BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teori 1. Kehamilan a. Pengertian Kehamilan - Windi Estikasari BAB II

Gratis

0
0
61
1 month ago
Preview
Full text

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teori

1. Kehamilan

  (Prawirohardjo,2009 h.213) Dari uraian di atas, maka kehamilan dapat disimpulkan sebagai penyatuan spermatozoa dan ovum sehingga berimplantasi menjadi hasil konsepsi sampai lahirnya janin, dikatakan kehamilan yang normal apabila lamanya 280 hari atau 40 minggu atau 9 bulan dan tidak melebihi 300 hariatau 43 minggu dan yang dihitung dari hari pertama haid terakhir. Banyak cara digunakan untuk menentukan saat ovulasi diantaranya dengan pengambilan ovum langsung dari tuba, dengan cara ini Allen (1930) berhasil mengambil ovum pada hari ke-12, 15 dan 16 dari siklus menstruasi dan ia berkesimpulan ovulasi terjadi pada hari ke-14 dari siklus 28 hari.

c. Tanda-tanda Kehamilan :

  b) Mual muntahPengaruh estrogen dan progesterone terjadi pengeluaran asam lambung yang berlebihan dan menimbulkan mual muntah yang terjadi terutama pada pagi hari yang disebut morning sickness. Pada wanita yang tidak hamil serviks seperti ujung hidung, sedangkan pada wanita hamil melunak seperti bibird) Tanda Chadwicks Perubahan warna menjadi keunguan pada vulva dan mukosa vagina termasuk juga porsio dan servikse) Tanda piscaseck Merupakan pembesaran uterus yang tidak simetris.

d. Perubahan Fisiologis dan Psikologis Ibu Hamil

  1) Perubahan fisiologis Ibu hamil a) Sistem reproduksi(1) Uterus Uterus akan mengalami pembesaran akibat peningkatan hormonestrogen dan progesteron, uterus akan mengalami hipertrofi dan hipervaskularisasi akibat dari pertumbuhan dan perkembangan janin, pertambahan amnion dan perkembangan plasenta dari yang berukuran 30 gram sampai 100 gram. Didalamnya ditemukan banyak pembuluh darah, antaralain vena dan arteria uterine.(b) ligamentum sacrouterinum sinistra dan dekstra ligamentum yang menahan uterus supaya tidak banyak bergerak, berjalan dan serviks bagian belakang, kiri dan kanan,ke arah os.sacrum kiri dan kanan (c) ligamentum rotundum sinistra dan dekstra ligamentum yang menahan uterus dalam antefleksi.

e. Tanda Bahaya Kehamilan

  Perubahan visual yang mendadakmungkin merupakan suatu tanda pre-eklampsia (Hani, 2011 h.119) d) Nyeri abdomen yang hebat Nyeri abdomen yang mungkin menunjukan masalah yang mengancam keselamatan jiwa adalah yang hebat, menetap, dan tidak hilang setelahberistirahat. (Hani, 2011 h.119) e) Bengkak pada muka atau tanganBengkak dapat menunjukan adanya masalah serius jika muncul pada permukaan muka dan tangan, tidak hilang setelah beristirahat, dan Ibu mulai merasakan gerakan bayinya selama bulan ke-5 atau ke-6, beberapa ibu dapat merasakan gerakan bayinya lebih awal.

f. Asuhan Kebidanan pada Masa Kehamilan

1) Asuhan trimester I (pada usia <12 minggu)(a) Menegakkan diagnosa kehamilan baik dengan metode sederhana maupun dengan memperhatikan perubahan fisiologi yang terjadi, sertakolaborasi untuk dilakukannya USG untuk penegakkan diagnosis pasti (b) Penapisan kebiasaan ibu yang kurang baik, serta dapat menyebabkan gangguan pada janin dan kehamilan, seperti merokok dan minumminuman keras (c) Melakukan penapisan penyakit penyerta dalam kehamilan(d) Peeriksaan berat badan dan IMT(e) Pemeriksaan tekanan darah(f) Deteksi infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS, deteksi infeksi bakteri uria(g) Pemenuhan kebutuhan asam folat, vitamin D, vitamin B6, vitamin B12 untuk mengatasi mual dan anemia dalam kehamilan. Pemberian Fesecara rutin tidak dianjurkan karena memiliki efek samping bagi ibu (h) Kebutuhan vitamin A selama kehamilan(i) Menyiapkan psikologis ibu terhadap kehamilan yang terjadi(j) Mengurangi keluhan akibat ketidaknyamanan yang terjadi pada awal kehamilan(k) Pemberian informasi sesuai kebutuhan ibu berdasarkan temuan(l) Deteksi dini komplikasi yang mungkin terjadi pada trimester I dan melakukan tindakan kolaborasi atau rujukan dengan tepat(m) Libatkan keluarga dalam setiap asuhan yang diberikan (Irianti, 2014 h.274) 2) Trimester II(a) Pemantauan pertambahan berat badan(b) Pemeriksaan tekanan darah(c) Pemeriksaan tinggi fundus pada usia kehamilan 24 minggu(d) Melakukan palpasi abdominal(e) Melakukan pemeriksaan denyut jantung janin(f) Pemeriksaan lab urine(g) Deteksi anemia akibat hemodilusi(h) Deteksi terhadap masalah psikologis dan berikan dukungan selama kehamilan(i) Deteksi pertumbuhan janin terhambat baik dengan pemeriksaan palpasi dan pemeriksaan kolaborasi dengan USG(j) Pemberian vaksinasi TT untuk mencegah terjadinya tetanus neonatorum pada bayi(k) Mengurangi keluhan akibat ketidaknyamanan yang terjadi(l) Memenuhi kebutuhan kalsium dan asam folat ibu, multivitamin dan suplemen lain hanya diberikan jika terdeteksi terjadinya pemenuhanyang tidak adekuat pada bayi (m) Deteksi dini komplikasi yang terjadi dan melakukan tindakan kolaborasi atau rujukan secara tepat(n) Melibatkan keluarga dalam setiap asuhan (Irianti, 2014 h.274)3) Trimester III (a) Pemantauan pertambahan berat badan berdasarkan pada IMT bayi(b) Pemeriksaan tekanan darah(c) Pemeriksaan tinggi fundus dan penentuan berat badan janin(d) Penentuan letak janin dengan palpasi abdominal(e) Melakukan pemeriksaan denyut jantung janin(f) Deteksi terhadap masalah psikologis dan berikan dukungan selama kehamilan(g) Deteksi pertumbuhan janin terhambat baik dengan pemeriksaan palpasi(h) Mengurangi keluhan akibat ketidaknyamanan yang terjadi pada trimester III (i) Deteksi dini komplikasi yang terjadi dan melakukan tindakan kolaborasi atau rujukan secara tepat(j) Melibatkan keluarga dalam setiap asuhan(k) Persiapan laktasi(l) Persiapan persalinan(m) Melakukan kolaborasi pemeriksaan USG(n) Lakukan rujukan bila ditemukan tanda-tanda patologi pada trimester III (Irianti, 2014 h.275)

2. Persalinan

a. Pengertian Persalinan

  Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan plasenta) yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain, dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri). (Sulistyawati, 2010 h.4)Persalinan adalah rangkaian peristiwa mulai dari kenceng-kenceng teratur sampai dikeluarkannya produk konsepsi (janin, plasenta, ketuban, dan cairan ketuban) dari uterus dan keluar melalui jalan lahir atau mlalui jalan lain, dengan bantuan atau dengan kekuatan sendiri.

b. Fisiologis Persalinan

  Perlu diketahui bahwa selama kehamilan, dalam tubuh wanita terdapat dua hormon yang dominan1) estrogen berfungsi untuk meningkatkan sensitivitas otot rahim serta memudahkan penerimaan rangsangan dari luar seperti rangsangan oksitosin : prostaglandin dan mekanis 2) progesteron berfungsi untuk menurunkan sensitivitas otot rahim : menghambat rangsangan dari luar seperti rangsangan oksitosin, prostaglandin dan mekanis, serta menyebabkan otot rahim dan otot polos relaksasi. Di samping itu, faktor status gizi wanita hamil dan keregangan otot rahimjuga secara penting mempengaruhi dimulainya kontraksi otot rahim.(Sumarah, 2009 h.2)(a) Teori penurunan hormon saat 1-2 minggu sebelum proses melahirkan dimulai, terjadipenurunan kadar estrogen dan progesteron.

c. Faktor yang Mempengaruhi Persalinan

  2) pengeluaran lendir dan darah (penanda persalinan) dengan adanya his persalinan, terjadi perubahan pada serviks yang menimbulkan :(a) pendataran dan pembukaan(b) pembukaan menyebabkan selaput lendir yang terdapat pada kanalis servikalis terlepas (c) terjadi perdarahan karena kapiler pembuluh darah pecah3) pengeluaran cairan Sebagian pasien mengeluarkan air ketuban akibat pecahnya selaput ketuban. Jadifaktor yang paling penting dalam pelepasan plasenta ialah retraksi dan kontraksi uterus setelah anak lahir.(b) di tempat pelepasa plasenta yaitu antara plasenta dan desidua basalis terjadi perdarahan, karena hematom ini membesar makaseolah-olah plasenta terangkat dari dasarnya oleh hematom tersebut sehingga daerah pelepasan meluas.

f. Deteksi Dini dalam Persalinan

  (b) Presentasi bokongSuatu keadaan dimana janin dalam posisi membujur / memanjang, kepala berada pada fundus dan bagian terendah adalah bokong (c) Presentasi mukaPosisi kepala pada presentsi muka adalah hiperekstensi sehingga ubun-ubun kecil menempel pada punggung dan petunjuknya adalah dagu (omentum). (d) Letak lintangLetak lintang adalah letak janin dengan posisi sumbu panjang tubuh janin memotong atau tegak lurus dengan sumbu panjang ibu.

g. Asuhan Kebidanan pada Persalinan

  Pengkajian ini dilakukan seawal mungkin sehingga bidan dapat segera menentukan derajat robekan dan teknik jahitan yang tepat yang akan digunakansesuai kondisi pasien. Bidan memastikan apakah jumlah darah yang keluar adalah akibat robekan jalan lahir atau karena pelepasanplasenta (3) HygieneMenjaga kebersihan tubu pasien terutama di daerah genitalia sangat penting dilakukan untuk mengurangi kemungkinan kontaminasiterhadap luka robekan jalan lahir dan kemungkinan infeksi intrauterus.

3. Bayi baru lahir

  Tetapi bila ada infeksi yang dapat melalui plasenta, reaksi imunologis dapat terjadi dengan pembentukan sel plasma dan antibodi gamma A, G dan M 7) Traktus digestivus Traktus digestivus relatif lebih berat dan lebih panjang dibandingkan dengan orang dewasa. Pengeluaran mekonium biasanya dalam 10 jam pertama dan dalam 4 hari biasanya tinja sudah berbentuk dan berwarna biasa.8) Hati Segera setelah lahir, hati menunjukan perubahan kimia dan morfologis, yaitu kenaikan kadar protein serta penurunan kadar lemak dan glikogen.

c. Tanda-tanda bayi baru lahir normal

Bayi baru lahir dikatakan normal jika termasuk dalam kriteria sebagai berikut :1) Berat badan lahir bayi antara 2500-4000 gram2) Panjang badan bayi 48-50 cm3) Lingkar dada bayi 32-34 cm4) Lingkar kepala bayi 33-35 cm5) Lingkar lengan atas 11-15 cm6) Bunyi jantung dalam menit pertama ± 180 kali/menit, kemudian turun sampai 140-120 kali/menit pada saat bayi berumur 30 menit7) Pernapasan cepat pada menit-menit pertama kira-kira 80 kali / menit disertai pernapasan cuping hidung, serta rintihan yang berlangsung 10-15 menit8) Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan subkutan cukup terbentuk dan dilapisi verniks caseosa 9) Rambut lanugo telah hilang, rambut kepala tumbuh baik10) Kuku telah agak panjang dan lemas11) Genitalia : testis sudah turun (pada bayi laki-laki) dan labia mayora telah menutupi labia minora (pada bayi perempuan) 12) Refleks isap, menelan dan morro telah terbentuk

13) Eliminasi, urin, dan mekonium normalnya keluar pada 24 jam pertama

Mekonium memiliki karateristik hitam kehijauan dan lengket. (Sondakh, 2013 h.150)

d. Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir

  1) asfiksia Pada bayi yang mengalami kekurangan oksigen akan terjadi pernafasan yang cepat dalam periode yang singkat. Hipotermia menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah yang mengakibatkan terjadinya metabolik anerobik, meningkatkan kebutuhan oksigen, mengakibatkan hipoksemia dan berlanjut dengan kematian.

e. Asuhan kebidanan pada bayi baru lahir

1) Saat lahir sampai dengan 5 jam(a) Pencegahan kehilangan panas(b) Pemotongan dan perawatan tali pusat(c) Inisiasi menyusui dini(d) Pencegahan perdarahan(e) Pencegahan infeksi mata(f) Pemberian imunisasi(g) Pemberian identitas (h) Anamnesis dan pemeriksaan fisik (APN 2008 h.119) 2) Kunjungan neonatal pertama (6 sampai dengan 48 jam)(a) Memastikan bayi dalam keadaan baik(b) Konseling tanda bahaya(c) Konseling perawatan bayi baru lahir(d) Penjadwalan ulang kunjungan neonatus 3) Kunjungan neonatal kedua (hari ketiga sampai dengan 7 hari)(a) Menanyakan kepada ibu masalah yang dihadapi oleh bayinya(b) Menangani masalah pemberian ASI(c) Menentukan masalah atau keluhan lain(d) Menentukan tindakan dan memberikan pengobatan jika diperlukan(e) Melakukan konseling bagi ibu(f) Memberikan pelayanan tindak lanjut (Muslihatun, 2010 h.39) 4) Kunjungan neonatal ketiga (hari ke 8 sampai dengan 28 hari)(a) Menanyakan kepada ibu masalah yang dihadapi oleh bayinya(b) Menangani masalah pemberian ASI(c) Menentukan masalah atau keluhan lain(d) Menentukan tindakan dan memberikan pengobatan jika diperlukan(e) Melakukan konseling bagi ibu(f) Memberikan pelayanan tindak lanjut (Muslihatun, 2010 h.60)

4. Nifas

a. Pengertian Nifas

  Dalam bahasa latin, waktu mulai tertentu setelah melahirkan anak ini disebut puerperium yaitu dari kata Puer yang artinya bayi dan Parous melahirkan. (Prawirohardjo, 2009 h.356)Dari uraian di atas, maka masa nifas dapat disimpulkan sebagai suatu proses pemulihan kembali mulai setelah kelahiran sampai alat-alatkandungan kembali seperti saat sebelum hamil yang lamanya 6-8 minggu.

b. Fisiologis Masa Nifas

  Perlu diberikan pada ibu mengenai hal tersebut dan jika terlalumengganggu, dapat diberikan obat-obat anti nyeri dan antimulas.5) Lokhea adalah cairan sekret yang berasal dari kavum uteri dan vagina dalam masa nifas (Sofian, 2011 h.87)(a) Lokhea rubra/merah Lokhea ini keluar pada hari pertama sampai hari ke 4 masa postpartum. Sesudah bayi lahir dan buah dada si ibu keluar sekret yang berupa cairan bening yang disebut kolostrum yang kaya protein, dan dikeluarkan 2-3 hari pertama ; kemudian air susu mengalir lebih lancar dan menjadi air susu yang pertama.

e. Asuhan Kebidanan Masa Nifas

1) kunjungan pertama waktu 6-8 jam setelah persalinan tujuan :(a) mencegah perdarahan masa nifas karena persalinan atonia uteri (b) mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan : rujuk bila perdarahan berlanjut(c) memberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga bagaimana mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri (d) pemberian ASI awal(e) memberi supervisi kepada ibu bagaimana teknik melakukan hubungan antara ibu dan bayi baru lahir(f) menjaga bayi agar tetap sehat dengan cara mencegah hipotermi. Bila ada bidan atau petugas lain yang membantu melahirkan, maka petugas atau bidan itu harus tinggal dengan ibu dan bayi baru lahiruntuk 2 jam pertama. (Suherni, 2009 h.3) 2) kunjungan kedua waktu 6 hari setelah persalinan tujuan :(a) memastikan involusi uterus berjalan dengan normal (b) evaluasi adanya tanda-tanda demam, infeksi atau perdarahan abnormal(c) memastikan ibu cukup makan, minum dan istirahat(d) memastikan ibu menyusui dengan benar dan tidak ada tanda-tanda adanya penyulit(e) memberikan konseling pada ibu mengenai hal-hal berkaitan dengan asuhan pada bayi 3) kunjungan ketiga waktu 2 minggu setelah persalinan tujuan :(a) mendorong suami dan keluarga untuk lebih memperhatikan ibu nifas (b) memberikan dukungan mental dan apresiasi atas apa yang telah dilakukan oleh ibu untuk meningkatkan kemampuan danketrampilannya merawat bayi dan dirinya (c) memastikan tidak ada kesulitan dalam proses menyusui4) kunjungan keempat waktu 6 minggu setelah persalinan tujuan : (a) menanyakan penyulit-penyulit yang ada(b) memberikan konseling untuk KB secara dini (Suherni, 2009 h.3)

5. KB

  Pengertian KB Keluarga Berencana adalah suatu usaha untuk menjarangkan atau merencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan memakai kontrasepsi.(Sofian, 2011 h.195) Keluarga berencana ialah suatu usaha yang mengatur banyaknya jumlah kelahiran sedemikian rupa sehingga bagi ibu maupun bayinya danbagi ayah serta keluarganya atau masyarakat yang bersangkutan tidak akan menimbulkan kerugian sebagai akibat langsung dari kelahirantersebut. Program KB bertujuan untukmenciptakan kesejahteraan ekonomi, spiritual dan sosial budaya penduduk Indonesia.

c. Jenis KB

1. Metode kontrasepsi sederhana

  (Handayani, 2010 h.68) 2) Keuntungan(a) Efektif(b) Tidak mengganggu senggama(c) Tidak ada efek samping secara sistemik (d) Tidak perlu pengawasan medis(e) Tidak perlu obat atau alat(f) Tanpa biaya 3) Kerugian(a) Perlu persiapan sejak perawatan kehamilan agar segera menyusui dalam 30 menit pasca persalinan(b) Mungkin sulit dilaksanakan karena kondisi social(c) Tidak melindungi terhadap IMS termasuk virus hepatitis B/HBV dan HIV/AIDS. Kondom1) Definisi Suatu selubung atau sarung karet yang terbuat dari berbagai bahan diantaranya lateks (karet), plastic (vinil), atau bahan alami (produksi hewani) yang dipasang pada penis.

2. Metode kontrasepsi hormonal

  Pertanyaan Ya Tidak 1 Hari pertama haid terakhir 7 hari atau lebih 2 Menyusui dan kurang dari 6 minggu pasca salin 3 Perdarahan / Perdarahan bercak antara haid setelah senggama 4 Ikterus pada kulit atau sklera mata 5 Nyeri kepala hebat atau gangguan visual 6 Nyeri hebat pada betis, paha atau dada, atau tungkai bengkak(oedema) 7 Tekanan darah di atas 160 mmHg(sistolik) atau 90 mmHg (diastolik) 8 Massa atau benjolan pada payudara 9 Sedang minum obat-obatan epilepsi b. (Handayani, 2010 h.104) Kerugian :1) Menyebabkan perubahan dalam pola perdarahan haid2) Sedikit pertambahan atau pengurangan berat badan bisa terjadi3) Bergantung pada pemakai (memerlukan motivasi terus menerus dan pemakaian setiap hari)4) Harus dimakan pada waktu yang sama setiap hari5) Kebiasaan lupa akan menyebabkan kegagalan metode6) Pasokan ulang harus selalu tersedia7) Berinteraksi dengan obat lain, contoh : obat-obat epilepsi dan tuberculosae.

3. Implant

  (Handayani, 2010 h.116) b) Keuntungan :1) Cocok untuk wanita yang tidak boleh menggunakan obat yang mengandung estrogen 2) Dapat digunakan untuk jangka waktu panjang 5 tahun dan bersifat reversibel 3) Efek kontrasepsi segera berakhir setelah implantnya dikeluarkan4) Perdarahan terjadi lebih ringan, tidak menaikkan darah5) Resiko terjadinya kehamilan ektopik lebih kecil jika dibandingkan dengan pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim. (Handayani, 2010 h.119-120) c) Kerugian :1) Susuk KB / implant harus dipasang dan diangkat oleh petugas kesehatan yang terlatih2) Lebih mahal 3) Sering timbul perubahan pola haid4) Akseptor tidak dapat menghentikan implant sekehendaknya sendiri5) Beberapa wanita mungkin segan untuk menggunakannya karena kurang mengenalnya.

3. Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR/IUD)

  Pengertian AKDRAKDR adalah suatu alat atau benda yang dimasukkan kedalam rahim yang sangat efektif, reversibel dan berjangka panjang, dapat dipakaioleh semua perempuan usia reproduktif. Kerugian :1) Perubahan siklus haid (umumnya 8 bulan pertama dan akan berkurang setelah 3 bulan)2) Haid lebih lama dan banyak3) Perdarahan (spooting) antar menstruasi 4) Saat haid lebih sakit5) Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS6) Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS atau perempuan yang sering berganti pasangan7) Penyakit radang panggul terjadi8) Sedikit nyeri dan perdarahan (spooting) terjadi segera setelah pemasangan AKDR.

4. Metode kontrasepsi mantap

  a. Metode kontrasepsi mantap operatif pada pria1) Pengertian MOP Suatu metode kontrasepsi operatif minor pada pria yang sangat aman, sederhana dan sangat efektif, memakan waktu operasi yang singkat dan tidak memerlukan anestesi umum.

2 Keadaan emosi Tenang Cemas, takut

  d) Menyenangkan bagi akseptor karena memerlukan d) Tidak dapat dilakukan pada orang yang masih ingin mempunyai anak lagi. (Handayani, 2010 h.171) minggu atau bulan sampai sel mani menjadi negatif vasektomi masih harus menunggu beberapa hari, c) Tidak seperti sterilisasi wanita yang langsung menghasilkan steril permanen, pada b) Kemungkinan ada komplikasi seperti perdarahan dan infeksi a) Harus dengan tindakan operatif g) Biaya rendah.

B. Teori manajemen kebidanan varney

  Tahap ini menentukan langkah awal yang akan menentukan langkah berikutnya, sehingga dalam pendekatan ini harus komprehensif meliputidata subyektif, obyektif, dan hasil pemeriksaan sehingga dapat menggambarkan kondisi pasien yang sebenarnya dan valid. Mengidentifikasi dan menetapkan kebutuhan yang memerlukan penanganan segeraMengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan atau untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota timkesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien.

C. Landasan Kewenangan Bidan

1. Kewenangan bidan

  1464/Menkes/Per/X/2010 Bab III Pasal 9 sampai 19, tentang izin dan penyelenggaraan praktik bidan, maka dalam menjalankan praktikkebidanan mempunyai wewenang sebagai berikut : a) Pelayanan Kesehatan IbuPelayanan kesehatan ibu diberikan pada masa pra hamil, hamil persalinan, nifas, masa menyusui, dan masa antara dua kehamila. Pelayanan kesehatan ibu meliputi hal-hal sebagai berikut :1) Pelayanan konseling pada masa pra hamil2) Pelayanan antenatal pada kehamilan normal3) Pelayanan persalinan normal4) Pelayanan ibu nifas normal5) Pelayanan ibu menyusui6) Pelayanan konseling pada masa antara dua kehamilan b) Pelayanan kesehatan anakPelayanan kesehatan anak diberikan kepada bayi baru lahir, bayi, anak balita, dan anak prasekolah.

2. Kompetensi bidan

  Kompetensi ke 1, pengetahuan dan keterampilan dasarBidan mempunyai persyaratan pengetahuan dan keterampilan dari ilmu- ilmu sosial, kesehatan masyarakat dan etik yang membentuk dasar dariasuhan yang bermutu tinggi sesuai dengan budaya, untuk wanita, bayi baru lahir dan keluarganya. Kompetensi ke 2, Pra konsepsi, KB, dan Ginekologi Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, pendidikan kesehatan yang tanggap terhadap budaya dan pelayanan menyeluruh dimasyarakat dalam rangka untuk meningkatkan kehidupan keluarga yang sehat, perencanaan kehamilan dan kesiapan menjadi orang tua.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (61 Halaman)
Gratis

Tags