Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung - USD Repository

Gratis

0
0
163
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KORELASI LINGKAR PINGGANG DAN RASIO LINGKAR PINGGANGPANGGUL TERHADAP RASIO KADAR KOLESTEROL TOTAL/HDL PADA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD KABUPATEN TEMANGGUNG SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S. Farm.) Program Studi Farmasi Oleh: Reza Pahlevi Adisaputra NIM: 108114146 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ini kupersembahkan untuk Tuhan Yesus Kristus, Papa, Mama, dan Ryan, Sahabat-sahabat terbaikku, Teman-teman seperjuangan, dan Almamaterku iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PRAKATA Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat, bimbingan, harapan, dan penyertaan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Korelasi Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL pada Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung” guna memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S. Farm.) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dalam proses penyusunan skripsi ini penulis banyak memperoleh bantuan dan dorongan semangat dari berbagai pihak. Untuk itu penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak atas bantuan yang telah diberikan, baik waktu maupun tenaga, hingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada: 1. Ipang Djunarko, M.Sc., Apt. selaku Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. dr. Fenty, M.Kes., Sp.PK. selaku dosen pembimbing skripsi, atas segala bimbingan dan motivasi bagi penulis. Terima kasih atas kesabaran dan waktu yang telah disediakan untuk membimbing dan mendampingi penulis dari awal hingga akhir penyusunan skripsi ini. 3. Ibu Phebe Hendra, M.Si., Ph.D., Apt. dan Ibu Maria Wisnu Donowati, M.Si., Apt. selaku dosen penguji. Terima kasih atas bimbingan dan masukan yang membangun untuk penyusunan skripsi ini. vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Ketua Komite Etik Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada yang telah memberikan izin untuk melaksanakan penelitian. 5. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Temanggung beserta seluruh dokter, perawat dan staf, khususnya petugas di Poliklinik Penyakit Dalam yang telah bersedia bekerja sama dan banyak membantu selama pengambilan data untuk skripsi ini. 6. Seluruh dosen Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memberikan ilmu dan bimbingan kepada penulis selama perkuliahan. 7. Papa (Sigit Dwi Atmoko) dan Mama (Wahyu Sri Hartati) atas dukungan, baik moril maupun materiil, doa, motivasi, dan kasih sayang selama ini, hingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dari awal hingga akhir. 8. Adik (Yohanes Ryan Permana Adisaputra) atas dukungan, doa dan motivasi yang diberikan hingga proses penyusunan skripsi dapat terselesaikan. 9. Om Narko dan Tante Ana yang memberikan tempat untuk singgah selama penulis melakukan pengambilan data di Temanggung, dan telah meluangkan waktu untuk saling bertukar pikiran. 10. Seluruh responden penyandang diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung yang telah bersedia untuk terlibat dalam penelitian. 11. Sahabat terbaik dan teman seperjuangan, Ines Permata Putri, Liliany Inamtri Ludji, Gissela Haryuningtiyas, Gabriela Indria Putri, Isabela Anjani, Djanuar Davidzon Pah, Jonas, Yeni Natalia Susanti, Ni Putu Padmaningsih, Francisca Devi Permata, Oswaldine Heraolia, Paulina Ambarsari, dan Rita Della viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Valentini yang telah menyediakan waktu untuk membantu dan bertukar pikiran, serta perjuangan bersama selama penyusunan skripsi. 12. Teman-teman Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, khususnya kelas FKK B 2010, Suryo Halim, Christian Januari Pratama, Andika Pradana Putra, Archie Tobias, Agriva Devaly, Stefanus Indra, Evan Gunawan, dan Dionisius Aji atas kebersamaan, dukungan, canda tawa dan pengalamanpengalaman yang tidak terlupakan dari awal perkuliahan hingga saat ini. 13. Dionesia Desiwanti yang selalu memberikan dukungan, doa, motivasi, dan kasih sayang kepada penulis, hingga penulis dapat menyelesaikan proses penyusunan skripsi. 14. Teman-teman kos, Chandra Dewa Nata, Richardus Hugo, Abraham Pandereq Runggu Pasolong, dan Benedictus Dian Prabowo yang telah memberikan dukungan dalam proses penyusunan skripsi. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan dan penulisan skripsi ini masih banyak kekurangan dan belum sempurna, sehingga penulis terbuka terhadap kritik dan saran dari pembaca. Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca yang dapat menjadi pembelajaran bagi penulis sehingga menjadi lebih baik lagi. Penulis berharap skripsi ini dapat berguna dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan khususnya untuk peningkatan kesehatan masyarakat. ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Yogyakarta, 7 Februari 2014 Penulis x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...................................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ...................................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................................. iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ....................................................................... v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS .................................................................... vi PRAKATA .................................................................................................................. vii DAFTAR ISI ................................................................................................................ xi DAFTAR TABEL ..................................................................................................... xvii DAFTAR GAMBAR ................................................................................................. xix DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................................. xxi INTISARI................................................................................................................. xxvi ABSTRACT .............................................................................................................. xxvii BAB I. PENGANTAR ................................................................................................. 1 A. Latar Belakang ........................................................................................................ 1 1. Perumusan masalah ........................................................................................... 5 2. Keaslian penelitian ............................................................................................ 5 3. Manfaat penelitian ........................................................................................... 10 B. Tujuan Penelitian .................................................................................................. 10 xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II. PENELAAHAN PUSTAKA ...................................................................... 11 A. Diabetes Melitus Tipe 2 ........................................................................................ 11 B. Obesitas Sentral ..................................................................................................... 12 C. Sindroma Metabolik .............................................................................................. 12 D. Jaringan Adiposa, Obesitas dan Dislipidemia pada Penyandang Diabetes Melitus Tipe 2 ....................................................................................................... 13 E. Kolesterol Total ..................................................................................................... 16 F. Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL ...................................................................... 17 G. Antropometri ......................................................................................................... 18 H. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Temanggung ......................................... 21 I. Landasan Teori ...................................................................................................... 22 J. Hipotesis................................................................................................................ 23 BAB III. METODE PENELITIAN ......................................................................... 24 A. Jenis dan Rancangan Penelitian ............................................................................ 24 B. Variabel Penelitian ................................................................................................ 24 1. Variabel bebas ................................................................................................. 24 2. Variabel tergantung ......................................................................................... 24 3. Variabel pengacau ........................................................................................... 24 C. Definisi Operasional.............................................................................................. 25 D. Responden Penelitian ............................................................................................ 27 E. Lokasi dan Waktu Penelitian ................................................................................ 29 F. Ruang Lingkup Penelitian ..................................................................................... 29 G. Teknik Pengambilan Sampel................................................................................. 30 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI H. Instrumen Penelitian.............................................................................................. 31 I. Tata Cara Penelitian .............................................................................................. 31 1. Observasi awal ................................................................................................ 31 2. Permohonan ijin dan kerjasama ...................................................................... 32 3. Pembuatan informed consent dan leaflet......................................................... 32 4. Pencarian calon responden .............................................................................. 33 5. Validitas dan reliabilitas instrumen penelitian ................................................ 34 6. Pengambilan darah dan pengukuran antropometri .......................................... 35 7. Pembagian hasil pemeriksaan ......................................................................... 35 8. Pengolahan data .............................................................................................. 35 J. Analisis Data Penelitian ........................................................................................ 36 K. Kesulitan Penelitian .............................................................................................. 37 BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ................................................................. 38 A. Profil Karakteristik Responden Penelitian ............................................................ 38 1. Usia ................................................................................................................. 39 2. Lingkar Pinggang ............................................................................................ 40 3. Rasio Lingkar Pinggang-Panggul ................................................................... 41 4. Kadar Kolesterol Total .................................................................................... 42 5. Kadar High Density Lipoprotein (HDL) ......................................................... 43 6. Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL ................................................................ 44 B. Perbandingan Rerata Kadar Kolesterol Total, Kadar HDL, dan Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm ............. 45 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Perbandingan rerata kadar kolesterol total responden pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm ................................................................................................. 45 2. Perbandingan rerata kadar HDL responden pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm ........................................................................................................ 47 3. Perbandingan rerata rasio kadar kolesterol total/HDL responden pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm ............................................................................... 48 C. Perbandingan Rerata Kadar Kolesterol Total, Kadar HDL, dan Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90 ............................................................................................................ 49 1. Perbandingan rerata kadar kolesterol total responden pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90 ............................................................................................... 49 2. Perbandingan rerata kadar HDL responden pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90 ...................................................................................................... 50 3. Perbandingan rerata rasio kadar kolesterol total/HDL responden pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90 ........................................................................... 51 D. Perbandingan Rerata Kadar Kolesterol Total, Kadar HDL, dan Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm ......... 52 1. Perbandingan rerata kadar kolesterol total responden wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm ........................................................................................... 53 2. Perbandingan rerata kadar HDL responden wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm ........................................................................................................ 54 3. Perbandingan rerata rasio kadar kolesterol total/HDL responden wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm ....................................................................... 55 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI E. Perbandingan Rerata Kadar Kolesterol Total, Kadar HDL, dan Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 ..... 56 1. Perbandingan rerata kadar kolesterol total responden wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 ........................................................................... 56 2. Perbandingan rerata kadar HDL responden wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 ...................................................................................................... 57 3. Perbandingan rerata rasio kadar kolesterol total/HDL responden wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 ................................................................... 58 F. Korelasi Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Kadar Kolesterol Total, HDL, dan Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL pada Responden Pria ..................................................................................................... 59 1. Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar kolesterol total pada responden pria ...................................................... 60 2. Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar HDL pada responden pria ..................................................................... 62 3. Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL pada responden pria .................................... 64 G. Korelasi Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Kadar Kolesterol Total, HDL, dan Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL pada Responden Wanita ................................................................................................ 67 1. Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar kolesterol total pada responden wanita ................................................. 67 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar HDL pada responden wanita ................................................................. 69 3. Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL pada responden wanita ............................... 72 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................... 77 A. KESIMPULAN ..................................................................................................... 77 B. SARAN ................................................................................................................. 77 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. 79 LAMPIRAN ................................................................................................................ 85 BIOGRAFI PENULIS .............................................................................................. 136 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel I. Definisi Sindroma Metabolik ........................................................................ 13 Tabel II. Klasifikasi Kadar Kolesterol Total ............................................................... 17 Tabel III. Klasifikasi Kadar High Density Lipoprotein Cholesterol (HDL) ............... 17 Tabel IV. Klasifikasi Kadar Kolesterol Total/HDL .................................................... 18 Tabel V. Kriteria Lingkar Pinggang berdasarkan Perbedaan Jenis Kelamin dan Etnis .......................................................................................................... 20 Tabel VI. Panduan Hasil Uji Hipotesis berdasarkan Kekuatan Korelasi, Nilai p, dan Arah Korelasi ..................................................................................... 37 Tabel VII. Profil Karakteristik Responden Pria dan Wanita....................................... 39 Tabel VIII. Perbandingan Rerata Kadar Koleterol Total Respoden Pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm ...................................................................... 46 Tabel IX. Perbandingan Rerata Kadar HDL Respoden Pria pada LP<90 cm dan LP≥ 90 cm .................................................................................................. 47 Tabel X. Perbandingan Rerata Rasio Kadar Koleterol Total/HDL Respoden Pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm .................................................................. 48 Tabel XI. Perbandingan Rerata Kadar Kolesterol Total Responden Pria pada RLPP <0,90 dan RLPP≥0,90 ..................................................................... 50 Tabel XII. Perbandingan Rerata Kadar HDL Responden Pria pada RLPP <0,90 dan RLPP≥0,90 ......................................................................................... 51 Tabel XIII. Perbandingan Rerata Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Pria pada RLPP <0,90 dan RLPP≥0,90 ................................................... 52 xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel XIV. Perbandingan Rerata Kadar Kolesterol Total Responden Wanita pada LP <80 cm dan LP≥80 cm ...................................................................... 53 Tabel XV. Perbandingan Rerata Kadar HDL Responden Wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm .......................................................................................... 54 Tabel XVI. Perbandingan Rerata Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm ................................................ 55 Tabel XVII. Perbandingan Rerata Kadar Kolesterol Total Responden Wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 ................................................................. 57 Tabel XVIII. Perbandingan Rerata Kadar HDL Responden Wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 ................................................................. 58 Tabel XIX. Perbandingan Rerata Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 ............................................ 59 Tabel XX. Korelasi LP dan RLPP terhadap Kadar Kolesterol Total pada Respoden Pria ........................................................................................... 61 Tabel XXI. Korelasi LP dan RLPP terhadap Kadar HDL pada Respoden Pria ......... 63 Tabel XXII. Korelasi LP dan RLPP terhadap Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL pada Respoden Pria................................................................................. 65 Tabel XXIII. Korelasi LP dan RLPP terhadap Kadar Kolesterol Total pada Respoden Wanita .................................................................................. 68 Tabel XXIV. Korelasi LP dan RLPP terhadap Kadar HDL pada Respoden Wanita . 70 Tabel XXV. Korelasi LP dan RLPP terhadap Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL pada Respoden Wanita ......................................................................... 73 xviii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Penampang Lemak Viseral dan Subkutan ................................................. 14 Gambar 2. Skema Dislipidemia pada Obesitas ........................................................... 16 Gambar 3. Pengukuran Lingkar Pinggang .................................................................. 19 Gambar 4. Pengukuran Rasio Lingkar Pinggang-Panggul ......................................... 21 Gambar 5. Skema Responden Penelitian .................................................................... 28 Gambar 6. Diagram Sebaran Korelasi Lingkar Pinggang terhadap Kadar Kolesterol Total Responden Pria ............................................................. 61 Gambar 7. Diagram Sebaran Korelasi Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Kadar Kolesterol Total Respoden Pria ................................................... 62 Gambar 8. Diagram Sebaran Korelasi Lingkar Pinggang terhadap Kadar HDL Responden Pria ...................................................................................... 63 Gambar 9. Diagram Sebaran Korelasi Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Kadar HDL Responden Pria................................................................... 64 Gambar 10. Diagram Sebaran Korelasi Lingkar Pinggang terhadap Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Respoden Pria ................................................... 66 Gambar 11. Diagram Sebaran Korelasi Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Respoden Pria .............................. 66 Gambar 12. Diagram Sebaran Korelasi Lingkar Pinggang terhadap Kadar Kolesterol Total Respoden Wanita ........................................................ 68 Gambar 13. Diagram Sebaran Korelasi Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Kadar Kolesterol Total Respoden Wanita ............................................. 69 xix

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 14. Diagram Sebaran Korelasi Lingkar Pinggang terhadap Kadar HDL Respoden Wanita .................................................................................. 71 Gambar 15. Diagram Sebaran Korelasi Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Kadar HDL Respoden Wanita............................................................... 71 Gambar 16. Diagram Sebaran Korelasi Lingkar Pinggang terhadap Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Respoden Wanita.............................................. 73 Gambar 17. Diagram Sebaran Korelasi Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Respoden Wanita ......................... 74 xx

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Ethical Clearance ................................................................................... 86 Lampiran 2. Surat Keterangan Ijin Penelitian ............................................................. 87 Lampiran 3. Informed Consent ................................................................................... 88 Lampiran 4. Pedoman Wawancara ............................................................................. 89 Lampiran 5. Leaflet ..................................................................................................... 90 Lampiran 6. Hasil Pemeriksaan Laboratorium ........................................................... 92 Lampiran 7. Pengukuran Lingkar Pinggang dan Lingkar Panggul ............................. 93 Lampiran 8. Validasi Instrumen Pengukuran.............................................................. 94 Lampiran 9. Deskriptif dan Uji Normalitas Usia Responden Pria .............................. 95 Lampiran 10. Deskriptif dan Uji Normalitas Usia Responden Wanita ....................... 96 Lampiran 11. Deskriptif dan Uji Normalitas Lingkar Pinggang Responden Pria ...... 97 Lampiran 12. Deskriptif dan Uji Normalitas Lingkar Pinggang Responden Wanita .............................................................................................. 98 Lampiran 13. Deskriptif dan Uji Normalitas Rasio Lingkar Pinggang-Panggul Responden Pria .................................................................................. 99 Lampiran 14. Deskriptif dan Uji Normalitas Rasio Lingkar Pinggang-Panggul Responden Wanita .......................................................................... 100 Lampiran 15. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar Kolesterol Total Responden Pria.................................................................................................... 101 Lampiran 16. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar Kolesterol Total Responden Wanita .............................................................................................. 102 xxi

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 17. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar HDL Responden Pria .............. 103 Lampiran 18. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar HDL Responden Wanita ......... 104 Lampiran 19. Deskriptif dan Uji Normalitas Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Pria ................................................................................. 105 Lampiran 20. Deskriptif dan Uji Normalitas Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Wanita ............................................................................ 106 Lampiran 21. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar Kolesterol Total Responden Pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm ................................................... 107 Lampiran 22. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar Kolesterol Total Responden Wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm ............................................ 108 Lampiran 23. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar HDL Responden Pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm ................................................................... 109 Lampiran 24. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar HDL Responden Wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm .................................................................. 110 Lampiran 25. Deskriptif dan Uji Normalitas Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm .............................. 111 Lampiran 26. Deskriptif dan Uji Normalitas Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm ......................... 112 Lampiran 27. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar Kolesterol Total Responden Pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90 .............................................. 113 Lampiran 28. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar Kolesterol Total Responden Wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85........................................ 114 xxii

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 29. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar HDL Responden Pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90 ............................................................. 115 Lampiran 30. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar HDL Responden Wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85.............................................................. 116 Lampiran 31. Deskriptif dan Uji Normalitas Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90 .......................... 117 Lampiran 32. Deskriptif dan Uji Normalitas Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 ..................... 118 Lampiran 33. Uji Perbandingan Rerata Kadar Kolesterol Total Responden Pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm.......................................................... 119 Lampiran 34. Uji Perbandingan Rerata Kadar Kolesterol Total Responden Wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm ......................................................... 119 Lampiran 35. Uji Perbandingan Rerata Kadar HDL Responden Pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm .............................................................................. 120 Lampiran 36. Uji Perbandingan Rerata Kadar HDL Responden Wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm .................................................................. 120 Lampiran 37. Uji Perbandingan Rerata Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm ............................ 121 Lampiran 38. Uji Perbandingan Rerata Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm ....................... 121 Lampiran 39. Uji Perbandingan Rerata Kadar Kolesterol Total Responden Pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90...................................................... 122 xxiii

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 40. Uji Perbandingan Rerata Kadar Kolesterol Total Responden Wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 ..................................................... 122 Lampiran 41. Uji Perbandingan Rerata Kadar HDL Responden Pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90.............................................................. 123 Lampiran 42. Uji Perbandingan Kadar HDL Responden Wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 ................................................................................. 123 Lampiran 43. Uji Perbandingan Rerata Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90 ........................... 124 Lampiran 44. Uji Perbandingan Rerata Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 ...................... 124 Lampiran 45. Uji Korelasi Spearman Lingkar Pinggang terhadap Kadar Kolesterol Total Responden Pria....................................................... 125 Lampiran 46. Uji Korelasi Pearson Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Kadar Kolesterol Total Responden Pria ............................................ 125 Lampiran 47. Uji Korelasi Spearman Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Kadar Kolesterol Total Responden Wanita ............................................................................................... 126 Lampiran 48. Uji Korelasi Spearman Lingkar Pinggang terhadap Kadar HDL Responden Pria .................................................................................. 127 Lampiran 49. Uji Korelasi Pearson Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Kadar HDL Responden Pria .............................................................. 127 Lampiran 50. Uji Korelasi Spearman Lingkar Pinggang terhadap Kadar HDL Responden Wanita ............................................................................. 128 xxiv

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 51. Uji Korelasi Pearson Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Kadar HDL Responden Wanita ......................................................... 128 Lampiran 52. Uji Korelasi Spearman Lingkar Pinggang terhadap Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Pria ............................................. 129 Lampiran 53. Uji Korelasi Pearson Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Pria ........................ 129 Lampiran 54. Uji Korelasi Spearman Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Wanita ............................................................................. 130 Lampiran 55. Data Responden yang Mengkonsumsi Obat Penurun Kadar Kolesterol .......................................................................................... 131 xxv

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI INTISARI Diabetes melitus tipe 2 merupakan kejadian diabetes melitus terbanyak di Indonesia. Dislipidemia adalah faktor risiko utama komplikasi makrovaskuler pada diabetes melitus tipe 2. Obesitas sentral akan meningkatkan risiko dislipidemia yang ditandai dengan tingginya kadar kolesterol total dan menurunnya kadar HDL, serta meningkatnya rasio kadar kolesterol total/HDL. Lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul merupakan metode antropometri untuk mengetahui adanya obesitas sentral. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggangpanggul terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara non-random dengan jenis purposive sampling. Jumlah responden yang digunakan sebanyak 90 orang penyandang diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung. Pengukuran yang dilakukan yaitu lingkar pinggang, lingkar panggul, kadar kolesterol total, dan kadar HDL. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan Kolmogorov-Smirnov, uji komparatif dengan uji t tidak berpasangan dan uji Mann-Whitney, dilanjutkan uji korelasi menggunakan analisis Pearson dan Spearman dengan taraf kepercayaan 95%. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat korelasi positif tidak bermakna dengan kekuatan lemah antara lingkar pinggang terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL responden pria (r=0,282; p=0,087) dan korelasi positif tidak bermakna dengan kekuatan sangat lemah pada responden wanita (r=0,028; p=0,844). Terdapat korelasi positif tidak bermakna dengan kekuatan sangat lemah antara rasio lingkar pinggang-panggul terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL responden pria (r=0,165; p=0,322) dan wanita (r=0,081; p=0,567). Kata kunci: diabetes melitus tipe 2, lingkar pinggang, rasio lingkar pinggangpanggul, rasio kadar kolesterol total/HDL. xxvi

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT Type 2 diabetes mellitus is the most incidence of diabetes mellitus in Indonesia. Dyslipidemia is an major risk factor for macrovascular complications in type 2 diabetes mellitus. Central obesity can lead to risk increment of dyslipidemia and characterized by high levels of total cholesterol and decrease in levels of HDL-c, and also increase in total cholesterol/HDL-c ratio. Waist circumference and waist-to-hip ratio is a method of anthropometry that can be used to know the occurrence of central obesity. The aim of this study is to measure the correlation of waist circumference and waist-to-hip ratio to total cholesterol/HDL-c ratio in type 2 diabetes mellitus in RSUD Kabupaten Temanggung. This study is an analytic observational with cross-sectional study design. Non-random and purposive sampling technique was used to collect the sample of the study. Those involved 90 type 2 diabetes mellitus patients in RSUD Kabupaten Temanggung. Waist circumference, hip circumference, total cholesterol, and HDL-c levels were measured. Data was analyzed statistically with Shapiro-Wilk and Kolmogorov-Smirnov normality test, comparative test with t independent sample test and Mann-Whitney test, followed by Pearson and Spearman correlation test with 95% confidence interval. The conclusion of this study is an insignificant positive correlation with waist circumference with weak strength between total cholesterol/HDL-c in male respondents (r=0.282, p=0.087) and insignificant positive correlation with very weak strength in female respondents (r=0.028; p=0.844). This study showed insignificant positive correlation with very weak strength between waist-to-hip circumference ratio to total cholesterol/HDL-c ratio in male respondents (r=0.165, p=0.322) and female respondents (r=0.081, p=0.567). Keywords: type 2 diabetes mellitus, waist circumference, waist-to-hip ratio, total cholesterol/HDL-c ratio. xxvii

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia yang disebabkan terganggunya sekresi insulin, kerja dari insulin atau karena keduanya (American Diabetes Association, 2004). Pada tahun 2000 penyandang diabetes melitus di Indonesia sebanyak 8,4 juta orang dan diperkirakan bahwa pada tahun 2030 prevalensi diabetes melitus di Indonesia mencapai 21,3 juta orang (Wild, Roglic, Green, Sicree, dan King, 2004). Kejadian diabetes melitus di Indonesia dengan prevalensi hampir 80% merupakan diabetes melitus tipe 2 (Kemenkes, 2012). Menurut Diabetes UK (2010), insiden diabetes melitus terjadi paling banyak pada usia lebih dari 40 tahun. Diabetes melitus tipe 2 erat dikaitkan dengan kejadian obesitas, salah satu jenis obesitas yaitu pada daerah perut yang lebih sering disebut dengan obesitas sentral (Chen, Magliano, dan Zimmet, 2012; Russel-Jones, 2008). Obesitas akan meningkatkan risiko dislipidemia karena distribusi lemak tubuh yang cenderung berlebih. Dislipidemia adalah faktor risiko utama untuk komplikasi makrovaskular mengarah ke cardiovascular disease (CVD) dalam diabetes melitus tipe 2. Adanya disfungsi endotel dan aliran darah abnormal juga dapat mempercepat aterosklerosis dan peningkatan risiko kejadian penyakit kardiovaskular. Pada penyandang diabetes melitus tipe 2, adanya perubahan distribusi lemak juga meningkatkan risiko aterosklerosis dengan karakteristik tingginya kadar trigliserida, tingginya kadar Low Density Lipoprotein (LDL), dan 1

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 menurunnya kadar High Density Lipoprotein (HDL) (Mooradian, 2008, cit., Huri, 2012). Obesitas, dislipidemia, dan hiperglikemia termasuk dalam kombinasi sindroma metabolik. Sindroma metabolik merupakan suatu kelainan metabolik dalam tubuh yang menjadi faktor risiko dari CVD, stroke, dan diabetes melitus tipe 2, bahkan kematian (Dwimartutie, Setiati, dan Oemardi, 2010). Penelitian yang dilakukan oleh Bello-Sani, Bakari, dan Anumah (2007), terjadi kematian sebanyak 78% pada pasien diabetes melitus tipe 2 karena CVD, yang diawali dengan kejadian dislipidemia dan berujung terjadinya aterosklerosis. Pada penelitian Tohidi, Hatami, Hadaegh, Harati, dan Azizi (2010) menyatakan bahwa pada pria penyandang diabetes melitus tipe 2, prediktor yang baik untuk penyakit CVD yaitu kolesterol total versus LDL, dan kolesterol total/HDL. Untuk wanita penyandang diabetes melitus tipe 2, prediktor yang baik untuk penyakit CVD hanya kolesterol total/HDL. Lemieux, Lamarche, Couillard, Pascot, Cantin, Bergeron, et al. (2010) menyarankan rasio kolesterol total/HDL digunakan untuk memprediksi ischemic heart disease (penyakit jantung iskemik) pada penyandang diabetes melitus. Penyandang diabetes melitus yang tidak memiliki riwayat serangan jantung berisiko mengalami infark miokard sama dengan pasien non-diabetes melitus yang memiliki riwayat serangan jantung. Ini menunjukkan bahwa diabetes melitus merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular yang merupakan komplikasi makrovaskular. Komplikasi mikrovaskular juga dialami pasien diabetes melitus antara lain retinopati, nefropati, neuropati dan penyakit pembuluh darah perifer (Kurniawan, 2010).

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Metode antropometri antara lain pengukuran indeks massa tubuh, lingkar pinggang, lingkar panggul, lingkar lengan, serta perbandingan lingkar pinggang dan lingkar panggul. Pengukuran dalam antropometri yang dapat menggambarkan obesitas sentral yaitu lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul (World Health Organization, 2008). Antropometri secara luas digunakan karena biaya yang tidak mahal dan merupakan pengukuran yang non-invasif dari status nutrisi secara umum seorang individu atau suatu kelompok populasi (Cogill, 2003). Pengukuran lingkar pinggang (LP) merupakan pengukuran lingkar pada abdomen. Lingkar pinggang merupakan sarana yang praktis untuk menilai jumlah lemak abdominal, di mana adipositas abdominal berperan dalam patogenesis resistensi insulin dan diabetes melitus tipe 2, serta penentu dalam mendeteksi dislipidemia dan CVD (Mc Kinley Health Center, 2006; Chehrei, Sadrnia, Keshteli, Daneshmand, dan Rezaei, 2007). Menurut International Diabetes Federation (2006), kriteria lingkar pinggang etnis Asia Selatan untuk pria adalah ≥90 cm sedangkan untuk wanita ≥80 cm akan memiliki peningkatan risiko penyakit kronis. Menurut World Health Organization (2008), akan terjadi peningkatan komplikasi sindroma metabolik bila rasio lingkar pinggang-panggul (RLPP) pria ≥0,90 dan pada wanita ≥0,85. Rasio lingkar pinggang-panggul disarankan untuk digunakan mengukur distribusi lemak tubuh dan merupakan penetapan secara tidak langsung untuk distribusi lemak tubuh bagian atas dan bawah. Rasio tersebut mampu memberikan hasil yang lebih baik daripada skinfold (tebal lipatan kulit) dan mampu memberikan penilaian terhadap jaringan lemak subkutan dan

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 intraabdominal. Penelitian Welborn, Dhaliwal, dan Bennett (2003), menunjukkan bahwa obesitas yang diukur menggunakan rasio lingkar pinggang-panggul merupakan prediktor yang baik akan terjadinya penyakit CVD dan coronary heart disease (CHD). Pada penelitian ini, peneliti mengambil data lingkar pinggang, rasio lingkar pinggang-panggul, kadar kolesterol total, dan kadar HDL pada penyandang diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Temanggung yang merupakan model penelitian ini termasuk jenis rumah sakit umum daerah dengan tipe B dan sebagai rumah sakit rujukan bagi masyarakat di daerah Temanggung. Diabetes melitus di RSUD Kabupaten Temanggung menduduki urutan ketiga sebagai penyakit yang banyak terjadi setelah penyakit diare dan hipertensi. Jumlah penyandang diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung dalam 5 tahun terakhir ini meningkat dari tahun ke tahun. Berdasar uraian di atas, perlu dilakukan penelitian mengenai korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL pada penyandang diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung. Penelitian tentang korelasi metode antropometri dengan profil lipid pada penyandang diabetes melitus tipe 2 belum pernah dilakukan di rumah sakit ini, sehingga peneliti mengambil data dari penyandang diabetes melitus tipe 2 di rumah sakit tersebut sebagai responden penelitian. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi salah satu prediktor awal terhadap risiko terjadinya penyakit kardiovaskular khususnya pada penyandang diabetes melitus tipe 2.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 Pengukuran ini dapat dipakai karena merupakan metode yang sederhana, noninvasif, praktis, dan mudah dilakukan. 1. Perumusan masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang diangkat oleh penulis dalam penelitian ini adalah: Apakah terdapat korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggangpanggul terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL pada penyandang diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung? 2. Keaslian penelitian Beberapa penelitian yang berkaitan dengan korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL (High Density Lipoprotein) yang telah dipublikasikan antara lain: a. Waist Circumference and Waist Hip Ratio as Predictors of Type 2 Diabetes Mellitus in the Nepalese Population of Kavre District (Shah, Bhandary, Malik, Risal, dan Koju, 2009). Penelitian tersebut menggunakan 100 responden (53 pria dan 47 wanita) di mana 65 diantaranya adalah pasien diabetes melitus tipe 2 dan 35 lainnya adalah pasien non diabetes. Pada pasien perempuan, rasio positif untuk waist hip ratio (WHR) adalah 1,98, hal tersebut menyatakan bahwa WHR sama dengan atau di atas 0,87 adalah 1,98 kali mungkin ditemukan pada wanita dengan diabetes melitus tipe 2 daripada perempuan non-diabetes. Pada pria, rasio positif WHR adalah 8,68. Waist hip ratio sama dengan atau di atas 0,96 adalah 8,68 kali mungkin ditemukan pada pria dengan diabetes melitus tipe 2 dibandingkan pria non diabetes.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 b. A Study of Correlation Between Lipid Profile and Waist to Hip Ratios in Patients with Diabetes Mellitus (Sandhu, Koley, dan Sandhu, 2008). Pada penelitian ini dilakukan korelasi rasio pinggang-panggul dan empat profil lipid, yaitu serum kolesterol, trigliserida, kolesterol HDL (HDL-c) dan kolesterol LDL (LDL-c). Penelitian ini menggunakan 251 responden yang positif diabetes melitus (113 pria dan 138 perempuan) berusia 31-95 tahun yang dikumpulkan dari Sandhu Diabetes Care Centre, Gurdaspur, Punjab, India. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok wanita berusia 41-50 tahun dengan kelompok kolesterol LDL memiliki koefisien korelasi negatif (r=-0,26), begitu juga dengan kelompok serum kolesterol (r=-0,16) dan kelompok trigliserida (r=0,03). Korelasi positif ditemukan pada kelompok wanita dengan kolesterol HDL (r=0,05). Untuk koefisien korelasi positif dan bermakna terdapat pada kelompok pria dengan kelompok serum kolesterol (r=0,48), kelompok kolesterol LDL (r=0,35) dan kelompok trigliserida (r=0,35), p≤0,05. Untuk kelompok pria dengan kelompok HDL tidak terdapat korelasi bermakna dengan r=0,12. c. Waist and Hip Circumference Have Independent and Opposite Effects on Cardiovascular Disease Risk Factors: the Quebec Family Study (Seidell, Pérusse, Després, dan Bouchard, 2001). Penelitian ini melibatkan 313 pria dan 382 wanita Perancis yang tinggal kurang lebih 80 km dari Kota Quebec dan dilakukan dengan analisis cross-sectional study. Hasil menyatakan bahwa lingkar pinggang memiliki korelasi bermakna terhadap kolesterol total, kadar HDL dan kadar tryacylglycerol (p<0,005), tetapi tidak pada kadar LDL. Untuk rasio lingkar pinggang-panggul memberikan hasil yang bermakna (p<0,005)

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 terhadap semua profil lipid yang diukur pada penelitian ini. Pada penelitian ini dikatakan bahwa lingkar pinggang dan lingkar panggul dapat digunakan untuk menentukan adanya perbedaan komposisi dan distribusi lemak tubuh serta dapat digunakan untuk menentukan faktor risiko penyakit kardiovaskular. d. Waist–Hip Ratio is the Dominant Risk Factor Predicting Cardiovascular Death in Australia (Welborn, et al., 2003). Penelitian dilakukan dengan analisis cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 9206 orang dewasa yang berusia 20-69 tahun dari ibu kota Australia. Nilai koefisien korelasi (r) antara kolesterol total dengan waist circumference (WC) dan waist hip ratio (WHR) untuk pria 0,17; wanita 0,15 dengan nilai p<0,0001 yang artinya memiliki korelasi bermakna. Nilai koefisien korelasi antara HDL dengan WC untuk pria 0,25 dan wanita -0,28 dengan nilai p<0, 0001. Nilai koefisien korelasi antara HDL dengan WHR untuk pria -0,22 dan wanita -0,23 dengan nilai p<0,0001, artinya korelasi antara HDL dengan WC dan WHR memiliki korelasi yang bermakna. e. Waist Circumference: a Better Index of Fat Location than WHR for Predicting Lipid Profile in Overweight/Obese Iranian Women (Shahraki, Shahraki, dan Roudbari, 2009). Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional, dengan sampel wanita overweight atau obesitas sebanyak 728 wanita serta telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil yang didapat yaitu lingkar pinggang memiliki korelasi bermakna terhadap kenaikan kadar kolesterol total (r=0,10; p<0,05) dan kadar trigliserida (r=0,14; p<0,05), sedangkan korelasi tidak bermakna terdapat pada lingkar pinggang terhadap kadar HDL dan LDL (p>0,05).

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 Rasio lingkar pinggang-panggul tidak memiliki korelasi bermakna terhadap semua profil lipid yang diukur pada penelitian ini (p>0,05). f. Waist Circumference and Waist-To-Hip Ratio as Predictors of Serum Concentration of Lipids in Brazilian Men (Santos, Valente, Silva, dan Sichieri, 2004). Penelitian ini mengambil responden sebanyak 416 pria dengan umur 20-58 tahun dan BMI (body mass index) yang ditetapkan antara 18,5 dan 29,9 kg/m. Dari penelitian ini menyebutkan bahwa lingkar pinggang sangat berkorelasi dengan persentase lemak tubuh (r=0,90), sedangkan rasio lingkar pinggang-panggul kurang berkorelasi (r=0,55). g. Waist Circumference, Body Mass Index, Hip Circumference and Waist-To-Hip Ratio in Type 2 Diabetes Patients in Gorgan, Iran (Marjani, 2011). Penelitian ini melibatkan 200 pasien diabetes melitus tipe 2 di Iran, yang terdiri dari 122 wanita dan 78 pria. Hasil menunjukkan lingkar pinggang memiliki korelasi positif dan signifikan dengan Body Mass Index (BMI), rasio lingkar pinggang-panggul, dan persen lemak tubuh pada pasien diabetes wanita (r=0,233; r=0,696; r=0,892, dan nilai p<0,05) dan pasien diabetes pria (r=0,280; r=0,756; r=0,931, dan nilai p<0,05). Adapun korelasi positif dan signifikan antara lingkar pinggang dan lingkar panggul pada pasien diabetes wanita (r=0,449; p<0,05). h. Correlation of Dyslipidemia with Waist to Height Ratio, Waist Circumference, and Body Mass Index in Iranian Adults (Chehrei, et al., 2007). Penelitian ini melibatkan 750 responden (580 wanita dan 170 pria). Hasil penelitian menunjukkan korelasi bermakna antara kadar trigliserida dengan rasio lingkar pinggang-tinggi badan (r=0,309; p<0,001) dan lingkar pinggang (r=0,308;

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 p<0,001). Kadar HDL berkorelasi lemah dengan lingkar pinggang (r=0,088; p<0,05). i. Hubungan Lingkar Pinggang dengan Faktor Risiko Penyakit Kardiovaskular pada Anak Obesitas Usia Sekolah Dasar (Lubis dan Oyong, 2006). Penelitian ini dilakukan secara cross-sectional analytic. Subyek terdiri dari 59 anak laki-laki dan 41 anak perempuan, usia 5-13 tahun, 58 anak dengan LP>90 cm dan 42 anak dengan LP<90 cm. Peningkatan LP diikuti peningkatan glukosa darah puasa (GDP) (r=0,24), ApoB (r=0,20), kolesterol total/HDL (r=0,25) dan LDL/HDL (r=0,25). 75% anak obesitas dengan LP>90 cm sudah terdapat minimal satu faktor risiko dan 58% minimal dua faktor risiko penyakit kardiovaskular (PKV). Anak obesitas dengan LP>90 cm kemungkinan menderita hipertensi sistolik sebesar 1,8 kali (p=0,000), dan hipertensi diastolik 1,5 kali (p=0,001). j. Korelasi Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar Pinggang-Panggul dengan Rasio Kolesterol Total/HDL (Kusuma, 2011). Penelitian ini dilakukan secara observasional analitik dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Subyek penelitian ini yaitu dosen dan karyawan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang berjumlah 70 pria dan berusia 35-50 tahun. Subyek diukur LP, RLPP, kadar kolesterol total dan HDL. Hasil uji statistik korelasi Pearson menunjukkan adanya korelasi positif bermakna antara LP dengan rasio kolesterol total/HDL (r=0,564; p=0,000) dan antara RLPP dengan rasio kolesterol total/HDL (r=0,317; p=0,008). Berdasarkan penelusuran pustaka yang ditemukan peneliti, penelitian korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang panggul terhadap rasio kadar

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 kolesterol total/HDL pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung belum pernah dilakukan. 3. Manfaat penelitian a. Manfaat teoretis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung. b. Manfaat praktis. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran awal rasio kadar kolesterol total/HDL sehingga dapat digunakan sebagai deteksi dini akan risiko terjadinya komplikasi makrovaskular pada diabetes melitus tipe 2. B. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II PENELAAHAN PUSTAKA A. Diabetes Melitus Tipe 2 Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia. Hal ini terkait dengan kelainan pada metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein dan menghasilkan komplikasi kronis termasuk mikrovaskuler, makrovaskuler, dan gangguan neuropatik (Triplitt, Reasner, dan Isley, 2008). Klasifikasi diabetes melitus menurut American Diabetes Association (2012) dibedakan menjadi diabetes melitus tipe 1 yang dikarenakan adanya kehancuran sel β pankreas, menyebabkan kekurangan insulin absolut. Diabetes melitus tipe 2 yang dikarenakan adanya cacat progresif pada insulin yang menyebabkan resistensi insulin; diabetes tipe tertentu karena penyebab lain, misal, cacat genetik pada fungsi sel β pankreas, cacat genetik pada kerja insulin, penyakit eksokrin pankreas dan karena penggunaan obat-obatan HIV/AIDS atau setelah transplantasi organ. Diabetes melitus gestational (GDM) yang merupakan diabetes pada masa kehamilan. Diabetes melitus tipe 2 adalah diabetes yang ditandai dengan resistensi insulin, ketika hormon insulin diproduksi dengan jumlah yang tidak memadai atau dengan bentuk yang tidak efektif untuk menurunkan kadar glukosa dalam darah (Gibney, 2005). Diagnosis kadar glukosa dalam darah pada penyandang diabetes melitus tipe 2 yaitu lebih dari 7,0 mmol/L (126 mg/dl) pada saat puasa dan lebih dari 11,1 mmol/L (200 mg/dl) pada saat 2 jam post prandial (PERKENI, 2011). 11

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 B. Obesitas Sentral Menurut Sandjaja dan Sudikno (2005), obesitas atau kegemukan adalah suatu keadaan yang terjadi jika kuantitas jaringan lemak tubuh dibandingkan dengan berat badan total lebih besar dari keadaan normal, atau suatu keadaan di mana terjadi penumpukan lemak tubuh yang berlebih sehingga berat badan seseorang jauh di atas normal. Obesitas merupakan faktor risiko terjadinya penyakit jantung koroner, hipertensi, dan diabetes melitus. Pada obesitas sentral terjadi penimbunan lemak dalam tubuh yang melebihi nilai normal di daerah abdominal. Secara anatomis, obesitas sentral merupakan penimbunan lemak yang terdapat di abdominal baik subkutan maupun intraabdominal. Lemak intraabdominal terdiri atas lemak intraperitonial (omentum dan mesentrik) dan retroperitoneal. Obesitas sentral berkorelasi erat dengan peningkatan mortalitas dan risiko akibat obesitas seperti diabetes melitus, hipertensi, sindroma metabolik, dan penyakit jantung koroner (Adam, 2006; Wajchenberg, 2000). C. Sindroma Metabolik Sindroma metabolik merupakan faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskular dan diabetes melitus tipe 2 yang ditandai dengan adanya resistensi insulin, toleransi glukosa abnormal, dislipidemia, kenaikan tekanan darah, dan obesitas. Resistensi insulin dan obesitas sentral merupakan faktor yang berkaitan erat dengan terjadinya sindroma metabolik (Amidu, Owiredu, Mireku, dan Agyemang, 2012; Pusparini, 2007).

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 Menurut International Diabetes Federation (2006), obesitas sentral dapat diukur dengan menggunakan dua cara yaitu BMI dan lingkar pinggang. Pengukuran lingkar pinggang dikatakan memiliki hasil yang lebih baik untuk mengindikasikan adanya sindroma metabolik. Seseorang didiagnosis mengalami sindroma metabolik apabila mengalami obesitas sentral dan ditambah dua dari empat faktor yang telah ditetapkan: Tabel I. Definisi Sindroma Metabolik (International Diabetes Federation, 2006) Faktor Obesitas sentral Peningkatan trigliserida Peningkatan HDL Peningkatan tekanan darah Peningkatan kadar glukosa darah puasa Kriteria Berdasarkan ukuran lingkar pinggang masing-masing etnis (pada Tabel V) ≥150 mg/dL (1,7 mmol/L) atau pengobatan spesifik untuk abnormalitas lipid <40 mg/dL (1,03 mmol/L) pada pria <50 mg/dL (1,29 mmol/L) pada wanita atau pengobatan spesifik untuk abnormalitas lipid Tekanan darah sistolik ≥130 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥85 mmHg atau didiagnosis hipertensi dan menjalani pengobatan Kadar glukosa darah puasa ≥100 mg/dL (5,6 mmol/L) atau telah terdiagnosis diabetes melitus tipe 2 D. Jaringan Adiposa, Obesitas, dan Dislipidemia pada Penyandang Diabetes Melitus Tipe 2 Jaringan adiposa atau jaringan lemak ditimbun di sebagian besar bagian tubuh. Jaringan ini dijumpai dalam semua jaringan subkutan kecuali di kelopak mata, penis, dan di dalam rongga tengkorak (Pearce, 2008). Lemak viseral terletak di dalam perut, dekat dengan organ-organ dalam seperti usus, ginjal, dan liver. Lemak ini berbahaya karena dapat terserap dalam aliran darah serta mempengaruhi fungsi liver sehingga dapat menimbulkan risiko penyakit pembuluh darah dan penyakit kardiovaskular (Ide, 2007). Individu dengan

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 gangguan pada kadar glukosa darah puasa, termasuk penyandang diabetes melitus tipe 2, cenderung akan mendapatkan lemak viseral secara lebih selektif daripada lemak subkutan. Hal ini disebabkan oleh adanya gangguan pada adipogenesis (Kamath, Shivaprakash, dan Adhikari, 2011). Lemak viseral yang berlebih merupakan penimbunan lemak tubuh yang berbahaya karena lipolisis di daerah ini sangat efisien dan lebih resisten terhadap efek insulin dibandingkan adiposit didaerah lain. Jaringan adiposa juga membuat dan melepaskan beberapa adipositokin. Adipositokin yang paling penting yaitu tumor necrosis factor-α (TNF-α), yang berperan menginduksi resistensi insulin melalui glucose transporter 4 (GLUT- 4) dan meningkatkan pelepasan asam lemak bebas. Resistensi insulin diartikan sebagai suatu kondisi adanya penurunan kemampuan jaringan yang sensitif terhadap insulin untuk memberikan respon yang normal terhadap insulin pada tingkat seluler. Resistensi insulin ini banyak dialami pada penyandang diabetes melitus tipe 2 (Pusparini, 2007). Gambar 1. Penampang Lemak Viseral dan Subkutan (Sarasota, 2013) Dislipidemia pada obesitas salah satunya ditandai dengan hipertrigliseridemia. Sumber trigliserida di dalam tubuh berasal dari endogen dan eksogen. Sumber eksogen berasal dari makanan dalam bentuk kilomikron,

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 sedangkan sumber endogen berasal dari hepar dalam bentuk very low density lipoprotein (VLDL). Peningkatan fluks asam lemak bebas ke dalam hati akan menyebabkan akumulasi trigliserida. Hal ini menyebabkan peningkatan sintesis VLDL, yang menghambat lipolisis kilomikron yang berasal dari usus. Proses lipolisis pada individu dengan obesitas akan terganggu, yaitu karena berkurangnya tingkat ekspresi mRNA dari lipoprotein lipase pada jaringan adiposa, serta berkurangnya aktivitas lipoprotein lipase pada otot rangka. Tingginya kadar trigliserida tersebut akan menginduksi pertukaran cholesterolester pada HDL dengan trigliserida pada VLDL dan LDL. Pertukaran ini diperantarai oleh cholesterylester-transfer protein (CETP). Hal ini akan menyebabkan terjadinya penurunan kandungan trigliserida di dalam LDL. Adanya hepatic lipase akan menghilangkan trigliserida dan fosfolipid dari LDL, menyebabkan terbentuknya partikel small-dense LDL (Klop, Elte, dan Cabezas, 2013). Keadaan obesitas memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap metabolisme HDL. Hal ini disebabkan oleh jumlah kilomikron dan VLDL yang meningkat karena terjadinya gangguan pada proses lipolisis. Peningkatan jumlah lipoprotein yang mengandung banyak trigliserida menyebabkan peningkatan aktivitas CETP. Dengan adanya CETP tersebut akan menukar kandungan cholesterolester dari HDL dengan trigliserida pada VLDL dan LDL. HDL yang mengandung banyak trigliserida tersebut akan mengalami lipolisis oleh hepatic lipase, menghasilkan small HDL dengan penurunan afinitas terhadap ApoA-I. Hal ini akan menyebabkaan disposisi ApoA-I dari HDL, sehingga terjadi penurunan kadar HDL (Klop, et al., 2013). Dislipidemia pada individu dengan obesitas dapat

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 dilihat pada Gambar 2. Garis berwarna hijau menunjukkan proses metabolisme yang diinduksi oleh terjadinya obesitas, sedangkan garis panah berwarna merah menunjukkan proses yang direduksi. Bagian berwarna kuning terang menunjukkan kolesterol, dan kuning muda menunjukkan trigliserida. Gambar 2 . Skema Dislipidemia pada Obesitas (Klop, et al., 2013). E. Kolesterol Total Kolesterol total adalah jumlah kolesterol yang dibawa oleh seluruh partikel yang membawa kolesterol dalam darah. Kolesterol terdapat dalam konsentrasi tinggi dalam jaringan kelenjar dan di dalam hati di mana kolesterol disintesis dan disimpan. Sebaliknya, kolesterol dapat membahayakan tubuh apabila terdapat dalam jumlah yang terlalu banyak di dalam darah. Kolesterol tersebut dapat menyebabkan membentuk endapan pada dinding pembuluh darah sehingga penyempitan pembuluh yang disebut aterosklerosis. Bila penyempitan terjadi pada pembuluh darah jantung dapat menyebabkan penyakit jantung koroner (Lee dan Simon, 2009; Almatsier, 2001).

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 Menurut American Heart Association (2012) penilaian terhadap kolesterol total dalam tubuh perlu diketahui untuk meminimalkan risiko penyakit jantung dan stroke, maka ditetapkan klasifikasi kadar kolesterol total sebagai berikut: Tabel II. Klasifikasi Kadar Kolesterol Total (American Heart Association, 2012) Kadar Kolesterol Total (mg/dL) <200 200-239 ≥240 Kategori Diinginkan Batas tinggi Tinggi Di dalam tubuh dibentuk beberapa jenis lipoprotein yaitu kilomikron, Low Density Lipoprotein (LDL), Very Low Density Lipoprotein (VLDL), dan High Density Lipoprotein (HDL) (Almatsier, 2001). High Density Lipoprotein (HDL) merupakan kolesterol “baik” karena mampu menurunkan risiko serangan jantung dengan menghilangkan kelebihan kolesterol yang dapat membentuk plak pada arteri, dan memperlambat pembentukan plak di arteri. Pada tabel III dapat dilihat kriteria kadar HDL dalam darah yang diklasifikasikan berdasarkan jenis kelamin (American Heart Association, 2012). Tabel III. Klasifikasi Kadar High Density Lipoprotein (HDL) (American Heart Association, 2012) >40 >50 Kadar High Density Lipoprotein (HDL) (mg/dL) Pria Wanita F. Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Rasio kadar kolesterol total/HDL diperoleh dengan membagi kadar kolesterol total dengan kadar HDL. Nilai normal untuk rasio kadar kolesterol total/HDL yaitu <4,6 pada pria dan <4,0 pada perempuan. Makin tinggi rasio kadar kolesterol total/HDL, maka risiko penyakit kardiovaskular juga makin

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 meningkat (Anwar, 2004). Belum terdapat kesepakatan secara universal, tetapi banyak ahli percaya bahwa rasio kadar kolesterol total/HDL dapat memprediksi penyakit jantung lebih tepat dibandingkan dengan kadar kolesterol saja atau HDL saja. Konsep rasio kadar kolesterol total/HDL lebih memberikan makna karena pada rasio tersebut digunakan dua jenis kolesterol dalam darah berupa kolesterol total dan HDL yang dapat digunakan sebagai suatu prediktor kuat dalam menentukan risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler (Marquette General Health System, 2010). Tabel IV. Klasifikasi Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL (Marquette General Health System, 2010) Kategori Paling rendah Rendah Rata-rata Sedang Tinggi Pria <3,8 3,9-4,7 4,8-5,9 6,0-6,9 ≥7,0 Wanita <2,9 3,0-3,6 3,7-4,6 4,6-5,6 ≥5,7 G. Antropometri Antropometri adalah studi tentang pengukuran tubuh manusia yang meliputi tulang, otot, dan jaringan adiposa (lemak). Kata "antropometri" berasal dari kata Yunani "anthropo" yang berarti "manusia" dan kata Yunani "metron" yang berarti "ukuran". Lingkup antropometri meliputi berbagai pengukuran tubuh manusia (National Health and Nutrition Examination Survey, 2007). Pengukuran lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul merupakan metode antropometri yang paling sederhana untuk mengetahui adanya resistensi insulin, dislipidemia, dan obesitas (Khan, Flier, 2000; Ginsberg, 2000, cit., Shah, et al., 2009).

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 1. Lingkar pinggang Lingkar pinggang didefinisikan sebagai titik tengah antara bagian bawah tulang rusuk dan batas atas iliac crest (Zaninotto, Olieveira, dan Kumari, 2008). Pengukuran lingkar pinggang dilakukan pada titik tengah antara tulang rusuk terbawah dan tepi atas tulang panggul. Pada saat pengukuran, subjek berdiri dengan posisi kaki tertutup rapat, lengan pada sisi tubuh, serta menggunakan pakaian yang tipis. Pengukuran dilakukan pada akhir ekspirasi normal. Lingkar pinggang merupakan cara yang paling praktis dalam menilai lemak abdominal sehingga risiko penyakit kronis dapat diprediksi, selain itu digunakan untuk tolok ukur penurunan berat badan. Lingkar pinggang yang tinggi atau tingkat lemak abdominal besar dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung (Mc Kinley Health Center, 2009; World Health Organization, 2008). Gambar 3. Pengukuran Lingkar Pinggang (Mc Kinley Health Center, 2009) Menurut International Diabetes Federation (2006), obesitas sentral paling mudah diukur dengan menggunakan lingkar pinggang. Berikut guideline yang telah ditetapkan, dibedakan dengan jenis kelamin dan etnis spesifik:

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 Tabel V. Kriteria Lingkar Pinggang berdasarkan Perbedaan Jenis Kelamin dan Etnis (International Diabetes Federation, 2006) Negara/etnis Eropa Asia Selatan Cina Jepang Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita Lingkar pinggang ≥ 94 cm ≥ 80 cm ≥ 90 cm ≥ 80 cm ≥ 90 cm ≥ 80 cm ≥ 90 cm ≥ 80 cm 2. Rasio lingkar pinggang-panggul Rasio lingkar pinggang dan panggul (RLPP) merupakan indeks antropometri yang menunjukkan status kegemukan, terutama obesitas sentral (World Health Organization, 2008). Formula dari rasio lingkar pinggang dan pinggul yaitu lingkar pinggang (cm) dibagi dengan lingkar panggul (cm), skala pengukuran adalah rasio. Pengukuran lingkar pinggang dilakukan pada titik tengah antara tulang rusuk terbawah dan tepi atas tulang panggul, sedangkan pengukuran lingkar panggul dilakukan pada lingkar terlebar dari panggul (dapat dilihat pada Gambar 4). Lingkar panggul adalah diameter terbesar dari tubuh di bawah pinggang (Jenkins, 2011). Menurut World Health Organization (2008), akan terjadi peningkatan komplikasi sindroma metabolik bila RLPP pria ≥0,90 dan pada wanita ≥0,85. Penelitian Sandhu, Koley, dan Sandhu (2008) mengatakan bahwa pria dewasa yang memiliki rasio lingkar pinggang-panggul lebih dari 0,94 dan wanita dewasa yang memiliki rasio lingkar pinggang-panggul lebih dari 0,82 memiliki risiko gangguan penyakit lebih besar.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 Gambar 4. Pengukuran Rasio Lingkar Pinggang-Panggul (Rodrigues, 2005) H. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Temanggung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Temanggung terletak di Jalan Dr. Sutomo No. 67, Temanggung, Jawa Tengah, 56212. Penyelenggara RSUD Kabupaten Temanggung adalah pemerintah kabupaten dan merupakan jenis rumah sakit umum daerah tipe B dengan jumlah tenaga medis sebanyak 362 orang serta sebagai rumah sakit rujukan bagi masyarakat di daerah Temanggung. Rumah Sakit Umum Tipe B adalah rumah sakit umum yang dapat menjadi rumah sakit pendidikan apabila telah memenuhi persyaratan dan standar (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2010). Berdasarkan data rekam medik di RSUD Kabupaten Temanggung, sejak tahun 2010-2013 tercatat sebanyak 6319 penyandang diabetes melitus tipe 2. Pada tahun 2013, di bulan Januari terdapat 95 orang, di bulan Februari sebanyak 46 orang, dan di bulan Maret meningkat menjadi 249 orang. Diabetes Melitus di RSUD Kabupaten Temanggung menduduki urutan ketiga, sebagai penyakit yang banyak terjadi.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 I. Landasan Teori Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya resistensi insulin ataupu kurangnya respon sekretorik sel β pankreas. Sekitar 80% sampai 90% pasien mengidap diabetes melitus tipe 2. Kejadian diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung menempati peringkat pertama penyakit dengan jumlah penyandang terbanyak di antara diabetes melitus tipe 1 dan tipe lainnya. Dislipidemia adalah faktor risiko utama untuk komplikasi makrovaskuler yang akan mengarah ke CVD dalam diabetes melitus tipe 2. Karakteristik dislipidemia yaitu tingginya kadar trigliserida, tingginya kadar LDL, dan menurunnya kadar HDL dalam darah. Obesitas akan meningkatkan risiko dislipidemia karena distribusi lemak tubuh yang cenderung berlebih sehingga kadar kolesterol cenderung tinggi dan diikuti menurunnya kadar HDL. Pada obesitas sentral terjadi penimbunan lemak dalam tubuh yang melebihi nilai normal di daerah abdominal, sehingga dapat dilakukan pengukuran dengan antropometri secara lebih mudah. Pengukuran lingkar pinggang merupakan pengukuran lingkar pada abdomen. Lingkar pinggang merupakan sarana yang praktis untuk menilai jumlah lemak abdominal untuk risiko penyakit kronis. Rasio lingkar pinggang-panggul juga mampu memberikan penilaian terhadap lemak dibawah kulit dan jaringan lemak intraabdominal.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 J. Hipotesis Hipotesis dari penelitian ini adalah terdapat korelasi bermakna antara lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan rancangan secara cross-sectional (potong lintang). Tujuan dari penelitian observasional analitik yaitu untuk mengungkap adanya hubungan sebab-akibat antara faktor risiko dan penyakit yang ditimbulkan (Budiarto, 2002). Rancangan penelitian cross-sectional merupakan penelitian yang pengukurannya terhadap subjek hanya dilakukan satu kali pada waktu yang sama (Bonita, Beaglehole, dan Kjellström, 2006). Analisis korelasi yang dilakukan adalah lingkar pinggang (LP) dan rasio lingkar pinggang-panggul (RLPP) sebagai faktor risiko terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL sebagai faktor efek. Data penelitian yang diperoleh diolah dengan statistika untuk mengetahui korelasi dari faktor risiko dan faktor efek. B. Variabel Penelitian 1. Variabel bebas Ukuran lingkar pinggang (cm) dan rasio lingkar pinggang-panggul. 2. Variabel tergantung Rasio kadar kolesterol total/HDL. 3. Variabel pengacau a. Variabel pengacau terkendali: usia dan kondisi puasa sebelum pengambilan data. 24

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 b. Variabel pengacau tak terkendali: aktivitas, kondisi patologis, lifestyle (gaya hidup) responden, pola makan, dan obat-obatan yang dikonsumsi. C. Definisi Operasional 1. Responden penelitian adalah penyandang diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi pada penelitian ini. 2. Karakteristik penelitian meliputi demografi (usia), pengukuran antropometri (lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul), dan hasil pemeriksaan yang didapat dari Laboratorium RSUD Kabupaten Temanggung meliputi kadar kolesterol total, HDL, dan rasio kolesterol total/HDL. 3. Pengukuran lingkar pinggang adalah pengukuran yang dilakukan pada titik tengah antara tulang rusuk terbawah dan tepi atas tulang panggul dengan alat berupa pita pengukur (World Health Organization, 2008). Lingkar pinggang dinyatakan dengan satuan sentimeter (cm). 4. Pengukuran rasio lingkar pinggang-panggul merupakan pengukuran lingkar pinggang (cm) dibagi dengan lingkar panggul (cm), skala pengukuran adalah rasio. Pengukuran lingkar pinggang dilakukan pada titik tengah antara tulang rusuk terbawah dan tepi atas tulang panggul, sedangkan pengukuran lingkar panggul dilakukan pada bagian terlebar dari panggul (World Health Organization, 2008). 5. Pengukuran lingkar pinggang maupun rasio lingkar pinggang-panggul pada saat pengukuran, subjek berdiri dengan kaki rapat, lengan pada kedua sisi

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 tubuh, memakai pakaian yang tipis dan dalam kondisi akhir ekspirasi normal. Pita pengukur yang digunakan tidak boleh dilingkarkan terlalu kencang hingga menekan kulit subjek (World Health Organization, 2008). 6. Kolesterol total dan kadar HDL dalam darah responden penelitian diperoleh dari hasil pemeriksaan Laboratorium RSUD Kabupaten Temanggung dengan kondisi responden berpuasa 8-10 jam sebelum pengambilan darah dan dinyatakan dalam satuan mg/dL. 7. Rasio kadar kolesterol total/HDL didapat dari hasil Laboratorium RSUD Kabupaten Temanggung. 8. Standar yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: a. Lingkar pinggang (waist circumference) menggunakan standar International Diabetes Federation tahun 2006. b. Rasio lingkar pinggang-panggul (waist-to-hip ratio) menggunakan standar dari World Health Organization tahun 2008. c. Kadar kolesterol total menggunakan standar American Heart Association tahun 2012. d. Kadar HDL menggunakan standar American Heart Association tahun 2012. e. Nilai normal rasio kadar kolesterol total/HDL standar Marquette General Health System tahun 2010. menggunakan

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 D. Responden Penelitian Respoden pada penelitian ini adalah penyandang DM tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dari penelitian. Kriteria inklusi meliputi penyandang diabetes melitus tipe 2 RSUD Kabupaten Temanggung pada pria dan wanita dengan usia lebih dari 40 tahun, bersedia berpuasa 8-10 jam sebelum pengambilan data, dan menandatangani informed consent. Kriteria eksklusi meliputi penyandang diabetes melitus tipe 2 RSUD Kabupaten Temanggung dengan penyakit penyerta seperti stroke, gangren, gagal ginjal, dan penyakit jantung koroner, tidak hadir saat pengambilan data serta adanya pasien dengan data laboratorium yang tidak lengkap. Jumlah minimum sampel pada penelitian korelasional yaitu sebanyak 30 responden (Lodico, Spaulding, dan Voegtle, 2010).

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 Pengambilan data minggu pertama 8 responden wanita 16 responden 12 responden 8 responden pria 4 responden tidak hadir Pengambilan data minggu kedua 2 responden wanita 10 responden 8 responden pria 8 responden wanita Pengambilan data minggu ketiga 15 responden 16 responden 8 responden pria 1 responden dieksklusi: data laboratorium tidak lengkap Pengambilan data minggu keempat 9 responden wanita 5 responden pria 90 responden 14 responden 8 responden 6 responden dieksklusi (4 tidak hadir dan 2 data laboratorium tidak lengkap) 9 responden wanita Pengambilan data minggu kelima Pengambilan data minggu keenam 15 responden 6 responden pria 25 responden wanita 35 responden 30 responden 10 responden pria 5 responden tidak hadir Gambar 5. Skema Responden Penelitian

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 E. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan di RSUD Kabupaten Temanggung yang berlokasi di Jalan Dr. Sutomo No. 67, Temanggung, Jawa Tengah, 56212. Penelitian ini berlangsung pada bulan Juni-September 2013. F. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian payung Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dengan judul “Korelasi Pengukuran Antropometri terhadap Profil Lipid, Kadar Glukosa Darah Puasa, dan Tekanan Darah pada Diabetes Melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung”. Penelitian payung ini dilakukan berkelompok dengan jumlah anggota sebanyak 14 orang dengan kajian yang berbeda. Kajian pada penelitian ini adalah: 1. Korelasi Pengukuran Body Mass Index terhadap Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL. 2. Korelasi Pengukuran Body Mass Index terhadap Rasio Kadar LDL/HDL. 3. Korelasi Pengukuran Body Mass Index terhadap Kadar Trigliserida. 4. Korelasi Pengukuran Body Mass Index terhadap Tekanan Darah. 5. Korelasi Pengukuran Abdominal Skinfold Thickness terhadap Kadar Trigliserida. 6. Korelasi Pengukuran Abdominal Skinfold Thickness terhadap Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL. 7. Korelasi Pengukuran Abdominal Skinfold Thickness terhadap Rasio Kadar LDL/HDL.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 8. Korelasi Pengukuran Abdominal Skinfold Thickness terhadap Tekanan Darah. 9. Korelasi Pengukuran Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Kadar Trigliserida. 10. Korelasi Pengukuran Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Rasio Kadar LDL/HDL. 11. Korelasi Pengukuran Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL. 12. Korelasi Pengukuran Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Tekanan Darah. 13. Korelasi Pengukuran Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa. 14. Korelasi Pengukuran Body Mass Index dan Abdominal Skinfold Thickness terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa. G. Teknik Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel (sampling) pada penelitian dilakukan secara non-random dengan jenis purposive sampling. Jumlah responden yang ditetapkan yaitu 106 respoden yang terdiri dari 45 pria dan 61 wanita. Pengambilan sampel secara non-random artinya probabilitas setiap respoden untuk diambil sebagai sampel tidak diketahui dan faktor subjektifitas memegang peranan penting (Budiarto, 2002). Pada pengambilan sampel dengan jenis purposive sampling, pemilihan responden dilakukan berdasarkan pertimbangan subjektif peneliti, yaitu

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 responden dapat memberikan informasi sesuai dengan tujuan penelitian (Sastroasmoro, 2010). H. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa pita pengukur Butterfly® untuk mengukur lingkar pinggang dan lingkar panggul responden. Pemeriksaan kadar kolesterol total dan HDL maupun rasio kadar kolesterol total/HDL responden dilakukan oleh Laboratorium RSUD Kabupaten Temanggung menggunakan Sysmex Chemix-180 (Jepang), seri: 5830-0605. I. Tata Cara Penelitian 1. Observasi awal Survei awal dilakukan pada beberapa rumah sakit di Yogyakarta, yaitu RSUD Wirosaban, RSUP Dr. Sardjito, dan RSUD Panembahan Senopati Bantul. Berdasarkan survei yang dilakukan di RSUD Wirosaban, telah terdapat banyak peneliti yang akan melakukan penelitian di rumah sakit tersebut sehingga memerlukan waktu yang relatif lama untuk dapat memulai penelitian. Dari hasil survei di RSUP Dr. Sardjito dan RSUD Panembahan Senopati Bantul, terdapat prosedur pemrosesan proposal penelitian yang lama dan biaya administrasi yang relatif mahal. Berdasarkan hasil survei di beberapa rumah sakit di Yogyakarta dan pertimbangan kelompok penelitian payung, dilakukan survei di rumah sakit yang berada di luar Yogyakarta, yaitu di RSUD Kabupaten Temanggung. Hasil survei di RSUD Kabupaten Temanggung menunjukkan belum banyaknya peneliti yang

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 akan melakukan penelitian di rumah sakit tersebut, serta persyaratan dan prosedur pemrosesan dalam jangka waktu relatif singkat. Observasi awal dilakukan dengan pencarian informasi mengenai jumlah penyandang diabetes melitus tipe 2 yang melakukan pemeriksaan di rawat jalan pada poliklinik penyakit dalam RSUD Kabupaten Temanggung. Observasi juga dilakukan untuk menentukan tempat yang dapat digunakan untuk wawancara dengan responden dan pengukuran antropometri. 2. Permohonan ijin dan kerjasama Permohonan ijin ditujukan kepada Bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang) RSUD Kabupaten Temanggung. Permohonan ijin selanjutnya ditujukan kepada Komisi Etik Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta untuk memperoleh ethical clearence. Permohonan ijin ini dilakukan untuk memenuhi etika penelitian menggunakan sampel darah manusia dan hasil penelitian dapat dipublikasikan. Permohonan kerja sama ditujukan kepada Laboratorium RSUD Kabupaten Temanggung sebagai laboratorium yang akan mengambil dan mengolah sampel darah responden penelitian. Permohonan kerja sama juga ditujukan kepada penyandang diabetes melitus tipe 2 sebagai calon responden, yang selanjutnya mengisi dan menandatangani informed consent apabila bersedia mengikuti penelitian ini. 3. Pembuatan informed consent dan leaflet Informed consent yang dibuat harus memenuhi standar yang ditetapkan oleh Komisi Etik Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Fakultas Kedokteran

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Informed Consent ini digunakan sebagai bukti tertulis yang menyatakan responden bersedia mengikuti penelitian. Leaflet berupa selembaran kertas berukuran A4 yang berisi informasi mengenai gambaran secara umum dan penjelasan tentang penelitian ini. Leaflet yang diberikan kepada responden berjudul ”Type 2 Diabetes”. Isi leaflet tersebut meliputi penjelasan mengenai pengukuran antropometri (Body Mass Index, skinfold thicknesses, lingkar pinggang, dan lingkar panggul) serta pemeriksaan laboratorium yang meliputi profil lipid, kadar glukosa darah puasa, dan tekanan darah, yang dapat digunakan sebagai metode yang sederhana untuk deteksi dini berbagai gangguan kesehatan yang mungkin muncul pada penyandang diabetes melitus tipe 2, khususnya komplikasi yang berhubungan dengan cardiovascular disease (CVD). 4. Pencarian calon responden Pencarian responden dilakukan setelah mendapat ijin dari Bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang) RSUD Kabupaten Temanggung. Pencarian responden penelitian dilakukan secara langsung (tatap muka) dengan penyandang diabetes melitus tipe 2 yang menjalani rawat jalan ataupun kontrol di RSUD Kabupaten Temanggung. Penelitian ini mengharapkan responden penyandang diabetes melitus tipe 2 yang telah berpuasa 8-10 jam sebelum melakukan pemeriksaan. Apabila calon responden belum berpuasa, peneliti mengajukan permohonan dan memberikan undangan kepada calon responden untuk datang kembali ke RSUD Kabupaten Temanggung dalam kondisi berpuasa 8-10 jam. Peneliti juga meminta nomor telepon calon responden yang digunakan untuk mengingatkan dan konfirmasi mengenai waktu dan tempat pelaksanaan

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 penelitian. Undangan untuk ikut serta dalam penelitian ini tidak hanya diberikan kepada penyandang diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung, peneliti juga memberikan masing-masing 15 lembar undangan kepada penyandang diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Kecamatan Parakan dan Puskesmas Kecamatan Bulu. Peneliti selanjutnya memberikan penjelasan mengenai maksud dan tujuan penelitian kepada calon responden. Informasi yang diberikan kepada calon responden yaitu penjelasan mengenai pentingnya mengetahui pengukuran antropometri serta korelasinya dengan profil lipid, kadar glukosa darah puasa, dan tekanan darah. Media yang digunakan dalam pemberian informasi adalah leaflet yang berjudul “Type 2 Diabetes”. Calon responden yang bersedia ikut dalam penelitian dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diminta untuk mengisi dan menandatangani informed consent. 5. Validitas dan reliabilitas instrumen penelitian Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah pita pengukur Butterfly® yang digunakan untuk pengukuran antropometri. Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia (2011), instrumen yang memiliki validitas dan reliabel yang baik dapat dinyatakan dengan nilai CV (coefficient of variation)  5%. Validitas dan reliabel yang dilakukan dengan mengukur lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul individu sebanyak 5 kali berturut-turut dengan instrumen yang sama. Nilai CV yang diperoleh untuk pengukuran pada responden pria yaitu sebesar 0,065% untuk lingkar pinggang dan 0,453% untuk rasio lingkar pinggang-

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 panggul. Nilai CV untuk pengukuran pada responden wanita yaitu sebesar 0,069% untuk lingkar pinggang dan 0,603% untuk rasio lingkar pinggang-panggul. 6. Pengambilan darah dan pengukuran antropometri Pengambilan darah responden yang telah menandatangi informed consent dan telah berpuasa 8-10 jam sebelum waktu pengambilan darah serta tidak sakit pada hari yang bersangkutan, dilakukan oleh Laboratorium RSUD Kabupaten Temanggung. Pengukuran antropometri yang dilakukan oleh peneliti meliputi lingkar pinggang dan lingkar panggul. Pengukuran lingkar pinggang dengan menggunakan pita pengukur dilakukan pada titik tengah antara tulang rusuk terbawah dan tepi atas tulang panggul. Sedangkan pengukuran lingkar panggul dilakukan dengan menggunakan pita pengukur pada titik terlebar dari bagian panggul. Pada saat pengukuran, responden berdiri dengan posisi kaki tertutup rapat, lengan pada sisi tubuh, serta dalam keadaan relax dan keadaan akhir ekspirasi normal. Pita pengukur pada posisi horizontal, sejajar dengan lantai, dan tidak menekan kulit. 7. Pembagian hasil pemeriksaan Peneliti akan membagikan hasil pemeriksaan kepada responden secara langsung. Hasil pemeriksaan dimasukkan ke dalam amplop dan peneliti akan memberikan penjelasan langsung kepada responden mengenai hasil laboratorium tersebut. 8. Pengolahan data Pengolahan data dilakukan dengan kategorisasi data sejenis, yaitu menyusun dan menggolongkannya dalam kategori-kategori kemudian dilakukan

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 interpretasi data. Cara pengolahan data hasil penelitian dilakukan secara statistik dengan komputerisasi. J. Analisis Data Penelitian Data yang sudah diperoleh kemudian diolah secara statistik dengan taraf kepercayaan 95%. Langkah pertama yaitu uji normalitas data, dengan uji Kolmogorov-Smirnov (untuk sampel >50) atau uji Saphiro-Wilk (untuk sampel ≤ 50). Suatu data dikatakan terdistribusi normal bila p>0,05 (Dahlan, 2012). Pada penelitian ini, uji normalitas yang dilakukan pada respoden pria yaitu uji SaphiroWilk karena jumlah sampel/responden yang digunakan ≤50. Untuk uji normalitas yang dilakukan pada responden wanita yaitu uji Kolmogorov-Smirnov karena jumlah sampel/responden yang digunakan >50. Uji normalitas dilanjutkan dengan uji hipotesis komparatif. Uji hipotesis komparatif dilakukan antara kadar kolesterol total, HDL, dan rasio kadar kolesterol total/HDL dengan kelompok lingkar pinggang <90 cm dan ≥90 cm dan rasio lingkar pinggang-panggul <0,90 dan ≥0,90 untuk pria, serta kelompok lingkar pinggang <80 cm dan ≥80 cm dan rasio lingkar pinggang panggul <0,85 dan ≥0,85 untuk wanita. Kelompok tersebut juga dapat dikategorikan menjadi kelompok non obesitas dan kelompok dengan obesitas. Apabila data terdistribusi normal maka dilakukan uji hipotesis komparatif dengan uji t tidak berpasangan dan untuk data tidak terdistribusi normal digunakan uji Mann-Whitney. Apabila diperoleh nilai p<0,05, maka terdapat perbedaan yang bermakna antara dua kelompok data (Dahlan, 2012).

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 Uji korelasi data penelitian dilakukan dengan uji korelasi Pearson apabila data terdistribusi normal. Apabila data tidak terdistribusi normal, digunakan uji korelasi Spearman (Dahlan, 2012). Tabel VI.Panduan Hasil Uji Hipotesis berdasarkan Kekuatan Korelasi, Nilai p, dan Arah Korelasi (Dahlan, 2012) No. Parameter 1. Kekuatan korelasi (r) 2. Nilai p Nilai 0,0 sd <0,2 0,2 sd <0,4 0,4 sd <0,6 0,6 sd <0,8 0,8 sd 1 p < 0,05 p> 0,05 3. Arah korelasi + (positif) - (negatif) Interpretasi Sangat lemah Lemah Sedang Kuat Sangat kuat Terdapat korelasi yang bermakna antara dua variabel yang diuji. Tidak terdapat korelasi yang bermakna antara dua variabel yang diuji. Searah, semakin besar nilai satu variabel semakin besar pula nilai variabel lainnya. Berlawanan arah. Semakin besar nilai satu variabel, semakin kecil nilai variabel lainnya. K. Kesulitan Penelitian Kesulitan dalam penelitian ini yaitu pencarian responden untuk ikut serta dalam penelitian, hal tersebut meliputi calon responden tidak bersedia mengikuti penelitian karena dianggap membuang waktu, tidak bersedia diambil darahnya untuk digunakan dalam penelitian, serta sejumlah responden mengaku takut dengan jarum suntik saat diambil darahnya. Adanya data penelitian yang harus dieksklusi menyebabkan jumlah data yang akan diolah secara statistik menjadi berkurang, hal tersebut juga merupakan kesulitan pada penelitian ini.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Profil Karakteristik Responden Penelitian Penelitian ini melibatkan penyandang diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Temanggung. Jumlah responden penyandang diabetes melitus tipe 2 pada penelitian ini sebanyak 90 orang, yang terdiri dari 38 pria dan 52 wanita. Penyandang diabetes melitus tipe 2 yang dipilih memiliki rentang usia 41-78 tahun untuk pria dan 44-77 tahun untuk wanita. Responden yang mengikuti penelitian ini merupakan responden yang telah menyetujui informed consent dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis statistik yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis statistik deskriptif. Analisis statistik deskriptif ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui karakteristik data yang diperoleh. Profil karakteristik responden yang dianalisis secara statistik meliputi usia, lingkar pinggang (LP), rasio lingkar pinggang-panggul (RLPP), kadar kolesterol total, kadar HDL dan rasio kadar kolesterol total/HDL. Uji normalitas data responden pria diperoleh menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk (jumlah sampel (n) ≤50), sedangkan uji normalitas untuk data wanita menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov (jumlah sampel (n) >50). Kedua uji normalitas tersebut dilakukan dengan taraf kepercayaan 95% (Dahlan, 2012). 38

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Tabel VII. Profil Karakteristik Responden Pria dan Wanita Karakteristik Usia (tahun) LP (cm) RLPP HDL (mg/dL) Kolesterol total (mg/dL) Pria (n=38) 61,47±9,86* 93,06(85,07113,70)** 0,93±0,06* 35,61±7,79* 185,18±33,16* p 0,360 0,013 Wanita (n=52) 60,37±7,99* 93,75(75-122)** p 0,200 0,035 0,197 0,483 0,932 0,94±0,08* 43,44±18,20* 188,50(121,00342,00)** 4,52(2,39-18,21)** 0,181 0,077 0,003 Rasio Kolesterol 5,41±1,34* 0,696 0,005 total/HDL p>0,05 menunjukkan data terdistribusi normal (mean±SD) p<0,05 menunjukkan data terdistribusi tidak normal (median (minimummaksimum) 1. Usia Rentang usia responden pria pada penelitian ini yaitu 41-78 tahun, dengan rata-rata usia 61 tahun dan nilai standar deviasi (SD) sebesar 9,86. Data usia responden pria diuji menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk karena jumlah sampel (n) ≤50. Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk pada usia responden pria memiliki nilai signifikansi (p) sebesar 0,360 yang menunjukkan data usia responden pria terdistribusi normal. Responden wanita memiliki rentang usia 44-77 tahun, dengan rata-rata usia 60 tahun dan nilai standar deviasi (SD) 7,99. Data usia responden wanita diuji menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov karena jumlah sampel (n) >50. Hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan data usia responden wanita terdistribusi normal karena nilai p>0,05. Data usia responden pria dan wanita memiliki nilai p>0,05 yang mengindikasikan sebaran data usia responden terdistribusi secara merata dengan rentang usia responden penelitian yang cenderung lebar.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Penelitian yang dilakukan oleh Josten, Mutmainnah, dan Hardjoeno (2006) pada 100 orang penderita diabetes melitus tipe 2 yang dirawat di Bagian Penyakit Dalam RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, diperoleh jumlah penderita diabetes melitus tipe 2 pria sebanyak 55 orang, dan wanita 45 orang. Dinyatakan kejadian dislipidemia baik pada pria maupun wanita meningkat seiring dengan bertambahnya usia yang akan menjadi faktor risiko terjadinya penyakit jantung koroner (PJK) pada diabetes melitus tipe 2. 2. Lingkar Pinggang Rerata lingkar pinggang responden pria yaitu 93,06 cm dengan nilai minimum 85,07 cm dan nilai maksimum 113,70 cm. Hasil uji normalitas ShapiroWilk, menunjukkan bahwa data lingkar pinggang responden pria tidak terdistribusi normal, dengan nilai p=0,013. International Diabetes Federation (2006) menetapkan cut-off lingkar pinggang pria etnis Asia Selatan yang terdeteksi obesitas abdominal yaitu ≥90 cm. Dari hasil uji statistik, rerata lingkar pinggang responden pria terdeteksi masuk dalam kriteria tidak normal. Untuk rerata lingkar pinggang wanita didapatkan hasil sebesar 93,75 cm dengan nilai minimum 75 cm dan nilai maksimum 122 cm. Hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, menunjukkan bahwa data lingkar pinggang responden wanita tidak terdistribusi normal, dengan nilai p=0,035. Lingkar pinggang wanita etnis Asia Selatan yang normal yaitu <80 cm (International Diabetes Federation, 2006). Dari hasil uji statistik, rerata lingkar pinggang responden wanita masuk dalam kriteria tidak normal.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Menurut penelitian Marjani (2009) yang dilakukan terhadap 200 pasien diabetes melitus tipe 2 bahwa terjadinya peningkatan lingkar pinggang berkaitan dengan risiko stroke dan penyakit jantung koroner pada pasien diabetes melitus tipe 2. 3. Rasio Lingkar Pinggang-Panggul Rasio lingkar pinggang-panggul (RLPP) merupakan hasil pembagian/ perbandingan antara lingkar pinggang (cm) dibagi dengan lingkar panggul (cm). Pengukuran lingkar pinggang dilakukan pada titik tengah antara tulang rusuk terbawah dan tepi atas tulang panggul, sedangkan pengukuran lingkar panggul dilakukan pada lingkar terlebar dari panggul. Lingkar panggul adalah diameter terbesar dari tubuh dibawah pinggang (Jenkins, 2011). Rerata rasio lingkar pinggang-panggul responden pria yaitu 0,93 dengan nilai SD=0,06. Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk, menunjukkan bahwa data rasio lingkar pinggangpanggul pria terdistribusi normal dengan nilai p=0,197. Menurut World Health Organization (2008), rasio lingkar pinggang-panggul normal pria yaitu <0,90. Rerata rasio lingkar pinggang-panggul pada responden pria tidak masuk dalam kriteria normal. Rerata rasio lingkar pinggang-panggul untuk responden wanita sebesar 0,94 dengan nilai SD=0,08. Hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, menunjukkan data rasio lingkar pinggang-panggul wanita terdistribusi normal dilihat dari nilai p>0,05 (p=0,181). Rasio lingkar pinggang-panggul wanita normal yaitu <0,85 (World Health Organization, 2008). Dari hasil uji statisitik, rerata rasio lingkar pinggang-panggul wanita tidak masuk dalam kriteria normal.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Dikatakan apabila rasio lingkar pinggang-panggul pria ≥0,90 dan wanita ≥0,85 akan terjadi peningkatan komplikasi sindroma metabolik (World Health Organization, 2008). Tingginya nilai rasio lingkar pinggang-panggul pada pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki kecenderungan akumulasi lemak viseral. Lemak viseral yang terakumulasi dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung (Shah, et al., 2009; Anonim, 2006). 4. Kadar Kolesterol Total Rerata kadar kolesterol total responden pria adalah 185,18 mg/dL dengan nilai SD 33,16. Berdasarkan American Heart Association (2012), kadar kolesterol total <200 mg/dL termasuk dalam kategori diinginkan, kadar 200-239 mg/dL termasuk kategori batas tinggi, dan kadar ≥240 mg/dL termasuk kategori tinggi. Hal ini berarti rerata kadar kolesterol total responden pria termasuk dalam kategori diinginkan. Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data kadar kolesterol total terdistribusi normal dengan nilai p=0,932. Responden wanita didapatkan rerata 188,5 mg/dL dengan dengan nilai minimum=121,00 mg/dL dan nilai maksimum=342,00 mg/dL. Hasil rerata kadar kolesterol total wanita termasuk dalam kategori diinginkan. Pengujian normalitas dengan uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa data kadar kolesterol total responden wanita terdistribusi tidak normal dengan nilai p=0,003. Rerata kadar kolesterol total pada responden pria maupun wanita pada penelitian ini termasuk dalam kategori diinginkan, hal ini dapat dikarenakan adanya responden penelitian

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 yang mengkonsumsi obat-obatan penurun kadar kolesterol sehingga berpengaruh pada hasil penelitian. Menurut penelitian Seidell, et al. (2001) menyatakan bahwa terdapat korelasi positif bermakna dengan kekuatan korelasi kuat antara rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar kolesterol total pada kelompok wanita dan pria. Hal tersebut berarti peningkatan rasio lingkar pinggang-panggul akan diikuti dengan peningkatan kadar kolesterol total. 5. Kadar High Density Lipoprotein (HDL) Rerata kadar High Density Lipoprotein (HDL) responden pria adalah 35,61mg/dL, dengan nilai SD=7,79. Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data HDL terdistribusi normal dengan nilai p=0,483. Menurut American Heart Association (2012), kategori kadar HDL normal untuk pria yaitu >40 mg/dL dan kadar HDL normal untuk wanita yaitu >50 mg/dL. Dari hasil uji statistik, hasil rerata kadar HDL responden pria termasuk dalam kategori tidak normal. Pada responden wanita didapatkan rerata kadar HDL sebesar 43,44 mg/dL, dengan nilai SD=18,20. Pengujian normalitas dengan uji KolmogorovSmirnov menunjukkan bahwa data HDL responden wanita terdistribusi normal dengan nilai p=0,077. Hasil rerata kadar HDL responden wanita menunjukkan bahwa kadar HDL responden wanita termasuk dalam kategori tidak normal. Penelitian yang dilakukan oleh Shahraki, et al. (2009) pada orang obesitas, menunjukkan bahwa lingkar pinggang dengan kadar HDL memiliki korelasi negatif. Hasil yang sama juga diperoleh pada penelitian Himabindu,

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 Sriharibabu, Alekhya, Sasisumanth, Lakshmanrao dan Komali (2013) pada penyandang diabetes melitus tipe 2, bahwa terdapat korelasi negatif antara lingkar pinggang dengan kadar HDL. Hal tersebut diartikan bahwa kadar HDL akan mengalami penurunan dengan semakin meningkatnya ukuran lingkar pinggang. 6. Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Rerata rasio kadar kolesterol total/HDL responden pria sebesar 5,41 dengan nilai SD=1,34. Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa sebaran data terdistribusi normal dengan nilai p=0,696. Menurut Marquette General Health System (2010), rasio kadar kolesterol total/HDL untuk pria sebesar <3,8 dikategorikan paling rendah; 3,9-4,7 kategori rendah; 4,8-5,9 kategori rata-rata; 6,0-6,9 kategori sedang; ≥7,0 kategori tinggi. Dari hasil rerata rasio kadar kolesterol total/HDL responden pria termasuk dalam kategori rata-rata. Rerata rasio kadar kolesterol total/HDL responden wanita sebesar 4,52 dengan nilai minimum 2,39 dan nilai maksimum 18,21. Pengujian normalitas dengan uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa data terdistribusi tidak normal dengan nilai p=0,005. Marquette General Health System (2010) mengkategorikan rasio kadar kolesterol total/HDL untuk wanita sebesar <2,9 sebagai kategori paling rendah; 3,0-3,6 kategori rendah; 3,7-4,6 kategori rata-rata; 4,6-5,6 kategori sedang; ≥5,7 kategori tinggi. Hasil rerata rasio kadar kolesterol total/HDL untuk responden wanita termasuk dalam kategori rata-rata. Kategori rata-rata dimaksudkan rasio kadar kolesterol total/HDL tidak berada pada kategori rendah dan tidak pula berada pada kategori sedang, hal ini akan mempengaruhi data yang diperoleh.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Penelitian yang dilakukan Gimeno-Orna, Faure-Nogueras dan SanchoSerrano (2004) pada penyandang diabetes melitus tipe 2, menyatakan bahwa rasio kadar kolesterol total/HDL memberikan hasil yang signifikan sebagai prediktor penyakit kardiovaskular. B. Perbandingan Rerata Kadar Kolesterol Total, Kadar HDL, dan Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm Data responden penelitian ini dikategorikan menjadi dua kelompok menurut International Diabetes Federation (2006) khususnya pada populasi Asia Selatan, yaitu LP<90 cm dan LP≥90 cm. Data responden kemudian diuji normalitasnya dengan uji Shapiro-Wilk, lalu dilanjutkan uji hipotesis komparatif dengan menggunakan uji t tidak berpasangan untuk data yang terdistribusi normal dan uji hipotesis komparatif Mann-Whitney untuk data yang terdistribusi tidak normal. 1. Perbandingan rerata kadar kolesterol total responden pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm Data lingkar pinggang responden pria telah dikelompokkan menjadi dua yaitu LP<90 cm dan LP≥90 cm sesuai dengan ketentuan dari International Diabetes Federation (2006). Jumlah responden dengan LP<90 cm sebanyak 10 orang dan LP≥90 cm sebanyak 28 orang. Masing-masing kelompok diuji normalitasnya dengan uji Shapiro-Wilk (jumlah sampel (n) ≤50) (Dahlan, 2012). Dari hasil uji normalitas diperoleh nilai signifikansi (p) untuk kelompok LP<90

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 cm adalah 0,770 dan untuk kelompok LP≥90 cm sebesar 0,956. Hasil uji normalitas tersebut menunjukkan bahwa data memiliki distribusi normal (p>0,05). Data yang diperoleh selanjutnya diuji dengan uji hipotesis komparatif t tidak berpasangan untuk mengetahui perbandingan antara kadar kolesterol total dengan dua kelompok LP tersebut. Hasil uji hipotesis komparatif t tidak berpasangan menunjukkan nilai signifikansi (p) sebesar 0,254. Karena nilai p>0,05 maka terdapat perbedaan tidak bermakna antara kadar kolesterol total dengan LP<90 cm dan LP≥90 cm. Tabel VIII. Perbandingan Rerata Kadar Kolesterol Total Responden Pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm Karakteristik Lingkar Pinggang (LP) <90 cm (n=10) ≥90 cm (n=28) Kadar Kolesterol Total 174,80±35,33* 188,89±32,20* (mg/dL) * = mean±SD (mg/dL) p<0,05 menunjukkan adanya perbedaan bermakna p 0,254 Hasil yang diperoleh didukung penelitian yang dilakukan oleh Liao, Lin dan Hsu (2011) pada 65 responden diabetes melitus tipe 2 yang diperoleh dari Rumah Sakit Taipei, Taiwan. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tidak bermakna antara kadar kolesterol total dengan LP<90 cm (tidak obesitas) dan LP≥90 cm (dengan obesitas), p=0,08. Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh Liao, et al. (2011) yaitu menggunakan responden penyandang diabetes melitus tipe 2 dan menggunakan dua jenis usia (produktif dan lansia).

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 2. Perbandingan rerata kadar HDL responden pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm Data lingkar pinggang responden pria dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu LP<90 cm dan LP≥90 cm lalu diuji normalitasnya dengan uji Shapiro-Wilk. Dari hasil uji normalitas, didapatkan nilai signifikansi (p) untuk LP<90 cm adalah 0,578 dan 0,644 untuk LP≥90 cm. Hasil uji normalitas ini menunjukkan bahwa data terdistribusi normal karena nilai p>0,05. Dilanjutkan dengan uji hipotesis komparatif t tidak berpasangan untuk mengetahui perbandingan antara kadar HDL dengan dua kelompok LP tersebut, uji t tidak berpasangan digunakan karena data terdistribusi normal. Dari hasil uji t tidak berpasangan diperoleh nilai p=0,809. Karena nilai signifikansi (p) >0,05 maka terdapat perbedaan tidak bermakna antara kadar HDL dengan LP<90 cm dan LP≥90 cm. Tabel IX. Perbandingan Rerata Kadar HDL Responden Pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm Karakteristik Lingkar Pinggang (LP) <90 cm (n=10) ≥90 cm (n=28) 36,14±7,79* 35,43±7,93* Kadar HDL (mg/dL) * = mean±SD p<0,05 menunjukkan adanya perbedaan bermakna p 0,809 Hasil yang diperoleh didukung penelitian Liao, et al. (2011) di mana terdapat perbedaan tidak bermakna antara kadar HDL dengan LP<90 cm dan LP≥90 cm dengan nilai p=0,30.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 3. Perbandingan rerata rasio kadar kolesterol total/HDL responden pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm Data lingkar pinggang responden pria dikelompokkan menjadi dua yaitu LP<90 cm dan LP≥90 cm, kemudian diuji normalitasnya dengan uji Shapiro-Wilk. Dari hasil uji normalitas, didapatkan nilai signifikansi (p) untuk LP<90 cm sebesar 0,602 dan 0,869 untuk LP≥90 cm. Hasil uji normalitas ini menunjukkan bahwa data terdistribusi normal karena nilai p>0,05 sehingga dilakukan uji hipotesis komparatif dengan uji t tidak berpasangan. Hasil uji hipotesis komparatif t tidak berpasangan menunjukkan adanya perbedaan tidak bermakna antara rasio kadar kolesterol total/HDL dengan kelompok LP<90 cm dan LP≥90 cm, nilai p=0,199 (p>0,05). Tabel X. Perbandingan Rerata Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm Karakteristik Lingkar Pinggang (LP) <90 cm (n=10) ≥90 cm (n=28) Rasio Kadar Kolesterol 4,94±1,02* 5,58±1,42* Total/ HDL * = mean±SD p<0,05 menunjukkan adanya perbedaan bermakna p 0,199 Hasil penelitian berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan ShihWei dan Kim-Choy (2004) yang menemukan perbedaan bermakna (p<0,001) antara rasio kolesterol total/HDL pada subyek penelitian dengan LP<90 cm dan LP≥90 cm. Hal tersebut dapat dikarenakan adanya perbedaan kriteria respoden, di mana pada penelitian Shih-Wei, et al. (2004) tidak digunakan responden diabetes melitus tipe 2 dan usia responden yang digunakan ≥50 tahun.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 C. Perbandingan Rerata Kadar Kolesterol Total, Kadar HDL, dan Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90 Menurut World Health Organization (2008), akan terjadi peningkatan komplikasi sindroma metabolik bila RLPP pria ≥0,90 dan pada wanita ≥0,85. Data responden pria ini dikategorikan menjadi dua kelompok menurut World Health Organization (2008), yaitu RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90. Data responden kemudian diuji normalitasnya dengan uji Shapiro-Wilk, lalu dilanjutkan uji hipotesis komparatif dengan menggunakan uji t tidak berpasangan untuk data yang terdistribusi normal dan uji hipotesis komparatif Mann-Whitney untuk data yang terdistribusi tidak normal. 1. Perbandingan rerata kadar kolesterol total responden pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90 Data lingkar pinggang responden pria telah dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90 sesuai dengan ketentuan dari World Health Organization (2008). Jumlah responden dengan RLPP<0,90 sebanyak 12 orang dan untuk RLPP≥0,90 sebanyak 26 orang. Masing-masing kelompok diuji normalitasnya dengan uji Shapiro-Wilk (jumlah sampel (n) ≤50) (Dahlan, 2012). Hasil uji normalitas didapatkan nilai signifikansi (p) untuk RLPP<0,90 adalah 0,297 dan p=0,605 untuk RLPP≥0,90. Dari hasil uji normalitas tersebut data terdistribusi normal sehingga dilanjutkan uji hipotesis komparatif dengan uji t tidak berpasangan. Hasil uji t tidak berpasangan diperoleh p=0,318 (p>0,05),

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 diartikan terdapat perbedaan tidak bermakna antara kadar kolesterol total dengan kelompok RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90. Tabel XI. Perbandingan Rerata Kadar Kolesterol Total Responden Pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90 Karakteristik Rasio Lingkar Pinggang-Panggul (RLPP) <0,90 (n=12) ≥0,90 (n=26) Kadar Kolesterol Total 177,17±22,04* 188,88±36,99* (mg/dL) * = mean±SD p<0,05 menunjukkan adanya perbedaan bermakna p 0,318 Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Gupta, Rastogi, Sarna, Gupta, Sharma dan Kothari (2007) pada responden dewasa usia≥20 tahun. Nilai signifikansi pada penelitian tersebut adalah 0,022 yang artinya terdapat perbedaan bermakna. Penelitian Gupta, et al. (2007) menggunakan guideline pengukuran RLPP dari World Health Organization, yang artinya sama dengan yang digunakan pada penelitian ini. Adapun perbedaan penelitian ini dengan penelitian Gupta, et al. (2007) yaitu pada range usia responden yang digunakan dan penggunaan jumlah responden yang tergolong besar yaitu 1091 respoden, serta responden yang digunakan bukan penyandang diabetes melitus tipe 2. Hal tersebut dapat menyebabkan adanya perbedaan hasil penelitian. 2. Perbandingan rerata kadar HDL responden pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90 Data lingkar pinggang responden pria dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90 lalu diuji normalitasnya dengan uji Shapiro-Wilk. Uji normalitas untuk kelompok RLPP<0,90 dihasilkan nilai p=0,236 dan nilai p=0,467 untuk kelompok RLPP≥0,90. Data normalitas tersebut

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 mengartikan bahwa kelompok RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90 memiliki distribusi normal, sehingga dilanjutkan uji hipotesis komparatif dengan uji t tidak berpasangan. Hasil uji t tidak berpasangan yang diperoleh menunjukkan adanya perbedaan tidak bermakna antara HDL dengan kelompok RLPP. Hasil uji hipotesis komparatif t tidak berpasangan antara kedua kelompok dapat dilihat pada tabel XII. Tabel XII. Perbandingan Rerata Kadar HDL Responden Pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90 Karakteristik Rasio Lingkar Pinggang-Panggul (RLPP) <0,90 (n=12) ≥0,90 (n=26) 35,50±8,21* 35,66±7,76* Kadar HDL (mg/dL) * = mean±SD p<0,05 menunjukkan adanya perbedaan bermakna p 0,954 Hasil yang diperoleh didukung penelitian yang dilakukan oleh Rai dan Jeganthan (2012) pada 69 responden penyandang diabetes melitus tipe 2. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa terdapat perbedaan tidak bermakna antara kadar HDL dengan kelompok RLPP<0,95 dan RLPP>0,95. 3. Perbandingan rerata rasio kadar kolesterol total/HDL responden pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90 Data lingkar pinggang responden pria dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90 lalu diuji normalitasnya dengan uji Shapiro-Wilk. Diperoleh nilai p=0,508 untuk kelompok RLPP<0,90 dan p=0,671 untuk kelompok RLPP≥0,90. Hasil uji normalitas yang diperoleh menunjukkan data terdistribusi normal dan dilanjutkan dengan uji hipotesis komparatif dengan uji t tidak berpasangan. Uji t tidak berpasangan diperoleh nilai p=0,620 (p>0,05),

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 artinya terdapat perbedaan tidak bermakna antara rerata rasio kadar kolesterol total/HDL dengan kelompok RLPP. Tabel XIII. Perbandingan Rerata Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90 Karakteristik Rasio Lingkar Pinggang-Panggul (RLPP) <0,90 (n=12) ≥0,90 (n=26) Rasio Kadar Kolesterol 5,25±1,36* 5,48±1,35* Total/HDL * = mean±SD p<0,05 menunjukkan adanya perbedaan bermakna p 0,620 Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Shih-Wei, et al. (2004) di Taiwan yang didapatkan perbedaan bermakna (p<0,01) antara rasio kadar kolesterol total/HDL dengan kelompok RLPP<0,92 dan RLPP≥0,92. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian Shih-Wei, et al. (2004) terletak pada range usia responden, jumlah responden dan kriteria RLPP yang digunakan. Kriteria RLPP yang digunakan pada penelitian ini <0,90 dan ≥0,90, sedangkan pada penelitian tersebut digunakan kriteria RLPP<0,92 dan ≥0,92. D. Perbandingan Rerata Kadar Kolesterol Total, Kadar HDL, dan Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm Data responden penelitian ini dikategorikan menjadi dua kelompok menurut International Diabetes Federation (2006) khususnya pada populasi Asia Selatan, yaitu LP<80 cm dan LP≥80 cm. Data responden kemudian diuji normalitas dengan uji Shapiro-Wilk, lalu dilanjutkan uji hipotesis komparatif dengan menggunakan uji t tidak berpasangan untuk data yang terdistribusi normal

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 dan uji hipotesis komparatif Mann-Whitney untuk data yang terdistribusi tidak normal. 1. Perbandingan rerata kadar kolesterol total responden wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm Data lingkar pinggang responden wanita telah dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu LP<80 cm dan LP≥80 cm sesuai dengan ketentuan dari International Diabetes Federation (2006). Jumlah responden dengan LP<80 cm sebanyak 2 orang dan LP≥80 cm sebanyak 50 orang. Masing-masing kelompok diuji normalitasnya dengan uji Kolmogorov-Smirnov (jumlah sampel (n) >50) (Dahlan, 2012). Dari hasil uji normalitas diperoleh nilai signifikansi (p) untuk kelompok LP<80 cm adalah 0,000 dan untuk kelompok LP≥80 cm sebesar 0,005. Hasil uji normalitas tersebut menunjukkan bahwa data memiliki distribusi tidak normal. Data yang diperoleh selanjutnya diuji dengan uji hipotesis komparatif Mann-Whitney untuk mengetahui perbandingan antara kadar kolesterol total dengan dua kelompok LP tersebut. Hasil uji hipotesis komparatif Mann-Whitney menunjukkan nilai p=0,981. Karena nilai signifikansi (p) >0,05 maka terdapat perbedaan tidak bermakna antara kadar kolesterol total dengan LP<80 cm dan LP≥80 cm. Tabel XIV. Perbandingan Rerata Kadar Kolesterol Total Responden Wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm Karakteristik Kadar Kolesterol Total (mg/dL) Lingkar Pinggang (LP) <80 cm (n=2) ≥80 cm (n=50) 191±9,89* * = mean±SD p<0,05 menunjukkan adanya perbedaan bermakna 195,16±41,46* p 0,981

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Hasil yang diperoleh didukung penelitian Liao, et al. (2011) pada 79 responden diabetes melitus tipe 2 yang diperoleh dari Rumah Sakit Taipei, Taiwan. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tidak bermakna antara kadar kolesterol total dengan LP<80 cm dan LP≥80 cm (p=0,78). Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh Liao, et al. (2011) yaitu menggunakan responden penyandang diabetes melitus tipe 2 dan menggunakan dua jenis usia (produktif dan lansia). 2. Perbandingan rerata kadar HDL responden wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm Data lingkar pinggang responden wanita dikelompokkan menjadi kelompok LP<80 cm dan LP≥80 cm lalu diuji normalitasnya dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Dari hasil uji normalitas, didapatkan nilai signifikansi (p) untuk LP<80 cm adalah 0,000 dan 0,190 untuk LP≥80 cm. Hasil uji normalitas ini menunjukkan bahwa distribusi data tidak normal. Dilanjutkan dengan uji hipotesis komparatif Mann-Whitney untuk mengetahui perbandingan antara kadar HDL dengan dua kelompok LP tersebut, uji Mann-Whitney digunakan karena data terdistribusi tidak normal. Dari hasil uji Mann-Whitney diperoleh nilai signifikansi (p) sebesar 0,392. Karena nilai p>0,05, maka terdapat perbedaan tidak bermakna antara kadar HDL dengan LP<80 cm dan LP≥80 cm. Tabel XV. Perbandingan Rerata Kadar HDL Responden Wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm Karakteristik Lingkar Pinggang (LP) <80 cm (n=2) ≥80 cm (n=50) 52,20±24,74* 43,09±18,14* Kadar HDL (mg/dL) * = mean±SD p<0,05 menunjukkan adanya perbedaan bermakna p 0,392

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Hasil yang diperoleh didukung penelitian Liao, et al. (2011) di mana terdapat perbedaan tidak bermakna antara kadar HDL dengan kelompok LP<80 cm dan LP≥80 cm (p=0,71). 3. Perbandingan rerata rasio kadar kolesterol total/HDL responden wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm Data lingkar pinggang responden wanita yang sudah dikelompokkan menjadi dua yaitu LP<80 cm dan LP≥80 cm, diuji normalitasnya dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Dari hasil uji normalitas, didapatkan nilai signifikansi (p) untuk LP<80 cm sebesar 0,000 dan 0,007 untuk LP≥80 cm. Hasil uji normalitas ini menunjukkan bahwa distribusi data tidak normal, sehingga dilakukan uji hipotesis komparatif dengan uji Mann-Whitney. Hasil uji hipotesis komparatif Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan tidak bermakna antara rasio kadar kolesterol total/HDL dengan kelompok LP<80 cm dan LP≥80 cm, nilai signifikansi (p) adalah 0,461 (p>0,05). Tabel XVI. Perbandingan Rerata Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm Karakteristik Lingkar Pinggang (LP) <80 cm (n=2) ≥80 cm (n=50) Rasio Kadar Kolesterol 4,07±1,73* 5,29±2,71* Total/HDL * = mean±SD p<0,05 menunjukkan adanya perbedaan bermakna p 0,461 Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Shih-Wei, et al. (2004) di Taiwan, hasil yang didapatkan pada penelitian tersebut memiliki perbedaan yang bermakna (p<0,01) antara rasio kadar kolesterol total/HDL dengan LP<80 cm dan LP≥80 cm. Adanya perbedaan hasil penelitian

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 dapat dikarenakan adanya perbedaan kriteria responden dan jumlah responden yang digunakan. E. Perbandingan Rerata Kadar Kolesterol Total, Kadar HDL, dan Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 Data responden penelitian ini dikategorikan menjadi dua kelompok menurut World Health Organization (2008), yaitu RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85. Data responden kemudian diuji normalitas dengan uji Kolmogorov-Smirnov, lalu dilanjutkan uji hipotesis komparatif dengan menggunakan uji t tidak berpasangan untuk data yang terdistribusi normal dan uji hipotesis komparatif Mann-Whitney untuk data yang distribusinya tidak normal. 1. Perbandingan rerata kadar kolesterol total responden wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 Data lingkar pinggang responden wanita telah dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 sesuai dengan ketentuan dari World Health Organization (2008). Jumlah responden dengan RLPP<0,85 sebanyak 8 orang dan untuk RLPP≥0,85 sebanyak 44 orang. Masing-masing kelompok diuji normalitasnya dengan uji Kolmogorov-Smirnov (jumlah sampel (n) >50) (Dahlan, 2012). Hasil uji normalitas didapatkan nilai signifikansi (p) untuk RLPP<0,85 adalah 0,200 dan p=0,004 untuk RLPP≥0,85. Dari hasil uji normalitas diketahui distribusi data tidak normal sehingga dilanjutkan uji hipotesis komparatif dengan uji Mann-Whitney. Hasil uji Mann-Whitney diperoleh

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 p=0,027 (p<0,05), diartikan adanya perbedaan bermakna antara kadar kolesterol total dengan kelompok RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85. Tabel XVII. Perbandingan Rerata Kadar Kolesterol Total Responden Wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 Karakteristik Rasio Lingkar Pinggang-Panggul (RLPP) <0,85 (n=8) ≥0,85 (n=44) Kadar Kolesterol Total 173,25±14,01* 198,95±42,73* (mg/dL) * = mean±SD p<0,05 menunjukkan adanya perbedaan bermakna p 0,027 Hasil penelitian ini didukung penelitian yang dilakukan oleh Gupta, et al. (2007) pada responden dewasa usia≥20 tahun. Nilai signifikansi pada penelitian tersebut adalah 0,022. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian Gupta, et al. (2007) yaitu pada range usia responden yang digunakan dan penggunaan jumlah responden yang tergolong besar yaitu 1091 respoden, serta responden yang digunakan bukan penyandang diabetes melitus tipe 2. Hal tersebut dapat menyebabkan adanya perbedaan hasil penelitian. 2. Perbandingan rerata kadar HDL responden wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 Data lingkar pinggang responden wanita dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 lalu diuji normalitasnya dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Uji normalitas untuk kelompok RLPP<0,85 diperoleh nilai p=0,200 dan nilai p=0,176 untuk kelompok RLPP≥0,85. Data normalitas tersebut mengartikan bahwa kelompok RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 memiliki distribusi normal, sehingga dilanjutkan uji hipotesis komparatif dengan uji t tidak berpasangan. Hasil uji t tidak berpasangan yang diperoleh menunjukkan adanya perbedaan tidak bermakna antara HDL dengan kelompok RLPP. Hasil uji

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 hipotesis komparatif t tidak berpasangan antara kedua kelompok dapat dilihat pada tabel XVIII. Tabel XVIII. Perbandingan Rerata Kadar HDL Responden Wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 Karakteristik Rasio Lingkar Pinggang-Panggul (RLPP) <0,85 (n=8) ≥0,85 (n=44) 46,68±14,07* 42,80±18,93* Kadar HDL (mg/dL) * = mean±SD p<0,05 menunjukkan adanya perbedaan bermakna p 0,588 Hasil yang diperoleh didukung penelitian Parikh, Mani dan Iyer (2002) pada 22 responden penyandang diabetes melitus tipe 2 di klinik diabetes India. Hasil penelitian tersebut menyatakan terdapat perbedaan tidak bermakna antara kadar HDL dengan kelompok RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85. 3. Perbandingan rerata rasio kadar kolesterol total/HDL responden wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 Data lingkar pinggang responden pria dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 lalu diuji normalitasnya dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Diperoleh nilai p=0,200 untuk kelompok RLPP<0,85 dan p=0,005 untuk kelompok RLPP≥0,85. Hasil uji normalitas yang diperoleh menunjukkan data terdistribusi tidak normal dan dilanjutkan dengan uji hipotesis komparatif dengan uji Mann-Whitney. Uji Mann-Whitney diperoleh nilai p=0,138 (p>0,05), artinya terdapat perbedaan tidak bermakna antara rerata rasio kadar kolesterol total/HDL dengan kelompok RLPP.

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Tabel XIX. Perbandingan Rerata Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 Rasio Lingkar Pinggang-Panggul (RLPP) <0,85 (n=8) ≥0,85 (n=44) Karakteristik Rasio Kadar 4,03±1,27* 5,46±2,81* Kolesterol Total/HDL * = mean±SD p<0,05 menunjukkan adanya perbedaan bermakna p 0,138 Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Shih-Wei dan Kim-Choy (2004) di Taiwan yang didapatkan perbedaan bermakna (p<0,01) antara rasio kadar kolesterol total/HDL dengan kelompok RLPP<0,92 dan RLPP≥0,92. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian Shih-Wei dan KimChoy terletak pada range usia responden, jumlah responden dan kriteria RLPP yang digunakan. Kriteria RLPP yang digunakan pada penelitian ini <0,85 dan ≥0,85, sedangkan pada penelitian Shih-Wei dan Kim-Choy digunakan kriteria RLPP<0,92 dan ≥0,92. F. Korelasi Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Kadar Kolesterol Total, Kadar HDL, dan Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL pada Responden Pria Uji korelasi yang dilakukan pada penelitian yaitu antara lingkar pinggang, rasio lingkar pinggang-panggul dengan kadar kolesterol total, kadar HDL, dan rasio kadar kolesterol total/HDL. Pengujian korelasi dilakukan dengan uji Pearson (untuk data yang keduanya memiliki distribusi normal) dan uji Spearman (untuk data yang salah satu atau keduanya memiliki distribusi tidak normal) (Dahlan, 2012).

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 1. Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar kolesterol total pada responden pria Uji korelasi Spearman menunjukkan korelasi positif antara lingkar pinggang terhadap kadar kolesterol total. Nilai koefisien korelasi (r) yang didapat sebesar 0,007 yang berarti arah korelasinya positif dengan kekuatan korelasi sangat lemah. Arah korelasi positif berarti nilai korelasi yang diperoleh searah (semakin besar nilai satu variabel semakin besar pula nilai variabel yang lainnya) (Dahlan, 2012). Untuk nilai signifikansi (Sig. (2-tailed)) pada uji ini sebesar 0,966 (p>0,05) yang berarti adanya korelasi tidak bermakna antara dua variabel yang diuji. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Welborn, et al. (2003). Hasil penelitian tersebut memberikan nilai p<0,0001 dengan nilai r=0,17. Uji korelasi antara rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kolesterol total dilakukan dengan uji Pearson yang menunjukkan adanya arah korelasi positif antara dua variabel tersebut. Kekuatan korelasi antara kedua kelompok sangat lemah dengan nilai r=0,110 dan nilai signifikansi sebesar 0,510 (p>0,05) yang menunjukkan adanya korelasi tidak bermakna antara dua variabel yang diuji. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Welborn, et al. (2003). Hasil penelitian tersebut memberikan nilai p<0,0001 dengan nilai r=0,17, yang artinya terdapat korelasi bermakna antara kadar kolesterol total dengan kelompok RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90. Adanya perbedaan hasil penelitian dapat dikarenakan penggunaan jumlah responden dan range usia yang berbeda. Pada penelitian ini digunakan

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 jumlah responden sebanyak 38 orang, sedangkan pada penelitian Welborn, et al. digunakan jumlah responden sebanyak 4508 orang. Range usia yang digunakan pada penelitian antara 41-78 tahun, sedangan pada penelitian Welborn, et al. digunakan range usia antara 28-70 tahun. Tabel XX. Korelasi LP dan RLPP terhadap Kadar Kolesterol Total pada Responden Pria Variabel r Lingkar Pinggang 0,007 Rasio Lingkar Pinggang-Panggul 0,110 p<0,05 menunjukkan adanya korelasi bermakna p 0,966 0,510 R Sq Linear = 3.608E-4 Gambar 6. Diagram Sebaran Korelasi Lingkar Pinggang terhadap Kadar Kolesterol Total Responden Pria Diagram sebaran korelasi lingkar pinggang terhadap kadar kolesterol totalresponden pria dapat dilihat pada Gambar 6. Dari diagram tersebut dapat dilihat bahwa sebagian besar responden memiliki lingkar pinggang ≥90 cm. Beberapa data pada Gambar 6 terlihat keluar menjauh dari garis linear dan hanya sedikit data yang terkonsentrasi di sekitar garis linear, hal ini mempengaruhi hasil uji korelasi yang diperoleh.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Gambar 7. Diagram Sebaran Korelasi Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Kadar Kolesterol Total Responden Pria Gambar 7 menunjukkan diagram sebaran korelasi rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar kolesterol total responden pria. Pada diagram tersebut dapat terlihat bahwa sebagian besar responden memiliki rasio lingkar pinggang-panggul ≥0,90. 2. Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar HDL pada responden pria Dari uji korelasi Spearman antara lingkar pinggang terhadap kadar HDL menunjukkan korelasi negatif dengan kekuatan korelasi sangat lemah. Nilai koefisien korelasi yang diperoleh sebesar -0,191. Menurut Dahlan (2012), tanda negatif pada nilai korelasi tersebut menunjukkan arah korelasi berlawanan arah. Arah korelasi berlawanan arah ini berarti semakin besar nilai satu variabel, semakin kecil nilai variabel lainnya. Nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0,251 yang berarti adanya korelasi tidak bermakna antara dua variabel yang diuji. Hasil penelitian Himanbindu, et al. (2013) sesuai dengan penelitian ini yaitu menghasilkan nilai koefisien korelasi sangat lemah ke arah negatif sebesar -0,042 dan korelasi tidak bermakna dengan p=0,673(p>0,05).

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Uji korelasi Pearson antara rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar HDL menunjukkan korelasi negatif. Nilai koefisien korelasi yang didapat sebesar -0,079 yang berarti kekuatan korelasinya sangat lemah. Untuk nilai signifikansi pada uji ini memiliki nilai p=0,639 yang berarti terdapat korelasi tidak bermakna antara dua variabel yang diuji. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan Himabindu, et al. (2013). Penelitian tersebut memiliki nilai koefisien korelasi sebesar -0,261 dengan nilai p=0,048 yang artinya ada korelasi bermakna dengan arah korelasi positif dan kekuatan korelasi sangat lemah. Adanya perbedaan hasil dapat dikarenakan perbedaan range usia responden dan jumlah responden yang digunakan. Penelitian Himabindu, et al. (2013) menggunakan responden dengan usia ≥25 tahun dengan jumlah responden 102 orang. Tabel XXI. Korelasi LP dan RLPP terhadap Kadar HDL pada Responden Pria Variabel r Lingkar Pinggang -0,191 Rasio Lingkar Pinggang-Panggul -0,079 p<0,05 menunjukkan adanya korelasi bermakna p 0,251 0,639 Gambar 8. Diagram Sebaran Korelasi Lingkar Pinggang terhadap Kadar HDL Responden Pria

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Dari diagram di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar responden memiliki lingkar pinggang ≥90 cm diikuti dengan kadar HDL yang rendah. Gambar 9. Diagram Sebaran Korelasi Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Kadar HDL Responden Pria Pada diagram dapat terlihat bahwa sebagian besar responden memiliki rasio lingkar pinggang-panggul ≥0,90 diikuti dengan menurunnya kadar HDL. 3. Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL pada responden pria Uji korelasi Spearman menunjukkan korelasi positif antara lingkar pinggang terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL. Nilai koefisien korelasi yang didapat sebesar 0,282 yang berarti arah korelasinya positif dengan kekuatan korelasi lemah. Untuk nilai signifikansi pada uji ini sebesar 0,087 (p>0,05) yang berarti adanya korelasi tidak bermakna antara dua variabel yang diuji. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Kusuma (2011) pada dosen dan karyawan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Hasil penelitian tersebut memberikan nilai r=0,564 dan nilai p=0,000 yang artinya terdapat korelasi bermakna antara dua variabel yang diuji dengan kekuatan korelasi sedang.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Uji korelasi antara rasio lingkar pinggang-panggul terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL dilakukan dengan uji Pearson yang menunjukkan adanya arah korelasi positif antara dua variabel tersebut. Kekuatan korelasi antara kedua kelompok sangat lemah dengan nilai r=0,165 dan nilai signifikansi sebesar 0,322 (p>0,05) yang menunjukkan adanya korelasi tidak bermakna antara dua variabel yang diuji. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Kusuma (2011) pada dosen dan karyawan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Hasil penelitian tersebut memberikan nilai r=0,317 dan nilai p=0,008. Adanya perbedaan hasil penelitian dapat disebabkan oleh karakteristik responden, jumlah respoden, dan range usia responden. Pada penelitian ini digunakan responden penyandang diabetes melitus tipe 2, sedangkan pada penelitian Kusuma (2011) digunakan staff dan karyawan tanpa diketahui status diabetes melitusnya. Penelitian ini menggunakan jumlah responden sebanyak 38 orang dengan range usia responden pada penelitian antara 41-78 tahun, sedangkan pada penelitian Kusuma (2011) digunakan 70 orang responden dengan range usia responden antara 30-50 tahun. Tabel XXII. Korelasi LP dan RLPP terhadap Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL pada Responden Pria Variabel r Lingkar Pinggang 0,282 Rasio Lingkar Pinggang-Panggul 0,165 p<0,05 menunjukkan adanya korelasi bermakna p 0,087 0,322

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Gambar 10. Diagram Sebaran Korelasi Lingkar Pinggang terhadap Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Pria Diagram sebaran korelasi lingkar pinggang terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL responden pria dapat dilihat pada Gambar 10. Diagram sebaran tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki lingkar pinggang ≥90 cm dan semakin meningkatnya lingkar pinggang akan diikuti dengan meningkatnya rasio kolesterol total/HDL. Pada diagram dapat dilihat pula terdapat banyak responden dengan lingkar pinggang yang jauh dari range sebaran. Gambar 11. Diagram Sebaran Korelasi Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Pria Gambar 11 menunjukkan diagram sebaran korelasi rasio lingkar pinggang-panggul terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL responden pria. Pada diagram tersebut dapat terlihat bahwa sebagian besar responden memiliki rasio

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 lingkar pinggang-panggul ≥0,90 diikuti dengan meningkatnya rasio kadar kolesterol total/HDL. G. Korelasi Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Kadar Kolesterol Total, Kadar HDL, dan Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL pada Responden Wanita Uji korelasi yang dilakukan pada penelitian yaitu antara lingkar pinggang, rasio lingkar pinggang-panggul dengan kadar kolesterol total, kadar HDL, dan rasio kadar kolesterol total/HDL. Pengujian korelasi dilakukan dengan uji Pearson (untuk data yang keduanya memiliki distribusi normal) dan uji Spearman (untuk data yang salah satu atau keduanya memiliki distribusi tidak normal) (Dahlan, 2012). 1. Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar kolesterol total pada responden wanita Uji korelasi Spearman menunjukkan korelasi positif antara lingkar pinggang terhadap kadar kolesterol total. Nilai koefisien korelasi (r) yang didapat sebesar 0,004 yang berarti arah korelasinya positif dengan kekuatan korelasi sangat lemah. Arah korelasi positif berarti nilai korelasi yang diperoleh searah (semakin besar nilai satu variabel semakin besar pula nilai variabel yang lainnya) (Dahlan, 2012). Untuk nilai signifikansi (Sig. (2-tailed)) pada uji ini sebesar 0,978 (p>0,05) yang berarti terdapat korelasi tidak bermakna antara dua variabel yang diuji. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian Welborn, et al. (2003) di Australia. Penelitan tersebut menghasilkan nilai p<0,0001 dengan nilai r=0,15.

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Uji korelasi antara rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kolesterol total dilakukan dengan uji Pearson yang menunjukkan adanya arah korelasi positif antara dua variabel tersebut. Kekuatan korelasi antara kedua kelompok sangat lemah dengan nilai r=0,189 dan nilai signifikansi sebesar 0,181 (p>0,05) yang menunjukkan adanya korelasi tidak bermakna antara dua variabel yang diuji. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian Welborn, et al. (2003) di Australia. Penelitan tersebut menghasilkan nilai p<0,0001 dengan nilai r=0,15. Adanya perbedaan hasil penelitian dapat dikarenakan penggunaan jumlah responden dan range usia yang berbeda. Pada penelitian ini digunakan jumlah responden sebanyak 52 orang, sedangkan pada penelitian Welborn, et al. digunakan jumlah responden sebanyak 4698 orang. Range usia yang digunakan pada penelitian antara 44-77 tahun, sedangan pada penelitian Welborn, et al. digunakan range usia antara 28-70 tahun. Tabel XXIII. Korelasi LP dan RLPP terhadap Kadar Kolesterol Total pada Responden Wanita Variabel r Lingkar Pinggang 0,004 Rasio Lingkar Pinggang-Panggul 0,189 p<0,05 menunjukkan adanya korelasi bermakna p 0,978 0,181 R Sq Linear = 9.642E-4 Gambar 12. Diagram Sebaran KorelasiLingkar Pinggang terhadap Kadar Kolesterol Total Responden Wanita

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Gambar 12 menunjukkan diagram sebaran korelasi lingkar pinggang terhadap kadar kolesterol total responden wanita. Dari diagram di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar responden memiliki lingkar pinggang ≥80 cm. Gambar 13. Diagram Sebaran Korelasi Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Kadar Kolesterol Total Responden Wanita Gambar 13 menunjukkan diagram sebaran korelasi rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar kolesterol total responden wanita. Pada diagram tersebut dapat terlihat bahwa sebagian besar responden memiliki rasio lingkar pinggang-panggul ≥0,85. 2. Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar HDL pada responden wanita Dari uji korelasi Spearman antara lingkar pinggang terhadap kadar HDL menunjukkan korelasi negatif dengan kekuatan korelasi sangat lemah. Nilai koefisien korelasi yang diperoleh sebesar -0,100. Menurut Dahlan (2012), tanda negatif pada nilai korelasi tersebut menunjukkan arah korelasi berlawanan arah. Arah korelasi berlawanan arah ini berarti semakin besar nilai satu variabel, semakin kecil nilai variabel lainnya. Nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0,482 yang berarti adanya korelasi tidak bermakna antara dua variabel yang diuji.Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Jung, Lee dan Shon (2007).

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Hasil penelitian tersebut menghasilkan korelasi negatif dengan kekuatan korelasi sangat lemah (r=-0,023) dan korelasi yang tidak bermakna antara lingkar pinggang terhadap kadar HDL (p>0,05). Uji korelasi Pearson antara rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar HDL menunjukkan korelasi negatif. Nilai koefisien korelasi yang didapat sebesar -0,050 yang berarti kekuatan korelasinya sangat lemah. Untuk nilai signifikansi pada uji ini (p=0,724) yang berarti terdapat korelasi tidak bermakna antara dua variabel yang diuji. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan Himabindu, et al. (2013). Penelitian tersebut memiliki nilai koefisien korelasi sebesar -0,261 dengan nilai p=0,048 yang artinya ada korelasi bermakna dengan arah korelasi positif dan kekuatan korelasi sangat lemah. Adanya perbedaan hasil dapat dikarenakan perbedaan range usia responden dan jumlah responden yang digunakan. Penelitian Himabindu, et al. (2013) menggunakan responden dengan usia ≥25 tahun dengan jumlah responden 102 orang. Tabel XXIV. Korelasi LP dan RLPP terhadap Kadar HDL pada Responden Wanita Variabel r Lingkar Pinggang -0,100 Rasio Lingkar Pinggang-Panggul -0,050 p<0,05 menunjukkan adanya korelasi bermakna p 0,482 0,724

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Gambar 14. Diagram Sebaran KorelasiLingkar Pinggang terhadap Kadar HDL Responden Wanita Diagram sebaran korelasi lingkar pinggang terhadap kadar HDL responden wanita dapat dilihat pada Gambar 14. Dari diagram tersebut dapat dilihat bahwa sebagian besar responden memiliki lingkar pinggang ≥80 cm diikuti dengan kadar HDL yang rendah. Gambar 15. Diagram Sebaran Korelasi Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Kadar HDL Responden Wanita Gambar 15 menunjukkan diagram sebaran korelasi rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar HDL responden wanita. Pada diagram tersebut dapat terlihat bahwa sebagian besar responden memiliki rasio lingkar pinggangpanggul ≥0,85 diikuti dengan menurunnya kadar HDL dan terlihat pula terdapat

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 beberapa responden dengan rasio lingkar pinggang-panggul yang jauh dari range sebaran. 3. Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL pada responden wanita Uji korelasi Spearman menunjukkan korelasi positif antara lingkar pinggang terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL. Nilai koefisien korelasi yang didapat sebesar 0,028 yang berarti arah korelasinya positif dengan kekuatan korelasi sangat lemah. Untuk nilai signifikansi pada uji ini sebesar 0,844 (p>0,05) yang berarti terdapat korelasi tidak bermakna antara dua variabel yang diuji. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Daat (2012) pada staff dan karyawan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penelitian tersebut didapatkan nilai r=0,474 dengan nilai p=0,000, yang artinya terdapat korelasi bermakna antara dua variabel yang diuji dengan kekuatan korelasi sedang. Uji korelasi antara rasio lingkar pinggang-panggul terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL dilakukan dengan uji Spearman yang menunjukkan adanya arah korelasi positif antara dua variabel tersebut. Kekuatan korelasi antara kedua kelompok sangat lemah dengan nilai r=0,081 dan nilai signifikansi sebesar 0,567 (p>0,05) yang menunjukkan adanya korelasi tidak bermakna antara dua variabel yang diuji. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Daat (2012) pada staff dan karyawan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penelitian tersebut didapatkan nilai r=0,264 dengan nilai p=0,049.

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Adanya perbedaan hasil penelitian dapat disebabkan oleh karakteristik responden, jumlah respoden, dan range usia responden. Pada penelitian ini digunakan responden penyandang diabetes melitus tipe 2, sedangkan pada penelitian Daat (2012) digunakan staff dan karyawan tanpa diketahui status diabetes melitusnya. Penelitian ini menggunakan jumlah responden sebanyak 52 orang dengan range usia responden pada penelitian antara 44-77 tahun, sedangkan pada penelitian Daat (2012) digunakan 56 orang responden dengan range usia responden antara 30-50 tahun. Tabel XXV. Korelasi LP dan RLPP terhadap Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL pada Responden Wanita Variabel r Lingkar Pinggang 0,028 Rasio Lingkar Pinggang-Panggul 0,081 p<0,05 menunjukkan adanya korelasi bermakna p 0,844 0,567 R Sq Linear = 4.697E-4 Gambar 16. Diagram Sebaran KorelasiLingkar Pinggang terhadap Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Wanita Diagram sebaran korelasi lingkar pinggang terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL responden wanita dapat dilihat pada Gambar 16. Diagram sebaran tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki lingkar pinggang ≥80 cm.

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 R Sq Linear = 9.517E-6 Gambar 17. Diagram Sebaran Korelasi Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Wanita Gambar 17 menunjukkan diagram sebaran korelasi rasio lingkar pinggang-panggul terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL responden wanita. Pada diagram tersebut dapat terlihat bahwa sebagian besar responden memiliki rasio lingkar pinggang-panggul ≥0,85. Rasio kadar kolesterol total/HDL merupakan gambaran profil lipid yang digunakan pada penelitian ini. Rasio tersebut diharapkan mampu memberikan hasil yang baik sebagai prediktor penyakit kardiovaskular. Hal tersebut didukung oleh penelitian Gimeno-Orna, et al. (2004) pada penyandang diabetes melitus tipe 2, yang menyatakan bahwa rasio kadar kolesterol total/HDL memberikan hasil yang signifikan sebagai prediktor penyakit kardiovaskular. Sebagai deteksi dini terjadinya diabetes melitus tipe 2, penyakit kardiovaskular ataupun kejadian sindroma metabolik dapat digunakan pengukuran lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul. Kedua pengukuran tersebut mampu memberikan hasil yang baik untuk deteksi gangguan penyakit seperti yang disebutkan sebelumnya (Mc Kinley Health Center, 2009; World Health Organization, 2008).

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Berdasarkan hasil pengujian korelasi secara statistik yang telah dilakukan, lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul berkorelasi tidak bermakna dengan rasio kadar kolesterol total/HDL, sehingga hasil penelitian tidak sesuai dengan teori. Hal tersebut dapat disebabkan pengaruh obat-obatan penurun kadar kolesterol yang dikonsumsi responden penelitian. Saat proses wawancara peneliti mengalami kesulitan untuk mengetahui riwayat pengobatan atau obatobatan apa saja yang dikonsumsi oleh responden. Ini disebabkan karena sebagian besar responden berusia lanjut sehingga mengalami kesulitan untuk mengingat riwayat penggunaan obatnya. Penggunaan obat-obatan penurun kadar kolesterol yang dikonsumsi oleh responden, menyebabkan penurunan profil lipid yang terukur dalam darah, artinya hasil pengukuran profil lipid darah yang diperoleh sudah terpengaruh oleh obat-obatan tersebut. Karena hal tersebut dapat terlihat kadar profil lipid responden penelitian berada pada kriteria normal dengan lingkar pinggang ataupun rasio lingkar pinggang-panggul berada pada kriteria tidak normal. Hal ini terjadi dikarenakan untuk mendapatkan nilai normal lingkar pinggang ataupun rasio lingkar pinggang-panggul tidak semudah menormalkan profil lipid yang dapat dicapai dengan mengkonsumsi obat penurun kadar kolesterol. Dari hasil penelitian ini, lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang serta pemeriksaan rasio kadar kolesterol total/HDL belum dapat digunakan untuk deteksi dini penyakit makrovaskular pada penyandang diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung dikarenakan hasil penelitian yang diperoleh memiliki korelasi tidak bermakna.

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Usia responden pada penelitian ini dapat mempengaruhi kondisi fisiologis dari responden penelitian. Penyandang diabetes melitus tipe 2 yang digunakan pada penelitian ini berusia lebih dari 40 tahun. Rentang usia responden tidak ditetapkan pada penelitian ini, sehingga dari hasil pengujian diperoleh rentang usia yang cukup besar. Pada responden pria rentang usia yang diperoleh adalah 41-78 tahun, sedangkan pada respoden wanita rentang usianya adalah 4477 tahun. Individu yang berusia lebih dari 40 tahun terdiri dari individu yang masih termasuk dalam kelompok usia produktif dan kelompok lanjut usia (>60 tahun). Adanya dua kelompok usia yang berbeda, menyebabkan kondisi fisiologis responden yang berbeda-beda sehingga dapat berpengaruh terhadap hasil penelitian. Durasi terjadinya diabetes melitus tipe 2 dapat mempengaruhi kondisi patologis dan fisiologis penyandangnya. Rerata durasi responden penyandang diabetes melitus tipe 2 pada penelitian ini yaitu 8,5 tahun, dengan nilai minimum 1 tahun dan nilai maksimum 30 tahun. Rentang durasi terjadinya diabetes melitus tipe 2 yang cukup besar ini dapat menyebabkan perbedaan kondisi patologis dan fisiologis setiap responden. Hal ini dapat berpengaruh terhadap hasil penelitian.

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini yaitu adanya korelasi positif tidak bermakna dengan kekuatan korelasi lemah antara lingkar pinggang terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL pada responden pria, sedangkan pada responden wanita diperoleh korelasi positif sangat lemah yang tidak bermakna antara lingkar pinggang terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL. Rasio lingkar pinggangpanggul pada responden pria dan responden wanita menghasilkan korelasi positif tidak bermakna dengan kekuatan korelasi sangat lemah terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL. B. SARAN 1. Pada penelitian selanjutnya, penggunaan rentang usia responden dapat dipersempit untuk mengurangi terjadinya bias, yaitu rentang usia 40-50 tahun atau 50-60 tahun. 2. Penelitian ini dapat diperbaiki dengan penambahan jumlah sampel dan menyamakan proporsi penggunaan jumlah sampel antara kelompok non obesitas dan obesitas. 3. Pada penelitian korelasi selanjutnya diharapkan menggunakan dua kelompok responden, yaitu kelompok penyandang diabetes melitus tipe 2 dan kelompok tanpa diabetes melitus tipe 2. Adanya kelompok kontrol digunakan sebagai 77

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 pembanding, sehingga dapat menunjukkan dan menjelaskan perbedaan hasil korelasi pada diabetes melitus tipe 2 dan tanpa diabetes melitus tipe 2. 4. Penelitian korelasi selanjutnya sebaiknya dapat menggali informasi secara lebih mendalam kepada calon responden mengenai riwayat pengobatan pada responden.

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 DAFTAR PUSTAKA Adam, J.M.F., 2006, Obesitas dan Sindroma Metabolik, Bandung, pp.1-8. Almatsier, S., 2001, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, pp. 63. American Diabetes Association, 2004, Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus, Diabetes Care, 27(1), 1. American Diabetes Association, 2012, Standards On Medical Care in Diabetes, American Diabetes Association, 35, 11. American Heart Association, 2012, What Do My Cholesterol Levels Mean?, American Heart Association, 1. Amidu, N., Owiredu, W.K.B.A., Mireku, E.K., and Agyemang, C., 2012, Metabolic Syndrome Among Garage Workers in the Automobile Industry in Kumasi, Ghana, Journal of Medical and Biomedical Sciences, 1(3), 29. Anonim, 2006, Abdominal Fat and What To Do About It, http://www.health. harvard.edu/newsweek/Abdominal-fat-and-what-to-do-about-it.htm, diakses tanggal 26 Desember 2013. Anwar, T.B., 2004, Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner, e-USU Respiratory, http://librarny.usu.acid/download/fk/gizi-bahari4.pdf, diakses tanggal 7 Mei 2013. Bello-Sani, F., Bakari, A.G., and Anumah, F.E., 2007, Dyslipidaemia in persons with type 2 diabetes mellitus in Kaduna, Nigeria, Int J Diabetes & Metabolism, 15, 11 Budiarto, E., 2002, Metodologi Penelitian Kedokteran: Sebuah Pengantar, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, pp. 38, 70. Bonita, R., Beaglehole, R., and Kjellström, T., 2006, Basic Epidemiology, 2nd Edition, World Health Organization, Switzerland, pp. 44. Chehrei, A., Sadrnia, S., Keshteli, A.H., Daneshmand, M.A., and Rezaei, J., 2007, Correlation of Dyslipidemia with Waist to Height Ratio, Waist Circumference, and Body Mass Index in Iranian Adults, Asia Pac J Clin Nutr2007; 16 (2), 248.

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Chen, L., Magliano, D.J., and Zimmet, P.Z., 2012, The Worldwide Epidemiology of Type 2 Diabetes Mellitus: Present and Future Perspectives, Macmilan Publishers Limited, 8, 229. Cogill, B., 2003, Anthropometric Indicators Measurement Guide, Food and Nutrition Technical Assistance Project, Washington D.C., pp. 9. Daat, C.E., 2012, Korelasi Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar PinggangPanggul Terhadap Rasio Kolesterol Total/HDL pada Staf Wanita Universitas Sanata Dharma, Skripsi, 31, 50, Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Dahlan, M.S., 2012, Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan, Deskriptif, Bivariat, dan Multivariat Dilengkapi Aplikasi dengan Menggunakan SPSS, Edisi 5, Salemba Medika, Jakarta, pp. 31, 48, 55, 62-75, 168-170. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2011, Uji Fungsi Alat Klinis dan Hematologi, http:// www.depkes.go.id/ downloads/ yandu/ uji_fungsi_ alat_kimia_klinis_hematologi.pdf., diakses tanggal 12 Mei 2013. Diabetes UK., 2010, Diabetes in the UK 2010: Key statistics on diabetes, Diabetes UK, 3 Dwimartutie, N., Setiati, S., and Oemardi, M., 2010, The Correlation Between Body Fat Distribution and Insulin Resistance in Elderly, Acta Med Indones-Indones J Intern Med, 42(2), 66-73. Gibney, M.J., Margetts, B.M., Kearney, J.M., dan Arab, L., 2005, Gizi Kesehatan Masyarakat, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, pp. 408. Gimeno-Orna, J.A., Faure-Nogueras, E., and Sancho-Serrano, M.A., 2004, Usefulness of Total Cholesterol/HDL-Cholesterolratio in the Management of Diabetic Dyslipidemia, Diabetic Medicine, 22(1), 26. Goldberg, A.C., 2008, Lipid Disorders, http://www.merck.com/mmpe/sec12/ch 159 /ch159a.html, diakses tanggal 30 Desember 2013. Gupta, R., Rastogi, P., Sarna, M., Gupta, V.P., Sharma, S.K., and Kothari, K., 2007, Body-Mass Index, Waist-Size, Waist-Hip Ratio and Cardiovascular Risk Factors in Urban Subjects, JAPI, 55, 621-627. Himabindu, Y., Sriharibabu, M., Alekhya, K., Saisumanth, K., Lakshmanrao, N., and Komali, K., 2013, Correlations between Anthropometry and Lipid Profile and Type 2 Diabetics, Indian Journal of Endocrinology and Metabolism, 17(4), 728.

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Huri, H., 2012, Dyslipidemia and Type 2 Diabetes Mellitus: Implication and Role of Antiplatelet Agents in Primary Prevention of Cardivascular Disease, Department of Pharmacy Malaysia, 5, 79. Ide, P., 2007, Diet Atkins, Penerbit Elex Media Komputindo, Jakarta, pp. 217. International Diabetes Federation, 2006, Metabolic Syndrome, The IDF Consensus Worldwide Definition of The Metabolic Syndrome, International Diabetes Federation, 1-7, 10. Jenkins, G., 2011, Health Tools : Waist-to-Hip Ratio, http://www.bbc.co.uk/ health/tools/hip_to_waist/hip_to_waist.shtml, diakses tanggal 9 Mei 2013. Josten, S., Mutmainnah, dan Hardjoeno, 2006, Profil Lipid Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 P, Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory, 13(1), 20-21. Jung, E.D., Lee., J., and Shon, H.S., 2007, The Correlation between Central Obesity and Glucose, Lipid Metabolism and Macrovascular Complication in Elderly Type 2 Diabetes, J Kor Diabetes Assoc, 31, 346. Kamath, A., Shivaprakash, G., and Adhikari, P., 2011, Body Mass Index and Waist Circumference in Type 2 Diabetes Mellitus Patients Attending a Diabetes Clinic, Int J Biol Med Res, 2(3): 636-638. Kemenkes, 2012, Tahun 2030 Prevalensi Diabetes Melitus Di Indonesia Mencapai 21,3 Juta Orang, http://www.depkes.go.id/ index.php/ berita/ press-release/414-tahun-2030-prevalensi-diabetes-melitus-di-indonesiamencapai-213-juta-orang.pdf, diakses tanggal 7 Mei 2013. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2010, Pedoman Teknis Sarana dan Prasarana Rumah Sakit Tipe B, Pusat Sarana, Prasarana dan Peralatan Kesehatan, Jakarta, pp. 56. Klop, B., Elte, J.W.F., and Cabezas, M.C., 2013, Dyslipidemia in Obesity: Mechanism and Potential Targets, Nutrients, 5, 1218-1240. Kurniawan, I., 2010, Diabetes Melitus Pada Usia Lanjut, Majalah Kedokteran Indonesia, 60(12), 582-583. Kusuma, E.E.C., 2011, Korelasi Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar PinggangPanggul Dengan Rasio Kolesterol Total/HDL, Skripsi, 29, 43-44, Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Lee, T.H., and Simon, H.B., 2009, Beating Heart Disease: Stategies for a Healthy Heart, Havard University, Boston, pp. 8, 10. Lemieux, I., Lamarche, B., Couillard, C., Pascot, A., Cantin, B., Bergeron, J., et al., 2001, Total Cholesterol/HDL Cholesterol Ratio vs LDL Cholesterol/HDL Cholesterol Ratio as Indices of Ischemic Heart Disease Risk in Men, American Medical Assocoation, 161, 1. Liao, Y.L., Lin, S.C., and Hsu, C.H., 2011, Waist Circumference is a Better Predictor than Body Mass Index of Insulin Resistance in Type 2 Diabetes, Int J Diabetes & Metabolism, 19, 37. Lodico, M.G., Spaulding, D.T., and Voegtle, K.H., 2010, Methods in Educational Research: From Theory to Practice, John Wiley & Sons, Inc., California. Lubis, G., dan Oyong, N., 2006, Hubungan Lingkar Pinggang dengan Faktor Risiko Penyakit Kardiovaskular pada Anak Obesitas Usia Sekolah Dasar, Sari Pediatri, 8(2), 147. Marjani, A.J., 2011, Waist Circumference, Body Mass Index, Hip Circumference, and Waist To-Hip Ratio in Type 2 Diabetes Patients in Gorgan, Iran, Journal of Clinical and Diagnostic Research, 5(2), 202. Marquette General Health System, 2010, Healthy Hints: Understanding Your Cholesterol Numbers, http://ww4. mgh.org/ nutritionMed/Shared% 20Documents/HHYYourChol.pdf, diakses tanggal 7 Mei 2013. Mc Kinley Health Center, 2009, Waist Circumference, McKinley Health Center, The Board of Trustees of the University University of Illinois, 3(237), 1. National Cholesterol Education Program, 2001, ATP III Guidelines At-A-Glance Quick Desk Reference, National Institute of Health Publication, 1(3305), 1. NHANES, 2007, Anthropometry Procedures Manual, National Health and Nutrion Examination Survey, pp. 1. Parikh, P., Mani, U., and Iyer, U., 2002, Abdominal Adiposity and Metabolic Control in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus, Int.J.Diab.Dev. Countries, 22, 31. Pearce, E.C., 2008, Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis, Penerbit Gramedia, Jakarta, pp. 19.

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 PERKENI, 2011, Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia, Perkumpulan Endokrinologi Indonesia, Jakarta, pp. 6-7. Pusparini, 2007, Obesitas Sentral, Sindroma Metabolik, dan Diabetes Melitus Tipe Dua, Universa Medicina, 26(4), 195-204. Rai, K., and Jeganthan, 2012, Relation between Waist-Hip Ratio and Lipid Profile in Male Type 2 Diabetes Mellitus Patients, Research Journal of Pharmaceutical, Biological, and Chemical Sciences, 3(4), 956. Rodrigues L., 2005, What Do Men Really Look for in Women?, http: // learnbody language.org/body_language_courting.html, diakses tanggal 29 April 2013. Russel-Jones, D., 2008, The Diabesity Epidemic, European Endocrinology, 4(1), 29-32. Sandhu, H.S., Koley, S., and Sandhu, K.S., 2008, A Study of Correlation Between Lipid Profile and Waist to Hip Ratios in Patients with Diabetes Mellitus, Anthropologist, 10(3), 215. Sandjaja dan Sudikno, 2005, Prevalensi Gizi Lebih dan Obesitas Penduduk Dewasa Indonesia, Gizi Indonesia, 31, 1. Santos, L., Valente J.G., Silva, G., and Sichieri, 2004, Waist Circumference and Waist-to-Hip Ratio as Predictors of Serum Concentration of Lipids in Brazilian Men, Nutrition, 20(10), 857. Sarasota, 2013, Health Effects of Visceral Fat, http://www.biotekweightloss. com/about-us/15, diakses tanggal 30 April 2013. Sastroasmoro, 2010, Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis, Sagung Seto, Jakarta, pp. 49. Seidell, J.C., Pérusse, L., Després, J-P., and Bouchard, C., 2001, Waist and Hip Circumference Have Independent and Opposite Effects on Cardiovascular Disease Risk Factors: the Quebec Family Study, Am J Clin Nutr, 74, 316-318. Shah, A., Bhandary, S., Malik, S.L., Risal, P., and Koju, R., 2009, Waist Circumference and Waist-Hip Ratio as Predictor of Type 2 Diabetes Mellitus in the Nepalese Population of Kavre District, Nepal Med Coll J;11(4), 261, 265-266. Shahraki, T., Shahraki, M., and Roudbari, M., 2009, Waist Circumference: a Better Index of Fat Location than WHR for Predicting Lipid Profile in

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Overweight/Obese Iranian Women, Eastern Mediterranean Health Journal, 15(4), 900, 902. Shih-Wei, L., and Kim-Choy, Ng., 2004, Which Anthropometric Indices Best Predict Metabolic Disorders in Taiwan?, Southern Medical Association, 97(6), 3. Tohidi, M., Hatami, M., Hadaegh, F., Harati, H., and Azizi, F., 2010, Lipid Measures for Prediction of Incident Cardiovascular Disease in Diabetic and Nondiabetic Adults: Results of the 8.6 Years Follow-Up of a Population Based Cohort Study, Lipids in Health and Disease, 9:6, 1-2. Triplitt, C.L., Reasner, C.A., and Isley, W.L., 2008, Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach, 7th edition, McGraw Hill Companies, Inc, USA, pp. 1206. Wajchenberg, L. B., 2000, Subcutaneous and Visceral Adipose Tissue: Their Relation to the Metabolic Syndrome, Endocrine Reviews, 21(6), 698699. Welborn, T.A., Dhaliwal, S.S., and Bennett, S.A., 2003, Waist-Hip Ratio is the Dominant Risk Factor Predicting Cardiovascular Death in Australia, MJA, 179, 582-583. Wild, S., Roglic, G., Green, A., Sicree, R., and King, H., 2004, Global Prevalence of Diabetes, Estimates for the Year 2000 and Projections for 2030, American Diabetes Association, 27(5), 1051. World Health Organization, 2008, Waist Circumference and Waist-Hip Ratio: Report of A WHO Expert Consultation, WHO, Geneva, pp. 1, 5-15. Zaninotto, P., Olieveira, C., and Kumari, M., 2008, Anthropometric Measures and Health, Institute for Fiscal Studies, English, 7, 225. Zhu, S., Wang, Z., Heshka, S., Heo, M., Faithh, M.S., and Heymsfield, S.B., 2002, Waist Circumference and Obesity-associated Risk Factors Among Whites in the Third National Health and Nutrition Examination Survey: Clinical Action Thresholds, Am J Clin Nutr 2002, 76, pp. 743.

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 85

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Lampiran 1. Ethical Clearance

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 Lampiran 2. Surat Keterangan Ijin Penelitian

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Lampiran 3. Informed Consent

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 Lampiran 4. Pedoman Wawancara

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Lampiran 5. Leaflet A. Halaman Depan

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 B. Halaman Belakang

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 Lampiran 6. Hasil Pemeriksaan Laboratorium

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 Lampiran 7. Pengukuran Lingkar Pinggang dan Lingkar Panggul Pengukuran Lingkar Pinggang Pengukuran Lingkar Panggul

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 Lampiran 8. Validasi Instrumen Pengukuran Responden Pria Lingkar Pinggang 75.5 75.5 75.6 75.6 75.5 Mean 75.54 SD 0.049 CV 0.065 % Lingkar Panggul Rasio Lingkar PinggangPanggul 85.5 85.5 85.2 85.6 85.6 0.88 0.88 0.89 0.88 0.88 Mean SD CV 0.882 4x10-3 0.453% Mean SD CV 0.742 4.472x 10-3 0.603% Responden Wanita Lingkar Pinggang 65.5 65.5 65.5 65.5 65.6 Mean 65.52 SD 0.045 CV 0.069 % Lingkar Panggul Rasio Lingkar PinggangPanggul 88.2 88.2 88.0 88.0 87.8 0.74 0.74 0.74 0.74 0.75

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Lampiran 9. Deskriptif dan Uji Normalitas Usia Responden Pria Descriptives Statistic Usia Mean 61.47 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 58.23 Upper Bound 64.72 5% Trimmed Mean 61.67 Median 61.00 Variance Std. Error 1.601 97.391 Std. Deviation 9.869 Minimum 41.00 Maximum 78.00 Range 37.00 Interquartile Range 16.00 Skewness -.063 .383 Kurtosis -.794 .750 Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic Usia .096 df Shapiro-Wilk Sig. 38 a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. .200 Statistic * .969 df Sig. 38 .360

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 Lampiran 10. Deskriptif dan Uji Normalitas Usia Responden Wanita Descriptives Statistic Usia Mean 60.37 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 58.14 Upper Bound 62.59 5% Trimmed Mean 60.30 Median 59.00 Variance Std. Error 1.108 63.883 Std. Deviation 7.993 Minimum 44.00 Maximum 77.00 Range 33.00 Interquartile Range 12.00 Skewness Kurtosis .191 .330 -.510 .650 Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic Usia df .095 a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. Shapiro-Wilk Sig. 52 Statistic .200 * .973 df Sig. 52 .271

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 Lampiran 11. Deskriptif dan Uji Normalitas Lingkar Pinggang Responden Pria Descriptives Statistic Lingkar Pinggang Mean 95.3361 95% Confidence Interval for Lower Bound 92.9169 Mean Upper Bound Std. Error 1.19393 97.7552 5% Trimmed Mean 94.9414 Median 93.0650 Variance 54.168 Std. Deviation 7.35988 Minimum 85.07 Maximum 113.70 Range 28.63 Interquartile Range 11.19 Skewness Kurtosis .824 .383 -.096 .750 Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic Lingkar Pinggang .168 a. Lilliefors Significance Correction df Shapiro-Wilk Sig. 38 .008 Statistic .924 df Sig. 38 .013

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Lampiran 12. Deskriptif dan Uji Normalitas Lingkar Pinggang Responden Wanita Descriptives Statistic Lingkar Pinggang Mean 95.2808 95% Confidence Interval for Lower Bound 92.2271 Mean Upper Bound Std. Error 1.52105 98.3344 5% Trimmed Mean 94.8436 Median 93.7500 Variance 120.307 Std. Deviation 10.9684 Minimum 75.00 Maximum 122.00 Range 47.00 Interquartile Range 14.68 Skewness Kurtosis .696 .330 -.016 .650 Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic Lingkar Pinggang .127 a. Lilliefors Significance Correction df Shapiro-Wilk Sig. 52 .035 Statistic .950 df Sig. 52 .028

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 Lampiran 13. Deskriptif dan Uji Normalitas Rasio Lingkar Pinggang-Panggul Responden Pria Descriptives Statistic Rasio Lingkar PinggangPanggul Mean .9358 95% Confidence Interval for Lower Bound .9142 Mean Upper Bound Std. Error .01066 .9574 5% Trimmed Mean .9345 Median .9408 Variance .004 Std. Deviation .06574 Minimum .81 Maximum 1.08 Range .27 Interquartile Range .09 Skewness .242 .383 Kurtosis .110 .750 Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic Rasio Lingkar PinggangPanggul .117 a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. df Shapiro-Wilk Sig. 38 .200 Statistic * .960 df Sig. 38 .197

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 Lampiran 14. Deskriptif dan Uji Normalitas Rasio Lingkar Pinggang-Panggul Responden Wanita Descriptives Statistic Rasio Lingkar PinggangPanggul Mean .9400 95% Confidence Interval for Lower Bound .9166 Mean Upper Bound Std. Error .01166 .9634 5% Trimmed Mean .9374 Median .9400 Variance .007 Std. Deviation .08411 Minimum .78 Maximum 1.15 Range .37 Interquartile Range .11 Skewness Kurtosis .432 .330 -.355 .650 Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic Rasio Lingkar PinggangPanggul a. Lilliefors Significance Correction .109 df Shapiro-Wilk Sig. 52 .181 Statistic .972 df Sig. 52 .269

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 Lampiran 15. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar Kolesterol Total Responden Pria Descriptives Statistic Kadar Kolesterol Total Mean Std. Error 185.18 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 174.28 Upper Bound 196.08 5% Trimmed Mean 185.72 Median 184.00 Variance 5.380 1100.00 Std. Deviation 33.164 Minimum 103.00 Maximum 252.00 Range 149.00 Interquartile Range 45.00 Skewness -.126 .383 .094 .750 Kurtosis Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic Kadar Kolesterol Total .079 df Shapiro-Wilk Sig. 38 a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. .200 Statistic * .987 df Sig. 38 .932

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 Lampiran 16. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar Kolesterol Total Responden Wanita Descriptives Statistic Kadar Kolesterol total Mean 195.00 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 183.68 Upper Bound 206.32 5% Trimmed Mean Std. Error 5.64043 191.01 Median 188.5 Variance 1654.00 Std. Deviation 40.6737 Minimum 121.00 Maximum 342.00 Range 221.00 Interquartile Range 39.25 Skewness 1.817 .330 Kurtosis 5.014 .650 Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic Kadar Kolesterol total .156 a. Lilliefors Significance Correction df Shapiro-Wilk Sig. 52 .003 Statistic .845 df Sig. 52 .000

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 Lampiran 17. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar HDL Responden Pria Descriptives Statistic Kadar HDL Mean 35.618 95% Confidence Interval for Lower Bound 33.056 Mean Upper Bound Std. Error 1.2646 38.181 5% Trimmed Mean 35.808 Median 35.750 Variance 60.767 Std. Deviation 7.7954 Minimum 17.7 Maximum 48.8 Range 31.1 Interquartile Range 9.0 Skewness -.333 .383 Kurtosis -.359 .750 Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic Kadar HDL .088 df Shapiro-Wilk Sig. 38 a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. .200 Statistic * .973 df Sig. 38 .483

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 Lampiran 18. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar HDL Responden Wanita Descriptives Statistic Kadar HDL Mean 43.4404 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 38.3720 Upper Bound 48.5087 5% Trimmed Mean 42.4624 Median 42.2500 Variance 331.427 Std. Deviation 18.2051 Minimum 11.70 Maximum 122.90 Range 111.20 2.52460 Interquartile Range 24.98 Skewness 1.581 .330 Kurtosis 5.778 .650 Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic Kadar HDL Std. Error .116 df Shapiro-Wilk Sig. 52 a. Lilliefors Significance Correction .077 Statistic .888 df Sig. 52 .000

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 Lampiran 19. Deskriptif dan Uji Normalitas Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Pria Descriptives Statistic Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Std. Error Mean 5.4136 95% Confidence Interval Lower Bound 4.9712 for Mean Upper Bound .21835 5.8560 5% Trimmed Mean 5.3858 Median 5.3942 Variance 1.812 Std. Deviation 1.34600 Minimum 2.68 Maximum 8.31 Range 5.62 Interquartile Range 2.03 Skewness .318 .383 -.331 .750 Kurtosis Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL df .109 a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. Shapiro-Wilk Sig. 38 .200 Statistic * .979 df Sig. 38 .696

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 Lampiran 20. Deskriptif dan Uji Normalitas Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Wanita Descriptives Statistic Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Std. Error Mean 5.2460 95% Confidence Interval for Lower Bound 4.4991 Mean Upper Bound .37201 5.9928 5% Trimmed Mean 4.9219 Median 4.5250 Variance 7.196 Std. Deviation 2.68261 Minimum 2.39 Maximum 18.21 Range 15.82 Interquartile Range 2.80 Skewness Kurtosis 2.654 .330 10.344 .650 Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL a. Lilliefors Significance Correction .151 df Shapiro-Wilk Sig. 52 .005 Statistic .765 df Sig. 52 .000

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 Lampiran 21. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar Kolesterol Total Responden Pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm Descriptives Klasifikasi LP Kadar Kolesterol Total <90 cm Statistic Mean 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 149.53 Upper Bound 200.07 5% Trimmed Mean 175.83 Median 176.50 Variance 11.172 1248 Std. Deviation 35.330 Minimum 103 Maximum 228 Range 125 Interquartile Range >=90 cm Std. Error 174.80 42 Skewness -.486 .687 Kurtosis 1.071 1.334 188.89 6.085 Mean 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 176.41 Upper Bound 201.38 5% Trimmed Mean 189.05 Median 188.00 Variance 1037 Std. Deviation 32.201 Minimum 123 Maximum 252 Range 129 Interquartile Range 44 Skewness Kurtosis .050 .441 -.255 .858 Tests of Normality a Klasifikasi LP Kadar Kolesterol Total <90 cm >=90 cm Kolmogorov-Smirnov Statistic .141 .081 a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. df Shapiro-Wilk Sig. 10 28 Statistic df Sig. .200 * .959 10 .770 .200 * .986 28 .956

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 Lampiran 22. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar Kolesterol Total Responden Wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm Descriptives Klasifikasi LP Kadar Kolesterol Total <80 cm Statistic 191.00 95% Confidence Interval for Lower Bound Mean Upper Bound 102.06 7.00000 279.94 5% Trimmed Mean . Median 191 Variance 98.000 Std. Deviation 9.89949 Minimum 184.00 Maximum 198.00 Range >=80 cm Std. Error Mean 14.00 Interquartile Range . Skewness . . Kurtosis . . 195.16 5.86378 Mean 95% Confidence Interval for Lower Bound Mean Upper Bound 1.8338E2 5% Trimmed Mean 1.9113E2 Median 1.8850E2 2.0694E2 Variance 1.719E3 Std. Deviation 41.4632 Minimum 121.00 Maximum 342.00 Range 221.00 Interquartile Range 41.50 Skewness 1.776 .337 Kurtosis 4.717 .662 Tests of Normality a Klasifikasi LP Kadar Kolesterol Total Kolmogorov-Smirnov Statistic df Shapiro-Wilk Sig. <80 cm .260 2 .000 >=80 cm .154 50 .005 a. Lilliefors Significance Correction Statistic .850 df Sig. 50 .000

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 Lampiran 23. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar HDL Responden Pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm Descriptives Klasifikasi LP Kadar HDL <90 cm Statistic Mean 36.140 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 30.567 Upper Bound 41.713 5% Trimmed Mean 36.217 Median 36.350 Variance 60.700 Std. Deviation 7.7910 Minimum 24.3 Maximum 46.6 Range 22.3 Interquartile Range 12.6 Skewness >=90 cm Std. Error -.284 2.4637 .687 Kurtosis -1.037 1.334 Mean 35.432 1.4989 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 32.357 Upper Bound 38.508 5% Trimmed Mean 35.630 Median 35.750 Variance 62.904 Std. Deviation 7.9312 Minimum 17.7 Maximum 48.8 Range 31.1 Interquartile Range 8.8 Skewness -.358 .441 Kurtosis -.106 .858 Tests of Normality a Klasifikasi LP Kadar HDL Kolmogorov-Smirnov Statistic <90 cm >=90 cm .124 .096 a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. df Shapiro-Wilk Sig. 10 28 Statistic df Sig. .200 * .942 10 .578 .200 * .972 28 .644

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 Lampiran 24. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar HDL Responden Wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm Descriptives Klasifikasi LP Kadar HDL <80 cm Statistic Mean 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound -170.16 Upper Bound 274.56 5% Trimmed Mean >=80 cm Std. Error 52.2000 17.50000 . Median 52.2000 Variance 612.500 Std. Deviation 24.7487 Minimum 34.70 Maximum 69.70 Range 35.00 Interquartile Range . Skewness . . Kurtosis . . 43.0900 2.56592 Mean 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 37.9336 Upper Bound 48.2464 5% Trimmed Mean 42.0656 Median 42.2500 Variance 329.197 Std. Deviation 18.1438 Minimum 11.70 Maximum 122.90 Range 111.20 Interquartile Range 25.15 Skewness 1.663 .337 Kurtosis 6.342 .662 Tests of Normality a Klasifikasi LP Kadar HDL Kolmogorov-Smirnov Statistic df Shapiro-Wilk Sig. <80 cm .260 2 .000 >=80 cm .109 50 .190 a. Lilliefors Significance Correction Statistic .879 df Sig. 50 .000

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 Lampiran 25. Deskriptif dan Uji Normalitas Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm Descriptives Klasifikasi LP Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL <90 cm Statistic Mean 4.9405 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 4.2053 Upper Bound 5.6757 5% Trimmed Mean 4.9270 Median 4.8259 Variance .32500 1.056 Std. Deviation 1.02776 Minimum 3.58 Maximum 6.54 Range 2.96 Interquartile Range 1.74 Skewness >=90 cm Std. Error .358 .687 Kurtosis -1.105 1.334 Mean 5.5825 .26847 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 5.0317 Upper Bound 6.1334 5% Trimmed Mean 5.5810 Median 5.4572 Variance 2.018 Std. Deviation 1.42061 Minimum 2.68 Maximum 8.31 Range 5.62 Interquartile Range 1.89 Skewness .155 .441 -.400 .858 Kurtosis Tests of Normality a Klasifikasi LP Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL <90 cm >=90 cm Kolmogorov-Smirnov Statistic .150 .134 a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. df Shapiro-Wilk Sig. 10 28 Statistic df Sig. .200 * .944 10 .602 .200 * .981 28 .869

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 Lampiran 26. Deskriptif dan Uji Normalitas Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm Descriptives Klasifikasi LP Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL <80 cm Statistic Mean 4.0700 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound -11.5586 Upper Bound 19.6986 5% Trimmed Mean 1.23000 . Median 4.0700 Variance 3.026 Std. Deviation 1.73948 Minimum 2.84 Maximum 5.30 Range 2.46 Interquartile Range . Skewness . Kurtosis >=80 cm Std. Error Mean 95% Confidence Interval for Mean . . 5.2930 .38392 Lower Bound 4.5215 Upper Bound 6.0645 5% Trimmed Mean 4.9627 Median 4.5250 Variance . 7.370 Std. Deviation 2.71472 Minimum 2.39 Maximum 18.21 Range 15.82 Interquartile Range 2.77 Skewness Kurtosis 2.631 .337 10.085 .662 Tests of Normality a Klasifikasi LP Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Kolmogorov-Smirnov Statistic df Shapiro-Wilk Sig. <80 cm .260 2 .000 >=80 cm .149 50 .007 a. Lilliefors Significance Correction Statistic .765 df Sig. 50 .000

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 Lampiran 27. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar Kolesterol Total Responden Pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90 Descriptives Klasifikasi RLPP Kadar Kolesterol Total <0.90 Statistic Mean 177.17 95% Confidence Interval for Lower Bound Mean Upper Bound 163.16 5% Trimmed Mean 176.41 Median 170.00 6.364 191.17 Variance 485.970 Std. Deviation 22.045 Minimum 150 Maximum 218 Range 68 Interquartile Range 34 Skewness Kurtosis >=0.90 Std. Error .624 .637 -.820 1.232 Mean 188.88 7.256 95% Confidence Interval for Lower Bound Mean Upper Bound 173.94 5% Trimmed Mean 190.00 Median 188.00 203.83 Variance 1369 Std. Deviation 36.998 Minimum 103 Maximum 252 Range 149 Interquartile Range 46 Skewness Kurtosis -.401 .456 .045 .887 Tests of Normality a Klasifikasi RLPP Kadar Kolesterol Total <0.90 >=0.90 Kolmogorov-Smirnov Statistic .194 .122 a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. df Shapiro-Wilk Sig. 12 26 Statistic df Sig. .200 * .921 12 .297 .200 * .969 26 .605

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 Lampiran 28. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar Kolesterol Total Responden Wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 Descriptives Klasifikasi RLPP Kadar Kolesterol Total <0.85 Statistic Mean 173.25 95% Confidence Interval for Lower Bound Mean Upper Bound 161.53 5% Trimmed Mean 172.94 4.95606 184.97 Median 171 Variance 196.500 Std. Deviation 14.0178 Minimum 157.00 Maximum 195.00 Range 38.00 Interquartile Range 26.00 Skewness >=0.85 Std. Error .328 .752 Kurtosis -1.382 1.481 Mean 198.95 6.44229 95% Confidence Interval for Lower Bound Mean Upper Bound 185.96 5% Trimmed Mean 195.16 Median 196.50 211.95 Variance 1826 Std. Deviation 42.733 Minimum 121.00 Maximum 342.00 Range 221.00 Interquartile Range 38.00 Skewness 1.632 .357 Kurtosis 4.168 .702 Tests of Normality a Klasifikasi RLPP Kadar Kolesterol Total Kolmogorov-Smirnov Statistic df Shapiro-Wilk Sig. Statistic 8 .534 .859 44 .000 .172 8 .200 >=0.85 .167 44 .004 *. This is a lower bound of the true significance. Sig. .932 <0.85 a. Lilliefors Significance Correction df *

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 Lampiran 29. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar HDL Responden Pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90 Descriptives Klasifikasi RLPP Kadar HDL <0.90 Statistic Mean 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 30.287 Upper Bound 40.729 5% Trimmed Mean 35.593 Median 37.400 Variance 67.523 Std. Deviation 8.2172 Minimum 23.3 Maximum 46.2 Range 22.9 Interquartile Range 15.9 Skewness >=0.90 Std. Error 35.508 2.3721 -.362 .637 Kurtosis -1.331 1.232 Mean 35.669 1.5219 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 32.535 Upper Bound 38.804 5% Trimmed Mean 35.902 Median 35.350 Variance 60.217 Std. Deviation 7.7600 Minimum 17.7 Maximum 48.8 Range 31.1 Interquartile Range 8.6 Skewness Kurtosis -.341 .456 .232 .887 Tests of Normality a Klasifikasi RLPP Kadar HDL Kolmogorov-Smirnov Statistic df Shapiro-Wilk Sig. Statistic 12 .236 .964 26 .467 .156 12 .200 >=0.90 .142 26 .192 *. This is a lower bound of the true significance. Sig. .913 <0.90 a. Lilliefors Significance Correction df *

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 Lampiran 30. Deskriptif dan Uji Normalitas Kadar HDL Responden Wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 Descriptives Klasifikasi RLPP Kadar HDL <0.85 Statistic Mean 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 34.9222 Upper Bound 58.4528 5% Trimmed Mean 46.2028 Median 44.9500 Variance 198.050 Std. Deviation 14.0730 Minimum 32.10 Maximum 70.00 Range 37.90 Interquartile Range 25.68 Skewness Kurtosis >=0.85 Std. Error 46.6875 Mean 95% Confidence Interval for Mean 4.97556 .512 .752 -1.027 1.481 42.8500 2.85454 Lower Bound 37.0933 Upper Bound 48.6067 5% Trimmed Mean 41.6616 Median 41.9000 Variance 358.529 Std. Deviation 18.9349 Minimum 11.70 Maximum 122.90 Range 111.20 Interquartile Range 25.55 Skewness 1.701 .357 Kurtosis 6.159 .702 Tests of Normality a Klasifikasi RLPP Kadar HDL Kolmogorov-Smirnov Statistic df Shapiro-Wilk Sig. Statistic 8 .369 .875 44 .000 .201 8 .200 >=0.85 .115 44 .176 *. This is a lower bound of the true significance. Sig. .912 <0.85 a. Lilliefors Significance Correction df *

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 Lampiran 31. Deskriptif dan Uji Normalitas Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90 Descriptives Klasifikasi RLPP Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL <0.90 Statistic Mean 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 4.3859 Upper Bound 6.1160 5% Trimmed Mean 5.2271 Median 4.9826 Variance .39301 1.854 Std. Deviation >=0.90 Std. Error 5.2510 1.36143 Minimum 3.46 Maximum 7.47 Range 4.00 Interquartile Range 2.47 Skewness .318 .637 Kurtosis -1.136 1.232 Mean 5.4886 .26655 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 4.9397 Upper Bound 6.0376 5% Trimmed Mean 5.4737 Median 5.4259 Variance 1.847 Std. Deviation 1.35913 Minimum 2.68 Maximum 8.31 Range 5.62 Interquartile Range 1.79 Skewness .335 .456 Kurtosis .083 .887 Tests of Normality a Klasifikasi RLPP Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Kolmogorov-Smirnov Statistic <0.90 >=0.90 a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. .145 .121 df Shapiro-Wilk Sig. 12 26 Statistic df Sig. .200 * .941 12 .508 .200 * .972 26 .671

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 Lampiran 32. Deskriptif dan Uji Normalitas Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 Descriptives Klasifikasi RLPP Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL <0.85 Statistic Mean 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 2.9705 Upper Bound 5.0970 5% Trimmed Mean 4.0386 Median 4.1200 Variance .44965 1.617 Std. Deviation 1.27179 Minimum 2.39 Maximum 5.59 Range 3.20 Interquartile Range 2.63 Skewness >=0.85 Std. Error 4.0338 -.033 .752 Kurtosis -1.768 1.481 Mean 5.4664 .42504 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 4.6092 Upper Bound 6.3235 5% Trimmed Mean 5.1042 Median 4.5950 Variance 7.949 Std. Deviation 2.81937 Minimum 2.69 Maximum 18.21 Range 15.52 Interquartile Range 2.86 Skewness 2.546 .357 Kurtosis 9.246 .702 Tests of Normality a Klasifikasi RLPP Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Kolmogorov-Smirnov Statistic df Shapiro-Wilk Sig. Statistic 8 .283 .764 44 .000 .201 8 .200 >=0.85 .162 44 .005 *. This is a lower bound of the true significance. Sig. .899 <0.85 a. Lilliefors Significance Correction df *

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 Lampiran 33. Uji Perbandingan Rerata Kadar Kolesterol Total Responden Pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances F Kadar Equal variances Kolesterol assumed Total Equal variances not assumed .001 Sig. t-test for Equality of Means t Sig. (2Mean Std. Error tailed) Difference Difference df .975 -1.159 95% Confidence Interval of the Difference Lower 36 .254 -14.093 12.161 -38.757 10.571 -1.108 14.701 .286 -14.093 12.722 -41.257 13.072 Lampiran 34. Uji Perbandingan Rerata Kadar Kolesterol Total Responden Wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm Test Statistics b Kadar Kolesterol Total Mann-Whitney U 49.500 Wilcoxon W 52.500 Z Asymp. Sig. (2-tailed) Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] a. Not corrected for ties. b. Grouping Variable: Klasifikasi LP Upper -.024 .981 .980 a

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 Lampiran 35. Uji Perbandingan Rerata Kadar HDL Responden Pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances F Kadar Equal variances HDL assumed t-test for Equality of Means Sig. .039 t .845 .243 Equal variances not assumed Sig. (2Mean Std. Error tailed) Difference Difference df 95% Confidence Interval of the Difference Lower 36 .809 .7079 2.9090 -5.1918 6.6075 .245 16.157 .809 .7079 2.8839 -5.4008 6.8165 Lampiran 36. Uji Perbandingan Rerata Kadar HDL Responden Wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm b Test Statistics Kadar HDL Mann-Whitney U 32.000 Wilcoxon W 1307 Z -.857 Asymp. Sig. (2-tailed) Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] a. Not corrected for ties. b. Grouping Variable: Klasifikasi LP .392 .436 a Upper

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 Lampiran 37. Uji Perbandingan Rerata Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Pria pada LP<90 cm dan LP≥90 cm Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances F Rasio Kadar Equal variances Kolesterol assumed Total/HDL Equal variances not assumed Sig. .985 t-test for Equality of Means t Sig. (2Mean Std. Error tailed) Difference Difference df .328 -1.307 95% Confidence Interval of the Difference Lower 36 .199 -.64205 .49118 -1.63820 .35410 -1.523 22.051 .142 -.64205 .42155 -1.51617 .23207 Lampiran 38. Uji Perbandingan Rerata Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Wanita pada LP<80 cm dan LP≥80 cm Test Statistics b Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Mann-Whitney U 34.500 Wilcoxon W 37.500 Z Asymp. Sig. (2-tailed) Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] a. Not corrected for ties. b. Grouping Variable: Klasifikasi LP Upper -.738 .461 .489 a

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 Lampiran 39. Uji Perbandingan Rerata Kadar Kolesterol Total Responden Pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference F Kadar Kolesterol Total Equal variances assumed Sig. 1.723 t .198 -1.013 Equal variances not assumed Sig. (2Mean Std. Error tailed) Difference Difference Lower df 36 .318 -11.718 11.570 -35.183 11.747 -1.214 33.374 .233 -11.718 9.651 -31.345 7.909 Lampiran 40. Uji Perbandingan Rerata Kadar Kolesterol Total Responden Wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 b Test Statistics Kadar Kolesterol Total Mann-Whitney U Wilcoxon W Z Asymp. Sig. (2-tailed) Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] a. Not corrected for ties. b. Grouping Variable: Klasifikasi RLPP Upper 89.000 125.000 -2.207 .027 .026 a

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 Lampiran 41. Uji Perbandingan Rerata Kadar HDL Responden Pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances F Kadar Equal variances HDL assumed .449 Sig. .507 Equal variances not assumed t-test for Equality of Means t Sig. (2tailed) df -.058 Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper 36 .954 -.1609 2.7579 -5.7542 5.4324 -.057 20.398 .955 -.1609 2.8183 -6.0325 5.7107 Lampiran 42. Uji Perbandingan Kadar HDL Responden Wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances F Kadar Equal variances HDL assumed Equal variances not assumed .293 Sig. .591 t-test for Equality of Means t .545 Sig. (2Mean Std. Error tailed) Difference Difference df 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper 50 .588 3.83750 7.04595 -10.31471 17.98971 .669 12.152 .516 3.83750 5.73625 -8.64340 16.31840

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 Lampiran 43. Uji Perbandingan Rerata Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Pria pada RLPP<0,90 dan RLPP≥0,90 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances F Rasio Kadar Equal variances Kolesterol assumed Total/HDL Equal variances not assumed t-test for Equality of Means Sig. .116 t .736 Sig. (2Mean Std. Error tailed) Difference Difference df -.501 95% Confidence Interval of the Difference Lower 36 .620 -.23766 .47457 -1.20013 .72482 -.500 21.450 .622 -.23766 .47488 -1.22395 .74864 Lampiran 44. Uji Perbandingan Rerata Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Wanita pada RLPP<0,85 dan RLPP≥0,85 Test Statistics b Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Mann-Whitney U 117.500 Wilcoxon W 153.500 Z Asymp. Sig. (2-tailed) Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] a. Not corrected for ties. b. Grouping Variable: Klasifikasi RLPP Upper -1.484 .138 .140 a

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 Lampiran 45. Uji Korelasi Spearman Lingkar Pinggang terhadap Kadar Kolesterol Total Responden Pria Correlations Lingkar Pinggang Spearman's rho Lingkar Pinggang Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Kadar Kolesterol Total Kadar Kolesterol Total 1.000 .007 . .966 38 38 Correlation Coefficient .007 1.000 Sig. (2-tailed) .966 . 38 38 N Lampiran 46. Uji Korelasi Pearson Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Kadar Kolesterol Total Responden Pria Correlations Rasio Lingkar Pinggang-Panggul Rasio Lingkar PinggangPanggul Pearson Correlation 1 Sig. (2-tailed) N Kadar Kolesterol Total Kadar Kolesterol Total .110 .510 38 38 Pearson Correlation .110 1 Sig. (2-tailed) .510 N 38 38

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 Lampiran 47. Uji Korelasi Spearman Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Kadar Kolesterol Total Responden Wanita Correlations Lingkar Pinggang Spearman's rho Lingkar Pinggang Correlation Coefficient Kadar Kolesterol Total 1.000 .004 Sig. (2-tailed) . .978 52 52 Correlation Coefficient .004 1.000 Sig. (2-tailed) .978 . 52 52 N Kadar Kolesterol Total N Correlations Rasio Lingkar Pinggang-Panggul Spearman's rho Rasio Lingkar Pinggang-Panggul Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Kadar Kolesterol Total Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Kadar Kolesterol Total 1.000 .189 . .181 52 52 .189 1.000 .181 . 52 52

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 Lampiran 48. Uji Korelasi Spearman Lingkar Pinggang terhadap Kadar HDL Responden Pria Correlations Lingkar Pinggang Spearman's rho Lingkar Pinggang Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Kadar HDL Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Kadar HDL 1.000 -.191 . .251 38 38 -.191 1.000 .251 . 38 38 Lampiran 49. Uji Korelasi Pearson Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Kadar HDL Responden Pria Correlations Rasio Lingkar Pinggang-Panggul Rasio Lingkar PinggangPanggul Pearson Correlation 1 Sig. (2-tailed) N Kadar HDL Kadar HDL Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N -.079 .639 38 38 -.079 1 .639 38 38

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 Lampiran 50. Uji Korelasi Spearman Lingkar Pinggang terhadap Kadar HDL Responden Wanita Correlations Lingkar Pinggang Spearman's rho Lingkar Pinggang Correlation Coefficient 1.000 -.100 . .482 Sig. (2-tailed) N Kadar HDL Kadar HDL Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) 52 52 -.100 1.000 .482 . 52 52 N Lampiran 51. Uji Korelasi Pearson Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Kadar HDL Responden Wanita Correlations Rasio Lingkar PinggangPanggul Rasio Lingkar PinggangPanggul Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Kadar HDL 1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Kadar HDL -.050 .724 52 52 -.050 1 .724 52 52

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 Lampiran 52. Uji Korelasi Spearman Lingkar Pinggang terhadap Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Pria Correlations Lingkar Pinggang Spearman's rho Lingkar Pinggang Correlation Coefficient 1.000 .282 . .087 Sig. (2-tailed) N Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL 38 38 Correlation Coefficient .282 1.000 Sig. (2-tailed) .087 . 38 38 N Lampiran 53. Uji Korelasi Pearson Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Pria Correlations Rasio Lingkar Pinggang-Panggul Rasio Lingkar PinggangPanggul Pearson Correlation 1 Sig. (2-tailed) N Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL .165 .322 38 38 Pearson Correlation .165 1 Sig. (2-tailed) .322 N 38 38

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 Lampiran 54. Uji Korelasi Spearman Lingkar Pinggang dan Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Responden Wanita Correlations Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Lingkar Pinggang Spearman's rho Lingkar Pinggang Correlation Coefficient 1.000 .028 . .844 52 52 Correlation Coefficient .028 1.000 Sig. (2-tailed) .844 . 52 52 Sig. (2-tailed) N Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL N Correlations Rasio Lingkar Pinggang-Panggul Spearman's rho Rasio Lingkar Pinggang-Panggul Correlation Coefficient 1.000 .081 . .567 52 52 Correlation Coefficient .081 1.000 Sig. (2-tailed) .567 . 52 52 Sig. (2-tailed) N Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL N

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 Lampiran 55. Data Responden yang Mengkonsumsi Obat Penurun Kadar Kolesterol Responden Pria: Lingkar Panggul (cm) Rasio Lingkar Pinggang -Panggul Kadar Koleterol Total (mg/dL) Kadar HDL (mg/dL) Rasio Kadar Kolesterol Total/HDL Usia (tahun) No. Nama Lingkar Pinggang (cm) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Abd Ahs Anw Bam Bud Chm Dal Dod Isb Ist Jay Jum Juw 90.93 95.03 88.43 87.2 85.07 93.33 90 105 101.33 92.8 98.2 110.1 106.7 94.73 97.47 100.93 96.83 98.63 101 99.77 126 124.67 104 99.5 125 98.7 0.96 0.97 0.88 0.90 0.86 0.92 0.90 0.83 0.81 0.89 0.99 0.88 1.08 208 252 159 180 192 123 173 174 156 194 165 218 191 32.9 35.5 24.3 46.6 45.2 26.6 31.9 23.3 24.7 40 38.2 30.5 34.8 6.32 7.10 6.54 3.86 4.25 4.62 5.42 7.47 6.32 4.85 4.32 7.15 5.49 76 56 46 61 63 77 71 43 54 54 68 61 55 14 Kho 92.8 97 0.96 219 41.2 5.32 41 15 Koe 93.5 96.5 0.97 237 36 6.58 75 16 Kus 87 92.7 0.94 103 25 4.12 78 Obat Penurun Kadar Kolesterol Simvastatin * * Simvastatin * * Simvastatin Simvastatin * * Simvastatin Obat Penurun Kadar Glukosa Metformin Glicazide, Metformin Acarbose * * Pioglitazone, Glicazide * * Acarbose Pioglitazone Glicazide * * Glibenclamide, Metformin, Glimepiride Acarbose, Pioglitazone, Metformin Metformin

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 17 Mah S 94.17 103.67 0.91 188 40.5 4.64 51 18 Mar J 90.8 92.7 0.98 181 35.2 5.14 77 19 Moh 99.5 100.3 0.99 131 48.8 2.68 65 Simvastatin 20 Much 89.57 100 0.90 163 33.1 4.92 66 Simvastatin 21 Muh 97.47 100.13 0.97 189 48.3 3.91 55 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Muj Nga Nur Pra SS S Mt Suj Sukh Sukj Sum Sun 90.5 102 88.47 103 93.83 92.47 92.17 92 113.7 90.57 100.33 102.3 125 90.53 110.67 95.33 96.37 99.37 103.67 104.5 95.87 102 0.88 0.82 0.98 0.93 0.98 0.96 0.93 0.89 1.08 0.94 0.98 160 166 182 188 199 233 244 186 173 175 213 46.2 42.1 38.5 46.8 32.7 38.8 32.4 36.9 21 31.9 39.7 3.46 3.94 4.73 4.02 6.09 6.01 7.53 5.04 8.24 5.49 5.37 58 57 56 69 64 57 51 59 74 65 51 33 Sund 87.97 90.83 0.97 228 40.7 5.60 70 34 35 36 37 38 Sup Surt TL Wah Wid 87.73 110.5 101.43 101 86.17 99.17 103.2 102.5 121 91.37 0.88 1.07 0.99 0.83 0.94 150 171 147 208 218 41.9 31.5 17.7 37.9 34.2 3.58 5.43 8.31 5.49 6.37 52 67 70 70 53 Simvastatin * * * Simvastatin * * * * * Simvastatin * Simvastatin * Glicazide Glimepiride, Pioglitazone, Glicazide Pioglitazone, Glicazide Glimepiride, Pioglitazone Glicazide, Acarbose, Pioglitazone Pioglitazone * * * Metformin * * * * Pioglitazone * Metformin, Glimepiride, Acarbose Glicazide, Pioglitazone * Metformin * Glimepiride

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 Responden Wanita: Lingkar Panggul (cm) Rasio Lingkar Pinggang -Panggul Kadar Koleterol Total (mmHg) Kadar HDL (mmHg) Rasio Kadar Kolesterol Total / HDL Usia (tahun) Obat Penurun Kadar Kolesterol * No. Nama Lingkar Pinggang (cm) 1 Alq 86.7 87.6 0.99 202 57.6 3.51 57 2 Asm 96.3 96.5 1 182 54.4 3.35 69 3 End 93 103 0.9 213 11.7 18.21 51 4 Endn 114 118.1 0.97 186 27.1 6.86 62 5 He S 89 101 0.88 337 42.8 7.87 61 6 Her 104 102.3 1.02 208 55.2 3.77 63 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Hir Id M In S Jum Khmd Ksrs Marf Mar Mas 88 86.8 98.5 99 121 117.2 100.8 79 85.7 102 97.1 108 108.5 145 113 103.5 83.2 89 0.86 0.89 0.91 0.91 0.83 1.04 0.97 0.95 0.96 187 210 342 185 195 226 175 184 203 41.7 55.9 122.9 28.9 47.5 46.1 28.7 34.7 35.9 4.48 3.76 2.78 6.4 4.11 4.9 6.1 5.3 5.65 60 56 50 77 47 60 67 44 62 * * * * * * * * Obat Penurun Kadar Glukosa * Metformin, Acarbose, Glimepiride, Pioglitazone Metformin, Acarbose, Pioglitazone Glicazide Glimepiride, Acarbose, Pioglitazone Glimepiride, Acarbose, Pioglitazone, Metformin * Glibenclamide * * * * * * *

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Mr B Mum Munt Mung Ngt NB NI Rch Saa Sath Sih SA S Am 85 90 82.3 75 95 101.5 85 100.3 92.5 97.6 115 84 122 101 92 94 87.5 103 103 96 98 94.5 95.5 135 95 116 0.84 0.98 0.88 0.86 0.92 0.99 0.89 1.02 0.98 1.02 0.85 0.88 1.05 186 246 164 198 151 121 177 234 203 227 184 205 154 33.5 36.2 61 69.7 50.2 32.6 14.2 27.9 47.8 28.1 32.9 53 29.6 5.55 6.8 2.69 2.84 3.01 3.71 12.46 8.39 4.25 8.08 5.59 3.87 5.2 50 48 58 64 68 71 51 67 53 50 75 58 57 * 29 SB 95.7 100.7 0.95 287 36 7.97 59 30 SH 87.5 92.3 0.95 164 23.8 6.89 59 Simvastatin 31 S kh 94.5 107 0.88 167 27.1 6.16 50 Simvastatin 32 33 34 SS S Ed Sr H 95 88 81 94 99.4 98 1.01 0.89 0.83 192 219 175 55.8 56.5 42.4 3.44 3.88 4.13 75 69 64 * 35 Sr M 89 92.1 0.97 138 30.2 4.57 60 Simvastatin 36 37 38 Sr MJ Sr P Sr S 101.7 103 83.5 94.2 94.5 107 1.08 1.09 0.78 188 173 158 64.2 46.7 32.1 2.93 3.7 4.92 71 61 50 Simvastatin Simvastatin Simvastatin Simvastatin Simvastatin * * * * Simvastatin * Pioglitazone, Metformin Glibenclamide Metformin, Pioglitazone Glicazide Pioglitazone, Glicazide Pioglitazone, Glicazide * Metformin * * * Glimepiride, Acarbose Glimepiride, Metformin, Acarbose Glicazide, Pioglitazone Glimepiride, Metformin, Acarbose Glicazide * Metformin Glimepiride, Pioglitazone, Metformin Glicazide Metformin, Glimepiride Glicazide

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 39 40 41 Sr Sy SW Sdm 91 102 86.3 108 125 104.6 0.84 0.82 0.83 164 157 167 59.9 55.2 70 2.74 2.84 2.39 58 59 75 * Gemfibrozil * 42 Slh 114.3 99.8 1.15 163 29.4 5.54 63 Simvastatin 43 44 45 46 47 48 49 50 Slmi Syti Spp Sph Ssw T Wh TY T Pa 89 85.6 90 104 106.5 96.5 88.5 100.8 91 91 92 121 119 88.6 103.2 90.6 0.98 0.94 0.98 0.86 0.89 1.09 0.86 1.11 212 189 201 199 196 199 197 224 52.7 30.4 59.4 45 42.4 67.1 30.3 34 4.02 6.22 3.38 4.42 4.62 2.97 6.5 6.59 55 58 73 58 59 68 55 67 * * 51 T Su 88 96 0.92 155 18.4 8.42 58 Simvastatin 52 Um 109 116.5 0.94 171 42.1 4.06 59 * Metformin, Acarbose * Glimepiride, Acarbose, Pioglitazone Insulin injeksi Insulin injeksi Glicazide * * Glicazide Metformin Glimepiride Pioglitazone, Glicazide, Metformin Acarbose, Pioglitazone Keterangan: * = tidak ada nomor telepon/handphone responden yang dapat dihubungi untuk menanyakan informasi tentang pengobatan yang diperoleh.

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 BIOGRAFI PENULIS Penulis bernama lengkap Reza Pahlevi Adisaputra, dilahirkan di Yogyakarta tanggal 26 Oktober 1992, dan merupakan anak pertama dari dua bersaudara pasangan Sigit Dwi Atmoko dan Wahyu Sri Hartati. Pendidikan awal penulis di TK Pangudi Luhur Yogyakarta (1997-1998), SD Pangudi Luhur Yogyakarta (1998-2004), SMP Stella Duce 1 Yogyakarta (20042007), dan SMA Pangudi Luhur Yogyakarta (2007-2010). Penulis melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Selama kuliah penulis aktif sebagai Steering Committee dan Ketua Bidang Umum inisiasi Fakultas Farmasi, sie perlengkapan “Pharmacy Performance and Event Cup”, Master of Ceremony pelepasan wisuda Fakultas Farmasi, tentor pembuatan bir jawa dalam kegiatan “Pharmacy Days”, dan pemateri dalam kegiatan penyuluhan dengan tema “Waspadai Kanker Serviks Sejak Dini” di SMA Stella Duce I dan SMA Stella Duce II Yogyakarta. Penulis juga aktif sebagai asisten Praktikum Farmasi Komunitas, asisten Praktikum Compounding, dan asisten Praktikum Komunikasi Farmasi.

(164)

Dokumen baru

Download (163 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap rasio kadar LDL/HDL pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung.
1
1
167
Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar glukosa darah puasa pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung.
0
1
114
Korelasi lingkar pingang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar trigliserida pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung.
0
0
157
Korelasi lingkar pingang dan rasio lingkar pinggang panggul terhadap kadar trigliserida pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung
0
1
155
Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang panggul terhadap kadar glukosa darah puasa pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung
0
2
112
Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang panggul terhadap rasio kadar LDL HDL pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung
0
0
165
Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar trigliserida dalam darah - USD Repository
0
0
83
Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap rasio LDL/HDL - USD Repository
0
0
105
Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul dengan rasio kolesterol total/HDL - USD Repository
0
0
96
Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar Hs-CRP dalam darah - USD Repository
0
0
104
Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar glukosa darah puasa - USD Repository
0
0
91
Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar kolesterol total/HDL pada staf wanita Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
112
Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang panggul terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL pada mahasiswa dan mahasiswi Kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
158
Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap tekanan darah pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung - USD Repository
0
0
145
Korelasi abdominal skinfold thickness terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung - USD Repository
0
0
138
Show more