KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN RUANG PUBLIK KREATIF DI JAKARTA

Gratis

1
2
112
1 year ago
Preview
Full text

RUANG PUBLIK KREATIF DI JAKARTA

  Individu-individu masyarakat kota sebagai pengguna ruang publik dapat menggunakan ruang publik sebagai tempat mengekspresikan dirinya. Ruang public kreatif sebagai wadah kreatifitas masyarakat di Indonesia pada umumnya dan kota Jakarta pada khususnya memberikan fasilitas bagi masyarakatbaik sebagai fungsi ruang publik secara umum dan fasilitas kreatif bagi para pelaku seni dan masyarakat sekitar.

CREATIVE PUBLIC SPACE IN JAKARTA

  Creative public space as a place for creative people in Indonesia in general and in particular the Jakartacity provide facilities for the community both as a function of public space in general and creative facilities for performers and community around. In addition to gather place and socialize as a public space is also beneficial to the ecosystem of Jakarta city.

DAFTAR ISI

  Lingkup dan Batasan Perencanaan dan Perancangan E.1 Lingkup Perencanaan dan Perancangan …………………………………. 69 D.2 Analisa Bahan Bangunan ……………………………………………… 89 A.2 Konsep Besaran dan Kebutuhan ruang .....................................................

BAB 1 PENDAHULUAN A. PENGERTIAN JUDUL Ruang Publik Kreatif Di Jakarta Dengan Pendekatan Folding Architecture

B. LATAR BELAKANG

  Secara kontekstual folding digunakan untuk mengatasi keterbatasan lahan dalam upaya mewujudkan sebuah ruang public kreatif yang juga berperan sebagairuang terbuka hijau dengan menjalin antara ruang dan permukaaan, mencoba keduanya dapat mengalir dengan halus dari bangunan ke bagian lainnya ruangdigunakan sebagai fasilitas pendukung ruang public kreatif dan permukaan digunakan sebagai taman dan plaza/square. LINGKUP dan BATASAN PERENCANAAN DAN PERANCANGAN E.1 Lingkup Perencanaan dan Perancangan · Pembahasan disesuaikan dengan materi data yang diperoleh dan hal ini menjadi kriteria dalam menentukan bentuk fisik bangunan, tata ruang,persyaratannya dan besaran tiap ruang yang direncanakan.· Pembahasan lain disesuaikan dengan tujuan dan sasaran yang telah disebutkan di atas.

G. SISTEMATIKA PENULISAN

BAB 1 PENDAHULUAN Mengemukakan latar belakang masalah, permasalahan dan

  BAB III LOKASI PERENCANAAN Meninjau perspektif kota (luas, potensi dan fungsi kota, perencanaan umum tata ruang kota), meninjau kondisi ruang publicJakarta dan komunitas-komunitas yang ada didalamnya yang menjadi target desain bangunan (potensi, apresiasi masyarakat, fasilitas dansarana) , pemilihan site. BAB IV ANALISA PENDEKATAN PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Meliputi analisa makro dan mikro dengan penjabaran analisa non fisik yang termasuk didalamnya: pelaku, jenis dan pengelompokan kegiatan, proses kegiatan, kebutuhan dan program ruang dan organisasiruang serta analisa fisik yang termasuk didalamnya: kriteria pengolahan tapak, kriteria bentuk ruang dan bangunan,.

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Mensintesakan konsep perencanaan dan perancangan yang

merupakan hasil akhir dari analisis yang selanjutnya ditransformasikan dalam wujud desain fisik bangunan. commit to user 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bagian ini membahas tentang ruang Publik, ruang terbuka hjau,kreativitas di ruang public dan folding architecture serta presedennya terkait dengan ruang public. A. RUANG PUBLIK A.1. Pengertian Ruang Publik Ruang publik adalah ruang dalam suatu kawasan yang di pakai masyarakat penghuninya untuk melakukan kegiatan kontak publik ( Whyte dalam Carmona dkk

  Salah satunya yaitu jika sebuah ruang publik dimanfaatkan, dijaga, dan diatur secara kreatif sesungguhnya dapat menjadi bisnis yangmenguntungkan Kemudian ada teori-teori mengenai kependudukan (citizenship) yang banyak berkembang dalam mendefinisikan dan memahami peran sebuah ruang publik.1 commit to user Carmona dkk. Sehingga secara umum, terutama pada waktutertentu, tempat-tempat seperti itu tidak dapat dikatakan dapat digunakan 54 untuk kepentingan publik (public use) .5 Rob Krier, Urban Space (New York, 1979) commit to user http://en.wikipedia.org/wiki/Public_space Suatu ruang publik yang berhasil merupakan ruang publik yang responsif terhadap kebutuhan penggunanya.

B. RUANG TERBUKA HIJAU 1 Pengertian Ruang Terbuka Hijau

  Bentuk dari ruangterbuka ini yaitu lapangan olahraga, stadion, lintasan lari atau lapangan golf.· Kawasan Hijau Pemakaman.· Kawasan Hijau Pertanian, tergolong ruang terbuka hijau areal produktif, yaitu lahan sawah dan tegalan yang masih ada di kota yang menghasilkan padi,sayuran, palawija, tanaman hias dan buah-buahan.· Kawasan Jalur Hijau, yang terdiri dari jalur hijau sepanjang jalan, taman di persimpangan jalan, taman pulau jalan dan sejenisnya. Tipe tersebut masing-masing mempunyai karakteristik yang 9 berbeda, yaitu:· Central park Dibangun dan diatur sebagai bagian dari sistem ruang terbuka kota, ruang terbuka untuk kepentingan seluruh kota, kadang dilokasikan dekatdengan pusat kota.· Downtown park Taman hijau kota dengan rumput dan pohon berlokasi di daerah kota, dapat berupa taman tradisional, historik atau baru.

C. KEGIATAN KREATIF DI RUANG PUBLIK

  Dari fungsinya, ruang publik merupakan ruang yang mampu menampung kebutuhan akan tempat-tempat pertemuan dan aktivitas bersama, umumnya dalamruangan terbuka, memungkinkan terjadinya pertemuan antarmanusia untuk saling berinteraksi, melakukan kegiatan bersama-sama, dan sejumlah aktivitas lainnya. Lingkungan yang dimaksud disini adalah ruang public yang mampu menginspirasi dan menstimulus penggunanya untuk melakukanhal yang produktif dalam suatu proses kreatif.

12 Menurut Adi Panuntun , salah satu pelopor atau penggagas lahirnya kawasan

  Kota Tua sebagai sebuah ruang kreatif bagi masyarakat Jakarta, ruang kreatif tidak sebatas pemaknaan pada ruang publik, melainkan lebih pada pemaknaan atas sebuahruang publik. Pertunjukan yang baru pertama kali dipertunjukkan di Indonesia ini terselenggara atas kerja sama Pemprov DKI Jakartadengan British Council dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN).

D. FOLDING ARCHITECTURE 1 Sejarah singkat Folding Architecture

  The foldberfungsi sebagai pembatas dari gerakan social, cultural, ekonomi dan fisik untuk menghasilkan interaksi antara struktur yang meliputinya terhadap lingkungannya.13 commit to user Greg Lynn, “Architecture Curvilinearity, the Folded, the Pliant and the Supple”, Folding in Architecture, Architectural14 Design Ed. Folding berpotensi menghasilkan ruang yang dapat digunakan sebagai strategi yang generatif untuk mengantarkankepada tren baru pada struktur organisasi yang ada.

15 Sophia Vyzoviti, 2003, Folding Architecture: Spatial Structural and Organizational Diagrams, BIS Publishers, hal:8

  Perlakuan yang repetitif pada pelipatan kertasmemberikan suatu tanda dari respon yang intuitif ke dalam teknik utama, seperti: triangulas, melipat dengan tingkatan bersusun, melipat pada lipatan,membentuk pola seperti carikan, kurva-kurva spline, spiral, dan berkelok- 16 kelok . Kemudian kelengkapan arsitektural tersebut dapat kita kenal sebagai diagram spasial, struktural, atau organisasional, dan proses ini pun nantinyadapat dijadikan sebagai strategi dalam mengatur kekompleksitasan dengan commit to user mengintegrasikan elemen-elemen yang terbagi-bagi ke dalam suatu commit to user kesinambungan.

E. PRESEDEN 1. Yokohama Port Terminal

  Mereka mendapatkan bentuk dari teater ini dengan mengintegrasikan konsep teater sebagai tempat untuk pergerakan, bermain, beratraksi terhadap strukturbangunan tersebut, yang merepresentasikan selimut luar yang unik, garis-garis tegas dan kaku, pencahayaan yang inovatif, dan penggunaan warna yang menarik. Masalah utama dari desain ini adalah dikotomi antara ruang luar dan ruang dalam yang timbul atas permintaan klien, ketika hubungan antara representasi danrealitas menjadi masalah yaitu ketika taman sebagai perhatian yang utama bagi pengunjung dan menjadikannya monument landmark, dan disisi lain model yangdipamerkan didalam tidak dapat terlihat dari luar.

F. HUBUNGAN RUANG PUBLIK KREATIF,FOLDING ARSITEKTUR, DAN KOTA JAKARTA

  Perbedaan yang dimaksud adalah tujuan pengguna untuk datang ke ruang public kreatif dan macam kegiatan yang diwadahi dalam ruang publictersebut namun tetap dalam satu kegiatan utama yaitu kegiatan kreatif.· Folding arsitektur digunakan untuk mengatasi keterbatasan lahan di Jakarta, Ruang public kreatif dan Ruang terbuka hijau di integrasikan menjadi satu denganmenjalin ruang dan permukaan. Mencoba mengalirkan keduanya secara halus dari bangunan (fasilitas ruang public kreatif) ke bagian lainnya (taman danplaza/square).· Folding arsitektur dapat dikategorikan sebagai prakarya arsitektur, ini sesuai dengan sesuatu yang dihasilkan dari sebuah proses kreatif yaitu produk kreatif.

RESUME: RUANG PUBLIK

  · Ruang publik adalah ruang dalam suatu kawasan yang di pakai masyarakat penghuninya untuk melakukan kegiatan kontak public, Contohnya yaitu plaza,square, atrium, pedestrian. · Ruang public di bagi menjadi dua yaitu rruang public terbuka dan tertutup.· Faktor penting dalam desain ruang public adalah ketertutupan, permukaan dan focal point.

RUANG TERBUKA HIJAU

  · Ruang terbuka hijau (RTH) adalah ruang yang didominasi oleh lingkungan alami di luar maupun di dalam kota, dalam bentuk taman, halaman, areal rekreasi kotadan jalur hijau.· Menurut kepentingan pengelolaannya RTH terbagi atas kawasan hijau pertamanan kota,hutan kota,rekreasi kota,kegiatanolahraga,pemakaman,pertanian, jalur hijau dan pekarangan · RTH memiliki tiga fungsi penting yaitu fungsi ekologis,social-ekonomi, dan evakuasi. KEGIATAN KREATIF DI RUANG PUBLIK · Ruang public dapat memunculkan proses kreatif bagi penggunanya dan factor yang mempengaruhi proses kreatif yaitu press yang berkaitan dengan lingkunganruang public.· Ruang kreatif tidak sebatas pemaknaan pada ruang public, melainkan lebih pada commit to user pemaknaan atas sebuah ruang public.

FOLDING ARSITEKTUR

  · Diagram spasial,structural dan organisasional terkait dengan ruang yang terbentuk akibat pelipatan dan hubungannya dengan ruang lainnya. · Prototype arsitektur terkait dengan diagram yang mengenalakan material, program serta konteksnya yang digunakan sebagai strategi dalam mengaturkekompleksitasan dengan mengintegrasikan elemen-elemen yang terbagi-bagi ke dalam suatu kesinambungan.

A. TINJAUAN KOTA JAKARTA SEBAGAI LOKASI PERANCANGAN 1. Keadaan Geografis dan Klimatologis

  Gambar 3.1 Peta Wilayah Jakarta Sumber: BPS tahun 2010 A.2 Batasan dan Potensi Kota Jakarta Batas wilayah kota DKI Jakarta adalah:Sebeleah selatan : Kabupaten Bogor, DepokSebelah utara : Laut JawaSebelah barat : Kabupaten TangerangSebelah timur : Kabupaten Bekasi Kota Jakarta mempunyai potensi yang cukup besar dalam bidang budaya, pariwisata dan perdagangan, dan secara umum potensi kota Jakarta saat inidigambarkan sebagai berikut: 1. Acara ini merupakan sebuah merupakan sebuah respon dari komunitas- komunitas yang ada di Jakarta terutama komunitas seni tentang kota Jakarta yangmereka ungkapkan dalam sebuah karya yang ditampilkan dalam ruang-ruang public di kota Jakarta seperti di taman Ayodya,taman Menteng, dan bundaran HI.

2 Rencana Umum Tata Ruang Kota DKI Jakarta, Jakarta 010

  A.4 Regulasi Kebutuhan Fasilitas Umum di Kota Jakarta Rencana distribusi fasilitas umum merupakan arahan tingkat/hierarki pelayanan setiap jenis kegiatan kota yang secara khusus dicerminkan dalam besaran radiuspelayanan, ruang kota, maupun dalam wilayah pelayanan yang lebih luas, sedangkan rencana pengalokasian fasilitas pelayanan secara bertahap diarahkan pada pusat-pusatlingkungan sesuai dengan hierarki pelayanan. Tersedianya sarana dan prasarana menempatkan Ruang Publik Kreatif di Jakarta, namun sebagai fungsinya sebagai ruangpublic dan ruang kreatif, ada beberapa alasan lain: · Banyaknya komunitas yang ada di Jakarta dan memerlukan tempat untuk mengekspresikan kreatifitasnya· Mengubah paradigma bahwa Mall bukanlah ruang public.· Mewujudkan mimpi kota yang baik yaitu kota yang mampu mengajak masyarakatnya untuk berkegiatan diluar rumah.

BAB IV ANALISA PENDEKATAN PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Pada bab ini membahas mengenai analisa baik dalam hal programming

A. ANALISA PERUANGAN

  Seniman dan curatorSeniman: sebagai pelaku yang memamerkan karyanya dan juga memberikan pelatihan tentang proses-proses kreatifKurator: sebagai pelaku yang mengurasi karya dari seniman atau masyarakat yang ingin menampilkan karyanya dan juga sebagai pemandudalam pameran. · Kegiatan Pameran Kegiatan ini merupakan upaya menjadikan ruang publik menjadi ruang kreatif dengan menyediakan fasilitas untukmemamerkan karya dari hasil proses kreatif yang terjadi pada ruang publik yang terkait dengan seni rupa.

B. ANALISA SITE 1 Analisa Penentuan Site

  Gambar 4.1Peta Rencana Struktur dan Tata Ruang Wilayah DKI Jakarta Sumber : Dinas Tata Kota Dari RUTRK yang terlihat pada gambar sebagian besar wilayah Jakarta terdiri dari titik area yang dipusatkan sebagai kegiatan utama. commit to user · Bentuk BangunanBentuk bangunan dibuat memanjang dan untuk memaksimalkan area bangunan yang menghadap ke arah timur dan selatan, sehinggadapat metode cross ventilation (penghawaan alami) dapat berjalan maksimal · Orientasi Bangunan commit to user 2) Kondisi eksisting : Merupakan jalan kampung.

C. ANALISA TAMPILAN BANGUNAN B.1 Analisa Bentuk Bangunan

  Pada area 3, 3, lipatan kertas membentuk ruang pengelola ola dan servis.lipatan pada pada area ini berhubungan dengan hasil da dari lipatan sebelumnya a yang menghasilkan kemiringan tertentu sehingga hingga area 3dapat dibuat m buat menjadi 2 lantai. LIPATAN Y N YANG BERFUNGSI SEBAGAI S GAI STRUKTURAmpiteater ter r terbuka Gambar 4.7Tahapan pelipatan keempat Sumber : Analisa penulis · EvaluasiTahap ini dimaksudka ksudkan untuk mengamati dan membentuk ruan uang diantara lipatan sebagai rua ruang yang aktual untuk mengakomodasi rua ruang dalamprogram-program y yang diinginkan.

D. ANALISA SISTEM BANGUNAN C.1 Analisa Struktur Bangunan

  Gambar 4.20 Beton sebagai bahan pembentuk struktur Sumber http://www.emrearolat.com· Baja dan kaca : dipakai sebagai dinding untuk menimbulkan kesan luas antar ruangan dan terbukacommit to user Gambar 4.21 Baja dan kaca sebagai dinding bangunan Sumber http://www.arcspace.com commit to user · Kayu : Penggunaan kayu diharapkan mampu memberikan kesan alami, ketenagan, kesejukan pada bangunan ini. Gambar 4.26 Penggunaan dinding kaca Sumber http://www.emrearolat.comcommit to user C.4 Analisa Penghawaan Void yang terbentuk pada bagian tertentu bangunan yang merupakan hasil dari proses folding yang menghubungkan antara ruang luar dan ruang dalam,memberikan penghawaan alami yang cukup bagi ruang-ruang dalam bangunan.

1. ME (listrik, telepon)

  Instalasi untuk penerang Instalasi yang mendistribusikan energi listrik untuk seluruhjaringan peralatan penerangan baik di dalam maupun di luar bangunan. Instalasi untuk power Instalasi yang mendistribusikan listrik untuk alat-alat elektroniklainnya seperti lift, AC, pompa dan sebagainya.

2. Sanitasi (air bersih, air kotor, air hujan)

  Air bersih dari sumur artesis ditampung di bak penampung dan disalurkan dengan saluran perpipaan untuk menjangkau titik-titikpendistribusian, misal wc umum, fire hidrant ke bangunan-bangunan. · Air Kotor Sistem pengolahan air kotor dan drainase diarahkan untuk menghindaripencemaran lingkungan bagi penduduk setempat.

3. Sampah

  Hal inibertujuan untuk menghindari pembuangan sampah yang dapat merusak lingkungan dengan cara memisahkannya dan ditempatkan secara terpisah darisampah-sampah lain yang memungkinkan bisa ditangani lebih lanjut sebelum dibuang. Sistem pembuangan sampah dengan cara mengumpulkan sampah lalu dilakukan pemisahan sampah pada bangunan yang dilakukan oleh petugas · Sampah dari kegiatan umum Petugas Mobil sampahTempat Shaft Ruangsampah sampah Gambar 4.36 Skema Pembuangan Sampah Sumber: Materi Perkuliahan S.

4. Sistem Pengamanan Bangunan

  · Sistem CCTV Sistem pengamanan bangunan dilakukan untuk menghindari tindak kejahatanyang terjadi dalam bangunan yang dapat membahayakan dan merugikan pengguna bangunan. Sistem yang digunakan adalah sistem CCTV yaitu sistemkeamanan yang dapat memonitor tempat – tempat yang diinginkan melalui ruang security.

2 Berbahaya 40% 40% x volume 0,8 kg

  Cara kerja yang dipilih untuk diterapkan pada Ruang Publik Kreatif adalah sistem semi otomatis untuk ruang-ruang pengelola dan pameran, mengingatpentingnya dokumen-dokumen dan karya-karya seni yang terdapat pada ruang-ruang tersebut. 2commit to user commit to user· Sistem Penangkal Petir Dasar pertimbangan : · Sistem faraday, Sistem ini menggunakan jaringan tiang-tiang kecil yang dipasang di atas atap.

A. KONSEP PERUANGAN 1 Konsep Kegiatan

  commit to user 89 BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Konsep dasar yang digunakan pada perancangan Ruang Publik Kreatif ini meliputi konsep peruangan,konsep tampilan bangunan, konsep system bangunann dan konsep lokasi dan siteterpilih.. KONSEP LOKASI DAN SITE TERPILIH Menurut hasil analisa dan pertimbangan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, maka site terpilih yang cocok untuk mendirikan Ruang Publik Kreatif DiJakarta adalah di kawasan Kemayoran tepatnya di Jln.

TAMAN PLASA BANGUNAN

  Zoning · Bentuk massa bangunan merupakan single mass· Metode yang digunakan untuk mendapatkan bentukan bangunan yaitu metode folding architecture. · Dalam proses mendapatkan bentuk bangunan melalui empat fase yaitu: Zona privatberada di bagian utarasebagai area untuk massautama.

C. KONSEP TAMPILAN BANGUNAN 1 Konsep Bentuk Bangunan

  Merupakan tahap dimana dari bentuk yang didapatkan diterjemahkan kedalam suatu dimensi dan proporsi serta pemilihan material danstruktur yang diterapkan pada bangunan. C.2 Konsep Warna Bangunan Warna yang digunakan pada eksterior menggunakan warna natural dari bahan yang digunakan pada struktur bangunan.

D. KONSEP SISTEM BANGUNAN 1 Konsep Struktur Bangunan

  D.5 Konsep Utilitas Pada bangunan ruang public kreatif ini konsep mengekspos system utilitas diterapkan pada jaringan listrik dan jaringan pengaman terhadap kebakaranKonsep Utilitas yang digunakan bangunan Ruang Publik Kreatif adalah: commit to user 1. Konsep Pengamanan Bahaya PetirSistem penangkal petir yang digunakan pada bangunan adalah sistem faraday, dengan prinsip kerja tiang yang dipasang pada puncakatap dan dihubungkan dengan kawat menuju ground.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN KEYAKINAN DIRI DENGAN KEMATANGAN KARIR PADA SISWA SMK MUHAMMADIYAH 2 ANDONG BOYOLALI SKRIPSI
1
1
173
TINJAUAN NOVEL AYAT-AYAT CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY (ANALISIS STRUKTURAL DAN ASPEK RELIGIUS)
0
0
103
SKRIPSI KAJIAN PENGGUNAAN MACAM DAN DOSIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN STEK TANAMAN MANGSI Phyllanthus
0
0
36
PERANCANGAN PROTOTYPE PROSTHETIC JARI TANGAN MENGGUNAKAN MEKANISME PENGGERAK SISTEM
0
0
112
EFEK ANESTESI INHALASI SEVOFLURAN DAN ISOFLURAN TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH ARTERI RERATA
0
0
59
PREVALENSI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI WONOGIRI TAHUN 2012
0
3
122
PENGARUH VARIASI WATERGLASS TERHADAP KADAR AIR DAN KADAR LEMPUNG PADA PASIR CETAK
0
0
59
SKRIPSI KAJIAN MORFOLOGI DAN AGROEKOLOGI TUMBUHAN OBAT PURWOCENG GUNUNG (Artemisia lactiflora Wall.) DI WILAYAH LERENG GUNUNG LAWU Rahadhian Tegar Taufani H0708037
0
2
42
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU TEBU DI PABRIK GULA GONDANG BARU KABUPATEN KLATEN SKRIPSI Program Studi Agribisnis
2
11
107
WADAH KOMUNITAS FILM INDEPENDEN DI JAKARTA
0
2
161
STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS BELIMBING DEWA DI KOTA DEPOK
0
3
111
BEBERAPA ASPEK BIOLOGI IKAN KURAU (Polynemus dubius) DI ESTUARI SUNGAI INDRAGIRI, RIAU SOME BIOLOGICAL ASPECT OF EASTERN PARADISE FISH (Polynemus dubius) IN IDRAGIRI RIVER ESTUARY, RIAU
0
0
6
SUSUNAN PENGURUS BULETIN EKONOMI MONETER DAN PERBANKAN
0
0
114
BENDA-BENDA DI SEK ITAR SEBAGAI SUMBER IDE DALAM KARYA SENI LUKIS
0
0
69
ANALISIS STUDI KOMPARASI TINDAK PIDANA EUTANASIA DI INDONESIA DAN DI NEGERI BELANDA
0
0
66
Show more