Hasil belajar dan motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) di kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta.

Gratis

0
4
256
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “HasilBelajar dan Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Matematika denganMenggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) di Kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta” ini dengan baik. Papa, mama, adik, dan saudara-saudaraku tercinta yang telah memberikan doa, dukungan, dan cinta kasih selama penyusunan skripsi ini dan selamamasa belajar di Universitas Sanata Dharma 11.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan mata pelajaran yang diajarkan sejak

  Beberapa kemungkinan yang menjadi penyebab siswa sulit mempelajari matematika adalah mungkin materi yang dipelajari merupakan materi yangbaru ditemui siswa, mungkin cara belajar siswa yang kurang efektif, dan kemungkinan lain adalah siswa yang tidak memperhatikan guru saatmemberikan penjelasan atau ceramah. Pembatasan Masalah Dari sekian masalah yang telah diidentifikasi, karena keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya, maka penelitian ini dibatasi pada pelaksanaanpenggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) dalam pembelajaran matematika untuk siswa kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2012 / 2013 dengan materi relasi dan fungsi.

F. Batasan Istilah

  BelajarBelajar adalah suatu aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan–perubahan dalam pengetahuan–pemahaman, ketrampilan, dan sikap– sikap.(WS. Winkel, 1984) 2. Pembelajaran MatematikaPembelajaran matematika adalah suatu proses yang dilakukan individu dengan teori logika deduktif yang berkenaan dengan hubungan – hubunganyang bebas dari isi materi hal –hal yang ditelaah sehingga terjadi perubahan perilaku dari tidak bisa menjadi bisa, tidak tahu menjadi tahu tentangmatematika (Herman Hudojo, 1988).

G. Manfaat Hasil Penelitian

  Bagi sekolahHasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif model pembelajaran yang dapat digunakan guru-guru di sekolah saat mengajar. Bagi Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanHasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan studi dalam hal model pembelajaran kooperatif khususnya tipe Teams Games Tournaments(TGT).

BAB II LANDASAN TEORI A. Belajar dan Pembelajaran Belajar adalah tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang

  relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif (Muhibbin Syah, 2008). Pembelajaran menurut Mohamad Surya (2004) diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahanperilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

B. Pembelajaran Kooperatif 1. Definisi Pembelajaran Kooperatif

  Slavin juga mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatifadalah suatu model pembelajaran di mana dalam sistem belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil yang berjumlah 4–6 orang secarakolaboratif sehingga dapat merangsang siswa lebih bergairah dalam belajar. Berdasarkan definisi pembelajaran kooperatif yang telah disebutkan para ahli di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa pembelajarankooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang banyak melibatkan para siswa untuk bekerja dalam kelompok yang heterogen.

2. Teori Pembelajaran Kooperatif a. Teori Motivasi

  Oleh karena itu, untuk meraih tujuanpersonal mereka, anggota kelompok harus membantu teman satu timnya untuk melakukan apapun guna membuat kelompok merekaberhasil, dan mungkin yang lebih penting mendorong anggota kelompoknya untuk melakukan usaha maksimal (Slavin, 1995). Jadidalam pembelajaran kooperatif tiap siswa dalam kelompok diminta untuk terdorong atau termotivasi melakukan usaha yang terbaik agarkelompok mereka pun dapat menjadi yang terbaik.

b. Teori Kognitif

Teori Kognitif dibedakan menjadi dua kategori utama yakni Teori Pembangunan dan Teori Elaborasi Kognitif.

1. Teori Pembangunan

  Vygotsky (1978) dalam Slavin(1995) mendefinisikan wilayah pembangunan paling dekat sebagai“jarak antara level pembangunan aktual seperti yang ditentukan oleh penyelesaian masalah secara independen dan levelpembangunan potensial seperti yang ditentukan melalui penyelesaian masalah dengan bantuan dari orang dewasa atau dalamkolaborasi dengan teman yang lebih mampu.” Banyak penganut paham Piaget yang menyerukan untuk penggunaan aktivitas kooperatif di sekolah. Para siswa akan saling belajar satu sama lain karena dalam diskusi mereka mengenai konten materi, konflik kognitif,akan timbul, alasan yang kurang pas juga akan keluar, dan pemahaman dengan kualitas yang lebih tinggi akan muncul (Slavin,1995).

2. Teori Elaborasi Kognitif

  Wittlock (1987) dalam Slavin (1995) menyebutkan bahwa penelitian dalam bidang psikologi kognitif telah menemukan bahwajika informasi ingin dipertahankan di dalam memori dan berhubungan dengan informasi yang sudah ada di dalam memori,orang yang belajar harus terlibat dalam semacam pengaturan kembali kognitif, atau elaborasi, dan materi. Pada satu sisi siswa yang menjelaskan akan lebih memahami materi dan siswa yang diberi penjelasan akan menjadipaham.

3. Unsur Pembelajaran Kooperatif

  Walaupun ketrampilan berkomunikasi inimembutuhkan proses yang panjang, sesungguhnya ketrampilan ini merupakan ketrampilan yang bermanfaat karena dapat memperkayapengalaman belajar siswa dan dapat menjadi salah satu alternatif pembinaan perkembangan mental dan emosional para siswa. Suatu kerja kelompok dapat dikatakan sebagai bentuk cooperative learning jika dalam kelompok terjadi ketergantungan positif antar anggotanya, ada tanggung jawab yang dimiliki setiap anggota kelompok, ada kesempatan tatap muka setiap anggota kelompok, adakomunikasi yang dijalin setiap anggota kelompok dengan anggota lain, serta adanya evaluasi kerja kelompok agar kerja kelompok selanjutnyalebih efektif.

4. Tipe-tipe Pembelajaran Kooperatif

Berikut ini beberapa tipe pembelajaran kooperatif yang dikembangkan oleh Robert E. Slavin (1995):

a. Student Teams Achievement Division (STAD)

  Dalam penggunaan model pembelajaran STAD siswa dibagi dalam kelompok yang masing-masing terdiri dari empat atau limaanggota yang mewakili seluruh bagian dari kelas dalam hal kinerja akademik, jenis kelamin, ras, dan etnisitas. Secara umum TGT tidak jauh berbeda dengan STAD kecuali dalam satu hal, yakni TGT menggunakan turnamen akademik, dan menggunakankuis-kuis dan sistem skor kemajuan individu, di mana para siswa berlomba sebagai wakil tim mereka dengan anggota tim lain yang kinerja akademiksebelumnya setara seperti mereka.

2. Komponen Teams Games Tournaments (TGT)

Adapun komponen dalam pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) adalah :

a. Presentasi di kelas

b. Tim (Kelompok)

  Presentasi di kelas ini merupakan pengajaran langsung seperti yang sering kali dilakukan atau Sebuah tim terdiri dari empat atau lima siswa yang mewakili seluruh bagian dari kelas dalam hal kinerja akademik, jenis kelamin,ras, dan etnisitas atau dengan kata lain kelompok dibentuk secara heterogen. Game (Permainan) Pada model pembelajaran kooperatif tipe TGT, permainan yang dimaksudkan adalah permainan yang terdiri atas pertanyaan-pertanyaan yang kontennya relevan yang dirancang untuk menguji pengetahuan siswa yang diperolehnya dari presentasi kelas danpelaksanaan kerja tim atau kelompok.

e. Rekognisi Tim

  Tim akan mendapatkan sertifikat atau bentuk penghargaan lain apabila skor rata-rata mereka mencapai kriteria tertentu. Skor tim siswadapat juga digunakan untuk menentukan dua puluh persen dari peringkat mereka.

3. Kelebihan dan Kelemahan Teams Games Tournaments (TGT)

  Para siswa di dalam kelas-kelas yang menggunakan TGT memperoleh teman yang secara signifikan lebih banyak dari kelompok rasial merekadari pada siswa yang ada di kelas tradisional. Meningkatkan perasaan atau persepsi siwa bahwa hasil yang mereka peroleh tergantung dari kinerja dan bukan pada keberuntungan.

D. Motivasi Belajar Siswa 1. Pengertian Motivasi Belajar

  Kata motivasi menurut Kamus Terbaru Bahasa Indonesia (2008) adalah kecenderungan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atautidak sadar melakukan tindakan dengan tujuan tertentu; usaha-usaha yang menyebabkan seseorang atau kelompok orang tergerak melakukan sesuatukarena ingin mencapai tujuan yang dikehendaki. Sedangkan motivasi belajar matematika adalah daya penggerak dalam diri siswa untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan pelajaran matematika dalam rangka memenuhi kebutuhan belajar matematika demi mencapai suatu tujuandalam pembelajaran matematika.

2. Macam-macam Motivasi Ada beberapa macam motivasi dilihat dari berbagai sudut pandang

  Motivasi Intrinsik dan EkstrinsikMotivasi intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri setiapindividu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu (Sardiman,1986). Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang didasarkan pada faktor-faktor yang berhubungan dengan kegiatan itu sendiri, motivasiyang diciptakan oleh faktor-faktor eksternal seperti reward dan hukuman (Anita Woolfolk, 2009).

3. Cara Menumbuhkan Motivasi Belajar

  Banyak siswa belajar, yang utama justru untuk mencapai angka /nilai yang baik. Karena hadiah untuk suatu pekerjaan mungkin tidak akanmenarik bagi seseorang yang tidak senang dan tidak berbakat untuk suatu pekerjaan tersebut.

d. Ego – involvment

  PujianPujian adalah bentuk reinforcment yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik. Tujuan yang diakui Rumusan yang diakui dan diterima baik oleh siswa, akan merupakan alat motivasi yang sangat penting.

4. Pendekatan Umum Motivasi a. Pendekatan Behavioral

Kaum behavioris cenderung menekankan motivasi ekstrinsik yang disebabkan oleh insentif, reward, dan hukuman (Anita Woolfolk,2009).

b. Pendekatan Humanistik

  Pandangan humanistik menekankan motivasi intrinsik yang tercipta oleh kebutuhan akan pertumbuhan pribadi , fulfillment, dan self-determination (Anita Woolfolk, 2009). Pendekatan Sosiokultural Pandangan sosiokultural menekankan legatimate periperal participation dan identitas dalam masyarakat (Anita Woolfolk, 2009).

5. Ciri-ciri Siswa yang Memiliki Motivasi Belajar

  Menurut Sardiman (1986), ada beberapa ciri-ciri yang menunjukkan siswa memiliki motivasi belajar. Cepat bosan pada tugas – tugas yang rutin.

E. Hasil Belajar

  Hasil belajar inidapat dilihat dari hasil tes prestasi dan dalam pengukuran hasilnya digunakan simbol angka atau skor. Hasil belajar menurut Gagne Sementara hasil belajar menurut Bloom mencakup kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik.

F. Materi Relasi dan Fungsi 1. Pengertian relasi

  Definisi dari relasi menurut Marsigit (2009) adalah relasi dari himpunan M ke himpunan N adalah suatu aturan yang memasangkan anggota - anggotahimpunan M ke anggota - anggota himpunan N. Antar anggota himpunan M dan himpunan N terdapat suatu hubungan yang dinamakan relasi.

2. Cara menyatakan relasi

  Selai itu juga tidak ada anggota A yang memiliki kawan lebih dari satu di himpunan B. Fungsi didefinisikan sebagai: fungsi atau pemetaan dari himpunanA ke himpunan B adalah relasi khusus yang memasangkan setiap anggotaA dengan tepat satu anggota B.

4. Korespondensi satu-satu / Perkawanan satu-satu

  Definisi korespondensi satu-satu: jika setiap anggota himpunan A dipasangkan dengan tepat satu anggota himpunan B dan setiap anggotahimpunan B dipasangkan dengan tepat satu anggota himunan A maka dikatakan bahwa himpunan A berkorespondensi satu-satu denganhimpunan B. Banyak korespondensi satu-satu dari dua himpunanCara untuk menemukan banyaknya korespondensi satu-satu yang mungkin terjadi pada 2 himpunan yang banyak anggotanya telahdiketahui menurut buku yang ditulis Marsigit (2009) adalah : Jika n(A)= n(B) = n maka banyaknya korespondensi satu-satu antara A dan B adalah n × (n – 1) × (n – 2) × ...

G. Kerangka Berpikir Siswa pasti ingin mendapatkan hasil belajar yang memuaskan

  Dari sekian banyak macam motivasi, motivasi ekstrinsiklah yang dapat didongkrak secara siginifikan karena motivasiekstrinsik lahir dari lingkungan sekitar seperti persaingan dengan teman sebaya, dukungan keluarga, dan bahkan cara guru menyampaikan materi dikelas. Faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah proses pembelajaran dalam kelas.

H. Hipotesis

  Hasil belajar siswa kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta pada pembelajaran matematika pada materi relasi dan fungsi denganmenggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) akan mencapai nilai yang baik. Motivasi belajar yang dimiliki siswa kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1Yogyakarta pada pembelajaran matematika pada materi relasi dan fungsi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) akan tinggi.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

B. Waktu dan Tempat

  Subyek dan Obyek Penelitian Subyek pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 39 siswa. Variabel Terikat Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa dan motivasi belajar siswa.

E. Instrumen Penelitian

  Pada penelitian ini peneliti menggunakan dua macam instrumen yakni instrumen perencanaan pembelajaran dan instrumen untuk mengumpulkandata. Instrumen perencanaan pembelajaran meliputi Tes Kemampuan Awal(TKA), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), lembar ketercapaian pelaksanaan RPP, soal permainan, dan soal turnamen.

1. Tes Kemampuan Awal (TKA)

  TKA adalah tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa sekaligus untuk membagi siswa dalam beberapa kelompok diskusi. Sebelum diujikan pada para siswa, terlebih dahulu kisi-kisi TKA dan soal TKAdikonsultasikan pada dosen dan guru.

2. Melakukan operasi pada bentuk aljabar

  Sebelum membuat pernyataan angket, terlebih dahulu dibuat kisi-kisi angket yangmencakup 9 indikator yaitu : rajin dalam belajar, keinginan untuk menggali pengetahuan lebih dalam, mengerti tujuan belajar suatu materi tertentu,keinginan untuk menjadi yang terbaik, keberanian untuk tampil di depan kelas, cara mengajar guru di kelas, pergaulan dengan teman, pengaruh gurudalam belajar, pengaruh orang tua dalam belajar. Reliabilitas suatu soal juga dikelompokkan menjadi 5 kriteria sebagai berikut : Sangat Tinggi : 0,81 < r≤ 1,00 Tinggi : 0,61 < r≤ 0,80 Cukup : 0,41 < r≤ 0,60 Rendah : 0,21 < r≤ 0,40 Sangat Rendah : 0,00 < r≤ 0,20 Perhitungan validitas angket motivasi dilakukan dengan menghitung nilai korelasi (r) antara skor yang diperoleh siswa tiap butirnya (x) denganskor total (y).

G. Teknik Pengumpulan Data

Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini ada tiga macam, yaitu : angket, tes, dan wawancara.

1. Angket

  Dalam pengumpulan data tentang motivasi belajar siswa digunakan angket motivasi belajar yang berisi pernyataan-pernyataan yang berhubungandengan motivasi belajar siswa baik intrinsik maupun ekstrinsik. Tujuan diberikannya TKA adalah untuk mengukur kemampuan siswa pada pokok bahasan yang menjadi prasyaratmateri fungsi sekaligus menjadi sarana untuk menentukan kelompok diskusi.

BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, PEMBAHASAN, DAN ANALISIS HASIL PENELITIAN A. Pelaksanaan Kegiatan Penelitian 1. Observasi Observasi dilaksanakan dengan melihat pembelajaran di kelas VII A

  Observasi ini dilakukan dengan tujuan agar peneliti mengenal calon- calon subyek yang akan diteliti dan menemukan permasalahan yangterdapat dalam pembelajaran di kelas. Perhitungan validitas dan reliabilitas dilakukan agar seluruh instrumen terutama yang berkaitan dengan pengukuran data dapatdinyatakan valid dan reliabel serta dapat digunakan dalam kegiatan penelitian.

3. Pengambilan Data

  Terdapat 7 Gambar 4.1 : Beberapa kelompok diskusi pada Games 1 Pada pertemuan kedua ini peneliti memulai dengan menjelaskan materi relasi dengan menggunakan media kertas yang lebar untukmemudahkan siswa melihat gambar diagram panah dan diagram cartesius. Gambar 4.2 : Siswa mengerjakan soal Games 1 dalam kelompok Gambar 4.3 : Siswa berdiskusi dalam kelompok Di akhir pembelajaran, peneliti meminta siswa untuk mempelajari materi fungsi sampai dengan korespondensi satu-satu dari buku moduldan BKS.

e. Pembelajaran Pertemuan 5

  Gambar 4.7 : Kelompok –kelompok dalam sesi turnamen Pada pembelajaran yang berlangsung pada pukul 11.45 – 12.25 peneliti terlebih dahulu memberikan aturan dalam pengerjaan turnamenyakni pengerjaan soal secara individu walaupun duduk bersama dalam satu kelompok. Peneliti juga memberikan nama pada kelompok-kelompok turnamen, nama-nama tersebut adalah Doraemon untuk kelompok dengan siswa berkemampuan akademis tinggi, Nobita untukkelompok dengan siswa berkemampuan akademis sedang, Shizuka untuk kelompok dengan siswa berkemampuan akademis sedang, Suneountuk kelompok dengan siswa berkemampuan akademis sedang, dan Giant untuk kelompok dengan siswa berkemampuan akademis rendah.

f. Pembelajaran Pertemuan 6

  Pada pembelajaran pertemuan keenam ini peneliti memberikan tes untuk menguji kemampuan siswa tentang materi relasi, memberikanangket motivasi, dan memberikan penghargaan pada kelompok terbaik. Pada pertemuan yang diikuti oleh seluruh siswa ini, peneliti dibantu oleh guru pengampumata pelajaran matematika dalam membagi soal THB dan mengawasi Gambar 4.9 : Salah satu siswa mengerjakan soal latihan ulangan THB Setelah siswa selesai mengerjakan soal ulangan THB, kemudian peneliti dan guru pengampu mata pelajaran matematika membagikanlembar angket motivasi.

B. Penyajian Data

Setelah melakukan penelitian, peneliti mendapatkan beberapa data yang dianalisis. Data-data tersebut adalah :

1. Keterlaksanaan RPP

  Adapun rangkuman skor pencapaianketerlaksanaan RPP yang diamati oleh keempat observer tersebut adalah : Tabel 4.3 Tabel Skoring Keterlaksanaan RPP Pertemuan 4 Total Poin Pengamatan Terlaksana Tidak Terlaksana Observer 1 13 12 1 Observer 2 13 12 1 Observer 3 13 11 2 Observer 4 13 12 1 e. Adapun rangkuman skor pencapaian keterlaksanaan RPP yangdiamati oleh ketiga observer tersebut adalah : Tabel 4.4 Tabel Skoring Keterlaksanaan RPP Pertemuan 5 Total Poin Keterlaksanaan Terlaksana Tidak Terlaksana Observer 1 12 12 Observer 2 12 12 Observer 3 12 12 Pada pertemuan keenam peneliti memberikan tes hasil belajar dan angket motivasi.

3. Hasil Belajar a. Tes Kemampuan Awal

  Soal TKA ini dibuat berdasarkan indikator – indikator yang telah ditentukan sebelumnya. Adapun skor dan nilai yang diperoleh siswa kelas VIII C pada TKA ini adalah sebagai berikut : 28 Siswa 28 100 72 21 Siswa 21 80 22 Siswa 22 100 23 Siswa 23 100 24 Siswa 24 100 25 Siswa 25 100 26 Siswa 26 95 27 Siswa 27 100 29 Siswa 29 84 45 30 Siswa 30 Tidak masuk 31 Siswa 31 100 32 Siswa 32 100 33 Siswa 33 85 34 Siswa 34 100 35 Siswa 35 Tidak masuk 36 Siswa 36 100 37 Siswa 37 Tidak masuk 38 Siswa 38 100 20 Siswa 20 19 Siswa 19 Tabel 4.6 Hasil TKA Siswa kelas VIII C No.

b. Games 1

  Tes Hasil Belajar 25 Siswa 25 100 24 Siswa 24 10 Siswa 10 16 Siswa 16 100 90 11 Siswa 11 100 12 Siswa 12 90 13 Siswa 13 96 14 Siswa 14 90 15 Siswa 15 82 17 Siswa 17 23 Siswa 23 100 92 18 Siswa 18 100 19 Siswa 19 88 20 Siswa 20 90 21 Siswa 21 90 22 Siswa 22 92 Tes Hasil Belajar (THB) adalah tes yang menguji kemampuan siswa setelah menjalankan proses pembelajaran materi relasi sampaidengan korespondensi satu-satu dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT). Adapun nilai yang mereka dapatkan pada THB ini adalah sebagai berikut : Tabel 4.10 Nilai THB siswa kelas VIII C 90 82 27 Siswa 27 64 26 Siswa 26 62 25 Siswa 25 24 Siswa 24 72 54 23 Siswa 23 92 22 Siswa 22 70 21 Siswa 21 78 28 Siswa 28 29 Siswa 29 80 86 39 Siswa 39 80 38 Siswa 38 58 37 Siswa 37 36 Siswa 36 100 35 Siswa 35 100 34 Siswa 34 96 64 33 Siswa 33 74 32 Siswa 32 74 31 Siswa 31 30 Siswa 30 100 20 Siswa 20 19 Siswa 19 No.

C. Analisis Hasil Penelitian

1. Keterlaksanaan RPP a. Pertemuan Pertama

  Pada pertemuan pertama, tidak ada RPP yang peneliti buat karena peneliti hanya memberikan TKA dan mengikuti prosespembelajaran yang telah direncanakan oleh guru bidang studi. 11�������� ���� ���������� × 100% = × 100 % = 84,61 % 13����� �������� Berdasarkan perhitungan di atas, didapatkan hasil 84,61 % kegiatan telah terlaksana, maka dapat dikatakan proses pembelajaran Pada pengamatan yang dilakukan oleh observer 2 pada pertemuan kedua didapatkan 11 kegiatan yang terlaksana dari total13 kegiatan.

c. Pertemuan Ketiga

  Observer 1 Pada pengamatan yang dilakukan oleh observer 1 pada pertemuan ketiga didapatkan 9 kegiatan yang terlaksana dari total 11kegiatan. 9�������� ���� ���������� × 100% = × 100 % = 81,82 % 11����� �������� Berdasarkan perhitungan di atas, didapatkan hasil 81,82 % kegiatan telah terlaksana, maka dapat dikatakan proses pembelajaran Pada pengamatan yang dilakukan oleh observer 3 pada pertemuan ketiga didapatkan 10 kegiatan yang terlaksana dari total11 kegiatan.

d. Pertemuan Keempat

  Observer 1 Pada pengamatan yang dilakukan oleh observer 1 pada pertemuan keempat didapatkan 12 kegiatan yang terlaksana dari total13 kegiatan. 12�������� ���� ���������� × 100% = × 100 % = 92,30 % 13����� �������� Berdasarkan perhitungan di atas, didapatkan hasil 92,30 % kegiatan telah terlaksana, maka dapat dikatakan proses pembelajaran Pada pengamatan yang dilakukan oleh observer 3 pada pertemuan keempat didapatkan 11 kegiatan yang terlaksana dari total13 kegiatan.

e. Pertemuan Kelima

  12�������� ���� ���������� × 100% = × 100 % = 100 % 12����� �������� Berdasarkan perhitungan di atas, didapatkan hasil 100 % kegiatan telah terlaksana, maka dapat dikatakan proses pembelajaran Pada pengamatan yang dilakukan oleh observer 3 pada pertemuan kelima didapatkan 12 kegiatan yang terlaksana dari total12 kegiatan. Pengurangan data yang peneliti lakukan disebabkan karena adanya kumpulan data yang tidak lengkap(siswa tidak masuk sehingga tidak memiliki nilai pada suatu sesi atau bagian) selama proses pembelajaran dengan menggunakan modelpembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) dilaksanakan.

6 Tinggi

4 2 61 68,33 75,66 83 Rentang Skor Angket Gambar 4.10 : Histogram jumlah siswa pada setiap kriteria skor angket motivasi Dengan melihat skor angket dalam tabel 4. 11 dan gambar 4.10 di atas, dapat ditentukan banyak siswa pada tiap kategori :

9 Rendah = × 100% = 31,03 %

  Membandingkan nilai Tes Hasil Belajar (THB) dan nilai TesKemampuan Awal (TKA) siswa kelas VIII C Pada perbandingan nilai Tes Hasil Belajar (THB) dan nilai TesKemampuan Awal (TKA), peneliti hanya menggunakan nilai dari 29 siswa karena ada 10 siswa yang tidak mengikuti proses pengambilandata secara keseluruhan. Siswa Nilai THB Kriteria 8 1 72 Sedang 2 84 Tinggi 4 78 Sedang 5 86 Tinggi 6 88 Tinggi 7 60 Rendah 51 Rendah 19 10 40 Rendah 11 92 Tinggi 14 78 Sedang 15 54 Rendah 16 84 Tinggi 17 82 Tinggi Berdasarkan tabel 4.13 di atas, dapat diketahui jumlah dari masing- masing kriteria yang disajikan dalam diagram batang berikut : Gambar 4.11 : Histogram jumlah siswa pada setiap kriteria THB Dengan melihat skor angket dalam tabel 4.

5 Rendah = × 100% = 17,24 %

13 Sedang = × 100% = 44,82 %

29 29 11 × 100% = 37,93 %Tinggi =

29 Selain dapat melihat banyak siswa pada setiap kategori, berdasarkan tabel

4. Penghargaan Kelompok

  4.13 kita dapat melihat beberapa nilai sebagai berikut :Mean = 74,86Median = 78Modus = 78Nilai Tertinggi = 100Nilai Terendah = 40Standar Deviasi =14,17 24 90 554 92,3311 100 15 82 23 100 37 82 38 100 3 5 100473 94,60 13 96 17 92 90 10 36 95 8 6 86 454 90,80 14 90 25 100 33 80 34 98 4 Penghargaan kelompok diberikan setelah peneliti melakukan pengambilan data selama 4 kali. Penghargaan kelompok diberikan padakelompok diskusi yang memiliki rata – rata nilai turnamen tertinggi.

5. Korelasi Antara Hasil Belajar dan Motivasi Belajar

  Melihat kriteria hasil belajar dan motivasi belajar siswa kelas VIII C yang dihitung dengan aturan Likert3, masing – masing kriteria diberi skor sendiri – sendiri. 28 Hasil dari r = 29 – 2= 27 = 0,734 dengan� (derajat kebebasan / degree of freedom) = n – 2 149 203 = 216 812 1− = = 29,18 � = 27 dan α = 0,05 didapatkan harga statistik uji t pada tabel = 2,052.

6. Wawancara

  Terdapat 3 golongan atau kriteria yang diniliai sebagai hubungan yang diskonkordan,yaitu siswa yang memiliki hasil belajar rendah tetapi motivasi belajarnya sedang, siswa yang hasil belajarnya sedang tetapi motivasi belajarnyatinggi, dan siswa yang memiliki hasil belajar tinggi tetapi motivasi belajarnya tergolong sedang. Berdasarkan jawaban kelima siswa yang menjadi sampel dalam wawancara di atas, dapat peneliti simpulkan bahwa terdapat beberapafaktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, antara lain : ketaatan dalam mengelola waktu belajar, keberanian dalam mengeksplor sesuatu yangbaru, dan kurangnya fasilitas pendukung belajar yang dimiliki siswa.

B. Saran

  Peneliti secara ringkas mengingatkan pada para siswa materi relasi sampai dengan pemetaan yang telahdipelajari (peneliti dapat mengingatkan materi pada siswa dengan membahas latihan – games yang telah dikerjakan 4. Setelah mengulas materi yang telah dipelajari pada 45 menit pertemuan sebelumnya, peneliti meminta siswa untukmenyimak LKS dan peneliti melanjutkan materi selanjutnya yakni tentang pengertian fungsi sampaidengan banyak korespondensi satu-satu.

E. Alat dan Sumber Belajar Alat :

  Toni adalah _________ dari Jono Lia adalah _________ dari DewiBagus adalah _________dari Sari Sinta adalah __________ dari AndiDimas adalah _________ dari Indah Budi adalah __________ dari ToniKelima kalimat di atas menyatakan suatu hubungan _________ dan _________ Hubungan tersebut dapat dikatakan sebagai relasi . , ………..}Relasi tersebut dapat kita gambarkan dalam diagram panah sebagai berikut : A Hobi B Anes MelukisHardani Bravo RenangDito Frans Memasak Adakah orang yang memiliki hobi lebih dari satu ?

1. Pengertian Fungsi atau Pemetaan Perhatikanlah diagram panah di bawah ini

  Jadi, Fungsi atau Pemetaan dari himpunan A ke himpunan B adalah …Contoh : Dari keenam relasi di bawah ini, manakah yang termasuk dalam fungsi ? Jika suatu fungsi memetakan setiap anggota x dari himpunan A ke anggota y dari himpunan B, maka dapat kita tuliskan x→ y, dibaca “x dipetakan ke y” dan y dinamakan bayangan dari x.

2. Domain, Kodomain, dan Range

P Ukuran baju Q Robert STanti M KodomainAna L Tika XL Andi XXL Domain Domain = Daerah asalKodomain = Daerah kawanRange = Daerah hasilBerdasarkan contoh fungsi ‘ukuran baju’ di atas, dapat kita lihat : domain : ……… , ……… , ……… , ……… , ……… Tentukanlah domain, kodomain, dan range dari fungsi di atas.domain : kodomain :range :

3. Banyaknya Pemetaan dari dua himpunan

  Cara untuk menentukan banyaknya pemetaan dari dua himpunan adalah :Jika banyak anggota himpunan P adalah n(P), dan banyak anggota himpunan Q adalah n(Q), maka : n(P) n(Q) a. F ke G Jawab : banyak anggota himpunan F = n(F) = ….banyak anggota himpunan G = n(G) = ….

B. Korespondensi Satu-satu 1. Pengertian Korespondensi Satu-satu Perhatikan gambar fungsi di bawah ini

  Fungsi atau Pemetaan yang demikian kita sebut ‘Korespondensi Satu-satu’ Jadi, himpunan A dikatakan berkorespondensi satu-satu dengan himpunan B jika setiap anggota himpunan A dipasangkan dengan tepat satu anggota B dan setiapanggota himpunan B dipasangkan dengan tepat satu anggota himpunan A.dengan demikian : n(A) = n(B) 2. Banyaknya korespondensi satu-satu Untuk menentukan banyaknya korespondensi satu-satu yang mungkin terjadi antara dua himpunan caranya :Jika n(A) = n(B) = n, maka banyaknya korespondensi satu-satu antara A dan B : � × (� − �) × (� − �) × … × � × � × �Contoh :Diketahui himpunan A = {1, 4, 6, 7} dan B = {b, c, d, e}.

ANGKET MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA

  Nama : ____________________________ Kelas / Nomor : _____ / ____Hari / Tanggal : ___________________Petunjuk : 1. Bacalah setiap pernyataan dengan cermat, kemudian berilah tanda ( √) pada kolom yang sesuai dengan kebiasaan anda.

KISI-KISI TES KEMAMPUAN AWAL

  5 2 2 2 1 Jumlah 1 Siswa dapat menentukan nilai suatu sudut jika diketahui dua sudut yang saling berpelurus. 119 Kompetensi Dasar Indikator Tingkat Kognitif Jumlah Butir Soal Mengingat Memahami Menerapkan Bilangan 1 Siswa dapat menggunakan prinsip perbandingan dua besaran yang sejenis dalam memecahkan masalah.

TES KEMAMPUAN AWAL

  125 Nama : ___________________________ Soal Turnamen : A Kelas / No : ______ / ______ Petunjuk : Kerjakanlah soal di bawah ini dengan cara yang jelas dan benar. Nama : ___________________________ Soal Turnamen : C Kelas / No : ______ / ______ Petunjuk : Kerjakanlah soal di bawah ini dengan cara yang jelas dan benar.

6 Tentukanlah : a. Domain, Kodomain, dan Range dari fungsi di atas

  Nama : ___________________________ Soal Turnamen : D Kelas / No : ______ / ______ Petunjuk : Kerjakanlah soal di bawah ini dengan cara yang jelas dan benar. Nama : ___________________________ Soal Turnamen : E Kelas / No : ______ / ______ Petunjuk : Kerjakanlah soal di bawah ini dengan cara yang jelas dan benar.

TES HASIL BELAJAR

  Diketahui : A = {1, 2, 3, 4, 6, 8, 9} B = {1, 2, 3, 4} Ditanyakan : menentukan relasi dari himpunan A ke himpunan B sebagai relasi dua kalinya dari dalam diagram cartesius. BUKAN FUNGSI karena ada anggota himpunan P yaitu ‘a’ yang a x berpasangan dengan dua anggota himpunan Q yakni ‘x’ dan ‘y’ dan anggota b y himpunan P yaitu ‘b’ yang berpasangan dengan dua anggota himpunan Q c z yakni ‘x’ dan ‘z’ ------------------------------------------------------------------- 2,5 d.

2. Soal nomor 2

  2× (44 × 27351 − 974 2× (44 × 27351 − 974 ≥ 0,319 Soal 3 Valid karena nilai 0,780 = 0,7793≈ 0,780 56.638 72.675 20.731 ×254.768= =283.580 −226.942 2) − 233 × (974) 44 × 1705 − 233 2) Soal nomor 3� = 44 × 6445 ≥ 0,319 3. Soal nomor 4� = 44 × 4520 Soal 4 Valid karena nilai 0,718 = 0,7177≈ 0,718 53.754 74.898 75.8765 ×254.768= =198.880 −145.126 2) 2× (44 × 27351 − 974 − 149 × (974) 44 × 2229 − 149 ≥ 0,319 139Hasil Reliabilitas Tes Hasil Belajar (THB) No.

a. Test distribution is Normal

  Peneliti secara ringkas mengingatkan pada para siswa materi relasi sampai dengan √ pemetaan yang telah dipelajari (peneliti dapat mengingatkan materi pada siswadengan membahas latihan – games yang telah dikerjakan pada pertemuan yang lalu). Peneliti secara ringkas mengingatkan pada para siswa materi relasi sampai dengan √ pemetaan yang telah dipelajari (peneliti dapat mengingatkan materi pada siswadengan membahas latihan – games yang telah dikerjakan pada pertemuan yang lalu).

3. Peneliti mengucapkan terima kasih dan

  Peneliti secara ringkas mengingatkan pada √ para siswa materi relasi sampai denganpemetaan yang telah dipelajari (peneliti dapat mengingatkan materi pada siswadengan membahas latihan – games yang telah dikerjakan pada pertemuan yang lalu). Peneliti secara ringkas mengingatkan pada √ para siswa materi relasi sampai dengan pemetaan yang telah dipelajari (penelitidapat mengingatkan materi pada siswa dengan membahas latihan – games yangtelah dikerjakan pada pertemuan yang lalu).

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Upaya Peningkatkan Hasil Belajar Kimia Siswa Melalui Model Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) Pada Konsep Sistem Koloid
0
7
280
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams-Games Tournament) terhadap pemahaman konsep matematika siswa
1
8
185
Penerapan model pembelajaran kooperatif student teams achievement division dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih: penelitian tindakan kelas VIII-3 di MTs Jami'yyatul Khair Ciputat Timur
0
5
176
Komparasi hasil belajar metode teams games tournament (TGT) dengan Student Teams Achievement Division (STAD) pada sub konsep perpindahan kalor
0
6
174
Pengaruh kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe Teams-Games-Tournament (TGT) dengan make a match terhadap hasil belajar biologi siswa
2
8
199
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih di MTs Islamiyah Ciputat
1
40
0
Upaya meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas 3 melalui metode pembelajaran kooperatif tipe TGT : teams games tournament di MI Darul Muqinin Jakarta Barat
0
29
169
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (Teams Games Tournaments) Peningkatan Motivasi Belajar Ips Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Teams Games Tournaments) Siswa Kelas IV MI M Gading 1 Klaten Utara
0
0
16
UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN METODE KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES Upaya Peningkatan Motivasi Belajar Matematika Menggunakan Metode Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT)( PTK Pembelajaran Matematika di Kelas VIII E SMP Ne
0
3
18
UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN METODE KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES Upaya Peningkatan Motivasi Belajar Matematika Menggunakan Metode Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT)( PTK Pembelajaran Matematika di Kelas VIII E SMP Ne
0
0
15
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meninkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar siswa kelas X-1 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta pada mata pelajaran Ekonomi.
0
1
305
Penerapan pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournaments (TGT) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Pangudi Luhur Moyudan pada materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan.
1
2
196
Peningkatan prestasi belajar akuntansi siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) : studi kasus pada siswa kelas XI IPS 1 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.
0
0
204
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meninkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar siswa kelas X 1 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta pada mata pelajaran Ekonomi
0
0
303
Hasil belajar dan motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) di kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta - USD Repository
0
3
255
Show more