Implementasi program penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat di Sekolah Dasar se-Kecamatan Godean Kabupaten Sleman - USD Repository

Gratis

0
0
192
3 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI IMPLEMENTASI PROGRAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS MASYARAKAT DI SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN GODEAN KABUPATEN SLEMAN SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Ani Galih Pratiwi NIM: 151134044 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI IMPLEMENTASI PROGRAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS MASYARAKAT DI SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN GODEAN KABUPATEN SLEMAN SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Ani Galih Pratiwi NIM: 151134044 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Dengan mengucap syukur Alhamdulillah, Peneliti persembahkan karya tulis ini kepada: 1. Allah SWT yang telah memberikan kesehatan, kemudahan, kelancaran, dan semangat spiritual dalam mengerjakan skripsi ini. 2. Kedua orang tua yang sangat saya cintai “Bapak Sri Widodo dan Ibu Haniah” yang telah memberikan kasih sayang dan cinta kasihnya dengan penuh ketabahan dan kesabaran, serta selalu memberikan semangat dan dukungan berupa material maupun spiritual. 3. Adikku Intan Berliana dan Adik Sepupuku Jelita Dinda Paulina yang selalu memberikan dukungan dan semangat dalam membuat karya tulis ini. 4. Dosen pembimbing Bu Ika dan Bu Kintan yang telah sabar dan tekun dalam membimbing saya dalam menyelesaikan karya tulis ini. 5. Teman-teman kelompok payung. 6. Sahabat dan teman-teman yang selalu memberikan semangat dalam susah maupun senang. 7. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO “Tidak ada orang sukses yang bermalas-malasan, sebab keberhasilan hanya ada di tangan orang-orang yang menjalani hidup dengan penuh kesungguhan”. (Ani Galih Pratiwi) “Sopo sing temen bakal Tinemu”. (Falsafah Jawa) “Jangan biarkan hari kemarin merenggut banyak hal hari ini”. (Will Rogers) “Jangan menunggu. Takkan pernah ada waktu yang tepat”. (Napoleon Hill) “Agar sukses, kemauanmu untuk berhasil harus lebih besar dari ketakutanmu akan kegagalan”. (Bill Cosby) v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 12 Februari 2019 Peneliti Ani Galih Pratiwi vi

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Ani Galih Pratiwi Nomor Mahasiswa : 151134044 Demi mengembangkan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya berjudul: IMPLEMENTASI PROGRAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS MASYARAKAT DI SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN GODEAN KABUPATEN SLEMAN beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya maupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai peneliti. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 12 Februari 2019 Yang menyatakan Ani Galih Pratiwi vii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK IMPLEMENTASI PROGRAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS MASYARAKAT DI SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN GODEAN KABUPATEN SLEMAN Ani Galih Pratiwi Universitas Sanata Dharma 2019 Latar belakang penelitian ini adalah lemahnya karakter anak bangsa sehingga dirancanglah program penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat, kelas, dan budaya sekolah oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di sekolah dasar se-Kecamatan Godean Kabupaten Sleman, 2) mendeskripsikan upaya implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di sekolah dasar se-Kecamatan Godean Kebupaten Sleman. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah guru kelas I sampai dengan VI Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman yang berjumlah 132 guru. Sampel dalam penelitian ini adalah 97 guru yang ditetapkan melalui tabel Krejcie dan Morgan dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner yang terdiri dari pertanyaan tertutup dan pertanyaan terbuka. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Sekolah dasar se-Kecamatan Godean sudah mengimplementasikan program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat. Berdasarkan pada instrumen checklist Implementasi yang tertinggi terjadi pada kerjasama sekolah dengan orang tua siswa atau paguyuban orang tua siswa sebesar 90% responden, sedangkan implementasi yang terendah terjadi pada kerjasama sekolah dengan masyarakat sipil pegiat pendidikan sebesar 28% responden, 2) Upaya yang dilakukan sekolah dasar se-Kecamatan Godean dalam mengimplementasikan program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat masih ditemukan beberapa aspek yang belum dilaksanakan secara maksimal. Berdasarkan pada data, upaya sekolah dalam mengimplementasikan program PPK berbasis masyarakat antara lain kerjasama dengan orangtua siswa membentuk paguyuban wali murid, komunitas keagamaan, pengelola kebudayaan, lembaga pemerintah seperti kepolisian dan puskesmas, masyarakat sipil pegiat pendidikan, dengan lembaga bisnis dan perusahaan, dan lembaga penyiaran media. Kata Kunci: Implementasi, PPK Berbasis Masyarakat, Kecamatan Godean viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT IMPLEMENTING COMMUNITY-BASED CHARACTER EDUCATION SUPPORT PROGRAM IN ELEMENTARY SCHOOLS OF GODEAN DISTRICT, SLEMAN REGENCY Ani Galih Pratiwi Sanata Dharma University 2019 The conduct of the study is encouraged by the fact that the character education in the national level has been weak. Therefore, in order to strengthen the character education a community-based, school-based and school culture-based character education support program should be designed by government. With regards to the premise, the study aims at: 1) identifying the implementation of Community-Based Character Education Support Program in elementary schools of Godean District, Sleman Regency; and 2) describing the efforts of implementing the Community-Based Character Education Support Program in elementary schools of Godean District, Sleman Regency. The nature of the study is descriptive quantitative research using survey method. When the study was conducted, the population was 132 teachers from Grade I until Grade VI of elementary schools throughout Godean District, Sleman Regency. Then, 97 teachers were selected as the sample by means of Krejcie and Morgan table with simple random sampling technique. The data were gathered by means of questionnaire distribution and the questionnaire itself consisted of open-ended and closed-ended questions. After the data had been gathered, the data were analysed by means of descriptive analysis. The results of the study show two main findings. First, all elementary schools in Godean District, Sleman Regency, have implemented the Community-Based Character Education Support Program. Based on the checklist instrument, the highest implementation is found in the cooperation between the schools and the parents and also in the cooperation between the schools and the school committee (as having been stated by 90.00% of the respondents). On the contrary, the lowest implementation is found in the cooperation between the schools and educational activists (as having been stated by 28.00% of the respondents). Second, within the implementation of Community-Based Character Education Support Program throughout the elementary schools in Godean District, Sleman Regency, there are several aspects that have not been maximally performed. Based on the data that have been gathered, the efforts of the schools in implementing the CommunityBased Character Education Support Program are reflected in the cooperation between the schools and the parents through the establishment of school committee, the cooperation between the schools and the religion communities, the cooperation between the schools and cultural institution caretakers, the cooperation between the schools and the state institutions such as police departments and public health centres, the cooperation between the schools and the educational activists, the cooperation between the schools and the business institutions and the companies and also the cooperation between the schools and the broadcast media. Keyword : Implementation, Community-Based Character Education Support Program, Godean District ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur peneliti panjatkan kepada hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta karunia-Nya yang tak terhingga sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat di Sekolah Dasar Se-Kecamatan Godean Kabupaten Sleman” dengan lancar. Adapun skripsi ini ditulis guna memenuhi sebagian persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar (S.Pd.) di Universitas Sanata Dharma. Peneliti menyadari bahwa tanpa ada bantuan, bimbingan, arahan dan dukungan dari berbagai pihak, skripsi ini tidak dapat disusun, maka dari itu dalam kesempatan kali ini peneliti menyampaikan terima kasih kepada: 1. Bapak Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univeristas Sanata Dharma yang telah memberikan izin penelitian. 2. Ibu Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd. Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 3. Ibu Kintan Limiansih, S.Pd., M.Pd. Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 4. Ibu Maria Melani Ika Susanti, S.Pd., M.Pd. Dosen Pembimbing I yang dengan penuh kesabaran dan meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan, memberikan dorongan, nasihat, dan memberikan motivasi dalam penelitian skripsi ini. 5. Ibu Kintan Limiansih, S.Pd., M.Pd. Dosen Pembimbing II yang dengan penuh kesabaran telah meluangkan waktu untuk membimbing dan memberi saran dalam penelitian skripsi ini. x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. Bapak Odo Hadinata, M.Pd. Selaku Tim Pengembangan Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk masukan yang diberikan selama penyusunan skripsi. 7. Bapak dan Ibu validator instrumen penelitian di Daerah Istimewa Yogyakarta. 8. Kepala Sekolah dan guru SD Negeri kelas 1 sampai dengan 6 se- Kecamatan Godean, yang telah memberikan izin dan berpartisipasi dalam penelitian ini. 9. Kedua orangtua saya Bapak Sri Widodo dan Ibu Haniah serta bulek, paklek, bude dan pakde yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu yang telah memberikan banyak dukungan baik materi maupun moril berupa doa, kasih sayang, semangat dan perhatian untuk mendorong saya dalam penelitian ini. 10. Adik-adik yang luar biasa Intan Berliana dan Jelita Dinda Paulina serta kakak sepupu saya Dewi Novitasari serta Keluarga peneliti yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu yang selalu mendoakan, memberikan motivasi dan kasih sayang tak terhingga sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini. 11. Bapak Drs. YB. Adimassana, M.A. selaku Dosen Pembimbing Akademik (DPA) dan dosen-dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang telah membimbing dan mengajarkan beberapa matakuliah yang sangat membantu saya dalam menyusunan skripsi ini. 12. Rekan-rekan payung kecil saya Dwita Safitri dan Richardo Wahyu Tharindra yang terus saling menguatkan, memberi motivasi dan saling membantu dalam menyelesaikan penelitian ini. 13. Teman-teman satu bimbingan skripsi yang menjadi teman diskusi dan berbagi informasi dalam menyelesaikan penelitian ini. xi

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14. Teman-teman terbaikku Anis, Vivi, Uul, Tata, Sasa, Agatha, Rana, Anggun, Yosie yang selalu mendukung dengan kritik dan saran, memberikan perhatian, dan doa dalam penyusunan skripsi ini. 15. Teman-teman satu angkatan Pendidikan Guru Sekolah Dasar angkatan 2015 yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu yang telah memberikan pengalaman di masa perkuliahan saya. 16. Seluruh teman-teman Mitra Perpustakaan Universitas Sanata Dharma yang selalu berbagi informasi dan pengalamannya dalam penyusunan skripsi. 17. Teman-teman Kelatnas Perisai diri Yogyakarta. 18. Semua pihak yang telah membantu dan mendukung dalam penyusunan skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Yogyakarta, 12 Februari 2019 Peneliti Ani Galih Pratiwi xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL…………………………………………………….. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING……………………….. ii HALAMAN PENGESAHAN…………………………………………... iii HALAMAN PERSEMBAHAN………………………………………… iv HALAMAN MOTTO…………………………………………………… v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA………………………………… vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS……………………. vii ABSTRAK……………………………………………………………….. viii ABSTRACT………………………………………………………………. ix KATA PENGANTAR…………………………………………………... x DAFTAR ISI…………………………………………………………….. xiii DAFTAR TABEL……………………………………………………...... xv DAFTAR GAMBAR……………………………………………………. xvi DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………….. xvii BAB I PENDAHULUAN……………………………………………….. 1 A. Latar Belakang Masalah………………………………………….. 1 B. Identifikasi Masalah………………………………………………. 9 C. Batasan Penelitian………………………………………………… 9 D. Rumusan Masalah………………………………………………… 10 E. Tujuan Penelitian…………………………………………………. 10 F. Manfaat Penelitian………………………………………………... 10 G. Definisi Operasional……………………………………………… 11 BAB II LANDASAN TEORI…………………………………………… 14 A. Kajian Pustaka……………………………………………………. 14 1. Karakter………………………………………………………. 14 2. Pendidikan…………………………………………………….. 15 3. Pendidikan Karakter…………………………………………... 17 4. Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)……………... 19 5. Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis Masyarakat……………………………………………………. 21 6. Nilai Karakter…………………………………………………. 24 7. Prinsip-Prinsip Pengembangan dan Implementasi PPK……… 29 B. Hasil Penelitian yang Relevan……………………………………. 32 C. Kerangka Berpikir………………………………………………… 39 D. Hipotesis Penelitian………………………………………………. 41 BAB III METODE PENELITIAN……………………………………... 43 A. Jenis Penelitian……………………………………………………. 43 B. Waktu dan Tempat Penelitian…………………………………….. 44 1. Waktu Penelitian……………………………………………… 44 2. Tempat Penelitian…………………………………………….. 45 C. Populasi dan Sampel……………………………………………… 47 1. Populasi……………………………………………………….. 47 2. Sampel………………………………………………………… 48 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D. Variabel Penelitian………………………………………………... E. Teknik Pengumpulan Data………………………………………... 1. Kuesioner……………………………………………………... 2. Wawancara……………………………………………………. 3. Studi Dokumenter…………………………………………….. F. Instrumen Penelitian……………………………………………… G. Teknik Pengujian Instrumen……………………………………… H. Teknik Analisis Data……………………………………………… BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN………………. A. Hasil Penelitian…………………………………………………… 1. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian…………………………….. 2. Deskripsi Responden Penelitian……………………………… 3. Deskripsi Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis Masyarakat di Sekolah Dasar se-Kecamatan Godean………………………………………………………… B. Pembahasan……………………………………………………….. BAB V PENUTUP……………………………………………………….. A. Kesimpulan………………………………………………………... B. Keterbatasan Penelitian…………………………………………… C. Saran………………………………………………………………. DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………. LAMPIRAN……………………………………………………………… xiv 53 53 53 54 55 56 63 71 74 74 74 76 77 98 105 105 106 106 108 112

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Tabel 3.1 Tabel 3.2 Tabel 3.3 Tabel 3.4 Tabel 3.5 Tabel 3.6 Tabel 3.7 Tabel 3.8 Tabel 3.9 Tabel 3.10 Tabel 3.11 Tabel 3.12 Tabel 3.13 Tabel 3.14 Tabel 4.1 Tabel 4.2 Tabel 4.3 Nilai dan Deskripsi nilai Pendidikan Karakter Nasional……... Jadwal Penelitian……………………………………………... Daftar Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Godean………… Populasi Penelitian……………………………………………. Krejcie dan Morgan…………………………………………... Sampel Penelitian dan Populasi Tiap Sekolah………………... Kisi-kisi Pertanyaan soal Checklist Instrumen Penelitian……. Kisi-Kisi Pertanyaan Soal Essai Instrumen Penelitian……….. Pedoman Wawancara…………………………………………. Daftar Cek Dokumentasi……………………………………... Konversi Nilai Skala Lima…………………………………… Modifikasi Nilai Skala Lima..……………….……………….. Kriteria Skor Skala Lima..……………………………………. Rekapitulasi Validitas Instrumen……………………………... Hasil Validasi Muka………………………………………….. Daftar SD yang diteliti………………………………………... Instrumen Soal Checklist………………………………………….. Instrumen Soal Essai………………………………………….. xv 28 44 46 47 49 50 58 59 61 62 65 65 67 68 69 75 78 88

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Gambar 2.2 Gambar 2.3 Gambar 4.1 Gambar 4.2 Gambar 4.3 Gambar 4.4 Gambar 4.5 Gambar 4.6 Gambar 4.7 Gambar 4.8 Gambar 4.9 Keterpaduan Olah Hati, Olah Pikir, Olah Raga, dan Olah Rasa/Karsa……………………………………………………….... Kegiatan Wajib Kunjungan Museum ke Museum Bahari…………. Bagan Literature Map Penelitian yang Relevan…………………… Persentase Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat di Satuan Pendidikan Sekolah Dasar SeKecamatan Godean………………………………………………... Persentase Implementasi Program PPK berbasis Masyarakat Aitem soal 1……………………………………………………………… Persentase Implementasi Program PPK berbasis Masyarakat Aitem soal 2………………………………………………………………. Persentase Implementasi Program PPK berbasis Masyarakat Aitem soal 3………………………………………………………………. Persentase Implementasi Program PPK berbasis Masyarakat Aitem soal 4………………………………………………………………. Persentase Implementasi Program PPK berbasis Masyarakat Aitem soal 5………………………………………………………………. Persentase Implementasi Program PPK berbasis Masyarakat Aitem soal 6………………………………………………………………. Persentase Implementasi Program PPK berbasis Masyarakat Aitem soal 7………………………………………………………………. Persentase Implementasi Program PPK berbasis Masyarakat Aitem soal 8………………………………………………………………. xvi 20 23 38 79 80 81 82 82 83 84 85 86

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Lampiran 2. Lampiran 3. Lampiran 4. Lampiran 5. Lampiran 6. Lampiran 7. Lampiran 8. Lampiran 9. Lampiran 10. Lampiran 11. Lampiran 12. Lampiran 13. Lampiran 14. Lampiran 15. Lampiran 16. Lampiran 17. Lampiran 18. Surat Izin Penelitian dari Universitas Sanata Dharma……….. Surat Rekomendasi Izin Penelitian dari Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik………………………………………….. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian dari UPTD Kecamatan Godean………………………………………..... Surat Keterangan Sudah Mengumpulkan Hasil Penelitian kepada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik………………... Rangkuman Data SD Negeri di Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman…………………………………..……… Coding Data 20 Sekolah Dasar Negeri……………..……….. Rekap Data Implementasi Instrumen Checklist……………… Rekap Data Implementasi Instrumen Essai…………………. Kisi-kisi Instrumen Soal Checklist…………………………. Kisi-kisi Instrumen Soal Essai…………………………........ Identitas Responden dan Surat Pengantar Instrumen…..…… Soal Checklist dan Essai…………………………………..... Permohonan Izin Validasi Ahli……………………………... Data Mentah 10 Validasi Ahli…………………………..…... Hasil Rekap Validasi Instrumen Soal………………..……... Hasil Validasi Instrumen Soal Checklist dan Essai………… Daftar Cek Dokumentasi Data……………………………… Rekap Hasil Wawancara……………………………………. xvii 113 114 115 116 117 118 120 123 127 128 129 131 135 136 166 168 170 171

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab I memberikan gambaran kepada pembaca mengenai landasan penelitian ini. Pada bab ini membahas mengenai latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional. A. Latar Belakang Masalah Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan salah satu dari misi berdirinya Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Usaha untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut telah tercantum dalam Undang-Undang Nasional Sistem Pendidikan No. 20 tahun 2003 yang berbunyi “Pendidikan Nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab”. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui sekolah-sekolah formal, informal maupun sekolah non-formal (Kurniawan, 2013: 103-104). Secara hakikat, pendidikan adalah proses pembentukan manusia muda menjadi insan yang berkembang secara utuh meliputi olah pikir, olah rasa, olah jiwa, dan olah raga melalui proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan dilaksanakan dalam suasana keterbukaan, kebebasan dan menyenangkan. Pengembangan pendidikan bukan hanya mengembangkan pengetahuan dan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja, tetapi perlu memfasilitasi peserta didik untuk semakin memahami jati dirinya 1

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 sebagai manusia yang memiliki dimensi individual dan sosial, memiliki akal budi, kehendak bebas dan hati nurani (Samho, 2013: 14), sehingga pendidikan merupakan salah satu wadah yang mampu mencerdaskan kehidupan bangsa. Dimana pendidikan mampu memanusiakan manusia (Prayitno, 2009: 24). Rendahnya mutu pendidikan di tanah air ini cenderung dibesarbesarkan dan kurang didalami faktor-faktor yang melatarbelakanginya (Prayitno, 2009: 1). Masalah-masalah pendidikan tersebut hanya diangkat kepermukaan tetapi tidak diidentifikasi secara mendalam sehingga mutu pendidikan akan terus mengalami penurunan. Sistem pendidikan yang lebih menekankan aspek intelektualitas, tetapi kurang memperhatikan aspek pembentukan karakter pribadi, pendidikan nilai, dan kepekaan serta tanggung jawab sosial. Akibatnya para lulusan hanya memiliki keunggulan di bidang akademis, tetapi miskin karakter, buta nurani, tidak memiliki kepedulian terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekitar (Samho, 2013: 13). Pendidikan karakter merupakan sebuah bentuk kegiatan maupun aktivitas manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik untuk mencapai perilaku dan sikap yang sesuai di masyarakat diperuntukkan bagi generasi selanjutnya. Peran keluarga sebagai pendidik karakter akan digantikan oleh peran guru dimana anak tersebut melaksanakan pendidikan. Kohlberg (dalam Adisusilo, 2011: 1), menyatakan perkembangan kognitif seseorang yang dibentuk oleh orangtua atau keluarga. Hal tersebut sangat berhubungan dengan tingkat inteligensi, pengetahuan tentang moral, kecenderungan harapan akan kondisi moral yang lebih tinggi dan kecakapan seseorang dalam memahami nilai-nilai kehidupan.

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 Salah satu butir di dalam Nawacita menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo akan melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional (Soleman dan Noer, 2017: 1964). Nawacita merupakan sembilan program prioritas Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang disampaikan saat Pilpres 2014, sehingga Presiden Joko Widodo menyadari akan pentingnya dan urgensi dari Pendidikan Karakter di Indonesia. Pendidikan karakter adalah pendidikan yang membantu peserta didik memperoleh pengetahuan yang benar dan lengkap mengenai karakter; mengenai peran karakter dalam hidup pribadi, bersama oranglain, dalam komunitas, masyarakat, bangsa dan negara; dan mendapatkan kecakapan, kemampuan, kompetensi dan profesionalitas untuk melaksanakan dalam bidang tertentu untuk dilaksanakan dalam hidup nyata (Mangunhardjana, 2016: 19-20). Karakter merupakan hal yang sangat penting dan mendasar. Manusia tanpa karakter adalah manusia yang sudah membinatang. Penguatan pendidikan karakter dalam konteks sekarang menjadi sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang terjadi di negara kita. Bangsa kita belakangan ini menunjukkan gejala kemerosotan moral yang amat sangat parah, mulai dari kasus narkoba, kasus korupsi, ketidakadilan hukum, pergaulan bebas dikalangan remaja, pelajar bahkan mahasiswa, maraknya kekerasan, kerusuhan, tindakan anarkis, dan sebagainya, mengindikasi adanya pergeseran kearah ketidakpastian jati diri dan karakter bangsa (Kurniawan, 2013: 9-10). Pendidikan karakter telah menjadi program nasional dalam rangka untuk menjawab tantangan terhadap merosotnya moral dan perilaku

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 masyarakat Indonesia saat ini yang menyebabkan suburnya penyimpangan norma hukum, norma sosial hingga norma budaya. Semua ini merupakan cermin terjangkitnya penyakit sosial yang tengah melanda bangsa Indonesia sehingga menyebabkan bangsa Indonesia kehilangan karakter bangsa yang bersendikan nilai-nilai Pancasila serta Bhineka Tunggal Ika (Soetanto, dkk, 2013: 1-2). Kemerosotan nilai-nilai karakter bangsa ini dapat terlihat dalam salah satu berita yang termuat dalam Tempo.com pada Kamis, 14 September 2017 yang memberitakan bahwa seorang siswa sekolah dasar kelas 6 di Kendari tewas setelah mengonsumsi obat yang diduga narkoba. Hampir 50 orang yang mengonsumsi obat diduga narkoba mengalami kejang-kejang dan halusinasi setelah mengonsumsi obat tersebut. Dalam berita online Sindonews.com pada Rabu, 15 November 2017 yang memberitakan bahwa Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebut pengguna narkoba di Indonesia mencapai 5,1 juta orang, dan itu terbesar di Asia. Dari jumlah itu, 40 persen diantaranya berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Mereka umumnya pelajar SD hingga perguruan tinggi. Dari berbagai kejadian dan fenomena yang terjadi, masyarakat hendaknya juga mengambil bagian penting dalam proses pendidikan karakter. Pendidikan nasional harus ditata kembali atau ditransformasi sedemikian rupa (Hendarman, dkk, 2017: 3). Penataan kembali atau transformasi pendidikan nasional tersebut dapat dimulai dengan menempatkan kembali karakter sebagai ruh atau dimensi terdalam pendidikan nasional berdampingan dengan intelektualitas yang tercemin dalam kompetensi, maka

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 dibentuklah Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dengan tiga pendekatan utama yaitu berbasis kelas, berbasis budaya sekolah dan berbasis masyarakat (Hendarman, dkk, 2017: 4). Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 menyebutkan bahwa pendidikan karakter menjadi sebuah pembelajaran yang wajib diinternalisasikan sejak dini di semua jenjang pendidikan termasuk dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Pembentukan pendidikan karakter selain dibebankan pada sekolah atau perguruan tinggi. Keluarga dan masyarakat seharusnya juga punya tugas dan tanggungjawab yang sama dalam penguatan pendidikan karakter (Kurniawan, 2013: 12). Permendikbud Nomor 20 pasal 1 tahun 2018 tentang penguatan pendidikan karakter pada satuan pendidikan formal menyebutkan bahwa Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerjasama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Maka dari itu, pendidikan karakter harus terarah dan terencana, baik di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan di lingkungan masyarakat (Kurniawan, 2013: 13). Dalam Perpres No. 87 Tahun 2017 mengatur tentang adanya penguatan pendidikan karakter. Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di Satuan Pendidikan mencangkup tiga basis yaitu berbasis kelas, budaya sekolah, dan masyarakat. PPK berbasis kelas merupakan sebuah program yang menyisipkan muatan karakter pada setiap pembelajaran di kelas misalnya melalui integrasi pada kurikulum, manajemen kelas, metode pembelajaran, dan sebagainya.

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 PPK berbasis budaya sekolah merupakan sebuah kegiatan untuk menciptakan iklim dan lingkungan sekolah yang mendukung praksis PPK antara lain dalam mengatasi ruang-ruang kelas dan melibatkan seluruh sistem, struktur, dan pelaku pendidikan dalam menumbuhkan serta mengembangkan budaya karakter di satuan pendidikan, sedangkan PPK berbasis masyarakat merupakan sebuah kegiatan yang mengajak dan melibatkan masyarakat sekitar untuk ikut mengembangkan serta berkolaborasi dalam pendidikan (Hendarman, dkk, 2017: 27-35). PPK berbasis masyarakat akan menjadi fokus dalam penelitian ini. Satuan pendidikan diharapkan merancang dan mengimplementasikan Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis masyarakat untuk mencapai tujuan dari Program PPK. Implementasi program penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat merupakan sebuah program sekolah di satuan pendidikan yang berkolaborasi dan bekerjasama dengan masyarakat, dunia usaha dan dunia industri (DU/DI), komunitas dan lembaga pemerintahan lain dalam upaya mencapai visi dan misinya. Melalui pelibatan masyarakat diharapkan peserta didik dapat belajar banyak hal yang tidak diajarkan secara langsung dalam pelajaran di sekolah. Kerjasama tersebut antara lain pengadaan penyuluhan dari dinas atau lembaga terkait, kunjungan ke cagar budaya dan museum, melihat budaya atau seniman yang ada di sekitar mereka. Semua hal tersebut dapat menumbuhkan dan memperkuat karakter anak bangsa, sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki karakter kuat berdampingan dengan kompetensi yang dicapai dengan optimal, yang tumbuh dalam pendidikan yang menyenangkan dan lingkungan yang menerapkan nilai-nilai

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 kehidupan yang baik dalam seluruh sendi kehidupan berbangsa dan bernegara (Hendarman, dkk, 2017: 41). Lickona (2014: 513), keberhasilan jangka panjang pendidikan karakter bergantung pada kekuatan-kekuatan di luar sekolah, pada seberapa besar keluarga dan masyarakat bergabung dengan sekolah dalam upaya bersama untuk memenuhi kebutuhan anak-anak dan mendukung perkembangan kesehatan mereka. Masyarakat ikut andil dalam membangun karakter anakanak, penting bagi sekolah yang sedang melaksanakan pendidikan nilai untuk melibatkan tidak hanya orang tua. Keterlibatan masyarakat secara luas sangat membantu, keterlibatan tersebut membantu mengidentifikasi dan mendapatkan dukungan untuk nilai-nilai yang harus diajarkan, keterlibatan tersebut membuka jalan bagi terbentuknya keahlian etis yang berharga di dalam masyarakat, dan keterlibatan tersebut menginformasikan kepada publik dan menciptakan publisitas positif atas berbagai upaya yang dilakukan sekolah dalam bidang ini (Lickona, 2014: 514). Kekuatan karakter yang dibentuk dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan perguruan tinggi akan semakin baik jika ada dukungan dan dorongan dari lingkungan masyarakat sekitar. Masyarakat sebagai lingkungan pendidikan yang lebih luas turut berperan dalam terselenggaranya proses pendidikan karakter. Satuan pendidikan dapat bekerjasama dengan masyarakat sekitar untuk mencapai 5 kristalisasi nilai karakter, misalnya mengadakan sosialisasi mengenai bahaya narkoba dari Kepolisian sehingga peserta didik mengetahui bahaya dari narkoba. Berpijak dari tanggungjawab tersebut, lingkungan masyarakat yang baik dapat melahirkan berbagai kegiatan masyarakat yang

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 mendukung tumbuh kembangnya karakter. Di Indonesia dikenal adanya konsep pendidikan berbasis masyarakat sebagai upaya untuk memberdayakan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan (Kurniawan, 2013: 193). Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat mampu memberikan bekal karakter yang bermanfaat bagi peserta didik saat ini dan untuk masa depan dari peserta didik. Program PPK sangat penting untuk peserta didik dikarenakan dengan adanya program PPK peserta didik mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan sekolah dan di lingkungan masyarakat, menghargai perbedaan antara sesama teman di sekolah, mencintai kejujuran dan percaya diri saat adanya tes evaluasi, dan melatih peserta didik menjadi peserta didik yang memiliki daya juang, kreatifitas, keberanian serta menjadi pembelajar sepanjang hayat. Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik untuk membuat penelitian mengenai program penguatan pendidikan karakter di sekolah dasar dengan mengambil sebuah judul “Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat di Sekolah Dasar se-Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman.” Penelitian ini membahas mengenai kerjasama sekolah dasar dengan masyarakat di luar lingkungan sekolah dan tidak membahas mengenai prinsip-prinsip pengembangan dan implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), karena penelitian ini meneliti ada atau tidaknya dan bagaimana implementasi dari Program PPK berbasis masyarakat. Penelitian ini mengambil lokasi penelitian di Kecamatan Godean. Kecamatan Godean berada di sekitar 10 km sebelah barat daya dari ibukota Kabupaten Sleman dan berbatasan dengan Kecamatan minggir, Kecamatan Mlati,

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 Kecamatan Seyegan, Kecamatan Gamping, dan Kecamatan Moyudan. Peneliti mengambil lokasi di Kecamatan Godean dikarenakan belum ada penelitian mengenai implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di Kecamatan Godean. B. Identifikasi Masalah Penelitian ini mengungkapkan beberapa masalah yang mendasari penelitian ini yaitu sebagai berikut. 1. Karakter anak generasi sekarang mengalami tingkat penurunan yang cukup memprihatinkan berdasarkan banyaknya anak-anak yang sudah terjerat kasus kriminalitas. 2. Sistem pendidikan Indonesia yang masih mengutamakan akademis. C. Batasan Penelitian Agar penelitian lebih terarah dan tidak terlalu luas maka masalah yang diteliti akan dibatasi sebagai berikut. 1. Subjek penelitian ini adalah guru kelas 1 sampai dengan 6 di satuan pendidikan Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Godean Kabupaten Sleman. 2. Penelitian ini tidak terlepas dari kendala yaitu keterbatasan tenaga dan waktu, maka dari itu peneliti membatasi sampel. Peneliti membatasi sampel menggunakan teknik simple random sampling. 3. Fokus penelitian pada Program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis Masyarakat di Satuan Pendidikan Sekolah Dasar Negeri.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 D. Rumusan Masalah Latar belakang masalah dan batasan penelitian yang dikemukakan melandasi rumusan masalah dalam penelitian ini. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Apakah Program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis Masyarakat di sekolah dasar se-Kecamatan Godean Kabupaten Sleman sudah terimplementasi? 2. Bagaimana upaya implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis Masyarakat di sekolah dasar se-Kecamatan Godean Kabupaten Sleman? E. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Mengetahui implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di sekolah dasar se-Kecamatan Godean Kabupaten Sleman. 2. Mendeskripsikan upaya implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di sekolah dasar se-Kecamatan Godean Kebupaten Sleman. F. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian program penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat di sekolah dasar adalah sebagai berikut.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 1. Bagi Sekolah Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan dan dapat membantu sekolah dalam meningkatkan implementasi program penguatan pendidikan karakter di sekolah, sehingga anak memiliki karakter sesuai yang dicita-citakan. 2. Bagi Guru Hasil penelitian ini dapat membantu guru dalam menyusun rencana kegiatan dalam program penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat, sehingga terbentuknya program-program yang dapat menunjang terlaksananya penguatan pendidikan karakter. 3. Bagi Peneliti Hasil penelitian ini merupakan sarana menambah pengalaman dan informasi peneliti mengenai program penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat. Peneliti pula dapat belajar dan mengembangkan pengetahuan mengenai PPK dalam proses penelitian. G. Definisi Operasional Definisi operasional berisi tentang istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian ini. Definisi operasional yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: 1. Karakter Karakter merupakan sebuah watak yang dimiliki secara alamiah oleh seorang individu tanpa dapat terintervensi manusiawi tetapi dapat diarahkan dan dapat berkembang melalui bimbingan dan pengarahan yang

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 benar dimana karakter merupakan sebuah proses yang membentuk nilai kebaikan itu sendiri. 2. Pendidikan Karakter Pendidikan karakter merupakan suatu tindakan yang dilakukan manusia dengan tujuan membimbing dan mengarahkan untuk mencapai manusia yang bermoral, berbudi pekerti, dan memiliki perilaku serta sikap yang menjadi kebiasaan yang baik sehingga mampu membangkitkan penghayatan tentang nilai-nilai (etos) dan bahkan sampai pada pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari. 3. Program Penguatan Pendidikan Karakter Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan program lanjutan dari Rencana Aksi Nasional (RAN) Pendidikan Karakter yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional pada tahun 2017 dengan lima (5) kristalisasi nilai karakter. 4. PPK berbasis Masyarakat Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis Masyarakat merupakan kerjasama yang dilakukan oleh pihak sekolah dengan pegiat seni dan budaya, tokoh masyarakat, dunia usaha, komite sekolah, orangtua, LSM, dan dunia industri untuk mencapai 5 kristalisasi nilai karakter. 5. Sekolah Dasar Sekolah dasar merupakan jenjang paling dasar pada pendidikan formal yang ditempuh dalam waktu 6 tahun.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 6. Kecamatan Godean Kecamatan Godean merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia yang berbatasan dengan Kecamatan Minggir di sebelah Barat, Kecamatan Mlati dan Seyegan di sebelah Utara, Kecamatan Gamping di sebelah Timur dan Kecamatan Moyudan di sebelah Selatan. Luas wilayah godean sebesar 26,84 km2 .

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Bab ini membahas tiga bagian pendahuluan dari penelitian ini, yaitu teori yang mendukung, hasil penelitian yang relevan, kerangka berpikir dan hipotesis penelitian. Bagian-bagian tersebut akan dijabarkan sebagai berikut. A. Kajian Pustaka 1. Karakter Karakter adalah sesuatu yang tidak dapat dikuasai oleh intervensi manusiawi, seperti ganasnya laut dengan gelombang pasang dan angin yang menyertainya. Oleh karena itu, manusia yang berhadapan dengan manusia yang memiliki karakter tidak dapat ikut campur tangan terhadap pemilik karakter tersebut (Maksudin, 2013: 1). Rutland (dalam Hidayatullah, 2010: 12), mengemukakan bahwa karakter berasal dari akar kata Bahasa latin yang berarti “pahat”. Karakter, gabungan dari kebajikan dan nilai-nilai yang dipahat di dalam batu hidup tersebut, akan menyatakan nilai yang sebenarnya. Secara harfiah karakter artinya kualitas mental atau moral nama atau reputasi, sedangkan kamus lengkap Bahasa Indonesia, karakter adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain, tabiat, watak. Karakter merupakan salah satu dari lingkup pendidikan yang memiliki nilai operatif yaitu nilai dalam tindakan. Manusia berproses dalam karakternya, seiring suatu nilai menjadi suatu kebaikan, suatu disposisi batin 14

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 yang dapat diandalkan untuk menanggapi situasi dengan cara yang menurut moral itu baik. Karakter tersebut memliki tiga bagian yang saling berhubungan: pengetahuan moral, perasaan moral, dan perilaku moral. Karakter yang baik terdiri dari mengetahui hal yang baik, menginginkan hal yang baik, dan melakukan hal yang baik yang meliputi kebiasaan dalam cara berpikir, kebiasaan dalam hati dan kebiasaan dalam tindakan. (Lickona, 2012: 81-82) Pendapat para ahli di atas mengungkapkan bahwa karakter adalah sebuah watak yang dimiliki secara alamiah oleh seorang individu tanpa dapat terintervensi manusiawi tetapi dapat diarahkan dan dapat berkembang melalui bimbingan dan pengarahan yang benar dimana karakter merupakan sebuah proses yang membentuk nilai kebaikan itu sendiri. 2. Pendidikan Definisi pendidikan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu definisi pendidikan secara luas yang mana pendidikan berlaku untuk semua orang dan dapat dilakukan oleh semua orang bahkan lingkungan, dan definisi pendidikan secara sempit yang mengkhususkan pendidikan hanya untuk anak dan hanya dilakukan di lembaga atau institusi khusus dalam rangka mengantarkan kepada masa kedewasaan. Namun dari perbedaan tersebut ada dua kesamaan yaitu untuk mencapai kebahagiaan dan nilai yang tinggi. Dengan demikian apabila definisi tersebut dikomprehensif, pendidikan adalah seluruh aktivitas atau upaya secara sadar yang dilakukan oleh pendidik kepada peserta didik terhadap semua aspek perkembangan kepribadian, baik jasmani dan rohani, secara formal, informal, dan

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 nonformal yang berjalan terus menerus untuk mencapai kebahagiaan dan nilai yang tinggi (Kurniawan, 2013: 26-27). Pendidikan merupakan sebuah fenomologi antropologis yang usianya hampir setua dengan sejarah manusia itu sendiri. Secara etmologis, kata pendidikan berasal dari dua kata kerja yang berbeda, yaitu dari kata educare dan educere. Educere dalam Bahasa Latin berarti melatih atau menjinakkan dan menyuburkan. Jadi, pendidikan merupakan sebuah proses yang menumbuhkan, mengembangkan, mendewasakan, membuat yang tidak tertata atau liar menjadi tertata, semacam proses penciptaan kultur dan tata keteraturan dalam diri maupun dalam diri orang lain (Koesoema, 2007: 52-53). Pendidikan secara umum didefinisikan sebagai sebuah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Dari definisi itu terlihat bahwa pendidikan merupakan suatu proses pembelajaran terhadap manusia secara terus menerus, agar sang manusia itu menjadi pribadi yang kamil (sempurna) lahir dan batin. Oleh sebab itu, jika pendidikan menghasilkan pribadi-pribadi yang lemah, Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), tidak bertanggungjawab, tidak bermoral, dan tidak mandiri, maka program pendidikan tersebut gagal. Kegagalan tersebut, mungkin disebabkan karena adanya kesalahan dalam

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 filosofis maupun manajemen pendidikan sehingga hasilnya tidak sesuai dengan cita-cita pendidikan itu sendiri (Soedijarto, 2008: xvii). Pendapat para ahli di atas mengungkapkan bahwa pendidikan merupakan upaya sadar dan terencana pendidik kepada peserta didik untuk menumbuhkan, mengembangkan dan mendewasakan dengan mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. 3. Pendidikan Karakter Pendidikan karakter ditentukan oleh tegaknya pilar karakter dan metode yang digunakan. Hal ini penting sebab tanpa identifikasi karakter, pendidikan karakter hanya akan menjadi sebuah petualangan tanpa peta, tiada tujuan. Selain itu, tanpa metode yang tepat, pendidikan karakter hanya akan menjadi makanan kognisi dan hanya mampu mengisi wilayah kognisi anak didik. Pendidikan karakter dinilai berhasil apabila anak telah menunjukkan habit atau kebiasaan perilaku yang baik. Perilaku berkarakter tersebut akan muncul, berkembang dan menguat pada diri anak hanya apabila anak mengetahui konsep dan ciri-ciri perilaku berkarakter, merasakan dan memiliki sikap positif terhadap konsep karakter yang baik serta terbiasa melakukannya. Oleh karena itu, pendidikan karakter harus ditanamkan melalui cara-cara yang logis, rasional dan demokratis (Arismantoro, 2008: 26-27). Pendidikan karakter sungguh-sungguh sangat diperlukan. Karena, pendidikan karakter dapat menahan kemerosotan karakter dalam hari-hari mendatang. Selain itu, pendidikan karakter juga dapat meningkatkan mutu

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 karakter generasi sekarang dan yang akan datang. Menurut filsafat manusia, hakikat manusia itu ada tiga, yaitu: (1) manusia sebagai makhluk moral, yaitu berbuat sesuai dengan norma-norma susila; (2) manusia sebagai makhluk individual; dan (3) manusia sebagai makhluk sosial. Ketiga hakikat manusia itu harus berkembang dan mendapat bimbingan dan pengarahan yang benar semenjak kecil sampai usia lanjut (Mustari, 2014: viii). Pendidikan karakter bukan sekedar mengenalkan nilai-nilai kepada siswa (logos), akan tetapi pendidikan karakter juga harus mampu menginternalisasikan nilai-nilai agar tertanam dan berfungsi sebagai muatan hati nurani sehingga mampu membangkitkan penghayatan tentang nilai-nilai (etos) dan bahkan sampai pada pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari (patos). Nilai-nilai yang telah menjadi muatan hati nurani inilah yang pada waktunya akan berfungsi sebagai penyaring dan penangkal manakala terjadi pertemuan antarnilai yang saling berbenturan. Menurut Sawali Tuhusetya, substansi (isi) materi pendidikan karakter seyogyanya berupa tema-tema strategis yang tidak hanya terapung-apung dalam bentangan slogan dan retorika belaka jika tidak diimbangi dengan tindakan nyata dan serius untuk mengimplementasikannya dalam ranah pendidikan karakter (Maksudin, 2013: 83). Pendapat para ahli di atas mengungkapkan bahwa pendidikan karakter merupakan suatu tindakan yang dilakukan manusia dengan tujuan membimbing dan mengarahkan untuk mencapai manusia yang bermoral, berbudi pekerti, dan memiliki perilaku serta sikap yang menjadi kebiasaan

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 yang baik sehingga mampu membangkitkan penghayatan tentang nilai-nilai (etos) dan bahkan sampai pada pengamalannya dalam kehidupan seharihari. 4. Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Pendidikan karakter kini semakin dibutuhkan dan mendesak untuk segera dilaksanakan pada setiap satuan pendidikan di Indonesia. Pengembangan intelektualitas, pengembangan karakter peserta didik sangatlah penting atau utama dalam sistem pendidikan nasional Indonesia. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional telah menegaskan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.” Hal tersebut juga didukung dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 mengenai Standar Nasional Pendidikan yang menyebutkan bahwa terdapat kompetensi karakter di samping intelektualitas, sehingga terbentuklah Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (Hendarman, dkk, 2017: 4). Karakter individu merupakan makna dari hasil keterpaduan dari empat bagian yaitu olah hati, olah pikir, olah rasa, dan olah raga. Adapun keterpaduan dari nilai-nilai karakter yang terkandung dalam prinsip empat olah adalah sebagai berikut (Samani dan Hariyanto, 2012: 24-25).

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 Cerdas, kritis, kreatif, inovatif, ingin tahu, berpikir terbuka, produktif, berorientasi IPTEKS, dan reflektif Olah Pikir Olah Hati Olah Raga Olah Rasa Bersih dan sehat, disiplin, sportif, tangguh, andal, berdaya tahan, bersahabat, kooperatif, determinatif, kompetitif, ceria, dan gigih Beriman dan bertaqwa, jujur, amanah, adil, bertanggung jawab, berempati, berani mengambil risiko, pantang menyerah, rela berkorban, dan berjiwa patriotik Ramah, saling menghargai, toleran, peduli, suka menolong, gotong royong, nasionalis, kosmopolit, mengutamakan kepentingan umum, bangga menggunakan Bahasa dan produk Indonesia, dinamis, kerja keras, dan beretos kerja Gambar 2. 1 Keterpaduan Olah Hati, Olah Pikir, Olah Raga, dan Olah Rasa/Karsa Gambar 2.1 merupakan penjabaran mengenai keterpaduan nilainilai karakter yang terkandung dalam empat prinsip olah yaitu olah pikir, olah raga, olah hati dan olah rasa, sehingga dalam penerapan kegiatan yang memuat karakter menimbang empat prinsip olah tersebut. Program Penguatan Pendidikan Karakter merupakan program yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional pada tahun 2017 dengan lima (5) kristalisasi nilai karakter. Program ini telah didukung oleh pemerintah daerah dan lembaga swadaya masyarakat. Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) ingin memperkuat Pembentukan Karakter siswa yang selama ini sudah dilakukan di berbagai sekolah. Program penguatan pendidikan karakter terdiri dari 3 basis yaitu sebagai berikut. a. Penguatan Pendidikan Karakter berbasis Kelas PPK berbasis kelas merupakan pengintegrasian karakter dalam proses pembelajaran di dalam kelas melalui isi kurikulum dalam mata pelajaran, memperkuat manajemen kelas dan mengembangkan muatan lokal sesuai dengan kebutuhan sekolah.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 b. Penguatan Pendidikan Karakter berbasis budaya sekolah PPK berbasis budaya sekolah merupakan sebuah kegiatan untuk menciptakan iklim dan lingkungan sekolah yang mendukung praksis PPK mengatasi ruang-ruang kelas dan melibatkan seluruh sistem, struktur, dan pelaku pendidikan di sekolah. c. Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat PPK berbasis masyarakat merupakan kerjasama yang dilakukan oleh pihak sekolah dengan komunitas orang tua peserta didik, komunitas pengelola pusat kesenian dan kebudayaan, lembaga-lembaga pemerintahan, lembaga atau komunitas yang menyediakan sumbersumber pembelajaran, komunitas sipil pegiat pendidikan, komunitas keagamaan, komunitas seniman dan budaya lokal, lembaga bisnis dan perusahaan yang memiliki relevansi dan komitmen dengan dunia pendidikan, dan lembaga penyiaran media (Hendarman, dkk, 2017: 6 & 35-42). Dari ketiga basis yang ada dalam Penguatan Pendidikan Karakter yaitu basis kelas, budaya sekolah dan masyarakat, peneliti tidak membahas mengenai ketiga basis tersebut melainkan membahas mengenai Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat yang dijelaskan pada poin selanjutnya. 5. Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis Masyarakat Satuan pendidikan tidak dapat menutup diri dari kemungkinan berkolaborasi dengan lembaga, komunitas, dan masyarakat lain di luar lingkungan sekolah. Visi misi sekolah dapat tercapai dengan bantuan publik

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 sebagai lingkungan dimana sekolah itu berada dan lingkungan dimana peserta didik tinggal, sehingga Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) memerlukan adanya kerjasama dalam berbagai bentuk kolaborasi antara sekolah dan komunitas di luar sekolah (Hendarman, dkk, 2017: 41). Penguatan Pendidikan Karakter merupakan gerakan pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter melalui proses pembentukan, transformasi, transmisi, dan pengembangan potensi peserta didik dengan cara harmonisasi olah hati (etik dan spiritual), olah rasa (estetik), olah pikir (literasi dan numerasi), dan olah raga (kinestetik) sesuai falsafah Pancasila. Dalam program PPK terdapat tiga basis yaitu berbasis kelas, berbasis budaya, dan berbasis masyarakat (Hendarman, dkk, 2017: 15-17). Peneliti membahas mengenai PPK berbasis masyarakat. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis masyarakat merupakan kerjasama yang dilakukan oleh pihak sekolah dengan komunitas orang tua peserta didik, komunitas pengelola pusat kesenian dan kebudayaan, lembaga-lembaga pemerintahan, lembaga atau komunitas yang menyediakan sumber-sumber pembelajaran, komunitas sipil pegiat pendidikan, komunitas keagamaan, komunitas seniman dan budaya lokal, lembaga bisnis dan perusahaan yang memiliki relevansi dan komitmen dengan dunia pendidikan, dan lembaga penyiaran media untuk mencapai 5 kristalisasi nilai karakter (Hendarman, dkk, 2017: 42). Masyarakat sebagai lingkungan pendidikan yang lebih luas turut berperan dalam terselenggaranya proses pendidikan karakter. Setiap individu sebagai anggota dari masyarakat tersebut harus bertanggungjawab

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 dalam menciptakan suasana yang nyaman dan mendukung tumbuh kembangnya karakter individu-individu di masyarakat. Ketika anak berada di lingkungan masyarakat yang kurang baik, lingkungan masyarakat yang kurang baik akan berdampak buruk pada perkembangan kepribadian atau karakter anak. Berpijak dari tanggung jawab tersebut, sepantasnya lingkungan masyarakat yang baik dapat melahirkan berbagai kegiatan kemasyarakatan yang mendukung tumbuh kembangnya karakter. Selain itu pula, pentingnya peran lingkungan masyarakat sebagai salah satu di antara pusat pendidikan karakter, setiap individu yang menjadi anggota masyarakat harus menciptakan suasana yang nyaman demi keberlangsungan proses pendidikan karakter yang terjadi di dalamnya. Di Indonesia dikenal adanya konsep pendidikan berbasis masyarakat sebagai upaya untuk memberdayakan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan (Kurniawan, 2013: 197-198). Adapun gambar mengenai kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis masyarakat adalah sebagai berikut. Gambar 2. 2 Kegiatan Wajib Kunjungan Museum ke Museum Bahari Gambar 2.2 merupakan salah satu bentuk kegiatan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis masyarakat. Kegiatan tersebut berupa Wajib Kunjung Museum (WKM) ke Museum Bahari di D.I.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 Yogyakarta. Siswa-siswi yang terdapat pada gambar 2.2 adalah siswa-siswi dari SDN Caturtunggal 3. Peneliti mendapatkan dokumentasi tersebut dari dokumentasi pribadi saat melaksanakan program magang PGSD Universitas Sanata Dharma yaitu program Pengakraban dengan Lingkungan (Probaling) 1. Pendapat para ahli di atas mengungkapkan bahwa Program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat merupakan program kerjasama yang dilakukan oleh pihak sekolah dengan pegiat seni dan budaya, tokoh masyarakat, dunia usaha, komite sekolah, orangtua, LSM, dan dunia industri untuk mencapai 5 kristalisasi nilai karakter. Dimana setiap individu yang menjadi anggota masyarakat harus menciptakan suasana yang nyaman demi keberlangsungan proses pendidikan karakter yang terjadi di dalamnya. 6. Nilai Karakter Nilai-nilai individual nilai dipilih, diterima, ditemukan, dihayati dan diwujudkan dalam sikap dan perbuatan riil setiap individu manusia. Nilai individu ini merupakan corak dan ciri khusus masing-masing dan menjadi karakter baginya. Nilai karakter individual ini akan di klaim menjadi nilai karakter bangsa jika nilai karakter terwujud dalam perilaku sosial, kolektif sebagai contoh tindak kekerasan massal, perilaku sosial yang merugikan dan sebagainya (Maksudin, 2013: 43-44). Dalam Mustari (2014: 1-10), ikrar pendidikan karakter mencakup nilai terdapat religius, jujur, bertanggungjawab, bergaya hidup sehat, disiplin, kerja keras, percaya diri dan sebagainya. Religius adalah nilai

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 karakter dalam hubungannya dengan Tuhan. Ikrar pendidikan karakter menunjukkan bahwa pikiran, perkataan, dan tindakan seseorang yang diupayakan selalu berdasarkan pada nilai-nilai ketuhanan dan atau ajaran agamanya. Menentukan nilai-nilai yang relevan bagi pendidikan karakter tidak dapat dilepaskan dari situasi dan konteks historis masyarakat tempat pendidikan karakter itu mau ditetapkan. Kriteria penentuan nilai-nilai ini sangatlah dinamis, dalam arti, aplikasi praktisnya di dalam masyarakat yang akan mengalami perubahan terus menerus, sedangkan jiwa dari nilai-nilai itu sendiri tetap sama. Ada beberapa kriteria nilai yang bisa menjadi bagian dalam kerangka pendidikan karakter yang dilaksanakan di sekolah yaitu nilai keutamaan, nilai keindahan, nilai kerja, nilai cinta tanah air, nilai demokrasi, nilai kesatuan, menghidupi nilai moral, dan nilai-nilai kemanusiaan (Koesoema, 2007: 205-212). Dalam gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) pada tahun 2017 menempatkan nilai karakter sebagai dimensi terdalam pendidikan yang membudayakan dan memberadabkan para pelaku pendidikan. Ada lima (5) nilai utama karakter yang ingin dikembangkan dalam Penguatan Pendidikan Karakter yaitu sebagai berikut (Hendarman, dkk, 2017: 7-8). a. Religius Nilai karakter religius mencerminkan keberimanan terhadap Tuhan yang Maha Esa yang diwujudkan dalam perilaku melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan yang dianut, menghargai perbedaan agama, menjunjung tinggi sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 agama dan kepercayaan lain, hidup rukun dan damai dengan pemeluk agama lain. Subnilai religius antara lain cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan agama dan kepercayaan, teguh pendirian, percaya diri, kerjasama antar pemeluk agama dan kepercayaan, antibuli dan kekerasan, persahabatan, ketulusan, tidak memaksa kehendak, mencintai lingkungan, dan melindungi yang kecil dan tersisih. Pada Permendikbud Nomor 20 Tahun 2018, nilai religius direvisi menjadi religiusitas pada nilai-nilai karakter pada Program Penguatan Pendidikan Karakter. b. Nasionalis Nilai karakter nasionalis merupakan cara berpikir, bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap Bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa, menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Subnilai nasionalis antara lain apresiasi budaya bangsa sendiri, menjaga kebudayaan bangsa, rela berkorban, unggul, dan berprestasi, cinta tanah air, menjaga lingkungan, taat hukum, disiplin, menghormati keragaman budaya, suku, dan agama. Pada Permendikbud Nomor 20 Tahun 2018, nilai nasionalis direvisi menjadi nasionalisme pada nilai-nilai karakter pada Program Penguatan Pendidikan Karakter.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 c. Mandiri Nilai karakter mandiri merupakan sikap dan perilaku tidak bergantung pada orang lain dan mempergunakan segala tenaga, pikiran, waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi dan cita-cita. Subnilai mandiri antara lain etos kerja (kerja keras), tangguh tahan banting, daya juang, profesional, kreatif, keberanian, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat. Pada Permendikbud Nomor 20 Tahun 2018, nilai mandiri direvisi menjadi kemandirian pada nilai-nilai karakter pada Program Penguatan Pendidikan Karakter. d. Gotong Royong Nilai karakter gotong royong mencerminkan tindakan menghargai semangat kerjasama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama, menjalin komunikasi dan persahabatan, memberi bantuan atau pertolongan pada orang-orang yang membutuhkan. Subnilai gotong royong antara lain menghargai, kerjasama, inklusif, komitmen atas keputusan bersama, musyawarah mufakat, tolong-menolong, solidaritas, empati, anti diskriminasi, anti kekerasan, dan sikap kerelawanan. e. Integritas Nilai karakter integritas merupakan nilai yang mendasari perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan, memiliki komitmen dan kesetiaan pada nilai-nilai kemanusiaan dan moral (integritas moral).

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 Subnilai integritas antara lain kejujuran, cinta pada kebenaran, setia, komitmen moral, anti korupsi, keadilan, tanggung jawab, keteladanan, dan menghargai martabat individu (terutama penyandang disabilitas). Sedangkan pada Program Penguatan Pendidikan Karakter yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional pada tahun 2010 terdiri dari 18 nilai karakter. Adapun 18 nilai karakter dalam program Penguatan Pendidikan Karakter dapat dilihat pada tabel 2.1 (Hermawan, 2017: 121). Tabel 2.1 Nilai dan Deskripsi nilai Pendidikan Karakter Nasional No. 1. Nilai Religius 2. Jujur 3. Toleransi 4. Disiplin 5. Kerja Keras 6. Kreatif 7. Mandiri 8. Demokratis 9. Rasa Ingin Tahu 10. Semangat Kebangsaan 11. Cinta Tanah Air Deskripsi Nilai Pendidikan Karakter Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran dalam pelaksanaan ibadah agama lain, hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Perilaku yang didasarkan pada upaya yang menjadikan dirinya dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan. Sikap dan toleransi yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dengan dirinya. Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Perilaku yang menunjukkan upaya yang sungguhsungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar, serta menyelesaikan tugas sebaik-baiknya. Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. Sikap yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugasnya Cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengusai lebih dalam dan luas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan yang didengar. Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menepatkan kepentingan bangsa dan Negara di atas kepenting diri dan kelompok Cara berpikir, bersikap, dan perbuatan yang menunjukan kesetiaan dan kepedulian yang tinggi terhadap Bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi dan politik bangsa.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 No. 12. Nilai Menghargai prestasi 13. Bersahabat/ Komunikatif Cinta Damai 14. 15. Gemar Membaca 16. Peduli Lingkungan 17. Peduli Sosial 18. Tanggung Jawab Deskripsi Nilai Pendidikan Karakter Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain. Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, bekerjasama dengan orang lain. Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya. Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai macam bacaan yang memberikan kebaikan pada dirinya Sikap dan tidakan yang selalu berupaya kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberikan bantuan terhadap orang lain dan masyarakat yang selalu membutuhkannya. Sikap dan prilaku seseorang yang selalu melaksanakan tugas dan kewajiban, yang seharusnya dilakukan terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan, Negara, dan Tuhan yang Maha Esa. Pendapat para ahli di atas mengungkapkan bahwa nilai karakter merupakan nilai individu yang menjadi corak dan ciri khusus masingmasing. Terdapat beberapa nilai utama dalam karakter yaitu religiusitas, kemandirian, gotong-royong, integritas, dan nasionalisme. 7. Prinsip-Prinsip Pengembangan dan Implementasi PPK Dalam pengembangan dan implementasi PPK terdapat prinsipprinsip yang mendasarinya. Adapun prinsip-prinsip yang digunakan adalah sebagai berikut (Hendarman, dkk, 2017: 10). a. Nilai-nilai moral universal Gerakan PPK berfokus pada penguatan nilai-nilai moral universal yang prinsip-prinsipnya dapat didukung oleh segenap individu

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 dari berbagai macam latar belakang agama, keyakinan, kepercayaan, sosial dan budaya. b. Holistik Gerakan PPK dilaksanakan secara holistik, dalam arti pengembangan fisik (olahraga), intelektual (olah pikir), estetika (olah rasa), etika dan spiritual (olah hati) dilakukan secara utuh menyeluruh dan serentak, baik melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, berbasis pada pengembangan budaya sekolah maupun melalui kolaborasi dengan komunitas-komunitas di luar lingkungan pendidikan. c. Terintegrasi Gerakan PPK sebagai proses pelakasanaan pendidikan nasional terutama pendidikan dasar dan menengah dikembangkan dan dilaksanakan dengan memadukan, menghubungkan, dan mengutuhkan berbagai elemen pendidikan, bukan merupakan progam tempelan dan tambahan dalam proses pelaksanaan pendidikan. d. Partisipatif Gerakan PPK dilakukan dengan mengikutsertakan dan melibatkan publik seluas-luasnya sebagai pemangku kepentingan pendidikan sebagai pelaksana Gerakan PPK. Kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, komite sekolah, dan pihak-pihak lain yang terkait dapat menyepakati prioritas nilai-nilai utama karakter dan kekhasan sekolah yang diperjuangkan dalam Gerakan PPK, menyepakati bentuk

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 dan strategi pelaksanaan Gerakan PPK, bahkan pembiayaan Gerakan PPK. e. Kearifan lokal Gerakan PPK bertumpu dan responsif pada kearifan lokal nusantara yang demikian beragam dan majemuk agar kontekstual dan membumi. Gerakan PPK harus bisa mengembangkan dan memperkuat kearifan lokal nusantara agar dapat berkembang dan berdaulat sehingga dapat memberi identitas dan jati diri peserta didik sebagai bangsa Indonesia. f. Kecakapan abad XXI Gerakan PPK mengembangkan kecakapan-kecakapan yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk hidup pada abad XXI, antara lain kecakapan berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kecakapan berkomunikasi (communication skill), termasuk penguasaan bahasa internasional, dan kerja sama dalam pembelajaran (collaborative learning). g. Adil dan Inklusif Gerakan PPK dikembangkan dan dilaksanakan berdasarkan prinsip keadilan, non-diskriminasi, non-sektarian, menghargai kebinekaan dan perbedaan (inklusif), dan menjunjung harkat dan martabat manusia. h. Selaras dengan perkembangan peserta didik Gerakan PPK dikembangkan dan dilaksanakan selaras dengan perkembangan peserta didik baik perkembangan biologis, psikologis,

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 maupun sosial, agar tingkat kecocokan dan keberterimaannya tinggi dan maksimal. Dalam hubungan ini kebutuhan-kebutuhan perkembangan peserta didik perlu memperoleh perhatian intensif. i. Terukur Gerakan PPK dikembangkan dan dilaksanakan berlandaskan prinsip keterukuran agar dapat diamati dan diketahui proses dan hasilnya secara objektif. Dalam hubungan ini, komunitas sekolah mendeskripsikan nilai-nilai utama karakter yang menjadi prioritas pengembangan di sekolah dalam sebuah sikap dan perilaku yang dapat diamati dan diukur secara objektif; mengembangkan program-program penguatan nilai-nilai karakter bangsa yang mungkin dilaksanakan dan dicapai oleh sekolah; dan mengerahkan sumber daya yang dapat disediakan oleh sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan. B. Hasil Penelitian yang Relevan Terdapat lima penelitian yang relevan dengan judul dalam penelitian ini. Penelitian yang pertama adalah penelitian yang dilakukan oleh Ruyadi (2010) tentang model pendidikan karakter berbasis kearifan budaya lokal (penelitian terhadap masyarakat adat Kampong Benda Kerep Cirebon Provinsi Jawa Barat untuk pengembangan pendidikan karakter di sekolah). Penelitian ini bertujuan menemukan model pendidikan karakter berbasis kearifan budaya lokal yang dapat diterapkan secara efektif di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development. Pada tahap studi lapangan menggunakan penelitian kualitatif dan pada tahap uji

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 coba menggunakan Quasi Experiment dengan One Group Pretest Posttest Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, masyarakat Kampung Benda Kerep memiliki pola pendidikan yang efektif dalam mewariskan nilai budaya dan tradisi kepada generasi berikutnya. Kedua, pendidikan karakter berbasis kearifan budaya lokal di sekolah telah memberikan dampak positif terhadap: siswa, sekolah, dan masyarakat. Ketiga, pendidikan karakter di sekolah akan efektif apabila: (a) nilai dasar karakter berasal dari budaya sekolah, keluarga, dan masyarakat, (b) program kurikuler dan ekstrakurikuler terintegrasi untuk mendukung pendidikan karakter, (c) kepala sekolah dan guru berperan sebagai teladan, pengganti orang tua di sekolah, pengayom, pengontrol dan pengendali terhadap prilaku budi pekerti siswa, dan (d) pelaksanaan pendidikan karakter berada pada situasi lingkungan budaya sekolah. Penelitian yang dilakukan oleh Ruyadi (2010) relevan dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti, karena dalam penelitian tersebut peneliti meneliti mengenai pendidikan karakter berbasis kearifan budaya lokal yaitu masyarakat adat Kampong Benda Kerep. Hal tersebut hampir sama dengan topik penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti. Penelitian yang relevan kedua diambil dari penelitian Asriati (2012) tentang pengembangan karakter peserta didik berbasis kearifan lokal melalui pembelajaran sekolah. Menurut Asriati guru harus mampu merancang program pembelajaran dengan memperhatikan ranah afektif sebagai salah satu karakteristik manusia dalam hasil belajar, walau memerlukan waktu yang lama. Terintegrasinya pendidikan karakter dalam

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 muatan keunggulan lokal pada proses pembelajaran, akan sesuai dengan lingkungan yang ada dan dialami peserta didik dalam rangka mengaitkan pembelajaran dengan kejadian nyata sehingga dapat menciptakan proses pembelajaran yang bermakna. Secara teoritis, pengembangan karakter berbasis potensi diri belum diajarkan di sekolah, namun secara praktis telah diaplikasikan dan dipraktekkan oleh siswa di kelas maupun di lingkungan sekolah. Penelitian yang dilakukan oleh Asriati (2012) relevan dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti, karena dalam penelitian tersebut peneliti meneliti mengenai pengembangan karakter peserta didik berbasis kearifan lokal. Hal tersebut hampir sama dengan topik penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti. Penelitian relevan yang ketiga diambil dari penelitian Subianto (2013) tentang peran keluarga, sekolah dan masyarakat dalam pembentukan karakter berkualitas. Dalam penelitian ini membahas mengenai Karakter pendidikan harus melibatkan berbagai pihak, di keluarga dan rumah tangga, lingkungan sekolah, dan masyarakat. Hal ini merupakan langkah utama yang harus dilakukan ialah menyambung kembali hubungan dan jaringan pendidikan yang nyaris putus diantara ketiga lingkungan pendidikan tersebut. Pembentukan sifat dan karakter pendidikan tidak akan pernah berhasil selama diantara ketiga lingkungan pendidikan tidak ada keharmonisan dan kesinambungan. Melihat kenyataan ini, membentuk karakter siswa yang berkualitas diperlukan pengaruh yang kuat dari keluarga, sekolah, dan mayarakat.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 Kesimpulan dari penelitian Subianto (2013) adalah dengan adanya masing-masing peran yang dilakukan dengan baik oleh keluarga, sekolah maupun masyarakat dalam pendidikan, yang saling memperkuat dan saling melengkapi antara ketiga pusat tersebut, akan memberikan peluang besar dalam mewujudkan sumber daya manusia terdidik yang bermutu. Penelitian yang dilakukan oleh Subianto (2013) relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, karena dalam penelitian ini membahas mengenai pembentukan karakter berkualitas melalui peran keluarga, sekolah dan masyarakat. Hal tersebut hampir sama dengan topik penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti. Penelitian relevan yang keempat diambil dari peneliti Darmayanti dan Wibowo (2014) tentang evaluasi program pendidikan karakter di sekolah dasar Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengevaluasi ketercapaian program pendidikan karakter pada tingkat sekolah dasar di Kabupaten Kulon Progo, (2) memberikan rekomendasi baik kepada guru, sekolah, maupun pemerintah untuk perbaikan program pendidikan karakter. Jenis penelitian adalah evaluasi program (evaluasi formatif) dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian meliputi: (1) empat sekolah dasar di Kabupaten Kulon Progo, yaitu SDN 4 Wates, SDN 6 Bendungan, SDN Kriyan, dan SDN Selo; (2) Pengawas SD Kecamatan Kokap dan Pengawas SD Kecamatan Wates; dan (3) Dinas Pendidikan Kulon Progo. Data dianalisis dengan menggunakan analisis data Milles & Huberman meliputi: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 Kesimpulan dari penelitian Darmayanti dan Wibowo (2014) ini adalah: (1) kesiapan sekolah dasar di Kabupaten Kulon Progo untuk mengimplementasikan pendidikan karakter baik, dinilai dari kurikulum yang telah terintegrasi pendidikan karakter, namun masih kurang dalam hal pengelolaan sarana prasarana pendukung dan banyak guru memerlukan lebih banyak pengetahuan dan keterampilan tentang pendidikan karakter; (2) implementasi pendidikan karakter belum tampak pada kegiatan pembelajaran; (3) dukungan dari pemerintah dalam sosialisasi atau pelatihan dirasa masih kurang oleh sekolah; (4) monitoring dan evaluasi pendidikan karakter masih terbatas pada kurikulum dan dilakukan melalui pembinaan pengawas di setiap sekolah; dan (5) kendala yang umum dihadapi sekolah adalah penilaian sikap siswa yang belum terdokumentasi, kurangnya pemahaman guru untuk mengimplementasikan pendidikan karakter, dan tidak adanya sinergi antara pendidikan di sekolah dengan pendidikan di rumah. Penelitian yang dilakukan oleh Darmayanti dan Wibowo (2014) relevan dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti, karena dalam penelitian tersebut peneliti meneliti mengenai evaluasi program pendidikan karakter di sekolah untuk melihat dampak dari pendidikan karakter kepada siswa. Hal tersebut hampir sama dengan topik penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Penelitian relevan yang kelima diambil dari penelitian Maunah (2015) tentang implementasi pendidikan karakter dalam pembentukkan kepribadian holistik siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 implementasi pendidikan karakter dalam pembentukan kepribadian holistik siswa. Metode yang dingunakan yaitu penelitian kualitatif. Penelitian dilakukan di MTs N Jabung dan SMPN 1 Talun Blitar. Data diperoleh dari hasil indept interview dengan key informant: kepala sekolah, para wakil kepala sekolah, wali kelas, guru, dan siswa. Data dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah: data reduction, data display, dan conclusion/verification). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) pengelolaan pendidikan karakter dapat dibagi menjadi dua strategi, yaitu internal dan eksternal sekolah; (2) strategi internal sekolah dapat ditempuh melalui empat pilar, yakni kegiatan belajar mengajar di kelas, kegiatan keseharian dalam bentuk school culture, kegiatan habituation, kegiatan kokurikuler, dan ekstra kurikuler; dan (3) strategi eksternal dapat ditempuh melalui kerja sama dengan orang tua dan masyarakat. Penelitian yang dilakukan oleh Maunah (2015) relevan dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti, karena dalam penelitian ini membahas mengenai implementasi pendidikan karakter. Hal tersebut hampir sama dengan topik penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti. Berangkat dari kelima penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti di atas, maka peneliti akan membuat sebuah penelitian yang lebih mengembangkan dari lima penelitian yang telah dilakukan tersebut. Berikut literature map mengenai lima penelitian diatas dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti:

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 Ruyadi (2010), Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Budaya Lokal. Asriati (2012), Pengembangan Karakter berbasis kearifan Lokal melalui pembelajaran. Subianto (2013), Peran Keluarga, Sekolah dan Masyarakat dalam Pembentukan Karakter Berkualitas. Pratiwi (2019) Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat di Sekolah Dasar se-Kecamatan Godean Kabupaten Sleman Damayanti dan Wibowo (2014), Evaluasi Program Pedidikan Karakter di Sekolah Dasar. Maunah (2015), Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Kepribadian Holistik Siswa. Gambar 2. 3 Bagan Literature Map Penelitian yang Relevan Gambar 2.3 merupakan literature map dari penelitian-penelitian relevan yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya dan kemudian dikembangkan kembali oleh peneliti untuk membuat suatu penelitian yang baru. Penelitian yang dilakukan oleh Ruyadi (2010) merupakan penelitian dengan membahas mengenai Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Budaya Lokal, namun pembahasan masih dalam suatu lingkup masyarakat tertentu. Penelitian yang dilakukan oleh Asriati (2012) merupakan penelitian yang membahas mengenai pengembangan karakter berbasis kearifan lokal melalui pembelajaran, namun tidak ada implementasi yang di bahas dalam penelitian ini.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 Penelitian berikutnya adalah penelitian yang dilakukan oleh Damayanti dan Wibowo (2014) yaitu Evaluasi Program Pedidikan Karakter di Sekolah Dasar. Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Maunah (2015) yaitu mengenai Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Kepribadian Holistik Siswa. Terakhir adalah penelitian dari Subianto (2013) yaitu peran keluarga, sekolah dan masyarakat dalam pembentukan karakter berkualitas. Melihat kelima penelitian yang telah dilakukan peneliti sebelumnya, maka peneliti akan lebih mengembangkan penelitian-penelitian tersebut dengan membuat sebuah penelitian yang berjudul “implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat di Sekolah Dasar se-Kecamatan Godean Kabupaten Sleman.“ Dalam penelitian tersebut, peneliti akan melakukan survei mengenai implementasi program penguatan pendidikan karakter di sekolah dasar. C. Kerangka Berpikir Pendidikan karakter kini mulai digiatkan kembali setelah tahun 2010 dengan adanya program penguatan pendidikan karakter pada setiap sekolah melalui Rencana Aksi Nasional (RAN) Pendidikan Karakter. Mulai beberapa tahun terakhir program tersebut terus disosialisasikan ke setiap sekolah. Nyatanya untuk setiap sekolah wajib adanya kunjungan museum pada setiap tahunnya maupun sosialisasi dari lembaga-lembaga tertentu mengenai sesuatu hal yang sedang urgent. Selain itu pula adanya sikap pembiasaan atau budaya sekolah yang diterapkan di setiap sekolah semisal

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum memulai pembelajaran dan sebagainya. Pemerintah harus menyiapkan putra-putrinya untuk menghadapi perkembangan jaman yang terus meluncur ke arah yang semakin maju. Begitu pula Indonesia yang harus bersiap-siap menghadapi arus globalisasi tersebut melalui sektor pendidikan. Tidak hanya kognitif saja yang menjadi fokus tetapi afektif pula harus dikembangkan seoptimal mungkin selaras dengan perkembangan kognitif mereka. Apa gunanya memiliki ide atau pemikiran yang cemerlang jika memiliki karakter atau kepribadian yang buruk seperti halnya mudah menyerah, korupsi, tidak gigih, dan sebagainya. Berdasarkan hasil pengamatan yang saya lakukan di beberapa SD di daerah Kabupaten Sleman, sudah banyak atau hampir seluruh sekolah dasar sudah menerapkan Wajib Kunjung Museum (WKM), adanya sosialisasi dari sektor kepolisian setempat dan lembaga-lembaga lainnya. Hal tersebut akan berdampak positif kepada kepribadian anak tersebut sebab anak tersebut akan memiliki sebuah cita-cita ataupun gambaran mengenai masa depannya kelak, sehingga anak tersebut akan berusaha berperilaku sebaik mungkin agar mencapai apa yang diharapkannya. Banyak anak-anak yang secara instan mengubah sikap atau perilakunya dikarenakan adanya seorang tokoh atau model yang ingin sekali ditiru. Seorang anak yang tidak memiliki sebuah impian atau belum memiliki pendangan untuk masa depannya ketika ia diperlihatkan sesuatu hal yang memancing perhatiannya ia akan mencoba untuk mempelajari hal tersebut dan menggapainya.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis masyarakat sangatlah berdampak besar terhadap karakter anak. Anak tumbuh kembang di dalam masyarakat. Anak diajarkan dalam berperilaku ketika anak tersebut berinteraksi dengan masyarakat. Sayangnya kini anak-anak sekolah dasar sudah sangat jarang sekali bermain dan berinteraksi dengan masyarakat sekitarnya dan lebih memilih di dalam rumah dengan segala aktifitas yang mereka senangi sehingga mereka tidak mengetahui potensi apa saja yang ada di lingkungan masyarakat tempat ia tinggal. Anak-anak tersebut akhirnya tidak memahami dengan baik nilai-nilai karakter atau moral yang sedang dipertahankan dalam suatu lingkup masyarakat. Dengan demikian dengan adanya PPK berbasis masyarakat anak akan mengenal dengan baik dan mempelajari nilai-nilai karakter yang sedang di bangun dalam masyarakat tersebut seperti dengan adanya kunjungan ketempat sanggar atau paguyuban kesenian, berkunjung ke puskesmas dan mendapatkan sosialisasi dari staf puskesmas, mendapat sosialisasi mengenai narkoba dari BNN, dan sebagainya. Oleh sebab itu, sekolah harus menerapkan program penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat dengan sangat baik dan disusun sebaik mungkin. D. Hipotesis Penelitian Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis Masyarakat di sekolah dasar se-Kecamatan Godean Kabupaten Sleman sudah diimplementasikan.

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 2. Upaya implementasi program penguatan pendidikan karakter berbasis Masyarakat di sekolah dasar se-Kecamatan Godean Kabupaten Sleman dilakukan melalui kegiatan Wajib Kunjungan Museum, sosialisasi dari Puskesmas dan kepolisian setempat.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab III dalam penelitian ini membahas mengenai jenis penelitian, waktu dan tempat penelitian, populasi dan sampel, variabel penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, teknik pengujian instrumen, dan teknik analisis data. A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode penelitian survey. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data yang berupa angka, atau data berupa kata-kata atau kalimat yang dikonversi menjadi data yang berbentuk angka, sedangkan penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai dari suatu variabel, dalam hal ini variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independent) tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain (Hasan, 2006: 7). Martono (2014: 20), penelitian survei yaitu tipe penelitian dengan menggunakan kuesioner atau angket sebagai sumber data utama. Dalam penelitian survei, responden diminta untuk memberikan jawaban singkat yang sudah tertulis di dalam kuesioner atau angket. Kemudian jawaban dari seluruh responden tersebut diolah menggunakan teknik analisis kuantitatif tertentu, sedangkan Effendi (2012: 3), penelitian survei adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok. Morissan (2014: 166), survei merupakan metode yang sangat baik untuk 43

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 mengukur sikap, dan orientasi suatu masyarakat melalui berbagai kegiatan jajak pendapat (public opinion poll). Penelitian ini mengumpulkan data dari responden melalui angket (kuesioner). Pengambilan data yang digunakan peneliti dibatasi sampel untuk seluruh populasi. Penelitian ini digunakan untuk mengetahui implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di Sekolah Dasar se-Kecamatan Godean Kabupaten Sleman. B. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Maret 2018 hingga Februari 2019. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam penelitian ini dirinci pada jadwal kegiatan yang dapat dilihat pada tabel 3.1. Tabel 3. 1 Jadwal penelitian No. Kegiatan Mar 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Penyusunan Proposal Penyusunan Instrumen Validasi Instrumen dan revisi Pengurusan Perizinan Penyebaran Data Pengumpulan Data Pengolahan data Penyusunan Laporan Ujian Skripsi Yudisium Apr Mei Jun Bulan 2018 Jul Agt Sep Okt Nov Des 2019 Jan Feb

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Tabel 3.1 merupakan jadwal kegiatan peneliti yang dimulai pada bulan Maret sampai April 2018 mengenai penyusunan proposal, bulan April sampai Mei 2018 mengenai penyusunan instrumen penelitian lalu memvalidasi instrumen dan merevisi, kemudian bulan Juni sampai Juli 2018 melakukan pengurusan perizinan ke Universitas Sanata Dharma dan Kesbangpol, bulan Juli sampai Agustus 2018 melakukan penyebaran data, bulan Agustus sampai September 2018 kegiatan yang peneliti lakukan adalah mengumpulkan data, bulan Oktober sampai November 2018 peneliti mengolah data berdasarkan data yang sudah terkumpul, bulan Desember 2018 sampai Januari 2019 kegiatan peneliti adalah menyusun laporan sesuai dengan data yang sudah diolah, bulan Februari 2019 peneliti melakukan ujian skripsi dan yudisium. Jadwal Penelitian ini dibuat untuk memudahkan peneliti dalam melaksanakan penelitian. Dengan demikian setiap langkahlangkah dalam peneliti melakukan penelitian akan lebih terarah, terkendali dan terorganisir, sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi dengan tepat waktu. 2. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di seluruh Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Godean yang menerapkan Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis masyarakat. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti di Kecamatan ini, peneliti merasa Kecamatan Godean merupakan lokasi strategis untuk dilakukannya penelitian dikarenakan di Kecamatan Godean belum pernah dilakukan penelitian mengenai implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 masyarakat. Kecamatan Godean merupakan salah satu kecamatan yang terletak di Kabupaten Sleman dan berada di perbatasan dengan Kecamatan Minggir, Kecamatan Mlati, Kecamatan Seyegan, Kecamatan Gamping dan Kecamatan Moyudan. Berdasarkan pra survei di Kecamatan Godean ditemukan bahwa Kecamatan Godean memiliki tradisi lokal yang masih dihidupi berupa festival budaya dan dekat dengan museum yang sering dikunjungi oleh sekolah yang ada di Kecamatan Godean yaitu museum Soeharto. Adapun daftar Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Godean dapat dilihat pada tabel 3.2. Tabel 3. 2 Daftar Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Godean No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. Nama Sekolah SD Negeri Brongkol Alamat Brongkol, Sidomulyo, Godean, Sleman, DIY. SD Negeri Godean 3 Curitan, Sidoluhur, Godean, Sleman, DIY. SD Negeri Godean 1 Jalan Suparjo No. 3, Sidoluhur, Godean, Sleman, DIY. SD Negeri Godean 2 Kramen, Sidoagung, Godean, Sleman, DIY. SD Negeri Jetak Jetak, Sidokarto, Godean, Sleman, DIY. SD Negeri Karakan Karakan, Sidomoyo, Godean, Sleman, DIY. SD Negeri Krajan Pirak, Sidoluhur, Godean, Sleman, DIY. SD Negeri Krapyak Krapyak, Sidoarum, Godean, Sleman, DIY. SD Negeri Kwagon Pare, Sidorejo, Godean, Sleman, DIY. SD Negeri Ngrenak Karanglo, Sidomoyo, Godean, Sleman, DIY. SD Negeri Pengkol Pengkol, Sidoarum, Godean, Sleman, DIY. SD Negeri Semarangan Klajuran, Sidokarto, Godean, Sleman, DIY. 1 SD Negeri Semarangan Nogosari, Sidokarto, Godean, Sleman, 2 DIY. SD Negeri Semarangan Tangkilan, Sidoarum, Godean, Sleman, 4 DIY. SD Negeri Semarangan Rewulu, Sidokarto, Godean, Sleman, DIY. 5 SD Negeri Sentul Jalan Godean KM 10 Sentul, Sidoagung, Sleman, DIY SD Negeri Sidoarum Krapyak, Sidoarum, Godean, Sleman, DIY. SD Negeri Sidoluhur Berjo, Sidoluhur, Godean, sleman, DIY. SD Negeri Sidomoyo Karangmalang, Sidomoyo, Godean, Sleman, DIY. SD Negeri Tinom Tinom, Sidoarum, Godean, Sleman, DIY.

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Sugiyono (2012: 80), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya, sedangkan Darmawan (2013: 137), populasi adalah sumber data dalam penelitian tertentu yang memiliki jumlah banyak dan luas. Jika data diambil dari populasi, maka akan memerlukan dana dan waktu yang cukup banyak sehingga dalam penelitian hal itu terlalu mahal. Populasi dalam penelitian ini adalah 20 sekolah negeri seKecamatan Godean yang terdiri dari guru kelas 1 sampai dengan 6 sekolah dasar yang menerapkan program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat pada satuan pendidikan Sekolah Dasar se-Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Populasi penelitian ini dapat dilihat pada tabel 3.3. Tabel 3. 3 Populasi Penelitian No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Nama SD SD Negeri Brongkol SD Negeri Godean 3 SD Negeri Godean 1 SD Negeri Godean 2 SD Negeri Jetak SD Negeri Karakan SD Negeri Krajan SD Negeri Krapyak SD Negeri Kwagon SD Negeri Ngrenak SD Negeri Pengkol SD Negeri Semarangan 1 SD Negeri Semarangan 2 SD Negeri Semarangan 4 SD Negeri Semarangan 5 Jumlah Guru Kelas 6 6 12 12 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 No. 16. 17. 18. 19. 20. Nama SD SD Negeri Sentul SD Negeri Sidoarum SD Negeri Sidoluhur SD Negeri Sidomoyo SD Negeri Tinom Total Jumlah Guru Kelas 6 6 6 6 6 132 Tabel 3.3 di atas menunjukkan data mengenai jumlah guru kelas pada SD Negeri yang tersebar di Kecamatan Godean. Terdapat 20 Sekolah Dasar (SD) Negeri dengan jumlah total seluruh populasi guru kelas sebanyak 132 guru. 2. Sampel Sugiyono (2012: 81), sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan penelitian tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu, sedangkan Martono (2014), sampel merupakan bagian dari populasi yang memiliki ciri-ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti. Atau, sampel dapat didefinisikan sebagai anggota populasi yang dipilih dengan menggunakan prosedur tertentu sehingga diharapkan dapat mewakili populasi. Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik Probability sampling tipe simple random sampling. Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang/ kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel, sedangkan simple random sampling adalah teknik yang mengambil anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 strata yang ada dalam populasi itu (Sugiyono, 2015: 120). Pengambilan sampel pada penelitian dihitung menggunakan tabel Krejcie dan Morgan dengan taraf kepercayaan 95% dan kesalahan 5 %, sehingga tingkat kesalahan yang dapat ditolerir oleh peneliti sebesar 5%. Fernandez (dalam Sumanto 2014: 210) memaparkan tabel Krejcie dan Morgan yang dapat dilihat pada tabel 3.4. Tabel 3.4 Krejcie dan Morgan N 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100 110 120 130 140 150 160 170 180 190 200 210 Keterangan : N = Populasi S = Sampel S 5 10 14 19 24 28 32 36 40 44 48 52 56 59 63 66 70 73 76 80 86 92 97 103 108 113 118 123 127 132 136 N 220 230 240 250 260 270 280 290 300 320 340 360 380 384 400 420 440 460 480 500 550 600 650 700 750 800 850 900 950 1000 1100 S 140 144 148 152 155 159 162 165 169 175 181 186 191 192 196 201 205 210 214 217 226 234 242 248 254 260 265 269 274 278 285 N 1200 1300 1400 1500 1600 1700 1800 1900 2000 2200 2400 2600 2800 3000 3500 4000 4500 5000 6000 7000 8000 9000 10000 15000 20000 30000 40000 50000 75000 100000 1000000 S 291 297 302 306 310 313 317 320 322 327 331 335 338 341 346 351 354 357 361 364 367 368 370 375 377 379 380 381 382 383 384

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 Berdasarkan populasi penelitian yaitu 132 guru, maka sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebesar 97 guru. Diambilnya sampel penelitian ini sebesar 97 dikarenakan populasi guru SD di Kecamatan Godean hampir mendekati 130 guru yang sudah ditetapkan pada tabel Krejcie dan Morgan. Setelah menentukan besar sampel, kemudian peneliti melanjutkan menggunakan teknik simple random sampling. Pengambilan sampel pada penelitian ini diambil pada setiap Sekolah Dasar Negeri seKecamatan Godean, sehingga pada penelitian ini menggunakan guru kelas 1 sampai dengan 6 dengan sampel sebanyak 20 Sekolah Dasar Negeri yang ada di Kecamatan Godean yang menerapkan program pendidikan karakter berbasis masyarakat pada Sekolah Dasar se-Kecamatan Godean Kabupaten Sleman. Peneliti memilih Sekolah Dasar Negeri dikarenakan Sekolah Dasar Negeri merupakan pilot project dari program Penguatan Pendidikan Karakter dari pemerintah. Adapun jumlah responden dalam setiap Sekolah Dasar (SD) yang menjadi sampel kuesioner dapat dilihat pada tabel 3.5. Tabel 3.5 Sampel Penelitian dan Populasi Tiap Sekolah Jumlah Krejcie sampel penelitian Sampel No. Nama Sekolah Responden Rincian Bulat Penelitian (Guru) 6 1. SD Negeri 6 4 4 x 97 = 4,41 132 Brongkol 2. SD Negeri Godean 3 6 3. SD Negeri Godean 1 12 4. SD Negeri Godean 2 12 5. SD Negeri Jetak 6 6 x 97 = 4,41 4 5 12 x 97 = 8,81 9 9 12 x 97 = 8,81 9 9 6 x 97 = 4,41 4 5 132 132 132 132

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 Jumlah Krejcie sampel penelitian Sampel Responden Rincian Bulat Penelitian (Guru) 6 6 4 5 x 97 = 4,41 No. Nama Sekolah 6. SD Negeri Karakan 7. SD Negeri Krajan 6 8. SD Negeri Krapyak 6 9. SD Negeri Kwagon 6 10. SD Negeri Ngrenak 6 11. SD Negeri Pengkol 6 12. SD Negeri Semarangan 1 6 13. SD Negeri Semarangan 2* 6 14. SD Negeri Semarangan 4 6 15. SD Negeri Semarangan 5 6 16. SD Negeri Sentul 6 17. SD Negeri Sidoarum 6 18. SD Negeri Sidoluhur 6 19. SD Negeri Sidomoyo 6 20. SD Negeri Tinom 6 132 6 x 97 = 4,41 4 4 6 x 97 = 4,41 4 4 6 x 97 = 4,41 4 5 6 x 97 = 4,41 4 5 6 x 97 = 4,41 4 4 6 x 97 = 4,41 4 5 6 x 97 = 4,41 4 4 6 x 97 = 4,41 4 5 6 x 97 = 4,41 4 4 6 x 97 = 4,41 4 4 6 x 97 = 4,41 4 4 6 x 97 = 4,41 4 4 6 x 97 = 4,41 4 4 6 x 97 = 4,41 4 4 90 97 132 132 132 132 132 132 132 132 132 132 132 132 132 132 132 97 Jumlah Keterangan: * (tidak mendapatkan perizinan dari sekolah) Tabel 3.5 di atas merupakan hasil dari perhitungan sampel yang diambil. Sampel yang telah dihitung peneliti memiliki jumlah kurang dari

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 angka pada tabel krejcie yaitu 90 sampel, hal tersebut dikarenakan terjadi pengurangan yang signifikan ketika peneliti membulatkan jumlah sampel pada setiap sekolah. Peneliti mengambil satu sampel dari 7 sekolah dengan menggunakan undian sehingga sampel penelitian setiap sekolah yang terpilih yaitu 5 sampel dengan jumlah keseluruhan sampel yaitu 97 sesuai dengan tabel Krejcie dan Morgan yaitu SDN Godean 3, SDN Ngrenak, SDN Jetak, SDN Karakan, SDN Kwagon, SDN Semarangan 4, dan SDN Semarangan 1. Data sampel tersebut untuk setiap sekolah kemudian diambil menggunakan sebuah undian dengan menulis angka 1-6 untuk sekolah bukan paralel dan 1-12 untuk sekolah paralel, setiap SD diambil beberapa guru sesuai dengan sampel berdasarkan tabel Morgan dan Krejcie. Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung sampel adalah ebagai berikut. SP = Keterangan: 𝑛 𝐽𝑃 x Jumlah sampel SP : Sampel Penelitian n : Jumlah guru kelas masing-masing SD Jp : Jumlah populasi guru kelas Sekolah Dasar seKecamatan Godean Jumlah sampel : Jumlah sampel sesuai dengan tabel krejcie Data Sekolah Dasar yang memiliki tanda bintang (*) memiliki arti bahwa peneliti tidak mendapatkan izin untuk menyebar instrumen penelitian di sekolah tersebut. Dari 20 Sekolah Dasar yang menjadi sampel penelitian, ada satu sekolah yang tidak mendapatkan izin yaitu SD Negeri

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 Semarangan 2. Data penelitian yang kurang diambilkan dari data sekolah lain yang tidak terpilih menjadi sampel. Data diambil menggunakan undian dengan mengundi data yang tidak digunakan dalam sampel. Data diberikan tanda A, B, C, D, dan sebagainya untuk mempermudah peneliti mengambil data. D. Variabel Penelitian Variabel adalah pengelompokkan logis dari sejumlah atribut. Misal, laki-laki dan perempuan adalah atribut, dan jenis kelamin adalah variabel yang terdiri atas dua atribut tertentu (Morissan, 2014: 70). Martono (2014: 59-60), variabel dapat didefinisikan sebagai konsep yang memiliki variasi atau memiliki lebih dari satu nilai. Nilai-nilai atau variasi dari sebuah variabel dinamakan atribut. Variabel dan atribut saling berkaitan. Keduanya memiliki maksud dan tujuan yang jelas. Hal ini dikarenakan, atribut pada suatu variabel dapat menjadi bagian dari variabel tanpa mengubah definisi. Dalam penelitian ini, variabel yang diteliti adalah implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di Sekolah Dasar seKecamatan Godean. E. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner, studi dokumenter dan wawancara. 1. Kuesioner Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 kepada responden untuk dijawab (Sugiyono, 2015: 199). Kuesioner yaitu dalam bentuk pertanyaan yang biasanya dimaksudkan untuk mendapatkan informasi berkaitan dengan pendapat, aspirasi, persepsi, keinginan, keyakinam, dan lain-lain secara tertulis. Kuesioner ini berisi identitas responden dan sejumlah daftar pertanyaan terkait implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat yang diberikan kepada responden untuk diisi dengan jawaban yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Pertanyaan dijawab oleh responden dengan memberikan tanda checklist pada alternatif jawaban yang tersedia. Instrumen kuesioner yang digunakan pada penelitian ini yaitu lembar kuesioner pertanyaan tertutup dan lembar kuesioner pertanyaan terbuka. Lembar kuesioner pertanyaan tertutup digunakan untuk melihat implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di Satuan Pendidikan Sekolah Dasar, sedangkan lembar kuesioner pertanyaan terbuka digunakan untuk melihat upaya sekolah dalam mengimplementasikan program PPK berbasis masyarakat. 2. Wawancara Wawancara merupakan metode mengumpulan data dengan cara peneliti mengajukan pertanyaan secara lisan kepada seseorang (informan atau responden) (Martono, 2014: 85). Dapat pula dikatakan bahwa wawancara merupakan percakapan tatap muka antara pewawancara dengan sumber informasi, dimana pewawancara bertanya langsung tentang suatu objek yang diteliti dan telah dirancang sebelumnya. Terdapat empat faktor, yang menentukan keberhasilan

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 dalam percakapan tatap muka maupun percakapan melalui media yaitu pewawancara, sumber informasi, materi pertanyaan, dan situasi wawancara (Yusuf, 2013: 372-374). Pada penelitian ini, wawancara dilakukan di 5 sekolah dasar yang telah dipilih secara random dengan narasumber yaitu kepala sekolah. Wawancara ini dilakukan untuk mengetahui upaya-upaya yang telah dilakukan sekolah lebih mendalam dan memperkuat data pada lembar kuesioner pertanyaan terbuka mengenai PPK berbasis Masyarakat. 3. Studi Dokumenter Studi dokumenter merupakan teknik pengumpulan data yang mengharuskan peneliti melakukan analisis terhadap dokumen-dokumen untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian. Mahdi dan Mujahidin (2014: 119-120), menyatakan bahwa dokumen-dokumen tersebut bisa berupa paparan sejarah sekolah, data guru, data siswa, kondisi sarana dan prasarana, maka semuanya itu harus dianalisis untuk mendukung data penelitian, sedangkan Sukmadinata (2008: 221-222), studi dokumenter merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, gambar maupun elektronik. Dokumen-dokumen yang dihimpun dipilih yang sesuai dengan tujuan dan fokus masalah. Pada penelitian ini, studi dokumenter yang dilakukan oleh peneliti yaitu mengumpulkan data-data mengenai data sekolah yang didapatkan dari website pusat data dan statistik pendidikan dan

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Kebudayaan (PDSPK) Kemdikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan). PDSPK merupakan server resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang berisi mengenai data-data pokok pada setiap satuan pendidikan. Studi dokumenter pada penelitian ini tidak digunakan untuk menganalisis implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat tetapi digunakan untuk untuk mempermudah peneliti dalam mengumpulkan data guna mempermudah penelitian yang dilaksanakan di Sekolah Dasar se-Kecamatan Godean. Pada penelitian ini, data kuesioner dan wawancara akan digunakan peneliti untuk mengetahui implementasi Program Pendidikan Karakter berbasis masyarakat. Kuesioner menjadi data utama dalam penelitian ini, sedangkan wawancara menjadi data penguat dalam upaya implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di sekolah dasar se-Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman. F. Instrumen Penelitian Penelitian pada dasarnya merupakan upaya pengukuran, maka alat ukur dalam penelitian disebut instrumen penelitian, sehingga instrumen penelitian merupakan piranti peneliti mengukur fenomena alam maupun sosial yang menjadi fokus peneliti, yang secara spesifik semua fenomena ini disebut variabel. Walaupun instrumen-instrumen penelitian sudah banyak tersedia, dibakukan dan teruji validitas dan reabilitasnya tetapi adakalanya bila digunakan untuk tempat tertentu dan waktu tertentu belum tentu tepat bahkan boleh jadi tidak valid dan reliabel lagi, peneliti menguji instrumen penelitian yang sudah tersedia dalam form yang terdapat dalam Pedoman

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Supervisi Klinis yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2017 dan menguji validitas instrumennya (Hikmawati, 2017: 30). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan alat ukur berupa lembar kuesioner pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup. Lembar kuesioner pertanyaan terbuka digunakan untuk mengetahui upaya yang dilakukan sekolah mengenai program Penguatan Pendidikan Karakter dan pertanyaan tertutup digunakan untuk mengetahui implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat pada sekolah dasar se-Kecamatan Godean. Ciri-ciri kuesioner pertanyaan terbuka adalah variasi kemungkinan jawaban tidak ditentukan terlebih dahulu oleh peneliti. Responden diberikan kebebasan untuk memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Sedangkan pertanyaan tertutup memiliki karakter dimana semua pilihan jawaban dari pertanyaan ini telah ditentukan oleh peneliti. Responden tidak diperkenankan memberikan jawaban selain pilihan jawaban yang telah ditentukan (Effendi dan Tukiran, 2012: 184-185). Instrumen penelitian yang peneliti gunakan menggunakan Skala Guttman. Skala pengukuran dengan tipe ini, akan didapat jawaban yang tegas, yaitu “Ya-Tidak”. Data yang diperoleh dapat berupa data interval atau rasio dikhotomi (dua alternatif). Apabila responden memilih “Ya” maka skornya adalah 1, sedangkan apabila memilih “Tidak” maka skornya adalah 0. Skala Guttman digunakan untuk mendapatkan jawaban yang tegas terhadap suatu permasalahan yang ditanyakan (Sugiyono, 2015: 139).

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 Instrumen penelitian yang dipakai peneliti merupakan instrumen yang telah disusun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang terdapat dalam buku Pedoman Supervisi Klinis yang disusun pada tahun 2017 dengan sedikit perubahan yang dilakukan oleh peneliti. Pada instrumen penelitian yang digunakan oleh peneliti hanya menggunakan 8 kerjasama dari 9 kerjasama yang dapat dilakukan sekolah dengan lembaga atau komunitas yang ada di luar sekolah dikarenakan komunitas pengelola pusat kesenian dan kebudayaan dengan komunitas seniman dan budayawan lokal memiliki lingkup kegiatan yang sama. Adapun kisi-kisi pertanyaan soal Checklist instrumen penelitian dapat dilihat dalam tabel 3.6. Tabel 3. 6 Kisi-kisi Pertanyaan soal Checklist Instrumen Penelitian No. 1. 2. 3. 4. Aspek Item Kerjasama satuan Pendidikan Orang tua peserta didik atau dengan orang tua. paguyuban orang tua sebagai mitra dalam penguatan pendidikan karakter. Kerjasama satuan Pendidikan Pengelolaan Pusat Kesenian dan dengan Pengelola Pusat Kebudayaan atau komunitas Kesenian dan Kebudayaan. (Sanggar seni, bengkel teater, kelompok hobi, dll) yang merupakan pusat pengembangan budaya lokal dan modern. Kerjasama satuan Pendidikan Lembaga pemerintahan (BNN, dengan lembaga Kepolisian, KPK, Kemenkes, pemerintahan. Kemenpora, Kementerian Lingkungan Hidup, dll). Kerjasama satuan Pendidikan Lembaga atau komunitas yang dengan Lembaga atau menyediakan sumber-sumber komunitas yang menyediakan pembelajaran (perpustakaan, sumber-sumber pembelajaran. museum, situs budaya, cagar budaya, paguyuban pecinta lingkungan, komunitas hewan peliharaan, dll). Nomor Butir Soal 1 2 3 4

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 No. Aspek 5. Nomor Butir Soal Item Kerjasama satuan Pendidikan Masyarakat sipil pegiat dengan masyarakat sipil pendidikan (misal, pelatihan pegiat pendidikan. pembuatan alat musik dari bambu, dll). Kerjasama satuan Pendidikan Komunitas keagamaan (majelis dengan komunitas taklim, persekutuan doa, dharma keagamaan. gita). Kerjasama satuan Pendidikan Lembaga bisnis dan perusahaan dengan lembaga bisnis dan (Dunia Usaha /Dunia Industri) perusahaan. yang memiliki relevansi dan komitmen dengan pendidikan. Kerjasama satuan Pendidikan Lembaga penyiaran media seperti dengan lembaga penyiaran televisi, koran, majalah, radio, dll. media. 6. 7. 8. Selain menggunakan soal checklist, penelitian ini 5 6 7 8 pula menggunakan soal essai. Adapun kisi-kisi pada soal essai dapat dilihat pada tabel 3.7. Tabel 3. 7 Kisi-Kisi Pertanyaan Soal Essai Instrumen Penelitian No. 1. 2. 3. 4. Aspek Item Praktik yang dilakukan. Praktik baik yang dilakukan: Kerjasama satuan Pendidikan Apa saja bentuk kerjasama yang dengan orang tua. sudah dilakukan oleh sekolah dengan orang tua peserta didik atau paguyuban orang tua sebagai mitra dalam penguatan pendidikan karakter? Kerjasama satuan Pendidikan Apa saja bentuk kerjasama yang dengan Pengelola Pusat sudah dilakukan sekolah dengan Kesenian dan Kebudayaan. pengelola pusat kesenian dan kebudayaan atau komunitas? Kerjasama satuan Pendidikan Apa saja bentuk kerjasama yang dengan lembaga sudah dilakukan sekolah dengan pemerintahan. lembaga pemerintahan seperti BNN, Kepolisian, KPK, Kemenkes, Kemenpora, Kementerian Lingkungan Hidup, dll? Nomor Butir Soal 1 2 3 4

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 No. Aspek Item 5. Kerjasama satuan Pendidikan dengan Lembaga atau komunitas yang menyediakan sumber-sumber pembelajaran. Apa saja bentuk kegiatan kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan lembaga atau komunitas yang menyediakan sumber-sumber pembelajaran seperti perpustakaan, museum, situs budaya, cagar budaya, paguyuban pencinta lingkungan, komunitas hewan peliharaan, dll? Apa saja bentuk kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan masyarakat sipil pegiat pendidikan seperti pelatihan pembuatan alat musik dari bambu, dll? Apa saja bentuk Kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan komunitas keagamaan seperti majelis taklim, persekutuan doa, dharma gita? Apa saja bentuk Kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan lembaga bisnis dan perusahaan (dunia usaha /dunia industri) yang memiliki relevansi dan komitmen dengan pendidikan? Apa saja bentuk kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan lembaga penyiaran media seperti televisi, koran, majalah, radio, dll? Kendala-kendala yang dihadapi: 6. 7. 8. 9. 10. Kerjasama satuan Pendidikan dengan masyarakat sipil pegiat pendidikan. Kerjasama satuan Pendidikan dengan komunitas keagamaan. Kerjasama satuan Pendidikan dengan lembaga bisnis dan perusahaan. Kerjasama satuan Pendidikan dengan lembaga penyiaran media. Kendala saat pelaksanaan. Nomor Butir Soal 5 6 7 8 9 10 Selain itu pula peneliti menggunakan pedoman wawancara. Pedoman wawancara yang digunakan peneliti dapat dilihat dalam tabel 3.8.

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 Tabel 3. 8 Pedoman Wawancara No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Garis Besar Pertanyaan Wawancara Bagaimana peran orangtua/ wali murid terhadap sekolah terutama terhadap PPK berbasis Masyarakat? Adakah sebuah kegiatan yang dilakukan sekolah mengenai PPK berbasis Masyarakat? Bagaimana dan kapan? Apa saja bentuk kerjasama sekolah dengan orangtua? Pernahkan bekerjasama dengan pusat kesenian, lembaga pemerintahan, komunitas, pegiat pendidikan, komunitas keagamaan, pebisnis, penyiaran media, dsb? Kalau pernah dalam bentuk apa? Target apa yang diinginkan sekolah? Apakah sudah tercapai? Apa kendala sekolah dalam melaksanakan PPK terutama dalam basis Masyarakat? Bagaimana tanggapan guru, orangtua dan masyarakat terhadap karakter anak setelah adanya PPK berbasis masyarakat? Apa dukungan dari pemeritah terhadap sekolah mengenai program PPK? Tabel 3.8 menjelaskan secara garis besar pedoman wawancara yang digunakan peneliti untuk mengetahui lebih mendalam mengenai upaya sekolah dalam implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis Masyarakat di satuan pendidikan Sekolah Dasar se-Kecamatan Godean Kabupaten Sleman. Pada penelitian ini terdapat daftar cek (checklist) yang digunakan untuk membantu mengorganisir data penelitian yang dibutuhkan. Daftar cek yaitu sebuah daftar tempat responden tinggal membubuhkan tanda check (v) pada kolom yang sesuai (Sopiah dan Sangaji, 2010: 151). Adapun daftar cek yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 3.9.

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 Tabel 3. 9 Daftar Cek Dokumentasi No. Data Sekolah 1. SD Negeri Brongkol SD Negeri Godean 3 SD Negeri Godean 1 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. SD Negeri Godean 2 SD Negeri Jetak SD Negeri Karakan SD Negeri Krajan SD Negeri Krapyak SD Negeri Kwagon SD Negeri Ngrenak SD Negeri Pengkol SD Negeri Semarangan 1 SD Negeri Semarangan 2 SD Negeri Semarangan 4 SD Negeri Semarangan 5 SD Negeri Sentul SD Negeri Sidoarum SD Negeri Sidoluhur SD Negeri Sidomoyo SD Negeri Tinom Keterangan Jumlah Sampel Alamat Tidak Sesuai Penelitian sesuai Brongkol, Sidomulyo, 4 Godean, Sleman, DIY. Curitan, Sidoluhur, 5 Godean, Sleman, DIY. Jalan Suparjo No. 3, 9 Sidoluhur, Godean, Sleman, DIY. Kramen, Sidoagung, 9 Godean, Sleman, DIY. Jetak, Sidokarto, Godean, 5 Sleman, DIY. Karakan, Sidomoyo, 5 Godean, Sleman, DIY. Pirak, Sidoluhur, 4 Godean, Sleman, DIY. Krapyak, Sidoarum, 4 Godean, Sleman, DIY. Pare, Sidorejo, Godean, 5 Sleman, DIY. Karanglo, Sidomoyo, 5 Godean, Sleman, DIY. Pengkol, Sidoarum, 4 Godean, Sleman, DIY. Klajuran, Sidokarto, 5 Godean, Sleman, DIY. Nogosari, Sidokarto, 4 Godean, Sleman, DIY. Tangkilan, Sidoarum, 5 Godean, Sleman, DIY. Rewulu, Sidokarto, 4 Godean, Sleman, DIY. Jalan Godean KM 10 4 Sentul, Sidoagung, Sleman, DIY Krapyak, Sidoarum, 4 Godean, Sleman, DIY. Berjo, Sidoluhur, 4 Godean, sleman, DIY. Karangmalang, 4 Sidomoyo, Godean, Sleman, DIY. Tinom, Sidoarum, 4 Godean, Sleman, DIY.

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 G. Teknik Pengujian Instrumen 1. Validitas Validasi menunjuk pada derajat keterpercayaan terhadap proses dan hasil. Instrumen kuesioner yang telah disusun diuji validitasnya kepada 10 guru yang merupakan orang yang kompeten dalam Program Penguatan Pendidikan Karakter. Sugiyono (2007: 173) menyatakan bahwa instrumen dikatakan valid apabila instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur, sedangkan Hikmawati (2017: 155-157), instrumen yang valid hendaknya mempunyai validitas eksternal dan validitas internal. Pada penelitian ini peneliti menggunakan 2 jenis validasi yaitu: a. Validitas Isi Validitas isi menunjuk pada suatu instrumen yang memiliki kesesuaian isi dalam mengungkap/mengukur yang akan di ukur. Validitas isi merupakan validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional atau lewat professional judgment (Azwar, 2008: 45). Validitas isi pada penelitian ini dilakukan penggunakan professional judgment, artinya validitas isi diberikan kepada para ahli yang memiliki bidang keahlian berhubungan dengan penelitian ini. Instrumen yang di validasi terdiri dari 8 soal checklist dan 10 soal essai. Instrumen divalidasi oleh 10 ahli yang merupakan guru Sekolah Dasar Negeri maupun Swasta dan guru SMP di Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulonprogo dan Kota Jogja. Peneliti memilih 9 sekolah yang terdiri dari 10 guru tersebut dikarenakan

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 sekolah tersebut merupakan sekolah unggulan dan pilot project dari program PPK. Selain itu pula para guru yang menjadi ahli dalam validasi ini merupakan guru yang dianggap kompeten dalam bidang ini. Para ahli memberikan nilai pada lembar penilaian instrumen yang telah disediakan. Skala skor yang digunakan dalam lembar penilaian instrumen adalah skala likert. Skala likert merupakan suatu skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2015:134-136). Pada Skala likert meliputi skor 1: sangat tidak setuju, skor 2: tidak setuju, skor 3: ragu-ragu, skor 4: setuju, dan skor 5: sangat setuju. Pengukuran dengan skala Likert, memiliki kecenderungan responden memilih kategori skor ragu-ragu. Mengatasi hal tersebut, maka dalam penelitian ini skala skor yang digunakan peneliti dalam skala Likert dengan memodifikasi kriteria skor sebagai berikut: skor 1: tidak baik, skor 2: kurang baik, skor 3: baik, dan skor 4: sangat baik. Setelah validator mengisi instrumen validasi, hasil diolah untuk memperoleh kategorisasi hasil validasi. Skor yang sudah didapatkan kemudian dikonversikan menjadi data kualitatif skala lima sebagai berikut (Sukardjo, 2006: 52).

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 Tabel 3.10 Konversi Nilai Skala Lima Interval Skor X > ̅Xi + 1,80 SBi ̅Xi + 0,60 SBi ̅Xi + 1,80 SBi ̅Xi + 0,60 SBi
(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 rumus konversi tersebut. Penentuan rumus kualitatif pengembangan ini diterapkan dengan konversi sebagai berikut. Diketahui: Skor maksimal ideal : 68 Skor minimal ideal : 17 Rerata ideal (̅Xi) : (68 + 17) = 42,5 1 2 1 Simpangan baku ideal (SBi) : (68 - 17) = 8,5 Ditanyakan: 6 Interval skor kategori sangat layak digunakan, layak digunakan dengan revisi sedikit, kurang layak dengan revisi banyak, tidak layak revisi total dan sangat tidak layak revisi total. Jawaban: Kategori sangat layak digunakan = X > ̅Xi + 1,80 SBi = X > 42,5 + (1,80 . 8,5) = X > 42,5 + (15,3) = X> 67,8 Kategori layak digunakan dengan revisi sedikit = ̅Xi + 0,60 SBi
(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 = 42,5 – (0,60 . 8,5)
(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Tabel 3. 13 Rekapitulasi Validitas Instrumen No. 1. Validator INL 2. DP 3. H 4. TKR 5. DK 6. S 7. BAP 8. L 9. BM 10. NWM Instansi SD Muhammadiyah Jogodayoh SD Negeri Bhayangkara SMP Negeri 1 Bantul SMP Negeri 1 Bantul SD Negeri Bantul 1 SD Negeri Wates 4 SD Joannes Bosco SD Negeri Ungaran 1 SD Muhammadiyah Karangkajen 1 SD Negeri Keputran 1 Rata-rata Skor 61 Keterangan Sangat layak digunakan 52 Layak untuk digunakan dengan sedikit revisi Sangat layak untuk digunakan Sangat layak untuk digunakan Sangat layak untuk digunakan Sangat layak untuk digunakan Layak untuk digunakan dengan sedikit revisi Sangat layak untuk digunakan Layak untuk digunakan dengan sedikit revisi 66 67 67 67 57 61 54 63 61,5 Sangat layak digunakan Sangat layak digunakan untuk untuk Dari hasil akumulasi dan kategori instrumen serta berdasarkan masukan dan saran yang diberikan oleh ahli, peneliti sedikit merevisi beberapa kata, kalimat maupun susunan Bahasa yang mengikuti masukan dan saran yang telah diberikan oleh ahli. b. Validitas Muka Validitas muka adalah tipe validitas yang paling rendah signifikansinya karena hanya didasarkan pada penilaian terhadap format penampilan (appearance) tes (Azwar, 2008: 46). Tujuan dari validitas muka ialah untuk melihat penampilan tes apakah sudah meyakinkan dan memberikan kesan mampu mengungkapkan apa yang hendak diukur maka dapat dikatakan bahwa validitas muka telah terpenuhi.

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Validitas muka ini dilakukan pada 8 soal checklist dan 10 soal essai yang sebelum memasuki tahap ini, isinya sudah divalidasi oleh para ahli. Validitas muka pada instrumen ini dilakukan oleh 5 guru dari 2 guru SMP Negeri 1 Bantul, SD Negeri Ungaran 1, SD Negeri 4 Wates, dan SD Negeri Keputran 1. Para guru tersebut dipilih karena guru tersebut telah dianggap kompeten dalam bidang PPK. Validitas muka dilakukan dengan menggunakan lembar penilaian validasi yang telah diisi oleh para ahli. Beberapa soal yang diujikan yang dianggap masih membingungkan dan ditemukan di soal checklist serta essai. Hasil validitas muka dapat dilihat pada tabel 3.14. Tabel 3.14 Hasil Validitas Muka No. 1. Validator SMPN 1 Bantul A Masukan Aitem 1: -Komunikasi dihilangkan Aitem 2: -Ejaan perlu diedit Aitem 3: -Ejaan perlu di edit 2. SMPN 1 Bantul B Aitem 7: -Kata DU/DI diberikan kepanjangannya 3. SDN Wates Aitem 3: -Diganti dinas kesehatan Puskesmas, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kepolisian 4 Sebelum direvisi Aitem 1: Komunikasi orang tua peserta didik atau paguyuban orang tua sebagai mitra dalam penguatan pendidikan karakter Aitem 2: theater Aitem 3: KemeNpora Aitem 7: Lembaga bisnis dan perusahaan (DU/DI) yang memiliki relevansi dan komitmen dengan pendidikan. Aitem 3: Lembaga pemerintahan (BNN, Kepolisian, KPK, Kemenkes, KemeNpora, dll Sesudah direvisi Aitem 1: Orang tua peserta didik atau paguyuban orang tua sebagai mitra dalam penguatan pendidikan karakter Aitem 2: Teater Aitem 3: Kemenpora Aitem 7: Lembaga bisnis dan perusahaan (Dunia Usaha /Dunia Industri) yang memiliki relevansi dan komitmen dengan pendidikan. Aitem 3: Lembaga pemerintahan (BNN, Kepolisian, KPK, Kemenkes, Kemenpora, Kementerian Lingkungan Hidup, dll

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 No. 4. Validator SDN Keputran 1 5. SDN Ungaran 1 Masukan Aitem 2: -Kesalahan penulisan mohon diperbaiki Aitem 3: -Kemenkes diganti dengan Puskesmas -Kesalahan penulisan mohon diperbaiki. Aitem 1: -Dihilangkan kata komunikasi Sebelum direvisi Aitem 2: Theater Aitem 3: Kemenkes KemeNpora Sesudah direvisi Aitem 2: Teater Aitem 3: Kemenkes Kemenpora Aitem 1: Komunikasi orang tua peserta didik atau paguyuban orang tua sebagai mitra dalam penguatan pendidikan karakter Aitem 1: Orang tua peserta didik atau paguyuban orang tua sebagai mitra dalam penguatan pendidikan karakter Tabel 3.14 menjelaskan mengenai hasil validasi muka oleh para ahli. Pada hasil akumulasi validasi muka terdapat beberapa masukan yang diberikan oleh para ahli antara lain mengenai kesalahan penulisan, beberapa singkatan diberikan kepanjangan dan menghilangkan beberapa kata yang kiranya tidak perlu. Adapun beberapa hal yang harus direvisi yaitu kata DU/DI diberikan kepanjangannya, kata komunikasi pada instrumen nomer 1 dihapuskan, tulisan kemeNpora menjadi Kemenpora, dan tulisan theater menjadi teater. H. Teknik Analisis Data Analisis data kuesioner pada penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono, 2015: 208).

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Hasan (2006:185), analisis deskriptif merupakan bentuk analisis data penelitian untuk menguji generalisasi hasil penelitian yang didasarkan atas satu sampel. Dimana analisis deskriptif ini dilakukan melalui pengujian hipotesis deskriptif. Analisis deskriptif ini menggunakan satu variabel atau lebih tapi bersifat mandiri, oleh karena itu analisis ini tidak berbentuk perbandingan atau hubungan. Penggunaan analisis deskriptif pada penelitian ini berfungsi untuk melihat implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis Masyarakat di sekolah dasar. Langkah-langkah dalam teknik analisis data yang dilakukan oleh peneliti untuk mengolah data penelitian sebagai berikut. 1. Hal pertama yang dilakukan peneliti yaitu mengolah data. Pengolahan data adalah suatu proses dalam memperoleh data ringkasan atau angka ringkasan dengan menggunakan cara-cara atau rumus-rumus tertentu (Hasan, 2006: 24). Adapun pengolahan data dalam penelitian ini terbagi menjadi tiga tahap sebagai berikut. a. Editing Editing adalah pengecekan atau pengoreksian data yang telah dikumpulkan karena kemungkinan data yang masuk (raw data) atau data yang terkumpul tidak logis dan meragukan (Hasan, 2006: 24). Pada tahap ini peneliti memeriksa ulang kelengkapan identitas responden dan instrumen penelitian untuk meminimalisir kurangnya data yang terkumpul. Kekurangan data maupun kesalahan data dapat dilengkapi dengan pengumpulan data ulang ataupun dengan interpolasi (penyisipan).

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 b. Coding Coding adalah pemberian/ pembuatan kode-kode pada tiaptiap data yang termasuk dalam kategori yang sama (Hasan, 2006: 24). Pada tahap ini peneliti menggunakan kode pada data yang dianalisis dengan memberikan huruf A sampai dengan T untuk inisial data 20 SD yang terdiri dari guru kelas 1 sampai dengan 6. c. Tabulasi Tabulasi adalah membuat tabel-tabel yang berisikan data yang telah diberi kode sesuai dengan analisis yang dibutuhkan (Hasan, 2006: 24). Pada tahap ini peneliti memasukan data yang sudah diberikan kode ke dalam tabel. 2. Setelah data masuk dalam tahap editing, koding, dan tabulasi. Tahap selanjutnya yang dilakukan peneliti adalah mengolah data dengan mengelompokkan dan menyederhanakan data berdasarkan frekuensi dan persentase setiap respon. 3. Langkah selanjutnya, setelah peneliti sudah mengelompokkan dan menyederhanakan data berdasarkan frekuensi dan persentase setiap respon, yaitu peneliti menyajikan data yang diperoleh berdasarkan hasil survei pada guru kelas untuk mengetahui implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di Sekolah Dasar se-Kecamatan Godean. Data penelitian disajikan dalam bentuk diagram. Penyajian diagram terbagi menjadi dua yaitu pertama secara umum, artinya data implementasi program PPK berbasis masyarakat disajikan berdasarkan seluruh aitem menggunakan diagram batang.

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 Cara kedua yaitu secara khusus, artinya data implementasi program PPK berbasis masyarakat disajikan khusus per aitem menggunakan diagram batang. Hasil wawancara dimasukan dalam deskripsi pada hasil data soal essai. Hasil tersebut memperkuat hasil data pada kuesioner pertanyaan terbuka (soal essai). Hasil data soal essai disajikan dalam bentuk deskriptif. 4. Setelah itu, data dianalisis secara deskriptif berdasarkan frekuensi dan persentase setiap respon yang diberikan oleh guru kelas. 5. Langkah terakhir yaitu penarikan kesimpulan. Penarikan kesimpulan bertujuan untuk menjawab rumusan permasalahan yang sedang diteliti oleh peneliti yaitu adanya implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di Sekolah Dasar seKecamatan Godean Kabupaten Sleman. Pada bagian ini membuat deskripsi tentang implementasi Program PPK berbasis masyarakat di Sekolah Dasar dengan melihat persentase pada setiap aitem soal.

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam bagian ini, bab IV membahas mengenai hasil penelitian dan pembahasan. Hasil penelitian membahas mengenai deskripsi data dan analisis data yang dilakukan. Bagian pembahasan membahas mengenai hubungan antara hasil penelitian dengan hasil penelitian yang relevan serta kajian teori. A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Penelitian ini dilaksanakan di SD wilayah UPT Kecamatan Godean. Peneliti mengambil seluruh SD Negeri di Kecamatan Godean yang berjumlah 20 sekolah. 20 sekolah tersebut dipilih berdasarkan persetujuan dari kepala sekolah. Peneliti meminta izin untuk melaksanakan penelitian di sekolah tersebut dan mendapatkan izin dari kepala sekolah. Pada pelaksanaannya peneliti hanya mendapatkan 19 SD negeri untuk melaksanakan penelitian. Hal tersebut dikarenakan kepala sekolah SD Negeri yang peneliti kunjungi tidak bisa ditemui, sehingga dengan beberapa pertimbangan dari peneliti memutuskan hanya 19 sekolah untuk menjadi data dalam penelitian ini. Peneliti mengambil subjek dalam penelitian ini guru kelas 1 sampai dengan 6 dengan jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu sebesar 97 guru. Data peneliti yang belum sesuai diambilkan dari beberapa data penelitian yang tidak menjadi sampel. Berikut adalah daftar 74

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 seluruh SD Negeri di Kecamatan Godean yang diteliti dapat dilihat pada tabel 4.1. Tabel 4. 1 Daftar SD yang diteliti No. Nama Sekolah 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. SD Negeri Brongkol SD Negeri Godean 3 SD Negeri Godean 1 SD Negeri Godean 2 SD Negeri Jetak SD Negeri Karakan SD Negeri Krajan SD Negeri Krapyak SD Negeri Kwagon SD Negeri Ngrenak SD Negeri Pengkol SD Negeri Semarangan 1 SD Negeri Semarangan 2 SD Negeri Semarangan 4 SD Negeri Semarangan 5 SD Negeri Sentul SD Negeri Sidoarum SD Negeri Sidoluhur SD Negeri Sidomoyo SD Negeri Tinom Jumlah Jumlah Responden (Guru) 6 6 12 12 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 132 Sampel Penelitian 4 5 9 9 5 5 4 4 5 5 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 97 Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2018 sampai dengan Februari 2019. Peneliti mengurus beberapa surat izin untuk melaksanakan penelitian berupa surat izin penelitian dari Universitas Sanata Dharma hingga mengurus izin penelitian ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman. Setelah mendapatkan surat tembusan dari Kesbangpol peneliti memberikannya ke kantor Bupati, Dinas Kebudayaan dan UPT Kecamatan Godean. Peneliti mulai menyebar instrumen penelitian dengan memasuki satu persatu SD yang menjadi sampel penelitian. Sebelum menyebarkan instrumen peneliti menemui dan meminta izin

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 terlebih dahulu kepada kepala sekolah. Setelah mendapatkan izin peneliti bisa menyebarkan instrumen penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 8 soal checklist dan 10 soal essai. Instrumen tersebut digunakan untuk melihat implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat. Instrumen yang digunakan peneliti sebelumnya sudah melalui tahap validasi yang meliputi validasi isi dan validasi muka. Instrumen di validasi oleh 10 guru yang sudah berpengalaman dan menguasai PPK di 9 sekolah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Instrumen penelitian dititipkan ke sekolah untuk disebarkan kepada guru kelas. Setiap sekolah memiliki waktu pengerjaan yang berbeda-beda, peneliti memberikan waktu selama 7 hari sampai dengan 14 hari. Peneliti memberikan nomer telepon, apabila ada pertanyaan dari sekolah dan meminta nomer telepon sekolah untuk mengkonfirmasi instrumen yang sudah diisi dan kemudian dianalisis oleh peneliti. 2. Deskripsi Responden Penelitian Responden penelitian yang diambil peneliti merupakan guru kelas 1 sampai dengan guru kelas 6. Penentuan guru kelas yang menjadi sampel penelitian ditentukan menggunakan sistem undian. Instrumen yang sudah diisi responden, selanjutnya dicoding dengan memberikan inisial setiap instrumen. Pemberian inisial pada setiap instrumen dengan menggunakan huruf A sampai dengan T, misalnya A1, A2, A3, A4, B1, B2, dst. Peneliti lalu mengundi untuk mengambil jumlah instrumen yang sesuai dengan tabel krejcie setiap sekolah. Responden mengerjakan 8 soal checklist dan 10 soal

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 essai, di lembar instrumen paling depan terdapat pengantar instrumen dan lembar identitas guru yang mengerjakan dari nama, tanggal lahir, lama mengajar hingga alamat sekolah. Pada halaman terakhir terdapat lembar biodata peneliti yang dilengkapi alamat dan nomor telepon untuk mempermudah responden apabila ada sesuatu yang kurang jelas. Rata-rata lama guru sudah mengajar lebih dari 10 tahun dan ada beberapa guru yang lama mengajarnya di bawah 5 tahun. Pendidikan guru dalam penelitian ini sangat bervariasi mulai dari DIII, S1 dan S2. Data dalam penelitian ini disajikan dengan inisial setiap guru untuk mempermudah peneliti dalam mengolah data. Instrumen yang sudah diisi dikumpulkan dan direkapitulasi untuk mengetahui adanya implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis Masyarakat di Sekolah Dasar se-Kecamatan Godean Kabupaten Sleman. 3. Deskripsi Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis Masyarakat di Sekolah Dasar se-Kecamatan Godean Dalam bagian ini peneliti mendeskripsikan data implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis Masyarakat di Sekolah Dasar se-Kecamatan Godean. Deskripsi data ini digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya implementasi terhadap program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat dan bagaimana upaya sekolah dalam mewujudkannya. Dalam bagian ini, peneliti mendeskripsikan data instrumen checklist untuk melihat ada tidaknya implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat. Deskripsi instrumen essai dipaparkan untuk memperjelas apa saja upaya yang dilakukan sekolah

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 dalam mengimplementasikan program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat. a. Deskripsi data soal checklist Peneliti akan mendeskripsikan mengenai implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di satuan pendidikan Sekolah Dasar se-Kecamatan Godean. Deskripsi data disajikan setiap aitem soal checklist. Soal checklist dapat dilihat pada tabel 4.2. Tabel 4. 2 Soal Checklist No. Soal Checklist 1 Orang tua peserta didik atau paguyuban orang tua sebagai mitra dalam penguatan pendidikan karakter. 2 Pengelola Pusat Kesenian dan Kebudayaan atau komunitas (sanggar seni, bengkel teater, kelompok hobi, dll) yang merupakan pusat pengembangan budaya lokal dan modern. 3 Lembaga pemerintahan (BNN, Kepolisian, KPK, Kemenkes, Kemenpora, Kementerian Lingkungan Hidup, dll). 4 Lembaga atau komunitas yang menyediakan sumbersumber pembelajaran (perpustakaan, museum, situs budaya, cagar budaya, paguyuban pencinta lingkungan, komunitas hewan peliharaan, dll). 5 Masyarakat sipil pegiat pendidikan (misal, pelatihan pembuatan alat musik dari bambu, dll). 6 Komunitas keagamaan (majelis taklim, persekutuan doa, dharma gita). 7 Lembaga bisnis dan perusahaan (Dunia Usaha /Dunia Industri) yang memiliki relevansi dan komitmen dengan pendidikan. 8 Lembaga penyiaran media seperti televisi, koran, majalah, radio, dll. Nomor soal 1 2 3 4 5 6 7 8 Soal Checklist dan nomor soal pada tabel 4.2 digunakan untuk memudahkan pembaca dalam memahami deskripsi data implementasi pada instrumen soal checklist. Dalam penelitian ini, peneliti menyajikan data deskripsi data menjadi dua bagian. Bagian yang pertama dideskripsikan

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 secara umum (seluruh soal checklist), sedangkan bagian ke dua dideskripsikan secara khusus per aitem soal checklist. Persentase implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat secara umum dapat dilihat pada gambar 4.1. Persentase Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat 90% 100% 77% 78% 72% 80% 65% 67% 56% 44% 60% 52% 48% 35% 40% 23% 22% 28% 33% 10% 20% 0% Aitem 1 Aitem 2 Aitem 3 Aitem 4 Aitem 5 Aitem 6 Aitem 7 Aitem 8 Ya 90% 44% 77% 78% 28% 65% 33% 48% Tidak 10% 56% 23% 22% 72% 35% 67% 52% Ya Tidak Gambar 4. 1 Persentase Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat di Satuan Pendidikan Sekolah Dasar SeKecamatan Godean Gambar 4.1 merupakan grafik persentase implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di satuan pendidikan Sekolah Dasar se-Kecamatan Godean. Berdasarkan hasil persentase pada gambar 4.1, persentase implementasi yang paling tinggi terdapat pada aitem soal 1 sebanyak 90% terimplementasikan, aitem soal 2 sebanyak 44%, aitem soal 3 sebanyak 77%, aitem soal 4 sebanyak 78%, aitem soal 5 sebanyak 28%, aitem soal 6 sebanyak 65%, aitem soal 7 sebanyak 33%, dana item soal 8 sebanyak 48%. Apabila dipersentase kembali responden yang memilih ya pada keseluruhan aitem terdapat sebanyak 58%, sedangkan yang memilih tidak sebanyak 48%. Hal ini membuktikan bahwa Sekolah

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 Dasar se-Kecamatan Godean sudah mengimplementasikan program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat. Setelah menganalisis persentase implementasi secara umum, peneliti menganalisis persentase implementasi secara khusus. Berikut ini adalah analisis persentase implementasi instrumen soal checklist secara khusus. 1) Aitem Soal 1 Aitem soal 1 membahas tentang kerjasama sekolah dengan orang tua atau wali murid. Kerjasama sekolah dengan orang tua atau wali murid dapat diwujudkan dalam bentuk paguyuban wali murid, komite sekolah, maupun kegiatan lainnya. Persentase aitem soal 1 dapat dilihat pada gambar 4.2. Aitem 1 100% 90% 50% 10% 0% Aitem 1 Ya Tidak 90% 10% Aitem 1 Gambar 4. 2 Persentase Implementasi Program PPK berbasis Masyarakat Aitem soal 1 Gambar 4.2 menunjukkan hasil pengujian instrumen soal checklist dapat diketahui bahwa program PPK berbasis masyarakat sudah terimplementasikan. Implementasi dapat dilihat dari responden guru yang memilih “Ya” pada instrumen sebanyak 90% dan guru yang memilih “Tidak” yaitu sebanyak 10%. Artinya, 90% responden sudah melakukan

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 kerjasama antara sekolah dengan orang tua siswa dan 10% responden belum melakukan kerjasama antara sekolah dengan orangtua siswa. 2) Aitem soal 2 Aitem soal 2 membahas tentang kerjasama sekolah dengan Pengelola Pusat Kesenian dan Kebudayaan atau komunitas (sanggar seni, bengkel teater, kelompok hobi, dll) yang merupakan pusat pengembangan budaya lokal dan modern. Adapun persentase aitem soal 2 dapat dilihat pada gambar 4.3. Aitem 2 56% 60% 50% 44% 40% 30% 20% 10% 0% Aitem 2 Ya Tidak 44% 56% Gambar 4. 3 Persentase Implementasi Program PPK berbasis Masyarakat Aitem soal 2 Gambar 4.3 menunjukkan hasil dari pengujian instrumen soal checklist aitem soal 2. Implementasi program PPK berbasis masyarakat dapat terlihat dalam jawaban guru. Pada gambar tersebut dapat diketahui bahwa program PPK berbasis masyarakat tidak terimplementasikan dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat bahwa secara keseluruhan guru yang memilih “Ya” sebanyak 44% dan guru yang memilih “Tidak” sebanyak 56%. Artinya, 44% responden sudah melakukan kerjasama dengan pengelola pusat kesenian dan kebudayaan dan 56% belum melakukan kerjasama dengan dengan pengelola pusat kesenian.

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 3) Aitem Soal 3 Aitem soal 3 membahas tentang kerjasama sekolah dengan lembaga pemerintahan seperti BNN, Kepolisian, KPK, Kemenkes, Kemenpora, Kementerian Lingkungan Hidup, dll. Adapun persentase aitem soal 3 dapat dilihat pada gambar 4.4. Aitem 3 100% 77% 80% 60% 40% 23% 20% 0% Aitem 3 Ya Tidak 77% 23% Aitem 3 Gambar 4. 4 Persentase Implementasi Program PPK berbasis Masyarakat Aitem soal 3 Gambar 4.4 menunjukkan hasil dari pengujian instrumen soal checklist pada aitem soal 3 dapat diketahui bahwa program PPK berbasis masyarakat sudah terimplementasikan. Hal tersebut dapat dilihat dari persentase keseluruhan guru yang menjawab “Ya” pada soal aitem 3 sebanyak 77%, sedangkan guru yang menjawab “Tidak” sebanyak 23%. Artinya 77% responden sudah melakukan kerjasama dengan lembaga pemerintahan dan 23% belum melakukan kerjasama dengan lembaga pemerintahan. 4) Aitem Soal 4 Aitem soal 4 membahas tentang kerjasama sekolah dengan lembaga atau komunitas yang menyediakan sumber-sumber pembelajaran seperti

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 perpustakaan, museum, situs budaya, cagar budaya, paguyuban pencinta lingkungan, komunitas hewan peliharaan, dll. Persentase aitem soal 4 dapat dilihat pada gambar 4.5. Aitem 4 100% 78% 80% 60% 40% 22% 20% 0% Aitem 4 Ya Tidak 78% 22% Aitem 4 Gambar 4. 5 Persentase Implementasi Program PPK berbasis Masyarakat Aitem soal 4 Gambar 4.5 menunjukkan hasil dari pengujian instrumen soal checklist pada aitem soal 4 dapat diketahui bahwa program PPK berbasis masyarakat sudah terimplementasikan. Hal tersebut dapat dilihat dari persentase keseluruhan guru yang menjawab “Ya” pada soal aitem 4 sebanyak 78%, sedangkan guru yang menjawab “Tidak” sebanyak 22%. Artinya, 78% responden sudah melakukan kerjasama dengan lembaga atau komunitas yang menyediakan sumber-sumber pembelajaran dan 22% belum melakukan kerjasama dengan lembaga atau komunitas yang menyediakan sumber-sumber pembelajaran. 5) Aitem Soal 5 Aitem soal 5 membahas tentang kerjasama sekolah dengan masyarakat sipil pegiat pendidikan misalnya pelatihan pembuatan alat

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 musik dari bambu, dll. Persentase aitem soal 5 dapat dilihat pada gambar 4.6. Aitem 5 72% 80% 60% 40% 28% 20% 0% Aitem 5 Ya Tidak 28% 72% Aitem 5 Gambar 4. 6 Persentase Implementasi Program PPK berbasis Masyarakat Aitem soal 5 Gambar 4.6 menunjukkan hasil dari pengujian instrumen soal checklist aitem soal 2. Implementasi program PPK berbasis masyarakat dapat terlihat dalam jawaban guru. Pada gambar tersebut dapat diketahui bahwa program PPK berbasis masyarakat tidak terimplementasikan dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat bahwa secara keseluruhan guru yang memilih “Ya” sebanyak 28% dan guru yang memilih “Tidak” sebanyak 72%. Artinya, 28% responden sudah melakukan kerjasama dengan masyarakat sipil pegiat pendidikan dan 72% belum melakukan kerjasama dengan masyarakat sipil pegiat pendidikan. 6) Aitem Soal 6 Aitem soal 6 membahas tentang kerjasama sekolah dengan komunitas keagamaan misalnya majelis taklim, persekutuan doa, dan dharma gita. Persentase aitem soal 6 dapat dilihat pada gambar 4.7.

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 Aitem 6 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Aitem 6 65% 35% Ya Tidak 65% 35% Aitem 6 Gambar 4. 7 Persentase Implementasi Program PPK berbasis Masyarakat Aitem soal 6 Gambar 4.7 menunjukkan hasil dari pengujian instrumen soal checklist pada aitem soal 6 dapat diketahui bahwa program PPK berbasis masyarakat sudah terimplementasikan. Hal tersebut dapat dilihat dari persentase keseluruhan guru yang menjawab “Ya” pada soal aitem 6 sebanyak 65%, sedangkan guru yang menjawab “Tidak” sebanyak 35%. Artinya, 65% responden sudah melakukan kerjasama dengan komunitas keagamaan dan 35% belum melakukan kerjasama dengan komunitas keagamaan. 7) Aitem Soal 7 Aitem soal 7 membahas tentang kerjasama sekolah dengan lembaga bisnis dan perusahaan (Dunia Usaha /Dunia Industri) yang memiliki relevansi dan komitmen dengan pendidikan. Persentase aitem soal 7 dapat dilihat pada gambar 4.8.

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 Aitem 7 80% 67% 60% 40% 33% 20% 0% Aitem 7 Ya Tidak 33% 67% Aitem 7 Gambar 4. 8 Persentase Implementasi Program PPK berbasis Masyarakat Aitem soal 7 Gambar 4.8 menunjukkan hasil dari pengujian instrumen soal checklist aitem soal 7. Implementasi program PPK berbasis masyarakat dapat terlihat dalam jawaban guru. Pada gambar tersebut dapat diketahui bahwa program PPK berbasis masyarakat tidak terimplementasikan dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat bahwa secara keseluruhan guru yang memilih “Ya” sebanyak 33% dan guru yang memilih “Tidak” sebanyak 67%. Artinya, 33% responden sudah melakukan kerjasama dengan lembaga bisnis dan perusahaan (Dunia Usaha/ Dunia Industri) yang memiliki relevansi dan komitmen dengan pendidikan, sedangkan 67% responden belum melakukan kerjasama dengan lembaga bisnis dan perusahaan (Dunia Usaha/ Dunia Industri) yang memiliki relevansi dan komitmen dengan pendidikan. 8) Aitem Soal 8 Aitem soal 8 membahas tentang kerjasama sekolah dengan lembaga penyiaran media seperti televisi, koran, majalah, radio, dll. Persentase aitem soal 8 dapat dilihat pada gambar 4.9.

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 Aitem 8 53% 52% 51% 50% 49% 48% 47% 46% Aitem 8 52% 48% Ya Tidak 48% 52% Aitem 8 Gambar 4. 9 Persentase Implementasi Program PPK berbasis Masyarakat Aitem soal 8 Gambar 4.9 menunjukkan hasil dari pengujian instrumen soal checklist aitem soal 8. Implementasi program PPK berbasis masyarakat dapat terlihat dalam jawaban guru. Pada gambar tersebut dapat diketahui bahwa program PPK berbasis masyarakat tidak terimplementasikan dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat bahwa secara keseluruhan guru yang memilih “Ya” sebanyak 48% dan guru yang memilih “Tidak” sebanyak 52%. Artinya, 48% responden sudah melakukan kerjasama dengan lembaga penyiaran media dan 52% responden belum melakukan kerjasama dengan lembaga penyiaran media. b. Deskripsi Data Soal Essai Peneliti mendeskripsikan 10 soal instrumen essai yang telah diisi oleh guru SD Negeri se-Kecamatan Godean. Upaya implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di Satuan Pendidikan Sekolah Dasar se-Kecamatan Godean dapat dilihat dari variasi jawaban yang diberikan oleh guru pada setiap aitem. Berikut ini adalah aitem soal essai yang dapat dilihat pada tabel 4.3.

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 Tabel 4. 3 Instrumen Soal Essai No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Soal Essai Praktik baik yang dilakukan Apa saja bentuk kerjasama yang sudah dilakukan oleh sekolah dengan orang tua peserta didik atau paguyuban orang tua sebagai mitra dalam penguatan pendidikan karakter? Apa saja bentuk kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan pengelola pusat kesenian dan kebudayaan atau komunitas? Apa saja bentuk kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan lembaga pemerintahan seperti BNN, Kepolisian, KPK, Kemenkes, Kemenpora, Kementerian Lingkungan Hidup, dll? Apa saja bentuk kegiatan kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan lembaga atau komunitas yang menyediakan sumber-sumber pembelajaran seperti perpustakaan, museum, situs budaya, cagar budaya, paguyuban pencinta lingkungan, komunitas hewan peliharaan, dll? Apa saja bentuk kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan masyarakat sipil pegiat pendidikan seperti pelatihan pembuatan alat musik dari bambu, dll? Apa saja bentuk Kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan komunitas keagamaan seperti majelis taklim, persekutuan doa, dharma gita? Apa saja bentuk Kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan lembaga bisnis dan perusahaan (dunia usaha /dunia industri) yang memiliki relevansi dan komitmen dengan pendidikan? Apa saja bentuk kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan lembaga penyiaran media seperti televisi, koran, majalah, radio, dll? Kendala-kendala yang dihadapi Nomor Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Tabel 4.3 di atas merupakan instrumen penelitian aitem soal essai. Terdapat 10 soal essai yang menjabarkan mengenai praktik baik dan kendala. Sebagian besar soal pada aitem essai merupakan pertanyaan yang menggali informasi lebih dalam mengenai upaya implementasi program PPK berbasis masyarakat apabila mengisi tanda “Ya” pada instrumen aitem soal checklist. Berikut ini adalah analisis upaya implementasi dalam instrumen soal essai.

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 1) Aitem Soal 1 Pada aitem soal 1 membahas mengenai praktik baik yang dilakukan sekolah mengenai program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat. Praktik baik yang dilakukan oleh responden dalam penelitian ini antara lain menjalin komunikasi dengan stakeholder dan pihaklain, membuat forum komunikasi dengan paguyuban kelas, mempublikasikan prestasi dan kegiatan sekolah lewat majalah, Menyampaikan program kegiatan PPK kepada komite sekolah dan orangtua siswa, sekolah selalu menginformasikan mengundang orangtua untuk merencanakan program yang berkaitan dengan pendidikan karakter, adanya buku penghubung antar guru kelas dan orangtua, adanya penyuluhan anti narkoba dari pihak kepolisian, penyuluhan makanan sehat dari puskesmas, perpustakaan keliling, kunjungan ke perpustakaan, pojok buku, ikut serta pengajian rutin antar mushola di lingkungan sekolah, langganan koran dan majalah, selalu melibatkan wali murid di setiap kegiatan peserta didik, dan mengadakan pertemuan rutin dengan paguyuban orangtua, baik secara kolektif maupun masing-masing kelas. Sudah banyak sekali kegiatan maupun programprogram sekolah yang dilaksanakan berdasarkan PPK berbasis masyarakat dan kegiatan tersebut sudah berjalan dengan cukup baik. Selain berdasarkan data soal essai, peneliti memperoleh data berdasarkan wawancara dengan kepala sekolah. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan kepala sekolah bahwa beberapa kegiatan seperti halnya sosialisasi dan penyuluhan selalu dilakukan di setiap tahunnya pada tahun ajaran baru. Sekolah pula selalu

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 mengundang berbagai macam narasumber untuk mengisi kegiatan sekolah seperti dari kepolisian maupun puskesmas. 2) Aitem Soal 2 Pada aitem soal 2 membahas mengenai “apa saja bentuk kerjasama yang sudah dilakukan oleh sekolah dengan orang tua peserta didik atau paguyuban orang tua sebagai mitra dalam penguatan pendidikan karakter?”. Bentuk kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan orang tua peserta didik atau paguyuban orang tua sebagai mitra dalam penguatan pendidikan karakter antara lain setiap kelas adanya komite/ paguyuban kelas (untuk mencapai nilai karakter gotong royong), kerjasama dalam kegiatan intra dan ekstra kurikuler, pertemuan rutin antara komite sekolah dengan wali murid, wali kelas dengan paguyuban kelas, guru menitipkan pesan ke wali murid mengenai anak kurang sarapan, membawa bekal dan komunikasi perkembangan siswa, merencanakan program PPK, kerjasama pengelolaan kelas, kunjungan ke rumah siswa, takziah ke keluarga siswa (untuk mencapai nilai religius dan empati), adanya buku penghubung antara wali kelas dengan orang tua, dan menjenguk teman yang sakit, adanya kegiatan “parent’s day” dengan mendatangkan wali murid sebagai narasumber, pemberian tugas rumah yang didukung orangtua (untuk mencapai nilai mandiri), dan wali murid menyetorkan makanan ke kantin secara bergantian (untuk mencapai nilai kejujuran). Selain itu pula kerjasama dapat terlihat sangat baik pula ketika adanya grup “whatsapp” yang semakin mempermudah komunikasi antara guru dengan wali murid.

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 Berdasarkan hasil wawancara dengan 5 kepala sekolah yang diambil secara random menunjukkan bahwa sekolah sudah menjalin hubungan yang baik dengan sekolah. Hal tersebut dapat dilihat pada saat rapat dimana jumlah kehadiran walimurid hampir mencapai angka 100% dan terbentuknya sebuah paguyuban orangtua di setiap kelas. Selain itu, orang tua selalu mengambil andil dalam kegiatan sekolah maupun menyetor makanan di kantin sekolah. 3) Aitem Soal 3 Pada aitem soal 3 membahas mengenai “apa saja bentuk kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan pengelola pusat kesenian dan kebudayaan atau komunitas?”. Bentuk kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan pengelola pusat kesenian atau kebudayaan atau komunitas antara lain pentas seni dalam kegiatan tingkat kabupaten dan hari besar (untuk mencapai subnilai mandiri yaitu etos kerja dan kreatif), berkunjung ke pusat kesenian atau budaya, mengajar ekstrakurikuler tentang seni (Tari, karawitan, dll), hari anak, anak diajak ke desa wisata, mendatangkan polisi sebagai Pembina upacara, mengunjungi perpustakaan kabupaten, museum (untuk mencapai nilai nasionalis), mengikuti lomba tari di kabupaten, menonton pertunjukan maupun pementasan kesenian, mengadakan latihan karawitan dan menampilkan tarian saat acara desa, berlatih karawitan atau gamelan di tempat penduduk setempat yang terdapat, penggunaan gamelan milik desa untuk ekstrakurikuler, berpartisipasi kegiatan festival budaya (untuk mencapai nilai nasionalis), dan pelatihan untuk anak dengan sanggar teater atau puisi. Upaya yang dilakukan sekolah sangatlah bermacam-

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 macam dari mulai bekerjasama dalam ekstrakurikuler, pentas seni, melakukan latian menari dan karawitan dengan warga desa. Hal tersebut menunjukkan sekolah telah melakukan usaha sebaik mungkin dalam bekerjasama dengan masyarakat sekitar. Upaya-upaya yang tersebut untuk mencapai 5 nilai karakter. Salah satu nilai yang ingin dicapai ialah nasionalis. Beberapa jawaban responden tersebut juga dikuatkan berdasarkan hasil wawancara dimana beberapa sekolah selalu berperan aktif dalam mengirimkan peserta didiknya pada pentas seni yang dilaksanakan di sekolah maupun di kabupaten. Selain itu, dikarenakan sekolah tidak memiliki alat gamelan, sekolah bekerjasama dengan pemerintah desa. Sekolah diizinkan untuk menggunakan gamelan untuk ekstrakurikuler di sekolah. 4) Aitem Soal 4 Pada aitem soal 4 membahas mengenai “apa saja bentuk kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan lembaga pemerintahan seperti BNN, Kepolisian, KPK, Kemenkes, Kemenpora, Kementerian Lingkungan Hidup, dll?”. Bentuk kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan lembaga pemerintahan antara lain sosialisasi bahaya rokok, miras dan narkoba, kenakalan anak, kekerasan (bullying), lalu lintas, seksualitas (bahaya sex dini), tawuran pelajar, vandalisme, budaya tertib dalam penyebrangan jalan dari kepolisian (untuk mencapai subnilai antibuli dan kekerasan), adanya polisi sekolah, adanya dokter kecil dibimbing oleh puskesmas dan penyuluhan mengenai makanan sehat serta BIAS,

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 assessment ABK, pemeriksaan gigi, pemantauan jentik-jentik nyamuk, kantin sehat imunisasi campak dan rubela, adanya UKS, mendatangkan polisi untuk Pembina upacara, mendatangkan Kemenag (KUA), sosialiasasi dari Tagana dengan BPBD mengenai gempa dan kebakaran, kerjasama dengan Stikes Aisyah untuk kegiatan kesehatan (bahaya rokok, cuci tangan, gosok gigi, dll), dalam lomba UKS dan lomba Adiwiyata. Berdasarkan hasil wawancara beberapa kegiatan di atas sudah menjadi program tahunan seperti kerjasama dengan Kepolisian dan Puskesmas. 5) Aitem Soal 5 Pada aitem soal 5 membahas mengenai “apa saja bentuk kegiatan kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan lembaga atau komunitas yang menyediakan sumber-sumber pembelajaran seperti perpustakaan, museum, situs budaya, cagar budaya, paguyuban pencinta lingkungan, komunitas hewan peliharaan, dll?”. Bentuk kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan lembaga atau komunitas yang menyediakan sumber-sumber pembelajaran antara lain melakukan pembelajaran ke museum, cagar alam dan situs budaya (untuk mencapai nilai nasionalis), mengunjungi perpustakaan daerah, mengunjungi museum, candi, dan kebun binatang gembiroluko, kunjungan ke museum Soeharto, dan merapi, paket perpustakaan keliling selama 3 bulan, bekerjasama dengan dinas Pariwisata dan dinas Kebudayaan yaitu kegiatan WKM (Wajib Kunjung Museum), penyuluhan budaya baca sebelum belajar dimulai, komunitas perpustakaan, dalam sosialisasi dan penyuluhan giat baca, kerjasama dengan perpustakaan

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 keliling dinas dan LPMP untuk datang ke sekolah (setiap hari Kamis/ bulan). Berdasarkan hasil wawancara, beberapa sekolah di Kecamatan Godean sering memprogramkan kunjungan ke museum Soeharto. Sekolah memilih museum tersebut dikarenakan jaraknya yang cukup dekat. 6) Aitem Soal 6 Pada aitem soal 6 membahas mengenai “apa saja bentuk kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan masyarakat sipil pegiat pendidikan seperti pelatihan pembuatan alat musik dari bambu, dll?”. Bentuk kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan masyarakat sipil pegiat pendidikan antara lain melaksanakan kunjungan secara berkala, tempat pembuatan gerabah di Kasongan, Bantul, pelatihan cara membuat karya tulis (puisi, pantun, dll), praktek membatik (untuk mencapai subnilai kreatif), study banding mendatangi lokasi pelatihan dan langsung praktek, melakukan kunjungan ke kerajinan cara membuat kipas dan bakul di Bantul, pembuatan alat musik dari bambu dari ISI, mengikuti/ melihat pameran, mendatangkan pelatih untuk kerajinan menganyam (untuk mencapai nilai mandiri) seperti membuat tempat parcel buah, pengelolaan sampah. Berdasarkan hasil wawancara, beberapa responden belum melaksanakan kerjasama tersebut atau sedang dalam program sekolah yang belum dilaksanakan. Upayaupaya diatas untuk mencapai lima kristalisasi nilai karakter, salah satunya ialah nilai mandiri. Setiap nilai karakter yang akan di capai saling berhubungan satu sama lainnya.

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 7) Aitem Soal 7 Pada aitem soal 7 membahas mengenai “apa saja bentuk Kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan komunitas keagamaan seperti majelis taklim, persekutuan doa, dharma gita?”. Bentuk kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan komunitas keagamaan antara lain Melakukan kerjasama dengan TPA untuk mengisi kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, mengadakan pengajian dan syawalan bersama, doa bersama menjelang ujian dan mendatangkan Ustadz, peringatan hari besar keagamaan dan kerjasama dengan pesantren dalam menyelenggarakan pesantren kilat, ikut serta pengajian rutin dengan masyarakat setempat, kegiatan motivasi kepada siswa kelas 6, orang tua dan sekolah, pelaksanaan hari besar agama dilaksanakan di sekolah (sholat ied), pesantren kilat di Ponpes Bina Insani Moyudan dan pesantren kilat di Ponpes Mlangi, kerjasama dengan takmir mushola sekolah: menyelenggarakan kegiatan keagamaan seperti pengajian menjelang buka puasa, teraweh berjamaah, tenaga pengajar TPA dan TBTQ bekerjasama dengan pondok pesantren di lingkungan sekolah, kegiatan pengajian dengan mendatangkan Ustadz dari berbagai sumber seperti pendongeng dari Kota Gede (AMM). Kegiatan berikut untuk mencapai lima kristalisasi nilai karakter. Nilai karakter yang dominan dicapai ialah nilai religius. Berdasarkan hasil wawancara, sekolah masih memegang langsung kegiatan-kegiatan kerohanian yang di handle oleh guru. Beberapa sekolah pula sudah mulai melakukan kerjasama dengan pondok pesantren yang berada di sekitar sekolah.

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 8) Aitem Soal 8 Pada aitem soal 8 membahas mengenai “apa saja bentuk kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan lembaga bisnis dan perusahaan (dunia usaha/ dunia industri) yang memiliki relevansi dan komitmen dengan pendidikan?”. Bentuk kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan lembaga bisnis (dunia usaha/ dunia industri) antara lain kunjungan dalam rangka pembelajaran di luar kelas, berkunjung dan membuat karya bersama yang memiliki nilai ekonomis, kelas inspirasi, kunjungan ke industri gerabah, batu merah, pengrajin tempe dan pengrajin genteng, kerjasama dengan Indofood dan PT. Nesttle pemberian sosialisasi pentingnya sarapan dan pemberian produk, melalui kantin sekolah, sosialisasi dan penyuluhan oleh sari husada (kerjasama penjualan susu), kerjasama tabungan pelajar dengan BPR shinta dasa, kunjungan ke pabrik gula maduksimo, industri gerabah kasongan dan home industry batik imogiri, mendatangkan pelatih untuk pembuatan telur asin dan kerajinan dari barang bekas, membuat susu kedelai, membuat sapu lidi, membuat telur asin, pengelolaan sampah kegiatan tersebut diintegrasikan dalam pengajaran/ kegiatan pramuka untuk melatih kewirausahaan siswa, hasilnya dijual di kantin sekolah. Kegiatan tersebut untuk mencapai lima kristalisasi nilai karakter. Nilai karakter yang dominan untuk dicapai ialah nilai mandiri. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak sekolah bahwa saat kunjungan siswa bisa melakukan prakter langsung. Adapula yang hanya melakukan kunjungan.

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 9) Aitem Soal 9 Pada aitem soal 9 membahas mengenai “apa saja bentuk kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan lembaga penyiaran media seperti televisi, koran, majalah, radio, dll?”. Bentuk kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan lembaga penyiaran media antara lain lomba cerdas cermat di TVRI, menampilkan kegiatan-kegiatan sekolah ataupun prestasi sekolah, mempublikasikan kegiatan sekolah melalui majalah dan siswa yang berbakat mengirim karyanya (untuk mencapai nilai mandiri), langganan koran seperti KR, bulletin, dan majalah seperti Candra, dan kunjungan ke redaksi koran KR di Jalan Solo. Pada aitem soal 9 upaya yang dilakukan sekolah tidak begitu banyak variasi seperti ada aspek lainnya. Sebagian besar responden baru melakukan kerjasama berupa langganan koran maupun majalah. Berdasarkan hasil wawancara, beberapa sekolah mengatakan bahwa sekolah bekerjasama berupa langganan koran dan majalah. 10) Aitem Soal 10 Pada aitem soal 10 membahas mengenai “kendala-kendala yang dihadapi”. Kendala-kendala yang dihadapi responden antara lain kurangnya sosialisasi dari pihak terkait, pembiayaan dan kurangnya sosialisasi pihak terkait, mengatur waktu kegiatan, dalam membuat seluruh agenda kegiatan, kurangnya dukungan orangtua dalam program-program PPK, tingkat partisipasi orangtua belum maksimal Tingkat partisipasi orangtua belum maksimal, kurangnya dukungan dari pihak keluarga siswa karena kurang berpengalaman/ tingkat pendidikan rendah, alat atau prasarana yang kurang

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 mendukung, kesulitan mengurus izin lama, dan banyak program PPK yang masih perlu membutuhkan dukungan dari pihak-pihak lain. Kendala yang dialami sekolah bermacam-macam. Setiap sekolah memiliki kendala yang berbeda dan ada pula yang sama. Berdasarkan wawancara, kepala sekolah mengaku tidak ada kendala dalam pembiayaan sebab dalam dana yang diberikan pemerintah telah dianggarkan khusus untuk kegiatan PPK. B. Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di satuan pendidikan Sekolah Dasar se-Kecamatan Godean. Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil kuesioner dengan pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup yang disebarkan kepada seluruh guru Sekolah Dasar Negeri kelas 1 sampai dengan kelas 6 se-Kecamatan Godean. Pertanyaan terbuka dan tertutup tersebut terdiri dari 8 soal checklist dan 10 soal essai. Data penelitian kemudian dideskripsikan setiap aitem soal. Pada instrumen soal checklist, apabila guru memilih “Ya” berarti sekolah telah melakukan upaya implementasi dan pada instrumen soal essai memperjelas upaya apa yang dilakukan oleh pihak sekolah. Deskripsi hasil penelitian dari soal checklist menunjukkan bahwa Sekolah Dasar se-Kecamatan Godean sudah melakukan upaya dalam mengimplementasikan program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat. Akan tetapi pada beberapa aspek kerjasama yang dilakukan oleh sekolah belum maksimal. Hal tersebut dapat dilihat dari besarnya angka

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 implementasi tersebut bervariasi pada setiap aspeknya. Implementasi tertinggi terjadi pada aitem soal 1 sebesar 90% responden sudah mengimplementasikan dan 10% responden belum mengimplementasikan. Aitem soal 1 mewakili membahas mengenai kerjasama sekolah dengan wali murid, sedangkan implementasi terendah terjadi pada aitem soal 5 sebesar 28% responden sudah mengimplementasikan dan 72% belum mengimplementasikan. Aitem soal 5 membahas mengenai kerjasama sekolah dengan masyarakat sipil pegiat pendidikan, sedangkan aitem soal lain memiliki persentase yaitu aitem soal 2 sebesar 44% respon sudah mengimplementasikan dan 56% belum mengimplementasikan, aitem soal 3 sebesar 77% responden sudah mengimplementasikan dan 23% responden belum mengimplementasikan, aitem soal 4 sebesar 78% responden sudah mengimplementasikan dan 22% responden belum mengimplementasikan, aitem soal 6 sebesar 65% responden sudah mengimplementasikan dan 35% responden belum mengimplementasikan, aitem soal 7 sebesar 33% responden sudah mengimplementasikan dan 67% responden belum mengimplementasikan, dan aitem soal 8 sebesar 48% responden sudah mengimplementasikan serta 52% responden belum mengimplementasikan. Peneliti kemudian membahas mengenai upaya implementasi melalui soal essai. Sekolah dapat dikatakan melakukan upaya implementasi dengan baik dapat dilihat dari jawaban guru yang sangat bervariasi. Implementasi yang dilakukan dengan baik dapat dilihat pada persentase aitem soal 1, aitem soal 3, aitem soal 4, dan aitem soal 6. Aitem soal 1 membahas mengenai kerjasama sekolah dengan wali murid. Kerjasama yang dilakukan sekolah antara lain

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 membentuk paguyuban wali murid, adanya buku penghubung, rapat sekolah dengan walimurid yang dilakukan secara rutin, kegiatan-kegiatan sekolah yang melibatkan walimurid. Aitem soal 3 membahas mengenai kerjasama sekolah dengan lembaga pemerintahan. Kerjasama yang dilakukan sekolah antara lain bekerjasama dengan pihak kepolisian, puskesmas, perpustakaan daerah, Tagana dan BPBD. Aitem soal 4 membahas mengenai kerjasama sekolah dengan lembaga atau komunitas yang menyediakan sumber-sumber pembelajaran. Kerjasama yang dilakukan sekolah antara lain mengadakan Wajib Kunjung Museum (WKM), perpustakaan keliling, berkunjung ke candi dan ke kebun binatang. Terakhir aitem soal 6 membahas mengenai kerjasama sekolah dengan komunitas keagamaan. Kerjasama yang dilakukan sekolah antara lain bekerjasama dalam pengadaan TPA untuk ekstrakurikuler, mendatangkan ustadz dan takmir masjid dalam pengajian dan doa bersama, bekerjasama dengan pondok pesantren melalui kegiatan pesantren kilat, kegiatan motivasi, dan peringatan hari besar keagamaan. Penelitian yang dilakukan ini sejalan dengan penelitian Ruyadi (2010) dengan judul Model Pendidikan Karakter berbasis Kearifan Budaya Lokal (Penelitian terhadap masyarakat adat Kampong Benda Kerep Cirebon Provinsi Jawa Barat untuk pengembangan karakter di sekolah). Salah satu hasil penelitian Ruyadi (2010), menunjukkan bahwa pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di sekolah telah memberikan dampak positif terhadap siswa, sekolah dan masyarakat. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti mengenai implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di satuan pendidikan Sekolah Dasar se-Kecamaran Godean pula menunjukkan

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 bahwa sekolah sering berkerjasama dengan masyarakat sekitar dikarenakan adanya dampak positif yang diterima oleh siswa dan sekolah. Penelitian yang kedua dilakukan oleh Asriati (2012) dengan judul Pengembangan Karakter Peserta Didik Berbasis Kearifan Lokal melalui Pembelajaran Sekolah. Menurut penelitian tersebut terintegrasinya pendidikan karakter dalam muatan keunggulan lokal pada proses pembelajaran, akan sesuai dengan lingkungan yang ada dan dialami peserta didik dalam rangka mengaitkan pembelajaran dengan kejadian nyata sehingga dapat meciptakan proses pembelajaran yang bermakna. Hal tersebut memiliki relevansi dengan penelitian ini yaitu dengan kegiatan-kegiatan dalam upaya implementasi Program PPK berbasis masyarakat, siswa mampu mengenali dan menemukan jati dirinya di dalam masyarakat sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Penelitian yang ketiga dilakukan oleh Darmayanti dan Wibowo (2014) dengan judul Evaluasi Program Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ke empat dilakukan oleh Maunah (2015) dengan judul Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembentukkan Kepribadian Holistik Siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami implementasi pendidikan karakter dalam pembentukan kepribadian holistik siswa. Penelitian yang kelima dilakukan oleh Subianto (2013) dengan judul Peran Keluarga, Sekolah dan Masyarakat dalam Pembentukan Karakter Berkualitas. Kesimpulan dalam penelitian tersebut ialah masing-masing peran yang dilakukan dengan baik oleh keluarga, sekolah maupun masyarakat dalam pendidikan, yang saling memperkuat dan saling melengkapi antara ketiga pusat tersebut, akan memberikan peluang besar dalam mewujudkan sumber

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 daya manusia terdidik yang bermutu. Berdasarkan hasil penelitian Subianto (2013), Darmayanti dan Wibowo (2014), dan Maunah (2015) menguatkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Penelitian tersebut membahas mengenai peran serta masyarakat dalam Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di satuan pendidikan dan evaluasi kegiatan yang telah dilakukan satuan pendidikan. Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa peran serta masyarakat memiliki dampak positif dalam perkembangan karakter peserta didik. Kurniawan (2013: 197-198) menyatakan bahwa masyarakat sebagai lingkungan pendidikan yang lebih luas turut berperan dalam terselenggaranya proses pendidikan karakter. Setiap individu sebagai anggota dari masyarakat tersebut harus bertanggungjawab dalam menciptakan suasana yang nyaman dan mendukung tumbuh kembangnya karakter individu-individu di masyarakat, sedangkan Hendarman (2017: 27-41) menyatakan bahwa Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis Masyarakat merupakan kerjasama yang dilakukan oleh pihak sekolah dengan pegiat seni dan budaya, tokoh masyarakat, dunia usaha, komite sekolah, orangtua, LSM, dan dunia industri untuk mencapai lima (5) kristalisasi nilai karakter. Penelitian ini memperlihatkan bahwa sekolah dasar negeri se-Kecamatan Godean sudah melibatkan masyarakat sekitar sekolah serta lembaga-lembaga terkait maupun komunitas yang bergerak di pendidikan. Dari semua unsur maupun elemen masyarakat harus ambil andil dalam terselenggaranya pendidikan karakter untuk mencapat lima (5) nilai karakter. Meskipun masih ada beberapa elemen atau unsur di dalam masyarakat yang belum dioptimalkan kerjasamanya oleh

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 sekolah. Sekolah dasar negeri di Kecamatan Godean terus membuat dan memperbaiki program-program sekolah demi mengimplementasikan program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat. Program Penguatan Pendidikan karakter memiliki prinsip-prinsip pengembangan dan implementasinya dalam mendasarinya yaitu nilai-nilai moral universal, holistik, terintegrasi partisipatif, kearifan lokal, kecakapan abad XXI, adil dan inklusif, selaras dengan perkembangan peserta didik, dan terukur (Hendarman, dkk, 2017: 10). Implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis masyarakat di Sekolah Dasar se-Kecamatan Godean sudah mengembangkan dan mengimplementasi program PPK berbasis masyarakat dengan menggunakan prinsip-prinsip tersebut. Satuan pendidikan sudah didukung berbagai macam latar belakang agama, keyakinan kepercayaan, sosial dan budaya yang termasuk dalam prinsip nilai-nilai moral universal. Kegiatan tersebut antara lain pesantren kilat, perayaan hari-hari besar, dan ikut serta dalam kegiatan desa. Prinsip holistik dan terintegrasi sudah diterapkan oleh sekolah dengan membuat sebuah program khusus dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Satuan pendidikan sudah mengembangkan program kegiatan dengan prinsip partisipatif dan kearifan lokal seperti, mengundang lembaga pemerintahan, komunitas, walimurid dan masyarakat sekitar dalam melaksanakan program PPK berbasis masyarakat yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan. Prinsip kecakapan abad XXI, adil dan inklusif, dan selaras dengan perkembangan peserta didik sudah cukup terlihat dalam pengembangan kegiatannya seperti, peserta didik diajak untuk berpikir kritis dan kreatif dalam pembuatan kerajinan, mengikuti kegiatan di

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 luar sekolah sehingga mampu bersosialisasi dan berkomunikasi dengan baik. Prinsip yang terakhir adalah terukur, prinsip ini belum terlaksanakan secara optimal oleh pihak sekolah sebab tidak ada pedoman acuan secara detail pada pelaksanaan kegiatan dalam megukur karakter yang telah berkembang dalam siswa. Guru mengukur perkembangan karakter peserta didik melalui pengamatan di dalam kelas maupun di luar kelas. Mengukur perkembangan karakter peserta didik tidaklah semudah mengukur tingkat perkembangan intelegensi siswa yang bisa dilakukan dengan tes evaluasi.

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP Peneliti menguraikan tiga hal, yaitu kesimpulan, keterbatasan penelitian, dan saran dalam bab V ini. A. Kesimpulan Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Sekolah dasar se-Kecamatan Godean sudah mengimplementasikan program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat. Berdasarkan pada data, Implementasi yang tertinggi terjadi pada kerjasama sekolah dengan orang tua siswa atau paguyuban orang tua siswa sebesar 90% responden, sedangkan implementasi yang terendah terjadi pada kerjasama sekolah dengan masyarakat sipil pegiat pendidikan sebesar 28% responden. 2. Upaya yang dilakukan sekolah dasar se-Kecamatan Godean dalam mengimplementasikan program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat masih ditemukan beberapa aspek yang belum dilaksanakan secara maksimal. Berdasarkan pada data, upaya sekolah dalam mengimplementasikan program PPK berbasis masyarakat antaralain kerjasama dengan orangtua siswa membentuk paguyuban wali murid, komunitas keagamaan, pengelola kebudayaan, lembaga pemerintah seperti kepolisian dan puskesmas, masyarakat sipil pegiat pendidikan, dengan lembaga bisnis dan perusahaan, dan lembaga penyiaran media. 105

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 B. Keterbatasan Penelitian Peneliti menyadari bahwa dalam melakukan pelaksanaan penelitian ini masih banyak kelemahan dan keterbatasan yang dialami. Adapun kelemahan dan keterbatasan peneliti dalam melaksanakan penelitian adalah sebagai berikut. 1. Keterbatasan pengumpulan instrumen penelitian yang tidak sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. 2. Peneliti mengalami kesulitan dalam memperoleh izin di salah satu sekolah dasar negeri yang dijadikan sampel penelitian. 3. Peneliti mengalami kesulitan dalam mendeskripsikan data dikarenakan responden dalam menjelaskan kegiatan Program PPK kurang detail. 4. Guru merasa keberatan dalam mengerjakan pertanyaan terbuka yaitu soal essai. C. Saran Berdasarkan keterbatasan yang telah didapatkan, maka peneliti menyampaikan saran sebagai masukan dan perbaikan untuk penelitian selanjutnya. Adapun saran mengenai permasalahan implementasi program PPK berbasis masyarakat adalah sebagai berikut. 1. Penelitian selanjutnya, sebaiknya memperhatikan waktu pelaksanaan penelitian pada saat tugas guru tidak begitu banyak pekerjaan sehingga guru dapat mengumpulkan instrumen tepat waktu dan mengerjakan secara maksimal.

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 2. Penelitian selanjutnya, sebaiknya tidak hanya mendatangi sekolah namun menghubungi via telepon dan mencoba menemui guru yang bisa diajak bekerjasama dengan baik. 3. Penelitian selanjutnya, sebaiknya saat pengambilan instrumen mengecek kembali data sebelum meninggalkan tempat pengambilan data sehingga dapat memperjelas jawaban yang diberikan oleh responden. 4. Penelitian selanjutnya, sebaiknya memberikan pilihan kegiatan sehingga mempermudah responden dalam mengisi instrumen pertanyaan terbuka.

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 DAFTAR PUSTAKA Adisusilo, Sutarjo. 2012. Pembelajaran Nilai Karakter. Depok: Rajagrafindo Persada. Arismantoro. 2008. Character Building.Yogyakarta: Tiara Wacana. Asriati, Nuraini. 2012. Mengembangkan Karakter Peserta Didik Berbasis Kearifan Lokal Melalui Pembelajaran di Sekolah. Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora, 3 (2). Azwar, Saifuddin. 2008. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. Basleman, Anisah, et all. 2011. Teori Belajar Orang Dewasa. Bandung: Remaja Rosdakarya. Damayanti, Stovika Eva dan Wibowo, Udik Budi. 2014. Evaluasi Program Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Kabupaten Kulon Progo. Jurnal Prima Edukasia, 2 (2). Data Referensi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 28 Mei 2018, pukul 06.37 WIB. http://referensi.data.kemendikbud.go.id/pd_index.php?kode=040204&level=3. Dermawan, Deni. 2013. Metode Penelitian Kuantatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Dimyati dan Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajar. Jakarta: Rineka Cipta. Effendi, Sofian dan Tukiran. 2012. Metode penelitian Survei. Jakarta: LP3ES. Grablin, Abba. “Novanto Kembali Sebut 9 Nama Anggota DPR yang Diduga Terima Uang E-KTP”. 22 Januari 2019, pukul 18.00 WIB. https://nasional.kompas.com/read/2018/09/18/15451861/novanto-kembali-sebut9-nama-anggota-dpr-yang-diduga-terima-uang-e-ktp. Hasan, Iqbal. 2006. Analisis Data Penelitian dengan Statistik. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Hendarman, dkk. 2017. Konsep dan Pedoman: Penguatan Pendidikan Karakter. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan kebudayaan. Hermawan. 2017. Implementasi pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat pada Kegiatan Student Exchange SD Muhammadiyah Paesan Pekalongan. Jurnal Pendidikan Agama Islam-Ta’lim, 15 (2), 121-122.

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 Hidayatullah, Furqon. 2010. Pendidikan Karakter: Membangun Peradaban. Surakarta: Yuma Pustaka. Hikmawati, Fenti. 2017. Metodologi Penelitian. Depok: Rajagrafindo persada. Koesoema, A. Doni. 2007. Pendidikan Karakter: Strategi Mendidik Anak di Zaman Global. Jakarta: Grasindo. Kurniawan, Syamsul. 2013. Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Implementasi Secara Terpadu di Lingkungan Keluarga, Sekolah, Perguruan Tinggi dan Masyarakat. Yogyakarta: Ar-ruzz Media. Linckona, Thomas. 2012. Educating for Character: Mendidik untuk Membentuk Karakter. Jakarta: Bumi Aksara. Linckona, Thomas. 2013. Character Matters: Persoalan Karakter. Jakarta: Bumi Aksara. Linckona, Thomas. 2014. Pendidikan Karakter: Panduan Lengkap Mendidik Siswa Menjadi Pintar dan Baik. Bandung: Nusa Media. Lubis, Iqbal. “Kasus Narkoba Dikendari, Seorang Pelajar SD Tewas. 24 April 2018, pukul 15.00 WIB. https://nasional.tempo.co/read/909007/kasus-narkoba-di-kendari-seorang-pelajarsd-tewas. Mahdi, Adnan dan Mujahidin. 2014. Panduan Penelitian Praksis untuk Menyusun: Skripsi, Tesis, dan Disertasi. Bandung: Alfabeta. Maksudin. 2013. Pendidikan Karakter Non-Dikotomik. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Mangunhardjana, M. 2016. Pendidikan Karakter. Yogyakarta: Grahatma Semesta. Martono, Nanang. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif: Analisis Isi dan Analisis Data Sekunder. Depok: Rajagrafindo Persada. Maunah, Binti. 2015. Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Kepribadian Holistik Siswa. Jurnal Pendidikan Karakter, V (1). Morissan. 2014. Metode Penelitian Survei. Jakarta: Kencana. Mustari, Mohamad. 2014. Nilai Karakter;Refleksi Untuk Pendidikan. Jakarta: RajaGrafindo Persada. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017. 25 Desember 2017, pukul 18.00 WIB. https://setkab.go.id/inilah-materi-perpres-no-87-tahun-2017-tentang-penguatanpendidikan-karakter/

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 Permendikbud Nomor 20 Tahun 2018. 23 Januari 2018, pukul 20.00 WIB https://www.panduandapodik.id/2018/07/permendikbud-nomor-20-tahun2018.html?m=1. Prayitno. 2009. Dasar Teori dan Praksis Pendidikan. Jakarta: Grasindo. Ruyadi, Yadi. 2010. Model Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Budaya Lokal (Penelitian terhadap Masyarakat Kampung Benda Kerep Cirebon Provinsi Jawa Barat untuk Pengembangan Pendidikan Karakter di Sekolah). Proceeding of the 4 internasional conference on teacher education: join conference UPI &UPSI Bandung. Samani, Muchlas dan Hariyanto. 2012. Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Samho, Bartolomeus. 2013. Visi Pendidikan Ki hajar Dewantara. Yogyakarta: Kanisius. Sangadji, Etta Mamang dan Sopiah. 2010. Metodologi Penelitian: Pendekatan Praktis dalam penelitian. Yogyakarta: Andi Offset. Soedijarto. 2008. Landasan dan Arah Pendidikan Nasional Kita. Jakarta: Buku Kompas. Soetanto, Hendrawan,dkk. 2013. Model Pendidikan Karakter: Menuju Entrepreneurial University di Universitas Brawijaya. Malang: UB press. Soleman, Mochdar dan Muhammad Noer. 2017. Nawacita Sebagai Strategi Khusus Jokowi Periode Oktober 2014- 20 Oktober 2015. Jurnal Kajian Politik dan Masalah Pembangunan, 13 (1). Sopiah dan Sangadji, Mamang. 2010. Metodologi Penelitian: Pendekatan Praktis dalam Penelitian. Yogyakarta: Andi Offset. Subianto, Jito. 2013. Peran Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat dalam Pembentukan Karakter Berkualitas. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 8 (2). Sugiyono. 2007. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan RnD. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan RnD. Bandung: Alfabeta. Sukardjo. 2006. Kumpulan Materi Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Prodi Teknologi Pembelajaran, Pps UNY.

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 Sukmadinata, Nana Syaodih. 2008. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Sumanto. 2014. Statistika Terapan. Jakarta: Buku Seru. Suryabrata, Sumadi. 2015. Psikologi Kepribadian. Jakarta: RajaGrafindo Persada. Tim Penyusun. 2017. Pedoman Supervisi Klinis Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Penguatan Pendidikan Karakter. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan kebudayaan. Yamin, M. “40% Pengguna Narkoba Pelajar dan Mahasiswa”. 23 April 2018, pukul 17.00 WIB. https://nasional.sindonews.com/newsread/1257498/15/40-pengguna-narkobapelajar-mahasiswa-1510710950. Yusuf, Muri A. 2013. Metode Penelitian. Jakarta: Prenadamedia.

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 LAMPIRAN

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 Lampiran 1. Surat Izin Penelitian dari Universitas Sanata Dharma

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 Lampiran 2. Surat Rekomendasi Izin Penelitian dari Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 Lampiran 3. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian dari UPTD Kecamatan Godean

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 Lampiran 4. Surat Keterangan Sudah Mengumpulkan Hasil Penelitian kepada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 Lampiran 5. Rangkuman Data SD Negeri di Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman Rangkuman Data SD Negeri Kecamatan Godean Tahun Pelajaran 2018/2019 Kecamatan : Godean Kabupaten : Sleman Provinsi : D.I. Yogyakarta Status Sekolah : Negeri No. 1. Nama Sekolah SD Negeri Brongkol 2. 3. SD Negeri Godean 3 SD Negeri Godean 1 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 16. SD Negeri Godean 2 SD Negeri Jetak SD Negeri Karakan SD Negeri Krajan SD Negeri Krapyak SD Negeri Kwagon SD Negeri Ngrenak SD Negeri Pengkol SD Negeri Semarangan 1 SD Negeri Semarangan 2 SD Negeri Semarangan 4 SD Negeri Semarangan 5 SD Negeri Sentul 17. 18. 19. SD Negeri Sidoarum SD Negeri Sidoluhur SD Negeri Sidomoyo 20. SD Negeri Tinom 13. 14. 15. Alamat Brongkol, Sidomulyo, Godean, Sleman, DIY. Curitan, Sidoluhur, Godean, Sleman, DIY. Jalan Suparjo No. 3, Sidoluhur, Godean, Sleman, DIY. Kramen, Sidoagung, Godean, Sleman, DIY. Jetak, Sidokarto, Godean, Sleman, DIY. Karakan, Sidomoyo, Godean, Sleman, DIY. Pirak, Sidoluhur, Godean, Sleman, DIY. Krapyak, Sidoarum, Godean, Sleman, DIY. Pare, Sidorejo, Godean, Sleman, DIY. Karanglo, Sidomoyo, Godean, Sleman, DIY. Pengkol, Sidoarum, Godean, Sleman, DIY. Klajuran, Sidokarto, Godean, Sleman, DIY. Nogosari, Sidokarto, Godean, Sleman, DIY. Tangkilan, Sidoarum, Godean, Sleman, DIY. Rewulu, Sidokarto, Godean, Sleman, DIY. Jalan Godean KM 10 Sentul, Sidoagung, Sleman, DIY Krapyak, Sidoarum, Godean, Sleman, DIY. Berjo, Sidoluhur, Godean, sleman, DIY. Karangmalang, Sidomoyo, Godean, Sleman, DIY. Tinom, Sidoarum, Godean, Sleman, DIY.

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 Lampiran 6. Coding Data 20 Sekolah Dasar Negeri No. Nama SD Inisial No. Nama SD Inisial 1 A1 38 2 A2 39 3 A3 40 E5 4 A4 41 E6 5 A5 42 F1 A6 43 F2 7 A7 44 8 A8 45 F4 9 A9 46 F5 10 A10 47 F6 11 A11 48 G1 12 B1 49 G2 13 B2 50 14 B3 51 G4 15 B4 52 G5 16 B5 53 G6 B6 54 H1 18 B7 55 H2 19 B8 56 20 B9 57 H4 21 B10 58 H5 22 B11 59 H6 23 B12 60 I1 24 C1 61 I2 25 C2 62 C3 63 I4 27 C4 64 I5 28 C5 65 I6 29 C6 66 J1 30 D1 67 J2 31 D2 68 D3 69 J4 33 D4 70 J5 34 D5 71 J6 35 D6 72 K1 E1 73 E2 74 6 17 26 32 36 37 SD Negeri Godean 1 SD Negeri Godean 2 SD Negeri Godean 3 SD Negeri Semarangan 1 SD Negeri Semarangan 4 E3 SD Negeri Semarangan 4 SD Negeri Semarangan 5 SD Negeri Krapyak SD Negeri Kwagon SD Negeri Karakan SD Negeri Krajan SD Negeri Brongkol E4 F3 G3 H3 I3 J3 K2 K3

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 No. Nama SD Inisial No. K4 103 K5 104 77 K6 105 78 L1 106 P5 79 L2 107 Q1 L3 108 Q2 L4 109 82 L5 110 Q4 83 L6 111 Q5 84 M1 112 Q6 85 M2 113 R1 M3 114 75 76 80 81 86 87 SD Negeri Brongkol SD Negeri Jetak SD Negeri Ngrenak Nama SD Inisial P2 SD Negeri Sidoluhur SD Negeri Sidoarum P3 P4 Q3 R2 SD Negeri Sidomoyo M4 115 88 M5 116 R4 89 M6 R5 90 N1 117 118 91 N2 119 S2 N3 120 N4 121 S4 94 N5 122 S5 95 N6 123 S6 96 O1 124 T1 97 O2 125 T2 O3 126 T3 O4 127 100 O5 128 101 O6 92 93 98 99 102 SD Negeri Pengkol SD Negeri Sentul SD Negeri Sidoluhur P1 R3 S1 SD Negeri Tinom SD Negeri Semarangan 2 S3 T4 T5 T6 129

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 Lampiran 7. Rekap Data Implementasi Instrumen Checklist No Inisial 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 C1 C2 C3 C4 C5 D1 D2 D3 D4 D5 E1 E2 E3 E4 E5 F1 F2 F3 F4 item 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 3 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 4 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 5 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 1 6 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 0 7 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 8 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 Total 5 3 8 5 8 8 8 8 5 4 3 4 1 6 3 3 2 4 4 4 4 4 4 7 7 7 7 7 2 8 7 6 7 5 5 5 5

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 No Inisial 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 G1 G2 G3 G4 H1 H2 H3 H4 H5 I1 I2 I3 I4 I5 J1 J2 J3 J4 K1 K2 K3 K4 L1 L2 L3 L4 L5 M1 M2 M3 M4 M5 N1 N2 N3 N4 O1 O2 O3 item 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 3 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 4 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 5 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 6 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 7 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 8 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 Total 8 8 8 0 5 5 5 5 4 4 4 6 4 4 5 5 5 5 4 0 0 0 4 4 7 7 7 3 7 7 8 8 8 1 2 8 4 4 1

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 No Inisial 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 O4 P1 P2 P3 P4 Q1 Q2 Q3 Q4 R1 R2 R3 R4 S1 S2 S3 S4 T1 T2 T3 T4 item 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 0 1 1 1 1 0 0 3 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 5 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 1 0 0 6 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 7 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 8 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 Total 4 3 4 0 4 4 0 3 2 3 4 4 6 8 4 6 8 6 6 4 4

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 Lampiran 8. Rekap Data Implementasi Instrumen Essai No. 1. Aitem Soal Essai Aitem 1 Jawaban Responden No. - Menjalin komunikasi dengan stakeholder dan pihaklain, - Membuat forum komunikasi dengan paguyuban kelas, - Mempublikasikan prestasi dan kegiatan sekolah lewat majalah, - Menyampaikan program kegiatan PPK kepada komite sekolah dan orangtua siswa, - Sekolah selalu menginformasikan mengundang orangtua untuk merencanakan program yang berkaitan dengan pendidikan karakter, adanya buku penghubung antar guru kelas dan orangtua, - Adanya penyuluhan anti narkoba, dsb dari pihak kepolisian, penyuluhan makanan sehat dari puskesmas, perpustakaan keliling, kunjungan ke perpustakaan, pojok buku, - Ikut serta pengajian rutin antar mushola di lingkungan sekolah, langganan koran dan majalah. - Selalu melibatkan wali murid di setiap kegiatan peserta didik, narasumber dari - Mengadakan pertemuan rutin dengan paguyuban orangtua, baik secara kolektif maupun masing-masing kelas 2. Aitem Soal Essai Aitem 2 Jawaban Responden - Setiap kelas adanya komite/ paguyuban kelas. - Kerjasama dalam kegiatan intra dan ekstra kurikuler. - Pertemuan rutin antara komite sekolah dengan wali murid, wali kelas dengan paguyuban kelas. - Guru menitipkan pesan ke wali murid mengenai anak kurang sarapan, membawa bekal dan komunikasi perkembangan siswa. - Merencanakan program PPK - Kerjasama pengelolaan kelas - Kunjungan ke rumah siswa, takziah ke keluarga siswa. - Adanya buku penghubung antara wali kelas dengan orang tua, dan menjenguk teman yang sakit. - Adanya kegiatan “parent’s day” dengan mendatangkan wali murid sebagai narasumber. - Pemberian tugas rumah yang di dukung orangtua. - Wali murid menyetorkan makanan ke kantin secara bergantian

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 No. Aitem Soal Essai 3. 5. Jawaban Responden No. Aitem Soal Essai Aitem 3 - Pentas seni dalam kegiatan tingkat kabupaten dan hari besar. - Berkunjung ke pusat kesenian atau budaya. - Mengajar ekstrakurikuler tentang seni (Tari, karawitan, dll). - Hari anak, anak diajak ke desa wisata, mendatangkan polisi sebagai Pembina upacara, mengunjungi perpustakaan kabupaten, museum. - Mengikuti lomba tari di kabupaten. - Menonton pertunjukan maupun pementasan kesenian. - Mengadakan latihan karawitan dan menampilkan tarian saat acara desa. - Berlatih karawitan atau gamelan di tempat penduduk setempat yang terdapat. - Penggunaan gamelan milik desa untuk ekstrakurikuler. - Berpartisipasi kegiatan festival budaya. - Pelatihan untuk anak dengan sanggar teater atau puisi. 4. Aitem 4 Aitem 5 - Melakukan pembelajaran ke museum, cagar alam dan situs budaya. - Mengunjungi perpustakaan daerah, mengunjungi museum, candi, dan kebun binatang gembiroluko. - Kunjungan ke museum Suharto, dan Merapi. - Paket perpustakaan keliling selama 3 bulan. 6. Aitem 5 Jawaban Responden - Sosialisasi bahaya rokok, miras dan narkoba, kenakalan anak, kekerasan (bullying), lalu lintas, seksualitas (bahaya sex dini), tawuran pelajar, vandalisme, budaya tertib dalam penyebrangan jalan dari kepolisian. - Adanya polisi sekolah. - Adanya dokter kecil dibimbing oleh puskesmas dan penyuluhan mengenai makanan sehat serta BIAS, assessment ABK, pemeriksaan gigi, pemantauan jentik-jentik nyamuk, kantin sehat imunisasi campak dan rubela. - Adanya UKS. - Mendatangkan polisi untuk Pembina upacara. - Mendatangkan Kemenag (KUA) - Sosialiasasi dari Tagana dengan BPBD mengenai gempa dan kebakaran - Kerjasama dengan stikes aisyah untuk kegiatan kesehatan (bahaya rokok, cuci tangan, gosok gigi, dll) - Dalam lomba uks dan lomba adiwiyata - Penyuluhan budaya baca sebelum belajar dimulai. - Komunitas perpustakaan, dalam sosialisasi dan penyuluhan giat baca. - Kerjasama dengan perpustakaan keliling dinas dan LPMP untuk datang kesekolah (setiap hari Kamis/ bulan).

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 No. Aitem Soal Essai 7. Aitem 6 8. Aitem 7 Jawaban Responden No. Aitem Soal Essai - Melaksanakan kunjungan secara berkala. - Tempat pembuatan gerabah di kasongan, Bantul. - Pelatihan cara membuat karya tulis (puisi, pantun, dll). - Praktek membatik. - Study banding mendatangi lokasi pelatihan dan langsung praktek. - melakukan kunjungan ke kerajinan cara membuat kipas dan bakul di Bantul. - Pembuatan alat musik dari bambu dari ISI - Mengikuti/ melihat pameran - Mendatangkan pelatih untuk kerajinan menganyam seperti membuat tempat parcel buah. - Pengelolaan sampah. - Melakukan kerjasama dengan TPA untuk mengisi kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. - Mengadakan pengajian dan syawalan bersama. - Doa bersama menjelang ujian dan mendatangkan Ustadz. - Peringatan hari besar keagamaan dan kerjasama dengan pesantren dalam menyelenggarakan pesantren kilat. - Ikut serta pengajian rutin dengan masyarakat setempat. - Kegiatan motivasi kepada siswa kelas 6, orang tua dan sekolah. - Pelaksanaan hari besar agama dilaksanakan di sekolah (sholat ied). - Pesantren kilat di ponpes bina insasni Moyudan dan pesantren kilat di ponpes Mlangi. - Kerjasama dengan takmir mushola sekolah: menyelenggarakan kegiatan keagamaan seperti pengajian 9. Aitem 7 - menjelang buka puasa, teraweh berjamaah. - Tenaga pengajar TPA dan TBTQ bekerjasama dengan pondok pesantren di lingkungan sekolah - Kegiatan pengajian dengan mendatangkan ustadz dari berbagai sumber seperti pendongeng dari kota gede (AMM) 10. Aitem 8 - Kunjungan dalam rangka pembelajaran di luar kelas. - Berkunjung dan membuat karya bersama yang memiliki nilai ekonomis. - Kelas inspirasi - Kunjungan ke industry gerabah, batu merah, pengrajin tempe dan pengrajin genteng. - Kerjasama dengan Indofood dan PT. Nesttle pemberian sosialisasi pentingnya sarapan dan pemberian produk. - Melalui kantin sekolah, sosialisasi dan penyuluhan oleh sari husada (kerjasama penjualan susu). - Kerjasama tabungan pelajar dengan BPR Shinta Dasa. - Kunjungan ke pabrik gula maduksimo, industri gerabah kasongan dan home industri batik imogiri. - Mendatangkan pelatih untuk pembuatan telur asin dan kerajinan dari barang bekas. Jawaban Responden

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 No. Aitem Soal Essai 11. Aitem 8 12. Aitem 9 13. Aitem 10 Jawaban Responden - Membuat susu kedelai, membuat sapu lidi, membuat telur asin, pengelolaan sampah. Kegiatan tersebut diintegrasikan dalam pengajaran/ kegiatan pramuka untuk melatih kewirausahaan siswa, hasilnya dijual di kantin sekolah. - Lomba cerdas cermat di TVRI - Menampilkan kegiatan-kegiatan sekolah ataupun prestasi sekolah. - Mempublikasikan kegiatan sekolah melalui majalah dan siswa yang berbakat mengirim karyanya. - Langganan koran seperti KR, bulletin, dan majalah seperti candra. - Kunjungan ke redaksi koran KR dijalan solo - Kurangnya sosialisasi dari pihak terkait. - Pembiayaan dan kurangnya sosialisasi pihak terkait. - Mengatur waktu kegiatan. - Dalam membuat seluruh agenda kegiatan. - Kurangnya dukungan orangtua dalam program-program PPK. - Tingkat partisipasi orangtua belum maksimal Tingkat partisipasi orangtua belum maksimal. - Kurangnya dukungan dari pihak keluarga siswa karena kurang berpengalaman/ tingkat pendidikan rendah. - Alat atau prasarana yang kurang mendukung. - Kesulitan mengurus izin lama - Banyak program PPK yang masih perlu membutuhkan dukungan dari pihak-pihak lain.

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 Lampiran 9. Kisi-kisi Instrumen Soal Checklist No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Aspek Kerjasama satuan dengan orang tua. Item Pendidikan Orang tua peserta didik atau paguyuban orang tua sebagai mitra dalam penguatan pendidikan karakter. Kerjasama satuan Pendidikan Pengelolaan Pusat Kesenian dengan Pengelola Pusat Kesenian dan Kebudayaan atau dan Kebudayaan. komunitas (Sanggar seni, bengkel teater, kelompok hobi, dll) yang merupakan pusat pengembangan budaya lokal dan modern. Kerjasama satuan Pendidikan Lembaga pemerintahan dengan lembaga pemerintahan. (BNN, Kepolisian, KPK, Kemenkes, Kemenpora, Kementerian Lingkungan Hidup, dll). Kerjasama satuan Pendidikan Lembaga atau komunitas dengan Lembaga atau komunitas yang menyediakan sumberyang menyediakan sumber-sumber sumber pembelajaran pembelajaran. (perpustakaan, museum, situs budaya, cagar budaya, paguyuban pecinta lingkungan, komunitas hewan peliharaan, dll). Kerjasama satuan Pendidikan Masyarakat sipil pegiat dengan masyarakat sipil pegiat pendidikan (misal, pelatihan pendidikan. pembuatan alat musik dari bambu, dll). Kerjasama satuan Pendidikan Komunitas keagamaan dengan komunitas keagamaan. (majelis taklim, persekutuan doa, dharma gita). Kerjasama satuan Pendidikan Lembaga bisnis dan dengan lembaga bisnis dan perusahaan (Dunia Usaha perusahaan. /Dunia Industri) yang memiliki relevansi dan komitmen dengan pendidikan. Kerjasama satuan Pendidikan Lembaga penyiaran media dengan lembaga penyiaran media. seperti televisi, koran, majalah, radio, dll. Nomor Butir Soal 1 2 3 4 5 6 7 8

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 Lampiran 10. Kisi-kisi Instrumen Soal Essai No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Aspek Item Praktik yang dilakukan. Praktik baik yang dilakukan: Kerjasama satuan Pendidikan Apa saja bentuk kerjasama yang dengan orang tua. sudah dilakukan oleh sekolah dengan orang tua peserta didik atau paguyuban orang tua sebagai mitra dalam penguatan pendidikan karakter? Kerjasama satuan Pendidikan Apa saja bentuk kerjasama yang dengan Pengelola Pusat sudah dilakukan sekolah dengan Kesenian dan Kebudayaan. pengelola pusat kesenian dan kebudayaan atau komunitas? Kerjasama satuan Pendidikan Apa saja bentuk kerjasama yang dengan lembaga pemerintahan. sudah dilakukan sekolah dengan lembaga pemerintahan seperti BNN, Kepolisian, KPK, Kemenkes, Kemenpora, Kementerian Lingkungan Hidup, dll? Kerjasama satuan Pendidikan Apa saja bentuk kegiatan kerjasama dengan Lembaga atau komunitas yang sudah dilakukan sekolah dengan yang menyediakan sumber- lembaga atau komunitas yang sumber pembelajaran. menyediakan sumber-sumber pembelajaran seperti perpustakaan, museum, situs budaya, cagar budaya, paguyuban pencinta lingkungan, komunitas hewan peliharaan, dll? Kerjasama satuan Pendidikan Apa saja bentuk kerjasama yang dengan masyarakat sipil pegiat sudah dilakukan sekolah dengan pendidikan. masyarakat sipil pegiat pendidikan seperti pelatihan pembuatan alat musik dari bambu, dll? Kerjasama satuan Pendidikan Apa saja bentuk Kerjasama yang dengan komunitas keagamaan. sudah dilakukan sekolah dengan komunitas keagamaan seperti majelis taklim, persekutuan doa, dharma gita? Kerjasama satuan Pendidikan Apa saja bentuk Kerjasama yang dengan lembaga bisnis dan sudah dilakukan sekolah dengan perusahaan. lembaga bisnis dan perusahaan (dunia usaha /dunia industri) yang memiliki relevansi dan komitmen dengan pendidikan? Kerjasama satuan Pendidikan Apa saja bentuk kerjasama yang dengan lembaga penyiaran sudah dilakukan sekolah dengan media. lembaga penyiaran media seperti televisi, koran, majalah, radio, dll? Kendala saat pelaksanaan. Kendala-kendala yang dihadapi: Nomor Butir Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 Lampiran 11. Identitas Responden dan Surat Pengantar Instrumen

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 IDENTITAS RESPONDEN PENELITIAN Bapak/Ibu Mohon berkenan mengisi data berikut dengan benar. Identitas Responden Nama : __________________________________ NIP : __________________________________ Tempat, tanggal lahir : __________________________________ Jenis kelamin : __________________________________ Lama Mengajar : __________________________________ Guru Wali kelas : __________________________________ Pendidikan Terakhir : __________________________________ Nama Satuan Pendidikan __________________________________ Status Akreditasi Satuan Pendidikan : __________________________________ Alamat Satuan Pendidikan : __________________________________ __________________________________ Tanda Tangan :

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 Lampiran 12. Soal Checklist dan Essai IMPLEMENTASI PROGRAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS MASYARAKAT DI SATUAN PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN GODEAN KABUPATEN SLEMAN Petunjuk Pengisian: Mohon Bapak/Ibu memberi tanda centang (√) pada kolom Ya atau Tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. No Aspek yang Diamati KERJA SAMA SATUAN PENDIDIKAN DENGAN : 1 Orang tua peserta didik atau paguyuban orang tua sebagai mitra dalam penguatan pendidikan karakter. 2 Pengelola Pusat Kesenian dan Kebudayaan atau komunitas (sanggar seni, bengkel teater, kelompok hobi, dll) yang merupakan pusat pengembangan budaya lokal dan modern. 3 Lembaga pemerintahan (BNN, Kepolisian, KPK, Kemenkes, Kemenpora, Kementerian Lingkungan Hidup, dll). 4 Lembaga atau komunitas yang menyediakan sumbersumber pembelajaran (perpustakaan, museum, situs budaya, cagar budaya, paguyuban pencinta lingkungan, komunitas hewan peliharaan, dll). 5 Masyarakat sipil pegiat pendidikan (misal, pelatihan pembuatan alat musik dari bambu, dll). 6 Komunitas keagamaan (majelis taklim, persekutuan doa, dharma gita). 7 Lembaga bisnis dan perusahaan (Dunia Usaha /Dunia Industri) yang memiliki relevansi dan komitmen dengan pendidikan. 8 Lembaga penyiaran media seperti televisi, koran, majalah, radio, dll. Ya Tidak

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 Praktik baik yang dilakukan : __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ Apa saja bentuk kerjasama yang sudah dilakukan oleh sekolah dengan orang tua peserta didik atau paguyuban orang tua sebagai mitra dalam penguatan pendidikan karakter? * __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ Apa saja bentuk kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan pengelola pusat kesenian dan kebudayaan atau komunitas? * __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ Apa saja bentuk kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan lembaga pemerintahan seperti BNN, Kepolisian, KPK, Kemenkes, Kemenpora, Kementerian Lingkungan Hidup, dll? * __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 Apa saja bentuk kegiatan kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan lembaga atau komunitas yang menyediakan sumber-sumber pembelajaran seperti perpustakaan, museum, situs budaya, cagar budaya, paguyuban pencinta lingkungan, komunitas hewan peliharaan, dll? * __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ Apa saja bentuk kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan masyarakat sipil pegiat pendidikan seperti pelatihan pembuatan alat musik dari bambu, dll?* __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ Apa saja bentuk Kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan komunitas keagamaan seperti majelis taklim, persekutuan doa, dharma gita? * __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ Apa saja bentuk Kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan lembaga bisnis dan perusahaan (dunia usaha /dunia industri) yang memiliki relevansi dan komitmen dengan pendidikan? * __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 Apa saja bentuk kerjasama yang sudah dilakukan sekolah dengan lembaga penyiaran media seperti televisi, koran, majalah, radio, dll? * __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ Kendala-kendala yang dihadapi : __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ Nb: *wajib diisi apabila memilih tanda centang pada kolom Ya

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 Lampiran 13. Permohonan Izin Validasi Ahli

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 Lampiran 14. Data Mentah 10 Validasi Ahli a. Validasi SD Muhammadiyah Jogodayoh

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 b. Validasi SD Negeri Bayangkara

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 c. Validasi SMP Negeri 1 Bantul A

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 d. Validasi SMP Negeri 1 Bantul B

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 e. Validasi SD Negeri Wates 4

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151 f. Validasi SD Joannes Bosco

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154 g. Validasi SD Negeri Ungaran 1

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157 h. Validasi SD Muhammadiyah Karangkajen 1

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160 i. Validasi SD Negeri Keputren 1

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163 j. Validasi SD Negeri Bantul 1

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166 Lampiran 15. Hasil Rekap Validasi Instrumen Soal Kompetensi penilaian Komponen tampilan Komponen Penyajian No soal Validator 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Rerata 1 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3,8 2 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3,8 3 3 3 4 4 3 4 3 2 4 3 3,3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 2 3,5 5 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3,6 6 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3,8 7 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3,4 8 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3,8 9 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3,3 10 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3,4 11 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3,4 12 3 3 4 2 4 4 3 3 3 3 3,2 13 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 3,5 14 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 3,4 15 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 3,5 16 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 3,5 17 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3,4

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167 No. 1. Validator SMPN 1 Bantul A 2. SMPN 1 Bantul B 3. SDN 4 Wates 4. SDN Keputran 1 5. SDN Ungaran 1 Masukan Aitem 1: -Komunikasi dihilangkan Aitem 2: -Ejaan perlu diedit Aitem 3: -Ejaan perlu di edit Aitem 7: -Kata DU/DI diberikan kepanjangannya Aitem 3: -Diganti dinas kesehatan Puskesmas, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kepolisian Aitem 2: -Kesalahan penulisan mohon diperbaiki Aitem 3: -Kemenkes diganti dengan Puskesmas -Kesalahan penulisan mohon diperbaiki. Aitem 1: -Dihilangkan kata komunikasi

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168 Lampiran 16. Hasil Validasi Instrumen Soal Checklist dan Essai No. 1. Validator INL Instansi SD Muhammadiyah Jogodayoh SD Negeri Bhayangkara Skor 61 2. DP 3. H SMP Negeri Bantul 1 66 4. TKR SMP Negeri Bantul 1 67 5. DK SD Negeri Bantul 1 67 6. S SD Negeri Wates 4 67 7. BAP SD Joannes Bosco 57 8. L SD Negeri Ungaran 1 61 9. BM SD Muhammadiyah Karangkajen 1 54 10. NWM SD Negeri Keputran 1 63 Rata-rata 52 61,5 Keterangan Sangat layak digunakan Layak untuk digunakan dengan sedikit revisi Sangat layak untuk digunakan Sangat layak untuk digunakan Sangat layak untuk digunakan Sangat layak untuk digunakan Layak untuk digunakan dengan sedikit revisi Sangat layak untuk digunakan Layak untuk digunakan dengan sedikit revisi Sangat layak untuk digunakan Sangat layak untuk digunakan

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169 No. 1. Validator Masukan SMPN 1 Aitem 1: -Komunikasi Bantul A dihilangkan Aitem 2: -Ejaan perlu diedit Aitem 3: -Ejaan perlu di edit Sebelum direvisi Aitem 1: Komunikasi orang tua peserta didik atau paguyuban orang tua sebagai mitra dalam penguatan pendidikan karakter Aitem 2: theater Aitem 3: KemeNpora 2. SMPN Bantul B Aitem 7: Lembaga bisnis dan perusahaan (DU/DI) yang memiliki relevansi dan komitmen dengan pendidikan. 3. 4. 5. 1 Aitem 7: -Kata DU/DI diberikan kepanjangannya Sesudah direvisi Aitem 1: Orang tua peserta didik atau paguyuban orang tua sebagai mitra dalam penguatan pendidikan karakter Aitem 2: Teater Aitem 3: Kemenpora Aitem 7: Lembaga bisnis dan perusahaan (Dunia Usaha /Dunia Industri) yang memiliki relevansi dan komitmen dengan pendidikan. SDN 4 Aitem 3: Aitem 3: Aitem 3: Wates -Diganti dinas Lembaga Lembaga kesehatan pemerintahan pemerintahan Puskesmas, (BNN, Kepolisian, (BNN, Kepolisian, Kementerian KPK, Kemenkes, KPK, Kemenkes, Lingkungan Hidup, KemeNpora, dll Kemenpora, dan Kepolisian Kementerian Lingkungan Hidup, dll SDN Aitem 2: Aitem 2: Aitem 2: Keputran 1 -Kesalahan Theater Teater penulisan mohon Aitem 3: Aitem 3: diperbaiki Kemenkes Kemenkes Aitem 3: KemeNpora Kemenpora -Kemenkes diganti dengan Puskesmas -Kesalahan penulisan mohon diperbaiki. SDN Aitem 1: Aitem 1: Aitem 1: Ungaran 1 -Dihilangkan kata Komunikasi orang Orang tua peserta komunikasi atau tua peserta didik didik atau paguyuban paguyuban orang orang tua sebagai tua sebagai mitra mitra dalam dalam penguatan pendidikan penguatan pendidikan karakter karakter

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170 Lampiran 17. Daftar Cek Dokumentasi Data

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171 Lampiran 18. Rekap Hasil Wawancara No. 1. Nama Sekolah Rekap Hasil Wawancara No. SD Negeri - Peran orangtua 2. mendukung sekolah Sentul mengenai PPK, bentuk kegiatannya berupa membuat paguyuban kelas sehingga apabila ada apa-apa tinggal memberikan info lewat grup dan orangtua ikut serta membantu kegiatan di sekolah. - Kegiatan yang dilakukan mengenai PPK misalnya ikut bela sungkawa apabila ada yang terkena musibah dan menjenguk teman yang sakit. - Belum bekerjasama dengan komunitas, tetapi sudah dalam rencana - Sudah bekerjasama dengan lembaga pemerintahan seperti Puskesmas dan Kepolisian. - Melakukan kunjungan ke Museum Soeharto, dan kunjungan ke tempat kerajinan-kerajinan. - Target sekolah semua program-program kegiatan dapat terlaksana. - Sudah berlangganan koran. - Sekolah mengalami kendala dalam pendanaan, karena dari golongan menengah ke bawah. Tetapi program PPK sudah dianggarkan dalam BOS. Nama Sekolah Rekap Hasil Wawancara SD Negeri - Sudah 3 tahun sekolah Semarangan membentuk paguyuban kelas dengan 4 membentuk pengurus sehingga memudahkan komunikasi sekolah dengan wali murid dan kerjasama sekolah dengan walimurid berupa materi, ide-ide dan tenaga. - SDN Semarangan 4 merupakan sekolah menyenangkan, sehingga pada kegiatan tertentu orang tua diajak untuk berpartisipasi seperti pada kegiatan menghias kelas pada 17 Agustus. - Pada hari Raya Idul Adha anak-anak diajak untuk mengikuti lomba takbir keliling dan mengikuti kegiatan pengajian. - Sering mengikuti kegiatan pentas seni di Kabupaten Sleman dan di lingkungan sekolah. - Sudah melakukan kunjungan ke museum yaitu museum kraton dan diagendakan ke museum Soeharto untuk siswa kelas 1. - Sering mengundang narasumber untuk tes psikologi, penyuluhan dan sosialisasi dari Kepolisian serta Puskesmas.

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172 No. 3. 4. Nama Sekolah Rekap Hasil Wawancara No. SD Negeri - Sekolah mengharapkan 5. Semarangan peserta didik sedapat mungkin sebagai generasi 4 harapan bangsa menjadi generasi bangsa yang baik yang mempunyai karakter. - Kendala sekolah yaitu kurang kompaknya masyarakat dengan sekolah. - Sekolah tidak mengalami kendala dalam pendanaan karena sudah dianggarkan dalam BOS, apabila kurang bisa berkerjasama dengan orangtua. - Dukungan dari pemerintah dengan adanya sosialisasi. SD Negeri - Sekolah melakukan kerjasama dengan orang Godean 3 tua dan masyarakat sekitar dalam membangun mushola yang berada diarea sekolah dengan mendapatkan sumbangan berupa materi dan tenaga dari masyarakat maupun orangtua. - Sudah sering melakukan rapat komite dan dilakukan setiap awal semester dan sudah membentuk paguyuban wali murid. - Kegiatan sekolah mengenai PPK yaitu mengadakan pengajian dengan masyarakat dan menggunakan bersama masjid di sekolah. - Nama Sekolah SD Negeri Godean 3 Rekap Hasil Wawancara - Kerjasama dengan Puskesmas dan Kepolisian diprogramkan setiap tahun. - Sekolah melakukan kunjungan ke museum Soeharto dengan menaiki sepeda bersamasama. - Belum melakukan kerjasama dengan media penyiaran dan pebisnis. - Kendala yang dialami sekolah berupa pendanaan. - Pemerintah mendukung sekolah melalui sosialisasi dan belum ada pembinaan khusus sebagai SD rintisan atau SD Piloting Project. - Belum bekerjasama dengan komunitas, baru mengundang Ustadz dan pembiasaan sholat Dhuha.

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173 No. 6. Nama Sekolah SD Negeri Semarangan 5 Rekap Hasil Wawancara No. - Partisipasi wali 7. murid saat kegiatan sekolah sudah baik terlihat saat rapat komite dan sudah terbentuknya paguyuban wali murid. - Kegiatan berkaitan dengan karakter baru diprogramkan dengan wali murid. - Sudah melakukan kunjungan museum ke museum Soeharto, mengundang narasumber dari Kepolisian, Puskesmas dan Ustadz dari kalangan keagamaan serta bekerjasama dengan psikolog dari S2 Universitas Mercu Buana. - Kendala yang dialami sekolah berupa sulitnya kerjasama sekolah dengan wali murid dan pendanaan. - Sosialisasi program PPK selalu disampaikan saat rapat K3S. Nama Sekolah SD Negeri Jetak Rekap Hasil Wawancara - Orang tua selalu dilibatkan dalam setiap gerakangerakan sekolah. sekolah memberikan penjelasan tentang PPK seperti kebiasaan jajanan anak, cara belajar, kedisiplinan, dsb. Kemudian yang kedua pada waktu penerimaan nilai PTS sekolah mengumpulkan orangtua dan menyampaikan nilai-nilai karakter serta terbentuknya paguyuban kelas yang mengkoordinir keuangan siswa dalam kegiatan. - Bekerjasama dengan PKK untuk mempersiapkan sekolah Adiwiyata dan membuat ikan asin lalu dijual. - Sudah bekerjasama dengan Kepolisian, Puskesmas, Pak Dukuh, dan Kepramukaan. - Bekerjsama dengan kesenian berupa mendatangkan pelatih untuk menari dan karawitan. - Sekolah sering digunakan untuk kegiatan keagamaan. - Bekerjasama dengan Alus perpustakaan dan pernah masuk koran. - Target sekolah agar mencapai 18 nilai karakter. - Kendala sekolah yaitu pengetahuan orangtua atau mungkin dari orangtua atau wali kurang peduli. Dari sekolah sudah ditanamkan dengan baik-baik tetapi dirumah mungkin orangtua kurang memperhatikan misalnya. Sekolah sudah diajarkan berdoa tapi dirumah kurang diperhatikan.

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174 BIODATA PENELITI Ani Galih Pratiwi lahir di Semarang, 28 September 1997, merupakan anak pertama dari pasangan Bapak Sri Widodo dan Ibu Haniah. Pendidikan yang pernah ditempuh oleh peneliti yaitu pendidikan Sekolah Dasar di SD Sumpah Pemuda pada tahun 2003-2005, SDN Jatake 5 pada tahun 2005-2008, dan lulus di SDN Piyaman 3 pada tahun 2009. Pada tahun 2009-2012 peneliti menempuh pendidikan menengah pertama di SMP Negeri 1 Ngawen. Selanjutnya pada tahun 2012-2013 peneliti menempuh pendidikan menengah tingkat atas di SMA Negeri 1 Semin. Pada tahun 2015, peneliti melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dengan mengambil program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Selama berproses di dalam Universitas Sanata Dharma, peneliti memperoleh ilmu dan pengalaman baik di akademik maupun non-akademik dengan mengikuti perkuliahan selama tujuh semester dan beberapa kegiatan. Beberapa kegiatan tersebut antara lain Pelatihan Pengembangan Kepribadian Mahasiswa dan Metode Belajar (PPKMB) I dan PPKMB II, Kursus Mahir Dasar (KMD) Pembina Pramuka, English Club, Temu Pembina III/ 2006 tingkat Nasional, mengikuti kepanitian Parade Gamelan Anak yang diselenggarakan Universitas Sanata Dharma pada 2015, 2016, dan 2017, mengikuti dialog publik dari Jasa Raharja, dan seminar serta kepanitiaan lainnya. Peneliti juga bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Ikatan Mahasiswa Gunung Kidul.

(193)

Dokumen baru

Download (192 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan islam
0
6
113
Pemberdayaan masyarakat dalam program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas) di Kabupaten Sragen AWAL
0
0
18
Implementasi pendidikan karakter di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (Smpit) Darul Azhar Aceh Tenggara - Repository UIN Sumatera Utara
0
1
164
Implementasi program aflatoun dalam pendidikan karakter siswa Madrasah Tsanawiyah Pp. Raudhatul Hasanah Medan - Repository UIN Sumatera Utara
2
18
145
jurnal pendidikan karakte strategi pendidikan karakter di pt melalui afl berbasis hots widihastuti
0
1
19
53 implementasi pendidikan karakter berbasis nilai agama
0
0
11
program sanitasi total berbasis masyarakat
1
8
227
56778 ID pendidikan karakter berbasis kearifan lo
0
1
10
Implementasi pendidikan karakter dalam praksis pendidikan dan pembelajaran
0
0
1
Remaja, literasi, dan penguatan pendidikan karakter - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
0
0
45
Sistem informasi berbasis web sekolah menengah pertama : studi kasus di SMP 2 Godean Yogyakarta - USD Repository
0
0
85
Adversity quotient pada fasilitator program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri [PNPMM] di Kabupaten Boyolali - USD Repository
0
0
79
Harga dan volume penjualan genteng sebelum dan sesudah gempa bumi pada perusahaan genteng di Kecamatan Godean Kabupaten Sleman - USD Repository
0
0
124
Identitas kebangsaan anak Sekolah Dasar di Yogyakarta - USD Repository
0
0
242
Sikap orang-tua terhadap pendidikan karakter di Sekolah Kristen Shekinah Temanggung - USD Repository
0
0
114
Show more