PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK YANG MEMANFAATKAN PROGRAM CABRI 3D PADA POKOK BAHASAN JARAK PADA BANGUN RUANG DI KELAS X PMIIA-4 SMA N 2 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20132014 Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana P

Gratis

0
4
188
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK YANG MEMANFAATKAN PROGRAM CABRI 3D PADA POKOK BAHASAN JARAK PADA BANGUN RUANG DI KELAS X PMIIA-4 SMA N 2 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014 Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika Oleh : Cecilia Heru Purwitaningsih NIM : 101414029 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Pikirkanlah apa yang kau mau, Bertanyalah pada hatimu, Lakukanlah! Biarkanlah kurva parabola terbuka ke atas itu selalu terpancar di wajahmu. Berbahagialah dalam setiap titik rangkaian garis hidupmu. Eliminasi perlu tuk dapat tentukan variabel yang kau tuju. Layaknya implikasi, anteseden hadir bersama konsekuen. Pertahanan diri adalah determinan. Perjalanan jauh nan keras, akhirnya tertambat di sini. _Cecilia HP_ Karya ini ku persembahkan untuk : Ayah dan Ibuku tercinta, Kakakku tersayang, Kekasihku, Sahabatku, Almamaterku Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK Cecilia Heru Purwitaingsih. 2014. Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik yang Memanfaatkan Program Cabri 3D pada Pokok Bahasan Jarak pada Bangun Ruang di Kelas X PMIIA-4 SMA N 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang memanfaatkan program Cabri 3D pada pokok bahasan jarak pada bangun ruang di kelas X PMIIA-4 SMA N 2 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengungkapkan fenomena dalam keadaan yang sebenarnya. Data yang dikumpulkan berupa data kualitatif, yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang memanfaatkan program Cabri 3D. Subjek penelitian adalah siswa kelas X PMIIA-4 SMA N 2 Yogyakarta yang berjumlah 34 orang. Pengambilan data penelitian ini dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan yang dimulai pada tanggal 24 April 2014 sampai dengan tanggal 8 Mei 2014. Pengumpulan data diperoleh dengan merekam kegiatan pembelajaran, observasi, wawancara dan kuisioner. Data dianalisis melalui proses, yaitu (1) transkripsi, (2) penentuan topik-topik data, (3) penentuan kategori data, dan (4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian berupa deskripsi mengenai pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang memanfaatkan program Cabri 3D, dilihat dari : (1) penggunaan program Cabri 3D, meliputi penggunaan dalam hal : mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan, (2) Kontribusi siswa, meliputi : ide siswa untuk mencari solusi masalah, pendapat siswa tentang jarak pada bangun ruang, seperti definisi jarak; pertanyaan siswa tentang ketunggalan jarak dan penggunaan teorema phytagoras; jawaban siswa, (3) kegiatan interaktif, meliputi : siswa mengajukan pertanyaan, siswa menyampaikan idenya, siswa menjawab pertanyaan, (4) Keterkaitan materi, meliputi: keterkaitan materi pembelajaran dengan materi lain seperti sifat tegak lurus dan luas bangun datar, serta keterkaitan materi antar pertemuan seperti kedudukan unsur dalam bangun ruang. Kata kunci : Pembelajaran saintifik, Dimensi Tiga, Jarak, Program Cabri 3D. vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT Cecilia Heru Purwitaningsih. 2014. Scientific Learning Using Cabri 3D Program on The Distance in Three Dimensional Field Subjects in First Grade PMIIA-4 Class SMA N 2 Yogyakarta of School Year 2013/2014. Thesis. Mathematic Education Study Program, Faculty of Teachers Training and Education, Sanata Dharma University, Yogyakarta. The research aimed to describe the implementation of sientific learning using Cabri 3D Program on the distance in three dimensional field subjects in First Grade PMIIA-4 Class SMA N 2 Yogyakarta of school year 2013/2014. The method of this research is descriptive qualitative that can reveal the realistic phenomenon. The collected data were in the form of qualitative data which related to implementation of scientific learning using Cabri 3D program on the distance in three dimensional field subjects. The subject of this research is 34 students of First Grade PMIIA-4 Class SMA N 2 Yogyakarta. The data retrieval in this research was conducted in three meetings starting from 24th April 2014 until 8th May 2014. Collecting data is obtained by recording the teaching and learning process, observation, interview, and questionnaires. The data were analyzed through data analyses process i.e (1) transcription, (2) determining topics of data, (3) determining category of data, and (4) drawing conclusion. The result of this research is a description of the implementation of scientific learning using Cabri 3D Program on the distance in three dimensional field subjects, including (1) the use of Cabri 3D Program, in : observing, questioning, exploration, associating, communicating; (2) student’s contribution, including : student’s idea to find the solutions of the problems, student’s opinion about distance definition , student’s question about distance singularity dan using phytagorean theorem, student’s answer ; (3) interactivity, including : the students asking the question, the students giving the idea, the students answering the question; (4) the relation of the materials, including : relation of the material to other material such as perpendicular, relation of the material in each meeting. Keywords : Scientific Learning, Three Dimensional Field, The Distance, Cabri 3D Program. viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan berkat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik yang Memanfaatkan Program Cabri 3D pada Pokok Bahasan Jarak pada Bangun Ruang di Kelas X PMIIA-4 SMA N 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014” sebagai syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menyadari bahwa selama proses penyususan skripsi ini telah banyak memperoleh bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Dr. M. Andy Rudhito, S.Pd, selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu dan dengan sabar membimbing penulis sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. 2. Ibu Veronika Fitri Rianasari, S.Pd., M.Sc. dan Bapak Beni Utomo, M.Sc. selaku dosen penguji yang telah memberikan kritik dan saran yang membangun sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. 3. Bapak Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 4. Ibu Ismalia Tri Ratnawati selaku guru pembimbing dan guru matematika Kelas X SMA N 2 Yogyakarta yang telah membantu kelancaran selama proses penelitian. 5. Seluruh siswa kelas X PMIIA-4 SMA N 2 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 yang telah membantu dan bekerja sama dengan baik selama proses penelitian. 6. Segenap dosen JPMIPA yang telah membantu dan memberikan dukungan setelah penulis menempuh perkuliahan, sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan studi dengan tepat waktu. 7. Segenap staf Sekretariat JPMIPA yang telah membantu dalam hal administrasi kampus selama penulis melakukan studi. ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .............................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................. iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................. v PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH .... vi ABSTRAK.............................................................................................. vii ABSTRACT ........................................................................................... viii KATA PENGANTAR ............................................................................ ix DAFTAR ISI .......................................................................................... xi DAFTAR GAMBAR .............................................................................. xiv DAFTAR TABEL .................................................................................. xv DAFTAR DIAGRAM ............................................................................ xvi DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN....................................................................... 1 A. Latar Belakang ............................................................................ 1 B. Rumusan Masalah ....................................................................... 5 C. Tujuan Penelitian ........................................................................ 6 D. Pembatasan Masalah ................................................................... 7 E. Penjelasan Istilah ........................................................................ 8 xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI F. Manfaat Penelitian ...................................................................... 9 G. Sistematika Penulisan ................................................................. 9 BAB II KAJIAN PUSTAKA ................................................................. 10 A. Pembelajaran Matematika........................................................... 11 B. Pembelajaran Matematika berdasarkan Kurikulum 2013 ........... 14 C. Media Pembelajaran Matematika ............................................... 21 D. Program Cabri 3D ...................................................................... 22 E. Jarak pada Bangun Ruang........................................................... 26 BAB III METODE PENELITIAN ......................................................... 33 A. Jenis Penelitian ........................................................................... 33 B. Subjek Penelitian ........................................................................ 34 C. Waktu dan Tempat Penelitian ..................................................... 34 D. Metode dan Instrumen Pengumpulan Data ................................. 34 E. Metode Analisis Data.................................................................. 37 F. Prosedur Pelaksanaan Penelitian secara Keseluruhan ................ 39 BAB IV ANALISIS DATA.................................................................... 40 A. Pelaksanaan Pengambilan Data Penelitian ................................. 40 B. Transkripsi Data .......................................................................... 41 C. Topik Data .................................................................................. 43 D. Kategori Data .............................................................................. 60 E. Garis Besar Wawancara .............................................................. 65 F. Tabulasi data Kuisioner .............................................................. 66 BAB V HASIL PENELITIAN ............................................................... 68 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI A. Penggunaan Program Cabri 3D dalam Pembelajaran ................ 68 B. Kontribusi Siswa dalam Pembelajaran ....................................... 74 C. Kegiatan Interaktif Selama Pembelajaran ................................... 79 D. Keterkaitan Materi ...................................................................... 82 BAB VI PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN ................................. 83 A. Penggunaan Program Cabri 3D dalam Pembelajaran ................ 83 B. Kontribusi Siswa dalam Pembelajaran ....................................... 84 C. Kegiatan Interaktif Selama Pembelajaran ................................... 85 D. Keterkaitan Materi ...................................................................... 86 BAB VII PENUTUP .............................................................................. 87 A. Kesimpulan ................................................................................. 87 B. Saran ........................................................................................... 88 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 90 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2.1 Tampilan Awal Program Cabri 3D ................................... 24 Gambar 2.2 Definisi Jarak ..................................................................... 27 Gambar 2.3 Proyeksi ............................................................................. 27 Gambar 2.4 Jarak Dua Titik .................................................................. 28 Gambar 2.5 Jarak Titik dan Bidang ...................................................... 30 Gambar 2.6 Jarak Dua Garis Sejajar ..................................................... 31 Gambar 2.7 Jarak Garis dan Bidang Sejajar ......................................... 31 Gambar 2.8 Jarak Dua Bidang Sejajar .................................................. 31 Gambar 2.9 Jarak Dua Garis Bersilangan ............................................. 32 Gambar 5.1 Demonstrasi Jarak Titik ke Garis ...................................... 70 Gambar 5.2 Demonstrasi Dua Bidang Sejajar ...................................... 71 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel 2.1 Langkah Pembelajaran dan Kegiatan Belajar ................... 15 Tabel 2.2 Simbol pada Toolbar Program Cabri 3D .......................... 25 Tabel 4.1 Topik Data Penggunaan Program Cabri 3D ..................... 43 Tabel 4.2 Topik Data Kontribusi Siswa ............................................ 48 Tabel 4.3 Topik Data Kegiatan Interaktif.......................................... 54 Tabel 4.4 Topik Data Keterkaitan Materi.......................................... 59 Tabel 4.5 Kategori Data dan Subkategori Data Penggunaan Program Cabri 3D ............................................................................ 61 Tabel 4.6 Kategori Data dan Subkategori Data Kontribusi Siswa .... 61 Tabel 4.7 Kategori Data dan Subkategori Data Kegiatan Interaktif . 62 Tabel 4.8 Kategori Data dan Subkategori Data Keterkaitan Materi . 62 Tabel 4.9 Tanggapan dan Alasan Kuisioner Pertanyaan 1 ................ 142 Tabel 4.10 Tanggapan dan Alasan Kuisioner Pertanyaan 2 ................ 143 Tabel 4.11 Tanggapan dan Alasan Kuisioner Pertanyaan 3 ................ 145 Tabel 4.12 Tanggapan dan Alasan Kuisioner Pertanyaan 4 ................ 146 Tabel 4.13 Tanggapan dan Alasan Kuisioner Pertanyaan 5 ................ 148 Tabel 4.14 Tanggapan dan Alasan Kuisioner Pertanyaan 6 ................ 149 Tabel 4.15 Tanggapan dan Alasan Kuisioner Pertanyaan 7 ................ 150 Tabel 4.16 Tabel Garis Besar Wawancara .......................................... 65 Tabel 4.17 Tabulasi Data Kuisioner .................................................... 66 Tabel 5.1 Penggunaan Program Cabri 3D ........................................ 68 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR DIAGRAM Halaman Diagram 1 Pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang memanfaatkan program Cabri 3D pada pokok bahasan jarak pada bangun ruang ................................. Diagram 2 63 Kategori Data dan Subkategori Data Penggunaan Program Cabri 3D ........................................................ 63 Diagram 3 Kategori Data dan Subkategori Data Kontribusi Siswa 64 Diagram 4 Kategori Data dan Subkategori Data Kegiatan Interaktif ....................................................................... Diagram 5 64 Kategori Data dan Subkategori Data Keterkaitan Materi ........................................................................... xvi 64

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman LAMPIRAN A ....................................................................................... 92 Lampiran A.1 Permohonan Ijin Penelitian ...................................... 93 Lampiran A.2 Surat Ijin Penelitian.................................................. 94 Lampiran A.3 Surat Keterangan Penelitian ..................................... 95 LAMPIRAN B ........................................................................................ 96 Lampiran B.1 Transkrip Video ....................................................... 97 Lampiran B.2 Transkrip Wawancara .............................................. 130 Lampiran B.3 Tanggapan dan Alasan Kuisioner ............................ 142 LAMPIRAN C . 152 Lampiran C.1 RPP . 153 Lampiran C.2 Kuisioner Terisi . 162 Lampiran C.3 Pekerjaan Siswa LKS 1 . 164 Lampiran C.4 Pekerjaan Siswa LKS 2 . 166 Lampiran C.5 Pekerjaan Siswa LKS 3 . 168 LAMPIRAN D . 170 Lampiran D Foto Pembelajaran . xvii 171

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum menjadi kurikulum 2013 yang merupakan salah satu strategi pembangunan pendidikan nasional sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional membawa pengaruh terhadap pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh guru. Permendikbud Nomor 81 A tahun 2013 tentang implementasi kurikulum menegaskan bahwa dalam pembelajaran peserta didik didorong untuk menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan yang sudah ada dalam ingatannya, dan melakukan pengembangan menjadi informasi atau kemampuan yang sesuai dengan lingkungan dan jaman, tempat dan waktu ia hidup. Kurikulum 2013 menganut pandangan dasar bahwa pengetahuan tidak dapat dipindahkan begitu saja dari guru ke peserta didik. Peserta didik adalah subjek yang memiliki kemampuan untuk secara aktif mencari, mengolah, mengkonstruksi, dan menggunakan pengetahuan. Untuk itu, pembelajaran harus berkenaan dengan kesempatan yang diberikan kepada peserta didik untuk mengkonstruksi pengetahuan dalam proses kognitifnya. Menurut Dahar (2011) salah satu model pembelajaran yang sangat berpengaruh ialah model dari Jerome Burner (1966) yang dikenal dengan 1

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 nama belajar penemuan. Burner beranggapan bahwa belajar penemuan sesuai dengan pencarian pengetahuan secara aktif oleh manusia dan dengan sendirinya memberikan hasil yang paling baik, berusaha sendiri untuk mencari pemecahan masalah serta pengetahuan yang menyertainya, menghasilkan pengetahuan yang benar-benar bermakna. Burner menyarankan agar siswa-siswa hendaknya belajar melalui partisipasi secara aktif dengan konsep dan prinsip-prinsip agar mereka dianjurkan untuk memperoleh pengalaman dan melakukan eksperimen-eksperimen yang mengijinkan mereka untuk menemukan prinsip-prinsip itu sendiri. Kurikulum 2013 menuntut pembelajaran yang menekankan pada pembelajaran dengan pendekatan ilmiah (saintifik) dan penilaian autentik. Pembelajaran yang terjadi mendorong siswa untuk lebih mampu dalam mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan apa yang dipelajarinya. Hal-hal tersebut dalam rangka pencapaian kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Penguatan pembelajaran saintifik perlu diterapkan pembelajaran berbasis penelitian. Penilaian autentik merupakan penelitian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan, proses, dan keluaran pembelajaran yang meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Salah satu perbedaan esensial kurikulum 2013 dengan kurikulum sebelumnya adalah mata pelajaran teknologi, informasi dan komunikasi merupakan sarana pembelajaran yang digunakan sebagai media pembelajaran mata pelajaran lain termasuk sebagai media pembelajaran dalam mata pelajaran matematika.

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Pembelajaran matematika yang menggunakan pendekatan saintifik, mendorong siswa lebih mampu dalam mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan atau mempresentasikan materi matematika yang sedang dipelajari. Pembelajaran matematika yang menekankan pada pendekatan saintifik diperlukan adanya media yang dapat membantu siswa dalam memahami materi yang juga dapat mengintegrasikan mata pelajaran teknologi inforamsi, dan komunikasi di dalamnya. Geometri merupakan salah satu cabang dari ilmu matematika yang sebenarnya mempunyai peluang yang besar dipelajari oleh siswa karena dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pengalaman peneliti dan guru matematika di SMA N 2 Yogyakarta saat melakukan pembelajaran tentang materi geometri menunjukkan banyak dari siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi geometri. Hal ini dikarenakan kurangnya media yang digunakan untuk membantu kemampuan spasial siswa dalam membayangkan unsur-unsur yang ada dalam bangun ruang. Dilain pihak, menurut Permendikbud Nomor 81 A tahun 2013, kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru untuk materi geometri juga perlu memperhatikan prinsip-prinsip yaitu berpusat pada peserta didik; mengembangkan kreativitas perserta didik; menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang, bermuatan nilai, etika, estetika, dan kinestetika; dan menyediakan pengalaman belajar yang beragam melalui penerapan berbagai strategi dan metode pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, efektif, efisien, dan bermakna. Perlu adanya pembelajaran yang dapat menerapkan prinsip-prinsip

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 tersebut yang juga mempertimbangkan kebutuhan peserta didik yang dalam hal ini adalah media pembelajaran yang dapat membantu siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan bagi dirinya. Pembelajaran matematika dengan pendekatan saintifik di SMA khususnya pada materi geometri dapat digunakan media pembelajaran yaitu Cabri 3D. Cabri 3D merupakan program yang membantu siswa lebih mudah dalam membuat, melihat, dan memanipulasi objek-objek bangun ruang sehingga dapat dikembangkan suasana belajar yang memberikan kesempatan kepada perserta didik untuk menemukan, menerapkan ide-ide mereka sendiri, menjadi sadar dan secara sadar menggunakan strategi mereka sendiri untuk belajar. Pembelajaran matematika untuk materi geometri dengan pendekatan saintifik yang memanfaatkan program Cabri 3D, program Cabri 3D diharapkan dapat memfasilitasi dan menjadi sarana bagi siswa sehingga dapat terlibat aktif mengembangkan potensi dirinya menjadi kompetensi. Pemanfaatan program Cabri 3D dapat menjadi pemacu bagi peserta didik untuk terjadinya proses pembelajaran secara internal pada diri siswa. Program Cabri 3D dapat digunakan untuk mendorong peserta didik untuk bekerja memecahkan masalah, menemukan segala sesuatu untuk dirinya, dan berupaya keras mewujudkan ide-idenya. SMA Negeri 2 Yogyakarta merupakan salah satu sekolah yang ditunjuk sebagai sekolah yang mengimplementasikan Kurikulum 2013, sehingga terdapat dua kurikulum berbeda yang diterapkan di SMA Negeri 2

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 Yogyakarta. Untuk siswa kelas X tahun ajaran 2013-2014 menggunakan kurikulum tahun 2013 sedangkan siswa kelas XI dan XII menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pembelajaran yang diharapkan terjadi di SMA N 2 Yogyakarta adalah pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Tahap pertama dalam pembelajaran menurut standar proses yaitu perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan kegiatan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Oleh karena itu peneliti akan merancang dan menyusun RPP yang mengintegrasikan program Cabri 3D di dalamnya. RPP ini disusun berdasarkan prinsip-prinsip pembelajaran yang dimaksud pada kurikulum 2013. Tahap kedua dalam pembelajaran menurut standar proses yaitu pelaksanaan pembelajaran yang meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Berdasarkan uraian di atas peneliti terdorong untuk mengungkapkan bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran jarak pada bangun ruang sesuai dengan yang dimaksud dalam kurikulum 2013. Peneliti akan menggunakan media pembelajaran Cabri 3D dan melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik sesuai dengan kurikulum 2013. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang diungkapkan di atas, diperoleh rumusan masalah sebagai berikut : bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang memanfaatkan program Cabri 3D pada

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 pokok bahasan jarak pada bangun ruang di kelas X PMIIA-4 SMA N 2 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014? Rumusan masalah tersebut dapat dirinci menjadi masalah-masalah yang lebih khusus sebagai berikut : 1. Bagaimanakah penggunaan program Cabri 3D dalam pembelajaran jarak pada bangun dengan pendekatan saintifik? 2. Bagaimanakah kontribusi siswa dalam pembelajaran jarak pada bangun dengan pendekatan saintifik? 3. Bagaimanakah kegiatan interaktif yang terjadi dalam pembelajaran jarak pada bangun dengan pendekatan saintifik? 4. Bagaimanakah keterkaitan materi jarak pada bangun ruang dengan materi lain maupun materi antar pertemuan? C. Tujuan Penelitian Berdasarkan masalah yang telah dirumuskan di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang memanfaatkan program Cabri 3D pada pokok bahasan jarak pada bangun ruang di kelas X PMIIA-4 SMA N 2 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. Tujuan penelitian tersebut dapat dirinci menjadi tujuan yang lebih khusus sebagai berikut : 1. Untuk mendeskripsikan penggunaan program Cabri 3D dalam pembelajaran jarak pada bangun dengan pendekatan saintifik?

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 2. Untuk mendeskripsikan kontribusi siswa dalam pembelajaran jarak pada bangun dengan pendekatan saintifik? 3. Untuk mendeskripsikan kegiatan interaktif yang terjadi dalam pembelajaran jarak pada bangun dengan pendekatan saintifik? 4. Untuk mendeskripsikan keterkaitan materi jarak pada bangun ruang dengan materi lain maupun materi antar pertemuan? D. Pembatasan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah tersebut perlu adanya pembatasan ruang lingkup masalah agar penelitian lebih fokus dan terarah pada sasaran yang dikehendaki. Peneliti melakukan pembatasan masalah pada hal-hal berikut: 1. Penelitian dibatasi pada siswa kelas X PMIIA-4 SMA N 2 Yogyakarta Semester 2 Tahun Ajaran 2013/2014. 2. Materi pelajaran yang digunakan sebagai bahan penelitian adalah pokok bahasan jarak pada bangun ruang. 3. Pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang memanfaatkan program Cabri 3D, dilihat dari : a. Penggunaan program Cabri 3D, meliputi penggunaan dalam hal : mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan. b. Kontribusi siswa, meliputi : ide siswa, pertanyaan siswa, jawaban siswa.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 c. Kegiatan interaktif, meliputi : siswa mengajukan pertanyaan, siswa menyampaikan idenya, siswa menjawab pertanyaan. d. Keterkaitan materi, meliputi keterkaitan : materi pembelajaran dengan materi lain, materi antar pertemuan. E. Penjelasan Istilah Beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Pembelajaran matematika dengan pendekatan saintifik merupakan pembelajaran yang dapat mendorong siswa lebih mampu dalam mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan materi matematika yang sedang dipelajari. (Kemendikbud, 2013) 2. Media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar dan berfungsi untuk memperjelas makna dan pesan yang disampaikan, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik dan sempurna. (Cecep Kustandi dan Bambang Sutjipto, 2011) 3. Cabri 3D merupakan program komputer yang dapat menampilkan variasi bentuk geometri dimensi tiga, memberi fasilitas untuk melakukan eksplorasi, investigasi, interpretasi, dan memecahkan masalah matematika yang cukup interaktif. (Oldknow and Tetlow, 2008)

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 F. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi pihak-pihak yang terkait antara lain sebagai berikut : 1. Bagi Siswa Penelitian ini dimaksudkan untuk membantu siswa dalam proses pemahaman tentang bangun ruang sehingga diharapkan dapat meningkatkan pemahamannya tentang materi bangun ruang terutama jarak. 2. Bagi Guru Penelitian ini dimaksudkan dapat membantu guru dalam menerapkan pembelajaran yang selaras dengan apa yang dimaksudkan dalam kurikulum 2013 yaitu pembelajaran dengan pendekatan saintifik. 3. Bagi Peneliti Melalui penelitian ini peneliti dapat mengetahui pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran selanjutnya peneliti dapat lebih memahami bagaimana mengadakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik. G. Sistematika Penulisan Secara garis besar skripsi ini dibagi menjadi tiga bagian : bagian awal, bagian utama, dan bagian akhir. Bagian awal terdiri dari : halaman sampul, halaman judul, halaman persetujuan pembimbing, halaman pengesahan, halaman persembahan, pernyataan keaslian karya, abstrak, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar diagram, daftar lampiran. Bagian

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 utama skripsi ini terdiri atas pendahuluan, landasan teori, metode penelitian, analisis data, hasil penelitian, pembahasan dan penutup. Bagian akhir skripsi ini berisi daftar pustaka berisi tentang daftar buku dan referensi lain yang digunakan dalam penyusunan skripsi, sedangkan lampiran berisi tentang kelengkapan skripsi baik instrumen penelitian, hasil penelitian, maupun suratsurat yang digunakan dalam melaksanakan penelitian.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang memanfaatkan program Cabri 3D di kelas X PMIIA-4 SMA N 2 Yogyakarta semester 2 tahun ajaran 2013/2014. Berdasarkan tujuan tersebut, maka landasan teori yang akan dipakai dalam penelitian ini meliputi : (i) Pembelajaran matematika, (ii) Pembelajaran matematika dengan pendekatan saintifik berdasarkan kurikulum 2013, (iii) Media pembelajaran, (iv) Program Cabri 3D, (v) Materi jarak pada bangun ruang. A. Pembelajaran Matematika Penjelasan mengenai hal yang berkaitan dengan pembelajaran matematika dibagi menjadi tiga bagian, yaitu (i) Pengertian pembelajaran, (ii) Pengertian matematika, (iii) Pengertian pembelajaran matematika, (iv) Kontibusi siswa dan kegiatan interaktif dalam pembelajaran 1. Pengertian Pembelajaran Menurut Surya (2004:7), pembelajaran ialah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Dalam Permendikbud tentang implementasi kurikulum pedoman umum pembelajaran berpandangan bahwa secara prinsip, pembelajaran 11

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 merupakan proses pendidikan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka menjadi kemampuan yang semakin lama semakin meningkat dalam sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan dirinya untuk hidup dan untuk bermasyarakat, berbangsa, serta berkontribusi pada kesejahteraan hidup umat manusia. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran diarahkan untuk memberdayakan semua potensi peserta didik menjadi kompetensi yang diharapkan. 2. Pengertian Matematika Menunut Tinggih dalam Hudojo (2001 : 46) matematika tidak hanya berhubungan dengan bilangan-bilangan serta operasi-operasinya, matematika juga unsur ruang sebagai sasarannya. Namun penunjukan kuantitas seperti itu belum memenuhi sasaran matematika lain, yaitu yang ditujukan kepada hubungan, pola, bentuk dan struktur. Hudojo (2001 : 46) menjelaskan bahwa matematika berkenaan dengan gagasan berstruktur yang hubungan-hubungannya diatur secara logis, yang berarti matematika bersifat sangat abstrak, yaitu berkenaan dengan konsep-konsep abstrak dan penalaran deduktif. Begle dalam Hudojo (2001 : 46) menyatakan bahwa sasaran atau objek penelaahan matematika adalah fakta, konsep, operasi, dan prinsip. Objek penelaahan tersebut menggunakan simbol-simbol yang kosong dari arti. Ciri ini yang memungkinkan matematika dapat memasuki wilayah bidang studi atau cabang ilmu lain.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 3. Pengertian Pembelajaran Matematika Hudoyo dalam Larasati (2013 : 11) mengemukakan bahwa pembelajaran matematika merupakan kegiatan yang menekankan pada eksplorasi matematika, berpikir yang matematik dan pemberian tantangan atau masalah yang berkaitan dengan matematika. Pembelajaran merupakan proses kegiatan belajar mengajar di bidang matematika yang dapat membentuk konsep, penalaran serta pemecahan masalah pada siswa. 4. Kontibusi Siswa dan Kegiatan Interaktif dalam Pembelajaran Munthe (2009 : 148) menyatakan bahwa partisipasi, kontribusi, dan keaktifan kelas adalah kemampuan untuk terlibat secara aktif secara mental dan emosional dalam mengajukan pertanyaan atau komentar untuk mendorong terjadinya perubahan kelas (dari belum bisa menjadi bisa, dari belum mengerti menjadi mengerti) dengan semangat belajar tolong menolong untuk mencapai perubahan bersama. Sani (2013 : 40) menyatakan bahwa belajar merupakan aktivitas interaksi aktif individu terhadap lingkungan sehingga terjadi perubahan tingkah laku. Sementara itu, pembelajaran adalah penyedia kondisi yang mengakibatkan terjadinya proses belajar pada diri peserta didik. Interaksi antara guru dan peserta didik dapat berupa interaksi guru dengan peserta didik dan interaksi antar peserta didik, yang dapat dilakukan dengan tatap muka, diskusi kelas, diskusi kelompok, kerja kelompok, dan sebagainya.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 B. Pembelajaran Matematika berdasarkan Kurikulum 2013 Penjelasan mengenai hal yang berkaitan dengan pembelajaran matematikan berdasarkan kurikulum 2013 dibagi menjadi bagian, yaitu : (i) Pembelajaran dengan pendekatan saintifik, (ii) Pembelajaran matematika dengan pendekatan saintifik, (iii) Hasil belajar siswa mengacu pada kurikulum 2013. 1. Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik Permendikbud Nomor 81A tahun 2013 tentang implementasi kurikulum menjelaskan bahwa kegiatan pembelajaran perlu menggunakan prinsip yang berpusat pada peserta didik; mengembangkan kreativitas perserta didik; menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang, bermuatan nilai, etika, estetika, dan kinestetika; dan menyediakan pengalaman belajar yang beragam melalui penerapan berbagai strategi dan metode pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, efektif, efisien, dan bermakna. Permendikbud Nomor 81 A tahun 2013 menegaskan bahwa peserta didik didorong untuk menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan yang sudah ada dalam ingatannya, dan melakukan pengembangan menjadi informasi atau kemampuan yang sesuai dengan lingkungan dan jaman tempat dan waktu ia hidup. Kurikulum 2013 berpandangan dasar bahwa pengetahuan tidak dapat dipindahkan begitu saja dari guru ke peserta didik. Peserta didik adalah subjek yang memiliki kemampuan untuk secara aktif mencari,

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 mengolah, mengkonstruksi, dan menggunakan pengetahuan. Untuk itu pembelajaran harus berkenaan dengan kesempatan yang diberikan kepada peserta didik untuk mengkonstruksi pengetahuan dalam proses kognitifnya. Pembelajaran kurikulum 2013 adalah pembelajaran kompetensi dengan memperkuat proses pembelajaran dan penilaian autentik untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan ketrampilan. Penguatan proses pembelajaran dilakukan melalui pendekatan saintifik, yaitu pembelajaran yang mendorong siswa lebih mampu dalam mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Menurut Permendikbud, kelima pengalaman belajar pokok tersebut dirinci dalam berbagai kegiatan belajar sebagaimana tercantum dalam tabel berikut : Tabel 2.1 Keterkaitan antara Langkah Pembelajaran dengan Kegiatan Belajar menurut Permendikbud Langkah Kegiatan Belajar Pembelajaran Mengamati Membaca, mendengar, menyimak, melihat (tanpa atau dengan alat) Menanya Mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik) Mengeksplorasi - Melakukan eksperimen - Membaca sumber lain selain buku teks - Mengamati objek/ kejadian/ aktifitas - Wawancara dengan narasumber Mengasosiasi - Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/ eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 mengumpulkan informasi. - Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan. Mengkomunikasikan Menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan, berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya. 2. Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Saintifik Khasanah (2014) menjelaskan bahwa pembelajaran matematika yang menggunakan pendekatan saintifik, mendorong siswa lebih mampu dalam mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan atau mempersentasikan materi matematika yang sedang dipelajari. Menurut Khasanah (2014) langkah-langkah dalam pendekatan saintifik tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Mengamati Objek matematika yang dipelajari dalam matematika adalah buah pikiran manusia, sehingga bersifat abstrak. Mengamati objek matematika dapat dikelompokkan dalam dua macam kegiatan yang masing-masing mempunyai ciri berbeda, yaitu: 1) Mengamati fenomena lingkungan kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan topik matematika tertentu Fenomena adalah hal-hal yang dapat disaksikan dengan pancaindera dan dapat dijelaskan serta dinilai secara ilmiah. Melakukan pengamatan terhadap fenomena dalam lingkungan

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 kehidupan sehari-hari tepat dilakukan ketika siswa belajar hal-hal yang terkait dengan topik-topik matematika yang pembahasannya dapat dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari secara langsung. Fenomena yang diamati akan menghasilkan pernyataan yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Selanjutnya pernyataan tersebut dituangkan dalam bahasa matematika atau menjadi pembuka dari pembahasan objek matematika yang abstrak. 2) Mengamati objek matematika yang abstrak Kegiatan mengamati objek matematika yang abstrak sangat cocok untuk siswa yang mulai menerima kebenaran logis. Siswa tidak mempermasalahkan kebenaran pengetahuan yang diperoleh, walaupun tidak diawali dengan pengamatan terhadap fenomena. Kegiatan mengamati seperti ini lebih tepat dikatakan sebagai kegiatan mengumpulkan dan memahami kebenaran objek matematika yang abstrak. Hasil pengamatan dapat berupa definisi, aksioma, postulat, teorema, sifat, grafik dan lain sebagainya. Proses mengamati fakta atau fenomena mencakup mencari informasi, melihat, mendengar, membaca, dan atau menyimak. b. Menanya Menurut Bell dalam Khasanah (2014), objek kajian matematika yang dipelajari siswa selama belajar di sekolah dapat berupa fakta (matematika), konsep (pengertian pangkal, definisi), prinsip (teorema,

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 rumus, sifat), dan skill (algoritma/prosedur). Fakta, konsep, prinsip, skill tersebut adalah buah fikiran manusia, sehingga bersifat abstrak. Dalam mempelajari konsep atau prinsip matematika yang tergolong sebagai pengetahuan, (Wadsworth, 1984) sebagaimana dalam disampaikan Khasanah (2014) oleh Piaget sangat perlu dipertimbangkan bahwa tingkat berpikir siswa. Proses pembelajaran untuk memahami konsep dan prinsip matematika perlu dikelola dengan langkah-langkah pedagogis yang tepat dan difasilitasi media tertentu agar buah pikiran yang abstrak tersebut dapat dengan mudah dipahami siswa. Langkah pedagogis dan penggunaan media tersebut menuntut siswa dan guru terlibat dalam pertanyaan-pertanyaan yang menggiring pemikiran siswa secara bertahap, dari yang mudah menuju ke yang lebih kompleks sehingga akhirnya pengetahuan diperoleh oleh siswa sendiri dengan bimbingan guru. Mempelajari keterampilan berprosedur matematika, kecenderungan yang ada sekarang adalah siswa gagal menyelesaikan suatu masalah matematika jika konteksnya berbeda, walaupun hanya sedikit perbedaannya. Ini terjadi karena siswa cenderung menghafal algoritma atau prosedur tertentu. Pada diri siswa tidak terbangun kreativitas dalam berprosedur. Kreativitas berprosedur dapat dibangkitkan dari pemberian pertanyaan yang tepat. Pertanyaanpertanyaan didesain agar siswa dapat berpikir tentang alternatifalternatif jawaban atau alternatif-alternatif cara berprosedur. Dalam hal

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 ini guru diharapkan agar menahan diri untuk tidak memberi tahu jawaban pertanyaan. Apabila terjadi kendala dalam proses menjawab pertanyaan, atau diprediksi terjadi kendala dalam menjawab pertanyaan, guru dapat memberikan pertanyaan-pertanyaan secara bertahap yang mengarah pada diperolehnya jawaban pertanyaan oleh siswa sendiri. Di sinilah peran guru dalam memberikan scaffolding. c. Mengeksplorasi Kegiatan mengeksplorasi dalam proses pembelajaran matematika di sekolah dimaknai sebagai menerapkan pengetahuan atau keterampilan hasil penalaran ke dalam suatu situasi atau bahasan yang masih satu lingkup, kemudian diperluas ke dalam situasi atau bahasan yang berbeda lingkup. Tahap menengeksplorasi ini menjadi wahana bagi siswa untuk membiasakan diri berkreasi dan berinovasi menerapkan dan memperdalam pengetahuan atau keterampilan yang telah dipelajari bersama guru. Dengan memfasilitasi kegiatan mengeksplorasi ini siswa diharapkan tidak terkendala dalam memecahkan permasalahan matematika yang merupakan salah satu tujuan penting dan mendasar dalam belajar matematika. Pengalaman mengeksplorasi akan melatih siswa yang memuat latihan mengasah pola pikir, sikap dan kebiasaan memecahkan masalah itulah yang akan banyak memberi sumbangan bagi siswa dalam menuju kesuksesan mengarungi kehidupan sehari-harinya. Kegiatan mencoba mencakup

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 merencanakan, merancang, dan melaksanakan eksperimen, serta memperoleh, menyajikan, dan mengolah data. d. Mengasosiasi Secara umum dapat dikatakan bahwa penalaran adalah proses berfikir yang logis dan sistematis atas fakta-fakta yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan. Dalam proses pembelajaran matematika, pada umumnya proses mengasosiasi terjadi secara simultan dengan proses mengolah atau menganalisis kemudian diikuti dengan proses menyajikan atau mengkomunikasikan hasil penalaran sampai diperoleh suatu simpulan. Bentuk penyajian pengetahuan atau ketrampilan matematika sebagai hasil penalaran dapat berupa konjektur atau dugaan sementara atau hipotesis e. Mengkomunikasikan Mengkomunikasikan adalah sarana untuk menyampaikan hasil konseptualisasi dalam bentuk lisan, tulisan, gambar / sketsa, diagram, atau grafik. Kegiatan ini dilakukan agar siswa mampu mengomunikasikan pengetahuan, keterampilan, dan penerapannya, serta kreasi siswa melalui presentasi, membuat laporan, dan atau unjuk karya. 3. Hasil Belajar dan Kontribusi Siswa Mengacu pada Kurikulum 2013 Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan yang ada dalam Permendikbud Nomor 54 tahun 2013, sasaran pembelajaran mencakup pengembangan ranah sikap, pegetahuan, dan keterampilan yang

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 dielaborasi untuk setiap satuan pendidikan. Ketiga ranah kompetensi tersebut memiliki lintasan perolehan atau proses psikologis yang berbeda. Sikap diperoleh melalui aktivitas menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, dan mengamalkan. Pengetahuan diperoleh melalui aktivitas mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Ketrampilan diperoleh melalui aktivitas mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta. Karakteristik kompetensi beserta perbedaan lintasan perolehan turut serta mempengaruhi karakteristik standar proses. C. Media Pembelajaran Matematika Kata media berasal dari bahasa Latin, yang merupakan bentuk jamak dari kata medium, yang berarti sesuatu yang terletak di tengah atau suatu alat. Dalam Webster Dictionary dalam Anitah (2010 : 4), media atau medium adalah segala sesuatu yang terletak di tengah dalam bentuk jenjang, atau alat apa saja yang digunakan sebagai perantara atau penghubung dua pihak atau dua hal. Sehingga menurut Anitah (2010 : 4) media pembelajaran dapat diartikan sebagai sesuatu yang mengantarkan pesan pembelajaran anatara pemberi pesan kepada penerima pesan. Association for Educational Communications and Technology dalam Anitah (2010 : 4) mendefinisikan media sebagai segala bentuk yang dapat digunakan untuk menyalurkan informasi. Sedangkan menurut Briggs dalam Anitah (2010 : 4) media adalah peralatan fisik untuk membawakan atau menyempurnakan isi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 Munadi (2010 : 7) menyatakan bahwa media pembelajaran dapat dipahami sebagai segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif. Media pembelajaran adalah komponen integral dari sistem pembelajaran. Dari pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik. D. Program Cabri 3D Salah satu media pembelajaran matematika yaitu dengan menggunakan program Cabri 3D. Program Cabri 3D merupakan salah satu program matematika interaktif yang siap dimanfaatkan sebagai media untuk membantu pemahaman siswa pada pembelajaran matematika, khususnya geometri. Program Cabri 3D merupakan perangkat lunak dinamis-geometri yang dapat digunakan untuk membantu siswa dan guru dalam mengatasi beberapa kesulitan-kesulitan dan membuat belajar geometri dimensi tiga menjadi lebih mudah dan lebih menarik. Program Cabri 3D dapat menampilkan variasi bentuk geometri tiga dimensi, memberikan fasilitas untuk melakukan eksplorasi, investigasi, interpretasi, dan memecahkan masalah matematika dengan cukup interaktif. Salah satu kelebihan program ini yaitu dapat membuktikan apa yang tidak bisa dibuktikan pada papan tulis.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 Petrovici (2010) berpendapat bahwa penggunaan program Cabri 3D di sekolah menengah dapat meningkatkan kemampuan pemahaman dan kreatifitas, meningkatkan kemampuan perserta didik dalam berdiskusi dengan teman sebaya dan guru, dapat mengembangkan kemampuan imajinasi dan visualisasi ruang, dapat mengkaitkan kepercayaan diri dalam dalam kontribusi kepada kelompok. Accascina dan Regora (2006) berpendapat bahwa program Cabri 3D merupakan program dinamis-geometris yang dapat digunakan untuk membantu peserta didik dan guru dalam mengatasi beberapa kesulitan pembelajaran geometri dimensi tiga menjadi lebih mudah dan menarik. Program Cabri 3D merupakan pengembangan dari program geometri program Cabri II. Teknologi program Cabri ini mulai dirintis pada tahun 1985 oleh Frence‟s Centre National de la Recherce Scientifique (CNRS) dan Joseph Fourier University di Gronoble (www.cabri.com). Program ini dapat dijalankan dengan Windows dan Mac OS. Menurut Buchori (2012) beberapa kemampuan dan kelebihan Cabri 3D yang dapat teridentifikasi adalah sebagai berikut : 1. Dapat mengerjakan komputasi aljabar. 2. Dapat mengerjakan komputasi analisis. 3. Dapat mengerjakan berbagai mechanical dan optical (physical objects). 4. Mempunyai banyak perintah bawaan dalam library dan paket-paket untuk pengerjaan matematika secara luas.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 5. Mempunyai fasilitas untuk pengerjaan pengeplotan dan animasi untuk grafik baik dimensi dua maupun dimensi tiga. 6. Mempunyai suatu antarmuka berbasis worksheet. 7. Mempunyai fasilitas untuk membuat dokumen dalam beberapa format. 8. Mempunyai fasilitas bahasa pemrograman yang memudahkan pemahaman konsep peserta didik. 9. Sangat baik untuk melatih Fluency (kelancaran), Fleksibility (keluwesan) dan Elaboration (keterperincian) siswa. 10. Hasil sketsanya lebih baik daripada menggunakan Autograph dan Maple. Tampilan awal pada Cabri 3D ketika membuka program ini, dapat dilihat pada Gambar berikut: : Gambar 2.1 Tampilan Awal Program Cabri 3D Pada tampilan menu utama pada program Cabri 3D ditampilkan menubar dan toolbar. Pada menubar terdapat beberapa menu yaitu File, Edit, Display, Document, Window, dan Help. Pada masing-masing menu pada menubar terdapat pilihan yang dapat digunakan sesuai kebutuhan. Pada

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 toolbar terdapat Manipulation dan Redefine, Points, Lines dan Curve, Planes dan Surfaces, Relative Constructions, Transformations, Regular Polygons, Polyhedra, dan Measurements yang mempunyai kegunaannya masing-masing. Adapun beberapa simbol dari toolbar yang berkaitan dengan penelitian ini adalah sebagai berikut : Tabel 2.2 Simbol pada Toolbar Program Cabri 3D Toolbar Manipulation Redefinition Kegunaan a. Menunjukkan objek. b. Menggeser titik atau objek dan sebagai konsekuensinya, semua objek bergantung terhadapnya. Memindahkan titik, garis, atau bangun yang telah dibuat. Point Membuat titik di bidang, objek lain, atau di ruang. Intersection Point(s) Membuat titik perpotongan antara dua objek. Line a. Membuat garis melalui dua titik. b. Membuat garis perpotongan dari dua bidang. Segment Membuat segmen garis melalui dua titik. Intersection Curve Membuat kurva perpotongan antara dua objek. Plane Membuat bidang melalui tiga titik. Triangle Membuat segitiga dengan tiga titik. Prependicular a. Membuat garis yang tegak lurus bidang. b. Membuat garis yang tegak lurus garis.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 a. Membuat garis yang sejajar dengan garis atau segmen garis. b. Membuat bidang yang sejajar dengan bidang. Membuat titik tengah sebuah segmen garis atau dua titik. Parallel Midpoint Tetrahedron Membuat tetrahedron dengan empat titik. XYZ Box Membuat balok. Pyramid Membuat limas. Cube Membuat kubus. Distance Mengetahui panjang segmen garis. Length Mengetahui panjang antar objek yang ditentukan. Angle Mengetahui ditentukan. besar sudut antara objek yang E. Jarak pada Bangun Ruang 1. Definisi Jarak Jarak antara dua buah bangun adalah panjang ruas garis penghubung terpendek yang menghubungkan dua titik pada bangunbangun tersebut (Iswadi, 2001 : 19)

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 Gambar 2.2 Definisi Jarak Jika B1 dan B2 adalah bangun-bangun geometri, maka B1 dan B2 dapat dipikirkan sebagai himpunan titik-titik, sehingga dapat dilakukan pemasangan satu-satu antara titik-titik pada B1 dan B2. Jika ̅̅̅̅̅̅ adalah ruas garis terpendek antara semua ruas garis penghubung titik-titik itu, maka panjang ruas garis ̅̅̅̅̅̅ merupakan jarak antara bangun B1 dan B2. 2. Proyeksi Gambar 2.3 Proyeksi Pada Gambar 2.3 titik garis ̅̅̅̅̅ dengan pada garis g, Jika dari titik P ditarik ruas pada g dan ̅̅̅̅̅  g, maka pada g. Pada gambar tersebut titik disebut proyeksi titik P adalah proyeksi titik P pada garis g

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 karena ̅̅̅̅̅  g. Titik juga disebut titik kaki garis tegak lurus dari titik P pada garis g. Dalam hal tersebut, ruas garis ̅̅̅̅̅ disebut proyektor. Dengan cara sama sebuah titik P dapat diproyeksikan pada sebuah bidang, misal bidang H. Caranya ialah dengan membuat ruas garis tegak lurus dari titik P ke bidang H. Titik yang merupakan titik potong antara proyektor (garis melalui P tegak lurus bidang H) dengan bidang H merupakan titik kaki garis tegak lurus dari P ke bidang H. Titik tersebut merupakan proyeksi titik P pada bidang H. Jika sebuah garis g diproyeksikan pada sebuah bidang H, maka hasil proyeksinya adalah himpunan semua proyeksi titik-titik pada g terhadap bidang H. 3. Teorema tentang Jarak a. Teorema 1 : Jarak antara titik P dan Q yang berlainan adalah panjang ruas garis ̅̅̅̅ . Gambar 2.4 Jarak Dua Titik Bukti : Dalam kasus ini, A = {P} dan B = {Q}, masing-masing singleton, himpunan beranggotakan sebuah titik. Maka himpunan semua ruas garis yang dibentuk juga terdiri hanya dari sebuah ruas garis. Jadi, tentu saja ruas garis ini adalah yang minimum atau terpendek.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 Penjelasan : Panjang kurva k dan kurva (gabungan tiga ruas garis) p penghubung kedua titik P dan titik Q seperti pada Gambar 2.4 lebih dari panjang ruas garis ̅̅̅̅ (pada Gambar ruas garis ̅̅̅̅ digambarkan dengan garis putus-putus. b. Teorema 2 : Jarak antara titik P dan garis g dengan P di luar g adalah panjang ruas garis tegak lurus dari titik P ke garis g. Bukti : Dalam kasus ini himpunan A = {P}, singleton, himpunan B = garis g. Yang harus dibuktikan panjang ruas garis tegak lurus dari titik P ke garis g adalah jarak terpendek. Pada Gambar 2.3 dengan pada g. Jika dari titik P ditarik ruas garis ̅̅̅̅̅ pada g dan ̅̅̅̅̅  g, maka pada g. Pada gambar tersebut titik g karena ̅̅̅̅̅  g dan merupakan proyeksi titik P adalah proyeksi titik P pada garis pada g. Jadi jarak antara titik P dan garis g adalah ̅̅̅̅̅. Penjelasan : ̅̅̅̅̅  g berarti untuk setiap titik ,  g, n  N, n ≠ 1,  adalah segitiga siku-siku dengan ̅̅̅̅̅̅ merupakan hipotenusa. Akibatnya untuk setiap n,  . Dengan kata lain ̅̅̅̅̅ merupakan ruas garis terpendek penghubung titik P dengan setiap titik pada garis g. Jadi jarak antara titik P dan garis g adalah .

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 c. Teorema 3 :Jarak antara titik P dan bidang H, P di luar H, adalah panjang ruas garis tegak lurus dari titik P ke bidang H. Bukti : Gambar 2.5 Jarak Titik dan Bidang Tarik ̅̅̅̅̅  bidang H. Ambil titik-titik sebarang Q dan R di H sedemikian sehingga QP1R tidak segaris. Segitiga-segitiga PP1Q dan PP1R siku-siku di P1. Jadi ̅̅̅̅̅ ruas garis terpendek. Selanjutnya untuk setiap titik Pn, n ≠ 1, dan Pn pada ⃡ adalah hipotenusa  atau ⃡ , ̅̅̅̅̅ sehingga PPn  PP1. Jadi untuk setiap n ≠ 1, PPn ≥ PP1, dan yang terpendek adalah PP1. Jadi jarak titik P ke bidang H adalah PP1. d. Teorema 4 : Jarak antara dua garis g dan h yang sejajar adalah jarak antara sebarang titik pada pada pada salah satu garis ke garis lainnya.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 Gambar 2.6 Jarak Dua Garis Sejajar e. Teorema 5 :Jarak antara garis g dan bidang K yang sejajar g adalah jarak salah satu titik pada garis g terhadap bidang K. Gambar 2.7 Jarak Garis dan Bidang yang Sejajar f. Teorema 6 :Jarak antara bidang H dan M yang sejajar adalah jarak salah satu titik pada bidang H terhadap bidang M, atau sebaliknya. Gambar 2.8 Jarak Dua Bidang Sejajar

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 g. Teorema 7 :Jarak antara dua garis bersilangan adalah panjang ruas garis tegak lurus persekutuan dari kedua garis bersilangan tersebut. Gambar 2.9 Jarak Dua Garis Bersilangan

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif adalah penelitian yang menekankan pada keadaan sebenarnya dan berusaha mengungkapkan fenomena-fenomena yang ada dalam keadaan tersebut. Peneliti berusaha mengungkapkan segala sesuatu yang terjadi di dalam penelitian tersebut. Penelitian ini digunakan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang memanfaatkan program Cabri 3D pada pokok bahasan jarak pada bangun ruang di kelas X PMIIA-4 SMA N 2 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. B. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X PMIIA-4 SMA N 2 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. Pada tahun ajaran 2013/2014 semester 2 siswa kelas X PMIIA-4 SMA N 2 Yogyakarta berjumlah 34 orang, yang terdiri dari 13 orang siswa putra dan 21 orang siswa putri. Nilai rata-rata matematika kelas ini pada mid semester pertama adalah 62,68 dengan nilai tertinggi adalah 90 dan nilai terendah adalah 35. Nilai rata-rata matematika kelas ini pada mid semester kedua adalah 68,38 dengan nilai tertinggi adalah 97 dan nilai terendah adalah 32. Pemilihan kelas dan penerapan pembelajaran berdasarkan rekomendasi dari guru mata pelajaran matematika yang 33

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 mengampu beberapa kelas pada tingkat yang sama dan hasil observasi yang dilakukan sebelum penelitian. SMA Negeri 2 Yogyakarta merupakan salah satu sekolah yang ditunjuk sebagai sekolah yang mengimplementasikan Kurikulum 2013, sehingga terdapat dua kurikulum berbeda yang diterapkan di SMA Negeri 2 Yogyakarta. Untuk siswa kelas X tahun ajaran 2013-2014 menggunakan kurikulum tahun 2013 sedangkan siswa kelas XI dan XII menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Di SMA Negeri 2 Yogyakarta dibuka satu program, yaitu Program Reguler, yang terdiri atas program Ilmu Alam dan Ilmu Sosial. Pada Kurikulum 2013 penjurusan dilakukan mulai dari kelas X yaitu siswa dapat memilih program MIIA dan PIIS. Karena alasan di atas, penelitian dilaksanakan di SMA N 2 Yogyakarta dengan pokok bahasan jarak pada bangun ruang. Materi ini ditentukan setelah adanya kesepakatan dengan guru mata pelajaran matematika yang mengampu kelas tersebut. C. Waktu dan Tempat Penelitian Pengambilan data penelitian dilaksanakan di SMA N 2 Yogyakarta dan dilaksanakan pada jam sekolah. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 22 April 2014 sampai 8 Mei 2014. D. Metode dan Instrumen Pengumpulan Data 1. Metode Pengumpulan Data Data dalam penelitian ini akan dikumpulkan melalui : a. Observasi Langsung

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 Observasi langsung yang dilakukan oleh peneliti adalah observasi partisipasi pasif dan pengamatan berperan serta. Observasi partisipasi pasif dilakukan terhadap pembelajaran matematika yang dilakukan oleh guru pada dua kelas di sekolah tersebut yang telah direkomendasikan untuk melakukan pengamatan dan memberikan makna. Pengamatan berperan serta dilakukan saat peneliti melakukan pembelajaran. b. Observasi Tidak Langsung Observasi tidak langsung dilakukan dengan mengamati hasil perekaman kegiatan pembelajaran yang telah dlakukan dengan menggunakan alat perekam video secara menyeluruh. c. Kuisioner Kuisioner ditujukan kepada siswa-siswa yang bersangkutan. Kuisioner yang dibuat berisi tentang pernyataan siswa tentang pembelajaran yang berlangsung, tentang pengaruh penggunaan Program Cabri 3D terhadap pemahaman mereka, maupun tentang kesulitan yang mereka tentang materi pelajaran. d. Wawancara Dalam penelitian ini, peneliti akan melakukan wawancara terbuka dan tak terstruktur. Wawancara dilakukan terhadap beberapa siswa sesudah pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang memanfaatkan program Cabri 3D. Delapan siswa dipilih berdasarkan pengamatan peneliti diharapkan mempunyai informasi yang mendukung, siswa

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 yang dipilih dilihat dari sikap terhadap proses pembelajaran dan diambil dari berbagai sikap yang berbeda. e. Dokumentasi Dalam penelitian ini, peneliti juga melakukan pendokumentasian berupa foto aktifitas siswa selama pembelajaran berlangsung. Dokumentasi ini bertujuan untuk memperkuat data hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti. 2. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Instrumen Pembelajaran Dalam penelitian ini, instrumen pembelajaran yang digunakan adalah Program Cabri 3D, RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dan LKS (Lembar Kerja Siswa) yang berisi tentang soal-soal yang berkaitan dengan materi jarak pada bangun ruang atau kegiatan yang dilakukan siswa. b. Instrumen Penelitian 1) Lembar Pengamatan Lembar pengamatan digunakan untuk membantu peneliti dalam mencatat hal-hal yang terjadi selama observasi maupun wawancara. 2) Kuisioner Kuisioner yang telah dibuat diisi oleh siswa-siswa yang bersangkutan. Kuisioner yang dibuat berisi tentang pernyataan siswa tentang pembelajaran yang berlangsung, tentang pengaruh penggunaan

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 Program Cabri 3D terhadap pemahaman mereka, maupun tentang kesulitan mereka tentang materi pelajaran. 3) Wawancara Wawancara dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan berkaitan dengan pembelajaran menggunakan Program Cabri 3D. Pada wawancara ini peneliti telah menyiapkan instrumen wawancara yang berisi garis besar pertanyaan-pertanyaan yang akan diberikan kepada narasumber. E. Metode Analisis Data Data dalam penelitian ini dianalisis melalui tahap-tahap sebagai berikut : 1. Analisis I : Penyusunan transkripsi data rekaman video pembelajaran, rekaman suara hasil wawancara, dan analisis data kuisioner. 2. Analisis II : Data yang diperoleh dari transkripsi rekaman video dianalisis pembelajaran untuk jarak mendeskripsikan pada bangun pelaksanaan ruang dengan pendekatan saintifik di kelas X MIIIA-4 SMA N 2 Yogyakarta. Langkah-langkah analisis data sebagai berikut : 1. Transkripsi Data Dalam tahap ini, hasil perekaman video dan rekaman wawancara ditranskripsikan serta pengolahan data kuisioner. Transkripsi video

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 menyajikan kembali segala sesuatu yang terjadi selama dalam proses pembelajaran yang terlihat dan terdengar dalam hasil rekaman video yang terlaksana dalam 3 petemuan ke dalam bentuk narasi tertulis dilengkapi dari hasil pengamatan. Transkripsi wawancara menyajikan percakapan yang terjadi selama wawancara ke dalam bentuk narasi tertulis. Analisis data kuisioner merekap data kuisioner yang telah diisi oleh semua siswa. 2. Penentuan Topik Data Topik data merupakan rangkuman bagian data yang mengandung makna yang sedang diteliti. Untuk menentukan topik-topik data, dilakukan interpretasi data-data transkripsi rekaman video. Data yang mempunyai kandungan yang sama atau hampir sama dijadikan satu topik, sedangkan kandungan makna yang berbeda menjadi topik baru. 3. Penentuan Kategori Data Penentuan kategori data merupakan proses membandingkan topiktopik data satu sama lain untuk menghasilkan kategori-kategori data. Kategori data adalah gagasan abstrak yang mewakili makna tertentu yang terkandung dalam sekelompok topik data. 4. Penarikan Kesimpulan Penarikan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan fenomena yang diteliti dengan cara menemukan dan mensintesakan hubunganhubungan di antara kategori-kategori data.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 F. Prosedur Pelaksanaan Penelitian secara Keseluruhan Penelitian ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan penelitian. Tahapan-tahapan ini dilakukan dalam upaya pengkoordinasian dan strategi agar penelitian dapat dilakukan sesuai dengan prosedur penelitian. Adapun tahapannya adalah sebagai berikut : 1. Tahap I Pada tahap I ini peneliti akan melakukan segala sesuatu yang berkaitan dengan perihal perijinan. 2. Tahap II Pada Tahap II peneliti melakukan wawancara kepada guru kelas tentang karakteristik kelas yang dapat dijadikan sebagai subjek penelitian. 3. Tahap III Pada tahap III peneliti melakukan observasi langsung pada pembelajaran yang dilakukan oleh guru. 4. Tahap IV Peneliti kemudian melakukan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang memanfaatkan Program Cabri 3D. 5. Tahap V Pengisian kuisioner oleh semua siswa. 6. Tahap VI Peneliti melakukan wawancara terhadap beberapa siswa.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV ANALISIS DATA Penelitian ini mengungkapkan tentang pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang memanfaatkan program Cabri 3D pada pokok bahasan jarak pada bangun ruang di kelas X PMIIA-4 SMA N 2 Yogyakarta. Pada analisis data penelitian ini meliputi : (i) Pelaksanaan penelitian, (ii) Transkripsi data (iii) Topik data, (iv) Kategori data, (v) Garis Besar Wawancara, dan (vi) Tabulasi Data Kuisioner A. Pelaksanaan Pengambilan Data Penelitian Pengambilan data penelitian dilaksanakan mulai tanggal 22 April 2014 sampai dengan tanggal 8 Mei 2014 pada kelas X PMIIA-4 SMA N 2 Yogyakarta dengan semua siswa kelas X PMIIA-4 sebagai subjek penelitian telah memberikan data-data pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang memanfaatkan program Cabri 3D pada pokok bahasan jarak pada bangun ruang. Data-data tersebut direkam dengan perekam video, wawancara, dan kuisioner. Proses perekaman bertujuan agar semua kegiatan selama pembelajaran dapat terekam dengan lengkap tanpa ada bagian yang terlewati. Sumber data diperoleh peneliti dari tiga kali pertemuan yaitu : 1. Pertemuan Pertama Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Kamis, 24 April 2014 pada pukul 10.30 – 12.00 WIB. Pada pertemuan ini membahas materi 40

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 jarak titik ke titik, jarak titik ke garis, dan jarak titik ke bidang. Siswa membahas materi dalam kelompok besar dan dibimbing oleh guru. 2. Pertemuan Kedua Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa, 29 April 2014 pada pukul 10.30 – 12.00 WIB. Pada pertemuan ini membahas materi jarak dua garis sejajar, jarak bidang sejajar, dan jarak garis yang bersilangan. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk membahas materi dan dibimbing oleh guru. 3. Pertemuan Ketiga Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa, 6 Mei 2014 pada pukul 10.30 – 12.00 WIB. Pada pertemuan ini siswa mengerjakan soal-soal latihan yang berhubungan dengan materi yang telah dipelajari pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua. B. Transkripsi Data Transkripsi data video adalah penyajian kembali segala sesuatu yang terjadi dalam proses pembelajaran yang terlihat dan terdengar dalam hasil rekaman video selama tiga pertemuan ke dalam bentuk narasi tertulis. Transkripsi wawancara adalah penyajian kembali percakapan yang terjadi selama wawancara ke dalam bentuk narasi tertulis. Tabulasi data kuisioner dilakukan dengan merekap data kuisioner yang telah diisi oleh semua siswa. Transkripsi video proses pembelajaran yang dilakukan terdiri dari tiga bagian, yang dibagi berdasarkan banyaknya pertemuan dalam penelitian : 1. Transkripsi data video pertemuan pertama halaman 97

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 2. Transkripsi data video pertemuan kedua halaman 110 3. Transkripsi data video pertemuan ketiga halaman 120 Transkripsi wawancara yang dilakukan terdiri dari delapan bagian, yang dibagi berdasarkan banyaknya siswa yang diwawancarai dalam penelitian : 1. Transkripsi wawancara siswa S14 halaman 130 2. Transkripsi wawancara siswa S18 halaman 131 3. Transkripsi wawancara siswa S10 halaman 132 4. Transkripsi wawancara siswa S2 halaman 133 5. Transkripsi wawancara siswa S22 halaman 135 6. Transkripsi wawancara siswa S29 halaman 136 7. Transkripsi wawancara siswa S25 halaman 137 8. Transkripsi wawancara siswa S28 halaman 139 Tabulasi data kuisioner yang telah diisi oleh siswa terdiri dari tujuh bagian, yang dibagi berdasarkan banyaknya pertanyaan dalam kuisioner : 1. Tabel jawaban pertanyaan kuisioner nomor 1 halaman 142 2. Tabel jawaban pertanyaan kuisioner nomor 2 halaman 143 3. Tabel jawaban pertanyaan kuisioner nomor 3 halaman 145 4. Tabel jawaban pertanyaan kuisioner nomor 4 halaman 146 5. Tabel jawaban pertanyaan kuisioner nomor 5 halaman 148 6. Tabel jawaban pertanyaan kuisioner nomor 6 halaman 149 7. Tabel jawaban pertanyaan kuisioner nomor 7 halaman 150 Transkripsi data yang dilakukan terdapat dalam lampiran B.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 C. Topik Data Topik data adalah rangkuman bagian data yang mengandung makna yang sedang diteliti. Berikut akan ditentukan menjadi beberapa topik data pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang memanfaatkan program Cabri 3D pada pokok bahasan jarak pada bangun ruang di kelas X PMIIA-4 SMA N 2 Yogyakarta, yaitu : 1. Topik data penggunaan program Cabri 3D 2. Topik data kontribusi siswa 3. Topik data kegiatan interaktif 4. Topik data keterkaitan materi Tabel 4.1 Topik Data Penggunaan Program Cabri 3D No. Topik Data 1 Guru menunjukkan program Cabri 3D yang ditampilkan pada layar yang sudah disediakan di ruang kelas, menggunakan LCD viewer. 2 Siswa memperhatikan program Cabri 3D yang ditampilkan di layar, mencoba mengamati program baru yang mereka lihat. 3 Guru menjelaskan bahwa dalam pembelajaran yang akan berlangsung menggunakan program Cabri 3D. Guru membuka file yang telah dibuat untuk menunjukkan salah satu contoh. 4 Guru membuka file demonstrasi sub materi jarak titik ke titik yang akan dibahas menggunakan program Cabri 3D. Siswa memperhatikan tampilan di layar. Guru menjelaskan kondisi yang telah dirancang. Guru meminta siswa untuk mengamati dan menyuruh siswa mencari ide. 5 Siswa memperhatikan tampilan di layar, sambil memperhatikan tampilan di layar, seorang siswa mengulang pernyataan yang di sampaikan guru. 6 Siswa menyampaikan pendapatnya tentang ukuran objek sambil memperhatikan tampilan di layar. 7 Siswa menyampaikan tentang unsur garis yang Bagian Data I : 12 I : 13-15, I : 16 I : 17 I : 18 I : 19 I : 21

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 dilihatnya dalam tampilan program Cabri 3D. Siswa menanyakan apa yang dimaksudkan oleh guru. Siswa menyampaikan pendapatnya tentang ukuran objek sambil mengukur gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D di layar. Guru menjelaskan keadaan dua titik dan memberi penyataan untuk memacu siswa sambil memperlihatkan apa yang dimaksud menggunakan program Cabri 3D. Guru memberikan pertanyaan umpan, siswa tetap menyimak apa yang ada pada tampilan program Cabri 3D di layar. Guru memberikan pertanyaan balik kepada siswa, guru memperlihatkan apa yang dimaksudnya garis menggunakan program Cabri 3D. Siswa memperhatikan tampilan. Siswa menjawab pertanyaan dengan menunjukkan apa yang dimaksudnya garis lurus dengan menggunakan tampilan program Cabri 3D. Guru memberikan penguatan tentang apa yang disampaikan siswa tentang garis, guru membuat garis dengan menghubungkan titik dengan titik, siswa memperhatikan apa yang tampilan. Guru memberikan penguatan bahwa jarak titik ke titik adalah garis dengan menunjukkan garis yang dimaksud menggunakan tampilan program Cabri 3D. Guru membuat garis dan titik menggunakan program Cabri 3D untuk diamati siswa. Siswa menyebutkan garis yang menghubungkan titik dengan titik yang ada pada garis. Siswa mengukur dengan penggaris gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D di layar. Guru menunjukkan ukuran segmen garis, besar sudut antar segmen garis menggunakan toolbar yang ada pada program Cabri 3D. Siswa menyebutkan nama-nama segmen garis pada gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D di layar. Siswa meyebutkan nama garis yang dianggapnya merupakan jarak pada gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D di layar. Siswa menyampaikan alasan garis dianggapnya merupakan jarak pada gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D di layar. Guru mengajak siswa membandingkan besarnya sudut I : 22 I : 24,19 I : 23,25, 31 I : 27 I : 31 I : 32, 34 I : 35 I : 36 I : 41 I : 44 I : 45 I : 46,66 I : 47 I : 56 I : 58,63.65 I : 67-70

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 pada gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D di layar. Guru membuat bidang dan titik menggunakan program Cabri 3D untuk diamati siswa. Siswa mengamati keadaan titik dan bidang pada gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D di layar. Siswa bertanya maksud jarak titik ke bidang dengan melihat gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D di layar. Siswa bertanya mana yang merupakan unsur titik dan mana yang merupakan unsur bidang dengan melihat gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D di layar. Siswa menunjukkan unsur yang dimaksud dengan menunjukkan warna gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D di layar. Siswa menyebutkan panjang garis pada gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D di layar yang telah ditentukan panjangnya menggunakan toolbar. Siswa maju mendekati layar untuk menunjuk apa yang dimaksudnya, siswa menunjuk garis pada gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D di layar. Siswa menyampaikan pendapat bahwa jarak merupakan garis yang terpendek dengan melihat gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D di layar. Siswa menyampaikan pendapat bahwa jarak merupakan garis yang tegak lurus dengan melihat gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D di layar. Guru membuat tiga garis yang menghubungkan titik ke garis dengan panjang yang berbeda menggunakan program Cabri 3D. Siswa menyebutkan nama garis yang dianggap merupakan jarak dari titik ke bidang pada gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D di layar. Guru memperlihatkan gambar kubus yang dibuat menggunakan program Cabri 3D. Guru memperlihatkan gambar titik dan bidang, siswa mengamati. Siswa memperhatikan persoalan yang diberikan melalui peragaan menggunakan program Cabri 3D, siswa menunjuk-nunjuk gambar yang ditampilkan. Siswa berpendapat dengan menyebutkan nama garis I : 85 I : 86 I : 88, 97 I : 92 I : 95 I : 101 I : 102 I : 110, 112, 113, 141 I : 108, 111, 115, 143 I : 117 I : 118-119 I : 134 I : 135-136 I : 137 I : 139-140

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 pada gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D di layar. Guru menunjukkan objek titik dan bidang untuk mempertegas pendapatnya. Siswa menunjuk-nunjuk gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D dan berdiskusi bersama temannya. Guru meminta siswa untuk menunjukkan ruas garis yang dimaksud oleh siswa pada gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D di layar. Siswa dibantu guru menunjukkan ruas garis yang dimaksudnya dengan menggerakkan kursor pada gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D di layar. Siswa mengggunakan gambar yang dibuat menggunakan program Cabri 3D untuk melihat ilustrasi gambar pada soal dan menyelesaikan soal. Guru menunjukkan objek pada gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D di layar untuk memancing siswa menemukan penyelesaian. Guru menjelaskan fungsi dari beberapa toolbar yang ada pada program Cabri 3D yang akan digunakan siswa untuk mempelajari jarak. Siswa memutar objek yang diamati pada program Cabri 3D. Siswa melihat bahwa objek yang ditampilkan program Cabri 3D berbentuk kotak. Siswa menghitung jumlah rusuk pada kubus dengan mengamati pada gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D. Siswa mengamati dan menuliskan rusuk-rusuk pada kubus dengan mengamati pada gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D. Siswa menggerakkan objek gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D. Siswa mencari besar sudut objek gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D. Siswa mengamati objek gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D secara umum untuk mencari ide. Siswa menunjukkan kepada temannya bidang diagonal pada gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D. Siswa menjelaskan kepada temannya tentang diagonal bidang dengan menyebutkan contoh ruas garis pada I : 144 I : 145 I : 150 I : 151-154 I : 275, 296 I : 300 II : 33, 35 II : 37,43 II :44, 45 II : 49 II : 59 II : 59 II : 61 II : 62 II : 67 II : 68

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D. Siswa menggerakkan ruas garis pada gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D dan mengamati perubahan besar sudut. Siswa menjelaskan apa yang harus dilakukan dengan menunjuk gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D. Guru membantu siswa menentukan panjang ruas garis pada gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D. Siswa menggerakkan ruas garis pada gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D dan mengamati perubahan panjang ruas garis. Siswa membandingkan panjang ruas garis dan besar sudut pada gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D. Siswa mengamati sifat ketegaklurusan garis pada gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D. Siswa bertanya tentang ketunggalan jarak dan menunjuk pada gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D Siswa meminta temannya untuk memutar objek yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D Siswa membuat ruas garis baru dengan menggunakan toolbar yang ada pada program Cabri 3D. Siswa memutar objek, untuk melihat bahwa yang dilihatnya seperti garis ternyata merupakan bidang. Siswa menyarankan temannya untuk mengggunakan program Cabri 3D untuk membuat dan melihat ilustrasi gambar pada soal. Guru menampilkan ilustrasi gambar pada soal, siswa mengamati gambar yang ditampilkan mengggunakan program Cabri 3D. Siswa meminta guru menampilkan ilustrasi gambar pada soal, siswa mengamati gambar yang ditampilkan mengggunakan program Cabri 3D. Guru memutar-mutar objek yang menjadi ilustrasi gambar pada soal, siswa mengamati gambar yang ditampilkan mengggunakan program Cabri 3D. II : 76 II :77-79 II : 87-88 II : 110 II : 111-115 II : 122-124 II : 139-142 II : 158 II : 175 II : 203-205 III : 50 III : 100101, 231, 246 III : 245 III : 247

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Tabel 4.2 Topik Data Kontribusi Siswa No. Topik Data 1 Siswa mengajukan pertanyaan tentang jarak titik ke titik. 2 Siswa menyatakan bahwa jarak titik ke titik sepuluh meter. 3 Siswa menjawab bahwa yang telah dihapus oleh guru adalah garis. 4 Siswa menanyakan apa yang dimaksud oleh guru tentang garis. 5 Siswa mengukur gambar ilustrasi jarak titik ke titik yang ditampilkan menggunakan penggaris. 6 Siswa berpendapat bahwa jarak titik ke titik pada gambar empat senti. 7 Siswa berpendapat jarak titik ke titik dinyatakan oleh garis. 8 Siswa berpendapat jarak titik ke titik dinyatakan oleh garis lurus. 9 Siswa menjawab pertanyaan guru tentang sub materi yang akan dipelajari selanjutnya. 10 Siswa berpendapat bahwa garis-garis yang menghubungkan titik ke garis seperti tambang. 11 Siswa mengajukan ide bahwa jarak titik ke garis adalah garis-garis yang menghubungkan titik ke garis dengan menyebutkan semua ruas garis yang menghubungkan titik ke garis. 12 Siswa berpendapat bahwa jarak titik ke garis dinyatakan oleh salah satu dari beberapa ruas garis yang menghubungkan titik ke garis. 13 Siswa berpendapat bahwa jarak titik ke garis dinyatakan oleh garis PC. 14 Siswa memberikan alasan bahwa jarak dinyatakan oleh garis PC karena garis PC merupakan garis yang terpendek. 15 Siswa bependapat bahwa jarak adalah titik ke titik. 16 Siswa memberikan alasan bahwa jarak dinyatakan oleh garis PC karena garis PC tegak lurus terhadap garis g. 17 Siswa menjawab tentang besar sudut yang ditanyakan oleh guru. 18 Siswa berpendapat bahwa jarak titik ke titik adalah garis yang membentuk sudut sembilan puluh derajat, yang tegak lurus. 19 Siswa menjawab pertanyaan guru tentang proyeksi. 20 Siswa menjawab pertanyaan guru tentang panjang proyeksi. Bagian Data I : 18 I : 19 I : 21 I : 22 I : 24, 26 I : 24 I : 28, 30 I : 32, 34 I : 40 I : 43 I : 44, 46, 55 I : 48-49 I : 56 I : 59 I : 62 I : 63, 65 I : 68, 70 I : 72 I : 74 I : 76

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Siswa menyatakan bahwa jarak titik ke garis adalah panjang proyeksi dari titik ke garis. Siswa menyatakan bahwa jarak adalah segmen garis yang tegak lurus. Siswa menanyakan tentang maksud dari jarak titik ke bidang. Siswa menyampaikan ide bahwa jarak adalah yang menghubungkan titik dan titik, untuk menganalisis jarak titik ke bidang. Siswa berpendapat bahwa bidang yang dilihatnya berbentuk piramid. Siswa menyangkal pernyataan siswa lain yang berpendapat bahwa bidang adalah piramid, siswa tersebut berpendapat bahwa bidang yang dimaksud adalah yang persegi panjang. Siswa bertanya titik mana yang dimaksud untuk menentukan jarak titik ke bidang. Siswa menyatakan idenya tentang jarak titik ke bidang dengan menyebutkan semua ukuran panjang garis yang menghubungkan titik ke bidang. Siswa bertanya bagaimana jika garis yang tegak lurus bukan garis yang terpendek. Siswa menjawab bahwa garis yang tegak lurus tidak mungkin bukan yang terpendek. Siswa bertanya tentang sifat jarak selain tegak lurus. Siswa menjawab pertanyaan siswa tentang sifat lain dari jarak selain tegak lurus adalah yang terpendek. Siswa berpendapat bahwa yang terpendek merupakan yang tegak lurus. Siswa bertanya apakah jika bukan yang terpendek tidak mungkin tegak lurus. Siswa berpendapat bahwa jika tegak lurus pasti yang terpendek. Siswa berpendapat bahwa jarak titik ke bidang segitiga di depan titik sudut pada kubus adalah sepertiga diagonal ruang. Siswa bertanya tentang kebenaran dari jarak titik ke bidang segitiga di depan titik sudut pada kubus adalah sepertiga diagonal ruang. Siswa menanyakan tentang besar sudut apakah sembilan puluh derajat atau bukan. Siswa menyampaikan ide bahwa untuk menyelesaikan soal jarak menggunakan segitiga. Siswa bertanya apakah garis yang merupakan jarak dari titik ke garis, memotong garis tersebut ditengah- I : 79-81 I : 83 I : 88 I : 90 I : 90 I : 91 I : 93-95 I : 101-102 I : 120 I : 121 I : 123 I : 124 I : 125-126 I : 127 I : 128 I : 145 I : 147 I : 182 I : 219 I : 223

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 tengah. Siswa menjawab jarak adalah yang tegak lurus dari pertanyaan guru bagaimanakah yang disebut jarak. Siswa berpendapat bahwa untuk mencari jarak menggunakan segitiga dan dicari tinggi yang juga merupakan jarak. Siswa mengajukan usul kepada temannya untuk menggunakan phytagoras dalam menyelesaikan soal jarak. Siswa mengajukan pertanyaan apakah sudut yang terbentuk adalah siku-siku karena siswa yang lain akan menggunakan teorema phytagoras. Siswa bertanya tentang jawaban temannya terhadap soal tentang jarak. Siswa mengajukan ide kepada temannya untuk mencari tinggi terlebih dahulu. Siswa menjawab yang merupakan jarak titik ke bidang adalah BP, dari pertanyaan guru, garis manakah yang merupakan jarak titik garis ke bidang. Siswa bertanya apakah yang dia tunjuk merupakan setengah diagonal sisi. Siswa menanyakan ukuran diagonal sisi. Siswa bertanya bagaimana mencari jarak antara dua garis yang sejajar. Siswa menanyakan unsur-unsur apa yang harus dicari untuk menentukan jarak. Siswa menyampaikan ide untuk menghitung jumlah rusuk, jumlah diagonal sisi, bidang diagonal. Siswa bertanya kepada guru apa yang dimaksud diagonal sisi dan bidang diagonal. Siswa menunjukkan kepada siswa lain yang disebut dengan diagonal bidang dengan menunjuk gambar. Siswa mengukur sudut. Siswa menanyakan kepada temannya yang dimaksud temannya adalah bidang diagonal atau diagonal bidang. Siswa menjelaskan kepada siswa lain bahwa diagonal bidang merupakan garis sedangkan bidang diagonal merupakan sisi. Siswa menanyakan tentang segmen garis, apakah segmen itu garis lurus. Siswa berpendapat bahwa jika besar sudutnya berkurang, maka panjang garisnya bertambah. Siswa menjawab bahwa jarak merupakan garis yang terpendek dan tegak lurus dari pertanyaan guru I : 224-225 I : 234 I : 248 I : 253 I : 297 I : 298 I : 300-301 I : 307 II : 39 II : 41 II : 49-54 II : 55-57 II : 58 II : 61 II : 64 II : 65-68 II : 102-104 II : 112 II : 116-120

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 bagaimanakah yang dimaksud dengan jarak. Siswa menanyakan tentang ketegaklurusan garis. Siswa menunjukkan besar sudut untuk membantu siswa menjawab pertanyaan tentang iya tidaknya ketegaklurusan garis. Siswa menanyakan apakah diagonal-diagonal pada kubus mempunyai panjang yang sama. Siswa menanyakan apakah jarak hanya ada satu. Siswa bertanya kepada siswa lain perbedaan dua garis yang membentuk sudut sembilan puluh derajat dengan garis yang tegak lurus. Siswa mencari ukuran ruas garis yang sedang diamatinya. Siswa meminta siswa lain untuk memutar objek yang sedang diamatinya. Siswa bertanya kepada siswa lain bukankah yang terbentuk adalah segitiga siku-siku. Siswa mengamati sudut yang terbentuk dalam segitiga untuk mengetahui apakah itu segitiga siku-siku atau bukan. Siswa bertanya apakah sudut-sudut yang dibentuk oleh diagonal sisi dengan rusuk dalam kubus selalu sama. Siswa menjawab bahwa sudut yang dibentuk oleh diagonal dan rusuk dalam kubus selalu sama karena kubus mempunyai rusuk-rusuk yang sama panjang. Siswa berpendapat bahwa jika garis penghubung titik dengan garis semakin mendekati titik sudut kubus, maka garisnya akan semakin panjang dan paling pendek jika garis penghubung dan garis membentuk sudut sembilan puluh derajat. Siswa berpendapat bahwa jarak antara dua garis sejajar adalah garis yang menghubungkan dua garis sejajar tersebut. Siswa memutar objek untuk melihat yang dilihatnya seperti garis merupakan bidang. Siswa berpendapat jarak merupakan garis terpendek yang meghubungkan titik ke titik dan membentuk sudut sembilan puluh derajat. Siswa berpendapat bahwa jarak garis dan bidang adalah jarak terpendek antara garis dan garis yang membentuk sudut sembilan puluh derajat dengan bidang. Siswa berpendapat bahwa garis terpendek akan membentuk sudut sembilan puluh derajat. Siswa bertanya apakah diagonal-diagonal merupakan II : 122 II : 123-124 II : 137 II : 139-141 II : 151 II : 157 II : 158 II : 159 II : 161-163 II : 169 II :180-184 II :187-188 II : 191 II : 203-205 II : 207-214 II : 226 II : 227 II : 234

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 jarak terpendek. Siswa bertanya apakah jarak hanya ada satu. Siswa bertanya apakah garis yang dibuat sembarangan merupakan jarak. Siswa bertanya tentang ukuran jarak bidang dengan bidang dan titik ke titik. Siswa menjawab bahwa diagonal bukan merupakan jarak terpendek, karena yang merupakan jarak terpendek adalah yang sembilan derajat dan tegak lurus. Siswa menjawab bahwa jarak hanya ada satu. Siswa menjawab bahwa garis yang dibuat sembarangan bukan merupakan jarak karena yang merupakan jarak adalah yang membentuk sudut sembilan puluh derajat dan terpendek. Siswa menjawab ukuran ruas garis yang merupakan jarak dalam satuan sentimeter. Siswa membuat kesimpulan bahwa jarak antara dua garis yang sejajar adalah garis yang paling pendek dan tegak lurus dengan kedua garis yang sejajar. Siswa membuat kesimpulan jarak garis terhadap garis, bidang terhadap bidang adalah garis yang paling pendek dan membentuk sudut sudut sembilan puluh derajat. Siswa membuat kesimpulan jarak adalah panjang garis terpendek yang tegak lurus terhadap garis atau bidang. Jarak akan ditemukan jika titik tersebut membentuk sudut sembilan puluh derajat terhadap titik atau garis atau bidang tersebut. Siswa membuat kesimpulan jarak terpendek atau panjang terpendek jika mempunyai sudut sembilan puluh derajat dan tegak lurus. Siswa memberikan saran kepada temannya untuk menggunakan aplikasi program Cabri 3D untuk menggambar ilustrasi gambar yang dimaksud pada soal. Siswa bertanya tentang perpanjangan garis yang dimaksud pada soal nomor dua. Siswa menggunakan segitiga untuk menyelesaikan soal, siswa menggambar segitiga, dan menggunakan teorema phytagoras. Siswa bertanya tentang satuan yang digunakan dalam ukuran panjang garis. Siswa bertanya kepada guru tentang gambar yang telah dibuatnya untuk mengilustrasikan keadaan yang II : 236 II : 238 II : 246 II : 254 II : 257-258 II : 260 II : 262 II : 265 II : 270 II : 270 II : 273 III : 50 III : 69-70, 98-99 III : 77-79, 90 III : 80-82 III : 94

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 dimaksud pada soal nomor dua. Siswa menggambar untuk mengilustrasikan keadaan yang dimaksud pada soal nomor dua. Siswa menggunakan segitiga dan tinggi segitiga untuk menyelesaikan soal nomor dua. Siswa bertanya kepada temannya yang sedang menjelaskan tentang teorema phytagoras yang digunakannya. Siswa menjawab pertanyaan temannya tentang teorema phytagoras yang digunakannya. Siswa bertanya tentang hasil yang diperoleh siswa. Siswa menggambar segitiga siku-siku untuk menjelaskan cara yang ia gunakan untuk menyelesaikan soal. Siswa bertanya apakah jarak membagi ruas garis menjadi dua bagian yang sama. Siswa bertanya kepada guru tentang perhitungan dalam menyelesaikan soal. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang garis-garis pada segitiga, siswa menjawab garis bagi adalah garis yang membagi sisi sama besar, garis tinggi adalah garis yang tegak lurus. Siswa menjawab pertanyaan guru bahwa garis tinggi pada segitiga tidak selalu membagi sisi segitiga menjadi dua sama panjang, Siswa memberikan ide bahwa untuk mencari tinggi segitiga dengan menggunakan alas dan tinggi yang lain dalam segitiga itu, Siswa menggunakan segitiga untuk menyelesaikan soal, siswa menggambar segitiga, dan menggunakan teorema phytagoras. Siswa bertanya apakah garis yang merupakan jarak membagi garis menjadi dua sama panjang, karena dalam penyelesaiannya ia menggunakan pembagi dua. Siswa menjawab bahwa dia membagi dua karena menggunakan rumus luas segitiga. Siswa memberikan ide bahwa untuk mencari tinggi segitiga dengan menggunakan alas dan tinggi yang lain dalam segitiga itu, Siswa memberikan ide untuk menyelesaikan soal nomor tujuh dengan menggunakan jajar genjang. III : 118 III : 128 III : 131135 III : 136 III : 137 III : 141 III : 159 III : 160161, 163 III : 201204 III : 205 III : 219 III : 223 III : 225, 227 III : 226, 228 III : 226, 268, 291 III : 288

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Tabel 4.3 Topik Data Kegiatan Interaktif No. Topik Data 1 Siswa bertanya kepada guru apa yang harus mereka amati. 2 Siswa menyampaikan idenya untuk mengukur panjang ruas garis menggunakan penggaris kepada seluruh siswa lain. 3 Siswa menyampaikan gagasannya tentang jarak dinyatakan oleh garis kepada seluruh siswa lain. 4 Siswa menjawab pertanyaan guru tentang garis yang dimaksudnya dan menyampaikan kepada guru dan seluruh siswa lain. 5 Siswa menjawab pertanyaan guru tentang apa yang akan dipelajari selanjutnya berdasarkan tujuan pembelajaran. 6 Siswa menyampaikan idenya saat mengamati jarak titik ke garis kepada seluruh siswa lain. 7 Siswa menjawab pertanyaan guru tentang ide yang disampaikannya. 8 Siswa menjawab pertanyaan guru tentang jarak titik ke garis. 9 Siswa menjawab pertanyaan guru tentang alasan terhadap jawaban yang dikemukakan. 10 Siswa menyampaikan pendapatnya kepada seluruh siswa lain alasan memilih garis yang dimaksudnya. 11 Siswa menjawab pertanyaan guru tentang besar sudut yang ditunjukkan dalam gambar. 12 Siswa mengemukakan kesimpulan kepada guru dan seluruh siswa lain. 13 Siswa menjawab pertanyaan guru tentang proyeksi dan panjang proyeksi. 14 Siswa bertanya kepada guru tentang maksud jarak titik ke bidang. 15 Siswa menjawab pertanyaan siswa lain tentang mana titik yang dimaksud. 16 Siswa bertanya kepada guru tentang apa yang harus mereka amati. 17 Siswa menyampaikan idenya tentang yang dimaksud jarak titik ke bidang kepada guru seluruh siswa lain. 18 Siswa menjawab pertanyaan umpan yang disampaikan oleh guru untuk memunculkan ide siswa. 19 Siswa bertanya kepada guru tenang hubungan ketegaklurusan dan panjang garis. 20 Siswa menanggapi pertanyaan siswa lain yang ditujukan kepada guru, Bagian Data I : 18,22 I : 24-26 I : 28-30 I : 32, 34 I : 40, 85 I : 43-44, 47 I : 49 I : 55-56 I : 58 I : 58,63,65 I : 67-70 I : 72 I : 73-77 I : 88 I : 93-95 I : 97 I : 101-102 I : 107-115 I : 120, 127 I : 121

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Siswa menyampaikan kepada seluruh siswa lain kesimpulan tentang jarak titik ke bidang. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang ruas garis yang menyatakan jarak. Siswa menyampaikan alasan atas jawabannya tentang ruas garis yang menyatakan jarak. Siswa menyampaikan idenya kepada guru tentang jarak titik terhadap bidang segitiga dalam kubus. Siswa bertanya kepada guru penulisan langkah dalam pengerjaan soal. Siswa bertanya kepada siswa lain tentang ukuran sudut. Siswa bertanya kepada siswa lain bagaimana cara menghitung jarak. Siswa menjawab pertanyaan siswa lain tentang cara menghitung jarak. Siswa bertanya kepada siswa lain tentang ruas garis yang merupakan jarak apakah membagi garis menjadi dua sama panjang. Siswa bertanya kepada siswa lain tentang soal yang mereka kerjakan. Siswa bertanya kepada siswa lain tentang ruas garis yang dimaksud dalam soal dan cara menghitung panjangnya. Siswa menjawab pertanyaan siswa lain tentang ruas garis yang dimaksud dalam soal dan cara menghitung panjangnya. Siswa menjawab pertanyaan siswa lain bahwa penyelesaiannya menggunakan segitiga. Siswa bertanya kepada guru apakah yang merupakan jarak apakah membagi garis menjadi dua sama panjang. Siswa menjawab pertanyaan umpan yang diberikan guru untuk menjawab pertanyaan yang dikemukakannya. Siswa mendiskusikan penyelesaian soal dengan temannya. Siswa bertanya jawaban penyelesaian yang dimiliki siswa lain untuk membandingkan dengan hasilnya. Siswa bertanya kepada siswa lain bagaimana gambar yang dibuatnya. Siswa menyampaikan ide kepada siswa lain untuk menggunakan teorema phytagoras. Siswa menanggapi ide yang disampaikan oleh temannya tentang penyelesaian menggunakan teorema I : 132 I : 135-139 I : 140-143 I : 145-152 I : 164-167 I : 182 I : 187 I : 188-189 I : 192 I : 193-195 I : 201-208, 213 I : 209-212, 214-216 I : 219-220 I : 223 I : 224-230 I : 232 I : 234 I : 241 I : 248 I : 253-256

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 phytagoras. Siswa bertanya kepada guru unsur-unsur apa yang harus diamatinya. Siswa menyampaikan ide kepada temannya untuk menghitung banyak rusuk, banyak titik sudut, banyak diagonal sisi. Siswa bertanya kepada temannya unsur apa lagi yang harus dia amati. Siswa bertanya kepada guru apa yang dimaksud bidang diagonal dan diagonal sisi. Siswa menjawab pertanyaan siswa lain tentang yang dimaksud bidang diagonal dan diagonal sisi. Siswa bertanya kepada guru apakah yang disebut segmen merupakan garis lurus. Siswa menyampaikan pendapatnya kepada guru bahwa jika besar sudut berkurang maka panjangnya bertambah. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang bagaimana segmen garis yang merupakan jarak. Siswa bertanya kepada guru apakah diagonal-diagonal pada kubus sama panjang. Siswa bertanya kepada guru apakah jarak hanya ada satu. Siswa bertanya kepada siswa lain apakah jarak adalah yang membentuk sudut sembilan puluh derajat. Siswa menjawab pertanyaan siswa lain bahwa jarak adalah yang membentuk sudut sembilan puluh derajat, serta menambahkan jarak merupakan garis yang tegak lurus. Siswa bertanya kepada siswa lain perbedaan dua garis yang membentuk sudut sembilan puluh derajat dengan garis yang tegak lurus. Siswa bertanya kepada siswa lain apakah yang terbentuk merupakan segitiga siku-siku. Siswa bertanya kepada guru dan siswa lain apakah sudut-sudut yang dibentuk oleh diagonal sisi dalam kubus besarnya selalu sama. Siswa menjawab pertanyaan dari siswa lain bahwa sudut-sudut yang dibentuk oleh diagonal sisi dalam kubus besarnya selalu sama karena kubus memiliki panjang rusuk yang sama. Siswa menyampaikan pendapatnya kepada guru dan siswa lain bahwa garis penghubung titik dengan garis, jika garis penghubung semakin mendekati titik sudut kubus, maka garisnya akan semakin panjang dan II : 41 II : 49-50 II : 53 II : 55,57 II : 58, 65 II : 104 II : 113 II : 118, 120 II : 137 II : 139-141 II : 148 II : 149 II : 151 II : 159 II : 169 II : 180 II : 187-188

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 paling pendek jika garis penghubung dan garis membentuk sudut sembilan puluh derajat. Siswa menyampaikan idenya kepada siswa lain untuk memutar objek yang mereka amati. Siswa menyampaikan ide kepada siswa lain dalam membuat definisi jarak. Siswa menyampaikan pertanyaan kepada seluruh siswa lain apakah diagonal-diagonal merupakan jarak terpendek. Siswa menyampaikan pertanyaan kepada seluruh siswa lain apakah jarak hanya ada satu. Siswa menyampaikan pertanyaan kepada seluruh siswa lain apakah garis yang dibuat sembarangan merupakan jarak. Siswa menyampaikan jawaban kepada seluruh siswa lain bahwa diagonal bukan merupakan jarak terpendek, karena yang merupakan jarak terpendek adalah yang sembilan derajat dan tegak lurus. Siswa menyampaikan jawaban kepada seluruh siswa lain bahwa jarak hanya ada satu. Siswa menyampaikan jawaban kepada seluruh siswa lain bahwa garis yang dibuat sembarangan bukan merupakan jarak karena yang merupakan jarak adalah yang membentuk sudut sembilan puluh derajat dan terpendek. Siswa membuat kesimpulan bahwa jarak antara dua garis yang sejajar adalah garis yang paling pendek dan tegak lurus dengan kedua garis yang sejajar. Siswa menyampaikan kesimpulan jarak garis terhadap garis, bidang terhadap bidang adalah garis yang paling pendek dan membentuk sudut sudut sembilan puluh derajat. Siswa menyampaikan kesimpulan jarak adalah panjang garis terpendek yang tegak lurus terhadap garis atau bidang. Jarak akan ditemukan jika titik tersebut membentuk sudut sembilan puluh derajat terhadap titik atau garis atau bidang tersebut. Siswa menyampaikan kesimpulan jarak terpendek atau panjang terpendek jika mempunyai sudut sembilan puluh derajat dan tegak lurus. Siswa menyampaikan saran kepada temannya untuk menggunakan aplikasi program Cabri 3D untuk menggambar ilustrasi gambar yang dimaksud pada soal. Siswa bertanya kepada guru tentang perpanjangan garis yang dimaksud pada soal nomor dua. II : 204 II : 207-213 II : 234 II : 236 II : 238 II : 254 II : 257-258 II : 260 II : 265 II : 270 II : 270 II : 273 III : 50 III : 69-70, 98-99

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 Siswa di depan kelas menyampaikan kepada seluruh siswa lain untuk menggunakan segitiga dalam menyelesaikan soal, siswa menggambar segitiga, dan menggunakan teorema phytagoras. Siswa bertanya kepada siswa yang di depan kelas tentang satuan yang digunakan dalam ukuran panjang garis. Siswa bertanya kepada guru tentang gambar yang telah dibuatnya untuk mengilustrasikan keadaan yang dimaksud pada soal nomor dua. Siswa bertanya kepada siswa lain yang sedang menjelaskan tentang teorema phytagoras yang digunakannya. Siswa menjawab pertanyaan siswa lain tentang teorema phytagoras yang digunakannya. Siswa bertanya tentang hasil yang diperoleh siswa lain. Siswa menggambar segitiga siku-siku untuk menjelaskan kepada siswa lain cara yang ia gunakan untuk menyelesaikan soal. Siswa bertanya kepada guru apakah jarak membagi ruas garis menjadi dua bagian yang sama. Siswa bertanya kepada guru tentang perhitungan dalam menyelesaikan soal. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang garis-garis pada segitiga, siswa menjawab garis bagi adalah garis yang membagi sisi sama besar, garis tinggi adalah garis yang tegak lurus. Siswa menjawab pertanyaan guru bahwa garis tinggi pada sisi tidak selalu membagi sisi segitiga menjadi dua sama panjang, Siswa menyampaikan ide kepada siswa lain bahwa untuk mencari tinggi segitiga dengan menggunakan alas dan tinggi yang lain dalam segitiga itu. Siswa menyampaikan ide kepada siswa lain untuk menggunakan segitiga, menggambar segitiga, dan menggunakan teorema phytagoras dalam menyelesaikan soal Siswa bertanya kepada siswa lain apakah garis yang merupakan jarak membagi garis menjadi dua sama panjang, karena dalam penyelesaiannya ia menggunakan pembagi dua. Siswa menjawab pertanyaan siswa lain bahwa dia membagi dua karena menggunakan rumus luas segitiga. Siswa menyampaikan ide kepada siswa lain bahwa untuk mencari tinggi segitiga dengan menggunakan III : 77-79, 90 III : 80-82 III : 94 III : 131135 III : 136 III : 137 III : 141 III : 159 III : 160161, 163 III : 201204 III : 205 III : 219 III : 223 III : 225, 227 III : 226, 228 III : 226, 268, 291

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 88 alas dan tinggi yang lain dalam segitiga itu. Siswa menyampaikan ide kepada siswa lain untuk III : 288 menyelesaikan soal nomor tujuh dengan menggunakan jajar genjang. Tabel 4.4 Topik Data Keterkaitan Materi No. Topik Data 1 Siswa beralasan menggunakan teorema tegak lurus dalam menentukan jarak titik ke garis. 2 Siswa menyampaikan pendapat bahwa jika sudut antara dua garis sembilan puluh derajat maka garis tersebut tegak lurus. 3 Siswa menggunakan definisi jarak titik ke garis untuk mulai menentukan definisi jarak titik ke bidang. 4 Siswa melakakukan perhitungan yang melibatkan bentuk akar. 5 Siswa menggunakan sifat bangun datar segitiga untuk menyelesaikan soal. 6 Siswa menggunakan teorema phytagoras untuk menyelesaikan perhitungan pada perhitungan jarak. 7 Siswa melakukan perhitungan menggunakan bentuk pangkat kuadrat. 8 Siswa menyebutkan ciri-ciri untuk mengidentifikasi bahwa bangun datar yang terbentuk adalah segitiga siku-siku. 9 Siswa mencari tinggi segitiga untuk mencari jarak. 10 Siswa mencari jarak dengan menggunakan luas segitiga. 11 Siswa mengamati kedudukan dua garis yang sejajar. 12 Siswa berdiskusi membahas yang dimaksud bidang diagonal dan diagonal sisi. 13 Siswa mengamati dengan membandingkan sudut pada bangun ruang. 14 Siswa menggunakan ciri-ciri kubus untuk menjawab pertanyaan. 15 Siswa melakukan eksplorasi dengan membandingkan sudut dengan panjang ruas garis. 16 Siswa menggunakan segitiga dan teorema phytagoras untuk mencari jarak. 17 18 Bagian Data I : 63,65 I : 72 I : 107-113, 115 I : 191, 196, 197,199 I : 219 I : 238, 248 I : 245 I : 279 I : 298 I : 302 II : 39 II : 64-68 II : 76 II : 180 II : 187-188 III : 77-79, 83, 90, 223, 291 Siswa memperhatikan satuan yang digunakan dalam III : 80-82 menentukan jarak. Siswa melakukan perhitungan yang mrlibatkan bentuk III : 85 pangkat dua.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 19 20 21 22 23 Siswa melakukan perhitungan yang melibatkan bentuk III : 160akar. 161 Siswa menyederhanakan jawaban dalam bentuk akar. III : 179184 Siswa membahas perbedaan garis bagi dan garis tinggi III : 201dalam segitiga untuk mencari tahu apakah garis yang 205 merupakan jarak membagi ruas garis menjadi dua sama panjang. Siswa menggunakan luas segitiga untuk menentukan III : 219, jarak. 228,268 Siswa menggunakan luas bangun datar jajar genjang III : 288 untuk menentukan jarak. Keterangan : Pada kolom bagian data : a. Angka romawi I, II, III menyatakan transkripsi data video pertemuan pertama, kedua, ketiga b. Angka yang mengikuti angka romawi menyatakan nomor-nomor pada transkripsi data video pertemuan yang dinyatakan oleh angka romawi tersebut. Contoh : Pada kolom bagian data tertulis “ I : 12 “ menyatakan transkripsi data video pertemuan pertama pada nomor 12 mengandung makna data yang sedang diteliti. Makna data tersebut tertulis dalam kolom topik data. D. Kategori Data Kategori data adalah gagasan abstrak yang mewakili makna yang sama dalam sekelompok topik data. Dalam penelitian ini ditentukan mengenai kategori pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang memanfaatkan program Cabri 3D. Berikut ini akan ditentukan menjadi beberapa kategori pelaksanaan pembelajaran matematika pada pokok bahasan jarak pada bangun ruang di kelas X PMIIA-4 SMA N 2 Yogyakarta, dilihat dari : (i) penggunaan program Cabri 3D, (ii) kontribusi siswa, (iii) kegiatan interaktif, dan (iv) keterkaitan materi. Kategori-kategori data tersebut ditampilakan dalam bentuk : (i) tabel kategori data, (ii) diagram pohon kategori data.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 1. Tabel Kategori Data Tabel 4.5 Kategori Data dan Subkategori Data Penggunaan Program Cabri 3D Kategori Data Topik Data a. Penggunaan dalam hal mengamati 1) Guru menampilkan gambar 1, 3, 15, 24, 33, 35, 36, 39, 44, 45, 56, 66 2) Siswa memperhatikan gambar 2, 4, 5, 25,43, 67 b. Penggunaan dalam hal menanya 8,10, 11, 12, 26, 61, c. Penggunaan dalam hal mengeksplorasi 1) Siswa mengamati objek 6, 7, 9, 17, 18, 20, 21, 27, 28, 30, 34, 37, 40, 41,42,48,49, 52, 53, 60 2) Membuat dan menambahkan unsur 14, 16, 63, 65 lain 3) Menggerakkan objek 46, 50, 55, 58, 62, 64, 68 4) Menunjukkan panjang garis dan besar 19, 23, 29, 51, 54, 57, 59, sudut d. Penggunaan dalam hal mengasosiasi 22, 38, 47 e. Penggunaan dalam hal 13, 15, 31, 32 mengkomunikasikan Tabel 4.6 Kategori Data dan Subkategori Data Kontribusi Siswa Kategori Data a. Ide siswa 1) Ide siswa untuk mencari solusi masalah 2) Pendapat siswa tentang jarak pada bangun ruang b. Pertanyaan siswa 1) Tentang materi jarak 2) Tentang penyelesaian masalah dalam soal 3) Tentang materi lain yang terkait dengan jarak c. Jawaban siswa 1) Jawaban siswa atas pertanyaan guru 2) Tanggapan siswa atas pertanyaan siswa lain Topik Data 2, 5, 11, 24, 27, 28, 39, 42, 43, 46, 51, 54, 61, 65, 66, 68, 73, 74, 89, 91, 94, 95, 99, 104, 105, 108, 109 6, 7, 8, 10, 12, 13, 14, 15, 16, 18, 21, 22, 25, 33, 35, 36, 58, 71, 72, 75, 76, 85, 86, 87, 88 1, 4, 23, 29, 31, 34, 37, 38, 40, 44, 49, 50, 63, 77, 78, 79, 80, 100, 106 45, 90, 93, 96, 98, 101 48, 52, 55, 57, 60, 62, 64, 67, 69, 92 3, 9, 17, 19, 20, 41, 47, 59, 102, 103 26, 30, 32, 53, 56, 70, 81, 82, 83, 84, 97, 107

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Tabel 4.7 Kategori Data dan Subkategori Data Kegiatan Interaktif Kategori Data a. Siswa mengajukan pertanyaan 1) Kepada guru 2) Kepada siswa lain b. Siswa menyampaikan idenya 1) Kepada guru 2) Kepada siswa lain c. Siswa menjawab pertanyaan 1) Dari guru 2) Dari siswa lain Topik Data 1, 14, 16, 19, 25, 34, 41, 44, 46, 49, 50, 55, 71, 74, 79, 80 26, 27, 29, 30, 31, 37, 38,43, 51, 53, 54, 60, 61, 62, 73, 75, 77, 85 24, 47 2, 3, 6, 10, 12, 17, 21, 23, 36, 39, 42, 57, 58, 59, 66, 67, 68, 69, 70, 72, 78, 83, 84, 87, 88 4, 5, 7, 8, 9, 11, 13, 18, 22, 35, 48, 81, 82 15, 20, 28, 32, 33, 40, 45, 52, 56, 63, 64, 65, 75, 86 Tabel 4.8 Kategori Data dan Subkategori Data Keterkaitan Materi Kategori Data Materi pembelajaran dengan materi lain Topik Data 1, 2, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23 3, 11, 12, 13, 14, 15, Materi antar pertemuan Keterangan : Pada kolom topik data : Angka tersebut menyatakan nomor-nomor pada tabel topik data yang bersangkutan. 2. Diagram Pohon Kategori Data Kategori data selain ditulis dalam bentuk tabel juga dituliskan dalam diagram pohon. Kategori data ini tertuang pada diagram pohon berikui ini.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Diagram 1. Pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang memanfaatkan program Cabri 3D pada pokok bahasan jarak pada bangun ruang Penggunaan program Cabri 3D (Lihat diagram 2) Pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang memanfaatkan program Cabri 3D pada pokok bahasan jarak pada bangun ruang Kontribusi siswa (Lihat diagram 3) Kegiatan interaktif (Lihat diagram 4) Keterkaitan materi (Lihat diagram 5) Diagram 2. Kategori Data dan Subkategori Data Penggunaan Program Cabri 3D Guru menampilkan gambar Penggunaan dalam hal mengamati Siswa memperhatikan gambar Penggunaan dalam hal menanya Siswa mengamati objek Penggunaan program Cabri 3D Membuat dan dalam menambahkan unsur lain Penggunaan dalam hal pembelajaran mengeksplorasi saintifik Menggerakkan objek Penggunaan dalam hal mengasosiasi Menunjukkan panjang garis dan besar sudut Penggunaan dalam hal mengkomunikasikan

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Diagram 3. Kategori Data dan Subkategori Data Kontribusi Siswa Ide siswa mencari solusi masalah Ide siswa Pendapat tentang jarak pada bangun ruang Tentang materi jarak Kontribusi siswa Pertanyaan siswa Tentang penyelesaian masalah dalam soal Tentang materi lain yang terkait dengan jarak Jawaban siswa atas pertanyaan guru Jawaban siswa Tanggapan siswa atas pertanyaan siswa lain Diagram 4. Kategori Data dan Subkategori Data Kegiatan Interaktif Kepada guru Siswa mengajukan pertanyaan Kegiatan interaktif Kepada siswa lain Kepada guru Siswa menyampaikan idenya Kepada siswa lain Dari guru Siswa menjawab pertanyaan Dari siswa lain Diagram 5. Kategori Data dan Subkategori Data Keterkaitan Materi Materi pembelajaran dengan materi lain Keterkaitan Materi Materi antar pertemuan

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 E. Garis Besar Wawancara Tabel 4.16 Tabel Garis Besar Wawancara 1 Nama Siswa S14 2 S18 3 S10 4 S2 5 S22 6 S29 No. Tanggapan Siswa Hal yang paling disenangi siswa tersebut selama pembelajaran adalah saat mendapat program Cabri 3D, menurutnya dengan program tersebut, ia dapat bermain misalnya membuat bangun. Menurutnya program tersebut membantunya dalam mempelajari materi karena biasanya guru tidak menggunakan program tersebut sehingga ia hanya membayangkan, terkadang timbul kesalahan perspsi yang sebenarnya persegi panjang dianggapnya jajar genjang. Di saat pembelajaran juga timbul pertanyaanpertanyaan darinya yang ia sampaikan. Siswa berendapat bahwa pembelajaran yang terjadi sangat asik karena ia bisa menggunakan laptop dan menggunakan program Cabri 3D sehingga menimbulkan tantangan tersendiri dari kesulitan yang ia hadapi saat menggunakan progam Cabri 3D. Saat pembelajaran, timbul pertanyaan-pertanyaan darinya yang dia tanyakan dan ia menjadi paham. Ia juga merasa senang saat pembelajaran karena dapat berdinamika dalam kelompok. Siswa merasa senang saat pembelajaran, tetapi ia harus menghadapi kesulitan karena harus mempelajari sendiri materi tanpa diberi tahu langsung oleh guru. Setelah berproses, siswa tersebut beranggapan bahwa saat ia mempelajari sendiri, ingatannya semakin tahan lama. Saat menggunakan program Cabri 3D, ia merasa senang dan tertantang karena bisa mengotak-atik sendiri. Ia juga merasa senang karena menemukan inovasi baru dalam pembelajan matematika. Siswa merasa bahwa pembelajaran yang terjadi asik, karena ia merasa santai saat pembelajaran. Siswa merasa tidak terbantu menggunakan program Cabri 3D karena ia jadi tidak mengerti dan membuatnya bingung jika menggunakan program tersebut. Siswa merasa kesusahan untuk mempelajari materi, karena ia lebih senang jika guru memberi tahu materinya secara langsung atau diberikan soal. Hal yang menarik bagi siswa ini adalah saat melihat gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D, ia merasa senang jika disuruh mencari sendiri karena ia dapat mengeksplorasi objek yang diamatinya. Yang mengesan baginya ialah saat dibentuk kelompok sehingga ia dapat bertukar pikiran dan mengelurkan semua pemikirannya. Hal yang menarik bagi siswa ini adalah saat mengotak-atik program Cabri 3D yang membantunya menemukan konsep jarak. Kesulitan yang dihadapinya ialah saat mengerjakan soalsoal tanpa menggunakan program Cabri 3D.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 7 S25 8 S28 Siswa merasa senang karena pertama kali menggunakan program Cabri 3D. Siswa lebih memilih untuk diberikan rumus secara langsung tanpa harus mencari tahu sendiri, ia berpendapat bahwa tidak semua siswa dapat menemukan jika mencari tahu sendiri. Ia merasa sulit untuk menemukan sendiri karena belum terbiasa. Ia merasa senang dan tertarik karena dikenalkan dengan program Cabri 3D. Yang menarik dari program tersebut adalah saat objek diputar, ia dapat melihat bidang-bidang yang terbentuk. Ia merasa jika ia menemukan sendiri, materi semakin dapat tertanam pada ingatannya. Konsep tegak lurus, materi bangun bidang, dan teorema phytagoras yang ia pelajari sebelumnya mempermudah untuk ia mempelajari jarak pada bangun ruang. Ia berpendapat bahwa menyenangkan bila diberikan soal-soal latihan yang bervariasi. F. Tabulasi Data Kuisioner Tabel 4.17 Tabulasi Data Kuisioner No 1 2 3 Pertanyaan Menurut pendapat Anda, apakah materi tentang jarak pada bangun ruang merupakan materi yang sulit? Menurut pendapat Anda, apakah dengan menggunakan program Cabri 3D dapat membantu Anda memahami materi jarak pada bangun ruang? Menurut pendapat Anda, apakah Anda merasa tertantang Jawaban Prosentase (%) Ya 73.53 Tidak 26.47 Ya 82.35 Tidak 17.65 Ya 73.53 Alasan a. Susah membayangkan gambar, b. Harus kreatif dan berimajinasi tinggi untuk membayangkan gambar. c. Cara mengajar guru. a. Banyak materi lain yang lebih sulit, b. Penasaran dengan materi jarak, c. Hanya mengulang banyak prinsip segitiga. a. Dapat melihat bangun ruang secara jelas, b. Objek dapat diputar sehingga dapat dilihat dari sudut pandang lain. a. Lebih mudah prosesnya diperlihatkan manual. b. Belum terlalu bisa menjalankan program. a. Mendapatkan cara-cara baru menyelesaikan soal, b. Tertarik dengan program

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 4 5 6 7 untuk menemukan hal baru saat pembelajaran tentang jarak pada bangun ruang dengan memanfaatkan program Cabri 3D? Menurut pendapat Anda, apakah dengan menggunakan program Cabri 3D dapat membantu Anda menyelesaikan soal-soal jarak pada bangun ruang? Menurut Anda, apakah Anda terlibat aktif dalam pembelajaran tentang jarak pada bangun ruang? Menurut Anda, apakah Anda mampu dan mau menyampaikan pendapat atau pertanyaan saat pembelajaran tentang jarak pada bangun ruang? Apakah Anda merasa senang saat pembelajaran tentang jarak pada bangun ruang? Cabri 3D, Tidak 26.47 Ya 85.29 Tidak 14.71 Ya 55.88 Tidak 44.12 Ya 76.47 Tidak 17.65 Ya 70.59 Tidak 23.53 a. Bingung, b. Malas, c. Kurang bisa menjalankan program Cabri 3D a. Dapat melihat sudut dengan jelas, b. Objek dapat dilihat dari berbagai sisi. c. Dapat membantu apa yang dimaksud dalam soal. Membigungkan. a. Bisa menjawab soal dan bertanya kepada teman hal yang belum jelas, b. Mengerjakan bersamasama. Mengantuk, kurang memperhatikan. a. Lebih sering bertanya kepada teman, b. Belum paham, sehingga bertanya kepada tema. Bingung apa yang ditanyakan. a. Mendapatkan cara baru .mengerjakan soal, b. Proses pembelajaran interaktif, c. Dapat berdiskusi dengan siswa lain. a. Karena materi sulit. b. Bingung.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V HASIL PENELITIAN Pada bab ini dideskripsikan pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang memanfaatkan program Cabri 3D pada pokok bahasan jarak pada bangun ruang di kelas X PMIIA-4 SMA N 2 Yogyakarta. Pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang memanfaatkan program Cabri 3D dilihat dari hal-hal berikut, yaitu : 1. Penggunaan program Cabri 3D 2. Kontribusi siswa 3. Kegiatan interaktif 4. Keterkaitan materi Pembelajaran ini berlangsung dalam tiga kali pertemuan dangan pokok bahasan jarak pada bangun ruang. Pertemuan pertama dan kedua membahas materi jarak pada bangun ruang, pada pertemuan ketiga siswa mengerjakan soalsoal yang berkaitan dengan materi jarak pada bangun ruang. A. Penggunaan Program Cabri 3D dalam Pembelajaran Penggunaan program Cabri 3D dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik secara garis besar dilihat dalam tabel beikut : Tabel 5.1 Penggunaan Program Cabri 3D Langkah Pembelajaran a. Mengamati 1) Guru menampilkan gambar 2) Siswa memperhatikan Penggunaan dalam Kegiatan Belajar Menampilkan gambar objek menggunakan program layar. Siswa memperhatikan gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D. 68

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 gambar b. Menanya Memperlihatkan gambar untuk mendukung guru dalam memberikan scaffolding. c. Mengeksplorasi 1) Siswa mengamati objek 2) Membuat dan menambahkan unsur lain 3) Menggerakkan objek 4) Menunjukkan panjang garis dan besar sudut d. Mengasosiasi e. Mengkomunikasikan Menampilkan panjang objek. Menampilkan besar sudut. Menampilkan nama objek. Memberi ciri khas objek dengan warna. Membuat titik, garis, bidang. Menghubungkan titik dengan titik. Menggerakkan objek. Memutar objek. Memperlihatkan objek. Memperlihatkan objek. Deskripsi penggunaan program Cabri 3D dalam pembelajaran diuraikan dalam subbab-subbab berikut ini. 1. Penggunaan Cabri 3D dalam Proses Mengamati Penggunaan program Cabri 3D dalam proses mengamati terdiri dari : a. Guru Menampilkan Gambar Pada pertemuan pertama materi yang dibahas adalah jarak titik ke titik, jarak titik ke garis, dan jarak titik ke bidang. Kelas dikondisikan untuk berdinamika dalam kelompok besar, dan telah disiapkan proyektor untuk menampilkan program Cabri 3D. Guru menjelaskan kepada siswa bahwa pembelajaran yang akan berlangsung menggunakan program Cabri 3D. Guru membuka file yang telah dibuat untuk menunjukkan salah satu contoh.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Guru membuat dan menampilkan titik dan garis menggunakan program Cabri 3D untuk diamati siswa untuk mengarahkan siswa mempelajari jarak titik ke garis. Guru membuat dan menampilkan bidang dan titik menggunakan program Cabri 3D untuk diamati siswa untuk mengarahkan siswa mempelajari jarak titik ke bidang. Gambar 5.1 Demonstrasi Jarak Titik ke Garis Pada pertemuan kedua materi yang dibahas adalah jarak dua garis, jarak garis ke bidang, dan jarak dua bidang yang sejajar. Siswa diminta untuk berkelompok dan dalam kelompok disediakan laptop yang didalamnya telah dipasang program Cabri 3D. Siswa mengamati kasus yang telah disiapkan oleh guru menggunakan program Cabri 3D. Dalam kasus tersebut disediakan gambaran tentang garis yang sejajar dan bersilangan, garis dan bidang yang sejajar, serta bidang yang sejajar. Pada pertemuan ketiga, guru telah menyiapkan soal latihan tentang jarak pada bangun ruang. Guru menggunakan program Cabri 3D, untuk menampilkan dan menggambarkan keadaan yang ada pada soal yang diberikan.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 b. Siswa Memperhatikan Gambar Pada pertemuan pertama siswa memperhatikan program Cabri 3D yang ditampilkan di layar, mencoba mengamati program yang mereka lihat. Guru membuka file demonstrasi sub materi jarak titik ke titik yang akan dibahas menggunakan program Cabri 3D, kemudian siswa memperhatikan tampilan di layar. Guru menjelaskan kepada siswa kondisi yang telah dirancang. Guru meminta siswa untuk mengamati dan menyuruh siswa mencari ide. Semua siswa dalam kelas diminta untuk mengamati keadaan titik, garis, dan bidang yang telah dibuat guru menggunakan program Cabri 3D. Siswa mengggunakan gambar yang dibuat menggunakan program Cabri 3D untuk melihat ilustrasi gambar pada soal dan menyelesaikan soal. Gambar 5.2 Demonstrasi Dua Bidang Sejajar 2. Penggunaan Cabri 3D dalam Proses Menanya Dalam proses mengamati timbul banyak pertanyaan pada diri siswa, tetapi siswa tidak menyadari bahwa yang timbul merupakan pertanyaan yang akan mereka cari jawabannya. Guru menjelaskan keadaan dua titik dan memberi penyataan untuk memacu siswa sambil memperlihatkan apa yang dimaksud menggunakan program Cabri 3D.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Dari scaffolding yang diberikan oleh guru, dapat muncul pertanyaan dari siswa. Siswa bertanya maksud jarak titik ke bidang dengan melihat gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D di layar. Dengan menggunakan program Cabri 3D, siswa menunjukkan dan memperjelas apa yang menjadi pertanyaannya. 3. Penggunaan Cabri 3D dalam Proses Mengeksplorasi Penggunaan program Cabri 3D dalam proses mengeksplorasi terdiri dari : a. Siswa Mengamati Objek Siswa berusaha mencari jawaban atas pertanyaan yang timbul pada diri siswa mereka. Dengan memperhatikan tampilan di layar siswa menyampaikan pendapatnya tentang ukuran objek, menyebutkan namanama segmen garis, meyebutkan nama garis yang dianggapnya merupakan jarak, menunjukkan unsur yang dimaksud dengan menunjukkan warna gambar dan menghitung jumlah rusuk pada kubus. Siswa menunjukkan kepada temannya bidang diagonal dan mengamati sifat ketegaklurusan pada gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D. b. Membuat dan Menambahkan Unsur lain Guru memberikan penguatan tentang apa yang disampaikan siswa tentang garis yang merupakan jarak, guru membuat garis dengan menghubungkan titik dengan titik. Guru membuat garis dan titik menggunakan program Cabri 3D untuk diamati siswa. Siswa membuat

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 ruas garis baru dengan menggunakan toolbar yang ada pada program Cabri 3D. c. Menggerakkan Objek Siswa memutar objek yang diamati pada program Cabri 3D. Siswa menggerakkan ruas garis pada gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D dan mengamati perubahan besar sudut serta panjang ruas garis. Siswa meminta temannya untuk memutar objek yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D. d. Menunjukkan Panjang Garis dan Besar Sudut Guru mendemonstrasikan dengan menunjukkan ukuran unsurunsur, misalnya panjang garis dari satu titik ke titik lain. Guru menunjukkan ukuran segmen garis, besar sudut antar segmen garis menggunakan toolbar yang ada pada program Cabri 3D. Siswa membandingkan panjang ruas garis dan besar sudut pada gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D. 4. Penggunaan Cabri 3D dalam Proses Mengasosiasi Para siswa mengolah hal-hal yang telah mereka cari dan menghubungkan dengan tujuan yang akan mereka tentukan. Dengan membandingkan panjang garis yang menghubungkan unsur dan membandingkan besar sudut antara unsur-unsur yang mereka amati mereka berusaha menentukan manakah yang dimaksud dengan jarak. Siswa menyampaikan alasan garis dianggapnya merupakan jarak pada

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D di layar. Mereka membuat kesimpulan tentang yang dimaksud dengan jarak. 5. Penggunaan Cabri 3D dalam Proses Mengkomunikasikan Kesimpulan, ide, maupun pertanyaan yang ada dalam diri siswa dikomunikasikan dengan cara mereka sendiri-sendiri. Ada yang mengkomunikasikan hasil yang mereka peroleh dengan menyampaikannya di depan kelas, ada yang hanya menyampaikan kepada teman yang ada di dekatnya, ada yang menyampaikannya kepada guru. Namun guru membimbing mereka untuk menyampaikannya ke seluruh temantemannya. Jika ada siswa yang menyampaikan pendapatnya siswa lain memperhatikan dan memberi tanggapan. Siswa memperjelas apa yang disampaikannya dengan menunjukkan gambar dengan menggunakan Program Cabri 3D. B. Kontribusi Siswa dalam Pembelajaran 1. Ide Siswa selama Pembelajaran Banyak ide yang muncul dari siswa selama proses pembelajaran. Dengan kreatifitas mereka serta bimbingan dari guru mereka memunculkan ide-ide untuk mencapai tujuan pembelajaran. Mereka berusaha untuk menganalisis kasus yang telah diberikan dan memberikan solusi terhadap masalah yang mereka hadapi. Ide yang muncul dari siswa terdiri dari :

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 a. Ide Siswa untuk Mencari Solusi Masalah Ide yang muncul pada siswa untuk mencari definisi jarak dua titik adalah siswa mengukur gambar ilustrasi jarak titik ke titik yang ditampilkan menggunakan penggaris dan menyatakan bahwa jarak titik ke titik sepuluh meter. Siswa mengajukan ide bahwa jarak titik ke garis adalah garis-garis yang menghubungkan titik ke garis dengan menyebutkan semua ruas garis yang menghubungkan titik ke garis, menentukan panjang garis dan besar sudut, memutar objek. Siswa menyatakan idenya untuk mencari jarak titik ke bidang dengan menyebutkan semua ukuran panjang garis yang menghubungkan titik ke bidang. Dalam menyelesaikan soal, ide yang muncul dari siswa adalah menggunakan segitiga dan dicari tinggi yang juga merupakan jarak, menggunakan teorema phytagoras, menggambar untuk mengilustrasikan keadaan yang dimaksud pada soal, menggunakan aplikasi program Cabri 3D untuk menggambar ilustrasi gambar yang dimaksud pada soal, dan menyelesaikan soal dengan menggunakan luas segitiga atau jajar genjang. b. Pendapat Siswa Tentang Jarak pada Bangun Ruang Pendapat siswa tentang jarak adalah sebagai berikut : jarak titik ke titik dinyatakan oleh garis lurus, jarak titik ke garis dinyatakan oleh salah satu dari beberapa ruas garis yang menghubungkan titik ke garis, jarak titik ke garis adalah garis yang terpendek dan tegak lurus terhadap

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 garis tersebut, jarak titik ke garis adalah panjang proyeksi dari titik ke garis, jarak adalah segmen garis yang tegak lurus, jika tegak lurus pasti yang terpendek, bahwa jarak titik ke bidang segitiga di depan titik sudut pada kubus adalah sepertiga diagonal ruang, jarak garis dan bidang adalah jarak terpendek antara garis dan garis yang membentuk sudut sembilan puluh derajat dengan bidang, garis terpendek akan membentuk sudut sembilan puluh derajat, jarak antara dua garis yang sejajar adalah garis yang paling pendek dan tegak lurus dengan kedua garis yang sejajar. 2. Pertanyaan Siswa selama Pembelajaran Pertanyaan yang muncul dari siswa selama pembelajaran terdiri dari : a. Pertanyaan Siswa tentang Materi Jarak Pertanyaan siswa tentang materi jarak antara lain sebagai berikut : maksud dari jarak titik ke bidang, bagaimana jika garis yang tegak lurus bukan garis yang terpendek, sifat jarak selain tegak lurus, apakah jika bukan yang terpendek tidak mungkin tegak lurus, apakah garis yang merupakan jarak dari titik ke garis, memotong garis tersebut ditengahtengah, bagaimana mencari jarak antara dua garis yang sejajar, apakah jarak hanya ada satu, dan apakah garis yang dibuat sembarangan merupakan jarak.

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 b. Pertanyaan Siswa tentang Penyelesaian Masalah dalam Soal Pertanyaan siswa tentang penyelesaian masalah dalam soal antara lain sebagai berikut : perpanjangan garis yang dimaksud pada soal nomor dua, gambar yang telah dibuatnya untuk mengilustrasikan keadaan yang dimaksud pada soal nomor dua, dan tentang teorema phytagoras yang digunakan untuk menyelesaikan. c. Pertanyaan Siswa tentang Materi lain yang Terkait dengan Jarak Pertanyaan siswa tentang materi lain yang terkait dengan jarak antara lain sebagai berikut : apakah yang dia tunjuk merupakan setengah diagonal sisi, apa yang dimaksud diagonal sisi dan bidang diagonal, apakah segmen itu garis lurus, ketegaklurusan garis, diagonal-diagonal pada kubus mempunyai panjang yang sama, perbedaan dua garis yang membentuk sudut sembilan puluh derajat dengan garis yang saling tegak lurus, sudut-sudut yang dibentuk oleh diagonal sisi dengan rusuk dalam kubus selalu sama, dan satuan yang digunakan dalam ukuran panjang garis 3. Jawaban Siswa Jawaban yang muncul dari siswa selama pembelajaran terdiri dari : a. Jawaban Siswa atas Pertanyaan Guru Jawaban siswa atas pertanyaan guru antara lain sebagai berikut : tentang besar sudut, tentang proyeksi, tentang panjang proyeksi, jarak adalah yang tegak lurus, tentang jarak titik ke bidang,

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 jarak merupakan garis yang terpendek dan tegak lurus, dan tentang garis-garis pada segitiga. b. Tanggapan Siswa atas Pertanyaan Siswa Lain Tanggapan siswa atas pertanyaan siswa lain antara lain sebagai berikut : siswa menyangkal pernyataan siswa lain yang berpendapat bahwa bidang adalah piramid, siswa tersebut berpendapat bahwa bidang yang dimaksud adalah yang persegi panjang, siswa menjawab bahwa garis yang tegak lurus tidak mungkin bukan yang terpendek, siswa menjawab pertanyaan tentang sifat lain dari jarak selain tegak lurus adalah yang terpendek, siswa menunjukkan kepada siswa lain yang disebut dengan diagonal bidang dengan menunjuk gambar, siswa menjelaskan kepada siswa lain bahwa diagonal bidang merupakan garis sedangkan bidang diagonal merupakan sisi, siswa berpendapat bahwa jika garis penghubung titik dengan garis semakin mendekati titik sudut kubus, maka garisnya akan semakin panjang dan paling pendek jika garis penghubung dan garis membentuk sudut sembilan puluh derajat, siswa menjawab bahwa diagonal bukan merupakan jarak terpendek, karena yang merupakan jarak terpendek adalah yang sembilan derajat dan tegak lurus, Siswa menjawab bahwa jarak hanya ada satu, siswa menjawab bahwa garis yang dibuat sembarangan bukan merupakan jarak karena yang merupakan jarak adalah yang membentuk sudut sembilan puluh derajat dan terpendek, siswa

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 menjawab ukuran ruas garis yang merupakan jarak dalam satuan sentimeter, dan siswa menjawab tentang teorema phytagoras yang digunakannya. C. Kegiatan Interaktif Selama Pembelajaran Deskripsi kegiatan interaktif dalam pembelajaran yang diamati diuraikan dalam subbab-subbab berikut ini. 1. Siswa Mengajukan Pertanyaan Kegiatan interaktif dalam hal siswa mengajukan pertanyaan terdiri dari : a. Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru Dalam pertemuan pertama guru menampilkan gambar dengan menggunakan program Cabri 3D di depan kelas, guru meminta seluruh siswa untuk mengamati gambar tersebut. Siswa beberapa kali mengajukan pertanyaan, apa yang harus mereka amati. Setelah mengamati siswa mulai mengajukan pertanyaan kepada guru. Saat guru menunjukkan gambar bidang dan titik, siswa mengajukkan pertanyaan kepada guru apa yang dimaksud jarak titik ke bidang. Siswa mulai mencari jawaban atas pertanyaannya dibantu oleh guru dengan mengajukkan pertanyaan umpan. Ketika telah mulai untuk mengerjakan soal latihan, beberapa siswa mengajukkan pertanyaan tentang apakah mereka harus menuliskan langkah pengerjaan soal. Saat mengerjakan soal, siswa bertanya kepada guru tentang hal-hal yang berkaitan dengan materi jarak.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 b. Siswa mengajukan pertanyaan kepada siswa lain Dalam pembelajaran, saat mengerjakan soal latihan para siswa saling berinteraksi. Mereka saling bekerja sama dalam menyelesaikan soal latihan yang diberikan. Para siswa saling bertanya satu-sama lain, pertanyaan yang diajukan kepada siswa lainnya berkaitan dengan ide yang siswa gunakan dalam menyelesaikan soal. Siswa juga saling bertanya dalam hal perhitungan yang mereka lakukan atau hanya sekedar mencocokkan hasil yang mereka peroleh. 2. Siswa Menyampaikan Idenya Kegiatan interaktif dalam hal siswa menyampaikan ide terdiri dari : a. Siswa menyampaikan ide kepada guru Dalam pertemuan pertama, guru menampilkan gambar kubus dan meminta ide siswa tentang jarak dari titik sudut kubus ke bidang segitiga di depan sudut tersebut, salah seorang siswa menyampaikan idenya kepada guru bahwa jaraknya adalah sepertiga dari diagonal ruang kubus tersebut. Dalam pertemuan kedua, guru meminta siswa untuk melakukan eksplorasi menggunakan program Cabri 3D, saat siswa melakukan eksplorasi dengan kubus, siswa menyampaikan idenya kepada guru bahwa jika besar sudut yang dibentuk oleh garis yang menghubungkan rusuk dengan rusuk dan rusuk tersebut berkurang maka panjang garis hubung tersebut bertambah.

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 b. Siswa menyampaikan ide kepada siswa lain Dalam pembelajaran, ide-ide yang muncul dari para siswa mereka sampaikan kepada siswa yang lain. Siswa banyak menyampaikan idenya kepada siswa lain dalam menentukan pengertian jarak. Siswa menyampaikan ide bagaimana mereka menyelesaikan soal latihan yang diberikan. Siswa juga menyampaikan idenya saat mereka melakukan eksplorasi, untuk memutar atau melakukan manipulasi terhadap objek. 3. Siswa Menjawab Pertanyaan Kegiatan interaktif dalam hal siswa menjawab pertanyaan terdiri dari : a. Siswa menjawab pertanyaan dari guru Dalam pembelajaran, guru sering memberikan pertanyaan umpan kepada siswa, siswa berusaha menjawab pertanyaan tersebut. Saat ide siswa muncul, guru memberikan pertanyaan tambahan yang dapat membantu siswa untuk menjawab dan menambahkan pendapatnya. b. Siswa menjawab pertanyaan dari siswa lain Dalam setiap kesulitan atau kebingungan yang ditemui siswa, siswa bertanya kepada siswa yang lain. Siswa lain itupun memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh temannya, mereka bersama-sama mencari jawaban atas pertanyaan yang muncul, baik dalam proses menyelesaikan soal latihan maupun saat mereka bersama-sama memahami materi.

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 D. Keterkaitan Materi 1. Keterkaitan Materi Pembelajaran dengan Materi Lain Dalam menemukan pengertian tentang jarak, beberapa siswa yang mengemukakan alasan tegak lurus. Dalam menyelesaikan soal latihan siswa banyak menggunakan teorema phytagoras dan sifat-sifat dalam segitiga. Luas segitiga dan luas jajar genjang mereka gunakan dalam mencari jarak. Dalam perhitungan yang mereka lakukan banyak melibatkan bilangan dalam bentuk akar dan bentuk pangkat. 2. Keterkaitan Materi antar Pertemuan Siswa menggunakan definisi jarak titik ke garis untuk mulai menentukan definisi jarak titik ke bidang. Pemahaman siswa tentang kedudukan dua garis yang sejajar juga membantu siswa dalam menentukan jarak antara garis yang sejajar. Saat melakukan eksplorasi, timbul perdebatan diantara siswa tentang bidang diagonal dan diagonal sisi, siswa juga membandingkan besar sudut dengan panjang garis.

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB VI PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Dalam bab ini akan dikembangkan pembahasan hasil penelitian mengenai pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang memanfaatkan program Cabri 3D pada pokok bahasan jarak pada bangun ruang di kelas X PMIIA-4 SMA N 2 Yogyakarta yang dikaitkan dengan teori-teori pada bab 2. A. Penggunaan Program Cabri 3D dalam Pembelajaran Penggunaan program Cabri 3D dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang memanfaatkan program Cabri 3D pada pokok bahasan jarak pada bangun ruang di kelas X PMIIA-4 SMA N 2 Yogyakarta muncul dalam kelima tahap pembelajaran seperti yang dimaksud dalam Permendikbud Nomor 81A tahun 2013, yaitu dalam mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Siswa mengamati fenomena yang terlihat dalam tampilan program Cabri 3D dengan mencari informasi, melihat, dan menyimak. Dalam proses mengamati timbul banyak pertanyaan pada diri siswa, tetapi siswa tidak menyadari bahwa yang timbul merupakan pertanyaan yang akan mereka cari jawabannya. Dengan menggunakan program Cabri 3D, siswa menunjukkan dan memperjelas apa yang menjadi pertanyaannya. Siswa berusaha mencari jawaban atas pertanyaan yang timbul pada diri siswa mereka. Mereka mencari tahu tentang panjang garis dan ukuran sudut. Mereka menggerak-gerakkan garis, 83

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 memindahkan garis, membuat titik, membuat garis, memutar-mutar, memperbesar dan memperkecil tampilan. Para siswa mengolah hal-hal yang telah mereka cari dan menghubungkan dengan tujuan yang akan mereka tentukan. Dengan membandingkan panjang garis yang menghubungkan unsur dan membandingkan besar sudut antara unsur-unsur yang mereka amati mereka berusaha menentukan manakah yang dimaksud dengan jarak. Namun hal ini tidak bisa lepas dari bimbingan guru, guru harus senantiasa membimbing dan mengarahkan mereka. Guru harus senantiasa mengingatkan tujuan pembelajaran, karena siswa masih merasa kesulitan dengan apa yang harus mereka lakukan. Dari proses tersebut siswa diarahkan untuk membuat kesimpulan tentang yang dimaksud dengan jarak. Kesimpulan, ide, maupun pertanyaan yang ada dalam diri siswa dikomunikasikan dengan cara mereka sendiri-sendiri. Ada yang mengkomunikasikan hasil yang mereka peroleh dengan menyampaikannya di depan kelas, ada yang hanya menyampaikan kepada teman yang ada di dekatnya, ada yang menyampaikannya kepada guru. Namun guru membimbing mereka untuk menyampaikannya ke seluruh teman-temannya. Jika ada siswa yang menyampaikan pendapatnyam siswa lain memperhatikan dan memberikan tanggapan. B. Kontribusi Siswa dalam Pembelajaran Banyak ide yang muncul dari siswa selama proses pembelajaran. Dengan kreatifitas mereka serta bimbingan dari guru mereka memunculkan ide-ide untuk mencapai tujuan pembelajaran. Mereka berusaha untuk

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 menganalisis kasus yang telah diberikan dan memberikan solusi terhadap masalah yang mereka hadapi. Ide yang muncul dari siswa adalah mereka membuat garis, mereka membandingkan panjang ruas garis serta melihat besar sudut. Ide yang muncul dari siswa tidak lepas dari rasa tertantang yang muncul dari siswa dari hasil wawancara yang dilakukan kepada beberapa siswa, siswa merasa tertantang karena saat pembelajaran yang memanfaatkan Cabri 3D siswa mengetahui hal baru yang menarik bagi siswa yaitu program Cabri 3D itu sendiri. Mereka berpendapat bahwa dengan menggunakan program Cabri 3D, mereka dapat memainkannya sekaligus mencari tahu hal yang baru, kondisi bangun ruang juga dapat lebih terlihat, sehingga dapat membantu mereka untuk memahami materi. Pertanyaan yang muncul dari siswa adalah apakah jarak antara antara unsur-unsur merupakan panjang ruas garis terpendek, berapakah besar sudut antara ruas garis terpendek dengan unsur yang ditentukan, apakah jarak adalah panjang garis yang tegak lurus terhadap unsur, apakah jarak hanya ada satu. Dari proses eksplorasi dan asosiasi, jawaban siswa tentang pertanyaan-pertanyaan yang muncul adalah siswa menjawab bahwa jarak adalah panjang ruas garis terpendek yang menghubungkan unsur yang tentukan, ruas garis terpendek jika garis itu tegak lurus terhadap unsur yang ditentukan, dan jarak hanya ada satu. C. Kegiatan Interaktif Selama Pembelajaran Seperti yang dinyatakan Sani (2013:40) interaksi dalam pembelajaran saintifik yang terjadi berupa interaksi guru dengan siswa dan

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 interaksi antar siswa. Dalam pembelajaran banyak timbul pertanyaan dari siswa. Siswa mengajukan pertanyaan langsung kepada guru dan kepada temannya. Siswa belum terbiasa untuk menyampaikannya idenya dengan baik, banyak siswa yang belum berani untuk menyampaikan idenya di depan kelas. Dalam kelompok kecil, siswa sudah berani untuk menyampaikan idenya. Pertanyaan yang datang dari siswa ataupun pertanyaan dari guru berusaha dijawab dengan baik oleh siswa. Guru membantu siswa untuk menjawab pertanyaan dengan memberikan pertanyaan umpan. Pertanyaan dari satu siswa di berikan kepada siswa diberikan kepada siswa lain untuk dijawab. D. Keterkaitan Materi Materi jarak berkaitan dengan materi phytagoras yang telah dipelajari siswa sejak di SMP. Banyak penyelesaian yang menggunakan teorema phytagoras. Dari hasil wawancara ada siswa yang mengatakan bahwa materi jarak pada bangun ruang merupakan materi yang mudah karena dia telah terbiasa menerapkan teorema phytagoras dalam bangun ruang saat masih di SMP. Materi jarak antara dua garis sejajar, jarak garis ke bidang, maupun jarak dua bidang yang sejajar akan semakin mudah dipelajari oleh siswa jika siswa telah memahami jarak titik ke titik, garis, maupun bidang yang telah dipelajari dalam pertemuan sebelumnya, menurut penuturan siswa saat pembelajaran, ia menggunakan analisis yang serupa dengan yang ia lakukan pada pertemuan sebelumnya.

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB VII PENUTUP Dalam bab ini dikemukakan kesimpulan dan saran terkait dengan hasilhasil penelitian. A. Kesimpulan Pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang memanfaatkan program Cabri 3D pada pokok bahasan jarak pada bangun ruang di kelas X PMIIA-4 SMA N 2 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 dilihat dari siswa, yaitu : 1. Penggunaan program Cabri 3D dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang memanfaatkan program Cabri 3D pada pokok bahasan jarak pada bangun ruang di kelas X PMIIA-4 SMA N 2 Yogyakarta muncul dalam kelima tahap pembelajaran, yaitu dalam mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Dalam proses mengamati, penggunaan meliputi : guru menampilkan gambar, siswa memperhatikan gambar. Dalam proses menanya penggunaan Cabri 3D mendukung guru dalam memberikan scaffolding. Dalam proses mengeksplorasi, penggunaan program Cabri 3D berkaitan dengan penggunaan toolbar yang ada untuk memanipulasi objek. Dalam proses mengasosiasi dan mengkomunikasikan program Cabri 3D membantu dalam memperlihatkan atau menampilkan objek. Penggunaan program Cabri 3D juga dapat membantu mengatasi kesulitan siswa dalam 87

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 memahami bangun ruang, misalnya untuk membayangkan bentuk bangun ruang. 2. Kontribusi siswa dalam pembelajaran saintifik pada pokok bahasan jarak, meliputi : ide siswa, pertanyaan siswa, jawaban siswa. Ide siswa meliputi ide siswa untuk mencari solusi masalah, pendapat siswa tentang jarak pada bangun ruang, seperti definisi jarak. Pertanyaan siswa meliputi pertanyaan siswa tentang materi jarak, seperti ketunggalan jarak, dan pertanyaan siswa tentang penyelesaian masalah dalam soal, seperti penggunaan teorema phytagoras. 3. Kegiatan interaktif dalam pembelajaran saintifik pada pokok bahasan jarak, meliputi : siswa mengajukan pertanyaan, siswa menyampaikan idenya, siswa menjawab pertanyaan. Kegiatan interaktif yang terjadi mendukung kondisi selama pembelajaran dengan munculnya negosiasi pemikiran. 4. Keterkaitan materi dalam pembelajaran saintifik pada pokok bahasan jarak, meliputi keterkaitan : materi pembelajaran dengan materi lain, materi antar pertemuan. Keterkaitan materi ini berpengaruh terhadap proses siswa memahami materi pembelajaran, misalnya siswa harus paham mengenai sifat tegak lurus sebelum ia memahami materi jarak. B. Saran Penelitian yang dilakukan oleh peneliti terdapat banyak kekurangan, untuk itu berdasarkan pelaksanaan dikemukakan saran-saran sebagai berikut : penelitian dan hasil penelitian

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 1. Dalam rancangan pembelajaran yang dibuat, siswa tidak menggunakan laptop atau komputer secara individu, untuk selanjutnya dapat dirancang pembelajaran yang siswanya menggunakan laptop atau komputer masingmasing, sehingga proses mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan dapat berjalan sesuai dengan pelaksanaan tiap individu dan berkembang sesuai kreatifitas mereka masing-masing. 2. Dalam penelitian ini hanya dibahas mengenai pelaksanaan pembelajaran saintifik yang memanfaatkan program Cabri 3D, untuk selanjutnya dapat dilakukan penelitian untuk mengukur hasil belajar siswa setelah dilakukan pembelajaran dengan pendekatan saintifik menggunakan program Cabri 3D. 3. Interaksi antar siswa dalam pembelajaran yang mendukung pembelajaran kurang dapat dianalisis dengan baik, hal ini dikarenakan banyaknya keadaan kelas yang terkadang ramai dan kelemahan guru untuk dapat secara mendalam mendampingi setiap individu. Oleh karena itu, untuk penelitian selanjutnya, disarankan dalam pengumpulan data perlu ditambahkan alat perekam yang dapat memantau siswa secara lebih dekat. 4. Dalam pembelajaran yang dilakukan guru masih banyak memberikan instruksi untuk mengkondisikan siswa, oleh karena itu dalam rancangan selanjutnya perlu ditambahkan waktu untuk guru menjelaskan bagaimana dinamika dan hal-hal yang akan dilakukan selama pembelajaran, agar pembelajaran lebih terarah.

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Accaciana, Giuseppe dan Rogora. 2006. Using Cabri 3D Diagrams For Teaching Geometry. International Journal for Technology in Mathematics Education, Vol 13(1).1-11. Anitah, Sri. 2010. Media Pembelajaran. Surakarta : Yuma Pustaka. Buchori, Ahmad. 2010. Potensi Program Cabri 3D untuk Mendukung Pembelajaran Geometri Analit di Perguruan Tinggi. Semarang : Program Studi Pendidikan Matematika FPMIPA IKIP PGRI Semarang. Dahar, R.W. 2011. Teori-teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Erlangga. Hudojo, Herman. 2001. Common Textbook Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. Malang : Jurusan Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Malang. Iswadi, Djoko. 2001. Geometri Ruang. Yogyakarta : Jurusan Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Yogyakarta. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013. Pembelajaran Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran Matematika (Peminatan) Melalui Pendekatan Saintifik Sekolah Menengah Atas. Jakarta : Balitbang Kemdikbud. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013. Peraturan Menteri Nomor 54 tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah . Jakarta : Kemdikbud. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013. Peraturan Menteri Nomor 81A tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta : Kemdikbud. Khasanah, Umi. 2014. Penerapan Pendekatan Scientific dalam Pembelajaran. Makalah. Krismanto, Al. 2004. Paket Pembinaan Penataran : Dimensi Tiga Pembelajaran Jarak. Yogyakarta : Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal 90

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Pendidikan Dasar dan Menengah, Pusat Pengembangan Penataran Guru Matematika. Kustandi, Cecep dan Bambang Sutjipto. 2011. Media Pembelajaran : Manual dan Digital. Bogor : Ghalia Indonesia. Larasati, Merry. 2013. Pemanfaatan Program Cabri 3D dalam Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Pokok Bahasan Kedudukan Titik Garis dan Bidang dalam Ruang Dimensi Tiga Kelas X SMA Negeri 4 Yogyakrta. Skripsi. Yogyakarta : USD. Mulyana, Deddy. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif (Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya). Bandung : Remaja Rosdakarya. Mulyasa. 2013. Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung : Remaja Rosdakarya Offset. Munadi, Yudhi. 2010. Media Pembelajaran, Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta : Gaung Persada (GP) Press. Munthe, Bermawi. 2009. Desain Pembelajaran. Yogyakarta : Pustaka Insan Madani. Mustafa, Zainal. 2009. Mengurai Variabel Hingga Instrumentasi. Yogyakarta : Graha Ilmu. Oldknow, A. and Tetlow. 2008. Using Dynamic Geometry Software to Encourage 3D Visualisation an Modelling. (Online). Tersedia : http://php.radford.edu/ejmt/stuff (diakses : 7 Juni 2014) Petrovici, Adriana. 2010. CABRI 3D – the instrument to make the didactic approach more efficient. Anale. Seria Informatica, Vol. VIII fasc. 2-2010. Surya, Mohamad. 2004. Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung : Pustaka Bani Quraisy.

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN A 92

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 Lampiran A.1

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 Lampiran A.2

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Lampiran A.3

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN B 96

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 Lampiran B.1 TRANSKRIP VIDEO PERTEMUAN 1 Kamis, 24 April 2014 Keterangan : G :G S : Siswa Sn : Siswa ke-n, n : 1, 2, 3, …, 34 SS : Semua siswa BS : Beberapa siswa SL : Siswa lain 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. : “Selamat siang anak-anak, ibu absen dulu ya.” [G berada di depan kelas, G mengabsen siswa, siswa menanggapi dengan mengacungkan jari, terkadang mendatangi siswa yang menyampaikan pendapat] G : “Yuk, semua ke sini perhatiannya. Kalian mau belajar apa?” [G mengkondisikan siswa, dan meminta perhatian siswa, G berada di depan kelas] BS : “Mainan, main mbak!” [Beberapa siswa menjawab, S4 menghampiri G meminta ijin untuk ke toilet, G mengijinkan sambil G membuka slide yang akan digunakan] G : “Hari ini kita akan belajar jarak pada bangun ruang ya.” [G berjalan ke bagian depan tengah kelas] S13 : “Nggak mau!” [S13 berteriak dari tempat duduknya] G : “Hah? Nggak mau?” [G mendekati siswa S13, beberapa siswa tertawa] “Mau nggak?” [G bertanya kepada Sn] S13 : “Mau mbak.” [Sn menjawab, G berada dihadapan S13] G : “Mau ya, bercanda kok ya?” [G menanggapi sambil mengacungkan jempol dan senyum lebar] G : “Nanti kita akan mempelajari jarak titik ke titik, setelah itu jarak dari titik ke garis, dan setelah itu jarak dari titik ke bidang” [G menjelaskan apa yang akan dipelajari, sambil siswa membaca judul materi yang akan di slide] G : “Nah, nanti melalui pembelajaran yang kita lakukan, kalian diharapkan berpartisipasi aktif ya, jadi nanti misalnya disuruh bertanya ya bertanya, kalau tiba-tiba ada pertanyaan, ya langsung mengajukan pertanyaan. Terus, kalau ada saran buat teman atau ke Gnya juga boleh. Seperti itu ya? [G di pojok depan kelas menjelaskan bahwa siswa harus berpartisipasi aktif dalam pembelajaran, siswa menyimak] G : “Jadi nanti kalian diharapkan dapat menentukan jarak titik ke titik secara tepat dan kreatif. Setelah itu menentukan jarak titik ke garis secara tepat dan kreatif, dan juga menentukan jarak titik ke bidang secara tepat dan kreatif juga.” [G menjelaskan tentang tujuan pembelajaran, siswa menyimak] G : “Nah, sekarang lihat ini. Kalian pernah melihat program ini tidak? [G memperlihatkan program Cabri 3D, siswa memperhatikan layar] G

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. S14 : “Belum.” G : “Apa?” [G menanyakan apa nama program tersebut] BS : “Cabri! Cabri 3D!” [Beberapa siswa menjawab dengan membaca nama program ditampilan pada layar] G : “Nah, nanti kita bersama-sama belajar tentang jarak menggunakan ini. Sekarang kita masuk ke jarak titik ke titik.”. [G membuka file demonstrasi jarak titik ke titik yang telah disiapkan, siswa memperhatikan layar] G : “Nah, disini sudah disediakan. Titik A dan titik B. Coba amati jarak antara titik A dan titik B. Ada ide nggak?” S18 : “Jarak A ke titik B?” [S18 mengulang pertanyaan sambil memperhatikan layar] S2 : “Ada kalau sepuluh meter.” [S2 menyampaikan pendapatnya] G : “Apa yang dihapus tadi?” BS : “Garis. Garis.” S2 : “Maksude piye to mbak? Jare garis.” G : “Kalau kalian ada dua titik, jarak titik A dan B.” S19 : “Empat senti dari sini.” [S19 mengemukakan pendapatnya sambil mengukur dengan penggaris apa yang ada ditampilan. S19 berada ditempat duduknya] G : “Belum masuk keberapanya tapi, apa dulu, jarak antara A dan B.” [G berada di tengah kelas] S19 : “Nak tak ukur empat senti e.” [S19 mengulang lagi pendapatnya. S19 mengutarakan pendapatnya ke teman yang ada di belakangnya] G : “Ada yang mau menjawab? Ada yang punya ide?” [G memberikan dorongan kepada siswa] SL : “Garis.” G : “Kayaknya denger sesuatu dari sini. Yuk!” [G mendengar seorang siswa mengutarakan pendapatnya, tetapi siswa tersebut ragu-ragu, G mendekati siswa tersebut dan mengajak siswa untuk mengutarakan kembali pendapatnya] S31 : “Garis.” G : “Garis? Garis apa?” [G membantu siswa untuk meneruskan pendapatnya, S31 diam mengamati yang ada di layar] SL : “Garis lurus!” [Siswa lain mencoba menjawab] G : “Yuk! Kalau ada ide, tunjuk tangan.” [G mendekati siswa yang terlihat ingin menyampaikan pendapat] S11 : “Garis lurus A ke B.” [Siswa menjawab, tetapi ragu-ragu] G : “Bener banget ya. Garis lurus dari A ke B.” [G memberikan peguatan, G menuju ke laptopnya, membuat garis yang menghubungkan titik A dan titik B menggunakan program Cabri 3D] G : “Jadi jarak titik A ke titik B yaitu garis AB ini ya. Ada pertanyaan?” [G memberikan penegasan, siswa memperhatikan] S2 : “Any question? Maksude apa to jarak AB ki?” G : “Ada apa? Ada pertanyaan?” [G akan menanggapi, tetapi S2 tidak memberikan tanggapan lagi]

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. 56. 57. 58. 59. 60. 61. 62. 63. 64. 65. 66. G : “Nah, yang selanjutnya tadi apa? Jarak titik ke titik, setelah itu?” SL : “Titik ke garis.” G : “Titik ke garis, jadi kita butuh garis dan titik.” [G membuka file demonstrasi jarak titik ke garis yang telah disiapkan, siswa memperhatikan layar] G : “Sekarang tugas kalian mengamati ini, nanti yang disebut jarak antara titik ke garis itu apa, yang mana. Coba kalian amati sekarang. Coba diamati ya.” S18 : “Kayak tambang.” S14 : “P ke C, P ke A, P ke B, P ke D, P ke E.” G : “Diamati, mana yang merupakan jarak dari titik P ke garis.” [G memberikan perulangan apa yang harus di amati, S19 dari tempat duduknya sibuk mengukur dengan penggaris, ada siswa yang mengamati, ada yang mencoba mengganggu teman sebangkunya] G : “Ayo diamati!” [G menunjukkan ukuran-ukuran segmen garis, besar sudut antar segmen garis] S14 : “AE, AB, AC, CB, DE, BE, CE, AC, AD, BD, udah.” [S14 berusaha mengungkapkan pendapatnya] G : “Berarti sebanyak itu ya?” [G mencoba memberikan konfirmasi kepada S14, S14 menganggukkan kepala] S14 : “Ya. Ya antara yang itu.” [S14 menambahkan pendapatnya] G : “Yuk, yang lain ada ide?” [G menampung pendapat siswa], “Dari sebelah sana kayaknya rame ya.” [G mendatangi berapa siswa yang sedang mengobrol] S2 : “Mbak marah-marahin mbak, biar kaya G beneran.” G : “Apa harus dimarah-marahin? Ayo, sekarang amati yuk, yang jarak titik P ke garis itu yang mana?” S18 : “Jarak P?” G : “Jarak P ke garis tu yang mana?” BS : “Semuanya to?” S29 : “PC!” [Salah satu siswa menjawab dari tempat duduknya] G : “PC? Alasannya?” S29 : “Karena lebih pendek.” G : “Karena lebih pendek. Ada lagi yang lain? Tadi dari (menyebut nama S29). Jarak dari titik P ke garis itu adalah PC, yang lain setuju?” S18 : “Insya Allah.” G : “Yuk, (menyebut nama S18) kenapa?” S18 : “Kalau menurut pendapat saya, titik ke titik.” S14 : “Karena garis tegak lurus.” [S14 mencoba mengajukan pendapatnya] G : “Yang lain dengarkan ya.” [S18 ribut, G meminta S14 mengulangi apa yang diutarakannya] S18 : “Karena garis PC tegak lurus garis g.” G : “Nah, pinter! Jadi, identifikasi pertama, dari (menyebut nama S29), karena dia terpendek, dari antara semua segmen garis dia terpendek, dan alesan dari S14, garis itu, dia tegak lurus. Tapi kita tidak tahu, coba kita lihat apakah dia tegak lurus?” [G mengulangi dengan

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 67. 68. 69. 70. 71. 72. 73. 74. 75. 76. 77. 78. 79. 80. 81. 82. 83. 84. 85. 86. 87. 88. 89. 90. 91. 92. 93. 94. memperlihatkan keadaan tersebut dengan menggunakan program Cabri 3D. G memperlihatkan apa yang tadi menjadi pendapat siswa, G menunjukkan panjang garis dan besar sudut] G : “Yang ini berapa besarnya?” [G menunjukkan besar sudut antara garis selain PC dengan garis G] BS : “Enam puluh dua derajat.” G : “Nah berapa besarnya? [G menunjukkan besar sudut antara garis PC dengan garis g] BS : “Sembilan puluh derajat.” G : “Ada yang membuat kesimpulan nggak, jarak dari titik ke garis itu yang bagaimana? Yuk, angkat tangan. Mendengar sesuatu yang benar tapi kurang berani.” S18 : “Sembilan puluh derajat, yang tegak lurus to.” [S18 mengangkat tangan sambil menjawab] G : “Kalian ingat proyeksi nggak? Proyeksi dari titik P ke garis g yang mana?” [Siswa saling berunding satu sama lain]. “S33?” S33 : “C. Proyeksinya C.” G : “Kalau panjang proyeksinya?” BS : “PC.” S2 : “PC” [S2 mengacungkan jari dan mempertegas jawabannya] G : “Sekarang ada yang menyimpulkan jarak dari titik ke garis itu bisa disebut juga apa?” S33 : “Proyeksi!” G : “Proyeksi apa panjang proyeksi?” S33 : “Panjang proyeksi P ke C. Titik ke garis.” G : “Apakah ada pertanyaan? Jelas belum jarak titik ke garis.” [G menanyakan ke seluruh siswa, kemudian menanyai seorang siswa lagi untuk memberikan konfirmasi] S22 : “Panjang segmen garis yang tegak lurus.” G : “Oke. Jika sudah jelas semuanya, kita lanjut ya. Tadi apa selanjutnya?” BS : “Jarak titik ke bidang.” [G membuka file demonstrasi jarak titik ke garis yang telah disiapkan, siswa memperhatikan layar] G : “Amati ini ya.” [G memberi waktu siswa untuk mengamati] G : “Sudah diamati? Sudah ada ide jarak titik ke bidang?” S18 : “Jarak titik ke bidang maksudnya apa sih mbak? Titiknya banyak banget lho mbak itu mbak.” [S18 bertanya dan menyampaikan pendapatnya] G : “Yuk (menyebut nama S18), ada ide?” S18 : “Jarak kan yang menghubungkan A dan B, jarak. Sekarang bidang? Bidang kan yang itu, piramid, piramid.” SL : “Persegi panjang.” S18 : “Persegi panjang po kui? Oh ya, maaf mbak, tidur, sleepy. Terus jarak titik ke bidang maksudnya titiknya yang mana?” SL : “P”. [Siswa lain mencoba membantu] S18 : “P nya kemana?”

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 95. 96. 97. 98. 99. 100. 101. 102. 103. 104. 105. 106. 107. 108. 109. 110. 111. 112. 113. 114. 115. 116. 117. 118. S2 : “Nggon kui lho sing abang-abang.” S18 : “Oh ya, ke bidang. Ya itu kan, BC!” S18 : “Nah, titik-titik itu kan mbak bidangnya? Nah sekarang yang dimaksud apa? Jarak titik ke bidang?” G : “Iya.” S18 : “Jarak titik ke bidang ya itu to.” S21 : “P ke B! Nah sembilan puluh derajat kok.” S18 : “Ya tujuh, delapan koma satu, sama delapan koma delapan to mbak?” SL : “Nah iyo, saiki jarak titik ke bidange apa? Mau mbak e ngomong jarak titik ke bidang. Misale saiki titik P, jarak titik ke bidang yo tujuh sentimeter nak ra delapan koma satu sentimeter yo delapan koma delapan.” [S18 maju ke depan kelas untuk menjelaskan apa yang menjadi pendapatnya, menunjuk-nunjuk gambar yang dia maksud] G : “Oke, (menyebut nama S18) coba dengerin (menyebut nama S14). Ada opini lain.” S18 : “Kamu jahat sama aku we mbak.” G : “Yaya iya. Oke bagus, tadi dari tiga gari itukan menurut kamu itu jarak semua?” [G berjalan mendekati S18] S18 : “Iya.” [S18 menjawab sambil memperhatikan layar] G : “Dari yang awal tadi, itukan berarti dari tadi kita pilih yang apa?” [G berada di belakang kelas, siswa memperhatikan layar] S18 : “Pilih yang mana? Tegak lurus!” [S18 menjawab dari tempat duduknya sambil memperhatikan layar] G : “Dan yang?” [G mendekati mendekati S18 dan meminta gagasan selanjutnya dari S18] S2 : “Terpendek.” [S2 yang berada di samping S18 menambahkan gagasan] S18 : “Sembilan puluh derajat.” [S18 menambahkan lagi sambil melihat kearah S2] S22 : “Terpendek.” [S22 berada di depan S2,menjawab dari tempat duduknya] S18 : “Terpendek, nah ya berarti jawabannya tujuh sentimeter. P ke B.” [S18 mengutarakan pendapatnya sambil menunjuk-nunjuk gambar yang ditampilkan melalui layar] G : “Nah! Bagus! Kalau tadi, versi (menyebut nama S14), tadi kenapa alasan kamu pilih yang P ke B?” [G mendekati S14 yang tempat duduknya berada di baris kedua] S14 : “Karena tegak lurus pada bidang.” [S14 menengok kearah G, kemudian kembali memperhatikan layar] G : “Terus? Sudah?” [G mencoba memancing S14 untuk menambahkan pendapatnya, G berada di samping S14] G : “Semuanya sudah jelas? Ada tiga garis, tapi yang merupakan jarak yang?” [G meminta konfirmasi keseluruh kelas, G berada di tengah kelas] BS : “PB.”

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 : “PB. Yang diam ini sudah paham atau msih bingung? Ada pertanyaan?” [G berkeliling ke seluruh kelas untuk memastikan kondisi siswa dan meminta konfirmasi dari beberapa siswa lain, dan menyemangati siswa yang terlihat kurang bersemangat, bergurau sebentar dengan beberapa siswa] S18 : [S18 berunding dengan S2 dan S12, memanggil G untuk bertanya] “Mbak, tapi misalnya jarak titik kebidang itu sembilan puluh derajat dan tegak lurus, tapi nggak yang terpendek gimana?” S12 : [S12 menggelengkan kepala] “Tidak mungkin.” [S18, S2, S12 bergurau] G : “Yuk! Balik ke sini.” S2 : “Tadi yang apa mbak? Yang tegak lurus yang apa lagi mbak?” S18 : “Sembilan puluh derajat, itu pasti. Kalau tegak lurus yang terpendek.” [S18 mencoba menjawab pertanyaan yang diajukan S2] G : “Kalau yang tegak lurus tu yang?” S18 : “Terpendek, sembilan puluh derajat.” S2 : “Kalau nggak terpendek nggak mungkin tegak lurus?” S18 : “Nggak mungkin, kalau tegak lurus itu pasti terpendek.” G : “Oke, inget ya yang tadi kalian simpulkan sendiri?” S18 : “Jarak titik ke bidang kan?” G : “Ada pertanyaan? Dari yang lainya ada pertanyaan?” G berjalan ke depan kelas] “Coba S2 coba utarakan keteman-teman yang kalian bahas dibelakang!” S2 : “Jarak titik ke bidang itu yang tegak lurus, yang sembilan puluh derajat, dan pasti itu terpendek.” G : “Yang paling digaris bawahi adalah yang tegak lurus tadi ya. [G memberikan penegasan di depan kelas] G : “Sekarang lihat kubus ini!” [G memperlihatkan kubus yang dibuat dengan menggunakan program Cabri 3D, siswa memperhatikan layar] G : “Perhatikan ya. Jarak antara titik B ke bidang AFC, segment garis yang mana?” S2 : “Gimana mbak?” G : “Jarak titik ke bidang. Yuk, ada yang punya ide?” [G berkeliling, siswa memperhatikan persoalan yang diberikan melalui peragaan menggunakan program Cabri 3D, S19 menunjuk-nunjuk gambar untuk mengamati] G : “S19 sepertinya ada ide?” [S19 seperti akan menyampaikan sesuatu, tetapi tidak lekas menyampaikan,G mencoba mencari pendapat dari siswa lain] S15 : “Garis PB.” G : “Garis PB, apa alasannya?” S15 : “Karena yang paling pendek.” G : “Selain itu yang penting apa?” [G berada di samping S15, G meminta tambahan alasan dari S15, !5 memperhatikan gambar] S15 : “Tegak lurus.” 119. G 120. 121. 122. 123. 124. 125. 126. 127. 128. 129. 130. 131. 132. 133. 134. 135. 136. 137. 138. 139. 140. 141. 142. 143.

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 : “Oke.” [G maju berjalan ke depan kelas] “Ada yang lainnya? Jaraknya yang mana titik B ke bidang AFC?” [G menunjuk gambar untuk mempertegas yang dimaksud dalam pertanyaannya] S10 : [S10 menunjuk-nunjuk untuk memulai mengutarakan pendapatnya dan mendiskusikan bersama S21 ] “Yang itu lho mbak.” [S10 kembali menunjuk-nunjuk gambar] “Sepertiga diagonal ruang mbak.” G : “Ada ide, sepertiga diagonal ruang.” [G berjalan maju untuk menanyakan ke seluruh kelas] S10 : “Bener nggak mbak?” [G memandang ke arah G] G : “Kok kamu tahu?” S18 : “Dihitung mbak.” [S18 menjawab dari tempat duduknya, S10 mengamati gambar pada layar] G : “Tapi yang mana? Ruas garisnya yang mana? Kalau besarnya sudah tahu kan, sepertiga dari diagonal ruang. Tapi segmen garisnya yang mana? Ini kah?” [G menggerakkan kursor, untuk menunjuk segmensegmen garis] G : “Ini kah?” [Guru mencoba menunjukkan segmen garis yang dimaksud S10] S10 : “Nah, nah, yang itu mbak yang tengah.” [S10 menunjuk ke arah layar] G : “Yang ini?” [G meminta konfirmasi apakah segmen garis yang ditunjuk merupakan segmen garis yang dimaksud oleh S10] S9 : “Oh, BP ngono? Le omong BP ngono.” [S9 mencoba mempertanyakan kepada 15] G : “Oke, sekarang saatnya main-main” [G berada di belakang meja guru untuk mengambil soal latihan yang telah disiapkan] S2 : “Apa mbak?” [S2 menanyakan kata-kata G] G : “Main-main.” S2 : “Main? Apa mbak?” [S2 mempertanyakan apa yang akan dilakukan, S2 berada di tempat duduknya dan S9 : “Dapat hadiah nggak mbak?” G : “Tapi ngerjain dulu, habis itu nanti dikumpulin. Ya? Waktunya lama kok.” [G berada di depan kelas bersiap-siap untuk membagikan lembar soal] S2 : “Lama apa?” [S2 berbicara sambil melihat kearah G, G membagikan lembar soal, SL menunggu pembagian lembar soal sambil mengobrol dangan teman yang ada di dekatnya] [Siswa yang sudah mendapatkan lembar soal membacanya, mendiskusikan dengan temannya, menghitung jumlah soal, dan memulai mengerjakan,] [G berkeliling untuk memantau SS mengerjakan soal, kebanyakan siswa tenang dalam mengerjakan, ada siswa yang mengerjakan sambil bernyanyi, ada yang mengerjakan dengan berdiskusi bersama teman yang duduk dekat dengannya] S21 : “Langkah-langkahnya juga ditulis mbak?” [G lewat di samping S21] 144. G 145. 146. 147. 148. 149. 150. 151. 152. 153. 154. 155. 156. 157. 158. 159. 160. 161. 162. 163. 164.

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 : “Langkah mengerjakannya yang jelas ya.” [G menginstruksikan ke seluruh siswa] S18 : “Digambar nggak mbak kubusnya? [G mendekati S18, S18 melihat ke arah G] G : “Iya dong, kamu butuh gambar nggak?” [G berdiri di samping S18, S18 mnengamati lembar soal] S2 : “Mbak, katanya main!” [S2 memandangi lembar soalnya] G : “Nah ini mainan.” [G guru memandang sebentar wajah S2 kemudian menunjuk lembar soal yang dibawa S2] S18 : “Sing mbok cekel kui lho.” [S18 menoleh ke arah S2 yang berada di samping kanannya] S15 : [S15 membalikkan badan ke arah S2 dan menunjuk kaca mata yang ada di atas meja S2] “Ini tu kacamata mbak.” [Guru menatap wajah S15 kemudian tertawa] G : [G berjalan berjalan beberapa langkah, kemudian berhenti.] “Kerjakan sendiri-sendiri ya. Nanti kalau ada yang belum paham bisa tanya ke saya.” [G berjalan ke depan kelas, berkeliling kembali, SS mengerjakan, keadaan kelas sedikit gaduh.] [BS mulai mengerjakan dengan menuliskan identitas mereka pada lembar jawab yang telah disediakan] G : “Misalnya kalian butuh gambar ya digambar.” [S22 dan S25 mulai menggambar kubus pada lembar jawab, S25 menghapusnya kembali, S22 melemparkan penggaris ke arah S25] [S18 dan S2 mengerjakan sambil bernyanyi dan mengobrol, suasana kelas sedikit gaduh, BS sibuk menggambar bangun yang dimaksud pada soal] [Bel tanda pergantian jam pelajaran berbunyi] S18 : “Iyes habis.” S9 : “ABCD. EFGH ne ngendi?” [S9 memberi keterangan pada kubus yang telah ia gambar] S2 : “Mbak, nilainya diisi berapa?” [S2 memandang lembar jawab dan spontan bertanya] [Semua siswa sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, suasana kelas tenang, G duduk di kursi guru, mengamati siswa yang sedang mengerjakan, terdengar suara gaduh dari luar kelas] [S18 berdiri dari tempat duduknya, membawa lembar soalnya, S18 berjalan kea rah depan kelas, menghampiri S10] S11 : “Ini sembilan puluh derajat bukan ya?” [S11 membalikkan badan, bertanya kepada S24 yang duduk di belakangnya, S11 dan S24 berdiskusi, S11 menuliskan apa yang dia maksud untuk menjelaskan kepada S24] [S2 berada mendatangi meja S15, bertanya kepada S15] S11 : “Oh, ini kan sepuluh, ini kan tiga.” [S11 berdiskusi dengan S24, S11 menunjukkan gambarnya] [G berdiri di sekitar S18, S2, S22, S21,S9, memantau siswa mengerjakan] S2 : “Ini disuruh nyari jaraknya mbak?” 165. G 166. 167. 168. 169. 170. 171. 172. 173. 174. 175. 176. 177. 178. 179. 180. 181. 182. 183. 184. 185. 186.

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 187. S30 : “Gimana nyari ininya?” [S30 bertanya kepada S22, sambil menunjukkan gambarnya] 188. S22 : [S22 menjelaskan kepada S30 dengan menunjuk-nunjuk gambar yang ada di lembar jawab S30] “Diketahui ininya enam, ininya tiga, tinggal diakar.” 189. [S22 dan S30 berdiskusi mengerjakan soal, menghitung bersama, dan menuliskan di lembar jawab masing-masing.] 190. S22 : “Empat puluh lima.” 191. S30 : “Berarti akar.” [S21 berada di depan S22, sibuk mengerjakan soal] 192. S16 : “Titik tengahnya tu di tengah-tengah BH to?” [S16 memutar badan ke arah S10 dan bertanya kepada S10] “Iya to? Berarti BD.” [S16 menggerakkan tangannya untuk memperjelas pendapatnya, S10 menganggukkan kepala] 193. S31 : “Sing iki po ya?” S31 bertanya kepada S26 yang duduk di sampingnya] 194. S26 : “Yang kayak ini bukan sih? [S26 menunjukkan buku catatannya kepada S31] “Berarti ini, yang sebelah sini.” [S26 menunjukkan gambarnya dan menunjukkan yang dimaksud kepada S31] 195. S31 : “Di sini?” [S31 menunjukkan gambarnya kepada S26] “Iya nggak sih?” [S26 menuliskan jawabannya di lembar jawabnya] 196. S26 : “Ini tiga. Tiga akar dua sama dengan.” [S26 menuliskan pekerjaannya sambil sedikit-sedit berbicara apa yang ditulisnya] 197. S1 : “Tiga akar tiga.” [S1 dan S10 berada dibelakang S26 dan S31 berdiskusi mengerjakan soal, S1 mengucapkan apa yang ditulisnya.] 198. [Suasana kelas cukup tenang, hanya terdengar suara lirih dari siswa-siswa yang berdiskusi dengan teman yang ada didekatnya] 199. S26 : “Otomatis nyari ini dari ini lho.” [S26 menjelaskan kepada S31 sambil menunjuk-nunjuk gambar yang ada di lembar jawabnya] “Ini sama ini. Ini kan tiga, sama ini tiga, jadinya tiga akar dua. Berarti enam dikurangi tiga.” [S26 membalikkan badan, mengambil pengahapus yang ada di meja S10] 200. [S1 berdiskusi dengan S21, mengamati gambar yang ada pada lembar jawab S21, S1 menjelaskan kepada S21] “Iki QR bro, QR kuadrat dikurangi, akar QR kuadrat dikurangi.” 201. S2 : “PR e ndi PR e?” [S2 mendatangi S1 dan S21, melihat jawaban yang dibuat oleh S21] 202. S21 : “PQ ne pira? Kok PR dikurangi PQ?” 203. S1 : “Iki kan sembilan puluh derajat to.” [S1 menjelaskan kepada S2] 204. S2 : “Iki kan nak QR ngene to? Yo kan enam kuadrat tambah tiga kuadrat.” [S2 menunjukkan hasil pekerjaannya kepada S1] 205. S1 : “Yo.Yo bener to QR mu, tiga akar lima.” 206. S21 : “Kok dikurangi PQ to ki?” 207. S2 : “Ha saiki piye PQ ne?” 208. S1 : “PR mu endi?” 209. S2 : “Ki lho, P ke R. [S2 menunjukkan gambarnya kepada S2, menunjukkan garis yang dia maksud.]

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 210. 211. 212. 213. 214. 215. 216. 217. 218. 219. 220. 221. 222. 223. 224. 225. 226. 227. 228. 229. 230. 231. 232. 233. 234. 235. “PR ki sebelah endi to?” “PR ki lho PR.” [S1 menunjukkan garis yang ditanyakan S21] “Iki PR.” “Nah yo kui, lha yo kui piye nggoleki ne?” [S1, S2, S3 mendiskusikan soal yang mereka kerjakan] S1 : “Kita punya ini punya ini.” [S1 menjelakan kepada S2 dan S21 dengan menggunakan gambar yang dimiliki oleh S2] S21 : “Tentukan jarak P ke R. P ke R!” S2 : “Lah kan P ke R. Oh. Iki ki dikurangi iki.Yoyoyo.” [S2 menganggukanggukkan kepala] [SS sibuk mengerjakan soal yang diberikan, bertanya kepada teman, mendiskusikan dengan teman, suasana kelas sedikit gaduh] S31 : “Nyari ini kan? Berarti pakai ini kan?” [S31 menanyakan kepada S11] S11 : “Ini lho pakai segitiga.” S2 : “PRnya tiga akar tiga.” [S2 berteriak dari belakang ruang kelas] [S21 dan S26 memanggil G, G berjalan mendekati S21, S21 menanyakan hasil pekerjaannya, S16 yang berada di dekat S21 juga mengkonfirmasi jawabannya kepada S17] S11 : “Cari jarak titik A ke titik C.” [S11 membaca soal yang akan dia kerjakan] S26 : “Mbak ini harus di tengah-tengah garis kah?” [S26 bertanya kepada G sambil menunjukkan gambar yang dimilikinya] G : “Jarak itu yang bagaimana?” [G mencoba memancing S26 untuk mencari jawaban atas pertanyaannya] S26 : “Yang tegak lurus.” G : “Oke, bagus.” [G melihat hasil pekerjaan S1 dan S21] G : “Apa alasannya?” S26 : “Ini siku-siku.” [S26 berbicara sambil menunjuk gambar yang dimilikinya] G : “Yakin?” S26 : “Iya mbak, siku-siku, sembilan puluh derajat.” [G sekilas melihat G kemudian kembali mengamati gambar] G : “Iya.” [G berjalan ke arah meja guru, suasana kelas sedikit riuh, siswa sibuk mendiskusikan pekerjaannya dengan teman yang ada di dekatnya] [S11 meminjam pekerjaan S13, membandingkan dengan hasil pekerjaannya] S11 : “Aku juga kaya gini. Gaya banget. Enam koma lima. Ini apa to ni? Jarak titik A ke titik B. Ini kan enam koma lima to? [S11 menanyakan kepada S13, S13 mengambil lembar jawabnya] Terus habis itu sama mana? Enam koma lima sama tiga belas to? [S11 memperhatikan hasil pekerjaannya] Kan segitiga to? Alasnya enam koma lima, tingginya yang dicari.” [S13 melihat jawabannya kemudian membalikkan badan bertanya kepada S5] S10: “Ini kan dua belas dua belas to? Luas.” [S10 menulis sambil mengucapkan apa yang ditulisnya] S21 : S2 : S1 : S2 :

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 236. S12 : “Iyo.” [S17 dan S7 tertawa, S10 sibuk mengerjakan]”Enam puluh dibagi tiga belas berapa (menyebut nama S17)? Wis ketemu aku (menyebut nama S10).” [S12 tersenyum] 237. S22 : [S22 menjelaskan kepada S21 dan S30] “Jarak titik C ke titik EB, kan tiga belas to?” 238. S21 : “Maksudku gini lho, tiga belas, dua koma lima, phytagoras.” [S22 diam sebentar, kemudian S22 dan S30 tertawa] 239. S22 : “Yo oralah.” [S22 menyodorkan lembar jawabnya kepada S30] 240. S22 : “Jadi gini lho (menyebut nama S30), ini lima [S22 menunjukkan apa yang dimaksud dengan gambar].” 241. S21 : “Weh, sik to, njok gambare gimana njokan iki?” [S21 membalikkan badan, mengambil lembar jawabnya] 242. S22 : “Ini lima, berarti ini dua setengah, dua setengah, tiga belas, ini nyari ini.” [S22 menjelaskan dengan menunjuk-nunjuk gambar yang dimilikinya] 243. S21 : “Hok o bener.” [S21 memperhatikan S22 dan S30] 244. S30 : “Tiga belas itu.” [S30 menunjuk gambar] 245. S22 : “Tiga belas kuadrat dikurangi dua setengah kuadrat.” 246. S30 : “Bukannya lima ya?” 247. S22 : “Nggaklah. Segini lima ya.” 248. S21 : [S21 memanggil S30 tiga kali] “Kenapa nggak langsung cari phytagorasnya ini? [S21 menunjuk gambar] “Iki lho, jet jet jet.” [S21 membuat pola di atas gambar] 249. S22 : “Yo iki digoleki garise iki.” 250. S21 : “Ngapa? Nggo ngapa? Lho ketemu, weh.” 251. S30 : “Mana garis yang mana?” 252. S21 : “Ini lho.” [S21 menunjukkan yang dimaksud] “Nggoleki iki to? Berartikan iki karo iki.” 253. S30 : “Emang ini siku-siku?” [S30 menunjuk sudut yang dia maksud] 254. S21 : “Ora.” 255. S30 : “Hanjuk piye?” 256. S21 : “Ora siku-siku ding, lali.” 257. S22 : “Ini lima (menyebut nama S30).” 258. S30 : “Ngarang. Ini lho.” [S30 menunjuk gambar] 259. S22 : “Emm..berarti sepuluh ya. Sepuluh kuadrat dikurangi.” 260. [Beberapa siswa saling mencocokkan jawabannya, berjalan dari tempat duduknya mendekati siswa lain, S2 mengkonfirmasi jawabannya ke S12, S18 sibuk mengerjakan sendiri] 261. S2 : “Eh, enam koma lima kuadrat ki pira to?” [G memberikan peringatan waktu mengerjakan] 262. BS : “Yah.” 263. S21 : “Kok dikurangi sih? Ditambah to?” 264. S22 : “Kurangilah.” 265. S21 : “Nggaklah, piye sih.” 266. [Suasana kelas agak ramai, beberapa siswa terlihat meletakan kepalanya di meja, beberapa siswa tertawa]

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 : “Gambarnya yang gede nggak papa, kan masih ada ruang yang kosong, biar jelas, tadi saya lihat kecil-kecil.” [G dari meja guru berjalan berkeliling memantau keadaan sisw'a] S2 : “waktunya masih banyak lho mbak ini mbak.” [S2 berbicara dari tempat duduknya] G : “Nanti lima belas menit buat kalian njelasain, kemukakan kepada teman kalian apa yang kalian kerjain.” [G memberi tahu seluruh siswa] S2 : “Kaya juri master chef e mbak.” [S2 mengomentari sambil masih tetap mengerjakan] G : “Iya dong.” [G berdiri di dekat S2, kemudian berjalan memuju meja guru, G duduk dan mempersiapkan program Cabri 3D] S18 : “Seratus dikurangi enam setengah, enam setengah kali dua.” S11 : “Tiga akar enam.” S18 : “Enam setengah kali enam setengah pira e?” [S18 menghitung sambil berbicara] S2 : “Bidang mau sing piye to? Kae apa? Kae mau jarak titik ke bidange sing ndi?” [S2 memandangi layar] S12 : “BP.” [S12 yang berada di depan S2 menjawab] S2 : “Hah? BP? Pada gambare iki mau.” [Siswa masih sibuk mendiskusikan pekerjaannya dengan teman yang ada di dekatnya] S33 : “Tiga akar enam. Ini sudutnya Sembilan puluh derajat. [S33 menunjuk gambar].Berarti bentuknya segitiga kan? Yang segitiga tu KLM” [S13 menghampiri G yang duduk di kursi guru bertanya tentang kejelasan soal, terdengar S18 bernyanyi] G : “Waktunya habis ya.” [Guru berjalalan menuju ke tengah kelas] BS : “Yah. Belum. Belum mbak. Ah.” [BS siswa ribut karena belum selesai mengerjakan] S2 : “Yo dibahas wae rapopo. Dibahas aja mbak.” [S2 mengajukam usul dari tempat duduknya] G : “Ada dari kalian yang ingin menyampaikan usul-usulnya? Terserah nomor berapa.” [G bertanya kepada SS] S18 : “Nol po berarti jarake? Mosok jarak e tiga enam kurangi tiga enam, nol. Lho ngantuk iki aku mbak.” G : “Yuk, ada yang mau menjelaskan? Nomor tiga boleh, nomor empat boleh, atau satu juga boleh.” [S18 berjalan mendekati temannya membawa lembar jawabnya]. S24 : “Suruh menjelaskan mbak?” G : “Iya nanti menjelaskan. Ada yang mau menjelaskan ke teman-teman? Yuk.” S18 : [S18 bertanya kepada S30] “Berarti saiki B ke ACF to? B ke ACF, owalah.” [S30 dan S18 melihat pekerjaan S18] G : “Belum selesai nggak papa nanti nilai plus nya dari berani maju menjelaskan ke teman-temannya. Yuk.” S2 : “Tiga belas ki sing ndi to?” [S2 bertanya kepada S15] 267. G 268. 269. 270. 271. 272. 273. 274. 275. 276. 277. 278. 279. 280. 281. 282. 283. 284. 285. 286. 287. 288. 289. 290. 291.

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 292. G : “Ayo.” 293. S3 : “Nomor tiga mbak, semua kebingungan. Mbok dijelasin mbak. Waktunya udah mo habis.” 294. G : “Ini sepertinya S14 lagi menjelaskan.” [Guru melihat pekerjaan S14] 295. G : “S14 akan menjelaskan nomor tiga.” [S14 berjalan ke depan kelas,mengatur tempat menulis.] 296. [S14 menggunakan gambar yang dibuat menggunakan program Cabri 3D yang ditampilkan di layar, S14 menggambar di papan tulis, SL berbicara sendiri-sendiri.] 297. S21 : “Weh, FC kok enam akar dua?” [S14 menghapus tulisannya] 298. S21 : “Hok o, kui nggolek tinggine,nggolek tinggi sik, nggolek CZF.” [S21 berbicara dari tempat duduknya] 299. G : “Yuk tu kayaknya ada yang mau bantu (menyebut nama S14).” [S19 maju mendekati S14 yang sedang menulis di papan tulis.] 300. G : “Jarak titik ini ke bidang itu yang mana?” [G menunjuk gambar dalam Cabri 3D yang di tampilkan di layar.] 301. S14 : “BP.” 302. G : “Nah, pandang segitiga, misalnya dikasih Q misalnya, [G memberi keterangan tambahan pada gambar]pandang segitiga BQF. Nah, di sini pasti tegak lurus kan? Pandang segitiga BGF, kan luasnya bisa dicari dari setengah ini kali ini atau setengah dari ini kali ini. [G menunjuk-nunjuk gambar] Ya nggak?” 303. BS : “Ya.” 304. S19 : “Hok o bener! Bener, bener, bener.” [S19 memperhatikan layar] ”Berarti bener, nggoleki BQ ne sik.” 305. G : “Jelas semuanya?” [S14 dan S19 saling mengutarakan pendapatnya, 306. S18 : “Ini empat akar enam.” 307. S19 : “Iki setengah diagonal sisi to? [S19 menunjuk gambar] Diagonal sisine pira? Enam akar dua to? Berarti iki tiga akar dua. Tiga kali tiga akar dua ki sembilan akar dua. Kan nggolek luas e iki.” 308. S18 : “Piye to?” 309. S19 : “Kan nggoleki luas e iki, berarti tiga kali ini kan tiga akar dua. Tiga kali tiga akar dua sama dengan. Iki pira mau? Empat akar enam yo? Empat akar enam kali BP! Haha. Ketemu!” 310. [Terdengar bunyi bel pergantian pelajaran] 311. G : “Buat tugas ya. Yang udah selesai boleh. Beda ya yang ngumpulin hari ini sama besok Selasa.” 312. [S mengumpulkan lembar jawabnya]

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 TRANSKRIP VIDEO PERTEMUAN 2 Selasa, 29 April 2014 Keterangan : G :G S : Siswa Sn : Siswa ke-n, n : 1, 2, 3, …, 34 SS : Semua siswa BS : Beberapa siswa SL : Siswa lain 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. G : “Selamat siang anak-anak.” [G berada di depan kelas] SS : “Siang mbak!” G : “Selain yang LCC, siapa hari ini yang tidak berangkat?” [G mengabsen siswa, siswa menanggapi, terkadang mendatangi siswa yang menyampaikan pendapat] G : “Siap untuk pelajaran matematika hari ini?” [Guru berdiri di depan kelas] BS : “Belum.” BS : “Siap.” G : “Yuk, bukunya siapin, laptopnya. Siapa yang tidak bawa laptop?” [Guru mengkondisikan siswa] [BS membuka laptopnya] G : “Sekarang kita masuk ke subbab baru ya, kita akan mempelajari jarak pada bangun ruang yaitu jarak dua garis sejajar, jarak dua garis besilangan, jarak garis dan bidang yang sejajar, dan jarak dua bidang yang sejajar.” G : “Kalian dapat membaca tujuan pembelajaran pada pertemuan kali ini yaitu menentukan jarak antara dua garis sejajar atau besilangan, serta masalah nyata yang berkaitan dengan jarak antara dua garis. Yang selanjutnya menentukan jarak antara garis dan bidang yang sejajar, serta masalah nyata yang berkaitan dengan jarak antara garis dan bidang yang sejajar. Dan yang ketiga menentukan antara dua bidang yang sejajar serta masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan jarak antara dua bidang yang sejajar” [G di depan kelas membacakan tujuan pembelajaran kepada semua siswa] G : “Udah? Sekarang untuk memulai pembelajaran, siap dibentuk kelompok, kemarin sudah pesan untuk dibentuk kelompok, kelompoknya udah dibagi?” BS : “Udah.” G : “Sekarang berkumpul bersama kelompoknya.” [Keadaan kelas sedikit ribut, SS mengkondisikan diri untuk membentuk kelompok, BS siswa berjalan menuju kelompoknya] G : “Yang laptopnya udah terinstal Cabri 3D dibuka ya.” G : “Ini ada lembar kerja untuk kelompok kalian.” [Guru membagikan lembar kerja siswa ke tiap-tiap kelompok]

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. S11 : “Mbak, kita berlima ya mbak.” [Belum semua siswa mendapatkan kelompok] S25 : “Mbak, lima boleh nggak mbak?” [Keadaan kelas agak gaduh] G : “Sekarang buka Cabrinya ya. Udah siap?” [Siswa membuka program Cabri 3D di laptop yang ada di kelompoknya] G : “Sekarang dibaca ya LKSnya. Dikasih nama kelompoknya. Sekarang buka filenya yang ada di folder.” G : “Di folder jarak garis, ada empat file kan?” [BS siswa ribut dalam kelompoknya, BS membuka file yang telah disediakan] S25 : “Mbak, yang foldernya kosong gimana?” G : “Gimana?” S25 : “Kosong.” S21 : “Nggak ada filenya.” G : “Di MIIA4.” S25 : “Terus?” G : “Cabri, jarak.” BS : “Oh, yayaya.” G : “Nah, perhatikan, kalian bisa nanti mainan pakai ini. Ini untuk.” [Kalimat guru terpotong, memberi peringatan kepada BS yang ribut] G : “Yuk, yang lainnya.” [BS mengganggu temannnya] [Guru menunjukkan toolbar-toolbar yang ada pada program Cabri 3D] G : “Ini untuk melihat panjang garisnya, kalian pilih length. Kalian arahkan ke sini kalian dapat panjang garisnya. Nah, terus kalau yang angle, kalian bisa misalnya dari ini ke sini, kalian akan dapat besar sudutnya.” [Guru menunjukkan fungsi toolbar-toolbar yang ada pada program Cabri 3D dan menunjukkan cara penggunaannya] G : “Sekarang ikuti yang ada di LKS kalian.” [Guru memberikan instruksi kepada SS] G : “Kalian juga bisa memutar-mutar ini, menggunakan ini kalian bisa memutar-mutar gambarnya.” [G menunjuk toolbar yang digunakan untuk memutar objek pada program Cabri 3D] [SS mulai mengikuti petunjuk yang ada pada LKS, G berkeliling memantau kerja siswa, G mendekati kelompok 3 dan 4] S31 : “Nah, ini tu buat muternya yang mana?” [S29 menunjukkkan kepada S31 toolbar yang dimaksud] S11 : “Mbak, ini jarak dua garis sejajar cara nyarinya gimana? [G berdiri di dekat kelompok 1, S11 mendekati G] G : “Kalian ikuti yang ada dipetunjuk.” S11 : “Maksudnya, unsur-unsurnya yang ditulis apa aja gitu lho?” G : “Apa aja yang kalian temukan, tuliskan.” [S14 dalam kelompok 5, memutar-mutar objek ] S20 : “Oh, bentuknya kaya gini.” S32 : “Apa? Bentuknya kotak gini kok.” S9 : “Terus ada berapa rusuk?” S20 : “Kui diagonal apa.” S9 : “Kayake ngonoe. Oww.”

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. 56. 57. 58. 59. 60. 61. 62. 63. 64. 65. 66. 67. 68. 69. 70. 71. 72. 73. 74. 75. 76. 77. S32 : “Tulis aja kayak jaman SD itu lho. Rusuknya ada satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh, sebelas, dua belas. [S32 menghitung rusuk dengan melihat tampilan kubus] S32 : “Kayak jaman SD itu lho, sudutmya delapan. Sisi diagonal ruang. Terus sisi.” [S20 menulis, S32 mengutarakan pendapatnya untuk ditulis oleh S20] S20 : “Bidang diagonal?” {S20 menengok ke arah S14 yang duduk di sampingnya] S14 : “Bidang diagonal. Iya.” S33 : “Terus apa? Sisi?” [S33 dalam kelompok 7, menulis apa yang dikatakan temannya] S6 : “Diagonal sisi.” S12 : “Mbak, diagonal sisi apa mbak?” BS : “Diagonal sisi.” [BS serentak menanggapi pertanyaan S12] S12 : “Kalau bidang diagonal?” S19 : “Diagonal bidang ki iki lho.” [S19 menunjukkan yang dimaksud dengan memperlihatkan tampilan gambar pada program Cabri 3D] S11 : “Ntar to, aku belum selesai.HF,HC.” [S11 menulis sambil mengamati gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D, S5 menggerak-gerakkan objek] S11 : “Diagonal bidangnya apa? BE.” S5 : “Ini kok nggak sembilan puluh derajat?” [S5 mengukur besar sudut, kemudian bertanya kepada S11] S7 : “Yuk diamati sik.” [S7 mengajak teman dalam kelompoknya, S6 S7 S17, S33, S19, S12 memperhatikan tampilan gambar] S19 : “Itukan ada bidang diagonal.” [S19 menunjuk-nunjuk gambar] S33 : “Diagonal bidang apa bidang diagonal? S17 : “Diagonal bidang yang garis, yang bidang diagonal yang sisi.” S19 : “Ada diagonal ruangnya juga.” S12 : “Ini diagonal bidang.” [S12 menunjuk gambar] S19 : “Bidang diagonal! Diagonal bidang ki sing EB.” S12 : “Ya ada kan. Tulisi, diagonal bidang.” S19 : “Ya ada. Bidang diagonale ra ana diwalik jadi diagonal bidang.” S12 : “Akeh lho bidang diagonal e ki.” S19 : “Iki kan sing jarak garis dua, iki jarak garis satu.” S12 : “Hok o po?” S6 : “Dijadiin satu.” [S7 dan S6 menunjuk-nunjuk gambar] S19 : “Ada sudutnya yang jelas! Yang jelas ada sudutnya.” S1 : [S1 dan S10 menggerakkan ruas garis, mengamati besar sudut pada gambar menggunakan program Cabri 3D] “Berimpit sudut, berimpit sudut, piye jenenge? Gini lho [S1 berusaha menyampaikan gagasannya menggunakan gerakan tangannya] besar sudut yang berimpit.” S2 : “Piye to maksude? Aku ra ngerti.” [S2 bertanya kepada S1]

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 78. 79. 80. 81. 82. 83. 84. 85. 86. 87. 88. 89. 90. 91. 92. 93. 94. 95. 96. 97. 98. 99. 100. 101. 102. 103. 104. 105. 106. 107. 108. S1 ; “Iki lho, mengamati iki.” [S1 menunjuk dan memutar jari di depan layar laptop, S1 mengamati gambar yang ditampilkan menggunakan program Cabri 3D] S11 : “Apa yang kalian ketahui?” S25 : “Jarake piye?” S5 : “EA dan FB.” [S11 menunjuk-nunjuk gambar] S11 : “EA eh, apa?” S25 : “Misalnya jarak AG dan EH adalah.” [G mendampingi kerja kelompok] G : “Tadi kan tujuannya kita menentukan jarak. Kita mengamati misalnya antara garis sejajar. Garis sejajar yang mana?” S28 : “EB dan HC.” G : “Untuk menentukan jaraknya, misalnya kalian ukur. Ini kan samasama ruas garis dari misalnya yang pada bidang ini ya, ini kan AGFE, bidang ini, kan ada garis AE, terus EB, BF itu kan? [Guru menunjukkan rusa garis yang dimaksud dengan menunjuk gambar yang ditampilkan program Cabri 3D] Itu kan semuanya dari sini ke garis ini. Nah, dari ini, yang merupakan jarak yang mana? [G memperagakan untuk mengukur ruas garis] S31 : “Yang ini.” [S31 menunjuk gambar] G : “Iya, kenapa?” S31 : “Kenapanya juga?” [S31 bertanya kepada G] G : “Iya. Dari yang kalian tahu ini, itu apa yang kalian ketahui? Misalnya ini panjangnya ini dibandingin dengan ini, terus nanti bisa dilihat dari sudutnya juga.” S31 : “Jadi ini tentukan jarak?” G : “Iya. Tujuannya kan kita untuk menentukan jarak.” [Terdengar S11 memanggil G] S11 : “Mbak, mau tanya. Mbak ini namanya apa? Garis tengah kan mbak?” G : “Mana?” [G melihat gambar yang ditunjukkan S11] S11 : “Ini.” [S11 menunjuk gambar yang ditampilkan program Cabri 3D] G : “Itukkan garis dari ruas garis AF.” [Kalimat G dipotong oleh S11] S11 : “Tengahnya AF sama, oh AF sama G.” G : “Jadi ada titik di AF terus sama ke bidang itu. Nah kalian bisa [Guru menunjukkan yang dimaksud dengan peragaan mengggunakan program Cabri 3D] S24 : “Namanya apa?” S11 : “Namanya segmen?” G : “Iya segmen.” S24 : “Segmen tu garis garis lurus?” G : “Iya. Jadi garis kan panjang banget, tapi kalau segmen itu kan berapa panjangnya. Ada panjangnya. ” G : [Guru mengajak siswa memperhatikan gambar] “Itu merupakan jarak dari situ ke bidang itu bukan?” S24 : “Iya.” G : “Kenapa?”

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 109. S3 : “Tegak lurus.” 110. G : “Nah coba dilihat, tegak lurus nggak? Perhatikan sudutnya kalau dia bergerak. Panjangnya dibandingkan. Panjang garis itu berubah tidak?” [S11 menganggukkan kepala] 111. G : “Coba dilihat panjangnnya gimana?” 112. S3 : “Bertambah.” 113. S34 : “Sudutnya berkurang, panjangnya bertambah.” 114. S21 : “Sudutnya kurang, panjangnya tambah po?” [S11 mengubah posisi segmen garis, S21 memperhatikan] 115. S21 : “Oh iya ding.‟ 116. G : “Padahal jarak itu, segmen garis yang bagaimana?” 117. [G bertanya kepada siswa yang ada di kelompok 6] 118. S11 : “Tegak lurus.” 119. G : “Dan?” 120. S34 : “Paling pendek.” 121. G : “Tulis aja yang kalian bahas.” [G menyuruh menulis apa yang telah mereka bahas, S11 memberikan kertas LKS kepada S25 ] 122. S24 : “Ini ke sini tegak lurus po? Ini tu nggak tegak lurus.” [S24 menunjuknunjuk gambar] 123. G : “Coba dilihat.” [S24 mencoba menentukan besar sudut] 124. S24 : “Oh iya.” 125. [Beberapa siswa sibuk bercanda dengan teman yang ada di dekatnya, beberapa siswa mengamati gambar dan melakukan berbagai manipulasi dengan menggunakakan toolbar-toolbar yang ada] 126. [S14 mengangkat tangan sambil memanggil G] 127. S14 : [G menghampiri S14] “Ini cara mbukanya gimana mbak?” [G menunjukkan cara membuka lebih dari satu file] 128. S14 : “Massaallah. Astagfirullah. Yayaya.” 129. S!5 : “Jarak adalah garis, garis” [S15 bingung untuk melanjutkan kalimatnya, kemudian dipotong oleh S9] 130. S9 : “Titik dan garis juga ada jaraknya.” 131. S14 : “Garis to, pada dasare tegak lurus.” [S15 berbicara kepada teman sekelompoknya] 132. [S18 memanggil G] 133. S1 : “Gimana ini mbak?” 134. G : “Jarak itu garis yang bagaimana? Misalnya kalian ambil dua garis sejajar, nah jarak antara dua garis itu yang bagaimana?” [G mencoba membimbing kelompok 1] 135. S18 : “Jarak antara dua garis? Kemungkinan tegak lurus tu.” 136. G : “Nah, nanti sifat-sifatnya bagaimana?” 137. S18 : “Mbak, mbak, apakah diagonal-diagonal itu panjangnya sama?” 138. S31 : “Mbak, mbak.” [S31 memanggil G] 139. S31 : “Mbak, jaraknya tu cuma ada satu?” 140. G : “Kamu tanya apa? Apakah jarak cuma ada satu?” 141. S31 : “Nggak, maksudnya. Apakah jarak cuma ada satu?” [S31 menunjuknunjuk gambar yang ditampilkan dilayar laptop]

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 142. 143. 144. 145. 146. 147. 148. 149. 150. 151. 152. 153. 154. 155. 156. 157. 158. 159. 160. 161. 162. 163. 164. 165. 166. 167. 168. 169. 170. 171. 172. 173. 174. “Nah, itu merupakan pertanyaan bagus sebenarnya.” “Oh iya.betul,betul,betul.” “Betul kan?” “Yayaya.” “Nah, kayak gitu, jadi kalian timbul pertanyaan kan dari itu, apakah nanti itu jarak hanya satu atau lebih kayak gitu kan? Nah. Timbul pertanyaan bagus.” [G dipanggil oleh S18] S18 : “Karena jarak yang terpendek adalah yang sembilan puluh kan?” S2 : “Dan tegak lurus!” S18 : “Pinter kamu!” S1 : “Nah ya bedanya sembilan puluh derajat sama tegak lurus apa?” G : “Nah itu bisa.” S2 : “Y bisa, siapa bilang nggak bisa.” [G berjalan mendatangi kelompok 7] G : “Misalnya garis ini. Dari ini ke ini. [Guru menunjukkan yang dimaksud menggunakan gambar yang dibuat menggunakan program Cabri 3D] G : “Nah itu ukurannya berapa?” S12 : “Itu ukuranne. Sik sik, aja dingonokke sik.” [S12 mencegah S19 yang akan mengubah posisi gambar] S33 : “Coba diputer e.” S17 : “Bukane segitiga siku-siku?” [S17 menunjuk gambar] S12 : “Weh, hok o po?” G : “Kamu amati sudutnya itu.” S33 : “Siku-siku!” S19 : “Iya siku-siku.” G : “Itu ditulis aja dari apa yang kalian dapat.” S12 : “Dua setengah kuadrat dikali dua setengah kuadrat.” [S12 mencoba menulis untuk menghitung di kertas] G : “Oh, kamu langsung masuk ke ukurannya ya?” S19 : “Dua setengah, dua setengah dua setengah akar dua to? Ini kan lima, lima tu segini. Berarti ini dua setengah.” [S19 menunjuk gambar apa yang dimaksudnya] [S18 memanggil G] S18 : “Mbak-mbak, kalau pertanyaannya, apakah sudut-sudut dalam diagonal itu selalu sama?” G : “Dihubungkan sama apa?” [Meminta LKS yang dibawa S18 dan memperlihatkan proses yang harus dia lakukan, S18 memperhatikan kemudian menganggukan kepala] [G berdiri di samping kelompok 5, dan memantau kerja mereka] S15 : “Ini gimana mbak? Jaraknya.” [S15 menunjuk gambar yang ditampilkan pada layar laptop] G : “Kalian mau mengamati tentang jarak kan? Nah amati itu.” S15 : “HE sama EC itu bagaimana.” G : S31 : G : S31 : G :

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 : “Misalnya ini dibuat garis, nanti kalian amati panjangnya ya, ini kan bisa kalian ubah.” [Siswa dalam kelompok 5 memperhatikan apa yang diperagakan oleh G] S9 : “Tegak lurus.” G : “Terus kalian amati, nah kita ubah ini kan.” [Suasana kelas agak gaduh] [S18 memanggil G] S18 : “Mbak, mbak, jawabannya sama karena kubus mempunyai rusukrusuk yang panjangnya sama.” G : “Karena besar sudutnya sama, maka panjang ruas garis yang ada dihadapnya sama.” S18 : “Mbak kalau ini, apakah jarak-jarak pada diagonal sama.” [Kalimat S18 dipotong oleh S2 dengan menutup kertas yang dibawa S18] S : “Yo kan.” S18 : “Sik sik to. Ngono bener ya mbak? Apakah jarak-jarak pada diagonal sisi selalu sama?” S1 : “Mbak, mbak.” [S1 memanggil G] G : “Apa?” S1 : “Semakin mendekati titik sudut kubus, maka panjang garis akan semakin panjang, tetapi saat sembilan puluh derajat garis semakin pendek.” [S1 menyampaikan pendapatnya kepada G] S1 : “Karena nanti paling pendek, besar sudutnya sembilan puluh derajat.” G : “Betul.” [G berkeliling memantau keadaan kelompok, keadaan kelas bertambah gaduh] S9 : “Garis yang menghubungkan dua garis. Garis depan jarak apabila nanana.ah!” S9 : “Jarak.” [S15 menulis di LKS] G : “Semuanya sudah selesai?” Bs : “Belum.” S15 : “Jarak titik dengan garis, jarak titik dengan bidang.” [S15 bingung melanjutkan kalimatnya] S9 : “Titik pada garis, titik pada bidang.” S31 : “Mbak, yang ini aku bingung.” G : “Dicari, misalnya tahu, oh ternyata ini sembilan puluh, panjangnya ternyata begini. Itu ditulis.” [S30 memanggil G, G menghampiri.] S30 : “Mbak bingung, jarak ini misalnya dari ini kemana aja?” S31 : “Mbak, mbak.” G : “Iya, jarak ini ke bidang.” S31 : “Mbak, ini garis to mbak?” [S31 menunjuk bidang yang terlihat seperti garis] G : “Coba diputar.” [S31 memutar objek] [S20 membaca buku, S15 berada di depan S20 menulis apa yang dikatakan S20.] 175. G 176. 177. 178. 179. 180. 181. 182. 183. 184. 185. 186. 187. 188. 189. 190. 191. 192. 193. 194. 195. 196. 197. 198. 199. 200. 201. 202. 203. 204. 205. 206.

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 207. S20 : “Garis terpendek yang menghubungkan. Pokokmen ngono kui.” 208. S32 : “Yang menghubungkan dua titik.” 209. S15 : “Menghubungkan dua titik antara garis, garis dan bidang, titik ke garis, titik ke bidang. Ya udah, garis ke garis, garis ke bidang. Ya kan nggak ada titik to? Eh, ada ding titik ke bidang.” 210. S20 : “Eh, membentuk sudut sembilan puluh derajat.” 211. S15 : “Terakhir kui. Titik ke titik, titik ke bidang,” 212. S20 : “Dari titik ke titik. Diwaca meneh seka awal.” 213. S15 : “Jarak adalah garis terpendek yang menghubungkan dua titik antara garis ke garis, garis ke bidang, titik ke titik.” 214. S9 : “Titik ke titik kan isa to.” 215. S20 : “Kan wis ana dua titik.” 216. G : “Semuanya sudah selesai?” 217. BS : “Udah.” 218. [G berkeliling memantau siswa, G berdiri di dekat kelompok 5] 219. G : “Jarak antara dua garis, jarak itu yang bagaimana?” [G memancing siswa untuk mencari tahu jawaban atas pertanyaannya] 220. S32 : “Berarti bukan yang terpendek.” 221. G : “Kenapa bukan yang terpendek?” 222. [S32 mengacungkan kedua jarinya untuk mengilustrasikan dua garis yang sejajar, G memancing S32 untuk mengemukakan alasannya] 223. G : “Ini ke sini, ini ke sini, juga garis kan? Yang ini ke sini, berarti yang gimana?” 224. S32 : “Sudutnya sembilan puluh derajat. Oh, berarti yang sembilan puluh derajat itu yang terpendek.” 225. S20 : “Iki ki dewe-dewe, garis terhadap garis, garis terhadap bidang ngono kan? Hok o ra?” 226. S32 : “Jarak terpendek antara garis dengan garis yang membentuk sudut sembilan puluh derajat terhadap bidang.” 227. S32 : “Garis terpendek akan membentuk sudut sembilan puluh derajat.” 228. G : “Udah ya.” 229. S2 : “Pulang! Yuk! Mbak, istirahat ya mbak.” 230. G : “Ada yang mau mempresentasikan hasil diskusi dari kelompok kalian? Timbul pertanyaan apa? Yang dibagian pertanyaan, ada yang mau mengemukakan pertanyaannya itu?” [G berdiri di tengah kelas] 231. S2 : “Ya.” 232. G : “Ada? Yuk, dari kelompok sana! Yuk dibaca apa yang menjadi pertanyaan kelompok kalian.” [G menunjuk ke arah kelompok 1] 233. G : “Yuk, yang lainnya perhatikan ya. Itu ada pertanyaan dari kelompok satu.” 234. S10 : “Apakah diagonal-diagonal merupakan jarak terpendek?” 235. G : “Pertanyaannya dulu, terus dari kelompok sini ada pertanyaan apa?” [G menunjuk ke arah kelompok 3] 236. S8 : “Apakah cuma ada satu jarak?” 237. G : “Nah, bagus! Terus dari sini pertanyaannya apa?” [G mendekati kelompok 5]

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 238. S9 : “Apakah garis yang dibuat sembarangan merupakan jarak?” 239. G : “Terus?” 240. S9 : “Apakah bidang.” [S9 berhenti membaca dan meanyakan sesuatu kepada G] “Bidangnya dibuat sendiri nggak papa?” 241. G : “Nggak papa.” 242. S9 : “Apakah bidang BDHF sejajar dengan bidang KLIJ? Apakah garis EL sama dengan garis EK dan apakah garis AI sama dengan AJ?” 243. G : “Terus, kelompok ini, pertanyaannya?” [G menunjuk dan mendatangi kelompok 6] 244. S11 : “Sama kaya kelompok tiga.” 245. G : “Dari kelompok situ.” [G menunjuk ke arah kelompok 7] ”Yang lainnya tenang ya, apa?” 246. S7 : “Berapakah jarak antara bidang KLIJ terhadap bidang FBDH? Berapakah jarak titik L ke titik K?” 247. G : “Oh ya, berarti langsung masuk ke ukuran ya.” 248. G : “Terus, dari pertanyaan-pertanyaan tadi ada yang bisa menjawab?” 249. [G mendekati kelompok 1] 250. G : “Kalian sudah menemukan pertanyaan, kalian sudah menemukan jawaban belum?” 251. S30 : “Udah.” 252. G : “Apa?” 253. S30 : “Siku-siku.” 254. S18 : “Bukan. Karena yang merupakan jarak terpendek adalah yang sembilan puluh derajat dan tegak lurus.” 255. G : “Ini pertanyaannya sama kaya yang di situ ya. [G menunjuk kelompok 3] 256. S11 : “Iya.” 257. G : “Dari sini, pertanyaannnya, apakah hanya ada satu jaraknya?” [G menunjuk ke arah kelompok 3 dan 4] 258. S8 : “Iya.” 259. G : “Yang sini, jawaban dari pertanyaannya?” [G mendekati kelompok 5] 260. S9 : “Tidak. Karena yang merupakan jarak adalah yang membentuk sudut sembilan puluh derajat dan yang terpendek.” 261. G : “Nah bagus! Terus yang sini.” [G menunjuk ke arah kelompok 7] 262. S30 : “Dua setengah.‟ 263. G : “Oh ya, langsung ke ukurannya ya.” 264. G : “Terus, dari kelompok situ, kesimpulannya apa? [G menunjuk ke arah kelompok 6] 265. S25 : “Kesimpulannya, jarak antara dua garis yang sejajar adalah garis yang paling pendek dan tegak lurus dengan kedua garis yang sejajar.” 266. G : “Nah, bagus!” 267. G : [G berjalan mendekati kelompok 5] “Dari kelompok sini? Kesimpulannya apa?” 268. S14 : “Jarak garis terhadap garis, bidang terhadap bidang adalah garis yang paling pendek dan membentuk sudut sudut sembilan puluh derajat.” 269. G : “Sip! Terus dari sini kesimpulannya?” [G mendekati kelompok 3]

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 270. S28 : “Jarak adalah panjang garis terpendek yang tegak lurus terhadap garis atau bidang. Jarak akan kita temukan jika titik tersebut membentuk sudut sembilan puluh derajat terhadap titik atau garis atau bidang tersebut.” 271. G : “Bagus-bagus ya kesimpulannya.” 272. G : “Dari sini ada dapat kesimpulan nggak ya?” [G mendekati kelompok 1 dan 2] 273. S18 : “Jarak terpendek atau panjang terpendek jika mempunyai sudut sembilan puluh derajat dan tegak lurus.” 274. G : “Yak! Bagus.” 275. G : “Berarti kesimpulannya udah sama ya? Jarak itu adalah panjang ruas garis terpendek.” 276. G : “Sekarang kembali ke tempat duduk kalian masing-masing.” 277. [Suasana kelas agak ribut, SS mengkondisikan diri kembali ke tempat duduk masing-masing] 278. G : “Nanti itu diakhir dikumpulin ya.” 279. [BS mengumpulkan LKS] 280. G : “Yang lainnya mana ya? Yang tadi, lembar kerja kelompok. Harusnya ada tujuh kelompok.” 281. G : “Sekarang untuk mengecek pemahaman kalian kita main-main.‟ 282. S11 : “Mbak waktunya tinggal sepuluh menit lagi, nggak mau.” 283. BS : “PR! PR!” 284. [G membagikan lembar soal latihan] 285. G : “Itu untuk tugas di rumah. Pertemuan selanjutnya dikumpulin ya.” 286. G : “Ada pertanyaan lagi?” 287. BS : “Nggak.” [G menganggukkan kepala] 288. G : “Sekian pembelajaran pada hari ini, nanti misalnya kalau ada pertanyaan boleh tanya ke saya ya. Sekarang boleh istirahat. Selamat siang.” 289. SS : “Siang mbak.”

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 TRANSKRIP VIDEO PERTEMUAN 3 Selasa, 6 Mei 2014 Keterangan : G :G S : Siswa Sn : Siswa ke-n, n : 1, 2, 3, …, 34 SS : Semua siswa BS : Beberapa siswa SL : Siswa lain 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. G : “Selamat siang anak-anak.” [G berada di depan kelas, keadaan kelas masih gaduh] SS : “Siang mbak!” G : “Sekarang kita absen dulu, siapa yang nggak berangkat?” [S25 menyebutkan nama temannya yang tidak berangkat] G : “Siapa?” S25 : “(Menyebut nama S34) Nomor absen tiga empat.” G : “Alasannya?” S25 : “Ijin acara keluarga.” [S11 menyebutkan nama temannya yang tidak berangkat] S11 : “(Menyebut nama S8)” G : “Kenapa?” S11 : “Sakit.” G : “Oke, untuk persiapan besok, sekarang ibu punya soal.” BS : “Yah.” G : “Ini untuk kalian, tp ini tidak dikerjakan sendiri.” [G berdiri di depan kelas membawa soal latihan] S11 : “Mbak mbok diajarin dulu to mbak.” G : “Ya ini mau diajarin.” BS : “Wooo….” [G mulai membagikan lembar soal] G : “Siapa yang belum dapat soal?” [BS mengangkat tangan] S2 : “Mbak, satu meja satu mbak?” G : “Tidak, sendiri-sendiri.” [G berkeliling untuk membagikan lembar soal] G : “Sudah dapat semuanya?” G : [G berjalan ke depan kelas] “Sekarang dibaca soalnya, diamati ya soal-soalnya, ada pertanyaan nggak tentang soalnya? Ada pertanyaan nggak, nanti baru dikerjain bareng-bareng ya.” [SS mulai membaca soal, BS mulai mengerjakan, G berada di depan kelas, SS duduk ditempat duduknya] S33 : “Gambarnya mbak!” G : “Ya.” G : “Sudah dibaca semua? Ada pertanyaan? Soal yang bingung mana ada nggak?”

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. 56. 57. 58. 59. 60. 61. 62. 63. 64. “Semua bingung mbak.” “Oh ya, yuk dikerjain bareng-bareng, dari nomor satu.” “Nomor satu a kecil lima sentimeter, b kecil tiga belas sentimeter.” “Sik mbak, digambar.” “Kita bahas satu-satu ya. Yuk, dibaca soal nomor satu, ada pertanyaan nggak tentang soalnya?” BS : “Nggak ada.” G : “Bisa ngerjainnya?” S18 : “Insyaallah.” [S18 menjawab sambil mengerjakan di kertas] G : “Nanti yang bisa, maju buat njelasin ke taman-temannya.” [G berjalan ke sisi tengah depan kelas, S18 mengangkat tangan, G menghampiri] “yak! Bagus!” S18 : “Bisa aku.” [S18 berdiri dari tempat duduknya, berjalan ke depan kelas] G : “Yak! Bagus!” S18 : “Pinjem spidol. Spidol. Spidol.” [S18 mencari spidol] S29 : “Ni ni ni.” [S29 memberikan spidol, S18 menerima spidol.] G : “Nanti ada nilai plus buat (menyebut nama S18). Yanga lain ngerjain di buku dulu nggak papa.” S2 : “Yang mana to mbak? Yang ini? Siap!” S18 : “Ada penggaris nggak e?” S32 : “Nggak ada.” [S18 sibuk menuliskan pekerjaannya di papan tulis] G : “Yang mau ngerjain nomor dua?” [G berkeliling memantau siswa dalam mengerjakan] S18 : “Ini sama ini panjang mana?” S2 : “(menyebut nama S18) elek! Gambare elek.” S1 : “Nggo iki wae, nggo aplikasi wae.” S18 : “Perfeksionis nak aku ki.” [S18 menghapus gambar yang telah dibuatnya di papan tulis] G : “(menyebut nama S18) kenapa itu?” S18 : “[S18 sibuk menggambar di papan tulis] Kurang bagus e mbak. Diprotes sama itu.” [S18 menunjuk ke arah S2] S2 : “Mbak aku bisa nomor satu mbak!” [S2 mengangkat tangan] G : “Kamu bisa nomor satu, mau bantu (menyebut nama S18)?” S2 : “Mau, (menyebut nama S18) temenku mbak.” S23 : “Weh so sweet.” S2 : “(menyebut nama S18) mau tak bantu nggak (menyebut nama S18)?” G : “Kamu mau latihan nomor dua juga boleh, mau sekalian maju?” [SL mengerjakan di bukunya masing-masing] S2 : “Bentar, tak nggarap nomor dua dulu ya mbak.” G : “Ya.” S2 : “Makasih mbak.” G : “Siapa yang mau maju lagi? Nanti jelasi ke taman-temannya ya.” [G diberdiri di samping S18] S18 : G : S18 : S2 : G :

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 65. 66. 67. 68. 69. 70. 71. 72. 73. 74. 75. 76. 77. 78. 79. 80. 81. 82. 83. 84. 85. 86. 87. 88. 89. 90. 91. 92. 93. 94. 95. 96. 97. 98. S18 : “Siap!” [S18 menulis di papan tulis, SL tenang mengerjakan duduk di tempat duduknya masing-masing] G : “Siap! Bagus!” S2 : [S2 memanggil G] “Mbak, tanya mbak.” G : “Ya.” [G berjalan ke arah S2] S2 : “Perpanjangan AB tu apa mbak?” S10 : “Garis AB, diperpanjang gitu mbak?” G : “Ya. Yang lainnya ada pertanyaan?” [G berkeliling untuk memantau, S18 memanggil G, G mendekati S18, S18 menunjukkan hasil kerjanya di papan tulis] G : “Yuk! Sekarang. Teman-teman, (menyebut nama S18) mau menjelaskan.” S18 : “Apa yang dijelasin mbak? Udah jelas kok.” G : “Jelasin dong ini.” S9 : “Aku ra dong! Jelaske.” S18 : “Jadi, kalau mau nyari AC, kamu pakai segitiga tu lho. [S18 berdiri di samping papan tulis, menunjuk pada tulisan yang dimaksudnya] S18 : “Bawah gini kan A ke C. Kamu bentuk segitiganya, [S18 menggambar segitiga] segitiga ABC gitu. A, B, C. [S18 memberi nama segitiganya]” S18 : “AB kan tiga cm, BCnya empat cm. Gitu ya, jadi nanti kalau cari AC kan phytagoras.” S1 : “Satuan. Lima apa itu?” S18 : “Apa?” [S18 menuliskan satuannya] S9 : “Kilometer. Lima kilometer.” S18 : “Berarti nak sini AC, berarti kan kalian bisa pakai phytagoras tu lho ya. Jadi nak tiga, empat, berapa? Lima!” S9 : “Kok lima? Cara piye? Coba mas.” S18 : “Ki lho carane, akar tiga kuadrat ditambah empat kuadrat ki pira?” S9 : “Berapa mas? Ditulis mas.” S18 : “Terus, kalau nyari AG.” S19 : “Aku ketutupan.” S18 : “Yoyoyo.” [S18 berpindah posisi ke sisi yang lain] S18 : “Kalau nyari AG, kalian tinggal, jadikan segitiga ACG, nah sama kaya yang di atas, tapi tinggal ganti-ganti aja.” S21 : “Berarti AC sama dengan AG? Berapa aja to mas?” G : “Yak! Bagus! Tepuk tangan dong buat (menyebut nama S18) keren.” [S18 berjalan kembali ke tempat duduknya, BS bertepuk tangan, SL sibuk mengerjakan] S2 : “Mbak, nomor dua kurang jelas mbak, mbak, mosok gambarnya gini mbak?” [S2 menunjukkan gambar yang dibuatnya kepada G] G : “Iya kaya gini. Iya benar. AB, A, B. [G menggerakkan tangannya dari kiri ke kanan]” G : “Nomor dua dikasih gambar. Yuk, siapa yang mau maju nomor dua?” S2 : “Kasih gambar mbak!” S11 : “Mbak, nomor dua, diperpanjang maksudnya apa mbak?”

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 99. 100. 101. 102. 103. 104. 105. 106. 107. 108. 109. 110. 111. 112. 113. 114. 115. 116. 117. 118. 119. 120. 121. 122. 123. 124. 125. 126. 127. 128. : “Ya, yang AB, diperpanjang.” [G di depan kelas, G menggerakkan tangannya dari kiri ke kanan] “Sehingga nanti ada titik kan di selanjutnya.” [G membuka file Cabri 3D yang menunjukkan soal nomor 2] G : “Ini ya, bisa dilihat disitu kondisi, gambarnya ya.” G : “Yuk, siapa yang mau maju nomor dua?” S21 : “(menyebut nama S2)” G : “(menyebut nama S2)?” S2 : “Mbak, mbak, nggak ada yang diketahui berapa sudutnya.” G : “Tergantung yang mana.” S10 : “Mbak, TBnya kesini kan mbak?” [S10 menunjukkan gambarnya] G : “Iya.” [G melihat gambar S10 dan menganggukkan kepala] S2 : “Berarti trapesium mbak?” G : “Coba dilihat lagi.” G : “Ada yang mau maju nomor dua?” S21 : “Piye to (menyebut nama S10) ? Perpanjangan AB ki seko ngendi?” [S11 menunjukkan pekerjaannya kepada G, G menganggukan kepala, S11 berdiri dari tempat duduknya kemudian berjalan ke depan kelas] S18 : “Mbak, jawabannya dua a akar tiga to?” S1 : “Woke! Waton! Gambare salah. Ora kubus lho ya. Balok.” S18 : “Tapi balok ketemune, dua a. O iya, berarti bener kowe, berarti tiga a jawabane.” G : “Nanti kita lihat punya (menyebut nama S11). Penjelasan dari (menyebut nama S11) bagaimana.” [S11 mulai menulis di papan tulis, dimulai dengan menggambar kondisi yang dimaksud dalam soal, BS memperhatikan, SL sibuk mengerjakan di bukunya.] S21 : “Oh, berarti gitu caranya nggambar kubus ya?” S : “Kok bisa tiga a?” S21 : “Oh, PQ tu yang samping? Diagonal ruang?” G : “Oh yang ini, berarti kamu ada dua versi? Kamu boleh maju. Yuk! Kalau dari cara kamu.” S10 : “Nggak ketemu tapi mbak.” [G berkeliling memantau SS mengerjakan, SS mengerjakan soal] S21 : “Weh itu ABCnya harus ke kanan po (menyebut nama S11)? Berarti kalau mau pinter harus ke kanan dulu?” G : “Ya, yuk, jelasin ke teman-teman yuk. Lihat pekerjaan (menyebut nama S11).” S11 : [S11 berdiri di samping papan tulis] “Ini kan panjangnya a.” [S11 menunjuk salah satu rusuk pada kubus yang digambarnya] “Nah terus a diganti perpanjangannya, P ke B itu dua a.” S11 : “Ini kan juga a, ini a, berarti sini dua a. Nah habis ini kan tingginya kan sama berarti ini tetap a. Berarti kalau sini dua a. Terus yang ditanyain kan jaraknya P sama Q, berarti kalau jaraknya P sama Q dibuat segitiga, terus di sret (S11 menggerakkan tangan dari atas ke bawah). Lha terus ini tingginya a. Terus ini dua akar dua kan dari G

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 129. 130. 131. 132. 133. 134. 135. 136. 137. 138. 139. 140. 141. 142. 143. 144. 145. 146. 147. 148. 149. 150. 151. 152. 153. 154. 155. 156. 157. 158. 159. 160. diagonalnya itu, kan kalau diagonal dua a, dua a, terus ditambahin akar dua. Dua a akar dua terus ini a, terus ini dikuadratin. Ini plus jadi hasilnya tiga a.” [S11 berjalan untuk menaruh spidol, BS bertepuk tangan] G : “Sebentar, temannya ditanya sudah paham atau belum.” S21 : “Sik, aku belum paham phytagorasnya.” G : “Yuk yang belum jelas yang mana?” [Guru berdiri di tengah kelas] S21 : “(menyebut nama S11) cara phytagorase piye (menyebut nama S11)?” G : “Tuh tanya, (menyebut nama S11) tu phytagorasnya gimana.” S18 : “Kok bisa dapet delapan a tu gimana?” S11 : “Ini kan dua a akar dua kuadrat. Dua, empat. Akar dua, dua. Empat kali dua delapan, terus ini a nya, a pangkat dua.” S21 : “(menyebut nama S11) yang itu, yang punyamu dua a akar dua. Darimana?” S11 : “Ini kan.” S21 : “Tulis, tulis, tulis.” [S11 berjalan mengambil spidol] S9 : “Semangat! Semangat.” S11 : [S11 mengggambar segitiga siku-siku] “Kalau sini a, sini a, berarti kan sini kan a akar dua.” [S11 berjalan kembali ke tempat duduknya] G : “Sudah jelas semuanya? Masih ada pertanyaan buat (menyebut nama S11)?” G : “Berarti udah jelas semua ya, nomor dua ada yang ditanyain lagi? Sudah ya, kita lanjut ke nomor tiga. Siapa yang mau maju nomor tiga? Ada pertanyaan tentang soalnya?” S2 : “Sik mbak, ini baru proses bekerja sekuat tenaga.” G : “Ya.” [G berkeliling] S9 : “Mbak, minta waktu mbak.” G : “Iya.” G : “Pekerjaannya (menyebut nama S18) boleh dihapus?” [G berdiri di dekat papan tulis] S18 : “Jangan!” G : “Nanti masih dipakai yang lain, maaf ya (menyebut nama S18). Apa mau difoto dulu ini?” S14 : “Kaya cah cilik e.” S18 : “Cen.” G : “Yang ini udah ya kerjaannya (menyebut nama S18) ya?” [G mengahapus tulisan yang ada di papan tulis] [SS sibuk mengerjakan] S10 : “Mbak, (menyebut nama S2) bisa mbak.” S2 : “Mbak sik mbak, aku sepertinya benar e mbak.” S18 : “Biasa wae!” [G mendekati S2] S2 : “Mbak, jawabannya apa mbak? Titik G itu berarti yang mana?” [G melihat pekerjaan S2] S23 : “Nggak pasti kan mbak? Maksudnya nggak pas dibagi dua.” S2 : “Enam akar dua di bagi dua itu berapa mbak? Enam akar dua ki setengahe pira? Tiga akar dua?”

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 161. S18 : “Mbak, mbak, mbak, berarti enam akar tiga di bagi dua, tiga akar tiga, jawabannya yang c? Eh, enam akar tiga dibagi dua ki pira?” [S2 melihat ke arah S23] 162. G : “Yuk, kayaknya kok ada yang perlu membahas jawabannya di depan nggak?” 163. S23 : “Akar wolulas ki pira sih?” 164. G : “Yuk maju ke depan, kan teman-temanmu bisa bantu.” 165. S18 : “Mbak, jawabane tiga akar tiga.” 166. G : “Yang mana?” 167. S2 : “Tiga akar dua.” 168. S18 : “Tiga akar dua? Yang c lho.” 169. G : “Kayaknya beda-beda jawaban yang c.” 170. S2 : “Mbak, setengahnya enam akar dua tu berapa?” 171. S18 : [S18 mendekati G dan menunjukkan pekerjaannya] “Ini kan F ke AG, tiga akar tiga.” 172. G : “Yaudah, kenapa jawabanmu dapat itu?” 173. S18 : “Loh kan soale, [S menunjukkan apa yang dikerjakannya]” 174. G : “Dah yuk.” 175. S18 : “Bentar to, aku mau tanya. Ini ke sini kan enam, ini enam akar dua to? AG kan ini ke sini.” 176. G : “Nah, F nya yang mana?” 177. S18 : “Dah, enam akar tiga.” 178. G : “Kamu minta pertimbangan temanmu.” 179. S2 : “Lima empat, akar lima empat ki berarti.” [S2 memandang ke arah S18] 180. S18 : “Tiga akar dua!” 181. S2 : “Ngawur.” 182. S18 : “Tenan?” 183. S2 : “Tiga kali tiga sembilan, sembilan kali tiga, dua tujuh.” 184. S18 : “Tiga akar enam!” 185. S1 : “Mbak, mbak. Tiga akar tiga?” [G menganggukan kepala] 186. G : “Yuk, maju.” 187. S1 : “Nggak mau.” 188. G : “Loh, kenapa?” 189. S2 : “Mbak, ke AC nya tiga akar enam?” 190. G : “Mana?” 191. S2 : “Yang ini lho, ke AC. Yang b.” 192. G : “Yuk, bisa kok.” [G membujuk S10] “Yuk, siapa tahu teman sekelas ada yang tanya juga.” 193. S18 : “Ayo (menyebut nama S10) maju!” 194. S2 : “Jarak yang ke AG gimana mbak?” 195. G : “Ini baru mau dijelasin. Yuk, jelasin yuk, bisa! Yuk berani yuk” [G membujuk S1] 196. S1 : “Yayaya.” [S1 berdiri dari tempat duduknya] 197. S18 : “Ke AG ne pira? Tiga akar tiga to?” {S18 bertanya kepada S2 yang sedang berjalan untuk mengambil spoidol]

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 198. S1 : “Hah? Dua akar enam. Akar dua empat.” 199. S18 : “Kok isa?” 200. G : “Nanti dijelasin sama dia ya.” [G menunjuk ke arah S1 yang sedang menulis di papan tulis] 201. G : “Kalau yang membagi sama besar kan garis apa?” 202. S27 : “Garis bagi.” 203. G : “Kalau yang tegak lurus?” 204. S27 : “Garis tinggi.” 205. G : “Tapi dia kan tidak selalu membagi dua sama besar kan?” 206. [G berkeliling memantau siswa dalam mengerjakan, BS sibuk mengobrol] 207. S2 : “Mbak, aku mbok dijelasin yang ke AG ini aku kok nggak bisa to mbak.” 208. G : “Nanti minta tolong dijelasin (menyebut nama S1).” 209. S2 : “Ya.‟ 210. S21 : “Woi (menyebut nama S1) mbok dinei carane (menyebut nama S1)” 211. G : “Siapa yang mau maju nomor empat?” 212. S2 : “Nggak kelihatan, nggak kelihatan.” 213. G : “Kamu boleh kesini dulu nanti pas dijelasin.” 214. [S2 berjalan ke depan kelas dan duduk di lantai di dekat S1 yang sedang menulis di papan tulis, BS gaduh, G memperingatkan BS tersebut, S21 dan S10 menyusul S2 duduk di lantai] 215. S21 : “Weh, ngapa ra nganggo sing a, a akar dua?” 216. S1 : “Ini? Kan bukan. Alas kali tinggi.” 217. S21 : “Nyari apa to?” 218. S1 : “Titik ke garis.” 219. S2 : “Soale luas segitiga nggolekine isa alas kali tinggi bagi dua, isa kene kali kene bagi dua.” 220. S1 : “Nah! Hok o. Bener!” 221. G : “Teman-teman, (menyebut nama S1) mau menjelaskan. Yang lainnya perhatikan ya, nanti kalau ada pertanyaan.” 222. S1 : “Jarak titik ke garis QB sama dengan setengah dari diagonal sisi, jadi garisnya dibagi dua.” 223. S1 : “Jarak titik F ke garis AC, berarti kan F ke garis AC. Buat segitiga jadi missal titik baru X, garis KL diagonal sisi dari persegi. Sisi kali sisi bagi dua, AX setengah diagonal sisi tiga akar dua. Habis itu nyari F ke ini, pakai phytagoras. Kemudian ke segitiga BFC.” 224. G : “Ada pertanyaan teman-teman?” 225. S33 : “Yang M ke Y eh berarti A ke Y sama Y ke B itu mesti sama po?” 226. S1 : “Aku kan nggak bilang panjang ini ke sini, ini ke sini sama.“ 227. S30 : “Nah itu dibagi dua kenapa?” 228. S1 : “Ini? Luas segitiga. Setengah alas kali tinggi.” 229. S30 : “Oh, yaya.” 230. G : “Nomor tiga masih ada pertanyaan? Masih ada yang bingung nomor tiga tadi, yang bingung yang c ya.” 231. [G menuju ke meja guru dan menampilakan gambar yang dimaksud pada nomor 3 c menggunakan program Cabri 3D]

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 : „Garis F ke garis AG. Anak-anak ada yang bingung nggak yang c? Dari F ke AG kan tegak lurus di sini kan? Jadikan pandang segitiga AFG. Udah, ada pertanyaan lagi nggak?” [Tidak ada siswa yang mengajukan pertanyaan] G : “Berarti sudah bisa ya? Berarti bisa lanjut nomor empat?” G : “Yuk nomor empat, ada yang mau maju nomor empat?” [Suasana kelas sedikit gaduh] [S27 memperlihatkan hasil pekerjaannya kepada G, G menganggukkan kepala, S27 berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju papan tulis, S27 menghapus tulisan sebelumnya, G berkeliling untuk memantau] [S27 mulai menggambar dan menuliskan pekerjaannya] G : “Yuk, (menyebut nama S27) jelasin ke teman-temannya.” [S27 berdiri di samping papan tulis untuk menjelaskan] S27 : “AQ banding QB, satu banding dua, satu banding dua [S27 menunjuk ruas garis yang diketahui perbandingannya]” S27 : “Yang pertama cari Q ke C, kemudian Q ke G dengan phytagoras.” G : “Ditanya teman-temannya.” S27 : “Jelas?” S18 : “Sudah kakak.” [S27 kembali ke tempat duduknya.] [S23 berjalan menuju ke meja guru untuk meminta guru menampilkan gambar yang dimaksud pada soal nomor 5 menggunakan program Cabri 3D] [G menampilkan gambar yang dimaksud pada soal nomor lima yang dibuat menggunakan program Cabri 3D pada layar ] [G memutar-mutar gambar untuk melihat tampilan dari sisi yang lain] [S23 menghapus tulisan pada pada papan tulis yang akan digunakannya, kemudian menuliskan pekerjaanya] S23 : “Mbak, bentuknya seperti ini?” [S23 menunjukkan penyelesaian yang dibuatnya] G : “Nanti dirasionalkan.” G : “Teman-teman dengarkan yuk, temannya mau menjelaskan.” [S23 berdiri di samping papan tulis dan mulai menjelaskan] S23 : “Dalam soalnya dari BCF ke bidang PQG ya, jadi bidang PQG tu bisa disesuaikan. Terus dari titik F ke titik ini, titik PG yang tegak lurus. Lha terus kan ini udah diketahui delapan, ini dua belas, terus nyari ini. Kalau udah ketemu kayak gini.” G : “Oke, tepuk tangan dulu untuk (menyebut nama S23). Ada pertanyaan?” G : “Kalau tidak ada, lanjut ke nomor lima.” {S15 berjalan menuju ke papan tulis untuk menuliskan apa yang dikerjakannnya] S2 : “Mbak, nomor lima aku maju mbak.” G : “Nomor lima ini sudah ada yang maju. Ditanya temanya ini boleh dihapus nggak.” 232. G 233. 234. 235. 236. 237. 238. 239. 240. 241. 242. 243. 244. 245. 246. 247. 248. 249. 250. 251. 252. 253. 254. 255. 256. 257. 258.

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 259. S2 : “Boleh.” 260. [S15 menghapus tulisan di papan tulis, kemudian menuliskan pekerjaannya, BS mengobrol sendiri, G berkeliling mendampingi SL] 261. [S15 selesai menulis, berdiri di samping papan tulis, G berada di tengah kelas] 262. G : “Yuk, jelasin ke teman-temannya.” 263. S23 : “Jelasinnya gimana mbak?” 264. G : “Kok kamu bisa dapat itu gimana caranya?” 265. S23 : “Dihitung mbak.” [BS tertawa] 266. S23 : “Jadi, dari bidang ADGF dan garis BC, yang tegak lurusnya adalah garis BX.” 267. S21 : “Piye carane nggoleki BX?” 268. S23 : “Dari situ dapat segitiga ABF. Disitu, BX adalah jarak yang juga merupakan tinggi. AB dikali BF sama dengan AF dikali tinggi.” 269. G : “Ditanya temannya.” 270. S23 : “Ada yang belum paham?” 271. G : “Yang lainnya ada pertanyaan tentang nomor lima?” [SS tidak ada yang bertanya] “Jelas? Lanjut nomor enam yuk. Ada yang sudah tahu jawaban nomor enam?” 272. [Beberapa siswa sibuk dengan pekerjaannya masing-masing] 273. G : “Yuk, sekalian nomor tujuh. Tujuh sama enam. Ada yang mau maju?” 274. [S28 berdiri dari tempat duduknya dan berjalan maju menuju ke papan tulis, kemudian mengambil pengahapus dan menghapus tulisan yang sebelumya, kemudian menuliskan pekerjaannya] 275. [S27 menanyakan pekerjaannya kepada G.” 276. S27 : “Mbak, ini bukanya phytagoras ya?” 277. G : “Iya.” 278. S27 : “Kalau phytagoras harus dipangkat dua dulu kan?” 279. G : “Iya.” 280. S27 : “Akar seratus empat puluh empat dikurangi empat to?” 281. G : “Kok bisa seratus empat puluh empat?” 282. S27 : “Dua belas pangkat dua. Dikurangi dua pangkat dua.” 283. G : “Iki kan berarti akar dua belas, iya kan. Akar dua belas dipangkat dua?” 284. S27 : “Oh iya, dua belas. Jadi, akar dua belas dikurangi empat. Delapan.” 285. G : “Dah yuk.” [G mengajak S27 untuk maju mengerjakan] 286. [S27 maju untuk menuliskan jawabannya di papan tulis, bersamaan dengan S28] 287. [S28 berdiri di samping papan tulis menjelaskan kepada SS] 288. S28 : “Karena AFH itu kan bidang, dan DBG itu juga bidang. Diselaselanya ini tu ditarik, jadi kaya jajar genjang. Nah, ini satu titik sama P sama O, sama-sama di tengah diagonal bidang. Terus kan jajargenjang kan kalau ini jadi alas, ini jajar genjang. 289. G : “Jelas semuanya ada pertanyaan lagi? Bagus banget ya, tepuk tangan dong.”

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 : “Yuk, sekarang nomor enam, mau dijelasin sama (menyebut nama S27).” S27 : “Pertama hubungkan garisnya ke garis, didapatkan segitiga dan kemudian menggunakan phytagoras. Luas segitiga alas kali tinggi bagi dua. Dengan menggunakan tinggi segitiga.” G : “Ada pertanyaan lain? Ada yang masih bingung?” [G menunggu respon SS, tidak ada siswa yang bertanya] G : “Jika tidak ada pelajaran hari ini kita cukupkan sekian, besok kamis ulangan tentang jarak pada bangun ruang.” [G berdiri di depan kelas dan mengacungkan kedua jempol tangan] G : “Tetap semangat ya dalam belajar!” BS : “Makasih mbak.” 290. G 291. 292. 293. 294. 295. 296.

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 Lampiran B.2 Transkrip Wawancara Siswa S14 Kelas X PMIIA-4 Nama Siswa S14 P S14 P S14 P S14 S14 P S14 P S14 P S14 P S14 S14 P Transkrip Wawancara : Siang (menyebut nama)! : Siang kak. : Hehehe..Yak. Gini ya, mau tanya-tanya bentar soal yang kita pas kita pembelajaran kemarin,. Kan selama pembelajaran itu kan kamu pasti mengalami banyak hal kan? Nah, itu yang paling kamu suka pas pembelajaran yang mana? Yang apa? : Saat mendapat aplikasi cabri 3d itu bisa buat mainan lah, buat nggambar-nggambar, buat bangun-bangun, ya kaya anak kecil gitu lah kak. : Kamu suka yang kaya gitu? : Iya. : Terus tapi itu bisa membantu kamu nggak? Membantu memahami materinya nggak? : Emm..bisa sih kak. Biasanya kan kalau guru menerangkan tanpa, apa, aplikasi itu kan biasanya emm gimana ya cuma mbayanginlah nggak bisa lihat kalau pakai aplikasi itu tadi kan bisa, kita tu bisa lihat bentuk aslinya gitu loh, bidang yang terbentuk atau garis ini menghubungkan ke ini. Kalau guru biasanya kan cuma mengangan-angan saja kadang salah harusnya itu segi empat malah kadang kelihatnya kaya jajar genjang, jadi kita juga salah persepinya. : Bagus. Terus yang kemarin kan disuruhnya mengamati itu dulu kan? Nah, kan terus akhirnya suruh nentuin definisi jarak. Nah dari main-mainnya kamu itu kamu bisa nentuin itu nggak? : Bisa sih kak. Bisa. : Bisa. Kamu pas di dalam kelas mau menyampaikan sesuatu gitu nggak? Mau tanya gitu? Timbul pertanyaan nggak? : Timbul. : Kamu berani bertanya nggak pas di dalam? : Berani kak. : Terus pertanyaannya bisa terjawab nggak dengan Cabri itu? : Bisa sih. Soalnya kalau definisi apa titik ke bidang itu paling yang paling kecil kalau kita buat tiga garis atau lebih itu yang paling kecil yang mana gitu. : Oh, jadi bisa dilihat-lihat gitu ya? Terus, jadi menurut kamu pas materi jarak ini susah nggak? : Kalau guru yang nerangin kerena nggak pakai aplikasi susah Karena bingung mbayangin bentuk-bentuknya, mbayangin gambarnya, kalau pas pakai ini kan bisa dilihat. : Ada hal-hal yang mau kamu ungkapin selama pembelajaran nggak?

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 S14 S14 P S14 : : : : Emm..Nggak sih. Kesan-kesannya? Gurunya gokil, unik. Udah itu aja. Hehehe Udah ya? Ya berarti terima kasih ya ….(menyebut nama). Selamat siang. : Siang. Permisi kak. : Ya Transkrip Wawancara Siswa S18 Kelas X PMIIA-4 Nama Siswa S18 P S18 P S18 P S18 P S18 P S18 P S18 P S18 P S18 P S18 P S18 P S18 Transkrip Wawancara : Siang (menyebut nama)? : Siang mbak. : Kemarin udah pembelajaran sama mbak kan? Pas dua minggu terakhir itu? : Ya mbak. : Pasti banyak…(dipotong oleh siswa) : Pembelajarannya sangat asik sekali mbak. : Kamu merasa asiknya dimana? : Ya merasa asiknya soalnya mainan laptop. Haaa : Jadi pas pake program itu ya? : Ya. Program Cabri 3D. haaa.. : Dari situ kamu kok asiknya dari mana? Asiknya pakai? : Ya asiknya tu yo merasa tertantang karena tu pakai cabri 3d tu serasa kayak, piye yo, sulit. Sulit jadi makanya agak tertantang. Makanya asik. Iya. : Dari sulit itu malah kamu tertantang? : Iya. : Terus dari situ kamu timbul pertanyaan-pertanyaan nggak? : Iya. Timbul pertanyaan. Jadi tu ya aku masih bingung jarakjaraknya tu masih belum dong. Njok akhirnya ya Tanya, dan akhirnya yo dikasih tahu dan alhamdullilah akhirnya dong. : Terus ada kesan-kesan nggak selama pembelajaran kemarin? : Kesannya minta maaf karena selama pembelajaran itu ya agak nyuek-nyuekin mbaknya sedikit sama agak ramai. Ya mohon maaf juga saya sebagai ketua kelas, kelasnya sangat ramai dan susah diatur. Tapi ya mohon maaf sekali lagi. : Ya. Nggak papa, dimaafin. : Terima kasih. Terima kasih mbaknya telah memberikan ilmu yang sangat berguna bagi kita semua. Dan saya berterima kasih sangat besar. : Terus ada lagi? : Udah mbak. Udah cukup. Makasih.

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 P S18 P S18 P S18 P S18 : Terus kamu senang nggak selama pembelajaran kemarin? Seneng? : Ya seneng mbak, soalnya ya bisa rame, bisa gojek, bisa main laptop juga. : Untuk menemukan ilmu baru gimana? : Ya sangat senang sekali karena kita bisa belajar kelompok, mengenal cabri 3d itu. : Udah? : Udah. : Ya udah, makasih ya. : Makasih juga mbak, mbak (menyebut nama). Transkrip Wawancara Siswa S10 Kelas X PMIIA-4 Nama Siswa S10 P S10 P S10 P S10 P S10 P S10 P S10 P S10 P Transkrip Wawancara : Siang (menyebut nama)! : Siang mbak (menyebut nama).. : Kemarin kan kita udah pembelajaran bareng ya. Kamu seneng nggak pas diajar sama mbak ita? : Ya senenglah mbak. Tapi pertama-pertamanya tu agak, gimana ya mbak,soalnya kan nggak diajarain, kaya kita disuruh nyari sendiri jadi agak sedikit kesulitan, tapi ya lamalama berjalan lancar dan enak. : Kamu nggak mau ya kalau misalnya disuruh menemukan sendiri itu? : Ya pertamanya sih nggak mau, tapi lama-lama saya sadar, soalnya kalau kayak gitu tu justru malah bisa emm..ingatan kita tu bisa lebih lama gitu lho mbak kalau kita nyari sendiri. : Oh..berarti… Tapi kamu merasa senang pakai yang program kemarin? : Ya kalau dengan hasil yang seperti ini bisa jadi senang mbak. : Oh.. kamu lebih paham nggak kalau dengan bantuan itu? : Alhamdullilah sih lebih paham. : Oh ya.. berarti kamu merasa tertantang nggak untuk menemukan hal-hal yang baru di situ? Misalnya tentang jaraknya yang mana gitu? : Yang jelas lebih tertantang lagi mbak, soalnya kan kita bisa kaya ngutak-ngutik sendiri gitu, kayak nyari-nyarinya. : Bisa membuktikan juga ya? : Iya. : Terus, kamu dilihat-lihat kamu ada les atau apa gitu di luar ya? Kayaknya lebih udah paham duluan, banyak ide-ide baru dari kamu gitu.

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 S10 P S10 P S10 P S10 P S10 P S10 P S10 : Iya kalau les, ada privat sendiri sama guru di rumah, tapi nggak setiap hari. : Tapi udah nyampai ke materi itu? : Ya, alhamdulilah sih sudah. : Oh jadi. Tapi pas diajar sama gurumu itu kamu sebenernya udah ngerti belum yang jarak? : Pertamanya sih belum, tapi dikasih soal suruh ngutak-ngutik sendiri juga. : Ada kesan-kesan nggak selama itu? : Selama ini? : Iya, selama kita berdinamika. : Ya kesan-kesannya sih senang, terus bisa dapat pelajaran baru, dan dapat menemukan-menemukan inovasi-inovasi baru dalam mengerjakan matematika. : Itu saja? Ada tambahan? : Sudah. : Ya. Makasih ya (menyebut nama).Selamat siang. : Makasih mbak (menyebut nama).. Selamat siang. Transkrip Wawancara Siswa S2 Kelas X PMIIA-4 Nama Siswa S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P Transkrip Wawancara : Siang (menyebut nama)! : Siang mbak (menyebut nama)! : Setelah kita berdinamika kemarin, ada hal-hal yang menyenangkan nggak? : Ada. : Apa? : Eee…pembelajarannya asik to mbak, bisa gojek, santai. : Santai..terus? : Yaaa. Udah itu aja. : Terus dari santainya itu kamu tapi belajar nggak? : Ya belajar dikit-dikit. Hehehe. : Ha kemarin kan pakai program itu kan? : Cabri 3D. Iya. : Itu, dengan Cabri 3D tu kamu bisa terbantu nggak? : Jujur nggak mbak. : Nah kenapa? : Kalau jujur aku nggak terbantu tu mbak, aku malah nggak dong kalau pakai Cabri 3D. : Kenapa? : Karena yo mbingungi malahan. : Oh mbingungi?

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 S2 P S2 P S2 P S2 : Iya. : Karena kamu main-main? : Iya mbak. Mungkin karena main-main.Kalau paling kalau serius aku bisa mbak. Hahaha. : Terus kayaknya tadi ada yang nggak paham-paham gitu ya? : Apa? : Ya misalnya untuk yang udah masuk ke hitungan gitu. Kamu emang kesulitan di situ? : Eee..aaa..lumayan. : Hehehe..lumayan gitu? : Iya. : Terus,emm kamu suka nggak pembelajaran yang dimulai dengan ini nanti kamu mencari sendiri, gitu kan kamu merasa nggak kalau disuruh mencari sendiri ilmumu itu? : Merasa. : Terus? : Terus apa ya? Sik apa. Maksude piye yo. Emm merasakan yo kan, piye yo, mbake kan nggak mbilangin suruh nganu sendiri, jadi kan susah. : Kamu suka nggak pembelajaran kaya gitu? : Nggak suka. : Lha nggak sukanya kenapa? : Aku seneng dijelasin dulu mbak. : Lansung dikasih rumus gitu? : Nggak, dijelasin caranya. : Dijelasin caranya? : Iya. Nanti dikasih soal dulu. : Kamu kemarin kayaknya lebih antusias kalau dikasih soal terus daripada menemukan yang pembelajaran sebelumya kan kita nggak pakai soal kan, tapi kita langsung ke bangun terus kamu menganalisis bangun itu. Terus kamu lebih suka kalau dikasih soal? : Iya. : Soal yang udah penerapannya gitu? : Iya. : Malah dikasih soal dulu aku suka mbak. Beneran itu. : Kayaknya kemarin lebih antusias kalau kamu dikasih soal gitu ya? : Iya. : Terus, kesan-kesan selama kita belajar bareng? : Asik gurunya asik. : Terus? : Gampang diajak gojek. Hahaha…santai. Tapi, tapi, tapi agak lumayan nggak dong. Hahaha. Masalahnya nggak memperhatiin mbak.

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 P S2 P S2 : : : : Oh, nggak memperhatiin. Memperhatiin dikit kok mbak. Iya. Makasih ya (menyebut nama). Sama-sama mbak (menyebut nama). Transkrip Wawancara Siswa S22 Kelas X PMIIA-4 Nama Siswa S22 P S22 P S22 P S22 P S22 P S22 P S22 P S22 P S22 P S22 P S22 P S22 P S22 P S22 P S22 P Transkrip Wawancara : Siang (menyebut nama). : Siang mbak. : Kemarin kamu kan udah belajar bareng mbak kan? Inget nggak pembelajaran yang kemarin? : Iya inget. : Proses-prosesnya inget nggak? : Iya inget. : Nah terus kamu hal-hal yang menarik buat kamu apa? : Pas ada gambarnya itu lho mbak. : Gambar apa? : Cabri 3D. : Kamu mainin itu kan? : Iya. : Nah kamu pas mainin itu ngapain aja? : Saya ngotak-ngatik mbak. : Terus kamu kaya dikasih tugas ya? Buat menemukan sesuatu gitu kan? : Iya. : Nah kamu suka nggak kalau pembelajarannya kamu menemukan sendiri seperti itu? : Iya mbak. Suka mbak. : Kenapa? : Soalnya biar bisa mengeksplorasi kubus. : Ya..Terus? Selain itu? : Ya. : Selain itu apa? Selain mengeksplorasi kubus. Terus? : Sama mencari tahu besarnya sudut, panjang sisi. : Berarti kemarin kan materinya jarak, nah menurut kamu materi jarak susah nggak? : Iya mbak, lumayan susah. : Susahnya dimana? : Susahnya, dibagian pemahamannya itu mbak. Sudutnya, panjangnya berapa, perbandingannya, nah itu susah mbak. : Oh..kayak gitu, susahnya disitu. Tapi kamu dengan yang belajar kemarin kamu akhirnya paham nggak?

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 S22 P S22 P S22 P : : : : : : S22 P S22 P : : : : S22 : P S22 P S22 : : : : Iya mbak, paham. Paham? Iya. Terus, kesan-kesan selama kita belajar bareng apa? Asik. Hahaha.. Terus? Yang paling inget apa yang pas pembelajaran kita kemarin? Foto-foto mbak. Hahaha…. Foto-foto? Foto-foto apa? Mas-masnya sering foto-foto. Hahaha.., Itu yang paling diinget? Tapi untuk yang pas mencari ilmunya bareng sama-sama itu? Ya..juga itu, juga kita dibuat kelompok kan dulu. Kita jadi bisa sharing-sharing gitu mbahas soal, jadi ngluarin semua pemikirannya. Udah itu aja? Iya mbak. Makasih ya. Iya. Sama-sama. Tabel Transkrip Wawancara Siswa S29 Kelas X PMIIA-4 Nama Siswa S29 P S29 P S29 P S29 P S29 P S29 P S29 P S29 P Transkrip Wawancara : Selamat siang (menyebut nama)! : Siang mbak. : Kita kan udah belajar bareng kan kemarin tentang jarak? Nah ada yang menarik nggak di pembelajaran itu? : Yang menarik?Apa ya? Iya. : Yang menarik apa? : Emm…itu lho bisa ngutek-ngutek Cabri 3Dnya itu, bisa diutek-utek. Asik. : Asik? Terus dari situ pas ngutek-ngutek itu kamu bisa menemukan hal-hal baru nggak? : Bisa. : Kemarin belajar apa? Tentang apa? : Jarak. : Nah, dari situ kamu bisa menemukan konsep jarak nggak? : Bisa. : Terus, pas selain itu kamu nemuin apa lagi dari program Cabri 3D? : Udah, jarak itu tok. : Berarti kamu ngikutin yang tujuan pembelajarannya kemarin ya buat nyari jarak? Terus kesulitan-kesulitannya apa?

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 S29 P S29 P S29 P S29 P S29 P S29 P S29 P S29 P S29 P S29 P S29 P S29 P S29 P : Kesulitannya pas diaplikasiin disoal. Nggak bisa ngerjain. : Lha kenapa? : Bingung. Soalnya tu gimana ya.Harus butuh logika gitu lho cara nyari-nyarinya. : Tapi pas pakai cabri tu kelihatan kalau itu, tapi pas udah lepas cabrinya jadi bingung lagi? : Iya. : Tapi kalau pakai cabri bisa? : Bisa. : Terus pas pakai cabri tu kan kamu mainan, nah kamu menemukan yang menantang kamu nggak? Ini harusnya gimana, kayak gitu kayak gitu? Menemukan yang menantang kamu, timbul pertanyaan gitu nggak? : Nggak. : Terus, pas itu ka nada yang bisa diputar-putar itu kamu juga nggak mainin itu? Mainin kan? : Mainin. : Lha tapi nggak timbul, ini kok bisa misalnya, jaraknya, yang tadi sebenernya persegi kok kelihatan jajar genjang. Itu kamu timbul pertanyaan kayak gitu nggak? : Enggak e. : Terus berarti Cuma yang sesuai yang mau dicari aja? Gitu ya? : Iya. : Terus kesan-kesan selama pembelajaran kemarin gimana? : Kesannya yo asik, santai. : Terus? : Tapi yo bingung juga. : Bingungnya kenapa? : Itu nggak bisa ngerjain soal, jadi kalau dikasih soal tu bingung nggak bisa njawab. : Oo.. yayaya. Berarti langsung kepenerapannya ya yang masih bingung ya? Tapi konsep jarak tertanam nggak disini? Jarak yang gimana paham tapi? : Paham. : Ya udah gitu aja. Makasih ya (menyebut nama). : Ya makasih. Siang mbak. : Siang. Transkrip Wawancara Siswa S25 Kelas X PMIIA-4 Nama Siswa S25 P S25 Transkrip Wawancara : Siang (menyebut nama). : Siang mbak.

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 P S25 P S25 P S25 P S25 P S25 P S25 P S25 P S25 P S25 P S25 P S25 P S25 P S25 : Kemarin kita udah belajar bareng ya. Terus, kamu gimana perasaannya pas belajar bareng itu? : Ya seneng sih. : Senengnya kenapa? : Soalnya kan ganti guru kan jadi dapet suasana baru. : O gitu ya. Misalnya nggak gurunya nggak ganti tapi misalnya pakai pembelajaran kayak mbak kemarin? : Ya kayaknya seru. : Kamu yang merasa seru yang paling keinget pas pembelajaran apa? : Ya yang pertama kali, apa, pakai Cabri 3D itu lho.Kan baru pertama kali tahu dari mbak. : Oh, kayak gitu. Terus tapi kan disuruh menemukan sendirikan kalian tentang konsep-konsep itu, kalian lebih seneng dikasih rumus apa menemukan konsep kaya gitu? : Dikasih rumus. : Langsung dikasih rumus, kenapa? : Soalnya ya, apa, kalau menemukan kayak gitu nggak semua siswanya bisa menemukan itu lho mbak. Jadi malah jadi yang nggak bisa nemu tu jadi bingung banget tu lho. Jadi mending dikasih rumusnya. : Mending dikasih rumus? Tapi sebenernya kalau misalnya, kamu pas saat itu bisa menemukan nggak? : Ya ada yang bisa ada yang nggak. : O..yang pas bisa menemukan akhirnya kamu lebih inget kalau langsung dikasih rumus apa..? : Ya lebih inget sih. : Lebih inget kalau cari sendiri? : Ya. : Terus pas itu timbul lebih diluar, misalnya kan yang kemarin mau nentuin jarak,, nah misalnya itu diluar itu pertanyaan lain timbul nggak saat main-main itu? : Enggak..hehehe. : Enggak? Jadi fokus ke situ ya? Terus kesan-kesannya selama kita belajar bareng apa ya? : Ya seru aja sih. : Seru, kamu berarti merasa senang saat pembelajaran? : Iya. : Terus ada hal-hal yang misalnya harus dikoreksi itu nggak? : Ya..ya paling itu si mbak, kana pa, belum terbiasa nyari sesuatu sendiri tu lho. Jadinya tu sulit, apa, sulit beradaptsai dengan apa yo, sistemnya yang mencari sendiri itu lho. Jadinya masih, sampai sekarang tu masih kesulitan itu lho, buat apa, buat njawab soal-soalnya.

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 P : Tapi pas itu kan kamu sebenernya mau tanya tapi kamu kayaknya nggak berani ya? Misalnya tanya langsung pas itu, ada. Kenapa kamu kok nggak berani Tanya kayak gitu? : Apa ya? Ya..Bukan nggak berani sih. Cuma apa, kadang tu males juga tu lho mbak kalau misalnya mau tanya-tanya, mending tu nanti aja habis selesai pelajaran tanya ke temen kayak gitu. : Oh, lebih kayak gitu ya? : Hok o. : Nggak langsung pas di situ timbul pertanyaan. Kamu kayak gitu, lebih seneng kalau nanti tanya ke temen. Nah kalau temennya sama-sama nggak bisa gimana? : Ya biasanya sih bisa mbak..hahaha.. : Berarti kamu udah mempercayakan pada temenmu. Oh ya berarti udah gitu aja ya. Makasih ya (menyebut nama). Selamat siang. : Ya sama-sama. S25 P S25 P S25 P S25 Transkrip Wawancara Siswa S28 Kelas X PMIIA-4 Nama Siswa S28 P S28 P S28 P S28 Transkrip Wawancara : : : : : : P : S28 : P : S28 : P : S28 : Siang (menyebut nama). Selamat siang mbak (menyebut nama). Pas kita belajar kemarin, kamu seneng nggak? Seneng sih mbak. Senengnya kenapa? Ya kan pertama kali mbak masuk itu kan udah dikenalin sama Cabri 3D itu lho, padahal kan sebelumnya saya belum tahu jadi kayaknya tu merasa tertarik gitu lho. Menarik gitu lho. Pembelajaran pakai Cabri 3D menarik ya? Terus, yang membuat tertarik yang bagian mananya? Emm bagian pas Cabrinya itu bisa diputar gitu lho mbak, jadi kita bisa lihat, oh ternyata jarak init tu membentuk bidang apa atau bangun ruang apa gitu. Jadi kita bisa tahu gitu. Emm gitu ya? Jadi bisa lebih memvisualkan apa yang disini. Terus, yang kesulitan-kesulitan kamu pakai Cabri? Ada nemuin kesulitan nggak selama itu? Emm..sampai sekarang, soalnya yang mainin tu teman saya mbak, bukan saya, jadi saya nggak ikut ngutek-ngutek kaya gitu. Tapi pas diperhatiin kamu melihat bersama temanmu main kan? Iya.

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 P S28 P S28 P S28 P S28 P S28 P S28 P S28 P S28 : Terus kan itu disuruh menemukan sendiri kan materi jarak itu nah kamu lebih seneng kayak gitu atau langsung dikasih, ini lho jarak tu yang kaya gini. : Sebenernya enak kalau kita bisa menemukan sendiri, soalnya lebih nyantel kayak gitu. : Oh lebih nyantel ya? : Iya. : Terus, timbul pertanyaan kan pas itu? Pas kamu main-main itu? Timbul banyak pertanyaan nggak? : Emm..nggak terlalu sih mbak, paling cuma ini kok bisa jadi kesini tu kok bisa gimana gitu padahal kan awalnya kan belum tahu jarak itu yang gimana tapi kan ternyata oh jarak itu yang harus apa, tegak lurus sama itunya gitu, jadi. : Berarti kamu bisa menemukan konsep sendiri dibantu dengan Cabri itu ya? Terus kamu kok dilihat-lihat nggak pernah ngomong tapi ternyata kamu dilihat dari hasilnya kamu bagus. Nah itu kamu belajar di rumah atau emang udah ngerti pas pembelajaran itu? : Emm.. jadi tu, gimana ya. Kan Bu (menyebut nama) kan kemarin juga pernah, eh, jarak tu, gimana ya, kan dulu juga pernah itu kan mbak yang namanya bidang, terus phythagoras pas SMP tu masih nyantel-nyantel kayak gitu lho, kan juga hampir sama konsepnya cuma kalau ini kan lebih kompleks, jadi ya dikit-dikit masih itulah. : Oh ya, berarti yang pas SMP dulu pembelajarannya kayak apa emangnya? : Kan kalau misal cari limas segitiga itu kan kalau nyari tingginya itu gimana, tapi kan kalau yak an masih kayak konsep jarak itu kan mbak, jadi masih konsep-konsep tegak lurusnya itu masih gitu. : Berarti pas SMP kamu juga perhatiin, berarti masih sampai sekarang juga masih ada gitu ya? Terus, kesan-kesan selama kita belajar apa? : Emm.. menyenangkan gitu aja. : Menyenangkannya dimana? : Ya itu pakai Cabri itu kan jadi paham konsep jaraknya dan yang paling menyenangkan tu kalau dikasih latihan soal-soal itu lho mbak, jadi kan kita bisa, oh kalau soal ini tu caranya tu kayak gini, kita bisa mengenal variasi soalnya tu gimana aja kayak gitu kalau jarak tu. : Oh ya. Tapi maunya dari soal ke langsung ke penyelesaian apa kita buat konsep dulu baru nanti ke masuk ke soal? : Emm..konsep dulu, ngasih soal baru kita nemuin sendiri kaya gitu.

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 P S28 P S28 P : Oh berarti menemukan konsep dulu, terus habis tu masuk ke variasi soal-soal? : Iya. : Berarti itu aja ya, makasih ya (menyebut nama). : Sama-sama mbak. Selamat siang. : Ya.

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 Lampiran B.3 Tabel 4.9 Tanggapan dan Alasan Kuisioner Pertanyaan 1 Pertanyaan : Menurut pendapat Anda, apakah materi tentang jarak pada bangun ruang merupakan materi yang sulit? Siswa Tanggapan Alasan Materi tidak terlalu susah tetapi yang membuat agak S1 Tidak susah adalah harus menggunakan logika yang banyak. S2 Tidak Tidak, karena masih banyak materi yang lebih sulit. Karena harus benar-benar bisa kreatif untuk mementukan S3 Ya jarak pada bangun ruang. Menurutku agak susah. Kurang jelas dengan cara mbak S4 Ya mengajarnya. Hehehe. Itu hanya opini saya. S5 Tidak Tidak ada. Lumayanlah, tergantung pada soalnya dan S6 Ya pembayangannya. Soalnya imajinasi kita harus tinggi, kadang-kadang liat S7 Ya gambarnya kok ruwet, tapi kalau udah dong gambarnya, sebenernya mudah. Ya. Menurut saya materi tentang jarak pada bangun ruang S8 Ya sulit karena menurutku agak rumit. S9 Ya Mbayangin gambarnya susah. Karena kita harus memiliki imajinasi yang tinggi untuk S10 Ya mengerjakan setiap soalnya. S11 Ya Bingung, aneh. S12 Tidak Karena materinya asyik bikin penasaran. Karena mempelajari tentang jarak pada bangun harus S13 Ya kreatif dan pakai logika. Padahal logika dan kreatifitasku ga jalan. S14 Tidak Hanya mengulang banyak prinsip segitiga. S15 Ya Sulit membayangkan gambarnya. Karena menentukan jaraknya agak bingung, melalui garis S16 Ya yang mana? S17 Ya Njelasinnya nggak jelas. Maaf ya. S18 Ya Menurut saya sulit, karena agak sulit untuk memahami. S19 Ya Karena susah dipahami. Materi jarak sudah dipelajari sejak SD tetapi di SMA S20 Tidak lebih dikembangkan dan penyelesainnya menggunakan dasar-dasar yang sudah dipelajari di SD dan SMP. S21 Ya Belum terlalu dong kalau dikerjakan sendiri. Karena menurutku cara mengajarnya kurang jelas mbak, S22 Ya materinya juga rumit. Karena belum diajari, karena selama mbaknya ajarin saya S23 Ya ijin. S24 Ya Perlu banyak imajinasi dan kekreatifan. S25 Ya Kadang tidak bisa membayangkan apa yang digambarkan

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 S26 Ya S27 Ya S28 Ya S29 Ya S30 Tidak S31 Ya S32 Tidak S33 Ya S34 Ya pada soal. Karena terkadang soal-soal yang berhubungan dengan jarak pada bangun ruang membingungkan. Materi tersebut tidak mudah, tidak dapat disepelekan sehinggga memerlukan ketelitian yang mengacu pada soal-soal tersebut. Karena perlu kecermatan dan kesabaran serta ketelitian, harus memahami soal dengan seksama. Karena butuh kreatifitas untuk mencari jarak pada bangun ruang, harus pakai logika, ribet cari jawabannya. Sebenarnya tidak terlalu sulit, tetapi yang membingungkan cara menghitung jarak itu terdapat dimana. Karena membingungkan dan harus bisa berimajinasi. Tetapi sebenarnya jarak ini lebih mudah daripada materimateri lain seperti trigonometri dan sebagainya. Asal mempelajari dasarnya dari yang paling simple, turunan-turunan dari pembelajaran ini dapat dimengerti, walaupun hanya dengan logika, masalahnya yang saya alami adalah sering malas bila menghitung akar-akar. Sebenarnya mungkin mudah tetapi penjelasnnya malah mempersulit, terus muter-muter lagi. Susah memahami gambar. Tabel 4.10 Tanggapan dan Alasan Kuisioner Pertanyaan 2 Pertanyaan : Menurut pendapat Anda, apakah dengan menggunakan program Cabri 3D dapat membantu Anda memahami materi jarak pada bangun ruang? Siswa Tanggapan Alasan Karena dapat membantu menentukan besar sudut dan S1 Ya lebih mudah melihat gambar. S2 Ya Ya. Karena Cabri 3D sangat membantu. Karena dengan program tersebut bisa melihat suatu S3 Ya bangun ruang dari berbagai sisi atau bisa di putar-putar. S4 Tidak Karena saya lebih dong jika dijelaskan dengan manual. Lebih mudah jika prosesnya diperlihatkan dan lebih S5 Tidak mudah kalau dilakukan secara manual, lebih mudah dipahami. Karena lebih jelas daripada, pada gambar yang saya S6 Ya gambar. Soalnya gambarnya bisa diputer-puter dan bisa tambah S7 Ya jelas disetiap sisinya. S8 Ya Ya. Cabri 3D lumayan bisa membantu memahami. Lumayan, tapi tidak punya programnya dan tidak tau cara S9 Ya menggunakannya.

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144 S10 Tidak S11 Ya S12 Ya S13 Tidak S14 Ya S15 Ya S16 Ya S17 S18 Tidak Ya S19 Ya S20 Ya S21 S22 S23 Ya Ya Ya S24 Ya S25 Ya S26 Ya S27 Ya S28 Ya S29 Ya S30 Ya S31 Ya S32 Ya Karena saya belum terlalu bisa menggunakannya dan belum memiliki aplikasinya. Lumayan ada gambarnya. Karena program ini mempermudah siswa membayangkan bangun ruang. Soalnya membosankan. Karena tidak perlu membayangkan gambar kubus dan balok lagi, tapi langsung melihat sekitarnya. Tidak tahu caranya, tidak punya, tetapi lumayan. Karena bisa melihat bangun ruang secara keseluruhan atau kelihatan nyata. Masih sulit dimengerti tetapi pernah ngerti sekali dong. Lumayan membantu. Karena kita dapat melihat dari lebih dari satu sudut pandang. Karena dengan aplikasi tersebut dapat lebih jelas dan seperti nyata dari pada menggambar dikertas untuk coretcoretan. Mudah dipahami. Soalnya ada gambarnya. Karena gambarnya dapat dipahami dengan mudah. Paling tidak lebih baik dari pada tidak ada gambar dan harus menghayal gambar. 50% : 50% memang membantu, tetapi kan tidak efekti, bikin ilustrasinya lama, toh saat ulangan nanti kita tidak bisa menggunakan program tersebut. Dengan menggunakan program tersebut, kita lebih bisa melihat keseluruhan bangun. Lebih mudah dalam memahami bangun, karena berbentuk 3D. Dapat meningkatkan kualitas logika dan penalaran pelajar. Karena kita dapat melihat bangun tersebut dari sisi dan sudut manapun, sehingga kita bisa membayangkan bangun yang sebenarnya. Ya. Karena bisa lebih mudah mendapatkan jarak dari suatu bangun dengan toolbar dari Cabri 3D. Cabri 3D sangat membantu dalam memahami materi jarak pada bangun ruang karena dengan percobaanpercobaan dari Cabri 3D kita dapat mengetahui apa yang dimaksud jarak. Kalau udah ngerti cara menggunakan aplikasinya dan memahami yang ada disitu sebenarnya enak. Tapi kalau belum ngerti cara pakainya jadi susah. Hehehe. Saya merasa program Cabri 3D sangat membantu saya dalam memahami, masalahnya saya belum mampu

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 S33 Ya S34 Tidak mengatur program sesuai yang saya butuhkan, jadi saya hanya melihat gambar atau tampilan aplikasi program Cabri 3D bila ditampilkan di LCD atau laptop teman. Ya lumayan karena data-datanya akurat, sebagai bukti kalau sudut ini sekian, sudut itu sekian dan lain-lain. Karena saya terbisa belajar matematika dengan papan tulis dan tidak terlalu suka belajar matematika dengan Cabri 3D. Tabel 4.11 Tanggapan dan Alasan Kuisioner Pertanyaan 3 Pertanyaan : Menurut pendapat Anda, apakah Anda merasa tertantang untuk menemukan hal baru saat pembelajaran tentang jarak pada bangun ruang dengan memanfaatkan program Cabri 3D? Siswa Tanggapan Alasan Karena dengan Cabri 3D kami mendapat cara-cara baru S1 Ya untuk menyelesaikan soal. S2 Ya Ya, karena Cabri 3D sangat mengasyikan. S3 Tidak Tidak merasa tertantang. S4 Ya Ya. Menurut saya begitu, tapi saya tambah gak dong. S5 Ya Karena kalau mengunakan program lebih sulit dipahami. Karena lebih menarik dan tidak sama dengan biasanya S6 Ya yang hanya mengunakan gambar, karena dengan gambar menurut saya lebih sulit untuk dibayangkan. S7 Tidak Bingung! Menurutku lumayan tertantang untuk menemukan hal S8 Ya baru saat pembelajaran. S9 Tidak Malas. Karena saya dapat menemukan cara-cara baru dalam S10 Ya menyelesaikan soal. S11 Tidak Bingung mau nyari apalagi. S12 Ya Iya, tetapi belum dong mengoprasikan. S13 Ya Soalnya biar bisa mengerjakan soal. S14 Ya Karena saya mengexplore hal-hal baru. S15 Ya Tidak sengaja menemukannya. Karena baru pertama kali mengunakan program Cabri 3D S16 Ya jadi masih penasaran. Tapi gak tertarik, males. Soalnya susah, gak dijelasin S17 Ya dulu. Ya, karena program Cabri 3D sangat agak sulit untuk S18 Ya dipahami, jadi tertantang. S19 Ya Asik aja. Karena materi jarak dapat diaplikasikan ke kehidupan S20 Ya sehari-hari S21 Ya Belum punya softwere nya.

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 S22 S23 S24 Tidak Ya Tidak S25 Ya S26 Ya S27 Tidak S28 Tidak S29 Ya S30 Ya S31 Ya S32 Ya S33 S34 Tidak Ya Bingung. Karena belum pernah memanfaatkannya. Belum fasih pakai Cabri 3D Karena sebelumnya saya belum pernah tahu dan menggunakan program tersebut. Karena baru pertama kali mengetahui dan mengunakan program itu. Tantangan meyelesaikan masalah tentang jarak pada bangun ruang akan lebih dirasakan tanpa menggunakan program Cabri 3D Karena saya tidak paham dengan cara menggunakan program Cabri 3D. Karena soalnya ribet, jadi pingin nyelesaiin soal itu pake cara sendiri. Tapi kok gak ketemu-ketemu ya? :( Karena di Cabri 3D tidak hanya dapat mengetahui jarak tapi juga sudutnya. Dan mungkin masih banyak lagi yang dapat diketahui. Karena ini juga merupakan cara belajar yang baru dan belum pernah aku temui sebelumnya, jadi pengen belajar lebih jauh dan masih penasaran juga sama aplikasinya Jadi banyak yang ingin saya ketahui saat ada program Cabri 3D, karena tingal mengerakan cursor, kita dapat mengetahui banyak hal dengan cepat dan mudah. Bingung banget. Karena saya susah memahami gambar pada Cabri 3D. Tabel 4.12 Tanggapan dan Alasan Kuisioner Pertanyaan 4 Pertanyaan : Menurut pendapat Anda, apakah dengan menggunakan program Cabri 3D dapat membantu Anda me-nyelesaikan soal-soal jarak pada bangun ruang? Siswa Tanggapan Alasan S1 Ya Karena dapat lebih mengerti sudut-sudut dengan jelas. S2 Ya Karena kita dapat mengetahui jarak pada bangun ruang. S3 Ya Karena bisa dilihat dari berbagai sisi. S4 Ya Iyah. Menurut saya juga begitu S5 Tidak Membingungkan. Karena lebih mudah dalam menghubung-hubungkan S6 Ya antara titik dan garis-garis. Ya walaupun pakai Cabri 3D gambarnya tambah jelas, S7 Tidak tapi kalau nggak tahu caranya ya sama aja nggak membantu. Ya dapat membantu menyelesaikan soal-soal tetapi S8 Ya dengan agak susah payah.

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 S9 Ya S10 Ya .S11 S12 Ya Ya S13 Tidak S14 S15 Tidak Ya S16 Ya S17 Ya S18 Ya S19 Ya S20 Ya S21 S22 S23 S24 Ya Ya Ya Ya S25 Ya S26 Ya S27 Ya S28 Ya S29 Ya S30 Ya S31 Ya S32 Ya S33 Ya S34 Ya Tetapi tidak punya Cabri 3D. Karena hasil yang keluar dalam aplikasi tersebut sangat akurat dengan yang sebenarnya. Soalnya kan ada ukurannya. Karena… Karena jadi bingung. Warnanya cuman abu-abu bikin ga semangat. Karena tidak dapat digunakan dalam ulangan. Tidak punya Cabri 3D , juga kurang bisa menggunakan. Karena jaraknya benar-benar kelihatan, sudut-sudutnya juga kalau tegak lurus keliatan 90° Kadang-kadang aja. Ya dapat membantu karena Cabri 3D/ bangun ruangnya terlihat jelas Karena kita dapat melihat lebih dari sudut pandang. Ya, penyelesaian lebih cepat karena ukuran, sudut, dll sudah bisa digunakan secara otomatis. Tidak perlu berimajinasi mbayangin bentuk gambarnya. Soalnya bisa nentuin ukurannya. Karena dapat digunakan untuk mencocokan jawaban. Karena ada opsi yang bisa menunjukan jarak langsung Karena dapat membantu saya, dalam menggambarkan apa yang dimaksud dalam soal. Karena jaraknya terlihat jelas dan sudut-sudutnya juga terlihat. Ketidakmampuan pelajar menggambarkan hal tersebut dapat dibantu menggunakan program Cabri 3D Karena kita dapat melihat dari sudut manapun dan sisi manapun Ya krn kl pake Cabri 3D, pake aja toolbarnya, cari garis yang membentuk siku-siku dan paling pendek ya itulah jaraknya :p Karena kita dapat mengetahui mana yang di maksud jarak yang dimaksud pada sebuah bangun ruang tersebut. Karena jadi bisa membantu untuk membayangkan bentuk banguannya. Tetapi masalahnya males ngitung dan ga bisa jalanin operasi penggunaan Cabri 3D kecuali pas ngerjain kelompok. Langung dilihat “klik” langsung dapat nggak usah ngitung Ya mungkin dapat melihat gambar dengan sudut pandang lain.

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148 Tabel 4.13 Tanggapan dan Alasan Kuisioner Pertanyaan 5 Pertanyaan : Menurut Anda, apakah Anda terlibat aktif dalam pembelajaran tentang jarak pada bangun ruang? Siswa Tanggapan Alasan Aktif atau tidak yang menilai adalah orang lain, S1 Tidak menurutku sih biasa saja. S2 Ya Iya saya gerak terus. Karena cukup bisa menjawab soal-soal dan bertanya pada S3 Ya teman jika belum paham. S4 Ya Iya, terlihat aktif itu menurut pengamatan saya. S5 Ya S6 Tidak Ya biasa saja sih. Aku sih idem yang pinter atau udah dong aja. Tunggu S7 Tidak mereka yang udah dong baru aku tanya ke mereka deh. Hehehe..lebih dong kalau teman yang jelasin biasanya. Saya masih merasa tidak aktif dalam pembelajaran S8 Tidak tersebut. S9 Tidak Karena kelihatannya begitu. Karena saya dan teman-teman selalu mengerjakan dengan S10 Ya bersama-sama. S11 Ya Kadang iya kadang enggak. S12 Ya Asik banget. S13 Tidak Karena aku selalu mengantuk. S14 Ya Karena berani mengajukan pendapat saya. S15 Ya Saya pernah maju menjelaskan. Karena kadang mengerjakan tugas tetapi bertanya-tanya, S16 Ya tetapi kadang aktif kadang enggak. Tapi sebenarnya males banget. Maaf ya mbak S17 Ya sebelumnya, tapi ini bener jujur semua jawabannya. S18 Tidak Saya masih ramai dan kurang perhatian. S19 Ya Paling heboh. Ya, karena saya yang bawa laptop dan saya bisa S20 Ya mempelajari dan menggunakannya di rumah. S21 Ya Selalu memperhatikan, ikut mencoba 3D Cabri. S22 Kadang iya kadang enggak. S23 Tidak Karena belum memahami atau belum mengerti. S24 Saya tidak selalu aktif dan tidak terlalu pasif juga. Saya masih kurang mengerti materi tersebut. Sehingga S25 Tidak saya hanya terlihat pasif dalam pembelajaran. Karena terlibatnya diwaktu-waktu tertentu. Kalau sedang S26 mengerjakan soal juga. Pertemuan yang saya lakukan hanya dua kali, dengan S27 Tidak tidak melakukan pertemuan selama masa dua hari dari seluruh jumlah pertemuan yang berjumlah empat kali.

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149 S28 Ya S29 Tidak S30 Tidak S31 Tidak S32 Tidak S33 Ya S34 Ya, tetapi kurang, hanya sedikit, tidak seluruhnya memperhatikan. Tidak, karena bingung mau ngomong apa? Belum mudeng juga. Kadang-kadang waktu jam ini ngantuk banget dan emang dasarnya nggak terlalu suka sama matematika. Saya terbiasa mendengarkan dengan cara saya sendiri, bila tidak mengerti baru saya bertanya-tanya pada teman saya. Tanya terus karena nggak dong-dong maksudnya mbaknya. Huh. Tidak tahu. Tabel 4.14 Tanggapan dan Alasan Kuisioner Pertanyaan 6 Pertanyaan : Menurut Anda, apakah Anda mampu dan mau menyampaikan pendapat atau pertanyaan saat pembelajaran tentang jarak pada bangun ruang? Siswa Tanggapan Alasan S1 Ya Lebih sering kepada teman. S2 Ya Iya karena malu bertanya sesat di jalan. Karena saat ditanya beberapa soal mengenai jarak saya S3 Ya mencoba untuk bisa menjawabnya dan mengemukakan pendapat saya. S4 Ya Iyah mungkin saya bisa. S5 Ya Tidak ada. S6 Ya Mungkin belum. Soalnya aku kadang masih bingung gimana caranya, S7 Ya menyelesaikan soal-soal yang sulit terpampang dihadapanku. S8 Tidak mau menyampaikan karena tidak pintar S9 Tidak menyampaikan. Karena saya dapat menyampaikan pendapat saya kepada S10 Ya teman-teman saya yang lain. S11 Ya Karena merasa kesulitan kan membantu. S12 Tidak Karena yang lain udah pada rame. S13 Ya Karena pertanyaan yang membingungkan. S14 Ya Berani S15 Ya Karena bingung dan tidak tahu. Karena pertanyaannya sudah dimengerti atau sudah tahu S16 Ya jawabannya. Tapi, mbaknya bikin males, nggak asik. Maafnya. Lebih S17 Ya seneng sama Isma. S18 -

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150 S19 Ya S20 Ya S21 S22 S23 S24 S25 S26 S27 S28 Ya S29 Ya S30 Tidak S31 Tidak S32 Ya S33 Ya S34 Ya Ya Ya Tidak Ya Ya Ya Jika memungkinkan. Karena saya tidak tahu alasannya apa dan saya orangnya sok tahu. Karena masih belum mengerti jadi banyak tanya. Kadang ya kadang tidak. Karena pengen nge-dong jadinya berani bertanya. Kalau bingung atau kesuliatan, ya saya bertanya. Saya diam saja. Soalnya sudah bertanya dan sudah tahu jawabannya. Tidak alasan untuk tidak menyampaikan pendapat. Kadang-kadang, tetapi biasanya tidak paham. Mampu, sedikit-sedikit. Tapi kadang rada males, paling cuma berpendapat dan bertanya sama teman sebangku, yang lebih bisa. Bingung mau tanya apa. Kalau jam-jam pembelajaran lain kayaknya masih tidak. Hehe. Cuma sekali-sekali tanya tapi kalau buat maju jawab pertanyaan belum.hehe. Saat saya memiliki pendapat dan pertanyaan, saya pasti langsung bertanya. Seperti yang telah saya tulisa pada pertanyaan sebelumnya. Karena saya pernah bertanya. Tabel 4.15 Tanggapan dan Alasan KuisionerPertanyaan 7 Pertanyaan : Apakah Anda merasa senang saat pembelajaran tentang jarak pada bangun ruang? Siswa Tanggapan Alasan Karena mendapat pelajaran baru dan cara mengerjakan S1 Ya soal yang baru S2 Ya Iya, karena bangun ruang mengasikan Karena menjadi lebih mengerti bagaimana menyelesaikan S3 Ya soal tentang jarak pada bangun ruang. S4 Tidak Tidak. Flat saja, malah bingung Lumayan senang karena di akhir pelajaran ditunjukan S5 Ya proses menggambarnya jadi mudah diterima. Tergantung suasana hati dan mood. Kadang ya kadang S6 Ya tidak. Hampir semua pelajaran semua materinya biasa aja. S7 Tidak Nggak ada yang special. (sampai saat ini ). NB : mungkin bisa berubah suatu saat nanti S8 S9 Ya Lumayan S10 Ya Karena daya dapat melatih imajainasi sambil berdiskusi

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151 S11 S12 S13 S14 S15 Ya Ya Tidak Ya Ya S16 Tidak S17 Ya S18 S19 Ya S20 Ya S21 S22 S23 S24 Ya Ya Ya Ya S25 Tidak S26 S27 S28 Tidak Ya Ya S29 Tidak S30 Ya S31 Ya S32 Ya S33 S34 Tidak Ya dengan teman-teman saya. Nggak ada sin cos tan lumayanlah. Lumayan tapi hehe. Karena sulit dan susah dimengerti Gurunya gokil. Luamyan pelajarannya tidak terlalu jenuh Karena agak kurang memahami gambarnya. Kadang bingung Tapi lebih senang sama bu Isma. Maaf ya…ini jujur bangettt. Kelasnya gayeng heboh seru. Ya, karena dipaksa untuk mempelajari sendiri bukan dijelaskan oleh guru. Materinya ringan. Tiding tegang. Soalnya saya merasa senang. Soanya ngajarnya asik dan seru. Ada media baru . lumayan refresing dari buku-buku. Karena materinya sulit dipahami, jadi saya malas,, hehe… Karena materinya susah kadang-kadang bingung Proses pembelajaran dilakukan secara interaktif Tapi kurang. Biasa-biasa saja Karena belum mudeng jadi bingung. Mau gimana, jadi kayak beban kalo nggak bisa ngerjainnya :( Karena kita dapay mengetahui hal-hal yang baru Lebih mudah dari pelajaran-pelajaran lainya dan juga aplikasinya bikin lebih enak hehe… Setidaknya jauh lebih mudah dari pelajaran matematika wajib semester 1, kayak ngulang pelajaran SD dan SMP jadi makin mudah dengan banyak latihan bareng. Pembelajaran dan pengajarannya tidak menarik. Menambah ilmu baru.

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN C 152

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153 Lampiran C.1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SMA N 2 Yogyakarta Mata Pelajaran : Matematika-Wajib Kelas/Semester : X/2 Materi Pokok : Jarak Titik ke Titik, Jarak Titik ke Garis, Jarak Titik ke Bidang Alokasi Waktu : 2 × 45 menit A. Tujuan Pembelajaran Melalui kegiatan diskusi dan pembelajaran kelompok dalam pembelajaran jarak titik ke titik, jarak titik ke garis, dan jarak titik ke bidang ini diharapkan siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran dan bertanggungjawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik, serta dapat 1. Menentukan jarak titik ke titik serta masalah nyata yang berkaitan dengan jarak titik ke titik. 2. Menentukan jarak titik ke garis serta masalah nyata yang berkaitan dengan jarak titik ke garis. 3. Menentukan jarak titik ke bidang serta masalah nyata yang berkaitan dengan jarak titik ke bidang. B. Kompetensi Dasar 2.1. Memiliki motivasi internal, kemampuan bekerjasama, konsisten, sikap disiplin, rasa percaya diri, dan sikap toleransi dalam perbedaan strategi berpikir dalam memilih dan menerapkan strategi menyelesaikan masalah. 2.2. Mampu mentransformasi diri dalam berpilaku jujur, tangguh mengadapi masalah, kritis dan disiplin dalam melakukan tugas belajar matematika. 2.3. Menunjukkan sikap bertanggungjawab, rasa ingin tahu, jujur dan perilaku peduli lingkungan. 3.13. Memahami konsep jarak dan sudut antar titik, garis dan bidang melalui demonstrasi menggunakan alat peraga atau media lainnya. 4.13. Menggunakan berbagai prinsip bangun datar dan ruang serta dalam menyelesaikan masalah nyata berkaitan dengan jarak dan sudut antara titik, garis dan bidang. C. Indikator Pencapaian 1. Terlibat aktif dalam pembelajaran jarak antara titik dan bidang, jarak antara dua garis yang sejajar serta jarak antara dua bidang yang sejajar.

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154 2. Bekerjasama dalam kegiatan kelompok. 3. Toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif. 4. Menjelaskan kembali pengertian jarak titik ke titik, jarak titik ke garis, dan titik ke bidang serta masalah nyata yang berkaitan dengan jarak titik ke titik, jarak titik ke garis, dan jarak titik ke bidang. 5. Terampil menerapkan konsep jarak dalam menyelesaikan masalah nyata yang berkaitan dengan jarak titik ke titik, jarak titik ke garis, dan jarak titik ke bidang. D. Materi Pembelajaran 1. Jarak Titik ke Titik 2. Jarak Titik ke Garis 3. Jarak Titik ke Bidang E. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran ceramah, tanya jawab dan diskusi kelompok. Pendekatan pembelajaran adalah pendekatan saintifik (scientific) menggunakan kelompok diskusi yang berbasis masalah (problem-based learning). F. Media Pembelajaran 1. Software CABRI 3D 2. LKS 3. Lembar penilaian G. Sumber Belajar 1. Buku Guru Kelas X 2. Buku Siswa Kelas X H. Langkah-langkah Pembelajaran Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu Pendahuluan 1.Guru memberikan gambaran tentang pentingnya 10 memahami jarak titik ke titik, jarak titik ke garis, dan menit jarak titik ke bidang. 2.Sebagai apersepsi untuk mendorong rasa ingin tahu dan berpikir kritis, siswa dihadapkan permasalahan tentang dua titik, titik dan garis, serta titik dan bidang melalui demonstrasi Cabri 3D. 3.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai yaitu jarak titik ke titik, jarak titik ke garis, dan jarak titik ke bidang.

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155 Inti Mengamati : 1.Guru memberikan permasalahan tentang jarak titik ke titik, jarak titik ke garis, jarak titik ke bidang dengan demonstrasi Cabri 3D. 2.Siswa mengamati dan guru mengarahkan siswa untuk menentukan jarak titik ke titik, jarak titik ke garis, atau jarak titik ke bidang. Menanya : 3.Guru mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan tentang apa yang diamati. 4.Jika siswa mengajukan pertanyaan, guru memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk menanggapi atau menjawab pertanyaan tersebut. 75 Mengeksplorasi : 5.Guru menyuruh siswa untuk mengumpulkan informasi Menit mengenai jarak titik ke titik dari berbagai sumber. 6.Guru mendorong siswa untuk menyampaikan pendapatnya mengenai jarak. Mengasosiasikan : 7.Siswa menganalisis dan menghubungkan informasi yang telah diperolehnya. 8.Siswa membuat kesimpulan tentang jarak titik ke titik. Mengkomunikasikan : 9.Siswa menyampaikan kesimpulan tentang jarak titik ke titik dan guru memberikan penegasan. 10.Siswa mengerjakan soal latihan secara individu, dan selama siswa mengerjakan soal latihan guru melakukan pengamatan untuk melakukan penilaian ketrampilan siswa terkait dengan jarak titik, garis dan bidang. 11.Guru mengumpulkan pekerjaan siswa. Penutup 1.Siswa diminta menyimpulkan tentang bagaimana 5 menit menentukan jarak titik ke titik, jarak titik ke garis, dan titik ke bidang. 2.Dengan bantuan presentasi komputer, guru menayangkan apa yang telah dipelajari dan disimpulkan mengenai jarak titik ke titik, jarak titik ke garis, dan titik ke bidang. 3.Guru memberikan tugas PR beberapa soal mengenai penerapan jarak titik ke titik, jarak titik ke garis, dan titik ke bidang. 4.Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan untuk tetap belajar.

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156 I. Penilaian 1. Prosedur Penilaian No Aspek yang dinilai 1. Sikap a. Terlibat aktif dalam pembelajaran jarak titik ke titik, jarak titik ke garis, dan titik ke bidang b. Toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif. 2. Pengetahuan 3. Menjelaskan kembali pengertian jarak titik ke titik, jarak titik ke garis, dan titik ke bidang Keterampilan Terampil menerapkan konsep jarak dalam menyelesaikan masalah nyata yang berkaitan jarak titik ke titik, jarak titik ke garis, dan titik ke bidang. Teknik Penilaian Pengamatan Waktu Penilaian Selama pembelajaran dan saat diskusi Pengamatan dan tes Penyelesaian tugas individu Pengamatan Penyelesaian tugas (baik individu maupun saat diskusi) 2. Instrumen Penilaian Tes tertulis 1. Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 6 cm. Titik P, Q, dan R berturut-turut terletak pada pertengahan garis AB, BC, dan bidang ADHE. Tentukan jarak dari titik P ke titik R dan jarak dari titik Q ke titik R! 2. Diketahui limas segi empat beraturan T.ABCD, dengan AB =BC = √ cm dan TA = 13 cm. Cari jarak titik A ke garis TC! 3. Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 6 cm. Tentukan jarak antara titik B ke bidang ACF. 4. Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 48 cm. Tentukan jarak antara titik E ke bidang BDG.

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SMA N 2 Yogyakarta Mata Pelajaran : Matematika-Wajib Kelas/Semester : X/2 Materi Pokok : Jarak Garis dan Bidang yang Sejajar Alokasi Waktu : 2 × 45 menit A. Tujuan Pembelajaran Melalui kegiatan diskusi dan pembelajaran kelompok dalam pembelajaran jarak antara dua garis sejajar dan jarak antara dua bidang sejajar ini diharapkan siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran dan bertanggungjawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik, serta dapat 1. Menentukan jarak antar dua garis sejajar serta masalah nyata yang berkaitan dengan jarak antara dua garis dan dua bidang yang sejajar. 2. Menentukan jarak antar dua bidang yang sejajar serta masalah nyata yang berkaitan dengan jarak antara dua garis dan dua bidang yang sejajar. B. Kompetensi Dasar 2.1. Memiliki motivasi internal, kemampuan bekerjasama, konsisten, sikap disiplin, rasa percaya diri, dan sikap toleransi dalam perbedaan strategi berpikir dalam memilih dan menerapkan strategi menyelesaikan masalah. 2.2. Mampu mentransformasi diri dalam berpilaku jujur, tangguh mengadapi masalah, kritis dan disiplin dalam melakukan tugas belajar matematika. 2.3. Menunjukkan sikap bertanggungjawab, rasa ingin tahu, jujur dan perilaku peduli lingkungan. 3.13. Memahami konsep jarak dan sudut antar titik, garis dan bidang melalui demonstrasi menggunakan alat peraga atau media lainnya. 4.13. Menggunakan berbagai prinsip bangun datar dan ruang serta dalam menyelesaikan masalah nyata berkaitan dengan jarak dan sudut antara titik, garis dan bidang. C. Indikator Pencapaian 1. Terlibat aktif dalam pembelajaran jarak antara titik dan bidang, jarak antara dua garis yang sejajar serta jarak antara dua bidang yang sejajar. 2. Bekerjasama dalam kegiatan kelompok. 3. Toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158 4. Menjelaskan kembali pengertian jarak antara dua garis sejajar dan jarak antara dua bidang sejajar serta masalah nyata yang berkaitan dengan jarak antara dua garis sejajar dan jarak antara dua bidang sejajar. 5. Terampil menerapkan konsep jarak untuk menentukan jarak antar dua garis sejajar dan jarak antar dua bidang yang sejajar serta masalah nyata yang berkaitan dengan jarak antara dua garis dan dua bidang yang sejajar. D. Materi Pembelajaran 1. Mengingat kembali jarak antara dua titik, jarak antara titik dan garis, dan jarak antara titik dan bidang. a. Jarak antara Titik dan Titik b. Jarak antara Titik dan Garis c. Jarak antara Titik dan Bidang 2. Jarak Dua Garis Sejajar 3. Jarak antara Garis dan Bidang yang Sejajar E. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran ceramah, tanya jawab dan diskusi kelompok. Pendekatan pembelajaran adalah pendekatan saintifik (scientific) menggunakan kelompok diskusi yang berbasis masalah (problem-based learning). F. Media Pembelajaran 1. Software CABRI 3D 2. LKS 3. Lembar penilaian G. Sumber Belajar 1. Buku Guru Kelas X 2. Buku Siswa Kelas X H. Langkah-langkah Pembelajaran Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu Pendahuluan 1. Guru memberikan gambaran tentang pentingnya 10 memahami jarak antara dua garis dan antara dua bidang menit yang sejajar. 2. Sebagai apersepsi untuk mendorong rasa ingin tahu dan berpikir kritis, siswa dihadapkan permasalahan tentang dua garis sejajar dan bidang sejajar melalui demonstrasi Cabri 3D. 3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159 dicapai yaitu jarak antara dua garis yang sejajar dan antara dua bidang yang sejajar. Inti Penutup 1. Siswa mengamati permasalahan tentang dua garis 75 sejajar, garis dan bidang yang sejajar, serta bidang menit sejajar melalui demonstrasi Cabri 3D. 2. Guru memberi scaffolding dengan mengingatkan siswa tentang jarak titik ke unsur lainnya. 3. Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok dengan tiap kelompok terdiri atas 4 siswa. Mengamati : 4. Tiap kelompok mendapat tugas untuk mengerjakan LKS dan siswa telah mendapat file peragaan Cabri 3D. 5. Siswa mengamati permasalahan yang ada dalam LKS menggunakan Cabri 3D. Menanya : 6. Guru mendampingi dan mendorong siswa dalam kelompok untuk mengajukan pertanyaan tentang apa yang diamatinya. Mengeksplorasi : 7. Guru menyuruh siswa untuk mengumpulkan informasi mengenai jarak antara dua garis yang sejajar, jarak garis dan bidang yang sejajar, jarak antara dua bidang yang sejajar dari berbagai sumber. Mengasosiasikan : 8. Siswa menganalisis dan menghubungkan informasi yang telah diperolehnya. 9. Siswa membuat kesimpulan. Mengkomunikasikan : 10. Salah satu kelompok diskusi (tidak harus yang terbaik) diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya ke depan kelas. Sementara kelompok lain, menanggapi dan menyempurnakan apa yang dipresentasikan. 11.Dengan tanya jawab, guru mengarahkan semua siswa pada kesimpulan mengenai jarak antara dua garis yang sejajar, berdasarkan hasil review terhadap presentasi salah satu kelompok. 12.Guru mengumpulkan semua hasil diskusi tiap kelompok. 13.Siswa mengerjakan soal latihan secara individu, dan selama siswa mengerjakan soal latihan guru melakukan pengamatan untuk melakukan penilaian ketrampilan siswa terkait dengan jarak garis dan bidang yang sejajar. 14.Guru mengumpulkan pekerjaan siswa. 1. Siswa diminta menyimpulkan tentang bagaimana 5 menit menentukan jarak antara dua garis sejajar, jarak antara

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160 garis dan bidang yang sejajar, serta jarak antara dua bidang yang sejajar. 2. Dengan bantuan presentasi komputer, guru menayangkan apa yang telah dipelajari dan disimpulkan mengenai jarak antara dua garis sejajar, jarak antara garis dan bidang yang sejajar, serta jarak antara dua bidang yang sejajar. 3. Guru memberikan tugas PR beberapa soal mengenai penerapan jarak antara dua garis sejajar, jarak antara garis dan bidang yang sejajar, serta jarak antara dua bidang yang sejajar. 4. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan untuk tetap belajar. I. Penilaian 1. Prosedur Penilaian No Aspek yang dinilai 1. Sikap c. Terlibat aktif dalam pembelajaran jarak antara dua garis sejajar, jarak antara garis dan bidang yang sejajar, serta jarak antara dua bidang yang sejajar. d. Bekerjasama dalam kegiatan kelompok. e. Toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif. 2. Pengetahuan Menjelaskan kembali pengertian jarak antara dua garis sejajar, jarak antara garis dan bidang yang sejajar, serta jarak antara dua bidang yang sejajar. Teknik Penilaian Pengamatan Pengamatan dan tes Waktu Penilaian Selama pembelajaran dan saat diskusi Penyelesaian tugas individu dan kelompok

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161 No Aspek yang dinilai 3. Keterampilan Terampil menerapkan konsep jarak dalam menyelesaikan masalah nyata yang berkaitan dengan jarak antara dua garis sejajar, jarak antara garis dan bidang yang sejajar, serta jarak antara dua bidang yang sejajar. Teknik Penilaian Pengamatan Waktu Penilaian Penyelesaian tugas (baik individu maupun kelompok) dan saat diskusi) 2. Instrumen Penilaian Tes tertulis 1. Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 6 cm. Titik S dan R berturut-turut adalah pusat bidang EFGH dan ABCD. Tentukan jarak antara garis RF dan DS! 2. Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 12 cm. Titik P terletak pada pertengahan rusuk AE, titik Q pada pertengahan bidang EFGH, titik M terletak pada pertengahan garis CG, dan titik N pada pertengahan bidang ABCD. Tentukan jarak antara garis MN dan bidang PFH! 3. Diketahui balok ABCD.EFGH dengan panjang 6 cm, lebar 7 cm dan tinggi 8 cm. Tentukan jarak antara bidang DAEH ke bidang CBFG, jarak bidang ABFE ke bidang DEGH, dan jarak bidang ABCD ke bidang EFGH!

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162 Lampiran C.2

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164 Lampiran C.3

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166 Lampiran C.4

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168 Lampiran C.5

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN D 170

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171

(189)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
1
15
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi
0
0
81
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
130
PENGARUH PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PENEMUAN PADA POKOK BAHASAN LENSA TIPIS TERHADAP MINAT, KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR DI KELAS X SMA BOPKRI II YOGYAKARTA Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Progra
0
0
98
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
123
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
121
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
138
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
100
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
1
148
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
132
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
103
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
3
153
PENINGKATAN PEMAHAMAN MATERI PENGUKURAN DENGAN METODE PEMBELAJARAN JIGSAW II PADA SISWA KELAS X SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
191
DESKRIPSI TINGKAT KEMANDIRIAN BELAJAR SISWI-SISWI SMA STELLA DUCE 2 YOGYAKARTA YANG TINGGAL DI ASRAMA PADA TAHUN AJARAN 20132014 Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling
0
0
111
PENERAPAN PENDEKATAN ILMIAH DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SUB POKOK BAHASAN LUAS PERMUKAAN KUBUS DAN BALOK DI KELAS VIII-D SMP XAVERIUS PRINGSEWU LAMPUNG TAHUN AJARAN 20132014 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana
0
5
154
Show more