Pengembangan komik sebagai media pembelajaran teks observasi untuk siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta.

Gratis

0
4
197
2 years ago
Preview
Full text

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Tri-Tunggal Maha Kudus yang selalu setia mendampingi, membimbing, dan memberi berkat yang tidak terhingga kepada peneliti. (Renungan Harian)Apa yang terlalu sukar bagimu jangan kau cari, dan apa yang melampaui kemampuanmu jangan kau selidiki.

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Berdasarkan penilaian dari ahli media, ahli materi, dan guru bahasa Indonesia SMP PangudiLuhur 1 Yogyakarta, media komik tergolong dalam kategori sangat baik dan dinyatakan layak digunakan/diuji coba lapangan tanpa revisi. Selanjutnya,penilaian dari siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta terhadap komik memperoleh skor 4,16 dengan kategori “baik” dan dinyatakan layak digunakan untuk pembelajaran teks observasi.

KATA PENGANTAR

  Pd., sebagai ahli media dan validator yang telah memberikan penilaian dan saran untuk media yang dibuat oleh peneliti. Seluruh siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta yang telah memberikan waktu dan penilaian terhadap produk komik sebagai mediapembelajaran teks observasi untuk siswa kelas VII SMP.

BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini diuraikan (1) latar belakang, (2) rumusan masalah, (3) tujuan

A. Latar Belakang

  Materi yang diajarkan pada kelas VII SMP mencakup teks observasi, teks deksriptif, teks eksposisi, teks eksplanansi, dan teks cerita pendek. Berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan pada siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta, sebanyak 38 siswamemilih sangat setuju, 16 siswa memilih setuju, 4 siswa kurang setuju, dan 2 B.

F. Batasan Istilah

  Media PembelajaranMedia pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima, sehingga dapat merangsangpikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa untuk belajar (Sadiman, 2009:7). Penelitian dan pengembangan adalah proses yang digunakan untukmengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan (Brog dan Gall, 1989).

G. Sistematika Penulisan

  Bab III berisi metode pengembangan yang mencakup model pengembangan, prosedur pengembangan, uji produk, desainpengembangan, jenis data, instrumen pengumpulan data, dan teknik analisis data. Bab IV berisi pembahasan yang mencakup paparan dan analisis data, hasil analisis kebutuhan, paparan uji coba produk pengembangan, dan revisi produk.

BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini, disajikan beberapa acuan yang dipakai sebagai dasar untuk

A. Penelitian Terdahulu yang Relevan

  Relevansi penelitian tersebut dengan penelitian pengembangan komik sebagai media pembelajaran teks observasi untuk siswa kelas VII SMP Pangudi Kedua, penelitian yang dilakukan oleh Andreas Anggi Kurniawan (2011) yang berjudul Pengembangan Media Audiovisual sebagai Media Pembelajaran Menyimak untuk Siswa Kelas III SDN Soka 1 Srumbung, Magelang Tahun Ajaran 2010/2011. Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah (a) apakah komik bahan ajar IPA terpadu kelas VIII SMP pada tema sistem pencernaan manusia dan hubungannyadengan kesehatan layak digunakan sebagai bahan ajar IPA terpadu berdasarkan Relevansi penelitian tersebut dengan penelitian ini, yaitu dalam jenis penelitian yang berupa penelitian dan pengembangan (R&D) dan produk yangdihasilkan berupa komik.

B. Kajian Teori 1. Media Pembelajaran

  Sanjaya(2014:61) menyatakan bahwa, media pembelajaran adalah segala sesuatu seperti alat, lingkungan dan segala bentuk kegiatan yang dikondisikan untuk menambahpengetahuan, mengubah sikap atau menanamkan keterampilan pada setiap orang yang memanfaatkannya. Berdasarkan urain diatas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang mengandung unsur pengetahuan yang dapatmerangsang dan memotivasi siswa untuk belajar.

a. Manfaat Media Pembelajaran

  Sudjana dan Rifai (1992:2) mengemukakan kegunaan atau manfaat media pembelajaran dalam proses belajar peserta didik, sebagai berikut. 2) Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga dapat lebih dipahami oleh peserta didik dan memungkinkan menguasai dan mencapai tujuanpembelajaran.3) Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga peserta didik tidak bosan danguru tidak kehabisan tenaga, apalagi kalau guru mengajar pada setiap jam pelajaran.

b. Pemilihan Media untuk Pembelajaran

  c) Karakteristik yang berkenaan dengan perbedaan-perbedaan kepribadian.2) Tujuan Belajar Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media adalah media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai. Klasifikasi aktivitas sebagai wujud bahan ajar tersebut menuntut kreativitas guru untuk merencanakan dan menciptakan media dan lingkungan belajar yang dapatmengaktifkan siswa dalam aktivitas yang bervariasi.4) Pengadaan Media Media dapat dibagi menjadi dua macam dilihat dari segi pengadaannya, menurut Sadiman (1994).

2. Teks Observasi

  Bagian ini berisi penjelasan tentang objek yang diamati berdasarkan datapengamatan.3) Klasifikasi manfaat atau kesimpulan merupakan bagian teks observasi yang berisi penjelasan manfaat atau kegunaan dari objek yang diamati. 3) Memiliki struktur teks yaitu pernyataan umum yang menerangkan subjek laporan, keterangan, dan klasifikasinya serta penjabaran dari klasifikasi yangdijabarkan secara ilmiah.4) Merupakan hasil pengamatan dan analisis sistematis, sehingga isi umumnya menyajikan fakta atau fenomena yang ada (bersifat faktual).

c. Kaidah-kaidah Teks Observasi

  Kaidah-kaidah teksobservasi diurakan sebagai berikut.1) Isinya merupakan pemerian, penjelasan, dan pemaparan tentang informasi.2) Merupakan hasil pengamatan dan analisis sistematis.3) Struktur teksnya terdiri dari klasifikasi umum dan penjabaran.4) Objek pengamatan dalam teks hasil observasi dipaparkan secara umum, dapat berupa alam, hewan, tumbuh-tumbuhan, budaya atau fenomena sosial. Umunya telur diletakkanpada buah yang agak dan tidak terkena sinar matahari langsung, pada buah yang agak lunak dengan permukaan agak kasar.

3. Komik a. Hakikat Komik

  Sudjaja dan Rivai (1989:64) mengatakan bahwa komik adalah suatu bentuk kartun yang mengungkapkan karakter dan memerankan suatu cerita dalamurutan, yang erat dihubungkan dengan gambar yang dirancang untuk memberikan hiburan kepada pembaca. Komik mempunyai sifat yangsederhana dalam penyajiannya, dan memiliki unsur urutan cerita yang memuat Sones (1994) dalam jurnalnya yang berjudul “The Comics as anEducational Medium ” melakukan penelitian menggunakan media komik dalam pembelajaran.

C. Kerangka Berpikir

  Teori yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu (a) pengertian, manfaat, dan pemilihan media pembelajaran, (b) definisi, struktur, ciri-ciri, dan langkah-langkah membuat teks observasi, (c) metode penelitian dan pengembangan, dan (d) defenisi dan pengembangan komik sebagai media pembelajaran. Uji coba produk dilakukan dengan tiga tahap, yaitu (a) validasi I dilakukan oleh ahli media, ahli materi, dan guru Bahasa Indonesia, (b) validasi IIdilakukan oleh ahli media, ahli materi, dan guru Bahasa Indonesia, dan (c) validasi lapangan dilakukan oleh siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur 1Yogyakarta.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini diuraikan (1) jenis penelitian (2) model pengembangan, (3)

  Media yang dikembangkan berupa penggabungan antara teks dan gambar atau yang lebih dikenal dengan komik. Model Pengembangan Penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa Inggrisnya Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan produk atau menyempurnakan produk dan menguji keefektifan produk tersebut.

C. Prosedur Pengembangan

  Analisis Kebutuhan Langkah pertama yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu melakukan analisis kebutuhan pada siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta berkaitan denganmedia yang digunakan dalam pembelajaran teks observasi. Data yangdiperoleh dari hasil analisis kebutuhan berupa informasi guru, keadaan siswa, dan bahan ajar dipadu dengan informasi pustaka dari buku dan internet guna menambahkelengkapan dan memenuhi kebutuhan pembuatan media modul komik untuk pembelajaran teks observasi kelas VII SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta.

D. Uji Coba Produk

  Uji coba produk bertujuan memperoleh tanggapan, masukan dan penilaian dari validator sehingga produk benar-benar layak dan sesuai dengan kebutuhan yangdiharapkan. Validasi dilakukan oleh beberapa ahli dalam bidangnya masing-masing, yaitu ahli pembelajaran bahasa Indonesia, ahli media pembelajaran, dan guru bahasaIndonesia.

1. Setting Penelitian a. Subjek Penelitian

  Subjek dalam penelitian ini adalah 42 siswa kelas VII dan tiga guru mata pelajaran bahasa Indonesia SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta. Peneliti mengambilsatu kelas sebagai kelas sampel untuk menvalidasi media komik.

b. Lokasi Penelitian

  Peneliti memilih SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta sebagai tempat penelitian karena media yang digunakan di SMP Pangudi Luhur 1 Yogykarta untuk mata pelajaranbahasa Indonesia, khususnya teks observasi belum ada. Kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator dalam media pembelajaran sesuai dengan sasaran pembelajaran di dalam kurikulum.

4. Teknik Analisis Data

  Kedua data berupa komentar atau skor yang diperoleh dari tim validasi ahli dan validasilapangan. Misalnya, jika siswa memberi skor “5” pada suatu pernyataan, berarti siswa tersebut menilai produk “sangat baik” sesuai dengan pernyataan yang dinilai, demikian seterusnya.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini diuraikan (1) data analisis kebutuhan, (2) deskripsi produk

A. Data Analisis Kebutuhan

  Analisis kebutuhan dilakukan untuk mengukur kebutuhan terhadap media pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur 1Yogyakarta, khususnya materi teks observasi. Data yang diperoleh digunakan untuk menyusun media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan minatsiswa kelas VII SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta.

1. Data Analisis Kebutuhan Siswa

  laboratorium 2 3,33% alamPada aspek media pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran teks observasi, diperoleh data bahwa media yang dominan digunakan guru adalahbuku. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa 50 (83,33%) siswa memilih Sehubungan dengan hasil kuesioner yang diisi oleh 60 siswa kelas VIISMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta, dapat disimpulkan bahwa gaya belajar yang disenangi siswa saat pembelajaran bahasa Indonesia adalah belajar kelompok.

2. Data Analisis Kebutuhan Guru

  Kesulitan yang dihadapi guru dalam pembelajaran teks observasi, yaitu terkait dengan alokasi waktu dan media pembelajaran. Selain itu, guru memilih gambar dan teks sebagai tampilan komikbila digunakan sebagai media pembelajaran teks observasi.

B. Deskripsi Produk Awal

  Peneliti memilih materi teks observasi karena peneliti merasa bahwa materi teks observasi baru diterapkandalam Kurikulum 2013 dan media yang sesuai dengan materi ini sangat kurang. Setelah itu,peneliti membaca dan menganalisis materi teks observasi supaya memudahkan peneliti mengemas materi teks observasi dalam bentuk komik.

1. Silabus

  Silabus digunakan sebagai pedomanpelaksanaan proses pembelajaran yang diaplikasikan ke dalam produk yang akan dikembangkan. Komponen yang terdapat dalam silabus adalah (1) identitas yang berisi nama sekolah, mata pelajaran, kelas/semester dan kompetensi inti, (2) kompetensi dasar,(3) materi pembelajaran, (4) kegiatan pembelajaran, (5) penilaian, (6) alokasi waktu, dan (7) sumber belajar.

2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

3. Media Komik

  Dalam pedoman umum pembelajaran untuk penerapan Kurikulum 2013, disebutkan Setelah melakukan analisis kebutuhan di sekolah, peneliti mengolah data hasil analisis kebutuhan siswa dan guru terkait dengan media yang digunakandalam pembelajaran teks observasi. Berdasarkan data hasil analisis kebutuhan siswa dan guru, penelitikemudian memilih komik untuk dikembangkan sebagai media pembelajaran teks observasi.

a. Proses Pembuatan Media Komik

  Storyboard ini dijadikan sebagai pedoman dalam merancang komik sebagai media pembelajaran teks observasi. Setelah selesaidicetak, komik diserahkan kepada ahli media, ahli materi, guru bahasa Indonesia, dan siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta untuk divalidasi (dinilai).

b. Komponen-Komponen dalam Komik

  Komponen pertama yang terdapat pada media komik, yaitu sampul media komik. Gambar tiga anak pada sampul depan merupakan tokoh utama yang terdapat dalam media komik.

2) Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, dan Indikator

  Komponen kedua yang terdapat dalam media komik, yaitu kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator. Kompetensi dasar dalamkomik ini dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik dan kemampuan peserta didik, dan kekhasan materi teks observasi dalam mata pelajaran bahasaIndonesia.

3) Pengenalan Tokoh

  Pengenalan tokoh dimaksudkan untuk memberikan gambaran kepadapembelajar tentang tokoh yang ada di dalam komik. Hal ini bertujuan menghidupkan cerita yang ada di dalam komik, sehingga pembelajar tertarikuntuk mempelajari materi teks observasi.

4) Peta Konsep Komponen keempat yang terdapat dalam media komik, yaitu peta konsep

  Selain itu, peta konsep juga berisi tujuan pembelajaran dan nilai karakter bangsa yang dikembangkan dalam media komik. Gambar 4.9 5) Isi Media Komik Komponen kelima yang terdapat dalam media komik, yaitu isi media komik.

7) Daftar Pustaka Komponen terakhir yang ada dalam media komik, yaitu daftar pustaka

  Ahli materi pembelajaran Bahasasa Indonesia memberi penilaian terkait dengan materi yang dikemas dalam media komik, sedangkan ahli media memberipenilaian terkait cara mengemas materi ke dalam media dan tampilan media. Deskripsi Data dan Revisi Produk Berdasarkan Validasi Ahli Media Ahli media yang menjadi validator media komik dalam penelitian ini adalah Apri Damai Sagita, S.

3. Deskripsi Data dan Revisi Produk Berdasarkan Validasi Guru Bahasa Indonesia

  Guru Bahasa Indonesia yang menjadi validator materi media dalam produk penelitian ini adalah Elisabeth Dalgirahayu, S. Aspek yang dinilai dari media komik yaitu (1) kesesuaian kompetensi inti, kompetensidasar dan indikator dengan sasaran pembelajaran di dalam kurikulum, (2) Media komik divalidasi sebanyak dua kali oleh Guru Bahasa Indonesia.

4. Deskripsi Data dan Revisi Produk Berdasarkan Validasi Lapangan

  Media komik yang telah selesai direvisi dan dinilai oleh ahli materi, guruBahasa Indonesia, dan ahli media selanjutnya diserahkan kepada siswa kelas VII Respon yang diberikan siswa pada saat validasi lapangan cukup baik. Selanjutnya, siswa diminta untuk mengerjakan soal yang ada di dalam komik untuk mengukur Setelah pembelajaran selesai, peneliti memberikan kuesioner kepada siswa untuk mengetahui penilaian siswa terhadap media komik yang telah digunakandalam pembelajaran teks observasi.

1. Analisis Data Validasi oleh Ahli Media

  83,33% 16.67%0% 0% 0% 0% 20% 40%60% 80% 100%Ahli media Diagram Batang Hasil Validasi Ahli MediaSangat baik BaikCukup Kurang baikTidak baik Tabel 4.4 Analisis Data Validasi Pertama oleh Ahli Materi Kriteria Skor Frekuensi Persentase Sangat baik 5 0%Baik 4 4 28,53%Cukup 3 10 71,47%Kurang baik 2 0% Tidak baik 1 0%Jumlah 14 100% Berdasarkan Tabel 4.4, dapat dilihat bahwa kriteria sangat baik berjumlah nol. Tabel 4.5 Analisis Data Validasi Kedua oleh Ahli Materi Kriteria Skor Frekuensi Persentase Sangat baik 5 7 50%Baik 4 7 50%Cukup 3 0% Kurang baik 2 0%Tidak baik 1 0% Jumlah 14 100%Berdasarkan Tabel 4.5, dapat dianalisis bahwa hasil validasi kedua oleh ahli materi, skor yang diperoleh mengalami peningkatan yang signifikan.

4. Analisis Data Validasi Lapangan

  Peneliti menganalisis data validasi lapangan yang dilakukan oleh 42 siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta. Hasil analisis data validasi lapangan dijabarkan sebagai berikut.

a. Analisis Data Indikator 1

  Tabel 4.10 Analisis Data Indikator 3 Kriteria Skor Frekuensi Persentase Sangat baik 5 14 33,33%Baik 4 15 35,79%Cukup 3 13 30,98%Kurang baik 2 0% Tidak baik 1 0%Jumlah 42 100% Berdasarkan Tabel 4.10, dapat dilihat bahwa kriteria sangat baik berjumlah Diagram Batang Hasil Validasi Lapangan Indikator 3100% 80% Sangat baik60% Baik35.79% 33,33% 30,98%Cukup 40%Kurang Baik 20% 0% 0%Tidak Baik 0%Validasi Indikator 3 Diagram 4.6Diagram Penilaian Media Komik oleh Siswa d. Siswa memberikan penilaian dengan cara memilih salah satu kriteria yang Tabel 4.14 Analisis Data Indikator 7 Kriteria Skor Frekuensi Persentase Sangat baik 5 23 54,79%Baik 4 11 26,18%Cukup 3 8 19,02%Kurang baik 2 0% Tidak baik 1 0%Jumlah 42 100% Berdasarkan Tabel 4.13, dapat dilihat bahwa kriteria sangat baik berjumlah 23 dengan persentase 54,79%.

i. Analisis Data Indikator 9

  Validasi ahli media, ahli materi, dan Guru Bahasa Indonesia dijadikan sebagai pedoman atau patokan kelayakanuji coba media komik di sekolah, sedangkan validasi lapangan dijadikan sebagai patokan kelayakan penggunaan media komik sebagai media pembelajaran teksobservasi untuk siswa kelas VII SMP. Ada beberapa bagian dari produk awal yang direvisi oleh peneliti untuk menghasilkan produk akhir yang lebih baik dariproduk awal supaya layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.

4. Peta Konsep

  Pembagian isi komik kedalam dua tema utama dimaksudkan untuk memudahkan siswa memahami materi teks observasi yang terdapat dalam komik. Instrument Penilaian Komponen keenam yang terdapat dalam media komik, yaitu latihan mandiri, tugas kelompok, dan uji pemahaman.

BAB V PENUTUP Dalam bab ini hal-hal yang diuraikan, yaitu (1) kesimpulan, (2) implikasi, dan (3) saran. Berikut ini dipaparkan ketiga hal tersebut. A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa

  Komik sebagai media pembelajaran teks observasi untuk siswa kelas VII SMPPangudi Luhur 1 Yogyakarta dikembangkan dengan kualitas yang sangat baik dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VII SMP PangudiLuhur 1 Yogyakarta. Hal itu ditunjukkan dengan masing-masing skor dari masing- masing validator yang menilai aspek kelengkapan komponen, pemilihan materi,ketepatan bahasa, desain, dan kemudahan dalam penggunaan.

B. Implikasi

  Pengembangan komik sebagai media pembelajaran dapat dimanfaatkan untuk materi teks observasi pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas VII SMP Pangudiluhur 1 Yogyakarta. Pengguna media komik harus memperhatikan kesesuaian media dengan metode pembelajaran yang akan diterapkan di kelas.

C. Saran

  Materi teks yang lain dalam komik hendaknya lebih bervariasi dan meliputi beberapa Kompetensi Dasar (KD), sehingga komik dapat digunakan secaraberkelanjutan. Penyusunan materi dalam komik hendaknya disesuaikan dengan lingkungan dan budaya sekitar pembelajar, sehingga siswa memperoleh gambaran yang jelasterhadapat materi yang dipelajari.

STORYBOARD MEDIA KOMIK A

  Menganalisis materi yang telah dipilih dan menentukan tema yang akan dibahas dalam media komik. Tema yang diangkat dalam media komik adalah , yaitu “Cinta Lingkungan” dan “Mengenal Fauna”.

B. Susunan Halaman Media Komik Kategori

  Tokoh utama dalam komik 7. Tujuan pembelajaranNilai karakter bangsa yang dikembangkan 1.

SILABUS MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA

  Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkrit (menggunakan, menguarai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang atau teori. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkrit (menggunakan, menguarai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak(menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudutpandang atau teori.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

  Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 1.2 Menghargai dan mensyukuri 1.2.1 Siswa terbiasa menggunakan keberadaan bahasa Indonesia bahasa Indonesia di kelas dan disebagai anugerah Tuhan Yang luar kelas dengan baik dan benar. 3.1 Memahami teks hasil observasi, tanggapan deskriptif, eksposisi,eksplanasi, dan cerita pendek berdasarkan kaidah-kaidah teksbaik melalalui lisan atau tulisan 3.1.1 Siswa mampu menjelaskan definisi, struktur, dan langkah-langkahmenyusun teks observasi.

D. Pendekatan/ Model

  Media Komik observasi dan teks hasil observasi G. Langkah-langkah Pembelajaran Catatan: Sebelum memulai pembelajaran, Guru hendaknya menyediakan beberapa teks berkaitan dengan materi yang akan dipelajari.

1. Pertemuan Pertama

  Peserta didik mencermati peta konsep tentang teks observasi untuk mendapatkan gambaran awal tentang hal-hal yang terkait dengan materi yang akan dipelajari. Dengan sikap tanggung jawab, jujur, dan santun siswa mendengarkan umpan balik dan penguatan dari guru ataspernyataan mereka tentang hambatan dalam memahami defenisi, struktur, dan langkah-langkah menulis teksobservasi 4.

2. Pertemuan Kedua No. Kegiatan waktu 1

  Secara berpasangan, siswa membedakan antara teks 55 observasi dan bukan teks observasi berdasarkan menit beberapa kutipan teks yang ada dalam Komik Observasidengan memberikan alasan yang mendukung. Kegiatan Penutup1) Dengan sikap tanggung jawab, jujur, dan santun siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran 2) Bersama guru, siswa mengidentifikasi hambatan- 10 hambatan yang dialami saat memahami materi teks hasil observasi.

I. Penilaian

  Topik yang diamati dalam teks “Kebersihan Desa Asri” adalah kebersihan lingkungan. Fakta- fakta penting yang terdapat dalam teks “ Kebersihan Desa Asri” adalah (skor 4) a.

BIOGRAFI PENULIS

  Pada tahun2010, ia tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa SastraIndonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata DharmaYogyakarta. Masa pendidikan di Universitas Sanata Dharma diakhiri dengan menulis skripsi sebagai tugas akhir dengan judul Pengembangan Komik Sebagai MediaPembelajaran Teks Observasi untuk Siswa Kelas VII SMP Pangudi Luhur Yogyakarta.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan pembelajaran fisika menggunakan media komik dengan minat belajar siswa pada konsep zat dan wujudnya di SLTP Negeri 1 Jember siswa kelas I Cawu 1 tahun pelajaran 2000/2001
0
8
97
Visualisasi tiga dimensi pada pembelajaran bimasakti untuk kelas VII SMP (suatu studi kasus di MTs Miftahussalam Tangerang)
0
3
140
Peningkatan keterampilan membaca siswa pada pembelajaran tematik dengan menggunakan lingkungan sekolah sebagai media di kelas II MI Ath-Thoyyibiyyah Kalideres Jakarta Barat
0
5
100
Efektivitas pemanfaatan media audio visual vidio pembelajaran dalam upaya peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa pada pembelajaran sejarah (penelitian kelas di SMP Bina Sejarah Depok)
2
8
235
Penggunaan media pembelajaran zooming presentation untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas x pada konsep suhu dan kalor
0
6
6
Pengembangan media pembelajaran matematika basis android pada materi peluang untuk siswa SMK
9
14
198
Pengaruh penggunaan media pembelajaran papan buletin terhadap hasil pembelajaran IPA siswa kelas IV MIN Ciputat
7
29
271
Kemampuan menulis karangan deskripsi berdasarkan teks wawancara siswa kelas VII A MTS Al Jamhuriyah Kecamatan Cinere, Kota Depok
4
70
86
Peningkatan keterampilan menulis narasi dengan media teks wacana dialog: penelitian tindakan pada siswa kelas VII MTs Negeri 38 Jkaarta tahun pelajaran 2011-2012
3
35
107
Penggunaan media visual untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS kelas III di Mi Miftahul Hidayah Pondok Gede Kota Bekasi
1
12
0
Sistem informasi pembelajaran siswa kelas 1 pada Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Bandung
0
3
107
Perancangan media interaktif sebagai media pembelajaran metamorfosis pada hewan
0
5
1
alam sekitar untuk SMP MTs kelas VII IPA (1)
0
48
212
Meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS kelas IVA SD Negeri 1 Metro Barat menggunakan media audio visual tahun pelajaran 2012/2013.
0
4
42
Pengembangan media pembelajaran ipa terpadu interaktif dalam bentuk moodle untuk siswa smp pada tema hujan asam
0
1
19
Show more