Perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori - USD Repository

Gratis

0
0
286
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun Oleh: ULFAH MAYASARI NIM: 101134135 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Puji syukur Alhamdulillah, peneliti persembahkan karya sederhana ini kepada: 1. Allah SWT yang selalu memberikan kekuatan, kenikmatan dan kemudahan yang luar biasa dalam setiap langkah yang telah peneliti tempuh. 2. Ibu dan Bapak tercinta atas cinta kasih dan dukungannya. 3. Teman-temanku PGSD 2010. 4. Almamaterku Universitas Sanata Dharma. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO “Ketika kita sedang tidak mengingat-Nya bahkan Ia selalu ada bersama kita dan menurunkan anugerah-Nya. Pantaskah kita merusak semua itu??”(Anonim) “Arti penting manusia bukan terletak pada apa yang ia peroleh melainkan apa yang ia rindukan untuk diraih” (Kahlil Gibran) “Belajar tentang pikiran dan ilmu pengetahuan tanpa belajar untuk memperkaya hati sama dengan tak belajar apa-apa” (Aristoteles) “God gives gifts to everyone .. some can write, some can dance.. He gave me the skill to play football and i am making the most of it” (Ronaldinho) “Kamu mungkin akan lupa dengan orang yang tertawa denganmu, tapi tak akan lupa dengan orang yang pernah menangis denganmu”(Anonim) “Katakan –YA– saja maka kamu akan bisa melakukannya” (Fendi) v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Mayasari, Ulfah. (2014). Perbedaan Prestasi Belajar Siswa atas Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya prestasi belajar matematika yang dibuktikan oleh PISA dan TIMSS melalui hasil studinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Alat peraga matematika yang digunakan adalah kotak pecahan untuk materi penjumlahan dan pengurangan pecahan. Jenis penelitian ini adalah quasi-experimental dengan desain nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas IV SDN Keceme 1 dengan sampel siswa kelas IVA sebagai kelompok kontrol dan siswa kelas IVB sebagai kelompok eksperimen. Data pada penelitian ini diperoleh dari hasil skor pre-test dan post-test pada kelompok kontrol dan eksperimen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu dokumentasi dan observasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pre-test dan post-test berbentuk 10 soal uraian dan lembar observasi. Prosedur analisis data pada penelitian ini terdiri dari menentukan null hypothesis, mengorganisasi data, menentukan taraf signifikansi, menguji prasyarat analisis, dan menguji hipotesis. Teknik analisis data yang digunakan untuk uji hipotesis adalah independent t-test yang didukung dengan penggunaan Microsoft Exel dan Statistical Product and Service Solution (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Secara umum rata-rata skor post-test kelompok eksperimen (M = 31,28; SE = 1,69) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (M = 24,46; SE = 1,67). Perbedaan tersebut signifikan t(49) = -2,029 dan memiliki small effect size (r = 0,278; R2 = 7,728%). Peneliti merekomendasikan penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori untuk digunakan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Kata kunci: alat peraga matematika, metode Montessori, prestasi belajar, kotak pecahan. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Mayasari, Ulfah. (2014). The Differences of Student Achievement for Used Montessori Method-based Math Visual Aid. Yogyakarta: Sanata Dharma University. This study exposed caused by the learning math achievement tiers in still low as evidenced by data of TIMSS and PISA study results. This aims of the study is to find out he differences of student achievement for used visual aid. The visual aid that is used for the fraction box material for the fourth grade students in elementary school. Fraction box used for addition and subtraction of fractions material. This research is a quasi-experimental with nonequivalent control group design. The population in the researh is grade 4 of Keceme 1 elementary school. Samples of the research are students of 4A for the control group and 4B as the experimental group. Data in this study was obtained by pre-test and post-test on the experimental group and the control group. Pre-test and post-test was performed using 10 essay questions that have been tested for validity, reliability and level of difficulty. Data was collected in two ways, namely documentation and observation. The procedure of data analysis in this study is consisted of determining the hypothesis, data management, determine the level of significance, the classical assumption and tested the classical assumption and hypothesis. Data analysis technique that is used for tested the hypotesis is independent sample t-test that supported by Microsoft Exel and Statistical Product and Service Solutions (SPSS). The results showed that there was differences of student achievement for used Montessori method-based math visual aid. Post-test experiment‟s group (M=31,28; SE=1,69) better than control‟s group (M=24,46; SE=1,67). It was indicated by t(49)=-2,029 and have small effect size (r=0,278; R2=7,728%). The Montessori method-based math visual aid effective used for math study in elementary school. Keywords: math visual aid, Montessori method, student achievement, fractions box. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan karunia dan hidayah-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi yang berjudul “Perbedaan Prestasi Belajar Siswa Atas Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori” disusun sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Strata I Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Skripsi ini dapat terselesaikan dengan dukungan, bimbingan dan kerjasama yang diperoleh peneliti dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan segenap hati peneliti mengucapkan terimakasih kepada: 1. Rohandi,Ph.D., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. G. Ari Nugrahanta, SJ, S.S., BST., M.A., Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. E. Catur Rismiati, S.Pd.,MA.,Ed.D., Wakil Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, sekaligus pembimbing I yang telah sangat membantu dalam proses pembuatan karya ilmiah ini. 4. Andri Anugrahana, S.Pd., M.Pd, dosen pembimbing II yang telah memberikan saran yang membangun dalam pembuatan karya ilmiah ini. 5. Walidi, S.Pd. Kepala Sekolah Sekolah Dasar Negeri Keceme I yang telah memberikan dukungan serta ijin kepada peneliti untuk mengadakan penelitian di SDN Keceme I. 6. Siti Ngafiah, S.Pd. guru kelas IVB Sekolah Dasar Negeri Keceme I yang telah bekerja sama serta memberikan waktu dan tenaganya sebagai guru mitra dalam penelitian kolaboratif. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. Supriyati, A.Md. guru kelas IVA Sekolah Dasar Negeri Keceme I yang telah bekerja sama serta memberikan waktu dan tenaganya sebagai guru mitra dalam penelitian kolaboratif. 8. Siswa kelas IVA dan IVB Sekolah Dasar Negeri Keceme I, yang bersedia bekerja sama dan sangat membantu dalam penelitian ini. 9. Ibu dan Bapakku yang selalu memberikan doa, kasih sayang, bimbingan, dan dukungan baik moril maupun materil kepada peneliti. 10. Kakakku tersayang Lina Yuli Nuraini yang selalu memberikan dukungan dan inspirasi. 11. Adikku Intan dan Daffa yang selalu menghibur dan memberikan keceriaan. 12. Alfi Kurniawan yang selalu memberikan kasih sayang, semangat, dan dukungan kepada peneliti. 13. Teman-teman penelitian kolaboratif eksperimen Montessori (Mbak Ifa, Wulan, Deta, Rasti, Berta, Adit, Putri), yang selalu berbagi pengetahuan, semangat dan keceriaan kepada peneliti. 14. Teman-teman PPL SDN Keceme I (Mbak Ifa, Bang Toyib, Fendi, Pani, Eka), yang memberikan bantuan selama peneliti melaksanakan penelitian di sekolah. 15. Teman-teman PGSD USD kelas C angkatan 2010 yang selalu memberikan inspirasi dalam menyelesaikan karya ilmiah ini. 16. Sekretariat PGSD yang selalu membantu dalam hal administrasi dan segala keperluan untuk menyelesaikan karya ilmiah ini. Peneliti menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam penulisan karya ilmiah ini. Untuk itu, saran dan kritik yang membangun sangat berguna untuk karya ilmiah ini. Semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi pembaca. Peneliti xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL........................................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMMBING.............................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN.......................................................................................... iv MOTTO............................................................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................................. vi HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ....................................... vii ABSTRAK .......................................................................................................................... viii ABSTRACT .......................................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ........................................................................................................ x DAFTAR ISI ....................................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ............................................................................................................... xiv DAFTAR GAMBAR .......................................................................................................... xv DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................................... xvi BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah .......................................................................................... 1 B. Identifikasi masalah................................................................................................. 7 C. Batasan Masalah ...................................................................................................... 8 D. Rumusan Masalah ................................................................................................... 8 E. Tujuan Penelitian..................................................................................................... 8 F. Manfaat Penelitian................................................................................................... 8 G. Definisi Operasional ................................................................................................ 9 BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................................. 11 A. Kajian Pustaka ......................................................................................................... 11 B. Kerangka Berpikir ................................................................................................... 38 C. Hipotesis .................................................................................................................. 40 BAB III METODE PENELITIAN...................................................................................... 41 A. Jenis Penelitian ........................................................................................................ 41 B. Desain Penelitian ..................................................................................................... 41 C. Setting Penelitian..................................................................................................... 43 D. Variabel Penelitian .................................................................................................. 45 E. Populasi dan Sampel Penelitian .............................................................................. 48 F. Teknik Pengumpulan Data ...................................................................................... 50 G. Instrumen Pengumpulan Data ................................................................................. 51 H. Teknik Pengujian Instrumen ................................................................................... 55 I. Prosedur Analisis Data ............................................................................................ 71 J. Jadwal Penelitian ..................................................................................................... 87 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................................................... 88 A. Deskripsi Penelitian................................................................................................. 88 B. Hasil Penelitian ....................................................................................................... 93 C. Pembahasan ............................................................................................................. 118 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .............................................................................. 123 A. Kesimpulan ............................................................................................................. 123 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Keterbatasan Penelitian ........................................................................................... 124 C. Saran........................................................................................................................ 124 DAFTAR REFERENSI ...................................................................................................... 126 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Jadwal Pengambilan Data ................................................................................... 44 Tabel 3.2 Kisi-kisi Soal Pre-test dan Post-test ................................................................... 53 Tabel 3.3 Lembar Observasi Proses Pembelajaran di Kelas ............................................... 54 Tabel 3.4 Kriteria Validitas Isi ............................................................................................ 57 Tabel 3.5 Hasil Penilaian Silabus........................................................................................ 57 Tabel 3.6 Hasil Penilaian RPP ............................................................................................ 58 Tabel 3.7 Hasil Penilaian Instrumen Penelitian .................................................................. 59 Tabel 3.8 Hasil Revisi Item 1.............................................................................................. 60 Tabel 3.9 Hasil Revisi Sebelum dan Setelah Validasi Permukaan ..................................... 62 Tabel 3.10 Kisi-kisi Soal Uji Validitas Empiris ................................................................. 63 Tabel 3.11 Perbandingan r hitung dan r tabel ..................................................................... 65 Tabel 3.12 Rincian Soal Sebelum dan Sesudah Validitas Konstruk ................................... 66 Tabel 3.13 Klasifikasi Koefisien Reliabilitas...................................................................... 68 Tabel 3.14 Hasil Perhitungan Reliabilitas Item Soal Pre-test dan Post-test ....................... 68 Tabel 3.15 Kualifikasi Indeks Kesukaran ........................................................................... 70 Tabel 3.16 Hasil Perhitungan IK ......................................................................................... 71 Tabel 3.17 Jadwal Penelitian............................................................................................... 87 Tabel 4.1 Proses Penelitian ................................................................................................. 90 Tabel 4.2 Deskripsi Hasil Pre-test dan Post-test ................................................................ 94 Tabel 4.3 Perbandingan Skor Pre-test dan Post-test Kontrol dan Eksperimen ................. 95 Tabel 4.4 Hasil Uji Normalitas Skor Pre-test Kelompok Kontrol ...................................... 97 Tabel 4.5 Hasil Uji Normalitas Skor Pre-test Kelompok Eksperimen ............................... 99 Tabel 4.6 Hasil Uji Homogenitas Skor Pre-test.................................................................. 101 Tabel 4.7 Hasil Uji Independent Sample t-test Skor Pre-test ............................................ 103 Tabel 4.8 Hasil Uji Normalitas Skor Post-test Kelompok Kontrol .................................... 105 Tabel 4.9 Hasil Uji Normalitas Skor Post-test Kelompok Eksperimen .............................. 106 Tabel 4.10 Hasil Uji Homogenitas Skor Post-test .............................................................. 109 Tabel 4.11 Hasil Uji Independent Sample t-test.................................................................. 111 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.12 Koefisien Korelasi Effect Size ........................................................................... 114 Tabel 4.13 Hasil Perhitungan Effect Size ............................................................................ 115 Tabel 4.14 Hasil Uji Paired Sample t-test Kelompok Kontrol ........................................... 117 Tabel 4.15 Hasil Uji Paired Sample t-test Kelompok Eksperimen .................................... 118 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Alat Peraga Matematika Montessori Kotak Pecahan ...................................... 24 Gambar 2.2 Skema Penelitian yang Relevan ...................................................................... 38 Gambar 3.1 Desain Penelitian ............................................................................................. 42 Gambar 3.2 Rumus Product Moment.................................................................................. 64 Gambar 3.3 Rumus Alpha Cronbach .................................................................................. 68 Gambar 3.4 Rumus Indeks Kesukaran ................................................................................ 69 Gambar 3.5 Rumus Uji Kolmogorov Smirnov .................................................................... 75 Gambar 3.6 Rumus Uji Lavene‟s Test ................................................................................ 76 Gambar 3.7 Rumus t-test..................................................................................................... 78 Gambar 3.8 Rumus Effect Size ............................................................................................ 84 Gambar 3.9 Rumus Koefisien Determinasi ........................................................................ 84 Gambar 4.1 Grafik Hasil Pre-test dan Post-test.................................................................. 95 Gambar 4.2 Grafik P-P plot Skor Pre-test Kelompok Kontrol ........................................... 98 Gambar 4.3 Grafik P-P plot Skor Pre-test Kelompok Eksperimen .................................... 100 Gambar 4.4 Grafik P-P plot Skor Post-test Kelompok Kontrol.......................................... 101 Gambar 4.5 Grafik P-P plot Skor Post-test Kelompok Eksperimen ................................... 103 Gambar 4.6 Rumus Effect Size ............................................................................................ 113 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat Penelitian ............................................................................................... 129 Lampiran 2 Contoh Perangkat Pembelajaran Sebelum Validitas Isi .................................. 131 Lampiran 3 Contoh Komentar Validitas Isi Perangkat Pembelajaran ................................ 171 Lampiran 4 Contoh Perangkat Pembelajaran Setelah Validitas Isi .................................... 175 Lampiran 5 Contoh Instrumen Penelitian Sebelum Validitas Isi ........................................ 201 Lampiran 6 Contoh Komentar Validitas Isi Instrumen Penelitian ...................................... 207 Lampiran 7 Contoh Instrumen Penelitian Setelah Validitas Isi .......................................... 209 Lampiran 8 Hasil Validitas Permukaan .............................................................................. 215 Lampiran 9 Contoh Pekerjaan Siswa untuk Validitas Konstruk ......................................... 219 Lampiran 10 Tabulasi Data Mentah Hasil Uji Validitas Konstruk ..................................... 230 Lampiran 11 Tabel Koefisien r ........................................................................................... 232 Lampiran 12 Perhitungan Reliabilitas Instrumen Penelitian (dengan SPSS) ..................... 233 Lampiran 13 Contoh Pekerjaan Pre-test Siswa Kelompok Kontrol ................................... 236 Lampiran 14 Contoh Pekerjaan Pre-test Siswa Kelompok Eksperimen ............................ 240 Lampiran 15 Contoh Pekerjaan Post-test Siswa Kelompok Kontrol .................................. 244 Lampiran 16 Contoh Pekerjaan Post-test Siswa Kelompok Eksperimen ........................... 248 Lampiran 17 Tabulasi Data Mentah Skor Pre-test dan Post-test Kelompok Kontro ......... 252 Lampiran 18 Tabulasi Data Mentah Hasil Pre-test dan Post-test Kelompok Eksperimen.......................................................................................................................... 256 Lampiran 19 Analisis Skor Pre-test dan Post-test Kontrol dan Eksperimen (SPSS) ......... 260 Lampiran 20 Foto penelitian dan Hasil Observasi .............................................................. 263 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDUHULUAN Bab ini membahas tentang latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan definisi operasional. A. Latar Belakang Masalah Kualitas pendidikan matematika di Indonesia masih kurang membanggakan. Pernyataan ini diperlihatkan oleh hasil penilaian yang dilakukan PISA (Programme for International Student Assessment) dan TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study). PISA merupakan salah satu lembaga studi tentang literasi membaca, matematika, dan sains yang diselenggarakan setiap 3 tahun sekali. PISA dikoordinasikan oleh OECD (Organisation for Economic Cooperation and Develompent) yang berpusat di Perancis (Kemendikbud, 2011). TIMSS adalah suatu studi bertaraf internasional yang memiliki tujuan untuk mengukur prestasi matematika dan sains negara peserta di seluruh dunia yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali. TIMSS dikoordinasi oleh IEA (The International Association for the Evaluation of Educational Achievement) yang pusatnya ada di Amsterdam Belanda (Kemendikbud, 2011). Hasil studi dari PISA menempatkan Indonesia pada peringkat 57 dari 65 negara dengan skor 371 atas kemampuan matematika yang dihasilkan oleh siswa (Organization for Economic Cooperation and Development, 2009). Pencapaian prestasi matematika Indonesia yang ditunjukkan oleh hasil studi TIMSS selama beberapa tahun terakhir juga tida memuaskan. Hasil penilaian TIMSS pada tahun 1

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 1999 memperlihatkan bahwa prestasi matematika Indonesia berada pada peringkat 32 dari 38 peserta, pada tahun 2003 berada pada posisi 37 dari 46 peserta dan pada tahun 2007 berada pada peringkat 35 dari 45 negara peserta (Kemendikbud, 2011). Marpaung (2012: 1) merumuskan beberapa indikator mengenai kualitas pendidikan matematika di Indonesia yang masih sangat rendah yang sejalan dengan hasil penilaian PISA dan TIMSS. Indikator-indikator tersebut antara lain: (1) prestasi yang berhasil dicapai para wakil Indonesia dalam olimpiade dunia tahun 1995-2007 selalu di bawah median, (2) prestasi yang berhasil dicapai Indonesia dalam TIMSS tahun 1999 hanya mampu menduduki peringkat 37 dari 82 peserta, dan (3) rata-rata nilai hasil ujian matematika bidang studi matematika di sekolah dasar tahun 1995-2005 hanya mencapai kurang dari 6. Indikator yang dirumuskan tersebut memperlihatkan bahwa kualitas pendidikan matematika memerlukan perbaikan sejak sekolah dasar. Matematika merupakan bidang studi yang sangat penting bagi siswa sekolah dasar. Siswa mampu mengasah keterampilan berpikir melalui bidang studi matematika. Hal ini dikarenakan materi-materi yang terdapat pada bidang studi matematika banyak dijumpai siswa dan dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari sehingga sangat kontekstual bagi siswa. Teori yang dikemukakan oleh Piaget menyatakan bahwa anak usia 7-12 tahun atau setara dengan siswa sekolah dasar berada dalam tahapan operasional konkret. Anak yang berada pada tahap ini membutuhkan sesuatu yang nyata dalam proses pembelajaran sehingga konsep yang abstrak dapat dicerna dengan

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 baik oleh siswa. Siswa sekolah dasar juga membutuhkan suatu hal yang konkrit untuk mempermudah pemahaman terhadap materi yang dipelajari (Dahar, 2011). Materi yang abstrak dapat dipahami oleh siswa melalui hal-hal konkret yang dapat digunakan anak. Hal yang konkret dapat diperoleh siswa melalui penggunaan alat peraga dalam proses pembelajaran. Alat peraga pembelajaran merupakan alat bantu yang digunakan dalam proses belajar mengajar yang dilaksanakan di dalam atau di luar kelas dengan tujuan membangun komunikasi dan interaksi antara siswa dengan guru (Arsyad, 2007: 7). Arsyad (2007: 26) juga mengemukakan bahwa penggunaan alat peraga pembelajaran mempunyai manfaat yang signifikan dalam proses pembelajaran. Manfaat alat peraga pembelajaran tersebut ialah (1) meningkatkan proses dan hasil belajar karena alat peraga pembelajaran dapat memperjelas materi atau informasi yang disampaikan dalam proses pembelajaran, (2) meningkatkan motivasi belajar karena penggunaan alat peraga dapat menarik perhatian siswa untuk belajar, (3) meningkatkan interaksi siswa terhadap teman dan lingkungan sekitar, (4) membawa anak pada situasi sekontekstual mungkin yakni memberi pengalaman yang dapat mereka temukan dalam kehidupan sehari-hari, dan (5) membuat siswa mandiri dalam memilih pembelajaran sesuai dengan minat dan kemampuannya. Alat peraga sangat membantu siswa untuk mengkonkritkan hal-hal atau materi-materi yang abstrak. Berkaitan dengan materi yang abstrak, Sumantri (2001: 154) juga menyoroti pentingnya alat peraga pembelajaran yang salah satunya adalah dalam hal penekanan pada dasar-dasar yang konkrit dari suatu konsep yang abstrak. Sumantri merumuskan pentingnya penggunaan alat peraga dalam proses

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 pembelajaran dengan penjelasan fungsi alat peraga pembelajaran sebagai berikut: (1) alat bantu mewujudkan proses belajar mengajar yang efektif, (2) meletakkan dasar-dasar konkrit atas konsep yang abstrak, (3) memperbaiki mutu pembelajaran, dan (4) membangkitkan motivasi belajar. Peningkatan motivasi belajar merupakan salah satu keuntungan penggunaan alat peraga matematika yang dirumuskan oleh Suherman, keuntungan-keuntungan lain penggunaan alat peraga di antaranya konsep abstrak matematika dapat tersaji dalam bentuk konkrit, merangsang keterampilan berfikir siswa, menjadikan siswa aktif dalm pembelajaran, dan merangsang siswa untuk memecahkan masalahnya sendiri (Suherman, 2003: 243). Teori pembelajaran yang dikemukakan Jerome Bruner menyatakan bahwa pengetahuan yang di peroleh sendiri oleh siswa mampu bertahan lebih lama dan menghasilkan pengetahuan yang paling baik (Dahar, 2011: 79). Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan penjelasan dia atas adalah alat peraga dapat membangun pengetahuan siswa secara mandiri dan membantu siswa dalam memahami materi yang disampaikan sesuai dengan tahapan perkembangannya. Praktik pendidikan yang berlangsung saat ini menunjukkan pembelajaran matematika di sekolah dasar yang dilaksanakan belum sesuai dengan tahap perkembangan siswa sekolah dasar itu sendiri. Pembelajaran matematika dengan materi yang bersifat abstrak di sekolah dasar masih disampaikan dengan metode ceramah atau drilling yang membuat siswa cepat bosan dalam pembelajaran (Sindo, 11 November 2013). Ahmad Fauzy seorang pengajar Program Studi Staitistika FMIPA UII juga berpendapat bahwa lemahnya penguatan pembelajaran

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 matematika disebabkan oleh pengaturan kelas yang monoton dan penyampaian materi yang dilaksanakan secara abstrak (Sindo, 11 November 2013). Guru tidak menggunakan alat peraga dalam pembelajaran agar siswa dapat terbantu dalam memahami materi yang sedang dipelajari. Hal ini hanya membuat siswa kurang dapat menguasai konsep yang terkandung dalam materi. Penggunaan alat peraga pada siswa sekolah dasar sangat diperlukan dalam proses belajar mengajar bidang studi matematika karena sesuai dengan tahap perkembangan siswa. Alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah alat peraga yang menitikberatkan pada kemandirian belajar siswa dan mengembangkan kemampuan anak. Metode Montessori merupakan metode pembelajaran yang dikembangkan oleh Maria Montessori. Maria Montessori merupakan seorang dokter wanita pertama di Universitas Roma yang lahir pada 31 Agustus 1870 di Chiaravalle, Italia (Magini, 2013: 7-23). Montessori mengetahui adanya diskriminasi dan perlakuan tidak selayaknya pada anak-anak tunagrahita pada saat Ia menjadi seorang asisten sosial di klinik psikiatri rumah sakit Santo Sprito pada tahun 1896 yang kemudian membuatnya tergugah untuk mencarikan solusi bagi masalah ini. Montessori terinpirasi untuk mengembangkan sebuah metode pembelajaran bagi anak-anak tunagrahita. Inspirasi tersebut muncul dari hasil penelitian yang dilakukan Seguin (1812-1881) dan Ittard (1775-1838) yang berhasil mendidik anak dengan keterbelakangan mental dan menderita cacat permanen (Magini, 2013: 24-26). Pendapat Montessori juga menjelaskan bahwa penggunaan alat peraga pada proses pembelajaran dapat membantu anak dalam mengembangkan keterampilan

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 berfikir, memberi kebebasan dalam menentukan hal yang ingin dipelajari, dan membuat anak lebih mandiri serta kreatif dalam belajar (Montessori, 2003: 33). Montessori juga menjelaskan bahwa alat peraga yang diperlihatkan dan digunakan akan mempermudah anak sekolah dasar dalam memahami kemampuan dasar ilmu pengetahuan serta membantu anak untuk berimajinasi (Lillard, 1997: 80). Alat peraga pembelajaran matematika berbasis metode Montessori memiliki beberapa kelebihan yang sangat membantu siswa dalam proses pembelajaran di antaranya alat peraga pembelajaran berbasis metode Montessori memiliki pengendali kesalahan dalam penggunaannya, kemudian mampu membuat anak terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Alat peraga pembelajaran tersebut juga memiliki daya tarik karena alat peraga tersusun dari warna dan proporsi yang menarik bagi anakanak sehingga memiliki nilai estetika. Alat peraga berbasis metode Montessori juga dapat mendidik anak agar dapat mandiri dalam pembelajaran (Morrison, 2012: 114). Penggunaan alat peraga matematika berbasis metode montessori ini dapat digunakan guru sebagai salah satu terobosan untuk menciptakan pembelajaran yang konkrit bagi siswa karena siswa dapat menggunakan dan berinteraksi secara langsung dengan Wahyuningsih alat (2011) peraga pembelajaran tersebut melakukan penelitian mengenai secara langsung. pengaruh model pendidikan Montessori terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas IV di Sekolah Dasar Negeri Jati Asih, Bekasi. Hasil penelitian tersbut menunjukkan bahwa metode pembelajaran Montessori memberikan pengaruh positif pada hasil belajar matematika siswa. Alat peraga Montessori merupakan material dalam

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 pembelajaran yang dapat mengembangkan potensi anak baik secara akademis maupun non akademis. Pengembangan yang lain adalah anak yang menggunakan alat peraga Montessori dapat membelajarkan anak secara mandiri serta memiliki pengendali kesalahan sehingga jika terjadi kesalahan, anak mampu mengetahui dan memperbaiki sendiri kesalahan yang mereka lakukan. Alat peraga Montessori sesuai dengan tahapan perkembangan siswa dan mengkondisikan siswa untuk belajar mandiri dalam pembelajaran. Penelitian yang dilaksanakan Wahyuningsih (2011) juga menguatkan bahwa alat peraga Montessori dapat memberi pengaruh yang positif pada hasil belajar matematika. Peneliti berdasarkan pernyataan di atas, tertarik untuk meneliti perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. B. Identifikasi Masalah Masalah-masalah yang dapat diidentifikasi berdasarkan latar belakang masalah yang telah disusun ialah sebagai berikut: 1. Prestasi belajar matematika di Indonesia masih tergolong rendah. 2. Materi matematika di sekolah dasar bersifat abstrak. 3. Siswa merasa kesulitan dalam pembelajaran matematika. 4. Kurangnya penggunaan alat peraga dalam pembelajaran matematika.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. 8 Batasan Masalah Batasan masalah pada penelitian ini ialah sebagai berikut: 1. Alat peraga pembelajaran yang digunakan pada kelompok eksperimen adalah alat peraga pembelajaran berbasis Montessori yakni berupa kotak pecahan. 2. Prestasi belajar matematika yang dimaksud adalah hasil prestasi yang dicapai siswa Sekolah Dasar Negeri Keceme 1 kelas IV pada materi pecahan. Prestasi belajar tersebut dilihat dari perolehan nilai pada test atau ulangan pada aspek kognitif saja. 3. Materi yang digunakan dalam penelitian ialah pada Standar Kompetensi 6. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah dan Kompetensi Dasar 6.3 Menjumlahkan pecahan dan 6.4 Mengurangkan pecahan. D. Rumusan Masalah Rumusan masalah pada penelitian ini adalah “Apakah ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori?”. E. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui adanya perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. F. Manfaat Penelitian Penelitian ini dapat memberikan pengetahuan dan informasi mengenai alat peraga berbasis Montessori. Manfaat penelitian ini antara lain:

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 1. Siswa dapat memperbaiki prestasi belajar dalam bidang studi matematika. 2. Sekolah dapat termotivasi untuk lebih mengembangkan kualitas pendidikan matematika melalui alat peraga berbasis Montessori. 3. Peneliti dapat mendalami penggunaan alat peraga pembelajaran berbasis Montessori dalam proses pengembangan prestasi belajar matematika siswa dan dapat menerapkannya dalam proses pembelajaran ketika menjadi seorang guru kelak G. Definisi Operasional Beberapa definisi mengenai bahasan-bahasan yang berkaitan dengan penelitian ini ialah sebagai berikut: 1. Matematika merupakan salah satu bidang studi yang mengandung ilmu yang tersusun secara sistematis dan mampu meningkatkan kemampuan berpikir dalam menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari secara logis. 2. Alat peraga merupakan benda yang digunakan untuk memperagakan suatu konsep atau materi pembelajaran dengan tujuan memberikan sarana pemahaman anak terhadap pembelajaran. 3. Alat Peraga Matematika merupakan benda yang digunakan untuk memperagakan kegiatan dalam pembelajaran matematika dengan tujuan membantu pemahaman siswa terhadap konsep-konsep matematika yang abstrak. 4. Metode Montessori merupakan metode yang digunakan dalam pembelajaran dengan memberikan kebebasan pada anak dalam menentukan materi yang ingin dipelajari serta menggunakan alat peraga yang didesain agar dapat

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 melatih kemampuan sensorial anak dan pengorganisasian panca indera dalam pelaksanaan pembelajarannya. 5. Alat peraga Montessori adalah benda yang digunakan dalam pembelajaran yang memiliki pengendali kesalahan, dapat mengembangkan potensi anak baik secara akademis maupun non akademis, dan mampu menciptakan kemandirian belajar. 6. Alat peraga matematika berbasis metode montessori adalah material dalam pembelajaran matematika yang dapat membelajarkan anak secara mandiri serta memiliki pengendali. 7. Prestasi belajar adalah hasil belajar yang dicapai oleh pembelajar meliputi perubahan tingkah laku dan pengembangan pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh melalui pengalaman belajar (interaksi dengan lingkungan). 8. Siswa sekolah dasar merupakan siswa yang berada pada rentang usia 7-12 tahun. 9. Pre-test merupakan suatu kegiatan pengukuran yang dilaksanakan pada awal pembelajaran untuk mengetahui tingkat kemampuan awal yang dimiliki siswa. 10. Post-test merupakan suatu kegiatan pengukuran yang dilaksanakan pada akhir pembelajaran untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa atas pembelajaran yang telah diikuti.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Bab ini terdapat pembahasan teori yang terbagi menjadi empat bagian, yaitu kajian pustaka, kerangka berpikir, dan hipotesis penelitian. Bab ini terdapat pembahasan teori yang terbagi menjadi empat bagian, yaitu kajian teori, penelitian yang relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis penelitian. Kajian pustaka membahas tentang teori yang mendukung dan penelitian yang relevan. Kerangka berpikir berisi tentang rumusan konsep yang didapat dari berbagai kajian teori yang disusun oleh peneliti. Hipotesis penelitian berisi tentang dugaan sementara yang terjadi pada penelitian. A. Kajian Pustaka Bab kajian pustaka membahas tentang berbagai teori yang berhubungan dengan penelitian dan mendukung penelitian yang dilaksanakan dan penelitian yang relevan dengan penelitian yang dilaksanakan peneliti. Teori yang dibahas yaitu tahapan perkembangan anak sekolah dasar, metode Montessori, dan alat peraga matematika, pembelajaran matematika, materi penjumlahan pengurangan pecahan, dan prestasi belajar. 1. Tahapan Perkembangan Anak Sekolah Dasar Tahapan perkembangan anak pada topik ini akan dibahas menurut dua tokoh yaitu Piaget dan Maria Montessori. Piaget membagi empat tahapan perkembangan anak menurut usianya (Hill, 2011: 160-164). Tahapan perkembangan anak menurut Piaget ialah sensori motor, pra operasional, pra operasional konkret, dan operasional konkret. Tahap sensori motor merupakan 11

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 tahapan yang dilalui anak ketika berusia 0-2 tahun. Pada tahap ini kemampuan anak barulah mengenali hal-hal yang ditangkap oleh panca inderanya. Kemampuan lain anak dengan usia 0-2 tahun adalah dapat bergerak refleks yang merupakan bawaan lahir yang membantu pembentukan perilaku anak pada tahap selanjutnya. Tahap kedua adalah pra operasional konkret. Anak pada tahap ini ialah anak dengan usia 2-7 tahun. Anak pada tahapan ini telah dapat menghubungkan pengalaman yang dilihat pada suatu waktu dengan pengalaman pribadi yang dialami saat ini. Tahapan selanjutnya adalah operasional konkret. Anak pada tahapan ini merupakan anak dengan usia 7-12 tahun. Kemampuan anak pada tahapan ini adalah telah mampu memahami simbol matematis namun anak belum dapat memahami hal-hal yang abstrak secara menyeluruh. Anak pada jenjang sekolah dasar termasuk dalam tahapan operasional konkret menurut Piaget dalam teori perkembangaannya ini. Tahapan terakhir menurut Piaget adalah operasional konkret. Tahapan ini berlaku pada anak dengan usia di atas 12 tahun. Pada tahapan ini anak telah dapat memecahkan masalah, mampu berpikir kreatif, dan telah mampu mengaitkan simbol (Hill, 2011: 166-168). Anak sekolah dasar menurut tahapan perkembangan yang dikemukakan Piaget membutuhkan pembelajaran yang konkret atau pembelajaran yang benar-benar dekat dengan anak dan membuat anak aktif dalam pembelajaran. Tahapan menurut ahli yang kedua merupakan tahapan perkembangan anak menurut Maria Montessori. Maria Montessori membagi tahapan perkembangan anak menjadi tiga, yaitu usia 0-6 tahun, 6-12 tahun, dan 12-18 tahun (Holt, 2008:

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 xii-xiv). Karakteritik dari masing-masing tahapan perkembangan anak menurut Maria Montessori ialah sebagai berikut: a. Tahap usia 0-6 tahun Montessori percaya bahwa setiap anak mempunyai potensi atau kemampuan yang besar dan unik. Hal demikian dapat dirumuskan karena sejak anak dilahirkan atau usia 0 tahun sampai 6 tahun, usia ini merupakan usia emas bagi anak karena pada usia ini mereka mudah sekali menyerap pengetahuan dan bahasa apapun dari lingkungan mereka. Tahap ini disebut juga periode masa peka atau sensitif. Tahap pertama ini merupakan tahapan penentu atas keberhasilan-keberhasilan pada tahap berikutnya. b. Tahap usia 6-12 tahun Perkembangan anak pada tahap kedua ini sangat terpengaruh dari perkembangan anak pada tahap pertama. Anak berhasil melewati tahapan perkembangan kedua dengan baik apabila anak mampu melalui tahapan perkembangan awal dengan baik. Tahap ini merupakan periode sensitif pada logika dan pembenaran. Perkembangan pada tahap ini ditampilkan dalam kemampuan berimajinasi, kecenderungan untuk berkelompok, penggunaan kemampuan fisik, dan mengembangkan kemampuan sosial yang cukup luas. c. Tahap usia 12-18 tahun Tahap ini merupakan tahap akhir perkembangan anak menurut Maria Montessori. Anak pada tahap ini perkembangan akan mengarah pada kematangan fisik, pencarian identitas, pencarian model ideal yang akan diiukuti, dan pencarian kedudukan di lingkungan dimana anak berada.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 Tahapan ini juga membuat anak menjadikan suatu hal atau model sebagai acuannya. Setiap anak menurut Montessori akan melalui tiga tahapan yang berbeda dan berurutan. Masing-masing karakteristik-karakteristik yang tahapan perkembangan berbeda-beda. Satu anak memiliki karakteristik yang menyamakan ketiga tahap tersebut adalah bahwa setiap anak memiliki kemampuan yang besar dan unik. Anak sekolah dasar pada umumnya berusia 7 tahun hingga 12 tahun. Piaget dan Maria Montessori memiliki penjelasan mengenai tahapan perkembangan anak yang setara dengan usia anak sekolah dasar. Anak sekolah dasar pada tahapan perkembangan menurut Piaget ada pada tahapan operasional konkret, sedangkan menurut Montessori berada pada tahapan kedua dimana anak sangat sensitif serta lebih cenderung pada logika dan pembenaran. Kesimpulan berdasarkan uraian di atas adalah anak sekolah dasar memerlukan pembelajaran yang konkret dan ada pembenaran yang sesuai dengan logika anak. 2. Metode Montessori Topik ini membahas dua bahasan mengenai metode Montessori, yaitu sejarah dan karakteristik metode Montessori. Penjelasan mengenai dua bahasan tersebut ialah sebagai berikut: a. Sejarah metode Montessori Metode Montessori merupakan inovasi pembelajaran yang lahir atas pemikiran salah satu tokoh pendidikan dunia Montessori. Maria Montessori merupakan seorang dokter wanita pertama di Universitas Roma yang lahir pada

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 31 Agustus 1870 di Chiaravalle, Italia yang menjadikannya sebagai simbol wanita modern di Italia pada waktu itu. Montessori aktif dalam kongres wanita internasional yang menyuarakan kesetaraan antara hak wanita dan hak laki-laki. Sampai pada tahun 1896 tepatnya di bulan November, Montessori menjadi dokter pembantu di rumah sakit Santo Sprito yang akhirnya menjadikannya sebagai asisten sosial di klinik psikiatri yang dimiliki rumah sakit Santo Sprito. Profesi inilah yang membuat Montessori mengetahui adanya diskriminasi dan perlakuan tidak selayaknya pada anak-anak tunagrahita yang membuatnya tergugah untuk mencarikan solusi bagi masalah ini. Montessori terinpirasi untuk mengembangkan sebuah metode pembelajaran bagi anak-anak tunagrahita. Inspirasi tersebut muncul dari hasil penelitian yang dilakukan Seguin (1812-1881) dan Ittard (17751838) yang berhasil mendidik anak dengan keterbelakangan mental dan menderita cacat permanen (Montessori, 2003: 5). Hal ini lah yang menjadi salah satu titik yang menjadikan Montessori sebagai tokoh pendidik anak. Montessori memulai metode pedagogi eksperimental selama 2 tahun di Casa dei Bambini (Rumah Anak-anak). Casa dei Bambini merupakan sekolah pertama yang Ia dirikan bagi anak-anak di daerah kumuh pinggiran Italia. Sekolah ini merupakan perwujudan niat Maria Montessori untuk menerapkan metode pembelajaran bagi anak tunagrahita pada anak-anak normal (Magini, 2013: 2547). Hal ini merupakan langkah awal Montessori dalam memperbaiki pendidikan anak-anak kala itu. Pembelajaran dalam sekolah ini diterapkan untuk anak-anak usia 3-6 tahun. Sekolah penerapan metodenya ini merupakan eksperimen dalam tahap permulaan. Penerapan ide dari temuan-temuan Itard dan Seguin yang

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 Montessori terapkan dan kembangkan dalam metodenya di Casa dei Bambini berhasil sangat sukses (Montessori, 2002: 28-47). Keberhasilan tersebut sangat mengejutkan dan di luar dugaan sehingga metode tersebut direalisasikan dengan digunakan dalam praktek pendidikan anak secara lebih luas bahkan hingga saat ini. b. Karakteristik metode Montessori Metode Montessori merupakan metode pembelajaran yang berbeda dengan metode-metode pembelajaran yang lain. Metode Montessori merupakan metode yang dilaksanakan dengan selalu menitikberatkan pada kemandirian dan kebebasan anak dalam menentukan hal yang ingin mereka pelajari (Montessori, 2003: 33). Pembelajaran dengan menggunakan metode Montessori ini akan membuat anak-anak belajar sambil bermain sehingga anak-anak yang sedang belajar pun menganggap apa yang mereka lakukan sama halnya seperti bermain (Holt, 2008: xi). Anak dapat belajar secara terstruktur dan fokus pada sesuatu sedang mereka kerjakan dengan melibatkan kemampuan sensorial anak yang dihubungkan pada pengorganisasian saraf, panca indera, serta lingkungan sekitar anak dalam pembelajaran dengan metode Montessori. Pembelajaran dengan metode Montessori juga merupakan aktivitas belajar penemuan melalui alat peraga dengan desain yang eksplisit sehingga mampu memberikan makna bagi anak (Lillard, 2005: 324-325). Guru dalam pembelajaran berbasis metode Montessori berperan bukan sebagai pengajar namun sebagai direktris. Kelas yang menerapkan metode montessori dalam pembelajarannya terdiri dari siswa dengan usia yang heterogen atau berbeda-beda. Pembelajaran

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 menggunakan metode Montessori akan dapat membuat anak menjadi individu yang mandiri dan memperoleh pembelajaran yang bermakna. 3. Alat Peraga Matematika Topik ini membahas tiga bahasan mengenai alat peraga matematika yaitu pengertian alat peraga matematika, alat peraga matematika berbasis metode Montessori, dan karakteristik alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Penjelasan mengenai tiga bahasan tersebut ialah sebagai berikut: a. Pengertian alat peraga matematika Alat peraga merupakan dua kata yang berbeda arti. Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) mendefinisikan alat sebagai suatu benda yang digunakan untuk mengerjakan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan peraga adalah alat media pembelajaran yang digunakan dalam memperagakan sajian pembelajaran. Alat peraga berdasarkan dua kata tersebut dapat diartikan sebagai benda yang digunakan untuk memperagakan sajian pembelajaran. Suherman (2003: 243) menjelaskan bahwa alat peraga matematika merupakan media yang digunakan dalam pembelajaran yang sekaligus berfungsi sebagai alat untuk menanamkan konsep materi kepada siswa. Keuntungan yang dapat diperoleh melalui penggunaan alat peraga matematika antara lain siswa termotivasi untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar, mempermudah siswa dalam pemahaman konsep materi matematika yang abstrak, mempermudah hubungan antara konsep abstrak yang diperoleh siswa dengan benda atau kegiatan di lingkungan sekitar, menjadikan siswa aktif dalam pembelajaran, mengkondisikan siswa untuk berpikir dan memecahkan masalahnya sendiri (Suherman, 2003: 243).

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 Proses pembelajaran matematika sangat membutuhkan alat peraga matematika. Hal ini dikarenakan alat peraga matematika sangat berpengaruh terhadap proses penyerapan dan ingatan siswa mengenai materi atau pengetahuan matematika (Silver, Brunsting, Walsh, & Thomas, 2013). Materi yang terkandung dalam matematika merupakan pengetahuan prosedural (Susanto, 2012: 181) sehingga dapat diserap dengan baik oleh siswa jika menggunakan alat peraga. Hal ini disebabkan karena terdapat sebuah proses dan interaksi secara langsung antara siswa dan alat peraga matematika pada saat menggunakan alat peraga matematika dalam proses pembelajaran. Alat peraga matematika dapat dipersiapkan sebelum pembelajaran berlangsung. Proses pembuatan atau pemilihan alat peraga perlu memperhatikan beberapa hal yang sangat penting antara lain bahan pembuat alat peraga hendaknya membuat alat peraga tersebut tahan lama, bentuk alat peraga menarik sehinga dapat memberi perhatian dan kesan pada siswa, dan komposisi warna yang menarik pula (Suherman, 2003: 244). Suherman (2003: 244) juga memaparkan bahwa alat peraga yang baik seharusnya mudah digunakan, ukuran menyesuaikan dengan fisik anak, dan konsep yang dibawa oleh alat peraga tersebut jelas sehingga mempermudah pemahaman anak. Hal ini sesuai dengan tujuan awal alat peraga matematika. Kesimpulan yang dapat diperoleh berdasarkan penjelasan di atas adalah bahwa alat peraga matematika merupakan benda yang digunakan untuk memperagakan suatu konsep atau materi dalam pembelajaran matematika yang digunakan sebagai sarana pemahaman anak terhadap konsep materi mtematika

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 yang abstrak. Alat peraga matematika memiliki fungsi yang sangat penting dalam proses pemahaman siswa dalam proses pembelajaran matematika. Perhatian khusus sangat diperlukan dalam proses pembuatan, pemilihan, atau penggunaan alat peraga tersebut agar menghasilkan pembelajaran yang bermakna. b. Alat peraga matematika berbasis metode Montessori Maria Montessori merumuskan alat peraga sebagai material yang sengaja diciptakan dengan desain sederhana, menarik untuk digunakan, dapat dieksplorasi lebih jauh, membelajarkan siswa secara mandiri, dan membuat anak dapat memperbaiki kesalahan mereka sendiri. These materials lend themselves well to the kindergarten encironment that meets the developmental needs of children. I could use other materials, however, if they followed similar pronciples in design: simplicity, durability, beauty, posibility fo creative use and discovery, the presentation of one new concept at a time, a progresive relationship between materials so that one leads naturally to the next, and, insofar as posible. (Lillard, 1997: 11) Kutipan di atas menjelaskan bahwa alat peraga Montessori diciptakan sesuai perkembangan anak. Alat peraga Montessori juga yang memiliki prinsip kesederhanaan, keindahan, daya tahan, mengembangkan kreatifitas anak untuk menciptakan belajar penemuan, dan membuat anak dapat memperbaiki sendiri kesalahan yang telah dibuatnya. Alat peraga matematika Montessori merupakan material yang digunakan bukan hanya sekedar untuk mengajar matematika tetapi untuk mengembangkan kemampuan matematika anak. Kemampuan maematika memiliki beberapa

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 definisi yang terkandung di dalamnya. Kemampuan matematika disini meliputi memahami perintah, urutan, abstraksi, dan kemampuan untuk mengkonstruksi pengetahuan yang anak peroleh menjadi suatu konsep baru sehingga terjadi belajar penemuan (Lillard, 1997: 137). Pengertian-pengertian di atas dapat memberi simpulan bahwa alat peraga matematika Montessori merupakan material dalam pembelajaran matematika yang dapat mengembangkan potensi anak baik secara akademis maupun non akademis. Pembelajaran yang menggunakan alat peraga Montessori dapat membelajarkan anak secara mandiri serta memiliki pengendali kesalahan sehingga jika terjadi kesalahan, anak mampu mengetahui dan memperbaiki sendiri kesalahan yang mereka lakukan. c. Karakteristik alat peraga matematika berbasis metode Montessori Alat peraga matematika berbasis metode Montessori merupakan alat peraga yang bersifat didaktis (Magini, 2013: 48). Montessori menciptakan alat peraga melalui proses observasinya pada anak-anak di Casa dei Bambini sehingga alat peraga Montessori sangat memperhatikan perkembangan anak. Montessori juga menjadikan alat peraga tersebut sebagai sumber belajar juga guru bagi anak yang menggunakannya. Guru di sini dapat diartikan bahwa melalui alat peraga tersebut anak mampu mendapatkan konsep dari sebuah materi yang ia pelajari. Hal inilah yang membedakan alat peraga Montessori dan alat peraga yang ada pada umumnya (Montessori, 2003: 36). Alat peraga Montessori juga memiliki lima karakteristik, yaitu:

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1) 21 Menarik (memiliki nilai keindahan) Setiap alat peraga yang digunakan dalam prmbelajaran memiliki unsur keindahan baik dari segi warna maupun kecerahannya. Warna dan kecerahan alat peraga dapat menarik perhatian anak untuk menggunakan alat peraga tersebut. Warna yang digunakan pada alat peraga Montessori ialah warna yang terang dan lembut. Warna-warna yang tersusun diharapkan membuat anak merasa tertarik untuk menggunakan alat peraga tersebut. Jika anak telah merasa tertarik, maka mereka akan dapat belajar dengan mandiri dan bermakna. 2) Bergradasi Alat peraga Montessori memiliki unsur gradasi. Gradasi disini merupakan rasional dari keterlibatan lebih dari satu indera yang anak alami pada saat penggunaan alat peraga. Alasan lain alat peraga Montessori dikatakan bergaradasi adalah jiuka dilihat dari segi kontras yang dimiliki alat tersebut. Kontras dalam alat peraga Montessori dapat dilihat pada warna, ukuran, dan jumlah yang bertujuan untuk memudahkan anak dalam mengetahui perpedaan. Alat peraga Montessori juga memiliki makna bertingkat dan konsisten. Bertingkat di sini dapat diartikan bahwa alat peraga Montessori memiliki ukuran yang jelas dan dapat diamati oleh siswa. Setiap satu set alat terdapat alat peraga yang sama memiliki komponen-komponen dengan ukuran yang berbeda namun selalu konsisten. Konsisten yang dimaksud adalah selalu mempunyai selisih ukuran yang sama. Gradasi alat tersebut akan melatih kemampuan berlogika siswa dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh anak. Contohnya satu set alat terdiri dari 10 tongkat yang berbeda ukuran panjangnya, maka jika tongkat pertama dan

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 kedua selisih panjangnya 10 cm maka selisih panjang untuk semua tongkat adalah 10 cm semua. 3) Memiliki pengendali kesalahan (auto correction) Pengendali kesalahan yang dimiliki alat peraga montessori bertujuan sebagai penunjuk bagi anak apabila terjadi kesalahan tanpa ada orang lain yang memberitahu. Jika telah mengetahui jika terjadi kesalahan ketika anak sedang menggunakan alat peraga tersebut, maka anak akan melatih anak untuk melakukan pembenahan agar ia menggunakan alat peraga tersebut dengan tepat. Selain itu, melalui alat peraga yang memiliki pengendali kesalahan, anak dapat membiasakan untuk teratur dalam melakukan sesuatu. Misalnya, dalam menggunakan incastri solidi, ketika anak melakukan kesalahan pada saat memasukkan incastri dengan diameter besar pada lubang yang kecil atau sebaliknya incastri berdiameter kecil pada lubang yang besar maka anak akan terus mencoba hingga berhasil memasukkan incastri pada lubang yang sesuai, tidak sempit dan tidak menyisakan ruangan pada lubang incastri. 4) Memiliki nilai kemandirian belajar bagi siswa (auto education) Alat peraga Montessori dibuat sesuai dengan tahapan perkembangan anak sehingga dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan anak. Anak dapat memilih, membawa, dan memindahkan sendiri alat peraga yang ingin mereka gunakan sehingga anak dapat secara bebas dalam menentukan dimana mereka akan menggunakan alat peraga tersebut. Hal ini dapat membuat anak merasa nyaman karena sesuai dengan keinginan masing-masing anak.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5) 23 Kontekstual Alat peraga dibuat sedapat mungkin sesuai dengan situasi nyata atau dekat dengan diri siswa. Sesuatu yang berhubungan, nyata, dan dekat dengan anak dapat membantu anak dalam memahami dan mendorong anak untuk mengkonstruk atau membangun pengetahuan yang dimiliki anak dengan menerapkannya dalam kehidupan sehari-harinya (Riyanto, 2010: 163). Kondisi tersebut dapat lebih mempermudah siswa dalam mengenal dan menggali pengetahuan dari alat peraga yang mereka gunakan. Alat peraga Montessori memiliki keunggulan-keunggulan yang signifikan seperti yang dijelaskan di atas. Penelitian ini menggunakan alat peraga berbasis Montessori dengan lima karakteristik berdasarkan penjelasan di atas untuk melihat pemgaruhnnya terhadap prestasi belajar siswa kelas IV. Nama alat peraga berbasis metode Montessori yang digunakan dalam penelitian ini adalah kotak pecahan. d. Alat peraga kotak pecahan Alat peraga “Kotak Pecahan” merupakan replikasi dari alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang bernama cut out label of fraction. Alat ini terdiri dari sebuah kotak bersekat yang berwarna cokelat, kepingan pecahan berwarna merah yang bernilai hingga , dan kartu soal yang sekaligus merupakan pengendali kesalahan. Kotak bersekat merupakan tempat untuk meletakkan kepingan pecahan dan kartu soal. Alat peraga Montessori selalu memiliki album atau langkah untuk menggunakannya begitupun dengan alat peraga kotak pecahan ini juga memiliki album dengan langkah penggunaan.

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 Gambar 2.1 Alat peraga matematika berbasis metode Montessori kotak pecahan Gambar 2.1 merupakan gambar alat peraga matematika berbasis metode Montessori kotak pecahan yang digunakan dalam penelitian ini. Kotak pecahan memiliki empat karakteristik yakni menarik, bergradasi, auto education, auto correction. Alat peraga kotak pecahan menarik dari segi warna. Alat peraga kotak pecahan berwarna merah terang pada blok pecahannya dan cokelat pada kotaknya. Gadasi pada alat peraga ini adalah gradasi materi. Alat peraga ini dapat digunakan dalam berbagai materi yaitu pengurutan, perbandingan, dan perkalian pecahan. Karakteristik auto education pada alat peraga ini adalah siswa dapat berlatih sendiri dalam menggunakan alat peraga. Siswa mengerjakan kartu soal dan mencocokan jawaban sendiri dengan kartu yang ada di balik kartu soal. Siswa dapat mengetahui kesalahan mereka dalam menjawab kartu soal sendiri karena di balik kartu soal terdapat jawaban yang benar. Hal ini menunjukkan bahwa karakteristik auto correction terpenuhi pada alat peraga ini. Alat peraga matematika kotak pecahan terbuat dari bahan-bahan yang sering ditemui oleh

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 siswa dalam kehidupan sehari-hari. Penjelasan di atas menunjukkan bahwa alat peraga kotak pecahan telah memenuhi empat karakteristik alat peraga matematika berbasis metode Montessori dan memenuhi karakteristik kontekstual. 4. Pembelajaran Matematika Pada topik ini terdapat dua bahasan mengenai metode pembelajaran matematika, yaitu pengertian dan tujuan pembelajaran matematika. Penjelasan lebih lanjut mengenai dua bahasan tersebut ialah sebagai berikut: a. Pengertian matematika Matematika merupakan sebuah kata yang berasal dari bahasa Belanda “wiskunde” yang berarti ilmu pasti yang kesemuanya berkaitan dengan penalaran (Depdiknas dalam Susanto, 2012: 184). Ilmu yang terkandung dalam matematika merupakan pengetahuan yang universal yang melandasi perkembangan teknologi modern yang pesat di seluruh dunia. Matematika mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu dan juga kemampuan berpikir manusia. Berbagai kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi informasi dan komunikasi yang terjadi dewasa ini merupakan hasil dari perkembangan matematika dalam bidang aljabar, teori bilangan, teori peluang, analisis, dan matematika diskrit yang semakin pesat pula (KTSP, 2007). Alasan tersebut membuat matematika dijadikan salah satu bidang studi yang diberikan pada semua jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi (Susanto, 2012: 183). Bidang studi matematika diberikan di sekolah dasar dengan tujuan agar mampu menguasai dan menciptakan teknologi di masa depan. Melalui bidang studi matematika anak dibekali berbagai kemampuan berpikir logis, sistematis,

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 analitis, kritis, dan kreatif serta kemampuan bekerjasama (KTSP, 2006). Sama halnya dengan Susanto (2012: 185) yang menjelaskan bahwa ilmu matematika dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan berargumentasi. Tujuan lain tentang matematika adalah dapat membantu anak dalam menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari karena matematika merupakan ilmu yang kontekstual. Matematika juga mampu memberi kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. b. Tujuan pembelajaran matematika Tujuan umum pembelajaran matematika pada lingkup sekolah dasar menitik beratkan pada pemberian penalaran dan penanaman sikap terhadap anak dalam proses pembelajaran matematika (Suherman 2003: 58). Konsep yang berhasil ditanamkan pada siswa akan berguna pada saat siswa memahami dan mengerjakan soal matematika. Siswa yang belum mampu menguasai konsep suatu materi pada pembelajaran matematika akan merasa dan mangalami kesulitan dalam mengerjakan soal-soalnya. Tujuan pembelajaran matematika diberikan pada siswa di jenjang pendidikan sekolah dasar menurut Depdiknas (2006) ialah (1) melakukan operasi hitung penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian pada bilangan bulat maupun pecahan, dan operasi campurannya, (2) menentukan sifat dan unsur berbagai bangun datar dan bangun ruang sederhana, (3) menentukan sifat simetri, kesebangunan, dan siste koordinat, (4) menggunakan pengukuran yang meliputi satuan, hubungan antarsatuan, dan taksiran ukuran, (5) menentukan dan

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 menafrsirkan data sederhana, dan (6) memecahkan masalah, menalar, dan mengkomunikasikan gagasan matematika dalam kehidupan sehari-hari . 5. Materi Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Penelitian ini dilakukan pada bidang studi matematika. Materi yang digunakan adalah “penjumlahan dan pengurangan pecahan” untuk siswa kelas IV di semester genap. Standar kompetensi yang digunakan adalah “menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah” dan kompetensi dasar “menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan”. Pecahan yang dipelajari siswa pada jenjang Sekolah Dasar atau Madrasah Iftidaiah merupakan bagian dari bilangan rasional yang dapat ditulis dalam bentuk dengan a dan b merupakan bilangan bulat dan b tidak sama dengan nol. Secara simbolik pecahan dapat dinyatakan sebagai salah satu bentuk dari: (1) pecahan biasa, (2) pecahan desimal, (3) persen, dan (4) pecahan campuran. Kata pecahan berasal dari bahasa Latin ”fractio” yang berarti memecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil atau bagian dari keseluruhan. Sebuah pecahan mempunyai 2 bagian yaitu pembilang dan penyebut yang penulisannya dipisahkan oleh garis lurus (–) dan bukan garis miring (/). Pembilang merupakan bilangan yang menunjukkan banyaknya bagian yang menjadi perhatian atau digunakan atau diambil pada saat tertentu. Penyebut menunjukkan banyaknya bagian-bagian yang sama dari suatu benda utuh. Contoh , , dan seterusnya, bukan 1/2, 2/3. Pecahan biasa adalah lambang bilangan yang dipergunakan untuk melambangkan bilangan pecah dan rasio (perbandingan).

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan penyebut sama dan berbeda. Penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dapat diperoleh hasilnya dengan menjumlah pembilangnya, sedangkan penyebutnya tetap. Pengurangan pecahan yang berpenyebut sama dapat diperoleh hasilnya dengan mengurangkan pembilangnya, sedangkan penyebutnya tetap. Penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda maka bila menjumlah pecahan dengan penyebut tidak sama, supaya dapat memperoleh hasil maka penyebutnya harus disamakan terlebih dahulu, dengan cara mencari pecahan senilainya (Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Matematika, 2009). 6. Prestasi Belajar Topik ini membahas empat bahasan mengenai prestasi belajar. Empat bahasan tersebut adalah teori belajar, pengertian belajar, pengertian presatsi belajar, dan faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. Penjelasan mengenai empat bahasan secara lebih lanjut ialah sebagai berikut: a. Teori belajar Winkel mengemukakan bahwa belajar merupakan perubahan tingkah laku yang terjadi akibat interaksi dengan lingkungan (Riyanto, 2010: 5). Penjelasan tersebut dapat memberi arti bahwa proses belajar menekankan pada dua hal, yakni perubahan tingkah laku dan interaksi dengan lingkungan. Teori-teori belajar yang mendukung penjelasan tersebut yaitu teori behaviorisme, teori kognitif, dan teori konstruktivisme. Belajar menurut aliran behaviorisme yang dikemukakan oleh Gredler merupakan interaksi yang terjadi antara stimulus dan respon yang mengakibatkan perubahan tingkah laku (Riyanto, 2010: 6). Perubahan tingkah

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 laku menurut teori ini disebabkan oleh interaksi atau reaksi yang kompleks antara stimulus dan respon yang kebanyakan disebabkan oleh pengaruh lingkungan. Teori behaviorisme menempatkan pembelajar sebagai kertas putih yang belum memiliki pengetahuan apapun (Riyanto, 2010: 6). Tokoh teori behaviorisme Torndike mencetuskan hukum-hukum yang berpengaruh pada proses belajar. Salah satu hukum tersebut adalah hukum primer yang terdiri dari law of readiness, law of exercise and repetation, dan law of effect. Law of readiness merupakan timbulnya kesiapan untuk merespon stimulus yang diberikan karena kepuasan terhadap proses penyesuaian diri terhadap lingkungan. Law of exercise and repetation adalah kondisi dimana respon dan stimulus akan berkembang sangat kuat apabila diberikan latihan-latihan yang berulang. Law of effect merupakan respon akan terus diberikan apabila stimulus yang diberikan memberi kepuasan. Penjelasan di atas dapat mengartikan belajar menurut Torndike merupakan respon dan stimulus yang berhubungan satu sama lain. Respon dan stimulus dalam proses belajar dapat berupa pikiran, perasaan, atau gerakan (Riyanto, 2010: 6-7). Belajar tidak hanya terdiri dari satu aspek saja tetapi terdiri dari beberapa aspek yang menjadi sebuah kesatuan yang saling berkaitan satu sama lain. Berbeda dengan teori belajar behaviorisme, teori belajar konstruktivisme bukan hanya menekankan pada hubungan antara stimulus dan respon saja, tetapi lebih menekankan pada suatu proses yang melibatkan keterampilan berpikir yang kompleks. Individu pembelajar memperoleh pengetahuan melalui proses interaksi dengan lingkungan secara berkesinambungan. Pembelajaran kontstruktivisme

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 tidak menganggap anak hanya sebagai kertas putih yang tidak mempunyai pengetahuan apapun, namun, anak telah mempunyai pengetahuan sebelum menerima materi atau konsep baru. Salah satu tokoh pemikir pada teori ini adalah Jean Piaget. Piaget merumuskan tiga tahap yang saling berhubungan dalam proses belajar, yaitu (1) asimilasi, (2) akomodasi, dan (3) ekuilibrasi. Asimilasi merupakan proses masuknya pengetahuan baru ke dalam struktur kognitif yang telah ada dalam diri pembelajar. Struktur kognitif tersebut disesuaikan dalam kondisi yang baru, proses ini disebut akomodasi. Tahap terakhir adalah ekuilibrasi yang merupakan proses penyeimbangan antara asimilasi dan akomodasi yang terjadi secara berkesinambungan. Sebagai contoh, seorang siswa yang akan belajar materi pembagian (pengetahuan baru). Siswa sudah mengetahui prinsip pengurangan (pengetahuan awal di struktur kognitif) sehingga proses memasukkan pengetahuan baru (pembagian) dan mengintegrasikan pada pengetahuan awal (pengurangan) untuk memperoleh konsep pembagian yang merupakan pengurangan berulang. Proses inilah yang disebut dengan asimilasi. Pada saat siswa mengerjakan soal pembagian, kondisi inilah yang disebut akomodasi. Siswa akan berusaha mengembangkan dan memahami konsep atau materi yang telah dipelajari dengan menjaga stabilitas pengetahuan yang telah diterima. Maka, proses ini disebut equilibrasi (Riyanto, 2010: 9-10). Tiga tahap tersebut merupakan kesatuan dan proses yang saling berkaitan dalam proses belajar. Belajar konstruktivisme memiliki lima implikasi dalam pelaksanaannya, antara lain: (1) berpusat pada proses berpikir buka hanya sekedar pada hasilny

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 semata, (2) mengutamakan peran aktif siswa dalam proses belajar, (3) konstruktivisme lebih menekankan pada pengajaran top down, (4) membelajarkan siswa secara mandiri, dan (5) menempatkan siswa sebagai pembelajar yang memiliki tanggung jawab terhadap apa yang mereka pelajari (Riyanto, 2010: 151&154). Berbagai penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa aplikasi teori konstruktivisme dalam proses pembelajaran mementingkan proses konstruksi pengetahuan baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki anak sebelumnya. Proses konstruksi dalam pembelajaran melalui tiga tahap yakni asimilasi, akomodasi, dan aquilibrasi yang saling berhubungan satu dengan yang lain. b. Pengertian Belajar Hilgard mengemukakan bahwa belajar adalah proses terjadinya reaksi antara subjek dengan lingkungan yang membuat subjek tersebut mengalami perubahan. Perubahan-perubahan tersebut di antaranya perubahan pengetahuan, kecakapan, dan tingkah laku yang subjek peroleh melalui berbagai macam latihan (Riyanto, 2010: 4-5). Interaksi dan perubahan dalam proses belajar juga ditekankan Winkel dalam merumuskan pengertian belajar. Winkel merumuskan belajar sebagai perubahan-perubahan pada pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan nilai yang tetap dan bertahan lama dalam diri pembelajar yang merupakan hasil dari aktivitas mental dalam interaksi antara pembelajar dengan lingkungannya (Susanto, 2012: 4). Kemudian, pengertian belajar yang menitik beratkan pada terjadinya perubahan juga dikemukakan oleh Slameto (2010: 2) yang mendefinisikan belajar sebagai proses usaha yang dilakukan seseorang

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 dengan tujuan untuk memperoleh perubahan secara holistik (keseluruhan) melalui pengalaman atau interaksi dengan lingkungan. Belajar menurut Cronbach dalam Riyanto (2010: 5) ialah perubahan perilaku yang ditunjukkan pembelajar yang merupakan hasil dari pengalaman. Senada dengan pengertian tersebut, Hamalik (2001: 27) menyatakan bahwa belajar merupakan suatu proses memodifikasi tingkah laku melalui pengalaman diperoleh pembelajar dari suatu proses atau kegiatan. Sehingga belajar bukan semata-mata merupakan hasil atau tujuan melainkan suatu proses atau kegiatan (Gagne dalam Riyanto, 2010: 5). Jadi, belajar merupakan proses yang dapat diamati, diubah, atau dikontrol. Kesimpulan yang dapat diperoleh berdasarkan penjelasan di atas adalah belajar merupakan suatu proses yang dapat teramati dan terstruktur. Belajar juga merupakan tempat dimana pembelajar dapat membangun atau mengkonstruksi pengetahuannya melalui pengalaman. Pengalaman tersebut diperoleh pembelajar melalui proses interaksi antara pembelajar dengan lingkungannya sehingga terjadi perubahan tingkah laku yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan nilai pada diri pembelajar. c. Pengertian Prestasi Belajar Prestasi dan belajar merupakan dua kata yang saling berkaitan dalam konteks pendidikan. Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) mendefinisikan prestasi sebagai hasil yang dapat dicapai dari sesuatu yang telah dilaksanakan, dikerjakan, dan lain sebagainya. Berbicara mengenai hasil, Winkel juga mengemukakan bahwa prestasi merupakan hasil yang dimiliki seseorang setelah

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 melakukan sesuatu. Hasil tersebut merupakan kemampuan nyata dan dapat diamati (Susanto, 2012: 5). Lebih detailnya, Sudjana (2005: 3) merumuskan prestasi sebagai hasil belajar yang memenuhi kriteria tertentu yang berhasil dicapai oleh siswa sehingga diperlukan evaluasi belajar untuk mengetahui tingkat prestasi belajar siswa. Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) merumuskan prestasi belajar merupakan pencapaian siswa atas penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang dikembangkan dalam mata pelajaran yang pada umumnya ditunjukkan oleh nilai tes. Senada dengan penjelasan tersebut, Arifin (2009: 12) mengungkapkan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang ditunjukkan setelah mengalami proses belajar yang pada umumnya berkenaan dengan pengetahuan. Tim Pengembangan MKDP Kurikulum dan Pembelajaran (2012: 140) merumuskan prestasi belajar sebagai perubahan tingkah laku yang menyeluruh pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kesimpulan berdasarkan penjelasan di atas menjelaskan bahwa prestasi belajar merupakan hasil yang dicapai oleh pembelajar meliputi perubahan tingkah laku dan pengembangan pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh melalui pengalaman belajar (interaksi dengan lingkungan). Prestasi belajar dapat diketahui melalui tes atau ujian. Prestasi belajar dan belajar itu sendiri saling berhubungan satu sama lain karena prestasi belajar merupakan hasil dari proses belajar. Prestasi belajar dapat berupa huruf atau angka yang didapat melalui proses evaluasi dengan alat dan instrumen khusus.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI d. 34 Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar Prestasi belajar yang dapat dicapai oleh siswa memiliki beberapa faktor yang mempengaruhinya. Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar menurut Slameto (2010: 54) adalah faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi prestasi belajar menurut Slameto adalah motivasi dan minat, sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi prestasi belajar adalah lingkungan dimana siswa bergaul, teman yang bergaul bersama siswa, dan bentuk bangunan pada saat pembelajaran berlangsung. Motivasi sangat mempengaruhi prestasi belajar dari seorang siswa (Slameto,2010: 58). Siswa yang memiliki motivasi besar untuk belajar cenderung dapat memperoleh prestasi yang lebih baik daripada yang tidak. Minat adalah kecenderungan seseorang untuk melakukan suatu hal. Siswa yang memiliki minat tinggi terhadap suatu pembelajaran akan cenderung ingin melakukan hal tersebut secara terus menerus (Slameto,2010: 62). Dua faktor internal yaitu motivasi dan minat sangat berperan penting terhadap prestasi belajar siswa. Siswa yang memiliki motivasi dan minat yang tinggi terhadap suatu pembelajaran tentu berpengaruh positif terhadap prestasi belajarnya. Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar selanjutnya diungkapkan oleh Gestalt. Gestalt menjelaskan bahwa prestasi belajar dapat dipengaruhi oleh dua hal yaitu siswa sendiri dan lingkungan dimana ia berada (Susanto, 2013: 12). Faktor yang berasal dari diri siswa sendiri ialah kamampuan berpikir yang dimiliki siswa, minat belajar, motivasi belajar, dan kesiapan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran (Susanto, 2013: 12-13). Motivasi dan minat

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 belajar merupakan faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa menurut Gestalt yang sejalan dengan pendapat Slameto. Faktor selanjutnya adalah lingkungan dimana siswa berada. Lingkungan yang memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar siswa antara lain guru, sarana prasana, dan sumber belajar (Susanto, 2013: 13). Salah satu faktor yang peneliti sorot yaitu sarana prasana belajar. Sarana prasarana yang terdapat dalam proses pembelajaran adalah alat peraga. 7. Penelitian Relevan Penelitian mengenai pembelajaran Montessori telah dilakukan oleh banyak peneliti. Peneliti yang melaksanakan penelitian mengenai pembelajaran Montessori di antaranya Wahyuningsih (2011), Baines dan Snortum (2002), Rukmi (2013), dan Putri (2013). Penelitian-penelitian yang dilakukan beberapa peneliti tersebut dilaksanakan di jenjang sekolah dasar. Wahyuningsih (2011) melakukan penelitian mengenai pengaruh model pendidikan Montessori terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas IV di Sekolah Dasar Negeri Jati Asih, Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuasi eksperimental dengan satu kelas kontrol yang menerapkan metode pembelajaran konvensional dan satu kelas eksperimen yang menerapkan metode pembelajaran Montessori. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran Montessori memberikan pengaruh positif pada hasil belajar matematika siswa. Hal ini ditunjukkan dengan perbedaan rata-rata hasil belajar yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Rata-rata nilai kelas kontrol setelah mendapatkan pembelajaran dengan metode konvensional adalah

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 sebesar 6,43, sedangkan rata-rata nilai yang berhasil dicapai kelas eksperimen setelah mendapatkan perlakuan yakni pembelajaran dengan menggunakan metode Montessori sebesar 7,89. Penelitian ini relevan dengan penelitian yang peneliti laksanakan karena memiliki kesamaan pada jenis penelitian yakni quasi eksperimental dan penelitian dilaksanakan pada bidang studi matematika. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang ditunjukkan metode Montessori terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian selanjutnya diambil dari jurnal yang diterbitkan oleh Taylor and Francis Group. Jurnal yang ditulis oleh Baines dan Snortum (2002) dengan judul A Time-Sampling Analysis of Montessori and Traditional Classroom Interaction. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan berinteraksi siswa dalam pembelajaran yang menggunakan metode Montessori dan siswa di kelas tradisional atau menggunakan metode konvensional. Pembelajaran dengan metode Montessori dilaksanakan dengan menggunakan alat peraga Montessori oleh masing-masing siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan pembelajaran yang menggunakan metode Montessori memiliki kemampuan berinteraksi lebih baik dibandingkan dengan siswa dengan pembelajaran kelas yang tradisional dengan selisih persentase 24%. Penelitian ini relevan dengan penelitian yang peneliti laksanakan karena penelitian ini menerapkankan metode Montessori dalam pembelajaran. Penelitian yang peneliti laksanakan juga menggunakan metode Montessori yang diterapkan pada alat peraga matematika yang digunakan dalam pembelajaran.

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 Rukmi (2013) meneliti tentang pengembangan alat peraga perkalian Montessori bagi siswa kelas II di Sekolah Dasar Kerkah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat peraga perkalian yang dibutuhkan oleh siswa kelas II SD Kerkah. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat peraga berbasis Montessori yang menggunakan potensi lokal serta ekonomis sesuai kebutuhan siswa. Hasil penelitian ini merupakan produk alat peraga perkalian berbasis Montessori yang telah melalui uji validasi. Penelitian ini relevan karena pengembangan alat peraga yang dihasilkan merupakan alat peraga berbasis metode Montessori. Penelitian ini juga menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Senada dengan Rukmi, Putri (2013) meneliti tentang pengembangan alat peraga Montessori pula. Perbedaan antara kedua penelitian tersebut adalah Putri mengembangkan alat peraga berbasis Montessori untuk materi keterampilan geometri bagi kelas III di Sekolah Dasar Negeri Tamanan, Yogyakarta. Hasil penelitian ini berupa produk alat peraga berbasis Montessori untuk bidang studi matematika pada materi geometri yang telah lolos dari uji validasi. Penelitian ini relevan karena pengembangan alat peraga yang dihasilkan merupakan alat peraga berbasis metode Montessori dan pada bidang studi matematika. Penelitian ini juga menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Kesimpulan berdasarkan studi literatur dari beberapa penelitian di atas menunjukkan bahwa baik metode pembelajaran Montessori maupun alat peraga berbasis Montessori yang berhasil dikembangkan mampu memberi dampak positif bagi pembelajaran. Namun, belum terdapat penelitian mengenai pengaruh prestasi

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 belajar dengan menggunakan alat peraga berbasis Montessori. Penelitian ini dapat dijadikan inspirasi dan kontribusi baru bagi pendidikan dasar di Sekolah Dasar. Kerangka atau bagan penelitian dapat dilihat pada gambar 2.2. Metode Pembelajaran Montessori Alat Peraga Berbasis Montessori Wahyuningsih (2011) Hasil Belajar, Sekolah Dasar Negeri Jati Asih, Bekasi Rukmi (2013) Alat peraga perkalian Baines dan Snortum (2002) A Time-Sampling Analysis of Montessori and Traditional Classroom Interaction Putri (2013) Alat peraga geometri Yang diteliti: Perbedaan Prestasi Belajar Siswa Atas Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 2.2. Literature Map Penelitian B. Kerangka Berpikir Matematika merupakan bidang studi yang mengandung materi-materi yang abstrak. Bidang studi matematika mengharuskan siswa untuk memahami dan menguasai konsep hitung. Penguasaan suatu konsep pada materi dapat diperoleh siswa jika ia mengalami atau melakukan sendiri pembelajaran atas materi yang hendak dikuasai. Hal ini sesuai dengan tahapan perkembangan siswa sekolah dasar yang membutuhkan benda yang konkret atau nyata dalam proses

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 pembelajaran sehingga konsep yang abstrak dapat dicerna dengan baik oleh siswa. Guru bidang studi matematika sekolah dasar pada umumnya masih menggunakan metode konvensional dalam memberikan pembelajaran pada siswa. Pembelajaran menggunakan metode konvensional dirasa kurang sesuai untuk diterapkan dalam pembelajaran matematika karena akan membuat pemahaman anak semakin abstrak dan semakin sulit untuk menanamkan konsep yang terkandung dalam materi. Metode konvensional dalam pembelajaran matematika hanya membuat siswa cenderung mengahafalkan materi bukan memahami konsep materi tersebut melalui proses yang siswa lakukan dan alami sendiri. Karena itu, pembelajaran matematika membutuhkan alat peraga pembelajaran yang dapat digunakan secara langsung oleh siswa dalam rangka memahami konsep yang terkandung dalam materi yang dipelajari. Alat peraga pembelajaran merupakan objek nyata dapat membuat anak tertarik dalam mengikuti pembelajaran dan tercipta learning by doing. Salah satu pembelajaran yang menerapkan penggunaan alat peraga adalah pembelajaran Montessori. Beberapa penelitian relevan yang telah dipaparkan sebelumnya, dapat diketahui bahwa pendidikan Montessori menawarkan berbagai alat peraga yang mampu membantu siswa dalam memahami konsep abstrak matematika dan dapat memberi pengaruh positif terhadap prestasi belajar matematika siswa. Beberapa karakteristik alat peraga Montessori adalah menarik, bergradasi, auto-education, auto-correction, dan kontekstual. Karakteristik yang dimiliki oleh setiap alat peraga membuat siswa mandiri dan belajar sesuai dengan kebutuhannya.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 Pelaksanaan pembelajaran menggunakan alat peraga tersebut dapat melatih rasa keingintahuan dan kemandirian siswa dalam belajar. Alat peraga matematika Montessori dapat membuat siswa tidak hanya duduk di kursi dan mendengarkan penjelasan guru saja dari awal hingga akhir pembelajaran matematika namun siswa dapat bereksplorasi untuk membangun konsep materi yang dipelajari. Hal inilah yang diharapkan dapat memberi pengaruh yang positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada bidang studi matematika. Berdasarkan alasan tersebut, peneliti akan melakukan penelitian terhadap perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori khususnya pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan. C. Hipotesis Penelitian Hipotesis penelitian yang peneliti rumuskan adalah ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab ini membahas tentang jenis penelitian, desain penelitian, setting penelitian, populasi dan sampel, jadwal pengambilan data, variabel penelitian, teknik pengambilan data, instrumen penelitian, serta teknik pengujian instrumen. A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimental. Eksperimen itu sendiri adalah metode yang digunakan dalam sebuah penelitian di bawah kondisi buatan (artificial condition) di mana kondisi tersebut dibuat dan diatur oleh si peneliti (Sugiyono, 2007: 72). Tujuan utama penelitian eksperimen adalah untuk menguji dampak suatu perlakuan terhadap hasil penelitian yang dikontrol oleh faktor-faktor yang mempengaruhi hasil tersebut (Creswell, 2012: 216), sedangkan quasi eksperimental adalah penelitian yang memiliki kelompok kontrol tetapi tidak sepenuhnya berfungsi dalam mengontrol variabel yang berpengaruh terhadap pelaksanaaan eksperimen (Sugiyono, 2007: 77). Jenis penelitian quasi eksperimental dipilih karena dalam penelitian ini subjek tidak dipilih secara random tetapi subjek sudah secara alami berkelompok dalam kelas tertentu. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. B. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain nonequivalent control group design dimana terdapat dua kelompok yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penentuan kelas yang dijadikan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol 41

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 dilakukan secara acak. Kelompok eksperimen diberi treatment atau perlakuan yaitu pelaksanaan pembelajaran menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori yaitu kotak pecahan, sedangkan kelas kontrol tidak diberikan perlakuan penggunaan alat peraga matematika berbasis metode montessori. Kelompok ekperimen dan kelompok kontrol diberikan pre-test dan post-test. Pretest dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan awal atau prestasi belajar sebelum diberi perlakuan atau treatment, sedangkan post-test dilaksanakan untuk mengetahui prestasi belajar setelah diberikan perlakuan atau treatment. Gambaran mengenai rancangan nonequivalent control group design dapat dilihat pada gambar 3.1. Gambar 3.1 Rancangan penelitian (Sugiyono, 2007: 116) Keterangan : O1 : Pengukuran kemampuan awal kelompok eksperimen O2 : Pengukuran kemampuan akhir kelompok eksperimen X : Pemberian perlakuan O3 : Pengukuran kemampuan awal kelompok kontrol O4 : Pengukuran kemampuan akhir kelompok kontrol Penelitian ini diawali dengan pemberian pre-test di awal pertemuan pembelajaran materi kepada kedua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Penelitian ini juga diakhiri dengan pemberian post-test

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 pada kedua kelompok yaitu kontrol dan eksperimen. Pre-test dan post-test yang diberikan kepada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen merupakan soal yang sama. Pre-test diberikan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum diberi perlakuan dan post-test diberikan untuk mengetahui kemampuan akhir setelah diberi perlakuan. Hasil post-test juga digunakan untuk mengetahui seberapa besar efek penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori terhadap prestasi belajar siswa. Perbedaan prestasi belajar dapat dilihat melalui selisih perolehan hasil post-test dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok kontrol dalam penelitian ini adalah kelas IV A Sekolah Dasar Negeri Keceme 1 dan kelompok eksperimen dalam penelitian ini adalah kelas IV B Sekolah Dasar Negeri Keceme 1. Perlakuan yang diberikan kepada kelompok eksperimen ialah pembelajaran yang menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori berupa kotak pecahan. Penggunaan alat peraga kotak pecahan dalam pembelajaran dilakukan secara berkelompok. Siswa terbagi dalam lima kelompok sehingga setiap kelompok terdiri dari 5 siswa. Masing-masing kelompok mendapatkan satu alat peraga matematika berbasis metode Montessori yaitu kotak pecahan untuk digunakan bersama dalam proses pembelajaran. Kelompok kontrol tidak diberi perlakuan sehingga pelaksanaan pembelajaran berjalan seperti biasa tanpa menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. C. Setting Penelitian Pada setting penelitian terdapat penjelasan mengenai dua hal yaitu waktu dan tempat penelitian dilaksanakan.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. 44 Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama sepuluh bulan dimulai dari bulan September 2013 hingga Juni 2014. Jadwal penelitian dapat dilihat pada tabel 3.15. Proses pengambilan data dilaksanakan pada 22 Februari 2014 sampai 3 Maret 2014. Waktu tersebut sesuai dengan keputusan guru kelas IV yang mengampu bidang studi matematika baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Penelitian dilaksanakan selama tiga pertemuan atau enam jam pelajaran pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Pembelajaran pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dilakukan beriringan untuk mengurangi terjadinya bias. Jadwal pengambilan data dilaksanakan dengan rincian yang dapat dilihat pada tabel 3.1. Tabel 3.1. Jadwal Pengambilan Data Kelompok Eksperimen (IV B) Februari Pre-test Senin/Tanggal Sabtu/22 2014 Senin/24 2014 Februari Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Berpenyebut sama (Pertemuan I) Selasa/25 Februari Penjumlahan dan 2014 Pengurangan Pecahan Berbeda Penyebut (Pertemuan II) Rabu/26 Februari Penjumlahan dan 2014 Pengurangan Pecahan Berbeda Penyebut (Pertemuan III) Sabtu/1 Maret 2014 Post-test Senin /3 Maret 2014 Kelompok Kontrol (IV A) Pre-test Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Berpenyebut sama (Pertemuan I) Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Berbeda Penyebut (Pertemuan II) Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Berbeda Penyebut (Pertemuan III) Post-test

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Tabel 3.1. berisi mengenai jadwal pengambilan data. Pengambilan data dilakukan selama tiga pertemuan pada masing-masing kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Tabel jadwal tersebut memperlihatkan tentang waktu pengambilan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen cenderung dilakukan secara berurutan dan pada hari yang sama untuk meminimalkan terjadinya bias. Jumlah seluruh jam pelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 jam pelajaran atau lima pertemuan. Setiap pertemuan terdiri dari 2 jam pelajaran yang setiap jam pelajaran dilaksanakan selama 35 menit. Jumlah lima pertemuan tersebut terdiri dari dua kali pre-test, dua kali post-test, dan tiga kali pertemuan pembelajaran pada masing-masing kelompok. 2. Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Keceme 1 terletak di susun Keceme, kelurahan Caturharjo, kecamatan Sleman, kabupaten Sleman, provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan kode pos 55515. Sekolah Dasar Negeri Keceme terletak di kawasan pedesaan dan berada di pinggir jalan kelurahan. Sekolah ini merupakan sekolah dengan kelas paralel yang mempunyai dua kelas untuk setiap tingkat dari tingkat satu sampai enam sehingga jumlah seluruh kelas di sekolah ini adalah 12 kelas. D. Variabel Penelitian Variabel penelitian merupakan sesuatu atau atribut yang dapat diukur atau diobservasi berdasarkan suatu skala yang telah ditetapkan (Creswell, 2012: 76). Sugiyono (2006: 38) menyatakan bahwa variabel penelitian merupakan suatu

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 simpulan yang dirumuskan oleh peneliti mengenai suatu atribut, sifat, atau nilai yang dihasilkan oleh orang, objek, atau kegiatan yang mempunyai variasi. Penelitian ini memiliki empat variabel yaitu variabel bebas, variabel terikat, variabel kontrol, dan variabel moderator. 1. Variabel Bebas Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan alat peraga berbasis metode Montessori. Variabel bebas merupakan variabel yang menjadi penyebab perubahan atau mempengaruhi variabel terikat (Sugiyono, 2007: 39). Creswell (2012: 77) merumuskan variabel bebas sebagai variabel-variabel yang menyebabkan, mempengaruhi, dan memberi efek pada keluaran atau outcome. Penggunaan alat peraga berbasis metode Montessori akan mempengaruhi variabel terikat. Alat peraga yang digunakan merupakan alat peraga matematika pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan di kelas IV Sekolah Dasar Negeri Keceme 1. 2. Variabel Terikat Variabel terikat adalah keluaran atau outcome dari hasil pengaruh dari variabel bebas (Creswell, 2012: 77). Variabel terikat pada penelitian ini adalah prestasi belajar siswa pada bidang studi matematika pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan. Prestasi belajar matematika tersebut merupakan prestasi yang telah dipengaruhi oleh penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. 47 Variabel Kontrol Variabel selanjutnya adalah variabel kontrol. Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah guru dan waktu. Variabel kontrol merupakan variabel yang sengaja dikontrol oleh peneliti untuk menetralkan pengaruhnya (Sarwono, 2011: 36). Guru dalam penelitian ini dikontrol dengan cara mengkondisikan satu guru sebagai pengajar pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Guru yang mengajar pada kelompok eksperimen sama dengan guru yang mengajar pada kelompok kontrol. Guru tersebut adalah guru kelas IV A. Alasan pemilihan guru kelas A adalah karena guru kelas A dan kelas B sudah biasa saling menggantikan dalam mengajar apabila salah satu dari dua guru tersebut sedang melaksanakan tugas di luar sekolah atau tidak dapat memberikan pembelajaran sehingga baik siswa kelas A maupun B sudah terbiasa diajar oleh kedua guru tersebut. Jadi, walaupun yang mengajar matematika di kedua kelas A dan B ialah guru kelas A, kelas B sudah terbiasa. Variabel kontrol selanjutnya adalah waktu. Waktu pembelajaran yang diberikan pada kelompok kontrol sama dengan waktu pembelajaran yang diberikan pada kelompok eksperimen. Kedua kelompok yakni kelompok kontrol dan kelompok eksperimen mendapatkan pembelajaran dalam waktu lima kali pertemuan atau 10 jam pelajaran, tiga kali pertemuan untuk proses pembelajaran dan dua kali pertemuan untuk pre-test dan post-test di masing-masing kelompok. Waktu pelaksanaan dalam penelitian ini juga dibuat beriringan untuk meminimalisir terjadinya bias dalam penelitian. Waktu penelitian tidak memungkinkan untuk dilakukan secara bersamaan mengingat guru yang mengajar

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 adalah satu guru. Variabel kontrol harus dikontrol karena jika tidak dikontrol dapat mempengaruhi gejala yang sedang diteliti. 4. Variabel Moderator Variabel terakhir dalam penelitian ini adalah variabel moderator. Variabel moderator dalam penelitian ini adalah rerata skor pre-test (Bogardus, 2007). Variabel moderator merupakan variabel yang digunakan untuk menentukan adanya hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat (Sarwono, 2011: 35). Sarwono (2011: 35) mengungkapkan bahwa variabel moderator merupakan variabel bebas kedua yang sengaja peneliti pilih untuk mengetahui pengaruh terhadap hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat dengan adanya variabel moderator tersebut. Keberadaan variabel moderator dapat memperkuat hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat namun, jika variabel moderator tidak ada, maka tidak akan memberi pengaruh terhadap hubungan variabel bebas dan variabel terikat. E. Populasi dan Sampel Creswell (2012: 218) mengemukakan bahwa populasi adalah sekumpulan individu-individu yang diidentifikasi dan dijadikan pusat perhatian dengan tujuan memperoleh data atau informasi. Senada dengan penjelasan tersebut, Sugiyono (2006: 80) menjelaskan bahwa populasi meliputi seluruh karakteristik objek/subjek dalam kondisi tertentu yang sengaja dikondisikan oleh peneliti untuk diamati dan dipelajari sehingga dapat ditarik sebuah kesimpulan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di Sekolah Dasar Negeri Keceme 1 Sleman yang berjumlah 51 siswa.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sampel yang digunakan dalam penelitian diambil dari 49 populasi. Pengambilan ini dilakukan karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu sehingga tidak memungkinkan untuk peneliti untuk mempelajari atau melakukan penelitian terhadap seluruh populasi. Sampel menurut Sugiyono (2006: 81) adalah beberapa bagian dari populasi yang memiliki karakteristik tertentu yang telah ditentukan oleh peneliti. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas IV B yang berjumlah 25 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas IV A yang berjumlah 26 siswa sebagai kelompok kontrol. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah convenience random sampling. Convenience random sampling adalah teknik pengambilan sampel yang didasari oleh kemudahan (Sugiyono, 2010: 124). Teknik ini digunakan karena peneliti sekaligus melaksanakan Program Pelatihan Lapangan (PPL) di Sekolah Dasar Negeri Keceme 1. Teknik simple random sampling juga dilakukan dalam penelitian ini untuk menentukan kelas mana yang akan menjadi kelompok kontrol dan kelas yang menjadi kelompok eksperimen sehingga setiap kelas mempunyai kesempatan yang sama. Peneliti menentukan kelompok tersebut dengan cara mengundi dua kelas yaitu kelas IV A dan IV B. Undian merupakan cara yang dipilih oleh peneliti karena dengan cara ini setiap kelas memiliki peluang atau kemungkinan yang sama (Sugiyono, 2010: 120). Penelitian ini dilaksanakan bersama guru mitra yang merupakan pelaksana dalam proses pembelajaran. Peneliti membantu dalam pelaksanaan pembelajaran, melakukan dokumentasi, dan melakukan pengamatan/observasi jalannya proses pembelajaran baik pembelajaran di kelas ekperimen maupun kelas kontrol.

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI F. 50 Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan dua macam teknik pengumpulan data. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi dan observasi. 1. Dokumentasi Teknik pengumpulan data yang pertama dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang dilaksanakan dengan melakukan pemeriksaan terhadap dokumen yang memuat berbagai informasi tentang subjek penelitian (Sudijono, 2011: 90). Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dilaksanakan dengan tujuan untuk mendapatkan data mengenai hasil pre-test dan post-test siswa klas IV Sekolah Dasar Negeri Keceme 1. Dokumen ini dapat membuat peneliti mampu melihat perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga berbasis metode Montessori. 2. Observasi Teknik pengumpulan data selanjutnya adalah observasi. Peneliti dalam penelitian ini melakukan observasi dengan bantuan teman mitra. Observasi adalah salah satu teknik pengumpulan data dengan cara mengamati berbagai proses yang tidak terbatas pada orang tetapi juga objek-objek alam yang lainnya (Sugiyono, 2007: 145). Kusumah dan Dwitagama (2011: 66) juga menerangkan observasi sebagai proses di mana peneliti melihat situasi penelitian dengan tujuan untuk mengambil data penelitian. Proses pengambilan data tersebut dilakukan dengan pengamatan dan pendataan secara sistematis terhadap objek penelitian (Sudijono,

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 2011: 76). Observasi memiliki dua teknik dalam pelaksanaannya yaitu observasi secara langsung dan tidak langsung. Observasi langsung merupakan proses pengamatan secara langsung yang tidak menggunakan instrumen pengamatan oleh peneliti terhadap gejala-gejala yang akan diteliti. Proses dalam observasi tidak langsung menggunakan instrumen pengamatan (Masidjo, 2010: 59). Peneliti dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi tidak langsung sehingga menggunakan instrumen. Peneliti melakukan observasi dalam penelitian ini dengan tujuan untuk mengumpulkan data deskriptif dalam proses pembelajaran di kedua kelas. Hasil yang diperoleh dari kegiatan observasi dalam penelitian ini digunakan untuk memperkuat data saat melakukan pembahasan pada hasil penelitian. G. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian yang digunakan oleh peneliti ialah tes dan non tes. Instrumen penelitian jenis tes digunakan peneliti untuk mengukur prestasi belajar matematika siswa. Instrmen jenis non tes digunakan untuk mengetahui proses pembelajaran. 1. Tes Anastasi dalam Azwar (2011: 3) tes adalah suatu pengukuran yang dilakukan pada sampel secara objektif dan standar. Pengukuran tersebut dilaksanakan dalam bentuk pemberian tugas yang berupa pertanyaan-pertanyaan dengan hasil akhir berupa nilai yang melambangkan prestasi atau tingkah laku (Sudijono, 22011: 67). Peneliti dalam penelitian ini menggunakan tes untuk mengukur prestasi belajar matematika siswa dengan jenis tes tertulis. Tes tertulis

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 adalah jenis tes dimana pertanyaan dan jawabannya dilakukan secara tertulis (Sudijono, 2011: 75). Jenis tes tertulis yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah soal essai. Tes dilakukan untuk mengukur prestasi belajar matematika siswa. Peneliti menggunakan soal essai pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan karena dengan soal essai dapat diketahui langkah-langkah penyelesaian siswa dalam mengerjakan soal-soal tersebut sehingga tingkat pemahaman siswa terhadap materi penjumlahan dan pengurangan dapat diketahui pula. Peneliti membuat 32 item soal essai yang setelah diuji empiris diperoleh 23 item soal yang valid. Namun, item soal essai yang digunakan dalam penelitian hanyalah 10 soal. Hal ini dilakukan atas masukan guru yang mengampu matematika di kelas IV. Peneliti juga memperhitungkan waktu pengerjaan item soal essai tersebut harus selesai dalam dua jam pelajaran sehingga keputusan yang peneliti ambil adalah menggunakan 10 item soal essai untuk instrumen penelitian. Uji empiris dilakukan di kelas V. Alasan pemilihan kelas V adalah karena kelas V sudah pernah mendapatkan materi penjumlahan dan pengurangan pecahan. Materi tersebut merupakan materi yang digunakan dalam penelitian ini. Kisi-kisi soal tes dapat dilihat pada tabel tabel 3.2.

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 Tabel 3.2 Kisi-kisi Item Soal Pre-test dan Post-test Kisi-kisi Soal Tes Essai Bidang Studi : Matematika Kompetensi Dasar : 6.3. Menjumlahkan pecahan 6.4. Mengurangkan pecahan No. Indikator Nomor Soal Jumlah item 1 1. Menjelaskan penjumlahan pecahan yang 6 sama penyebutnya. 2. Menjelaskan pengurangan pecahan yang 11 1 berpenyebut sama. 3. Melakukan penjumlahan pecahan yang 19 1 sama penyebutnya. 4. Melakukan pengurangan pecahan yang 22 1 sama penyebutnya. 5. Menjelaskan konsep penjumlahan pecahan 4 1 yang berbeda penyebutnya. 6. Menjelaskan konsep pengurangan pecahan 8 1 yang berbeda penyebutnya. 7. Melakukan operasi penjumlahan pecahan 1 dan 17 2 yang berbeda penyebutnya. 8. Melakukan operasi pengurangan pecahan 32 dan 13 2 yang berbeda penyebutnya. Total 10 Tabel 3.2 menunjukkan kisi-kisi instrumen penelitian berupa item soal yang akan digunakan pada pre-test dan post-test. Pada tabel dapat dilihat item soal pre-test dan post-test memiliki delapan indikator. Indikator pertama sampai indikator keenam diwakili oleh masing-masing satu soal. Indikator ketujuh dan kedelapan diwakili oleh dua soal. 2. Non Tes Sudijono (2011: 76) mengemukakan bahwa non tes merupakan teknik pengukuran yang dilakukan dengan melaksanakan pengamatan, melakukan wawancara, menyebar angket, dan melakukan pemeriksaan terhadap dokumen

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 yang diperlukan. Instrumen non tes pada penelitian ini berupa perangkat pembelajaran dan lembar observasi sebagai instrumen untuk mendukung pembahasan hasil penelitian. Perangkat pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Perangkat pembelajaran tersebut dibuat untuk proses pembelajaran baik di kelompok eksperimen maupun di kelompok kontrol. Observasi dilaksanakan peneliti dengan menggunakan lembar observasi. Lembar observasi yang digunakan dalam penelitian dapat di lihat pada Tabel 3.3. Tabel 3.3 Lembar observasi proses pembelajaran di kelas (Panduan Pelatihan Lapangan PGSD USD, 2014) No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Tabel Aspek yang diamati Deskripsi Hasil Pengamatan Membuka pelajaran Penyajian materi Metode Pembelajaran Penggunaan bahasa dan waktu Aktivitas belajar siswa Pengelolaan Kelas Penggunaan Alat Peraga Cara menutup pelajaran Evaluasi 3.3 berisi tentang sembilan aspek yang diobservasi pada saat proses pembelajaran berlangsung. Sembilan aspek tersebut peneliti ambil dari panduan Program Pelatihan Lapangan yang telah divalidasi oleh para ahli. Hasil pengamatan ditulis dalam bentuk narasi. Hasil observasi ini yang nantikan akan digunakan sebagai dasar saat melakukan pembahasan pada hasil penelitian.

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI H. 55 Teknik Pengujian Instrumen Bagian ini membahas tentang teknik pengujian instrumen penelitian dan instrumen pembelajaran. Teknik pengujian instrumen meliputi menguji validitas, menguji reliabilitas, dan menghitung indeks kesukaran item soal beserta hasilnya. 1. Uji Validitas Validitas berasal dari kata validity yang berarti sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu instrumen pengukur apakah sudah sesuai dengan fungsi ukurnya (Azwar, 2010: 173). “Validitas merupakan suatu konsep mengenai telah sejauh manakah tes telah mengukur apa yang seharusnya diukur” (Surapranata, 2004: 50). Karena itu, validitas dapat memeriksa ketepatan fungsi alat yang akan digunakan dalam penelitian. Instrumen yang diuji validitasnya adalah instrumen penelitian yang berupa soal tes prestasi, lembar observasi merupakan instrumen penelitian namun tidak diuji validitas karena merupakan instrumen tambahan yang peneliti dapatkan dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma dalam panduan Pelaksanaan Pelatihan Lapangan (PPL). Uji validitas juga dilaksanakan pada instrumen pembelajaran yang berupa silabus dan RPP. Peneliti dalam penelitian ini menggunakan tiga validitas yaitu validitas isi, validitas permukaan, dan validitas konstruk. a. Validitas Isi Validitas isi sering disebut juga sebagai validitas kurikulum. Validitas isi dapat diartikan validnya alat ukur tergantung pada kesesuaiannya terhadap kurikulum yang hendak diukur. Kurikulum di sini meliputi bahan ajar dan tujuan instruksional dari materi atau pembelajaran (Masidjo, 2010: 243). Peneliti dalam

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 penelitian ini melaksanakan uji validitas isi pada instrumen penelitian berupa soal pre-test dan post-test serta instrumen pembelajaran yang berupa silabus dan RPP. Validitas ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian instrumen pembelajaran dan item pre-test serta post-test yang disusun peneliti dengan isi kurikulum yang hendak diukur. Pada validitas isi, peneliti melakukan validasi instrumen penelitian dan instrumen pembelajaran terhadap ahli (expert judgment) yaitu guru kelas dan dosen yang ahli dalam bidang studi matematika supaya instrumen pembelajaran yang digunakan dalam penelitian dapat dipertanggung jawabkan kelayakannya. Peneliti memilih guru kelas sebagai validator pertama karena beliau merupakan seorang guru yang sudah sangat berpengalaman dalam mengajar sehingga dapat memahami susunan kegiatan dan rancangan pembelajaran yang sesuai dengan siswa dan materi dengan baik. Peneliti juga memilih dosen matematika sebagai validator kedua karena beliau merupakan ahli di bidang matematika sehingga memahami materi penjumlahan dan pengurangan pecahan. Penilaian instrumen pembelajaran dan item pre-test dan post-test tersebut menggunakan tabel penilaian dengan skala Likert yakni 1 sampai 5. Skala 1 berarti sangat tidak baik dan 5 berarti sangat baik. Peneliti sengaja tidak mengadakan skor 3 karena skor 3 sulit untuk dikategorikan. Dua ahli yang melakukan validasi memberikan skor pada masing-masing kolom yang tersedia dan memberikan komentarnya. Hasil rata-rata dan komentar dari kedua ahli, peneliti gunakan sebagai dasar instrumen mana saja yang akan diperbaiki untuk langkah uji validasi lebih lanjut. Tabel 3.4 merupakan kriteria yang peneliti buat untuk menentukan adanya revisi atau tidak pada suatu instrumen yang divalidasi.

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Tabel 3.4 Kriteria hasil validitas isi Rata-rata kuantitatif ≥3,5 ≥3,5 <3,5 <3,5 Tabel 3.4 menunjukkan Komentar Keterangan Positif Tidak revisi Negatif Revisi Positif Revisi Negatif Revisi bahwa apabila rata-rata skor hasil validasi yang diberikan ahli pada setiap komponen penilaian lebih dari 3,5 dengan komentar yang positif maka peneliti tidak melakukan revisi pada komponen instrumen tersebut. Revisi akan dilakukan apabila hasil rata-rata skor hasil validasi di atas 3,5 namun komentarnya negatif atau rata-rata kurang dari 3,5 dan komentar positif, atau rata-rata skor kurang dari 3,5 dan komentar negatif. Kriteria pada Tabel 3.4 berlaku untuk validitas isi instrumen perangkat pembelajaran maupun pada instrumen soal tes prestasi. Penilaian instrumen perangkat pembelajaran yang pertama adalah silabus. Hasil penilaian silabus oleh expert jugdment dapat dilihat pada tabel 3.5. Tabel 3.5 Hasil Penilaian Silabus Item Validator Validator1 (Guru) Validator2 (Dosen) Rata-rata Keterangan 1 2 3 4 5 6 7 Rata-rata 2 5 4 4 4 4 4 3,86 5 4 4 5 4 5 4 4,43 3,5 4,5 4 4,5 4 4,5 Revisi Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak revisi revisi revisi revisi revisi Tabel 3.5 menunjukkan hasil penilaian silabus oleh expert 4 4,15 Tidak revisi judgement. Peneliti sengaja menentukan nilai rata-rata terendah 3,5 untuk masing-masing item. Hal ini dikarenakan peneliti ingin meningkatkan standar valid masing-masing item. Apabila rata-rata item kurang dari 3,5 maka item tersebut akan direvisi. Pada

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 penilaian silabus oleh expert jugdment yang ditampilkan pada tabel 3.5, validator 1 yang memberikan skor 2 pada item nomor 1 yaitu mengenai kelengkapan komponen silabus. Validator 1 memberikan komentar pada kolom komentar yang berbunyi “Kurang nilai PBKB” (lampiran 5 pada instrumen silabus dalam kolom komentar pada komponen penilaian nomor 1). Peneliti melakukan revisi atau perbaikan berupa penambahan nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa (PBKB) dalam silabus yaitu sikap mandiri dan tanggung jawab. Penambahan nilai PBKB dalam silabus (lampiran 6 instrumen silabus pada kolom nilai PBKB). Penilaian selanjutnya adalah penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Penilaian ini juga dilakukan oleh expert judgement. Hasil penilaian RPP oleh expert judgement dapat dilihat pada tabel 3.6. Tabel 3.6 Hasil Penilaian RPP Item Validator Validator1 (Guru) Validator2 (Dosen) Rata-rata Keterangan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Ratarata 4 5 4 4 4 4 4 4 5 5 4,3 4 4 5 4 4 5 4 4 4 4 4,2 4 R 4,5 R 4,5 TR 4 TR 4 TR 4,5 TR 4 TR 4 TR 4,5 TR 4,5 TR 4,25 Tabel 3.6 menunjukkan hasil penilaian RPP yang dilakukan oleh expert judgement. Hasil penilaian masing-masing item telah berada di atas 3,5. Namun, peneliti melakukan revisi karena validator pertama menuliskan saran pada kolom komentar berupa “Kurang nilai PBKB” komentar yang sama dengan silabus (lampiran 5 pada instrumen RPP kolom komentar pada komponen penilaian nomor 1 dan pada kolom komentar umum). Revisi pertama dilakukan dengan menambahkan nilai PBKB berupa mandiri dan bertanggung jawab (lampiran 6).

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 Revisi yang kedua dilakukan peneliti dengan memperhatikan saran dari validator 2 yang tertera dalam kolom komentar yang berbunyi “Perlu adanya ringkasan materi ajar” (lampiran 5 kolom komentar instrumen RPP pada komponen penilaian nomor 1 yaitu kelengkapan komponen). Hasil revisi RPP yakni penambahan nilai PBKB dan ringkasan materi (lampiran 6 instrumen RPP). Penilaian yang terakhir yang dilakukan dalam validitas isi adalah penilaian instrumen penelitian. Instrumen penelitian tersebut berupa item tes evaluasi yang akan diujicobakan. Hasil penilaian instrumen penelitian oleh expert judgement dapat dilihat pada tabel 3.7. Tabel 3.7 Hasil Penilaian Instrumen Penelitian Item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Ratarata Validator Validator1 5 5 5 5 4 4 4 4 5 5 5 4 4,58 (Guru) Validator2 2 4 4 5 5 5 4 4 5 5 5 4 4,33 (Dosen) Rata-rata 3,5 4,5 4,5 5 4,5 4,5 4 4 5 5 5 4 4,46 Keterangan Revisi TR TR TR TR TR TR TR TR TR TR TR Tabel 3.7 menunjukkan hasil penilaian instrumen penelitian oleh expert judgement. Rata-rata hasil penilaian dari masing-masing item menunjukkan ratarata sama dengan dan di atas 3,5. Namun peneliti melakukan revisi pada item 1. Revisi dilakukan karena validator 2 memberikan saran untuk mengganti rumusan dua indikator. Saran tersebut dituliskan validator dalam kolom komentar yang berbunyi “Indikator dengan kata memahami perlu direvisi menjadi kata kerja konkrit” (lampiran 5 kolom komentar komponen penilaian yang pertama pada

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 lembar penilaian instrumen tes). Hasil revisi pada item tersebut dapat dilihat pada tabel 3.8. Tabel 3.8. Hasil Revisi Item 1 Komponen Kesesuaian antara standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator. Indikator sebelum revisi Memahami penjumlahan pecahan yang sama penyebutnya. Memahami penjumlahan pecahan yang berbeda penyebutnya. Indikator sesudah revisi Menjelaskan penjumlahan pecahan yang sama penyebutnya. Menjelaskan penjumlahan pecahan yang berbeda penyebutnya. Tabel 3.8 menunjukkan bahwa peneliti melakukan revisi terhadap rumusan indikator. Indikator sebelum direvisi menggunakan kata kerja yang tidak dapat diukur yakni “memahami”, sedangkan setelah direvisi rumuan indikator menggunakan kata kerja yang dapat diukur yaitu “menjelaskan” (lampiran 6). Hasil nilai rata-rata penilaian masing-masing item berdasarkan hasil penilaian instrumen pembelajaran dan instrumen penelitian yang telah dilakukan lebih besar dari 3,5. b. Validitas Permukaan Validitas permukaan dilakukan untuk menilai sisi muka atau penampilan instrumen yang akan divalidasi. Penentuan apakah instrumen tersbut valid atau tidak hanya melalui pengamatan sederhana sehingga tidak memerlukan penilaian yang mendalam (Arifin, 2009: 248). Pada penelitian ini dilakukan validitas permukaan terhadap soal evaluasi matematika pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan yang selanjutnya akan diuji secara empiris dan instrumen pembelajaran yakni RPP dan silabus. Instrumen penelitian berupa soal evaluasi

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 diujikan kepada guru dan siswa, sedangkan RPP dan silabus diujikan kepada guru saja. Validitas permukaan soal evaluasi terhadap siswa dilakukan pada tiga siswa kelas V dengan taraf kemampuan (sedang, rendah, dan tinggi) dan guru. Validasi permukaan terhadap soal evaluasi dilakukan dengan menanyakan pemahaman konten bahasa yang termuat dalam soal evaluasi dan kejelasan gambar yang tertera dalam soal evaluasi, sedangkan validasi permukaan terhadap RPP dan silabus dilakukan dengan menanyakan pemahaman konten bahasa dan pemilihan kata. Proses tersebut dilakukan dengan memberikan lembar pertanyaan kepada siswa dan guru yang dijawab pada kolom jawaban. Hasil validasi permukaan terhadap soal evaluasi adalah peneliti mengganti satu item soal yakni nomor 1 karena dua dari tiga siswa mengaku kurang mengerti dengan perintah soal dan atas masukan guru yang menyebutkan bahwa perintah item soal tersebut kurang jelas (lampiran 8). Hasil validitas permukaan terhadap instrumen pembelajaran berupa RPP dan silabus adalah menurut guru sebagai validator mengungkapkan bahwa konten bahasa yang terdapat pada RPP dan silabus sudah sesuai (lampiran 8). Pemilihan kata dan susunannya pada RPP dan silabus menurut guru sudah bagus dan dapat terbaca. Peneliti tidak melakukan revisi atau perbaikan terhadap instrumen pembelajaran yang berupa RPP dan silabus. Hal ini dikarenakan hasil validasi permukaan terhadap silabus dan RPP menunjukkan bahwa RPP dan silabus sudah sesuai dan layak untuk digunakan sebagai instrumen pembelajaran dalam penelitian. Rincian revisi yang dilakukan peneliti terhadap item nomor 1 dapat dilihat pada tabel 3.9.

(79) 62 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.9 Hasil revisi sebelum dan setelah validasi permukaan Indikator Melakukan operasi penjumlahan pecahan yang berbeda penyebutnya. Instrumen sebelum revisi + Instrumen sesudah revisi Isilah titik-titik di bawah ini sesuai dengan gambar! + = ... = ... Tabel 3.9 merupakan hasil validasi permukaan yang peneliti lakukan. Revisi dilakukan terhadap item soal nomor 1. Sebelum dilakukan revisi, item soal nomor 1 tersebut belum diberi perintah pengerjaan, hanya gambar saja sehingga siswa belum bisa memahami maksud soalnya (lampiran 5 item soal nomor 1). Revisi dilakukan dengan menambahkan kalimat perintah yang berbunyi “Isilah titik-titik di bawah ini sesuai dengan gambar!” supaya perintah soal jelas dan siswa yang mengerjakannya juga mengerti maksudnya (lampiran 8). c. Validitas Konstruk Validitas yang selanjutnya adalah validitas konstruk. Validitas konstruk mengandung arti bahwa validnya suatu alat ukur bergantung pada konstruksi teoritik dimana tes tersebut dibuat. Apabila alat ukur telah sesuai dengan konstruksi teoritik maka alat ukur tersebut akan valid. Kesesuaian konstruksi teoritik yang dimaksud di sini adalah kesesuaian alat ukur dengan standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pembelajaran (Masidjo, 2010: 244). Validitas konstruk dalam penelitian ini dilakukan dengan cara uji empiris. Peneliti

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 melakukan validasi terhadap item pre-test dan post-test yang diuji cobakan pada siswa kelas V yang berjumlah 39 siswa yang pernah mendapatkan materi yang akan disampaikan dalam penelitian yaitu penjumlahan dan pengurangan pecahan. Kisi-kisi soal uji validitas empiris dapat dilihat pada tabel 3.10. Tabel 3.10 Kisi-kisi Soal Uji Validitas Empiris No. 1. 2. Indikator Menjelaskan penjumlahan pecahan yang sama penyebutnya. Menjelaskan pengurangan pecahan yang berpenyebut sama. 3. Jumlah Item 4 Nomor Soal 3, 6, 15, dan 16 4 10, 11, 12, dan 13 18, 19, 27, dan 31 20, 21, 22, dan 23 2, 3, 4, dan 5 12,5% 4 7, 8, 9, dan 14 12,5% 4 1, 17, 25, dan 28 12,5% 4 26, 30, 32 12,5% Melakukan penjumlahan pecahan yang sama penyebutnya. 4. Melakukan pengurangan pecahan yang sama penyebutnya. 5. Menjelaskan konsep penjumlahan pecahan yang berbeda penyebutnya. 6. Menjelaskan konsep pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya. 7. Melakukan operasi penjumlahan pecahan yang berbeda penyebutnya. 8. Melakukan operasi pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya. Total Tabel 3.10 menunjukkan rincian kisi-kisi 4 4 4 29, dan Bobot 12,5% 12,5% 12,5% 12,5% 32 100% item soal yang diuji empiris. Bentuk soal yang peneliti gunakan adalah essai. Hasil uji coba dianalisis menggunakan product moment karena item soal merupakan item soal berjenis essai. Rumus product moment dapat dilihat pada gambar 3.2 (Kasmadi & Sunariah, 2013: 79).

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 rxy= Gambar 3.2. Rumus Product Moment (Kasmadi & Sunariah, 2013: 79) Keterangan: rxy = koefisien validitas X = skor butir soal Y = skor total n = banyaknya responden Peneliti menggunakan program Microsoft Exel dan SPSS Statistics 20 dengan tujuan agar lebih efektif dan mengurangi kesalahan dalam perhitungan. Perhitungan menggunakan analisis product moment menggunakan program SPSS Statistics 20 dengan rumus Pearson Correlation. Item pre-test dan post-test yang dianalisis berupa tes berjumlah 32 soal essai pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan pada bidang studi matematika yang telah diuji cobakan secara empiris di kelas V yang berjumlah 39 siswa. Alasan memilih kelas V dalam uji empiris adalah karena kelas V sudah pernah mendapatkan materi penjumlahan dan pengurangan pecahan sebelumnya. Hasil perhitungan program SPSS Statistic 20 (lampiran 11). Tabel output validitas empiris pada lampiran 11 menunjukkan dari 32 item soal terdapat 23 item soal yang valid dengan item yang bertanda bintang satu (*) dan dua (**). Tanda bintang yang berjumlah satu (*) berarti soal valid pada taraf signifikansi 5% dan tanda bintang berjumlah dua ( **) memiliki arti bahwa soal

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 valid pada taraf signifikansi 1%. Cara lain untuk mengetahui valid atau tidaknya item yaitu dengan membandingkan r hitung dan r tabel. Suatu instrumen dikatakan valid jika r hitung lebih besar dari r tabel dan berlaku sebaliknya. Masidjo (2006) menyebutkan r tabel untuk jumlah siswa sebanyak 39 adalah 0,316. Hasil perbandingan r tabel dan r hitung dapat dilihat pada tabel 3.11. Tabel 3.11 Perbandingan r hitung dan r tabel No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Variabel Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 Item 5 Item 6 Item 7 Item 8 Item 9 Item 10 Item 11 Item 12 Item 13 Item 14 Item 15 Item 16 Item 17 Item 18 Item 19 Item 20 Item 21 Item 22 Item 23 Item 24 Item 25 Item 26 Item 27 Item 28 Item 29 Item 30 Item 31 Item 32 r tabel 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 0,316 r hitung 0,279 0,097 0,268 0,333 0,253 0,385 0,464 0,386 0,357 0,162 0,438 0,352 0,377 0,364 0,304 0,303 0,431 0,160 0,355 0,554 0,345 0,482 0,527 0,730 0,735 0,727 0,634 0,504 0,682 0,100 0,513 0,412 Keterangan Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 Pada tabel 3.11 dapat diketahui bahwa hasil uji empiris 32 item soal essai didapat 23 item yang valid yaitu item nomor 2, 4, 6, 7, 8, 9, 11, 12, 13, 14, 17, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, dan 31. Peneliti hanya menggunakan 10 item essai dalam penelitian yang mewakili delapan indikator yang telah dirumuskan sebelumnya dan dapat dilihat pada tabel 3.10. Peneliti mengambil 10 item soal essai untuk instrumen penelitian karena masukan guru yang mengampu matematika di kelas IV. Peneliti juga memperhitungkan waktu pengerjaan item soal essai tersebut harus selesai dalam satu sampai dua jam pelajaran sehingga keputusan yang peneliti ambil adalah menggunakan 10 item soal essai untuk instrumen penelitian. Item tersebut adalah item nomor 4, 6, 8, 11, 13, 14, 17, 19, 22, dan 32 (item yang valid diberi tanda). Tabel rincian mengenai gambaran soal mana saja yang digunakan sebagai instrumen penelitian tes oleh peneliti dapat dilihat pada tabel 3.12. Tabel 3.12 Rincian soal yang valid dan soal yang digunakan No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Indikator Menjelaskan penjumlahan pecahan yang sama penyebutnya. Menjelaskan pengurangan pecahan yang berpenyebut sama. Melakukan penjumlahan pecahan yang sama penyebutnya. Melakukan pengurangan pecahan yang sama penyebutnya. Menjelaskan konsep penjumlahan pecahan yang berbeda penyebutnya. Menjelaskan konsep pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya. Melakukan operasi penjumlahan pecahan yang berbeda penyebutnya. Melakukan operasi pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya. Jumlah Nomor Soal yang Valid 3, 6, 15, dan 16 Nomor Soal Yang Digunakan 1 10, 11, 12, dan 13 2 18, 19, 27, dan 31 3 20, 21, 22, dan 23 4 2, 3, 4, dan 5 5 7, 8, 9, dan 14 6 1, 17, 25, dan 28 7 dan 8 26, 29, 30, dan 32 9 dan 10 23 10

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 Tabel 3.12 menunjukkan perubahan item soal instrumen penelitian yang digunakan oleh peneliti yang didapat dari validasi konstruk. Perubahan terjadi dari 23 item soal yang valid menjadi 10 item soal yang siap digunakan. Perubahan ini dilakukan dengan mempertimbangkan indikator, seluruh indikator dapat terwakilkan. Indikator pertama sampai keenam terwakili oleh masing-masing satu soal dan indikator ketujuh serta kedelapan masing-masing terwakili oleh dua soal. Selain itu, peneliti juga melakukan konsultasi terhadap guru dalam menentukan item soal yang digunakan sebagai instrumen penelitian. Kesimpulan yang didapat berdasarkan hasil dari ketiga validasi tersebut adalah instrumen pembelajaran dan item soal pre-test dan post-test yang disusun oleh peneliti telah valid dan layak digunakan pada pembelajaran matematika pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan. 2. Reliabilitas Reliabilitas berasal dari kata reliability yang berarti keandalan atau keajegan alat ukur. Alat ukur yang memiliki reliabilitas tinggi maka akan menghasilkan data yang reliabel. Konsep reliabilitas adalah sejauhmana alat ukur dapat dipercaya untuk digunakan dalam pengukuran (Masidjo, 2006: 233). Secara empirik tinggi rendahnya suatu reliabilitas ditunjukkan oleh suatu angka yang disebut koefisien relibilitas yang dinyatakan dalam bilangan koefisien antara -1,00 sampai 1,00. Walaupun koefisien relasi dapat bertanda positif atau negatif, namun dalam reliabilitas koefisien yang besarnya kurang dari nol atau bahkan mendekati nol tidak ada artinya karena interpretasi reliabilitas selalu mengacu pada koefisien

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 yang positif (Azwar, 2010: 180-184). Masidjo (2006: 209) mengklasifikasikan koefisien reliabilitas yang dapat dilihat pada tabel 3.13. Tabel 3.13 Klasifikasi Koefisien Reliabilitas Masidjo (2006: 209) Koefisien Korelasi Kualifikasi 0,91 – 1,00 Sangat Tinggi 0,71 – 0,90 Tinggi 0,41 – 0,70 Cukup 0,21 – 0,40 Rendah negatif – 0,20 Sangat Rendah Peneliti dalam penelitian ini melakukan uji reliabilitas terhadap 10 item soal essai pre-test dan post-test yang valid. Penghitungan instrumen item soal essai pre-test dan post-test yang menggunakan SPSS Statistics 20 dengan rumus Alpha Cronbach dapat dilihat pada gambar 3.3. a k k 1 1 s 2j s x2 Gambar 3.3 Rumus Alpha Cronbach (Azwar, 2007: 78) Keterangan: a : koefisiensi Alpha k : banyaknya butir soal sj2 : variasi butir soal psx2 : variansi skor tes Hasil perhitungan reliabilitas dapat dilihat pada tabel 3.14.

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Tabel 3.14 Hasil perhitungan reliabilitas item soal pre-test dan post-test Reliability Statistics Cronbach's Cronbach's Alpha Alpha Based on N of Items Standardized Items .774 .779 10 Tabel 3.14 menunjukkan hasil perhitungan reliabilitas 10 item soal essai dengan hasil 0,774. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa 10 item soal tersebut memiliki kualifikasi tinggi karena masuk pada rentan koefisien korelasi 0,771-0,90 sehingga layak digunakan sebagai instrumen pengumpul data dalam penelitian. Hasil output penghitungan SPSS secara rinci dapat dilihat pada lampiran 12. I. Taraf Kesukaran Taraf kesukaran suatu item dinyatakan dalam suatu bilangan indeks yang disebut sebagai indeks kesukaran (IK). Indeks kesukaran (IK) dapat diketahui melalui jumlah siswa yang dapat menjawab dengan benar suatu item tersebut. Indeks Kesukaran (IK) dapat diperoleh dengan cara menghitung perbandingan antara jawaban benar yang diperoleh dengan jawaban benar yang seharusnya diperoleh dari suatu item. Untuk menghitung IK setiap item soal digunakan rumus sebagai berikut (Masidjo, 2006: 189). Rumus untuk menghitung indeks kesukaran dapat dilihat pada gambar 3.4. Gambar 3.4 Rumus Indeks Kesukaran (Masidjo, 2006: 189) Keterangan rumus:

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI IK = Indeks kesukaran B = Jumlah jawaban benar yang diperoleh siswa dari suatu 70 item N = Kelompok siswa Skor maksimal = Besarnya skor yang dituntut oleh suatu jawaban benar dari suatu item N x skor maksimal = Jumlah jawaban benar yang seharusnya diperoleh siswa dari suatu item Besarnya IK berkisar antara 0,00 sampai dengan 1,00. Apabila IK suatu item sebesar 0,00 artinya tidak seorang pun siswa yang dapat menjawab item tersebut dengan benar. Namun apabila IK suatu item sebesar 1,00 maka seluruh siswa mampu menjawab item tersebut dengan benar sehingga item tersebut dikatakan mudah sekali (Masidjo, 2006: 189). Setelah diperoleh indeks kesukaran (IK) dari masing-masing item maka, peneliti dapat menggolongkan taraf kesukaran masing-masing item dengan kategori yang telah ditetapkan. Kategorikategori taraf kesukaran item tersebut dapat dilihat pada tabel 3.15. Tabel 3.15 Kualifikasi Indeks Kesukaran (Masidjo, 2006: 189) IK-IK Kualifikasi IK 0,81 – 1,00 Mudah Sekali (MS) 0,61 – 0,80 Mudah (Md) 0,41 – 0,60 Cukup (C) 0,21 – 0,59 Sukar (Sk) 0,00 – 0,20 Sukar Sekali (SS) Tabel 3.15 memperlihatkan rentang indeks kesukaran adalah 0,00-1,00. Indeks tersebut terbagi menjadi lima kualifikasi yaitu mudah sekali, mudah,

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 cukup, sukar, dan sukar sekali. Penelitian ini menggunakan 10 item soal essai yang dihitung indeks kesukaran (IK) untuk setiap item yang benar dijawab oleh siswa setelah diujicobakan kepada siswa dengan rumus yang telah tersedia. Setelah itu, perolehan IK dari masing-masing item yang benar akan dikualifikasikan sesuai dengan kualifikasi IK pada tabel 3.15. Hasil perhitungan IK pada masing-masing soal dapat dilihat pada tabel 3.16. Tabel 3.16 Hasil perhitungan IK Nomor Item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Tabel 3.16 menunjukkan IK Kualifikasi 0,506 Cukup 0,718 Mudah 0,500 Cukup 0,750 Mudah 0,731 Mudah 0,583 Cukup 0,628 Mudah 0,724 Mudah 0,712 Mudah 0,526 Cukup bahwa semua item soal essai yang akan digunakan sebagai instrumen penelitian memiliki taraf kesukaran (IK) dengan kualifikasi cukup dan mudah. Soal yang bertaraf kesukaran cukup adalah soal bernomor 1, 3, 6, dan 10. Soal yang bertaraf kesukaran mudah adalah soal bernomor 2, 4, 5, 7, 8, dan 9. J. Prosedur Analisis Data Prosedur analisis data pada penelitian ini yaitu merumuskan null hypothesis, mengorganisasi data, menentukan taraf signifikansi, menguji normalitas,

(89) 72 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI homogenitas, dan t-test skor pre-test, menguji prasyarat analisis, menguji hipotesis, menguji besar efek dan menguji signifikansi selisih. 1. Merumuskan Null Hypothesis Prosedur analisis data pada penelitian ini dimulai dengan merumuskan null hypothesis yang sesuai dengan rumusan masalah penelitian. Rumusan masalah penelitian ini adalah “apakah ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode montessori?”. Hipotesis pada penelitian berdasarkan rumusan masalah tersebut adalah: Null hypothesis : Tidak ada perbedaan antara rerata skor post-test kelompok kontrol dan rerata skor post-test kelompok eksperimen ( 0 atau 1 = 1 - 2 = 2). Alternative hypothesis : Ada perbedaan antara rerata skor post-test kelompok kontrol dan rerata skor post-test kelompok eksperimen ( 0 atau 1 1 - 2 2). Kajian teori menunjukkan adanya kecenderungan terhadap salah satu hasil atau direksional, namun, banyak jurnal yang tetap menggunakan taraf signifikansi dua pihak walaupun direksional (Johnson dan Christensen, 2008) sehingga hipotesis pada penelitian menggunakan hipotesis dua pihak (2-tailed). 2. Mengorganisasi Data (Data Management) Pengorganisasian data dilakukan dengan tujuan agar data penelitian yang diolah dan dihasilkan merupakan data yang benar-benar telah disaring atau sekecil mungkin terdapat bias data. Pengelolaan data dalam penelitian ini dilakukan

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 dalam empat tahapan. Tahapan-tahapan pengelolaan data tersebut adalah coding, editing, entry, dan cleaning (Irraosi, 2006). a. Data Coding Data Coding dalam penelitian ini dilakukan untuk mengkode data-data untuk memudahkan peneliti dalam memasukkan dan mengolah data tersebut. Data yang dikenai proses coding antara lain nama siswa pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen dengan kode-kode huruf sesuai namanya (FIA, NAS, AUL, IGL, AND, dan seterusnya), nama-nama validator (validator1 dan validator2), dan memberikan kode skor pada saat melakukan koreksi atau penilaian data hasil pre-test dan post-test di kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen (skor 1-4 pada masing-masing item jawaban siswa). Penelitian ini menggunakan instrumen berupa item essai untuk pre-test dan post-test di kedua kelompok, kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sehingga proses coding diperlukan dalam memberikan skor masing-masing item mengacu pada pedoman penskoran. b. Data Editing Proses editing dalam penelitian ini dilakukan setelah proses pengkodean atau coding selesai dilakukan. Proses ini dilakukan dengan tujuan untuk memudahkan proses entri data dan pengecekan apabila dibutuhkan di lain hari. Pada penelitian ini, proses editing dilakukan dengan mengecek berapa siswa yang tidak masuk sekolah saat pre-test dan post-test, berapa siswa yang tidak menjawab soal pre-test dan post-test, melihat kelengkapan jawaban siswa apakah terjawab semua atau tidak, dan memeriksa jawaban siswa apakah ada yang sama pada

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 keseluruhan tes atau tidak. Hasil dari data editing adalah semua siswa baik kelompok kontrol dan kelompok eksperimen mengikuti dan mengerjakan pre-test dan post-test. Hasil selanjutnya adalah 100% lembar jawaban siswa lengkap dan diisi semua, tidak ditemui dua atau lebih jawaban siswa yang sama persis (identik). c. Data entry Data entry merupakan proses memasukkan data yang telah diberi kode (coding) dan tela melalui proses editing. Pada penelitian ini, peneliti melakukan entri data skor hasil pre-test dan hasil post-test. Data yang berupa skor tersebut dientry dalam program Microsoft Exel untuk kemudian dianalisis menggunakan Statistical Product and Service Solutions (SPSS) 20. d. Data Cleaning Cleaning merupakan salah satu proses dalam pengorganisasian data. Cleaning dilakukan untuk “membersihkan” data apabila terdapat data yang seharusnya tidak digunakan misalnya dengan menghapus data skor siswa yang hanya masuk sekolah saat pre-test atau post-test saja dan melihat kembali apakah terdapat jawaban siswa yang jauh keluar dari konten atau terdapat skor jawaban siswa yang jumlahnya melebihi skor maksimal yang sudah ditentukan. Hasil dari data cleaning pada penelitian ini adalah tidak ada data yang dihapus dan tidak ditemukan adanya data ekstrim (outliers). 3. Menentukan Taraf Signifikansi Taraf signifikansi menunjukkan peluang kesalahan yang ditetapkan oleh peneliti dalam mengambil keputusan untuk menolak atau menerima hipotesis nol

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 (Field, 2009: 252). Penelitian ini menggunakan taraf signifikansi 0,05 yang berarti peneliti mentolerir kesalahan sebesar 5%. Taraf signifikansi juga disebut sebagai tingkat kekeliruan yang dilakukan oleh peneliti yang disebabkan oleh adanya kemungkinan kesalahan dalam pengambilan sampel yang banyak digunakan dalam penelitian ilmu sosial humaniora (Sugiyono, 2010: 211). Taraf signifikansi ditetapkan dengan uji dua pihak (2-tailed). Alasan menggunakan uji dua pihak (2tailed) karena walaupun direksional namun banyak jurnal yang tetap menggunakan taraf signifikansi dua pihak (Johnson dan Christensen, 2008: 505). 4. Menguji Skor Pre-test a. Menguji normalitas skor pre-test Pengujian normalitas dilakukan untuk mengetahui normal tidaknya distribusi data (Sugiyono, 2010: 75). Uji normalitas skor pre-test dalam penelitian ini menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov. Teknik Kolmogorov-Smirnov digunakan dalam penelitian ini tentu dengan tujuan untuk mengetahui normal atau tidaknya distribusi dalam data pre-test. Rumus uji Kolmogorov Smirnov menurut Sugiyono (2008: 156) dapat dilihat pada gambar 3.5. Gambar 3.5 Rumus Uji Kolmogorov Smirnov (Sugiyono, 2008: 156) D = maksimum[Sn1 (X) – Sn2 (X)] Hipotesis untuk uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov Smirnov sebagai berikut: Ho: sebaran data tidak sesuai dengan curve normal atau data tidak normal. Ha : sebaran data sesuai dengan curve normal atau data normal.

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 Kriteria pengambilan keputusan 1) Jika harga Sig.(2-tailed) > 0.05, maka Ho ditolak dan Ha gagal ditolak, artinya data skor pre-test terdistribusi normal. 2) Jika harga Sig. (2-tailed) < 0.05, maka Ho gagal ditolak dan Ha ditolak, artinya data skor pre-test tidak terdistribusi normal. Pengujian normalitas skor pre-test juga dilakukan dengan visualisasi kriteria P-P plot. P-P plot merupakan singkatan dari probability-probability plot. Grafik plot menunjukkan normal atau tidaknya distribusi data (Field, 2009: 134). Uji normalitas menggunakan visualisasi P-P plot berupa grafik yaitu dengan melihat penyebaran data pada garis diagonal pada grafik normal P-P plot. Kriteria pengambilan keputusan uji normalitas skor pre-test menggunakan visualisasi P-P plot adalah 1) Jika titik-titik data pada grafik P-P plot berada atau mendekati garis diagonal yang ideal, artinya data skor pre-test normal. 2) Jika titik-titik data pada grafik P-P plot tidak berada atau menjauhi garis diagonal yang ideal, artinya data skor pre-test tidak normal. b. Menguji homogenitas skor pre-test Uji homogenitas dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesamaan level prestasi dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Jika kedua kelompok homogen, maka dilanjutkan ke langkah tujuh yaitu uji prasyarat analisis. Jika kedua kelompok tidak homogen, maka rumusan masalah dicari dengan melakukan analisis selisih skor pre-test dan post-test. Uji homogenitas

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 pada penelitian ini menggunakan Lavene‟s test. Gambar 3.6 adalah rumus Lavene‟s test. Gambar 3.6 Rumus Lavene‟s test (Nordstoke, 2011: 3) Keterangan: n = jumlah observasi k = banyaknya kelompok = rata-rata dari kelompok ke i = rata-rata dari kelompok dari Z = rata-rata menyeluruh Hipotesis untuk uji homogenitas pada penelitian ini adalah: Ho : Tidak ada perbedaan varian antara rerata skor pre-test kelompok kontrol dan kelompok ekperimen atau kedua kelompok adalah homogen ). ( Ha : Ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan kelompok ekperimen atau kedua kelompok tidak homogen ( ). Kriteria pengambilan keputusan: 1) Jika harga sig. (2-tailed) > 0.05 maka Ho gagal ditolak, artinya data homogen dan tidak terdapat perbedaan antara skor pre-test kelompok

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 kontrol dan kelompok eksperimen atau dapat dikatakan kedua kelompok memiliki persamaan data. 2) Jika harga sig. (2-tailed) < 0.05 maka Ho ditolak, artinya data tidak homogen dan terdapat perbedaan antara skor pre-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen atau dapat dikatakan kedua kelompok tidak memiliki persamaan data. c. Menguji independent sample t-test skor pre-test Pengujian independent sample t-test dilakukan terhadap skor pre-test. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan rerata skor pretest. Perhitungan independent t-test terbagi dalam dua kondisi yang mengacu pada jumlah sampel sama atau berbeda. Penelitian ini memiliki jumlah sampel yang berbeda yakni 26 siswa di kelompok kontrol dan 25 di kelompok eksperimen sehingga rumus perhitungan independent t-test seperti gambar 3.7. Gambar 3.7 Rumus t-test (Field, 2009: 336) Keterangan: = rata-rata sampel 1 = rata-rata sampel 2

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 n = jumlah data Hipotesis untuk independent t-test skor pre-test pada penelitian ini adalah: Ho : Ada perbedaan rerata skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen atau 1 2. Ha : Tidak ada perbedaan rerata skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen atau 1= 2. Kriteria pengambilan keputusan adalah: 1) Jika harga Sig.(2-tailed) > 0.05 artinya Ho gagal ditolak, artinya tidak ada perbedaan antara skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen. 2) Jika harga Sig.(2-tailed) < 0.05 artinya Ho ditolak, artinya artinya tidak ada perbedaan antara skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen. 5. Menguji Prasyarat Analisis Pengujian prasyarat analisis merupakan uji yang harus dilakukan sebelum uji hipotesis. Pada uji prasyarat analisis dilakukan tiga jenis uji yaitu menguji normalitas skor post-test dari kedua kelompok (kelompok kontrol dan eksperimen), menguji homogenitas skor post-test, dan independence (Field, 2009). Ketiga uji tersebut dianalisis dengan program SPSS Statistic 20. a. Menguji normalitas skor post-test Pengujian normalitas data dilakukan untuk mengetahui data telah terdistribusi normal atau tidak (Sugiyono, 2010: 75). Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov dan visualisasi kriteria

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 P-P plot. Teknik Kolmogorov-Smirnov digunakan dalam penelitian ini tentu dengan tujuan untuk mengetahui normal atau tidaknya distribusi dalam data posttest dari kedua kelompok. Hipotesis untuk uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov Smirnov sebagai berikut: Ho: sebaran data tidak sesuai dengan curve normal atau data tidak normal. Ha: sebaran data sesuai dengan curve normal atau data normal. Kriteria pengambilan keputusan 1) Jika harga Sig.(2-tailed) >0.05, maka Ho ditolak dan Ha gagal ditolak, artinya data skor post-test terdistribusi normal. 2) Jika harga Sig. (2-tailed) <0.05, maka Ho gagal ditolak dan Ha ditolak, artinya data skor post-test tidak terdistribusi normal. Kriteria pengambilan keputusan uji normalitas skor pre-test menggunakan visualisasi P-P plot adalah: 1) Jika titik-titik data pada grafik P-P plot berada atau mendekati garis diagonal yang ideal, artinya data skor pre-test normal. 2) Jika titik-titik data pada grafik P-P plot tidak berada atau menjauhi garis diagonal yang ideal, artinya data skor pre-test tidak normal. b. Menguji homogenitas skor post-test Pengujian homogenitas post-test dilakukan untuk mengetahui apakah skor post-test kelompok eksperimen dan skor post-test kelompok kontrol homogen atau tidak homogen. Hipotesis untuk uji homogenitas post-test ini adalah:

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Ho 81 : Tidak ada perbedaan varian antara skor post-test kelompok kontrol dan kelompok ekperimen atau kedua kelompok adalah homogen ). ( Ha : Ada perbedaan varian antara skor post-test kelompok kontrol dan kelompok ekperimen atau kedua kelompok tidak homogen ( ). Kriteria pengambilan keputusan ialah sebagai berikut: 1) Jika harga sig. (2-tailed) > 0.05 maka artinya Ho gagal ditolak atau data homogen sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen atau dapat dikatakan kedua kelompok memiliki persamaan data. 2) Jika harga sig. (2-tailed) < 0.05 maka artinya Ho ditolak atau data tidak homogen sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen atau dapat dikatakan kedua kelompok tidak memiliki persamaan data. Uji homogenitas post-test merupakan salah satu syarat melaksanakan uji independent sample t-test. Syarat untuk melakukan uji t ialah data skor post-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen haruslah terdistribusi secara normal dan homogen. c. Independence Data pada penelitian ini bersifat independen. Independen berarti data pada penelitian berasal dari dua kelompok yang berbeda dan tidak saling mempengaruhi (Field, 2009: 133). Penelitian ini merupakan penelitian yang

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 dilaksanakan pada dua kelompok yakni kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dua kelompok tersebut memiliki anggota yang berbeda dan dikenai perlakukan yang berbeda. Kelompok kontrol dikenai satu saja perlakuan yaitu tidak menggunakan alat peraga dalam pembelajaran. Kelompok eksperimen dikenai hanya satu perlakuan pula yaitu penggunaan alat peraga dalam proses pembelajaran. Siswa yang menerima perlakuan berupa penggunaan alat peraga dalam pembelajaran tidak menerima perlakuan yang sama seperti siswa dalam kelompok kontrol. 6. Menguji Hipotesis Pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah dengan independen sample t-test. Independent sample t-test adalah uji yang dilakukan untuk melihat perbedaan rerata skor post-test (Sugiyono, 2010: 273). Independent sample t-test pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori atau tidak. Syarat menggunakan independent sample t-test ialah data skor post-test terdistribusi secara normal dan data skor post-test kelompok kontrol dan eksperimen homogen. Taraf signifikansi pada independent sample t-test menggunakan uji dua pihak (two-tailed). Perhitungan independent sample t-test terbagi dalam dua kondisi yang mengacu pada jumlah sampel sama atau berbeda. Penelitian ini memiliki jumlah sampel yang berbeda yakni 26 siswa di kelompok kontrol dan 25 di kelompok eksperimen sehingga rumus perhitungan independent t-test seperti gambar 3.8.

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 Gambar 3.8 Rumus t-test (Field, 2009: 336) Keterangan: = rata-rata sampel 1 = rata-rata sampel 2 n = jumlah data Hipotesis untuk independent sample t-test skor post-test pada penelitian ini adalah: Ho : Tidak ada perbedaan rerata skor post-test kelompok kontrol dan rerata skor post-test kelompok eksperimen atau 1= 2. Ha : Ada perbedaan rerata skor post-test kelompok kontrol dan rerata skor post-test kelompok eksperimen atau 1 2. Kriteria pengambilan keputusan adalah: 1) Jika harga Sig.(2-tailed) > 0.05 maka Ho gagal ditolak, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara post-test kelompok kontrol dan posttest kelompok eksperimen, atau dapat dikatakan bahwa penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori kotak pecahan tidak memberikan perbedaan terhadap prestasi belajar siswa.

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 2) Jika harga Sig.(2-tailed)< 0.05 artinya Ho ditolak, artinya ada perbedaan yang signifikan antara post-test kelompok kontrol dan post-test kelompok eksperimen, atau dapat dikatakan bahwa ada perbedaan prestasi belajar atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori kotak pecahan. 7. Menguji Besar Efek Pengujian besar efek merupakan langkah analisis yang dilaksanakan apabila hasil uji perbedaan skor post-test untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori kotak pecahan memberi perbedaan terhadap prestasi belajar siswa. Uji besar efek dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar alat peraga berbasis Montessori kotak pecahan memberi efek terhadap prestasi belajar pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan. Analisis penentuan besar efek dilakukan dengan rumus effect size. Rumus untuk mengetahui effect size menurut Field (2009: 332) untuk data yang terdistribusi normal dapat dilihat pada gambar 3.8. Gambar 3.8 Rumus effect size Field (2009: 332) Keterangan: r = effect size t = harga uji t

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 df = harga derajad kebebasan Kriteria yang digunakan untuk menentukan besar efek (Field, 2009: 179) adalah: 0,10 – 2,29 = small effect (kecil) 0,30 – 0,49 = medium effect (sedang) 0,50 – 1,00 = large effect (besar) Persentase efek dapat diketahui dengan menggunakan koefisien determinasi ( 2 ). Rumus koefisien determinasi dapat dilihat pada gambar 3.9. Gambar 3.9 Rumus koefisien determinasi (Rohmana, 2007: 3) R2 = r2 x 100% Keterangan: R2 = Koefisien determinasi r2 = effect size 8. Menguji Signifikansi Selisih Pengujian signifikansi selisih dilakukan terhadap skor pre-test dan post-test pada masing-masing kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. a. Menguji signifikansi selisih kelompok kontrol Pengujian signifikansi selisih rerata skor pre-test dan skor post-test pada kelompok kontrol dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan rerata skor pre-test dan skor post-test pada kelompok kontrol. Pengujian signifikansi selisih menggunakan paired sample t-test dengan SPSS Statistic 20. Hipotesis pada pengujian signifikansi selisih adalah:

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 Ho: Tidak ada perbedaan antara rerata skor pre-test dan skor post-test pada kelompok kontrol. Ha: Ada perbedaan antara rerata skor pre-test dan skor post-test pada kelompok kontrol. Kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut: 1) Jika harga Sig.(2-tailed) > 0.05 maka Ho ditolak, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test pada kelompok kontrol. 2) Jika harga Sig.(2-tailed)< 0.05 maka Ho gagal ditolak, artinya ada Perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test kelompok kontrol. b. Menguji signifikansi selisih kelompok eksperimen Pengujian signifikansi selisih rerata skor pre-test dan skor post-test pada kelompok eksperimen dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan rerata skor pre-test dan skor post-test pada kelompok eksperimen. Pengujian signifikansi selisih menggunakan paired sample t-test dengan SPSS Statistic 20. Hipotesis pada pengujian signifikansi selisih adalah: Ho: Tidak ada perbedaan antara rerata skor pre-test dan skor post-test pada kelompok eksperimen. Ha: Ada perbedaan antara rerata skor pre-test dan skor post-test pada kelompok eksperimen. Kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut: 1) Jika harga Sig.(2-tailed) > 0.05 maka Ho ditolak, artinya tidak

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 ada perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen. 2) Jika harga Sig.(2-tailed)< 0.05 maka Ho gagal ditolak, artinya ada perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test kelompok eksperimen. K. Jadwal Penelitian Penelitian yang peneliti laksanakan berlangsung selama 10 bulan. Penelitian dimulai pada bulan September 2013 dan berakhir pada bulan Juni 2014. Jadwal penelitian tersebut telah disusun oleh peneliti dan dapat dilihat pada tabel 3.17. Tabel 3.17 Jadwal penelitian No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kegiatan Observasi dan wawancara Penyusunan proposal Menyusun rancangan penelitian Pelaksanaan penelitian Analisis hasil penelitian Penyusunan skripsi Ujian Skripsi Waktu (bulan) Sept Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Juni

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN Pada bab IV ini terdapat bahasan mengenai hasil penelitian untuk mengetahui adanya perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dan pembahasannya. A. Deskripsi Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Keceme 1. Sekolah Dasar Negeri Keceme 1 beralamatkan di Desa Keceme, Caturharjo, Sleman, Yogyakarta, 55515. Penelitian dilakukan terhadap siswa kelas IV. Siswa kelas IV di Sekolah Dasar Negeri Keceme 1 keseluruhan berjumlah 51 siswa. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori papan kotak pecahan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, perangkat pembelajaran, dan soal tes prestasi yang berbentuk 10 soal essai. Semua instrumen yang digunakan dalam penelitian ini telah diuji validitas dan reliabilitasnya dan dinyatakan layak untuk digunakan. Validitas isi dilakukan oleh dua validator, yaitu oleh satu dosen matematika dan satu guru kelas. Validitas muka dilakukan oleh siswa yang pernah mendapatkan materi penjumlahan dan pengurangan pecahan yaitu kelas V (lima). Validitas konstruk dilakukan dengan cara uji empiris kepada siswa kelas V (lima) pula. Kelas V (lima) dipilih karena 88

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 siswa tersebut pernah mendapatkan materi penjumlahan dan pengurangan pecahan dalam waktu yang relatif tidak lama. Penelitian dilakukan dengan cara memberikan pre-test pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen adalah kelas yang diberi perlakuan yaitu menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori kotak pecahan, sedangkan kelompok kontrol tidak menggunakan alat peraga. Kelas yang dipilih sebagai kelompok kontrol adalah kelas IV A dengan siswa yang berjumlah 26 siswa yang terdiri dari 8 siswa perempuan dan 18 siswa laki-laki. Kelas yang dipilih sebagai kelas eksperimen adalah kelas IV B dengan siswa yang berjumlah 25 siswa yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Penelitian dilaksanakan selama tiga kali pertemuan atau setara dengan enam jam pelajaran. Setelah kedua kelompok mendapatkan pre-test, selanjutnya adalah pembelajaran dan memberikan post-test. Pre-test dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa baik siswa kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Pemberian post-test bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori kotak pecahan. Penelitian dilaksanakan dalam tiga pertemuan pembelajaran. Proses penelitian yang peneliti laksanakan dapat dilihat pada tabel 4.1.

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 Tabel 4.1 Proses Penelitian Kelompok Eksperimen Tanggal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa 24 Februari 1) Bertanya jawab dan 8) Menjawab pertanyaan guru 2014 melakukan apersepsi dengan mengenai materi yang lalu. memotong roti. 9) Memotong roti di depan kelas. 2) Menyampaikan materi yang 10) Menyimak demonstrasi akan dipelajari (penjumlahan guru mengenai penggunaan alat dan pengurangan pecahan). peraga matematika. 3) Membagikan LKS. 11) Mencoba menggunakan 4) Mendemonstrasikan kotak pecahan sesuai perintah penggunaan alat peraga guru secara berkelompok. matematika berbasis metode 12) Mengerjakan LKS dengan Montessori. menggunakan alat peraga kotak 5) Mengelola kelas dengan baik pecahan secara berkelompok. walau sempat merasa 13) Mengerjakan soal evaluasi kesulitan. secara individu. 6) Menggunakan bahasa yang baik. 7) Menutup pembelajaran dengan baik. 25 Februari - Bertanya jawab dengan siswa - Menjawab pertanyaan guru 2014 mengenai materi penjumlahan mengenai materi penjumlahan dan dan pengurangan pecahan pengurangan pecahan berpenyebut berpenyebut sama. sama. - Menjelaskan materi yang - Mengerjakan soal yang akan dipelajari yaitu diinstruksikan guru mengenai penjumlahan dan pengurangan penjumlahan dan pegurangan berbeda penyebut. pecahan berpenyebut sama dengan - Mendemonstrasikan alat kotak pecahan secara berkelompok. peraga kotak pecahan sesuai - Menyimak demonstrasi guru materi. mengenai penggunaan alat peraga - Membagikan LKS. kotak pecahan untuk materi - Menutup pembelajaran penjumlahan dan pengurangan dengan baik. pecahan berbeda penyebut. - Mengerjakan LKS dengan menggunakan kotak pecahan secara berkelompok. - Presentasi pengerjaan LKS dengan kotak pecahan. - Mengerjakan soal evaluasi secara individu. 26 Februari - Mencocokkan pekerjaan soal - Mencocokkan pekerjaan evaluasi 2014 evaluasi pertemuan kemarin pertemuan kemarin bersama guru. bersama siswa. - Bertanya mengenai hal yang

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 - Bertanya jawab mengenai hal belum dipahami. yang belum dipahami pada - Menyimak penjelasan guru materi penjumlahan dan menggunakan alat peraga kotak pengurangan pecahan baik pecahan mengenai hal yang yang berpenyebut sama atau ditanyakan. berbeda. - Mengerjakan soal-soal pada kartu - Menjelaskan kembali atas soal secara bergantian dalam pertanyaan siswa kelompok. menggunakan alat peraga kotak pecahan. - Mengelompokkan siswa untuk berlatih secara berkelompok menggunakan alat peraga kotak pecahan. Kelompok Kontrol 25 Februari 14) Bertanya jawab dan 21) Menjawab pertanyaan guru 2014 melakukan apersepsi dengan mengenai materi yang lalu. memotong roti. 22) Memotong roti di depan 15) Menyampaikan materi kelas. yang akan dipelajari 23) Menyimak penjelasan guru (penjumlahan dan mengenai materi pembelajaran. pengurangan pecahan 24) Mengerjakan LKS secara berpenyebut sama). berkelompok. 16) Memberi penjelasan 25) Mengerjakan soal evaluasi mengenai materi (KPK) secara individu. menggunakan papan tulis. 17) Membagikan LKS. 18) Mengelola kelas dengan baik walau sempat merasa kesulitan. 19) Menggunakan bahasa yang baik. 20) Menutup pembelajaran dengan baik. 26 Februari - Bertanya mengenai hal yang - Bertanya mengenai materi yang 2014 belum dipahami pada materi belum dipaham. penjumlahan dan pengurangan - Menyimak penjelasan guru pecahan baik yang berpenyebut mengenai materi penjumlahan dan sama atau berbeda. pengurangan pecahan. - Membagi LKS untuk siswa. - Mengerjakan LKS yang telah - Membahas hasil pekerjaan divalidasi. LKS siswa. - Mengerjakan soal evaluasi - Membagikan soal evaluasi tentang materi – Membahas hasil tentang materi yang dipelajari. pengerjaan LKS. - Siswa terlihat bosan saat pembelajaran.

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1 Maret 2014 92 - Mengulang materi tentang penjumlahan dan pengurangan pecahan berbeda penyebut. - Memberikan soal di papan tulis untuk dikerjakan siswa. - Merasa sedikit kesulitan dalam mengelola kelas namun segera teratasi dengan baik. - Mencocokkan soal yang diberikan bersama siswa. - Menyimak penjelasan guru mengenai materi penjumlahan dan pengurangan pecahan baik yang berbeda penyebut atau sama. - Mengerjakan soal yang diberikan guru secara individu. - Sedikit tidak kondusif kondisi kelasnya karena siswa yang telah selesai mengerjakan soal berbicara sendiri. - Mencocokkan hasil pekerjaan soal yang diberikan guru. Tabel 4.1 menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran dalam proses penelitian dilaksanakan masing-masing tiga kali pertemuan pada masing-masing kelas. Pembelajaran yang terlaksana pada kelompok eksperimen secara keseluruhan sudah berjalan baik. Siswa dalam kelompok eksperimen menunjukkan antusiasnya dalam mengikuti pembelajaran dan telah menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori secara berkelompok. Guru telah memberikan pembelajaran yang cukup sesuai dengan RPP. Kendala yang dihadapi guru ialah dalam hal mengelola kelas pada beberapa waktu. Pembelajaran di kelompok kontrol juga terlaksana dengan baik dan sesuai RPP. Siswa pada kelompok kontrol mengikuti pembelajaran dengan baik hanya saja para siswa di kelompok kotntrol cenderung terlihat bosan dengan pembelajaran yangberlangsung. Guru juga mengalami sedikit kendala dalam hal pengelolaan kelas ketika pembelajaran berlangsung. Pengelolaan kelas memang menjadi kendala yang dialami guru ketika mengajar di kedua kelompok yakni kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, namun, guru dapat sesegera mungkin mengembalikan kondisi pembelajaran yang kondusif dan melnjutkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan RPP.

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. 93 Hasil Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimental dengan rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori?”. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah skor hasil pre-test dan skor hasil post-test. Analisis statistik merupakan langkah atau cara yang digunakan untuk mengukur signifikansi data. Signifikansi data dalam penelitian ini dilihat dari perbedaan hasil skor pre-test dan post-test antara kedua kelompok yakni kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan terhadap variabel terikat yaitu prestasi belajar siswa atas variabel bebas yaitu penggunaan alat peraga matematika berbasis metode montessori terhadap variabel terikat yaitu prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini memiliki hipotesis sementara yaitu Ha terdapat perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dan Ho tidak terdapat perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Penelitian menggunakan 10 item soal essai yang digunakan sebagai instrumen pre-test dan post-test di kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Item soal essai yang digunakan pada pre-test sama dengan item soal essai yang digunakan pada postest. Pengujian pre-test dan postest dilakukan dalam waktu yang berbeda. Item Pre-test diujikan pada awal penelitian dan item post-test diujikan pada akhir penelitian. Item soal yang berjumlah sepuluh tersebut telah diuji validitas dan reliabilitasnya sehingga telah terbukti bahwa item tersebut valid

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 dan reliabel sebagai alat ukur prestasi belajar matematika. Hasil pre-test dan posttest ini digunakan sebagai dasar dalam analisis data. Deskripsi hasil pre-test dan post-test untuk kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel 4.2. Tabel 4.2 Deskripsi Hasil Pre-test dan Post-test Std. Deviation Varianc e Std. Error 1,53 Statistic 7,81 Statistic 60,94 26,46 1,67 8,51 72,42 40,00 16,56 2,09 10,44 108,92 40,00 31,28 1,69 8,44 71,29 N Statis tic 26 Range Min. Max. Mean Statistic 30,00 Statistic 4,00 Statistic 34,00 Statistic 15,85 post_kontrol 26 30,00 10,00 40,00 pre_eksperi men 25 38,00 2,00 post_eksperi men 25 28,00 12,00 pre_kontrol Tabel 4.2 berisi tentang mean, standar deviation, skor maximum dan minimum dari skor pre-test dan post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Rata-rata skor pre-test untuk kelas kontrol adalah 15,85 dengan SE sebesar 1,53 dan untuk kelas eksperimen adalah 16,56 dengan SE sebesar 2,09. Rata-rata skor post-test kelompok kontrol adalah 26,46, sedangkan rata-rata skor post-test kelompok eksperimen adalah 31,28. Data tersebut menunjukkan bahwa rata-rata skor post-test kelompok eksperimen lebih tinggi dari kelompok kontrol. Skor maksimum post-test untuk kelompok kontrol dan kelompok eksperimen adalah 40 dan skor terendah post-test kelompok kontrol dan eksperimen masingmasing 10 dan 12. Data mengenai hasil pre-test dan post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dirangkum dalam tabel 4.3.

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 Tabel 4.3 Perbandingan Skor pre-test dan post-test kelompok kontrol dan eksperimen Keterangan Rata-rata Skor tertinggi Skor terendah Kenaikan Kelas Kontrol Kelas Eksperimen Skor Hasil Skor Hasil Pre-test Post-test 15,85 26,46 34 40 4 2 10,61 % Skor Hasil Skor Hasil Pre-test Post-test 16,56 31,28 40 40 2 12 14,72% Tabel 4.3 menjelaskan rata-rata, skor tertinggi, skor terendah dan persentase kenaikan skor. Persentase kenaikan skor diperoleh dari menghitung selisih skor pre-test dan skor post-test lalu dikalikan dengan 100%. Kelompok kontrol mengalami kenaikan sebesar 10,61% dan kelompok eksperimen mengalami kenaikan sebesar 14,72%. Kenaikan skor pre-test ke post-test pada kelompok eksperimen lebih besar daripada kelompok kontrol. Peningkatan atau penurunan dapat diketahui lebih mudah menggunakan grafik (Sudjana, 2002: 52). Grafik kenaikan skor pre-test dan post-test kedua kelompok pada penelitian ini dapat dilihat pada gambar 4.1. 40 30 20 10 0 Pretest Kontrol Posttest Eksperimen Gambar 4.1 Grafik Rata-rata perolehan skor pre-test dan post-test

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 Gambar 4.1 merupakan grafik yang menunjukkan perbandingan hasil ratarata skor pre-test dan post-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kedua kelompok sama-sama mengalami kenaikan dari pre-test ke post-test nya. Kelompok kontrol mengalami kenaikan rata-rata skor sebesar 10,61 dari 15,85 pada pre-test menjadi 26,46 pada post-test. Kelompok eksperimen juga mengalami kenaikan rata-rata skor sebesar 14,72 dari 16,56 pada pre-test menjadi 31,28 pada post-test. 1. Menguji Skor Pre-test a. Menguji normalitas skor pre-test Pengujian normalitas dilakukan untuk mengetahui normal tidaknya distribusi data pre-test. Teknik yang digunakan dalam pengujian normalitas pada penelitin ini adalah teknik Kolmogorov-Smirnov menggunakan SPSS Statistic 20. Hipotesis untuk uji normalitas ini adalah: Ho: sebaran data tidak sesuai dengan curve normal atau data tidak normal. Ha : sebaran data sesuai dengan curve normal atau data normal. Kriteria pengambilan keputusan: 1) Jika harga Sig.(2-tailed) >0.05, maka Ho ditolak dan Ha gagal ditolak, artinya data skor pre-test terdistribusi normal. 2) Jika harga Sig. (2-tailed) <0.05, maka Ho gagal ditolak dan Ha ditolak, artinya data skor pre-test tidak terdistribusi normal. Hasil uji normalitas skor pre-test pada kelompok kontrol dapat dilihat pada tabel 4.4.

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 Tabel 4.4 Hasil uji normalitas pre-test kelompok kontrol One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test pre_kontrol N Normal Parameters 26 a,b Most Extreme Differences Mean 15.8462 Std. Deviation 7.80611 Absolute .143 Positive .143 Negative -.090 Kolmogorov-Smirnov Z .732 Asymp. Sig. (2-tailed) .658 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Tabel 4.4 merupakan hasil perhitungan normalitas skor pre-test pada kelompok kontrol menggunakan SPSS Statistic 20. Tabel 4.4 menunjukkan harga Sig.(2-tailed) p 0,05 yaitu 0,658. Kesimpulan yang dapat diambil adalah Ho ditolak atau data skor pre-test kelompok kontrol terdistribusi dengan normal. Normalitas skor pre-test untuk kelompok kontrol juga diuji menggunakan visualisasi P-P plot menggunakan SPSS Statistic 20. Kriteria pengambilan keputusan uji normalitas menggunakan P-P plot adalah: 1) Jika titik-titik data pada grafik P-P plot berada atau mendekati garis diagonal yang ideal, artinya data skor pre-test normal. 2) Jika titik-titik data pada grafik P-P plot tidak berada atau menjauhi garis diagonal yang ideal, artinya data skor pre-test tidak normal. Hasil uji normalitas menggunakan visualisasi P-P plot dapat dilihat pada gambar 4.2.

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 Gambar 4.2 Grafik histogram (kiri) dan P-P plot (kanan) skor pre-test kelompok kontrol Gambar 4.2 merupakan hasil pemgujian normalitas menggunakan grafik histogram dan visualisasi P-P plot. Data yang diuji normalitasnya adalah data skor pre-test kelompok kontrol. Curve pada grafik histogram menunjukkan curvenormal. Titik-titik pada grafik P-P plot menyebar dan mendekati garis diagonal atau mendekati angka 0, maka data skor pre-test kelompok kontrol telah terdistribusi secara normal. Pengujian normalitas selanjutnya dilakukan pada skor pre-test kelompok eksperimen. Pengujian normalitas ini menggunakan teknik Kolmogorov Smirnov dan visualisasi P-P plot menggunakan SPSS Statistic 20. Hasil pengujian normalitas menggunakan teknik Kolmogorov Smirnov dapat dilihat pada tabel 4.5 dan grafik visualisasi P-P plot dapat dilihat pada gambar 4.3.

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 Tabel 4.5 Hasil uji normalitas skor pre-test kelompok eksperimen One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test pre_eksperimen N Normal Parameters 25 a,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation 16.5600 10.43663 Absolute .197 Positive .197 Negative -.113 Kolmogorov-Smirnov Z .984 Asymp. Sig. (2-tailed) .287 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. b. Calculated from data. Tabel 4.5 menunjukkan hasil uji normalitas skor pre-test kelompok eksperimen yang dihitung menggunakan SPSS 20 Statistic. Hasil uji normalitas menunjukkan harga Sig.(2-tailed) adalah 0,287 sehingga Ho ditolak atau dapat dikatakan data pre-test kelompok kontrol terdistribusi secara normal. Hal tersebut dikarenakan harga Sig.(2-tailed) p 0,05 sehingga data pre-test kelompok eksperimen telah terdistribusi secara normal. Pengujian normalitas skor pre-test kelompok eksperimen juga dilakukan dengan uji visualisasi P-P plot. Hasil pengujian normalitas dengan uji visualisasi P-P plot dapat dilihat pada gambar 4.3.

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 Gambar 4.3 Grafik histogram (kiri) dan P-P plot (kanan) skor pre-test kelompok eksperimen Gambar 4.3 merupakan grafik hasil pengujian normalitas menggunakan visualisasi P-P plot. Data yang diuji normalitasnya adalah data skor pre-test kelompok eksperimen. Grafik pada gambar 4.3 menunjukkan bahwa curve pada grafik histogram menunjukkan curve yang normal dan grafik P-P plot menunjukkan titik-titik menyebar dan mengikuti garis diagonal atau mendekati angka 0, maka data skor pre-test kelompok eksperimen telah terdistribusi secara normal. b. Menguji homogenitas skor pre-test Pengujian homogenitas skor pre-test dilakukan untuk melihat kemampuan awal kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pengujian homogenitas pretest juga digunakan sebagai syarat untuk menentukan langkah analisis data selanjutnya. Hipotesis untuk uji homogenitas pre-test adalah:

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Ho 101 : Tidak ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan kelompok ekperimen atau kedua kelompok adalah homogen ( ). Ha : Ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan kelompok ekperimen atau kedua kelompok tidak homogen ( ). Kriteria pengambilan keputusan: 1) Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 maka Ho gagal ditolak, artinya data homogen dan tidak terdapat perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen atau dapat dikatakan kedua kelompok memiliki persamaan data. 2) Jika harga sig. (2-tailed) < 0.05 maka Ho ditolak, artinya data tidak homogen dan terdapat perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen atau dapat dikatakan kedua kelompok tidak memiliki persamaan data. Hasil analisis homogenitas menggunakan Lavene‟s Test dapat dilihat pada tabel 4.6. Tabel 4.6 Hasil Uji Homogenitas Skor Pre-test Test of Homogenity of Variances Levene's Test for Equality of Variances F Prestasi_Belajar Equal variances assumed Equal variances not assumed Sig. 2.612 .112

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 Tabel 4.6 menunjukkan hasil perhitungan homogenitas pre-test pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Nilai sig. pada tabel 4.4 menunjukkan angka 0,112 sehingga Ho gagal ditolak atau dapat dikatakan data bersifat homogen. Hal ini dikarenakan p value 0,05. Kesimpulan yang dapat ditarik dari tabel 4.6 adalah kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki taraf kemampuan yang sama. c. Menguji independet t-test skor pre-test Pengujian independent t-test dilakukan terhadap skor pre-test. Pengujian ini dilakukan untuk menentukan prosedur analisis selanjutnya. Hipotesis untuk independent t-test skor pre-test pada penelitian ini adalah: Ho : Ada perbedaan rerata skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen atau 1 2. Ha : Tidak ada perbedaan rerata skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen atau 1= 2. Kriteria pengambilan keputusan adalah: 1) Jika harga Sig.(2-tailed) > 0.05 artinya Ho ditolak, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen. 2) Jika harga Sig.(2-tailed) < 0.05 artinya Ho gagal ditolak, artinya artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen. Hasil pengujian independent t-test skor pre-test dapat dilihat pada tabel 4.7.

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 Tabel 4.7 Hasil uji independent sample t-test skor pre-test Independent Samples Test t-test for Equality of Means Prestasi_Belaj ar Equal variance s assume d Equal variance s not assume d 49 Sig. (2tailed) ,783 Mean Differe nce -,714 Std. Error Differenc e 2,574 44,424 ,784 -,714 2,589 T -,277 -,276 Df 95% Confidence Interval of the Difference Lower -5,886 Upper 4,459 -5,929 4,502 Tabel 4.7 menunjukkan bahwa t hitung pada kepercayaan 95% untuk skor pre-test pada baris Equal variance assumned adalah -0,277 dengan Sig.(2-tailed) = 0,783, yang berarti p val. 0,05. Hasil tersebut p value 0,05 sehingga Ho ditolak atau dapat dikatakan tidak ada perbedaan yang signifikan skor pre-test kelompok kontrol dan skor pre-test kelompok eksperimen. Hasil pengujian independent sample t-test pada pre-test merupakan salah satu yang menentukan analisis yang dilakukan peneliti selanjutnya yaitu melaksanakan uji independent sample t-test pada skor post-test. 2. Menguji Prasyarat Analisis Pengujian prasyarat analisis terdiri dari tiga jenis uji yaitu uji normalitas skor post-test, uji homogenitas skor post-test dan independence. Uji normalitas skor post-test dilakukan untuk mengetahui apakah data dari kedua kelompok sampel yakni kelompok kontrol dan kelompok eksperimen terdistribusi secara normal atau tidak. Jika data telah terdistribusi secara normal, maka uji yang

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 dilakukan selanjutnya adalah uji homogenitas post-test. Uji homogenitas skor post-test dilakukan untuk melihat apakah terdapat perbedaan antara skor post-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. a. Menguji normalitas skor post-test Pengujian normalitas skor post-test terhadap kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dilakukan dengan rumus Kolmogorov-Smirnov menggunakan program SPSS Statistic 20. Uji normalitas dilakukan untuk menentukan jenis uji statistik yang akan dilakukan untuk menganalisis data responden berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Hipotesis untuk uji normalitas ini adalah: Ho: sebaran data tidak sesuai dengan curve normal atau data tidak normal. Ha : sebaran data sesuai dengan curve normal atau data normal. Kriteria pengambilan keputusan: 1) Jika harga Sig.(2-tailed) >0.05, maka Ho ditolak dan Ha gagal ditolak., artinya data skor post-test terdistribusi normal. 2) Jika harga Sig. (2-tailed)<0.05, maka Ho gagal ditolak dan Ha ditolak., artinya data skor post-test tidak terdistribusi normal. Pengujian normalitas skor post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen juga dilakukan dengan visualisasi P-P plot. Hasil pengujian normalitas skor post-test pada kelompok kontrol menggunakan teknik Kolmogorov Smirnov dapat dilihat pada tabel 4.8 dan visualisasi P-P plot pada gambar 4.4.

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 Tabel 4.8 Hasil uji normalitas skor post-test kelompok kontrol One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test post_kontrol N Normal Parameters 26 Mean a,b Most Extreme Differences 26.54 Std. Deviation 8.58 Absolute .161 Positive .109 Negative -.161 Kolmogorov-Smirnov Z .820 Asymp. Sig. (2-tailed) .512 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Tabel 4.8 menunjukkan hasil pengujian normalitas post-test pada kelompok kontrol. Harga Sig.(2-tailed) adalah 0,512 sehingga Ho ditolak atau dapat dikatakan data post-test kelompok kontrol terdistribusi secara normal. Hal tersebut dikarenakan harga Sig.(2-tailed) p 0.05. Gambar 4.4 Grafik histogram (kiri) dan P-P plot (kanan) skor post-test kelompok kontrol

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 Gambar 4.4 merupakan grafik hasil pengujian normalitas menggunakan visualisasi P-P plot. Data yang diuji normalitasnya adalah data skor post-test kelompok kontrol. Grafik pada gambar 4.4 menunjukkan bahwa curve pada grafik histogram menunjukkan curve yang normal dan grafik P-P plot menunjukkan titik-titik menyebar dan mengikuti garis diagonal atau mendekati angka 0, maka data skor post-test kelompok kontrol telah terdistribusi secara normal. Data post-test kelompok eksperimen juga diuji normalitasnya. Pengujian normalitas data post-test kelompok eksperimen juga dilakukan dengan Kolmogorov Smirnov dan visualisasi P-P plot menggunakan program SPSS Statistics 20. Hasil uji normalitas skor post-test untuk kelompok eksperimen menggunakan Kolmogorov Smirnov dapat dilihat pada tabel 4.9 dan grafik hasil visualisasi P-P plot dapat dilihat pada gambar 4.5. Tabel 4.9 Hasil uji normalitas skor post-test kelompok eksperimen One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Eksperimen N 25 Mean 31.28 a,b Normal Parameters Std. Deviation 8.44 Absolute .152 Most Extreme Differences Positive .151 Negative -.152 Kolmogorov-Smirnov Z .760 Asymp. Sig. (2-tailed) .611 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Tabel 4.9 menunjukkan hasil uji normalitas skor post-test kelompok eksperimen yang dihitung menggunakan SPSS 20 Statistic. Hasil uji normalitas menunjukkan harga Sig.(2-tailed) adalah 0,611 sehingga Ho ditolak atau dapat dikatakan data post-test kelompok kontrol terdistribusi secara normal. Hal tersebut

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dikarenakan 0,611 107 p 0.05 sehingga data post-test kelompok eksperimen telah terdistribusi secara normal. Gambar 4.5 Grafik histogram (kiri) dan P-P plot (kanan) skor post-test kelompok eksperimen Gambar 4.5 merupakan grafik hasil pengujian normalitas menggunakan visualisasi P-P plot. Data yang diuji normalitasnya adalah data skor post-test kelompok eksperimen. Grafik pada gambar 4.3 menunjukkan bahwa curve pada grafik histogram menunjukkan curve yang normal dan grafik P-P plot menunjukkan titik-titik menyebar dan mengikuti garis diagonal atau mendekati angka 0, maka data skor post-test kelompok eksperimen telah terdistribusi secara normal. Kesimpulan yang dapat diambil dari tabel 4.8, tabel 4.9, gambar 4.4 dan gambar 4.5 adalah skor post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen telah terdistribusi secara normal. Jika kedua data telah terdistribusi secara normal maka analisis data yang selanjutnya adalah menguji homogenitasnya.

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. 108 Menguji homogenitas skor post-test Analisis selanjutnya adalah menguji homogenitas skor post-test yang dilakukan untuk mengetahui apakah data skor post-test kelompok eksperimen dan skor post-test kelompok kontrol homogen atau tidak homogen. Hipotesis untuk uji homogenitas skor post-test ini adalah: Ho : Tidak ada perbedaan varian antara skor post-test kelompok kontrol dan kelompok ekperimen atau kedua kelompok adalah homogen ). ( Ha : Ada perbedaan varian antara skor post-test kelompok kontrol dan kelompok ekperimen atau kedua kelompok tidak homogen ( ). Kriteria pengambilan keputusan ialah sebagai berikut: 1) Jika harga sig. (2-tailed) > 0.05 maka artinya Ho gagal ditolak atau data homogen sehingga tidak terdapat perbedaan antara post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen atau dapat dikatakan kedua kelompok memiliki persamaan data. 2) Jika harga sig. (2-tailed) < 0.05 maka artinya Ho ditolak atau data tidak homogen sehingga terdapat perbedaan antara post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen atau dapat dikatakan kedua kelompok tidak memiliki persamaan data. Hasil perhitungan uji homogenitas kelompok kontrol dapat dilihat pada tabel 4.10.

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 Tabel 4.10 Hasil uji homogenitas skor post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Levene's Test for Equality of Variances F Prestasi_MTK Tabel 4.10 Equal variances assumed Equal variances not assumed memperlihatkan besar Sig. ,008 signifikansi ,931 untuk uji homogenitas menggunakan Lavene‟s test adalah 0,931. Hasil signifikansi tersebut p value 0.05 artinya, Ho ditolak atau dapat dikatakan bahwa hasil homogen atau tidak terdapat perbedaan antara skor post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. c. Independence Pengujian prasyarat analisis yang ketiga untuk menggunakan independent t- test adalah independence. Analisis independence pada penelitian ini dilakukan tidak menggunakan program SPSS Statistic 20. Data hasil penelitian telah memenuhi kriteria independence karna data yang yang diperoleh berasal dari dua kelompok yang terpisah yakni kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok kontrol tidak diberi perlakuan penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dan kelompok eksperimen diberi perlakuan menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Kedua kelompok merupakan kelompok terpisah dan menerima perlakuan berbeda maka dapat dikatakan bahwa data penelitian bersifat independence.

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. 110 Uji Hipotesis Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan independent t-test. Syarat yang harus dipenuhi pada penggunaan uji ini adalah skor post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen terdistribusi normal dan homogen. Skor posttest antara kedua kelompok dalam penelitian ini telah terdistribusi secara normal. Hasil uji homogenitas skor post-test kelompok kontrol dan eksperimen juga menunjukkan bahwa kedua kelompok homogen. Hipotesis untuk uji t-test pada penelitian ini ialah sebagai berikut: Ho : Tidak ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori atau 1= 2. Ha : Ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori atau 1 2. Kriteria pengambilan keputusan adalah: 1) Jika harga Sig.(2-tailed) > 0.05 artinya Ho gagal ditolak, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan pada prestasi belajar siswa atau dapat dikatakan bahwa penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori kotak pecahan tidak memberikan perbedaan yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa. 2) Jika harga Sig.(2-tailed)< 0.05 artinya Ho ditolak, artinya ada perbedaan yang signifikan pada prestasi belajar siswa atau dapat dikatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada prestasi belajar atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori kotak pecahan.

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 Tabel 4.11 Hasil perhitungan t-test Independent Samples Test t-test for Equality of Means Equal variances assumed 2,029 49 Sig. (2tailed) ,048 Equal variances not assumed 2,029 48,949 ,048 t Prestasi_MTK Df 95% Confidence Interval of the Difference Mean Difference -4,82 Std. Error Difference 2,37 Lower -9,59 Upper -0,05 -4,82 2,37 -9,59 -0,05 Tabel 4.11 menunjukkan bahwa t hitung pada kepercayaan 95% untuk hasil postest pada baris Equal variance assumned adalah -2,029 dengan Sig.(2-tailed) = 0,048, yang berarti


(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 Hasil perhitungan secara manual menunjukkan t hitung manual = t hitung menggunakan SPSS Statistic 20 yaitu -2,03 mendekati -2,029. 4. Menguji Besar Efek Hasil uji t-test skor post-test untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan adanya perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori kotak pecahan maka, selanjutnya dilakukan uji besar efek. Pengujian besar efek dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui besarnya efek yang disebabkan oleh penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori kotak pecahan. Peneliti menggunakan rumus effect size untuk analisis besarnya efek tersebut. Effect size is simply a way of quantifying the difference between two groups. For example, if one group has had an „experimental treatment‟ and the other has not (the„control‟), then the Effect Size is a measure of the effectiveness of the treatment (Coe, 2000: 1). Effect size merupakan cara sederhana untuk mengukur seberapa besar keberhasilan sebuah perlakuan yang diberikan kepada kelompok eksperimen

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 (Coe, 2000: 1 dalam Cohen, dkk 2007). Effect size sangat penting dalam mengukur keefektifan suatu perlakuan dalam kelompok eksperimen. Pada penelitian ini effect size dilakukan untuk mengukur seberapa besar keberhasilan penggunaan alat peraga berbasis metode Montessori dalam memberi efek terhadap prestasi belajar matematika. Rumus untuk menentukan effect size menurut Field (2009: 341) dapat dilihat pada gambar 4.6. Gambar 4.6 Rumus effect size Field (2009: 341) Keterangan : r = Effect size t = harga uji t df = harga derajad kebebasan Field (2009: 57) merumuskan kriteria nilai koefisien korelasi effect size. Jika nilai effect size menunjukkan angka 0 maka tidak ada effect dalam perlakuan yang diberikan pada kelompok eksperimen, sedangkan jika nilai effect size menunjukkan angka 1 maka hal tersebut menunjukkan nilai effect yang sempurna atau perlakuan memberi efek yang sempurna. Rentang nilai effect size beserta keterangannya dapat dilihat pada tabel 4.12.

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 Tabel 4.12 Koefisien korelasi effect size Nilai Kriteria 0,10 – 0,29 Small effect (kecil) 0,30 – 0,49 Medium effect (sedang) 0,50 – 1,00 Large effect (besar) Berikut ini merupakan hasil perhitungan effect size dalam penelitian ini. Hasil perhitungan effect size pada penelitian ini adalah 0,278. Nilai tersebut masuk dalam kriteria small effect. Istilah lain yang dapat diungkap dari hasil perhitungan tersebut adalah besarnya efek penggunaan alat peraga berbasis metode Montessori terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas IV di Sekolah Dasar Negeri Keceme 1 berada pada kriteria kecil. Persentase besar efek

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat diketahui melalui perhitungan rumus koefisien determinasi yang dapat dilihat pada tabel 4.13. Tabel 4.13 Hasil Uji Effect Size Komponen Hasil Keterangan t -2,029 df 49 r 0,278 Kecil 2 R 7,728% Tabel 4.13 menunjukkan bahwa alat peraga matematika berbasis metode Montessori memberikan efek terhadap prestasi belajar siswa. hHal ini ditunjukkan dengan harga r = 0,278, t(49) = -2,029, dan R2 = 7,728%. Artinya, efek sebesar 7,728% terhadap prestasi adalah karena alat peraga matematika berbasis metode Montessori dan 92,272% merupakan efek dari faktor-faktor yang lain. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari hasil analisis data menunjukkan adanya perbedaan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen (M = 31,28; SE = 1,69) memiliki rata-rata skor post-test yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (M = 26,46; SE = 1,67). Perbedaan skor tersebut signifikan t(49) = -2,029 dengan Sig.(2-tailed) = 0,048 yang berarti


(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 Pengujian signifikansi selisih dilakukan terhadap skor pre-test dan post-test pada masing-masing kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. a. Menguji signifikansi selisih kelompok kontrol Pengujian signifikansi selisih rerata skor pre-test dan skor post-test pada kelompok kontrol dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan rerata skor pre-test dan skor post-test pada kelompok kontrol. Pengujian signifikansi selisih menggunakan paired sample t-test dengan SPSS Statistic 20. Hipotesis pada pengujian signifikansi selisih adalah: Ho: Tidak ada perbedaan antara rerata skor pre-test dan skor post-test pada kelompok kontrol. Ha: Ada perbedaan antara rerata skor pre-test dan skor post-test pada kelompok kontrol. Kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut: 1) Jika harga Sig.(2-tailed) > 0.05 maka Ho ditolak, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test pada kelompok kontrol. 2) Jika harga Sig.(2-tailed)< 0.05 maka Ho gagal ditolak, artinya ada perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test kelompok kontrol. Hasil pengujian signifikansi selisih dengan paired independent test dan SPSS Dtatistic 20 terhadap skor pre-test dan post-test kelompok kontrol dapat dilihat pada tabel 4.14

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 Tabel 4.14 Hasil uji paired sample t-test kelompok kontrol Paired Samples Test Paired Differences Pair 1 pre_kontrol post_kontrol Mean 10,62 Std. Deviation 7,05 Std. Error Mean 1,38 95% Confidence Interval of the Difference Lower 13,46 Upper -7,77 t 7,673 Df 25 Sig. (2tailed) ,000 Tabel 4.15 menunjukkan besar Sig.(2-tailed) = 0,000, yang berarti


(135) 118 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1) Jika harga Sig.(2-tailed) > 0.05 maka Ho gagal ditolak, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen. 2) Jika harga Sig.(2-tailed) < 0.05 maka Ho ditolak, artinya ada perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test kelompok eksperimen. Hasil pengujian signifikansi selisih dengan paired independent test dan SPSS Dtatistic 20 terhadap skor pre-test dan post-test kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel 4.15. Tabel 4.15 Hasil uji paired sample t-test kelompok eksperimen Paired Samples Test Paired Differences Pair 1 pre_eksperimen post_eksperimen Mean -14,72 Std. Deviation 9,58 Std. Error Mean 1,92 95% Confidence Interval of the Difference Lower 18,67 Upper 10,77 T 7,682 df 24 Sig. (2tailed) ,000 Tabel 4.15 menunjukkan besar Sig.(2-tailed) = 0,000, yang berarti


(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. 119 Pembahasan Hasil penelitian yang diperoleh melalui proses analisis data menunjukkan adanya perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Hal ini dapat terlihat jelas pada tabel 4.10. Tabel 4.10 menunjukkan hasil Sig.(2-tailed) = 0,048 yang berarti


(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 yang memiliki motivasi besar untuk belajar cenderung dapat memperoleh prestasi yang lebih baik daripada yang tidak (Slameto, 2010: 58). Hasil observasi di kelompok eksperimen pada hari pertama adalah siswa terlihat sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran. Guru melaksanakan apersepsi dengan baik dan sangat kontekstual bagi siswa dengan kegiatan memotong kue yang dilakukan oleh siswa. Guru telah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP. Siswa menyimak dengan baik ketika guru dibantu peneliti mendemonstrasikan penggunaan alat peraga kotak pecahan sehingga siswa menggunakan alat peraga kotak pecahan secara berkelompok dengan baik ketika mengerjakan LKS. Pembelajaran hari pertama ditutup guru dengan memberikan evaluasi secara mandiri. Hasil evaluasi siswa mengenai materi penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama menunjukkan nilai yang bagus secara keseluruhan siswa. Hasil observasi hari pertama pembelajaran di kelompok kontrol juga menunjukkan keantusisan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Guru mengawali pembelajaran dengan apersepsi yang sama dengan kelompok eksperimen yakni memotong kue. Proses pembelajaran secara umum sudah terlaksana dengan baik. Guru membuka dan menutup pembelajaran dengan baik dan menjelaskan materi dengan bantuan papan tulis. Hasil evaluasi materi penjumlahan dan pengurangan pecahan sama penyebut di kelompok kontrol juga baik secara keseluruhan. Kebanyakan siswa mendapat nilai bagus. Pembelajaran pada hari kedua merupakan pembelajaran pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan berbeda penyebut. Guru melakukan

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 apersepsi dengan bertanya jawab mengenai materi pada pertemuan sebelumnya di kedua kelompok yakni kelompok eksperimen dan kontrol. Guru memberikan soal di papan tulis dan para siswa baik kelompok eksperimen maupun kontrol antusias maju ke depan kelas untuk menjawab soal di papan tulis. Guru di kelompok eksperimen mendemonstrasikan kembali alat peraga kotak pecahan untuk materi pecahan yang berpenyebut beda dan siswa menyimak dengan baik. Siswa di kelompok eksperimen mengerjakan LKS dan mempresentasikan hasilnya secara berkelompok dengan menggunakan alat peraga kotak pecahan. Kendala yang muncul baik di kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol ialah masalah pengelolaan kelas. Jika siswa sudah selesai mengerjakan, mereka cenderung akan melakukan hal lain di luar pembelajaran seperti berbicara sendiri tetapi guru selalu mengingatkan dan membuat kondisi kelas menjadi kondusif kembali. Siswa kelompok kontrol cenderung terlihat bosan dalam mengikuti pembelajaran dibanding siswa kelompok eksperimen. Pembelajaran pada perttemuan ketiga di kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berjalan dengan baik. Pertemuan ketiga di kedua kelas ini membahas materi yang sama yaitu pengulangan mengenai penjumlahan dan pengurangan pecahan berbeda penyebut. Siswa pada kelompok eksperimen masih menggunakan alat peraga kotak pecahan dalam proses pembelajaran secara berkelompok. Mereka mengerjakan kartu soal dalam kotak pecahan secara bergantian. Pada akhir pembelajaran, siswa kelompok eksperimen terlihat bosan dengan pembelajaran. Hal inilah yang membuat kondisi kelas sempat tidak kondusif, namun, guru dengan cepat mengembalikan kondisi yang kondusif lagi.

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 Kondisi kelas kelompok kontrol juga tidak jauh berbeda. Siswa terlihat tidak antusias dalam mengikuti pembelajaran. Guru memberikan soal evaluasi pada siswa baik di kelompok eksperimen maupun kontrol di akhir pembelajaran. Siswa di kelompok eksperimen maupun kontrol mengerjakan soal evaluasi tersebut sesuai alokasi waktu yang ditentukan. Guru menutup pembelajaran dengan membuat kesimpulan bersama siswa baik di kelompok kontrol maupun eksperimen. Peningkatan prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu. Salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar adalah sarana prasarana (Susanto, 2013: 13). Alat peraga merupakan salah satu sarana yang digunakan dalam pembelajaran di kelompok eksperimen yang membuat adanya perbedaan prestasi belajar siswa (Susanto, 2013: 13). Pendapat lain mengenai faktor yang berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa menurut Slameto (2010: 54) adalah faktor internal dan faktor eksternal. Penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dalam penelitian merupakan faktor eksternal yang memberi efek terhadap prestasi belajar siswa dengan persentase sebesar 7,728%. Faktor internal yang mempengaruhi prestasi belajar menurut Winkel (2012: 155) meliputi intelegensi, motivasi, minat dan konsentrasi. Faktor internal inilah yang merupakan faktor-faktor lain yang memberi efek terhadap prestasi belajar siswa dengan persentase sebesar 92,272%.

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab V akan membahas mengenai kesimpulan, keterbatasan , dan saran penelitian. Pada bagian kesimpulan terdapat pembahasan mengenai hasil penelitian. Bagian keterbatasan peneliatian membahas keterbatasan yang dialami peneliti dalam melaksanakan penelitian, sedangkan bagian saran penelitian memaparkan saran bagi para peneliti ataupun penelitian yang akan dilakukan selanjutnya. A. Kesimpulan Penelitian ini dilaksanakan Berdasarkan terhadap kelas IV Sekolah Dasar Negeri Keceme 1 pada bidang studi matematika dalam materi penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan alat peraga berbasis metode Montessori denga rumusan masalah “Apakah ada perbedaan pada prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori”. Hipotesis pada penelitian ini adalah Ho: Tidak ada perbedaan pada prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori atau 1 = 2. Ha: Ada perbedaan pada prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori atau 1 2. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah ada perbedaan yang signifikan pada prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Hal ini ditunjukkan oleh kelompok eksperimen (M = 31,28; SE = 1,69) memiliki rata-rata skor post-test yang lebih 123

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 tinggi dibandingkan kelompok kontrol (M = 26,46; SE = 1,67). Perbedaan skor tersebut signifikan t(49) = -2,029 dengan Sig.(2-tailed) = 0,048 yang berarti


(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. 125 Peneliti tidak melaksanakan uji post-test yang kedua karena keterbatasan waktu sehingga tidak memperoleh data mengenai pengaruh perlakuan melalui uji retensi pengaruh perlakuan. C. Saran Saran dalam penelitian ini ditujukan bagi peneliti selanjutnya. 1. Penentuan jadwal antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen hendak diperhitungkan secara matang agar tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. 2. Validitas instrumen pembelajaran dan instrumen penelitian yang menjadi instrumen validasi isi sebaiknya diuji validitasnya supaya data yang digunakan dalam penelitian lebih terpercaya. 3. Pemberian pre-test dan post-test pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen pada penelitian hendaknya dilaksanakan dalam jarak waktu yang relatif cukup untuk mengurangi bias penelitian. 4. Apabila penelitian selanjutnya masih menggunakan alat peraga, sebaiknya siswa benar-benar dikondisikan untuk menggunakan alat peraga tersebut dalam pembelajaran secara efektif untuk mengurangi bias penelitian. 5. Melaksanakan uji post-test yang kedua untuk memperoleh data mengenai pengaruh perlakuan melalui uji retensi pengaruh perlakuan.

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Daftar Referensi Arifin, Z. (2009). Evaluasi pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Arsyad, A. (2007). Alat peraga pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Badan Satuan Nasional Pendidikan. (2006). Kurikulum tingkat satuan pendidikan. Jakarta: Dharma Bakti. Baines & Snortum. (2002). A Time-Sampling Analysis of Montessori and Traditional Classroom Interaction. New York: Taylor and Francis Group, Vol.4, (2), p.1-12. Bogardus, A. E. (2007) Quasi-experimental retrospective study: effect of formal math study skills instruction on remidial college math achievement. Desertasi. United State: Univercity of Phoenix. Cohen, L., Manion, L. & Morisson, K. (2007). Research method in education. New york: Taylor and Francis Group. Dahar, R. (2011). Teori-teori belajar. Jakarta: Erlangga. Dunst, H. & Trivette.(2004). Guidlines for calculating effect size for practice-based reseach syntheses. Centerscope: Evidence-based approaches to early childhood development, Vol.3, (1), p. 1-10. diunduh dari http://www.courseweb.unt.edu/gknezek/06spring/5610/centerscopevol3no 1.pdf. 17 Desember 2013 (15.23). Field, A. (2009). Discovering statistics using SPSS third edition. London: Sage Publication ltd. Johnson, B. Educational research third edition. 2008. USA: Sage Publication ltd. Hamalik, O. (2001). Proses belajar mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara. Holt, H. (2008). The absorbent mind pikiran yang mudah menyerap. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2011). Survei Internasional TIMMS. Diunduh dari: http://litbang.kemendikbud.go.id/index.php/surveiinternasionatimss. 30 Oktober 2013 (20:15). Kasmadi & Sunariah. (2013). Panduan modern penelitian kuantitatif. Bandung: Alfabeta Lillard, P. P. (1997). Montessori in the classroom. New York: Schocken Books.

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 . (2005). Montessori-Tthe science behind the genius. New York: Oxford Univercity Pers Inc. Masidjo, I. (2006). Penilaian pencapaian hasil belajar siswa di sekolah. Yogyakarta: Kanisius. . (2010). Penilaian pencapaian hasil belajar siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius Magini, A. (2013). Sejarah pendekatan montessori. Yogyakarta: Kanisius. Marpaung, Y. (2012). Karakteristik PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia). Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Montessori, M. (2003). The montessori method. New York: Schocken Books. Morrison, G. (2012). Dasar-Dasar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Jakarta: PT. Indeks. Nordstokke. (2011). The operating characteristics od the non parametric Lavene’s test for equal variances with assesment and evaluation data. Practical assesment, rearch and evaluation.10(5), p.1-8. Nasib pendidikan matematika indonesia. (November 2013). Sindo. diunduh dari: http://edukasi.sindo.co.id/read/2013/1/56/1078/nasib.pendidikan.matematika. indonesia. 7 Desember 2012. (13.40) Programme for International Student Assessment. What students know and can do: Student performance in reading, mathematics and science (2009). diunduh dari http://www.oecd.org/pisa/46643496.pdf. 12 Oktober 2013 (10.16). Putri, M. (2013). Pengembangan alat peraga ala montessori untuk keterampilan geometri matematika di SDN Tamanan Yogyakarta. Skripsi Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Risjayanti. (2008). Peningkatan motivasi dan minat belajar siswa dalam pembelajaran matematika melalui metode montessori dengan menggunakan alat peraga. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta. Riyanto, Y. (2010). Paradigma Baru Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Rohmana, Y. (2007). Koefisien determinasi dan korelasi berganda. Jakarta: Unversitas Indonesia.

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 Rukmi, D. (2013). Pengembangan alat peraga perkalian ala montessori untuk siswa kelas II. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Sarwono, J. (2012). Mengenal SPSS statistics 20: aplikasi untuk riset eksperimental. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Suherman, E. (2003). Strategi pembelajaran matematika kontemporer. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. Sumantri, M. & Johar Permana. (2001). Strategi belajar mengajar. Bandung: CV. Maulana. Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi. Jakarta: Rineka cipta. Sudijono, A. (2011). Pengantar evaluasi pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Sudjana, N. (2009). Penilaian hasil belajar mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sugiyono. (2007). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan r&d. Bandung: Alfabeta. . (2010). Statistika untuk penelitian. Bandung: Alfabeta. Surapranata, S. (2004). Analisis, validitas, reliabilitas, dan interpretasi hasil tes. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Susanto, A. (2012). Teori belajar & pembelajaran di sekolah dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media group. Tim Penyusun. (2006). Kurikulum sekolah dasar. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan. Tim Penyusun. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa – Departemen Pendidikan Nasional. Tim Penyusun. (2009). Pembelajaran pecahan untuk sekolah dasar. Yogyakarta: Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Matematika. Wahyuningsih, I. (2011). Pengaruh model pendidikan montessori terhadap hasil belajar matematika siswa. Skripsi. Jakarta: UIN Syarifhidayatullah. Winkel, W.S. (2012). Psikologi pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi.

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan Bidang Studi Kelas/Semester Hari, tanggal Alokasi Waktu : Sekolah Dasar Negeri Keceme 1 : Matematika : IV B/2 (Dua) : Senin, 24 Februari 2014 : 3 x 35 menit A. Standar Kompetensi 6. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah B. Kompetensi Dasar 6.3. Menjumlahkan pecahan 6.4. Mengurangkan pecahan C. Indikator Pembelajaran 1. Kognitif a. Memahami penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama. b. Memahami pengurangan pecahan yang berpenyebut sama. c. Melakukan penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama. d. Melakukan pengurangan pecahan yang berpenyebut sama. 2. Afektif a. Bekerjasama dalam mengerjakan tugas kelompok. 3. Psikomotorik a. Menggunakan alat peraga papan pecahan berbasis Montessori. D. Tujuan Pembelajaran 1. Kognitif a. Siswa mampu memahami penjumlahan pecahan yang sama penyebutnya dengan benar setelah mengikuti pembelajaran. b. Siswa mampu memahami pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya dengan benar setelah mengikuti pembelajaran. c. Siswa mampu melakukan penjumlahan minimal dua pecahan yang sama penyebutnya dengan benar setelah mengikuti proses pembelajaran yang menggunakan alat peraga papan pecahan. d. Siswa mampu melakukan pengurangan minimal dua pecahan yang berbeda penyebutnya dengan benar setelah mengikuti pembelajaran yang menggunakan alat peraga papan pecahan. 2. Afektif

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 a. Siswa bekerjasama tanpa dipaksa dalam mengerjakan tugas kelompok saat mengikuti pembelajaran. 3. Psikomotorik a. Siswa mampu menggunakan alat peraga papan pecahan berbasis Montessori dengan rapi dan tertib pada saat menjumlahkan dan mengurangkan pecahan. E. Metode Pembelajaran 1. Metode : tanya jawab, demonstrasi, diskusi F. Sumber Belajar 1. Kue yang berbentuk bulat 2. Alat peraga “Papan Pecahan Montessori” 3. Alat dan bahan pembuat alat peraga - Gunting - Kertas map - Cutter - Jangka - Penggaris - Kuas cat - Kertas karton - Cat - dll 4. Buku Paket Burhan. 2008. Ayo Belajar Matematika 4: untuk kelas 4 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiah. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. G. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I No Kegiatan Pembelajaran 1. Pembukaan a. Guru mengucap salam dan berdoa b. Guru melakukan presensi c. Pre test d. Apersepsi - Siswa bersama guru bertanya jawab untuk menggali pengetahuan siswa mengenai pecahan yang telah dipelajari siswa di pertemuan yang lalu yaitu membandingkan pecahan. e. Motivasi - Siswa menyimak cerita guru mengenai pecahan yang direalisasikan dalam bentuk kue Alokasi waktu 20 menit

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - Siswa terlibat dalam mempraktikkan pemotongan kue agar menjadi pecahan sesuai dengan cerita yang disampaikan guru f. Orientasi - Siswa menyimak penjelasan guru mengenai materi pembelajaran yang akan dipelajari yaitu “Penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama” - Siswa menyimak penjelasan guru mengenai langkah kegiatan yang akan dilalui siswa selama proses pembelajaran (bekerja dalam kelompok - mengerjakan LKS dengan menggunakan alat peraga - presentasi - sesi tanya jawab - evaluasi) - Siswa menyimak penjelasan guru mengenai konsep penjumlahan dengan penyebut yang sama - Siswa menyimak demonstrasi guru tentang penggunaan alat peraga yang akan digunakan dalam pembelajaran penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama sesuai dengan album alat peraga 2. Kegiatan Inti 30 menit a. Eksplorasi - Siswa dalam kelompok mendapatkan satu paket alat peraga pecahan beserta LKS (khusus pecahan berpenyebut sama) dan lembar jawab - Siswa dalam kelompok menyediakan alat peraga pada meja - Setiap siswa dalam kelompok mengerjakan LKS kelompok menggunakan alat peraga papan peraga Montessori - Setiap siswa dalam kelompok secara bergantian mengambil blok pecahan sesuai dengan pecahan yang tertera dalam LKS masing-masing dan tanda “+”, “-“ serta “=” - Siswa mencari atau menyesuaikan blok pecahan yang kecil untuk memenuhi pecahan 138

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang besar agar sesuai atau menjadi sama besar - Masing-masing siswa menghitung blok pecahan yang telah mereka temukan - Setiap siswa menuliskan jawaban soal pada lembar jawab - Apabila sudah selesai, siswa dipersilahkan untuk bertukar kartu soal dengan teman satu kelompoknya dan menyelesaikannya dengan langkah yang sama menggunakan alat peraga b. Elaborasi - Setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan jawaban dari LKS - Setiap kelompok memperagakan penggunaan alat peraga pecahan untuk menjawab dua soal operasi penjumlahan pecahan yang terdapat pada Lembar Kerja Siswa pada saat presentasi - Kelompok yang tidak presentasi memberikan tanggapan dan mengoreksi apakah jawaban kelompoknya sudah benar atau belum c. Konfirmasi - Guru memberikan memberikan penguatan apabila hasil presentasi siswa benar dan memberikan pembenaran apabila hasil presentasi siswa kurang tepat 3. Penutup 20 menit a. Kesimpulan - Siswa bertanya apabila ada materi atau konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama yang belum dipahami - Siswa menyimak penjelasan guru mengenai materi atau konsep yang ditanyakan siswa - Siswa bersama guru membuat kesimpulan mengenai materi penjumlahan pengurangan pecahan berpenyebut sama yang telah dipelajari hari ini baik secara lisan maupun tertulis dengan cara tanya jawab 139

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 b. Evaluasi - Siswa mengerjakan soal evaluasi yang berkaitan dengan materi penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama c. Refleksi - Siswa mengemukakan apa yang mereka rasakan setelah mengikuti pembelajaran hari ini d. Tindak lanjut - Guru memberikan tugas rumah untuk berlatih kembali menjumlahkan pecahan yang berpenyebut sama dan menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya (penjumlahan pecahan yang berbeda penyebut) e. Doa dan salam H. Penilaian a. b. c. d. I. Indikator Memahami penjumlahan pecahan yang sama penyebutnya. Memahami pengurangan pecahan yang berpenyebut sama. Melakukan penjumlahan pecahan yang sama penyebutnya. Melakukan pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya. Bentuk Tes Teknik Tertulis Instrumen Soal essai (terlampir) Rubrik Penilaian Soal 1. Hasil dari + = = 0 Tidak menjawab sama sekali Pemberian Skor 1 2 + = + = = =

(158) 141 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. - = = 3. Fika membeli kg tepung. Sesampainya di rumah ibunya memberinya Tidak menjawab sama sekali Tidak menjawab sama sekali - = - = = = Jawaban tidak lengkap (diketahui, ditanya, jawab) Jawaban lengkap dan benar kg tepung lagi pada Fika. Berapakah keseluruhan tepung yang dimiliki Fika? - Tidak menjawab + = ... sama sekali Tidak 5. + - = menjawab ... sama sekali Skor maksimal = 10 4. Hasil dari - + = = - + - = + = = = 100 Siti Ngafiah, S.Pd. = = Perolehan nilai Mengetahui, Guru Pamong + Peneliti Ulfah Mayasari =

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan Bidang Studi Kelas/Semester Hari, tanggal Alokasi Waktu : Sekolah Dasar Negeri Keceme 1 : Matematika : IV/2 (Dua) : Selasa, 25 Februari 2014 : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi 7. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah B. Kompetensi Dasar 7.3. Menjumlahkan pecahan 7.4. Mengurnagkan pecahan C. Indikator Pembelajaran 1. Kognitif a. Memahami konsep penjumlahan pecahan yang berbeda penyebutnya. b. Memahami konsep pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya. c. Melakukan operasi penjumlahan pecahan yang berbeda penyebutnya. d. Melakukan operasi pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya. 2. Afektif a. Bekerjasama dalam mengerjakan tugas kelompok. b. Menghargai pendapat teman. 3. Psikomotorik a. Menggunakan alatperaga papan pecahan berbasis Montessori. D. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa mampu memahami konsep penjumlahan pecahan yang berbeda penyebutnya menggunakan alat peraga dengan benar setelah mengikuti proses pembelajaran. 2. Siswa mampu memahami konsep pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya menggunakan alat peraga dengan benar setelah mengikuti proses pembelajaran. 3. Siswa mampu melakukan penjumlahan minimal dua pecahan yang berbeda penyebutnya setelah mengikuti pembelajaran yang menggunakan alat peraga papan pecahan.

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 4. Siswa mampu melakukan pengurangan minimal dua pecahan yang berbeda penyebutnya setelah mengikuti pembelajaran yang menggunakan alat peraga papan pecahan. E. Metode Pembelajaran 2. Metode : tanya jawab, demonstrasi, diskusi F. Materi Pembelajaran Penjumlahan Pecahan Berbeda Penyebut - Penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan penyebu yang berbeda Penjumlahan pada bilangan pecahan memiliki aturan-aturan yang sedikit berbeda. Penjumlahan pecahan yang memiliki penyebut berbeda. Pada penjumlahan pecahan, terdapat penggunaan KPK dari kedua penyebut pecahan yang dijumlahkan. Tuliskan aturan penggunaan KPK dari kedua penyebut dalam penjumlahan pecahan. Contoh penjumlahan pecahan yang berpenyebut beda yaitu: + = = G. Sumber Belajar 5. Alat peraga “Papan Pecahan” 6. Alat dan bahan pembuat alat peraga - Gunting - Kertas map - Cutter - Jangka - Penggaris - Kuas cat - Kertas karton - Cat - dll 7. Buku Paket Burhan. 2008. Ayo Belajar Matematika 4: untuk kelas 4 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiah. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. H. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan II No Kegiatan Pembelajaran 1. Pembukaan g. Guru mengucap salam dan berdoa Alokasi waktu 15 menit

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI h. Guru melakukan presensi i. Apersepsi - Beberapa siswa diminta untuk mengerjakan penjumlahan dan pengurangan pecahan yang berpenyebut sama di depan kelas - Guru menggali pengetahuan siswa mengenai cara menghitung KPK dari beberapa bilangan sebagai dasar dalam menyamakan penyebut pada pecahan j. Motivasi - Siswa menyanyikan lagu ”Di sini senang Di sana Senang” k. Orientasi - Siswa menyimak penjelasan guru mengenai materi pembelajaran yang akan dipelajari yaitu “Penjumlahan dan pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya” - Siswa menyimak penjelasan guru mengenai langkah kegiatan yang akan dilalui siswa selama proses pembelajaran (bekerja dalam kelompok - mengerjakan LKS dengan menggunakan alat peraga - presentasi - sesi tanya jawab - evaluasi) - Siswa menyimak penjelasan guru mengenai konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan penyebut yang berbeda - Siswa menyimak demonstrasi guru tentang penggunaan alat peraga yang akan digunakan dalam pembelajaran penjumlahan dan pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya sesuai dengan album alat peraga 2. Kegiatan Inti d. Eksplorasi - Siswa dalam kelompok mendapatkan satu paket alat peraga pecahan beserta LKS (khusus pecahan berbeda penyebut) dan lembar jawab - Siswa dalam kelompok menyediakan alat 35 menit 146

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI peraga pada meja - Setiap siswa dalam kelompok mengambil dua LKS yang telah terdapat pada alat peraga - Setiap siswa dalam kelompok menuliskan soal pada lembar kerja yang telah diberikan guru - Setiap siswa dalam kelompok secara bergantian mengambil blok pecahan sesuai dengan pecahan yang tertera dalam LKS masing-masing dan tanda “+”, “-” serta “=” - Siswa mencari atau menyesuaikan blok pecahan yang kecil untuk memenuhi pecahan yang besar agar sesuai atau menjadi sama besar - Masing-masing siswa menghitung blok pecahan yang telah mereka temukan - Setiap siswa menuliskan jawaban soal pada lembar jawab - Apabila sudah selesai, siswa dipersilahkan untuk bertukar LKS dengan temannya dan menyelesaikannya dengan langkah yang sama menggunakan alat peraga e. Elaborasi - Setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan jawaban dari dua LKS yang berbeda antara satu kelompok dengan kelompok lain - Setiap kelompok memperagakan penggunaan alat peraga pecahan untuk menjawab dua soal operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan yang terdapat pada LKS pada saat presentasi - Kelompok yang tidak presentasi memberikan tanggapan dan mengoreksi apakah jawaban kelompoknya sudah benar atau belum f. Konfirmasi - Guru memberikan memberikan penguatan apabila hasil presentasi siswa benar dan memberikan pembenaran apabila hasil presentasi siswa kurang tepat 147

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. I. 148 Penutup 20 menit f. Kesimpulan - Siswa bertanya apabila ada materi atau konsep penjumlahan pecahan berpenyebut sama yang belum dipahami - Siswa menyimak penjelasan guru mengenai materi atau konsep yang ditanyakan siswa - Siswa bersama guru membuat kesimpulan mengenai materi penjumlahan pecahan berpenyebut sama yang telah dipelajari hari ini baik secara lisan maupun tertulis dengan cara tanya jawab. g. Evaluasi - Siswa mengerjakan soal evaluasi yang berkaitan dengan materi penjumlahan dan pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya. h. Refleksi - Siswa mengemukakan apa yang mereka rasakan setelah mengikuti pembelajaran hari ini. i. Tindak lanjut - Guru memberikan PR untuk mengerjakan soal latihan menjumlahkan dan mengurangkan pecahan yang berpenyebut beda j. Doa dan salam penutup Penilaian Indikator Bentuk a. Memahami konsep Tes penjumlahan pecahan yang berbeda penyebutnya. b. Memahami konsep pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya. c. Melakukan operasi penjumlahan pecahan yang Teknik Tertulis Instrumen Soal essai (terlampir)

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 berbeda penyebutnya. d. Melakukan operasi pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya. e. Melakukan operasi campuran (penjumlahan dan pengurangan) pecahan yang berbeda penyebutnya. J. Rubrik Penilaian Soal 6. Hasil dari + ... adalah 0 Tidak menjawab sama sekali Pemberian Skor 1 Menjawab dengan cara panjang (proses penyamaan penyebut terlihat) tetapi hasilnya salah. 2 Menjawab dengan cara panjang (proses penyamaan penyebut terlihat) dan hasilnya benar ( 7. - = ... Tidak menjawab sama sekali Menjawab dengan cara panjang (proses penyamaan penyebut terlihat) tetapi hasilnya salah. atau 1 ). Menjawab dengan cara panjang (proses penyamaan penyebut terlihat) dan hasilnya benar ( ). 8. + ... = Tidak menjawab sama sekali Menjawab dengan cara panjang (proses penyamaan penyebut terlihat) tetapi hasilnya salah. Menjawab dengan cara panjang (proses penyamaan penyebut terlihat) dan hasilnya benar ( ). 9. + - = ... Tidak menjawab sama sekali Menjawab dengan cara panjang (proses penyamaan penyebut terlihat) tetapi hasilnya salah. Menjawab dengan cara panjang (proses penyamaan penyebut terlihat) dan hasilnya benar ( ).

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10. = ... + Tidak menjawab sama sekali Menjawab dengan cara panjang (proses penyamaan penyebut terlihat) tetapi hasilnya salah. Menjawab dengan cara panjang (proses penyamaan penyebut terlihat) dan hasilnya benar ( 2 Skor maksimal = 10 Perolehan nilai: = 100 Mengetahui, Guru Pamong Siti Ngafiah 150 Peneliti Ulfah Mayasari )

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan Bidang Studi Kelas/Semester Hari, tanggal Alokasi Waktu : Sekolah Dasar Negeri Keceme 1 : Matematika : IV A/2 (Dua) : Selasa, 25 Februari 2014 : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi 8. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah B. Kompetensi Dasar 8.3. Menjumlahkan pecahan 8.4. Mengurangkan pecahan C. Indikator Pembelajaran 1. Kognitif a. Memahami penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama. b. Memahami pengurangan pecahan yang berpenyebut sama. c. Melakukan penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama. d. Melakukan pengurangan pecahan yang berpenyebut sama. 2. Afektif b. Bekerjasama dalam mengerjakan tugas kelompok. 3. Psikomotorik b. Menulis bilangan pecahan. D. Tujuan Pembelajaran 1. Kognitif a. Siswa mampu memahami penjumlahan pecahan yang sama penyebutnya dengan benar setelah mengikuti pembelajaran. b. Siswa mampu memahami pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya dengan benar setelah mengikuti pembelajaran. c. Siswa mampu melakukan penjumlahan minimal dua pecahan yang sama penyebutnya dengan benar setelah mengikuti proses pembelajaran. d. Siswa mampu melakukan pengurangan minimal dua pecahan yang berbeda penyebutnya dengan benar setelah mengikuti pembelajaran.

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155 2. Afektif a. Siswa mampu bekerjasama tanpa dipaksa pada saat mengerjakan tugas kelompok dalam pembelajaran. 3. Psikomotorik a. Siswa mampu menulis bilangan pecahan dengan benar setelah mengikuti pembelajaran. E. Metode Pembelajaran 1. Metode : tanya jawab, ceramah, dan diskusi F. Materi Pembelajaran Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan - Penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama Penjumlahan pada bilangan pecahan memiliki aturan-aturan yang sedikit berbeda. Penjumlahan pecahan yang memiliki penyebut sama dilakukan dengan menjumlahkan pembilang-pembilangnya. Contoh penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama yaitu: + = = - = = G. Sumber Belajar 1. Kue sagon 2. Buku Paket Burhan. 2008. Ayo Belajar Matematika 4: untuk kelas 4 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiah. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. H. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I No Kegiatan Pembelajaran 1. Pembukaan a. Guru mengucap salam dan berdoa b. Guru melakukan presensi c. Pre test d. Apersepsi - Siswa bersama guru bertanya jawab untuk menggali pengetahuan siswa mengenai pecahan yang telah dipelajari siswa di pertemuan yang lalu yaitu membandingkan Alokasi waktu 20 menit

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pecahan. e. Motivasi - Siswa menyimak cerita guru mengenai pecahan yang direalisasikan dalam bentuk kue - Siswa terlibat dalam mempraktikkan pemotongan kue agar menjadi pecahan sesuai dengan cerita yang disampaikan guru f. Orientasi - Siswa menyimak penjelasan guru mengenai materi pembelajaran yang akan dipelajari yaitu “Penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama” - Siswa menyimak penjelasan guru mengenai langkah kegiatan yang akan dilalui siswa selama proses pembelajaran (bekerja dalam kelompok - mengerjakan LKS - presentasi sesi tanya jawab - evaluasi) - Siswa menyimak penjelasan guru mengenai konsep penjumlahan dengan penyebut yang sama 2. Kegiatan Inti 30 menit g. Eksplorasi - Siswa dalam kelompok mendapatkan satu paket alat peraga pecahan beserta LKS (khusus pecahan berpenyebut sama) dan lembar jawab - Setiap siswa dalam kelompok mengerjakan LKS kelompok - Setiap siswa dalam kelompok mengerjaan LKS pecahan yang berupa penjumlahan dan pengurangan - Setiap siswa menuliskan jawaban soal pada lembar jawab h. Elaborasi - Setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan jawaban dari LKS - Kelompok yang tidak presentasi memberikan tanggapan dan mengoreksi apakah jawaban 156

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kelompoknya sudah benar atau belum i. Konfirmasi - Guru memberikan memberikan penguatan apabila hasil presentasi siswa benar dan memberikan pembenaran apabila hasil presentasi siswa kurang tepat 3. Penutup 20 menit a. Kesimpulan - Siswa bertanya apabila ada materi atau konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama yang belum dipahami - Siswa menyimak penjelasan guru mengenai materi atau konsep yang ditanyakan siswa - Siswa bersama guru membuat kesimpulan mengenai materi penjumlahan pengurangan pecahan berpenyebut sama yang telah dipelajari hari ini baik secara lisan maupun tertulis dengan cara tanya jawab b. Evaluasi - Siswa mengerjakan soal evaluasi yang berkaitan dengan materi penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama c. Refleksi - Siswa mengemukakan apa yang mereka rasakan setelah mengikuti pembelajaran hari ini d. Tindak lanjut - Guru memberikan tugas rumah untuk berlatih kembali menjumlahkan pecahan yang berpenyebut sama dan menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya (penjumlahan pecahan yang berbeda penyebut) e. Doa dan salam 157

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI I. Penilaian e. f. g. h. J. 158 Indikator Memahami penjumlahan pecahan yang sama penyebutnya. Memahami pengurangan pecahan yang berpenyebut sama. Melakukan penjumlahan pecahan yang sama penyebutnya. Melakukan pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya. Bentuk Tes Teknik Tertulis Instrumen Soal essai (terlampir) Rubrik Penilaian Soal 0 11. Hasil dari + = Pemberian Skor 1 2 Tidak menjawab sama sekali + = + = = = Tidak menjawab sama sekali - = - = = = = 12. - = = 13. Fika membeli kg tepung. Sesampainy a di rumah ibunya memberinya kg tepung lagi pada Fika. Berapakah Tidak menjawab sama sekali Jawaban tidak lengkap (diketahui, ditanya, jawab) Jawaban lengkap dan benar

(176) 159 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI keseluruhan tepung yang dimiliki Fika? 14. Hasil Tidak menjawab sama sekali - - Tidak menjawab = ... sama sekali Skor maksimal = 10 + dari + 15. = ... + = = - + = = + = - = + - = = Perolehan nilai = 100 Mengetahui, Guru Pamong Supriyati, A.Md. Peneliti, Ulfah Mayasari

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan Bidang Studi Kelas/Semester Hari, tanggal Alokasi Waktu : Sekolah Dasar Negeri Keceme 1 : Matematika : IV A/2 (Dua) : Rabu, 25 Februari 2014 : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi 6. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah B. Kompetensi Dasar 6.4 Menjumlahkan pecahan 6.5 Mengurnagkan pecahan C. Indikator Pembelajaran 1. Memahami konsep penjumlahan pecahan yang berbeda penyebutnya. 2. Memahami konsep pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya. 3. Melakukan operasi penjumlahan pecahan yang berbeda penyebutnya. 4. Melakukan operasi pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya. D. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa mampu memahami konsep penjumlahan pecahan yang berbeda penyebutnya menggunakan alat peraga dengan benar setelah mengikuti proses pembelajaran. 2. Siswa mampu memahami konsep pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya menggunakan alat peraga dengan benar setelah mengikuti proses pembelajaran. 3. Siswa mampu melakukan penjumlahan minimal dua pecahan yang berbeda penyebutnya setelah mengikuti pembelajaran yang menggunakan alat peraga papan pecahan. 4. Siswa mampu melakukan pengurangan minimal dua pecahan yang berbeda penyebutnya setelah mengikuti pembelajaran yang menggunakan alat peraga papan pecahan. E. Metode Pembelajaran 1. Metode : tanya jawab, demonstrasi, diskusi

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI F. 163 Materi Pembelajaran Penjumlahan Pecahan Berbeda Penyebut Penjumlahan Pecahan Berbeda Penyebut - Penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan penyebu yang berbeda Penjumlahan pada bilangan pecahan memiliki aturan-aturan yang sedikit berbeda. Penjumlahan pecahan yang memiliki penyebut berbeda. Pada penjumlahan pecahan, terdapat penggunaan KPK dari kedua penyebut pecahan yang dijumlahkan. Tuliskan aturan penggunaan KPK dari kedua penyebut dalam penjumlahan pecahan. Contoh penjumlahan pecahan yang berpenyebut beda yaitu: + = = G. Sumber Belajar 1. Teman 2. Guru 3. Buku Paket Burhan. 2008. Ayo Belajar Matematika 4: untuk kelas 4 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiah. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. H. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan II No Kegiatan Pembelajaran 1. Pembukaan a. Guru mengucap salam dan berdoa b. Guru melakukan presensi c. Apersepsi - Beberapa siswa diminta untuk mengerjakan penjumlahan dan pengurangan pecahan yang berpenyebut sama di depan kelas - Guru menggali pengetahuan siswa mengenai cara menghitung KPK dari beberapa bilangan sebagai dasar dalam menyamakan penyebut pada pecahan d. Motivasi - Siswa menyanyikan lagu ”Di sini senang Di sana Senang” e. Orientasi Alokasi waktu 15 menit

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - Siswa menyimak penjelasan guru mengenai materi pembelajaran yang akan dipelajari yaitu “Penjumlahan dan pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya” - Siswa menyimak penjelasan guru mengenai langkah kegiatan yang akan dilalui siswa selama proses pembelajaran (bekerja dalam kelompok - mengerjakan kartu soal dengan menggunakan alat peraga - presentasi - sesi tanya jawab - evaluasi) - Siswa menyimak penjelasan guru mengenai konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan penyebut yang berbeda - Siswa menyimak demonstrasi guru tentang penggunaan alat peraga yang akan digunakan dalam pembelajaran penjumlahan dan pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya sesuai dengan album alat peraga 2. Kegiatan Inti 35 menit a. Eksplorasi - Siswa dalam kelompok mendapatkan Lembar Kerja Siswa (LKS) - Setiap siswa dalam kelompok mengerjakan LKS yang telah terdapat pada alat peraga - Setiap siswa dalam kelompok menuliskan jawaban pada lembar kerja yang telah diberikan guru b. Elaborasi - Setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan jawaban dari Lembar Kerja Siswa (LKS) - Kelompok yang tidak presentasi memberikan tanggapan dan mengoreksi apakah jawaban kelompoknya sudah benar atau belum c. Konfirmasi - Guru memberikan memberikan penguatan apabila hasil presentasi siswa benar dan memberikan pembenaran apabila hasil 164

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165 presentasi siswa kurang tepat 3. I. Penutup 20 menit a. Kesimpulan - Siswa bertanya apabila ada materi atau konsep penjumlahan pecahan berpenyebut sama yang belum dipahami - Siswa menyimak penjelasan guru mengenai materi atau konsep yang ditanyakan siswa - Siswa bersama guru membuat kesimpulan mengenai materi penjumlahan pecahan berpenyebut sama yang telah dipelajari hari ini baik secara lisan maupun tertulis dengan cara tanya jawab. b. Evaluasi - Siswa mengerjakan soal evaluasi yang berkaitan dengan materi penjumlahan dan pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya. c. Refleksi - Siswa mengemukakan apa yang mereka rasakan setelah mengikuti pembelajaran hari ini. d. Tindak lanjut - Guru memberikan PR untuk mengerjakan soal latihan menjumlahkan dan mengurangkan pecahan yang berpenyebut beda e. Doa dan salam penutup Penilaian Indikator Bentuk a. Memahami konsep Tes penjumlahan pecahan yang berbeda penyebutnya. b. Memahami konsep pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya. c. Melakukan operasi Teknik Tertulis Instrumen Soal essai (terlampir)

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166 penjumlahan pecahan yang berbeda penyebutnya. d. Melakukan operasi pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya. e. Melakukan operasi campuran (penjumlahan dan pengurangan) pecahan yang berbeda penyebutnya. J. Rubrik Penilaian Soal 0 16. Hasil dari + adalah ... Tidak menjawab sama sekali Pemberian Skor 1 Menjawab dengan cara panjang (proses penyamaan penyebut terlihat) tetapi hasilnya salah. 2 Menjawab dengan cara panjang (proses penyamaan penyebut terlihat) dan hasilnya benar ( 17. - = ... Tidak menjawab sama sekali Menjawab dengan cara panjang (proses penyamaan penyebut terlihat) tetapi hasilnya salah. atau 1 ). Menjawab dengan cara panjang (proses penyamaan penyebut terlihat) dan hasilnya benar ( ). 18. + ... = Tidak menjawab sama sekali Menjawab dengan cara panjang (proses penyamaan penyebut terlihat) tetapi hasilnya salah. Menjawab dengan cara panjang (proses penyamaan penyebut terlihat) dan hasilnya benar ( ). 19. + = ... Tidak menjawab sama sekali Menjawab dengan cara panjang (proses penyamaan penyebut terlihat) tetapi hasilnya salah. Menjawab dengan cara panjang (proses penyamaan penyebut terlihat) dan hasilnya benar

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167 ( ). 20. - + = ... Tidak menjawab sama sekali Menjawab dengan cara panjang (proses penyamaan penyebut terlihat) tetapi hasilnya salah. Menjawab dengan cara panjang (proses penyamaan penyebut terlihat) dan hasilnya benar ( 2 Skor maksimal = 10 Perolehan nilai: = 100 Mengetahui, Guru Pamong Peneliti Supriyati, A.Md. Ulfah Mayasari )

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan Bidang Studi Kelas/Semester Hari, tanggal Alokasi Waktu : Sekolah Dasar Negeri Keceme 1 : Matematika : IV B/2 (Dua) : Senin, 24 Februari 2014 : 3 x 35 menit A. Standar Kompetensi 6. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah B. Kompetensi Dasar 6.3. Menjumlahkan pecahan 6.4. Mengurangkan pecahan C. Indikator Pembelajaran 1. Kognitif a. Menjelaskan penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama. b. Menjelaskan pengurangan pecahan yang berpenyebut sama. c. Melakukan penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama. d. Melakukan pengurangan pecahan yang berpenyebut sama. 2. Afektif c. Bekerjasama dalam mengerjakan tugas kelompok. 3. Psikomotorik c. Menggunakan alat peraga papan pecahan berbasis Montessori. D. Tujuan Pembelajaran 1. Kognitif a. Siswa mampu menjelaskan penjumlahan pecahan yang sama penyebutnya dengan benar setelah mengikuti pembelajaran. b. Siswa mampu menjelaskan pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya dengan benar setelah mengikuti pembelajaran. c. Siswa mampu melakukan penjumlahan minimal dua pecahan yang sama penyebutnya dengan benar setelah mengikuti proses pembelajaran yang menggunakan alat peraga papan pecahan. d. Siswa mampu melakukan pengurangan minimal dua pecahan yang berbeda penyebutnya dengan benar setelah mengikuti pembelajaran yang menggunakan alat peraga papan pecahan.

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. 3. 182 Afektif b. Siswa bekerjasama tanpa dipaksa dalam mengerjakan tugas kelompok saat mengikuti pembelajaran. Psikomotorik b. Siswa mampu menggunakan alat peraga papan pecahan berbasis Montessori dengan rapi dan tertib pada saat menjumlahkan dan mengurangkan pecahan. E. Nilai PBKB (Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa) 1. Mandiri 2. Bertanggung jawab F. Metode Pembelajaran 1. Metode : tanya jawab, demonstrasi, diskusi G. Materi Pembelajaran Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan - Penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama Penjumlahan pada bilangan pecahan memiliki aturan-aturan yang sedikit berbeda. Penjumlahan pecahan yang memiliki penyebut sama dilakukan dengan menjumlahkan pembilang-pembilangnya. Contoh penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama yaitu: + = = H. Sumber Belajar 1. Kue yang berbentuk bulat 2. Alat peraga “Papan Pecahan Montessori” 3. Alat dan bahan pembuat alat peraga - Gunting - Kertas map - Cutter - Jangka - Penggaris - Kuas cat - Kertas karton - Cat - dll 4. Buku Paket Burhan. 2008. Ayo Belajar Matematika 4: untuk kelas 4 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiah. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI I. 183 Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I No Kegiatan Pembelajaran Alokasi waktu 1. Pembukaan 20 menit a. Guru mengucap salam dan berdoa b. Guru melakukan presensi c. Pre test d. Apersepsi - Siswa bersama guru bertanya jawab untuk menggali pengetahuan siswa mengenai pecahan yang telah dipelajari siswa di pertemuan yang lalu yaitu membandingkan pecahan. e. Motivasi - Siswa menyimak cerita guru mengenai pecahan yang direalisasikan dalam bentuk kue - Siswa terlibat dalam mempraktikkan pemotongan kue agar menjadi pecahan sesuai dengan cerita yang disampaikan guru f. Orientasi - Siswa menyimak penjelasan guru mengenai materi pembelajaran yang akan dipelajari yaitu “Penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama” - Siswa menyimak penjelasan guru mengenai langkah kegiatan yang akan dilalui siswa selama proses pembelajaran (bekerja dalam kelompok - mengerjakan LKS dengan menggunakan alat peraga - presentasi - sesi tanya jawab - evaluasi) - Siswa menyimak penjelasan guru mengenai konsep penjumlahan dengan penyebut yang sama - Siswa menyimak demonstrasi guru tentang penggunaan alat peraga yang akan digunakan dalam pembelajaran penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama sesuai dengan album alat peraga

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Kegiatan Inti 30 menit a. Eksplorasi - Siswa dalam kelompok mendapatkan satu paket alat peraga pecahan beserta LKS (khusus pecahan berpenyebut sama) dan lembar jawab - Siswa dalam kelompok menyediakan alat peraga pada meja - Setiap siswa dalam kelompok mengerjakan LKS kelompok menggunakan alat peraga papan peraga Montessori - Setiap siswa dalam kelompok secara bergantian mengambil blok pecahan sesuai dengan pecahan yang tertera dalam LKS masing-masing dan tanda “+”, “-“ serta “=” - Siswa mencari atau menyesuaikan blok pecahan yang kecil untuk memenuhi pecahan yang besar agar sesuai atau menjadi sama besar - Masing-masing siswa menghitung blok pecahan yang telah mereka temukan - Setiap siswa menuliskan jawaban soal pada lembar jawab - Apabila sudah selesai, siswa dipersilahkan untuk bertukar kartu soal dengan teman satu kelompoknya dan menyelesaikannya dengan langkah yang sama menggunakan alat peraga b. Elaborasi - Setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan jawaban dari LKS - Setiap kelompok memperagakan penggunaan alat peraga pecahan untuk menjawab dua soal operasi penjumlahan pecahan yang terdapat pada Lembar Kerja Siswa pada saat presentasi - Kelompok yang tidak presentasi memberikan tanggapan dan mengoreksi apakah jawaban kelompoknya sudah benar atau belum c. Konfirmasi - Guru memberikan memberikan penguatan 184

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 185 apabila hasil presentasi siswa benar dan memberikan pembenaran apabila hasil presentasi siswa kurang tepat 3. J. Penutup 20 menit a. Kesimpulan - Siswa bertanya apabila ada materi atau konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama yang belum dipahami - Siswa menyimak penjelasan guru mengenai materi atau konsep yang ditanyakan siswa - Siswa bersama guru membuat kesimpulan mengenai materi penjumlahan pengurangan pecahan berpenyebut sama yang telah dipelajari hari ini baik secara lisan maupun tertulis dengan cara tanya jawab b. Evaluasi - Siswa mengerjakan soal evaluasi yang berkaitan dengan materi penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama c. Refleksi - Siswa mengemukakan apa yang mereka rasakan setelah mengikuti pembelajaran hari ini d. Tindak lanjut - Guru memberikan tugas rumah untuk berlatih kembali menjumlahkan pecahan yang berpenyebut sama dan menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya (penjumlahan pecahan yang berbeda penyebut) e. Doa dan salam Penilaian Indikator a. Menjelaskan penjumlahan pecahan yang sama penyebutnya. Bentuk Tes Teknik Tertulis Instrumen Soal essai (terlampir)

(203) 186 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Menjelaskan pengurangan pecahan yang berpenyebut sama. c. Melakukan penjumlahan pecahan yang sama penyebutnya. d. Melakukan pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya. K. Rubrik Penilaian Soal 1. Hasil dari + = = 2. - = = 3. Fika membeli kg tepung. Sesampainya di rumah ibunya memberinya Pemberian Skor 1 0 2 Tidak menjawab sama sekali + = + = = = Tidak menjawab sama sekali - = - = = = Tidak menjawab sama sekali Jawaban tidak lengkap (diketahui, ditanya, jawab) Jawaban lengkap dan benar kg tepung lagi pada Fika. Berapakah keseluruhan tepung yang dimiliki Fika? - Tidak menjawab = ... sama sekali Tidak - = 4. Hasil dari + 5. + - + = = - + = = + - = + - =

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ... menjawab sama sekali Skor maksimal = 10 = = Perolehan nilai = 100 Mengetahui, Guru Pamong Siti Ngafiah, S.Pd. Peneliti Ulfah Mayasari 187

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 188 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan Bidang Studi Kelas/Semester Hari, tanggal Alokasi Waktu : Sekolah Dasar Negeri Keceme 1 : Matematika : IV/2 (Dua) : Selasa, 25 Februari 2014 : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi 6. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah B. Kompetensi Dasar 6.3. Menjumlahkan pecahan 6.4. Mengurnagkan pecahan C. Indikator Pembelajaran 1. Kognitif a. Menjelaskan konsep penjumlahan pecahan yang berbeda penyebutnya. b. Menjelaskan konsep pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya. c. Melakukan operasi penjumlahan pecahan yang berbeda penyebutnya. d. Melakukan operasi pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya. 2. Afektif c. Bekerjasama dalam mengerjakan tugas kelompok. d. Menghargai pendapat teman. 3. Psikomotorik b. Menggunakan alatperaga papan pecahan berbasis Montessori. D. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa mampu menjelaskan penyebutnya menggunakan proses pembelajaran. 2. Siswa mampu menjelaskan penyebutnya menggunakan proses pembelajaran. konsep penjumlahan pecahan yang berbeda alat peraga dengan benar setelah mengikuti konsep pengurangan pecahan yang berbeda alat peraga dengan benar setelah mengikuti

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 189 3. Siswa mampu melakukan penjumlahan minimal dua pecahan yang berbeda penyebutnya setelah mengikuti pembelajaran yang menggunakan alat peraga papan pecahan. 4. Siswa mampu melakukan pengurangan minimal dua pecahan yang berbeda penyebutnya setelah mengikuti pembelajaran yang menggunakan alat peraga papan pecahan. E. Nilai PBKB (Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa) 1. Sikap mandiri 2. Tanggung jawab F. Metode Pembelajaran 2. Metode : tanya jawab, demonstrasi, diskusi G. Materi Pembelajaran Penjumlahan Pecahan Berbeda Penyebut - Penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan penyebu yang berbeda Penjumlahan pada bilangan pecahan memiliki aturan-aturan yang sedikit berbeda. Penjumlahan pecahan yang memiliki penyebut berbeda. Pada penjumlahan pecahan, terdapat penggunaan KPK dari kedua penyebut pecahan yang dijumlahkan. Tuliskan aturan penggunaan KPK dari kedua penyebut dalam penjumlahan pecahan. Contoh penjumlahan pecahan yang berpenyebut beda yaitu: + = = H. Sumber Belajar 1. Alat peraga “Papan Pecahan” 2. Alat dan bahan pembuat alat peraga - Gunting - Kertas map - Cutter - Jangka - Penggaris - Kuas cat - Kertas karton - Cat - dll 3. Buku Paket Burhan. 2008. Ayo Belajar Matematika 4: untuk kelas 4 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiah. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI I. 190 Kegiatan Pembelajaran Pertemuan II No Kegiatan Pembelajaran Alokasi waktu 1. Pembukaan 15 menit a. Guru mengucap salam dan berdoa b. Guru melakukan presensi c. Apersepsi - Beberapa siswa diminta untuk mengerjakan penjumlahan dan pengurangan pecahan yang berpenyebut sama di depan kelas - Guru menggali pengetahuan siswa mengenai cara menghitung KPK dari beberapa bilangan sebagai dasar dalam menyamakan penyebut pada pecahan d. Motivasi - Siswa menyanyikan lagu ”Di sini senang Di sana Senang” e. Orientasi - Siswa menyimak penjelasan guru mengenai materi pembelajaran yang akan dipelajari yaitu “Penjumlahan dan pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya” - Siswa menyimak penjelasan guru mengenai langkah kegiatan yang akan dilalui siswa selama proses pembelajaran (bekerja dalam kelompok - mengerjakan LKS dengan menggunakan alat peraga - presentasi - sesi tanya jawab - evaluasi) - Siswa menyimak penjelasan guru mengenai konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan penyebut yang berbeda - Siswa menyimak demonstrasi guru tentang penggunaan alat peraga yang akan digunakan dalam pembelajaran penjumlahan dan pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya sesuai dengan album alat peraga 2. Kegiatan Inti 35 menit

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. Eksplorasi - Siswa dalam kelompok mendapatkan satu paket alat peraga pecahan beserta LKS (khusus pecahan berbeda penyebut) dan lembar jawab - Siswa dalam kelompok menyediakan alat peraga pada meja - Setiap siswa dalam kelompok mengambil dua LKS yang telah terdapat pada alat peraga - Setiap siswa dalam kelompok menuliskan soal pada lembar kerja yang telah diberikan guru - Setiap siswa dalam kelompok secara bergantian mengambil blok pecahan sesuai dengan pecahan yang tertera dalam LKS masing-masing dan tanda “+”, “-” serta “=” - Siswa mencari atau menyesuaikan blok pecahan yang kecil untuk memenuhi pecahan yang besar agar sesuai atau menjadi sama besar - Masing-masing siswa menghitung blok pecahan yang telah mereka temukan - Setiap siswa menuliskan jawaban soal pada lembar jawab - Apabila sudah selesai, siswa dipersilahkan untuk bertukar LKS dengan temannya dan menyelesaikannya dengan langkah yang sama menggunakan alat peraga b. Elaborasi - Setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan jawaban dari dua LKS yang berbeda antara satu kelompok dengan kelompok lain - Setiap kelompok memperagakan penggunaan alat peraga pecahan untuk menjawab dua soal operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan yang terdapat pada LKS pada saat presentasi - Kelompok yang tidak presentasi memberikan tanggapan dan mengoreksi apakah jawaban 191

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 192 kelompoknya sudah benar atau belum c. Konfirmasi - Guru memberikan memberikan penguatan apabila hasil presentasi siswa benar dan memberikan pembenaran apabila hasil presentasi siswa kurang tepat 3. J. Penutup 20 menit a. Kesimpulan - Siswa bertanya apabila ada materi atau konsep penjumlahan pecahan berpenyebut sama yang belum dipahami - Siswa menyimak penjelasan guru mengenai materi atau konsep yang ditanyakan siswa - Siswa bersama guru membuat kesimpulan mengenai materi penjumlahan pecahan berpenyebut sama yang telah dipelajari hari ini baik secara lisan maupun tertulis dengan cara tanya jawab. b. Evaluasi - Siswa mengerjakan soal evaluasi yang berkaitan dengan materi penjumlahan dan pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya. c. Refleksi - Siswa mengemukakan apa yang mereka rasakan setelah mengikuti pembelajaran hari ini. d. Tindak lanjut - Guru memberikan PR untuk mengerjakan soal latihan menjumlahkan dan mengurangkan pecahan yang berpenyebut beda e. Doa dan salam penutup Penilaian Indikator Bentuk a. Menjelaskan konsep Tes penjumlahan pecahan yang Teknik Tertulis Instrumen Soal essai (terlampir)

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. c. d. e. 193 berbeda penyebutnya. Menjelaskan konsep pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya. Melakukan operasi penjumlahan pecahan yang berbeda penyebutnya. Melakukan operasi pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya. Melakukan operasi campuran (penjumlahan dan pengurangan) pecahan yang berbeda penyebutnya. K. Rubrik Penilaian Soal 1. Hasil dari + ... adalah 0 Tidak menjawab sama sekali Pemberian Skor 1 Menjawab dengan cara panjang (proses penyamaan penyebut terlihat) tetapi hasilnya salah. 2 Menjawab dengan cara panjang (proses penyamaan penyebut terlihat) dan hasilnya benar ( 2. - = ... Tidak menjawab sama sekali Menjawab dengan cara panjang (proses penyamaan penyebut terlihat) tetapi hasilnya salah. atau 1 ). Menjawab dengan cara panjang (proses penyamaan penyebut terlihat) dan hasilnya benar ( ). 3. + ... = Tidak menjawab sama sekali Menjawab dengan cara panjang (proses penyamaan penyebut terlihat) tetapi hasilnya salah. Menjawab dengan cara panjang (proses penyamaan penyebut terlihat) dan hasilnya benar ( ).

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. + - = ... Tidak menjawab sama sekali Menjawab dengan cara panjang (proses penyamaan penyebut terlihat) tetapi hasilnya salah. 194 Menjawab dengan cara panjang (proses penyamaan penyebut terlihat) dan hasilnya benar ( ). 5. - + = ... Tidak menjawab sama sekali Menjawab dengan cara panjang (proses penyamaan penyebut terlihat) tetapi hasilnya salah. Menjawab dengan cara panjang (proses penyamaan penyebut terlihat) dan hasilnya benar ( 2 Skor maksimal = 10 Perolehan nilai: = 100 Mengetahui, Guru Pamong Siti Ngafiah Peneliti Ulfah Mayasari )

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 195 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan Bidang Studi Kelas/Semester Hari, tanggal Alokasi Waktu : Sekolah Dasar Negeri Keceme 1 : Matematika : IV A/2 (Dua) : Selasa, 25 Februari 2014 : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi 6. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah B. Kompetensi Dasar 6.3. Menjumlahkan pecahan 6.4. Mengurangkan pecahan C. Indikator Pembelajaran 1. Kognitif e. Menjelaskan penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama. f. Menjelaskan pengurangan pecahan yang berpenyebut sama. g. Melakukan penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama. h. Melakukan pengurangan pecahan yang berpenyebut sama. 2. Afektif d. Bekerjasama dalam mengerjakan tugas kelompok. 3. Psikomotorik d. Menulis bilangan pecahan. D. Tujuan Pembelajaran 1. Kognitif a. Siswa mampu memahami penjumlahan pecahan yang sama penyebutnya dengan benar setelah mengikuti pembelajaran. b. Siswa mampu memahami pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya dengan benar setelah mengikuti pembelajaran. c. Siswa mampu melakukan penjumlahan minimal dua pecahan yang sama penyebutnya dengan benar setelah mengikuti proses pembelajaran. d. Siswa mampu melakukan pengurangan minimal dua pecahan yang berbeda penyebutnya dengan benar setelah mengikuti pembelajaran. 2. Afektif a. Siswa mampu bekerjasama tanpa dipaksa pada saat mengerjakan tugas kelompok dalam pembelajaran.

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Psikomotorik a. Siswa mampu menulis bilangan pecahan dengan benar mengikuti pembelajaran. E. Nilai PBKB (Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa) 1. Sikap mandiri 2. Tanggung jawab 196 3. F. setelah Metode Pembelajaran 1. Metode : tanya jawab, ceramah, dan diskusi G. Materi Pembelajaran Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan - Penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama Penjumlahan pada bilangan pecahan memiliki aturan-aturan yang sedikit berbeda. Penjumlahan pecahan yang memiliki penyebut sama dilakukan dengan menjumlahkan pembilang-pembilangnya. Contoh penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama yaitu: + = = - = = H. Sumber Belajar 1. Kue sagon 2. Buku Paket Burhan. 2008. Ayo Belajar Matematika 4: untuk kelas 4 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiah. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. I. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I No Kegiatan Pembelajaran 1. Pembukaan a. Guru mengucap salam dan berdoa b. Guru melakukan presensi c. Pre test d. Apersepsi - Siswa bersama guru bertanya jawab untuk menggali pengetahuan siswa mengenai pecahan yang telah dipelajari siswa di Alokasi waktu 20 menit

(214) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pertemuan yang lalu yaitu membandingkan pecahan. e. Motivasi - Siswa menyimak cerita guru mengenai pecahan yang direalisasikan dalam bentuk kue - Siswa terlibat dalam mempraktikkan pemotongan kue agar menjadi pecahan sesuai dengan cerita yang disampaikan guru f. Orientasi - Siswa menyimak penjelasan guru mengenai materi pembelajaran yang akan dipelajari yaitu “Penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama” - Siswa menyimak penjelasan guru mengenai langkah kegiatan yang akan dilalui siswa selama proses pembelajaran (bekerja dalam kelompok - mengerjakan LKS - presentasi sesi tanya jawab - evaluasi) - Siswa menyimak penjelasan guru mengenai konsep penjumlahan dengan penyebut yang sama 2. Kegiatan Inti 30 menit a. Eksplorasi - Siswa dalam kelompok mendapatkan satu paket alat peraga pecahan beserta LKS (khusus pecahan berpenyebut sama) dan lembar jawab - Setiap siswa dalam kelompok mengerjakan LKS kelompok - Setiap siswa dalam kelompok mengerjaan LKS pecahan yang berupa penjumlahan dan pengurangan - Setiap siswa menuliskan jawaban soal pada lembar jawab b. Elaborasi - Setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan jawaban dari LKS - Kelompok yang tidak presentasi memberikan 197

(215) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tanggapan dan mengoreksi apakah jawaban kelompoknya sudah benar atau belum c. Konfirmasi - Guru memberikan memberikan penguatan apabila hasil presentasi siswa benar dan memberikan pembenaran apabila hasil presentasi siswa kurang tepat 3. Penutup 20 menit a. Kesimpulan - Siswa bertanya apabila ada materi atau konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama yang belum dipahami - Siswa menyimak penjelasan guru mengenai materi atau konsep yang ditanyakan siswa - Siswa bersama guru membuat kesimpulan mengenai materi penjumlahan pengurangan pecahan berpenyebut sama yang telah dipelajari hari ini baik secara lisan maupun tertulis dengan cara tanya jawab b. Evaluasi - Siswa mengerjakan soal evaluasi yang berkaitan dengan materi penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama c. Refleksi - Siswa mengemukakan apa yang mereka rasakan setelah mengikuti pembelajaran hari ini d. Tindak lanjut - Guru memberikan tugas rumah untuk berlatih kembali menjumlahkan pecahan yang berpenyebut sama dan menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya (penjumlahan pecahan yang berbeda penyebut) e. Doa dan salam 198

(216) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI J. 199 Penilaian a. b. c. d. Indikator Menjelaskan penjumlahan pecahan yang sama penyebutnya. Menjelaskan pengurangan pecahan yang berpenyebut sama. Melakukan penjumlahan pecahan yang sama penyebutnya. Melakukan pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya. Bentuk Tes Teknik Tertulis Instrumen Soal essai (terlampir) K. Rubrik Penilaian Soal 1. Hasil dari + = = 2. - = 0 Pemberian Skor 1 2 Tidak menjawab sama sekali + = + = = = Tidak menjawab sama sekali - = - = = = = 3. Fika membeli kg tepung. Sesampainy a di rumah ibunya memberinya kg tepung lagi pada Fika. Berapakah keseluruhan Tidak menjawab sama sekali Jawaban tidak lengkap (diketahui, ditanya, jawab) Jawaban lengkap dan benar

(217) 200 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tepung yang dimiliki Fika? 4. Hasil dari Tidak = menjawab sama sekali - Tidak menjawab ... sama sekali Skor maksimal = 10 + - + ... 5. + - + = = - + = = = = - = + - = = Perolehan nilai = 100 Mengetahui, Guru Pamong Supriyati, A. Md. Peneliti, Ulfah Mayasari

(218) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 201 Validasi Soal Materi Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Nama : Kelas : No Abs.: A. Isilah titik-titik di bawah ini sehingga membentuk operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan, kemudian hitunglah hasil operasi hitungnya dengan benar! 1. + + = = = 2. + = = = 3. + = = = 4. + = = +

(219) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI = 5. + = = = 6. + = Hasil dari = 7. – = = = 8. – = = = 9. – = = = 202

(220) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - 10. Hasil dari = = 11. - = = 12. - = = 13. - = = 14. - = = = 15. Hasil dari + = = 16. Hasil dari + = = = = 203

(221) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 204 17. Isilah titik-titik di bawah ini sehingga membentuk penjumlahan keping pecahan A dan B dan hitunglah hasilnya! A B = + + = = = B. Kerjakan soal-soal berikut dengan cara panjang (Diketahui, Ditanya, dan Jawab)! 18. Sari ingin membuat kue. Ia membeli Kemudian Ia membeli lagi kg tepung di warung dekat rumahnya. kg tepung karena masih kurang. Berapa kg kah tepung keseluruhan tepung yang dibeli Sari? 19. Azwar mempunyai seutas tali dengan panjang seutas tali pula yang panjangnya meter. Mika mempunyai meter. Jika kedua tali merea disambung, berapakah panjangnya? 20. Alfi memiliki bagian semangka. Maya memberinya lagi bagian semangka. Menjadi berapa bagiankah semangka Alfi? 21. jalan di kampung Keceme akan diaspal yang dikerjakan selama dua minggu. Minggu pertama selesai jalan. Berapa bagian jalan kah yang diselesaikan pada minggu kedua? 22. Ibu memiliki liter minyak goreng. Ia menggunakan liter minyak tersebut untuk menggoreng lauk. Berapakah sisa minyak goreng Ibu?

(222) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 205 23. Ibu membeli sebuah kue yang di pasar. Sesampainya di rumah, ibu memberikan kue yang ibu punya pada Andi. Berapakah kue ibu yang tersisa? 24. Bu Arni membawa kg daging ke pasar untuk dijual. Sesampainya di pasar, kg daging tersebut. Berapa sisa daging Bu Arni setelah Retno membeli dibeli Retno? 25. Hari ini Pak Hima memanen Pak Hima sudah memanen kuintal mangga di kebun miliknya. Kemarin kuintal buah mangga di kebun yang sama. Berapakah keseluruhan hasil panen buah mangga milik Pak Hima? 26. Ayah membeli rambutan. Sesampainya di rumah, Tata memakan rambutan tersebut. Berapa kg kah rambutan yang tersisa? 27. Terdapat dua truk yang mengangkut padi kering. Truk I mengangkut sedangkan truk II mengangkut ton ton. Berapa ton kah jumlah padi kering yang dangkut oleh kedua truk tersebut? 28. Pak Toha memiliki sepetak kebun di belakang rumahnya. tersebut ditanami singkong dan bagian kebun bagian lagi ditanami pohon pepaya. Berapa bagian kebun yang ditanami singkong dan pohon pepaya? 29. Shanas mempunyai meter pita. Sebagian pita tersebut diberikan pada Titin. Sekarang, pita Shanas tersisa meter. Berapa meter pita yang diberikan Shanas pada Titin? liter air di dalam ember penyiram tanaman. Kemudian, Ia 30. Bian membawa menggunakan liter air tersebut untuk menyirami tanaman. Berapakah sisa air yang dibawa Bian? 31. Tria berbelanja di warung dekat rumahnya. Ia membeli tepung terigu, dan yang dibeli Tria? kg gula pasir, kg kg bawang merah. Berapakah total berat bahan-bahan

(223) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32. Yuli mempunyai bagian kue. Ia memberikan 206 bagian kue tersebut pada adiknya. Berapa sisa bagian kue Yuli sekarang? Hore.. aku bisa mengerjakan

(224) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 207

(225) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 208

(226) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 209 Validasi Soal Materi Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Nama : Kelas : No Abs.: A. Isilah titik-titik di bawah ini sehingga membentuk operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan, kemudian hitunglah hasil operasi hitungnya dengan benar! 1. Isilah titik-titik di bawah ini sesuai dengan yang ditunjukkan gambar! + + = = = 2. + = = = 3. + = = = 4. + = = +

(227) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI = 5. + = = = 6. + = Hasil dari = 7. – = = = 8. – = = = 9. – = = = 210

(228) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - 10. Hasil dari = = 11. - = = 12. - = = 13. - = = 14. - = = = 15. Hasil dari + = = 16. Hasil dari + = = = = 211

(229) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 212 17. Isilah titik-titik di bawah ini sehingga membentuk penjumlahan keping pecahan A dan B dan hitunglah hasilnya! A B = + + = = = B. Kerjakan soal-soal berikut dengan cara panjang (Diketahui, Ditanya, dan Jawab)! 18. Sari ingin membuat kue. Ia membeli Kemudian Ia membeli lagi kg tepung di warung dekat rumahnya. kg tepung karena masih kurang. Berapa kg kah tepung keseluruhan tepung yang dibeli Sari? 19. Azwar mempunyai seutas tali dengan panjang seutas tali pula yang panjangnya meter. Mika mempunyai meter. Jika kedua tali merea disambung, berapakah panjangnya? 20. Alfi memiliki bagian semangka. Maya memberinya lagi bagian semangka. Menjadi berapa bagiankah semangka Alfi? 21. jalan di kampung Keceme akan diaspal yang dikerjakan selama dua minggu. Minggu pertama selesai jalan. Berapa bagian jalan kah yang diselesaikan pada minggu kedua? 22. Ibu memiliki liter minyak goreng. Ia menggunakan liter minyak tersebut untuk menggoreng lauk. Berapakah sisa minyak goreng Ibu?

(230) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 213 23. Ibu membeli sebuah kue yang di pasar. Sesampainya di rumah, ibu memberikan kue yang ibu punya pada Andi. Berapakah kue ibu yang tersisa? 24. Bu Arni membawa kg daging ke pasar untuk dijual. Sesampainya di pasar, kg daging tersebut. Berapa sisa daging Bu Arni setelah Retno membeli dibeli Retno? 25. Hari ini Pak Hima memanen Pak Hima sudah memanen kuintal mangga di kebun miliknya. Kemarin kuintal buah mangga di kebun yang sama. Berapakah keseluruhan hasil panen buah mangga milik Pak Hima? 26. Ayah membeli rambutan. Sesampainya di rumah, Tata memakan rambutan tersebut. Berapa kg kah rambutan yang tersisa? 27. Terdapat dua truk yang mengangkut padi kering. Truk I mengangkut sedangkan truk II mengangkut ton ton. Berapa ton kah jumlah padi kering yang dangkut oleh kedua truk tersebut? 28. Pak Toha memiliki sepetak kebun di belakang rumahnya. tersebut ditanami singkong dan bagian kebun bagian lagi ditanami pohon pepaya. Berapa bagian kebun yang ditanami singkong dan pohon pepaya? 29. Shanas mempunyai meter pita. Sebagian pita tersebut diberikan pada Titin. Sekarang, pita Shanas tersisa meter. Berapa meter pita yang diberikan Shanas pada Titin? liter air di dalam ember penyiram tanaman. Kemudian, Ia 30. Bian membawa menggunakan liter air tersebut untuk menyirami tanaman. Berapakah sisa air yang dibawa Bian? 31. Tria berbelanja di warung dekat rumahnya. Ia membeli tepung terigu, dan yang dibeli Tria? kg gula pasir, kg kg bawang merah. Berapakah total berat bahan-bahan

(231) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32. Yuli mempunyai bagian kue. Ia memberikan 214 bagian kue tersebut pada adiknya. Berapa sisa bagian kue Yuli sekarang? Hore.. aku bisa mengerjakan

(232) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 215

(233) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 216

(234) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 217

(235) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 218

(236) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 219

(237) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 220

(238) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 221

(239) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 222

(240) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 223

(241) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 224

(242) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 225

(243) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 226

(244) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 227

(245) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 228

(246) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 229

(247) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 230

(248) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 231

(249) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel Koefisien r 232

(250) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Output Reliabilitas Case Processing Summary N Valid Cases Excluded a Total % 39 100.0 0 .0 39 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Item Statistics Mean Std. Deviation N Item1 3.0256 1.49538 39 Item2 3.3846 1.22722 39 Item3 2.2821 1.76141 39 Item4 2.0256 1.82796 39 Item5 2.8462 1.47859 39 Item6 3.1282 1.34124 39 Item7 2.3077 1.88000 39 Item8 2.0000 1.80642 39 Item9 2.0769 1.84083 39 Item10 3.0513 1.48588 39 Item11 3.0000 1.43270 39 Item12 3.0769 1.42135 39 Item13 2.9231 1.57922 39 Item14 2.3333 1.72189 39 Item15 3.0000 1.31789 39 Item16 2.8462 1.40560 39 Item17 2.5128 1.55380 39 Item18 2.9487 1.21284 39 Item19 2.8974 1.04617 39 Item20 2.8205 1.27469 39 Item21 2.5128 1.33519 39 Item22 2.8462 1.06471 39 Item23 2.3846 1.51511 39 Item24 2.0256 1.47768 39 Item25 2.0000 1.46898 39 Item26 2.1282 1.26032 39 Item27 3.0000 1.23544 39 Item28 2.1795 1.29517 39 Item29 2.0256 1.40464 39 Item30 2.0769 1.51109 39 Item31 2.6410 1.22447 39 Item32 2.1026 1.48315 39 233

(251) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 234 Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Squared Cronbach's Item Deleted if Item Deleted Total Multiple Alpha if Item Correlation Correlation Deleted Item1 79.3846 640.559 .537 .940 .926 Item2 79.0256 656.131 .411 .918 .927 Item3 80.1282 641.694 .433 .900 .928 Item4 80.3846 641.611 .416 .890 .928 Item5 79.5641 652.673 .379 .919 .928 Item6 79.2821 646.260 .519 .957 .926 Item7 80.1026 642.673 .391 .897 .929 Item8 80.4103 636.564 .479 .918 .927 Item9 80.3333 641.228 .417 .781 .928 Item10 79.3590 645.394 .475 .967 .927 Item11 79.4103 633.038 .671 .991 .925 Item12 79.3333 638.228 .602 .985 .925 Item13 79.4872 631.625 .622 .849 .925 Item14 80.0769 638.862 .478 .794 .927 Item15 79.4103 649.985 .472 .938 .927 Item16 79.5641 641.463 .562 .964 .926 Item17 79.8974 651.358 .374 .871 .928 Item18 79.4615 653.045 .467 .941 .927 Item19 79.5128 656.677 .479 .914 .927 Item20 79.5897 643.564 .592 .947 .926 Item21 79.8974 653.621 .411 .955 .928 Item22 79.5641 655.463 .493 .863 .927 Item23 80.0256 644.289 .479 .926 .927 Item24 80.3846 633.664 .640 .961 .925 Item25 80.4103 636.617 .603 .951 .925 Item26 80.2821 636.524 .713 .924 .924 Item27 79.4103 638.669 .693 .931 .925 Item28 80.2308 647.182 .525 .884 .926 Item29 80.3846 635.190 .654 .937 .925 Item30 80.3333 623.702 .761 .952 .923 Item31 79.7692 645.235 .590 .898 .926 Item32 80.3077 639.692 .554 .935 .926

(252) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Scale Statistics Mean 82.4103 Variance 683.459 Std. Deviation 26.14305 N of Items 32 235

(253) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 236

(254) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 237

(255) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 238

(256) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 239

(257) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 240

(258) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 241

(259) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 242

(260) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 243

(261) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 244

(262) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 245

(263) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 246

(264) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 247

(265) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 248

(266) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 249

(267) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 250

(268) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 251

(269) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 252 Data Mentah Pretest Kelas IVA (Kelompok Kontrol) No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Nama FIA NAS AUL IGL AND INR FED FAH KEI IQB EKA NAH FAD BAY ASN DEM DIV ARY DIK DIE SEN Item1 1 1 4 2 2 4 0 4 0 4 4 3 0 0 4 2 4 4 0 4 0 Item2 4 0 4 0 0 4 4 4 0 4 4 4 0 0 3 4 0 2 4 4 4 Item3 0 0 4 0 0 0 0 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 0 Item4 4 4 4 0 0 4 2 4 0 4 4 4 0 0 4 4 0 4 0 4 4 Item5 4 4 4 0 0 4 2 4 0 4 4 4 0 0 4 4 0 4 0 4 2 Item6 0 0 3 2 4 0 0 0 4 4 0 0 4 4 4 0 0 0 0 4 0 Item7 0 0 1 0 0 0 4 0 0 0 1 1 0 4 4 0 0 0 4 1 0 Item8 3 3 1 4 4 0 0 0 3 0 0 1 4 3 4 0 0 0 0 3 0 Item9 0 3 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 0 0 0 0 3 0 Item10 jumlah 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 16 15 31 8 10 16 12 20 7 20 17 17 8 11 34 14 4 14 8 31 10 Rata-rata 1,6 1,5 3,1 0,8 1 1,6 1,2 2 0,7 2 1,7 1,7 0,8 1,1 3,4 1,4 0,4 1,4 0,8 3,1 1

(270) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 23 24 25 26 ISD FIK WIY SAN DIB jumlah 0 0 4 4 0 55 4 0 4 4 0 65 0 4 0 0 4 20 4 0 2 4 0 64 4 0 4 4 0 64 4 0 0 0 0 37 4 1 1 4 4 34 0 0 4 0 0 37 0 1 4 0 2 20 253 0 4 3 0 3 16 20 10 26 20 13 412 2 1 2,6 2 1,3 41,2

(271) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 254 Data Mentah Posttest Kontrol (Kelas IVA) No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Nama FIA NAS AUL IGL AND INR FED FAH KEI IQB EKA NAH FAD BAY ASN DEM DIV ARY DIK DIE SEN ISD Item1 Item2 4 4 4 4 0 4 4 4 2 4 4 3 1 4 4 4 4 3 0 4 0 4 Item3 0 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 0 4 2 4 4 2 4 4 4 0 Item4 0 0 4 0 4 2 4 4 2 4 4 4 1 0 0 0 2 4 0 4 0 1 Item5 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 2 0 4 0 4 2 4 4 4 4 2 Item6 4 2 4 4 4 4 2 4 0 4 4 4 0 4 2 4 3 4 3 4 4 3 Item7 4 4 4 2 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 0 0 4 0 4 0 4 Item8 4 4 4 0 0 4 3 4 2 4 1 4 0 0 1 0 1 4 2 4 1 4 Item9 2 4 2 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4 2 0 2 1 4 2 0 2 3 2 0 0 2 4 4 0 3 4 3 0 4 4 0 0 2 0 4 0 2 Item10 jumlah 0 24 3 32 1 33 0 22 0 24 1 32 0 33 4 40 0 18 4 37 3 35 3 34 0 10 0 27 4 25 0 18 0 16 0 29 0 14 4 40 0 15 1 21

(272) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 24 25 26 FIK WIY SAN DIB jumlah rata-rata 1 4 4 1 79 0 4 4 4 82 4 4 4 4 60 0 4 0 4 80 0 2 2 4 79 0 4 4 0 76 0 0 4 4 59 4 4 4 0 75 255 4 4 3 2 56 4 3 4 3 42 17 33 33 26 688 26,46

(273) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 256 Data Mentah Pretest Kelas IVB No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Nama RAK DIA RZL RAK MKN OKV RAW KAS FBR ZDN DOS SNH ARF ALN RTA TRM SRA SED MRS RER ROH MAR Item1 0 0 0 4 3 0 0 0 0 0 0 0 0 4 1 0 0 0 0 4 4 0 Item2 4 0 0 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 Item3 0 0 0 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 4 0 0 0 0 4 0 0 Item4 4 0 0 4 0 4 4 4 4 2 2 4 2 0 4 4 4 0 2 4 4 4 Item5 0 0 4 4 0 4 4 2 4 2 4 4 2 0 4 4 4 0 4 4 4 4 Item6 0 0 0 4 0 0 0 0 0 0 0 4 3 0 3 4 0 0 4 4 4 0 Item7 0 2 1 4 0 0 1 1 1 0 1 0 1 0 0 4 0 0 4 4 4 1 Item8 0 0 2 4 0 2 0 0 0 4 4 3 1 0 1 0 0 0 4 4 4 0 Item9 0 0 2 4 0 0 0 0 0 2 4 1 0 0 1 0 0 0 0 4 3 0 Item10 0 0 0 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 Jumlah 8 2 9 40 7 14 13 11 13 12 19 20 13 9 22 20 10 4 22 36 34 13 Rata-rata 1,454545 0,363636 1,636364 7,272727 1,272727 2,545455 2,363636 2 2,363636 2,181818 3,454545 3,636364 2,363636 1,636364 4 3,636364 1,818182 0,727273 4 6,545455 6,181818 2,363636

(274) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 RAR 24 ZAP 25 NRP jumlah 4 0 4 28 4 0 4 84 4 0 4 21 4 4 4 72 4 0 4 70 4 0 4 38 0 1 4 34 0 0 4 37 0 0 2 23 257 0 0 0 7 24 5 34 414 4,363636 0,909091 6,181818 75,27273

(275) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 258 Data Mentah Hasil Posttest Kelas IVB No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Nama RAK DIA RZL RAK MKN OKV RAW KAS FBR ZDN DOS SNH ARF ALN RTA TRM SRA SED MRS RER ROH Item1 Item2 0 4 0 4 4 0 0 1 0 0 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 Item3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 Item4 4 4 0 4 4 4 0 0 0 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 Item5 4 4 4 4 4 4 4 0 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 Item6 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 Item7 3 0 4 4 4 4 0 4 0 3 0 0 4 4 4 4 4 4 4 4 4 Item8 4 1 4 4 4 4 0 4 0 1 4 4 0 4 1 4 4 1 4 4 4 Item9 4 0 2 4 4 3 4 0 0 0 4 4 2 4 4 4 4 1 4 4 4 4 0 2 4 4 3 2 0 0 0 0 4 2 4 4 4 4 1 4 4 4 Item10 jumlah 2 33 0 21 4 28 4 40 4 40 2 32 2 20 0 17 0 12 0 19 0 27 4 36 0 28 4 40 4 34 4 40 4 39 1 28 4 40 2 38 2 38

(276) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 23 24 25 MAR RAR ZAP NRP jumlah ratarata 4 4 0 4 66 4 4 4 4 100 3 4 0 4 77 4 4 4 4 95 2 4 4 4 98 4 4 4 4 78 1 1 1 4 67 4 4 4 4 76 259 2 4 4 4 68 0 4 2 4 57 28 37 27 40 782 31,28

(277) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 260 Output Analisis SPSS 1. Uji Homogenitas Skor Pre-test Group Statistics Alat_Peraga N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Prestasi_ kontrol 26 15.8462 7.80611 1.53090 MTK 2.00 25 16.5600 10.43663 2.08733 Test of Homogenity of Variances Levene's Test for Equality of Variances F Prestasi_Belajar Equal variances assumed Equal variances not assumed 2. Uji Normalitas post-test kelompok control One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Kontrol N 26 Mean Normal Parameters a,b Std. Deviation Most Extreme Differences 26.46 8.58 Absolute .161 Positive .109 Negative -.161 Kolmogorov-Smirnov Z .820 Asymp. Sig. (2-tailed) .512 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Sig. 2.612 .112

(278) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Uji normalitas pos-ttest kelompok kontrol dan eksperimen One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Eksperimen N 25 Normal Parameters Mean a,b 131.28 Std. Deviation 8.44 Absolute .152 Positive .151 Negative -.152 Most Extreme Difference Kolmogorov-Smirnov Z .760 Asymp. Sig. (2-tailed) .611 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. 4. Uji homogenitas Skor Posttest Levene's Test for Equality of Variances F Prestasi_MTK Equal variances assumed Equal variances assumed Sig. ,008 not ,931 261

(279) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. 262 Hasil uji independent sample t-test skor post-test Group Statistics Alat_Peraga N Mean Std. Std. Error Deviation Mean Control 26 26.46 8.50 1.66893 2.00 25 31.28 8.44 1.68871 Prestasi_MTK Independent Samples Test t-test for Equality of Means Equal variances assumed 2,029 49 Sig. (2tailed) ,048 Equal variances not assumed 2,029 48,949 ,048 t Prestasi_MTK Df 95% Confidence Interval of the Difference Mean Difference -4,82 Std. Error Difference 2,37 Lower -9,59 Upper -0,05 -4,82 2,37 -9,59 -0,05

(280) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Foto Penelitian Siswa menggunakan alat peraga dalam pembelajaran Siswa mengerjakan LKS dengan Alat Peraga 263

(281) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 264

(282) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 265

(283) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 266

(284) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 267

(285) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 268

(286) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 269

(287)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh penggunaan alat peraga dakon terhadap hasil belajar matematika siswa
4
25
161
Implementasi alat peraga pembagian berbasis metode Montessori pada pembelajaran matematika materi pembagian kelas II SD Kanisius Kenalan Magelang.
4
14
253
Persepsi guru dan siswa terhadap alat peraga bilangan pecahan berbasis metode Montesssori.
0
11
151
Persepsi guru dan siswa atas penggunaan alat peraga papan pin perkalian berbasis metode Montessori.
0
1
175
Pengembangan alat peraga pembelajaran matematika SD materi perkalian berbasis metode Montessori.
1
3
262
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa atas penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II.
0
2
153
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa atas penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II
0
0
151
Pengembangan alat peraga penjumlahan dan pengurangan ala Montessori untuk siswa kelas I SD Krekah Yogyakarta - USD Repository
0
2
150
Pengembangan alat peraga perkalian ala Montessori untuk siswa kelas II SD Krekah Yogyakarta - USD Repository
1
5
133
Pengembangan alat peraga ala Montessori untuk keterampilan geometri matematika kelas III SDN Tamanan I Yogyakarta - USD Repository
0
1
132
Pengembangan alat peraga Montessori untuk keterampilan berhitung matematika kelas IV SDN Tamanan 1 Yogyakarta - USD Repository
0
0
136
Perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori - USD Repository
0
1
292
Perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori - USD Repository
0
0
381
Pengembangan alat peraga matematika untuk pembagian bilangan dua angka berbasis metode Montessori - USD Repository
0
6
178
Pengembangan alat peraga matematika untuk penjumlahan dan pengurangan berbasis metode Montessori - USD Repository
0
0
189
Show more