Minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari pilihan program studi, prestasi belajar dan latar belakang pendidikan orang tua : studi kasus mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta TA 2005 - USD Repository

Gratis

0
0
135
6 months ago
Preview
Full text

  

MINAT MAHASISWA FKIP UNTUK MENJADI GURU DITINJAU

DARI PILIHAN PROGRAM STUDI, PRESTASI BELAJAR

DAN LATAR BELAKANG PENDIDIKAN ORANG TUA

  Studi Kasus: Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2005

  

SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Akuntansi

  

oleh:

Natalia Sulasmi

041334071

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

  

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

PERSEMBAHAN

Skripsi ini penulis persembahkan untuk:

  1. Tuhan Yesus Kristus atas segala berkahNya 2. Bapak & ibuku

  3. Alm. Budeku

  

4. Dan semua orang yang ku cintai dan yang

mencintai aku serta yang telah membantu perjuangan ini

  5. Almamaterku

  MOTTO

Yang terpenting bukanlah

hal-hal yang besar tetapi

melakukan hal-hal yang

kecil dengan hati yang

besar

  (bunda theresa) Pada akhirnya pengetahuan yang sebenarnya adalah pengetahuan tentang dirimu

  (Bruce Lee)

   

  

ABSTRAK

MINAT MAHASISWA FKIP UNTUK MENJADI GURU DITINJAU

DARI PILIHAN PROGRAM STUDI, PRESTASI BELAJAR

DAN LATAR BELAKANG PENDIDIKAN ORANG TUA

  Studi Kasus: Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2005 Natalia Sulasmi

  Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

  2009 Penelitian ini bertujuan mengetahui: (1) perbedaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari pilihan program studi, (2) perbedaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari prestasi belajar, (3) perbedaan minat mahsiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari latar belakang pendidikan orang tua.

  Penelitian dilaksanakan di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada bulan Oktober sampai dengan bulan Desember 2008. Populasi dari penelitian ini adalah 499 mahasiswa dengan jumlah sampel 222 mahasiswa. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, dokumentasi dan wawancara. Data dinalisis dengan menggunakan analisis Varian (ANOVA).

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tidak ada perbedaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari pilihaan program studi dengan nilai probabilitas (Sig = 0,265 > 0,05), (2) Tidak ada perbedaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari prestasi belajar nilai probabilitas (Sig = 0,263 > 0,05), (3) Tidak ada perbedaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari latar belakang pendidikan orang tua dengan nilai probabilitas (Sig = 0,452 > 0,05).

  

ABSTRACT

  THE INTEREST OF STUDENTS OF TEACHERS TRAINING AND EDUCATION FACULTY TO BECOME TEACHERS PERCEIVED FROM THE CHOICE OF THE STUDY PROGRAM, LEARNING ACHIEVEMENT

  AND PARENTS’ EDUCATIONAL BACKGROUND A Case study on Students of Sanata Dharma University 2005 Periode

  Natalia Sulasmi Sanata Dharma University

  Yogyakarta

   

  2009 This research aims to find out: (1) the different interest of the student of the Teachers Training and Education Faculty to become teachers perceived from the choice of the study program; (2) the different interest of the Teacher Training and Education Faculty to become teachers perceived from the learning achievement; (3) the different interest of the Teacher Training and Education Faculty to become teachers perceived from parents’ educational background.

  The research was conducted in Sanata Dharma University from October to December 2008. The population of this research was 499 students and 222 students as the samples. The samples were taken by using Purposive Sampling technique. The data was gathered using questionnaires and documentation. Data analysis technique were Varian by analisys (ANOVA).

  The result of this research shows that: (1) there is no different interest of the students of the Teacher Training and Education Faculty to become teachers perceived from the choice of the study program with probability value (Sig = 0,265 > 0,05); (2) there is no different interest of the students of the Teacher Training and Education Faculty to become teachers perceived from the learning achievement with probability value (Sig = 0,263 > 0,05); (3) there is no different interest of the students of the Teacher Training and Education Faculty to become teachers perceived from parents’ educational background with probability value (Sig = 0,265 > 0,05).

KATA PENGANTAR

  Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kasih dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul : “MINAT

  

MAHSISWA FKIP UNTUK MENJADI GURU DITINJAU DARI PILIHAN

PROGRAM STUDI, PRESTASI BELAJAR DAN LATAR BELAKANG

PENDIDIKAN ORANG TUA”. Skripsi ini diajukan untuk memenuhi salah satu

  syarat dalam memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Penulisan skripsi ini mengalami banyak tantangan dan hambatan yang merupakan pelajaran yang berharga bagi penulis. Namun akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

  Selama penyusunan skripsi ini, penulis mendapat banyak bimbingan, saran, masukan dan dukungan dari berbagai pihak. Maka pada kesempatan ini penulis ingin menghaturkan rasa hormat dan terima kasih kepada :

  1. Bapak Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D Selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  2. Bapak Y. Harsoyo S.Pd., M.Si.. Selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  3. Bapak L. Saptono. S.Pd., M.Si. Selaku Kepala Program Studi Pendidikan Akuntansi.

  4. Bapak Ig. Bondan Suratno, S.Pd., M.Si. Selaku Dosen Pembimbing, yang dengan sabar membimbing penulis menyusun skripsi, memberikan saran, masukan, semangat, dorongan serta pelajaran hidup yang berharga. Terima kasih untuk semuanya.

  5. Bapak A. Heri Nugroho, S.Pd., M.Pd. dan Bapak Drs. Bambang Purnomo, SE., M.Si. Selaku Dosen penguji yang telah meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan, memberi kritik dan saran untuk kesempurnaan

  6. Para Dosen Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, yang telah banyak memberikan bekal ilmu kepada penulis selama kuliah.

  7. Pak wawi dan mbak Aris dan semua karyawan di sekretariat Pendidikan Akuntansi terima kasih atas segala keramahannya dalam membantu penulis selama kuliah di USD.

  8. Seluruh kaprodi FKIP (terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada penulis untuk melakukan penelitian di FKIP Sanata Dharma)

  9. Bapak, Ibuku, dan kakaku tercinta yang tidak pernah lelah memberikan doa, kasih sayang, dukungan baik moril maupun material, serta semangat kepada penulis.

  10. Buat keluarga besarku di Siten, “Simbahku-simbahku, Pakdeku, Lek Yani, Lek Ngadiman, Topo, Mbak Mimin, Mbak Ipung, Mas dodo, Tari, Mas Sugeng, Wanto, Yudi,,” trimakasih atas doa, dukungan baik moril maupun material, serta semangatnya.

  11. Dan untuk “Cika, Paska, Jevon, rajin belajar ya biar pinter!!!!!! Yulita, Dinta, , Banyu,”, kalian jangan pada nakal ya !!!!

  12. Buat Melanius Yunianto yang kusayangi terimakasih atas dukungan, saran, dan doanya, walaupun kita jarak jauh kamu telah menjadi bagian dalam hidupku.

  13. Sahabat-sahabat seperjuangan: Emi, Maryati, Indra, dan Wina, Siska, Venti, Tantri semoga persahabatan kita langgeng dan terima kasih atas segala dukungan dan doanya.

  14. Temen-temen selama kuliah: Eko (terima kasih atas bantuan dan saranya selama kuliah); Dono, Eka, Galuh, Sukoco, Moko, Fitri, Tri Pur, Wiwid, Agung, Rudi, Haris, Pandu, Doni, Susi, Sinta, Anton, Krisna, Heribertus, Valent, terima kasih atas dukunganya selama ini.

  15. Anak-anak kos Dahlia yang centil-centil, Mbak Ncil, Devi, Udin, Tika, Vani, terima kasih atas tumpanganya, canda tawa dan dukunganya selama ini.

  16. Buat Lek Kar, Mbak Nuri, Tami, terimakasih atas doa, dan dukunganya selama ini.

  17. Teman-teman satu angkatan Pendidikan Akuntasi 2004 terima kasih atas kerjasamanya selama ini.

  18. Semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan kepada penulis yang tidak dapat disebut satu persatu.

  Dengan kerendahan hati, penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu berbagai saran, kritik dan masukan sangat diharapkan demi perbaikan skripsi ini. Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukannya.

  Yogyakarta, 17 September 2009 Penulis

  

DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .............................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................... iii PERSEMBAHAN ............................................................................................ iv MOTTO ........................................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .......................................................... vi ABSTRAK ....................................................................................................... vii ABSTRACT ..................................................................................................... viii KATA PENGANTAR ..................................................................................... ix DAFTAR ISI .................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ............................................................................................ xv DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN .............................................................................

  1 A. Latar Belakang Masalah .............................................................

  1 B. Batasan Masalah .........................................................................

  7 C. Rumusan Masalah .......................................................................

  7 D. Tujuan Penelitian ........................................................................

  7 E. Manfaat Penelitian ......................................................................

  8

  BAB II TINJAUAN PUSTAKA ....................................................................

  9 A. Kajian Teoritik ...........................................................................

  9 1. Minat ......................................................................................

  9 2. Guru ...................................................................................

  14 3. Pilihan Pogram Studi .............................................................

  19 4. Prestasi Belajar .....................................................................

  20 5. Tingkat Pendidikan Orang Tua .............................................

  23 B. Kerangka Berpikir ......................................................................

  24 C. Hipotesis........... ... ....................................................................... 26

  BAB III METODE PENELITIAN................................................................... 27 A. Jenis Penelitian ........................................................................... 27 B. Waktu dan Tempat Penelitian .................................................... 27 C. Subyek dan Obyek Penelitian ...................................................

  27 D. Populasi dan Sampel ..................................................................

  28 E. Operasional Variabel Penelitian ................................................

  31 F. Teknik Pengumpulam Data ........................................................

  35 G. Pengujian Kuesioner ..................................................................

  36 1. Pengujian Validitas ...............................................................

  36 2. Pengujian Reliabilitas ...........................................................

  39 H. Teknik Analisis Data .................................................................

  40 1. Pengujian Normalitas ..........................................................

  40 2. Pengujian Homogenitas ......................................................

  41

  3. Pengujian Hipotesis ............................................................

  42 BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ...................................

  44 A. Deskripsi Data ............................................................................

  44 1. Deskripsi Responden Penelitian .............................................

  45 2. Deskripsi Minat Mahasiswa untuk Menjadi Guru .................

  48 B. Hasil Pengujian Normalitas dan Homogenitas ...........................

  52 1. Uji Normalitas ........................................................................

  52 2. Uji Homogenitas .....................................................................

  54 C. Pengujian Hipotesis ....................................................................

  55 D. Pembahasan Hasil Analisis .........................................................

  59 BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN .......................

  65 A. Kesimpulan ................................................................................

  65 B. Keterbatasan Penelitian ...............................................................

  65 C. Saran ...........................................................................................

  66 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................

  69 LAMPIRAN

  

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Jumlah Pendaftar Pilihan I,II,III, di FKIP ………………………..

  4 Tabel 3.1 Populasi Mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma T.A 2005 . 29

Tabel 3.2 Populasi dan Sampel Mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma

  T.A 2005 .......................................................................................... 31

Tabel 3.3 Variabel Minat Mahasiswa FKIP untuk Menjadi Guru ................... 32Tabel 3.4 Skoring berdasarkan skala likert ...................................................... 33Tabel 3.5 Operasional Variabel Pilihan Progaram studi .................................. 34Tabel 3.6 Operasional Variabel Prestasi Belajar ............................................ 34Tabel 3.7 Operasional Variabel Latar Belakang Pendidikan Orang tua .......... 35Tabel 3.8 Rangkuman Uji Validitas ................................................................ 37Tabel 3.9 Rangkuman Uji Reliabilitas ............................................................ 39Tabel 4.1 Sebaran Responden Penelitian ........................................................ 44Tabel 4.2 Deskripsi Responden Menurut Program Studi ................................ 45Tabel 4.3 Presentase Pilihan Progaram Studi .................................................. 45Tabel 4.4 Deskripsi Responden Menurut Prestasi Belajar .............................. 46Tabel 4.5 Presentase Prestasi Belajar Mahasiwa ............................................ 46Tabel 4.6 Deskripsi Responden Latar Belakang Pendidikan Orang Tua... 47Tabel 4.7 Presentase Latar Belakang Pendidikan Orang Tua ....................... 47Tabel 4.8 Minat Mahasiswa FKIP untuk Menjadi Guru .................................. 48Tabel 4.9 Minat Mahasiswa FKIP untuk Menjadi Guru Ditinjau dari Pilihan

  Program Studi .................................................................................. 48

Tabel 4.10 Minat Mahasiswa FKIP untuk Menjadi Guru Ditinjau dari Prestasi

  Belajar .......................................................................................... 50

Tabel 4.11 Minat Mahasiswa FKIP untuk Menjadi Guru Ditinjau dari Latar

  Belakang Pendidikan Orang Tua .................................................. 51

Tabel 4.12 Rangkuman Pengujian Normalitas Pilihan Program Studi ............ 52Tabel 4.13 Rangkuman Pengujian Normalitas Prestasi Belajar ..................... 53Tabel 4.14 Rangkuman Pengujian Normalitas Latar Belakang Pendidikan

  Orang Tua ..................................................................................... 54

Tabel 4.15 Pengujian homogenitas Variabel Penelitian ................................. 55Tabel 4.16 Hasil Pengujian Hipotesis I ........................................................... 56Tabel 4.17 Hasil Pengujian Hipotesis II .......................................................... 57Tabel 4.18 Hasil Pengujian Hipotesis III ........................................................ 58

  

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Kuesioner ....................................................................................... 72

Lampiran 2 Data Validitas dan Reliabilitas .................................................. 79

Lampiran 3 Data Induk Penelitian ................................................................. 84

Lampiran 4 Diskripsi Data Variabel Penelitian ............................................. 98

Lampiran 5 Uji Normalitas dan Homogenitas ............................................. 101

Lampiran 6 Uji F .......................................................................................... 107

Lampiran 7 Tabel r dan tabel F ..................................................................... 111

Lampiran 8 Surat Izin Penelitian ................................................................... 115

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kunci keberhasilan pembangunan suatu negara adalah kualitas sumber daya manusia yang meliputi nilai-nilai ilmu pengetahuan dan keterampilan. Dalam hal ini pendidikan menduduki peranan yang penting. Pendidikan

  dipandang sebagai persiapan untuk kehidupan yang lebih baik dikemudian hari. Di situlah guru memegang peranan yang sangat penting dalam pendidikan, seperti yang diungkapkan dalam potongan lagu Hymne Guru, “Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan, Engkau patriot

  pahlawan, Tanpa tanda jasa”. Potongan syair lagu Hymne Guru di atas

  menunjukkan betapa pentingnya keberadaan seorang guru bagi kehidupan seorang manusia dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan.

  Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pendidikan menduduki peranan penting sehingga perlu mendapatkan prioritas tinggi.

  Perkembangan dan meningkatnya mutu pendidikan di Indonesia tidak terlepas dari jasa yang diberikan oleh guru. Semua orang pasti mengakui jasa seorang guru bagi dirinya walau hanya di dalam hati, tetapi mereka hanya mengakui dengan tanpa upaya memberikan suatu penghargan.

  Pengakuan (penghargaan) masyarakat terhadap profesi guru kini semakin menurun. Gaji dan tunjangan hidup yang rendah, profesionalitas di mata masyarakat. Dewasa ini martabat guru semakin terpingirkan bahkan dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Masyarakat berpandangan bahwa tugas guru idealnya, disamping dapat mentrasnfer pengetahuan, guru juga juga mendidik nilai-nilai universal. Dengan demikian seorang guru hendaknya memiliki moral, iman dan ahklak yang baik yang dapat ditanamkan pada diri siswa. Namun berita dimedia massa surat kabar (Kompas Jumat, 24 Juni 2008) seorang guru tega bertindak kekerasan terhadap muridnya sendiri, hal ini menunjukan perilaku guru jauh dari ideal.

  Perilaku-perilaku negatif menjadikan masyarakat berpandangan negatif terhadap profesi guru.

  Profesi guru yang dahulu merupakan profesi yang paling bergengsi dan menjadi dambaan bagi generasi muda pada zaman leluhur kita, kini menjadi kurang diminati dan dihargai dibandingkan dengan profesi lainnya karena minat mahasiswa menjadi guru berkurang. Marianti (2005:172) menyatakan bahwa profesi guru tidak diminati oleh generasi muda, menjadi guru adalah pilihan terakhir jika seorang calon mahasiswa tidak diterima di jurusan lainnya. Salah satu alasan mahasiswa tidak berminat menekuni profesi guru adalah profesi guru dipandang tidak menjanjikan masa depan yang baik. Hal ini dipengaruhi dengan anggapan di sebagian masyarakat bahwa profesi sebagai guru tidak cukup menjanjikan dari sisi ekonomi, sehingga minat untuk menjadi guru mungkin hanya ada di kepala sebagian kecil anak-anak Indonesia.

  Salah satu tantangan dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional adalah terbatasnya sumber daya tenaga pengajar (guru). Keterbatasan sumber daya ini, antara lain dipengaruhi terbatasnya jumlah mahasiswa berprestasi yang bersedia menjadi guru. Cukup jarang mahasiswa berprestasi setelah lulus kuliah kemudian menjadi guru. Kebanyakan mahasiswa yang mayoritas dengan prestasi baik cenderung memilih pekerjaan non keguruan.

  Lembaga pendidikan Guru (FKIP), bukanlah idola para calon mahasiswa dan orang tua. Sebab, orang tua akan sangat bangga jika anaknya menjadi seorang dokter, insinyur, tentara, polisi, atau profesi lainya dibanding menjadi guru. Sampai saat ini, mereka yang berminat menjadi calon guru, terutama dari keluarga kurang mampu atau mayoritas mahasiswa FKIP adalah berasal dari masyarakat desa, pinggiran, atau kota lapisan bawah.

  Walaupun demikian, mereka yang diterima di FKIP belum tentu berminat untuk menjadi guru.

  Berikut ini adalah data Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma (USD) yang menunjukan bahwa selama 3 tahun mulai dari tahun 2005 sampai 2007 mengalami penurunan jumlah pendaftar dalam tabel total pendaftar (pilihan I, II, dan pilihan III) baik melalui jalur regular, kerjasama maupun prestasi.

Tabel 1.1 Jumlah pendaftar Pilihan I, II, dan III di FKIP

  Keterangan 2005 2006 2007 Pil

1 Pil

  

3

Pil

  94 135 113 90 79 101 95 84 101 Pend. Matematika

  Akhir- akhir ini terungkap bahwa beberapa daerah mulai kekurangan guru. Ini berarti antara kebutuhan guru dan mendidik calon guru belum sebanding. Dengan demikian kekurangan guru menjadi masalah dalam menanggulangi daya tampung calon terdidiknya. Masalah kekurangan guru ini akan membawa konsekuensi baru dalam dunia pendidikan, kalau tidak cepat-cepat ditanggulangi secara bersama.

  Dengan melihat tabel 1.1, dalam tiga tahun terakhir terungkap bahwa calon mahasiswa yang masuk ke Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) terus menurun. Penurunan jumlah pendaftar di FKIP perlu disikapi dengan bijak. Apabila penurunan jumlah mahasiswa di FKIP semakin besar, maka dikhawatirkan akan berdampak serius pula bagi kelangsungan hidup FKIP pada khususnya maupun USD pada umumnya.

  3658 3447 3422

  1680 1115 863 1550 1091 806 1332 1136 954 Total Keseluruhan

  42 34 33 63 31 40 50 37 44 Total

  40 40 26 51 43 Pend. Agama Katolik

  18

  

33

  47

  25

  119 126 83 116 132 73 135 143 79 Pend. Fisika

  23 71 56 20 53 47 44 86 93 Pend. Akuntansi

  1 Pil

  2 Pil

  85 128 115 105 152 127 128 192 165 Pend. Sejarah

  691 345 158 647 362 143 539 299 135 Pend. Bahasa, Sas. Ind. & Daerah

  

90

45 112 107 33 89 125 Pend. Bahasa inggris

  82

  38

  3 Pend.Guru sekolah dasar 531 77 107 386 75 78 252 81 85 Pend. Bimbingan dan Konseling

  2 Pil

  1 Pil

  3 Pil

  2 Pil

  32 61 75 60 55 50 60 74 84 Pend. Ekonomi Dalam upaya mengatasi ketimpangan dalam menyiapkan tenaga kependidikan itu, diperlukan daya tarik untuk menjadi guru. Karena negara kita sedang membutuhkan guru yang profesional dan berkompetensi, pemerintah berusaha menarik minat mahasiswa khususnya mahasiswa FKIP.

  Di samping itu, pemerintah juga terus mencari cara supaya dapat memiliki mahasiswa yang benar-benar ingin mengabdi menjadi guru yang berkompeten pada bidangnya.

  Keinginan menjadi guru itu harus datang dari diri sendiri, tidak bisa dipaksa-paksa. Kebanyakan generasi muda kita sekarang ini, menjadi guru karena dorongan dari orang tua, ikut-ikutan teman kuliah di FKIP, dan susahnya mencari pekerjaan. Hal ini menyebabkan banyak guru yang tidak bisa mentransfer ilmu mereka kepada siswanya secara optimal, karena pada dasarnya mereka menjadi guru bukan karena keinginan mereka, tetapi karena terpaksa.

  Kondisi semacam itu berlainan dengan keadaan sekarang dengan ditetapkannya UU Guru dan Dosen No 14 Tahun 2005 oleh pemerintah dimana penghargaan guru mulai diperhatikan tingkat kesejahteraannya, minat dan gengsi menjadi guru pun mulai berubah. Dalam UU Guru dan Dosen tersebut dijelaskan bahwa pengakuan dan kedudukan guru dan dosen mempunyai misi yaitu :a) mengangkat martabat seorang guru dan dosen, b) menjamin hak dan kewajiban guru dan dosen, c) meningkatkan kompetensi guru dan dosen, d) meningkatkan mutu pendidikan, e) mengurangi kesenjangan ketersedian guru dan dosen antar daerah dari segi mutu, jumlah, kualitas akademik dan kompetensi, f) meningkatkan pelayanan yang bermutu.

  Keberadaan Undang-Undang Guru dan Dosen membuat posisi guru sebagai sebuah profesi semakin terlindungi serta kesejahteraan guru semakin terjamin dan meningkat. Guru yang memenuhi kualifikasi akademik dan mengantongi sertifikat sebagai pendidik dijanjikan mendapatkan tunjangan sebesar satu kali gaji pokok. Undang-Undang Guru dan Dosen tersebut memberikan manfaat positif bagi guru. Guru yang lulus ujian sertifikasi akan memperoleh tunjangan profesi sebesar 1 (satu) kali dari gaji pokok. Dengan demikian, secara tidak langsung kesejahteraan guru negeri juga akan semakin meningkat. Peningkatan drastis kesejahteraan guru menjadikan perubahan persepsi masyarakat tentang profesi guru dan mengubah minat mahasiswa terpanggil untuk menjadi seorang guru.

  Dari fenomena di atas maka penulis tertarik untuk mengetahui minat mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma untuk menjadi guru. Oleh karena itu, penulis mengambil judul “Minat Mahasiswa FKIP Untuk

  

Menjadi Guru Ditinjau dari Pilihan Progam Studi, Prestasi Belajar

Mahasiswa dan Latar Belakang Pendidikan Orang Tua “.

  B. Batasan Masalah

  Ada banyak faktor yang diduga berhubungan dengan tinggi rendahnya minat mahasiswa untuk menjadi guru. Penelitian ini dimaksudkan untuk menyelidiki sejauh mana tinggi rendah minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari pilihan program studi, prestasi belajar, dan latar belakang pendidikan orang tua

  C. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dibuat rumusan masalah sebagai berikut.

  1. Apakah ada perbedaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari pilihan program studi ?

  2. Apakah ada perbedaan mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari prestasi belajar mahasiswa?

  3. Apakah ada perbedaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari latar belakang pendidikan orang tua ?

  D. Tujuan Penelitian

  Adapun tujuan dari penelitian ini, adalah untuk menyediakan bukti tentang :

  1. Adanya perbedaan antara minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari pilihan program studi.

  2. Adanya perbedaan antara minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari prestasi belajar mahasiswa.

  3. Adanya perbedaan antara minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari latar belakang pendidikan orang tua.

E. Manfaat Penelitian

  1. Bagi Program Studi Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan masukan bagi program studi-program studi FKIP di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta untuk semakin mengembangkan visi dan misinya sehingga minat mahasiswa atau masyarakat luas terhadap profesi guru semakin meningkat.

  2. Bagi Universitas Sanata Dharma Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai sarana untuk menciptakan suasana yang mendukung visi dan misi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  3. Bagi penelitian selanjutnya Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teoritik

1. Minat

  Minat merupakan faktor psikologis yang dapat menentukan pilihan seseorang. Selain itu, minat juga merupakan salah satu faktor yang penting untuk kemajuan dan keberhasilan seseorang. Seseorang yang mengerjakan suatu pekerjaan yang disertai dengan minat, pada umumnya akan memperoleh hasil yang lebih baik, daripada mereka yang yang tidak berminat, sehingga pekerjaan yang disertai minat itu akan membuahkan hasil (Winkel, 1994:30)

  Minat adalah kecenderungan yang menetap pada subyek untuk merasa tertarik pada hal-hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang tersebut. Dengan kata lain, dapat berarti bahwa tanpa adanya minat yang menetap pada subyek, dalam mengerjakan sesuatu, subyek akan merasa bosan dan hasil yang dicapai tidak memuaskan, sehingga minat dikatakan sebagai penentu pilihan (Winkel, 1994:30).

  Selanjutnya, Whitherington (Buchori, 1999:135) mengemukakan bahwa minat adalah kesadaran seseorang bahwa, objek seseorang, suatu soal atau suatu situasi mengandung sangkut paut dengan dirinya. Minat adalah suatu pemusatan perhatian yang tidak sengaja terlahir dengan yang di dalamnya mengandung unsur perasaan.

  Antara minat dan perasaan terdapat hubungan timbal balik, sehingga tidak mengherankan jika mahasiswa yang berperasaan tidak senang juga akan kurang berminat, sedangkan mahasiswa yang berperasaan senang akan berminat. Munculnya minat tidak terbentuk secara tiba-tiba, melainkan terbentuk dan berkembang melalui proses pendidikan, proses sosialisasi dan proses interaksi di kampus, di masyarakat, dan di keluarga.

  Menurut Winkel (1984:45), faktor-faktor non intelektual seperti motivasi untuk belajar yang mulai berkurang disebabkan karena tidak ada minat untuk menjadi guru sehingga timbul keraguan terhadap profesi guru. Pendapat lain mengatakan bahwa minat merupakan suatu keadaan kecenderungan untuk berhubungan lebih aktif dengan objek itu.

  Menurut Bimo Walgito (1977:38), minat merupakan suatu keadaan dimana seseorang menaruh perhatian terhadap suatu subyek disertai dengan adanya kecenderungan untuk berhubungan secara aktif dengan subyek tersebut.

  Suryobroto (1988:109), mendefinisikan minat sebagai kecenderungan dalam diri individu untuk tertarik terhadap suatu subyek atau menyenangi suatu subyek. Tidak adanya minat seorang mahasiswa untuk menjadi guru biasanya disebabkan karena tidak termotivasi untuk menjadi guru. Hal ini disebabkan karena tidak sesuai dengan bakatnya, tidak sesuai dengan kebutuhannya dan tidak sesuai dengan keinginannya. Menurut Giyatama (1990:6), minat digolongkan menjadi dua, yaitu sebagai berikut : a. Secara intrinsik

  Minat secara intrinsik merupakan minat yang timbul dari dalam individu sendiri tanpa pengaruh dari luar. Minat intrinsik dapat timbul karena pengaruh sikap, persepsi, prestasi belajar, bakat, jenis kelamin dan intelegensi.

  1) Sikap Sikap adalah cara bertingkahlaku yang khas, yang tertuju terhadap orang-orang, rombongan-rombongan atau persoalan- persoalan (Buchori, 1978:126). Sikap merupakan kemampuan internal yang berperanan sekali dalam mengambil tindakan, lebih- lebih bila terbuka berbagai kemungkinan untuk bertindak. Orang yang bersikap tertentu, cenderung menerima atau menolak suatu obyek berdasarkan penilaian terhadap obyek itu, berguna/berharga baginya atau tidak. Bila obyek dinilai ”baik”, maka mempunyai sikap positif dan sebaliknya bila obyek dinilai ”jelek”, maka mempunyai sikap negatif (Winkel, 1987:77).

  2. Persepsi Persepsi merupakan proses yang meliputi penginderaan terhadap rangsang, pengorganisasian rangsang, dan penafsiran rangsang sehingga individu mengerti rangsang yang diinderanya. (Walgito, 1993:53).

  3. Prestasi belajar Prestasi merupakan suatu kemampuan yang dimiliki seseorang yang merupakan hasil dari proses yang dilakukan dan menghasilkan perubahan yang khas, yaitu perubahan dalam sikap dan tingkah laku yang tercapai dan dapat dilihat secara nyata serta dapat diukur dengan menggunakan alat ukur yaitu tes (Winkel, 1986:48).

  4. Bakat Bakat dalam pengertian bahasa atau dalam pengertian yang umum kita pahami, adalah kelebihan / keunggulan alamiah yang melekat pada diri kita dan menjadi pembeda antara kita dengan orang lain.

  5. Jenis kelamin Jenis kelamin adalah suatu komponen yang kritis dalam identitas seseorang, yaitu laki-laki dan perempuan.

  6. Intelegensi Menurut pendapat Wechsler (Winkel, 1987:85), Intelegensi adalah kemampuan untuk bertindak dengan mencapai suatu tujuan, untuk berpikir secara rasional dan untuk berhubungan dengan lingkungan secara efektif.

  b. Secara ekstrinsik Minat secara ekstrinsik merupakan minat yang timbul akibat pengaruh dari luar individu. Minat ekstrinsik timbul antara lain karena latar belakang ekonomi, minat orang tua dan teman sebaya.

  1. Latar belakang ekonomi Apabila status ekonomi baik, orang cenderung memperluas minat mereka untuk mencakup hal-hal yang semula belum mampu mereka laksanakan. Sebaliknya, kalau status ekonomi buruk atau kurang baik karena tanggungjawab keluarga atau usaha yang kurang maju, maka orang cenderung untuk mempersempit minat mereka.

  2. Minat orang tua Sikap orang tua mempengaruhi sikap anak terhadap pekerjaan dalam dua hal. Pertama, orang tua mendesak anak untuk tertarik pada pekerjaan yang mereka anggap bagus dan bergengsi, tanpa mempedulikan minat dan sikap anak, dan kedua, mereka menganjurkan anaknya untuk menghindari pekerjaan tertentu karena dianggap tidak menguntungkan (Elizabeth B. Hurlock, 1978:144).

  3. Minat teman sebaya Teman-teman sebaya mempengaruhi pola kepribadian remaja dalam dua cara. Pertama, konsep diri remaja merupakan cerminan dari anggapan tentang konsep teman-teman mengenai dirinya. Kedua, ia berada dalam tekanan untuk mengembangkan ciri-ciri kepribadian yang diakui oleh kelompok. Teman sebaya memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan pola kepribadian remaja, karena remaja lebih sering berada di luar rumah bersama dengan teman-teman sebaya pada sikap, pembicaraan, minat, penampilan dan perilaku lebih besar daripada keluarga (Elizabeth B. Hurlock, 1997:235).

  Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa minat adalah rasa ketertarikan dan keinginan yang mendalam, dan menimbulkan suatu gairah pada individu untuk mengerjakan dan berkecimpung dalam sesuatu bidang tertentu. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi minat adalah faktor intrinsik (bersumber dari diri) dan faktor ekstrinsik (bersumber dari lingkungan sosial).

2. Guru

  Guru adalah salah satu bagian dalam kegiatan belajar mengajar dan memiliki posisi yang sangat menentukan keberhasilan pembelajaran, sebab fungsi utama guru adalah merancang, mengelola, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Guru merupakan profesi yang jabatannya atau pekerjaan yang memerlukan keahlihan khusus sebagai guru. (Uzer Usman, 1990:4).

  Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen guru, guru adalah pendidik profesional melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Sedangkan profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.

  Menurut Susanto (2002:28), profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang dipersiapkan khusus untuk melakukan pekerjaan tersebut dan guru profesional adalah orang yang memiliki kemampun khusus dalam bidang keguruan sehingga guru mampu melakukan tugas dan fungsinya dengan kemampun yang maksimal.

  1. Hak dan Kewajiban Guru Dalam undang undang sistem pendidikan nasional guru sebagai pendidik mempunyai hak untuk memperoleh: a. penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial yang pantas dan memadai; b. penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja;

  c. pembinaan karier sesuai dengan tuntutan pengembangan kualitas;

  d. perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas dan hak atas hasil kekayaan intelektual; e. kesempatan untuk menggunakan sarana, prasarana, dan fasilitas pendidikan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas.

  Dalam undang undang sistem pendidikan nasional guru sebagai pendidik mempunyai kewajiban untuk:

  a. menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis dan dialogis; b. mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan; c. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

  2. Peranan guru Menurut Peter F. Oliver dalam Piet A Sahertian (1990:36), guru mempunyai peranan sebagai berikut.

  a. Guru sebagai penceramah. Tugas guru sebagai penyampai informasi disebut juga sebagai penceramah pada zaman itu b. Guru sebagai orang sumber (resourse person). Guru dianggap sebagai manusia sumber. Melalui guru dan dari guru pengetahuan disampaikan kepada anak didik.

  c. Guru sebagai fasilitator. Guru menyediakan berbagai lingkungan untuk belajar, memperlengkapi berbagai sumber yang membantu siswa untuk dapat belajar.

  d. Guru sebagai konselor. Guru membantu siswa memberi nasehat, memberanikan siswa, mendengarkan keluhan dan menciptakan suasana belajar siswa, menyuruh memecahkan persoalan dirinya sendiri.

  e. Guru sebagai pemimpin kelompok. Dalam belajar guru berperan sebagai master ceremony, pemimpin dalam kelompok, yang menstimulir gejala-gejala untuk belajar bersama dalam kelompok belajar, memandang gejala-gejala sehingga semua berpartisipasi bersama.

  f. Guru sebagai tutor. Guru menolong seorang demi seorang dengan bermacam cara.

  g. Guru sebagai manajer yang menyajikan pelayanan media belajar yang disediakan.

  h. Guru sebagai pembina laboratorium. Guru meletakkan berbagai pendekatan dalam menyajikan pelayanan. Maksudnya eksperimen dalam proses mengajar menyusun berbagai kegiatan penelitian oleh siswa melalui observasi dan mencatat hasil observasi dengan demikian anak ikut aktif memecahkan.

  3. Kode etik guru Kode etik merupakan tatanan yang menjadi pedoman dalam menjalankan tugas dan aktivitas suatu profesi. Dalam menjalankan profesinya guru di Indonesia berpedoman pada kode etik guru (Samana, 1994:117),yang berisi sebagai berikut

  a. Guru berbakti membimbing peserrta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila.

  b. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran professional.

  c. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan. d. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar.

  e. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan

  f. Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya.

  g. Guru memelihara hubungan profesi, semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial.

  h. Guru secara bersama–sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. i. Guru melaksanakan segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan.

  4. Prinsip guru Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No.14 tahun 2005 tentang guru dan dosen profesi guru dan profesi dosen merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip sebagai berikut: a. memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme;

  b. memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia; c. memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas; d. memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas;

  e. memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan;

  f. memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja; g. memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat; h. memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan; i. memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.

  Pemberdayaan profesi guru atau pemberdayaan profesi dosen diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, kemajemukan bangsa, dan kode etik profesi.

3. Program Studi

  Program Studi adalah bagian dari suatu fakultas atau sekolah tinggi yang bertanggung jawab untuk mengelola dan mengembangkan suatu bidang studi

  Program studi adalah kesatuan rencana belajar sebagai pedoman yang diselenggarakan atas dasar suatu kurikulum serta ditujukan untuk mengembangkan pengiiasaan pengetahuan, keterampilan. dan sikap subjek yang mempelajarinya. (FKIP USD, 2001:35).

  Sedangkan menurut Peraturan Akademik Universitas Sanata Dharma pasal I ayat c, program studi adalah unsur pelaksana pendidikan akademik dan atau professional pada jurusan yang diselenggarakan atas dasar suatu kurikulum yang disusun dengan berpedoman pada Peraturan Pemerintah, Visi dan Misi Universitas, Pola ilmiah Pokok Universitas dan kekhususan lain (USD, 2002:1).  

  Dan ketiga pendapat program studi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa program studi adalah kesatuan rencana belajar dan unsur pelaksana pendidikan akademik dan atau pendidikan profesional pada jurusan yang diselenggarakan atas dasar suatu kurikulum yang disusun dengan pedoman pada Peraturan Pemerintah, Visi dan Misi Universitas, Pola ilmiah Pokok Universitas dan kekhususan lain.

4. Prestasi Belajar

  Menurut Winkel (1986:35), belajar merupakan suatu proses psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif subjek dengan lingkunganya, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai dan sikap yang bersifat tetap. Prestasi merupakan suatu yang dilakukan dan menghasilkan perubahan yang khas, yaitu perubahan dalam sikap dan tingkah laku yang tercapai dan dapat dilihat secara nyata serta dapat diukur dengan menggunakan alat ukur yaitu tes (Winkel,1986:48).

  Adapun faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perolehan prestasi belajar antara lain sebagai berikut: Adapun faktor yang berasal dari dalam diri siswa (internal) adalah:

  a. Kecerdasan Kecerdasan merupakan salah satu aspek penting dan sangat menentukan berhasil tidaknya studi seseorang. Kalau seorang murid mempunyai tingkat kecerdasan normal atau diatas normal maka secara potensial ia dapat mencapai prestasi yang tinggi, begitu juga sebaliknya.

b. Bakat

  Bakat adalah potensi atau kemampuan. Jika memiliki bakat dan dikembangkan melalui belajar akan menjadi kecakapan yang nyata.

  Seorang murid yang mempunyai bakat dalam suatu mata pelajaran tertentu, maka besar kemungkinan ia dapat mencapai prestasi belajar yang tinggi dalam mata pelajaran yang berkaitan.

  c. Minat dan perhatian Minat dan perhatian dalam belajar mempunyai hubungan yang erat sekali. Seseorang yang menaruh minat pada mata pelajaran tertentu, biasanya dapat mambangkitkan minat pada obyek tertentu. d. Motivasi Motivasi merupakan dorongan yang mendasari dan mempengaruhi setiap usaha dan kegiatan seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

  e. Kondisi fisik Keadaan tubuh yang sehat merupakan kondisi yang memungkinkan seseorang untuk dapat belajar secara aktif.

  f. Cara belajar Keberhasilan studi murid dipengaruhi oleh cara belajarnya. Cara belajar yang efisien memungkinkan untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi.

  Adapun faktor yang berasal dari luar diri siswa (eksternal) adalah:

  a. Lingkungan Lingkungan alam: keadaan alam yang tenang dengan udara yang sejuk dapat mempengaruhi kesegaran jiwa siswa, sehingga memungkinkan hasil belajarnya akan lebih tinggi. Lingkungan keluarga : keadaan ekonomi keluarga yang serba kurang atau miskin dapat menjadikan anak mengalami kesukaran tertentu dalam belajarnya. Lingkungan masyarakat: meliputi teman-teman sepergaulan yang membawa anak mengikuti hal yang tidak bermanfaat.

  b. Sekolah diajarkannya dan memiliki tingkah laku yang tepat dalam mengajar.

  c. Fasilitas belajar Lengkap tidaknya fasilitas belajar dapat menimbulkan prestasi belajar siswa. Untuk peralatan belajar yang lengkap akan membuat siswa lebih mudah untuk belajar.

  Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah hasil dari proses psikis yang berlangsung dalam intaraksi subyek dengan lingkunganya yang menghasilkan perubahan berupa pengetahuan, nilai, sikap, dan ketrampilan dimana hasil perubahan tarsebut dapat dilihat dan diukur.

5. Pendidikan Orang Tua

  Pendidikan merupakan sarana yang tepat untuk mengembangkan sumber daya manusia. Antara mendidik dan pendidikan keduanya saling berkaitan dimana mendidik merupakan suatu kegiatan atau tindakan yang melibatkan pendidik dengan pihak lain yang dididik atau adanya komunikasi antara dua orang atau lebih. Menurut Driyarkarya (1980:78) pendidikan atau perbuatan mendidik manusia muda. Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui pendidikan seseorang akan mempreroleh pengalaman, mampu mengembangkan kepribadian dan lebih terbuka dalam menerima hal-hal baru. Selain itu dengan pendidikan yang cukup seseorang akan lebih mudah memperoleh pekerjaan yang sesuai

  1. Tingkat pendidikan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1996), pendidikan adalah suatu proses perubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan peralatan. Pendidikan adalah bantuan yang diberikan oleh orang dewasa kepada orang yang belum dewasa agar mencapai kedewasaan. Tingkat pendidikan ini dapat diklasifikasikan menjadi: tidak tamat SD, SD/ sederajat, SMP/ sederajat, SMA/ sederajat, D1, D2, D3, D4, S1, S2, dan S3.

B. Kerangka Berpikir

  a. Minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari pilihan program studi.

  Minat mahasiswa merupakan suatu dorongan psikis yang ditunjukkan oleh adanya kesadaran yang mendorong untuk melakukan perubahan tingkah laku seseorang terhadap situasi baik disadari maupun tidak disadari dalam proses pembelajaran. Sedangkan pilihan program studi merupakan suatu cita-cita dalam menentukkan pilihan untuk melanjutkan di perguruan tinggi yang didasarkan atas kemampuan dan daya pikirnya. Ada dugaan bahwa mahasiswa ketika diterima masuk pada program studi dengan prioritas yang berbeda maka minat untuk menjadi guru juga akan berbeda. b. Minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari prestasi belajar mahasiswa Minat merupakan faktor psikologis yang dapat menentukan pilihan seseorang. Prestasi belajar yang adalah hasil prestasi belajar mahasiswa yang dicapai pada semester tertentu, yang dilihat pada indek prestasi semester maupun indeks prestasi komulatif. Cukup jarang mahasiswa berprestasi baik setelah lulus kuliah kemudian menjadi guru. Mahasiswa yang berprestasi baik menganggap bahwa profesi guru tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk memperoleh harta kekayaan yang banyak. Hal ini dipengaruhi dengan anggapan di sebagian masyarakat bahwa profesi sebagai guru tidak cukup menjanjikan dari sisi ekonomi. Sedangkan mahasiswa yang kemampuan akademiknya kurang atau berprestasi rendah lebih memilih berprofesi menjadi guru karena peluang kerjanya lebih banyak, dan jika mau mencari pekerjaan lain membutuhkan berbagai macam keahlian. Ada dugaan bahwa mahasiswa yang berprestasi dengan tingkat yang berbeda maka minat menjadi guru juga akan berbeda

  c. Minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari latar belakang pendidikan orang tua Minat merupakan faktor psikologis yang dapat menentukan pilihan seseorang. Minat dipengaruhi oleh latar belakang lingkungan, tingkat ekonomi, status sosial, dan pengalaman. Berdasarkan pengertian tersebut, dapat dikatakan bahwa hampir seluruh unsur lingkungan yang ada di sekitar anak akan menjadi faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa untuk menjadi guru. Seseorang akan memperoleh pengalaman, mampu mengembangkan kepribadian dan lebih terbuka dalam menerima hal-hal baru melalui pendidikan. Pendidikan adalah bantuan yang diberikan oleh orang dewasa kepada orang yang belum dewasa agar mencapai kedewasaan. Latar belakang pendidikan orang tua akan menjadikan perbedaan pula bagi anaknya untuk memilih suatu pekerjaan yang sangat menjanjikan pada saat seperti sekarang ini. Mahasiswa yang mempunyai orang tua berlatar belakang pendidikan tinggi pasti akan memilih pekerjaan yang menuntut tingkat pendidikan yang tinggi sehingga mereka akan memilih pekerjaan seperti dokter, polisi, insiyur, tentara yang mampu untuk menghidupi keluarganya. Sebaliknya mahasiswa yang mempunyai orang tua berlatar belakang pendidikan rendah mereka akan memilih pekerjaan sesuai dengan pendidikannya saja tidak menuntut jabatan yang tinggi. Ada dugaan bahwa mahasiswa dengan latar belakang pendidikan orang tua yang berbeda maka minat menjadi guru juga akan berbeda.

C. Hipotesis

  1. Ada perbedaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari pilihan program studi.

  2. Ada perbedaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari prestasi belajar mahasiswa.

  3. Ada perbedaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian komparatif. Penelitian komparatif

  merupakan suatu penelitian yang bertujuan untuk membandingkan dan menganalisis perbedaan-perbedaan dalam variabel (Sugiyono, 2004 : 11). Jadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari pilihan program studi, prestasi belajar dan latar belakang pendidikan orang tua.

  B. Tempat dan Waktu Penelitian

  1. Tempat Penelitian telah dilaksanakan di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

  2. Waktu Penelitian Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2008

  C. Subyek dan Obyek Penelitian

  1. Subyek penelitian Subyek penelitian adalah orang-orang yang terlibat dalam penelitian, dalam hal ini mereka yang bertindak sebagai pemberi informasi yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan. Subyek penelitian ini

  Sanata Dharma Yogyakarta, semua program studi angkatan 2005 kecuali PGSD, karena PGSD angkatan 2005 masih berjenjang Diploma. Program studi tersebut antara lain : Program studi Bimbingan dan Konseling (BK), Ilmu Pengetahuan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik (IPPAK), Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah (PBSID), Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi (P.AK), Pendidikan Ekonomi (PE), Pendidikan Sejarah (P.Sej), Pendidikan Fisika (P.Fis) dan Pendidikan Matematika (P.Mat).

  2. Obyek penelitian Obyek penelitian ini adalah minat mahasiswa untuk menjadi guru, ditinjau dari pilihan program studi, prestasi belajar mahasiswa, dan latar belakang pendidikan orang tua.

D. Populasi dan Sampel

  1. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. (Sugiyono, 1999:72). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma T.A. 2005/2006. Jumlah

  N n

  25

  1 Ne

  2. Sampel Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 1999:73). Sampel penelitian ini dihitung dengan rumus Slovin (Umar, 2003:102): Keterangan: n = ukuran sampel N = ukuran populasi e = kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang dapat ditolelir. Jadi jumlah sampel yang akan diambil (n), dengan nilai kritis/batas 2

  40 Jumlah 499

  9 Bimbingan dan Konseling (BK)

  22

  8 Pendidikan Sejarah (P.Sej)

  62

  7 Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah (PBSID)

  6 Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) 144

  5 Pendidikan Ekonomi (PE)

Tabel 3.1 Populasi Mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma Angkatan 2005

  59

  4 Pendidikan Matematika (P.Mat)

  27

  3 Pendidikan Fisika (P.Fis)

  75

  2 Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi (P.AK)

  45

  1 Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik (IPPAK)

  No Nama Program Studi Jumlah Mahasiswa

  • =

  499 2

  • 1 499 ( .

  05 ) n

  = = 222,02 atau sekitar 222 orang yang akan menjadi sampel.

  3. Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive

  sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu

  (Sugiyono, 1999:78). Di sini sampel yang diambil hanya mahasiswa FKIP T.A 2005 yang sudah menempuh mata kuliah Program Pengalaman Lapangan I dan atau II. Maksudnya mahasiswa yang diberi kesempatan untuk mengisi kuesioner hanya mahasiswa FKIP T.A 2005 yang sudah menempuh mata kuliah Program Pengalaman Lapangan I dan atau II.

  Untuk menentukan jumlah mahasiswa (strata) masing-masing prodi dilakukan dengan cara Stratified Random Sampling, yaitu mengidentifikasikan sub kelompok (strata) secara spesifik yang akan memiliki jumlah yang cukup mewakili dalam sampel, serta menyediakan jumlah sampel sebagai sub-analisis dari sub anggota kelompok tersebut (Consuelo, 1993:166). Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kemungkinan memperoleh sampel-sampel dari strata yang berbeda dari masing-masing prodi. Menurut Budiono (2001, 369:370), rumus untuk menentukan besarnya sampel perstrata sebagai berikut.

  Ni

  ni = n

  N

  Keterangan : n = ukuran sampel Ni = jumlah populasi ni N = jumlah populasi Berdasarkan rumus di atas, maka distribusi sampel perstrata adalah sebagai berikut:

Tabel 3.2 Populasi dan Sampel Mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Angkatan 2005

  62 = =

  6 Pendidikan Bahasa Inggris (PBI)

  144

  64 06 , 64 222

  499 144

  = =

  7 Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah (PBSID)

  62

  28 58 , 27 222

  499

  8 Pendidikan Sejarah (P.Sej)

  499

  22

  10 79 , 9 222

  499

  22 = =

  9 Bimbingan dan Konseling (BK)

  40

  18 79 , 17 222

  499

  40 = =

  1. Variabel penelitian

  25 = =

  11 12 , 11 222

  No Program Studi Jumlah Jumlah Sampel ni = n

  75 = =

  N Ni

  1 Ilmu Pengetahuan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik (IPPAK)

  45

  20 02 , 20 222

  499

  45 = =

  2 Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi (P.AK)

  75

  33 37 , 33 222

  499

  3 Pendidikan Fisika (P.Fis)

  25

  27

  12 01 , 12 222

  499

  27 = =

  4 Pendidikan Matematika (P.Mat)

  59

  26 25 , 26 222

  499

  59 = =

  5 Pendidikan Ekonomi (PE)

E. Operasional Variabel Penelitian

  a) Pilihan Program Studi

  b) Prestasi Belajar Mahasiswa c) Latar Balakang Pendidikan Orang Tua.

  Sedangkan variabel terikat (dependen variabel), yaitu variabel yang diramalkan akan timbul dalam hubungan yang fungsional yaitu variabel dependent dalam penelitian ini adalah minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru.

  2. Variabel pengukuran

  a. Minat menjadi guru Minat merupakan kecenderungan yang agak menetap pada seseorang untuk merasa tertarik pada suatu bidang tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan bidang itu. Untuk mengukur minat mahasiswa untuk menjadi guru, cara yang digunakan adalah menggolongkan minat mahasiswa untuk menjadi guru menjadi dua, yaitu secara intrinsik dan secara ekstrinsik.

Tabel 3.3 Variabel Minat Mahasiswa FKIP Untuk Menjadi Guru

  Variabel Sub Sub-sub Indikator Pertanyaan Variabel Variabel positif negatif

  a. Sikap Memiliki sikap tertarik terhadap - Minat Secara

  1 Intrinsik profesi guru. Keinginan untuk menjadi guru

  • 2

  b. Bakat - Memiliki kemampuan dan 3,4,9,25

keterampilan mengajar

Persepsi Mahasiswa memiliki pandangan

c. 5,6,17, -

  negatif terhadap profesi guru 20,21,24

  • Masa depan guru terjamin

  22

  

d. - Prestasi Keinginan berbagi ilmu kepada

  8 Belajar orang lain

  

e. - Jenis Profesi guru layak diduduki

29 26,28 kelamin oleh kaum perempuan maupun

kaum laki-laki.

Intelege- Mampu mengembangkan

  f. - nsi pengetahuan yang dimilikinya

  7

  30

tentang keguruan.

Gaji yang diperoleh guru dapat Secara a. Latar

  16 27 - Ekstrinsik belakang memenuhi kebutuhannya dan ekonomi. keluarga.

  Mahasiswa memperoleh

  b. Minat -

  12 orang dukungan dari orangtua atau keluarganya untuk menjadi tua. guru. Mahasiswa memperoleh 10,13 - c. Minat dukungan dari teman-temannya teman sebaya. untuk menjadi guru.

  • Mahasiswa memperoleh

  11 dukungan dari teman-temen di sekitar tempat tinggal untuk

menjadi guru.

Tabel 3.4 Skoring Berdasarkan Skala Likert

  Kriteria Jawaban Skor Pernyataan Pernyataan

  Positif Negatif Sangat Setuju ( SS )

  5

  1 Setuju ( S )

  4

  2 Ragu-Ragu (R)

  3

  3 Tidak Setuju ( TS )

  2

  4 Sangat Tidak Setuju ( STS )

  1

  5 b. Pilihan program studi Pilihan program studi merupakan prioritas pilihan mahasiswa terhadap program studi tempat belajar saat ini. Pengukuran pilihan mahasiswa terhadap program studi adalah sebagai berikut:

Tabel 3.5 Operasionalisasi Variabel Pilihan Program Studi

  No Prioritas Pilihan Program Studi Skor

  1. Pilihan 1

  3

  2. Pilihan 2

  2

  3. Pilihan 3

  1

  c. Variabel Prestasi Belajar Mahasiswa Prestasi belajar mahasiswa adalah hasil yang diperoleh oleh mahasiswa selama mengikuti perkuliahan yang dapat dilihat dari indek prestasi (IP). Indek prestasi terdiri dari indek prestasi semester (IPS), yang dihitung pada tiap semester dan indek prestasi komulatif (IPK) yang dihitung kumulatif dari semester pertama sampai dengan semester terakhir. Dalam penelitian ini, yang menjadi alat ukur untuk melihat prestasi belajar mahasiswa adalah menggunakan indek prestasi kumulatif. Pemberian skor dalam variabel ini adalah sebagai berikut:

  Tabel 3.6

Operasionalisasi Variabel Prestasi Belajar Mahasiswa

  No Prestasi Skor 1.

  IPK 0,00 s/d 1,99

  1 2.

  IPK 2,00 s/d 2,75

  2 3.

  IPK 2,76 s/d 3,50

  3 4.

  IPK 3,51 s/d 4,00

  4 d. Variabel Latar Belakang Pendidikan Orang Tua Tingkat pendidikan tertinggi yang berhasil dicapai oleh orang tua mahasiswa. Dalam hal ini pendidikan dikeluarga dan untuk mendapatkan skor tingkat pendidikan ayah dan ibu dijumlahkan dan diberi skor sebagai berikut:

Tabel 3.7 Operasionalisasi Variabel Tingkat Pendidikan Orang Tua

  No Tigkat Pendidikan Skor

  1. Lulusan SD

  1

  2. Lulusan SLTP

  2

  3. Lulusan SMA / SMK

  3

  4. Lulusan PT / Akademik (D1, D2, D3, D4,

  4 S1, S2, S3)

F. Teknik Pengumpulan Data

  1. Kuesioner Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyatan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 1999:135). Kuesioner ini digunakan untuk mengumpulkan data minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari pilihan program studi, prestasi belajar dan latar belakang pendidikan orang tua.

  2. Dokumentasi Dokumentasi adalah suatu teknik yang dimungkinkan oleh peneliti untuk memperoleh informasi dari bermacam-macam sumber tertulis atau dokumen yang ada pada responden atau tempat dimana responden untuk mengumpulkan data sekunder yaitu tentang jumlah mahasiswa FKIP T.A 2005/2006 di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  3. Wawancara atau teknik interview Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh keterangan-keterangan yang diperlukan.

  Wawancara dilakukan dengan jalan memberi pertanyaan secara langsung kepada mahasiswa FKIP T.A 2005/2006 di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

G. Uji Kuesioner

  a. Pengujian Validitas Validitas dimaksudkan untuk menyatakan sejauh mana data yang ditampung pada suatu kuesioner akan mengukur apa yang ingin diukur (Umar, 2003:72). Pengujian validitas dilakukan dengan mengkorelasikan antara skor jawaban masing-masing item pertanyaan pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan rumus teknik korelasi product moment (Umar, 2003:78) yaitu sebagai berikut:

  − n

  XY

  X Y ( ) ( ) 2 ∑ ∑ ∑ 2 2 2 n XX n YY

  ( ) ( ) ∑ ∑ ∑ ∑

  r = Keterangan : r = koefisien korelasi antara variabel X dengan variabel Y Y = skor total item X = skor item n = jumlah responden

Tabel 3.8 Rangkuman Uji Validitas Untuk Minat Mahasiswa FKIP Untuk Menjadi Guru Butir No. Nilai r tabel Nilai r hitung Status

  1 0,239 0,454 Valid 2 0,239 0,872 Valid 3 0,239 0,467 Valid 4 0,239 0,519 Valid 5 0,239 0,717 Valid 6 0,239 0,507 Valid 7 0,239 0,418 Valid 8 0,239 0,753 Valid 9 0,239 0,645 Valid 10 0,239 0,607 Valid

  11 0,239 0,640 Valid 12 0,239 0,456 Valid 13 0,239 0,766 Valid 14 0,239 0,731 Valid 15 0,239 0,727 Valid 16 0,239 0,467 Valid 17 0,239 0,629 Valid 18 0,239 0,807 Valid 19 0,239 0,736 Valid 20 0,239 0,648 Valid 21 0,239 0,533 Valid 22 0,239 0,659 Valid 23 0,239 0,613 Valid 24 0,239 0,541 Valid 25 0,239 0,377 Valid 26 0,239 0,731 Valid 27 0,239 0,774 Valid 28 0,239 0,598 Valid 29 0,239 0,674 Valid 30 0,239 0,693 Valid

  Sumber : Data sebelum penelitian Dari tabel di atas terlihat bahwa seluruh item pertanyaan pada puluh butir pertanyaan adalah valid. Pengambilan kesimpulan ini dilakukan dengan membandingkan nilai r dengan nilai r . Dengan

  hitung tabel

  jumlah data (n) sebanyak 30 responden dan derajat keyakinan ( α) = 5% atau 0,05, maka diperoleh nilai r sebesar 0,239. Dari hasil perhitungan

  tabel

  diperoleh bahwa keseluruhan nilai r semuanya menunjukkan angka

  

hitung

  yang lebih besar dari dari pada r (r > 0,239). Dengan demikian

  

tabel hitung

  dapat disimpulkan bahwa semua butir pertanyaan variabel minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru adalah valid.

  a.

  Pengujian Reliabilitas Kuesioner Reliabilitas adalah istilah yang dipakai untuk menunjukan sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten apabila alat ukur digunakan berulangkali (Umar, 2003:72). Pengujian reliabilitas didasarkan pada perhitungan koefisien alpha (

  α) dari Cronbach (Umar, 2003:90) yaitu

  sebagai berikut: 2 ⎛ ⎞

  σ

  k b

  ⎛ ⎞

  ∑

  ⎜ ⎟ 1 − ⎜ ⎟ 2

  ⎜ ⎟

  k

  1 σ 11 ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ t

  r =

  Keterangan: 11 = reliabilitas instrumen

  r k = banyak butir pertanyaan 2

  σ t 2 = varian total σ b

  = jumlah varian butir Nilai varian butir dapat dicari berdasarkan rumus sebagai berikut

  (Umar, 2003:91): 2 2 ( )

  X

  X2 n n

  σ = Keterangan :

  n = jumlah responden X = nilai skor yang dipilih ( total nilai dari nomor-nomor butir

  pertanyaan) Jika nilai alpha lebih dari 0,60 maka instrument penelitian dinyatakan reliabel sebaliknya jika nilai alpha kurang dari 0,60 maka instrument penelitian dinyatakan tidak reliabel Nunnaly (Gozhali 2001: 44).

  Hasil Pengujian Reliabilitas Instrumen Penelitian

  Uji reliabilitas instrumen dilakukan dengan menggunakan rumus

  Cronbach-Alpha dan dikerjakan dengan program SPSS for Windows versi 12. Hasil pengujian reliabilitas diperoleh hasil sebagai berikut.

Tabel 3.9 Rangkuman Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian Variabel Nilai r tabel Nilai r hitung Status

  Minat Mahasiswa FKIP untuk menjadi

  0,6 0,952 Reliabel Guru

  Dari tiga puluh pertanyaan pada variabel minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ini diperoleh nilai r sebesar 0,952. Pengambilan

  hitung kesimpulan dilakukan dengan membandingkan nilai r dengan r . hitung tabel

  Dengan jumlah data (n) sebanyak 30 responden dan derajat keyakinan sebesar 0,6 sehingga dapat dikatakan penelitian ini reliabel (Nunnaly dalam Imam Gozhali 2001: 42). Dari hasil perhitungan diperoleh nilai r lebih

  hitung

  besar dari pada r (0,952> 0,6). Ini berarti bahwa butir-butir pertanyaan

  tabel

  pada variabel minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru dapat dikatakan andal.

H. Teknik Analisis Data

  Sebelum melakukan analisis data, terlebih dahulu melakukan uji prasyarat.

  Pengujian prasyarat analisis mencakup uji normalitas dan uji homogenitas.

  1. Pengujian Normalitas dan Uji Homogenitas

  a. Uji Normalitas Uji normalitas dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui apakah data yang terjaring berdistribusi normal, sehingga analisis untuk menguji hipotesis dapat dilakukan. Dalam uji normalitas ini digunakan rumus uji satu sampel dari Kolmogorov-Smirnov One

  Sample Tes , yaitu tingkat kesesuaian antara distribusi harga satu

  sampel (skor observasi) dan distribusi teoritisnya. Uji ini menetapkan suatu titik dimana teoritis dan yang terobservasi mempunyai perbedaan terbesar. Artinya distribusi sampling yang diamati benar-benar merupakan observasi suatu sampel random dari distribusi teoritis (Ghozali, 2002:35-36). Tes Kolmogorov-Smirnov memusatkan perhatian pada penyimpangan maksimum. Adapun rumus uji Kolmogorov-Smirnov untuk normalitas sebagai berikut (Ghozali, 2002:36):

  D maksimum F

  X S

  X

  = ( ) − ( ) o n Keterangan:

  D = Deviasi maksimum F = Fungsi distribusi frekuensi kumulatif yang ditentukan

  o

  S ( X ) = Distribusi frekuensi kumulatif yang diobservasi

  n

  Kriteria penerimaan: Jika nilai Kolmogorov- Smirnov lebih besar dari nilai probabilitas

  • ( diterima.

  ρ = 0,05) maka H

  • Jika nilai Kolmogorov- Smirnov lebih kecil dari nilai probabilitas ( ditolak.

  ρ = 0,05) maka H

  b. Uji Homogenitas Sebelum peneliti menggeneralisasikan hasil penelitian, maka harus terlebih dahulu dipastikan bahwa kelompok-kelompok yang membentuk sampel berasal dari populasi yang sama. Kesamaan asal sampel ini antara lain dibuktikan dengan adanya kesamaan variansi kelompok-kelompok yang membentuk sampel tersebut. Jika ternyata tidak terdapat perbedaan variansi diantara kelompok sampel berarti kelompok-kelompok tersebut homogen, maka dapat dikatakan bahwa kelompok-kelompok sampel tersebut berasal dari populasi yang sama.

  Untuk pengujian komparatif tiga sampel dengan menggunakan Analisis Varian Satu Jalan (Sugiyono, 1991:198-200). Dalam rangka pengujian dengan ANOVA, maka dicari varians data dengan rumus sebagai berikut berikut: n __ ∑ i = 1 X i X = n n __ 2 ⎛ ⎞

  X X

  − ⎜ i

  ∑ i = 1

  ⎝ ⎠

  S = n

  1 Selanjutnya penggujian homogenitas varians diuji dengan uji F

  Varians ... Terbesar F = Varians ... Terkecil

  Harga F hitung tersebut selanjutnya dibandingkan dengan harga F tabel, dengan dk pembilang 1 dan dk penyebut

  1. Apabila F < F

  • a hitung tabel

  

η ηc-

  , maka dapat disimpulkan bahwa varians data

  (0,05);(dk pembilang n-1;dk penyebut n-1)

  yang akan dianalisis homogen, dan apabila F

  hitung tabel (0,05);(dk pembilang n-

  ≥ F , menunjukkan varians data yang akan dianalisis tidak

  1;dk penyebut n-1) homogen sehingga perhitungan ANOVA tidak dapat dilanjutkan.

  2. Pengujian Hipotesis Untuk menguji hipotesis pertama dilakukan langkah-langkah:

  a. Perumusan hipotesis Ho: Tidak ada perbedaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari pilihan program studi H : Ada perbedaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru

  1

  ditinjau dari pilihan program studi b. Menyusun dan menjumlahkan skor dari setiap jawaban responden.

  • T
  • T

  ƒ Jika F hitung  F  tabel    maka Ha ditolak 

  2

  Pengambilan keputusan Pengambilan keputusan didasarkan pada perbandingan F

  hitung

  dengan F

  tabel

  adalah :

  ƒ Jika F

  = T

  hitung

  > F

  tabel

  maka Ha diterima Pengambilan keputusan berdasarkan pada nilai probabilitas yaitu:

  ƒ Jika nilai probabilitas (Sig.) > taraf nyata (0,05), maka Ha ditolak.

  ƒ jika nilai probabilitas (Sig.) < taraf nyata (0,05), maka Ha

  1

  j

  c. Menentukan nilai kritis dengan taraf signifikansi (level significance) =

  − −

  0.05

  d. Menyusun skor dan mean untuk masing-masing variabel dari setiap responden.

  e. Menghitung statistik Uji F (ANOVA) (Djarwanto Sp, 1996:160) dengan rumus:

  N k nj T

  X k N T T F n i k j k j j ij k j j j

  − −

  =

  T

  ∑∑ ∑ ∑ = = = = 1 1 1 2 2 1 2 2

  1 Keterangan:

  X

  ij = Nilai individu ke i dari sampel j.

  k = Banyaknya sampel (sampel 1, sampel 2,….,sampel k). n

  j = Banyaknya individu (ukuran) sampel j.

3 N = Banyaknya semua sampel f.

  Catatan: Pengujian hipotesis 2 dan 3 dilakukan dengan cara yang sama dengan pengujian hipotesis 1

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2008. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa FKIP tahun angkatan

  2005 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Jumlah kuesioner yang disebar sebanyak 222 kuesioner. Jumlah kuesioner yang kembali sebanyak 222 kuesioner atau dapat dikatakan responrate 100%. Berdasarkan jawaban 222 responden yang semua butir pertanyaan / pernyataan diisi secara lengkap, selanjutnya disusun data seperti tampak pada tabel 4.1 berikut ini :

Tabel 4.1 Sebaran Responden Penelitian Program Studi Jumlah Kuesioner Tersebar Kembali Tertinggal Responden

  Ilmu Pendidikan 20 20 0

  20 Kekhususan Pendidikan Agama Katolik (IPPAK) Pendidikan Ekonomi 33 33 0

  33 Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi (P.AK) Pendidikan Fisika (.PFis) 12 12 0

  12 Pendidikan Matematika 26 26 0

  26 (P.Mat) Pendidikan Ekonomi (PE) 11 11 0

  11 Pendidikan Bahasa Inggris 64 64 0

  64 (PBI) Pendidikan Bahasa Sastra 28 28 0

  28 Indonesia dan Daerah (PBSID) Pendidikan Sejarah (P.Sej) 10 10 0

  10 Bimbingan dan Konseling 18 18 0

  18 (BK) Berikut ini disajikan deskripsi data untuk setiap variabel penelitian ini.

  1. Deskripsi Responden Penelitian

  Pendidikan Matematika (P.Mat) 17 7 2 26

  29 13,06%

Jumlah 222 100%

  

Jumlah 130 63 29 222

Tabel 4.3 Pilihan Program Studi Jumlah Persentase

Pilihan 1 130 58,56%

Pilihan 2 63 28,38% Pilihan 3

  (BK) 7 8 3 18

  Pendidikan Sejarah (PSej) 5 2 3 10 Bimbingan dan Konseling

  Indonesia dan Daerah (PBSID) 14 6 8 28

  (PBI) 50 14 0 64 Pendidikan Bahasa Sastra

  Pendidikan Ekonomi (PE) 6 3 2 11 Pendidikan Bahasa Inggris

  Akuntansi (P.AK) 15 11 7 33 Pendidikan Fisika (P.Fis) 6 6 0 12

  a. Pilihan Program Studi

  Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan

  Kekhususan Pendidikan Agama Katolik (IPPAK) 10 6 4 20

  3 Jumlah Ilmu Pendidikan

  2 Pil.

  1 Pil.

  Program Studi Pilihan Program Studi Pil.

Tabel 4.2 Deskripsi Responden Menurut Program Studi

  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden penelitian ini diterima pada prioritas pilihan 1. b. Prestasi Belajar

Tabel 4.4 Deskripsi Responden Menurut Prestasi Belajar

  Prestasi Belajar Prestasi Belajar Mahasiswa (IPK) Mahasiswa 0,00 2,00 2,76 3,56 Jumlah s/d s/d s/d s/d

  1,99 2,75 3,50 4,00 Ilmu Pendidikan 0 14 6 0 20

  Kekhususan Pendidikan Agama Katolik (IPPAK)

  Pendidikan Ekonomi 0 24 7 2 33 Bidang Keahlian Khusus

  Pendidikan Akuntansi (P.AK)

  Pendidikan Fisika (P.Fis) 0 11 1 0 12 Pendidikan Matematika 0 19 6 1 26

  (P.Mat) Pendidikan Ekonomi 0 5 2 4 11

  (PE) Pendidikan Bahasa 0 37 18 9 64

  Inggris (PBI) Pendidikan Bahasa Sastra 0 16 5 7 28

  Indonesia dan Daerah (PBSID)

  Pendidikan Sejarah 0 4 4 2 10 (P.Sej)

  Bimbingan dan 0 9 4 5 18 Konseling (BK)

  Jumlah 0 139

  53 30 222 Tabel 4.5

  Prestasi Belajar Jumlah Persentase Mahasiswa

  IPK 0,00 s/d 1,99 0 0%

  IPK 2,00 s/d 2,75 139 62,62%

  IPK 2,76 s/d 3,50 53 23,87%

  IPK 3,56 s/d 4,00 30 13,51%

  Jumlah 222 100%

  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden penelitian ini berprestasi dengan IPK 2,00 s/d 2,75 c. Latar Belakang Pendidikan Orang Tua

Tabel 4.6 Deskripsi Responden Menurut Latar Belakang Pendidikan Orang Tua

  26 Pendidikan Ekonomi (PE) 1 1 5 4

  20 9,00% Lulusan SMP 23 10,36% Lulusan SMU/SMK 78 35,14% Lulusan Akademi/PT 101 45,50% Jumlah 222 100%

  23 78 101 222 Tabel 4.7 Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase Lulusan SD

  18 Jumlah 20

  10 Bimbingan dan Konseling (BK) 4 1 6 7

  28 Pendidikan Sejarah (P.Sej) 1 2 3 4

  64 Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah (PBSID) 0 1 9 18

  11 Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) 0 2 27 35

  12 Pendidikan Matematika (P.Mat) 5 3 9 9

  Latar Belakang Pendidikan Orang Tua Latar Belakang Pendidikan Orang Tua (Lulusan) Lulusan

  33 Pendidikan Fisika (P.Fis) 2 1 6 3

  2 7 9 15

  20 Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi (P.AK)

  5 5 4 6

  Jumlah Ilmu Pengetahuan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik (IPPAK)

  SMU/SMK Lulusan Akdm/ PT

  SD

Lulusan

SLTP

Lulusan

  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden penelitian ini berlatar belakang pendidikan orang tua Akademi dan Perguruan Tinggi.

  2. Minat Mahasiswa FKIP untuk Menjadi Guru.

  Minat Mahasiswa FKIP untuk Menjadi Guru dapat dijelaskan dalam tabel sebagai berikut:

Tabel 4.8 Minat Mahasiswa FKIP untuk Menjadi Guru

  Skor Frekuensi Persentase Intepretasi Penilaian 127-150 19 8,56% Sangat Tinggi 109-126 139 62,61% Tinggi

  97-108 52 23,42% Cukup 85-96 10 4,5% Rendah

  < 85 2 0,91% Sangat Rendah Jumlah 222 100%

Tabel 4.8 di atas menunjukkan bahwa minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru terkategorikan tinggi yaitu sebanyak 139 mahasiswa atau

  62,11%, Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden berminat tinggi untuk menjadi guru. Hal ini didukung oleh hasil persentase tertinggi minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru terletak pada kategori tinggi.

  a. Minat Mahasiswa FKIP untuk Menjadi Guru Ditinjau dari Pilihan Program Studi

Tabel 4.9 Minat Mahasiswa FKIP untuk Menjadi Guru Ditinjau dari Pilihan Program Studi

  Pilihan Program Studi Kriteria Pil. 1 Pil. 2 Pil. 3 Jumlah Jml % Jml % Jml % Jml % Sangat tinggi 5 17,24 4 6,35 10 7,70 19 8,56

  Tinggi 14 48,28 37 58,73 88 67,69 139 62,61

  Cukup 8 27,59 18 28,57 26 20 52 23,42 Rendah 0 4 6,35 6 4,61 10 4,5 Sangat Rendah 2 6,89 0 0 0 0 2 0,91

  Jumlah 29 100 63 100 130 100 222 100

Tabel 4.9 di atas menunjukkan bahwa ditinjau dari pilihan program studi dapat diuraikan sebagai berikut: 1) pilihan 1, 17,24% memiliki

  minat sangat tinggi, 48,28% memiliki minat tinggi, 27,59% memiliki minat cukup, tidak ada yang memiliki minat rendah, dan 6,89% memiliki minat sangat rendah. 2) Pilihan 2, 6,35% memiliki minat sangat tinggi, 58,73% memiliki minat tinggi, 28,57% memiliki minat cukup, 6,35% memiliki minat rendah, dan tidak ada mahasiswa yang memiliki minat sangat rendah. 3) Pilihan 3, 7,70% memiliki minat sangat tinggi, 67,69% memiliki minat tinggi 20% memiliki minat cukup, 4,61% memiliki minat rendah, dan tidak ada mahasiswa yang memiliki minat sangat rendah. Dengan demikian dapat disimpulkan ditinjau dari pilihan program studi, sebagian besar responden memiliki minat tinggi untuk menjadi guru.

  b. Minat Mahasiswa FKIP untuk Menjadi Guru Ditinjau dari Prestasi Belajar

Tabel 4.10 Minat Mahasiswa FKIP untuk Menjadi Guru Ditinjau dari

  

Prestasi Belajar

Prestasi Belajar Kriteria

  0,00 s/d 1,99 2,00 s/d 2,75 2,76 s/d 3,50 3,56 s/d 4,00 Total Jml % Jml % Jml % Jml % Jml % Sangat 0 0 10 7,19 7 13,2 2 6,67

  19 8,56 Tinggi 0 85 61,15 30 56,6

  24 80 139 62,61 Cukup 0 0 36 25,9 14 26,42 2 6,67 52 23,42

Rendah 0 0 6 4,32 2 3,78 2 6,67 10 4,5

  Sangat 0 0 2 1,44 0 0 0 0 2 0,91 Rendah Jumlah 0 0 139 100 53 100 30 100 222 100

Tabel 4.10 di atas menunjukkan bahwa ditinjau dari prestasi belajar mahasiswa dapat diuraikan sebagai berikut: 1) IPK 0,00 – 1,99 tidak ada

  responden yang mengisi kriteria IPK tersebut dalam koesioner saat penelitian 2) IPK 2,00 - 2,75, 7,19% memiliki minat sangat tinggi, 61,15% memiliki minat tinggi, 25,9% memiliki minat cukup, 4,32% memiliki minat rendah, dan 1,44% memiliki minat sangat rendah. 3)

  IPK 2,76 – 3,50, 13,2% memiliki minat sangat tinggi, 56,6% memiliki minat tinggi, 26,42% memiliki minat cukup, 3,78% memiliki minat rendah, dan tidak ada mahasiswa yang memiliki minat sangat rendah. 3)

  IPK 3,51- 4,00, 6,67% memiliki minat sangat tinggi, 80% memiliki minat tinggi, 6,67% memiliki minat cukup, 6,67% memiliki minat rendah, dan tidak ada mahasiswa yang memiliki minat sangat rendah Dengan demikian dapat disimpulkan ditinjau dari prestasi belajar, sebagian besar responden memiliki minat tinggi untuk menjadi guru. c. Minat Mahasiswa FKIP untuk Menjadi Guru Ditinjau dari Latar Belakang Pendidikan Orang Tua

Tabel 4.11 Minat Mahasiswa FKIP untuk Menjadi Guru Ditinjau dari Latar Belakang Pendidikan Orang Tua

  Kriteria Latar Belakang Pendidikan Orang Tua Lulusan SD

  Lulusan SLTP Lulusan SMU/SMK

  Lulusan Akdm/.

  PT Total Jml % Jml % Jml % Jml % Jml %

  Sangat Tinggi 1 5 3 13,04 6 7,69 9 8,91 19 8,56 Tinggi 12

  60 15 65,22 47 60,26 65 64,36 139 62,61 Cukup 7 35 2 8,7 18 23,07 25 24,75 52 23,42 Rendah 0

  2 8,7 6 7,7 2 1,98 10 4,5 Sangat Rendah 0 0 1 4,34 1 1,28 0 0 2 0,91 Jumlah 20 100 23 100 78 100 101 100 222 100

Tabel 4.11 di atas menunjukkan bahwa ditinjau dari latar belakang pendidikan orang tua dapat diuraikan sebagai berikut: 1) lulusan SD, 5%

  memiliki minat sangat tinggi, 60% memiliki minat tinggi, 35% memiliki minat cukup dan tidak ada yang memiliki minat rendah dan sangat rendah.

  2) lulusan SLTP, 13,04% memiliki minat sangat tinggi, 65,22% memiliki minat tinggi, 8,7% memiliki minat cukup, 8,7% memiliki minat rendah, dan 4,34% memiliki minat sangat rendah. 3) Lulusan SMU/SMK, 7,69% memiliki minat sangat tinggi, 60,26% memiliki minat tinggi, 23,07% memiliki minat cukup, 7,7% memiliki minat rendah dan 1,28% memiliki minat sangat rendah. 4) Lulusan Akademi/PT, 8,91% memiliki minat sangat tinggi, 64,36% memiliki minat tinggi, 24,75% memiliki minat rendah. Dengan demikian dapat disimpulkan ditinjau dari latar belakang pendidikan arang tua, sebagian besar responden memiliki minat tinggi untuk menjadi guru.

B. Hasil Pengujian Normalitas Dan Homogenitas

  1. Uji normalitas Uji normalitas dimaksudkan untuk mengetahui kenormalan distribusi data. Dalam penelitian ini uji normalitas didasarkan pada uji One

  Sample Kolmogorov Smirnov dengan bantuan program SPSS for Windows versi 12. Berikut ini disajikan rangkuman hasil pengujian ( Lampiran 5) .

Tabel 4.12 Rangkuman Pengujian Normalitas Pilihan Program Studi

  ( One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test) Pil 1 Pil 2 Pil 3 N

  29

  63 130 Normal Parameters(a,b)

Mean

  113.52 111.63 111.42 Std. Deviation

  14.134 9.254 9.777 Most Extreme Differences Absolute

  .125 .070 .103 Positive

  .074 .062 .051 Negative

  • .125
  • .103 Kolmogorov-Smirnov Z .673 .555 1.177 Asymp. Sig. (2-tailed) .755 .917 .125

  Hasil pengujian menunjukkan pilihan program studi pada pilihan 1 nilai probabilitas 0,755 > 0,05 maka distribusi untuk pilihan 1 adalah normal.

  Hasil pengujian pilihan program studi pada pilihan 2 nilai probabilitas 0,917 > 0,05 maka distribusi untuk pilihan 2 adalah normal. Hasil pengujian pilihan program studi pada pilihan 3 nilai probabilitas 0,125 >

  • .067 .111 .110 Kolmogorov-Smirnov Z .790 .808 .602 Asymp. Sig. (2-tailed) .560

  IPK 2,76 s/d 3,50 adalah normal. Hasil pengujian menunjukkan prestasi belajar nilai probabilitas 0,862 > 0,05 maka distribusi untuk prestasi belajar dengan IPK 3,51s/d 4,00 adalah normal.

  .604 .869 .709 .851 Asymp. Sig. (2-tailed) .858

  Most Extreme Differences Absolute .135 .181 .080 .085 Positive .135 .127 .039 .047 Negative -.109 -.181 -.080 -.085 Kolmogorov-Smirnov Z

  23 78 101 Normal Parameters(a,b) Mean 114.35 113.39 111.91 114.35 Std. Deviation 8.041 10.740 11.582 9.555

  20

  Akdm/. PT N

  Lulusan SMU/ SMK Lulusan

  Lulusan SD Lulusan SLTP

Tabel 4.14 Rangkuman Pengujian Normalitas Latar Belakang Pendidikan Orang Tua ( One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test)

  Hasil pengujian menunjukkan prestasi belajar nilai probabilitas 0,560 > 0,05 maka distribusi untuk prestasi belajar dengan IPK 2,00 s/d 2,75 adalah normal. Hasil pengujian menunjukkan prestasi belajar nilai probabilitas 0,531 > 0,05 maka distribusi untuk prestasi belajar dengan

Tabel 4.13 Rangkuman Pengujian Normalitas Prestasi Belajar ( One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test)

  .531 .862

  .063 .059 Negative

  .067 .111 .110 Positive .045

  Std. Deviation 10.477 10.667 .8.618 Most Extreme Differences Absolute

  30 Normal Parameters(a,b) Mean 112.52 144.77 115.00

  53

  N 139

  2,76 s/d 3,50 3,51 s/d 4,00

  0,00 s/d 1,99 2,00 s/d 2,75

  .437 .696 .464 Hasil pengujian menunjukkan lulusan SD nilai probabilitas 0,858 > 0,05 maka distribusi untuk lulusan SD adalah normal. Hasil pengujian menunjukkan lulusan SLTP nilai probabilitas 0,437 > 0,05 maka distribusi untuk lulusan SLTP adalah normal. Hasil pengujian menunjukkan lulusan SMU/SMK nilai probabilitas 0,696 > 0,05 maka distribusi untuk lulusan SMU/SMK adalah normal. Hasil pengujian menunjukkan lulusan Akademi/PT nilai probabilitas 0,464 > 0,05 maka distribusi untuk lulusan Akademi/PT adalah normal.

  2. Uji Homogenitas Dalam penelitian ini uji homogenitas dilakukan menggunakan

  ANOVA dengan bantuan program SPSS for Windows versi 12. Berikut ini disajikan rangkuman hasil pengujian ( Lampiran 5 )

Tabel 4.15 Pengujian Homogenitas Variabel Penelitian

  No Variabel Levene df1 df2 sig

  

Statistic

  1 Pilihan Program 2.443 2 219 .089 Studi

  2 Prestasi Belajar .835 2 219 .435

  3 Latar belakang .940 3 218 .422 Pendidikan Orang Tua

Tabel 4.15 menunjukkan bahwa levene statistic hitung variabel karena nilai probabilitas 0,089 > 0,05 maka varians pilihan program studi adalah homogen. Levene statistic hitung variabel prestasi belajar adalah 0,835 dengan nilai probabilitas 0,435. Oleh karena nilai probabilitas 0,435> 0,05 maka varians prestasi belajar adalah homogen. Levene

  statistic hitung variabel latar balakang pendidikan orang tua adalah 0.940

  dengan nilai probabilitas 0,422. Oleh karena nilai probabilitas 0,422 > 0,05 maka varians latar balakang pendidikan orang tua adalah homogen.

C. Pengujian Hipotesis

  Oleh karena data berdistribusi normal maka pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan alat uji statistis analisis varian (ANOVA).

  1. Pengujian Hipotesis I

  a. Rumusan Hipotesis H = Tidak ada perbedaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari pilihan program studi.

  Ha = Ada perbedaan perbedaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi

  1 guru ditinjau dari pilihan program studi.

  b. Penarikan Kesimpulan

Tabel 4.16 Hasil Pengujian Perbedaan Minat Mahasiswa FKIP untuk Menjdi Guru Ditinjau Dari Pilihan Program Studi

  Sum of Mean Squares df Square F Sig. Between Groups 283.092

  2 141.546 1.335 ..265 Within Groups 23221.814 219 106.036 Total 23504.905 221

Tabel 4.16 di atas menunjukkan bahwa hasil pengujian minat mahasiswa

  FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari pilihan program studi kuadrat antar group sebesar 283.092 dan rata-rata kuadrat 141.546 Jumlah kuadrat di antara group 23221.814 dan rata-rata kuadrat 106.036. Nilai

  F = 1.335 lebih kecil dari F = 3,038 Nilai probabilitas 0,265 hitung tabel

  lebih besar dari taraf signifikasi (α =5%) atau = 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan Ho gagal ditolak yang artinya tidak ada perbedaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari pilihan program studi.

  2. Pengujian Hipotesis II Oleh karena data berdistribusi normal maka pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan alat uji statistis analisis varian (ANOVA).

  a. Rumusan Hipotesis H = Tidak ada perbedaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari prestasi belajar.

  Ha = Ada perbedaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru

  2 ditinjau dari prestasi belajar. b. Penarikan Kesimpulan

Tabel 4.17 Hasil Pengujian Perbedaan Minat Mahasiswa FKIP untuk Menjadi Guru Ditinjau Dari Prestasi Belajar

  Sum of Squares df Mean Square F Sig. Between Groups 284.917

  2 142.459 1.344 .263 Within Groups 23219.988 219 106.027 Total 23504.905 221

Tabel 4.17 di atas menunjukkan bahwa hasil pengujian minat mahasiswa

  FKIP untuk menjadi guru ditinjau ditinjau prestasi belajar jumlah kuadrat antar group sebesar 284.917 dan rata-rata kuadrat 11.437 Jumlah kuadrat di antara group 23219.988 dan rata-rata kuadrat 106.027. Nilai F =

  hitung

  1.344 lebih kecil dari F = 3,038. Nilai probabilitas 0,263 lebih besar

  tabel

  dari taraf signifikasi (α =5%) atau = 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan Ho gagal ditolak yang artinya tidak ada perbedaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari prestasi belajar.

  3. Pengujian Hipotesis III Oleh karena data berdistribusi normal maka pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan alat uji statistis analisis varian (ANOVA).

  a. Rumusan Hipotesis H = Tidak ada perbedaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari latar belakang pendidikan orang tua.

  Ha = Ada perbedaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru

  2 b. Penarikan Kesimpulan

Tabel 4.18 Hasil Pengujian Perbedaan Minat Mahasiswa FKIP untuk Menjadi Guru Ditinjau Dari Latar Belakang Pendidikan Orang Tua

  Sum of Squares Df Mean Square F Sig. Between Groups 281.634

  3 93.878 .881 ..452 Within Groups 23223.271 218 106.529 Total 23504.905 221

Tabel 4.18 di atas menunjukkan bahwa hasil pengujian minat mahasiswa

  FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari latar belakang pendidikan orang tua jumlah kuadrat antara group sebesar 281.634 dan rata-rata kuadrat 93.878. Jumlah kuadrat di antara group 23223.271 dan rata-rata kuadrat 106.529. Nilai F = 0,881 lebih kecil dari F = 2,64 Nilai

  hitung tabel probabilitas 0,452 lebih besar dari taraf signifikasi (α =5%) atau = 0,05.

  Dengan demikian dapat disimpulkan Ho gagal ditolak yang artinya tidak ada perbedaan minat mahasiswa untuk menjadi guru ditinjau dari latar belakang pendidikan orang tua.

D. Pembahasan Hasil Penelitian

  

1. Minat mahasiswa FKIP untuk Menjadi Guru Ditinjau dari Pilihan

Program Studi

  Berdasarkan analisis data dapat diketahui bahwa tidak ada perbedaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari pilihan program studi. Kesimpulan ini didukung oleh hasil perhitungan nilai F = 1,335 dan nilai probabilitas 0,265.

  hitung Berdasarkan deskripsi data tentang pilihan program studi diperoleh hasil yang terbanyak pada prioritas pilihan 1(pertama) sebanyak 130 responden atau (58,59%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden diterima di FKIP pada prioritas pilihan 1(pertama).

  Sedangkan deskripsi data tentang minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru diperoleh hasil yang terbanyak yaitu pada kriteria tinggi sebanyak 139 responden atau (62,61%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mempunyai minat tinggi untuk menjadi guru.

  Hal tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa yang diterima di FKIP pada prioritas pilihan program studi yang pertama mempunyai minat tinggi untuk menjadi guru.

  Hasil deskripsi data minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru sebagian besar diterima di FKIP pada prioritas pilihan 1(pertama). Hal tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa sebagian besar masuk FKIP pada alternatif pilihan 1(pertama) mempunyai minat tinggi untuk menjadi guru.

  Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa calon mahasiswa saat mendaftar di FKIP baik pada prioritas pilihan pertama, kedua, ketiga mempunyai minat yang sama untuk menjadi guru, yaitu sebagian besar responden berminat tinggi. Hal ini menunjukan bahwa pilihan program studi tidak menyebabkan adanya perbedaan minat mahasiswa untuk menjadi guru. Hal ini diduga karena sebagian besar calon mahasiswa saat mendaftar di FKIP mempunyai cita-cita yang sama untuk menjadi guru serta mempunyai anggapan bahwa memilih jurusan yang sesuai dengan bakat, kemampuan dan minatnya, maka dirinya akan mampu bertahan dalam menghadapi kesulitan-kesulitan selama kuliah, namun sebaliknya jika dirinya tidak memiliki kemampuan dan minat dalam jurusan yang dipilih, bisa mempengaruhi motivasi belajar. Salah satu faktor yang mempengaruhi calon mahasiswa memilih suatu jurusan di perguruan tinggi yaitu berhubungan langsung dengan seberapa besar minat terhadap sesuatu yang telah dipilihnya (jurusan/program studi). Selain itu jurusan FKIP /lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) selama ini, di mana ketika tamat mengantongi dua ijazah sekaligus: ijazah S1 keguruan dan ijazah/akta IV, sehingga para mahasiswa mempunyai banyak kesempatan dalam memilih pekerjaan didunia kerja. Apalagi sekarang ini pemerintah mengeluarkan UU Guru dan Dosen dimana penghargaan guru mulai diperhatikan tingkat kesejahteraannya. Dengan demikian, secara tidak langsung kesejahteraan guru negeri juga akan semakin meningkat. Peningkatan drastis kesejahteraan guru menjadikan perubahan persepsi mahasiswa tentang profesi guru dan mengubah minat mahasiswa terpanggil untuk menjadi seorang guru, karena menjadi guru merupakan profesi yang mempunyai peluang besar dalam dunia kerja.

2. Minat Mahasiswa FKIP untuk Menjadi Guru Ditinjau dari Prestasi Belajar.

  Berdasarkan analisis data dapat diketahui bahwa tidak ada perbedaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari prestasi belajar mahasiswa. Kesimpulan ini didukung oleh hasil perhitungan nilai

  

F = 1.344 dan nilai probabilitas 0,263. Berdasarkan deskripsi data

hitung

  tentang prestasi belajar mahasiswa diperoleh hasil terbanyak dengan IPK 2,00 s/d 2,75 sebanyak 85 responden atau (61,15%). Sedangkan deskripsi data tentang minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru diperoleh hasil terbanyak pada kriteria tinggi sebanyak 139 responden atau (62,61%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mempunyai minat tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa dengan IPK 2,00 s/d 2,75, mempunyai minat tinggi untuk menjadi guru.

  Hasil deskripsi data minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru sebagian besar mempunyai prestasi dengan IPK 2,00 s/d 2,75. Hal tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa dengan IPK 2,00 s/d 2,75 mempunyai minat tinggi untuk menjadi guru.

  Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adanya kesamaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru yaitu berminat tinggi untuk menjadi guru. Hal ini diduga karena mahasiswa yang berprestasi tinggi maupun mahasiswa yang berprestasi rendah mempunyai minat yang sama untuk menjadi guru, yaitu sebagian besar responden berminat tinggi. Mahasiswa tertarik untuk menjadi guru, mungkin karena profesi guru merupakan pekerjaan yang mulia, sebab guru memegang peranan yang sangat penting dalam mewujudkan terciptanya tujuan pendidikan nasional. Guru merupakan kunci pokok bagi keberhasilan anak didiknya. Selain harus memiliki bekal pengetahuan yang cukup, guru juga dituntut untuk memiliki integritas kepribadian yang tinggi dan ketrampilan mengajar yang dapat diandalkan, sehingga mampu menciptakan iklim belajar mengajar yang kondusif serta menyenangkan bagi anak didiknya. Penelitian yang dilakukan Ririn Kurniawati, Christina (1997 : 105), menemukan bahwa tidak ada perbedaan persepsi siswa terhadap profesi guru ditinjau dari jenis kelamin siswa, prestasi belajar siswa, jenis pekerjaan orang tua, dan latar belakang pendidikan orang tua.

3. Minat Mahasiswa FKIP untuk Menjadi Guru Ditinjau dari Latar Belakang Pendidikan Orang Tua.

  Berdasarkan analisis data dapat diketahui bahwa tidak ada perbedaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari latar belakang pendidikan orang tua. Kesimpulan ini didukung oleh hasil perhitungan nilai F = 0,881 dan nilai probabilitas 0,452.

  hitung

  Berdasarkan deskripsi data tentang latar belakang pendidikan orang tua diperoleh hasil terbanyak pada lulusan Akademi/PT sebanyak 101 responden atau (45,50%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai latar belakang pendidikan orang tua lulusan Akademi/PT. Sedangkan deskripsi data tentang minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru diperoleh hasil terbanyak pada kriteria tinggi sebanyak 139 responden (62,61%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mempunyai minat tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa yang berlatar belakang pendidikan orang tua lulusan Akademi/PT mempunyai minat tinggi untuk menjadi guru.

  Hasil deskripsi data minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru sebagian besar berlatar belakang pendidikan orang tua lulusan Akademi/PT. Hal tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa sebagian besar orang tuanya berstatus lulusan Akademi/PT mempunyai minat tinggi untuk menjadi guru.

  Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adanya kesamaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru yaitu berminat tinggi untuk menjadi guru. Hal ini menunjukkan bahwa profesi guru tidak hanya dipilih oleh mahasiswa yang memiliki orang tua yang tingkat pendidikan rendah, tetapi kenyataan yang terjadi sekarang mahasiswa yang mempunyai orang tua tingkat pendidikan tinggi (Akademi/PT) cenderung memilih pekerjaan sebagai guru. Salah satu faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa untuk menjadi guru adalah banyaknya saingan dalam memilih pekerjaan.

  Mahasiswa akan memilih profesi guru karena profesi guru mempunyai peluang yang besar dalam dunia kerja. Seandainya semua profesi guru diminati mahasiswa yang memiliki orang tua dengan tingkat pendidikan tinggi, akan semakin cepat perkembangan pendidikan di Indonesia karena masyarakat yang mempunyai tingkat pendidikan tinggi mempunyai pengetahuan dan cara pandang yang lebih luas. Penelitian yang dilakukan Irmawati, (2001:61) menemukan bahwa tidak ada perbedaan sikap siswa terhadap profesi guru ditinjau dari jenis kelamin siswa, pekerjaan orang tua dan tingkat pendidikan orang tua.

  

BAB V

KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN,

DAN SARAN

A. Kesimpulan Dari analisis yang telah dibahas pada bab IV maka dapat ditarik

  kesimpulan sebagai berikut:

  1. Tidak ada perbedaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi ditinjau dari pilihan program studi. Hal ini didukung dengan hasil perhitungan nilai nilai F = 1,335 lebih kecil dari F = 3,038. Nilai probabilitas 0,265

  hitung tabel lebih besar dari taraf signifikasi (α =5%) atau = 0,05.

  2. Tidak ada perbedaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi ditinjau dari prestasi balajar mahasiswa. Hal ini didukung dengan hasil perhitungan nilai F = 1.344 lebih kecil dari F = 3,038. Nilai probabilitas 0,263

  hitung tabel lebih besar dari taraf signifikasi (α =5%) atau = 0,05.

  3. Tidak ada perbedaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi ditinjau dari latar belakang pendidikan orang tua. Hal ini didukung dengan hasil perhitungan nilai F = 0,881 lebih kecil dari F = 2,64 Nilai

  hitung tabel probabilitas 0,452 lebih besar dari taraf signifikasi (α =5%) atau = 0,05.

B. Keterbatasan penelitian

  1. Data penelitian ini dikumpulkan dengan metode kuesioner. Jumlah sebanyak 30 pertanyaan. Pilihan program studi, prestasi belajar, dan latar belakang pendidikan orang tua pada pertanyaan identitas responden mengingat masing-masing pilihan jawaban tidak terjabarkan ke dalam suatu uraian secara rinci, ada kemungkinan bahwa para mahasiswa memiliki interpretasi yang sama. Hal ini kemungkinan akan berdampak pada hasil penelitian yang kurang memberikan cerminan pada kondisi sesungguhnya.

  2. Keterbatasan penulis dalam hal biaya dan waktu sehingga tidak semua mahasiswa FKIP angkatan 2005 yang ada di Universitas Sanata Dharma menjadi responden. Akibatnya banyak hal yang belum terungkap dan tersampaikan.

  3. Penulis kurang mampu melacak kejujuran dari responden dalam memberikan jawaban kuesioner yang diberikan sehingga data yang diperoleh kurang maksimal.

C. Saran

  Saran yang dapat disampaikan oleh peneliti berdasarkan penelitian ini adalah:

  1. Hasil penelitian pertama menunjukkan tidak ada perbedaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi ditinjau dari pilihan program studi.

  Sejalan dengan hasil penelitian bahwa pilihan program studi sebagian besar mahasiswa berprioritas pada pilihan pertama hal tersebut menunjukkan bahwa calon mahasiswa sebagian besar mendaftar di FKIP

  Universitas Sanata Dharma pada prioritas pilihan pertama. Semakin utama dan pertama dalam memilih pilihan program studi mahasiswa maka akan semakin mempunyai minat yang lebih tinggi untuk mengembangkan bakat dan kemampuanya untuk menjadi guru. Peneliti menyarankan program studi secara terus menerus memberikan motivasi khususnya kepada para mahasiswa yang memilih program studi bukan sebagai pilihan pertama .

  2. Hasil penelitian kedua menunjukkan tidak ada perbedaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi ditinjau dari prestasi belajar. Sejalan dengan hasil penelitian bahwa prestasi belajar mahasiswa sebagian besar dengan IPK 2,00 s/d 2,75, hal tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berprestasi memuaskan dan mampu untuk melanjutkan pada jurusan yang telah ditempuhnya. Selain hal tersebut mahasiswa yang berprestasi memuaskan akan lebih semangat lagi dalam belajar mengembangkan bakat dan kemampuanya untuk menjadi guru.

  Diharapkan bagi mahasiswa yang masih kurang dalam meraih prestasi (IPK) yang memuaskan selalu memiliki semangat dan termotivasi untuk belajar mengembangkan bakat dan kemampuanya sehingga akan meningkatkan prestasi baik secara akademik maupun mental untuk mempersispkan menjadi guru.

  3. Hasil penelitian ketiga menunjukkan tidak ada perbedaan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi ditinjau dari latar belakang pendidikan orang tua. Sejalan dengan hasil penelitian bahwa latar belakang pendidikan oarang tua mahasiswa sebagian besar lulusan Akademi/ PT hal tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mempunyai latar belakang pendidikan orang tua / tingkat pendidikan orang tua yang tinggi. Dapat disimpulkan baik mahasiswa yang satus latar belakang pendidikan orang tuanya tidak mencapai PT bukan berarti tidak mempunyai minat untuk menjadi guru. Oleh sebab itu, bagi mahasiswa yang memiliki status latar belakang pendidikan orang tua yang berpendidikan tinggi maupun berstatus latar belakang pendidikan orang tua yang berpendidikan belum tinggi diharapkan untuk terus termotivasi belajar meraih prestasi yang membanggakan agar dapat meraih apa yang dicita-citakan.

  4. Peneliti berharap ada penelitian tentang minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru dengan rancangan yang lebih baik misalnya; menambah jumlah responden sehingga pengujian penelitian ini lebih akurat dan mewakili populasi, penyusunan kuesioner yang lebih baik, dan bila perlu variabel penelitian lebih dikembangkan dengan menambah variabel seperti perbedaan jenis kelamin, peringkat akreditasi program studi, tingkat pendapatan orang tua.

  DAFTAR PUSTAKA Bimo, W. (1993). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta : Andi Offset.

  • (1997). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offset. Consuelo, et al. ( 1993 ). Pengantar Metode Penelitian. Jakarta: UI. Djarwanto. 2001. Mengenal Beberapa Uji Statistik dalam Penelitian. Yogyakarta: Liberty.

  Driyarkara, (1980;78), Mendidik Manusia Muda, Yogyakarta: Kanisius. Ghozali, I. (2001). Analiasis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Universitas Diponegoro.

  • . (2002). Statistik Non-Parametik. Semarang: Undip Giyatama. (1990). Psikologi Sosial. Bandung: PT. Eresco Hurlock, B. Elisabeth. (1997). Perkembangan Anak Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
    • (1978). Perkembangan Anak Jilid 2. Jakarta: Erlangga. Irmawati Ari, FR. (2001). Perbedaan Sikap Siswa Terhadap Profesi Guru

  Ditinjau dari Jenis Kelamin Siswa, Pekerjaan Orang Tua dan Tingkat Yogyakarta: USD. Pendidikan Orang Tua.

  Noviyanti M.W; (2005). Persepsi Mahasiswa FKIP Terhadap Profesi Guru.

  Yogyakarta : USD. Poerwodarminto, W. J. S. (1996). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

  Sahertian, Piet. (1990). Supervisi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

  • ,Piet. (1994). Profil Pendidik Profesional. Yogyakarta: Andi Offset. Ririn Kurniawati, Christina (1997 : 105), Persepsi Siswa Terhadap Pprofesi

  Guru Ditinjau dari Jenis Kelamin Siswa, Prestasi Belajar Siswa, Jenis Pekerjaan Orang Tua, dan Latar Belakang Pendidikan Orang Tua.

  Samana. (1994). Profesionalisme Keguruan. Yogyakarta: Kanisius. Sugiyono. (1999). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta, CV.

  • (2004). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
  • , (2007). Statistik Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta. Suryobroto. (1988). Psikologi Pendidikan . Jakarta: Rajawali. Susanto. (2002). Berubah untuk Semakin Berkualitas. Palembang: Sekolah Tinggi Tehnik Musi.

  Tim Penyusun. (2001). Buku Pedoman Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

  Yogyakarta: USD. Tim Penyusun. (2002). Peraturan Akademik Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Yogyakarta: USD.

  • .2005. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Jakarta: Timur Putra Mandiri.

  Umar, H. (2003). Metode Riset Akuntansi Terapan. Bandung: Bumi Aksara. Usman, Uzer. (1990). Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.hlm: 4.

  Whitherington, H. C. (1985). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Aksara Baru. Winkel. (1983). Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar.

  Jakarta:Gramedia.

  • (1986). Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia ---------- (1987). Psikologi Pengajaran. Jakarta: Gramedia.
  • (1994). “Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar”. Jakarta: Gramedia. http://www.kompas.com/metro/news-cetak/0806/24/kha2.htm.

  LAMPIRAN 1 Kuesioner

  PRODI PEN P NDIDIKAN N AKUNTA ANSI U UNIVERSI

  ITAS SANA ATA DHAR RMA Mrican, Tro M omol Pos 29 9, (515352, 5 513301) YO OGYAKART TA

KUESION NER PENE ELITIAN

MINAT M MAHASISW WA FKIP UN NTUK MEN NJADI GUR RU DITINJA AU DARI

  

PILIHA AN PROGR RAM STUD I, PRESTA ASI BELAJA AR, DAN LA ATAR

BELA AKANG PE ENDIDIKAN N ORANG T TUA

Studi K Kasus Pada Mahasiaw a FKIP Uni iversitas San nata Dharm ma T/A

2005/2006

  (Pene elitian dalam m rangka peny yusunan skr ripsi) Hal : Pengisian Kuesioner Kepada Yth: Rekan - rekan Mahasiswa FKIP T.A 2005/2006 Univarsitas Sanata Dharma Dengan hormat,

  Saya adalah mahasiswa Program Pendidikan Akuntansi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, FKIP, Universitas Sanata Dharma. Saya bermaksud mengadakan kegiatan penelitian dengan judul “Minat Mahasiswa FKIP untuk Menjadi Guru Ditinjau Dari Pilihan Program Studi, Prestasi Belajar Mahasiswa Dan Latar Belakang Pendidikan Orang Tua. Penelitian ini merupakan kegiatan ilmiah dalam rangka penyusunan skripsi.

  Sehubungan dengan hal tersebut, saya mohon kesediaan saudara menjadi responden penelitian ini. Kami berharap saudara berkenan untuk menjawab keseluruhan pertanyaan sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Sejalan denngan etika penelitian, kami akan menjamin kerahasiaan jawaban Saudara dan memastikan bahwa jawaban Saudara hanyalah semata-mata untuk mencapai tujuan penelitian ini.

  Saya menyadari bahwa pengisian kuesioner ini sedikit banyak mengganggu aktivitas Saudara. Oleh sebab itu, kami mohon maaf sebelumnya. Demikian permohonan saya, atas perhatian dan kerjasamanya, saya mengucapkan banyak terima kasih.

  Yogyakarta, November 2008 Hormat saya,

  Natalia Sulasmi Peneliti

BAGIAN I Identitas Responden

  1. Nama :

  2. Jenis Kelamin : Laki-laki/Perempuan (coret salah satu)

  3. No mahasiswa :

  4. Program Studi :

  5. Saat masuk USD, Program Studi saat ini merupakan pilihan :

  a. Pilihan 1

  b. Pilihan 2

  c. Pilihan 3

  6. Prestasi :

  a. IPK 0,00 s/d 1,99 skor 1

  b. IPK 2,00 s/d 2,75 skor 2

  c. IPK 2,76 s/d 3,50 skor 3

  d. IPK 3,51 s/d 4,00 skor 4

BAGIAN II Identitas Orang Tua

  (Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang sesuai untuk pertanyaan nomor 1 dan 2 dibawah ini)

  1. Nama(Ayah/Ibu) :

  2. Pendidikan :

  a. Lulusan SD b.Lulusan SLTP c.Lulusan SMA / SMK d.Lulusan PT / Akademik (D1, D2, D3, D4, S1, S2, S3)

  (Pendidikan salah satu dari kedua orang tua anda) Catatan: *)beri tanda silang untuk alternatif jawaban yang sesuai.

PETUNJUK PENGISIAN KUESIONER

  Berilah tanda silang (X) pada kotak yang disediakan untuk jawaban yang paling Saudara anggap sesuai dengan keadaan SS jika Saudara sangat setuju dengan pertanyaan S jika Saudara setuju dengan pertanyaan R jika Saudara ragu-ragu dengan pertanyaan TS jika Saudara tidak setuju dengan pertanyaan STS jika Saudara sangat tidak setuju dengan pertanyaan

BAGIAN III Minat Mahasiswa FKIP untuk Menjadi Guru No PERTANYAAN PENDAPAT SS S R TS STS

  1 Saya masuk FKIP atas inisiatif SS S R TS STS sendiri

  2 Saya masuk FKIP karena ingin SS S R TS STS menjadi guru

  3 Saya ingin selalu SS S R TS STS mengembangkan ketrampilan mengajar untuk dapat menjadi guru

  4 Seorang guru harus memiliki SS S R TS STS ketrampilan mengajar, agar siswa mudah menangkap materi pelajaran yang disampaikan

  5 Guru merupakan sosok SS S R TS STS pahlawan tanpa tanda jasa.

  6 Guru merupakan profesi yang SS S R TS STS patut untuk dibanggakan.

  7 Sebagai calon guru, maka saya SS S R TS STS harus lebih menguasai ilmu pengetahuan dan mempunyai wawasan yang luas.

  8 Dengan menjadi guru saya dapat SS S R TS STS berbagi ilmu kepada orang lain.

  9 Menjadi guru harus bisa SS S R TS STS mengelola kondisi kelas saat proses belajar mengajar

  10 Saya ingin menjadi guru karena SS S R TS STS banyak teman-teman yang melanjutkan ke FKIP warga di sekitar tempat tinggal saya banyak yang langsung mendapat pekerjaan menjadi guru setelah lulus dari FKIP

  12 Saya ingin menjadi guru karena SS S R TS STS orang tua menginginkan saya menjadi guru.

  13 Teman selalu mendorong saya SS S R TS STS untuk menjadi guru.

  14 Profesi guru adalah pekerjaan SS S R TS STS yang membosankan karena merupakan pekerjaan yang rutin dan kurang bervariasi.

  15 Contoh hidup serba kekurangan SS S R TS STS nampak jelas dalam kehidupan seorang guru.

  16 Penghasilan yang diterima guru SS S R TS STS cukup untuk memenuhi kebutuhanya dan keluarga.

  17 Profesi guru memiliki SS S R TS STS kedudukan yang terhormat di masyarakat.

  18 Saya ingin menjadi guru, karena SS S R TS STS profesi guru menjadi panutan di tengah-tengah masyarakat.

  19 Profesi guru adalah profesi yang SS S R TS STS tidak diminati karena kurang mendapat imbalan yang pantas.

  20 Profesi guru dianggap sebagai SS S R TS STS pekerjaan yang tidak bergengsi

  21 Masa depan guru sangat suram SS S R TS STS karena tidak mempunyai penghasilan yang cukup

  22 Masa depan guru sangat SS S R TS STS terjamin karena ada pensiun

  23 Profesi guru dapat mengangkat SS S R TS STS harkat martabat suatu bangsa

  24 Profesi guru lebih rendah SS S R TS STS dibandingkan dengan profesi lainya.

  25 Tidak sembarang orang dapat SS S R TS STS menjadi guru, untuk menjadi guru diperlukan katrampilan mengajar di depan kelas

  27 Penghasilan guru hanya cukup SS S R TS STS untuk hidup sehari-hari tidak bisa mencukupi kebutuhan lainya

  28 Menjadi guru lebih banyak SS S R TS STS diminati kaum perempuan dari pada kaum lelaki

  29 Menjadi guru pantas untuk SS S R TS STS kaum perempuan dan laki-laki asalkan mempunyai bakat dan minat pada dunia keguruan

  30 Menjadi guru tidak harus SS S R TS STS memiliki intelektual yang tinggi dan kemampuan dalam mengajar

TERIMA KASIH

  LAMPIRAN 2 Validitas dan

  Reliabilitas

  MINAT MAHASISWA FKIP UNTUK MENJADI GURU Item Statistics

Mean Std. Deviation N

Butir1

  30 Butir17 3.43 .568

  30 Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items 100.97 171.137 13.082

  30 Buttir30 3.23 .568

  30 Butir29 3.70 .877

  30 Butir28 3.47 .900

  30 Butir27 3.40 .724

  30 Butir26 3.50 .682

  30 Butir25 3.33 .479

  30 Butir24 3.20 .761

  30 Butir23 3.23 .568

  30 Butir22 3.20 .664

  30 Butir21 2.83 .791

  30 Butir20 3.30 .596

  30 Butir19 3.37 .556

  30 Butir18 3.23 .728

  30 Butir16 2.77 .817

  3.43 .858

  30 Butir15 3.30 .750

  30 Butir14 2.97 .765

  30 Butir13 3.03 .718

  30 Butir12 2.73 .828

  30 Butir11 3.17 .648

  30 Butir10 2.77 .774

  30 Butir9 3.40 .621

  30 Butir8 3.50 .509

  30 Butir7 3.53 .507

  30 Butir6 3.30 .651

  30 Butir5 3.47 .681

  30 Butir4 3.40 .498

  30 Butir3 3.37 .556

  30 Butir2 3.43 .728

  30

  

Item-Total Statistics

Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted Corrected

  Item-Total Correlation Squared Multiple

  Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted

  Butir1 97.53 160.533 .454 . .953 Butir2 97.53 154.809 .872 . .948 Butir3 97.60 164.179 .467 . .952 Butir4 97.37 163.344 .519 . .951 Butir5 97.43 161.633 .717 . .950 Butir6 97.67 162.299 .507 . .952 Butir7 97.43 165.426 .418 . .952 Butir8 97.47 161.154 .753 . .950 Butir9 97.57 160.599 .645 . .950 Butir10 97.37 160.309 .607 . .951 Butir11 97.40 160.593 .640 . .950 Butir12 98.23 160.875 .456 . .952 Butir13 97.40 158.662 .766 . .949 Butir14 98.00 156.552 .731 . .950 Butir15 97.67 156.920 .727 . .950 Butir16 98.20 160.786 .467 . .952 Butir17 97.60 160.938 .629 . .951 Butir18 97.47 156.878 .807 . .949 Butir19 97.60 160.455 .736 . .950 Butir20 97.67 160.989 .648 . .950 Butir21 98.13 159.844 .533 . .952 Butir22 97.77 159.633 .659 . .950 Butir23 97.33 157.333 .613 . .951 Butir24 97.37 161.413 .541 . .951 Butir25 97.63 166.240 .377 . .952 Butir26 97.47 158.120 .731 . .950 Butir27 97.43 156.461 .774 . .949 Butir28 97.63 161.551 .598 . .951 Butir29 97.33 156.092 .674 . .950 Buttir30 97.73 160.823 .693 . .950

  Case Processing Summary N % Cases Valid 30 100.0 Excluded

  .0 (a) Total 30 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized

  Alpha Items N of Items .952 .954

  30

  

LAMPIRAN 3

Data Induk Penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Data Identitas Responden

DATA IDENTITAS RESPONDEN

  29 TIGA 2,76 - 3,50 Lulusan Akdmi/PT

  Lulusan Akdmi/PT

  22 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan SD

  23 DUA 2,00 - 2,75

  Lulusan Akdmi/PT

  24 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

  25 SATU 3,51 - 4,00 Lulusan Akdmi/PT

  

26 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SLTP

  27 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

  28 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

  30 TIGA 2,00 - 2,75

  20 DUA 2,76 - 3,50 Lulusan SMU/SMK

  Lulusan SLTP

  31 SATU 3,51 - 4,00 Lulusan Akdmi/PT

  32 DUA 2,00 - 2,75

  Lulusan SMU/SMK

  33 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

  34 SATU 2,76 - 3,50 Lulusan SLTP

  35 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

  36 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SLTP

  37 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

  21 SATU 2,00 - 2,75

  NOMOR RESPONDEN BUTIR PERTANYAAN PILIHAN PROGRAM STUDI PRESTASI BELAJAR MAHASISWA LATAR BELAKANG PENDIDIKAN ORANG TUA

  1 DUA 2,00 - 2,75

  10 SATU 2,00 - 2,75

  Lulusan SD

  

2 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SLTP

  3 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SD

  4 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

  5 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SLTP

  6 TIGA 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

  

7 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SLTP

  

8 TIGA 2,00 - 2,75 Lulusan SLTP

  9 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

  Lulusan Akdmi/PT

  19 DUA 2,76 - 3,50

  

11 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan SLTP

  12 SATU 2,76 - 3,50

  Lulusan Akdmi/PT

  13 TIGA 2,76 - 3,50 Lulusan SMU/SMK

  14 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

  15 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

  16 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SD

  17 SATU 2,76 - 3,50 Lulusan SD

  18 SATU 2,76 - 3,50 Lulusan SMU/SMK

  Lulusan SD

  39 DUA 2,76 - 3,50 Lulusan Akdmi/PT

  

71 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

  64 SATU 2,00 - 2,75

  Lulusan SMU/SMK

  

65 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

  66 DUA 2,00 - 2,75

  Lulusan SMU/SMK

  

67 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

  68 SATU 2,00 - 2,75

  Lulusan SLTP

  69 SATU 2,76 - 3,50 Lulusan SLTP

  70 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SD

  72 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SD

  

62 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

  73 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SD

  

74 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

  75 DUA 2,00 - 2,75

  Lulusan SMU/SMK

  

76 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

  77 SATU 2,76 - 3,50

  Lulusan SMU/SMK

  

78 DUA 2,76 - 3,50 Lulusan SMU/SMK

  79 TIGA 2,00 - 2,75

  Lulusan Akdmi/PT

  

80 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

  63 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SLTP

  61 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SD

  

40 SATU 2,76 - 3,50 Lulusan SMU/SMK

  

49 TIGA 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

  

41 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

  

42 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

  

43 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

  44 DUA 2,00 - 2,75

  Lulusan Akdmi/PT

  

45 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

  46 TIGA 2,00 - 2,75

  Lulusan Akdmi/PT

  47 DUA 2,76 - 3,50 Lulusan SLTP

  48 DUA 2,76 - 3,50 Lulusan SD

  50 SATU 2,76 - 3,50 Lulusan SLTP

  60 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan SD

  51 TIGA 2,00 - 2,75 Lulusan SLTP

  

52 TIGA 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

  

53 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

  

54 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

  55 SATU 2,00 - 2,75

  Lulusan SMU/SMK

  

56 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

  57 DUA 2,76 - 3,50

  Lulusan SMU/SMK

  

58 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

  59 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

  81 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

  83 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

  Lulusan SMU/SMK

  

102 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

103 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

  

104 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

105 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

  

106 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

107 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

108 DUA 2,00 - 2,75

  Lulusan SMU/SMK

  

109 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

110 SATU 2,76 - 3,50

  Lulusan SMU/SMK

  

111 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

112 DUA 2,00 - 2,75

  

113 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

114 SATU 3,51 - 4,00 Lulusan SMU/SMK

  100 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SD 101 SATU 2,76 - 3,50

  

115 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

116 SATU 2,76 - 3,50 Lulusan SMU/SMK

  

117 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

118 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

119 SATU 2,00 - 2,75

  Lulusan SMU/SMK

  

120 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

121 SATU 2,00 - 2,75

  Lulusan Akdmi/PT

  

122 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

123 SATU 2,00 - 2,75

  Lulusan SMU/SMK

  Lulusan SMU/SMK

  Lulusan Akdmi/PT

  84 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SLTP

  Lulusan Akdmi/PT

  

85 SATU 2,76 - 3,50 Lulusan Akdmi/PT

  

86 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

  87 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SD

  88 SATU 3,51 - 4,00

  Lulusan SMU/SMK

  

89 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

  90 SATU 2,00 - 2,75

  91 SATU 2,76 - 3,50 Lulusan SD

  99 SATU 2,00 - 2,75

  92 DUA 3,51 - 4,00 Lulusan Akdmi/PT

  

93 SATU 3,51 - 4,00 Lulusan SMU/SMK

  94 SATU 3,51 - 4,00 Lulusan SMU/SMK

  

95 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

  

96 TIGA 3,51 - 4,00 Lulusan Akdmi/PT

  

97 TIGA 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

  98 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan SLTP

  

124 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

125 SATU 2,76 - 3,50 Lulusan Akdmi/PT

  127 SATU 2,76 - 3,50 Lulusan Akdmi/PT

  

153 DUA 2,76 - 3,50 Lulusan SMU/SMK

154 DUA 2,00 - 2,75

  Lulusan Akdmi/PT

  

166 SATU 3,51 - 4,00 Lulusan SMU/SMK

167 SATU 2,00 - 2,75

  Lulusan Akdmi/PT

  

164 SATU 3,51 - 4,00 Lulusan Akdmi/PT

165 SATU 2,00 - 2,75

  Lulusan Akdmi/PT

  

161 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

162 SATU 2,76 - 3,50 Lulusan Akdmi/PT

163 SATU 2,76 - 3,50

  

159 SATU 3,51 - 4,00 Lulusan Akdmi/PT

160 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

  

157 DUA 3,51 - 4,00 Lulusan Akdmi/PT

158 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

  Lulusan SMU/SMK

  

155 SATU 2,76 - 3,50 Lulusan Akdmi/PT

156 SATU 3,51 - 4,00

  Lulusan Akdmi/PT

  Lulusan Akdmi/PT

  

128 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

129 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

130 SATU 2,76 - 3,50 Lulusan Akdmi/PT

131 DUA 2,76 - 3,50 Lulusan Akdmi/PT

132 SATU 2,76 - 3,50

  

150 SATU 3,51 - 4,00 Lulusan SMU/SMK

151 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

152 SATU 2,00 - 2,75

  

148 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

149 SATU 2,76 - 3,50 Lulusan Akdmi/PT

  146 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SLTP 147 SATU 3,51 - 4,00 Lulusan SMU/SMK

  Lulusan SLTP

  144 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT 145 DUA 2,00 - 2,75

  Lulusan SMU/SMK

  

139 SATU 3,51 - 4,00 Lulusan Akdmi/PT

140 SATU 2,76 - 3,50 Lulusan SMU/SMK

141 SATU 2,76 - 3,50 Lulusan SMU/SMK

142 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

143 SATU 2,76 - 3,50

  

137 SATU 2,76 - 3,50 Lulusan Akdmi/PT

138 SATU 2,76 - 3,50 Lulusan SMU/SMK

  

135 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

136 SATU 2,76 - 3,50 Lulusan Akdmi/PT

  Lulusan Akdmi/PT

  

133 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

134 SATU 2,76 - 3,50

  Lulusan Akdmi/PT

  168 SATU 2,76 - 3,50 Lulusan SLTP 169 TIGA 2,76 - 3,50 Lulusan Akdmi/PT

  171 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

  Lulusan SMU/SMK

  Lulusan SD

  

210 SATU 3,51 - 4,00 Lulusan Akdmi/PT

211 DUA 2,76 - 3,50

  Lulusan SMU/SMK

  208 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan SD 209 DUA 2,00 - 2,75

  Lulusan SMU/SMK

  2,76 - 3,50

  

201 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

202 SATU 2,76 - 3,50 Lulusan Akdmi/PT

203 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SD

204 SATU 3,51 - 4,00 Lulusan SMU/SMK

205 DUA 2,76 - 3,50 Lulusan SD

206 SATU 3,51 - 4,00 Lulusan Akdmi/PT

207 SATU

  Lulusan SLTP

  

199 TIGA 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

200 SATU 2,76 - 3,50

  Lulusan SLTP

  

197 SATU 3,51 - 4,00 Lulusan Akdmi/PT

198 TIGA 2,76 - 3,50

  2,00 - 2,75

  

172 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

173 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

174 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

175 SATU 3,51 - 4,00 Lulusan SMU/SMK

176 TIGA 2,76 - 3,50

  

190 TIGA 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

191 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

192 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

193 TIGA 2,76 - 3,50 Lulusan Akdmi/PT

194 DUA 3,51 - 4,00 Lulusan Akdmi/PT

195 DUA 2,76 - 3,50 Lulusan Akdmi/PT

196 TIGA

  Lulusan Akdmi/PT

  2,00 - 2,75

  188 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT 189 SATU

  Lulusan Akdmi/PT

  

183 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

184 TIGA 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

185 SATU 3,51 - 4,00 Lulusan Akdmi/PT

186 TIGA 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

187 SATU 3,51 - 4,00

  

181 SATU 3,51 - 4,00 Lulusan SMU/SMK

182 TIGA 2,76 - 3,50 Lulusan Akdmi/PT

  

179 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

180 SATU 3,51 - 4,00 Lulusan SMU/SMK

  Lulusan Akdmi/PT

  

177 SATU 3,51 - 4,00 Lulusan Akdmi/PT

178 DUA 2,00 - 2,75

  Lulusan Akdmi/PT

  

212 DUA 3,51 - 4,00 Lulusan Akdmi/PT

213 TIGA 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

  

215 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

216 DUA 2,76 - 3,50 Lulusan Akdmi/PT

217 SATU 3,51 - 4,00 Lulusan SMU/SMK

218 DUA 2,00 - 2,75 Lulusan Akdmi/PT

219 SATU 2,00 - 2,75 Lulusan SMU/SMK

220 TIGA

  2,00 - 2,75

  Lulusan SD

  

221 DUA 3,51 - 4,00 Lulusan SMU/SMK

222 TIGA 2,00 - 2,75

  Lulusan Akdmi/PT

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Persepsi mahasiswa terhadap program pendidikan profesi guru ditinjau dari jenis kelamin, program studi dan prestasi belajar akademik : studi kasus mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
5
189
Persepsi mahasiswa pendidikan akuntansi terhadap profesi guru ditinjau dari minat mahasiswa masuk keguruan, prestasi mata kuliah PPL II dan latar belakang orang tua : studi kasus mahasiswa FKIP Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma
0
0
142
Minat mahasiswa jurusan akuntansi untuk mengikuti pendidikan profesi guru ditinjau dari jenis kelamin, IPK, dan pekerjaan orang tua : studi kasus mahasiswa Akuntansi Angkatan 2007-2009 Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
0
143
Pengaruh prestasi PPL dan aspek sosial terhadap minat mahasiswa FKIP menjadi guru : studi kasus mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
0
2
166
Minat mahasiswa untuk menjadi guru ditinjau dari status sosial ekonomi orang tua dan perbedaan etnis : studi kasus pada mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
1
128
Persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari prestasi belajar, dan status sosial ekonomi keluarga : studi kasus pada mahasiswa program studi pendidikan akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
2
130
Minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari pilihan program studi, prestasi belajar dan latar belakang pendidikan orang tua : studi kasus mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta TA 2005.
0
0
137
Pengaruh persepsi mahasiswa FKIP tentang kesejahteraan guru terhadap minat mahasiswa FKIP menjadi guru : studi kasus pada Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
0
146
Jiwa kewirausahaan mahasiswa Universitas Sanata Dharma ditinjau dari kultur keluarga, program studi, dan jenis pekerjaan orang tua : studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma.
0
0
144
Pengaruh motivasi belajar, sarana belajar dan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa FKIP program studi Pendidikan Akuntansi tahun ajaran 2002-2004 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
1
139
Jiwa kewirausahaan mahasiswa Universitas Sanata Dharma ditinjau dari kultur keluarga, program studi, dan jenis pekerjaan orang tua : studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
142
Hubungan antara jenis pekerjaan orang tua dan prestasi belajar dengan minat berwirausaha mahasiswa : studi kasus mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi angkatan 2003-2004 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
107
Pengaruh mata kuliah kewirausahaan dan status sosial ekonomi orang tua terhadap kesiapan mahasiswa untuk menjadi wirausahawan yang unggul : studi kasus mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
174
Pengaruh persepsi mahasiswa FKIP tentang kesejahteraan guru terhadap minat mahasiswa FKIP menjadi guru : studi kasus pada Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
144
Pengaruh motivasi dan prestasi belajar mahasiswa terhadap kemampuan praktik mengajar : studi kasus mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
95
Show more