ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF KEHAMILAN, PERSALINAN PADA KALA 1 MEMANJANG, BAYI BARU LAHIR, NIFAS FISIOLOGIS, DAN KELUARGA BERENCANA PADA NY.R UMUR 24 TAHUN G2P1A0 UMUR KEHAMILAN 39 MINGGU 4 HARI DI BPM NY. LILY ELISABETH, S.SIT KABUPATEN BANYUMAS - repos

0
0
138
1 week ago
Preview
Full text

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. KEHAMILAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. KEHAMILAN 1. DEFINISIBeberapa definisi mengenai kehamilan diantaranya : a. Kehamilan adalah masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280hari (40minggu atau 9 bulan 7hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir (Sarwono, 2009). b. Menurut Federasi Obstetri Ginekologi Internasional, kehamilan di definisikan sebagai fertilisasi atau penyatuandari spermatozzoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. c. Menurut Sumarni, 2011 kehamilan normal adalah kehamilan dimana ibu dalam keadaan sehat, tidak adariwayat obstetrik buruk, ukuran uterus sama atau sesuai usia kehamilan serta hasil pemeriksaan fisik danlaboratorium normal d. Jadi definisi kehamilan itu sendiri adalah proses alamiah yang terjadi pada seorang wanita dalam keadaan yangsehat dimulai dari masa konsepsi sampai lahirnya seorang bayi selama 9 bulan 2. Klasifikasi kehamilan a. Trimester 1Umur kehamilan 0 – 12 minggu c. Trimester 3Umur kehamilan 27 – 40 minggu 3. Mendiagnosa Kehamilan 1. Untuk mendiagnosa kehamilan dari awal seringkali tidaklah mudah,diantaranya yaitu:a. Tanda Dugaan Kehamilan (Manuaba, 2010, h.107)1) Amenorea (terlambat datang bulan)2) Mual dan Muntah Karena adanya pengaruh dari hormon progesteron dan estrogen menyebabkan pengeluaran asam lambungyang berlebihan. Mual dan muntah terutama pada pagi hari sering disebut dengan morning sickness namunmasih dalam batas fisiologis, keadaan ini masih bisa diatasi. 3) NgidamBiasanya wanita hamil pada umumnya mengalami ngidam atau menginginkan sesuatu pada saat diahamil 4) Sinkop atau pingsanTerjadi gangguan sirkulasi ke daerah kepala menyebabkan iskemia susunan syaraf pusat dan 5) Payudara tegangPengaruh hormon estrogen dan progesteron dan somatomamotrofin menimbulkan deposit lemak, air,dan garam pada payudara. Payudara membesar dan terutama pada hamil pertama 6) Sering miksiDesakan rahim ke depan menyebabkan kandung kemih cepat terasa penuh dan sering miksi 7) KonstipasiPengaruh progesteron dapat menghambat peristaltik usus, menyebabkan kesulitan untuk buang air besar 8) Pigmentasi kulitKeluarnya melanophore stimulating hormone hipofisis anterior menyebabkan pigmentasi kulit disekitarpipi,pada dinding perut,dan sekitar payudara.9) Epulis Hipertrofi gusi yang disebut epulis, dapat terjadi pada saat kehamilan. 10) Varises atau penampakan pembuluh darah venaKarena adanya pengaruh dari hormon estrogen dan progesteron terjadi penampakan pembuluh darahvena, terutama bagi mereka yang memiliki bakat b. Tanda tidak pasti kehamilan menurut Manuaba,2010,h.108 2) Pada pemeriksaan dalam ditemukan adanya berbagai tanda, diantaranya :a) Tanda hegar, merupakan perlunakan pada daerah isthmus uteri sehingga daerah ini pada penekananmempunyai kesan lebih tipis dan uterus mudah difleksikanb) Tanda chadwicks dinding vagina mengalami kongesti, warna kebiru-biruanc) Tanda piscaseck , terjadinya pertumbuhan yang asimetris pada bagian uterus yang dekatdenganimplantasi plasenta d) Kontraksi braxton hicks atau yang biasa disebut dengan kontraksi palsue) Teraba ballottement 3) Pemeriksaan test biologis kehamilan positif. Tetapi sebagian kemungkinan positif palsuc. Tanda pasti kehamilan(Manuaba, 2010, h.109)Tanda pasti kehamilan dapat ditentukan melalui b) Terlihat atau teraba gerakan janin dan teraba bagian- bagian janin, biasanya menjadi jelas setelah minggu ke22, gerakan janin dapat dirasakan dengan jelas setelah minggu 24. c) Denyut jantung janin, didengar dengan stetoskop dengan ultrasonografi. Pemeriksaan dengan alatcanggih, yaitu rontgen untuk melihat kerangka janin, ultrasonografi. 4. Memeriksaan diagnostik kehamilan(Kusmiati, 2009, h.97) a. RontgenografiGambaran tulang-tulang janin tampak setelah minggu ke 12 sampai ke 14. Pemeriksaan ini hanya bolehdikerjakan bila terdapat keragu-raguan dalam diagnosis kehamilan dan atas indikasi yang mendesak sekali,sebab janin sangat peka terhadap sinar X. b. UltrasonografiAlat ini menjadi sangat penting dalam diagnosis kehamilan dan kelainan-kelainannya karena gelombangsuara sampai saat ini dinyatakan tidak berbahaya. Pada minggu ke 6, sudah terlihat adanya gestasional sac ataukantong kehamilan. c. Fetal electro cardio grafi (ECG) d. Tes laboratorium Banyak tes yang dapat dipakai, tetapi yang paling terpopuler adalah test inhibisi koagulasi. Test inibertujuan mendeteksi adanya HCG dalam urin.Kepekaan test ini sangat bervariasi antara 500 sampai 1000 mU/ml urin. Dasar test ini adalah inhibisi(hambatan) koagulasi oleh anti HCG. 5. Perubahan Fisiologis dan psikologis dalam kehamilanMenurut Manuaba, 2010, h.85 dengan terjadinya kehamilan maka seluruh sistem genetalian wanita mengalamiperubahan yang mendasar sehingga dapat menunjang perkembangan dan pertumbuhan hormon somatomamotropin,estrogen, dan progeteron yang menyebabkan perubahan pada bagian-bagian tubuh dibawah ini :a. UterusUterus yang semula besarnya sejempol atau beratnya 30 gram akan mengalami hipertropi dan hiperplasia, sehinggamenjadi seberat 1000 gram saat akhir kehamilan. Otot rahim mengalami hiperplasia dan hipertrofi menjadi lebih besar,lunak, dan dapat mengikuti pembesaran rahim karena pertumbuhan janin. b. VaginaVagina dan vulva mengalami peningkatan pembuluh darah karena pengaruh estrogen sehingga tampak makin berwarnamerah dan kebiru-biruan (tanda chadwicks) d. Payudara sebagai persiapan memberikan ASI pada saat laktasi. Perkembangan payudara tidak dapat dilepaskan dari pengaruh hormon saat kehamilan, yaitu estrogen,progeteron, dan somatomamotrofin. e. Sirkulasi Darah IbuPeredaran darah ibu dipengaruhi beberapa faktor, antara lain : 1) Meningkatnya kebutuhan sirkulasi darah sehingga dapat memenuhi kebutuhan perkembangan dan pertumbuhanjanin dalam rahim.2) Terjadi hubungan langsung antar aeteri dan vena pada sirkulasi retroplasenter. 3) Pengaruh hormon estrogen dan progesteron makin meningkat. Akibat dari faktor tersebut dijumpai beberapa perubahan peredaran darah. 4) Pengeluaran air liur secara berlebihan5) Daerah lambung terasa lebih panas 6) Terjadi mual dan sakit/ pusing kepala terutama pagi hari7) Muntah yang terjadi disebut emesis gravidarum f. Plasenta dan air ketubanPlasenta berbentuk bundar dengan ukuran 15 cm X 20 cm dengan tebal 2,5 sampai 3 cm dan berat plasenta 500 g. Tali pusat yang menghubungkan plasenta panjangnya 25 16 di mana desidua parietalis dan desidua kapsularis telahmenjadi satu. Plasenta adalah akar janin untuk menghisap nutrisi dari ibu dalam berbentuk oksigen, asam amino,vitamin, mineral, dan zat lainnya ke janin dan membuang sisa metabolisme janin dan karbondioksida. g. VulvaBentuk vulva adalah lonjong dengan ukuran panjang dari muka ke belakang. Vulva merupakan alat kelamin luarwanita yang terdiri atas : mons pubis, labia mayora, labia minora, klitoris, vestibulum, dan himen. h. Mons pubis Bagian ini menonjol yang meliputi bagian depan simpisis pubis dan terdiri jaringan lemak. Pada orang dewasabiasanya ditutpi rambut dan pada laki-laki rambut pubis sering meluas keatas sampai umbilikus. Mons pubisbanyak mengandung kelenjar sebasea (minyak). Karena adanya bantalan lemak bagian ini sangat berperan dalam Labia mayora atau bibir-bibir besar terdiri atas dua bagian, yaitu bagian kanan dan kiri. Bagian ini merupakan lipatankulit yang tebal karena jaringnan subkutannya banyakj. Labia minora Labia minora merupakan lipatan kulit di sebelah tengah labia mayora, dan selalu basah karena dilumasi olehkelenjar-kelenjar labia minora. Pembuluh darah yang sangat banyak membuat labia berwarna kemerahan danmemungkinkan labia minora mengembang.k. Klitoris/kelentit Klitoris merupakan suatu tunggul atau organ yang sedikit menonjol dan identik dengan penis laki-laki. Organ inimengandung banyak urat-urat syaraf sensoris dan erektil.Besarnya klitoris bervariasi antar setiap wanita. Klitoris terdiri atas glans klitoridis, korpus klitoridis, dan dua kruka yang menggantungkan klitorisnya ke os pubis.l. Vestibulum/serambi Vestibulum merupakan suatu rongga yang berbentuk seperti perahu atau lonjong dan dibatasi oleh labia minorakanan dan kiri, sebelah atas oleh klitoris dan disebelah Bulbus vestibuli merupakan kumpulan vena-vena yang terletak dibawah selaput lendir vestibulum, dan terletakdisebelah kanan dan kiri linea mediana. Sebagian tertutup oleh muskulus bulbokavernosus. Dan muskulusiskiokavernosus. Ini identik dengan korpus spongiosus penis. Dalam persalian bagian ini dapat robekan yangmenimbulkan perdarahan yang hebat.n. Himen(selaput darah) Himen merupakan lapisan yang tipis dan menutupi sebagian besar introitus vagian. Himen bersifat elastistetapi kuat karena terdiri atas jaringan ikat elastis dan kolagen. Permukaannya ditutupi epitelium skuamosumkompleks. Himen mempunyai bentuk yang berbeda-beda.o. Perineum Perineum merupakan daerah muskular yang ditutupi kulit, yang membentang antara komisutra posterior dan anus. Panjangnya rata-rata 4 cm. Perineum dibentuk oleh diafragma pelvis dan diafragma urogenitalis. Diafragmapelvis terdiri dari muskulus levator ani dan muskulus koksigeus dan fasia yang menutupinya.p. Tuba Uterina Tuba uterina keluar dari korpus uteri, terdapat pada tepi kornu uteri kanan dan kiri. Panjang 8-14 dengan diameterkira-kira 0,6 cm.Perubahan psikologis pada kehamilan (Yunita, 2010) 1) Perubahan psikologis pada trimester 1Perubahan psikologis yang terjadi pada kehamilan trimester 1 didasari pada terori revarubin. Teori inimenekankan pada pencapaian peran sebagai ibu.Beberapa tahan aktifitas yang sangat penting sesorang menjadi ibu :a) Taking on Seorang wanita dalam pencapaian peran sebagai ibu akan memulainya dengan meniru danmelakukan peran ibu. b) Taking inSeorang wanita sudah mulai membayangkan peran yang dilakukanc) Letting Go Wanita mengingat kembali proses dan aktifitas yang sudah dilakukannya. a) Perubahan psikologi pada ibu(1) Terbuka atau diam—diam(2) Perassaan ambivalent terhadap kehamilannya(3) Berkembang perassaan khusus, mulai tertarik(4) Antipati karena ada perasaan tidak nyaman terutama pada saat ibu yang tidak menginginkankehamilan (5) Perasaan gembira(6) Menerima atau menolak perubahan fisik b) Perubahan psikologi pada ayah(1) Berbeda tergantung dari : usia, jumlah anak, interest terhadap anak, stabilitas ekonomi. (2) Menerima atau menolak keadaan istrinya yang bisa di sebabkan karena adanya gangguankomunikasi.(3) Toleransi terhadap kebutuhan seksual, dorongan seksual dapat meningkat atau menurun. (4) Ayah dapat menjadi stress, untuk mengatasinya membuat kegiatan baru diluar rumah. 2) Perubahan psikologi pada trimester II a) Perubahan psikologi pada ibu(1) Ibu mengalami perubahan fisik yang lebih nyata (2) Ibu merasakn adanya pergerakan janin karena ia menerima dan menganggap sebagai bagian daridirinya (3) Dorongan seksual dapat meningkat atau menurun. (4) Mencari perhatian suami b) Perubahan psikologi pada ayah(1) Merasa senang dengan pergerakan janin(2) Melibatkan diri dengan masalah kehamilan istrinya(3) Memberikan perhatian kepada istrinya 3) Perubahan psikologis pada trimester III a) Perubahan psikologi pada ibu(1) Kecemasan dan ketegangan semakin meningkat oleh karena perubahan postur tubuh atau terjadigangguan body image (2) Merasakan tidak feminim menyebabkan perasaan takut perhatian suami berpaling atautidak menyenangi kondisi (3) 6-8 minggu menjelang persalinan perasaan takut semakin meningkat, merasa cemas terhadapkondisi bayi dan dirinya.(4) Adanya perassaan tidak nyaman.(5) Menyibukan diri dalam persiapan menghadapi persalinan. (2) Meningkatkannya tanggung jawab finansial.(3) Perasaan takut kehilangan istri dan bayinya.(4) Adaptasi terhadap pilihan senggama karena ingin membahagiakan istrinya. Menurut Manuaba, 2010 Pembesaran perut wanita tidak selamanya merupakan kehamilan sehingga perlu dilakukadiagnosis banding diataranya : a) Hamil palsu atau kehamilan spuria. Dijumpai tanda dugaan hamil, tetapi dengan pemeriksaan alat canggih dan tesbiologis tidak menunjukan kehamilan b) Tumor kandungan atau mioma uteri. Terdapat pembesaran rahim, tetapi tidak disertai tanda hamil. Bentuk pembesarantidak merata. Perdarahan banyak saat menstruasi. c) Kista ovarium. Pembesaran perut, tetapi tidak disertai tanda hamil dan menstruasi terus berlangsung. Lamanya pembesranperut dapat melampaui usia kehamilan. Pemeriksaan tes biologis kehamilan dengan hasil negatifd) Hematometra. Terlambat datang bulan yang dapat melampaui usia kehamilan. Perut terasa nyeri setiap bulan. Terjaditumpukan darah dalam rahim. Tanda dan pemeriksaan kehamilan tidak menunjukan hasil yang positif, karena himenin perforata 7. Asuhan Pada KehamilanMenurut Sarwono,2010 asuhan antenatal adalah upaya preventif program pelayanan kesehatn kesehatan obstetrikserangkaian kegiatan pematauan rutin selma kehamilan.Ada 6 alasan penting untuk mendapatkan asuhan antenatal, yaitu :1) Membangun rasa saling percaya antara klien dan petugas kesehatan2) Mengupayakn terwujudnya kondisi terbaik bagi ibu dan bayi yang dikandungnya3) Memperoleh informasi dasar tentang kesehatan ibu dan kehamilannya4) Mengidentifikasi dan menata laksana kehamilan resiko tinggi5) Memberikan pendidikan kesehatan yang diperlukan dalam menjaga kualitas kehamilan dan merawat bayinya6) Menghindarkan gangguan kesehatan selama kehamilan yang akan membahayakn keselamatan ibu hamil dan bayiyang dikandungnya Tujuan pemeriksaan dan pengawasan ibu hamil menurutRustam Mochtar,2012.h:38 Tujuan umum adalah menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama dalam kehamilan, persalinan,dan nifas dengan demikian didapatkan ibu dan anak yang sehatTujuan khusus adalah 1) Mengenali dan menangani penyulit-penyulit yang nifas. 2) Mengenali dan mengobati penyakit-penyakit yang mungkin diderita sedini mungkin. 3) Menurunkan angka morbiditas dan mortaitas ibu dan anak. 4) Memberikan nassihat-nasihat tentang cara hidup sehari-hari dan keluarga berencana kehamilan,persalinan, nifas dan laktasi.Menurut Arifin Standar pelayanan ANC meliputi 14 T, sehingga ibu hamil yang datang memperoleh pelayanan yangkomprehensif dengan harapan antenatal care dengan standar 14 T dapat sebagai daya ungkit pelayanan kehamilan dan diharapkan ikuti andil dalam menurunkan angka kematian ibu. a) Kebijakan programPelayanan ANC minimal 5 T, meningkatkan menjadi 7T, dan sekarang 12 T, sedangkan untuk daerah gondok dan endemic malaria menjadi 14 T , yakni : 1) Ukur tinggi badan atau berat badan 2) Ukur tekanan darah3) Ukur fundus uteri4) Pemberian imunisasi tetanus tosiod (TT) lengkap5) Pemberian tablet zat besi minimal 90 tablet selama kehamilan7) Temu wicara atau konseling8) Test atau pemeriksaan hb9) Test atau pemeriksaan urin protein10) Test reduksi urine11) Perawatan payudara12) Pemeliharaan tingkat kebugaran13) Terapi yodium kapsul (khusus daerah endemis gondok)14) Terapi anti malaria (khusus daerah endemis malaria) Menurut Sumarni, 2011 Dalam asuhan kehamilan ada beberapa penangan kehamilan normal yaitu :a) Memantau kemajuan kehamilan seperti, tekanan darah, nadi, respirasu, oedema, suhu, tinggi fundus uteri, detakjantung janin, dan gerakan janin b) Memberikan zat besi c) Memrikan imunisai TT Tabel 2.1 Jadwal pemberian imunisai TT pada ibu hamil Interval Lama % perlindungan perlindunganTT 1 Pada - - kunjungan ANC pertama kaliTT 2 4minggu 3 tahun 80% aetelah TT 1TT 3 6 Bulan 5 tahun 95% setelah TT 2TT 4 1 tahun 10 tahun 99% aetelah TT 3TT 5 1 tahun 25 tahun/ 99% setelah TT 4 seumur hidup d) Memberikan konseling ; a. Gizi b. Senam c. Perubahan fisiologis bumil d. Kunjungan ulang e. Tanda bahaya f. Persiapan, rencana persalinan g. Personal hygiene h. Petunjuk dini untuk cegah ti. erlambat dalam ambil keputusanj. Perawatan payudarak. Ketidaknyamanan pada ibu hamil a. Memberi seluruh asuhan ibu hamil normal b. Memberikan konseling khusus sesuai kebutuhan dan masalahc. Merujuk ke dokter untuk konsultasi d. Merencanakan secara dini jika tidak aman untuk partus dirumahHamil dengan kegawatdaruratan a. Merujuk segera ke fasilitas kesehatan terdekat b. Sambil nunggu transportasi : beri pertolongan awal bila perlu beri pengobatan, beri infusc. Menemani ibu hamil dan keluarga d. Memberikan obat dan kebuthan lain e. Memberikan catatan medik atau kartu kesehatan ibu hamil dan surat perjanjianJadwal kunjungan sesuai dengan perkembangan kehamilan ialah sebagai berikut:Menurut Sarwono, 2010 Untuk jadwal kunjungan asuhan antenatal itu sendiri sudah tentukan bila kehamilan normaljadwal asuhan cukup empat kali, dalam bahasa program kesehatan ibu dan anak, kunjungan antenatal ini diberikankode angka K yang menunjukan singkatan dari kunjungan.Pemeriksaan antenatal yang lengkap adalah K1, K2, K3 dan a) Setiap bulan sekali b) Diambil data tentang laboratorium c) Pemeriksaan ultrasonografi d) Nasehat tentang diet empat sehat lima sempurna, tambahan proteine) Observasi adanya penyakit yang dapat mempengaruhi kehamila, komplikasi kehamilanf) Rancangan untuk pengobatan penyakitnya, menghindari terjadinya komplikasi kehamilan danimunisasi tetanus I 2) Trimester III a) Settiap dua minggu sekali sampai ada tanda kelahiran b) Evaluasi data laboratorium untuk melihat hasil pengobatanc) Diet empat sehat lima sempurna d) Pemeriksaan ultrasonografi e) Imunisasi tetanus II h) Nasihat tentang tanda in partu, kemana harus datang untuk melahirkan. Antenatal care sangat besar karena dapat mengetahui berbagai risiko dan komplikasi hamil sehingga ibu hamil dapatdiarahkan untuk melakukan rujukian ke rumah sakit. Untuk evaluasi keadaan dan kemajuan inpartu di pergunakanpartograf menurut WHO, sehingga pada saat mencapai garis waspada penderita sudah dapat dirujuk ke rumah sakit. Dengan demikian, diharapkan angka kematian ibu dan perinatal yang sebagian besar terjadi pada saat pertolonganpertama dapat diturunkan secara bermakna.menurut WHO bahwa dalam kehamilan, minimal kunjunganANC adalah 4 kali selama kehamilan dengan penjelasan sebagai berikut:Kunjungan I : dilakukan sebelum minggu ke 14 pada trimester pertamaKunjungan II: dilakukan sebelum minggu ke 28 pada trimester keduaKunjungan III: dilakukan pada saat antara minggu 28-36 trimester ketiga Kunjungan IV: dilakukan setelah minggu ke 266 pada trimester ketigaMenurut Roestam Muchtar, 2012. H: 38 jadwal kunjungan pemeriksaan antenatal adalah sebagai berikut 1) Periksa pertama kali yang ideal adalah sedini mungkin ketika haidnya terlambat 1bulan2) Periksa ulang 1 kalli sebulan sampai umur kehamilan 7 bulan3) Periksa ulang 2 kali sebulan sampai umur kehamilan 9 bulan4) Periksa ulang setiap minggu sesudah kehamilan 9 bulan5) Periksa khusus bila ada keluhan-keluhan Asuhan Kehamilan Kunjungan UlangPengertiannya adalah waktu tepat untuk mempengaruhi kembali ikatan dengan klien, mengevaluasi data danmenentukan apakah kehamilan berkembang normal.Kunjungan pranatal berikutnya secara tradisionaldijadwalkan dengan interval 4 minggu sampai 28 minggu. Kemudian setiap2 minggu sampai 36 minggu, dan setelah itu setiap minggu.Wanita dengan kehamilan bernyulit sering memerlukan kunjungan ulang setiap 1 sampai 2 minggu (Obstetri Wiliam,2013) Pada pemeriksaan ulang perlu, diperhatikan agar puting susu sejak dini mendapatkan pemeliharaan yang baik. Puting susuyang belum menonjol ditarik keluar setiap saat dan dimasase dengan minyak. Puting susu yang masuk, perlu dilakukantindakan operasi, tindakan ringan adalah menarik puting susu dengan menggunakan pompa susu (manuaba, 2010). 8. Komplikasi Pada Kehamilan 1. Abortus Spontan (Obstetri Wiliam, 2013)Lebih dari 80 persen abortus spontan terjadi pada 12 minggu pertama separuhnya disebabkan oleh anomali kromosomkeguguran dini biasanya disertai oleh perdarahan kedalam desidua basalis dan disertai nekrosis jaringan sekitar. Klasifikasi klinis abortus spontanAbortus spontan dapat diklasifikasikan secara klinis melalui beberapa cara. Subkelompok-subkelompok yang seringdigunakan adalah abortus mengancam (imminens), inkomplit, dan missed abortion. Yang terakhir keguguran berulang jugadisebut recurrent pragnancy los adalah kegagalan dini kehamilan yang berurutan yang mengisyaratkan etiologiserupa.PenatalaksanaanPenanganannya dengan menunggu, medis, dan bedah semuanya masuk akal, kecuali jika terdapat perdarahan seriusatau infeksi. Terapi bedah bersifat definitif dan dapat diperkirakan, tetapi invasif dan tidak semua wanita 2. Abortus berulang-ulangSecara klasik hal ini didefinisikan sebagai keguguran tiga kali berturu-turut atau lebih pada 20 minggu atau kurang ataumenyatakan tiga atau lebih keguguran, banyak yang sepakat bahwa avaluasi ini harus dipertimbangkan setelah bduakeguguran berturut-turut.PenatalaksanaanPenentuan waktu dan tingkat evaluasi wanita dengan tingkat evaluasi wanita dengan keguguran berulang didasarkan padausia ibu, ada tidaknya infertilitas, gejala, dan tingkat kecemasan. Pada wanita tanpa kelainanlain. 3. Abortus yang diinduksiAbortuss yang diinduksi adalah pengakhiran secara medis atau beda kehamilan sebelum janinviable (mampu hidup)KlasifikasiAbortus terapetik terdapat sejumlah penyakit medis dan bedah yang merupakanindikasi untuk mengakhiri kehamilan. Indikasi tersering saat ini adalah mencegah lahirnya janin dengan deformitas anatomik,metabolik, atau mental yang signifikanAbortus elektiv Pengakhiran kehamilan sebelum janin mampu hidup atau permintaan wanita yang bersangkutan, tetapi bukan atasalasan medis, basanya disebut abortus alektif atau voluntary abortion 4. PerdarahanPengertian setelah kehamilan 28 minggu. Perdarahan sebelum, sewaktu,dan sesudah bersalin adalah kelainan yang tetap berbahaya dan mengancam jiwa ibu.(Moctar, 2010.h:40)Klasifikasi1) Plasenta Previa a) Pengertian keadaan dimana plasenta berimplantasi pada tempatabnormal, yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagai atau seluruh pembukaan jalan lahir. (Moctar,2010. H : 187). b) Etiologi menurut Mochtar, 2012. H: 189Banyak penyebab plasenta previa yang belum diketahui atau belum jelas. Teori dan faktor-faktordikemukakan sebagia etiologinya. a) Endometrium yang inferior b) Chorion leave yang persisten c) Korpus luteum yang bereaksi lambatTanda dan gejala Perdarahan pada kehamilan setelah 288 minggu atau pada kehamilan lanjut, sifat perdarahannya tanpasebab, tanpa nyeri, dan berulang. Kadang-kadang perdarahan terjadi pada pagi hari setelah bangun tidur. 2) Solusio Plasenta a) PengertianSuatu keadaan dimana plasenta yang letaknya normal terlepass dari perlekatannya sebelum janin lahirbiassanya dihitung sejka kehamilan 28 minggu.(Mochtar, 2012. H:194). b) KlasifikasiMenurut derajat lepasnya plasenta a) Solusio Plasenta ParalisBila hanya sebagian saja plasenta yang terlepass dari tempat perlekatannyab) Solusio Plasenta Totalis Bila seluruh plasenta sudah terlepas dari perlekatannyac) Kadang-kadang plasenta ini turun ke bawah dan dapata teraba pada pemeriksaan dalam, biasanyadisebut dengan prolapsus plasenta Etiologi Solusio PlasentaSebab yang jelas terjadi solusio plasenta belum diketahui hanya para ahli mengemukakan teori: Akibat turunya tekanan darah secra tiba-tiba oleh spasme dari arteri yang menuju keruangan interviler,terjadilah anoksemia dari jaringan bagian distalnya.Sebelum ini menjadi nekrotis spasme hilang dan darah kembali mengalir ke dalam intervili, namun pembuluhdarah distal tadi sudah demikian rapuhnya serta lambat laun melepaskan plasenta dari rahim. Faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain :(a) Faktor Vaskuler (80%-90%) yaitu toksemia gravidarum, glumerulonefritis kronika, danhipertensi esensial.(b) Faktor utama a. Pengecilan yang tiba-tiba dari uterus pada hidramnion dan gemelib. Tarikan pada tali pusat yang pendek akibat pergerakan janin yang banyak/ bebas, versiluar atau pertolongan persalinan. c. Faktor ParilitasLebih banyak dijumpai pada multi dari pada primi. d. Pengaruh lain seperti anemia, malnutrisi, tekanan uterus pada vena cava inferior, danlain-lain 5. Ketuban Pecah DiniDefinisiKetuban pecah dini adalah keadaan pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan. (Sarwono, 2010). Disebabkan oleh kontraksi uterus dan peregangan berulang.Selaput ketuban pecah karena pada daerah tertentu terjadi perubahan biokimia yang menyebabkan selaput ketubaninferior rapuh, bukan karena seluruh selaput ketuban pecah.(Sarwono, 2010). Tanda dan gejala1) Tanpa yang terjadi adalah keluarnya cairan ketuban yang merembees melalui vagina. 2) Aroma air ketuban berbau manis dan tidak seperti bau amoniak, mungkin cairan tersebut masih merembes ataumenetes.3) Cairan ini tidak akan berhenti atau kering karena terus diproduksi sampai kelahiran. 4) Demam, bercak vagina yang banyak, nyeri perut, denyut jantung janin bertambah cepat merupakan tanda-tandainfeksi. (Nugroho, 2012). 6. Jantung Pada kehamilan dengan jantung normal, wanita dapat menyesuaikan kerjanya terhadap perubahan-perubahansecara fisiologis. Perubahan tersebut disebabkan oleh hipervolemia dimulai sejak kehamilan 8 minggu dan mencapaipuncaknya pada 28-32 minggu lalu menetap dan karna jantung an diafragma terdorong keatas oleh karenadapat memperbesar penyakit jantung bahkan dapat menyebabkan payah jantung. (Mochtar, 2012). Klasifikasi penyakit jantung dalam kehamilanKelas 1 : tanpa pembatasan kegiatan fisik dan tanpa gejala pada kegiatan biasa. Kelas 2 : sedikit dibatasi kegiatan fisik, waktu istirahat tidak ada keluhan, kegiatan fisik biasa menimbulkan gejalainsufisiensi jantung, dan gejalanya adalah lelah, palpitasi, sesak nafas, dan nyeri pada dada. Kelas 3 : kegiatan fisik sangat dibatasi, waktu istirahat tidak ada keluhan, sedikit kegiatan fisik menimbulkan keluhaninsufisiensi jantung.Kelas 4 : waktu istirahat dapat timbul keluhan insufisiensi jantung, apalagi kerja fisik yang tidak berat. (Mochtar, 2012). 7. Anemia dalam kehamilanDefinisi Anemia dalam kehamilan adalah anemia karena kekurangan zat besi, dan merupakan jenis anemia yang pengobatannyarelatif mudah, bahkan murah. (Manuaba,2010,h.237)Klasifikasi Anemia Dalam Kehamilan(1) Anemia defisiensi besi(2) Anemia megaloblastik(4) Anemia hemolitikTanda dan gejalaGejala dan tanda anemia antara lain adalah pusing. Rasa lemah, kulit pucat, mudah pingsan, sementara tensi masihdalam batass normal perlu dicurigai anemia defisiensi. Secara klinik dapat dilihat tubuh yang malnutrisi dan pucat. Pengaruhanemia terhadap kehamilan antara lain dapat menurunkan daya tahan ibu hamil sehingga ibu mudah sakit, menghambatpertumbuhan janin sehingga bayi lahir dengan berat badan rendah dan persalinan prematur. (Dewi, 2009). 8. HepatitisPenyebab hepatitis adalaah 2 jenis virus yang menyerang baik para remaja mauipun orang dewasa, baik oleh virus Adan virus B hepatitis., wanita hamil lebih sering menderita hepatitis. Penanganan b. Penderita harus dirawat, istirahta, dan diet hepatitis. c. Diberikan infus cairan dan elektrolit yang cukup. d. Obat-obat antibiotika, kortikosteroid, dan obat protek hati. B. PERSALINAN 1. DEFINISI a. Menurut obstetri wiliam, 2013 periode dari awitan kontraksi uterus yang reguler sampai ekspulsi plasenta. Prosesterjadinya hal ini secara normal disebut persalinan. b. Persalinan adalah rangkaian proses yang berakhiran dengan pengeluaran hasil konsepsi oleh ibu (Varney, 2008)c. Persalinan adalah proses pengeluaran hail konsepsi (janin dan plasenta) yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luarkandungan melalui jalan lahir yang telah cukup bulan atau dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir (Manuaba,2010.H:164) d. Pada initinya proses persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dimatangkan didalam rahimlalu dikeluarkan melalui jalan lahir. 2. Tahap – Tahap Persalinan a. Persalinan Kala satu Pembukaan yang berlangsung antara pembukaan nol sampai pembukaanlengkap. Lamanya kala satu untuk primigravida berlangsung 12 jam sedangkan multigravida sekitar 8 jam. Berdasarkankurva friedman, diperhitungkan pembukaan primigravida satu cm/jam dan pembukaan multigravida dua cm/jam. (Manuaba,b. Persalinan kala duaPersalinan ini dimulai ketika dilatasi servik lengkap dan berakhir dengan pelahiran janin. Durasi median sekitar 50menit untuk nultipara dan sekitar 20 menit untuk multipara.(Obstetri Wiliam, 2013). c. Persalinan kala tigaSetelah kala dua, kontraksi uterus berhenti sekitar 5 sampai 10 menit. Lepasnya plasenta sudah dapat diperkirakan denganmemperhatikan tanda-tanda uterus menjadi bundar, uterus terdorong keatas karena plasenta dilepaskan ke segmenbawah rahim, tali pusat memanjang, terjadi perdarahan.Melahirkan plasenta dilakukan dengan dorongan ringan secara crede pada fundus uteri. (Manuaba, 2010). Menurut Obstetri Wiliam, 2013 Segera setelah pelahiran neonatus, ukuran, dan konsistensi fundus uteri diperiksa. Jikauterus tetap keras dan tidak ada perdarahan yang abnormal, biasanya tunggu secra seksama hingga plasenta terpisah. Pemijatan sangat tidak dianjurkan. Tanda-tanda plasenta d. Persalinan kala empatBeberapa jam segera setelah pelahiran adalah masa kritis, dan oleh sejumlah orang disebut sebagai persalinan kalapascapartum sebagai akibat atonia uteri lebih mungkin terjadi pada saat ini. Akibatnya, uterus dan perineum harus seringdievaluasi. (Obstetri Wiliam, 2013). 3. Mendiagnosa PersalinanTanda persalinan (Manuaba, 2010. H: 173) a. Terjadinya hist persalinan. His persalinan mempunyai ciri khas pinggang terasa nyeri yang mejalar ke depan, sifatnya teratur,interval makin pendek, dan kekuatannya makin besar, mempunyai pengaruh terhadap perubahan serviks, makinberaktivitas (jalan) kekuatan makin bertambah. b. Pengeluaran lendir dan darah (pembawa tanda). His persalinan terjadi perubahan pada serviks yang menimbulkanpendataran dan pembukaan. c. Pengeluaran cairan Terjadi ketuban pecah yang menimbulkan pengeluaran cairan. Sebagian besar ketubn baru pecah menjelang pembukaan 4. Perubahan Fisiologis dan Mekanisme dalam persalinan (Sarwono,2010) a. Peruahan bentuk uterusSetiap kontraksi meghasilkan pemanjangan uterus berbentuk b. Gaya-gaya pada persalinanSetelah servik berdilatasi penuh, gaya yang paling penting pada proses ekspulsi janin adalah gaya yang dihasilkan olehtekanan intraabdominal ibu yang meninggi. Gaya ini terbentuk oleh kontraksi otot-oto abdomen secara bersamaan melaluiupaya pernapasan paksa dengan glotis tertutup. c. Perubahan-perubahan servikTenaga yang efektif pada kala satu persalinan adalah kontraksi uterus, yang selanjutnya akan menghasilkan tekananhidrostatik. Ke seluruh selaput ketuban terhadap serviks dan segmen bawah uterus. d. Perubahan pada vagina dan dasar panggulJalan lahir disokong dan secara fungsional ditutup oleh sejumlah lapisan jaringan yang sama-sama membentuk dasarpanggul. Struktur yang paling penting adalah m. Levator ani dan fasia yang membungkus permukaan atas dan bawahnya,yang demi praktisnya dapat dianggap sebgai dasar panggul.Mekanisme persalinan (Obstetri William, 2013) b. FleksiSetelah kepala yang sedang desensus mengalami hambatan, kemudian terjadi fleksi kepala. Pada gerakan ini, dagumengalami kontak lebih dekat dengan dada janin, dan diameter suboksipitobregmatikum yang lebih pendekmengganti diameter oksipitofrontalis yang lebih panjang. c. Rotasi internalGerakan ini penting terdiri dari perputaran kepala sedemikian rupa sehingga oksiput secara bertahap bergerak ke arahsimfisis pubis di bagian anterior dari posisi awal atau yang lebih jarang, kearah posterior menuju lengkungan sakrum. Rotasi internal penting untuk penuntasan persalinan, kecuali bila ukuran janin abnormal kecil. d. EkstensiSetelah rotasi internal, kepala yang berada pada posisi fleksi maksimal mencapai vulva dan mengalami eksternal. e. Rotasi eksternalSetelah kepala lahir, dilakukan retitusi jika pada awalnya terarah ke kiri, oksiput berotasi menuju tuber iskiadikum kiri. Jika awalnya terarah kekanan, oksiput berotasi kekanan. 5. Diagnosa banding persalinan anda harud membedakan tidak hanya antara persalinan sejati danpalsu, tetapi juga antara persalinan dan rasa tidak nyaman atau komplikasi yang terlihat atau dapat disalahartikan sebagaipersalionan. Komplikasi yang paling terjadi adalah infeksi saluran kemih. Wanita yang mengalami persalinan palsu dapat mengalamirasa tidak nyaman dan keletihan cukup besar akibat kontraksi yang dialami selama berhari-hari kontraksi yang demikian dapatdibedakan dari kontraksi persalinan sejati mengingat pada persalinan palsu, kontraksi tidak mengalami peningkatanfrekuensi, durasi, dan intensitas.Nyeri suorapublik, pinggang, dan punggung yang berkaitan dengan infeksi saluran kemih sering kali disalahkan artikan, baikoleh wanita maupun pemeriksa, sebagai gejala persalinan.Kemungkinan salah interpretasi yang lain antara lain frekuensi dan urgensi berkemih akibat infeksi saluran kemih dipersepsikansebagai akibat tekanan uterus yang membesar pada kandung kemih, terutama jika sudah terjadi lightenig. Ketika mencurigai infeksi saluran kemih harus dengan cermat mengkaji riwayat kesehatan wanita , mencakup infeksi salurankemih sebelumnya demam, menggigil, mual dan muntah, frekuensi berkemih yang sering. Rasa sakit yang menyeluruh menjelang akhir kehamilan sering kali dialami, tetapi tidak terbatas pada wanita yang mengalami episode 6. Asuhan Dalam PersalinanDasar asuhan persalinan normal adalah asuhan yang bersih dan aman selama persalinan dan setelah bayi lahir, serta upayapencegahan komplikasi terutama perdarahan pasca persalinan, hipotermia, dan asfiksia bayi baru lahir. (Sarwono, 2010)Tujuan asuhan persalinan normal adalah mengupayakn kelangsungan hidup dan mencapai derajat kesehtan yang tinggibagi ibu dan bayinya. (Sarwono, 2010)Asuhan sayang ibu adalah asuhan dengan prinsip saling menghargai budaya kepercayaan dan keinginan sang ibu. Salahsatu prinsip dasar asuhan sayang ibu adalah dengan mengikutsertakan suami dan keluarga selam proses persalinandan kelahiran bayi. (Sarwono, 2010) 58 LANGKAH ASUHAN PERSALINAN NORMAL I. Mengenali gejala dan tanda kala II 1. Mendengar, melihat dan memeriksa gejala dan tanda Kala Dua a. Ibu merasa ada dorongan kuat untuk meneran d. Vulva dan spingter ani membuka II. Menyiapkan pertolongan persalinan 2. Memastikan kelengkapan peralatan, bahan dan obat-obatan esensial baru lahir. Untuk asfiksiaTempat datar dan keras, 2 kain dan 1 handuk bersih dan kering, lampu sorot 60 watt dengan jarak 60 cm dari tubuh bayia. Mengelar kain di atas perut ibu, tempat resusitasi dan ganjal bahu bayib. Menyiapkan oksitosin 10 unit dan alat suntik steril sekali pakai di dalam partus set. 3. Memakai celemek plastik 4. Melepaskan dan simpan semua perhiasan yang dipakai, cuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir kemudian keringkan tangandengan tisue atau handuk pribadi yang bersih dan kering. 5. Memakai sarung tangan DTT untuk melakukan periksa dalam. 6. Memasukan oksitosin kedalam tabung suntik (gunakan tangan yang memakai sarung tangan DTT dan steril (pastikan tidak terjadi kontaminasipada alat suntik). III. Memastikan pembukaan lengkap pada keadaan janin baik 7. Membersihkan vulva dan perineum, menyekanya dengan hati-hati dari depan ke belakang dengan menggunakan kapas atau kasa yangdibasahi air DTT. a. Jika introitus vagina, perineum atau anus terkontaminasi tinja, bersihkan dengan seksama dari arah depan ke belakangb. Membuang kapas atau kasa pembersih (terkontaminasi) dalam c. Mengganti sarung tangan jika terkontaminasi (dekontaminasi, lepaskan dan rendam dalam larutan klorin 0,5% 8. Melakukan periksa dalam untuk memastikan pembukaan lengkap.aaila selaput ketuban dalam pecah dan pembukaan sudah lengkap maka lakukan amniotomi. 9. Dekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkantangan yang masih memakai sarung tangan ke dalam larutan klorin 0,5% kemudianlepaskan dan rendam dalam keadaan terbalik dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit. Cuci kedua tangan setelah sarung tangan dilepaskan. 10. Memeriksa denyut jantung janin (DJJ) setelah kontraksi / saat relaksasi uterus untuk memastikan bahwa DJJ dalam batas normal (120-160x/menit). a. Mengambil tindakan yang sesuai jika DJJ tidak normal b. Mendokumentasikan hasil-hasil pemeriksaan dalam, DJJ dan semua hasil-hasil penilaian serta asuhan lainnya pada partograf. IV. Menyiapkan ibu dan keluarga untuk membantu proses bimbingan meneran 11. Memberitahukan bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik dan bantu ibu dalam menemukan posisi yang nyaman dan sesuaidengan keinginannya. a. Menunggu hingga timbul rasa ingin meneran, lanjutkan pemantauan kondisi dan kenyamanan ibu dan janin (ikuti pedomanpenatalaksanaan fase aktif) dan dokumentasikan semua temuan yang b. Menjelaskan pada anggota keluarga tentang bagaimana peran mereka untuk mendukung dan memberi semangat pada ibu untukmeneran secara benar. 12. Meminta keluarga membantu menyiapkan posisi meneran. (Bila ada rasa ingin meneran dan terjadi kontraksi yang kuat, bantu ibu ke posisisetengah duduk atau posisi lain yang diinginkan dan pastikan ibu merasa nyaman). 13. Melaksanakan bimbingan meneran pada saat ibu merasa ada dorongan kuat untuk meneran:a. Membimbing ibu agar dapat meneran secara benar dan efektif b. Mendukung dan beri semangat pada saat meneran dan perbaiki cara meneran apabila caranya tidak sesuai. Membantu ibu mengambil posisi yang nyaman sesuai pilihannya (kecuali posisi berbaring terlentang dalam waktu yang lama). c. Menganjurkan ibu untuk beristirahat di antara kontraksi d. Menganjurkan keluarga memberi dukungan dan semangat untuk ibu. e. Memberikan cukup asupan cairan per-oral (minum). f. Menilai DJJ setiap kontraksi uterus selesai. 14. Menganjurkan ibu untuk berjalan, berjongkok atau mengambil posisi yang nyaman, jika ibu belum merasa ada dorongan untuk meneran dalam 60menit. 15. Meletakan handuk bersih (untuk mengeringkan bayi) di perut ibu, jika kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5-6 cm 16. Meletakan kain bersih yang dilipat sepertiga bagian di bawah bokong ibu 17. Membuka tutup partuset dan perhatikan kembali kelengkapan alat dan bahan 18. Memakai sarung tangan DTT pada kedua tangan VI. PERSIAPAN PERTOLONGAN KELAHIRAN BAYILahirnya kepala 19. Setelah tampak kepala bayi dengan diameter 5-6 cm membuka vulva maka lindungi perineum dengan satu tangan yang dilapisi dengan kainbersih dan kering. Tangan yang lain menahan kepala bayi untuk menahan posisi depleksi dan membantu lahirnya kepala. Anjurkan ibuuntukmeneran perlahan sambil bernafas cepat dan dangkal. 20. Memeriksa kemungkinan adanya lilitan tali pusat dan ambil tindakan yang sesuai jika hal itu terjadi, dan segera lanjutkan proses kelahiran bayia. Jika tali pusat melilit leher secara longgar, lepaskan lewat bagian atas kepala bayi. 21. Menunggu kepala bayi melakukan paksi luar secara spontanLahirnya bahu 22. Setelah kepala melakukan putaran paksi luar, pegang secara bipareatal. Anjurkan ibu untuk meneran saat ada kontraksi,. Dengan lembut gerakan arkus pubis dan gerakan ke arah atas dan distal untuk melahirkan bahubelakangLahirnya badan dan tungkai 23. Setelah kedua bahu lahir, geser tangan ke arah perineum ibu untuk menyanggah kepala, lengan dan siku sebelah bawah, gunakan atasuntuk menelusuri dan memegang lengan dan siku sebaelah atas. 24. Setelah tubuh dan lengan lahir, penelusuran tangan atas berlanjut kepunggung, bokong, tungkai dan kaki. Pegang kedua mata kaki(masukan telunjuk diantara kaki dan peganmg masing-masing mata kaki dengan ibu jari dan jari-jari lainnya) VII. PENANGANAN BAYI BARU LAHIR 25. Melakukan penilaian (selintas) : a. Apakah bayi menangis kuat dan bernapas tanpa kesulitan? b. Apakah bayi bergerak aktifJika bayi tidak menangis, tidak bernapas atau megap-megap segera lakukan tindakan resusitasi (langkah 25 ini berlanjut kelangkag-langkah prosedur resusitasi bayi baru lahir dengan asfiksia). 26. Mengeringkan dan posisikan tubuh bayi diatas perut ibu a. Mengeringkan bayi mulai dari muka, kepala, dan bagian tubuh lainnya (tanpa membersihkan verniks) kecuali bagian tangan. b. Mengganti handuk basah dengan handuk kering c. Memastikan bayi dalam kondisi mantap dia atas perut ibu 27. Memeriksa kembali perut ibu untuk memastikan tak adabayi lain dalam 28. Memberitahukan pada ibu bahwa penolong akan menyuntikan oksitosin(agar uterus berkontraksi baik) 29. Dalam waktu bsatu menit setelah bayi lahir, suntukan oksitosin 10 unit(intramuskular) di sepertiga paha atas bagian distal lateral (lakukan aspirasi sebelum menyuntikan oksitosin). 30. Dengan menggunakan klem, jepit tali pusat,( dua meit setelah lahir) pada sekitar 3 cm dari pusar (umbulikus) bayi. Dari sisi luar klem penjepit,dorong isi talipusatke arah distal (ibu dan lakukan penjepitan kedua pada 2 cm distal dari klem pertama. 31. Memotong dan pengikatan tali pusat a. Dengan satu tangan, angkat tali pusat yang telah dijepit kemudian lakuakn pengguntingan tali pusat (lindungi perut bayi) dianataradua klem tersebut. b. Mengikat tali pusat dengan benang DTT /steril pada satu sisi kemudian lingkarkan kembali benang kesisi berlawanan danlakukan ikatan kedua menggunakan dengan simpul kunci. c. Melepaskan klem dan masukan ke dalam wadah yang telah disediakan. 32. Menempatkan bayi untuk melakuakn kontak kulit ibu ke kulit bayi. Letakan posisi bayi tengkurap di dada ibu. Luaruskan bahu bayi sehingga bayimenempel dengan baik di dinding dada sampai perut ibu. Usahakan kepala bayi berada diantara payudara ibu dengan posoisi lebih rendahdari puting payudara ibu,. 33. Menyelimuti ibu dan bayi dengan kain hangat dan pasang topi di kepala VIII.PENATALAKSANAAN AKTIF KALA TIGA 34. Memindahkan klem pada tali pusat hingga jarak 5-10 cm dari vulva. 35. Meletakkan satu tangan di atas kain pada perut ibu, di tepi atas simfisis, untuk mendeteksi. Tangan lain menegangkan tali pusat. 36. Setelah uterus berkontraksi, tegangkan tali pusat ke arah bawah sambil tangan yang lain mendorong uterus ke arah belakang-atas (dorsokranial)secara hati-hati (untuk mencegah inversio uteri). Jika plasenta tidak lahir setelah 30-40 detik, hentikan penegangan tali pusat dan tunggu hinggatimbul kontraksi berikutnya dan ulangi prosedur diatas. a. Jika uterus tidak segera berkontraksi, minta ibu, suami atau anggota keluarga untuk melakukan stimulasi puting susu. Mengeluarkan Plasenta 37. Melakukan penegangan dan dorongan dorso-kranial hingga plasenta terlepas, minta ibu meneran sambil penolong menarik tali pusat denganarah sejajar lantai dan kemudian ke arah atas, mengikuti poros jalan lahir (tetap lakukan tekanan dorso-kraniak). a. Jika tali pusat bertambah panjang, pindahkan klem hingga berjaraj sekitar 5-10 cm dari vulva dan lahirkan plasenta. 2. Melakukan katerisasi (asetik) jika kandung kemih penuh. 3. Meminta keluarga untuk menyiapkan rujukan. 4. Mengulangi penegangan tali pusat 15 menit berikutnya. 5. Segera rujuk jika plasenta tidak lahir dalam 30 menit setelah bayi 6. Bila terjadi perdarahan, lakukan plasenta manual. 38. Saat plasenta muncul di introitus vagina , lahirkan plasenta dengan kedua tangan. Pegang dan putar plasenta pada wadah yang telah disediakan. a. Jika selaput ketuban robek, pakai sarung tangan DTT atau steril untuk melakukan eksplorasi sisa selaput kemudian gunakan jari-jari tanganatau klem DTT atau steril untuk mengeluarkan bagian selaput yang tertinggal. Rangsangan Taktil (Masase) Uterus 39. Segera setelah plasenta dan selaput ketuban lahir, lakukan masase uterus, letakkan telapak tangan di fundus dan lakukan masase dengangerakan melingkar dengan lembut hingga uterus berkontraksi (fundus teraba keras)a. Melakukan tindakan yang diperlukan jika uterus tidak berkontraksi setelah 15 detik melakukan rangsangan taktil/masase.lX MENILAI PERDARAHAN 40. Memeriksa kedua sisi plasenta baik bagian ibu maupun bayi dan pastikan selaput ketuban lengkap dan utuh. Masukkan plasenta ke dalam kantungplastik atau tempat khusus. 41. Mengevaluasi kemungkinan laserasi pada vagina dan perineum. Lakukan penjahitan bila laserasi menyebabkan perdarahan. Bila ada robekan yang menimbulkan perdarahan aktif, segera lakukan penjahitan IX MELAKUKAN ASUHAN PASCAPERSALINAN 42. Memastikan uterus berkontraksi dengan baik dan tidak terjadi perdarahan pervaginam. 43. Memberikan cukup waktu untuk melakukan kontak kulit ibu-bayi (di dada ibu paling sedikit 1 jam). a. Sebagian besar bayi akan berhasil melakukan inisiasi menyusui dini dalam waktu 30-60 menit. Menyusui pertama biasanya berlangsungsekitar 10-15 menit. Bayi cukup menysu dari satu payudara. b. Membiarkan bayi berada di dada ibu selama 1 jam walaupun bayi sudah berhasil menyusu. 44. Melakukan penimbangan bayi, beri tetes mata antibiotik profilaksis, dan vitamin k 1 1 mg intramuskular di paha kiri anterolateral setelah satu jamkontak kulit ibu –bayi. 45. Memberikan suntikan imunisasi hepatitis B (setelah 1 jam pemberian vitamin k1 ) dipaha kanan anterolateral. a. Meletakkan bayi di dalam jangkauan ibu agar sewaktu-waktu bisa disusukan. b. Meletakkan bayi kembali pada dada ibu bila bayi belum berhasil menyusu di dalam satu jam pertama dan biarkan sampai bayimenyusu. 46. Melanjutkan pemantauan kontraksi dan mencegah perdarahan pervaginama. 2-3 kali dalam 15 menit pertama pasca persalinan b. Setiap 15 menit pada 1 jam pertama pasca persalinan c. Setiap 20-30menit pada jam kedua pasca persalinan d. Jika uterus tidak berkontraksi dengan baik,melakukan asuhan yang sesuai untuk menatalaksana atonia uteri 47. Mengajarkan ibu atau keluarga cara melakukan uterus dan menilai kontraksi 48. Mengevaluasi dan estimasi jumlah kehilangan darah 49. Memeriksa nadi ibu dan keadaan kandung kemih setiap 15 menit selama 1 jam pertama pasca persalinan dan setiap 30 menit selama jam ke 2pasca persalinan a. Memeriksa temperatur tubuh ibu sekali setiap jam selama 2 jam persalinanb. Melakukan tindakan yang sesuai untuk temuan yang tidak normal 50. Memeriksa kembali kondisi bayi yang telah memastikan bahwa bayi bernapas dengan baik (40-60 x/menit ) serta suhu tubuh normal (36,5-37,5) KEBERSIHAN DAN KEAMANAN 51. Menempatkan semua peralatan bekas pakai dalam larutan klorin 0,5% untuk dekontaminasi (10 menit). Cuci dan bilas peralatan setelah didekontaminasi. 52. Membuang bahan-bahan yang terkontaminasi ke tempat sampah yang sesuai 53. Membersihkan badan ibu menggunakan air DTT. Membersihkansisa cairan ketuban, lendir dan darah. Membantu ibu memakai pakaian yangbersih dan kering 54. Memastikan ibu merasa nyaman. Membantu ibu memberikan ASI.yang diinginkan 55. Dekontaminasi tempat bersalin dengan larutan klorin 0,5% 56. Mencelupkan sarung tangan kotor kedalam larutan klorin 0,5%, balikan bagian dalam keluar dan rendam dalam larutan klorin 0,5% selama 10menit. 57. Mencuci kedua tangan dengan sabun dan air bersih mengalir kemudian keringkan dengan tisue atau handuk pribadi yang kering dan bersihDOKUMENTASI 58. Melengkapi patograf (halaman depan dan belakang), periksa tanda vital dan asuhan kala IV. 7. Komplikasi dalam persalinan1) Distosia karena kelainan his.(Mochtar, 2012. H: 215) Pengertian Distosia adalah kesulitan dalam jalannya persalinan. Distosia karena kelainan his adalah his yang tidak normal, baik kekuatan maupun sifatnya, sehingga menghambat kelancaranpersalinan.Etiologi b) Faktor herediter, emosi, dan ketakutan memegang peranan penting. c) Salah pimpinan persalinan, atau salah pemberian obat-obatan seperti oksitosin dan obat-obatan penenang. d) Bagian terbawah janin tidak berhubungan rapat dengan e) Kelainan uterus misalnya uterus bikomis unikolis. f) Kehamilan postmaturPenanganan a) Apabila dijumpai pada permualaan persalinan lakukan evaluasi secara keseluruhan untuk mencari sebab-sebabnya. b) Pada partus lama atau terlantar, berikan pengobatan penddahuluan yang disebut regim rehidrasi, yaitu(a) Infus dektrosa 5% atau larutkan garam fisiologis 1 liter dalam 1 jam pertama dan selanjutnya menurutkebutuhan.(b) Bila his menyebabkan rasa sakit yang berlebih berikan injeksi pethidin 50mg. (c) Memberrikan kortison 200mg.(d) Memberikan antibiotika secukupnya apalagi kalau ketuban sudah lama pecah. Komplikasi bagi ibu dan janin dengan distosia (obtetri wiliam,2008) Komplikasi bagi ibuKoroamnionitis intrapartum dan infeksi panggul pasca partum lebih sering terjadi pada persalinan yang tidak menentu atau lama. Perdarahan pasca partum akibat atonia meningkatkan dengan persalinan lama dan yang diaugmentasi. Perdarahan akibatpelahiran caesar memeberikan peran, dan terdapat insiden yang lebih tinggi untuk terjadinya robekan uterus pada histerektomi jikakepala janin tetahan dalam panggul.Ruptur uterusPenipisan segmen bawah rahim yang abnormal menimbulkan bahaya serius selama persalinan lama, terutama pada perempuandengan paritas tinggi dan pada mereka dengan riwayat pelahiran caesar. Pembentuka FistulaPada distosia bagian terendah tertahan kuat di dalam pintu atas panggu dan tidak ada kemajuan untuk waktu yang lama. Jaringanjalan lahir yang membentang antara bagian terdepan dan dinding panggul dapat terkena tekanan yang berlebihan. Cedera Dasar PanggulCedera pada otot dasar panggul, persyrafan, atau fasia penghubung adalah konsekuensi pelahiran pervaginam yangsering terjadi, terutama jika pelahirannya sulit. Cedera saraf pascapartum pada ekstermitas bawahMekanisme yang paing sering adalah kompresi eksternal dan saraf peroneal, biasanya disebabkan oleh posisi kaki yang tidaktepat pada penopang kaki, terutama selama persalinan kala dua yang lama. Komplikasi perinatalInsiden sepsis peripartum pada janin meningkat pada persalinan yang lama. Cedra mekanis lebih sering terjadi karena cedera lebihbersifat operatif dan traumatik. Caput succedaneum dapat sangat nyata dan molding. Keadaan ini harus dibedakan dengansefalohematoma.2) Kelainan pada letak kepala (Mochtar, 2012. H: 237) Letak Defleksi (letak kepala tengadah) a) Presentasi pucuk kepalaBagia terbawah adalah puncak kepala, pada pemeriksaan dalam teraba ubun-ubu besar yang paling rendah, dan ubun—ubunbesar sudah berputar kedepan.EtiologiLetak defleksi ringan ini biasanya disebabkan (a)Kelainan panggul (b)Kepala bentuknya bundar (c)Anak kecil atau mati (d)Kerusakan dasar panggul b) Presentasi Muka Adalah letak kepala tengadah sehingga bagian kepala yang terletak paling rendah ialah muka. EtiologiSebab yang menghalangi terjadinya fleksi kepala dan sebab yang menyebabkan defleksi kepala(a) Primer karena ansefalus, hidrosefalus, kongenital anomali. Struma, kista leher, lilitah tali pusat pada leher beberapa kali. (b) SekunderPanggul sempit, tangan menumbung disamping kepala, anak sangat besar, Terapi aktifPada pembukaan lengkap, lakukan versi dan ekstrasi atau ekstrasi vacum, apabila pembukaan masih kecil lakukansectio caesaria, pada primigravida lakukan sectio caesaria. c) Pressentasi DahiPosisi kepala antara fleksi dan defleksi, dahi berada pada posisi terendah dan tetap paling depan. Etiologi a. Anak kecil atau sudah meninggal b. Penempatan dahi persisten c. Seperti letak muka 9. Letak Sungsang (Mochtar, 2012. H: 243)DefinisiJanin yang letaknya memanjang dalam rahim, kepala berada di fundus dan bokong berada dibawah. KLASIFIKASI a. Letak bokong (frank breech) b. Letak sungsang sempurna (complete breech)Letak bokong dimana kedua kaki ada di samping bokong c. Letak sungsang tidak sempurna (incomplete breech)Letak sungsang dimana selain bokong bagian terendah juga kaki atau lutut. Etiologi a. Fiksasi kepal pada pintu atas panggul tidak baik atau tidak ada , misalnya pada panggul sempit, hidrosefalus,plasenta previa, tumor-tumor pelvis. b. Janin mudah bergerak, seperti pada hidramnion, multipara, janin kecil. c. Gemeli. d. Kelainan uterus, seperti uterus arkuatus, bikornis, mioma uteri. e. Janin sudah lama mati. f. Sebab yang tidak diketahui. 10. Letak lintang (Mochtar, 2012. H: 251)Definisi Apabila sumbu memanjang janin menyilang sumbu memanjang ibu secara tegak lurus atau mendekati 90 derajat. EtiologiPenyebab dari letak lintang sering merupakan kombinasi dari berbagai faktor, sering pula penyebabnya tetap merupakansuatu misteri. Fakto-faktor tersebut adalah hidrosefalus, plasenta previa, dan tumor-tumor pelvis. b. Janin sudah bergerak pada hidramnion multiparitas, anak kecil atau sudah mati. c. Gemeli. d. Kelainan uterus, seperti arkuatus, bikomus, atau septum. e. Lumbar skoliosis f. Monster g. Pelvic kidney dan kandung kemih seerta rektum yang penuh. C. Nifas 1. Definisi a. Masa atau waktu sejak bayi dilahirkan dan plasenta keluar lepas dari rahim, sampai enam minggu berikutnya. (Suherni,dkk, 2009). b. Masa nifas adalah suatu periode dalam minggu-minggu pertama setelah kelahiran. (Obstetri Wiliam,2008). 2. Klasifikasi Masa NifasMenurut Mochtar, 2012 a. Puerperium Dini jalan. b. Puerperium intermediatKepulihan menyeluruh alat-alat genetali yang lamanya 6-8 minggu. c. Puerperium lanjutWaktu yang diperlukan untuk pulih dan kembali sehat sempurna terutama jika selama hamil atau sewaktu persalinantimbul komplikasi. 3. Perubahan Fisiologis Masa Nifas a. UterusSecara berangsur-angsur menjadi kecil hingga akhirnya kembali seperti sebelum hamil. (Mochtar, 2012). Ukuran uterus mengecil kembali setelah 2 hari pasca persalinan, setinngi sekitar umbilikus, setelah 2 minggu massukpanggul, setelah 4 minggu kembali pada ukuran sebelum hamil.(Suherni, dkk. 2009) b. Bekas implantasi plasenta (Mochtar, 2012) Plasenta bed mengecil karena kontraksi dan menonjol ke kavum uteri dengan diameter 7,5cm. Sesudah 2 minggumenjadi 3,5 cm, pada minggu keenam 2,4 cm, dan akhirnya pulih. c. Luka-Luka pada jalan lahir jika tidak disertai infeksi akan sembuh dalam 6-7 hari.rahim, biasanya berlangsung 2-4 hari pasca persalinan. e. Lochea (Mochtar, 2012)Cairan sekret yang berasal dari kavum uteri dan vagina dalam masa nifas. Diantaranya ada beberapa jenis lochea, yaitua) Lochea Rubra Berasal dari darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban, sel- sel desidua, vernik kaseosa, lanugo, dan mekonium,selama 2 hari pasca persalinan. b) Lochea sanguinolentaBerwarna merah kuning,, berisi darah dan lendir, hari ke 3-7 pascapersalinan. c) Lochea serosaBerwarna kuning, cairan tidak berdarah lagi, pada hari ke 7- 14 pascapersalinan. d) Lochea alba Cairan putih, setelah 2 minggu. e) Lochea purulenta Terjadi infeksi, keluar cairan seperti nanah berbau busuk. f. Perubahan pada vagina dan perineum (Suherni, dkk. 2009)Perlukan VaginaPerlukaan vagina yang tidak berhubungan dengan luka perineum tidak sering dijumpai. Mungkin ditemukan setelahekstrasi dengan cunam.Perubahan perineumPada semua persalinan terjadi robekan perineum biasanya terjadi pada persalinan pertama tetapi juga kadang padapersalinan yang selanjjutnya. Robekan perineum umumnya terjadi di garis tengah dan bisa menjadi luas apabila kepalajanin terlau cepat. g. Perubahan pada saluran pencernaan (Suherni, dkk. 2009)Sering terjadi konstipasi pada ibu setelah melahirkan. Hal ini umumnya disebabkan karena makanan padat dan kurangnyaserat selama persalinan. h. Perubahan perkemihan (Suherni, dkk. 2009)Saluran kencing kembali normal dalam waktu 2 sampai 8 minggu, tergantung pada keadaan atau status sebelumpersalinan, lamanya parrtus kala 2 dilalui, besarnya tekanan kepala yang menekan pada saat persalinan. Lagi pula vesicaurinaria masa nifas mempunyai kapasitas bertambah besar dan relatif tidak sensitif terhadap tekanan cairan intra vesica. 2012)Suhu TubuhSekitar hari ke 4 setelah persalinan suhu ibu mungkinnaik turun, antara 37,2 ⁰C-37,5⁰C. Apabila kenaikan 38⁰C pada harikedua sampai hari-haari berikutnya, harus diwaspadai adanya infeksi atau sepsis nifas. Denyut nadiDenyut nadi ibu akan melambat sampai sekitar 60 X/ menit, yakni pada waktu habis persalinan karena ibu dalam kadaanistirahat penuh.Tekanan DarahTekanan darah <140/90 mmHg. Teknan dara tersebut bisa meningkat dari pra persalinan pada 1- hari postpartum. Apabilatekanan darah menjadi rendah menunjukan adanya perdarahan postpartum. RespirasiPada umumnya respirasi lambat atau bahkan normal. Apabila ada respirasi cepat postpartum (>30x/menit),mungkin karenaadanya ikutan tanda-tanda syok.j. Perubaha sistem muskuloskeletal / diatasis rectum abdominkus (Sukarni, 2013)Adaptasi ini mencangkup hal – hal yang membantu relaksasi dan hipermobilitas sendi dan perubahan pusat gravitasi ibuakibat pembesaran uterus. 4. Adaptasi psikologis ibu dalam masa nifasProses adaptasi psikologis pada seorang ibu sudah dimulai sejak dia hamil. Wanita hamil akan mengalami perubahan psikologisyang nyata sehingga memerlukan adaptasi. Perubahan mood seperti sering menangis, lekas marah, sering sedih atau cepatberubah menjadi senang merupakan manifestasi dari emosi yang lainnya. (Suherni, dkk. 2009). 1 Fase taking inYaitu periode ketergantungan. Periode ini berlangsung dari hari pertama sampai hari kedua setelah melahirkan, padafase ini, ibu sedang berfokus terutama pada dirinya sendiri.Ibu akan berulang kali menceritakan proses persalinan yang dialaminya dari awal sampai akhir. Gangguan psikologis yang mungkin dirasakan ibu adalah :1) Kekecewaan karena tidak mendapatkan apa yang diinginkan tentang bayinya. 2) Ketidaknyamanan sebagai akibat dari perubahan fisik yang dialami ibu. 3) Rasa bersalah karena belum bisa menyusui bayinya.4) Suami atau keluarrganya yang mengkritik ibu tentang cara merawat bayi dan cenderung melihatnya sajatanpa membantunya, ibu akan merasa tidak nyaman karena sebenarnya hal tersebut bukan hanya tanggungjaawab ibu semata. 2 Fase taking holdPeriode yang berlangsung antara 3-10 hari setelah melahirkan. Fase ini ibu timbul rassa khawatir akanketidakmampuan dan rasa tanggung jawabnya dalam merawat bayi. Dukungan moril sangat diperlukan utntukmenumbuhan kepercayaan diri ibu. Periode menerima tanggung jawab akan peran barunya.Fase ini berlangsung sepuluh hari setelah melahirkan. Ibu sudah mulai menyesuaikan diri dengan ketergantunganbayinya. 5. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas NormalPeran seorang bidan dalam melakukan asuhan kebidanan pada masa nifas adalah untuk memastikan ibu merasa nyaman dalam menjalaniperan barunya dan selalu memberi dukungan dalam proses adaptasi yang dilakukan ibu. Asuhan masa nifas normal merupakan wewenangdan tanggung jawab bidan untuk melaksananakan kompetensi dan ketrampian memberikan asuhan yang sesuai dengan kebutuhan setiapindividu. (Suherni, 2013)Menurut Obstetri Wiliam, 2008 Penatalaksanan perawatan selama puerperium meliputi penatalaksanaan perawatan selama puerperiumawal, pedoman untuk sisa masa puerperium, pelaksanan, atau pengaturan kunjungan rumah sesuai indikasi, pelaksanaan kunjunganpada dua minggu pascapartum, dan pelaksanaan pemeriksaan pada 1. Melakukan evaluasi kontinu dan penatalaksanaan perawatan kesejahteraan wanita. 2. Memberikan pemulihan dan ketidaknyamanan fisik. 3. Memberikan bantuan dalam menyusui. 5. Melakukan pengkajian bayi selama kunjungan rumah. 6. Memberikan pedoman antisipasi dan instruksi. 7. Melakukan penapisan kontinu untuk komplikasi puerperium. 6. Komplikasi Pada Masa Nifas A. Infeksi Masa NifasInfeksi nifas adalah keadaan yang mencangkup semua peradangan alat- alat genetalia dalam masa nifas. Masuknya kuman-kuman dapat terjadidalam kehamilan, waktu persalinan, dan nifas. (Mochtar, 2013)EtiologiBermacam-macam jalan kuman masuk ke dalam alat kandungan, seperti eksogen , autogen, dan endogen. Penyebab yang terbanyak dan lebihdari adalah streptokokus anaerob yang sebenarnya tidak patogen sebagai penghuni normal jalan lahir. Kuman – kuman yang seringmenyebabkan infeksi adalah : a. Streplococcus haemoliticus aerobic, masuknya secara eksogen dan menyebabkan infeksi berat yang ditularkan dari penderita lain. b. Staphylococus aureus, infeksi sedan banyak ditemukan sebagai penyebab infeksi di rumah sakit. d. Clostridium Welcheii, kuman anaerobik yang sangat berbahaya, sering ditemukan pada abortus kriminalis dan partus yang ditolongdukun dari luar rumah sakit. B. Kelainan-kelainan masa nifas (Mochtar, 2013)Sub-involusi uterusAdalah keadaan uterus mengecil oleh kontraksi rahim dimana rahm dari 1000 gram saat setelah bersalin, menjadi 40-60 gram 6 minggukemudian.EtiologiPenyebabnya adalah infeksi endometritis, sisa plasenta, mioma uteri, bekuan-bekuan darah, dan lain sebagainya. Perdarahan Nifas sekunderAdalah perdarahan yang terjadi setelah lebih dari 24 jam pospartum, dan biasanya terjadi pada minggu kedua nifas. EtiologiFaktor penyebabnya kurang lebih sama seperti sub involusi, sisa plasenta, mioma uteri, kelainan uterus, inversio uteri, dan pemberiansetrogen untuk menekan laktasi.Kelainan pada payudaraBendungan air susu Pembendungan air susu karena penyempitan duktus laktiferi atau kelenjar-kelenjar yang tidak dikosongkan dengan sempurna ataukarena kelainan pada puting susuMastitisSuatu peradangan pada payudara yang disebabkan kuman, terutama staphylococcus aureus melalui luka pada puting susu atau melaluiKelainan Jumlah air susu a) Tidak ada air susu (agalaksia). b) Air susu sedikit keluar (oligogalaksia). c) Air susu keluar melimpah ruah (poligalaksia). d) Air susu tetap keluar terus-menerus dan dalam waktu lama walaupun sudah menyapih (galaktorea). Kelainan puting susu a) Puting susu bundar dan menonjol. b) Puting susu terbenam dan cekung sehingga menyulitkan bayi untuk menyusu, bila tidak diperbaiki terpaksa air susu dipijat ataudipompa. c) Luka puting susu segera diobati dengan salep dan sementara menunggu sembuh, air susu dipompa. D. Bayi Baru Lahir 1. DefinisiBayi yang lahir dalam presentasi belakang kepala melalui vagina tanpa memakai alat, pada usia kehamilan genap 37 minggu sampai dengan 42 2. Tanda-tanda bayi baru lahir normal (Rukiyah, 2013)Bayi baru lahir dikatakan normal jika mempunyai beberapa tanda yang diataranya adalah :a. Appearance color (warna kulit) seluruh tubuh berwarna kemerah— b. Pulse (heart rate) atau frekuensi jantung >100x/menit. c. Grimace (reaksi terhadap rangsangan), menangis, batuk/ bersin. d. Activity (tonus otot) gerakan aktif. e. Respiration (usaha nafas) bayi menangis dengan kuat. 3. Klasifikassi klinik nilai apgar (Mochtar, 2013) a. Nilai 7-10 bayi normal b. Nilai 4-6 bayi asfiksia ringan-sedang c. Nilai 0-3 bayi asfiksia berat 4. Adaptasi Bayi Baru Lahir Terhadap Kehidupan Luar Uterus (Rukiyah,2013)Periode adaptasi terhadap kehidupan di luar rahim disebut dengan periode transisi. Periode ini berlangsung hingga 1 bulan atau lebih setelahkelahiran untuk beberapa sistem tubuh, transisi yang paling nyata dan cepat terjadi adalah pada siste pernafasan dan sirkulasi, sistemtermoregulasi, dan dalam kemampuan mengambil serta menggunakan glukosa. a. Perubahan sistem pernafasan Faktor yang berperan pada rangsangan nafas pertama bayi yaitu hipoksia paada akhir persalinan dan rangsangan fisik lingkungan luarrahim yang merangsang pusat pernafasan otak dan tekanan terhadap rongga dada yang terjadi karena kompresi paru-paru selamapersalinan yang merangsang masuknya udara kedalam paru—paru secaraa mekanismeSetelah lahir darah bayi harus melewati paru untuk untuk mengambil oksigen dan mengantarkan ke jaringan. Untuk membuat sirkulasiyang baik guna mendukung kehidupan luar rahim harus terjadi 2 perubahan besar penutupan voramen ovale pada atrium jantung. c. Sistem pengaaturan tubuh1) Pengaturan Suhu Suhu dingin lingkaran luar menyebabkan air ketuban menguap melalui kulit sehingga mendinginkan darah bayi. 2) Mekanisme kehilangan panasBayi dapat kehilangan panas tubuhnya melalui evaporasi yaitu penguapan cairan ketuban pada permukaan tubuh bayi sendirikarena setelah lahir tidak segera dikeringkan dan diselimuti.Konduksi yaitu melaui kontak lansung antara tubuh bayi dengan permukaan yang dingin. Konveksi yaitu pada saat bayi terpaparudara yang lebih dngin. Radiasi adalah krtika bayi ditempatkan didekat benda-benda yang mempunyai suhu lebih rendah darisuhu tubuh bayi.3) Metabolisme glukosa Untuk memfungsikan otak memerlukan glukosa dalam jumlah tertentu. Pada BBL glukosa darah akan menurun dalam waktucepat 1-2 jam.4) Perubahan sistem gastrointestinal Reflek gumoh dan reflek batuk yang matang sudah terbentuk pada saat lahir. Sedangkan sebelum lahir bayi sudah mulaiterbatas.5) Perubahan sistem kekebalan tubuh Sistem imunitas BBL belum matang sehingga rentan terhadap infeksi. Kekebalan alami yang dimiliki bayi diantaranya :perlindungan oleh kulit membran mukosa, fungsi jaringan saluran nafas, pembentukan koloni mikroba oleh kulit dan usus,perlindungan kimia oleh lingkaran asam lambung, kekebalan alami juga disediakan pada tingkat sel oleh sel darah yang membantumembunuh organisme asing. 5. Asuhan pada bayi baru lahirMenurut Mochtar, 2013 perawatan bayi 2 pekan pertama 1. KebersihanBuang air kecil dan buang air besar harus dijaga dan selalu dibersihkan popok diganti. Tempat tidur dan pakaian bayi harus selalubersih dan hangat. 2. Menyusui bayi Pada 12 jam pertama, bayi dipuaskan kemudian baru disusui. 3. Makanan tambahan kalau ASI kurang. 4. Cara memandikan bayi dan merawat tali pusat harus diperhatikan. 7. Komplikasi pada bayi baru lahir normal1) Asfiksia Asfiksia adalah kegagalan untuk memulai dan melanjutkan pernafasan secara spontan dan teratur pada saat bayi baru lahir ataubeberapa saat sesudah lahir. (Sudarti, 2013). a. Tidak bernafas atau nafas megap-megap atau pernafasan lambat. b. Pernafasan tidak teratur, dengkuran atau retraksi. c. Tangisan lemah atau merintih. d. Warna kulit pucat atau biru. e. Tonus otot lemas atau ekstremitas terkulai. f. Denyut jantung tidak ada atau lambat.2) Ikterik (Rukiyah, 2013) Ikterik terjadi apabila terdapat bilirubin dalam darah. Pada sebagian besar neonatus, ikterus akan ditemukan dalam minggu pertamakehidupannya. Ikterus ini pada sebagian lagi bersifat patologik yang dapat menimbulkan gangguan yang menetap atau menyebabkankematian.3) Oral trush (Rukiyah, 2013) Lapisan atau bercak-bercak putih kekuningan yang timbul di lidah yang mungkin dikelilingi oleh daerah kemerahan.bentuk sariawanakan terlihat seperti vesikel atau bulatan kecil. Warnanya putih atau kekuningan. 4) Muntah dan Gumoh (Rukiyah, 2013)Gumoh atau regurgitasi adalah gejala klinis dan merupakan keadaan fisiologis yang normal pada bayi berusia dibawah satu tahun. Gumohterjadi karena ada udara di dalam lambung yang terdorong keluar kala makanan masuk kedalam lambung bayi. Berbeda dengan muntah,ketika isi perut keluar karena anak berusaha mengeluarkannya. 5) Bayi baru lahir rendah (Rukiyah, 2013) Bayi baru lahir yang berat badannya saat lahir kurang dari 2500 gram. Klasifikasi BBLR1) Bayi prematur sesuai masa kehamilan Bayi ini mempunyai sifat prematur dan matur. Beratnya seperti bayi matur akan tetapi sering timbul masalah seperti yang dialamibayi prematur.2) Bayi prematur kecil untuk masa kehamilan Setiap bayi baru lahir (premature, matur dan post mature) mungkin saja mempunyai berat yang tidak sesuai dengan masagestasinya.6) Tetanus Neonatorium (Rukiyah, 2013) Penyakit tetanus yang terjadi pada neonatus yang berusia kurang dari 1 bulan yang disebabkan oleh clostridium tetani yakni kuman yangmengeluarkan toksin dan menyerang sistem syaraf pusat.Tanda- tanda tetanus neonatoriumBayi tiba-tiba akan panas atau demam, Bayi mendadak tidak mau menyusu, mulut mecucu, disertai sianosis. 1. DefinisiMenurut UU No.10 tahun 1992 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera adalah upaya peningkatankependudukan dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia kawin, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga,(Handayani, 2010)Program KB adalah bagian yang terpadu dalam program pembangunan nasional dan bertujuan untuk menciptakankesejahteraan ekonomi, spiritual dan sosial budaya penduduk indonesia agar dapat dicapai keseimbangan yang baik dengankemampuan. (Handayani, 2010) 2. Tujuan program KBTujuan umum untuk lima tahun kedepan mewujudkan visi dan misi program KB yaitu membangun kembali dan melestarikan pondasiyang kokoh bagi pelaksanaan program KB dimasa mendatang.(Handayani, 2010).Tujuan umum program KB adalah membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekuatan sosial ekonomi suatu keluarga dengan carapengaturan kelahiran anak agar diperoleh suatu keluarga bahagia dan sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan kehidupannya(Sulistiawati, 2012) 3. Ruang lingkup program KB (Sulistiawati, 2012)Ruang lingkup program KB mencakup sebgai berikut : 1) IbuDengan jalan mengatur jumlah dan jarak kelahiran. Adapun manfaat yang diperoleh oleh ibu adalah sebagai berikut. (1) Tercegahnya kehamilan yang berulang kali dalam jangka waktu yang terlalu pendek, sehingga kesehatan ibu dapatterpelihara terutama kesehatan organ reproduksinya.dimungkinkan oleh adanya waktu yang cukup untuk mengasuh anak-anak dan beristirahat yang cukup karena kehadiran akananak tersebut memang diinginkan.2) Suami Dengan memberikan kesempatan suami agar dapat melakukan hal berikut. (1) Memperbaiki kesehatan fisik.(2) Mengurangi beban ekonomi keluarga yang ditanggungnya.3) Seluruh Keluarga Dilaksanakan program KB dapat meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan sosial setiap anggota keluarga dan bagi anak dapatmemperoleh kesempatan yang lebih besar dalam hal pendidikan serta kasih sayang orang tuanya. Ruang lingkup KB secara umum adalah sebagai berikut.1) Keluarga berencana.2) Kesehatan reproduksi remaja.3) Ketahanan pelembagaan keluarga kecil berkualitas.4) Keserasian kebijakan kependudukan. 5) Pengelolaan SDM aparatur. 4. Sasaran Program KBSasarn program KB dibagi menjadi 2 yaitu sasaran langsung dan tidak langsung, tergantung dari tujuan yang ingin dicapai . sasaranlangsungnya adalah pasangan usia subur yang bertujuan untuk menurunka tingkat kelahiran dengan cara penggunaan kontrasepsipelaksanaan dan pengelolaan KB, dengan tujuan menurunkan tingkat kelahiran melalui pendekatan kebijaksanaan kependudukan terpadudalam rangka mencapai keluarga yang berkualitas, keluarga sejahtera. (Handayani, 2010). Menurut Sulistiawati, 2012. Sasaran program KBSasaran program KB tertuang dalam RPIMN 2004-2009 sebagai berikut. 1) Menurunnya rata-rata laju pertumbuhan penduduk menjadi 1,14% pertahun. 2) Menurunnya angka kelahiran total (TFR) menjadi sekitar 2,2 per perempuan. 3) Menurunnya PUS yang tidak ingin mempunyai anak lagi dan ingin menjarangkan kelahiran berikutnya, tetapi tidak memakai alat ataucara kontrasepsi menjadi 6%.4) Meningkatnya peserta KB laki-laki 4,5%.5) Meningkatnya penggunaan meode kontrassepsi yang rasional, elektif, dan efisien. 6) Meningkatnya rata-rata usia perkawinan pertama perempuan menjadi 21 tahun. 7) Meningkatnya pertisipasi keluarga dalam pembinaan tumbuh kembang anak. 8) Meningkatnya jumlah keluarga prasejahtera dan keluarga dan keluarga sejahtera 1 yang aktif dalam usaha ekonomi produktif.pelayanan program KB nassional. 5. Hak – Hak konsumen KB (Handayani, 2010)1) Hak atas informasi. Hak untuk mengetahui segala manfaat dan keterbatasan pilihan metode perencanaan keluarga. 2) Hak akses. Yaitu hak untuk memperoleh pelayanan tanpa membedakan jenis kelamin, agama dan kepercayaan, suku,status sosial, status perkawinan dan lokasi.3) Hak pilihan. Hak untuk memutuskan secara bebas tanpa paksaan dalam memilih dan menerapkan metode KB. 4) Hak keamanan. Yaitu hak untuk memperoleh pelayanan yang aman dan efektif. 5) Hak privasi. Setiap konsumen KB berhak untuk mendapatkan privasi atau bebas dari gangguan atau campur tangan orang laindalam konseling dan pelayanan KB.6) Hak kerahasiaan. Hak untuk mendapatkan jaminan bahwa informasi pribadi yang diberikan akan dirahasaiakan. 7) Hak kenyamanan. Setiap konsumen KB berhak untuk memperoleh kenyamanan dalam pelayanan. 8) Hak berpendapat. Hak untuk menyatakan pendapat secara bebas terhadap pelayanan yang ditawarkan. 9) Hak ganti rugi. Hak untuk mendapatkan ganti rugi apabila terjadi pelanggaran terhadap hak konsumen. 6. Macam-macam metode kontrasepsi yang ada dalam program KB diindonesia. Metode ini dibagi menjadi 2 yaitu metode kontrasepsi sederhana tanpa alat dan metode kontrasepsi dengan alat. 1) Metode kontrasepsi sederhana tanpa alat(1) Metode alamiah a. Metode kalender a) definisiAdalah metode yang digunakan berdasarkan masa subur dimana harus digunakan berdasarkan masasubur dimana harus menghindari hubungan seksual. b) Keuntungan metode kalender(a) Dapat digunakan untuk mencegah atau mendapatkan kehamilan. (b) Tanpa resiko kesehatan yang berkaitan dengan metodenya. (c) Tanpa efek samping.(d) Murah c) Kekurangan metode kalender (a) Diperlukan pelatihan untuk bisa menggunakan dengan benar. (b) Memerlukan pemberian asuhan yang sudah terlatih. (c) Memerlukan penahanan nafsu selama fase kesuburan untuk menghindari. Tergantung pada keikhlasan mengikuti petunjuk, angka kegagalan 1-25 kehamilan per 100 wanitaselama tahun pertama penggunaan. b. Metode suhu basal a) DefinisiSuatu metode kontrasepsi yang dilakukan dengan mengukur suhu tubuh untuk mengetahui suhutubuh basal, untuk menentukan masa ovulasi. b) Efektifitas metode suhu badan basalMetode ini cukup baik dengan angka kegagalan 0,3-6,6 kehamilan pada 100 wanita pertahun. c) Keuntungan Metode Suhu Basal(a) Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasangan terhadap mssa subur. (b) Membantu wanita yang mengalami siklus tidak teratur dengan cara mendeteksi ovulsi. (c) Dapat membantu menunjukan perubahan tubuh lain selain lendir servik. (d) Berda dalam kendali wanita.(e) Dapat digunakan untuk mencegah atau meningkatkan kehamilan. d) Kekurangan Metode suhu basal (a) Membutuhkan motivasi. (b) Perlu diajarkan oleh spesialis keluarga(c) Suhu tubuh basal dipengaruhi oleh penyakit, kurang tidur, stres/ tekanan emosional, alcohol. Penggunaan sedatifa, imunisasi, iklim, dan ganguan saluran cerna. (d) Apabila suhu tubuh tidak diukur pada sekitar waktu yang sama setiap hari ini akanmenyebabkan ketidakakuratan suhu tubuh basal. (e) Tidak mendeteksi permulaan masa subur sehingga mempersulit untuk mencapaikehamilan.(f) Membutuhkan masa pantangan yang panjang/lama, karena ini hanya mendeteksimasa pasca ovulasi sehingga abstinen sudah harus dilakukan pada masa pra ovulasi. c. Metode lendir servik a) Definisi Metode kontrasepsi dengan menghubungkan pengawasan terhadap perubahan lendir servikwanita yang dapat dideteksi di vulva. b) EfektifitasAngka kegagalan metode kontrasepsi sedderhana MOB ini adalah 0,4-39,7 per wanita per tahun. (a) Dalam kendali wanita.(b) Memberikan kesempatan pada pasangan menyentuh tubuhnya. (c) Meningkatkan kesadaran terhadap perubahan pada tubuh. (d) Memperkirakan lendir yang subur sehingga memungkinkan kehamilan. (e) Dapat digunakan mencega kehamilan. d) Kekurangan metode lendir servik (a) Membutuhkan komitmen. (b) Perlu diajarkan oleh spesialis KB alami.(c) Dapat membutuhkan 2-3 siklus untuk mempelajari metode. (d) Infeksi vagina dapat menyulitkan identifikasi lendir yang subur. (e) Membutuhkan pantangan. d. Metode Amenorhea Laktasi a) Definisi Kontrasepsi yang mengandalkan pemberian air susu ibu secara eksklusif artinya hanyadiberikanasi saja tanpa pemberian makanan tambahan atau minuman apapun. b) EfektifitasEfektifitas metode amenorhea laktasi tinggi persalinan)c) Keuntungan MAL (a) Segera efektif. (b) Tidak mengganggu senggama.(c) Tidak ada efek samping secara sistemik.(d) Tidak perlu pengawasan medis.(e) Tidak perlu obat atau alat.(f) Tanpa biaya. d) Kerugian MAL(a) Perlu persiapan sejak perawatan kehamilan agar segera menyusui dalam 30 menit pascapersalinan.(b) Mungkin sulit dilaksanakan karena kondisi social. (c) Tidak melindungi terhadap IMS termasuk virus hepatitis B/HBV dan HIV/ AIDS. e. Coitus Interuptus (senggama terputus) a) Definisi Metode kontrasepsi dimana senggama diakhiri sebelum terjadi ejakulasi intra vagina. Ejakulasiterjadi jauh dari genetalia eksterna. b) EfektivitasBila dilaksanakan dengan benar efektifitas bergantung pada kesediaan pasangan untukmelaksanakannya. c) Keuntungan metode coitus interuptus(a) Tidak mengganggu produksi asi(b) Dapat digunakan sebagai pendukung metode KB lainnya (c) Tidak ada efek sampingnya. (d) Dapat digunakan setiap waktu.(e) Tidak membutuhkan biaya. d) Kerugian metode coitus interuptusKerugian metode coitus interuptus ini adalah memutus kenikmatan berhubungan seksual. 2) Metode sederhana dengan alat (Handayani, 2010)(1) Kondom a. DefinisiSuatu selubung atau sarung karet yang terbuat dari berbagai bahan diantaranya lateks, plastik, atau bahanalami yang dipasang pada penis atau vagina (kondom wanita) pada saat berhubungan seksual. c. Keuntungan (b) Tidak mengganggu kesehatan klien. (c) Murah dan dapat dibeli secara umum.(d) Tidak perlu pemeriksaan medis.(e) Tidak mengganggu produksi ASI.(f) Mencegahan ejakulasi dini.(g) Membantu mencegah terjadinya kanker servik. d. Kerugian (a) Angka kegagalan relatif tinggi. (b) Perlu menghentikan sementara aktifitas dan spontanitas hubungan seksual. (c) Perlu dipakai secara konsisten.(d) Masalah pembuangan kondom bekas.(2) Spermisid a) DefinisiZat-zat kimia yang kerjanya melumpuhkan spermatozoa di dalam vagina sebelum spermatozoabergerak kedalam traktus genetalia interna. b) Efektivitas Keberhasilannya sedang (6-26 kehamilan per 100 wanita selama tahun pertama pemakaian). c) Keuntungan (a) Aman. (b) Sebagai kontrasepsi pengganti untuk wanita dengan kontra indikasi pemakaian pil oral, iud, dan(c) Tidak memerlukan supervisi medik. d) Kerugian (a) Angka kegagalan reatif tinggi. (b) Harus digunakan sebelum senggama.(c) Ada wanita yang segan untuk melakukannya karena harus di letakkan dalam-dalam atau tinggidalam vagina.(d) Harus diberikan berulang kali untuk senggama yang berturut-turut. (e) Dapat menimbulkan iritasi atau rasa panas pada beberapa wanita. (3) Difragma a) DefinisiKap berbentuk bulat cembung, terbuat dari lateks yang dimasukan ke dalam vaginasebelum melakukanhubungan saksual dan menutupi serviks. b) Jenis1) Flat spring (lembar logam gepeng) 2) Coil spring (kawat lengkung)3) Arching spring (pegas logam kombinasi) c) Cara kerjaMenahan sperma agar tidak mendapatkan akses mencapai saluran alat reproduksi bagian atas (uterusdan tuba falopii) dan sebagai alat tempat spermisida. Efektivitas sedang (bila digunakan dengan spermisida angka kegagalan 6-18 kehamilan per 100 perempuanper tahun pertama penggunaan) e) Manfaat1) Manfaat konservatif2) Manfaat non konservatif (4) Kap servik. a) DefinisiYaitu suatu alat kontrasepsi yang hanya menutupi servik saja. b) Jenis (a) Prentif cavity rim servik. (b) Dumas atau vault cup. c) Efektifitas Cukup baik 8-20 per 100 wanita per tahun. d) Manfaat (a) Efektifitas meskipun tanpa spermisid. (b) Tidak terasa oleh suami saat senggama. (c) Dapat dipakai pada wanita yang mengalami kelainan anatomis atau disfunsional dari vagina. (d) Tidak perlu pengukuran.(e) Jarang terlepas saat senggama. e) KeterbatasanPemasangan dan pengeluaran lebih sulit karena letak f) Efek samping dan komplikasi. Sekret yang bau dan infeksi saluran kemih. 2. Metode Kontrasepsi Hormonal (Handayani, 2010)Mekanisme kerja kontrasepsi hormonal (Handayani, 2010)1) Mekanisme Kerja Estrogen (1) Menekan ovulasiMenekan ovulasi pada efek dihipotalamus mengakibatkan seppresi pada FSH dan LH kelenjar hypophyse. Penghambatan tidak adanya estrogen pada pertengahan siklus, tidak adanya puncak FSH dan LH pada pertengahansiklus.(2) Mencegah implantasiKeseimbangan estrogen progesteron tidak dapat menyebabkan pola endometrium abnormal sehingga menjaditidak baik untuk implantasi. Implantasi dari ovum yang telah dibuahi dapat dihambat oleh estrogen dosis tinggi. (3) Mempercepat transport gamet/ovum Transport gamet/ovum dipercepat oleh estrogen disebabkan efek hormonal pada sekresi dan peristaltik tuba sertakontraktilitas uterus.(4) LuteolysisDegenerasi dicorpus luteum menyebabkan penurunan cepat dari produksi estrogen dan progesteron diovarium. (1) Menghambat ovulasiOvulasi dihambat karena terganggu fungsi proses hipotalamus, hypophyse, ovarium dan modifikasi dari FSHdan LH pada pertengahan siklus.(2) Menghambat implantasi Implantasi dapat dicegah bila diberikan progesteron praovulasi. Pemberian progesteron, eksogenous dapat menganggu kadar puncak FSH dan LH, walaupun terjadi ovulasiproduksi progesteron yang berkurang dari corpus luteum menghambat implantasi. (3) Memperlambat transport gamet/ovumPengangkutan ovum dapat di perlambat bila diberikan progesteron sebelum fertilisasi. Pengangkatan ovum yang lambat dapat menyebabkan peningkatan insiden implantasi ektopik tuba. (4) Luteolysis Pemberian jangka lama progesteron menyebabkan fungsi corpus luteum tidak adekuat pada siklus haid. (5) Mengentalkan lendir servic.(6) Lendir servik yang tidak ramah untuk sperma adalah lendir yang jumahnya sedikit dan kental. 3. Alat Kontraksi Dalam Rahim (Handayani, 2010)(1) AKDR adalah suatu alat atau benda yang dimasukkan ke dalam rahim yang sangat efektif, reversibel dan berjangkapanjang, dapat dipakai oleh semua perempuan usia reproduktif. (2) AKDR adalah suatu usaha pencegahan kehamilaan dengan menggulung secarik kertas, diikat dengan benang laludimasukan ke dalam rongga rahim. 2. Jenis – jenis AKDR (1) AKDR non-hormonal. (2) Iud yang mengandung hormonal. 3. Mekanisme kerjaMekanisme kerja AKDR sampai saat ini belum diketahui secara pasti, ada yang berpendapat bahwa AKDR sebagaibenda asing yang menimbulkan reaksi radang setempat dengan serbukan lekosit yang dapat melarutkan blastosis atausperma. Sifat-sifat dari cairan uterus mengalami perubahan- perubahan pada pemakaian AKDR yang menyebabkanblastoksia tidak dapat hidup dalam uterus. 4. EfektifitasEfektivitas dari IUD ditanyakan dalam angka kontinuitas yaitu berapa lam IUD tetap tinggal in-utero cepat tanpa ekspulsispontan, terjadinya kehamilan dan pengangkatan atau pengeluaran karena alasan-alasan medis batau pribadi. 5. Keuntungan(2) Metode jangka panjang (10tahun proteksi dari CUT-308A dan tidak perlu diganti). (3) Sangat efektif karena tidak perlu lagi mengingat—ingat.(4) Tidak mempengaruhi hubungan seksual.(5) Meningkatkan kenyamanan seksual karena tidak perlu takut untuk hamil. (6) Tidakk ada efek samping hormonal dengan CU AKDR (CuT-380A). (7) Tidak mempengaruhi kualitas ASI. 6. Kerugian Efek samping yang umum terjadi. (1) Perubahan siklus haid pada 8 bulan pertama dan akan berkurang setelah 3 bulan. (2) Haid lebih lama dan banyak.(3) Perdarahan (sportting) antar mentruasi.(4) Saat haid lebih sakit.(5) Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS. 4. Metode kontrasepsi mantap (Handayani, 2010) A. Metode kontrasepsi pada laki-laki. 1. Pengertian metode kontrasepsi mantap pada pria adalah suatu metodekontrasepsi oeratif minor pada pria yang sangat aman, sederhana dan sangat efektif, memakan waktu operasi yangsingkat dan tidak memerlukan anestesi umum. Klien calon peserta kontap sebelumnya memerlukan pelayanan konseling umum memutuskan alat kontrasepsiyang dipilih. 3. Syarat1) Syarat sukarela2) Syarat bahagia 3) Syarat sehat. 4. EfektifitasAngka keberasian amat tinggi (99%), angka kegagalan 0- 2,2%, umumnya <1%. 5. Kontra indikasi 1) Infeksi kulit lokal. 2) Infeksi traktus genetali.3) Kelainan skrotum.4) Penyakit sitemik.5) Riwayat perkawinan, psikologis atau seksual yang tidak stabil. 6. Keuntungan 1) Efektifitas, kemungkinan gagal tidak ada karena dapat di chek kepastian di laboratorium. 2) Aman, morbiditas rendah dan tidak ada mortalitas.3) Cepat, hanya memerlukan 5-10 menit dan pasien dan pasien tidak perlu dirawat di RS. 4) Menyenangkan bagi akseptor karena memerlukan anestesi 5) Tidak mengganggu hubungan seksual selanjutnya. 6) Biaya murah. 7. Kerugian 1) Harus dengan tindakan operatif. 2) Kemungkinan ada komplikasi seperti perdarahan dan infeksi. 3) Tidak seperti sterilisasi wanita yang langsung menghasilkan steril permanen. 4) Tidak dapat dilakukan pada orang yang masih ingin mempunyai anak lagi. B. Metode kontrasepsi pada wanita.(Handayani, 2010) 1. PengertianSetiap tindakan pada kedua saluran telur yang mengakibatkan orang atau pasangan yang bersangkutantidak akan mendapatkan keturunan lagi. 2. Persyaratan peserta kontap(1) Syarat sukarela (2) Syarat bahagia. (3) Syarat sehat. 3. Indikasi (1) Wanita pada usia >26 tahun. (2) Wanita dengan paritas >2(3) Wanita yang yakin telah mempunyai besar keluarga yang dikehendaki.resiko kesehatan yang serius.(5) Wanita pasca keguguran.(6) Wanita yang paham dan secara sekarela setuju dengan prosedur ini. 4. Kontraindikasi 1) Wanita yang hamil. 2) Wanita dengan perdarahan pervaginan yang belum jelas penyebabnya. 3) Wanita dengan infeksi sistemik atau pelvik yang akut.4) Wanita yang kurang pasti mengenai keinginan fertilitassnya dimasa depan. 5. Macam - macam kontap (1) Penyinaran. (2) Operatif.(3) Laparoskopi. Landasan Hukum Kewenangan Bidan Dalam menjalankan tugas dan fungsinya dimasyarakat, seorang bidan mempunyai kewenangan yang diatur dalam peraturan dan perundang-undangan Landasan hukum dalam praktik kebidanan yaitu : 1. Peraturan menteriPeraturan menteri kesehatan republik indonesia nomor1464/Menkes/per/x/2010 tentang izin dan penyelenggaraan praktik bidan(depkes RI, 2010) Bab III penyelenggaraan praktik Pasal 9 Bidan dalam menjalankan praktik, berwenang untuk memberikan pelayanan meliputi ;1) Pelayanan kesehatan ibu2) Pelayanan kesehatan anak3) Pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana Pasal 101) Pelayanan kesehatan ibu sebagaimana dimakssud dalam pasal 9 huruf 3 diberikan pada masa pra hal, kehamilan, masa persalinan,masa nifas, masa menyusui masa antara dua kehamilan. 2) Pelayanan kesehatan ibu sebagaimana dimaksud pada ayat 1 meliputi ;a) Pelayanan konseling pada masa pra hamil b) Pelayanan antenatal pada kehamilan normal c) Pelayanan persalinan normal d) Pelayanan ibu menyususi3) Bidan dalam memberikan pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat 2a) Episiotomi b) Penjahitan luka jalan lahir tingkat 1 dan 2 c) Penanganan kegawat daruratan dilanjutkan dengan perujukand) Pemberian tablet FE pada ibu hamil e) Pemberian vitamin A dosis tinggi pada ibu nifass f) Fasilitas/bimbingan inisiasi menyusui dini dan promosi air susu ibu eksslusifg) Pemberian uterotonika pada manajemen aktif kala 3 dan postpartumh) Penyuluhan dan konseling i) Bimbingan pada kelompok ibu hamilj) Pemberian surat keterangan kematian k) Pemberian surat keterangan cuti bersalin 2. Standar pelayanan kebidanan a. Standar 9: asuhan persalinan kala 1 c. Standar 10: persalianan kala 2 yang aman d. Bidan memerlukan pertolongan persalinan yang aman dengan tradisi setempate. Standar 11: penatalaksanaan aktif persaliana kala III f. Bidan melakukan penanganan tali pusat dengan benar untuk membantu pengeluaran plassenta dan selaput ketuban secaralengkap g. Standar 12: penanganan kala II dengan komplikasi gawat janin melalui episiotomi. h. Bidan mengenali secara tepat tandda gawat janin pada kala II yang lama dan segera melakukan episiotomi dengan aman untukmemperlancar persalian, diikuti dengan penjahitan perineum. KALA 1 MEMANJANG, BAYI BARU LAHIR, NIFAS FISIOLOGIS, DAN KELUARGA BERENCANA PADA NY.R UMUR 24 TAHUN G2P1A0UMUR KEHAMILAN 39 MINGGU 4 HARI DI BPM NY. LILY ELISABETH, S.SIT Tanggal : 11 Desember 2014Tempat : Di BPM Lily Elisabeth, S.SIT A. Data Subyektif 1. Identitas DiriNama Klien : Ny. R Nama Suami : Tn. RUmur : 24 tahun Umur : 31 tahunSuku Bangsa : Jawa Suku Bangsa : JawaAgama : Islam Agama : IslamPendidikan : SMA Pendidikan : SMAPekerjaan : IRT Pekerjaan : SwastaAlamat : Papringan RT I/V Alamat : Pap, I/V Banyumas 2. Alasan Datang : Ibu ingin memeriksaan kehamilan 3. Keluhan Utama : - 4. Riwayat Kesehatan : a. Dahulu : Ibu mengatakan tidak pernah menderita Pengakit b. Sekarang : Ibu mengatakan tidak pernah menderita Pengakit jantung, gula, darah tinggi, malaria, asma, HIV/AIDSc. Keluarga : Ibu mengatakan bahwa keluarganya dan keluarga suami menular, jantung, malaria, gula, dll. 5. Riwayat Obstetri1) Menarchea: 12 tahun2) Siklus : teratur3) Lamanya : 5 hari4) Banyaknya: 1-3 hari ganti pembalut 3x 4-5 hari ganti pembalut 2x5) Sifat darah : cair6) Flour albus: sebelum menstruasi7) Dismenor : hari pertama menstruasi8) HPHT : 9-3-20149) HPL :16-12-2014 6. Riwayat Kehamilan, Persalinan, Nifas yang lalu Hamil Usia Jenis BBL/P Jenis Keadaan Penolong Penyulit Nifas KetKe Kehamilan Partur B Kehamilan Anak C. Riwayat Kehamilan Sekarang 1. G P AO 2 1 2. Frekuensi anc 2 x di dokter a. PP test : (+) b. Keluhan : pusing d. Nasihat : istirahat cukup 3. Tm II 2 x di bidan a. Gerakan Janin yang dirasakan pertama kali oleh Ibu pada umur kehamilan 4 bulanb. Obat : Bioman IX 4. Tm III 2x di bidan a. Obat : Biomam IX b. Nasehat : Istirahat cukup 7. Riwayat Perkawinan a. Status perkawinan : Syah (KUA) b. Usia kawin : 19 thn c. Lama perkawinan : 7 thn 8. Riwayat KBIbu mengatakan setelah menikah memakai alat kontrasepsi.Menggunakan KB suntik 3 bulan setelah anak pertamaSelama 5 thn. b. Kultural C. Pola aktivitas Mobilisasi : aktif Aktifitas :Pekerjaan rumahKurang aktif Pekerjaan rumah a. PsikosisialIbu mengatakan bahwa suami dan keluarga sangat senang dengan kehamilan saat ini. 10. Psikososial, Kultural, Spiritual F. Pola Seksual 3x seminggu 2 bulan sekali 2x sehari 3x sehari2 sehari 3x seminggu E. Pola Personal hygiene Mandi : 2x sehari Gosok gigi: 3x sehariGanti pakaian: 2x sehari Keramas : 3x seminggu D. Pola istirahat Tidur siang: Jarang Tidur malam: 8 jam2 jam 8 jam 2. BAK Frekuensi : 2x sehari Konsistensi: Cair2x sehari Cair 9. Pola Kebutuhan Sehari-hari 1. BAB Frekuensi : 1x sehari Konsistensi: lembek1x sehari Lembek B. Pola Eliminasi 2. Minum Frekuensi : 1x sehair Jenis : air putih5x sehari Air putih 3 sehari Nasi, lauk, sayurTidak ada 1. Makanan Frekuensi : 3x sehari Jenis : nasi, lauk,sayur Pantangan : tidak ada A. Pola nutrisi Pola Kebutuhan Sehari- hariSebelum Hamil Selama Hamil 11. Data Pengetahuan IbuIbu mengatakan bahwa dia sudah mengerti semua tentang kehamilannya dan bahaya-bahaya pada saat kehamilan. 12. Lingkungan tempat yang berpengaruh b. Hewan Peliharaan : Tidak memiliki Hewan Peliharaan c. Kondisi MCK : Bersih dan baik 1. Keadaan umum : Baik 2. Kesadaran : Composmetis 3. Tanda-tanda vital : TD : 110/70, N= 80 x/m, s = 36,7 C, R = 21 x/m 4. BB sekarang : 61 kg, BB sebelum : 50 kg 5. TB : 155 cm 6. Lila : tidak terkaji 7. Status Present a. Kulit kepala : Dari hasil inspeksi Kulit Kepala terlihat bersih b. Rambut : hasil inspeksi rambut terlihat warna hitam, dan tidak rontok. c. Muka : dari penglihatan saya muka tidak terlihat cedema dan tidak pucatd. Mata : dari hasil Inspeksi tidak pucat e. Mulut : Tidak terlihat adanya caries g. Hidung : Terlihat bersih h. Leher : Terlihat tidak adanya benjolani. Dada dan axila: Terlihat tidak adanya benjolanj. Genetalia : Tidak dilakukan pengkajiank. Ekstremitas : Tidak dilakukan pengkajian 8. Status Obstretikus a. Inspeksi Muka : Tidak terlihat adanya clousma gravidarum b. DadaInspeksi : Mamae membesar, putting menonjol, Palpasi : belum ada kolostrum yang keluar. c. Abdomen : Terlihat adanya linea migra dan striae gravidarum d. Palpasi :Leopold I : Teraba bagian bulat lunak dan melentingLeopold II : Teraba bagian memanjang di sebelah kiri dan teraba potongan kecil-kecil di sebelah kananLeopold III :Teraba bagian bulat, melenting kerasLeopold IV : Sudah masuk panggul e. DJJ : 141 x/m, TBJ : 3255 gram f. TFU : 32 cm 9. Pemeriksaan Penunjang Data dasar : 1. Ny. R umur kehamilan 39 minggu 4 hari G2P1Ao 2. Ibu mengatakan ini anak yang kedua dan tidak pernah keguguran 3. HPHT : 9 Maret 2014, HPL : 16-12-2014Data Obyektif : a. Tanda-tanda vital : TD : 110/70 s : 36,7 cN : 80 x/m R : 21 x/m b. Palpasi :Leopold I : Teraba bagian bulat, lunak dan tidak melentingLeopold II : Teraba bagian memanjang kiri dan teraba bagian kecil-kecil di sebelah kananLeopold III : Teraba bagian bulat dan melenting kerasLeopold IV : Sudah masuk panggul c. TFU : 32 cm d. DJJ : 141 x/m e. Pemeriksaan PenunjangnGolongan darah : O (Pada Tanggal 8 Mei 2014) V. Perencanaan (Tanggal 11-12-2014, Pukul : 11.45 WIB) 1. Beri Informasi hasil pemeriksaan kepada ibu hamil 2. Beri penkes tentang persiapan persalinan 3. Anjurkan cukup istirahat dan minum Fe secara teratur 4. Anjuran ibu untuk periksa alat 4 hari lagi (15-12-2014) VI. Pelaksanaan (Tanggal 11-12-2014, pukul : 12.05 WIB) 1. Memberikan informasi kepada ibu hamil tentang hasil pemeriksaan 2. Memberikan penkes tentang persiapan persalinan seperi penolong persalinan yang aman yakni dokter/bidan, tempat persalinan yang amanyakni di fasilitas kesehatan (RS, RB Puskesmas, BPS), Perlengkapan yang diperlukan bayi dan baju ibu yakni baju ibu, baju bayi, pokok, topibayi, bedong, kain ibu, waslap, handuk, dll, keuangan (tabungan persalinan), pendonor darah untuk jaga-jaga, transportasi, pendampingpersalinan, pengambil keputusan serta KB pasca salin. 3. Menganjurkan ibu untuk beristirahat dan minum rutin tablet Fe 4. Menganjurkan ibu untuk datang 4 hari lagi(15-12-2014) a. Ibu sudah paham dengan hasil pemeriksaannya b. Ibu mengerti dan sudah memahami tentang persiapan persalinan c. Ibu sudah bersedia untuk beristirahat dan bersedia juga untuk rutin d. Ibu bersedia untuk datang kembali 4 hari lagi(15-12-2014) 1. Alasan datang : Ibu datang ke BPM Lily Elisabeth untuk bersalin 2. Keluhan utama : Ibu mengatakan kenceng-kenceng sejak pukul 17.00 WIB tanggal 21-12-2014 dan sudah mengeluarkan lender. 3. Pola Kebutuhan Sehari-Hari a. Pola nutrisiIbu terakhir makan pukul 16.001 porsi makan (nasi, dan sayur kangkung)Ibu terakhir minum pukul 19.00 WIB sebanyak 1 botol Aqua ukuran sedang. b. Pola eliminasiIbu BAB 1x kemarin pukul 20.00 WIB konsisten lunak dan warna kuning kecoklatan. Ibu BAB 1x pada saat berada di BPM pukul 19.30 WIB konsistensi cair dan warna kuning jernih. c. Pola aktifitasIbu masih bisa berjalan-jalan pukul 19.15 dan pukul 19.16WIB baru miring ke kiri. d. Pola istirahat Ibu terakhir tidur pada pukul 13.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB B. Data Objektif 1. Kesadaran umum : Baik 2. Kesadran : composmetis 3. TTV : TD : 110/70 mmHg R : 20 x/menit o 4. Status obstreti a. InspeksiMuka : Tidak ada cloasma gravidarumDadaMamae : MembesarAerola : HiperpigmentasiPutting susu : menonjolKolostrum : Belum keluar b. PalpasiLeopold I : Teraba bagian lunak, tidak melenting, dan kurang kuat Leopold II : Teraba satu bagian kecil terputus-putus dibagian kiri, dan teraba seperti papan memanjang dibagian kananLeopold III : Teraba bagian bulat, keras, melenting, tidak dapat digoyangkanLeopold IV : Divergen (Kepala sudah masuk panggul)TFU : 32 cm Auskultasi : DJJ : 148 x/menit, teratur, punctum maximum di bawah pusat sebelah kiri terdengar jelas. c. Pemeriksaan genetalia : Tidak oedem, tidak lecet, ada pengeluaran pervaginam. d. Pemeriksaan dalam(Tanggal 21 Desember 2014, pukul 19.16 WIB)2) Portio : Lunak3) Dilatasi/Pembukaan : Ø 2 cm4) Effacment/pendataran : kepala5) Keadaan kulit ketuban : utuh6) Bagian menumbung : tidak ada7) Moulage : tidak ada8) STLD : lendir (+), darah (+)9) Pemeriksaan penunjang : tidak ada 1. Beritahukan hasil pemeriksaan kepada ibu 21-10-2014Umur kehamilan 40 2. Beritahukan ibu untuk tidak mengejan terlebih dahulu minggu 6 hari sebelum pembukaan lengkap dalam persalinan 3. Anjurkan ibu miring ke kiri kala I fase laten 4. Anjurkan ibu untuk makan dan minum 5. Observasi perkembangan persalinan 6. Siapkan alat partus set dan mendekatkan alat 7. Anjurkan ibu memilih posisi yang nyaman saat persalinan 8. Ajarkan ibu teknik relaksasi dan cara mengejan dengan baik 1. Minggu 1. Jam 19.16 WIB 1. Ibu sudah mengetahui hasil pemeriksaannya 21-12-2014 memberitahukan hasil, pemeriksaan kepada 2. Ibu bersedia untuk tidak mengejan terlebih dahulu sebelum Pukul 19.16 WIB ibu, bahwa keadaan ibu dan janin baik. pembukaan lengkapTTV : 3. Ibu bersedia untuk miring ke kiri dan ibu telah miring ke kiri a. Tekanan darah : 110/70 x/ 4. Ibu bersedia untuk makan dan minum saat tidak ada kontraksi b. R : 20 m x 5. Telah dilakukan observasi dan pengawasan c. N : 82 /m o d. S : 36,5 C e. Pemeriksaan dalam : Ø2 cm x f. DJJ : 148 /m 2. Jam 19.17 WIB memberitahu ibu untuk tidak mengejanterlebih dahulu sebelum pembukaan lengkap 3. Jam 19.17 WIB menganjurkan ibu untuk miring ke kiri 4. Jam 19.19 WIB menganjurkan ibu untuk makan dan minumsaat tidak kontraksi 5. Jam 19.20 WIB mengobservasi perkembangan persalinan,seperti pengawasan tekanan darah, dan Asuhan Kebidanan Komprehensif..., Afdhila Fauziyah Fitri Mulyani, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2015 6. Jam 19.20 WIB menyiapkan alat partus set danmendekatkan alat 7. Jam 19.21 WIB menganjuka ibu memilih posisi yangnyaman saat persalinan 8. Jam 19.20 WIB mengajarkan ibu tehnik relaksasi dan caramengejan dengan baik, misalnya jika uterus berkonstraksi, mengajari ibu untuk menariknafas dari hidung dan mengeluarkannya dari mulut .No Hari, tanggal Jam S O A P 1 Senin, 22-10-2014 Pukul 06.00 WIBTerlampir di atas Terlampir di atas Ny. R. Umur 24 tahun, umur kehamilan 40minggu 6 hari dalam persalinan kala II 1. Beritahu hasil pemeriksaan kepaaibu 2. Beritahu ibu untuk tidak mengejanterlebih dahulu sebelum pembukaanlengkap 3. Anjurkan ibu untuk miring ke kiri 4. Anjurkan ibu untuk makan dan minum 5. Observasi perkembanganpersalinan 6. Anjurkan ibu untuk memilih posisi yangnyaman 7. Anjurkan ibu teknikAsuhan Kebidanan Komprehensif..., Afdhila Fauziyah Fitri Mulyani, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2015 No Hari, Tanggal Jam Implementasi Evaluasi Ttd Pelaksana 1. Senin, 22 -12-2014 1. Jam 06.00 wib 1. Ibu sudah mengetahui hasil Pukul 06.00 WIB Memberitahukan hasil pemeriksaan pemeriksaankepada ibu, bahwa ibu dan janin dalam 2. Ibu bersedia untuk tidak mengejan keadaan baik terlebih dahulu sebelum pembukaanTTV lengkap a. Tekanan Darah : 110/80mmHg 3. Ibu bersedia untuk miring ke kiri dan b. Respirasi : 22x/menit ibu telah miring ke kiri c. Nadi : 80x/menit 4. Ibu bersedia untuk makan dan minum d. Suhu : 36C pada saat tidak ada kontraksi e. Djj : 146x/menit 5. Telah dilakukan observasi dan f. VT : 4cm pengawasan. 2. Jam 06.02 wib Memberitahu ibu untuk tidak mengejanterlebih dahulu 3. Jam 06.03 wib Menganjurkan ibu untuk miring ke kiri 4. Jam 06.05 wib Menganjurkan ibu untuk makan danminum pada saat tidak ada kontraksi 5. Jam 06.06 wib Mengobservasi perkembanganpersalinan seperti pembukaan servik, suhu dan tekanan darah setiap 4 jamsekali, djj, kontraksi uterys, setiap ½ jam sekali 6. Jam 06.07 wib Menganjurkan ibu untuk memilih posisiyang nyaman 7. Jam 06.09 wib Mengajarkan ibu teknik relaksasi sepertitarik nafas dari hidung keluarkan secara Asuhan Kebidanan Komprehensif..., Afdhila Fauziyah Fitri Mulyani, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2015 No Hari, tanggal Jam S O A P 1 Senin, 22-10-2014 Pukul 09.30 WIBIbu mengatakan ingin seperti BABkontraksi uterus semakin kencang 1. Keadaan umum :baik 2. Kesadaran: composmentis 3. DJJ : 146 x /m 4. His : 4 x /10’/40 5. Inspeksi :Terlihat adanya dorongan, untuk mengejan,tekanan pada anus, perineum menonjol, vulvamembuka, dan kepala sudah terlihat 6. Pemeriksaan dalam 7. dilatasi : 10 cm 9. Keadaan kulit :Ketuban Pecah spontan 10. Bagian terendah janin : Kepala Tidak ada11. bagian yang menumbung : Tidakada 12. tidak ada moulage Ny. R. Umur 24 tahun, umur kehamilan 40minggu 6hari dalam persalinan kala II Pertolongan persalinan kala II No Hari, Tanggal Jam Implementasi Evaluasi Ttd Pelaksana 2. Senin, 22 -12-2014 Pukul 09.35 WIB 1. Pukul 09.35 WIB Memastikan kelengkapan peralatan danpartus set Bayi baru lahir spontan tanggal 22 pukul 10.05 WIB jenis kelamin laki-laki. Bayi menangis kuat, gerkan aktif warna kilit kemerahan, bayi IMDAsuhan Kebidanan Komprehensif..., Afdhila Fauziyah Fitri Mulyani, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2015 2. Pukul 09.35 WIB pukul 10.23 WIB dan berada di atas Perut ibu Meletakkan handuk bersih di atas perut ibu bayi telah diselimuti dan memakai topi bayi 3. Pukul 09.40 WIB Memakai APD, yaitu celemek, sandal,handcoon. 4. Pukul 09.40 WIB Memasukan oxytosin ke dalam spuit 5. Pukul 09.40 WIB Memberitahu ibu bahwa pembukaan sudahlengkap dan kepala bayi sudah terlihat. 6. Pukul 09.40 WIB Melakukan bimbingan meneran saat adakontraksi/His 7. Pukul 09.40 WIB Meletakkan underped di bawah bokong ibu 8. Pukul 09.45 WIB Menahan perineum dengan underped dantangan didepan vulva serta tangan kiri menahan kepala agar tidak terjadi refleksimaksimal. 9. Pukul 09.50 WIB Mengecek tali pusat setelah kepala bayi lahir 10. Pukul 10.00 WIB Mengeluarkan kepala secara biparietal lalulahirkan bahu depan dengan cunam ke bawah, dan lahirkan bahu belakang dengancunam ke atas. 11. Pukul 10.05 WIB Menggeser tangan untuk melukan sanggasusur terhadap bayi Asuhan Kebidanan Komprehensif..., Afdhila Fauziyah Fitri Mulyani, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2015 12. Pukul 10.10 WIB Setelah tubuh dan lengan bayi lahir,penelusuran tangan berlanjut ke punggung, bokong, tungkai, serta kaki, memegangkedua tangan serta mata kaki. 13. Pukul 10.10 WIB Melakukan penilaian pada bayi meliputitangisan, warna kulit, gerakan 14. Pukul 10.12 WIB Meletakan bayi di atas perut ibu lalumengeringkan bayi dengan handuk/kain bersih. 15. Pukul 10.12 WIB Mengklem tali pusat 2-3 cm dari pusat danklem kedua 2-3 cm dari klem pertama. 16. Pukul 10.20 WIB Memotong dan mengikat tali pusat 17. Pukul 10.20 WIB Melakukan pemeriksaan janin keduaAsuhan Kebidanan Komprehensif..., Afdhila Fauziyah Fitri Mulyani, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2015 18. Pukul 10.22 WIB Menyuntik oksitosin lalu secara luas pada 1/3paha luar. 6. Kontraksi uterus keras 1. Pukul 10.23 WIB Mendekatkan klem 5-10 cm dari vulva dan lakukanpenegangan tali pusat terkendali serta lakukan bersamaan dorso cranial secara hati-hati. No Hari, Tanggal Jam Implementasi Evaluasi Ttd Pelaksana Senin, 22-12-2014Pukul 10.00 WIB c. Adanya semburan Ny. R. Umur 24 tahun,umur kehamilan 40 minggu 6 hari dalam persalinankala III Pertolonganpersalinan kala III a. Tali pusat terlihat memanjang III, yaitu : 7. Inspeksi tanda dan gejala kala 5. Tali pusat telah diklem 20. Melakukan IMD dengan meletakan bayi di atas perut ibu dan menyelimuti bayi dengankain hangat serta topi bayi No Hari, tanggal Jam S O A P 4. Oksitosin telah diberikan 3. Bayi lahir spontan pukul 10.05 WIB menangis kuat, gerakanaktif, kulit kemerahan. 2. Kesadaran:Composmetis 1. Keadaan umum:baik 1 Senin, 22-12-2-2014 Pukul 10.22 WIbIbu mengatakan sangat senangkarena bayinya bisa lahir denganselamat dan ibu mengatakan merasamules dan terasa keras Tanda tangan Pelaksana Asuhan Kebidanan Komprehensif..., Afdhila Fauziyah Fitri Mulyani, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2015 2. Pukul 10.23 WIB Saat plasenta terlepas, menegangkan tali pusatdengan arah sejajar lantai dan kemudian ke arah atas, mengikuti poros jalan lahir dan tetap lakukantekanan dorso cranial. 3. Pukul 10.24 WIB Saat tali pusat bertambah panjang, memindahkanklem pada jarak 10 cm dari vulva dan lahirkan plasentanya. 4. Pukul 10.26 WIB Menangkap plasenta setelah plasenta terlihat diintrointus vagina lalu putar searah jarum jam sampai plasenta dan selaputnya keluar. 5. Pukul 10.26 WIB Melakukan massase uterus selama 15 detik dengantelapak tangan difundus dan lakukan massase dengan gerakan melingkar dengan lembut hingga uterusberkontraksi (fundus teraba keras) 6. Pukul 10.27 WIB Memeriksa kelengkapan plasenta dan selaput ketubanlengkap dan utuh. 7. Pukul 10.27 WIB Mengevaluasi adanya laserasi jalan lahir, laserasijalan lahir tidak ada. 8. Pukul 10.27 WIB Merendam alat partus ke dalam larutan klorin 0,5%lalu membersihkan ibu dan tempat bersalin. 9. Pukul 10.30 WIB Mencuci tanganAsuhan Kebidanan Komprehensif..., Afdhila Fauziyah Fitri Mulyani, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2015 Pukul 10.30 WIB Ibu mengatakanmerasa senang dengan kelahiranbayinya, dan kekhawatirannyatelah hilang karena prosespersalinannya telah berjalan normal danlancer 5. Mencuci tangan Ttd Pelaksana Senin, 22-12-2014Pukul 10.30 WIB 1. Melanjutkan pemantauan kontraksi dan mencegah perdarahan pervaginam b. Setiap 30 menit pada 1 jam kedua pasca persalinan 2. Mengajarkan ibu cara massase uterus 3. Mengevaluasi dan mengestimasi jumlah kehilangan darah. 4. Memastikan ibu nyaman, membantu ibu cara memberikan ASI. 6. Melengkapi partograf dan dokumentasi 5. Cuci tangan 1. Pemantauan telah dilakukan 15 menit. Pada 1 jam pertama pasca persalinan dan 30 menit pada 1 jamkedua pasca persalinan 2. Ibu dapat melakukan massase uterus 3. Jumlah darah yang keluar 150 cc 4. Ibu merasa nyaman dan dapat memberikan ASI pada bayinya 5. Tangan telah bersih 6. Telah dilakukan pengisian partograf dan dokumen pasien. 6. Lengkapi partograf dan dokumentasiNo Hari, Tanggal Jam Implementasi Evaluasi 4. Pastikan ibu nyaman membantu ibu caramemberikan ASI. 1. Keadaan umum : Baik 5. TFU : 1 Jari di bawah pusar 2. Kesadaran : CM 3. Plasenta lahir lengkap 4. TTV b. Nadi : 80 x /menit c. RR : 22 x /menit d. Suhu : 36,5 o C 6. Perdarahan + 40 cc 3. Evaluasi dan esfimasi jumlah kehilangan darah. 7. Kandung kemih kosong 8. Uterus teraba keras 9. Pola nutrisi ibu sudah minum 1 gelas air teh manisNy. Rumus 24 tahun, P2 A o dalam persalinan kala IV 1. Lanjutkan pemantauan kontraksi dan mencegahperdarahan pervaginam. a. Setiap 15 menit pada 1 jam pertama pascapersalinan. b. Setiap 30 menit pada 1 jam kedua pascapersalinan. 2. Ajarkan ibu cara massase uterus Asuhan Kebidanan Komprehensif..., Afdhila Fauziyah Fitri Mulyani, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2015 A. DATA SUBYEKTIF 1. Identitas BAyiNama : Bayi Ny. RJam : 10.40 WIBJenis Kelamin : Laki-Laki 2. Pola Kebutuhan Sehari-hari a. Pola NutrisiMinum : Bayi IMD terakhir pukul 10.23 WIB Bayi terakhir menyusui pukul 12.00 WIbJenis : ASIVolume : Sedang b. Pola eliminasiBAB : Bayi belum BABBAK : Bayi BAK pertama kali pukul 11.00 WIBFrekuensi : 1 xKonsistensi: CairWarna : Kuning jernih c. Pola aktivitasAktivitas bayi : Bayi tidur, menangis kuat, pergerakan aktif, berkedip dan menyusui. B. DATA OBYEKTIF 1. Keadaan umum : Baik 2. Kesadaran : Composmetis a. Frekuensi Jantung : 120x/menit o b. Suhu : 36,6 C c. Respirasi : 42 x/m 4. Pemeriksaan antropometri a. BBL : 3400gram b. PB : tidak terkaji c. LK :tidak terkaji d. LD :tidak terkaji e. LP :tidak terkaji f. Lila : tidak terkaji 5. Pemeriksaan Fisik a. Kepala : Mesochepal, rambut tipis, tidak ada luka, teraba sutura, tidak ada caput suksadeneum, tidak ada chepalhematoma. b. Muka : Simetris, warna merah muda, tidak ada oedema, tidak ada tanda lahirc. Mata : Konjungtiva merah muda, sklera putih, tidak ada kelainan bentuk mata, reflek mengedip mata. e. Mulut : Bibir simetris, warna merah muda, tidak ada sianosis, mukosa mulut basah, reflek isap ada, tidak labiokhisiz danlabiopalatokhisiz. f. Hidung : Bersih, simetris, tidak ada secret, tidak ada cuping hidung g. Leher : Tidak ada pembesaran limfe, tidak ada pembesaran tidak ada kelainan. h. Dada : Simetris dan tidak ada retraksi dinding dadai. Abdomen : Simetris, tidak kembung, ada gerakan peristaltik usus, tidak ada penonjolan di sekitar pusat, ketika menangistidak ada perdarahan tali pusat, tidak ada kelainan.j. Punggung :Bentuk tulang belakang usus dan tidak ada kelainank. Ekstremitas : 1) Ekstremitas atas : Jumlah jari 10, ada reflek, warna kuku merah muda2) Ekstremitas bawah : Jumlah jari 10, ada reflek, warna kuku merah mudal. Genetalia : Jenis kelamin laki-laki, skrotum sudah turun semuam. Anus : ada lubang anus, ada reflek analn. Kulit : Berwarna kemerahan, ada vernik casiosa sedikit, elastisitas tidak transparan/tipis, ada lanugo, tidak adatanda lahir, tidak ada tugor kulit.o. Reflek : 1) Grasfing : (+) Saat diberi minum/dengan memasukan jari tangan 3) Rooting : (+) Saat diberi rangsangan di pipi, langsung menoleh ke arah rangsangan4) Sucking : (+) Saat telapak tangan disentuh, bayi menggenggam JamPelaksana 1. Senin, 22-12- Terlampir di atas Terlampir di atas Bayi Ny. R umur 1. Beritahu ibu dan keluarga mengenai hasil 20143 jam normal pemeriksaan Pukul 12.40 2. Pastikan bayi dalam keadaan hangat, pakaian WIBbayi, popok bayi, bedong bayi dan selimut bayi, serta mengganti popok bayi jika basah. 3. Pastikan ASI sudah keluar dan bayi dapat menyusu pada ibu. 4. Berikan injeksi vitamin K 1 mg Im pada 1/3 atas bagian luar paha sebelah kiri. 5. Berikan obat salep mata oxytetra pada mata kanan dan kiri bayi dan berikan imunisasi HBo 6. Awasi tanda bahaya bayi baru lahir No Hari, Tanggal Jam Implementasi Evaluasi Ttd Pelaksana 1. Senin, 22-12-2014 1. Pukul 12.00 WIB 1. Ibu keluarga sudah mengetahui bahwa kondisi bayi Pukul 12.50 WIB Memberitahu ibu dan keluarga dalam keadaan baik, sehat dan mereka merasa lega. 2. Pukul 12.51 WIB 2. Bayi sudah dalam keadaan hangat Mengenai hasil pemeriksaan yaitu hasil pemeriksaan 3. ASI sudah keluar dan bayi dapat menyusu bayi normal, keadaan umum baik, frekuensi jantung 4. Telah dilakukan injeksi vitamin K 1 mg, 1Ml 1/3 atas 3. Pukul 12.52 WIb bagian luar paha sebelah kiri, pukul 12.51 WIB Memastikan bayi dalam keadaan hangat, pakaikan 5. Bayi diberi salep mata oxytetra pada mata kanan dan baju popok bayi, bedong bayi, topi bayi dan selimut mata kiri dan telah diberikan imunosisa si HBobayi, serta mengganti pokok bayi jika basah. 6. Bayi tidak mengalami tanda-tanda kegawatdaruratan. 4. Pukul 12.53 WIB Memastikan ASI sudah keluar dan bayi dapatmenyusui ibu 5. Pukul 12.53 WIB Memberikan injeksi vitaminK1/mg IM pada 1/3 atasbagian luar paha sebelah kiri pada pukul 12.53 WIB. 6. Pukul 12.53 WIB Memberikan obat salep mata pada masing-masingmata kanan dan kiri bayi dan memberikan imunisasi HBo. Asuhan Kebidanan Komprehensif..., Afdhila Fauziyah Fitri Mulyani, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2015 A. DATA SUBYEKTIF 1. Alasan datang : Ny. R 6 jam Post partum normal di BPS Lily ElisabethIbu mengatakan sangat senang atas kelahiran bayinya, Ibu merasa lega 2. Keluhan utama :Ibu merasakan perutnya terasa mulas 3. Pola Kebutuhan sehari-hari a. Pola nutrisiIbu terakhir makan pukul 15.00 WIB, setengah porsi nasi, sayur dan laukIbu minum terakhir pukul 15.30 WIB, 1 gelas air putih b. Pola eliminasiIbu belum BABIbu BAK 1 kali dengan konsistensi cair, warna kuning jernih c. Pola aktifitasMobilisasi ada, ibu sudah mulai miring kanan, kiri, dan mulai duduk 4. Data adaptasi Psikologis dan Kultural a. Ibu berada pada masa fase taking in, dimana ibu berulang kali menceritakan proses persalinan yang telah dialaminya dari awalsampai akhir, ibu merasa mules, dan merasa kelelahan. b. Data KulturalTidak ada kebiasaan adat istiadat yang berhubungan dengan ibu dan bayinya pada masa nifas 6 jam post partum. 1. Keadaan umum : Baik 2. Kesadaran : Composmetis 3. TTV a. Tekanan darah : 110/80 mmHg b. RR : 22 x/menit o d. Suhu : 36,5 C 4. Pemeriksaan fisik a. Muka : Tidak pucat, tidak ada oedema b. Mata : Simetris, conjungtiva merah muda, sclera putih c. Mulut : Simetris, bibir lembab, gigi tidak ada caries d. Dada : Simetris, tidak ada retraksi intercostal, ASI sudah keluarteraba kerase. Perut : TFU 1 jari di bawah pusat, kontraksi uterus baik dan f. Genetalia : Tidak ada odema atau varises, lackhea rabra g. Ekstremitas : atas tidak odemBawah tidak ada odem dan varises Tanda tangan Pelaksana c. Suhu : 36,5 o C 6. Ibu telah minum obat 5. Ibu telah mengetahui kebutuhan nutrisi dan cara merawat payudara seperti makan-makanan yang mengandung sayuran, buah, dan merawat payudara denganmengoleskan ASI sebelum dan sesudah menyusui 4. Ibu telah mengetahui tanda bahaya nifas dan ibu dapat mengulang kembai tandabahaya nifas salah satunya yaitu perdarahan lewat jalan lahir dan payudaranyeri. 3. Ibu sudah bisa miring kanan-kiri 2. Telah dilakukan estimasi perdarahan 1. Ibu dan keluarga telah mengetahui hasil pemeriksaan, bahwa keadaan ibu dan bayisehat. e. Payudara bengkak, berwarna kemerahan dan sakit d. Nyeri atau panas pada tungkai c. Demam b. Keluar cairan yang berbau dari jalan lahir 4. Pukul 18.34 WIB Memberikan pendidikan kesehatan tentang bahaya nifas, seperti :a. Perdarahan lewat jalan lahir 3. Pukul 18.33 WIB Menganjurkan ibu untuk mobilisasi dini dengan miring kanan dan kiri 2. Pukul 18.33 WIB Melakukan estimasi perdarahan d. Nadi : 80 x/menit b. RR : 22 x/menit 1. Senin, 22-12- 2014Pukul 18.30 WIB a. Tekanan darah: 110/80 mmHg 1. Pukul 18.30 WIB Memberikan hasil pemeriksaan kepada ibu dan bayi sehat ASIsudah keluar dan bayi dapat menyusu. 18.30 1. Senin, 22-12- 2014 Pukul Evaluasi Ttd Pelaksana Tanggal JamImplementasi 7. Anjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang jika ada keluhan.No Hari, 6. Berikan ibu terapi obat fargetik 3x1, amoxilin 3x1, vitaminA 1X1, sangobion1x1. 5. Anjurkan ibu untuk memenuhi kebutuhan gizi dan merawat payudara 4. Berikan pendidikan kesehatan tentang tanda bahaya nifas 3. Anjurkan ibu untuk mobilisasi dini dengan miring kanan-kiri 2. Lakukan estimasi perdarahan 1. Beritahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga Terlampir di atas Terlampir di atas Ny. R umur 24 tahun P2 A o dengan 6 jam post partum normal 7. Ibu bersedia untuk kunjungan ulang jikaAsuhan Kebidanan Komprehensif..., Afdhila Fauziyah Fitri Mulyani, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2015 g. Ibu mengalami babyblues (menangis tanpa sebab, dan tidak peduli pada bayinya) 5. Pukul 18.35 WIB Menganjurkan ibu untuk memenuhi kebutuhan gizi, misalnya makanmakanan yang mengandung protein banyak cairan, sayur-sayuran, buah, serta cara merawat payudara, yaitu dengan mengoles sedikitASI sebelum ibu menyusui, memakai BH yang menyokong payudara ibu. 6. Pukul 18.35 WIB Menganjurkan ibu untuk memenuhi kebutuhan gizi, misalnya makanmakanan yang mengandung protein banyak cairan, sayur-sayuran, buah, serta cara merawat payudara, yaitu dengan mengoles sedikitASI sebelum ibu menyusui, memakai BH yang menyokong payudara ibu. 7. Pukul 18.35 WIB Memberikan ibu terapi obat fargetik 3x1, vitamin A 1x1, Sangobion1x1. 8. Pukul 18.37 WIB menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang jika adakeluhan. Hari, tanggalTanda tangan No S O A P JamPelaksana 1. Minggu, 28 a. Pola kebutuhan 1. Keadaan umum : Baik Bayi Ny.R umur 1. Beritahu ibu dan keluarga mengenai Desember 2014 sehari-hari 2. Kesadaran : 6hari normal hasil pemeriksaan Pukul 09.00 WIBb. Pola nutrisi minum, composmetis 2. Pastikan bayi dalam keadaan bayi menyusui on 3. Tanda vital : frekuensi hangat, pakaiakan baju popok bayi, demand terakhir jantung:122x/menit bedong bayi, topi bayi dan selimutio menyusui pukul Suhu : 36 C bayi, serta mengganti popok bayi jika 00.30 WIB Respirasi : 42x/menit basah.pengeluaran ASI 4. Berat badan bayi 3. Pastikan bayi dapat menyusui baik lancer. setelahlahir : 3400 gram, dan benarJenis : ASI BB bayi sekarang Tidak 4. Pastikan tanda-tanda bahaya pada Volume : Sedang terkaji bayic. Pola eliminasi BAB : 5. Pemeriksaan fisik:Asuhan Kebidanan Komprehensif..., Afdhila Fauziyah Fitri Mulyani, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2015 a. Abdomen simetris, BAK : Bayi sudah tidak kembung, taliBAK, terakhir pukul pusat sudah lepas 08.00 WIB frekuensi pada hari Sabtu 6-7 kali sehari. tanggal : 27-12-Konsistensi : cair. 2014. Pukul 16.00 Warna kuning jernih tidak ada bernjoland. Pola aktivitas di sekitar pusat, aktivitas bayi: Bayi saat bayi menangistidur menangis kuat dan tidak ada gerakan aktif perdarahan talimenyusui dan pusat berkedipb. Kulit : berwarna e. Pola istirahat bayi kemerahan lebih banyak tidurdan menyusui Hari, Tanggal No Implementasi EvaluasiTtd Pelaksana Jam Minggu, 28-12- 1. Memberitahu ibu dan keluarga mengenai hasil 1. Ibu dan keluarga sudah mengetahui bahwa kondisi bayi 2014 pukul pemeriksaan bayi normal, keadaan umum baiko dalam keadaan baik, sehat dan mereka merasa lega. 09.05 WIB frekuensi jantung 121 x/m suhu 36,6 C Respirasi 40 2. Bayi sudah dalam keadaan hangat x/m . 3. Bayi dapat menyusui dengan baik 2. Memastikan bayi dalam keadaan hangat. Pakaiakan 4.baju, popok bayi, bedong bayi, topi bayi dan selimut Tidak terjadi tanda-tanda bahaya pada bayi bayi serta mengganti popok bayi jika basah. 3. Memasikan bayi dapat menyusul dengan baik dan benar 4. Memastikan tanda bahaya pada bayi Hari, tanggalTanda tangan No S O A P JamPelaksana 1. Minggu, 28-12- 1. Alasan datang melakukan 1. Keadaan umum : baik Ny. R umur 24 1. Menjelaskan hasil pemeriksaan pada 2014, Pukul kunjungan ulang 6 hari 2. Kesadaran : CM tahun P 2 A o ibu. 09.05 WIB setelah melahirkan 3. TTV : dengan 6hari 2. Beritahu ibu bahwa putting payudara 2. Keluhan utama: Ibu a. Tekanan darah : post partum yang lecet merupakan hal yangAsuhan Kebidanan Komprehensif..., Afdhila Fauziyah Fitri Mulyani, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2015 a. Pola nutrisi 1) MakanFrekuensi sehari 1porsi nasi, lauk, dansayur dan tidak ada keluhan d. dada : simetris konsistensi : keras,tidak tercium benjolan yang mencurigakan.ASI lancer. 7. Evaluasi adanya tanda bahaya nifas. 6. Pastikan involusi uterus berjalan normal 5. Pastikan ibu cukup makan, minum, dan istirahat 4. Berikan konseling kepada ibu mengenai teknik menyusui yangbenar. 3. Beritahu ibu untuk tetap menyusui bayinya agar tidak terjadipembengkakan pada payudara dan bayi tetap mendapatkan nutrisi. g. Jahitan : tidak ada jahitannormal fisiologis disebabkan karena teknik menyusui kurang benar. f. Ekstremitas atas tidak odem. Bawah tidakada odem dan varises e. Genetalia : tidak ada oedem/varises locheasanguinolenta. a. Muka : tidak pucat dan tidak oedemb. Mata : simetris, sclera putih, conjungtiva :merah muda 2) Minum, frekuensi 5-6 gelas/hari. Jenis : airputih d. Suhu : 36,7 x/m c. Nadi : 82 x/m f. Data adaptasi Psikologis dan kultural ibu beradapada fase taking hold dimana ibu merasakhawatir akan ketidak 124/80mmHgb. RR : 23x/m e. Pola seksual : tidak ada d. Pola istirahat Tidur siang + 1/2 jam, tidurmalam + 5 jam, keluhan : seringnya terbangunwaktu malam hari. c. Pola aktivitas Mobilisasi : ada aktivitassehari-hari mengurus anak Konsistensi: cair Warna : kuning jernihKeluhan: tidak ada b. Pola eliminasi 1) BAB frekuensi : 3xseminggu konsistensi: lunak warna :kuning kecoklatan keluhan : tidak ada.2) BAK Frekuensi : 5x hari Asuhan Kebidanan Komprehensif..., Afdhila Fauziyah Fitri Mulyani, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2015 g. Data kultural Tidak ada kebiasaan atauadat istiadat yang berhubungan dengan ibudan bayinya pada masa nifas hari post partum No Hari, Tanggal Jam Implementasi EvaluasiTtd Pelaksana 1. Minggu, 28-12-2014 1. Pukul 09.11 WIB 1. Ibu telah mengetahui pemeriksaannya Pukul 09.11 WIB Menjelaskan hasil pemeriksaan kepada 2. Ibu mengerti bahwa keluhan yang dialami merupakan hal yang ibu, bahwa keadaan ibu sehat. fisiologisa. Tekanan darah : 120/80 mmHg 3. Ibu bersedia untuk tetap menyusui bayi b. Respirasi : 23 x/menit 4. Ibu mengetahui teknik menyusui yang benar c. Nadi : 82 x/menit o 5. Ibu cukup makan dan minum tetapi istirahat masih kurang d. Suhu : 36,7 C 2. Pukul 09.12 WIB Memberitahu ibu bahwa putting susu yanglecet merupakan hal yang fisiologis disebabkan karena kurang benar dalamteknik menyusuinya. 3. Pukul 09.12 WIB Memberi tahu ibu untuk tetap menyusuibayinya agar tidak terjadi pembengkakan pada payudara. 4. Pukul 09.13 WIB Berikan konseling kepada ibu mengenaiteknik menyusui yang benar, yaitu : a. Mencuci tangan sebelum menyusui b. Memposisikan kepala bayi disiku ibu lengannya menyangga punggung danAsuhan Kebidanan Komprehensif..., Afdhila Fauziyah Fitri Mulyani, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2015 c. Kepala dan tubuh bayi lurus, tubuh bayi menghadap ke dada ibu,sehingga mulut bayi tepat berada di depan puting susu ibu. e. Mengeluarkan sedikit ASI kemudian mengoleskannya pada putting susu,memegang payudara dengan jari atas dan empat jari lainnya menyanggabagian bawah payudara, lalu tempelkan puting susu pada pipi bayimaupun bibir bayi untuk merangsang bayi agar membuka mulut setelahterbuka maka masukan putting susu dan bagian aerola mama ke dalammulut bayi. Setelah bayi selesai menyusui, mengeluarkan putting susudengan cara memasukan jari kelingking. f. Menyendawakan bayi di pundak ibu lalu ditepuk punggung bayi sampaibersendawa. 5. Pukul 09.40 WIB Memastikan ibu cukup makan, minum danberistirahat 6. Pukul 09.41 WIB Memastikan involusi uterus berjalannormal 7. Pukul 09.42 WIB Mengevaluasi adanya tanda bahaya nifasAsuhan Kebidanan Komprehensif..., Afdhila Fauziyah Fitri Mulyani, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2015 1. Alasan datang : melakukan kunjuan ulang 2 minggusetelah melahirkan. a. Muka: tidak terlihat pucatdan odem. 6. Berikan konseling KB secara dini danberitahu ibu bahwa 10hari lagi akandilakukan kunjungan rumah pada tanggal22 januari 2015. 5. Pastikan ibu mendapatkanmakanan yang bergizi dan cukupcairan. 4. Pastikan ibu mendapatkanistirahat yang cukup 3. Nilai adanya tanda- tanda demam,infeksi dan perdarahan. 2. Pastikan involusi uterus berjalandengan normal uterus berkontraksidengan baik, tidak ada perdarahanabnormal. 1. Menjelaskan hasil pemeriksaan kepadaibu. f. Genetalia tidak Ny. R umur 24 tahunP2A0 dengan 2 minggu post partum normal. c. Hidung : tidak terdapatsecret, dan tidak ada polipd. Dada : terlihat simetris,konsistesi keras, dantidak teraba adanyabenjolan.ASI lancere. Perut: TFU tidak terabadiatas sympisis. b. Mata : terlihat simetris,konjungtiva merah muda,sclera putih 4. Pemeriksaan fisik 2. Keluhan utama ibu: ibu mengatakan tidak adakeluhan. c. Nadi : 82x/menitd. Suhu : 36,5 a. Tekanan darah : 120/80b. RR : 23x/menit 3. Tanda – tanda vital: 2. Kesadaran : composmetis 1. Keadaan umumu : baik c. Pola aktivitas Mobilisasi : adaAktivitas sehari hari mengurus anak. 3kali dalam sehariKonsistensi : cairWarna : kuning Frekuensi: 1kali dengan konsistensilunak dan berwarna kuning kecoklatan.2) BAK Frekuensi : a. Pola nutrisi 1) Makan sehari 3kali dalam porsi 1 piring yangberisikan nasi sayur, laukpauk 2) MinumDalam sehari ibu minumsampai 5 gelas air putihb. Pola eliminasi 1) BAB Asuhan Kebidanan Komprehensif..., Afdhila Fauziyah Fitri Mulyani, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2015 g. Ekstremitas: malam hari. Atas : tidak psikologis dan Bawah : tidak cultural. oedema danIbu berada pada varises fase letting go,dimana ibu sudah mulai menyesuaikandiri dengan ketergantunganbayinya. f. Data cultural Tidak adakebiasaan atau adat istiadat yangbersangkutan dengan ibu danbayinya. No Hari, Tanggal, Jam ImplementasiEvaluasi 1. Sabtu , 10 januari 2015 1. Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada 1. Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaannya.Pukul : 10:00 wib ibu dan keluarga. 2. Involusi uterus berjalan dengan normal dan berkontraksi dengan a. Tekanan darah : 120/80mmhg baik, TFU tidak teraba diatas sympisis. b. Nadi : 82X/menit 3. Tidak ada tanda-tanda demam dan infeksi suhu ibu normal yaitu c. RR : 23x/menit 36,5.Perdarahan 1hari ganti pembalut 2x tidak penuh warna d. Suhu : 36,5 perdarahan kuning kecoklatan. 2. Memastikan involusi uterus berjalan dengan 4. Ibu beristirahat cukup pada siang hari 1jam dan malam hari 8jam/ normal. Uterus berkontraksi baik dan tidak hari.ada perdarhan yang abnormal. 5. Ibu cukup makanan dan cairan 3. Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi 6. Ibu bersedia dilakukan kunjungan rumah pada tangal 22 januari dan perdarahan. 2015 4. Memastikan ibu mendapat istirahat yangAsuhan Kebidanan Komprehensif..., Afdhila Fauziyah Fitri Mulyani, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2015 5. Memastikan ibu mendapat makanan yang bergizi dan cukup cairan. 6. Memberikan konseling KB secara dini 7. Memberitahukan ibu bahwa aka nada kunjungan rumah 10 hari lagi pada tanggal22januari2015. No Hari, tanggal S O A PJam 1. Tanggal : 10 Bayi terlihat nyaman 1. Pemeriksaan umum Bayi Ny. R umur 2 1. Beritahu ibu dan keluarga mengenai hasil Januari 2015 dan hangat. a. Keadaan umum : bayi Minggu normal. pemeriksaan Jam : 10.20 WIB Ibu mengatakan bayi baik dan sedang tidur 2. Anjurkan ibu untuk menjaga kehangatan bayi.Tempat : Rumah minum ASI sehari 6- pada saat pengkajian. 3. Anjurkan ibu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Ny. R 10X/hari, BAB 1 - 2X b. Tanda – Tanda Vital bayi.sehari. 1) Jantung : 138x/menit 4. Pantau pertumbuhan dan perkembangan bayi.Warna kekuning- 2) Nadi : 120x/menit kuningan, lembek, 3) Pernafasan :BAK 6-8X sehari, putih 36x/menit jernih aktifitas bayi 4) Suhu : 36,5lebih banyak tidur, dan c. Berat badan lahir : tidak ada keluha. 3400 gramd. Bb sekarang : tidak terkajie. Panjang badan : 58 cmf. Lingkar kepala : 32 cm g. Lingkar dada : 31 cm h. Lingkar lengan : 11 cm. a. Kulit : kemerahan b. Kepala : tidak ada caput secedenumc. Rambut : hitam dan Asuhan Kebidanan Komprehensif..., Afdhila Fauziyah Fitri Mulyani, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2015 d. Mata : konjungtiva merah muda dansclera putih e. Hidung : tidak ada pernafasan cupinghidung, bernafasspontanf. Telinga : bentuk normal, simetris,serumen sedikit g. Mulut : tidak ada sianosis, reflek isapada h. Leher : tidak ada kaku kuduk, tidak adavernik caseosa i. Dada : simetris, tidakada retraksi dada j. Abdomen : tidakkembung k. Genetalia : jeniskelamin laki – laki, testis berada diskrotum l. Anus : berlubangm. Ekstremitas : tidak ada edema, tidak adakelainan. a. Morro : (+) semakin kuat, saat dikejutkankedua tangandan kaki memperlihatkangerakan seperti merangkul. b. Rooting : (+) semakin kuat, saat diberiAsuhan Kebidanan Komprehensif..., Afdhila Fauziyah Fitri Mulyani, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2015 c. Sucking : (+) semakin kuat, saat telapaktangan disentuh, bayi menggenggamdengan cepat d. Grasfing : (+) semakin kuat, saat diberiminum atau dengan memasukan jari kitakedalam mulut bayi, bayi menghisapdengan kuat. No Hari, Tanggal, Implementasi Evaluasi Jam 1. Sabtu , 10 1. Memberitahukan hasil kepada ibu hasil pemeriksaan 1. Ibu sudah diberitahu baha keadaan bayi baik dan sehat.januari 2015 bahwa kondisi bayinya baik dan sehat. 2. Ibu sudah mengerti bahwa bayi harus dalam keadaan Pukul : 10:00 2. Menganjurkan ibu untuk selalu menjaga kehangan hangat.wib bayi 3. Ibu bersedia memberikan ASI eksklusif dan secara on 3. Menganjurkan ibu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi deman.bayi yaitu memberikan ASI eksklusif dan on deman. 4. Ibu bersedia ikut memantau pertumbuhan dan 4. Memantaupertumbuhan dan perkembangan bayi. perkembangan bayinya.Hari, tanggal No S O A P Jam Sabtu,22 1. Alasan datang : melakukan 1. Keadaan umum : Ny. R umur 24 tahun 1. Menjelaskan hasil januari 2015 kunjuangan ulang 32 hari setelah baik P2A0 dengan 32 hari pemeriksaanPukul 14:00 wib melahirkan. 2. Kesadaran: post partum normal. kepada ibu. 2. Keluhan utama ibu: ibu composmetis 2. Pastikan ibu mengatakan tidak ada keluhan. 3. Tanda – tanda vital: mendapatkan 3. Pola kebtuhan sehari-hari: a. Tekanan darah istirahat yangAsuhan Kebidanan Komprehensif..., Afdhila Fauziyah Fitri Mulyani, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2015 2) Minum Dalam sehari ibu minum sampai 5 gelas air putihb. Pola eliminasi 1) BAB a. Muka: tidak terlihat pucat dan odem. 4. Berikan konseling tentangbermacam – macam jenis alatkontrasepsi 3. Pastikan ibu mendapatkanmakanan yang bergizi dan cukupcairan. g. Ekstremitas: Atas : tidakada odem.Bawah:tidak odema danvarises cukup f. Genetalia tidak ada odema, locheasanguinolenta. e. Perut:TFU tidak teraba diatassympisis. d. Dada: terlihat simetris, konsistesikeras, dan tidak teraba adanyabenjolan.ASI lancer b. Mata: terlihat simetris,konjungtiva merah muda, sclera putihc. Hidung: tidak terdapat secret,dan tidak ada polip 4. Pemeriksaan fisik Frekuensi: 1kali dengan konsistensi lunak dan berwarnakuning kecoklatan.2) BAK Frekuensi : 3kali dalam sehari c. Nadi : 80x/menitd. Suhu : 36,5 b. RR : 20x/menit : 120/70 f. Data cultural Tidak ada kebiasaan atau adatistiadat yang bersangkutan dengan ibu dan bayinya. e. Data adaptasi psikologis dan cultural. Ibu berada pada faseletting go, dimana ibu sudah mulai menyesuaikan diri denganketergantungan bayinya. d. Pola istirahat Tidur siang : 1jamTidur malam : 8 jam Keluhan : sering terbangun padamalam hari. Aktivitas sehari hari mengurus anak. Konsistensi : cair Warna : kuningc. Pola aktivitas Mobilisasi : ada Asuhan Kebidanan Komprehensif..., Afdhila Fauziyah Fitri Mulyani, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2015 1. Sabtu , 22 januari 2015 Pukul : 14:00 wib 1. Tanggal : 22 Januari 2015Jam : 14.00 WIB Tempat : RumahNy. R Bayi terlihat nyamandan hangat.Ibu mengatakan bayi minum ASI sehari 6- 4. Pantau pertumbuhan dan perkembangan bayi. 3. Anjurkan ibu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi dan melakukan imunisasi sesuai jadwal.. 2. Anjurkan ibu untuk menjaga kehangatan bayi. 1. Beritahu ibu dan keluarga mengenai hasil pemeriksaan 32 hari normal. 2. Pemeriksaan fisik Kulit : kemerahana. Kepala : tidak ada Bayi Ny. R umur b. Tanda – Tanda Vital 1) Jantung : 137x/menit2) Nadi : 120x/menit 3) Pernafasan : 36x/menit4) Suhu : 36,5 5) Berat badan lahir : 3400gram 6) Bb sekarang : tidak terkaji a. Keadaan umum : bayi baik dan sedang tidur padasaat pengkajian. 10X/hari, BAB 1 - 2X sehari.Warna kekuning- kuningan, lembek,BAK 6-8X sehari, putih jernih aktifitas bayilebih banyak tidur, dan tidak ada keluhan. No Hari, tanggalJam S O A P a. Tekanan darah : 120/70mmhg 4. Ibu sudah mengerti dengan berapa macam alat kontrasepsi, rencana selnjtnya ibu akan melakukan kb menggunakankondom untuk beberapa waktu kedepan. 3. Ibu cukup makanan dan cairan 2. Ibu beristirahat cukup pada siang hari 1jam dan malam hari 8jam/ hari. 1. Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaannya. 4. Memberikan konseling bermacam – macam jenis alat kontrasepsi sepertimow, mop, kondom, suntik 3bulan, pil, iud, implant, dari efek samping, indikasi,dan kontraindikasi. 3. Memastikan ibu mendapat makanan yang bergizi dan cukup cairan. 2. Memastikan ibu mendapat istirahat yang cukup. d. Suhu : 36,5 c. RR : 20x/menit b. Nadi : 80X/menit Asuhan Kebidanan Komprehensif..., Afdhila Fauziyah Fitri Mulyani, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2015 b. Rambut : hitam dan bersihc. Mata : konjungtiva merah muda dansclera putih d. Hidung : tidak ada pernafasan cupinghidung, bernafas spontane. Telinga : bentuk normal, simetris,serumen sedikit f. Mulut : tidak ada sianosis, reflek isapada g. Leher : tidak ada kaku kuduk, tidak adavernik caseosa h. Dada : simetris, tidak ada retraksi dadai. Abdomen : tidak kembungj. Genetalia : jenis kelamin laki – laki,testis berada di skrotumk. Anus : berlubang l. Ekstremitas : tidakada edema, tidak ada kelainan. a. Morro : (+) semakin kuat, saat dikejutkan keduatangandan kaki memperlihatkan gerakanseperti merangkul. Asuhan Kebidanan Komprehensif..., Afdhila Fauziyah Fitri Mulyani, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2015 c. Sucking : (+) semakin kuat, saat telapak tangandisentuh, bayi menggenggam dengancepat d. Grasfing : (+) semakin kuat, saat diberi minumatau dengan memasukan jari kita kedalam mulutbayi, bayi menghisap dengan kuat. No Hari, Tanggal, Jam ImplementasiEvaluasi 1. Sabtu , 22 januari 2015 1. Memberitahukan hasil kepada ibu hasil 1. Ibu sudah diberitahu baha keadaan bayi baik dan sehat.Pukul : 14:00 wib pemeriksaan bahwa kondisi bayinya 2. Ibu sudah mengerti bahwa bayi harus dalam keadaan hangat.baik dan sehat. 3. Ibu bersedia memberikan ASI eksklusif dan secara on demand 2. Menganjurkan ibu untuk selalu menjaga dan memberikan imunisasi sesuai jadwal.kehangan bayi 4. Ibu bersedia ikut memantau pertumbuhan dan perkembangan 3. Menganjurkan ibu untuk memenuhi bayinya.kebutuhan nutrisi bayi yaitu memberikan ASI eksklusif dan ondemand dan melakukan imunisasi sesuai jadwal. 4. Memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi. Asuhan Kebidanan Komprehensif..., Afdhila Fauziyah Fitri Mulyani, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2015 A. Data Subyektif 1. Alasan datang : Ibu ingin menggunakan KB kondom 3. Riwayat kontrasepsi yang lalu : Ibu mengatakan dahulu ibu menggunakan KB suntik. 4. Pola Kebutuhan sehari-hari Pola kebutuhan sehari – hari. a. Pola nutrisi 1) MakanFrekuensi 3X sehari 1 piring Jenis nasi, lauk, sayur2) Minum Frekuensi 6-7 gelas/ hari Jenis air putih dan teh b. Pola Eliminasi 1) BABFrekuensi 1X sehariAsuhan Kebidanan Komprehensif..., Afdhila Fauziyah Fitri Mulyani, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2015 5 X/ hari Konsistensi cairWarna kuning jernih c. Pola aktifitas Mobilisasi adaAktifitas sehari- hari mengurus anak d. Pola istirahat Tidur siang jarangTidur malam 5-6 jam Keluhan sering bangun malam karna mengurus bayinya. e. Pola personal hygiene Mandi 2X sehari Gosok gigi 3x sehariGanti pakaian 2X sehari Keramas 3X seminggu f. Pola seksual Aktifitas seksual tidak adaKeluhan tidak ada 5. Data adaptasi psikososial a. Pengetahuan ibu terhadap alat kontrasepsi Ibu mengatakan mengetahui beberapa alat kontrasepsi seperti KB suntik, IUD , Implant/ susuk, kondom. b. Pengetahuan ibu tentang alat kontrasepsi yang dipakai sekarangIbu mengatakan sebelumnya sudah pernah menggunakan KB kondom dan ibu mengetahui cara menggunakan dan efek samping dari KB kondom ini. Asuhan Kebidanan Komprehensif..., Afdhila Fauziyah Fitri Mulyani, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2015 B. Data Obyektif 1. Keadaan umum : baik 2. Kesadaran : composmentis 3. TTV b. RR : 22 x/menit c. Nadi : 80x/ menit d. Suhu : 36,5C e. BB : tidak terkaji 4. Pemeriksaan fisik a. Muka : terlihat tidak pucat dan tidak odem b. Mata :terlihat simetris,sclera putih, dan konjungtiva merah muda c. Hidung :tidak ada polip d. Dada :terlihat simetris, tidak ada retraksi dada, ASI lancar Asuhan Kebidanan Komprehensif..., Afdhila Fauziyah Fitri Mulyani, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2015 No Hari, tanggal, jam S O A P Tanda tanganpelaksana

Dokumen baru

Aktifitas terbaru

Download (138 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF KEHAMILAN, PERSALINAN, NIFAS, BAYI BARU LAHIR, DAN KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN PADA NY. A UMUR 29 TAHUN G2P1A0 UMUR KEHAMILAN 36 MINGGU 1 HARI DI BPM NY. N DESA SIRAU-KEMRANJEN-BANYUMAS TAHUN 2015 - repository perpustakaan
0
0
14
BAB I PENDAHULUAN - ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF KEHAMILAN, PERSALINAN, NIFAS, BAYI BARU LAHIR, DAN KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN PADA NY. A UMUR 29 TAHUN G2P1A0 UMUR KEHAMILAN 36 MINGGU 1 HARI DI BPM NY. N DESA SIRAU-KEMRANJEN-BANYUMAS TAHUN 2015 - reposit
0
0
7
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA KEHAMILAN FISIOLOGIS, PERSALINAN DENGAN KALA I LAMA, BAYI BARU LAHIR DENGAN MAKROSOMNIA, OBSTIPASI, DAN IKTERIK, NIFAS FISIOLOGIS, DAN KB IUD PADA NY. S UMUR 31 TAHUN G2P1A0 UMUR KEHAMILAN 38 MINGGU 6 HARI DI KEMRANJEN -
0
0
16
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF KEHAMILAN, PERSALINAN DENGAN KETUBAN PECAH DINI (KPD), BAYI BARU LAHIR, NIFAS DAN KELUARGA BERENCANA (KB) PADA NY.U G3P2A0 UMUR 30 TAHUN UMUR KEHAMILAN 11 MINGGU 5 HARI DI DESA KEBARONGAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS II KEMRANJEN
0
0
15
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA KEHAMILAN, PERSALINAN, BAYI BARU LAHIR, NIFAS, KELUARGA BERENCANA PADA NY. R UMUR 19 TAHUN G1P0A0 UMUR KEHAMILAN 37 MINGGU 5 HARI DI PUSKESMAS II KEMRANJEN BANYUMAS - repository perpustakaan
0
0
16
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA KEHAMILAN, PERSALINAN, BAYI BARU LAHIR, NIFAS DAN KELUARGA BERENCANA PADA NY. S UMUR 23 TAHUN G1P0A0 HAMIL 37+1 MINGGU DI BPS.SUPRI HASTUTI Amd.Keb. KABUPATEN BANYUMAS - repository perpustakaan
0
0
14
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF KEHAMILAN, PERSALINAN, BAYI BARU LAHIR, NIFAS DAN KB NY.R UMUR 28 TAHUN G2P1A0 UMUR KEHAMILAN 37 MINGGU DI PUSKESMAS SOMAGEDE BANYUMAS - repository perpustakaan
0
0
12
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. KEHAMILAN - ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF KEHAMILAN, PERSALINAN, BAYI BARU LAHIR, NIFAS DAN KB NY.R UMUR 28 TAHUN G2P1A0 UMUR KEHAMILAN 37 MINGGU DI PUSKESMAS SOMAGEDE BANYUMAS - repository perpustakaan
0
0
51
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF KEHAMILAN, PERSALINAN, BAYI BARU LAHIR (BBL), NIFAS, DAN KELUARGA BERENCANA PADA Ny.E G2P1A0 UMUR 24 TAHUN DI BPM SURWENI SUMPIUH KABUPATEN BANYUMAS KARYA TULIS ILMIAH
0
0
30
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF KEHAMILAN, PERSALINAN, BAYI BARU LAHIR DAN NIFAS PADA NY. M UMUR 21 TAHUN G1P0A0 UMUR KEHAMILAN 39 MINGGU 5 HARI DI PUSKESMAS 2 SOKARAJA BANYUMAS - repository perpustakaan
0
0
18
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA KEHAMILAN, PERSALINAN, BAYI BARU LAHIR, NIFAS DAN KELUARGA BERENCANA (KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN) PADA NY. M UMUR 30 TAHUN G2P1A0 DI BPM NY.MARTIANA SOKAWERA CILONGOK BANYUMAS - repository perpustakaan
0
0
12
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA KEHAMILAN, PERSALINAN, BAYI BARU LAHIR, NIFAS DAN KELUARGA BERENCANA (KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN) PADA NY. M UMUR 28 TAHUN G2P1A0 DI BPM NY. MARTIANA SOKAWERA CILONGOK BANYUMAS - repository perpustakaan
0
0
13
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA KEHAMILAN FISIOLOGIS, PERSALINAN DENGAN KALA I LAMA DAN KALA III AVULSI TALI PUSAT, BAYI BARU LAHIR (BBL) FISIOLOGIS, NIFAS FISIOLOGIS, DAN PERENCANAAN KELUARGA BERENCANA (KB) SUNTIK,PADA NY. O UMUR 27 TAHUN DI PUSKESMAS
0
0
14
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA KEHAMILAN,PERSALINAN, NIFAS, BAYI BARU LAHIR DAN KELUARGA BERENCANA PADA NY.R UMUR 30 TAHUN G1 P0 A0 UMUR KEHAMILAN 37 MINGGU 4 HARI DI PUSKESMAS SOMAGEDE KABUPATEN BANYUMAS - repository perpustakaan
0
0
13
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF KEHAMILAN, PERSALINAN, BAYI BARU LAHIR, NIFAS, DAN KELUARGA BERENCANA PADA NY D UMUR 28 TAHUN G2P1A0 UMUR KEHAMILAN 39 MINGGU DI BPM NY IROH RAKIT KABUPATEN BANJARNEGARA KARYA TULIS ILMIAH
0
0
12
Show more