Analisis korelasi antara implementasi kerjasama pemerintah daerah Kabupaten Pegunungan Bintang dengan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan motivasi belajar mahasiswa - USD Repository

Gratis

0
0
139
2 months ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ANALISIS KORELASI ANTARA IMPLEMENTASI KERJASAMA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG DENGAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA DAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA SKRIPSI

  Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

  Program Studi Manajemen Oleh:

  AKMIN KISAMLU NIM: 082214094

  PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ANALISIS KORELASI ANTARA IMPLEMENTASI KERJASAMA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG DENGAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA DAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA SKRIPSI

  Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

  Program Studi Manajemen Oleh:

  AKMIN KISAMLU NIM: 082214094

  PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO:

  “Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih pasti mulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas- berkasnya” (Mazmur 126:6).

  “Keberanian dan optimisme dalam memandang masa depan dkan membuka jalan kesuksesan” (Penulis).

  PERSEMBAHAN SKRIPSI INI DIPERSEMBAHKAN BUAT: Ayah dan ibu ku tercinta di Langda

  Titus, Akhab, Eliur, Dokke, Okke, Siberth, Lince, Zammy, Ecko, Rio, William, Rizpa. Paulina Fabiana Muyan Keluarga besar Kisamlu-Bitibalyo

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KATA PENGANTAR

  Puji syukur penulis panjatkan atas kasih dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul

  “Analisis Korelasi antara Implementasi

Kerjasama Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang dengan

Universitas Sanata Dharma dan Motivasi Belajar Mahasiswa”. Skripsi ini

  disusun dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk meyelesaikan program Sarjana (SI) pada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Selama proses penyusunan skripsi ini penulis mendapatkan bimbingan, arahan, bantuan, dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :

  1. Dr. Herry Maridjo, M.Si, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  2. Dr. Lukas Purwoto, M.Si, selaku dosen pembimbing I, yang telah meluangkan waktu dan dengan penuh kesabaran memberikan bimbingan dan arahan yang sangat bermanfaat sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.

  3. Drs. Hg. Suseno T.W, M.S, selaku dosen pembimbing II, yang juga telah meluangkan waktu dan dengan penuh kesabaran memberikan bimbingan dan arahan yang sangat bermanfaat sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.

  4. Drs. L. Bambang Harnoto, M.Si, selaku dosen wali.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5. Dr. Lukas Purwoto, M.Si, selaku Ketua Jurusan Program Studi Manajemen.

  6. Seluruh dosen dan segenap staf Program Studi Manajemen atas ilmu dan bantuan yang telah diberikan.

  7. Dekanat FKIP Universitas Sanata Dharma yang menjadi objek pelitian penulis.

  8. Para Mahasiswa KOMAPO yang telah bersedia menjadi responden pada penelitian ini.

  9. Ketu Tim dan staf Pelaksana Program Kerjasama Universitas Sanata Dharma dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang

  10. Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang yang membantu saya berupa biaya kuliah maupun biaya hidup selama masih menjadi mahasiswa aktif kuliah.

  11. Bapak dan Mamaku Tercinta yang selalu memberikan doa, dorongan, dan semangatnya kepada penulis. Dan dengan sabar mendengar keluh kesah penulis. Kalian tak akan pernah tergantikan oleh apa dan siapapun.

  12. Saudara- saudaraku keluarga besar Kisamlu-Bitibalyo: Akhab, Eliur, Doke, Okke, Titus, Yakobus, Nagai, Linche Chalvin, Zammy, Elrio, Echo, Rispa dan masih banyak lagi yang tidak disebutkan, yang selalu memberikan bantuan dan dukungan doa sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  13. Teman-temanku Anggota KOMAPO Se-Jawa Bali dan Sulawesi maupun Senioritas KOMAPO yang selalu mendoakan dan memberi semangat sehingga penulis dapat meneyelesaikan skripsi ini.

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR ISI

Halaman

  HALAMAN JUDUL ..................................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................................. iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS ..................................... v HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIK....................................................................vi HALAMAN KATA PENGANTAR ........................................................................... vii HALAMAN DAFTAR ISI ........................................................................................... x HALAMAN DAFTAR TABEL ................................................................................ xvi HALAMAN DAFTAR GAMBAR ........................................................................... xvii HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................... xviii HALAMAN ABSTRAK ........................................................................................... xix HALAMAN ABSTRACT .......................................................................................... xx

  

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................ 1

A. Latar Belakang Masalah.................................................................................... 1

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  C. Pembatasan Masalah ......................................................................................... 7

  D. Tujuan Penelitian ............................................................................................. 7

  E. Manfaat Penelitian ............................................................................................ 7

  F. Sistematika Penulisan ....................................................................................... 8

  

BAB II KAJIAN PUSTAKA ................................................................................... 10

A. Landasan Teori ............................................................................................... 10

  1. Kerjasama ................................................................................................ 10

  a) Pengertian Kerjasama ........................................................................ 10

  b) Bentuk Kerjasama .............................................................................. 11

  c) Dasar Kerjasama ................................................................................ 11

  2. Kebijakan ................................................................................................. 12

  a) Pengertian Kebijakan........................................................................ ..12

  b) Implementasi ....................................................................................... 13

  c) Implementasi Kebijakan ..................................................................... 14

  d) Model Implementasi Kebijakan .......................................................... 16

  e) Perspektif Implementasi Kebijakan ................................................... 26

  f) Proses Implementasi .......................................................................... 28

  g) Implementasi Strategi ........................................................................ 30

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Motivasi Belajar ........................................................................................ 31

  a) Pengertian Motivasi ............................................................................ 31

  b) Motivasi Belajar .................................................................................. 34

  B. Penelitian Sebelumnya .................................................................................... 35

  C. Desain Penelitian ............................................................................................ 35

  D. Rumusan Hipotesi ........................................................................................... 36

  

BAB III METODE PENELITIAN .......................................................................... 38

A. Subjek dan Objek Penelitian ........................................................................... 38

  1. Subjek Penelitian ...................................................................................... 38

  2. Objek penelitian ........................................................................................ 38

  B. Waktu dan Lokasi Penelitian .......................................................................... 38

  1. Waktu Penelitian....................................................................................... 38

  2. Lokasi Penelitian....................................................................................... 38

  C. Variabel Penelitian ......................................................................................... 39

  1. Motivasi Belajar Mahasiswa .................................................................... 39

  2. Implementasi Kerjasama......................................................................... ..39

  D. Pengukuran .................................................................................................... 39

  1. Pengukuran Implementasi Kerjasama ....................................................... 39

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  E. Definisi Operasional ...................................................................................... 41

  F. Populasi dan Sampel ...................................................................................... 42

  1. Populasi .................................................................................................... 42

  2. Sampel ...................................................................................................... 42

  G. Teknik Pengambilan Sampel ......................................................................... 43

  H. Teknik Pengumpulan Data ............................................................................. 43

  1. Teknik Pengumpulan Data ....................................................................... 43

  2. Jenis Data ................................................................................................ 44

  3. Pengolahan Data ...................................................................................... 45

  I. Teknik Pengujian Instrumen .......................................................................... 46 1.

  Uji Validitas ............................................................................................. 46 2. Uji Reliabilitas ......................................................................................... 47

  J. Teknik Analisa Data ...................................................................................... 48

  1. Analisis Korelasi ...................................................................................... 48

  2. Penerimaan dan Penolakan Ho ................................................................ 49

  3. Pengujian Hipotesis ................................................................................. 49

  

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN ....................................... 52

A. Gambaran Umum Kabupaten Pegunungan Bintang ...................................... 52

  1. Latar Belakang Berdirinya Kabupaten Pegunungan Bintang .................. 52

  2. Visi dan Misi Kabupaten Pegunungan Bintang ....................................... 55

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4. Kondisi Perkembangan Pendidikan ......................................................... 59

  B. Gambaran Umum Universitas Sanata Dharma .............................................. 62 1.

  Latar Belakang Berdirinya Universitas Sanata Dharma .......................... 62 2. Visi, Misi dan Tujuan Pendidiakn ........................................................... 65

  C. Tujuan Dilakukannya Kerjasama ................................................................... 66

  D. Dasar Kerjasama ............................................................................................ 67

  

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ................................................. 69

A. Karakteristik Responden ................................................................................. 69

  1. Identitas Responden .................................................................................. 69

  2. Umur Responden ...................................................................................... 69

  3. Jenis Kelamin Responden ......................................................................... 70

  4. Pendidikan Responden ..............................................................................71

  5. Prestasi Akademik Mahasiswa.................................................................. 71

  B. Deskripsi Data dan Analisis Pendahuluan ...................................................... 72

  1. Deskripsi Data ........................................................................................... 72

  a) Deskripsi Variabel Implementasi Kerjasama ..................................... 72

  b) Deskripsi Variabel Motivasi Belajar .................................................. 74

  2. Analisis Data Pendahuluan ...................................................................... 76

  3. Uji Kualitas Data ...................................................................................... 77

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a) Pengujian Validitas ............................................................................ 77

  b) Pengujian Reliabilitas ........................................................................ 79

  C. Hasil Uji Statistik dan Pembahasan ............................................................... 81 1.

  Hasil Uji Statistik ..................................................................................... 81

  a)

  Analisis Koefisien Korelasi dengan SPSS 16.0 ................................. 81

  b)

  Analisis Koefisien Korelasi dengan Rumus Product Moment........... 82

  c)

  Pengujian Hipotesis ........................................................................... 86 2. Pembahasan . .............................................................................................87 3. Rekapitulasi Data Variabel Implementasi Kerjasama ............................. 88 4. Rekapitulasi Data Variabel Motivasi Belajar Mahasiswa........................ 89

  

BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN ............................... 92

A. Kesimpulan ..................................................................................................... 92 B. Saran ............................................................................................................... 94 C. Keterbatasan .................................................................................................... 97

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 98

LAMPIRAN ............................................................................................................. 100

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR TABEL

Tabel Judul

   Halaman .............................................................

  III.1 Pedomana Umum Memeberikan Nilai R

  49 IV.1 Jumlah Distrik dan Penduduk Kabupaten Pegunungan Bintang .................... 53

  V.1 Umur Responden ............................................................................................ 69

  V.2 Jenis Kelamin Responden ............................................................................... 70

  V.3 Indeks Kumulatif Mahasiswa (IPK) ............................................................... 71

  V.4 Tanggapan Responden Mengenai Implementasi Kerjasama .......................... 73

  V.5 Tanggapan Responden Mengenai Motivasi Belajar Mahasiswa .................... 75

  V.6 Pengukuran Skala Likert ................................................................................. 77

  V.7 Kesimpulan Hasil Uji Validitas Untuk Variabel X ......................................... 78

  V.8 Kesimpulan Hasil Uji Validitas Untuk Variabel Y ......................................... 78

  V.9 Pengujian Reliabilitas ..................................................................................... 80

  V.10 Koefisien Korelasi Hasil SPSS 16.0 ............................................................... 81

  V.11 Perhitungan Koefisien Korelasi dengan Rumus ............................................. 82

  

DAFTAR GAMBAR

Gambar Judul Halaman

  II.1 Implementation as a Political and Administrative Process ................................

  18 II.2 Linear Implementasi Kebijakan ...................................................................... 19

  II.3 Model Interaktif Implementasi Kebijakan ...................................................... 21

  II.4 Model Kesesuaian Program ............................................................................ 24

  II.5 Kerangka Pikir Penelitian ............................................................................... 35

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Judul Halaman

  A Kuesioner Penelitian .............................................................................................

  100 B Hasil Olah Data dan Perhitungan Koefisien Korelasi .................................. 106 C Output SPSS 16.0 .......................................................................................... 111 D Nota Kesepahaman Kerjasama ..................................................................... 116 E Surat Izin Penelitian dari Tempat Penelitian................................................. 118

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

ANALISIS KORELASI ANTARA IMPLEMENTASI KERJASAMA

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG

DENGAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

DAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA

  Akmin Kisamlu Universitas Sanata Dharma

  Yogyakarta, 2012 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan implementasi kerjasama dan motivasi belajar mahasiswa Kabupaten Pegunungan Bintang terhadap program kerjasama Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang dan Universitas Sanata Dharma. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dilaksanakan pada 40 mahasiswa Kabupaten Pegunungan Bintang. Analisis data pada penelitian ini menggunakan bantuan SPSS versi 16.0. Teknik pengujian data yang digunakan dalam penelitian ini ialah uji validitas dan uji reliabilitas.

  Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi kerjasama berhubungan positif dengan motivasi belajar. Artinya implementasi kerjasama berasosiasi positif dan signifikan dengan motivasi belajar. Semakin baik implementasi kerjasama yang dijalankan, semakin baik pula motivasi belajar mahasiswa. Sebaliknya, semakin kurang baik implementasi kerjasama yang dijalankan, motivasi belajar mahasiswa juga akan semakin berkurang.

  Kata kunci: Kerjasama, implementasi, implementasi kerjasama, implementasi kebijakan, motivasi, motivasi belajar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

THE ANALYSIS OF CORELATION BETWEEN PARTNERSHIP

  

IMPLEMENTATION OF THE REGIONAL GOVERNMENT

OF PEGUNUNGAN BINTANG REGANCY WITH

SANATA DHARMA UNIVERSITY OF YOGYAKARTA

AND STUDY MOTIVATION OF STUDENTS

  Akmin Kisamlu

  

Sanata Dharma University

  Yogyakarta, 2012

  This research is aimed to analyze the relationship between the partnership

implementation and study motivation of students from Pegunungan Bintang toward

the partnership implementation between Pegunungan Bintang Regency and Sanata

Dharma University. The data collection done by using questionnaire given to 40

respondents of student from Pegunungan Bintang,. The analysis data of this research

use the program of SPSS version 16.0. The techniques of data test used in this

research are validity and reliability. The result of this research indicated that the

partnership implementation has positive relation with the study motivation. It means

that partnership implementation is associated in positive and significant with study

motivation. The most partnership implementation is implemented, the most study

motivation of students is increased and vise versa.

  

Key words: Partnership, implementation, partnership implementation, motivation,

implementation of policy, study motivation.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kerjasama antara lembaga pendidikan dan Pemerintah Daerah tertentu

  adalah merupakan langkah awal dimana saling mendukung dalam membangun sumber daya manusia suatu daerah atau membangun masyarakat. Untuk membangun dan menjawab tantangan suatu daerah adalah melalui suatu kerjasama yang dilandasi dengan suatu kesepakatan bersama dimana tidak keluar dari tujuan kedua pihak, baik secara individu maupun kelompok.

  Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat dipisahkan dari komunitasnya dan setiap orang di dunia ini tidak ada yang dapat berdiri sendiri melakukan segala aktivitas untuk memenuhi kebutuhannya tanpa bantuan orang lain. Secara alamiah, manusia melakukan interaksi dengan lingkungannya, baik sesama manusia maupun dengan makhluk hidup lainnya. Begitupun kita, dalam aktivitas usahanya setiap orang selalu membutuhkan kehadiran dan peran orang lain. Tidak seorang pun yang sukses karena hasil kerja atau usahanya sendiri.

  Kerjasama juga merupakan sebuah kemitraan antara pemerintah dan swasta yang mana mereka melibatkan kerjasama yang bersifat kolaboratif.

  (Menurut Bovaird dalam Agus Dwiyanto, 2004: 252) mendefinisikan kemitraan antara pemerintah dan swasta secara sederhana sebagai “pengaturan pekerjaan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  berdasarkan komitmen timbal balik, melebihi dan di atas yang diatur dalam setiap kontrak antara satu organisasi di sektor publik dengan organisasi di luar sektor publik. Dari definisi tersebut, Bovaird mendefinisikan bahwa kemitraan melibatkan bentuk kerjasama yang lebih dari sekedar kontrak kerjasama yang mana keduanya memiliki komitmen untuk mewujudkan tujuan bersama.

  Salah satu contoh bentuk kerjasama atau kemitraan adalah antara Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang dan Universitas Sanata Dharma yang mana kedua pihak menyepakati dan menandatangani bersama.

  Kerjasama ini dilakukan dengan kesepakatan bersama atau (MOU). Setiap tahun pemerintah daerah mengirim 25 orang untuk mengikuti program matrikulasi atau program pengulangan materi-materi pelajaran SMA dan tahap penyesuaian selama satu tahun. Program ini tentu langkah awal yang dilakukan oleh kedua instansi tersebut untuk menciptakan sumber daya manusia yang mampu bersaing di masa mendatang. Kerjasama ini sudah berjalan selama 4 tahun sejak tahun 2007 sampai sekarang. Namun, dalam implementasi pelaksanaannya terjadi banyak permasalahan antara Pemerintah Daerah, Universitas Sanata Dharma, dan mahasiswa Pegunungan Bintang.

  Kerjasama ini didasarkan pada pertimbangan keuntungan dari kedua belah pihak dan dipahami sebagai suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok di antara manusia untuk tujuan bersama dan mendapatkan hasil yang lebih cepat dan lebih baik. Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  meningkatkan sumber daya manusia suatu daerah adalah melalui sebuah kerjasama di bidang pendidikan yang di dalamnya tercantum Nota Kesepahamaan bersama.

  Nota kesepahaman antara Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang dengan Universitas Sanata Dharma mengenai kerjasama di bidang pendidikan adalah sebagai berikut:

  

NOMOR: 420/154/BUP-PB

NOMOR: 008/MOU-USD/IV/2007

  Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang dan Universitas Sanata Dharma se lanjutnya disebut “Para Pihak;”

  Mempertimbangkan kepentingan bersama untuk meningkatkan kerjasama di bidang pendidikan; Berkeinginan untuk mengembangkan dan meningkatkan kerjasama yang saling menguntungkan di bidang pendidikan; dan Sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku; Telah mencapai saling pengertian sebagai berikut:

Pasal 1 Tujuan Tujuan Nota Kesepahaman ini adalah untuk meningkatkan kerjasama di bidang

  pendidikan guna mewujudkan rencana Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang dalam rangka peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Pasal 2 Ruang Lingkup Kerjasama Para pihak akan mewujudkan kerjasama di bidang-bidang berikut:

  1) Pendidikan mahasiswa dan calon mahasiswa 2) Pengembangan kurikulum sekolah 3) Pelatihan guru

Pasal 3 Pelaksanaan dan Pendanaan Kerjasama Pelaksanaan dan pendanaan kerjasama ini akan diatur dalam perjanjian kerjasama

  tersendiri yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Nota Kesepahaman ini.

  Pasal 4 Penyelesaian Sengketa Segala sengketa yang ditimbulkan karena penafsiran dan/atau pelaksanaan Nota Kesepahaman ini akan dilakukan dengan musyawara. Pasal 5 Jangka Waktu Nota Kesepahaman ini berlaku sejak ditandatangani sampai masa 6 (enam) tahun

  dan diperpanjang secara otomatis pada setiap akhir periode kecuali para pihak memutuskan lain.

  Perjanjian kerjasama ini ditandatangani di Yogyakarta pada tanggal 27 Juli 2007 dalam dua naskah asli, masing-masing bermeterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Surat perjanjian kerjasama ini ditandatangani oleh masing- masing perwakilan yakni Rektor Universitas Sanata Dharma Dr.Ir. P. Wiryono Priyotamtama, S.J.,M.Sc., Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang Drs. Wellington L. Wenda, M.Si dan diketahui oleh ketua DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang Drs. Theo B. Opky.

  Di dalam kerjasama ini kedua pihak memerlukan komunikasi. Komunikasi sangat berperan dalam sebuah kemitraan karena dengan adanya komunikasi akan memperlancar kerjasama tersebut. Berdasarkan isi nota kesepahaman pada pasal 4 tentang Pe nyelesaian sengketa yang berbunyi “Segala sengketa yang ditimbulkan karena penafsiran dan/atau pelaksanaan Nota Kesepahaman ini akan dilakukan dengan musyawara”. Dari isi pasal tersebut akan terlaksana dengan baik apabila komunikasi berperan di dalam musyawara yang dimaksud pada pasal 4.

  Komunikasi Menurut (Forsdale 1981) seorang ahli pendidikan terutama ilmu komunikasi menerangkan dalam sebuah kalimat bahwa “communication is

  

the process by which a system is established, maintained and altered by means of

shared signals that operate according to rules”. Komunikasi adalah suatu proses

  dimana suatu sistem dibentuk, dipelihara, dan diubah dengan tujuan bahwa sinyal-sinyal yang dikirimkan dan diterima dilakukan sesuai dengan aturan.

  Komunikasi dirumuskan sebagai suatu proses penyampaian pesan/informasi diantara beberapa orang. Karenanya komunikasi melibatkan seorang pengirim,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pesan/informasi saluran dan penerima pesan yang mungkin juga memberikan umpan balik kepada pengirim untuk menyatakan bahwa pesan telah diterima.

  Tujuan komunikasi adalah berhubungan dan mengajak dengan orang lain untuk mengerti apa yang kita sampaikan dalam mencapai tujuan.

  Keterampilan berkomunikasi diperlukan dalam bekerjasama dengan orang lain. Dalam hal ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang dan Universitas Sanata Dharma membutuhkan komunikasi guna mencapai tujuan dan maksud yang tertera di dalam Nota Kesepahaman. Komunikasi ini diperuntukkan bagi kedua pihak agar dapat mengkomunikasikan segala macam persoalan yang terjadi dalam kerjasama tersebut.

B. Rumusan Masalah

  1. Sejauh mana Implementasi Kerjasama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang dan Universitas Sanata Dharma dapat dilaksanakan?

  2. Sejauh mana Motivasi Belajar Mahasiswa selama masih mengikuti program kerjasama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang dan Universitas Sanata Dharma?

  3. Apakah ada korelasi antara Implementasi Program Kerjasama dan Motivasi Belajar Mahasiswa Kabupaten Pegunungan Bintang?

  4. Perbaikan apakah yang dapat disarankan dalam Implementasi Program Kerjasama Pemerintah Daerah Pegunungan Bintang dan Universitas Sanata

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  C. Pembatasan Masalah

  Untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai masalah yang dihadapi kedua pihak, maka dalam hal ini penulis membatasi penyajian masalah yang akan dibahas. Adapun permasalahan itu, hanya dikhususkan pada implementasi program kerjasama dan motivasi belajar mahasiswa Kabupaten Pegunungan Bintang.

  D. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui sejauh mana implementasi pelaksanaan kerjasama antara pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang dan Universitas Sanata Dharma.

  2. Untuk mengetahui sejauh mana motivasi belajar mahasiswa yang dimiliki melalui implementasi program kerjasama tersebut.

  3. Untuk mengetahui apakah implementasi Program Kerjasama berkorelasi dengan motivasi belajar mahasiswa

  4. Untuk mengetahui perbaikan mendasar yang dapat disarankan dalam implementasi kerjasam tersebut.

  E. Manfaat Penelitian

  1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan kepada kedua pihak dalam melakukan implementasi kerjasama dalam rangka meningkatkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Hasil penelitian ini juga diharapkan menjadi bahan evaluasi pelaksanaan implementasi kerjasama antara kedua instansi.

F. Sistematika Penulisan

  Pada penulisan penelitian ini, sistematika penulisannya akan terdiri dari 6 bab dengan urutan sebagai berikut:

  BAB I. Pendahuluan Pada bab ini dijelaskan megenai apa yang menjadi latar belakang penulisan ini, pokok masalah yang akan dihadapi, batasan masalah yang akan diteliti, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.

  BAB II. Landasan Teori Pada bab ini uraian bersifat teoritis yaitu mengenai kerjasama, kebijakan, implementasi kebijakan, implementasi, motivasi dan hal-hal lain mengenai apa yang diteliti oleh penulis. Dimana teori-teori tersebut akan digunakan sebagai dasar dalam pembahasan.

  BAB III. Metode Penelitian Dalam bab ini dijelaskan tentang jenis, lokasi, subyek, obyek penelitian, populasi dan sampel, data dan sumber data, metode pengumpulan data, dan analisis yang digunakan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  BAB IV. Gambaran Umum Subjek Penelitian Pada bab ini diuraikan apa yang diperoleh dari penelitian mengenai kehidupan subjek penelitian yang meliputi sejarah singkat Kabupaten Pegunungan Bintang, Visi dan Misi Kabupaten Pegunungan Bintang, kondisi geografis, perkembangan pendidikan, sejarah singkat dan visi dan misi Universitas Sanata Dharma, dan dasar kerjasama Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang dan Universitas Sanata Dharma.

  BAB V. Analisis Data dan Pembahasan Berdasarkan teori-teori yang dipakai itu sebagai landasan pembahasan maka analisis data yang dibahas adalah berdasarkan pada data yang berasal dari subjek penelitian dengan menggunakan metode statistik.

  BAB VI. Kesimpulan, Saran dan Keterbatasan Pada bab ini kesimpulan akan diperoleh dari hasil perhitungan, saran- saran yang diberikan pada subjek penelitian dilakukan pada penelitian, dan keterbatasan dari penelitian itu sendiri. DAFTAR PUSTAKA

  Daftar pustaka ini berisi sumber-sumber yang berupa buku-buku, skripsi, dan sumber lainnya yang dipakai penulis dalam penyusunan skripsi ini

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II KAJIAN TEORI A. Landasan Teori

  1. Kerjasama

  a) Pengertian Kerjasama Kerjasama dimaksudkan sebagai suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama.

  Kerjasama (cooperation) adalah suatu usaha atau bekerja untuk mencapai suatu hasil. Kerjasama (cooperation) adalah adanya keterlibatan secara pribadi di antara kedua pihak demi tercapainya penyelesaian masalah yang dihadapi secara optimal (Sunarto, 2000 dalam Bunga Fajar Sari). Moh.

  Jafar Hafsah (dalam skripsi Bunga Fajar Sari, 2008) menyebut kerjasama ini dengan istilah “kemitraan”, yang artinya adalah “suatu strategi bisnis atau pun organisasi yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih dalam jangka waktu tertentu untuk meraih keuntungan bersama dengan prinsip saling menguntungkan anatar k edua pihak.” (H. Kusnadi Hafsah dalam skripsi Bunga Fajar Sari 2008

  ) mengartikan kerjasama sebagai “dua orang atau lebih untuk melakukan aktivitas bersama yang dilakukan secara terpadu yang diarahkan kepada suatu target atau tujuan tertentu.” Dari pengertian kerjasama di atas ada beberapa aspek yang terkandung dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  minimal ada dua orang/pihak yang melakukan kesepakatan. Oleh karena itu, sukses tidaknya kerjasama tersebut ditentukan oleh peran dari kedua orang atau kedua pihak yang bekerjasama.

  Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kerjasama (cooperation) adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok di antara kedua belah pihak manusia untuk tujuan bersama dan mendapatkan hasil yang lebih cepat dan lebih baik.

  b) Bentuk-bentuk Kerjasama Dalam teori sosiologi akan dijumpai beberapa bentuk kerjasama

  (cooperation). Lebih lanjutnya kerjasama dapat dibedakan dalam kerjasama spontan (spontaneous cooperation), kerjasama langsung (directed cooperation), kerjasama kontrak (contractual cooperation), serta kerjasama tradisional (traditional cooperation), Soekanto,1990.

  c) Dasar Kerjasama Pada dasarnya manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain.

  Dalam menjalani kehidupannya manusia akan dihadapkan pada suatu dilema sosial. Oleh karenanya dibutuhkan kerjasama dalam menjalani kehidupannya. Salah satu bentuk kerjasama adalah antara Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang dan Universitas Sanata Dharma adalah dengan tujuan membangun dan meningkatkan sumber daya manusia yang mampu bersaing dan membangun daerah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dengan adanya kebutuhan akan sumber daya manusia di Kabupaten Pegunungan Bintang sehingga pemerintah daerah melakukan suatu terobosan di bidang pendidikan, baik di tingkat SMP, SMA, dan PT (Perguruan Tinggi). Kerjasama ini tidak hanya dilakukan antara pemerintah daerah dan Universitas Sanata Dharma tetapi dengan lembaga pendidikan lainnya dan berbagai yayasan di seluruh Indonesia.

  2. Kebijakan

  a) Pengertian Kebijakan Kebijakan sebagai suatu program pencapain tujuan, nilai-nilai dan tindakan-tindakan yang terarah dan kebijakan juga merupakan serangkaian tindakan yang diusulkan seseorang, kelompok atau pemerintah dalam suatu lingkungan tertentu dengan menunjukan kesulitan-kesulitan dan kemungkinan usulan kebijaksanaan tersebut dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Secara umum kebijakan dikelompokan menjadi tiga, yaitu: 1) Proses pembuatan kebijakan merupakan kegiatan perumusan hingga dibuatnya suatu kebijakan.

  2) Proses implementasi merupakan pelaksanaan kebijakan yang sudah dirumuskan.

  3) Proses evaluasi kebijakan merupakan proses mengkaji kembali implementasi yang sudah dilaksanakan atau dengan kata lain mencari jawaban apa yang terjadi akibat implementasi kebijakan tertentu dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b) Implementasi Implementasi adalah proses untuk memastikan terlaksananya suatu kebijakan dan tercapainya kebijakan. Impelementasi juga dimaksudkan menyediakan sarana untuk membuat sesuatu dan memberikan hasil yang bersifat praktis terhadap sesama. Menururt Van Meter dan Horn (dalam Winarmo 2012:149) menyatakan bahwa implementasi kebijakan merupakan tindakan yang dilakukan oleh pemerintah dan swasta baik secara individu maupun secara kelompok yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan. (Grindle 2012:149) menambahkan bahwa proses implementasi baru akan dimulai apabila tujuan dan sasaran telah ditetapkan, program kegiatan telah tersusun dan dana telah siap dan telah disalurkan untuk mencapai sasaran. Menurut Lane, implementasi sebagai konsep dapat dibagi ke dalam dua bagian. Pertama, implementation = F

  (Intention, Output, Outcome) . Sesuai definisi tersebut, implementasi

  merupakan fungsi yang terdiri dari maksud dan tujuan, hasil sebagai produk dan hasil dari akibat. Kedua, implementasi merupakan persamaan fungsi dari implementation= F (Policy, Formator, Implementor, Initiator,

  Time) . Penekanan utama kedua fungsi ini adalah kepada kebijakan itu

  sendiri, kemudian hasil yang dicapai dan dilaksanakan oleh implementor dalam kurun waktu tertentu (Winarmo, 2012:147).

  Jadi, implementasi dimaksudkan sebagai tindakan individu publik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  memastikan terlaksananya dan tercapainya suatu kebijakan serta memberikan hasil yang bersifat praktis terhadap sesama. Sehingga dapat tercapainya sebuah kebijakan yang memberikan hasil terhadap tindakan- tindakan individu, publik, dan swasta.

  Berdasarkan pengertian implementasi yang dikemukakan di atas, dapat dikatakan bahwa implementasi adalah tindakan-tindakan yang dilakukan pihak-pihak yang berwenang atau kepentingan baik pemerintah maupun swasta yang bertujuan untuk mewujudkan cita-cita atau tujuan yang telah ditetapkan, implementasi dengan berbagai tindakan yang dilakukan untuk melaksanakan atau merealisasikan program yang telah disusun demi tercapainya tujuan dari program yang telah direncanakan karena pada dasarnya setiap rencana yang ditetapkan memiliki tujuan atau target yang hendak dicapai.

  c) Implementasi Kebijakan Implementasi adalah hasil perubahan yang terjadi dan perubahan bisa dimunculkan, juga merupakan studi kehidupan politik yaitu organisasi di luar dan di dalam sistem politik menjalankan urusan mereka dan berinteraksi satu sama lain dan motivasi yang membuat bertindak secara berbeda (Parsons, 2005:463). Sedangkan menurut (Goerge C Edwards

  2003:1) “Implementasi Kebijakan adalah suatu tahapan kebijakan publik, antara pembentukan kebijakan dan konsekuensi-

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kebijakan tidak tepat atau tidak dapat mengurangi masalah yang merupakan sasaran dari kebijakan, maka kebijakan itu dapat mengalami kegagalan sekalipun kebijakan itu diimplementasikan dengan sangat baik. Sementara itu, suatu kebijakan yang telah direncanakan dengan sangat baik dapat mengalami kegagalan jika kebijakan tersebut kurang diimplementasikan dengan baik oleh para pelaksana kebijakan. Sedangkan (Wibawa dalam Tangkilisan, 2003:20) berpendapat “Impelementasi Kebijakan adalah untuk menetapkan arah agar tujuan kebijakan publik dapat direalisasikan sebagai hasil dari kegiatan pemerinta h”.

  Berdasarkan pendapat para ahli dalam menentukan tahapan implementasi kebijakan tersebut terlihat bahwa implementasi adalah tindakan-tindakan yang dilaksanakan oleh individu atau pejabat-pejabat terhadap sesuatu objek/sasaran yang diarahkan untuk mencapai tujuan- tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

  Jadi, implementasi kebijakan adalah aktivitas yang terlihat setelah dikeluarkan pengarahan yang sah dari suatu kebijakan yang meliputi upaya mengelola input untuk menghasilkan output atau outcomes bagi masyarakat. Implementasi kebijakan menghubungkan antara tujuan kebijakan dan realisasinya dengan hasil kegiatan pemerintah. Hal ini sesuai dengan pandangan (Van Meter dan Horn Grindle, 1980: 6) bahwa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tujuan kebijakan publik direalisasikan melalui aktivitas instansi pemerintah yang melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan (policy

  stakeholders) .

  d) Model Implementasi Kebijakan Menurut (Sabatier 1986: 21-48 dalam skripsi Dr. Haedar Akib,

  M.Si. & Dr. Antonius Tarigan 2009), terdapat dua model yang berpacu dalam tahap implementasi kebijakan, yakni model top down dan model

  bottom up . Kedua model ini terdapat pada setiap proses pembuatan

  kebijakan. Model elit, model proses dan model inkremental dianggap sebagai gambaran pembuatan kebijakan berdasarkan model top down.

  Sedangkan gambaran model bottom up dapat dilihat pada model kelompok dan model kelembagaan. (Grindle 1980: 6-10 dalam skripsi (Dr. Haedar Akib, M.Si. & Dr. Antonius Tarigan 2009) memperkenalkan model implementasi sebagai proses politik dan administrasi. Model tersebut menggambarkan proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh beragam aktor, di mana keluaran akhirnya ditentukan oleh materi program yang telah dicapai maupun melalui interaksi para pembuat keputusan dalam konteks politik administratif. Proses politik dapat terlihat melalui proses pengambilan keputusan yang melibatkan berbagai aktor kebijakan, sedangkan proses administrasi terlihat melalui proses umum mengenai aksi administratif yang dapat diteliti pada tingkat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1) Kebijakan yang diinginkan (idealized policy); pola interaksi yang dikehendaki dan apa yang hendak diubah oleh suatu kebijakan.

  2) Kelompok sasaran (target group); sekelompok masyarakat yg hendak dipengaruhi dan diubah.

  3) Organisasi pelaksana (implementing organisation); sebuah satuan birokrasi pemerintah yang bertanggung jawab atas kebijakan tertentu.

  4) Faktor lingkungan (environmental factors); unsur-unsur lingkungan kebijakan yang mempengaruhi pelaksanaan kebijakan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Gambar 2.1 Model Implementasi Kebijakan Menurut Grindle Sumber: (Merilee S. Grindle. 1980.

  T.B. Smith mengakui, ketika kebijakan telah dibuat, kebijakan tersebut harus diimplementasikan dan hasilnya sedapat mungkin sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pembuat kebijakan (Nakamura dan Smallwood, 1980: 2). Pada gambar 2.1 terlihat bahwa suatu kebijakan memiliki tujuan yang jelas sebagai wujud orientasi nilai kebijakan. Tujuan implementasi kebijakan diformulasi ke dalam program aksi dan proyek

  Tujuan Kebijakan Implementasi Dipergunakan oleh: a.

  

Isi Kebijakan

 Kepentingan

Kelompok Sasaran  Tipe Manfaat  Derajat Perubahan yang diinginkan  Letak Pengambilan

Keputusan

 Pelaksanaan Program  Sumber daya yang

digunkana

b.

   Konteks Implementasi

 Kekuatan,

kepentingan, dan strategi dari pelaku yang terlibat  Institusi dan karakter

penguasa

 Lengkap dan respon

  Tujuan yang dicapai Program aksi dan Poyek individu yang didesain Hasil Kebijakan

  a. Dampak pada masyarakat, individu dan kelompok b. Perubahan dan penerimaan

  Program yang dilaksanakan sesuai rencana Mengukur keberhasilan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tertentu yang dirancang dan dibiayai. Program dilaksanakan sesuai dengan rencana. Implementasi kebijakan atau program secara garis besar dipengaruhi oleh isi kebijakan dan konteks implementasi. Keseluruhan implementasi kebijakan dievaluasi dengan cara mengukur luaran program berdasarkan tujuan kebijakan. Luaran program dilihat melalui dampaknya terhadap sasaran yang dituju baik individu dan kelompok maupun masyarakat. Luaran implementasi kebijakan adalah perubahan dan diterimanya perubahan oleh kelompok sasaran.

  Fase Agenda Fase Keputusan Fase Pelaksanaan

  Sukses Keputusan dilaksanaka kebijakan n

  Dalam Perkuat

  Isu Agenda

  Institusi Kebijakan

  Tidak ada Gagal kebijakan Tidak Tingkatkan kemauan politik

Gambar 2.2 Linier Implementasi Kebijakan (Baedhowi, 46-48)

  Pada aspek pelaksanaan, terdapat dua model implementasi kebijakan publik yang efektif, yaitu model linier dan model interaktif (lihat Baedhowi, 2004: 47). Pada model linier, fase pengambilan keputusan merupakan aspek yang terpenting, sedangkan fase pelaksanaan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kebijakan kurang mendapat perhatian atau dianggap sebagai tanggung jawab kelompok lain. Keberhasilan pelaksanaan kebijakan tergantung pada kemampuan instansi pelaksana. Jika implementasi kebijakan gagal maka yang disalahkan biasanya adalah pihak manajemen yang dianggap kurang memiliki komitmen sehingga perlu dilakukan upaya yang lebih baik untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan pelaksana.

  Berbeda dengan model linier, model interaktif menganggap pelaksanaan kebijakan sebagai proses yang dinamis, karena setiap pihak yang terlibat dapat mengusulkan perubahan dalam berbagai tahap pelaksanaan. Hal itu dilakukan ketika kebijakan publik dianggap kurang memenuhi harapan stakeholders. Ini berarti bahwa berbagai tahap implementasi kebijakan publik akan dianalisis dan dievaluasi oleh setiap pihak sehingga potensi, kekuatan dan kelemahan setiap fase pelaksanaannya diketahui dan segera diperbaiki untuk mencapai tujuan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Gambar 2.3 Model Interaktif Implementasi Kebijakan

  Sumber: (Thomas R. Dye. 1981. Understanding Public Policy, Prentice-Hall

  

Karakteristik Kebijakan

Pengambil kebijakan menilai dan memobilisasi sumberdaya untuk keberlangsung- an kebijakan Pertanggung-

jawaban

terhadap publik

  Pelaksana kebijakan menilai dan memobilisasi sumberdaya untuk keberlangsung- an kebijakan

Potensi Hasil Kebijakan

Tolak/Laksanakan Laksanakan/Tolak

  

Publik Birokrasi

Arena Konflik

Tahap Keputusan

Agenda Kebijakan

  

Isu Kebijakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pada gambar 2.3 terlihat bahwa meskipun persyaratan input sumberdaya merupakan keharusan dalam proses implementasi kebijakan, tetapi hal itu tidak menjamin suatu kebijakan akan dilaksanakan dengan baik. Input sumberdaya dapat digunakan secara optimum jika dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan kebijakan terjadi interaksi positif dan dinamis antara pengambil kebijakan, pelaksanaan kebijakan dan pengguna kebijakan (masyarakat) dalam suasana dan lingkungan yang kondusif.

  Jika model interaktif implementasi kebijakan di atas dibandingkan dengan model implementasi kebijakan yang lain, khususnya model proses politik dan administrasi dari Grindle, terlihat adanya kesamaan dan representasi elemen yang mencirikannya. Tujuan kebijakan, program aksi dan proyek tertentu yang dirancang dan dibiayai menurut Grindle menunjukkan urgensi fase pengambilan keputusan sebagai fase terpenting dalam model linier implementasi kebijakan. Sementara itu, enam elemen isi kebijakan ditambah dengan tiga elemen konteks implementasi sebagai faktor yang mempengaruhi aktivitas implementasi menurut Grindle mencirikan adanya interaksi antara pengambil kebijakan, pelaksana kebijakan dan pengguna kebijakan dalam model interaktif. Begitu pula istilah model proses politik dan proses administrasi menurut Grindle,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ciri model interaktif implementasi kebijakan, juga menunjukkan kelebihan model tersebut dalam cara yang digunakan untuk mengukur keberhasilan implementasi kebijakan, beserta output dan outcomesnya.

  Selain model implementasi kebijakan di atas Van Meter dan Van Horn mengembangkan Model Proses Implementasi Kebijakan. (Tarigan, 2000: 20). Keduanya meneguhkan pendirian bahwa perubahan, kontrol dan kepatuhan dalam bertindak merupakan konsep penting dalam prosedur implementasi. Keduanya mengembangkan tipologi kebijakan menurut: (i) jumlah perubahan yang akan dihasilkan, dan (ii) jangkauan atau ruang lingkup kesepakatan mengenai tujuan oleh berbagai pihak yang terlibat dalam proses implementasi.

  Tanpa mengurangi kredibilitas model proses implementasi kebijakan dari Van Meter dan Van Horn terlihat bahwa elemen yang menentukan keberhasilan penerapannya termasuk ke dalam elemen model proses politik dan administrasi menurut Grindle. Kata kunci yakni perubahan, kontrol dan kepatuhan termasuk dalam dimensi isi kebijakan dan konteks implementasi kebijakan. Demikian pula dengan tipologi kebijakan yang dibuat oleh keduanya termasuk dalam elemen isi kebijakan dan konteks implementasi menurut Grindle. Tipologi jumlah perubahan yang dihasilkan termasuk dalam elemen isi kebijakan dan tipologi ruang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sejalan dengan pendapat di atas, Korten (baca dalam Tarigan, 2000: 19) membuat Model Kesesuaian implementasi kebijakan atau program dengan memakai pendekatan proses pembelajaran. Model ini berintikan kesesuaian antara tiga elemen yang ada dalam pelaksanaan program, yaitu program itu sendiri, pelaksanaan program dan kelompok sasaran program.

  PROGRAM

  Output Tugas Kebutuhan Kompetensi Pemanfaat Organisasi

  

Tuntutan Putusan

Gambar 2.4 Model Kesesuaian

  

Sumber: (Dikutip dari David C. Korten (1988) dalam Tarigan, h. 19)

  Korten menyatakan bahwa suatu program akan berhasil dilaksanakan jika terdapat kesesuaian dari tiga unsur implementasi program. Pertama, kesesuaian antara program dengan pemanfaat, yaitu kesesuaian antara apa yang ditawarkan oleh program dengan apa yang dibutuhkan oleh kelompok sasaran (pemanfaat). Kedua, kesesuaian antara

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  disyaratkan oleh program dengan kemampuan organisasi pelaksana. Ketiga, kesesuaian antara kelompok pemanfaat dengan organisasi pelaksana, yaitu kesesuaian antara syarat yang diputuskan organisasi untuk dapat memperoleh output program dengan apa yang dapat dilakukan oleh kelompok sasaran program.

  Berdasarkan pola yang dikembangkan Korten, dapat dipahami bahwa jika tidak terdapat kesesuaian antara tiga unsur implementasi kebijakan, kinerja program tidak akan berhasil sesuai dengan apa yang diharapkan. Jika output program tidak sesuai dengan kebutuhan kelompok sasaran jelas outputnya tidak dapat dimanfaatkan. Jika organisasi pelaksana program tidak memiliki kemampuan melaksanakan tugas yang disyaratkan oleh program maka organisasinya tidak dapat menyampaikan output program dengan tepat. Atau, jika syarat yang ditetapkan organisasi pelaksana program tidak dapat dipenuhi oleh kelompok sasaran maka kelompok sasaran tidak mendapatkan output program. Oleh karena itu, kesesuaian antara tiga unsur implementasi kebijakan mutlak diperlukan agar program berjalan sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Model kesesuaian implementasi kebijakan yang diperkenalkan oleh Korten memperkaya model implementasi kebijakan yang lain. Hal ini dapat dipahami dari kata kunci kesesuaian yang digunakan. Meskipun demikian, elemen yang disesuaikan satu sama lain

  • – program, pemanfaat dan organisasi
  • – juga sudah termasuk baik dalam dimensi isi kebijakan (program) dan dimensi konteks implementasi (organisasi) maupun dalam outcomes (pemanfaatan) pada model proses politik dan administrasi dari Grindle.

  e) Perspektif Implementasi Kebijakan Implementasi kebijakan publik dapat dilihat dari beberapa perspektif atau pendekatan. Salah satunya ialah implementation problems

  approach yang diperkenalkan oleh Edwards III (1984: 9-10). Edwards III

  mengajukan pendekatan masalah implementasi dengan terlebih dahulu mengemukakan dua pertanyaan pokok, yakni: (i) faktor apa yang mendukung keberhasilan implementasi kebijakan? dan (ii) faktor apa yang menghambat keberhasilan implementasi kebijakan?

  Berdasarkan kedua pertanyaan tersebut dirumuskan empat faktor yang merupakan syarat utama keberhasilan proses implementasi, yakni komunikasi, sumber daya, sikap birokrasi atau pelaksana dan struktur organisasi, termasuk tata aliran kerja birokrasi. Empat faktor tersebut

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Komunikasi suatu program hanya dapat dilaksanakan dengan baik apabila jelas bagi para pelaksana. Hal ini menyangkut proses penyampaian informasi, kejelasan informasi dan konsistensi informasi yang disampaikan. Sumber daya, meliputi empat komponen yaitu staf yang cukup (jumlah dan mutu), informasi yang dibutuhkan guna pengambilan keputusan, kewenangan yang cukup guna melaksanakan tugas atau tanggung jawab dan fasilitas yang dibutuhkan dalam pelaksanaan. Disposisi atau sikap pelaksana merupakan komitmen pelaksana terhadap program. Struktur birokrasi didasarkan pada standard

  operating prosedure yang mengatur tata aliran pekerjaan dan pelaksanaan kebijakan.

  Untuk memperlancar implementasi kebijakan, perlu dilakukan diseminasi dengan baik. Syarat pengelolaan diseminasi kebijakan ada empat, yakni:

  1) adanya respek anggota masyarakat terhadap otoritas pemerintah untuk menjelaskan perlunya secara moral mematuhi undang-undang yang dibuat oleh pihak berwenang;

  2) adanya kesadaran untuk menerima kebijakan. Kesadaran dan kemauan menerima dan melaksanakan kebijakan terwujud manakala kebijakan dianggap logis;

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4) awalnya suatu kebijakan dianggap kontroversial, namun dengan berjalannya waktu maka kebijakan tersebut dianggap sebagai sesuatu yang wajar.

  f) Proses Implementasi Implementasi mengacu pada tindakan untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dalam suatu keputusan. Tindakan tersebut berusaha untuk mengubah keputusan-keputusan tersebut menjadi pola-pola operasional serta berusaha mencapai perubahan-perubahan besar atau kecil sebagaimana yang telah diputuskan sebelumnya. Implementasi pada hakekatnya juga upaya pemahaman apa yang seharusnya terjadi setelah sebuah program dilaksanakan.

  Berdasarkan penjelasan dan pengertian implementasi maka dapat ditarik kesimpulan bahwa awalnya program merupakan sesuatu yang harus ada demi tercapainya kegiatan implementasi. Selanjutnya adanya kelompok yang menjadi sasaran program sehingga kelompok menjadi ikut dilibatkan dan membawa hasil dari program yang dijalankan dan adanya program dan peningkatan dalam kehidupannya. Program akan menunjang implementasi, karena dalam program tersebut telah dimuat berbagai aspek yaitu: 1) Adanya tujuan yang ingin dicapai. 2) Adanya kebijaksanaan-kebijaksanaan yang diambil dalam mencapai

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3) Adanya aturan-aturan yang harus dipegang dan prosedur yang harus dinilai.

  4) Adanya strategi dalam pelaksanaan.

  Proses persiapan implementasi setidaknya menyangkut beberapa hal penting yakni: 1) penyiapan sumber daya, unit dan metode; 2) penerjemahan kebijakan menjadi rencana dan arahan yang dapat diterima dan dijalankan; 3) penyediaan layanan, pembayaran dan hal lain secara rutin.

  Dalam prakteknya implementasi program sering mendapatkan masalah-masalah baru yaitu umumnya disebabkan kesenjangan- kesenjangan antara waktu penetapan atau kebijaksanaan dengan pelaksanaannya. Sehingga oraganisasi yang mengoperasionalkan implementasi program memiliki kemampuan yang tinggi dalam menjalankannya. Organisasi yang mengoperasionalkan implementasi program harus memiliki hirarki dalam kepengurusannya. Jadi program dapat dikatakan sebagai kebijaksanaan yang telah disepakati dan dikomunikasikan untuk dilaksanakan dari atas hingga ke bawah.

  Keberhasilan kebijakan atau program juga dikaji berdasarkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  proses, program pemerintah dikatakan berhasil jika pelaksanaannya sesuai dengan petunjuk dan ketentuan pelaksanaan yang dibuat oleh pembuat program yang mencakup antara lain cara pelaksanaan, agen pelaksana, kelompok sasaran dan manfaat program. Sedangkan pada perspektif hasil, program dapat dinilai berhasil manakala program membawa dampak seperti yang diinginkan. Suatu program mungkin saja berhasil jika dilihat dari sudut proses, tetapi boleh jadi gagal jika ditinjau dari dampak yang dihasilkan, atau sebaliknya.

  g) Implementasi Strategi Menurut J. David Hunger & Thomas L. Wheelen, 2003 dalam

  Manajemen Strategis mengatakan bahwa Implementasi strategi adalah sejumlah total aktivitas dan pilihan yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan sebuah perencanaan strategi. Implementasi strategi merupakan proses berbagai strategi dan kebijakan berubah menjadi tindakan melalui pengembangan program, anggaran, dan prosedur. Sedangkan prof. Sukanto Reksohadiprodjo dalam bukunya yang berjudul Manajemen Strategi, 2000, mengatakan bahwa implementasi strategi merupakan

  “action oriented” yang menciptakan sesuatu agar terjadi.

  Implementasi strategi juga merupakan tugas mengubah kondisi sekarang, memotivasi SDM, mengembangkan kompetensi, memperbaiki

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  berdasarkan potensi yang ada, serta berupaya untuk menghadapi perlawanan atas perubahan.

  3. Motivasi Belajar

  a) Pengertian Motivasi Motivasi merupakan faktor psikologis yang menunjukan minat individu terhadap pekerjaan, rasa puas dan ikut bertanggung jawab terhadap aktivitas atau pekerjaan yang dilakukan (Masrukhin dan Waridin, 2004 Dalam Skripsi Regina Aditya Reza, Universitas Diponegoro Semarang, 2010). Sedangkan Hasibuan (2004) berpendapat bahwa motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan dan mendukung perilaku manusia, supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal.

  Motivasi merupakan faktor yang mempengaruhi semangat dan kegairahan seseorang untuk berperan serta secara aktif dalam belajar.

  Teori motivasi yang paling terkenal adalah hirarki kebutuhan yang diungkapan Abraham Maslow. Hipotesisnya mengatakan bahwa di dalam diri semua manusia bersemayam lima jenjang kebutuhan (Maslow, dalam Suwatno dan Donni 2011), yang menjadi indikator yaitu:

  1) Fisiologis: antara lain rasa lapar, haus, perlindungan (pakaian dan perumahan), seks, dan kebutuhan jasmani lain.

  2) Keamanan: antara lain keselamatan dan perlindungan terhadap

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3) Sosial: mencakup kasih sayang, rasa memiliki, diterima baik, dan persahabatan.

  4) Penghargaan: mencakup faktor penghormatan diri seperti harga diri, otonomi, dan prestasi; serta faktor penghormatan dari luar seperti misalnya status, pengakuan, dan perhatian. 5) Aktualisasi diri: dorongan untuk menjadi seseorang/sesuatu sesuai ambisinya yang mencakup pertumbuhan, pencapaian potensi, dan pemenuhan kebutuhan diri.

  Kebutuhan-kebutuhan yang disebut pertama (fisiologis) dan kedua (keamanan) kadang-kadang diklasifikasikan dengan cara lain, misalnya dengan menggolongkannya sebagai kebutuhan primer, sedangkan yang lainnya dikenal pula dengan klasifikasi kebutuhan sekunder. Terlepas dari cara membuat klasifikasi kebutuhan manusia itu, yang jelas adalah bahwa sifat, jenis dan intensitas kebutuhan manusia berbeda satu orang dengan yang lainnya karena manusia merupakan individu yang unik.

  Juga jelas bahwa kebutuhan manusia itu tidak hanya bersifat materi, akan tetapi bersifat psikologikal, mental, intelektual dan bahkan juga spiritual.

  Sedangkan teori dari McClelland dikenal tentang teori kebutuhan untuk mencapai prestasi atau Need for Acievement (N.Ach) dalam Manajemen SDM dalam Organisasi Publik dan Motivasi (2011:178) yang menyatakan bahwa motivasi berbeda-beda, sesuai dengan kekuatan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Winardi merumuskan kebutuhan akan prestasi tersebut sebagai keinginan: “Melaksanakan sesuatu tugas atau pekerjaan yang sulit.

  Menguasai, memanipulasi, atau mengorganisasi obyek-obyek fisik, manusia, atau ide-ide melaksanakan hal-hal tersebut secepat mungkin dan seindependen mungkin, sesuai kondisi yang berlaku. Mengatasi kendala-kendala, mencapai standar tinggi, mencapai performa puncak untuk diri sendiri, mampu menang dalam persaingan dengan pihak lain, serta meningkatkan kemampuan diri melalui penerapan bakat secara berhasil.”

  Dari beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli bahwa motivasi adalah suatu perubahan yang terdapat pada diri seseorang untuk melakukan sesuatu guna mencapai tujuan. Dapat juga disimpulkan bahwa motivasi sebagai suatu perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya perasaan dan didahului dengan adanya tujuan, maka dalam motivasi terkandung tiga unsur penting, yaitu:

  1) Bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia, perkembangan motivasi akan membawa beberapa perubahan energi di dalam system "neurophysiological" yang ada pada organisme manusia.

  2) Motivasi ditandai dengan munculnya rasa "feeling", afeksi seseorang.

  Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3) Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan. Jadi motivasi dalam hal ini sebenarnya merupakan respons dari suatu aksi yakni tujuan.

  b) Motivasi Belajar Motivasi dalam belajar adalah faktor yang penting karena hal tersebut merupakan keadaan yang mendorong keadaan seseorang untuk melakukan kegiatan belajar. Persoalan mengenai motivasi dalam belajar adalah bagaimana cara mengatur agar motivasi dapat ditingkatkan.

  Menurut McClelland dan Atkinson dalam Psikologi Pendidikan (2006: 354) bahwa motivasi paling penting untuk psikologi pendidikan adalah motivasi berprestasi, di mana seseorang cenderung berjuang untuk mencapai sukses atau memilih suatu kegiatan yang berorientasi untuk tujuan sukses atau gagal.

  Dalam perkembangannya motivasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu (a) motivasi instrinsik dan (b) motivasi ekstrinsik. Motivasi instrinsik dimaksudkan dengan motivasi yang bersumber dari dalam diri seseorang yang atas dasarnya kesadaran sendiri untuk melakukan sesuatu pekerjaan belajar. Sedangkan motivasi ekstrinsik dimaksudkan dengan motivasi yang datangnya dari luar diri seseorang yang menyebabkan seseorang tersebut melakukan kegiatan belajar.

  Dengan demikian yang dimaksud dengan motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri seseorang yang menimbulkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yang memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. Motivasi juga merupakan kegiatan yang mengakibatkan, menyalurkan, memelihara dan mendorong perilaku manusia untuk dapat melakukan kegiatan dalam menjalani kehidupan seseorang.

  B. Penelitian Sebelumnya

  Dalam penelitian ini tidak menggunakan penelitian sebelumnya karena belum ada yang melakukan penelitian tentang masalah tersebut.

  C. Desain Penelitian

  Berdasarkan dari uraian latar belakang, tinjauan pustaka dengan teori- teori yang telah dijelaskan pada bab terdahulu terhadap penelitian ini, maka sebagai kerangka pikir dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

Gambar 2.5 Kerangka Pikir Penelitian

  Terhadap gambar kerangka pikir penelitian di atas, maka alur penelitian yang akan dilakukan untuk menganalisis korelasi antara implementasi program Motivasi Belajar

  Mahasiswa (Y) Implementasi

  Kerjasama (X)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yang dianalisis dan diteliti adalah variabel implementasi program kerjasama (X) tersebut di atas dengan maksud untuk memperoleh hipotesis hubungan dengan motivasi belajar mahasiswa (Y).

D. Rumusan Hipotesis

  Hipotesis adalah kesimpulan sementara atau proposisi tentatif tentang hubungan dari dua variabel yang dapat dipergunakan sebagai tuntunan sementara dalam penelitian untuk menguji kebenarannya. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel yang dapat digunakan untuk menguji kebenarannya adalah hubungan antara implementasi program kerjasa dan motivasi belajar mahasiswa.

  Implementasi pada dasarnya menekankan proses untuk memastikan terlaksananya suatu kebijakan dan tercapainya kebijakan tertentu. Proses yang dimaksud di atas adalah memantau kegiatan harian dalam pelaksanaan kebijakan. Tujuan Program Kerjasama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Pegununngan Bintang dan Universitas Sanata Dharma adalah mau menciptakan SDM dengan harapan mahasiswa memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk membangun Pegunungan Bintang.

  Motivasi merupakan sebuah keahlian dalam mengarahkan seseorang maupun mengarahkan diri agar tujuan dapat tercapai. Motivasi seseorang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kebutuhan ini dapat berupa kebutuhan aktualisasi yaitu untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman sedangkan kebutuhan nonekonomis dapat diartikan sebagai kebutuhan untuk memperoleh penghargaan dan keinginan lebih maju. Dengan segala kebutuhan tersebut, seseorang dituntut untuk lebih giat dan aktif dalam belajar. Untuk mencapai hal ini diperlukan adanya motivasi dalam melakukan kegiatan belajar, karena dapat mendorong seseorang untuk belajar dan selalu berkeinginan melanjutkan usahanya untuk mencapai tujuan.

  Dengan demikian, mahasiswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi biasanya mempunyai pengetahuan dan prestasi yang tinggi pula. Salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar seseorang yaitu faktor motivasi, di mana motivasi merupakan kondisi yang menggerakan seseorang berusaha untuk mencapai tujuan atau mencapai hasil yang diinginkan. Semakin kuat motivasi belajar, prestasi akan semakin tinggi.

  Jadi, hubungan antar variabel implementasi program kerja sama dan motivasi belajar mahasiswa dimasukan dalam hipotesis penelitian berikut: H: Implementasi program kerjasama berkorelasi secara positif dan signifikan dengan motivasi belajar Mahasiswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek dan Objek Penelitian

  1. Subjek Penelitian Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah seluruh mahasiswa Kabupaten Pegunungan Bintang yang sedang mengikuti program kerjasama antara kedua instansi, yaitu Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang dan Universitas Sanata Dharma.

  2. Objek Penelitian Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah korelasi antara implementasi kerjasama dan motivasi belajar mahasiswa Kabupaten

  Pegunungan Bintang.

B. Waktu dan Lokasi Penelitian

  1. Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang mana tempat atau populasi berada.

  2. Waktu Penelitian Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2012

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  C. Variabel Penelitian

  Sugiono (1997) mengatakan bahwa variabel penelitian merupakan suatu atribut dari sekelompok objek yang diteliti yang mempunyai variasi antara satu dengan yang lain dalam kelompok tersebut. (Umar, 2004:47) Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu:

  1. Motivasi Belajar Mahasiswa Variabel yang pertama dalam penelitian ini adalah Motivasi Belajar Mahasiswa (Y).

  2. Implementasi Kerjasama Variabel kedua dalam penelitian ini adalah Implementasi Kerjasama (X).

  D. Pengukuran

  1. Pengukuran Implementasi Kerjasama Pengukuran implementasi program kerjasama dilakukan berdasarkan persepsi terhadap implementasi/pelaksanaan kerjasama antara Pemerintah

  Daerah dan Universitas Sanata Dharma. Pengukuran ini dilakukan berdasarkan pengisian kuesioner yang dilakukan oleh responden. Pernyataan- pernyataan yang diajukan berdasarkan pelaksanaan implementasi program kerjasama. Untuk mengukur sejauh mana implementasi kerjasama tersebut dapat memberikan jawaban skor sesuai dengan skala likert. Jawaban- jawaban yang telah diberi skor dijumlah untuk memperoleh jumlah tertentu.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pemberian skor dari setiap alternatif jawaban sesuai dengan jawaban dari responden.

  Jumlah pernyataan pada implementasi kerjasama adalah 15 butir. Karena setiap pernyataan mempunyai lima alternatif jawaban, maka setiap indikator tersebut mempunyai nilai minimum 15 (1x15) dan maksimum 75 (5x15). Dari 15 pernyataan tersebut diajukan untuk dapat memperoleh gambaran tentang implementasi/pelaksanaan kerjasama antara kedua instansi tersebut.

  2. Pengukuran Motivasi Belajar Mahasiswa Pengukuran motivasi belajar mahasiswa dilakukan untuk mengetahui sejauh mana motivasi belajar yang dimiliki oleh setiap mahasiswa dalam menjalani perkuliahan. Untuk mengukur motivasi belajar mahasiswa, jawaban responden dari masing-masing pernyataan telah diberi skor sesuai dengan sakla likert dan dijumlahkan untuk memperoleh jumlah tertentu.

  Jumlah pernyataan pada motivasi belajar mahasiswa adalah 15 butir. Karena di setiap pernyataan mempunyai lima alternative jawaban, maka setiap indikator tersebut mempunyai nilai minimum 15 (1x15) dan maksimum 75 (5x15). Dari 15 pernyataan variabel motivasi belajar mahasiswa dimaksudkan untuk dapat memperoleh informasi tentang sejauh mana atau sebesar apa motivasi belajar mahasiswa Kabupaten Pegunungan Bintang dengan adanya kerjasama, terutama motivasi yang berasal dari luar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

E. Definisi Operasional

  Dalam penelitian ini akan digunakan beberapa definisi operasional variabel. Definisi dari operasional variabel tersebut adalah:

  1. Implementasi adalah tindakan-tindakan yang dilaksanakan oleh individu atau pejabat - pejabat terhadap sesuatu objek/sasaran yang diarahkan untuk mencapai tujuan - tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

  2. Kebijakan merupakan serangkaian tindakan yang diusulkan seseorang, kelompok atau pemerintah dalam suatu lingkungan tertentu dengan menunjukan kesulitan-kesulitan dan kemungkinan usulan kebijaksanaan tersebut dalam rangka mencapai tujuan tertentu.

  3. Implementasi kebijakan adalah aktivitas yang terlihat setelah dikeluarkan pengarahan yang sah dari suatu kebijakan yang meliputi upaya mengelola

  input untuk menghasilkan output atau outcomes bagi masyarakat.

  4. Implementasi kebijakan menghubungkan antara tujuan kebijakan dan realisasinya dengan hasil kegiatan pemerintah. Implementasi adalah membangun jaringan yang memungkinkan tujuan kebijakan publik direalisasikan melalui aktivitas instansi pemerintah yang melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan (policy stakeholders).

  5. Kerjasama (cooperation) adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok di antara kedua belah pihak manusia untuk tujuan bersama dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6. Kerjasama dapat dibedakan dalam kerjasama spontan (spontaneous

  cooperation ), kerjasama langsung (directed cooperation), kerjasama kontrak

  (contractual cooperation), serta kerjasama tradisional (traditional cooperation ).

  7. Yang menjadi dasar kerjasama di sini adalah kebutuhan akan pentingnya sumberdaya manusia di Kabupaten Pegunungan Bintang. Dengan maksud supaya menciptakan dan menyediakan sumberdaya manusia untuk waktu yang akan datang.

  8. Motivasi adalah suatu perubahan yang terdapat pada diri seseorang untuk melakukan sesuatu guna mencapai tujuan tertentu.

  9. Motivasi merupakan kegiatan yang mengakibatkan, menyalurkan, memelihara dan mendorong perilaku manusia untuk dapat melakukan kegiatan dalam menjalani kehidupan seseorang,

  10. Motivasi dalam belajar adalah faktor yang penting karena hal tersebut merupakan keadaan yang mendorong keadaan seseorang untuk melakukan kegiatan belajar secara terus menerus.

F. Populasi dan Sampel

  1. Populasi Populasi atau universe adalah jumlah dari keseluruhan objek (satuan- satuan dan individu-individu) yang karakteristiknya hendak diduga

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  adalah seluruh Mahasiswa asal Kabupaten Pegunungan Bintang yang sedang mengikuti program kerjasama antara kedua instansi, yaitu Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang dan Universitas Sanata Dharma.

  2. Sampel Menurut Djarwanto Ps. dan Subagyo (2000: 108) sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diselidiki dan dianggap bisa mewakili keseluruhan populasi (jumlah lebih sedikit daripada jumlah populasinya). Ukuran sampel dalam penelitian ini direncanakan sebanyak 40 responden. Sampel tersebut hanya mahasiswa Kabupaten Pegunungan Bintang yang sedang mengikuti program kerjasama dan kuliah di berbagai universitas di Yogyakarta.

  G. Teknik Pengambilan Sampel

  Teknik Pengambilan data yang digunakan adalah Sampling Kuota (quota

  sampling). Teknik pengambilan sampel dengan menetapkan jumlah (jatah)

  dengan pertimbanga peneliti. Selanjutnya jatah itulah yang dijadikan dasar untuk mengambil sampel.

  H. Metode Pengumpulan Data

  1. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data merupakan suatu usaha untuk mendapatkan data

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  untuk pembahasan dan pemecahan masalah. Untuk mendapatkan data-data di obyek penelitian, peneliti menggunakan teknik kuesioner yaitu dengan menggunakan daftar pertanyaan yang disusun secara tertulis dan sistematis serta dipersiapkan terlebih dahulu, kemudian diajukan kepada responden, dan terakhir diserahkan kembali kepada peneliti.

  Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a) Observasi adalah pengumpulan data melalui pengamatan secara langsung terhadap objek penelitian guna memperoleh gambaran yang lebih jelas.

  b) Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang disampaikan secara tertulis berbentuk pertanyaan terbuka dan tertutup, juga kombinasi antara pertanyaan terbuka dan tertutup.

  c) Studi Pustaka adalah kegiatan yang dimaksudkan untuk mendapatkan sejumlah teori dan informasi yang erat hubungannya dengan materi penelitian. Hal ini dilakukan dengan mempelajari buku-buku refrensi, majalah dan sumber-sumber lainnya.

  2. Jenis Data

  a) Data primer Data primer adalah data yang dikumpulkan oleh peneliti secara langsung terhadap sasaran. Data ini diperoleh secara langsung dari sumber data yang dikumpulkan dengan pemberian kuesioner. Data

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pegunungan Bintang) sehubungan dengan Implementasi Kerjasama yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang dan Universitas Sanata Dharma. Data primer dalam penelitian ini dikumpulkan dengan penyebaran Kuesioner (angket).

  b) Data sekunder Data sekunder adalah data yang yang dikumpulkan peneliti yang didapat dari orang lain atau data yang diperoleh secara tidak langsung.

  Misalnya laporan-laporan atau dokumen yang berasal dari penyelenggara program kerjasama yaitu Universitas Sanata Dharma dan Pemerintah daerah Kabuapten Pegunungan Bintang.

  3. Pengolahan Data Sebelum melakukan analisis data, maka perlu dilakukan tahap-tahap teknik pengolahan data sebagai berikut:

  a) Editing Editing merupakan proses pengecekan dan penyesuain yang diperoleh

  terhadap data penelitian untuk memudahakan proses pemberian kode dan pemrosesan data dengan teknik statistik.

  b) Coding Coding merupakan kegiatan pemberian tanda berupa angka pada jawaban

  dari kuesioner untuk kemudian dikelompokkan ke dalam kategori yang sama. Tujuannya adalah menyederhanakan jawaban.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c) Scoring Scoring yaitu mengubah data yang bersifat kualitatif kedalam bentuk

  kuantitatif. Dalam penentuan skor ini digunakan skala likert dengan lima kategori penilaian, yaitu: 1) Skor 5 diberikan untuk jawaban sangat setuju 2) Skor 4 diberikan untuk jawaban setuju 3) Skor 3 diberikan untukjawaban netral 4) Skor 2 diberikan untuk jawaban tidak setuju 5) Skor 1 diberikan untuk jawaban sangat tidak setuju

  d) Tabulasi

  Tabulating yaitu menyajikan data-data yang diperoleh dalam tabel, sehingga diharapkan pembaca dapat melihat hasil penelitian dengan jelas.

  Setelah proses tabulating selesai dilakukan, kemudian diolah dengan program komputer SPSS 16.

I. Teknik Pengujian Instrumen

  Pengujian instrument data penelitian dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

  a) Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tersebut (Ghozali, 2005). Untuk menguji validitas ini digunakan korelasi

  Product Moment (Priyatno, 2008:54):

  Keterangan: r : Koefisien Korelasi Product Moment antara implementasi kerjasama dengan motivasi belajar x : Implementasi Kerjasama y : Motivasi Belajar Mahasiswa n : Jumlah sampel dari mahasiswa b) Uji Reliabilitas

  Uji reliabilitas merupakan alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2005). Pengukuran reliabilitas dilakukan dengan cara one shot atau pengukuran sekali saja dengan alat bantu SPSS uji statistik Cronbach Alpha (

  α). Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0.60 (Nunnally dalam Ghozali, 2005).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  J. Teknik Analisis Data

  Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisi korelasi. Dalam menganalisa data, melalui beberapa tahap di bawah ini: a) Analisis Korelasi

  Analisis korelasi digunakan untuk mengetahui kuat lemahnya hubungan antara variabel independent dengan variabel dependen. Analisis korelasi sederhana dengan bentuk “Korelasi Pearson Product Moment” menggunakan rumus sebagai berikut :

  Untuk menentukan besar kecilnya koefisien korelasi, Sudjana dalam bukunya menetapkan batas-batas koefisien korelasi sebagai berikut : -

  1 ≤ r ≤

  • +1. Tanda (-) atau (+) pada koefisien korelasi mempunyai arti yang sangat

  penting. Suatu koefisien yang positif (+) berarti hubungan antara kedua variabel tersebut bersifat searah yaitu apabila terjadi kenaikan atau penurunan variabel x akan diikuti kenaikan atau penurunan variabel y. Sedangkan apabila koefisien korelasi bertanda negatif (-), maka hubungan tersebut adalah berlawanan arah yang berarti apabila terjadi kenaikan variabel x maka

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  akan diikuti penurunan variabel y, demikian pula sebaliknya apabila terjadi penurunan variabel x akan diikuti oleh kenaikan variabel y.

  Tanda + atau - hanya menunjukkan arah hubungan. Menurut Asep Suryana dalam bukunya Statistika Bisnis (2010:61) interpretasi nilai r adalah sebagai berikut:

  Tabel 3.1 Pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien

  Nilai r Interpretasi 0-0,199

  0,200-0,399 0,400-0,599 0,600-0,799

  0,800-1,00 Korelasi Sangat rendah Rendah Sedang Kuat Sangat kuat Sumber: Asep Suryana dalam buku Statistika Bisnis (2010:61).

  b) Penerimaan dan Penolakan Ho Apabila t

  hitung

  lebih besar dari t

  tabel

  , maka Ho ditolak dengan kata lain H

  1

  diterima dan sebaliknya apabila t hitung lebih kecil dari t t abel , maka Ho diterima dan H

  a ditolak.

  c) Pengujian Hipotesis Rancangan pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  apakah hipotesis yang diajukan penulis dapat diterima atau malah sebaliknya ditolak. Langkah

  • –langkah dalam pengujian hipotesis adalah sebagai berikut: 1) Penetapan hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif H a

  Hipotesis nol (Ho) adalah hipotesis tentang tidak adanya hubungan dari variabel independen terhadap variabel dependen yang telah ditentukan. Sedangkan hipotesis alternatif (H a ) adalah kebalikan dari hipotesis nol (Ho) dengan pernyataan bahwa: Ho: Tidak ada hubungan antara implementasi kerjasama dengan motivasi belajar mahasiswa.

  Ha: Ada hubungan antara implementasi kerjasama dengan motivasi belajar mahasiswa.

  2) Menentukan t hitung dengan menggunakan statistik uji

  • –t dengan rumus

  statistik yaitu:

  n

  2

  t r 2

  1 r Keterangan: r = koefisien korelasi antara implementasi kerjasama dengan motivasi belajar

  2

  r = nilai koefisien determinasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  t = nilai yang dicari, nilai uji -t (n-2) = derajat kebebasan 3) Tingkat signifikansi yang digunakan pada penelitian ini adalah 0,05.

  Tingkat signifikansi tersebut dipilih karena merupakan tingkat signifikansi yang umum digunakan dalam penelitian ilmu-ilmu sosial yang juga dinilai cukup ketat untuk mewakili hubungan antar varibel yang diteliti. 4) Kaidah keputusan:

  1. Tolak Ho (terima H a ) jika t hitung > t tabel

  2. Terima Ho jika t hitung tabel

  t

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

BAB IV

GAMBARAN UMUM SUBJEK PENELITIAN A. Gambaran Umum Kabupaten Pegunungan Bintang 1. Latar Belakang Berdirinya Kabupaten Pegunungan Bintang. Pemekaran adalah proses peningkatan pelayanan pemerintah kepada

  masyarakat. Sejumlah wilayah yang rakyatnya merasa kurang mendapat pelayanan dengan baik, acapkali memperjuangkan pemekaran, dengan harapan pelayanan kepada masyarakat dapat diberikan dengan baik.

  Tujuan utama pemekaran adalah untuk memacu pembangunan, melalui peningkatan pelayanan. Peningkatan pelayanan di bidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan, serta memberikan kemampuan dalam pemanfaatan potensi daerah seperti yang tercantum dalam UU. No. 26 tahun 2002. Dalam mewujudkan tujuan tersebut, berbagai dukungan diberikan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi, diantaranya dukungan dana.

  Kabupaten Pegunungan Bintang merupakan salah satu kabupaten pemekaran dari Kabupaten Jayawijaya. Kabupaten ini dibentuk pada tanggal

  21 November 2002 berdasarkan UU No. 26 Tahun 2002. Pembentukan Kabupaten Pegunungan Bintang bersamaan dengan 13 kabupaten pemekaran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pembentukannya pada 12 April 2003. Penduduk Kabupaten Pegunungan Bintang tersebar di 34 Distrik (Kecamatan) sebanyak 65.399 jiwa, dimana 65.296 jiwa hidup di blok sensus biasa dan 103 jiwa pada blok sensus khusus.

  Data yang terekap hingga saat ini adalah penduduk yang hidup di blok sensus biasa yaitu kampung dan dusun yang terinci seperti pada tabel dibawah.

  Penduduk terbanyak terdapat di Distrik Batom, Distrik Bime dan Distrik Eipumek masing-masing 4.606 jiwa atau 7,05 persen; Distrik Bime sebanyak 4.547 jiwa atau 6,96 persen serta Distrik Eipumek sebanyak 4.333 jiwa sebesar 6,64 persen dari total penduduk Pegunungan Bintang. Distrik yang sedikit penduduknya Distrik Awinbon 0,79 persen atau sebanyak 514 jiwa, Distrik Ok Bape 0,88 persen atau sebanyak 577 jiwa, Distrik Yefta 0,93 Persen sebanyak 609 jiwa serta Distrik Oksebang 0,97 persen atau sebanyak 633 jiwa, nampak dari tabel distribusi di bawah.

  Tabel 4.1 Jumlah distrik dan penduduk Kabupaten Pegunungan Bintang

  Laki- Seks

NO Distrik/Kec Perempuan L+P

laki Rasio

  1 Iwur 1.258 1.054 2.312 117

  2 Oksibil 1.621 1.071 2.692 149

  3 Pepera 667 578 1.245 115

  4 Bime 2.272 2.275 4.547 100

  5 Borme 1.598 1.314 2.912 122

  6 Okbibab 1.028 913 1.941 110

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  24 Warasamol 1.009 996 2.005 101

  Kabupaten Pegunungan Bintang berbatasan Sebelah Timur dengan

  Jumlah 34.792 30.607 65.399 114

Sumber: Hasil Sensus Penduduk 2010, Badan pusat statistic

Kabupaten Pegunungan Bintang

  34 Mofinop 632 515 1.147 123

  33 Murkim 368 316 684 116

  32 Yefta 333 276 609 121

  79

  31 Batani 414 527 941

  30 Nongme 1.029 839 1.868 123

  29 Pamek 1.003 865 1.868 116

  28 Okaom 632 592 1.224 107

  98

  27 Okbape 286 291 577

  26 Awinbon 270 244 514 111

  25 Okbemta 1.370 1.183 2.553 116

  NO Distrik/Kec Laki-

laki

Perempuan L+P

  Seks Rasio

  14 Kalomdol 690 502 1.192 137

  8 Kiwirok 1.491 1.292 2.783 114

  9 Kiwirok Timur 905 812 1.717 111

  10 Batom 2.481 2.145 4.626 115

  11 Kawor 701 628 1.329 112

  12 Eipomek 2.321 2.012 4.333 115

  13 Tarup 694 552 1.246 126

  15 Oksebang 329 304 633 108

  22 Oklip 901 905 1.806 100

  16 Serambakon 1.066 923 1.989 115

  17 Alimsom 1.311 1.228 2.539 107

  18 Oksop 1.029 930 1.959 111

  19 Kirime/Weime 1.353 1.146 2.499 118

  20 Okbab 1.795 1.673 3.468 107

  21 Teiraplu 760 590 1.350 129

  23 Okhika 675 640 1.315 105

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sebelah utara dengan Kabupaten Keerom dan Selatan dengan Kabupaten Boven Digoel dengan luas wilayah 15.683 Km2 dari permukaan laut 2.000 hingga 3.000 m, curah hujan 20 hari per bulan dan kelembaban di atas 81 persen.

  Kabupaten ini dimekarkan agar dapat mempermudah proses peningkatan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Dengan alasan bahwa proses pelayanan dari kabupaten induk ke daerah Pegunungan Bintang sangat sulit untuk dijangkau. Yang mana pelayanannya harus melalui pesawat karena belum adanya jalan darat yang dapat menghubungkan antara ibu kota kabupaten dan berbagai kota kecamatan. Transportasi udara merupakan satu- satunya jalur pelayanan dan pembangunan yang digunakan di Kabupaten Pegunungan Bintang.

  2. Visi Misi Kabupaten Pegunungan Bintang Pada hakikatnya Kabupaten Pegunungan Bintang mempunyai alur atau visi dan misi yang mendasar yang akan menjadi cikal bakal arah dan tujuan bersama dalam meningkatkan dan mengembangkan daerah Kabupaten Pegunungan Bintang.

  a) Visi Visi pembangunan Kabupaten Pegunungan Bintang berbunyi: "Di Tahun 2015, terwujud semakin kokohnya kemandirian masyarakat yang didukung

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sosial, budaya, politik, hukum dan agama untuk mempertahankan harkat dan martabat MANUSIA NGALUM. KETENGBAN, BATOM dan MUROP".

  b) Misi Misi Pembangunan Kabupaten Pegunungan Bintang meliputi: 1) Memberikan pelayanan, pembinaan dan perlindungan kepada masyarakat yang didukung oleh manajemen kelembagaan dan penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan efisien. 2) Menciptakan aksesibilitas wilayah untuk mendukung mobilitas arus manusia dan barang dari dan ke distrik/kabupaten sebagai pusat pelayanan dan pembangunan. 3) Meningkatkan kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia melalui pembangunan pendidikan, kesehatan dan perbaikan gizi dan pendapatan masyarakat. 4) Membina, melestarikan nilai-nilai sosial budaya, adat istiadat, semangat kerja keras, gotong royong dan kemandirian masyarakat untuk pembangunan daerah. 5) Mendorong, mengembangkan serta membimbing usaha kecil dan menengah dengan menciptakan lembaga-lembaga ekonomi rakyat dan memanfaatkan potensi sumberdaya alam yang tersedia. 6) Mendorong terciptanya stabilitas wilayah melalui kerjasama yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7) Membuka peluang investasi untuk pemanfaatan dan pengelolaan potensi sumberdaya alam (hutan dan tambang).

  Untuk mengimplementasikan visi dan misi pembangunan Kabupaten Pegunungan Bintang, maka pelaksanaan pembangunan daerah Kabupaten Pegunungan Bintang didasarkan pada empat (4) kebijaksanaan pembangunan yaitu kebijaksanaan sektoral, perwilayahan dan tata ruang (infrastrutur).

  Arah kebijaksanaan sektoral di Kabupaten Pegunungan Bintang dititikberatkan pada pembangunan masyarakat secara utuh dan berkesinambungan, serta menyangkut pembangunan sektor

  • –sector seperti: Pertanian dan Kehutanan, Peternakan, Perikanan, Tenaga Kerja, Perdagangan, Pariwisata, Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan menengah Mikro (UMKM), Transportasi serta Pertambangan dan Energi (Perekonomi Masyarakat /

  Ekonomi Kerakyatan). Sedangkan kebijakan perwilayahan merupakan hal

  yang harus dipedomani sebagai upaya optimalisasi dalam upaya pembangunan semua sektor, dan kebijkasanaan pembangunan perwilayahan harus berdasarkan pada kebutuhan optimalisasi daerah termasuk Pendidikan dan Kesehatan yang merupakan tolok ukur kemajuan daerah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Kondisi Geografis Kabupaten Pegunungan Bintang beribukota di Oksibil dan berbatasan langsung dengan Negara Papua New Guinie (PNG) yang didominasi pegunungan dataran tinggi yang terjal sehingga daerah ini sulit dijangkau dibanding daerah atau wilayah lain di Papua maupun di wilayah Indonesia lainnya. Transportasi yang dapat digunakan menuju ke Pegunungan Bintang sebelum dan sesudah menjadi kabupaten hingga saat ini adalah menggunakan pesawat kecil jenis Cessna, Pilatus, Twin Otter dan Cassa. Kemudian pada tahun 2007 dengan adanya bantuan pemerintah daerah dan kerjasama PT.

  Avia Air maka dapat ditambahkan dua pesawat Dash7 (Dash Seven) jenis foker 27 bisa memasuki kabupaten tersebut yang pelayanannya hingga sekarang dapat berjalan dengan lancar walaupun kondisi cuaca sering menjadi masalah serius.

  Kabupaten Pegunungan Bintang masih tergolong kabupaten yang baru bertumbuh dan yang masih sangat memerlukan perhatian besar oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi serta berbagai pihak yang ingin membangun daerah ini. Secara Geografis kabupaten ini terletak di antara 140°05’00’-141°00’00’ bujur timur dan 3°04’00’-5°20’00’ lintang selatan dengan luas wilayah 15.683 Km³ atau 1,63% dari luas Provinsi Papua.

  Kabupaten Pegunungan Bintang merupakan kabupaten yang sebagian besar wilayahnya terletak di pegunungan pada ketinggian ± 4.000 kaki dari

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  salah satu wilayah yang masih sulit diakses karena semua kota kecamatan hanya dapat dicapai melalui pesawat terbang kecil sejenis Cessna dan Twin Otter. Secara fisik, kabupaten ini berbatasan langsung dengan Papua New Guenea di sebelah Timur, Kabupaten Boven Digoel di sebelah Selatan, Kabupaten Keerom di sebelah Utara dan Kabupaten Yahukimo di sebelah Barat.

  Pegunungan Bintang beriklim tropis basah dengan rata-rata curah hujan sekitar 3.500 mm per tahun dan rata-rata hari hujan 192 hari per tahun.

  Namun di beberapa wilayah, terutama di bagian selatan dan utara beriklim panas dan sedang. Sementara di bagian barat dan tengah beriklim dingin.

  Menurut Badan Metereologi dan Geofisika Jayapura, suhu udara daerah ini berkisar antara 130C

  • – 330C.

  4. Kondisi Perkembangan Pendidikan Setelah diberlakukan Undang-undang no. 22 Tahun 1999 tentang

  Otonomi Khusus di Papua menjadi suatu harapan dan tantangan bagi Pemerintah Daerah untuk memberdayakan seluruh potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Untuk menjawab harapan dan tantangan tersebut di atas, dituntut membangun dan menciptakan sumber daya manusia yang handal dan berkualitas. Pendidikan adalah awal dari proses pembangunan yang benar-benar akan mengisi pembangunan suatu daerah. Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang menyadari akan pentingnya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  merupakan tulang punggung masa depan bangsa dan negara sehingga pemerintah daerah melakukan kerjasama dengan berbagai instansi pendidikan maupun yayasan di seluruh Indonesi, baik SMP, SMA, sampai Perguruan Tinggi. Kabupaten Pegunungan Bintang mengharapkan perlu adanya kualitas pendidikan maupun kualitas sumber daya manusia untuk menghadapi tantangan masa depan.

  Umumnya keadaan pendidikan formal di Kabupaten Pegunungan Bintang belum terwujud sebagaimana daerah lain di Indonesia. Wilayah Pegunungan Bintang menjadi bagian dari Kabupaten Jayawijaya selama 40- an tahun tetapi pemerintah setempat belum mampu menjangkau dengan alasan medannya sangat sulit dan jauh dari ibukota kabupaten. Pembangunan fisik maupun non fisik lebih diarahkan ke bagian barat dari ibukota kabupaten (Wamena). Akibatnya, di daerah Pegunungan Bintang tidak perna ada perubahan yang signifikan. Keadaan ini tidak jauh berbeda dengan kabupaten lain yang ada di seluruh Papua. Pembangunan pendidikan formal yang diharapkan masih sangat tertinggal jauh dengan daerah lain di Papua maupun Indonesia.

  Dengan adanya kondisi pendidikan Kabupaten Pegunungan Bintang yang sangat memprihatinkan ini, maka pemerintah daerah mulai berpikir untuk mengambil langkah

  • – langkah konkrit. Kebijakan pemerintah pertama pada tahun 2003-2005 adalah mengirim kurang lebih 50 orang mahasiswa (S1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  UJB, UNHAS, STPMD dan UGM. Kebijakan ini terus dilakukan sambil mencari perguruan tinggi yang bisa bekerjasama dalam rangka mempersiapakan Sumber Daya Manusia Kabupaten Pegunungan Bintang. Pemerintah daerah terus berusaha mengambil kebijakan dalam rangka membangun dan mempersiapkan sumber daya manusia melalui kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Salah satunya adalah dengan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada tahun 2007. Kerjasama tersebut didasarkan pada Nota Kesepahaman yang disetujui dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak. Sebetulnya keadaan pendidikan formal yang dirasakan di kota

  • –kota besar seperti Pulau Jawa sungguh–sungguh belum pernah terjadi di seluruh Papua, apalagi Kabupaten Pegunungan Bintang yang baru berusia 10 tahun menjalankan pemerintahannya sejak disahkannya menjadi kabupaten pada tanggal 12 April 2003 sampai sekarang.

  Kabupaten Pegunungan Bintang sebenarnya banyak sarjana yang mampu mambangun daerah ini namun belumlah cukup. Ini merupakan tantangan pemerintah daerah dalam menyikapi kondisi krisis pemimpin di masa kini, baik di Pegunungan Bintang itu sendiri maupun di seluruh Indonesia. Salah satu langkah yang ditempuh oleh pemerintah daerah adalah mau dan tidak harus bekerjasama dengan berbagai lembaga pendidikan di seluruh Indonesia. Dengan adanya pemekaran kabupaten ini seyogynya dapat dimanfaatkan untuk membangun dan menciptakan SDM Pegunungan Bintang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  B. Gambaran Umum Universitas Sanata Dharma

1) Latar Belakang Berdirinya Universitas Sanata Dharma

  a) PTPG Sanata Dharma (1955 - 1958) Gagasan untuk mendirikan Perguruan Tinggi Pendidikan Guru

  (PTPG) oleh Prof. Moh. Yamin, S.H selaku Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan RI pada tahun 1950-an disambut baik oleh para imam Katolik, terutama Ordo Societas Jesus (Serikat Yesus yang lazim disingkat S.J.) ketika itu Ordo ini telah membuka kursus-kursus B1, antara lain B1 Mendidik (Yayasan De Britto) di Yogyakarta yang dikelola oleh Pater H. Loeff, S.J. dan B1 Bahasa Inggris (Yayasan Loyola) di Semarang yang dikelola oleh pater W.J. Van der Meulen, S.J. dan Pater H.

  Bastiaanse, S.J. Setelah adanya dukungan dari Conggregatio de Propaganda Fide, selanjutnya Pater Kester yang waktu itu menjabat sebagai Superior Misionaris Serikat Yesus menggabungkan kursus-kursus ini menjadi sebuah perguruan tinggi dan lahirlah PTPG Sanata Dharma pada tanggal 20 Oktober 1955 dan diresmikan oleh pemerintah pada tanggal 17 Desember 1955. Pada awalnya PTPG Sanata Dharma mempunyai 4 Jurusan, yaitu Bahasa Inggris, Sejarah, IPA, dan Ilmu Mendidik. Para pembesar misi Serikat Yesus menunjuk Pater Prof. Nicolaus Driyarkara, S.J. menjadi Dekan PTPG Sanata Dharma dan Pater H. Loeff sebagai Wakil Dekan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Nama "Sanata Dharma" diciptakan oleh Pater K. Looymans, S.J. yang waktu itu menjadi pejabat Departemen Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan di Kantor Wali Gereja Indonesia. "Sanata Dharma" sebenarnya dibaca "Sanyata Dharma", yang berarti "kebaktian yang sebenarnya" atau "pelayanan yang nyata". Kebaktian dan pelayanan itu ditujukan kepada tanah air dan gereja (Pro Patria et Eclessia).

  b) Perkembangan Selanjutnya (1958 - 1965) Agar menyesuaikan diri dengan ketentuan pemerintah, dalam hal ini Kementrian Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan tentang perubahan PTPG menjadi FKIP, maka PTPG Sanata Dharma pada bulan November 1958 berubah menjadi FKIP (Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan) Sanata Dharma dan merupakan bagian dari Universitas Katolik Indonesia cabang Yogyakarta. Pada masa FKIP ini Sanata Dharma berhasil memperoleh status "disamakan" dengan negeri berdasarkan SK Menteri PTIP No.1 / 1961 pada tanggal 6 Mei 1961 jo No. 77 / 1962 tanggal 11 Juli 1962. Di atas kertas Sanata Dharma memang merupakan bagian dari Universitas Katolik Indonesia, tetapi secara de facto FKIP Sanata Dharma tetap berdiri sendiri.

  c) Perubahan Nama dari FKIP menjadi IKIP Sanata Dharma (1965-1993).

  Untuk mengatasi kerancuan ini, pemerintah menetapkan agar FKIP harus berdiri sendiri sehingga berubah nama menjadi IKIP Sanata Dharma

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Keputusan ini berlaku mulai tanggal 1 September 1965. Sejak itu Sanata Dharma mengalami banyak perkembangan yang meliputi banyak aspek, baik yang menyangkut perkembangan sarana dan prasarana, fisik, administrasi, system pengajaran atau kurikulum dan visi-misi. Misalnya,

  IKIP Sanata Dharma dipercaya pemerintah untuk mengelola Program Diploma I, II, dan III untuk jurusan Matematika, Fisika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPS, dan PMP. Berbagai program Diploma ini ditutup pada tahun 1990 dan selanjutnya dibuka program Diploma II PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar).

  d) Universitas Sanata Dharma (1993 sampai sekarang) Agar Sanata Dharma dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat serta kemajuan zaman, maka pada tanggal 20 April

  1993 sesuai dengan SK Mendikbud No. 46 / D / O / 1993, IKIP Sanata Dharma dikembangkan menjadi Universitas Sanata Dharma (USD).

  Dengan perkembangan ini Universitas Sanata Dharma diharapkan terus dapat memajukan sistem pendidikan guru sekaligus berpartisipasi dalam memperluas wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi. Setelah berkembang menjadi universitas, Sanata Dharma terdorong untuk memperluas muatan program pendidikannya. Di samping tetap mempertahankan pendidikan guru dengan tetap membuka FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Sanata Dharma membuka beberapa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dengan 25 Program Studi, 3 Program Pasca Sarjana, 1 Program Profesi, dan 3 Program Kursus Bersertifikat. Selain itu, sekarang ini banyak hal berkembang di Universitas Sanata Dharma. Perkembangannya meliputi berbagai aspek, baik sarana fisik (gedung, lab, perpustakaan, dan fasilitas fisik lainnya), administrasi (sistem informasi, manajemen, biro / lembaga / pusat / serta unit pendukung), peningkatan mutu akademik, penelitian, pengajaran, serta pengabdian pada masyarakat.

2) Visi, Misi, dan Tujuan Pendidikan

  a) Visi Universitas Sanata Dharma didirikan oleh Ordo Serikat Yesus (S.J.) provinsi Indonesia bersama para imam dan awam Katolik untuk berpartisipasi dalam usaha melindungi dan meningkatkan martabat manusia melalui perpaduan keunggulan akademik dan nilai-nilai kemanusiaan yang diwujudkan dalam penggalian kebenaran secara objektif dan akademis dan pengembangan kaum muda yang didasarkan pada nilai kebangsaan, kemanusiaan, dan spiritualitas Ignatian, yaitu menjadi manusia bagi sesama (human for and with others), perhatian pribadi (cura personalis), semangat keunggulan (magis), dan semangat dialogis.

  b) Misi Universitas Sanata Dharma didirikan sebagai lembaga akademis yang menekankan perpaduan IPTEK dan nilai-nilai kemanusiaan, lembaga kritis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pendidikan humanis dan dialogis yang mengembangkan segi intelektual, moral, emosional, dan sprititual mahasiswa secara terpadu, lembaga yang mendidik mahasiswa menjadi manusia yang utuh, kritis, dewasa, dan memiliki kepekaan sosial, lembaga yang memberikan pelayanan masyarakat, dan lembaga yang mempersiapkan tenaga kependidikan secara profesional.

  c) Tujuan Pendidikan di Universitas Sanata Dharma Pendidikan di Universitas Santa Dharma bertujuan membantu mencerdaskan putra-putri bangsa dengan memadukan keunggulan akademik dan nilai-nilai humanistik yang berlandaskan nilai-nilai

  • – nlai Kristiani yang universal dan cita-cita kemanusiaan sebagaimana terkandung dalam Pancasila, sehingga memiliki kemampuan akademik sesuai dengan bidang studinya dan integritas kepribadian yang tinggi.

C. Tujuan Dilakukannya Kerjasama

  Tujuan dilakukakannya kerjasama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang dan Universitas Sanata Dharma adalah membangun dan menciptakan sumberdaya manusia yang mampu dan mau membangun Pegunungan Bintang.

  Tujuan kerjasama kedua pihak ini dilakukan sesuai dengan Nota Kesepahaman Kerjasama. Isi dari Nota Kesepahaman tersebut adalah untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang dalam rangka peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia. Para pihak akan mewujudkan kerjasama di bidang-bidang berikut:

  1) Pendidikan mahasiswa dan calon mahasiswa 2) Pengembangan kurikulum sekolah 3) Pelatihan guru

  Dari ke-3 bidang tersebut di atas, kedua belah pihak sudah dan sedang dilakkukan. Durasi waktu untuk kerjasama ini adalah selama 5 tahun sejak tahun 2007 sampai berakhir pada tahun 2012.

  Kerjasama tersebut sudah dilakukan namun dalam pelaksanaannya tidak seperti yang diharapkan oleh kedua pihak. Sampai dengan saat ini hanya bisa melaksanakan poin pertama dari ketiga bidang yang sudah dicantumkan di atas. Untuk poin ke-2 dan poin ke-4 yaitu pengembangan kurikulum sekolah dan pelatihan guru belum dilakukan secara baik sesuai yang diharapkan.

D. Dasar Kerjasama Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang dan Universitas Sanata Dharma.

  Hal mendasar yang menjadi dasar kerjasama ini adalah dengan melihat kondisi sektor pendidikan di Pegunungan Bintang yang belum menunjukan tanda-tanda kemajuan dan merupakan kabupaten baru yang notabenenya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  untuk membangun daerah. Berdasarkan visi dan misi pemerintah daerah maupun Universitas Sanata Dharma yang memfokuskan kepada pelayanan masyarakat dan membangun masyarakat dengan berlandaskan pada rasa kemanusiaan maka kedua belah pihak menyepakati untuk bekerjasama dalam membangun dan menciptakan sumber daya manusia. Keterbatasan sarana dan prasarana serta guru menjadi faktor utama penyebab pelayanan pada sektor pendidikan di Kabupaten Pegunungan Bintang, sehingga proses belajar mengajar tidak dapat berjalan dengan baik. Dengan melihat kondisi ini maka pemerintah daerah mengambil suatu kebijakan untuk bekerjasama dengan berbagai-lembaga pendidikan maupun yayasan di seluruh Indonesia, baik dari tingkat SMP, SMA dan Perguruan Tinggi.

  Dengan maksud dapat menciptakan sumber daya manusia untuk waktu mendatang. Sejauh ini pengadaan sumber daya manusia masih sangat minim.

  Salah satu bentuk kerjasama adalah antara Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang dan Unversitas Sanata Dharma. Yang mana menjadi fokus utama pemerintah daerah guna menciptakan sumber daya manusia yang mampu membangun dan mempertahankan harkat dan martabat orang Pegunungan Bintang itu sendiri melalui kemajuan masyarakat. Dengan adanya kerjasama ini diharapkan bisa dapat menciptakan dan mempersiapkan sumber daya manusia untuk sepuluh sampai dua puluh tahun ke depan. Salah satu faktor yang menjadi masalah bagi Kabupaten Pegunungan Bintang adalah kurang tersedianya sumber

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Karakteristik Responden

  1) Identitas Responden

  Dari kuesioner yang telah diisi oleh responden didapat data identitas responden. Penyajian data mengenai identitas responden untuk memberikan gambaran tentang keadaan diri dari pada responden. Responden berasal dari Mahasiswa Kabupaten Pegunungan Bintang yang kuliah di berbagai universitas di Yogyakarta melalui jalur kerjasama.

  2) Umur Responden

  Umur dalam keterkaitannya dengan perilaku individu dalam menjalankan kuliah biasanya adalah sebagai gambaran akan pengalaman dan tanggung jawab individu. Tabulasi umur responden dapat dilihat pada tabel 5.1 berikut:

  Tabel 5.1 Umur Responden

  Umur responden Jumlah Persentase

  (tahun) Responden 17-20 9 22,5% 21-24 27 67,5% 25-28 4 10%

  Total 40 100.0%

  

Sumber: Data primer yang diolah, 2012

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan tabel 5.1 dapat diketahui bahwa untuk umur responden yang terbanyak adalah umur antara 21-24 tahun yaitu sebanyak 27 orang atau 67,05 %, diikuti dengan usia responden 17

  • – 20 tahun sebanyak 9 orang atau 22,05% dan usia responden 25-28 tahun sebanya 4 orang atau 10% dari total responden. Hal ini menunjukkan bahwa mahasis Kabupaten Pegunungan Bintang sebagian besar masih berusia muda dan pada umur yang sangat produktif. Hal ini menunjukkan bahwa pada usia yang masih relatif muda, semangat belajar yang dimiliki masih relatif tinggi.

3) Jenis Kelamin Responden

  Jenis kelamin secara umum dapat memberikan perbedaan pada perilaku seseorang. Dalam suatu bidang kerja jenis kelamin seringkali dapat menjadi pembeda aktivitas yang dilakukan oleh individu. Penyajian data responden berdasarkan jenis kelamin pada tabel 5.2 berikut ini:

  Tabel 5.2 Jenis Kelamin Responden

  Jenis Jumlah Persentase

  Kelamin Responden Laki-laki 35 87,50%

  Perempuan 5 12,50% Total 40 100.0%

  Sumber: Data primer yang diolah, 2012

  Berdasarkan tabel 5.2 dapat diketahui bahwa responden terbanyak adalah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5 orang (12,50). Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa yang berjenis kelamin laki-laki sebagai proporsi yang lebih besar dibanding perempuan.

  4) Pendidikan Responden

  Pendidikan seringkali dipandang sebagai satu kondisi yang mencerminkan kemampuan seseorang. Pendidikan responden rata-rata masih berstatus sebagai mahasiswa S1. yang mana masih menjalani kuliah di berbagai universitas di Yogyakarta.

  5) Prestasi Akademik Responden

  Prestasi akademik merupakan salah satu faktor yang dapat menunjukkan perlu tidaknya melakukan evaluasi implementasi kerjasama dan ada tidaknya motivasi belajar mahasiswa. Penyajian data IPK berdasarkan jenis prestasi akademik mahasiswa pada tabel 5.3 berikut ini:

  Tabel 5.3 Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa

  Jumlah

  IPK Persentase Responden

  0,00-0,99 0% 1,00-1,99 10 25% 2,00-2,99 25 62,5% 3,00-3,99 5 12,5%

  4,00 0% Jumlah 40 100.0%

  Sumber: Data primer yang diolah, 2012

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan Tabel 5.3 dapat diketahui bahwa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Mahasiswa Pegunungan Bintang yang terbanyak adalah antara 2,00-2,99 sebanyak 25 responden atau 62,05%. IPK 1,00-1,99 terdiri dari 10 responden atau 25% dari total responden. Sedangkan jumlah paling sedikit yang memperoleh IPK 3,00-3,99 adalah sebanyak 5 responden atau 12,5 % dari jumlah responden. Hal ini menunjukkan bahwa prestasi akademik mahasiswa sejauh ini ada perkembangan atau peningkatan prestasi akademik mahasiswa.

B. Deskripsi Data dan Analisis Pendahuluan

  1) Deskripsi data Penelitian ini dilakukan terhadap 40 responden melalui penyebaran kuesioner. Untuk mendapatkan kecenderungan jawaban responden terhadap jawaban masing-masing variabel akan didasarkan pada rentang skor jawaban sebagaimana pada lampiran B hal. 107.

  a) Deskripsi Variabel Implementasi Kerjasama Variabel implementasi kerjasama pada penelitian ini diukur melalui 15 buah pernyataan yang mempresentasikan indikator-indikator dari variabel tersebut. Hasil tanggapan terhadap implementasi kerjasama dapat dijelaskan pada tabel 5.4 berikut:

  Tabel 5.4 Tanggapan Responden mengenai Implementasi Kerjasama

  5

  9

  12

  15

  3

  10 X10

  40 25% 57,5% 12,5% 5% 100,0%

  2

  23

  40 7,5% 37,5% 30% 22,5% 2,5% 100,0%

  10

  9 X9

  40 32,5% 50% 12,5% 5% 100,0%

  2

  5

  20

  13

  8 X8

  1

  11 X11

  1

  9

  6

  10

  5

  17

  2

  13 X13

  40 20% 20% 22,5% 22,5% 15% 100,0%

  6

  9

  5

  8

  8

  12 X12

  40 12,5% 40% 12,5% 22,5% 12% 100,0%

  5

  9

  5

  16

  40 22,5% 22,5% 22,5% 30% 2,5% 100,0%

  12

  No Perny ataan Skor Jumlah SS S N TS STS

  2

  1

  3

  4

  18

  14

  3 X3

  40 20% 70% 5% 5% 100,0%

  2

  28

  4 X4

  8

  2 X2

  40 40% 42,5% 7.5% 10% 100,0%

  4

  3

  17

  16

  1 X1

  40 35% 45% 10% 7,5% 2,5% 100,0%

  8

  9

  40 4% 42,5% 32,5% 12,5% 2,5% 100,0%

  9

  9

  7 X7

  40 37,5% 50% 12,5% 100,0%

  5

  20

  15

  6 X6

  1

  17

  5

  13

  17

  4

  5 X5

  40 20% 42,5% 22,5% 15% 100,0%

  6

  9

  40 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  24

  10

  2

  3

  1

  40

  14 X14 60% 25% 5% 7,5% 2,5% 100,0%

  5

  12

  9

  10

  4

  40

  15 X15 12,5% 30% 22,5% 25% 10% 100,0%

  144 247

  97

  86 26 600 Jumlah 24% 41,60% 16,16% 14,33% 4,3% 100,0% Sumber: Data primer diolah, 2012

  Tanggapan respoden sebagaimana pada table 5.4 menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan tanggapan setuju terhadap pernyataan-pernyataan mengenai implementasi kerjasama yang dirasakan oleh diri responden diikuti oleh jawaban sangat setuju. Hasil ini ditunjukkan oleh 41,16% jawaban setuju dan 24% jawaban sangat setuju. Ini menunjukkan bahwa sejauh ini pelaksanaan kerjasama sudah dan sedang berjalan dengan baik walaupun belum sepenuhnya dilakukan sebagaimana yang diharapkan.

  b) Deskripsi Variabel Motivasi Belajar Variabel motivasi belajar pada penelitian ini diukur melalui 15 buah indikator. Hasil tanggapan terhadap variabel motivasi belajar dapat dijelaskan pada Tabel 5.5 berikut ini:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  13

  14

  9 X9

  40 32,5% 47,5% 17,5% 2,5% 100,0%

  1

  7

  19

  8 X8

  6

  40 12,5% 25% 50% 12,5% 100,0%

  5

  20

  10

  5

  7 X7

  18

  2

  5

  11 X11

  40 37,5% 47,5% 10% 2,5% 2,5% 100,0%

  1

  1

  4

  19

  15

  40 22,5% 45% 15% 15% 2,5% 100,0%

  40 35% 45% 15% 5% 100,0%

  1

  6

  6

  18

  9

  10 X10

  40 20% 30% 12,5% 25% 12,5% 100,0%

  Tabel 5.5 Tanggapan Responden mengenai Motivasi Belajar Mahasiswa

  No Perny ataan Skor Jumlah SS S N TS STS

  17

  11

  3 X3

  40 42,5% 47,5% 5% 5% 100,0%

  2

  2

  19

  2 X2

  6

  40 25% 50% 20% 5% 100,0%

  2

  8

  20

  10

  1 X1

  23

  40 27,5% 57,5% 15% 100,0%

  5

  8

  12

  8

  6 X6

  40 62,5% 20% 10% 7,5% 100,0%

  3

  4

  25

  4 X4

  5 X5

  40 35% 47,5% 12,5% 5% 100.0%

  2

  5

  19

  14

  10

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7,5% 25% 40% 27,5% 10,0%

  1

  9

  6

  19

  5

  40

  13 X13 2,5% 22,5% 15% 47,5% 12,5% 100,0%

  4

  7

  3

  18

  8

  40

  14 X14 10% 17,5% 7,5% 45% 20% 100,0%

  13

  20

  2

  3

  2

  40

  15 X15 32,5% 50% 5% 7,5% 5% 100,0%

  162 231 100

  85 22 600 Jumlah 27% 38,5% 16,6% 14,2% 3,6% 100.0% Sumber: Data primer diolah, 2012

  Tanggapan respoden sebagaimana pada tabel 5.5 menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan tanggapan setuju terhadap variabel motivasi dan disusul oleh jawaban sangat setuju. Hal ini menunjukkan adanya motivasi yang tinggi yang dimiliki mahasiswa. Hasil ini ditunjukkan oleh 38,5% % jawaban setuju dan 27% jawaban sangat setuju.

  2) Analisis data Pendahuluan Teknik analisis data yang dipakai untuk mengetahui hubungan implementasi kerjasama dan motivasi belajar mahasiswa adalah skala likert yang terdiri dari: sangat setuju, setuju, netral, sangat tidak setuju, dan tidak setuju. Kelima penilaian tersebut diberi bobot pada tabel 5.6 berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 5.6 Pengukuran Skala Likert

  

Penilaian Skor

  Sangat Setuju

  5 Setuju

  4 Netral

  3 Tidak Setuju

  2 Sangat Tidak Setuju

  1 Sumber: Data primer diolah, 2012

3) Uji Kualitas Data

  a) Pengujian Validitas Uji validitas digunakan untuk menguji sejauh mana ketepatan alat pengukur dapat mengungkapkan konsep gejala/kejadian yang diukur dari dua variabel penelitian. Item kuesioner dinyatakan valid apabila nilai r hitung > r tabel (n-2). Pengujian validitas kedua variabel, implementasi kerjasama dan motivasi belajar selengkapnya dapat dilihat pada tabel 5.7 dan tabel 5.8 berikut ini:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 5.7 Kesimpulan Hasil Uji Validitas Untuk X

  

Koefisien Koefisien Korelasi

Variabel Korelasi Product Product Moment Kesimpulan

Moment (N = 40; α = 0,05)

  Item x1 0.698 0.320 Valid Item x2 0.624 0.320 Valid Item x3 0.711 0.320 Valid Item x4 0.728 0.320 Valid Item x5 0.649 0.320 Valid Item x6 0.597 0.320 Valid Item x7 0.556 0.320 Valid Item x8 0.688 0.320 Valid Item x9 0.712 0.320 Valid Item x10 0.764 0.320 Valid Item x11 0.725 0.320 Valid Item x12 0.688 0.320 Valid Item x13 0.739 0.320 Valid Item x14 0.453 0.320 Valid Item x15 0.733 0.320 Valid

  Sumber: Data primer diolah, 201

  Tabel 5.8 Kesimpulan Hasil Uji Validitas Untuk Y

  

Koefisien Koefisien Korelasi

Variabel Korelasi Product Product Moment Kesimpulan

Moment (N = 40;

  α = 0,05) Item y1 0.644 0.320 Valid Item y2 0.472 0.320 Valid Item y3 0.556 0.320 Valid Item y4 0.475 0.320 Valid Item y5 0.396 0.320 Valid

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Item y7 0.645 0.320 Valid Item y8 0.424 0.320 Valid Item y9 0.574 0.320 Valid Item y10 0.645 0.320 Valid Item y11 0.468 0.320 Valid Item y12 0.452 0.320 Valid Item y13 0.606 0.320 Valid Item y14 0.489 0.320 Valid Item y15 0.488 0.320 Valid

  Sumber: Data primer diolah, 2012

  Dari tabel 5.7 dan tabel 5.8 menunjukkan bahwa seluruh item pertanyaan dalam penelitian ini adalah valid. Dimana nilai kritis (r)

  Product Moment dengan derajat kebebasan sebesar 40 dan taraf

  signifikansi sebesar 0,05 adalah 0,320 (di lihat pada lampiran). Nilai koefisien korelasi dari seluruh pertanyaan lebih besar daripada nilai kritisnya, yang berarti item-item pertanyaan dalam kuisioner telah memenuhi syarat validitas.

  b) Pengujian Reliabilitas Uji reliabilitas (keandalan) juga dilakukan pada kedua variabel bebas maupun variabel tergantung. Dari hasil uji validitas, item-item pernyataan dan indikator yang dinyatakan valid diukur reliabilitasnya atau keandalannya dengan bantuan program SPSS ver. 16.0 for Windows.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Uji reliabilitas didasarkan pada nilai Cronbach Alpha (α), jika nilai

  Cronbach Alpha

  (α) lebih besar dari 0,60 maka data penelitian dianggap cukup baik dan reliable untuk digunakan sebagai input dalam proses penganalisaan data guna menguji hipotesis penelitian (Maholtra, 1996:305). Hasil pengukuran reliabilitas ditunjukkan pada tabel 5.9.

  Uji reliabilitas digunakan untuk menguji sejauh mana keandalan suatu alat pengukur untuk dapat digunakan lagi untuk penelitian yang sama. Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus Alpha. Hasil pengujian reliabilitas untuk masing- masing variabel yang diringkas pada tabel 5.9 berikut ini:

  Tabel 5.9 Pengujian Reliabilitas

  

Variabel Alpha Kesimpulan

  X 0.930 Reliabel Y 0.865 Reliabel

  Sumber: Data primer diolah, 2012

  Berdasarkan hasil uji reliabilitas yang dilakukan menunjukkan bahwa nilai Alpha Cronbach (α) lebih besar dari 0,6 sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil pengujian yang telah dilakukan dapat diandalkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

C. HASIL DAN PEMBAHASAN

  1) Hasil Uji Statistik

  a) Analisis Koefisien Korelasi dengan SPSS 16.0 Tabel 5.10

  Tabel Korelasi hasil SPSS versi 16

  

Correlations

Implementasi Motivasi Kerjasama Belajar

  Implementasi Pearson Correlation 1 .648** Kerjasama Sig. (2-tailed)

  . .000 N

  40

  40 Motivasi Belajar Pearson Correlation .648**

  1 Sig. (2-tailed) .000 . N

  40

  40 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  Pada tabel 5.10 terlihat angka korelasi antara implementasi kerjasama dan motivasi belajar berada pada taraf kuat karena terletak antara 0,600-0.799. Kesimpulannya hubungan antara implementasi kerjasama dengan motivasi belajar berada pada taraf kuat. Korelasi yang terjadi memiliki hubungan positif searah, ini terlihat dari tidak adanya tanda negatif (-) di depan angka 0,648. Arah hubungan positif menunjukkan semakin tinggi implementasi kerjasama yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang dan Universitas Sanata Dharma maka semakin tinggi pula motivasi belajar mahasiswa Kabupaten

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5

  52 54 2704 2916 2808

  11

  57 53 3249 2809 3021

  10

  56 58 3136 3364 3248

  9

  43 48 1849 2304 2064

  8

  51 59 2601 3481 3009

  7

  54 61 2916 3721 3294

  6

  60 60 3600 3600 3600

  b) Analisis Koefisien Korelasi dengan Rumus Pearson Product Moment Untuk menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, penulis menggunakan uji

  “Korelasi Pearson Product Moment”, di mana rumus

  4

  62 62 3844 3844 3844

  3

  58 58 3364 3364 3364

  2

  42 42 1764 1764 1764

  1

  XY

  X Total butir jawaban responden Y

  NO Urut Responden Total butir jawaban responden

  Perhitungan Koefisien Korelasi

  Rumus “Korelasi Pearson Product Moment” yang digunakan dalam hal ini adalah sebagai berikut: Tabel 5.11

  Berdasarkan data yang diperoleh dari 40 responden dapat dihitung koefisien kerelasinya.

  tersebut dapat digunakan untuk mengetahui adanya hubungan antara variabel implementasi kerjasama dan motivasi belajar mahasiswa.

  49 49 2401 2401 2401

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  35

  29

  60 51 3600 2601 3060

  30

  63 59 3969 3481 3717

  31

  60 55 3600 3025 3300

  32

  56 56 3136 3136 3136

  33

  62 69 4761 4761 4761

  34

  49 50 2401 2500 2450

  56 54 3136 2916 3024

  28

  36

  55 54 3025 2916 2970

  37

  61 61 3721 3721 3721

  38

  48 47 2304 2209 2256

  39

  66 63 4356 3969 4158

  40

  52 61 2704 3721 3172

  Total X= 2210 Y= 2232 124188 125782

  XY= 124358

  57 56 3249 3136 3192

  13

  38 55 1444 3025 2090

  20

  14

  63 55 3969 3025 3465

  15

  63 55 3969 3025 3465

  16

  53 56 2809 3136 2968

  17

  54 59 2916 3481 3186

  18

  45 48 2025 2304 2160

  19

  41 56 1681 3136 2296

  55 56 3249 3136 3192

  27

  21

  64 62 4096 3844 3968

  22

  67 61 4489 3721 4087

  23

  70 68 4900 4624 4760

  24

  56 48 3136 2304 2688

  25

  52 54 2704 2916 2808

  26

  50 53 2500 2809 2650

  56 56 3136 3136 3136

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dari nilai rxy (0.648 dibulatkan) menunjukkan bahwa hubungan (berkorelasi) implementasi kerjasama dengan motivasi belajar mahasiswa adalah kuat. Karena nilai r = 0.648

  > dari nilai r tabel = 0,320 (α =5% dengan= 40), maka disimpulkan Ho ditolak, artinya “Terdapat hubungan yang signifikan implementasi kerjasama dengan motivasi belajar mahasiswa.

  Setelah diuji secara empiris, maka hipotesis yang diajukan dapat diterima. Hal ini berarti implementasi kerjasama mempunyai hubungan yang positif dengan motivasi belajar mahasiswa. Dari hasil perhitungan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  di atas dapat diketahui bahwa koefisien korelasi adalah 0,648 untuk menentukan signifikan antara implementasi kerjasama dengan motivasi belajar mahasiswa, maka harus diperbandingkan antara r yang diperoleh dengan rumus Product Moment dengan r pada tabel (r tabel). Jika dilihat dari nilai r tabel koefisien korelasi Product Moment dengan taraf signifikan 5% atau 0,05 untuk n-2 (40-2= 38) diperoleh nilai r tabel =0, 320.

  Dari perbandingan antara nilai r yang diperoleh dengan rumus dan nilai r tabel dapat diketahui bahwa r yang diperoleh dengan rumus lebih besar dibanding r tabel atau 0,648>0,320. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan implementasi kerjasama dengan motivasi belajar mahasiswa, diterima. Artinya, berdasarkan data yang diperoleh sebagai hasil pengujian di lapangan terbukti bahwa ada hubungan antara implementasi kerjasama dengan motivasi belajar mahasiswa. Hal ini berarti bahwa jika implementasi kerjasamanya dilakukan secara baik, dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Demikian sebaliknya, jika implementasi kerjasamanya tidak diimplementasikan dengan baik, maka motivasi belajar mahasiswa rendah. Selanjutnya untuk dapat memberikan interpretasi seberapa kuat hubungan tersebut, maka digunakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dalam buku Statistika Bisnis (2010:61). Interpretasi nilai tersebut dapat dilihat pada tabel 3.1 hal. 46.

  Dari pedoman interpretasi koefisien nilai r tersebut dapat diketahui bahwa tingkat hubungan antara implementasi kerjasama dengan motivasi belajar mahasiswa berada pada kategori kuat.

  c) Pengujian Hipotesis Tahap selanjutnya adalah melakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji t, adapun kriteria pengujian hipotesis adalah : H0 diterima jika t tabel > t hitung pada a = 5%. Ha diterima jika t hitung < ttabel atau t hitung > t tabel pada a = 5%. Untuk menentukan t

  hitung

  dengan menggunakan statistik uji

  • –t dengan rumus statistik yaitu :

  Berdasarkan hasil perhitungan t hitung di atas dapat ditunjukkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  38 adalah 2,042. Pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan membandingkan nilai t hitung dan t tabel. Nilai t hitung sebesar 6,886> 2,042 nilai t tabel, maka Ho ditolak, artinya ada hubungan yang signifikan implementasi kerjasama dengan motivasi belajar mahasiswa.

  2. Pembahasan Berdasarkan hasil pengujian secara statistik dapat terlihat dengan jelas bahwa secara parsial (individu) variabel mempunyai hubungan yang signifikan terhadap variabel terikat. Hubungan kedua variabel tersebut bersifat positif artinya semakin tinggi implementasi kerjasama, maka mengakibatkan semakin tinggi pula motivasi belajar mahasiswa. Hasil tersebut sesuai dengan hipotesis yang diajukan. Penjelasan dari kedua variabel, yaitu implementasi kerjasama dan motivasi belajar mahasiswa dapat dijelaskan berikut ini.

  Hasil pengujian hipotesis dari kedua variabel telah membuktikan bahwa terdapat hubungan antara implementasi kerjasama pemerintah daerah Kabupaten Pegunungan Bintang dengan motivasi belajar mahasiswa. Melalui hasil perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai t hitung sebesar 6,886 dengan taraf signifikansi 0,05 lebih kecil, dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak. Pengujian ini secara statistik membuktikan bahwa implementasi kerjasama mempunyai

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  antara variabel implementasi kerjasama dan motivasi belajar mahasiswa Kabupaten Pegunungan Bintang.

  3. Rekapitulasi Data Variabel Implementasi Kerjasama Untuk item-item pernyataan yang nilainya lebih kecil berdasarkan standar skor pada tabel 5.6 adalah sebagai berikut: a)

  Pernyataan 12: “Saya merasa pihak penyelenggara selalu memberikan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan dan kreativitas dalam mendukung perkul iahaan”.

  Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel 5.4 dapat diketahui bahwa implementasi kerjasama diperoleh hasil kurang tinggi untuk item pernyataan ke-12. Hal ini dapat dilihat dari 40 responden, 8 responden atau 20% menjawab dengan kategori sangat setuju, 8 responden atau 20% menjawab dengan kategori setuju, 9 responden atau 22,5% menjawab dengan kategori netral, 9 responden atau 22,5% menjawab dengan kategori tidak setuju dan 6 responden 15% menjawab sangat tidak setuju.

  b) Pernyataan 7: “Saya merasa pihak penyelenggara dapat mengadakan kegiatan pelatihan dan pengembangan kepribadian mahasiswa”.

  Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel 5.4 dapat diketahui pula bahwa motivasi belajar mahasiswa diperoleh hasil kurang tinggi untuk item pernyataan ke-7. Hal ini dapat dilihat dari 40

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  setuju, 9 responden atau 22,5% menjawab dengan kategori setuju, 9 responden atau 22,5% menjawab dengan kategori netral, 12 responden atau 30% menjawab dengan kategori tidak setuju dan 1 responden atau 2,5% menjawab sangat tidak setuju.

  Dari data tersebut dapat membuktikan bahwa implementasi kerjasama walaupun telah berjalan selama 5 tahun namun dalam pelaksanaannya memiliki banyak benturan sehingga tidak maksimal. Ini tentunya menunjukkan pula bahwa belum adanya pelaksanaan kegiatan-kegiatan tertentu seperti pelatihan kepemimpinan dan kegiatan lainnya secara maksimal bahkan sangat minim. Untk itu, diharapkan hasil penelitian ini menjadi bahan evaluasi bagi pihak penyelenggara kerjasama tersebut.

  4. Rekapitulasi data motivasi belajar mahasiswa Untuk item-item pernyataan yang nilainya masih kurang atau rendah adalah sebagai berikut:

a) Pernyataan 12: “Saya belajar hanya pada saat ujian akhir semester”.

  Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel 5.5 dapat diketahui bahwa motivasi belajar mahasiswa diperoleh hasil kurang tinggi untuk item pernyataan ke-12. Hal ini dapat dilihat dari 40 responden, 3 responden atau 7,5% menjawab dengan kategori sangat setuju, 10 responden atau 25% menjawab dengan kategori setuju, 16

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  atau 27,5% menjawab dengan kategori tidak setuju dan 0 responden 0% menjawab sangat tidak setuju.

  Untuk responden yang menjawab dengan kategori sangat setuju dan setuju terbukti bahwa 13 dari 40 responden melakukan proses belajar hanya pada saat ujian akhir semester. Ini berarti bahwa sebagian mahasiswa tidak atau kurang memiliki motivasi untuk memperoleh pengetahuan dan nilai hasil ujian yang baik. 16 responden yang menjawab netral dari 40 responden masih ragu atau motivasi belajarnya berada di antara mempunyai atau tidak mempunyai motivasi belajar. Sedangkan 11 responden yang menjawab tidak setuju adalah yang mempunyai motivasi yang sangat baik untuk memperoleh pengetahuan dan hasil akhir yang memuaskan.

  Dari penjelasan di atas menunjukkan bahwa perlu adanya pendampingan khusus bagi mahasiswa yang motivasi belajarnya kurang. Salah satu dari banyak langkah yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang dan Universitas Sanata Dharma adalah memberikan peringatan dengan cara menentukan target waktu kelulusan kepada setiap mahasiswa. Ini tentunya akan mendorong mahasiswa untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, akan sangat membantu mahasiswa dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b) Pernyataan 6: “Saya belajar hanya karena adanya kerjasama antar Pemerintah Daerah dan Universitas Sanata Dharma”.

  Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel 5.5 dapat diketahui bahwa motivasi belajar mahasiswa diperoleh hasil setuju untuk item pernyataan ke-12. Hal ini dapat dilihat dari 40 responden, 8 responden atau 20% menjawab dengan kategori sangat setuju, 12 responden atau 30% menjawab dengan kategori setuju, 5 responden atau 12,5% menjawab dengan kategori netral, 10 responden atau 25% menjawab dengan kategori tidak setuju dan 5 responden 12,5% menjawab sangat tidak setuju.

  Untuk responden yang menjawab dengan kategori sangat setuju dan setuju terbukti bahwa sebagian mahasiswa mengikuti perkuliahaan hanya semata-mata karena adanya jaminan kuliah dari pemerintah daerah dan bukan karena termotivasi untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman. Sehingga diharapkan kepada pemerintah daerah untuk segera melakukan evaluasi kerjasama dan mencari solusi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN A. Kesimpulan Hasil pengujian hipotesis dengan uji t memperoleh nilai t = 6,886

  hitung

  diterima pada taraf signifikansi 5% (p<0,05). Artinya implementasi kerjasama berkorelasi signifikan terhadap motivasi belajar. Semakin baik implementasi kerjasama yang dijalankan, maka motivasi belajar akan semakin baik pula. Sebaliknya semakin kurang baik implementasi kerjasama yang dijalankan, maka motivasi belajar mahasiswa juga akan semakin berkurang. Implementasi merupakan tindakan-tindakan yang dilakukan pihak-pihak yang berwenang atau kepentingan baik pemerintah maupun swasta yang bertujuan untuk mewujudkan cita-cita atau tujuan yang telah ditetapkan, implementasi dengan berbagai tindakan yang dilakukan untuk melaksanakan atau merealisasikan program yang telah disusun demi tercapainya tujuan dari program yang telah direncanakan karena pada dasarnya setiap rencana yang ditetapkan untuk memiliki tujuan atau target yang hendak dicapai.

  Dengan demikian, kerjasama Pemerintah Daerah dan Universitas Sanata Dharma dilakukan dengan maksud dan tujuan tertentu yang ingin dicapai.

  Maksud dan tujuan tersebut adalah untuk meningkatkan kerjasama di bidang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pendidikan guna mewujudkan rencana Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang dalam rangka peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia.

  Dari data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner dapat dilakukan pengujian reliabilitas untuk mengetahui jawaban responden terhadap pernyataan konsisten dari waktu ke waktu. Pengujian validitas dilakukan untuk mengukur sah tidaknya suatu kuesioner. Hasil dari uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh pernyataan dalam setiap variabel valid dan reliabel. Dalam analisis koefisien korelasi menunjukkan bahwa dalam model analisi

  

Product Moment ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas dan variabel

terikat.

  Dari pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Hasil pengujian hipotesis telah membuktikan terdapat hubungan posiftif dan signifikan implementasi kerjasama dan motivasi belajar mahasiswa. Pengujian membuktikan bahwa implementasi kerjasama memiliki peran penting dalam memotivasi mahasiswa dalam proses belajar.

  2. Dari hasil perhitungan korelasi antara implementasi kerjasama dengan motivasi belajar diperoleh nilai korelasi sebesar 0,648 yang berarti terdapat hubungan antara implementasi kerjasama dengan motivasi belajar yang mana tingkat hubungannya berada pada taraf kuat.

  3. Dilihat dari perhitungan yang telah dilakukan dapat diperoleh nilai koefisien t

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sebesar 0,000 tersebut lebih kecil dari 0,05, yang berarti bahwa hipotesis dalam penelitian ini menerima Ha dan menolak Ho. Artinya bahwa ada hubungan antara variabel implementasi kerjasama dengan motivasi belajar mahasiswa.

  4. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kerjasama mempunyai peran penting dalam memotivasi mahasiswa.

B. Saran

  Berdasarkan kesimpulan yang telah dilakukan, maka saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah:

  1. Bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang dan Universitas Sanata Dharma.

  a) Melihat kenyataan bahwa terdapat hubungan implementasi kerjasama dengan motivasi belajar mahasiswa yang mana berada pada taraf kuat, maka diharapkan pemerintah daerah dan Universitas Sanata Dharma untuk tetap mengadakan pendekatan dan pengawasan seperlunya terhadap mahasiswa agar dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa terutama motivasi yang berasal dari ekstrinsik/dari luar diri seseorang dan dapat mendorong motivasi intrinsik/dari dalam diri seseorang.

  b) Diharapkan kerjasama ini dapat dilanjutkan dan tidak hanya berhenti sampai di sini karena kerjasama ini sangat membantu pemerintah daerah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dalam membangun dan menyediakan sumberdaya manusia Kabupaten Pegunungan Bintang.

  c) Perlu adanya pembentukan tim khusus yang akan menangani masalah pendidikan Kabupaten Pegunungan Bintang untuk dapat memastikan bahwa kerjasama yang dilakukan dengan berbagai lembaga pendidikan maupun yayasan di seluruh Indonesia tersebut dapat berjalan lancar.

  Melalui tim ini pula mengontrol pelajar dan mahasiswa Kabupaten Pegunungan Bintang di seluruh Indonesia terutama bagi mereka yang masuk dalam jalur kerjasama maupun jalur beasiswa dari Kabupaten Pegunungan Bintang. Ini bertujuan agar pemerintah tidak hanya mengeluarkan biaya pembangunan secara cuma-cuma untuk membiayai mahasiswa tanpa memperhatikan perkembangan prestasi akademik.

  d) Dalam kerjasama ini Pemerintah Daerah dan Universitas Sanata Dharma diharapkan tidak hanya menangani masalah keuangan tetapi perlu adanya penyelenggaraan kegiatan-kegiatan tertentu agar motivasi belajar mahasiswa secara berlahan dapat ditingkatkan. Kegiatan-kegiatan dimaksud adalah seperti pelatihan kepemimpinan, pelatihan kepribadian mahasiswa, kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan spritualitas dan pembentukan mentalitas mahasiswa dan kegiatan lainnya supaya kerjasama tersebut bisa dicapai sebagaimana sesuai kesepakatan bersama.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  e) Pemerintah daerah dan Universitas Sanata Dharma perlu memberikan penghargaan atas prestasi tertentu yang diperoleh mahasiswa. Ini bertujuan agar dapat meningkatkan motivasi belajar.

  f) Pemerintah daerah dan Universitas Sanata Dharma secara ril harus mampu mendampingi dan mengarahkan mahasiswa dalam rangka menigkatkan prestasi akademik maupun keterampilan.

  g) Perlu adanya ketegasan dari pemerintah daerah dan Universitas Sanata Dharma terutama tidak membiarkan mahasiswa untuk pindah dari jurusan yang satu ke jurusan lain atau dari kampus yang satu ke kampus lain.

  Fakta membuktikan bahwa beberapa tahun belakangan ini mahasiswa sering pindah-pindah jurusan bahkan dari kampus ke kampus lain. Ini menunjukkan bahwa tidak adanya ketegasan dari Pemerintah Daerah dan Universitas Sanata Dharma.

  h) Perlu adanya target waktu yang harus diberikan supaya mahasiswa benar- benar tidak menyia-nyiakan waktu. Misalnya pemerintah memberikan batas waktu untuk menjalankan kuliahnya hanya selama kurang lebih 5 tahun dan selebihnya diserahkan kepada orang tua mahasiswa. i) Perlu adanya evaluasi kerjasama secara terus menerus sehingga kerjasama ini bisa dapat berjalan dengan baik sesuai harapan atau tujuan yang disepakati bersama agar tujuannya dapat dicapai dengan baik pula.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Bagi Penelitian Selanjutnya

  a) Bagi penelitian mendatang hendaknya menambahkan variabel penelitian sehingga bisa memberikan masukan kepada pemerintah melalui penelitian-penelitian mengenai kerjasama itu sendiri.

  b) Bagi penelitian mendatang hendaknya instrumen penelitian lebih diperdalam dan dikembangkan lagi sehingga kemampuan mengukurnya lebih baik. Karena pada dasarnya masih banyak faktor-faktor lain yang mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa.

C. Keterbatasan

  Dalam penelitian ini masih terdapat beberapa keterbatasan secara khusus diperoleh sebagai berikut ini:

  1. Hasil dari penelitian ini belum sempurna, karena keterbatasan peneliti dalam hal waktu dan pengetahuan. Di samping itu penulis belum mempunyai pengalaman dalam menulis karya ilmiah, maka dalam hal pengkajian teori, pengolahan data, dan menganalisa data belum sempurna.

  2. Dalam penelitian ini penulis tidak dapat memastikan kebenaran data yang diperoleh dari responden, karena data diperoleh dengan membagikan kuesioner kepada responden sehingga responden kemungkinan dalam memberikan jawaban kurang maksimum karena ketidaksungguhan responden dalam mengisi kuesioner.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  J.David Hunger & Thomas l. Wheelen, 2003. Implementasi dan Pengendalian Strategi dalam Manajemen Strategis.

  Budi Winarmo. Kebijakan Publik. Teori, Proses, dan Studi Kasus. Pringwulung, Yogyakarta, 2012.

  Robert l. Mathis-John H. Jackson, 2006. Proses pengembangan SDM dalam Human Resource Management.

  Yahya Asnawi, 2010. Jurnal Prestasi belajar dan Motivasi. Website:www.are efah.tk e-mail:a_re efah@ yahoo.com Agus Irianto. Jakarta, 2004. Statistik Konsep Dasar dan Aplikasinya.

  H. Asep Suryana Natawiria dan Diduwan, Statistika Bisnis. Penerbit Allfabeta, Bandung, 2010.

  Bunga Fajar Sari, Skripsi, Bentuk Kerja Sama (cooperation) pada interaksi sosial waria, Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma, 2009 Jhon W. Santrock. Psikologi Pendidikan, Educational Psychology. Jakarta, 2009. Bagus Prasojo, Skripsi, Analisis Implementasi erp (enterprise resources planning) pada perusahaan tekstil dengan metode business process re-engineering,

  Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2008 Rini Darmastuti. Bahasa Indonesia Komunikasi. Yogyakarta, 2006.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Igit Suyanto, Skripsi, Studi Implementasi Program Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (pemp). Studi Kasus Masyarakat Pesisir Kelurahan Tanjungmas Kota Semarang, 2009.

  Dimas Lazuardi Adya Putra1 Ahmad Subhan, Jurnal Analisa Kinerja Implementasi wireless distribution system pada perangkat access point 802.11 g menggunakan openwrt, 2008

  Haedar Akib & Antonius Tarigan, Jurnal Artikulasi Konsep Implementasi Kebijakan: Perspektif, Model dan Kriteria Pengukurannya.

  Sri Esti Wuryani Djiwandono. Psikologi Pendidikan. Jakarta, 2006 H.Malayu Hasibuan. Organisasi dan Motivasi, Dasar Peningkatan Produktivitas.

  Bandung, 1996. Gunawan Jiwanto. Komunikasi Dalam Organisasi. Yogyakarta, 1985 Agus Dwiyanto. Manajemen Pelayanan Publik: Peduli, Inklusif, dan Kolaboratif.

  Yogyakarta, 2011. Wayne Parsons. Public Policy. Pengantar Teori dan Praktek Analisa Kebijakan.

  Jakarta, 2011 William N. Dunn. Pengantar Analsis Kebijakan Publik. Yogyakarta, 2003

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1 JENIS KELAMIN PRIA/WANITA

  2 USIA ……. TAHUN

  3 TAHUN ANGKATAN

  4 FAKULTAS/JURUSAN

  5 IPK

  KUESIONER

  Jawablah pertanyaan-pertanyaan bagian pertama berikut dengan seksama. Anda diminta memberikan pendapat anda dengan memberikan Tanda Silang (X) pada salah satu jawaban yang tersedia, di mana:

  Bagian I Persepsi Implementasi Kerjasama No Pernyataan Sangat Setuju Netral Tidak Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju

  1 Saya merasa program kerja sama ini sangat membantu dalam peningkatan nilai akademik mahasiswa

  2 Saya mampu bersaing dengan teman lain dengan adanya program kerjasama ini

  3 Saya merasa program kerjasama ini berjalan dengan lancar

  4 Saya merasa sejauh ini program kerjasama sudah terlaksana dengan optimal

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  No Pernyataan Sangat Setuju Netral Tidak Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju

  5 Saya merasa program kerjasama tersebut sudah diimplementasikan secara optimal

  6 Saya merasa bahwa pihak penyelenggara kerjasama ini sudah memberikan pelayanan secara baik

  7 Saya merasa pihak penyelenggara dapat mengadakan kegiatan pelatihan dan pengembangan kepribadian mahasiswa

  8 Saya merasa pelayanan yang diberikan oleh pihak penyelenggara program kerjasama tersebut sangat baik

  9 Saya merasa pihak penyelenggara dapat mendorong saya untuk sukses.

  10 Pihak penyelenggara memberikan penghargaan ketika prestasi akademik saya baik.

  11 Saya merasa pihak penyelenggara memberikan jaminan keuangan yang berupa bonus sehingga saya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  No Pernyataan Sangat Setuju Netral Tidak Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju

  12 Saya merasa pihak penyelenggara selalu memberikan pelatihan- pelatihan untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan dan kreativitas dalam mendukung perkuliahaan

  13 Saya merasa pihak penyelenggara selalu memberikan pujian atas hasil prestasi saya.

  14 Saya merasa pihak penyelenggara memperhatikan jaminan kesehatan saya dengan baik

  15 Saya merasa pihak penyelenggara selalu mengadakan kegiatan- kegiatan tertentu dalam mendukung perkuliahaan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Bagian II Motivasi Belajar Saudara/Saudari dimohon untuk memberikan tanda silang (X) pada salah satu kolom jawaban yang sesuai dengan pilihan Anda. No Pernyataan Sangat Setuju Netral Tidak Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju

  1 Saya mampu memahami materi kuliah yang diberikan oleh dosen

  2 Saya belajar karena adanya dorongan untuk memperoleh pengetahuan

  3 Saya belajar karena adanya dorongan untuk memperoleh nilai akademik yang memuaskan

  4 Saya belajar karena adanya dorongan untuk menjadi seorang sarjana

  5 Saya belajar karena adanya doronga untuk membangun Kabupaten Pegunungan Bintang

  6 Saya belajar hanya karena adanya kerjasama antar Pemerintah Daerah dan Universitas Sanata Dharma

  7 Saya mengatur waktu belajar dengan baik

  8 Saya selalu mengikuti perkuliahaan dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  No Pernyataan Sangat Setuju Netral Tidak Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju

  9 Saya mampu berkomunikasi dengan dosen maupun teman- teman kuliah

  10 Saya memanfaatkan vasilitas pendidikan yang ada secara baik

  11 Motivasi belajar saya didorong dari kebutuhan akan pentingnya SDM di Kabupaten Pegunungna Bintang

  12 Saya belajar hanya pada saat ujian akhir semester

  13 Saya belajar karena adanya paksanaan dari orang tua saya

  14 Saya belajar jika keadaan memaksakan saya

  15 Saya belajar karena semata-mata adanya jaminan yang diberikan oleh pemerintah daerah

Dokumen baru

Download (139 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan antara motivasi belajar, disiplin belajar dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi angkatan 2009 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
1
145
Hubungan antara kinerja dosen, ketersediaan fasilitas belajar serta motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
1
1
170
Hubungan antara motivasi belajar dan status sosial ekonomi keluarga dengan prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun ajaran 2009.
0
0
125
Pengaruh motivasi belajar, sarana belajar dan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa FKIP program studi Pendidikan Akuntansi tahun ajaran 2002-2004 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
139
Hubungan antara lingkungan belajar, motivasi belajar dan disiplin belajar dengan prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi angkatan 2002-2003 Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
133
Hubungan antara persepsi mahasiswa psikologi Universitas Sanata Dharma terhadap profesi psikolog dengan motif berprestasi - USD Repository
0
0
184
Kajian motivasi dan pengetahuan untuk menggunakan produk pelangsing tubuh pada mahasiswa kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
122
Kajian pengetahuan dan motivasi untuk menggunakan produk penurun berat badan pada mahasiswa kampus I Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
147
Sikap mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta terhadap perilaku seksual homoseks - USD Repository
0
0
111
Analisis kepuasan mahasiswa terhadap kualitas jasa pelayanan Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
171
Hubungan antara jenis pekerjaan orang tua dan prestasi belajar dengan minat berwirausaha mahasiswa : studi kasus mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi angkatan 2003-2004 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
107
Hubungan antara sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dan lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi : studi kasus : mahasiswa program studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
112
Pengaruh motivasi dan prestasi belajar mahasiswa terhadap kemampuan praktik mengajar : studi kasus mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
95
Studi deskriptif motivasi berorganisasi pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
133
Hubungan antara minat terhadap profesi guru motivasi belajar dan prestasi belajar pada mahasiswa keguruan : studi pada mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
115
Show more