HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN METODE MENGAJAR GURU DENGAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK BIDANG STUDI AKUNTANSI DI SMK NEGERI 1 YOGYAKARTA SKRIPSI

Gratis

0
0
138
2 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN METODE MENGAJAR GURU DENGAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK BIDANG STUDI AKUNTANSI DI SMK NEGERI 1 YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi Disusun Oleh : AUKO THINUS WAPAY NIM : 141334095 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN AKUNTANSI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Skripsi ini penulis persembahan kepada: 1. Untuk diri sendiri yang selalu berdoa kepada Tuhan dan berjuang dalam mengerjakan skripsi ini untuk masa depan kelak sesuai dengan rencana Tuhan. 2. Kedua orang tua yang selalu mendoakan, memberikan motivasi, biaya dan memberikan kasih sayang dimanapun saya berada. 3. Keempat kakakku Maikel Wapay, Yorghen Wapay, Billy H. Wapay, dan Richard Ronald Wapay yang telah memberikan dukungan, doa dan menjadi motivasi saya untuk segera menyelesaikan skripsi ini. 4. Ordo Santo Agustinus (OSA) keuskupan manokwari-sorong yang mana telah membantu dalam biaya pendidikan selama berkuliah di universitas sanata dharma Yogyakarta. 5. Bapak Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. 6. Bapak Ignatius Bondan Suratno, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Sanata Dharma. 7. Pembibimbing skripsi Ignatius Bondan Suratno, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi, Universitas Sanata Dharma. 8. Sahabat-sahabat terbaikku Tendry Maghu, Ignatius Bayu, Fransiscus Rinto, Marselinus, Aloysius Dhimas, Agustinus Deyafajar, Irwand Pentor, yang selalu memberikan semangat, memberikan motivasi, masukan dan saran, memberikan iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dukungan, membantu saya dan selalu setia menemani saya dalam mengerjakan skripsi ini. 9. Teman-teman satu bimbingan skripsi: Chyntia, Jeannie, Ruli, Mitha, Yani, Rista, Tendry, Wulan, Sumi yang saling memberikan dukungan dan semangat dalam penyusunan skripsi ini. 10. Teman-teman satu angkatan Pendidikan Akuntansi Angkatan 2014 yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu, terima kasih atas empat tahun ini dan dinamika kita yang dapat mendewasakan dimasa perkuliahan. Selamat berjuang teman-teman. 11. Semua pihak yang mendukung membantu dalam penyusunan skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu per satu. 12. Alamamater kebanggaanku, universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang kecil selama 4 tahun ini sudah mengajariku berbagai hal dari yang terkecil hingga terbesar dan sudah menjadi keluarga yang selalu mendukungku. v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (MATIUS : 6:33) vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN METODE MENGAJAR GURU DENGAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK BIDANG STUDI AKUNTANSI DI SMK NEGERI 1 YOGYAKARTA Auko Thinus Wapay Universitas Sanata Dharma 2018 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan positif dan signifikan antara: 1) motivasi belajar dengan prestasi belajar peserta didik bidang studi akuntansi. 2) metode mengajar guru dengan prestasi belajar peserta didik bidang studi akuntansi. Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Yogyakarta pada bulan September-Oktober 2018. Dengan populasi sebanyak 567 orang diambil sampel penelitian sebanyak 126 orang dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar peserta didik bidang studi akuntansi r = -0,176; nilai Sig.(2-tailed) = 0,049); 2) tidak terdapat hubungan positif dan signifikan antara metode mengajar guru dengan prestasi belajar peserta didik bidang studi akuntansi (r= -0,134; nilai Sig.(2-tailed) = 0,136. Kata Kunci : Motivasi Belajar, Metode Mengajar Guru Dan Prestasi Belajar ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT THE RELATIONSHIP OF LEARNING MOTIVATION AND TEACHING METHODS AND LEARNING ACHIEVEMENT OF STUDENTS IN ACCOUNTING SUBJECT IN ONE VOCATIONAL HIGH SCHOOL YOGYAKARTA Auko Thinus Wapay Sanata Dharma University 2018 This study aims to find out the positive and significant relationship between:1) learning motivation and student learning achievements in accounting subject. 2) methods of teacher theaching and learning achievements in accounting subject. This research is an ex post facto study conducted at SMK Negeri 1 Yogyakarta from September – October 2018. The population were 567 students. The samples were 126 students taken by purposive sampling technique. Data were collected by using questionnaires and documentation. Data were analyzed by using descriptive analysis and correlation. The result of this study indicate that; 1) there is a positive and significant relationship between learning motivation and learning achievment of the students in accounting subject (r=0.176; Sig. (2-tailed) = 0.049);. 2) there is no positive and significant relationship between teaching method of the teacher and learning achievement of the students in accunting subject (r= -0.134; Sig. (2-tailed=0.136. Keywords: learning motivation, teaching methods teachers and learning achievement x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat karunia dan berkat-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Hubungan Motivasi Belajar Dan Metode Mengajar Guru Dengan Prestasi Belajar Peserta Didik Bidang Studi Akuntansi Di SMK Negeri 1 Yogyakarta” dengan lancar. Skripsi ini ditulis dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi BKK Pendidikan Akuntansi. Selama penyusunan dan penulisan skripsi ini banyak pihak yang telah membantu terselesaikannya skripsi ini dengan baik. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. 2. Bapak Ignatius Bondan Suratno, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Sanata Dharma. 3. Bapak Ignatius Bondan Suratno, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi, Universitas Sanata Dharma. 4. Bapak Ignatius Bondan Suratno, S.Pd., M.Si. selaku Dosen Pembimbing yang telah membimbing, mengarahkan dan membantu saya dalam menyusun skripsi ini. Terima kasih juga untuk segala usaha, kesabaran, kerajinan, ketelitian, nasihat, perhatian, dan motivasi yang telah bapak berikan kepada saya. 5. Ordo Santo Agustinus (OSA) keuskupan manokwari-sorong yang mana telah membantu dalam biaya pendidikan selama berkuliah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. Bapak dan Ibu Dosen Pendidikan Ekonomi BKK Pendidikan Akuntansi yang telah membagikan ilmu pengetahuan dan membimbing saya selama proses perkuliahan. 7. Staf Kesekretariatan Pendidikan Ekonomi BKK Pendidikan Akuntansi yang telah membantu saya dalam urusan administrasi selama proses pekuliahan. 8. Bapak Markus Wapay yang menjadi alasan saya untuk selalu semangat mengerjakan skripsi ini, yang senantiasa mendukung, memberikan perhatian dan kasih sayangnya, mendoakan, dan mengingatkan saya untuk segera menyelesaikan skripsi ini. 9. Ibu Yulce Mansi yang juga menjadi alasan saya untuk segera menyelesaikan skripsi ini, yang senantiasa mendukung, memberikan perhatian dan kasih sayangnya, mendoakan dan mengingatkan saya untuk segera menyelesaikan skripsi ini. 10. Keempat kakakku Maikel Wapay, Yorghen Wapay, Billy H. Wapay, dan Richard Ronald Wapay yang telah memberikan dukungan, doa dan menjadi motivasi saya untuk segera menyelesaikan skripsi ini. 11. Sahabat-sahabat terbaikku Tendry Maghu, Ignatius Bayu, Fransiscus Rinto, Marselinus, Aloysius Dhimas, Agustinus Deyafajar, Irwand Pentor, yang selalu memberikan semangat, memberikan motivasi, masukan dan saran, memberikan dukungan, membantu saya dan selalu setia menemani saya dalam mengerjakan skripsi ini. 12. Saudara-saudara yang selalu ada dan mendukung saya selama berada di kota studi Yogyakarta Denis Christofer Asiar, Theys Mandosir, Yeremia Asmuruf, xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL............................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................ iv MOTTO ................................................................................................................. vi PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................... vii PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ................. viii ABSTRAK ............................................................................................................. ix ABSTRACT .............................................................................................................x KATA PENGANTAR ........................................................................................... xi DAFTAR ISI ........................................................................................................ xiv DAFTAR TABEL .............................................................................................. xviii DAFTAR LAMPIRAN ..........................................................................................xx BAB I Pendahuluan ...............................................................................................1 A. Latar Belakang Masalah ...............................................................................1 B. Identifikasi Masalah .....................................................................................4 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Batasan Masalah...........................................................................................4 D. Rumusan Masalah ........................................................................................5 E. Tujuan Masalah ............................................................................................5 F. Manfaat Penelitian .......................................................................................5 BAB II Kajian Pustaka dan Kerangka Berpikir.................................................7 A. Kajian Teori ................................................................................................7 1. Motivasi Belajar ....................................................................................7 a. Pengertian Motivasi Belajar .............................................................7 b. Factor-faktor yang mempengaruhi Motivasi ..................................11 c. Ciri-ciri Motivasi ............................................................................12 d. Tujuan Motivasi..............................................................................13 e. Fungsi Motivasi dalam Belajar ......................................................14 f. Macam-macam Motivasi ................................................................15 g. Bentuk-bentuk Motivasi di Sekolah ...............................................19 2. Metode Mengajar Guru .......................................................................23 a. Pengertian Metode Mengajar Guru ................................................23 b. Macam-macam Metode Mengajar Guru ........................................23 3. Prestasi Belajar ....................................................................................28 1. Pengertian Prestasi Belajar .............................................................28 2. Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar .................................30 3. Jenis-jenis atau Bidang Akuntansi..................................................32 B. Kajian Penelitian yang Relevan ................................................................34 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Hubungan Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar ..............................34 2. Hubungan Metode Mengajar Guru dan Prestasi Belajar .....................35 C. Kerangka Berpikir .....................................................................................36 1. Hubungan Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar ..............................36 2. Hubungan Metode Mengajar Guru dan Prestasi Belajar .....................36 3. Hipotesis.........................................................................................38 BAB III Metode Penelitian ..................................................................................39 A. Jenis Penelitian ...........................................................................................39 B. Tempat dan Waktu Pelaksanaan ................................................................39 C. Subjek dan Objek Penelitian ......................................................................40 D. Populasi Penelitian .....................................................................................40 E. Sampel Penelitian .......................................................................................42 F. Teknik Sampling ........................................................................................43 G. Variabel Penelitian dan Pengukurannya ....................................................44 H. Teknik Pengumpulan Data .........................................................................45 I. Teknik Pengujian Instrumen ......................................................................48 1. Validitas ..............................................................................................48 2. Reliabilitas...........................................................................................53 J. Teknik Analisis Data ..................................................................................55 1. Analisis Deskriptif...............................................................................55 2. Pengujian Prasyarat Analisis ...............................................................59 3. Pengujian Hipotesis .............................................................................59 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV Gambaran Umum..................................................................................62 A. Deskripsi Lokasi Penelitian........................................................................62 B. Tujuan Satuan Pendidikan SMK Negeri 1 Yogyakarta .............................68 C. Kurikulum Satuan Pendidikan SMK Negeri 1 Yogyakarta .......................68 D. Organisasi Sekolah Satuan Pendidikan SMK Negeri 1 Yogyakarta ..........69 E. Sumber Daya Manusia Satuan Pendidikan SMK Negeri 1 Yogyakarta ....73 BAB V Analisis dan Pembahasan .......................................................................74 A. Deskripsi Data Penelitian ...........................................................................74 B. Pengujian Prasyarat Analisis Data .............................................................79 C. Pengujian Hipotesis ....................................................................................81 1. Hubungan Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar Peserta Didik ..................................................................................81 2. Hubungan Metode Mengajar Guru Dengan Prestasi Belajar Peserta Didik ..................................................................................82 D. Pembahasan ................................................................................................84 1. Hubungan Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar Peserta Didik Bidang Studi Akuntansi...........................................84 2. Hubungan Metode Mengajar Guru Dengan Prestasi Belajar Peserta Didik Bidang Studi Akntansi.............................................86 BAB VI Penutup...................................................................................................89 A. Kesimpulan ................................................................................................89 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Keterbatasan ...............................................................................................90 C. Saran ...........................................................................................................91 DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................93 DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Jumlah Peserta Kelas XI dan Kelas XII .................................................41 Tabel 3.2 Jumlah Peserta Didik Kelas XI dan Kelas XII.......................................42 Tabel 3.3 Kisi-kisi Kuesioner Variabel Motivasi Belajar ......................................46 Tabel 3.4 Kisi-kisi Kuesioner Variabel Metode Mengajar Guru ...........................46 Tabel 3.5 Penilaian Instrumen menggunakan skala Likert ....................................47 Tabel 3.6 Uji Validitas Variabel Motivasi Belajar.................................................50 Tabel 3.7 Hasil Pengujian Ulang Validitas Item Motivasi Belajar ........................51 Tabel 3.8 Uji Validitas Item Variabel Metode Mengajar Guru .............................52 Tabel 3.9 Hasil Pengujian Ulang Validitas Item Metode Mengajar Guru .............53 Tabel 3.10 Interpretasi Koefisien Korelasi ............................................................54 Tabel 3.11 Uji Reliabilitas .....................................................................................55 Tabel 3.12 Standar Patokan Penilaian Dengan PAP II ..........................................56 Tabel 3.13 Interval Skor Motivasi Belajar .............................................................56 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.14 Interval Skor Motivasi Belajar .............................................................57 Tabel 3.15 Perhitungan Tingkat Penggunaan .......................................................57 Tabel 3.16 Interval Skor Metode Mengajar Guru Dalam Pembelajaran ...............58 Tabel 3.17 Interval Skor Prestasi Belajar...............................................................58 Tabel 3.18 Interval Skor Prestasi Belajar ...............................................................59 Tabel 5.1 Data Jumlah Peserta Didik .....................................................................74 Tabel 5.2 Distribusi Frekuensi Motivasi Belajar ...................................................76 Tabel 5.3 Distribusi Frekuensi Metode Mengajar Guru ........................................77 Tabel 5.4 Interval Skor Prestasi Belajar .................................................................79 Tabel 5.5 Hasil Uji Normalitas Variabel Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar Peserta Didik ....................................................................................... 80 Tabel 5.6 Hasil Uji Normalitas Variabel Metode Mengajar Guru dan Prestasi Belajar Peserta Didik .............................................................................80 Tabel 5.7 Hasil Uji Hubungan Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar Peserta Didik ......................................................................................................81 Tabel 5.8 Hasil Uji Hubungan Metode Mengajar Guru Dengan Prestasi Belajar Peserta Didik .........................................................................................83 xix

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lapiran I : Instrumen Penelitian .....................................................................97 Lamprian II : Surat Ijin Penelitian ....................................................................102 Lampiran III : Data Penelitian.............................................................................103 Lampiran IV : Data Responden Penelitian..........................................................107 Lampiran V : Uji Validitas.................................................................................114 Lampiran VI : Uji Reliabilitas..............................................................................116 Lampiran VII: Hasil Analisis Deskriptif ..............................................................117 Lampiran VIII : Distribusi Frekuensi ...................................................................118 Lampiran IX : Hasil Uji Normalitas.....................................................................119 Lampiran X : Hasil Uji Linieritas ........................................................................120 xx

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-undang Nomor. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 menyebutkan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan sepiritual mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Penyelenggaraan pendidikan dapat ditempuh melalui pendidikan formal, nonformal dan informal. Pendidikan formal yang pada umumnya Menunjuk pada pendidikan persekolahan. Pendidikan nonformal adalah jenis pendidikan yang selalu tidak terikat oleh jenjang dan tersetruktur persekolahan tetapi tidak berkesinambungan. Pendidikan informal adalah pendidikan keluarga dan lingkungan. Jika dihubungkan dengan pembelajaran Akuntansi maka pada hakekatnya merupakan suatu usaha untuk berinteraksi dengan lingkunganya, dalam hal ini lingkungan sosial dan alam sekitar. Pengukuran belajar Akuntansi dapat dilihat dari hasil nilai tes ujian/ulangan. Siswa memerlukan motivasi agar mereka bersemangat. Motivasi sendiri bukan merupakan suatu kekuatan yang netral atau kekuatan yang kebal terhadap pengaruh faktor- faktor lain, misal: pengalaman masa lampau, taraf intelegensi, kemampuan fisik, situasi lingkungan, cita-cita hidup dan sebagainya (Handoko, 1992:9). 1

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 Usaha untuk mencapai prestasi belajar akuntansi yang tinggi tidak terlepas dari berbagai hal yang mempengaruhinya. Untuk itu perlu ditelusuri factor-faktor yang berpengaruh dengan prestasi belajar yang diharapkan dapat tercapai. Menurut M. Dalyono (2001:32) ada beberapa factor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa yaitu: faktor internal dan faktor eksternal, faktor internal adalah hal-hal yang berasal dari dalam diri siswa seperti kondisi kesehatan, intelegensi dan bakat, minat dan motivasi serta cara belajar, sedangkan faktor eksternal adalah faktor-faktor yang berasal dari luar diri siswa seperti keluarga, sekolah, masyarakat, dan lingkungan sekitar. Berdasarkan pengamatan dan peristiwa yang saya alami pada masa sekolah waktu SMA, faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar Akuntansi siswa berasal dari dalam (intrinsik) dan faktor dari luar (ekstrinsik). Faktor dari dalam; setiap siswa memiliki motivasi belajar yang berbeda-beda, ada yang kuat dan ada yang lemah. Motivasi belajar Akuntansi siswa kelas X Akuntansi SMK Negeri 1 Yogyakarta cenderung lemah. Hal ini dapat diketahui dari sikap siswa ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung. Siswa cenderung kurang memperhatikan dan masih ada yang berbicara sendiri pada saat guru memberikan pelajaran. Keaktifan atau antusiasme belajar kurang karena siswa menganggap pelajaran Akuntansi sulit dipahami sehingga prestasi belajarnya rendah. Selama kegiatan belajar mengajar tentu siswa mempunyai persepsi tentang metode mengajar gurunya. Persepsi ini dapat berupa baik maupun kurang baik. Bagi siswa yang memiliki persepsi baik tentang metode mengajar gurunya tentu akan membuat siswa tertarik untuk mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh, namun berbeda bagi siswa yang

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 mempunyai persepsi kurang baik tentang metode mengajar guru yang digunakan, mereka cenderung akan bermalas-malasan untuk mengikuti pelajaran, bahkan mungkin asyik sendiri dengan temanya. Faktor dari luar yang dapat mempengaruhi prestasi belajar Akuntansi siswa adalah metode mengajar guru. Metode mengajar guru adalah cara yang dilakukan oleh guru dalam proses belajar mengajar sehingga dapat diperoleh hasil yang optimal. Setiap guru diharapkan dapat menggunakan metode yang bervariasi dan tepat untuk diterapkan didalam kelas yang terdapat bermacam-macam siswa dengan karakteristik yang berbeda-beda metode mengajar guru di SMK Negeri 1 Yogyakarta masih kurang karena penggunaan metode mengajar guru yang selalu monoton, kurang bervariasi sehingga siswa merasa cepat bosan dalam mengikuti pelajaran. Jika guru mau menggunakan metode mengajar yang bervariasi, siswa akan menjadi termotivasi dalam mengikuti pelajaran sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar Akuntansi. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar Akuntansi baik dari dalam maupun dari luar yang berhubungan dengan prestasi belajar perlu untuk diteliti karena dengan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan positif maka pihakpihak terkait seperti, sekolah, keluarga, dan siswa sendiri dapat meningkatkan faktorfaktor tersebut yang menyebabkan prestasi siswa juga meningkat. Keluarga adalah bagian yang terpenting dan strategis, untuk membangun motivasi belajar yang tinggi. Di SMK Negeri 1 Yogyakarta masih ada sebagian orang tua siswa belum peduli terhadap belajar anak dan pergaulan dengan teman sebaya sehingga siswa lupa belajar Akuntansi. Faktor-faktor motivasi belajar Akuntansi dan metode mengajar guru dalam

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 proses pembelajaran Akuntansi ini akan mempunyai hubungan yang positif dengan prestasi belajar yang dicapai siswa. Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang hubungan antara motivasi belajar siswa dalam meningkatkan prestasi belajar dan metode mengajar guru dalam melaksanakan dan melancarkan proses pembelajaran sehingga dapat memberikan pengaruh bagi prestasi belajar siswa. Oleh karena itu peneliti mengadakan penelitian yang berjudul ”Hubungan Antara Motivasi Belajar dan Metode Mengajar Guru Dengan Prestasi Belajar Peserta Didik Bidang Studi Akuntansi”. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian di atas permasalahan yang dihadapi berkaitan dengan prestasi belajar siswa dapat diidentifikasi sebagai berikut: 1. Motivasi belajar Akuntansi siswa masih rendah 2. Penggunaan metode mengajar guru Akuntansi yang kurang bervariasi C. Batasan Masalah Untuk mempermudah masalah yang akan dibahas dan mempermudah dalam pengumpulan data, maka perlu adanya batasan masalah. Adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Peneliti hanya meneliti peserta didik kelas XI dan XII SMK Negeri 1 Yogyakarta pada bidang studi Akuntansi.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 2. Peneliti hanya membatasi tentang masalah yang berkaitan dengan hubungan motivasi belajar dan metode mengajar guru dengan prestasi belajar peserta didik bidang studi Akuntansi. D. Rumusan Masalah Berdasarkan pada pembatasan masalah di atas, maka permasalahan penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Adakah hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar peserta didik di SMK Negeri 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019? 2. Adakah hubungan antara metode mengajar guru dengan prestasi belajar peserta didik di SMK Negeri 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019? E. Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah: 1. Mengetahui hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar peserta didik di SMK Negeri 1 Yogyakarta tahun Ajaran 2018/2019. 2. Mengetahui hubungan antara metode mengajar guru dengan prestasi belajar peserta didik SMK Negeri 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019. F. Manfaat Penelitian 1. Manfaat teoritis a. Menambah ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang pendidikan. b. Bahan acuan dan pertimbangan bagi peneliti-peneliti selanjutnya.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 2. Manfaat Praktis a. Bagi guru, sebagai masukan dalam kegiatan pembelajaran agar dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. b. Bagi siswa, sebagai masukan agar siswa mampu mengikuti kegiatan pembelajaran dengan optimal. c. Bagi dunia penelitian, sebagai acuan penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa d. Bagi peneliti, sebagai bekal menjadi pendidik dimasa mendatang, menambah pengetahuan dan pengalaman.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN a. Kajian Teori A. Motivasi Belajar a) Pengertian Motivasi Belajar Pengertian motivasi di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa: “Dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan sesuatu tindakan yang dengan tujuan tertentu. Motivasi juga diartikan merupakan usaha-usaha yang menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendaki atau mendapat kepuasan dengan perbuatanya” (Depdiknas, 2002 : 756) Motivasi adalah dorongan dasar yang menggerakkan seseorang bertingkah laku. Dorongan ini berada pada diri seseorang yang menggerakkan untuk melakukkan sesuatu yang sesuai dengan dorongan dalam dirinya. Oleh karena itu, perbuatan seseorang yang didasarkan atas motivasi tertentu mengandung tema sesuai dengan motivasi yang mendasarinya. (Drs. Hamzah B. Uno, M.Pd, 2015:1). Dari segi taksonomi, motivasi berasal dari kata Movere dalam bahasa Latin yang artinya “bergerak”. Berbagai hal yang biasa terkandung dalam berbagai definisi tentang motivasi antara lain adalah keinginan, harapan, kebutuhan, tujuan, sasaran, dorongan dan insensif. Dengan demikian 7

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 mengarahkan dan menyalurkan perilaku sikap dan tindak tanduk seseorang yang selalu dikaitkan dengan pencapaian tujuan. Karena itulah bagaimana motivasi didefinisikan terdapat tiga komponen utama, yaitu kebutuhan, dorongan dan tujuan (Siagian, 2004:142). Motivasi ini dapat juga dikaitkan dengan persoalan minat. Minat diartikan sebagai suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciriciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginankeinginan atau kebutuhan-kebutuhannya sendiri. Oleh karena itu, apa yang dilihat seseorang sudah tentu akan membangkitkan minatnya sejauh apa yang dilihat itu mempunyai hubungan dengan kepentingannya sendiri (Sardiman, 2005:76). Pendapat yang diungkapkan oleh Dr. Hamzah B. Uno, M.Pd (2012:3) Motif adalah daya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu, demi mencapai tujuan tertentu. Dengan demikian motivasi merupakan dorongan yang terdapat dalam diri seseorang untuk berusaha mengadakan perubahan tingkah laku yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhannya. motivasi atau dorongan adalah suatu pernyataan yang kompleks di dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku terhadap suatu tujuan (goal) atau perangsang (incentive). Dari beberapa definisi tersebut, maka motivasi mengandung tiga komponen pokok, yaitu menggerakkan, mengalihkan, dan menopang tingkah laku manusia. Oleh karena itu motivasi juga dipengaruhi oleh keadaan emosi seseorang. Secara umum dapat dikatakan bahwa tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau menggugah seseorang agar timbul keinginan dan kemauan untuk

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil atau mencapai tujuan tertentu. Kecenderungan sukses ditentukan oleh motivasi dan peluang serta intensif, begitu pula sebaliknya dengan kecenderungan untuk gagal. Berikut ini pendapat Mc. Donald mengenai motivasi yang dikutip oleh Sardiman (2005:74). Motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “perasaan” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian ini mengandung tiga elemen penting, yaitu: a. Bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia. Perkembangan motivasi akan membawa beberapa perubahan energi yang ada pada organisme manusia. Karena menyangkut perubahan energi manusia (walaupun motivasi itu muncul dari dalam diri manusia), penampakkannya akan menyangkut kegiatan fisik manusia. b. Motivasi ditandai dengan munculnya, rasa, afeksi seseorang. Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan, afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah-laku manusia. c. Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan. Jadi motivasi dalam hal ini sebenarnya merupakan respons dari suatu aksi, yakni tujuan. Motivasi memang muncul dari dalam diri manusia, tetapi kemunculannya karena terangsang/ terdorong oleh adanya unsur lain, dalam hal ini adalah tujuan. Tujuan ini akan menyangkut soal kebutuhan.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 b) Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Motivasi sendiri bukan merupakan suatu kekuatan yang netral atau kekuatan yang kebal terhadap pengaruh faktor-faktor lain, misalya: pengalaman masa lampau, taraf intelegensi, kemampuan fisik, situasi lingkungan, cita-cita hidup dan sebagainya (Handoko, 1992:9). Fernald dan Fernald yang dikutip oleh Fasti Rola (2006:5-7) Widiastuti (2007:15), mengungkapkan terdapat empat faktor yang berpengaruh terhadap motivasi berprestasi bagi seseorang, yaitu: 1) Pengaruh keluarga dan kebudayaan (Family and Cultural Influences) Besarnya kebebasan yang diberikan orang tua kepada anaknya, jenis pekerjaan orang tua dan jumlah serta urutan anak dalam satu keluarga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan motivasi berprestasi. Produk-produk kebudayaan pada suatu negara seperti cerita rakyat sering mengandung tema-tema prestasi yang bisa meningkatkan semangat warga negaranya. 2) Peranan Dari Konsep Diri (Role of Self Concept) Konsep diri merupakan bagaimana seseorang berpikir mengenai dirinya sendiri. Apabila individu percaya bahwa dirinya mampu untuk melakukan sesuatu, maka individu akan termotivasi untuk melakukan hal tersebut, sehingga berpengaruh dalam bertingkah laku. 3) Pengaruh dan Peran Jenis Kelamin (Influence of Sex Roles) Prestasi yang tinggi biasanya diidentikkan dengan maskulinitas, sehingga banyak para wanita belajar tidak maksimal khususnya jika wanita tersebut berada diantara para pria. Kemudian Horner (Santrock,

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 1998) juga menyatakan bahwa pada wanita terdapat kecenderungan takut akan kesuksesan (fear of success) yang artinya pada wanita terdapat kekhawatiran bahwa dirinya akan ditolak oleh masyarakat apabila dirinya memperoleh kesuksesan. 4) Pengakuan dan Prestasi (Recognition and Archievement) Individu akan termotivasi untuk bekerja keras jika dirinya merasa dipedulikan oleh orang lain. c) Ciri-ciri Motivasi Menurut Sardiman A.M (2005:83), motivasi yang ada pada diri setiap orang itu memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1) Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus-menerus dalam waktu yang lama, tidak pernah berhenti sebelum selesai). 2) Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa). Tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan prestasi yang telah dicapainya). 3) Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah “untuk orang dewasa (misalnya masalah pembangunan agama, politik, ekonomi, keadilan, pemberantasan korupsi, penentangan terhadap setiap tindak criminal, amoral, dan sebagainya). 4) Lebih senang bekerja mandiri. 5) Cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin (hal-hal yang bersifat mekanis, berulang-ulang begitu saja, sehingga kurang kreatif). 6) Dapat mempertahankan pendapatnya (kalau sudah yakin akan sesuatu). 7) Tidak mudah melepaskan hal yang diyakini itu.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 8) Senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal. d) Tujuan Motivasi Menurut Ngalim Purwanto (2003:73), tujuan motivasi secara umum adalah untuk menggerakan atau menggugah seseorang agar timbul keinginan dan kemauannya untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil atau pencapaian tujuan tertentu. Tindakan memotivasi akan lebih dapat berhasil jika tujuawnnya jelas dan disadari oleh yang dimotivasi serta sesuai dengan kebutuhan orang yang dimotivasi. Oleh karena itu, setiap orang yang akan memberikan motivasi harus mengenal dan memahami benar-benar latar belakang kehidupan, kebutuhan, dan kepribadian orang yang akan dimotivasi. Fungsi motivasi menurut Sardiman A.M (2005:85) ada tiga fungsi, yaitu: 1) Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan. 2) Menentukan arah perbuatan, yakni kearah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya. 3) Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatanperbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. Seseorang siswa akan menghadapi ujian dengan harapan lulus, tentu akan melakukan kegiatan belajar dan tidak akan menghabiskan waktunya untuk bermain kartu atau membaca komik, sebab tidak serasi dengan tujuan.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 e) Fungsi Motivasi Dalam Belajar Dalam belajar sangat diperlukan adanya motivasi. “Motivation is an essential condition of learnig”. Hasil belajar akan menjadi optimal, kalau ada motivasi. Maski tetap motivasi yang diberikan, akan makin berhasil pula pelajaran itu. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar bagi siswa. Dengan demikian motivasi itu mempengaruhi adanya kegiatan. Sehubungan dengan hal tersebut ada tiga fungsi motivasi: 1) Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebai penggerak atau motor yang melepas energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang dikerjakan. 2) Menentukan arah perbuatan, yakni kearah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya. 3) Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaaat bagi tujuan tersebut. Disamping itu, ada juga fungsi-fungsi lain. Motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan mencapaian prestasi. Seseorang melakukan sesuatu karena adanya motivasi. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukan hasil yang baik. Dengan kata lain bahwa dengan adanya usaha yang tekun dan terutama didasari adanya motivasi, maka seseorang yang belajar itu akan dapat melahirkan

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 prestasi yang baik. Intensi seseorang siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajar. f) Macam-macam motivasi Berbicara tenang macam atau jenis motivasi ini dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Dengan demikian motivasi atau motif-motif yang aktif itu bervariasi. 1) Motivasi dilihat dari dasar pembentukannya a) Motif-motif bawaan adalah motif yang dibawa sejak lahir, jadi motivasi itu ada tanpa dipelajari. Sebagai contoh misalnya: dorongan untuk makan, dorngan untuk minum, dorongan untuk bekerja, untuk beristirahat, dorongan seksual.motif-motif ini seringkali disebut motif-motif yang disyaratkan secara biologis. b) Motif-motif yang dipelajari maksudnya motif-motif yang timbul karena dipelajari. Sebagai contoh : dorongan untuk belajar suatu cabang ilmu pengetahuan, dorongan untuk mengajar sesuatu di masyarakat. Motif-motif yang diisyaratkan secara sosial. Disamping itu Frandsen, masih membuka jenis-jenis motif ini: (1)Cognitive motives : Motif ini menunjuk pada gejala intrinsik, yaitu menyangkut kepuasan individu kepuasan individu yang berbeda didalam diri manusia dan biasanya berwujud proses dan produk mental. (2)Self-expression : Penampilan diri adalah sebagain dari prilaku manusia. Yang penting kebutuhan individu itu tidak sekedar

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 tahu mengapa dan bagaimana sesuatu itu terjadi, tetapi juga mampu membuat suatu kejadian. (3)Self-enhancement : Melalui alkulturasi diri dan pengembangan potensi akan meningkatkan kemajuan diri seseorang. Ketinggian dan kemajuan diri ini menjadi salah satu keinginan bagi setiap individu. 2) Jenis motivasi menurut Woodworth dan Marquis (1986:87), terbagi menjadi tiga: a) Motif atau kebutuhan organisasi, meliputi misalnya : kebutuhan untuk minum, makan, bernafas, seksual, berbuat dan kebutuhan untuk beristirahat. b) Motif-motif darurat : Yang termasuk dalam jenis motif ini antara lain : dorongan untuk menyelamatkan diri, dorongan untuk membalas, untuk berusaha, untuk memburu. Jelas motivasi ini timbul karena rangsangan dari luar. c) Motif-motif objektif : Dalam hal ini menyangkut kebutuhan untuk melakukan manipulasi, untuk menaruh niat. Motif-motif ini muncul karena dorongan dapat menghadapi dunia luar secara efektif. 3) Motivasi jasmaniah dan rohaniah Ada beberapa ahli yang menggolongkan jenis motivasi itu menjadi dua jenis yaitu motivasi jasmaniah dan motivasi rohaniah, yang termasuk motivasi jasmaniah seperti misalnya : reflex, instink otomatis, nafsu. Sedangkan yang termasuk motivasi rohaniah yaitu

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 kemauan. Soal kemauan itu pada setiap diri manusia terbentuk melalui empat momen: Timbulnya Alasan, Pilihan, Putusan, Terbenuknya Kemauan 4) Motivasi Intrinsik dan Ekstrisik a) Motivasi Intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap idividu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Sebagai contoh seorang yang senang membaca, tidak usah ada yang menyuruh atau mendorongnya, ia sudah rajin mencari bukubuku untuk dibacanya. Kemudian apabila dilihat dari segi tujuan kegiatan yang dilakukan (misalnya kegiatan belajar), maka yang dimaksud kegaiatn motivasi intrinsik ini adalah ingin mencapai tujuan yang terkandung didalam perbuatan belajar itu sendiri. Sebagai contoh konkrit, seorang siswa itu melakukan belajar, karena betul-betul ingin mendapat pengetahuan, nilai atau ketrampilan agar dapat berubah tingkah lakunya secara kondusif, tidak karena tujuan yang lain-lain. Itulah sebabnya motivasi intrinsik dapat juga dikatakan sebagai bentuk motivasi yang di dalamnya aktivitas beajar dimulai dan terus diteruskan berdasarkan suatu dorongan dari dalam diri dan secara mutlak berkait dengan aktivitas belajarnya. Seperti tadi dicontohkan bahwa seorag pelajar, memang benar-benar ingin mengetahui segala sesuatunya, bukan karena ingin pujian atau ganjaran. Perlu diketahui bahwa siswa yang memiliki motivasi intrinsik akan

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 memiliki tujuan menjadi orang yang terdidik, yang berpengetahuan, yang ahli dalam bidang studi tertentu. Satustunya jalan untuk menuju tujuan yang ingin dicapai ialah belajar, tanpa belajar tidak mungkin b) Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsangan dari luar. Sebagai contoh seorang itu belajar, karena tahu besok paginya akan ujian dengan harapan mendapatkan nilai baik, sehingga akan dipuji oleh pacarnya, atau temanya. Jadi yang penting bukan karena belajar ingin mengetahui sesuatu, tapi ingin mendapat nilai yang baik, atau mendapat hadiah. Jadi apabila dilihat dari segi tujuan kegiatan yang dilakukannya, tidak secara langsung bergayut pada esensi apa yang dilakukanya itu. Oleh karena itu motivasi eksentrik dapat juga di katakan sebagai bentuk motivasi yang didalamnya aktivitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan dorongan dari luar yang tidak secara mutlak berkaitan denga aktivitas belajar. Perlu di tegaskan, bukan berarti bahwa motivasi ekstrinsik ini tidak baik dan tidak penting. Dalam kegiatan belajar-megajar tetap penting. Sebab kemungkinan besar keadaan siswa itu dinamis, berubah-ubah, dan juga mungkin komponenkomponen lain dalam proses belajar-mengajar ada yang kurang menaik bagi siswa, sehingga diperlukan motivasi ekstrinsik.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 g) Bentuk-Bentuk Motivasi di Sekolah Di dalam kegiatan belajar-mengajar peran motivasi baik intrinsik maupun ekstrinsik sangat diperlukan. Motivasi bagi pelajar dapat mengembangkan aktivitas dan inisiatif, dapat mengarahkan dan memelihara ketekunan dalam melakukan kegiatan belajar. Dalam kaitan itu perlu diketahui bahwa cara dan jenis menumbuhkan motivasi adalah bermacam-macam. Tetapi untuk memotivasi ekstrinsik kadang-kadang tepat, dan kadang-kadang juga biasa kurang sesuai. Hal ini guru harus hati-hati dalam menumbuhkan dan memberi motivasi bagi kegiatan belajar para anak didik. Sebab mungkin maksudnya memberikan motivasi tetapi justru tidak menguntungkan perkembangan belajar peserta didik. Ada beberapa bentuk dan cara untuk menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar di sekolah. 1) Memberi angka Angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya. Banyak siswa belajar, yang utama justru untuk mencapai angka/nilai yang baik. Sehingga siswa biasanya yang dikejar adalah nilai ulangan atau nilai pada raport angkanya baik-baik. Angka-agka yang baik itu para peserta didik merupakan motivasi yang sangat kuat. Tetapi ada juga, bahkan banyak peserta didik bekerja atau belajar hanya ingin mengejar pokoknya naik kelas saja. Ini menunjukan motivasi yang dimilikinya kurang berbobot bila dibandingkan dengan peserta didik yang mengingikan nilai baik. Namun demikian semua itu harus diingat oleh guru bahwa pencapaian angka-angka seperti itu

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 belum merupakan hasil belajar yang sejati, hasil belajar yang bermakna. Oleh karena itu langkah selanjutnya yang ditempuh oleh guru adalah bagaimana cara memberikan angka-angka dapat dikaitkan dengan values yang terkandung di dalam setiap pengetahuan yang diajarkan kepada para peserta didik sehingga tidak sekedar kognitif saja tetapi juga ketrampilan dan afeksinya. 2) Hadiah Maksudnya adalah suatu pemberian berupa kenang-kenangan kepada anak didik yang berprestasi. Hadiah ini akan dapat menambah atau meningkatkan semangat (motivasi) belajar peserta didik karena akan dianggap sebagai suatu penghargaan yang sangat berharga bagi peserta didik. 3) Saingan atau kompetisi Saingan atau kopetisi dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong belajar peserta didik. Persaingan, baik persaingan individu maupun persaingan kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Memang unsur persaingan ini banyak dimanfaatkan di dalam dunia untuk meningkatkan kegiatan belajar peserta didik. 4) Ego-involvement Menumbuhkan kesadaran pada peserta didik agar merasakan petingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga bekerja keras dengan mempertaruhkan harga diri, adalah sebagai salah satu bentuk motivasi yang cukup penting. Seseorang akan berusaha dengan segenap

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 tenaga untuk mencapai prestasi yang baik dengan menjaga harga dirinya. 5) Memberi ulangan Peserta didik akan menjadi giat belajar kalau mengetahui akan ada ulangan. Oleh karena itu memberi ulangan ini juga merupakan sarana motivasi. Tetapi yang harus diingat oleh guru, adalah jangan terlalu sering (misalnya setiap hari) karena bisa membosankan dan sifat rutinitas. Dalam hal ini guru harus juga terbuka maksudnya, kalau akan ulangan harus diberitahu kepada peserta didik. 6) Mengetahui hasil Dengan mengetahui hasil pekerjaan, apalagi kalau terjadi kemajuan, akan mendorong peserta didik untuk lebih giat belajar. Semakin mengetahui grafik hasil belajarnya meningkat, maka ada motivasi pada diri peserta didik untuk terus belajar, dengan suatu harapan hasilnya terus meingkat. 7) Pujian Apabila ada peserta didik yang sukses yang berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik, perlu diberikan pujian. Pujian ini adalah bentuk reinforcement yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik. Oleh karena itu supaya pujian ini merupakan motivasi, pemberianya harus tepat. Dengan pujian yang tepat akan memupuk suasana yang menyenangkan dan mempertinggi gairah belajar serta sekaligus akan membangkitkan harga diri.

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 8) Hukuman Hukuman sebagai reinforcement yang negatif tetapi kalau diberikan dengan tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi. Oleh karena itu guru harus memahami prinsip-prinsip pemberian hukuman. 9) Hasrat utuk belajar Hasrat untuk belajar, bererti ada unsur kesengajaan, ada maksud untuk belajar. Hal ini akan lebih baik, bila dibandingkan segala sesuatu kegiatan yang tanpa maksud. Hasrat ingin belajar berarti pada diri anak didik itu memang ada motivasi untuk belajar, sehingga sudah tentu hasilnya akan lebih baik. 10) Minat Sebelumya telah diuraikan bahwa soal motivasi sangat erat hubunganya dengan unsur minat. Motivasi muncul karena ada kebutuhan, begitu juga minat sehingga tepatlah kalau minat merupakan alat motivasi yang pokok. Proses belajar itu akan berjalan dengan lancar kalau disertai dengan minat. Mengenai minat ini antara lain dapat dibangkitkan dengan cara-cara sebagai berikut : 1) Membangkitkan adanya suatu kebutuhan; 2) Menghubungkan dengan persoalan pengalaman yang lampau; 3) Memberi kesempatan untuk mendapatkan hasil yang baik.; 4) Menggunakan berbagai macam bentuk mengajar.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 B. Metode Mengajar Guru a) Pengertian Metode Mengajar Guru Pada dasarnya guru adalah seorang pendidik. Pendidik adalah orang dewasa dengan segala kemampuan yang dimilikinya untuk dapat mengubah psikis dan pola pikir anak didiknya dari tidak tahu menjadi tahu serta mendewasakan anak didiknya. Salah satu hal yang harus dilakukan oleh guru adalah dengan mengajar di kelas. Salah satu yang paling penting adalah performance guru di kelas. Bagaimana seorang guru dapat menguasai keadaan kelas sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan. Dengan demikian guru harus menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didiknya. Metode mengajar adalah model mengajar yang dapat melibatkan siswa baik secara kuantitatif maupun kualitatif dalam belajar. Model mengajar ini menuntut keterlibatan siswa sesuai dengan taraf perkembangannya. (Dra. Elida Prayitno; 1989:108). b) Macam-macam Metode Mengajar Guru Tiap-tiap kelas bisa kemungkinan menggunakan metode pembelajaran yang berbeda dengan kelas lain. Untuk itu seorang guru harus mampu menerapkan berbagai metode pembelajaran. Disini saya akan memaparkan beberapa metode pembelajaran menurut Ns. Roymond H. Simamora, M.Kep yang dapat kita digunakan.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 1) Metode Ceramah Metode Ceramah adalah penerangan secara lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relative besar. Dengan metode ceramah, guru dapat mendorong timbulnya inspirasi bagi pendengarnya. 2) Metode Diskusi Metode diskusi adalah proses pelibatan dua orang peserta atau lebih untuk berinteraksi saling bertukar pendapat, dan atau saling mempertahankan pendapat dalam pemecahan masalah sehingga didapatkan kesepakatan diantara mereka. Pembelajaran yang menggunakan metode diskusi merupakan pembelajaran yang bersifat interaktif. 3) Metode Demonstrasi Metode demonstrasi merupakan metode pembelajaran yang sangata efektif untuk menolong siswa mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti : Bagaimana cara mengaturnya? Bagaimana proses bekerjanya? Bagaimana proses mengerjakannya. Demonstrasi sebagai metode pembelajaran adalah bilamana seorang guru atau seorang demonstrator (orang luar yang sengaja diminta) atau seorang siswa memperlihatkan kepada seluruh kelas sesuatau proses. Misalnya bekerjanya suatu alat pencuci otomatis, cara membuat kue, dan sebagainya. 4) Metode Ceramah Plus Metode ceramah plus adalah metode pengajaran yang menggunakan lebih dari satu metode, yakni metode ceramah yang dikombinasikan dengan metode lainnya ada tiga metode ceramah plus diantaranya:

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 a) Metode ceramah plus tanda jawab dan tugas b) Metode ceramah plus diskusi dan tugas c) Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL) 5) Metode Resitasi Metode resitasi adalah suatu metode pengajaran dengan mengharuskan siswa membuat resume dengan kalimat sendiri. 3. Kelebihan metode resitasi adalah (1) Pengetahuan yang diperoleh peserta didik dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama. (2) Peserta didik memilki peluang untuk meningkatkan keberanian, inisiatif, bertanggung jawab dan mandiri. 4. Kelemahan Metode Resitasi adalah (1) Kadang kala peserta didik melakukan penipuan yakni peserta didik hanya meniru hasil pekerjaan orang lain tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri. (2) Kadang kala tigas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan. (3) Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual. 6) Metode Eksperimental Metode Eksperimental adalah suatu cara pengelolaan pembelajaran di mana siswa melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajarinya. Dalam metode ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri dengan mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis,

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri tentang obyek yang dipelajarinya. 7) Metode Study Tour (Karya Wisata) Metode study tour Study tour (karya wisata) adalah metode mengajar dengan mengajak peserta didik mengunjungi suatu objek guna memperluas pengetahuan dan selanjutnya peserta didik membuat laporan dan mendiskusikan serta membukukan hasil kunjungan tersebut dengan didampingi oleh pendidik. 8) Metode Latihan Keterampilan Metode Latihan Keterampilan adalah suatu metode mengajar dengan memberikan pelatihan keterampilan secara berulang kepada peserta didik, dan mengajaknya langsung ketempat latihan keterampilan untuk melihat proses tujuan, fungsi, kegunaan dan manfaat sesuatu (misal: membuat tas dari mute). Metode latihan keterampilan ini bertujuan membentuk kebiasaan atau pola yang otomatis pada peserta didik. 9) Metode Pengajaran Guru Metode Pengajaran guru adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas.Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Cara pengujiannya,setiap pendidik membuat soal, kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiapsiswa yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 10) Peer Teaching Method Peer teaching method sama juga dengan mengajar sesama teman, yaitu suatu metode mengajar yang dibantu oleh temannya sendiri. 11) Metode Pemecahan Masalah Metode Pemecahan Masalah bukan hanyasekadar metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya yang dimulai dengan mencari data. Metode problem solving merupakan metode yang merangsang berfikir dan menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan olehsiswa. Seorang guru harus pandai-pandai merangsang siswanya untuk mencobamengeluarkan pendapatnya. 12) Project Method Project Method adalah metode perancangan adalah suatu metode mengajar dengan meminta peserta didik merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian. 13) Taileren Method Taileren Metgod yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-sebagian,misalnya ayat per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentusaja berkaitan dengan masalahnya. 14) Metode Global Metode Global yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi, kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisaridari materi tersebut.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 C. Prestasi Belajar a. Pengertian Prestasi Belajar Prestasi belajar menurut kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:895) adalah penguasaan pengetahuan dan ketrampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, lazimnya ditunjukan dengan nilai test atau angka nilai yang diberikan oleh guru. Untuk memahami lebih luas tentang prestasi belajar di bawah ini disajikan beberapa pendapat. Menurut Wirawan (1996:2002) menyatakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang dicapai seseorang dalam usaha belajarnya sebagian dinyatakan dengan nilai-nilai dalam buku rapornya. Sedangkan Suharsimi Arikunto (2003:269) berpendapat bahwa prestasi belajar adalah tingkat pencapaian yang telah dicapai oleh anak didik atau siswa terhadap tujuan yang ditetapkan oleh masing-masing bidang studi setelah mengikuti program pengajaran dalam waktu tertentu. Menurut Sumadi Suryabrata (2005:175) prestasi belajar meliputi perubahan psikomotorik, sehingga prestasi belajar adalah kemampuan siswa yang berupa penguasaan pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang dicapai dalam belajar setelah ia melakukan kegiatan belajar. Prestasi belajar Akuntansi adalah hasil yang diperoleh siswa setelah melakukan aktivitas Belajar Akuntansi yang berupa penguasaan, pengetahuan sikap dan keterampilan yang lazimnya ditunjukan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru. Prestasi belajar Akuntansi dalam penelitian ini diperoleh dari rata-rata dari nilai ulangan dan nilai ujian mid semester pada mata pelajaran Akuntansi. Dari pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan hasil yang diperoleh siswa

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 setelah melakukan aktivitas belajar yang meliputi perubahan tingkah laku (psikomotorik), penguasaan pengetahuan, sikap dan ketrampilan. Nilai yang dilaporkan dalam rapor merupakan perumusan terakhir yang diberikan guru mengenai kemajuan atau prestasi belajar siswa selama masa tertentu. Prestasi belajar atau hasil belajar siswa dapat diketahui dengan jalan diukur atau menilai. Menurut Sumadi Suryabrata (2005:294), disebutkan bahwa hasil belajar siswa dapat diukur dengan cara: 1) Memberikan tugas-tugas tertentu 2) Menanyakan beberapa hal yang berkaitan dengan pelajaran tertentu 3) Memberikan tes pada siswa sesudah mengikuti pelajaran tertentu 4) Memberikan ulangan Menurut Zaenal Arifin (1991:3-4) prestasi belajar mempunyai fungsi utama, antara lain: a) Prestasi belajar sebagai indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai anak didik. b) Prestasi belajar sebagai lambang pemuas hasrat ingin tahu.hal ini didasarkan pada asumsi bahwa para ahli psikologi biasanya menyebut hal ini sebagai tendensi keingintahuan (curiocity) dan merupakan kebutuhan umum pada manusia, termasuk kebutuhan pada anak didik dalam suatu program pendidikan. c) Prestasi belajar sebagai bahan informasi dalam inovasi pendidikan. Asumsinya adalah bahwa prestasi belajar dapat dijadikan pendorong bagi anak didik dalam meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 berperan sebagai umpan balik, (feadback) dalam meningkatkan mutu pendidikan. d) Prestasi belajar sebagai indikator intern dan ekstern dari suatu institusi pendidikan. Indikator intrn dalam arti bahwa prestasi belajar dapat dijadikan faktor produktivitas suatu institusi pendidikan. Asumsinya adalah bahwa kurikulum yang digunakan relevan dengan kebutuhan masyarakat dan anak didik. Indikator ekstrn dalam arti tinggi rendahnya prestasi belajar dapat dijadikan indikator tingkat kesuksesan anak didik dimasyarakat. Asumsinya adalah bahwa kurikulum yang digunakan relevan pula dengan pembangunan masyarakat. e) Prestasi belajar dapat dijadikan indikator terhadap daya serap (kecerdasan) anak didik. Dalam proses belajar mengajar anak didik merupakan masalah yang utama dan pertama dan karena anak didiklah yang diharapkan dapat menyerap seluruh materi pelajaran yang telah diprogramkan dalam kurikulum. b. Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Berdasarkan penjabaran di atas dapat disimpulkan bahwa sangat penting untuk mengetahui prestasi belajar, karena prestasi belajar selain sebagai daya serap siswa, tetapi juga sebagai indikator kualitas institusi pendidikan. Menurut Dalyono (2005:55) faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, yaitu:

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 1) Faktor internal (faktor yang berasal dari dalam) Faktor ini meliputi kesehatan, intelegensi dan bakat, minat dan motivasi serta cara belajar, dan 2) Faktor eksternal (faktor yang berasal dari luar) Faktor ini meliputi keluarga, sekolah, masyarakat, dan lingkungan sekitar . Ada (3) ranah atau aspek yang harus dilihat tingkat keberhasilanya yang dapat dicapai siswa, yaitu: a) Ranah kognitif Ranah kognitif bertujuan untuk mengukur pengembangan penalaran siswa. Pengukuran ini dapat dilakukan setiap saat (dalam arti pengukuran formal) misalnya setiap satu materi pelajaran telah diberikan, pengukuran kognitif dapat langsung dilakukan dengan berbagai macam cara, baik dengan tes tertulis maupun tes lisan. Tes lisan saat ini jarang digunakan karena sering muncul dampak negatif digunakan tes lisan, yaitu sikap dan perbuatan yang subjektif dan kurang adil, sehinggga soal yang digunakan pun tingkat kesukaranya berbeda antara satu siswa dengan siswa yang lain (Syah, 2005:154). Untuk mengatasinya guru dapat menggunakan semua jenis tes tertulis, baik yang berbentuk subjektif maupun objektif, misalnya pilihan ganda, tes percocokan dan lain-lain. Khusus untuk mengukur kemampuan analisis dan sintesis siawa, lebih dianjurkan untuk menggunakan essay. Pada mata pelajaran Akuntansi, ranah kognitif dapat juga diukur menggunakan semua jenis tes tertulis tersebut di atas, misalnya pilihan ganda, soal essay dan lain-lain.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 b) Ranah efektif Pengukuran ranah efektif tidaklah semudah mengukur ranah kognitif. Pengukuran ranah efektif tidak dapat dilakukan setiap saat karena perubahan tingkah laku siswa tidak dapat berubah sewaktu-waktu. Perubahan sikap seseorang memerlukan waktu yang relativ lama. Sasaran penilaian ranah efektif adalah perilaku siswa bukan pada pengetahuanya melainkan sikapn (Arikunto, 2002:182) c) Ranah psikomotorik Pengukuran ranah psikomotorik dilakukan terhadap hasil-hasil belajar yang berupa penampilan. Cara yang dipandang paling tepat untuk mengevaluasi keberhasilan belajar yang berdimensi ranah psikomotorik adalah observasi. Observasi dalam hal ini, dapat diartikan sebagai jenis tes mengenai peristiwa, tingkah laku atau fenomena lain dengan pengamatan langsung. Guru yang hendak melakukan observasi perilaku psikomotorik siswa seyogyanya mempersiapkan langkah-langkah yang cermat dan sistematis (Syah, 2005:156). c. Jenis-jenis atau Bidang-Bidang Akuntansi 1) Akuntansi Keuangan adalah bidang akuntansi yang secara khusus mempelajari tentang transaksi-transaksi keuangan seperti hutang (kewajiban), modal (ekuitas) ataupun perubahan aset perusahaan. 2) Akuntansi Manajemen adalah bidang akuntansi yang memberikan data real kepada pihak internal perusahaan (manajemen) sehingga diperlukan untuk menentukan kebijakan perusahaan selanjutnya.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 3) Akuntansi Biaya adalah bidang akuntansi yang bertujuan untuk mengefisensi biaya produksi ataupun biaya-biaya yang lain. 4) Akuntansi Pajak adalah bidang akuntansi yang bertujuan untuk mengurusi perpajakan. Dalam hal ini untuk meminimalisir pajak yang harus dibayarkan perusahaan tanpa menyalahi aturan yang berlaku. 5) Akuntansi Pemeriksaan adalah bidang akuntansi yang berupa pemeriksaan atas laporan pencatatan akuntansi / laporan keuangan yang dilakukan oleh akuntan independen tanpa adanya tekanan dari pihak manapun. Akuntansi pemeriksaan ini biasa disebut dengan audit, dan orang yang mengaudit disebut auditor. 6) Akuntansi Anggaran adalah bidang akuntansi yang mempelajari penyusunan budgeting atau pengeluaran dari sebuah perusahaan kemudian membandingkannya dengan pengeluaran yang aktual. 7) Akuntansi Pemerintahan adalah bidang akuntansi yang mempelajari tentang penyajian data laporan keuangan atau financial statement yang dilakukan oleh lembaga pemerintahan, baik lembaga daerah atau pusat. 8) Akuntansi Pendidikan adalah bidang akuntansi yang outputnya diarahkan khusus di bidang pendidikan, misalkan untuk menjadi pengajar akuntansi, peneliti atau pekerjaan lain yang berhubungan dengan edukasi akuntansi. 9) System akuntansi adalah bidang bidang akuntani yang berhubungan dengan proses pembuatan prosedur akuntansi / alat-alat pendukungnya. Serta diikuti oleh penentuan langkah-langkah yang akan diambil kedepannya.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 10) Akuntansi Internasional adalah bidang akuntansi yang mempelajari masalah-masalah internasional seperti pedagangan internasional yang umum terjadi di perusahaan multi nasional/internasional. B. Kajian Penelitian yang Relevan 1. Hubungan Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar Peserta Didik Bidang Studi Akuntansi Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Maria Cristina Stefani T Wea (2017,viii) yang menemukan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar, kebiasaan belajar, fasilitas belajar dengan prestasi belajar mahasiswa program studi pendidikan akuntansi angkatan 2014/2015. Fransisca Ayu Cinthia Dewi (2006,viii) menemukan bahwa tidak terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemandirian belajar dan motivasi belajar dengan prestasi belajar akuntansi siswa studi kasus pada siswa SMK 7 Yogyakarta. Demikian juga dengan Lia Fatra (2013,v) menemukan bahwa tidak terdapat hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika pada siswa kelas VII di SMP N 2 tentang Tahun Ajaran 2012-2013. Meskipun penemuan saya menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara perhatian orangtua dan motivasi belajar dengan prestasi belajar peserta didik bidang studi akuntansi namun penelitian yang dilakukan oleh Riana Dwi Putra (2016,1) menemukan bahwa terdapat hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar menulis siswa kelas x SMA, serta dalam penelitian yang dilakukan oleh Anshori Amin (2008,xv) juga

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 menemukan bahwa terdapat hubungan yang positif antara motivasi belajar dengan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas II SMP Wahid Hasyim Malang. 2. Hubungan Metode Mengajar Guru Dengan Prestasi Belajar Peserta Didik Bidang Studi Akuntasi Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Siti Nur ‘Azizah (2009:77) yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan positif yang signifikan antara metode mengajar guru dengan prestasi belajar pendidikan agama Islam anak. Meskipun penemuan saya menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara metode mengajar guru dan motivasi belajar dengan prestasi belajar peserta didik bidang studi akuntansi namun penelitian yang dilakukan oleh Andi Sri Kusumadewi (2015:136) menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan antara metode mengajar guru dengan prestasi belajar siswa kelas XI IPS, di SMKN 6 Manado Tahun Ajaran 2015/2016. Demikian juga dengan penelitian yang dilakukan oleh Fandy Pradibyo (2015:66) menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan antara metode mengajar guru terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS SMK Negeri 1 Palangkaraya. Tahun Ajaran 2015/2016. Welldan Thosiro (2013:134) menyatakan bahwa ttidak adanya hubungan yang positif antara metode mengajar guru dengan prestasi belajar siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 2 Depansar Tahun Ajaran 2013/2014.

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 C. Kerangka Berfikir 1. Hubungan Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar Motivasi adalah perubahan diri dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Sedangkan menurut Asmara (2009:11) prestasi belajar merupakan hasil yang dicapai seseorang dalam penguasaan pengetahuan dan ketrampilan yang dikembangkan dalam pembelajaran, lazimnya ditunjukan dengan tes, angka, dan nilai yang diberikan oleh guru. Motivasi merupakan faktor yang menentukan prestasi belajar, sehingga besar sekali pengaruhnya terhadap pencapaian tujuan seseorang. Dalam kegiatan belajar motivasi instrinsik dan ekstrinsik tidak bisa berdiri sendiri melainkan bersama-sama menuntun seseorang menuju prestasi yang akan dicapai. 2. Hubungan Metode Mengajar Guru dan Prestasi Belajar Guru mampu mengelola pembelajaran siswa dengan baik dan dapat menciptakan suasana yang kondusif dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga siswa akan fokus dalam menerima materi-materi yang disampaikan guru. Guru dituntut mampu merancang metode pembelajaran yang dapat membuat siswa tertarik dan bersemangat dalam belajar, sehingga dapat menguasai materi dengan baik dan pada akhirnya hasil belajar yang diperoleh siswa memuaskan. Namun pada saat terjadi proses pembelajaran dapat terlihat bahwa sebagian besar siswa merasa jenuh dan kurang tertarik untuk belajar. Terlihat dari perilaku siswa selama proses pembelajaran berlangsung, banyak siswa yang terlihat mengantuk dan

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 tidak memperhatikan guru yaitu guru hanya menjelaskan materi didepan kelas atau mencatat materi saja, kurang melibatkan siswa didalamnya sehingga proses pembelajaran menjadi tidak menarik yang mengakibatkan siswa merasa jenuh didalam kelas. Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti menduga bahwa metode mengajar guru dalam suatu proses belajar mengajar terhadap siswa tidak hanya bersifat monoton artinya jangan terlalu menjelaskan kepada siswa tetapi harus disertai dengan melibakan siswa sehingga siswa atau peserta didik tidak cepat jenuh dan demikian hasil yang diterima dapat memuaskan maka semakin baik juga prestasi yang akan dicapai oleh siswa. Sebaliknya, metode mengajar guru terhadap siswa bersifat monoton dan tidak melibatkan siswa maka hasil yang diperoleh siswa kurang memuaskan dan semakin buruk juga prestasi yang akan dicapai oleh siswa. Dari uraian diatas hubungan antara variabel metode mengajar guru dan motivasi belajar dengan prestasi belajar peserta didik pada penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 Metode Mengajar Guru Motivasi Belajar (X1) (X2) Prestasi Belajar (Y) Gambar 2.1 Paradigma Penelitian. D. Hipotesis Dari Kajian teori dan kerangka berpikir yang telah diuraikan, maka dapat dirumuskan hipotesis dalam penelitian ini adalah: Ha1 : Ada hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar peserta didik SMK Negeri 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019. Ha2 : Ada hubungan yang positif dan signifikan antara metode mengajar guru dengan prestasi belajar peserta didik SMK Negeri 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto, yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejadian tersebut (Sugiyono, 2010:7). Penelitian ini hanya mengungkap data mengenai peristiwa yang telah berlangsung pada responden yang tidak ada perlakuan dan kontrol. Penelitian ex post facto dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas yaitu motivasi belajar dan metode mengajar guru di sekolah terhadap variabel terikat yaitu prestasi belajar siswa. B. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Yogyakarta Jl. Kemetiran Kidul No.35 Pringgokusuman, Gedong Tengen, Yogyakarta pada Periode Bulan September 2018 sampai Bulan Oktober 2018. 38

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 C. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah peserta didik Kelas XI dan Kelas XII Bidang Akuntansi SMK Negeri 1 Yogyakarta. 2. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah Motivasi Belajar, Metode mengajar Guru dan Prestasi Belajar peserta didik di SMK Negeri 1 Yogyakarta. D. Populasi Penelitian Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin hasil menghitung ataupun pengukuran, kuantitas maupun kualitas mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari secara keseluruhan (Sudjana, 2005:6). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah semua peserta didik SMK Negeri 1 Yogyakarta yang berjumlah 569 peserta didik. Pembagian tersebut seperti pada tabel 3.1. 39

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 Tabel 3.1 Jumlah Peserta Didik Kelas X Sampai Kelas XII SMK Negeri 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2017/2018 No Nama Jumlah Peserta Didik Laki-Laki Perempuan 2 30 31 1 Total 1 2 X Akuntansi 1 X Akuntansi 2 32 32 3 X Adm Perkantoran 1 2 28 30 4 X Adm Perkantoran 2 1 31 32 5 X Pemasaran 1 7 25 32 6 7 8 X Pemasaran 2 XI Akuntansi 1 XI Akuntansi 2 8 1 1 25 33 30 30 31 31 9 XI Adm Perkantoran 1 2 30 32 10 XI Adm Perkantoran 2 2 30 32 11 XI Pemasaran 1 2 27 29 12 13 14 XI Pemasaran 2 XII Akuntansi 1 XII Akuntansi 2 2 0 1 27 32 31 29 32 32 15 XII Adm Perkantoran 1 1 31 32 16 XII Adm Perkantoran 2 1 31 32 17 XII Pemasaran 1 2 30 32 18 XII Pemasaran 2 Jumlah 1 37 31 32 530 567

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 E. Sampel Penelitian Menurut Suharsimi Arikunto (2002:109), sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Sampel juga merupakan bagian yang diambil dari suatu populasi yang karakteristiknya diteliti dan dianggap dapat mewakili populasi secara keseluruhan. Jadi jenis sampel yang diambil harus mencerminkan populasi. Data yang dianalisis dalam suatu penelitian merupakan data hasil pengukuran yang diperoleh dari sampel. Dalam penelitian ini sampel penelitian terdiri dari kelas XI dan XII akuntansi yang berjumlah 126 peserta didik. Pembagian tersebut seperti pada tabel 3.2. Tabel 3.2 Jumlah Peserta Didik Kelas XI dan XII Akuntansi SMK Negeri 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2017/2018 No Nama Jumlah Peserta Didik Laki-Laki Perempuan 2 30 31 1 30 1 Total 1 2 XIAkuntansi 1 XI Akuntansi 2 32 32 3 XIIAkuntansi 1 4 XII Akuntansi 2 1 30 31 Jumlah 5 121 126 31

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 F. Teknik Sampling Menurut Sugiyono (2016:82) terdapat dua teknik sampling yang dapat digunakan, yaitu: 1. Probability Sampling Probability Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) Populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik ini meliputi, simple random sampling, proportionate stratified random sampling, disproportionate stratifies random sampling, sampling area (cluser). 2. Non Probability sampling Non Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel, teknik sampel ini meliputi, sampling sistematis, kuota, aksidental, purposive, jenuh, snowball. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan yaitu nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Menurut Sugiyono (2016:85) bahwa: “Purposive Sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu”. Alasan menggunakan teknik purposive sampling adalah kerena tidak semua sampel memilki kriteria yang sesuai dengan fenomena yang diteliti. Oleh karena itu, penulis memilih teknik purposive sampling yang menetapkan pertimbangan-pertimabangan atau kriteria-kriteria tertentu.

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 Alasan menggunakan teknik purposive sampling adalah kerena tidak semua sampel memilki kriteria yang sesuai dengan fenomena yang diteliti. Oleh karena itu, penulis memilih teknik purposive sampling yang menetapkan pertimbangan-pertimabangan atau kriteria-kriteria tertentu yang harus dipenuhi oleh sampel-sampel yang digunakan dalam penelitian ini. G. Variabel Penelitian dan Pengukurannya Variabel penelitan adalah objek penelitian atau apa yang menjadi perhatian suatu titik perhati an suatu penelitian (Arikunto, 1998:99). Dalam penelitian ini variabel yang akan diteliti adalah sebagai berikut: 1. Variabel bebas (independent variable) Variabel bebas adalah variabel yang diselidiki pengaruhnya. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Motivasi Belajar (X1) dan Metode Mengajar Guru (X2) yang diukur dengan menggunakan kuisioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai hubungan motivasi belajar dan metode mengajar guru yang telah dilaksanakan pada bulan September sampai dengan oktober 2018 di SMK Negeri 1 Yogyakarta. 2. Variabel Terikat (dependent variabel) Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Variabel dalam penelitian ini adalah Prestasi

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 Belajar (Y) yang di ukur dengan menggunakan nilai peserta didik kelas XI dan kelas XII Akuntansi dalam hal ini nilai akhir semester peserta didik (Raport). H. Teknik Pengumpulan Data 1. Dokumentasi Dokumentasi merupakan metode pengumpulan data dengan cara mengambil dokumen yang tersedia. Pada penelitian ini data yang diambil untuk dokumentasi adalah hasil belajar peserta didik yang dapat diambil datanya dari nilai raport peserta didik Bidang Studi Akuntansi kelas XI dan XII. 2. Kuesioner Kuesioner adalah alat riset atau survei yang terdiri atas serangkaian pertanyaan tertulis yang bertujuan untuk mendapatkan tanggapan dari kelompok orang terpilih. Kuesioner ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang motivasi belajar dan metode mengajar guru di sekolah. Kuesioner dalam penelitian ini berbentuk tertutup, peneliti hanya menyediakan alternatif jawaban yang telah disediakan sehingga responden diminta memilih jawaban yang ada. Berikut ini akan disajikan kisi-kisi kuesioner dari motivasi belajar dan metode mengajar guru dalam bentuk tabel.

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Tabel 3.3 Kisi-kisi kuesioner Variabel Motivasi Belajar (X1) Dimensi (Pengertian) Indikator Item Positif 1,2 3 4,5 6 7 8 10 11 1. Bentuk motivasi di 1.1 Memberi angka sekolah 1.2 Hadiah 1.3 Saingan atau kompetisi 1.4 Ego-involvement 1.5 Memberi ulangan 1.6 Mengetahui hasil 1.7 Pujian 1.8 Hasrat untuk belajar 2. Faktor yang mempengaruhi 2.1 Cita-cita atau aspirasi 13 motivasi belajar 2.2 Kemampuan peserta Negatif 9 12 didik 14 2.3 Kondisi peserta didik dan 15 lingkungan 2.4 Unsur dinamis dan 16 pengajaran 2.5 Upaya guru dalam 17 pengajaran peserta didik Sumber : Dimyanti dan Mudjiono (1999:100) dan Sardiman A.M (1986) Tabel 3.4 Kisi-kisi kuesioner Variabel Metode Mengajar Guru (X2) Item Dimensi Indikator (Pengertian) Positif 3. Metode 1. Metode Ceramah 1, 3 Mengajar 2. Metode Diskusi 4, 5 Guru 3. Metode Ceramah Plus 8, 4. Metode Study Tour 10, (Karya Wisata) 5. Metode Latihan 13 Keterampilan Sumber : Sulastri (Tyas Arum, 2009:19) Negatif 2 6, 7 9, 11, 12

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 Dalam penelitian ini, variabel yang diteliti adalah sikap, pendapat dan persepsi seseorang. Maka skala pengukuran yang digunakan yaitu skala Likert. Menurut Mulyatiningsih (2013:29) skala likert merupakan metode skala bipolar yang mengukur tanggapan positif dan negatif terhadap suatu pernyataan. Tanggapan responden dinyatakan dalam bentuk rentang jawaban mulai dari sangat tidak setuju sampai sangat setuju. Kolom jawaban sudah tersedia dan responden tinggal memilih salah satu jawaban yang tersedia. Apabila alternatif jawaban sudah ditetapkan, maka langkah selanjutnya adalah pemberian skor terhadap setiap alternatif jawaban sebagai berikut : Tabel 3.5 Penilaian instrumen menggunakan skala Likert Pertanyaan Positif Skor Sangat Setuju 5 Setuju 4 Ragu-Ragu 3 Tidak Setuju 2 Sangat Tidak Setuju 1 Sumber : Mulyatiningsih (2013:29) Penilaian Pertanyaan Negatif Skor 5 4 3 2 1

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 I. Teknik Pengujian Instrumen 1. Uji Validitas Suatu alat ukur dikatakan valid atau sahih apabila suatu alat pengukuran tersebut dapat mengukur apa yang ingin diukur dengan tepat atau teliti. Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkatan-tingkatan kevalidan atau kesahihan suatu instrumen (Suharsimi, 2006:168). Menurut Ghozali (2005:50) untuk mengetahui apakah kuesioner yang digunakan valid atau tidak, maka dengan membandingkan antara nilai (rhitung) dengan (rtabel) dengan taraf signifikansi 5%. Apabila rhitung > rtabel maka instrumen dikatakan valid, apabila rhitung < rtabel maka instrumen dikatakan tidak valid. Perhitungan dapat menggunakan dengan bantuan program SPSS versi 22. Menurut Arikunto (2006:168), uji validitas yaitu pengukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai nilai validitas yang tinggi. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan mampu mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Untuk menguji kesahihan dan keandalan soal diguakan teknik korelasi product moment dengan bantuan SPSS. Rumus yang digunakan adalah:

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Keterangan: Rxy = koefisien korelasi tiap butir N = banyaknya subyek uji coba ΣX = jumlah skor tiap butir ΣY = jumlah skor total ΣX2 = jumlah kuadrat skor tiap butir ΣXY = jumlah perkalian skor tiap butir dengan skor total Kriteria keputusan : rhitung ≥ rtabel maka butir soal yang diuji dinyatakan valid rhitung ≤ rtabel maka butir soal yang diuji dinyatakan tidak valid. Pengujian validitas dilakukan di SMK Negeri 1 Yogyakarta dengan jumlah data (n) 126 peserta didik dengan df = n-2. Dari hasil uji coba tersebut diketahuai drajat kebebasan sebesar 124 (df = 1262) dengan taraf signifikansi 5% menunjukan rtabel sebesar 0,147. Hasil pengujian dari setiap item pernyataan baik itu item variabel Motivasi Belajar maupun item Metode Mengajar Guru dapat dilihat pada tabel berikut ini. a. Variabel Motivasi Belajar Berkut ini merupakan hasil pengujian yang dilakukan pada item pernyataan pada Variabel Motivasi Belajar.

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 Tabel 3.6 Uji Validitas Item Variabel Motivasi Belajar Item Nilai r hitung Nilai r table Butir 1 0,394 0,147 Butir 2 0,527 0,147 Butir 3 0,186 0,147 Butir 4 0,598 0,147 Butir 5 0,547 0,147 Butir 6 0,385 0,147 Butir 7 0,429 0,147 Butir 8 0,543 0,147 Butir 9 0,339 0,147 Butir 10 0,548 0,147 Butir 11 0,589 0,147 Butir 12 0,286 0,147 Butir 13 0,179 0,147 Butir 14 0,147 0,065 Butir 15 0,147 0,096 Butir 16 0,536 0,147 Butir 17 0,425 0,147 Sumber: Data Primer, diolah 2018 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Tabel 3.5 menunjukan bahwa ada dua butir pernyataan yang tidak valid yaitu pada butir 14 & 15 karena corrected item-total butir 14 & 15 < 0,47, oleh karena itu butir 14 & 15 harus dikeluarkan dan dilakukan pengujian ulang. Setelah dilakukan pengujian ulang diperoleh hasil sebagai berikut.

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 Tabel 3.7 Hasil Pengujian Ulang Validitas Item Motivasi Belajar Item Nilai r hitung Nilai r table Butir 1 0,394 0,147 Butir 2 0,527 0,147 Butir 3 0,186 0,147 Butir 4 0,598 0,147 Butir 5 0,547 0,147 Butir 6 0,385 0,147 Butir 7 0,429 0,147 Butir 8 0,543 0,147 Butir 9 0,339 0,147 Butir 10 0,548 0,147 Butir 11 0,589 0,147 Butir 12 0,286 0,147 Butir 13 0,179 0,147 Butir 16 0,536 0,147 Butir 17 0,425 0,147 Sumber: Data Primer, diolah 2018 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid b. Metode Mengajar Guru Berkut ini merupakan hasil pengujian yang dilakukan pada item pernyataan pada Variabel Metode Mengajar Guru.

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 Tabel 3.8 Uji Validitas Item Variabel Metode Mengajar Guru Item Nilai r hitung Nilai r table Butir 1 0,436 0,147 Butir 2 0,443 0,147 Butir 3 0,445 0,147 Butir 4 0,547 0,147 Butir 5 0,501 0,147 Butir 6 0,503 0,147 Butir 7 0,153 0,147 Butir 8 0,360 0,147 Butir 9 0,339 0,147 Butir 10 0,147 0,111 Butir 11 0,529 0,147 Butir 12 0,193 0,147 Butir 13 0,147 0,036 Sumber: Data Primer, diolah 2018 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Tabel 3.8 menunjukan bahwa ada dua butir pernyataan yang tidak valid yaitu pada butir 10 & 13 karena corrected item-total butir 10 & 13 < 0,47, oleh karena itu butir 10 & 13 harus dikeluarkan dan dilakukan pengujian ulang. Setelah dilakukan pengujian ulang diperoleh hasil sebagai berikut.

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Tabel 3.9 Hasil Pengujian Ulang Validitas Item Variabel Metode Mengajar Guru Item Nilai r hitung Nilai r table Keterangan Butir 1 0,436 0,147 Valid Butir 2 0,443 0,147 Valid Butir 3 Butir 4 0,445 0,547 0,147 0,147 Valid Valid Butir 5 0,501 0,147 Valid Butir 6 0,503 0,147 Valid Butir 7 0,153 0,147 Valid Butir 8 0,360 0,147 Valid Butir 9 0,339 0,147 Valid Butir 11 0,529 0,147 Valid Butir 12 0,193 0,147 Valid Sumber: Data Primer, diolah 2018 2. Reliabilitas Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Instrumen yang sudah dapat dipercaya dan reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Apabila datanya memang benar sesuai dengan kenyataannya, maka beberapa kali pun diambil, tetap akan sama (Arikunto, 2013: 239). Dalam

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 pengujian reliabilitas kuesioner ini digunakan rumus koefisien Alpha Cronbach dengan taraf signifikan 60% sebagai berikut. 𝑟11 = [ K ] [1 − K−1 ∑ σ b2 σ12 ] Keterangan : 𝑟11 = realibilitas instrumen 𝑘 = banyak butir ∑𝜎𝑏2 = jumlah varian butir 𝜎12 = varian total (Suharsimi Arikunto 2006:196) Pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi menurut (Masidjo, 1995:209) adalah sebagai berikut. Tabel 3.10 Interpretasi Koefisien Korelasi Koefisien Korelasi 0,91 – 1,00 0,71 – 0,90 0,41 – 0,70 0,21 – 0,40 negatif – 0,20 Tingkat Reliabilitas Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Uji reliabilitas dilakukan menggunakan bantuan SPSS versi 22.0 For Windows. Kriteria dalam pengujian reliabilitas yaitu apabila hasil koefisien Alpha > 60% atau 0,6 maka kuesioner tersebut reliable, sedangkan apabila hasil koefisien Alpha < 60% atau 0,6 maka kuesioner tersebut tidak reliable.

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 Tabel 3.11 Uji Reliabilitas Nilai Cronbach's Alpha 0,794 Variabel Motivasi Belajar Metode Mengajar 0,606 Guru Sumber: Data Primer, diolah 2018 Status Keterangan Reliabel Tinggi Reliabel Tinggi Berdasarkan tabel uji reliabilitas di atas, dapat dilihat bahwa koefisien Cronbach's Alpha untuk semua variabel berada di atas 0,6 sehingga dapat dikatakan bahwa semua instrumen yang digunakan dalam penelitian ini sudah reliabel. Dari hasil uji validitas dan reliabilitas yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa kuesioner sudah layak untuk digunakan sebagai instrumen penelitian. J. Teknik Analisis Data 1. Analisis Deskriptif Analisis deskriptif dipergunakan untuk mengetahui dan mendeskripsikan karakteristik yang ada pada siswa yaitu metode mengajar guru dalam pembelajaran, motivasi belajar dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi. Pendeskripsian data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan penyajian nilai-nilai statistik. Untuk mendeskripsikan data dapat menggunakan patokan penilaian dengan PAP Tipe II Masidjo, (1995:157) sebagai berikut :

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 Tabel 3.12 Standar Patokan Penilain Dengan PAP II Skor 81%-100% 66%-80% 56%-65% 46%-55% Dibawah 46% Penilaian Sangat tinggi Tinggi Cukup Kurang Sangat Kurang a. Motivasi Belajar Skor tertinggi yang diharapkan dapat dicapai dari 17 item pertanyaan adalah 85 dan skor terendah adalah 17, maka selisih antara skor tertinggi dengan skor terendah adalah 68, sehingga diperoleh: Skor = nilai terendah+% (nilai tertinggi–nilai terendah) Tabel 3.13 Interval Skor Motivasi Belajar Kategori Kecenderungan Variabel 17+(81%x68) = 72,08 dibulatkan menjadi 72 Sangat Menunjang 17+(66%x68 ) = 61,88 dibulatkan menjadi 62 Menunjang 17+(56%x68) = 55,08 dibulatkan menjadi 55 Cukup Menunjang 17+(46%x68) = 48,28 dibulatkan menjadi 48 Tidak Menunjang Dibawah 48 Sangat Tidak Menunjang Tingkat Penggunaan

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Tabel 3.14 Interval Skor Motivasi Belajar Interval skor 72-85 62-71 55-61 48-54 17-47 Keterangan Sangat Menunjang Menunjang Cukup Menunjang Tidak Menunjang Sangat Tidak Menunjang Apabila skor penilaian makin tinggi maka motivasi belajar di sekolah sangat menunjang sedangkan skor penilaian makin rendah maka motivasi belajar sangat tidak menunjang. b. Metode Mengajar Guru Skor tertinggi yang diharapkan dapat dicapai dari 13 item pertanyaan adalah 126 dan skor terendah adalah 26, maka selisih antara skor tertinggi dengan skor terendah adalah 100, sehingga diperoleh: Skor = nilai terendah + % (nilai tertinggi-nilai terendah) Tabel 3.15 Perhitungan Tingkat Penggunaan Tingkat Penggunaan 13+(81%x100) = 94 13+(66%x100) = 79 13+(56%x100) = 69 13+(46%x100) = 59 Dibawah 66 Kategori Kecenderungan Variabel Sangat Menunjang Menunjang Cukup Menunjang Tidak Menunjang Sangat Tidak Menunjang

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Tabel 3.16 Interval Skor Metode Mengajar Guru Dalam Pembelajaran Interval skor 94-126 79-93 69-78 59-68 20-58 Keterangan Sangat Menunjang Menunjang Cukup Menunjang Tidak Menunjang Sangat Tidak Menunjang Apabila skor penilaian makin tinggi maka metode mengajar guru dalam pembelajaran sangat menunjang sedangkan skor penilaian makin rendah maka metode mengajar guru dalam pembelajaran sangat tidak menunjang. c. Prestasi Belajar Siswa Nilai tertinggi yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik adalah 100 dan nilai terendah adalah 0, maka selisih antara nilai tertinggi dengan nilai terendah adalah 100, sehingga diperoleh: Skor = nilai terendah+%(nilai tertinggi–nilai terendah) Tabel 3.17 Interval Skor Prestasi Belajar Tingkat Penggunaan 0+(81%x100) = 81 0+(66%x100) = 66 0+(56%x100) = 56 0+(46%x100) = 46 Dibawah 46 Kategori Kecenderungan Variabel Sangat Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Rendah Sangat Rendah

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 Tabel 3.18 Interval Skor Prestasi Belajar Interval skor 81-100 66-80 56-65 46-55 0-45 Keterangan Sangat Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Rendah Sangat Rendah 2. Pengujian Prasyarat Analisis Uji Normalitas Pengujian normalitas dimaksudkan utuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Dalam penelitian ini pengujian normalitas berdasarkan uji normalitas bivariat. Ketentuannya yaitu jika nilai R square > 0,8 maka data tersebut berdistribusi normal. Sebaliknya, apabila nilai R square < 0,8 maka data tersebut berdistribusi tidak normal. 3. Pengujian Hipotesis a. Hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa bidang studi akuntansi. Ho1 : Tidak ada hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa SMK Negeri 1 Yogyakarta. Ha1 : Ada hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa SMK Negeri 1 Yogyakarta. Uji hipotesis untuk variabel nomor 1 menggunakan korelasi Product Moment pearson. Pengujian ini digunakan untuk menguji dua variable apakah ada hubungan atau tidak, dengan jenis data berdistribusi normal.

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 Jika data tidak berdistribusi normal maka menggunakan Spearman Rank. Rumus Product Moment pearson menurut (Sujarweni, 2012:185) sebagai berikut : Dimana : r = Koefisien korelasi antara X dan Y Σx = Total jumlah dari variabel X Σy = Total jumlah dari variabel Y 2 Σx = Kuadrat dari total jumlah variabel X Σy2 = Kuadrat dari total jumlah variabel Y Σxy = Hasil perkalian dari total jumlah variabel X dan variabel Y. Berdasarkan nilai signifikansinya jika nilai sinifikansi < 0,05 maka diterima, sebaliknya jika nilai signifikansi > 0,05 maka ditolak. b. Hubungan metode mengajar guru dengan prestasi belajar peserta didik bidang studi akuntansi. Ho2 : Tidak ada hubungan metode mengajar guru dengan prestasi belajar peserta didik di SMK Negeri 1 Yogyakarta. Ha2 : Ada hubungan metode mengajar guru dengan prestasi belajar peserta didik di SMK Negeri 1 Yogyakarta. Uji hipotesis untuk variabel nomor 2 menggunakan korelasi Product Moment pearson. Pengujian ini digunakan untuk menguji dua variable apakah ada hubungan atau tidak, dengan jenis data berdistribusi normal.

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 Jika data tidak berdistribusi normal maka menggunakan Spearman Rank. Rumus Product Moment pearson menurut (Sujarweni, 2012:185)sebagai berikut : Dimana : r = Koefisien korelasi antara X dan Y Σx = Total jumlah dari variabel X Σy = Total jumlah dari variabel Y 2 Σx = Kuadrat dari total jumlah variabel X Σy2 = Kuadrat dari total jumlah variabel Y Σxy = Hasil perkalian dari total jumlah variabel X dan variabel Y. Berdasarkan nilai signifikansinya jika nilai sinifikansi < 0,05 maka diterima, sebaliknya jika nilai signifikansi > 0,05 maka ditolak.

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 BAB IV GAMBARAN UMUM A. Diskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Sekolah SMK Negeri 1 Yogyakarta SMK Negeri 1 Yogyakarta beralamat di jalan Kemetiran Kidul 35 Yogyakarta, alamat lama jalan Kemetiran Kidul 47 Yogyakarta, lebih dikenal dengan nama SMEA 2 Yogyakarta. SMK Negeri 1 Yogyakarta merupakan salah satu Sekolah Menengah yang cukup tua di Indonesia dan cukup punya nama di dunia industri maupun pemerintahan. Banyak lulusannya bekerja tersebar di berbagai bidang industri maupun pemerintahan di wilayah Indonesia. Gedungnya anggun dan berwibawa, dengan luas kurang lebih 3400 m2. Karena merupakan peninggalan sejarah yang dahulu adalah gedung Sekolah Dasar milik Thiongha yang bernama SD “Chung Hua Tsung Hui”, maka gedung ini oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata melalui peraturan Menteri Nomor: PM.25/PW.007/MKP/2007 ditetapkan sebagai cagar budaya. SMK Negeri 1 Yogyakarta lahir tanggal 1 Agustus 1961 dengan nama SMEA Yogyakarta, dengan lokasi di SMP Negeri 1, Jalan Cik Ditiro, Yogyakarta masuk siang/sore. Di SMP Negeri 1 Jalan Cik Ditiro berlangsung dari Agustus 1961 sampai dengan tahun 1974/1975. Untuk selanjutnya mulai tahun 1975 sampai dengan tahun 1976 berlokasi di 61

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 Gowongan Kidul Masuk siang/sore. Sedangkan pagi hari untuk sekolah SMEA 1 (sekarang SMK N 7). Baru mulai tahun ajaran 1976/1977 pindah lokasi ke Jalan kemetiran Kidul 47 Yogyakarta, (atau nomer 35 sekarang) sampai sekarang dengan nama SMK N 1 Yogyakarta. Kepala Sekolah antara lain : Bapak sunarso (1961-1981), Bapak Suparno (1981-1988), Bapak Salim (1988-1995), Bapak Sumartono (1995-2002), Bapak Mursahid (Januari 2002-2004), Ibu Sri Indiyah Purwaningsih (2004-2008), dan Ibu Nur Istriatmi (Januari 2008-Januari 2012), Bapak Drs. Rustamaji, M.Pd. (2012-2016) dan sekarang adalah Dra. Darwestri (April 2016-sekarang). B. Tujuan Satuan Pendidikan SMK Negeri 1 Yogyakarta 1. Visi “Terwujudnya insan pendidikan yang berkualitas berkarakter, berakhlak dan berbudaya’’. 2. Misi a. Menerapkan sistem manajemen mutu ISO untuk meningkatkan kualitas layanan jasa pendidikan. b. Meningkatkan kemampuan pelaku pendidikan agar lebih berkualitas, berkarakter, berakhlak dan berbudaya. c. Mengembangkan lembaga pendidikan yang berkualitas aman dan nyaman. 62

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 d. Meningkatkan proses pembelajaran yang mengintegrasikan nilai karakter, akhlak mulia dan budaya. e. Menjalin hubungan yang baik dan sinergis dengan pihak lain ditingkat regional maupun global. f. Mengoptimalkan pengelolaan sarana dan prasarana sekolah. g. Mengoptimalkan kegiatan pengembangan bakat dan minat peserta didik untuk meraih prestasi ditingkat regional maupun global. 3. Tujuan SMK Negeri 1 Yogyakarta Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen merupakan bagian dari pendidikan menengah dalam Sistem Pendidikan Nasional bertujuan: a. Menciptakan struktur organisasi dan analisis tugas yang proporsional untuk menumbuhkan etos kerja tinggi. b. Menyiapkan pesertadidik yang kompeten dan profesional untuk memasuki lapangan kerja, melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, berwirausaha. c. Menciptakan situasi pembelajaran berbasis TIK, sehingga tercipta pembelajaran yang variatif dan menyenangkan. d. Meningkatkan kedisiplinan melalui pembiasaan tertib berlalu lintas. e. Meningkatkan kerjasama dengan Dunia Usaha/Dunia Industri yang relevan untuk menjadi institusi pasangan.

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 f. Meningkatkan profesionalitas tenaga pendidik dan kependidikan. g. Meningkatkan kesejahteraan guru dan karyawan melalui kegiatan Bisnis Center (Business Centre). h. Melaksanakan kegiatan sekolah berdasarkan nilai-nilai budaya, iman dan taqwa. 4. Nilai a. Religius Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. b. Jujur Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan. c. Toleransi Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. d. Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 e. Kerja Keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan, tugas, dan menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. f. Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil dari sesuatu yang telah dimiliki. g. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. h. Demokratis Cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. i. Rasa Ingin Tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar. j. Semangat Kebangsaan Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 k. Cinta Tanah Air Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. l. Menghargai Prestasi Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain. m. Bersahabat/Komunikatif Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain. n. Cinta Damai Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain. o. Gemar Membaca Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. p. Peduli Lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upayaupaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 q. Peduli Sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. r. Tanggung Jawab Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dilakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat. Lingkungan (alam, sosial, dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa. 5. Moto Moto SMK Negeri 1 Yogyakarta adalah “LEAD YOU TO THE BRIGHTNESS”. C. Kurikulum Satuan Pendidikan SMK Negeri 1 Yogyakarta Salah satu komponen penting dari sistem pendidikan adalah Kurikulum. Kurikulum menurut UU No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional adalah seperangkat rencana dan peraturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Perkembangan zaman dan teknologi menuntut pendidikan di Indonesia mempersiapkan sumber daya manusia yang produktif, kreatif dan inovatif. Oleh karena itu, Indonesia mengimplementasikan

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 kurikulum 2013 yang berbasis kompetensi dan karakter (competency and character based kurikulum) untuk mengantisipasi era globalisasi dan pasar bebas yang diharapkan dapat memberikan sumbangan yang berarti terhadap pemecahan berbagai persoalan bangsa, khususnya dalam bidang pendidikan, dengan mempersiapkan peserta didik, melalui proses pendidikan yang menarik dan kontekstual, serta evaluasi yang otentik, utuh dan menyeluruh. Kurikulum 2013 merupakan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada tahun 2006. Kurikulum yang digunakan di SMK Negeri 1 Yogyakarta adalah Kurikulum 2013 revisi untuk kelas X, Kurikulum 2013 untuk kelas XI dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 untuk kelas XII. D. Organisasi Sekolah Satuan Pendidikan SMK Negeri 1 Yogyakarta 1. Struktur Organisasi SMK Negeri 1 Yogyakarta Sekolah adalah suatu susunan komponen-komponen atau unit-unit sebuah organisasi. Struktur organisasi sekolah menunjukkan adanya pembagian kerja dan bagaimana fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda di koordinasikan. Pengorganisasian suatu sekolah tergantung pada jenis, tingkat dan sifat sekolah yang bersangkutan. Susunan organisasi sekolah tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Nasional tentang susunan organisasi dan tata kerja jenis sekolah tersebut. Dari

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 struktur organisasi sekolah terlihat hubungan dan mekanisme kerja antara kepala sekolah serta pihak lainnya di luar sekolah. Koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi kegiata-kegiatan yang terarah memerlukan penekatan pengadministrasian yang efektif dan efisien, yaitu: a. Berorientasi kepada tujuan, yaitu berarti bahwa administrasi sekolah menunjang tercapainya tujuan pendidikan. b. Berorientasi kepada pendayagunaan semua sumber (tenaga, dana, dan sarana) serta tepat guna dan hasil guna. c. Mekanisme pengelolaan sekolah meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan penilaian hasil kegiatan administrasi sekolah harus secara sistematis dan terpadu. 2. Wewenang, dan Tanggung Jawab a. Kepala Sekolah Struktur organisasi disusun bertujuan supaya tata kerja dan pengelolaan sekolah menjadi jelas dan bisa berjalan dengan baik, sehingga sekolah dapat melakukan tugasnya secara terencana, terarah, teratur dan sistematis. Dalam hal ini SMK Negeri 1 Yogyakarta dipimpin oleh Ibu Dra. Darwestri yang dibantu oleh beberapa wakil kepala sekolah dan beberapa koordinator. Kepala sekolah adalah pimpinan tertinggi di sekola dan pimpinan tertinggi dalam melaksanakan tugasnya. b. Wakil Kepala Sekolah

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 Di SMK Negeri 1 Yogyakarta, kepala sekolah dibantu oleh beberapa wakil kepala sekolah dan beberapa koordinator, yaitu Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana Prasarana, Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum, Wakil Kepala Sekolah Urusan Hubungan Masyarakat, Wakil Kepala Sekolah Urusan Tata Usaha. Secara umum tugas dan fungsi wakil kepala sekolah adalah membantu kepala sekolah dalam berbagai kegiatan, seperti menyusun program kegiatan dan pelaksanaan program, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, pengawasan, penilaian dan pelaporan. c. Wali Kelas Jabatan dan tugas wali kelas adalah jabatan yang sangat penting dalam peningkatan gairah belajar kelas. Wali kelas adalah guru yang membantu kepala sekolah dalam membimbing peserta didik dalam mewujudkan disiplin kelas, sebagai manajer dan motivator untuk membangkitkan gairah/minat peserta didik. Selain itu wali kelas merupakan guru yang paling dekat hubungannya dengan seluruh peserta didik yang ada dikelas bersangkutan. Hubungan tersebut tidak hanya sebatas hubungan antara guru dan peserta didik semata, namun, sampai pada hubungan dengan orangtua atau wali semua peserta didik yang ada di kelas. Tugas pokok dan fungsi wali kelas yaitu sebagai pengelola kelas, menyelenggarakan administrasi kelas meliputi

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 (denah tempat duduk peserta didik, papan absen peserta didik, daftar pelajaran di kelas, daftar piket kelas, struktur organisasi pengurus kelas, tata tertib peserta didik di kelas, buku rapor), dan membantu BK dalam membimbing serta membantu peserta didik memenuhi kebutuhannya untuk meningkatkan prestasi dan minat belajar peserta didik. d. Guru Mata Pelajaran SMK Negeri 1 Yogyakarta memiliki 47 guru yang mengampu mata pelajaran yang berbeda-beda. Guru bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dan mempunyai tugas pokok dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Selain bertugas sebagai pengajar, ada beberapa guru yang menjadi wali kelas dan secara bergantian bertugas piket. Guru secara terjadwal piket di lobby, sapa pagi, dan presensi setiap kelas. e. Guru Bimbingan dan Konseling Tugas-tugas bimbingan dan konseling yaitu merencanakan program bimbingan bersama Kepala Sekolah, melaksanakan program-program bimbingan sesuai dengan kebijakan sekolah, bekerja sama dengan guru dan staf sekolah dalam melaksanakan program pendidikan di sekolah, melaksanakan program bimbingan dan konseling di samping tugas sebagai guru. Selain itu tugas dan tanggung jawab guru bimbingan konseling meliputi

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 perkembangan diri peserta didik, bakat dan minat peserta didik serta perkembangan kepribadian peserta didik. f. Karyawan Tata Usaha (TU) Karyawan tata usaha memiliki tugas dan tanggung jawab dalam menyusun administrasi sekolah, menyusun administrasi kepegawaian, menjaga inventaris barang dan logistik, menyusun administrasi sekolah, menyusun laporan pelaksanaan kegiatan dan pengurusan ketatausahaan serta bertugas sebagai operator sekolah. E. Sumber Daya Manusia Satuan Pendidikan SMK Negeri 1 Yogyakarta SMK Negeri 1 Yogyakarta pada tahun ajaran 2017/2018 memiliki sumber daya manusia yang unggul dan kompeten dengan jabatan dan tugas masing-masing. Jumlah seluruh personil SMK Negeri 1 Yogyakarta adalah sebanyak 63 orang, yang terdiri atas seorang kepala sekolah, 47 guru dan 15 tenaga administrasi sekolah.

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan September 2018 sampai Bulan Oktober 2018 di SMK Negeri 1 Yogyakarta. Objek dalam penelitian ini adalah hubungan motivasi belajar dan metode mengajar guru dengan prestasi belajar peserta didik bidang studi akuntansi. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI dan XII SMK Negeri 1 Yogyakarta yang berjumlah 126 peserta didik. Peneliti menyebarkan kuesioner sebanyak 126 dan kuesioner yang diambil kembali sebanyak 126. Berikut ini akan disajikan deskripsi responden berdasarkan hasil penelitian: 1. Deskripsi Responden Penelitian Tabel 5.1 Data Jumlah Peserta Didik No 1 2 3 4 Kelas Jumlah Peserta Didik XI Akuntansi 1 32 XI Akuntansi 2 32 XII Akuntansi 1 31 XII Akuntansi 2 31 Jumlah 126 Sumber: Data Primer, diolah 2018 Tabel 5.1 menunjukan bahwa jumlah peserta didik yang menjadi responden 126 peserta didik. 73

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 2. Deskripsi Variabel Dalam penelitian ini variabel yang digunakan peneliti berjumlah 3 variabel, yaitu motivasi belajar, metode mengajar guru dan prestasi belajar peserta didik. Variabel-variabel tersebut akan dideskripsikan berdasarkan PAP tipe II. a. Motivasi Belajar Untuk mengetahui persepsi peserta didik tentang motivasi Belajar maka peneliti mengacu Pedoman Acuan Patokan II (PAP II). Variabel motivasi belajar dalam menghadapi penilaian diukur dengan kuesioner yang terdiri dari 15 pernyataan sehingga skor tertinggi yang mungkin dicapai adalah 15 x 5 = 75, dan skor terendah yang mungkin dicapai adalah 15 x 1 = 15. Perhitungan rentang skor untuk kategorisasi variabel motivasi belajar dalam menghadapi penilaian adalah sebagai berikut. 15 + (81%(75-15)) = 63,6 =64 15 + (66%(75-15)) = 54,6 = 55 15 + (56%(75-15)) = 48,6 = 49 15 + (46%(75-15)) = 42,6 = 43 15+ (0%(75-15)) = 15 Distribusi frekuensi dan kategori peserta didik dalam menghadapi penilaian untuk peserta didik disajikan pada Tabel 5.2. berikut. 74

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 Tabel 5.2 Distribusi Frekuensi Motivasi Belajar Interval Frekuensi Persentase 55 – 63 61 48,4% Sangat Tinggi 55 – 75 51 40,5% Tinggi 49 – 54 11 8,7% Cukup 43 – 48 2 1,6% Rendah 15 – 42 1 0,8% Sangat Rendah Jumlah 126 Sumber: Data Primer, diolah 2018 Kategori 100% Tabel 5.2 menunjukkan bahwa 126 peserta didik yang memiliki motivasi dengan persentase 48,4% termasuk kategori sangat tinggi, persetase 40,5% termasuk kategori tinggi, persetase 8,7% termasuk kategori cukup, persentase 1,6% termasuk kategori rendah, dan persentase 0,8% termasuk kategori sangat rendah. b. Metode Mengajar Guru Untuk mengetahui persepsi peserta didik tentang metode mengajar guru maka peneliti mengacu Pedoman Acuan Patokan II (PAP II). Variabel perhatian orangtua dalam menghadapi penilaian diukur dengan kuesioner yang terdiri dari 11 pernyataan sehingga skor tertinggi yang mungkin dicapai adalah 11 x 5 = 55, dan skor terendah yang mungkin dicapai adalah 11 x 1 = 11. Perhitungan rentang skor untuk kategorisasi variabel metode

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 mengajar guru dalam menghadapi penilaian adalah sebagai berikut. 11 + (81%(55-11)) = 46,6 = 47 11 + (66%(55-11)) = 40,04 = 40 11 + (56%(55-11)) =35, 64 = 36 11 + (46%(55-11)) = 31,24 = 31 11 + (0%(55-11)) = 11 Distribusi frekuensi dan kategori peserta didik dalam menghadapi penilaian untuk peserta didik disajikan pada Tabel 5.3 berikut. Tabel 5.3 Distribusi Frekuensi Metode Mengajar Guru Interval Frekuensi Persentase Kategori 47 - 55 14 11,1% Sangat Tinggi 40 – 46 42 33,3% Tinggi 36 – 39 45 35,7% Cukup 31 - 35 23 18,2% Rendah 11 – 30 2 1,7% Sangat Rendah Jumlah 126 100% Sumber: Data Primer, diolah 2018 Tabel 5.3 menunjukkan bahwa 126 peserta didik yang memiliki metode mengajar guru dengan persetase 11,1% termasuk kategori sangat tinggi, persentase 33,3% termasuk

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 kategori tinggi, persentase 18,2% termasuk kategori cukup, persetase 11,1% termasuk kategori rendah, dan persentase 1,7% termasuk kategori sangat rendah. c. Prestasi Belajar Nilai tertinggi yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik adalah 100 dan nilai terendah adalah 0, maka selisih antara nilai tertinggi dengan nilai terendah adalah 100, sehingga diperoleh: (81%(100-0)) = 81 (66%(100-0)) = 66 (56%(100-0)) = 56 (46%(100-0)) = 46 (0%(100-0)) = 0

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Tabel 5.4 Interval Skor Prestasi Belajar Interval Frekuensi Persentase 81 – 100 69 54,8% Sangat Tinggi 66 – 80 57 45,2% Tinggi 56 – 65 0 0% Cukup 46 – 55 0 0% Rendah 0 – 45 0 0% Sangat Rendah Jumlah 126 Sumber: Data Primer, diolah 2018 Kategori 100% Tabel 5.4 menunjukkan bahwa 120 peserta didik yang memiliki prestasi belajar dengan persentase 54,8% termasuk kategori sangat tinggi, persentase 45,2% termasuk kategori tinggi, persentase 0% termasuk kategori cukup, persentase 0% termasuk rendah, dan persentase 0% termasuk sangat rendah. B. Pengujian prasyarat Analisis Data Pengujian Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh masing-masing variabel berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji normalitas bivariat dengan rumus Kolmogorov Smirnov dengan bantuan program SPSS versi 22.

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 5.5 Hasil Uji Normalitas Variabel Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar Peserta Didik Model Summary and Parameter Estimates Dependent Variable: chisquare Model Summary Equation R Square F df1 df2 Sig. Linear .618 200.625 1 124 .000 The independent variable is Mahalanobis Distance. Parameter Estimates Constant b1 .033 .018 Berdasarkan tabel 5.5 dapat diketahui bahwa nilai R Square sebesar 0,618. Oleh karena nilai signifikansi 0,00 kurang dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi tidak normal. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 5.6 Hasil Uji Normalitas Variabel Metode Mengajar Guru dan Prestasi Belajar Peserta Didik Model Summary and Parameter Estimates Dependent Variable: chisquare Model Summary Equation Linear R Square .638 F df1 218.164 Parameter Estimates df2 1 Sig. 124 .000 Constant .033 b1 .018 The independent variable is Mahalanobis Distance. Berdasarkan tabel 5.6 dapat diketahui bahwa nilai R Square sebesar 0,638. Oleh karena nilai signifikansi 0,00 kurang dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi tidak normal.

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 C. Pengujian Hipotesis Oleh karena dalam pengujian prasyarat analisis, disimpulkan bahwa distribusi data untuk variabel perhatian orangtua dan prestasi belajar berdistribusi tidak normal, maka teknik pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Korelasi Spearman. 1. Hubungan Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar Peserta Didik a. Rumusan Hipotesis H01 = Tidak ada hubungan motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar peserta didik Ha1 = Ada hubungan motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar peserta didik Hasil pengujian hipotesis Tabel 5.7 Hasil Uji Hubungan Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar Peserta Didik Correlations Spearman's rho Motivasibelajar Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Prestasibelajar Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). motivasibelajar 1.000 . 126 -.176* .049 126 prestasibelajar -.176* .049 126 1.000 . 126 Tabel 5.7 menunjukan bahwa nilai korelasi koefisien sebesar (-) 0,176. Tanda negatif menunjukkan bahwa hubungan motivasi belajar siswa dengan

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 prestasi belajar peserta didik mempunyai korelasi negatif. Berdasarkan uraian di atas motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar peserta didik mempunyai keeratan korelasi yang sangat lemah karena berada di interval 0,00-0,19. Nilai Sig.(2-tailed) untuk motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar peserta didik sebesar 0,049. Nilai probabilitas tersebut lebih kecil dari α = 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hasil pengujian hipotesis pertama H01 ditolak dan Ha1 diterima yang artinya terdapat hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar peserta didik. 2. Hubungan Metode Mengajar Guru Dengan Prestasi Belajar Peserta Didik a. Rumusan Hipotesis H02 = Tidak ada hubungan metode mengajar guru belajar dengan prestasi belajar peserta didik Ha2 = Ada hubungan metode mengajar guru dengan prestasi belajar peserta didik

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 b. Hasil pengujian hipotesis Tabel 5.8 Hasil Uji Hubungan Metode Mengajar Guru Dengan Prestasi Belajar Peserta Didik Correlations metodemengajar Spearman's rho metodemengajar Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N prestasibelajar Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N prestasibelajar 1.000 -.134 . .136 126 126 -.134 1.000 .136 . 126 126 Tabel 5.8 menunjukan bahwa nilai korelasi koefisien sebesar (-) 0,134. Tanda negatif menunjukkan bahwa hubungan metode mengajar guru dengan prestasi belajar peserta didik mempunyai korelasi positif. Berdasarkan uraian di atas metode mengajar guru dengan prestasi belajar peserta didik mempunyai keeratan korelasi yang sangat lemah karena berada di interval 0,00-0,19. Nilai Sig.(2-tailed) untuk metode mengajar guru dengan prestasi belajar peserta didik sebesar 0,136. Nilai probabilitas tersebut lebih besar dari α = 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hasil pengujian hipotesis pertama H01 diterima dan Ha1 ditolak yang artinya tidak terdapat hubungan positif dan signifikan antara metode mengajar guru dengan prestasi belajar peserta didik.

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 D. Pembahasan 1. Hubungan Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar Peserta Didik Bidang Studi Akuntansi Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua hasil anilisis yang telah diuji memiliki hubungan yang negatif dan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar peserta didik dengan r = (-) 0,176 dan probabilitas Sig.(2-tailed) = 0,049. Menurut Clayton Alderfer (2004:42) motivasi belajar adalah kecenderungan siswa dalam melakukan kegiatan belajar yang didorong oleh hasrat untuk mencapai prestasi atau hasil belajar sebaik mungkin. Jadi motivasi belajar adalah suatu dorongan internal dan eksernal yang menyebabkan seseorang atau individu dapat bertindak untuk mencapai tujuan dalam belajar, sehingga dapat memperoleh prestasi yang baik. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar peserta didik. Hal ini terjadi karena lemahnya motivasi belajar yang dimiliki peserta didik dalam meningkatkan prestasi belajar. Berdasarakan hasil penelitianyang telah dialakukan dengan penyajian data dan analisis data perlu ditingkatkan kembali dengan bukti empiris dan tinjauan teoritis. Peneliti menduga bahwa terdapat faktor lain yang lebih dominan mempengaruhi pencapaian prestasi belajar peserta didik. Berdasarkan penelitian ini walaupun tidak ada

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar diharapkan peserta didik tetap memiliki motivasi belajar yang baik sehingga prestasinya dapat meningkat. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Maria Cristina Stefani T Wea (2017,viii) yang menemukan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar, kebiasaan belajar, fasilitas belajar dengan prestasi belajar mahasiswa program studi pendidikan akuntansi angkatan 2014/2015. Fransisca Ayu Cinthia Dewi (2006,viii) menemukan bahwa tidak terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemandirian belajar dan motivasi belajar dengan prestasi belajar akuntansi siswa studi kasus pada siswa SMK 7 Yogyakarta. Demikian juga dengan Lia Fatra (2013,v) menemukan bahwa tidak terdapat hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika pada siswa kelas VII di SMP N 2 tentang Tahun Ajaran 2012-2013. Meskipun penemuan saya menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara perhatian orangtua dan motivasi belajar dengan prestasi belajar peserta didik bidang studi akuntansi namun penelitian yang dilakukan oleh Riana Dwi Putra (2016,1) menemukan bahwa terdapat hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar menulis siswa kelas x SMA, serta dalam penelitian yang dilakukan oleh Anshori Amin (2008,xv) juga menemukan bahwa terdapat hubungan yang positif antara

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 motivasi belajar dengan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas II SMP Wahid Hasyim Malang. 2. Hubungan Metode Mengajar Guru Dengan Prestasi Belajar Peserta Didik Bidang Studi Akuntasi Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang positif dan signifikan antara metode mengajar guru dengan prestasi belajar peserta didik dengan r = (-) 0,134 dan probabilitas Sig.(2tailed) = 0,136. Distribusi frekuensi motivasi belajar dengan persentase 54,17% termasuk kategori sangat tinggi, sedangkan skor prestasi belajar pada persentase 84,4% termasuk kategori tinggi. Menurut Dra Elida Prayitno (1989: 109) metode mengajar yang dapat melibatkan sepenuhnya siswa didalam belajar ialah apabila metode mengajar itu dapat melibatkan siswa secara kuantitatif maupun kualitatif dalam proses belajar. Metode mengajar adalah cara yang digunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat belangsungnya pengajaran (Sudjana, 1987:76). Metode mengajar merupakan salah satu komponen penting dalam pembelajaran, kegiatan yang menghasilkan interaksi unsur - unsur manusiawi adalah sebagai suatu proses dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang dimaksudkan disini adalah prestasi belajar.

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 Hasil penelitian ini tidak memiliki hubungan positif dan signifikan antara metode mengajar guru dengan prestasi belajar peserta didik. Hal ini terjadi karena metode mengajar yang dipakai oleh para guru kurang bervariasi sehingga tidak mempengaruhi prestasi belajar dan membuat prestasi belajar siswa tidak dapat meningkat. Hasil penelitian ini perlu digali lebih lanjut dikarenakan bertentangan dengan bukti empiris dan tinjauan teoritis. Peneliti menduga bahwa terdapat faktor lain yang lebih dominan mempengaruhi pencapaian prestasi belajar peserta didik. Berdasarkan penelitian ini walaupun tidak ada hubungan antara metode mengajar guru dengan prestasi belajar namun sangat diharapkan peserta didik tetap memiliki perhatian yang baik dengan para guru dan para guru harus mengganti metode mengajar sehingga prestasi belajar siswa dapat meningkat dari yang sebelumnya. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Siti Nur ‘Azizah (2009:77) yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan positif yang signifikan antara metode mengajar guru dengan prestasi belajar pendidikan agama Islam anak. Meskipun penemuan saya menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara metode mengajar guru dan motivasi belajar dengan prestasi belajar peserta didik bidang studi akuntansi namun penelitian yang dilakukan oleh Andi Sri Kusumadewi (2015:136) menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan antara metode mengajar guru

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 dengan prestasi belajar siswa kelas XI IPS, di SMKN 6 Manado Tahun Ajaran 2015/2016. Demikian juga dengan penelitian yang dilakukan oleh Fandy Pradibyo (2015:66) menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan antara metode mengajar guru terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS SMK Negeri 1 Palangkaraya. Tahun Ajaran 2015/2016. Welldan Thosiro (2013:134) menyatakan bahwa ttidak adanya hubungan yang positif antara metode mengajar guru dengan prestasi belajar siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 2 Depansar Tahun Ajaran 2013/2014.

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan pada bab sebelumnya mengenai hubungan motivasi belajar dan metode mengajar guru dengan prestasi belajar peserta didik, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. 1. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar peserta didik yang dibuktikan dengan nilai korelasi spearman = (-) 0,176 dan probabilitas Sig.(2-tailed) = 0,049. 2. Tidak ada hubungan signifikan antara metode mengajar guru dengan prestasi belajar peserta didik yang dibuktikan dengan nilai korelasi spearman = (-) 0,134 dan probabilitas Sig.(2-tailed) = 0,136. 88

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 B. Keterbatasan Penulis menyadari bahwa dalam penelitian dan penyajian data ini masih banyak keterbatasan meskipun penulis sudah berusaha semaksimal mungkin. Beberapa keterbatasan penulis sebagai berikut. 1. Penulis tidak dapat mengendalikan kesungguhan dan kejujuran dari responden dalam menjawab kuesioner. Apabila ternyata responden tidak menjawab berdasarkan kondisi yang sebenarnya maka hasil penelitian ini belum memberikan gambaran yang sebenarnya karena tidak sedikit dari peserta didik mengisi banyak haknya sekedar mengisi bukan dicermati terlebih dahulu pernyataan kuesioner yang diberikan. 2. Kemungkinan responden memiliki pemahaman yang berbeda dengan yang diharapkan oleh peneliti. 3. Peneliti telah berusaha menyusun kuesioner dengan benar untuk menghasilkan kuesioner yang memiliki validitas isi, namun demikian karena keterbatasan kemampuan peneliti bahwa kuesioner belum memiliki kualitas yang baik sebagai alat pengumpulan data yang baik. 4. Sebenarnya ada banyak hal yang mempengaruhi prestasi belajar peserta didik, tetapi dalam penelitian ini hanya membatasi dua faktor saja yaitu, motivasi belajar dan metode mengajar guru. 89

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 C. Saran Berdasarkan kesimpulan di atas, peneliti mencoba mengajukan beberapa saran sebagai berikut. 1. Bagi Guru Motivasi sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar, adanya motivasi juga dapat mendorong semangat belajar dan juga sebaliknya kurangnya motivasi dapat menyebabkan lemahnya semangat belajar peserta didik. Seorang peserta didik yang belajar tanpa adanya motivasi atau kurangnya motivasi, tidak akan berhasil dengan maksimal. Walaupun hasil penelitian ini tidak menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara variabel motivasi belajar dengan prestasi belajar, akan tetapi berbagai teori mendukung bahwa motivasi belajar berkaitan erat dengan pencapaian prestasi belajar. Oleh karena itu guru disarankan dapat membantu peserta didik dalam meningkatkan motivasi belajar dengan menggunakan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi peserta didik. 2. Bagi Sekolah Metode mengajar guru sangat berpengaruh terhadap motivasi dan prestasi peserta didik. Dengan adanya metode mengajar guru yang optimal membuat semangat peserta didik dalam belajar. Walaupun hasil penelitian ini tidak menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara variabel metode mengajar guru dengan prestasi belajar, akan tetapi berbagai teori mendukung bahwa metode mengajar guru berkaitan erat dengan pencapaian prestasi peserta didik dalam belajar. Oleh karena itu, disarankan kepada kepala sekolah untuk dan para dewan guru agar pada saat pelaksanaan proses pembelajaran dapat menggunakan metode-metode yang berfariasi 90

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 dan menarik agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik dengan tujuan membuat prestasi belajar yang awalnya kurang memuaskan menjadi memuaskan. 91

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 DAFTAR PUSTAKA A.M, Sadirman. 2005. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Press Anurrahman. 2011. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta. Arum, Tyas. (2009). Metode Mengajar Guru terhadap Proses Belajar Siswa Kelas Kecamatan Kali Gesing Kabupaten Purworejo IV SDN Kaliharjo tahun pelajaran 2009/2010. Skripsi. UNS Arikunto, Suharsimi 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta ________________. 2006. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. ‘Azizah, Siti Nur. 2009. Hubungan Antara Metode Mengajar Guru Dengan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas VIII SMPN 2 Temon Kulon Progo Tahun Pelajaran 2008/2009. Skripsi. Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Arifin, Zaenal. 1991. Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar Siswa. Bandung. Alfabeta. Asmara. 2009. Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa. Edisi revisi. Jakarata. Rineka Cipta. Baharuddin. (2009). Psikologi Pendidikan Refleksi Teoritis terhadap Fenomena. Jogjakarta: ArRuzz Media Cahyani, Dwi. (2014). Hubungan Motivasi Belajar dan Metode Mengajar Guru Kesiapan Belajar Siswa Kelas V SDN di Gugus II Kecamatan degan Gulur Kulon Progo. Yogyakarta: UNY Chasiyah, Chadidjah, & Legowo, Edy (2009). Perkembangan Peserta Didik. Press Dakir. (1993). Dasar-Dasar Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Belajar Sukarta: UNS

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 Dalyono.M. 2001. Motivasi Belajar dan Metode Mengajar Guru. Jakarta. PT Bumi Aksara Dewi, Fransisca Ayu Cinthia. 2017. Hubungan Antara Kemandirian Belajar dan Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Studi Kasus Pada Siswa 7 Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Dimyati dan Mudjiono. (2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta Djamarah. 1994. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Surabaya: Usaha Nasional. Fasti Rola. dan Widiastuti 2007. Motivasi Belajar. Jakarta. Pustaka Setia. Fatra, Lia. 2013. Hubungan Antara Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar Matematika Pada Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 2 Tuntang Tahun Pelajaran 2012-2013. Skripsi.Salatiga:Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan universitas kristen satya wacana. Handayani, Rita. 2010. Hubungan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Geografi Siswa Kelas X dan XI IPS SMA N 1 Minggir Sleman Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Handoko, Martin. (2010). Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Kusumadewi, Andi Sri (2015:136) Hubungan antara metode mengajar guru dengan prestasi belajar siswa kelas XI IPS, di SMKN 6 Manado Tahun Ajaran 2015/2016. Masijo. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius Mawarsih, Siska Eko. (2013). Metode Mengajar Guru dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA Negeri Jumapolo. Surakarta: Universitas Sebelas Maret. Pradibyo, Fandy (2015) Hubungan antara metode mengajar guru terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS SMK Negeri 1 Palangkaraya. Prayitno, Elida (1989) Motivasi Dalam Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 Purwanto, Ngalim. 2003. Motivasi Belajar Siswa. Yogyakarta: BPFE. Premastuti, Natalina. (2014). Modul Pengolahan Data Elektron Fasti Rola. dan Widiastuti 2007. Motivasi Belajar. Jakarta. Pustaka Setia. Sardiman. (2012). Internet & Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Press Satriya, Proklamandika Ari. 2015. Hubungan Antara Metode mengajar Guru Dan Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Srandakan Bantul Tahun Ajaran 2014/2015. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Yogyakarta. Siagian. 2004. Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar. Bandung. PT Remaja Rosdakarya. Slameto. 2015. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta Suryabrata, Sumadi. 2005. Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar. Jakarta. Kencana Prenada Media. Thosiro, Welldan 2013:134 hubungan metode mengajar guru dengan prestasi belajar siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 2 Depansar Tahun Ajaran 2013/2014. Uno, Hamzah B. (2012). Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara Walgito, Bimo. 2004. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta : Andi Offset Wea, Maria Christina Stefani T. 2017. Hubungan Motivasi Belajar, Kebiasaan Belajar, dan Fasilitas Belajar Dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Angkatan 2014/2015. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Woodworth dan Marquis. 1986. Motivasi Belajar dan Metode Mengajar. Yogyakarta. Ar- Ruzz Media.

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 Lampiran: I Kuisioner Penelitian KUESIONER PENELITIAN HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN METODE MENGAJAR GURU DENGAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK BIDANG STUDI AKUNTANSI DI SMK NEGERI 1 YOGYAKARTA Disusun Oleh : Auko Thinus Wapay NIM : 141334095 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN AKUNTANSI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 Hal : Permohonan kesediaan menjadi responden Kepada Yth. Peserta Didik Kelas XI dan XII di SMK Negeri 1 Yogyakarta Dengan hormat, Saya mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi BKK Pendidikan Akuntansi bermaksud untuk mengadakan penelitian dengan topik Hubungan Antara Motivasi Belajar dan Metode Mengajar Guru dengan Prestasi Belajar Peserta Didik Bidang Studi Akuntansi. Kegiatan ini disusun dalam rangka persiapan penyusunan skripsi. Saya meminta kesediaan dan bantuan saudara untuk mengisi kuesioner penelitian ini berdasarkan perasaan, pemikiran, pengalaman, dan keadaan yang sebenarnya. Jawablah semua pertanyaan ini dengan sejujurnya, karena saya sangat menghargai kejujuran dan keterbukaan saudara. Jawaban yang saudara berikan tidak akan dinilai benar atau salah. Semua jawaban saudara akan sepenuhnya dirahasiakan dan hanya digunakan untuk menunjang penyusunan skripsi dan bukan untuk hal yang lain. Demikian permohonan yang saya sampaikan, atas ketersediaan waktu saudara untuk mengisi kuesioner, saya ucapkan terima kasih. Peneliti Auko Thinus Wapay

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 Petunjuk Pengisian Kuesioner Angket ini berisi 30 item pertanyaan tentang motivasi belajar dan peran orang tua. Bacalah dengan cermat setiap pernyataan tersebut, kemudian tuliskan skor pada setiap item pernyataan pada kolom yang sudah disediakan dengan pilihan jawaban sebagai berikut : Untuk Item Positif RENTAN SKOR JAWABAN 1 5 Sangat Tidak Setuju Setuju Untuk Item Negatif RENTAN SKOR JAWABAN 5 1 Sangat Tidak Setuju Setuju IDENTITAS DIRI RESPONDEN Nama Lengkap : .......................................................................................... Kelas : .......................................................................................... Jurusan : .......................................................................................... A. VARIABEL MOTIVASI BELAJAR No. Pernyataan 1. Saya merasa senang apabila memperoleh nilai yang bagus 2. Saya akan lebih semangat belajar setelah mendapat nilai ujian yang baik Saya akan rajin belajar apabila diberi hadiah oleh orangtua 3. Skor (1-5)

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 No. Pernyataan 4. Saya akan bersaing dengan teman saya untuk memperoleh prestasi yang baik Saya merasa tertantang ketika ada teman mengajak berkompetisi dalam hal belajar Saya selalu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru 5. 6. 7. 8. 9. 10. Saya akan belajar dengan bersungguh-sungguh ketika akan menghadapi ulangan Saya akan lebih bersemangat dalam belajar apabila mengetahui mendapat nilai yang bagus Saya akan merasa minder ketika mendapat nilai yang jelek 11. Saya merasa senang apabila dipuji oleh guru karena mendapat nilai ujian yang baik Saya memiliki hasrat untuk belajar yang tinggi 12. Saya akan belajar apabila disuruh orangtua atau guru 13. Saya belajar untuk menggapai cita-cita 14. Saya tidak mampu mengerjakan tugas dari guru dengan baik Saya lebih nyaman belajar di perpustakaan Saya merasa terbantu saat mengerjakan tugas karena materi yang disampaikan oleh guru sesuai dengan kebutuhan siswa Saya senang apabila metode mengajar guru bervariasi 15. 16. 17. B. Variabel Metode Mengajar Guru 1. 2. 3. 4. 5. 6. Dengan metode ceramah saya dapat menguasai materi dalam proses pembelajaran Saya tidak dapat menguasai materi dalam proses pembelajaran apabila guru menggunakan metode ceramah Guru memberikan nasihat agar saya dapat belajar dan memperoleh nilai dengan baik Guru menyuruh kami untuk mengerjakan tugas dalam kelompok Guru memberikan motivasi untuk lebih giat belajar ketika saya mendapatkan nilai yang kurang memuaskan Guru tidak menegur saya ketika tidak mengerjakan tugas dalam kelompok Skor (1-5)

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Guru tidak menegur ketika saya makan dikelas pada saat jam pelajaran Saya dapat menguasai materi dengan baik dan benar pada saat ceramah dan berdiskusi dan tanya jawab Saya tidak dapat menguasai materi pada saat proses pembelajaran apabila tidak ada latihan soal Saya dapat mengusai materi dengan baik pada saat mengunjungi obyek wisata dan menambah wawasan baru. Saya tidak merasa nyaman apabila belajar diluar kelas dan mengunjungi obyek wisata Saya lebih nyaman apabila belajar sambil praktek diluar lapangan Saya tidak merasa tertantang ketika diajak belajar dengan sambil praktek

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 Lampiran II Surat Ijin Penelitian

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 Lampiran III Data Penelitian

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 Lampiran IV Data Responden Penelitian 1. Variabel Motivasi Belajar No. Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 No. Item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 4 4 5 5 5 3 3 5 4 4 4 4 4 5 3 4 4 5 4 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 4 5 3 4 3 5 3 3 1 3 5 3 4 4 4 4 4 4 2 5 1 4 5 4 3 1 3 4 5 2 3 4 2 4 4 5 4 5 4 5 5 2 4 5 3 4 3 4 5 4 4 4 4 5 4 4 5 5 5 2 5 5 3 3 5 4 3 3 5 3 3 4 5 5 4 4 5 3 4 3 3 5 4 5 3 3 5 3 4 5 5 5 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 5 3 4 4 3 4 4 5 3 4 4 5 4 4 4 4 5 3 3 3 3 3 4 4 5 4 3 4 4 5 5 5 4 5 4 5 3 3 5 5 5 4 4 5 4 4 5 5 5 4 4 3 3 5 4 5 4 5 5 3 4 5 5 5 3 4 5 3 5 4 4 4 5 4 4 5 5 4 4 5 4 5 5 4 5 4 4 5 4 4 4 3 4 3 3 3 5 2 3 5 3 3 3 4 4 3 2 3 2 5 3 3 4 5 5 5 3 2 4 4 3 3 4 5 4 3 4 5 3 4 2 3 5 4 4 3 4 5 4 4 4 4 4 2 4 5 4 4 5 4 5 3 3 5 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 4 5 4 4 3 3 4 4 5 3 3 5 3 3 5 4 5 4 3 5 4 3 3 4 5 4 4 3 5 5 4 5 5 5 4 4 3 4 4 5 3 4 5 3 5 5 4 5 4 4 4 5 4 4 3 5 4 3 5 5 3 4 5 5 5 4 3 3 3 5 4 4 5 3 5 4 3 5 4 3 3 3 3 3 4 3 5 4 3 5 3 5 3 3 4 5 4 4 5 3 5 3 4 3 3 5 3 5 4 2 5 3 4 4 4 5 3 3 3 3 3 4 4 4 5 4 3 4 4 5 5 3 4 5 3 4 4 4 4 3 5 4 5 5 3 4 5 5 5 4 5 5 4 3 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 4 4 5 5 5 3 3 5 4 4 4 4 4 5 3 4 4 5 4 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 Total Nilai 58 67 61 51 58 67 65 69 51 55 72 52 62 53 55 68 59 65 56 56 69 56 60 69 65 66 60 59 61 56 53 63 62 90 80 86 95 86 80 77 91 78 78 75 80 80 85 91 81 75 88 92 78 88 77 76 75 75 80 88 83 78 75 75 82 75

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 4 5 5 5 3 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5 3 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 3 5 3 5 3 5 5 5 3 4 4 5 2 1 3 5 4 3 2 4 5 5 5 3 3 2 5 2 2 3 4 5 5 3 3 3 4 5 3 4 4 5 2 5 3 4 5 5 2 5 4 5 3 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 4 4 5 4 3 4 5 5 5 5 4 5 5 5 3 4 3 5 4 5 4 5 5 5 3 5 5 5 3 5 5 5 5 5 3 5 5 4 5 4 4 3 5 4 2 3 4 5 5 4 4 5 2 3 3 4 2 4 5 4 4 5 4 4 4 3 4 3 2 4 5 5 4 5 4 4 5 4 5 4 3 2 4 4 4 5 5 5 5 4 4 5 5 3 3 3 1 3 5 3 4 5 3 3 4 4 5 3 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5 4 5 5 5 5 5 4 5 4 5 5 5 4 5 4 5 4 4 5 4 4 4 4 4 5 3 4 5 5 5 5 3 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 3 3 5 5 4 5 5 5 3 3 3 5 2 4 2 5 5 4 5 5 4 5 2 4 5 2 4 5 5 2 3 5 3 3 3 3 1 5 2 5 3 5 5 5 4 5 5 5 2 4 5 5 5 5 2 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5 3 5 5 5 3 3 3 5 5 5 4 4 5 4 5 4 5 5 5 3 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 5 5 5 5 4 4 3 5 4 3 4 5 5 4 4 4 5 5 3 3 4 1 4 3 4 3 3 4 4 5 3 5 3 3 5 4 4 4 3 5 4 4 5 5 5 4 3 5 3 4 5 4 5 5 5 4 5 3 5 3 5 3 5 3 5 3 5 3 5 4 4 4 3 3 5 5 3 3 3 5 3 5 3 5 3 3 5 5 3 3 5 3 5 3 3 3 3 3 5 3 3 3 5 5 5 3 3 5 5 4 3 3 5 2 5 5 5 4 4 4 5 3 4 5 2 4 5 4 4 3 5 4 5 5 4 4 4 5 5 5 5 3 5 3 5 3 5 5 5 4 4 5 5 3 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 4 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 3 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5 3 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 3 5 3 5 3 5 5 5 56 62 66 65 42 65 69 71 62 66 56 70 72 69 74 62 61 60 69 58 58 64 68 75 72 59 61 67 65 67 59 62 45 70 58 70 54 68 68 70 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 83 88 90 93 94 91 87 89

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5 2 5 5 3 5 5 4 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 3 4 4 5 5 4 5 5 2 2 4 3 3 3 3 1 3 3 5 3 3 3 3 3 2 4 4 5 5 4 3 3 4 4 4 3 5 3 5 5 3 3 5 5 3 3 1 4 4 4 4 5 5 5 4 5 2 2 3 3 5 5 5 3 3 5 5 5 5 4 3 4 4 4 4 4 5 5 3 3 3 3 3 5 3 4 5 5 3 3 4 4 4 4 4 5 2 2 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 5 5 3 5 3 4 3 4 3 2 4 4 4 4 5 5 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 2 3 2 4 4 4 4 1 4 2 2 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 4 4 5 5 5 5 4 5 3 4 4 4 4 4 3 3 5 5 3 3 4 5 5 5 5 5 5 5 3 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 3 5 5 5 5 5 5 4 5 4 3 4 5 3 5 5 5 3 3 5 4 4 4 3 3 4 4 2 4 5 2 3 3 4 4 4 5 5 4 4 4 4 4 4 5 3 3 3 3 3 3 5 5 2 3 1 5 3 4 5 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 5 5 5 3 5 5 5 3 3 4 4 5 5 4 5 5 3 5 4 3 4 4 4 3 5 5 4 4 4 5 5 5 4 4 2 2 3 3 3 3 5 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 5 5 4 2 4 4 4 3 4 5 4 5 3 5 4 4 3 5 4 4 5 3 4 4 4 4 4 4 3 5 4 5 4 4 5 3 5 5 5 2 4 5 2 3 4 5 5 3 5 5 4 4 3 5 3 5 5 3 4 5 3 3 5 3 3 4 4 5 5 5 5 5 3 5 4 4 4 4 5 5 5 5 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 5 3 5 5 3 4 4 5 5 4 4 4 4 3 5 3 3 4 2 2 3 3 4 4 3 3 5 3 3 3 5 5 5 5 4 5 5 5 3 5 5 5 5 5 3 5 5 5 5 5 4 4 4 4 5 4 4 5 4 2 4 4 4 4 5 4 5 4 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5 2 5 5 3 5 5 4 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 3 4 4 5 5 4 5 5 2 2 65 64 64 61 62 60 54 55 49 64 65 60 65 64 55 64 67 67 68 61 57 59 64 66 65 64 63 67 52 57 53 48 62 67 57 55 62 70 49 49 93 88 97 88 94 93 93 92 93 92 94 93 95 93 92 80 95 78 93 79 95 93 80 87 82 87 87 88 75 88 75 80 86 89 89 84 91 81 92 93

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 2 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 3 3 4 2 4 4 5 4 3 4 3 4 5 5 5 3 3 4 4 5 4 4 5 4 5 5 3 3 3 3 4 4 5 4 3 5 4 5 4 2 2 2 4 5 5 3 3 2 4 4 3 4 3 3 3 5 5 5 3 4 5 4 4 4 4 3 2 3 5 5 5 5 5 3 4 3 5 3 4 3 4 4 4 3 5 4 3 3 4 5 3 4 3 4 4 5 5 5 3 3 4 4 5 4 2 4 2 4 5 5 5 4 3 4 3 5 5 3 4 4 3 4 4 5 4 5 4 4 5 4 3 5 3 5 5 5 4 4 3 5 4 5 4 3 3 3 3 5 5 3 4 3 4 4 5 3 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 2. Variabel Metode Mengajar Guru No. Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1 2 3 4 5 6 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 3 5 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 5 5 5 5 2 5 5 4 4 3 5 5 4 3 3 3 3 3 3 5 5 5 5 5 3 5 5 3 4 3 5 4 4 4 4 4 4 4 4 3 5 3 5 5 3 5 5 5 4 3 5 4 4 3 3 3 3 3 3 5 5 3 3 3 3 5 3 4 3 3 4 3 5 3 3 3 4 4 3 4 4 No. Item 7 8 9 3 2 3 2 4 3 5 4 3 4 1 3 3 3 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 5 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 1 5 3 3 3 4 3 5 4 4 5 4 4 3 3 3 3 4 3 5 5 Total 10 11 12 13 3 3 3 3 3 3 5 2 2 3 3 2 3 2 3 2 3 4 4 4 5 5 5 3 5 5 3 4 3 5 4 4 4 4 4 5 4 4 3 3 5 3 3 3 5 3 5 4 5 5 4 4 3 5 5 5 5 5 5 1 3 3 3 4 4 4 4 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 4 4 3 51 46 47 38 58 48 55 44 40 53 43 46 38 40 40 41 43 42 49 49 Nilai 90 80 86 95 86 80 77 91 78 78 75 80 80 85 91 81 75 88 92 78 5 5 2 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 53 55 50 59 70 69 68 62 54 63 59 71 63 93 76 88 91 75 82 93 85 75 89 90 75 75

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 2 4 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 1 5 2 2 2 3 3 4 4 4 1 3 3 3 3 2 4 2 4 3 3 3 3 2 2 3 4 3 3 3 3 3 2 4 3 3 5 2 2 4 5 2 4 2 3 3 3 4 4 4 3 3 3 4 2 4 3 2 5 5 3 3 5 3 3 5 5 5 3 3 4 3 5 5 5 5 2 5 4 2 4 5 5 2 4 5 5 5 5 3 4 5 4 5 5 4 5 5 5 4 4 3 3 4 5 4 5 4 3 3 4 3 3 3 4 5 5 4 4 4 5 5 4 3 5 5 5 3 4 4 4 4 3 4 2 4 5 5 4 4 5 3 4 4 4 5 3 1 3 4 4 4 4 4 5 5 3 5 3 5 5 3 4 4 5 5 5 3 4 5 4 3 5 3 3 3 3 2 3 2 3 4 4 4 5 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 2 3 3 4 3 3 2 3 4 3 4 2 3 4 4 3 4 4 4 5 4 5 3 4 3 3 3 3 2 3 4 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 3 3 3 3 2 3 2 3 4 4 4 1 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 3 2 3 3 4 3 3 2 3 4 3 4 3 2 4 4 2 3 4 3 3 4 2 4 3 4 3 3 3 3 3 5 5 5 3 4 3 5 5 1 3 4 5 3 5 3 4 4 2 4 4 4 3 3 3 3 2 2 3 4 3 4 3 4 5 4 4 3 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 4 5 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 5 5 4 4 3 3 4 5 4 5 4 3 3 4 3 3 3 4 5 5 4 4 4 5 5 4 3 5 5 5 3 4 4 4 4 3 4 3 5 5 5 5 3 5 4 5 5 5 5 3 4 3 4 4 4 4 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 3 4 3 3 4 5 4 5 4 4 3 4 3 4 5 5 3 3 4 4 2 2 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 2 2 3 3 4 4 2 3 4 4 4 2 2 2 4 39 45 52 51 41 44 44 39 49 54 51 49 42 41 42 43 44 45 44 55 50 54 45 51 42 55 53 43 43 54 53 55 47 44 46 49 47 43 54 88 77 76 75 75 80 88 83 78 75 75 82 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 5 3 3 3 2 2 2 3 4 4 2 3 3 4 1 2 3 5 4 3 3 4 2 2 4 3 3 2 3 2 3 3 2 2 2 3 3 3 5 2 5 4 3 3 5 2 2 3 4 4 2 3 3 4 1 2 3 5 5 3 3 4 2 2 4 3 3 5 3 2 3 3 4 2 2 3 3 4 5 2 5 5 5 3 3 4 4 4 5 5 3 3 2 4 5 5 4 5 5 5 4 4 4 3 4 5 5 5 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 5 3 5 3 3 3 3 4 5 5 3 4 3 4 4 3 4 5 5 4 3 3 3 1 4 3 3 5 3 3 3 4 4 4 3 4 4 3 2 3 5 4 4 4 3 4 3 5 5 5 3 4 2 4 5 3 4 5 5 4 4 4 4 2 4 4 4 2 3 3 3 4 3 2 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 5 4 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 5 3 5 4 5 4 5 4 5 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 2 3 2 4 4 3 1 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 5 4 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 5 3 5 3 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 5 3 4 5 4 5 4 3 4 4 2 2 5 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 2 2 3 4 3 3 2 3 4 3 3 2 2 4 4 4 5 3 4 3 3 3 3 4 4 4 5 4 4 5 4 5 4 4 4 3 3 3 4 4 5 3 5 3 3 3 3 4 5 5 3 4 3 4 4 3 4 5 5 4 3 3 3 1 4 3 3 5 3 3 3 4 4 4 3 4 4 3 2 3 5 4 3 4 3 3 5 4 3 5 5 4 3 4 5 2 5 5 5 5 4 5 4 5 4 5 4 5 5 2 5 3 4 4 4 5 4 4 4 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 2 2 2 4 1 4 3 3 4 4 3 2 3 3 3 2 3 2 1 4 2 4 2 55 43 51 42 42 41 42 48 54 56 43 45 38 48 48 44 48 58 56 47 45 45 43 37 50 46 47 51 44 39 42 46 44 45 40 42 43 44 50 38 75 75 75 75 75 75 83 88 90 93 94 91 87 89 93 88 97 88 94 93 93 92 93 92 94 93 95 93 92 80 95 78 93 79 95 93 80 87 82 87

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 3 4 3 4 3 5 2 2 3 2 4 2 4 3 3 3 2 3 3 4 2 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 5 2 4 3 2 4 2 4 3 3 3 2 3 3 3 2 4 3 4 3 3 3 5 4 4 3 3 5 3 2 3 4 4 4 2 5 4 5 3 4 5 3 3 5 4 5 4 4 4 4 3 3 3 4 5 3 3 3 4 5 4 4 3 5 4 4 3 3 4 2 5 4 4 4 4 4 5 5 4 3 5 5 4 3 3 4 5 4 2 5 4 4 4 4 5 3 3 1 4 4 3 4 4 3 4 3 3 4 5 3 3 2 3 5 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 4 4 3 3 3 3 3 4 5 5 4 5 4 5 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 2 3 4 3 4 3 3 4 5 3 3 2 3 5 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 4 4 3 3 3 4 4 3 3 5 5 2 3 3 3 3 4 4 5 4 4 4 3 5 2 4 4 4 5 3 3 3 4 3 2 3 4 3 3 2 3 4 5 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 5 3 3 3 4 5 4 4 3 5 4 4 3 3 4 2 5 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 5 4 4 3 3 5 4 4 4 4 3 2 3 4 4 3 4 3 5 3 4 3 3 2 2 3 3 4 2 4 3 2 4 3 3 1 5 3 3 4 5 4 2 4 4 4 3 3 4 47 47 40 43 50 61 39 40 39 42 57 40 44 45 50 46 40 42 49 46 35 47 49 54 41 44 45 87 88 75 88 75 80 86 89 89 84 91 81 92 93 93 76 88 91 75 82 93 85 75 89 90 75 75

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 Lampiran: V Uji Validitas a. i_1 I_2 I_3 I_4 I_5 I_6 I_7 I_8 I_9 I_10 I_11 I_12 i_13 I_14 I_15 I_16 I_17 Variabel Motivasi Belajar Scale Mean if Item Deleted 63.45 63.83 64.76 64.14 64.42 64.71 63.94 63.86 64.64 64.18 64.58 64.67 64.35 64.60 64.97 64.49 63.80 Item-Total Statistics Corrected ItemScale Variance Total if Item Deleted Correlation 41.782 .396 37.754 .561 39.619 .208 36.360 .613 37.230 .532 38.965 .352 39.706 .403 38.060 .555 38.135 .348 37.211 .562 36.746 .594 41.593 .136 40.907 .168 42.532 .049 42.725 .067 37.220 .512 39.532 .438 Squared Multiple Correlation .302 .457 .301 .545 .491 .344 .404 .436 .236 .424 .447 .196 .192 .113 .188 .393 .359 Cronbach's Alpha if Item Deleted .778 .761 .791 .755 .761 .776 .773 .762 .777 .760 .757 .790 .790 .796 .791 .763 .771 Squared Multiple Correlation .235 .378 .280 .535 .486 .369 .410 .406 .240 .423 .433 .155 .167 .383 .329 Cronbach's Alpha if Item Deleted .804 .790 .821 .785 .788 .800 .799 .789 .806 .789 .786 .808 .816 .789 .800 Hasil Uji Validitas Motivasi Belajar Valid i_1 i_2 i_3 i_4 i_5 i_6 i_7 i_8 i_9 i_10 i_11 i_12 i_13 i_16 i_17 Scale Mean if Item Deleted 56.78 57.16 58.10 57.46 57.76 58.06 57.28 57.21 57.98 57.52 57.90 57.53 57.66 57.83 57.13 Item-Total Statistics Corrected ItemScale Variance Total if Item Deleted Correlation 40.798 .420 37.095 .541 38.999 .189 35.722 .594 36.199 .551 37.589 .397 38.602 .425 36.965 .557 37.287 .348 36.540 .541 35.991 .588 39.419 .270 39.843 .184 36.049 .545 38.928 .406

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 b. i_1 i_2 i_3 i_4 i_5 i_6 i_7 i_8 i_9 i_10 i_11 i_12 i_13 Metode Mengajar Guru Scale Mean if Item Deleted 43.14 42.96 42.07 42.22 42.21 42.71 42.50 42.82 42.41 42.66 42.24 41.98 42.94 Item-Total Statistics Corrected ItemScale Variance Total if Item Deleted Correlation 24.171 .436 23.910 .443 23.555 .445 23.502 .547 23.173 .501 24.753 .503 26.348 .153 25.430 .360 24.900 .339 27.107 .111 23.655 .529 26.032 .193 27.468 .036 Squared Multiple Correlation .534 .533 .378 .950 .386 .600 .079 .590 .201 .119 .948 .148 .031 Cronbach's Alpha if Item Deleted .697 .696 .695 .684 .687 .694 .733 .708 .709 .734 .686 .728 .746 Hasil Uji Validitas Metode Mengajar Guru Valid i_1 i_2 i_3 i_4 i_5 i_6 i_7 i_8 i_9 i_11 i_12 Scale Mean if Item Deleted 36.60 36.41 35.52 35.67 35.66 36.16 35.95 36.27 35.87 35.69 35.44 Item-Total Statistics Corrected ItemScale Variance Total if Item Deleted Correlation 21.811 .441 21.492 .457 21.227 .449 21.085 .566 20.787 .515 22.391 .507 23.758 .171 23.271 .328 22.438 .352 21.207 .551 23.432 .215 Squared Multiple Correlation .533 .531 .363 .949 .381 .596 .075 .561 .199 .947 .136 Cronbach's Alpha if Item Deleted .737 .735 .736 .722 .727 .733 .772 .751 .749 .724 .766

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 Lampiran: VI Uji Reliabilitas Variabel Motivasi Belajar Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized Alpha Items .794 .802 N of Items 17 Variabel Metode Mengajar Guru Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized Alpha Items .725 .730 N of Items 13

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 Lampiran : VII Hasil Analisis Deskriptif a. i_1 i_2 i_3 i_4 i_5 i_6 i_7 i_8 i_9 i_10 i_11 i_12 i_13 i_16 i_17 b. i_1 i_2 i_3 i_4 i_5 i_6 i_7 i_8 i_9 i_11 i_12 Variabel Motivasi Belajar Scale Mean if Item Deleted 56.78 57.16 58.10 57.46 57.76 58.06 57.28 57.21 57.98 57.52 57.90 57.53 57.66 57.83 57.13 Item-Total Statistics Corrected ItemScale Variance Total if Item Deleted Correlation 40.798 .420 37.095 .541 38.999 .189 35.722 .594 36.199 .551 37.589 .397 38.602 .425 36.965 .557 37.287 .348 36.540 .541 35.991 .588 39.419 .270 39.843 .184 36.049 .545 38.928 .406 Squared Multiple Correlation .235 .378 .280 .535 .486 .369 .410 .406 .240 .423 .433 .155 .167 .383 .329 Cronbach's Alpha if Item Deleted .804 .790 .821 .785 .788 .800 .799 .789 .806 .789 .786 .808 .816 .789 .800 Squared Multiple Correlation .533 .531 .363 .949 .381 .596 .075 .561 .199 .947 .136 Cronbach's Alpha if Item Deleted .737 .735 .736 .722 .727 .733 .772 .751 .749 .724 .766 Variabel Metode Mengajar Scale Mean if Item Deleted 36.60 36.41 35.52 35.67 35.66 36.16 35.95 36.27 35.87 35.69 35.44 Item-Total Statistics Corrected ItemScale Variance Total if Item Deleted Correlation 21.811 .441 21.492 .457 21.227 .449 21.085 .566 20.787 .515 22.391 .507 23.758 .171 23.271 .328 22.438 .352 21.207 .551 23.432 .215

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 Lampiran : VIII Distribusi Frekuensi a. b. Distribusi Frekuensi Motivasi Belajar Interval Frekuensi Persentase 64 – 75 51 40,5% Tinggi 55 – 63 61 48,4% Sangat Tinggi 49 – 54 11 8,7% Cukup 43 – 48 2 1,6% Rendah 15 – 42 1 0,8% Sangat Rendah Jumlah 126 100% Distribusi Frekuensi Metode Mengajar Guru Interval c. Kategori Frekuensi Persentase Kategori 47 – 55 14 11,1% Rendah 40 – 46 42 33,3% 36 – 39 45 35,7% 31 – 35 23 18,2% 11 – 30 2 1,7% Tinggi Sangat Tinggi Cukup Sangat Rendah Jumlah 126 100% Prestasi Belajar Interval Frekuensi Persentase Kategori 81 – 100 69 54,8% Sangat Tinggi 66 – 80 57 45,2% Tinggi 56 – 65 0 0% Cukup 46 – 55 0 0% Rendah 0 – 45 0 0% Sangat Rendah Jumlah 126 100%

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 Lampiran: IX Hasil Uji Normalitas a. Variabel Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar Model Summary and Parameter Estimates Dependent Variable: chisquare Model Summary Equation Linear R Square .618 F df1 200.625 Parameter Estimates df2 1 Sig. 124 Constant .000 b1 .033 .018 The independent variable is Mahalanobis Distance. Telah diketahui bahwa nilai R Square sebesar 0,618. Oleh karena nilai signifikansi 0,00 kurang dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi tidak normal. b. Variabel Metode Mengajar Guru dan Prestasi Belajar Model Summary and Parameter Estimates Dependent Variable: chisquare Model Summary Equation Linear R Square .638 F 218.164 df1 Parameter Estimates df2 1 Sig. 124 .000 Constant b1 .033 The independent variable is Mahalanobis Distance. Telah diketahui bahwa nilai R Square sebesar 0,638. Oleh karena nilai signifikansi 0,00 kurang dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi tidak normal. .018

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 Lampiran : X Hasil Uji Lineritas a. Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar ANOVA Table Sum of Squares Prestasi Belajar * Motivasi Belajar Between Groups (Combined) Mean Square df F Sig. 1734.728 28 61.955 1.153 .298 158.431 1 158.431 2.950 .089 1576.298 27 58.381 1.087 .371 5209.907 97 53.710 6944.635 125 Linearity Deviation from Linearity Within Groups Total b. Metode Mengajar Guru dan Prestasi Belajar ANOVA Table Sum of Squares Prestasi Belajar * Metode mengajar Between Groups (Combined) Linearity Deviation from Linearity Mean Square df F Sig. 1103.450 23 47.976 .838 .677 146.140 1 146.140 2.552 .113 957.310 22 43.514 .760 .766 5841.185 102 57.267 6944.635 125 Within Groups Total

(139)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

HUBUNGAN ANTARA GAYA MENGAJAR GURU DAN SIKAP PESERTA DIDIK DENGAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS 5 DI KECAMATAN WONOGIRI KABUPATEN WONOGIRI
0
5
60
HUBUNGAN KETERAMPILAN MENGAJAR GURU DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMK SWASTA SILOAM 2 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015.
0
2
30
HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG KOMPETENSI GURU DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI DI SMK SINAR HUSNI MEDAN T.P 2014/2015.
0
3
26
HUBUNGAN PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR DAN MOTIVASI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMK NEGERI 1 PANTAI CERMIN T.P 2014/2015.
0
7
25
HUBUNGAN KREATIVITAS GURU DALAM MENGAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMK NEGERI 1 BINJAI T.P 2014/2015.
0
3
25
HUBUNGAN KOMPETENSI GURU DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMK NEGERI 1 PANTAI CERMIN T.P 2014/2015.
2
4
24
HUBUNGAN MOTIVASI OLAHRAGA, MINAT BELAJAR DAN CARAMENGAJAR DI SEKOLAH DENGAN PRESTASI BELAJAR HUBUNGAN MOTIVASI OLAHRAGA, MINAT BELAJAR DAN CARA MENGAJAR DI SEKOLAH DENGAN PRESTASI BELAJAR OLAHRAGA SISWA SMP.
0
1
18
PENGARUH GAYA BELAJAR SISWA DAN PERSEPSI SISWA TENTANG METODE MENGAJAR GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR KOMPUTER AKUNTANSI SISWA KELAS XI AKUNTANSI DI SMK NEGERI 1 JOGONALAN TAHUN AJARAN 2016/2017.
0
3
186
PENGARUH PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR DAN PERSEPSI SISWA TENTANG METODE MENGAJAR GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI AKUNTANSI SMK NEGERI 1 TEMPELTAHUN AJARAN 2015/2016.
0
0
177
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG METODE MENGAJAR GURU DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 4 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016.
1
2
182
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI PESERTA DIDIK KELAS X KEUANGAN SMK NEGERI 1 BANTUL TAHUN AJARAN 2014/2015.
0
0
184
PERAN MOTIVASI DAN DISIPLIN DALAM MENUNJANG PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA BIDANG STUDI IPS
0
0
12
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DENGAN PRESTASI BELAJAR BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
0
0
125
HUBUNGAN BIMBINGAN GURU DI KELAS, MINAT BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA
0
0
114
HUBUNGAN ANTARA PERHATIAN GURU AKUNTANSI, FASILITAS BELAJAR, DAN MOTIVASI BELAJAR AKUNTANSI DENGAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI
0
0
124
Show more