Implementasi pembelajaran sejarah berbasis paradigma pedagogi reflektif melalui pemanfaatan multimedia untuk meningkatkan competence, conscience, dan compassion siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 2 Ngaglik.

Gratis

0
4
277
2 years ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (1)Peningkatan competence siswa dilihat dari segi KKM dari keadaan awal sebanyak 17 siswa atau 60,71%, pada siklus 1 menjadi 19 siswa atau 67,86% dan pada siklus 2 menjadi 23 siswa atau 82,14%. (1)Peningkatan competence siswa dilihat dari segi KKM dari keadaan awal sebanyak 17 siswa atau 60,71%, pada siklus 1 menjadi 19 siswa atau 67,86% dan pada siklus 2 menjadi 23 siswa atau 82,14%.

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Sepanjang pengetahuan penulis, skripsi ini tidak berisi materi yang ditulis oleh orang lain, kecuali bagian-bagian tertentu yang diambil sebagai acuan dengan mengikuti tata cara dan etika penulisan karya ilmiah yang lazim. (1)Peningkatan competence siswa dilihat dari segi KKM dari keadaan awal sebanyak 17 siswa atau 60,71%, pada siklus 1 menjadi 19 siswa atau 67,86% dan pada siklus 2 menjadi 23 siswa atau 82,14%.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan bimbingan-Nya skripsi yang berjul ”Implementasi Pembelajaran Sejarah Berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif melalui Pemanfaatan Multimedia untuk Meningkatkan Competence, Conscience, dan CompassionSiswa Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 2 Ngaglik ” ini dapat terselesaikan dengan baik. Teman-teman kakak angkatan yang telah membantu dan memberikan informasi yang berguna bagi penulis selama kuliah dan selama pengerjaanskripsi ini.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan sangat penting bagi generasi muda, tanpa adanya suatu pendidikan bangsa Indonesia tidak akan pernah maju dan berkembang. Pendidikan bisa dilakukan di mana saja, tetapi pendidikan yang dianggap baik

  Selain itu, mata pelajaran sejarah sendiri yang masih kurang diminati oleh kebanyakan siswa karena berbagaialasan, misalnya persepsi tentang mata pelajaran sejarah yang penuh dengan hafalan, mata pelajaran sejarah yang tidak di UN kan, sejarah tidak membuatorang menjadi kaya dan cara guru mengajar yang kurang menarik berakibat penanaman nilai-nilai karakter dan kemanusiaan pada pelajaran sejarah sulit untukdisampaikan. Multimedia juga membantu siswa untuk memahami materi dan dapat menangkap nilai-nilaiyang diperjuangkan dalam materi sejarah yang diajarkan sehingga mata pelajaran sejarah yang sangat sarat dengan nilai-nilai karakter dan kemanusiaan dapatdimengerti siswa dan nantinya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

B. Identifikasi Masalah

  Batasan Masalah Dalam penelitian ini peneliti membatasi masalah penelitian yaitu pada peningkatan aspek competence (pengetahuan, keterampilan dan sikap), aspek conscience (suara hati) dan aspek compassion (bela rasa) siswa dengan pendekatan PPR melalui pemanfaatan multimedia pada materi peristiwa-peristiwa penting di dunia (revolusi Amerika, revolusi Perancis, dan revolusi Rusia) sertapengaruhnya bagi Indonesia di kelas XI IPS 2 SMA N 2 Ngaglik. Apakah implementasi pembelajaran sejarah berbasis Paradigma PedagogiReflektif melalui pemanfaatan multimedia dapat meningkatkan aspek competence (pengetahuan, keterampilan dan sikap) siswa kelas XI IPS 2 SMA N 2 Ngaglik?

E. Pemecahan Masalah

  Pendekatan ini digunakan karenakemampuan siswa yang perlu ditingkatkan terutama dalam hal prestasi dan juga kemampuan tentang pengolahan suara hati dan bela rasa karena halini berhubungan dengan pendidikan karakter untuk membentuk siswa menjadi pribadi yang utuh, peduli sesama dan memperjuangkan nilai-nilaikemanusiaan. Dengan PPR semua aspek kompetensi siswa dapat berkembang karena PPR membantu siswa untuk menyadari bahwa usahayang sudah dilakukan dapat membantu untuk mengembangkan diri, siswa juga bisa dilatih untuk memilih mana hal yang baik dan benar sertamembantu siswa dalam melewati tahap mengerti ke tahap berbuat atau aksi nyata.

F. Tujuan Penelitian

  Untuk meningkatkan aspek competence (pengetahuan, keterampilan dan sikap) siswa setelah penerapan pembelajaran sejarah berbasis ParadigmaPedagogi Reflektif melalui pemanfaatan Multimedia Pembelajaran. Untuk meningkatkan aspek conscience (suara hati) siswa setelah penerapan pembelajaran sejarah berbasis Paradigma Pedagogi Reflektifmelalui pemanfaatan Multimedia Pembelajaran.

G. Manfaat Penelitian

  Bagi SekolahSebagai umpan balik dan memberi sumbangan dalam meningkatkan aspek kompetensi, bela rasa, dan suara hati siswa dan meningkatkan kinerja sertakreatifitas guru guna meningkatkan mutu pendidikan sekolah. Bagi Guru dan Calon GuruPenelitian ini memberikan manfaat bagi guru yaitu untuk meningkatkan strategi dan kualitas pembelajaran sejarah, terutama untuk meningkatkanprestasi siswa serta untuk mengembangkan aspek karakter pada siswa terutama dalam hal bela rasa dan suara hati.

H. Sistematika Penulisan

  Sistematika penulisan dalam skripsi dengan judul implementasi pembelajaran sejarah berbasis PPR melalui pemanfaatan multimedia untukmeningkatkan competence, conscience, dan compassion siswa kelas XI IPS 2SMA N 2 Ngaglik terdiri dari lima bab yaitu: Bab I : Berupa pendahuluan yang berisi latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, pemecahan masalah,tujuan dan manfaat penelitian. Bab II : Berupa kajian teori yang memaparkan teori-teori pendukung dalam penelitian ini, materi pembelajaran, kaitan antara penerapan PPRmelalui pemanfaatan multimedia dengan PTK dalam pembelajaran sejarah, penelitian yang relevan, kerangka berpikir dan hipotesispenelitian.

BAB II KAJIAN TEORI A. Deskripsi Teori 1. Pembelajaran Sejarah berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif Pembelajaran dapat diartikan sebagai Kompetensi Belajar Mengajar di

  Menurut Sutrasno sejarah adalah segala kegiatan manusia dan segala kejadian yang ada hubungannya dengan kegiatan manusia sehinggamempunyai akibat adanya perubahan politiok, sosial, ekonomi dan kebudayaan, dan kesemuanya itu ditinjau dari sudut-sudutperkembangannya (berjalan dalam tempat dan waktu atau adanya 6 saling hubungan dalam tempat dan waktu) . 20 Ada tiga macam konstruktivisme berdasarkan apa dan siapa yang menentukan dalam pembentukan pengetahuan yaitu konstruktivismepsikologis personal lebih menekankan bahwa pribadi manusia sendirilah yang mengkonstruksi pengetahuan, konstruktivismesosiologis lebih menekankan masyarakat sebagai pembentuk pengetahuan dan konstruktivisme sosiokulturalisme menggunakan 14 konstruksi personal dan sosial yang saling berkaitan.

2. Multimedia Pembelajaran

  Multimedia pembelajaran sendiri dapat diartikan sebagai aplikasimultimedia yang digunakan dalam proses pembelajaran yaitu untuk menyalurkan pesan seperti pengetahuan, keterampilan dan sikap yangakhirnya dapat merangsang pilihan, perasaan, perhatian, kemauan siswa 20 sehingga terjadi proses belajar yang optimal. Robin dan Linda menyebutkan multimedia sebagai alat yang dapat menciptakanpresentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, 21 grafik, animasi, audio dan video.

3. Competence, Conscience, Compassion (3C)

3C (Competence, Conscience, Compassion) merupakan hasil yang akan di ukur dalam penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif.

a. Competence (pengetahuan, keterampilan dan sikap)

  Siswa diajak untuk meningkatkan kompetensinya supaya bisa menjadi siswa yang cerdas dan pandai dalam sisi akademik. Psikomotorikberkaitan dengan keterampilan seseorang, dan afektif merupakan kemampuan sikap seseorang jadi karakter dan keterampilan sosial seseorang yang akandiukur.

b. Conscience (suara hati)

  Aspek ini merupakan aspek dalam PPR yang menekankan pada suara hati, terutama untuk pemahaman mengenai 23 nilai-nilai yaitu kejujuran, integritas, keadilan dan kebebasan. Suara hati digunakan untuk mengetahui bagaimana seseorang bersikap atas apayang akan dilakukannya untuk memilih mana yang benar dan mana yang salah berdasarkan hati nuraninya, dan tentunya diharapkan seseorang tersebutakan memilih sesuatu yang benar bukan yang salah.

c. Compassion (bela rasa)

  Compassion merupakan salah satu aspek yang dikembangkan dalam PPR yang dengan tegas memiliki spirit bahwa perolehan pengetahuan dan keterampilan peserta didik adalah dalam konteks pengabdian pada orang lain 24 dan bukan sekedar untuk pemenuhan kebutuhan diri sendiri. Sikap lain yang akan ditekankan pada penelitian ini berkaitan dengan bela rasa yaitu tentang kerjasama antar siswa dalam hal diskusi kelompok,bagaimana proses satu sama lain untuk bisa bekerja sama dalam satu kelompok.

d. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan aspek competence (pengetahuan, keterampilan dan sikap), aspek conscience (suara hati) dan aspek compassion (bela rasa) atau 3C

  Demikian hal ini sangat berpengaruh bagi perkembangan aspek competence (pengetahuan, keterampilan dansikap), aspek conscience (suara hati) dan aspek compassion (bela rasa) siswa.2) Faktor eksternal Faktor eksternal merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan aspek 3C siswa yang berasal dari luar diri siswa. Faktor-faktor tersebut sangat berpengaruh bagi26 perkembangan siswa terutama prestasi, hati nurani dan bela rasa karena keadaan lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat akan membentuk pribadi siswa sesuai dengan karakter lingkungan tersebut.

4. Penelitian Tindakan Kelas a. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

27 PTK. Menurut Kemmis dan Mctaggart, penelitian tindakan adalah studi

  Tindakan tersebut diberikan oleh guru dan dilakukan oleh siswa, jadi siswa juga berperan aktif dalam yang dilakukan untuk memperbaiki diri sendiri, pengalaman kerja sendiri 28 tetapi dilakukan secara sistematis, terencana dan dengan sikap mawas diri. Kegiatan penelitian berangkat dari permasalahan riil yang dihadapi oleh guru dalam proses belajar mengajar, kemudian direfleksikan alternatif pemecahanmasalahnya dan ditindaklanjuti dengan tindakan-tindakan nyata yang 29 terencana dan terukur.

b. Tujuan dan Manfaat PTK

  Tujuan umum PTK adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran terutama kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa sehinggaproses interaksi antara keduanya biasa berjalan dengan baik dan nantinya bisa menghasilkan sesuatu hal yang baik. PTK juga dapat mengembangkan kemampuan guru maupunkemampuan siswa, bukan hanya dalam bidang akademik tetapi juga dalam bidang yang lain seperti kreatifitas dan karakter diri yaitu aspek conscience(suara hati) dan aspek compassion (bela rasa).

c. Siklus dan Tahap-tahap PTK

  Hal-hal yang direncanakan di antaranya terkait denganpendekatan pembelajaran, metode pembelajaran, teknik atau strategi pembelajaran, media dan materi pembelajaran, dan sebagainya. Strategi apayang digunakan, materi apa yang diajarkan atau dibahas dan sebagainya.3) Observasi Observasi, pengamatan, atau monitoring dapat dilakukan sendiri oleh peneliti atau kolaborator, yang memang diberi tugas untuk hal itu.

B. Materi Pembelajaran

  Nilai-nilai yang dikembangkan dalam materiDitinjau dari segi struktur isi materi tentang Peristiwa-peristiwa penting di dunia (revolusi Amerika, revolusi Perancis, revolusi Rusia) serta pengaruhnyabagi Indonesia merupakan materi yang tidak memiliki prasarat dari materi lain, sehingga di pilih sebagai materi dalam PTK pembelajaran sejarah berbasis PPR ini. Dengandemikian siswa akan berkembang menjadi pribadi yang utuh yaitu berkembangnya aspek competence (pengetahuan, keterampilan dan sikap), aspek conscience (suara hati) dan aspek compassion (bela rasa) siswa secara seimbang.

C. Kaitan antara penerapan PPR melalui pemanfaatan multimedia dengan PTK dalam pembelajaran sejarah

  Keterkaitannya yaitu dalam PTK dengan penerapan PPR maka akan ditingkatkan 3C siswa yaitu aspek competence (pengetahuan,keterampilan dan sikap), aspek conscience (suara hati) dan aspek compassion(bela rasa) sehingga siswa akan belajar secara berkesinambungan untuk menemukan nilai-nilai dan karakter pada pelajaran sejarah yang kemudian akanditerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan penerapan PPR membantu guru maupun siswa dalam upaya mengembangkan diri menjadi pribadi yang memiliki nilai-nilai kemanusiaan danjuga mengajak siswa untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat di dalam kelas dengan perbuatan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

F. Hipotesis Penelitian

  Hipotesis yang dapat diambil setelah siswa mengikuti pembelajaran sejarah berbasis Paradigama Pedagogi reflektif melalui pemanfaatan multimediapada materi “peristiwa-peristiwa penting di dunia (revolusi Amerika, revolusiPerancis, dan revolusi Rusia) serta pengaruhnya bagi Indonesia” sebagai berikut: 1. Implementasi pembelajaran sejarah berbasis Paradigama PedagogiReflektif melalui pemanfaatan multimedia dapat meningkatkan aspek competence (pengetahuan, keterampilan dan sikap) siswa kelas XI IPS 2 SMA N 2 Ngaglik 2.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart. PTK merupakan penelitian yang dilakukan oleh

B. Setting Penelitian

  Subyek penelitianSubyek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 1 SMA N 2 Ngaglik, dengan jumlah peserta didik 28 yang terdiri dari 15 siswa perempuan dan 13 siswalaki-laki dengan karakteristik yang sama. Aspek compassion (bela rasa) merupakan salah satu aspek yang dikembangkan dalam PPR yang dengan tegas memiliki spirit bahwaperolehan pengetahuan dan keterampilan peserta didik adalah dalam konteks pengabdian pada orang lain dan bukan sekedar untuk pemenuhankebutuhan diri sendiri.

F. Sumber Data

  Sumber data dalam penelitian ini antara lain :1) Siswa Untuk mendapatkan data tentang aspek competence (pengetahuan, keterampilan dan sikap), aspek conscience (suara hati) dan aspek compassion(bela rasa) siswa dalam proses belajar mengajar mata pelajaran sejarah serta dalam kehidupan sehari-hari. 2) GuruUntuk melihat tingkat keberhasilan implementasi pembelajaran sejarah berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif melalui pemanfaatanmultimedia yang diukur melalui peningkatan aspek competence(pengetahuan, keterampilan dan sikap), aspek conscience (suara hati) dan aspek compassion (bela rasa) siswa.

G. Metode Pengumpulan Data

  ObservasiObservasi digunakan untuk mengumpulkan data tentang partisipasi siswa dan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar terkait denganpelaksaan pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif melalui multimedia pembelajaran. WawancaraWawancara dipergunakan untuk mendapatkan data tentang keadaan siswa terutama dalam aspek bela rasa, dan suara hati siswa serta untukmengetahui tingkat keberhasilan penerapan PPR melalui multimedia pembelajaran.

H. Instrumen Pengumpulan Data

  Observasi Menggunakan lembar observasi untuk mengukur tingkat aktivitas siswa, aktivitas keaktifan dan partisipasi siswa, lembar pengamatan aspek conscience (suara hati) dan compassion (bela rasa), dan aktivitas kelompok dalam proses belajar mengajar pelajaran Sejarah. Reliabilitas InstrumenReliabilitas menujuk pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena istrumentersebut sudah baik dan instrumen yang dapat dipercaya atau yang reliabel 6 akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga .

7 Alpha yaitu:

  )Keterangan: = reliabilitas instrumen = varians total n = banyaknya butir pertanyaan= jumlah varians butir Untuk mengetahui taraf signifikansi reliabilitas instrumen maka 8 dilakukan uji t dengan rumus: t =Keterangan: t = taraf signifikanr = korelasi skor item dengan skor total6 n = jumlah butir item Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta, Bina Aksara, 1989,7 hlm. Hasil uji reliabilitas instrumen dapat dilihat dalam tabel berikut ini:Tabel 1: Hasil uji reliabilitas instrumen No Aspek Reliabilitas Signifikansi 1 Competence 0,71 0,995 2 Conscience 0,85 0,995 3 Compassion 0,89 0,995Berdasarkan tabel 1 tersebut dapat disimpulkan bahwa instrumen tersebut sudah baik dan dapat dipercaya sehingga layak untuk digunakan.

I. Analisis Data

  Analisis ini dilakukan dengan cara membandingkan dataaspek competence (pengetahuan, keterampilan dan sikap), aspek conscience(suara hati) dan aspek compassion (bela rasa) siswa pada keadaan awal dengan data yang diperoleh setelah dilakukan tindakan penelitian yaitusiklus 1 dan 2. Peneliti kemudian mengajak siswa untuk melihat video yang berisi tentang nilai-nilai kemanusiaan terutama yang berkaitandengan revolusi Rusia.6) Siswa melihat video tersebut dan mengidentifikasi hal-hal yang penting yang ditemukan dalam video tersebut7) Siswa diajak untuk memberikan komentar dan berefleksi mengambil nilai- nilai kemanusiaan yang didapat dari video tersebut.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Keadaan Awal Sebelum Penerapan pembelajaran sejarah berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif melalui pemanfaatan multimedia untuk meningkatkan

  aspek competence (pengetahuan, keterampilan dan sikap), aspek conscience(suara hati) dan aspek compassion (bela rasa) siswa, peneliti melakukan observasi, wawancara dan penyebaran kuesioner untuk mengetahui keadaanawal pembelajarn sejarah siswa di sekolah tersebut. Wawancara dan observasi guruWawancara dan observasi guru dilakukan sebelum pelaksanaan siklus 1 penelitian dimulai.

NO PERTANYAAN JAWABAN

  Bagaimana menurut ibu Keadaan kelas XI IPS secara umum sudah keadaan siswa kelas XI baik, dibuktikan dengan nilai sejarah yang IPS secara umum dan cukup baik. Dalam penyampaiaan nilai-nilai kemanusiaan sudah dilakukan tetapi siswa masih kurang memahami sehingga diperlukan cara yang menarik supaya siswa lebih mudah memahami nilai-nilai kemanusiaan dalam pembelajaran sejarah.

II KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN

  Pengamatan ini menggunakan lembar penilaiaan skala likert yang hasilnya dapat dilihat dalam tabel berikut ini: Tabel 23: Hasil pengamatan aspek competence/penilaian proses siklus 1 4 21 84 19 IPA 5 5 5 3 5 23 92 20 IC 5 4 4 4 2 19 76 21 JS 3 4 5 5 2 3 5 76 4 4 3 5 3 20 80 1 II 4 5 3 5 21 4 84 17 Ik 5 5 5 4 2 21 84 18 IR 5 19 22 JH 15 IAN 4 76 26 LNA 3 4 4 3 2 16 64 27 MF 4 5 2 4 2 19 76 28 MPP 4 4 4 5 2 19 19 4 3 4 4 4 5 4 20 80 23 JA 4 5 4 5 22 5 88 24 JH. Kategori nilai kualitatif siswa dapat dilihat dalam tabel berikut:Tabel 26: Frekuensi data keadaan aspek competence (pengetahuan, keterampilan dan sikap) siswa siklus 1 No Nilai f Presentase (%) Kriteriacompetence siswa 1 90 -100 0% Sangat Tinggi 2 80 - 894 14,28% Tinggi 3 65 - 79 20 71,43% Cukup 4 55 - 643 10,71% Rendah 5 <551 3,57% Sangat Rendah Berdasarkan tabel 26, dapat diketahui kategori aspek competence(pengetauan, keterampilan dan sikap) siswa.

JH.C

2 24 √ √

25 LKMS √ √ √ √

  Siswa belum bisa memahami danmengaplikasikan tentang nilai kemanusiaan yang berhubungan dengan bela rasa karena siswa belum memahami secara utuh tentang PPR. Pencapaian aspek compassion (bela rasa) siswa pada indikator 1 tentang kerjasama berjumlah 21 siswa dengan prosentase 75%, indikator 2(kepedulian) berjumlah 13 siswa (46,43%), indikator 3 (keterlibatan dalam kelompok) berjumlah 7 siswa (25%) indikator 4 (menghargai perbedaan) berjumlah 10 siswa (35,71%), dan indikator 5 tentang rela berkorban berjumlah 13 siswa dengan prosentase 46,43%.

d. Refleksi

  Hasil peningkatan aspek competence (pengetahuan, keterampilan dan sikap) siswa dibandingkan dengan keadaan awal yang prosentase ketuntasannya 60,71%dari seluruh siswa, menjadi 19 siswa (67,86%) yang mencapai KKM. Selain ituhal yang harus diperbaiki yaitu cara untuk mendorong siswa supaya lebih menghargai proses pembelajaran dan siswa lebih bisa mengambil makna darisetiap aktifitas yang mereka lakukan dan nilai-nilai karakter/kemanusiaan dari pembelajaran sejarah.

3. Siklus 2 a. Perencanaan

  Penilaian ini meliputi aspek keaktifan dalam kelompok, competence (pengetahuan, keterampilan dan sikap) siswa dibandinggkan 5 5 21 84 16 II 4 5 5 4 23 5 92 17 Ik 2 5 4 4 5 20 80 4 4 4 18 5 21 84 13 HS 2 3 4 4 5 72 3 14 HDM 3 4 3 4 4 16 64 15 IAN 18 IR 4 5 4 4 5 20 80 22 JH 5 4 5 5 4 23 92 23 JA 4 5 5 4 5 23 5 2 5 4 4 5 22 88 19 IPA 5 5 3 4 21 21 JS 84 20 IC 2 5 4 4 5 20 80 4 4 dengan siklus 1. Lebih menarik untuk 85,71% siswa anda terhadap mata dipelajari, lebih asyik, berkomentarpelajaran sejarah menyenangkan dan baik, setelah penerapan antusias, sangat baguspembelajaran sejarah karena mengajarkan 14,28% siswa berbasis Paradigma dengan lengkap dan yang kurangPedagogi Reflektif informatif, mengandung setuju dengan melalui pemanfaatan nilai-nilai yang patut pendekatanmultimedia?

1. Komparasi aspek competence (pengetahuan, keterampilan dan sikap) siswa

  Komparasi aspek conscience (suara hati) siswa pada keadaan awal dengan keadaan akhirTabel 43: Hasil Komparasi aspek conscience (suara hati) siswa keadaan awal dengan keadaan akhir conscience (suara hati) siswa pada keadaan awal dengan keadaan akhir setelah Komparasi pada aspek ini dibagi menjadi dua, yaitu komparasi aspek Variabel kedua yang diteliti adalah aspek conscience (suara hati) siswa. Komparasi aspek compassion (bela rasa) siswa pada keadaan awal dengan keadaan akhirTabel 46: Hasil Komparasi aspek compassion (bela rasa) siswa keadaan awal dengan keadaan akhir compassion (bela rasa) siswa pada keadaan awal dengan keadaan akhir setelah pada penelitian ini aspek compassion (bela rasa) siswa juga mengalami peningkatan baik peningkatan dari keadaan awal dengan keadaan akhir setelahtindakan maupun peningkatan selama pengamatan siklus 1 dengan siklus 2.

4 FSA 176 B 83,81% 170 B 80,95% Turun

  Komparasi pengamatan aspek compassion (bela rasa) siswa siklus 1 dengan siklus 2Tabel 47: Hasil komparasi pengamatan aspek compassion (bela rasa) siswa siklus 1 dengan siklus 2 compassion (bela rasa) siswa dari keadaan awal dengan keadaan akhir. Pendekatan PPR dan pemanfaatan multimedia pembelajaran sangat competence (pengetahuan, keterampilan dan sikap) siswa selama dan setelah Berdasarkan hasil penelitian tersebut telah diperoleh data aspek bertujuan untuk melihat peningkatan 3C siswa yang mengikuti pelajaran sejarah dengan penerapan pembelajaran sejarah berbasis PPR melalui pemanfaatanmultimedia.

1. Peningkatan aspek competence (pengetahuan, keterampilan dan sikap) siswa dalam pembelajaran sejarah berbasis PPR melalui pemanfaatan multimedia

  Dengan menjadi siswa yang kritis maka siswa bisa aktif dalam proses belajar mengajar serta bisa selalu mengungkapkan pendapatmengenai materi yang diajarkan sehingga pengetahuan siswa semakin bertambah dan prestasi siswa juga akan meningkat. Pribadi siswa yang terbentuk menjadi kritis tersebut dapat lebihdikembangkan lagi dengan adanya multimedia, karena dengan multimedia dapat menyalurkan pesan seperti pengetahuan, keterampilan dan sikap yang akhirnyadapat merangsang pilihan, perasaan, perhatian, kemauan siswa sehingga terjadi proses belajar yang optimal sehingga aspek competence (pengetahuan,keterampilan dan sikap) siswa dapat meningkat.

2. Peningkatan aspek conscience (suara hati) siswa dalam pembelajaran sejarah berbasis PPR melalui pemanfaatan multimedia

  Hasil dari pengamatan tersebut yaitu pada siklus 1 yang meliputi indikator tanggung jawab, kejujuran, nasionalisme, perjuangan dan kedisiplinan belumtercapai oleh siswa secara baik karena jumlah siswa pada setiap indikatornya masih rendah yaitu ada 2 indikator yang belum mencapai 50% dari keseluruhansiswa. Dengan PPR ini pelajaran sejarah menjadi lebih bermakna dan siswa terbantu untuk menemukan nilai-nilai kemanusiaanyang berkaitan dengan aspek conscience atau suara hati siswa sehingga aspek tersebut dapat berkembang dan meningkat.

3. Peningkatan aspek compassion (bela rasa) siswa dalam pembelajaran sejarah berbasis PPR melalui pemanfaatan multimedia

  Dengan berkembangnya tiga aspek tersebut yaitu aspek competence (pengetahuan, keterampilan dan sikap),aspek conscience (suara hati) dan aspek compassion (bela rasa), siswa akan berkembang secara utuh dan seimbang sehingga bisa menjadi pribadi yang baikdan menjadi manusia yang utuh pula. Hasil dari pengamatan tersebut yaitu pada silklus 1 yang meliputi indikator kerjasama, kepedulian, keterlibatan dalam kelompok, menghargai perbedaan danrela berkorban belum tercapai oleh siswa secara baik karena jumlah siswa pada setiap indikatornya masih rendah yaitu belum mencapai 50% dari keseluruhansiswa, dan hanya 1 indikator yaitu kerjasama yang mencapai 75%.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Penelitian Tindakan Kelas dengan judul implementasi pembelajaran sejarah

  Implementasi pembelajaran sejarah berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif melalui pemanfaatan multimedia pada materi peristiwa-peristiwa pentingdi dunia (revolusi Amerika, revolusi Perancis, dan revolusi Rusia) serta pengaruhnya bagi Indonesia dapat meningkatkan aspek pengetahuan,keterampilan dan sikap (competence), suara hati (conscience) dan bela rasa(compassion) siswa. Aspek bela rasa siswa dapat dikembangkan dan ditingkatkan karena siswa belajardengan mengalami pembelajaran sejarah secara langsung di dalam kelas sehingga sejarah yang sangat sarat dengan nilai bela rasa dapat dipahamikemudian direfleksikan dan di praktekkan dalam proses pembelajaran di dalam kelas.

B. Saran

  Saran bagi guru sejarah dan sekolahImplementasi pembelajaran sejarah berbasis PPR melalui pemanfaatan multimedia dapat dikembangkan dalam proses pembelajaran di kelas secaraberkelanjutan agar aspek 3C siswa benar-benar terbentuk dari hasil refleksi dan proses pembelajaran sejarah bisa diambil maknanya terutama nilai-nilaikehidupan dan kemanusiaan yang terkandung dalam mata pelajaran sejarah. Guru sebaiknya lebih menekankan akan pentingnya pembelajaran nilai/karakter dalam proses pembelajaran yang diambil dari materi-materiyang diajarkan dan lebih inovatif lagi menggunakan media-media pembelajaran yang membuat siswa aktif untuk menumbuhkan aktivitas siswadan membentuk pengalaman siswa.

1. Nasionalisme Non Diskusi Diskusikanlah

  Produk , persatuan , Tes kelomp isi materi Menit  I Wayan explorasi 1) Menjelaskan kerja keras, ok, revolusi Badrika.internet, keadaan semangat, pengam perancis yang 2006.penayangan Revolusi kepedulian, atan ada dalam Sejarah film/video perancis serta rela cuplikan video Untuk SMAdan diskusi pengaruhnya berkorban, dan gambar- kelas XI kelompok bagi multikulturali gambar Programdapat pergerakan sme, daya tersebut dan IPS . Karakter1) Menghayati Benar- Puncak Kerja kesadaran Salah revolusiberbangsa, Perancis yaitu dengandemokrasi dan nasionalisme penyeragandalam revolusi penjaraPerancis yang Bastille bisa di (Benar) aplikasikandalam kehidupan bermasyarakat di Indonesiab.

3. Psikomotorik

  1) Mendemonstra sikaan denganbagan penyebabrevolusi Rusia dan peran paratokoh-tokoh yang adadalam revolusiRusia Yogyakarta, April 2013 penelitiFilipus Dimas Darumurti Lampiran 4RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS PPR TAHUN PELAJARAN 2012-2013 Nama Sekolah : SMA Negeri 2 Ngaglik Mata Pelajaran : Sejarah Kelas/Semester : XI IPS/2 Alokasi Waktu : 9x45 Menit I. Menganalisis sejarah dunia yang mempengaruhi sejarah BangsaIndonesia dari abad ke-18 sampai dengan abad ke-20 II.

III. Indikator

  Produk1) Menjelaskan Revolusi Amerika Revolusi perancis, dan revolusi Rusia serta pengaruhnya bagi pergerakan nasional Indonesia b. 2) Menganalisis latar belakang/penyebab terjadinya revolusi Amerika, revolusi Perancis dan revolusi Rusia .3) Mendeskripsikan jalannya revolusi Amerika, perkembangan revolusi Perancis dan revolusi Rusia.4) Menganalisis dampak revolusi Amerika, revolusi Perancis, dan revolusi Rusia serta pengaruhnya bagi Indonesia 2.

IV. Tujuan Pembelajaran

  2) Menganalisis latar belakang/penyebab terjadinya revolusi Amerika, revolusi Perancis dan revolusi Rusia .3) Mendeskripsikan jalannya revolusi Amerika, perkembangan revolusi Perancis dan revolusi Rusia.4) Menganalisis dampak revolusi Amerika, revolusi Perancis, dan revolusi Rusia serta pengaruhnya bagi Indonesia 2. Psikomotorik1) Siswa mampu membuat essay mengenai peran George Washington dalam perjuangan Revolusi Amerika2) Siswa mampu mengkonstruksi melalui foto, gambar, atau video tentang perkembangan revolusi Perancis dan maknanya bagikehidupan bermasyarakat di Indoneisa 3) Siswa mampu mendemonstrasikaan dengan bagan penyebab revolusi Rusia dan peran para tokoh-tokoh yang ada dalamrevolusi rusia V.

VI. Pendekatan dan Metode Pembelajaran

  Paradigma Pedagogi ReflektifMetode pembelajaran: a. Penayangan cuplikan video dan gambar-gambar c.

VIII. Langkah-langkah Pembelajaran A. Pertemuan Pertama No Kegiatan pembelajaran

  Eksplorasi a) Guru menjelaskan materi tentang Revolusi Amerika menggunakan media power point supaya siswa lebih20’ tertarik dan mudah memahami materib) Siswa juga memahami materi dengan mencatat hal-hal penting dan membaca di buku atau mencari di internetc) Guru melakukan interaksi dengan siswa saat menjelaskan dengan melakukan tanya jawab 2. Elaborasi a) Guru mengajak siswa untuk berdiskusi kelompok memecahkan masalah tentang Revolusi Amerikadengan panduan pertanyaan yang diberikan oleh guru b) Siswa secara aktif dapat mencari jawaban dengan membaca buku, mencari di internet, danmenganalisisnya 30’ c) Siswa bekerja sama dengan teman dalam satu kelompok untuk memecahkan masalah dan mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru 3.

B. Pertemuan Kedua No Kegiatan pembelajaran

  Eksplorasi a) Guru mengulas kembali materi pada pertemuan sebelumnya dengan membahas hasil diskusi siswa20’ b) Guru menjelaskan materi berikutnya tentang revolusiPerancis dan revolusi Rusia menggunakan Power point, cuplikan video dan gambar-gambarc) Guru melakukan interaksi dengan siswa saat menjelaskan dengan melakukan tanya jawab 2. Guru dan siswa bersama-sama melakukan refleksi atas materi yang sudah dipelajari dengan menemukan nilai-nilai dan makna dari materi Revolusi Perancis danRevolusi Rusia dan pengaruhnya bagi Indonesia 2.

C. Pertemuan Ketiga

D. Pertemuan ke empat No Kegiatan pembelajaran

  Eksplorasi a) Guru menjelaskan materi tentang Revolusi, Amerika,Perancis dan Rusia menggunakan media power point 20’ supaya siswa lebih tertarik dan mudah memahamimateri b) Siswa juga memahami materi dengan mencatat hal-hal penting dan membaca di buku atau mencari di internetc) Guru melakukan interaksi dengan siswa saat menjelaskan dengan melakukan tanya jawab 2. Elaborasi a) Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk berdiskusi kelompok pada permainan picture and picture , yaitu permainan dengan menyusun gambar- gambar yang diberikan oleh guru sehingga menjadi susunan suatu peristiwa yang runtut dan benar sesuai30’ dengan materi.

c. Aksi

  Siswa diajak untuk merenung dan merumuskan aksi yang akan dilakukannya dalam kehidupan sehari-hariberdasarkan hasil refleksi 2. Guru bisa memberikan panduan pertanyaan aksi seperti niat seperti apa yang akan kamu lakukan untuk mengubahhidupmu berdasarkan dari nilai-nilai yang kamu temukan dalam refleksi?

E. Pertemuan ke lima No Kegiatan pembelajaran

  Elaborasi a) Guru menayangkan video yang berisi tentang nilai- nilai kemanusiaan terutama yang berkaitan denganmateri b) Siswa melihat video tersebut dan mengidentifikasi hal- hal yang penting yang ditemukan dalam video tersebutc) Siswa diajak untuk memberikan komentar dan berefleksi mangambil nilai-nilai kemanusiaan yangdidapat. Guru dan siswa bersama-sama melakukan refleksi atas materi yang sudah dipelajari dengan menemukan nilai-nilai dan makna dari materi dan dinamika pembelajaran yang terjadi 10’ 2.

X. Sumber, Alat, dan Bahan Pembelajaran

XI. Penilaian

  Tindak lanjut Siswa dinyatakan berhasil jika tingkat pencapaiannya lebih dari75% Memberikan program remidi bagi siswa yang tingkatpencapaiannya kurang dari 75% Memberikan program pengayaan bagi siswa yang tingkat pencapaiannya lebih dari 75%Yogyakarta, 20-04-2013PenelitiFilipus Dimas Darumurti Lampiran 5RANGKUMAN HASIL KUISIONER PRA TINDAKAN PENELITIAN No Pertanyaan Jawaban 1. Sebagai salah satu responden yang terpilih dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 2 Ngaglik kelas XI IPS 2 tahun ajaran 2012/2013.

2. Berilah tanda centang ( √ ) pada salah satu pilihan anda pada kolom yang tersedia

  Saya tidak memiliki tanggung jawab 26 sebagai seorang siswa yang sedangbelajar sejarah Saya tidak disiplin dalam mengikuti 27 pelajaran sejarahSaya tidak serius dalam mengikuti 28 pelajaran sejarahSaya tidak semangat belajar sejarah jika 29 guru tidak menggunakan mediaBagi saya belajar sejarah atau tidak mengenai materi revolusi di Amerika dan 30 revolusi di Eropa, tidak mempengaruhirasa cinta saya terhadap tanah air. Memeriksa kembali jawaban-jawaban 44 soal yang diberikan guru tidak pernahsaya lakukanSaya enggan berusaha untuk menjadi 45 siswa yang berprestasiSaya malas ke perpustakaan untuk membaca buku-buku sejarah terutama 46 mengenai revolusi yang terjadi diAmerika dan di Eropa.

HASIL RELIABILITAS KUISIONER CONSCIENCE

  Pernyataan Jumlah butir pernyataan No Compassion Positif Negatif Positif Negatif 1 Kerjasama 1,5 8, 42 41 12 3 3 2 Penghargaan pada 3 7 sesama 2 2 20 14 3 Kepedulian pada 2 11 orang lain 2 2 13 25 4 Kepekaan 15,50 4 terhadapkebutuhan orang 3 2 lain 39 19 5 Keterlibatan 10 37 dalam kelompok 2 3 26 40, 49 6 Kemauan untuk 24 6 berbagi 2 2 38 27 329,48 3 Keterangan: Nomor item yang di blog merupakan nomor item yang tidak valid. Bagi saya bermain lebih penting dan asyik daripada belajar sejarah, karena belajar sejarahsangat membosankan 22 Pelajaran sejarah mengajarkan kepada saya untuk saling menghormati, karena berarti kitabisa bersikap sopan pada orang lain 23 Menurut saya lingkungan yang nyaman bisa membantu proses belajar sejarah karena kita bisamerasa nyaman, senang dan semangat untuk belajar sejarah 24.

HASIL RELIABILITAS KUISIONER COMPASSION

  Sebagai salah satu responden yang terpilih dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 2 Ngaglik kelas XI IPS 2 tahun ajaran 2012/2013. Bacalah setiap pernyataan dalam kuesioner ini dengan teliti dan jawablah setiap pernyataan tersebut.

2. Berilah tanda centang ( √ ) pada salah satu pilihan saudara/i pada kolom yang tersedia

  Karakter1) Memaknai nilai perjuangan, nasionalisme, kerja keras, dan 1 19 C1 kebebasan dari revolusi Amerikauntuk diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara 2) Dengan percaya diri dan semangat mampu menjelaskan pengaruhRevolusi Amerika bagi pergerakan nasional Indonesiab. Menganalisis sejarah dunia yang mempengaruhi sejarah Bangsa Indonesia dari abad ke-18 sampai dengan abad ke-20 Kelas / Semester : XI IPS/ 2Penulis : Filipus Dimas Darumurti Mata Pelajaran : SejarahJumlah Soal : 20 soal PG, 10 B-S Jenis Sekolah : SMA N 2 NgaglikAlokasi Waktu : 1 x 45 Menit 5 2384) Menganalisis dampak revolusi 3 C2,C1,C3Amerika dan pengaruhnya bagi 5,17,28 Indonesia.

A. Jadwal Penelitian

N oKegiatan Bulan Maret April Mei Juni Juli AgustusSeptember November Desember Januari Februari 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 1 Persiapan 2 Obsevasi 3 Pelaksanaan siklus I 4 Pelaksanaan siklus II 5 Pengolahan data 6 Penyusunan laporan 7 Ujian danKeperluan administrasi Lampiran 23FOTO-FOTO KEGIATAN PENELITIAN PROSES KEGIATAN BELAJAR SEJARAH KELAS XI IPS 2

1. Pelaksanaan Tindakan 2. Penerapan Multimedia dengan teka-teki silang

3. Antusias siswa dalam proses belajar sejarah

4. Pengerjaan tugas kelompok 5. Evaluasi/tes

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Perbandingan penguasaan konsep siswa antara pembelajaran mengunakan multimedia dengan non multimedia pada pokok bahasan virus : eksperimen di kelas x sma negeri 2 ciputat
0
3
137
Efektivitas pemanfaatan media audio visual vidio pembelajaran dalam upaya peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa pada pembelajaran sejarah (penelitian kelas di SMP Bina Sejarah Depok)
1
6
235
Upaya meningkatkan hasil belajar IPS melalui pendekatan pembelajaran kooperatif model think, pair and share siswa kelas IV MI Jam’iyatul Muta’allimin Teluknaga- Tangerang
1
8
113
Upaya meningkatkan hasil belajar IPS melalui pembelajaran kooperatif teknik jigsaw siswa kelas II MI Al Masthuriyah Bekasi
0
3
122
Penggunaan media pembelajaran zooming presentation untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas x pada konsep suhu dan kalor
0
6
6
Aplikasi pembelajaran metematika berbasis multimedia untuk kelas III Sekolah Dasar
0
3
160
Penerapan model pembelajaran Modificationaction Process Object Schema (M-APOS ) untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematik siswa: penelitian kuasi eksperimen di Kelas XI IPA SMA Negeri 2 Kabupaten Tangerang.
7
36
173
Pengaruh penggunaan media pembelajaran monopoli terhadap hasil belajar akuntansi siswa di kelas XII IPS SMA Negeri 4 Depok
0
24
0
Upaya meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Stad (Student Teams Achievement Division) pada pembelajaran IPS kelas IV MI Miftahul Khair Tangerang
0
13
0
Penerapan model pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan motivasi belajar PAI siswa SD Negeri Ciherang 01: penelitian tindakan kelas
1
8
0
Penggunaan media visual untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS kelas III di Mi Miftahul Hidayah Pondok Gede Kota Bekasi
1
11
0
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair square pada materi ruang dimensi tiga untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Baubau
0
1
12
Silabus Matematika SMA kelas XII IPS semester 1 dan 2
0
1
10
Silabus Matematika SMA kelas XI IPS semester 1 dan 2
0
1
11
Khazanah matematika 2 SMA XI IPS Rosihan dan Indriyastuti
0
1
254
Show more