Penggunaan metode poe dalam pembelajaran fisika untuk meningkatkan pemahaman konsep dan kesenangan tentang hukum archimedes dalam fluida statis di kelas XI IPA SMA Tarakanita Magelang.

Gratis

2
4
103
2 years ago
Preview
Full text

PENGGUNAAN METODE POE DALAM PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KESENANGAN TENTANG HUKUM ARCHIMEDES DALAM FLUIDA STATIS DI KELAS

XI IPA SMA TARAKANITA MAGELANG SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Oleh: ALFADIANI PURNOMO NIM: 111 424 019 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2015 PENGGUNAAN METODE POE DALAM PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KESENANGAN TENTANG HUKUM ARCHIMEDES DALAM FLUIDA STATIS DI KELAS XI IPA SMA TARAKANITA MAGELANG SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Oleh: ALFADIANI PURNOMO NIM: 111 424 019 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2015

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Angket Kesenangan dan Lembar Observasi Siswa digunakan sebagai instrumen bantu untuk mengetahui tingkat kesenangan siswa belajar fisika denganmenggunakan metode POE. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Metode POE dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang Hukum Archimedes dalam Fluida Statis dan (2) disenangi olehsiswa di kelas XI IPA SMA Tarakanita Magelang.

KATA PENGANTAR

  Siska Natalia dan seluruh mahasiswa Pendidikan Fisika angkatan 2011 yang selalu sabar menjadi pendengar yang baik, serta memberikanmotivasi. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu, yang telah memberikan bantuan serta motivasi selama proses skrispsi ini baik secaralangsung maupun tidak langsung.

DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran I Surat IjinPenelitian…………………………………………53 Lampiran II Surat Keterangan Melakukan Penelitian Di SMA TarakanitaMagelang……………………………………………………54 Lampiran 3.1. Data Pre-test dan Post-test …………......…………...............71Lampiran 3.6.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Proses belajar berhubungan dengan materi pelajaran yang disajikan

  POE dapat menumbuhkan sikap ilmiah karena dalam POE ini siswa Dengan metode POE ini siswa dapat lebih terlibat aktif dalam proses belajar dan memperoleh pengalaman secara langsung. Metode POE ini akan digunakan dalam pembelajaran yang berkaitan dengan Hukum Archimedes dalam Fluida Statis untukmengetahui apakah metode POE ini benar-benar dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa di SMA Tarakanita Magelang.

B. Permasalahan yang Diteliti

  Apakah metode POE dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang Hukum Archimedes dalam Fluida Statis di kelas XI IPA SMA Tarakanita Magelang? Peningkatan pemahaman konsep siswa tentang Hukum Archimedes dalam Fluida Statis di kelas XI IPA SMA Tarakanita Magelang dengan menggunakan metode POE.

2. Memberikan alternatif lain dalam metode pembelajaran yang menggunakan pendekatan sainstifik

BAB II LANDASAN TEORI A. Hakikat Belajar Belajar pada hakikatnya adalah proses interaksi terhadap semua situasi

  Belajar juga dapat diartikan sebagai proses yang diarahkan pada tujuan dan proses berbuat melalui berbagai pengalaman. Proses belajar dapat dipandang juga dari sisi kognitif, yaitu berhubungan dengan perubahan-perubahan tentang variabel-variabel hipotesis, kekuatan,asosiasi, hubungan dan kebiasaan atau kecenderungan prilaku (Dahar, 1989).

B. Belajar Konstruktivisme 1. Filsafat konstruktivisme

  Dengan demikian, peran guru bukan untuk mentransfer pengetahuan yang 8 telah dimiliki kepada siswa, tetapi lebih sebagai fasilitator dan mediator yang membantu siswa agar dapat mengkonstruksi pengetahuannya sendiri(Suparno, 1996). Oleh karena itu, tugas guru yang sesungguhnya adalah membantu banyak siswa untuk dapat membangun pengetahuannya sendiri dengan cara dantingkat kognitif yang berbeda-beda (Suparno, 1996).

C. Metode POE 1. Pengertian POE

  Prediction-Observation-Explanation atau yang lebih dikenal dengan sebutan POE, merupakan salah satu metode pembelajaran yang bersifat konstruktivis yang menggunakan proses Prediction, Observation dan Explanation . Explanation yaitu memberikan penjelasan dimana penjelasan tersebut diutamakan dengan kesesuaian antaraprediksi dan apa yang terjadi sesungguhnya atau pengamatan (Suparno, 2013).

2. Proses POE

  Dalam tahapan ini, siswa mengamati apayang terjadi dan dapat mengetahui apakah prediksi yang telah dibuat benar atau salah. Setelah hal tersebut terjadi, siswa dapat dibantu untuk mengubahprediksinya dan membenarkan prediksinya yang salah.

3. Keuntungan POE POE merupakan salah satu metode pembelajaran yang konstruktivis

  Dengan demikian diharapkan siswa akan lebih paham akan suatukonsep tertentu karena kerangka pengetahuannya atau pemikirannya disusun sesuai dengan kemampuan kognitif siswa tersebut. Selain hal diatas, denganmetode POE guru dapat mengerti bagaimana konsep dan pengertian fisika tentang persoalan yang telah diajukan.

D. Pemahaman Konsep

  Pemahaman adalah kemampuan menjelaskan suatu situasi dengan kata- kata yang berbeda dan dapat menginterpretasikan atau menarik kesimpulandari tabel, data, grafik, dan sebagainya. Seseorang juga dapat dikatakan paham bila orang tersebut dapat mengubah informasi yang diperoleh ke dalam bentuk lain yang lebih berarti.

E. Kesenangan Belajar

  Namun menurut Darmansyah kecerdasan intelektual menjadi tidak berarti sama sekali jika tidak didukungemosional yang memadai, dan kecerdasan emosional itulah yang memungkinkan seseorang mampu menikmati pembelajaran secaramenyenangkan (Darmansyah, 2011). Ketika tercipta interaksi antar guru dan siswa yangmenyenangkan, siswa akan lebih aktif dan kreatif secara mental dan fisik.

F. Hukum Archimedes

  Dari pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa b b sebuah benda yang bervolume V dan bermassa jenis dimasukkan ke dalam ρ air, besar gaya berat benda adalah(1) f Volume zat cair (V ) yang tumpah sama besar dengan volume benda yang dimasukkan ke dalam zat cair (V bf ). Dengan demikian, dengan nol, Σ F(3) 16 Oleh karena terdapat dua gaya yang saling berlawanan yang bekerja terhadap benda ketika dimasukkan ke dalam zat cair yang sejajar dengansumbu y, maka ada tiga kemungkinan yang dapat terjadi apabila suatu benda dimasukkan ke dalam zat cair, yaitu: terapung, melayang dan tenggelam(Sudirman, 2013).

1. Menentukan Benda Terapung, Melayang atau Tenggelam

  Hal ini serupa dengan yang dikemukan Pristiadi Utomo yaitu, pada benda mengapung berlaku:Pada peristiwa terapung, volume benda yang tercelup dalam zat cair (V f ) lebih kecil dari pada volume benda seluruhnya (V b ) sehingga, ( Utomo, 2014) 18 b. Menurut Pristiadi Utomo, saat sebuah benda tenggelam di dalam zat cair, berat benda di dalam zat cair adalahVolume zat cair yang dipindahkan (V f ) sama dengan volume benda (V b ), maka berat zat air yang dipindahkan adalah A Gaya tekan ke atas (F ) yang dialami benda sama dengan berat zat cair yang dipindahkan (W f ), maka 19 Sehingga benda yang tenggelam berlaku: maka, ( Utomo, 2014) G.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Design Penelitian Secara umum design penelitian yang akan dilakukan termasuk

  Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang memerlukan data berupa nilai yang kemudian akan dianalisa. Pada design ini juga digunakan pre-test untuk mengetahui konsep awal kelompok yangdiobservasi dan diakhiri dengan post-test untuk mengetahui konsep akhir kelompok setelah dilakukan treatment.

B. Lokasi Penelitian

  Treatment Treatment yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pembelajaran POE (Predict-Observation-Explanation). Kegiatan diawali dengan menginformasikan materi pelajaran yang akan dibahas serta mengaitkan dengan materi pelajaransebelumnya.

2. Kegiatan Inti a

  Siswa diminta memberikan prediksi apabila1) Telur dimasukkan ke dalam air, air garam dan raksa.2) Kuningan dimasukkan ke dalam air, air garam dan raksa.3) Kayu dimasukkan ke dalam air, air garam dan raksa.4) Plastik dimasukkan ke dalam air, air garam dan raksa. Guru dan siswa secara bersama-sama menghitung massa jenis dari tiap benda dan fluida yang digunakan.

3. Penutup a

  Siswa diminta menceritakan kembali secara singkat apa yang telah mereka alami. Guru memberi kesempatan kepada siswa yang ingin bertanya c.

F. Instrumen Penelitian 1. Instrumen Pembelajaran

  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran terdiri atas: 1)Indentitas (Satuan Pendidikan, Kelas/Semester, Mata Pelajaran, dan Alokasi Waktu)2) Pada penelitian ini digunakan dua macam instrumen pembelajaran yaitu, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar KerjaSiswa (LKS). Lembar Kerja Siswa (LKS)Dalam penelitian ini, Lembar Kerja Siswa (LKS) digunakan untuk memudahkan siswa mengerjakan tugas dalam pencapaiantujuan pembelajaran.

2. Instrumen Pengumpulan Data a

  Prosedur penyusunan pre-testdan post-test meliputi: (1) aspek yang diukur dalam penelitian ini adalah aspek pemahaman, (2) indikator hasil belajar, dan (3) Tabel 3.1 Kisi-Kisi Pretest dan Posttest Nomor Aspek yang Indikator Hasil Pretest- Posttest Skor Soal Diukur Belajar 1. Selain itu, lembar observasi siswa juga dapat digunakan sebagai intrumen untuk membantu dan menunjang data yang Tabel 3.4 Lembar Observasi Siswa Nomor Nama Tingkat Kesenangan Siswa Keterangan Siswa Rendah Cukup Tinggi 1.

G. Validitas

  Menurut SumarnaSupranata (Supranata, 2009), validitas adalah suatu konsep yang berkaitan dengan sejauh mana tes telah mengukur apa yang seharusnya diukur.digunakan untuk mengukur atau menentukan apakah suatu test sungguh mengukur apa yang mau diukur yaitu apakah sesuai dengan tujuan. Dalam penelitian ini, Pretest dan posttest digunakan untuk mengukur pemahaman siswa dalam aspek kognitif pada pokok bahasan HukumArchimedes dalam fluida statis.

H. Analisis Data 1. Analisis Pre-test dan Post-test

  Tabel 3.5 Distribusi Skor Pretest/Posttest Siswa Nomor Skor untuk Setiap Aspek Soal Total Nilai Siswa Skor Akhir Pengetahuan Pemahaman (1) (2) (3) (4) (5) 1. Untuk menentukan nilai akhir pre-test/post-test dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut :Dari hasil yang diperoleh, peneliti dapat membandingkan skor rata- rata pretest dan posttest untuk setiap aspek yang diukur.

1 Siswa

  7 sebagai berikut: Tabel 3.7 Penyekoran Pilihan Pilihan SkorSTB 1 TB 2 B 4 SB 5 Berdasarkan tabel 3.7 tersebut, siswa akan memperoleh skor minimum delapan (8) dan skor maksimum empat puluh (40) mengingkat jumlah item Tabel 3.8 Klasifikasi Tingkat Kesenangan Interval Tingkat Kesenangan Frekuensi Presentase(%) 31-40 Sangat Tinggi23-30 Tinggi17-22 Rendah 8-16 Sangat RendahBerdasarkan data tersebut dapat diketahui apakah metode POE disenangi siswa. Jika jumlah presentase senang dan sangat senang lebih dari 50% maka, dapatdisimpulkan bahwa siswa senang belajar tentang hukum Archimedes dalam fluida statis tentang mengapung, melayang dan tenggelammenggunakan metode POE.

BAB IV DATA DAN ANALISA A. Deskripsi Penelitian 1. Kegiatan Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA Tarakanita Magelang pada tanggal Penelitian ini terdiri dari obsevasi kelas dan pengambilan data. Uraian

  kegiatan dan jadwal kegiatan tertera pada tabel 4.1 sebagai berikut: Tabel 4.1 Jadwal Kegiatan No Hari/ Tanggal Kegiatan 1. Selasa, 5 mei 2015 Melakukan set alat dan set ruang kelas 3.

2. Pelaksanaan Penelitian dan Data Penelitian

  Berdasarkan data yang diperoleh didapatkanhasil Skorpre-test yang seperti pada tabel4.2 sebagai berikut: 2 1 9 2 2 2 2 2 1 1 11 61,11 8. Dalam penelitian ini untukmengetahui ada tidaknya peningkatan pemahaman konsep siswa yang dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar yang diperoleh siswa dalampembelajaran fisika pada pokok bahasan Hukum Archimedes dalam fluida statis dengan menggunakan metode POE dapat diukur melalui tes hasilbelajar secara kuantitatif.

B. Analisis 1. Metode POE Dapat MeningkatkanPemahaman Siswa a. Data Pre-test dan Post-test

  27,77 61,11 2 40 Dalam penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan pemahaman konsep siswa yang dapat dilihat dari peningkatan hasil belajaryang diperoleh siswa dalam pembelajaran fisika pada pokok bahasanHukum Archimedes dalam fluida statis dengan menggunakan metode POE dapat diukur melalui tes hasil belajar secara kuantitatif. Definisi benda mengapung dalam suatu fluida Pre-test : Benda di atas permukaan air Post-test : Seluruh atau sebagian benda di atas permukaan air dan tidak menyentuh dasar fluidaPerubahan : Seluruh atau sebagian benda di atas permukaan air dan tidak menyentuh dasar fluida 2.

5. Penyebabbenda dapat tenggelam dalam suatu fluida Pre-test : Massa benda lebih besar dari massa fluida

Post-test : Massa jenis benda lebih besar dari massa jenis fluida. Perubahan :Massa jenis benda lebih besar dari massa jenis fluida

2. Metode POE Disenangi Oleh Siswa

  Angket kesenangan dan lembarobservasi siswa ini digunakan sebagai instrumenuntuk mengetahui tingkat kesenangan siswa belajar fisika dengan menggunakan metode POE. Selanjutnya dibuat klasifikasi seperti pada tabel 4.5 berikut: Tabel 4.5 Klasifikasi Tingkat Kesenangan Interval Tingkat Kesenangan Frekuensi Presentase(%) 31-40 Sangat Tinggi 10 45,45423-30 Tinggi 10 45,45417-22 Rendah 2 9,098-16 Sangat Rendah 45 Berdasarkan tabel 4.5, dapat diketahui siswa senang belajar dengan menggunakan metode POE tinggi dan sangat tinggi.

b. Lembar Observasi Siswa

  Siswa yang dibagi dalam masing-masing kelompok dapat diamati dengan melihatsiswa yang tingkat kesenangannya tinggi dan siswa yang tingkat kesenangannya rendah. Hal ini dapatdilihat dari banyaknya siswa yang aktif berdiskusi saat memberikan prediksi dari permasalahan yang diberikan dan aktif bertanya saat prediksiyang dibuat tidak sesuai dengan hasil percobaan yang dilakukan.

C. Pembahasan 1. Peningkatan Pemahaman Konsep Siswa

  Oleh kerena itu, berdasarkan hasil analisis pre-test dan post-test yang signifikan serta analisis deskriptif jawaban siswa dari hasil pre-test dan post-test dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XI IPA SMA Tarakanita Magelang mengalami peningkatan pemahaman konsep belajar tentang hukum Archimedes dalam fluida statis tentang mengapung, melayang dantenggelam menggunakan metode POE. Oleh karena itu, berdasarkan hasil analisis angket dan lembar observasi, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XI IPA SMA TarakanitaMagelang mengalami kesenangan belajar tentang hukum Archimedes dalam fluida statis tentang mengapung, melayang dan tenggelammenggunakan metode POE.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan data dan analisis yang telah dilakukan dalam penelitian

  dapat disimpulkan bahwa: 1. Metode POE dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang HukumArchimedes dalam FluidaStatis di kelas XI IPA SMA Tarakanita Magelang.

2. Metode POE ini disenangi oleh siswa di kelas XI IPA SMA Tarakanita

  Metode POE bersifat kontruktif, yang baik untuk meningkatkan pemahaman siswa tetapi untuk memperoleh peningkatan pemahamansiswa, guru memerlukan persiapan yang matang agar terjadi segala instrument yang digunakan dapat membantu siswa meningkatkanpemahamannya. Metode POE (Pediction-Observation-Explanation) pada pembelajaran fisika dalam meningkatkan pemahaman, konsep, dan keaktifan siswa pada pokok bahasan zat dan wujudnya di SMPN 2 ParinduSanggau Kalimantan Barat .

HUKUM ARCHIMEDES DALAM FLUIDA STATIS

  Nama Sekolah : SMA Tarakanita MagelangMata pelajaran : FisikaKelas / Semester : XI / 2Alokasi waktu : 2 JP I Standar Kopetensi 2. Menetapkan konsep dan prinsip pada mekanika klasik sistim kontinyu ( benda tegar dan Fluida ) dalam penyelesaian masalah.

III. Indikator Kopetensi

Siswa dapat membedakan benda terapung, melayang dan tenggelam dalam zat Siswa dapat menjelaskan mengapa suatu benda dapat terapung, melayang dan IV Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti pembelajaran hukum Archimedes dalam fluida statik siswa diharapkan memiliki kemampuan :membedakan benda terapung, melayang dan tenggelam dalam zat cair. 56Menjelaskan mengapa suatu benda dapat terapung, melayang dan tenggelam

V. Materi Pembelajaran

  Guru dan siswa secara bersama-sama menghitungmassa jenis dari tiap benda dan fluida yang digunakan. Guru memberi kesempatan kepada siswa yang inginbertanya tentang materi yang kemarin telah dipelajari.

a. Telur dimasukkan ke dalam air maka telur tersebut akan………………………dalam air

b. Telur dimasukkan ke dalam air garam maka telur tersebut akan………………dalam air garam

Alasan : Alasan : 60

c. Telur dimasukkan ke dalam raksa maka telur tersebut akan………………….dalam raksa

a. Kuningan dimasukkan ke dalam air maka kuningan tersebut akan………………………dalam air

  Kuningan dimasukkan ke dalam air garam maka kuningan tersebut akan………………dalam air garam. Kuningan dimasukkan ke dalam raksa maka kuningan tersebut akan………………….dalam raksa.

a. Kayu dimasukkan ke dalam air maka kayu tersebut akan…………………….dalam air

  Pemahaman Siswa mampu Bagaimana sebuah menjelaskan benda dapatmengapa benda tenggelam dalam dapat tenggelam suatu fluida?dalam suatu fluida 69 Kunci Soal “Hukum Archimedes Dalam Fluida Statis Tentang Mengapung, Melayang dan Tenggelam” No. 2 2 2 2 2 10 55,55 Tabel 3.7 Distribusi Hasil Pretest dan Posttest Nilai Nomor Nilai PretestPosttest � = � − � � X 1 Siswa 2 X 1.

Dokumen baru

Download (103 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh metode pembelajaran sq3r terhadap pemahaman konsep matematika siswa
4
25
160
Peningkatan pemahaman konsep ekosistem berbasis nilai melalui strategi pembelajaran peta konsep (penelitian tindakan kelas di MTsN 39 Jakarta)
0
3
181
Upaya meningkatkan pemahaman konsep trigonometri siswa kelas X MA At-Tasyri Tangerang melalui model pembelajaran kooperatif metode course review horay
10
83
322
Perbandingan antara model pembelajaran cooperative learning tipe stad dengan pembelajaran konvensional dalam rangka meningkatkan hasil belajar PAI (eksperimen kelas XI SMA Negeri 3 Tangerang)
2
14
159
Kompetisi guru fiqih dalam menggunakan variasi metode pembelajaran di kelas
1
12
75
Penggunaan media pembelajaran zooming presentation untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas x pada konsep suhu dan kalor
0
6
6
Pengaruh pembelajaran dengan menggunakan metode simulasi terhadap pemahaman konsep matematika siswa
2
5
160
Upaya guru dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang siklus akuntasi di SMA Negeri 1 Kota Tangerang Selatan
0
5
79
Pemanfaatan peta konsep (concept mapping) untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep senyawa hidrokarbon
0
25
8
Penggunaan metode guided discovery learning untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa pada pokok bahasan bangun ruang sisi lengkung: studi quasi eksperimen di SMP Paramarta
5
12
69
Penerapan model pembelajaran Modificationaction Process Object Schema (M-APOS ) untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematik siswa: penelitian kuasi eksperimen di Kelas XI IPA SMA Negeri 2 Kabupaten Tangerang.
7
36
173
Upaya meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas 5 pada materi FPB dan KPK melalui metode learning tournament
1
6
156
Pengaruh pembelajaran konstruktivisme dalam pembelajaran kimia terhadap pemahaman konsep siswa
0
10
138
Penggunaan soal-soal open ended dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan representasi verbal siswa
7
45
191
Aplikasi pembelajaran berbasis komputer pelajaran fisika untuk SMA kelas 1 berdasarkan kurikulum KTSP
1
3
28
Show more