LAPORAN KEWIRUS BARU DIPERBAIKI

137  459  Download (32)

Teks penuh

(1)

I. RANCANGAN DAN URAIAN PRODUK

1.1 Substansi Produk

Produk adalah barang dan jasa yang perjual berlikan dan dikonsumsi oleh masyarakat yang sangat besar jumlah dan variasinya, baik dalam jenis, model, ukuran, dan kualitas atau mutunya melalui kegiatan kegunaan dan masukan menjadi keluaran (Yusgaff, 2010).

Produk adalah barang dan jasa yang diperjual belikan dan dikonsumsi oleh masyarakat yang sangat besar jumlah dan variasinya, baik dalam jenis, model, ukuran, dan kualitas atau mutunya melalui kegiatan penambahan kegunaan dari masukan (input) menjadi keluaran (output). Produk adalah suatu sifat kompleks, baik dapat diraba maupun tidak diraba, termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan, pelayanan pengusaha dan pengecer, yang diterima pembeli untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan (Dafid, 2012).

Produk yang ditawarkan tersebut meliputi: barang fisik, jasa, orang/pribadi, organisasi, dan ide. Secara lebih rinci, konsep produk meliputi: barang, kemasan, merk, warna, label, harga, kualitas, pelayanan dan jaminan. Selama ini banyak penjual melakukan kesalahan dengan memberikan perhatian lebih banyak pada produk fisik daripada manfaat yang dihasilkan dari produknya. Mereka menempatkan diri lebih dari sebagai penjual daripada memberikan pemecahan kebutuhan.

(2)

Padahal perusahaa harus berpusat pada kebutuhan pelanggan, bukan hanya pada keinginan yang sudah ada. Hal ini dikarenakan produk merupakan alat untuk memecahkan masalah konsumen (Dafid, 2012).

Dari beberapa definisi diatas dapat diketahui bahwa produk merupakan elemen penting dalam sebuah perusahaan yang nantinya akan dipergunakan perusahaan sebagai alat pertukaran dengan konsumen yang bisa dimiliki dan dikonsumsi baik itu produk berwujud maupun produk tidak berwujud agar kebutuhan dan keinginan konsumen dapat terpenuhi.

Kami menghasilkan satu jenis produk yang dapat membantu memenuhi keinginan masyarakat akan produk olahan wortel dan ubi menjadi sebuah jajanan yang sehat dan berkualitas serta mempunyai cita rasa cokelat, keju dan abon yang belum ada di pasaran. Oleh karena itu kami hadirkan L2 WOBI CAKE sebagai salah satu badan usaha yang bergerak di bidang produksi. Dimana kami melakukan proses produksi dari wortel dan ubi jalar ungu yang dipadukan dengan tepung beras kemudian dijadikan jajanan kue yang manis dan asin yang terletak di Perintis Kemerdekaan 7, Perumahan Trika Mahkota Indah, Blok D, No 13, Makassar Sulawesi selatan.

Produk yang kami pilih sebagai produk utama dalam usaha kami adalah L2 WOBI CAKE (Laklak wortel Dan Ubi). Produk yang kami tawarkan menitikberatkan pada asas manfaat terhadap konsumen, manfaat dalam hal ini adalah untuk memenuhi kebutuhan gizi pada tubuh.

(3)

Di mana produk kami bahan baku utamanya berasal dari wortel dan ubi jalar ungu yang dikombinasikan dengan tepung beras. wortel dan ubi jalar ungu merupakan bahan pangan yang kaya akan kandungan gizi. Woetel dan ubi jalar ungu adalah bahan makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Wortel mengandung energi sebesar 364 kilokalori, protein 7 gram, karbohidrat 80 gram, lemak 0,5 gram, kalsium 5 miligram, fosfor 140 miligram, dan zat besi 1 miligram. Selain itu juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0,12 miligram dan vitamin C 0 miligram. Dan ubi ungu mengandung energi sebesar 123 kilokalori, protein 7 gram, karbohidrat 27,9 gram, lemak 0,7 gram, kalsium 5 miligram, fosfor 140 miligram, dan zat besi 0,7 miligram, vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0,12 miligram dan vitamin C 0 miligram. Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100%.

Keunggulan produk kami dibandingkan dengan produk pesaing kami yaitu aroma serta rasa khas yang unik dan tidak dimiliki oleh produk lain yang sama. Produk kami juga dapat dijadikan sebagai hidangan dalam berbagai acara, Karena produk ini mempunyai ciri khas dan aroma yang unik serta kandungan gizi yang tinggi selain itu harga yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.

Dalam setiap keunggulan pastinya ada kelemahan. Kelemahan yang dimiliki pada produk kami ialah dengan adanya campuran toping susu cair dan coklat cair pada produk ini membuat ketahanan produk ini

(4)

hanya sampai satu hari saja. Oleh karena itu, produk ini tidak dapat dibuat ketika tidak ada orang yang memesan. Kelemahan lain yakni harganya yang cukup mahal. Dengan adanya bahan tambahan, membuat produk kami agak mahal untuk dibeli oleh konsumen.

(5)

Kandungan gizi yang terdapat dalam produk L2 WOBI CAKE secara keseluruhan adalah sebagai berikut:

Tabel 1. Komposisi Kandungan Gizi Per 100 Gram “LAK’LAK WOBI

N

Jumlah 3.264 115,9 127,8 433,7 16.104,5 57,9 21 6.000,57 Sumber: Data Sekunder, 2015.

(6)

bahan makanan yang digunakan dalam pembuatan produk L2 WOBI CAKE menggunakan bahan baku utama berupa tepung beras yang dikombinasikan dengan wortel dan ubi ungu, dengan bahan tambahan yaitu keju, cokelat, susu cair, telur, gula pasir, abon, dan santan. Tabel di atas menunjukkan bahwa produk L2 WOBI CAKE termasuk makanan (cemilan) yang sehat dan bergizi. Peran makanan bergizi menjadi sangat penting bagi kebutuhan dan kesehatan tubuh manusia.

1.2 Tampilan Produk

(7)

sehingga kinsmen tidak akan kehilangan kepercayaan terhadap produk yang bersangkutan (Akbar, 2012).

Kualitas dapat diartikan kemampuan dari produk untuk menjalankan fungsinya yang mencakup daya tahan, kehandalan atau kemajuan, kekuatan, kemudahan dalam pengemasan dan reparasi produk dan ciri-ciri lainnya. Kualitas pelayanan merupakan isu krusial bagi setiap perusahaan, apapun bentuk produk yang dihasilkan. Kualitas layanan secara sederhana bisa diartikan sebagai ukuran seberapa bagus tingkat layanan yang diberikan mampu sesuai dengan ekspektasi pelanggan (Sarini, 2013).

(8)

Gambar 1. Tampilan Produk L2 Wobi Cake

1.2.1 Bentuk Produk

Menurut Kasmir (2011) produk dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, seperti berikut :

1. Produk yang berupa benda fisik atau benda berwujud, seperti buku, meja, kursi, rumah, mobil, dan lain-lain.

2. Produk yang tidak berwujud, biasanya disebut jasa. Jasa dapat disediakan dalam berbagai wahana, seperti pribadi, tempat, kegiatan, organisasi, dan ide-ide

Adapun bentuk produk yang kami tawarkan yaitu sejenis kue yang berbentuk bulat dan agak tebal. Bentuk produk kami dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

(9)

Gambar 2 menunjukkan bentuk produk Lak’lak Wobi dari CV. Gle yang memiliki spesifikasi bentuk bulat dan tebal. Dan kami menambahkan keju, susu, coklat cair, dan abon sebagai bahan untuk menambah cita rasa pada produk ini. Hal itu membuat produk kami tampil berbeda dari produk cemilsn yang seperti biasanya yang ada di pasaran.

1.2.2 Label Produk

Label makanan adalah informasi identitas/ “jati diri” dari produk yang menjadi hak milik perusahaan sebagai alat komunikasi tertulis pihak produsen dengan pihak konsumen dalam melakukan pelayanan jaminan persyaratan mutu produk dan kesehatan. Label bisa menyatu dengan kemasan, bisa juga terpisah dari kemasan. Untuk produk produk dari negara tertentu seperti Amerika Serikat dan Jepang, maka ada symbol simbol yang bisa dimunculkan di dalam label. Masyarakat Jepang hampir seluruhnya dari berbagai lapisan masyarakat sangat kritis pada produk pangan yang beredar sehingga mereka sangat mempercayai keamanan dan jaminan mutu dengan hanya membaca simbol (Juwaedah, 2010).

(10)

Gambar 3. Label Produk “L2 Wobi Cake” CV. GLE

(11)

1.2.3 Kemasan Produk

Kemasan dapat didefinisikan sebagai seluruh kegiatan merancang dan memproduksi wadah atau bungkus atau kemasan suatu produk. Kemasan juga dapat diartikan sebagai wadah atau pembungkus yang guna mencegah atau mengurangi terjadinya kerusakan-kerusakan pada bahan yang dikemas atau yang dibungkusnya serta dapat sampai ke tangan konsumen dengan “selamat”, secara kuantitas maupun kualitas. Kemasan meliputi tiga hal, yaitu merek, kemasan itu sendiri dan label (Wiguna, 2009).

Kemasan adalah wadah atau bungkus. Jadi beberapa pendapat para ahli tersebut dapat di simpulkan kemasan adalah suatu kegiatan merancang dan memproduksi bungkus suatu barang yang meliputi desain bungkus dan pembuatan bungkus produk tersebut. Wadah atau bungkus terdiri dari : a. Kemasan dasar (primer Package) yaitu bungkus langsung dari suatu

produk

b. Kemasan tambahan (Secondary Package) yaitu bahan yang melindungi kemasan dasar dan di buang bila produk tersebut di gunakan.

c. Kemasan pengiriman (shipping package) yaitu setiap kemasan yang di Menurut Wiguna (2009) fungsi kemasan adalah :

(12)

b. Untuk memudahkan pengerjaan dan penyimpanan benda-benda perniagaan tersebut. Oleh para perantara dan para konsumen. c. Guna menjual produk yang bersangkutan.

Adapun bentuk tampilan kemasan produk L2 Wobi Cake adalah sebagai berikut:

Gambar 4. Kemasan Produk “L2 Wobi Cake” CV. GLE

(13)

1.3 Fungsi Produk

Sebuah produk lebih dari sekedar barang fisik. Produk merupakan

sekumpulan kepuasan (kegunaan) yang diterima pembeli. Kepuasan tersebut

meliputi bentuk, rasa, warna, aroma, tekstur; dan bagaimana produk

berfungsi ketika digunakan. Atribut fisik dari sebuah produk umumnya

dibutuhkan untuk membentuk fungsi utamanya (Cateora, dkk, 2010).

Fungsi produk menunjukkan jumlah maksimum output yang dapat

dihasilkan dari pemakaian sejumlah input dengan menggunakan teknologi

tertentu. Produksi sering didefinisikan sebagai penciptaan guna, dimana guna

berarti kemampuan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan. Produk

meliputi semua aktivitas dan tidak hanya mencakup pengertian yang sangat

luas, produksi meliputi semua aktivitas dan tidak hanya mencakup

pembuatan barang-barang yang dapat dilihat dengan menggunakan faktor

produksi. Faktor produksi yang dimaksud adalah berbagai macam input yang

digunakan untuk melakukan proses produksi (Erin, 2011).

(14)

Kelebihan dan kelemahan produk L2 Wobi Cake yaitu sebagai berikut:

 Kelebihan produk kami yang sekaligus menjadi fungsi dari produk kami, yaitu:

o Memiliki kandungan gizi yang tinggi

Wortel mengandung energi sebesar 364 kilokalori, protein 7 gram, karbohidrat 80 gram, lemak 0,5 gram, kalsium 5 miligram, fosfor 140 miligram, dan zat besi 1 miligram. Selain itu juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0,12 miligram dan vitamin C 0 miligram. Dan ubi ungu mengandung energi sebesar 123 kilokalori, protein 7 gram, karbohidrat 27,9 gram, lemak 0,7 gram, kalsium 5 miligram, fosfor 140 miligram, dan zat besi 0,7 miligram, vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0,12 miligram dan vitamin C 0 miligram. Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100%.

o Bahan-bahan untuk pembuatan produk sangat mudah diperoleh di pasaran

(15)

o Produk tidak menggunakan bahan-bahan kimia sebagai pengawet

Produk kami tidak menggunakan bahan kimia seperti bahan pengawet karena tujuan utama kami adalah menciptakan produk makanan yang sehat dan berkualitas.

o Dapat dikonsumsi oleh semua kalangan dan berbagai tingkat usia

Produk kami dapat dikonsumsi oleh anak-anak, remaja, dewasa, sampai dengan orang tua karena pada umumnya produk kami dapat dinikmati dan disukai oleh semua kalangan.

o Produk dapat dimanfaatkan sebagai cemilan yang dapat dikonsumsi beramai-ramai atau bersama-sama

Produk yang kami tawarkan memiliki jumlah yang banyak pada setiap kemasannya sehingga pembeli dapat berbagi dan menikmatinya bersama.

 Kelemahan produk

(16)

II. ASPEK PEMASARAN

Kegiatan pemasaran sering diartikan sebagai kegiatan dalam memasarkan suatu produk yang diperjual belikan oleh perusahaan dan ditujukan kepada para konsumen. Namun jika dilihat makna sebenarnya pemasaran bukan hanya sekedar menjual produk saja, akan tetapi pemasaran juga memiliki aktvitas penting dalam menganalisis dan mengevaluasi segala kebutuhan dan keinginan para konsumen. Pemasaran juga meliputi segala aktivitas di dalam perusahaan. Pemasaran merupakan suatu proses perencanaan dimana perusahaan menganalisis struktur pasar serta memposisikan perusahaan agar mendapatkan suatu penilaian yang baik dalam benak konsumen untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan (Anggreani, 2013).

Konsep pemasaran didasarkan pada pandangan dari luar ke dalam. Konsep ini diawali dengan mendefinisikan pasar yang jelas berfokus pada kebutuuhan pelanggan, memadukan semua sistem kegiatan yang akan memengaruhi pelanggan dan menghasilkan laba melalui pemuasan pelanggan. Konsep pemasaran bersandar pada empat pilar utama.

(17)

2. Kebutuhan pelanggan, memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan tidak selalu merupakan tugas yang sederhana dikarekan beberapa pelanggan itu memiliki kebutuhan sendiri yang tidak mereka sadari atau mereka tidak dapat mengutarakan kebutuhan-kebutuhan ini.

3. Pemasaran terpadu, jika semua departemen bekerja sama melayani kepentingan pelanggan maka hasilnya adalah pemasaran terpadu. Pemasaran terpadu berjalan dalam dua tahap yaitu :

a. Tahap Pertama : beragam fungsi pemasaran, tenaga penjualan periklanan, manajemen produk, riset pemasaran dan lainnya harus bekerja sama.

b. Tahap Kedua : pemasaran harus dikoordinasikan dengan baik pada bagian lain perusahaan.

c. Profitabilitas, tujuan utama konsep pemasaran adalah membantu organisasi mencapai tujuan mereka (Ecclisia, 2012).

(18)

dimana perusahaan mampu mengendalikannya agar dapat mempengaruhi respon pasar sasaran. Dalam bauran pemasaran terdapat seperangkat alat pemasaran yang dikenal dalam istilah 4P, yaitu product (produk), price (harga), place (tempat atau saluran distribusi), dan promotion (promosi), sedangkan dalam pemasaran jasa memiliki beberapa alat pemasaran tambahan seperti people (orang), physical evidence (fasilitas fisik), dan process (proses), sehingga dikenal dengan istilah 7P maka dapat disimpulkan bauran pemasaran jasa yaitu product, price, place, promotion, people, physical evidence, and process (Ecclisia, 2012).

2.1 Sasaran Pemasaran

Sasaran pemasaran yaitu mengetahui situasi pasar dan mampu menembus pasar untuk memperkenalkan produk kepada konsumen dengan kualitas yang memuaskan. Fungsi pemasaran yaitu pengambil keputusan untuk memperbaiki strategi pemasaran yang layak ditawarkan ke konsumen. Tugas-tugas pemasaran adalah menawarkan nilai, nilai dimana dalam ekonomi pemasaran harga merupakan alat pengukur nilai, menawarkan barang atau jasa yang ditawarkan ke konsumen (Firdaus, 2009).

(19)

logis untuk melakukan tugas sulit menetapkan sasaran pemasaran dengan bergerak dari yang umum menuju ke yang khusus. Langkahnya diawali dengan suatu pernyataan tentang sifat dari bisnis yang digeluti (pernyataan misi), yang darinya kemudian akan mengalir sasaran umum perusahaan. Sasaran umum perusahaan harus diterjemahkan ke bidang-bidang hasil utama, yang merupakan bidang di mana keberhasilan dalam bidang tersebut akan sangat berpengaruh bagi perusahaan. Penetrasi pasar dan tingkat pertumbuhan penjualan adalah contoh dari bidang hasil utama. Langkah selanjutnya adalah penetapan sub sasaran yang diperlukan untuk mencapai sasaran umum tersebut, seperti sasaran volume penjualan produk, pelebaran geografis, perpanjangan ini produk, dan sasaran khusus untuk setiap elemen bauran pemasaran (Wahyono, 2012).

Adapun sasaran pemasaran CV. GLE untuk produk ‘’L’2 Wobi Cake’’ ini ditujukan kepada seluruh kalangan masyarakat baik itu anak-anak, remaja, dewasa, maupun orang tua.

2.1.1 Daerah Pemasaran

(20)

Daerah pemasaran adalah daerah perusahaan yang terdiri dari pelaku dan kekuatan di luar pemasaran yang mempengaruhi kemampuan manajemen pemasaran untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang berhasil dengan pelanggan sasaran. Perusahaan harus terus melakukan pengamatan secara terus-menerus dan beradaptasi dengan lingkungan yang bersifat kompleks dan terus berubah-ubah. Dengan mempelajari lingkungan, perusahaan dapat menyesuaikan strategi perusahaan untuk memenuhi tantangan dan peluang pasar yang baru. Tempat atau lokasi yang strategis akan menjadi salah satu keuntungan bagi perusahaan karena mudah terjangkau oleh konsumen, namun sekaligus juga menjadikan biaya rental atau investasi tempat menjadi semakin mahal (Setiawan, 2011).

(21)

dekat dengan pusat kota dan padat penduduk. Namun demikian pada penjualannya kami akan pasarkan produk ini kepada konsumen langsung.

Adapun kelompok pelanggan produk L’2 Wobi Cake dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 2. Pelanggan, Asal, dan Karakteristik Pada L’2 Wobi Cake

Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2015

Berdasarkan Tabel 2, dapat diketahui bahwa kelompok pelanggan kami adalah pedagang atau konsumen langsung yaitu semua kalangan masyarakat yang berasal dari sekitar tempat produksi yaitu di Jl. Perintis Kemerdekaan 7 dan secara umum adalah masyarakat luas serta kalangan mahasiswa Universitas Hasanuddin Makassar.

Pelanggan merupakan seseorang yang secara berulang kali datang ke suatu tempat yang sama untuk memuaskan keinginannya dengan memiliki suatu produk atau mendapatkan jasa dengan membayar produk atau jasa tersebut. Untuk mencapai tujuannya, setiap perusahaan mengarahkan kegiatan usahanya untuk menghasilkan produk yang dapat memberikan kepuasan konsumen, sehingga dalam

No Kelompok Konsumen Tempat Asal Karakteristik

(22)

jangka panjang perusahaan mendapatkan keuntungan yang diharapkannya. Melalui produk yang dihasilkannya, perusahaan menciptakan dan membina langganan. Oleh karena itu, keberhasilan suatu perusahaan sangat ditentukan oleh keberhasilan usaha pemasaran dari produk yang dihasilkannya. Keberhasilan ini ditentukan oleh ketepatan produk yang dihasilkannya dalam memberikan kepuasan dari sasaran konsumen yang ditentukannya. Dengan kata lain, usaha-usaha pemasaran haruslah diarahkan pada konsumen yang ingin dituju sebagai sasaran pasarnya. Dalam hal ini, maka usaha pemasaran yang menunjang keberhasilan perusahaan haruslah didasarkan pada konsep pemasaran yang tepat untuk dapat menentukan strategi pasar yang dituju. Untuk pembahasan yang lebih terarah, terlebih dahulu perlu dibatasi pengertian pemasaran. Selanjutnya perlu ditinjau perkembangan pemikiran tentang pemasaran dan fungsi-fungsi pemasaran serta cakupan ruang lingkup dari manajemen (Rahman , 2013).

Berikut tabel jumlah pelanggan dan unit produk yang diperkirakan dapat dibeli oleh pelanggan setiap bulannya:

(23)

No. KonsumenKelompok

Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2015.

(24)

Adapun pesaing potensial di wilayah pasar dan perkiraan penjualan masing-masing dalam perbulan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4. Pesaing Potensial di Wilayah Pasar dan Perkiraan Penjualan masing-masing per Bulan

Total Penjualan Pesaing dalam Per Bulan 1200

Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2015

Berdasarkan Tabel 4, dapat diketahui bahwa pesaing kami yaitu menyebabkan perubahan pada pasar. Perubahan-perubahan tersebut menyebabkan peluang dan ancaman baru bagi perusahaan untuk melayani pasar. Analisa situasi pasar persaingan adalah langkah

(25)

Situasi pasar saat ini semakin kompetitif dengan persaingan

Adapun posisi pasar “L’2 Wobi Cake” CV. GLE dibandingkan dengan pesaing di wilayah pasar dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 5. Posisi Pasar “L2 Wobi Cake” CV. GLE dibandingkan dengan

(26)

Berdasarkan Tabel 5, terlihat bahwa dengan hasil produksi CV. GLE yaitu sebanyak ±1000 unit per bulan ternyata mampu mengusai 45% pasar selebihnya itu dikuasai oleh pesaing dari CV. GLE dengan total penjualan pesaing usaha ±1200 unit per bulan. Hal ini menandakan bahwa produk L2 Wobi Cake dari perusahaan CV. GLE dapat mengungguli pesaing produk Soerabi yang sejenis sehingga produk L’2 Wobi Cake dapat bersaing di pasaran. Produk dari perusahaan CV. GLE memiliki perbedaan dan keistimewaan tersendiri baik itu dari segi bahan baku maupun tampilan kemasan produk.

2.1.3 Proyeksi permintaan

Permintaan adalah sejumlah produk barang atau jasa yang merupakan barang-barang ekonomi yang akan dibeli konsumen dengan harga tertentu dalam suatu waktu atau periode tertentu dan dalam jumlah tertentu. Demand seperti ini lebih tepat disebut sebagai permintaan pasar (market demand), dimana tersedia barang tertentu dengan harga yang tertentu pula (Thomas, 2010).

(27)

Maka diperlukan asumsi-asumsi yang dibuat oleh pihak pengambil keputusan, yang didukung oleh proyeksi tentang tingkat kemampuan populasi peternakan di masa depan secara objektif.

Secara umum, permintaan dapat diartikan sebagai proyeksi

I ±1.000 ±12.000 @10.000 ±120.000.000

II ±1.500 ±18.000 @10.000 ±180.000.000

III ±2.000 ±24.000 @10.000 ±240.000.000

IV ±2.500 ±30.000 @10.000 ±300.000.000

V ±3.000 ±36.000 @10.000 ±360.000.000

Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2015.

(28)

L’2 Wobi Cake mencapai ±2.000 kemasan/bulan dan ±24.000 kemasan/tahun dengan total nilai produksi sebesar Rp ±240.000.000. Pada tahun ke-4 produk L’2 Wobi Cake semakain bertambah yaitu ±2.500 kemasan/bulan dan ±36.000 kemasan/tahun untuk total nilai produksi sebesar Rp ±300.000.000. Pada tahun ke-5 produk L’2 Wobi Cake semakin meningkat yaitu ±3.000 kemasan/bulan dan ±36.000 kemasan/tahun dengan total nilai produksi Rp ±360.000.000

2.2 Strategi dan Taktik Pemasaran

(29)

keunggulan atau kelemahan perusahaan, meliputi keuangan, produksi, personalia, dan khususnya bidang pemasaran yang terdiri atas produk, harga, promosi, lokasi, orang, proses dan bukti fisik. Analisa tersebut merupakan penilaian apakah strategi pemasaran yang telah ditetapkan dan dijalankan sesuai dengan keadaan saat ini. Hasil penilaian tersebut digunakan sebagai dasar untuk menentukan apakah strategi yang sedang dijalankan perlu diubah, dan untuk menyusun atau menentukan strategi yang akan dijalankan pada masa yang akan datang (Nasution, 2014).

Merancang strategi pemasaran yang kompetitif dimulai dengan melakukan analisis terhadap pesaing. Perusahaan membandingkan nilai dan kepuasan pelanggan dengan nilai yang diberikan oleh produk, harga, promosi dan distribusi (marketing mix) terhadap pesaing dekatnya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam strategi dan taktik pemasaran yaitu produk, pendistribusian, harga, bukti fisik, promosi, proses, orang dan produktivitas kualitas.

2.2.1 Product (Produk)

(30)

sehingga memiliki nilai gizi yang tinggi. Produk yang kami tawarkan bentuknya seperti soerabi pada umumnya, yaitu berbentuk bulat agak tebal. 2.2.2 Price (Harga)

Harga adalah nilai pertukaran atas manfaat produk (bagi konsumen maupun bagi produsen) yang pada umumnya dinyatakan dalam satuan moneter (rupiah, dollar, yen, rupee dan sebagainya). Harga terbentuk dari kompetensi produk untuk tujuan dua pihak produsen dan konsumen. Produsen memandang harga adalah sebagai nilai barang yang mampu memberikan keuntungan diatas biaya produksinya (atau tujuan-tujuan yang lain, misalnya keuntungan). Konsumen memandang harga adalah sebagai nilai barang yang mampu memberikan manfaat atas pemenuhan kebutuhannya dan keinginannya (misalnya hemat, prestis, syarat pembayaran, dsb

(31)

Untuk tingkat harga produk yang kami tawarkan dan yang ditawarkan perusahaan pesaing dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 7. Tingkat Harga Produk yang Kami Tawarkan dan yang Ditawarkan Perusahaan Pesaing

No. Kelompok

Konsumen

Tingkat Harga Produk Anda (Rp/unit)

Tingkat Harga Produk Pesaing (Rp/unit)

1. Konsumen Langsung Rp. 10.000 Rp. 15.000

Sumber: Data Primer Setelah Diolah, 2015.

Berdasarkan Tabel 7, dapat diketahui bahwa tingkat harga produk kami konsumen langsung yaitu Rp 10.000,-/kemasan. Harga yang kami tawarkan berbeda dengan harga yang ditawarkan perusahaan pesaing. Harga yang ditawarkan oleh perusahaan pesaing untuk pedagang pengecer dan konsumen langsung adalah Rp 14.000,-/kemasan dan Rp 15.000,-/kemasan. Harga yang kami tawarkan lebih murah dari pada harga pesaing. Hal ini berhubungan dengan konsumen karena pada kenyataannya konsumen lebih tertarik pada harga murah disamping itu kualitas produk dan kemasan yang menunjang.

2.2.3 Place (Pendistribusian)

(32)

yang dilaksanakan anggota saluran distribusi dalam memindahkan barang dari produsen ke konsumen dan menciptakan kegunaan produk tersebut bagi konsumen.

Saluran distribusi itu adalah bagian dari marketing mix (bauran pemasaran). Keputusan mengenai saluran distribusi dalam pemasaran adalah merupakan salah satu keputusan yang paling kritis yang dihadapi manajemen. Saluran yang dipilih akan mempengaruhi seluruh keputusan pemasaran yang lainnya. Dalam rangka menyalurkan barang dan jasa dari produsen kepada konsumen maka perusahaan harus benar-benar memilih atau menyeleksi saluran distribusi yang akan digunakan, sebab kesalahan dalam pemilihan saluran distribusi ini dapat menghambat usaha menyalurkan barang atau jasa tersebut. Saluran distribusi terdiri dari beberapa macam, yaitu :

1. Perantara Pedagang

Pada dasarnya perantara pedagang (Merchant Middlemen) ini bertanggung jawab terhadap kepemilikan semua barang yang dipasarkannya. Dalam hubungannya dengan pemindahan milik, kegiatan perantara pedagang ini berbeda dengan lembaga lain. Adapun lembaga-lembaga yang termasuk dalam golongan perantara pedagang adalah :

a) Pedagang Besar (Wholesaler)

(33)

melayani penjualan eceran kepada konsumen akhir. Untuk lebih jelasnya defenisi dari, Pedagang Besar adalah sebuah unit usaha yang membeli dan menjual kembali barang-barang kepada pengecer dan pedagang lain dan/atau kepada pemakai industri, pemakai lembaga, dan pemakai komersial yang tidak menjual dalam volume yang sama kepada konsumen akhir.

b) Pengecer (Retailer)

Perdagangan eceran meliputi semua kegiatan yang berhubungan secara langsung dengan penjualan barang atau jasa kepada konsumen akhir untuk keperluan pribadi (bukan untuk keperluan usaha). Namun demikian tidak tertutup kemungkinan adanya penjualan secara langsung dengan para pemakai industri karena tidak semua barang industri selalu dibeli dalam jumlah besar. Secara definisi dapat dikatakan bahwa pengecer adalah sebuah lembaga yang melakukan kegiatan usaha menjual barang kepada konsumen akhir untuk keperluan pribadi.

2. Perantaraan Agen

Perantara agen (Agen Middlemen) ini dibedakan dengan perantara pedagang karena tidak mempunyai hak milik atas semua barang yang ditangani. Untuk lebih jelasnya, agen adalah lembaga yang melaksanakan perdagangan dengan menyediakan jasa-jasa atau fungsi khusus yang berhubungan dengan penjualan atau distribusi barang, tetapi mereka tidak mempunyai hak untuk memiliki barang yang diperdagangkan. Pada dasarnya perantara agen dapat digolongkan kepada dua golongan, yakni:

(34)

Agen penunjang merupakan agen yang mengkhususkan kegiatannya dalam beberapa aspek pemindahan barang dan jasa. Mereka terbagi dalam beberapa golongan, yaitu:

1) Agen pengangkutan borongan (Bulk Transportation Agent) 2) Agen penyimpanan (Storage Agent)

3) Agen pengangkutan khusus (Specialty Shipper)

4) Agen pembelian dua penjualan (Purchase and sales agent)

Kegiatan agen penunjang adalah membantu untuk memindahkan barang-barang sedemikian rupa sehingga mengadakan hubungan langsung dengan pembeli dua penjual. Jadi agen penunjang ini melayani kebutuhan-kebutuhan dari setiap kelompok secara serempak. Dalam praktek agen semacam ini dapat dilakukan sendiri oleh si penerima barang.

b) Agen Pelengkap (Supplemental Agent)

Agen Pelengkap berfungsi melaksanakan jasa-jasa tambahan dalam penyaluran barang dengan tujuan memperbaiki adanya kekurangan-kekurangan. Apabila pedagang atau lembaga lain tidak dapat

melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan penyaluran barang, maka agen pelengkap dapat menggantikannya. Jasa-jasa yang dilakukannya antara lain berupa:

1. Jasa pembimbing/konsultan 2. Jasa Finansial

3. Jasa Informasi

4. Jasa khusus lainnya (Ranjetha, 2010)

Berikut ini merupakan gambar jalur distribusi CV. GLE

(35)

Gambar 5. Jalur Distribusi Produk “L2 WOBI CAKE” CV. GLE Berdasarkan Gambar 5, menunjukkan bahwa jalur distribusi yang CV. GLE langsung kepada konsumen langsung.

2.2.4 Promotion (Promosi)

Promosi merupakan alat komunikasi dan penyampaian pesan yang dilakukan baik oleh perusahaan maupun perantara dengan tujuan memberikan informasi mengenai produk, harga dan tempat. Informasi itu bersifat memberitahukan, membujuk, mengingatkan kembali kepada konsumen, para perantara atau kombinasi keduanya. Dalam promosi juga, terdapat beberapa unsur yang mendukung jalannya sebuah promosi tersebut yang biasa disebut bauran promosi (Basir, 2012).

Adapun bentuk promosi yang dilakukan oleh CV. GLE untuk memperkenalkan produk kami kepada masyarakat luas yaitu sebagai berikut:

 Media Sosial

Kami memilih media sosial seperti facebook. Karena saat ini hampir semua masyarakat memiliki akun media sosial sehinggadengan

(36)

memasarkan produk melalui media sosial dapat memudahkan produk diketahui masyarakat. Pemasaran dengan cara ini juga sangat efektif dan efisien.

 Iklan media cetak

Kami memilih koran sebagai media untuk mempromosikan produk kami karena biayanya murah, dan sebagian besar masyarakat gemar membaca koran sehingga produk kami mudah diketahui oleh masyarakat.

 Brosur dan pamflet

Kami akan membagikan brosur mengenai produk kami pada daerah yang padat penduduk dan menempelkan pamflet di berbagai tempat strategis agar produk kami dikenal oleh kalangan masyarakat luas.

2.2.5 Process (Proses)

Proses merupakan semua prosedur actual, dan aliran aktivitas yang digunakan untuk menyampaikan produk atau jasa. Elemen proses ini mempunyai arti suatu upaya perusahaan dalam menjalankan dan melaksanakan aktivitasnya.

(37)

yang berkompetensi, berkomitmen, dan loyal terhadap perusahaan tempatnya bekerja (Suharyadi, 2010).

Bentuk proses yang dilakukan oleh CV. GLE agar produknya bisa sampai kepada konsumen yaitu dengan cara melakukan promosi kepada masyarakat tentang produk L2 Wobi Cake yang merupakan makanan tradisional bali hasil olahan dari bahan baku wartel dan ubi jalar ungu yang dicampurkan dengan wortel dan ubi sehingga membuat L2 Wobi Cake berbeda dari Soerabi yang telah banyak dijual di pasaran. Sehingga untuk proses penyampaian produk merupakan suatu kemudahan bagi CV. GLE karena kami menawarkan produk L2 Wobi Cake dengan inovasi rasa yang baru.

2.2.6 People (Orang)

(38)

level yang diekspetasikan personil perusahaan yang secara konstan mengadakan kontak dengan konsumen dimana konsumen akan menilai perolehan produk jasa yang diinginkan (Suharyadi, 2010).

Pada CV. GLE terdapat tenaga kerja yang bertugas pada bidang pemasaran. Pada hakekatnya tenaga kerja yang bertugas pada bidang pemasaran bertugas untuk memberi informasi dan pelayanan terhadap produk yang ditawarkan kepada konsumen. Kami memiliki satu orang yang bekerja di bidang pemasaran karena produksi kami dalam skala kecil dan luas jangkauan daerah pemasaran masih berada di sekitar kota Makassar.

2.2.7 Physical Environment (Bukti Fisik)

(39)

perusahaan dalam mendukung produk atau jasa yang di tawarkan. (gedung, kendaraan, peralatan, seragam karyawan) (Suharyadi, 2010).

Bentuk fisik yang dimiliki oleh perusahaan CV. GLE yaitu cukup baik dalam menunjang sistem pemasaran. Dimulai dari bangunan gedung perusahaan,dekorasi sampai dengan interior yang sangat memuaskan mata konsumen yang datang untuk berbelanja sehingga konsumen merasa cukup nyaman berada dalam perusahaan CV.GLE. Desain interior yang juga terdiri dari beberapa lukisan bergambar daerah Bali dan lukisan gambar wortel dan ubi yang merupakan logo produk L2 Wobi Cake yang terpajang di perusahaan CV. GLE.

Bukti fisik L2 Wobi Cake yaitu berbentuk bulat dan agak tebal serta memiliki tekstur yang lembut seperti soerabi pada umumnya.

2.2.8 Productivity and Quality (Produktivitas dan Kualitas)

Produktivitas mengandung arti sebagai perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan (input). Dengan kata lain bahwa produktivitas memliliki dua dimensi. Dimensi pertama adalah efektivitas yang mengarah kepada pencapaian target berkaitan dengan kuaitas, kuantitas dan waktu. Yang kedua yaitu efisiensi yang berkaitan dengan upaya membandingkan input dengan realisasi penggunaannya atau bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan.

(40)

adalah untuk meyakinkan konsumen bahwa produk yang terbaik menurut kebutuhan konsumen (Suharyadi, 2010).

CV. GLE sangat memperhatikan tentang kualitas produk yang kami tawarkan, dimana jenis bahan-bahan yang kami gunakan dalam memproduksi L2 Wobi Cake merupakan bahan-bahan yang memiliki kualitas tinggi terutama pada bahan baku yaitu wortel dan ubi jalar ungu. Kami tidak akan membeli wortel dan ubi jalar ungu yang sudahsudah. Oleh karena itu, produk CV. GLE dapat bersaing di pasaran disebabkan tingkat kualitas yang dimilikinya. Sehingga tingkat produktivitas CV. GLE dapat dikatakan rendah karena lebih mementingkan kualitas produk.

2.3 Penganggaran Pemasaran

Biaya pemasaran dimulai pada saat biaya produksi selesai, yaitu pada saat proses produksi selesai dan barang-barang sudah siap untuk dijual. Biaya ini mencakup biaya penjualan dan biaya pemenuhan pesanan.

1. Biaya penjualan adalah keseluruhan aktivtas yang berkaitan dengan upaya untuk mencari dan memperoleh penjualan produk perusahaan. Biaya ini mencakup biaya iklan, pemberian contoh produk, komisi wiraniaga, biaya demo dan sebagainya.

(41)

Anggaran biaya pemasaran adalah semua rencana pengeluaran yang berkaitan dengan seluruh aktivitas penjualan dan pendistribusian produk perusahaan. Aktivitas perusahaan adalah aktivitas yang sangat vital bagi perusahaan. Tanpa aktivitas pemasaran maka tidak akan ada pendapatan bagi perusahaan. Tanpa perusahaan maka tidak ada laba yang diperoleh perusahaan. Tanpa memperoleh laba usaha maka tujuan perusahaan tidak dapat tercapai.

Karena itu, aktivitas pemasaran perlu direncanakan sebaik-baiknya untuk menjamin bahwa produk perusahaan akan dibeli oleh konsumen. Itu berarti, mencakup seluruh aktivitas promosi, pemberian contoh barang, pelatihan untuk tenaga wiraniaga, aktivitas menelepon, dan korespondensi pemasaran hingga pengiriman barang kepada konsumen. Pada dasarnya, biaya pemasaran adalah seluruh biaya yang harus dikeluarkan untuk memindahkan produk perusahaan sejak dari gudang perusahaan hingga ke tangan konsumen (Hidayah, 2009).

Anggaran pemasaran berpatok pada biaya-biaya yang dikeluarkan dalam sekali siklus distribusi, dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 8. Perincian Biaya yang Dikeluarkan CV. GLE untuk Operasional

No. Jenis Biaya Jumlah

(unit) Nilai/unit (Rp) Nilai (Rp) 1. Pengangkutan/

Transportasi

(42)

4. Promosi

 Sosial Media  Brosur/Plamfet

-1

Rp. 50.000 Rp. 120.000

Rp. 50.000 Rp. 120.000

Total Biaya Pemasaran/Bulan Rp. 1.770.000

Pemasaran Produk per Bulan Sumber : DataPrimer Setelah Diolah, 2015.

Berdasarkan Tabel 8, menunjukkan bahwa total biaya yang dikeluarkan untuk biaya operasional pemasaran produk perbulan yaitu Rp 1.770.000,00 dengan rincian biaya bahan bakar transportasi adalah sebesar Rp. 150.000,00. Transportasi yang dimaksud adalah kendaraan bermotor dengan biaya yang dikeluarkan per hari untuk transportasi adalah Rp 7.500/liter. Untuk biaya promosi yaitu pembelian pulsa untuk sosial media yaitu sebesar Rp 50.000 dan brosur/plamfet Rp. 120.000. Untuk retribusi pasar sebesar Rp. 50.000

III. ASPEK PRODUKSI

(43)

dariwirausahawan sebagai pemilik dan mungkin juga sekaligus sebagai manajer.

(44)

menyusun kebutuhan bahan, tenaga kerja, mesin/peralatan, lokasi produksi dan biaya yang dibutuhkan dalam proses produksi. Dengan gambaran produk ini, juga akan memudahkan dalam menetapkan sistem produksi yang akan diterapkan dalam menghasilkan produk yang dimaksud. Olehnya itu, dalam sistem produksi dikenal adanya 3 (tiga) komponen, yaitu masukan (input), proses dan keluaran (output) (Wirawan, 2013).

Proses produksi merupakan suatu cara, metode dan teknik untuk mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi ataupun barang jadi dengan menggunakan sumber-sumber yang ada. Selain itu, proses produksi juga merupakan proses perubahan masukan menjadi keluaran. Macam barang yang dikerjakan di unit produksi banyak sekali sehingga macam proses yang ada juga banyak (Yani, 2010).

CV. GLE merupakan perusahaan yang memproduksi sebuah produk sejenis cemilan yang diberi nama “L2 WOBI CAKE”. Produk ini terbuat dari komposisi bahan dari wortel, ubi ungu, tepung beras, keju, cokelat cair, telur,

gula pasir, air , dan minyak goreng. Kesatuan bahan ini akan menghasilkan sebuah cemilan yang memiliki perpaduan cita rasa keju dan cokelat, abon ikan, serta tampilan kemasan produk yang menarik.

(45)

Bahan baku adalah material atau bahan dasar yang diperlukan untuk menghasilkan suatu produk tertentu setelah melewati suatu proses tertentu. Bahan baku yang diolah dalam perusahaan dapat diperoleh dari pembelian atau dari pengolahan sendiri (Syamri, 2010).

Pada umumnya yang dimaksud bahan baku dapat dikelompokkan

menjadi 2, yaitu bahan baku langsung (direct materials) dan bahan baku tidak langsung (indirect materials). Bahan baku langsung adalah bahan baku yang membentuk dan merupakan bagian produk jadi yang biayanya dengan

mudah ditelusuri dari biaya produk tersebut. Pada umumnya, bahan baku ini

bersifat variabel, yaitu berubah secara proporsional dengan perubahan

output. Sedangkan bahan baku tidak langsung adalah bahan baku yang dipakai dalam proses produksi, tetapi biayanya sulit ditelusuri dari biaya

produk tersebut (Gunadarma, 2010).

Bahan langsung yang digunakan dalam pembuatan L2 WOBI CAKE

yaitu tepung beras, tepung terigu, wortel, ubi ungu, gula pasir, santan,

backing powder, telur, keju, air, susu cair, saos, abon, coklat dan kotak

kemasan, sedangkan bahan tak langsung yaitu gas elpiji. Bahan-bahan yang

kami gunakan dalam membuat L2 WOBI CAKE kami peroleh dari pasar

(46)

Adapun bahan yang digunakan pada pembuatan L2 WOBI CAKE baik

bahan yang berpengaruh langsung maupun bahan yang tidak langsung

mempengaruhi kegiatan produksi dapat di lihat pada tabel pengadaan bahan

baku langsung dan tak langsung yaitu sebagai berikut:

Tabel 9. Pengadaan Bahan Baku Langsung dan Tidak Langsung No

.

JenisBahan AspekKualitasYangdiharapkan

I. BAHANLANGSUNG

1. Tepung Beras Berwarna putih, bertektur lembut dan tidak terdapat kutu

2. Tepung Terigu Berwarna putih, bertektur lembut dan tidak terdapat kutu 3. Wortel Masih segar, berwarna orange cerah dan bertektur padat 4. Ubi jalar Masih segar, berwarna cerah dan bertektur padat

5. Gula Pasir Memiliki tekstur yang kasar 6. Santan Berwarna putih dan kental

7. Backing Powder Memiliki tekstur yang lembut dan berwarna putih 8. Telur Berukuran sedang, tekstur cangkang yang rata 9. Keju Berwarna kekuningan

10. Air Jernih, tidak berbau 11. Susu Kental Kental, berwarna putih

12. Saos Kental, berwarna tidak terlalu cerah 13. Abon Beraroma enak

14 Coklat Berwarna coklat pekat

15 Kotak kemasan Terbuat dari kertas yang tebal dan tidak mudah rusak II BAHAN TAK LANGSUNG

1. Gas elpiji Gas tidak bocor Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2015.

(47)
(48)

Bahan baku tidak langsung merupakan bahan yang secara tidak langsung turut memberikan kontribusi terhadap proses pembuatan produk kami. Bahan tidak langsung yang kami gunakan adalah gas elpiji sebagai bahan bakar yang digunakan untuk membakar adonan kue lak-lak dengan karakteristik gas dan tidak bocor. Bahan-bahan yang kami gunakan merupakan bahan pilihan yang mempunyai mutu yang terbaik. Kami memilih bahan-bahan yang bermutu baik sebagai bahan baku utama karena merupakan bahan dasar untuk membuat L2 WOBI CAKE yang enak dan berkualitas.

Berikut perencanaan volume dan harga bahan baku produk dan sumber pasokan perusahaan per bulan yang dapat dilihat pada tabel berikut ini:

. Wortel 15 kg 10.000.00Rp. Rp. 75.000.00 Pasar 2

. Ubi jalar ngu 15 kg Rp. 5.000.00 75.000.00 Rp. Pasar 3

(49)

4

. TepungTerigu 10 kg Rp. 8.000.00 Rp. 80.000.00 Toko Coang 5

. Gula Pasir 10 kg 13.000.00Rp.Rp. 130.000.00 Toko Coang 6

. Santan 50 bks Rp. 2.500.00 Rp. 125.000.00 Toko Coang 7 Backing

Powder

3 bks Rp. 5.000.00 Rp. 15.000.00 Toko Coang

8 Telur 30 butir Rp. 1.500.00 Rp. 45.000.00 Pasar Tradisional Daya

9. Air 10 galon Rp. 5.000.00 Rp. 50.000.00 Minimarket

10

. Keju 20 bks 14.000.00Rp. Rp. 70.000.00 Toko Coang 11 Susu Kental 20 bks Rp. 8.000.00 Rp. 280.000.00 Toko Coang

12 Saos 10 bks Rp.

. Gas elpiji 3 tabung Rp. 15.000.00 Rp. 45.000.00 Distributor

Sub-Total BiayaBahan Tak Langsung Rp.45.000.00

TOTAL BIAYA PENGADAAN BAHAN Rp.3.590.000

Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2015.

(50)

Rp.3.454,000.Untuk bahan tak langsung adalah gas elpiji. Jumlah biaya keseluruhan untuk bahan tak langsung ini diperkirakan sebesar Rp 45.000,00 Sehingga total biaya bahan langsung dan bahan tak langsung adalah Rp 3.590.000. Keseluruhan bahan yang digunakan dalam poduksi L2 WOBI CAKE baik bahan langsung maupun bahan tidak langsung memiliki perbedaan tempat pembelian seperti wortel dan ubi jalar ungu di beli di pasar tradisional Daya, sedangkan tepung beras, tepung terigu, gula pasir, santan, backing powder, keju, susu kental, saos, abon, dan coklat dibeli di Toko Coang. Gas elpiji dibeli di distributor dan kemasan plastik dibeli di toko Pelangi, Abdesir.

3.2 Kebutuhan Sumber Daya Produksi

Dalam melakukan proses produksi kami membutuhkan berbagai jenis kebutuhan sumber daya. Kebutuhan sumber daya produksi terdiri atas 3 yakni sumber daya bangunan, sumber daya peralatan, dan sumber daya tenaga kerja. Ketiga sumber daya ini merupakan hal yang sangat penting untuk medukung proses produksi dari awal hingga akhir (Supriatna, 2010). 3.2.1 Sumber Daya Bangunan

(51)

pernah ada yang digunakan untuk tujuan tertentu dimana ukuran dari karya tersebut tidak dapat dipindahkan (Grya, 2014).

CV. GLE merupakan tempat usaha yang kami gunakan untuk setiap kegiatan perusahaan. Kegiatan tersebut meliputi kegiatan produksi, pemasaran dan administrasi yang berlokasi di Jln. Perintis Kemerdekaan 7, Perumahan Trika Mahkota Indah, Blok D no 13, Makassar dengan luas tanah 84 m2. Oleh sebab itu kami memerlukan sumber daya bangunan untuk

membantu semua kegiatan perusahaan kami. Berikut merupakan jenis lahan dan bangunan untuk proses produksi perusahaan kami yang dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 11. Jenis Lahan dan Bangunan untuk Proses Produksi

Sumber : Data Primer Setelah Diolah 2015.

Berdasarkan Tabel 11, menunjukkan bahwa tempat kami melakukan semua kegiatan perusahaan adalah dalam sebuah rumah dengan luas bangunan 81 m2 dan status kepemilikan yaitu sewa. Nilai dari rumah yang

kami gunakan yaitu sebesar Rp. 16.000.000,-. No Jenis Bangunan/Ruangan

Luas Lahan

(m2) Status (Milik/Sewa)

Nilai (Rp)

1.

(52)

Adapun luas ruangan yang dibutuhkan untuk melaksanakan aktifitas masing-masing tahapan produksi dapat dilihat pada Tabel 12 di bawah ini: Tabel 12. Luas Ruangan untuk Aktivitas masing-masing Tahapan

Produksi

No. Aktifitas Tahapan Produksi Luas Kebutuhan Ruangan (m2)

1. Ruang Penyimpanan Bahan 3 x 3

2. Tahapproduksi (pencampuran adonan dan penggorengan) 4 x 5

3. Tahap Pengemasan 3 x 2

4. Ruang Pemasaran 6 x 5

5. Administrasi dan Keuangan 2 x 3

6. Jalan 1 x 8

7. WC 1 x 2

Total Kebutuhan Ruangan (m2) 81 m2 Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2015.

Berdasarkan Tabel 12, dapat dilihat bahwa aktivitas produksi pada CV. GLE terdiri dari 7 ruangan, yaitu ruang penyimpanan bahan seluas 3 x 3 m2.

Ruang produksi ( pencampuran adonan dan panggang ) seluas 4 x 5 m2.

Ruang pengemasan 3 x 2 m2. Ruang pemasaranseluas 6 x 5 m2. Ruang

administrasi dan keuangan seluas 2 x 3 m2. Jalan seluas 1 x 8 m2, serta WC

seluas 1 x 2 m2 yang berada di dalam ruang pemasaran. Jadi, luas ruangan

yang dibutuhkan adalah seluas 76,5 m2.

(53)

9 m

Gambar 6. Layout Perusahaan CV. GLE 3.2.2 Sumber Daya Peralatan

Peralatan adalah segala keperluan yang digunakan manusia untuk mengubah alam sekitarnya termasuk dirinya dan orang lain dengan menciptakan alat-alat sebagai sarana dan prasarana. Oleh karena itu, peralatan merupakan suatu alat sangat dibutuhkan yang biasa digunakan dalam membantu aktivitas manusia, yang memiliki fungsi tertentu dan

sebagai modal tetap. Peralatan juga mendukung kegiatan manusia dalam mengelola dan memproduksi suatu produk dengan berbagai kecanggihan teknologi yang ada seperti sekarang ini (Melayu, 2009).

Ja

L

an

Ruang Administrasi dan Keuangan

2x3 m2 Ruang Pengemasan

3x2 m2

Ruang Pemasaran

(54)

Dalam sumber daya peralatan dikenal istilah NPA atau Nilai Penyusutan Alat, yaitu nilai yang terdapat pada suatu alat dengan melihat harga awal dari barang tersebut, harga akhir, lama pemakaian, dan jumlah barang tersebut (Suratiyah, 2011).

Rumus untuk menghitung nilai penyusutan alat adalah sebagai berikut:

NPA (Nilai Penyusutan Alat) = Harga Awal (Rp) – Harga Akhir (Rp) x ∑ alat

(55)

1 2 3 4 5 6

1. Kompor 1 Rp.200.000.00 Rp.100.000.00 10 Rp.10.000.00 Rp.200.000.00

2. Teflon 2 70.000.00Rp. 40.000.00Rp. 4 Rp.15.000.00 140.000.00Rp.

3. Mixer 1 Rp.250.000.00 Rp.150.000.00 3 Rp.33.333.00 Rp. 250.000.00

4. Pisau 2 10.000.00Rp. 5.000.00Rp. 5 2.000.00Rp. Rp. 20.000.00

5. Sendok 2 10.000.00Rp. Rp.5.000.00 5 2.000.00Rp. Rp. 20.000.00

6. Baskom 3 15.000.00Rp. Rp.5.000.00 5 6.000.00Rp. Rp. 45.000.00

Total Rp.68.333.0

0 Rp.675.000.00 Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2015.

Berdasarkan Tabel 13, menunjukkan bahwa jenis peralatan yang digunakan dalam proses produksi berjumlah 6 jenis, yaitu kompor, teflon, mixser, pisau, sendok, dan baskom. Total biaya peralatan tersebut sebesar Rp 675.000,-. Beberapa jenis peralatan diatas setelah digunakan akan mengalami penyusutan sehingga total nilai penyusutan adalah Rp. 68.333,00- per tahunnya. Penggunaan peralatan tersebut memiliki tujuan dan fungsi masing-masing.

Adapun tujuan dan fungsi peralatan tersebut dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel 14. Tujuan dan Fungsi Masing-masing Peralatan dan Sumber Pasokan Produksi

(56)

1. Kompor Alat untuk memasak adonan Toko Maxi

5. Sendok Alat untuk mengaduk adonan Toko peralatan rumah tangga 6. Baskom Wadah untuk menghancurkan

wortel dan ubi serta tempat pencampur adonan

Pasar Daya

Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2015.

Berdasarkan Tabel 14, menunjukkan bahwa jenis, fungsi serta sumber pasokan peralatan yang digunakan oleh CV.GLE dalam memproduksi produk L2 WOBI CAKE. Perlengkapan yang digunakan seperti kompor digunakan sebagai alat untuk membakar adonan lak-lakdan dibeli di toko Maxi, teflon digunakan sebagai alat untuk mencetak bentuk adonan lak-lak dan dibeli di Toko Maxi, mixer berfungsi sebagai alat untuk mengaduk dan mencampur adonan lak-lak dan dibeli di toko Alaska, pisau berfungsi sebagai alat untuk memotong bahan adonan dan dibeli di Toko Top Mode, sendok digunakan sebagai alat untuk mengaduk Lak-Lak pada saat memanggang dan dibeli di Toko Peralatan Rumah Tangga, serta baskom digunakan sebagai wadah

(57)

3.2.3 Sumber Daya Tenaga Kerja

Sumber daya manusia sebagai faktor produksi disebut tenaga kerja atau labor. Jenis tenaga kerja dalam perusahaan yaitu tenaga kerja yang brsifat langsung dan tenaga kerja tidak langsung. Tenaga kerja dalam perusahaan memiliki dinamika dalam pengembangan industrinya sehingga pengelolaan sumber daya dalam sebuah perusahaan memiliki arti yang sangat signifikan, sumber daya dalam sebuah perusahaan terdiri dari sumber daya alam dan manusia, pengembangan dari sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan memiliki peran yang sangat besar sebagai investasi untuk peningkatan produktivitas. Produktivitas mengacu pada kinerja karyawan sehingga peningkatan sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan merupakan suatu kebutuhan yang harus terpenuhi.

(58)

Adapun kebutuhan tenaga kerja dalam proses produksi baik tenaga kerja langsung maupun tenaga kerja tidak langsung dalam melaksanakan tahapan-tahapan dalam produksi L2 WOBI CAKE dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 15. Kebutuhan Tenaga Kerja Langsung dan Tidak Langsung untuk Melaksanakan Tahapan-tahapan dalam Proses Produksi

Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2015.

(59)

Tabel 16. Biaya Tenaga Kerja dalam Siklus Produksi Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2015.

Berdasarkan Tabel 16, menunjukkan bahwa biaya tenaga kerja yang dikeluarkan pada proses produksi oleh CV. GLE yaitu sebesar Rp 2.000.000,-perbulan untuk satu orang tenaga kerja langsung yang terdiri dari dua orang tenaga kerja proses produksi (pencampuran adonan, pembakaran dan proses produksi).

3.3 Proses Produksi

(60)

memenuhi kebutuhan manusia sebagai konsumen. Untuk itu, produsen harus dapat menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa (Astuti, 2009).

Proses produksi rangkaian kegiatan yang terencana dan terkendali dalam rangka mengubah input menjadi output, dan melakukan evaluasi terhadap output melalui umpan balik. Dari pengertian ini terdapat dua hal penting yang mendapat perhatian dalam manajemen produksi, yaitu perancangan sistem produksi dan pengendalian sistem produksi (Alam, 2009). Adapun cara atau proses produksi L2 WOBI CAKE yaitu:

1. Menyiapkan alat dan bahan 2. Mengupas ubi dan wortel

3. Mencuci dan merebus wortel dan ubi jalar ungu 4. Mencampurkan semua adonan

5. Mencampurkan adonan dengan wortel dan ubi jalar ungu yang sudah dihancurkan

6. Memanggang adonan dan beri toping sesuai selera 7. Melakukan pengemasan

8. Produk L2 Wobi Cake siap disajikan

(61)

Ket. :

: Limbah yang dihasilkan : Tahapan proses produksi

Gambar 7. Proses Produksi 3.4 Perkiraan Jumlah Produksi

Keputusan perusahaan dalam menentukan jumlah produk pada satu periode selanjutnya bergantung pada sisa persediaan dari satu periode sebelumnya dan juga perkiraan jumlah permintaan pada satu periode selanjutnya (Norma, 2013).

Perusahaan kami yaitu CV. GLE akan memproduksi L2 WOBI CAKE sebanyak kurang lebih 3000 unit dalam sebulan. Total produksi kami ini bisa saja mengalami kenaikan jika permintaan pasar selanjutnya terhadap produk

Memanggang adonan dan memberi

toping Limbah padat kemasanadonan

Limbah padat kulit ubi dan wortel serta kemasan ubi

dan wortel

Melakukan pengemasan

Limbah air cucian wortel dan ubi

(62)

kami meningkat. Adapun proyeksi anggaran produksi 5 tahun berturut-turut dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 17. Proyeksi Anggaran Produksi LimaTahun Berturut-turut Periode Perbulan Total Produksi

(kemasan) (kemasan)Pertahun Harga(Rp) Total Nilai Produksi(Rp)

I ±1.000 ±12.000 @10.000 ±120.000.000

II ±1.500 ±18.000 @10.000 ±180.000.000

III ±2.000 ±24.000 @10.000 ±240.000.000

IV ±2.500 ±30.000 @10.000 ±300.000.000

V ±3.000 ±36.000 @10.000 ±360.000.000

Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2014.

Untuk mengamati pola laju penjualan L2 Wobi Cake dari tahun ke tahun (dalam kurun waktu lima tahun), perkembangannya dapat dilihat pada diagram batang di bawah ini :

I II III IV V

Perkiraan Permintaan Produk dalam Kurun Waktu 5 Tahun

Gambar 8. Diagram Batang Perkiraan Jumlah Produksi Per Siklus dalam Kurun Waktu 5 Tahun

(63)

anggaran produksi L2 Wobi Cake untuk 5 tahun berturut-turut. Pada tahun pertama CV. GLE memproduksi 1.000 kemasan/bulan dan ±12.000 kemasan/tahun dengan total nilai produksi Rp 120.000.000. Pada tahun ke-2 produk L’2 Wobi Cake mengalami peningkatan yaitu ±1.500 kemasan/bulan dan ±18.000 kemasan/tahun dengan total nilai produksi sebesar Rp ±180.000.000. Pada tahun ke-3 produksi L’2 Wobi Cake mencapai ±2.000 kemasan/bulan dan ±24.000 kemasan/tahun dengan total nilai produksi sebesar Rp ±240.000.000. Pada tahun ke-4 produk L’2 Wobi Cake semakain bertambah yaitu ±2.500 kemasan/bulan dan ±36.000 kemasan/tahun untuk total nilai produksi sebesar

Rp ±300.000.000. Pada tahun ke-5 produk L’2 Wobi Cake semakin meningkat yaitu ±3.000 kemasan/bulan dan ±36.000 kemasan/tahun dengan total nilai produksi Rp ±360.000.000

3.5 Penganggaran Produksi

(64)

Dalam arti sempit, anggaran produksi juga disebut anggaran jumlah yang harus diproduksi, yaitu suatu perencanaan tingkat atau volume barang yang harus diproduksi oleh perusahaan agar sesuai dengan volume penjualan yang telah direncanakan (Sirait, 2010).

Adapun anggaran total biaya produksi CV. GLE adalah sebagai berikut:

Tabel 18. Total Biaya Produksi CV. GLE

No. Jenis Biaya Nilai (Rp)

1. Biaya Utama Produk

a. Pengadaan Bahan Baku Langsung 3.454.000

b. Tenaga Kerja Langsung 2.000.000

2. Sub-Total Biaya Utama 5.454.000

3. Biaya Overhead Produksi

a. Bahan Tak Langsung 45.000

b. Tenaga Kerja Tidak Langsung 1.500.000

c. Biaya sewa

-d. Perawatan

-e. Penyusutan Peralatan 68.333

f. Penyusutan Bangunan

-g. Listrik 100.000

h. Air 100.000

4. Sub Total Biaya Overhead 1.745.068,00

5. TOTAL BIAYA PRODUKSI (2+4) 5.699.069

(65)

Berdasarkan Tabel 18,dapat dilihat bahwa total biaya produksi CV. GLE yaitu Rp 5.699.068,- dengan rincian biaya seperti biaya bahan baku utama produk yang terdiri dari pengadaan bahan baku langsung sebesar Rp 3.454.000,- dan biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp 2.000.000,-. biaya overhead produksi terdiri dari biaya bahan baku tak langsung sebesar Rp 45.000,-, penyusutan peralatan sebesar Rp 68.333,-,dan listrik sebesar Rp 100.000,-, serta biaya air sebesar Rp. 100.000,-.

3.6 Perkiraan Harga Produk

(66)

menderita rugi. Maka, salah satu prinsip dalam penentuan harga adalah penitikberatan pada kemauan pembeli terhadap harga yang telah ditentukan dengan jumlah yang cukup untuk menutup biaya-biaya yang telah dikeluarkan beserta persentase laba yang diinginkan (Fuad dkk, 2009).

Berikut adalah perhitungan yang digunakan untuk menentukan harga produk:

Total Biaya Produksi+Mark Up(31×TBP) Jumlah Produksi per bulan

7.199.000+31 7.199.000

¿ ¿

12.000

7.199 .000+2.231 .711 12.00 0

= 9.430.711/ 12.000 = 7.805

= Rp

(67)

IV. ASPEK ORGANISASI DAN MANAJEMEN

(68)

Jadi, kedua bidang ini saling membutuhkan. Dapat diibaratkan kebutuhan manajemen dan organisasi seperti tubuh manusia dengan darah manusia, jika yang satu tidak berfungsi maka yang lain akan mati (Kasmir, 2010).

4.1 Organisasi

Organisasi yaitu suatu wadah yang terdiri dari kumpulan orang yang terikat dengan hubungan-hubungan formal dalam rangkaian terstruktur untuk mencapai tujuan bersama secara efektif. Manajemen sangat berhubungan erat dengan organisasi sebagai suatu wadah atau tempat manajemen itu akan berperan aktif. Organisasi tanpa manajemen yang baik akan mengakibatkan rutinitas organisasi tidak dapat bertahan lama (Herawati, 2012).

(69)

sebagai fungsi, yaitu organisasi yang member kemungkinan manajemek untuk bergerak (Herawati, 2012).

Organisasi sebagai proses juga memandang organisasi dari segi interaction antara orang-orang yang ada di dalam organisasi itu. Interaksi yang terjadi di dalam organisasi dapat berlangsung secara formal (hubungan-hubungan formal), dan secara informal ((hubungan-hubungan-(hubungan-hubungan informal). Hubungan formal adalah hubungan-hubungan yang mengikuti pola seperti yang telah diatur dalam dasar hukum pendirian organisasi, sesuai struktur organisasi, seperti yang telah ditetapkan secara resmi oleh pimpinan (Herawati, 2012).

(70)

di dalam organisasi dapat terjadi secara vertical, horizontal maupun secara diagonal. Baik buruknya organisasi sangat ditentukan oleh keserasian interaksi, kemampuan dan hubungan kerja yang terjadi didalam organisasi. Oleh karena itu organisasi dalam arti dinamis atau dalam arti proses lebih banyak menyoroti faktor manusia dalam organisasi (Herawati, 2012).

4.1.1 Identitas Perusahaan

Setiap perusahaan memiliki identitas yang berfungsi sebagai tanda pengenal atau jati diri perusahaan kepada khalayak perusahaan. Pada awalnya identitas sebuah perusahaan lebih dikenal masyarakat dalam bentuk logo. Namun seiring berjalannya waktu, identitas perusahaan lebih dipahami sebagai upaya perusahaan untuk memperkenalkan diri kepada publik sebagai bentuk eksistensi dan pertanggungjawaban perusahaan terhadap visi dan misi perusahaan. Dengan kata lain, identitas perusahaan

tidak hanya berupa logo perusahaan saja, namun identitas perusahaan adalah sebuah kesan yang dihasilkan perusahaan dari karyawan, konsumen dan semua pihak yang terlibat didalamnya (Pratama, 2012).

(71)

dapat berupa nonfisik seperti nilai-nilai dan filosopi perusahaan, pelayanan, gaya kerja dan komunikasi. Tujuanya adalah untuk membedakanya dengan perusahaan lain, identitas yang harus dilalui, langkah-langkah yang harus dilalui dalam usaha mencapai tujuan bersama dimulai dari proses perencanaan (planning), proses pengorganisasian (organizing), pemberian motivasi (motivating) (Pratama, 2012).

Perusahaan yang memiliki identitas perusahaan yang kuat dan meyakinkan mampu mencapai target khalayak yang lebih luas. Identitas perusahaan yang kuat akan lebih efektif dalam memaklumkan kepentingan pelanggan. Banyak perusahaan memandang pelanggannya sebagai target yang sangat penting sejak mereka mengakui eksistensi perusahaan tersebut. Untuk itu, identitas perusahaan yang dirancang dengan baik akan membantu membangun keyakinan pelanggan dalam

membangun basis hubungan yang berkelanjutan terhadap perusahaan dimana hal tersebut sangat penting bagi kelangsungan hidup perusahaan dimasa depan (Pratama, 2012).

(72)

perusahaan diciptakan dengan tujuan untuk menjadi jaminan mutu produk, membedakan perusahaan dengan perusahaan yang lain, serta sebagai sarana promosi (Pratama, 2012).

(73)

kalangan, maka kami berusaha untuk membuat sebuah lahan usaha yang mampu memberikan keuntungan yang maksimal.

4.1.2 Logo Perusahaan

Logo merupakan tanda gambar yang digunakan sebagai identitas, untuk menggambarkan citra dan karakter suatu lembaga, baik di perusahaan maupun organisasi. Logo tentunya merupakan salah satu hal penting yang melekat erat pada setiap perusahaan, utamanya perusahaan yang telah memiliki ide bisnis yang jelas beserta dengan kelengkapan visi dan misi. Hal ini dikarenakan suatu logo dalam perusahaan berfungsi sebagai identitas perusahaan yang diwujudkan dalam beragam bentuk dan bertujuan untuk mencerminkan image positif yang hendak disampaikan.

(74)

Logo perusahaan bukan hanya sekedar pemanis atau pelengkap karakter perusahaan. Banyak hal yang harus dipahami dari sebuah logo perusahaan. Logo mencerminkan nilai-nilai yang dianut perusahaan. Dewasa ini perusahaan sampai mempelajari efek psikologis yang ditimbulkan dari kesan melihat logo sebuah perusahaan. Demikian pula perlu diperhatikan segi pewarnaan pada logo, serta mekanisme padu padan warna. Logo perusahaan merupakan identitas resmi yang penuh dengan pesan yang ingin dikomunikasikan oleh perusahaan kepada lingkungan eksternal. Mengingat perannya sangat signifikan, logo hendaknya ditetapkan dengan penuh pertimbangan (Sartika, 2014).

Logo perusahaan yang kami buat menggambarkan makna yang dilukiskan melalui bentuk dan tulisan maupun warna. Logo dari perusahaan kami digambarkan seperti di bawah ini:

(75)

Gambar 9. Logo Perusahaan CV. GLE

Arti dari logo perusahaan CV. GLE adalah sebagai berikut: a. Warna

 Warna putih pada gambar topi CV. GLE melambangkan kebersihan dan kesederhanaan yang menunjukkan bahwa dari alat dan bahan perusahaan kami dalam proses produksi sangat menjaga kebersihan lingkungan untuk menjaga kualitas produk agar tidak mudah rusak tetap menyehatkan. Warna putih juga melambangkan kesederhanaan yang berarti bahwa perusahaan kami menciptakan produk tradisional yang sederhana tapi memiliki nilai jual yang tinggi dan memiliki cita rasa yang enak.

 Warna hijau pada latar dan logo “G” yang terdapat pada logo perusahaan melambangkan bahwa perusahan kami akan selalu berinovasi untuk memanfaat sumber daya alam agar memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Dan selalu berusaha menciptakan suatu produk yang banyak diminati oleh kalanagan masyarakat luas. Selain itu hijau adalah warna yang memiliki makna alam ataupun kelimpahan hasil pertanian.

(76)

bermakna bahwa perusahaan kami berharap setiap orang yang menikmati produk kami dapat bahagia dan selalu ceria.

b. Tulisan

Tulisan nama perusahaan CV. GLE yang merupakan singkatan dari “Gledis, Luh dan Eka” yang merupakan manejer sekaligus pemilik perusahan.

c. Bentuk

Bentuk logo perusahaan berupa tulisan nama dan simbol perusahaan. Bentuk logo perusahaan berupa huruf G yang memiliki tanda titik 3 yang bermakna bahwa jumlah pemilik perusahaan ini ada tiga orang, dan bentuk huruf “G” yang terbelah bermakna senyuman yang kebahagiaan. Dalam logo juga terdapat topi kartun koki yang mermakna bahwa perusahaan kami bergerak dalam bidang makanan. Dalam logo juga terdapat sebuah latar yang berbentuk lingkaran yang bermakna bahwa bentuk produk kami yang berbentuk lingkaran. Selain itu lingkaran juga memiliki filosofi tidak pernah putus. Sehingga harapan kami perusahaan kami akan terus berkembang.

Logo Produk

Figur

Tabel 1. Komposisi Kandungan Gizi Per 100 Gram “LAK’LAK WOBI”

Tabel 1.

Komposisi Kandungan Gizi Per 100 Gram “LAK’LAK WOBI” p.5
gambar di bawah ini :

gambar di

bawah ini : p.8
Gambar 3. Label Produk “L2 Wobi Cake” CV. GLE

Gambar 3.

Label Produk “L2 Wobi Cake” CV. GLE p.10
Gambar 4.  Kemasan Produk “L2 Wobi Cake” CV. GLE

Gambar 4.

Kemasan Produk “L2 Wobi Cake” CV. GLE p.12
Tabel 2. Pelanggan, Asal, dan Karakteristik Pada L’2 Wobi Cake

Tabel 2.

Pelanggan, Asal, dan Karakteristik Pada L’2 Wobi Cake p.21
Tabel 4. Pesaing Potensial di Wilayah Pasar dan Perkiraan Penjualan

Tabel 4.

Pesaing Potensial di Wilayah Pasar dan Perkiraan Penjualan p.24
Tabel 5. Posisi Pasar  “L2 Wobi Cake”  CV.  GLE  dibandingkan dengan

Tabel 5.

Posisi Pasar “L2 Wobi Cake” CV. GLE dibandingkan dengan p.25
Tabel 6. Perkiraan Permintaan Produk oleh Konsumen dalam  Setiap

Tabel 6.

Perkiraan Permintaan Produk oleh Konsumen dalam Setiap p.27
Tabel 8. Perincian Biaya yang Dikeluarkan CV. GLE untuk Operasional

Tabel 8.

Perincian Biaya yang Dikeluarkan CV. GLE untuk Operasional p.41
Tabel 9. Pengadaan Bahan Baku Langsung dan Tidak Langsung

Tabel 9.

Pengadaan Bahan Baku Langsung dan Tidak Langsung p.46
Tabel 11. Jenis Lahan dan Bangunan untuk Proses Produksi

Tabel 11.

Jenis Lahan dan Bangunan untuk Proses Produksi p.51
Tabel  12. Luas  Ruangan  untuk  Aktivitas  masing-masing  Tahapan

Tabel 12.

Luas Ruangan untuk Aktivitas masing-masing Tahapan p.52
Gambar 6. Layout Perusahaan CV. GLE

Gambar 6.

Layout Perusahaan CV. GLE p.53
Tabel  14.  Tujuan  dan  Fungsi  Masing-masing  Peralatan  dan  Sumber

Tabel 14.

Tujuan dan Fungsi Masing-masing Peralatan dan Sumber p.55
Tabel 15. Kebutuhan Tenaga Kerja Langsung dan Tidak Langsung untuk

Tabel 15.

Kebutuhan Tenaga Kerja Langsung dan Tidak Langsung untuk p.58
Tabel 16. Biaya Tenaga Kerja dalam Siklus Produksi

Tabel 16.

Biaya Tenaga Kerja dalam Siklus Produksi p.59
Gambar 7. Proses Produksi

Gambar 7.

Proses Produksi p.61
Tabel 17. Proyeksi Anggaran Produksi LimaTahun Berturut-turut

Tabel 17.

Proyeksi Anggaran Produksi LimaTahun Berturut-turut p.62
Gambar 8.    Diagram     Batang     Perkiraan     Jumlah   Produksi  Per

Gambar 8.

Diagram Batang Perkiraan Jumlah Produksi Per p.62
Tabel 18. Total Biaya Produksi CV. GLE

Tabel 18.

Total Biaya Produksi CV. GLE p.64
Gambar 11. Bagan struktur Organisasi CV. GLE21

Gambar 11.

Bagan struktur Organisasi CV. GLE21 p.86
Tabel 19. Penganggaran Biaya yang Dikeluarkan Untuk Alokasi Biaya

Tabel 19.

Penganggaran Biaya yang Dikeluarkan Untuk Alokasi Biaya p.93
Tabel 21.  Penganggaran Biaya  yang Dialokasikan Untuk Operasional

Tabel 21.

Penganggaran Biaya yang Dialokasikan Untuk Operasional p.104
Tabel 22. Jenis-Jenis Limbah yang Dihasilkan oleh CV. GLE

Tabel 22.

Jenis-Jenis Limbah yang Dihasilkan oleh CV. GLE p.107
Tabel  24.  Jenis-jenis  Dampak  Sosial  Budaya  yang  Dihasilkan

Tabel 24.

Jenis-jenis Dampak Sosial Budaya yang Dihasilkan p.112
Tabel 25.   Rincian Keseluruhan Biaya-Biaya yang Dikeluarkan  dalam

Tabel 25.

Rincian Keseluruhan Biaya-Biaya yang Dikeluarkan dalam p.114
Tabel 26. Analisis Rasio Keuangan CV. GLE Selama 5 Tahun Komersial

Tabel 26.

Analisis Rasio Keuangan CV. GLE Selama 5 Tahun Komersial p.132

Referensi

Memperbarui...

Related subjects : limbah rumah tangga dalam (3)