 hal lain di luar materi pelajaran Siswa 1 2 3 malas/mengantuk/tidur Siswa mempresentasikan 3 2 1 hasil diskusi kelas dengan senang hati Siswa mendengarkan 3 2 1 presentasi teman Siswa menanggapi 3 2 1 presentasi teman Siswa bermain/ bercerita 1 2 3 sendiri/tidur Siswa mempersiapkan 3 2 1 materi presentasi tanpa mengeluh Siswa terlibat dalam 3 2 1 pembuatan lagu

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Skor maksimal dari tabel di atas adalah 39 dan skor minimumnya adalah 13. Selanjutnya skor yang diperoleh dari tiap kelompok diubah dalam bentuk nilai aktivitas dengan menggunakan rumus berikut: Nilai = ∑ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑥 100 b. Menghitung prosentase kelas Skor dari hasil observasi seluruh kelas kemudian dijumlahkan kemudian diubah ke dalam bentuk presentase dengan menggunakan rumus berikut: Prosentase kelas = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑜𝑏𝑠𝑒𝑟𝑣𝑎𝑠𝑖 𝑘𝑒𝑙𝑜𝑚𝑝𝑜𝑘 𝑠𝑘𝑜𝑟 〰𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑥 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑒𝑙𝑜𝑚𝑝𝑜𝑘 𝑥 100 % Presentase kelas yang diperoleh dari lembar observasi kemudian digunakan sebagai data pendukung untuk mengetahui tingkat motivasi siswa dari setiap pertemuan. Kemudian data dari hasil observasi pada setiap pertemuan dibandingkan untuk mengetahui apakah ada peningkatan motivasi siswa yang tergambar dalam aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. c. Menarik Kesimpulan/Verifikasi Setelah perhitungan nilai siswa, peneliti kemudian melakukan penarikan kesimpulan pembelajaran. mengenai minat siswa selama proses

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 4. Wawancara Hasil wawancara yang telah direkam kemudian dibuat transkrip sehingga dapat dianalisa secara kualitatif. Dalam menganalisa data hasil observasi, langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: a. Kategori Data Jawaban yang diperoleh dari 6 siswa yang sudah dipilih berdasarkan hasil belajar siklus I dan siklus II kemudian diringkas dan dikategorikan sesuai dengan aspek yang ingin dinilai. b. Penyajian Data Data yang sudah direduksi kemudian disajikan dalam bentuk teksnaratif. Penyajian data dalam bentuk ini dimaksudkan untuk memperoleh makna dari data yang terkumpul. c. Penarikan Kesimpulan/Verifikasi Setelah semua data disajikan dalam bentuk teks-naratif, peneliti kemudian melakukan penarikan kesimpulan mengenai minat siswa selama proses pembelajaran. 5. Analisa Data Keseluruhan Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi data kualitatif dan kuantitatif, oleh karena itu perlu dilakukan analisa data lebih lanjut untuk bisa mengambil kesimpulan dari hasil penelitian ini. Setelah semua data terkumpul, proses analisa data lebih lanjut untuk bisa mengambil

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 kesimpulan dari hasil penelitian ini. Langkah-langkah yang akan dilakukan adalah sebagai berikut: a. Menyajikan kesimpulan dari masing-masing sumber data (hasil tes, kuisioner, observasi, dan wawancara) b. Menganalisis kesimpulan dari hasil test, kuisioner, observasi, dan wawancara serta dilandasi dengan teori yang sudah ada. c. Menjelaskan hubungan antara hasil test, kuisioner, observasi, dan wawancara dari hasil tinjauan d. Menarik kesimpulan F. Indikator Keberhasilan Penelitian Indikator yang ingin dicapai dalam penelitian ini dijelaskan dalam tabel berikut: Tabel 3.7 Indikator keberhasilan Indikator Skor rata-rata kelas % capaian KKM Minat Awal 59,84 12,5% Belum terukur Target 75 75% 75% siswa minat belajarnya tinggi G. Hipotesa Penerapan pembelajaran berbasis kecerdasan visual-spasial dan musik pada materi Invertebrata dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas XB SMA Pangudi Luhur Sedayu.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Tujuan dari penelitian yang menerapkan pembelajaran berbasis kecerdasan visual-spasial dan musik adalah untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Peningkatan minat dapat diukur dari perubahan sikap siswa dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran serta bagaimana tanggapan siswa terhadap pembelajaran. Peningkatan hasil belajar pada ranah kognitif dapat diukur dari hasil post-test di setiap akhir siklus. A. HASIL PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di kelas XB SMA Pangudi Luhur St. Louis Sedayu dengan menerapkan pembelajaran berbasis kecerdasan visual-spasial dan musik. Pembelajaran berbasis kecerdasan visual-spasial dilakukan dengan mengamati gambar sedangkan pembelajaran berbasis kecerdasan musik dilakukan dengan menyanyikan gubahan lagu yang dibuat oleh guru maupun yang dibuat oleh siswa. Siklus I dan II masing-masing terdiri dari dua kali pertemuan dengan alokasi waktu masing-masing 3 x 45 menit. Siklus I pertemuan I dengan alokasi waktu 2 x 45 menit, siklus I pertemuan II dengan alokasi waktu 1 x 45 menit, demikian juga dengan alokasi waktu pada siklus II. Berikut ini merupakan uraian proses pelaksanaan penelitian dan hasil penelitian. 54

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 1. SIKLUS I a. Planning Siklus I dilaksanakan selama dua kali pertemuan yaitu pada hari Senin, 12 Mei 2014 dan hari Selasa, 13 Mei 2014. Kompetensi Dasar (KD) yang dipelajari adalah KD 3.8 dan 4.8 dengan materi yang dibahas pada pertemuan I dan II adalah Platyhelminthes. Peneliti juga membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk efektivitas pembelajaran. Siklus I yang dilaksanakan dua kali pertemuan ini dihadiri oleh 30 orang dan dua observer sebagai kolaborator. Indikator keberhasilan penelitian yang ingin dicapai oleh peneliti setelah menerapkan pembelajaran berbasis kecerdasan visual-spasial dan musik ditetapkan bila rerata hasil kognitif siswa sebesar 75, prosentase ketercapaian KKM siswa mencapai 75% dan 75% siswa mempunyai minat yang tinggi dalam belajar. b. Acting Pertemuan I Pertemuan I dilaksanakan sesuai dengan rencana yaitu pada hari Senin, 12 Mei 2014 dimulai pada pukul 08.35-10.50 WIB yang diikuti oleh 30 siswa. Sebelum memulai proses pembelajaran, peneliti yang bertindak sebagai penyaji pembelajaran memberikan salam pembuka, mempresensi siswa-siswi, kemudian memberikan pre-test. Kegiatan yang dilakukan pada pertemuan I dijelaskan sebagai berikut:

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 x Pre-test Pre-test diberikan guna mengetahui pemahaman awal siswa mengenai materi pokok Filum Platyhelminthes, Annelida dan Nematoda. Soal pre-test ini terdiri dari 20 soal pilihan ganda (multiple choice). Tabel 4.1 di bawah ini merupakan hasil pre-test siswa. Tabel 4.1 Hasil Pre-test Keterangan Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rerata Jumlah siswa yang mencapai KKM 75 Jumlah siswa yang tidak mencapai KKM 75 % siswa yang mencapai KKM 75 Pre-test 40 10 24,5 0 30 0% % siswa yang tidak mencapai KKM 75 100% (Daftar nilai pre-test dapat dilihat pada lampiran 20.) Hasil pre-test siswa pada awal siklus I ini tidaklah memuaskan. Siswa kelas XB tidak ada yang tuntas. Nilai tertinggi hanya mencapai 40 dan nilai terendah 10. Sehingga reratanya hanya mencapai 24,64. Bila diprosentasekan jumlah siswa yang mencapai KKM hanya 0% sedangkan prosentase siswa yang tidak mencapai KKM sebesar 100%. Hal tersebut dikarenakan siswa memang belum mengerti materi yang akan diajarkan dan siswa belum terbiasa dengan tipe soal yang diberikan oleh peneliti. Sehingga tidak heran bila tidak terdapat satupun siswa kelas XB yang mencapai ketuntasan.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Gambar 4.1 Siswa Mengerjakan Pre-test Setelah mengerjakan soal pre-test, siswa dan peneliti yang bertindak sebagai penyaji pembelajaran melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran berbasis kecerdasan visual-spasial dan musik. x Presentasi Guru Peneliti menampilkan gambar seseorang yang mengalami penyakit yang diakibatkan oleh hewan Platyhelminthes sebagai apersepsi. Melalui gambar tersebut, siswa diminta untuk mendeskripsikan gambar dan hewan apa yang mengakibatkan penyakit tersebut. Selanjutnya peneliti menyampaikan tujuan pembelajarannya. x Pembagian kelompok Peneliti memberikan kesempatan kepada siswa untuk membentuk kelompok sendiri sebanyak 8 kelompok yang terdiri dari 3-4 orang. Pada saat membentuk kelompok, siswa sangat senang karena mereka dapat bergabung dengan teman-teman akrab mereka.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 x Pembagian LKS Setelah kelompok sudah terbentuk, peneliti memberikan LKS 1 beserta gambar pada setiap kelompok. Peneliti mempersilahkan tiap-tiap kelompok untuk bertanya apabila ada yang kurang jelas dalam pengisian LKS 1. Pada LKS 1 tersebut, siswa diajak untuk mendeskripsikan gambar yang ada berdasarkan ciri-ciri, siklus hidup, beserta perannya. x Diskusi kelompok Selama pengerjaan LKS 1, siswa diminta untuk bekerja sama dalam berdiskusi. Berdasarkan pengamatan peneliti dan observer, ada kelompok yang semua anggota kelompoknya berdiskusi dengan baik dan mengerjakan LKS 1 dengan antusias. Namun ada pula beberapa kelompok yang anggota kelompoknya tidak berdiskusi dengan baik. Ada yang melamun, mengobrol ataupun mengerjakan hal-hal lain selain belajar di kelas. Untuk mengatasi kondisi tersebut, peneliti menegur siswa yang melamun, mengobrol ataupun mengerjakan hal-hal lain selain belajar untuk lebih serius dan konsentrasi dalam belajar.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 x Presentasi Kelompok Gambar 4.2 Siswa berdiskusi Setelah berdiskusi secara berkelompok dalam waktu beberapa menit akhirnya waktu sudah habis untuk berdiskusi. Selanjutnya peneliti memberikan kesempatan kepada kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Ada 3 kelompok yang antusias dalam mempresentasikan hasil diskusinya, namun karna waktu yang terbatas, hanya 2 kelompok saja yang mempresentasikan hasil diskusinya. Pada saat presentasi 2 kelompok tersebut, ada banyak siswa yang kurang memperhatikan kelompok yang presentasi. Peneliti menegur siswa-siswa yang kurang memperhatikan tersebut untuk lebih memperhatikan dan berkonsentrasi dalam belajar. x Penguatan materi oleh peneliti Peneliti melakukan penguatan materi mengenai materi yang telah dipresentasikan oleh 2 kelompok dan materi yang belum dipresentasikan. Pada akhir penguatan materi tersebut, peneliti juga

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 mengajak siswa untuk menyanyikan gubahan lagu yang telah dibuat oleh peneliti. Peneliti berharap dengan menyanyikan lagu yang telah dibuat oleh peneliti tersebut, siswa semakin mengerti materi yang dijelaskan. Selain itu, gubahan lagu tersebut juga dijadikan contoh untuk tugas rumah yang akan diberikan peneliti di akhir pelajaran. x Gambar 4.3 Guru Memberikan Penguatan Penugasan Peneliti memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk membuat lagu mengenai materi yang didiskusikan. Pertemuan II Pertemuan II dilaksanakan pada hari Selasa, 13 Mei 2014 dimulai pada pukul 07.00-07.45 WIB yang diikuti oleh 30 siswa. Pada pertemuan kali ini, siswa menyanyikan lagu yang dibuat secara

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 berkelompok mengenai materi yang telah didiskusikan. Kegiatan yang dilakukan pada pertemuan I dijelaskan sebagai berikut: x Presentasi lagu kelompok Siswa diberikan kesempatan untuk menyanyikan lagu yang telah dibuat oleh kelompok. Bila ada satu kelompok yang menyanyikan lagu, kelompok yang lain menyimak lagu tersebut dan mengisi LKS II yang telah disediakan oleh peneliti. x Review Peneliti menggunakan waktu yang singkat sekitar 10 menit untuk me-review kembali apa yang telah dipelajari selama 2 kali pertemuan tersebut. Peneliti menampilkan rangkuman dalam bentuk power point dan memberikan penjelasan serta penugasan. x Penugasan Peneliti membagi siswa menjadi 10 kelompok baru yang dibuat berdasarkan nilai ulangan harian 1. Setiap kelompok tersebut diberikan LKS 3 oleh peneliti. Di dalam LKS 3 tersebut, setiap kelompok diberikan panduan mengenai materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya beserta lagu mengenai materi tersebut. x Pos-test I Peneliti memberikan post-test I kepada siswa-siswi. Posttest I terdiri dari materi Filum Platyhelminthes. Post-test yang diberikan merupakan tes objektif (multiple choice) sebanyak 20

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 soal dengan waktu mengerjakan 20 menit. Dalam mengerjakan post-test peneliti menekankan sikap kejujuran pada siswa agar bekerja secara individu dengan tidak bekerja sama ataupun mencontek. Gambar 4.4 Siswa Mengerjakan Post-test I c. Observing dan Hasil Belajar Siklus I 1. Data Hasil Observasi Hasil observasi dari siklus I dilihat dari rangkuman lembar observasi semua kelompok dan hasil diskusi dengan rekan observer yang dijelaskan sebagai berikut: Tabel 4.2 Data Hasil Observasi Kegiatan Siswa Siklus I Kategori Prosentase Kegiatan Siswa Siklus I Tinggi 23 % Sedang 54,9 % Rendah 22,1 % (Daftar hasil observasi siswa pada siklus I dapat dilihat pada lampiran 22.)

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Hasil observasi seperti yang terdapat pada tabel 4.1 di atas menunjukkan bahwa prosentase kegiatan siswa pada siklus I tertinggi pada kategori sedang yaitu sebesar 54,9 % sedangkan pada kategori tinggi sebesar 23 % dan 22,1% untuk kategori rendah. 2. Hasil Belajar Siklus I Pada akhir siklus I, peneliti mengadakan post-test I guna mengetahui tingkat pencapaian indikator pembelajaran dengan pembelajaran berbasis kecerdasan visual-spasial dan musik. Hasil belajar dari post-test I yang diberikan dapat diuraikan dalam tabel berikut: Tabel 4.3 Hasil Belajar Siklus I Keterangan Post-test I Nilai Tertinggi 80 Nilai Terendah 25 Rerata 50 Jumlah siswa yang mencapai KKM 75 3 Jumlah siswa yang tidak mencapai KKM 75 27 % siswa yang mencapai KKM 75 10 % siswa yang tidak mencapai KKM 75 90 (Daftar nilai post-test siswa siklus I dapat dilihat pada lampiran 21) Dari hasil post-test yang diberikan pada akhir siklus I seperti yang diuraikan pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa nilai tetinggi 80 sedangkan nilai terendahnya 25. Reratanya 50. Pada post-test I ini, siswa yang mencapai KKM sebanyak 3 orang saja sedangkan siswa yang tidak mencapai KKM sebanyak 26 siswa. Sehingga prosentase

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 siswa yang mencapai KKM sebanyak 10% dan prosentase siswa yang tidak mencapai KKM sebanyak 90%. Hal itu menunjukkan bahwa hasil post-test I ini belum mencapai indikator keberhasilan yang ditargetkan oleh peneliti sebesar 75% untuk prosentase ketercapaian KKM dan 75 untuk reratanya. d. Reflecting Pelaksanaan proses pembelajaran pada siklus I masih belum berjalan dengan baik. Hal itu dapat dilihat dari segi nilai kognitif (dapat dilihat pada tabel 4.2), hasil belajar ranah kognitif siswa belum mencapai target yang didinginkan, yaitu hanya 10% siswa yang mencapai KKM. Sedangkan pada ranah afektif dan psikomotor, hasil observasi yang dilakukan oleh observerpun belum cukup memuaskan. Hal itu dikarenakan masih banyaknya kelompok yang kurang memperhatikan presentasi teman dan ada beberapa siswa yang mengobrolkan hal-hal lain di luar materi pelajaran. Selain itu, waktu yang dibutuhkan oleh setiap kelompok untuk mengerjakan LKS masih terbilang la ma dan hanya 2 kelompok saja yang dapat mempresentasikan hasil diskusinya. Siswa kelas XB pun harus lebih dijelaskan berulang-berulang atau lebih banyak ditekankan materi yang masih dianggap sulit. Oleh karena itu, peneliti akan memberikan upayaupaya yang terbaik atas kendala-kendala yang terjadi pada siklus I agar pada siklus II nanti mampu meningkatkan hasil belajar ranah kognitif,

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 afektif dan psikomotor siswa kelas XB SMA Pangudi Luhur St. Louis Sedayu. Upaya tersebut adalah dengan menegur kelompok yang tidak memperhatikan kelompok presentasi, menegur siswa yang mengobrol agar lebih berkonsentrasi dalam belajar, peneliti lebih tegas kembali dalam mengatur waktu dan lebih banyak memberikan penguatan pada siklus II. 2. SIKLUS II a. Planning Siklus II dilaksanakn pada hari Senin, 19 Mei 2014 dan pada hari Selasa 20 Mei 2014 dengan banyak siswa 30 orang dan 2 observer. Pembelajaran pada siklus II ini dilaksanakan berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dibuat oleh peneliti. Indikator keberhasilan penelitian pada siklus II ini seperti yang ditetapkan pada siklus I. Tindakan yang dilakukan pada siklus II ini ditetapkan berdasarkan hasil refleksi pada siklus I, yaitu: 1. menegur kelompok yang tidak memperhatikan kelompok yang presentasi 2. menegur siswa yang mengobrol agar lebih berkonsentrasi dalam belajar 3. peneliti lebih tegas kembali dalam mengatur waktu 4. lebih banyak memberikan penguatan pada siklus II.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 b. Acting Pertemuan III Pertemuan III dilaksanakan sesuai dengan rencana yaitu pada hari Senin, 19 Mei 2014 dimulai pada pukul 08.35-10.50 WIB yang diikuti oleh 30 siswa. Sebelum memulai proses pembelajaran, peneliti yang bertindak sebagai penyaji pembelajaran memberikan salam pembuka dan mempresensi siswa-siswi. Kegiatan yang dilakukan pada pertemuan III dijelaskan sebagai berikut: x Pembagian LKS Sebelum setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, peneliti memberikan LKS IV pada setiap kelompok. Pada LKS IV tersebut, siswa menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang dipresentasikan oleh kelompok yang presentasi. x Presentasi siswa Peneliti memberikan kesempatan kepada kelompok yang bersedia mempresentasikan hasil diskusinya terlebih dahulu. Ternyata ada 2 kelompok yang antusias dan bersedia mempresentasikan hasil diskusinya. Penelitipun memberikan kesempatan kepada 2 kelompok tersebut untuk presentasi. Sedangkan kelompok yang lain memperhatikan dan mengerjakan LKS IV yang telah disediakan oleh peneliti.

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Gambar 4.5 Siswa Mempresentasikan Hasil Diskusi x Penguatan materi oleh guru Berdasarkan refleksi yang dilakukan ol e h peneliti, presentasi oleh kelompok pun tidak dapat semuanya dilakukan. Hal itu dikarenakan waktu yang terbatas dan siswa kelas XB harus lebih banyak diberikan penguatan materi oleh peneliti, supaya mereka lebih paham mengenai materi yang diajarkan. x Penugasan Setelah peneliti memberikan penguatan, peneliti memberikan tugas kepada siswa agar mempelajari materi yang diajarkan karena pada pertemuan IV di siklus II, peneliti mengadakan post-test II untuk menguji kemampuan kognitif siswa mengenai materi Annelida dan Nematoda.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Pertemuan IV Pertemuan IV dilaksanakan pada hari Selasa, 13 Mei 2014 dimulai pada pukul 07.00 – 08.45 WIB yang diikuti oleh 30 siswa. Pada pertemuan kali ini, peneliti mengajak siswa untuk mereview materi yang sudah dipelajari, yaitu materi Annelida dan Nematoda. Kegiatan pada pertemuan IV adalah sebagai berikut: x Review Sebelum peneliti memberikan post-test II, peneliti mengajak siswa untuk mereview kembali materi Annelida dan Nematoda selama 15 menit. Selama mereview materi tersebut, peneliti memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Ada 4 siswa yang bertanya kepada peneliti saat itu. x Pos-test II Setelah mereview materi, peneliti memberikan post-test II kepada siswa yang berisi 20 soal pilihan ganda (multiple choice) mengenai materi Annelida dan Nematoda. Gambar 4.6 Siswa Mengerjakan Soal Post-test II

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 x Kuesioner Siswa diberi kuesioner yang berisi 20 pernyataan dan siswa dipersilahkan mengisi kuesioner tersebut. Peneliti meminta siswa agar mengisi kuesioner tersebut dengan jujur berdasarkan fakta yang mereka rasakan selama mengikuti proses pembelajaran. Berikut analisis kuesioner minat siswa pada siklus II: Tabel 4.4 Data Hasil Kuesioner Minat Siswa Kategori Frekuensi Minat Siklus II Sangat Tinggi 8 26,7% Tinggi 22 73,3% Sedang 0 0% Rendah 0 0% (Daftar skor kuisioner akhir siswa dapat dilihat pada lampiran 25) Kategori yang dicapai pada sikus II mencakup kategori sangat tinggi dan tinggi. Kategori sangat tinggi sebesar 26,7% dan kategori tinggi sebesar 73,3%. Bila dijumlahkan prosentase minat siswa tersebut sebesar 100%. Hal ini menunjukkan minat belajar siswa pada siklus II sudah mencapai indikator pencapaian yang ditargetkan oleh peneliti (75%). x Wawancara Wawancara dilakukan terhadap siswa yang memiliki nilai rendah, sedang dan tinggi dari hasil post-test II. Berdasarkan hasil post-test II yang dapat dilihat pada tabel 4.5, dipilih 6 siswa dengan siswa yang bernomor absen 8 dan 14 yang memiliki nilai tinggi, nomor absen 23 dan 29 yang memiliki nilai sedang dan siswa

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 bernomor absen 8 dan 24 yang memiliki nilai rendah. Hasil wawancara disimpulkan dalam tabel berikut: Tabel 4.5 Hasil Wawancara Tujuan Wawancara Pertanyaan Jawaban siswa Mengetahui tanggapan Di bagian materi x Siswa 1: materi yang siswa terhadap materi Invertebrata manakah susah itu Oligochaeta Invertebrata yang masih dirasa dan Polychaeta. Kalau sulit atau mudah untuk yang mudah itu dipahami? Nematoda x Siswa 2:materi yang sulit cacing gelang x Siswa 3: materi yang paling sulit Polychaeta, kalau yang mudah Taenia solium. x Siswa 4:cacing yang berambut (Polichaeta) x Siswa 5: kalau yang mudah itu Monogenea, kalau yang sulit Polychaeta x Siswa 6: semuanya m a si h dirasa sulit karena ada nama-nama ilmiahnya Mengetahui respon Apakah yang lebih x Siswa 1: lebih suka siswa terhadap kamu sukai antara yang gambar (visualpembelajaran berbasis pembelajaran berbasis spasial). Materi Biologi kecerdasan visual- kecerdasan visualkalau dibuat musik itu spasial dan musik spasial a ta u gimana gitu, malah kecerdasan musik saat susah. Lebih gampang kita belajar materi yang mengamati Invertebrata? gambar. Tapi lagu yang dari mbaknya sih lumayan bisa. x Siswa 2: lebih suka yang gambar x Siswa 3: yang paling gampang mengamati gambar (visual-spasia). Kalau musik susah. x Siswa 4: lebih suka yang musik

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Mengetahui sikap siswa terhadap proses pembelajaran Mengetahui proses belajar yang dialami siswa dalam mempelajari Biologi dengan pembelajaran berbasis kecerdasan visual-spasial dan musik 1. Adakah hal-hal lain selain hal-hal positif seperti bersemangat atau hal-hal negatif seperti malas dan bosan ketika mengerjakan LKS,tugas, pre-test dan post-test? 2. Hal-hal lain apa saja yang dilakukan oleh Anda ketika dilaksanakan diskusi maupun membuat lagu? 3. Apakah penerapan pembelajaran berbasis kecerdasan visualspasial dan musik masih membuat Anda tidak berminat dalam pembelajaran? x Siswa 5: dua-duanya suka tapi yang lebih suka yang musik x Siswa 6: lebih suka yang nyanyiin lagu sama buat lagu x Siswa 1: gak ada yang negatif sih mbk x Siswa 2: senang mbk x Siswa 3: bingung x Siswa 4: senang belajar x Siswa5:bingung karena belum paham x Siswa 6:bingung karna gak tahu ngerjainnya x Siswa 1: kadangkadang ngobrol mbk x Siswa 2:ngobrol mbak x Siswa 3: ngobrol x Siswa 4: nggambar dan ngobrol. x Siswa 5: diajak ngobrol sama temen x Siswa6:ngobrol ma tidur mbak, kalau yang positif ya baca-baca buku x Siswa 1: Kalau visualspasial sih minat kalau musik sebenarnya gak begitu minat. Tapi kalau menyanyikan lagu yang dibuat mbak, saya suka. x Siswa 2:berminat x Siswa 3: kalau minat belajar sih sudah ada. x Siswa 4:berminat x Siswa 5: berminat karena a da dapat dijadikan refreshing x Siswa 6:kalau ada musik berminatlah mbak pokoknya

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 4. Kesulitan apa yang x Siswa 1: materinya m a si h dirasakan terlalu luas. Jadi belum dalam belajar bisa menemukan cara biologi khususnya bagaimana meringkas materi materi yang l ua s Invertebrata? tersebut menjadi lebih padat tanpa mengurangi i si materinya. Kalau bahasa ilmiah gak terlalu susah sih mbk. x Siswa2:bahasa ilmiahnya x Siswa3:bahasa ilmiahnya masih sulit x Siswa 4:bahasa latin x Siswa5:menghafal nama-nama ilmiah dan sulit konsentrasi dalam belajar karena kadangkadang kelas ramai x Siswa6:bahasa latinnya mbak. Coba kalau gak ada bahasa latinnya, aku bisa mbak. c. Observing dan Hasil Belajar Siklus II 1. Data Hasil Observasi Hasil observasi dari siklus II dilihat dari rangkuman lembar observasi semua kelompok dan hasil diskusi dengan rekan observer yang dijelaskan sebagai berikut: Tabel 4.6 Data Hasil Kegiatan Siswa Siklus II Kategori Prosentase Aktivitas Siswa Siklus II Tinggi 25,4 % Sedang 45,4 % Rendah 29,2 % (Daftar hasil observasi siswa siklus II dapat dilihat pada lampiran 24)

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Pada siklus II ini, kelompok dibuat oleh peneliti berdasarkan nilai ulangan harian 1. Hasil observasi kelompok yang terdapat pada tabel di atas menunjukkan bahwa kategori sedang memiliki prosentase paling tinggi yaitu sebesar 45,4%. Sedangkan kategori tinggi sebesar 25,4% dan 29,2% untuk kategori rendah. 2. Hasil Belajar Siklus II Pada akhir siklus II, peneliti mengadakan post-test II guna mengetahui tingkat pencapaian indikator pembelajaran dengan pembelajaran berbasis kecerdasan visual-spasial dan musik. Hasil belajar dari post-test II yang diberikan dapat diuraikan dalam tabel berikut: Tabel 4.7 Hasil Belajar Siswa Siklus II Keterangan Post-test II Nilai Tertinggi 95 Nilai Terendah 65 Rerata 76 Jumlah siswa yang mencapai KKM 75 18 Jumlah siswa yang tidak mencapai KKM 75 12 % siswa yang mencapai KKM 75 60 % siswa yang tidak mencapai KKM 75 40 (Daftar hasil belajar siswa siklus II dapat dilihat pada lampiran 23.) Dari hasil post-test yang diberikan pada akhir siklus II seperti pada tabel di atas. Dapat diketahui bahwa nilai tertinggi yang diperoleh adalah 95 sedangkan nilai terendahnya yaitu 65 sehingga reratanya 76. Pada post-test II ini, terdapat 18 siswa yang mencapai tuntas KKM

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 sedangkan siswa yang tidak mencapai KKM sebanyak 12 siswa. Prosentase siswa yang mencapai KKM sebanyak 60%. Hal itu menunjukkan bahwa prosentase ketercapaian KKM belum mencapai indikator, namun rerata nilai post-test II sudah mencapai KKM (75). d. Reflecting Pada siklus II ini peneliti sudah melaksanakan upaya-upaya yang dilakukan untuk memperbaiki siklus II. Hasil belajar kognitif siswa pada siklus II ini mengalami peningkatan yaitu mencapai prosentase ketuntasan 60%. Sedangkan pada ranah afektif dan psikomotor, hasil observasi yang dilakukan oleh observer masih belum memuaskan. Pembagian kelompok yang dilakukan oleh peneliti ternyata tidak memberikan dampak positif yang besar untuk siswa. Prosentase kategori positif (tinggi dan sedang) pada siklus II bila dijumlahkan lebih rendah (70,8%) dibandingkan dengan jumlah prosentase kategori positif pada siklus I (77,9%). Kategori rendah siklus II malah lebih tinggi dibandingkan dengan siklus I, namun untuk hasil kuisioner yang diisi oleh siswa kelas XB, minat siswa termasuk dalam kategori sangat tinggi dan tinggi. Hasil wawancarapun menunjukkan siswa berminat dalam belajar. Sesuai dengan apa yang sebaiknya dilakukan, bila prosentase ketercapaian KKM pada post-test II belum memenuhi indikator pencapaian, sebaiknyalah dilakukan siklus III, namun karena

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 keterbatasan waktu yang diberikan oleh sekolah kepada peneliti, peneliti tidak dapat melanjutkan siklus III. B. ANALISA DATA 1. Peningkatan Hasil Belajar Ranah Kognitif a. Analisis Ketuntasan Hasil belajar ranah kognitif yang diperoleh dari post-test I siklus I dan post-test II siklus II disajikan dalam tabel di bawah ini: Tabel 4.8 Data Ketuntasan Post-test I dan Post-test II Keterangan Post-test I Post-test II Nilai Tertinggi 80 95 Nilai terendah 25 65 Rerata 50 76 Jumlah siswa yang mencapai KKM 75 3 18 Jumlah siswa yang tidak mencapai KKM 75 %siswa yang mencapai KKM 75 27 12 10 60 %siswa yang tidak mencapai KKM 75 90 40 Dari tabel analisis ketuntasan belajar di atas dapat diketahui bahwa nilai tertinggi yang dicapai pada post-test I adalah 80 dan pada posttest II adalah 95. Sedangkan nilai terendah pada post-test I adalah 25 dan pada post-test II adalah 65. Sehingga rerata untuk post-test I sebesar 50 dan 76 untuk rerata post-test II. Bila diprosentasekan, 3 siswa yang tuntas pada post-test I hanya sebesar 10% saja, sedangkan pada post-test II yang memiliki 18 siswa yang tuntas meningkat menjadi 60%. Prosentase ketuntasan KKM siswa dari post-test siklus I maupun siklus II belum mencapai indikator ketercapaian yang dibuat

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 oleh peneliti, namun rerata post-test II dapat mencapai target yang dibuat oleh peneliti. Secara keseluruhan dari aspek kognitif, siswa kelas XB mengalami peningkatan baik dalam prosentase siswa yang mencapai ketuntasan maupun rerata siswa pada post-test I dan II. 2. Peningkatan Minat Belajar Siswa a. Kuesioner Kuesioner diberikan pada siklus II untuk mengetahui minat belajar siswa. Kuesioner terdiri dari 20 pertanyaan dengan 10 pernyataan positif dan 10 pernyataan negatif. Siswa mengisi kuesioner dengan memilih pilihan SS (Sangat Setuju), S (Setuju), TS (Tidak Setuju), dan STS (Sangat Tidak Setuju). Poin tertinggi dari kuesioner adalah 4 dan yang terenadah adalah 1. Berikut hasil yang diperoleh dari pengisian kuesioner. Tabel 4.9 Hasil Analisis Kuestioner Minat Siswa Kategori Frekuensi Motivasi siklus II Sangat Tinggi 8 26,7% Tinggi 22 73,3% Sedang 0 0% Rendah 0 0% Pada tabel 4.9 tersebut terlihat bahwa minat siswa memiliki kategori sangat tinggi dan tinggi. Kategori sangat tinggi memiliki prosentase 26,7% dan 73,3% untuk kategori tinggi. Hal itu menunjukkan bahwa siswa kelas XB mempunyai minat yang tinggi bahkan sangat tinggi dalam belajar biologi terutama materi Invertebrata

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 dengan pembelajaran visual-spasial dan musik yang diterapkan oleh peneliti. b. Observasi Siswa Observasi siswa dilakukan oleh dua observer yang keduanya merupakan teman sejawat yang berasal dari mahasiswa pendidikan biologi. Kedua observer tersebut mengobservasi siswa secara berkelompok dan mengisi lembar observasi dengan ketentuan tinggi bila ada 3 orang lebih yang memenuhi penilaian. Bila hanya ada 2 siswa yang memenuhi penilaian, maka dinyatakan dalam kategori sedang sedangkan bila dinyatakan rendah bila hanya ada 1 siswa atau bahkan tidak ada siswa dalam satu kelompok yang memenuhi penilaian. Berikut adalah uraian data hasil observer pada siklus I dan siklus II. Kategori Tinggi Sedang Rendah Tabel 4.10 Minat siswa Berdasarkan Hasil Analisis Lembar Observasi Siklus I Siklus II 23% 25,4% 54,9% 45,4% 22,1% 29,2% Pada tabel di atas menunjukkan bahwa ada perubahan aktivitas siswa selama berdinamika kelompok dan mengikuti pelajaran di dalam kelas. Pada siklus I, prosentase kegiatan siswa yang lebih menonjol adalah kategori sedang lalu disusul kategori tinggi dan rendah. Begitu pula pada siklus II, prosentase kegiatan siswa yang lebih menonjol pada kategori sedang, namun kategori sedang ini malah menurun

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 dibandingkan pada siklus I. Sebaliknnya pada kategori tinggi dan rendah malah meningkat dibandingkan dengan siklus I. Kategori tinggi pada siklus I sebesar 23% meningkat menjadi 25,4% pada siklus II. Sedangkan kategori rendah pada siklus I sebesar 22,1% meningkat menjadi 29,2%. Hal yang terjadi pada siklus I dan II tersebut terjadi karena pada siklus I kelompok dibagi berdasarkan keinginan siswa dalam membentuk kelompok sedangkan pada siklus II, peneliti yang membagi siswa menjadi 10 kelompok berdasarkan hasil ulangan harian 1. Faktor tersebut yang mengakibatkan siswa menjadi kurang berdinamika kelompok karena ada teman dalam kelompok yang tidak disukai atau tidak begitu bisa berdiskusi dengan baik. Hal itu bisa peneliti ketahui saat siswa ada yang komplain terhadap kelompok yang dibuat oleh peneliti. Siswa tersebut menginginkan dipindah ke kelompok yang lebih disukai, namun peneliti tetap pada kelompok yang telah dibuat. c. Wawancara Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada akhir silus II menunjukkan bahwa secara garis besar siswa mengalami kesulitan pada materi Polychaeta dan cacing gelang sedangkan materi yang dianggap paling mudah adalah Monogea, Taenia solium, dan Nematoda, namun ada pula siswa 6 yang mengalami kesulitan pada semua materi pelajaran yang diajarkan oleh peneliti karena dia merasa banyak namanama ilmiah yang masih dirasa sulit.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Pada pembelajaran visual-spasial dan musik yang diterapkan oleh peneliti, ada 3 siswa dari 6 siswa yang diwawancarai lebih menyukai pembelajaran visual-spasial yaitu dengan mengamati gambar dan mencari gambar melalui internet atau buku mengenai materi yang didiskusikan. Sedangkan 3 siswa yang lain menyukai pembelajaran musik yang belajar sambil menyanyikan materi dan membuat lagu mengenai materi yang dipelajari. Selama proses pembelajaran, perasaan siswa terhadap proses pembelajaran sebagian besar masih bingung saat mengerjakan LKS karena materi yang didiskusikan jarang mereka dengar dalam kehidupan sehari-hari, namun ada pula yang merasa senang saat belajar materi Platyhelminthes, Annelida dan Nematoda. Oleh karena itu peneliti berusaha untuk menjelaskan kembali dan membimbing siswa dalam mengerjakan LKS. Sedangkan hal-hal lain yang dilakukan oleh siswa saat diskusi maupun membuat lagu, hampir semua siswa yang diwawancarai suka mengobrol saat pelajaran berlangsung, namun ada pula siswa 4 yang suka menggambar selain mengobrol. Oleh karena itu peneliti sering menegur siswa XB yang mengobrol. Proses belajar yang dialami siswa teutama 6 siswa yang diwawancarai oleh peneliti dalam mempelajari materi Platyhelminthes, Annelida dan Nematoda yang diajarkan oleh peneliti dengan menggunakan pembelajaran berbasis kecerdasan visual-spasial dan musik, ternyata memberikan respon positif terhadap minat belajar.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Semua siswa yang diwawancarai oleh peneliti menyatakan berminat dalam belajar terutama dengan pembelajaran yang diterapkan oleh peneliti. Siswa 1 berkata,“Kalau visual-spasial sih minat kalau musik sebenarnya gak begitu minat. Tapi kalau menyanyikan lagu yang dibuat mbak, saya suka.” Siswa tersebut sangat menyukai gambar dibandingkan musik. Berbeda halnya dengan siswa 5 yang berkata,” Saya berminat mbak karena dapat dijadikan refreshing.” Begitu pula dengan siswa 6 yang berkata,”Kalau ada musik berminatlah mbak pokoknya.” Dua siswa tersebut memang lebih menyukai pembelajaran berbasis kecerdasan musik daripada pembelajaran berbasis kecerdasan visual-spasial. Walaupun terdapat pernyataan yang berbeda mengenai pembelajaran yang diterapkan oleh peneliti, keenam siswa tersebut cukup berminat dalam belajar. Hanya saja kesulitan dalam belajar materi Platyhelminthes, Annelida dan Nematoda adalah lebih kepada bahasa/nama latin yang masih dirasa sulit oleh 5 siswa dari 6 siswa yang diwawancarai. Sedangkan 1 siswa merasa sulit pada bagian merangkum materi. Siswa 1 tersebut berkata,”Materinya terlalu luas. Jadi belum bisa menemukan cara bagaimana meringkas materi yang luas tersebut menjadi lebih padat tanpa mengurangi isi materinya. Kalau bahasa ilmiah gak terlalu susah sih mbak.” Hal yang dirasakan oleh keenam siswa tersebut dapat dilihat dari hasil pre-test, post-test I dan post-test II yang sebagian besar sulit memilih jawaban yang benar dari soal yang pilihannya merupakan nama ilmiah. Namun sebelumnya

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 peneliti sudah memberikan penjelasan dan arahan kepada siswa untuk memahami materi dan menghafalkan materi terutama yang mempunyai nama ilmiah. Sebagian siswa ada yang memperhatikan arahan tersebut dan dapat mengerjakan dengan baik, namun ada pula yang tidak menghiraukan dan kurang dapat mengerjakan soal dengan baik. Sedangkan tanggapan siswa 1 yang kesulitan dalam merangkum materi, sebenarnya peneliti sudah memberikan hand-out kepada setiap kelompok dengan peta konsep yang jelas, namun mungkin karena siswa belum puas kalau tidak membuat sendiri, sehingga siswa tersebut masih merasa sulit dalam merangkum materi. C. PEMBAHASAN 1. Hasil Belajar Ranah Kognitif Hasil belajar siswa berupa hasil pot-test siswa setelah pembelajaran siklus I dan II dalam penelitian ini menunjukkan terjadinya perubahan pemahaman siswa tentang materi Invertebrata terutama Platuhelminthes, Annelida dan Nematoda dengan menerapkan pembelajaran berbasis kecerdasan visual-spasial dan musik. Perhitungan penilaian untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa secara klasikal dapat diketahui melalui rerata dan prosentase ketuntasan KKM siswa seperti pada tabel 4.8. Berdasarkan data yang diperoleh pada tabel 4.8 tersebut, grafik perkembangan kognitif siswa dapat digambarkan sebagai berikut:

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 76 80 70 60 50 60 50 40 30 20 10 10 0 Siklus I Siklus II Rata-rata %KKM tuntas Grafik 4.1 Grafik Perkembangan Kognitif Siswa Berdasarkan grafik hasil belajar ranah kognitif pada post-test I dan post-test II yang diperoleh siswa selama siklus I dan siklus II, hasil belajar siswa pada siklus I adalah 50 untuk reratanya dan 10% untuk prosentase ketuntasan KKMnya. Hasil tersebut belum mencapai target yang ditetapkan oleh peneliti. Sedangkan pada siklus II, reratanya yaitu sebesar 76 sudah mencapai target yang ditetapkan oleh peneliti (75), namun untuk prosentase ketercapaian KKM pada siklus II sebesar 60% belum mencapai target yang ditetapkan oleh peneliti (target prosentase ketercapaian yang dibuat oleh peneliti sebesar 75%). Penyebab belum tercapainya rerata dan prosentase ketercapaian KKM pada siklus I serta prosentase ketercapaian KKM pada siklus I salah satunya adalah masih sulitnya siswa dalam memilih jawaban pada pilihan ganda (multiple choice) dengan nama ilmiah. Selain itu pula siswa masih belum memahami perbedaan hewan Platyhelminthes, Annelida dan Nematoda. Hal itu bisa peneliti lihat dari

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 analisis pengelompokan peserta remidi siswa yang mengerjakan soal-soal post-test I dan II. Pengelompokan peserta remidi ini dapat dilihat pada lampiran 23. Sebelum diadakannya post-test I maupun post-test II, peneliti selalu memberikan penekanan pada nama ilmiah hewan Platyhelminthes, Annelida dan Nematoda serta perbedaan dari hewan tersebut, namun kebanyakan siswa kelas XB tidak mengulang kembali materi yang telah diajarkan di pada pembelajaran di kelas, sehingga siswa menjadi lupa dengan apa yang sudah dipelajari. Walaupun rerata dan prosentase ketercapaian KKM siswa pada siklus I serta prosentase ketercapaian KKM siswa pada siklus II belum mencapai target yang ditetapkan oleh peneliti, hasil belajar siswa pada siklus I dan II tersebut mengalami peningkatan 26 untuk rerata kelas dan prosentase ketuntasan meningkat 50% pada siklus II. Peningkatan tersebut tidak terlepas dari refleksi dari peneliti pada pembelajaran di kelas yang memperlihatkan bahwa siswa cenderung senang mengobrol dan tidak memperhatikan kelompok yang presetasi. Oleh karena itu pada siklus II peneliti membagi sama rata untuk anggota setiap kelompok. Kelas yang kondusif untuk berdinamika kelompok dan belajar tentunya membuat siswa dapat lebih mengerjakan soal dengan lebih baik. Selain pembagian kelompok yang disamaratakan, siswa diberikan hand-out saat peneliti menjelaskan materi mengenai materi yang didiskusikan serta lebih menekankan materi yang keluar pada soal posttest. Hasil refleksi tersebut dilakukan peneliti pada siklus II, namun

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 prosentase ketercapaian siswa mencapai KKM tersebut belum mencapai target indikator yang dibuat oleh peneliti. Peneliti ingin memperbaiki kembali tindakan pada siklus III, namun karena keterbatasan waktu yang diberikan sekolah kepada peneliti, siklus III tidak dapat dilakukan. 2. Minat Siswa Minat menurut Slameto (2010:180) adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Dalam dunia pendidikan di sekolah, minat memegang peranan penting dalam belajar, karena minat ini merupakan suatu kekuatan motivasi yang menyebabkan seseorang memusatkan perhatian terhadap seseorang, suatu benda, atau kegiatan tertentu. Anak didik yang berminat terhadap suatu mata pelajaran akan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh, karena ada daya tarik baginya. Anak didik akan berjalan lancar bila disertai minat (Djamarah,2011:167). Minat belajar pada penelitian ini dilihat dari lembar observasi yang dilakukan oleh observer, kuisioner yang diisi oleh siswa dan untuk mempertajam informasi minat siswa dilakukanlah wawancara kepada 6 siswa. Observasi dalam penelitian ini dilakukan dengan mengamati aktivitas dalam kelompok. Sedangkan lembar kuisioner diisi oleh setiap siswa sesuai dengan apa yag dirasakan sebenarnya. Berdasarkan hasil

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 observasi yang dilakukan oleh observer pada tabel 4.10, grafik hasil observasi siswa dapat digambarkan sebagai berikut: 60.00% 54.90% 50.00% 45.40% 40.00% 30.00% 23.00% 22.10% 29.20% 25.40% 20.00% 10.00% 0.00% siklus I Tinggi Siklus II Rendah Sedang Grafik 4.2 Hasil Obervasi Siswa Pada Siklus I dan II Berdasarkan grafik 4.1 di atas, siswa kelas XB memiliki aktivitas yang berbeda dalam belajar secara berkelompok. Pada saat siklus I, dimana siswa membagi kelompok sendiri sesuai dengan minat dan keakrabannya dengan teman, kategori sedang lebih menonjol dibandingkan dengan kategori tinggi maupun rendah. Kategori sedang menunjukkan bahwa terdapat 2 orang dalam satu kelompok memenuhi kriteria penilaian. Begitu pula dengan siklus II yang lebih menonjol pada kategori sedang dibandingkan dengan kategori tinggi maupun rendah, namun kategori sedang pada siklus II prosentasenya menurun dibandingkan dengan siklus I, sedangkan kategori tinggi maupun rendah malah meningkat dibandingan dengan siklus I.

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Penulis menganalisis bahwa pada siklus II dimana kelompok dibuat oleh peneliti, siswa cenderung tidak menyukai kelompok yang dibuat oleh peneliti dan hal itu berpengaruh pada dinamika kelompok. Ada siswa dalam kelompok yang sangat antusias dalam mengerjakan tugas dari peneliti namun ada pula yang malas. Melihat dinamika kelompok yang demikian, peneliti lebih banyak memberikan penguatan materi kepada siswa agar siswa lebih memahami materi yang diberikan oleh peneliti. Aspek afektif dan psikomotor juga ditinjau melalui pengisian lembar kuisioner oleh siswa. Sebelum diterapkannya pembelajaran berbasis kecerdasan visual-spasial dan musik pada materi Invertebrata, minat siswa belum terukur, namun setelah diterapkannya pembelajaran berbasis kecerdasan visual-spasial dan musik pada materi Invertebrata, minat siswa dapat terlihat pada tabel 4.9. Berdasarkan tabel 4.9 mengenai hasil penghitungan kuisioner minat siswa, grafik hasil kuisioner minat siswa dapat digambarkan sebagai berikut:

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 80 73.3 70 60 50 40 30 26.7 22 20 10 0 8 0 0 Frekuensi Sangat Tinggi 0 0 Prosentase Minat Siswa Tinggi Sedang Rendah Grafik 4.3 Hasil Kuisioner Minat Siswa Pada Siklus II Berdasarkan grafik 4.1 di atas, siswa yang termasuk dalam kategori sangat tinggi terdapat 8 orang sedangkan yang termasuk dalam kategori tinggi sebanyak 22 orang. Tidak ada siswa yang termasuk dalam kategori sedang bahkan dalam kategori rendah. Bila dipresentasekan, 26,7% untuk kategori sangat tinggi dan 73,3% untuk kategori tinggi. Presentasi tersebut bila dijumlahkan sebesar 100%. Hasil kuisioner minat siswa tersebut melebihi target yang dibuat oleh peneliti yaitu sebesar 75%. Hasil kuisioner pada siklus II ini berbeda dengan hasil observasi dinamika kelompok siswa pada siklus II. Minat siswa kelas XB termasuk dalam kategori sangat tinggi dan tinggi. Sedangkan hasil observasi siswa pada siklus II terjadi penurunan pada kategori sedang dan peningkatan pada kategori rendah. Berdasakan hasil kuisioner tersebut, setiap individu siswa kelas XB sebenarnya mempunyai

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 semangat dalam belajar dengan pembelajaran berbasis kecerdasan visual-spasial dan musik pada materi Invertebrata. Hanya saja bila siswa belajar secara berkelompok dengan teman yang bukan merupakan teman dekat atau teman akrabnya, mereka belum bisa menikmati pembelajaran dengan baik. Penelitian ini diperkuat dengan wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada 6 siswa. Keenam siswa tersebut diwawancari dengan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan hasil kognitif siswa dan hasil pengisisan kuisioner siswa serta hasil observasi yang dilakukan oleh observer. Berdasarkan hasil wawancara tersebut, keenam siswa yang diwawancarai peneliti berminat dalam pembelajaran berbasis kecerdasan visual-spasial dan musik. Walaupun ada yang lebih dominan dengan pembelajaran berbasis kecerdasan visual-spasial ataupun sebaliknya, mereka cukup berminat dan bersemangat dalam belajar materi Invertebrata.

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di SMA Pangudi Luhur St. Louis Sedayu dapat dilihat bahwa minat siswa yang diketahui dari kuisioner yang diisi oleh siswa menunjukkan adanya minat yang sangat tinggi yaitu sebesar 26,7% dan tinggi sebesar 73,3%. Prosentase minat siswa yang termasuk ke dalam sangat tinggi dan tinggi ini sudah mencapai target yang dibuat oleh peneliti yaitu sebesar 75%. Sedangkan minat siswa dilihat dari hasil observasi menunjukkan adanya penurunan minat belajar dalam berdinamika kelompok. Hal itu bisa dilihat dari hasil observasi yang dilakukan oleh 2 observer pada pembelajaran siklus I dan siklus II. Pada aspek kognitif siswa, terjadi peningkatan rerata kelas dari hasil post-test siklus I yaitu 50 menjadi 76 pada post-test siklus II, selain itu terjadi peningkatan prosentase ketercapaian KKM dari 10% pada post-test I menjadi 60% pada post-test II. Rerata kelas pada post-test II tersebut sudah mencapai target yang dibuat oleh peneliti yaitu sebesar 75, namun untuk prosentase ketercapaian KKM siswa belum mencapai terget yang diinginkan oleh peneliti yaitu sebesar 75. Berdasarkan hasil analisis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis kecerdasan visual-spasial dan musik pada materi Invertebrata dapat meningkatkan hasil belajar siswa, namun dari minat siswa dilihat dari hasil observasi siswa terjadi penurunan. 89

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 B. SARAN Saran yang perlu diperhatikan untuk penelitian yang akan datang adalah: 1. Pembelajaran berbasis multiple intelegances terdiri dari 8 kecerdasan. Oleh karena itu, bila pembelajaran berbasis multiple intelegances akan dilakukan kembali, sebaiknyalah dilakukan penelitian dengan pembelajaran berbasis kecerdasan yang lain agar pembelajaran lebih bervariasi lagi. 2. Pembelajaran berbasis kecerdasan visual-spasial dan musik yang termasuk ke dalam pembelajaran berbasis multiple intelegances merupakan kombinasi pembelajaran yang harus membutuhkan waktu yang optimal dan efisien. Oleh karena itu, bila pembelajaran berbasis multiple intelegances dilanjutkan, management waktu harus diperhatikan agar pembelajaran tersebut dapat terlaksana dengan lebih baik. 3. Bila dalam pembelajaran terdapat dinamika kelompok atau diskusi kelompok, sebaiknyalah memperhatikan pembagian kelompok agar siswa tetap bersemangat dan berminat dalam pembelajaran. 4. Pada penelitian ini, prosentase ketercapaian KKM siswa pada siklus II belum memenuhi target yang dibuat oleh peneliti. Hal itu dikarenakan siswa masih kesulitan dalam memilih jawaban ilmiah dan perbedaan hewan Invertebrata. Oleh karena itu bila penelitian dengan pembelajaran berbasis multiple intelegances dilakukan kembali dengan materi yang memiliki banyak nama ilmiah dan perbedaan

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 makhluk hidup atau komponen yang lain, sebaiknyalah dilakukan penekanan atas materi tersebut dengan cara yang lebih menarik agar siswa dapat lebih bersemangat dan berminat dalam belajar sehingga prosentase ketercapaian KKM siswa dapat terpenuhi atau bahkan melebihi target yang dibuat oleh peneliti.

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Arifin, Z. 2011. Penelitian Pendidikan. Metode dan Paradigma Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Aqib, Zinal. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Yrama Widya Campbell, Linda,dkk. 2006. Metode Praktis Pembelajaran Berbasis Multiple Intelegences. Depok: Intuisi Press Daryanto. 2011. Penelitian Tindakan Kelas dan Penelitian Tindakan Sekolah. Yogyakarta Gava Media Djamarah, Syaiful Bahri. 2011. Psikologi Belajar. Jakrta:Reneka Cipta Gardner, H. 1985. Frames Of Mind, The Theory of Multiple Intelligences. New York: Basic Books Inc. Gunawan, Imam,dkk. 2013. Taksonomi Bloom – Revisi Ranah Kognitif: Kerangka Landasan Untuk Pembelajaran, Pengajaran, dan Penilaian. IKIP PGRI Madiun. Edisi 2. http://www.ikippgrimadiun.ac.id/ejournal/sites/default/files/2_Imamgun%20 &%20Anggarini_Taksonomi%20Bloom%20%E2%80%93%20Revisi%20Ra nah%20Kognitif%20Kerangka%20Landasan%20untuk%20Pembelajaran,%2 0Pengajaran,%20&%20Penilaian.pdf. 18 Maret 2014 Hamalik, Oemar. 2013. Proses Belajar Mengajar. Jakarta:Bumi Aksara Harjuno, Ganesya Dipo. 2012. Penerapan Intelegensi Ganda dalam Pelaksanaan Pembelajaran untuk Meningkatkan Minat dan Prestasi Belajar Fisika Pada Pokok Bahasan Usaha di SMP Budi Mulia Padon, Sendang Rejo, Sleman, DIY. Program Sarjana. Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta Makmun, Abin Syamsudin. H.. 2007. Psikologi Kependidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya Mardapi Djemari. 2008. Teknik Penyusunan Instrument Tes dan Non Tes. Yogyakarta: Mitra Cendikia Offset Mustaqim, H.2008. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Rahajeng, Sri Wahyuni. 2012. Kelebihan & Kelemahan Teori Intelegensi. Dalam http://sih-w-r-fpsi11.web.unair.ac.id/artikel_detail-43744-UmumKelebihan%20&%20Kelemahan%20Teori%20Intelegensi.html. Diakses tanggal 19 Maret 2014 92

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 Rahmawati, Yulia. 2008. Penerapan Metode Pembelajaran Berbasis Multiple Intelegances untuk Meningkatkan Prestasi Pendidikan Agama Islam Siswa SMP N I Kalibawang Kulon Progo. http://digilib.uinsuka.ac.id/2459/1/BAB%20I,V,%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf. Program Sarjana. Universitas Sunan Kalijaga. Yogyakarta Siregar, Eveline.2011. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta:Ghalia Indonesia Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta Sudjana, Nana. 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya Surya, Mohamad. 2004. Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung: Pustaka Bani Quraisy Susanto, Ahmad. 2012. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group Winkel, W.S. 1989. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Gramedia

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN

(112) PLAGIAT Lampiran 1 PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI A. Platyhelminthes 1. Ciri-Ciri Umum Platyhelminthes a) Struktur Tubuh Tubuh memanjang pipih dorsoventral tanpa segmentasi atau ruasruas. Bagian tubuh dapat dibagi menjadi bagian anterior (bagian depan, kepala), posterior (bagian belakang, ekor), dorsal (daerah punggung), ventral (daerah yang berlawanan dengan dorsal), dan lateral (samping tubuh). Tubuhnya bersimetri bilateral dan tersusun atas 3lapisan, yaitu: x Ektoderma (lapisan luar) Dalam perkembangan selanjutnya, ektodera akan membentuk epidermis dan kutikula. x Mesoderma (lapisan tengah) Dalam perkembangan selanjutnya, mesoderma akan membentuk alat reproduksi, jaringan otot, dan jaringan ikat. x Endoderma (lapisan dalam) Dalam perkembangan selanjutnya, ektoderma akan membentuk gastrodermis/gastrovaskuler sebagai saluran pencernaan makanan. Gambar 1. Sistem reproduksi Platyhelminthes Gamabar 2. Reproduksi Platyhelminthes secara seksual 94

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 b) Sistem Organ Sistem Organ Sistem Pencernaan Sistem ekskresi Sistem saraf Sistem reproduksi Keterangan Saluran pencernaan t i da k sempurna, berupa rongga gastrovaskuler yang terletak di tengah tubuh dan berperan sebagai usus. Sistem ekskresinya bersifat sederhana. Berfungsi untuk memelihara keseimbangan osmosis antara hewan dengan lingkungannya. Sistem saraf terdiri atas 2 ganglia otak yang dilengkapi dengan saraf-saraf tepi sehingga membentuk sistem saraf tangga tali. Pada umumnya hewan ini bersifat ini bersifat hermafrodit. Artinya, pada satu tubuh terdapat alat kelamin jantan dan betina, namun jarang terjadi pembuahan sendiri. 2. Klasifikasi Platyhelminthes a) Turbellaria (Cacing Berambut Getar) Salah satu contoh Turbellaria adalah Planaria sp. (Dugesia). Cacing ini bersifat karnivor dan dapat kita temukan di perairan, genangan air, kolam, atau sungai. Biasanya cacing ini menempel di batuan atau di daun yang tergenang air. b) Trematoda (Cacing Isap) Semua angggota cacing ini bersifat parasit dan tidak layak untuk dikonsumsi manusia. 1. Struktur tubuh x Permukaan tubuhnya bersilia, tetapi diliputi kutikula. x Cacing ini memiliki alat isap satau atau lebih yang terdapat di sekitar mulut atau bagian ventral tubuhnya. Alat isap ini dilengkapi dengan gigi kitin. x Saluran pencernaannta bercabang dua, sedangkan sistem ekskresi dan sistem sarfnya serupa dengan Turbellaria. x Sistem reproduksi ada yang hermafrodit. Contoh Trematoda yang terkenal adalah Fasciola hepatica (cacing hati).

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 2. Sistem organ Sistem organ Sistem pencernaan Sistem ekskresi Sistem saraf Sistem reproduksi Keterangan Saluran pencernaannya terdiri atas mulut, faring dan usus. Hewan ini tidak mempunyai anus. Beberapa Planaria mempunyai usu yang bercabang tiga: satu cabang ke arah anterior dan dua cabang ke arah posterior. Tiap-tiap cabang usus tersebut bercabang lagi ke seluruh tubuh. Ketiga cabang usus tersebut bergabung kembali di faring. Makanan masuk melalui mulut, dan hasil pencernaan diedarkan ke seluruh tubuh melalui cabangcabang usus, sedangkan sisa makanan yang tidak tercerna dikelurakan melalui mulut. Hewan ini mengekskresikan sisa-sisa metabolisme berupa nitrogen melalui permukaan tubuhnya. Sistem saraf terdiri atas dua ganglia yang terdapat di bagain kepala. Dari masing-masing ganglia ini terdapat seberkas saraf yang memanjang ke arah posterior pada bagian tepi/lateral tubuh. Reproduksi terjadi secara seksual dan aseksual. Reproduksi tergantung pada panjangnya hari dan temperatur. Reproduksi seksual terjadi pada siang pendek dan uadara dingin. Reproduksi aseksual terjadi pada siang panjang dan udara hangat.

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 Reproduski secara seksual terjadi melalui perkawinan silang. Reproduksi secara aseksual dengan regenerasi. 3. Daur hidup Fasciola hepatica bersifat hermafrodit. Daur hidup cacing ini adalah sebagai berikut. Ketika melalui saluran empedu domba, telur masuk ke dalam usus, hingga akhirnya bersama feses domba, telur dapat ke luar ke alam bebas. Pada tempat yang sesuai, telur yamg fertil (telah dibuahi) akan menetas menjadi larva bersilia yang disebut mirasidium. Di alam, mirasidium hanya dapa bertahan hidup sekitar 8 jam. Akan tetapi jika mirasidium masuk ke tubuh siput Lymnaea maka dalam waktu kurang lebih dua minggu larva ini berubah bentuk menjadi oval dan disebut sporosista. Sporosista tidak bersilia, kemudian tumbuh dan akhirnya pecah menghasilkan larva kedua yang disebut redia. Redia masuk ke jaringan siput. Di dalam tubuh siput, redia akan tumbuh dan berkembang menghasilkan larva ketigs yang disebut serkaria. Serkaria memiliki bentuk seperti berudu dan dapat berenang bebas. Kemudian serkaria meninggalkan tubuh siput dan membentuk sista. Serkaria akan menjadi metaserkaria jika menempel di rumput atau tumbuhan air. Apabila serkaria ini termakan oleh hewan (misalnya domba), maka dalam saluran pencernaan, metaserkaria akan pecah dan menempel di duodenum. Metaserkaria akan menembus dinding usus dan bersama aliran darah sampai ke hati domba. Di dalam hati domba, larva ini tumbuh menjadi cacing dewasa. Siklus inipun berulang lagi. Perhatikan gambar 1.

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Gambar 3. Siklus hidup Fasciola hepatica c) Cestoda (Cacing Pita) 1. Struktur tubuh Tubuhnya pipih dan terdiri atas rangkaian segmen yang masing-masing disebut proglotid. Proglotid- proglotid tersebut tersusun makin membersar ke belakang. Bagian skoleks (kepala) dilengkapi alat pengisap berkait yang digunakan untuk menempel pada tubuh inang. Alat kait ini tersusun dari bahan kitin yang disebut rostelum. Cacing ini tidak memiliki mulut dan saluran pencernaan, karena makanan disera lagsung berupa sari makanan oleh permukaan tubuh. 2. Segmentasi Segmentasi cacing pita yang terdiri atas proglotid- proglotid ini merupakan koloni dari individu-individu yang dihasilkan melalui strobilasi (pembentukan kuncup). Proglotoid dewasa yang mengandung alat reproduksi dapat terlepas bersama kotoran inangnya. Kemudian, proglotoid tumbuh menjadi individu dewasa. Cestoda bersifat hermafrodit. 3. Sistem saraf Sistem saraf lebih sederhana daripada sistem saraf Trematoda. 4. Contoh spesies a. Taenia solium x Struktur tubuh

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 Bentuk tubuh Taenia solium pipih dan panjangnya bisa lebih dari 3m. Skoleksnya memiliki empat alat isap yang dilengkapi dengan alat kait dari bahan kitin. x Daur hidup Dalam tubuh manusia, proglotid cacing pita dewasa yang mengandung embrio melepaskan diri dari rangkaian proglotid serta ke luar dari usus inang bersama feses. Jika proglotid dewasa ini tertelan oleh babi, maka dalam usus babi, selubung telur dalam proglotid larut hingga ke luar larva yang disebut heksakan. Disebut heksakan atau onkosfer karena memiliki enam kait kitin. Dengan menembus dinding usus babi, heksakan ikut aliran darah dan singgah di otot atau jaringan tubuh babi. Larva ini kemudian tumbuh menjadi sistiserkus. Apabila manusia memakan daging babi yang mengandung sistiserkus dan dimasak tidak sempurna, maka sistiserkus akan tumbuh dan berkembang menjadi cacing pita dewasa dalam usus manusia. Kemudian daur hidup cacing ini terulang kembai. Lihat gambar 4. Gambar 4. Daur hidup cacing pita b. Tenia saginata Cacing pita ini memiliki inang tetap manusia dan inang perantara sapi. Perbedaaan cacing pita pada babi dan

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI100 sapi adalah cacing pita pada sapi tidak memiliki kait-kait dari kitin, sedangkan cacing pita pada babi memiliki kait. c. Dibothriocephalus latus Inang tetapnya adalah manusia, sedangkan inang perantaranya adalah ikan air tawar dan Copepoda. Cacing ini penyebarannya cukup luas, menjadi parasit pada hewan karnivor dan manusia. Dalam hidup Dibothriocephalus latus: Dari dalam tubuh manusia (penderita), proglotid cacing pita dewasa yang telah masak (mengandung embrio) terlepas. Telur akan dikeluarkan bersama tinja penderita. Telur yang jatuh pada perairan akan menetas menjadi larva onkosfer. Jika larva ini termakan oleh Copepoda, maka dalam usus akan menjadi proserkoid yang memiliki 6 buah kait. Saat ikan air tawar memakan Copepoda ini, proserkoid menembus usus ikan dan tumbuh menjadi ploserkoid. Selanjunya proserkoid mengikuti aliran darah dan singgah di otot atau jaringan tubuh ikan. Apabila manuisa memakan ikan yang mengandung ploserkoid dan dimasak tidak sempurna,maka larva ini akan tumbuh dan berkembang menjadi cacing pita dewasa dalam usus manuisa. Kemudian daur hidup cacing ini terulang kembali. contoh lain Cestoda adalah Dipylidium caninum dan Diphyllobothrium cordatum. d) Monogenea Hewan dari kelas Monogenea umumnya parasit. Hewan ini juga tidak memiliki rongga tubuh. Monogenea mempunyai sistem pencernaan sederhana yang mencakup lubang mulut, usus, serta anus. Contohnya Neobenedenia, Polystomum sp., dan Octobothrium sp. Monogenea dapat ditemukan di kulit, sirip dan insang ikan atau ektoparasit pada permukaan tubuh reptil dan amfibia. Monogenea biasanya hermafrodit. Siklus hidpnya tidak mengalami reproduksi aseksual. Pada reproduksinya dihasilkan telur yang akan mengalami tahap larva, disebut onkomirasidium. Hewan dewasanya memakan darah, lendir, serta sel-sel epitel inangnya. Monogenea hanya mempunyai satu hospes dalam siklus hidunya.

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI101 Ciri-ciri Turbellaria Trematoda Cestoda Contoh Planaria Taenia Neobenedenia solium Pada daging Pada udang babi dan ikaan Habibat larva Habitat dewasa Fasciola hepatica Bebas di air Dalam siput tawar genus Lymnaea Bebas di air Dalam tawar kantong emedu biribiri dan manusia Pipih, Pipih, pendek pendek Bilateral Bilateral Bentuk tubuh Simetri tubuh Peermukaan Tertutup tubuh epidermis dan silia Monogenea Pada manusia Mamalia Pipih, pendek Bilateral Pipih, pendek Bilateral Alat isap Tidak ada Segmental Tidak ada Tidak ada Tertutup epidermis dan kutikula, si l i a Tidak ada epidermis dan silia Ada dua (di Ada empat mulut dan skoleks kepala) Tidak ada Ada Sistem pencernaan Mulut, probosis, usus bercabang tiga Sel api Mulut, Tidak ada kerongkongan pendek, usus bercabang dua Sel api Sel api Mulut, faring, dan usus Osmosis Osmosis Osmosis Osmosis Tangga tali Tangga tali Sistem ekskresi Respirasi Sistem saraf Tangga tali, Tangga tali dan indra dua bintik mata, dan aurikel Reproduksi Seksual dan Seksual regenerasi Tidak ada epidermis dan si l i a Ada dua Tidak ada Sel api Fragmentasi Seksual

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI102 B. Nematoda 1. Ciri-ciri Umum Nematoda Nematoda dapat dijumpai di darat, air tawar, dan air laut, dari daerah kutub hingga daerah tropis. Hidupnya bersifat bebas, namun ada pula yang parasit pada tumbuhan dan hewan. Cacing ini tidak memiliki sistem peredaran darah dan jantung, tetapi tubuhnya mengandung cairan semacam darah yang dapat merembes ke bagian tubuh akibat kontraksi tubuh. Sistem organ yang mendukung kehidupan Nematoda dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Sistem Organ Keterangan Sistem Pencernaan Sistem pencernaannya sudah lengkap dan memiliki makanan cairan pseudoselom yang membantu sirkulasi makanan ke seluruh tubuh. Saluran pencernaan beruap pipa lurus yang dimulai dari kerongkongan (esofagus) dilanjutkan ke usus (intestinum) dan berkahir di anus. Sistem Ekskresi Sistem ekskresi hewan ini terdiri atas dua saluran lateral yang bermuara di sebuah lubang di bagian ventral Sistem pernapasan Pernapasan dengan pertukaran gas secara difusi melalui permukaan tubuh Sistem saraf Sistem sarafnya sudah berkembang lebih baik daripada Platyhelminthes, yaitu dengan adanya ganglion serebral (dua kelompok sel-sel saraf dengan komisura) dan berkas saraf longitudinal (trunkus nervosus) yang berjumlah 2-3 buah. Sistem reproduksi Bereproduksi secara seksual alat kelamin betina. Alat kelamin jantan dan betina terpisah (diesis atau gonokoris). Umumnya, cacing betina lebih besar daripada cacing jantan. Perbedaan lain terdapat pada bagian posterior (ekor). Pada hewan jantan, di dekat lubang anal terdapat tonjolan yang disebut penial setae yang digunakan untuk kopulasi, sedangkan betina tidak ada 2. Anggota Filum Nematoda a) Cacing Perut (Ascaris lumbricoides) Ascaris lumbricoides umumnya hidup sebagai parasit dalam usus manusia. Hewan ini bersifat kosmopolit (terdapat di segala tempat), terutama di daerah tropis. Bentuk tubuhnya bulat panjang dengan bagian ujung-ujung yang meruncing. Mulut terletak di ujung anterior dan dilengkai dengan tiga buah bibir. Tubuh cacing betina berukuran lebih besar dan lebih panjang daripada cacing jantan. Tubuh cacing

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI103 betina relatif lebih lurus, sedangkan cacing jantan memiliki ujung posterior yang melengkung. Pertukaran gas dari lingkungan dengan permukaan tubuh terjadi secara difusi. Daur hidup cacing gelang: Telur yang sudah dibuahi keluar ke alam bebas bersama fese. Apabila telur ini tertelan bersama makanan atau minuman, maka di dalam usus halus telur ini akan menetas menjadi larva kecil. Setelah menembus dinding usus, larva ini bersama aliran darah dapat sampai ke jantung dan paru-paru. Dari paru-paru, larva ini dapat mencapai trakea untuk kemudian tertelan lagi dan sampai di usus halus kemudian tumbuh menjadi cacing dewasa. Contoh Ascaris lain adalah Ascaris megalocephala, parasit dalam usus kuda dan Ascaris suilae, parasit dalam usus halus babi. b) Cacing tambang (Ancylostoma) Cacing ini parasit di usus manusia dan banyak dijumpai di daerah pertambangan, terutama di daerah beriklim panas. Cacing ini menghisap darah sehingga dapat mengakibatkan kematian. Pada saat menghisap darah, cacing ini mengeluarkanzat antikoagulan yang mencegah terjadinya pembekuan darah korban. Contoh cacing tambang adalah Ancylostoma duodenale yang terdapat di daerah tropis Afrika dan Asia. Spesies lainnya adalah Necator americanus. Daur hidup cacing tambang: Cacing dewasa merupakan ektoparasit dalam usus halus manusia. Telur cacing dapat ke luar bersama feses manusia. Pada daerah yang sesuai, yaitu di tanah lembap, telur yang sudah dibuahi akan menetas dan dalam waktu sehari menghasilkan larva filariform. Larva ini dapat menembus kulit manusia melalui kulit yang tidak beralas kaki. Bersama aliran darah larva sampa di jantung dan paru-paru. Dari paru-paru, larva menembus dinding paru-paru sampai ke trakea kemudian ke faring. Setelah itu, larva masuk lagi ke dalam usus halus dan tumbuh menjadi cacing tambang dewasa. Cacing betina dan jantan dewasa dapat melakukan perkawinan. Cacing betina menghasilkan ribuan telur per hari. Telur tersebut ke luar bersama feses, selanjutnya siklus itu terus berlangsung. c) Cacing Kremi (Enterobius vermicularis) Enterobius vermicularis hidup dalam usus besar manusia. Daur hidup Enterobius vermicularis adalah sebagai berikut: Pada sat bertelur, cacing betina menuju anus untuk memperoleh oksigen yang diperlukan larva untuk pertumbuhan. Gerakan cacing ini menyebabkan rasa gatal di bagain anus. Jika digaruk dengan

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI104 kuku,telur akan melekat di kuku. Makanan yang dipegang oleh tangan yang mengandung telur cacing menyebabkan telur cacing ikut tertelan kembali (terutama terjadi pada anak-anak). hal ini disebut autoinfeksi (infeksi diri sendiri). Cacing terbawa kembali melalui saluran pencernaan sampai ke usus besar. Di usus besar, cacing tumbuh menjadi dewasa dan dapat berkembang biak. Tubuh orang yang terkena infeksi cacing ni dapat mengandung 5.000 cacing. Contoh lainnya adalah Oxyuris equi pada dubur kudan dan keledai. d) Cacing Filaria (Wuchereria bancrofti) Cacing filaria mempunyai inang perantara hewan Arthropoda, misalnya nyamuk, dan inang tetap yaitu manusia pada bagian pembuluh getah bening. Pada siang hari, larva berada di paru-paru atau di pembuluh darah besar. Pada malam hari, cacing pindah ke pembuluh arteri atas dan vena perifer di dekat kulit. Apablia cacing yang mati menyumbat pembuluh getah bening, maka menyebabkan pembengkakan tau terjadinya penyakit kai gajah (elephantiasis). Mikrofilaria dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Culex. C. Annelida 1. Ciri-ciri Umum Annelida Annelida berasal dari kata anullus yang artinya cincin dan oidos yang artinya bentuk. Bentuk tubuh cacing ini bersegmen-segmen seperti gelang sehingga disebut juga cacing gelang. Annelida hidup di berbagai tempat, yaitu di ai tawar, air laut dan daratan. Cacing ini lebih tinggi tingkatan taksonominya dibandingkan dengan Platyhelminthes dan Nematoda karena telah mempunyai rongga tubuh cacing. Umumnya cacing ini bersifat bebas, tetapi ada pula yang parasit. a) Struktur Tubuh Tubuhnya simetri bilateral dan dilapisi oleh kutikula. Ruas tubuhnya tidak hanya berada di bagian luar, tetapi juga di sebelah dalam. Setiap ruas memiliki alat reproduksi, alat ekskresi, otot dan pembuluh darah. Antara ruas yang satu dan yang lainnya berhubungan sehingga terlihat seperti cincin yang terkoordinasi. Segmentasi yang demikian disebut metameri. Lapisan penyusun tubuh Annelida terdiri atas tiga lapis atau triploblastik, yaitu endoderma, mesoderma, dan ektoderma.

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI105 b) Sistem Organ Sistem organ yang mendukung kehidupan Annelida dapat dilihat pada tabel. Sistem Organ Keterangan Sistem pencernaan Saluran pencernaannya lengkap, yaitu makanan terdiri atas mulut yang berhubungan dengan faring, esofagus (kerongkongan), tembolok, empela, intestium (usus halus) dan anus Sistem ekskresi Alat ekskresi Annelida berupa sepasang nefridia yang terdapat pada tiap-tiap segmen, disebut metanefrida. Hewa ini mempunyai sistem peredaran darah tertutup. Pembuluhnya membujur dengan cabang-cabang kapiler kecil yang terdapat pada setiap segen. Sistem pernapasan Alat pernapasannya berupa kulit dan insang. Sistem reproduksi Annelida dapat bereproduksi secara seksual dan aseksual. Meskipun Annelida bersifat hermafroit, untuk terjadinya fertilisasi tetap diperlukan perkawinan antara dua individu cacing. Alat kopulasinya disebut klitelum 2. Klasifikasi Annelida a) Polychaeta Polychaeta berasal dari kata poly berarti banyak dan chaeta yang berarti rambut. Semua anggotanya hidup di laut dapat dibedakan antara jantan dan betina. Tubuhnya memiliki banyak rambut yang tumbuh pada parapodia (semacam kaki). Pada setiap ruas tubuhnya terdapat sepasang parapodia. Polychaeta mempunyai metameri yang amat baik. Panjang tubuhnya antara 5-10 cm dengan diameter 2-10 mm. Pada bagian anterior tubuh terdapat kepala yang dilengkapi dengan mata, tentakel, serta mulut yang berahang. Tubuhnya berwarna menarik, seperti hijau, merah, merah muda, atau campuran warna-warna lain. Contohnya adalah Nereis, Arenicola, Spirobranchus giganteus, Eunice viridis (cacing palolo), dan Lysidice (cacing wawo). b) Oligochaeta Cacing ini berasal dari kata oligos yang artinya sedikit dan chaeta yang artinya rambut. Oligochaeta merupakan cacing yang memiliki sedikit rambut pada ruas-ruas tubuhnya. Di antara ruas-ruas tubhnya

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI106 tidak terdapat parapodia. Kepala cacing ini berukuran kecil, tanpa alat peraba/tentakel dan mata. Sebagian ruas tubhnya, yaitu antara segmen ke 32-37, mengalami penebalan yang disebut klitelum yang berfungsi untuk perkembangbiakan seksual. Fertilisasi pada cacing ini terjadi secara internal. Telur yang sudah dibuahi tersimpan dalam kokon yang dihasilkan pada sekresi lendir. Saat telur menetas dari kokon, keluarlah cacing-cacing kecil. Cacing ini juga memiliki daya regenerasi tinggi. Pernapasan Oligochaeta dilakukan melalui permukaan tubuh. Keluar masuknya gas terjdi secara difusi. Makanannya berupa zatzat organik yang diperoleh dari sisa-sisa tumbuhan, sisa-sisa hewan, atau sisa-sisa organisme lain yang ada pada rerumputan dan tanah. Cacing ini dapat membantu menggemburkan tanah dan menyuburkan tanah, sehingga sangat membantu bidang pertanian. Oligochaeta ada yang berhabitat di air tawar dan ada pula yang hidup di darat. Contohnya antara lain Lumbricus terestris (cacing tanah), Tubifex sp. (cacing air tawar), dan Monogaster hautenii (cacing raksasa terdapat di Sumatera). c) Hirudinea Habitat Hirudinea di air tawar, darat, dan air laut. Tubuhnya tidak memiliki rambut dan parapodia. Bentukk tubuhnya pipih. Di kedua ujung tubuhnya terdapat alat isap. Alat isap pada bagian posterior besar, sedangkan pada bagian anterior kecil. Alat ini digunakan untuk menempel pada korban dan menghisap darahnya. Makanan cacing ini ada yang berupa larva seranga, cacing atau organisme lain yang mati. Contoh Hirudinea yang paling umum adalah litah (Hirudinea medicinalis). Lintah mempunyai zat anti koagulan, sehingga saat lintah menghisap darah mangsanya, darah tersebut tidak membeku. Lintah bersifat parasit pada manusia atau vertebrata lain. Dengan adanya tonjolan-tonjolan pada ususnya, lintah mampu menyedot banyak darah. Anggota Hirudinea antara lain Hirudo medicinalis (lintah), hidup di air tawar, Haemodipsa zeylanica (pacet), hidup di darat menempel pada daun-daun; Lymnatis nilotica (lintah), hidup di daerah Timur Tengah.

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2 Lampiran 2. Silabus SILABUS PEMINATAN MATEMATIKA DAN ILMU-ILMU ALAM MATA PELAJARAN BIOLOGI SMA Satuan Pendidikan : SMA PANGUDI LUHUR SEDAYU Kelas : X KI 1 : 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI 3 : 3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI 4 : 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan 107

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 MEDIA, ALAT, KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJARAN PENILAIAN POKOK 1. 1 1. 2 BAHAN WAKTU Mengagumi keteraturan Animalia Mengamati Tugas 8 x 45 •Gambar/charta dan kompleksitas ciptaan Invertebrata Mengamati berbagai macam hewan •Mempresentasi menit (5 x klasifikasi dan Tuhan tentang a)Platyhelminthes Platyhelminthes, Nematoda dan kan materi pertemuan) siklus hidup keanekaragaman hayati, 1.Ciri-Ciri Umum Annelida di lingkungannya baik yang Platyhelminthes, Platyhelminthes, ekosistem dan lingkungan Platyhelminthes hidup di dalam atau di luar rumah, di Nematoda dan Nematoda dan hi dup. 2.Klasifikasi tanah, air laut dan danau, atau yang di Annelida dalam Annelida Menyadari dan mengagumi Platyhelminthes pepohonan melalui gambar-gambar ke l om pok •LKS Menanya x Membuat lagu x Contoh lagu pola pikir ilmiah dalam 1. 3 ALOKASI kemampuan mengamati b)Nematoda Bagaimana mengenali kelompok mengenai bioproses 1.Ciri-ciri Umum hewan tersebut berdasarkan ciri- hewan Peka dan peduli terhadap Nematoda cirinya? Platyhelminthes permasalahan lingkungan 2.Anggota Filum Mengumpulkan Data ,Nematoda dan hidup, menjaga dan Nematoda (Eksperimen/Eksplorasi) Invertebrata x Laptop

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 menyayangi lingkungan 2. 1 • Mengamati ciri umum hewan Annelida sebagai manisfestasi c)Annelida Platyhelminthes, Nematoda dan khususnya pengamalan ajaran agama 1.Ciri-ciri Umum Annelida Nematoda dan yang dianutnya Annelida • Mengamati jenis hewan Annelida Berperilaku ilmiah: teliti, 2.Klasifikasi Platyhelminthes, Nematoda dan Observasi tekun, jujur terhadap data Annelida Annelida di lingkungan sekitar dan •Ketekunan dan fakta, disiplin, mendokumentasikannya dalam bentuk dalam tanggung jawab, dan peduli foto atau menggambarkan hewan pengamatan dalam observasi dan tersebut Portofolio eksperimen, berani dan •Mendiskusikan hasil pengamatan • Laporan hasil santun dalam mengajukan Platyhelminthes, Nematoda dan pengamatan pertanyaan dan Annelida untuk memahami berbagai gambar berargumentasi, peduli ciri yang dimilikinya sebagai dasar lingkungan, gotong pengelompokannya Te s royong, bekerjasama, cinta x Membandingan kompleksitas •Tes tertulis damai, berpendapat secara jaringan penyusun tubuh hewan tentang hewan ilmiah dan kritis, responsif Platyhelminthes, Nematoda dan Platyhelminthes, dan proaktif dalam dalam Annelida Nematoda dan setiap tindakan dan dalam Annelida dan

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 melakukan pengamatan dan 2. 2 percobaan di dalam ke hi dupa n kelas/laboratorium maupun Mengasosiasikan di luar kelas/laboratorium •Menjelaskan ciri-ciri hewan Peduli terhadap Platyhelminthes, Nematoda dan keselamatan diri dan Annelida dengan menggunakan peta lingkungan dengan pikiran/gambar dan lagu menerapkan prinsip Mengkomunikasikan keselamatan kerja saat •Menjelaskan tentang klasifikasi melakukan kegiatan Platyhelminthes, Nematoda dan pengamatan dan percobaan Annelida di laboratorium dan di lingkungan sekitar 3.8. x Menjelaskan perannya dalam Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan hewan ke dalam filum berdasarkan pengamatan anatomi dan morfologi serta mengaitkan perannya dalam kehidupan

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 peranannya dalam ke hi dupa n 4. 8 Menyajikan data tentang perbandingan kompleksitas jaringan penyusun tubuh hewan dan perannya pada berbagai aspek kehidupan dalam bentuk laporan tertulis.

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 Yogyakarta, 18 Maret 2014 Peneliti Veronica Fifi Rintina NIM:101434027 Mengetahui, Guru Mata Pelajaran Yuliana Eni Purwaningsih, S.Si No. G.11834

(131) PLAGIAT Lampiran 3 PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA : Biologi : X/dua : Platyhelminthes : 2 x pertemuan (3JP) A. Kompetensi Inti 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia 3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi No. 1.1 1.2 1.3 Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang keanekaragaman hayati, ekosistem dan lingkungan hidup. Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses Peka dan peduli terhadap x Menjaga kebersihan dan kesehatan permasalahan lingkungan dalam diri siswa hidup, menjaga dan menyayangi lingkungan 113

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI114 2.1 2.2 3.8 sebagai manisfestasi pengamalan ajaran agama yang dianutnya Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung jawab, dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong, bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium Peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan dengan menerapkan prinsip keselamatan kerja saat melakukan kegiatan pengamatan dan percobaan di laboratorium dan di lingkungan sekitar Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan hewan ke dalam filum berdasarkan pengamatan anatomi dan morfologi serta mengaitkan peranannya dalam kehidupan. • Afektif Karakter 1. Kritis dan inisiatif dalam berdiskusi. 2. Teliti dalam mengamati gambar 3. Kreatif dalam membuat lagu • Afektif Sosial 1. Bekerjasama dalam melakukan diskusi 2. Memiliki sikap tenggang rasa terhadap teman atau pun kelompok x Menjaga kebersihan setelah melakukan pengamatan • Kognitif Produk 1. Menyebutkan ciri-ciri Platyhelminthes 2. Menjelaskan klasifikasi Platyhelminthes 3. Menjelaskan siklus hidup Platyhelminthes 4. Menjelaskan perbandingan jaringan contoh hewan Platyhelminthes 5. Menjelaskan peranan Platyhelminthes dalam kehidupan • Kognitif Proses 1. Mengidentifikasi ciri-ciri Platyhelminthes

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI115 4.8 2. Mengklasifikasikan hewan Platyhelminthes 3. Menggambarkan daur hidup Platyhelminthes Menyajikan data tentang x Membandingkan jaringan perbandingan kompleksitas penyusun tubuh hewan jaringan penyusun tubuh Platyhelminthes hewan dan perannya pada berbagai aspek kehidupan dalam bentuk laporan tertulis. C. Tujuan Pembelajaran x Kognitif Produk 1. Setelah melakukan pengamatan pada gambar, siswa dapat menyebutkan masing – masing minimal 3 ciri-ciri hewan Invertebrata terutama Platyhelminthes. 2. Setelah membaca buku atau referensi dan menyanyikan lagu, siswa dapat menjelaskan klasifikasi hewan Invertebrata terutama Platyhelminthes dan perannya dalam kehidupan. 3. Setelah melakukan pengamatan pada gambar, siswa dapat membandingkan 3 contoh hewan yang termasuk ke dalam Platyhelminthes. 4. Setelah menggambarkan kembali siklus hidup Platyhelminthes, siswa dapat menjelaskan siklus hidup Platyhelminthes. x Kognitif Proses 1. Siswa dapat mengidentifikasi ciri-ciri Platyhelminthes dengan diberi gambar. 2. Siswa dapat menjelaskan konsep klasifikasi Platyhelminthes dan perannya dalam kehidupan dengan menggunakan LKS dan lagu yang dibuat oleh siswa. 3. Siswa dapat menjelaskan siklus hidup Platyhelminthes dengan menggambarkannya kembali siklus hidup Platyhelminthes pada buku catatan. x Psikomotor Melalui pembelajaran berbasis kecerdasan visual-spasial dan musik, siswa dapat aktif dalam presentasi dan membuat lagu materi Platyhelminthes pada saat pelaksanaan pembelajaran. x Afektif Karakter 1. Melalui kegiatan yang dirancang guru, siswa dapat mengembangkan keseriusan dalam berdiskusi.

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI116 x 2. Melalui kegiatan yang dirancang guru, siswa berminat pada materi Invertebrata terutama Platyhelminthes. Afektif Sosial 1. Melalui kegiatan yang dirancang guru, siswa mampu bekerjasama dalam berdiskusi. 2. Melalui kegiatan yang dirancang guru, siswa bersikap tenggang rasa terhadap teman ataupun kelompok. D. Materi Pembelajaran A. Platyhelminthes 1. Ciri-Ciri Umum Platyhelminthes Tubuh memanjang pipih dorsoventral tanpa segmentasi atau ruasruas. Bagian tubuh dapat dibagi menjadi bagian anterior (bagian depan, kepala), posterior (bagian belakang, ekor), dorsal ( daerah punggung), ventral (daerah yang berlawanan dengan dorsal), dan lateral (samping tubuh). Tubuhnya bersimetri bilateral dan tersusun atas 3 lapisan, yaitu ektoderma (lapisan luar), mesoderma (lapisan tengah), dan endoderma (lapisan dalam). 2. Klasifikasi Platyhelminthes a. Turbellaria (Cacing Berambut Getar) Cacing ini bersifat karnivor dan dapat kita temuakn di perairan, genangan air, kolam, atau sungai. Biasanya cacing ini menempel di batuan atau di daun yang tergenang air. b. Trematoda (Cacing Isap) Semua angggota cacing ini bersifat parasit dan tidak layak untuk dikonsumsi manusia. Contoh Trematoda yang terkenal adalah Fasciola hepatica (cacing hati), Schistosoma japonicum (cacing darah), dan Chlonorchis sinensis (cacing hati manusia). c. Cestoda (Cacing Pita) 1. Struktur tubuh Tubuhnya pipih dan terdiri atas rangkaian segmen yang masing-masing disebut proglotid. Cacing ini tidak memiliki mulut dan saluran pencernaan, karena makanan disera lagsung berupa sari makanan oleh permukaan tubuh. 2. Segmentasi Segmentasi cacing pita yang terdiri atas proglotidproglotid ini merupakan koloni dari individu-individu yang dihasilkan melalui strobilasi (pembentukan kuncup). Proglotoid dewasa yang mengandung alat reproduksi dapat terlepas bersama kotoran inangnya. Kemudian, proglotoid tumbuh menjadi individu dewasa. Cestoda bersifat hermafrodit.

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI117 3. Sistem saraf Sistem saraf lebih sederhana daripada sistem saraf Trematoda. 4. Contoh spesies: a) Taenia solium (cacing pita babi) b) Taenia saginata (cacing pita sapi) c) Dipylidium caninum (cacing pita anjing) d. Monogenea Hewan dari kelas Monogenea umumnya parasit. Hewan ini juga tidak memiliki rongga tubuh. Monogenea mempunyai sistem pencernaan sederhana yang mencakup lubang mulut, usus, serta anus. Contohnya Neobenedenia, Polystomum sp., dan Octobothrium sp. E. Metode Pembelajaran Metode untuk Kecerdasan Visual-Spasial Metode untuk Kecerdasan Musik :mengamati da n menggambarkan hewan Platyhelminthes :membuat lagu mengenai materi Platyhelminthes F. Sumber Belajar x Pratiwi,D.A, dkk. 2006. Biologi untuk SMA/MA Kelas X. Jakata: Erlangga x Internet G. Media Pembelajaran x Gambar hewan Invertebrata khususnya Platyheminthes x Lagu mengenai hewan Invertebrata x Laptop x Papan tulis H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Siklus I No. Kegiatan Pertemuan Pertama ( 2 JP ) 1. Pendahuluan : Alokasi Waktu 30 menit a. Guru mengucapkan salam 5 menit pembukaaan. b. Guru mengecek kehadiran siswa. Tahap

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI118 c. Guru melakukan pre-test 20 menit d. Siswa membuat kelompok sendiri 5 menit yang terdiri dari 3 atau 4 orang. 2. 3. Inti : 50 menit Mengamati Mengamati ciri-ciri Platyhelminthes melalui gambar Menanya Berdasarkan gambar tersebut, apa saja ciri-ciri dari hewan Platyhelminthes? Mengumpulkan Data Mendiskusikan hasil pengamatan Platyhelminthes untuk memahami berbagai ciri yang dimilikinya sebagai dasar pengelompokannya dan perannya dalam kehidupan dengan panduan LKS I. Mengasosiasikan Menjelaskan ciri-ciri Platyhelminthes dengan gambar yang dibuat oleh siswa Mengkomunikasikan Menjelaskan tentang ciri-ciri, klasifikasi dan peran Platyhelminthes dalam kehidupan dengan presentasi kelompok Penutup : 10 menit a. Guru bersama siswa menyimpulkan ciri-ciri, klasifikasi dan peran Platyhelminthes dalam kehidupan. b. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk menggambar struktur tubuh dan daur hidup Platyhelminthes di buku catatan masing-masing siswa. c. Guru bersama siswa menyanyikan lagu mengenai materi Invertebrata yang dibuat oleh guru. d. Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk membuat lagu mengenai materi x Mengetahui pengetahuan awal siswa x Pembuatan kelompok. x Pengamatan x Mengetahui pengetahuan siswa x Eksplorasi Kesimpulan Tindak lanjut

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI119 Platyhelminthes sesuai dengan ketentuan yang telah dibuat oleh guru. e. Guru memberikan arahan mengenai kegiatan pertemuan yang akan datang, yaitu siswa menyanyikan lagu mengenai materi Platyhelminthes. Pertemuan kedua ( 1 JP ) 1. Pendahuluan 5 menit a. Salam pembukaan b. Mempresensi kehadiran siswasiswa c. Motivasi dan persepsi: Guru menanyakan bagaimana dengan tugas menggambar struktur tubuh dan daur hidup Platyhelminthes serta lagu mengenai materi Platyhelminthes. 2. Inti : 20 menit Mengamati Berdasarkan gambar dan lagu yang telah dipresentasikan oleh kelompok, kelompok lain mengamati lirik lagu yang telah dibuat oleh kelompok dengan panduan LKS 2 dan lembar penilaian lagu kelompok dengan aspek yang sudah ditentukan. Menanya Apa peran hewan Platyhelminthes? Mengumpulkan Data Mendiskusikan contoh-contoh hewan yang termasuk dalam Platyhelminthes dan perannya dalam kehidupan Mengasosiasikan Menjelaskan ciri-ciri, klasifikasi, dan peran Platyhelminthes dengan menggunakan lagu yang telah dibuat oleh siswa x Pengamatan x Mengetahui pengetahuan siswa x Eksplorasi

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI120 Mengkomunikasikan Menjelaskan ciri-ciri, klasifikasi dan peran Platyhelminthes dalam kehidupan dengan presentasi dan menyanyikan lagu secara berkelompok 3. I. Penutup : 20 menit a. Guru mengarahkan siswa dalam menarik kesimpulan. b. Refleksi. c. Post-test. d. Guru membagi siswa dalam kelompok baru berdasarkan hasil ulangan harian materi sebelumnya yang terdiri dari 10 kelompok dengan anggota masing-masing 3 orang siswa. e. Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk mengerjakan LKS 3. Pada LKS 3 tersebut, siswa dipandu untuk mempersiapkan materi yang akan dipresentasikan pada pertemuan selanjutnya. f. Pada pertemuan selanjutnya, siswa mempresentasikan hasil diskusi disertai dengan gambar dan lagu yang telah dibuat oleh siswa. g. Salam penutup Kesimpulan Refleksi Tindak lanjut Penilaian 1. Penilaian Proses: x Prosedur : Pengamatan gambar dan pembuatan lagu mengenai materi selama proses pembelajaran x Jenis : Tertulis dan lisan x Alat Penilaian : Lembar observasi, kuisioner dan wawancara

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI121 2. Penilaian Hasil x Prosedur : Test tulis pada akhir pembelajaran siklus x Jenis tes : Tes tertulis x Bentuk : Obyektif x Alat Penilaian : Lembar Kerja Siswa & kunci jawaban Yogyakarta, 18 Maret 2014 Peneliti Veronica Fifi Rintina NIM:101434027 Mengetahui, Guru Mata Pelajaran Yuliana Eni Purwaningsih, S.Si No. G.11834

(140) PLAGIAT Lampiran 4 PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS II Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA : Biologi : X/dua : Nematoda dan Annelida : 3 x pertemuan (5 JP) A. Kompetensi Inti 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia 3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi No. 1.1 1.2 1.3 Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Mengagumi keteraturan dan x Menjaga dan memanfaatkan hewan kompleksitas ciptaan Tuhan Nematoda dan Annelida yang tentang keanekaragaman menguntungkan dengan baik untuk hayati, ekosistem dan kehidupan lingkungan hidup. Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses Peka dan peduli terhadap x Menjaga kebersihan dan kesehatan permasalahan lingkungan dalam diri siswa hidup, menjaga dan menyayangi lingkungan 122

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI123 2.1 2.2 3.8 sebagai manisfestasi pengamalan ajaran agama yang dianutnya Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung jawab, dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong, bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium Peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan dengan menerapkan prinsip keselamatan kerja saat melakukan kegiatan pengamatan dan percobaan di laboratorium dan di lingkungan sekitar Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan hewan ke dalam filum berdasarkan pengamatan anatomi dan morfologi serta mengaitkan peranannya dalam kehidupan. Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan hewan ke dalam filum berdasarkan pengamatan anatomi dan morfologi serta mengaitkan peranannya dalam kehidupan. • Afektif Karakter 1. Kritis dan inisiatif dalam berdiskusi. 2. Teliti dalam mengamati gambar 3. Kreatif dalam membuat lagu • Afektif Sosial 1. Bekerjasama dalam melakukan diskusi 2. Memiliki sikap tenggang rasa terhadap teman atau pun kelompok x Menjaga kebersihan setelah melakukan pengamatan Kognitif Produk 1. Menyebutkan ciri-ciri Nematoda dan Annelida 2. Menjelaskan klasifikasi Nematoda dan Annelida 3. Menjelaskan siklus hidup Nematoda dan Annelida 4. Menjelaskan perbandingan jaringan contoh hewan Nematoda dan Annelida 5. Menjelaskan peranan Nematoda dan Annelida dalam kehidupan • Kognitif Proses

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI124 4.8 1. Mengidentifikasi ciri-ciri Nematoda dan Annelida 2. Mengklasifikasikan hewan Nematoda dan Annelida 3. Menggambarkan daur hidup Nematoda dan Annelida Menyajikan data tentang Membandingkan jaringan penyusun perbandingan kompleksitas tubuh hewan Nematoda dan Annelida jaringan penyusun tubuh hewan dan perannya pada berbagai aspek kehidupan dalam bentuk laporan tertulis. C. Tujuan Pembelajaran x Kognitif Produk 1. Setelah melakukan pengamatan pada gambar, siswa dapat menyebutkan masing – masing minimal 3 ciri-ciri hewan Invertebrata terutama Nematoda dan Annelida 2. Setelah melakukan pengamatan pada gambar, siswa dapat membandingkan 3 contoh hewan yang termasuk ke dalam Nematoda dan Annelida 3. Setelah membaca buku atau referensi dan menyanyikan lagu, siswa dapat menjelaskan klasifikasi hewan Invertebrata terutama Nematoda dan Annelida dan perannya dalam kehidupan. 4. Setelah menggambar struktur tubuh atau siklus hidup Nematoda dan Annelida, siswa dapat menjelaskan struktur tubuh atau siklus hidup Nematoda dan Annelida. x Kognitif Proses 1. Siswa dapat memberi keterangan tentang ciri-ciri Nematoda dan Annelida dengan gambar. 2. Siswa dapat menjelaskan konsep klasifikasi Nematoda dan Annelida dan perannya dalam kehidupan dengan presentasi dan menyanyikan lagu. 5. Siswa dapat menjelaskan struktur tubuh atau siklus hidup Nematoda dan Annelida dengan menggambar struktur tubuh atau siklus hidup Nematoda dan Annelida. x Psikomotor Melalui pembelajaran berbasis kecerdasan visual-spasial dan musik, siswa dapat aktif dan minat dalam presentasi dan membuat lagu materi Invertebrata pada saat pelaksanaan pembelajaran.

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI125 x x Afektif Karakter 1. Melalui kegiatan yang dirancang guru, siswa dapat mengembangkan keseriusan dalam berdiskusi dan membuat lagu. 2. Melalui kegiatan yang dirancang guru, siswa berminat pada materi Invertebrata terutama Nematoda dan Annelida. Afektif Sosial 1. Melalui kegiatan yang dirancang guru, siswa mampu bekerjasama dalam berdiskusi 2. Melalui kegiatan yang dirancang guru, siswa bersikap tenggang rasa terhadap teman ataupun kelompok. D. Materi Pembelajaran A. Nematoda 1. Ciri-ciri Umum Nematoda Nematoda dapat dijumpai di darat, air tawar, dan air laut, dari daerah kutub hingga daerah tropis. Hidupnya bersifat bebas, namun ada pula yang parasit pada tumbuhan dan hewan. Cacing ini tidak memiliki sistem peredaran darah dan jantung, tetapi tubuhnya mengandung cairan semacam darah yang dapat merembes ke bagian tubuh akibat kontraksi tubuh. 2. Anggota Filum Nematoda a) Cacing perut (Ascaris lumbricoides) Ascaris lumbricoides umumnya hidup sebagai parasit dalam usus manusia. Hewan ini bersifat kosmopolit (terdapat di segala tempat), terutama di daerah tropis. Bentuk tubuhnya bulat panjang dengan agian ujung-ujung yang meruncing. Mulut terletak di ujung anterior dan dilengkai dengan tiga buah bibir. Tubuh cacing betina berukuran lebih besar dan lebih panjang daripada cacing jantan. b) Cacing tambang (Ancylostoma) Cacing ini parasit di usus manusia dan banyak dijumpai di daerah pertambangan, terutama di daerah beriklim panas. Cacing ini menghisap daah sehingga dapat mengakibatkan kematian. Pada saat menghisap darah, cacing ini mengeluarkanzat antikoagulan yang mencegah terjadinya pembekuan darah korban. Contoh cacing tambang adalah Ancylostoma duodenale yang terdapat di daerah tropis Afrika dan Asia. Spesies lainnya adalah Necator americanus.

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI126 c) Cacing Kremi (Enterobius vermicularis) Enterobius vermicularis hidup dalam usus besar manusia. Contoh lainnya adalah Oxyuris equi pada dubur kudan dan keledai. d) Cacing Filaria (Wuchereria bancrofti) Cacing filaria mempunyai inang perantara hewan Arthropoda, misalnya nyamuk, dan inang tetap yaitu manusia pada bagian pembuluh getah bening. Pada siang hari, larva berada di paru-paru atau di pembuluh darah besar. Pada malam hari, cacing pindah ke pembuluh arteri atas dan vena perifer di dekat kulit. Apablia cacing yang mati menyumbat pembuluh getah bening, maka menyebabkan pembengkakan tau terjadinya penyakit kai gajah (elephantiasis). Mikrofilaria dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Culex. B. Annelida 1. Ciri-ciri Umum Annelida Tubuhnya simetri bilateral dan dilapisi oleh kutikula. Ruas tubuhnya tidak hanya berada di bagian luar, tetapi juga di sebelah dalam. Setiap ruas memiliki alat reproduksi, alat ekskresi, otot dan pembuluh darah. Antara ruas yang satu dan yang lainnya berhubungan sehingga terlihat seperti cincin yang terkoordinasi. Segmentasi yang demikian disebut metameri. Lapisan penyusun tubuh Annelida terdiri atas tiga lapis atau triploblastik, yaitu endoderma, mesoderma, dan ektoderma. 2. Klasifikasi Annelida a) Polychaeta Polychaeta berasal dari kata poly berarti banyak dan chaeta yang berarti rambut. Semua anggotanya hidup di laut dapat dibedakan antara jantan dan betina. Tubuhnya memiliki banyak rambut yang tumbuh pada parapodia (semacam kaki). Pada setiap ruas tubuhnya terdapat sepasang parapodia. Polychaeta mempunyai metameri yang amat baik. Contohnya adalah Nereis, Arenicola, Spirobranchus giganteus, Eunice viridis (cacing palolo), dan Lysidice (cacing wawo). b) Oligochaeta Cacing ini berasal dari kata oligos yang artinya sedikit dan chaeta yang artinya rambut. Oligochaeta merupakan cacing yang memiliki sedikit rambut pada ruas-ruas tubuhnya. Di antara ruas-ruas tubhnya tidak terdapat parapodia. Kepala cacing ini berukuran kecil, tanpa alat peraba/tentakel dan mata. Pernapasan Oligochaeta dilakukan melalui permukaan tubuh. Keluar masuknya gas terjdi secara difusi. Makanannya

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI127 berupa zat-zat organik yang diperoleh dari sisa-sisa tumbuhan, sisa-sisa hewan, atau sisa-sisa organisme lain yang ada pada rerumputan dan tanah. Cacing ini dapat membantu menggemburkan tanah dan menyuburkan tanah, sehingga sangat membantu bidang pertanian. Oligochaeta ada yang berhabitat di air tawar dan ada pula yang hidup di darat. Contohnya antara lain Lumbricus terestris (cacing tanah), Tubifex sp. (cacing air tawar), dan Monogaster hautenii (cacing raksasa terdapat di Sumatera). c) Hirudinea Habitat Hirudinea di air tawar, darat, dan air laut. Tubuhnya tidak memiliki rambut dan parapodia. Bentukk tubuhnya pipih. Di kedua ujung tubuhnya terdapat alat isap. Alat isap pada bagian posterior besar, sedangkan pada bagian anterior kecil. Alat ini digunakan untuk menempel pada korban dan menghsap darahnya. Makanan cacing ini ada yang berupa larva seranga, cacing atau organisme lain yang mati. Contoh Hirudinea yang paling umum adalah litah (Horudinea medicinalis). Anggota Hirudinea antara lain Hirudo medicinalis (lintah), hidup di air tawar; Haemodipsa zeylanica (pacet), hidup di darat menempel pada daun-daun; Lymnatis nilotica (lintah), hidup di daerah Timur Tengah. E. Metode Pembelajaran Metode untuk Kecerdasan Visual-Spasial dan siklus hidup Metode untuk Kecerdasan Musik telah dibuat oleh siswa : menggambar struktur tubuh Nematoda dan Annelida. : menyanyikan lagu yang F. Sumber Belajar x Pratiwi,D.A, dkk. 2006. Biologi untuk SMA/MA Kelas X. Jakata: Erlangga x Gambar/ foto dari siswa mengenai materi Nematoda dan Annelida x Internet G. Media Pembelajaran x Gambar hewan Invertebrata khususnya Nematoda dan Annelida x Laptop x Papan tulis

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI128 H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Siklus II No. Kegiatan Pertemuan Ketiga ( 2 JP ) 1. Pendahuluan : a. Salam pembuka b. Mengecek kehadiran siswa c. Guru memberikan pengarahan sebelum siswa mempresentasikan hasil diskusinya. 2. Inti : Mengamati x Mengamati ciri-ciri Annelida dan Nematoda melalui gambar yang telah dibuat oleh kelompok dengan panduan LKS 4. x Mengamati lirik lagu yang telah dibuat oleh kelompok dengan panduan lembar penilaian lagu kelompok. Menanya Berdasarkan gambar dan lagu, apa saja ciriciri, klasifikasi dan peran hewan Annelida dan Nematoda? Mengumpulkan Data a. Mendiskusikan hasil pengamatan gambar hewan Annelida dan Nematoda untuk memahami berbagai ciri yang dimilikinya sebagai dasar pengelompokannya. b. Membandingan kompleksitas jaringan penyusun tubuh hewan Annelida dan Nematoda c. Menjelaskan perannya dalam kehidupan Mengasosiasikan Menjelaskan ciri-ciri, klasifikasi, daur hidup dan peran Annelida dan Nematoda dengan gambar dan lagu Mengkomunikasikan Mempresentasikan ciri-ciri, klasifikasi, daur hidup dan peran Annelida dan Nematoda secara berkelompok 3. Penutup : a. Guru bersama siswa menyimpulkan mengenai ciri-ciri, klasifikasi, daur hidup Alokasi Waktu Tahap 5 menit x Pengarahan 75 menit x Pengamatan x Mengetahui pengetahuan siswa x Eksplorasi 10 menit x Kesimpulan

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI129 dan peran Annelida dan Nematoda. b. Guru memberi tugas kepada siswa untuk menggambar struktur tubuh dan daur Annelida dan Nematoda yang telah dipresentasikan. c. Guru memberikan arahan mengenai kegiatan pertemuan yang akan datang yaitu melanjutkan presentasi kelompok Pertemuan keempat ( 1 JP ) 1. Pendahuluan 5 menit a. Salam Pembuka b. Mengecek kehadiran siswa. c. Guru memberikan pengarahan sebelum siswa mempresentasikan hasil diskusinya. 2. Inti : 30 Mengamati menit x Mengamati ciri-ciri Annelida dan Nematoda melalui gambar yang telah dibuat oleh kelompok dengan panduan LKS 4. x Mengamati lirik lagu yang telah dibuat oleh kelompok dengan panduan lembar penilaian lagu kelompok. Menanya Berdasarkan gambar dan lagu, apa saja ciriciri, klasifikasi dan peran hewan Annelida dan Nematoda? Mengumpulkan Data a. Mendiskusikan hasil pengamatan Annelida dan Nematoda untuk memahami berbagai ciri yang dimilikinya sebagai dasar pengelompokannya. b. Membandingan kompleksitas jaringan penyusun tubuh hewan Annelida dan Nematoda c. Menjelaskan perannya dalam kehidupan Mengasosiasikan Menjelaskan ciri-ciri, klasifikasi, daur hidup dan peran Annelida dan Nematoda dengan menggunakan lagu yang telah dibuat oleh siswa x Tindak lanjut Pengarahan x Pengamatan x Mengetahui pengetahuan siswa x Eksplorasi

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI130 3. Mengkomunikasikan Menjelaskan ciri-ciri, klasifikasi, daur hidup dan peran Annelida dan Nematoda kepada kelompok lain di kelas Penutup : 45 menit a. Guru mengarahkan siswa dalam menarik 10 kesimpulan. menit b. Siswa melakukan kegiatan refleksi. c. Post-test dan kuisioner 35 menit x Kesimpulan x Refleksi x Megetahui pengetahuan siswa da n minat siswa d. Salam penutup I. Penilaian 1. Penilaian Proses: x Prosedur : Pengamatan gambar dan pembuatan lagu mengenai materi selama proses pembelajaran 2. x Jenis : Tertulis dan lisan x Alat Penilaian : Lembar Observasi, kuisioner dan wawancara Penilaian Hasil x Prosedur : Test tulis pada akhir pembelajaran siklus x Jenis tes : Tes tertulis x Bentuk : Obyektif x Alat Penilaian : Lembar Kerja Siswa & kunci jawaban

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI131 Yogyakarta, 18 Maret 2014 Peneliti Veronica Fifi Rintina NIM:101434027 Mengetahui, Guru Mata Pelajaran Yuliana Eni Purwaningsih, S.Si No. G.11834

(150) PLAGIAT Lampiran 5 PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR KERJA SISWA 1 Nama Kelompok : Nama Anggota : 1. ...................................................................... 2. ...................................................................... 3. ...................................................................... 4. ...................................................................... Kerjakan soal-soal di bawah ini. Kalian dapat menggunakan buku paket, internet atau sumber yang lain untuk menjawab soal-soal di bawah ini. A. Tujuan 1. Siswa mampu menjelaskan ciri-ciri Platyhelminthes melalui gambar. 2. Siswa mampu menjelaskan siklus hidup Platyhelminthes 3. Siswa mampu menjelaskan peran hewan Platyhelminthes dalam kehidupan. B. Alat dan Bahan 1. Gambar Platyhelminthes C. Langkah Kerja 1. Amati gambar yang kamu terima! 2. Indentifikasi gambar tersebut berdasarkan ciri-ciri, siklus hidup dan peranannya dalam kehidupan dengan mencarinya di buku paket, internet atau sumber lain. 3. Isilah lembar kegiatan di bawah ini. D. Lembar Kegiatan (30) Gambar Nama Species dan Kelas (3) 132 Ciri-ciri (5)

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI133 Daur Hidup: (20) Peran dalam kehidupan: (2) E. Kesimpulan (10) F. Refleksi (10)

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 LEMBAR KERJA SISWA II Nama Kelompok : Nama Anggota : 1. ...................................................................... 2. ...................................................................... 3. ...................................................................... 4. ...................................................................... A. Tujuan 1. Siswa dapat menjelaskan ciri-ciri, klasifikasi, siklus hidup dan peran Platyhelminthes dengan gambar dan lagu. B. Alat dan Bahan 1. Lagu Platyhelminthes C. Langkah Kerja 1. Dengarkan dengan baik lagu yang dinyanyikan oleh kelompok. 2. Amati gambar dan lirik lagu yang dibuat oleh kelompok. Lalu isilah tabel di bawah ini! 3. Buatlah pohon klasifikasi mengenai materi yang telah dipresentasikan. 134

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 D. Lembar Kegiatan No. Materi Ciri-ciri Silus hidup Peran

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 Pohon klasifikasi: E. Kesimpulan F. Refleksi

(155) PLAGIAT Lampiran 6 PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR KERJA SISWA III Nama Kelompok : Nama Anggota : 1. ...................................................................... 2. ...................................................................... 3. ...................................................................... Kerjakan soal-soal di bawah ini. Kalian dapat menggunakan buku paket, internet atau sumber yang lain untuk menjawab soal-soal di bawah ini. A. Tujuan 1. Siswa mampu menjelaskan ciri-ciri Nematoda. 2. Siswa mampu menjelaskan siklus hidup Nematoda. 3. Siswa mampu menjelaskan peran hewan Nematoda dalam kehidupan. B. Langkah Kerja 1. Carilah gambar cacing perut (Ascaris lumbricoides)! 2. Amatilah gambar tersebut! 3. Jawablah pertanyaan di bawah ini untuk mendukung materi yang akan kamu presentasikan pada pertemuan selanjutnya! 4. Buatlah lagu mengenai materi yang akan kamu presentasikan! Lagu dibuat dengan nada yang berbeda dari contoh lagu yang dibuat oleh guru. C. Lembar Kegiatan (75) 1. Gambar cacing perut (Ascaris lumbricoides): (8) 2. Dimanakah habitat dari cacing perut (Ascaris lumbricoides)? (2) 3. Jelaskan ciri-ciri dari cacing perut (Ascaris lumbricoides)! (5) 4. Gambarkan siklus hidup dari cacing perut (Ascaris lumbricoides)! (18) 5. Apa peran cacing perut (Ascaris lumbricoides) dalam kehidupan? (2) 6. Lagu mengenai materi cacing perut (Ascaris lumbricoides): (50) D. Kesimpulan (10) E. Refleksi (10) 137

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI138 LEMBAR KERJA SISWA III Nama Kelompok : Nama Anggota : 1. ...................................................................... 2. ...................................................................... 3. ...................................................................... Kerjakan soal-soal di bawah ini. Kalian dapat menggunakan buku paket, internet atau sumber yang lain untuk menjawab soal-soal di bawah ini. A. Tujuan 1. Siswa mampu menjelaskan ciri-ciri Nematoda. 2. Siswa mampu menjelaskan siklus hidup Nematoda 3. Siswa mampu menjelaskan peran Nematoda dalam kehidupan B. Langkah Kerja 1. Carilah gambar cacing tambang (Ancylostoma)! 2. Amatilah gambar tersebut! 3. Jawablah pertanyaan di bawah ini untuk mendukung materi yang akan kamu presentasikan pada pertemuan selanjutnya! 4. Buatlah lagu mengenai materi yang akan kamu presentasikan! Lagu dibuat dengan nada yang berbeda dari contoh lagu yang dibuat oleh guru. C. Lembar Kegiatan (75) 1. Gambar morfologi cacing tambang (Ancylostoma)! (8) 2. Dimanakah habitat dari cacing tambang (Ancylostoma)! (2) 3. Jelaskan ciri-ciridari cacing tambang (Ancylostoma)!(5) 4. Gambarkan siklus hidup dari cacing tambang (Ancylostoma)!(18) 5. Apa peran cacing tambang (Ancylostoma) dalam kehidupan? (2) 6. Lagu mengenai materi cacing tambang (Ancylostoma)! (50) D. Kesimpulan (10) E. Refleksi (10)

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI139 LEMBAR KERJA SISWA III Nama Kelompok : Nama Anggota : 1. ...................................................................... 2. ...................................................................... 3. ...................................................................... Kerjakan soal-soal di bawah ini. Kalian dapat menggunakan buku paket, internet atau sumber yang lain untuk menjawab soal-soal di bawah ini. A. Tujuan 1. Siswa mampu menjelaskan ciri-ciri Nematoda. 2. Siswa mampu menjelaskan siklus hidup Nematoda 3. Siswa mampu menjelaskan peran Nematoda dalam kehidupan B. Langkah Kerja 1. Carilah gambar cacing kremi (Enterobius vermicularis)! 2. Amatilah gambar tersebut dan gambarkan kembali morfologi cacing kremi (Enterobius vermicularis)! 3. Jawablah pertanyaan di bawah ini untuk mendukung materi yang akan kamu presentasikan pada pertemuan selanjutnya! 4. Buatlah lagu mengenai materi yang akan kamu presentasikan! Lagu dibuat dengan nada yang berbeda dari contoh lagu yang dibuat oleh guru. C. Lembar Kegiatan (75) 1. Gambar morfologi cacing kremi (Enterobius vermicularis)! (8) 2. Dimanakah habitat dari cacing kremi (Enterobius vermicularis)! (2) 3. Jelaskan ciri-ciri dari cacing kremi (Enterobius vermicularis)!(5) 4. Gambarkan siklus hidup dari cacing kremi (Enterobius vermicularis)!(18) 5. Apa peran cacing kremi (Enterobius vermicularis) dalam kehidupan? (2) 6. Lagu mengenai materi cacing kremi (Enterobius vermicularis)! (50) D. Kesimpulan (10) E. Refleksi (10)

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI140 LEMBAR KERJA SISWA III Nama Kelompok : Nama Anggota : 1. ...................................................................... 2. ...................................................................... 3. ...................................................................... Kerjakan soal-soal di bawah ini. Kalian dapat menggunakan buku paket, internet atau sumber yang lain untuk menjawab soal-soal di bawah ini. A. Tujuan 1. Siswa mampu menjelaskan ciri-ciri Nematoda. 2. Siswa mampu menjelaskan siklus hidup Nematoda 3. Siswa mampu menjelaskan peran Nematoda dalam kehidupan B. Langkah Kerja 1. Carilah gambar cacing filaria (Wuchereria bancrofti)? 2. Amatilah gambar tersebut dan gambarkan kembali morfologi cacing filaria (Wuchereria bancrofti) 3. Jawablah pertanyaan di bawah ini untuk mendukung materi yang akan kamu presentasikan pada pertemuan selanjutnya! 4. Buatlah lagu mengenai materi yang akan kamu presentasikan! Lagu dibuat dengan nada yang berbeda dari contoh lagu yang dibuat oleh guru. C. Lembar Kegiatan (75) 1. Gambar morfologi cacing filaria (Wuchereria bancrofti)! (8) 2. Dimanakah habitat dari cacing filaria (Wuchereria bancrofti)? (2) 3. Jelaskan ciri-ciri dari cacing filaria (Wuchereria bancrofti)? (5) 4. Gambarkan siklus hidup dari cacing filaria (Wuchereria bancrofti)? (18 5. Apa peran cacing filaria (Wuchereria bancrofti) dalam kehidupan? (2) 6. Lagu mengenai materi cacing filaria (Wuchereria bancrofti)? (50) D. Kesimpulan (point 10) E. Refleksi

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI141 LEMBAR KERJA SISWA III Nama Kelompok : Nama Anggota : 1. ...................................................................... 2. ...................................................................... 3. ...................................................................... Kerjakan soal-soal di bawah ini. Kalian dapat menggunakan buku paket, internet atau sumber yang lain untuk menjawab soal-soal di bawah ini. A. Tujuan 1. Siswa mampu menjelaskan ciri-ciri Nematoda. 2. Siswa mampu menjelaskan siklus hidup Nematoda 3. Siswa mampu menjelaskan peran Nematoda dalam kehidupan B. Langkah Kerja 1. Carilah gambar Polychaeta! 2. Amatilah gambar tersebut dan gambarkan kembali morfologi Polychaeta! 3. Jawablah pertanyaan di bawah ini untuk mendukung materi yang akan kamu presentasikan pada pertemuan selanjutnya! 4. Buatlah lagu mengenai materi yang akan kamu presentasikan! Lagu dibuat dengan nada yang berbeda dari contoh lagu yang dibuat oleh guru. C. Lembar Kegiatan (75) 1. Gambar morfologi Polychaeta: (8) 2. Dimanakah habitat dari Polychaeta? (2) 3. Jelaskan ciri-ciri dari Polychaeta! (5) 4. Gambarkan siklus hidup dari Polychaeta! (18) 5. Apa peran Polychaeta dalam kehidupan? (2) 6. Lagu mengenai materi Polychaeta: (50) D. Kesimpulan (10) E. Refleksi (10)

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI142 LEMBAR KERJA SISWA III Nama Kelompok : Nama Anggota : 1. ...................................................................... 2. ...................................................................... 3. ...................................................................... Kerjakan soal-soal di bawah ini. Kalian dapat menggunakan buku paket, internet atau sumber yang lain untuk menjawab soal-soal di bawah ini. A. Tujuan 1. Siswa mampu menjelaskan ciri-ciri Nematoda. 2. Siswa mampu menjelaskan siklus hidup Nematoda 3. Siswa mampu menjelaskan peran Nematoda dalam kehidupan B. Langkah Kerja 1. Carilah gambar Oligochaeta? 2. Amatilah gambar tersebut dan gambarkan kembali morfologi Oligochaeta pada selembr HVS! 3. Jawablah pertanyaan di bawah ini untuk mendukung materi yang akan kamu presentasikan pada pertemuan selanjutnya! 4. Buatlah lagu mengenai materi yang akan kamu presentasikan! Lagu dibuat dengan nada yang berbeda dari contoh lagu yang dibuat oleh guru. C. Lembar Kegiatan (75) 1. Gambar morfologi Oligochaeta: (8) 2. Dimanakah habitat dari Oligochaeta? (2) 3. Jelaskan ciri-ciridari Oligochaeta! (5) 4. Gambarkan siklus hidup dari Oligochaeta! (15) 5. Apa peran Oligochaeta dalam kehidupan? (2) 6. Lagu mengenai materi Oligochaeta: (50) D. Kesimpulan (point 10) E. Refleksi (10)

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI143 LEMBAR KERJA SISWA III Nama Kelompok : Nama Anggota : 1. ...................................................................... 2. ...................................................................... 3. ...................................................................... Kerjakan soal-soal di bawah ini. Kalian dapat menggunakan buku paket, internet atau sumber yang lain untuk menjawab soal-soal di bawah ini. A. Tujuan 1. Siswa mampu menjelaskan ciri-ciri Annelida dan Nematoda. 2. Siswa dapat menjelaskan konsep klasifikasi Annelida dan Nematoda dan perannya dalam kehidupan 3. Siswa dapat menjelaskan siklus hidup Annelida dan Nematoda B. Langkah Kerja 1. Carilah gambar Hirudenea! 2. Amatilah gambar tersebut dan gambarkan kembali morfologi Hirudenea! 3. Jawablah pertanyaan di bawah ini untuk mendukung materi yang akan kamu presentasikan pada pertemuan selanjutnya! 4. Buatlah lagu mengenai materi yang akan kamu presentasikan! Lagu dibuat dengan nada yang berbeda dari contoh lagu yang dibuat oleh guru. C. Lembar Kegiatan (75) 1. Gambar morfologi Hirudenea: (8) 2. Dimanakah habitat dari Hirudenea? (2) 3. Jelaskan ciri-ciri dari Hirudenea (5) 4. Gambarkan siklus hidup dari Hirudenea! (15) 5. Apa peran Hirudenea dalam kehidupan? (2) 6. Lagu mengenai materi Hirudenea: (50) D. Kesimpulan (10) E. Refleksi

(162) PLAGIAT Lampiran 6 PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR KERJA SISWA IV Nama Kelompok : Nama Anggota : 1. ...................................................................... 2. ...................................................................... 3. ...................................................................... A. Tujuan 1. Siswa mampu menjelaskan ciri-ciri Annelida dan Nematoda. 2. Siswa dapat menjelaskan konsep klasifikasi Annelida dan Nematoda dan perannya dalam kehidupan 3. Siswa dapat menjelaskan siklus hidup Annelida dan Nematoda B. Langkah Kerja 1. Perhatikan materi yang dipresentasikan oleh kelompok! 2. Dengarkan dengan baik lagu yang dinyanyikan oleh kelompok. 3. Amati gambar dan lirik lagu yang dibuat oleh kelompok. 4. Lalu jawablah pertanyaan di bawah ini. 5. Buatlah pula pohon klasifikasi di akhir materi! C. Lembar Kegiatan 1. Materi : a. Habitat : b. Ciri-ciri : c. Siklus hidup: 144

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI145 d. Peran : 2. Materi a. Habitat : : b. Ciri-ciri : c. Siklus hidup : 3. d. Peran : Materi a. Habitat : : b. Ciri-ciri : c. Siklus hidup:

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI146 d. Peran : 4. Materi a. Habitat : : b. Ciri-ciri : c. Siklus hidup: d. Peran : 5. Materi a. Habitat : : b. Ciri-ciri : c. Siklus hidup :

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI147 d. Peran : 6. Materi a. Habitat : : b. Ciri-ciri : c. Siklus hidup : 7. d. Peran : Materi a. Habitat : : b. Ciri-ciri : c. Siklus hidup:

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI148 d. Peran : 10. Pohon klasifikasi: D. Kesimpulan E. Refleksi

(167) PLAGIAT Lampiran 7 PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KISI-KISI SOAL DAN KUNCI JAWABAN PRE-TEST SIKLUS I 1. Nama Sekolah : SMA Pangudi Luhur Sedayu 2. Mata pelajaran : Biologi 3. Kelas/Semester : XB/II 4. Kurikulum Acuan : 2013 5. Alokasi waktu : 20 menit 6. Jumlah Soal : 20 soal 7. Kompetensi Dasar : 3.8 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan hewan ke dalam filum berdasarkan pengamatan anatomi dan morfologi serta mengaitkan peranannya dalam kehidupan 4.8 Menyajikan kompleksitas data tentang jaringan perbandingan penyusun tubuh hewan dan perannya pada berbagai aspek kehidupan dalam bentuk laporan tertulis. 8. Jenis Soal : Pilihan Ganda 9. Sub Konsep : Filum Platyhelminthes, Nematoda dan Annelida Indikator No. Soal 3.8.1 Menyebutkan ciri1 ciri Platyhelminthes, 2 Nematoda dan Annelida 3 4 3.8.2 Menjelaskan 5 klasifikasi 6 Platyhelminthes, 7 Nematoda dan Annelida 8 3.8.3 Menjelaskan siklus 9 hidup Platyhelminthes, 10 Nematoda dan Annelida 11 12 13 3.8.4 Menjelaskan 14 peranan Platyhelminthes, 15 Nematoda dan Annelida 16 dalam kehidupan 17 4.8.1 Menjelaskan 18 C1 149 Tipe Soal C2 C3 C4 Kunci Jawaban B A A B E E D B C B B B D B A C B E

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI150 perbandingan jaringan contoh hewan Platyhelminthes, Nematoda dan Annelida 19 20 B A KISI-KISI SOAL DAN KUNCI JAWABAN POST-TEST SIKLUS I 1. Nama Sekolah : SMA Pangudi Luhur Sedayu 2. Mata pelajaran : Biologi 3. Kelas/Semester : XB/II 4. Kurikulum Acuan : 2013 5. Alokasi waktu : 20 menit 6. Jumlah Soal : 20 soal 7. Kompetensi Dasar : 3.8 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan hewan ke dalam filum berdasarkan pengamatan anatomi dan morfologi serta mengaitkan peranannya dalam kehidupan 4.8 Menyajikan kompleksitas data tentang jaringan perbandingan penyusun tubuh hewan dan perannya pada berbagai aspek kehidupan dalam bentuk laporan tertulis. 8. Jenis Soal : Pilihan Ganda 9. Sub Konsep : Filum Platyhelminthes Indikator 3.8.1 Menyebutkan ciriciri Platyhelminthes 3.8.2 Menjelaskan klasifikasi Platyhelminthes 3.8.3 Menjelaskan siklus hidup Platyhelminthes No. Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 C1 Tipe Soal C2 C3 C4 Kunci Jawaban B E A B C C D E C E B D

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI151 3.8.4 Menjelaskan peranannya dalam kehidupan 4.8.1 Menjelaskan perbandingan jaringan contoh hewan Platyhelminthes 13 14 15 16 17 18 19 20 D E A A B B B C KISI-KISI SOAL DAN KUNCI JAWABAN POST-TEST SIKLUS II 1. Nama Sekolah : SMA Pangudi Luhur Sedayu 2. Mata pelajaran : Biologi 3. Kelas/Semester : XB/II 4. Kurikulum Acuan : 2013 5. Alokasi waktu : 20 menit 6. Jumlah Soal : 20 soal 7. Kompetensi Dasar : 3.8 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan hewan ke dalam filum berdasarkan pengamatan anatomi dan morfologi serta mengaitkan peranannya dalam kehidupan 4.8 Menyajikan kompleksitas data tentang jaringan perbandingan penyusun tubuh hewan dan perannya pada berbagai aspek kehidupan dalam bentuk laporan tertulis. 8. Jenis Soal : Pilihan Ganda 9. Sub Konsep : Filum Nematoda dan Annelida Indikator 3.8.1 Menyebutkan ciriciri Nematoda dan Annelida 3.8.2 Menjelaskan klasifikasi Nematoda No. Soal 1 2 3 4 5 6 C1 Tipe Soal C2 C3 C4 Kunci Jawaban E A C C C B

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI152 dan Annelida 3.8.3 Menjelaskan siklus hidup Nematoda dan Annelida 3.8.4 Menjelaskan peranan Nematoda dan Annelida dalam kehidupan 4.8.1 Menjelaskan perbandingan jaringan contoh hewan Nematoda dan Annelida 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 E B B B C B B B B C A A E A

(171) PLAGIAT Lampiran 8 PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Nama : No. Absen : SOAL PRE-TEST Materi : Invertebrata Kelas/Semester : XB/2 Waktu : 20 menit PETUNJUK UMUM 1. Tulis nama dan nomor Anda pada kolom yang disediakan! 2. Bacalah soal dengan teliti sebelum Anda bekerja! 3. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D, dan E. 1. Alat kait yang terdapat dikepala cacing pita pada babi disebut . . . A. Skoleks B. Rostelum C. Kitin D. Proglotid E. Segmen 2. Alat perkembangbiakan seksual yang ada pada hewan Oligochaeta disebut..... A. Kliteum B. Parapodia C. Antena D. Seta E. Pseudoselom 3. Berikut ini adalah karakteristik cacing pipih: 1. Hidup sebagai parasit 2. Pada kepala terdapat alat isap 3. Memiliki saluran pancernaan 4. Tubuh bersegmen 5. Permukaan tubuhnya tertutup oleh silia 153

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI154 Cacing pita memiliki karakteristik seperti pada nomor..... A. 1, 2, dan 4 B. 1, 3 ,dan 4 C. 2, 3, dan 4 D. 3, 4, dan 5 E. 2, 3, dan 4 4. Amati gambar di bawah ini! Pernyataan yang bukan merupakan ciri-ciri dari gambar tersebut adalah..... A. Hanya memiliki sedikit rambut B. Di antara ruas-ruas tubuhnya terdapat parapodia C. Di antara ruas-ruas tubuhnya tidak terdapat parapodia D. Tanpa alat peraba/antena E. Memiliki kliteum 5. Di bawah ini cacing yang hidup pada babi adalah cacing pipih nomor..... A. Fasciola hepatica B. Clonorchis sinensis C. Taenia solium D. Schistosoma E. Taenia saginata 6. Seorang siswa menemukan cacing di pantai dengan ciri-ciri bentuk tubuh silinder, memanjang, bersegmen, dan pada setiap segmen dijumpai dua pasang duri (chaeta) di bagian ventral tubuhnya. Cacing tersebut termasuk…. A. Platyhelminthes B. Annelida C. Nematoda D. Oligochaeta E. Polychaeta 7. Ditemukan cacing parasit yang hidup di hati manusia dengan memiliki dua hospes yaitu ikan dan keong. Cacing parasit tersebut adalah..... A. Schistosoma mansomi B. Taenia solium C. Taenia saginata

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI155 D. Clornorchis sinensis E. Planaria 8. Perhatikan gambar siklus hidup cacing di bawah ini: Berdasarkan siklus hidup cacing di atas, apakah golongan dan jenis cacing di atas? A. Platyhelminthes, Taenia solium B. Nematoda, Enterobius vermicularis C. Nematoda, Wuchereria bancrofti D. Annelida, Spirobranchus giganteus E. Annelida, Lumbricus terestris 9. Urutan daur hidup Fasciola hepatica adalah... A. Telur – redia – mirasidum – metaserkaria – sporokista – serkaria B. Telur – sporokista – serkaria – metaserkaria – mirasidium – redia C. Telur – mirasidium – sporokista – redia – serkaria – metaserkaria D. Telur – mirasidium – sporokista – metaserkaria – serkaria – redia E. Telur – mirasidium – redia – sporokista – serkaria - metaserkaria 10. Cara penularan cacing Wuchereria bancrofti yang menyebabkan penyakit kaki gajah adalah..... A. Larva ditularkan melalui nyamuk Culex B. Mikrofilaria ditularkan melalui nyamuk Culex C. Mikrofilaria menembus kulit kaki D. Larva menembus kulit kaki E. Telur masuk ke pembuluh limfa di kaki 11. Jika metaserkaria atau sista Fasciola hepatica termakan oleh ternak maka akan terjadi..... A. Perkawinan di usus dan menghasilkan telur yang akan menetas menjadi cacing di hati. B. Penetasan menjadi cacing di usus dan bermigrasi ke hati menjadi dewasa C. Penetasan telur menjadi cacing di hati D. Pembentukan telur dan menetas di hati

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI156 E. Perkawinan dan menghasilkan telur yang akan menetas menjadi cacing di hati 12. Perhatikan gambar di bawah ini! Hewan yang mengalami tahap daur hidup demikian adalah..... A. Cacing tambang B. Cacing palolo C. Cacing tanah D. Cacing kremi E. Cacing gelang 13. Manusia terinfeksi cacing pita bila ia memakan makanan mengandung cacing pita yang telah tumbuh dalam tahap..... A. Telur B. Larva C. Proglotid D. Sistiserkus E. Serkaria 14. Anak-anak banyak yang mengalami infeksi cacing perut (Ascaris lumbricoides). Cara mencegah infeksi cacing perut (Ascaris lumbricoides) adalah dengan... A. Memakai alas kaki B. Makan makanan atau minum minuman yang terjaga kebersihannya C. Memasak daging dengan matang D. Menghindari nyamuk E. Memangkas semak di pekarangan rumah 15. Penduduk di Cina banyak menderita penyakit yang disebabkan cacing Clonorchis sinensis karena memiliki kebiasaan..... A. Mengonsumsi hewan laut kurang masak B. Mengonsumsi daging babi kurang masak C. Mengonsumsi daging sapi kurang masak D. Kurang menjaga kebersihan E. Tidak memakai alas kaki 16. Salah satu cara mencegah infeksi dari cacing Nematoda adalah..... A. Berjalan dengan menggunakan alas kaki di pertambangan B. Membeli makanan dengan memperhatikan kebersihan tangan C. Memutus siklus hidup cacing, dengan memberantas nyamuk Culex

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI157 D. Membuang feses manusia sesuai dengan kondisi tempat pembuangan E. Memasak daging ikan dengan setengah matang 17. Untuk memutus daur hidup cacing darah (Schistosoma japonicum) yang paling efektif adalah..... A. Jangan makan daging siput setengah matang B. Jangan makan ikan setengah matang C. Selalu memakai alas kaki D. Menghindarkan diri dari gigitan nyamuk E. Jangan makan daging setengah matang 18. Lintah dan pacet berbeda dengan species Annelida lainnya, karena tidak memiliki..... A. Sistem saraf B. Alat ekskresi C. Alat pencernaan D. Alat peredaran darah E. Rambut-rambut seta 19. Pernyataan yang benar di bawah ini adalah..... A. Simetri tubuh Turbellaria adalah bilateral, sedangkan pada monogenea radial B. Simetri tubuh pada Trematoda maupun Cestoda adalah bilateral C. Segmentasi pada Trematoda tidak ada, sedangkan pada Monogenea ada D. Alat isap pada Turbellaria ada dua sedangkan apada Cestoda ada 4 E. Respirasi pada semua kelas Platyhelminthes adalah difusi 20. Dibandingkan dengan cacing yang lain, Annelida merupakan cacing yang memiliki tingkatan yang paling tinggi, alasannya adalah… A. Memiliki selom sesungguhnya B. Bersifat hermafrodit C. memiliki sistem pencernaan yang lengkap D. Memiliki seta E. Memiliki nefridia

(176) PLAGIAT Lampiran 9 PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Nama : No. Absen : SOAL POST-TEST I Materi : Invertebrata Kelas/Semester : XB/2 Waktu : 20 menit PETUNJUK UMUM 1. Tulis nama dan nomor Anda pada kolom yang disediakan! 2. Bacalah soal dengan teliti sebelum Anda bekerja! 3. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D, dan E. 1. Alat kait yang terdapat dikepala cacing pita pada babi disebut . . . A. Skoleks B. Rostelum C. Kitin D. Proglotid E. Segmen 2. Pernapasan pada Platyhelminthes berlangsung dengan cara..... A. Melalui sistem perapasan sederhana B. Menggunakan trakea C. Melalui faring dan kerongkongan D. Menggunakan lengkung insang E. Difusi melalui permukaan tubuh 3. Berikut ini adalah karakteristik cacing pipih: 1. Hidup sebagai parasit 2. Pada kepala terdapat alat isap 3. Memiliki saluran pancernaan 4. Tubuh bersegmen 5. Permukaan tubuhnya tertutup oleh silia Cacing pita memiliki karakteristik seperti pada nomor..... A. 1, 2, dan 4 B. 1, 3 ,dan 4 C. 2, 3, dan 4 D. 3, 4, dan 5 158

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI159 E. 2, 3, dan 4 4. Pencernaan pada Platyhelminthes disebut sistem gastrovaskuler karena..... A. Merupakan alat pencernaan sekaligus alat ekskresi B. Ususnya mencerna sekaligus mengedarkan sari makanan C. Merupakan alat pencernaan sekaligus pernapasan D. Ususnya bercabang-cabang ke pori-pori ekskresi E. Ususnya mencerna sekaligus mengeluarkan sisa makanan 5. Di bawah ini cacing yang hidup pada babi adalah cacing pipih nomor..... A. Fasciola hepatica B. Clonorchis sinensis C. Taenia solium D. Schistosoma E. Taenia saginta 6. Perhatikan gambar di bawah ini! Apakah nama kelas dan species cacing di atas? A. Turbellaria, Planaria B. Turbellaria, Fasciola hepatica C. Trematoca. Fasciola hepatica D. Taenia solium, Ascaris E. Ascaris, Heterodera radicicola 7. Gambar di bawah ini merupakan hewan yang menyerang kulit dan insang ikan. Hewan tersebut adalah..... A. Schistosoma mansomi B. Taenia solium C. Taenia saginata

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI160 D. Neobenegenia E. Clonorchis sinensis 8. Berikut ini adalah gambar siklus hidup cacing x: Berdasarkan gambar di samping, cacing x merupakan jenis cacing dari kelas..... A. Taenia solium B. Taenia saginata C. Fasciola hepatica D. Dibothriocephlus latus E. Clonorchis sinensis 9. Urutan daur hidup Fasciola hepatica adalah... A. Telur – redia – mirasidum – metaserkaria – sporokista – serkaria B. Telur – sporokista – serkaria – metaserkaria – mirasidium – redia C. Telur – mirasidium – sporokista – redia – serkaria – metaserkaria D. Telur – mirasidium – sporokista – metaserkaria – serkaria – redia E. Telur – mirasidium – redia – sporokista – serkaria - metaserkaria 10. Perhatikan gambar di bawah ini! Gambar yang merupakan siklus hidup dari Taenia saginata adalah..... A.

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI161 B. C. D. E. 11. Jika metaserkaria atau sista Fasciola hepatica termakan oleh ternak maka akan terjadi..... A. Perkawinan di usus dan menghasilkan telur yang akan menetas menjadi cacing di hati. B. Penetasan menjadi cacing di usus dan bermigrasi ke hati menjadi dewasa C. Penetasan telur menjadi cacing di hati D. Pembentukan telur dan menetas di hati E. Perkawinan dan menghasilkan telur yang akan menetas menjadi cacing di hati

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI162 12. Berikut adalah siklus hidup dari cacing dari filum Platyhelminthes. Berdasarkan gambar di atas, tahap perkembangan hewan pada nomor 3,4 dan 5 yang hidup pada siput secara berurutan adalah..... A. Telur, mirasidium, dan redia B. Mirasidium, redia, dan sporokista C. Redia, sporokista, dan serkaria D. Sporokista, redia, dan serkaria E. Sporokista, serkaria dan metaserkaria 13. Manusia terinfeksi cacing pita bila ia memakan makanan mengandung cacing pita yang telah tumbuh dalam tahap..... A. Telur B. Larva C. Proglotid D. Sistiserkus E. Serkaria 14. Salah satu cacing pipih (Platyhelminthes) yang parasit pada manusia adalah cacing pita (Taenia saginata dan Taenia solium). Cara paling efektif untuk menghindari infeksi cacing tersebut adalah..... A. Selau memakai alas kaki kalau masuk ke WC B. Mencuci tangan sebelum makan C. Tidak menggaruk anus yang gatal D. Menghindari gigitan nyamuk E. Memasak daging yang dimakan hingga matang 15. Penduduk di Cina banyak menderita penyakit yang disebabkan cacing Clonorchis sinensis karena maemiliki kebiasaan..... A. Mengonsumsi hewan laut kurang masak B. Mengonsumsi daging babi kurang masak C. Mengonsumsi daging sapi kurang masak D. Kurang menjaga kebersihan E. Tidak memakai alas kaki 16. Memakan daging babi yang kurang masak dapat menyebabkan menderita penyakit cacing pita, sebab kemungkinan dalam daging babi telah bersarang larva cacing pita yang disebut..... A. Sistiserkus

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI163 B. Proglotid C. Heksakant D. Scolex E. Sekaria 17. Untuk memutus daur hidup cacing darah (Schistosoma japonicum) yang paling efektif adalah..... A. Jangan makan daging siput setengah matang B. Jangan makan ikan setengah matang C. Selalu memakai alas kaki D. Menghindarkan diri dari gigitan nyamuk E. Jangan makan daging setengah matang 18. Perhatikan tabel berikut ini! Pada tabel tersebut, pernyataan yang benar adalah...... Pilihan Ciri-ciri Turbellaria Trematoda Cestoda Monogenea (Planaria) (Fasciola (Taenia (Neobenedenia) hepatica) solium) A Habitat Bebas di Dalam Pada Mamalia dewasa air tawar siput manusia B Alat isap Tidak ada Ada dua Ada Ada dua (di mulut empat dan skoleks kepala) C Sistem Sel api Anus Kloaka Sel api ekskresi D Respirasi Osmosis Difusi Osmosis Difusi E Reproduksi Seksual Seksual Seksual Fragmentasi dan regenerasi 19. Pernyataan yang benar di bawah ini adalah..... A. Simetri tubuh Turbellaria adalah bilateral, sedangkan pada monogenea radial B. Simetri tubuh pada Trematoda maupun Cestoda adalah bilateral C. Segmentasi pada Trematoda tidak ada, sedangkan pada Monogenea ada D. Alat isap pada Turbellaria ada dua sedangkan apada Cestoda ada 4 E. Respirasi pada semua kelas Platyhelminthes adalah difusi 20. Perbedaan antara cacing pita pada sapi dengan cacing pita pada babi adalah….. A. Cacing pita pada sapi berbentuk pipih, sedangkan pada babi berbentuk gembung B. Cacing pita pada sapi memiliki proglotid, sedangkan pada babi tidak

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI164 C. Cacing pita pada sapi tidak memiliki alat pengait, sedangkan cacing pita pada babi memiliki alat pengait D. Cacing pita pada sapi berwarna putih, sedangkan pada babi berwarna kuning E. Cacing pita pada sapi berukuran panjang, sedangkan cacing pita pada babi berukuran pendek

(183) PLAGIAT Lampiran 10 PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Nama : No. Absen : SOAL POST-TEST II Materi : Nematoda dan Annelida Kelas/Semester : XB/2 Waktu : 20 menit PETUNJUK UMUM 1. Tulis nama dan nomor Anda pada kolom yang disediakan! 2. Bacalah soal dengan teliti sebelum Anda bekerja! 3. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D, dan E. 1. Sistem respirasi pada Nematoda menggunakan..... A. Mulut B. Paru-paru C. Trakea D. Anus E. Dinding tubuh 2. Alat perkembangbiakan seksual yang ada pada hewan Oligochaeta disebut..... A. Kliteum B. Parapodia C. Antena D. Seta E. Pseudoselom 3. Cacing yang memiliki ciri tubuh gilik, mulut yang memiliki alat isap, dan dapat menghasilkan zat antikoagulan adalah…. A. Oxyrus sp B. Filaria sp. C. Ancylostoma sp. D. Ascaris sp. E. Trichinella sp. 165

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI166 4. Amati gambar di bawah ini! Pernyataan yang bukan merupakan ciri-ciri dari gambar tersebut adalah..... A. Hanya memiliki sedikit rambut B. Di antara ruas-ruas tubuhnya terdapat parapodia C. Di antara ruas-ruas tubuhnya tidak terdapat parapodia D. Tanpa alat peraba/antena E. Memiliki kliteum 5. Berikut ini adalah beberapa cacing yang parasit pada manusia: 1. Taenia solium 2. Ascaris lumbricoides 3. Ancylostoma duodenale 4. Oxyuris vermicularis 5. Taenia saginata 6. Wuchereria bancrofti Cacing tersebut yang termasuk Nematoda adalah..... A. 1,2,3 B. 2,4,5 C. 2,4,6 D. 3,4,5 E. 3,5,6 6. Perhatikan gambar di bawah ini! Apakah nama kelas dan species cacing di atas? A. Annelida, Lumbricus terestris B. Annelida, Hirudo medicinalis C. Annelida, Wuchereria bancrofti D. Nematoda, Taenia solium E. Nematoda, Ancylostoma duodenale

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI167 7. Seorang siswa menemukan cacing di pantai dengan ciri-ciri bentuk tubuh silinder, memanjang, bersegmen, dan pada setiap segmen dijumpai dua pasang duri (chaeta) di bagian ventral tubuhnya. Cacing tersebut termasuk…. A. Platyhelminthes B. Annelida C. Nematoda D. Oligochaeta E. Polychaeta 8. Perhatikan gambar siklus hidup cacing di bawah ini: Berdasarkan siklus hidup cacing di atas, apakah golongan dan jenis cacing di atas? A. Platyhelminthes, Taenia solium B. Nematoda, Enterobius vermicularis C. Nematoda, Wuchereria bancrofti D. Annelida, Spirobranchus giganteus E. Annelida, Lumbricus terestris 9. Urutan yang tepat daur hidup cacing tambang adalah….. A. Telur - kaki – larva - paru-paru – lambung - usus B. Telur – larva – kaki - paru-paru – trakea – mulut – lambung - usus C. Kaki – larva – telur – usus – lambung - paru-paru D. Paru-paru - lambung - larva - kaki - telur - usus E. Telur – kaki –mulut-trakea-mulut- paru-paru – lambung – usus larva 10. Cara penularan cacing Wuchereria bancrofti yang menyebabkan penyakit kaki gajah adalah..... A. Larva ditularkan melalui nyamuk Culex B. Mikrofilaria ditularkan melalui nyamuk Culex C. Mikrofilaria menembus kulit kaki D. Larva menembus kulit kaki E. Telur masuk ke pembuluh limfa di kaki

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI168 11. Perhatikan gambar siklus Ancylostoma duodenale di bawah ini! Keterangan siklus hidup Ancylostoma duodenale pada nomor 2, 3 dan 5 adalah..... A. Larva menetas dan berkembang, larva masuk melalui permukaan kulit, larva ke luar melalui feses B. Larva masuk melalui permukaan kulit, larva masuk melalui kerongkongan, larva ke luar melalui feses C. Larva masuk melalui permukaan kulit, larva masuk melalui kapiler paru-paru, dewasa dan matang pada usus D. Larva masuk melalui kapiler paru-paru, larva masuk melalui kerongkongan, dewasa dan matang pada usus E. Larva masuk dan berkembang, larva masuk melalui jantung, berkembang di usus 12. Perhatikan gambar di bawah ini! Hewan yang mengalami tahap daur hidup demikian adalah..... A. Cacing tambang B. Cacing palolo C. Cacing tanah D. Cacing kremi E. Cacing gelang

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI169 13. Di bawah ini yang merupakan daur hidup dari Oligochaeta adalah..... A. B. C. D. E. 14. Anak-anak banyak yang mengalami infeksi cacing perut (Ascaris lumbricoides). Cara mencegah infeksi cacing perut (Ascaris lumbricoides) adalah dengan...

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI170 A. Memakai alas kaki B. Makan makanan atau minum minuman yang terjaga kebersihannya C. Memasak daging dengan matang D. Menghindari nyamuk E. Memangkas semak di pekarangan rumah 15. Berikut ditemukan cacing x dengan gambar seperti di bawah ini. Apa jenis cacing x dan bagaimana peran cacing tersebut dalam kehidupan? A. Ascaris lumbricoides, menyebabkan penyakit cacingan B. Ancylostoma duodenale, menghisap darah yang dapat mengakibatkan kematian C. Enterobius vermicularis, menyebabkan sakit perut D. Necator americanus, menyebabkan diare E. Gordius Sp., menyebabkan kerusakan usus 16. Salah satu cara mencegah infeksi dari cacing Nematoda adalah..... A. Berjalan dengan menggunakan alas kaki di pertambangan B. Membeli makanan dengan memperhatikan kebersihan tangan C. Memutus siklus hidup cacing dengan memberantas nyamuk Culex D. Membuang feses manusia sesuai dengan kondisi tempat pembuangan E. Memasak daging ikan dengan setengah matang 17. Hewan di bawah ini yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan adalah..... A. Cacing palolo B. Cacing gelang C. Cacing tambang D. Cacing kremi E. Cacing tanah

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI171 18. Amati gambar di bawah ini! A B Perbedaan dari dua hewan Nematoda tersebut adalah..... A. Cacing A hidup dalam usus besar manusia, cacing B hidup dalam pembuluh kelenjar limfa manusia B. Cacing A hidup dalam pembuluh kelenjar limfa manusia, cacing B hidup dalam usus besar manusia C. Cacing A yang betina ekornya melingkar, cacing B yang jantan ekornya melingkar D. Cacing A yang betina ujung ekornya tumpul, cacing B yang jantan ekornya melingkar E. Cacing A dan B memiliki ukuran yang sama 19. Lintah dan pacet berbeda dengan species Annelida lainnya, karena tidak memiliki..... A. Sistem saraf B. Alat ekskresi C. Alat pencernaan D. Alat peredaran darah E. Rambut-rambut seta 20. Dibandingkan dengan cacing yang lain, Annelida merupakan cacing yang memiliki tingkatan yang paling tinggi, alasannya adalah… A. Memiliki selom sesungguhnya B. Bersifat hermafrodit C. memiliki sistem pencernaan yang lengkap D. Memiliki seta E. Memiliki nefridia

(190) PLAGIAT Lampiran 11 PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR OBSERVASI PROSES PEMBELAJARAN Pertemuan ke : Observer : Kelompok : Petunjuk pengisian: 1. Berilah tanda centang pada kolom jawaban (Tinggi/Sedang/Rendah) sesuai dengan apa yang terjadi di kelas. 2. Isilah kolom keterangan dengan jumlah siswa yang melaksanakan poin-poin yang diobservasi. No. Aspek yang diamati Tinggi Sedang Rendah Pembukaan dan Presentasi Guru 1. Siswa memperhatikan penjelasan materi yang sedang disampaikan 2. Siswa merespon dengan baik rangsangan yang diberikan oleh guru (mengajukan pertanyaan, tidak melakukan aktivitas lain di luar penjelasan, mengajukan ide) Dinamika Kelompok 1. Siswa mengerjakan tugas yang diberikan 2. Siswa mencari jawaban dengan membuka buku dari berbagai sumber 3. Siswa terlibat dalam diskusi kelompok untuk 172 Catatan

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI173 menyelesaikan tugas/soal, membuat lagu dan mempersiapkan materi 4. Siswa mengobrolkan halhal lain di luar materi pelajaran 5. Siswa malas/mengantuk/tidur 6. Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelas dengan senang hati 7. Siswa mendengarkan presentasi teman 8. Siswa menanggapi presentasi teman 9. Siswa bermain/ bercerita sendiri/tidur 10. Siswa mempersiapkan materi presentasi tanpa mengeluh 11. Siswa terlibat dalam pembuatan lagu Petunjuk penilaian: Kategori tinggi : jika 3 orang atau lebih siswa dalam kelompok memenuhi kriteria penilaiaan Kategori sedang : jika 2 orang dalam kelompok memenuhi kriteria penilaiaan Kategori rendah : jika tidak ada atau hanya 1 orang dalam kelompok yang memenuhi kriteria penilaian

(192) PLAGIAT Lampiran 12 PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Nama No. Absen/Kelas : : KUISIONER MINAT SISWA Petunjuk pengisian: No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. x Isilah kuisioner berikut sesuai dengan sebenar-benarnya x Berilah tanda centang (√) pada kolom yang sesuai dengan jawaban anda. Pernyataan SS Mata pelajaran biologi adalah mata pelajaran yang menyenangkan. Saya bersemangat mengikuti pelajaran Biologi. Penjelasan guru tidak membantu saya dalam memahami pelajaran. Saya memperhatikan penjelasan dari guru supaya dapat memahami pelajaran/materi yang dibahas. Mata pelajaran biologi adalah mata pelajaran yang membosankan. Saya malas mengikuti pelajaran Biologi. Saya membuat lagu mengenai materi dengan sebaik mungkin demi kemajuan belajar saya. Jika ada tugas mempresentasikan materi ataupun membuat lagu, saya menerima materi presentasi dan lagu dari guru/teman saja. Saya ikut berpartisipasi dalam mempersiapkan materi presentasi dan membuat lagu. Pembuatan lagu mengenai materi hanya membuang-buang waktu. Saya lebih suka diam dalam pelajaran/berdinamika kelompok. Saya sering mengeluarkan pendapat dalam pembuatan 174 Jawaban Anda S TS STS

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI175 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. materi presentasi dan lagu. Saya mempelajari materi Biologi jika hanya akan ulangan. Saya berusaha memahami materi Biologi yang dipelajari dengan sungguh-sungguh. Saya mengerjakan soal/tugas dalam pelajaran yang diberikan agar cepat selesai dan tidak dimarahi oleh guru. Saya mengerjakan soal/tugas yang diberikan dalam pelajaran dengan sebaik mungkin agar memperoleh jawaban yang paling tepat. Materi dalam pelajaran Biologi tidak perlu dipelajari. Saya tertarik mempelajari materi-materi yang dibahas dalam ilmu biologi. Saya hanya memiliki satu buku Biologi. Saya belajar Biologi dari berbagai macam sumber pustaka. Hasil materi presentasi dan lagu mendukung hasil belajar pribadi saya. Hasil materi presentasi dan lagu mendukung hasil belajar kelompok.

(194) PLAGIAT Lampiran 13 PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PANDUAN WAWANCARA 1. Di bagian materi Invertebrata manakah yang masih dirasa sulit atau mudah untuk dipahami? 2. Apakah yang lebih kamu sukai antara pembelajaran berbasis kecerdasan visual-spasial atau kecerdasan musik saat kita belajar materi Invertebrata? 3. Bagaimnakah cara belajar kamu selama ini? 4. Adakah hal-hal lain selain hal-hal positif seperti bersemangat atau hal-hal negatif seperti malas dan bosan ketika mengerjakan LKS,tugas, pre-test dan post-test? 5. Hal-hal lain apa saja yang dilakukan olehmu ketika dilaksanakan diskusi maupun membuat lagu? 6. Apakah penerapan pembelajaran berbasis kecerdasan visual-spasial dan musik masih membuatmu tidak berminat dalam pembelajaran? 7. Kesulitan apa yang masih dirasakan dalam belajar biologi khususnya materi Invertebrata? 176

(195) PLAGIAT Lampiran 14 PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR NILAI UJIAN Satuan Pendidikan : SMA Pangudi Luhur St. Louis Sedayu : Pree-Test Nama Tes Mata Pelajaran : Biologi : XB/Umum Kelas/Program KKM No Tanggal Tes : 12 Mei 2014 SK/KD : 3/4 NAMA PESERTA L/P 75 HASIL TES OBJEKTIF BENAR SALAH SKOR SKOR TES ESSAY NILAI 1 Siswa 1 PR 5 15 5 2 5 ,0 2 Siswa 2 PR 5 15 5 2 5 ,0 3 Siswa 3 PR 6 14 6 3 0 ,0 4 Siswa 4 LK 4 16 4 2 0 ,0 5 Siswa 5 LK 4 16 4 2 0 ,0 6 Siswa 6 PR 5 15 5 2 5 ,0 7 Siswa 7 PR 8 12 8 4 0 ,0 8 Siswa 8 LK 4 16 4 2 0 ,0 9 Siswa 9 PR 7 13 7 3 5 ,0 10 Siswa 10 LK 5 15 5 2 5 ,0 11 Siswa 11 LK 6 14 6 3 0 ,0 12 Siswa 12 PR 5 15 5 2 5 ,0 13 Siswa 13 PR 5 15 5 2 5 ,0 14 Siswa 14 PR 5 15 5 2 5 ,0 15 Siswa 15 LK 3 17 3 1 5 ,0 16 Siswa 16 LK 2 18 2 1 0 ,0 17 Siswa 17 LK 6 14 6 3 0 ,0 18 Siswa 18 PR 7 13 7 3 5 ,0 177 KETERA NGAN Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 Siswa 19 PR 8 12 8 4 0 ,0 20 Siswa 20 PR 6 14 6 3 0 ,0 21 Siswa 21 PR 4 16 4 2 0 ,0 22 Siswa 22 LK 6 14 6 3 0 ,0 23 Siswa 23 LK 5 15 5 2 5 ,0 24 Siswa 24 PR 3 17 3 1 5 ,0 25 Siswa 25 LK 3 17 3 1 5 ,0 26 Siswa 26 PR 4 16 4 2 0 ,0 27 Siswa 27 PR 6 14 6 3 0 ,0 28 Siswa 28 LK 2 18 2 1 0 ,0 29 Siswa 29 LK 5 15 5 2 5 ,0 30 Siswa 30 PR 3 17 3 1 5 ,0 - Jumlah peserta test = 30 - Jumlah yang tuntas = - Jumlah yang belum tuntas = - Persentase peserta tuntas = - Persentase peserta belum tuntas = Jumlah Nilai = 147 0 735 0 Nilai Terendah = 2 ,0 0 0 ,0 0 1 0 ,0 0 30 Nilai Tertinggi = 8 ,0 0 0 ,0 0 4 0 ,0 0 0 ,0 Rata-rata = 4 ,9 0 #DIV/0! 2 4 ,5 0 1 ,5 6 #DIV/0! 7 ,8 1 1 0 0 ,0 Standar Deviasi = 178 Mengetahui : Kepala SMA Pangudi Luhur St. Louis Sedayu Yogyakarta, 20 Mei 2014 Br. Agustinus Mujiya, S.Pd.,FIC NIP G.10.949 Veronica Fifi Rintina NIM 101434027 Guru Mata Pelajaran Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s

(197) PLAGIAT Lampiran 15 PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR NILAI UJIAN Satuan Pendidikan Kelas/Program : SMA Pangudi Luhur St. Louis Sedayu : Post-Test I : Biologi : XB/Umum Tanggal Tes : 13 Mei 2014 Nama Tes Mata Pelajaran SK/KD No NAMA PESERTA : L/P KKM 75 ¾ HASIL TES OBJEKTIF BENAR SALAH SKOR SKOR TES ESSAY NILAI 1 Siswa 1 PR 12 8 12 6 0 ,0 2 Siswa 2 PR 7 13 7 3 5 ,0 3 Siswa 3 PR 6 14 6 3 0 ,0 4 Siswa 4 LK 11 9 11 5 5 ,0 5 Siswa 5 LK 7 13 7 3 5 ,0 6 Siswa 6 PR 7 13 7 3 5 ,0 7 Siswa 7 PR 12 8 12 6 0 ,0 8 Siswa 8 LK 10 10 10 5 0 ,0 9 Siswa 9 PR 11 9 11 5 5 ,0 10 Siswa 10 LK 11 9 11 5 5 ,0 11 Siswa 11 LK 12 8 12 6 0 ,0 12 Siswa 12 PR 5 15 5 2 5 ,0 13 Siswa 13 PR 16 4 16 8 0 ,0 14 Siswa 14 PR 12 8 12 6 0 ,0 15 Siswa 15 LK 8 12 8 4 0 ,0 16 Siswa 16 LK 7 13 7 3 5 ,0 17 Siswa 17 LK 9 11 9 4 5 ,0 18 Siswa 18 PR 12 8 12 6 0 ,0 19 Siswa 19 PR 10 10 10 5 0 ,0 20 Siswa 20 PR 6 14 6 3 0 ,0 179 KETE RANG AN Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Tuntas Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 Siswa 21 PR 16 4 16 8 0 ,0 22 Siswa 22 LK 9 11 9 4 5 ,0 23 Siswa 23 LK 15 5 15 7 5 ,0 24 Siswa 24 PR 10 10 10 5 0 ,0 25 Siswa 25 LK 10 10 10 5 0 ,0 26 Siswa 26 PR 10 10 10 5 0 ,0 27 Siswa 27 PR 10 10 10 5 0 ,0 28 Siswa 28 LK 8 12 8 4 0 ,0 29 Siswa 29 LK 10 10 10 5 0 ,0 30 Siswa 30 PR 11 9 11 5 5 ,0 - Jumlah peserta test = 30 - Jumlah yang tuntas = - Jumlah yang belum tuntas = - Persentase peserta tuntas = - Persentase peserta belum tuntas = Jumlah Nilai = 300 0 1500 3 Nilai Terendah = 5 ,0 0 0 ,0 0 2 5 ,0 0 27 Nilai Tertinggi = 1 6 ,0 0 0 ,0 0 8 0 ,0 0 1 0 ,0 Rata-rata = 1 0 ,0 0 #DIV/0! 5 0 ,0 0 9 0 ,0 Standar Deviasi = 2 ,7 8 #DIV/0! 1 3 ,9 0 Mengetahui : Kepala SMA Pangudi Luhur St. Louis Sedayu Guru Mata Pelajaran Br. Agustinus Mujiya, S.Pd.,FIC NIP G.10.949 Veronica Fifi Rintina NIM 101434027 180 Tuntas Belum tu n ta s Tuntas Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Yogyakarta, 20 Mei 2014

(199) PLAGIAT Lampiran 16 PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DATA PERHITUNGAN LEMBAR OBSERVASI SIKLUS I Kelompok 1 2 3 4 5 6 7 8 Tinggi 3 0 0 21 12 12 15 9 Sedang 8 20 22 12 12 14 12 14 Rendah 8 3 2 0 3 2 2 3 Skor 19 23 24 33 27 28 29 26 Jumlah Total Prosentase 72 114 23 209 23,07692 54,80769 22,11538462 100 181

(200) PLAGIAT Lampiran 18 PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR NILAI UJIAN Satuan Pendidikan Kelas/Program : SMA Pangudi Luhur St. Louis Sedayu : Post-Test II : Biologi : XB/Umum Tanggal Tes : 20 Mei 2014 SK/KD : 3/4 Nama Tes Mata Pelajaran No NAMA PESERTA L/P KKM 75 HASIL TES OBJEKTIF BENAR SALAH SKOR SKOR TES ESSAY NILAI 1 Siswa 1 Pr 16 4 16 8 0 ,0 2 Siswa 2 Pr 14 6 14 7 0 ,0 3 Siswa 3 Pr 13 7 13 6 5 ,0 4 5 Siswa 4 Siswa 5 Lk Lk 16 16 4 4 16 16 8 0 ,0 8 0 ,0 6 Siswa 6 Pr 14 6 14 7 0 ,0 7 Siswa 7 Pr 13 7 13 6 5 ,0 8 Siswa 8 Lk 13 7 13 6 5 ,0 9 10 11 Siswa 9 Siswa 10 Siswa 11 Pr Lk Lk 17 16 16 3 4 4 17 16 16 8 5 ,0 8 0 ,0 8 0 ,0 12 Siswa 12 Pr 13 7 13 6 5 ,0 13 14 15 16 17 18 19 Siswa 13 Siswa 14 Siswa 15 Siswa 16 Siswa 17 Siswa 18 Siswa 19 Pr Pr Lk Lk Lk Pr Pr 16 19 16 16 16 19 17 4 1 4 4 4 1 3 16 19 16 16 16 19 17 8 0 ,0 9 5 ,0 8 0 ,0 8 0 ,0 8 0 ,0 9 5 ,0 8 5 ,0 20 Siswa 20 Pr 14 6 14 7 0 ,0 21 Siswa 21 Pr 13 7 13 6 5 ,0 22 23 Siswa 22 Siswa 23 Lk Lk 16 16 4 4 16 16 8 0 ,0 8 0 ,0 24 Siswa 24 Pr 13 7 13 6 5 ,0 25 Siswa 25 Lk 13 7 13 6 5 ,0 26 Siswa 26 Pr 14 6 14 7 0 ,0 182 KETERA NGAN Tuntas Belum tu n ta s Belum tu n ta s Tuntas Tuntas Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s Tuntas Tuntas Tuntas Belum tu n ta s Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Belum tu n ta s Belum tu n ta s Tuntas Tuntas Belum tu n ta s Belum tu n ta s Belum tu n ta s

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI183 27 Siswa 27 Pr 16 4 16 8 0 ,0 28 Siswa 28 Lk 14 6 14 7 0 ,0 29 30 Siswa 29 Siswa 30 Lk Pr 16 15 4 5 16 15 8 0 ,0 7 5 ,0 - Jumlah peserta test = 30 Jumlah Nilai = 456 0 2280 - Jumlah yang tuntas = 18 Nilai Terendah = 1 3 ,0 0 0 ,0 0 6 5 ,0 0 12 Nilai Tertinggi = 1 9 ,0 0 0 ,0 0 9 5 ,0 0 6 0 ,0 Rata-rata = 1 5 ,2 0 #DIV/0! 7 6 ,0 0 4 0 ,0 Standar Deviasi = 1 ,7 1 #DIV/0! 8 ,5 5 - Jumlah yang belum tuntas = - Persentase peserta tuntas = - Persentase peserta belum tuntas = Mengetahui : Kepala SMA Pangudi Luhur St. Louis Sedayu Guru Mata Pelajaran Br. Agustinus Mujiya, S.Pd.,FIC NIP G.10.949 Veronica Fifi Rintina NIM 101434027 Tuntas Belum tu n ta s Tuntas Tuntas Yogyakarta, 20 Mei 2014

(202) PLAGIAT Lampiran 19 PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DATA PERHITUNGAN LEMBAR OBSERVASI SIKLUS II Kelompok 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jumlah Total Prosentase Tinggi 12 9 9 9 6 12 6 15 15 6 99 Sedang 10 16 16 14 14 8 10 12 8 10 118 Rendah 6 2 2 3 3 4 6 2 4 6 38 Skor 28 27 27 26 23 24 22 29 27 22 255 25,38462 45,38462 29,23076923 100 184

(203) PLAGIAT Lampiran 19 PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DATA PERHITUNGAN KUISIONER Positif Negatif Jumlah Siswa 1 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 7 34 29 31 27 27 29 29 25 27 27 24 22 26 24 59 56 58 51 49 55 53 Prosentase (%) 73,75 70 72,5 63,75 61,25 68,75 66,25 Siswa 8 8 9 Siswa 9 39 30 35 26 74 56 92,5 70 Siswa 11 Siswa 12 Siswa 13 Siswa 14 Siswa 15 Siswa 16 Siswa 17 37 25 31 31 32 30 29 30 29 25 23 27 24 21 26 27 66 50 54 58 56 51 55 57 82,5 62,5 67,5 72,5 70 63,75 68,75 71,25 Siswa 18 18 19 Siswa 19 31 30 30 24 61 54 76,25 67,5 Siswa 20 20 21 Siswa 21 22 Siswa 22 35 31 28 30 26 24 65 57 52 81,25 71,25 65 35 30 65 81,25 Siswa 24 24 25 Siswa 25 39 29 29 24 68 53 85 66,25 Siswa 26 26 27 Siswa 27 28 Siswa 28 29 Siswa 29 36 31 33 30 31 28 26 29 67 59 59 59 83,75 73,75 73,75 73,75 27 34 61 76,25 No 1 2 3 4 5 6 7 10 11 12 13 14 15 16 17 23 30 Nama Peserta Siswa 10 Siswa 23 Siswa 30 185 Kategori Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 20 PENGELOMPOKAN PESERTA REMIDIAL : : : : : : SMA PANGUDI LUHUR ST. LOUIS SEDAYU POST-TEST I Biologi XB/Umum 13 Mei 2014 3/ 4 Peserta Remidial Agnes Gonzha Widyawati; Agnes Helena Worotikan; Agnes Wahyu Herdayanti; Antonius Lingga Pratama; Ayu Wulandari; Beatrix Jovita Ilona Banawa; Darmawan Purnomo Aji; Dominicus Bagas Alryanto; Febriana Nugraheni; Fransiscus Xaverius Kurniawan Wicaksono; Fransiskus Xaverius Prima; Kristophorus Abel Priambodo Lumban Tobing; Maria Linda Kustanti; Maria Magdalena Rosa Beauty Arini Asustin; Mathias Di Livio Kusumamurti; Rafael Erasdio; Relisantika Yulia Sinaga; Sesarius Hardy Dwi Putranto; Titi Fajariyati; Yohanes Alfares Rinto Soge; Yolanda Wilhelmina Harbelubun; Satuan Pendidikan Nama Tes Mata Pelajaran Kelas/Program Tanggal Tes SK/KD No 6 Kompetensi Dasar Perhatikan gambar di bawah ini! Apakah nama kelas dan species cacing di atas? A. Turbellaria, Planaria B. Turbellaria, Fasciola hepatica C. Trematoca. Fasciola hepatica D. Taenia solium, Ascaris E. Ascaris, Heterodera radicicola 186

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 187 7 Gambar di bawah ini merupakan hewan yang menyerang kulit dan insang ikan. Hewan tersebut adalah..... A. Schistosoma mansomi B. Taenia solium C. Taenia saginata D. Neobenegenia E. Clonorchis sinensis Agnes Helena Worotikan; Agnes Wahyu Herdayanti; Albertus Novian Tri Atmoko; Antonius Lingga Pratama; Ayu Wulandari; Beatrix Jovita Ilona Banawa; Darmawan Purnomo Aji; Dewinda Christiani Sinaga; Dionysius Pamungkas Mustionugroho; Fransiscus Xaverius Kurniawan Wicaksono; Fransiskus Xaverius Prima; Maria Linda Kustanti; Maria Magdalena Rosa Beauty Arini Asustin; Mathias Di Livio Kusumamurti; Relisantika Yulia Sinaga; Sesarius Hardy Dwi Putranto; Titi Fajariyati; Vinsensius Septa Karunia; Yohanes Rizki Purnama; Yolanda Wilhelmina Harbelubun;

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 188 18 Perhatikan tabel berikut ini! Pada tabel tersebut, pernyataan yang benar adalah...... Pilihan Ciri-ciri Turbellaria Trematoda Cestoda Monogenea (Planaria) (Fasciola (Taenia (Neobenedenia) hepatica) solium) A Habitat Bebas di Dalam Pada Mamalia dewasa air tawar siput manusia B Alat isap Tidak ada Ada dua Ada Ada dua (di mulut empat da n s kol e ks kepala) C Sistem Sel api Anus Kloaka Sel api ekskresi D Respirasi Osmosis Difusi Osmosis Difusi E 19 Reproduksi Seksual da n regenerasi Seksual Seksual Agnes Gonzha Widyawati; Agnes Helena Worotikan; Agnes Wahyu Herdayanti; Albertus Novian Tri Atmoko; Beatrix Jovita Ilona Banawa; Darmawan Purnomo Aji; Dewinda Christiani Sinaga; Dionysius Pamungkas Mustionugroho; Febriana Nugraheni; Fransisca Ajeng Christiyani; Fransiscus Xaverius Kurniawan Wicaksono; Fransiskus Xaverius Prima; Kristophorus Abel Priambodo Lumban Tobing; Maria Linda Kustanti; Maria Magdalena Rosa Beauty Arini Asustin; Mathias Di Livio Kusumamurti; Relisantika Yulia Sinaga; Sesarius Hardy Dwi Putranto; Titi Fajariyati; Vinsensius Septa Karunia; Yohanes Alfares Rinto Soge; Yohanes Rizki Purnama; Fragmentasi Pernyataan yang benar di bawah ini adalah..... A. Simetri tubuh Turbellaria adalah bilateral, sedangkan pada monogenea radial B. Simetri tubuh pada Trematoda maupun Cestoda adalah bilateral C. Segmentasi pada Trematoda tidak ada, sedangkan pada Monogenea ada D. Alat isap pada Turbellaria ada dua sedangkan apada Cestoda ada 4 E. Respirasi pada semua kelas Platyhelminthes adalah difusi Agnes Gonzha Widyawati; Agnes Helena Worotikan; Albertus Novian Tri Atmoko; Antonius Lingga Pratama; Ayu Wulandari; Beatrix Jovita Ilona Banawa; Dewinda Christiani Sinaga; Dominicus Bagas Alryanto; Febriana Nugraheni; Felicia Desi Nora Rahmawati; Fransisca Ajeng Christiyani; Fransiscus Xaverius Kurniawan Wicaksono; Fransiskus Xaverius Prima; Kristophorus Abel

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 189 20 Perbedaan antara cacing pita pada sapi dengan cacing pita pada babi adalah….. A. Cacing pita pada sapi berbentuk pipih, sedangkan pada babi berbentuk gembung B. Cacing pita pada sapi memiliki proglotid, sedangkan pada babi tidak C. Cacing pita pada sapi tidak memiliki alat pengait, sedangkan cacing pita pada babi memiliki alat pengait D. Cacing pita pada sapi berwarna putih, sedangkan pada babi berwarna kuni ng E. Cacing pita pada sapi berukuran panjang, sedangkan cacing pita pada babi berukuran pendek Priambodo Lumban Tobing; Maria Linda Kustanti; Maria Magdalena Rosa Beauty Arini Asustin; Maria Setianingrum Saputri; Mathias Di Livio Kusumamurti; Vinsensius Septa Karunia; Yohanes Alfares Rinto Soge; Yohanes Rizki Purnama; Agnes Wahyu Herdayanti; Antonius Lingga Pratama; Ayu Wulandari; Dewinda Christiani Sinaga; Febriana Nugraheni; Fransiscus Xaverius Kurniawan Wicaksono; Fransiskus Xaverius Prima; Kristophorus Abel Priambodo Lumban Tobing; Laurensia Irma Dewi Puspasari; Maria Linda Kustanti; Maria Magdalena Rosa Beauty Arini Asustin; Mathias Di Livio Kusumamurti; Sesarius Hardy Dwi Putranto; Yohanes Alfares Rinto Soge; Yohanes Rizki Purnama;

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 190 PENGELOMPOKAN PESERTA REMIDIAL No 3 5 Satuan Pendidikan Nama Tes Mata Pelajaran Kelas/Program Tanggal Tes SK/KD Kompetensi Dasar Cacing yang memiliki ciri tubuh gilik, mulut yang memiliki alat isap, dan dapat menghasilkan zat antikoagulan adalah…. A. Oxyrus sp B. Filaria sp. C. Ancylostoma sp. D. Ascaris sp. E. Trichinella sp. Berikut ini adalah beberapa cacing yang parasit pada manusia: 1. Taenia solium 2. Ascaris lumbricoides 3. Ancylostoma duodenale 4. Oxyuris vermicularis 5. Taenia saginata 6. Wuchereria bancrofti : : : : : : SMA PANGUDI LUHUR ST. LOUIS SEDAYU POST-TEST II Biologi XB/Umum 20 Mei 2014 3/ 4 Peserta Remidial Agnes Gonzha Widyawati; Agnes Wahyu Herdayanti; Albertus Novian Tri Atmoko; Antonius Lingga Pratama; Ayu Wulandari; Beatrix Jovita Ilona Banawa; Darmawan Purnomo Aji; Dewinda Christiani Sinaga; Dionysius Pamungkas Mustionugroho; Dominicus Bagas Alryanto; Felicia Desi Nora Rahmawati; Fransiscus Xaverius Kurniawan Wicaksono; Kristophorus Abel Priambodo Lumban Tobing; Maria Linda Kustanti; Maria Magdalena Rosa Beauty Arini Asustin; Mathias Di Livio Kusumamurti; Rafael Erasdio; Sesarius Hardy Dwi Putranto; Titi Fajariyati; Vinsensius Septa Karunia; Yohanes Rizki Purnama; Agnes Helena Worotikan; Darmawan Purnomo Aji; Dominicus Bagas Alryanto; Fransiscus Xaverius Kurniawan Wicaksono; Fransiskus Xaverius Prima; Mathias Di Livio Kusumamurti; Rafael Erasdio; Sesarius Hardy Dwi Putranto;

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 191 Cacing tersebut yang termasuk Nematoda adalah..... A. 1,2,3 B. 2,4,5 C. 2,4,6 D. 3,4,5 E. 3,5,6 18 Amati gambar di bawah ini! A B Perbedaan dari dua hewan Nematoda tersebut adalah..... A. Cacing A hidup dalam usus besar manusia, cacing B hidup dalam pembuluh kelenjar limfa manusia B. Cacing A hidup dalam pembuluh kelenjar limfa manusia, cacing B hidup dalam usus besar manusia C. Cacing A yang betina ekornya melingkar, cacing B yang jantan ekornya melingkar D. Cacing A yang betina ujung ekornya tumpul, cacing B yang jantan ekornya melingkar Agnes Wahyu Herdayanti; Antonius Lingga Pratama; Ayu Wulandari; Dionysius Pamungkas Mustionugroho; Febriana Nugraheni; Maria Setianingrum Saputri; Relisantika Yulia Sinaga; Titi Fajariyati; Vinsensius Septa Karunia; Yohanes Rizki Purnama; Yolanda Wilhelmina Harbelubun;

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 192 E. Cacing A dan B memiliki ukuran yang sama 20 Dibandingkan dengan cacing yang lain, Annelida merupakan cacing yang memiliki tingkatan yang paling tinggi, alasannya adalah… A. Memiliki selom sesungguhnya B. Bersifat hermafrodit C. memiliki sistem pencernaan yang lengkap D. Memiliki seta E. Memiliki nefridia Agnes Gonzha Widyawati; Agnes Helena Worotikan; Agnes Wahyu Herdayanti; Beatrix Jovita Ilona Banawa; Darmawan Purnomo Aji; Dominicus Bagas Alryanto; Febriana Nugraheni; Felicia Desi Nora Rahmawati; Fransiskus Xaverius Prima; Kristophorus Abel Priambodo Lumban Tobing; Maria Magdalena Rosa Beauty Arini Asustin; Maria Setianingrum Saputri; Mathias Di Livio Kusumamurti; Relisantika Yulia Sinaga; Sesarius Hardy Dwi Putranto; Titi Fajariyati; Yohanes Alfares Rinto Soge; Yolanda Wilhelmina Harbelubun;

(211) PLAGIAT Lampiran 21 PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Data Pre-test , Post-test I dan Post-test II Tertinggi dan Terendah a. Pre-test Tertinggi 193

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI194

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI195

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI196

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI197

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI198 b. Pre-test Terendah

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI199

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI200

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI201

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI202

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI203 c. Post –Test I Tertinggi

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI204

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI205

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI206

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI207

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI208

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI209 d. Post-test I Terendah

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI210

(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI211

(230) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI212

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI213

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI214

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI215 e. Post-test II Tertinggi

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI216

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI217

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI218

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI219

(238) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI220

(239) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI221

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI222 f. Post-test II Terendah

(241) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI223

(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI224

(243) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI225

(244) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI226

(245) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI227

(246) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI228

(247) PLAGIAT Lampiran 22 PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 229

(248) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI230

(249) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI231

(250) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI232

(251) PLAGIAT Lampiran 23 PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 233

(252) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI234

(253) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI235

(254) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI236

(255) PLAGIAT Lampiran 24 PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Hasil Wawancara Siswa Siswa 1 Pertanyaan Jawaban 1. Di bagian materi Invertebrata Materi yang susah itu Oligochaeta dan manakah yang masih dirasa sulit Polychaeta. Kalau yang mudah itu atau mudah untuk dipahami? Nematoda mbk. 2. Apakah yang lebih kamu sukai antara pembelajaran berbasis kecerdasan visual-spasial a ta u kecerdasan musik saat kita belajar materi Invertebrata? Lebih suka yang gambar (visualspasial). Materi Biologi kalau dibuat musik itu gimana gitu, malah susah. Lebih gampang yang mengamati gambar. Tapi lagu yang dari mbaknya sih lumayan bisa. 3. Adakah hal-hal lain selain hal-hal positif seperti bersemangat atau halhal negatif seperti malas dan bosan ketika mengerjakan LKS,tugas, pretest dan post-test 4. Hal-hal lain apa saja yang dilakukan oleh Anda ketika dilaksanakan diskusi maupun membuat lagu? 5. 1. Apakah penerapan pembelajaran berbasis kecerdasan visualspasial dan musik masih membuat Anda tidak berminat dalam pembelajaran? Gak ada yang negatif sih mbk. Kadang-kadang ngobrol mbk. Kalau visual-spasial sih minat kalau musik sebenarnya gak begitu minat. Tapi kalau menyanyikan lagu yang dibuat mbak, saya suka. 6. Kesulitan apa yang masih dirasakan Materinya terlalu luas. Jadi belum bisa dalam belajar biologi khususnya menemukan cara bagaimana meringkas materi Invertebrata? materi yang luas tersebut menjadi lebih padat tanpa mengurangi isi materinya. Kalau bahasa ilmiah gak terlalu susah sih mbk. Siswa 2 Pertanyaan Jawaban 1. Di bagian materi Invertebrata Materi yang sulit cacing gelang mbak. manakah yang masih dirasa sulit atau mudah untuk dipahami? 2. Apakah yang lebih kamu sukai Lebih suka yang gambar mbk. antara pembelajaran berbasis kecerdasan visual-spasial atau 237

(256) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI238 kecerdasan musik saat kita belajar materi Invertebrata? 3. Adakah hal-hal lain selain hal-hal Senang mbk positif seperti bersemangat atau halhal negatif seperti malas dan bosan ketika mengerjakan LKS,tugas, pretest dan post-test 4. Hal-hal lain apa saja yang dilakukan Ngobrol mbak, hehe oleh Anda ketika dilaksanakan diskusi maupun membuat lagu? 5. Apakah penerapan pembelajaran Berminat mbk. berbasis kecerdasan visual-spasial dan musik masih membuat Anda tidak berminat dalam pembelajaran? 6. Kesulitan apa yang masih dirasakan Bahasa ilmiahnya masih susah mbk. dalam belajar biologi khususnya materi Invertebrata? 1. 2. 3. 4. 5. Siswa 3 Pertanyaan Jawaban Di bagian materi Invertebrata Materi yang paling sulit Polychaeta, manakah yang masih dirasa sulit kalau yang mudah Taenia solium atau mudah untuk dipahami? mbak. Apakah yang lebih kamu sukai Yang paling gampang mengamati antara pembelajaran berbasis gambar (visual-spasia). Kalau musik kecerdasan visual-spasial atau susah mbak. kecerdasan musik saat kita belajar materi Invertebrata? Adakah hal-hal lain selain hal-hal Bingung positif seperti bersemangat atau halhal negatif seperti malas dan bosan ketika mengerjakan LKS,tugas, pretest dan post-test Hal-hal lain apa saja yang dilakukan Ngobrol oleh Anda ketika dilaksanakan diskusi maupun membuat lagu? Apakah penerapan pembelajaran Kalau minat belajar sih sudah ada berbasis kecerdasan visual-spasial mbak. dan musik masih membuat Anda tidak berminat dalam pembelajaran? 6. Kesulitan apa yang masih dirasakan Bahasa ilmiahnya masih sulit mbak. dalam belajar biologi khususnya materi Invertebrata?

(257) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI239 1. 2. 3. 4. 5. Siswa 4 Pertanyaan Jawaban Di bagian materi Invertebrata Cacing yang berambut (Polichaeta) manakah yang masih dirasa sulit mbak. atau mudah untuk dipahami? Apakah yang lebih kamu sukai Lebih suka yang musik mbak. antara pembelajaran berbasis kecerdasan visual-spasial atau kecerdasan musik saat kita belajar materi Invertebrata? Adakah hal-hal lain selain hal-hal Senang belajar mbak. positif seperti bersemangat atau halhal negatif seperti malas dan bosan ketika mengerjakan LKS,tugas, pretest dan post-test Hal-hal lain apa saja yang dilakukan Nggambar dan ngobrol oleh Anda ketika dilaksanakan diskusi maupun membuat lagu? Apakah penerapan pembelajaran Berminat mbak. berbasis kecerdasan visual-spasial dan musik masih membuat Anda tidak berminat dalam pembelajaran? 6. Kesulitan apa yang masih dirasakan Bahasa latin mbak. dalam belajar biologi khususnya materi Invertebrata? 1. 2. 3. 4. Siswa 5 Pertanyaan Jawaban Di bagian materi Invertebrata Kalau yang mudah itu Monogenea, manakah yang masih dirasa sulit kalau yang sulit Polychaeta mbak. atau mudah untuk dipahami? Apakah yang lebih kamu sukai Dua-duanya suka tapi yang lebih suka antara pembelajaran berbasis yang musik mbak. kecerdasan visual-spasial atau kecerdasan musik saat kita belajar materi Invertebrata? Adakah hal-hal lain selain hal-hal Bingung karena belum paham. positif seperti bersemangat atau halhal negatif seperti malas dan bosan ketika mengerjakan LKS,tugas, pretest dan post-test Hal-hal lain apa saja yang dilakukan Diajak ngobrol sama temen. oleh Anda ketika dilaksanakan

(258) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI240 diskusi maupun membuat lagu? 5. Apakah penerapan pembelajaran Berminat karena berbasis kecerdasan visual-spasial refreshing mbak. dan musik masih membuat Anda tidak berminat dalam pembelajaran? dapat dijadikan 6. Kesulitan apa yang masih dirasakan Menghafal nama-nama ilmiah dan sulit dalam belajar biologi khususnya konsentrasi dalam belajar karena materi Invertebrata? kadang-kadang kelas ramai mbak. 1. 2. 3. 4. 5. Siswa 6 Pertanyaan Jawaban Di bagian materi Invertebrata Semuanya masih dirasa sulit karena manakah yang masih dirasa sulit ada nama-nama ilmiahnya mbak. atau mudah untuk dipahami? Apakah yang lebih kamu sukai Lebih suka yang nyanyiin lagu sama antara pembelajaran berbasis buat lagu mbak. kecerdasan visual-spasial atau kecerdasan musik saat kita belajar materi Invertebrata? Adakah hal-hal lain selain hal-hal Bingung karna gak tahu ngerjainnya. positif seperti bersemangat atau halhal negatif seperti malas dan bosan ketika mengerjakan LKS,tugas, pretest dan post-test Hal-hal lain apa saja yang dilakukan Ngobrol ma tidur mbak, kalau yang oleh Anda ketika dilaksanakan positif ya baca-baca buku. diskusi maupun membuat lagu? Apakah penerapan pembelajaran Kalau ada musik berminatlah mbak berbasis kecerdasan visual-spasial pokoknya. dan musik masih membuat Anda tidak berminat dalam pembelajaran? 6. Kesulitan apa yang masih dirasakan Bahasa latinnya mbak. Coba kalau gak dalam belajar biologi khususnya ada bahasa latinnya, aku bisa mbak. materi Invertebrata?

(259) PLAGIAT Lampiran 25 PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lagu yang Dibuat oleh Peneliti Invertebrata dengan Nada Lagu “Ingatlah Hari Ini-Project Pop” Teman-teman ayo belajar biologi Tentang Invertebrata bangsa cacing Ada Platyhelminthes juga Annelida Serta bangsa Nematoda Kita mulai dari bangsa Platyhelminthes Yang punya 4 kelas di dalamnya Ada Turbellaria dan Trematoda Cestoda dan Monogenea *) Don’t you worry Just be happy Belajar dengan happy Reff: Turbellaria itu contohnya Planaria Trematoda Fasciola hepatica Cestoda itu contohnya Taenia solium Monogenea, Polystomum 241

(260) PLAGIAT Lampiran 26 PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Presentasi siswa dalam bentuk power point dan lagu yang dibuat oleh masing –masing kelompok di bawah ini: Kelompok Annggota Kelompok Materi 1 Anton, Aji, Desi Cacing Perut (Ascaris lumbricoides) 2 Dio, Novian, Ajeng Cacing Tambang (Ancylostoma) 3 Bagas, Gonzha, Cacing Kremi Irma (Enterobius vermicularis) Wawan, Titi, Linda Cacing Filaria 4 (Wuchereria bancrofti) 5 Prima, Herda, Rosa Polychaeta 6 Abel, Wulan, Tia Oligochaeta 7 Vio, Jovita, Yulia Hirudenea 8 Rafael,Rizky, Helen Cacing Perut (Ascaris lumbricoides) 9 Sesar, Dewi, Vinsen Cacing Tambang (Ancylostoma) 10 Fares, Ana, Yolan Cacing kremi (Enterobius vermicularis) 242

(261) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI243

(262) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI244

(263) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI245

(264) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI246

(265) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI247

(266) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI248

(267) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI249

(268) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI250

(269) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI251

(270) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI252

(271) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI253

(272) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI254 Lagu Kelompok 1 Cacing Perut (Ascaris lumbricoides) dengan nada lagu “Layang Kangen-Didi Kempot” Kita diskusikan invertebrata Yang kami pelajari nematoda Salah satunya adalah cacing perut atau Ascaris lumbricoides Berikut adalah ciri-cirinya Parasit dalam usus manusia Bersifat kosmopolit di daerah tropis Reff: Serta tak layak dikonsumsi Cacing perut betina yang lebih besar Dibandingkan cacing perut yang jantan Kutikula melapisi tubuhnya Mulut terdapat di ujung anterior Sedangkan anus di ujung posterior Tidak mimiliki pembuluh darah Lagu Kelompok II Cacing Tambang (Ancylostoma) dengan nada lagu “Every Body Knew-Citra Idol” Cacing tambang atau Ancylostoma Parasit dan tidak layak dikonsumsi Dia tinggal di daerah pertambangan Juga hidup di rongga usus halus Cacing dewasa berbentuk huruf S Di dalam mulutnya ada spasang gigi Larva cacing masuk kulit manusia Reff: Lalu usus halus, akhirnya ke feses Every body knew cacing tambang Pakailah slalu sepatumu Every body knew penyakitnya Bronchitis, gatal-gatal, Anemia dan juga pneumonitis

(273) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI255 Lagu Kelompok III Cacing Kremi (Enterobius vermicularis) dengan nada lagu “Karna Ku Cinta Kau-BCL” Cacing kremi, Enterobius vermicularis latinnya Hidup dalam usus besar dan usus haluslah ia Makanannya adalah isi dari usus hospes Dia adalah hewan parasit Reff: Cacing kremi menyerang anak-anak Orang dewasa juga bisa kena Rajinlah menjaga kebersihan Cuci tangan sebelum kamu makan Potong kuku Marilah kita hidup sehat Lagu Kelompok IV Cacing Filaria (Wuchereria bancrofti) dengan Nada lagu “Kota Yogyakarta-Katon Bagaskara” Cacing Filaria, itu Wuchereria Bancrofti Hidup di getah bening Nyamuk culex menggigit manusia Larva masuk ke tubuh Reff: Dewasa dalam limpa berkembang Terhisap nyamuk lagi Ke orang lagi Jadi kaki gajah Aduh.. oh sakitnya..

(274) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI256 Lagu Kelompok V Polychaeta dengan nada lagu “ Cinta Datang Telambat-Mayudi Ayunda” Polychaeta hidup dilautan Bermabut banyak, punya parapodia Siklus hidup secara seksual Juga aseksual, ada epitoksi Reff: Dia bisa dimakan Bisa dibuat obat Indikator polusi akuatik Membentuk ekosistem terumbu karang Itulah polychaeta Termasuk nematoda Lagu VI Oligochaeta dengan nada lagu “ Utuh-Tangga” Oligochaeta hidup di daratan, ada juga yang hidup di air Punya ruas-ruas tubh Ada klitelium Reff: Pernafasannya lewat kulit Secara difusi Itu cacing tanah Makanannyanzat-zat organik Dia hermafrodit Jadi sumber pakan hewan.

(275) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI257 Lagu VII Hirudenea dengan nada lagu “Separuh Aku-Noah” Hirudenea, hidup di darat, dan juga di air Tidak ada rambut, parapodia juga tidak ada Bentuknya pipih Hermafrodit Dia punya lapisan kutikula Makanannya larva srangga Cacing atau sudah mati Reff: Siklus hidupnya Dia membentuk kokon yang dibuahi Dia parasit, tapi nerapi Lagu Kelompok VIII Cacing Perut (Ascaris lumbricoides) dengan nada lagu “Lebih Indah-Adera” Cacing perut parasit di usus Dia hidup di segala tempat Betina lebih besar daripada jantan Dilapisi kutikula Reff: Cacing perut, tidak layak konsumsi Menyebabkan penyakit Ascariasis itu penyakitnya Hati-hatilah kamu dengannya Terasa mual-mual Diare, konstipasi Jaga kebersihan, ayo hidup sehat Ayolah hidup sehat

(276) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI258 Lagu Kelompok IX Cacing Tambang (Ancylostoma) dengan nada lagu “Lucky-Jason Miraz” Cacing tambang, Ancylostoma Hidup di tambang Di iklim tropis Hidup di usus halus manusia, oh ngerinya Cacing tambang, parasit Tidak layak dikonsumsi Masuk lewat kulitmu Reff: Paru-paru, jantung, lalu ke faring Dia menyebabkan anemia Gatal-gatal juga bronkhitis Jagalah kebersihan slalu Lagu kelompok X Cacing Kremi (Enterobius vermicularis) dengan nada lagu “Kita-Sela on 7” Cacing kremi di usus halus Dia bersifat parasit Menginfeksi anak, anak kecil *) jagalah jagalah Selalu kebesihan Cucu tangan slalu Reff: Sebelum kamu makan Enterobius vermicularis, inilah nama ilmiahnya Ingat selalu materinya Ayo semangat.. Semangat teman-temanku!

(277) PLAGIAT Lampiran 27 PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 259

(278) PLAGIAT Lampiran 28 PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 260

(279)

Dokumen baru