PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI DAN MEDIA AUDIO-VISUAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) POKOK BAHASAN SHALAT DI KELAS VII SMPN 1 PALLANGGA KABUPATEN GOWA

 0  0  88  2019-04-15 17:25:58 Laporkan dokumen yang dilanggar

7. Terkhusus buat rekan-rekanku (Subaedah, Saribulan, Winda S, Nurhikmah

  Pusat kurikulum Depdiknas mengemukakan bahwa:“Pendidikan Islam di Indonesia adalah bertujuan untuk meningkatkan dan menumbuhkan dan meningkatkan keimanan, peserta didik dan pemupukanpengetahuan, penghayatan pengalaman serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terusberkembang dalam hal keimanan, ketakwaannya kepada Allah SWT. Semua tujuan dan hal yang ingin dicapai baik itu tujuan pendidikan nasional maupun tujuan pendidikan agama Islam akan tercapai jika seorang gurumampu membelajarkan peserta didik dengan baik, itulah fungsi pendidikan nasional dan pendidikan agama Islam serta pengajaran yang menjadi tugas dantanggung jawab seorang guru selama mengemban amanah seorang guru dan 2 diterima oleh Nabi Adam as, berupa ilmu sebagai bekal awal yang diberikan oleh Allah SWT.

3 Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah mengajarkan Nabi Adam secara

  Salah satu metode yang biasa digunakan dalam proses pembelajaran adalah metode demonstrasi yang dimaksud metode demonstrasi adalah metodemengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimna jalannya suatu proses pembentukan tertentu pada 7 siswa. Adapun secara hakikatnya ialah “Berhadapan hati (jiwa) kepada Allah secara yang mendatangkan takut kepada-Nya serta menimbulkan didalam jiwarasa kebenarannya dan kesempurnaan kekuasaan- Nya” atau melahirkan hajat dan keperluan kita kepada Allah yang kita sembah dengan perkataan dan pekerjaan 15 atau dengan kedua-duanya.

2. Kegunaan Penelitian a

  Kegunaan TeoretisHasil penelitian ini diharapkan menjadi khazanah keilmuan dan menjadi umpan balik bagi SMPN 1 Pallangga Kabupaten Gowa, sehingga dapatmemotivasi pihak sekolah terutama guru untuk meningkatkan kinerjanya dalam mengajar terutama dalam pemilihan metode. b.

TINJAUAN TEORETIS A

  Basyiruddin Usman, demonstrasi adalah salah satu tehnik yang dilakukan oleh guru atau orang lain yang disengaja diminta atau siswasendiri yang di tunjuk utuk memperlihatkan tentang suatu proses atau cara melakukan sesuatu. Menurut Zakiah Daradjat metode demonstrasi adalah metode mengajar yang menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian untukmemperlihatkan bagaimna cara melakukan sesuatu kepada peserta didik .memperjelas pengertian tersebut dalam prakteknya dapat dilakukan oleh guru atau langsung kepada anak didik.

2. Tujuan Metode Demonstrasi

  Berdasarka uraian tersebut dapat diketahui bahwa metode demonstrasi bertujuan memberi kejelasan padasetiap materi agar peserta didik bisa dengan mudah mengerti, memahami dan Kelebihan dan Kekurangan Metode DemonstrasiAda beberapa kelebihan yang dimiliki metode demonstrasi diantaranya: a. Kemukakan tugas-tugas apa yang harus di lakukan misalnya, siswa disuruh untuk mencatat hal-hal yang dianggap penting pada saatpelaksanaan metode demonstrasi.2) Langkah pelaksanaan Demonstrasi a)Mulailah dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa untuk berfikir, misalnya melalui pertanyaan-pertanyaan yang mengandungteka-teki sehingga mendorong siswa untuk tertarik memperhatikan demonstrasi.

B. Media Audio-Visual 1

  Pengertian Media PembelajaranKata media berasal dari bahasa latin “medius” yang secara harfiahnya berarti “tengah, perantara atau pengantar’’ atau perantara pesan dari pengirim 10 kepada penerima pesan. Dari Gagne dan Briggs menurut Azhar Arsyad secara impisit menyatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisikdigunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran yang terdiri dari buku, tape-recorder, kaset, video, kamera, gambar, grafik, televisi, dan komputer.

2. Media Audio-Visual

  Media audio-visual adalah jenis media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dengan melibatkan pendengaran dan penglihatan sekaligus dalamsuatu proses atau kegiatan. Pesan dan informasi yang dapat disalurkan melalui media ini dapat berupa pesan verbal dan non verbal yang mengandalkan baikpenglihatan maupun pendengaran.

C. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam 1

  Secara terminologis, Agama menurut Harun Nasution sebagaimana di kutip marzuki adalah pengakuan terhadanya adanya hubungan manusia dengan 19 kekuatan ghaib yang dipatuhi.15 Nuryamin, strategi Pendidikan Islam dalam pembinaan kehidupan sosial keagamaan salima yang berarti selamat, damai, dan sejahtera. Adapun Pengertian Pendidikan Agama Islam secara formal dalam kurikulum berbasis kompetensi disebutkan bahwa:’Pendidikan Agama Islamadalah upaya dasar terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani, bertaqwa dan berahlak mulia dalammengamalkan Agama islam dari sumber utamanya al-Quran dan Hadits.

2. Tujuan Pendidikan Agama Islam

  Fardhu kifayah adalah sholat yang diwajibkan pada sekelompok muslim, dan apabila salah satu dari mereka sudah ada yang mengerjakan makagugurlah kewajiban dari kelompok tersebut. Sholat fardhu karena nadzar adalah sholat yang di wajibkan kepada orang- orang yang berjanji kepada Allah SWT sebagai bentuk rasa syukur kitakepada Allah atas segala nikmat yang telah diterimanya.

2. Syarat-syarat Sholat

  Syarat sah sholat ada 8 yaitu:1) Suci dari dua hadas.2) Suci dari najis yang berada dalam pakaian, tubuh, dan tempat sholat.3) Menutup aurat.4) Aurat laki-laki yaitu baina suroh wa rukbah (antara pusar sampai lutut), sedangkan aurat perempuan adalah jami,i badniha illa wajha wa kaffaien(semua anggota badan kecuali wajah dan telapak tangan).5) Menghadap kiblat.6) Mengerti kefardhuan sholat.7) Tidak meyakini dari salah satu fardhu dari beberapa sholat sebagai suatu sunnah. Rukun SholatSholat mempunyai rukun-rukun yang harus dipatuhi sesuai dengan aturan dan ketentuannya, sehingga apabila tertinggal salah satu darinya, maka hakikatsholat tersebut tidak mungkin tercapai dan sholat itupun dianggap tidak sah menurut syara’.

4. Pelaksanaan sholat

  Sesungguhnya sholat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. Halini dapat dilihat kepada seorang atau tiang yang berdiri, bilamana bayang- bayangnya masih persis ditengah atau belum sampai, menandakan waktuzuhur belum masuk.

5. Tata Cara Sholat a

  Membaca surah/ Ayat-ayat dalam al-QuranMembaca ayat atau surah yang di hafal dalam al-Quran dalam sholat hukumnya adalah sunnah.l. Ruku’Rasulullah sallallahu’alai wasallam setelah membaca ayat dari al- Bangkit dan berdiri dari ruku’ (I’tidal)Setelah rukuk dengan sempurna dan s elesai membaca do’a makaselanjutnya bangkit dari ruku’ (I’tidal) kemudian membaca (sami’allohu liman hamidah) disertai dengan mengangkat kedua tangan sebagaimnawaktu takbiratul ihrom.n.

METODE PENELITIAN A

  Jenis PenelitianJenis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian Kualitatif deskriktif. Yaitu penelitian yang bermaksud mendekskripsikan makna ataufenomena yang dapat di tangkap oleh peneliti, dengan menunjukkan bukti- 1 buktinya.

2. Lokasi Penelitian

Adapun lokasinya dalam penelitian ini ialah di Kabupaten Gowa Kecamatan Pallangga tepatnya di SMPN 1 Pallanga.

B. Pendekatan Penelitian

  Penelitian ini menggunakan pendekatan pedagogis karenamanusia pedogogis yaitu makhluk Allah yang di lahirkan membawa potensi dapat di didik dan dapat pula mendidik sehingga mampu menjadi khalifah dibumi ini, pendukung dan pengembangan kebudayaan yang dilengkapi dengan fitrah Allah berupa bentuk atau wadah yang diisi dengan berbagai kecakapan 2 dan keterampilan yang dapat berkembang. II kabupatenGowa yang dipilih penulis untuk menjadi responden sebanyak 40 orang, dan Guru Pendidikan Agama Islam 1 orang di SMPN 1 Pallangga KabupatenGowa.

D. Instrumen Penelitian

Keberhasilan penelitian banyak ditentukan oleh instrumen penelitian sebab data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan atau masalah dan mengujihipotesis diperoleh melalui instrumen penelitian harus betul-betul dirancang dan di buat sedemikian rupa sehingga menghasilkan data dan informasi yang dapatdipertanggung jawabkan kebenarannya. Sehubungan dengan kegiatan penelitian ini penulis akan mempergunakan metode penelitian antara lain:

1. Lembar Observasi

  Dalam lembar observasi nanti, penulis secara langsung mengamati seluruh rangkaian kegiatan peserta didik pada proses pembelajaran berlangsung. Instrumen diberlalakukan pada dua kelompok tersebut yaitu observasi untuk kelasexperimen 1 dan lembar observasi untuk kelas kontrol.

3. Dokumentasi

  Dalam dokumentasi yaitu penulis langsung melihat dan membaca dokumentasi atau arsip setiap yang berkaitan dengan penelitian makapenulis mengambil gambar untuk memperkuat hasil penelitian yang di adakan di SMPN 1 Pallangga Kabupaten Gowa. Hasil dokumentasi dapatdilihat di lampiran.

E. Prosedur pengumpulan data

  Riset kepustakaan, yaitu penulis membaca literatur dan menelaah serta mencatat hal-hal yang ada kaitannya dengan masalah yang di bahasdalamdalam skripsi yang bersifat teoritis dengan menggunakan beberapa Kutipan langsung, yaitu penulis mengutip dari bahan referensi dengan merubah redaksinya, baik berupa bentuk ulasan, ikhtisar, namun tidakmerubah dan mengurangi makna dan tujuan yang di maksud. Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah interview bebas (tidak terstruktur) adalah wawancara yang bebas tanpa 6 menggunakan pedoman wawancara yang sudah disusun terlebih dahuluWawancara, yaitu metode pengumpulan data dengan cara mengadakan Kabupaten Gowa.

F. Teknik Analisis data

  Teknik analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dandokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola,memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan 8 sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Adapun visi dan misi SMP Negeri 1 Pallangga yaitu “Terdepan dalam Prestasi, Berimtaq, Beripteks dan Berwawasan Lingkungan”.

PANGKAT/ MATA

  Sarana dan prasarana dalam sebuah sekolah memegang peranan penting dalam menunjang keberhasilan dalam kegiatan proses belajar mengajar, sekalipunsiswa dan guru berlimpah ruah klau sarana dan prasarana tidak ada maka tujuan pendidikan yang ingin dicapai tidak akan terlaksana dengan baik. Sarana dan prasarana yang dimaksud dalam hal ini adalah semua benda atau barang yang dapat dijadikan sebagai alat, baik langsung maupun tidaklangsung dalam proses belajar mengajar yang meliputi antara lain buku-buku Tabel.

B. Hasil Penelitian 1. Penggunaan Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pokok Bahasan Shalat di Kelas VII SMPN 1 Pallangga Kabupaten Gowa

  Selain itu juga, dalam menggunakan media audio-visual sangat membantu dalam pelaksanaan pembelajaran salah satu manfaat yang perlu diperoleh denganpenggunaan media dalam pembelajaran adalah menambah gairah dan motivasi belajar siswa. Hal diatas menjelaskan bahwasanya perlu adanya persiapan yang cukup matang dalam menggunakan metode demonstrasi, karena jika persiapan yangdilakukan tidak baik maka hal itu akan menyebabkan kegagalan dalam melaksanakannya di dalam kelas sehingga membuat peserta didik menjadibingung dalam mengaplikasikannya.

2. Penggunaan Media Audio-Visual dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pokok Bahasan Shalat di Kelas VII SMPN 1 Pallangga Kabupaten Gowa

  Hal ini terbukti sebelum mengajar ibu Suwarti menyiapkan silabus, dan mempersiapkan materi dengan matang serta alat yang menunjang seperti Lcd,Proyektor, tape dan laptop dan sebagainya yang akan dipakai dalam membelajarkan peserta didik pada pokok bahasan shalat. 5 Hal diatas menjelaskan bahwasanya perlu adanya persiapan yang cukup matang dalam menggunakan metode audio-visual , karena jika persiapan yang Menurut Asnawir dan Basyiruddin Usman, penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran memiliki manfaat atau nilai-nilai praktis sebagai berikut: 1.

7 Dengan apa yang dikatakan oleh ibu Suwarti di atas menunjukkan

  bahwa faktor pendukung dalam penggunaan metode demonstrasi dan media audio-visual di SMPN 1 Pallangga banyak sekali, diantaranya adalah peraturanyang ketat dari sekolah, tersedianya fasilitas dan sarana dari sekolah, dan siswa juga termasuk di dalamnya, hal ini sangat penting karena tanpa adanya sarana danfasilitas yang memadahi serta siswa yang mendukung tidak dapat berjalan dengan lancar. 5)Kemampuan guru harus kreatif dalam menggunakan metode dan media, selain menyediakan materi guru dituntut untuk bisa mengarahkan danmenjelaskan apa yang disampaikan oleh metode dan media agar nantinya Membutuhkan persiapan yang matang sebelum melaksanakan metode demontrasi dan media audio-visual di dalam kelas.

9 Observasi Langsung, Penggunaan Metode Demonstrasi dan penggunaan Media Audio-

  Kedua aspek ini saling berkaitanpemilihan salah satu metode mengajar tertentu sangat mempengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai, meskipun ada berbagai aspek yang lain harusdiperhatikan dalam memilih metode dan media, metode mengajar dan media pembelajaran berfungsi sebagai alat bantu dan stimulus terhadap pikiran,perasaan, perhatian, dan minat peserta didikdalam memperjelas materi pembelajaran. 14 Dari keterangan di atas dapat diketahui bahwa peserta didik di SMPN 1 Pallangga di kelas VII merasa termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran dikarenakan metode dan media yang digunakan pada pokok bahasan shalat dalamhal ini metode demonstrasi dan media audio-visual membuat mereka tidak bosan dan fokus dalam mengikuti proses pembelajaran.

14 Wawancara Langsung, denga Peserta Didik tentang Penggunaan Metode Demonstrasi

  Dalam Tahap Penggunaan Media Audio-Visual1) Persiapan materi sholat yang akan digunakan dalam media audio- visual2) Kelengkapan media audio visual sebelum melaksanakan pembelajaran3) Penggunaan media audio visual pada pokok bahasan shalat di kelas 2 Ada beberapa faktor yang mempengaruhi dalam penggunakan metode demonstrasi dan media audio-visual pokok bahasan sholat di kelas VII SMPN 1 Pallangga diantaranya yaitu: a. 2) Sarana dari sekolah sangat mendukung.3) Keaktifan, semangat, dan antusias yang tinggi peserta didik.4) Suasana lingkungan dan kelas yang bersih dan nyaman.5) Kemampuan guru yang kreatif dalam menggunakan metode dan media.

B. Implikasi Penelitian

  Penelitian ini telah menunjukkan bahwa penggunaan metode dan media audio-visual pokok bahasan shalat di SMPN 1 Pallangga masih perlu ditingkatkan, dengan demikian tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam bisa tercapai dengan maksimal. Penggunaan metode demonstrasi dan media audio-visual pokok bahasan shalat hendaknya dirancang atau dipersiapkan dengan cermat agar sesuai dengankeragaman kondisi dan kebutuhan peserta didik.

DAFTAR PUSTAKA

  Metode dan Teknik Pembelajaran Agama Islam . Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif suatu Pendekatan Teoritis Psikologis .

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2019-03-13

Dokumen yang terkait

PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI DAN MEDIA AUDIO..

Gratis

Feedback