Hubungan antara kemampuan keruangan dan hasil belajar matematika pada materi bangun ruang sisi datar kelas VIII SMP Kanisius Pakem Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014.

Gratis

0
0
109
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Terimakasihtatas berkat dan rahmat-Nya yang telah diberikan, sehingga peneliti dapat menyele saikan skripsi ini yang berjudul “Hubungan antara Kemampuan Keruangan dan Hasil Belajar Matematika Pada Materi Bangun Ruang Sisi DatarKelas VIII SMP Kanisius Pakem Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 ”. Semua pihak yang tidakdapat peneliti sebutkan satu persatu yang telah berperan dalam penelitian skripsi ini.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang sangat

  Karena dalam materi bangun ruang sisi datar banyakmateri-materi soal yang tidak dapat diwujudkan dalam bentuk bangun yang sesungguhnya, sehingga hanya dapat divisualisasikan atau digambarkan dalambentuk dimensi dua. Berdasarkan pengalaman dan pengamatan tentang proses belajar matematika di sekolah dan di lingkungan sekitar, ada hambatan-hambatan Dalam mempelajari materi bangun ruang sisi datar, terdapat soal-soal aplikasi yang seharusnya merupakan bangun ruang akan tetapi digambarkandalam bentuk dua dimensi sehingga membingungkan bagi sebagian siswa.

B. Rumusan Masalah

  Batasan Masalah Seperti yang telah dikemukakan di atas, bahwa faktor-faktor kognitif yang dapat mempengaruhi hasil belajar matematika adalah kemampuan umumdan faktor-faktor yang lain seperti kemampuan keruangan, kemampuan numerik, kemampuan penalaran dan kemampuan verbal. Mengingatketerbatasan dana, waktu, kemampuan peneliti dan berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan di atas maka dalam penelitian ini hanya akanditeliti faktor-faktor yang diduga berkaitan erat dengan pemecahan masalah pada materi bangun ruang sisi datar yaitu kemampuan keruangan.

E. Pembatasan Istilah

  Istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu 1. Dalam penelitian ini hubungan yang dimaksud adalah keterkaitan yang munculantara kemampuan keruangan dan hasil belajar yang dimiliki oleh masing- masing siswa.

2. Kemampuan Keruangan

  Kemampuan keruangan adalah kemampuan memahami sifat-sifat keruangan yang harus ditemukan dengan mempergunakan pembayanganvisual (visual imagery) di dalam kepala. Hasil belajarHasil Belajar adalah suatu bukti keberhasilan usaha seseorang (siswa) yang dicapai melalui proses atau kegiatan pembelajaran.

F. Manfaat Penelitian

  Bagi Peneliti Memberikan gambaran yang jelas bagi peneliti tentang pengaruh kemampuan keruangan terhadap hasil belajar siswa materi bangun ruang 2. Bagi Guru dan Calon GuruDiharapkan dapat menjadi informasi yang penting bagi guru matematika khususnya tentang kemampuan siswa pada materi bangun ruang sisi datar.

G. Sistematika Penelitian

Bab I Pendahuluan Pada bab ini berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah

  Secara garis besar skripsi ini terdiri dari 5 (lima) bab dengan beberapa sub bab. Agar mendapat arah dan gambaran yang jelas mengenai hal yangtertulis, berikut ini sistematika penelitian secara lengkap: 1.

2. Bab II Landasan Teori

  Bab IV Pelaksanaan, Analisis Data dan PembahasanPada bab ini berisi tentang pelaksanaan penelitian, hasil observasi yang berupa data skor tes, analisis data dari data hasil observasi, pembahasandari hasil analisis data. BabV Penutup Bab ini berisi tentang kesimpulan-kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian dan berisi saran-saran yang sesuai dengan permasalahan yangditeliti.

BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Teoritis

  Hakekat MatematikaMenurut Ruseffendi (1980:155), setiap orang yang ingin belajar matematika dengan baik harus melalui jalur-jalur pasti yang telahtersusun secara logis. Namun dalam memberikan pelajaran matematika kepadaanak TK maupun SD perlu diperhatikan berbagai hal, karena pada hakekatnya matematika merupakan ilmu yang cara berpikirnya deduktifformal dan abstrak.

2. Pengertian Belajar

  Ada beberapa teori belajar menurut para ahli, antara lain Budiningsih(2005:34), belajar merupakan aktivitas yang melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks. Kesimpulan yang dikemukakan Abdillah (2002),dalam Aunnurahman (2012:35), belajar adalah usaha sadar yang dilakukan oleh individu dalam perubahan tingkah laku baik melaluilatihan dan pengalaman yang menyangkut aspek-aspek kognitif, afektif dan psikomotorik untuk memperoleh tujuan tertentu.

3. Prinsip Umum Belajar

  Hal tersebut memperkuat pendapat bahwa intelegensi itu memang ada dan berbeda-beda pada setiap orang, di manaorang yang memiliki taraf intelegensi yang lebih tinggi akan memiliki kecenderungan untuk memecahkan permasalahan yang sama biladibandingkan dengan seseorang yang memiliki taraf intelegensi yang lebih rendah. 4) Prisma1) Pengertian Prisma Prisma adalah bangun ruang yang dibatasi oleh dua bangun datar yang berupa daerah segi banyak yang sejajar dan kongruenserta beberapa bidang lain yang potong memotong menurut garis- garis yang sejajar.

5. Prisma

  Volume Balok = 7) Limas1) Pengertian Limas Limas adalah bangun ruang yang memiliki satu bidang sebagai alas, sedangkan bidang-bidang lainnya berbentuk segitigayang bertemu pada satu titik yaitu titik puncak.2) Jenis-jenis Limas Tabel 2.2 Macam-macam Bangun Ruang Limas Nama Gambar Jumlah Jumlah Jumlah Titik Sisi Rusuk Sudut 1. Jadi hubungan kemampuan keruangandan hasil belajar matematika materi bangun ruang sisi datar adalah keterkaitan yang terjadi karena interaksi antara kemampuan seseoranguntuk menangkap ruang dengan segala implikasinya dan kemampuan- kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarpada materi bangun ruang sisi datar.

B. Kerangka Berpikir

  Berdasarkan landasan teori yang telah ditulis, secara teoritis ada hubungan yang positif antara kemampuan keruangan dan hasil belajarmatematika pada materi bangun ruang sisi datar. Seseorang yang memiliki kemampuan keruangan yang tinggi akan lebih mudah dalam memahami bentuk-bentuk bangun ruang.

C. Hipotesis

  Menurut Arikunto (2006:71), hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbuktimelalui data yang terkumpul. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, peneliti memiliki hipotesis, yaitu:Ho : Tidak ada hubungan antara kemampuan keruangan dan prestasi belajar matematika siswa.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Berdasarkan dengan tujuan penelitian yang sesuai untuk mengetahui

  hubungan kemampuan keruangan terhadap hasil belajarmatematika pada materi bangun ruang sisi datar siswa kelas VIII SMP Kanisius PakemYogyakarta, maka jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kemampuan keruangan dan hasil belajar matermatikapada materi bangun ruang sisi datar siswa kelas VIII SMP Kanisius Pakem Yogyakarta.

D. Perumusan Variabel

  Variabel dependen (variabel terikat) adalah nariabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanyavariabel independen (variabel bebas) Dalam penelitian ini yang menjadi variabel independen (variabel bebas)adalah kemampuan keruangan dan yang menjadi variabel terikatadalah hasil belajar matematika pada materi bangun ruang sisi datardengan keterangan sebagai berikut:X: Kemampuan keruanganY: Hasil belajar matematika pada materi bangun ruang sisi datar E. Bentuk Data Bentuk data dalam penelitian ini berupa skor yang diperoleh dari tes kemampuan keruangan, tes hasil belajar matematika materi bangun ruangsisi datar, dan wawancara terhadap siswa.

2. Metode Tes

  Tes kemampuan keruangan Tes ini diambil dari buku tes yang berjudul “Tes HubunganKeruangan ” yang diadaptasi dari buku yang berjudul “Differential Aptitude Test” oleh lembaga P2TKP Universitas Sanata Dharma. Tes hasil belajar Tes hasil belajar matematika adalah tes yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan siswa dalam memahami materimatematika yang telah diberikan.

G. Instrumen Penelitian 1. Penyusunan instrumen

  Dalam penelitian ini ada dua instrumen yang digunakan, yaitu tes kemampuan keruangan dan tes hasil belajar siswa materi bangun ruangsisi datar. Tes kemampuan keruanganTes ini diambil dari buku tes yang berjudul “Tes HubunganKeruangan ” yang diadaptasi dari buku yang berjudul “Differential Aptitude Test” oleh lembaga P2TKP Universitas Sanata Dharma.

H. Uji Instrumen

  Menurut Kerlinger dalam Purwanto(2007:124), the American Psychological Association, the American Education Research Association dan the National Council on Measurement used in Education mengelompokkan metode pengujian validitas menjadi tiga macam, yaitu validitas isi, validitas kriteria dan validitas konstruk. Menurut Purwanto (2007:125) validitas isi atau content validity merupakan pengujian validitas yang dilakukan atas isinya untukmemastikan apakah isi instrumen mengukur secara tepat keadaan yang ingin diukur.

I. Metode Analisis Data

  Sebelum data dianalisis, harusdilakukan uji normalitas data karena pada analisis statistik parametrik, asumsi yang harus dimiliki oleh data adalah bahwa data tersebutterdistribusi secara normal. Uji linearitas data dimaksudkan untuk mengetahui apakah data masing-masing variabel bebas sebagai prediktor, mempunyai hubungan signifikansi α, maka regresi linier dapat dipergunakan untuk menjelaskan pengaruh antara variabel-variabel yang ada.

3. Klik Options pada Statistic for First Layer, klik Test for Linearity

  4. Klik Continue, lalu klik OK.

d. Pengujian Hipotesis

Untuk menguji hipotesis ada dua langkah, yaitu pertama menggunakan analisis korelasi dan kedua menggunakan analisis regresi sederhana.

1. Analisis Korelasi

  Tujuan dari analisis korelasi adalah untuk menyatakan ada atau tidaknya hubungan yang signifikan antara variabel satu denganvariable yang lainnya. Persamaan umum garisregresi dengan satu variabel dependen dan satu variable independen dinyatakan dengan rumus: ̂ ̂ Keterangan: = nilai dari variable dependen = konstanta b = koefisen regresiX = nilai dari variable independen Pada hubungan yang bersifat linear, pola sebaran data dapat diwakilkan oleh suatu garis linear (lurus) yang disebut garis regresi.

4. Masukkan Dependent pada kolom Y dan *ZPRED pada kolom X

  Pilih histogram dan Normal probability plot 6. Selanjutnya klik OK.

BAB IV PELAKSANAANPENELITIAN, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. PelaksanaanPenelitian Penelitian dilaksanakan di SMP Kanisius Pakem Yogyakarta pada

  Tes hasil belajar matematika materi bangun ruang sisi datar dilaksanakan pada Senin, 26 Mei 2014 pukul 08.20 VIII “Kasih”. Subyek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Kanisius Pakem Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014.

B. Hasil Observasi

  Setelah melakukan tes kemampuan keruangan pada Selasa, 29 April 2014 dan tes hasil belajar matematika bangun ruang sisi datar pada Senin, 26Mei 2014, maka diperoleh data berupa skor nilai dalam bentuk tabel sebagai berikut: Tabel 4.1 Data Rekapitulasi Nilai Tes Kemampuan Keruangan Interpretasi No. Absen Hasil belajar Interpretasi Tabel 4.2 Data Rekapitulasi Hasil Tes Hasil belajar 19 Sangat Rendah 24 17 Sangat Rendah 23 28 Sangat Rendah 22 9 Sangat Rendah 21 25 Sangat Rendah 11 19 Bagian ini merupakan deskripsi dari masing-masing variabel data penelitian.

C. Analisis Data

   Range atau jarak antara data terendah dan data tertinggi adalah sebesar 85, dengan nilai terendah 5 dan nilai tertinggi sebesar 90. Hal ini dikarenakan banyak faktor, beberapa diantaranya yaitu:  Kurangnya motivasi dari dalam diri siswa untuk mau belajar, sehingga banyak siswa yang tidak paham maksud dari luas selimut dan luas permukaan sebuah bangun ruang.

2. Pengujian Prasyarat Analisis

  Uji linearitas bertujuan untuk mengetahui secara signifikan apakah dua variabel mempunyai hubungan yang linear atau tidak. Karena signifikasi lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa antara variabel kemampuan keruangan dan hasil belajar ada hubungan yang linear.

c. Uji Regresi Sederhana

  Di mana satu variabel sebagai variabel dependen (terikat) dan yang lainnya sebagai variabel independen (bebas). Biasanyavariabel dependen dilambangkan sebagai Y dan variabel Tabel 4.8 Analisis Regresi D ar ioutput tersebut dapat dibentuk suatu persamaan regresi: KemampuanKeruan gan.306 .353 .182 .867 .396 Coefficients Standardized Coefficientst Sig.

a. Dependent Variable: PrestasiBelajar

   Konstanta sebesar 42,894; artinya jika kemampuan keruangan (X) nilainya adalah 0, maka hasil belajar ( ̂ a : bilangan konstan b : koefisien arah regresi linierAngka-angka ini dapat diartikan sebagai berikut:  Koefisien regresi kemampuan keruangan (X) sebesar 0,306 artinya jika kemampuan keruangan mengalami kenaikan sebesar1, maka hasil belajar ( ̂ ) mengalami peningkatan sebesar 0,306. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara kemampuan keruangan dan hasil belajar, semakin naikkemampuan keruangan maka semakin meningkat pula hasil : Variabel prediktor : Variabel dependen ̂ ̂ ) nilainya positif yaitu sebesar 42,894.

d. Uji Korelasi Sederhana

  (2-tailed) .396 N 24 24 Hasil output analisis korelasi menunjukkan bahwa nilai korelasi antara kemampuan keruangan dan hasil belajar adalah 0,182 dan nilai Sig. Ini menunjukkan bahwa tingkatkorelasi yang sangat rendah.

i. Diagram Pencar (Scatter Diagram) antara Kemampuan Keruangan dengan Hasil belajar Matematika

  Gambar 4.1 Diagram Pencar Dari gambar diagram diatas menunjukkan bahwa kemampuan keruangan dan hasil belajar berkemungkinan tidak memilikihubungan yang positif. Hal ini dapat dilihat dari tidak ada pola kecenderungan nilai-nilai tertentu pada variabel X terhadap nilai-nilai tertentu pada Variabel Y.

D. Pembahasan

  Hubungan antara kemampuan keruangan dengan hasil belajar matematikaDari hasil analisis data yang telah diperoleh persamaan regresi antara tes kemampuan keruangan dengan tes hasil belajar matematika adalah ̂. Hasil wawancara dan hasil pencermatan terhadap pekerjaan tertulis siswa pada tes hasil belajar matematikaBerdasarkan dari hasil wawancara yang telah dilakukan, terdapat beberapa faktor yang berpengaruh terhadap nilai siswa pada kedua testersebut, yaitu faktor eksternal dalam hal ini adalah faktor pendidik dan faktor intrernal antara lain faktor kesiapan, faktor minat dan faktorperhatian siswa saat mengikuti kegiatan belajar.

E. Keterbatasan Penelitian

  Peneliti menggunakan bantuan tes dari lembaga P2TKP sehingga peneliti tidak dapat mengetahui pada soal nomor berapa saja siswa tidak dapatmengerjakan dan menganalisis kesulitan apa yang dialami siswa pada soal tes kemampuan keruangan. Secara keseluruhan soal pada tes kemampuan keruangan membutuhkan kemampuan keruangan yang kuat dari siswa, sedangkan pada tes hasilbelajar, dari lima nomor soal hanya satu nomor soal saja yang membutuhkan kemampuan keruangan yang kuat.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil penelitian yang telah dilakukan

  Namunmenurut hasil wawancara dari beberapa siswa, faktor cara guru mengajar sudah baik karena siswa sudah merasa senang karena banyak waktu yang digunakan untuk 58 melibatkan siswa dalam proses pembelajaran hanya saja memang minat dari dalam diri siswa itu sendiri yang sulit untuk memiliki semangat dalam belajar secara khusus dalammata pelajaran matematika. Siswa kurang teliti dalam mengerjakan tes kemampuan keruangan dan tes hasil belajar karena merasa waktu yang diberikan untuk mengerjakan soal terlalu sedikitsehingga siswa tergesa-gesa dalam mengerjakan kedua soal tes tersebut.

B. Saran-saran

  Setelah peneliti melakukan penelitian dan menganalisis hasil tes kemampuan keruangan serta tes hasil belajar, maka ada beberapa saran yang dapat penelitisampaikan, yaitu: 1. Diharapkan guru dapat mengetahui seberapa besar kemampuan keruangan siswa, sehingga guru dapat lebih fokus dalam membimbing siswa yang memangmemerlukan bimbingan yang lebih intensif.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Analisa pengaruh hasil belajar matematika terhadap kemampuan menyelesaikan soal-soal fisika|b:Studi pengaruh hasil belajar pokok bahasan getaran pada siswa kelas 2 semester III di SLTP Negeri 3 Jember tahun ajaran 2002/2003
0
11
80
Analisa pengaruh hasil belajar matematika terhadap kemampuan menyelesaikan soal-soal fisika: Studi pengaruh hasil belajar pokok bahasan getaran pada siswa kelas 2 semester III di SLTP Negeri 3 Jember tahun ajaran 2002/200
0
13
80
Hubungan antara persepsi dan motivasi belajar fisika dengan hasil belajar fisika pokok bahasan energi siswa kelas 1 cawu III SLTP Negeri 3 Jember tahun ajaran 2001/2002
0
4
69
Identifikasi miskonsepsi materi biologi kelas II semester 1 pada siswa SMP negeri di kecamatan Kencong tahun ajaran 2003/2004
2
6
94
Hubungan antara gaya belajar dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS SMP islam YKS Depok
0
20
78
Pengaruh strategi pembelajaran matematika berbasis komputer menggunakan video compact disc (vcd) interatif terhadap pemahaman konsep luas dan volume bangun ruang sisi datar (studi penelitian eksperimen di SMP Negeri 10 Depok)
0
3
196
Hubungan antara kemandirian belajar dengan hasil belajar matematika pada siswa MTsN Parung-Bogor
8
31
88
Hubungan antara komunikasi orang tua dan siswa dengan prestasi belajar siswa : studi penelitian pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Pamulang
0
5
94
matematika kelas 6 bab 3 bangun datar dan bangun ruang
0
15
2
matematika kelas 6 bab 3 bangun datar dan bangun ruang
0
11
2
Pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar matematika
2
6
6
Pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan abstraksi siswa di kelas VII SMPN 01 Kalidawir Tulungagung tahun ajaran 20172018
0
0
6
Identifikasi miskonsepsi dalam pembelajaran IPA ruang lingkup materi dan sifatnya di SMP Joannes Bosco Yogyakarta kelas VIII tahun ajaran 2014-2015
1
3
9
Hubungan motivasi belajar dan gaya belajar siswa dengan prestasi belajar matematika siswa mts Islamiyah Medan tahun ajaran 2017/2018 - Repository UIN Sumatera Utara
4
22
150
Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan hasil belajar siswa melalui pokok bahasan pesawat sederhana di SMP Negeri-4 kelas VIII semester II Palangka Raya tahun ajaran 2015/2016 - Digital Library IAIN Palangka Raya
1
1
185
Show more