Full text

(1)

Mahasiswa adalah fase hidup yang sangat krusial dalam alur hidup seorang anak adam. Ketika menjadi mahasiswa, seseorang akan mulai berhadapan dengan realita kehidupan yang sangat berat. Dimulai dari menyusun jadwal terinci, memilih kegiatan apa saja yang hendak diikuti, memilih teman sehari – hari hingga memilih untuk menjadi mahasiswa yang aktif atau yang pasif. Di masa mahasiswa ini, seorang pemuda akan menentukan; “Apa yang akan saya perbuat di masa depan?”, “Akan menekuni apa saya nanti?”, dan “akan jadi apa saya nanti?”.

Pentingnya kehidupan mahasiswa ini membuat saya sadar, bahwa saya tidak bisa menjadi orang yang hanya mengejar prestasi akademik seperti halnya yang saya lakukan di masa SMA. Saya harus lebih melebur dengan banyak orang, agar ketika saya lulus nanti, saya tidak menjadi orang yang hanya mengandalkan kemampuan akademik tapi lemah dalam kehidupan sosial. Saya bersyukur, UGM menyediakan Unit Kegiatan Mahasiswa yang cukup banyak dan beragam untuk memenuhi kebutuhan mahasiswanya. Mulai dari unit olahraga, kesenian, khusus, dan keagamaan, semuanya ada di UGM dengan total kurang lebih 50 unit. Banyaknya unit kegiatan mahasiswa tersebut sempat membuat saya bingung, “Unit apa yang harus saya pilih?”, saya membatin. Tapi syukur, setelah merenung cukup lama dan hasil berdiskusi dengan ibu, saya dapat mengambil keputusan untuk bergabung di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) AIESEC dan IKS Pro Patria.

AIESEC sebagai organisasi pelajar terbesar di dunia dengan cabang di 126 negara, dan dengan anggota yang lebih dari 70.000 orang, menawarkan hal yang sangat menarik bagi saya pribadi. Saya memilih AIESEC karena program yang ditawarkannya sangat unik. Yaitu kita bisa menjadi bagian nyata dari komunitas internasional dan juga membuat pertemanan dengan pemuda – pemuda dari negara selain Indonesia yang menjadi anggota AIESEC. Bergabung dengan AIESEC tidak hanya membuat bahasa Inggris saya menjadi lebih fasih, saya juga akan menjadi lebih terbuka dalam

berkomunikasi dengan komunitas internasional dan menjadi lebih bangga dengan budaya sendiri. Melalui AIESEC juga, kemampuan saya untuk berperan aktif dalam mengenalkan Indonesia baik dari segi kebudayaan, masyarakat, dan juga dari segi alamnya yang indah akan semakin terasah. Selain itu, dengan AIESEC juga, saya dapat mempelajari budaya negara – negara lain dan juga etika masyarakatnya dan mengambil hal – hal positif yang bisa saya pergunakan dalam kehidupan sehari – hari.

Jika AIESEC melatih kemampuan saya dalam berkomunikasi dan bersosialisasi dengan komunitas Internasional, maka Pro Patria akan melatih kemampuan saya dalam mengolah diri dan kesehatan jasmani. Pro Patria sebagai beladiri yang menyatukan kungfu aliran utara dan kungfu aliran selatan, merupakan hal yang bagus untuk menyeimbangkan diri saya. Dengan empat aspek penting yang meliputi; beladiri, olahraga, seni keindahan gerakan, dan pelatihan mental, saya akan lebih mudah menghadapi kerasnya hidup setelah berkuliah nanti. Selain itu, pelatihan mental yang diberikan oleh PP, akan membantu saya ketika suatu saat saya menjadi; keynote speaker dalam sebuah konferensi internasional, delegasi Indonesia di ASEAN, dan juga ketika nanti menjadi presiden yang harus memberantas korupsi.

Kombinasi antara AIESEC dan Pro Patria saya harap dapat menjadi kombinasi yang sangat baik untuk menunjang perkuliahan saya. Sehingga ketika saya lulus nanti, saya dapat mengaplikasikan dan mengomunikasikan ilmu, menangani masalah yang sulit dalam pekerjaan dengan bekal dan tentunya menjadi orang yang bermanfaat bagi nusa, bangsa, dan juga agama dengan bekal yang telah diberikan oleh Pro Patria, AIESEC, dan juga Universitas Gadjah Mada.

Referensi:

1. Booklet Ormawa UGM. http://ppsmb.ugm.ac.id

Gambar

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Download now (1 pages)