Perbedaan prestasi belajar siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository

Gratis

0
2
273
8 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW I SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Novia Catur Wiji Asih NIM: 101134078 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW I SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Novia Catur Wiji Asih NIM: 101134078 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Peneliti dengan segenap hati mempersembahkan skripsi ini kepada : Tuhan Yesus Kristus Sang Raja Damai, atas bulir-bulir kasih-Nya yang senantiasa membimbing langkah hidup saya hari lepas hari. Kedua orang tua saya Bapak Sukiran dan Ibu Darsih, terimakasih Ayah dan Ibu yang senantiasa memberikan dukungan, doa, dan semangat yang tidak pernah saya dapatkan dari orang lain. Ayah dan Ibu adalah seorang guru SD yang selama ini menjadi motivasi saya. Terimakasih Ayah dan Ibu, Engkau adalah segalanya dalam hidup saya. Ketiga kakak saya Kristian Mulyani, Dwi Astuti, dan Agus Triwiyanto yang senantiasa memberikan dukungan semangat dan doa serta teladannya sebagai pribadi yang berkualitas. Semua dosen di Program Studi PGSD Universitas Sanata Dharma yang senantiasa membimbing dan mendidik saya dari awal semester hingga akhir semester untuk menjadi seorang guru yang berkualitas. Semua teman-teman dan sahabat-sahabat saya yang selalu ada bagi saya di saat senang maupun susah. Kupersembahkan karya ini untuk almamaterku Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan segala fasilitasnya untuk saya dapat belajar banyak dalam menggapai cita-cita. iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO Berdoa dan bersyukur itu kunci menuju kedamaian yang sejati. Jika engkau melakukan segala sesuatu lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Tuhan. Indahlah hari-harimu jika kau tersenyum dan menjadi berkat bagi sesama. v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan atau daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 26 Mei 2014 Penulis Novia Catur Wiji Asih vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Novia Catur Wiji Asih Nomor Mahasiswa : 101134078 Demi pengembangan ilmu pengetahuan., saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya berjudul: PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW I Dengan demikian, saya memberitahukan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelola dalam bentuk pangkalan data mendistribusikan secara terbatas dan mempublikasikan ke dalam internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa meminta ijin dari saya, atau memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 26 Mei 2014 Yang menyatakan, Novia Catur Wiji Asih vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW I Novia Catur Wiji Asih Universitas Sanata Dharma 2014 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar IPS pada siswa kelas V atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw 1. Penelitian dilakukan pada semseter genap di tahun ajaran 2013/2014. Sekolah yang digunakan sebagai tempat penelitian adalah SD Karitas Nandan. Penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan tipe nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Karitas Nandan yang seluruhnya berjumlah 55 siswa. Sedangkan sampel penelitiannya terdiri sampel kelas VA dengan jumlah siswa 28 siswa sebagai kelompok kontrol dan sampel kelas VB dengan jumlah siswa 27 siswa sebagai kelompok eksperimen. Materi pelajaran IPS yang digunakan dalam peneltian ini adalah perjuangan melawan penjajah. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan tes tertulis dengan instrumen soal pilihan ganda sebanyak 25 soal sebagai soal pretest dan postest yang diujikan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji validitas instrumen dilakukan menggunakan point biserialdengan jumlah soal yang valid sebanyak 25 soal, dan uji reliabilitasnya menggunakan alpha cronbach dengan koefisien reliabilitas 0,810 yaitu menunjukkan kualifikasi yang tinggi. Analisis data dilakukan melalui 3 tahap yang diolah menggunakan SPSS 20. Langkah pertama yaitu uji prasyarat yang meliputi uji normalitas(perbedaan skor pretest dan postest) dan uji homogenitas (perbedaan skor pretest), setelah itu baru dilakukan uji perlakuan (uji beda posttest kelas eksperimen dan posttest kelas eksperimen). Setelah dilakukan analisis data terbukti bahwa penelitian ini menunjukkan ada perbedaan pengaruh yang signifikan pada prestasi belajara siswa kelas V di SD Karitas Nandan antara kelompok yang diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw 1 dan kelompok yang tidak diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw 1. Hal itu dapat dilihat pada hasil perhitungan yang menunjukkan angka 0,000 yaitu lebih kecil dari 0,05. Penelitian ini merupakan sebuah temuan yang dapat digunakan untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan terkait penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan pengaruhnya terhadap prestasi belajar siswa kelas V di sekolah dasar. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE DIFFERENCES OF IPS (SOCIAL SCIENCE) LEARNING ACHIEVEMENT IN 5TH GRADE PRIMARY SCHOOL USING JIGSAW TYPE I COOPERATIVE LEARNING MODEL Novia Catur Wiji Asih Sanata Dharma University 2014 The purpose of this research is to identify the difference influences of IPS learning achievement in 5th grade students based on the application of Jigsaw type I Cooperative Learning Model. The research was performed in second semester of study year 2013/2014. School used as the site of research is SD Karitas Nandan. The type of research used was quasi experimental with nonequivalent control group design. Subjects chosen in this research were all 5th grade students in SD Karitas Nandan amounting to 55 students. Research sample consisted of sample from VA classroom amounting to 28 students as control class and sample from VB class room amounting to 27 students as experimental class. The material of IPS lessons used in this research was struggling against oppressors. In collecting data, the researcher used written test with multiple choice instrument as many as 25 items as pretest and posttest tested in experimental and control groups. Instrument validity test was performed by using biserial points with the number of valid items amounting to 25 items, and its reliability test was alpha cronbach with reliability coefficient 0,810 showing high qualification. Data analysis was conducted through 3 stages processed with SPSS20. The first step was prerequisite test that includes normality test ( the differences of pretest and posttest scores ) and homogeneity test ( pretest score differences), just then treatment test was conducted ( difference test between posttest experimental class and posttest control class) After data analysis had been conducted, it was proven that this research showed the significance differences of influence on learning achievement in 5th grade students of SD Karitas Nandan between group treated with Jigsaw type I Cooperative Learning Model and that of not treated with Jigsaw type I Cooperative Learning Model. It could be seen in the calculation results showing the number of 0,000 that is smaller than 0,05 This research was an invention that could be used for adding science concepts related to the application of Jigsaw type I Cooperative Learning Model and its influence on learning achievement of 5th grade Primary School. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan segala berkat, kasih dan KaruniaNya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi yang berjudul “Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I” ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan dalam Progran Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Dalam penulisan skripsi ini, penulis menyadari dan merasakan bahwa adanya bantuan, bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada : 1. Rohandi, Ph.D selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Gregorius Ari Nugrahanta, S.J. S.S., BST., M.A., selaku kepala program pendidikan PGSD Universitas Sanata Dharma. 3. Drs. Y. B. Adi Massana, M.A. dan Rusmawan, M.Pd. selaku dosen pembimbing 1 dan II yang telah bersedia memberikan bimbingan, petunjuk dan arahan selama proses penelitian dan penulisan skripsi hingga selesai. 4. Agustinus Walidi, S.Pd selaku Kepala SD Karitas Nandan yang telah memberikan ijin tempat untuk melakukan penelitian. 5. Rosalia Astri K. selaku guru kelas V SD Karitas Nandan yang telah bersedia memberikan bantuan dalam proses penelitian. 6. Siswa siswi Kelas V SD Karitas Nandan selaku subjek penelitian yang telah bersedia untuk membantu saya dalam proses penelitian. 7. Bapak dan Ibu Guru serta karyawan/karyawati SD Karitas Nandan yang telah memberikan bantuan sehingga proses penelitian berlangsung dengan lancar. 8. Bapak Sukiran dan Ibu Darsih selaku orangtua yang telah memberikan semangat dan dukungan serta doa yang terus teriring untuk penulis. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9. Teman-teman PPL SD Karitas Nandan yang selalu memberi dukungan dan bantuan kepada penulis dalam proses penelitian. 10. Teman-teman PGSD angkatan 2010 atas semangat, dukungan dan kerjasama selama berproses dalam kegiatan perkuliahan. Untuk teman-teman kelas B terimakasih atas kebersamaannya selama ini, kalian semua telah menjadi bagian hidup saya selama delapan semester. Untuk teman-teman kos (Dina, Deta, Ucik, Windri, Wulan, Pani, Tere, Ragil, dan Rita) terimakasih kalian telah menjadi keluarga selama delapan semester. 11. Semua pihak yang tidak sempat penulis sebutkan satu per satu yang telah memberikan doa, semangat, dukungan dan bantuan kepada penulis. Penulis merasa masih jauh dari sempurna, begitu pula dalam penulisan skripsi ini juga masih jauh dari sempurna. Untuk itu, saran dan kritik sangat penulis terima sebagai masukan dalam perbaikan dalam penelitian lain. Atas segala kelebihan dan kekurangannya, semoga skripsi ini dapat bermanfaat untuk semua pihak. Terima kasih. Yogyakarta, 26 Mei 2014 Penulis, Novia Catur Wiji Asih xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ......................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ....................................................................... iv HALAMAN MOTTO ....................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ......................... vii ABSTRAK ......................................................................................................... viii ABSTRACT ....................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ...................................................................................... x DAFTAR ISI ..................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ............................................................................................ xiv DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ xvi DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ................................................................ 1 1.2 Pembatasan Masalah ...................................................................... 5 1.3 Perumusan Masalah ...................................................................... 6 1.4 Tujuan Penelitian ........................................................................... 6 1.5 Manfaat Penelitian ......................................................................... 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori ................................................................................... 7 2.1.1 Teori-teori yang Mendukung .............................................. 7 2.1.1.1 Belajar ...................................................................... 7 2.1.1.2 Model Pembelajaran Kooperatif .............................. 18 2.1.1.3 Ilmu Pengetahuan Sosial .......................................... 29 2.1.2 Kajian Penelitian Yang Relevan ........................................ 43 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.2 Kerangka Berpikir........................................................................... 46 2.3 Hipotesis Penelitian......................................................................... 48 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian .............................................................................. 49 3.2 Waktu dan Tempat Penelitian ........................................................ 51 3.3 Populasi dan Sampel Penelitian .................................................... 53 3.4 Variabel Penelitian ......................................................................... 54 3.5 Definisi Operasional Variabel........................................................ 55 3.6 Teknik Instrumen Pengumpulan Data .......................................... 55 3.7 Vailiditas dan Reliabilitas Instrumen ............................................. 57 3.8 Teknik Pengumpulan Data ............................................................. 63 3.9 Teknik Analisis Data .................................................................... 64 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ..................................................................... ...…. 69 4.2 Pembahasan ................................................................................... 83 BAB V KESIMPULAN 5.1 Kesimpulan .............................................................................. …. 86 5.2 Keterbatasan Penelitian ................................................................. 87 5.3 Saran ............................................................................................. 87 DAFTAR REFRENSI ...................................................................................... 89 LAMPIRAN ...................................................................................................... 92 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL TABEL 2.1 Faktor Pengaruh Keberhasilan Belajar ......................................... 9 TABEL 2.2 Indikator Prestasi Belajar ........................................................... 12 TABEL 3.1 Waktu Pengambilan Data ........................................................... 52 TABEL 3.2 Jadwal Penelitian ........................................................................ 53 TABEL 3.3 Kisi-kisi Instrumen Penelitian ....................................................56 TABEL 3.4 Pengembangan Instrumen Penelitian .........................................56 TABEL 3.5 Nomor Soal yang Valid .......................................................... ... 59 TABEL 3.6 Penentuan Validitas ................................................................... 60 TABEL 3.7 Kriteria Reliabilitas Soal ........................................................... 62 TABEL 3.8 Hasil Perhitungan Reliabilitas ................................................... 63 TABEL 3.9 Pengumpulan Data Variabel Prestasi Belajar............................ 64 TABEL 4.1 Data Prestasi Belajar ................................................................. 69 TABEL 4.2 Hasil Uji Normalitas Variabel Prestasi Belajar Eksperimen ......74 TABEL 4.3 Hasil Uji Normalitas Variabel Prestasi Belajar Kontrol ............ 75 TABEL 4.4 Homogenitas Nilai Pretest .........................................................78 TABEL 4.5 Hasil Perhitungan Uji Beda Pretest .......................................... 79 TABEL 4.6 Independen T test ....................................................................... 78 TABEL 4.7 Rangkuman Nilai Pretest&Posttest Eksperimen dan Kontrol....83 TABEL 4.8 Hasil Uji Normalitas Kelompok Eksperimen............................. 83 TABEL 4.9 Hasil Uji Normalitas Kelompok Kontrol ................................... 83 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TABEL 4.10 Data Homogenitas dari Pretest Variabel Prestasi Belajar........83 TABEL 4.11 Perbandingan Nilai Posttest Eksperimen dan Kontrol ............83 TABEL 4.12 Hasil Perhitungan Uji Beda Pretest .........................................83 TABEL 21 Rangkuman Penghitungan Z skor Keaktifan Siswa .................. 137 TABEL 22 Perolehan Nilai Kognitif, Psikomotor dan Produk.................... 139 TABEL 23 Hasil Prestasi Belajar Siswa Siklus 1 ........................................141 TABEL 24 Kondisi awal, Target pencapaian dan Capaian ..........................144 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR GAMBAR 2.1 Bagan Penelitian Relevan ..................................................... 45 GAMBAR 2.2 Bagan Kerangka Berpikir ..................................................... 48 GAMBAR 3.1 Rancangan Penelitian ........................................................... 50 GAMBAR 3.2 Variabel Penelitian .............................................................. 54 GAMBAR 3.3 Rumus effect size .................................................................. 69 GAMBAR 4.1 Kurva Normalitas Data Pretest Eksperimen ....................... 74 GAMBAR 4.2 Kurva Normalitas Data Posttest Eksperimen ...................... 75 GAMBAR 4.3 Kurva Normalitas Data Pretest Kontrol ............................... 75 GAMBAR 4.4 Kurva Normalitas Data Posttest Kontrol .............................. 76 GAMBAR 4.5 Grafik Prestasi Belajar IPS Siswa kelas V............................ 82 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN 1 Surat Permohonan Ijin Penelitan .......................................... 92 LAMPIRAN 2 Surat Keterangan Telah Selesai Penelitian........................... 93 LAMPIRAN 3 Kisi-kisi Soal Pretest dan Posttest ....................................... 94 LAMPIRAN 4 Instrumen Sebelum Validasi ................................................ 95 LAMPIRAN 5 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas .................................... 106 LAMPIRAN 6 Kisi-kisi Instrumen Setelah Validasi .................................. 108 LAMPIRAN 7 Format nstrumen Siap Diujicobakan ................................... 109 LAMPIRAN 8 Instrumen Validasi Perangkat Pembelajaran....................... 113 LAMPIRAN 9 Silabus Kelas Eksperimen ................................................... 125 LAMPIRAN 10 RPP Kelas Eksperimen ..................................................... 132 LAMPIRAN 11 Silabus Kelas Kontrol ....................................................... 168 LAMPIRAN 12 RPP Kelas Kontrol ............................................................ 174 LAMPIRAN 13 Rangkuman Materi IPS ..................................................... 210 LAMPIRAN 14 Lembar Pengamatan Pelaksanaan Jigsaw I....................... 221 LAMPIRAN 15 Foto-Foto Kegiatan Pembelajaran ..................................... 225 LAMPIRAN 16 Tabel Data Hasil Pretest dan Posttest ................................ 228 LAMPIRAN 17 Nilai r Tabel Product Moment .......................................... 229 LAMPIRAN 18 Hasil Uji Normalitas dan Homogenitas dari SPSS ........... 230 LAMPIRAN 19 Hasil Uji Independen T tes dari SPSS............................... 231 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 20 Statistik Deskriptif ............................................................ 232 LAMPIRAN 21 LKS Kelas Eksperimen dan Kontrol ................................. 233 LAMPIRAN 22 Hasil Jawaban Siswa Pada Pretest dan Posttest ............... 250 LAMPIRAN 23 Daftar Riwayat Hidup ....................................................... 254 xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah sarana untuk menyukseskan anak-anak bangsa. Setiap anak berhak menempuh pendidikan untuk dapat mengembangkan potensinya. Pendidikan dasar merupakan hak asasi bagi semua anak Indonesia, keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dikelas adalah ciri dari pendidikan dasar yang ideal (Rahardjo,2012:249). Piaget dalam Yusuf (2009:6) mengungkapkan bahwa usia siswa sekolah dasar dasar adalah 6-11 tahun, yaitu termasuk pada tahap praoperasional konkret. Pembelajaran di kelas yang berlangsung secara efektif dan menyenangkan akan lebih berdampak positif bagi siswa sekolah dasar. Pendidikan dasar yang baik tentu akan berdampak pada perkembangan siswa ke arah yang positif. Pola interaksi yang terbentuk selama proses pembelajaran akan memberikan dampak bagi siswa terkait dengan pemahaman materi dan pencapaian prestasi belajar siswa. Menurut Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 pasal I ayat 20 pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Untuk membentuk pola interaksi yang baik selama proses pembelajaran di kelas tentu memerlukan model pembelajaran inovatif yang melibatkan siswa untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Di Indonesia banyak terdapat model-model pembelajaran inovatif yang baik untuk dilaksanakan dalam proses pembelajaran di kelas. Guru dapat menyesuaikan penggunaan model pembelajaran dengan materi yang akan diajarkannya di kelas 1

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 (Rahardjo,20I2:241). Pada kenyataannya banyak satuan pendidikan dasar di Indonesia yang belum menerapkan model pembelajaran inovatif di kelas dalam proses pembelajaran. Guru menyampaikan materi pelajaran untuk siswa dengan metode ceramah, dan pembelajaran terasa sangat membosankan bagi siswa. Keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar cukup terbatas karena siswa hanya duduk diam mendengarkan penjelasan materi dari guru. Setiap metode tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing tergantung pada penerapannya. Metode ceramah akan baik diterapkan apabila cakupan materi yang diajarkan cukup sempit, sehingga guru dapat mengembangkan pengetahuan siswa dengan memberikan ceramah. Metode ceramah tidak harus selalu digunakan, apalagi jika materi pelajaran yang hendak diajarkan cukup luas seperti pada mata pelajaran IPS. IPS adalah mata pelajaran yang mengembangkan keterampilan sosial dan keterampilan bersosialisasi. Pembelajaran IPS di sekolah dasar mempelajari manusia dalam semua aspek kehidupan dan interaksinya di dalam masyarakat (Susanto,2013:143). Dalam pendidikan sekolah dasar, cakupan materi pelajaran pelajaran IPS cukup luas. Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, kurikulum IPS di SD menggunakan pendekatan masyarakat meluas. Di kelas satu materi IPS disajikan mulai dari hal-hal yang terdekat dengan siswa yaitu tentang diri sendiri, cakupan materi kelas dua adalah lingkup desa, kelas tiga adalah lingkup kecamatan, kelas empat memepelajari lingkup kabupaten/kota dan provinsi, kelas lima cakupan materinya adalah lingkup negara, dan kelas enam lingkupnya adalah dunia (Sumaatmaja,I984:9). Dengan demikian guru hendaknya memiliki strategi tersendiri dalam mengajarkan materi IPS di SD kelas V, mengingat cakupan materi

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 yang dipelajari cukup luas. Guru hendaknya menerapkan model pembelajaran inovatif yang sesuai untuk mata pelajaran IPS khususnya kelas V agar proses pembelajaran berlangsung secara efektif dan efisien, yang nantinya berdampak positif prestasi belajar siswa. Prestasi adalah hasil belajar yang meliputi segenap ranah psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar siswa (Syah,2003:216). Prestasi siswa sangat ditentukan oleh proses pembelajaran yang diikuti. Pembelajaran yang berkualitas dapat berpengaruh postitif pada prestasi belajar siswa. Materi pelajaran yang dikemas oleh guru hendaknya dibuat menarik agar pembelajaran berlangsung dengan menyenangkan. Guru dapat menciptakan pembelajaran yang efektif dengan mengoptimalkan penerapan model pembelajaran yang telah ditetapkan. Model pembelajaran ialah pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas (Suprijono,2009:46). Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas guru dapat memilih salah satu dari banyaknya model pembelajaran inovatif yang ada. Salah satu model pembelajaran inovatif yang baik untuk diterapkan pada mata pelajaran IPS adalah model pembelajaran kooperatif. Setiap siswa memiliki kemampuan yang beragam. Kelompok belajar akan sangat bermanfaat dalam proses pembelajaran di kelas mengingat adanya perbedaan kempampuan setiap individu. Model pembelajaran kooperatif dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan kurang lebih lima orang dalam setiap kelompoknya. Model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang diterapkan sebagai usaha untuk mewujudkan pembelajaran

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 yang melibatkan siswa untuk aktif, dan menjadi pilihan oleh para guru dalam mengatasi masalahnya terkait dengan prestasi belajar (Isjoni,2012:23). Model pembelajaran kooperatif memiliki banyak tipe yang dalam penerapannya dapat disesuaikan dengan materi pelajaran yang akan disampaiakan kepada siswa (Suprijono, 2009). Salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif adalah Jigsaw. Jigsaw yang paling orisinal adalah Jigsaw I sebelum dikembangkan Jigsaw II dan Jigsaw III. Dalam pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I, guru mengelompokan siswa ke dalam dua kelompok yaitu kelompok asal dan kelompok ahli. Model pembelajaran kooperatif Jigsaw I menekankan pada tanggung jawab masing-masing individu di dalam kelompok pada proses pembelajaran. Jigsaw I merupakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yang paling mudah dalam implikasinya, dengan keefektifan yang tidak kalah dengan Jigsaw II dan Jigsaw III yaitu menggabungkan kegiatan membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara (Lie,20I0:69). Langkah-langkah pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I diawali dengan pembentukan kelompok asal, setiap kelompok diberikan materi yang sama yatu materi akan menjadi pokok bahasan. Materi dipecah-pecah menjadi beberapa sub materi. Masing-masing individu dalam kelompok asal diberikan tanggung jawab untuk mempelajari masing-masing satu sub materi yang telah ditentukan. Setelah selesai mempelajari sub materi dalam kelompok asal, siswa diminta untuk bergabung dalam kelompok ahli. Kelompok ahli dibentuk berdasarkan kesamaan sub materi yang menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Dalam kelompok ahli siswa saling bertukar pikiran berdasarkan pemahamannya masing-masing terhadap satu sub materi yang sama.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 Setelah itu masing-masing siswa kembali ke kelompok asal untuk menjelaskan informasi yang didapat dari hasil diskusi pada kelompok ahli. Jadi dalam model kooperatif tipe Jigsaw I siswa bekerja kelompok selama dua kali yakni dalam kelompok asal dan kelompok ahli (Huda,2012:121). Kelompok dibentuk dengan anggota yang heterogen, yaitu adanya perbedaan gender, kemampuan akademik, agama, suku dan ras (Sanjaya,2011:248). Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I akan lebih efektif apabila diterapkan dalam mata pelajaran yang berbentuk narasi atau mata pelajaran yang mengandung banyak sub materi, seperti pada mata pelajaran IPS (Isjoni,20I2:83). Penelitian yang dilakukan oleh Elmia umar (2011) membuktikan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Penelitian yang dilakukan oleh Rukiyah (2012), H. Mashudi (2010), dan Dian Ria Susanti (2008), membuktikan bahwa model pembelajaran kooperatif Jigsaw I berpengaruh pada prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS. 1.2 Pembatasan Masalah Penelitian ini dibatasi oleh dua variabel, yaitu prestasi belajar dan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Prestasi belajar yang menjadi bagian dalam penelitian ini hanya mencakup aspek kognitif. Penelitian dilakukan di SD Karitas Nandan pada mata pelajaran IPS kelas V semseter II tahun ajaran 2013/2014. Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar yang digunakan untuk penelitian ini yaitu: Standar Kompetensi 5. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia, dengan

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 Kompetensi Dasar 5.1 Mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang. 1.3 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah dan pembatasan masalah diatas, dapat dirumuskan rumusan masalah penelitian sebagai berikut: Apakah ada perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I? 1.4 Tujuan Penelitian Tujuan peneliti melakukan penelitian ini adalah: Mengetahui adanya perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. 1.5 Manfaat Penelitian Penelitian ini memiliki manfaat bagi beberapa pihak, yaitu: 1.5.1 Bagi sekolah, penelitian ini memberikan acuan dalam pembuatan kebijakan program pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. 1.5.2 Bagi guru, penelitian ini memberikan wawasan sehingga akan terbentuk inovasi untuk mendorong kualitas prestasi belajar para siswa. 1.5.3 Bagi siswa, penelitian ini memberikan acuan untuk terus meningkatkan prestasi belajar serta menjadi contoh pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. 1.5.4 Bagi peneliti, untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang penerapan suatu model pembelajaran dan dampaknya pada prestasi siswa.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini bersi kajian teori, kerangka berpikir, dan hipotesis penelitian. Kajian teori membahas teori-teori yang mendukung dan beberapa kajian penelitian yang relevan. Kerangka berpikir berisi alur pemikiran dan hipotesis berisi dugaan sementara. 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Teori-teori Yang Mendukung 2.1.1.1 Belajar 1. Pengertian belajar Teori Kognitivisme berpandangan bahwa belajar merupakan proses internal manusia yang mencakup beberapa aspek seperti ingatan, pengolahan informasi, emosi dan aspek kejiwaan lainnya (Suyono dan Hariyanto, 2011:75). Belajar merupakan suatu aktivitas mental ataupun psikis yang berlangsung dalam interaksi yang aktif dengan lingkungan dan dapat menghasilkan sejumlah perubahan dalam pengalaman, keterampilan, nilai, dan sikap yang dimiliki oleh seseorang (Winkle, 2004:59). Belajar merupakan cara seseorang dalam memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian dengan melakukan aktivitas. Belajar adalah mengunpulkan fakta-fakta yang tersaji dalam bentuk informasi atau dalam bentuk materi pelajaran (Syah, 2003:64). Belajar merupakan proses memperoleh pengetahuan, yaitu proses memahami dan 7

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 menjadi tahu melalui pengalaman nyata dalam bentuk informasi. Pengetahuan dilahirkan dari pengalaman yang terjadi berulang kali. Pada dasarnya, pengetahuan sudah tersedia di alam, siswa berkesempatan untuk mengeksplorasi, menggali dan menemukan untuk memperoleh pengetahuan. Melalui belajar seseorang membentuk pola respon yang baru yaitu keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan, dan kecakapan. Belajar merupakan proses usaha yang dilakukan seseorang dalam memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman sendiri dengan lingungan sekitarnya (Slameto, 2010:2). Jadi, belajar tidak terbatas pada pembelajaran di sekolah, tetapi belajar mengandung arti luas yaitu sebagai suatu kegiatan manusia dalam usaha memperoleh pengetahuan. Belajar dapat dilakukan manusia di setiap harinya dalam hidup bersama dengan manusia lain. Belajar merupakan proses perolehan pengetahuan dan suatu kebiasaan yang dilakukan oleh seseorang. Akibat dari pengalaman belajarnya, seseorang dapat mengubah pola perilakunya ke arah yang positif sesuai dengan perolehan pengetahuan dari pengalaman belajarnya. 2. Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Belajar Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar yaitu faktor internal, faktor eksternal, dan faktor pendekatan belajar (Syah, 2003:144). Faktor internal meliputi aspek fisiologis dan aspek psikologis, faktor eksternal meliputi lingkungan sosial dan lingkungan nonsosial, sedangkan faktor pendekatan belajar adalah cara atau strategi yang diterapkan oleh siswa dalam belajar (Syah, 2003:145). Keberhasilan belajar ternyata dipengaruhi oleh banyak faktor. Keadaan jasamani dan rohani siswa turut mempengaruhi keberhasilan

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 belajarnya, demikian pula dengan lingkungan sosial maupun lingkungan nonsosialnya. Berikut ini adalah tabel yang berisi faktor-faktor pengaruh keberhasilan belajar menurt Syah (2003:156): Tabel 2.1 faktor pengaruh keberhasilan belajar Ragam Faktor dan Unsur-unsurnya Internal siswa 1. Aspek fisiologis - keadaan jasmani - mata dan telinga Eksternal siswa 1. Lingkungan sosial - keluarga - guru dan staf - masyarakat - teman Faktor pendekatan 1. Pendekatan tinggi - speculative - achieving 2. Aspek Psikologis - inteligensi - sikap - minat - bakat - motivasi 2. Lingkungan nonsosial - rumah - sekolah - peralatan - alam 2. Pendekatan menengah - analitical - deep 3. Pendekatan rendah - reproductive - surface 3. Prinsip-prinsip belajar Menurut Hanafiah dan Cucu (2012:18) belajar sebagai kegiatan sistematis dan kontinu memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut: a. Belajar berlangsung seumur hidup b. Proses belajar adalah kompleks namun terorganisir c. Belajar berlangsung dari yang sederhana menuju yang kompleks d. Belajar dari yang faktual menuju konseptual e. Belajar mulai dari yang kongkret menuju abstrak belajar merupakan bagian dari perkembangan. f. Keberhasilan belajar dipengarui oleh faktor kematangan, serta usaha keras peserta didik sendiri bawaan, lingkungan,

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 g. Belajar mencangkup semua aspek kehidupan yang penuh makna, dalam rangka membangun manusia seutuhnya dan bulat, baik dari sisi agama, ideologi, politik ekonomi, sosial budaya, dan ketahanan h. Kegiatan belajar berlangsung pada setiap tempat dan waktu, baik dalam lingkungan keluarga, sebagai pendidikan awal bagi lingkungan masyarakat, dan lingkungan sekolahnya. i. Belajar keberlangsungan dengan guru maupun tanpa guru. Guru bukanlah satu-satunya sumber belajar, tetapi masih banyak sumber belajar lainnya. j. Belajar yang berencana dan disengaja menuntut motivasi yang tinggi. k. Dalam belajar dapat terjadi hambatan-hambatan lingkungan internal seperti hambatan psikis dan fisik, dan eksternal, seperti lingkungan yang kurang emndukung, baik sosial, budaya, ekonomi, keamanan, dsb. l. Kegiatan belajar tertentu diperlukan adanya bimbingan dari orang lain, emngingat tidak semua bahan ajar dapat dipelajari sendiri. 4. Prestasi Belajar a. Pengertian Prestasi Belajar Prestasi belajar sebagai sesuatu yang bersifat khas dari hasil proses belajar yang dilakukan oleh siswa secara sebagai alat ukur kemapuan yang diperoleh siswa selama mengikuti proses belajar (Masidjo, 1995). Prestasi belajar adalah prestasi yang diperoleh siswa setelah siswa melakukan kegiatan belajar, prestasi belajar dapat diukur menggunakan nilai yang diperoleh oleh siswa selama melangsungkan serangkaian kegiatan belajarnya. Misalnya siswa dikatakan memiliki prestasi belajar apabila memiliki nilai raport yang baik. Seorang siswa akan memperoleh pretasi

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 belajar yang baik apabila banyak memperoleh pengetahuan dari proses belajarnya, prestasi yang baik dapat memberikan rasa puas bagi diri siswa sekaligus sebagai motivasi belajar untuk mendapatkan prestasi yang lebih baik lagi. Prestasi adalah hasil belajar yang meliputi segenap ranah psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar siswa (Syah, 2003:216). Jadi, prestasi belajar adalah gambaran hasil belajar siswa yang meliputi perubahan tingkah laku akibat dari proses belajar yang dialami siswa dalam waktu tertentu. Prestasi siswa dapat mengalami perubahan dengan hasil usahanya selama melangsungkan kegiatan belajar baik di kelas maupun di luar kelas. b. Indikator Prestasi Belajar Kunci pokok untuk memperoleh ukuran dan data keberhasilan siswa dalam belajar adalah dengan mengetahui garis-garis besar indikator sebagai penunjuk bahwa adanya prestasi yang akan diukur (Syah, 2003:216). Untuk mengetahui sejauh mana prestasi belajar yang diperoleh oleh siswa, maka yang harus diketahui terlebih dahulu adalah indikator-indikatornya yang dalam hal ini adalah indikator prestasi belajar. Indikator prestasi belajar yang digunakan sebagai pedoman pengukuran merupakan dasar untuk menyusun alat evaluasi (Syah, 2003:216). Jadi indikator prestasi belajar adalah sebagai penunjuk atau dasar dalam mengukur prestasi. Siswa dikatakan memiliki peningkatan prestasi dengan pedoman indikator prestasi belajar sebagai ukurannya. Berikut ini adalah tabel indikator prestasi belajar menurut Syah (2003:216):

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 Tabel 2.2 Indikator Prestasi Belajar Ranah/Jenis Prestasi A. Ranah cipta (Kognitif) 1. Pengamatan Indikator 1. Dapat menunjukkan 2. Dapat membandingkan 3. Dapat menghubungkan Cara Evaluasi 1. Tes lisan 2. Tes tertulis 3. Observasi 2. Ingatan 1. Dapat menyebutkan 1. Tes lisan 2. Dapat menunjukkan kembali 2. Tes tertulis 3. Pemahaman 1. Dapat menjelaskan 2. Dapat mendefinisikan dengan lisan sendiri 1. Tes lisan 2. Tes tertulis 4. Aplikasi/Penerapan 1. Dapat memberikan contoh 2. Dapat menggunakan secara tepat 1. Tes tertulis 2. Pemberian tugas 3. Observasi 5. Analsis 1. Dapat menguraikan 2. Dapat mengklasifikasikan 1. Tes tertulis 2. Pemberian tugas 6. Sintetis 1. Dapat menghubungkan materi-materi, sehingga menjadi kesatuan baru 2. Dapat menyimpulkan 3. Dapat menggeneralisasikan 1. Tes tertulis 2. Pemberian tugas 1. Menunjukkan sikap menerima 2. Menunjukkan sikap menolak 1. Tes tertulis 2. Skala sikap 3. Observasi 2. Sambutan 1. Kesediaan berpartisipasi/terlibat 2. Kesediaan memanfaatkan 1. Tes skala sikap 2. Pemberian tugas 3. observasi 3. Apresiasi (sikap menghasrgai) 1. Menganggap penting dan bermanfaat 2. Menganggap indah dan harmonis 3. Mengaguni 1. Tes skala penilaian sikap 2. Pemberian tugas 3. Observasi 4. Internalisasi (pendalaman) 1. Mengakui dan meyakini 2. Mengingkari 1. Tes skala sikap 2. Pemberian tugas ekspresif 5. Karakterisasi (penghayatan) 1. Melembagakan atau meniadakan 2. Menjelmakan dalam pribadi dan perilaku sehari-hari 1. Pemberian tugas ekspresif dan proyektif 2. Observasi B. Ranah Rasa (Afektif) 1. Penerimaan C. Ranah Karsa (Psikomotorik) 1. Keterampilan bergerak dan bertindak Kecakapan mengkoordinasikan 1. Observasi gerak mata, tangan, kaki, dan 2. Tes tindakan anggota tubuh lainnya.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 2. Kecakapan ekspresi verbal dan non-verbal 1. Kefasihan melafalkan/mengucapkan 2. Kecakapan membuat mimik dan gerakan jasmani 1. Tes lisan 2. Observasi 3. Tes tindakan c. Tes Prestasi Tes prestasi bertujuan untuk mengukur hasil yang telah dicapai oleh siswa dalam belajar (Azwar, 2012:13). Tes prestasi disusun sebagai alat ukur bagi siswa yang telah melaksanakan kegiatan belajar, yaitu untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan siswa dalam belajar. Menurut Gronlund dalam Azwar (2012:18) prinsip dasar dalam pengukuran prestasi adalah sebagai berikut: 1) Tes prestasi harus mengukur hasil belajar yang telah dibatasi secara jelas sesuai dengan tujuannya. 2) Tes prestasi harus mengukur suatu sampel dari hasil belajar dan dari materi yang dicakup oleh materi ajar. 3) Tes prestasi harus berisi butir-butir soal dengan tipe yang paling cocok guna mengukur hasil belajar yang diinginkan. 4) Tes prestasi harus dirancang sedemikian rupa dengan maksud agar sesuai dengan tujuan penggunaan hasilnya. 5) Reliabilitas atau keterpercayaan tes prestasi diusahakan setinggi mungkin dan hasil ukurnyaharus ditafsirkan secara hati-hati. 6) Tes prestasi harus dapat digunakan untuk meningkatkan belajar para siswa. d. Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 Seseorang dapat mencapai prestasi belajar yang baik dari hasil interaksinya dengan berbagai faktor yang ada, faktor tersebut terdiri dari faktor eksternal dan faktor internal (Slameto, 2010). 1) Faktor Internal Faktor yang berasal dari dalam diri siswa disebut faktor intern. Faktor intern yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa diantaranya adalah faktor Jasmani, faktor psikologis, Inteligensi siswa, bakat siswa, minat siswa, dan kematangan (Slameto, 2010). 2) Aspek Fisiologis Faktor kesehatan dan kondisi tubuh dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa, cacat tubuh pada seorang siswa juga akan berpengaruh terhadap prestasi yang dicapainya. Kondisi jasmani yang ideal akan mempengaruhi semangat siswa dalam melangsungkan kegiatan belajar. Kondisi tubuh yang lemah dan organ-organ tubuh yang tidak ideal, dapat menurunkan semangat dan kualitas belajar siswa. Kondisi tubuh yang sehat akan lebih baik untuk melangsungkan proses belajar dan mencapai prestasi yang baik, untuk itu seorang siswa hendaknya dapat memelihara kesehatan agar tidak mengganggu belajarnya, dengan demikian siswa akan mendapat prestasi yang mamuaskan. 3) Aspek Psikologis Aspek psikologis yang dapat mempengaruhi prestasi belajar meliputi banyak hal diantaranya adalah inteligensi siswa, bakat siswa, minat siswa, dan kematangan siswa, yang masing-masing sangat berpengaruh terhadap perolehan prestasi belajar siswa.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 a) Inteligensi siswa Intelegensi merupakan kemampuan psikologi dan fisik untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan secara tepat (Syah, 2012:131). Intelegensi juga disebut sebagai kempuan umum dimana seseorang dapat menyesuaikan diri, belajar, serta berpikir abstrak (Subini, dkk. 2012:86). Siswa yang memiliki tingkat intelensi tinggi lebih memiliki potensi untuk mencapai prestasi yang tinggi daripada yang memiliki tingkat intelegensi yang rendah. Intelegensi memiliki pengaruh yang besar terhadap pencapaian prestasi belajar. b) Sikap siswa Sikap siswa merupakan dimensi afektif sebagai gejala internal yang memiliki kecenderungan untuk merespon objek tertentu secara relatif tetap (Syah, 2012:132). Sikap memiliki kecenderungan bagaimana seorang individu merespon atau memberi reaksi terhadap situasi, sikap juga menentukan apa yang dicari oleh seorang individu dalam hidupnya (Syah, 2012:132). Dalam proses belajar sikap siswa menentukan bagaimana prestasi belajar yang diperolehnya, guru dapat mengetahui hal itu melalui perilaku siswa dalah kesehariannya. c) Bakat siswa Bakat merupakan unsur penting yang dimiliki oleh seseorang dalam pencapaian keberhasilannya di masa depan (Syah, 2012:133). Siswa akan mendapatkan prestasi yang tinggi ketika materi pelajaran atau bidang ilmu yang dipelajari sesuai dengan bakat dan kemapuannya, dibandingkan dengan siswa yang mempelajari bidang

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 ilmu yang tidak sesuai dengan bakatnya. Siswa akan dengan mudah mengolah pengetahuannya terhadap materi pelajaran tertentu ketika ia sudah memiliki bakat terhadap bidang ilmu tersebut. d) Minat siswa Pada dasarnya minat merupakan suatu rasa ketertarikan atau rasa lebih suka terhadap suatu hal atau aktifitas tertentu tanpa adanya dorongan dari orang lain (Slameto, 2002:180). Pengaruh yang besar terhadap prestasi belajar siswa salah satunya adalah minat siswa dalam belajar. Ketika siswa mempelajari suatu bidang ilmu disukainya, prestasi belajar yang diperolehnya akan lebih tinggi dibandingkan siswa yang mempelajari suatu bidang ilmu yang tidak disukainya. e) Motivasi siswa Motivasi dibedakan menjadi dua yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik, motivasi intrinsik merupakan dorongan yang berasaol dari dalam diri seseorang sedangkan motivasi ekstrinsik adalah dorongan dari luar diri seseorang (Syah, 2012:89). Motivasi berperan penting dalam usaha manusia mencapai keberhasilan pada suatu bidang, baik motivasi intrinsik maupun motivasi ekstrinsik. 2) Faktor Eksternal Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar individu. Faktor ekstern yang mampu mempengarui belajar dibagi emnjadi tiga kelompok, yakni faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat (Slameto, 2010).

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 a) Faktor Keluarga Keluarga merupakan lingkungan yang paling menentukan bagaimana pola kehidupan anak dan berpengaruh pada kehidupan anak (Subini, dkk., 2012:92). Orang tua yang mendidik anak dengan cara yang baik, akan berbengaruh terhadap pencapaian prestasi belajar siswa, demikian juga dengan relasi yang baik antar anggota keluarga dan suasana rumah yang menyenangkan. Dalam hal tertentu, ekonomi yang cukup dlam suatu keluarga juga dapat berpengaruh terhadap pencapaian prestasi belajar siswa terkait dengan pemenuhan kebutuhan dalam pendidikan. b) Faktor Sekolah Kurikulum merupakan cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Subini,dkk., 2012:96). Sekolah yang menerapkan kurikulum yang baik dan sesuai akan mendukung siswa dalam meraih prestasi belajar secara optimal. Sekolah yang menggunakan metode belajar baik, menarik, dan sesuai tentu akan mempengaruhi pencapaian prestasi para siswanya. Sarana dan prasarana yang memadai akan sangat membantu proses belajar para siswa hingga mencapai prestasi baik. Tenaga pendidik yang berkompeten tentu juga turut mempengaruhi perolehan prestasi siswa selama melangsungkan kegiatan belajar. Model pembelajaran yang digunakan guru dalam mengajar dapat membantu siswa dalam

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 memahami setiap pokok materi yang dipelajari, sehingga model pembelajaran yang sesuai dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Kurikulum merupakan cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Subini, dkk., 2012:96). Sekolah yang menerapkan kurikulum yang baik dan sesuai akan mendukung siswa dalam meraih prestasi belajar secara optimal. c) Faktor Masyarakat Pergaulan siswa di lingkungan masyarakat dapat mempengaruhi pencapaian prestasi belajar siswa. Masyarakat yang baik dan peduli terhadap pendidikan akan memotivasi siswa untuk belajar lebih giat hingga dapat mencapai prestasi yang baik, tetapi masyarakat yang tidak mempedulikan pendidikan tidaka akan memotivasi siswa untuk belajar seshingga tidak mendapat prestasi belajar yang memuaskan 2.1.1.2 Model Pembelajaran Kooperatif 1. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok (Rahardjo, 2012:241). Setiap kelompok harus diberikan kesempatan untuk bertatap muka dan berdiskusi, karena dengan bertatap muka dan berdiskusi dapat memberikan sinergi yang menguntungkan bagi setiap anggota kelompok (Lie, 2010:33). Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokan kecil yaitu antara empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik, jenis kelamin, ras atau suku yang

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 berbeda (Sanjaya, 2011:242). Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang mementingkan kerja sama dalam kelompok. Guru menyajikan beberapa informasi kepada siswa terkait dengan materi yang akan dipelajari secara spesifik. Selanjutnya guru mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil yaitu kelompok belajar. Siswa masuk ke dalam masing-masing kelompoknya dan guru membimbing siswa dalam belajar di dalam kelompok, guru juga memfasilitasi siswa dalam kelompok belajar menggunakan media pembelajaran yang telah disiapkan oleh guru. Pembelajaran berlangsung dengan interaksi yang positif dalam kelompok dan guru menjadi pendamping siswa selama menjalani proses pembelajaran. Setelah kegiatan pembelajaran selesai, guru mengevaluasi hasil belajar siswa tentang materi pembelajaran yang telah dipelajari dalam kelompok. Evaluasi diberikan kepada masing-masing indivisu untuk mengukur kempuan siswa dalam memahami materi pelajaran. Pelaksanaan model pembelajaran kooperatif diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan menjelaskan materi pelajaran yang akan dipelajari serta memotivasi siswa agar semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran (Rahardjo, 2012). Pembelajaran kooperatif dilaksanakan dengan langkah-langkah jelas dan sangat nampak dalam pelaksanaannya. Jadi dalam melaksanakan pembelajaran kooperatif harus menggunakan langkah-langkah yang telah ditetapkan agar kegiatan pembelajaran dapat berlangsung seacara efektif. Jadi, model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang mementingkan adanya kerja sama tim yang didesain menggunakan kelompok-

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 kelompok kecil dalam proses kegiatan belajarnya. Setiap siswa yang ada dalam kelompok mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda, dan tidak menutup kemungkinan adanya perbedaan ras, budaya, dan suku (Sanjaya, 2011:248). Dalam proses pembelajaran yang mengguanakan model pembelajaran kooperatif, siswa didorong untuk bekerja sama dan berkoordinasi dengan kelompoknya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Kerja sama dalam model pembelajaran kooperatif sangat penting dalam menyelesaikan permasalahan dalam memproses pengetahuan yang dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif telah dibuktikan dapat diterapkan dalam berbagai mata pelajaran dan untuk semua usia (Isjoni, 2012:23). 2. Unsur-unsur Model Pembelajaran Kooperatif Menurut Lie (2010:30-35) terdapat lima unsur model pembelajaran kooperatif, yaitu saling ketergantungan positif, tanggung jawab perseorangan, tatap muka atau interaksi promotif, komunikasi antar anggota, dan pemrosesan kelompok, yang akan diuraikan sebagai berikut: a. Saling ketergantungan positif Pelaksanaan model pembelajaran kooperatif menunjukkan dua pertanggungjawaban kelompok, yaitu mempelajari bahan yang ditugaskan kepada kelompok dan menjamin semua anggota kelompok secara individu mempelajari bahan yang ditugaskan kepada anggota kelompok (Suprijono, 2009:58). Untuk menciptakan kelompok kerja yang efektif, seorang guru perlu menyusun tugas sedemikian rupa sehingga setiap anggota kelompok

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 harus menyelesaikan tugasnya masing-masing dan anggota kelompok yang lain juga dapat mencapai tujuannya (Lie, 2010:32). Ada beberapa cara membangun sikap saling ketergantungan positif antar anggota kelompok yaitu dengan menumbuhkan keyakinan bahwa dengan bekerja sama maka tujuan akan tercapai, saling mendukung, saling melengkapi, dan saling percaya (Suprijono, 2009:59). b. Tanggung jawab perseorangan Tanggung jawab perseorangan merupakan akibat langsung dari adanya unsur ketergantungan positif, setiap siswa akan merasa bertanggung jawab untuk melakukan yang terbaik demi tercapainya tujuan di dalam kelompok (Lie, 2010:33). Tanggung jawab perseorangan di dalam kelompok dapat ditumbuhkan, diantaranya dengan cara meminimalisir anggota kelompok, melakukan penilaian terhadap siswa, mengamati siswa di dalam kelompok dan mencatat frekuensinya dalam berpartisipasi aktif, menugasi salah satu anggota kelompok untuk memeriksa pekerjaan kelompoknya (Suprijono, 2009:60) c. Tatap muka atau interaksi promotif Tatap muka atau interaksi promotif dapat menghasilkan saling ketergantungan positif, ciri-ciri interaksi promotif menurut Suprijono (2009:60) adalah sebagai berikut: 1) Saling membantu secara efektif dan efisien. 2) Saling memberi informasi dan sarana yang diperlukan. 3) Memproses informasi bersama secara lebih efektif dan efisien.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 4) Saling mengingatkan. 5) Saling membantu dalam merumuskan dan mengembangkan argumentasi serta meningkatkan kemampuan wawasan terhadap masalah yang dihadapi. 6) Saling percaya. 7) Saling memotivasi untuk memperoleh keberhasilan bersama di dalam kelompok. d. Komunikasi antar anggota Tidak semua siswa di dalam kelompok memiliki keahlian dalam hal mendengarkan dan berbicara, untuk itu guru perlu mengajarkan teknik berkomunikasi mengingat keberhasilan suatu kelompok dalam pembelajaran kooperatif juga bergantung pada kesediaan para anggotanya untuk saling mendengarkan dan menyampaikan pendapat (Lie, 2010:34). Keterampilan yang perlu dikembangkan dalam komunikasi antar anggota yaitu dengan saling mengenal dan mempercayai, saling berkomunikasi, saling menerima dan memberi dukungan, serta mampu menyelesaikan konflik kelompok dengan baik (Suprijono, 2009:61) e. Pemrosesan kelompok Pemorosesan kelompok berarti pengambilan nilai, agar dapat diidentifikasi apakah pembelajaran kooperatif berlangsung sesuai dengan tahapan yang benar, serta dapat diketahui kontribusi dari masing-masing siswa sebagai anggota kelompok (Suprijono, 2009:61). Pemrosesan kelompok juga dapat diartikan sebagai evaluasi proses kelompok, yang

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 dilakukan setiap pembelajaran selesai atau bisa dilakukan beberapa waktu kemudian setelah beberapa kali diadakan pembelajaran (Lie, 2010:35). 3. Tujuan Model Pembelajaran Kooperatif Model pembelajaran kooperatif dilaksanakan dengan tujuan untuk mencapai hasil belajar yang berupa prestasi akademik, toleransi, menerima keragaman, dan mengembangkan keterampilan sosial (Suprijono, 2009:61). Peneapan model pembelajaran kooperatif dapat membantu siswa dalam mencapai hasil belajar yang maksimal. Hasil belajar yang dicapai tidak hanya terbatas pada prestasi akademis, tetapi meliputi banyak hal termasuk keterampilan sosial. Tujuan utama model pembelajaran kooperatif adalah agar siswa dapat belajar di dalam kelompok bersama dengan teman-temannya dan saling menghargai pendapat orang lain serta membeerikan kesempatan kepada orang lain untuk menyampaikan gagasannya (Isjoni, 2012:9). Tujuan pembelajaran kooperatif adalah membentuk semua anggota kelompok menjadi pribadi yang bertanggung jawab dalam kegiatan belajar bersama (Suprijono, 2009:60). 4. Model-model Pembelajaran Kooperatif Semua tipe dari model pembelajaran kooperatif sangat baik untuk meningkatkan prestasi belajar dan keaktifan siswa (Rahardjo, 2012). Dalam penerapannya tipe-tipe model pembelajaran kooperatif akan terlihat sesuai dan berjalan secara maksimal apabila penggunaanya disesuaikan dengan mata pelajarannya. Keefektifan pembelajaran kooperatif dapat terlihat jelas apabila penerapannya menggunakan tahapan yang sesuai.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 Model pembelajaran kooperatif terdiri dari beberapa tipe, yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, model pembelajaran kooperatif tipe Number Heads Together (NHT), model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD), model pembelajaran kooperatif tipe Team Assited Individualization (TAI), model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT), model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together, model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) (Rahardjo, 2012:243). 5. Jigsaw I Penelitian ini lebih dominan membahas model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I, karena penelitian ini dilakukan untuk menguji perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V semester 2 antara kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan kelas yang tidak menggunakannya. Jigsaw I mengembangkan kegiatan membaca menulis, mendengarkan, dan berbicara, serta cocok untuk diterapkan di semua kelas dan tingkatan (Lie, 2010:69). Jigsaw I dapat digunakan secara efektif di setiap tingkatan kelas dimana siswa telah memiliki pemahaman pemahaman yang baik, dapat membaca, serta memiliki keterampilan bekerja sama di dalam kelompok (Isjoni, 2012:83). Jadi model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I dapat diterapkan di semua level pendidikan dengan syarat siswa yang ada dalam level pendidikan tersebut telah mendapatkan keterampilan-keterampilan seperti yang dikemukakan oleh Isjoni. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I menggabungkan kegiatan membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara (Lie, 2010:69). Jigsaw

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 pertama kali dikembangkan oleh seorang ahli yang bernama Aronson pada tahun 1975, yaitu Jigsaw I. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I merupakan salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif yang dalam penerapannya menggunakan kelompok-kelompok kecil dalam kegiatan pembelajarannya (Huda, 2012). Jigsaw I adalah salah satu dari model pembelajaran kooperatif yang unik, siswa dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok asal dan kelompok ahli. Masing-masing siswa mendapat tanggung jawab untuk mempelajari bagian kecil materi yang menjadi tujuan belajar. Peran guru dalam model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah sebagai fasilitator dan mediator. Guru mendampingi siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Guru memiliki kewajiban untuk menjawab pertanyaan siswa ketika mengalami kesulitan dalam belajar pad diskusi kelompok. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan pemberian evaluasi oleh guru kepada siswa untuk dikerjakan secara individu. 6. Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw I Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang mendorong siswa untuk aktif dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran untuk mencapai prestasi yang maksimal (Isjoni, 2012:77). Dalam penerapannya, model pembelajaran koperatif tipe Jigsaw I dilakukan dengan langkah-langkah yang telah ditetapkan sebagai acuan dalam penggunaannya. Langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I yaitu guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok terdiri

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 dari 4-6 siswa dengan kemampuan yang berbeda-beda. Setiap kelompok memiliki beranekaragam kemampuan, ras, dan gender (Daryanto dan Rahardjo, 2012:243). Penyetaraan bukan hanya pada kemampuan, ras dan gender juga disetarakan untuk menghindari perasaan sensitif yang muncul dalam proses pembelajaran. Jumlah anggota dalam kelompok asal menyesuaikan dengan jumlah bagian materi pelajaran yang akan dipelajari siswa. Setelah selesai pembentukan kelompok asal, setiap siswa masing-masing diberi tugas untuk mempelajari salah satu bagian materi pembelajaran. Masing-masing siswa bertanggung jawab mempelajari bagian materi yang ditugaskan (Daryanto dan Rahardjo, 2012:243). Contoh pembagian kelompok untuk pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yaitu, misalnya dalam suatu kelas terdapat 30 siswa, dan materi pembelajaran yang akan dicapai sesuai dengan tujuan pembelajaran yang terdiri 5 bagian materi pembelajaran, maka dari 30 siswa akan terbentuk 6 kelompok asal yang masing-masing beranggotakan 5 siswa, dan terbentuk 5 kelompok ahli yang terdiri dari 6 siswa dalam setiap kelompoknya. Pembentukan kelompok yang pertama disebut dengan kelompok asal. Siswa dengan materi pelajaran yang sama bergabung dan belajar bersama dalam kelompok yang disebut kelompok ahli. Dalam kelompok ahli siswa belajar bersama mendiskusikan bagian materi pembelajaran yang sama dan saling melengkapi pengetahuan yang didapat dari materi yang sama itu (Daryanto dan Rahardjo, 2012:244). Siswa saling belajar bersama di kelompok ahli serta menyusun strategi bagaimana menyampaikan penjelasan materi yang telah dipelajarinya kepada temannya setelah kembali ke kelompok asal.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 Setelah selesai mendiskusikan materi dalam kelompok ahli, siswa diminta untuk kembali bergabung bersama kelompok asal dan menyampaikan hasil belajarnya masing-masing sesuai dengan bagian materi yang menjadi tanggung jawabnya (Daryanto dan Rahardjo, 2012:244). Guru menjadi fasilitator ketika siswa berdiskusi, baik diskusi dalam kelompok ahli maupun kelompok asal (Daryanto dan Rahardjo, 2012:244). Guru bertugas memberi penjelasan kepada siswa apabila terjadi kesulitan dalam memahami materi pelajaran saat berdiskusi dalam kelompok. Setelah siswa selesai berdiskusi dalam kelompok asal dan kelompok ahli, kemudian siswa diminta untuk mempresentasikan hasil belajarnya bersama masing-masing kelompok asal. Apabila waktu yang tersedia terbatas, guru dapat menunjuk salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil belajarnya di depan kelas (Daryanto dan Rahardjo, 2012:244). Guru memberi penegasan dan meluruskan apabila terjadi kesalahpahaman dalam proses pembelajaran yang berlangsung. Di akhir pembelajaran guru memberikan kuis untuk dikerjakan oleh siswa secara indidual (Daryanto dan Rahardjo, 2012:244). Dari keterangan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I diawali dengan pembagian kelompok asal dan pembagian sub materi pelajaran atau soal pada masing-masing anggota kelompok secara berbeda. Setelah itu siswa berusaha menyelesaikan tugasnya masing-masing dan bekerja sama dengan kelompok ahli dengan berdiskusi dan bertukar pendapat. Kemudian siswa kembali ke dalam kelompok asal untuk membagikan jawabannya masing-masing dan saling

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 belajar satu sama lain. Di akhir pembelajaran diadakan kuis untuk mengecek seberapa paham siswa terhadap materi yang telah dipelajari. 7. Pembelajaran IPS Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw I Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I dapat digunakan dalam beberapa mata pelajaran, salah satunya adalah IPS (Lie, 2010:69). Jenis materi yang paling mudah digunakan untuk penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I adalah materi pelajaran yang berbentuk narasi (Isjoni, 2012:83). Pembelajaran IPS dapat dilaksanakan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Pembelajaran IPS yang dilaksanakan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I menurut Trianto (2011:73) adalah sebagai berikut: a. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok yang tiap kelompoknya beranggotakan 5-6 orang. b. Siswa dibagikan materi pelajaran IPS dalam bentuk teks yang telah dibagibagi menjadai beberapa sub bab. c. Setiap anggota kelompok membaca sub bab sesuai tugasnya masingmasing dan bertanggung jawab untuk mempelajarinya. d. Setelah membaca dan mempelajari materi tersebut, kemudian bergabung dengan anggota kelompok lain yang memiliki bagian sub bab yang sama dan saling berdiskusi dengan membentuk kelompok yang dinamakan kelompok ahli.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 e. Jika kegiatan diskusi pada kelompok ahli telah selesai dilaksanakan maka siswa kembali ke dalam kelompok asal dan saling bertukar pemahaman dari masing-masing materi yang berbeda sesuai yang ditugaskan. f. Guru memberikan evaluasi di akhir pembelajaran IPS, evaluasi dapat berupa kuis. 2.1.1.3 Ilmu Pengetahuan Sosial 1. Hakikat IPS Hakikat IPS adalah sebagai pengembangan konsep berpikir yang dilandaskan pada realita kondisi sosial di lingkungan sekitar siswa, maka dengan diterapkannya pendidikan IPS siswa dapat memiliki kepribadian yang baik dan bertanggung jawab terhadap bangsa dan negara (Susanto, 2013:138). IPS memberikan wawasan yang luas kepada siswa dalam mengembangkan sikap yang baik. IPS mempelajari fenomena-fenomena sosial yang nyata ditemui dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tidak dipungkiri bahwa IPS merupakan ilmu yang terus berkembang dan dapat membuka wawasan bagi yang mempelajari. Ilmu Pengetahuan Sosial adalah mata pelajaran yang mempelajari tentang kehidupan sosial di masyarakat. Ilmu Pengetahuan Sosial terintegrasi dari berbagai cabang ilmu sosial ilmu yaitu geografi, sejarah, ekonomi, sosiologi, antropologi, ilmu politik (Sumaatmadja, 1984:13). Geografi mempelajari tentang gejala-gejala alam yang nampak di lingkungan sekitar 7 yang berhubungan dengan pola kehidupan manusia. Sejarah merupakan cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau, peristiwa dalam sejarah bersifat kronologis. Ekonomi merupakan

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang usaha-usaha yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. Sosiologi mempelajari tentang relasi sosial manusia dan pengertian yang mendasar tentang kemasyarakatan. Cabang ilmu sosial antropologi terkait dengan lapisan-lapisan masyarakat yang didalamya memuat keanekaragaman manusia yang hidup bersama di suatu tempat. Setiap cabang ilmu sosial memiliki kajian masing-masing berdasarkan ruang lingkupnya (Sumaatmadja, 1984:13). Di dalam ilmu sosial terdapat ilmu politik, ilmu politik terkait dengan suatu sistem pemerintahan (Daldjoeni, 1981:15). Sebagai makhluk sosial, manusia dilahirkan untuk berhubungan dan bergaul dengan sesamanya karena manusia tidak akan pernah dapat menjalani hidup sendiri tanpa campur tangan orang lain. Itulah pentingnya ilmu sosial dalam kehidupan sehari-hari termasuk dengan hubungan dalam sistem pemerintahan. 2. Tujuan Pembelajaran IPS Tujuan dari pembelajaran IPS adalah untuk mendidik dan memberi bekal kemampuan dasar pada siswa untuk mengembangkan dirinya, membantu dalam pemecahan masalah yang dihadapi agar semakin mengerti dan memahami lingkungan sosial. (Solihatun&Raharjo, 2008:15). Di dalam Kehidupan bermasyarakat tentu banyak terdapat banyak konflik dan fenomena sosial yang penting untuk dipelajari dan dimengerti. Pembelajaran IPS membekali siswa dalam pengembangan diri terkait dengan hal tersebut. Pembelajaran IPS yang bersumber pada kehidupan manusia di masyarakat yang bertumpu pada kehidupan bermasyarakat tidak akan

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 kehabisan bahan untuk dapat membina sikap siswa, memperkuat kepribadian, dan membentuk budi pekerti yang luhur (Sumaatmadja, 1984:66). Pengalaman yang nyata merupakan sebuah pembelajaran berharga, demikian pula dengan pembelajaran IPS yang bersumber pada kehidupan manusia di masyarakat. Dengan belajar bermasyarakat maka siswa akan semakin membina sikapnya, memperkuat karakternya. Kehidupan bermasyarakat juga turut membentuk budi pekerti yang luhur dengan mempelajari nilai-nilai yang ada di masyarakat. 3. Pembelajaran IPS di SD Mata pelajaran IPS di SD merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib ditempuh oleh setiap siswa di sekolah. IPS wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di kelas empat sampai dengan kelas enam SD (Mendiknas, 2006). Belajar ilmu sosial berarti siswa secara langsung belajar berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesama, sehingga diharapkan siswa dapat menjalin hubungan yang baik dengan sesama warga masyarakat. Pembelajaran IPS di sekolah dasar mempelajari manusia dalam semua aspek kehidupan dan interaksinya di dalam masyarakat (Susanto, 2013:143). Pembelajaran IPS di sekolah dasar memiliki cakupan yang luas. Dalam mempelajari pola interaksi di masyarakat, pembelajaran IPS tentu saja mengaitkan dengan realita dalam kehidupan. Sikap dan mental positif seorang siswa juga perlu dibangun, dengan belajar ilmu sosial diharapkan siswa lebih terampil dalam membentuk sikap dan mental yang positif dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan fenomena di lingkungan masyarakat (Sumaatmadja, 1984:21). Para siswa sebagai anggota masyarakat dan generasi penerus bangsa harus dapat

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 melibatkan diri dalam kehidupan bermasyarakat. Kehidupan masyarakat yang dimaksud dalam hal ini yaitu didasari dengan perilaku-perillaku yang baik dan bernilai, serta barmakna bagi kepentingan masyarakat. Hal itu banyak dipelajari di dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar, mengingat pendidikan di sekolah dasar adalah sebagai dasar pembentukan kepribadian siswa. Rumusan tentang pembelajaran IPS di sekolah dasar memiliki tujuan yang luhur, dengan adanya mata pelajaran IPS di sekolah dasar dapat berguna bagi siswa dalam bermasyarakat karena sudah dibekali dengan ilmu sosial. Siswa dapat belajar mengidentifikasi, menganalisa fenomena sosial yang terjadi serta mampu belajar untuk memecahkan masalah sosial dalam kehidupan sehari-hari. 4. Posisi Pembelajaran IPS di SD IPS di sekolah dasar berkedudukan sebagai mata pelajaran yang wajib diikuti oleh semua siswa seperti yang tertulis di dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 39 (Sapriya, 2009:12). IPS merupakan mata pelajaran wajib bagi siswa sekolah dasar yang dirancang sebagai alat untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis. Pembelajaran IPS mengkaji berbagai fenomena sosial kaitannya dengan fakta, konsep, dan generalisasi (KTSP:2006:129). Departemen Pendidikan Nasional (2008) mengungkapkan bahwa melalui pembelajaran IPS siswa diharapkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta cinta damai. Pembelajaran IPS di sekolah dasar

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 merupakan bekal yang penting bagi siswa dalam mengembangkan sikap yang baik sebagai warga negara Indonesia. 5. Tujuan Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Pembelajaran IPS di sekolah dasar memiliki tujuan utama yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didik agar lebih peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketidakseimbangan yang terjadi dalam suatu konflik, serta terampil dalam mengatasi masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa diri sendiri maaupun orang lain atau masyarakat (Susanto, 2013:145). Sekolah dasar merupakan tempat yang efektif sebagai sarana pengembangan diri siswa, mengingat usia siswanya yang sedang dalam proses perkembangan. Pembelajaran IPS membekali siswa dalam mempersiapkan dirinya dalam menghadapi setiap fenomena sosial yang yang ditemuinya di lingkungannya masing-masing Pemerintah telah memberikan arah yang jelas pada tujuan pembelajaran IPS yang digunakan sebagai bahan ajar di sekolah. Dalam kaitannya dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), tujuan pembelajaran IPS menurut Susanto (2013:149) yaitu: a. Siswa dapat mengenal konsep-konsep yang terkait dengan aspek kehidupan suatu masyarakat dan lingkungannya. b. Siswa memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, kemampuan menemukan cara dalam pemecahan masalah, serta terampil dalam menjalani kehidupan sosial.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 c. Siswa memiliki kesadaran dan komitmen terhadap nilaia-nilai sosial dan kemanusiaan yang berlaku di masyarakat. d. Siswa dapat berkomunikasi aktif, bekerja sama, serta berkompetisi baik di tingkat lokal maupun di tingkat nasional atau global. Berdasarkan kurikulum sekolah dasar 1994, tujuan pembelajaran IPS adalah agar siswa mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dasar yang kelak berguna bagi dirinya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungannya (Susanto, 2013:148). IPS membekali siswa dalam berbagai kemampuan, tidak terbatas pada kemapuan berpikir. Dalam kehidupan sosial tentu banyak sekali fenomena sosial yang terjadi di masyarakat, untuk itu siswa diharapkan dapat memiliki berbagai sudut pandang dalam menyikapinya. Hal itu dipelajari dalam IPS, sehingga siswa terampil dalam menyikapi setiap konflik yang terjadi di dalam kehidupannya. 6. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Standar kompetensi dalam penelitian ini adalah Standar Kompetensi yang kedua yaitu menghargai berbagai peninggalan dan tokoh sejarah yang berskala nasional pada masa Hindu-Budha dan Islam, keragaman kenampakan alam dan suku bangsa, serta kegiatan ekonomi di Indonesia. sedangkan Kompetensi Dasarnya adalah yang pertama yaitu mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang. Aspek dari materi pembelajaran IPS terdiri dari materi sejarah dan materi pengetahuan sosial. Materi sejarah meliputi sejarah lokal dan nasional, dan cakupan materi pengetahuan sosial meeliputi lingkungan sosial, geografi, ekonomi dan politik (Sapriya, 2009:43). Materi IPS dalam Standar Kompetensi

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 dan Kompetensi dasar tersebut yang digunakan dalam penelitian ini termasuk ke dalam materi sejarah. Pembelajaran IPS diberikan secara tepat kepada siswa dengan pokok bahasan yang sesuai dan disajikan secara terpadu, mengingat IPS terdiri dari berbagai aspek namun dalam penyajiannya tidak dilakukan secara terpisah. 7. Materi IPS di SD Dalam KTSP, pembelajaran IPS di SD dikemas secara menarik yaitu disesuaikan dengan perkembangan kehidupan menggunakan prinsip masyarakat meluas, dengan tujuan agar siswa dapat belajar IPS secara menyeluruh dari lingkup yang sempit hingga lingkup yang luas sesuai dengan perkembangan pola pikirnya (Depdiknas, 2006). Materi yang disajikan dalam pembelajaran IPS di SD merupakan perpaduan dari berbagai cabang ilmu sosial yang didesain secara terpadu agar bermakna dan lebih kontekstual (Supardi, 2011). Menurut standar isi (KTSP:2006) jenis materi IPS yang dipelajari dalam IPS di SD berupa fakta-fakta, konsep, serta generalisasi yang terkait dengan tiga aspek yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. IPS di SD juga disajikan dengan pembelajaran yang unik, yaitu mengaitkan masalahmasalah sosial di masyarakat dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara global. Inilah yang memudahkan siswa belajar secara terpadu dengan mengaitkan berbagai aspek dalam kehidupan. Materi IPS yang diteliti adalah materi IPS kelas V semster 2 yaitu “perjuangan melawan penjajah”, dengan pokok materi sebagai berikut: a. Pendudukan Belanda di Indonesia

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 2) Latar belakang kedatangan kaum penjajah, untuk mencari kekayaan dan kejayaan, serta menyebarkan agama Nasrani, serta mencari rempahrempah yang merupakan kebutuhan utama bangsa Eropa 3) Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia, tujuannya untuk berdagang, tetapi selanjutnya berubah menjadi menjajah. Beberapa bangsa Eropa yang pernah menjajah Indonesia yaitu, Portugis, Spanyol, Belanda dan Inggris. - Bangsa Belanda, sampai di Indonesia tanggal 22 juni 1596, tujuan utama untuk berdagang, mula-mula belanda menunjukkan sikap bersahabat, tetapi akhirnya belanda memperlihatkan sikap serakah, kedatangan belanda tidak disambut baik dari masyarakat Indonesia. - Lahirnya VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie), didirikan oleh belanda pada 20 maret 1602, yang berarti Persatuan Dagang Hindia Timur. Tujuan, mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan jalan melawan pesaing-pesaingnya, seperti Portugis, Inggris dan Spanyol. - Hak monopoli VOC adalah membuat perjanjian dengan raja-raja, menyatakan perang dan mengadakan perjanjian, membuat senjata dan mendirikan benteng, mencetak uang, mengangkat dan memberhentikan pegawai. - Gubernur pertama VOC (Pieter both), ketika Jan Pieterszoon Coen menjadi Gubernur Jendral, pusat VOC dipindahkan dari Ambon ke Jayakarta (Jakarta) 31 mei 1619. Alasanya letak Jayakarta lebih strategis, sejak itu sikap VOC semakin kasar dan mulai menjajah

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 Indonesia, pada abad ke-19 keadaan keuangan VOC memburuk dan mengalami kemunduran, 31 desember 1799 VOC dibubarkan. 4) Sistem Kerja Paksa dan Penarikan Pajak Saat Napoleon mengangkat Herman Willem Daendels sebagai gubernur jendral belanda di indonesia, Daendels memerintahkan rakyat Indonesia bekerja paksa tanpa upah, sehingga membuat hubungan penguasa pribumi menjadi merenggang (Pangeran Kusumadinata dari Sumedang). Contohnya, dalam pembuatan jalan raya dari Anyer (Banten) sampai Panarukan (Jawa Timur). Daendels digantikan Jansen pada tahun 1811. - Tanam Paksa(Cultuurstelsel) Mengerahkan tenaga rakyat untuk menanam tanaman yang hasilnya dapat dijual di pasaran, teh, kopi, tembakau, tebu, dan lain-lain. Aturan tanam paksa,  Penduduk desa diwajibkan menyediakan 1/5 tanahnya untuk dijadikan lahan tanaman.  Tanaman yang dipakai untuk dipakai untuk tanaman yang diwajibkan bebas pajak tanah.  Hasil tanaman wajib diserahkan pemerintah Hindia Belanda.  Kerusakan-kerusakan yang tidak dapat dicegah oleh petani menjadi tanggungan pemerintah.  Pekerjaan yang dilakukan untuk menanam tanaman wajib tidak boleh melebihi waktu untuk menanam padi.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38  Yang bukan petani hatus bekerja 66 hari setahun bagi pemerintah Belanda. - Penentang Tanam Paksa Douwes Dekker dan Pendeta Van Houvel, Douwes mengecam tanam paksa melalui buku yang berjudul “Max Havelaar”(memakai nama samaran Multatuli), yang berisi penderitaan rakyat selama 31 tahun bangsa Indonesia mengalami keterbelakangan dan kebodohan. 5) Perjuangan Mengusir Penjajah Belanda Sebelum Kebangkitan Nasional - Thomas Matulessi/ Pattimura, lahir di maluku tahun 1983, pelayaran Hongi bertujuan mengawasi setiap pulau dalam pelayaran perniagaan dan membinasakan rempah-rempah yang dianggap berlebihan. Pada 16 mei 1817 maluku menyerbu Benteng Duurstede, dalam penyerbuan itu Van den Berg mati terbunuh, kekalahan itu membuat belanda mengirim pasukan lebih banyak dipimpin laksamana Buykes, pasukan Pattimura akhirnya ditangkap. - Tuanku Imam Bonjol, lahir di tanjung bunga tahun 1722, Imam Bonjol sebagai pemimpin kaum Paderi, belanda menggunakan siasat benteng untuk menguasai Bonjol, belanda mengeluarkan pernyataan, “Plakat Panjang” isinya:  Tanam paksa dengan kerja Minangkabau.  Kepala-kelapa daerah akan digaji. paksa bagi masyarakat

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39  Belanda akan bertindak sebagai penengah apabila ada perselisihan. Tanggal 6 november 1864, Imam Bonjol wafat dan dimakamkan di Desa Pineleng, Manado. - Pangeran Diponegoro, lahir di Yogyakarta tahun 1785, pangeran Diponegoro mendapat bantuan dari Kiai Maja, Pangeran Mangkubumi dan Sentot Ali Basyah Prawiradirja, perlawanan dilakukan sejak tahun 1825-1827, belanda menggunakan siasat perang benteng stelsel yang dipimpin Jendral Van de Kock, belanda menggunakan cara licik dengan menawarkan perundingan kepada Pangeran Diponegoro, tetapi Belanda mengkhianati perjanjian tersebut, Belanda menangkap Pangeran Diponegoro, kemudian dibawa ke Semarang, lalu ke Batavia, diasingkan ke Manado, lalu dipindahkan ke Makassar, dan wafat pada tanggal 8 Januari 1855. - Pangeran Antasari, pada tahun 1859 Pangeran Antasari menyerang pos-pos pertahanan Belanda, dibantu Pangeran Hidayat, Kyai Demang Leman, Haji Hasrun, Haji Buyasin, dan Kiai Langlang, tahun 1862 Pangeran Antasari ditangkap dan dibuang di jawa, tahun 1862 Pangeran Antasari wafat dikarenakan terserang penyakit cacar. - Perlawanan Rakyat Buleleng, terdiri dari beberapa kerajaan seperti Buleleng, Karangasem, Badung dan Gianyar. Pada tahun 1844, kapal Belanda terdampar di Pantai Buleleng dan dikenakan Hukum

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Tawan Karang, tetapi Belanda menolak dikenakan Hukum Tawan Karang. Di bawah pimpinan Patih Ketut Gusti Jelantik, mengadakan perlawanan habis-habisan (puputan) terhadap Belanda. Pada tahun 1849 benteng Jagaraga jatuh ditangan Belanda, sekaligus menguasai Bali Utara, secara bertahap akhirnya Belanda menguasai seluruh Bali. - Perlawanan Sisingamangaraja XII (1870-1907), Belanda datang untuk menguasai wilayah Tapanuli, tahun 1904 pasukan Belanda dipimpin Kapten Cristoffel menyerang pusat pertahanan Sisingamangaraja XII, dalam serangan Sisingamangaraja XII gugur pada tanggal 17 juni 1907. - Perlawanan Rakyat Aceh (1873-1904), muncul tokoh-tokoh dalam perlawanan, Teuku Umar(1879-1899), Panglima Polim, Teuku Cik Di Tiro, Cut Nyak Dien(1899)dan lain-lain. 6) Organisasi Pergerakan Nasional - Budi Utomo didirikan oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo, tanggal 20 mei 1908, tujuan: meningkatkan derajat dan martabat Indonesia melalui pendidikan dan pengajaran, meningkatkan ekonomi rakyat dan mempererat kehidupan sosial. - Serikat Dagang Islam (SDI), didirikan oleh Haji Samanhudi, tahun 1911, tujuan: meningkatkan kesejahteraan bangsa dibawah panji Islam. - Serikat Islam, SDI berubah menjadi SI tahun 1912, tujuan: memperluas jangkauan dan ruang geraknya.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 - Muhammadiyah, didirikan oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan, tahun 1912 bergerak dibidang politik, sosial budaya, tujuan: menjunjung tinggi agama islam dan hidup menurut aturan islam. - Indische Partij, didirikan oleh tiga serangkai, tanggal 25 desember 1912, tujuan: membangun rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air dalam hati bangsa Indonesia. - Perhimpunan Indonesia (PI) diketuai oleh Muh. Hatta, berdiri tahun 1922, tujuan: menuntut indonesia merdeka dengan melakukan propaganda melalui media cetak (majalah berjudul Hindia putra  Indonesia Merdeka). - Perguruan Taman Siswa, didirikan oleh Ki Hajar Dewantara, tanggal 2 juli 1922, tujuan: mendidik pemuda berjiwa kebangsaan yang kuat, cinta terhadap tanah air, bangsa dan kebudayaan Indonesia. 7) Sumpah Pemuda, kongres pemuda I (30 april-2 april 1926), kongres pemuda II (27 oktober 1928), menghasilkan Sumpah Pemuda, tokoh yang berperan, Wage Rudolf Supratman (pencipta Lagu Indonesia Raya), Muh. Yamin, Wongso Negoro, Kuncoro Purbopranoto, Dugondo Joyopuspito, Tirtodiningrat, dan lain-lain. b. Pendudukan Jepang di Indonesia Perang Pasifik (Perang Asia Timur Raya), pasukan jepang menyerbu dan menduduki filipina, Myanmar, Malaya, Singapura, dan Indonesia. Penyerangan ke pulau Jawa dipimpin oleh Letnan Jendral Hitoshi

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Imamura. Belanda menyerah tanpa syarat. 3 cara jepang memikat hati rakyat Indonesia: 1) Mengijinkan Bendera Merah Putih berkibar. 2) Mengijinkan menyanyikan lagu Indonesia Raya 3) Mengijinkan penggunaan Bahasa Indonesia. Romusha, kerja paksa jaman jepang. Akibatnya rakyat menderita, rakyat Indonesia dipaksa mengerjakan pekerjaan berat, membuat jalan raya, jembatan, benteng pertahanan, lapangan udara. Organisasi-organisasi Bentukan Jepang 1) Gerakan Tiga A, semboyan : jepang pemimpin Asia, jepang pelindung Asia, jepang cahaya Asia (didirikan 29 april 1942). 2) Organisasi Islam. - Majelis Islam A’la Indonesia. - Majelis Syuro Muslimin Indonesia. 3) PUTERA(Pusat Tenaga Rakyat), didirikan tahun 1943, dipimpin oleh Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantoro dan K.H. Mas Mansur, tujuannya: memusatkan seluruh kekuatan rakyat Indonesia dalam membantu usaha Jepang melawan sekutu. 4) Heiho (pembantu prajurit), dibagi menjadi angkatan darat(rikugun Heiho) dan angkatan laut (kaigun Heiho). 5) PETA (pembela tanah air), tujuannya untuk membantu jepang dalam perang melawan sekutu. Perlawanan Rakyat terhadap Jepang: 1) Rakyat Aceh (1942) dipimpin Teuku Abdul Jalil

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 2) Biak (1943) 3) Pontianak (1944) 4) Rakyat Singaparna (1944) dipimpin K.H. Zainal Mustafa 5) Pemberontakan PETA di blitar (1943) dipimpin Shodanco Supriyadi 2.1.2 Kajian Penelitian Yang Relevan Nani Ermawati (2011) meneliti tentang peningkatan hasil belajar IPS melalui model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw kelas V di SD Negeri 01 Bedana Kabupaten Banjarnegara. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terbukti bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa secara maksimal. Rukiyah (2012) meneliti tentang pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I pada pembelajaran IPA untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V di SD Negeri Inderalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I sangat berpengaruh dan efektif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V di SD Negeri Inderalaya. Penelitian ini menyarankan kepada para guru untuk menggunakan model kooperatif tipe Jigsaw I sebagai variasi dalam strategi mengajar. Mashudi (2010) meneliti tentang optimalisasi pembelajaran melalui kooperatif tipe Jigsaw I pada SD Negeri 24 Pontianak Tenggara. Faktro yang mendukung keberhasilan seorang guru tidak lain adalah kemampuan guru dalam menguasai berbagai macam matode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dan materi yang diajarkan. Penelitian ini merupakan penelitian

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 tindakan kelas. Dala penelitian ini disampaikan bahwa penggunaaan jigsaw sangat efektif diterapkan di kelompok ini, siswa lebih bersemangat dalam belajar. Hal itu ditandai dengan peningkatan nilai siswa pada tiap silkusnya, siklus pertama sebesar 43,75, silkus kegua mencapai 68,75. Peningkatan dari silkus 1 ke siklus 2 yaitu 25,00%. Umar (2011) meneliti tentang peningkatan hasil belajar siswa sekolah dasar melalui pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Kegiatan pembelajaran siswa pada mata pelajaran IPS menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I yang dilakukan selama dua siklus telah terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan terjadi karena melalui pembelajaran ini siswa terlatih untuk memahami kedudukannya sebagai makhluk sosial. Berani mengambil resiko, bertanggung jawab, serta menghargai hak orang lain. Peningkatan nilai rata-rata menunjukkan angka 85% dari skor maksimal. Adnyana (2012) meneliti tentang pengaruh model pembelajaran kooperatif terhadap prestasi belajar fisika di SMP Negeri 2 Nusa Penida tahun pelajaran 2012. Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen, yang memberi perlakuan kepada siswa dengan menerapkan beberapa tipe model pembelajaran kooperatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skor rata-rata prestasi belajar siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif termasuk ke dalam kategori tinggi. Penelitian ini membuktikan bahwa ada pengaruh pembelajaran kooperatif terhadap prestasi belajar fisika di SMP Negeri 2 Nusa Penida pada tahun ajaran 2012. Tanta (2011) meneliti tentang perbedaan model pembelajaran tipe Jigsaw I dan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA. Metode yang

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran tipe Jigsaw I lebih tinggi dengan rata-rata 55,1 dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional dengan rata-rata 46,8. Dari beberapa kajian penelitian yang relevan, diketahui bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I dan penerapan pembelajaran konvensional memberikan dampak yang berbeda bagi prestasi belajar siswa seperti rumusan berikut ini: Jigsaw I dan IPS Jigsaw I dan IPS Nani Ermawati (2011) meneliti tentang peningkatan hasil belajar IPS melalui model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw kelas V di SD Negeri 01 Bedana Kabupaten Banjarnegara Rukiyah (2012) meneliti tentang pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I pada pembelajaran IPA untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V di SD Negeri Inderalaya. Umar (2011) meneliti tentang peningkatan hasil belajar siswa sekolah dasar melalui pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I Adnyana (2012) meneliti tentang pengaruh model pembelajaran kooperatif terhadap prestasi belajar fisika di SMP Negeri 2 Nusa Penida tahun pelajaran 2012. Mashudi (2010) meneliti tentang optimalisasi pembelajaran melalui kooperatif tipe Jigsaw I pada SD Negeri 24 Pontianak Tenggara Tanta (2011) meneliti tentang perbedaan model pembelajaran tipe Jigsaw I dan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA Penelitian ini meneliti tentang Jigsaw 1 dan prestasi belajar Gambar 2.1 Bagan penelitian relevan

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 2.2 Kerangka Berpikir Sekolah dasar merupakan tempat dimana siswa mengembangkan berbagai pengetahuan dan keterampilannya. Di sekolah siswa belajar berbagai mata pelajaran dan keterampilan-keterampilan yang terkait di dalamnya, salah satunya adalah mata pelajaran IPS. Mata pelajaran IPS merupakan bidang ilmu yang mencakup beberapa cabang ilmu sosial yang sangat penting dan menarik untuk dipelajari. Selama ini banyak anggapan yang keliru terhadap mata pelajaran IPS sehingga terkadang IPS dianggap sebagai salah satu pelajaran yang membosankan, sehingga tidak jarang siswa yang memperoleh prestasi kurang memuaskan dalam mata pelajaran IPS. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat meluruskan anggapan yang keliru mengenai IPS. Pembelajaran IPS dapat dikemas dengan menarik menggunakan penerapan model pembelajaran yang sesuai agar kegiatan belajar terasa lebih bermakna. Model pembelajaran adalah prosedur sistematis yang digunakan oleh guru dalam melaksanakan pembelajaran dan mengemas materi ajar. Pembelajaran yang berlangsung di kelas sangat menentukan perolehan prestasi belajar siswa, untuk itu guru perlu merancang strategi dan memilih model pembelajaran yang baik yaitu pembelajaran yang melibatkan siswa untuk aktif. Di Indonesia banyak terdapat model-model pembelajaran inovatif yang penerapannya masing-masing dapat disesuaikan dengan konteksnya. Salah satu model pembelajaran yang sesuai untuk pembelajaran IPS adalah model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang mementingkan adanya kerja sama tim yang didesain menggunakan kelompokkelompok kecil dalam proses kegiatan belajarnya. Ada beberapa tipe model

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 pembelajaran kooperatif, salah satunya adalah Jigsaw. Jigsaw terdiri dari Jigsaw I, Jigsaw II, dan Jigsaw III. Jigsaw I merupakan Jigsaw yang orisinal dan paling sederhana dalam pelaksanaannya, tetapi tingkat keefektifannya tidak kalah dengan Jigsaw II, dan Jigsaw III. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I adalah Model pembelajaran kooperatif yang dilaksanakan dengan pembentukan dua kelompok, yaitu kelompok asal dan kelompok ahli. Dalam penerapannya, model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I banyak memberikan pengalaman belajar melalui proses diskusi yang dilakukan pada kelompok asal dan kelompok ahli. Masing-masing siswa mendapat tugas untuk mempelajari sub materi dari banyaknya materi yang ada. Melalui model pembelajaran kooperatif Jigsaw I siswa belajar bertanggung jawab, belajar berpikir kritis, belajar memacahkan masalah, dan belajar bekerja sama. Belajar merupakan usaha yang dilakukan oleh seseorang dalam memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, dan sikap. Usaha tersebut dapat diukur keberhasilannya, dan hasil ukuran tersebut biasa disebut dengan prestasi belajar. Prestasi belajar siswa yang baik tentu saja diperoleh dari kegiatan pembelajaran yang berkualitas dan menarik. Untuk mencapai kualitas dalam suatu pembelajaran dapat dilakukan berbagai upaya seperti menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I pada pembelajaran IPS kelas V sekolah dasar. Dengan demikian maka dapat diketahui apakah ada perbedaan prestasi belajar IPS yang signifikan pada siswa kelas V sekolah dasar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Kelompok Kontrol Kelompok Eksperimen Pembelajaran Konvensional Prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I Berbeda Prestasi belajara IPS siswa kelas V sekolah dasar Gambar 2.2 Bagan kerangka berpikir 2.3 Hipotesis Penelitian 2.3.1 Ada perbedan prestasi belajar IPS pada siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 BAB III METODELOGI PENELITIAN Bab III membahas tentang jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, populasi dan sampel penelitian, variabel penelitian, teknik dan instrumen pengumpulan data, validitas dan reliabilitas instrumen, serta teknik analisis data. 3.1 Jenis Peneltian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode quasi eksperimental. Jika peneliti mengalami kesulitan dalam menentukan kelompok kontrol yang benar-benar dapat dikontrol maka quasi eksperimental dapat digunakan (Sugiyono, 2011:116). Penelitian ini menggunakan desain penelitian dengan dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Tidak memungkinkan dalam penelitian ini untuk mendapatkan kelompok dengan keadaan yang benar-benar sama. Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dipilih keduanya telah terbentuk dari awal sebelum penelitian ini diadakan. Kelas yang digunakan adalah kelas VA dan kelas VB di SD Karitas Nandan. Jumlah seluruh siswa yang digunakan untuk penelitian sebanyak 55 siswa, yaitu 27 siswa pada kelas VB dan 28 siswa pada kelas VA. Siswa yang berada di kelas VA tetap berada di kelas VA dan siswa yang berada di kelas VB tetap berada di kelas VB ketika penelitian berlangsung. Kondisi dan karakter kelas yang terbentuk secara alami tidak dapat diubah seperti apa yang diharapkan oleh peneliti, sehingga peneliti tidak dapat mengontrol secara penuh terhadap faktor 49

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 lain yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa selain dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Penelitian quasi eksperimental ini menggunakan rancangan nonequivalent control group design. Berikut ini adalah gambaran dari rancangan penelitian tersebut: O1 X O2 ..................................... O3 O4 Gambar 3.1 Rancangan Penelitian Keterangan: O1 : Pretest kelompok eksperimen O2 : Posttest kelompok eksperimen O3 : Pretest kelompok kontrol O4 : Posttest kelompok kontrol X : Perlakuan Rancangan penelitian nonequivalent control group design sering digunakan dalam penelitian eksperimen dengan menggunakan kelas yang sudah terbentuk sebelumnya sebagai kelompoknya, dan memilih kelas eksperimen dan kelas kontrol yang memiliki kondisi hampir sama (Taniredja, 2011:56). Rancangan penelitian nonequivalent control group design menggunakan dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang diseleksi dengan prosedur penempatan tidak secara acak, dimana pretest dan postest diberikan kepada dua

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 kelompok tersebut, namun perlakuan hanya diberikan pada kelompok eksperimen saja (Creswell, 2009: 242). Penelitian diawali dengan memberikan pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Setelah diberikan pretest kemudian dilanjutkan dengan pemberian perlakuan pada kelompok eksperimen saja, sedangkan kelompok kontrol tidak diberi perlakuan. Hal itu dilakukan untuk membandingkan hasil yang diperoleh kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Posttest diberikan kepada kedua kelompok tersebut yaitu pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, yaitu untuk melihat perbedaan yang nampak antara kelompok yang diberi perlakuan dan kelompok yang tidak diberi perlakuan. Dengan demikian dapat diketahui pengaruh perlakuan yang diberikan oleh peneliti yang dilakukan pada kelompok eksperimen. Peneliti yang sekaligus berperan sebagai guru mengajar di kelas eksperimen dan kelas kontrol. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian 3.2.1 Tempat Penelitian dilakukan di SD Karitas Nandan, Yogyakarta. Alamat SD Karitas Nandan yaitu jakan Nandan, Sarihajo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Sekolah ini terletak di selatan monumen Yogya Kembali, tetapi letaknya tidak terlalu dekat dengan jalan raya. SD Karitas Nandan terdiri dari 11 kelas, yaitu 5 kelas paralel dan 1 kelas yang tidakn paralel yaitu pada kelas 2. Guru dan karyawan di SD Karitas Nandan sebanyak 19 orang, yang terdiri dari 11 guru kelas, 3 guru mapel, dan 5 orang karyawan. SD Karitas Nandan memiliki keunikan tersendiri, dimana di sana terdapat cukup banyak siswa yang berasal dari merauke. SD Karitas Nandan ditunjuk oleh

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 pemerintah untuk mendidik siswa-siswa berprestasi kiriman dari merauke yang mendapatkan kesempatan untuk belajar di pulau jawa khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mereka adalah siswa-siswa pilihan yang dikirim oleh pemerintah, satu diantara mereka adalah putra dari Bupati merauke. Siswasiswa tersebut tinggal di sebuah asrama dan mendapatkan biaya pendidikan dari pemerintah. 3.2.2 Waktu Penelitian dilaksanakan di bulan Januari 2013, pada minggu pertama dan kedua. Jadwal penelitian menyesuaikan jadwal yang ada di sekolah atas ijin dari wali kelas. Penelitian dilakukan sebanyak 8 kali pertemuan, yaitu 4 kali pertemuan pada kelompok eksperimen dan 4 kali pertemuan pada kelompok kontrol. Pengambilan data dilakukan pada saat penelitian, waktu pengambilan data dan jadwal penelitian dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.1 Waktu Pengambilan Data Kelompok Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol Hari, tanggal 14 Januari 2014 Pertemuan I 17 Januari 2014 21 Januari 2014 24 Januari 2014 II III IV 14 Januari 2014 I 18 Januari 2014 21 Januari 2014 25 Januari 2014 II III IV Kegiatan Pretest & Kegiatan pembelajaran Kegiatan pembelajaran Kegiatan pembelajaran Kegiatan pembelajaran & posttest Pretest & Kegiatan pembelajaran Kegiatan pembelajaran Kegiatan pembelajaran Kegiatan pembelajaran & posttest Alokasi Waktu 2x35 menit 2x35 menit 2x35 menit 2x35 menit 2x35 menit 2x35 menit 2x35 menit 2x35 menit

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Tabel 3.2 Jadwal Penelitian No. Kegiatan Januari 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 3.3 Februari Bulan Maret April Mei Juni Penyusunan Proposal Konsultasi Bab I, II, dan III Validitas dan Reliabilitas instrument Pengumpulan Data Penelitian Pembahasan Ujian Skripsi Revisi Skripsi dan penulisan artikel ilmiah Populasi dan Sampel Penelitian 3.3.1 Populasi Populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian peneliti dalam suatu ruang lingkup, dan waktu yang sudah ditentukan (Kasmadi dan Nia Siti Sunariah,2013:65). Populasi pada penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VA dan VB SD Karitas Nandan. Populasi kelompok kontrol meliputi seluruh siswa-siswi kelas VA dan VB SD Karitas Nandan, demikian pula dengan populasi kelompok eksperimen. 3.3.2 Sampel Sampel adalah bagian dari populasi (Sugiyono, 2011:297). Sampel yang digunakan untuk penelitian dan dianggap mewakili besarnya populasi yang ada. Sampel kelompok kontrol yaitu semua siswa kelas VA yang berjumlah 28 siswa, sedangkan sampel kelompok eksperimen yaitu semua siswa kelas VB yang berjumlah 27 siswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan cara diundi. Data diambil dari anggota sampel yang telah dipilih dengan cara diundi dan tidak merubah susunan kelas.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 3.4 Variabel Penelitian Variabel merupakan suatu atribut yang digunakan oleh peneliti untuk dipelajari dan dicari segala informasinya sehingga dapat ditarik kesimpulan. Berdasarkan hubungannya, variabel terbagi menjadi dua, yaitu varabel independen dan variabel dependen. Variabel independen adalah variabel yang dapat mempengaruhi variabel dependen, variabel independen sering disebut dengan variabel bebas. Peneliti menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I sebagai varibel bebas. Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel independen dan tidak mempengaruhi variabel independen. Variabel dependen disebut dengan variabel terikat. Peneliti menggunakan prestasi belajar sebagai variabel dependen. Variabel Bebas (X) Variabel Terikat (Y) (Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw I) (Prestasi Belajar IPS) Gambar 3.2 Variabel Penelitian

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 3.5 Definisi Operasioanal Variabel 3.5.1 Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw I Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I merupakan salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif yang dalam penerapannya menggunakan dua kelompok kecil yaitu kelompok asal dan kelompok ahli. 3.5.2 Prestasi Belajar Prestasi belajar adalah gambaran hasil belajar siswa yang meliputi perubahan tingkah laku akibat dari proses belajar yang dialami siswa dalam waktu tertentu. Prestasi siswa dapat mengalami perubahan dengan hasil usahanya selama melangsungkan kegiatan belajar. 3.6 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data 3.5.1 Teknik Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes. Instrumen tes disusun sebagai alat pretest dan postest. Peneliti membuat instrumen penelitian dengan soal tes sebanyak 60 item soal pilihan ganda yang digunakan sebagai soal pretest dan postest. Instrumen penelitian tersebut digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif siswa pada materi pelajaran Perjuangan melawan penjajah pada kelas V semester 2. Penyusunan instrumen penelitian disesuaikan dengan standar kompetensi 5 yaitu menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia, dan Kompetensi dasar 5.1 yaitu mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 3.5.2 Instrumen Instrumen Penelitian yang digunakan untuk melakukan penelitian berupa soal tes yang digunakan sebagai soal pretest dan posttest. Menurut taksonomi bloom Berikut adalah instrumen penilaiannya: Tabel 3.3 Kisi-kisi Instrumen No. Indikator Jumlah Soal Nomor Soal 1. Menjelaskan keberadaan VOC di Indonesia. 9 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 2. Menjelaskan penindasan kerja rodi, pajak, tanam paksa yang dilakukan Belanda. Menjelaskan perjuangan para tokoh daerah melawan penjajah Belanda di Indonesia Menjelaskan tokoh-tokoh yang mempelopori kebangkitan Nasional. Menjelaskan organisasi-organisasi dalam pergerakan nasional. Menjelaskan peran tokoh dalam sumpah pemuda. Menjelaskan peristiwa Sumpah Pemuda. Menyebutkan organisasi pemuda sebelum sumpah pemuda Menjelaskan kedatangan Jepang di Indonesia. Menjelaskan kegiatan Romusha di Indonesia. Menjelaskan perlawanan rakyat terhadap Jepang. Mengidentifikasi organisasi-organisasi bentukan Jepang 5 10, 11, 12, 13, 14 4 15, 16, 17, 18 5 19, 20, 21, 22, 23 6 24, 25, 26, 27, 28, 29 6 37, 38, 39, 40, 41, 42 3 34, 35, 36 4 30, 31, 32, 33 6 43, 44, 45, 46, 47, 48 4 49, 50, 51, 52 4 57, 58, 59, 60 4 53,54, 55, 56 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Tabel 3.4. Pengembangan Instrumen No. 1 Peubah Prestasi Belajar Pretest & Postest a. Nilai pretest b. Nilai posttest Data Nilai tes Jenis Tes tertulis Pengumpulan Lembar tes 3.7 Validitas dan Reliabilitas Instrumen Instrumen penelitian yang disusun oleh peneliti diuji kualitasnya menggunakan uji validitas dan reliabiitas sebelum digunakan untuk penelitian.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Seperti yang dikemukakan Azwar (2012:173) bahwa kualitas instrumen yang akan digunakan untuk penelitian dapat diuji kualitasnya melalui analisis item. 3.7.1 Penentuan Validitas Instrumen Validitas berarti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu instrumen tes dalam melakukan fungsinya sebagai alat ukur (Azwar,2012:173). Dalam penyusunan instrumen perlu dilakukan uji validitas untuk mengetahui sejauh mana ketepatan instrumen tersebut ketika digunakan sebagai alat ukur dalam melakukan penelitian. Penelitian ini menggunakan validitas isi, validitas konstruksi, serta validitas empirik. Validitas isi adalah validitas yang lebih melihat isi atau konten, yaitu sejauh mana instrumen dapat mengukur dan dapat mewakili keseluruhan materi yang diujikan (Sudijono, 2011:164-165). Validitas isi dalam pengujiannya tidak dengan menggunakan analisis statistika melainkan menggunakan analisis rasional (Azwar, 2012:175). Analisis rasional yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menguji apakah item-item dalam instrumen yang disusun mencakup semua indikator yang telah dirumuskan seperti yang tertera pada kisi-kisi. Validitas konstrak dilakukan dengan menyerahkan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini didiskusikan, dimintakan pendapat kepada dosen pembimbing, kepala sekolah dan guru kelas V di SD Karitas Nandan. Penilaian terhadap instrumen penelitian dilakukan oleh kepala sekolah serta wali kelas VA dan VB untuk mendapatkan validitas konstruksi dan validitas isi. Instrumen yang divalidasi berupa tes soal pilihan ganda serta perangkat pembelajaran yang meliputi silabus, RPP, LKS, serta materi. Berdasarkan penilaian dari kepala sekolah instrumen yang telah peneliti susun termasuk ke dalam kriteria sangat

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 layak yang ditunjukkan oleh skor yang diperoleh yaitu 86.15 %. Berdasarkan penilaian dari guru kelas VA, instrumen yang telah peneliti susun termasuk ke dalam kriteria layak yang ditunjukkan oleh skor yang diperoleh yaitu 72,69 % dan penilaian dari guru kelas VB juga termasuk ke dalam kriteria layak, dengan skor 78,84. Validitas empirik adalah ketepatan mengukur berdasarkan hasil analisis yang bersifat empirik. Validitas empirik diperoleh apabila berdasarkan hasil analisis yang dilakukan terhadap data hasil pengamatan di lapangan yang membukti bahwa instrumen tersebut valid dan secara tepat dapat mengukur apa yang seharusnya diukur. Hasil validitas dari suatu pengukuran pada umumnya dinyatakan secara empirik menggunakan koefisien validitas yaitu r (Azwar, 2005:174). Instrumen penelitian dengan item tipe objektif, jawaban yang salah dikategorikan sebagai 0 dan jawaban benar dikategorikan dengan 1. Untuk itu distribusi skor itemnya adalah distribusi skor dikotomi. Item yang menghasilkan skor dikotomi, pengujiannya adalah menggunakan korelasi point biserial (Azwar, 2012:155). Pendapat yang lainnya diasmpaikan oleh Field (2009:182), bahwa korelasi point biserial digunakan untuk variabel yang dikotomi seperti instrumen pilihan ganda. Instrumen tes dalam penelitian ini merupakan jenis instrumen tes dengan soal pilihan ganda, maka pengujiannya menggunakan korelasi point biserial. Korelasi point-biserial adalah korelasi product-moment yang diterapkan pada data, dimana variabel-variabel yang dikorelasikan sifatnya dikotomi (Surapranata,2009:61). Korelasi point biserial merupakan korelasi pearson ketika variabel yang dikotomi di kode atau dilambangkan dengan bilangan 0 untuk satu

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 kategori dan bilangan 1 untuk kategori yang lain (Field,2009:183). Variabel butir soal yang bersifat dikotomi yaitu skor pada butir soal adalah 1 atau 0, berbeda dengan variabel skor total bersifat kontinu yang datanya diperoleh dari jumlah jawaban yang benar. Jadi dapat disimpulkan bahwa instrumen pilihan ganda dalam penelitian ini pengujiannya menggunakan korelasi point biserial dengan bantuan SPSS dan menggunakan langkah-langkah yang sama dengan korelasi pearson. Tabel 3.5 nomor soal yang valid Indikator Menjelaskan keberadaan VOC di Indonesia. Menjelaskan penindasan kerja rodi, pajak, tanam paksa yang dilakukan Belanda. Menjelaskan perjuangan para tokoh daerah melawan penjajah Belanda di Indonesia Menjelaskan tokoh-tokoh yang mempelopori kebangkitan Nasional. Menjelaskan organisasi-organisasi dalam pergerakan nasional. Menjelaskan peran tokoh dalam sumpah pemuda. Menjelaskan peristiwa Sumpah Pemuda. Menyebutkan organisasi pemuda sebelum sumpah pemuda Menjelaskan kedatangan Jepang di Indonesia. Menjelaskan kegiatan Romusha di Indonesia. Menjelaskan perlawanan rakyat terhadap Jepang. Mengidentifikasi organisasi-organisasi bentukan Jepang Jumlah Soal Jumlah Soal 2 2 Nomor Soal 1, 2 3, 4 2 5, 6 2 7, 8 3 2 1 3 3 1 2 2 9, 10, 11 16, 17 15 12, 13, 14 18, 19, 20 21 24, 25 22, 23 25

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Tabel 3.6 Penentuan Validitas Nomor Soal Nilai korelasi pearson r tabel Keterangan 1 0,118 0,297 Tidak Valid 2 0,061 0,297 Tidak Valid 3 . a 0,297 Tidak Valid 4 0,289 0,297 Tidak Valid 5 0,022 0,297 Tidak Valid 6 ,458 ** 0,297 Valid 7 -0,12 0,297 Tidak Valid 8 ,436 ** 0,297 Valid 9 0,143 0,297 Tidak Valid 10 0,165 0,297 Tidak Valid 11 -0,096 0,297 Tidak Valid 12 0,246 0,297 Tidak Valid 13 ,507 ** 0,297 Valid 14 ,481** 0,297 Valid 15 ,559 ** 0,297 Valid 16 ,495 ** 0,297 Valid 17 0,142 0,297 Tidak Valid 18 0,21 0,297 Tidak Valid 19 ,301 * 0,297 Valid 20 ,305 * 0,297 Valid 21 -0,073 0,297 Tidak Valid 22 0,227 0,297 Tidak Valid 23 -0,122 0,297 Tidak Valid 24 ,494 ** 0,297 Valid 25 ,428 ** 0,297 Valid 26 -0,024 0,297 Tidak Valid 27 ,308 * 0,297 Valid 28 0,112 0,297 Tidak Valid 29 0,246 0,297 Tidak Valid 30 ,301* 0,297 Valid 31 ,316 * 0,297 Valid 32 0,166 0,297 Tidak Valid 33 ,424 ** 0,297 Valid 34 ,464 ** 0,297 Valid 35 0,142 0,297 Tidak Valid 36 0,171 0,297 Tidak Valid 37 0,019 0,297 Tidak Valid 38 0,103 0,297 Tidak Valid 39 -0,293 0,297 Tidak Valid

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 40 ,603** 0,297 Valid 41 0,238 0,297 Tidak Valid 42 ,327 * 0,297 Valid 43 ,302 * 0,297 Valid 44 -0,122 0,297 Tidak Valid 45 0,134 0,297 Tidak Valid 46 0,226 0,297 Tidak Valid 47 ,404 ** 0,297 Valid 48 ,411** 0,297 Valid 49 0,128 0,297 Tidak Valid 50 0,289 0,297 Tidak Valid 51 0,182 0,297 Tidak Valid 52 ** 0,297 Valid 53 ,329 * 0,297 Valid 54 0,045 0,297 Tidak Valid 55 ,318 * 0,297 Valid 56 0,104 0,297 Tidak Valid 57 ,318* 0,297 Valid 58 ,493 ** 0,297 Valid 59 0,066 0,297 Tidak Valid 60 0,146 0,297 Tidak Valid ,512 Setelah dilakukan uji validitas instrumen, hasil perhitungan SPSS yang menunjukkan valid atau tidaknya item dapat pula diketahui dengan cara membandingkan nilai Pearson-Correlation dengan r tabel, jika nilai PearsonCorrelation ≥ r tabel, korelasinya positif atau valid. Penentuan r tabel berpedoman pada jumlah siswa yang menjadi responden dalam pengujian soal. Jumlah siswa yang menjadi responden dalam uji validitas soal adalah sebanyak 55 siswa, sehingga nilai r tabel adalah 0,297. Jika nilai Pearson-Correlation ≥ 0,297 maka korelasinya valid dan signifikan. Pada Pearson-Correlation, item-item yang valid akan ditunjukkan dengan tanda flag (*) yaitu menunjukkan taraf signifikansi item. Tanda falg (*) menunjukkan bahwa item tersebut valid dengan taraf signifikan 95% dan eror 5%.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 3.7.2 Penentuan Reliabilitas Instrumen Reliabilitas adalah ukuran yang menunjukkan konsistensi dari alat ukur dalam mengukur gejala yang sama pada kesempatan yang berbeda (Santoso, 2005:251). Uji reliabilitas hanya menggunakan item yang valid saja. Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan koefisien alpha untuk 25 item pilihan ganda. Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini termasuk internal consistency, karena uji coba dalam pengujian instrumen cukup dilakukan satu kali saja (Sugiyono, 2011:179). Nunnaly (dalam Surapranata, 2009:113) mengemukakan bahwa internal consistency digunakan pada butir-butir soal yang bersifat dikotomi, seperti pada soal pilihan ganda. Internal consistency merupakan salah satu bentuk reliabilitas yang mencakup koefisien alpha, KR 20, KR 21 (Surapranata, 2009:91). Suatu instrumen soal dikatakan reliabel apabila instrumen soal tersebut diteskan pada dua kelompok yang berbeda dan setelah diteskan berkali-kali pada kelompok yang berbeda hasilnya tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Reliabilitas dapat dikatakan sebagai keajegan dan konsistensi suatu instrumen soal. Uji reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan bantuan program IBM 20 SPSS Statistics for Windows 32-bit. Instrumen penelitian berupa soal pilihan ganda dengan jumlah 25 soal diuji reliabilitasnya dengan bantuan program SPSS untuk membandingkan koefisien reliabilitas (Cronbach's Alpha). Kriteria reliabilitas (Cronbach Alpha) ditunjukkan pada tabel berikut ini: Tabel 3.7 Kriteria Reliabilitas Soal (Masidjo, 1995:209) Interval Koefisien Reliabilitas 0,91-1,00 0,71-0,90 0,41-0,70 0,21-040 Negatif-0,20 Kualifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Hasil pengujian reliabilitas instrumen penelitian dengan item soal sebanyak 25 soal yang dilakukan dengan bantuan program IBM 20 SPSS Statistics for Windows 32-bit akan ditampilkan pada tabel berikut ini: Tabel 3.8 Hasil Perhitungan Reliabilitas Cronbach's Alpha .810 Kualifikasi Tinggi Angka yang ditunjukkan pada Cronbach's Alpha adalah 0.810. Jadi, terbukti bahwa dari 25 soal pilihan ganda yang telah diuji memiliki kualifikasi tinggi, dan layak digunakan sebagai instrumen penelitian sebagai alat untuk mengumpulkan data. 3.8 Teknik Pengumpulan data Penelitian ini menggunakan pretest dan posttes dalam teknik pengumpulan data, yang dilakukan pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pretest diberikan sebelum dilakukan treatmen, soal pretest yang diberikan pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen adalah sama, yaitu 25 butir soal yang telah diuji kelayakannya. Setelah itu dilakukan perlakuan pada kedua kelompok tersebut, yaitu pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen (Sugiyono, 2011). Perlakuan yang diberikan pada kelompok eksperimen berbeda dengan poerlakuan yang diberikan pada kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I, sedangkan pada kelompok kontrol diberi perlakuan dengan tidak menggunakan model pembelajaran koopereratif tipe Jigsaw I. Setelah dilakukan treatmen, pada pertemuan terakhir kedua kelompok tersebut diberikan posttest dengan 25 butir

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 soal yang sama seperti yang digunakan untuk soal pretest. Cara pengumpulan data ditampilkan pada tabel berikut ini: Tabel. 3.9 Pengumpulan Data Variabel Prestasi Belajar No 1 Kelompok Kelompok Eksperimen (VB) Kelompok Kontrol (VA) 2 3.9 Variabel Prestasi belajar Data Skor Pretest Skor Posttest Skor Pretest Skor Posttest Pengumpulan Pretest Posttest Pretest Posttest Instrumen Soal pilihan ganda Soal pilihan ganda Soal pilihan ganda Soal pilihan ganda Teknik Analisis data Teknik analisis data dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan prestasi belajar IPS pada siswa kelas V sekolah dasar dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. 3.9.1 Analisis Deskriptif Analisis deskriptif berupa informasi-informasi terkait dengan data yeng telah terkumpul. Analisis deskriptif disajikan dengan data berupa statistik deskriptif, yaitu metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian data yang memberikan informasi-informasi penting. Kasmadi (2013:100) mengungkapkan bahwa laporan deskriptif bentuknya adalah uraian data secara umum dalam bentuk tabel distribusi frekuensi yang meliputi data variabel, panjang kelas interval, perhitungan rata-rata, simpangan baku, modus, skor maksimum, skor minimum, serta dilengkapi histogram. Analisis deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini meliputi ketuntasan (KKM), nilai tertinggi, niai terendah, rata-rata (mean), nilai tengah (median), dan nilai yang paling sering muncul (modus).

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 3.9.2 Analisis Inferensial Statistik inferensial menyajikan data dengan model untuk melakukan pengambilan keputusan berdasarkan analisis data (Kasmadi, 2013:100). Analisis statistik inferensial merupakan metode yang berhubungan dengan analisis data hingga pada penafsiran hipotesis penelitian. Statistik inferensial digunakan sebagai cara dalam pengambilan keputusan dengan langkah-langkah yang telah ditetapkan. Pengambilan keputusan dalam penelitian ini melalui beberapa langkah yang dalam analisisnya dilakukan dengan bantuan program komputer yaitu IBM 20 SPSS Statistics for Windows 32-bit. Beberapa langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 3.9.2.1 Uji Prasyarat Analisis 1. Uji Normalitas data Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui apakah data yang dihasilkan dalam distribusi menunjukkan kurva yang normal atau tidak normal. Normalitas dimaksudkan untuk menguji normal atau tidaknya suatu sebaran data yang akan di analisis lebih lanjut (Zuriah, 2006:201). Uji normalitas yang dilakukan diawali dengan penentuan hipotesis nol dan hipotesis alternatif (Kasmadi, 2013:117). Dalam statistik dapat dirumuskan sebagai berikut: H0 : Data tidak berdistribusi normal H1 : Data berdistribusi normal Uji normalitas pada penelitian ini dilakukan dengan bantuan program IBM 20 SPSS Statistics for Windows 32-bit. Kesimpulan diambil berdasarkan pada hasil perhitungan Kolmogorov-Smirnov. Apabila diperoleh nilai p value Sig seluruh variabel >0,05 maka menunjukkan bahwa data berdistribusi

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 normal, hal itu berarti H1 gagal ditolak atau H0 ditolak. Sebaliknya jika diperoleh nilai p value Sig seluruh variabel <0,05 maka menunjukkan distribusi data tidak normal, berarti H1 ditolak atau H0 gagal diterima. Data yang berdistribusi normal menggunakan uji statistik dengan jenis parametrik. Data yang tidak berdistribusi normal menggunakan uji statistik nonparametrik (Siregar, 2013:153). Uji statistik parametrik dapat dilakukan dengan uji-t sedangkan uji statistik non parametrik dapat menggunakan uji Mann-Whitney (Siregar, 2013:3-4). Distribusi data dalam penelitian ini normal sehingga pada uji hipotesis peneliti menggunakan uji statistik parametrik. Peneliti menggunakan salah satu macam dari uji t yaitu independent sample ttest. 2. Uji Homogenitas Uji homogenitas dilakukan dengan tujuan untuk membuktikan data yang dianalisis berasal dari populasi yang memiliki varians atau keragaman yang tidak jauh berbeda (Kasmadi, 2013:118). Pengujian homogenitas diawali dengan menentukan hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif (H1) (Kasmadi, 2013:119). Penelitian ini menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut: H0 : varians tidak homogen H1 : varians homogen Varians tidak homogen berarti ada perbedaan yang signfikan antara skor pretest kelompok eksperimen dan skor pretest kelompok kontrol, sedangkan varians homogen maksudnya adalah tidak ada perbedaan yang signfikan antara skor pretest kelompok eksperimen dan skor pretest kelompok kontrol.

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Uji homogenitas dalam penelitian ini menggunakan program IBM 20 SPSS Statistics for Windows 32-bit. Kesimpulan didasarkan pada hasil perhitungan Levene Test pada output SPSS. Apabila diperoleh nilai Sig > dari 0.05, berarti H1 gagal ditolak atau H0 ditolak, maka tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretes kelompok eksperimen dan pretes kelompok kontrol (varians homogen). Apabila diperoleh nilai p value Sig seluruh variabel < 0.05, berarti H0 gagal ditolak atau H1 ditolak, maka ada perbedaan yang signifikan antara skor pre tes kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (varians tidak homogen). 3. Uji Beda Pretest Uji beda pretest dilakukan untuk mengetahui apakah rata-rata skor pretest yang dihasilkan dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan perbedaan. Uji beda pretest yang dilakukan dilakukan diawali dengan penentuan hipotesis nol dan hipotesis alternatif (Kasmadi:2013). Dalam statistik dapat dirumuskan sebagai berikut: H0 : Tidak terdapat perbedaan rata-rata skor pretest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. H1 : Ada perbedaan rata-rata skor pretest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Uji beda skor pretest pada penelitian ini dilakukan dengan bantuan program IBM 20 SPSS Statistics for Windows 32-bit. Kesimpulan diambil berdasarkan pada hasil perhitungan Independent t test. Apabila diperoleh nilai p value Sig seluruh variabel >0,05 maka menunjukkan bahwa ada perbedaan rerata skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, hal itu berarti H1 gagal ditolak atau H0 ditolak. Sebaliknya jika diperoleh nilai p value Sig seluruh

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 variabel <0,05 maka menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan rerata skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimenl, berarti H1 ditolak atau H0 gagal ditolak. 3.9.2.1 Uji Hipotesis Memastikan adanya perbedaan yang signifikan antara skor hasil postest pada kelompok kontrol dan skor hasil postest kelompok eksperimen maka dilakukan uji pengaruh perlakuan. Perbedaan yang signifikan antara hasil postest pada kelempok kontrol dan kelompok eksperimen ditunjukkan dengan hasil perhitungan yang kurang dari 0,05. Sebaliknya, hasil perhitungan yang lebih besar dari 0,05 menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara posttest pada kelompok kontrol dan posttest pada kelompok eksperimen. Hipotesis statistik yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah sebegai berikut: H1 : terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I H0 : tidak terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I Pengambilan kesimpulan pada penelitian ini berpedoman pada nilai Sig (2tailed) yang ada pada tabel t-test for equality of means, seperti yang diemukakan oleh Santosa (2012:256-257). Kriteria untuk mengetahui uji beda yaitu apabila nilai Sig (2-tailed) >0,05 maka H0 gagal ditolak atau H1 ditolak, hal itu berarti menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Apabila nilai Sig (2-tailed) <0.05 maka H0 ditolak atau H1 gagal ditolak, berarti terdapat perbedaan

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 prestasi belajar IPS siswa kelas V dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini termasuk hipotesis two tail atau dua pihak. Dalam Uji dua pihak dugunakan apabila dalam suatu penelitian terdapat dua variabel yang hubungannya belum jelas dan belum pasti (Sugiyono,2011:216). Uji hipotesis yang dilakukan dalam penelitian menggunakan independent-sample t-test. Hal ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan rata-rata nilai posttest dari dua kelompok yang berbeda yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pedoman untuk menguji perbedaannya yaitu apabila data homogen maka yang dilihat adalah nilai Sig (2-tailed) yang ada di bagian atas (equal variances assumed), sedangkan jika data tidak homogen maka yang dilihat adalah nilai Sig (2-tailed) yang ada di bagian bawah (equal variances not assumed). Data yang ada dalam penelitian ini adalah homogen, sehingga yang dilihat adalah nilai Sig (2-tailed) yang atas (equal variances assumed). 3.9.2.2 Uji Besar Efek Apabila hasil independen t test menunjukkan perbedaan prestasi belajar siswa atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw 1. Uji besar efek dilakukan menggunakan rumus effek size. Berikut adalah rumus effect size (Field, 2009:332): Gambar 3.3 Rumus effect size

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Keterangan: r = effect size t = harga independent t test df = harga derajat kebebasan Menurut Field (2009:179) kriteria yang digunakan untuk menentukan besarnya pengaruh adalah sebagai berikut: 0,10 – 2,29 = kecil (small effect) 0,30 – 0,49 = sedang (medium effect) 0,50 – 1,00 = besar (large effect)

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini memuat hasil penelitian dan pembahasan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. 4.1 Hasil penelitian 4.1.1 Deskripsi data penelitian Penelitian dilaksanakan di SD Karitas Nandan, dengan alamat Nandan, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Jumlah seluruh siswa yang digunkan untuk penelitian adalah sebanyak 55 siswa, yaitu 28 siswa kelompok kontrol dan 27 siswa sebagai kelompok eksperimen. Penelitian diawali dengan memberikan pretest dan diakhiri dengan memberikan posttest. Pretest dan posttest diberikan kepada kelompok kontrol dan kelompok kontrol. Berikut adalah tabel hasil pretest dan posttest, kemudian mean, median dan modus dibawah tabel. Tabel 4.1 Data prestasi belajar Keterangan Nilai tertinggi Nilai terendah Mean Median Modus Standar deviasi KKM Eksperimen Pretest Posttest 60 96 20 60 44,30 79,26 48 80 60 92 13,217 10,585 65 65 Kontrol Pretest 76 20 46,57 44 40 15,404 65 Postest 80 52 64,86 64 60 9,579 65 Berdasarkan perolehan data nilai siswa setelah dilakukan pretest pada kelompok eksperimen menunjukkan bahwa semua siswa pada kelompok eksperimen belum mencapai KKM. Sedangkan pada kelompok kontrol terdapat 26 siswa yang belum mencapai KKM, artinya hanya ada 2 siswa yang mendapat 71

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 nilai tuntas. Setelah dilakukan pretest pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol, selanjutnya diberi perlakuan selama 4 pertemuan yang diakhiri dengan pemberian posttest. Data nilai siswa setelah dilakukan posttest pada kelompok eksperimen menunjukkan bahwa terdapat 4 siswa yang belum mencapai KKM. Pada data nilai siswa setelah dilakukan posttest pada kelompok kontrol menunjukkan bahwa terdapat 16 siswa yang belum mencapai KKM. Dari perolehan data tersebut dapat terlihat secara sekilas bahwa ada perbedaan peningkatan yang dicapai oleh kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 4.1.2 Pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar. Data yang diperoleh oleh peneliti kemudian dilakukan uji prasyarat yaitu menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji beda skor pretest. Untuk menentukan hipotesis penelitian maka harus dilakukan uji pra syarat yaitu dengan melakukan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji beda skor pretest. Uji prasyarat yang pertama adalah uji normalitas Data penelitian ini diukur signifikansinya menggunakan analisis statistik. 4.1.2.1 Hasil Uji normalitas Uji normalitas dilakukan untuk melihat normal atau tidaknya suatu distribusi dari nilai pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Uji normalitas dihasilkan dari data yang diperoleh dari pengujian instrument pada siswa di kelompok kontrol dan siswa di kelompok eksperimen. Pemberian instrumen pretest dan posttest dilakukan untuk menguji apakah ada perbedaan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS antara kelompok

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 eksperimen dengan kelompok kontrol setelah diberikan perlakuan. Perlakuan diberikan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I pada siswa dalam kelompok eksperimen, dan menerapkan pembelajaran konvensional pada siswa dalam kelompok kontrol. Data diperoleh dari nilai siswa pretest dan posttest. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan instrumen berupa soal pretest dan posttest dengan jenis soal berupa pilihan ganda sebanyak 25 item soal. Pretest dilakukan pada siswa dalam kelompok eksperimen maupun siswa dalam kelompok kontrol sebelum diberikan perlakuan. Sedangkan posttest dilakukan pada siswa dalam kelompok eksperimen dan siswa dalam kelompok kontrol setelah diberi perlakuan. Data yang diuji normalitasnya dalam penelitian ini adalah pretest kelompok eksperimen, pretest kelompok kontrol, posttesst kelompok eksperimen, dan posttest kelompok kontrol. Hipotesis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: H0 : Data tidak berdistribusi normal H1 : Data berdistribusi normal Apabila hasil perhitungan Kolmogorof-Smirnov menujukkan nilai Sig > 0,05 maka H1 gagal ditolak atau H0 ditolak, berarti data berdistribusi normal. Jika diperoleh nilai Sig < 0,05 maka H1 ditolak dan H0 gagal ditolak, yang berarti distribusi datannya tidak normal. Uji ststistik yang digunakan untuk data yang berdistribusi normal adalah uji statistik jenis parametrik, sedangkan uji ststistik yang digunakan untuk data yang berdistribusi tidak normal adalah uji ststistik nonparametrik. Di bawah ini adalah tabel hasil pretest dan posttest siswa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Setelah diperoleh data hasil penelitian maka data tersebut peroleh kemudian dilakukan uji normalitas data. Uji normalitas data dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah data tersebut normal atau tidak normal. Setelah diketahui data tersebut normal atau tidak, maka dapat ditentukan jenis uji statistik apa yang akan digunakan untuk menganalisis data prestasi belajar siswa. Di bawah ini adalah tabel dan kurva hasil uji normalitas data kelas kontrol dan kelas eksperimen dari nilai siswa hasil Pretest dan Posttest: Tabel 4.2. Hasil uji normalitas variabel prestasi belajar kelompok eksperimen No. Aspek Nilai signifikansi Keputusan 1 Pretest kelompok eksperimen 0,059 Normal 2 Posttest kelompok eksperimen 0,152 Normal Gambar 4.1 Kurva normalitas data pretest kelompok eksperimen

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Gambar 4.2 Kurva normalitas data posttest kelompok eksperimen Tabel 4.3 Hasil uji normalitas variabel prestasi belajar kelompok kontrol No. Aspek Nilai signifikansi Keputusan 1 Pretest kelompok kontrol 0,186 Normal 2 Posttest kelompok kontrol 0,83 Normal Gambar 4.3 Kurva normalitas data pretest kelompok kontrol

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Gambar 4.4 Kurva normalitas data posttest kelompok kontrol Tabel dan kurva diatas menujukkan bahwa semua data dari hasil pretest dan posttest kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol memiliki harga signifikansi diatas 0,05. Harga signifikansi pretest dan posttest pada kelompok kontrol lebih tinggi dari pada harga signifikansi nilai pretest dan posttest kelompok eksperimen. Dengan demikian dapat disimpulkan data pretest dan posttest dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen adalah berdistribusi normaldistribusi normal. Untuk itu, setelah uji pra syarat telah dilalui, maka langkah selanjutnya untuk mengolah data yaitu dengan menggunakan uji statistik parametrik independen t test. Data output SPSS selengkapnya dari hasil perhitungan normalitas data dimuat dalam lampiran. 4.1.2.2 Uji Homogenitas Uji pra syarat yang kedua adalah dengan melakukan uji homogenitas. Uji homogenitas dilakukan dengan tujuan untuk membuktikan apakah titik pijak

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 pengetahuan siswa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Maksudnya adalah apakah pengetahuan awal dari kedua kelompok tersebut dikatakan sama atau hampir sama. Dengan demikian maka data hasil posttest yang diperoleh oleh kedua kelomok tersebut dapat dibandingkan atau tidak. Uji homogenitas menggunakan rumus livene test. Analisis ini menggunakan taraf kesalahan 5% dan taraf kebenaran 95%. Kedua data pretest dikatakan tidak memiliki perbedaan yang signifikan jika harga sig.(2 tailed) < 0,05. Artinya jika hasil analisis nilai pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen kurang dari 0,05 maka nilai kedua kelompok tersebut dikatakan tidak ada perbedaan nilai pretest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hipotesis sementara pada penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : H0 : varians tidak homogen H1 : varians homogen Varians tidak homogen berarti ada perbedaan yang signfikan antara skor pretest kelompok eksperimen dan skor pretest kelompok kontrol, sedangkan varians homogen maksudnya adalah tidak ada perbedaan yang signfikan antara skor pretest kelompok eksperimen dan skor pretest kelompok kontrol. Jika harga sig. (2tailed)> 0,05, maka H1 gagal ditolak atau H0 ditolak, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan pada nilai pretest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, jadi varians bersifat homogen. Jika harga sig. (2tailed)< 0,05, maka H1 ditolak atau H0 gagal ditolak, artinnya ada perbedaan yang signifikan pada nilai pretest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, jadi varians tidak homogen.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Data yang diperoleh dari hasil pretest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol telah diuji homogenitasnya, untuk mengetahui apakah siswa yang pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berangkat dari pengetahuan yang sama sebelum diberikan perlakuan. Berikut ini adalah tabel hasil uji homogenitasnya: Tabel 4.4 Homogenitas nilai pretest Hasil Pretest Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Taraf signifikansi Keterangan 0,598 Homogen Dari data homogenitas diatas maka dapat disimpulkan nilai pretest pada kelompok kontrol dan nilai pretest pada kelompok eksperimen tidak berbeda atau dapat dikatakan homogen. Hal itu terbukti dari hasil taraf signifikansi yang menunjukkan angka 0,598, yaitu harga signifikansi (2-tailed) > 0,05. H1 gagal ditolak atau H0 ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok tersebut yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki titik pijak yang sama. Berdasarkan uji homogenitas yang telah dilakukan, maka dapat diputuskan bahwa analisis statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis statistik parametrik, tepatnya menggunakan Independent t test. Uji hipotesis dilakukan menggunakan Independent t test karena peneliti ingin mengetahui perbedaan rata-rata nilai posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 4.1.2.3 Uji Beda Pretest Uji beda skor pretest pada penelitian ini dilakukan dengan bantuan program IBM 20 SPSS Statistics for Windows 32-bit, menggunakan perhitungan

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Independent t test. Uji beda pretest dilakukan untuk mengetahui apakah rata-rata skor pretest yang dihasilkan dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan perbedaan. Dalam statistik dapat dirumuskan sebagai berikut: H0 : Tidak terdapat perbedaan rata-rata nilai pretest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. H1 : Ada perbedaan rata-rata nilai pretest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Jika diperoleh nilai p value Sig seluruh variabel <0,05 maka menunjukkan bahwa ada perbedaan rerata skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, hal itu berarti H1 gagal ditolak atau H0 ditolak. Sebaliknya jika diperoleh nilai p value Sig seluruh variabel >0,05 maka menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan rerata skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimenl, berarti H1 ditolak atau H0 gagal ditolak. Berikut adalah hasil perhitungan menggunakan independen t test: Tabel 4.5 Hasil perhitungan uji beda pretest Prerest Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Nilai signifikansi Keterangan Tidak berbeda 0,560 Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa nilai signifikansi (2tailed) adalah 0,560 yaitu > 0,05. Artinya H1 ditolak atau H0 gagal ditolak, jadi tidak ada perbedaan rata-rata nilai prettest pada kelompok kontrol dan nilai prettest pada kelompok eksperimen. 4.1.3 Uji Hipotesis 4.1.3.1 Independen T-test

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Uji prasyarat analisis telah dilalui yaitu uji normalitas, uji homogenitas, dan uji beda skor pretest. Berdasarkan hasil data uji prasyarat yang telah dilakukan, terbukti bahwa data pretest dan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki distribusi normal. Hasil uji homogenitas diperoleh hasil harga signifikansi (2-tailed) ˃ 0,05 yang berarti data pretest kelompok kontrol dan data pretest kelompok eksperimen mempunyai titik pijak yang sama atau dapat dikatakan homogen. Uji pra syarat menunjukkan bahwa data yang dihasilkan adalah normal dan homogen, serta tidak ada perbedaan rata-rata skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol maka analisis statistik yang digunakan adalah parametrik. Uji hipotesis dilakukan untuk membuktikan apakah ada perbedaan atau tidak dengan perhitungan rata-rata nilai posttest pada kelompok kontrol dan nilai posttest pada kelompok eksperimen. Analisis data dilakukan untuk mengetahui perbedaan rata-rata nilai posttest kelompok eksperimen dan nilai posttest kelompok kontrol. Jadi, analisis parametrik yang digunakan adalah Independet t test. Analisis data menggunakan Independet t test mempunyai taraf kesalahan 5%, dan taraf kepercayaan 95%. Telah diketahui bahwa data yang dihasilkan adalah normal, homogen, serta tidak ada perbedaan rata-rata skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Tahap selanjutnya adalah melakukan uji hipotesis penelitian menggunakan Independet t test yang dapat dirumuskan sebagai berikut: H0 : Jika harga signifikansi (2tailed) > 0,05 maka tidak ada perbedaan yang signifikan antara nilai posttest kelompok kontrol dan nilai posttest kelompok eksperimen

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 H1 : Jika harga signifikansi (2tailed) < 0,05 maka ada perbedaan yang signifikan antara nilai posttest kelompok kontrol dan nilai posttest kelompok eksperimen. Rumusan hipotesis di atas yaitu jika harga signifikansi (2tailed) ˃ 0,05 maka dapat diambil kesimpulan bahwa H0 gagal ditolak atau H1 ditolak. Hal itu berarti bahwa tidak ada perbedaan rata-rata nilai posttest pada kelompok kontrol dan ratarata nilai posttest pada kelompok eksperimen. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan prestasi belajar IPS yang signifikan pada siswa kelas V sekolah dasar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Apabila harga signifikansi (2tailed) < 0,05 maka dapat diambil kesimpulan H0 ditolak atau H1 gagal ditolak. Hal itu berarti bahwa ada perbedaan nilai posttest pada kelompok eksperimen dan nilai posttest pada kelompok kontrol. Maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar IPS yang signifikan pada siswa kelas V Sekolah Dasar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Berikut ini hasil penghitungan uji hipotesis Independent T test dengan membandingkan nilai posttest pada kelompok kontrol dan nilai posttest pada kelompok eksperimen: Tabel 4.6 Independen T test Posttest Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Nilai signifikansi 0,000 Keterangan Berbeda Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa nilai signifikansi (2tailed) adalah 0,000 yaitu < 0,05. Artinya H1 gagal ditolak atau H0 ditolak, jadi ada perbedaan nilai posttest pada kelompok kontrol dan nilai posttest pada kelompok

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 eksperimen. Dari hasil uji hipotesis tersebut dapat diketahui bahwa ada perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Berikut adalah grafik yang menunjukkan adanya perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar: 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 eksperimen kontrol Pretest Posttest Gambar 4.1 Grafik prestasi belajar IPS siswa kelas V 4.1.3.2 Efek Size Uji besar efek dilakukan untuk mengetahui berapa besarnya pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I terhadap prestasi belajar siswa. Kriteria yang digunakan untuk menentukan besarnya pengaruh adalah sebagai berikut (Field, 2009:179): 0,10 – 2,29 = kecil (small effect) 0,30 – 0,49 = sedang (medium effect) 0,50 – 1,00 = besar (large effect) Hasil perhitungan effect size adalah 0,30 dengan kriteria sedang (medium effect). 4.1.4 Rangkuman hasil penelitian Hasil penelitian ini secara ringkas dapat diketahui bahwa ada perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar dengan penerapan model

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Berikut ini hasil analisis data yang dihitung menggunakan bantuan program SPSS 20 for Windows: Tabel 4.7 Rangkuman nilai pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Keterangan Nilai tertinggi Nilai terendah Mean Median Modus Standar deviasi KKM Eksperimen Pretest Posttest 60 96 20 60 44,30 79,26 48 80 60 92 13,217 10,585 65 65 Kontrol Pretest 76 20 46,57 44 40 15,404 65 Postest 80 52 64,86 64 60 9,579 65 Tabel 4.8 Hasil uji normalitas pada kelompok eksperimen: No. Aspek Nilai signifikansi Keputusan 1 Pretest kelompok eksperimen 0,059 Normal 2 Posttest kelompok eksperimen 0,152 Normal Tabel 4.9 Hasil uji normalitas pada kelompok kontrol No. Aspek Nilai signifikansi Keputusan 1 Pretest kelompok kontrol 0,186 Normal 2 Posttest kelompok kontrol 0,83 Normal Tabel 4.10 Data homogenitas dari pretest variabel prestasi belajar IPS Hasil Pretest Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Nilai signifikansi 0,598 Keterangan Homogen Tabel 4.11 Perbandingan nilai posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Posttest Nilai signifikansi Keterangan Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,000 Berbeda Tabel 4.12 Hasil perhitungan uji beda pretest Prerest Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Nilai signifikansi 0,560 Keterangan Tidak berbeda

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 4.2 Pembahasan Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan rata-rata nilai posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan memberi perlakuan. Perlakuan diberikan kepada siswa di dalam kelompok kontrol dan siswa di kelompok eksperimen dengan perlakuan yang berbeda. Kelompok eksperimen diberi perlakuan dengan menerapkan model pembelajaran IPS tipe Jigsaw I pada mata pelajaran IPS, sedangkan kelompok kontrol dineri perlakuan dengan menerapkan pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPS. Sebelum dilakukan perlakuan, kedua kelompok tersebut diberikan pretest, dan setelah selesai perlakuan kedua kelompok tersebut diberikan posttest. Analisis data yang dilakukan untuk membuktikan hipotesis yaitu dengan membandingkan nilai posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen serta nilai posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Telah diketahui bahwa ada perbedaan rata-rata antara nilai posttest kelompok kontrol dan nilai posttest kelompok eksperimen. Nilai signifikansi (2tailed) pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen adalah 0,598 > 0,05. Hal itu menunjukkan bahwa siswa berangkat dari titik pijak yang sama sebelum diberikan perlakuan. Analisis data uji hipotesis yang menghasilkan nilai signifikansi (2tailed) sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti ada perbedaan nilai posttest kelompok kontrol dan nilai posttest kelompok eksperimen. Grafik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai posttest yang signifikan antara posttest kelompok dan posttest kelompok eksperimen. Melalui hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I.

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Model pembelajaran konvensional yang diterapkan pada kelas kontrol dalam penelitian terbukti kurang efektif untuk meningkatkan prestasi belajar IPS siswa. Hal itu terbukti pada hasil posttest yang telah dilakukan oleh kelompok kontrol yang menunjukkan rata-rata lebih rendah dari pada hasil posttest pada kelompok eksperimen. Penelitian ini dapat digunakan sebagai pengayaan di bidang pendidikan. Seperti yang telah disbutkan tadi bahwa ada perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I.

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 BAB V KESIMPULAN Bab ini berisi kesimpulan, saran dan keterbatasan peneliti. Di dalam kesimpulan berisi jawaban atas hipotesis yang telah dirancang sebelum penelitian dilaksanakan. Di bagian saran berisi saran secara umum serta saran yang ditujukkan bagi peneliti selanjutnya. Sedangkan keterbatasan penelitian ini akan dibahas dalam keterbatasan peneliti. 5.1.Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di kelas V SD Karitas Nandan pada mata pelajaran IPS standar kompetensi: 5. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia. Kompetensi dasar: 5.1 Mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Ada perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Penelitian ini dilaksanakan di SD Karitas Nandan pada tahun pelajaran 2013/2014. Adapun materi pelajaran yang terkait adalah pendudukan bangsa Belanda dan Jepang di Indonesia. Hasil uji hipotesis antara nilai posttest kelompok kontrol dan nilai posttest kelompok eksperimen membuktikan bahwa besar harga signifikansi (2tailed) 0,00 < 0,05. Hal itu berarti bahwa H0 ditolak atau H1 gagal ditolak. Ada perbedaan yang signifikan pada rata-rata nilai posttest pada kelompok kontrol dan nilai 86

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 posttest pada kelompok eksperimen atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I pada pembelajaran IPS. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. 5.2.Keterbatasan Penelitian 5.2.1. Peneliti berperan langsung sebagai seorang guru ketika melakukan penelitian,sehingga banyak tantangan yang dihadapi ketika melakukan penelitian. 5.2.1. Penelitian ini menggunakan instrumen penelitian yang sama sebagai soal pretest dan posttest, dengan urutan nomor yang tidak berbeda. 5.3.Saran 5.3.1. Saran Umum Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I dapat menjadi salah satu pilihan untuk dipakai dalam kegiatan pembelajaran di kelas dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa. 5.3.2. Saran untuk sekolah Apabila di sekolah terdapat masalah terkait dengan rendahnya prestasi belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPS, maka sekolah dapat menjadikan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I sebagai alternatif untuk diterapkan dalam pembelajaran dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa. 5.3.3. Saran untuk guru Guru perlu mencoba menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I dalam pembelajaran IPS di kelas sebagai upaya untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif.

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 5.3.4. Saran Untuk Peneliti Selanjutnya 5.3.4.1. Apabila peneliti berperperan sebagai guru dalam melakukan penelitian, maka peneliti diharapkan sudah mengenali kondisi kelas secara mendalam. Sehingga dapat memahami siswa secara satu persatu dan mampu memandang siswa secara holistik seperti layaknya guru kelas mereka. 5.3.4.2. Peneliti sebaiknya memilih materi yang tepat sebagai sasaran penelitian dalam merancang penelitian. 5.3.4.3. Rencana pelaksanaan pembelajaran yang digunakan sebagai instrumen penelitian sebaiknya mencantumkan kegiatan-kegiatan yang mencirikan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I.

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 DAFTAR PUSTAKA Arikunto. 2102. Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara Aronson, E. (2009). Jigsaw clasroom. Social psychology network. Downloaded version. http://www.jigsaw.org/steps.htm, diakses tanggal 10 Oktober 2013. Azwar, S. (2005). Tes prestasi: fungsi dan pengembangan pengukuran prestasi belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Creswell, J.W. 2012. Reasearch design: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Daldjoeni, N. (1981). Dasar-dasar ilmu pengetahuan sosial. Bandung: Alumni. Daryanto, Mulyo Rahardjo. 2012. Model pembelajaran inovatif. Yogyakarta: Gava Media. Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Kurikulum KTSP Kelas V SD. Jakarta: Depdiknas Field, A. (2009). Discovering statistics using SPSS third edition. London: SAGE. Huda, M. (2012). Cooperative Learning: metode, teknik,struktur dan model terapan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Isjoni dan Ismail, M.A. (2008). Model-model pembelajaran mutakhir. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Isjoni. (2012). Pembelajaran kooperatif meningkatkat kecerdasan komunikasi antar peserta didik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Kasmadi & Sunariah, N.S. (2013). Panduan modern penelitian kuantitatif. Bandung: Alfabeta Lie, A. (2010). Cooperative learning: mempraktikkan cooperative learning di ruang-ruang kelas. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia. Mashudi, H. (2010). Optimalisasi pembelajaran IPS melalui kooperatif tipe jigsaw pada SD Negeri 24 Pontianak Tenggara. Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora, 1,2, 100-106. Masidjo. (1995). Penilaian pencapaian hasil belajar siswa di sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Oemar, Hamalik. 2008. Proses belajar mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara.

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Rukiyah. (2012). Pembelajaran IPA di SD melalui penerapan model kooperatif teknik jigsaw. Jurnal Penelitian Pendidikan, I, 45-54. Sanjaya, W. (2011). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media. Santosa, P.B. dan Ashari. (2005). Analisis statistik dengan Microsoft excel & SPSS. Yogyakarta: Andi Sapriya. (2009). Pendidikan IPS: konsep dan pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakara. Siregar, S. (2013). Statistik parametrik untuk enelitian uantitatif. Jakarta: PT Bumi Aksara. Slameto. 2010. Belajar dan aktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta Slavin, R.E. (1995). Cooperative Learning: theory, research, and practice. United States of America: A Simon & Schuster Company. . (2008). Cooperative learning: theory, research and practice. (Nurulita, Penerjemah). Bandung: Nusa Media. Sugiyanto. (2010). Model-model pembelajaran inovatif. Surakarta: Yama Pustaka. Sugiyono. (2010). Statistik untuk penelitian. Bandung: Alfabeta . (2011). Metode penelitian kombinasi (mixed methods). Bandung: Alfabeta. Sumaatmadja, Nursid. (1984). Metodologi pengajaran ilmu pengetahuan sosial. Bandung: Alumni Supridjono, A. (2009). Cooperative learning: teori & aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Supridjono, A. (2011). Cooperative learning: teori & aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Surapranata, S. (2009). Analisis, validitas, reliabilitas, dan interpretasi hasil tes. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Susanto. (2013). Teori belajar dan pembelajaran di sekolah dasar. Jakarta: PT Kharisma Putra Utama. Suyono, Hariyanto. 2011. Belajar dan pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Syah, M. (2003). Psikologi belajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Jakarta. Tanta. (2011). Perbedaan model pembelajaran tipe jigswa dan model pembelajaran konvensional, 11,55-60, Terhadap hasil belajar siswa kelas V SD di SMP Negeri II Jayapura. Jurnal Sains, 11,55-60.

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Taniredja, T. & Mustafidah, H. (2011). Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta. Tim Penyusun KTSP. (2007). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk satuan pendidikan dasar SD/MI semester I dan II. Jakarta: BP Cipta Jaya. Trianto. (2010). Mendesain model pembelajaran inovatif progresif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Trianto. (2009). Mendesain model pembelajaran inovatif-progresif: konsep, landasan, dan implementasinya pada Kurikulum Tingkat Patuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana. Umar, E. (2011). Peningkatan hasil belajar siswa sekolah dasar melalui belajar kooperatif tipe jigsaw. Jurnal Inovasi, 8,102-111 Winataputra, U.S., dkk. (2008). Teori belajar dan pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka. Winkel, W.S. (2004). Psikologi pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi. Zuriah, N. (2006). Metodologi penelitian sosial dan pendidikan. Jakarta: Bumi aksara.

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 LAMPIRAN 1

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 LAMPIRAN 2

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 LAMPIRAN 3 Kisi-kisi soal pretest dan postest: No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Indikator Menjelaskan keberadaan VOC di Indonesia. Menjelaskan penindasan kerja rodi, pajak, tanam paksa yang dilakukan Belanda. Menjelaskan perjuangan para tokoh daerah melawan penjajah Belanda di Indonesia Menjelaskan tokoh-tokoh yang mempelopori kebangkitan Nasional. Menjelaskan organisasi-organisasi dalam pergerakan nasional. Menjelaskan peran tokoh dalam sumpah pemuda. Menjelaskan peristiwa Sumpah Pemuda. Menyebutkan organisasi pemuda sebelum sumpah pemuda Menjelaskan kedatangan Jepang di Indonesia. Menjelaskan kegiatan Romusha di Indonesia. Menjelaskan perlawanan rakyat terhadap Jepang. Mengidentifikasi organisasi-organisasi bentukan Jepang Nomor Soal 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 10, 11, 12, 13, 14 15, 16, 17, 18 19, 20, 21, 22, 23 24, 25, 26, 27, 28, 29 37, 38, 39, 40, 41, 42 34, 35, 36 30, 31, 32, 33 43, 44, 45, 46, 47, 48 49, 50, 51, 52 57, 58, 59, 60 53,54, 55, 56

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 LAMPIRAN 4 Instrumen sebelum validasi 1. Belanda sampai ke Indonesia pada tanggal .... a. 22 Juni 1596 b. 22 Juli 1596 c. 2 Juni 1596 d. 2 Juli 1596 2. Armada Belanda pertama berhasil mendarat di Indonesia di pelabuhan ..... a. Maluku b. Banten c. Pontianak d. Bali 3. Tujuan utama bangsa belanda datang ke Indonesia adalah untuk ..... a. Berdagang b. Menyebarkan agama c. Bertani d. Berkebun 4. Armada Belanda mendarat di Indonesia pertama kali dipimpin oleh ..... a. Warwijk b. Jacob van Neck c. Cornelius de Houtman d. Pieter Both 5. Bangsa belanda menjajah di Indonesia selama ..... tahun a. 250 b. 350 c. 325 d. 235 6. Berikut ini yang bukan merupakan sebab-sebab VOC dibubarkan yaitu .... a. Pejabat VOC melakukan korupsi b. VOC menanggung biaya perang yang sangat besar c. Menang bersaing dengan pedagang Inggris dan Perancis d. Para pegawai VOC melakukan perdagangan gelap

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 7. Untuk memenangkan persaingan dagang dengan bangsa Eropa laninnya, Belanda membentuk kongsi dagang VOC pada tanggal ..... a. 20 Januari 1602 b. 21 Januari 1602 c. 20 Maret 1602 d. 21 Maret 1602 8. VOC sempat mendapat perlawanan dari rakyat Indonesia, namun tetap dapat menguasai kerajaan-kerajaan di Indonesia dengan.... a. Menjalankan politik adu domba b. Merebut secara paksa c. Membuat perjanjian d. Melengserkan kedudukan rajanya 9. VOC dibubarkan pada tanggal.... a. 21 Desember 1799 b. 31 Desember 1799 c. 31 Desember 1798 d. 21 Desember 1798 10. Johanes van den Bosch diangkat sebagai Gubernur Jenderal menggantikan Van Der Capellen pada tahun ..... a. 1830 b. 1833 c. 1835 d. 1820 11. Berikut ini yang bukan merupakan aturan tanam paksa yaitu ..... a. Penduduk desa diwajibkan menyediakan setengah tanahnya untuk ditanami tanaman yang laku di pasaran Eropa b. Tanah yang dipakai untuk tanaman yang diwajibkan dibebaskan dari pajak tanah c. Yang bukan petani harus bekerja 100 hari dalam setahun bagi pemerintah Belanda d. Kerusakan-kerusakan yang tidak dapat dicegah oleh petani menjadi tanggungan pemerintah 12. Akibat yang ditimbulkan dari pelaksanaan tanam paksa adalah ..... a. Kekerasan

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 b. Kemakmuran c. Keprihatinan d. Penderitaan, kemiskinan dan kelaparan 13. Dengan adanya tanam paksa rakyat sengat menderita karena hasil tanaman rakyat dibayar dengan harga .... a. Mahal b. Sangat murah c. Sebanding dengan dengan harga pasaran d. Sangat mahal 14. Tokoh yang menentang tanam paksa melalui buku yang berjudul “Max Havelaar” ialah .... a. Van Houvel b. Van den Bosch c. Douwes Dekker d. Van der Capellen 15. Thomas Matulessi sering dikenal dengan nama .... a. Tuanku Imam Bonjol b. Pattimura c. Pengeran Diponegoro d. Pangeran Antasari 16. Tokoh yang terkenal sebagai pemimpin kaum Paderi ialah.... a. Pattimura b. Thomas Matulessi c. Pangeran Antasari d. Tuanku Imam Bonjol 17. Perlawanan rakyat melawan Belanda pada tahun 1859 dipimpin oleh..... a. Pangeran Antasari b. Thomas Matulessi c. Pattimura d. Raden Mas Ontowiryo 18. Pada tahun 1825 – 1827 belanda terdesak dan mengalami banyak korban setelah dilakukan perlawanan oleh ..... a. Pangeran Diponegoro b. Mohammad Shahab

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 c. Tuanku Imam Bonjol d. Pattimura 19. Berikut ini adalah tokoh-tokoh yang mempelopori kebangkitan nasional.... a. Raden Ajeng Kartini, Dewi Sartika, Ki Hajar Dewantara b. Douwes Dekker, Pattimura, Tuanku Imam Bonjol c. Dewi Sartika, Ki Hajar Dewantara, Tuanku Imam Bojol d. Raden Ajeng Kartini, Haji Samanhudi, Pattimura 20. Berikut ini yang bukan merupakan tokoh tiga serangkai yaitu ..... a. Ki Hajar Dewantara b. Douwes Dekker c. Dr. Wahidin Surohusodo d. Dr. Cipto Mangunkusumo 21. Pahlawan pergerakan nasional yang berasal dari Betawi yaitu .... a. Douwes Dekker b. Dewi Sartika c. Muhammad Husni Thamrin d. Haji Samanhudi 22. Berikut ini yang bukan organisasi-organisasi yang mempelopori kebangkitan nasional yaitu ..... a. Budi Utomo dan Serikat Islam b. Muhammadiyah dan Serikat Dagang Islam c. Indische Partij dan Perguruan Taman Siswa d. Pusat Tenaga Rakyat dan Perhimpunan Indonesia 23. Organisasi pergerakan nasional didirikan oleh ..... a. Pemuda-pemuda pelajar Indonesia b. Para golongan tua c. Raden Ajeng Kartini d. Dewi Sartika 24. Perguruan Taman Siswa didirikan oleh ..... a. Ki Hajar Dewantoro b. Dr. Sutomo c. Kyai Haji Ahmad Dahlan d. Dr. Cipto Mangunkusumo

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 25. Organisasi yang berdiri pada tanggal 20 Mei dan diperingati sebagai hari kebangkitan nasional adalah ..... a. Serikat Islam b. Muhammadiyah c. Indische Partij d. Budi Utomo 26. Perhimpunan Indonesia bertujuan menuntut Indonesia merdeka dengan dilakukan propaganda melalui .... a. Surat kabar b. Media cetak berupa selebaran c. Media elektronik berupa radio d. Media gambar berupa lukisan 27. Organisasi yang didirikan oleh tokoh tiga serangkai adalah .... a. Indische Partij b. Perhimpunan Indonesia c. Budi Utomo d. Serikat Islam 28. Serikat Dagang Islam berubah nama menjadi Serikat Islam pada tahun ..... a. 1981 b. 1911 c. 1912 d. 1913 29. Serikat Dagang Islam didirikan oleh ..... a. Kyai Haji Ahmad Dahlan b. Dr. Sutomo c. Haji Samanhudi d. Dr. Cipto Mangunkusumo 30. Jong Minahasa adalah organisasi pemuda yang menghimpun pemuda dan pelajar yang berasal dari ..... a. Jawa b. Sumatera c. Minahasa d. Sulawesi

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 31. Jong Celebes adalah organisasi pemuda yang menghimpun pemuda dan pelajar yang berasal dari ..... a. Jawa b. Sumatera c. Minahasa d. Sulawesi 32. Untuk mempererat persaudaraan antara pemuda dan pelajar yang berasal dari Pulau Sumatera maka dibentuk organisasi yang bernama .... a. Jong Minahasa b. Jong Celebes c. Jong Sumateranen Bond d. Tri Koro Darmo 33. Pada tahun 1918 nama Tri Koro Dharmo diubah menjadi ..... a. Jog Minahasa b. Jong Celebes c. Jong Sumateranen Bond d. Jong Java 34. Tanggal 28 Oktober diperingati sebagai hari ..... a. Pahlawan b. Kemerdekaan c. Kebangkutan Nasional d. Sumpah Pemuda 35. Inti dari isi Sumpah Pemuda adalah .... a. satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa b. satu negara, satu bangsa, satu nusa c. satu tanah air, satu negara, dan satu bahasa d. satu nusa, satu bangsa, dan satu negara 36. Isi sumpah pemuda yang pertama adalah ..... a. Kami putera-puteri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia b. Kami, putera-puteri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia c. Kami putera-puteri Indonesia, mengaku bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 d. Kami putera-puteri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, tanah air Indonesia. 37. Kongres Pemuda I dipimpin oleh ..... a. Sugondo Joyopuspito b. Muhammad Tabrani c. Muhammad Yamin d. Amir Syarifudin 38. Tujuan Kongres Pemuda I berlangsung di ..... a. Jakarta b. Surabaya c. Pontianak d. Bali 39. Kongres Pemuda II dimulai pada tanggal ..... a. 27 Oktober 1928 b. 28 Oktober 1928 c. 27 Oktober 1829 d. 28 Oktober 1829 40. Untuk pertama kalinya lagu Indonesia Raya ditampilkan pada Kongres Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 di Jakarta oleh ..... a. Muhammad Yamin b. Tirtodiningrat c. Wongso Negoro d. Wage Rudolf Supratman 41. Wage Rudolf Supratman dilahirkan di Jatinegara, Jakarta, pada tanggal .... a. 9 Maret 1903 b. 9 April 1903 c. 9 Maret 1902 d. 9 April 1902 42. Tokoh sumpah pemuda yang banyak menyumbang buah pikirannya pada kongres pemuda tanggal 28 Oktober 1928 untuk persatuan dan kesatuan Indonesia adalah ..... a. Dugondo Joyopuspito b. Kuncoro Purbopranoto c. Muhammad Yamin d. Wongso Negoro

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 43. Kota di Indonesia yang pertama kali diduduki Jepang ialah ..... a. Jambi b. Tarakan c. Balikpapan d. Palembang 44. Pada tanggal 5 Maret 1942 terjadi peristiwa ..... a. Batavia diduduki dan dikuasai Jepang b. Pasukan Jepang mendarat di Tarakan, Kalimantan c. Palembang jatuh ke tangan Jepang d. Armada angkatan laut Jepang menyerang pangkalan angkatan laut Amerika Serikat 45. Pada perang pasifik, kota-kota yang diduduki dan dikuasai Jepang adalah kota penghasil ..... a. Tembaga b. Timah c. Minyak Bumi d. Batubara 46. Kedatangan Jepang pada awalnya disambut dengan terbuka oleh masyarakat Indonesia karena ..... a. Tentara Jepang memiliki niat yang baik untuk membantu melepaskan rakyat Indonesia dari belenggu penjajah b. Tentara Jepang berhasil mengalahkan Belanda c. Ketulusannya untuk menolong rakyat Indonesia dari jajahan Belanda d. Tentara Jepang ingin membantu Indonesia untuk mencapai kemerdekaan 47. Berikut ini yang bukan merupakan alasan mengapa Jepang ingin menguasai Indonesia adalah..... a. Indonesia kaya akan bahan mentah seperti minyak bumi dan batu bara b. Indonesia kaya akan hasil pertanian dan perkebunan c. Indonesia tidak memiliki tenaga manusia dalam jumlah yang cukup untuk mengolah hasil alam d. Indonesia memiliki tenaga manusia dalam jumlah yang banyak 48. Tentara Jepang mengijinkan rakyat Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia, menyanyikan lagu Indonesia raya, dan mengijinkan bendera merah putih berkibar di Indonesia, hal itu dilakukan oleh tentara jepang untuk .....

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 a. Menghormati rakyat Indonesia b. Memikat hati dan simpati rakyat Indonesia c. Kemerdekaan bangsa Indonesia d. Memepersatukan bangsa Indonesia 49. Berikut ini yang bukan contoh pekerjaan yang dikerjakan pada zaman Romusha ..... a. Membuat jalan raya b. Membuat jembatan c. Membuat lapangan udara d. Membuat senjata api untuk perang 50. Romusha adalah .... a. Kerja sukarela pada zaman Jepang b. Kerja paksa pada zaman Jepang c. Kerja paksa di luar negeri d. Kerja paksa dengan upah yang sedikit 51. Tujuan Jepang mengerahkan tenaga rakyat Indonesia adalah untuk ..... a. Membangun prsarana perang b. Membantu rakyat Indonesia dalam pembangunan c. Mengusir Belanda dari Indonesia d. Hanya untuk menyiksa rakyat Indonesia 52. Keberadaan Jepang di Indonesia membuat rakyat Indonesia semakin menderita dan kesulitan untuk makan karena ..... a. Semua hasil bumi Indonesia diambil dan petani tidak mempunyai beras untuk dimakan b. Jepang tidak mampu memberikan kemerdekaan untuk Indonesia c. Jepang tidak berhasil mengalahkan belanda d. Jepang tidak dapat membebaskan Indonesia dari jajahan Belanda 53. Organisasi bentukan Jepang yang yang dilahirkan untuk memikat hati dan menarik simpati bangsa Indonesia agar mau membantu Jepang adalah ..... a. Organisasi Islam b. Heiho c. PETA d. Gerakan Tiga A 54. Pusat Tenaga Rakyat (Putera) dibentuk pada tanggal ..... a. 9 Maret 1943

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 b. 8 Januari 1944 c. 13 juli 1942 d. 22 November 1943 55. Tujuan Jepang membentuk prajurit (Heiho) adalah untuk .... a. Mempersiapkan tentara Indonesia b. Membantu Jepang berperang melawan sekutu c. Membantu Indonesia mengusir penjajah Belanda d. Membantu Jepang membangun Indonesia 56. Tujuan dibentuknya Pembela Tanah Air (PETA) adalah untuk ..... a. Mengusir Jepang dari Indonesia b. Menggencarkan serangan tentara sekutu terhadap Jepang c. Mempertahankan tanah air Indonesia bila diserang sekutu d. Memberi peluang bagi pemuda Indonesia untuk berlatih militer 57. Pemberontakan PETA terjadi di .... a. Aceh b. Blitar c. Pontianak d. Jakarta 58. Kekejaman tentara Jepang membuat rakyat Indonesia sangat menderita, untuk itu rakyat Indonesia mengadakan ....... sebagai wujud pemberontakan terhadap Jepang. a. Pembelaan b. Perlawanan c. Penindasan d. Peperangan 59. Perlawanan rakyat Aceh dipimpin oleh ..... a. Sudirman b. Tengku Abdul Jalil c. Kusaeri d. Kiai Haji Zaenal Mustafa 60. Perlawanan rakyat Pontianak terjadi pada tahun ..... a. 1944 b. 1924 c. 1954 d. 1933

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 Kunci Jawaban 1 A 2 B 3 A 4 C 5 B 6 C 7 C 8 A 9 B 10 A 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 C B D C B D A A A C 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 C D A A D B A C C C 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 D C D D C B B A A D 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 A C B A C B C B D B 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 A A D A B C B B B A

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 LAMPIRAN 5 Validitas dan Reliabilitas Hasli uji validitas instrumen Nomor Soal Nilai korelasi pearson r tabel Keterangan 1 0,118 0,297 Tidak Valid 2 0,061 0,297 Tidak Valid 3 . a 0,297 Tidak Valid 4 0,289 0,297 Tidak Valid 5 0,022 0,297 Tidak Valid 6 ,458 ** 0,297 Valid 7 -0,12 0,297 Tidak Valid 8 ,436 ** 0,297 Valid 9 0,143 0,297 Tidak Valid 10 0,165 0,297 Tidak Valid 11 -0,096 0,297 Tidak Valid 12 0,246 0,297 Tidak Valid 13 ,507 ** 0,297 Valid ,481 ** 0,297 Valid ,559 ** 0,297 Valid 16 ,495 ** 0,297 Valid 17 14 15 0,142 0,297 Tidak Valid 18 0,21 0,297 Tidak Valid 19 ,301 * 0,297 Valid 20 ,305 * 0,297 Valid 21 -0,073 0,297 Tidak Valid 22 0,227 0,297 Tidak Valid 23 -0,122 0,297 Tidak Valid 24 ,494 ** 0,297 Valid ,428 ** 0,297 Valid 26 -0,024 0,297 Tidak Valid 27 ,308 * 0,297 Valid 28 0,112 0,297 Tidak Valid 29 0,246 0,297 Tidak Valid 30 ,301 * 0,297 Valid 31 ,316 * 0,297 Valid 32 0,166 0,297 Tidak Valid 33 25 ,424 ** 0,297 Valid 34 ,464 ** 0,297 Valid 35 0,142 0,297 Tidak Valid 36 0,171 0,297 Tidak Valid 37 0,019 0,297 Tidak Valid

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 38 0,103 0,297 Tidak Valid 39 -0,293 0,297 Tidak Valid 40 ,603 ** 0,297 Valid 41 0,238 0,297 Tidak Valid 42 ,327 * 0,297 Valid 43 ,302 * 0,297 Valid 44 -0,122 0,297 Tidak Valid 45 0,134 0,297 Tidak Valid 46 0,226 0,297 Tidak Valid 47 ,404 ** 0,297 Valid 48 ,411 ** 0,297 Valid 49 0,128 0,297 Tidak Valid 50 0,289 0,297 Tidak Valid 51 0,182 0,297 Tidak Valid 52 ** 0,297 Valid 53 ,329 * 0,297 Valid 54 0,045 0,297 Tidak Valid 55 * 0,297 Valid 56 0,104 0,297 Tidak Valid 57 ,318 * 0,297 Valid 58 ,493 ** 0,297 Valid 59 0,066 0,297 Tidak Valid 60 0,146 0,297 Tidak Valid ,512 ,318 Hasil uji reliabilitas Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,810 25

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 LAMPIRAN 6 Instrumen setelah validasi Kisi-kisi No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Indikator Menjelaskan keberadaan VOC di Indonesia. Menjelaskan penindasan kerja rodi, pajak, tanam paksa yang dilakukan Belanda. Menjelaskan perjuangan para tokoh daerah melawan penjajah Belanda di Indonesia Menjelaskan tokoh-tokoh yang mempelopori kebangkitan Nasional. Menjelaskan organisasiorganisasi dalam pergerakan nasional. Menjelaskan peran tokoh dalam sumpah pemuda. Menjelaskan peristiwa Sumpah Pemuda. Menyebutkan organisasi pemuda sebelum sumpah pemuda Menjelaskan kedatangan Jepang di Indonesia. Menjelaskan kegiatan Romusha di Indonesia. Menjelaskan perlawanan rakyat terhadap Jepang. Mengidentifikasi organisasi-organisasi bentukan Jepang Nomor soal 6, 8 Penomoran baru 1, 2 13, 14 3, 4 15, 16 5, 6 19, 20 7, 8 24, 25, 27 9, 10, 11 40, 42 16, 17 34 15, 30, 31, 33 12, 13, 14 43, 47, 48 18, 20, 21 52 22 57, 58 25, 26 53, 55 23, 24

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 LAMPIRAN 7 Instrumen siap diujicobakan Nama siswa No. Urut Kelas : : : Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Materi : Perjuangan Melawan Penjajah Kelas/Semester : V/2 ______________________________________________________________________ 1. Berikut ini yang bukan merupakan sebab-sebab VOC dibubarkan yaitu .... a. Pejabat VOC melakukan korupsi b. VOC menanggung biaya perang yang sangat besar c. Menang bersaing dengan pedagang Inggris dan Perancis d. Para pegawai VOC melakukan perdagangan gelap 2. VOC sempat mendapat perlawanan dari rakyat Indonesia, namun tetap dapat menguasai kerajaan-kerajaan di Indonesia dengan.... a. Menjalankan politik adu domba b. Merebut secara paksa c. Membuat perjanjian d. Melengserkan kedudukan rajanya 3. Dengan adanya tanam paksa rakyat sengat menderita karena hasil tanaman rakyat dibayar dengan harga .... a. Mahal b. Sangat murah c. Sebanding dengan dengan harga pasaran d. Sangat mahal 4. Tokoh yang menentang tanam paksa melalui buku yang berjudul “Max Havelaar” ialah .... a. Van Houvel b. Van den Bosch c. Douwes Dekker d. Van der Capellen 5. Thomas Matulessi sering dikenal dengan nama .... a. Tuanku Imam Bonjol b. Pattimura c. Pengeran Diponegoro d. Pangeran Antasari

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 6. Tokoh yang terkenal sebagai pemimpin kaum Paderi ialah.... a. Pattimura b. Thomas Matulessi c. Pangeran Antasari d. Tuanku Imam Bonjol 7. Berikut ini adalah tokoh-tokoh yang mempelopori kebangkitan nasional.... a. Raden Ajeng Kartini, Dewi Sartika, Ki Hajar Dewantara b. Douwes Dekker, Pattimura, Tuanku Imam Bonjol c. Dewi Sartika, Ki Hajar Dewantara, Tuanku Imam Bojol d. Raden Ajeng Kartini, Haji Samanhudi, Pattimura 8. Berikut ini yang bukan merupakan tokoh tiga serangkai yaitu ..... a. Ki Hajar Dewantara b. Douwes Dekker c. Dr. Wahidin Surohusodo d. Dr. Cipto Mangunkusumo 9. Perguruan Taman Siswa didirikan oleh ..... a. Ki Hajar Dewantoro b. Dr. Sutomo c. Kyai Haji Ahmad Dahlan d. Dr. Cipto Mangunkusumo 10. Organisasi yang berdiri pada tanggal 20 Mei dan diperingati sebagai hari kebangkitan nasional adalah ..... a. Serikat Islam b. Muhammadiyah c. Indische Partij d. Budi Utomo 11. Organisasi yang didirikan oleh tokoh tiga serangkai adalah .... a. Indische Partij b. Perhimpunan Indonesia c. Budi Utomo d. Serikat Islam 12. Jong Minahasa adalah organisasi pemuda yang menghimpun pemuda dan pelajar yang berasal dari ..... a. Jawa b. Sumatera c. Minahasa d. Sulawesi 13. Jong Celebes adalah organisasi pemuda yang menghimpun pemuda dan pelajar yang berasal dari ..... a. Jawa b. Sumatera c. Minahasa

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 d. Sulawesi 14. Pada tahun 1918 nama Tri Koro Dharmo diubah menjadi ..... a. Jog Minahasa b. Jong Celebes c. Jong Sumateranen Bond d. Jong Java 15. Tanggal 28 Oktober diperingati sebagai hari ..... a. Pahlawan b. Kemerdekaan c. Kebangkutan Nasional d. Sumpah Pemuda 16. Untuk pertama kalinya lagu Indonesia Raya ditampilkan pada Kongres Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 di Jakarta oleh ..... a. Muhammad Yamin b. Tirtodiningrat c. Wongso Negoro d. Wage Rudolf Supratman 17. Tokoh sumpah pemuda yang banyak menyumbang buah pikirannya pada kongres pemuda tanggal 28 Oktober 1928 untuk persatuan dan kesatuan Indonesia adalah ..... a. Dugondo Joyopuspito b. Kuncoro Purbopranoto c. Muhammad Yamin d. Wongso Negoro 18. Kota di Indonesia yang pertama kali diduduki Jepang ialah ..... a. Jambi b. Tarakan c. Balikpapan d. Palembang 19. Berikut ini yang bukan merupakan alasan mengapa Jepang ingin menguasai Indonesia adalah..... a. Indonesia kaya akan bahan mentah seperti minyak bumi dan batu bara b. Indonesia kaya akan hasil pertanian dan perkebunan c. Indonesia tidak memiliki tenaga manusia dalam jumlah yang cukup untuk mengolah hasil alam d. Indonesia memiliki tenaga manusia dalam jumlah yang banyak 20. Tentara Jepang mengijinkan rakyat Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia, menyanyikan lagu Indonesia raya, dan mengijinkan bendera merah putih berkibar di Indonesia, hal itu dilakukan oleh tentara jepang untuk ..... a. Menghormati rakyat Indonesia b. Memikat hati dan simpati rakyat Indonesia c. Kemerdekaan bangsa Indonesia d. Memepersatukan bangsa Indonesia

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 21. Keberadaan Jepang di Indonesia membuat rakyat Indonesia semakin menderita dan kesulitan untuk makan karena ..... a. Semua hasil bumi Indonesia diambil dan petani tidak mempunyai beras untuk dimakan b. Jepang tidak mampu memberikan kemerdekaan untuk Indonesia c. Jepang tidak berhasil mengalahkan belanda d. Jepang tidak dapat membebaskan Indonesia dari jajahan Belanda 22. Organisasi bentukan Jepang yang yang dilahirkan untuk memikat hati dan menarik simpati bangsa Indonesia agar mau membantu Jepang adalah ..... a. Organisasi Islam b. Heiho c. PETA d. Gerakan Tiga A 23. Tujuan Jepang membentuk prajurit (Heiho) adalah untuk .... a. Mempersiapkan tentara Indonesia b. Membantu Jepang berperang melawan sekutu c. Membantu Indonesia mengusir penjajah Belanda d. Membantu Jepang membangun Indonesia 24. Pemberontakan PETA terjadi di .... a. Aceh b. Blitar c. Pontianak d. Jakarta 25. Kekejaman tentara Jepang membuat rakyat Indonesia sangat menderita, untuk itu rakyat Indonesia mengadakan ....... sebagai wujud pemberontakan terhadap Jepang. a. Pembelaan b. Perlawanan c. Penindasan d. Peperangan

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 LAMPIRAN 8

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 LAMPIRAN 9

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 LAMPIRAN 10 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Kelas Eksperimen Satuan Tingkat Pendidikan : SD Karitas Mata Pelajaran/Tema : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/Semester :V/2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit Pertemuan ke- : 1 (satu) A. Standar Kompetensi 5. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar 5.1 Mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang C. Indikator Kognitif: - Menjelaskan keberadaan VOC di Indonesia. - Menjelaskan penindasan kerja rodi, pajak, tanam paksa yang dilakukan Belanda. - Menyebutkan minimal tiga tokoh yang berperan dalam perjuangan melawan penjajah Belanda di Indonesia. Afektif: - Bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok.. - Percaya diri dalam mempresentasikan hasil karya kelompoknya Psikomotor: - Membuat peta konsep tentang penjajahan bangsa Belanda di Indonesia.

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 D. Tujuan Pembelajaran Kognitif: - Siswa dapat menjelaskan minimal tiga dampak keberadaan VOC di Indonesia tanpa melihat catatan. - Siswa dapat menjelaskan minimal tiga dampak penindasan kerja rodi, pajak, tanam paksa yang dilakukan Belanda tanpa melihat catatan. - Siswa dapat menjelaskan minimal dua contoh perjuangan para tokoh daerah melawan penjajah Belanda di Indonesia tanpa melihat catatan. Afektif: - Siswa dapat percaya diri dalam melaksanakan diskusi kelompok Psikomotor: - Siswa dapat aktif dalam melaksanakan diskusi kelompok E. Materi ajar/pokok materi Penjajahan Belanda di Indonesia (materi terlampir) F. Model dan Metode Pembelajaran 1. Model Pembelajaran : Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw 1 2. Metode Pembelajaran : Jigsaw 1 3. Teknik Pembelajaran : Penugasan, tanya jawab, diskusi, presentasi G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Waktu 1. Kegiatan Awal 5 menit - Guru dan siswa mengucapkan salam - Guru menyapa siswa dengan ramah - Siswa bersama guru berdoa sebelum memulai pelajaran - Guru melakukan presensi kehadiran siswa Apersepsi - Siswa bersama guru menyanyikan lagu “Maju Tak Gentar” dengan iringan musik pada tayangan video. - Siswa diberi penjelasan dari lagu yang baru saja dinyanyikan bersama. Orientasi

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 - Siswa diberi penjelasan tentang pentingnya belajar perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan para penjajah. Motivasi - Siswa diberi penjelasan tentang materi pelajaran yang akan dipelajari hari ini yaitu “penjajahan bangsa belanda di Indonesia”. - Siswa diberi penjelasan bahwa belajar IPS itu menyenangkan. 50 menit 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi - Siswa mendengarkan penjelasan dari guru tentang kegiatan pembelajaran yang akan berlangsung sesuai panduan dalam LKS. - Siswa dibagi kedalam kelompok asal yang masing-masing kelompoknya beranggotakan 5 orang. - Masing-masing kelompok diberi materi yang sama, kemudian setiap individu dalam kelompok mendapat tanggung jawab untuk mempelajari satu sub materi yang berbeda. - Setiap siswa pada lintas kelompok yang mendapat tanggung jawab untuk mempelajari sub materi yang sama diminta bergabung membentuk kelompok ahli. b. Elaborasi - Siswa dalam kelompok ahli berdiskusi dan saling membantu dalam memahami materi bagiannya. - Siswa diminta kembali ke kelompok asal untuk menjelaskan sub materi yang telah dipelajarinya masing-masing dan saling belajar satu sama lain. - Siswa dibagikan media untuk membuat peta konsep tentang penjajahan bangsa Belanda di Indonesia. - Siswa membuat peta konsep di dalam kelompok asal dengan bekerja sama. - Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas.

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 c. Konfirmasi - Guru mengecek pemahaman siswa secara lisan. - Siswa bertanya jawab dengan guru mengenai materi yang belum dipahami oleh siswa. 10 menit 3. Penutup - Siswa dan guru merangkum materi pelajaran yang telah dipelajari - Siswa mengumpulkan LKS untuk dikoreksi oleh guru Evaluasi - Siswa mengerjakan lembar evaluasi secara individu. Refleksi - Siswa bersama guru merefleksikan kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung, dengan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:  Bagaimana perasaanmu selama mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas hari ini?  Apakah kamu dapat memahami dengan sungguhsungguh materi pelajaran hari ini? - Siswa diminta untuk menggambarkan perasaannya menggunakan gambar emotikon yang disediakan oleh guru dengan cara melingkari salah satu dari banyaknya gambar emotikon yang ada. Doa penutup - Salam penutup dan doa H. Sumber dan Media Pembelajaran 1. Sumber     Atikah, I. 2004. Pandai belajar pengetahuan sosial untuk sekolah dasar kelas 5. Bandung: CV Regina. Rohimat, C. 2004. Belajar pengetahuan sosial dengan orientasi keterampilan sosial untuk SD kelas 5. Bandung: PT Sarana Panca Karya Nusa. Syamsiah, S. dkk. 2008. Ilmu pengetahuan sosial untuk SD/MI kelas 5. Jakarta: Kepala Pusat perbukuan. Yuliati, R. Dkk. 2004. Tangkas pengetahuan sosial. Bandung: PT remaja rosdakarya.

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136  Yuliati, R & Munajat, A. 2008. Ilmu pengetahuan sosial SD dan MI kelas V. Jakarta: Kepala pusat perbukuan. 2. Media Pembelajaran  Kertas manila putih  Pensil warna  Lembar Kerja Siswa  Rangkuman Materi  Instrumen musik I. Penilaian 1. Penilaian Kognitif Nilai dari lembar evaluasi Jenis soal : Tes Teknik : Tes Tertulis Nilai total = Perolehan skor : total skor x 100 2. Penilaian Afektif Skala Sikap Nama Siswa No Pilihan Sikap Bekerja sama Percaya diri 4 3 2 1 4 3 2 1 Total Skor Nilai 1 2 3 Dst Kriteria penilaan bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok: - Aktif menyumbangkan ide atau gagasan - Menerima pendapat teman - Menghargai pekerjaan teman Skor: 4 = Terdapat ketiga kriteria 3 = Terdapat dua dari empat kriteria 2 = Terdapat satu dari empat kriteria 1 = Tidak menunjukkan ketiga kriteria

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 a. Kriteria penilaian percaya diri ketika melakukan presentasi: - Suara lantang dan jelas - Rileks dan tidak tegang - Santai dan tidak tergesa-gesa Skor: 4 = Terdapat ketiga kriteria 3 = Terdapat dua dari tiga kriteria 2 = Terdapat satu dari tiga kriteria 1 = Tidak menunjukkan ketiga kriteria Skor Perolehan Kriteria Penilaian = ----------------------- X 100 Skor Maksimal 3. Penilaian Psikomotorik Lembar Observasi Membuat Peta Konsep No 5 1 2 3 Dst Total Skor Nama Siswa 4 3 2 1 Nilai

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 Lembar Evaluasi Satuan Tingkat Pendidikan : SD Karitas Nandan Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/Semester :V/2 Pertemuan ke- :1 Nama : Nomor urut : 1. Sebutkan tujuan utama kedatangan belanda di Indonesia! Jawab: 2. Pada tanggal berapa VOC didirikan? Jawab: 3. Siapa tokoh yang menentang adanya tanam paksa? Jawab: 4. Sebutkan dua tokoh dalam perjuangan melawan penjajah! Sebutkan!

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 Kunci Lembar Evaluasi Satuan Tingkat Pendidikan : SD Karitas Nandan Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/Semester :V/2 Pertemuan ke- :1 Nama : Nomor urut : 1. Sebutkan tujuan utama kedatangan belanda di Indonesia! Jawab: Berdagang 2. Pada tanggal berapa VOC didirikan? Jawab: 20 Maret 1602 3. Siapa tokoh yang menentang adanya tanam paksa? Jawab: Douwes Dekker 4. Sebutkan dua tokoh dalam perjuangan melawan penjajah! Sebutkan! Pattimura, Tuanku Imam Bonjol

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Kelas Eksperimen Satuan Tingkat Pendidikan : SD Karitas Nandan Mata Pelajaran/Tema : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/Semester :V/2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit Pertemuan ke- : 2 (dua) A. Standar Kompetensi 5. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar 5.1 Mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang C. Indikator Kognitif: - Menjelaskan tokoh-tokoh yang mempelopori kebangkitan Nasional. - Menjelaskan organisasi-organisasi dalam pergerakan nasional. Afektif: - Bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok. - Percaya diri dalam mempresentasikan hasil karya kelompoknya Psikomotor: - Membuat peta konsep tentang kebangkitan Nasional D. Tujuan Pembelajaran Kognitif:

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 - Siswa dapat menjelaskan minimal tiga tokoh yang mempelopori kebangkitan Nasional tanpa melihat catatan. - Siswa dapat menjelaskan minimal tiga organisasi dalam pergerakan Nasional tanpa melihat catatan. Afektif: - Siswa dapat bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok. - Siswa dapat percaya diri dalam mempresentasikan hasil karya kelompoknya. Psikomotorik: - Siswa dapat membuat peta konsep tentang kebangkitan Nasional. E. Materi ajar/pokok materi Pergerakan Nasional (materi terlampir) F. Model dan Metode Pembelajaran 1. Model Pembelajaran : Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw 1 2. Metode Pembelajaran : Jigsaw 1 3. Teknik Pembelajaran : Penugasan, tanya jawab, diskusi, presentasi G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Waktu 1. Kegiatan Awal 10 menit - Guru dan siswa mengucapkan salam - Guru menyapa siswa dengan ramah - Siswa bersama guru berdoa sebelum memulai pelajaran - Guru melakukan presensi kehadiran siswa Apersepsi - Siswa bersama guru melakukan tepuk semangat - Siswa diperlihatkan gambar-gambar pahlawan kebangkitan Nasional. Orientasi - Siswa diberi penjelasan tentang pentingnya belajar perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan para penjajah. Motivasi - Siswa diberi penjelasan tentang materi pelajaran yang akan

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 dipelajari hari ini yaitu “kebangkitan Nasional”. - Siswa diberi penjelasan bahwa belajar IPS itu menyenangkan. 50 menit 2. Kegiatan Inti d. Eksplorasi - Siswa mendengarkan penjelasan dari guru tentang kegiatan pembelajaran yang akan berlangsung sesuai panduan dalam LKS. - Siswa dibagi kedalam kelompok asal yang masingmasing kelompoknya beranggotakan 5 orang. - Masing-masing kelompok diberi materi yang sama, kemudian setiap individu dalam kelompok mendapat tanggung jawab untuk mempelajari satu sub materi yang berbeda. - Setiap siswa pada lintas kelompok yang mendapat tanggung jawab untuk mempelajari sub materi yang sama diminta bergabung membentuk kelompok ahli. e. Elaborasi - Siswa dalam kelompok ahli berdiskusi dan saling membantu dalam memahami materi bagiannya. - Siswa diminta kembali ke dalam kelompok asal untuk menjelaskan sub materi yang telah dipelajarinya masing-masing dan saling belajar satu sama lain. - Siswa dibagikan media untuk membuat peta konsep tentang “kebangkitan Nasional”. - Siswa membuat peta konsep di dalam kelompok asal dengan bekerja sama. - Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas. f. Konfirmasi - Guru mengecek pemahaman siswa secara lisan. - Siswa bertanya jawab dengan guru mengenai materi yang belum dipahami oleh siswa.

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144 10 menit 3. Penutup - Siswa dan guru merangkum materi pelajaran yang telah dipelajari - Siswa mengumpulkan LKS untuk dikoreksi oleh guru Evaluasi - Siswa mengerjakan lembar evaluasi secara individu. Refleksi - Siswa bersama pembelajaran yang guru telah merefleksikan berlangsung, kegiatan dengan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:  Bagaimana perasaanmu selama mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas hari ini?  Apakah kamu dapat memahami dengan sungguhsungguh materi pelajaran hari ini? - Siswa diminta untuk menggambarkan perasaannya menggunakan gambar emotikon yang disediakan oleh guru dengan cara melingkari salah satu dari banyaknya gambar emotikon yang ada. Doa penutup - Salam penutup dan doa H. Sumber dan Media Pembelajaran 1. Sumber  Atikah, I. 2004. Pandai belajar pengetahuan sosial untuk sekolah dasar kelas 5. Bandung: CV Regina.  Rohimat, C. 2004. Belajar pengetahuan sosial dengan orientasi keterampilan sosial untuk SD kelas 5. Bandung: PT Sarana Panca Karya Nusa.  Syamsiah, S. dkk. 2008. Ilmu pengetahuan sosial untuk SD/MI kelas 5. Jakarta: Kepala Pusat perbukuan.  Yuliati, R. Dkk. 2004. Tangkas pengetahuan sosial. Bandung: PT remaja rosdakarya.  Yuliati, R & Munajat, A. 2008. Ilmu pengetahuan sosial SD dan MI kelas V. Jakarta: Kepala pusat perbukuan. 2. Media Pembelajaran

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145  Kertas manila putih  Pensil warna  Lembar Kerja Siswa  Rangkuman Materi I. Penilaian 1. Penilaian Kognitif Nilai dari lembar evaluasi Jenis soal : Tes Teknik : Tes Tertulis Nilai total = Perolehan skor : total skor x 100 2. Penilaian Afektif Skala Sikap Pilihan Sikap Nama No Siswa Bekerja sama 4 3 2 Total Skor Percaya diri 1 4 3 2 1 1 2 3 Dst a. Kriteria penilaan bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok: - Aktif menyumbangkan ide atau gagasan - Menerima pendapat teman - Menghargai pekerjaan teman Skor: 4 = Terdapat ketiga kriteria 3 = Terdapat dua dari empat kriteria 2 = Terdapat satu dari empat kriteria 1 = Tidak menunjukkan ketiga kriteria b. Kriteria penilaian percaya diri ketika melakukan presentasi: - Suara lantang dan jelas Nilai

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 - Rileks dan tidak tegang - Santai dan tidak tergesa-gesa Skor: 4 = Terdapat ketiga kriteria 3 = Terdapat dua dari tiga kriteria 2 = Terdapat satu dari tiga kriteria 1 = Tidak menunjukkan ketiga kriteria Skor Perolehan Kriteria Penilaian = ----------------------- X 100 Skor Maksimal 3. Penilaian Psikomotorik Lembar Observasi Membuat Peta Konsep No Total Skor Nama Siswa 5 4 1 2 3 Dst Kriteria penilaian peta konsep: - Urut - Lengkap - Jelas - Rapi 3 2 1 Nilai

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148 Lembar Evaluasi Satuan Tingkat Pendidikan : SD Karitas Nandan Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/Semester :V/2 Pertemuan ke- :2 Nama : Nomor urut : 1. Pada tanggal berapa VOC didirikan? Jawab: 2. Politik apa yang dijalankan oleh Belanda sehingga dapat menguasai kerajaan-kerajaan di Indonesia? Jawab: 3. Siapa tokoh yang menentang adanya tanam paksa? Jawab: 4. Sebutkan dua tokoh yang berdalam perjuangan melawan penjajah! Jawab:

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149 Kunci Lembar Evaluasi Satuan Tingkat Pendidikan : SD Karitas Nandan Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/Semester :V/2 Pertemuan ke- :2 Nama : Nomor urut : 1. Pada tanggal berapa VOC didirikan? Jawab: 20 Maret 1602 2. Politik apa yang dijalankan oleh Belanda sehingga dapat menguasai kerajaan-kerajaan di Indonesia? Jawab: Politik Adu Domba 3. Siapa tokoh yang menentang adanya tanam paksa? Jawab: Douwes Dekker 4. Sebutkan dua tokoh yang berperan dalam perjuangan melawan penjajah! Jawab: Pattimura, Tuanku Imam Bonjol

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150 Lembar Evaluasi RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Kelas Eksperimen Satuan Tingkat Pendidikan : SD Karitas Nandan Mata Pelajaran/Tema : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/Semester :V/2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit Pertemuan ke- : 3 (tiga) A. Standar Kompetensi 5. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar 5.1 Mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang C. Indikator Kognitif: - Menjelaskan peran tokoh dalam sumpah pemuda. - Menjelaskan peristiwa sumpah pemuda. - Menyebutkan organisasi pemuda sebelum sumpah pemuda Afektif: - Bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok. - Percaya diri dalam mempresentasikan hasil karya kelompoknya Psikomotor: - Membuat poster tentang sumpah pemuda

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151 D. Tujuan Pembelajaran Kognitif: - Siswa dapat menjelaskan peran tokoh minimal tiga tokoh dalam sumpah pemuda tanpa melihat catatan. - Siswa dapat menjelaskan peristiwa sumpah pemuda minimal menggunakan dua kalimat dengan kata-kata sendiri. - Siswa dapat menyebutkan minimal tiga organisasi pemuda sebelum sumpah pemuda tanpa melihat catatan. Afektif: - Siswa dapat bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok. - Siswa dapat percaya diri dalam mempresentasikan hasil karya kelompoknya. Psikomotorik: - Siswa dapat membuat poster tentang Sumpah Pemuda E. Materi ajar/pokok materi Sumpah Pemuda (materi terlampir) F. Model dan Metode Pembelajaran 1. Model Pembelajaran : Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw 1 2. Metode Pembelajaran : Jigsaw 1 3. Teknik Pembelajaran : Penugasan, tanya jawab, diskusi, presentasi G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Waktu 1. Kegiatan Awal 10 menit - Guru dan siswa mengucapkan salam - Guru menyapa siswa dengan ramah - Siswa bersama guru berdoa sebelum memulai pelajaran - Guru melakukan presensi kehadiran siswa Apersepsi - Siswa bersama dengan guru melakukan “Tepuk Semangat” Orientasi - Siswa diberi penjelasan tentang pentingnya mempelajari peristiwa Sumpah Pemuda Motivasi

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152 - Siswa diberi penjelasan tentang materi pelajaran yang akan dipelajari hari ini yaitu “peristiwa Sumpah Pemuda dan peran tokoh dalam Sumpah Pemuda”. - Siswa diberi penjelasan bahwa belajar IPS itu menyenangkan. 50 menit 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi - Siswa mendengarkan penjelasan dari guru tentang kegiatan pembelajaran yang akan berlangsung sesuai panduan dalam LKS. - Siswa dibagi kedalam kelompok asal yang masingmasing kelompoknya beranggotakan 5 orang. - Masing-masing kelompok diberi materi yang sama, kemudian setiap individu dalam kelompok mendapat tanggung jawab untuk mempelajari satu sub materi yang berbeda. - Setiap siswa pada lintas kelompok yang mendapat tanggung jawab untuk mempelajari sub materi yang sama diminta bergabung membentuk kelompok ahli. b. Elaborasi - Siswa dalam kelompok ahli berdiskusi dan saling membantu dalam memahami materi bagiannya. - Siswa diminta kembali ke kelompok asal untuk menjelaskan sub materi yang telah dipelajarinya masing-masing dan saling belajar satu sama lain. - Siswa dibagikan media untuk membuat poster tentang Sumpah Pemuda. - Siswa membuat poster di dalam kelompok asal dengan bekerja sama. - Masing-masing kelompok mempresentasikan karyanya di depan kelas. c. Konfirmasi - Guru mengecek pemahaman siswa secara lisan. hasil

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153 - Siswa bertanya jawab dengan guru mengenai materi yang belum dipahami oleh siswa. 10 menit 3. Penutup - Siswa dan guru merangkum materi pelajaran yang telah dipelajari - Siswa mengumpulkan LKS untuk dikoreksi oleh guru Evaluasi - Siswa mengerjakan lembar evaluasi secara individu. Refleksi - Siswa bersama pembelajaran yang guru telah merefleksikan berlangsung, kegiatan dengan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:  Bagaimana perasaanmu selama mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas hari ini?  Apakah kamu dapat memahami dengan sungguhsungguh materi pelajaran hari ini? - Siswa diminta untuk menggambarkan perasaannya menggunakan gambar emotikon yang disediakan oleh guru dengan cara melingkari salah satu dari banyaknya gambar emotikon yang ada. Doa penutup - Salam penutup dan doa H. Sumber dan Media Pembelajaran 1. Sumber      Atikah, I. 2004. Pandai belajar pengetahuan sosial untuk sekolah dasar kelas 5. Bandung: CV Regina. Rohimat, C. 2004. Belajar pengetahuan sosial dengan orientasi keterampilan sosial untuk SD kelas 5. Bandung: PT Sarana Panca Karya Nusa. Syamsiah, S. dkk. 2008. Ilmu pengetahuan sosial untuk SD/MI kelas 5. Jakarta: Kepala Pusat perbukuan. Yuliati, R. Dkk. 2004. Tangkas pengetahuan sosial. Bandung: PT remaja rosdakarya. Yuliati, R & Munajat, A. 2008. Ilmu pengetahuan sosial SD dan MI kelas V. Jakarta: Kepala pusat perbukuan.

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154 2. Media Pembelajaran  Kertas manila putih  Pensil warna  Lembar Kerja Siswa  Rangkuman Materi I. Penilaian 1. Penilaian Kognitif Nilai dari lembar evaluasi Jenis soal : Tes Teknik : Tes Tertulis Nilai total = Perolehan skor : total skor x 100 2. Penilaian Afektif Skala Sikap Pilihan Sikap Nama No Siswa Bekerja sama 4 3 2 Total Skor Percaya diri 1 4 3 2 1 1 2 3 Dst a. Kriteria penilaan bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok: - Aktif menyumbangkan ide atau gagasan - Menerima pendapat teman - Menghargai pekerjaan teman Skor: 4 = Terdapat ketiga kriteria 3 = Terdapat dua dari empat kriteria 2 = Terdapat satu dari empat kriteria 1 = Tidak menunjukkan ketiga kriteria Nilai

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155 b. Kriteria penilaian percaya diri ketika melakukan presentasi: - Suara lantang dan jelas - Rileks dan tidak tegang - Santai dan tidak tergesa-gesa Skor: 4 = Terdapat ketiga kriteria 3 = Terdapat dua dari tiga kriteria 2 = Terdapat satu dari tiga kriteria 1 = Tidak menunjukkan ketiga kriteria Skor Perolehan Kriteria Penilaian = ----------------------- X 100 Skor Maksimal 3. Penilaian Psikomotorik Lembar Observasi Membuat Poster No Total Skor Nama Siswa 5 4 3 2 Nilai 1 1 2 3 Dst a. Kriteria penilaian memberikan apresiasi terhadap pekerjaan teman : - Gambar sesuai dengan topik - Tulisan jelas - Rapi - Warna sesuai

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157 Lembar Evaluasi Satuan Tingkat Pendidikan : SD Karitas Nandan Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/Semester :V/2 Pertemuan ke :3 Nama : Nomor urut : 1. Sebutkan dua organisisi pemuda sebelum Sumpah Pemuda yang kamu ketahui! Jawab: 2. Keputusan apa yang dihasilkan dari Kongres Pemuda II! Jawab: 3. Siapa yang menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya untuk yang pettama kalinya? Jawab: 4. Apa peran dari Sumpah Pemuda untuk mempersatukan bangsa?

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158 Kunci Lembar Evaluasi Satuan Tingkat Pendidikan : SD Karitas Nandan Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/Semester :V/2 Pertemuan ke – 3 :3 Nama : Nomor urut : 1. Sebutkan dua organisisi pemuda sebelum Sumpah Pemuda yang kamu ketahui! Jawab: Trik Koro Darmo, Jong Celebes 2. Keputusan apa yang dihasilkan dari Kongres Pemuda II! Jawab: Ikrar Simpah Pemuda 3. Siapa yang menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya untuk yang pettama kalinya? Jawab: Wage Rudolf Supratman 4. Apa peran dari Sumpah Pemuda untuk mempersatukan bangsa? Menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Kelas Eksperimen Satuan Tingkat Pendidikan : SD Karitas Nandan Mata Pelajaran/Tema : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/Semester :V/2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit Pertemuan ke- : 4 (empat) A. Standar Kompetensi 5. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar 5.1 Mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang C. Indikator Kognitif: - Menjelaskan kedatangan Jepang di Indonesia. - Menjelaskan kegiatan Romusha di Indonesia. - Menjelaskan perlawanan rakyat terhadap Jepang. - Mengidentifikasi organisasi-organisasi bentukan Jepang. Afektif: - Bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok. - Percaya diri dalam mempresentasikan hasil karya kelompoknya. Psikomotor:

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160 - Membuat peta konsep tentang pendudukan Jepang di Indonesia D. Tujuan Pembelajaran Kognitif: - Siswa dapat menjelaskan kedatangan Jepang di Indonesia menggunakan minimal dua kalimat dengan kata-kata sendiri. - Siswa dapat menjelaskan kegiatan Romusha di Indonesia minimal menggunakan dua kalimat dengan kata-kata sendiri. - Siswa dapat menjelaskan perlawanan rakyat terhadap Jepang minimal menggunakan dua kalimat dengan kata-kata sendiri. - Siswa dapat mengidentifikasi minimal dua organisasi bentukan Jepang tanpa melihat catatan. Afektif: - Siswa dapat bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok. - Siswa dapat percaya diri dalam mempresentasikan hasil karya kelompoknya. Psikomotorik: - Siswa dapat membuat peta konsep tentang pendudukan Jepang di Indonesia. E. Materi ajar/pokok materi Pendudukan Jepang di Indonesia (materi terlampir) F. Model dan Metode Pembelajaran 1. Model Pembelajaran : Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw 1 2. Metode Pembelajaran : jigsaw 1 3. Teknik Pembelajaran : Penugasan, diskusi, tanya jawab, presentasi G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Waktu 1. Kegiatan Awal 50 menit - Guru dan siswa mengucapkan salam - Guru menyapa siswa dengan ramah - Siswa bersama guru berdoa sebelum memulai pelajaran - Guru melakukan presensi kehadiran siswa Apersepsi - Siswa bersama dengan guru melakukan “Tepuk Semangat”

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161 Orientasi - Siswa diberi penjelasan tentang pentingnya mempelajari peristiwa Sumpah Pemuda Motivasi - Siswa diberi penjelasan tentang materi pelajaran yang akan dipelajari hari ini yaitu “peristiwa Sumpah Pemuda dan peran tokoh dalam Sumpah Pemuda”. - Siswa diberi penjelasan bahwa belajar IPS itu menyenangkan. 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi - Siswa mendengarkan penjelasan dari guru tentang kegiatan pembelajaran yang akan berlangsung sesuai panduan dalam LKS. - Siswa dibagi kedalam kelompok asal yang masingmasing kelompoknya beranggotakan 5 orang. - Masing-masing kelompok diberi materi yang sama, kemudian setiap individu dalam kelompok mendapat tanggung jawab untuk mempelajari satu sub materi yang berbeda. - Setiap siswa pada lintas kelompok yang mendapat tanggung jawab untuk mempelajari sub materi yang sama diminta bergabung membentuk kelompok ahli. b. Elaborasi - Siswa dalam kelompok ahli berdiskusi dan saling membantu dalam memahami materi bagiannya. - Siswa diminta kembali ke dalam kelompok asal untuk menjelaskan sub materi yang telah dipelajarinya masing-masing dan saling belajar satu sama lain. - Siswa dibagikan media untuk membuat peta konsep tentang pendudukan Jepang di Indonesia. - Siswa membuat peta konsep di dalam kelompok asal dengan bekerja sama. 50 menit

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162 - Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas. c. Konfirmasi - Guru mengecek pemahaman siswa secara lisan. - Siswa bertanya jawab dengan guru mengenai materi yang belum dipahami oleh siswa. 50 menit 3. Penutup - Siswa dan guru merangkum materi pelajaran yang telah dipelajari - Siswa mengumpulkan LKS untuk dikoreksi oleh guru Evaluasi - Siswa mengerjakan lembar evaluasi secara individu. Refleksi - Siswa bersama pembelajaran yang guru telah merefleksikan berlangsung, kegiatan dengan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:  Bagaimana perasaanmu selama mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas hari ini?  Apakah kamu dapat memahami dengan sungguhsungguh materi pelajaran hari ini? - Siswa diminta untuk menggambarkan perasaannya menggunakan gambar emotikon yang disediakan oleh guru dengan cara melingkari salah satu dari banyaknya gambar emotikon yang ada. Doa penutup - Salam penutup dan doa H. Sumber dan Media Pembelajaran 1. Sumber   Atikah, I. 2004. Pandai belajar pengetahuan sosial untuk sekolah dasar kelas 5. Bandung: CV Regina. Rohimat, C. 2004. Belajar pengetahuan sosial dengan orientasi keterampilan sosial untuk SD kelas 5. Bandung: PT Sarana Panca Karya Nusa.

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163  Syamsiah, S. dkk. 2008. Ilmu pengetahuan sosial untuk SD/MI kelas 5. Jakarta: Kepala Pusat perbukuan.  Yuliati, R. Dkk. 2004. Tangkas pengetahuan sosial. Bandung: PT remaja rosdakarya.  Yuliati, R & Munajat, A. 2008. Ilmu pengetahuan sosial SD dan MI kelas V. Jakarta: Kepala pusat perbukuan. 2. Media Pembelajaran  Kertas manila putih  Pensil warna  Lembar Kerja Siswa  Rangkuman Materi I. Penilaian 1. Penilaian Kognitif Nilai dari lembar evaluasi Jenis soal : Tes Teknik : Tes Tertulis Nilai total = Perolehan skor : total skor x 100 2. Penilaian Afektif Skala Sikap Pilihan Sikap Nama No Bekerja sama Siswa 4 3 2 Total Skor Percaya diri 1 4 3 2 1 1 2 Dst Kriteria penilaan bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok: - Aktif menyumbangkan ide atau gagasan - Menerima pendapat teman - Menghargai pekerjaan teman Skor: 4 = Terdapat ketiga kriteria 3 = Terdapat dua dari empat kriteria 2 = Terdapat satu dari empat kriteria Nilai

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164 1 = Tidak menunjukkan ketiga kriteria Kriteria penilaian percaya diri ketika melakukan presentasi: - Suara lantang dan jelas - Rileks dan tidak tegang - Santai dan tidak tergesa-gesa Skor: 4 = Terdapat ketiga kriteria 3 = Terdapat dua dari tiga kriteria 2 = Terdapat satu dari tiga kriteria 1 = Tidak menunjukkan ketiga kriteria Skor Perolehan Kriteria Penilaian = ----------------------- X 100 Skor Maksimal 3. Penilaian Psikomotorik Lembar Observasi Membuat Peta Konsep No Nama Siswa 5 4 1 2 3 Dst Kriteria penilaian peta konsep: - Urut - Lengkap - Jelas - Rapi 3 2 1 Total Skor Nilai

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166 Lembar Evaluasi Satuan Tingkat Pendidikan : SD Karitas Nandan Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/Semester :V/2 Pertemuan ke :4 Nama : Nomor urut : 1. Apa kepanjangan dari PUTERA? Jawab: 2. Sebutkan keputusan yang dihasilkan pada Kongres Pemuda II! Jawab: 3. Perlawanan Rakyat Aceh dipimpin oleh? 4. Apa yang dimaksud dengan Heiho?

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167 Kunci Lembar Evaluasi Satuan Tingkat Pendidikan : SD Karitas Nandan Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/Semester :V/2 Pertemuan ke – :4 Nama : Nomor urut : 1. Apa kepanjangan dari PUTERA? Jawab: Pusat Tenaga Rakyat 2. Sebutkan keputusan yang dihasilkan pada Kongres Pemuda II! Jawab: Pusat Tenaga Rakyat 3. Perlawanan Rakyat Aceh dipimpin oleh? Teuku Abdul Jalil 4. Apa yang dimaksud dengan Heiho? Heiho adalah pembantu prajurit, yang dibagi menjadi angkatan darat(rikugun Heiho) dan angkatan laut (kaigun Heiho).

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168 LAMPIRAN 11

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174 LAMPIRAN 12 (RPP) Kelas Kontrol Satuan Tingkat Pendidikan : SD Karitas Nandan Mata Pelajaran/Tema : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/Semester :V/2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit Pertemuan ke- : 1 (satu) A. Standar Kompetensi 5. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar 5.1 Mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang C. Indikator Kognitif: - Menjelaskan keberadaan VOC di Indonesia. - Menjelaskan penindasan kerja rodi, pajak, tanam paksa yang dilakukan Belanda. - Menjelaskan perjuangan para tokoh daerah melawan penjajah Belanda di Indonesia Afektif: - Percaya diri dalam melaksanakan diskusi kelompok Psikomotor: - Aktif dalam melaksanakan diskusi kelompok D. Tujuan Pembelajaran Kognitif: - Siswa dapat menjelaskan minimal tiga dampak keberadaan VOC di Indonesia tanpa melihat catatan.

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 175 - Siswa dapat menjelaskan minimal tiga dampak penindasan kerja rodi, pajak, tanam paksa yang dilakukan Belanda tanpa melihat catatan. - Siswa dapat menjelaskan minimal dua contoh perjuangan para tokoh daerah melawan penjajah Belanda di Indonesia tanpa melihat catatan. Afektif: - Siswa dapat percaya diri dalam melaksanakan diskusi kelompok Psikomotor: - Siswa dapat aktif dalam melaksanakan diskusi kelompok E. Materi ajar/pokok materi Penjajahan Belanda di Indonesia (materi terlampir) F. Model dan Metode Pembelajaran 1. Model Pembelajaran : Model pembelajaran kooperatif 2. Metode Pembelajaran : Diskusi terbimbing 3. Teknik Pembelajaran : Penugasan, tanya jawab, diskusi, presentasi G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Waktu 1. Kegiatan Awal 5 menit - Guru dan siswa mengucapkan salam - Guru menyapa siswa dengan ramah - Siswa bersama guru berdoa sebelum memulai pelajaran - Guru melakukan presensi kehadiran siswa Apersepsi - Siswa bersama guru menyanyikan lagu “Maju Tak Gentar” dengan iringan musik pada tayangan video. - Siswa diberi penjelasan dari lagu yang baru saja dinyanyikan bersama. Orientasi - Siswa diberi penjelasan tentang pentingnya belajar perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan para penjajah. Motivasi - Siswa diberi penjelasan tentang materi pelajaran yang akan dipelajari hari ini yaitu “penjajahan bangsa belanda di

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176 Indonesia”. - Siswa diberi penjelasan bahwa belajar IPS itu menyenangkan. 50 menit 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi - Siswa dijelaskan garis besar materi yang akan dipelajari hari ini yaitu tentang penjajahan bangsa Belanda di Indonesia. - Siswa mendengarkan penjelasan dari guru tentang kegiatan pembelajaran yang akan berlangsung sesuai panduan dalam LKS. - Siswa dibagi kedalam kelompok yang masing-masing kelompoknya beranggotakan 5 orang. b. Elaborasi - Masing-masing kelompok diberi ringkasan materi dari guru untuk dipelajari bersama dengan kelompok. - Guru membagikan LKS ke dalam setiap kelompok. - Siswa mengerjakan LKS sesuai dengan petunjuk. - Siswa di dalam kelompok melakukan diskusi dengan pendampingan guru. - Siswa dibagikan media untuk membuat peta konsep tentang penjajahan bangsa Belanda di Indonesia. - Siswa membuat peta konsep di dalam kelompok asal dengan bekerja sama. - Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas. c. Konfirmasi - Guru mengecek pemahaman siswa secara lisan. - Siswa bertanya jawab dengan guru mengenai materi yang belum dipahami oleh siswa. 3. Penutup - Siswa dan guru merangkum materi pelajaran hari ini. - Siswa mengumpulkan LKS untuk dikoreksi oleh guru 10 menit

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 177 Evaluasi - Siswa mengerjakan lembar evaluasi secara individu. Refleksi - Siswa bersama pembelajaran guru yang telah merefleksikan berlangsung, kegiatan dengan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:  Bagaimana perasaanmu selama mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas hari ini?  Apakah kamu dapat memahami dengan sungguhsungguh materi pelajaran hari ini? - Siswa diminta untuk menggambarkan perasaannya menggunakan gambar emotikon yang disediakan oleh guru dengan cara melingkari salah satu dari banyaknya gambar emotikon yang ada. Doa penutup - Salam penutup dan doa H. Sumber dan Media Pembelajaran 1. Sumber Belajar  Atikah, I. 2004. Pandai belajar pengetahuan sosial untuk sekolah dasar kelas 5. Bandung: CV Regina.  Rohimat, C. 2004. Belajar pengetahuan sosial dengan orientasi keterampilan sosial untuk SD kelas 5. Bandung: PT Sarana Panca Karya Nusa.  Syamsiah, S. dkk. 2008. Ilmu pengetahuan sosial untuk SD/MI kelas 5. Jakarta: Kepala Pusat perbukuan.  Yuliati, R. Dkk. 2004. Tangkas pengetahuan sosial. Bandung: PT remaja rosdakarya.  Yuliati, R & Munajat, A. 2008. Ilmu pengetahuan sosial SD dan MI kelas V. Jakarta: Kepala pusat perbukuan. 2. Media Pembelajaran  Kertas manila putih  Pensil warna  Lembar Kerja Siswa  Rangkuman Materi

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 178  Instrumen musik I. Penilaian 1. Penilaian Kognitif Nilai dari lembar evaluasi Jenis soal : Tes Teknik : Tes Tertulis Nilai total = Perolehan skor : total skor x 100 2. Penilaian Afektif Skala Sikap Pilihan Sikap Nama No Siswa Bekerja sama 4 3 2 Total Skor Percaya diri 1 4 3 2 Nilai 1 1 2 3 Dst a. Kriteria penilaan bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok: - Aktif menyumbangkan ide atau gagasan - Menerima pendapat teman - Menghargai pekerjaan teman Skor: 4 = Terdapat ketiga kriteria 3 = Terdapat dua dari empat kriteria 2 = Terdapat satu dari empat kriteria 1 = Tidak menunjukkan ketiga kriteria b. Kriteria penilaian percaya diri ketika melakukan presentasi: - Suara lantang dan jelas - Rileks dan tidak tegang - Santai dan tidak tergesa-gesa Skor: 4 = Terdapat ketiga kriteria 3 = Terdapat dua dari tiga kriteria

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179 2 = Terdapat satu dari tiga kriteria 1 = Tidak menunjukkan ketiga kriteria 3. Penilaian Psikomotorik Lembar Observasi Membuat Peta Konsep No Total Skor Nama Siswa 5 4 3 2 1 2 3 Dst Kriteria penilaian peta konsep: - Urut - Lengkap - Jelas - Rapi Skor: 5 = Terdapat keempat kriteria 4 = Terdapat empat dari lima kriteria 3 = Terdapat dua dari tiga kriteria 2 = Terdapat satu dari tiga kriteria 1 = Tidak menunjukkan ketiga kriteria 1 Nilai

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181 Lembar Evaluasi Satuan Tingkat Pendidikan : SD Karitas Nandan Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/Semester :V/2 Pertemuan ke- :1 Nama : Nomor urut : 1. Sebutkan tujuan utama kedatangan belanda di Indonesia! Jawab: 2. Pada tanggal berapa VOC didirikan? Jawab: 3. Siapa tokoh yang menentang adanya tanam paksa? Jawab: 4. Sebutkan dua tokoh dalam perjuangan melawan penjajah! Sebutkan!

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 182 Kunci Lembar Evaluasi Satuan Tingkat Pendidikan : SD Karitas Nandan Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/Semester :V/2 Pertemuan ke- :1 Nama : Nomor urut : 1. Sebutkan tujuan utama kedatangan belanda di Indonesia! Jawab: Berdagang 2. Pada tanggal berapa VOC didirikan? Jawab: 20 Maret 1602 3. Siapa tokoh yang menentang adanya tanam paksa? Jawab: Douwes Dekker 4. Sebutkan dua tokoh dalam perjuangan melawan penjajah! Sebutkan! Pattimura, Tuanku Imam Bonjol

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 183 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Kelas Kontrol Satuan Tingkat Pendidikan : SD Karitas Nandan Mata Pelajaran/Tema : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/Semester :V/2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit Pertemuan ke- : 2 (dua) A. Standar Kompetensi 5. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar 5.1 Mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang C. Indikator Kognitif: - Menjelaskan tokoh-tokoh yang mempelopori kebangkitan Nasional. - Menjelaskan organisasi-organisasi dalam pergerakan nasional. Afektif: - Bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok. - Percaya diri dalam mempresentasikan hasil karya kelompoknya Psikomotor: - Membuat peta konsep tentang kebangkitan Nasional D. Tujuan Pembelajaran

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184 Kognitif: - Siswa dapat menjelaskan minimal tiga tokoh yang mempelopori kebangkitan Nasional tanpa melihat catatan. - Siswa dapat menjelaskan minimal tiga organisasi dalam pergerakan Nasional tanpa melihat catatan. Afektif: - Siswa dapat bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok. - Siswa dapat percaya diri dalam mempresentasikan hasil karya kelompoknya. Psikomotorik: - Siswa dapat membuat peta konsep tentang kebangkitan Nasional. E. Materi ajar/pokok materi Pergerakan Nasional (materi terlampir) F. Model dan Metode Pembelajaran 5. Model Pembelajaran 6. Metode Pembelajaran 7. Teknik Pembelajaran G. Kegiatan Pembelajaran : Model pembelajaran kooperatif : Diskusi terbimbing : Penugasan, tanya jawab, diskusi, presentasi Kegiatan Waktu 1. Kegiatan Awal 10 menit - Guru dan siswa mengucapkan salam - Guru menyapa siswa dengan ramah - Siswa bersama guru berdoa sebelum memulai pelajaran - Guru melakukan presensi kehadiran siswa Apersepsi - Siswa bersama guru melakukan tepuk semangat - Siswa dan guru menampilkan gambar-gambar pahlawan kebangkitan Nasional melalui slide Orientasi - Siswa diberi penjelasan tentang pentingnya belajar pergerakan Nasional. Motivasi - Siswa diberi penjelasan tentang materi pelajaran yang akan

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185 dipelajari hari ini yaitu “pergerakan nasional”. - Siswa diberi penjelasan bahwa belajar IPS itu menyenangkan. 50 menit 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi - Siswa dijelaskan garis besar materi yang akan dipelajari hari ini yaitu tentang pergerakan Nasional - Siswa mendengarkan penjelasan dari guru tentang kegiatan pembelajaran yang akan berlangsung sesuai panduan dalam LKS. - Siswa dibagi kedalam kelompok yang masing-masing kelompoknya beranggotakan 5 orang. b. Elaborasi - Masing-masing kelompok diberi ringkasan materi dari guru untuk dipelajari bersama dengan kelompok. - Guru membagikan LKS ke dalam setiap kelompok. - Siswa mengerjakan LKS sesuai dengan petunjuk. - Siswa di dalam kelompok melakukan diskusi dengan pendampingan guru. - Siswa dibagikan media untuk membuat peta konsep tentang pergerakan Nasional. - Siswa membuat peta konsep di dalam kelompok asal dengan bekerja sama. - Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas. c. Konfirmasi - Guru mengecek pemahaman siswa secara lisan. - Siswa bertanya jawab dengan guru mengenai materi yang belum dipahami oleh siswa. 3. Penutup - Siswa dan guru merangkum materi pelajaran yang telah dipelajari - Siswa mengumpulkan LKS untuk dikoreksi oleh guru 10 menit

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 186 Evaluasi - Siswa mengerjakan lembar evaluasi secara individu. Refleksi - Siswa bersama pembelajaran yang guru telah merefleksikan berlangsung, kegiatan dengan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:  Bagaimana perasaanmu selama mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas hari ini?  Apakah kamu dapat memahami dengan sungguhsungguh materi pelajaran hari ini? - Siswa diminta untuk menggambarkan perasaannya menggunakan gambar emotikon yang disediakan oleh guru dengan cara melingkari salah satu dari banyaknya gambar emotikon yang ada. Doa penutup - Salam penutup dan doa H. Sumber dan Media Pembelajaran 1. Sumber Belajar  Atikah, I. 2004. Pandai belajar pengetahuan sosial untuk sekolah dasar kelas 5. Bandung: CV Regina.  Rohimat, C. 2004. Belajar pengetahuan sosial dengan orientasi keterampilan sosial untuk SD kelas 5. Bandung: PT Sarana Panca Karya Nusa.  Syamsiah, S. dkk. 2008. Ilmu pengetahuan sosial untuk SD/MI kelas 5. Jakarta: Kepala Pusat perbukuan.  Yuliati, R. Dkk. 2004. Tangkas pengetahuan sosial. Bandung: PT remaja rosdakarya.  Yuliati, R & Munajat, A. 2008. Ilmu pengetahuan sosial SD dan MI kelas V. Jakarta: Kepala pusat perbukuan. 2. Media Pembelajaran  Kertas manila putih  Pensil warna  Lembar Kerja Siswa

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 187  Rangkuman Materi I. Penilaian 1. Penilaian Kognitif Nilai dari lembar evaluasi Jenis soal : Tes Teknik : Tes Tertulis Skor Perolehan Kriteria Penilaian----------------------- X 100 Skor Maksimal 2. P enilaian Afektif Skala Sikap Pilihan Sikap Nama No Bekerja sama Siswa 4 3 2 Total Skor Percaya diri 1 4 3 2 Nilai 1 1 2 3 Dst Kriteria penilaan bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok: - Aktif menyumbangkan ide atau gagasan - Menerima pendapat teman - Menghargai pekerjaan teman Skor: 4 = Terdapat ketiga kriteria 3 = Terdapat dua dari empat kriteria 2 = Terdapat satu dari empat kriteria 1 = Tidak menunjukkan ketiga kriteria

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 188 Kriteria penilaian percaya diri ketika melakukan presentasi: - Suara lantang dan jelas - Rileks dan tidak tegang - Santai dan tidak tergesa-gesa Skor: 4 = Terdapat ketiga kriteria 3 = Terdapat dua dari tiga kriteria 2 = Terdapat satu dari tiga kriteria 1 = Tidak menunjukkan ketiga kriteria Skor Perolehan Kriteria Penilaian = ----------------------- X 100 Skor Maksimal 3. Penilaian Psikomotorik Lembar Observasi Membuat Peta Konsep No Total Skor Nama Siswa 5 4 1 2 3 Dst Kriteria penilaian peta konsep: - Urut - Lengkap - Jelas - Rapi 3 2 1 Nilai

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 189

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 190 Lembar Evaluasi Satuan Tingkat Pendidikan : SD Karitas Nandan Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/Semester :V/2 Pertemuan ke- :2 Nama : Nomor urut : 1. Pada tanggal berapa VOC didirikan? Jawab: 2. Politik apa yang dijalankan oleh Belanda sehingga dapat menguasai kerajaan-kerajaan di Indonesia? Jawab: 3. Siapa tokoh yang menentang adanya tanam paksa? Jawab: 4. Sebutkan dua tokoh yang berdalam perjuangan melawan penjajah! Jawab:

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 191 Kunci Lembar Evaluasi Satuan Tingkat Pendidikan : SD Karitas Nandan Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/Semester :V/2 Pertemuan ke- :2 Nama : Nomor urut : 1. Pada tanggal berapa VOC didirikan? Jawab: 20 Maret 1602 2. Politik apa yang dijalankan oleh Belanda sehingga dapat menguasai kerajaan-kerajaan di Indonesia? Jawab: Politik Adu Domba 3. Siapa tokoh yang menentang adanya tanam paksa? Jawab: Douwes Dekker 4. Sebutkan dua tokoh yang berperan dalam perjuangan melawan penjajah! Jawab: Pattimura, Tuanku Imam Bonjol

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 192 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Kelas Kontrol Satuan Tingkat Pendidikan : SD Karitas Nandan Mata Pelajaran/Tema : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/Semester :V/2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit Pertemuan ke- : 3 (tiga) A. Standar Kompetensi 5. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar 5.1 Mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang C. Indikator Kognitif: - Menjelaskan peran tokoh dalam sumpah pemuda. - Menjelaskan peristiwa Sumpah Pemuda. - Menyebutkan organisasi pemuda sebelum sumpah pemuda Afektif: - Bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok. - Percaya diri dalam mempresentasikan hasil karya kelompoknya Psikomotor: - Membuat poster tentang sumpah pemuda D. Tujuan Pembelajaran

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 193 Kognitif - Siswa dapat menjelaskan peran tokoh minimal tiga tokoh dalam sumpah pemuda tanpa melihat catatan. - Siswa dapat menjelaskan peristiwa Sumpah Pemuda minimal menggunakan dua kalimat dengan kata-kata sendiri. - Siswa dapat menyebutkan minimal tiga organisasi pemuda sebelum sumpah pemuda tanpa melihat catatan. Afektif: - Siswa dapat bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok. - Siswa dapat percaya diri dalam mempresentasikan hasil karya kelompoknya. Psikomotorik: - Siswa dapat membuat poster tentang Sumpah Pemuda E. Materi ajar/pokok materi Sumpah Pemuda (materi terlampir) F. Model dan Metode Pembelajaran 1. Model Pembelajaran : Model pembelajaran kooperatif 2. Metode Pembelajaran : Diskusi terbimbing 3. Teknik Pembelajaran : Penugasan, tanya jawab, diskusi, presentasi G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Waktu 1. Kegiatan Awal 10 menit - Guru dan siswa mengucapkan salam - Guru menyapa siswa dengan ramah - Siswa bersama guru berdoa sebelum memulai pelajaran - Guru melakukan presensi kehadiran siswa Apersepsi - Siswa bersama dengan guru melakukan “Tepuk Semangat” Orientasi - Siswa diberi penjelasan tentang pentingnya mempelajari peristiwa Sumpah Pemuda Motivasi - Siswa diberi penjelasan tentang materi pelajaran yang akan

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 194 dipelajari hari ini yaitu “peristiwa Sumpah Pemuda dan peran tokoh dalam Sumpah Pemuda”. - Siswa diberi penjelasan bahwa belajar IPS itu menyenangkan. 50 menit 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi - Siswa dijelaskan garis besar materi yang akan dipelajari hari ini yaitu tentang Sumpah Pemuda. - Siswa mendengarkan penjelasan dari guru tentang kegiatan pembelajaran yang akan berlangsung sesuai panduan dalam LKS. - Siswa dibagi kedalam kelompok yang masing-masing kelompoknya beranggotakan 5 orang. b. Elaborasi - Masing-masing kelompok diberi ringkasan materi dari guru untuk dipelajari bersama dengan kelompok. - Guru membagikan LKS ke dalam setiap kelompok. - Siswa mengerjakan LKS sesuai dengan petunjuk. - Siswa di dalam kelompok melakukan diskusi dengan pendampingan guru. - Siswa dibagikan media untuk membuat poster tentang Sumpah Pemuda. - Siswa membuat poster di dalam kelompok asal dengan bekerja sama. - Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas. c. Konfirmasi - Guru mengecek pemahaman siswa secara lisan. - Siswa bertanya jawab dengan guru mengenai materi yang belum dipahami oleh siswa. 3. Penutup - Siswa dan guru merangkum materi pelajaran yang telah dipelajari 10 menit

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 195 - Siswa mengumpulkan LKS untuk dikoreksi oleh guru Evaluasi - Siswa mengerjakan lembar evaluasi secara individu. Refleksi - Siswa bersama pembelajaran yang guru telah merefleksikan berlangsung, kegiatan dengan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:  Bagaimana perasaanmu selama mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas hari ini?  Apakah kamu dapat memahami dengan sungguhsungguh materi pelajaran hari ini? - Siswa diminta untuk menggambarkan perasaannya menggunakan gambar emotikon yang disediakan oleh guru dengan cara melingkari salah satu dari banyaknya gambar emotikon yang ada. Doa penutup - Salam penutup dan doa H. Sumber dan Media Pembelajaran 1. Sumber Belajar  Atikah, I. 2004. Pandai belajar pengetahuan sosial untuk sekolah dasar kelas 5. Bandung: CV Regina.  Rohimat, C. 2004. Belajar pengetahuan sosial dengan orientasi keterampilan sosial untuk SD kelas 5. Bandung: PT Sarana Panca Karya Nusa.  Syamsiah, S. dkk. 2008. Ilmu pengetahuan sosial untuk SD/MI kelas 5. Jakarta: Kepala Pusat perbukuan.  Yuliati, R. Dkk. 2004. Tangkas pengetahuan sosial. Bandung: PT remaja rosdakarya.  Yuliati, R & Munajat, A. 2008. Ilmu pengetahuan sosial SD dan MI kelas V. Jakarta: Kepala pusat perbukuan. 2. Media Pembelajaran  Kertas manila putih  Pensil warna  Lembar Kerja Siswa  Rangkuman Materi

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 196 I. Penilaian 1. Penilaian Kognitif Nilai dari lembar evaluasi Jenis soal : Tes Teknik : Tes Tertulis Nilai total = Perolehan skor : total skor x 100 2. Penilaian Afektif Skala Sikap Pilihan Sikap Nama No Siswa Bekerja sama 4 3 2 Total Skor Percaya diri 1 4 3 2 1 1 2 3 Dst Kriteria penilaan bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok: - Aktif menyumbangkan ide atau gagasan - Menerima pendapat teman - Menghargai pekerjaan teman Skor: 4 = Terdapat ketiga kriteria 3 = Terdapat dua dari empat kriteria 2 = Terdapat satu dari empat kriteria 1 = Tidak menunjukkan ketiga kriteria Kriteria penilaian percaya diri ketika melakukan presentasi: - Suara lantang dan jelas - Rileks dan tidak tegang - Santai dan tidak tergesa-gesa Nilai

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 197 Skor: 4 = Terdapat ketiga kriteria 3 = Terdapat dua dari tiga kriteria 2 = Terdapat satu dari tiga kriteria 1 = Tidak menunjukkan ketiga kriteria Skor Perolehan Kriteria Penilaian = ----------------------- X 100 Skor Maksimal 3. Penilaian Psikomotorik Lembar Observasi Membuat Poster No Total Skor Nama Siswa 5 4 3 2 Nilai 1 1 2 3 4 Dst a. Kriteria penilaian memberikan apresiasi terhadap pekerjaan teman : - Gambar sesuai dengan topik - Tulisan jelas - Rapi - Warna sesuai

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 198

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 199 Lembar Evaluasi Satuan Tingkat Pendidikan : SD Karitas Nandan Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/Semester :V/2 Pertemuan ke :3 Nama : Nomor urut : 1. Sebutkan dua organisisi pemuda sebelum Sumpah Pemuda yang kamu ketahui! Jawab: 2. Keputusan apa yang dihasilkan dari Kongres Pemuda II! Jawab: 3. Siapa yang menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya untuk yang pettama kalinya? Jawab: 4. Apa peran dari Sumpah Pemuda untuk mempersatukan bangsa?

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 200 Kunci Lembar Evaluasi Satuan Tingkat Pendidikan : SD Karitas Nandan Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/Semester :V/2 Pertemuan ke – 3 :3 Nama : Nomor urut 1. Sebutkan dua organisisi pemuda sebelum Sumpah Pemuda yang kamu ketahui! Jawab: Trik Koro Darmo, Jong Celebes 2. Keputusan apa yang dihasilkan dari Kongres Pemuda II! Jawab: Ikrar Simpah Pemuda 3. Siapa yang menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya untuk yang pettama kalinya? Jawab: Wage Rudolf Supratman 4. Apa peran dari Sumpah Pemuda untuk mempersatukan bangsa? Menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 201 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Kelas Kontrol Satuan Tingkat Pendidikan : SD Karitas Nandan Mata Pelajaran/Tema : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/Semester :V/2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit Pertemuan ke- :4 A. Standar Kompetensi 5. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia B. Kompetensi Dasar 5.1 Mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang C. Indikator Kognitif: - Menjelaskan kedatangan Jepang di Indonesia. - Menjelaskan kegiatan Romusha di Indonesia. - Menjelaskan perlawanan rakyat terhadap Jepang. - Mengidentifikasi organisasi-organisasi bentukan Jepang. Afektif: - Bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok. - Percaya diri dalam mempresentasikan hasil karya kelompoknya. Psikomotorik: - Membuat peta konsep tentang pendudukan Jepang di Indonesia

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 202 D. Tujuan Pembelajaran - Siswa dapat menjelaskan kedatangan Jepang di Indonesia menggunakan minimal dua kalimat dengan kata-kata sendiri. - Siswa dapat menjelaskan kegiatan Romusha di Indonesia minimal menggunakan dua kalimat dengan kata-kata sendiri. - Siswa dapat menjelaskan perlawanan rakyat terhadap Jepang minimal menggunakan dua kalimat dengan kata-kata sendiri. - Siswa dapat mengidentifikasi minimal dua organisasi bentukan Jepang tanpa melihat catatan. Afektif: - Siswa dapat bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok. - Siswa dapat percaya diri dalam mempresentasikan hasil karya kelompoknya. Psikomotorik: - Siswa dapat membuat peta konsep tentang kebangkitan Nasional. E. Materi ajar/pokok materi Pendudukan Jepang di Indonesia (materi terlampir) F. Model dan Metode Pembelajaran 1. Model Pembelajaran : Model pembelajaran kooperatif 2. Metode Pembelajaran : Diskusi terbimbing 3. Teknik Pembelajaran : Penugasan, diskusi, tanya jawab, presentasi G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Waktu 1. Kegiatan Awal 50 menit - Guru dan siswa mengucapkan salam - Guru menyapa siswa dengan ramah - Siswa bersama guru berdoa sebelum memulai pelajaran - Guru melakukan presensi kehadiran siswa Apersepsi - Siswa bersama dengan guru melakukan “Tepuk Semangat” Orientasi - Siswa diberi penjelasan tentang pentingnya mempelajari

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 203 peristiwa Sumpah Pemuda Motivasi - Siswa diberi penjelasan tentang materi pelajaran yang akan dipelajari hari ini yaitu “peristiwa Sumpah Pemuda dan peran tokoh dalam Sumpah Pemuda”. - Siswa diberi penjelasan bahwa belajar IPS itu menyenangkan. 50 menit 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi - Siswa dijelaskan garis besar materi yang akan dipelajari hari ini yaitu tentang pendudukan Jepang di Indonesia - Siswa mendengarkan penjelasan dari guru tentang kegiatan pembelajaran yang akan berlangsung sesuai panduan dalam LKS. - Siswa dibagi kedalam kelompok yang masing-masing kelompoknya beranggotakan 5 orang. b. Elaborasi - Masing-masing kelompok diberi ringkasan materi dari guru untuk dipelajari bersama dengan kelompok. - Guru membagikan LKS ke dalam setiap kelompok. - Siswa mengerjakan LKS sesuai dengan petunjuk. - Siswa di dalam kelompok melakukan diskusi dengan pendampingan guru. - Siswa dibagikan media untuk membuat peta konsep tentang pendudukan Jepang di Indonesia. - Siswa membuat peta konsep di dalam kelompok asal dengan bekerja sama. - Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas. c. Konfirmasi - Guru mengecek pemahaman siswa secara lisan. - Siswa bertanya jawab dengan guru mengenai materi yang belum dipahami oleh siswa.

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 204 50 menit 3. Penutup - Siswa dan guru merangkum materi pelajaran yang telah dipelajari - Siswa mengumpulkan LKS untuk dikoreksi oleh guru Evaluasi - Siswa mengerjakan lembar evaluasi secara individu. Refleksi - Siswa bersama pembelajaran yang guru telah merefleksikan berlangsung, kegiatan dengan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:  Bagaimana perasaanmu selama mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas hari ini?  Apakah kamu dapat memahami dengan sungguhsungguh materi pelajaran hari ini? - Siswa diminta untuk menggambarkan perasaannya menggunakan gambar emotikon yang disediakan oleh guru dengan cara melingkari salah satu dari banyaknya gambar emotikon yang ada. Doa penutup - Salam penutup dan doa H. Sumber dan Media Pembelajaran 1. Sumber Belajar  Atikah, I. 2004. Pandai belajar pengetahuan sosial untuk sekolah dasar kelas 5. Bandung: CV Regina.  Rohimat, C. 2004. Belajar pengetahuan sosial dengan orientasi keterampilan sosial untuk SD kelas 5. Bandung: PT Sarana Panca Karya Nusa.  Syamsiah, S. dkk. 2008. Ilmu pengetahuan sosial untuk SD/MI kelas 5. Jakarta: Kepala Pusat perbukuan.  Yuliati, R. Dkk. 2004. Tangkas pengetahuan sosial. Bandung: PT remaja rosdakarya.  Yuliati, R & Munajat, A. 2008. Ilmu pengetahuan sosial SD dan MI kelas V. Jakarta: Kepala pusat perbukuan. 2. Media Pembelajaran  Kertas manila putih

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 205  Pensil warna  Lembar Kerja Siswa  Rangkuman Materi I. Penilaian 1. Penilaian Kognitif Nilai dari lembar evaluasi Jenis soal : Tes Teknik : Tes Tertulis Nilai total = Perolehan skor : total skor x 100 2. Penilaian Afektif Skala Sikap Pilihan Sikap Nama No Siswa Bekerja sama 4 3 2 Total Skor Percaya diri 1 4 3 2 1 1 2 3 Dst a. Kriteria penilaan bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok: - Aktif menyumbangkan ide atau gagasan - Menerima pendapat teman - Menghargai pekerjaan teman Skor: 4 = Terdapat ketiga kriteria 3 = Terdapat dua dari empat kriteria 2 = Terdapat satu dari empat kriteria 1 = Tidak menunjukkan ketiga kriteria b. Kriteria penilaian percaya diri ketika melakukan presentasi: - Suara lantang dan jelas - Rileks dan tidak tegang Nilai

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 206 - Santai dan tidak tergesa-gesa Skor: 4 = Terdapat ketiga kriteria 3 = Terdapat dua dari tiga kriteria 2 = Terdapat satu dari tiga kriteria 1 = Tidak menunjukkan ketiga kriteria Skor Perolehan Kriteria Penilaian = ----------------------- X 100 Skor Maksimal 3. Penilaian Psikomotorik Lembar Observasi Membuat Peta Konsep No Nama Siswa 5 4 1 2 3 Dst Kriteria penilaian peta konsep: - Urut - Lengkap - Jelas - Rapi 3 2 1 Total Skor Nilai

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 207

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 208 Lembar Evaluasi Satuan Tingkat Pendidikan : SD Karitas Nandan Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/Semester :V/2 Pertemuan ke :4 Nama : Nomor urut : 1. Apa kepanjangan dari PUTERA? Jawab: 2. Sebutkan keputusan yang dihasilkan pada Kongres Pemuda II! Jawab: 3. Perlawanan Rakyat Aceh dipimpin oleh? 4. Apa yang dimaksud dengan Heiho?

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 209 Kunci Lembar Evaluasi 1. Satuan Tingkat Pendidikan : SD Karitas Nandan Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/Semester :V/2 Pertemuan ke – :4 Nama : Nomor urut : Apa kepanjangan dari PUTERA? Jawab: Pusat Tenaga Rakyat 2. Sebutkan keputusan yang dihasilkan pada Kongres Pemuda II! Jawab: Pusat Tenaga Rakyat 3. Perlawanan Rakyat Aceh dipimpin oleh? Teuku Abdul Jalil 4. Apa yang dimaksud dengan Heiho? Heiho adalah pembantu prajurit, yang dibagi menjadi angkatan darat(rikugun Heiho) dan angkatan laut (kaigun Heiho).

(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 210 LAMPIRAN 13 Rangkuman Materi A. Pendudukan Belanda di Indonesia 1. Latar belakang kedatangan kaum penjajah, untuk mencari kekayaan dan kejayaan, serta menyebarkan agama Nasrani, serta mencari rempah-rempah yang merupakan kebutuhan utama bangsa Eropa 2. Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia, tujuannya untuk berdagang, tetapi selanjutnya berubah menjadi menjajah. Beberapa bangsa Eropa yang pernah menjajah Indonesia yaitu, Portugis, Spanyol, Belanda dan Inggris. a. Bangsa Belanda, sampai di Indonesia tanggal 22 juni 1596, tujuan utama untuk berdagang, mula-mula belanda menunjukkan sikap bersahabat, tetapi akhirnya belanda memperlihatkan sikap serakah, kedatangan belanda tidak disambut baik dari masyarakat Indonesia. b. Lahirnya VOC(Vereenigde Oostindische Compagnie), didirikan oleh belanda pada 20 maret 1602, yang berarti Persatuan Dagang Hindia Timur. Tujuan, mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan jalan melawan pesaing-pesaingnya, seperti Portugis, Inggris dan Spanyol. Hak monopoli VOC, 1) Membuat perjanjian dengan raja-raja 2) Menyatakan perang dan mengadakan perjanjian 3) Membuat senjata dan mendirikan benteng 4) Mencetak uang 5) Mengangkat dan memberhentikan pegawai. Gubernur pertama VOC (Pieter both), ketika Jan Pieterszoon Coen menjadi Gubernur Jendral, pusat VOC dipindahkan dari Ambon ke Jayakarta (Jakarta) 31 mei 1619. Alasanya letak Jayakarta lebih strategis, sejak itu sikap VOC semakin kasar dan mulai menjajah Indonesia, pada abad ke-19 keadaan keuangan VOC memburuk dan mengalami kemunduran, 31 desember 1799 VOC dibubarkan. 3. Sistem Kerja Paksa dan Penarikan Pajak Saat Napoleon mengangkat Herman Willem Daendels sebagai gubernur jendral belanda di indonesia, Daendels memerintahkan rakyat Indonesia bekerja paksa tanpa upah, sehingga membuat hubungan penguasa pribumi menjadi merenggang, (Pangeran Kusumadinata dari Sumedang). Contohnya, dalam pembuatan jalan raya

(230) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 211 dari Anyer (banten) sampai Panarukan (jawa timur), Daendels digantikan Jansen pada tahun 1811. a. Tanam Paksa(Cultuurstelsel) Mengerahkan tenaga rakyat untuk menanam tanaman yang hasilnya dapat dijual di pasaran, teh, kopi, tembakau, tebu, dan lain-lain. Aturan tanam paksa, 1) Penduduk desa diwajibkan menyediakan 1/5 tanahnya untuk dijadikan lahan tanaman. 2) Tanaman yang dipakai untuk dipakai untuk tanaman yang diwajibkan bebas pajak tanah. 3) Hasil tanaman wajib diserahkan pemerintah Hindia Belanda. 4) Kerusakan-kerusakan yang tidak dapat dicegah oleh petani menjadi tanggungan pemerintah. 5) Pekerjaan yang dilakukan untuk menanam tanaman wajib tidak boleh melebihi waktu untuk menanam padi. 6) Yang bukan petani hatus bekerja 66 hari setahun bagi pemerintah Belanda. b. Penentang Tanam Paksa Douwes Dekker dan Pendeta Van Houvel, Douwes mengecam tanam paksa melalui buku yang berjudul “Max Havelaar”(memakai nama samaran Multatuli), yang berisi penderitaan rakyat selama 31 tahun bangsa Indonesia mengalami keterbelakangan dan kebodohan. 4. Perjuangan Mengusir Penjajah Belanda Sebelum Kebangkitan Nasional a. Thomas Matulessi/ Pattimura, lahir di maluku tahun 1983, pelayaran Hongi bertujuan mengawasi setiap pulau dalam pelayaran perniagaan dan membinasakan rempah-rempah yang dianggap berlebihan. Pada 16 mei 1817 maluku menyerbu Benteng Duurstede, dalam penyerbuan itu Van den Berg mati terbunuh, kekalahan itu membuat belanda mengirim pasukan lebih banyak dipimpin laksamana Buykes, pasukan Pattimura akhirnya ditangkap. b. Tuanku Imam Bonjol, lahir di tanjung bunga tahun 1722, Imam Bonjol sebagai pemimpin kaum Paderi, belanda menggunakan siasat benteng untuk menguasai Bonjol, belanda mengeluarkan pernyataan, “Plakat Panjang” isinya: 1) Tanam paksa dengan kerja paksa bagi masyarakat Minangkabau. 2) Kepala-kelapa daerah akan digaji. 3) Belanda akan bertindak sebagai penengah apabila ada perselisihan.

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 212 Tanggal 6 november 1864, Imam Bonjol wafat dan dimakamkan di Desa Pineleng, Manado. c. Pangeran Diponegoro, lahir di yogyakarta tahun 1785, pangeran Diponegoro mendapat bantuan dari Kiai Maja, Pangeran Mangkubumi dan Sentot Ali Basyah Prawiradirja, perlawanan dilakukan sejak tahun 1825-1827, belanda menggunakan siasat perang benteng stelsel yang dipimpin Jendral Van de Kock, belanda menggunakan cara licik dengan menawarkan perundingan kepada Pangeran Diponegoro, tetapi Belanda mengkhianati perjanjian tersebut, Belanda menangkap Pangeran Diponegoro, kemudian dibawa ke Semarang, lalu ke Batavia, diasingkan ke Manado, lalu dipindahkan ke Makassar, dan wafat pada tanggal 8 januari 1855. d. Pangeran Antasari, pada tahun 1859 Pangeran Antasari menyerang pos-pos pertahanan Belanda, dibantu Pangeran Hidayat, Kyai Demang Leman, Haji Hasrun, Haji Buyasin, dan Kiai Langlang, tahun 1862 Pangeran Antasari ditangkap dan dibuang di jawa, tahun 1862 Pangeran Antasari wafat dikarenakan terserang penyakit cacar. e. Perlawanan Rakyat Buleleng, terdiri dari beberapa kerajaan seperti Buleleng, Karangasem, Badung dan Gianyar. Pada tahun 1844, kapal Belanda terdampar di Pantai Buleleng dan dikenakan Hukum Tawan Karang, tetapi Belanda menolak dikenakan Hukum Tawan Karang. Dibawah pimpinan Patih Ketut Gusti Jelantik, mengadakan perlawanan habis-habisan (puputan) terhadap Belanda. Pada tahun 1849 benteng Jagaraga jatuh ditangan Belanda, sekaligus menguasai bali utara, secara bertahap akhirnya Belanda menguasai seluruh Bali. f. Perlawanan Sisingamangaraja XII (1870-1907), Belanda datang untuk menguasai wilayah Tapanuli, tahun 1904 pasukan Belanda dipimpin Kapten Cristoffel menyerang pusat pertahanan Sisingamangaraja XII, dalam serangan Sisingamangaraja XII gugur pada tanggal 17 juni 1907. g. Perlawanan Rakyat Aceh (1873-1904), muncul tokoh-tokoh dalam perlawanan, Teuku Umar(1879-1899), Panglima Polim, Teuku Cik Di Tiro, Cut Nyak Dien(1899)dan lain-lain. B. Perjuangan Mengusir Belanda Pada Era Kebangkitan Nasional Para Pejuang tidak lagi hanya berjuang untuk daerahnya, tetapi untuk Indonesia yang merdeka. Pergerakan menuju Indonesia merdeka telah melahirkan berbagai organisasi dan tokoh-tokoh.

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 213 1. Tokoh-tokoh yang mempelopori pergerakan Nasional diantaranya adalah sebagai berikut: a. Raden Ajeng Kartini  Raden Ajeng Kartini adalah puteri dari Bupati Jepara. Dilahirkan di Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, pada tanggal 21 April 1879.  Ia adalah pelopor emansipasi wanita Indonesia. Kegemarannya adalah membaca, terutama buku-buku tentang kemajuan wanita di luar negeri sehingga ia dapat membandingkan kemajuan wanita di Indonesia dan di luar negeri. Sejak itu, timbul niat untuk mendirikan sekolah bagi kaum wanita.  Sekolah yang didirikan mengajarkan muridnya untuk menyulam, menjahit, memasak, dan keterampilan lain.  Kartini rajin mengirim surat kepada ayahnya di belanda yang berisi tentang citacitanya bagi wanita Indonesia, suratnya dikumpulkan menjadi buku yang berjudul “habis gelap terbitlah terang”.  Ia dipanggil Yang Maha Kuasa sebelum menikmati hasil perjuangannya, pada tanggal 17 september 1904. Hari kartini diperingati pada tanggal 21 April. b. Dewi Sartika  Dewi Sartika dilahirkan pada tanggal 4 Desember 1884 di Cicalengka, Bandung, Jawa Barat. Cita-citanya sama dengan R.A Kartini yaitu memajukan wanita Indonesia. Ia senang bermain sekolah-sekolahan pada waktu kecil.  Pada tahun 1904, Dewi Sartika mendirikan sekolah khusus wanita yang disebut Sekolah Isteri. Murid-murid belajar berhitung, membaca, menulis, menjahit, menyulam, merenda, dan lain-lain. Sekolah itu mendapat perhatian dari masyarakat sehingga muridnya semakin bertambah banyak.  Pada tahun 1910, nama Sekolah Isteri diganti menjadi Sekolah Keutamaan Isteri dan mata pelajarannya bertambah. Dewi Sartika berusaha mendidik anak-anak gadis agar kelak menjadi ibu rumah tangga yang baik. c. Ki Hajar Dewantoro  Ki Hajar Dewantara mempunyai nama asli Raden Mas Suwardi Suryaningrat.  Ia dilahirkan di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Ia memiliki cita-cita bersama dengan Dr. Cipto Mangunkusumo dan Douwes Dekker untuk membebaskan bangsa Indonesia dari belenggu penjajah.  Pada tanggal 1912, ia mendirikan Indische Partij yang bertujuan mencapai Indonesia merdeka.

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 214  Pada tanggal 3 Juli 1922 ia mendirikan Taman Siswa yang bercorak nasional. Jasanya sangat besar di bidang pendidikan, oleh karena itu ia dikenal sebagai “Bapak Pendidikan”. Semboyan Ki Hajar Dewantara dalam bidang pendidikan ialah: “Ing Ngarso Sung Tulodo (di depan memberikan contoh teladan yang baik) Ing Madya Mangunkarsa (di tengah membangkitkan semangat) Tutwuri Handayani (dari belakang memberi dorongan)”  Ki Hajar Dewantara laihir pada tanggal 2 Mei, yang diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.  Pada masa kemerdekaan, Beliau diangkat sebagai Menteri Kebudayaan Republik Indonesia yang pertama.  Pada tanggal 28 April 1959, beliau meninggal di Yogyakarta. d. Douwes Dekker (Dr. Danudirja Setiabudi)  Douwes Dekker adalah seorang keturunan Belanda tetapi tidak mau disebut sebagai seorang Belanda.  Douwes Dekker dikenal juga dengan Dr. Danudirja Setiabudi.  Douwes Dekker lahir di Pasuruan, Jawa Timur, pada tanggal 28 Oktober 1879, dengan nama Ernest Francois Eugene Douwes Dekker.  Douwes Dekker menerbitkan harian De Ekspress, yang di dalamnya menulis berbagai kritikan terhadap pemerintah Belanda.  Douwes Dekker bersama dengan Ki Hajar Dewantara dan Cipto Mangunkusumo mendirikan Indische Partij, partai politik pertama yang lahir di Indonesia.  Setelah Indonesia merdeka, Douwes Dekker menjadi menteri dalam Kabinet Syahrir.  Ia meninggal di Bandung dan meninggal dunia pada tanggal 28 Agustus 1950, jenazahnya dimakamkan di kota Bandung. e. Haji Samanhudi  Haji Samanhudi dilahirkan di Laweyan, Solo, pada tahun 1868. Nama kecilnya adalah Sudarno Nadi.  Pada tahun 1911, terjadi persaingan tidak sehat antara pedagang Indonesia dengan pedagang Cina. Pedagang Indonesia mendapat tekanan dari Belanda, sedangkan pedagang Cina mendapat bantuan dari Belanda.

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 215  Pada tahun 1911, Haji Samanhudi mendirikan Serikat dagang Islam di Solo.  Pada tanggal 10 September 1912, nama Serikat Dagang Islam diubah menjadi Serikat Islam.  Haji Samanhudi diangkat menjadi ketua Serikat Islam sampai tahun 1914, setelah itu Serikat Islam dipimpin oleh Haji Oemar Said Cokroaminoto.  Haji Samanhudi meninggal dunia pada tanggal 28 Desember 1956 di Klaten dan dimakamkan di Desa Banaran, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah. f. Muhammad Husni Thamrin  Muhammad Husni Thamrin adalah pahlawan pergerakan nasional yang berasal dari Betawi (Jakarta).  Muhammad Husni Thamrin dilahirkan tanggal 16 Februari 1894.  Pada tahun 1919, Muhammad Husni Thamrin diangkat menjadi anggota Dewan Kota Batavia (Jakarta).  Di dalam Dewan Kota, ia banyak menyuarakan kemajuan bagi bangsa Indonesia. Krena kemampuannya, Ia diangkat menjadi wakil walikota. 2. Organisasi Pergerakan Nasional Pemuda-pemuda Indonesia mulai berpikir mendirikan organisasi pelajar yang modern, beberapa organisasi tersebut adalah sebagai berikut: a. Budi Utomo  Organisasi Budi Utomo didirikan oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo, pada tanggal 20 mei 1908.  Tujuan dari organisisi Budi Utomo adalah meningkatkan derajat dan martabat Indonesia melalui pendidikan dan pengajaran, meningkatkan ekonomi rakyat dan mempererat kehidupan sosial.  Tanggal 20 Mei, diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.  Organisisi Budi Utomo diketuai oleh Dr. Sutomo. b. Serikat Dagang Islam (SDI)  Serikat Dagang Islam didirikan oleh Haji Samanhudi, pada tahun 1911 di Solo.  Anggotanya adalah para pedagang Islam di Kota Solo.  Tujuan Serikat Dagang Islam adalah meningkatkan kesejahteraan bangsa dibawah panji Islam. c. Serikat Islam (SI)  Serikat Dagang Islam (SDI) berubah menjadi Serikat Islam (SI) pada tahun tahun 1912.  Anggotanya bukan hanya para pedagang yang beragama Islam saja, tetapi juga orang-orang Islam yang bukan pedagang.  Tujuannya adalah untuk memperluas jangkauan dan ruang geraknya.

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 216 d. Muhammadiyah  Kyai Haji Ahmad Dahlan mendirikan perkumulan Muhammadiyah di Yogyakarta pada tanggal 18 November 1912.  Muhammadiyah bergerak dibidang politik, sosial budaya.  Tujuan Muhammadiyah adalah menjunjung tinggi agama islam dan hidup menurut aturan islam.  Usaha-usaha Muhammadiyah adalah mendirikan sekolah-sekolah, rumah sakitrumah sakit dan poloklinik, dan panti asuhan.  Dalam bidang pendidikan, Muhammadiyah mengelola sekolah-sekolah dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. e. Indische Partij  Indische Partij didirikan oleh tiga serangkai, pada tanggal tanggal 25 desember 1912.  Tokoh tiga serangkai yaitu: - Dr. Ernest Francois Eugene Douwes Dekker, yang dikenal dengan nama Dr. Danudirja Setiabudi - Raden Mas Suwardi Suryaningrat atau lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantoro - Dr. Cipto Mangunkusumo  Tujuannya adalah membangun rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air dalam hati bangsa Indonesia. f. Perhimpunan Indonesia (PI)  Perhimpunan Indonesia berdiri pada tahun 1922, yang didirikan oleh para pemuda, pelajar dan mahasiswa Indonesia yang tinggal di Belanda.  Perhimpunan Indonesia diketuai oleh Muh. Hatta.  Anggotanya adalah para pemuda, pelajar, dan mahasiswa yang tinggal di negeri Belanda.  Tujuan dari Perhimpunan Indonesia adalah menuntut indonesia merdeka dengan melakukan propaganda melalui media cetak (majalah berjudul Hindia putra kemudian berubah menjadi Indonesia Merdeka). g. Perguruan Taman Siswa  Perguruan Taman Siswa didirikan oleh Ki Hajar Dewantara, pada tanggal 2 juli 1922.  Tujuannya adalah mendidik pemuda berjiwa kebangsaan yang kuat, cinta terhadap tanah air, bangsa dan kebudayaan Indonesia.  Prinsip dasar dalam pelaksanaan pendidikan Indonesia hingga sekarang adalah: “Ing Ngarso Sung Tulodo (di depan memberikan contoh teladan yang baik) Ing Madya Mangunkarsa (di tengah membangkitkan semangat) Tutwuri Handayani (dari belakang memberi dorongan)”

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 217 C. Sumpah Pemuda Sumpah Pemuda, kongres pemuda I (30 april-2 april 1926), kongres pemuda II (27 oktober 1928), menghasilkan Sumpah Pemuda, tokoh yang berperan, Wage Rudolf Supratman (pencipta Lagu Indonesia Raya), Muh. Yamin, Wongso Negoro, Kuncoro Purbopranoto, Dugondo Joyopuspito, Tirtodiningrat, dan lain-lain. Organisasi pemuda sebelum sumpah pemuda: Pada waktu itu rasa nasionalisme Indonesia belum merupakan hal yang jelas dan nyata seperti sekarang. Tidaklah mengherankan pada saat itu muncul organisasi yang bersifat kedaerahan. Beberapa organisasi perkumpulan pemuda yang berdiri pada waktu itu adalah: 1. Tri Koro Darmo  Didirikan pada tanggal 9 Maret 1915 di Jakarta.  Arti dari Tri Koro Darmo adalah tiga tujuan mulai, yaitu sakti, budi, dan bakti.  Organisasi ini berawal dari anak-anak pelajar sekolah menengah dari Jawa dan Madura yang bersekolah di Jakarta.  Pada tahun 1918 nama Tri Koro Darmo diubah menjadi Jong Java, sehingga anggotanya terbuka bagi seluruh pemuda yang berasal dari Pulau Jawa, termasuk Jawa Barat. 2. Jong Sumateranen (Pemuda Sumatera)  Didirikan pada tanggal 9 Desember 1917 di Jakarta  Pendirinya adalah para pemuda yang berasal dari Sumatera.  Tujuannya adalah untuk mempererat hubungan persaudaraan antara pemuda dan pelajar yang berasal dari Pulau Sumatera.  Tokoh-tokoh Jong Sumateranen ialah Mohammad Hatta, Muhammad Yamin, M. Tamsil, Bahder Johan, Assaat, Abu Hanifah, Adnan Kapau Gani, dan lain-lain. 3. Jong Minahasa  Dirikan oleh pemuda-pemuda Minahasa dari Sulawesi Utara pada tahun 1918.  Tujuannya adalah menggalang dan mempererat persatuan dan tali persaudaraan di kalangan pemuda pelajar yang berasal dari Minahasa. 4. Jong Celebes  Jong Celebes adalah organisasi pemuda yang menghimpun para pemuda dan pelajar yang berasal dari Selebes atau Pulau Sulawesi.

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 218  Tujuannya adalah untuk menggalang dan mempererat persatuan dan tali persaudaraan di kalangan pemuda pelajar yang berasal dari pulau Sulawesi. Peristiwa sumpah pemuda:  Para pemuda yang tergabung ke daam organisasi kedaerahan sangat mendambakan munculnya persatuan nasional di kalangan pemuda. Mereka menginginkan agar organisasi-organisasi kedaerahan yang ada dapat meleburkan diri menjadi satu perkumpulan atau organisasi yang bersifat nasional.  Untuk mewujudkan hal itu, pada tanggal 30 April sampai dengan 2 April 1926 diadakan Kongres Pemuda I di Jakarta, yang dihadiri oleh wakil-wakil dari organisasi pemuda seperti Jong Java, Jong Sumatera, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Ambon, dan lain-lain. Kongres Pemuda I dipimpin oleh Muhammad Tabrani.  Kongres Pemuda I belum berhasil, kemudian dibentuk panitia untuk persiapanKongres Pemuda II pada bulan Juni tahun 1928.  Kongres Pemuda II dimulai tanggal 27 Oktober 1928, Rapat pertama diselenggarakan pada tanggal 27 Oktober 1928 di Gedung Pemuda Katholik, rapat kedua pada apukul 08.00 – 12.00 di Oost Java. Rapat ketiga diselenggarakan tanggal 28 Oktober 1928 pukul 17.30 bertempat di Gedung Sumpah Pemuda. Tokoh sumpah pemuda: a. Wage Rudolf Supratman  Dilahirkan di Jatinegara, Jakarta, pada tanggal 9 Maret 1903.  Tampil membawakan lagu Indonesia Raya untuk pertama kalinya pada Kongres Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. b. Muhammad Yamin  Dilahirkan tanggal 28 Agustus 1903.  Merupakan tokoh sumpah pemuda yang banyak menyumbangkan buah pikirannya dalam Kongres Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 c. Wongso Negoro d. Kuncoro Purbranoto e. Dugondo Joyopuspito f. Tirtodiningrat

(238) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 219 D. Pendudukan Jepang di Indonesia  Tanggal 11 Januari 1942, pasukan Jepang mendarat di Tarakan, Kalimantan Timur.  Tanggal 23 Januari 1942, Jepang menduduki Balikpapan, juga di Kalimantan Timur.  Tanggal 14 Februari 1942, giliran Palembang jatuh ke tangan Jepang.  Kota-kota yang diduduki dan dikuasai Jepang adalah kota penghasil minyak bumi. Setelah itu, perhatian Jepang diarahkan ke Pulau Jawa.  Tanggal 1 Maret 1942, tentara Jepang berhasil mendarat secara serempak di tiga tempat di Pulau Jawa, yaitu di sekitar Merak dan Teluk Banten, di sekitar Eretan Wetan, dan di Desa Krangan, sebelah timur kota Pasuruan (Jawa Timur).  Penyerangan Jepang ke Pulau Jawa dipimpin oleh Letnan Jenderal Hitoshi Imamura.  Batavia atau Jakarta dapat diduduki dan dikuasai Jepang pada tanggal 5 maret 1942. Kedatangan Jepang Tentara Jepang di Indonesia:  Kedatangan tentara Jepang yang berhasil mengalahkan Belanda semula disambut dengan tangan terbuka oleh bangsa Indonesia. Tentara Jepang berhasil menarik simpati rakyat Indonesia.  Alasan Jepang menguasai Indonesia: a. Indonesia kaya akan bahan mentah seperti minyak bumi, batubara, dan lainnya. b. Indonesia kaya akan hasil pertanian dan perkebunan, seperti karet, beras, kapas, jangung, dan rempah-rempah. c. Indonesia memiliki tenaga manusia dalam jumlah yang banyak. Tenaga manusia diperlukan sebagai tenaga kerja.  Ada tiga cara tentara Jepang memikat hati dan simpati rakyat Indonesia, yaitu: a. Tentara Jepang mengizinkan Bendera Merah Putih berkibar di Indonesia. b. Tentara Jepang mengizinkan rakyat Indonesia menyanyikan lagu Indonesia Raya ciptaan Wage Rudolf Supratman. c. Tentara Jepang mengizinkan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan sehari-hari, menggantikan bahasa Belanda. Akibat Pengerahan Tenaga Romusha oleh Jepang terhadap Penduduk Indonesia.  Bangsa Jepang sangat rakus, semua hasil bumi Indonesia diambil. Para Petani, sebagai penghasil padi, tidak mempunyai beras untuk dimakan.  Semua hasil padi diambil secara paksa oleh Jepang. Akibatnya, rakyat Indonesia semakin menderita.  Rakyat mudah terserang penyakit seperti typus, kolera, disentri, malaria, dan lain-lain. Banyak rakyat yang mati kelaparan dan sakit yang tidak terobati.

(239) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 220  Untuk memperlancar pencapaian tujuan dalam perang, Jepang mengerahkan tenaga rakyat Indonesia sebagai tenaga kerja. Pekerjaannya adalah seperti membuat jalan raya, jembatan, benteng pertahanan, lapangan udara, dan lain-lain.  Kerja paksa jaman Jepang disebut Romusha. Tenaga kerja Romusha tidak hany dikerjakan di dalam negeri, tetapi juga di dalam negeri. Organisasi-organisasi Bentikan Jepang 1. Gerakan Tiga A,  semboyan: jepang pemimpin Asia, jepang pelindung Asia, jepang cahaya Asia.  didirikan 29 april 1942. 2. Organisasi Islam.  Majelis Islam A’la Indonesia.  Majelis Syuro Muslimin Indonesia. 3. PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat)  didirikan tahun 1943  dipimpin oleh Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantoro dan K.H. Mas Mansur.  tujuannya: memusatkan seluruh kekuatan rakyat Indonesia dalam membantu usaha Jepang melawan sekutu. 4. Heiho (pembantu prajurit)  dibagi menjadi angkatan darat(rikugun Heiho) dan angkatan laut (kaigun Heiho). 5. PETA (pembela tanah air).  Tujuannya untuk membantu jepang dalam perang melawan sekutu. Perlawanan Rakyat terhadap Jepang 1. Perlawanan Rakyat Aceh (1942) dipimpin Teuku Abdul Jalil 2. Perlawanan Biak, Irian Jara(1943) 3. Perlawanan Pontianak (1944) 4. Perlawanan Rakyat Singaparna (1944) dipimpin K.H. Zainal Mustafa 5. Perlawanan Pemberontakan PETA di blitar (1943) dipimpin Shodanco Supriyadi

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 221 LAMPIRAN 14

(241) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 222

(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 223

(243) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 224

(244) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 225 LAMPIRAN 15 Pembelajaran Jigsaw I pada kelas eksperimen Siswa mengerjakan soal pretest Guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran. Kelompok asal Kelompok ahli Guru membimbing kelompok secara bergantian Siswa berdiskusi

(245) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 226 Pembelajaran Jigsaw I pada kelas eksperimen Kegiatan tanya jawab siswa dengan guru Siswa mengerjakan evaluasi Hasil pekerjaan evaluasi siswa berupa peta konsep Kegiatan tanya jawab siswa dengan guru Siswa mengerjakan evaluasi Kegiatan refleksi

(246) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 227 Pembelajaran konvensional yang dilaksanakan di kelas kontrol Siswa mengerjakan soal pretest Guru membangun suasana melalui apersepsi Guru menyampaikan materi Siswa mengerjakan latihan Siswa mengerjakan latihan Siswa mengerjakan latihan

(247) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 228 LAMPIRAN 16 Tabel data hasil pretest dan posttest Nomor urut siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Jumlah Rata-rata Kelas eksperimen pretest 56 56 52 60 48 20 52 52 60 60 60 44 60 32 48 32 36 32 24 28 24 24 44 52 40 56 44 posttest 96 92 80 84 76 72 92 76 80 84 92 60 72 64 92 68 72 64 88 64 80 68 92 84 92 76 80 1196 44,30 2140 79,25 Kelas kontrol pretest 36 76 52 56 68 64 44 44 44 44 64 56 56 32 20 24 76 44 40 20 28 56 40 52 40 28 56 44 1304 46,60 posttest 64 68 60 60 76 80 52 68 72 68 60 84 80 52 64 60 80 60 68 56 52 64 76 56 52 52 72 60 1816 64,86

(248) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 229 LAMPIRAN 17

(249) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 230 LAMPIRAN 18 Normalitas dan Homogentitas Hasil Uji Normalitas Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic Df Shapiro-Wilk Pretest eksperimen ,164 27 Sig. ,059 Statistic ,903 Posttest eksperimen ,145 27 ,152 ,939 df 27 Sig. ,016 27 ,117 a. Lilliefors Significance Correction Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic df Shapiro-Wilk Pretest kontrol ,138 28 Sig. ,186 Statistic ,966 Posttest kontrol ,155 28 ,083 ,931 a. Lilliefors Significance Correction Hasil Uji Homogenitas Test of Homogeneity of Variances Nilai Levene Statistic ,281 df1 1 df2 53 Sig. ,598 df 28 Sig. ,467 28 ,065

(250) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 231 LAMPIRAN 19 Hasil Uji T Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances VAR 00001 Equal variances assumed Equal variances not assumed F ,233 t-test for Equality of Means Sig. ,631 t 5,249 df 53 Sig. (2tailed) ,000 5,241 52,272 ,000 Mean Difference 14,402 Std. Error Difference 2,744 14,402 2,748 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper 8,899 19,906 8,889 19,916 Hasil Uji Beda Nilai Pretest Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances nilai Equal variances assumed Equal variances not assumed F ,281 Sig. ,598 t-test for Equality of Means ,587 53 Sig. (2tailed) ,560 ,589 52,304 ,559 t df Mean Difference -2,27513 Std. Error Difference 3,87668 -2,27513 3,86578 95% Confidence Interval of the Difference Lower 10,05076 10,03131 Upper 5,50050 5,48104

(251) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 232 LAMPIRAN 20 Statistik deskriptif Statistics posttest_kontrol N Valid 28 Missing 0 64,8571 64,0000 60,00 Mean Median Mode Statistics posttest_eksperimen N Valid 27 Missing 0 79,2593 80,0000 92,00 Mean Median Mode Statistics pretestt_kontrol N Valid 28 Missing 0 46,5714 44,0000 44,00 Mean Median Mode Statistics pretest_eksperimen N Valid 27 Missing Mean 0 44,2963 Median Mode 48,0000 60,00

(252) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 233 LAMPIRAN 21 Nama No. absen Kelas : ................................................... : ................................................... : ................................................... Lembar Kerja Siswa KELAS EKSPERIMEN Satuan pendidikan : SD Karitas Kelas/ Semester :V/2 Mapel : Ilmu Pengetahuan Sosial Pertemuan ke- :1 Tujuan Pembelajaran Kognitif: - Siswa dapat menjelaskan minimal tiga dampak keberadaan VOC di Indonesia tanpa melihat catatan. - Siswa dapat menjelaskan minimal tiga dampak penindasan kerja rodi, pajak, tanam paksa yang dilakukan Belanda tanpa melihat catatan. - Siswa dapat menjelaskan minimal dua contoh perjuangan para tokoh daerah melawan penjajah Belanda di Indonesia tanpa melihat catatan. Afektif: - Siswa dapat percaya diri dalam melaksanakan diskusi kelompok Psikomotor: - Siswa dapat aktif dalam melaksanakan diskusi kelompok Kegiatan 1 Petunjuk: - Masuklah ke dalam kelompok asal yang telah dibagi oleh guru! - Setiap siswa bertanggung jawab untuk mempelajari satu sub materi. Pembagian materinya adalah sebagai berikut: Siswa 1 (kertas warna merah) : Kedatangan Bangsa Belanda di Indonesia Siswa 2 (kertas warna hijau) : Kerja Paksa dan Penarikan Pajak Siswa 3 (kertas warna kuning) : Perjuangan Melawan Penjajah Belanda (2 tokoh) Siswa 4 (kertas warna biru) : Perjuangan Melawan Penjajah Belanda (3 tokoh)

(253) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 234 Siswa 5 (kertas warna pink) : Perjuangan Melawan Penjajah Belanda (2 tokoh) - Masuklah ke dalam kelompok ahli (kelompok dengan warna kertas yang sama)! - Pelajari dan pahamilah materi tersebut bersama dengan kelompok ahli dengan berdiskusi! - Kembalilah ke dalam kelompok asal setelah selesai memahami materi bagiannya! - Jelaskan kepada temanmu dalam kelompok asal tentang apa yang kamu pahami dari sub materi yang telah dipelajari! Kegiatan 2 Petunjuk: - Jawablah soal-soal berikut ini dengan tepat pada kolom jawaban! - Kerjakan bersama dengan teman kelompokmu! No. 1. Soal Jawaban Tulislah dampak keberadaan VOC di ...................................... Indonesia! ...................................... ...................................... ........................................ 2. Tulislah dampak penindasan kerja rodi, ...................................... pajak, tanam paksa yang ...................................... dilakukan Belanda! ...................................... ........................................ 3. Tulislah tiga tokoh yang berperan dalam ...................................... perlawanan terhadap ...................................... Belanda! ...................................... ........................................ Kegiatan 3 Petunjuk: - Buatlah peta konsep tentang materi yang telah kamu pelajari!

(254) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 235 - Kerjakan pada lembar kerja yang telah disiapkan oleh guru! Nama : ................................................... No. absen : ................................................... Kelas : ................................................... Lembar Kerja Siswa Satuan pendidikan : SD Karitas Kelas/ Semester :V/2 Mapel : Ilmu Pengetahuan Sosial Pertemuan ke- :2 Tujuan Pembelajaran Kognitif: - Siswa dapat menjelaskan minimal tiga tokoh yang mempelopori kebangkitan Nasional tanpa melihat catatan. - Siswa dapat menjelaskan minimal tiga organisasi dalam pergerakan Nasional tanpa melihat catatan. Afektif: - Siswa dapat bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok. - Siswa dapat percaya diri dalam mempresentasikan hasil karya kelompoknya. Psikomotorik: - Siswa dapat membuat peta konsep tentang kebangkitan Nasional. Kegiatan 1 Petunjuk: - Masuklah ke dalam kelompok asal yang telah dibagi oleh guru! - Setiap siswa bertanggung jawab untuk mempelajari satu sub materi. Pembagian materi: Bintang Merah : Dua tokoh yang mempelopori kebangkitan Nasional Bintang Hijau : Dua tokoh yang mempelopori kebangkitan Nasional Bintang Biru : Dua organisasi pergerakan Nasinal Bintang Kuning : Empat organisasi kebangkitan Nasional Bintang Ungu : Tiga organisasi kebangkitan Nasional

(255) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 236 - Bacalah materi yang didapat, kemudian masuklah ke dalam kelompok ahli! - Pelajari dan pahamilah materi tersebut bersama dengan kelompok ahli dengan berdiskusi! - Jika sudah paham, kembalilah ke dalam kelompok asal! - Jelaskan kepada temanmu dalam kelompok asal tentang apa yang kamu pahami dari sub materi yang telah dipelajari! Kegiatan 2 Petunjuk: - Jawablah soal-soal berikut ini dengan tepat pada kolom jawaban! - Kerjakan bersama dengan teman kelompokmu! No. 1. Soal Jawaban Sebutkan tokoh-tokoh yang mempelopori ...................................... kebangkitan Nasional! ...................................... ...................................... ...................................... ..................................... ..................................... ..................................... ..................................... 2. Sebutkan organisasiorganisasi dalam ...................................... pergerakan Nasional! ...................................... ...................................... ...................................... ..................................... ..................................... ..................................... ..................................... Kegiatan 3 Petunjuk:

(256) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 237 - Buatlah peta konsep tentang materi yang telah kamu pelajari! - Kerjakan pada lembar kerja yang telah disiapkan oleh guru! Nama No. absen Kelas : ................................................... : ................................................... : ................................................... Lembar Kerja Siswa Satuan pendidikan : SD Karitas Kelas/ Semester :V/2 Mapel : Ilmu Pengetahuan Sosial Pertemuan ke- :3 Tujuan Pembelajaran Kognitif: - Siswa dapat menjelaskan kedatangan Jepang di Indonesia menggunakan minimal dua kalimat dengan kata-kata sendiri. - Siswa dapat menjelaskan kegiatan Romusha di Indonesia minimal menggunakan dua kalimat dengan kata-kata sendiri. - Siswa dapat menjelaskan perlawanan rakyat terhadap Jepang minimal menggunakan dua kalimat dengan kata-kata sendiri. - Siswa dapat mengidentifikasi minimal dua organisasi bentukan Jepang tanpa melihat catatan. Afektif: - Siswa dapat bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok. - Siswa dapat percaya diri dalam mempresentasikan hasil karya kelompoknya. Psikomotorik: - Siswa dapat membuat peta konsep tentang pendudukan Jepang di Indonesia. Kegiatan 1 Petunjuk: - Masuklah ke dalam kelompok asal yang telah dibagi oleh guru! - Setiap siswa bertanggung jawab untuk mempelajari satu sub materi. Pembagian materinya adalah sebagai berikut:

(257) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 238 Siswa 1 : Organisisi pemuda sebelum Sumpah Pemuda Siswa 2 : Peristiwa Sumpah Pemuda Siswa 3 : Peran tokoh dalam Sumpah Pemuda Siswa 4 : Peranan Sumpah Pemuda dalam mempersatukan bangsa - Masuklah ke dalam kelompok ahli! - Pelajari dan pahamilah materi tersebut bersama dengan kelompok ahli dengan berdiskusi! - Kembalilah ke dalam kelompok asal setelah selesai memahami materi bagiannya! - Jelaskan kepada temanmu dalam kelompok asal tentang apa yang kamu pahami dari sub materi yang telah dipelajari! Kegiatan 2 Petunjuk: - Jawablah soal-soal berikut ini dengan tepat pada kolom jawaban! - Kerjakan bersama dengan teman kelompokmu! No. 1. 2. 3. Soal Jawaban Sebutkan organisasi pemuda sebelum Sumpah .................................................................................. Pemuda! .................................................................................. Tulislah apa yang kamu ketahui tentang peristiwa .................................................................................. Sumpah Pemuda! .................................................................................. Tulislah peran tokoh dalam Sumpah Pemuda! .................................................................................. .................................................................................. 4. Tulislah peran Sumpah Pemuda dalam .................................................................................. mempersatukan bangsa! .................................................................................. Kegiatan 3 Petunjuk:

(258) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 239 - Buatlah poster tentang “Sumpah Pemuda”! - Kerjakan pada lembar kerja yang telah disiapkan oleh guru! Nama : ................................................... No. absen : ................................................... Kelas : ................................................... Lembar Kerja Siswa Satuan pendidikan : SD Karitas Kelas/ Semester :V/2 Mapel : Ilmu Pengetahuan Sosial Pertemuan ke- :4 Tujuan Pembelajaran Kognitif: - Siswa dapat menjelaskan minimal tiga dampak keberadaan VOC di Indonesia tanpa melihat catatan. - Siswa dapat menjelaskan minimal tiga dampak penindasan kerja rodi, pajak, tanam paksa yang dilakukan Belanda tanpa melihat catatan. - Siswa dapat menjelaskan minimal dua contoh perjuangan para tokoh daerah melawan penjajah Belanda di Indonesia tanpa melihat catatan. Afektif: - Siswa dapat percaya diri dalam melaksanakan diskusi kelompok Psikomotor: - Siswa dapat aktif dalam melaksanakan diskusi kelompok Kegiatan 1 Petunjuk: - Masuklah ke dalam kelompok asal yang telah dibagi oleh guru! - Setiap siswa bertanggung jawab untuk mempelajari satu sub materi. Pembagian materinya adalah sebagai berikut: Siswa 1 : Kedatangan Jepang ke Indonesia Siswa 2 : Romusha di Indonesia

(259) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 240 Siswa 3 : Organisasi bentukan Jepang Siswa 4 : Perlawanan rakyat terhadap Jepang. - Masuklah ke dalam kelompok ahli! - Pelajari dan pahamilah materi tersebut bersama dengan kelompok ahli dengan berdiskusi! - Kembalilah ke dalam kelompok asal setelah selesai memahami materi bagiannya! - Jelaskan kepada temanmu dalam kelompok asal tentang apa yang kamu pahami dari sub materi yang telah dipelajari! Kegiatan 2 Petunjuk: - Jawablah soal-soal berikut ini dengan tepat pada kolom jawaban! - Kerjakan bersama dengan teman kelompokmu! No. 1. 2. 3. 4. Soal Jawaban Jelaskan proses masuknya Jepang ke .................................................................................. Indonesia! .................................................................................. Tulislah apa yang kamu ketahui tentang .................................................................................. Romusha! .................................................................................. Tulislah organisasirganisasi bentukan .................................................................................. Jepang! .................................................................................. Sebutkan perlawanan rakyat terhadap Jepang! .................................................................................. ..................................................................................

(260) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 241 Kegiatan 3 Petunjuk: - Buatlah peta konsep tentang materi yang telah kamu pelajari! - Kerjakan pada lembar kerja yang telah disiapkan oleh guru!

(261) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 242 Lembar Kerja Siswa KELAS KONTROL Satuan pendidikan : SD Karitas Kelas/ Semester :V/2 Mapel : Ilmu Pengetahuan Sosial Pertemuan ke- :1 Kelompok Nama Kelas : ........ : 1................................ 2................................ 3................................ 4................................ 5................................ : ........ Tujuan Pembelajaran Kognitif: - Siswa dapat menjelaskan minimal tiga dampak keberadaan VOC di Indonesia tanpa melihat catatan. - Siswa dapat menjelaskan minimal tiga dampak penindasan kerja rodi, pajak, tanam paksa yang dilakukan Belanda tanpa melihat catatan. - Siswa dapat menjelaskan minimal dua contoh perjuangan para tokoh daerah melawan penjajah Belanda di Indonesia tanpa melihat catatan. Afektif: - Siswa dapat percaya diri dalam melaksanakan diskusi kelompok Psikomotor: - Siswa dapat aktif dalam melaksanakan diskusi kelompok Kegiatan 1 Petunjuk: - Pelajari dan pahamilah materi bersama dengan teman sebangkumu melalui diskusi!

(262) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 243 Kegiatan 2 Petunjuk: - Jawablah soal-soal berikut ini dengan tepat pada kolom jawaban! - Kerjakan secara berpasangan dengan teman sebangku! No. 1. Soal Jawaban Tulislah dampak keberadaan VOC di ...................................... Indonesia! ...................................... ...................................... ........................................ 2. Tulislah dampak penindasan kerja rodi, ...................................... pajak, tanam paksa yang ...................................... dilakukan Belanda! ...................................... ........................................ 3. Tulislah tiga tokoh yang berperan dalam ...................................... perlawanan terhadap ...................................... Belanda! ...................................... ........................................ Kegiatan 3 Petunjuk: - Buatlah peta konsep tentang materi yang telah kamu pelajari! - Kerjakan pada lembar kerja yang telah disiapkan oleh guru!

(263) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 244 Lembar Kerja Siswa Satuan pendidikan : SD Karitas Kelas/ Semester :V/2 Mapel : Ilmu Pengetahuan Sosial Pertemuan ke- :2 Kelompok Nama Kelas : ........ : 1................................ 2................................ 3................................ 4................................ 5................................ : ........ Tujuan Pembelajaran Kognitif: - Siswa dapat menjelaskan minimal tiga tokoh yang mempelopori kebangkitan Nasional tanpa melihat catatan. - Siswa dapat menjelaskan minimal tiga organisasi dalam pergerakan Nasional tanpa melihat catatan. Afektif: - Siswa dapat bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok. - Siswa dapat percaya diri dalam mempresentasikan hasil karya kelompoknya. Psikomotorik: - Siswa dapat membuat peta konsep tentang kebangkitan Nasional.

(264) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 245 Kegiatan 1 Petunjuk: - Jawablah soal-soal berikut ini dengan tepat pada kolom jawaban! No. 1. Soal Jawaban Sebutkan tokoh-tokoh yang mempelopori ...................................... kebangkitan Nasional! ...................................... ...................................... ...................................... 2. Sebutkan organisasiorganisasi dalam ...................................... pergerakan Nasional! ...................................... ...................................... ........................................ Kegiatan 2 Petunjuk: - Buatlah peta konsep tentang materi yang telah kamu pelajari! - Kerjakan pada lembar kerja yang telah disiapkan oleh guru!

(265) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 246 Lembar Kerja Siswa Satuan pendidikan : SD Karitas Kelas/ Semester :V/2 Mapel : Ilmu Pengetahuan Sosial Pertemuan ke- :3 Kelompok Nama Kelas : ........ : 1................................ 2................................ 3................................ 4................................ 5................................ : ........ Tujuan Pembelajaran Kognitif: - Siswa dapat menjelaskan kedatangan Jepang di Indonesia menggunakan minimal dua kalimat dengan kata-kata sendiri. - Siswa dapat menjelaskan kegiatan Romusha di Indonesia minimal menggunakan dua kalimat dengan kata-kata sendiri. - Siswa dapat menjelaskan perlawanan rakyat terhadap Jepang minimal menggunakan dua kalimat dengan kata-kata sendiri. - Siswa dapat mengidentifikasi minimal dua organisasi bentukan Jepang tanpa melihat catatan. Afektif: - Siswa dapat bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok. - Siswa dapat percaya diri dalam mempresentasikan hasil karya kelompoknya. Psikomotorik: - Siswa dapat membuat peta konsep tentang pendudukan Jepang di Indonesia. Kegiatan 1 Petunjuk: - Masuklah ke dalam kelompok yang telah dibagi oleh guru! - Pelajari dan pahamilah materi bersama dengan kelompokmu melalui diskusi!

(266) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 247 Kegiatan 2 Petunjuk: - Jawablah soal-soal berikut ini dengan tepat pada kolom jawaban! - Kerjakan bersama dengan teman kelompokmu! No. 1. Soal Jawaban Sebutkan organisasi pemuda sebelum Sumpah ...................................... Pemuda! ...................................... ...................................... ...................................... 2. Tulislah apa yang kamu ketahui tentang peristiwa ...................................... Sumpah Pemuda! ...................................... ...................................... ........................................ 3. Tulislah peran tokoh dalam Sumpah Pemuda! ...................................... ...................................... ...................................... ........................................ 4. Tulislah peran Sumpah Pemuda dalam ...................................... mempersatukan bangsa! ...................................... ...................................... ........................................ Kegiatan 3 Petunjuk: - Buatlah poster tentang “Sumpah Pemuda”! - Kerjakan pada lembar kerja yang telah disiapkan oleh guru!

(267) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 248 Lembar Kerja Siswa Satuan pendidikan : SD Karitas Kelas/ Semester :V/2 Mapel : Ilmu Pengetahuan Sosial Pertemuan ke- :4 Kelompok Nama Kelas : ........ : 1................................ 2................................ 3................................ 4................................ 5................................ : ........ Tujuan Pembelajaran Kognitif: - Siswa dapat menjelaskan minimal tiga dampak keberadaan VOC di Indonesia tanpa melihat catatan. - Siswa dapat menjelaskan minimal tiga dampak penindasan kerja rodi, pajak, tanam paksa yang dilakukan Belanda tanpa melihat catatan. - Siswa dapat menjelaskan minimal dua contoh perjuangan para tokoh daerah melawan penjajah Belanda di Indonesia tanpa melihat catatan. Afektif: - Siswa dapat percaya diri dalam melaksanakan diskusi kelompok Psikomotor: - Siswa dapat aktif dalam melaksanakan diskusi kelompok Kegiatan 1 Petunjuk: - Masuklah ke dalam kelompok yang telah dibagi oleh guru! - Pelajari dan pahamilah materi bersama dengan kelompokmu melalui diskusi!

(268) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 249 Kegiatan 2 Petunjuk: - Jawablah soal-soal berikut ini dengan tepat pada kolom jawaban! - Kerjakan bersama dengan teman kelompokmu! No. 1. Soal Jawaban Jelaskan proses masuknya Jepang ke ...................................... Indonesia! ...................................... ...................................... ...................................... 2. Tulislah apa yang kamu ketahui tentang ...................................... Romusha! ...................................... ...................................... ........................................ 3. Tulislah organisasirganisasi bentukan ...................................... Jepang! ...................................... ...................................... ........................................ 4. Sebutkan perlawanan rakyat terhadap Jepang! ...................................... ...................................... ...................................... ........................................ Kegiatan 3 Petunjuk: - Buatlah peta konsep tentang materi yang telah kamu pelajari! - Kerjakan pada lembar kerja yang telah disiapkan oleh guru!

(269) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 250 LAMPIRAN 22

(270) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 251

(271) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 252

(272) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 253

(273) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 254 LAMPIRAN 23 DAFTAR RIWAYAT HIDUP Novia Catur Wiji Asih merupakan anak keempat dari empat bersaudara. Lahir di Kebumen, pada tanggal 20 November 1992. Pendidikan awal dimulai dari TK Dharma Wanita, dan pada tahun 1998 menjadi siswa di SD Negeri Grujugan. Pada tahun 2004 resmi menjadi siswa di SMP Negeri 1 Klirong, dan melanjutkan ke SMA Negeri 1 Pejagoan mulai pada tahun ajaran 2007/2008. Ketika SMP penulis pernah mengikuti kegiatan OSIS yaitu sebagai Polisi Keamanan Sekolah (PKS) di SMP Negeri 1 Klirong. Penulis gemar mengikuti organisasi dimanapun ia tinggal. Penulis juga aktif mengikuti kegiatan pramuka yang ada di sekolah sebagai ekstrkurikuler wajib. Di bangku SMA, penulis pernah menjadi pasukan pengibar bendera merah putih (Paskibra) pada upacara peringatan kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 2007 di kecamatan Pejagoan, Kebumen, Jawa Tengah. Tahun 2010 Penulis telah selesai menempuh pendidikan di SMA. Penulis memilih kuliah di bidang pendidikan dan mengambil jurusan PGSD di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis terinspirasi dengan Ayah dan Ibunya yang keduanya berprofesi sebagai seorang guru SD. Penulis memiliki cita-cita menjadi seorang guru sejak dari kecil. Semenjak duduk di bangku sekolah dasar, sudah timbul keinginan jika kelak dewasa akan menjadi seorang guru.

(274)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Upaya peningkatan kreativitas belajar biologi siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw
0
7
116
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas V B SD Negeri Tlacap melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
1
2
314
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Negeri Ungaran 1 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
7
402
Perbedaan prestasi belajar kelas V SDN Demangan Yogyakarta atas penerapan model pembelajaran berbasis paradigma pedagogi reflektif.
0
10
320
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa atas penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II.
0
2
153
Peningkatan minat dan prestasi belajar PKn siswa kelas V SDN Kledokan dengan penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II
0
0
237
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa atas penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II
0
0
151
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository
0
2
250
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository
0
2
193
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II - USD Repository
0
3
206
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository
0
6
258
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II - USD Repository
0
0
215
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II - USD Repository
0
5
260
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II - USD Repository
0
1
215
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository
0
0
204
Show more