Kajian interaksi obat pada peresepan pasien tuberkulosis di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta periode Januari 2015-Juni 2016.

Gratis

0
4
50
2 years ago
Preview
Full text

PERSEMBAHAN

Karya ini saya persembahkan kepada: Yesus Kristus yang selalu memberikan berkat di setiaplangkah kehidupanku, Keluarga ku tercinta Bapak, Ibu, Kakak dan Adikku yangselalu mendoakan, mendukung dan mengasihiku, Sahabat-sahabat dan teman-temanku tersayang,Serta Almamaterku. PRAKATAPuji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karuniaNya, penulis dapat menyelesaikanskripsi dengan judul “Kajian Interaksi

Obat pada Peresepan Pasien Tuberkulosis di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta Periode Januari 2015-Juni 2016 ” sebagai

  Si., Apt selaku pembimbing utama yang telah membimbing dan telah bersedia memberikan waktu, dukungan,semangat, kritik dan saran selama proses penyusunan proposal hingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini. Direktur Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian serta Pihak Rumah Sakit yang telahmembantu selama pengambilan data.

DAFTAR ISI

  3 Karakteristik Pasien Tuberkulosis .......................................................... 3 Gambaran Peresepan Pasien Tuberkulosis .............................................

DAFTAR TABEL

  Gambaran Peresepan Pasien Tuberkulosis di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta Periode Januari2015-Juni 2016 ........................................................................... Interaksi obat pada Peresepan Pasien Tuberkulosis di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta PeriodeJanuari 2015-Juni 2016 ...............................................................

Lampiran 2. Surat Ijin Penelitian di Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta Periode Januari 2015-Juni 2016 ......................

  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran peresepan meliputi jumlahobat dan jenis obat anti tuberkulosis dan mengevaluasi interaksi obat farmakokinetik, farmakodinamik serta kategori signifikansi klinis pada pasientuberkulosis di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta Periode Januari 2015-Juni 2016. Hasil penelitian menunjukkan dari 69 pasien yang memenuhikriteria inklusi, penggunaan jumlah obat terbanyak pada tiap peresepan yaitu berjumlah 3 obat (42%) dan jenis sediaan obat anti tuberkulosis Kombinasi DosisTunggal (KDT) rifampisin dan isoniazid 62,3%.

PENDAHULUAN

  Penelitian ini difokuskan pada pasien tuberkulosis di Rawat Jalan dengan melihat proporsi tingginya kejadian interaksi obat, penggunaan obat anti tuberkulosis berpotensimenyebabkan terjadinya interaksi antar OAT maupun OAT dengan obat lain dan penelitian mengenai Kajian Interaksi Obat pada Peresepan Pasien Tuberkulosis di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta sebelumnya belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran peresepan meliputi jumlah obat dan jenis OAT dan mengevaluasi interaksi obat berdasarkan jenis mekanismefarmakokinetik dan farmakodinamik serta kategori signifikansi klinis pada peresepan pasien tuberkulosis di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakartaperiode Januari 2015-Juni 2016.

METODE PENELITIAN

  Tata cara penelitian dimulai dari tahap orientasi, pada tahap ini peneliti melakukan survei ke Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta untuk mendapatkaninformasi mengenai tata cara pengambilan data dan perizinan penelitian. Kriteria inklusi penelitian ini yaitu pasien tuberkulosis seluruh usia baik laki-laki maupun perempuan yang terdiagnosis tuberkulosis paru maupun ekstraparu di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta periode Januari 2015-Juni 2016 yang menerima peresepan OAT dengan atau tanpa obat lain.

Interaction Checker (2016). Interaksi menguntungkan yaitu penggunaan kedua obat

  Rekam medis yang digunakan diakses melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS) meliputi catatan data medis pasien yaitu tanggal pengobatan, usia,jenis kelamin, diagnosis, jenis, jumlah dan regimen dosis. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel disertai pembahasan.

HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Pasien Tuberkulosis

  Karakteristik pasien tuberkulosis di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta periode Januari 2015-Juni 2016 meliputi jenis kelamin dan usia. Berdasarkan Tabel I, pasien tuberkulosis di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta periode Januari 2015-Juni 2016 lebih banyak berjenis kelamin perempuan (50,7%) .

Gambaran Peresepan Pasien Tuberkulosis

  Berdasarkan Tabel II, penggunaan OATdengan atau tanpa obat lain pada peresepan pasien tuberkulosis di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta periode Januari 2015-Juni 2016 yang menerimaobat berjumlah 3 memiliki persentase tertinggi sebesar 42%. Jenis OAT yang digunakan pada pengobatan pasien tuberkulosis di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta periode Januari 2015-Juni 2016 yaitugolongan OAT lini pertama terdiri dari isoniazid, rifampisin, pirazinamid, etambutol dan streptomisin sesuai dengan Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis KementerianKesehatan RI 2014.

Tabel II. Gambaran Peresepan Pasien Tuberkulosis di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit

1 5 7,2 HRZE13 18,8 RH43 62,3 HRZE+S 1 1,4 RH6 8,7 HRZE1 1,4 Sediaan KDT (Kombinasi Dosis Tunggal) 3 1 1,4 Jenis OATSediaan Kombipak H 5 6 1 1,4 2 8 3 2 2,9 4 7 2 5 7,2 4 6 OAT kombipak yang diberikan dalam bentuk tunggal dengan jumlah yang banyak menyebabkan ketidakteraturan pasien dalam meminum obat. 3 5 7,2 4 2 5 2 9 13,0 4 -2 2,9 2 4 1 25 36,2 3 -4 5,8 2 3 1 1 1,4 2 -9 13,0 1 2 OAT Obat Lain Persentase (%) Jumlah Obat TiapPeresepan Jumlah OAT/Obat Lain Panti Nugroho Yogyakarta Periode Januari 2015-Juni 2016 Gambaran PeresepanJumlah Pasien (n=69) 1 1,4 HRZ4 5,8

Kajian Interaksi Obat

  Berdasarkan kategori signifikansi klinis interaksi obat dibagi menjadi 3 kategori yaitu derajat keparahan serius menimbulkan efekyang dapat membahayakan pasien, signifikan menimbulkan efek sedang dan dapat juga Berdasarkan Tabel III, interaksi obat antar OAT dan interaksi OAT dengan obat lain akan dibahas sebagai berikut:A. Interaksi yang tidak menguntungkan Interaksi yang tidak menguntungkan terdiri dari interaksi antara isoniazid dengan obatlain seperti siproheptadin, parasetamol, kodein, amiodaron, aminofilin, prednisolon, lansoprasol dan interaksi rifampisin dengan obat lain seperti amiodaron, valsartan,parasetamol, pantoprasol, prednisolon, aminofilin dan lansoprasol yang dapat menyebabkan peningkatan kadar plasma obat dan simtom toksisitas serta penurunan efekobat.

Rifampisin penginduksi enzim metabolisme CYP2C19 dan lansoprasol substrat enzim metabolisme CYP2C19 (Tatro, 2007), rifampisin dapat menurunkan efek dari

  Interaksi rifampisin dengan lansoprasol termasuk dalam jenis interaksi farmakokinetik tahapmetabolisme dengan kategori signifikansi klinis minor sehingga penggunaan kedua obat ini dapat diberikan karena efek yang dihasilkan ringan, oleh karena itupengobatan tambahan tidak diperlukan (Medscape, 2016). Keterbatasan penelitian ini yaitu data dalam penelitian bersifat retrospektif berdasarkan data rekam medis pasien sehingga tidak dapat memantau kondisi pasien secaralangsung.

KESIMPULAN

  Berdasarkan penelitian mengenai Kajian Interaksi Obat pada Peresepan Pasien Tuberkulosis di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta PeriodeJanuari 2015-Juni 2016 dapat disimpulkan bahwa: 1. Saran berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu pihak rumah sakit perlu melakukan manajemen interaksi obat yang terjadi pada pengobatan pasientuberkulosis serta monitoring efek interaksi obat terutama yang menghasilkan efek hepatotoksik.

DAFTAR PUSTAKA

  14/01/16 37 P TB Paru BTA(+) OAT lanjutan ke 6 RifampisinIsoniazid(2 FDC) 150 mg 150 mg3x/minggu(3 minggu/36 tab) Vitamin B1Vitamin B6Vitamin B12(Neurosanbe) 100 mg 200 mg 200 mcg1x1 tab (20) 63 L TB Paru BTA(+) OAT lanjutan ke 7 37 P TB KGB ColliOAT lanjutan ke 6 RifampisinIsoniazid 1x450 mg (30)1x400 mg Vitamin B6 10 mg1x1 tab 337. 30/06/16 200 mg 250 mcg1x1 tab (28) Vitamin B1Vitamin B6Vitamin B12(Neurodex) 100 mg 150 mg3x/minggu(4 minggu=48) RifampisinIsoniazid(2 FDC) 150 mg 43 L TB Paru BTA(+) OAT lanjutan ke 4 5 33 150 mg3x/minggu@3 tab (36) 200 mg 250 mcg1x1 tab (28) Vitamin B1Vitamin B6Vitamin B12(Neurodex) 100 mg 150 mg3x/minggu(4 minggu=60) 56 P TB Paru OAT lanjutan ke 8RifampisinIsoniazid(2 FDC) 150 mg 369.

BIOGRAFI PENULIS

  Penulis bernama lengkap Anastasia Sari Sulistyowati, lahir di Bekasi pada tanggal 25 Juni 1995 dan merupakananak ke empat dari lima bersaudara dari pasangan FX. Pendidikan formal yang telah ditempuh penulis yaitu TK Cendrawasih Jaya BekasiTimur 2000-2001, tingkat Sekolah Dasar di SD Negeri Duren Jaya VI Bekasi Timur 2001-2007, tingkat SekolahMenengah Pertama di SMP Negeri 1 Bekasi Timur 2007- 2010, dan tingkat Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri 1 Bekasi Timur 2010-2013.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT PARU SIDAWANGI JAWA BARAT PERIODE JANUARI - JUNI 2015
0
6
14
TINJAUAN PERESEPAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN JAMKESMAS DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT “X” Tinjauan Peresepan Antibiotik Pada Pasien Jamkesmas Di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo Periode Bulan Januari – Maret 20
0
2
15
Kajian interaksi obat pada peresepan pasien rawat jalan diabetes melitus di Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta periode Januari-Juni 2016.
0
1
41
Kajian interaksi obat pada peresepan pasien Hipertensi Geriatri di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta Periode Januari-Juni 2016.
0
12
56
Kajian interaksi obat pada peresepan pasien rawat jalan sindrom koroner akut di Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta periode Januari-Oktober 2016.
0
1
53
Kajian interaksi obat pada peresepan pasien tuberkulosis di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta periode Januari 2015-Juni 2016.
0
0
50
Kajian interaksi obat pada peresepan pasien rawat jalan diabetes melitus di Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta periode Januari Juni 2016
0
0
39
Kajian interaksi obat pada peresepan pasien Hipertensi Geriatri di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta Periode Januari Juni 2016
0
0
54
Studi pustaka interaksi obat pada peresepan pasien tuberkulosis di Instalasi Rawat Jalan RSUD Panembahan Senopati Bantul periode Oktober-Desember 2013.
1
7
142
Gambaran penggunaan obat untuk pasien rawat jalan di Rumah Sakit Panti Nugroho Sleman periode 2007 berdasarkan indikator peresepan who [1993].
1
3
117
Profil peresepan dan evaluasi interaksi obat antihipertensi pada pasien geriatri di instalasi rawat inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta tahun 2005.
0
3
129
Kajian interaksi obat pada peresepan pasien rawat jalan sindrom koroner akut di Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta periode Januari Oktober 2016
0
0
51
Kajian interaksi obat pada peresepan pasien tuberkulosis di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Panti Nugroho Yogyakarta periode Januari 2015 Juni 2016
0
1
48
POLA PERESEPAN OBAT PENYAKIT ASMA BRONKIAL PADA PASIEN PEDIATRI DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA TAHUN 2006
0
0
106
PROFIL PERESEPAN DAN EVALUASI INTERAKSI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN GERIATRI DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA TAHUN 2005 SKRIPSI
0
0
127
Show more