Persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari pekerjaan, tingkat pendidikan dan tingkat penghasilan - USD Repository

Gratis

0
0
112
8 months ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PROFESI GURU DITINJAU DARI

PEKERJAAN, TINGKAT PENDIDIKAN DAN TINGKAT PENGHASILAN

  Studi Kasus Pada Masyarakat Dukuh Krosok, Ngrundul, Kebonarum, Klaten

  

SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Akuntansi

  

Disusun Oleh:

Tri Isbudiyono

NIM : 011334108

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2007

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Pernyataan Keaslian Karya

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian dari orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta,

  05 Juli 2007 Tri Isbudiyono

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

MOTTO

TUHAN itu baik;

Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan;

  

Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepadanya

(Nahum 1:7)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PERSEMBAHAN Skripsi ini kupersembahkan untuk : <

  Tuhan Yesus Kristus yang selalu memberikanku kekuatan < Bapak & Ibu, yang tak pernah lelah dalam memberiku dorongan <

  My Brother & my sister, always give pray for me..

  < Eunike Clara Mahardhita, yang selalu membantu dalam penulisan

  skripsi ini

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PROFESI GURU DITINJAU DARI

PEKERJAAN, TINGKAT PENDIDIKAN DAN TINGKAT PENGHASILAN

  Studi Kasus Pada Masyarakat Dukuh Krosok, Ngrundul, Kebonarum, Klaten, Central Java

  

Tri Isbudiyono

011334108

Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta

  

2007

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari pekerjaan; (2) Persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari tingkat pendidikan; dan (3) Persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari tingkat penghasilan.

  Populasi dalam penelitian ini adalah warga dukuh Krosok, Ngrundul, Kebonarum, Klaten yang berjumlah 293 orang, yang terdiri dari 121 kepala keluarga. Sampel penelitian ini sebanyak 121 kepala keluarga. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2007. Teknik pengumpulan data yang digunakan kuesioner dan wawancara. Untuk menjawab masalah pertama, kedua dan ketiga menggunakan Anova.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Tidak ada perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari pekerjaan (F hitung = 0,707 < F tabel = 2,09); (2) Tidak ada perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari tingkat pendidikan (F hitung = 1,242 < F tabel = 2,09); (3) Tidak ada perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari tingkat penghasilan (F hitung = 0,620 < F tabel = 2,18).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

THE PERCEPTION OF SOCIETY TOWARD TEACHER’S PROFFESION

PERCEIVED FROM TASK, LEVEL OF EDUCATION AND INCOME

A Case Study at Society of Krosok Hamlet, Ngrundul, Kebonarum, Klaten,

  

Central Java

Tri Isbudiyono

011334108

Sanata Dharma University

  

Yogyakarta

2007

  The purpose of the research is know society’s perception toward teacher’s profession perceived from (1) task; (2) level education, and (3) level of income The Populations of the research were 293 citizens of Krosok hamlet. The sampels of the research were 121 family heads. This research done in March 2007. The tecniques of data collection were interview and questionnaire. To respond the first, second and third case, ANOVA Tecnique was applied.

  The result of this research shows that there is no different perception between the society and teacher’s proffesion perceived from (1) the task (F = 0,707 < F

  count table

  = 2,09); (2) level of education (F count = 1,242 < F table = 2,09); (3) level of income (F count = 0,620 < F table = 2,18).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KATA PENGANTAR

  Puji syukur kepada Tuhan atas segala rahmat, berkat, karunia dan kasih-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Persepsi Masyarakat

  

terhadap Profesi Guru ditinjau dari Pekerjaan, Tingkat Pendidikan dan Tingkat

Penghasilan” Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat akademis dalam

  menyelesaikan program pendidikan strata satu (S1) di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Penulis menyadari bahwa tanpa bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, maka penulisan skripsi ini tidak dapat terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu pada kesempatan ini dengan segala hormat penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :

  1. Bapak Drs. T. Sarkim, M.Ed.,Ph.D. selaku Dekan FKIP Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

  2. Bapak Drs. Sutarjo Adisusilo, J.R, selaku Ketua Program Studi Pendidikan Akuntansi FKIP Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

  3. Bapak S. Widanarto, S.Pd., M.Si. selaku Kaprodi dan sekaligus sebagai dosen pembimbing I yang telah berkenan meluangkan waktu guna memberikan bimbingan, pengarahan dan petunjuk yang bermanfaat dalam penyusunan skripsi ini.

  4. Bapak Ig. Bondan Suratno, S.Pd., M.Si selaku dosen pembimbing II yang telah berkenan meluangkan waktu guna memberikan bimbingan, pengarahan dan petunjuk yang bermanfaat dalam penyusunan skripsi ini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5. Bapak Drs. Bambang Purnomo SE., M.Si., selaku dosen tamu dalam ujian sarjana.

  6. Bapak Joko Wicoyo, selaku dosen pembimbing bahasa Inggris yang telah meluangkan waktu untuk membimbing saya.

  7. Bapak Slamet Widodo selaku Kadus Krosok, dan warga dukuh Krosok yang telah memberikan bantuannya terhadap penulisan skripsi ini.

  8. Bapak dan Ibu, terimakasih telah sabar, mendoakan penulis agar lancar mengerjakan skripsi serta memberikan apapun yang tak dapat disebutkan satu persatu.

  9. Kakakku Teguh Widiyatmoko, yang telah tekun mendoakan semuanya untukku, saya sangat berterima kasih atas segala doanya dan dukungannya, dan kepada kakaku Dwi Astuti terima kasih telah memberikanku dukungan dan doanya, dan terima kasih pula atas hadiah untukku.

  10. Sdri. Eunike Clara Mahardhita, trimakasih telah mendampingi, memberi dukungan selama penulis mengerjakan skripsi ini.

  11. Pak Wawiek dan mbak Aris, terima kasih atas pelayanan sekretariatnya

  12. Teman-temanku; Bruno Guimek Sagalak, terima kasih untuk segala bantuannya selama penulis di Yogyakarta, Yohanes Iman Santoso, terima kasih untuk semua bantuanmu dalam memberi fasilitas dan dorongannya, Yudho yang telah memberikan bantuannya.

  13 Teman-teman dari Universitas Sanata Dharma, PAK C angkatan 2001, terima kasih atas kebersamaan alian selama ini. Nina, Toro, Katty, Sarinah, Es Pe Te, thanks a lot atas pinjaman bukunya, catatan revisiannya, informasinya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  13. Teman-teman dan semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, penulis mengucapkan terimakasih atas bantuannya selama ini.

  Penulis menyadari skripsi ini jauh dari sempurna, untuk itu penulis mengharapkan masukan dan saran dari pembaca yang berguna bagi penyempurnaan skripsi ini. Akhir kata semoga skripsi ini dapat memberi manfaat bagi semua pihak.

  Penulis

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ......................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................... iii HALAMAN KEASLIAN KARYA........................................................................... iv HALAMAN MOTTO..................................................................................................v HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................................ vi ABSTRAK................................................................................................................. vii ABSTRACT.............................................................................................................. viii KATA PENGANTAR ............................................................................................... ix DAFTAR ISI ............................................................................................................. xii DAFTAR TABEL..................................................................................................... xiv DAFTAR LAMPIRAN.............................................................................................. xv

  BAB I. PENDAHULUAN.......................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah.............................................................................1 B. Batasan Masalah....................................................................................... 5 C. Rumusan Masalah ................................................................................... 5 D. Tujuan Penelitian ..................................................................................... 5 E. Manfaat Penelitian ................................................................................... 6 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................... 7 A. Tinjauan Teoritik...................................................................................... 7

  1. Pengertian Persepsi ............................................................................. 7

  2. Pengertian Masyarakat........................................................................ 9

  3. Pengertian Persepsi Masyarakat ......................................................... 9

  4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi...................................... 10

  5. Pengertian Guru ................................................................................. 12

  6. Pengertian Pekerjaan.......................................................................... 15

  7. Tingkat Pendidikan ............................................................................ 15

  8. Tingkat Penghasilan........................................................................... 18

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  B. Kerangka Berpikir ................................................................................... 19

  C. Hipotesis Penelitian................................................................................. 21

  BAB III. METODE PENELITIAN .......................................................................... 23 A. Jenis Penelitian ....................................................................................... 23 B...Tempat dan Waktu Penelitian ................................................................. 23 C. Subyek dan Obyek Penelitian ................................................................ 24 D. Populasi dan Sampel Penelitian .............................................................. 24 E. Variabel Penelitian dan Pengukurannya ................................................. 25 F. Teknik Pengumpulan Data ...................................................................... 29 G. Pengujian Instrumen Penelitian............................................................... 30 H. Teknik Analisis Data............................................................................... 33 BAB IV. GAMBARAN UMUM DUKUH KROSOK .............................................. 36 A. Keadaan Geografis .................................................................................. 36 B. Luas Pertanahan ...................................................................................... 36 C. Kependudukan......................................................................................... 37 D. Sarana dan Prasarana............................................................................... 40 E. Sejarah Singkat Wilayah ......................................................................... 41 BAB V. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN................................................. 44 A. Deskripsi Data ......................................................................................... 44 B. Pengujian Persyaratan Analisis ............................................................... 49 C. Pengujian Hipotesis................................................................................. 50 D. Pembahasan............................................................................................. 52 BAB VI. KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN DAN SARAN ........ 59 A. Kesimpulan ............................................................................................. 59 B. Keterbatasan Penelitian ........................................................................... 60 C. Saran-Saran ............................................................................................. 60 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR TABEL

Tabel

  Halaman

  III.1 Kisi-kisi Penyusunan Kuesioner ............................................................. 26 III.2 Persepsi Masyarakat.................................................................................

  27 III.3 Pekerjaan..................................................................................................

  28 III.4 Tingkat Pendidikan .................................................................................. 28

  III.5 Tingkat Penghasilan................................................................................. 29

  III.6 Hasil Pengujian Validitas Persepsi Masyarakat terhadap Profesi Guru .. 31

  III.7 Hasil Pengujian Reliabilitas..................................................................... 32

  IV.1 Luas Tanah menurut Penggunaannya ...................................................... 36

  IV.2 Jumlah Penduduk menurut Pekerjaan...................................................... 38

  IV.3 Jumlah Penduduk menurut Tingkat Pendidikan ...................................... 39

  IV.4 Jumlah Penduduk menurut Tingkat Penghasilan..................................... 39

  IV.5 Sarana dan Prasarana ............................................................................... 40

  V.1 Tabel Komposisi menurut Pekerjaan ....................................................... 44

  V.2 Kriteria Penilaian menurut Pekerjaan ...................................................... 45

  V.3 Tabel Komposisi menurut Tingkat Pendidikan ....................................... 46

  V.4 Tabel Kriteria Penilaian menurut Tingkat Pendidikan ............................ 46

  V.5 Komposisi menurut Tingkat Penghasilan ................................................ 47

  V.6 Kriteria Penilaian menurut Tingkat Penghasilan ..................................... 48

  V.7 Kriteria Penilaian menurut Persepsi Masyarakat terhadap Profesi Guru. 49

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran Halaman

  Angket Kuesioner ....................................................................................................... 1 Data Mentah Variabel Pekerjaan ................................................................................ 7 Data Mentah Tingkat Pendidikan ............................................................................... 9 Data Mentah Tingkat Penghasilan ............................................................................. 11 Data Mentah Persepsi Masyarakat terhadap Profesi Guru ....................................... 13 Tabel Persepsi Masyarakat terhadap Profesi Guru .................................................... 15 One Sample Kolmogorv Smirnov Test...................................................................... 16 Hipotesis Persepsi Masyarakat terhadap Profesi Guru ditinjau dari Pekerjaan......... 17 Hipotesis Persepsi Masyarakat terhadap Profesi Guru ditinjau dari Tingkat Pendidikan.................................................................................................................. 17 Hipotesis Persepsi Masyarakat terhadap Profesi Guru ditinjau dari Tingkat Penghasilan................................................................................................... 17 Daftar Distribusi Frekuensi........................................................................................ 18 Panduan Acuan Penilaian Tipe II .............................................................................. 27

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan nasional bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan

  mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

  Berbicara mengenai pendidikan, salah satu yang berperan didalamnya adalah guru. Profesi guru di Indonesia merupakan fenomena yang menarik untuk diperbincangkan. Guru merupakan profesi yang penuh dengan sanjungan, orang menyebutnya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, tetapi di sisi lain, profesi guru nasibnya tidak jelas, gaji, pangkat maupun kariernya kurang menarik di kalangan masyarakat kita. Oleh karena itu sarjana lulusan keguruan banyak yang mencari alternatif pekerjaan lain di luar jenjang kependidikannya.

  Profesi guru banyak dihadapkan pada berbagai masalah yang terjadi di dunia pendidikan. Sering kita mendengar berita tawuran antar pelajar yang terjadi di kota besar, kenakalan remaja, penggunaan narkoba dan lain sebagainya merupakan indikator dari ketidakmampuan pendidikan di dalam mengatasi permasalahan. Dalam hal transparansi penggunaan dana pendidikan, masyarakat terkadang mengeluh terhadap tambahan biaya pendidikan yang terlalu tinggi terutama bagi mereka yang mempunyai tingkat kehidupan ekonomi yang pas-

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2 pasan terutama pada saat tahun ajaran baru, pihak sekolah sudah membebani para siswa dengan sederetan biaya-biaya yang harus dikeluarkan, misalnya: uang gedung, uang seragam, buku paket dan lainnya.

  Tidak selamanya profesi guru memiliki nilai-nilai negatif di kalangan masyarakat kita. Ada nilai-nilai tersendiri yang dimiliki oleh seorang guru, nilai pengabdian, kesabaran, kerja keras, disiplin, jujur dan tekun begitu kental pada pribadi seorang guru yang baik. Nilai-nilai itu tidak terdapat pada profesi lain selain profesi guru. Usaha keras para guru di dalam menjalankan tugasnya akan membuahkan hasil yang memuaskan, salah satu hasilnya adalah pendidikan yang berkualitas.

  Pendidikan yang berkualitas mempunyai beberapa indikator, diantaranya bisa dilihat dari guru, siswa, sarana dan prasarana dan output dan input sekolah.

  Jika dilihat dari guru, indikator yang dapat dilihat adalah tingkat pendidikan yang telah dicapainya serta kualitas lulusan guru, profesional, menguasai bidangnya dan mampu menyampaikan kepada para siswa. Indikator yang dapat dilihat dari siswa adalah nilai yang diperoleh, tentunya penilaian tidak hanya dari hasil ulangan atau ujian saja, namun dalam lingkup yang lebih luas. Indikator dari sarana dan prasarana sekolah adalah tersedianya sarana dan prasarana sekolah yang dapat mendukung kegiatan belajar di sekolah, misalnya laboratorium- laboratorium, fasilitas olah raga, kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler, dan lain-lain.

  Indikator dari input sekolah adalah penyeleksian siswa yang akan masuk ke sekolah tersebut sehingga siswa-siswa yang diterima di sekolah tersebut sudah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3 memenuhi kriteria yang telah ditetapkan sehingga nantinya akan menghasilkan lulusan yang bermutu.

  Orang yang profesional adalah orang yang melakukan pekerjaannya sebagai tugas pokok bukan sebagai hobi. Ciri-ciri orang yang profesional adalah memiliki kualifikasi dan kompetensi di bidang profesinya, memiliki nilai jual yang tinggi karena brain powernya (daya nalar) dibutuhkan oleh banyak pihak yang berkepentingan, mobilitas dan bergeraknya tinggi, ia tidak suka bergerombol, ia sibuk tetapi ia menikmati kesibukannya dan hasil kerjanya sesuai dengan standar, ia tunduk kepada kode etik profesi dan kepuasan utamanya tidak diperoleh dari reward (imbalan) melainkan dari proses melakukan tugasnya (De Santo, 2006; 20-22).

  Berdasarkan ciri yang dikemukakan di atas, tak heran jika predikat guru memiliki konotasi etik di bidang ilmu pengetahuan, artinya guru dianggap mempunyai kemampuan lebih untuk mengembangkan ilmu pengetahuan untuk memecahkan aneka persoalan. Atas kekebihan itu banyak masyarakat kita yang menggantungkan pendidikan putra-putrinya kepada guru agar nantinya anak didik tersebut menjadi orang yang berkualitas dan profesional.

  Guru, dalam kondisi masyarakat dan budaya tertentu menjadi idola sosial yang amat didambakan. Masyarakat memperlakukan para guru dengan amat istimewa dengan penghormatan yang mendalam yang berpangkal pada nilai budaya yang dipertahankan dengan kuat. Akan tetapi dalam kondisi masyarakat dan budaya tertentu lainnya guru menempati posisi sosial yang kurang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4 menyenangkan, kurang dihargai sebagai profesi yang tidak pernah berkurang beban fungsionalnya di dalam masyarakat.

  Kondisi sosial budaya yang menempatkan guru sebagai idola sosial budaya yang didambakan pada umumnya lahir dari keadaan umum, yaitu nilai- nilai kultural yang aspeknya rohaniah (cipta, rasa dan karsa) menduduki tempat yang dinilai tinggi. Sebaliknya kondisi sosial budaya yang menempatkan fisik sebagai kebudayaan (kekuatan fisik, materi dan kekuasaan) posisi guru tidak atau kurang dihargai di dalam masyarakat. Maka dapat disimpulkan bahwa profil guru di masa kini ataupun di masa mendatang akan ditentukan oleh kondisi sosial budaya yang dianut pada zamannya.

  Masyarakat akan senantiasa mempunyai penghargaan tertentu terhadap hal-hal tertentu dalam masyarakat yang bersangkutan. Penghargaan yang lebih tinggi dari hal-hal tersebut akan menempatkan hal pada kedudukan yang lebih tinggi dari hal-hal yang lainnya. Apabila masyarakat lebih menghargai kekayaan material daripada kehormatan, maka mereka yang banyak mempunyai kekayaan material akan menempati kedudukan yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pihak lain. Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk mengambil judul “Persepsi Masyarakat terhadap Profesi Guru Ditinjau dari

  Pekerjaan, Tingkat Pendidikan, dan Tingkat Penghasilan”.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5

  B. Batasan Masalah

  Agar penelitian ini lebih terarah dan tidak melebar maka penelitian ini hanya dibatasi pada faktor pekerjaan, tingkat pendidikan dan tingkat penghasilan masyarakat dalam lingkup dukuh Krosok, Ngrundul, Kebonarum, Kabupaten Klaten.

  C. Rumusan Masalah

  1. Apakah ada perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari pekerjaan ?

  2. Apakah ada perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari tingkat pendidikan ?

  3. Apakah ada perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari tingkat penghasilan ?

  D. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari pekerjaan.

  2. Untuk mengetahui perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari tingkat pendidikan.

  3. Untuk mengetahui perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari tingkat penghasilan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6

E. Manfaat Penelitian

  1. Bagi Masyarakat Penelitian ini bermanfaat untuk menentukan sikap dan tindakan terhadap profesi guru.

  2. Bagi Peneliti Penelitian ini bermanfaat untuk memperoleh pengalaman serta pengetahuan serta dapat menerapkan teori yang diperoleh diperkuliahan pada keadaan yang sebenarnya.

  3. Bagi Universitas Penelitian ini bermanfaat sebagai masukan bagi peneliti selanjutnya dan menambah perbendaharaan bacaan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritik

  1. Pengertian Persepsi Persepsi pada hakekatnya adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang di dalam memahami informasi tentang lingkungannya, baik lewat penglihatan, pendengaran, penghayatan, perasaan dan penciuman (Thoha, 2005; 141-142). David Krunch (Blanchard & Harcey, 235; 1992) menyimpulkan bahwa persepsi adalah suatu proses kognitif yang kompleks yang menghasilkan suatu gambar unik tentang pernyataan yang barangkali sangat berbeda dari kenyataannya. Menurut Wells & Prensky (1996; 257) persepsi adalah suatu proses yang mengorganisir dan menggabungkan data-data indera kita (penginderaan) untuk dikembangkan sedemikian rupa sehingga kita dapat menyadari sekeliling kita, termasuk sadar akan diri sendiri.

  Menurut Krench (Thoha, 2005; 142) persepsi adalah proses kognitif yang kompleks dan menghasilkan suatu gambar unik tentang kenyatan yang berbeda dengan kenyataan. Menurut Duncan (Thoha, 2005; 143) persepsi dirumuskan dengan pelbagai cara, tetapi dalam ilmu perilaku khususnya psikologi, istilah ini digunakan untuk mengartikan perbuatan yang lebih dari sekedar mendengarkan, melihat atau merasakan sesuatu. Menurutnya persepsi yang signifikan itu ialah jika diperluas di luar jangkauan lima indera, dan merupakan suatu penyesuaian yang penting di dalam penyesuaian perilaku manusia.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  8 Persepsi adalah proses penginderaan manusia tentang obyek lingkungannya dimana ia memproses penginderaan itu pada diri manusia yang bersangkutan (Wirawan, 1992; 47). Persepsi dapat didefinisikan sebagai proses yang mengorganisir dan menggabungkan data-data indera kita (penginderaan) untuk dikembangkan sedemikian rupa sehingga kita dapat menyadari sekeliling kita, termasuk sadar akan diri sendiri (Davidoff, 198; 232).

  Sejak manusia dilahirkan, sejak itu pula individu secara langsung berhubungan dengan dunia luarnya. Mulai saat itu individu secara langsung menerima stimulus atau rangsang dari luar disamping dari dalam dirinya sendiri. Ia mulai merasa sakit, kedinginan, senang, tidak senang dan sebagainya. Individu mengenali dunia luarnya dengan alat inderanya. Cara individu dapat mengenali dirinya sendiri maupun keadaan disekitarnya, hal ini berkaitan dengan persepsi. Jika ada stimulus yang diterimanya, individu akan mengalami persepsi. Jadi persepsi merupakan sesuatu yang didahului dengan penginderaan yang merupakan proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat reseptornya (Walgito, 1994; 93).

  Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan persepsi adalah proses pemahaman, menerima, mengorganisasikan dan menginterprestasikan rangsang dari lingkungannya melalui panca indera, sehingga individu tersebut mengerti dan menyadari apa yang diinderakan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  9

  2. Pengertian Masyarakat Masyarakat adalah golongan besar atau kecil terdiri dari beberapa manusia, yang dengan atau karena sendirinya bertalian secara golongan dan pengaruh mempengaruhi satu sama lain (Shadily, 1983; 47). Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang terikat oleh suatu sistem adat istiadat tertentu (Koentjaraningrat, 1987; 100). Masyarakat adalah orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan (Soekanto, 1987; 192). Menurutnya, tidak ada masyarakat yang tidak mempunyai kebudayaan tanpa masyarakat sebagai wadah dan pendukungnya.

  Selo Sumarjan dan Soelaiman Sumardi (Soekanto, 1987; 167) merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat, menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebutuhan jasmaniah yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya agar kekuatan atau hasilnya dapat diabdikan untuk keperluan masyarakat. Dari pendapat para tokoh di atas, penulis menganbil kesimpulan bahwa masyarakat adalah sekumpulan orang yang bertempat tinggal di lingkungan tertentu yang mempunyai aturan-aturan, adat istiadat, dan berkebudayaan yang ditaati bersama dalam kehidupan mereka.

  3. Pengertian Persepsi Masyarakat Persepsi masyarakat adalah proses pemahaman, menerima, mengorganisasikan dan menginterprestasikan sesuatu melalui panca indera apakah persepsi tersebut positif ataukah negatif. Dari persepsi inilah maka akan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  10 timbul reaksi dari masyarakat tentang pemahaman, tanggapan penilaian kesan masyarakat selama mereka mengamati sesuatu di tengah lingkungan masyarakat.

  Persepsi masyarakat terhadap guru adalah proses pemahaman, menerima, mengorganisasikan dan menginterprestasikan guru dimana guru sebagai obyek panca indera manusia.

  Dari tanggapan masyarakat inilah penulis ingin mengetahui apakah masyarakat menempatkan penghargaannya pada hal-hal yang bersifat fisik seperti kekayaan material atau masyarakat menilai hal-hal kultural yang bersifat rohaniah (cipta, rasa dan karsa). Proses pemahaman ini melalui penglihatan, pendengaran, penghayatan, perasaan dan penciuman dalam hubungannya dengan guru dalam kehidupan di masyarakat.

  4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi Ada tiga faktor yang mempengaruhi persepsi menurut Edgar (Thoha, 1988; 143-144) antara lain.

  a. Psikologi Persepsi seseorang mengenai segala sesuatu di alam dunia ini sangat dipengaruhi oleh keadaan psikologi. Sebagai contoh, terbenamnya matahari di waktu senja yang indah temaram, akan dirasakan sebagai bayang-bayang yang kelabu bagi seseorang yang buta warna. Atau suara merdu Grace Simon yang menyanyikan lagu cinta, barangkali tidak menarik dan tidak berkesan bagi seseorang yang sulit mendengar atau tuli.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  11 b. Famili

  Pengaruh yang paling besar terhadap anak-anak adalah familinya. Orang tua telah mengembangkan suatu cara yang khusus di dalam memahami dan melihat kenyataan di dunia ini, banyak sikap dan persepsi-persepsi mereka yang diturunkan kepada anak-anaknya. Oleh sebab itu, tak ayal lagi kalau orang tuannya kasar anaknya akan bersikap kasar pula, ayahnya suka sepak bola maka anaknya pun juga suka sepak bola, dan lain-lain.

  c. Kebudayaan Kebudayaan dan lingkungan masyarakat tertentu juga merupakan salah satu faktor yang kuat di dalam mempengaruhi sikap, nilai dan cara seseorang memandang dan memahami keadaaan dunia ini. Ada suatu penelitian di Amerika Serikat sekitar tahun 1947 yang dilakukan oleh Burner dan Goodman (Thoha, 1988; 144) dalam bidang psikologi sosial. Kedua peneliti ini meminta kepada anak-anak miskin dan kaya untuk menggambar bentuk uang ketengan (coin) 25 sen (a quarter). Hasil menunjukkan bahwa gambar uang tersebut bagi anak-anak miskin ternyata dilukis lebih besar dibandingkan dengan anak-anak orang kaya.

  Jelaslah bahwa uang assen bagi anak-anak miskin sangat berharga dibandingkan dengan anak-anak orang kaya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  12

  5. Pengertian Guru Menurut Syaodih (Mulyasa, 2005; 13) guru adalah perencana, pelaksana dan pengembang kurikulum dikelasnya, guru merupakan barisan pengembang kurikulum yang terdepan, evalutor dan penyempurna kurikulum. Guru adalah pribadi dewasa yang mempersiapkan diri secara khusus melalui lembaga pendidikan guru agar dengan keahliannya mampu mengajar sekaligus mendidik siswanya untuk menjadi warga negara yang baik, berilmu, produktif, sosial, sehat dan mampu berperan aktif dalam peningkatan sumber daya alam dan investasi kemanusiaan (Samana, 1994; 35).

  Guru adalah jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Pekerjaan ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang tanpa memiliki keahlian sebagai guru. Untuk menjadi guru diperlukan syarat-syarat khusus apalagi sebagai guru yang profesional yang harus menguasai betul seluk beluk pendidikan dan pengajaran dengan berbagai macam ilmu pengetahuan lainnya yang perlu dibina dan dikembangkan melalui masa pendidikan tertentu atau pendidikan pra jabatan (Usman, 1990; 1-2).

  Dari pengertian umum guru adalah orang yang berprofesi di bidang pendidikan yang bertugas menyampaikan materi pelajaran kepada para siswa di kelas dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Profesi guru merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Pekerjaan ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang tanpa memiliki keahlian sebagai seorang guru. Berikut ini beberapa kriteria yang harus dipenuhi guru (Mulyasa, 2005; 37- 65):

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  13 a. Guru sebagai pendidik

  Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh panutan dan identifikasi bagi peserta didik, dan lingkungannya. Oleh karena itu guru harus memiliki standar kualitas pribadi tertentu yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin.

  b. Guru sebagai pengajar Guru membantu peserta didik yang sedang berkembang untuk mempelajari sesuatu yang belum diketahuinya, membentuk kompetensi dan memahami materi standar yang dipelajari.

  c. Guru sebagai pembimbing Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya bertanggung jawab atas kelancaran perjalanan itu. Dalam hal ini istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik, tetapi juga perjalanan mental, emosional, kreativitas, moral yang lebih dalam dan kompleks.

  d. Guru sebagai pelatih Proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan ketrampilan, baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih.

  e. Guru sebagai penasehat Guru adalah penasehat bagi peserta didik, bahkan bagi orang tua, meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasehat.

  Banyak guru cenderung menganggap bahwa konseling terlalu banyak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  14 membicarakan klien,sehingga seakan-akan berusaha mengatur kehidupan orang. Oleh karena itu, mereka tidak senang menjalankan fungsi ini.

  f. Guru sebagai pembaharu (inovator) Guru menerjemahkan pengalaman yang telah lalu ke dalam kehidupan yang bermakna bagi peserta didik. Dalam hal ini, terdapat jurang yang dalam dan luas antara generasi yang satu dengan yang lain. Guru harus menjembatani ini bagi peserta didik, jika tidak maka hal ini dapat mengambil bagian dalam proses belajar dan berakibat tidak menggunakan potensi yang dimilikinya.

  g. Guru sebagai model atau teladan Guru merupakan model atau teladan bagi peserta didik dan semua orang yang menganggap dia sebagai guru. Sebagai teladan tentu saja pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat sorotan peserta didik dan orang di sekitar lingkungannya yang menganggap atau mengakuinya sebagai guru.

  h. Guru sebagai pribadi Sebagai individu yang bergerak dalam pendidikan, guru harus memiliki kepribadian yang mencerminkan seorang pendidik. Tuntutan kepribadian sebagai pendidik kadang-kadang dirasakan lebih jika dibandingkan dengan profesi selain guru. Ungkapan yang sering diungkapkan lainnya adalah bahwa guru bisa "digugu lan ditiru".

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  15

  6. Pengertian Pekerjaan Pekerjaan menurut penulis adalah bidang pekerjaan pokok yang ditekuni oleh masyarakat setiap harinya. Pekerjaan adalah segala usaha manusia, baik usaha jasmani maupun rohani yang dicurahkan dalam proses peningkatan kegunaan ekonomi (Gilarso, 1986; 77). Dari definisi ini terlihat bahwa tidak setiap kegiatan manusia dipandang sebagai kerja.kegiatan yang hanya dilakukan demi kesenangan atau hobi tidak termasuk faktor produksi kerja.

  Pekerjaan, dalam hal ini sebagai guru membutuhkan kecakapan dan bakat tertentu. Pekerjaan ini menuntut penggunaan nalar daripada tenaga. Suatu pekerjaan yang memberikan otonomi yang besar kepada para pekerja akan memberikan kebebasan dalam melakukan seluruh aktifitasnya di ruang kerja (Surasto, 2003; 62).

  7. Tingkat Pendidikan Pendidikan dalam bahasa Inggris adalah education. Education berasal dari bahasa Yunani educare artinya membawa ke luar yang tersimpan dalam jiwa anak yang dituntun agar berkembang. Secara entimologi pengertian di atas menunjukkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan jiwa seseorang ke arah dewasa. Dengan demikian inti dari pendidikan adalah pengembangan jiwa dan perubahan tingkah laku seseorang ke arah dewasa.

  Pendidikan dilaksanakan melalui usaha sadar, sengaja dan bertanggung jawab dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi proses pelaksanaan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  16 pendidikan, baik formal, non formal maupun pendidikan informal (Winardi dan Sumarto, 1997; 81-82).

  Tingkat pendidikan adalah tingkat pendidikan formal yang dicapai oleh seorang. Tingkat pendidikan formal yang dicapai akan membawa pengaruh pada kehidupan seseorang yaitu pengaruh pada tingkat penguasaan pengetahuan yang berpengaruh pada jenjang pekerjaan formal dan status sosial dalam masyarakat.

  Tingkat pendidikan disesuaikan dengan tujuan pendidikan, falsafah negara yang bersangkutan. Adapun jenjang pendidikan yang ada di negara ini terdiri atas tingkat pendidikan dasar, tingkat pendidikan menengah (lanjutan) dan tingkat pendidikan tinggi (Soetopo dan Soemanto, 1982; 79-86). Masing-masing tingkatan mempunyai tipe tersendiri.

  Tingkat pendidikan dasar meliputi: Taman Kanak-Kanak, biasanya tingkatan ini di usia anak yang berumur 5-6 tahun. Tingkatan kedua adalah Sekolah Dasar (dalam hal ini SD 6 tahun) yang merupakan lanjutan dari tingkatan taman kanak-kanak, tetapi menurut prakteknya sampai saat ini taman kanak-kanak bukanlah merupakan syarat yang mutlak untuk memasuki sekolah dasar.

  Tingkat pendidikan menengah meliputi tingkat pendidikan menengah pertama dengan lama pendidikan selama 3 tahun. Contoh: SLTP, MTs dan sekolah menengah sederajad lainnya. Tingkat pendidikan menengah atas, dengan lama pendidikan 3 tahun. Contoh: SLTA, MAN, SMK dan sekolah yang sederajad lainnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  17 Tingkat pendidikan tinggi, yaitu tingkatan pendidikan setelah pendidikan menengah dilalui. Tingkat pendidikan tinggi bukanlah suatu pendidikan yang tanpa tujuan, dimana akan diarahkan kepada jenjang pendidikan yang lebih terarah, artinya mempersiapkan tenaga keprofesian. Ada dua macam pendidikan profesi yaitu kelompok profesi kependidikan dan kelompok profesi non kependidikan. Masing-masing profesi menyelenggarakan pendidikannya melalui dua program yaitu jalur atau program gelar dan non gelar. Contoh pendidikan gelar adalah program sarjana (S1), program pasca sarjana (S2) dan Doktor (S3).

  Contoh pendidikan non gelar adalah diploma I (So.I), diploma II (So.II) dan diploma III (So.III).

  Telah disebutkan bahwa tingkat pendidikan adalah tingkat pendidikan formal yang telah dicapai oleh seseorang, maksudnya adalah jenjang pendidikan formal yang telah dicapai adalah taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, akademi atau perguruan tinggi.

  Seorang lulusan sekolah dasar akan cenderung memiliki pengetahuan yang lebih baik dibandingkan dengan orang yang tidak lulus sekolah dasar, seorang tamatan sekolah menengah atas akan mempunyai pengetahuan lebih baik dari pada luluisan sekolah menengah pertama, dan seterusnya.

  Tingkat pendidikan sangat berpengaruh terhadap profesi guru dalam melakukan tugasnya sebagai pendidik. Kemampuan guru atau tenaga pengajar yang berpendidikan relatif tinggi akan lebih aktif dalam mendorong perkembangan anak didiknya. Pengalaman mengenyam pendidikan tinggi memudahkan untuk membantu menyelesaikan kesulitan belajar anak didiknya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  18 karena mempunyai pengalaman dan cara untuk mengatasinya dengan berbekal pengetahuan yang luas. Guru yang mempunyai tingkat pendidikan yang rendah akan sulit untuk membantu anak didiknya dalam menghadapi kesulitan belajar.

  8. Tingkat Penghasilan Penghasilan adalah sejumlah pendapatan yang diperoleh dalam jangka waktu tertentu. Mulyanto (1982; 93) mengemukakan penghasilan dan penerimaan dapat berbentuk

  a. Penghasilan berupa uang , yaitu segala penghasilan yang berupa uang yang sifatnya regular dan diterima sebagai balas jasa. Sumbernya adalah gaji dan upah, pendapatan bersih dari usaha sendiri dan pekerjaan bebas, hasil investasi.

  b. Penghasilan berupa barang, adalah segala penghasilan yang sifatnya regular akan tetapi tidak selalu berbentuk balas jasa, tetapi dapat diterima dalam bentuk barang dan jasa. Misalnya: tunjangan beras, tunjangan kesehatan.

  c. Penerimaan barang dan jasa lain-lain adalah segala penerimaan berupa transfer redistributif dan biasanya membawa perubahan dalam keuangan rumah tangga. Misal: penjualan barang yang dipakai, pinjaman uang, hasil undian dan penagihan piutang.

  Penghasilan adalah segala bentuk balas karya yang diperoleh sebagai imbalan atau balas jasa atas sumbangan seseorang terhadap proses produksi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  19 Penghasilan keluarga dapat bersumber pada usaha sendiri, bekerja pada orang lain, hasil dari milik (Gilarso, 1991; 63).

  Penghasilan keluarga dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan. Besarnya jumlah pengeluaran keluarga menurut Gilarso (1991; 65) tergantung pada berbagai hal, antara lain.

  a. Besarnya jumlah penghasilan yang masuk.

  b. Besarnya keluarga.

  c. Tingkat harga kebutuhan keluarga.

  d. Tingkat pendidikan keluarga.

  e. Lingkungan sosial ekonomi keluarga.

  f. Kebijaksanaan dalam mengelola dan mengendalikan keuangan keluarga.

B. Kerangka Berpikir 1. Persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari pekerjaan.

  Persepsi adalah adalah proses pemahaman, menerima, mengorganisasikan dan menginterprestasikan rangsang dari lingkungannya melalui panca indera, sehingga individu tersebut mengerti dan menyadari apa yang diinderakan. Profesi guru adalah orang yang bekerja di bidang pendidikan yang bertugas menyampaikan materi pelajaran kepada para siswa di kelas dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Profesi guru merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Pekerjaan ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang tanpa memiliki keahlian sebagai seorang guru

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  20 Pekerjaan adalah segala usaha manusia, baik usaha jasmani maupun rohani yang dicurahkan dalam proses peningkatan kegunaan ekonomi. Dari definisi ini terlihat bahwa tidak setiap kegiatan manusia dipandang sebagai kerja. Pekerjaan yang berbeda dari masyarakat membuat masyarakat mempunyai pesepsi yang berbeda pula tentang profesi guru.

  2. Persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari tingkat pendidikan.

  Persepsi adalah adalah proses pemahaman, menerima, mengorganisasikan dan menginterprestasikan rangsang dari lingkungannya melalui panca indera, sehingga individu tersebut mengerti dan menyadari apa yang diinderakan. Profesi guru merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Pekerjaan ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang tanpa memiliki keahlian sebagai seorang guru.

  Tingkat pendidikan masyarakat adalah tingkat pendidikan formal tertinggi yang dicapai oleh masyarakat. Tingkat pendidikan formal yang dicapai akan membawa pengaruh pada kehidupan seseorang yaitu pengaruh pada tingkat penguasaan pengetahuan yang berpengaruh pada jenjang pekerjaan formal dan status sosial dalam masyarakat. Masyarakat yang mempunyai tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan mempunyai persepsi terhadap perofesi guru yang berbeda dengan masyarakat yang mempunyai tingkat pendidikan yang lebih rendah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  21

  3. Persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari tingkat penghasilan.

  Persepsi adalah adalah proses pemahaman, menerima, mengorganisasikan dan menginterprestasikan rangsang dari lingkungannya melalui panca indera, sehingga individu tersebut mengerti dan menyadari apa yang diinderakan. Profesi guru merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Pekerjaan ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang tanpa memiliki keahlian sebagai seorang guru.

  Tingkat penghasilan adalah sejumlah pendapatan yang diperoleh dalam jangka waktu tertentu. Tingkat penghasilan ditentukan oleh pekerjaan apa yang masyarakat tekuni sebagai profesi. Masyarakat yang mempunyai pekerjaan dengan tingkat gaji yang biasa akan cenderung mempunyai persepsi yang positif terhadap profesi guru. Masyarakat yang mempunyai tingkat penghasilan yang tinggi dan tingkat kesejahteraan yang baik akan cenderung berpersepsi yang kurang baik atau bahkan negatif karena mereka menilai pekerjaan guru hanya mempunyai penghasilan yang dibawah standar atau kurang mencukupi kebutuhan hidup.

C. Hipotesis Penelitian

  Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan yang didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  22 pengumpulan data (Sugiyono, 1999; 51). Dalam penelitian ini dirumuskan suatu hipotesis sebagai berikut.

  1. Ada perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari pekerjaan.

  2. Ada perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari tingkat pendidikan.

  3. Ada perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari tingkat penghasilan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah sebagai berikut.

  1. Studi kasus, yaitu jenis penelitian tentang subyek tertentu dimana subyek tersebut terbatas, maka kesimpulan yang diperoleh hanya berlaku terbatas pada subyek yang diteliti.

  2. Deskripsi, yaitu penelitian yang hanya terbatas pada usaha pengungkapan suatu masalah dan keadaan sebagaimana adanya sehingga hanya sekedar mengungkapkan fakta.

  3. Expost facto, yaitu penelitian dengan cara mengumpulkan data setelah semua peristiwa yang dipermasalahkan berlangsung dan data yang diperoleh tidak dimanipulasi.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

  1. Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di dukuh Krosok, Ngrundul, Kebonarum, Klaten.

  2. Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan pada tanggal 14 Maret 2007.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  C. Subyek dan Obyek Penelitian

  1. Subyek Penelitian Subyek penelitian adalah masyarakat dukuh Krosok, Ngrundul, Kabupaten Klaten yang akan menjadi sumber informasi.

  2. Obyek Penelitian Obyek penelitian adalah sesuatu yang menjadi pokok pembicaraan penelitian. Dalam hal ini yang menjadi obyek penelitian adalah persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari pekerjaan, tingkat pendidikan dan tingkat penghasilan.

  D. Populasi dan Sampel Penelitian

  1. Populasi Penelitian Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian yang dapat terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, gejala dan nilai tes atau peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu dalam suatu penelitian (Nawawi, 1985; 47). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah warga dukuh Krosok, Ngrundul, Kebonarum, Klaten yang berjumlah 293 orang dan yang terdiri dari 121 kepala keluarga yang berdomisili di tempat itu.

  2. Sampel Penelitian Sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diselidiki dan dianggap bisa mewakili keseluruhan populasi. Dari keseluruhan populasi yang berjumlah 293 orang, diambil seluruh jumlah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kepala keluarga yang berjumlah 121 kepala keluarga (ayah atau bisa juga anggota keluarga yang dapat mewakilinya).

E. Variabel Penelitian dan Pengukurannya

  1. Variabel adalah obyek penelitian yang bervariasi atau apa yang menjadi titik perhatian penelitian. Dalam hal ini variabel yang akan diteliti adalah persepsi masyarakat.

  2. Pengelompokan variabel

  a. Variabel terikat (dependend variable) atau variabel tak bebas adalah persepsi masyarakat terhadap profesi guru.

  b. Variabel kontrol adalah : 1) Pekerjaan (X 1 ). 2) Tingkat pendidikan (X

  2 ).

  3) Tingkat pendapatan (X 3 ). Profesi guru adalah suatu jabatan tenaga pendidik yang pekerjaan utamanya mengajar dan dijadikan sumber kehidupan utama. Penulis membuat kuesioner dimana kuesioner tersebut memuat pernyataan-pernyataan tentang profesi guru. Dalam membuat kuesioner, kita perlu mencari sejumlah indikator yang menjadi terjemahan profesi guru. Ada dua hal yang dialami oleh profesi guru, yaitu hal-hal yang menguntungkan (pernyataan yang positif) dan hal-hal yang merugikan (pernyataan yang negatif).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel III.1 Kisi-kisi Penyusunan Kuesioner Variabel Indiktor Nomor Butir

  Persepsi Masyarakat terhadap Profesi Guru

  1) Guru sebagai teladan yang digugu dan ditiru.

  2) Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa. 3) Guru berperan sebagai pengembang kualitas sumber daya manusia. 4) Guru sebagai pembentukan watak bangsa. 5) Guru adalah manusia ideal. 6) Pekerjaan guru adalah penuh pegorbanan. 7) Guru seabagai penentu kemajuan suatu bangsa. 8) Lingkup profesi guru. 9) Profesi guru dapat mengangkat derajad bangsa. 10) Pekerjaan guru monoton dan membosankan. 11) Posisi guru. 12) Profesi guru menarik untuk dijalani. 13) Guru merupakan orang yang terpelajar. 14) Profesi guru tidak menjamin masa depan. 15) Guru dituntut mempunyai kemampuan dalam penguasaan teknologi

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7 8,9,11

  10

  12 13,14,15,16,17

  18 19,20 22,23,24

  25 Pekerjaan Pekerjaan yang ditekuni oleh kepala keluarga 1,2 Tingkat Pendidikan Tingkat Pendidikan terakhir yang dicapai oleh kepala keluarga 1,2 Tingkat Penghasilan Tingkat penghasilan rata-rata perbulan kepala keluarga 1,2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a. Persepsi Masyarakat Persepsi masyarakat adalah proses pemahaman, menerima, mengorganisasikan dan menginterprestasikan profesi guru melalui panca indera. Persepsi masyarakat terhadap profesi guru dibatasi dengan dua nilai yaitu positif dan negatif. Persepsi masyarakat ditunjukkan oleh skor yang diperoleh dari angket persepsi masyarakat terhadap profesi guru. Pemahaman, tanggapan dan pandangan pemberian kesan terhadap profesi guru ini dinyatakan dengan pernyataan: Sangat Setuju (ST), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS) untuk memilih salah satu dari lima alternatif jawaban tersebut. Alternatif jawaban menggunakan skala pengukuran model Linkert (Singarimbun & Effendi, 1989; 137).

  Tabel III.2 Persepsi Masyarakat No. Keterangan Skor untuk Skor untuk Pernyataan Pernyataan positif negatif

  1 Sangat setuju 4 1

  2 Setuju 3 2

  3 Tidak setuju

  2

  3

  4 Sangat tidak setuju

  1

  4

  b. Pekerjaan Pekerjaan adalah aktivitas yang dilakukan masyarakat untuk mendapatkan penghasilan setiap bulan. Dalam penelitian ini penulis membedakan sebagai berikut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel III.3 Pekerjaan No Keterangan Skor

  1. Buruh

  1

  2. Petani / Pengrajin

  2

  3. Pedagang / Wiraswasta

  3

  4. Pegawai Swasta

  4

  5. Pegawai Negeri

  5

  c. Tingkat Pendidikan Tingkat pendidikan adalah jenjang pendidikan formal yang pernah ditempuh oleh masyarakat yang meliputi :

  Tabel III.4 Tingkat Pendidikan No Keterangan Skor

  1. Lulus SD

  1

  2. Lulus SLTP

  2

  3. Lulus SMU/ Sederajad

  3

  4. Akademi/ Sarjana Muda

  4

  5. Lulus S1 ke atas

  5

  d. Tingkat Penghasilan Tingkat penghasilan adalah jumlah seluruh penghasilan rata-rata setiap bulan yang diperoleh dari kegiatan usaha tertentu yang dinyatakan dalam nilai nominal rupiah. Dalam penelitian ini yang dimaksud adalah tingkat penghasilan keluarga tiap bulannya. Adapun pedoman untuk memberikan skor pada alternatif jawaban adalah sebagai berikut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel III.5 Tingkat Penghasilan No Keterangan Skor (Dalam Rupiah)

  1. < 500.000

  1 2. 500.000 - < 750.000

  2 3. 750.000 - < 1.000.000

  3 4. 1.000.000 - 1.250.000

  4 5. > 1.250.000

  5 F. Teknik Pengumpulan Data

  1. Kuesioner Kuesioner adalah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dalam arti laporan tentang pribadi, dan hal-hal yang ingin peneliti ketahui. Daftar pertanyaan tersebut dibagikan para responden yang berisi pertanyaan identitas responden serta skala sikap responden untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap guru, serta status keadaan dan sosial ekonomi masyarakat.

  2. Wawancara Wawancara adalah seluruh dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari nara sumber. Caranya dengan mencari informasi dengan jalan memberikan pertanyaan langsung kepada responden.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

G. Pengujian Instrumen Penelitian

  Instrumen yang digunakan dalam penelitain ini adalah kuesioner, maka untuk mengukur kevalidan dan keandalannya, dilakukan pengujian terlebih dahulu. Adapun alat pengujian tersebut meliputi :

  1. Analisis Validitas Analisis validitas untuk mengukur kevalidan kuesioner yang dibagikan kepada responden di gunakan teknik Korelasi Product Moment dari Karl Pearson (Hadi, 1991; 14).

  N xyx y ( )( )

  ∑ ∑ ∑ rxy = 2 2

2

2 N X

  X N YY ( ) ( )

  [ { } { } ] ∑ ∑ ∑ ∑

  Keterangan : rxy = Koefisien korelasi setiap item. x = Nilai setiap item. y = Nilai total setiap item. N = Banyak sampel. Besarnya rxy dapat dihitung dengan menggunakan korelasi dengan taraf signifikansi (

  α) = 5 %. Jika rxy lebih besar dari r tabel maka item kuesioner yang digunakan dengan alat ukur dapat dikatakan valid.

  Sebaliknya apabila rxy lebih kecil dari r tabel, maka pengukuran tersebut tidak valid.

  2. Hasil Uji Validitas Pengujian validitas dilakukan dilakukan dengan mengambil sampel 30 responden di dukuh Krosok. Pada sampel sejumlah itu nilai df =

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  15

  3. Analisis Reliabilitas Reliabilitas adalah tingkat kestabilan dan keandalan alat ukur dalam mengukur gejala. Reliabilitas menunujuk pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai

  Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

  0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239 0,239

  25 0,570 0,671 0,649 0,570 0,641 0,346 0,570 0,246 0,323 0,416 0,471 0,671 0,340 0,310 0,437 0,415 0,328 0,561 0,268 0,268 0,416 0,641 0,400 0,640 0,389

  24

  23

  22

  21

  20

  19

  18

  17

  16

  N-2 (dk =30-2=28), sehingga didapatkan nilai koefisien r tabel = 0,239. Pengujian validitas dilakukan dengan bantuan Statistical Package Social Sciences (SPSS) versi 13.0.

  Tabel III.6 Hasil Pengujian Validitas Persepsi Masyarakat terhadap Profesi Guru No r hitung r tabel Keterangan

  13

  12

  11

  10

  9

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  1

  14

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Tujuan analisis ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengukuran data dapat memberikan hasil relatif tidak berbeda bila dilakukan pengukuran kembali pada subyek yang sama atau dengan kata lain untuk menunjukkan adanya kesesuaian antara sesuatu yang diukur dan jenis alat ukur yang dipakai. Pengukuran ini menggunakan Alpha Cronbach (Arikunto, 1997; 171). 2

  ⎡ − 1 σ b ⎤ ⎡ k

  ∑ r = 11 ⎢ ⎥

  ⎢ ⎥ 2

  ( k

  1 ) σ 1

  ⎣ ⎦ ⎢ ⎥ ⎣ ⎦

  Keterangan : r = reliabilitas instrumen

  11

  k = banyak butir pertanyaan 2 σ b = jumlah varians butir

  ∑ 2

  = varians total σ 1

  4. Hasil Uji Reliabilitas Pengujian reliabilitas dilakukan dengan mengambil sampel 30 responden di dukuh Krosok. Pengujian reliabilitas dilakukan dengan bantuan program SPSS 13.0 (Lihat lampiran hal. 14).

   Tabel III.7 Hasil Pengujian Reliabilitas Variabel Koef.r

11 Koef. Kesimpulan Kriteria Penelitian r tabel

  Persepsi Masyarakat 0,882 0,239 Reliabel Sangat terhadap Profesi

  Kuat Guru

  Hasil perhitungan menunjukkan bahwa koefisien alpha (r

  11 ) untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dengan taraf signifikansi 5%, maka instrumen pertanyaan variabel motivasi belajar reliabel. Nilai koefisien (r

  11 ) pada taraf 0,80 – 1,00. Hal

  ini menunjukkan variabel persepsi masyarakat memiliki taraf reliabilitas sangat kuat.

H. Teknik Analisis Data

  1. Pengujian Persyaratan Analisis Untuk mendapatkan suatu kesimpulan yang tepat, diperlukan analisis data yang benar, sebelum dilakukan analisis terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan analisis yaitu uji normalitas.

  Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data yang digunakan dalam penelitian berdistribusi normal atau tidak. Untuk mengetahui hal tersebut digunakan rumus Kolmogorav-Smirnov (Sugiyono 1999; 225) dinyatakan dalam rumus.

  max D imum = [ Sn ( ) XSn ( ) 1 X ]

2

Keterangan :

  D maximum = deviasi maximum

  Sn ( X ) = distribusi kumulatif yang ditentukan 1 Sn ( ) X = distribusi kumulatif yang diobservasi 2

  2. Pengujian Hipotesis Uji F atau ANOVA digunakan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan (jelas) antara rata-rata hitung tiga kelompok atau lebih. Asumsi yang digunakan pada pengujian ANOVA adalah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sama dan sampel tidak berhubungan satu dengan yang lain (sampel bersifat independen. Statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah

  Analisis Varians (ANOVA), karena penelitian ini menguji perbedaan rata-

  rata dengan jumlah sampel besar, lebih dari 30 orang dan menggunakan uji prasyarat analisis yang memenuhi asumsi penggunaan analisis varians yaitu normalitas dan linearitas. Penelitian ini menggunakan analisis varians satu jalan, karena penelitian ini melibatkan satu variabel bebas dengan 3 kategori yaitu pekerjaan, tingkat pendidikan dan tingkat penghasilan. Setiap subyek penelitian merupakan anggota dari satu kelompok pada variabel bebas yang diambil dari populasi yang ditentukan. Data dalam penelitian ini termasuk jenis data kuantitatif yaitu data yang harganya berubah-ubah dan bersifat variabel, dari nilai yang diperoleh disebut data diskrit atau data yang diperoleh dari hasil perhitungan (Sudjana, 1996; 4).

  a. Perumusan hipotesis 1) Perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari pekerjaan.

  Ho : Tidak ada perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari pekerjaan.

  H1 : Ada perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari pekerjaan.

  2) Perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari tingkat pendidikan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Ho : Tidak ada perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari tingkat pendidikan.

  H1 : Ada perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari tingkat pendidikan.

  3) Perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari tingkat penghasilan.

  Ho : Tidak ada perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari tingkat penghasilan.

  H1 : Ada perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari tingkat penghasilan.

  b. Menetapkan tingkat signifikansi yang digunakan.

  Nilai signifikansi pengujian dilambangkan dengan α. Nilai α ditetapkan sebesar 0,05.

  c. Menentukan daerah penerimaan dan penolakan Ho diterima jika F hitung < F tabel.

  Ho ditolak jika F hitung > F tabel.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  BAB IV GAMBARAN UMUM DUKUH KROSOK A. Keadaan Geografis Dukuh Krosok termasuk wilayah desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah. Adapun letak dukuh Krosok, desa Ngrundul berbatasan dengan dukuh-dukuh sebagai berikut. Sebelah Utara : dukuh Satriyan. Sebelah Selatan : dukuh Pokoh. Sebelah Barat : dukuh Nglinggi. Sebelah Timur : dukuh Mlaran. B. Luas Pertanahan Wilayah dukuh Krosok mempunyai luas tanah ± 67,5 Ha dan wilayah ini

  memiliki tingkat kesuburan termasuk tinggi. Sebagian tanah digunakan untuk tanah pertanian karena memiliki kemudahan dalam hal iriasi. Namun demikian ada juga yang diunakan untuk pekarangan, bangunan dan sebagian lagi untuk fasilitas umum. Penggunaan tanah di dukuh Krosok dapat dilihat pada tabel IV.1.

  Tabel IV.1 Luas Tanah Menurut Penggunaannya No. Penggunaan Luas (Ha)

  1. Pemukiman atau Perumahan 43,750

  2. Jalan 0,85

  3. Rumah ibadah 0,575

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sumber : data monografi dukuh Krosok Pada tabel IV.1 diatas, dapat dilihat penggunaan tanah terbesar adalah pemukiman atau perumahan yaitu seluas ± 43,750 hektar. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar tanah di dukuh Krosok merupakan pemukiman atau perumahan.

  e. Budha = 2 orang

  d. Hindu = 3 orang

  c. Katholik = 21 orang

  b. Kristen = 132 orang

  a. Islam = 135 orang

  3. Agama

  5. Pekarangan 2,45

C. Kependudukan

  a. Laki-laki = 111 orang

  2 Kepala Keluarga

  b. Perempuan = 148 orang + Jumlah = 293 orang

  a. Laki-laki = 145 orang

  1. Jenis kelamin

  dukuh Krosok sebanyak ± 293 jiwa yang terdiri dari 121 Kepala keluarga, dapat diperinci berdasarkan

   Berdasarkan data dukuh Kosok dapat diketahui bahwa jumlah penduduk

  b. Perempuan = 14 orang + Jumlah = 121 orang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5. Jumlah penduduk menurut pekerjaan Untuk mengetahui lebih jelas mengenai mata pencaharian di Dusun Krosok dapat dilihat pada tabel.

  

Tabel IV.2

Jumlah Penduduk Menurut Pekerjaan

No. Mata Pencaharian Jumlah (orang)

  1. Buruh

  50

  2. Petani / pengrajin

  14

  3. Pedagang / Wiraswasta

  28

  4. Pegawai Swasta

  4

  5. Pegawai Negeri

  25 Jumlah 121

  Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa ternyata jenis pekerjaan penduduk yang terbesar adalah buruh.

  6. Jumlah penduduk menurut tingkat pendidikan Penduduk merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan suatu daerah karena penduduk merupakan faktor penunjang dalam pembangunan.

  Dengan kata lain, pemakaian semakin tinggi penduduk masyarakat suatu daerah, maka makin maju daerah tersebut. Berdasarkan data dukuh Krosok tahun 2005/2006 jumlah penduduk menurut tingkat pendidikan adalah sebagai berikut.

  

Tabel IV.3

Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan

No Keterangan Jumlah (Orang) 1.

  

Tabel IV.4

Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Penghasilan

No Keterangan (Dalam Rupiah) Jumlah (orang) 1.

  17

  37

  37

  3

  < 500.000 500.000 – 750.000 750.000 - < 1.000.000 1.000.000 - 1.250.000 > 1.250.000,00

  5.

  4.

  3.

  2.

  Berdasarkan data dukun Krosok tahun 2005./ 2006 jumlah penduduk menurut tingkat penghasilan adalah sebagai berikut.

  2.

  7. Jumlah penduduk menurut tingkat penghasilan Dukuh Krosok mempunyai tingkat penghasilan yang berbeda-beda tergantung dari pekerjaan apa yang mereka tekuni. penghasilan yang mereka miliki mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Warga yang mempunyai penghasilan adalah usia produktif.

  11

  26

  45

  18

  21

  5. Lulus SD Lulus SLTP Lulus SMU/ sederajad Akademi/ Sarjana Muda Lulus S1 ke atas

  4.

  3.

  27 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

D. Sarana dan Prasarana

  1. Sarana perhubungan Dukuh Krosok, desa Ngrundul dihubungkan oleh jalan beraspal yang mempunyai panjang ± 5 Km dari Kabupaten Klaten. Sedangkan jalan yang menghubungkan antar dukuh berupa jalan aspal dan jalan beton.

  2. Sarana transportasi Sarana transportasi yang terdapat di dukuh Krosok adalah angkutan pedesaan dan ojek, sedangkan sarana transportasi yang dimiliki penduduk antara lain berupa :

  Tabel IV.5 Sarana dan Prasarana No. Jenis Alat Transportasi Jumlah

  1 Sepeda 154

  2 Sepeda motor 256

  3 Mobil pribadi

  7

  4 Truk / angkutan barang lain

  2 Jumlah 419 Sumber : Data Monografi Dukuh Krosok

  3. Sarana penduduk Sarana yang terdapat di dukuh Krosok adalah sarana tempat ibadah berupa Gereja dan Masjid. Selain itu terdapat juga sarana olah raga untuk kegiatan pemuda di dukuh Krosok.

  4. Sarana sosial budaya Agama yang dianut di dukuh Krosok adalah kelompok mayoritas Islam dan sisanya Kristen, Katholik, Hindhu dan Budha. Sarana peribadatan yang ada

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  di dukuh Krosok adalah Mesjid dan Gereja. Disamping itu juga terdapat beberapa lembaga formal seperti LMD, PKK, dan sebagainya yang bertujuan untuk meningkatkan peran suatu masyarakat dukuh dalam pembangunan.

  5. Sarana komunikasi Sarana komunikasi adalah alat untuk memudahkan dalam proses pemindahan pengertian dalam bentuk getaran atau informasi dari seseorang ke orang lain.

  Peralatan sarana komunikasi yang terdapat di dukuh Krosok, desa Ngrundul antara lain berupa radio, pesawat televisi, dan beberapa telepon rumah dan handphone pribadi.

E. Sejarah Singkat Wilayah

  Berdasarkan UU nomor 5 tahun 1979 tentang pemerintahan desa yang menyatakan bahwa sesuai dengan sifat Negara kesatuan republik Indonesia, maka kedudukan pemerintah desa sejauh mungkin diseragamkan dengan memperhatikan kondisi desa yang bermacam-macam dan adat istiadat dari masing-masing daerah yang masih berusaha dipegang teguh oleh masyarakatnya untuk memperkuat pemerintahan desa, agar makin menggerakkan masyarakatnya untuk turut andil dalam pembangunan dan penyelenggaraan administrasi yang makin luas dan efektif.

  Sesuai dengan undang-undang di atas, maka pemerintah desa Ngrundul menyelengarakan dan mengatur pemerintahan sendiri dengan berusaha mencari dan mengelola dana sesuai dengan keadaan dan kemampuan wilayahnya untuk kelangsungan jalannya pemerintahan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pelaksanaan pemerintahan desa Ngrundul mengacu pada UU nomor 5 tahun 1979 tentang pemerintah desa. Pola yang diterapkan adalah pola maksimal dengan jumlah perangkat desa sebanyak 20 orang , yang terdiri dari 1 kepala desa, 1 sekretaris desa, 1 kepala urusan pemerintahan, 1 kepala urusan pembangunan, 1 kepala urusan kesejahteraan rakyat, 1 kepala urusan keuangann, 1 kepala urusan umum, 3 kepala dusun dan 10 pembantu kepala urusan.

  Desa Ngrundul mempunyai 9 wilayah dukuh yaitu : 1. Dukuh Ngrundul.

  2. Dukuh Satriyan.

  3. Dukuh Jetis.

  4. Dukuh Ngriman.

  5. Dukuh Ngguling.

  6. Dukuh ketonggo.

  7. Dukuh Jetak.

  8. Dukuh Kauman.

  9. Dukuh Krosok. Agar Kegiatan pemerintahan berjalan lebih teratur maka desa Ngrundul terbagi menjadi 3 daerah pemerintahan dusun yang dikepalai oleh kepala dusun dan terbagi menjadi 12 wilayah RW Adapun wilayah yang terbagi menjadi 3 dusun antara lain :

  1. Kepala dusun I mempunyai wilayah yang terdiri dari a. Dukuh Ngrundul.

  b. Dukuh Ngriman.

  c. Dukuh Ngguling.

  2. Kepala dusun II mempunyai wilayah yang terdiri dari

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b. Dukuh Kauman.

  c. Dukuh Ketonggo.

  3. Kepala dusun III mempunyai wilayah yang terdiri dari a. Dukuh Satriyan.

  b. Dukuh Jetis.

  c. Dukuh Krosok. Adapun jumlah wilayah RW desa Ngrundul terdiri dari 1. RW Ngrundul I.

  8. RW Ngguling.

  2. RW Ngrundul II.

  9. RW Ketonggo.

  3. RW Ngrundul III.

  10. RW Jetak.

  4. RW Satriyan I.

  11. RW Kauman.

  5. RW Satriyan II.

  12. RW Krosok.

  6. RW Jetis.

  7. RW Ngriman.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini disajikan analisis data yang meliputi pengujian normalitas,

  pengujian linearitas dan pengujian hipotesis. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan bantuan komputer program SPSS (Statistical Package For

  Social Science) .

A. Deskripsi Data

  1. Variabel Pekerjaan Dari data yang diperoleh dalam penelitian tentang pekerjaan menunjukkan bahwa skor tertinggi = 10 dan skor terendah 2 dengan mean

  = 5,88 median = 5,62 modus = 5,75, dan standar deviasi = 1,99 (Lihat lampiran hal. 22) Berikut ini disajikan komposisi variabel pekerjaan baik dari ayah ataupun ibu.

  Tabel V.1 Tabel Komposisi menurut Pekerjaan Jenis Pekerjaan Kepala Keluarga Frekuensi %

  Buruh 50 41,3 Petani /Pengrajin 14 11,6 Wiraswasta/ Pedagang 28 23,1 Pegawai swasta 4 3,3 Pegawai negeri 25 20,7

  Jumlah 121 100

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dari data komposisi responden berdasarkan pekerjaan diperoleh data yaitu buruh 41,3 %, pedagang / wiraswasta sebesar 23,1 %, pegawai negeri 20,7 %, petani / pengrajin 11,6 % dan pegawai swasta 3,3 %.

  Untuk mengetahui kriteria penilaian berdasarkan pekerjaan, maka tabel distribusi frekuensi berdasarkan PAP tipe II ditentukan sebagai berikut.

  Tabel V.2 Kriteria Penilaian menurut Pekerjaan

Kelas Frekuensi Persentase (%) Kriteria Penilaian

Interval

  > 8 22 18,2 Sangat tinggi 7 18 14,9 Tinggi 6 21 17,2 Sedang 5 20 16,5 Rendah

  < 5

  40

  33 Sangat rendah Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa pekerjaan dengan ketegori sangat tinggi ada 22 orang atau sebesar 18,2 %, tinggi ada 18 orang atau sebesar 14,9 %, sedang ada 21 orang atau sebesar 17,4 %, rendah ada 20 orang atau sebesar 16,5 %, dan sangat rendah ada 40 orang atau 33 %.

  2. Variabel Tingkat Pendidikan Dari data yang diperoleh dalam penelitian tentang tingkat pendidikan menunjukkan bahwa skor tertinggi = 10 dan skor terendah 2 dengan mean = 5,45 median = 5,43 modus = 5,86 dan standar deviasi = 2,01 (Lihat lampiran hal. 23).

  Berikut ini disajikan komposisi variabel tingkat pendidikan baik dari ayah ataupun ibu.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel V.3 Tabel Komposisi menurut Tingkat Pendidikan Kepala Keluarga Jenis Pekerjaan Frekuensi %

  Lulus SD

  17

  14 Lulus SLTP 26 21,5 Lulus SMU/Sederajad 37 30,5 Lulus akademi/ Sarjana Muda 27 22,3 Lulus S1 ke atas 14 11,6

  Jumlah 121 100

  Dari data komposisi responden berdasarkan tingkat pendidikan diperoleh data yaitu Lulus SMU / Sederajad sebesar 30,5 %, Lulus akademi / sarjana muda sebesar 22,3 %, Lulus SLTP 21,5 %, kemudian Lulus SD 14 %, kemudian Lulus S1 ke atas 11,6 %.

  Untuk mengetahui kriteria penilaian menurut tingkat pendidikan, maka tabel dstribusi frekuensi berdasarkan PAP tipe II ditentukan sebagai berikut.

  Tabel V.4 Tabel Kriteria Penilaian menurut Tingkat Pendidikan Kelas Interval Frekuensi Persentase Kriteria Penilaian

  ≥ 8 21 17,4 Sangat tinggi 7 10 8,3 Tinggi 6 26 21,5 Sedang 5 22 18,2 Rendah

  < 5 42 34,7 Sangat rendah Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa pendidikan dengan ketegori sangat tinggi ada 21 orang atau sebesar 17,4 %, tinggi ada 10 orang atau sebesar 8,3 %, sedang ada 26 orang atau sebesar 21,5 %, rendah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ada 22 orang atau sebesar 18,2 %, dan sangat rendah ada 42 orang atau sebesar 34,7 %.

  3. Variabel Tingkat Penghasilan Dari data yang diperoleh dalam penelitian tentang tingkat pendidikan menunjukkan skor tertinggi = 10 dan skor terendah 2, mean =

  6,25, median = 5,96, modus = 5,93 dan standar deviasi = 2,04 (Lihat lampiran hal 24-25).

  Berikut ini disajikan komposisi variabel tingkat penghasilan baik dari ayah ataupun ibu.

  Tabel V.5 Komposisi Menurut Tingkat Penghasilan (dalam Rupiah) Tingkat Penghasilan Ayah Frekuensi %

  < 500.000 500.000-<750.000 39 32,2 750.000-<1.000.000 21 17,4 1.000.000-<1.250.000 35 28,9 > 1.250.000 26 21,5

  Jumlah 121 100

  Dari data komposisi responden berdasarkan tingkat penghasilan diperoleh data yaitu antara Rp 500.000 sampai dengan kurang dari Rp 750.000 sebesar 32,2 %, antara Rp 1.000.000 sampai dengan kurang dari Rp 1.250.000 sebesar 28,9 %, lebih dari Rp 1.250.000 sebesar 21,5 %, 750.000 sampai dengan kurang dari Rp 1.000.000 sebesar 17,4 % dan kurang dari 500.000 sebesar 0 %.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Untuk mengetahui kriteria penilaian menurut tingkat pendidikan, maka tabel dstribusi frekuensi berdasarkan PAP tipe II ditentukan sebagai berikut.

  Tabel V.6 Kriteria Penilaian menurut Tingkat penghasilan Kelas Frekuensi Persentase Kriteria Interval Penilaian

  30 24,8 Sangat tinggi ≥ 8 7 19 15,7 Tinggi

  6 23

  19 Sedang 5 20 16,5 Rendah < 5

  29

  24 Sangat rendah Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa tingkat penghasilan dengan ketegori sangat tinggi ada 30 orang atau sebesar 24,8 %, tinggi ada

  19 orang atau sebesar 15,7 %, sedang ada 23 orang atau sebesar 19 %, rendah ada 20 orang atau sebesar 16,5 %, dan sangat rendah ada 29 orang atau sebesar 24%.

  4. Variabel Persepsi Masyarakat terhadap Profesi Guru Dari data yang diperoleh dalam penelitian tentang persepsi msyarakat terhadap profesi guru menunjukkan bahwa skor tertinggi = 86 dan skor terendah 53 dengan mean = 71,77 median = 72,09 modus = 72,34 dan standar deviasi =5,77 (Lihat lampiran hal 26).

  Berikut ini disajikan tabel kriteria penilaian menurut variabel persepsi masyarakat terhadap profesi guru.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Tabel V.7

Kriteria Penilaian menurut Persepsi Masyarakat

terhadap Profesi Guru Kelas Frekuensi Persentase Kriteria Interval

  Penilaian

  11 9,1 Sangat tinggi ≥ 80

  75-79 17

  14 Tinggi 71-74 51 42,1 Sedang 68-70 21 17,4 Rendah

  < 68 21 17,4 Sangat rendah Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa persepsi masyarakat terhadap profesi guru dengan ketegori sangat tinggi ada 11 orang atau sebesar 9,1 %.

B. Pengujian Persyaratan Analisis

  1. Pengujian normalitas Pengujian normalitas dimaksudkan untuk mengetahui normal atau tidaknya bukti-bukti data variabel persepsi masyarakat, pekerjaan, tingkat pendidikan, tingkat penghasilan. Berikut ini disajikan hasil pengujian normalitas berdasarkan uji sampel dari Kolmogorv Smirnov.

  Pada tabel normalitas (Lihat lampiran hal. 16). menunjukkan bahwa pengujian normalitas untuk variabel Persepsi masyarakat (Y) diperoleh nilai asymptotics significance = 0,074. Nilai tersebut lebih besar dari nilai

  α = 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa distribusi data variabel persepsi masyarakat (Y) adalah normal. Hasil pengujian normalitas untuk variabel pekerjaan (X1) diperoleh nilai asymptotics

  significance = 0,093. Nilai tersebut lebih besar dari

  α = 0,05. Dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  demikian dapat disimpulkan bahwa distribusi data variabel pekerjaan (X1) adalah normal. Hasil pengujian normalitas untuk variabel tingkat pendidikan (X2) diperoleh nilai asymptotics significance = 0,052. Nilai tersebut lebih besar dari

  α = 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa distribusi data variabel tingkat pendidikan (X2) adalah normal.

  Hasil pengujian normalitas untuk variabel tingkat penghasilan (X3) diperoleh nilai asymptotics significance = 0,077. Nilai tersebut lebih besar dari

  α = 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa distribusi data variabel tingkat penghasilan (X3) adalah normal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa distribusi data ke empat variabel penelitian ini adalah normal.

C. Pengujian Hipotesis

  1. Pengujian hipotesis

  I

  a. Rumusan hipotesis Ho : Tidak ada perbedaan antara persepsi masyarakat terhadap profesi guru dengan pekerjaan.

  H1 : Ada perbedaan antara persepsi masyarakat terhadap profesi guru dengan pekerjaan.

  b. Hasil pengujian hipotesis Nilai F hitung = 0,707 dibandingkan dengan F tabel =2,09, apabila F tabel lebih besar dari pada F hitung, maka Ho diterima, tetapi sebaliknya jika F tabel lebih kecil dari F hitung Ho ditolak. Ternyata

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  nilai F hitung lebih kecil dari F tabel untuk traf signifikansi 0,05 (Lampiran hal. 17). dengan demikian Ho diterima dan H1 di tolak.

  Kesimpulannya adalah tidak ada perbedaan yang signifikan antara persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari pekerjaan.

  2. Pengujian hipotesis II

  a. Rumusan hipotesis Ho : Tidak ada perbedaan antara persepsi masyarakat terhadap profesi guru dengan tingkat pendidikan.

  H1 : Ada perbedaan antara persepsi masyarakat terhadap profesi guru dengan tingkat pendidikan.

  b. Hasil pengujian hipotesis Nilai F hitung = 1,242 dibandingkan dengan F tabel =2,09, apabila F tabel lebih besar dari pada F hitung, maka Ho diterima, tetapi sebaliknya jika F tabel lebih kecil dari F hitung Ho ditolak. Ternyata nilai F hitung lebih kecil dari F tabel untuk taraf signifikansi 0,05 (Lampiran hal. 17). dengan demikian Ho diterima dan H1 di tolak. Kesimpulannya adalah tidak ada perbedaan yang signifikan antara persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau tingkat pendidikan.

  3. Pengujian hipotesis

  III

  a. Rumusan hipotesis Ho : Tidak ada perbedaan antara persepsi masyarakat terhadap profesi guru dengan penghasilan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  H1 : Ada perbedaan antara persepsi masyarakat terhadap profesi guru dengan penghasilan.

  b. Hasil pengujian hipotesis Nilai F hitung = 0,620 dibandingkan dengan F tabel = 2,18, apabila F tabel lebih besar dari pada F hitung, maka Ho diterima, tetapi sebaliknya jika F tabel lebih kecil dari F hitung Ho ditolak. Ternyata nilai F hitung lebih kecil dari F tabel untuk taraf signifikansi 0,05 (Lampiran hal. 17). dengan demikian Ho diterima dan H1 ditolak. Kesimpulannya adalah tidak ada perbedaan yang signifikan antara persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari tingkat penghasilan.

B. Pembahasan

  1. Persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari pekerjaan Dari pengujian hipotesis pada bab II menyatakan bahwa terdapat perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari pekerjaan. Namun uji hipotesis menyatakan lain, yaitu tidak ada perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari pekerjaan secara signifikan.

  Terbukti Nilai F hitung = 0,707 lebih kecil dibandingkan dengan F tabel = 2,09 untuk taraf signifikansi 0,05. Dengan demikian Ho diterima dan H1 di tolak.Hal ini berarti tidak ada perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari pekerjaan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Menurut pendapat penulis tidak adanya perbedaan persepsi tersebut disebabkan karena masyarakat dukuh Krosok masih mempunyai kesamaan pandangan terhadap profesi guru yaitu mempunyai pandangan yang positif terhadap profesi itu. Dikarenakan mereka masih beranggapan bahwa guru merupakan sosok yang patut diteladani dari sikap dan perilakunya dan juga dari segi kehidupan ekonomi yang cukup terjamin di dukuh Krosok. Oleh karena itu masyarakat yang mempunyai latar belakang pekerjaan yang berbeda-beda menganggap pekerjaan guru adalah pekerjaan yang ideal dan patut untuk dibanggakan. Menurut penelitian Yulita Ariani (2006; 73-74) mengatakan bahwa seorang guru memepunyai peran yang sangat besar dalam proses belajar mengajar di kelas. Mereka mempunyai tugas menyampaikan materi pelajaran yang bermutu dan mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi, memberikan bantuan kepada siswa dalam memecahkan masalah yang sedang dihadapi siswa. Selain itu guru juga harus mencari cara agar materi pelajaran yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Oleh karena itu guru dituntut oleh masyarakat agar berkompeten dibidangnya.

  Uraian di atas menunjukkan pada kita bahwa persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari pekerjaan tidak mempunyai perbedaan.

  Hal ini semakin diperkuat dengan pendapat Oemar Hamalik (2003; 125) tentang tugas dan tanggung jawab guru, yang diuraikan secara sistematis, sebagai berikut :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a. Guru sebagai pengajar, dalam hal ini guru mengkonsolidasikan siswa supaya memahami dengan baik materi pelajaran yang disampaikan.

  b. Guru sebagai pembimbing, guru membimbing siswa untuk memecahkan masalah yang dihadapi siswa.

  c. Guru sebagai pemimpin, guru mengadakan supervisi atas kegiatan belajar siswa serta membuat rencana pengajaran bagi kelas.

  d. Guru sebagai ilmuwan, guru mengembangkan pengetahuan yang dimilikinya sehingga pengetahuan siswa berkembang.

  e. Guru sebagai pribadi, guru berperan sebagaimana mestinya, orang tua ke dua bagi siswa sehingga suasana belajar menjadi efektif dengan adanya asas kekeluargaan.

  f. Guru sebagai penghubung, guru menjelaskan pencapaian ilmu kepada siswa dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang.

  g. Guru sebagai pembaharu, melalui kegiatan belajar mengajar guru menanamkan jiwa pembaharu pada siswa sehingga apa yang disampaikan akhirnya dapat berguna menciptakan tatanan masyarakat yang baru dan lebih baik.

  h. Guru sebagai pembangun, guru menggunakan pengetahuan yang dimilikinya demi pembangunan masyarakat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari tingkat pendidikan Dari pengujian hipotesis pada bab II menyatakan bahwa terdapat perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari tingkat pendidikan. Namun uji hipotesis menyatakan lain, yaitu tidak ada perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari tingkat pendidikan secara signifikan.

  Terbukti nilai F hitung = 1,242 lebih kecil dibandingkan dengan F tabel = 2,09 untuk taraf signifikansi 0,05. Dengan demikian Ho diterima dan H1 di tolak. Hal ini berarti tidak ada perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari pekerjaan.

  Menurut pendapat penulis tidak adanya perbedaan persepsi tersebut disebabkan karena berdasarkan data yang didapatkan penulis kebanyakan tenaga pengajar (guru) mempunyai latar belakang pendidikan yang lebih tinggi dari pada warga masyarakat dukuh Krosok, sehingga kebanyakan dari masyarakat menilai pendidikan guru mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dari pada pendidikan yang telah ditempuh oleh masyarakat pada umumnya. Menurut pendapat Ririnsih Riwayati (2005; 69) pendidikan adalah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan umum seseorang termasuk didalamnya peningkatan penguasaan teori dan ketrampilan. Tanpa bekal pendidikan, orang akan mengalami kesulitan dalam mempelajari hal-hal yang bersifat baru di dalam cara atau suatu sistem kerja. Pendidikan yang dimaksud disini adalah pendidikan formal yaitu mulai dari sekolah dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Menengah Atas, dan Perguruan Tinggi. Jika dilihat dari pendapat penulis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan tinggi sudah pasti diperoleh oleh seorang guru yang bertugas mengajar dan mendidik peserta didik, sedangkan dalam masyarakat dukuh Krosok desa Ngrundul pada umumnya hanya mempunyai tingkat pendidikan Sekolah Menengah Atas atau sederajadnya saja.

  Berbicara mengenai pendidikan, telah dirancang Undang-Undang (UU) tentang guru dan dosen, yang pada intinya peningkatan kualifikasi guru. Guru yang belum berijazah sarjana (S1) dianjurkan oleh pemerintah untuk bersekolah kembali. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas tenaga kualitas tenaga pengajar. Pemerintah pusat dan daerah dalama Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) telah menyiapkan dana untuk peningkatan kualifikasi guru tersebut, karena program tersebut pemerintah juga mengambil peranan dalam membiayai program tersebut (Suara Karya, 10 Januari 2006).

  3. Persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari tingkat penghasilan Dari pengujian hipotesis pada bab II menyatakan bahwa terdapat perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari tingkat penghasilan. Namun uji hipotesis menyatakan lain, yaitu tidak ada perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari tingkat penghasilan secara signifikan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Terbukti nilai F hitung = 0,620 lebih kecil dibandingkan dengan F tabel = 2,18 untuk taraf signifikansi 0,05. Dengan demikian Ho diterima dan H1 di tolak. Hal ini berarti tidak ada perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari pekerjaan.

  Menurut pendapat penulis tidak adanya perbedaan persepsi tersebut disebabkan karena kebanyakan masyarakat dukuh Krosok menilai gaji guru tergolong tinggi dibadingkan dengan penghasilan rata-rata msyarakat dukuh Krosok pada umumnya. Oleh karena itu mereka memandang gaji guru cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup perbulannya. Ditambah lagi dengan adanya program dari pemerintah tentang kenaikan tunjangan fungsional guru di luar gaji pokok guru yang direalisasikan mulai Januari 2007. Dana yang akan dikucurkan oleh pemerintah menurut Dirjen peningkatan mutu pendidikan dan tenaga pendidikan Depdiknas Faisal Jalal sebesar Rp 3,12 trilliun per tahun. Dana dari program pemerintah yang sebesar Rp 3,12 trilliun akan diterima oleh guru berstatus pegawai negeri sipil maupun non pegawai negeri sipil mulai Januari 2007 dalam bentuk kenaikan tunjangan guru pegawai negeri sipil sebesar Rp 100.000,00 per bulan dan guru non pegawai negeri sipil sebesar Rp 200.000,00 per bulan. Sedikitnya 2.100.000 orang guru akan menerima kenaikan tunjangan tersebut dengan rincian 1.600.000 guru pegawai negeri sipil dan 500.000 orang non pegawai negeri sipil yang mengajar di sekolah-sekolah umum (Suara Pembaharuan, 16 Oktober 2006).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dengan adanya program pemerintah tersebut para guru lebih berlega hati. Dengan demikian semakin terjaminlah kesejahteraan para guru dalam menjalankan tugasnya mendidik anak bangsa menjadi generasi pemuda yang bermutu, dan semakin ditempiskanlah anggapan bahwa guru kesejahteraannya kurang diperhatikan oleh pemerintah. Menurut Intan Desi Cahyani (2006; 75) faktor ekonomi menjadi penentu seseorang terhadap pilihan profesi guru. Sebab saat ini pemerintah telah menetapkan tunjangan profesi bagi guru yang jumlahnya relatif besar walaupun untuk menerima tunjangan tersebut harus menempuh dulu uji kompetensi. Guru yang berprestasi layak untuk menerima tunjangan tersebut. Dengan adanya perbaikan pada status guru dan kesejahteraan guru terutama pada ekonominya, serta peningkatan mutu profesionalitasan guru, maka profesi ini secara tidak langsung akan menarik minat anak-anak muda untuk memilih profesi guru dan merubah persepsi terhadap guru, sebab dengan adanya perbaikan dan peningkatan mutu profesi guru diharapkan kesejahteraannya meningkat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian dan analisis data yang telah dilakukan oleh penulis,

  maka kesimpulan yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini adalah

  1. Tidak ada perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari pekerjaan. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil perhitungan nilai F hitung = 0,707, sementara pada taraf signifikansi 5 % diperoleh F tabel = 2,09 (Nilai F hitung < F tabel).

  2. Tidak ada perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari tingkat pendidikan. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil perhitungan F hitung = 1,242, sementara pada taraf signifikansi 5 % diperoleh F tabel = 2,09 (Nilai F hitung < F tabel).

  3. Tidak ada perbedaan persepsi masyarakat terhadap profesi guru ditinjau dari tingkat penghasilan. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil perhitungan F hitung = 0,620, sementara pada taraf signifikansi 5 % diperoleh F tabel = 2,18 (Nilai F hitung < F tabel).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  B. Keterbatasan Penelitian

  Penulis menyadari adanya keterabatasan dalam penelitian ini, antara lain

  1. Hasil penelitian ini hanya dapat digunakan dan berlaku di dukuh Krosok, Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten.

  2. Keterbatasan kemampuan responden dalam menjawab kuesioner yang diberikan.

  3. Keterbatasan kemampuan penulis dalam menelusuri kejujuran dalam jawaban responden dalam menjawab pertanyaan sehingga dapat menyebabkan kesalahan dalam pengambilan kesimpulan.

  4. Hasil penelitian ini hanya terbatas pada persepsi masyarakat terhadap profesi guru, sehingga tidak diketahui secara jelas pandangan masyarakat secara jelas mengenai profesi guru.

  C. Saran-saran

  1. Bagi Guru Persepsi merupakan salah satu hal yang penting, karena berawal dari persepsi ini akan terbentuk sikap dan tingkah laku seseorang. Agar masyarakat mempunyai persepsi positif terhadap profesi guru, maka guru harus mampu menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik. Sebagai seorang pendidik, guru hendaknya mampu menjadi sosok yang penuh kasih dan mampu menjadi teladan baik di dalam maupun di luar sekolah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Bagi Masyarakat Masyarakat hendaknya dalam memberikan penilaian terhadap profesi guru lebih obyektif. Masyarakat jangan hanya memandang profesi guru dari salah satu sisi saja dan terlalu menonjolkan sisi negatif guru, misalnya sisi materi saja dan tidak memandang sisi yang lain dari profesi guru yang lebih positif. Sisi positif yang cenderung kurang diperhatikan pada masyarakat modern ini adalah pengabdian dan pengorbanan. Masyarakat modern sekarang ini cenderung menilai segala sesuatunya dengan uang. Masyarakat hendaknya menghargai guru karena di tangan guru masa depan bangsa ini berada dan guru merupakan salah satu kunci utama yang mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa ini.

  3. Bagi Pemerintah Kiranya penelitian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan dunia pendidikan terutama nasib dan kesejahteraan para guru. Guru bukan saja pahlawan tanpa tanda jasa tetapi guru adalah pahlawan dengan tanda jasa yang berupa penghasilan dan kesejahteraan hidup yang lebih baik. Oleh karena itu pemerintah hendaknya memberikan insentif dan kesejahteraan yang lebih baik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR PUSTAKA

Atmaja, Lukas. 1996. Statistik Untuk Bisnis, Yogyakarta : Andi Offset.

  Blanchard, K. & Hercey, P. 1992. Manajemen Perilaku Organisasi; Pendayagunaan Sumber Daya Manusia, Jakarta: Erlangga. Davidoff, L. 1988. Psikologi Suatu Pengantar, Jakarta : Erlangga. De Santo, John. 2006. Educare, No. 4/III/ edisi : Juli. Gilarso, T. 1986. Ekonomi Indonesia : Sebuah Pengantar, Yogyakarta : Kanisius. Gilarso, T. 1991. Pengantar Ilmu Ekonomi Bagian Makro, Yogyakarta : Kanisius. Thoha, Miftah. 1998. Perilaku Organisasi: Konsep Dasar dan Aplikasinya, Jakarta : Rajawali. _____________ . 2005. Perilaku Organisasi: Konsep Dasar dan Aplikasinya, Jakarta : Rajawali. Hadi, Sutrisno. 1991. Statistik Jilid 2, Yogyakarta : Andi Offset. Koentjaraningrat. 1986. Pengantar Ilmu Anthropologi, Jakarta : Bina Aksara. Mulyasa, E. 2005. Menjadi Guru Profesional, Bandung : Remaja Rosdakarya. Mulyanto. 1982. Sumber Penadapatan, Kebutuhan Pokok dan Perilaku Menyimpang . Jakarta : Rajawali. Nawawi, Hadari. 1985. Metode Penelitian Bidang Sosial, Cetakan ke dua, Yogyakarta : Gajah Mada University. Samana, A. 1994. Profesionalisme Keguruan, Yogyakarta : Kanisius. Samana, B.& Soemartono. 1998. Prakek Pendidikan Sekolah; Suatu Tantangan, Badan Kerjasama SD-S. Shadilly, Hasan. 1983. Sosiologi untuk Masyarakat Indonesia, Jakarta : Bina Aksara. Singarimbun, Masri. 1989. Metode Penelitian Survey, Edisi Revisi, Jakarta : LP3ES.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Soetopo, Hendyat & Soemanto, Westy. 1982. Pengantar Operasional Administrasi Pendidikan, Malang : Bina Aksara. Sudjana. 1996. Metoda Statistika, Bandung : Tarsito. Sugiyono. 1999. Metode Penelitian Bisnis, Bandung : CV. Alfa Beta. Wirawan, Sarlito. 1992. Psikologi Lingkungan, Jakarta : Grasindo. Surasto, Bambang. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta : Erlangga. Supramono & Sugiharto. 1993. Statistika, Yogyakarta : Andi Offset. Suara Karya. Edisi 10 Januari 2006. Suara Pembaharuan. Edisi 16 Oktober 2006. Usman, User. 1990. Menjadi Guru Profesional, Bandung : Remaja Rosdakarya.

  

Undang-undang Wajib Belajar Pendidikan Dasar sembilan Tahun, Jakarta : Duta

Nusindo.

  Walgito, Bimo. 1994. Pengantar psikologi Umum, Yogyakarta : Andi Offset. Wells, W. & Prensky, D. 1996. Consumer Behavior, John Willey & Sons.Inc. Winardi & Sumarto. 1997. Pelaksanaan Pendidikan Kepenndudukan dan Lingkungan Hidup, Jakarta : Depdikbud.

  Wirawan, Sarlito. 1992. Psikologi Lingkungan, Jakarta : Grasindo.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hal: Pengisian Kuesioner Kepada : Warga Masyarakat Dukuh Krosok Di tempat Dengan hormat, Saya adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, FKIP, Universitas Sanata Dharma. Saya bermaksud mengadakan penelitian dengan judul ”Persepsi Masyarakat Terhadap Profesi Guru ditinjau dari Pekerjaan, Tingkat Pendidikan dan Tingkat Penghasilan”, dalam rangka penyusunan tugas akhir (Skripsi).

  Sehubungan dengan hal tersebut, saya mohon kesediaan saudara menjadi responden penelitian ini. Saya berharap saudara berkenan untuk menjawab keseluruhan pertanyaan sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Sejalan dengan etika penelitian, saya akan menjamin kerahasiaan jawaban saudara dan memastikan bahwa jawaban saudara hanyalah semata-mata untuk mencapai tujuan penelitian ilmiah ini. Saya menyadari bahwa pengisian kuesioner ini sedikit banyak mengganggu aktivitas saudara. Oleh sebab itu, saya mohon maaf sebelumnya.

  Demikian permohonan saya. Atas perhatian dan kerjasama saudara saya mengucapkan terima kasih.

  Yogyakarta, 13 Maret 2007 Hormat saya,

  Tri Isbudiyono Peneliti

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  C. Tingkat Pendidikan

  d. Akademi / Sarjana Muda

  b. SMP

  e. S1 ke atas

  c. SMU / Sederajad

  a. SD

  d. Akademi / Sarjana Muda

  b. SMP

  e. S1 ke atas

  c. SMU / Sederajad

  a. SD

  2. Pendidikan formal tertinggi ibu / istri ?

  1. Pendidikan formal tertinggi ayah atau suami ?

  Angket Kuesioner

  A. Identitas Responden 1. Nama : …………………………………………….

  b. Petani / pengrajin

  e. Pegawai Negeri

  c. Pedagang / wiraswasta

  a. Buruh

  d. Pegawai Swasta

  b. Petani / pengrajin

  e. Pegawai Negeri

  c. Pedagang / wiraswasta

  a. Buruh

  2. Termasuk dalam kelompok manakah pekerjaan ibu atau istri ?

  1. Termasuk dalam kelompok manakah pekerjaan ayah atau suami ?

  B. Pekerjaan

  2. Pekerjaan : …………………………………………….

  d. Pegawai Swasta

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

D. Tingkat Penghasilan

  1. Penghasilan rata-rata tiap bulan dari pekerjaan ayah / suami ?

  a. < Rp 500.000,00

  b. Rp 500.000,00 – < Rp 750.000

  c. Rp 750.000 – < Rp 1.000.000,00

  d. Rp 1.000.000,00 – < Rp1.250.000,00

  e. > Rp 1.250.000,00

  2. Penghasilan rata-rata tiap bulan dari pekerjaan ibu / istri ?

  a. < Rp 500.000,00

  b. Rp 500.000,00 – < Rp 750.000

  c. Rp 750.000 – < Rp 1.000.000,00

  d. Rp 1.000.000,00 – < Rp1.250.000,00

  e. > Rp 1.250.000,00 E.

   Persepsi Masyarakat Terhadap Profesi Guru

  1. Guru akan selalu dipandang sebagai seorang yang mampu memperlihatkan kelakuannya yang dapat digugu dan tiru: a. Sangat setuju

  c. Tidak setuju

  b. Setuju

  d. Sangat tidak setuju

  2. Guru adalah sesosok pahlawan tanpa tanda jasa dan tanpa apa-apa:

  a. Sangat setuju

  c. Tidak setuju

  b. Setuju

  d. Sangat tidak setuju

  3. Guru merupakan kunci sukses terwujudnya keberhasilan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia yang tinggi, beriman dan taqwa: a. Sangat setuju

  c. Tidak setuju

  b. Setuju

  d. Sangat tidak setuju

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4. Guru memegang peranan strategis terutama dalam membentuk watak bangsa: a. Sangat setuju

  c. Tidak setuju

  b. Setuju

  d. Sangat tidak setuju

  5. Pribadi guru serta perbuatannya adalah tanpa cela sehingga sehingga pantas disebut manusia yang ideal: a. Sangat setuju

  c. Tidak setuju

  b. Setuju

  d. Sangat tidak setuju

  6. Profesi guru adalah profesi yang penuh dengan pengorbanan baik secara lahir maupun secara batin: a. Sangat setuju

  c. Tidak setuju

  b. Setuju

  d. Sangat tidak setuju

  7. Profesi guru sangat menentukan kemajuan bangsa Indonesia:

  a. Sangat setuju

  c. Tidak setuju

  b. Setuju

  d. Sangat tidak setuju

  8. Profesi guru hanya terbatas mengajar siswa di dalam kelas saja:

  a. Sangat setuju

  c. Tidak setuju

  b. Setuju

  d. Sangat tidak setuju

  9. Tugas guru meliputi mendidik, mengajar dan melatih siswa dalam kelas saja: a. Sangat setuju

  c. Tidak setuju

  b. Setuju

  d. Sangat tidak setuju

  10. Profesi guru dapat mengangkat derajat dan martabat manusia:

  a. Sangat setuju

  c. Tidak setuju

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  11. Guru memegang peranan kepeloporan dengan berbagai kegiatan kemasyarakatan: a. Sangat setuju

  c. Tidak setuju

  b. Setuju

  d. Sangat tidak setuju

  12. Pekerjaan guru adalah pekerjaan yang monoton dan membosankan karena merupakan pekerjaan rutin yang kurang bervariasi: a. Sangat setuju

  c. Tidak setuju

  b. Setuju

  d. Sangat tidak setuju

  13. Guru tidak hanya diperlukan oleh para murid di ruang kelas, tetapi juga diperlukan oleh masyarakat dalam menyelesaikan aneka permasalahan yang dihadapi:

  a. Sangat setuju

  c. Tidak setuju

  b. Setuju

  d. Sangat tidak setuju

  14. Masyarakat menempatkan guru pada kedudukan yang tinggi:

  a. Sangat setuju

  c. Tidak setuju

  b. Setuju

  d. Sangat tidak setuju

  15. Pada umumnya guru berasal dari status sosialnya yang rendah:

  a. Sangat setuju

  c. Tidak setuju

  b. Setuju

  d. Sangat tidak setuju

  16. Profesi guru lebih rendah tingkatannya dari pada profesi lainnya:

  a. Sangat setuju

  c. Tidak setuju

  b. Setuju

  d. Sangat tidak setuju

  17. Profesi guru dianggap sejajar dengan profesi lain

  a. Buruh

  c. Pedagang / wiraswasta e. Pegawai negeri

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  d. Sangat tidak setuju

  c. Tidak setuju

  a. Sangat setuju

  d. Sangat tidak setuju

  b. Setuju

  c. Tidak setuju

  a. Sangat setuju

  d. Sangat tidak setuju

  b. Setuju

  c. Tidak setuju

  a. Sangat setuju

  d. Sangat tidak setuju

  b. Setuju

  c. Tidak setuju

  a. Sangat setuju

  18. Profesi guru adalah profesi yang menyenangkan dan menarik untuk dijalani:

  a. Sangat setuju

  c. Tidak setuju

  a. Sangat setuju

  d. Sangat tidak setuju

  b. Setuju

  c. Tidak setuju

  24. Contoh hidup yang serba kekurangan nampak jelas pada kehidupan seorang guru: a. Sangat setuju

  23. Profesi guru merupakan profesi yang kurang diminati bahkan dihindari karena kurang mendapat imbalan yang pantas:

  22. Masa depan guru boleh dikatakan suram, karena tidak memiliki penghasilan yang cukup:

  21 Siapapun bisa menjadi guru asalkan memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi:

  20 Profesi guru tidak menuntut intelektual yang tinggi:

  19. Guru adalah orang yang terpelajar maka dia harus lebih menguasai ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas:

  d. Sangat tidak setuju

  b. Setuju

  c. Tidak setuju

  b. Setuju

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  25. Pada jaman seperti sekarang ini guru dituntut untuk menguasai teknologi karena perkembangan teknologi saat ini semakin cepat.

  a. Sangat setuju

  c. Tidak setuju

  b. Setuju

  d. Sangat tidak setuju

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  34 3 3

  26 5 1

  27 1 3

  28 1 2

  29 5 5

  30 1 2

  31 2 3

  32 3 3

  33 1 3

  35 5 4

  24 1 1

  36 1 3

  37 3 1

  38 3 3

  39 1 2

  40 1 1

  41 2 1

  42 3 2

  43 3 3

  44 2 1

  25 1 1

  PEKERJAAN nomor butir pertanyaan No. Laki-laki Wanita

  1 5 5

  11 1 2

  2 5 5

  3 2 1

  4 5 4

  5 1 2

  6 1 2

  7 1 2

  8 2 1

  9 1 2

  10 1 1

  12 1 1

  22 4 4

  13 3 3

  14 2 2

  15 3 5

  16 5 5

  17 5 5

  18 3 3

  19 5 5

  20 3 2

  21 1 2

  23 3 1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  117 3 3

  120 5 1

  73 5 4

  119 1 1

  72 3 4

  118 3 3

  71 5 4

  70 5 5

  121 1 2

  116 3 1

  69 1 1

  115 3 2

  68 1 4

  114 2 1

  67 5 1

  113 1 1

  74 3 1

  75 3 2

  112 3 2

  85 5 4

  92 3 2

  91 2 1

  90 1 1

  89 3 2

  88 3 1

  87 4 1

  86 1 3

  84 1 5

  76 5 4

  83 5 1

  82 1 2

  81 1 1

  80 3 2

  79 2 1

  78 3 3

  77 3 2

  66 4 1

  46 3 1

  93 3 1

  51 1 2

  54 4 4

  100 3 3

  53 1 3

  99 1 3

  52 2 2

  98 1 2

  97 5 1

  55 1 1

  50 3 2

  96 1 1

  49 3 1

  95 3 3

  48 2 1

  94 3 3

  47 1 2

  101 3 3

  102 2 1

  111 3 1

  107 1 5

  64 5 5

  110 4 1

  63 5 3

  109 1 3

  62 1 1

  108 5 4

  61 5 5

  60 1 1

  56 1 1

  106 5 1

  59 3 1

  105 1 2

  58 1 1

  104 1 1

  57 5 1

  103 3 2

  65 5 5

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  35 4 4

  26 4 3

  27 3 2

  28 2 2

  29 4 4

  30 3 3

  31 1 1

  32 4 3

  33 1 1

  34 5 5

  36 3 2

  24 3 2

  37 3 3

  38 1 1

  39 3 2

  40 2 2

  41 2 1

  42 3 1

  43 4 4

  44 3 2

  45 3 2

  25 3 3

  TINGKAT PENDIDIKAN No. Laki-laki Wanita

  1 5 4

  11 3 3

  2 4 4

  3 2 2

  4 4 4

  5 3 3

  6 2 2

  7 2 1

  8 1 1

  9 1 1

  10 3 3

  12 3 3

  22 3 3

  13 3 3

  14 1 1

  15 3 4

  16 4 4

  17 4 4

  18 3 3

  19 5 5

  20 3 2

  21 3 2

  23 4 3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  81 3 3

  71 4 4 118 1 1

  72 3 3 119 3 3

  73 4 4 120 4 3

  74 2 1 121 1 1

  75 3 2

  76 4 3

  77 3 3

  78 3 3

  79 2 1

  80 3 2

  82 2 2

  69 1 1 116 2 1

  83 3 1

  84 4 4

  85 5 4

  86 3 3

  87 3 3

  88 2 2

  89 3 3

  90 1 1

  91 1 1

  92 1 1

  93 1 1

  70 4 4 117 4 3

  47 2 2

  94 3 3

  54 3 4 101 3 3

  48 1 1

  95 1 1

  49 3 2

  96 2 1

  50 3 2

  97 4 3

  51 1 1

  98 1 1

  52 2 1

  99 3 3

  53 1 1 100 4 3

  55 1 1 102 2 2

  67 3 2 114 4 3

  56 2 2 103 3 3

  57 2 1 104 1 1

  58 2 2 105 1 1

  59 3 3 106 1 1

  60 1 1 107 1 1

  61 4 4 108 3 3

  62 2 2 109 1 1

  63 3 3 110 2 1

  64 4 4 111 4 3

  65 5 5 112 1 1

  66 4 3 113 3 3

  68 2 3 115 1 1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  35 5 4

  26 5 2

  27 2 2

  28 2 2

  29 5 5

  30 3 3

  31 2 2

  32 3 3

  33 2 1

  34 4 4

  36 3 2

  24 2 2

  37 2 2

  38 2 1

  39 3 2

  40 2 1

  41 2 1

  42 3 2

  43 5 5

  44 3 2

  45 3 3

  25 2 2

  TINGKAT PENGHASILAN No. Laki-laki Wanita

  1 5 5

  11 2 1

  2 5 5

  3 4 2

  4 4 3

  5 3 2

  6 2 1

  7 3 1

  8 2 1

  9 2 1

  10 2 2

  12 3 1

  22 4 2

  13 3 3

  14 2 1

  15 5 5

  16 5 5

  17 5 5

  18 4 3

  19 5 5

  20 3 2

  21 3 2

  23 3 2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  118 1 1

  121 1 1

  74 3 2

  120 4 3

  73 5 5

  119 3 3

  72 3 3

  71 5 5

  76 5 3

  117 4 3

  70 5 5

  116 2 1

  69 3 2

  115 1 1

  68 1 2

  114 4 3

  75 5 3

  77 4 2

  113 3 3

  87 3 3

  93 2 1

  92 3 1

  91 4 1

  90 2 1

  89 3 2

  88 4 4

  86 4 3

  78 3 3

  85 5 5

  84 4 5

  83 3 3

  82 3 1

  81 3 3

  80 3 2

  79 2 1

  67 4 1

  47 2 2

  94 5 5

  52 4 4

  55 2 2

  101 3 3

  54 2 2

  100 5 3

  53 2 5

  99 3 2

  98 2 1

  56 4 4

  51 3 1

  97 5 3

  50 4 3

  96 2 1

  49 3 2

  95 2 1

  48 2 2

  102 2 2

  103 3 3

  112 1 1

  108 3 3

  65 5 5

  111 4 3

  64 5 5

  110 2 1

  63 4 3

  109 1 1

  62 1 1

  61 5 5

  57 2 2

  107 1 1

  60 4 4

  106 1 1

  59 3 2

  105 1 1

  58 3 2

  104 1 1

  66 5 1

  No. Persepsi Masyarakat Terhadap Profesi Guru

NOMOR BUTIR PERTANYAAN

1 2

  34 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2

  25 2 2 4 4 3 4 3 3 2 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3

  26 3 1 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 2 2 3 3 2 2 2 2 2 2 2

  27 3 1 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 4

  28 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 4

  29 4 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 2 3 4

  30 4 1 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2 3 4 4 2 2 2 4

  31 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 3 2 3 2 3

  32 3 2 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3

  33 3 2 3 3 2 3 3 2 2 3 3 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 2 2 2 4

  35 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3

  23 4 3 3 3 3 3 3 4 1 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2

  36 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2

  37 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3

  38 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 1 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3

  39 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2

  40 3 1 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2

  41 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 1 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3

  42 4 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3

  43 2 2 4 4 3 4 3 4 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 4 3 3 3 3 3

  44 3 1 3 3 3 3 3 4 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3

  24 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4

  22 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

  3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

  10 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 1 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3

  1 4 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 4 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3

  2 4 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3

  3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2

  4 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3

  5 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2

  6 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3

  7 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 1 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3

  8 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2

  9 3 1 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2

  11 4 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3

  21 3 1 3 4 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3

  12 2 2 4 4 3 4 3 4 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 4 3 3 3 3 3

  13 3 1 3 3 3 3 3 4 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3

  14 3 1 3 4 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3

  15 3 1 3 3 3 3 3 4 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3

  16 3 1 3 4 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3

  17 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

  18 4 3 3 3 3 3 3 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4

  19 3 1 3 4 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3

  20 3 1 3 3 3 3 3 4 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3

  45 3 1 3 4 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  46 3 1 3 3 3 3 3 4 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3

  82 3 1 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2

  73 3 1 3 4 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3

  74 3 1 3 3 3 3 3 4 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3

  75 3 1 3 4 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3

  76 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

  77 4 3 3 3 3 3 3 4 1 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2

  78 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4

  79 2 2 4 4 3 4 3 3 2 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3

  80 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2 3 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2

  81 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3

  83 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3

  71 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

  84 4 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 1 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3

  85 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2

  86 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3

  87 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2

  88 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3

  89 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 1 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3

  90 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2

  91 3 1 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2

  92 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 1 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3

  72 4 3 3 3 3 3 3 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4

  70 3 1 3 4 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3

  47 3 1 3 4 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3

  57 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2

  48 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

  49 4 3 3 3 3 3 3 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4

  50 3 1 3 4 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3

  51 3 1 3 3 3 3 3 4 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3

  52 3 1 3 4 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3

  53 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

  54 4 3 3 3 3 3 3 4 1 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2

  55 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4

  56 2 2 4 4 3 4 3 3 2 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3

  58 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3

  69 3 1 3 3 3 3 3 4 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3

  59 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2

  60 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3

  61 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 1 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3

  62 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2

  63 3 1 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2

  64 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 1 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3

  65 4 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3

  66 2 2 4 4 3 4 3 4 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 4 3 3 3 3 3

  67 3 1 3 3 3 3 3 4 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3

  68 3 1 3 4 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3

  93 4 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  94 2 2 4 4 3 4 3 4 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 4 3 3 3 3 3

  95 3 1 3 3 3 3 3 4 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3

  96 3 1 3 4 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3

  97 3 1 3 3 3 3 3 4 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3

  98 3 1 3 4 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3

  99 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 100 4 3 3 3 3 3 3 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 101 3 1 3 4 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 102 3 1 3 3 3 3 3 4 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 103 3 1 3 4 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 104 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 105 4 3 3 3 3 3 3 4 1 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2 106 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 107 2 2 4 4 3 4 3 3 2 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 108 3 3 3 3 2 3 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 109 3 3 3 2 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 110 3 3 3 3 3 3 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 111 3 3 3 3 2 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 112 2 2 3 3 2 3 3 1 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 113 2 3 4 3 3 3 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 4 114 2 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 115 2 3 4 3 3 3 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 116 2 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 117 3 3 3 3 2 3 3 1 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 118 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 2 2 2 2 119 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 4 3 3 3 4 4 120 3 3 3 3 2 3 3 1 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 121 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel Persepsi Masyarakat terhadap Profesi Guru

  Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if

  Item Deleted Corrected

  Item-Total Correlation

  Squared Multiple

  Correlation Cronbach's

  Alpha if Item Deleted

  BTR1 73,76 77,333 ,570 . ,876 BTR2 74,03 72,106 ,671 . ,871 BTR3 73,79 76,884 ,649 . ,875 BTR4 73,76 77,333 ,570 . ,876 BTR5 73,90 73,096 ,641 . ,872 BTR6 73,72 79,707 ,345 . ,880 BTR7 73,76 77,333 ,570 . ,876 BTR8 73,90 79,025 ,246 . ,883 BTR9 74,07 76,924 ,323 . ,882 BTR10 73,86 77,623 ,416 . ,879 BTR11 74,28 75,135 ,471 . ,877 BTR12 74,03 72,106 ,671 . ,871 BTR13 74,10 77,167 ,340 . ,881 BTR14 74,17 77,076 ,310 . ,883 BTR15 73,97 77,034 ,437 . ,878 BTR16 74,07 76,281 ,415 . ,879 BTR17 73,97 78,677 ,328 . ,881 BTR18 73,83 75,291 ,561 . ,875 BTR19 73,90 78,739 ,268 . ,883 BTR20 73,90 79,382 ,268 . ,882 BTR21 73,86 77,623 ,416 . ,879 BTR22 73,90 73,096 ,641 . ,872 BTR23 74,14 76,195 ,400 . ,880 BTR24 74,24 73,475 ,640 . ,872 BTR25 73,10 80,453 ,389 . ,880

  

Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on

  Standardized Items N of Items ,882 ,888

  25 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  Persepsi tingkat tingkat masyarakat pekerjaan pendidikan penghasilan N 121 121 121 121 Normal Mean 71,56 5,64 5,21 6,11 Parameters(a,b) Std. Deviation 5,548 1,996 2,013 2,032 Most Extreme Absolute ,117 ,113 ,123 ,116 Differences

  Positive ,117 ,113 ,100 ,116 Negative -,113 -,085 -,123 -,075

  Kolmogorov-Smirnov Z 1,284 1,240 1,351 1,277 Asymp. Sig. (2-tailed) ,074 ,093 ,052 ,077 a Test distribution is Normal. b Calculated from data.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Term Deviation 281,825 7 40,261 1,329 ,243

  Within Groups 3557,163 113 31,479 Total 3693,785 120

  Term Deviation 112,515 6 18,753 ,596 ,733

  Between Groups Linear

  Unweighted 5,193 1 5,193 ,165 ,685 Weighted 24,107 1 24,107 ,766 ,383

  Mean Square F Sig. (Combined) 136,623 7 19,518 ,620 ,738

  Sum of Squares df

  

Pengujian Hipotesis Persepsi Masyarakat Terhadap Profesi Guru ditinjau dari

Tingkat Penghasilan

  Within Groups 3392,786 112 30,293 Total 3693,785 120

  

Pengujian Hipotesis Persepsi Masyarakat Terhadap Profesi Guru ditinjau dari

Pekerjaan

  Sum of Squares df

  Unweighted 4,537 1 4,537 ,150 ,700 Weighted 19,175 1 19,175 ,633 ,428

  Mean Square F Sig. (Combined) 301,000 8 37,625 1,242 ,281

  Sum of Squares df

  

Pengujian Hipotesis Persepsi Masyarakat Terhadap Profesi Guru ditinjau dari

Tingkat Pendidikan

  Within Groups 3516,167 112 31,394 Total 3693,785 120

  Term Deviation 174,711 7 24,959 ,795 ,593

  Between Groups Linear

  Unweighted 14,739 1 14,739 ,469 ,495 Weighted 2,906 1 2,906 ,093 ,761

  Mean Square F Sig. (Combined) 177,618 8 22,202 ,707 ,685

  Between Groups Linear

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1. Menentukan Jumlah Kelas Dalam penelitian ini cara yang digunakan untuk menentukan jumlah kelas adalah dengan menggunakan aturan atau rumus Sturgess, yaitu sebagai berikut (Sudjana, 1990: 47) = k = 1 + 3,322 log n Keterangan = k = jumlah kelas n = jumlah responden 3,322 = bilangan konstan

  2. Menentukan Interval Kelas Dalam penelitian ini cara yang digunakan untuk menentukan interval kelas adalah dengan menggunakan rumus sebagai berikut (Sudjana, 1996: 75) =

  ren tan g p = k

  Keterangan = p = interval kelas k = jumlah kelas rentang = selisih antara data terbesar dengan data terkecil

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Memasukkan Frekuensi pada Kelas-kelas dan Menjumlahkannya Langkah atau tahap terakhir dalam menyusun tabel frekuensi adalah memasukkan masing-masing kelas dan menjumlahkannya. Berpedoman dari distribusi frekuensi tersebut, kemudian akan dicari harga mean, median, modus, dan standar deviasi dengan menggunakan rumus sebagai berikut : a. Harga rata-rata (mean) yaitu jumlah seluruh nilai data dibagi dengan seluruh kejadian (Sudjana, 1996: 67).

  

fi . xi

  ∑

x =

fi

  ∑

  Keterangan = x i = tanda kelas fi = frekuensi yang sesuai dengan tanda kelas x i

  b. Median yaitu nilai tengah dari rangkaian data yang telah tersusun secara teratur (Sudjana, 1996 : 79).

  ⎡ , 5 . nF ⎤ = + Me b P

  ⎢ ⎥

  f

  ⎣ ⎦ Keterangan =

  b = batas bawah kelas median P = panjang kelas median

  n = jumlah responden

   F = jumlah kelas frekuensi dengan tanda kelas lebih kecil dari tanda

  kelas median

   f = frekuensi kelas median

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c. Modus yaitu nilai data yang mewakili frekuensi terbesart atau dengan kata lain data yang paling sering terjadi (Sudjana, 1996: 77).

  ⎡ ⎤

  b Mo = b P 1

  • ⎢ ⎥
  • 1 + b b 2 ⎣ ⎦

      Keterangan =

      b = batas bawah kelas modus P = panjang kelas modus

    b = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval dengan

      1

      tanda kelas yang lebih kecil sebelum tanda kelas modus

       b

    2 = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval dengan

      tanda kelas yang lebih besar sebelum tanda kelas modus

      d. Standar Deviasi 2 .

      n xixi ( )

    ∑ ∑

      S

      =

      n ( n

      1 ) Keterangan = S = standar deviasi

      = jumlah skor

      x i

      n = jumlah responden Berdasarkan rumus-rumus di atas maka berikut ini dicari harga-harga untuk tiap-tiap variabel sebagai berikut :

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      1. Variabel Pekerjaan Jumlah kasus = 121 Data tertinggi = 2x5

      =

      10 Data terendah = 2 x 1 = 2

      Maka dari data tersebut diperoleh : Range = 10-2 = 8 Banyak kelas = 1 + 3,322 log n

      = 1 + 3,322 log 121 = 1 + 3,322. 2,0827

      = 7, 9187 = 8

      Interval kelas = 8 / 8 = 1

      Sehingga daftar frekuensinya dapat dibuat sebagai berikut

      No. Interval fi Xi fi.xi xi-x (xi-x)

      2 fi(xi-x)

      2

      1 2 – 2,5 4 2,25 9 - 3,65 13,32 53,28 2 3 – 3,5 16 3,25 52 - 2,65 7,02 112,32 3 4 – 4,5 18 4,25 76,5 - 1,65 2,72 48,96 4 5 – 5,5 21 5,25 110,25 - 0,65 0,42 8,82 5 6 – 6,5 22 6,25 137,5 0,35 0,12 2,64 6 7 – 7,5 18 7,25 130,5 1,35 1,82 32,76 7 8 – 8,5 13 8,25 107,25 2,35 5,52 71,76 8 9 – 9,5

      3 9,25 27,75 3,25 11,22 33,6 9 10 – 10,5 6 10,25 61,25 4,25 18,92 113,52

      Jumlah 121 712,25 61,08 477,72

      a. Mean = 712,25 / 121

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      = 5,75

      Interval kelas = 8 / 8 = 1

      = 7, 9187 = 8

      = 1 + 3,322 log 121 = 1 + 3,322. 2,0827

      Maka dari data tersebut diperoleh : Range = 10-2 = 8 Banyak kelas = 1 + 3,322 log n

      10 Data terendah = 2 x 1 = 2

      =

      2. Variabel Tingkat Pendidikan Jumlah kasus = 121 Data tertinggi = 2x5

      − = 1,99

      d. Standar Deviasi = 1 121 477 72 ,

      1

      = 5,88

      1

      ⎝ ⎛

      ⎟ ⎠ ⎞ ⎜

      c. Modus = 5,55 + 1

      = 5,62

      22 . 59 121 5 ,

      

      ⎟ ⎠ ⎞

      b. Median = 5,55 + 1

    • 4

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      = 5,43

      3. Variabel Tingkat Penghasilan Jumlah kasus = 121

      − = 2,01

      d. Standar Deviasi = 1 121 485 12 ,

      = 5,86

      8

      8

      ⎝ ⎛

      ⎟ ⎠ ⎞ ⎜

      c. Modus = 4,55 + 1

      20 . 43 121 5 ,

      Sehingga daftar frekuensinya dapat dibuat sebagai berikut

      ⎝ ⎛ −

      ⎟ ⎠ ⎞ ⎜

      b. Median = 4,55 + 1

      a. Mean = 660 / 121 = 5,45

      Jumlah 121 660 65,76 485,12

      1 9,25 9,25 3,8 14,44 14,44 9 10 – 10,5 2 10,25 20,25 4,8 23,04 46,08

      1 2 – 2,5 16 2,25 36 - 3,2 10,24 163,84 2 3 – 3,5 13 3,25 42,25 - 2,2 4,84 62,92 3 4 – 4,5 14 4,25 59,5 - 1,2 1,44 20,16 4 5 – 5,5 20 5,25 105 - 0,2 0,04 0,8 5 6 – 6,5 28 6,25 175 0,8 0,64 11,2 6 7 – 7,5 10 7,25 72,5 1,8 3,24 32,4 7 8 – 8,5 17 8,25 140,25 2,8 7,84 133,28 8 9 – 9,5

      2

      2 fi(xi-x)

      No. Interval fi Xi fi.xi xi-x (xi-x)

    • 18

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Data tertinggi = 2x5 =

      10 Data terendah = 2 x 1 = 2

      Maka dari data tersebut diperoleh : Range = 10-2 = 8 Banyak kelas = 1 + 3,322 log n

      = 1 + 3,322 log 121 = 1 + 3,322. 2,0827

      = 7, 9187 = 8

      Interval kelas = 8 / 8 = 1

      Sehingga daftar frekuensinya dapat dibuat sebagai berikut

      No. Interval fi Xi fi.xi xi-x (xi-x)

      2 fi(xi-x)

      2

      1 2 – 2,5 2,25 - 4,03 16,24 2 3 – 3,5 15 3,25 48,75 - 3,03 9,18 137,7 3 4 – 4,5 16 4,25 68 - 2,03 4,12 65,92 4 5 – 5,5 20 5,25 105 - 1,03 1,06 21,2 5 6 – 6,5 23 6,25 143,75 - 0,03 0,009 0,207 6 7 – 7,5 19 7,25 137,75 0,97 0,94 17,86 7 8 – 8,5 13 8,25 107,25 1,97 3,88 50,44 8 9 – 9,5

      4 9,25 37 2,97 8,82 35,28 9 10 – 10,5 11 10,25 112,75 3,97 15,76 173,36

      Jumlah 121 760,25 60,01 501,97

      a. Mean = 760,25 / 121 = 6,25

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      51 5 ,

      b. Median =

      5

      

    60

    • 23

      ⎝ ⎛ −

      d. Standar Deviasi = 1 121 501 97 ,

      = 5

      Interval kelas = 33 / 8 = 4,125

      = 7, 9187 = 8

      = 1 + 3,322 log 121 = 1 + 3,322. 2,0827

      4. Variabel Persepsi Masyarakat terhadap Profesi Guru Jumlah kasus = 121 Data tertinggi = 86 Data terendah = 53 Maka dari data tersebut diperoleh : Range = 86 - 53 = 33 Banyak kelas = 1 + 3,322 log n

      = 2,04

      

    4

      

    18 ,

      − =

      = 5,55 + 0,375 = 5,93

      1 55 ,

      5

      1

    55 ,

      3

      5

      ⎝ ⎛

      ⎟ ⎠ ⎞ ⎜

      c. Modus =

      = 0,55 + 0,413 = 5,96

      ⎟ ⎠ ⎞ ⎜

      3

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      ⎝ ⎛ −

      − = 5,77

      d. Standar Deviasi = 1 121 3992 63 ,

      = 72,34

      31

      31

      ⎝ ⎛

      ⎟ ⎠ ⎞ ⎜

      c. Modus = 67,5 + 5

      = 72,09

      43 . 21 121 5 ,

      

      Sehingga daftar frekuensinya dapat dibuat sebagai berikut

      b. Median = 67,5 + 5

      a. Mean = 8685 / 121 = 71,77

      Jumlah 121 8685 721,91 3992,63

      3 85 255 13,23 175,03 525,09

      12 65 780 - 6,77 45,83 549,96 4 68 – 72 43 70 3010 - 1,77 3,13 134,59 5 73 – 77 42 75 3150 3,23 10,43 438,06 6 78 – 82 12 80 960 8,23 67,73 812,76 7 83 – 87

      2 55 110 - 16,77 281,23 562,46 2 58 – 62 7 60 420 - 11,77 138,53 969,71 3 63 – 67

      1 53 – 57

      2

      2 fi(xi-x)

      No. Interval fi Xi fi.xi xi-x (xi-x)

    • 1

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PANDUAN ACUAN PENILAIAN TIPE II (PAP II)

      1. Penilaian Pekerjaan (X1) Skor tertinggi = 2 x 15

      =

      10 Skor terendah = 2 x 1 = 2

      Perhitungan data variabel dengan menggunakan rumus : Skor = nilai terendah + % (nilai tertinggi-nilai terendah)

      1. 2 + 81 % (10-2) = 8,48 = 8 (dibulatkan) 2. 2 + 66 % (10-2) = 7,28 = 7 3. 2 + 56 % (10-2) = 6,48 = 6 4. 2 + 46 % (10-2) = 5,68 = 5 5. 2 + 45 % (10-2) = 5

      2. Penilaian Tingkat Pendidikan (X2) Skor tertinggi = 2 x 5

      =

      10 Skor terendah = 2 x 1 = 2

      Perhitungan data variabel dengan menggunakan rumus Skor = nilai terendah + % (nilai tertinggi – nilai terendah)

      1. 2 + 81 % (10-2) = 8,48 = 8 (dibulatkan) 2. 2 + 66 % (10-2) = 7,28 = 7

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      3. 2 + 56 % (10-2) = 6,48 = 6 4. 2 + 46 % (10-2) = 5,68 = 5 5. 2 + 45 % (10-2) = 5

      3. Penilaian Tingkat Pendidikan (X3) Skor tertinggi = 2 x 5

      =

      10 Skor terendah = 2 x 1 = 2

      Perhitungan data variabel dengan menggunakan rumus Skor = nilai terendah + % (nilai tertinggi – nilai terendah)

      1. 2 + 81 % (10-2) = 8,48 = 8 (dibulatkan) 2. 2 + 66 % (10-2) = 7,28 = 7 3. 2 + 56 % (10-2) = 6,48 = 6 4. 2 + 46 % (10-2) = 5,68 = 5 5. 2 + 45 % (10-2) = 5

      4. Penilaian Persepsi Masyarakat terhadap Profesi guru Nilai tertingi =

      86 Nilai terendah =

      53 Perhitungan data dari tiap variabel dengan menggunakan rumus Skor = nilai terendah + % (nilai tertinggi-nilai terendah)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      1. 53 + 81 % (86-53) = 79,73 = 80 (dibulatkan) 2. 53 + 66 % (86-53) = 74,78 = 75 3. 53 + 56 % (86-53) = 71,48 = 71 4. 53 + 46 % (86-53) = 68,18 = 68 5. 53 + 45 % (86-53) = 67,85 = 67 (dibulatkan ke bawah)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

pengaruh tingkat pendidikan terhadap kinerja karyawan pada pt. sucofindo kantor cabang medan
4
108
73
Analisis pengaruh suku bunga SBI, Fluktuasi kurs dollar AS dan tingkat inflasi terhadap penerimaan pajak penghasilan
4
30
130
Hubungan antara tingkat religiusitas dengan penerimaan sosial masyarakat terhadap pekerja seks komersial (PSK)
1
10
87
Analisis perhitungan tingkat risiko kredit ditinjau dari NPL pada Koperasi KSP Sumber Bahagia Bandung
1
7
1
program kerja uks tingkat pendidikan sekolah dasar
4
5
1
Pengaruh literasi keuangan, tingkat pendidikan, dan tingkat pendapatan terhadap pemilihan Jenis investasi pada masyarakat Sidoarjo - Perbanas Institutional Repository
0
1
18
Pengaruh literasi keuangan, tingkat pendidikan, dan tingkat pendapatan terhadap pemilihan Jenis investasi pada masyarakat Sidoarjo - Perbanas Institutional Repository
0
0
15
Pengaruh literasi keuangan, tingkat pendidikan, dan tingkat pendapatan terhadap pemilihan Jenis investasi pada masyarakat Sidoarjo - Perbanas Institutional Repository
0
0
19
2) Distribusi responden berdasarkan tingkat pendidikan Tabel 2 Distribusi responden berdasarkan tingkat pendidikan di Rumah Sakit Muji Rahayu Surabaya
0
0
7
Responden berdasarkan tingkat pendidikan
0
0
7
Pengaruh rekrutmen, tingkat pendidikan dan pengalaman kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Surya Hasil Laut Pangkalpinang - Repository Universitas Bangka Belitung
0
0
21
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Pengaruh tingkat suku bunga, pendapatan, status pekerjaan, dan jangka waktu kredit terhadap jumlah pengambilan kredit - Repository Universitas Bangka Belitung
0
0
11
Penegakan hukum tingkat penyidikan terhadap tindak pidana Standar Nasional Indonesia di kota Pangkalpinang ditinjau dari undang-undang nomor 20 tahun 2014 tentang standardisasi dan penilaian kesesuaian - Repository Universitas Bangka Belitung
0
0
16
Pengaruh pelatihan, tingkat pendidikan dan budaya kerja terhadap kinerja pegawai pada kantor kecamatan puding besar Kabupaten Bangka - Repository Universitas Bangka Belitung
0
0
11
Pengaruh pelatihan, tingkat pendidikan dan budaya kerja terhadap kinerja pegawai pada kantor kecamatan puding besar Kabupaten Bangka - Repository Universitas Bangka Belitung
0
1
27
Show more