ANALYSIS OF THE EFFECT OF SELFISHNESS NODE ON PERFORMANCE OF ENDEMIC ROUTING IN OPORTUNISTIC NETWORK A THESIS Presented as Partial Fulfillment of Requirements to Obtain Sarjana Komputer Degree in Informatics Engineering Department

Gratis

0
2
54
3 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ANALISIS PENGARUH NODE SELFISHNESS PADA KINERJA PROTOKOL ROUTING EPIDEMIK DIJARINGAN OPORTUNISTIK SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Komputer Program Studi Teknik Informatika Oleh: Agustinus Indriyadi 145314027 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ANALYSIS OF THE EFFECT OF SELFISHNESS NODE ON PERFORMANCE OF ENDEMIC ROUTING IN OPORTUNISTIC NETWORK A THESIS Presented as Partial Fulfillment of Requirements to Obtain Sarjana Komputer Degree in Informatics Engineering Department By: AGUSTINUS INDRIYADI 145314027 INFORMATICS ENGINEERING STUDY PROGRAM INFORMATICS ENGINEERING DEPARTMENT FACULTY SCIENCE AND TECHNOLOGY SANATA DHARMA UNIVERSITY YOGYAKARTA 2019

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSETUJUAN SKRIPSI ANALISIS PENGARUH NODE SELFISHNESS PADA KINERJA PROTOKOL ROUTING EPIDEMIK DIJARINGAN OPORTUNISTIK Oleh: Agustinus Indriyadi 145314027 Telah disetujui oleh: Dosen Pembimbing, Bambang Soelistijanto, Ph.D Tanggal, ..... Januari 2019 ii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI ANALISIS PENGARUH NODE SELFISHNESS PADA KINERJA PROTOKOL ROUTING EPIDEMIK DIJARINGAN OPORTUNISTIK Dipersiapkan dan ditulis oleh: Agustinus Indriyadi 145314027 Telah dipertahankan di depan panitia penguji Pada tanggal 14 Januari 2019 dan dinyatakan memenuhi syarat Susunan Panitia Penguji Nama Lengkap Tanda Tangan Ketua : Puspaningtyas Sanjoyo Adi, S.T., M.T. ....................... Sekretaris : Henricus Agung Hernawan, S.T., M.Kom. ....................... Anggota : Bambang Soelistijanto, Ph.D. Yogyakarta, ...... Januari 2019 Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sanata Dharma Dekan, Sudi Mungkasi, S.Si., M.Math.Sc., Ph.D. iii .......................

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI “Tidak ada manusia yang jahat sejak lahir, hanya keadaan yang buruk. Jadi saat kau merasa benci, marah dan tidak mengerti, cobalah untuk membaca dan berpikir semuanya secara terbalik. Maka semuanya akan masuk akal.” - Film “Along with the gods 2” iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN LEMBAR KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa di dalam skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 7 Januari 2019 Penulis Agustinus Indriyadi v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mehasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Agustinus Indriyadi NIM : 145314027 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah yang berjudul: ANALISI PENGARUH NODE SELFISHNESS PADA KINERJA PROTOKOL ROUNTING EPIDEMIK DI JARINGAN OPPORTUNISTIK Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengolahnya dalam bentuk angkalan data, mendistribusikannyasecara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa meminta ijin dari saya maupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Dengan demikian ini saya buat dengan sebenarnya. Yogyakarta, 7 Januari 2019 Penulis, Agustinus Indriyadi vi

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Jaringan Oportunistik merupakan jaringan komunikasi nirkabel tanpa memakai infrastruktur. Dimana setiap perangkat yang ada di jaringan yang akan mengirimkan pesan dan perangkat yang meneruskan pesan yang diterima. Sebuah perangkat yang mengirim dan menerima pesan secara terus menerus akan menghabiskan banyak sumber daya pada perangkat tersebut. Kejadian tersebut mengakibatkan perangkat menjadi selfish atau tidak kooperatif dengan tujuan menghemat sumber daya perangkat tersebut. Penelitian ini melakukan pengamatan terhadap pengaruh perangkat (node) selfish terhadap pengiriman pesan pada jaringan oportunistik menggunakan protokol routing Epidemik dengan matrik unjuk kerja delivery probability, buffer occupancy, latency, total relay message dan latency. Pergerakan yang digunakan untuk mendapatkan data tersebut adalah Haggle3-Infocom05, Haggle4-Cambridge, Haggle6-Infocom06, dan MIT Reality Mining, dengan menggunakan beberapa model distribusi nilai selfish yaitu uniform distribution, percentage of selfishness, dan normal distribution. Dilihat dari hasil terlihat bahwa perangkat yang kooperatif memiliki probabilitas pengiriman lebih besar dari pada perangkat yang selfish. Turunnya probabilitas pengiriman pesan pada perangkat selfish akan membuat penggunaan daya pada perangkat menjadi lebih kecil dibanding node kooperatif. vii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Opportunistic networks are wireless communication networks without using infrastructure. Where each device on the network will send a message and the device that forwarded the message received. A device that sends and receives messages continuously will consume a lot of resources on the device. This event resulted in the device becoming selfish or uncooperative in order to save the device's resources. This study observes the effect of selfish devices on sending messages on opportunistic networks using Epidemic routing protocols with delivery probability performance matrices, buffer occupancy, latency, total relay messages and latency. The movements used to obtain the data are Haggle3-Infocom05, Haggle4-Cambridge, Haggle6Infocom06, and MIT Reality Mining, using several models of selfish value distribution namely uniform distribution, percentage of selfishness, and normal distribution. Viewed from the results, it can be seen that cooperative devices have a greater probability of sending than selfish devices. The decrease in the probability of sending messages on the selfish device will make the use of power on the device smaller than the cooperative node. viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan berkat dan karunia bagi kita semua. Berkat dan karunia-Nya pula yang memampukan penulis menyelesaikan tulisan ini dengan keterbatasan waktu dan wawasan yang dimiliki penulis. Bagi penulis, tugas akhir ini ibarat puncak dari perjalanan masa studi penulis di bangku kuliah. Banyak tantangan yang harus dihadapi penulis untuk menyelesaikan tugas akhir ini. Tetapi banyaknya tantangan yang dihadapi membuat penulis menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Penulis menyadari bahwa tugas akhir ini mustahil diselesaikan tanpa adanya bantuan yang diberikan kepada penulis. Banyak pihak yang berperan membantu penulis menyelesaikan tulisan ini. Namun secara khusus penulis menyampaikan terima kasih kepada kedua orangtua penulis untuk dukungan tulus yang diberikan kepada penulis. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar penulis yang selalu memberi semangat kepada penulis. Terima kasih juga penulis ucapkan kepada Pak Anto dan seluruh dosen yang telah membimbing penulis selama masa kuliah serta teman-teman penulis yang selalu setia membantu penulis baik secara langsung maupun tidak. Penulis sadar bahwa masih banyak kekurangan dalam laporan tugas akhir ini. Saran dan kritik yang membangun senantiasa penulis terima untuk hasil yang lebih baik di hari mendatang. Yogyakarta, 7 Januari 2019 Penulis ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN PERSETUJUAN ...................................................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ...................................................................................... iii PERNYATAAN LEMBAR KEASLIAN KARYA ...................................................... v LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH .................................... vi ABSTRAK .................................................................................................................. vii ABSTRACT ............................................................................................................... viii KATA PENGANTAR ................................................................................................. ix DAFTAR ISI ................................................................................................................. x BAB I ............................................................................................................................ 1 PENDAHULUAN......................................................................................................... 1 1.1 Latar Belakang .................................................................................................... 1 1.2 Rumusan masalah................................................................................................ 3 1.3 Tujuan Penelitian ................................................................................................ 3 1.4 Manfaat Penelitian .............................................................................................. 3 1.5 Batasan masalah .................................................................................................. 3 1.6 Metode penelitian ................................................................................................ 3 1.7 Sistematika Penulisan.......................................................................................... 4 BAB II ........................................................................................................................... 6 LANDASAN TEORI .................................................................................................... 6 2.1 Mobile Ad Hoc Network (MANET) .............................................................. 6 2.2 Jaringan Opportunistik ................................................................................... 6 2.3 Protokol Routing Epidemik ............................................................................ 7 2.4 Selfishness dan Altruism ................................................................................ 7 2.6 The One Simulator ......................................................................................... 8 x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III.......................................................................................................................... 9 PERANCANGAN SIMULASI ..................................................................................... 9 3.1 Parameter Simulasi ......................................................................................... 9 3.2 Pergerakan Node .......................................................................................... 10 3.3 Distribusi Nilai Alturism .............................................................................. 11 3.4 Skenario Simulasi ......................................................................................... 12 3.5 Parameter Unjuk Kerja ................................................................................. 12 BAB IV ....................................................................................................................... 15 PENGUJIAN DAN ANALISIS .................................................................................. 15 4.1. Tabel Perbandingan Hasil Simulasi .......................................................... 15 4.2 Perbandingan Delivery Probability, Total Relayed Message, Overhead Ratio dan Latency ............................................................................................................. 19 4.3 Perbandingan Buffer Occupancy per Node .................................................. 27 BAB V ......................................................................................................................... 33 KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................................... 33 5.1 Kesimpulan ................................................................................................... 33 5.2 Saran ............................................................................................................. 33 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. 34 LAMPIRAN ................................................................................................................ 35

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi merupakan karya manusia yang terus menerus berkembang misalnya saja teknologi jaringan. Teknilogi jaringan berkembang pesat pada jaringan nirkabel (wireless) yang memiliki ragam jaringan. Jaringan oportunistik tidak membutuhkan infrastruktur dalam melakukan komunikasi, setiap perangkat saling berhubungan satu sama lain pada interval yang tidak dapat diprediksi dengan durasi yang tak terduga dari setiap kontak. Pada teknologi nirkabel muncul beberapa jenis jaringan yang memiliki kelebihan serta masalah tersendiri. Seperti contohnya jaringan penanggulangan bencana, jaringan antar planet, jaringan militer yang memiliki tantangan baru pada ranah jaringan komputer. Mobile Ad-Hoc Network (MANET) adalah jawaban dari tantangantantangan itu, konsep komunikasi MANET yang tidak memerlukan infrastruktur dan menggunakan multi-hop wireless communication (smartphone, komputer). Tetapi MANET selalu tersedia end-to-end path source dan destination. Pada jaringan MANET setiap node dalam jaringan dapat bertindak sebagai penyedia router (relay) digunakan sebagai penghubung dengan node yang lain, sehingga semua node pada suatu jaringan bertanggung jawab dalam proses pertukaran informasi. Salah satu protokol routing yang ada di jaringan opportunistik adalah protokol epidemik. Protokol epidemik mengirimkan pesan dengan cara menyebarkannya saat bertemu dengan node lain seperti halnya sebuah penyakit menular. Pesan akan terus disebarkan sampai ke penerima atau destination, dengan begitu pesan yang dikirim akan cepat sampai menuju tujuannya. Tetapi protokol epidemik memiliki kelemahan yaitu dengan membanjiri paket ke semua jaringan maka beban jaringan akan menjadi lebih berat walaupun pesan akan cepat sampai. 1

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 Suatu node atau perangkat bisa dikatakan selfish jika perangkat tersebut tidak mau meneruskan pesan yang diterimanya. Tindakan tersebut dapat memiliki dampak jika diterapkan dijaringan opportunistik. Beberapa node selfish yang ada disuatu jaringan akan mengurangi beban jaringan. Selain sifat selfish ada sifat lainnya yaitu sifat altruism yang artinya, semakin besar nilai altruismnya maka semakin besar nilai ketertarikan node untuk meneruskan pesan berbanding terbalik dengan sifat selfishness yang apabila nilai selfishnya tinggi maka nilai ketertarikan node dalam meneruskan pesan akan semakin menurun.

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 1.2 Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang, maka rumusan masalah yang didapat adalah bagaimana peforma kinerja protokol epidemik dijaringan opportunistik jika menerapkan node selfishness. 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan dari tugas akhir ini adalah mengetahui pengaruh penerapan node selfishness di dalam protokol eidemik di jaringan opportunistik. 1.4 Manfaat Penelitian Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan pemilihan protokol yang ada dijaringan opportunistik. 1.5 Batasan masalah Batasan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Menggunakan protokol epidemik 2. Parameter yang digunakan adalah total relayed message, delivery probability, overhead ratio, latency average. 3. Simulator yang digunakan adalah the ooprtunistic network environment simulator (The One Simulator) 1.6 Metode penelitian Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah: 1. Studi pustaka Mencari dan mengumpulkan referensi dan menerapkan teori untuk mendukung tugas akhir meliputi: a. Teori MANET b. Teori Delay Tolerant Network c. Teori protokol routing Epidemik

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 d. The One Simulator 2. Pengumpulan bahan penelitian Pengumpulan bahan penelitian menggunakan dataset yang tersedia diwebsite dengan alamat : http://www.shigs.co.uk/index.php?page=traces . 3. Pembuatan alat uji Alat uji dibuat dengan melakukan perancangan sistem dilakukan dengan menerapkan skenario selfishness pada node yang ada di protokol Epidemik sehingga dapat mengidentifikasi dari hasil yang dihasilkan. 4. Analisis data simulasi Analisis didapat dari hasil simulasi yang dikelola, yang kemudian disesuaikan dengan parameter unjuk kerja. 5. Penarikan kesimpulan Penarikan kesimpulan dari hasil yang sudah dianalisis dengan acuan parameter unjuk kerja yang telah ditentukan. 1.7 Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan masalah, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan. BAB II LANDASAN TEORI Bab ini berisi tentang penjelasan dari beberapa teori antara lain adalah Mobile Ad Hoc Network (MANET), Jaringan Opportunistik, Protokol Routing Epidemik, Selfishness dan Alturism, The One Simulator. BAB III PERANCANGAN SIMULASI Bab ini berisi tentang perencanaan skenario simulasi yang akan dikerjakan dalam tugas akhir ini.

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS Bab ini berisi tentang pelaksanaan simulasi dan analisis data hasil simulasi. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi tentang kesimpulan yang didapat dari hasil analisis data simulasi.

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Mobile Ad Hoc Network (MANET) Mobile ac hoc network (MANET) adalah jaringan nirkabel (tanpa infrastruktur) yang terdiri dari beberapa node. Setiap perangkat pada jaringan ini yang dijadikan node memiliki sifat mobile. Semua node yang ada di dalam suatu jaringan tidak akan hanya menjadi pengguna (host) saja, tetapi node tersebut bisa menjadi router untuk menghubungkan antar node yang lain. Di dalam jaringan MANET, sebuah node akan melakukan komunikasi secara peer to peer untuk mengirim sebuah pesan dari node pengirim asal (source) menuju ke node tujuan (destination) dengan cara multihop. Informasi yang didapat pada sebuah node akan disimpan terlebih dahulu lalu akan diteruskan ke node yang lainnya. Berhubung node bisa bergerak maka topologi jaringan akan berubah, dan dengan perubahan topologi tersebut setiap node harus tahu perubahan topologi tersebut. 2.2 Jaringan Opportunistik Jaringan Opportinustik (Opportunistic Network) merupakan jaringan MANET tanpa infrastruktur dlam melakukan komunikasi. Jaringan opportunistik memungkinkan untuk komunikasi dalam lingkungan dengan waktu delay yang besar dan berubah-ubah. Pada jaringan ini tidak ada jalur yang terbentuk secara langsung atau tidak ada jalur end-to-end path antara node untuk jangka waktu yang panjang dari node source ke node destination. Sebagian besar node source mengirim pesan ke destination tanpa membangun atau membentuk jalur lengkap end-to-end path atau konektivitas antar node. Jalur terbentuk karena terjadi secara kebetulan atau dengan kata lain jalur akan terbentuk secara tidak terduga saat node saling bertemu, sehingga sangat mudah sekali terkena putus koneksi atau jalur bisa dapat berubah-ubah. 6

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 Jaringan oportunistik menggunakan metode store (menyimpan), carry (membawa), dan forward (meneruskan). Sebuah data yang diterima akan disimpan terlebih dahulu sebelum diteruskan, hal tersebut dilakukan karena untuk mengantisipasi jika node selanjutnya tidak dapat dijangkau atau mati atau kendala lainnya. Bundle layer mengimplementasikan mekanisme tersebut yang dimana setiap perangkat dapat menyimpan dan membawa pesan kedalam memori (buffer) serta dapat meneruskan pesan ke node selanjutnya yang terkoneksi. 2.3 Protokol Routing Epidemik Protokol routing epidemik muncul karena protokol routing pada MANET gagal bekerja dengan baik dijaringan oportunistik. Epidemik dirancang sebagai routing berbasis flooding forwarding, yang artinya protokol ini membanjiri jaringan dengan salinan pesan. Tujuan dari protokol ini adalah untuk memaksimalkan tingat pengiriman pesan dan meminimalisir delay. Konsep epidemik sama seperti penyakit menular pada manusia, diibaratkan pesan adalah penyakit dan perangkat adalah manusia. 2.4 Selfishness dan Altruism Selfishness adalah sifat yang dimiliki sebuah node apabila node tersebut egois. Sebuah node saat memiliki sifat tersebut akan menolak meneruskan pesan yang telah diterima. Semakin tinggi nilai selfishness pada suatu node maka semakin tinggi juga node tersebut akan menolak untuk meneruskan pesan. Berbanding terbalik dengan selfishness, altruism adalah sifat dimana sebuah node memiliki antusias untuk meneruskan pesan yang telah diterima. Semakin tinggi nilai altruismnya maka semakin tinggi pula antusias node untuk meneruskan pesan.

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 2.6 The One Simulator The One Simulator adalah sebuah simulator untuk melakukan simulasi jaringan opportunistik. Simulator ini memiliki fungsi sebagai pemodelan dari pergerakan perangkat, kontak perangkat, routing, dan message handling. Hasil dan analisis yang didapat dilakukan melalui visualization, post-processing tools dan reports.

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III PERANCANGAN SIMULASI 3.1 Parameter Simulasi Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Parameter Randomwalk Haggle3- Haggle4- Haggle6- Infocom05 Cam- Infocom06 Reality Imote Scenario 336400 274883 987529 345915 16981816 250kBps 250kBps 250kBps 250kBps 250kBps 10 10 10 10 10 120 120 120 120 120 30 M 30 M 30 M 30 M 30 M 1000 1300 1000 80000 1440 360 1440 360 20160 Host 300 41 36 98 97 Msg. 300, 350 200 500, 600 500, 600 500,600 250k, 500k 250k,300k 100k, 350k, 400k 20k Time Transmit Speed Transmit Range Scan Interval Buffer Size Familiar Threshold (s) TTL (menit) Interval (1msg/s) Msg. Size 250k 9

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 3.2 Pergerakan Node Dalam penelitian ini, pergerakan node yang digunakan adalah pergerakan real atau pergerakan manusia yaitu: • Haggle 4 – Cambridge Dataset yang berisi data pertemuan antar pelajar di Universitas Cambridge. Jumlah partisipan yang digunakan dalam simulasi ini adalah 36 orang. Lokasi pengambilan data berada di kota Cambridge, Inggris. Selain membawa 36 orang mahasiswa Cambridge, iMotes juga diletakan di beberapa tempat yang sering dikunjungi partisipan, yaitu laboratorium komputer Universitas Cambridge, toko penjual bahan makanan, pubs, supermarket, pusat perbelanjaan di Kota Cambridge. Durasi simulasi pada dataset ini adalah 987529, sekitar 11.43 hari. • Haggle 3 – Infocom 05 Dataset ini berisi data pertemuan antar partisipan pada konferensi IEEE infocom di Miami. Setiap partisipan diberi device (iMotes) yang digunakan untuk mencatat data pertemuan antar partisipan. Dari 50 partisipan yang dipilih, device yang menghasilkan data yang dapat digunakan untukmelakukan penelitian sebanyak 41 device. Durasi simulasi pada dataset ini adalah 254150 detik, sekitar 2.94 hari. • Haggle 6 – Infocom 06 Dataset ini berisi data pertemuan antar warga di kota metropolitan yang sibuk di Barcelona. Setiap partisipan diberi device (iMotes) yang digunakan untuk mencatat data pertemuan antar partisipan. Pada dataset ini, partisipan yang ikut dan valid berjumlah 98 device. Durasi simulasi pada dataset ini adalah 342915 detik, sekitar 3.97 hari. • MIT Reality Mining

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 Dataset ini berisi data pertemuan antar pelajar dari 2 fakultas di Universitas MIT. Jumlah partisipan yang digunakan dalam simulsi ini sebanyak 75 pelajar. Fakultas Media Laboratory dan 25 pelajar dari Fakultas Business. Durasi simulasi pada dataset ini adalah sekitar 1 semester akademik. Dari 100 partisipan yang dipilih, device yang menghasilkan data yang valid dan dapat digunakan untuk melakukan penelitian sebanyak 97 device. 3.3 Distribusi Nilai Alturism Nilai alturism dapat diamati dalam banyak aspek masyarakat modern, yang biasanya memiliki jaringan hubungan pertukaran yang padat, pembagian makanan, peperangan kolektif, perburuan kooperatif. Umumnya, setiap node (orang) memiliki alturism yang berbeda-beda tergantung dari kepeduliannya terhadap node (orang) lain. Dibawah ini terdapat beberapa jenis model distribusi yang digunakan dalam penelitian ini: • Percentage of Selfishness Persentase keegoisan, persentase titik egois bervariasi antara 0 sampai 100, dan titik yang lain adalah alturistik. Yang dimaksud dari pesentase distribusi ini adalah persebaran alturisme paling sederhana, tapi sebagaimana yang kita ketahui, sebuah titik biasanya tidak akan sepenuhnya egois atau alturistik. Dalam skenario ini persentase of selfishness node dibagi menjadi 3, yaitu 30%, 50%, 70% dari total jumlah node. node yang selfish akan benarbenar egois, dan sebaliknya node yang alturism akan benar-benar peduli. • Uniform Distribution Adalah distribusi seragam, tingkat alturism pada seluruh populasi tersebar seragam antara 0 dan 1. Seragam dan normal adalah distribusi yang populer dijumpai dan sangat memungkinkan dijadikan model bagi alturism. Di dalam skenario ini nilai alturism dari setiap node akan dibagi menjadi 3, yaitu 0.3, 0.5, 0.7.

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 • Normal Distribution Distribusi normal, tingkat alturism pada keseluruhan populasi mengikuti distribusi normal dengan tingkat normal antara 0 sampai 1. Dalam penerapan kali ini, distribusi normal dibagi menjadi 5 bagian, setiap bagian memiliki nilai alturism 0.1, 0.3, 0.7, 0.9, 1, dengan nilai rata-rata 0.5 dan simpangan baku 0.5. Untuk menccari berapa persen luas wilayahnya dapat menggunakan table normal z. 3.4 Skenario Simulasi Skenario yang digunakan dalam penulisan ini adalah: Protokol Pergerakan Node Jumlah Node Waktu Simulasi (detik) Epidemic RandomWalk 300 336400 Epidemic Haggle4-Cambridge 36 987529 Epidemic Haggle3-Infocom05 41 274883 Epidemic Haggle6- Infocom06 98 342915 Epidemic MIT Reality Mining 97 16981816 Routing Skenario pengujian yang dimainkan dalam penelitian ini adalah mengubah distribusi nilai alturism dari setiap node. Nilai alturism dan selfishness dibagi menjadi beberapa model distribusi yaitu: a. Uniform Distribution b. Percentage of Selfishness c. Normal Distribution 3.5 Parameter Unjuk Kerja Dalam penulisan ini menggunakan parameter unjuk kerja yang digunakan untuk melakukan evaluasi unjuk kerja protokol routing Epidemic pada skenario node selfishness, yang akan menggunakan parameter unjuk kerja sebagai berikut:

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 • Total Relayed Message Total relayed message adalah jumlah keseluruhan dari pesan, pesan yang disampaikan dan pesan yang terkirim yang ada di jaringan. • Delivery Probability Deliveri probability adalah menunjukan berapa banyak pesan yang terkirim ke tujuan (destination) dan berapa banyak pesan yang dibuat. Secara garis besar deliveri probability akan menyimpulkan nilai probabilitas pesan yang berhasil dikirimkan ke tujuan (node destination). Rasio antara jumlah pesan yang terkirim ke node destination dibagi dengan jumlah pesan yang dibuat. Deliveri Probability menggunakan rumus: • 𝐷𝑒𝑙𝑖𝑣𝑒𝑟𝑦 𝑃𝑟𝑜𝑏𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑦 = Overhead Ratio 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐷𝑒𝑙𝑖𝑣𝑒𝑟𝑒𝑑 𝑀𝑒𝑠𝑠𝑎𝑔𝑒 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐺𝑒𝑛𝑒𝑟𝑎𝑡𝑒𝑑 𝑀𝑒𝑠𝑠𝑎𝑔𝑒 Overhead ratio adalah matriks yang digunakan untuk memperkirakan copy pesan dari pesan asli yang disebarkan di dalam jaringan. Jaringan dapat dikatakan memiliki kinerja yang baik apabila memiliki overhead yang rendah. Rumus overhead ratio adalah: 𝑂𝑣𝑒𝑟ℎ𝑒𝑎𝑑 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = • 𝑆𝑢𝑚 𝑜𝑓 𝑅𝑒𝑙𝑎𝑦𝑒𝑑 𝑀𝑒𝑠𝑠𝑎𝑔𝑒 − 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐷𝑒𝑙𝑖𝑣𝑒𝑟𝑒𝑑 𝑀𝑒𝑠𝑠𝑎𝑔𝑒 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐷𝑒𝑙𝑖𝑣𝑒𝑟𝑒𝑑 𝑀𝑒𝑠𝑠𝑎𝑔𝑒 Latency Average Latency average adalah metriks unjuk kerja jaringan yang digunakan untuk mengetahui jumlah rata-rata waktu yang dibutuhkan sebuah pesan untuk mencapai node destination sejak pesan tersebut dibuat. Latency average menggunakan rumus: • 𝐿𝑎𝑡𝑒𝑛𝑐𝑦 𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 = Buffer Occupancy 𝑆𝑢𝑚 𝑜𝑓 𝐿𝑎𝑡𝑒𝑛𝑐𝑦 𝑜𝑓 𝐷𝑒𝑙𝑖𝑣𝑒𝑟𝑒𝑑 𝑀𝑒𝑠𝑠𝑎𝑔𝑒 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐷𝑒𝑙𝑖𝑣𝑒𝑟𝑒𝑑 𝑀𝑒𝑠𝑠𝑎𝑔𝑒

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 Buffer occupancy adalah metriks unjuk kerja jaringan yang digunakan untuk mengetahui jumlah rata-rata konsumsi buffer dengan skala antara 0100%. Buffer occupancy menggunakan rumus: 𝐵𝑢𝑓𝑓𝑒𝑟 𝑂𝑐𝑐𝑢𝑝𝑎𝑛𝑐𝑦 = 100 ∗ (𝐵𝑢𝑓𝑓𝑒𝑟 𝑆𝑖𝑧𝑒 − 𝐹𝑟𝑒𝑒 𝐵𝑢𝑓𝑓𝑒𝑟) 𝐵𝑢𝑓𝑓𝑒𝑟 𝑆𝑖𝑧𝑒

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS 4.1. Tabel Perbandingan Hasil Simulasi Dibawah ini merupakan hasil yang didapat setelah melakukan simulasi dengan jumlah lima kali di setiap pergerakan yang digunakan yaitu HaggleInfocom5, Haggle4-Cambridge-iMotes, Haggle-Infocom6 dan Reality MIT. Protocol yang digunakan dalam simulasi adalah protocol routing Epidemik dan Protokol routing Epidemik menggunakan scenario node Selfishness: Uniform Matriks 0.3 Percentage 0.5 0.7 0.3 0.5 0.7 Total Relayed Message 22648.2 24160 24839.8 16537.2 12117.4 7042.2 0.4086 0.43986 0.4518 0.30582 0.21702 0.12942 Delivery Probability Overhead Ratio 39.35264 38.97698 39.01312 38.34966 39.63824 38.60354 Average 8365.033 7890.129 7599.073 7594.207 7626.526 8158.655 Matriks Distribusi Latency Cooperative Normal Total Relayed Message 24617.8 25376 0.45038 0.4622 Delivery Probability 15

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 Overhead Ratio 38.78304 38.9622 7639.361 7395.3244 Latency Average Uniform Matriks 0.3 Percentage 0.5 0.7 0.3 0.5 0.7 Total Relayed Message 24042.8 13841.8 30312.6 19836.2 13841.8 7279.4 0.41706 0.48002 0.52864 0.32078 0.2205 0.1143 Delivery Probability Overhead Ratio 34.11626 33.89744 33.92478 33.36982 33.8969 34.47838 Latency Average 40186.74 37547.14 Matriks Distribusi 36834.5 36190.28 Cooperative Normal Total Relayed Message 30349.8 33185 0.48292 0.5786 33.955 33.9316 Delivery Probability Overhead Ratio 37228.74 40218.63

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 Latency Average 36393.98 35514.9821 Uniform Matriks 0.3 Percentage 0.5 0.7 0.3 0.5 0.7 Total Relayed Message 30855.8 35142.2 37498.8 24144.6 16553.6 9226.4 0.51844 0.58136 0.62088 0.40612 0.28412 0.1509 94.58816 96.04816 95.95122 94.40452 92.5118 96.9407 Delivery Probability Overhead Ratio Latency Average 7008.542 5993.081 Matriks Distribusi 5524.02 5589.951 Cooperative Normal Total Relayed Message 37476.8 39564 0.61154 0.6469 97.37386 97.1737 5458.681 4980.7469 Delivery Probability Overhead Ratio Latency Average 5743.792 6916.062

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 Uniform Matriks Percentage 0.3 0.5 0.7 0.3 1043109 1202462 1270621 861420.8 0.36274 0.4174 0.5 0.7 Total Relayed Message 558246.6 278949.8 Delivery Probability 0.44112 0.29842 0.1938 0.09674 Overhead 95.49702 95.66582 95.65614 95.86154 95.66316 95.86024 Average 277923.3 248276.9 233516.8 239253.6 261976.3 276687.6 Matriks Distribusi Ratio Latency Cooperative Normal Total Relayed Message 1261673 1322133 0.43828 0.4595 95.59724 95.5624 234323 221448.763 Delivery Probability Overhead Ratio Latency Average Untuk menentukan nilai altruism pada simulasi tersebut, pada distribusi Uniform nilai alturismnya ditentukan sebesar 0.3 dan 0.7 , dan pengambilan nilai altruism pada distribusi Percentage ditentukan sebesar 30% node altruism dan 70%

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 node altruism dari jumlah keseluruhan node yang ada dijaringan. Hal tersebut diharapkan dapat mewakili pola dari pengambilan nilai altruism pada masing-masing distribusi. 4.2 Perbandingan Delivery Probability, Total Relayed Message, Overhead Ratio dan Latency Delivery Probability 0,5 0,4 0,3 0,2 0,1 0 Uniform 0.3 Uniform 0.5 Uniform 0.7 Percentage 0.3 Percentage 0.5 Percentage 0.7 Dist Normal 0.5 cooperative Delivery Probability 0,7 0,6 0,5 0,4 0,3 0,2 0,1 0 Uniform 0.3 Uniform 0.5 Uniform 0.7 Percentage 0.3 Percentage 0.5 Percentage 0.7 Dist Normal Cooperative

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 Delivery Probability 0,7 0,6 0,5 0,4 0,3 0,2 0,1 0 1 Uniform 0.3 uniform 0.5 Uniform 0.7 Percentage 0.3 Percentage 0.5 Percentage 0.7 Dist Normal 0.5 Cooperative Delivery Probability 0,5 0,4 0,3 0,2 0,1 0 Uniform 0.3 Uniform 0.5 Uniform 0.7 Percentage 0.3 Percentage 0.5 Percentage 0.7 Dist Normal 0.5 Cooperative Dari hasil diatas terlihat bahwa protocol Epidemik sendiri lebih unggul dari pada setiap jenis pergerakan yang sudah diujikan, hal tersebut terjadi karena pengaruh dari node yang memiliki sifat selfishness terhadap setiap pengiriman pesan kepada node tetangga. Sebuah node yang akan menerima pesan dari node lain, node tersebut akan memeriksa nilai altruism yang ada padanya terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan lebih lanjut. Semakin kecil nilai altruism pada sebuah node maka semakin kecil pula sebuah node mau menerima suatu pesan. Pesan yang ditolak oleh node yang

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 memiliki nilai altruism yang kecil akan hilang dengan sendirinya sesuai dengan time to live yang ada pada pesan tersebut sudah habis. Jika sebuah pesan yang dibuat lebih banyak daripada pesan yang terkirim maka sudah jelas nilai probabilitas pesan yang terkirim semakin kecil. Selain dari dampak menurunnya probabilitas pesan yang terkirim, ada dampak lain yang ditimbulkan dari nilai selfishness yang ada pada node yaitu jumlah pesan yang ada dalam suatu jaringan karena terdapat beberapa node yangmemiliki nilai selfishness yang tinggi tidak mau meneruskan pesan. Total Relayed Message 30000 25000 20000 15000 10000 5000 0 Uniform 0.3 Uniform 0.5 Uniform 0.7 Percentage 0.3 Percentage 0.5 Percentage 0.7 Dist Normal 0.5 cooperative Total Relayed Message 35000 30000 25000 20000 15000 10000 5000 0 Uniform 0.3 Uniform 0.5 Uniform 0.7 Percentage 0.3 Percentage 0.5 Percentage 0.7 Dist Normal 0.5 Cooperative

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 Total Relayed Message 45000 40000 35000 30000 25000 20000 15000 10000 5000 0 Uniform 0.3 Uniform 0.5 Uniform 0.7 Percentage 0.3 Percentage 0.5 Percentage 0.7 Dist Normal 0.5 Cooperative Total Relayed Message 1400000 1200000 1000000 Uniform 0.3 Uniform 0.5 Uniform 0.7 800000 Percentage 0.3 600000 Percentage 0.5 Percentage 0.7 400000 200000 Dist Normal 0.5 Cooperative 0 Terlihat dalam penyebaran pesan pada protocol Epidemic tanpa menggunakan metode node selfish lebih ungul dari pada yang menggunakan protocol epidemic yang menggunakan metode node selfish. Metode node selfish memiliki jumlah persebaran pesan lebih sekikit daripada yang tidak memiliki nilai selfishness pada semua distribusi. Probabilitas meneruskan pesan akan naik jika sebuah node memiliki nilai altruism yang tinggi atau hampir menyentuh nilai satu. Tapi sebaliknya jika sebuah node memiliki nilai altruism yang kecil maka probabilitas sebuah pesan akan meneruskan pesan akan

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 semakin kecil. Persebaran pesan dipengaruhi oleh probabiltas sebuah pesan yang mau mengirimkan pesan. Semakin kecil jumlah persebaran pesan akan mempengaruhi penurunan cost yang digunakan dalam jaringan tersebut. Penurunan jumlah persebaran pesan akan mempengaruhi juga dengan penurunan overhead ratio. Overhead Ratio 40 39,5 39 38,5 38 37,5 Uniform 0.3 Uniform 0.5 Uniform 0.7 Percentage 0.3 Percentage 0.5 Percentage 0.7 Dist Normal 0.5 cooperative Overhead Ratio 34,6 34,4 34,2 34 33,8 33,6 33,4 33,2 33 32,8 1 Uniform 0.3 Uniform 0.5 Uniform 0.7 Percentage 0.3 Percentage 0.5 Percentage 0.7 Dist Normal 0.5 Cooperative

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 Overhead Ratio 98 97 96 95 94 93 92 91 90 1 Uniform 0.3 Uniform 0.5 Uniform 0.7 Percentage 0.3 Percentage 0.5 Percentage 0.7 Dist Normal Cooperative Overhead Ratio 95,9 95,8 95,7 95,6 95,5 95,4 95,3 Uniform 0.3 Uniform 0.5 Uniform 0.7 Percentage 0.3 Percentage 0.5 Percentage 0.7 Dist Normal 0.5 Cooperative Dalam hasil diatas terlihat beberapa distribusi memiliki nilai overhead ratio yang tinggi dari pada jaringan yang tidak memiliki nilai selfishness. Hal tersebut terjadi karena pengaruh karena beberapa distribusi tersebut memiliki nilai selfishness yang rendah, sebaliknya jika suatu jaringan memiliki sifat selfishness yang tinggi maka nilai overheadnya akan menurun. Dengan adanya nilai selfishness pada sebuah jaringan maka akan membuat beban jaringan menjadi menurun. Tetapi hal tersebut juga akan berpengaruh pada

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 lamanya pesan akan sampai ke destination atau tujuan. Saat sebuah node memiliki nilai selfishness yang tinggi akan mengakibatkan probabilitas node tersebut meneruskan pesan akan menurun. Penurunan penerusan pesan disebuah jaringan akan berdampak pada lamanya pesan akan sampai ke tujuan. Latency Average 8600 8400 8200 8000 7800 7600 7400 7200 7000 6800 Uniform 0.3 Uniform 0.5 Uniform 0.7 Percentage 0.3 Percentage 0.5 Percentage 0.7 Dist Normal cooperative Latency Average 41000 40000 39000 38000 37000 36000 35000 34000 33000 1 Uniform 0.3 Uniform 0.5 Uniform 0.7 Percentage 0.3 Percentage 0.5 Percentage 0.7 Dist Normal 0.5 Cooperative

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 Latency Average 8000 7000 6000 5000 4000 3000 2000 1000 0 1 Uniform 0.3 Uniform 0.5 Uniform 0.7 Percentage 0.3 Percentage 0.5 Percentage 0.7 Dist Normal 0.5 Cooperative Latency Average 300000 250000 200000 150000 100000 50000 0 Uniform 0.3 Uniform 0.5 Uniform 0.7 Percentage 0.3 Percentage 0.5 Percentage 0.7 Dist Normal 0.5 Cooperative Dari hasil diatas terlihat bahwa jaringan yang memiliki sifat selfishness mengakibatkan nilai latency yang tinggi dibandingkan jaringan yang tidak memiliki sifat selsifhness. Jaringan yang memiliki sifat selfishness akan membuat jaringan tersebut memiliki beban yang kecil, tetapi hal tersebuat akan menambah lamanya pesan sampai ke tujuannya. Semua distribusi selain yang cooperative diatas terlihat memiliki nilai latency yang besar.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 4.3 Perbandingan Buffer Occupancy per Node Haggle-Infocom5 Haggle3-Infocom5: Buffer Occupancy - Uniform 50 40 30 20 10 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Cooperative Uniform 0.3 Uniform 0.5 Uniform 0.7 Haggle3-Infocom5: Buffer Occupancy Percentage 50 40 30 20 10 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Cooperative Percentage 0.3 Percentage 0.5 Percentage 0.7

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 Haggle3-Infocom5: Buffer Occupancy - Distribusi Normal 45 40 35 30 25 20 15 10 5 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Cooperative Distribusi Normal 0.5 Haggle4-Cambridge-iMotes Haggle4-Cam-iMotes: Buffer Occupancy - Uniform 45 40 35 30 25 20 15 10 5 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Cooperative Uniform 0.3 Uniform 0.5 Uniform 0.7

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 Haggle4-Cam-iMotes: Buffer Occupancy Percentage 50 40 30 20 10 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Cooperative Percentage 0.3 Percentage 0.5 Percentage 0.7 Haggle4-Cam-iMotes: Buffer Occupancy Distribusi Normal 50 40 30 20 10 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Cooperative Distribusi Normal 0.5

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 Haggle6-Infocom6 Haggle6-Infocom6: Buffer Occupancy - Uniform 40 30 20 10 0 0 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 33 36 39 42 45 48 51 54 57 60 63 66 69 72 75 78 81 84 87 90 93 96 Cooperative Uniform 0.3 Uniform 0.5 Uniform 0.7 Haggle6-Infocom6: Buffer Occupancy - Percentage 35 30 25 20 15 10 5 0 0 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 33 36 39 42 45 48 51 54 57 60 63 66 69 72 75 78 81 84 87 90 93 96 Cooperative Percentage 0.3 Percentage 0.5 Percentage 0.7

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 Haggle6-Infocom6: Buffer Occupancy - Distribusi Normal 35 30 25 20 15 10 5 0 0 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 33 36 39 42 45 48 51 54 57 60 63 66 69 72 75 78 81 84 87 90 93 96 Cooperative Distribusi Normal 0.5 Reality MIT Reality MIT: Buffer Occupancy - Uniform 40 35 30 25 20 15 10 5 0 0 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 33 36 39 42 45 48 51 54 57 60 63 66 69 72 75 78 81 84 87 90 93 96 Cooperative Uniform 0.3 Uniform 0.5 Uniform 0.7

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 Reality MIT: Buffer Occupancy - Percentage 40 35 30 25 20 15 10 5 0 0 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 33 36 39 42 45 48 51 54 57 60 63 66 69 72 75 78 81 84 87 90 93 96 Cooperative Percentage 0.3 Percentage 0.5 Percentage 0.7 Reality MIT: Buffer Occupancy - Distribusi Normal 40 35 30 25 20 15 10 5 0 0 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 33 36 39 42 45 48 51 54 57 60 63 66 69 72 75 78 81 84 87 90 93 96 Cooperative Distribusi Normal 0.5 Terlihat dari grafik diatas bahwa jaringan yang memiliki nilai selfishness yang tinggi maka jumlah rata-rata pemakaian buffer akan lebih rendah dibandingkan dengan jaringan yang tidak memiliki nilai selfishness. Jaringan yang tidak memiliki sifat selfishness memiliki rata-rata pemakaian buffer yang tinggi karena semua node yang ada didalam jaringan tersebut mau menerima dan meneruskan pesan yang otomatis semua node memiliki pesan pada buffernya.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil dari melakukan pengujian dan analisis yang didapat dari simulasi, maka kesimpulan yang didapat adalah: Protocol routing Epidemik memilik probabilitas yang tinggi dalam terkirimnya pesan ketujuan, tetapi hal tersebut membutuhkan resource dan biaya yang tinggi karena pemakaian buffer yang tinggi pengaruh dari jumlah persebaran pesan. Resource dan biaya yang tinggi dapat diminimalisir dengan menggunakan metode node selfishness, tetapi kerugian dari hal tersebut adalah berkurangnya probabilitas pesan terkirin ke tujuan dalam suatu jaringan. 5.2 Saran Penerapan metode node selfishness pada penelitian ini dirasa dapat mengurangi pemakaian resource dan biaya node yang ada disebuah jaringan. Dalam metode node selfishness, nilai selfishness dapat mempengaruhi tinggi rendahnya pemakaian resource dan biaya dari suatu jaringan. Maka dari itu untuk penelitian selanjutnya bisa dengan menggunakan nilai selfishness yang berbeda atau mungkin menggunakan protocol yang lain. 33

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA [1] Ariyadi, Thomas Yanuar Nugroho Pengaruh “Node selfishness pada Kinerja Protokol Routing Buble Rap di Jaringan Sosial Oportunistik,” 2018 [2] H. Pan, X. Kuang, O. L. Victor, L. Vito and L. Pietro, "Selfishness, Alturism and Message Spreading in Mobile Social Network," IEEE, 2009. [3] Ch. Srividya, and N. Rakesh “Enchancement and Performance Analysis of Epidemic Routing Protocol for Delay Tolerant Networks,” ICISC, 2017. [3] Kusuma, Michael Donny “Analisis Efek Transfer Acknowledgement pada Protokol EpidemicTerhadap Beban Jaringan di Pergerakan Random dan Manusia,” 2017 34

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 1. EpidemicDecitionEngine 35

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 2. EpidemicUniformDistribution

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 3. EpidemicPercentageSelfishness

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 4. EpidemicNormalDistribution

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42

(55)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

A Thesis Presented as Partial Fulfillment of the Requirements to Obtain Sarjana Sastra Degree in English Department Study Programme
0
0
9
A THESIS Presented as Partial Fulfillment of the Requirements to Obtain Sarjana Pendidikan Degree in English Language Education
0
0
97
THE INFLUENCE OF MINOR CHARACTERS ON LILY’S PERSONALITY DEVELOPMENT IN SUE MONK KIDD’S THE SECRET LIFE OF BEES A THESIS Presented as Partial Fulfillment of the Requirements to Obtain the Sarjana Pendidikan Degree in English Language Education
0
0
116
FINAL PROJECT Presented as Partial Fulfillment of the Requirements to Obtain the Sarjana Teknik Degree in Mechanical Engineering
0
0
49
COLLOCATION CONVENTIONALITY IN THE TRANSLATED THESIS ABSTRACTS OF THE UNDERGRADUATE STUDENTS OF THE ECONOMICS FACULTY A THESIS Presented as Partial Fulfillment of the Requirements to Obtain the Sarjana Pendidikan Degree in English Language Education
0
0
92
A THESIS Presented as Partial Fulfillment of the Requirements to Obtain the Sarjana Pendidikan Degree in English Language Education
0
0
88
THE INFLUENCE OF THE SEVEN PRINCIPLES OF BUSHIDO ON TOTTO-CHAN’S PERSONALITY, IN TETSUKO KUROYANAGI’S TOTTO-CHAN: THE LITTLE GIRL AT THE WINDOW A THESIS Presented as Partial Fulfillment of the Requirements to Obtain the Sarjana Pendidikan Degree in Englis
0
0
86
Presented as Partial of the Requirements to Obtain the Sarjana Teknik Degree In Informatics Engineering
0
0
108
A SARJANA PENDIDIKAN THESIS Presented as Partial Fulfillment of the Requirements to Obtain the Sarjana Pendidikan Degree in English Language Education
0
0
88
A SARJANA PENDIDIKAN THESIS Presented as Partial Fulfillment of the Requirements to Obtain the Sarjana Pendidikan Degree in English Language Education
0
0
300
STUDENTS’ PERCEPTIONS ON THE USE OF RECORDED PERFORMANCE TO DO SELF-REFLECTION IN MICROTEACHING CLASS A THESIS Presented as Partial Fulfillment of the Requirements to Obtain the Sarjana Pendidikan Degree in English Language Education
0
0
118
IN MICROTEACHING CLASS A THESIS Presented as Partial Fulfillment of the Requirements to Obtain the Sarjana Pendidikan Degree in English Language Education
0
0
109
A DISCOURSE ANALYSIS ON WATCH ADVERTISEMENTS IN MAGAZINES A THESIS Presented as Partial Fulfillment of the Requirements to Obtain the Sarjana Pendidikan Degree in English Language Education
0
0
138
A SARJANA PENDIDIKAN THESIS Presented as Partial Fulfillment of the Requirements to Obtain the Sarjana Pendidikan Degree in English Language Education
0
0
226
A SARJANA PENDIDIKAN THESIS Presented as Partial Fulfillment of Requirements to Obtain the Sarjana Pendidikan Degree in English language Education
0
0
85
Show more