Uji angka lempeng total dan identifikasi Bakteri Salmonella spp dalam jamu kunyit asam dari penjual jamu di Desa Ngawen Klaten.

Gratis

4
19
84
2 years ago
Preview
Full text

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akanmembiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.

1 Korintus 0: 3

  Berbagai kesulitan yang dihadapi penulis dalam proses penyelesaian skripsi tidak akan dapat terlewati tanpa bantuan, dukungan, bimbingan,kritik dan saran dari berbagai pihak. Si., Apt., selaku dosen pembimbing yang telah sabar membimbing dan menyediakan waktu, tenaga, dan pikiran dalampenyusunan skripsi ini.

13. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah membantu dalam kelancaran penulisan skripsi ini

  Terdapat 5 penjual jamu di desa tersebut dan sampel yang diambil adalah jamu dari 3 penjual jamu denganpengambilan 3 botol jamu dari masing-masing penjual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamu kunyit asam yang dijual oleh ketiga penjual jamu di wilayah Ngawen memiliki nilai ALT sesuai dengan 4 koloni/mL dengan nilai ALT pedagang A, B, persyaratan yang berlaku yaitu ≤10 2 2 dan C masing-masing adalah 8,6 x 10 koloni/mL, 1,3 x 10 koloni/mL, dan 23 koloni/mL.

BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang Jamu merupakan obat tradisional Indonesia yang masih banyak

  Salah satu parameter jaminan keamanan dan mutu jamu yang diatur dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia(BPOM RI) adalah tidak boleh mengandung bakteri patogen dan nilai ALT tidak 4 boleh lebih dari 10 koloni/mL (BPOM RI, 2014). Dengan demikian penelitian mengenai ALT dan identifikasi bakteri patogen dalam jamu dapat memberikan informasi terkait kualitas dan keamanandari jamu kunyit asam yang dijual oleh ketiga penjual jamu tersebut.

1. Rumusan masalah a

  Keaslian penelitian Penelitian terkait jamu kunyit asam pernah dilakukan oleh Widani (2012) dengan judul “Angka Salmonella dalam Jamu Kunyit Asam yang Dijual di Pasar Tradisional Kecamatan Gondamanan Kotamadya Yogyakarta.” Penelitian Widani ini menemukan bahwa jamu kunyit asam yang dijual tidak tercemar oleh Salmonella dengan angka Salmonella adalah nol. Penelitian lain dilakukan oleh Nurwidaningrum (2012) dengan judul “Angka Echerichia coli dalam Jamu Kunyit Asam yang dijual di Pasar Tradisional Kecamatan Gondamanan Kotamadya Yogyakarta.” Hal yang membedakan penelitian sebelumnya dengan penelitian ini adalah tempat atau lokasi penelitian, jumlah sampel jamu kunyit asam, dan parameternya.

3. Manfaat penelitian a

  Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai nilai ALT dan ada tidaknya bakteri Salmonella dalam jamu kunyit asam yang diproduksi oleh penjual jamu di desa Ngawen Klaten. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam memberikan data dan informasi mengenai kualitas dan keamaan jamu kunyit asam yang diproduksi oleh penjual jamu di desa Ngawen Klatenyang didapat dari hasil Angka Lempeng Total serta ada tidaknya keberadaan bakteri patogen Salmonella.

B. Tujuan Penelitian 1. Tujuan umum

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dan keamanan jamu berdasarkan Angka Lempeng Total dan cemaran bakteri Salmonellaspp. dalam jamu kunyit asam yang diproduksi oleh penjual jamu di desa Ngawen Klaten.

2. Tujuan khusus a

  Mengetahui Angka Lempeng Total dari jamu kunyit asam yang diproduksi oleh penjual jamu di desa Ngawen Klaten. pada jamu kunyit asam yang diproduksi oleh penjual jamu di desa Ngawen Klaten.

BAB II PENELAAHAN PUSTAKA A. Obat Tradisional Pengertian obat tradisional berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No

  007 Tahun 2012 adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat (DepKes RI, 2012). Angka Lempeng Total (ALT) yang 4 diperbolehkan dalam cairan obat-dalam adalah koloni/mL dan Angka ≤10 3 Kapang/Khamir yang diperbolehkan adalah koloni/mL.

B. Jamu Kunyit Asam

  Salah satu minuman tradisional yang sudah sangat populer dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat adalah jamu kunyit asam. Jamu kunyit asam adalah minuman 11tradisional yang diolah dengan bahan utama rimpang kunyit dan buah asam.

C. Rimpang Kunyit

  Rimpang kunyit adalah rimpang Curcuma domestica Val., sukuZingiberaceae, mengandung minyak atsiri tidak kurang dari 3,02% v/b dan kurkuminoid tidak kurang dari 6,60% dihitung sebagai kurkumin. Kunyit mengandung kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin, monodesmotoksikumin, dan bidesmetoksikurkumin.

D. Buah Asam Jawa

  Asam jawa (Tamarindus indica L.) merupakan tanaman yang tumbuh di Buah asam menunjukkan potensi sebagai antidiabetes dan antihiperlipidemik (Maiti dkk., 2005), dan antioksidan (Siddhuraju, 2007). Buah asam banyak digunakan dalamindustri minuman, es krim, selai, manisan atau gula-gula, sirup, dan obat tradisional atau jamu (Rukmana, 2005).

E. Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik

  Obat tradisional merupakan produk yang dibuat dari bahan alam yang jenis dan sifat kandungannya sangat beragam sehingga untuk menjamin mutu obattradisional diperlukan cara pembuatan yang baik dengan lebih memperhatikan proses produksi dan penanganan bahan bakunya (BPOM, 2005). Berdasarkan Peraturan Pemerintah Menteri Kesehatan 14Republik Indonesia Nomor 007 tahun 2012 tentang Registrasi Obat Tradisional pasal 4 ayat 1 disebutkan bahwa obat tradisional yang dibuat oleh usaha jamu gendong dan racikan tidak memerlukan izin edar karena produksi yang bersifatlokal dan distribusi yang kecil.

F. Angka Lempeng Total

  Metode ini digunakan untuk menetapkan angka bakteri aerob mesofil, yaitu bakteri yang melakukan metabolisme dengan bantuan oksigen dan mampu o o hidup di daerah dengan suhu 15 C, dengan suhu optimum 25 C yang terdapat dalam suatu sampel (Radji, 2010). Prinsip pengujian ALT yaitu pertumbuhankoloni bakteri aerob mesofil setelah sampel diinokulasikan pada media lempeng agar secara pour plate dan diinkubasi dalam media yang cocok pada suhu yangsesuai.

G. Salmonella

  Salmonella dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang dipersiapkan 17oleh alat-alat dan tangan yang terkontaminasi. Gejala klinik yang sering dialami oleh penderita salmonelosis adalah gangguan pencernaan,mulai dari rasa mual dan muntah, diare, nyeri lambung sering juga disertai nyeri kepala, keringat dingin dan pada keadaan yang parah dapat terjadi kehilangankesadaran sesaat (Soeharsono, 2002).

H. Media Selektif Salmonella

  Media pembenihan harus mengandung nutrisi yang tepat untuk bakteri spesifik yang akan dibiakkan, kelembaban harus cukup, pH sesuai,kadar oksigen tercukupi, media pembenihan harus steril dan tidak mengandung mikroba lain, media diinkubasi pada suhu tertentu sesuai dengan karakteristikmikrobia uji (Radji, 2010). Salmonella Shigella Agar Salmonella Shigella Agar (SSA) merupakan media selektif yang digunakan untuk mengisolasi Salmonella dan beberapa spesies Shigella yang berasal dari specimen klinik seperti urin, darah, feses maupun yang berasal darimakanan.

I. Identifikasi Salmonella spp

  Uji fermentasi gula-gula (glukosa, laktosa, manitol, maltosa, dan sukrosa) Tujuan dari uji ini adalah untuk mengetahui kemampuan bakteri dalam mengurai gula-gula spesifik yang mencerminkan sifat bakteri. Uji fermentasi karbohidrat dilihatdari pembentukan asam yang ditunjukkan dengan adanya perubahan warna medium dari merah menjadi kuning dan terbentuk gas yang terjebak dalamtabung durham.

3. Uji Sulphur Indol Motility

2 S), uji pembentukan indol, dan pengamatan pergerakan pertumbuhan

  Logam sulfit berwarna hitam tidak terbentuk karena bakteri yang berada dalam medium tidakmampu menghidrolisis logam-logam berat yang terkandung dalam medium (Nugraheni, 2010). Bakteri Salmonella merupakan bakteri yang memiliki flagel peritrik sehingga akan memberikan hasil positif yang ditandai denganadanya pertumbuhan bakteri tidak hanya di sepanjang bekas tusukan (Holt, 2000).

4. Uji katalase Uji ini digunakan untuk mengetahui aktivitas katalase pada bakteri uji

  Belum ada peraturan yang mengatur tentang ≤ 10 persyaratan mikroba suatu jamu gendong, namun sebaiknya jumlah mikroba atauALT suatu jamu gendong dapat ditekan sekecil mungkin atau bahkan sama 4 koloni/mL.dengan persyaratan diatas, yaitu ≤ 10 Suatu sediaan jamu harus terbebas dari bakteri patogen seperti Eschericia coli, Salmonella spp., Shigella spp., Pseudomonas aeruginosa, dan Staphylococcus aureus (BPOM, 2014). Penelitian ini ingin melihat jumlah bakteri berdasarkan nilai ALT dan keberadaan bakteri Salmonella spp dalam jamu kunyit asam dari penjual jamu didesa Ngawen Klaten.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan

B. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1. Variabel penelitian a

  penelitian deskriptif, yaitu mendeskripsikan besarnya nilai ALT dan identifikasi keberadaan bakteri Salmonella spp dalam jamu kunyit asam yang diproduksi olehpenjual jamu di desa Ngawen Klaten. 24(2) Variabel pengacau tak terkendali: kualitas jamu kunyit asam seperti cara pembuatan jamu kunyit asam, cara penyimpanan setelah pembuatan jamu kunyit asam, serta kualitas bahan yang digunakan.

2. Definisi umum a

  Jamu kunyit asam adalah jamu yang berupa cairan obat-dalam yang terbuat dari rimpang kunyit dan buah asam jawa, serta di tambah gula jawa sebagai pemanis, berwarna kuning jingga dengan aroma khas yang dijual olehpenjual jamu di desa Ngawen Klaten. merupakan uji untuk menetapkan keberadaan Salmonella dalam jamu kunyit asam dengan melihat pertumbuhannya melalui beberapa tahap yang dilakukan, yaitu tahappengkayaan (enrichment), tahap isolasi pada media selektif, dan tahap identifikasi dengan reaksi biokimia.

C. Bahan Penelitian 1. Bahan utama

Bahan utama yang digunakan yaitu jamu kunyit asam yang diproduksi oleh penjual jamu di desa Ngawen Klaten. 25

2. Bahan kimia a

  Media yang digunakan untuk pengujian ALT yaitu Plate Count Agar. Media pengkayaan yaitu Rappaport-Vassiliadis Broth, media isolasi yaitu SSA, media identifikasi (media glukosa, media laktosa, media manitol, mediamaltosa, media sakarosa, media Sulphur Indol Motility (SIM), media Simmons citrate Agar, Nutrien Agar (NA).

2 O , dan pereaksi indol

  c. Bakteri baku sebagai standar pembanding adalah Salmonella typhi ATCC 14028.

D. Alat Penelitian

Gelas beker (Pyrex), gelas ukur (Pyrex), Erlenmeyer (Pyrex), pipet volume, mikropipet (Iwaki), pipet tetes, tabung reaksi (Pyrex), cawan perti(Pyrex), botol steril, kantong steril, cool box, bunsen, jarum ose, oven (Memmert model 400), vortex, stomacher (Seward), colony counter, neraca analitik, hot plate and magnetic stirrer, autoklaf (model: KT-40 No.108049), incubator (WTX binder).

E. Tata Cara Penelitian 1. Pemilihan dan pengumpulan sampel

  Sampel dalam penelitian ini adalah jamu kunyit asam yang diproduksi oleh penjual jamu di desa Ngawen, Klaten. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti pada Maret 2015, terdapat 5 penjual jamu di desa inidengan 3 di antaranya merupakan penjual jamu yang paling banyak diminati oleh masyarakat.

6. Uji Salmonella pada cairan jamu kunyit asam a

  Satu sengkelit biakan dari SSA diinokulasikan pada media glukosa dan diinkubasi pada suhu 37 Uji fermentasi glukosa (a) Uji fermentasi gula-gula Satu koloni spesifik pada SSA dipilih dan digoreskan pada permukaan media NA, kemudian dilakukan uji fermentasi gula-gula, ujisulfur, indol, motilitas, dan sitrat. Hasil positif ditandai dengan adanya perubahan warna media dari oranyekemerahan menjadi kuning.(e) o Satu sengkelit biakan dari SSA diinokulasikan pada media maltose dan diinkubasi pada suhu 37 Uji fermentasi maltosa Sebanyak 1 mL pereaksi indol (kovacs) ditambahkan ke dalam biakan, dikocok dan didiamkan beberapa menit.

F. Analisis Hasil 1. Uji Angka Lempeng Total a

  (nol) dan angka kedua adalah angka genap, misalnya 445 menjadi 440(4,4 x 10 Bila angka ketiga 5, maka angka tersebut dapat dibulatkan menjadi 0 (3) (nol) dan angka kedua tetap, misalnya 454 menjadi 450 (4,5 x 10 Cawan duplo, dua cawan dari satu pengenceran dengan 25 koloni Bila angka ketiga 4 atau di bawahnya, maka angka ketiga menjadi 0 (2) 2 ). Petunjuk penghitungan TPCTPC -2 -3 -4 per ml No 10 10 10 Keterangan atau gram(1) (2) (3) (4) (5) (6) 1 === 175 16 190.000 bila hanya satu pengenceran === 208 17 yang berada dalam batas yang sesuai, hitung jumlahrerata dari pengenceran tersebut.2 === 224 25 250.000 bila ada dua pengenceran === 225 30 yang berada dalam batas yang sesuai, hitung jumlahmasing-masing dari pengenceran sebelummerata-ratakan jumlah yang sebenarnya.

2. Identifikasi bakteri Salmonella

  Analisis hasil identifikasi bakteri Salmonella dilakukan denga cara melihat hasil pengujian biokimia (uji konfirmasi) yang terdiri dari uji glukosa,laktosa, manitol, maltose, sakarosa, sulfur, indol, motilitas, sitrat dan katalase. Berikut adalah tabel hasil uji identifikasi Salmonella spp.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Uji Angka Lempeng Total Salah satu parameter jaminan keamanan dan mutu dari cairan obat dalam

  Hal ini menunjukkan bahwa sterilitas media dan pengencer yang digunakan baik sehingga dapat dipastikan bahwa koloni bakteri yang akan tumbuh pada mediabiakan merupakan koloni bakteri yang berasal dari jamu kunyit asam tersebut, bukan karena faktor media dan pengencer. Nilai ALT sampel jamu kunyit asamALT ± SD Sampel (Koloni/mL) 2 Pedagang A 8,6 x 10 ± 65,6 2 Pedagang B 1,3 x 10 ± 25,2 1 Pedagang C 2,3 x 10 ± 5,6 n= 3 1 10 10 III 10 106 80 93 9,3 x 10 2 10 9 13 10 4 2 10 2 10 Nilai ALT Pedagang A 8,6 x 10 2 Pada pedagang A (Tabel IV.), pengenceran yang dipilih untuk penghitungan koloni adalah pengenceran 10 karena jumlah koloni yang tumbuh pada pengenceran ini masuk dalam batas yang sesuai, 25-250 koloni.

B. Uji Identifikasi Bakteri Salmonella spp

43bakteri Salmonella spp dalam sampel jamu kunyit asam dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu tahap pengkayaan, isolasi, dan uji penegasan melalui uji biokimiawi.

1. Hasil uji pengkayaan pada media Rappaport-Vassiliadis Broth

  MenurutBridson (2006), Rappaport-Vassiliadis Broth merupakan media pengkaya yang digunakan untuk isolasi Salmonella yang berasal dari makanan dan minuman. Berdasarkan data yang diperoleh (gambar 2), semua sampel jamu kunyit asam dari ketiga penjual jamu yang telah diinkubasi selama 24 jammenunjukkan hasil negatif terhadap bakteri Salmonella spp.

K+ A1 A1 A1 B1 B2 B3 C1 C2 C3

Gambar 2. Hasil uji pengkayaan dalam media Rappaport-Vassiliadis Broth Keterangan:K+ = kontrol positif A1 = sampel A replikasi 1A2 = sampel A replikasi 2 A3 = sampel A replikasi 3B1 = sampel B replikasi 1 B2 = sampel B replikasi 2B3 = sampel B replikasi 3 C1 = sampel C replikasi 1C2 = sampel C replikasi 2 C3 = sampel C replikasi 3

2. Hasil isolasi pada media selektif Salmonella Shigella Agar

  Dalam uji ini digunakan juga kontrol positif yang dilakukan dengan cara yang sama, yaitu menginokulasikan 1 sengkelit kultur murni bakteri Salmonella typhi ATCC 14028 pada media SSA sebagai pembanding. Hasil uji isolasi Salmonella pada jamu kunyit asam dalam media SSA Keterangan: K+ = kontrol positif S = sampel uji 46Berdasarkan hasil isolasi (gambar 3), diperoleh bahwa sampel dari ketiga penjual jamu menunjukkan hasil negatif.

3. Uji konfirmasi keberadaan Salmonella spp pada sampel jamu kunyit asam

  Bahan baku yang digunakan oleh penjual jamu untuk membuat jamu kunyit asam adalah rimpang kunyit dan buah asam jawa, sertaair dan gula jawa sebagai bahan tambahannya. Dengan demikian, kesesuaian cara pembuatan dan pengolahan jamu kunyit asam oleh ketiga penjual jamu di desa Ngawen dengan CPOTB menurutBPOM 2005 dapat menjaga kehigienisan, keamanan dan kualitas jamu kunyit asam serta meminimalkan cemaran mikroba.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 1. Nilai ALT jamu kunyit asam yang diproduksi oleh penjual jamu di desa

1 2 Ngawen Klaten pada pukul 07.00 adalah 2,3 x 10 sampai 8,6 x 10 koloni/mL .

2. Jamu kunyit asam yang diproduksi oleh ketiga penjual jamu di desa Ngawen Klaten tidak tercemar bakteri Salmonella spp

B. Saran 1

  Dapat dilakukan penelitian ALT dan identifikasi bakteri Salmonella spp dengan pengujian sekali dalam seminggu selama 3 minggu untuk melihat konsistensi dari kualitas jamu kunyit asam. Dapat dilakukan pengujian sampel jamu kunyit asam berdasarkan waktu untuk melihat apakah ada perbedaan kualitas jamu pada pagi hari hingga siang hari,yaitu kualitasnya tetap sama baik atau berbeda.

DAFTAR PUSTAKA

  Perhitungan ALT sampel jamu kunyit asam Pedagang Ainkubasi 48 jam Dipilih pengenceran 10 yang merupakan pengenceran dengan jumlah koloni yang berada dalam batas yang sesuai, yaitu cawan dengan jumlah koloni 25sampai dengan 250. Perhitungan ALT sampel jamu kunyit asam Pedagang Cinkubasi 48 jam Dipilih pengenceran 10 yang merupakan pengenceran terendah dengan jumlah koloni kurang dari 25, dihitung jumlah yang ada pada cawandijumlahkan dan dirata-ratakan, kemudian dikalikan dengan faktor pengencernya.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Penetapan Angka Lempeng Total Bakteri (Alt) Dalam Obat-Obat Probiotik
21
128
59
Uji angka kapang/khamir (akk) dan angka lempeng total (alt) pada jamu gendong temulawak di pasar Tarumanegara Magelang.
1
9
106
Uji Angka Kapang/Khamir (AKK) dan identifikasi Salmonella spp pada jamu pahitan brotowali yang diproduksi oleh penjual jamu gendong di Kelurahan Tonggalan Klaten Tengah.
2
5
90
Uji angka lempeng total dan identifikasi escherichia coli pada jamu pahitan brotowali yang diproduksi oleh penjual jamu gendong keliling di Wilayah Tonggalan Klaten Tengah.
2
66
96
Uji angka kapang/khamir (AKK) dan angka lempeng total (ALT) pada jamu gendong temulawak di Pasar Tradisional Klaten.
5
37
99
Uji angka kapang – khamir dan identifikasi Salmonella spp pada jamu beras kencur yang dijual di Pasar Sambilegi Maguwoharjo Depok Sleman Yogyakarta.
0
1
136
Uji angka kapang/khamir dan identifikasi escherichia coli dalam jamu kunyit asam dari penjual jamu di Wilayah Ngawen Klaten.
8
64
105
Uji angka lempeng total [ALT] dalam jamu gendong beras kencur yang beredar di 3 pasar di Kotamadya Yogyakarta.
11
73
100
Uji daya analgesik jamu kunyit asam ramuan instan dan jamu kunyit asam ramuan segar pada mencit putih betina - USD Repository
0
0
127
Angka Salmonella dalam jamu kunyit asam yang dijual di pasar tradisional Kecamatan Gondomanan Kotamadya Yogyakarta - USD Repository
0
0
81
Uji Angka Kapang/Khamir (AKK), Angka Lempeng Total (ALT), dan identifikasi escherichia coli dalam jamu cekok dari penjual jamu racik ``x`` di Yogyakarta - USD Repository
0
1
113
Uji Angka Kapang/Khamir (AKK), Angka Lempeng Total (ALT), dan identifikasi Salmonella pada jamu Uyup-Uyup yang diproduksi oleh penjual jamu racik X di Yogyakarta - USD Repository
0
3
89
Uji Angka Lempeng Total (ALT), Angka Kapang/Khamir (AKK), dan identifikasi staphylococcus aureus dalam jamu cekok dari penjual jamu racik ``x`` di Yogyakarta - USD Repository
0
0
98
Uji Angka Kapang/Khamir (AKK), Angka Lempeng Total (ALT), dan identifikasi salmonella pada jamu cekok yang diproduksi penjual jamu racik ``x`` di Yogyakarta - USD Repository
0
1
99
Uji Angka Kapang/Khamir (AKK), Angka Lempeng Total (ALT), dan identifikasi escherichia coli dalam jamu uyup-uyup dari penjual jamu racik ``x`` di Yogyakarta - USD Repository
0
0
116
Show more