PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Gratis

0
0
147
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HUBUNGAN ANTARA KEDISIPLINAN BELAJAR DAN LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF MAHASISWA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi Ole h : THOMAS AGA RUSADI NIM : 091334020 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN AKUNTANSI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HUBUNGAN ANTARA KEDISIPLINAN BELAJAR DAN LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF MAHASISWA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi Ole h : THOMAS AGA RUSADI NIM : 091334020 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN AKUNTANSI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN KUPERSEMBAH KARYA INI SEBAGAI UCAPAN DAN TERIMA KASIH KEPADA: 1. Tuhan Yesus dan Bunda Maria 2. Kedua Orang tuaku 3. Kakak & saudaraku Kupersembahkan karya ini untuk almamaterku : Universitas Sanata Dharma iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO Ketika semua hal tidak sejalan dengan keinginan Anda, ingatlah bahwa sebuah pesawat terbang beroperasi dengan melawan arah angin, bukan dengan mengikutinya. ( Henry Ford ) v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 25 Agustus 2014 Penulis Thomas Aga Rusadi vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama Nomor Mahasiswa : Thomas Aga Rusadi : 091334020 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : HUBUNGAN KEDISIPLINAN BELAJAR DAN LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF MAHASISWA beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikan di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 25 Agustus 2014 Thomas Aga Rusadi vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK HUBUNGAN KEDISIPLINAN BELAJAR DAN LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF MAHASISWA Studi Kasus pada Mahasiswa Tahun Angkatan 2013 Pendidikan Ekonomi BKK Pendidikan Akuntansi FKIP, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Thomas Aga Rusadi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) hubungan kedisiplinan belajar dengan indeks prestasi kumulatif mahasiswa; 2) hubungan lingkungan belajar dengan indeks prestasi kumulatif mahasiswa; 3) hubungan kedisiplinan belajar dan lingkungan belajar dengan indeks prestasi kumulatif mahasiswa. Penelitian ini adalah studi kasus pada mahasiswa Pendidikan Ekonomi BKK Pendidikan Akuntansi, FKIP, Universitas Sanata Dharma tahun angkatan 2013. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan bulan Maret 2014. Populasi penelitian ini sebanyak 114 mahasiswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan korelasi Product Moment dan korelasi linier ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) ada hubungan yang signifikan kedisiplinan belajar dengan indeks prestasi kumulatif mahasiswa (thitung = 6,930 > ttabel = 1,658); 2) ada hubungan yang signifikan lingkungan belajar dengan indeks prestasi kumulatif mahasiswa (thitung = 7,178 > ttabel = 1,658); 3) ada hubungan yang signifikan kedisiplinan belajar dan lingkungan belajar dengan indeks prestasi kumulatif mahasiswa (thitung = 7,524 > ttabel = 1,658). viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE RELATIONSHIP BETWEEN LEARNING DISCIPLINE, LEARNING ENVIRONMENT AND STUDENT’S CUMULATIVE GRADE POINT A Case Study on the Students of Economics 2013 Batch BKK Accounting Education Economics Education, Guidance and Counseling, Sanata Dharma University Yogyakarta Thomas Aga Rusadi Sanata Dharma University Yogyakarta 2014 The purpose of this research is to know the relationship between: (1) learning discipline and student’s cumulative grade point; (2) learning environment and student’s cumulative grade point; (3) learning discipline, learning environment and student’s cumulative grade point. This research is a case study on the students of economics BKK accounting education, guidance and counseling, Sanata Dharma University in the 2013 batch. The research was conducted in February and ended in March 2014. Population of this research were 144 students. The techniques of collecting data were questionnaire and documentation. The data analysis techniques were product moment correlation and double linear correlation. The result of the research shows that: (1) the relationship between learning discipline and student’s cumulative grade point is significant (tcount = 6,930 > ttable = 1,658); (2) the relationship between learning environment and student’s cumulative grade point is significant (tcount = 7,178 > ttable = 1,658); (3) the relationship between learning discipline, learning environment and student’s cumulative grade point is significant (tcount = 7,524 > ttable = 1,658). ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah Bapa Putra dan Roh Kudus atas segala berkatNya yang sangat besar, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Hubungan Kedisiplinan Belajar dan Lingkungan Belajar terhadap Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa”. Skripsi ini ditulis dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. Dalam menyelesaikan skripsi ini, penulis mendapat bantuan, bimbingan, arahan berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada : 1. Bapak Rohandi, Ph.D selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. 2. Bapak Indra Darmawan, S.E., M.Si selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Sosial, Universitas Sanata Dharma. 3. Bapak Laurensius Saptono, S.Pd., M.Si selaku Ketua Program Studi Pendidikan Akuntansi. 4. Bapak Drs. Bambang Purnomo, S.E., M.Si selaku dosen pembimbing yang telah banyak meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, arahan, kritik maupun saran untuk kesempurnaan skripsi ini. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Dosen – dosen pengampu mata kuliah Program Studi Pendidikan Akuntansi yang telah memberikan banyak pengetahuan dalam proses perkulihan. 6. Tenaga administrasi Program Studi Pendidikan Akuntansi yang telah membantu proses kelancaran belajar selama ini. 7. Ayah dan ibu tercinta yang tak pernah lelah memberikan doa, kasih sayang, dukungan baik moril maupun material serta semangat kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi dan studi ini. 8. Kakakku tercinta Cicilia Era Kumula serta suami Gregorius Satya Agung P terima kasih telah memberikan banyak semangat sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 9. Pacarku Anastasia Dwi Dharmaningrum terima kasih telah memberikan banyak semangat sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 10. Sahabat – sahabatku: Mas Danu, Anang, Arjun, Bowo, Condro, Priam, Riky, Hery, Dody, Hendrik, Yoga, Sirilus, Fanny, Tasya, Ucy, Ivanny, Fenny, Gina, Angel, Wuni, Tian, Yenica, Pipin, Herni, Nawang untuk kerja samanya, dan semangat yang telah diberikan. 11. Adik – adik tingakatku: Arnold, Anton, Egy, dane, Lodo, Calvin, Duwi, Siwi, Melda, Ika, Niki, Leni untuk semngat yang telah diberikan selama ini. 12. Rekan-rekan angkatan 2009 Program Studi Pendidikan Akuntansi atas kebersamaanya selama kuliah. xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu atas semua dukungan yang telah diberikan dalam penulisan skripsi ini. Penulis menyadari masih banyak kesalahan dan kekurangan dalam skripsi ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar skripsi ini menjadi lebih baik. Dan semoga skripsi ini dapat bermanfaat sebagaimana mestinya. Penulis, Thomas Aga Rusadi xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ...................................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING............................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................................... iv HALAMAN MOTTO ..................................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .......................................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ........................................................................ vii ABSTRAK ..................................................................................................................... viii ABSTRACT ................................................................................................................... ix KATA PENGANTAR .................................................................................................... x DAFTAR ISI ............................................................................................................ xiii DAFTAR TABEL .......................................................................................................... xv DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................................... xvi BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................ 1 A. Latar Belakang........................................................................................ 1 B. Identifikasi Masalah................................................................................ 5 C. Rumusan Masalah................................................................................... 5 D. Tujuan penelitian .................................................................................... 6 E. Manfaat Penelitian .................................................................................. 6 BAB II KAJIAN PUSTAKA .................................................................................... 7 A. Tinjauan Teoritik .................................................................................... 7 B. Kerangka Berpikir .................................................................................. 42 C. Hipotesis Penelitian ................................................................................ 44 BAB III METODOLOGI PENELITIAN .................................................................... 45 A. Jenis Penelitian ....................................................................................... 45 B. Tempat dan Waktu Penelitian ................................................................. 45 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C. Subjek dan Objek Penelitian ................................................................... 46 D. Populasi, Sampel dan Penarikan Sampel ................................................. 46 E. Variabel dan Pengukuran Variabel Penelitian.......................................... 47 F. Teknik Pengumpulan Data ...................................................................... 52 G. Teknik Pengujian Instrumen ................................................................... 53 H. Teknik Analisis Data .............................................................................. 57 BAB IV GAMBARAN UMUM ................................................................................. 64 A. Sejarah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta ..................................... 64 B. Arti Logo, Visi dan Misi ........................................................................ 66 C. Status Universitas Sanata Dharma .......................................................... 68 D. Struktur Organisasi ................................................................................ 71 E. Nama – nama Rektor ............................................................................. 73 F. Jurusan dan Program Studi...................................................................... 73 G. Peraturan Akademik .............................................................................. 74 H. Hak dan Kewajiban Mahasiswa .............................................................. 78 BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN ............................................................... 81 A. Deskripsi Data ........................................................................................ 81 B. Uji Normalitas ........................................................................................ 83 C. Pengujian Hipotesis ................................................................................ 84 D. Pembahasan ............................................................................................ 90 BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN .................................... 94 A. Kesimpulan............................................................................................. 94 B. Saran ...................................................................................................... 95 C. Keterbatasan ........................................................................................... 96 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................... 98 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel III.1 Operasionalisasi Variabel Kedisiplinan Belajar ............................................. 48 Tabel III.2 Operasionalisasi Variabel Minat Lingkungan Belajar .................................... 50 Tabel III.3 Bobot Alternatif Jawaban .............................................................................. 52 Tabel III.4 Hasil Pengukuran Uji Validitas Variabel Kedisiplinan Belajar....................... 54 Tabel III.5 Hasil Pengukuran Uji Validitas Variabel Lingkungan Belajar ........................ 55 Tabel III.6 Tingkat Keterandalan Instrumen Penelitian ................................................... 57 Tabel III.7 Rangkuman Hasil Uji Relibilitas Instrumen Penelitian................................... 57 Tabel III.8 Penilaian Acuan Patokan Tipe II.................................................................... 58 Tabel III.9 Interval Skor Persepsi Siswa tentang Kedisiplinan Belajar ............................. 59 Tabel III.10 Interval Skor Persepsi Siswa tentang Lingkungan Belajar ............................ 60 Tabel III.11 Interval Skor Persepsi Siswa tentang Kedisiplinan Belajar dan Lingkungan Belajar......................................................................................................... 61 Tabel III.12 Koefisien Korelasi ....................................................................................... 63 Tabel IV.1 Jurusan dan program Studi ........................................................................... 74 Tabel IV.2 Jadwal Kegiatan Belajar ............................................................................... 77 Tabel IV.3 Indeks Prestasi dengan Beban Studi Maksimal ............................................. 79 Tabel V.1 Deskripsi Persepsi Siswa tentang Kedisiplinan Belajar ................................... 82 Tabel V.2 Deskripsi Persepsi Siswa tentang Lingkungan Belajar .................................... 83 Tabel V.3 Deskripsi Persepsi Siswa tentang Kedisiplinan Belajar dan Lingkungan Belajar ............................................................................................................................ 84 Tabel V.4 Hasil Pengujian Normalitas ............................................................................ 85 Tabel V.5 Hasil Pengujian Hipotesis Pertama ................................................................. 86 Tabel V.6 Hasil Pengujian Hipotesis Kedua .................................................................... 88 Tabel V.7 Hasil Pengujian Hipotesis Ketiga .................................................................... 90 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Kuesioner Penelitian .................................................................................... 102 Lampiran 2 Uji Validitas dan Realibilitas........................................................................ 110 Lampiran 3 Uji Normalitas ............................................................................................. 115 Lampiran 4 Analisis Korelasi Pearson dan Rank Spearman ............................................. 118 Lampiran 5 Analisis Regresi Berganda .......................................................................... 120 Lampiran 6 Data Induk Penelitian ................................................................................... 123 xvi 1

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah salah satu hal yang sangat mendukung kesuksesan seseorang. Pendidikan dapat diperoleh melalui pendidikan formal maupun non formal. Pendidikan formal diperoleh dari sekolah, sedangkan pendidikan non formal dapat diperoleh dari keluarga. Menurut W.S Winkel (2004:27) pendidikan ialah bantuan yang diberikan orang dewasa kepada orang yang belum dewasa, agar dia mencapai kedewasaan. Bantuan yang diberikan oleh pendidik itu berupa pendampingan, yang menjaga agar anak didik belajar halhal yang positif, sehingga sungguh-sungguh menunjang perkembangannya. Melalui pendidikan seseorang belajar untuk mencapai cita-cita yang diharapkan. Menurut W.S Winkel (2004:59) belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan sejumlah perubahan dalam pengetahuan-pemahaman, keterampilan dan nilai-sikap. Perubahan itu bersifat secara relatif konstan dan berbekas. Pendidikan diperoleh tidak secara langsung, namun perlu melalui berbagai proses yang relatif lama. Pendidikan juga merupakan hal yang sangat mendukung seseorang dalam mencapai prestasi belajar yang maksimal. Prestasi belajar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990:700) adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang 1

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka yang diberikan oleh guru. Prestasi belajar seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor. Menurut Slameto (2010:54) faktor-faktor yang mempengaruhi belajar yaitu faktor intern, faktor ekstern dan faktor kelelahan. Faktor intern terdiri dari keadaan jasmaniah (kesehatan dan cacat tubuh) dan keadaan psikologis (inteligensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan dan kesiapan), sedangkan faktor ekstern meliputi keluarga (cara orang tua mendidik, relasi antaranggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua dan latar belakang orang tua), sekolah (metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran di atas ukuran, keadaan gedung, metode belajar, tugas rumah), dan masyarakat (keadaan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul dan bentuk kehidupan masyarakat). Keluarga merupakan sumber pendidikan yang pertama karena keluarga memiliki peranan penting dalam pekembangan jiwa seorang anak. Sumber pendidikan selanjutnya diperoleh dari sekolah. Dalam pendidikan di sekolah guru memiliki peranan penting dalam mendidik anak didik sebagai pengganti keluarga, namun keluarga juga masih mempunyai peranan yang penting dalam proses belajar yang berlangsung. Hal ini terjadi karena pada masa ini anak masih perlu mendapatkan perhatian, bimbingan dan pengawasan dalam mencapai prestasi belajar.

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Menurut Prof. Dr. Oemar Hamalik (2001:5-6) sekolah adalah sesuatu lembaga yang memberikan pengajaran kepada murid-muridnya. Lembaga pendidikan ini memberikan pengajaran secara formal. Berbeda halnya dengan keluarga dan masyarakat yang memberikan pendidikan secara informal. Menurut pengertian umum, sekolah adalah sebagai tempat mengajar dan belajar (school is building or institutional for teaching and learning). Disiplin berasal dari bahasa latin Discere yang berarti belajar. Dari kata ini timbul kata Disciplina yang berarti pengajaran atau pelatihan. Kata disiplin mengalami perkembangan makna dalam beberapa pengertian. Pertama, disiplin diartikan sebagai kepatuhan terhadap peratuaran atau tunduk pada pengawasan, dan pengendalian. Kedua disiplin sebagai latihan yang bertujuan mengembangkan diri agar dapat berperilaku tertib. Sikap disiplin perlu diberikan kepada anak sejak dini. (http://starawaji.wordpress.com/2009/04/19/pengertian-kedisiplinan/). Dengan jalan berdisiplin untuk melaksanakan pedoman-pedoman yang baik di dalam usaha belajar, barulah seseorang mungkin mempunyai cara belajar yang baik. Sifat bermalas-malasan, keinginan mencari gampangnya saja, keseganan untuk bersusah-payah memusatkan pikiran, kebiasaan untuk melamun dan gangguan-gangguan lainnya selalu menghinggapi kebanyakan orang. Gangguan itu hanya bisa diatasi kalau seseorang mempunyai disiplin. Disiplin akan menciptakan kemauan untuk bekerja secara teratur. Berdisiplin selain akan membuat seseorang memiliki kecakapan mengenai cara belajar yang baik, juga merupakan suatu proses ke arah pembentukan watak yang baik (The Liang Gie, 1979:51). Perlunya sikap disiplin ini agar anak selalu bertindak sesuai standar yang ada. Sikap disiplin di sekolah selalu berhubungan dengan tata tertib sekolah. Setiap sekolah perlu membuat peraturan atau sering disebut tata tertib

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 sekolah. Dengan adanya tata tertib tersebut diharapkan agar siswa dapat lebih disiplin, baik dalam berpakaian, bersikap, belajar dan bertindak sesuai tata tertib yang ditetapkan. Sikap disiplin selain diterapkan di sekolah perlu juga diterapkan di rumah. Hal ini perlu dilakukan agar orang tua dapat mengontrol perilaku anak. Selain perilaku anak, disiplin dalam hal belajar juga perlu dikontrol oleh orang tua. Anak yang disiplin akan lebih siap dalam mengikuti pelajaran di sekolah, sehingga ia juga dapat lebih mandiri dalam belajar. Sikap disiplin dalam diri seseorang akan mencerminkan pribadi seseorang itu sendiri. Selain kedisiplinan belajar, lingkungan belajar juga mempengaruhi prestasi belajar siswa. Lingkungan belajar tidak hanya dipengaruhi oleh lingkungan keluarga namun lingkungan sekolah dan masyarakat juga sangat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Lingkungan sekolah terdiri dari fasilitas sekolah, kondisi sekolah, kelas, guru, karyawan, teman dan lingkungan sekitar sekolah. Lingkungan sekolah yang kondusif dan nyaman akan mempengaruhi prestasi belajar siswa. Siswa akan lebih siap dalam mengikuti pelajaran apabila lingkungan sekolah mendukung. Selain lingkungan sekolah yang kondusif, hubungan siswa dengan guru, karyawan dan teman yang baik juga akan mempengaruhi prestasi belajarnya. Apabila hubungan tersebut dapat terjalin maka siswa akan lebih nyaman dalam belajar sehingga lebih berkonsentrasi belajar. Menurut Eveline Siregar dan Hartini Nara (2010:179) lingkungan masyarakat terdiri dari teman bergaul, pola hidup lingkungan, kegiatan dalam

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 masyarakat dan mass media. Pergaulan dan teman sepermainan sangat dibutuhkan dalam membuat dan membentuk kepribadian dan sosialisasi anak. Orang tua harus memperhatikan agar anak-anaknya jangan sampai mendapat teman bergaul yang memiliki tingkah laku yang tidak diharapkan. Karena perilaku yang tidak baik akan mudah sekali menular kepada anak lain. Berdasarkan masalah tersebut maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul “Hubungan antara Kedisplinan Belajar dan Lingkungan Belajar terhadap Indeks Prestasi Kumulatif”. Penelitian ini merupakan studi kasus di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. B. Identifikasi Masalah Masalah-masalah yang mempengaruhi prestasi belajar ada banyak hal. Kedisiplinan belajar dan lingkungan belajar. Selain itu bimbingan, perhatian dan pengawasan orang tua juga sangat mendukung prestasi belajar mahasiswa. Selain bimbingan orang tua, dosen juga harus selalu membimbing mahasiswa di kampus. Ketidak mampuan mahasiswa dalam mengatur waktu belajar akan sangat menghambat prestasi belajar mahasiswa. C. Rumusan Masalah Berdasarkan permasalahan dalam latar belakang tersebut di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Apakah ada hubungan yang signifikan antara kedisiplinan belajar dengan indeks prestasi kumulatif mahasiswa?

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. 6 Apakah ada hubungan yang signifikan antara lingkungan belajar dengan indeks prestasi kumulatif mahasiswa? 3. Apakah ada hubungan yang signifikan antara kedisiplinan belajar dan lingkungan belajar dengan indeks prestasi kumulatif mahasiswa? D. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui adanya hubungan yang signifikan antara kedisiplinan belajar dengan indeks prestasi kumulatif mahasiswa. 2. Untuk mengetahui adanya hubungan yang signifikan antara lingkungan belajar dengan indeks prestasi kumulatif mahasiswa. 3. Untuk mengetahui adanya hubungan yang signifikan antara kedisiplinan belajar dan lingkungan belajar dengan indeks prestasi kumulatif mahasiswa. E. Manfaat Penelitian a. Bagi Prodi Penelitian ini diharapkan agar dapat menjadi masukan bagi prodi dalam menangani masalah kedisiplinan mahasiswa dan diharapkan dapat lebih memperhatikan kedisiplinan serta lingkungan belajar mahasiswa.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. 7 Bagi dosen Dengan hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi dosen dalam meningkatkan dan menumbuhkan sikap kedisiplinan dan lingkungan belajar pada diri mahasiswa. c. Bagi Mahasiswa Penelitian ini diharapkan agar mahasiswa dapat lebih memiliki sikap disiplin belajar yang tinggi. Sehingga indeks prestasi kumulatif dapat meningkat. Hal ini juga dapat memacu mahasiswa agar rajin mencari sumber dan bahan pelajaran yang lain. Sehingga diharapkan prestasi belajar dapat meningkat serta dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan yang berhubungan dengan proses belajar siswa untuk mencapai prestasi yang maksimal. d. Bagi Universitas Sanata Dharma Penelitian ini diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah referensi perpustakaan Universitas Sanata Dharma yang berguna bagi mahasiswa dan siapa saja yang membutuhkannya dan dapat sebagai referensi bagi mahasiswa lain dalam melakukan penelitian sehingga menambah bahan bacaan di perpustakaan Universitas Sanata Dharma. e. Bagi Peneliti Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pengalaman dan lebih mengetahui hal-hal yang mempengaruhi prestasi belajar siswa.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritik 1. Belajar a. Pengertian belajar Menurut W.S Winkel (2004:59) belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan sejumlah perubahan dalam pengetahuan-pemahaman, keterampilan dan nilai-sikap. Perubahan itu bersifat secara relatif konstan dan berbekas. Menurut Ali Imron (1996:2) belajar adalah mengumpulkan sejumlah pengetahuan. Pengetahuan tersebut diperoleh dari seseorang yang lebih tahu atau yang sekarang ini dikenal dengan guru. Dalam belajar, pengetahuan tersebut dikumpulkan sedikit demi sedikit hingga akhirnya menjadi banyak. Para penulis buku psikologi belajar, umumnya mendefinisikan belajar sebagai suatu perubahan tingkah laku dalam diri seseorang yang relatif menetap sebagai hasil dari sebuah pengalaman. Selain itu, ahli-ahli psikologi mempunyai pandangan yang berbeda mengenai apa belajar itu. Belajar adalah segenap rangkaian kegiatan/aktivitas yang dilakukan secara sadar oleh seseorang dan mengakibatkan perubahan 8

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 dalam dirinya berupa penambahan pengetahuan atau kemahiran yang sifatnya sedikit banyak permanen (The Liang Gie, 1979:6). Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses usaha seseorang untuk mencapai perubahan tingkah laku yang dapat diamati maupun tidak dapat diamati secara langsung sebagai hasil suatu latihan dan pengalaman dalam interaksinya dengan lingkungan. b. Aspek-aspek Belajar Menurut Eveline Siregar dan Hartini Nara (2010:4-5) aspekaspek belajar adalah : 1) bertambahnya jumlah pengetahuan, 2) adanya kemampuan mengingat dan memproduksi, 3) ada penerapan pengetahuan, 4) menyimpulkan makna, 5) menafsirkan dan mengaitkannya dengan relasi, dan 6) adanya perubahan sebagai pribadi. c. Ciri-ciri Belajar Menurut Eveline Siregar dan Hartini Nara (20102:5-6) ciri-ciri belajar adalah sebagai berikut : 1) Adanya kemampuan baru atau perubahan. Perubahan tingkah laku tersebut bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor), maupun nilai dan sikap (afektif).

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 2) Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja, melainkan menetap atau dapat disimpan. 3) Perubahan itu tidak terjadi begitu saja, melainkan harus denan usaha. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan. 4) Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik atau kedewasaan, tidak karena kelelahan, penyakit atau pengaruh obat-obatan. d. Faktor-faktor Belajar Slameto (2010:54-71) menyebutkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi belajar banyak jenisnya, tetapi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu faktor intern dan faktor ekstern. 1) Faktor Intern : faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar a) Faktor Jasmaniah (1) Faktor Kesehatan Proses belajar seseorang akan terganggu jika kesehatan seseorang terganggu, selain itu juga ia akan cepat lelah, kurang bersemangat, ngantuk jika badannya lemah, kurang darah ataupun ada gangguan-gangguan, kelainan-kelainan fungsi alat inderanya serta tubuhnya. Agar seseorang dapat belajar dengan baik haruslah mengusahakan kesehatan badannya tetap terjamin dengan cara selalu mengindahkan ketentuan-ketentuan

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 tentang bekerja, belajar, istirahat, tidur, makan, olahraga, rekreasi dan ibadah. (2) Cacat Tubuh Cacat tubuh adalah sesuatu yang menyebabkan kurang ba i k atau kurang sempurna mengenai tubuh/badan. Keadaan cacat tubuh juga mempengaruhi belajar. Siswa yang cacat, belajarnya juga terganggu. Jika hal ini terjadi, hendaknya ia belajar pada lembaga pendidikan khusus atau diusahakan alat bantu agar dapat menghindari atau mengurangi pengaruh kecacatan itu. b) Faktor Psikologis (1) Inteligensi Inteligensi adalah kecakapan yang terdiri dari tiga jenis yaitu kecakapan untuk menghadapi da n menyesuaikan ke dalam situasi yang baru dengan cepat dan efektif, mengetahui/menggunakan konsep-konsep yang abstrak secara efektif, mengetahui relasi dan mempelajarinya dengan cepat. Siswa yang mempunyai tingkat inteligensi yang normal dapat berhasil dengan baik dalam belajar, jika ia belajar dengan baik artinya belajar dengan menerapkan metode belajar yang efisien dan faktor-faktor yang mempengaruhi belajarnya (faktor jasmaniah, psikologi,

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 keluarga, sekolah, masyarakat) memberi pengararuh ysng positif. Jika siswa memiliki inteligensi yang rendah, ia perlu mendapat pendidikan di lembaga pendidikan khusus. (2) Perhatian Untuk dapat menjamin hasil belajar yang baik, maka siswa harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya, jika bahan pelajaran tidak menjadi perhatian siswa, maka timbullah kebosanan, sehingga ia tidak lagi suka belajar. Agar siswa dapat belajar dengan baik, usahakan bahan pelajaran selalu menarik perhatian dengan cara mengusahakan pelajaran itu sesuai dengan hobi atau bakatnya. (3) Minat Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaikbaiknya, karena tidak ada daya tarik baginya. Bahan pelajaran yang menarik minat siswa, lebih mudah dipelajari dan disimpan, karena minat menambah kegiatan belajar. Jika terdapat siswa yang kurang

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 berminat terhadap belajar, dapatlah diusahakan agar ia mempunyai minat yang lebih besar dengan cara menjelaskan hal-hal yang menarik dan berguna bagi kehidupan serta hal-hal yang berhubungan dengan citacita serta kaitannya dengan bahan pelajaran yang dipelajari itu. (4) Bakat Jika bahan pelajaran yang dipelajari siswa sesuai dengan bakatnya, maka hasil belajarnya lebih baik karena ia senang belajar dan pastilah selanjutnya ia lebih giat lagi dalam belajarnya itu. Adalah penting untuk mengetahui bakat siswa dan menenpatkan siswa belajar di sekolah yanng sesuai dengan bakatnya. (5) Motif Motif erat sekali hubungannya dengan tujuan yang akan dicapai, maka dalam proses belajar haruslah diperhatikan apa yang dapat mendorong siswa agar dapat belajar dengan baik atau padanya mempunyai motif untuk berpikir dan memusatkan perhatian, merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan/menunjuang belajar. Motif yang kuat sangatlah perlu di dalam belajar, di dalam membentuk motif yang kuat itu dapat

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 dilaksanakan dengan adanya latihan-latihan/kebiasaankebiasaan dan pengaruh lingkungan yang memperkuat, jadi latihan/kebiasan itu sangat perlu dalam belajar. (6) Kematangan Kematangan adalah suatu tingkat/fase dalam pertumbuhan seseorang, dimana alat-alat tubuhnya sudah siap untuk melaksanakan kecakapan baru. Kematangan belum berarti anak dapat melaksanakan kegiatan secara terus-menerus, untuk itu diperlukan latihan-latihan dan pelajaran. Anak yang sudah siap (matang) belum dapat melaksanakan kecakapannya sebelum belajar. Jadi kemajuan baru untuk memiliki kecakapan itu tergantung dari kematangan dan belajar. (7) Kesiapan Kesiapan adalah kesediaan untuk memberi respon atau bereaksi. Kesiapan ini perlu diperhatikan dalam proses belajar, karena jika siswa belajar dan padanya sudah ada kesiapan, maka hasil belajarnya akan lebih baik. c) Faktor Kelelahan Kelelahan pada seseorang walaupun sulit dipisahkan tetapi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani (bersifat psikis). Kelelahan

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 jasmani terlihat dengan lemah lunglainya tubuh dan timbul kecenderungan untuk membaringkan tubuh. Kelelahan rohani dapat dilihat dengan adanya kelesuan dan kebosanan, sehingga minat dan dorongan untuk menghasilkan sesuatu hilang. Agar siswa dapat belajar dengan baik haruslah menghindari jangan sampai terjadi kelelahan dalam belajarnya. sehingga perlu diusahakan kondisi yang bebas dari kelelahan. 2) Faktor Ekstern : faktor yang ada di luar individu. a. Faktor Keluarga (1) Cara Orang Tua Mendidik Cara orang tua mendidik anak-anaknya akan berpengaruh terhadap belajarnya. Orang tua yang kurang/tidak memperhatikan pendidikan anaknya dapat menyebabkan anak tidak/kurang berhasil dalam belajarnya. Mungkin anak sendiri sebetulnya pandai, tetapi karena cara belajarnya tidak teratur akhirnya kesukaran-kesukaran menumpuk sehingga mengalami ketinggalan dalam belajarnya dan akhirnya akan malas belajar. Mendidik anak dengan cara memanjakan adalah cara mendidik yang tidak baik. Orang tua yang terlalu kasihan dan tak sampai hati unutuk memaksa anak

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 belajar bahkan membiarkan saja jika anaknya tidak belajar dengan alasan segan adalah tidak benar karena anak akan menjadi nakal, berbuat seenaknya saja, pastilah belajarnya menjadi kacau. Mendidik anak dengan cara memperlakukannya terlalu keras, memaksa dan mengejar-ngejar anaknya untuk belajar adalah cara mendidik yang juga salah, karena anak akan diliputi ketakutan dan akhirnya benci terhadap belajar, bahkan ketakutan itu semakin serius akan mengalami gangguan kejiwaan akibat dari tekanantekanan tersebut. Disinilah bimbingan dan penyuluhan memegang peranan yang penting. Anak/siswa yang mengalami kesukaran-kesukaran dapat ditolong dengan memberikan bimbingan belajar yang sebaik-baiknya. Keterlibatan orang tua akan sangat mempengaruhi keberhasilan bimbingan tersebut. (2) Relasi Antar anggota Keluarga Relasi antaranggota keluarga yang terpenting adalah relasi orang tua dengan anaknya. Selain itu relasi anak dengan saudaranya atau dengan anggota keluarga yang lain pun turut mempengaruhi belajar anak.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 Demi kelancaran belajar serta keberhasilan anak, perlu diusahakan relasi yang baik di dalam keluarga anak tersebut. Hubungan yang baik adalah hubungan yang penuh pengertian dan kasih sayang, disertai dengan bimbingan dan bila perlu hukuman-hukuman untuk mensukseskan belajar anak sendiri. (3) Suasana Rumah Suasana rumah dimaksudkan sebagai situasi atau kejadian-kejadian yang sering terjadi di dalam keluarga dimana anak berada dan belajar. Agar anak dapat belajar dengan baik perlulah diciptakan suasana rumah yang tenang dan tenteram. Di dalam suasana rumah yang tenang dan tenteram selain anak kerasan/betah tinggal di rumah, anak juga dapat belajar dengan baik. (4) Keadaan Ekonomi Keluarga Keadaan ekonomi keluarga erat hubungannya dengan belajar anak. Anak yang sedang belajar selain harus terpenuhi kebutuhan pokoknya, juga membutuhkan fasilitas belajar. Fasilitas belajar itu hanya dapat terpenuhi jika keluarga mempunyai cukup uang.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Jika anak hidup dalam keluarga yang miskin, kebutuhan pokok anak kurang terpenuhi, akibatnya kesehatan anak terganggu, sehingga belajar anak juga terganggu. Akibat yang lain anak selalu dirundung kesedihan sehingga anak merasa minder dengan teman lain, hal ini pasti akan menggangu belajar anak. Sebaliknya keluarga yang kaya raya, orang tua sering mempunyai kecenderungan untuk memanjakan anak. Anak hanya bersenang-senang dan berfoyafoya, akibatnya anak kurang dapat memusatkan perhatiannya kepada belajar. Hal tersebut juga dapat menggangu belajar anak. (5) Pengertian Orang Tua Anak belajar perlu dorongan orang tua dan pengertian orang tua. Bila anak sedang belajar jangan diganggu dengan tugas-tugas di rumah. Kadangkadang anak mengalami lemah semangat, orang tua wajib memberi pengertian dan mendorongnya, membantu sedapat mungkin kesulitan yang dialami anak di sekolah. Kalau perlu menghubungi guru anaknya, untuk mengetahui perkembangannya.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 (6) Latar Belakang Budaya Tingkat pendidikan atau kebiasaan di dalam keluarga mempengaruhi sikap anak dalam belajar. Perlu kepada anak ditanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik, agar mendorong semangat anak untuk belajar. b. Faktor Sekolah (1) Metode Mengajar Metode mengajar adalah suatu cara/jalan yang harus dilalui di dalam mengajar. Guru biasa mengajar dengan metode ceramah saja. Siswa menjadi bosan, mengantuk, pasif dan hanya mencatat saja. Guru yang progresif berani mencoba metode-metode yang baru, yang dapat membantu meningkatkan kegiatan belajar mengajar, dan meningkatkan motivasi siswa untuk belajar. Agar siswa dapat belajar dengan baik, maka metode mengajar harus diusahakan yang setepat, efisien dan efektif mungkin. (2) Kurikulum Kurikulum diartikan sebagai sejumlah kegiatan yang diberikan kepada siswa. Kurikulum yang kurang baik berpengaruh tidak baik terhadap belajar. Guru perlu mendalami siswa dengan baik, harus

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 mempunyai perencanaan yang mendetail, agar dapat melayani siswa belajar secara individual. (3) Relasi Guru dengan Siswa Di dalam relasi (guru dengan siswa) yang baik, siswa akan menyukai gurunya, juga akan menyukai mata pelajaran yang diberikannya sehingga siswa berusaha mempelajari sebaik-baiknya. Guru yang kurang interaksi dengan siswa secara akrab menyebabkan proses belajar-mengajar itu kurang lancar. Juga siswa merasa jauh dari guru, maka segan berpartisipasi secara aktif dalam belajar. (4) Relasi Siswa dengan Siswa Siswa yang mempunyai sifat-sifat atau tingkah laku yang kurang menyenangkan teman lain, mempunyai rasa rendah diri atau sedang mengalami tekanan-tekanan batin, akan diasingkan dari kelompok. Akibatnya makin parah masalahnya dan akan menggangu belajarnya. Menciptakan relasi yang baik antarsiswa adalah perlu, agar dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap belajar siswa. (5) Disiplin Sekolah Kedisiplinan sekolah erat hubungannya dengan kerajinan siswa dalam sekolah dan juga dalam belajar.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 Kedisiplinan sekolah mencakup kedisiplinan guru dengan melaksanakan tata tertib, kedisiplinan pegawai/karyawan dalam pekerjaan administrasi dan kebersihan/keteraturan kelas, gedung sekolah, halaman dan lain-lain. Kedisiplinan Kepala Sekolah dalam mengelola seluruh staf beserta siswa-siswinya dan kedisiplinan tim BP dalam pelayanannya kepada siswa. Dengan demikian agar siswa belajar lebih maju, siswa harus disiplin di dalam belajar baik di sekolah, di rumah dan di perpustakaan. Agar siswa disiplin haruslah guru beserta staf yang lain disiplin pula. (6) Alat Pelajaran Alat pelajaran erat hubungannya dengan cara belajar siswa, karena alat pelajaran yang dipakai oleh guru pada waktu mengajar dipakai pula oleh siswa untuk menerima bahan yang diajarkan itu. Mengusahakan alat pelajaran yang baik dan lengkap adalah perlu agar guru dapat mengajar dengan baik sehingga siswa dapat menerima pelajaran dengan baik serta dapat belajar dengan baik pula.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 (7) Waktu Sekolah Waktu sekolah ialah waktu terjadinya proses belajar mengajar di sekolah, waktu itu dapat pagi hari, siang, sore/malam hari. Waktu sekolah juga mempengaruhi belajar siswa. Jika terjadi siswa terpaksa masuk sekolah di sore hari, sebenarnya kurang dapat dipertanggungjawabkan. Dimana siswa harus beristirahat tetapi terpaksa masuk sekolah. Sebaliknya siswa belajar di pagi hari, pikiran masih segar, jasmani dalam kondisi yang baik. Jadi memilih waktu sekolah yang tepat akan memberi pengaruh yang positif terhadap belajar. (8) Standar Pelajaran di Atas Ukuran Guru berpendirian untuk mempertahankan wibawanya, perlu memberi pelajaran di atas ukuran standar. Akibatnya siswa merasa kurang mampu dan takut kepada guru. Bila banyak siswa yang tidak berhasil dalam mempelajari mata pelajarannya, guru semacam itu merasa senang. Tetapi berdasarkan teori belajar, hal tersebut tidak boleh terjadi. Guru dalam menuntut penguasaan materi harus sesuai dengan kemampuan siswa masing-masing. Yang penting tujuan yang telah dirumuskan dapat tercapai.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 (9) Keadaan Gedung Dengan jumlah siswa yang banyak serta variasi karakteristik mereka masing-masing menuntut keadaan gedung dewasa ini harus memadai di dalam setiap kelas. (10) Metode Belajar Banyak siswa melaksanakan cara belajar yang salah. Dalam hal ini perlu bimbingan guru. Dengan cara belajar yang tepat akan efektif pula hasil belajar siswa itu. Juga dalam pembagian waktu untuk belajar. Kadang-kadang siswa belajar tidak teratur, atau terusmenerus karena besok akan tes. Dengan demikian siswa akan kurang beristirahat bahkan mungkin dapat jatuh sakit. Maka perlu belajar secara teratur setiap hari, dengan pembagian waktu yang baik, memilih cara belajar yang tepat dan cukup istirahat akan meningkatkan hasil belajar. (11) Tugas Rumah Waktu belajar terutama adalah di sekolah, di samping untuk belajar waktu di rumah biarlah digunakan untuk kegiatan-kegiatan lain. Maka diharapkan guru jangan terlalu banyak memberi tugas

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 yang harus dikerjakan di rumah, sehingga anak tidak mempunyai waktu lagi untuk kegiatan yang lain. c. Faktor Masyarakat (1) Kegiatan siswa Dalam Masyarakat Kegiatan siswa dalam masyarakat dapat menguntungkan tehadap perkembangan pribadinya, namun perlu kiranya membatasi kegiatan siswa dalam masyarakat supaya jangan sampai mengganggu belajarnya. jika mungkin memilih kegiatan yang mendukung belajar. (2) Mass Media Mass media yang baik memberi pengaruh yang baik terhadap siswa dan juga terhadap belajarnya. sebaliknya mass media yang jelek juga berpengaruh jelek terhadap siswa. Maka perlulah kiranya siswa mendapatkan bimbingan dan kontrol yang cukup bijaksana dari pihak orang tua dan pendidik, baik di dalam keluarga, sekolah dan masyarakat. (3) Teman Bergaul Pengaruh-pengaruh dari teman bergaul siswa lebih cepat masuk dalam jiwanya daripada yang kita duga. Teman bergaul yang baik akan berpengaruh baik terhadap diri siswa, begitu juga sebaliknya,

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 teman bergaul yang jelek pasti mempengaruhi yang bersifat buruk juga. Agar siswa dapat belajar dengan baik, maka perlulah diusahakan agar siswa memiliki teman bergaul yang baik-baik dan pembinaan pergaulan yang baik serta pengawasan dari orang tua dan pendidik harus cukup bijaksana (jangan terlalu ketat tetapi juga jangan lengah). (4) Bentuk Kehidupan Masyarakat Kehidupan masyarakat di sekitar siswa juga berpengaruh terhadap belajar siswa. Masyarakat yang terdiri dari orang-orang yang tidak terpelajar, penjudi, suka mencuri dan mempunyai kebiasaan jelek kepada anak (siswa) yang berada di situ. Anak/siswa tertarik untuk melakukan apa yang dilakukan orang-orang sekitarnya, akibatnya belajarnya akan terganggu dan bahkan kehilangan semangat belajar. Sebaliknya jika lingkungan anak adalah orangoranng yang terpelajar yang baik-baik, mereka mendidik dan menyekolahkan anak-anaknya, antusias dengan cita-cita yang luhur akan masa depan anaknya. Adalah perlu untuk mengusahakan lingkungan yang baik agar dapat memberi pengaruh yang positif

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 terhadap anak/siswa sehingga dapat belajar dengan sebaik-baiknya. e. Jenis-jenis Belajar Menurut Slameto (2010:5-8) jenis-jenis belajar adalah : (1) Belajar bagian (part learning, fractioned learning) Umumnya belajar bagian dilakukan oleh seseorang bila ia dihadapkan pada materi belajar yang bersifat luas atau ekstensif. Dalam hal ini individu memecah seluruh materi pelajaran menjadi bagian-bagian yang satu sama lain berdiri sendiri. Sebagai lawan di cara belajar bagian adalah cara belajar keseluruhan atau belajar global. (2) Belajar dengan wawasan (learning by insight) Sebagai suatu konsep, wawasan (insight) ini merupakan pokok utama dalam pembicaraan psikologi belajar dan proses berpikir. (3) Belajar diskriminatif (discriminatif learning) Belajar diskriminatif diartikan sebagai suatu usaha untuk memilih beberapa sifat situasi/stimulus dan kemudian menjadikannya sebagai pedoman dalam bertingkah laku. (4) Belajar global/keseluruhan (global whole learning) Di sini bahan pelajaran dipelajari secara keseluruhan berulang sampai pelajar menguasainya; lawan dari belajar bagian. Metode belajar ini sering disebut juga metode Gestalt.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 (5) Belajar insidental (incidental learning) Konsep ini bertentangan dengan anggapan bahwa belajar ieu selalu berarah-tujuan (intensional). Sebab dalam belajar insidental pada individu tidak ada sama sekali kehendak untuk belajar. Dalam kehidupan sehari-hari, belajar insidental ini merupakan hal yang sangat penting. Oleh karena itu di antara para ahli belajar insidental ini merupakan bahan pembicaraan yang sangat menarik, khususnya sebagai bentuk belajar yang bertentangan dengan belajar intensional. (6) Belajar instrumental (instrumental learning) Pada belajar instrumental, reaksi-reaksi seseorang siswa yang diperlihatkan diikuti oleh tanda-tanda yang mengarah pada apakah siswa tersebut akan mendapatkan hadiah, hukuman, berhasil atau gagal. Di sini individu diberi hadiah bila ia bertingkah laku sesuai dengan tingkah laku yang dikehendaki, dan sebaliknya ia dihukum bila memperlihatkan tingkah laku yang tidak sesuai dengan yang dikehendaki. Sehingga akhirnya akan terbentuk tingkah laku tertentu. (7) Belajar intensional (intentional learning) Belajar dalam arah tujuan, merupakan lawan dari belajar insidental, yang akan dibahas lebih luas pada bagian berikut.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 (8) Belajar laten (latent learning) Dalam belajar laten, perubahan-perubahan tingkah laku yang terlihat tidak terjadi secara segera, dan oleh karena itu disebut laten. Dalam penelitian mengenai ingatan, belajar laten ini diakui memang ada yaitu dalam bentuk belajar insidental. (9) Belajar mental (mental learning) Ada tidaknya belajar mental ini sangat jelas terlihat pada tugas-tugas yang sifatnya motoris. Ada yang mengartikan belajar mental sebagai belajar dengan cara melakukan observasi dari tingkah laku orang lain, membayangkan gerakan-gerakan orang lain dan lain-lain. (10) Belajar produktif (productive learning) R. Berguis (1964) memberikan arti belajar produktif sebagai belajar dengan transfer yang maksimum. Belajar adalah mengatur kemungkinan untuk melakukan transfer tingkah laku dari satu situasi ke situasi lain. Belajar disebut produktif bila individu mampu mentransfer prinsip menyelesaikan satu persoalan dalam satu situasi ke situasi lain. (11) Belajar verbal (verbal learning) Belajar verbal adalah belajar mengenai materi verbal dengan melalui latihan dan ingatan. Dasar dari belajar verbal dperlihatkan dalam eksperimen klasik dari Ebbinghaus. Sifat eksperimen ini meluas dari belajar asosiatif mengenai hubungan

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 dua kata yang tidak bermakna sampai pada belajar dengan wawasan mengenai penyelesaian persoalan yang kompleks yang harus diungkapkan secara verbal. f. Faktor-faktor Mempengaruhi Belajar Menurut Oemar Hamalik (2001:32-33)) faktor-faktor yang mempengaruhi belajar antara lain : (1) Faktor kegiatan, penggunaan dan ulangan ; siswa yang belajar melakukan banyak kegiatan baik kegiatan neural system maupun kegiatan-kegiatan lainnya yang diperlukan untuk memperoleh pengetahuan, sikap, kebiasaan dan minat. Apa yang telah dipelajari perlu digunakan secara praktis dan diadakan ualngan sehingga penguasaan hasil belajar menjadi lebih mantap. (2) Belajar memerlukan latihan dengan jalan : relearning, recalling, dan reviewing agar pelajaran yang terlupakan dapat dikuasai kembali dan pelajaran yang belum dikuasai akan dapat lebih mudah dipahami. (3) Belajar siswa lebih berhasil, belajar akan lebih berhasil jika siswa merasa berhasil dan mendapatkan kepuasannya. Belajar hendaknya dilakukan dalam suasana yang menyenangkan. (4) Siswa yang belajar perlu mengetahui apakah ia berhasil atau gagal dalam belajarnya. Keberhasilan akan menimbulkan

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 kepuasan dan mendorong belajar lebih baik, sedangkan kegagalan akan menimbulkan frustasi. (5) Faktor asosiasi besar manfaatnya dalam belajar, karena semua pengalaman belajar antara yang lama dengan yang baru, secara berurutan diasosiasikan, sehingga menjadi satu kesatuan pengalaman. (6) Pengalaman masa lampau (bahan apersepsi) dan pengertianpengertian yang telah dimiliki oleh siswa, besar peranannya dalam proses belajar karena menjadi dasar untuk menerima pengalaman-pengalaman dan pengertian-pengertian baru. (7) Faktor kesiapan belajar. Faktor kesiapan ini erat hubungannya dengan masalah kematangan, minat, kebutuhan dan tugas-tugas perkembangan. (8) Faktor minat dan usaha. Belajar dengan minat akan mendorong siswa belajar lebih baik daripada belajar tanpa minat. Namun demikian, minat tanpa adanya usaha yang baik maka belajar juga sulit untuk berhasil. (9) Faktor-faktor fisiologis. Kondisi badan siswa yang belajar sangat berpengaruh dalam proses belajar. (10) Faktor intelegensi. Murid yang cerdas akan lebih berhasil dalam kegiatan belajar, karena ia lebih mudah menangkap dan memahami pelajaran dan lebih mudah mengingat-ingatnya. Hali

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 ini berbeda dengan siswa yang kurang cerdas, para siswa yang lamban. 2. Pengertian Prestasi Belajar a. Pengertian Prestasi Belajar Definisi prestasi belajar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990:700) adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka yang diberikan oleh guru. Menurut Suryabrata (Kurniawan, 2011:17) prestasi belajar dapat dikatakan sebagai hasil kecakapan yang baru dari proses belajar seseorang, sehingga mendapatkan pengalaman dan perubahan tingkah laku yang baru dari interaksi dengan lingkungannya. Dari beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahawa prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai oleh individu setelah diadakan kegiatan belajar (baik di sekolah maupun di luar sekolah) dalam periode tertentu dimana proses perubahan terjadi setelah adanya pengalaman, latihan dan interaksi dengan lingkungan. b. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar Prestasi belajar seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor. Menurut Slameto (2010:54) faktor-faktor yang mempengaruhi belajar yaitu faktor intern, faktor ekstern dan faktor kelelahan. Faktor intern terdiri dari keadaan jasmaniah (kesehatan dan cacat tubuh) dan keadaan psikologis (inteligensi, perhatian, minat, bakat,

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 motif, kematangan dan kesiapan), sedangkan faktor ekstern meliputi keluarga (cara orang tua mendidik, relasi antaranggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga,pengertian orang tua dan latar belakang orang tua), sekolah (metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran di atas ukuran, keadaan gedung, metode belajar, tugas rumah), dan masyarakat (keadaan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul dan bentuk kehidupan masyarakat). c. Fungsi dan Kegunaan Prestasi Belajar Menurut Arifin (Kurniawan, 2011:19) fungsi prestasi belajar adalah : (1) Prestasi belajar sebagai indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai anak didik. (2) Prestasi belajar sebagai lambanng pemuasan hasrat ingin tahu. (3) Prestasi belajar sebagai informasi dalam inovasi pendidikan. (4) Prestasi belajar sebagai indikator intern dan ekstern dari suatu instansi pendidikan. (5) Prestasi belajar sebagai indikator terhadap daya serap (kecerdasan) anak didik. Kegunaan prestasi belajar menurut Arifin (Kurniawan, 2011:19) adalah : (1) Sebagai umpan balik bagi pendidik dalam mengajar.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 (2) Untuk keperluan bimbingan dan penyuluhan. (3) Untuk keperluan penempatan dan penjurusan. (4) Untuk menentukan isi kurikulum. (5) Untuk menentukan kebijaksanaan sekolah. 3. Kedisiplinan Belajar a. Pengertian Kedisiplinan Belajar Kedisiplinan belajar sangat diperlukan bagi pencapaian prestasi belajar siswa. Hal ini disebabkan apabila siswa tidak mempunyai kedisiplinan belajar akan sangat sulit untuk mencapai prestasi yang maksimal. Kedisiplinan belajar dapat dilihat dari cara membagi waktu dalam belajar. Siswa yang tidak dapat membagi waktu dalam belajar akan sulit dalam mengerjakan tugas. Kedisiplinan juga dapat dilihat dari sikap siswa dalam belajar. Siswa yang bermalas-malasan dalam belajar perlu mendapat bimbingan dalam belajar. Sikap bermalas-malasan mempengaruhi siswa dalam menerima pelajaran di sekolah. Orang tua perlu membimbing dan menerapkan sikap disiplin sejak dini. Disiplin berasal dari bahasa latin Discere yang berarti belajar. Dari kata ini timbul kata Disciplina yang berarti pengajaran atau pelatihan. Kata disiplin mengalami perkembangan makna dalam beberapa pengertian. Pertama, disiplin diartikan sebagai kepatuhan terhadap peratuaran atau tunduk pada pengawasan, dan pengendalian. Kedua disiplin sebagai latihan yang bertujuan mengembangkan diri agar dapat berperilaku tertib. (http://starawaji.wordpress.com/2009/04/19/pengertiankedisiplinan/) Dengan jalan berdisiplin untuk melaksanakan pedomanpedoman yang baik di dalam usaha belajar, barulah seseoranng

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 mungkin mempunyai cara belajar yang baik. Sifat bermalas-malasan, keinginan mencari gampangnya saja, keseganan untuk bersusahpayah memusatkan pikiran, kebiasaan untuk melamun dan gangguan-gangguan lainnya selalu menghinggapi kebanyakan orang. Gangguan itu hanya bisa diatasi kalau seseorang mempunyai disiplin. Disiplin akan menciptakan kemauan untuk bekerja secara teratur. Berdisiplin selain akan membuat seseorang memiliki kecakapan mengenai cara belajar yang baik, juga merupakan suatu proses ke arah pembentukan watak yang baik (The Liang Gie, 1979:51). b. Macam-Macam Disiplin Belajar 1. Disiplin Belajar di Sekolah Setiap sekolah pada umumnya memiliki peraturan dan tata tertib yang harus dipatuhi oleh semua siswa. Peraturan-peraturan tersebut diharapkan dapat dilaksanakan oleh semua siswa. Dengan siswa dapat mematuhi dan menjalankan peraturan tersebut diharapkan dapat memupuk rasa disiplin dalam diri siswa. Siswa yang melanggar peraturan akan dikenakan sanksi yang telah disepakati oleh semua pihak. Menurut Hurlock (Kurniawan, 2011:27), disiplin belajar di sekolah adalah suatu cara masyarakat untuk mengajar anak perilaku moral yang disetujui kelompok. Adapun indikator

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 belajar di sekolah yang dijadikan indikator dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Patuh dan taat terhadap tata tertib b. Persiapan belajar c. Perhatian terhadap kegiatan belajar di kelas d. Perhatian terhadap materi pelajaran e. Menyelesaikan tugas tepat pada waktunya 2. Disiplin Belajar di Rumah Keluarga terlebih orang tua adalah orang yang pertama kali menumbuhkan sikap disiplin pada anak. Apabila orang tua selalu mendidik anak untuk hidup disiplin, maka anak tersebut akan selalu melakukan kegiatan dengan rajin. Sebaliknya jika orang tua dalam mendidik anak dengan cara yang salah akan menghasilkan individu anak yang tidak disiplin. Anak menjadi malas dalam melakukan kegiatan terlebih belajar. Selain itu, anak juga akan sering membuang-buang waktu dengan sia-sia. Oleh karena itu, orang tua mempunyai peranan penting dalam mendidik dan menanamkan sikap disiplin dalam diri anak. Menurut Imelda (Listiani, 2005:27), individu yang memiliki kedisiplinan belajar di rumah akan menunjukkan ciri sebagai berikut : a. Memiliki waktu belajar teratur (rencana atau jadwal belajar) b. Belajar dengan mencicil

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 c. Menyelesaikan tugas pada waktunya d. Belajar dengan suasana yang mendukung e. Ketaatan dan keteraturan belajar c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kedisiplinan Belajar Kedisiplinan belajar tidak hanya dipengaruhi oleh diri siswa semata, namun banyak faktor yang dapat mempengaruhi kedisiplinan belajar. Dalam ainamulyana.blogspot.com/2012/02/disiplin-belajar.html. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi sikap disiplin belajar siswa, yaitu: (1) Keteladanan Keteladanan orang tua sangat mempengaruhi sikap disiplin anak, sebab sikap dan tindak tanduk atau tingkah laku orang tua sangat mempengaruhi sikap dan akan ditiru oleh anak. Oleh karena itu, orang tua bukanlah hanya sebagai pemberi kebutuhan anak secara materi, tapi orang tua juga adalah sebagai pemberi ilmu pengetahuan dan dituntut untuk menjadi suri tauladan bagi anaknya. (2) Kewibawaan Orang tua yang berwibawa dapat memberi pengaruh yang positif bagi anak, hal ini sebagaimana yang tertulis dalam sebuah buku yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1983:3) bahwa kewibawaan adalah pancaran kepribadian yang menimbulkan pengaruh positif sehingga orang lain mematuhi perintah dan larangannya. Orang yang berwibawa menampakkan sikap dan nilai yang lebih unggul untuk diteladani. Pendapat tersebut menyebutkan, bahwa kewibawaan sangat mempengaruhi sikap seseorang. Kewibawaan yang dimiliki oleh orang tua sangat menentukan kepada pembentukan kepribadian anak. Anak yang terbiasa melaksanakan tugas sesuai dengan petunjuk orang tua, maka dalam dirinya itu sudah tertanam sikap disiplin, dan sebaliknya apabila orang tua sudah tidak memiliki kewibawaan, akan sulit bagi orang tua tersebut untuk mengarahkan dan membimbing anak dan yang akan terjadi adalah tindakan-tindakan indisipliner, dengan demikian kewibawaan sangat mempengaruhi perilaku anak.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 (3) Anak Agar disiplin di lingkungan keluarga dapat berjalan dengan baik, maka sangat diharapkan kerjasama antar semua yang ada di rumah tersebut. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka sangat diharapkan adanya kesadaran anak itu sendiri dalam membina kedisiplinan. Anak harus menyadari kedudukannya sebagai anak yang memerlukan orang tua. (4) Hukuman dan ganjaran Hukuman dan ganjaran, merupakan salah satu usaha untuk mempengaruhi perilaku. Apabila anak melakukan suatu pelanggaran atau suatu perbuatan yang tidak terpuji dan tidak mendapat teguran dari orang tua, maka akan timbul dalam diri anak tersebut suatu kebiasaan yang kurang baik. (5) Lingkungan Faktor yang tidak kalah pentingnya dan berpengaruh terhadap disiplin adalah faktor lingkungan. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat. Pada umumnya apabila lingkungan baik, maka akan berpengaruh terhadap perbuatan yang positif dan begitu pula sebaliknya. Agar dapat terlaksana sikap disiplin yang diharapkan, maka ketiga lingkungan tersebut harus saling membantu, saling menolong, kerjasama, karena masalah pendidikan itu sudah sewajarnya menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, dalam hal ini guru/sekolah, orang tua/keluarga dan begitu juga masyarakat yang berada di lingkungannya. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Ki Hajar Dewantara, bahwa keluarga mendidik anak dengan memberikan kebiasaan-kebiasaan yang baik sebagai pembentukan watak yang terpuji. Sekolah mendidik anak memberikan kecakapankecakapan yang dibutuhkan si anak dengan pengajaran, dan dari masyarakat mendidik anak-anak dengan latihan-latihan praktis, berwujud keterampilan, ketabahan, keberanian, dan sebagainya yang semuanya akan dipergunakan sebagai bekal dalam kehidupannya. Sedangkan belajar dapat dibatasi sebagai kegiatan pisik dan mental dalam proses perubahan perilaku, maka dilihat dari ruang lingkupnya aktivitas belajar menyangkut aktivitas belajar di sekolah maupun di rumah. Dengan demikian, maka dapat diidentifikasi bahwa disiplin belajar adalah keadaan sikap mental anak yang dengan senang hati tunduk pada aturan-aturan ketertiban kegiatan pisik dan mental dalam merubah perilaku melalui kegiatan belajar di sekolah maupun di rumah.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Oleh karena itu, jelaslah bahwa masalah disiplin belajar siswa merupakan hal yang sangat penting, karena jika kedisiplinan tersebut telah tertanam dalam diri anak, maka ia akan berusaha untuk belajar secara teratur, kontinue, dan ajeg sesuai dengan peraturan-peraturan yang ada, sehingga akan tercapai sebuah prestasi dalam belajar. 4. Lingkungan Belajar Menurut Ali Imron (1996:103) lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Yang dimaksud dengan lingkungan fisik adalah tempat di mana pembelajar tersebut belajar. Sedangkan lingkungan sosial adalah suatu lingkungan seseorang dalam kaitannya dengan orang lain. Menurut Eveline Siregar dan Hartini Nara (2010:177-179) faktor sosial terdiri dari : a. Lingkungan keluarga (1) Orang tua Dalam kegiatan belajar, seorang anak perlu diberi dorongan dan pengertian orang tua. Apabila semangat belajar anaka lemah, kemudian orang tua memanjakan anaknya, maka ketika masuk sekolah, ia akan menjadi siswa yang kurang bertanggung jawab dan takut menghadapi tantangan kesulitan. Demikian juga orang tua yang mendidik anaknya terlalu keras, maka anak tersebut akan menjadi takut, tidak supel dalam bergaul dan mengisolasi diri. (2) Suasana rumah

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Hubungan antar anggota keluarga yang kurang harmonis akan menimbulkan suasana kaku dan tegang dalam keluarga yang menyebabkan anak kurang bersemangat untuk belajar. Sedangkan suasana rumah yang akrab, menyenangkan dan penuh kasih sayang akan memberikan dorongan belajar yang kuat bagi anak. (3) Kemampuan ekonomi keluarga Hasil belajar yang baik, tidak dapat diperoleh hanya dengan mengandalkan keterangan-keterangan yang diberikan oleh guru di depan kelas, tetapi membutuhkan juga alat-alat yang memadai. Bagi orang tua yang keadaan ekonominya kurang memadai, sudah barang tentu tidak dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan anaknya itu secara memuaskan. Apabila keadaan ini terjadi pada orang tua murid, maka murid yang bersangkutan akan menanggung resiko yang tidak diharapkan. (4) Latar belakang budaya Tingkat pendidikan dan kebiasaan dalam keluarga akan mempengaruhi sikap anak dalam belajar. Jadi, anak-anak hendaknya ditanamkan kebiasaan baik agar mendorong anak untuk belajar. b. Lingkungan guru (1) Interaksi guru dan murid

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Guru yang kurang berinteraksi dengan murid secara rutin akan menyebabkan proses belajar mengajar kurang lancar, dan menyebabkan anak didik merasa distansi (jarak) dengan guru, sehingga segan untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan belajar mengajar. (2) Hubungan antara murid Guru yang kurang bisa mendekati siswa dan kurang bijaksana, maka tidak akan mengetahui bahwa di dalam kelas ada grup yag saling bersaing secara tidak sehat. Suasana kelas semacam ini sangat tidak diharapkan dalam proses belajar. Maka, guru harus mampu membina jiwa kelas supaya dapat hidup bergotongroyong dalam belajar bersama, agar kondisi belajar individua siswa berlangsung dengan baik. (3) Cara penyajian bahan pelajaran Guru yang hanya bisa mengajar dengan metode ceramah saja, membuat siswa menjadi bosan, mengantuk, pasif dan hanya mencatat saja. Guru yang progresif adalah guru yang berani mencoba metode-metode baru, yang dapat membentu dalam meningkatkan kondisi belajar siswa. c. Lingkungan masyarakat (1) Teman bergaul. Pergaulan dan teman sepermainan sangat dibutuhkan dalam membuat dan membentuk kepribadian dan sosialisasi anak. Orang tua harus memperhatikan agar anak-

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 anaknya jangan sampai mendapat teman bergaul yang memiliki tingkah laku yang tidak diharapkan. Karena perilaku yang tidak baik, akan mudah sekali menular kepada anak lain. (2) Pola hidup lingkungan. Pola hidup tetangga yang berada di sekitar rumah dimana anak itu berada punya pengaruh besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Jika anak berada di kondisi masyarakat kumuh yang serba kekurangan dan anakanak penganggura misalnya, akan sangat mempengaruhi kondisi belajar anak karena ia akan mengalami kesulitan ketika memerlukan teman belajar atau berdiskusi atau meminjam alatalat belajar. (3) Kegiatan dalam masyarakat. Kegiatan dalam masyarakat dapat berupa karang taruna, menari, olahraga dan lain sebagainya. Bila kegiatan tersebut dilakukan secara berlebihan tentu akan menghambat kegiatan belajar. Jadi, orang tua perlu memperhatikan kegiatan-kegiatan anak-anaknya. (4) Mass media. Mass media adalah sebagai salah satu faktor penghambat dalam belajar, misalnya bioskop, radio, TV, videokaset, novel, majalah dan lain-lain. Banyak anak yang terlalu lama menonton TV, membaca novel, majalah yang tidak dibertanggungjawabakan dari segi pendidikan sehingga mereka lupa akan tugasnya belajar. Maka dari itu, buku bacaan, video-

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 kaset, majalah, dan mass media lainnya perlu diadakan pengawasan yang ketat dan diseleksi dengan teliti. B. Kerangka Berpikir 1. Hubungan Kedisiplinan Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa. Kedisiplinan belajar sangat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Siswa yang mempunyai sikap disiplin yang tinggi akan selalu mempergunakan waktu dengan baik. Siswa tidak akan membuang-buang waktu secara percuma. Kedisiplinan belajar harus ditanamkan sejak dini agar kelak saat dewasa anak dapat selalu disiplin dalam menjalankan tugas. Disiplin berasal dari bahasa latin Discere yang berarti belajar. Dari kata ini timbul kata Disciplina yang berarti pengajaran atau pelatihan. Kata disiplin mengalami perkembangan makna dalam beberapa pengertian. Pertama, disiplin diartikan sebagai kepatuhan terhadap peratuaran atau tunduk pada pengawasan, dan pengendalian. Kedua disiplin sebagai latihan yang bertujuan mengembangkan diri agar dapat berperilaku tertib. Sikap disiplin perlu diberikan kepada anak sejak dini. (http://starawaji.wordpress.com/2009/04/19/pengertian-kedisiplinan/). Dengan jalan berdisiplin untuk melaksanakan pedoman-pedoman yang baik di dalam usaha belajar, barulah seseoranng mungkin mempunyai cara belajar yang baik. Sifat bermalas-malasan, keinginan mencari gampangnya saja, keseganan untuk bersusah-payah memusatkan pikiran, kebiasaan untuk melamun dan gangguan-gangguan lainnya selalu menghinggapi kebanyakan orang. Gangguan itu hanya bisa diatasi kalau seseorang mempunyai disiplin. Disiplin akan menciptakan kemauan untuk bekerja secara teratur. Berdisiplin selain akan membuat

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 seseorang memiliki kecakapan mengenai cara belajar yang baik, juga merupakan suatu proses ke arah pembentukan watak yang baik (The Liang Gie, 1979:51). 2. Hubungan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa. Lingkungan belajar yang nyaman akan memberi semangat bagi siswa untuk belajar dengan serius. Lingkungan belajar tidak hanya dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, namun juga dipengaruhi oleh lingkungan sekolah dan masyarakat. Lingkungan keluarga terdiri dari orang tua, suasana rumah, kemampuan ekonomi keluarga dan latar belakang kebudayaan. Lingkungan guru (sekolah) terdiri dari interaksi guru dan murid, hubungan antar murid dan cara penyajian bahan pelajaran. Sedangkan lingkungan masyarakat terdiri dari teman bergaul, pola hidup lingkungan, kegiatan dalam masyarakat dan mass media. Dalam lingkungan keluarga, bimbingan orang tua sangat diperlukan anak. Anak akan merasa senang karena orang tua dapat selalu memperhatikan dan membimbing dalam belajar. Lingkungan masyarakat yang tentram juga mempengaruhi prestasi belajar siswa. Siswa yang memiliki sikap sosial yang tinggi akan mudah bergaul dengan masyarakat sekitar. Masyarakat yang selalu menerapkan peraturan dalam belajar juga mempengaruhi prestasi yang maksimal.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 C. Hipotesis Penelitian Hipotesis yang disajikan peneliti ini adalah : 1. Ho= Tidak ada hubungan yang signifikan antara kedisiplinan belajar dengan indeks prestasi kumulatif mahasiswa pendidikan akuntansi 2013 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Ha = Ada hubungan yang signifikan antara kedisiplinan belajar dengan indeks prestasi kumulatif mahasiswa pendidikan akuntansi 2013 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Ho= Tidak ada hubungan yang signifikan antara lingkungan belajar dengan indeks prestasi kumulatif mahasiswa pendidikan akuntansi 2013 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Ha = Ada hubungan yang signifikan antara lingkungan belajar dengan indeks prestasi kumulatif mahasiswa pendidikan akuntansi 2013 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Ho = Tidak ada hubungan yang signifikan antara kedisiplinan belajar dan lingkungan belajar dengan indeks prestasi kumulatif mahasiswa pendidikan akuntansi 2013 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Ha = Ada hubungan yang signifikan antara kedisiplinan belajar dan lingkungan belajar dengan indeks prestasi kumulatif mahasiswa pendidikan akuntansi 2013 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus yaitu suatu penelitian yang dilakukan secara intensif terinci dan mendalam terhadap suatu organisasi, lembaga atau gejala tertentu (Arikunto, 2006:142). Penelitian ini juga termasuk dalam penelitian korelasi. Penelitian korelasi bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan dan apabila ada, berapa eratnya hubungan (Arikunto, 2006:270). Penelitian ini tentang hubungan antara kedisiplinan belajar dan lingkungan belajar terhadap indeks prestasi kumulatif mahasiswa. B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Tempat penelitian adalah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang beralamatkan di Mrican Tromolpos 29 Yogyakarta. 2. Waktu Waktu penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Februari s.d. Maret 2014. 45

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 C. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Subjek penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2013 program studi akuntansi. 2. Objek Objek penelitian ini adalah kedisiplinan belajar, lingkungan belajar dan indeks prestasi kumulatif mahasiswa. D. Populasi, Sampel dan Teknik Penarikan Sampel 1. Populasi Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas subyek atau obyek dengan kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sangadji & Sopiah, 2010:185). Populasi dalam penelitian ini adalah dua mahasiswa program studi pendidikan akuntansi yaitu angkatan 2012 dan angkatan 2013 yang berjumlah 341 siswa. 2. Sampel Sampel adalah suatu prosedur di mana hanya sebagian populasi saja yang diambil dan dipergunakan untuk menentukan sifat serta ciri yang dikehendaki dari suatu populasi (Syofian Siregar, 2010: 145). Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa angkatan 2013 jurusan pendidikan akuntansi yang berjumlah 114 siswa.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 3. Teknik Penarikan Sampel Teknik penariakan sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Sampling Purposive. Sampling Purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2010: 68). Dalam hal ini peneliti memilih untuk meneliti mahasiswa 2013 program studi pendidikan akuntansi dengan pertimbangan bahwa mahasiswa 2013 sudah cukup merasakan pengalaman belajar satu semester di prodi pendidikan akuntansi dan masih aktif di universitas, selain itu mahasiswa 2013 sudah lebih mengerti dan memahami lingkungan universitas tempat dia belajar dengan begitu mahasiswa 2013 lebih dapat menyesuaikan kondisi lingkungan tempat dia belajar dengan pola belajar yang diinginkannya. E. Variabel dan Pengukuran Variabel Penelitian 1. Variabel Penelitian Variabel adalah konstrak yang diukur dengan berbagai macam nilai untuk memberikan gambaran lebih nyata mengenai fenomena-fenomena. Konstrak adalah abstraksi fenomena kehidupan nyata yang diamati (Sangadji & Sopiah, 2010:133). Variabel penelitian berdasarkan fungsi variabel dalam hubungan antar variabel dalam penelitian ini adalah variabel independen dan variabel dependen.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Variabel independen adalah tipe variabel yang menjelaskan atau memengaruhi variabel lain, sedangkan variabel dependen adalah tipe variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel independen (Sangadji & Sopiah, 2010:136). Maka variabel dalam peneltian ini adalah: a. Variabel independen ini meliputi dua macam persepsi yaitu: 1) Kedisiplinan belajar. Kedisiplinan belajar sangat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Siswa yang mempunyai sikap disiplin yang tinggi akan selalu mempergunakan waktu dengan baik. Siswa tidak akan membuangbuang waktu secara percuma. Kedisiplinan belajar harus ditanamkan sejak dini agar kelak saat dewasa anak dapat selalu disiplin dalam menjalankan tugas. Berikut ini disajikan tabel operasionalisasi kedisiplinan belajar : Tabel III.1 Operasionalisasi Variabel Kedisiplinan Belajar Item soal Karakteristik Kedisiplinan Belajar 1. Indikator - + Kedisiplinan belajar di sekolah a. Patuh dan taat terhadap peraturan sekolah. b. Persiapan belajar. c. Perhatian terhadap kegiatan belajar di kelas. 1,4 6 5 2

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI d. Perhatian terhadap 49 materi 3,7 pelajaran. e. Menyelesaikan tugas tepat waktu. 2. 10 Kedisiplinan belajar di rumah. a. Memiliki waktu belajar teratur (rencana atau jadwal 13 belajar). b. Belajar dengan mencicil. 9 8 c. Menyelesaikan tugas tepat 15 waktu. d. Belajar dengan suasana yang 14 11 mendukung. e. Ketaatan dan keteraturan belajar. 12 Pada variabel kedisiplinan belajar kuesioner didasarkan pada skripsi Frisca Rosecialine (2011:32) dengan judul “Hubungan Disiplin Belajar, Lingkungan Fisik Keluarga dan Lingkungan Fisik Sekolah dengan Prestasi Belajar siswa Kelas XI”. 2) Lingkungan belajar Lingkungan belajar yang nyaman akan mendukung terciptanya prestasi belajar yang maksimal. Lingkungan keluarga yang saling

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 mendukung satu sama lain akan sangat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Selain lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dan pergaulan juga akan mendukung prestasi siswa. Siswa akan lebih semangat belajar apabila dapat berinteraksi dengan orang lain. Berikut ini disajikan tabel operasionalisasi lingkungan belajar: Tabel III.2 Operasionalisasi Variabel Lingkungan Belajar Karakteristik Item Indikator Lingkungan 1. Belajar - 1 4 2, 7 5 3 8 Lingkungan keluarga. a. Bimbingan orang tua. b. Suasana rumah yang mendukung. c. Kemampuan ekonomi keluarga dalam memenuhi fasilitas belajar dari orang tua. d. Latar belakang budaya. 2. + Lingkungan sekolah a. Adanya interaksi antar guru dan siswa. bahan pelajaran. 9 11 10 b. Adanya interaksi antar siswa. c. Cara guru dalam 6 menyajikan 12 14 13

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. Lingkungan masyarakat. a. Teman bergaul. b. Pola hidup lingkungan. c. Kegiatan dalam masyarakat. 15 16 17 51 18 19 20 d. Mass media Pada variabel lingkungan belajar kuesioner didasarkan pada skripsi Theresia Kristik maryono (2007:61) dengan judul ”Hubungan Interaksi Belajar Mengajar, Media Pembelajaran dan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Belajar Akuntansi”. b. Indeks prestasi kumulatif (variabel dependen) Prestasi yang maksimal diharapkan oleh semua orang. Dengan adanya sikap disiplin, prestasi yang diinginkan akan tercapai. Prestasi belajar yang baik akan berdampak kepada masa depan mahasiswa. Penentuan prestasi berdasar pada indeks prestasi kumulatif semester 1 mahasiswa pendidikan akuntansi 2013 Universitas Sanata Dharma. Indeks prestasi kumulatif semester 1 dapat mencerminkan tingkat ketercapaian prestasi siswa. 2. Pengukuran Variabel Penelitian Variabel persepsi siswa tentang kompetensi guru dan variabel minat belajar siswa, keduanya diukur dengan menggunakan skala likert. Skalalikert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2010:134). Sekala likert memiliki dua bentuk pernyataan, yaitu: pernyataan positif dan negatif. Pernyataan positif diberi skor 4,3,2, dan 1; sedangkan bentuk pernyataan negatif diberi skor 1,2,3,4. Bentuk jawaban skala likert terdiri dari Sangat Setuju, Setuju, Tidak Setuju, dan Sangat Tidak Setuju (Syofian Siregar, 2010: 138). Pilihan jawaban untuk masing-masing pertanyaan dibuat berbeda, tujuannya agar menghasilkan persepsi yang benar-benar mampu mewakili persepsi siswa yang sebenarnya. Bobot yang diberikan untuk alternatif jawaban adalah sebagai berikut: Tabel III.3 Bobot Alternatif Jawaban Skor Kriteria Jawaban Pertanyaan Pertanyaan Positif Negatif Sangat Setuju 4 1 Setuju 3 2 Tidak Setuju 2 3 Sangat Tidak Setuju 1 4 F. Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa: 1. Kuesioner Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui (Sangadji & Sopiah, 2010:151).

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Kuesioner dalam penelitian ini digunakan untuk mengungkap data tentang persepsi siswa mengenai kompetensi guru akuntansi (yang meliputi persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial) dan minat belajar siswa. Dipandang dari cara menjawabnya, penelitian ini menggunakan kuesioner tertutup yaitu responden tinggal memilih jawaban yang sudah disediakan. 2. Dokumentasi Dokumentasi digunakan untuk mempelajari berbagai sumber tertulis, dalam hal ini adalah guru dan identitas siswa. Guru dan siswa digunakan sebagai sumber yang diteliti. G. Teknik Pengujian Instrumen 1. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengetahui kelayakan butir-butir dalam suatu daftar pertanyaan dalam mendefinisikan suatu variabel (Sujarweni & Endrayanto, 2012:177). Pengujian validitas dilakukan dengan berdasarkan uji korelasi product moment dengan rumus (Arikunto, 2010: 171): 𝒓𝒙𝒚 = 𝑵 ∑ 𝑿𝒀 − (∑ 𝑿)(∑ 𝒀) 𝟐 𝟐 ��𝑵 ∑ 𝑿𝟐 − (∑ 𝑿) � �𝑵 ∑ 𝒀𝟐 − (∑ 𝒀) �

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 dimana: rxy = koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y. Dari hasil pengujian instrument yang dilaksanakan di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta diketahui bahwa n = 76 dan taraf signifikansi (alpha) adalah 0,05 atau 5% sehingga rtabel dari 0,05 : 76 adalah 0,233. Hasil pengukuran validitas untuk variabel persepsi siswa tentang kompetensi guru akuntansi adalah sebagai berikut: No. Item Soal Item_1 Item_2 Item_3 Item_4 Item_5 Item_6 Item_7 Item_8 Item_9 Item_10 Item_11 Item_12 Item_13 Item_14 Item_15 Tabel III.4 Hasil Pengukuran Uji Validitas Variabel Kedisiplinan Belajar r table 0,223 0,223 0,223 0,223 0,223 0,223 0,223 0,223 0,223 0,223 0,223 0,223 0,223 0,223 0,223 Jumlah Soal r hitung .469 .373 .347 .498 .448 .513 .318 .462 -.065 .232 .363 .178 .551 .530 .566 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid 15 Dari hasil pengukuran 15 item soal untuk variabel kedisiplinan belajar, dapat diketahui bahwa ada 13 item soal yang valid karena rhitung lebih besar dari rtabel dan ada dua item soal yang tidak valid. Item soal yang tidak valid tersebut dibuang, sehingga saat penelitian yang sesungguhnya

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 untuk variabel persepsi siswa tentang kompetensi guru akuntansi menggunakan 13 item soal. Hasil pengukuran validitas untuk variabel lingkungan belajar sebagai berikut: Tabel III.5 Hasil Pengukuran Uji ValiditasVariabel Minat Belajar Siswa Akuntansi No. Item Soal Item_1 Item_2 Item_3 Item_4 Item_5 Item_6 r table 0,223 0,223 0,223 0,223 0,223 0,223 Item_7 Item_8 Item_9 Item_10 Item_11 Item_12 Item_13 Item_14 Item_15 Item_16 Item_17 Item_18 Item_19 Item_20 0,223 0,223 0,223 0,223 0,223 0,223 0,223 0,223 0,223 0,223 0,223 0,223 0,223 0,223 Jumlah Soal r hitung .222 .069 .456 .502 .475 .359 .457 .401 .439 .134 .441 -.008 .315 .310 .515 .207 .223 .342 .287 .484 Keterangan Tudak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid 20 Dari hasil pengukuran 20 item soal untuk variabel minat belajar siswa diketahui bahwa ada 15 item soal valid karena rhitung lebih besar dari rtabel dan ada lima item soal yang tidak valid. Item soal yang tidak valid

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 tersebut dibuang, sehingga saat penelitian yang sesungguhnya untuk minat belajar siswa menggunakan 15 item soal. Jumlah keseluruhan item soal dalam kuesioner yang digunakan untuk penelitian dari variabel-variabel di atas adalah 28 item soal. 2. Uji Reliabilitas Reliabilitas (keandalan) merupakan ukuran suatu kestabilan dan konsistensi responden dalam menjawab hal yang berkaitan dengan konstruk-konstruk pertanyaan yang merupakan dimensi suatu variabel dan disusun dalam bentuk kuesioner (Sujarweni dan Endrayanto, 2012:186). Pengujian reliabilitas dilakukan berdasarkan uji reliabilitas dengan menggunakan rumus Alpha (Arikunto, 2006:180): dimana: ∑ 𝜎2𝑖 𝑛 𝑟11 = � � �1 − 2 � 𝑛−1 𝜎𝑡 𝑟11 = reliabilitas yang dicari 𝜎2𝑡 = varians total ∑ 𝜎2𝑖 = jumlah varian skor tiap-tiap item Uji reliabilitas dapat dilakukan secara bersama-sama terhadap seluruh butir pertanyaan, jika nilai Alpha > 0,60 maka reliabel (Sujarweni dan Endrayanto, 2012:186). Sebagai tolak ukur tinggi rendahnya koefisien reliabilitas digunakan interpretasi yang dikemukakan oleh Sugiyono (1992:145) sebagai berikut:

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Tabel III.6 Tingkat Keterandalan Instrumen Penelitian Koefisien korelasi Tingkat keterandalan 0,800 – 1,000 Sangat tinggi 0,600 – 0,799 Tinggi 0,400 – 0,599 Cukup Tinggi 0,200 – 0,399 Rendah Kurang dari 0,200 Sangat rendah Uji reliabilitas instrument dilakukan dengan menggunakan rumus Cronbach-Alphadan dikerjakan dengan program SPSS 16 dengan koefisien rtabel pada n = 76. Hasil pengujian reliabilitas diperoleh hasil sebagai berkut. Tabel III.7 Rangkuman Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian Nilai Nilai Variabel Status Keterangan rhitung rtabel Kedisiplinan Belajar 0,771 0,60 Andal Tinggi Lingkungan Belajar 0,768 0,60 Andal Tinggi H. Teknik Analisis Data 1. Analisis Deskriptif Analisis deskriptif dimaksudkan untuk mendeskripsikan data penelitian tentang variabel persepsi mahasiswa pendidikan akuntansi 2013 tentang variabel dari persepsi mahasiswa tentang kedisiplinan belajar mahasiswa, lingkungan belajar mahasiswa dan indeks prestasi kumulatif. Pendiskripsian data dilakukan berdasarkan Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe II. Berikut adalah tabel PAP II (Masijdo, 1995:157):

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Tabel III.8 Penilaian Acuan Patokan Tipe II Kategori Tingkat Penguasaan Kecenderungan Kompetensi Variabel 81% – 100% Sangat baik 66% – 80% B a ik 56% – 65% Cukup baik 46% – 55% Kurang baik Dibawah 46% Sangat kurang baik Berikut ini adalah pendeskripsian variabel penelitian: a. Persepsi Mahasiswa tentang Kedisiplinan Belajar Jumlah soal untuk persepsi tentang kompetensi guru akuntansi terdiri dari 13 item soal. Berdasarkan data tersebut maka dilakukan analisis sebagai berikut: Skor tertinggi yang diharapkan 4 x 13 = 52 Skor terendah yang diharapkan 1 x 13 = 13 Penilaian persepsi siswa tentang kompetensi guru akuntansi berdasarkan PAP tipe II dapat ditentukan sebagai berikut: Skor = Nilai terendah + % (nilai tertinggi – nilai terendah) = 13 + 81% (52 – 13) = 44.59 dibulatkan 45 = 13 + 66% (52 – 13) = 38.74 dibulatkan 39 = 13 + 56% (52 – 13) = 34.84 dibulatkan 35 = 13 + 46% (52 – 13) = 30.94 dibulatkan 31 = di bawah 30 disajikan pada tabel berikut ini:

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Tabel III.9 Interval Skor Persepsi Siswa tentang Kedisiplinan Belajar Interval Skor Penilaian 45 – 52 Sangat baik 39 – 44 B a ik 35 – 38 Cukup 31 – 34 Kurang baik di bawah 30 Sangat kurang baik b. Persepsi Mahasiswa tentang Lingkungan Belajar Jumlah soal untuk persepsi tentang kompetensi pedagogik guru akuntansi terdiri dari 15 item soal. Berdasarkan data tersebut maka dilakukan analisis sebagai berikut: Skor tertinggi yang diharapkan 4 x 15 = 60 Skor terendah yang diharapkan 1 x 15 = 15 Penilaian persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru akuntansi berdasarkan PAP tipe II dapat ditentukan sebagai berikut: Skor = Nilai terendah + % (nilai tertinggi – nilai terendah) = 15 + 81% (60 – 15) = 51.45 dibulatkan 52 = 15 + 66% (60 – 15) = 44.70 dibulatkan 45 = 15 + 56% (60 – 15) = 40.20 dibulatkan 40 = 15 + 46% (60 – 15) = 35.70 dibulatkan 36 = di bawah 35 disajikan pada tabel berikut ini:

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Tabel III.10 Interval Skor Persepsi Siswa tentang Lingkungan Belajar Interval Skor Penilaian 52 – 60 Sangat baik 45 – 51 B a ik 40 – 44 Cukup 36 – 39 Kurang baik di bawah 35 Sangat kurang baik c. Persepsi Mahasiswa tentang Kediplinan Belajar dan Lingkungan Belajar Jumlah soal untuk persepsi tentang kompetensi pedagogik guru akuntansi terdiri dari 28 item soal. Berdasarkan data tersebut maka dilakukan analisis sebagai berikut: Skor tertinggi yang diharapkan 4 x 28 = 112 Skor terendah yang diharapkan 1 x 28 = 28 Penilaian persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru akuntansi berdasarkan PAP tipe II dapat ditentukan sebagai berikut: Skor = Nilai terendah + % (nilai tertinggi – nilai terendah) = 28 + 81% (112 – 28) = 96.04 dibulatkan 96 = 28 + 66% (112 – 28) = 83.44 dibulatkan 83 = 28 + 56% (112 – 28) = 75.04 dibulatkan 75 = 28 + 46% (112 – 28) = 66.64 dibulatkan 67 = di bawah 35 disajikan pada tabel berikut ini:

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Tabel III.11 Interval Skor Persepsi Siswa tentang Kedisiplinan Belajar dan Lingkungan Belajar Interval Skor Penilaian 84 – 96 Sangat baik 76 – 83 B a ik 68 – 75 Cukup 36 – 67 Kurang baik di bawah 35 Sangat kurang baik 2. Uji Normalitas Uji normalitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah data masingmasing variabel berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas yang digunakan adalah dengan uji Kolmogorov Smirnov. Adapun rumusnya adalah: 𝐷 = 𝑀𝑎𝑥 |𝐹𝑂 (𝑋𝑖 ) − 𝑆𝑁 (𝑋𝑖 )| D = Deviasi maksimum 𝐹𝑂 (𝑋𝑖 ) = Fungsi distribusi frekuensi kumulatif yang ditentukan 𝑆𝑁 (𝑋𝑖 ) = Distribusi kumulatif yang diobservasi Jika nilai asymp. sig < taraf nyata (0,05) maka distribusi data variabel penelitian dinyatakan tidak normal. Sedangkan jika nilai asymp. sig > taraf nyata (0,05) maka distribusi data variabel penelitian dinyatakan normal. 3. Pengujian Hipotesis Penelitian Uji hipotesis ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kedisiplinan belajar, lingkungan belajar terhadap indeks prestasi kumulatif. Pengujian hipotesis

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 menggunakan statistik korelasi Pearson dan Spearman dan regresi berganda. Berikut ini adalah rumusan hipotesis dalam penelitian ini: 1. Ho = Tidak ada hubungan yang signifikan antara persepsi mahasiswa tentang kedisiplinan belajar dan indeks prestasi kumulatif. Ha = Ada hubungan yang signifikan antara persepsi mahasiswa tentang kedisiplinan belajar dan indeks prestasi kumulatif. 2. Ho = Tidak ada hubungan yang signifikan antara persepsi mahasiswa tentang lingkungan belajar dan indeks prestasi kumulatif. Ha = Ada hubungan yang signifikan antara persepsi mahasiswa tentang lingkungan belajar dan indeks prestasi kumulatif. 3. Ho = Tidak ada hubungan yang signifikan antara persepsi mahasiswa tentang kedisiplinan belajar, lingkungan belajar dan indeks prestasi kumulatif. Ha = Ada hubungan yang signifikan antara persepsi mahasiswa tentang kedisiplinan belajar, lingkungan belajar dan indeks prestasi kumulatif. Untuk menguji taraf signifikansi korelasi Product Moment dan regresi berganda di atas, kemudian dilakukan konsultasi tabel nilai-nilai Rho pada taraf signifikansi 5% dan 1%. Jika koefisien korelasi Rho yang diperoleh dari hasil perhitungan signifikan pada taraf signifikasi 5%, tetapi tidak siginifikansi untuk 1%. Jika sebelumnya telah ditetapkan bahwa batas penerimaan siginifikansi adalah 5%, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara persepsi siswa tentang kompetensi guru akuntansi dan minat belajar. Berikut kriteria koefisien:

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. 63 Korelasi Product Moment: Tabel III.12 Koefisisn Korelasi Tingkat Interval Koefisien Hubungan 0,80 – 1,000 Sangat kuat 0,60 – 0,799 Kuat 0,40 – 0,599 Cukup Kuat 0,20 – 0,399 Rendah 0,00 – 0,199 Sangat Rendah Untuk menguji signifikan koefisien korelasi dilakukan dengan melalukan uji t dengan menggunakan rumus sebagai berikut: t= Keterangan : 𝑟𝑠 √𝑛−2 √1−𝑟 r = Koefisien korelasi sederhana n = Jumlah sampel Kriteria pengujian adalah sebagai berikut: Jika thitung > ttabel berarti terdapat hubungan yang signifikan. Jika thitung < ttabel berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan. 2. Regresi Ganda Untuk menguji signifikan atau tidak koefisien korelasi berganda digunakan uji F dengan derajat kebebasan (df) n-k-1. F= R2 1  R

(81) 2 k n  k 1

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Dimana: R = koefisien korelasi ganda k = banyaknya variabel bebas n = jumlah sampel Jika nilai Fhitung < Ftabel maka Ho diterima dan Ha ditolak, berarti variabel-variabel dalam regresi tidak bisa dipakai sebagai informasi terhadap prestasi belajar siswa. Sedangkan jika nilai Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak dan Ha diterima, berarti variabel-variabel dalam regresi bisa dipakai sebagai informasi terhadap indeks prestasi kumulatif mahasiswa.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV GAMBARAN UMUM A. Sejarah Universitas Sanata Dharma Rencana mendirikan suatu perguruan tinggi keguruan lahir ketika Prof. Moh. Yamin, S.H menjabat menteri pendidikan, pengajaran dan kebudayaan RI. Pada waktu itu, pendidikan khusus dosen-dosen SMTP/SMU dilaksanakan oleh khursus BI/BII yang didirikan di berbagai kota di Indonesia. Ordo Societas jesus (Serikat Yesus singkatan SJ) di Jawa Tengah telah membuka khursus BI memdidik (Yayasan De Brito), di Yogyakarta yang dikelola oleh Pater H. Loeff, S.J. dan BI Sejarah, dan BI Bahasa Inggris (Yayasan Loyola) di Semarang yang dikelola oleh Pater W.J Van der Meulen, S.J dan Pater H. Bastiaanse, S.J. Khusus BI tersebut dianggap Crash Program sehingga Superrior Misionaris Sociestas Jesus, yaitu Pater Kester berusaha mendirikan suatu perguruan tinggi. Tiga khursus BI memiliki Jesuit yang sudah ada digabungkan menjadi satu. Gabungan ini diperkuat dengan US $ 150.000 hadiah dari Conggregatio de Propaganda Fide. Dengan demikian PTPG Sanata Dharma yang dimulai pada tanggal 7 Desember 1955 dan diresmikan oleh pemerintah pada tanggal 7 Desember 1955. Dalam rangka menyesuaikan diri dengan pemerintah, dalam hal ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tentang perubahan PTPG menjadi 65

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 FKIP, maka PTPG Sanata Dharma pada bulan November 1958 berubah menjadi FKIP Sanata Dharma dan merupakan bagian dari Universitas Katolik Indonesia cabang Yogyakarta. Pada masa FKIP ini, Sanata Dharma berhasil memperoleh status disamakan dengan negeri berdasarkan SK Menteri PTIP No.1/1961 pada tanggal 6 Mei 1961 No.77/1962. Pada bulan Juli 1979 IKIP Sanata Dharma melaksanakan program S1 yang sebelumnya IKIP Sanata Dharma melaksanakan program Sarjana Muda dan sarjana. Pada saat itu juga Depdikbud memepercayakan kepada IKIP Sanata Dharma untuk mengelola program Diploma I, II, III pada berbagai jurusan seperti Matematika, Fisika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPS, dan PMP. Berbagai program Diploma ini tutup pada tahun 1990, dan selanjutnya dinuka program II PGSD. Pada tanggal 20 April 1993 sesuai dengan SK mendikdub No.46/D/O/1993, IKIP Sanata Dharma dikembangkan menjadi Universitas Sanata Dharma. Tanggal 9 april 1999, melalui Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.143/DIKTI/Kep/1999 Fakultas Ilmu Pendidikan Agama (FIPA) berunah menjadi Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Katolik dan menjadi bagian dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 B. Arti Logo, Visi, Misi, Universitas Sanata Dharma 1. Arti Logo Universitas Sanata Dharma berlambangkan daun terai coklat bersudut lima dengan sebuah obor hitam yang menyala merah, sebuah buku terbuka dengan tulisan Ad Maiorem Dei Gloriam dan tulisan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta berwarna hitam di dalamnya. a. Bingkai = teratai bersudut lima b. Teratai = kemuliaan, sudut lima = pancasila c. Tulisan SANATA DHARMA = perbuatan luhur yang nyata d. Obor = hidup dengan semangat yang menyala-nyala e. Buku yang terbuka = ilmu pengetahuan yang selalu berkembang f. Teratai yang berwarna coklat = sikap dewasa yang matang g. Tulisan Ad Maiorem Dei Gloriam = demi kemuliaan Tuhan lebih besar 2. Visi Terwujudnya masyarakat Indonesia yang semakin martabat 3. Mi si Menghadirkan pencerahan yang mencerdaskan bagi masyarakat melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi. a. Misi tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: 1) Mengembangkan kebebasan akademik dalam sistem pendidikan tinggi yang menjadikan keunggulan akademik debagai sarana promosi nilai-nilai kemanusiaan.

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 2) Mengembangkan suasana akademis yang menjadikan universitas sebagai hati nurani masyarakat yang kritis. 3) Menyelenggarakan kegiatan penelitian untuk mengekspresikan dan mengembangakan potensi alam dan masyarakat Indonesia dalam konteks kemanisiaan universal. 4) Menyelenggarakan etika keilmuan, yaitu kesadaran moral untuk mengorientasikan setiap ilmu kepada pemuliaan manusia. 5) Menyelenggarakan pendidikan yang memanusiakan melalui semangat dialogis yang mengembangkan segi intelektual, moral, emosional, dan spiriyual setiap aktivitas akademika secara terpadu. 6) Membantu setiap civitas akademika untuk menjadi manusia yang semakin utuh, kritis, dewasa, dan berguna bagi masyarakat. 7) Menyelenggarakan membangun pelayanan jejaring sosial kepada masyarakat untuk sinergis da l a m yang mengembangkan masyarakat. 8) Mempersiapkan tenaga kerja profesional dalam bidang keilmuan. Motto USD yaitu memadukan keunggulan akademik dan nilai-nilai HUMANIS. kemanusiaan, disingkat: CERDAS dan

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 b. Profil lulusan USD yaitu sebagai berikut: 1) Menguasai ilmu yang dipelajarinya secara mendalam dan mimiliki wawasan yang luas (competence). 2) Mampu menerapkan ilmu yang dikuasainya dalam kehidupan (competence). Memiliki ketrampilan untuk menjawab tantangan dunia kerja dan globalisasi (competence). 3) Bermental wirausaha dan berjiwa kepemimpinan (competence). 4) Mampu berefleksi, berkesadaran akan nilai normal dan etis, dan menjadi agen perubahaan (competence). 5) Mampu beradaptasi, berkomunikasi, bekerja sama secara efektif, dan bela rasa (competence). C. Status Universitas Sanata Dharma Universitas Sanata Dharma yang diilhami oleh nilai-nilai dasar Kristiani dan tradisi pendidikan serikat Jesus, USD mengembangkan diri dengan berlandasan pada nilai-nilai kemanusiaan sebagaimana terkandung dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dalam rangka ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. USD menyelenggarakan pendidikan yang memungkinkan peserta didik memadukan pengembangan berbagai dimensi kemanusiaan dengan penguasaan ilmu pengetahuaan dan teknologi, sehingga memiliki kepribadian yang matang, integritas moral tinggi, kemampuan berpikir yang kritis dan wawasan kebangsaan yang luas.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Dalam Bab II pasal 2 tentang jati diri mengemukakan bahwa: 1. Universitas Sanata Dharma adalah perguruan tinggi awasta katolik yang berciri khas pendidikan serikat Jesus yang didirikan dan diselenggarakan oleh Yayasan Sanata Dharma. 2. Universitas Santa Dharma diddirikan pada tanggal 20 April 1993 berdasarkan surat Keputusan Republik Indonesia nomor 46/D/0/1993, tanggal 20 April 1993 dikembangkan dari Institusi Keguruan dan Ilmu Pendidikan sanata Dharma yang ada awalnya didirikan sebagai Perguruan Tinggi Pendidikan Dosen (PTPG) Santa Dharma pada tanggal 17 Desember 1955. 3. Universitas Sanata Dharma berkedudukan di Yogyakarta. Dalam Bab III pasal 3 tentang azas, tugas pokok, dan fungsi mengemukakan bahwa: 1. Universitas berazaskan pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dan berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. Universitas memiliki ciri khas pendidikan Serikat Jesus yang memuat unsur-unsur: a. Inspirasi nilai-nilai kristiani, yaitu cinta kasih dan hormat pada keluhuran martabat manusia yang menjadi dasar pengembangan pandangan kemanusiaan yang intergal. b. Pengakuan kebaikan hakiki dunia sebagai ciptaan Allah yang harus dipelajari, diselidiki dan harus direnungkan maknanya serta

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 dibangun dan dilestarikan demi kesejahteraan umat manusia dan kemuliaan Allah yang lebih besar. c. Pengembangan bakat dan kepribadiaan manusia secara penuh dan utuh, sehingga taraf kedewasaan intelektual, psikologis, moral dan artistik demi pelayanan kepada umat manusia. d. Penyiapan kader-kader bangsa yang memiliki kesadaran sosial yang tinggi, wawasan kebangsaan yang luas, keprihatinan bagi mereka yang miskin dan menderita. e. Keunggulan dalam bidang akademik dan pendidikan. 3. Universitas mengembangkan visi pendidikan Prof. Dr. N. Drijarkara, SJ bahwa pendidikan adalah hubungan manusiawi antara pendidikan dan peserta didik, antara peserta didik satu sama lain dengan sikap saling menghargai dan membantu untuk mewujudkan kemanusiaan mereka. 4. Universitas berupaya mewujudkan Pola Ilmiah Pokok (PIP) yaitu mengembangkan dimensi kemanusiaan dalam ilmu pengetahuaan dan teknologi yang harus dijabarkan dalam kegiatan perkuliahan dan pelatihan di bidang etika/moral, ilmu kebudayaan dan bahasa. 5. Universitas berkewajiban mengembangkan pendidikan tenaga kependidikan yang profesional baik dalam keahlian maupun keguruan.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 D. Struktur Organisasi Struktur organisasi sangat penting perannya demi mencapai tujuan yang ditetapkan. Dalam struktur organisasi dapat terlihat jelas batas-batas tugas dan tanggung jawab karyawan terhadap pekerjaannya masing-masing. Tugas dan tanggung jawabnya antara lain sebagai berikut: 1. Senat fakultas merupakan badan mormatif dan perwakilan tertinggi di lingkungan fakultas yang memiliki wewenang dalam menjabarkan kebijakan dan peraturan universitas untuk fakultas. 2. Dekan FKIP memimpin FKIP dibantu WD 1 (Wakil Dekan 1 bidang akademik), WD II ( Wakil Dekan II bidang administrasi umum). 3. Unit MKDK bertugas mengatur dan mengkoordinasikan penyelenggaraan mata kuliah dasar kependidikan di lingkup fakultas, dipimpin oleh seseorang ketua unit MKDK yang bertanggung jawab langsung kepada dekan. 4. Pusat Penelitian dan Pelayanan Kependidikan (P3 Kependidikan), bertugas membantu dan mengkoordinasi penelitian dan pelayanan pendidikan kepada masyarakat luar dan membagikan berbagai tugas itu kepada dosen-dosen terkait. Pusat penelitian dan pelayanan pendidikan dipimpin oleh ketua P3 Kependidikan yang bertanggung jawab langsung kepada dekan. 5. Unit tata usaha diselenggarakan administrasi kegiatan akademik pada tiap-tiap program studi. Dalam menjalankan tugasnya unit tata usaha berada di bahwa koordinasi WD II.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 6. Unit PPL bertugas mengatur dan mengkoordinasi penyelenggaraan PPL mahsiswa dalam lingkup fakultas. Unit PPL fakultas dipimpin oleh seorang ketua unit PPL yang betanggung jawab langsung kepada dekan. 7. Kajur (Ketua Jurusan) bertugas memimpin jurusan dibantu oleh Sekjur ( Skretaris Jurusan). Jurusan merupakan unsur pelaksanaan akademik pada fakultas. FKIP Universitas Sanata Dharma memiliki empat jurusan: IP (Ilmu Pengetahuan), PBS (Pendidikan Bahas dan Seni), PIPS (Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial), dan MIPA (Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam). 8. Kaprodi (Ketua Program Studi) bertugas memimpin program studi, dibantu oleh Wakaprodi (Wakil Ketua Program Studi). Prodi adalah salah satu pelaksana pendidikan yang bertugas melaksanakan suatu kurikulum untuk satu keahlian tertentu. 9. Koordinasi PPL Prodi, bertugas menyusun rencan dan penjadwalan kegiatan PPL prodi dan mengkoordinasikannya kepada para dosen pamong, mengusulkan kepada koodinator PPL FKIP mengenai sekolahsekolah yang akan dipakai tempat ber-PPL, serta membantu mengurus perizinan, mempersiapkan dan menyelenggarakan pembekalan PPL serta mengelompokan mahasiswa yang ber-PPl, membantu koordinasi FKIP dalam menyediakan data guna kepentingan pemberian balas jasa dan penghargaan pembimbingan PPL. kepada tenaga-tenaga yang terlibat dalam

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 10. Dosen adalah tenaga pendidikan yang diangkat dengan tugas mengajar, mengadakan penelitian dan melaksanakan pengabdian pada masyarakat. E. F. Nama-nama Rektor 1. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D 2. Dr. Rita Suhadi, M.Si. 3. Drs. Aufridus Atmadi, M.Si 4. Romo Patrrisius Mutiara Andalas, S.J, S.S, S.T.D Jurusan dan Program Studi FKIP mempunyai 5 jurusan dengan 10 program studi, 1 program studi non-gelar dan 1 kursus bahsa. JURUSAN Ilmu Pendidikan (IP) Pendidikan Bahasa dan Seni (PB) Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Ilmu Pendidikan (IP) Kursus Bahasa Tabel 4.1 Jurusan dan Program Studi PROGRAM STUDI Bimbingan dan Koseling (BK) Ilmu Pendidikan Kehususan Pendidikan Agama Katolik (IPPAK) 6. Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) 7. Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah (PBSID) 8. Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi (PAK) 9. Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi (PE) 10. Pendidikan Sejarah (Psej) 11. Pendidikan Fisika (PFis) 12. Pendidikan Matematika (PMat) 1. 5. 13. Pendidikan Guru SD (PGSD) STATUS Terakditasi Terakditasi Terakditasi Terakditasi Terakditasi Terakditasi Terakditasi Terakditasi Terakditasi -

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 JURUSAN Pendidikan Bahasa dan Seni (PBS) G. PROGRAM STUDI English Extension Course Peraturan Akademik Peraturan akademik ini mengacu pada peraturan akademik Universitas Sanata Dharma. 1. Sitem Penyelanggaraan Program Pendidikan Dalam buku Peraturan Akademik Universitas Sanata Dharma tahun 2010 pasal 6 mengemukakan bahwa: a. Besar satu satuan kredit untuk setiap kegiatan pendidikan ditentukan oleh banyaknya jam kerja per minggu per semester yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan itu sampai selesai. b. Satu satuan untuk perkuliahan teori setara dengan 170 menit per minggu dalam satu semester yang dirinci sebagai berikut: 1) Pertemuan terstuktur dan terjadwal dengan dosen selam 50 menit. 2) Kegiatan pembelajaran terstuktur, yaitu kegiatan yang direncanakan dosen, tetapi tidak terjadwal selama 60 menit. 3) Kegiatan pembelajaran mandiri, yaitu kegiatan pembelajaran yang dilakukan mahsiswa atar prakarsa sendiri untuk mendalami pembelajaran selam 60 menit. c. Satu satuan kredit untuk seminar atau kapita selekta diperhitungkan sama dengan 1 satuan kredit untuk kredit untuk pembelajaran teori.

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 d. Satu satuan untuk perkuliahan praktik setara dengan 2x50 menit pertemuan terjadwal, 60 menit kegiatan pembelajaran terstuktur, dan 60 menit kegiatan mandiri. e. Satu satuan kredit untuk pratikum laboratium setara dengan 2x50 sampai dengan 3x50 menit kegiatan psikomotorik ditambah dengan 60 menit kegiatan pembelajaran terstuktur, misalnya menyusun laporan, dan 60 menit kegiatan pembelajaran mandiri. f. Satu satuan kredit untuk praktik lapangan stara dengan 4x60 sampai dengan 5x50 menit per minggu atau 64 sampai dengan 80 jam per semester. Program pendidikan di fakultas ini diselenggarakan dengan menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS). Sistem kredit semester adalah sistem penmyelenggaraan pendidikan yang menyatakan beban studi mahasiswa dan beban penyelenggaraan pendidikan dengan satuan kredit atas dasar satuan waktu semester yang setara dengan 16-19 minggu kerja. Satuan kredit semester adalah takaran penghargaan untuk pengalaman belajar yang diperoleh melalui satu jam kegiatan terstuktur dan terjadwal yang diiringi tugas lain baik yang terstuktur maupun yang mandiri selama dua sampai empat jam per minggu dalam satu semester atau pengalaman belajar lain yang setara. Satu SKS adalah merupakan ukuran belajar mengajar yang terdiri atas komponen-komponen sebagai berikut:

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 Kegiatan Belajar Teori Seminari Kuliah Praktik Praktik Laboraturium Praktik Lapangan Tabel 4.2 Jadwal Kegiatan Belajar Terstuktur & Terjadwal 50 menit 50 menit 2x50 menit Tidak Terjadwal +60 menit +60 menit +60 menit Mandiri Jumlah +60 menit +60 menit +60 menit 170 menit 170 menit 220 menit 3x50 menit +60 menit +60 menit 270 menit 4 atau 5 jam/minggu Misalnya: untuk teori, 1 sks= 50 menit kegiatan tatap muka dengan dosen +60 menit kegiatan yang direncanakan dosen tetapi tidak terjadwal +60 kegiatan mandiri = 170 menit. 2. Mata kuliah dan kegiatan kuliah a. Mata kuliah dibedakan menjadi 3 kelompok 1) Mata Kuliah Umum (MKU) 2) Mata Kuliah Dasar Kependidikan (MKDK) 3) Mata Kuliah Keahlian (MKK) terdiri atas dua bagian: a) MKK 1 (Keahlian Bidang Studi) b) MKK 2 (Keahlian PBM) b. Mata kuliah dibedakan antara mata kuliah wajib (MW), yang harus diambil oleh mahasiwa dan mata kuliah pilihan (MP), yang boleh dipilih oleh mahasiswa. c. Satu tahun akademik terdiri atas semester gasal, semester genap, dan semester antara.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 d. Kegiatan pendidikan per semester berlangsung dalam semester gasal atau genap, antara 16-19 minggu. Kegiatan pada semester antara berlangsung ekuivalen dengan kegiatan 16-19 minggu. e. Perkuliahan dibedakan menjadi perkuliahan teori, seminar praktik, laboraturium, dan praktik lapangan kerja, antara lain PPL dan KKN. f. Mahasiswa wajib mengikuti sekurang-kurangnya 75% dari jumlah jam pertemuan. Yang tidak memenuhi 75% tidak diperbolehkan ikut ujian akhir. 3. Beban Studi Mahasiswa a. Studi untuk program sarjana S1 berkisar antara 144-160 SKS, untuk program D2 berkisar antara 80-90 SKS. b. Masa studi yang tersedia untuk S1 berkisar 14 semester, untuk program D2 adalah 6 semester. c. Kemampuan belajar mahsiswa ditentukan sesuai dengan tingkat keberhasilan belajarnya pada semester yang baru lalu, yang dinyatakan dalam Indeks Prestasi Semester (IPS). d. Beban studi maksimal yang boleh diambil mahasiswa dalam suatu semester berpedoman pada besarnya IPS yang dicapai pada semester yang baru lalu. Berikut disajikan tabel beban studi maksimal yang dapat ditempuh yang tertuang dalam buku peraturan akademik pasal 19:

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Tabel 4.3 Indeks Prestasi Dengan beban Studi Maksimal IPS ≥ 3,00 2,50-2,99 2,00-2,49 1,50-1,99 1,00-1,49 ≤ 1,00 Beban Studi Maksimal 25 SKS 22 SKS 20 SKS 17 SKS 14 SKS 12 SKS e. Mata kuliah berprasyarat boleh diambil bila antara mata kuliah prasyaratnya sudah diikuti. Khusus untuk mata kuliah berprasyarat mutlak, nilai mata kuliah berprasyarat itu minimal D. f. Kebebasan memilih mata kuliah dibatasi sebagai berikut: mata kuliah prasyarat harus ditempuh lebih dahulu. g. Mahasiswa yang ingin mengikuti kuliah pada suatu semester harus regristasi terlebih dahulu. h. Mahasiswa mengisi KRS dengan pembimbing akademik. i. Rencana studi mahasiswa dinyatakan sah apabila prind out terakhir KRS sudah di tandatangani oleh pembimbing akademik. H. Hak dan Kewajiban Mahasiswa Hak dan kewajiban mahasiswa termuat dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia N0. 60 tahun 1999 tentang pendidikan Tinggi, khususnya pasal 109 (tentang Hak) dan pasal 110 (tentang Kewajiban). Hak dan kewajiban mahsiswa diatur dalam statuta Universitas Sanata Dharma pasal 54 ayat 3, 4, 5, dan 6. Peraturan pemerintah N0. 60/1999 pasal 109 menjelaskan bahwa:

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 1. Mahasiswa mempunyai hak: a. Menggunakan kebebasan akademik secara bertanggung jawab untuk menuntut dan mengkaji ilmu sesuai dengan noema dan susila yang berlaku dalam lingkungan akademik. b. Memperoleh pengajaran sebaik-baiknya dan layanan bidang akademik sesuai dengan minat, bakat, kegemaran dan kemampuan. c. Memanfaatkan fasilitas perguruan tinggi dalam rangka kelancaran proses belajar mengajar. d. Mendapat bimbingan dari dosen yang bertanggung jawab atas program studi yang diikutinya dalam menyelesaikan studinya. e. Memperoleh layanan informasi yang berkaitan dengan program studi yang diikutinya serta hasil belajarnya. f. Meneyelesaikan studi lebih awal dari jadwal yang ditetapkan sesuai dengan persyaratan yang berlaku. g. Memperoleh layanan kesejahteraan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. h. Memanfaatkan sumber daya perguruan tinggi melalui perwakilan/organisasi kemahasiswaan untuk dosen dan mengatur kesejahteraan, minat dan tata kehidupan bermasyarakat. i. Pindah keperguruan tinggi yang lain, bilamana memenuhi persyaratan penerimaan mahasiswa pada perguruan tinggi atau program studi yang hendak dimasuki, dan bilamana daya tampung

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 perguruan tinggi dan program studi yang bersangkutan memungkinkan. j. Ikut serta dalam kegiatan organisasi mahasiswa perguruan tinggi yang bersangkutan. k. Memperoleh layanan khusus bilamana menyandang cacat. 2. Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diatur oleh pimpinan masing-masing perguruan tinggi. Sedangkan Peraturan Pemerintah N0. 60/1999 pasal 110 menjelaskan bahwa: a. Setiap mahasiswa berkewajiban untuk: 1) Mematuhi semua aturan/ketentuan yang berlaku pada perguruan timggi yang bersangkutan. 2) Ikut memilihara sarana dan prasarana serta kebersihan, ketertiban dan keamanan perguruan tinggi yang bersangkutan. 3) Ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan kecuali bagi mahasiswa yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku. 4) Menjaga kewibawaan dan nama baik perguruan tinggi yang bersangkutan. 5) Menjungjung tinggi kebudayaan nasional. b. Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diatur oleh pimpinan perguruan tinggi.

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Dalam penelitian ini jumlah data yang diambil sebanyak 114 mahasiswa. Pendiskripsian data untuk masing-masing variabel menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe II, yaitu sebagai berikut: 1. Persepsi Mahasiswa tentang Kedisiplinan Belajar Data yang diperoleh untuk variabel persepsi siswa tentang kedisiplinan belajar diketahui bahwa skor tertinggi yang dicapai sebesar 52 dan skor terendah sebesar 33. Berdasarkan data tersebut disajikan tabel distribusi frekuensi berdasarkan Penilain Acuan Patokan II sebagai berikut: Interval Skor 45 – 52 39 – 44 35 – 38 31 – 34 di bawah 30 Jumlah Tabel V.1 Deskripsi Persepsi Mahasiswa tentang Kedisiplinan Belajar Frekuensi 33 49 26 6 0 114 Persentase 29% 43% 23% 5% 0% 100% Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Baik Sangat Kurang Baik Berdasarkan tabel V.1 diketahui bahwa siswa yang mempunyai persepsi tentang kompetensi guru akuntansi kategori sangat baik ada sebanyak 33 mahasiswa (29%), kategori baik ada sebanyak 49 mahasiswa (43%), untuk kategori cukup baik sebanyak 26 mahasiswa (23%), untuk kategori kurang baik sebanyak 6 mahasiswa (5%) dan sangat kurang baik 82

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 adalah 0 mahasiswa (0%). Hal ini menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa angkatan 2013 tentang kedisiplinan belajar masuk dalam kategori baik. 2. Persepsi Mahasiswa tentang Lingkungan Belajar Data yang diperoleh untuk variabel persepsi mahasiswa tentang lingkungan belajar diketahui bahwa skor tertinggi yang dicapai sebesar 60 dan skor terendah sebesar 34. Berdasarkan data tersebut disajikan tabel distribusi frekuensi berdasarkan Penilain Acuan Patokan II sebagai berikut: Interval Skor 52 – 60 45 – 51 40 – 44 36 – 39 di bawah 35 Jumlah Tabel V.2 Deskripsi Persepsi Mahasiswa tentang Lingkungan Belajar Frekuensi 25 51 36 2 0 114 Persentase 22% 45% 32% 1% 0% 100% Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Baik Sangat Kurang Baik Berdasarkan tabel V.2 diketahui bahwa siswa yang mempunyai persepsi tentang lingkungan belajar kategori sangat baik ada sebanyak 25 mahasiswa (22%), kategori baik ada sebanyak 51 mahasiswa (45%), untuk kategori cukup baik sebanyak 36 mahasiswa (32%), sedangkan kategori kurang baik ada sebanyak 2 mahasiswa (1%) dan kategori sangat kurang baik sebanyak 0 mahasiswa (0%). Hal ini menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa angkatan 2013 masuk dalam kategori baik.

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 3. Persepsi Mahasiswa tentang Kedisiplinan Belajar dan Lingkungan Belajar Data yang diperoleh untuk variabel persepsi mahasiswa tentang lingkungan belajar diketahui bahwa skor tertinggi yang dicapai sebesar 112 dan skor terendah sebesar 28. Berdasarkan data tersebut disajikan tabel distribusi frekuensi berdasarkan Penilain Acuan Patokan II sebagai berikut: Tabel V.3 Deskripsi Persepsi Mahasiswa tentang Kedisiplinan Belajar dan Lingkungan Belajar Interval Skor 84 – 112 76 – 83 67 – 75 36 – 67 di bawah 35 Jumlah Frekuensi 94 19 1 0 0 114 Persentase 83% 17% 0% 0% 0% 100% Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Baik Sangat Kurang Baik Berdasarkan tabel V.3 diketahui bahwa siswa yang mempunyai persepsi tentang lingkungan belajar kategori sangat baik ada sebanyak 94 mahasiswa (83%), kategori baik ada sebanyak 19 mahasiswa (17%), untuk kategori cukup baik sebanyak 1 mahasiswa (0%), sedangkan kategori kurang baik ada sebanyak 0 mahasiswa (0%) dan kategori sangat kurang baik sebanyak 0 mahasiswa (0%). Hal ini menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa angkatan 2013 masuk dalam kategori sangat baik. B. Uji Normalitas Dalam pengujian normalitas ini peneliti menggunakan uji KolmogorovSmirnov, dengan interpretasi bahwa jika nilai asymp.sig .> 0,05 maka distribusi

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 data variabel penelitian dinyatakan normal, sedangkan jika nilai asymp. sig. < 0,05 maka distribusi data variabel penelitian dinyatakan tidak normal. Berikut ini disajikan tabel ringkasan pengujian normalitas: Variabel Kedisiplinan Belajar Tabel V.4 Hasil Pengujian Normalitas asy mp. sig. Α 0,095 0,05 0,094 0,05 0,602 0,05 Lingkungan Belajar Indeks Prestasi Kumulatif Kesimpulan Distribusi Data Normal Distribusi Data Normal Distribusi Data Normal C. Pengujian Hipotesis 1. Hipotesis Pertama a. Rumusan Hipotesis Ho = Tidak ada hubungan yang signifikan antara kedisiplinan belajar mahasiswa dengan indeks prestasi kumulatif. Ha = Ada hubungan yang signifikan antara kedisiplinan belajar mahasiswa dengan indeks prestasi kumulatif. b. Pengujian Hipotesis Pertama Pengujian hipotesis yang menyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara kedisiplinan belajar dengan mahasiswa diuji dengan menggunakan statistik non-parametrik koefisien korelasi ProductMomentPearson. Berikut adalah tabel hasil dari pengujian hipotesis pertama menggunakan Programme SPSS 16.0:

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Tabel V.5 Hasil Pengujian Hipotesis Pertama Correlations Kedisiplinan_Be Indeks_Prestasi_ lajar Kedisiplinan_Belajar Pearson Correlation Kumulatif 1 Sig. (2-tailed) Indeks_Prestasi_Kumulatif .554 .000 N 114 114 Pearson Correlation .554 1 Sig. (2-tailed) .000 N 114 114 Berdasarkan tabel V.5 diketahui bahwa besarnya nilai rhitung - 0,554 dengan nilai profabilitasnya 0,000. Hasil perbandingan antara rhitung dan rtabel, pada taraf kesalahan 5% dan df 112 (114-2) menunjukkan bahwa nilai rhitung = 0,554 ternyata lebih kecil dari nilai rtabel = 0,184 sedangkan nilai profabilitasnya sebesar 0,000 < dari 0,05. Jadi, Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada hubungan yang signifikan antara kedisiplinan belajar mahasiswa dengan indeks prestasi kumulatif. Koefisien yang dihasilkan yaitu sebesar 0,554 yang berarti korelasi kedua variabel menunjukkan hubungan yang cukup kuat. Hal ini dapat dibuktikan pada tabel interprestasi yang terletak dalam interval antara 0,400 – 0,599. Nilai r positif yang berarti semakin tinggi kedisiplinan belajar mahasiswa maka semakin tinggi pula indeks prestasi kumulatif dan sebaliknya semakin rendah kedisiplinan belajar mahasiswa maka semakin rendah pula indeks prestasi kumulatif.

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 Pengujian signifikan atau tidaknya nilai r, digunakan uji t dengan taraf signifikansi 5%. Perhitungan nilai thitungadalah sebagai berikut: t= 𝑟 √𝑛−2 √1−𝑟 2 t= 0,554√114−2 t= 0,554(8.67) t= �1−0,554 2 √1−0,306916 0,554(8.67) 0,693084 t= 6,930 Berdasarkan perhitungan diperoleh thitung= 6,930 > dari ttabel dengan dk 112 (114-2) pada taraf signifikansi 5% yaitu sebesar 1,658 yang berarti Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kedisiplinan belajar dengan indeks prestasi kumulatif mahasiswa. 2. Hipotesis Kedua a. Rumusan Hipotesis Ho = Tidak ada hubungan yang signifikan antara lingkungan belajar dengan indeks prestasi kumulatif. Ha = Ada hubungan yang signifikan antara lingkungan belajar dengan indeks prestasi kumulatif.

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 b. Pengujian Hipotesis Kedua Pengujian hipotesis yang menyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan belajar dengan indeks prestasi kumulatif mahasiswa diuji dengan menggunakan statistik non-parametrik koefisien korelasi Product Moment Pearson.. Berikut adalah tabel hasil dari pengujian hipotesis kedua menggunakan Programme SPSS 16.0: Tabel V.6 Hasil Pengujian Hipotesis Kedua Correlations Lingkungan_Bel Indeks_Prestasi_ ajar Kumulatif Lingkungan_Belajar Pearson Correlation 1 Sig. (2-tailed) Indeks_Prestasi_Kumulatif .535 .000 N 114 114 Pearson Correlation .535 1 Sig. (2-tailed) .000 N 114 114 Berdasarkan tabel V.6 diketahui bahwa besarnya nilai rhitung - 0,535 dengan nilai profabilitasnya 0,000. Hasil perbandingan antara rhitung dan rtabel, pada taraf kesalahan 5% dan df 112 (114-2) menunjukkan bahwa nilai rhitung = 0,535 ternyata lebih kecil dari nilai rtabel = 0,184 sedangkan nilai profabilitasnya sebesar 0,000 < dari 0,05. Jadi, Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada hubungan yang signifikan antara lingkungan belajar mahasiswa dengan indeks prestasi kumulati.

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 Koefisien yang dihasilkan yaitu sebesar 0,535 yang berarti korelasi kedua variabel menunjukkan hubungan yang cukup kuat. Hal ini dapat dibuktikan pada tabel interprestasi yang terletak dalam interval antara 0,400 – 0,599. Nilai r positif yang berarti semakin tinggi pengaruh lingkungan belajar mahasiswa maka semakin tinggi indeks prestasi kumulatif dan sebaliknya semakin rendah pengaruh lingkungan belajar mahasiswa maka semakin rendah indeks prestasi kumulatif. Pengujian signifikan atau tidaknya nilai r, digunakan uji t dengan taraf signifikansi 5%. Perhitungan nilai thitung adalah sebagai berikut: t= 𝑟 √𝑛−2 √1−𝑟 2 t= 0,535√114−2 t= 0,535(8,67) t= �1−0,5352 √1−0,286225 0,591(8,67) 0,713775 t= 7,178 Berdasarkan perhitungan diperoleh thitung= 7,178 > dari ttabel dengan dk 112 (114-2) pada taraf signifikansi 5% yaitu sebesar 1,658 yang berarti Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara lingkungan belajar mahasiswa dengan indeks prestasi kumulatif.

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. 90 Hipotesis Ketiga a. Rumusan Hipotesis Ho = Tidak ada hubungan yang signifikan antara presepsi mahasiswa tentang kedisiplinan belajar, lingkungan belajar dengan indeks prestasi kumulatif . Ha = Ada hubungan yang signifikan antara presepsi mahasiswa tentang kedisiplinan belajar, lingkungan belajar dengan indeks prestasi kumulatif. b. Pengujian Hipotesis Ketiga Pengujian hipotesis yang menyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara kedisiplinan belajar, lingkungan belajar dengan indeks prestasi kumulatif diuji dengan menggunakan statistik regresi berganda. Berikut adalah tabel hasil dari pengujian hipotesis ketiga menggunakan Programme SPSS 16.0: Tabel V.7 Hasil Pengujian Hopotesis Ketiga Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 B (Constant) Std. Error 3.707 .493 Kedisiplinan_Belajar .511 .512 Lingkungan_Belajar .506 .513 Standardized Coefficients Beta t Sig. 7.524 .000 .514 .920 .000 .560 .482 .000 a. Dependent Variable: Indeks_Prestasi_Kumulatif Berdasarkan tebel V.7 diketahui bahwa besarnya nilai thitung 7,524 dengan nilai profabilitasnya 0,000.

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Hasil perbandingan antara thitung dan ttabel, pada taraf kesalahan 5% dan df 112 (114-2) menunjukkan bahwa nilai thitung= 7,524 ternyata lebih besar dari nilai ttabel = 1,658 sedangkan nilai profabilitasnya sebesar 0,000 < dari 0,05. Jadi, Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada hubungan yang signifikan antara kedisiplinan belajar, lingkungan belajar dengan indeks prestasi kumulatif. Berdasarkan diperoleh thitung = 7,524 > dari ttabel dengan dk 112 (114-2) pada taraf signifikansi 5% yaitu sebesar 1,658 yang berarti Ha diterima. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kedisiplinan belajar dan lingkungan belajar mahasiswa dengan indeks prestasi kumulatif. D. Pembahasan 1. Hubungan antara Kedisiplinan Mahaiswa dengan Indeks Prestasi Kumulatif Berdasarkan hasil analisis korelasi diketahui ada hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi guru akuntansi dan minat belajar siswa, karena hasil perbandingan nilai rhitung > rtabel yaitu 0,554 > 0,184 sehingga hipotesis tersebut diterima. Hasil uji signifikansi dengan uji t diketahui thitung > ttabel dengan nilai thitung sebesar 6,930 ttabel 1,658 pada taraf sugnifikansi 5% dengan N 112 (114-2), sehingga hipotesis yang menyatakan ada hubungan yang signifikan antara kedisiplinan belajar

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 dengan indeks prestasi mahasiswa. Besarnya korelasi adalah 0,554 termasuk dalam kategori kuat. Adanya hubungan antara kedisiplinan belajar mahasiswa tentang indeks prestasi kumulatif disebabkan mahasiswa prodi pendidikan akuntasi Universitas Shanata Dharma 2013 dapat melihat dengan jelas dan beranggapan bahwa kedisiplinan belajar sangatlah besar perannya dalam meningkatkan indeks prestasi kumulatif. Hasil deskripsi data kedisiplinan belajar mahasiswa 2013 menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berpersepsi kedisiplinan belajar baik (49 responden atau 43%). Hal ini disebabkan karena mahasiswa pendidikan akuntansi telah memiliki kedisiplinan belajar yang baik. Dengan demikian mahasiswa memiliki indeks prestasi kumulatif yang baik. 2. Hubungan antara Lingkungan Belajar Mahasiswa dengan Indeks Prestasi Kumulatif Berdasarkan hasil analisis korelasi diketahui ada hubungan antara lingkungan belajar mahasiswa tentang indeks prestasi kumulatif karena hasil perbandingan nilai rhitung > rtabel yaitu 0,535 > 0,184 sehingga hipotesis tersebut diterima. Hasil uji signifikansi dengan uji t diketahui thitung > ttabel dengan nilai thitung sebesar 7,178, ttabel 1,658 pada taraf signifikansi 5% dengan N 112 (114-2), sehingga hipotesis yang menyatakan ada hubungan positif antara lingkungan belajar mahasiswa

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 tentang indeks prestasi kumulatif. Besarnya korelasi adalah 0,535 termasuk dalam kategori cukup kuat. Adanya hubungan antara lingkungan belajar mahasiswa tentang indeks prestasi kumulatif disebabkan mahasiswa pendidikan akuntansi Universitas Sanata Dharma dapat melihat dengan jelas dan beranggapan bahwa lingkungan belajar sangatlah besar perannya dalam meningkatkan indeks prestasi kumulatif. Hasil deskripsi data lingkungan belajar mahasiswa pendidikan akuntansi menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berpersepsi bahwa lingkungan belajar baik (51 responden atau 45%). Hal ini disebabkan karena mahasiswa telah memiliki lingkungan belajar yang mempuni. Sehingga para mahasiswa dapat mengerjakan apa yang telah diberikan oleh dosen. Dengan demikian mahasiswa menjadi berminat untuk melaksanakan proses pembelajaran di kelas. 3. Hubungan antara Kediplinan Belajar, Lingkungan Belajar Mahasiswa tentang Indeks Prestasi Kumulatif Berdasarkan hasil analisis korelasi diketahui ada hubungan antara lingkungan belajar mahasiswa tentang indeks prestasi kumulatif karena hasil uji signifikansi dengan uji t diketahui thitung > ttabel dengan nilai thitung sebesar 7,524, ttabel 1,658 pada taraf signifikansi 5% dengan N 112 (114-2), sehingga hipotesis yang menyatakan ada hubungan antara kedisiplinan belajar, lingkungan belajar mahasiswa dengan indeks prestasi kumulatif.

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 Adanya hubungan antara kedisiplinan belajar dan lingkungan belajar mahasiswa dengan indeks prestasi kumulatif disebabkan mahasiswa pendidikan akuntansi Universitas Sanata Dharma dapat melihat dengan jelas dan beranggapan bahwa kedisiplinan belajar dan lingkungan belajar sangatlah besar perannya dalam meningkatkan indeks prestasi kumulatif. Hasil deskripsi data kedisiplinan belajar dan lingkungan belajar mahasiswa pendidikan akuntansi menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berpersepsi bahwa kedisiplinan belajar dan lingkungan belajar baik (94 responden atau 83%). Hal ini disebabkan karena mahasiswa telah memiliki kedisiplinan belajar dan lingkungan belajar yang mempuni. Sehingga para mahasiswa dapat mengerjakan apa yang telah diberikan oleh dosen. Dengan demikian mahasiswa menjadi berminat untuk melaksanakan proses pembelajaran di kelas.

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian pada mahasiswa angkatan 2013 prodi pendidikan akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. 1. Ada hubungan yang signifikan antara kedisiplinan belajar mahasiswa akuntansi 2013 dengan hasil belajar indeks prestasi kumulatif. Hasil ini didukung dari perhitungan koefisien rhitung > rtabel yaitu 0,554 > 0,184 dan nilai probalitasnya 0,00 < dari 0,05. Koefisien yang dihasilkanya itu sebesar 0,554 yang berarti korelasi kedua variable menunjukkan hubungan yang kuat. Hal ini dapat ditunjukkan pada table interprestasi yang terletak dalam interval antara 0,400 - 0,599. Nilai r positif berarti semakin tinggi persepsi mahasiswa tentang kedisiplinan belajar mahasiswa semakin tinggi pula hasil belajar indeks prestasi kumulatif mahasiswa dan sebaliknya semakin rendah persepsi mahasiswa tentang kedisiplinan belajar mahasiswa semakin rendah pula hasil belajar indeks prestasi kumulatif mahasiswa. 2. Ada hubungan yang signifikan antara lingkungan belajar mahasiswa akuntansi 2013 dengan hasil belajar indeks prestasi kumulatif. Hasil ini didukung dari perhitungan koefisien rhitung > rtabel yaitu 0,535 > 0,184 dan nilai probalitasnya 0,00 < dari 0,05. Koefisien yang dihasilkan yaitu 95

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI sebesar 96 0,535 yang berarti korelasi kedua variable menunjukkan hubungan yang cukup kuat. Hal ini dapat ditunjukkan pada tabel interprestasi yang terletak dalam interval antara 0,400 – 0,599. Nilai r positif berarti semakin tinggi persepsi mahasiswa tentang lingkungan belajar mahasiswa 2013 semakin tinggi pula hasil belajar indeks prestasi kumulatif mahasiswa dan sebaliknya semakin rendah persepsi mahasiswa tentang lingkungan belajar mahasiswa 2013 maka semakin rendah pula hasil belajar indeks prestasi kumulatif mahasiswa. 3. Ada hubungan yang signifikan antara persepsi mahasiswa tentang kedisiplinan belajar, lingkungan belajar mahasiswa akuntansi 2013 dengan hasil belajar indeks prestasi kumulatif. Hasil ini didukung dari perhitungan koefisien thitung > ttabel yaitu 7,524 > 1,658 dan nilai probalitasnya 0,00 < dari 0,05. Nilai r positif berarti semakin tinggi persepsi mahasiswa tentang kedisiplinan belajar dan lingkungan belajar mahasiswa 2013 semakin tinggi pula hasil belajar indeks prestasi kumulatif mahasiswa dan sebaliknya semakin rendah persepsi mahasiswa tentang kedisiplinan belajar dan lingkungan belajar mahasiswa 2013 maka semakin rendah pula hasil belajar indeks prestasi kumulatif mahasiswa. B. Saran 1. Kedisiplinan belajar mahasiswa dalam deskripsi data diatas masuk dalam kategori kuat. Dengan demikian, peneliti menyarankan supaya mahasiswa pendidikan akuntansi 2013 diharapkan dapat mempertahankan

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 kedisiplinan belajarnya atau bahkan meningkatkan kedisiplinan belajar yang dimilikinya sekarang terutama dalam proses belajar mengajar dan mengerjakan tugas. 2. Lingkungan belajar dalam deskripsi data diatas masuk dalam kategori cukup kuat. Dengan demikian, peneliti menyarankan supaya mahasiswa pendidikan akuntansi diharapkan dapat mempertahankan lingkungan belajar atau bahkan meningkatkan lingkungan belajar yang dimilikinya sekarang terutama dalam mengelola pembelajaran sendiri. 3. Kedisiplinan belajar dan lingkungan belajar dalam deskripsi data diatas masuk dalam kategori cukup kuat. Dengan demikian, peneliti menyarankan supaya mahasiswa pendidikan akuntansi diharapkan dapat mempertahankan kedisiplinan belajar dan lingkungan belajar atau bahkan meningkatkan kedisiplinan belajar dan lingkungan belajar yang dimilikinya sekarang terutama dalam mengelola pembelajaran sendiri. C. Keterbatasan Peneliti menyadari ada beberapa keterbatasan dalam penyusunan skripsi ini antara lain: 1. Semua data penelitian tersebut diperoleh dari kuesioner yang telah diisi oleh para mahasiswa yang bersangkutan sehingga kebenaran peneltian ini tergantung dari keseriusan mahasiswa dalam mengisi kuesioner. Penulis tidak bisa melacak kebenaran data yang diperoleh dari responden. Apabila

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 responden dalam menjawab kuesioner tidak secara jujur maka hasil penelitian ini tentu tidak berlaku secara penuh. 2. Keterbatasan dari penelitian ini hanya dapat meneliti kedisiplinan belajar dan lingkungan belajar dengan indeks prestasi kumulatif mahasiswa, padahal masih ada banyak faktor yang berhubungan dengan indeks prestasi kumulatif mahasiswa.

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Ainamulyana.blogspot.com/2012/02/disiplin-belajar.html Arikunto Suharsimi. 1984. Prosedur Penelitian Satu Pendekatan Praktik. Bandung: Rineka Cipta ................................. 2002. Prosedur Penelitian Satu Pendekatan Praktik. Bandung: Rineka Cipta Bernadeta Sri Lestari. 2008. Hubungan Antara Media Pembelajaran dan Kedisiplinan Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa. Skripsi. FKIP Universitas Sanata Dharma. Tidak Diterbitkan. Cicilia Era Kumala. 2009. Hubungan Minat Belajar Siwa dan Lingkungan Belajar Siswa dengan Prestasi Belajar Siswa. Skripsi. FKIP Universitas Sanata Dharma. Tidak Diterbitkan Drs. Ali Imron, M.Pd. 1996. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : PT. Dunia Pustaka Jaya. Dra. Eveline Siregar, M.Pd dan Hartini Nara, M.Si. Teori belajar dan pembelajaran. 2010. Bogor : Ghalia Indonesia Elisabet Rina Wahyuni. 2006. Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua, Lingkungan Pergaulan dan Pola Pengasuhan Orang Tua Terhadap Pola Konsumsi Remaja. Skripsi FKIP Universitas Sanata Dharma. Tidak Diterbitkan http://starawaji.wordpress.com/2009/04/19/pengertiankedisiplinan/ 99

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI100 JS, Badudu. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan .....................1996. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan Listiani, Puri (2005). Pengaruh Kedisiplinan Siswa dan Iklim Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI SMK Negeri 5 Semarang. Skripsi. Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Diterbitkan. Mohammad Nazir, Ph. D. 2011. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Prof. Dr. Oemar Hamalik. 2001. Proses belajar mengajar. Jakarta: PT. Bumi Aksara Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta : Rineka Cipta. Subliyanto.blogspot.com/2011/05/kemandirian-belajar.html Sudjana. 1996. Metoda Statistika. Bandung : Tarsito. ............. 2005. Metoda Statistika. Bandung : Tarsito. Sugiyono. 1999. Statistik Untuk Penelitian. Bandung : Alfa Beta ................ 2005. Statistik Untuk Penelitian. Bandung : Alfa Beta ................ 2006. Statistik Untuk Penelitian. Bandung : Alfa Beta .................2010. Statistik Untuk Penelitian. Bandung : Alfa Beta

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI101 The Liang Gie. 1979. Cara Belajar yang Efisien. Yogyakarta : Universitas Gajah Mada Theresia Septriani. 2009. Hubungan Kemandirian Belajar, Jumlah Jam Belajar dengan Prestasi Belajar Akuntansi. Skripsi. FKIP Universitas Sanata Dharma. Tidak Diterbitkan WS Winkel. 2004. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta. Media Abadi Yoseph Kurniawan. 2011. Hubungan Kediplinan Belajar, Jumlah Jam belajar dan Kemandirian Belajar dengan Prestasi Belajar Akuntansi. Skripsi FKIP Universitas Sanata Dharma. Tidak Diterbitkan

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 1 Kuesioner Penelitian 102

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI103 Kuesioner Penelitian HUBUNGAN ANTARA KEDISIPLINAN BELAJAR DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP INDEKS PRESTASI KUMULATIF MAHASISWA (Studi Kasus pada Universitas Sanata Dharma Yogyakarta) Oleh: Thomas Aga Rusadi NIM: 091334020 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANGKEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN AKUNTANSI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI104 Hal: Pengisian Kuesioner Kepada Yth: Saudara/i Pendidikan Akuntansi 2012 dan 2013 Dengan hormat, Saya sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi BKK Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta bermaksud mengadakan kegiatan penelitian dengan judul “Hubungan antara kedisiplinan Belajar dan Lingkungan Belajar terhadap Indeks Prestasi Kumulatif“. Penelitian ini dilaksanakan dalam penyusunan skripsi. Sehubungan dengan hal tersebut, saya mohon kesediaan Saudara/i untuk menjadi responden dalam penelitian ini dengan memberikan jawaban atas keseluruhan pernyataan sesuai dengan keadaaan yang sesungguhnya. Sejalan dengan etika penelitian, saya akan menjamin kerahasiaan jawaban Saudara/i dan memastikan bahwa jawaban Saudara/i hanyalah semata-mata untuk mencapai tujuan penelitian ilmiah ini. Saya menyadari bahwa pengisian kuesioner ini mengganggu aktivitas Saudara/i. Oleh sebab itu, saya mohon maaf sebelumnya. Demikian permohonan saya. Atas perhatian dan kerja sama Saudara/i, saya mengucapkan terima kasih. Yogyakarta, Thomas Aga Rusadi

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI105 Kuesioner Nama : NIM : IPK : Jenis Kelamin : Laki-laki/Perempuan (coret salah satu) Petunjuk : Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menberi tanda (√) pada salah alternatif pilihan yang terdapat pada kolom yang telah disediakan. Keterangan : SS = Sangat Setuju S = Setuju TS = Tidak Setuju STS = Sangat Tidak Setuju No. Keterangan A. Kediplinan Belajar 1. Saya sampai di sekolah sebelum bel tanda masuk dimulai. 2. Saya mengobrol dengan teman saat guru sedang mengajar. SS S TS STS

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI106 3. Saya mencatat materi yang diberikan guru. No. Keterangan 4. Saya berpakaian rapi saat di dalam maupun di luar kelas. 5. Saya memperhatikan saat guru sedang menjelaskan materi. 6. Sebelum materi pelajaran diberikan, saya mempelajari terlebih dahulu. 7. Saya mempunyai buku paket yang dianjurkan oleh guru pada setiap mata pelajaran. 8. Setelah pulang sekolah, saya mengulang materi yang diberikan guru. 9. Saya belajar saat akan menghadapi ulangan atau ujian. 10. Saat guru memberikan tugas, saya segera mengerjakannya. 11. Saya tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru setelah pulang sekolah. 12. Saya belajar tanpa disuruh orang tua. 13. Setiap hari saya belajar pukul 19.00-21.00 WIB. SS S TS STS

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI107 14. Saya semangat belajar karena tidak ada yang menggangu. No. Keterangan 15. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru setelah pulang dari sekolah. B. Lingkungan Belajar 1. Orang tua membantu saat saya kesulitan mengerjakan tugas. 2. Saat saya belajar tidak ada yang menonton televisi. 3. Orang tua memberikan fasilitas yang saya butuhkan (meja belajar, komputer/laptop) 4. Apabila tidak bisa mengerjakan tugas, orang tua mambiarkan saja. 5. Walaupun saya sedang belajar, keluarga tetap menonton televisi keras-keras. 6. Orang tua mendidik untuk rajin belajar sejak dini. 7. Saya belajar dengan nyaman karena tidak ada yang menggangu. 8. Orang tua tidak memberikan fasilitas yang saya butuhkan dalam belajar. SS S TS STS

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI108 No. 9. Keterangan Guru membantu saat siswa kesulitan mengerjakan soal. 10. Apabila tidak mengerjakan soal, teman yang sudah bisa bersedia membantu. 11. Guru membiarkan siswa apabila kesulitan mengerjakan tugas. 12. Guru mengajar dengan metode mengajar yang menyenangkan, tidak hanya ceramah saja. 13. Teman yang sudah bisa mengerjakan tugas tidak mau membantu saat saya kesulitam mengerjakan tugas. 14. Saya berdiskusi dengan teman di lingkungan rumah apabila kesulitan mengerjakan tugas. 15. Lingkungan tempat saya tinggal saling hidup rukun. 16. Saya mengikuti kegiatan orgnisasi di lingkungan tempat saya tinggal. 17. Di tempat tinggal saya mudah dalam mencari bahan pendukung untuk belajar. 18. Teman-teman selalu mengajak saya bermain walaupun saya sedang mengerjakan tugas. SS S TS STS

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI109 No. 19. Keterangan Tetangga saya tidak mau tahu dengan membunyikan musik keras-keras walaupun saya sedang belajar. 20. Saya tidak mengikuti kegiatan organisasi di tempat tinggal saya. SS S TS STS

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2 Uji Validitas dan Reliabilitas 110

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas 1. Kedisiplinan Belajar Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Item Deleted Total Correlation Correlation Alpha if Item Deleted item_1 4 0 .4 9 16.520 .4 6 9 .3 7 7 .7 4 9 item_2 4 0 .3 4 17.695 .3 7 3 .3 3 2 .7 5 8 item_3 3 9 .9 2 18.127 .3 4 7 .5 5 5 .7 6 1 item_4 3 9 .8 9 17.455 .4 9 8 .5 0 9 .7 4 9 item_5 3 9 .9 9 17.960 .4 4 8 .4 6 7 .7 5 4 item_6 4 0 .5 7 17.289 .5 1 3 .4 6 8 .7 4 7 item_7 3 9 .8 8 17.866 .3 1 8 .3 3 4 .7 6 3 item_8 4 0 .6 1 17.815 .4 6 2 .5 4 3 .7 5 3 item_9 4 1 .5 4 19.798 -. 0 6 5 .3 4 8 .8 0 4 item_10 4 0 .2 2 18.603 .2 3 2 .4 1 2 .7 6 9 item_11 4 0 .6 6 17.348 .3 6 3 .5 2 3 .7 6 0 item_12 3 9 .9 5 18.957 .1 7 8 .3 3 5 .7 7 2 item_13 4 0 .7 2 16.123 .5 5 1 .5 2 9 .7 4 0 item_14 4 0 .2 2 17.083 .5 3 0 .5 9 3 .7 4 5 item_15 4 0 .3 2 16.219 .5 6 6 .5 2 8 .7 3 9

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized Alpha Items .7 7 1 N of Items .7 8 1 15 Case Processing Summary N Cases Valid a Excluded Total % 76 1 0 0 .0 0 .0 76 1 0 0 .0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. 112

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 2. Lingkungan Belajar Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Item Deleted Total Correlation Correlation Alpha if Item Deleted item_1 5 7 .3 0 32.374 .2 2 2 .4 0 0 .7 6 6 item_2 5 7 .3 7 33.462 .0 6 9 .5 2 8 .7 7 7 item_3 5 6 .8 0 30.667 .4 5 6 .5 6 0 .7 5 0 item_4 5 7 .4 3 29.689 .5 0 2 .7 4 3 .7 4 5 item_5 5 7 .3 7 29.969 .4 7 5 .6 9 5 .7 4 8 item_6 5 6 .7 5 32.243 .3 5 9 .5 7 4 .7 5 8 item_7 5 6 .9 7 30.346 .4 5 7 .7 3 9 .7 4 9 item_8 5 6 .7 9 30.942 .4 0 1 .7 1 6 .7 5 4 item_9 5 7 .1 8 32.206 .4 3 9 .6 6 2 .7 5 6 item_10 5 7 .1 2 33.332 .1 3 4 .4 1 4 .7 7 0 item_11 5 7 .2 0 31.227 .4 4 1 .6 8 2 .7 5 2 item_12 5 7 .2 2 34.363 -. 0 0 8 .4 8 0 .7 7 6 item_13 5 7 .3 4 31.401 .3 1 5 .5 6 2 .7 6 0 item_14 5 7 .2 0 31.974 .3 1 0 .5 6 8 .7 6 0 item_15 5 7 .0 9 30.831 .5 1 5 .7 0 9 .7 4 8 item_16 5 7 .3 4 31.881 .2 0 7 .7 3 4 .7 7 0 item_17 5 7 .3 7 32.449 .2 2 3 .5 9 8 .7 6 6 item_18 5 7 .4 1 31.311 .3 4 2 .6 2 1 .7 5 8 item_19 5 7 .3 2 31.366 .2 8 7 .5 8 9 .7 6 3 item_20 5 7 .4 2 29.047 .4 8 4 .7 7 1 .7 4 6

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized Alpha Items .7 6 8 N of Items .7 6 9 20 Case Processing Summary N Cases Valid a Excluded Total % 76 1 0 0 .0 0 .0 76 1 0 0 .0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. 114

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 Uji Normalitas 115

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI116 Uji Normalitas 1. Kedisiplinan Belajar dan Indeks Prestasi Kumulatif One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Predicted Value N 114 Normal Parameters a Most Extreme Differences Mean 2.9189474 Std. Deviation .08468145 Absolute .116 Positive .058 Negative -.116 Kolmogorov-Smirnov Z 1.234 Asymp. Sig. (2-tailed) .095 a. Test distribution is Normal. 2. Lingkungan Belajar dan Indeks Prestasi Kumulatif One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Predicted Value N Normal Parameters 114 a Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. Mean 2.9189474 Std. Deviation .07442068 Absolute .116 Positive .062 Negative -.116 1.237 .094

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI117 3. IPK One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test IPK N Normal Parameters 114 a Most Extreme Differences Mean 2.9189 Std. Deviation .55009 Absolute .072 Positive .042 Negative -.072 Kolmogorov-Smirnov Z .765 Asymp. Sig. (2-tailed) .602 a. Test distribution is Normal.

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 Analisis Korelasi Product Moment 118

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Uji Korelasi 1. Kedisiplinan Belajar dan Indeks Prestasi Kumulatif Correlations Kedisiplinan_Bel Indeks_Prestasi ajar Kedisiplinan_Belajar _Kumulatif Pearson Correlation 1 Sig. (2-tailed) Indeks_Prestasi_Kumulatif .5 5 4 .0 0 0 N 114 114 Pearson Correlation .554 1 Sig. (2-tailed) .0 0 0 N 114 114 2. Lingkungan Belajar dan Indeks Prestasi Kumulatif Correlations Lingkungan_Bel Indeks_Prestasi ajar Lingkungan_Belajar Pearson Correlation _Kumulatif 1 Sig. (2-tailed) Indeks_Prestasi_Kumulatif .535 .0 0 0 N 114 114 Pearson Correlation .535 1 Sig. (2-tailed) .0 0 0 N 114 114 119

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 Analisis Regresi Ganda 120

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI121 Uji Regresi Descriptive Statistics Mean Indeks_Prestasi_Kumulatif Std. Deviation N 2.9189 .55009 114 Kedisiplinan_Belajar 41.99 5.484 114 Lingkungan_Belajar 47.36 5.101 114 Correlations Indeks_Prestasi Kedisiplinan_Bel Lingkungan_Bel _Kumulatif Pearson Correlation Sig. (1-tailed) N Indeks_Prestasi_Kumulatif .554 .535 Kedisiplinan_Belajar .554 1.000 .658 Lingkungan_Belajar .535 .658 1.000 . .000 .000 Kedisiplinan_Belajar .000 . .000 Lingkungan_Belajar .000 .000 . Indeks_Prestasi_Kumulatif 114 114 114 Kedisiplinan_Belajar 114 114 114 Lingkungan_Belajar 114 114 114 Indeks_Prestasi_Kumulatif b Variables 1 ajar 1.000 Variables Entered/Removed Model ajar Variables Entered Removed Lingkungan_Belajar, Kedisiplinan_Belajar a Method . Enter a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Indeks_Prestasi_Kumulatif

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI122 b Model Summary Model R R Square a 1 .160 Adjusted R Std. Error of the Square Estimate .126 .008 .54784 a. Predictors: (Constant), Lingkungan_Belajar, Kedisiplinan_Belajar b. Dependent Variable: Indeks_Prestasi_Kumulatif b ANOVA Model 1 Sum of Squares Regression df Mean Square .880 2 .440 Residual 33.314 111 .300 Total 34.194 113 F Sig. a 1.466 .000 a. Predictors: (Constant), Lingkungan_Belajar, Kedisiplinan_Belajar b. Dependent Variable: Indeks_Prestasi_Kumulatif a Coefficients Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 B (Constant) Std. Error 3.707 .493 Kedisiplinan_Belajar .511 .512 Lingkungan_Belajar .506 .513 a. Dependent Variable: Indeks_Prestasi_Kumulatif Coefficients Beta t Sig. 7.524 .000 .514 .920 .000 .560 .482 .000

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 6 Data Induk Penelitian 123

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI124  Data Induk Persepsi Mahasiswa tentang Kedisiplinan belajar No. Re s 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 1 2 3 4 5 6 7 8 10 11 12 13 14 15 3 3 3 3 3 3 4 3 2 4 4 4 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 1 4 3 4 2 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 2 4 3 3 2 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 2 3 3 2 2 3 3 3 2 4 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 2 4 3 2 4 3 3 2 3 4 2 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 2 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 4 2 4 2 3 4 2 2 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 4 2 2 2 4 4 3 2 4 2 4 3 4 3 2 3 4 3 3 2 3 4 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 2 4 3 4 3 4 4 3 3 4 2 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 2 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 1 2 2 4 2 4 3 4 3 2 3 4 3 4 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 2 4 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 2 3 4 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 4 3 2 2 3 3 3 3 4 2 2 2 4 3 4 2 4 3 4

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI125 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 3 2 3 1 2 2 2 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 2 4 3 2 3 4 1 3 3 4 3 4 3 3 2 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 2 2 3 2 3 2 4 2 3 4 2 3 4 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 4 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 1 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 2 3 4 3 2 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 2 2 2 2 3 2 3 2 3 4 2 3 4 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 4 2 3 4 2 4 4 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 3 3 3 4 3 4 2 3 3 2 2 2 3 3 2 3 2 3 4 2 2 4 3 2 3 2 2 2 3 4 2 3 3 2 4 2 2 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 4 2 2 3 4 3 2 4 3 3 4 3 3 4 3 2 3 3 4 2 3 1 2 2 3 3 4 3 3 3 4 3 4 2 4 2 4 2 4 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 4 3 2 4 3 3 3 4 3 2 3 1 2 2 2 2 4 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 2 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 2 3 3 2 3 2 3 2 2 2 3 2 4 2 2 4 3 2 3 3 2 2 3 4 2 1 3 2 4 2 2 2 3 2 3 3 2 3 2 3 3 4 4 2 3 3 3 3 4 3 3 4 2 2 4 3 3 3 4 4 3 3 1 3 4 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 4 3 4 2 3 3 2 2 2 3 3 2 3 2 2 4 2 3 4 3 2 3 3 3 2 3 4 2 4 3 2 4 2 2 2 3 2 3 3 4 3 4

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI126 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 3 4 2 3 2 4 3 4 4 2 3 2 3 3 3 2 2 2 4 1 2 3 2 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 3 4 4 3 1 4 3 2 3 3 1 4 3 2 2 3 4 3 3 3 2 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 2 4 3 4 4 3 4 3 3 4 3 4 4 4 3 2 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 2 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 4 3 3 3 3 2 4 3 3 4 4 3 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 1 4 3 4 3 3 1 4 3 2 3 2 3 2 3 3 2 2 3 2 2 4 2 2 2 3 3 4 3 3 2 2 3 2 4 3 4 3 2 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 2 4 3 3 4 3 3 3 2 4 2 3 2 3 2 4 3 2 3 2 3 2 3 3 2 2 4 2 2 3 3 2 2 3 2 4 3 3 2 2 3 2 3 2 4 2 2 2 4 3 4 3 4 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 3 2 3 3 4 3 3 3 2 3 2 3 4 4 3 2 1 4 4 4 4 2 1 4 2 2 2 3 4 3 2 3 2 2 4 2 3 4 3 3 4 2 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 2 2 2 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 2 3 2 4 3 4 4 1 3 2 3 2 3 3 1 2 3 2 2 4 2 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 2 4 3 2 2 2 4 3 2 4 2 4 4 3 4 2 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 2 4 4 4 2 4 3 4 3 2 4 4 4 4 3 4 3 4 4 2 3 2 4 4 4 4 2 4 2 3 3 2 3 2 2 3 2 3 4 2 2 2 2 2 4 3 3 3 3 2 2 4 4 2 3 2

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI127 114 2 2 3 3 3 2 1 2 3 2 4 2 3 2  Data Induk Persepsi Mahasiswa tentang Lingkungan Belajar No. Re s 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 3 4 5 6 7 8 9 11 13 14 15 17 18 19 20 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 2 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 1 3 4 4 2 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 1 3 4 3 2 3 4 4 4 3 3 4 4 2 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 2 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 1 4 3 3 1 3 4 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 4 2 3 2 4 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 1 4 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 2 4 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 2 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 2 3 4 3 4 2 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 1 3 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 4 3 2 3 2 2 3 2 3 3 2 2 2 4 2 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 1 3 3 4 4 3 3 4 4 3 2 3 3 2 4 3 3 3 4 3 1 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 2 3 4 3 2 3 1 4 2 3 3 2 3 3 2 3 4 3 3 3 3 4 3 4 2 3 2 3 3 4

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI128 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 1 3 3 4 3 3 3 4 2 3 2 4 3 4 2 3 4 3 3 2 4 3 3 3 2 4 4 3 2 4 3 3 3 4 3 2 3 1 2 2 3 4 4 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 2 4 3 3 4 3 3 3 2 3 4 2 3 4 3 3 3 3 4 3 3 1 3 4 3 3 4 3 3 3 3 2 4 3 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 2 3 3 2 3 2 3 4 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 2 3 2 3 3 4 3 4 3 3 3 2 3 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 1 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 4 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 1 2 3 4 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 1 3 2 3 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 1 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 2 3 4 3 3 4 3 2 3 3 4 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 2 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 2 3 2 3 2 3 3 2 2 2 2 2 3 3 2 1 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 4 3 3 2 3 2 3 3 4 3 4 3 3 2 3 2 3 4 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 2 3 3 3 1 3 1 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 2 3 4 3 3 3 3 3 1 2 3 1 3 3 3 2 3 3 3 1 3 4 4 3 4 3 3 2 3 3 4 2 2 2 2 2 3 2 4 2 2 4 3 2 4 2 2 4 2 3 4 3 2 3 2 4 4 3 1 4 4 3 2 4 2 2 3 3 2

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI129 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 2 3 4 4 4 3 3 3 2 3 4 3 3 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 4 3 3 1 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 4 3 4 4 4 3 3 3 3 2 3 4 3 3 2 3 2 3 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 1 2 3 4 3 3 4 2 1 3 2 4 2 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 2 4 2 4 3 4 4 2 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 2 3 3 4 4 4 2 4 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 2 2 4 4 4 3 3 3 4 2 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 2 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 4 2 4 3 4 4 3 3 2 3 4 4 4 3 3 3 4 3 2 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 2 4 2 4 4 2 3 1 2 3 3 3 3 3 3 4 3 2 4 3 4 4 4 4 3 3 4 2 4 3 4 4 3 4 3 4 2 4 4 3 4 3 2 4 3 3 4 3 3 3 3 4 2 3 1 2 2 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 2 2 2 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 4 2 2 1 3 2 3 3 4 4 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 2 4 4 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 2 2 3 3 3 3 3 1 3 2 4 2 3 1 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 4 3 4 3 4 2 4 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 2 4 4 2 3 2 2 2 2 3 3 2 3 4 2 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 2

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI130 109 110 111 112 113 114 4 4 4 4 3 1 4 2 3 3 3 2 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 2 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 4 3 3 2 4 4 3 4 2 3 4 4 2 3 3 4 4 3 2 2 2 2 4 2 2 3 3 4 4 4 2 3 3 3 3 4 3 2 4 2

(149)

Dokumen baru