Deskripsi tingkat kesiapan mahasiswa menghadapi pernikahan (studi deskriptif pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2012 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan implikasinya pada usulan topik-topik bimbingan persiapan berkeluarga).

Gratis

0
0
84
2 years ago
Preview
Full text

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkandalam kutipan dan daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah. Teknik � analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengkategorisasian yangdisusun berdasarkan model distribusi normal yang terdiri dari lima jenjang yaitu kategori sangat siap, siap, cukup siap, kurang siap, dan sangat kurang siap.

KATA PENGANTAR

  Syukur dan puji penulis haturkan kepada Allah Bapa yang maha kasih, yang senantiasa melimpahkan karunia, rahmat, dan petunjuk-Nya, sehinggapenyusunan skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari kata sempurna, oleh karena itu penulis membuka diri terhadap saran dan kritik yang dapat menjadikan skripsiini menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.

DAFTAR GRAFIK

DAFTAR LAMPIRAN

Grafik 1 : Tingkat Kesiapan Menikah ................................................................. 40 Lampiran 1 : Tabulasi Skor KuesionerLampiran 2 : Data Hasil Uji ValiditasLampiran 3 : Data Hasil Reliabilitas KuesionerLampiran 4 : Kuesioner Kesiapan MenikahLampiran 5 : Surat Ijin Penelitian

BAB I PENDAHULUAN Bab ini merupakan bab pendahuluan. Bab ini memuat latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi oprasional. Masing-masing pokok bahasan akan dijelaskan sebagai berikut. A. Latar Belakang Masalah Pernikahan merupakan ikatan yang terjadi di antara dua manusia

  Penyebab perceraian pasangan jika diurutkan tiga besar paling banyak Mahasiswa angkatan 2012 merupakan mahasiswa yang sudah memasuki usia dewasa awal yang pastinya sudah memiliki visi dalamhidup. Dari jawaban-jawaban mereka terdapat 8mahasiswa yang setelah lulus akan mencari pekerjaan terlebih dahulu daripada menikah dengan alasan ingin meniti karier, belum memiliki Berdasarkan hal-hal yang dikemukakan di atas maka peneliti tertarik untuk mendeskripsikan atau menggambarkan kesiapanmenghadapi pernikahan para mahasiswa angkatan 2011 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma.

D. Manfaat Penelitian

  Manfaat TeoritisHasil penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai kesiapan menikah untuk pengembangan ilmu pengetahuan khususnyatentang konsep atau teori tentang kesiapan menikah diusia muda. Mahasiswa Bimbingan dan KonselingHasil penelitian ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam mengetahui informasi kesiapan dirinya dalam menghadapi pernikahan.

E. Definisi Operasional

  Kesiapan menikah adalah keadaan siap dalam berhubungan dengan pasangan, siap bertanggungjawab sebagai seorang suami atau istri, dansiap membangun komitmen dalam hidup berkeluarga. Bimbingan keluarga adalah proses interaktif, realistis dan konstruktif dalam memberikan bantuan kepada keluarga dalam mencapaikesejahteraan dan keseimbangan dimana setiap anggota keluarga mendapat kebahagiaan.

BAB II KAJIAN TEORI Bab ini memuat uraian mengenai pengertian kesiapan menghadapi pernikahan, pengertian dewasa awal, dan pengertian bimbingan keluarga. A. Kesiapan Pernikahan

1. Pengertian Kesiapan Pernikahan

  1 tahun 1974 mengenai pernikahan, “Pernikahan merupakan ikatan lahir batin antara seorang pria dengan wanita sebagaisuami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.” Fatchiah (2009) mengungkapkan bahwa, pernikahan adalah suatu ikatan janji setia antara suami dan istri yang disertai dengan tanggungjawab dari keduanya. Berdasarkan pernyataan di atas maka dapat disimpulkan bahwa, pernikahan adalah sebuah ikatan yang kudus atau suci antara wanita danpria dengan tujuan membentuk keluarga yang kekal yang diakui secara agama, hukum dan masyarakat serta perlu dilandasi oleh cinta, kasihsayang, pengorbanan, serta sikap saling mengormati.

2. Aspek-Aspek Kesiapan Pernikahan

  Harapan yang lebih nyata dapat membantu individu mampu menerima dirinyasendiri dan mampu menerima orang lain apa adanya.2) Kesiapan Usia Kesiapan usia berarti melihat usia yang cukup, menjadi individu yang dewasa membutuhkan waktu, sehingga usia sangatberkaitan dengan kedewasaan. 3) Kematangan SosialKematangan sosial dapat dilihat dari : a) Pengalaman berkencan (enough dating), dilihat dari adanya kemauan untuk tidak peduli dengan lawan jenis yang tidakkenal dekat dan membuat komitmen membangun dengan seseorang yang khusus.

B. Mahasiswa dalam Periode Perkembangan Dewasa Awal

1. Pengertian Dewasa Awal

  Dewasa atau dalam bahasa inggris sering disebut adult yang berasal dari kata kerja latin bentuk lampau partisipel dari kata kerja adultus yang berarti “telah tumbuh menjadi kekuatan dan ukuran yang sempurna.” Menurut Hurlock masa dewasa dibagi menjadi tiga yaitumasa dewasa awal, masa dewasa madya, dan masa dewasa lanjut. Masa dewasa awal dimulai pada usia 18-40 tahun, yang merupakan masa pencarian kemantapan dan Masa dewasa adalah periode kehidupan yang paling panjang.

2. Karakteristik Umum dan Tugas Perkembangan Dewasa Awal

  Pada masa dewasa awal ini, dikatakan sebagai masa yang sulitbagi seseorang karena pada masa ini seseorang dituntut untuk melepaskan ketergantungan pada orang lain dan berusaha menjadi mandiri. Menjadi warga negara yang bertanggungjawab;Berdasarkan uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa karakteristik dan tugas perkembangan dewasa awal adalah mulai bekerja,mencari pasangan, dan membina keluarga.

3. Kesiapan Hidup Berkeluarga pada Dewasa Awal

  Adanya perasaan cemburu dan perasaan memiliki yang berlebihan yang dapat membuat masing-masing pasanganmerasa kurang mendapat kebebasan. Pernikahan dibangun oleh dua orang individu yang memiliki persepsi dan harapan yang berbeda tentang pernikahan.

C. Bimbingan Keluarga

1. Pengertian Bimbingan Keluarga

  Apabila fungsi keluarga tidak berjalan dengan baik makatimbul ketidak serasian dalam hubungan antara anggota keluarga, dapat dikatakan keluarga itu mempunyai masalah. Pengertian bimbingan keluarga menurut Cooley (C. Suwarni.1980) adalah bantuan yang diberikan kepada keluarga dalam meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab para anggota keluarga sertamemberikan keterampilan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

2. Tujuan Bimbingan Keluarga

  Membantu anggota keluarga agar dapat menerima kenyataan bahwa bila salah satu anggota keluarga memiliki permasalahan,mereka dapat memberikan pengaruh yang kurang baik pada persepsi, harapan dan interaksi dalam keluarga. Memperjuangkan dengan gigih dalam proses konseling, sehingga anggota keluarga dapat tumbuh dan berkembangdalam mencapai keseimbangan.

3. Fungsi Bimbingan Keluarga

  Masalah-masalah yang ada pada keluarga atau anggota keluarga biasanya tidak kelihatan. Maka keluarga harus dibantu untuk melihat,menimbang, memutuskan dan berbuat, supaya keluarga dapat memperhatikan dan merasakan keadaan diri mereka sendiri serta sesamamanusia dengan pola pikir yang baru.

D. Kesiapan Menghadapi Pernikahan pada Mahasiswa

  Kebanyakan orang menyatakan bahwa hanya faktor ekonomi yang mempengaruhi kesiapan Menurut penelitian yang dilakukan oleh Diah Krisnatuti dan ViviOktaviani kepada 72 mahasiswa IPB menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi yang berbeda terkait pernikahan. Kesiapan merupakan suatu keadaan siap sedia pada seseorang untuk mempersiapkan diri baik secara fisik, mental, dan spiritual dalam mencapaisuatu tujuan yang diinginkan.

BAB II I METODE PENELITIAN Bab ini memuat hal-hal yang berkaitan dengan metode penelitian, antara

A. Jenis Penelitian

  Menurut Suharsimi (2010) penelitiandeskriptif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk menyelidiki keadaan, kondisi atau hal-hal lain dan yang hasilnya dipaparkan dalam bentuklaporan penelitian. Subjek Penelitian Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah para mahasiswa angkatan 2012 program studi Bimbingan dan KonselingUniversitas Sanata Dharma yang berjumlah 56 orang.

1. Kuesioner

  Format Pernyataan Pernyataan yang disusun dalam skala kesiapan menikah merupakan pernyataan yang favourable dan unfavourable. Pernyataan Favourable adalah pernyataan yang menggambarkan kesiapan menghadapi pernikahan secara positif, sedangkan Unfavourable adalah pernyataan yang menggambarkan kesiapan menghadapi pernikahan secara negatif.

4. Kisi-kisi Kuesoner

  Item-item yang disusun untuk mengungkap kesiapan menghadapi pernikahan adalah berupa pernyataan-pernyataan yangbersifat favourable dan unfavourable. Tabel 3 Kisi-Kisi Kuesioner Kesiapan Menikah Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Angkatan 2012 Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

D. Validitas dan Reliabilitas Kuesioner

1. Validitas

  Teknik pengujian yang digunakan adalah dengan � = 2 2 2 2 � − � −Keterangan: xy r = korelasi skor item dengan skor aspekN = jumlah subjekX = skor itemY = skor total per aspek Pemeriksaan hasil uji konsistensi internal dilakukan dengan menggunakan program SPSS 16 (statistic Programme for Social Science ). Keputusan ditetapkan dengan nilai koefisien validitas yang minimal sama dengan 0,30 (Azwar, 2007), apabila terdapat item yang memiliki nilai koefisien validitas di bawah 0,30 makaitem tersebut dianggap gugur.

E. Teknik Pengumpulan Data

  Menentukan responden, yaitu mahasiswa angkatan 2012 program studi BK Universitas Sanata Dharma. Memperbaiki instrument penelitian yang telah diperiksa oleh Expert Judgement.

F. Teknik Analisis Data

  Kategorisasi skor item Kategori skor dari setiap item dalam skala penelitian dilakukan untuk mendapatkan item-item skala yang akan dijadikandasar dalam menyusun topik-topik bimbingan keluarga. Kategorisasi tinggi dan rendahnya item-item secaara keseluruhan dalam penelitian ini dengan N=56, diperoleh dengan penggolongan melalui perhitungan sebagaiberikut:X minimum teoritik : 1 x 56 = 56X maximum teoritik : 4 x 56 = 224Luas Jarak : 224 Standar Deviasi (σ) Mean teoritik : (224 + 56) : 2 = 140Di bawah ini disajikan norma kategorisasi skor item kesiapan mahasiswa BK angkatan 2012 dalam menghadapipernikahan dalam tabel 9.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini memuat jawaban dari masalah penelitian. Penyajian hasil

A. Hasil Penelitian

  penelitian. Penyajian hasil penelitian dan pembahsan diuraikan dalam penjelasan dibawah ini.

1. Deskripsi Kesiapan Menikah pada Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Angkatan 2012 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

  Berdasarkan perolehan data yang dikumpulkan dari 29 pernyataan skala kesiapan menikah, dilakukan analisis data dengan teknik persentasedan disajikan dalam tabel 10 dan dalam grafik 1. Tabel 11 Kategorisasi Kesiapan Menikah Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Angkatan 2012 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

15 Jumlah

  Dengan kata lain mahasiswa memiliki emosi, usia,kemampuan bersosialisasi, peran dan kemampuan situasional yang sangat baik/tinggi dalam menghadapi pernikahan. Tidak terdapat mahasiswa (0%) yang memiliki kesiapan rendah dan rendah sekali dalam menghadapi pernikahan.

2. Analisis Butir Item

  Oleh karena itu, berdasarkan item-item yang masuk Tabel 13 Item-item Pernyataan yang Tergolong dalam Kategori Cukup dan Kurang No Aspek Nomor Item dan Pernyataan Total Skor Item 1 Pribadi 18. Berdasarkan butir-butir item yang terindikasi rendah dalam aspek pribadi dan situasional terdapat pola dari masing-masing aspek yangmenyebabkan mahasiswa memiliki kesiapan pernikahan yang rendah.

B. Pembahasan

  Sedangkan untuk Mahasiswa yang termasuk dalam intensitas kategori sangat siap menunjukkan bahwa mereka memiliki kesiapan yang sangat baik dalammenghadapi pernikahan dan hidup berkeluarga. Seperti yang sudah dijelaskan di atas hal ini dapat terjadi karena sulit menjaga hubungandengan orang lain, belum memiliki kematangan emosi yang baik, belum memiliki pengetahuan yang banyak dalam hal pernikahan, dan belumbersedia berbagi kehidupan dengan orang lain.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa kesiapan

  Namun, masih terdapat mahasiswa yang berada pada kategori cukup, maka para mahasiswa Bimbingan danKonseling Angkatan 2012 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta perlu dibantu untuk meningkatkan kesiapan menghadapi pernikahan. Salah satu cara meningkatkan kesiapanmenghadapi pernkahan, yaitu dengan memberikan usulan topik bimbingan keluarga yang relevan dengan kebutuhan para mahasiswa Bimbingan danKonseling Angkatan 2012 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

B. Saran-saran Berikut ini dikemukakan saran untuk berbagai pihak yang berkaitan:

  Jika peneliti lain ingin melakukan penelitian dengan topik yang serupa dapat dilakukan penelitian dengan subjek yang lebih luas dantidak hanya terbatas untuk mahasiswa. Peneliti lain yang ingin mengadakan penelitian yang serupa hendaknya membuat instrumen kesiapan menghadapi pernikahanyang benar-benar relevan sehingga tidak terjadi adanya kelemahan dalam instrumennya.

DAFTAR PUSTAKA

  “Kesiapan Menikah Pada Wanita Dewasa Awal yang Bekerja”. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Opini Mahasiswa Terhadap Figur Obama Dalam Iklan Wafer Tango (studi deskriptif terhadap mahasiswa Universitas Sumatera Utara).
1
55
148
Analisis persepsi mahasiswa akuntansi terhadap profesionalisme dosen akutansi (studi empiris pada mahasiswa perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta di Jember)
0
6
88
Hubungan antara tingkat kecemasan dengan frekwensi dan jumlah ulser recurrent apthous stomatitis pada mahasiswa fakultas Kedoteran Gigi Universitas Jember
0
4
51
hubungan tingkat stressor psikososial dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa baru tahun ajaran 2012/2013 Fakultas Kedokteran Universitas Jember
0
6
16
Pengalaman stres praktik klinik dan tingkat stres pada mahasiswa keperawatan tahun pertama dan tahun kedua praktik klinik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
4
16
86
Pengaruh self-regulated learning dan koping kultural trehdap stres dalam menghadapi tugas perkuliahan pada mahasiswa di fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
0
3
151
Modernisme dan fundamentalisme Islam (studi kasus pada mahasiswa Uin Syarif Hidayatullah Jakarta)
0
7
148
Perbedaan tingkat kecemasan antara mahasiswa kedokteran laki-laki dan perempuan angkatan 2011 FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam menghadapi ujian OSCE
2
10
63
Perbedaan tingkat religiusitas pada mahasiswa fakultas keagamaan dan non keagamaan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
1
26
87
Pengaruh citra institusi dan kepercayaan terhadap loyalitas mahasiswa (survei pada mahasiswa jenjang Program DIII, pada universitas swasta di Kota Bandung)
0
3
1
Analisis kesalahan mahasiswa dalam menulis dan membaca Kanji :(studi kasus terhadap mahasiswa tingkat II Program Studi Sastra Jepang Fakultas Sastra UNIKOM Tahun Akademik 2013/2014)
0
9
63
pengaruh persepsi dan sikap mahasiswa terhadap tingkatnadopsi E-book sebagai sumber informasi (study pada mahasiswa S1 FISIP Universitas Lampung angkatan 2010-2011)
4
14
86
Tingkat Empati Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Kanjuruhan Malang
0
0
5
Persepsi produk makanan organik dan minat beli konsumen (studi pada mahasiswa Universitas Sebelas Maret)
1
0
115
Hubungan antara konsumsi status dengan niat beli konsumen (studi pada mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta)
0
0
14
Show more