KINERJA STRUKTUR DERMAGA CURAH KERING UNTUK KAPASITAS KAPAL 40.000 DWT DI PIDIE, ACEH TERHADAP BEBAN GEMPA

Gratis

0
0
134
3 days ago
Preview
Full text

PROYEK AKHIR TERAPAN

APPLIED FINAL PROJECT

  D ABSTRAK Perencanaan berbasis gaya atau force-based design yang digunakan pada perencanaan struktur terhadap beban gempa diIndonesia didasarkan pada analisis struktur elastis. Sedangkan terhadap gempa 2475 yang spektrumnya dihitung berdasarkan RSNI 2833-201X level kinerja struktur adalahadalah Controlled and Repairable Damage dengan kelelehan tiang tertanam dan ujung tiang.

KATA PENGANTAR

  Keluarga besar yaitu Bapak, Ibu, Dik Ayun, Kak Iid danDik Anis yang terus memberikan doa dan motivasi selama penulis menjalani studi di Institut Teknologi Sepuluh DAFTAR ISI ABSTRAK I ABSTRACT III KATA PENGANTAR V DAFTAR ISI VII DAFTAR TABEL X DAFTAR GAMBAR XIII BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 Latar Belakang ................................................................. 37 37 BAB III METODOLOGI 32 27 2.9.5 Korelasi Sifat-Sifat Tanah 31 2.9.4 Daya dukung tanah 29 2.9.3 Spring P-Y 28 2.9.2 Spring T-Z 27 2.9.1 Spring Q-Z 2.9 Pemodelan Interaksi Tanah dan Struktur .......................

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Dermaga umumnya direncanakan dengan Perencanaan berbasis gaya atau force-based design yang digunakan pada perencanaan struktur terhadap beban gempa diIndonesia didasarkan pada analisis struktur elastis. Oleh karenaitu, evaluasi kinerja struktur dengan menggunakan displacement- based design yang menggambarkan perilaku inelastis struktur menjadi penting untuk memastikan pada saat terjadi gempa, Pada Tugas Akhir ini, berdasarkan yang tercantum padaASCE 61-14, dilakukan analisis Nonlinier Static Pushover untuk mengetahui kapasitas struktur hingga batas keruntuhannya.

1.2 Perumusan Masalah

  Bagaimana pola keruntuhan struktur dermaga terhadap 4. Faktor liquefaction dan lateral spreading pada tanah tidak ditinjau 5.

1.5 Manfaat

  1. Mengetahui kinerja struktur dermaga yang didesain dengan peraturan RSNI 2833-201X dengan evaluasi berdasarkanASCE 61-14 2.

BAB II TINJAUAN TEORI

  2.1 Umum Perencanaan berbasis gaya atau force-based design yang digunakan pada perencanaan struktur terhadap beban gempa diIndonesia didasarkan pada analisis struktur elastis. Oleh karenaitu, evaluasi kinerja struktur dengan menggunakan displacement- based design yang menggambarkan perilaku inelastis struktur menjadi penting untuk memastikan pada saat terjadi gempa, kinerja stuktur adalah memuaskan.

2.2.2 Karakteristik Material Inelastis

  3 Kurva Kurvatur dan Idealisasinya untuk Metode B(Sumber: ASCE-61-14) dimana, M y = Momen saat leleh pertamaMp = Momen plastis Jumlah sendi plastis ini terus bertambah hingga jumlahnya cukup unutk menyebabkan struktur runtuh. Berdasarkan ASCE 61-14 sendi plastis didefinisikan tebentuk pada sambungan ujung atas tiang dan pada tiangpancang tertanam dalam tanah dimana momen maksimun dalam tanah terjadi.

2.3 Level Kinerja

  Controlled and repairable damage , jika (a) struktur berada pada batas deformasi inelastik pada lokasi yang dapatdiperbaiki (b) perbaikan pada bagian rusak yang menghalangi pelayanan dapat selesai dalam hitungan bulan(c) tidak kehilangan material yang akan menyebabkan bahaya 3. 4 Batas Regangan untuk Controlled and Repairable Damage Menurut Pranata (2006), analisis pushover adalah suatu analisis statik non-linier dimana pengaruh gempa rencanaterhadap struktur bangunan gedung dianggap sebagai beban statik yang menangkap pada pusat masing Analisis kapasitas dilakukan untuk mengetahui kapasitas struktur dalam menahan beban.

2.6 Analisis Demand

  Capacity spectrum method menyajikan secara grafis dua buah grafik yang disebut spektrum, yaitu spektrum kapasitas(capacity spectrum) yang menggambarkan kapasitas struktur berupa hubungan gaya dorong total (base shear) dan perpindahanlateral struktur (biasanya ditetapkan di puncak bangunan), dan Spektrum kapasitas didapatkan dari kurva kapasitas(capacity curve) yang diperoleh dari analisis pushover. Kurva kapasitas yang merupakan produk dari pushover dinyatakan dalam satuan gaya dan perpindahan sedangkan Penyajian secara grafis dapat memberikan gambaran yang Menurut ASCE 61-14, kombinasi pembebanan dihitung dengan persamaan berikut.

BAB II I METODOLOGI

3.1 Diagram Alur Penyelesaian Tugas Akhir

Langkah-langkah mengerjakan Tugas Akhir digambarkan pada gambar berikut ini. MulaiPengumpulan Data dan Studi Literatur Pemodelan Struktur dan PemodelanInteraksi Tanah dan Struktur Data Struktur, Pembebanan,Tanah

3.2 Metodologi Pengerjaan Tugas Akhir Dari diagram alur di atas dapat dijelaskan sebagai berikut

3.2.1 Pengumpulan Data

Diketahui data umum dermaga dan data tanah sebagai berikut.

3.2.1.1 Data Umum

  Fungsi : Dermaga semen dan batu bara 4. Untuk data struktur yang lebih detail dapat dilihat padalampiran.

3.2.2 Studi Literatur

  Namun jika level kinerja di bawah yang disyaratkan, maka perlu dilakukan modifikasi struktur lalu diikuti pemodelan Halaman ini sengaja dikosongkan BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi hasil dan pembahasan langkah-langkah pada Gambar 3. Sebagian dari hasil dan pembahasan pada bab ini ditulis pada makalah berjudul “Seismic Performance Evaluation of A Pile-supported Pier in Aceh , Indonesia ” yang akan dimuat pada prosiding IOP Conference Series: Materials Science and Engineering yang akan diterbitkan pada Agustus 2017 pada seminiar ICASIE 2017.

4.1 Pemodelan Struktur

  Pemodelan struktur menggunakan program bantu struktur SAP200 v19. Struktur dimodelkan dalam ruang tiga dimensi.

4.1.1 Material

Data material yang dimasukan merupakan material beton, Tabel 4. 1 Dimensi Elemen StrukturElemen Jenis Dimensi StrukturBalok Balok Melintang 60x120 cm Balok Memajang 60x100 cm, 60x120 cmBalok Fender 60x300 cmBalok Crane 80x120 cm Tiang Diameter 1mPancang Diameter 0.8Pelat Pelat lantai Tebal 350 mm Pelat Crane Tebal 2 mPile Cap 2250x2250x1000 mm 3750x2250x1200 mm

4.1.3 Elemen Rigid

  4 Hubungan Gaya dan Deformasi Q-Z Tiang PancangD800mm z Qz/D Q/Qp (m) (ton)0.002 0.25 0.002 12.056 10 20 30 40 50 60 70 0.02 0.04 0.06 0.08 0.1 0.12 Tah anan Tan ahUju ng (ton ) Defleksi (m) D800mmD1000mm = 2 x ½ πD = 2 x π x 800 = 2513.27 mmD1000mm As = 2 x ½ πD = 2 x π x 1000 = 3149.59 mm Dari nilai f dan As dapat diketahui nilai Qf sebagai berikut. Perlu diperhatikan nilai pada tabel dan gambar belum dikalikan koefisien upper-bound dan lower-bound )3500 /m20 mn 3000to 18 m( 250016 mal 14 m 2000ater 12 mL ah 1500 10 man 8 m 1000T an 6 m 500an 4 mah T 2 m 0.000 0.100 0.200 0.300 0.400 500 10001500 20002500 30003500 40004500 0.000 0.100 0.200 0.300 0.400T ahan anT anah Later al(to n/m ) Defleksi (m) 20 m18 m 16 m14 m 12 m10 m 8 m6 m 4 m2 m Gambar 4.

4.3.4 Massa Seismik

  Massa seismik ini diinputkan pada SAP2000 melalui mass. Berdasarkan ASCE 61-14, besaran massa terdiri dari source Tabel 4.

4.4.2 Momen Kurvatur

  Nilai dariφ terhadap seperti yang φ pm adalah hasil pengurangan φ u dan φ m φ y dijelaskan pada Gambar 2. φ φ u (rad/m) φ y (rad/m) φ m (rad/m), ε s= φ pm (rad/m), εs = 0.010 0.025 0.035 φ u 0.010 0.025 0.035 -1000 0.329 0.005 0.014 0.035 0.048 0.324 0.009 0.030 0.043 -500 0.345 0.004 0.018 0.048 0.069 0.341 0.014 0.044 0.065 -400 0.345 0.004 0.018 0.048 0.069 0.342 0.014 0.045 0.065 -300 0.345 0.004 0.019 0.049 0.069 0.342 0.015 0.046 0.066 Tabel 4.

4.4.3 Sendi Plastis

4.4.3.1 Letak Sendi Plastis

  Menurut ASCE 61-14 sendi plastis terjadi pada dua lokasi yakni ujung atas tiang dan tiang yang tertanam dalam tanah. Sendi Plastis Ujung Atas TiangSendi plastis ujung atas tiang dimodelkan menurut kententuan pada ASCE 61-14 untuk tipe sambungan embeddedseperti gambar berikut.

4.4.4 Analisis Nonlinear Static Pushover

  Pada Tugas Akhir ini digunakan Model beban Accel dan Mode pada arah transversaldan longitudinal dengan proporsi beban 100% dan 30%. 22 Displacement capacity dengan Spring lower-bound Elastis Minimal Damage Repairable Collapse dalam meter Controlled and Life Safety Hasil displacement demand yang diperoleh diplot dengan displacement capacity yang diperoleh dari analisis Nonlinear Static Pushover.

4.5.1 Level Kinerja Struktur

  28 Leleh PertamaUjung Tiang dengan Spring lower-bound Ujung Tiang dengan SpringSpring upper-bound upper-bound Setelah diketahui pola keruntuhan struktur dermaga dan dilakukan analisis demand, dapat diketahui keruntuhan strukturterhadap masing-masing beban gempa. 39 Keruntuhan dengan Spring lower-bound didengan Spring upper-bound bawah gempa 2475 (RSNI)terhadap gempa 2475 (RSNI) Dari gambar tersebut dapat diketahui bahwa terhadap gempa 950 dan 2475 yang spektrumnya dihitung berdasarkanASCE 7-05, struktur dengan spring upper-bound dan lower- bound belum mengalami keruntuhan atau dalam kata lain struktur masih dalam keadaan elastis.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

  Dari analisis Nonlinear Static Pushover dan Nonlinear Static Demand diketahui bahwa pada kasus ini pembebanan yang memberikan pengaruh paling kritis terhadap struktur adalah tipe beban Mode yang bekerjapada arah longitudinal 2. Keruntuhan terhadap gempa 950 yang spektrumnya dihitung berdasarkan RSNI 2833-201X baik untuk strukturdermaga dengan spring upper-bound dan lower-bound adalah kelelehan hingga level kinerja Minimal Damagepada tiang tertanam dan kelelehan ujung tiang 7.

5.2 Saran

  Penulis memiliki saran, bila dimasa depan dilakukan studi lebih lanjut. Beban gempa perlu dicoba dengan time history 2.

DAFTAR PUSTAKA

  A, 2008, Kajian Daktallitas Struktur Gedung Beton Bertulang Dengan dengan Analisis Riwayat Waktu dan Analisis Beban Dorong ). Jurnal Teknik Sipil Vol.3 no.1 Gempa dengan SAP 2000 Januari 2006.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (134 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

KAJIAN STABILITAS PONDASI DERMAGA 17.000 DWT DI DEPOT PANJANG, LAMPUNG
0
8
1
ANALISIS STRUKTUR DERMAGA TERHADAP GAYA HORIZONTAL
23
83
56
PENGARUH EKSENTRISITAS PUSAT MASSA PORTAL BETON BERTULANG TERHADAP STABILITAS STRUKTUR YANG MENGALAMI BEBAN GEMPA
0
4
8
MENENTUKAN LEVEL KINERJA STRUKTUR BETON BERTULANG PASCA GEMPA
0
2
6
ANALISIS BEBAN GEMPA PERANCANGAN STRUKTUR GEDUNG KAMPUS DI KOTA PALEMBANG SUMATERA SELATAN.
11
29
12
PERBAIKAN FAKTOR DAYA LISTRIKUNTUK PENAMBAHAN KAPASITAS BEBAN DI PERBAIKAN FAKTOR DAYA LISTRIK UNTUK PENAMBAHAN KAPASITAS BEBAN DI PT KUSUMAPUTRA SANTOSA KARANGANYAR.
0
0
18
STUDI PERBANDINGAN KINERJA STRUKTUR BETON BERTULANG DENGAN APLIKASI BEBAN GEMPA BERDASARKAN SNI 03-1726-2002 DAN SNI 1726-2012.
0
0
8
ANALISA PENGARUH BEBAN ANGIN DAN BEBAN GEMPA PADA STRUKTUR BANGUNAN.
0
0
6
ANALISA PENGARUH PENGGUNAAN BASE ISOLATOR PADA STRUKTUR BETON BERTULANG TERHADAP BEBAN GEMPA BERINTENSITAS TINGGI.
0
0
6
PERHITUNGAN BEBAN RANCANGAN (DESIGN LOAD) KONSTRUKSI KAPAL BARANG UMUM 12.000 DWT BERBAHAN BAJA MENURUT REGULASI KELAS
0
0
8
ANALISIS KINERJA BERTH TIME KAPAL KARGO MUATAN CURAH KERING DAN USULAN PERBAIKANNYA DI TERMINAL JAMRUD PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA
0
0
122
DESAIN STRUKTUR DERMAGA PRACETAK UNTUK PLTU KOTABARU KALIMANTAN SELATAN KAPASITAS BARGE 330 FEET
0
0
362
MODIFIKASI DESAIN STRUKTUR DERMAGA CURAH CAIR KAPASITAS 10.000 DWT DI KECAMATAN SANGATTA, KABUPATEN KUTAI TIMUR, KALIMANTAN TIMUR
0
0
298
DESAIN STRUKTUR DERMAGA CURAH CAIR 15000 DWT PADA PELABUHAN PULANG PISAU, PALANGKARAYA, KALIMANTAN TENGAH DENGAN MENINJAU METODE PELAKSANAAN DAN ESTIMASI ANGGARAN BIAYANYA
0
0
307
MODIFIKASI PERANCANGAN DERMAGA GENERAL CARGO DENGAN KAPASITAS KAPAL 10.000 DWT DI KABUPATEN SAMPANG, MADURA
0
0
216
Show more