Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII A SMP N 1 Jogonalan Klaten pada materi ekosistem - USD Repository

Gratis

0
3
291
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII A SMP N 1 JOGONALAN KLATEN PADA MATERI EKOSISTEM SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Oleh : Indah Ayu Pradini NIM : 101434033 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII A SMP N 1 JOGONALAN KLATEN PADA MATERI EKOSISTEM SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Oleh : Indah Ayu Pradini NIM : 101434033 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Ku Persembahkan Karya Ini Untuk : Allah SWT yang telah mendampingi dalam setiap langkah dan usahaku, ini adalah sedikit dari hasil kerja kerasku sebagai ungkapan syukur kepadaMu atas apa yang telah Kau berikan kepadaku. Kedua Orang Tuaku Bapak Eddy Sulaksono dan Ibu Nanik Kuswandari yang selalu memberikan rasa cinta, dukungan, doa dan pengarahan kepadaku Kedua adikku tersayang Shinta Dinia Kautaman dan Klarisa Yuzar Mahardika yang selalu menjadi motivasiku agar memberikan sesuatu yang terbaik untuk keluarga Teman – teman seperjuanganku dari Pendidikan Biologi 2010 yang telah memberikan dukungan dan pengalaman yang luar biasa iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Motto “Sungguh bersama kesukaran ada keringanan karena itu bila kau telah selesai (mengerjakan yang lain). Dan kepada Tuhan berharaplah. (Q.S Al Insyirah : 6-8)”. “Think big, feel strong, and pray hard for deep heart”. v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII A SMP N 1 JOGONALAN KLATEN PADA MATERI EKOSISTEM Indah Ayu Pradini Universitas Sanata Dharma 2014 Rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa tahun pembelajaran 2012/2013 pada materi ekosistem, disebabkan siswa tidak dilibatkan secara aktif dan kurang diberi tanggung jawab dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII A SMP N 1 Jogonalan Klaten pada materi ekosistem dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT). Subyek penelitian adalah siswa Kelas VII A SMP N 1 Jogonalan Klaten semester genap tahun pembelajaran 2013/2014 dengan jumlah siswa sebanyak 42 siswa. Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan kelas Kemmis dan McTaggart, setiap siklus penelitian meliputi beberapa tahapan berulang meliputi tahap-tahap: perencanaan, pelaksanaan,observasi, dan refleksi.Penelitian ini menggunakan dua macam instrumen sebagai alat untuk mengumpulkan data yakni instrumen pembelajaran dan instrumen pengumpulan data. Instrumen pembelajaran yang digunakan adalah silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, dan lembar kerja siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner, soal tes, lembar observasi, dan wawancara. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah pencapaian hasil belajar aspek kognitif sebesar 47,62%, aspek afektif sebesar 50%, dan aspek psikomotor sebesar 50% pada siklus I. Dan pada siklus II hasil belajar aspek kognitif menjadi sebesar 76,19%, aspek afektif sebesar 78,57%, dan aspek psikomotor sebesar 78,57%. Hasil motivasi awal sebesar 88,1% siswa memiliki motivasi belajar tinggi dan sangat tinggi, dan 97,62% siswa memiliki motivasi belajar akhir tinggi dan sangat tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa kelas VIIA SMP N 1 Jogonalan Klaten pada materi ekosistem. Kata Kunci : Motivasi belajar, hasil belajar, model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT APPLICATION OF COOPERATIVE LEARNING METHOD GAMES TEAM TOURNAMENT (TGT) TYPE TO IMPROVE MOTIVATION AND STUDENTS LEARNING OUTCOMES OF JOGONALAN JUNIOR HIGH SCHOOL KLATEN GRADE VII CLASS A IN SUBJECT MATERIALS OF ECOSYSTEM Indah Ayu Pradini Sanata Dharma University 2014 Low motivation and learning outcomes students of 2012/2013 in subject materials of ecosystem caused students not actively involved and less given responbility in the learning activities. Therefore,this research has it’s purpose to increase motivation and learning outcomes of students grade VII class A Jogonalan Junior High School Klaten on ecosystems material by applying cooperative learning model Team Games Tournament (TGT). Subjects in this study are students of grade VII class A of Jogonalan Junior High School Klaten in second semester of 2013/2014.The number of students learning were as many as 42 students. This study uses action research of Kemmis and McTaggart. Each cycle includes several stages of research consisting of recurrent stages: planning, implementation, observing, and reflection. The results are used to determine the level of reflection changes and the level of achievement indicators that have been set. This study used two kinds of instruments as a means to collect data that is learning the instrument and the data collection instruments. The instrument used was a learning syllabus, lesson plan and student worksheets. The data collection instrument used was a questionnaire, test questions, observation sheets, and interviews. The results of this research is the achievement of learning outcomes by 47.62% cognitive aspect, affective aspect by 50%, and psychomotor aspects by 50% in cycle I. And the second cycle of cognitive learning outcomes amounted to 76.19%, affective aspects amounted to 78.57%, and 78.57% for psychomotor aspects. The results of the initial motivation for 88.1% of students have high motivation to learn and very high, and 97.62% of students have high motivation to learn and very high end. Based on the results of this study concluded that cooperative learning model Team Games Tournament (TGT) can enhance learning motivation and students learning outcomes grade VII class A of Jogonalan Junior High School Klaten on ecosystems material. Keywords: Motivation to learn and learning outcomes, method of cooperative learning Team Games Tournament (TGT) type ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah member rahmat dan karunia yang luar biasa melimpah, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik berkat doa, bimbingan, bantuan, dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak sebagai berikut. 1. Allah SWT yang telah memberikan hidup, sumber kekuatan dan selalu melindungi penulis dari lahir hingga detik ini 2. Bapak Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D selaku Rektor Univeritas Sanata Dharma 3. Bapak Rohandi, Ph.D selaku Dekan FKIP Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan ijin penelitian 4. Bapak Drs. A. Tri Priantoro, M. For. Sc selaku Ketua Prodi Pendidikan Biologi 5. Ibu Ika Yuli Listyarini, M.Pd selaku dosen pembimbing yang telah memberi bimbingan dan arahan dalam rangka penyelesaian skripsi ini 6. Segenap dosen dan karyawan program studi pendidikan biologi yang dengan tulus dan sabar membagikan ilmu dan membimbingpenulis 7. Bapak Zaipudin Arahim, S.Pd.M.Pd selaku Kepala SMP Negeri 1 Jogonalan Klaten yang telah memberikan ijin penelitian 8. Bapak Ludovicus Winda Mawardana selaku Guru Mata Pelajaran IPA kelas VIIA yang telah meberikan bantuan, bimbingan dan meluangkan waktu selama pelaksanaan penelitian 9. Siswa kelas VIIA SMP N 1 Jogonalan Klaten yang telah berpartisipasi selama pelaksanaan penelitian 10. Kedua orang tua tercinta, Bapak Eddy Sulaksono dan Ibu Nanik Kuswandari yang senantiasa mendoakan, mendukung, dan mengarahkan penulis serta sebagai sumber motivasi utama peneliti dalam penyelesaian skripsi 11. Kedua adik tersayang, Shinta Dinia Kautaman dan Klarisa Yuzar Mahardika yang selalu memberikan dukungan dan semangat kepada penulis x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12. Pakde Dwi Mulyatma dan Bude Wisnandari selaku orang tua kedua yang selalu mengarahkan dan memberi nasihat kepada penulis 13. Sahabat-sahabat tercinta Fransiska Novita Surya Dewi, Sisilia Anita Adan, Ardy Wicaksono, Adela Natalia Ambon, Alexander Tetuko, Devi Ayu Susilowati, Zahra Baety Mauludya, dan Sandri Dwi Listiyani yang telah membantu, memberi dukungan, dan inspirasi kepada penulis selama menempuh studi 14. Teman-teman Pendidikan Biologi 2010 yang telah memberikan semangat, dukungan, dan pengalaman yang luar biasa kepa penulis 15. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Terima kasih untuk bantuannya dalam penyusunan dan penyelesaian skripsi ini Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk dapat meyempurnakan skripsi ini. Penulis berharap semoga apa yang tertulis dalam skripsi ini dapat berguna bagi para pembaca. Yogyakarta, 8 Agustus 2014 Penulis (Indah Ayu Pradini) xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman Judul .................................................................................................... i Halaman Persetujuan Pembimbing ....................................................................ii Halaman Pengesahan ........................................................................................iii Halaman Persembahan...................................................................................... iv Motto.................................................................................................................. v Pernyataan Keaslian Karya ............................................................................... vi Pernyataan Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah ..............................................vii Abstrak ............................................................................................................viii Abstract ............................................................................................................. ix Kata Pengantar ................................................................................................... x Daftar Isi .........................................................................................................xii Daftar Lampiran.............................................................................................. xiv Daftar Tabel .................................................................................................... xvi Daftar Gambar................................................................................................xvii BAB I : PENDAHULUAN .............................................................................. 1 A. Latar Belakang Masalah......................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ................................................................................. 5 C. Batasan Masalah ................................................................................... 5 D. Tujuan Penelitian .................................................................................. 6 E. Manfaat Penelitian ................................................................................ 6 BAB II : KAJIAN PUSTAKA ........................................................................ 8 A. Belajar ................................................................................................... 8 B. Pembelajaran ......................................................................................... 9 C. Hasil Belajar ........................................................................................ 10 D. Motivasi .............................................................................................. 17 E. Model Pembelajaran ............................................................................ 27 F. Model Pembelajaran Kooperatif ......................................................... 28 G. Team Games Tournament (TGT) ........................................................ 30 H. Materi pembelajaran Ekosistem........................................................... 34 I. Pembelajaran Materi Ekosistem dengan Team Games Tournament (TGT) ................................................................................................... 34 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI J. Jenis Penelitian yang Relevan ............................................................. 39 K. Kerangka Pikir .................................................................................... 41 L. Hipotesis ............................................................................................. 43 BAB III : METODOLOGI PENELITIAN.................................................. 44 A. Jenis Penelitian .................................................................................... 44 B. Setting Penelitian ................................................................................ 44 C. Rancangan tindakan/ Desain Penelitian .............................................. 45 D. Instrumen Penelitian ........................................................................... 49 E. Metode Pengumpulan Data ................................................................. 50 F. Metode Analisa Data ........................................................................... 54 G. Indikator Keberhasilan ........................................................................ 59 H. Jadwal/ Agenda Penelitian .................................................................. 61 I. Personalia ............................................................................................ 62 BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ........................... 63 A. Hasil Penelitian ................................................................................... 63 1. Deskripsi Sampel Penelitian ................................................... 63 2. Perencanaan ............................................................................ 64 3. Pelaksanaan Siklus I ............................................................... 65 4. Refleksi ................................................................................... 71 5. Perencanaan Siklus II............................................................... 73 6. Pelaksanaan Siklus II .............................................................. 74 7. Refleksi ................................................................................... 81 B. Pembahasan ......................................................................................... 82 1. Motivasi Belajar ...................................................................... 82 2. Hasil Belajar ............................................................................ 86 BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN....................................................... 98 A. Kesimpulan ......................................................................................... 98 B. Saran ................................................................................................... 99 Daftar Pustaka ................................................................................................. 100 Lampiran ......................................................................................................... 103 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Silabus Pembelajaran........................................................................104 Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ......................................107 Lampiran 3. Lembar Kerja Siswa .........................................................................123 Lampiran 4. Kisi-kisi Kuisioner............................................................................144 Lampiran 5. Kuisioner Awal dan Akhir................................................................145 Lampiran 6. Kisi-kisi Soal Pretest........................................................................149 Lampiran 7. Soal Pretest.......................................................................................152 Lampiran 8. Kisi-kisi Soal Pos Test I ...................................................................159 Lampiran 9. Soal Pos Test I..................................................................................162 Lampiran 10. Kisi-kisi Soal Pos Test II................................................................168 Lampiran 11. Soal Pos Test II...............................................................................170 Lampiran 12. Lembar Observasi...........................................................................177 Lampiran 13. Panduan Wawancara ......................................................................179 Lampiran 14. Surat Ijin Penelitian ........................................................................180 Lampiran 15. Surat Keterangan Selesai Penelitian ...............................................181 Lampiran 16. Satu Set Kartu Permainan Team Games Tournament ....................182 Lampiran 17. Aturan Permainan Team Games Tournament ................................192 Lampiran 18. Lembar Poin Team Games Tournament.........................................193 Lampiran 19. Pembagian Kelompok Siklus I .......................................................194 Lampiran 20. Pembagian Kelompok Siklus II......................................................196 Lampiran 21. Daftar Kehadiran Siswa Kelas VIIA ..............................................198 Lampiran 22. Analisa Hasil Kuisioner Motivasi Belajar......................................200 Lampiran 23. Sampel Hasil Kuisioner Motivasi Belajar Awal ............................202 Lampiran 24. Sampel Hasil Kuisioner Motivasi Belajar Akhir............................208 Lampiran 25. Analisa Hasil Belajar Aspek Kognitif (Pos Test) Siklus I .............214 Lampiran 26. Sampel Hasil Pos Test Siklus I.......................................................216 Lampiran 27. Analisa Hasil Belajar Aspek Afektif Siklus I.................................225 Lampiran 28. Analisa Hasil Belajar Aspek Psikomotor Siklus I..........................227 Lampiran 29. Sampel Hasil Lembar Observasi (Afektif dan Psikomotor) Siklus I............................................................................................229 Lampiran 30. Sampel Hasil Lembar Kerja Siswa 1..............................................233 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 31. Sampel Hasil Lembar Kerja Siswa 2..............................................237 Lampiran 32. Sampel Hasil Lembar Kerja Siswa 3..............................................241 Lampiran 33. Sampel Hasil Lembar Kerja Siswa 4..............................................244 Lampiran 34. Analisa Hasil Belajar Aspek Kognitif (Pos Test) Siklus II ............246 Lampiran 35. Sampel Hasil Pos Test Siklus II .....................................................248 Lampiran 36. Analisa Hasil Belajar Aspek Afektif Siklus II ...............................256 Lampiran 37. Analisa Hasil Belajar Aspek Psikomotor Siklus II ........................258 Lampiran 38. Sampel Hasil Lembar Observasi (Afektif dan Psikomotor) Siklus II ..........................................................................................260 Lampiran 39. Nilai Hasil Belajar Aspek Kognitif Siswa Kelas VIIA ..................264 Lampiran 40. Nilai Hasil Belajar Aspek Afektif dan Psikomotor ........................266 Lampiran 41. Hasil Wawancara............................................................................268 Lampiran 42. Dokumentasi Penelitian..................................................................272 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1. Pembagian Kelompok Kecil ..................................................................35 Tabel 2.2. Lembar Poin Turnamen Individu...........................................................39 Tabel 2.3. Lembar Poin Kelompok.........................................................................39 Tabel 3.1. Kisi-Kisi Kuisioner Motivasi Belajar Siswa..........................................51 Tabel 3.2. Kisi-Kisi Hasil Belajar Afektif ..............................................................53 Tabel 3.3. Kisi-Kisi Hasil Belajar Psikomotor .......................................................53 Tabel 3.4. Kriteria Hasil Presentase Skor Observasi Aspek Afektif Siswa terhadap Pembelajaran............................................................................57 Tabel 3.5. Kriteria Hasil Presentase Skor Observasi Aspek Psikomotor Siswa terhadap Pembelajaran............................................................................57 Tabel 3.6. Panduan Pemberian Skor Kuisioner ......................................................58 Tabel 3.7. Kriteria Motivasi Belajar .......................................................................58 Tabel 3.8. Indikator Keberhasilan Penelitan ...........................................................60 Tabel 3.9. Agenda Penelitian ..................................................................................61 Tabel 4.1. Hasil Analisa Pretest Siswa Kelas VIIA ...............................................68 Tabel 4.2. Hasil Belajar Aspek Kognitif Siklus I Siswa Kelas VIIA .....................69 Tabel 4.3. Hasil Belajar Aspek Afektif Siklus I Kelas VIIA..................................69 Tabel 4.4. Hasil Belajar Aspek Psikomotor Siklus I Kelas VIIA ...........................70 Tabel 4.5. Hasil Analisis Motivasi Belajar Awal Siswa Kelas VIIA .....................71 Tabel 4.6. Hasil Belajar Aspek Kognitif Siklus II Siswa Kelas VIIA ....................75 Tabel 4.7. Hasil Belajar Aspek Afektif Siklus II Kelas VIIA ................................76 Tabel 4.8. Hasil Belajar Aspek Psikomotor Siklus II Kelas VIIA..........................77 Tabel 4.9. Hasil Analisis Motivasi Belajar Akhir Siswa Kelas VIIA.....................78 Tabel 4.10. Hasil Wawancara Siswa Kelas VIIA Setelah Mengikuti Pembelajaran dengan Model Kooperatif Tipe Team Games Tournament ..................79 Tabel 4.11. Peningkatan Hasil Belajar Kognitif Siklus I dan II .............................86 Tabel 4.12. Peningkatan Nilai Rata-rata Kelas VIIA..............................................88 Tabel 4.13. Peningkatan Hasil Belajar Asek Afektif Siswa Kelas VIIA................90 Tabel 4.14. Peningkatan Hasil Belajar Asek Psikomotor Siswa Kelas VIIA .........92 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1. Penempatan pada Meja Turnamen .....................................................34 Gambar 2.2. Penempatan Kelompok pada Meja Turnamen ...................................36 Gambar 2.3. Peletakkan Kartu Peran pada Meja Turnamen...................................37 Gambar 2.4. Contoh Kartu Soal dan Kartu Jawaban ..............................................37 Gambar 2.5. Kerangka Berpikir Penelitian............................................................42 Gambar 3.1. Desain PTK Model Kemmis dan Mc Taggart ...................................45 Gambar 4.1. Suasana Pembelajaran Siklus I ..........................................................67 Gambar 4.2. Suasana pembelajaran pada siklus II..................................................75 Gambar 4.3. Peningkatan Hasil Belajar Kognitif Siklus I dan II............................87 Gambar 4.4. Peningkatan Nilai Rata-rata Kelas VIIA............................................88 Gambar 4.5. Peningkatan Hasil Belajar Asek Afektif Siswa Kelas VIIA ..............90 Gambar 4.6. Peningkatan Hasil Belajar Asek Psikomotor Siswa Kelas VIIA .......92 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mengajar dalam konteks standar proses pendidikan tidak hanya sekadar menyampaikan materi pelajaran, akan tetapi juga dimaknai sebagai proses mengatur lingkungan supaya siswa belajar. Makna lain mengajar yang demikian sering diistilahkan dengan pembelajaran. Hal ini mengisyaratkan bahwa dalam proses belajar mengajar siswa harus dijadikan sebagai pusat dari kegiatan. Hal ini dimaksudkan untuk membentuk watak, peradaban, dan meningkatkan mutu kehidupan peserta didik. Pembelajaran perlu memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diharapkan (Sanjaya, 2011:103). Pada kenyataanya implementasi pembelajaran di kelas cenderung teacher-centered sehingga siswa menjadi pasif. Masalah utama yang timbul dalam pembelajaran ini adalah masih rendahnya daya serap peserta didik. Hal ini tampak dari rerata hasil belajar peserta didik yang senantiasa masih sangat memprihatinkan. Hal ini dikarenakan proses pembelajaran tidak memberikan akses bagi anak didik untuk berkembang secara mandiri melalui penemuan dalam proses berpikirnya. Guru juga lebih suka menerapkan model tersebut, sebab tidak memerlukan alat dan bahan praktik, cukup menjelaskan konsepkonsep yang ada pada buku ajar atau referensi lain. Dalam hal ini siswa tidak diajarkan strategi belajar yang dapat memahami bagaimana belajar, berpikir, dan memotivasi diri sendiri (self motivation), padahal aspek-aspek tersebut 1

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 merupakan kunci keberhasilan dalam suatu pembelajaran. Masalah ini banyak dijumpai dalam kegiatan proses belajar mengajar dikelas. Oleh karena itu, perlu menerapkan suatu model pembelajaran yang dapat membantu siswa untuk memahami materi ajar dan aplikasi serta relevansinya dalam kehidupan sehari-hari (Trianto, 2009:5). Demikian halnya yang terjadi di SMP N 1 Jogonalan Klaten. Setelah dilakukan wawancara dengan guru mata pelajaran biologi diketahui bahwa hasil belajar siswa kelas VII A tahun pelajaran 2012/2013 dalam materi ekosistem tergolong rendah. Penggunaan data hasil belajar siswa tahun pelajaran 2012/2013 pada materi ekosistem dianggap relevan sebagai dasar dilakukannya penelitian pada tahun pelajaran 2013/2014 karena kelas yang digunakan adalah kelas yang sama yaitu VII A. Selain itu, guru mata pelajaran IPA kelas VII A dan model pembelajaran yang diterapkan guru tahun pelajaran 2012/2013 sama dengan tahun pelajaran 2013/2014. Hal ini memungkinkan peluang terulang kembalinya masalah hasil belajar yang rendah pada siswa kelas VIIA pada tahun pelajaran 2013/2014. Rendahnya hasil belajar siswa pada materi ekosistem, dibuktikan dengan KKM yang ditetapkan sekolah sebesar 75 sedangkan jumlah siswa yang mencapai KKM kurang dari 45%. Hal tersebut disebabkan selama ini guru menerapkan metode pembelajaran ceramah yang mengakibatkan siswa menjadi pasif dan kurang diberi tanggung jawab dalam kegiatan pembelajaran. Sikap siswa yang kurang memperhatikan penjelasan guru, cepat merasa bosan ketika mengikuti pembelajaran, dan mudah mengantuk membutuhkan model pembelajaran yang cocok untuk karakteristik siswa tersebut. Untuk itu

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 dibutuhkan model pembelajaran yang variatif dan menarik serta melibatkan aktivitas maupun tanggung jawab siswa. Dari penyebab dan akibat rendahnya hasil belajar dan motivasi siswa dalam belajar biologi khususnya materi ekosistem, maka perlu usaha peningkatan motivasi dan hasil belajar dengan tindakan kelas (Classroom action) yang menambah variasi model pembelajaran, menarik atau menyenangkan, melibatkan siswa, meningkatkan aktifitas dan tanggung jawab siswa. Hal ini diperlukan mengingat materi ekosistem erat kaitannya dengan komponen dalam lingkungan baik biotik maupun abiotik, interaksi antar keduanya, dan permasalahan dalam lingkungan. Adanya usaha memperbaiki motivasi dan hasil belajar siswa diharapkan agar siswa memahami tentang ekosistem dan dapat menerapkan pembelajaran yang telah didapat di kehidupan sehari-hari untuk menjaga kelestarian ekosistem. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan sebagai usaha peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa adalah model pembelajaran kooperatif. Pemilihan model pembelajaran kooperatif dikarenakan pembelajaran kooperatif dapat menciptakan pola interaksi antar siswa, dimana setiap siswa saling mendorong kesuksesan antar satu sama lain. Siswa mempelajari materi pembelajaran bersama siswa lain, saling menjelaskan cara menyelesaikan tugas pembelajaran, menyimak penjelasan masing-masing, mendorong untuk bekerja keras, dan saling memberikan bantuan akademik jika ada yang membutuhkan. Pola interaksi ini muncul di dalam dan di antara kelompok-kelompok kooperatif (Huda, 2011:78).

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Salah satu strategi model pembelajaran kooperatif adalah tipe Team Games Tournament (TGT) atau Pertandingan Permainan Tim, yang dapat mendorong pencapaian belajar siswa dalam situasi permainan yang menyenangkan. Seperti karakteristik pembelajaran kooperatif lainnya, model Team Games Tournament memunculkan adanya kelompok dan kerjasama dalam belajar, disamping itu terdapat persaingan antar individu dalam kelompok maupun antar kelompok. Pemilihan model pembelajaran TGT merupakan pembelajaran yang cocok untuk siswa kelas VII A, karena dengan karakteristik siswa yang kurang dapat memberikan perhatian, bosan dan mudah mengantuk dalam pembelajaran, model pembelajaran ini dapat menarik perhtian siswa dengan kegiatan permainan dan media kartu yang digunakan. TGT juga mampu mengajak seluruh siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran, sehingga diharapkan dapat mengaktifkan siswa, mengatasi kebosanan dan rasa kantuk yang dialami siswa. Tindakan model pembelajaran Team Games Tournament dalam penelitian ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar biologi terutama hasil belajar dan motivasi siswa dalam materi ekosistem pada kelas VII A SMP N 1 Jogonalan Klaten.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian di atas, maka masalah penelitian tindakan kelas ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Apakah penerapan model pembelajaran Team Games Tournament dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VII A tahun pembelajaran 2013/2014 SMP N 1 Jogonalan Klaten dalam materi ekosistem? 2. Apakah penerapan model pembelajran Team Games Tournament dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII A tahun pembelajaran 2013/2014 SMP N 1 Jogonalan Klaten dalam materi ekosistem? C. Batasan Masalah 1. Motivasi belajar siswa yang berupa dorongan belajar, usaha belajar, dan motivasi ekstrinsik kondisi belajar di kelas dalam mempelajari materi ekosistem yang diketahui melalui kuisioner yang diisi oleh siswa 2. Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada materi ekosistem yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotor 3. Materi pelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah materi ekosistem dengan Standar Kompetensi: 7.Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem dan Kompetensi Dasar: 7.1.Menentukan ekosistem dan saling hubungan antara komponen ekosistem dan 7.2.Mengindentifikasikan pentingnya keanekaragaman makhluk hidup dalam pelestarian ekosistem

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 4. Objek penelitian ini adalah motivasi belajar, hasil belajar, dan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) 5. Subjek penelitian ini adalah murid kelas VII A SMP N 1 Jogonalan Klaten semester genap tahun pembelajaran 2013/2014 dengan jumlah siswa 42 orang D. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VII A SMP N 1 Jogonalan Klaten pada materi ekosistem dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) 2. Meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII A SMP N 1 Jogonalan Klaten pada materi ekosistem dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) E. Manfaat Penelitian : 1. Bagi Peneliti a. Memberikan motivasi diri untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas dalam proses belajar mengajar b. Menerapkan ilmu pengetahuan yang telah didapatkan dalam pembelajaran di kelas secara langsung 2. Bagi Guru / Sekolah a. Memotivasi guru untuk menyusun pembelajaran yang menyenangkan dan dapat memotivasi siswa

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 b. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperluas pengetahuan guru tentang pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) sebagai inovasi pembelajaran di kelas 3. Bagi Siswa a. Meningkatkan pemahaman siswa dalam materi ekosistem b. Memotivasi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran khususnya mata pelajaran biologi c. Membangun kerjasama antar siswa dalam pembelajaran

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Belajar Dalam kehidupan sehari-hari, kita melakukan banyak kegiatan yang sebenarnya merupakan “gejala belajar”, dalam arti mustahillah melakukan kegiatan itu, kalau kita tidak belajar terlebih dahulu. Kemampuan untuk melakukan itu semua diperoleh, mengingat mula-mula kemampuan itu belum ada. Maka, terjadilah proses perubahan itu selama jangka waktu tertentu. Adanya perubahan dalam pola perilaku inilah yang menandakan telah terjadi belajar. Makin banyak kemampuan yang diperoleh sampai menjadi milik pribadi, makin banyak pula perubahan yang telah dialami. Kemampuan yang banyak itu digolongkan menjadi kemampuan kognitif yang meliputi pengetahuan dan pemahaman; kemampuan sensorik-motorik dan belajar dinamik-afektif. Belajar merupakan kegiatan mental yang tidak dapat disaksikan dari luar. Apa yang sedang terjadi dalam diri seseorang yang sedang belajar, tidak dapat diketahui secara langsung hanya dengan mengamati orang itu. Bahkan, hasil belajar orang itu tidak langsung kelihatan, tanpa orang itu melakukan sesuatu yang menampakkan kemampuan yang telah diperoleh melalui belajar. Belajar terjadi dalam interaksi dengan lingkungan; dalam bergaul dengan orang, dalam memegang benda dan dalam menghadapi peristiwa manusia belajar. Namun, tidak sembarang berada di tengah-tengah lingkungan menjamin adanya proses belajar. Orang harus aktif sendiri, melibatkan diri 8

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 dengan segala pemikiran, kemauan, dan peasaannya (Winkel, 2004:56). Winkel (2004:59) menambahkan belajar pada manusia dapat dirumuskan sebagai berikut: “Suatu aktivitas mental/psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan sejumlah perubahan dalam pengetahuan-pemahaman, ketrampilan dan nilai-sikap. Perubahan itu bersifat relatif konstan dan berbekas”. B. Pembelajaran Pembelajaran menurut Winkel dalam (Siregar dan Hartini, 2011:12) adalah seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa, dengan memperhitungkan kejadian-kejadian ekstrim yang berperanan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami siswa. Sedangkan pembelajaran menurut Trianto (2009:17), secara simpel dapat diartikan sebagai produk interaksi berkelanjutan antara pengembangan dan pengalaman hidup. Dalam makna yang lebih kompleks pembelajaran hakikatnya adalah usaha sadar dari seorang guru untuk membelajarkan siswanya (mengarahkan interaksi siswa dengan sumber belajar lainnya) dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. Dari makna ini jelas terlihat bahwa pembelajaran merupakan interaksi dua arah dari seorang guru dan peserta didik, dimana antara keduanya terjadi komunikasi (transfer) yang intens dan terarah menuju pada suatu target yang telah ditetapkan sebelumnya. Salah satu pengertian pembelajaran seperti yang dikemukakan oleh Siregar dan Hartini (2011:13) akan lebih memperjelas makna yang terkandung dalam pembelajaran: pembelajaran merupakan usaha yang dilaksanakan secara

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 sengaja, terarah dan terencana, dengan tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan, serta pelaksanaannya terkendali, dengan maksud agar terjadi belajar pada diri seseorang. C. Hasil Belajar Proses adalah kegiatan yang dilakukan oleh siswa dalam mencapai tujuan pengajaran, sedangkan hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan, baik tujuan kurikuler maupun tujuan instruksional, menggunakan klasifikasi hasil belajar dari Benjamin Bloom yang secara garis besar membaginya menjadi tiga ranah, yakni ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotoris (Sudjana, 2010:22). Benjamin S. Bloom membagi taksonomi hasil belajar kognitif dalam enam kategori, yakni: 1) pengetahuan (knowledge); 2) pemahaman (comprehension); 3) penerapan (application); 4) analisis, 5) sintesis; dan 6) evaluasi. Kemudian Anderson dan Krathwohl menelaah kembali taksonomi Bloom dan melakukan revisi hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yakni mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi/ menilai dan mencipta. Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah dan keempat aspek berikutnya termasuk kognitif tingkat tinggi (Sani, 2013:53). Sudjana (2010:22) menjelaskan ranah afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima apek, yakni penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi, dan internalisasi. Sedangkan ranah psikomotoris berkenaan dengan

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. Ada enam aspek ranah psikomotoris, yakni (a) gerakan refleks, (b) keterampilan gerakan dasar, (c) kemampuan perceptual, (d) keharmonisan atau ketepatan, (e) gerakan keterampilan kompleks, dan (f) gerakan ekspresif dan interpretatif. 1. Ranah Kognitif Berikut ini adalah penjelasan dan pilihan kata kerja kunci dari ranah kognitif taksonomi Bloom yang telah direvisi oleh Lorin Anderson Krathwohl dalam (Utari, 2013:5): a. Mengingat Kemampuan menyebutkan kembali informasi/ pengetahuan yang tersimpan dalam ingatan. Contoh: menyebutkan arti taksonomi. Kata menjelaskan, kerja kunci: mengingat, mendefinisikan, mengenali, menyusun menemukan daftar, kembali, menyatakan, mengulang, mengurutkan, menamai, menempatkan, menyebutkan. b. Memahami Kemampuan memahami instruksi dan menegaskan pengertian/ makna ide atau konsep yang telah diajarkan baik dalam bentuk lisan, tertulis, maupun grafik/diagram. Contoh: Merangkum materi yang telah diajarkan dengan kata-kata sendiri Kata kerja kunci: menerangkan, menjelaskan, menterjemahkan, menguraikan, mengartikan, menyatakan kembali, menafsirkan, menginterpretasikan, mendiskusikan, menyeleksi,

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 mendeteksi, melaporkan, menduga, mengelompokkan, memberi contoh, merangkum menganalogikan, mengubah, memperkirakan. c. Menerapkan Kemampuan melakukan sesuatu dan mengaplikasikan konsep dalam situasi tetentu. Contoh: Melakukan proses pembayaran gaji sesuai dengan sistem berlaku. Kata kerja kunci: memilih, menerapkan, melaksanakan, mengubah, menggunakan, mendemonstrasikan, memodifikasi, menginterpretasikan, menunjukkan, membuktikan, menggambarkan, mengoperasikan, menjalankan memprogramkan, mempraktekkan, memulai. d. Menganalisis Kemampuan memisahkan konsep kedalam beberapa komponen dan mnghubungkan satu sama lain untuk memperoleh pemahaman atas konsep tersebut secara utuh. Contoh: Menganalisis penyebab meningkatnya Harga pokok penjualan dalam laporan keuangan dengan memisahkan komponen- komponennya. Kata kerja kunci: mengkaji ulang, membedakan, membandingkan, mengkontraskan, memisahkan, menghubungkan, menunjukan hubungan antara variabel, memecah menjadi beberapa bagian, menyisihkan, menduga, mempertimbangkan mempertentangkan, menata ulang, mencirikan, mengubah struktur, melakukan pengetesan, mengkerangkakan. mengintegrasikan, mengorganisir,

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 e. Mengevaluasi/ menilai Kemampuan menetapkan derajat sesuatu berdasarkan norma, kriteria atau patokan tertentu. Contoh: Membandingkan hasil ujian siswa dengan kunci jawaban. Kata kerja kunci: mengkaji ulang, mempertahankan, menyeleksi, mempertahankan, mengevaluasi, mendukung, menilai, menjustifikasi, mengecek, mengkritik, memprediksi, membenarkan, menyalahkan. f. Mencipta Kemampuan memadukan unsur-unsur menjadi sesuatu bentuk baru yang utuh dan koheren, atau membuat sesuatu yang orisinil. Contoh: Membuat kurikulum dengan mengintegrasikan pendapat dan materi dari beberapa sumber Kata kerja kunci: merakit, merancang, menemukan, menciptakan, memperoleh, mengembangkan, memformulasikan, membangun, membentuk, melengkapi, membuat, menyempurnakan, melakukan inovasi, mendisain, menghasilkan karya. Fokus hasil belajar ranah kognitif pada penelitian ini adalah pada tingkatan kategori menganalisis. mengingat, memahami, menerapkan, dan

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. 14 Ranah Afektif Ranah afektif berkenaan dengan sikap dan nilai. Beberapa ahli mengatakan bahwa sikap seseorang dapat diramalkan perubahannya, bila seseorang telah memiliki penguasaan kognitif tingkat tinggi. Tipe hasil belajar afektif tampak pada siswa dalam berbagai tingkah laku seperti perhatiannya terhadap pelajaran, disiplin, motivasi belajar, menghargai guru dan teman sekelas, kebiasaan belajar, dan hubungan sosial. Sekalipun bahan pelajaran berisi ranah kognitif, ranah afektif harus menjadi bagian integral dalam bahan tersebut, dan harus tampak pada proses belajar dan hasil belajar yang dicapai oleh siswa. Ada beberapa jenis kategori ranah afektif sebagai hasil belajar. Kategorinya dimulai dari tingkat yang dasar atau sederhana sampai tingkat yang kompleks. a. Reciving/ attending, yakni semacam kepekaan dalam menerima rangsangan (stimulasi) dari luar yang datang kepada siswa dalam bentuk masalah, situasi, gejala, dll. Dalam tipe ini termasuk kesadaran, keinginan untuk menerima stimulus, control, dan seleksi gejala atau rangsangan dari luar. b. Responding atau jawaban, yakni reaksi yang diberikan oleh seseorang terhadap stimulasi yang datang dari luar. Hal ini mencakup ketepatan reaksi, perasaan, kepuasan, dalam menjawab stimulus dari luar yang datang kepada dirinya. c. Valuing (penilaian) berkenaan dengan nilai dan kepercayaan terhadap gejala atau stimulus tadi. Dalam evaluasi ini termasuk di dalamnya

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 kesediaan menerima nilai, latar belakang, atau pengalaman untuk menerima nilai dan kesepakatan terhadap nilai tersebut. d. Organisasi, yakni pengembangan dari nilai ke dalam satu sistem organisasi, termasuk hubungan satu nilai dengan nilai lain, pemantapan, dan prioritas nilai yang telah dimilikinya. Yang termasuk ke dalam organisasi ialah konsep tentang nilai, organisasi sistem nilai, dll. e. Karakteristik nilai atau internalisasi nilai, yakni keterpaduan semua sistem nilai yang telah dimiliki seseorang, yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya. Kedalamnya termasuk keseluruhan nilai dan karakteristiknya (Sudjana, 2010:29). Fokus hasil belajar ranah afektif pada penelitian ini adalah pada tingkatan kategori reciving/ attending, responding, valuing (penilaian), dan organisasi. 3. Ranah Psikomotoris Hasil belajar psikomotoris tampak dalam bentuk keterampilan (skill) dan kemampuan bertindak individu. Ada tujuh tingkatan keterampilan, yakni: a. Persepsi Kemampuan menggunakan saraf sensori menginterpretasikannya dalam memperkirakan sesuatu dalam

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 b. Kesiapan Kemampuan untuk mempersiapkan diri, baik mental, fisik, dan emosi, dalam menghadapi sesuatu c. Reaksi yang diarahkan Kemampuan untuk memulai ketrampilan yang kompleks dengan bantuan/ bimbingan dengan meniru dan uji coba d. Reaksi Natural (Mekanisme) Kemampuan untuk melakukan kegiatan pada tingkat ketrampilan ahap yang lebih sulit. Melalui tahap ini diharapkan siswa akan terbiasa melakukan tugas rutinnya e. Reaksi yang Kompleks Kemampuan untuk melakukan kemahirannya dalam melakukan sesuatu, dimana hal ini terlihat dari kecepatan, ketepatan, efsiensi dan efektivitasnya. Semua tindakan dilakukan secara spontan, lancar, cepat, tanpa ragu f. Adaptasi Kemampuan mengembangkan keahlian, dan memodifikasi pola sesuai dengan yang dibutuhkan g. Kreativitas Kemampuan untuk menciptakan pola baru yang sesuai dengan kondisi/situasi tertentu dan juga kemampuan mengatasi masalah dengan mengeksplorasi kreativitas diri (Utari, 2013:5). Fokus hasil belajar ranah psikomotor pada penelitian ini adalah pada tingkatan kategori Persepsi, Kesiapan, dan Reaksi yang diarahkan.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 Hasil belajar yag dikemukakan diatas sebenarnya tidak berdiri sendiri, tetapi selalu berhubungan satu sama lain, bahkan ada dalam kebersamaan. Seseorang yang berubah tingkat kognisinya sebenarnya dalam kadar tertentu telah berubah pula sikap dan perilakunya. Tipe hasil belajar ranah psikomotoris berkenaan dengan keterampilan atau kemampuan bertindak setelah ia menerima pengalaman belajar tertentu. Hasil belajar ini sebenarnya tahap lanjutan dari hasil belajar afektif yang baru tampak dalam kecenderungankecenderungan untuk berperilaku (Sudjana, 2010:30). Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah perubahan perilaku individu yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Perubahan perilaku tersebut diperoleh setelah siswa menyelesaikan program pembelajarannya melalui interaksi dengan berbagai sumber belajar dan lingkungan belajar (Rusmono,2012:9). D. Motivasi Mc. Donald dalam (Hamalik, 2003:158) mendefinisikan motivasi sebagai perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Sedangkan motivasi belajar merupakan kekuatan, daya pendorong, atau alat pembangun kesediaan dan keinginan yang kuat dalam diri peserta didik untuk belajar secara aktif, kreatif, efektif, inovatif, dan menyenangkan dalam rangka perubahan perilaku, baik dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor (Hanafiah dan Suhana,2009:26).

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. 18 Jenis Motivasi a. Motivasi Intrinsik Motivasi intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam diri individu tanpa adanya rangsangan dari luar (Siregar dan Hartini, 2011:50). Motivasi intrinsik yang terdapat dalam diri siswa berguna dalam situasi belajar yang fungsional. Misalnya keinginan untuk mendapat keterampilan tertentu, memperoleh informasi dan pengertian, mengembangkan sikap untuk berhasil, menyenangi kehidupan, menyadari sumbangannya terhadap usaha kelompok, keinginan diterima oleh orang lain, dan lain-lain (Hamalik, 2003:162). Bila seseorang telah memiliki motivasi intrinsik dalam dirinya, maka ia secara sadar akan melakukan suatu kegiatan yang tidak memerlukan motivasi dari luar dirinya. Dalam aktivitas belajar, motivasi intrinsik sangat diperlukan, terutama belajar sendiri. Seseorang yang tidak memiliki motivasi intrinsik sulit sekali melakukan aktivitas belajar terus menerus. Seseorang yang memiliki motivasi intrinsik selalu ingin maju dalam belajar.keinginan itu dilatarbelakangi oleh pemikiran yang positif, bahwa semua mata pelajaran yang dipelajari sekarang akan dibutuhkan dan sangat berguna kini dan dimasa mendatang (Djamarah, 2011:149). b. Motivasi Ekstrinsik Motivasi ekstrinsik adalah motivasi melakukan sesuatu karena pengaruh eksternal. Motivasi ekstrinsik muncul akibat intensif

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 eksternal atau pengaruh dari luar peserta didik, misalnya: tuntutan, imbalan, atau hukuman (Sani, 2013:49). 2. Prinsip-prinsip Motivasi Belajar Motivasi mempunyai peranan yang strategis dalam aktivitas belajar. Tidak ada seorangpun yang belajar tanpa motivasi. Menurut (Djamarah, 2011:152), ada beberapa prinsip motivasi dalam belajar seperti dalam uraian berikut. a. Motivasi sebagai dasar penggerak yang mendorong aktivitas belajar Motivasi sebagai dasar penggerak yang mendorong seseorang untuk belajar. Seseorang yang berminat untuk belajar belum sampai pada tataran motivasi belum menunjukkan aktivitas nyata. Minat merupakan potensi psikologi yang dapat dimanfaatkan untuk menggali motivasi. Bila seseorang sudah termotivasi untuk belajar, maka dia akan melakukan aktivitas belajar dalam rentangan waktu tertentu. Oleh karena itulah, motivasi diakui sebagai dasar penggerak yang mendorong aktivitas belajar seseorang. b. Motivasi intrinsik lebih utama daripada motivasi ekstrinsik dalam belajar Dari seluruh kebijakan pengajaran, guru lebih banyak memutuskan memberikan motivasi ekstrinsik kepada setiap anak didik. Tidak pernah ditemukan guru yang tidak memakai motivasi ekstrinsik dalam pengajaran. Anak didik yang malas belajar sangat

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 berpotensi diberikan motivasi ekstrinsik oleh guru supaya dia rajin belajar. Efek yang tidak diharapkan dari pemberian motivasi ekstrinsik adalah kecenderungan ketergantugan anak didik terhadap segala sesuatu diluar dirinya. Selain kurang percaya diri, anak didik juga bermental pengharapan dan mudah terpengaruh. Oleh karena itu motivasi intrinsik lebih utama dalam belajar. Anak didik yang belajar berdasarkan motivasi intrinsik sangat sedikit terpengaruh dari luar. Semangat belajarnya sangat kuat. Dia belajar bukan karena ingin mendapatkan nilai yang tinggi, mengaharapkan pujian orang lain atau mengharapkan hadiah berupa benda, tetapi karena ingin memperoleh ilmu yang sebanyak-banyaknya. c. Motivasi berupa pujian lebih baik daripada hukuman Setiap orang senang dihargai dan tidak suka dihukum dalam bentuk apapun juga. Memuji orang lain berarti memberikan penghargaan atas prestasi kerja orang lain. Hal ini akan memberikan semangat kepada seseorang untuk lebih meningkatkan prestasi kerjanya. Tetapi pujian yang diucap itu tidak asal ucap, harus pada tempat dan kondisi yang tepat. Kesalahan pujian bisa bermakna mengejek. Berbeda dengan pujian, hukuman diberikan kepada anak didik dengan tujuan untuk memberhentikan perilaku negatif anak didik. Frekuensi kesalahan diharapkan lebih diperkecil setelah kepada anak didik deberi sanksi berupa hukuman. Hukuman badan

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 seperti yang sering diberlakukan dalam pendidikan tradisional, tidak dipakai lagi dalam pendidikan modern sekarang, karena hal itu tidak mendidik. Hukuman yang mendidik adalah hukuman sanksi dalam bentuk penugasan meringkas mata pelajaran tertentu, menghafat ayat-ayat Al-Quran, membersihkan halaman sekolah, dan sebagainya. d. Motivasi berhubungan erat dengan kebutuhan dalam belajar Kebutuhan yang tak bisa dihindari oleh anak didik adalah keinginannya untuk menguasai sejumlah ilmu pengetahuan. Oleh karena itulah anak didik belajar. Karena bila tidak belajar berarti anak didik tidak akan mendapat ilmu pengetahuan. Bagaimanan untuk mengembangkan diri dengan memanfaatkan potensi-potensi yang dimiliki bila potensi-potensi itu tidak ditumbuhkembangkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan. Dalam kehidupan anak didik membutuhkan penghargaan. Dia tidak ingin dikucilkan. Berbagai peranan dalam kehidupan yang dipercayakan kepadanya sama halnya memberikan rasa percaya diri kepada anak didik. Anak didik merasa berguna, dikagumi atau dihormati oleh guru atau orang lain. Perhatian, ketenaran, status, martabat, dan sebagainya merupakan kebutuhan yang wajar bagi anak didik. Semuanya dapat memberikan motivasi bagi anak didik dalam belajar.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 e. Motivasi dapat memupuk optimisme dalam belajar Anak didik yang mempunyai motivasi dalam belajar selalu yakin dapat menyeleisaikan setiap pekerjaan yang dilakukan. Dia yakin belajar bukanlah kegiatan yang sia-sia. Hasilnya pasti akan berguna tidak hanya kini, tetapi juga di hari-hari mendatang. Setiap ulangan yang diberikan oleh guru bukan dihadapi dengan pesimisme, hati yang resah gelisah. Tetapi dia hadapi dengan tenang dan percaya diri. Biarpun ada anak didik yang lain membuka catatan ketika ulangan, dia tak terpengaruh dan tetap tenang menjawab setiap item soal dari awal hingga akhir waktu yang ditentukan. f. Motivasi melahirkan prestasi dalam belajar Tinggi rendahnya motivasi selalu dijadikan indikator baik buruknya prestasi belajar seseorang anak didik. Anak didik menyenangi mata pelajaran tertentu dengan senang hati mempelajari mata pelajaran itu. Selain memiliki bukunya, ringkasannya juga rapi dan lengkap. Setiap ada kesempatan selalu mata pelajaran yang disenangi itu yang dibaca. Wajarlah bila isi mata pelajaran itu dikuasai dalam waktu yang relatif singkat. 3. Peranan Motivasi dalam Belajar dan Pembelajaran Motivasi pada dasarnya dapat membantu dalam memahami dan menjelaskan perilaku individu, termasuk perilaku individu yang sedang belajar. Berikut beberapa peranan penting dari motivasi dalam belajar dan pembelajaran menurut Uno (2004:27), antara lain dalam (a)

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 menentukan hal-hal yang dapat dijadikan penguat belajar, (b) memperjelas tujuan belajar yang hendak dicapai, (c) menentukan ketekunan belajar. a. Peran Motivasi dalam Menentukan Penguatan Belajar Motivasi dapat berperan dalam penguatan belajar apabila seseorang anak yang belajar dihadapkan pada suatu masalah yang memerlukan pemecahan, dan hanya dapat dipecahkan berkat bantuan hal-hal yang pernah dilaluinya. Dengan perkataan lain, motivasi dapat menentukan hal-hal di lingkungan anak yang dapat memperkuat perbuatan belajar. Untuk seorang guru perlu memahami suasana itu, agar dia dapat membantu siswanya dalam memilih faktor-faktor atau keadaan yang ada dalam lingkungan siswa sebagai bahan penguat belajar. Hal itu tidak cukup dengan memberitahukan sumber-sumber yang harus dipelajari, melainkan lebih penting adalah mengaitkan isi pelajaran dengan perangkat apapun yang berada paling dekat dengan siswa di lingkungannya. b. Peran Motivasi dalam Memperjelas Tujuan Belajar Peran motivasi dalam memperjelas tujuan belajar erat kaitannya dengan kemaknaan belajar. Anak akan tertarik belajar sesuatu, jika yang dipelajari itu sedikitnya sudah dapat diketahui atau diminati manfaatnya dari anak, c. Motivasi Menentukan Ketekunan Belajar Seorang anak yang telah termotivasi untuk belajar sesuatu, akan berusaha mempelajarinya dengan baik dan tekun, dengan

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 harapan memperoleh hasil yang baik. Sebaliknya, apabila seseorang kurang atau tidak memiliki motivasi untuk belajar, maka dia tidak tahan lama belajar. Dia mudah tergoda untuk mengerjakan hal yang lain dan bukan belajar. Itu berarti motivasi sangat berpengaruh terhadap ketahanan dan ketekunan belajar. 4. Nilai Motivasi dalam Pengajaran a. Motivasi menentukan tingkat berhasil atau gagalnya perbuatan belajar murid. Belajar tanpa adanya motivasi kiranya sulit untuk berhasil b. Pengajaran yang bermotivasi pada hakikatnya adalah pengajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, dorongan, motif, minat yang ada pada murid. c. Pengajaran yang bermotivasi menuntut kreativitas dan imajinasi guru untuk berusaha secara sungguh-sungguh mencari cara-cara yang relevan dan sesuai guna membangkitkan dan memelihara motivasi belajar siswa. d. Berhasil atau gagalnya dalam membangkitkan dan menggunakan motivasi dalam pengajaran erat pertaliannya dengan pengaturan disiplin kelas. e. Asas motivasi menjadi salah satu bagian yang integral daripada asas mengajar (Hamalik, 2003:161).

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. 25 Bentuk-Bentuk Motivasi dalam Belajar Motivasi ekstrinsik sangat diperlukan bila ada diantara anak didik yang kurang berminat mengikuti pelajaran dalam jangka waktu tertentu. Peranan motivasi ekstrinsik cukup besar untuk membimbing anak didik dalam belajar. Untuk itu seorang guru biasanya memanfaatkan motivasi ekstrinsik untuk meningkatkan minat anak didik agar lebih bergairah belajar meski terkadang tidak tepat (Djamarah, 2011:158). Guru dapat menggunakan berbagai cara untuk menggerakkan atau membangkitkan motivasi belajar siswanya. Bentuk motivasi yang dapat dimanfaatkan dalam rangka mengarahkan belajar anak didik di kelas, sebagai berikut. a. Memberi Angka Umumnya setiap siswa ingin mengetahui hasil pekerjaannya, yakni berupa angka yang diberikan oleh guru. Murid yang mendapat angkanya baik, akan mendorong motivasi belajarnya menjadi lebih besar, sebaliknya murid yang mendapat angka kurang, mungkin menimbulkan frustasi atau dapat juga menjadi pendorong agar belajar lebih baik (Hamalik, 2003:166). b. Pujian Pemberian pujian kepada murid atas hal-hal yang telah dilakukan dengan berhasil, besar manfaatnya sebagai pendorong belajar karena pujian menimbulkan rasa puas dan senang (Hamalik, 2003:167).

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 c. Hadiah Hadiah dapat diberikan kepada anak didik yang berprestasi tinggi, rangking satu, dua atau tiga dari anak didik lainnya. Hadiah diberikan sebagai penghargaan atas prestasi mereka dalam belajar untuk memotivasi anak didik agar senantiasa mempertahankan prestasi belajar selama berstudi. Dan tidak menutup kemungkinan akan mendorong anak didik lainnya untuk ikut berkompetisi dalam belajar (Djamarah, 2011:160). d. Kerja Kelompok Dalam kerja kelompok di mana melakukan kerja sama dalam belajar, setiap anggota kelompok turut serta, terkadang perasaan untuk mempertahankan nama baik kelompok menjadi pendorong yang kuat dalam perbuatan belajar. (Hamalik, 2003:167). e. Kompetisi Kompetisi adalah persaingan, dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong anak didik agar mereka bergairah belajar. Persaingan, baik dalam bentuk individu maupun kelompok diperlukan dalam pendidikan. Kondisi ini dimanfaatkan untuk menjadikan proses belajar mengajar yang kondusif. Untuk menciptakan suasana yang demikian, metode mengajar memegang peranan. Guru bisa membentuk anak didik ke dalam beberapa kelompok belajar di kelas, ketika pelajaran sedang berlangsung. Semua anak didik dilibatkan ke dalam suasana belajar. Guru bertindak sebagai fasilitator, sementara setiap anak didik aktif belajar

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 sebagai subjek yang memiliki tujuan. Anggota kelompok untuk setiap kelompok belajar jangan terlalu banyak karena hal itu kurang efektif. Iklim kelas yang kreatif didukung dengan anak didik yang haus ilmu sangat potensial menciptakan masyarakat belajar di kelas (Djamarah, 2011:161). f. Penilaian Penilaian secara kontinu akan mendorong murid-murid belajar, oleh karena setiap anak memiliki kecenderungan untuk memperoleh hasil yang baik. Disamping itu, para siswa selalu mendapat tantangan dan masalah yang harus dihadapi dan dipecahkan, sehingga mendorong belajar lebih teliti dan saksama (Hamalik, 2003:167). E. Model Pembelajaran Model pembelajaran merupakan salah satu pendekatan dalam rangka mensiasati perubahan perilaku peserta didik secara adaptif maupun generatif. Model pembelajaran sangat erat kaitannya dengan gaya belajar peserta didik dan gaya mengajar guru (Hanafiah dan Suhana,2009:41). Arends (dalam Trianto, 2009:22) menyatakan, “The term teaching model refers to a particular approach to instruction that includes its goals, syntax, environment, and management system." Istilah model pembelajaran mengarah pada suatu pendekatan pembelajaran tertentu termasuk tujuannya, sintaknya, lingkungannya, dan sistem pengelolaannya.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 Istilah model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas daripada strategi, metode atau prosedur. Sani (2013:89) mendefinisikan model pembelajaran sebagai kerangka konseptual berupa pola prosedur sistematik yang dikembangkan berdasarkan teori dan digunakan dalam mengorganisasikan proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan belajar. Model pembelajaran terkait dengan pemilihan strategi dan pembuatan struktur metode, keterampilan, dan aktivitas peserta didik. Ciri utama sebuah model pembelajaran adalah adanya tahapan atau sintaks pembelajaran. F. Model Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif merujuk pada berbagai macam metode pengajaran di mana para siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil untuk saling membantu satu sama lainnya dalam mempelajari materi pelajaran. Dalam kelas kooperatif, para siswa diharapkan dapat saling membantu, saling mendiskusikan dan berargumentasi, untuk mengasah pengetahuan yang mereka kuasai saat itu dan menutup kesenjangan dalam pemahaman masingmasing. Pembelajaran kooperatif memasuki jalur utama praktik pendidikan. Hal ini dikarenakan penggunaan pembelajaran kooperatif ditujukan untuk meningkatkan pencapaian prestasi para siswa, dan juga akibat-akibat positif lainnya yang dapat mengembangkan hubungan antarkelompok, penerimaan terhadap teman sekelas yang lemah dalam bidang akademik, dan meningkatkan rasa harga diri. Alasan lain adalah tumbuhnya kesadaran bahwa

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI para siswa perlu belajar berfikir, menyelesaikan masalah, 29 dan mengintegrasikan serta mengaplikasikan kemampuan dan pengetahuan mereka, dan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan sarana yang sangat baik untuk mencapai hal-hal semacam itu. Pembelajaran kooperatif dapat membantu membuat perbedaan menjadi bahan pembelajaran dan bukannya menjadi masalah. Karena sekolah bergerak dari sistem pengelompokan berdasarkan kemampuan menuju pengelompokan yang lebih heterogen, pembelajaran kooperatif menjadi semakin penting. Lebih jauh lagi, pembelajaran kooperatif memiliki kelebihan yang sangat besar untuk mengembangkan hubungan antara siswa dari latar belakang etnik yang berbeda dan antara siswa-siswa pendidikan khusus terbelakang secara akademik dengan teman sekelas mereka, ini jelas melengkapi alasan pentingnya untuk menggunakan pembelajaran kooperatif dalam kelas-kelas yang berbeda (Slavin, 2005:4). Selain itu, pembelajaran kooperatif tidak sama dengan sekadar belajar dalam kelompok. Ada unsur-unsur dasar pembelajaran kooperatif yang membedakannya dengan pembagian kelompok yang dilakukan asal-asalan. Pelaksanaan prosedur model pembelajaran kooperatif dengan benar akan memungkinkan guru mengelola kelas lebih efektif. Model pembelajaran kooperatif akan dapat menumbuhkan pembelajaran efektif yaitu pembelajaran yang bercirikan: (1) “memudahkan siswa belajar” sesuatu yang “bermanfaat” seperti fakta, keterampilan, nilai, konsep, dan bagaimana hidup serasi dengan sesama; (2) pengetahuan, nilai, dan keterampilan diakui oleh mereka yang berkompeten menilai (Suprijono, 2009:58).

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 Di dalam kelas kooperatif siswa belajar bersama dalam kelompokkelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang siswa yang sederajat tetapi heterogen, kemampuan, jenis kelamin, suku/ras, dan satu sama lain saling membantu. Tujuan dibentuknya kelompok tersebut adalah untuk memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk dapat terlibat secara aktif dalam proses berfikir dan kegiatan belajar. Selama bekerja dalam kelompok, tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan materi yang disajikan oleh guru, dan saling membantu teman sekelompoknya untuk mencapai ketuntasan belajar (Trianto, 2009:56). G. Team Games Tournament (TGT) Model Pembelajaran Kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT), atau Pertandingan Permainan Tim dikembangkan secara asli oleh David De Vries dan Keath Edward. Pada model ini siswa memainkan permainan dengan anggota-anggota tim lain untuk memperoleh tambahan poin untuk skor tim mereka (Trianto, 2009:83). TGT memiliki banyak kesamaan dinamika dengan STAD, tetapi menambahkan dimensi kegembiraan yang diperoleh dari penggunaan permainan. Teman satu tim akan saling membantu dalam mempersiapkan diri untuk permainan dengan mempelajari lembar kegiatan dan menjelaskan masalah-masalah satu sama lain, tetapi sewaktu siswa sedang bermain dalam game temannya tidak boleh membantu, memastikan telah terjadi tanggung jawab individual (Slavin, 2005:165).

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 Slavin (2005:166) juga menjelaskan bahwa TGT terdiri atas lima komponen-komponen yaitu: Presentasi Kelas, Tim, Game, Turnamen, Rekognisi Tim. Deskripsi dari komponen-komponen TGT adalah sebagai berikut: 1. Presentasi Kelas Materi dalam TGT pertama-tama diperkenalkan dalam presentasi di dalam kelas. Ini merupakan pengajaran langsung seperti yang sering kali dilakukan atau diskusi pelajaran yang dipimpin oleh guru, tetapi bisa juga dimasukkan presensi audiovisual. Bedanya presentasi kelas dengan pengajaran biasanya hanyalah bahwa presentasi tersebut haruslah benarbenar berfokus pada unit TGT. Dengan cara ini, para siswa akan menyadari bahwa mereka harus benar-benar memberi perhatian penuh selama presentasi kelas, karena dengan demikian akan sangat membantu mereka mengerjakan game-game, dan skor game mereka menentukan skor tim mereka. 2. Tim Tim terdiri dari empat atau lima siswa yang mewakili seluruh bagian dari kelas dalam hal kinerja akademik, jenis kelamin, ras dan etnisitas. Fungsi utama dari tim ini adalah memastikan bahwa semua anggota tim benar-benar belajar, dan lebih khususnya lagi, adalah untuk mempersiapkan anggotanya untuk bisa mengerjakan game dengan baik. Setelah guru menyampaikan materinya, tim berkumpul untuk mempelajari lembar-kegiatan atau materi lainnya. Yang paling sering terjadi, pembelajaran itu melibatkan pembahasan permasalahan bersama,

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 membandingkan jawaban, dan mengoreksi tiap kesalahan pemahaman apabila anggota tim ada yang membuat kesalahan. Tim adalah fitur yang paling penting dalam TGT. Pada tiap poinnya, yang ditekankan adalah membuat anggota tim melakukan yang terbaik untuk tim, dan tim pun harus melakukan yang terbaik untuk membantu tiap anggotanya. Tim ini memberikan dukungan kelompok bagi kinerja akademik penting dalam pembelajaran, dan itu adalah untuk memberikan perhatian dan respek yang mutual yang penting untuk akibat yang dihasilkan seperti hubungan antarkelompok, rasa harga diri, penerimaan terhadap siswa-siswa mainstream. 3. Game Gamenya terdiri atas pertanyaan-pertanyaan yang kontennya relevan yang dirancang untuk menguji pengetahuan siswa yang diperolehnya dari presentasi di kelas dan pelaksanaan kerja tim. Game tersebut dimainkan di atas meja dengan tiga orang siswa, yang masingmasing mewakili tim yang berbeda. Kebanyakan game hanya berupa nomor-nomor pertanyaan yang ditulis pada lembar yang sama. Seorang siswa mengambil sebuah kartu bernomor dan harus menjawab pertanyaan sesuai nomor yang tertera pada kartu tersebut. Sebuah aturan tentang penantang memperbolehkan para pemain saling menantang jawaban masing-masing. 4. Turnamen Turnamen adalah sebuah struktur di mana game berlangsung. Biasanya berlangsung pada akhir minggu atau akhir unit, setelah guru

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 memberikan presentasi di kelas dan tim telah melaksanakan kerja kelompok terhadap lembar-kegiatan. Pada turnamen pertama, guru menunjuk siswa untuk berada pada meja turnamen- tiga siswa berprestasi tinggi sebelumnya pada meja 1, tiga berikutnya pada meja 2, dan seterusnya. Kompetisi yang seimbang ini, memungkinkan para siswa dari semua tingkat kinerja sebelumnya berkontribusi secara maksimal terhadap skor tim mereka jika mereka melakukan yang terbaik. Gambar 2.1 mengilustrasikan hubungan antara tim heterogen dan meja turnamen homogen. Setelah turnamen pertama, para siswa akan bertukar meja tergantung pada kinerja mereka pada turnamen terakhir. Pemenang pada tiap meja “naik tingkat” ke meja berikutnya yang lebih tinggi (misalnya, dari meja 6 ke meja 5): skor tertinggi kedua tetap tinggal pada meja yang sama; dan yang skornya paling rendah “diturunkan.” Dengan cara ini, jika pada awalnya siswa sudah salah ditempatkan, untuk seterusnya mereka akan terus dinaikkan atau diturunkan sampai mereka mencapai tingkat kinerja mereka yang sesungguhnya. 5. Rekognisi Tim Tim akan mendapatkan sertifikat atau bentuk penghargaan lain apabila skor rata-rata mereka mencapai kriteria tertentu. Skor tim siswa dapat juga digunakan untuk menentukan dua puluh persen dari peringkat mereka.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 TEAM A A-1 Tinggi A-2 sedang A-3 sedang A-4 rendah Meja Meja Meja Turnamen Turnamen Turnamen 1 2 3 B-1 Tinggi B-2 B-3 B-4 sedang sedang rendah Turnamen 4 C-1 Tinggi TEAM B Meja C-2 C-3 C-4 sedang sedang rendah TEAM C Gambar 2.1. Penempatan pada Meja Turnamen (Slavin, 2005:168)\ H. Materi Pembelajaran Ekosistem Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem dibentuk oleh kumpulan berbagai macam makhluk hidup beserta benda-benda tak hidup. Materi pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekosistem dengan Standar Kompetensi: 7.Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem dan Kompetensi Dasar: 7.1.Menentukan ekosistem dan saling hubungan antara komponen ekosistem, 7.2 Mengindentifikasikan pentingnya keanekaragaman makhluk hidup dalam pelestarian ekosistem. Materi pokok dalam ekosistem meliputi: satuan-satuan makhluk hidup dalam ekosistem, jenis ekosistem, komponen ekosistem, hubungan saling

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 ketergantungan antara komponen biotik-biotik, biotik-abiotik, simbiosis, masalah ekosistem dan pelestarian ekosistem. I. Pembelajaran materi Ekosistem dengan Team Games Tournament Pembelajaran materi ekosistem dengan Team Games Tournament dimulai dengan langkah-langkah seperti berikut ini: 1. Presentasi kelas Materi ekosistem yang akan digunakan dalam TGT diperkenalkan oleh guru dalam presentasi di dalam kelas. Penyampaian materi dibantu dengan menggunakan lembar kerja siswa. 2. Pembentukan Tim Siswa dibentuk menjadi 10 kelompok dan pembagian kelompok ditentukan oleh guru. Setiap kelompok terdiri atas 4-5 siswa dengan kemampuan bervariasi. Nama kelompok beserta jumlah anggota setiap kelompok dapat dilihat pada tabel 2.1. Tabel 2.1. Pembagian Kelompok Kecil Nama Kelompok Jumlah Anggota 1. Produsen 4 siswa 2. Konsumen 4 siswa 3. Pengurai 4 siswa 4. Herbivora 4 siswa 5. Karnivora 4 siswa 6. Omnivora 4 siswa 7. Autotrof 4 siswa 8. Heterotrof 4 siswa 9. Biotik 5 siswa 10. Abiotik 5 siswa

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 3. Turnamen Sepuluh kelompok kecil tersebut bergabung menjadi tiga kelompok besar membentuk meja turnamen dengan nama meja A, B dan C. Meja A terbentuk dari 3 kolompok kecil, meja B terbentuk dari 3 kelompok kecil, dan meja C terbentuk dari 4 kelompok kecil. Gambar penempatan kelompok pada meja turnamen ditunjukan oleh gambar 2.2. Gambar 2.2. Penempatan Kelompok pada Meja Turnamen Setiap meja turnamen yang terdiri atas 4 kelompok kecil mendapat 1 set kartu peran yang meliputi : reader 1, penantang 1, reader 2, dan penantang 2. Sedangkan meja turnamen yang terdiri atas 3 kelompok kecil mendapat 1 set kartu peran yang meliputi : reader 1, penantang 1, dan penantang 2. Siapa yang berperan atas kartu masing-masing dalam putaran pertama diserahkan pada masing-masing kelompok. Selanjutnya kartu

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 peran diletakkan diatas meja turnamen di hadapan masing-masing pemainnya. Peletakkan kartu peran pada meja turnamen dapat dilihat pada gambar 2.3. Reader 2 Penantang 1 Reader 1 Penantang 2 Gambar 2.3. Peletakkan Kartu Peran pada Meja Turnamen Setiap meja turnamen terdapat 1 set kartu soal dan 1 set kartu jawaban dalam keadaan tertutup (masing-masing kartu dibagian belakangnya diberi nomor yang sesuai antara soal dan jawaban) , serta lembar penilaian. Contoh kartu soal dan jawaban dapat dilihat pada gambar 2.4. Kartu Soal (tampak terbuka) Sebutkan 3 contoh komponen abiotik pada ekosistem Kartu Soal (tampak tertutup) 1 laut! Kartu Jawaban (tampak terbuka) Air, cahaya, batu, pasir, oksigen Kartu Jawaban (tampak tertutup) 1 Gambar 2.4. Contoh Kartu Soal dan Kartu Jawaban

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Pada saat melaksanankan TGT terdapat beberapa aturan permainan yaitu sebagai berikut: a. Pada putaran pertama, reader 1 mengambil kartu soal dan selanjutnya menjawabnya b. Mempersilahkan kepada penantang 1 dan penantang 2 untuk menyanggah atau membetulkan jawaban bila jawaban reader 1 dirasa belum benar c. Reader 2 membacakan kartu jawaban yang benar dengan cara mengambil nomor jawaban yang sesuai dengan nomor soal d. Mencatat siswa yang mendapatkan skor atau menjawab dengan benar e. Putaran kedua dan selanjutnya kartu peran digeser searah jarum jam f. Permainan dinyatakan selesai bila seluruh soal sudah terambil atau waktu yang ditentukan sudah habis 4. Penghitungan Poin Turnamen a. Poin Anggota Kelompok (Individu) Poin individu setiap anggota kelompok diperoleh dengan menjawab pertanyaan yang ada pada kartu pertanyaan. Lembar poin turnamen individu dapat dilihat pada tabel 2.2.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Tabel 2.2. Lembar poin turnamen individu Poin Setiap Putaran Nama Nama Kelompok Anggota 1 2 3 Total Poin dst 1. 2. 3. 4. 5. Total Poin Kelompok b. Poin Kelompok Poin kelompok/ tim diperoleh dari total poin tiap anggota kelompok. Kelompok dengan poin tertinggi akan mendapatkan penghargaan. Setiap meja turnamen akan mendapatkan satu lembar poin kelompok. Contoh lembar poin kelompok dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 2.3. Lembar Poin Kelompok Nama Kelompok Total Poin Penghargaan 1. 2. 3. 4. J. Penelitian yang Relevan Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan kajian beberapa penelitian yang dilakukan oleh peneliti lain terhadap penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT), yakni penelitian yang dilakukan oleh Efriana (2010) yang berjudul “Penerapan Pembelajaran

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Kooperatif Model Teams Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas XIKUII SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen”. Hasil penelitian tersebut menunjukkan rata-rata skor untuk keseluruhan aspek motivasi belajar siswa pada siklus I mencapai 79% dan dinyatakan dalam taraf keberhasilan baik. Pada siklus II motivasi belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 11,38%, hal ini ditunjukkan dengan perolehan skor ratarata keseluruhan aspek motivasi sebesar 90,38% dengan taraf keberhasilan sangat baik. Analisis hasil belajar siswa menunjukkan bahwa pada siklus I jumlah siswa kelas XIKUII yang dinyatakan tuntas belajar sebesar 68% dan 38% dinyatakan belum tuntas belajar. Pada siklus II tingkat ketuntasan belajar siswa kelas XIKUII meningkat sebesar 20% menjadi 88%. Kemudian, penelitian yang dilakukan oleh Nawasita (2011) yang berjudul “Penerapan pembelajaran kooperatif TGT (Team Games Tournament) dengan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII E SMP Negeri 10 Malang”. hasil dari penelitian tersebut adalah motivasi belajar klasikal siswa kelas VII E meningkat dari 60,15% di siklus I menjadi 64,65% pada siklus II, dan penerapan pembelajaran Team Games Tournament (TGT) meningkatkan hasil belajar siswa dari 56,1% pada siklus I menjadi 78,05% di siklus II.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 K. Kerangka Pikir Keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran tidak lepas dari peran dan usaha guru sebagai fasilitator dan motivator, didukung dengan sarana dan prasarana yang tersedia serta keaktifan murid dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Namun, hal tersebut kurang berperan maksimal di SMP N 1 Jogonalan Klaten. Berdasarkan observasi dan wawancara terhadap guru IPA diketahui bahwa pencapaian hasil belajar siswa tergolong rendah. Dan siswa merasa kurang termotivasi selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Hal tersebut dikarenakan siswa merasa jenuh dengan pembelajaran yang monoton dengan model pembelajaran yang kurang bervariasi. Motivasi belajar yang rendah ditunjukkan dari perilaku siswa yang kurang terlibat aktif dalam pembelajaran. Berdasarkan permasalahan diatas, maka dibutuhkan model pembelajaran yang tepat dengan pemilihan model pembelajaran yang variatif. Salah satu model pembelajaran itu adalah model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT). Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran yang menyenangkan serta menarik perhatian siswa, sehingga siswa mau terlibat dalam pembelajaran dan membuat siswa lebih aktif. Karena sistem pembelajaran yang disajikan berupa kompetisi permainan tim sehingga terjalin kerjasama antar kelompok, dan menimbulkan persaingan sehat. Hal tersebut merupakan upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Berikut adalah kerangka pikir penelitian yang disajikan dalam diagram alir pada Gambar 2.5.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Observasi dan Wawancara di SMP Negeri 1 Jogonalan Klaten Siswa Guru Motivasi dan hasil belajar rendah Model pembelajaran kurang bervariasi, model pembelajaran yang diterapkan adalah ceramah Siswa kurang terlibat aktif dalam pembelajaran Dibutuhkan model pembelajaran yang tepat Pemilihan Model Pembelajaran yang Variatif Karakteristik siswa : - Kurang antusias - Cepat bosan dalam mengikuti pembelajaran - Kurang dapat memperhatikan penjelasan guru - Pasif dalam kegiatan pembelajaran Pembelajaran yang sesuai adalah pembelajaran yang : - Menyenangkan - Menarik Perhatian Siswa - Melibatkan siswa - Memberikan peluang kerjasama antar siswa - Menimbulkan persaingan sehat antar siswa Pembelajaran dengan Team Games Tournament (TGT) Penerapan TGT dalam pembelajaran didukung dengan penelitian yang sudah dilakukan oleh: - Efriana (2010), rata-rata skor untuk keseluruhan aspek motivasi belajar siswa pada siklus I mencapai 79% dan pada siklus II motivasi belajar siswa meningkat menjadi 90,38%. Analisis hasil belajar siswa kelas XIKUII pada siklus I jumlah siswa yang tuntas belajar sebesar 68% dan pada siklus II tingkat ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 88%. - Nawasita (2011), motivasi belajar siswa kelas VII E meningkat dari 60,15% di siklus I menjadi 64,65% pada siklus II, dan penerapan pembelajaran Team Games Tournament (TGT) meningkatkan hasil belajar siswa dari 56,1% pada siklus I menjadi 78,05% di siklus II. Motivasi dan Hasil Belajar Siswa kelas VIIA SMP N 1 Jogonalan Klaten Meningkat Gambar 2.5. Kerangka Berpikir Penelitian

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 L. Hipotesis Berdasarkan kerangka berpikir diatas, maka dapat diperoleh hipotesis dari penelitian ini yaitu: “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa pada Materi Ekosistem di Kelas VII A SMP N 1 Jogonalan Klaten”

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan dibahas mengenai motivasi belajar awal, hasil observasi, analisis hasil belajar siklus I, analisis hasil belajar siklus II, dan motivasi belajar akhir. Penelitian dilakukan di kelas VIIA SMP N 1 Jogonalan Klaten pada materi ekosistem. A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Sampel Penelitian Sebelum melakukan penelitian, peneliti terlebih dahulu melakukan observasi. Tujuan pelaksanaan observasi adalah untuk mengetahui bagaimana aktivitas siswa di dalam kelas pada saat mengikuti kegiatan pembelajaran. Observasi dilakukan di kelas VIIA pada tanggal 18 Maret 2014jam pelajaran ke 4-5, dengan jumlah siswa yang hadir sebanyak 42 (Lampiran 21). Pada saat pelaksanaan observasi, materi pelajaran yang disampaikan oleh guru adalah klasifikasi makhluk hidup. Pembelajaran biologi berlangsung cukup baik, terjadi interaksi yang baik selama pembelajaran. Ketika guru mengajukan pertanyaan kepada siswa mengenai materi yang telah disampaikan, beberapa siswa pun menjawab pertanyaan tersebut. Namun guru kurang memberikan tugas, sehingga siswa hanya duduk dan mendengarkan guru yang sedang menjelaskan. Pada saat jam pelajaran kedua terlihat kondisi kelas kurang kondusif karena antusiasme siswa terhadap pembelajaran menurun. Hal ini 63

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 ditunjukkan beberapa siswa yang duduk di bagian belakang masih melakukan kegaduhan (mengobrol dan bercanda dengan teman yang lain), serta banyak siswa yang mengantuk.Penggunaan media pembelajaran maupun instrumen pembelajaran selama proses pembelajaran adalah papan tulis, spidol dan buku paket Biologi. Dari keseluruhan pembelajaran diketahui bahwa guru lebih menekankan pada penyampaian materi dengan metode ceramah. 2. Perencanaan Pada tahap perencanaan, peneliti berdiskusi bersama guru mata pelajaran IPA untuk mempersiapkan penelitian. Kemudian peneliti menentukan indikator keberhasilan yang didasarkan pada hasil observasi awal. Selanjutnya menyusun instrumen pembelajaran, yaitu Silabus (Lampiran 1), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) (Lampiran 2), dan Lembar Kerja Siswa (LKS) (Lampiran 3). Merumuskan dan menyusun desain/skenario pembelajaran dengan Team Games Tournament (TGT). Membuat alat/media permainan sesuai dengan tema rencana pembelajaran dan membuat petunjuk permainan sesuai dengan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament. Menyusun pedoman penilaian tes, lembar observasi (Lampiran 6), soal-soal pre test, post test (Lampiran 5), kuisioner (Lampiran 4) dan panduan wawancara (Lampiran 7).

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 3. Pelaksanaan Siklus I Pelaksanaan siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan yaitu pada tanggal 23 Mei 2014 dan 26 Mei 2014. Sebelum pelaksanaan siklus I terlebih dahulu pada tanggal 20 Mei 2014 peneliti diperkenalkan secara resmi kepada siswa kelas VIIA oleh guru mata pelajaran IPA. Kemudian peneliti mengutarakan tujuan penelitian yang dilakukan. Kesempatan 1 jam pelajaran ini peneliti gunakan untuk membagikan kuisioner motivasi awal kepada 42 siswa kelas VIIA. Pertemuan pembelajaran pertama dimulai pada tanggal 23 Mei 2014 jam ke 4 dan 5 dengan 42 siswa yang ikut serta dalam pembelajaran. Materi pembelajaran yang disampaikan adalah satuan makhluk hidup dalam ekosistem, jenis ekosistem dan komponen ekosistem. Mengawali pembelajaran peneliti membagikan pre test kepada 42 siswa kelas VIIA. Kemudian peneliti membagi siswa dalam kelompok kecil untuk mengerjakan LKS dan melaksanakan game tournament. Pada pengerjaan LKS, setiap kelompok diberi satu gambar contoh satuan makhluk hidup dalam ekosistem. Setelah itu, siswa diminta untuk menggolongkan termasuk dalam apakah gambar tersebut dalam satuan makhluk hidup pada ekosistem dan menjelaskan alasan penggolongan gambar tersebut. Selanjutnya kelompok-kelompok kecil membentuk tiga kelompok besar untuk melaksanakan game tournament. Penghargaan diberikan kepada kelompok kecil dengan jumlah poin tertinggi, dan kepada siswa dengan jumlah poin tertinggi.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Pertemuan pembelajaran pertama dirasakan belum kondusif. Siswa cenderung ribut pada saat pembagian kelompok dan pelaksanaan games tournament. Hal tersebut dikarenakan siswa ingin memilih anggota kelompoknya sesuai kemauannya sendiri, serta siswa canggung untuk duduk bersama dalam kelompok antara siswa laki-laki dan perempuan.Namun, yang telah direncanakan dalam penelitian ini kelompok belajar sudah dibagi sebelum pembelajaran sesuai dengan kemampuan kognitif siswa. Pertemuan pembelajaran kedua dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2014 jam ke 4 dan 5.Materi pelajaran yang disampaikan adalah hubungan saling ketergantungan antara faktor biotik dalam ekosistem. Dalam pengerjaan LKS 2 siswa mendapat tugas untuk merangkai gambar contoh rantai makanan pada ekosistem tertentu, menyebutkan peran organisme dalam jaring-jaring makanan dan menggambarkan aliran energi dari matahari sampai dekomposer. Pada akhir kegiatan pembelajaran, peneliti membagikan pos test I kepada 42 siswa kelas VIIA. Penghargaan diberikan peneliti kepada siswa dengan nilai pos test tertinggi. Penghargaan ditujukan sebagai salah satu cara memotivasi siswa untuk berprestasi, penghargaan yang diberikan berupa alat tulis. Pertemuan pembelajaran kedua ini dirasakan lebih kondusif, karena siswa mulai dapat bekerjasama dengan anggota kelompok dalam mengerjakan LKS maupun dalam pembelajaran.Selain itu siswa juga mulai aktif menjawab pertanyaan yang diajukan oleh peneliti dan beberapa perwakilan kelompok telah berani mempresentasikan hasil diskusi

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 kelompok di depan kelas. Suasana pembelajaran pada pertemuan pertama dapat dilihat dalam gambar 4.1. Selengkapnya dapat dilihat pada (lampiran 42). Gambar 4.1. Suasana Pembelajaran Siklus I a. Analisa Hasil Belajar Aspek Kognitif Pada awal pembelajaran, praktikan membagikan soal pretest kepada 42 siswa kelas VIIA.Pretest yang dilakukan bertujuan untuk mengukur kemampuan awal siswa pada materi ekosistem. Berdasarkan hasil pretest siswa kelas VIIA, diketahui sebanyak delapan siswa berhasil mencapai KKM. Persentase ketuntasan klasikal dari kelas VIIA sebesar 19,04%. Diketahui sebanyak 34 siswa belum mencapai KKM. Maka, siswa kelas VIIA belum menunjukkan keberhasilan yang baik. Dari hasil pretest diperoleh nilai tertinggi yang dapat dicapai adalah 88, dan nilai terendah adalah 22. Sedangkan, rata-rata kelas yang diperoleh dari uji kemampuan awal ini adalah 63,93. Hasil analisis pretest disajikan dalam tabel 4.1. Nilai Hasil pretest siswa kelas VIIA selengkapnya pada (Lampiran 39).

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Tabel 4.1. Hasil Analisa Pretest Siswa Kelas VIIA No Keterangan Ketercapaian 1 Rata-rata kelas 63,93 2 Nilai tertinggi 88 3 Nilai terendah 22 4 Jumlah siswa yang mencapai KKM 8 5 Jumlah siswa yang belum mencapai 32 KKM 6 Ketuntasan Klasikal (%) 19,04 Pengukuran keberhasilan belajar aspek kognitif siswa pada materi ekosistem diukur dengan melaksanakan post test I. Tes dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2014 di akhir pembelajaran siklus I. Tes ini dikerjakan oleh 42 siswa kelas VIIA dengan materi yang telah dipelajari selama siklus I dan sesudah dilakukan tindakan. Hasil post test I menunjukan sebanyak dua puluh siswa berhasil mencapai KKM. Sedangkan persentase ketuntasan klasikal yang dicapai adalah sebesar 47,62%. Kemudian nilai tertinggi yang dapat dicapai siswa kelas VIIA adalah 92.Nilai terendah yang diperoleh siswa kelas VIIA adalah 51. Dari hasil post test I diketahui rata-rata kelas yang diperoleh dari uji tindakan I adalah 71,36. Hasil analisa belajar kognitif siklus I disajikan pada tabel 4.2, selengkapnya dapat dilihat pada (Lampiran 25).

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Tabel 4.2. Hasil Belajar Aspek Kognitif Siklus I Siswa Kelas VIIA No Keterangan Ketercapaian 1 Rata-rata kelas 71,36 2 Nilai tertinggi 92 3 Nilai terendah 51 4 Jumlah siswa yang mencapai KKM 20 5 Jumlah siswa yang belum mencapai 22 KKM 6 Ketuntasan Klasikal (%) 47,62 b. Analisa Hasil Belajar Aspek Afektif Perolehan data tentang kondisi hasil belajar aspek afektif dan psikomotor siklus I didapatkan melalui observasi.Dari hasil observasi aspek afektif yang dilaksanakan di kelas VIIA, diperoleh hasil sebagai berikut.Jumlah siswa yang tergolong dalam kategori hasil belajar aspek afektif rendah adalah nihil.Artinya tidak ada siswa yang mempunyai hasil belajar aspek afektif rendah.Sebanyak 21 siswa tergolong dalam kategori sedang atau sebesar 50%. Sedangkan 21 siswa lainnya tergolong dalam kategori tinggi.Hasil belajar aspek afektif siklus I siswa kelas VIIA disajikan dalam tabel 4.3, selengkapnya dapat dilihat pada (Lampiran 27). Tabel 4.3.Hasil Belajar Aspek Afektif Siklus I Kelas VIIA No Kategori Interval Skor Jumlah Persentase Siswa (%) 1 Tinggi 66,68 ≤q ≤100 21 50 2 Sedang 33,34 ≤q ≤66,67 21 50 3 Rendah 0 ≤q ≤33,33 0 0

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 c. Analisa Hasil Belajar Aspek Psikomotor Hasil belajar aspek psikomotor siswa diperoleh dari hasil observasi siswa dalam berdinamika kelompok.Dari hasil observasi hasil belajar aspek psikomotor awal siswa kelas VIIA didapatkan sebanyak 0 siswa yang termasuk dalam kategori rendah, artinya tidak ada siswa yang memiliki hasil belajar aspek psikomotor rendah.Sedangkan sebanyak 21 siswa tergolong dalam kategori sedang atau sebesar 50%.Dan siswa yang mencapai kategori psikomotor tinggi sebanyak 21 siswa atau sebesar 50%. Hasil belajar aspek psikomotor siklus I kelas VIIA disajikan pada tabel 4.4, selengkapnya dapat dilihat pada (Lampiran 28). Tabel 4.4. Hasil Belajar Aspek Psikomotor Siklus I Kelas VIIA No Kategori Interval Skor Jumlah Persentase Siswa (%) 1 Tinggi 66,68 ≤q ≤100 21 50 2 Sedang 33,34 ≤q ≤ 21 50 0 0 66,67 3 Rendah 0 ≤q ≤33,33 d. Motivasi Belajar Awal Motivasi belajar awal adalah motivasi yang dimiliki siswa sebelum pelaksanaan kuisioner.Sebelum tindakan pembelajaran yang diperoleh dimulai dari hasil penelitimembagikan kuisioner pada tanggal 20 Mei 2013. Kuisioner diisi oleh 42 siswa kelas VIIA SMP N 1 Jogonalan Klaten.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Berdasarkan kuisioner yang telah diisi oleh siswa kelas VIIA diketahui bahwa siswa yang tergolong dalam kategori sangat rendah adalah 0%. Siswa yang tergolong dalam kategori rendah adalah 0%.Jumlah siswa yang tergolong dalam kategori cukup adalah 5 siswa atau sebesar 11,9%. Jumlah siswa yang tergolong dalam kategori tinggi adalah 16 siswa atau sebesar 38,1%. Sedangkan jumlah siswa yang tergolong dalam kategori sangat tinggi adalah 21 siswa atau 50%. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa kelas VIIA memiliki motivasi belajar awal sangat tinggi. Dengan persentase tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi siswa kelas VIIA tinggi. Hasil analisis tentang hasil motivasi awal siswa kelas VIIA terdapat pada tabel 4.5, selengkapnya dapat dilihat pada (Lampiran 22). Tabel 4.5. Hasil Analisis Motivasi Belajar Awal Siswa Kelas VIIA Interval 81 – 100 66 – 80 56 – 65 46 – 55 0 – 45 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Jumlah Siswa 21 16 5 0 0 Skor Motivasi (%) 50 38,1 11,9 0 0 4. Refleksi Berdasarkan hasil pelaksanaan pembelajaran siklus I, diperoleh data hasil belajar aspek kognitif, afektif, dan psikomotor siswa kelas VIIA. Dari hasil belajar aspek kognitif didapatkan sebesar 47,62% dari 42 siswa kelas VIIA telah mencapai KKM dengan nilai ≥75. Sedangkan dari hasil belajar aspek afektif menunjukkan sebesar 50% siswa kelas VIIA

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 tergolong dalam kategori tinggi.Artinya 50% dari 42 siswa memiliki hasil belajar afektif tinggi. Sama halnya dengan hasil belajar aspek afektif, jumlah siswa pada hasil belajar aspek psikomotor yaitu sebesar 50% siswa kelas VIIA tergolong dalam kategori tinggi dan 50% siswa tergolong dalam kategori sedang. Hasil tersebut didukung dengan kondisi pembelajaran yang cukup baik. Proses pembelajaran dengan model kooperatif tipe Team Games Tournament pada siklus I telah berjalan sesuai dengan prosedur yang direncanakan. Sebagian besar siswa telah memperhatikan penjelasan peneliti, berusaha menjawab pertanyaan yang diajukan, mengerjakan LKS dengan cermat dan siswa terlihat bersemangat ketika mengikuti game tournament. Ada beberapa hal yang dianggap sebagai kendala dalam pembelajaran dan membuat proses pembelajaran menjadi kurang optimal. Hal tersebut yakni kondisi kelas selama game tournament berlangsung menjadi ramai karena sebagian besar siswa berbicara dengan suara yang keras.Selain itu, ada beberapa siswa yang kurang antusias untuk mengikuti pembelajaran dengan model TGT dikarenakan merasa canggung untuk bekerjasama dalam kelompok yang telah ditentukan peneliti dan masih merasa kebingungan dengan aturan permainan dalam TGT.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 5. Perencanaan Siklus II Langkah selanjutnya untuk mengatasi kendala pada siklus I adalah peneliti melakukan demonstrasi cara permainan TGT dengan dibantu observer dan pendokumentasi. Kemudian membentuk kelompok baru untuk pengerjaan LKS dan pelaksanaan game tournament ke dua. Pembentukan kelompok masih didasarkan pada tingkat kemampuan aspek kognitif hasil belajar siswa pada siklus I. Pembentukan kelompok baru diakukan untuk mengantisipasi kebosanan yang dapat dirasakan oleh siswa selama mengikuti pembelajaran, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerjasama dengan teman yang lain. Untuk mengatasi kebisingan dalam ruang belajar, peneliti dibantu guru biologi bergantian mendampingi kelompok dalam game tournament untuk memberikan pengarahan dan bantuan kepada anggota kelompok. Selain itu, untuk mengatasi ruang gerak siswa agar tidak berhimpitan selama game tournament dilakukan penataan meja dan kursi. Meja dan kursi dipindahkan dekat dengan dinding, sehingga bagian tengah ruang kelas kosong. Hal ini dilakukan agar siswa merasa nyaman selama game tournament berlangsung. Selanjutnya untuk proses pembelajaran, peneliti menyiapkan beberapa instrumen dan media pembelajaran seperti LKS, gambar untuk penyampaian apersepsi, satu set kartu untuk game tournament, soal pos test II, lembar observasi, kuisioner, dan panduan wawancara.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 6. Pelaksanaan Siklus II Kegiatan pembelajaran pada siklus II dilaksanakan dalam dua kali pertemuan yakni pada tanggal 30 Mei 2014 dan 31 Mei 2014. Pada kegiatan pembelajaran pertama yaitutanggal 30 Mei 2014, materi pembelajaran yang dipelajari adalah hubungan saling ketergantungan antara komponen biotik dan abiotik, dan simbiosis. Siswa secara berkelompok mengerjakan LKS 3 yang berisi gambar contoh simbiosis/ interaksi antar komponen biotik yang ada. Kemudian siswa melaksanakan game tournament sesuai aturan atau prosedur yang telah dibuat. Kegiatan pembelajaran kedua yaitu tanggal 31 Mei 2014, materi pembelajaran yang dipelajari adalah masalah kerusakan ekosistem dan pelestarian ekosistem. Siswa mengerjakan LKS 4 yang berisi artikel tentang permasalahan atau kerusakan ekosistem secara berkelompok. Kemudian perwakilan kelompok membahas LKS yang telah dikerjakan, dan mempersilahkan siswa lainnya untuk menanggapi dan bertanya. Pada akhir kegiatan pembelajaran, peneliti membagikan pos testIIdan kuisioner motivasi akhir kepada 42 siswa kelas VIIA. Dan memberikan kenang-kenangan berupa gantungan kunci kepada seluruh siswa sebagai ucapan terimakasih dan perpisahan.Suasana pembelajaran pada siklus II dapat dilihat pada gambar 4.2. Selengkapnya dapat dilihat pada (Lampiran 42).

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Gambar 4.2. Suasana pembelajaran pada siklus II a. Analisa Hasil Belajar Aspek Kognitif Hasil post test II siswa kelas VIIA menunjukkan sebanyak tiga puluh dua siswa berhasil mencapai KKM. Persentase ketuntasan klasikal dari kelas VIIA sebesar 76,19%. Diketahui sebanyak sepuluh siswa belum mencapai KKM. Dari hasil post test II diperoleh nilai tertinggi yang dapat dicapai adalah 90, dan nilai terendah adalah 34. Sedangkan, rata-rata kelas yang diperoleh dari uji tindakan II ini adalah 76,95. Hasil analisis post test II disajikan dalam tabel 4.6, selengkapnya dapat dilihat pada (Lampiran 34). Tabel 4.6. Hasil Belajar Aspek Kognitif Siklus II Siswa Kelas VIIA No Keterangan Ketercapaian 1 Rata-rata kelas 76,95 2 Nilai tertinggi 90 3 Nilai terendah 34 4 Jumlah siswa yang mencapai KKM 32 5 Jumlah siswa yang belum mencapai 10 KKM 6 Ketuntasan Klasikal (%) 76,19

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 b. Analisa Hasil Belajar Aspek Afektif Perolehan hasil belajar afektif dan psikomotor siswa didapatkan dari hasil observasi.Dari hasil observasi aspek afektif yang dilaksanakan di kelas VIIA diperoleh hasil sebagai berikut.Tidak ada siswa yang tergolong dalam kategori rendah. Hal ini menunjukkan siswa yang memiliki kemampuan afektif rendah di kelas VIIA tidak ada.Sedangkan siswa yang digolongkan dalam kategori sedang berjumlah 9 siswa atau sebesar 21,43%.Dan siswa yang mencapai kategori afektif tinggi sebanyak 33 siswa atau sebesar 78,57%.Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas VIIA SMP N 1 Jogonalan memiliki hasil belajar aspek afektif tinggi. Hasil belajar aspek afektif siklus II kelas VIIA disajikan pada tabel 4.7, selengkapnya dapat dilihat pada (Lampiran 36). Tabel 4.7. Hasil Belajar Aspek Afektif Siklus II Kelas VIIA No Kategori Interval Skor Jumlah Persentase Siswa (%) 1 Tinggi 66,68 ≤q ≤100 33 78,57 2 Sedang 33,34 ≤q ≤66,67 9 21,43 3 Rendah 0 ≤q ≤33,33 0 0 c. Analisa Hasil Belajar Aspek Psikomotor Hasil belajar aspek psikomotor siswa diperoleh dari hasil observasi siswa dalam berdinamika kelompok.Dari hasil observasi pada siswa kelas VIIA didapatkan sebanyak 0 siswa yang termasuk dalam kategori rendah, artinya tidak ada siswa yang memiliki hasil belajar aspek psikomotor rendah.Sedangkan sebanyak 9 siswa

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 tergolong dalam kategori sedang atau sebesar 21,43%.Dan siswa yang mencapai kategori psikomotor tinggi sebanyak 33 siswa atau sebesar 78,57%. Hasil belajar aspek psikomotor siklus II kelas VIIA disajikan pada tabel 4.8, selengkapnya dapat dilihat pada (Lampiran 37). Tabel 4.8. Hasil Belajar Aspek Psikomotor Siklus II Kelas VIIA No Kategori Interval Skor 1 2 Tinggi Sedang 3 Rendah 66,68 ≤q ≤100 33,34 ≤q ≤ 66,67 0 ≤q ≤33,33 Jumlah Siswa 33 9 Persentase (%) 78,57 21,43 0 0 d. Motivasi Belajar Akhir Motivasi belajar akhir adalah motivasi belajar murid setelah pelaksanaan tindakan yang didapatkan dari hasil kuisioner.Pembelajaran terakhir dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2014, dan kuisioner diisi oleh responden yakni siswa kelas VIIA. Berdasarkan kuisioner yang telah diisi oleh siswa kelas VIIA diketahui bahwa siswa yang tergolong dalam kategori sangat rendah adalah 0%. Siswa yang tergolong dalam kategori rendah adalah 0%.Jumlah siswa yang tergolong dalam kategori cukup adalah 1 siswa atau sebesar 2,38%.Jumlah siswa yang tergolong dalam kategori tinggi adalah 24 siswa atau sebesar 57,14%.Sedangkan jumlah siswa yang tergolong dalam kategori sangat tinggi adalah 17 siswa atau sebesar 40,48%.Berdasarkan hasil analisis motivasi belajar akhir siswa kelas VIIA, dapat dikatakan bahwa setelah pelaksanaan pembelajaran siswa kelas VIIA memiliki motivasi belajar yang baik.Hal tersebut karena

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 sebagian besar siswa tergolong dalam kategori tinggi dan sangat tinggi. Hasil analisis motivasi belajar akhir siswa kelas VIIA terdapat pada tabel 4.9, selengkapnya dapat dilihat pada (Lampiran 22). Tabel 4.9. Hasil Analisis Motivasi Belajar Akhir Siswa Kelas VIIA Interval Kategori Jumlah Siswa Skor Motivasi (%) 81 – 100 Sangat Tinggi 17 40,48 66 – 80 Tinggi 24 57,14 56 – 65 Cukup 1 2,38 46 – 55 Rendah 0 0 0 – 45 Sangat Rendah 0 0 Secara kualitatif, hasil motivasi belajar akhir siswa kelas VIIA diperkuat dengan wawancara terhadap enam siswa sebagai perwakilan kelas dengan ketentuan dua siswa dengan kemampuan kognitif tinggi, dua siswa dengan kemampuan kognitif sedang, dan dua siswa dengan kemampuan kognitif rendah. Hasil analisis wawancara terhadap siswa disajikan pada tabel 4.10, selengkapnya dapat dilihat pada (Lampiran 41).

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Tabel 4.10. Hasil Wawancara Siswa Kelas VIIA Setelah Mengikuti Pembelajaran dengan Model Kooperatif Tipe Team Games Tournament Indikator Siswa 1 Siswa 4 Siswa 5 Menarik, enak, Menarik Siswa 6 Menarik, Menarik Menarik, seru tidak seru TGT Perasaan selama Siswa 3 Menarik, seru, Tanggapan terhadap model pembelajaran Siswa 2 seru membosankan Senang Senang Senang Biasa saja Senang Senang pembelajaran Dapat Lebih akrab mempelajari dengan teman, Dapat bertukar Manfaat belajar dengan soal lebih Kemampuan lebih mudah banyak. Dapat belajar dapat memahami bekerjasama bertambah materi tanpa model TGT Tambah Kompak pendapat/ pintar dengan teman diskusi dengan dengan harus melihat kelompok buku teman 79

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Indikator 80 Siswa 1 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Sudah Sudah Sudah Sudah Cukup Sudah menguasai menguasai menguasai menguasai menguasai menguasai Berpartisipasi Berpartisipasi Berpartisipasi Berpartisipasi Berpartisipasi Kurang aktif aktif aktif aktif aktif berpartisipasi Penguasaan materi ekosistem dengan pembelajaran model TGT Partisipasi siswa dalam pembelajaran Bekerjasama Anggota Kerjasama dengan baik, kelompok Kompak dalam Hubungan kerjasama dalam kelompok jelek karena Kerjasama dan berhasil bekerjasama, enak dalam hanya sedikit cukup bagus menjawab soalasik Cukup kompak kerjasama yang mau soal dalam tetapi sering bekerjasama permainan bercanda 80

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Berdasarkan tabel 4.10, menunjukkan bahwa siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran. Siswa merasa pembelajaran biologi dengan model Team Games Tournament menarik, tidak membosankan, seru, mengasikkan, dan membuat siswa merasa senang. Siswa juga berpendapat banyak manfaat yang didapatkan seperti menambah keakraban/ kekompakan antar siswa dalam kelompok, siswa merasa dilibatkan dalam pembelajaran, dapat mempelajari soal lebih banyak, dan memudahkan memahami materi pelajaran. 7. Refleksi Berdasarkan hasil pelaksanaan pembelajaran siklus II, diperoleh data hasil belajar aspek kognitif, afektif, dan psikomotor siswa kelas VIIA. Dari hasil belajar aspek kognitif didapatkan sebesar 76,19% dari 42 siswa kelas VIIA telah mencapai KKM dengan nilai ≥75. Hasil tersebut telah mencapai indikator keberhasilan hasil belajar aspek kognitif pada siklus II yang telah ditetapkan, yaitu sebesar 75% siswa mencapai KKM. Sedangkan dari hasil belajar aspek afektif menunjukkan sebesar 78,57% siswa kelas VIIA tergolong dalam kategori tinggi. Artinya sebanyak 33 dari 42 siswa memiliki hasil belajar afektif tinggi.Pencapaian tersebut telah mencapai indikator keberhasilan dari hasil belajar aspek afektif yang telah ditetapkan yaitu sebesar 75% siswa tergolong dalam kategori tinggi. Hasil belajar aspek psikomotor yaitu sebesar 76,19% siswa kelas VIIA tergolong dalam kategori tinggi dan 23,81% siswa tergolong dalam kategori sedang. Pencapaian tersebut telah melebihi target indikator

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 keberhasilan yang telah ditetapkan yaitu sebesar 75% siswa tergolong dalam kategori tinggi. Hasil tersebut menunjukkan seluruh aspek dalam pembelajaran telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan. Hasil tersebut didukung dengan kondisi pembelajaran yang lebih baik dari pembelajaran siklus I. Proses pembelajaran dengan model kooperatif tipe Team Games Tournament pada siklus II telah berjalan sesuai dengan prosedur yang direncanakan. Siswa telah mampu bekerjasama dengan anggota kelompok dalam mengerjakan LKS maupun dalam pelaksanaan game tournament.Sebagian besar siswa telah menunjukkan sikap sportif dalam tournament, memperhatikan penjelasan peneliti, berusaha menjawab pertanyaan yang diajukan peneliti, dan terlihat bersemangat ketika mengikuti game tournament. B. Pembahasan 1. Motivasi Belajar Berdasarkan hasil analisis pencapaian motivasi belajar awal siswa kelas VIIA menunjukkan bahwa sebanyak 88,1% siswa kelas VIIA tergolong dalam kategori tinggi dan sangat tinggi. Setelah siswa mendapat pengalaman belajar dengan Team Games Tournament, motivasi belajar siswa di kelas VIIA meningkat menjadi sebesar 97,62% siswa tergolong dalam kategori tinggi dan sangat tinggi. Pada motivasi belajar awal 11,9% siswa termasuk dalam kategori cukup, sedangkan pada motivasi akhir menjadi 2,38% siswa termasuk kategori cukup. Terjadi peningkatan

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 motivasi siswa yang tergolong dalam kategori cukup menjadi kategori tinggi. Pencapaian hasil motivasi belajar siswa diatas merupakan dampak dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournamentyang merupakan salah satu bentuk motivasi ekstrinsik yang diberikan oleh peneliti untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIIA pada materi ekosistem. Karena TGT merupakan model pembelajaran yang mengedepankan cara belajar siswa dengan berkelompok, dan membuat siswa lebih aktif. Hasil wawancara dengan siswa, menyebutkan bahwa belajar dengan model TGT menyenangkan, seru, tidak membosankan, dan menambah pengalaman. Keseluruhan pendapat siswa tersebut dilandaskan oleh kerja sama dalam kelompok. Bekerja sama dalam kelompok membuat hubungan antar siswa dalam kelompok menjadi kompak, dan menambah semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa siswa mendapatkan motivasi belajar dari game tournament dan dari anggota kelompok. Hal ini diperkuat dengan pendapat Hamalik (2003:167), dalam kerja kelompok di mana melakukan kerja sama dalam belajar, setiap anggota kelompok turut serta, terkadang perasaan untuk mempertahankan nama baik kelompok menjadi pendorong yang kuat dalam perbuatan belajar. Selain itu, dalam game tournament terjadi kompetisi atau persaingan antar kelompok dan antar individu dalam kelompok untuk mendapatkan poin tertinggi. Menurut Djamarah (2011:161), kompetisi dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong anak didik agar

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 mereka bergairah belajar. Persaingan, baik dalam bentuk individu maupun kelompok diperlukan dalam pendidikan. Kondisi ini dimanfaatkan untuk menjadikan proses belajar mengajar yang kondusif. Untuk menciptakan suasana yang demikian, metode mengajar memegang peranan. Selain penerapan model pembelajaran TGT, peneliti juga memberikan bentuk motivasi ekstrinsik yang berupa pujian dan hadiah. Pujian diberikan kepada siswa atau kelompok yang berhasil mengumpulkan poin/ skor tertinggi pada game tournament. Selain itu pujian juga diberikan kepada siswa yang berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan oleh peneliti. Pujian yang diberikan berupa penyampaian verbal seperti ungkapan “iya benar, tepuk tangan untuk mbak/mas (nama siswa)”, dan non verbal seperti acungan ibu jari sebagai ungkapan hebat. Hal diatas sejalan dengan pendapat Hamalik (2003:167) yang berpendapat pemberian pujian kepada murid atas hal-hal yang telah dilakukan dengan berhasil, besar manfaatnya sebagai pendorong belajar karena pujian menimbulkan rasa puas dan senang. Penghargaan dalam bentuk hadiah yang berupa alat tulis dan makanan ringan diberikan kepada kelompok pemenang dan individu yang mendapatkan poin tertinggi. Hal inimampu memotivasi siswa untuk meraih poin sebanyak-banyaknya dalam game tournament selanjutnya.Peningkatan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran ini sesuai dengan pendapat Slavin (2005:34) yang menyatakan perpektif motivasional pada pembelajaran kooperatif terutama memfokuskan pada penghargaan atau struktur tujuan dimana para siswa bekerja. Struktur tujuan kooperatif menciptakan sebuah situasi dimana satu-satunya cara

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 anggota kelompok bisa meraih tujuan pribadi mereka adalah jika kelompok mereka bisa sukses. Oleh karena itu, untuk meraih tujuan personal mereka, anggota kelompok harus membantu teman satu timnya agar kelompok mereka berhasil, dan mendorong anggota satu kelompoknya untuk melakukan usaha maksimal. Hal yang sama tentang pemberian penghargaan bagi siswa yang berprestasi untuk memotivasi siswa juga dikemukakan oleh Djamarah (2011:160). Hadiah dapat diberikan kepada anak didik yang berprestasi tinggi, rangking satu, dua atau tiga dari anak didik lainnya. Hadiah diberikan sebagai penghargaan atas prestasi mereka dalam belajar untuk memotivasi anak didik agar senantiasa mempertahankan prestasi belajar selama berstudi. Dan tidak menutup kemungkinan akan memdorong anak didik lainnya untuk ikut berkompetisi dalam belajar Hal-hal pendukung keberhasilan pencapaian motivasi belajar siswa secara keseluruhan dari siklus I ke siklus II tidak terlepas dari adanya masalah-masalah yang terjadi di dalam kelas. Siswa dengan kategori motivasi sangat tinggi menunjukan penurunan sebesar 9,52% pada siklus II. Hal ini disebabkan siswa dengan tingkat kognitif tinggi cenderung tidak terlalu antusias terhadap permainan TGT. Hal ini dikarenakan siswa merasa mampu bekerja sendirian, dan anggota kelompok hanya mengandalkan dirinya. Oleh karena itu diperlukan penambahan tanggung jawab individu dalam bermain TGT seperti adanya tugas individu di akhir game tournament.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 2. Hasil Belajar Hasil belajar siswa kelas VIIA pada materi ekosistem dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament terdiri atas tiga hasil belajar yaitu hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor. Hasil belajar kognitif diperoleh dari hasil post test di akhirsiklus I dan II. a. Hasil Belajar Aspek Kognitif Dampak yang ditimbulkan dari model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournamentterhadap pencapaian hasil belajar kognitif ditunjukkan oleh tabel 4.11 dan digambarkan dalam diagram batang seperti pada gambar 4.3 yangmenggambarkan terjadi peningkatan hasil belajar pada siklus I dan pada siklus II. Hasil belajar siklus I menunjukkan 47,62% siswa telah mencapai KKM. Sedangkan jumlah siswa yang mencapai KKM pada hasil belajar kognitif siklus II adalah 76,19%. Tabel 4.11. Peningkatan Hasil Belajar Kognitif Siklus I dan II Keterangan Hasil belajar aspek kognitif Persentase Ketuntasan Belajar (%) Siklus I Siklus II 47,62 76,19

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 76.19 80 70 D a l a m 60 % 20 50 47.62 40 30 10 0 SIKLUS I SIKLUS II Gambar ar 4.3. Peningkatan Hasil Belajar Kognitif Sikl iklus I dan II Dia Diagram batang pada gambar 4.3 diatas menunj nunjukkan bahwa persentase se jumlah siswa yang mencapai KKM pada da siklus II lebih tinggi diba dibandingkan pada siklus I. Hasil ini menunjukka nunjukkan terjadinya peningkata atan persentase jumlah siswa yang mencap apai KKM yaitu sebesar 28,57 28,57%. Pada siklus II 76,19% siswa tuntas KKM, seda sedangkan 23,81% siswa belum mencapai KKM. Peneliti memberikann pe perbaikan kepada siswa yang ang belum mencapai KKM dengan memberikan kan soa soal remidi. Sel Selain peningkatan persentase jumlah siswaa yang mencapai KKM, nila nilai rata-rata siswa kelas VIIA juga mengala alami peningkatan pada siklus klus I dan pada siklus II seperti yang disajikann da dalam tabel 4.12 dan digam ambarkan dalam diagram batang seperti pa pada gamba 4.4. Berdasarka rkan hasil tersebut, nilai rata-rata kelas VIIA IA meningkat dari 71,36 di si siklus I menjadi 76,95 di siklus II.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Tabel 4.12. Peningkatan Nilai Rata-rata Kelas VIIA Keterangan Siklus I Siklus II Nilai rata-rata kelas 71,36 76,95 90 76.95 80 71,36 70 60 50 40 30 20 10 0 0 Siklus I Siklus II Gambar 4.4. Peningkatan Nilai Rata-rata Kelas VIIA Peningkatanhasil belajar aspek kognitif siswa dari siklus I ke siklus IIdikarenakan beberapa faktor. Faktor pertama adalah situasi pembelajaran. Situasi pembelajaran ini berkaitan dengan penerapan model pembelajaran TGT. Pada penerapannya, TGT membuat kegiatan pembelajaran lebih menyenangkan dan melibatkan seluruh siswa dalam pelaksanaannya. Hal ini ditunjukkan oleh respon siswa yang terlihat gembira dan bersemangat selama mengikuti kegiatan pembelajaran. Siswa merasa mendapatkan situasi pembelajaran baru melalui game tournamentyang belum pernah didapatkan dalam kegiatan pembelajaran sebelumnya. Hal ini membuat siswa

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI bersemangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran 89 dan memudahkan siswa dalam memperdalam materi sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar aspek kognitif. Faktor kedua adalah kerja sama dalam kelompok.Hal ini terutama tampak pada timbulnya penciptaan hubungan dan kerjasama antar personal siswa dalam belajar. Spontanitas siswa dan diskusi dapat berkembang sehingga hambatan komunikasi antar siswa dapat berkurang. Kekompakan kerja sama dalam kelompok membantu siswa untuk memahami materi dengan menjawab soal-soal dalam game tournament. Faktor ketiga adalah adanya penghargaan berupa pujian dan hadiah. Pemberian pujian dan hadiah kepada siswa yang mencapai nilai kognitif tertinggi mampu memotivasi siswa lainnya untuk berprestasi dalam pembelajaran. Hal ini ditunjukkan dengan usaha siswa untuk memperdalam materi dengan bertanya kepada peneliti, membaca buku referensi, berdiskusi dengan teman agar memahami materi ajar dan mendapatkan nilai kognitif tertinggi. b. Hasil Belajar Aspek Afektif Hasil belajar aspek afektif siswa kelas VIIA mengalami peningkatan seperti yang disajikan pada tabel 4.13 dan digambarkan pada gambar 4.5. Hasil belajar aspek afektif siklus I menunjukkan 50% siswa tergolong dalam kategori tinggi, kemudian meningkat menjadi 78,57% siswa di siklus II. Peningkatan hasil belajar aspek afektif sebesar 28,57%.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 iswa Kelas VIIA Tabel 4.13. P Peningkatan Hasil Belajar Aspek Afektif Sisw K Keterangan Hasil bel belajar aspek afektif Persentase Ketuntasan san Belajar (%) Siklus I Siklus II 50 78,57 90 78.57 80 70 60 50 50 40 30 20 10 0 SIKLUS I SIKLUS II Gambar 4.5. Peningkatan Hasil Belajar Aspek Afektif Sisw Siswa Kelas VIIA Pada siklus II, hasil belajar aspek afektif sisw siswa kelas VIIA mengalam mi peningkatan artinya lebih baik dibanding ng si siklus I. Hal ini ditunjukka ukkan dengan berbagai kegiatan yang dilakuka kukan oleh siswa selama prose proses pembelajaran. Kegiatan siswa dalam pembelajaranini menunjukka ukkan bahwa siswa telah memiliki beberapa tin tingkatan kategori hasil bela belajar afektif seperti reciving, responding, ng, valuing, dan organisasi. si. Ka Kategori reciving ditunjukkan dengan adanya ya perhatian siswa seperti ser serius dalam mengikuti pembelajaran, dann memperhatikan teman keti ketika berdiskusi. Responding ditunjukkan den dengan munculnya

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 sikap kritis dalam mencari informasi saat kerja kelompok, keberanian saat mengungkapkan pendapat,memberikan respon/ jawaban atas pendapat teman, dan antusias dalam mengerjakan tugas/ LKS. Valuing ditunjukkan dengan sikap menghargai yang terlihat ketika siswa mendengarkan pendapat teman dan memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk menyampaikan ide. Hubungan sosial antar siswa dalam kelompok tercipta melalui kerjasama dan partisipasisiswa saat berdiskusi. Hal ini menunjukkan kemampuan siswa dalam organisasi yaitu pengembangan dari nilai yang telah dimilikinya ke dalam suatu sistem organisasi. Peningkatan hasil belajar aspek afektif dari siklus I ke siklus II dikarenakan siswa telah mampu beradaptasi dengan anggota kelompok, dan siswa juga telah menguasai aturan permainan dalam TGT sehingga tidak ada kebingungan yang terjadi. Permainan dalam TGT ini membantu siswa untuk dapat bekerja sama dalam kelompok, sehingga membangkitkan semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran dan dalam mengerjakan tugas yang diberikan. c. Hasil Belajar Aspek Psikomotor Hasil belajar aspek psikomotor siklus I menunjukkan 50% siswa tergolong dalam kategori tinggi, kemudian meningkat menjadi 78,57%siswa tergolong kategori tinggi di siklus II. Peningkatan hasil belajar aspek psikomotor sebesar 28,57%. Peningkatan hasil belajar aspek psikomotor siswa kelas VIIA disajikan pada tabel 4.14 dan digambarkan pada gambar 4.6.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 otor Siswa Kelas Tabel 4.14. 4.14.Peningkatan Hasil Belajar Aspek Psikomotor VIIA Ke Keterangan Persentase Ketuntasan san Belajar (%) Siklus I Siklus II 50 78,57 Hasil belaj belajar aspek afektif 90 78.57 80 70 60 50 50 40 30 20 10 0 SIKLUS I SIKLUS II Gambar 4.6 4.6. Peningkatan Hasil Belajar Aspek Psikomotor otor Siswa Kelas VIIA Hasil sil be belajar aspek psikomotor tampak dalam bentuk ntuk keterampilan dan kemampua puan bertindak siswa. Pada kegiatan pembelaj lajaran yang telah dilakukan, ada tiga tingkatan kategori hasil belajar aspekk psi psikomotor yaitu persepsi, kesia siapan, dan reaksi yang diarahkan. Kategor gori persepsi ditunjukkan dengan siswa meng enginterpretasikan hal yang ditan ditangkap oleh sistem indera seperti kegiatann menggolongkan gambar-gamba bar yang merupakan contoh tingkat satuann m makhluk hidup di papan tulis. s. Se Selain itu, kegiatan merangkai gambar contoh oh rantai makanan

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 pada ekosistem tertentu juga merupakan kategori persepsi, karenagambar yang diberikan memberikan stimulus kepada indera mata dan siswa menginterpretasikan dalam gerakan untuk merangkai ataupun menggolongkan gambar-gambar tersebut. Kategori kesiapan ditunjukkan dengan siswa mempersiapkan diri selama pembelajaranyang terlihat saat siswa menggunakan berbagai sumber belajar selama proses pembelajaran, dan mencatat hasil diskusi untuk menambah informasi. Kegiatan selanjutnya siswa menunjukkan kemampuan diri dalam kelompok yang terlihat ketika menyampaikan hasil diskusi kelompok dengan bahasa yang komunikatif, serta memperlihatkan perilaku positif selama pembelajara. Kategori reaksi yang diarahkan ditunjukkan siswa dengan mengikuti dan mempraktekan kegiatan pembelajaran sesuai standar selama game tournament berlangsung. Selain itu, kecermatan siswa juga terlihat selama pengerjaan tugas/LKS. Peningkatan hasil belajar aspek psikomotor siswa dari siklus I ke siklus II dikarenakan siswa merasa nyaman dengan situasi pembelajaran. Siswa telah mampu mengekspresikan dirinya melalui berbagai tindakan yang menunjukkan keharmonisan, ketepatan, kecepatan, dan mampu membedakan visual. Peningkatan motivasi dan hasil belajar yang dicapai siswa dari siklus I ke siklus II menunjukkan telah mencapai target yang ditentukan sebelumnya. Hal ini menandakan bahwa dengan penerapan pembelajaran TGT mampu memotivasi siswa untuk belajar yang berakibat pada meningkatnya hasil belajar siswa. Penerapan model pembelajaran

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 kooperatif tipe Team Games Tournament memberikan efek pembelajaran biologi pada materi ekosistem tampak terasa lebih aktif dan menyentuh berbagai lapisan tingkat kemampuan siswa. Pada proses belajarnya siswa melakukan kegiatan-kegiatan tanpa terbebani oleh muatan-muatan konsep yang dirasakan berat jika dipelajari dengan kegiatan pembelajaran konvensional. Peningkatan hasil belajar yang terjadi di kelas VIIA sangat dipengaruhi oleh model pembelajaran yang diterapkan yaitu pembelajaran kooperatif tipe TGT. Sesuai dengan pendapat Lorin (2013:6) bahwa halhal yang ada dalam pembelajaran kooperatif tipe TGT berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa diantarannya adalah pembentukan kelompok yang heterogen. Pembentukan kelompok secara heterogen dari segi kemampuan akademik bertujuan agar siswa tidak hanya belajar dari guru tetapi bisa belajar dari anggota kelompoknya yang berkemampuan akademiknya lebih tinggi. Diharapkan siswa dapat lebih memahami materi dengan penjelasan dari temannya sendiri dan dapat memotivasi siwa untuk saling membantu antar siswa. Selain pembentukan kelompok heterogen, penggunaan permainan atau pertandingan yang memiliki dimensi kegembiraan dapat menggairahkan semangat belajar siswa dan memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ferdiantini dkk (2014:8) yang menyatakan pembelajaran TGT menyajikan suatu konsep dengan disertai belajar secara kelompok dan permainan, serta berhubungan dengan bagaimana seseorang belajar atau gaya/cara siswa belajar, relevansi dan manfaat penuh terhadap belajar. Pemanfaatan pembelajaran

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 TGT akan menciptakan ruang kelas yang didalamnya siswa akan menjadi peserta aktif bukan hanya pengamat yang pasif, dan bertanggung jawab terhadap belajarnya. Penerapan pembelajaran TGT akan sangat membantu guru dalam PBM karena terdapat kerjasama diantara siswa dan memotivasi siswa untuk lebih menambah pengetahuan mereka dengan harapan pencapaian motivasi dan hasil belajar lebih optimal. Dalam pembelajaran TGT siswa dilatih untuk berpikir secara kritis dan menjadi siswa yang kreatif. Keberhasilan pembelajaran dalam penelitian ini didukung oleh faktor-faktor penunjang pembelajaran yang berasal dari peneliti, siswa dan media pembelajaran yang digunakan. Kemampuan peneliti dalam melaksanakan dan mendampingi selama proses pembelajaran sangat diutamakan, sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, media pembelajaran yang digunakan peneliti dalam proses pembelajaran juga merupakan faktor pendukung keberhasilan pembelajaran. Salah satunya peneliti menggunakan pertanyaan bergambar pada kartu soal yang digunakan dalam game tournament, serta menggunakan berbagai gambar dalam LKS dan saat menjelaskan materi pelajaran agar menarik perhatian siswa dan siswa tidak merasa bosan selama proses pembelajaran berlangsung. Keberhasilan dalam penelitian ini tidak terlepas dari hal-hal yang harus diperhatikan dalam penerapan pembelajaran dengan model kooperatif tipe Team Games Tournamentyaitu ruang belajar. Ruang belajar siswa dengan menggunakan TGT diusahakan luas sehingga ruang

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 gerak siswa dalam kelompok menjadi luas. Hal ini ditujukan agar siswa merasa nyaman dalam mengikuti proses pemelajaran. Selain itu, ada beberapa keterbatasan selama penelitian yaitu : sarana dan prasarana pembelajaran di sekolah, pembelajaran TGT akan lebih berjalan baik jika berbasis IT seperti penggunaan LCD untuk menerangkan materi dan menjelaskan aturan permainan dengan memutarkan video. Hal ini dapat membantu menghemat waktu dan penggunaanya praktis. Namun tidak adanya LCD dapat diatasi oleh peneliti dengan menggunakan media pembelajaran konvensional seperti gambar. Selanjutnya, jumlah siswa kelas VIIA yang mencapai 42 orang dapat dikatakan terlalu banyak. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2013 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota, suatu SMP/MTs dikatakan memenuhi standar apabila semua (100%) rombelnya tidak melebihi 36 siswa, dan setiap rombel memiliki ruang kelas. Sedangkan jumlah siswa kelas VIIA SMP N 1 Jogonalan Klaten sebanyak 42 siswa, jumlah ini telah melebihi jumlah yang telah ditetapkan. Banyaknya jumlah siswa membuat anggota masing-masing kelompok duduk berhimpitan dalam pelaksanaan game tournament. Sebaiknya pelaksanaan game tournament dilakukan di ruangan yang luas seperti aula sekolah atau jika tetap dilakukan di kelas, maka seluruh meja dan kursi harus di keluarkan dari kelas. Hal-hal yang perlu diperbaiki dalam penelitian ini adalah perlu dilakukannya demonstrasi jalannya game tournament diawal permainan

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 siklus I untuk memudahkan siswa memahami aturan dalam TGT dan mengurangi kebingungan siswa dalam permainan. Penambahan jumlah kartu soal juga dirasa sangat diperlukan karena dapat memperkecil kemungkinan pengambilan kartu soal yang sama oleh siswa saat game tournament berlangsung.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil tindakan dan indikator-indikator yang telah ditetapkan didapatkan kesimpulan : 1. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIIA SMP N 1 Jogonalan Klaten pada materi ekosistem. Pada siklus I sebanyak 88,1% siswa kelas VIIA tergolong dalam kategori tinggi dan sangat tinggi kemudian meningkat menjadi sebesar 97,62% siswa tergolong dalam kategori tinggi dan sangat tinggi pada siklus II. 2. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIA SMP N 1 Jogonalan Klaten pada materi ekosistem. Persentase ketuntasan belajar aspek kognitif siklus I sebesar 47,62%, dan pada siklus II meningkat menjadi sebesar 76,19%. Sedangkan persentase hasil belajar afektif siklus I sebesar 50% siswa tergolong kategori tinggi, dan pada siklus II meningkat menjadi 78,57% siswa tergolong kategori tinggi. Persentase hasil belajar psikomotor siklus I sebesar 50% siswa tergolong kategori tinggi, dan pada siklus II meningkat menjadi 76,19% siswa tergolong kategori tinggi. 98

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 B. Saran Berdasarkan hasil kesimpulan penelitian diatas peneliti memiliki beberapa saran sebagai berikut : 1. Kepada Guru Peneliti merekomendasikan untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament karena hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran TGT dapat : (i) meningkatkan pemahaman terhadap materi pelajaran, (ii) meningkatkan hasil belajar, (iii) menciptakan hubungan kerjasama antar siswa da antara siswa dengan guru, (iv) menciptakan suasana belajar yang menarik dan menyenangkan. 2. Peneliti Berikutnya Kepada peneliti berikutnya kiranya dapat memadukanmodel pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournamentdengan lingkungan tempat siswa belajar, serta menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi dalam pembelajaran dengan model TGT.

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Daftar Pustaka Arifin, Z. 2012. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Aqib, Z. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Yrama Widya Batamtv. 2011. Penggunaan Peledak Marak, Ekosistem Singkarak Terancam. http://batamtvnews.com/berita/618/penggunaan-peledak-marak-ekosistemsingkarak-terancam.html, diakses tanggal 15 Mei 2014 Djamarah, S.B. 2011. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta Efriana, Y. 2010. Penerapan pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI KU II SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen pada mata diklat produktif akuntansi. Skripsi. Malang: Universitas Negeri Malang Fardianto, F. 2014. Tercemar limbah, air Sungai Indragiri mulai menghitam. http://www.merdeka.com/peristiwa/tercemar-limbah-air-sungai-indragirimulai-menghitam.html, diakses tanggal 15 Mei 2014 Ferdiantini, A., Putra, M., dan Negara O.,2014. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Game Tournamnet untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Pkn Siswa Kelas V SD N 4 Lodtunduh. Jurnal. Universitas Pendidikan Ganesha Hamalik, O. 2003. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara Hanafiah, N., dan Suhana, C. 2009. Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Refika Aditama Haryono, Y. 2014. Rusak Lingkungan, Hentikan Penambangan Liar. http://krjogja.com/read/206478/rusak-lingkungan-hentikan-penambanganliar.kr, diakses tanggal 15 Mei 2014 Hidayat, W. 2013. ITB: Kerusakan Lingkungan di Kepulauan Seribu Makin Parah. http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabeknasional/13/05/25/mncp6u-itb-kerusakan-lingkungan-di-kepulauan-seribumakin-parah, diakses tanggal 15 Mei 2014 Huda, M. 2011. Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Lorin. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT Berbantuan Media Gambar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Di Kelas IV SDN Inpres 1 Birobuli. Skripsi. Palu: FKIP UNTAD. 100

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 Nawasita, K.D. 2011. Penerapan pembelajaran kooperatif TGT (Team Games Tournament) dengan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII E SMP Negeri 10 Malang. Skripsi. Malang: Universitas Negeri Malang Peraturan Menteri Pendidikan dan KebudayaanNomor 23 Tahun 2013. Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15 Tahun 2010 Tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota. Rusmono. 2012. Strategi Pembelajaran dengan Problem Based Learning Itu Perlu. Bogor: Ghalia Indonesia. Sani, R.A. 2013. Inovasi Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara Sanjaya, W. 2011. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan Cetakan 8. Jakarta: Kencana Setiadi, A. 2013. Wonogiri Marak Aksi Penebangan Hutan. http://daerah.sindonews.com/read/2013/07/26/22/765780/wonogiri-marakaksi-penebangan-hutan, diakses tanggal 15 Mei 2014 Siregar, E dan Hartini, N. 2011. Teori Belajar dan Pembelajaran Cetakan II. Bogor: Ghalia Indonesia Slavin, R.E. 2005. Cooperative Learning Teori, Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Media Sudjana, N. 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Suharsimi, A. 2007. Dasar - Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara Suprijono, A. 2009. Cooperative Learning teori & Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Suyono, dan Hariyanto. 2011. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Syah, M. 2008. Psikologi Belajar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada Taniredja, T,. Pujiati, I,. dan Nyata. 2011. Penelitian Tindakan Kelas untuk Pengembangan Profesi Guru. Bandung: Alfabeta Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovativ-Progresif. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 Uno, H.B. 2004. Teori Motivasi & Pengukurannya Cetakan 4. Jakarta: Bumi Aksara Utari, R. 2013. Taksonomi Bloom. Dalam http://www.bppk.depkeu.go.id/webpkn/attachments/766_1-Taksonomi %20Bloom%20-%20Retno-ok-mima.pdf. Diakses pada 6 Mei 2014 Winkel, W.S. 2004. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 103

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sekolah Kelas Mata Pelajaran Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : : : : : SMP N 1 Jogonalan Klaten VII IPA 2 (dua) 7. Memahami saling ketergantungan dalam ekositem Materi Pokok/ Kegiatan Pembelajaran Pembelajaran • • • • Penilaian Alokasi Sumber Bentuk Contoh Waktu Belajar Instrumen Instrumen Tes PG Di suatu hutan, 4 x 40’ • Buku Menjelaskan satuan Tes tulis Ilmu dan terdapat makhluk hidup dalam Pengetahuan Alam Tes uraian sekelompok pohon ekosistem untuk kelas VII pinus, sekelompok SMP, Grafindo kupu-kupu, • Buku Biology 1 sekelompok paku Membandingkan proses for Grade VII ekor kuda, dan terbentuknya ekosistem Tes tulis Junior High kelompokalami dan ekosistem School, Facil kelompok makhluk buatan • Buku IPA Biologi hidup lainnya. 1 untuk SMP/MTs KelompokMenjelaskan pengertian Kelas VII, kelompok tersebut komponen ekosistem Tes tulis Erlangga membentuk suatu . yaitu komponen biotik • Buku Ilmu Tes PG ... dan abiotik Pengetahuan Alam dan a. Populasi Menyebutkan masingSMP/MTs Kelas Tes uraian b. Komunitas Tes tulis masing contoh VII, Kemendikbud c. Biosfer komponen biotik dan Teknik 104 7.1 Menentukan • Satuan • Melakukan game ekosistem dan makhluk tournament untuk saling hidup mengetahui satuan hubungan makhluk hidup • Jenis antara dalam ekosistem ekosistem komponen • Mengidentifikasi • Komponen ekosistem contoh jenis ekosistem ekosistem alami • Hubungan dan buatan melalui saling gambar ketergantung • Melakukan game an antar tournament untuk komponen menjelaskan ekosistem komponen • Simbiosis ekosistem dan • Masalah hubungan antar ekosistem komponen biotikdan Indikator Pencapaian Kompetensi Lampiran 1. Silabus Pembelajaran Materi Ekosistem SILABUS PEMBELAJARAN

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI pelestarian ekosistem biotik , dan biotikabiotik • • • Masalah ekosistem dan cara pelestarian ekosistem • Mengerjakan LKS untuk mengidentifikasi macam simbiosis • • Berdiskusi untuk menganalisis artikel tentang masalah ekosistem dan cara pelestariannya Tes tulis Tes PG Tindakan manusia 2 x 40’ • Menyebutkan dan yang bersifat positif kegiatan manusia yang Tes uraian untuk mengubah dapat merusak ekosistem adalah …. ekosistem a. Membuka hutan • Menjelaskan cara Tes tulis untuk pelestarian ekosistem pemukiman • Bekerja sama dan b. Membuang saling menghargai limbah pabrik pendapat teman observasi Lembar RI • Artikel ekosistem • Buku Biology 1 for Grade VII Junior High School, Facil • Buku IPA Biologi 1 untuk SMP/MTs Kelas VII, 105 7.2 Mengindentifikasikan pentingnya keanekaragama n makhluk hidup dalam pelestarian ekosistem . abiotik d. Habitat Menjelaskan hubungan saling ketergantungan Tes tulis Jelaskan dan antara komponen berilah contoh biotik-biotik komponen Membuat contoh penyusun peristiwa rantai Tes tulis ekosistem! makanan, arus energi dalam rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan piramida makanan Menjelaskan hubungan saling ketergantungan Tes tulis antara komponen biotik Tes PG dan komponen abiotik dan Menyebutkan macam simbiosis beserta Tes tulis Tes uraian Sebutkan 3 macam simbiosis beserta contohnya contohnya!

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI selama berdiskusi observasi ke sungai c. Memberantas hama dan penyakit dengan pestisida terus menerus d. Membuat persawahan di lereng gunung secara bertingkattingkat Erlangga 106

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 107 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : SMP Mata Pelajaran : IPA Kelas/ Semester : VII / II Alokasi waktu : 2 x pertemuan (4 x 40 menit) A. Standar Kompetensi 7. Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem B. Kompetensi Dasar 7.1 Menentukan ekosistem dan saling hubungan antara komponen ekosistem C. Indikator Kognitif Produk 1. Menjelaskan satuan makhluk hidup dalam ekosistem 2. Membandingkan proses terbentuknya ekosistem alami dan ekosistem buatan 3. Menjelaskan pengertian komponen ekosistem yaitu komponen biotik dan abiotik 4. Menyebutkan masing-masing contoh komponen biotik dan abiotik 5. Menjelaskan hubungan saling ketergantungan antara komponen biotikbiotik 6. Membuat contoh peristiwa rantai makanan, arus energi dalam rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan piramida makanan Kognitif Proses 1. Mengidentifikasi gambar masing-masing tingkat satuan makhluk hidup dalam ekosistem 2. Mengidentifikasi gambar contoh-contoh ekosistem alami dan buatan

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 Psikomotor 1. Merangkai gambar contoh rantai makanan pada ekosistem tertentu Afektif Karakter 1. Kritis dalam berpendapat saat diskusi kelompok 2. Percaya diri saat mengemukakan pendapat Afektif Sosial Bekerja sama dan saling menghargai pendapat teman selama berdiskusi D. Tujuan Pembelajaran Kognitif Produk 1. Setelah mengerjakan LKS 1 siswa dapat menyebutkan satuan makhluk hidup dalam ekosistem 2. Dengan kegiatan diskusi kelompok siswa dapat menjelaskan pengertian individu, populasi, komunitas, dan ekosistem 3. Setelah menjawab pertanyaan dalam LKS 1 siswa dapat menjelaskan proses terbentuknya ekosistem alami dan ekosistem buatan 4. Setelah menjawab pertanyaan dalam game tournament siswa dapat menyebutkan masing-masing contoh komponen biotik dan abiotik 5. Setelah menjawab pertanyaan dalam LKS 2 siswa dapat menjelaskan hubungan saling ketergantungan antara komponen biotik-biotik Kognitif Proses 1. Melalui gambar siswa mengetahui contoh individu, populasi, komunitas, dan ekosistem 2. Setelah mengerjakan LKS 2 siswa dapat membuat contoh peristiwa rantai makanan, arus energi dalam rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan piramida makanan

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 Psikomotor 1. Dengan merangkai gambar siswa dapat menjelaskan2 contoh rantai makanan Afektif Karakter 1. Melalui kegiatan yang dirancang guru siswa dapat berfikir kritis dalam pembelajaran 2. Melalui kegiatan yang dirancang guru siswa percaya diri saat mengemukakan pendapat Afektif Sosial Melalui kegiatan yang dirancang guru siswa mampu berdiskusi dengan semangat kerja sama dan saling menghargai pendapat teman E. Materi Pembelajaran 1. Satuan makhluk hidup dalam ekosistem :  Individu  Populasi  Komunitas  Ekosistem 2. Pengertian dari masing – masing satuan makhluk hidup beserta contohnya 3. Jenis ekosistem : Ekosistem alami dan buatan 4. Contoh ekosistem alami dan buatan 5. Komponen Ekosistem: Komponen Biotik dan Abiotik 6. Contoh komponen botik dan abiotik 7. Hubungan saling ketergantungan antara komponen biotik dengan komponen biotik 8. Contoh peristiwa hubungan saling ketergantungan komponen biotikbiotik: rantai makanan, arus energi dalam rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan piramida makanan

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 F. Model dan Metode Pembelajaran Model Pembelajaran : Kooperatiif Metode pembelajaran : Team Games Tournament (TGT) G. Kegiatan Pembelajaran SIKLUS I 1. Pertemuan I : Kegiatan Fase Kegiatan Guru dan Siswa (waktu) Pendahuluan Melakukan (20 menit) 1. Siswa diminta untuk memperhatikan apersepsi, lingkungan di sekolah kemudian menyampaikan menanyakan dapatkah menyebutkan tujuan dan makhluk hidup apa saja yang memotivasi siswa terdapat didalamnya? Dan apakah di tempat tersebut juga terdapat benda tak hidup? 2. Melakukan pre test untuk mengetahui kemampuan awal siswa 3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai Inti (50 Menyampaikan menit) masalah 4. Memunculkan gambar fenomena yang terkait dengan ekosistem, misalnya apa perbedaan seekor ayam di pekarangan dengan beberapa ayam yang juga berada di pekarangan? 5. Siswa memberi tanggapan atas fenomena yang diajukan guru Mengorganisasikan 6. Membentuk 10 kelompok belajar/ siswa dalam bermain yang terdiri dari 4 orang kelompok belajar anak setiap kelompok kemampuan bervariasi dengan

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 7. Mengorganisasikan siswa duduk dalam kelompok dan wakil tiap-tiap kelompok mengambil LKS 1 Presentasi Kelas 8. Guru menyampaikan pelajaran yang akan materi digunakan dalam game tournament dibantu dengan LKS 1 tentang : satuan makhluk hidup, jenis ekosistem, dan komponen ekosistem Membimbing kelompok 9. Perwakilan tiap kelompok mengambil petunjuk permainan TGT dan kartu permainan. 10. Menerangkan petunjuk dan aturan permainan kepada semua kelompok 11. Siswa melaksanankan proses belajar dengan pembelajaran model Team Games Tournament menurut aturan dan petunjuk permainan 12. Setiap kelompok mengumpulkan penilaian kelompok dan individu Evaluasi 13. Melakukan evaluasi dengan membahas soal yang digunakan dalam game tournament Penutup (10 menit) Penghargaan 14. Mengumumkan kelompok pemenang dalam permaianan 15. Memberikan penghargaan bagi kelompok yang bagus 16. Mengajak siswa menyimpulkan hasil pembelajaran 17. Memberi tugas kepada siswa untuk mempelajari tentang interaksi komponen biotik-biotik

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 2. Pertemuan II : Kegiatan Fase Kegiatan Guru dan Siswa (waktu) Pendahuluan Melakukan 1. Guru menampilkan gambar pohon, (10 menit) apesepsi, kerbau yang sedang memakan menyampaikan rumput, singa yang sedang tujuan dan memakan zebra, dan manusia yang memotivasi siswa sedang memakan beraneka macam makanan, kemudian menanyakan apakah perbedaan dari gambar tersebut? 2. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai Inti Menyampaikan (60 menit) masalah 3. Mengajukan pertanyaan jika rumput tumbuh di halaman rumah, kita mengganggapnya tumbuhan liar dan pengganggu. Tetapi jika suatu saat rumput di bumi telah musnah apa yang akan terjadi? 4. Siswa memberi tanggapan atas fenomena yang diajukan guru Mengorganisasikan 5. Membentuk 10 kelompok belajar siswa dalam yang terdiri dari 4 orang anak setiap kelompok belajar kelompok dengan kemampuan bervariasi 6. Mengorganisasikan siswa duduk dalam kelompok dan wakil tiap-tiap kelompok mengambil LKS 2 tentang rantai makanan, arus energi, jaring-jaring makanan, dan piramida makanan Membimbing 7. Siswa mengerjakan LKS secara

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 kelompok berkelompok 8. Meminta beberapa membahas kelompok tugas yang telah dikerjakan dalam LKS 9. Memberi kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi/ bertanya 10. Guru mengklarifikasi jawaban siswa 11. Melakukan post test Penutup (10 menit) Pemberian tugas 12. Membimbing siswa merangkum butir-butir pembelajaran 13. Mengajak siswa untuk merefleksikan hasil belajaranya 14. Memberi tugas kepada siswa untuk mempelajari materi interaksi komponen biotik-biotik (simbiosis), dan biotik-abiotik digunakan untuk yang team akan games tournament pertemuan berikutnya H. Sumber Belajar 1. Buku Ilmu Pengetahuan Alam untuk kelas VII SMP, Grafindo 2. Buku Biology 1 for Grade VII Junior High School, Facil 3. Buku IPA Biologi 1 untuk SMP/MTs Kelas VII, Erlangga 4. Buku Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbud RI 5. LKS dilengkapi dengan kunci LKS I. Alat dan Bahan 1. Media : Gambar 2. Alat : 1 set kartu, meliputi kartu : Reader 1, Penantang 1, Reader 2, dan Penantang 2

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 1 set kartu soal 1 set kartu jawaban J. Penilaian Jenis Penilaian : Tes (objektif dan uraian) dan Non Tes (Kinerja) Instrumen : Soal, Kunci Jawaban, Rubrik Penilaian dan Pedoman Skoring (Terlampir)

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : SMP Mata Pelajaran : IPA Kelas/ Semester : VII / II Alokasi waktu : 2 x pertemuan (4 x 40 menit) A. Standar Kompetensi 7. Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem B. Kompetensi Dasar 7.1 Menentukan ekosistem dan saling hubungan antara komponen ekosistem 7.2 Mengindentifikasikan pentingnya keanekaragaman makhluk hidup dalam pelestarian ekosistem C. Indikator Kognitif Produk 1. Menjelaskan hubungan saling ketergantungan antara komponen biotik dan komponen abiotik 2. Menyebutkan contoh peristiwa saling ketergantungan antar komponen biotik-abiotik dan abiotik-biotik 3. Menyebutkan macam simbiosis beserta contohnya 4. Menyebutkan kegiatan manusia yang dapat merusak ekosistem 5. Menjelaskan cara pelestarian ekosistem Kognitif Proses 1. Mengidentifikasi gambar macam-macam simbiosis 2. Mengidentifikasi masalah dalam artikel ekosistem Psikomotor 1. Menjawab pertanyaan dalam game tournament dengan cepat

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 Afektif Karakter 1. Kritis dalam berpendapat saat diskusi kelompok 2. Percaya diri saat mengemukakan pendapat dan menjawab pertanyaan 3. Serius dalam mengikuti proses pembelajaran 4. Menumbuhkan sikap peduli lingkungan melalui pembelajaran Bekerja sama dan saling menghargai pendapat/ jawaban teman selama pelestarian ekosistem Afektif Sosial permainan berlangsung D. Tujuan Pembelajaran Kognitif Produk 1. Setelah menjawab soal dalamgeme tournament siswa dapat menjelaskan hubungan saling ketergantungan antara komponen biotik dan komponen abiotik 2. Setelah mengidentifikasi artikel tentang kerusakan ekosistem siswa dapat menyebutkan kegiatan manusia yang dapat merusak ekosistem 3. Dengan diskusi kelompok siswa dapat menjelaskan cara pelestarian ekosistem Kognitif Proses 1. Melalui gambar siswa mengetahui contoh simbiosis 2. Melalui diskusi kelompok siswa dapat menemukan pemecahan masalah untuk melestarikan ekosistem Psikomotor 1. Dengan mengikuti game tournamentsiswa dapat melatih kecepatan berpikir

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 Afektif Karakter 1. Melalui kegiatan yang dirancang guru siswa dapat berfikir kritis dalam pembelajaran 2. Melalui kegiatan yang dirancang guru siswa percaya diri saat mengemukakan pendapat Afektif Sosial Melalui kegiatan yang dirancang guru siswa mampu berdiskusi dengan semangat kerja sama dan saling menghargai pendapat teman E. Materi Pembelajaran 1. Hubungan saling ketergantungan antara komponen biotik dan abiotik serta abiotik dan biotik 2. Contoh hubungan saling ketergantungan antara kedua komponen ekosistem 3. Macam simbiosis beserta contohnya 4. Masalah kerusakan ekosistem 5. Pelestarian ekosistem F. Model dan Metode Pembelajaran Model Pembelajaran : Kooperatiif Metode pembelajaran : Team Games Tournament (TGT) G. Kegiatan Pembelajaran SIKLUS II 1. Pertemuan I Kegiatan Fase Kegiatan Guru dan Siswa (waktu) Pendahuluan Melakukan (20 menit) 1. Menampilkan gambar tentang apersepsi, ketergantungan manusia terhadap menyampaikan air, kemudian menanyakan tujuan dan maksud gambar tersebut? apa

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 memotivasi siswa 2. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai Inti (45 Menyampaikan menit) masalah 3. Memunculkan fenomena yang terkait dengan interaksi komponen biotik dan abiotik, misalnya jika kita ingin menemukan cacing tanah, kita harus mencarinya di tanah yang lembab dan gembur. Mengapa cacing tanah hidup di tanah yang lembab dan hubungan gembur? Adakah yang saling mempengaruhi antara cacing tanah dan tempat hidupnya? 4. Siswa memberi tanggapan atas fenomena yang diajukan guru Presentasi kelas 5. Guru menyampaikan materi pelajaran yang akan digunakan dalam game tournamentdibantu dengan LKS 3 tentang: hubungan saling ketergantungan antara komponen biotik-abiotik, dan simbiosis Mengorganisasikan 6. Membuat 10 kelompok belajar/ siswa dalam bermain yang terdiri dari 4 orang kelompok belajar anak setiap kelompok dengan kemampuan bervariasi 7. Mengorganisasikan siswa duduk dalam kelompok dan wakil tiap-tiap kelompok mengambil petunjuk permainan/skenario permainan Membimbing kelompok 8. Menerangkan petunjuk dan aturan permainan kepada semua kelompok

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 9. Guru membagikan alat permainan yang berupa kartu soal dan kartu jawaban kepada 3 kelompok besar 10. Siswa melaksanankan proses belajar dengan permainan model Team Games Tournament menurut aturan dan petunjuk permainan 11. Guru memberikan tugas berupa pertanyaan kepada setiap kelompok kecil 12. Setiap kelompok mengumpulkan penilaian kelompok dan individu Evaluasi 13. Melakukan evaluasi dengan meminta salah satu kelompok membahas tugas yang telah dikerjakan Penutup (15 menit) Penghargaan 14. Mengumumkan kelompok pemenang dalam permaianan 15. Memberikan penghargaan bagi kelompok yang bagus 16. Membimbing siswa merangkum butir-butir pembelajaran 17. Mengajak siswa untuk merefleksikan hasil belajaranya 18. Memberi tugas kepada siswa untuk mempelajari tentang masalah ekosistem dan pelestarian ekosistem

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 2. Pertemuan II Kegiatan Fase Kegiatan Guru dan Siswa (waktu) Pendahuluan Melakukan (10 menit) 1. Guru menampilkan gambar kebun apersepsi, binatang dan menyampaikan komodo di tujuan dan kemudian memotivasi siswa persamaan taman nasional Pulau Komodo, menanyakan dan apa perbedaan keduanya? 2. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai Inti (65 Menyampaikan menit) masalah 3. Memunculkan masalah yang terkait dengan pelestarian ekosistem dengan menanyakan beberapa hewan mati di kebun binatang Surabaya, apakah hal tersebut merupakan cara pelestarian yang benar? 4. Siswa memberi tanggapan atas fenomena yang diajukan guru Mengorganisasikan 5. Membuat10kelompok belajar yang siswa dalam terdiri dari 4orang siswa setiap kelompok belajar kelompok 6. Mengorganisasikan siswa duduk dalam kelompok dan wakil tiap-tiap kelompok mengambil LKS 4 Membimbing kelompok 7. Menerangkan petunjuklembar kerja siswa yang berisi kasus tentang kerusakan ekosistem dengan tema pembakaran hutan, pertambangan liar, penangkapan ikan, limbah industri, dan ekosistem mangrove 8. Siswa mengerjakan LKS yang telah

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 dibagikan secara berkelompok Evaluasi 9. Melakukan evaluasi dengan meminta perwakilan kelompok membahas tugas yang telah dikerjakan 10. Memberikan kesempatan siswa untuk menanggapi/bertanya 11. Melakukan post test Penutup (5 menit) Penghargaan 12. Membimbing siswa merangkum butir-butir pembelajaran 13. Mengajak siswa menyimpulkan hasil pembelajaran 14. Mengajak siswa untuk merefleksikan hasil belajaranya H. Sumber Belajar 1. Buku Ilmu Pengetahuan Alam untuk kelas VII SMP, Grafindo 2. Buku Biology 1 for Grade VII Junior High School, Facil 3. Buku IPA Biologi 1 untuk SMP/MTs Kelas VII, Erlangga 4. Buku Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbud RI 5. LKS dilengkapi dengan kunci LKS 6. Artikel ekosistem I. Alat dan Bahan 1. Media 2. Alat : Gambar : 1 set kartu, meliputi kartu : Reader 1, Penantang 1, Reader 2, dan Penantang 2 1 set kartu soal 1 set kartu jawaban

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 J. Penilaian Jenis Penilaian : Tes (objektif dan uraian) dan Non Tes (Kinerja) Instrumen : Soal, Kunci Jawaban, Rubrik Penilaian dan Pedoman Skoring (Terlampir)

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 Lampiran 3. Lembar Kerja Siswa No Nama Anggota 1 2 3 4 5 LEMBAR KERJA SISWA 1 Judul : Satuan makhluk hidup, jenis ekosistem, dan komponen ekosistem A. Tujuan 1. Siswa dapat menjelaskan satuan makhluk hidup dalam ekosistem 2. Siswa dapat membedakan contoh ekosistem alami dan ekosistem buatan B. Alat dan Bahan 1. Gambar tingkat satuan makhluk hidup 2. Gambar contoh ekosistem alami dan buatan C. Cara Kerja Satuan Makhluk Hidup 1. Perhatikan gambar satuan makhluk hidup dalam ekosistem 2. Diskusikan bersama kelompokmu, mengenai gambar tersebut untuk mengisi tabel nama tingkat satuan mkhluk hidup dan pengertiannya 3. Tuliskan hasil diskusimu pada tabel yang telah disediakan Jenis Ekosistem 1. Amati gambar ekosistem laut dan akuarium yang tercantum pada nomor 5 2. Diskusikan bersama kelompokmu tentang perbedaan kedua gambar tersebut Contoh Ekosistem Alami dan Buatan 1. Amati gambar contoh jenis ekosistem 2. Golongkan gambar tersebut menurut proses terbentuknya, dan tuliskan pada tabel

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 D. Hasil Diskusi Nama Tingkat No Gambar Satuan Makhluk Hidup 1. 2. 1 2 3. 3 4. 4 Pengertian

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 5. Amati gambar bar berikut ini! Jelaskan perbe rbedaan kedua gambar diatas! 6. Golongkan gam gambar ekosistem tersebut menurut proses terbe rbentuknya! A. Sungaii B. Bendungan C. Danau D. Sawahh E. Taman F. Hutan

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 Tabel jenis ekosistem menurut proses terbentuknya Ekosistem …. - Ekosistem …. SELAMAT MENGERJAKAN -

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 Kelompok: Nama Anggota: 1. 2. 3. 4. 5. LEMBAR KERJA SISWA 2 Judul : Hubungan ketergantungan antar komponen biotik A. Tujuan 1. Siswa dapat merangkai gambar contoh rantai makanan pada ekosistem tertentu 2. Siswa dapat menyebutkan peranan organisme dalam jaring-jaring makanan 3. Siswa dapat menyebutkan peranan organisme berdasarkan komposisinya 4. Siswa dapat menggambarkan aliran energy dari matahari sampai dekomposer B. Alat dan Bahan 1. Gambar organisme dalam rantai makanan 3. Gambar aliran energi 2. Gambar jaring-jaring makanan 4. Lem kertas C. Cara Kerja Rantai makanan a. Setiap kelompok akan mendapatkan 1 amplop berisi 10 gambar organisme b. Secara berkelompok susunlah gambar tersebut menjadi 2 rantai makanan yaitu pada ekosistem sawah dan ekosistem hutan c. Tempel dengan menggunakan lem pada selembar kertas, kemudian berilah tanda panah untuk memperjelas rantai makanan

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 Jaring-jaring makanan, piramida makanan, dan aliran energi a. Amati gambar dengan teliti b. Diskusikan dengan kelompokmu untuk menjawab pertanyaan yang tersedia D. Hasil Diskusi dan Pertanyaan 1. Rantai Makanan a. Ekosistem Sawah b. Ekosistem Hutan

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 2. Jaring-jaring makanan Perhatikan gambar jaring-jaring makanan berikut! a. Tulislah yang tergolong hewan herbivora dan karnivora! ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… b. Isilah tabel berikut dengan menyebutkan nama organisme berdasarkan peranannya dalam ekosistem! Peranan Produsen Konsumen I Konsumen II Konsumen III Konsumen IV Organisme

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 c. Apakah yang terjadi seandainya jumlah prosusen semakin sedikit? ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… …………………………....................................................................... 3. Piramida makanan Perhatikan tabel berikut ini! No Nama Organisme Jumlah 1 Belalang 20 2 Katak 5 3 Daun 80 4 Burung Elang 1 5 Ular 2 Berdasarkan data di atas, sebutkan organisme yang berperan sebagai : a. Konsumen I : …………………………. b. Konsumen II : ………………………… c. Konsumen III : ……………………….. d. Konsumen Puncak : ………………….. e. Agar ekosistem tetap stabil, bagaimana komposisi prosuden, konsumen I, konsumen II, konsumen III, dan konsumen puncak? ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… 4. Aliran energi Gambarkan proses terjadinya transfer energi dari matahari hingga dekomposer!

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 Kelompok: Nama Anggota: 1. 2. 3. 4. 5. LEMBAR KERJA SISWA 3 Judul : Bentuk Interaksi antar Komponen Biotik A. Tujuan 1. Siswa dapat menunjukkan interaksi antar organisme 2. Siswa dapat menyebutkan contoh simbiosis dan pola interaksi lainnya B. Alat dan Bahan 1. Gambar interaksi antar organisme C. Cara Kerja 1. Amati gambar organisme yang berinteraksi pada tabel 2. Lengkapilah tabel dengan mendiskusikannya dengan teman kelompokmu D. Pertanyaan No 1. Organisme yang berinteraksi Bentuk interaksi Keterangan

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. 3. 4. 5. 132

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 6. Amati bagan pada ekosistem padang rumput berikut ini! A Kelinci Kambing E B C D Rusa Bakteri penyebab Penyakit Musang Ular Isilah bagan yang bertuliskan huruf dengan bentuk interaksi yang terjadi! A. ………………………. B. ………………………. C. ………………………. D. ………………………. E. ………………………..

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 Kelompok: Nama Anggota: 1. 2. 3. 4. 5. ARTIKEL 1 Tercemar limbah, air Sungai Indragiri mulai menghitam Reporter :Fariz Fardianto | Selasa, 22 April 2014 14:29 Merdeka.com - Sejak beberapa tahun terakhir air Sungai Indragiri di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau mulai menghitam akibat dipenuhi sejumlah sampah dan limbah industri rumah tangga. "Saya sebagai warga merasa prihatin kondisi sungai selain mulai meluap juga sejumlah kotoran mencemari sungai andalan di daerah ini, akibatnya warga pengguna air di sepanjang daerah aliran sungai merasa tidak aman memanfaatkan air tersebut," kata warga Indragiri, Hulu Rudi (50) di Rengat, seperti dikutip dari Antara, Selasa (22/4). Rudi mengatakan, saat ini kondisi sungai sudah terlihat besar, luapannya dapat mengganggu aktivitas warga setempat khususnya yang melewati air sungai untuk ke lahan pertanian mereka.Bahkan, kondisi ini diperkirakan bakal terjadi banjir tahunan. Namun yang lebih menyedihkan sepanjang aliran sungai terlihat kotor akibat sejumlah sampah memenuhi permukaan air.Sampah tersebut ada yang berasal dari pembuangan rumah tangga, ada juga sampah berasal dari industri kecil di sepanjang aliran sungai. Dampak dari limbah ini mempengaruhi kesehatan pengguna sungai, di mana air sungai yang sudah dipenuhi kotoran terlihat keruh dan dapat membahayakan kesehatan masyarakat."Dampaknya dirasakan warga dua kabupaten yaitu Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Indragiri Hilir," ungkap Rudi. Warga Indragiri Hilir lainnya, Sarno (34) juga mengatakan, sepanjang aliran sungai terdapat sejumlah industri milik pengusaha misalnya industri

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 perkapalan, industri CPO, industri kelapa dan kegiatan penambang emas tanpa izin (PETI). "Jika tidak dilakukan pengawasan oleh instansi terkait maka beberapa tahun ke depan warga akan terjangkit sejumlah penyakit misalnya penyakit kulit dan gatal-gatal," ujar Sarno. Sumber: http://www.merdeka.com/peristiwa/tercemar-limbah-air-sungai- indragiri-mulai-menghitam.html Pertanyaan: 1. Tuliskan masalah utama pada artikel diatas! 2. Apa penyebab timbulnya masalah tersebut? 3. Akibat apa yang ditimbulkan bagi kelangsungan ekosistem yang ada? 4. Langkah apa yang dapat kamu lakukan sebagai upaya pelestariannya?

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 Kelompok: Nama Anggota: 1. 2. 3. 4. 5. ARTIKEL 2 ITB: Kerusakan Lingkungan di Kepulauan Seribu Makin Parah Sabtu, 25 Mei 2013, 17:59 WIB. Oleh: Wihdan Hidayat REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA-Tim Ekspedisi Fortuga, sebuah ekspedisi yang dilakukan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1973 menemukan kerusakan lingkungan yang makin parah di wilayah Kepulauan Seribu. "Pulau Pari, misalnya, kondisi lingkungan dan biota laut, termasuk terumbu karangnya, sudah rusak parah sehingga dikhawatirkan akan mengganggu ekosistem dan kelangsungan pulau tersebut dan juga berdampak pada kelanjutan ekosistem laut," kata Ketua Tim Ekspedisi Fortuga ITB Iwan Hignastio di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu, Sabtu. Timnya menemukan kerusakan itu terutama terjadi akibat abrasi, bahkan di beberapa pulau telah melampaui panjang 2 meter. Ia mengatakan bahwa kerusakan ekosistem terumbu karang, antara lain, disebabkan oleh polusi dari sampah yang dibawa sungai-sungai yang bermuara di Teluk Jakarta sehingga menyebabkan kondisi sungai tersebut tercemar. "Menyusutnya hutan bakau akibat penebangan yang tidak terkontrol sehingga menyebabkan abrasi atau pengikisan pantai karena tidak ada lagi yang menahan gelombang dan arus laut," katanya. Ia menambahkan, akibat abrasi itu, luas pulau makin menyusut, makin banyak bagian pulau-pulau yang terendam. Padahal pihaknya memprediksikan di wilayah Kepulauan Seribu, terutama di kawasan lepas pantainya, terkandung potensi minyak hingga 2 miliar barel yang belum dieksplorasi. "Seharusnya 'harta karun' yang di bawah ini bisa digunakan untuk menyelesaikan persoalan di 'atas'-nya," katanya. Untuk itu, pihaknya menggandeng salah satu sponsor PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TMI) dalam upaya pelestarian lingkungan di kawasan Kepulauan

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 Seribu melalui upaya penanaman mangrove dan restrukturisasi terumbu karang di Pulau Pari dan sekitarnya. Penanaman mangrove dan restrukturisasi terumbu karang di Kepulauan Seribu tersebut berlangsung pada hari Sabtu, yang dilakukan oleh Presiden Komisaris TMI Hengky Setiawan didampingi oleh Kelana Budi Mulia (Muli), Ketua Fortuga dan puluhan anggota tim ekspedisi. Kepulauan Seribu merupakan lokasi dari rangkaian akhir Ekspedisi Fortuga, sebuah ekspedisi yang dilakukan alumni ITB angkatan 73 dalam menjelajah wilayah-wilayah Indonesia, khususnya dalam pelestarian lingkungan hidup. Kegiatan itu telah berlangsung sejak 27 April sampai dengan 26 Mei 2013. Sumber: http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabeknasional/13/05/25/mncp6u-itb-kerusakan-lingkungan-di-kepulauan-seribu-makinparah Pertanyaan: 1. Tuliskan masalah utama pada artikel diatas! 2. Apa penyebab timbulnya masalah tersebut? 3. Akibat apa yang ditimbulkan bagi kelangsungan ekosistem yang ada? 4. Langkah apa yang dapat kamu lakukan sebagai upaya pelestariannya?

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 Kelompok: Nama Anggota: 1. 2. 3. 4. 5. ARTIKEL 3 Wonogiri marak aksi penebangan hutan Arief Setiadi Jum'at, 26 Juli 2013 − 17:07 WIB Sindonews.com - Penebangan hutan lindung kian marak terjadi di Kabupaten Wonogiri beberapa tahun terakhir. Akibat banyaknya penebangan liar di hutan lindung tersebut Perhutani menderita kerugian sampai ratusan juta rupiah khusus di Kabupaten Wonogiri. Keterangan yang didapatkan dari Perum Perhutani Solo, menyebutkan sejak tahun 2009-2013 ini, kerugian akibat hutan lindung tersebut mencapai sekira Rp420 juta lebih. Pejabat Humas Perum Perhutani KPH Surakarta, Kusdaryono, menyebutkan pada 2009 sekira 95 kejadian dengan total kayu yang tersisa sebanyak 395 tunggak dengan total nilai kerugian sebesar Rp61,3 juta. Untuk Tahun 2010, menurutnya ada 45 kejadian dengan sisa kayu 244 tunggak atau setara Rp26,8 juta. Pada 2011 sekitar 88 kejadian ada sisa kayu 399 tunggak dengan nilai kerugian Rp178 juta, 2012 sekira 42 kejadian dengan sisa kayu 169 tunggak atau senilai Rp132 juta. Sedangkan pada 2013 ini menurutnya sampai bulan Juni ada 11 kejadian dengan sisa kayu 38 tunggak dan taksiran nilai kerugiannya Rp22 juta. “Kejadiannya sangat banyak, sejak empat tahun terakhir ini, ini kemungkinan karena kesadaran masyarakat yang rendah untuk menjaga hutan lindung yang ada di Kawasan Wonogiri. Di kawasan Wonogiri biasanya jati dan pinus” ucapnya kepada Wartawan, Jumat (26/7) siang. Kusdaryono mengatakan, pihak perhutani telah mendeteksi adanya penebangan liar tersebut sejak lama. Akan tetapi pihak perhutani kesulitan untuk mengungkap para pelaku penebangan liar di kawasan tersebut. pasalnya para

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 pelaku selalu kucing-kucingan dengan pihak petugas dari perhutani yang selalu berpatroli di kawasan tersebut. Saat ini pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada para masyarakat mengenai pentingnya menjaga hutan. Dengan sosialasi tersebut nantinya kesadaran masyarakat untuk menjaga hutan semakin tinggi, sehingga penebangan hutan secara liar tersebut bisa diminimalisasi dan hutan akan tetap terjaga. “Kita akan melakukan penanganan secara persuasif kepada masyarakat, selain itu kita akan menggandeng aktifis pecinta alam dan TNI Polri untuk menjaga hutan tersebut,” sambungnya. Sementara itu salah seorang pengusaha jual beli kayu asal Kota Solo, Sarwoto, mengatakan distribusi kayu-kayu hasil curian itu sulit terdeteksi. Pasalnya kayu curian itu susah untuk dibawa keluar dari wilayah Wonogiri. Hal itu karena tidak ada dokumen-dokumen resmi mengenai asal-usul kayu itu. “Kita tidak mau beli yang curian, nanti kalau ada masalah, kita juga ikut kena. Kemungkinan hasil curian dipakai sendiri,” ucapnya. Sumber: http://daerah.sindonews.com/read/2013/07/26/22/765780/wonogiri- marak-aksi-penebangan-hutan Pertanyaan: 1. Tuliskan masalah utama pada artikel diatas! 2. Apa penyebab timbulnya masalah tersebut? 3. Akibat apa yang ditimbulkan bagi kelangsungan ekosistem yang ada? 4. Langkah apa yang dapat kamu lakukan sebagai upaya pelestariannya?

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 Kelompok: Nama Anggota: 1. 2. 3. 4. 5. ARTIKEL 4 Penggunaan Peledak Marak, Ekosistem Singkarak Terancam Monday, October 17th, 2011 | Posted by batamtv Batamtvnews.com SINGKARAK – Penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan masih marak di danau Singkarak, membuat ekosistem di danau tersebut kian terancam. Bahan peledak bom ikan digunakan warga supaya hasil tangkapan bisa lebih besar. Informasi yang dikumpulkan Padang ekspres di kawasan Danau Singkarak , pemakaian bom ikan biasanya terjadi pada pagi dinihari, persisnya ketika warga salingka danau tengah tertidur. Hal ini ditandai dengan terdengarnya suara menggelegar dari salah-satu titik yang lokasinya sulit diketahui. Dipagi hari habitat danau singkarak mati bergelimpangan di sepanjang tepian, tanpa terkecuali ikan bilih dan sejumlah varietas ikan lainnya. Momentum ini juga dimanfaatkan masyarakat sepanjang pesisir danau untuk mengumpulkan rezeki. Namun khususnya kalangan nelayan tradisional kecewa, mereka merasa dirugikan. “Di sini penggunaan bahan peledak alias bom ikan masih terjadi, sehingga dipagi hari banyak ikan bertebaran mati sia-sia. Entah siapa pelakunya, arah bunyi ledakan pun sulit diketahui sebab yang terdengar hanya suara menggelegar,” ungkap Ayah (50) di Singkarak, Senin (17/10). Menurut bapak tiga anak tersebut, pemakain bom ikan dilakukan pihakpihak tak bertanggung jawab pagi dinihari berkisar pukul 03-04, dengan tujuan supaya bisa mendapatkan hasil tangkapan melimpah. Sekali ledak dapat mematikan ribuan ikan berbagai jenis. Namun sayangnya ikan yang mati tak hanya yang besar-besar saja, termasuk anak-anak ikan beserta habitat lainnya. Momentum ini biasanya terjadi seminggu sekali atau dua kali seminggu tergantung cuaca.

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 Jufrizal(40) selaku nelayan mengaku kecewa dengan aksi warga menggunakan bahan peledak, bila aksi itu terjadi hasil tangkapannya turut menurun drastis. Dia mengharapkan kedepannya warga menghindari pemakaian bahan peledak, menangkap ikan semestinya secara tradisional saja. Kapolresta Solok, AKBP Lutfi Martadian menegaskan, pihaknya sejauh ini telah melakukan monitoring terhadap sejumlah titik pinggiran danau yang dicurigai dijadikan tempat peledakan bom ikan, namun sejauh ini tak ditemukan adanya warga berbuat demikian. Untuk mengelabui dan mengalihkan perhatian masyarakat, berkemungkinan pelaku memakai bom ikan saat kereta api lewat, atau di waktu-waktu tertentu hingga suara ledakan kurang menjadi perhatian warga. “Penggunaan bahan peledak tidak boleh, bila ada warga yang tertangkap menggunakan alat peledak untuk menangkap ikan, mereka dapat diancam dengan undang-ndang bahan peledak berupa kurungan maksimal 10 tahun penjara,” imbuh Lutfi. Sumber: http://batamtvnews.com/berita/618/penggunaan-peledak-marak- ekosistem-singkarak-terancam.html Pertanyaan: 1. Tuliskan masalah utama pada artikel diatas! 2. Apa penyebab timbulnya masalah tersebut? 3. Akibat apa yang ditimbulkan bagi kelangsungan ekosistem yang ada? 4. Langkah apa yang dapat kamu lakukan sebagai upaya pelestariannya?

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 Kelompok: Nama Anggota: 1. 2. 3. 4. 5. ARTIKEL 5 Rusak Lingkungan, Hentikan Penambangan Liar Yon Haryono | Kamis, 27 Februari 2014 | 12:12 WIB WONOSOBO (KRjogja.com) – Sekda Wonosobo Eko Sutrisno Wibowo dalam Forum Warga mengungkapkan, aktifitas penambangan galian C berupa pasir dan batu di sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Wonosobo semakin memprihatinkan dan merusak kelestarian lingkungan. Debit sumber mata air terus berkurang. Bahkan sudah ada 44 sumber mata air yang mengering atau mati. ”Kerusakan lingkungan akibat penambangan liar galian C memang sudah sangat memprihatinkan. Kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan terus menerus. Jelas itu akan merusak lingkungan lebih parah lagi,” tandasnya di depan wartawan, Kamis (27/02/2014). Pihaknya pun langsung menginstruksikan kepada Satpol PP sebagai aparat penagak hukum untuk segera bertindak tegas dan menghentikan penambangan demi menyelamatkan lingkungan. Menurutnya, jika aktivitas penambangan terus dilakukan tanpa kontrol dan merusak lingkungan, maka akibatnya akan sangat fatal. Daerah yang selama ini menjadi lokasi penambangan galian C tersebut bisa dibilang sebagai kawasan tangakapan air, sehingga menjadi penyangga kehidupan ekosistem yang ada di bawahnya. Apabila lingkungan alamnya rusak, jelas akan berdampak buruk bagi kelangsungan hidup. Selain membahas masalah galian C, dalam Forum Warga ini juga dibahas tentang kerusakan lingkungan akibat sampah dan kerusakan hutan di Wonosobo yang sudah sedemikian parah. Perlu penanganan serius dari berbagai pihak agar hutan bisa dikembalikan pada fungsinya. (Art)

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sumber: 143 http://krjogja.com/read/206478/rusak-lingkungan-hentikan- penambangan-liar.kr Pertanyaan: 1. Tuliskan masalah utama pada artikel diatas! 2. Apa penyebab timbulnya masalah tersebut? 3. Akibat apa yang ditimbulkan bagi kelangsungan ekosistem yang ada? 4. Langkah apa yang dapat kamu lakukan sebagai upaya pelestariannya?

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4. Kisi-kisi Kuisioner 144 Kisi-Kisi Kuisioner Motivasi Belajar Siswa No 1 2 3 4 5 6 Indikator Motivasi Belajar Dorongan Belajar Manfaat Belajar Perhatian Penguasaan Materi Partisipasi Perasaan dalam Pembelajaran Keinginan siswa dalam belajar Tujuan siswa dalam belajar Siswa mendapatkan manfaat setelah mengikuti pembelajaran Usaha siswa dalam mengikuti pembelajaran Perhatian siswa selama pembelajaran Usaha siswa memperdalam materi Memanfaatkan fasilitas untuk menunjang pembelajaran Kerjasama siswa dalam kelompok Keaktifan dalam pembelajaran Perasaan siswa selama mengikuti pembelajaran Bentuk Pernyataan Jumlah Motivasi Awal Motivasi Akhir Pernyataan Positif Negatif Positif Negatif 15 3, 10 16 4 1 14 15 3 11, 12, 14 4 13 9 1 17 1 6, 8, 18 5 8, 11 12 19 10 5 6 5 2 4 1 18 7, 16 2, 4 17 6 20 19 3, 20 5, 7, 9, 13 8

(144) PLAGIAT MERUPAKAN PLAGIAT MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 Lampiran 5. Kuisioner No. Absen : KUISIONER (Motivasi I) PETUNJUK 1. Bacalah pernyataan di bawah ini dengan teliti 2. Berilah tanda cek (√) pada jawaban yang sesuai dengan keadaanmu pada kolom yang disediakan Jawaban No Pernyataan Sangat Setuju 1. 2. 3. 4. 5. Saya belajar biologi karena ingin mendapatkan nilai yang baik Saya belajar supaya lebih memahami materi pelajaran Saya tidak belajar terlebih dahulu sebelum materi pelajaran disampaikan Belajar kelompok membuat saya lebih bersemangat dalam belajar Membaca banyak buku pelajaran biologi membuat saya bingung Saya memanfaatkan TV, internet, dan 6. buku untuk mencari tambahan materi pelajaran biologi 7. Saya tidak suka mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru Mengerjakan soal-soal latihan membuat 8. saya lebih pelejaran mengerti tentang materi Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9. Saya selalu mencatat materi penting yang disampaikan guru 10. Saya baru belajar ketika akanada ulangan Ketika mengalami kesulitan belajar 11. biologi, saya bertanya kepada guru, teman, atau orang tua 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. Saya menyerah jika mengalami kesulitan dalam belajar materi biologi Banyak hal positif yang saya dapatkan setelah mempelajari biologi Saya tekun belajar biologi agar mendapat pujian dari orang tua, dan guru Saya belajar biologi dengan kesadaran sendiri Saya tidak berani menyampaikan pendapat/ gagasan di depan kelas Saya mengantuk selama pelajaran biologi berlangsung Saya mengandalkan teman untuk mengerjakan tugas dari guru 19. Saya merasa bosan ketika belajar biologi 20. Saya selalu senang ketika mengikuti pelajaran biologi 146

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No. Absen 147 : KUISIONER (Motivasi II) PETUNJUK 3. Bacalah pernyataan di bawah ini dengan teliti 4. Berilah tanda cek (√) pada jawaban yang sesuai dengan keadaanmu pada kolom yang disediakan Keterangan No Pernyataan Sangat Setuju 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Saya memperhatikan pelajaran dengan serius Apabila materi belum jelas, saya tanyakan kepada guru Saya antusias dalam mengikuti pelajaran Saya ingin selalu terlibat dalam kegiatan pembelajaran dengan model TGT Saya merasa pembelajaran dengan model TGT memboroskan waktu Saya malas memperhatikan penjelasan teman ketika berdiskusi Saya tidak senang mengikuti pembelajaran dengan model TGT Saya suka ngobrol bila ditugasi guru diskusi dalam kelompok Saya merasa tidak percaya diri saat belajar dengan model TGT 10. Saya sulit memahami materi ekosistem bila Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI pembelajaran dengan model TGT 11. Dengan model TGT semangat belajar saya semakin meningkat Pembelajaran dengan model TGT 12. membuat saya lebih kompak dengan teman kelompok 13. Saya merasa bosan mempelajari materi ekosistem dengan model TGT Penggunaan 14. pembelajaran model TGT membuat saya dalam ingin mengetahui pokok bahasan selanjutnya Penghargaan 15. yang diberikan kepada kelompok terbaik, mendorong saya untuk memenangkan tournament dalam pembelajaran 16. 17. Saya belajar sungguh-sungguh agar menjadi kelompok terbaik Saya hanya mengandalkan teman kelompok dalam mengerjakan tugas Saya sulit berkonsentrasi dalam 18. pembelajaran karena model TGT membuat kelas ramai Saya mudah menemukan konsep tentang 19. materi ekosistem bila pembelajaran menerapkan model TGT 20. Saya merasa bahagia setelah kegiatan pembelajaran berakhir 148

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Aspek Kompetensi Dasar 7.1 Menentukan ekosistem dan saling hubungan antara komponen ekosistem Indikator C1 C2 C3 C4 Mengingat Memahami Mengaplikasikan Menganalisis 1. Menjelaskan pengertian A.1 ekosistem 2. Membedakan masing- A.3 masing contoh satuan makhluk hidup dalam Lampiran 6. Kisi-kisi Soal Pretest KISI-KISI SOAL PRE TEST ekosistem 3. Menyebutkan ekosistem contoh A.7, B.3 alami dan buatan 4. Menyebutkan komponen contoh A.2, B.1 biotik A.4 dan abiotik 5. Menjelaskan peranan A.8 A.10 komponen biotik dalam ekosistem A.11 149 6. Menjelaskan hubungan

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ketergantungan antar komponen biotik 7. Menyebutkan peranan A.6 organisme dalam rantai makanan 8. Menyusun contoh rantai makanan pada A.5 B.2 suatu ekosistem 9. Menyebutkan urutan komponen penyusun piramida makanan B.4 sesuai tingkatan trofik 10. Menjelaskan hubungan ketergantungan A.15 antara komponen biotik dengan abiotik 11. Menganalisis bentuk B.5 interaksi antara makhluk hidup 150 contohnya berdasar

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12. Menyebutkan bentuk A.9, A.14 interaksi makhluk hidup beserta contohnya 7.2 Mengindentifikasikan pentingnya 13. Menjelaskan upaya A.12, A.13 pelestarian ekosistem keanekaragaman makhluk hidup dalam pelestarian ekosistem 151

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152 Lampiran 7. Soal Pretest SOAL PRETEST A. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang tepat dan benar! 1. Berikut pernyataan ekosistem yang benar adalah … a. Terbentuknya komponen biotik dan abiotik b. Satu kesatuan makhluk hidup dengan lingkungannya c. Terbentuknya pola interaksi makhluk hidup d. Kumpulan populasi flora dan fauna yang berhubungan 2. Contoh komponen abiotik dalam suatu ekosistem berikut yang benar adalah … a. Karbondioksida, air, klorofil dan cahaya b. Tanah, air, tumbuhan dan hewan c. Air, bakteri, cahaya dan udara d. Udara, suhu, tanah dan air 3. Tim penelitian mengamati ekosistem ditemukan: seekor katak diatas batu berlumut, serumpun bambu dipinggir sungai, lima ekor ikan gerameh dan 10 ekor ikan lele dan satu pohon pisang. Berdasarkan data tersebut jumlah populasi adalah …. a. 3 c. 5 b. 4 d. 6 4. Seorang ilmuwan melakukan penelitian komponen suatu ekosistem dan menemukan beberapa ekor ulat, belalang, katak, burung dan jamur . Komponen biotik yang belum ditemukan adalah … a. Produsen c. Pengurai b. Konsumen d. Dekomposer Perhatikan gambar jaring-jaring makanan untuk menjawab no 5 s.d 7 5. Berdasarkan gambar diatas jumlah rantai makanan yang terbentuk adalah… a. 3 c. 5 b. 4 d. 6

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153 6. Berdasarkan gambar diatas yang menduduki konsumen tingkat II adalah …. a. Tikus dan ulat b. Burung dan katak c. Ulat dan burung pipit d. Katak dan tikus 7. Contoh ekosistem perairan: (1) bendungan (2) sungai (3) saluran irigasi (4) danau Lingkungan yang disebut diatas yang dikatakan sebagai ekosistem buatan adalah …. a. (1) dan (4) b. (1) dan (3) c. (2) dan (3) d. (2) dan (4) 8. Pada suatu ekosistem terdapat produsen, konsumen primer, konsumen sekunder, dan konsumen tersier, kelompok yang berjumlah paling banyak adalah …. a. Konsumen primer b. Konsumen sekunder c. Konsumen tersier d. Produsen 9. Bentuk interaksi yang mungkin terjadi antara harimau dan kijang adalah …. a. Ada yang dirugikan dan ada pula yang diuntungkan b. Menguntungkan kedua belah pihak c. Merugikan kudua belah pihak d. Tidak ada yang diuntungkan 10. Dalam ekosistem, bakteri saprofit dan jamur disebut sebagai dekomposer, karena …. a. Tidak mampu melakukan fotosintesis b. Menguraikan zat organik menjadi zat anorganik c. Mampu melakukan fotosintesis d. Menyusun zat organik dari zat anorganik

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154 11. Berikut ini merupakan contoh-contoh saling ketergantungan antara sesama komponen biotik, kecuali …. a. Ayam betina memerlukan ayam jantan dalam berkembang biak b. Kambing memakan rumput c. Ayam dan kambing memerlukan oksigen d. Lebah mengisap madu dari bunga 12. Agar tidak terjadi kerusakan hutan, yang harus dilakukan oleh manusia adalah …. a. Membakar semak belukar yang tidak bermanfaat b. Menebang pohon yang tidak menghasilkan buah c. Melakukan tebang pilih untuk memenuhi kebutuhan kayu d. Menebang semua pohon dan menanami kembali 13. Perlakuan yang benar pada lahan miring adalah …. a. Dibuat sengkedan dan ditanami tanaman keras b. Langsung ditanami tanaman keras c. Dicangkul lalu ditanami tanaman palawija d. Dibiarkan saja sampai tanamannya tumbuh sendiri 14. Salah satu bentuk pola interaksi adalah simbiosis mutualisme. Dari contoh-contoh di bawah ini yang membentuk pola simbiosis mutualisme adalah …. a. Lebah madu dengan manusia b. Tanaman budidaya dengan ulat c. Serangga penyerbuk dengan tanaman d. Tumbuhan dengan herbivore 15. Pengaruh komponen biotik terhadap komponen abiotik dalam ekosistem digambarkan oleh pernyataan …. a. Serangga dapat membantu penyerbukan bunga b. Keberadaan cacing tanah dapat menyuburkan tanah c. Rusaknya hutan menyebabkan hilangnya sumber daya hayati d. Tumbuhan mengambil zat hara dari dalam tanah

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155 B. Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat dan benar! 1. a. Sebutkan 2 komponen penyusun ekosistem! b. Berikan contoh masing-masing komponen! 2. Buatlah contoh rantai makanan pada ekosistem sawah hingga konsumen IV! 3. a. Sebutkan masing-masing 2 contoh ekosistem alami dan buatan! b. Jelaskan perbedaan ekosistem alami dan buatan! 4. Tuliskan komponen penyusun piramida makanan mulai dari dasar piramida hingga ke tingkat tropik tertinggi! 5. Jelaskan mengapa interaksi antara lebah dengan bunga termasuk dalam simbiosis mutualisme

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156 JAWABAN A. Pilihan Ganda 1. B 2. D 3. B 4. A 5. C 6. B 7. B 8. D 9. A 10. B 11. D 12. D 13. A 14. C 15. B B. Uraian 1. a. Komponen penyusun ekosistem: komponen biotik dan abiotik b. Contoh: - Komponen biotik : hewan, tumbuhan - Komponen abiotik : tanah, cahaya matahari, batu, air, udara 2. Padi dimakan ulat, ulat dimakan burung kecil, burung dimakan ular, ular dimakan elang Padi ulat burung kecil ular elang 3. a. Contoh Ekosistem alami: Laut, Sungai Contoh Ekosistem buatan: Akuarium, Bendungan b. Perbedaan ekositem alami dan buatan terletak pada proses terbentuknya. Ekosistem alami terbentuk secara alami bukan oleh manusia. Ekosistem buatan terbentuk atau sengaja dibentuk oleh manusia. 4. Trofik 1 : Produsen, Trofik 2 : Konsumen I, Trofik 3 : Konsumen II, Trofik 4 : Konsumen III, Trofik 5 : Konsumen IV 5. Interaksi lebah dengan bunga merupakan simbiosis mutualisme, karena keduanya sama-sama diuntungkan. Lebah mendapatkan madu dari bunga, dan bunga diuntungkan karena lebah membantu proses penyerbukan.

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157 PEDOMAN PENILAIAN A. Pilihan Ganda • Soal berjumlah 15 butir, setiap soal dengan jawaban benar (skor 2), dan jawaban salah (skor 0) • Skor maksimal = 30 B. Uraian 1. Setiap jawaban benar (skor 0,5) - Jika menjawab komponen biotik dan abiotik beserta contohnya dengan benar (skor 2) - Jika menjawab komponen abiotik/biotik saja (skor 1) - Jika jawaban salah atau tidak menjawab (skor 0) Skor maksimal = 2 2. Setiap jawaban benar (skor 1) - Jika menyebutkan urutan rantai makanan hingga Konsumen IV dengan benar (skor 5) - Jika menyebutkan urutan rantai makanan hingga konsumen III dengan benar (skor 4) - Jika menyebutkan urutan rantai makanan hingga konsumen II dengan benar (skor 3) - Jika menyebutkan urutan rantai makanan hingga konsumen I dengan benar (skor 2) - Jika hanya menyebutkan contoh produsen (skor 1) - Jika jawaban salah atau tidak menjawab (skor 0) Skor maksimal = 5 3. Setiap jawaban benar (skor 0,5) - Jika menyebutkan masing-masing 2 contoh ekosistem alami dan ekosistem buatan serta menjelaskan perbedaan keduanya dengan benar (skor 4) - Jika menyebutkan masing-masing 1 contoh ekosistem alami dan ekosistem buatan menjelaskan perbedaan keduanya dengan benar (skor 2) - Jika jawaban salah atau tidak menjawab (skor 0) Skor maksimal = 4 4. Setiap jawaban benar (skor 1) - Jika menyebutkan urutan trofik hingga Konsumen IV dengan benar (skor 5) - Jika menyebutkan urutan trofik hingga konsumen III dengan benar (skor 4) - Jika menyebutkan urutan trofik hingga konsumen II dengan benar (skor 3) - Jika menyebutkan urutan trofik hingga konsumen I dengan benar (skor 2)

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158 - Jika hanya menyebutkan trofik 1: produsen (skor 1) - Jika jawaban salah atau tidak menjawab (skor 0) Skor maksimal = 5 5. - Jika menjelaskan alasan simbiosis mutualisme yang terjadi dan menjelaskan bagaimana keduanya saling menguntungkan (skor 4) - Jika menjelaskan alasan simbiosis mutualisme yang terjadi saja (skor 2) - Jika jawaban salah atau tidak menjawab (skor 0) Skor maksimal = 4 TOTAL SKOR MAKSIMAL = Skor pilihan ganda + skor uraian = 30 + 20 = 50 NILAI = Jumlah skor pilihan ganda dan uraian x 100 Total skor maksimal

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Aspek Kompetensi Dasar 7.1 Menentukan ekosistem dan saling hubungan Indikator 1. Menjelaskan C1 C2 C3 C4 Mengingat Memahami Mengaplikasikan Menganalisis pengertian A.6 ekosistem 2. Menjelaskan pengertian B.1a antara komponen masing-masing satuan ekosistem makhluk dalam hidup Lampiran 8. Kisi-kisi Soal Pos Test 1 KISI-KISI SOAL POST TEST I ekosistem 3. Menyebutkan contoh B.1b masing-masing A.1, A.3, A.4 satuan makhluk hidup 4. Membandingkan terbentuknya proses A.5 ekosistem alami dan buatan 5. Menyebutkan ekosistem contoh B.2 alami dan buatan komponen A.2 B.3 159 6. Menyebutkan

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI penyusun ekosistem 7. Menyebutkan komponen contoh A.7 biotik dan abiotik 8. Menjelaskan pengertian A.9 rantai makanan 9. Menganalisis A.13 permasalahan dalam rantai makanan 10. Menyebutkan peranan A.15 organisme dalam rantai makanan 11. Menyebutkan urutan A.8, A.14 perpindahan energi dalam arus energi 12. Membandingkan organisme dalam peran A.11 arus energy 13. Mengkorelasikan 160 hubungan tingkat trofik A.10, A.12

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dalam piramida makanan dengan jumlah organisme yang ada di dalamnya 14. Menganalisis permasalahan B.4a dalam jarring-jaring makanan 15. Menyebutkan peranan B.4b, organisme dalam jarring- B.4d B.4c, jaring makanan 161

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9. Soal Pos Test Siklus I 162 POS TEST (SIKLUS I) A. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang tepat dan benar! 1. Di suatu hutan, terdapat sekelompok pohon pinus, sekelompok kupu-kupu, sekelompok paku ekor kuda, dan kelompok-kelompok makhluk hidup lainnya. Kelompok-kelompok tersebut membentuk suatu . . . . a. Populasi c. Biosfer b. Komunitas d. Habitat 2. Dalam suatu ekosistem kita dapat menemukan berbagai komponen penyusun ekosistem yang dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu . . . . a. Biotik dan abiotik b. Biotik dan antibiotik c. Tumbuhan dan hewan d. Produsen dan konsumen Soal nomor 3-4 berhubungan dengan pernyataan dibawah ini. Pada sebidang tanah yang lebarnya 2 meter dan panjangnya 3 meter dijumpai dua ekor belalang, 10 batang alang-alang, 25 batu kecil, 4 sampah plastik, dan 20 ekor semut merah. 3. Bayaknya populasi yang dijumpai di tempat tersebut adalah …. a. 2 c. 4 b. 3 d. 5 4. Komponen yang bukan merupakan anggota komunitas di tempat tersebut adalah …. a. Semut dan belalang b. Alang-alang saja c. Alang-alang dan belalang d. Batu dan plastik 5. Berdasarkan proses terbentuknya, ekosistem dibedakan atas …. a. Ekosistem rawa-rawa dan ekosistem air tawar b. Ekosistem danau dan ekosistem sawah c. Ekosistem alami dan ekosistem buatan d. Ekosistem akuarium dan ekosistem kolam 6. Setiap ekosistem terbentuk sebagai hasil interaksi antara …. a. Individu dengan lingkungannya

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163 b. Populasi dengan komunitas sekitarnya c. Komunitas dengan komponen biotik lainnya d. Komunitas dengan lingkungan abiotiknya 7. Berikut ini yang merupakan lingkungan abiotik dalam suatu ekosistem antara lain . . . . a. Tumbuhan, pupuk, kambing, dan bakteri b. Cahaya matahari, tanah, air, dan udara c. Bakteri, tumbuhan hijau, kelinci dan ikan d. Tanah, air, udara, bakteri dan tumbuhan 8. Energi mengalami perpindahan secara berturut-turut dari …. a. Matahari  tumbuhan  konsumen I  konsumen II  konsumen III b. Matahari  omnivore  karnivor  herbivor c. Tumbuhan  matahari konsumen I konsumen II konsumen III d. Tumbuhan konsumen I konsumen II  konsumen III matahari 9. Peristiwa makan dan dimakan dalam suatu kehidupan disebut …. a. Simbiosis b. Rantai makanan c. Jarring-jaring makanan d. Jarring-jaring kehidupan 10. Pernyataan yang benar mengenai perbandingan massa populasi yang menyusun suatu piramida makanan adalah …. a. Produsen lebih kecil daripada konsumen I b. Produsen lebih kecil daripada konsumen II c. Konsumen I lebih kecil dari pada produsen d. Konsumen II lebih besar dari pada konsumen I 11. Perhatikan gambar aliran energi berikut ini. Tikus Padi Jamur Peran masing-masing organisme tersebut adalah …. Konsumen Produsen Dekomposer a. Jamur Tikus Padi b. Jamur Padi Tikus c. Padi Tikus Jamur d. Tikus Padi Jamur

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164 12. Perhatikan gambar berikut ini. Berdasarkan gambar tersebut diketahui bahwa …. a. Tidak ada hubungan antara jumlah organisme dan tingkat tropik ditempatinya b. Tingkat tropik yang lebih rendah mempunyai jumlah organisme lebih banyak c. Tingkat tropik yang lebih rendah mempunyai jumlah organisme lebih sedikit d. Hubungan antara jumlah suatu organisme dan tingkat tropik ditempati tidak beraturan yang yang yang yang 13. Pada suatu rantai makanan apabila jumlah produsen berkurang, akibatnya …. a. Jumlah herbivora meningkat, tetapi jumlah karnivora menurun b. Jumlah herbivora menurun, tetapi jumlah karnivora meningkat c. Jumlah herbivora dan karnivora meningkat d. Jumlah herbivora dan karnivora menurun 14. Dalam arus energi suatu ekosistem yang berperan sebagai sumber energi utama adalah … a. Cahaya matahari b. Konsumen c. Produsen d. Pengurai 15. Perhatikan gambar berikut ini. Gambar rantai makanan diatas yang merupakan konsumen tingkat II adalah … a. Padi c. belalang b. Katak d. ular

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165 B. Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat dan benar! 1. a. Jelaskan pengertian Komunitas dan Ekosistem! b. Berilah masing-masing contohnya! 2. Sebutkan masing-masing 2 contoh ekosistem buatan dan ekosistem alami! 3. Jelaskan dan berilah contoh komponen penyusun ekosistem! 4. Perhatikan jarring-jaring makanan sederhana berikut ini! Berdasarkan jarring-jaring makanan diatas: a. Apakah yang terjadi seandainya semua ulat mati? b. Tulislah yang tergolong hewan herbivor! c. Hewan apakah yang berkedudukan sebagai konsumen puncak? d. Tulislah hewan yang berkedudukan sebagai konsumen tingkat II! 5. Amati bagan piramida makanan berikut. Tulislah contoh organisme yang berperan sebagai produsen, konsumen I, II, III, dan IV sehingga diperoleh piramida makanan yang benar!

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166 JAWABAN A. Pilihan Ganda 1. B 2. A 3. B 4. D 5. C 6. D 7. B 8. A 9. B 10. C 11. D 12. B 13. D 14. A 15. B B. Uraian 1. a. Komunitas adalah kumpulan populasi yang berbeda dan menempati daerah tertentu. Ekosistem adalah kesatuan komunitas dan lingkungannya yang membentuk hubungan timbal balik di antara komponen-komponennya. b. Contoh komunitas: sekelompok singa, zebra, cheetah di padang savanna. Contoh ekosistem: ekosistem laut, ekosistem hutan 2. Contoh Ekosistem alami: Laut, Sungai Contoh Ekosistem buatan: Akuarium, Bendungan 3. Komponen ekosistem terdiri dari komponen biotik dan komponen abiotik • Komponen biotik yaitu bagian yang terdiri dari makhluk hidup. Contoh: tumbuhan, hewan, manusia • Komponen abiotik yaitu bagian yang terdiri dari makhluk tak hidup. Contoh cahaya matahari, tanah, udara. 4. a. Jumlah bunga sepatu meningkat sedangkan jumlah burung pipit menurun b. Ulat, belalang, tikus c. Elang d. burung pipit, katak, elang 5. Produsen : Rumput Konsumen I : Belalang Konsumen II : Burung pipit Konsumen IV : Burung Elang

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167 PEDOMAN PENILAIAN A. Pilihan Ganda • Soal berjumlah 15 butir, setiap soal dengan jawaban benar (skor 2), dan jawaban salah (skor 0) • Skor maksimal = 30 B. Uraian 1. Jika menjelaskan pengertian komunitas dan ekosistem besrta contohnya dengan benar (skor 4) Jika hanya menjawab satu yang benar (ekosistem saja atau komunitas saja) (skor 2) Jika jawaban salah atau tidak menjawab (skor 0) Skor maksimal = 4 2. Setiap jawaban benar (skor 0,5) Jika menyebutkan masing-masing 2 contoh ekosistem alami dan ekosistem buatan dengan benar (skor 2) Jika jawaban salah atau tidak menjawab (skor 0) Skor maksimal = 2 3. Jika menjawab pengertian komponen abiotik/biotik dengan benar (skor 2), dan menyebutkan contohnya (skor 1) Jika menjawab pengertian komponen abiotik/biotik saja (skor 2) Jika menjawab contoh komponen abiotik/biotik saja (skor 1) Skor maksimal = 6 4. Setiap soal dengan jawaban benar (skor 1) Jika jawaban salah atau tidak menjawab (skor 0) Skor maksimal = 4 5. Setiap soal dengan jawaban benar (skor 1) Jika jawaban salah atau tidak menjawab (skor 0) Skor maksimal = 4 TOTAL SKOR MAKSIMAL = Skor pilihan ganda + skor uraian = 30 + 20 = 50 NILAI = Jumlah skor pilihan ganda dan uraian x 100 Total skor maksimal

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Aspek Kompetensi Dasar 7.1 Menentukan Indikator 1. Menjelaskan C1 C2 C3 C4 Mengingat Memahami Mengaplikasikan Menganalisis hibungan ekosistem dan saling saling hubungan antara antara komponen biotik komponen ekosistem dan komponen abiotik B.1 ketergantungan 2. Menyebutkan contoh peristiwa saling ketergantungan antara komponen biotik A.1, A.5 Lampiran 10. Kisi-kisi Soal Pos Test Siklus II KISI-KISI SOAL POST TEST II dan komponen abiotik 3. Menyebutkan bentuk A.6 A.4, A.7, A.8, interaksi makhluk hidup B.2 beserta contohnya 4. Menjelaskan pengertian A.2 macam-macam simbiosis B.4 168 A.3 168 5. Menggolongkan contoh

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI makhluk hidup berdasarkan bentuk interaksinya 7.2 Mengindentifikasikan 6. Menyebutkan kegiatan pentingnya manusia yang keanekaragaman merusak ekosistem A.9, A.11 dapat makhluk hidup dalam pelestarian ekosistem 7. Menjelaskan cara B.3 pelestarian ekosistem A.10, A.12, A.13, A.14, B.5 A.15 169 169

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini dirancang sebagai Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan yang sengaja dimunculkan, dan terjadi dalam sebuah kelas (Aqib,2006:13). Jenis penelitian ini digunakan/ditujukan untuk memperbaiki dan meningkatkan praktik pembelajaran di kelas secara berkesinambungan. Penelitian ini juga merupakan penelitian kuantitatif-kualitatif. Data kuantitatif yang akan dikumpulkan berupa skor hasil belajar kognitif, afektif, psikomotor dan hasil kuisioner mengenai motivasi belajar siswa. Data kuantitatif akan didukung data kualitatif berupa wawancara mengenai motivasi belajar siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT). B. Setting Penelitian : 1. Objek penelitian Objek penelitian ini adalah hasil belajar dan motivasi siswa pada materi ekosistem 2. Subyek penelitian Subyek penelitian adalah siswa Kelas VII A SMP N 1 Jogonalan Klaten semester genap tahun pembelajaran 2013/2014 dengan jumlah siswa sebanyak 42 siswa 44

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. 45 Tempat penelitian Penelitian dilakukan di SMP N 1 Jogonalan Klaten yang beralamat di Desa Plawian, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten 4. Waktu penelitian Penelitian dilakukan selama pada bulan 20 Mei - 4 Juni 2014 C. Rancangan Tindakan/ Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan kelas Kemmis dan McTaggart, setiap siklus penelitian meliputi beberapa tahapan berulang meliputi tahap-tahap: Perencanaan (Planning), Pelaksanaan (Acting), Pemantauan (Observing), Refleksi (Reflecting). Hasil refleksi digunakan untuk mengetahui tingkat perubahan yang terjadi dan tingkat pencapaian indikatorindikator yang telah ditetapkan. Desain PTK Model Kemmis dan Mc Taggart disajikan dalam Gambar 3.1. SIKLUS I Perencanaan I Pelaksanaan Tindakan dan Observasi Refleksi SIKLUS II Refleksi Pelaksanaan Tindakan dan Observasi Perencanaan II Gambar 3.1. Desain PTK Model Kemmis dan Mc Taggart (Taniredja, 2011:24)

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 Penelitian ini didesain dengan melakukan proses pembelajaran yang akan dibagi menjadi 2 siklus penelitian. Penjabaran rangkaian kegiatan akan dilakukan selama proses penelitian adalah sebagai berikut : 1. Perencanaan (Planning) a. Berdiskusi bersama guru mata pelajaran untuk mempersiapkan penelitian b. Penetapan indikator ketercapaian. Indikator ketercapaian ditentukan berdasarkan hasil observasi awal peneliti c. Menyusun instrumen pembelajaran, yaitu Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Lembar Kerja Siswa (LKS) d. Merumuskan dan menyusun desain/skenario pembelajaran dengan Team Games Tournament (TGT) e. Membuat alat/media permainan sesuai dengan tema rencana pembelajaran dan membuat petunjuk permainan sesuai dengan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament f. Menyusun pedoman penilaian tes, lembar observasi, soal-soal pre test, post test dan tugas 2. Pelaksanaan (Acting) Siklus I : a. Siswa mengerjakan soal pretest sebagai data mengenai kemampuan awal siswa b. Melakukan presentasi kelas tentang materi yang akan digunakan dalam game tournament

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 c. Membuat kelompok-kelompok belajar/ bermain yang terdiri dari 4 orang anak dengan kemampuan bervariasi d. Membagi petunjuk permainan/skenario permainan pada tiap-tiap kelompok e. Menerangkan petunjuk dan aturan permainan kepada semua kelompok f. Siswa melaksanakan proses belajar dengan permainan model Team Games Tournament menurut aturan dan petunjuk permainan dengan materi satuan makhluk hidup, jenis ekosistem, dan komponen ekosistem. Alat dan petunjuk permainan dapat dilihat dalam lampiran g. Mengumumkan skor hasil permainan dan penentuan pemenang kelompok h. Siswa mengerjakan soal post test diakhir pembelajaran di setiap siklus Siklus II : a. Melakukan presentasi kelas tentang materi yang akan digunakan dalam game tournament b. Membuat kelompok-kelompok belajar/ bermain yang terdiri dari 4 orang anak dengan kemampuan bervariasi c. Membagi petunjuk permainan/skenario permainan pada tiap-tiap kelompok d. Menerangkan petunjuk dan aturan permainan kepada semua kelompok e. Siswa melaksanankan proses belajar dengan permainan model Team Games Tournament menurut aturan dan petunjuk permainan dengan materi hubungan saling ketergantungan antara komponen biotik dan

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 abiotik, serta simbiosis. Alat dan petunjuk permainan dapat dilihat dalam lampiran f. Mengumumkan skor hasil permainan dan penentuan pemenang kelompok g. Siswa menganalisis artikel tentang masalah ekosistem dan cara pelestariannya, serta menjawab pertanyaan pada LKS h. Siswa mengerjakan soal post test diakhir pembelajaran di setiap siklus 3. Pengamatan (Observing) Observasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah pengamatan langsung terhadap murid mengenai beberapa aspek yakni: a. Kondisi atau suasana kelas saat proses pembelajaran b. Perhatian murid selama mengikuti proses pembelajaran c. Keaktifan siswa saat proses pembelajaran d. Kemampuan bekerja sama dalam kelompok e. Motivasi siswa mengikuti proses pembelajaran Observasi berjal an bersamaan dengan pelaksanaan tindakan yang l sedang dilakukan, sehingga keduanya berlangsung dalam waktu yang sama. Observasi dilakukan oleh peneliti yang dibantu oleh observer. Observasi dilakukan dengan mencatat segala aktivitas dalam proses pembelajaran Biologi dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat.

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 4. Refleksi (Reflecting) Dari langkah observasi akan diperoleh data yang bermacammacam. Data bersifat kuantitatif dianalisis secara kuantitatif sedang data kualitatif dikelompok-kelompokan sehingga menunjukkan pola yang jelas mengenai hasil tindakan baik hasil yang bersifat positif maupun efek-efek negatif tindakan. Tindakan dinilai berhasil/efektif jika analisis data menunjukan ketercapaian indikator-indikator yang telah ditetapkan tujuan penelitian. Jika tindakan belum menunjukan ketercapaian indikator maka diperlukan siklus-siklus tindakan lagi agar mencapai indikator. D. Instrumen Penelitian Penelitian ini menggunakan dua macam instrumen sebagai alat untuk mengumpulkan data yakni instrumen pembelajaran dan pengumpulan data. 1. Instrumen pembelajaran a. Silabus (Lampiran 1) b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) (Lampiran 2) c. Lembar Kerja Siswa (Lampiran 3) 2. Instrumen pengumpulan data a. Kuisioner (Lampiran 5) b. Soal Tes (Lampiran 7, 9, 11) c. Lembar Observasi (Lampiran 12) d. Panduan Wawancara (Lampiran 13) instrumen

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 E. Metode Pengumpulan Data Adapun metode pengumpulan data dalam penelitian ini melalui beberapa instrumen, yakni: 1. Kuisioner Kuisioner pada penelitian ini diberikan kepada siswa untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah pelaksanaan tindakan. Menurut Arifin (2012:166), kuisioner termasuk alat untuk mengumpulkan dan mencatat data atau informasi, pendapat, dan paham dalam hubungan kausal. Dalam penelitian ini kuisioner digunakan untuk mengetahui motivasi siswa dalam mempelajari materi ekosistem dengan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament. Kuisioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner tertutup, yang terdiri dari 20 item pertanyaan. Model skala yang digunakan dalam kuisioner ini adalah skala Likert, yang dinilai oleh responden dengan sangat setuju, setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju. Berikut adalah kisi-kisi kuisioner untuk mengetahui motivasi siswa:

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Tabel 3.1. Kisi-Kisi Kuisioner Motivasi Belajar Siswa No 1 Indikator Motivasi Belajar Dorongan Belajar 2 Manfaat Belajar 3 Perhatian 4 5 6 Penguasaan Materi Partisipasi Perasaan dalam Pembelajaran Keinginan siswa dalam belajar Tujuan siswa dalam belajar Siswa mendapatkan manfaat setelah mengikuti pembelajaran Usaha siswa dalam mengikuti pembelajaran Perhatian siswa selama pembelajaran Usaha siswa memperdalam materi Memanfaatkan fasilitas untuk menunjang pembelajaran Kerjasama siswa dalam kelompok Keaktifan dalam pembelajaran Perasaan siswa selama mengikuti pembelajaran Nomor Pernyataan dalam Kuisioner Motivasi Awal Motivasi Akhir Positif Negatif Positif Negatif Total Jumlah Pernyataan 15 3, 10 16 4 1 14 15 3 11, 12, 14 4 13 9 1 17 1 6, 8, 18 5 8, 11 12 19 10 5 6 5 2 4 1 18 7, 16 2, 4 17 6 20 19 3, 20 5, 7, 9, 13 8 2. Tes Tes dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur peningkatan hasil belajar aspek kognitif siswa pada materi ekosistem. Tes yang digunakan adalah pretest dan post test. Pretest dilaksanakan pada awal pembelajaran yang digunakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum pelaksanaan tindakan. Sedangkan post test dilaksanakan pada

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 akhir pembelajaran di setiap siklus untuk mengetahui pemahaman siswa setelah pelaksanaan tindakan. Bentuk soal tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes objektif pilihan ganda dan tes uraian. Menurut Arifin (2012:138), disebut tes objektif karena penilaiannya objektif. Siapa pun yang mengoreksi jawaban tes objektif hasilnya akan sama karena kunci jawabannya sudah jelas dan pasti. Sedangkan variasi dari soal tes objektif adalah pilihan ganda. Soal tes bentuk pilihan ganda terdiri atas pembawa pokok persoalan dan pilihan jawaban. Untuk soal bentuk uraian, menuntut peserta didik untuk menguraikan, mengorganisasikan, dan menyatakan jawaban dengan kata-katanya sendiri dalam bentuk, teknik, dan gaya yang berbeda satu dengan lainnya. 3. Observasi Observasi dilakukan saat kegiatan pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi. Observasi digunakan untuk mengetahui aspek afektif dan psikomotor siswa dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu observasi dilakukan untuk mengamati aktivitas siswa saat kegiatan pembelajaran berlangsung yang dilakukan oleh observer. Berikut adalah kisi-kisi hasil belajar aspek afektif dan psikomotor yang digunakan dalam penelitian ini :

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Tabel 3.2. Kisi-kisi Hasil Belajar Aspek Afektif No Tingkatan Kategori 1 Reciving 2 Responding 3 Valuing 4 Organisasi Aspek yang diamati Perhatian siswa dalam pembelajaran Sikap kritis dalam mencari informasi saat kerja kelompok Keberanian saat mengungkapkan pendapat Antusias dalam mengerjakan tugas Menghargai pendapat teman Partisipasi siswa dalam pembelajaran Kerjasama siswa dalam kelompok Nomor aspek yang diamati dalam Lembar Observasi 1 9 4, 8 2, 5 7 6 3 Tabel 3.3. Kisi-kisi Hasil Belajar Aspek Psikomotor No 1 2 3 Tingkatan Kategori Aspek yang diamati Menginterpretasikan Persepsi hal yang ditangkap oleh sistem indera Mempersiapkan diri selama pembelajaran Menunjukkan kemampuan diri dalam Kesiapan kelompok Memperlihatkan perilaku positif selama pembelajaran Mengikuti dan mempraktekan sesuai Reaksi yang standar diarahkan Kecermatan dalam mengerjakan tugas Nomor aspek yang diamati dalam Lembar Observasi 1, 2 7, 8 4 5 3 6

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 4. Wawancara Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini yakni wawancara bebas, dimana siswa bebas menjawab dan mengemukakan pendapat. Wawancara ini digunakan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran dengan model kooperatif tipe Team Games Tournament pada materi ekosistem terhadap motivasi belajar siswa. Wawancara dilakukan kepada enam orang siswa sebagai perwakilan kelas dengan ketentuan dua orang siswa yang mendapat hasil belajar tinggi, dua orang siswa dengan hasil belajar sedang, dan dua orang dengan hasil belajar rendah. F. Metode Analisa Data 1. Analisa Kuantitatif Analisa kuantitatif adalah analisa data yang berupa angka. Dalam penelitian ini analisa kuantitatif digunakan untuk data berupa hasil tes, observasi, dan kuisioner. a. Aspek Kognitif 1) Analisa Hasil Tes Ketuntasan Individu Setiap siswa dalam proses belajar mengajar dikatakan tuntas apabila memperoleh nilai ≥75. Penskoran soal pilihan ganda disesuaikan dengan ketentuan penetapan skor seperti berikut:

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Skor 2, jika memilih jawaban benar Skor 0, jika jawaban salah atau tidak memberikan jawaban Kemudian penskoran soal uraian dilakukan sesuai dengan ketentuan bobot skor setiap soal. Setelah memperoleh hasil dari penskoran soal pilihan ganda dan uraian dilakukan penghitungan nilai ketuntasan individu dengan rumus berikut: Keterangan : Ki ∑S ∑SM = Ketuntasan individual = Jumlah skor pilihan ganda dan uraian = Jumlah skor maksimal 2) Analisa Rata-Rata Kelas Analisa nilai rata-rata kelas diperoleh setelah dilakukan penghitungan nilai ketuntasan individu. Kemudian dianalisa dengan rumus berikut: Keterangan : N ∑N n = Rata-rata kelas = Jumlah nilai seluruh siswa = Banyaknya siswa yang menjadi subjek 3) Analisa Hasil Tes Ketuntasan Klasikal Ketuntasan klasikal dikatakan telah mencapai target pencapaian sesuai dengan target indikator.

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Keterangan : KK ∑ns n = Ketuntasan Klasikal = Jumlah siswa yang memperoleh nilai ≥75 = Banyaknya siswa yang mengikuti tes Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, dapat dilihat dari perbandingan prosentase banyaknya siswa yang mncapai KKM dari nilai post test siklus I dan pos test siklus II. b. Aspek Afektif Aspek afektif dalam penelitian ini di dapat melalui hasil observasi. Data-data yang di dapat kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menjelaskan segala penguasaan aspek afektif yang tampak dalam pembelajaran. Skor dari lembar observasi kemudian dianalisis, sehingga didapatkan prosentase skor hasil observasi aspek afektif dengan rumus sebagai berikut: Keterangan: x = persentase skor hasil observasi aktivitas kelompok siswa y = jumlah keseluruhan skor yang diperoleh kelompok z = skor maksimal

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Tabel 3.4. Kriteria Hasil Persentase Skor Observasi Aspek Afektif Siswa terhadap Pembelajaran Presentase yang Diperoleh Keterangan 66,68 ≤q ≤100 Tinggi 33,34 ≤q ≤66,67 Sedang 0 ≤q ≤33,33 Rendah Sumber: Arikunto, 2007 c. Aspek Psikomotor Data yang akan digunakan dalam penelitian untuk mengetahui aspek psikomotor siswa di dapat melalui hasil observasi dengan rumus sebagai berikut: Keterangan: x = persentase skor hasil observasi aktivitas kelompok siswa y = jumlah keseluruhan skor yang diperoleh kelompok z = skor maksimal Tabel 3.5. Kriteria Hasil Persentase Skor Observasi Aspek Psikomotor Siswa terhadap Pembelajaran Presentase yang Diperoleh Keterangan 66,68 ≤q ≤100 Tinggi 33,34 ≤q ≤66,67 Sedang 0 ≤q ≤33,33 Rendah Sumber: Arikunto, 2007

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 d. Motivasi Belajar Hasil kuisioner dianalisa berdasarkan panduan pemberian skor berikut ini: Tabel 3.6. Panduan pemberian skor kuisioner Alternatif Jawaban Skor Pertanyaan Positif Negatif 1. Sangat Setuju 4 1 2. Setuju 3 2 3. Tidak Setuju 2 3 4. Sangat Tidak Setuju 1 4 Hasil skoring tersebut kemudian dianalisis menggunakan perhitungan motivasi belajar siswa perindividu, yaitu jumlah skor yang diperoleh (∑S) dibagi skor maksimal (M) dan dikali seratus persen. Bila dituliskan dalam persamaan matematisnya adalah sebagai berikut: Setelah skor motivasi diperoleh, dilakukan penggolongan skor motivasi belajar sesuai dengan kriteria motivasi belajar. Berikut adalah kriteria motivasi belajar siswa: Tabel 3.7. Kriteria Motivasi Belajar Kelas Interval (%) 81-100 66-80 56-65 46-55 0-45 Kriteria Motivasi Belajar Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 2. Analisa Kualitatif Analisa kualitatif digunakan untuk menganalisis data yang tidak ditentukan dalam bentuk angka. Analisa kualitatif ini digunakan untuk menganalisis hasil wawancara. Hal ini dilakukan untuk memperkuat data kuantitatif. Hasil analisa kualitatif berupa penjabaran deskriptif dari transkipsi wawancara dalam bentuk rekaman tertulis. G. Indikator Keberhasilan 1. Ketercapaian Motivasi Belajar Ketercapaian motivasi belajar dalam penelitian ini adalah banyaknya siswa yang termasuk kategori tinggi. Ini berarti setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) pada materi ekosistem motivasi belajar siswa kelas VII A terdapat ≥ 70% siswa tergolong dalam kategori tinggi dan sangat tinggi. 2. Ketercapaian Aspek Kognitif Ketercapaian aspek kognitif dalam penelitian ini adalah banyaknya siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) ≥75. Setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) pada materi ekosistem di harapkan ketuntasan klasikal siswa dalam mempelajari materi ekosistem adalah 75% siswa mencapai KKM.

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 3. Ketercapaian Aspek Afektif dan Psikomotor Indikator keberhasilan aspek afektif dan psikomotor pada awal siklus belum terukur, hal ini karena belum ada kegiatan pembelajaran. Pada siklus II keberhasilan dinyatakan tercapai jika 75% siswa kelas VII A tergolong dalam kategori tinggi. Tabel indikator keberhasilan aspek kogniitif, afektif, dan psikomotor disajikan pada tabel berikut ini : Tabel 3.8. Indikator keberhasilan penelitan Kondisi Awal Aspek Sebelum Target Pencapaian Penelitian Motivasi belajar Kognitif Belum terukur Kurang dari 45% mencapai KKM 70% siswa termasuk dalam kategori tinggi dan sangat tinggi 75% siswa mencapai KKM (75) 75% Afektif Belum terukur siswa termasuk dalam kategori tinggi 75% Psikomotor Belum terukur siswa termasuk dalam kategori tinggi

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 H. Jadwal / Agenda Penelitian Tabel 3.9. Agenda Penelitian No 1 Waktu Pelaksanaan Kegiatan Feb Perijinan penelitian ke Sekolah 2 Wawancara guru mata pelajaran biologi mengenai hasil belajar dan motivasi siswa 3 Pembuatan proposal penelitian dan konsultasi dosen 4 Penelitian di sekolah 5 Pengelompokkan data hasil penelitian berdasarkan instrument 6 Pengolahan dan analisis data 7 Pembuatan laporan akhir dan konsultasi dosen pembimbing Maret April Mei Juni Juli Agust

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI I. Personalia 1) Guru Mata Pelajaran IPA : Ludovicus Winda Mawardana 2) Pelaksana Tindakan : Indah Ayu Pradini 3) Pendokumentasi : Ana Tri Yuliani 4) Observer Pembantu : Fransiska Novita Surya Dewi 62

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170 Lampiran 11. Soal Pos Test Siklus II POS TEST (SIKLUS II) A. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang tepat dan benar! 1. Contoh ketergantungan komponen biotik terhadap komponen abiotik adalah …. a. Tanah yang tandus digemburkan dan diberi pupuk oleh manusia b. Manusia melakukan penghijauan pada tanah yang gundul c. Manusia membutuhkan air dan oksigen d. Manusia membuat sengkedan pada tanah miring 2. Interaksi yang sangat khas dan saling menguntungkan antara dua makhluk hidup disebut …. a. Simbiosis komensalisme b. Simbiosis mutualisme c. Simbiosis parasitisme d. Simbiosis kompetisi 3. Perhatikan tabel berikut! Simbiosis 1 2 3 4 Organisme A B + + 0 + + 0 - Keterangan : + = mendapatkan keuntungan - = mendapatkan kerugian 0 = tidak mendapatkan keuntungan, tidak mendapat kerugian Simbiosis antara kerbau dan burung jalak, merupakan jenis simbiosis nomor …. a. 1 c. 3 b. 2 d. 4 4. Pola interaksi kompetisi pada ekosistem padang rumput ditunjukan oleh … a. Macan – singa c. sapi – singa b. Domba – sapi d. rumput – domba 5. Tanah bercacing lebih subur daripada tanah yang tidak bercacing. Hal tersebut membuktikan bhawa . . . . a. Tanah dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman b. Faktor abiotik dapat memengaruhi faktor biotik

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171 c. Bentuk pot memengaruhi pertumbuhan tanaman d. Faktor biotik dapat memengaruhi faktor abiotik 6. Tanaman anggrek dan inangnya termasuk simbiosis komensalisme, karena tanaman inangnya…. a. tidak dirugikan b. tidak diuntungkan c. sama-sama untung d. tidak diuntungkan dan tidak dirugikan 7. Dalam ekosistem terjadi interaksi antar makhluk hidup. Interaksi yang benar terdapat pada … Kompetisi Simbiosis parasitisme predasi a. rusa – keledai cacing tanah – itik ulat – burung b. kuda – zebra cacing pita – sapi ular - itik c. hiu – remora kerbau – sapi ayam – musang d. kijang – harimau virus HIV – manusia ikan – cacing 8. Berikut adalah contoh simbiosis parasitisme, kecuali …. a. Benalu dengan pohon inangnya b. Cacing pita pada manusia c. Manusia dengan kutu kepala d. Ikan remora dengan ikan hiu 9. Akibat yang ditimbulkan oleh kepadatan penduduk yang tinggi terhadap sumber daya alam yang tersedia adalah …. a. Air dan udara bersih yang semakin sulit diperoleh b. Makin terpeliharanya pohon-pohon dihutan c. Terciptanya stabilitas iklim dan suhu lingkungan d. Terjaminnya ketersediaan bahan pangan 10. Tindakan manusia yang bersifat positif untuk mengubah ekosistem adalah …. a. Membuka hutan untuk pemukiman b. Membuang limbah pabrik ke sungai c. Memberantas hama dan penyakit dengan pestisida terus menerus d. Membuat persawahan di lereng gunung secara bertingkat-tingkat 11. Berikut ini yang bukan merupakan dampak dari penebangan liar di hutan adalah …. a. Mempercepat terjadinya kepunahan

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172 b. Meningkatkan laju perkembangbiakan hewan c. Menimbulkan bencana longsor dan banjir d. Mengganggu keseimbangan ekosistem 12. Berikut ini adalah cara untuk mengurangi polusi udara, kecuali …. a. Menggunakan bahan bakar non-fosil di pabrik industri b. Menggunakan penyaring pada cerobong untuk menghilangkan oksida sulfur c. Menggunakan bahan bakar ramah lingkungan d. Menggunakan CFC untuk mesin pendingin 13. Berkaitan dengan pencemaran udara, program reboisasi bertujuan untuk …. a. Memperindah kota b. Lingkungan menjadi indah c. Mengurangi karbondioksida d. Supaya lingkungan teduh 14. Berikut ini merupakan hal yang menjadi alasan pentingnya keanekaragaman makhluk hidup dalam pelestarian ekosistem hutan, kecuali …. a. Menjaga kestabilan iklim global b. Menjaga keseimbangan ekosistem c. Menjaga struktur tanah d. Menambah polutan 15. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut. 1. Satwa yang hamper punah dapat ditangkarkan di kebun binatang 2. Satwa langka dapat dijual ke negara lain untuk mendapat devisa 3. Satwa langka dipelihara oleh orang-orang yang sayang dengan hewan peliharaan 4. Satwa yang dilindungi dikembalikan pada habitatnya semula. Pernyataan yang benar untuk melindungi satwa yang hampir punah dan dilindungi adalah …. a. 1 dan 2 c. 2 dan 3 b. 1 dan 4 d. 3 dan 4

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173 B. Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat dan benar! 1. Pada siang hari yang panas, jika kita berteduh di bawah pohon yang rindang akan terasa sejuk. Rasa sejuk dan segar itu merupakan contoh hasil interaksi antara komponen biotik dengan abiotik. Jelaskan bagaimana interaksi antara keduanya! 2. Sebutkan 2 macam simbiosis beserta contohnya! 3. Sebutkan 3 macam bentuk kerusakan ekosistem akibat perbuatan manusia! 4. Jelaskan salah satu pola interaksi/ simbiosis yang dapat kalian jumpai dalam kehidupan sehari-hari! 5. Bagaimana cara pelestarian ekosistem pantai akibat abrasi!

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174 JAWABAN A. Pilihan Ganda 1. C 6. D 11. B 2. B 7. B 12. D 3. C 8. D 13. C 4. B 9. A 14. D 5. D 10. D 15. B B. Uraian 1. Pada siang hari, pohon (komponen biotik) akan melakukan fotosintesis dengan bantuan sinar matahari (komponen abiotik). Dan pohon akan menghasilkan oksigen yang dilepas ke udara. Oksigen inilah yang menciptakan rasa sejuk dan segar bagi manusia. 2. Dua macam simbiosis dan contohnya: • Simbiosis Mutualisme Contoh : interaksi antara kupu-kupu dan lebah, interaksi antara burung jalak dan kerbau • Simbiosis Komensalisme Contoh : Interaksi antara benalu dengan pohon inangnya, ikan remora dan ikan hiu 3. Kerusakan Ekosistem akibat perbuatan manusia • Kebakaran Hutan • Tanah Longsor • Rusaknya ekosistem sungai akibat pembuangan limbah industri 4. Pola interaksi dalam kehidupan sehari-hari: Interaksi yang terjadi pada ular dan tikus di sawah yang merupakan predasi. Dimana tikus dimangsa/ dimakan oleh ular (predator). Selain itu interaksi antara kupu-kupu dan bunga yang saling menguntungkan disebut juga simbiosis mutualisme, karena kupu-kupu diuntungkan dengan mendapatkan madu sedangkan bunga diuntungkan karena dibantu proses penyerbukannya oleh kupu-kupu.

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 175 5. Salah satu cara pelestarian yang dapat dilakukan di ekosistem pantai adalah dengan menanam pohon bakau/ mangrove yang dapat memecah ombak laut sehingga mengurangi dampak terjadinya abrasi.

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176 PEDOMAN PENILAIAN A. Pilihan Ganda • Soal berjumlah 15 butir, setiap soal dengan jawaban benar (skor 2), dan jawaban salah (skor 0) • Skor maksimal = 30 B. Uraian 1. Skor maksimal = 5 2. Setiap satu jawaban benar (skor 1) - Jika menyebutkan 2 macam simbiosis beserta contohnya dengan benar (skor 4) - Jika menyebutkan 2 macam simbiosis tanpa contoh (skor 2) - Jika jawaban salah atau tidak menjawab (skor 0) Skor maksimal = 4 3. Setiap satu jawaban benar (menyebutkan kerusakan ekosistem) (skor 1) Jika jawaban salah atau tidak menjawab (skor 0) Skor maksimal = 3 4. Jika menyebutkan pola interaksi disertai penjelasan dengan benar (skor 5) Jika hanya menyebutkan interaksi yang terjadi (skor 2) Jika jawaban salah atau tidak menjawab (skor 0) Skor maksimal = 5 5. Skor maksimal = 3 TOTAL SKOR MAKSIMAL = Skor pilihan ganda + skor uraian = 30 + 20 = 50 NILAI = Jumlah skor pilihan ganda dan uraian x 100 Total Skor Maksimal

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 12. Lembar Observasi 177 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA DI KELAS Sekolah : SMP N 1 Jogonalan Klaten Kelas : Jam ke : Mata Pelajaran : Biologi Pokok Bahasan/ topik : Hari, tanggal : PETUNJUK 1. Amati aktivitas siswa di kelas dalam melaksanakan interaksi belajarmengajar! 2. Tuliskan tanda lingkaran pada skor yang sesuai keadaan yang anda amati! NO A. ASPEK YANG DIAMATI SKOR ASPEK AFEKTIF 1. Siswa memperhatikan penjelasan guru/praktikan 1 2 4 5 2. Siswa antusias mengerjakan tugas dan LKS 1 2 4 5 3. Siswa dapat berkerjasama dalam kelompok 1 2 4 5 4. Siswa berani mengungkapkan pendapat dalam kelompok 1 2 4 5 5. Siswa bersemangat mengikuti game tournament 1 2 4 5 6. Siswa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran dengan game 1 2 4 5 tournament 7. Siswa menghargai pendapat teman ketika berdiskusi 1 2 4 5 8. Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan 1 2 4 5 kelas dengan percaya diri 9. Siswa kritis menanggapi pendapat teman untuk mencari 1 2 4 5 informasi B. 1. ASPEK PSIKOMOTOR Siswa berusaha menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru 1 2 4 5

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 178 2. Siswa menanyakan hal-hal yang belum jelas ke guru 1 2 4 5 3. Siswa menjawab pertanyaan dalam game tournament dengan 1 2 4 5 cepat 4. Siswa menyampaikan hasil diskusi kelompok dengan bahasa 1 2 4 5 yang komunikatif 5. Siswa menunjukkan perilaku positif selama proses 1 2 4 5 pembelajaran 6. Siswa mengerjakan LKS dengan cermat 1 2 4 5 7. Siswa menggunakan berbagai sumber belajar selama proses 1 2 4 5 pembelajaran 8. Siswa mencatat hasil diskusi untuk menambah informasi 1 2 4 5 PEDOMAN PENSKORAN Kelompok dengan jumlah anggota 5 siswa Skor 5, jika sebanyak 4-5 siswa dalam kelompok melakukan aspek seperti pada lembar observasi Skor 4, jika sebanyak 3 siswa dalam kelompok melakukan aspek seperti pada lembar observasi Skor 2, jika sebanyak 2 siswa dalam kelompok melakukan aspek seperti pada lembar observasi Skor 1, jika hanya 1 siswa dalam kelompok melakukan aspek seperti pada lembar observasi Kelompok dengan jumlah anggota 4 siswa Skor 5, jika sebanyak 4 siswa dalam kelompok melakukan aspek seperti pada lembar observasi Skor 4, jika sebanyak 3 siswa dalam kelompok melakukan aspek seperti pada lembar observasi Skor 2, jika sebanyak 2 siswa dalam kelompok melakukan aspek seperti pada lembar observasi Skor 1, jika hanya 1 siswa dalam kelompok melakukan aspek seperti pada lembar observasi

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179 Lampiran 13. Panduan Wawancara Panduan Wawancara No 1 2 Indikator Tanggapan terhadap Pertanyaan model Apakah menurut anda pembelajaran pembelajaran TGT dengan model TGT itu menarik? Perasaan selama pembelajaran Bagaimana perasaan anda saat mengikuti pembelajaran dengan model TGT? 3 Manfaat belajar dengan model Apakah manfaat yang anda dapatkan TGT 4 Penguasaan selama belajar dengan model TGT? materi ekosistem Apakah anda telah menguasai materi dengan pembelajaran model TGT ekosistem setelah belajar dengan model TGT? 5 Partisipasi siswa pembelajaran 6 Hubungan kelompok dalam Apakah anda berpartisipasi aktif dalam pembelajaran? kerjasama dalam Bagaimana kerjasama anda dengan teman kelompok?

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 14. Surat Ijin Penelitian 180

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran ran 15. Surat Keterangan Selesai Penelitian 181

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 16. Satu Set Kartu Permainan TGT 182 SIKLUS I KARTU PERMAINAN READER 1 READER 2 PENANTANG 1 PENANTANG 2 KARTU PERTANYAAN 1. Jelaskan pengertian komunitas! (Skor 5) 2. Sebutkan 4 contoh ekosistem yang merupakan ekosistem buatan! (Skor 4) 3. Sebutkan 3 contoh komponen abiotik pada ekosistem laut! (Skor 3) 4. Berdasarkan proses terbentuknya, ekosistem dibedakan atas …. (Skor 2) 5. Dalam suatu ekosistem kita dapat menemukan berbagai komponen penyusun ekosistem yang dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu . . . . (Skor 2) 6. Komponen abiotik yang paling besar pengaruhnya bagi kehidupan ekosistem kolam adalah . . . . (Skor 2) 7. Beberapa anak pergi ke suatu tempat. Mereka menemukan tanaman jagung, kacang panjang, rumput, katak, dan kupu-kupu. Berdasarkan penemuan mereka, ekosistem tersebut berupa . . . . . (Skor 3) 8. Pada ekosistem kebun sekolah ditemukan 15 pohon pisang, 10 pohon mangga, 5 pohon durian, sebatang pohon karet dan sebatang pohon nangka. 15 pohon pisang disebut …. (Skor 3)

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 183 9. Di suatu hutan, terdapat sekelompok pohon pinus, sekelompok kupu-kupu, sekelompok paku ekor kuda, dan kelompok-kelompok makhluk hidup lainnya. Kelompokkelompok tersebut membentuk suatu . . . . (Skor 3) 10. Buatlah 2 contoh individu di alam! (Skor 2) 11. Sebutkan satuan makhluk hidup penyusun ekosistem dari yang paling sederhana ke paling kompleks! (Skor 4) 12. Sebutkan 4 contoh komponen abiotik! (Skor 4) 13. Apa yang dimaksud komponen biotik? (Skor 5) 14. Jelaskan yang dimaksud ekosistem alami! (Skor 5) 15. Apa yang dimaksud ekosistem buatan? (Skor 5) 16. Sebutkan 4 contoh ekosistem alami!(Skor 4) 17. Buatlah contoh komunitas di ekosistem sawah! (Skor 4) 18. Sebutkan 3 contoh komponen abiotik dalam ekosistem kolam! (Skor 3) 19. Jelaskan apa yang disebut ekosistem? (Skor 5) 20. Jelaskan yang disebut individu! (Skor 5) 21. Apa yang dimaksud dengan populasi? (Skor 5) 22. Sebutkan 2 contoh komponen biotik dalam ekosistem hutan! (Skor 2) 23. Sebutkan 2 contoh komponen biotik dalam ekosistem akuarium! (Skor 2) 24. 3 komponen abiotik yang mempengaruhi kehidupan darat adalah …(Skor 3)

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184 KARTU JAWABAN 1. Komunitas adalah seluruh populasi yang berada pada tempat dan waktu tertentu 2. Sawah, taman, akuarium, bendungan, waduk, kolam 3. Air, cahaya, batu, pasir, oksigen 4. Ekosistem alami dan ekosistem buatan 5. Biotik dan abiotik 6. Air 7. Sawah 8. Populasi 9. Komunitas 10. Seekor sapi, satu pohon kelapa, seekor ayam 11. Individu-populasi-komunitasekosistem 12. Air, udara, tanah, cahaya matahari 13. Adl komponen yang terdiri dari makhluk hidup 14. Ekosistem alami adalah ekosistem yang terbentuk secara alami tanpa campur tangan manusia 15. Ekosistem yang terbentuk tidak alami atau dibuat oleh manusia 16. Laut, sungai, danau, hutan

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185 17. Sekelompok katak, sekelompok belalang, dan sekelompok padi yang ada di sawah 18. Air, udara, dan cahaya matahari 19. Ekosistem adalah hubungan interaksi/ timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya 20. Individu adalah satu makhluk hidup tunggal 21. populasi adalah kumpulan individu sejenis yang berada pada tempat yang sama dan dalam kurun waktu yang sama 23. Ikan, dan tumbuhan air 22. Hewan (gajah, burung, primata), tumbuhan (pohon, semak, rumput) 24. Cahaya matahari, tanah dan cuaca

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 186 SIKLUS II KARTU PERMAINAN READER 1 READER 2 PENANTANG 1 PENANTANG 2 KARTU PERTANYAAN 1. Interaksi yang sangat khas dan saling menguntungkan antara dua makhluk hidup disebut . . (Skor 3) 2. Sebutkan 3 contoh hal-hal ketergantungan manusia terhadap hewan dan tumbuhan! (Skor 3) 3. Tanaman yang disiram setiap hari tumbuh dengan subur, sedangkan tanaman yang tidak disiram tumbuh dengan merana. Hal tersebut membuktikan bahwa faktor . . . . dapat mempengaruhi faktor . . . . (Skor 2) 4. Tanah bercacing lebih subur daripada tanah yang tidak bercacing. Hal tersebut membuktikan bahwa faktor . . . dapat mempengaruhi faktor . . . (Skor 2) 5. Sebutkan 2 bentuk ketergantungan hewan terhadap tumbuhan! (Skor 2) 6. Buatlah contoh peristiwa yang membuktikan faktor abiotik mempengaruhi faktor biotik! (Skor 5) 7. Sebutkan 3 hewan yang memiliki kebergantungan secara langsung dengan tumbuhan! (Skor 3) 8. Sebutkan 2 contoh interaksi makhluk hidup yang termasuk dalam simbiosis parasitisme! (Skor 4)

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 187 9. Mengapa interaksi makhluk hidup yang terjadi pada gambar berikut disebut predasi? (Skor 5) 10. Interaksi yang terjadi pada kerbau dan burung jalak berikut termasuk simbiosis mutualisme karena saling menguntungkan. Jelaskan keuntungan apa yang didapatkan oleh keduanya! (Skor 5) 11. Simbiosis yang terjadi pada gambar berikut adalah …. (Skor 2) 12. Simbiosis yang terjadi pada gambar berikut adalah …. (Skor 2) 13. Simbiosis yang terjadi pada gambar berikut adalah parasitisme. Berikan contoh lain dari hubungan tersebut! (Skor 3) 14. Interaksi makhluk hidup yang terjadi pada gambar berikut adalah ….(Skor 2)

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 188 15. Interaksi makhluk hidup yang terjadi pada gambar berikut adalah ….(Skor 2) 17. Simbiosis yang terjadi pada gambar berikut adalah ….(Skor 3) 16. Interaksi yang terjadi pada gambar berikut adalah antara …. dan ….yang termasuk simbiosis …. (Skor 5) 18. Interaksi makhluk hidup yang terjadi pada gambar berikut adalah …. (Skor 3) 20. Interaksi yang terjadi pada gambar berikut adalah antara …. dan ….yang termasuk simbiosis ….(Skor 5) 19. Jelaskan pengertian dari predasi dan berilah contohnya! (Skor 6)

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 189 21. Simbiosis yang terjadi pada gambar berikut adalah …. karena …. (Skor 5) 22. Mengapa interaksi makhluk hidup pada gambar dibawah ini termasuk kedalam simbiosis mutualisme? (Skor 5) 23. Jelaskan pengertian kompetisi dan berilah contohnya! (Skor 6) 24. Mengapa interaksi antara anggrek dengan pohon inangnya termasuk simbiosis komensalisme? (Skor 5)

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 190 KARTU JAWABAN 2. Manusia bergantung pada 1. Simbiosis mutualisme hewan dan tumbuhan untuk sumber makanan, bahan pakaian, bahan bangunan, obatobatan, bahan bakar. 3. Abiotik, biotik 4. Biotik, abiotik 6. Oksigen dibutuhkan manusia 5. Hewan membutuhkan tumbuhan untuk sumber makanan, suplai oksigen, tempat berlindung. untuk bernapas, tumbuhan yang disinari cahaya tumbuh lebih optimal dibandingkan tumbuhan yang tidak mendapatkan cahaya matahari 7. rusa, jerapah, kerbau, kambing (hewan herbivora) 8. Cacing pita pada manusia, tali putri yang menempel pada pohon inangnya 9. Karena interaksi yang terjadi antar 2 organisme tersebut adalah hubungan antara predator (singa) dan mangsanya (zebra). 11. Parasitisme 10. Burung jalak dapat memakan kutu pada tubuh kerbau, sedangkan kerbau terhindar dari rasa gatal yang diakibatkan oleh kutu 12. Mutualisme 13. Hubungan antara cacing pita dan manusia, jamur kulit dan 14. Kompetisi manusia 15. Kompetisi 16. Ikan badut (nemo) dan anemon laut, simbiosis mutualisme

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 191 17. Mutualisme 19. Hubungan antara pemangsa dan mangsanya. Contoh: burung hantu dan tikus, harimau dan zebra, burung elang dan ular 21. Komensalisme, karena ikan 18. Predasi 20. Tumbuhan paku ekor kuda dan pohon besar, simbiosis komensalisme 22. Karena baik lebah maupun remora diuntungkan dengan bunga sama-sama saling mendapat sisa-sisa makanan dari diuntungkan. Lebah hiu, sedangkan hiu tidak mendapatkan madu sedangkan diuntungkan dan juga tidak bunga terbantu oleh lebah dirugikan untuk penyerbukan 23. Sekelompok organisme yang memiliki kebutuhan yang sama sehingga terjadi persaingan yang sama untuk memperoleh kebutuhan tersebut Contoh: Interaksi antara kambing dan sapi yang samasama makan rumput 24. Karena anggrek diuntungkan dengan mendapat tempat untuk hidup, sedangkan pohon inangnya tidak diuntungkan dan juga tidak dirugikan

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 17. Aturan Permainan TGT 192 SKENARIO / ATURAN PERMAINN DALAM TEAM GAMES TOURNAMENT 1. Pembentukan kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 siswa di setiap kelompok dan 4 kelompok kecil tersebut bergabung menjadi satu kelompok besar membentuk meja tournament 2. Setiap kelompok besar mendapat 1 set kartu yang meliputi : reader 1, penantang 1, reader 2, dan penantang 2. Siapa yang berperan atas kartu masing-masing dalam putaran pertama diserahkan pada masing-masing kelompok. Selanjutnya kartu peran diletakkan diatas meja tournament di hadapan masing-masing pemainnya. 3. Setiap kelompok terdapat 1 set kartu soal dan 1 set kartu jawaban dalam keadaan tertutup (masing-masing kartu dibagian belakangnya diberi nomor yang sesuai antara soal dan jawaban) , serta lembar penilaian.. 4. Dalam putaran pertama, reader 1 mengambil kartu soal dan selanjutnya menjawabnya. 5. Mempersilahkan kepada penantang 1 dan penantang 2 untuk menyanggah atau membetulkan jawaban bila jawaban reader 1 dirasa belum benar. 6. Reader 2 membacakan kartu jawaban yang benar dengan cara mengambil nomor jawaban yang sesuai dengan nomor soal. 7. Mencatat siswa yang mendapatkan skor atau menjawab dengan benar. 8. Putaran kedua dan selanjutnya kartu peran digeser searah jarum jam. 9. Permainan dinyatakan selesai bila seluruh soal sudah terambil atau waktu yang ditentukan sudah habis.

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 18. Lembar Poin TGT 193 Lembar poin turnamen individu Nama Nama Kelompok Anggota Poin Setiap Putaran 1 2 3 Total Poin dst 1. 2. 3. 4. 5. Total Poin Kelompok Lembar Poin Kelompok Nama Kelompok 1. 2. 3. 4. Total Poin Penghargaan

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 194 Produsen Konsumen Pengurai 1. Siswa 28 1. Siswa 30 1. Siswa 13 1. Siswa 3 1. Siswa 25 2. Siswa 37 2. Siswa 8 2. Siswa 26 2. Siswa 17 2. Siswa 32 3. Siswa 4 3. Siswa 15 3. Siswa 36 3. Siswa 22 3. Siswa 5 4. Siswa 11 4. Siswa 21 4. Siswa 41 4. Siswa 34 4. Siswa 12 Omnivora Autotrof Heterotrof Herbivora Biotik Karnivora Lampiran 19. Pembagian Kelompok Siklus I KELOMPOK LKS dan TEAM GAMES TOURNAMENT SIKLUS I Abiotik 1. Siswa 7 1. Siswa 31 1. Siswa 20 1. Siswa 40 1. Siswa 1 2. Siswa 18 2. Siswa 24 2. Siswa 10 2. Siswa 29 2. Siswa 16 3. Siswa 33 3. Siswa 6 3. Siswa 27 3. Siswa 2 3. Siswa 23 4. Siswa 39 4. Siswa 14 4. Siswa 38 4. Siswa 9 4. Siswa 35 5. Siswa 19 5. Siswa 42 194

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 195 Autotrof Karnivora Penempatan Kelompok pada Meja Turnamen Meja A Meja B Heterotrof Herbivora Meja C Konsumen 195 Pengurai Biotik Produsen Abiotik Omnivora

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Produsen Konsumen Pengurai Herbivora 1. Siswa 37 1. Siswa 40 1. Siswa 1 1. Siswa 8 1. Siswa 34 2. Siswa 17 2. Siswa 30 2. Siswa 3 2. Siswa 22 2. Siswa 21 3. Siswa 20 3. Siswa 4 3. Siswa 25 3. Siswa 35 3. Siswa 9 4. Siswa 24 4. Siswa 33 4. Siswa 32 4. Siswa 42 4. Siswa 27 5. Siswa 31 Omnivora Autotrof Heterotrof Karnivora 5. Siswa 10 Biotik Lampiran 20. Pembagian Kelompok Siklus II KELOMPOK LKS dan TEAM GAMES TOURNAMENT SIKLUS II Abiotik 1. Siswa 7 1. Siswa 12 1. Siswa 2 1. Siswa 6 1. Siswa 5 2. Siswa 13 2. Siswa 15 2. Siswa 23 2. Siswa 28 2. Siswa 11 3. Siswa 16 3. Siswa 19 3. Siswa 26 3. Siswa 29 3. Siswa 14 4. Siswa 18 4. Siswa 41 4. Siswa 42 4. Siswa 39 4. Siswa 36 196

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Produsen Heterotrof Penempatan Kelompok pada Meja Turnamen Meja A Meja B Konsumen Meja C Karnivora 197 Pengurai Herbivora Biotik Autotrof Abiotik Omnivora

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 21. Daftar Kehadiran Siswa Kelas VIIA 198 DAFTAR KEHADIRAN SISWA KELAS VII-A SMP NEGERI 1 JOGONALAN KLATEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 NIS 13471 13472 13473 13474 13475 13476 13477 13478 13479 13480 13481 13482 13483 13484 13485 13486 13487 13488 13489 13490 13491 13492 13493 13494 13495 13496 13497 13498 13499 13500 13501 13502 13503 13504 13505 13506 13507 13508 13509 AGAMA Islam Islam Islam Islam Islam Hindu Islam Islam Hindu Islam Islam Islam Islam Islam Islam Islam Islam Islam Islam Islam Islam Islam Islam Islam Islam Islam Islam Islam Islam Islam Islam Islam Islam Islam Islam Islam Islam Islam Islam NAMA SISWA SISWA 1 SISWA 2 SISWA 3 SISWA 4 SISWA 5 SISWA 6 SISWA 7 SISWA 8 SISWA 9 SISWA 10 SISWA 11 SISWA 12 SISWA 13 SISWA 14 SISWA 15 SISWA 16 SISWA 17 SISWA 18 SISWA 19 SISWA 20 SISWA 21 SISWA 22 SISWA 23 SISWA 24 SISWA 25 SISWA 26 SISWA 27 SISWA 28 SISWA 29 SISWA 30 SISWA 31 SISWA 32 SISWA 33 SISWA 34 SISWA 35 SISWA 36 SISWA 37 SISWA 38 SISWA 39 23 Mei 26 Mei 30 Mei 31 Mei √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 199 40 41 42 13510 13511 13512 Hindu Islam Islam SISWA 40 SISWA 41 SISWA 42 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 200 Lampiran 22. Analisa Hasil Kuisioner Motivasi Belajar HASIL KUISIONER MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VII-A SMP NEGERI 1 JOGONALAN KLATEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 NO NAMA SISWA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 SISWA 1 SISWA 2 SISWA 3 SISWA 4 SISWA 5 SISWA 6 SISWA 7 SISWA 8 SISWA 9 SISWA 10 SISWA 11 SISWA 12 SISWA 13 SISWA 14 SISWA 15 SISWA 16 SISWA 17 SISWA 18 SISWA 19 SISWA 20 SISWA 21 SISWA 22 SISWA 23 SISWA 24 SISWA 25 SISWA 26 SISWA 27 SISWA 28 SISWA 29 SISWA 30 SISWA 31 SISWA 32 SISWA 33 SISWA 34 SISWA 35 SISWA 36 SISWA 37 SISWA 38 MOTIVASI AWAL 68.75 56.25 65 87.50 86.25 83.75 92.50 91.25 76.25 75 72.50 80 76.25 80 75.25 81.25 85 85 72.50 61.25 75 91.25 88.75 80 66.25 92.50 77.50 85 88.75 93.75 81.25 62.50 95 85 95 8.25 65 80 KATEGORI T C C ST ST ST ST ST T T T T T T T ST ST ST T C T ST ST T T ST T ST ST ST ST C ST ST ST ST C T MOTIVASI AKHIR 100 67.50 77.50 81.25 90 76.25 78.75 71.25 85 91.25 85 73.75 73.75 80 72.50 78.75 85 78.75 72.50 76.25 87.50 81.25 77.50 76.25 57.50 77.50 85 91.25 100 81.25 66.25 88.75 87.50 77.50 78.75 77.50 66.25 75 KATEGORI ST T T ST ST T T T ST ST ST T T T T T ST T T T ST ST T T C T ST ST ST ST T ST ST T T T T T

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 201 39 40 41 42 SISWA 39 SISWA 40 SISWA 41 SISWA 42 Keterangan : ST = Sangat Tinggi T = Tinggi C = Cukup 75 71.25 83.75 81.25 Kuisioner Awal ST = 21 siswa = 50% T = 16 Siswa = 38,1% C = 5 siswa = 11,9% T T ST ST 86.25 68.75 90 75 Kuisioner Akhir ST = 17 siswa = 40,48% T = 24 Siswa = 57,14% C = 1 siswa = 2,38% ST T ST T

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 23. Sam Sampel Hasil Kuisioner Motivasi Belajar 202

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 203

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 204

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 205

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 206

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 207

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 24. Sam Sampel Hasil Kuisioner Motivasi Belajar 208

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 209

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 210

(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 211

(230) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 212

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 213

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI NO BOBOT SOAL 13471 SISWA 1 13472 SISWA 2 13473 SISWA 3 13474 SISWA 4 13475 SISWA 5 13476 SISWA 6 13477 SISWA 7 13478 SISWA 8 13479 SISWA 9 13480 SISWA 10 13481 SISWA 11 13482 SISWA 12 13483 SISWA 13 13484 SISWA 14 13485 SISWA 15 13486 SISWA 16 13487 SISWA 17 13488 SISWA 18 13489 SISWA 19 13490 SISWA 20 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 0 0 0 0 0 0 2 0 0 2 0 0 0 0 2 2 0 2 2 2 4 2 2 0 2 2 2 2 2 2 0 2 2 0 2 0 2 2 0 2 2 2 5 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 SKOR TERCAPAI PILIHAN GANDA 6 7 8 9 10 11 12 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 0 0 2 2 2 2 0 2 0 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 0 2 0 2 2 2 2 2 0 0 2 2 2 2 2 0 0 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 0 2 0 2 2 2 2 0 0 0 0 2 2 0 0 2 0 2 2 2 2 2 0 0 2 2 2 2 2 2 0 0 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 0 0 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 0 0 2 2 0 2 2 0 2 2 2 2 0 2 0 0 2 2 0 2 2 13 2 2 0 2 2 0 0 0 2 2 0 0 0 0 0 2 2 2 2 2 0 14 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 15 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 4 3 3 1.5 3.5 3 3 2 3 1.5 0 3 3.5 1.5 2.5 3.5 0 3 0 3.5 0 URAIAN 2 3 4 2 4 5 2 0 4 2 1 0 2 1.5 2 2 3 0.5 2 0 3 2 4 1 2 4 3 2 0 4 0 0 4 2 0 3.5 2 0 3 2 3 3 2 2 2.5 2 0 0 0 0 4.5 0 0 0 2 0 3 0 0 0.5 2 0 3.5 0 0 1 5 5 5 5 5 5 5 0 5 5 5 5 5 4 5 1 4 5 4 5 5 5 TOTAL SKOR KET 100 76 58 76 76 70 64 84 76 57 61 70 75 70 51 80 66 68 59 76 56 TUNTAS TDK TUNTAS TUNTAS TUNTAS TDK TUNTAS TDK TUNTAS TUNTAS TUNTAS TDK TUNTAS TDK TUNTAS TDK TUNTAS TUNTAS TDK TUNTAS TDK TUNTAS TUNTAS TDK TUNTAS TDK TUNTAS TDK TUNTAS TUNTAS TDK TUNTAS 214 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 NIS NAMA SISWA Lampiran 25. Analisa Hasil Belajar Aspek Kognitif (Pos Test) Siklus I ANALISA HASIL BELAJAR ASPEK KOGNITIF SISWA KELAS VII-A (SIKLUS I) SMP NEGERI 1 JOGONALAN KLATEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 13491 13492 13493 13494 13495 13496 13497 13498 13499 13500 13501 13502 13503 13504 13505 13506 13507 13508 13509 13510 13511 13512 SISWA 21 SISWA 22 SISWA 23 SISWA 24 SISWA 25 SISWA 26 SISWA 27 SISWA 28 SISWA 29 SISWA 30 SISWA 31 SISWA 32 SISWA 33 SISWA 34 SISWA 35 SISWA 36 SISWA 37 SISWA 38 SISWA 39 SISWA 40 SISWA 41 SISWA 42 SKOR KETERCAPAIAN TIAP SOAL SKOR MAKSIMAL IDEAL SKOR KETUNTASAN (%) 0 2 2 2 2 2 0 0 2 2 0 0 2 2 0 0 2 2 2 2 2 0 56 84 67 2 0 0 2 2 2 2 0 2 0 0 2 2 0 2 0 0 0 2 2 2 0 44 84 52 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 80 84 95 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 78 84 93 3.5 3.5 3.5 0 3 3 3 1 3 4 3 3 3.5 2 3.5 2.5 3 3 3.5 1.5 4 3 107 168 64 2 2 0 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1.5 70 84 83 0 4 0 0 0 1 0 0 4 4 0 0 4 0.5 3 0 0 4 4 4 0 0 51 168 30 4 5 0 3.5 3 2 4 1 4 4 4 3 4 4 4 0 3.5 5 0 3 4 3 114 210 54 5 0 0 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 0 5 0 0 171 210 81 69 77 51 69 70 66 76 62 88 90 68 64 89 75 83 63 79 92 75 83 76 63 TDK TUNTAS TUNTAS TDK TUNTAS TDK TUNTAS TDK TUNTAS TDK TUNTAS TUNTAS TDK TUNTAS TUNTAS TUNTAS TDK TUNTAS TDK TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TDK TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TDK TUNTAS 20 47.62% 215 0 2 0 2 2 0 2 2 2 2 0 2 2 0 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 0 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 0 2 2 0 2 2 2 2 2 2 0 2 2 0 2 0 2 2 0 0 2 0 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 0 2 2 0 0 0 0 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 0 2 2 0 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 80 84 36 66 80 6 74 84 80 76 62 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 95 100 43 79 95 7 88 100 95 90 74 JUMLAH SISWA TUNTAS (NILAI≥75)

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 26. Sampe pel Hasil Pos Test Siklus I Sis Siswa 33 216

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 217

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 218

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 219

(238) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 220

(239) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 221 S Siswa 38

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 222

(241) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 223

(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 224

(243) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI NIS NAMA SISWA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 13471 13472 13473 13474 13475 13476 13477 13478 13479 13480 13481 13482 13483 13484 13485 13486 13487 13488 13489 13490 13491 13492 13493 13494 13495 SISWA 1 SISWA 2 SISWA 3 SISWA 4 SISWA 5 SISWA 6 SISWA 7 SISWA 8 SISWA 9 SISWA 10 SISWA 11 SISWA 12 SISWA 13 SISWA 14 SISWA 15 SISWA 16 SISWA 17 SISWA 18 SISWA 19 SISWA 20 SISWA 21 SISWA 22 SISWA 23 SISWA 24 SISWA 25 1 4 2 4 4 2 4 2 4 2 4 4 2 5 4 4 4 4 2 2 4 4 4 4 4 2 NOMOR ASPEK YANG DIAMATI 2 3 4 5 6 7 8 2 2 4 2 4 4 4 5 5 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 2 2 4 2 2 2 2 2 2 4 4 4 2 4 5 4 4 4 5 4 4 5 5 4 4 4 2 4 4 4 2 2 4 2 4 4 4 4 5 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 2 4 2 4 4 4 2 2 4 2 2 2 2 5 4 4 4 5 4 4 2 2 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 2 4 4 4 2 4 5 5 4 4 4 2 4 4 4 2 2 4 2 4 5 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 2 4 2 4 4 4 2 2 4 2 2 2 2 4 2 4 4 4 4 4 9 2 2 2 4 2 2 4 4 2 2 4 2 2 2 4 2 2 4 2 2 4 2 2 2 2 JUMLAH 28 32 34 37 30 22 28 38 32 28 37 30 31 22 38 28 34 28 32 28 38 34 28 22 30 TOTAL SKOR 62.22 71.11 75.56 82.22 66.67 48.89 62.22 84.44 71.11 62.22 82.22 66.67 68.89 48.89 84.44 62.22 75.56 62.22 71.11 62.22 84.44 75.56 62.22 48.89 66.67 KATEGORI Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Sedang Sedang Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Sedang Tinggi Sedang Tinggi Sedang Tinggi Sedang Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Sedang Sedang Sedang 225 NO Lampiran 27. Analisa Hasil Belajar Aspek Afektif Siklus I ANALISA HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII-A (SIKLUS I) ANALISA HASIL BELAJARASPEK ASPEK AFEKTIF AFEKTIF SISWA KELAS VII-A (SIKLUS I) SMP NEGERI TAHUN PELAJARAN 2013/2014 SMP NEGERI11JOGONALAN JOGONALAN KLATEN KLATEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014

(244) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 13496 13497 13498 13499 13500 13501 13502 13503 13504 13505 13506 13507 13508 13509 13510 13511 13512 SISWA 26 5 4 2 4 2 4 4 SISWA 27 4 4 4 2 2 4 2 SISWA 28 4 4 4 4 5 4 4 SISWA 29 2 5 5 4 4 4 2 SISWA 30 4 5 4 4 4 5 4 SISWA 31 4 2 2 4 2 2 2 SISWA 32 2 4 2 4 4 4 4 SISWA 33 2 2 2 4 4 4 2 SISWA 34 4 4 4 4 4 4 4 SISWA 35 4 2 2 4 2 4 4 SISWA 36 5 4 2 4 2 4 4 SISWA 37 4 4 4 4 5 4 4 SISWA 38 4 4 4 2 2 4 2 SISWA 39 2 2 2 4 4 4 2 SISWA 40 2 5 5 4 4 4 2 SISWA 41 5 4 2 4 2 4 4 SISWA 42 4 2 2 4 2 4 4 Jumlah siswa kategori tinggi (66,68 ≤ q ≤ 100) Jumlah siswa kategori sedang (33,34 ≤ q ≤ 66,67) Jumlah siswa kategori rendah (0 ≤ q ≤ 33,33) 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 2 4 2 4 2 2 4 2 2 2 4 2 4 2 2 2 31 28 37 32 38 22 30 28 34 28 31 37 28 28 32 31 28 68.89 62.22 82.22 71.11 84.44 48.89 66.67 62.22 75.56 62.22 68.89 82.22 62.22 62.22 71.11 68.89 62.22 21 siswa 21 siswa 0 Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Sedang Sedang Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Sedang Sedang Tinggi Tinggi Sedang 50% 50% 0% 226

(245) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 28. Analisa Hasil Belajar Aspek Psikomotor Siklus I ANALISA HASIL BELAJAR ASPEK PSIKOMOTOR SISWA KELAS VII-A (SIKLUS I) SMP NEGERI 1 JOGONALAN KLATEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 NO NIS NAMA SISWA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 13471 13472 13473 13474 13475 13476 13477 13478 13479 13480 13481 13482 13483 13484 13485 13486 13487 13488 13489 13490 13491 13492 SISWA 1 SISWA 2 SISWA 3 SISWA 4 SISWA 5 SISWA 6 SISWA 7 SISWA 8 SISWA 9 SISWA 10 SISWA 11 SISWA 12 SISWA 13 SISWA 14 SISWA 15 SISWA 16 SISWA 17 SISWA 18 SISWA 19 SISWA 20 SISWA 21 SISWA 22 1 2 2 2 4 2 2 2 2 2 2 4 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 NOMOR ASPEK YANG DIAMATI 2 3 4 5 6 7 4 2 2 4 4 4 4 5 2 4 5 4 5 4 2 4 4 4 5 4 2 4 4 4 5 4 2 4 4 4 5 2 1 4 4 4 4 4 1 4 4 4 5 4 2 5 4 4 4 5 2 4 5 4 2 2 2 4 4 4 5 4 2 4 4 4 5 4 2 4 4 4 2 4 2 4 4 4 5 2 1 4 4 4 5 4 2 5 4 4 4 2 2 4 4 4 5 4 2 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 5 2 4 5 4 2 2 2 4 4 4 5 4 2 5 4 4 5 4 2 4 4 4 8 1 1 2 1 2 1 1 2 1 1 1 2 1 1 2 1 2 1 1 1 2 2 JUMLAH 23 27 27 28 27 23 24 28 27 21 28 27 23 23 28 23 27 24 27 21 28 27 TOTAL SKOR 57.50 67.50 67.50 70.00 67.50 57.50 60.00 70.00 67.50 52.50 70.00 67.50 57.50 57.50 70.00 57.50 67.50 60.00 67.50 52.50 70.00 67.50 KATEGORI Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Sedang Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Sedang Sedang Tinggi Sedang Tinggi Sedang Tinggi Sedang Tinggi Tinggi 227

(246) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 13493 13494 13495 13496 13497 13498 13499 13500 13501 13502 13503 13504 13505 13506 13507 13508 13509 13510 13511 13512 SISWA 23 2 4 2 2 4 4 SISWA 24 2 5 2 1 4 4 SISWA 25 2 5 4 2 4 4 SISWA 26 2 2 4 2 4 4 SISWA 27 2 2 2 2 4 4 SISWA 28 4 5 4 2 4 4 SISWA 29 2 4 5 2 4 5 SISWA 30 2 5 4 2 5 4 SISWA 31 2 5 2 1 4 4 SISWA 32 2 5 4 2 4 4 SISWA 33 2 4 4 1 4 4 SISWA 34 2 5 4 2 4 4 SISWA 35 2 4 2 2 4 4 SISWA 36 2 2 4 2 4 4 SISWA 37 4 5 4 2 4 4 SISWA 38 2 2 2 2 4 4 SISWA 39 2 4 4 1 4 4 SISWA 40 2 4 5 2 4 5 SISWA 41 2 2 4 2 4 4 SISWA 42 2 4 2 2 4 4 Jumlah siswa kategori tinggi (66,68 ≤ q ≤ 100) Jumlah siswa kategori sedang (33,34 ≤ q ≤ 66,67) Jumlah siswa kategori rendah (0 ≤ q ≤ 33,33) 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 1 2 1 1 1 1 2 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 23 23 27 23 21 28 27 28 23 27 24 27 23 23 28 21 24 27 23 23 57.50 57.50 67.50 57.50 52.50 70.00 67.50 70.00 57.50 67.50 60.00 67.50 57.50 57.50 70.00 52.50 60.00 67.50 57.50 57.50 21 21 0 Sedang Sedang Tinggi Sedang Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Sedang Tinggi Sedang Sedang Tinggi Sedang Sedang Tinggi Sedang Sedang 50% 50% 0% 228

(247) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 29.Sampel pel H Hasil Lembar Observasi (Afektif dan Psikomot omotor) Siklus I 229

(248) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 230

(249) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 231

(250) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 232

(251) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN Lampiran 30. Sampe Sampel Hasil Lembar Kerja Siswa 1TIDAK PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAKTERPUJI TERPUJI 233

(252) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 234

(253) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 235

(254) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Siswa 40 Siswa 29 Siswa 2 Siswa 9 Siswa 19 236

(255) PLAGIAT TINDAKAN PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 31.MERUPAKAN Sampe ampel Hasil Lembar Kerja Siswa 2TIDAK Sisw iswa 3 Sisw iswa 17 Sisw iswa 22 Sisw iswa 34 237

(256) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 238

(257) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 239

(258) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 240

(259) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TERPUJI Lampiran ran 32. Sam Sampel Hasil Lembar Kerja Siswa TIDAK 3TIDAKTERPUJI Sisw swa 7 Sisw swa 13 Sisw swa 16 Sisw swa 18 241

(260) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 242

(261) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 243

(262) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN Lampiran 33. Sampel pel Hasil Lembar Kerja Siswa 4 Siswa 7 Siswa 13 Siswa 16 Siswa 18 244

(263) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 245

(264) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI NO NAMA SISWA BOBOT SOAL 13471 SISWA 1 13472 SISWA 2 13473 SISWA 3 13474 SISWA 4 13475 SISWA 5 13476 SISWA 6 13477 SISWA 7 13478 SISWA 8 13479 SISWA 9 13480 SISWA 10 13481 SISWA 11 13482 SISWA 12 13483 SISWA 13 13484 SISWA 14 13485 SISWA 15 13486 SISWA 16 13487 SISWA 17 13488 SISWA 18 13489 SISWA 19 13490 SISWA 20 1 2 2 2 2 0 2 2 2 0 2 2 2 2 2 0 2 0 0 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 4 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 5 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 0 0 2 2 2 2 2 2 2 SKOR TERCAPAI PILIHAN GANDA 6 7 8 9 10 11 12 13 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 0 2 0 0 2 2 2 2 0 2 2 0 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 0 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 0 0 2 2 2 2 2 2 0 2 2 0 2 2 2 0 2 2 0 2 2 2 2 0 2 0 2 2 2 2 2 0 2 0 0 0 0 0 2 0 0 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 0 2 0 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 14 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 0 2 0 2 2 0 2 2 2 URAIAN 15 1 2 3 4 2 5 4 3 5 2 4 4 3 2 2 0 4 2.5 1 2 3 4 3 2 2 2 4 3 1 2 2 4 3 2 2 2.5 4 3 5 2 5 4 3 5 2 0 4 3 5 2 0 4 3 3 2 2 4 3 2.5 2 2 4 3 2 2 3 4 3 5 0 0 4 3 0 2 3 4 3 2 2 2 4 3 2 2 2 4 3 2 2 2 4 2.5 2 2 2 4 2 2 2 2 4 3 2 2 2 4 3 2 5 3 2 2 2 0 1 2 2 2 0 2 1 3 2 2 2 1 3 2 2 2 TOTAL SKOR KET 100 82 75 76 60 76 89 90 80 72 75 76 80 34 76 86 76 71 76 86 78 TUNTAS TUNTAS TUNTAS TDK TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TDK TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TDK TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TDK TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS 246 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 NIS Lampiran 34. Analisa Hasil Belajar Aspek Kognitif (Pos Test) Siklus II ANALISA HASIL BELAJAR ASPEK KOGNITIF SISWA KELAS VII-A (SIKLUS II) SMP NEGERI 1 JOGONALAN KLATEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014

(265) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 13491 13492 13493 13494 13495 13496 13497 13498 13499 13500 13501 13502 13503 13504 13505 13506 13507 13508 13509 13510 13511 13512 SISWA 21 SISWA 22 SISWA 23 SISWA 24 SISWA 25 SISWA 26 SISWA 27 SISWA 28 SISWA 29 SISWA 30 SISWA 31 SISWA 32 SISWA 33 SISWA 34 SISWA 35 SISWA 36 SISWA 37 SISWA 38 SISWA 39 SISWA 40 SISWA 41 SISWA 42 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 82 84 98 2 0 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 0 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 0 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 0 0 2 2 2 2 2 2 0 0 2 0 2 2 2 2 0 0 0 2 2 0 2 2 2 2 0 2 2 0 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 0 2 0 2 2 2 2 0 2 2 2 2 0 2 2 0 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 0 2 2 2 0 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 0 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 80 68 70 66 56 78 80 78 82 32 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 95 81 83 79 67 93 95 93 98 38 JUMLAH SISWA TUNTAS (NILAI≥75) 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 0 2 0 2 2 2 2 72 84 86 2 2 2 0 0 2 2 2 2 2 0 0 2 2 0 2 2 2 2 0 2 2 62 84 74 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 82 84 98 2 4 3 5 2 4 3 3 2 4 3 5 2 4 2.5 2 2 4 2 2 0 4 3 5 2 4 3 5 4 2 3 5 1 4 2.5 5 3 4 3 4 1 4 3 2 2 4 2 2 2 4 3 5 2 4 3 3 2 4 3 5 2 4 3 1 3 4 2.5 3 0 4 3 5 3 4 3 5 3.5 4 3 3 3 4 2 5 4 4 3 5 88 166 120 135 210 168 126 210 42 99 95 64 0 2 2 3 3 2 0 1 3 2 2 3 0 2 2 1 3 1 3 0 2 2 74 126 59 76 88 84 75 66 80 68 70 79 88 64 70 76 80 88 66 83 78 88 75 88 88 TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TDK TUNTAS TUNTAS TDK TUNTAS TDK TUNTAS TUNTAS TUNTAS TDK TUNTAS TDK TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TDK TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS 32 76.19% 247 0 2 2 0 0 2 0 0 0 2 0 0 0 2 2 0 2 0 0 2 2 0 SKOR KETERCAPAIAN TIAP SOAL 46 SKOR MAKSIMAL IDEAL 84 SKOR KETUNTASAN (%) 55

(266) PLAGIAT TINDAKAN PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAKTERPUJI TERPUJI LampiranMERUPAKAN 35. Sampe Sampel Hasil Pos Test Siklus II TIDAK Siswa 4 248

(267) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 249

(268) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 250

(269) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 251

(270) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Siswa 39 252

(271) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 253

(272) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 254

(273) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 255

(274) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SMP NEGERI 1 JOGONALAN KLATEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 NIS NAMA SISWA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 13471 13472 13473 13474 13475 13476 13477 13478 13479 13480 13481 13482 13483 13484 13485 13486 13487 13488 13489 13490 13491 13492 13493 SISWA 1 SISWA 2 SISWA 3 SISWA 4 SISWA 5 SISWA 6 SISWA 7 SISWA 8 SISWA 9 SISWA 10 SISWA 11 SISWA 12 SISWA 13 SISWA 14 SISWA 15 SISWA 16 SISWA 17 SISWA 18 SISWA 19 SISWA 20 SISWA 21 SISWA 22 SISWA 23 1 2 5 2 4 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5 5 4 2 4 5 2 5 5 5 NOMOR ASPEK YANG DIAMATI 2 3 4 5 6 7 8 2 5 2 1 1 2 2 5 5 5 5 5 5 1 2 5 2 1 1 2 2 5 4 4 4 4 2 2 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 4 4 2 1 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 5 5 5 2 5 4 5 4 4 2 1 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 5 5 5 2 5 4 5 4 4 2 1 2 4 4 2 1 1 1 5 4 5 4 4 2 1 5 5 5 5 5 5 2 2 4 4 2 1 1 1 5 5 5 5 5 5 2 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 1 9 1 5 1 2 5 5 2 5 5 5 5 5 2 5 5 2 2 2 5 2 5 5 5 JUMLAH 18 41 18 31 42 44 31 43 42 42 42 42 31 42 42 31 19 31 42 19 42 43 41 TOTAL SKOR 40.00 91.11 40.00 68.89 93.33 97.78 68.89 95.56 93.33 93.33 93.33 93.33 68.89 93.33 93.33 68.89 42.22 68.89 93.33 42.22 93.33 95.56 91.11 KATEGORI Sedang Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi 256 NO Lamampiran 36. Analisa Hasil Belajar Aspek Afektif Siklus II ANALISA HASIL BELAJAR ASPEK AFEKTIF SISWA KELAS VII-A (SIKLUS II) BELAJAR ASPEK AFEKTIF SISWA KELAS VII-A (SIKLUS II) SMPANALISA NEGERIHASIL 1 JOGONALAN KLATEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014

(275) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 13494 13495 13496 13497 13498 13499 13500 13501 13502 13503 13504 13505 13506 13507 13508 13509 13510 13511 13512 SISWA 24 2 2 4 4 2 1 1 SISWA 25 2 2 5 2 1 1 2 SISWA 26 5 5 5 5 5 5 5 SISWA 27 5 5 5 5 5 5 5 SISWA 28 5 5 5 5 5 5 5 SISWA 29 5 5 5 5 5 5 5 SISWA 30 4 5 4 4 4 4 2 SISWA 31 2 2 5 2 1 1 2 SISWA 32 2 2 5 2 1 1 2 SISWA 33 4 5 4 4 4 4 2 SISWA 34 5 5 5 5 5 5 5 SISWA 35 5 5 5 4 5 5 5 SISWA 36 5 5 5 5 5 5 5 SISWA 37 2 2 4 4 2 1 1 SISWA 38 5 5 5 4 5 5 5 SISWA 39 5 5 5 5 5 5 5 SISWA 40 4 5 4 4 4 4 2 SISWA 41 5 5 5 5 5 5 5 SISWA 42 5 5 5 5 5 5 5 Jumlah siswa kategori tinggi (66,68 ≤ q ≤ 100) Jumlah siswa kategori sedang (33,34 ≤ q ≤ 66,67) Jumlah siswa kategori rendah (0 ≤ q ≤ 33,33) 1 2 1 2 4 4 2 2 2 2 2 4 2 1 4 4 2 2 1 2 1 5 5 5 5 2 1 1 2 5 5 5 2 5 5 2 5 5 19 18 41 42 44 44 31 18 18 31 42 43 42 19 43 44 31 42 41 42.22 40.00 91.11 93.33 97.78 97.78 68.89 40.00 40.00 68.89 93.33 95.56 93.33 42.22 95.56 97.78 68.89 93.33 91.11 33 9 0 Sedang Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi 78.57% 21.43% 0% 257

(276) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SMP NEGERI 1 JOGONALAN KLATEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 NIS NAMA SISWA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 13471 13472 13473 13474 13475 13476 13477 13478 13479 13480 13481 13482 13483 13484 13485 13486 13487 13488 13489 13490 13491 13492 13493 13494 SISWA 1 SISWA 2 SISWA 3 SISWA 4 SISWA 5 SISWA 6 SISWA 7 SISWA 8 SISWA 9 SISWA 10 SISWA 11 SISWA 12 SISWA 13 SISWA 14 SISWA 15 SISWA 16 SISWA 17 SISWA 18 SISWA 19 SISWA 20 SISWA 21 SISWA 22 SISWA 23 SISWA 24 1 2 4 2 4 4 4 2 4 4 4 4 2 2 4 2 2 4 2 2 4 4 4 4 4 NOMOR ASPEK YANG DIAMATI 2 3 4 5 6 7 4 1 1 2 4 2 4 4 2 5 5 2 4 1 1 2 4 2 4 4 2 4 5 2 5 4 2 5 5 2 2 4 4 5 5 2 4 5 4 4 5 2 4 5 2 5 5 2 4 4 2 5 5 2 5 4 2 5 5 2 5 4 2 5 5 2 4 4 2 5 5 2 4 5 4 4 5 2 5 4 2 5 5 2 4 4 2 5 5 2 4 5 4 4 5 2 1 1 1 2 4 2 4 5 4 4 5 2 4 4 2 5 5 2 1 1 1 2 4 2 4 4 2 5 5 2 4 5 2 5 5 2 4 4 2 5 5 2 1 1 1 2 4 2 8 1 1 1 2 1 2 2 2 2 1 1 4 2 1 4 2 1 2 4 1 2 2 1 1 JUMLAH 17 27 17 27 28 28 28 29 28 28 28 28 28 28 28 28 16 28 28 16 28 29 27 16 TOTAL SKOR 42.50 67.50 42.50 67.50 70.00 70.00 70.00 72.50 70.00 70.00 70.00 70.00 70.00 70.00 70.00 70.00 40.00 70.00 70.00 40.00 70.00 72.50 67.50 40.00 KATEGORI Sedang Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 258 NO Lampiran 37. Analisa Hasil Belajar Aspek Psikomotor Siklus II ANALISA HASIL BELAJAR ASPEK PSIKOMOTOR SISWA KELAS VII-A (SIKLUS II) ANALISA HASIL BELAJAR ASPEK PSIKOMOTOR SISWA KELAS VII-A (SIKLUS II) SMP NEGERI 1 JOGONALAN KLATEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014

(277) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 13495 13496 13497 13498 13499 13500 13501 13502 13503 13504 13505 13506 13507 13508 13509 13510 13511 13512 SISWA 25 2 4 1 1 2 4 2 SISWA 26 4 4 4 2 5 5 2 SISWA 27 4 4 4 2 5 5 2 SISWA 28 4 2 4 4 5 5 2 SISWA 29 4 2 4 4 5 5 2 SISWA 30 4 4 4 2 4 5 2 SISWA 31 2 4 1 1 2 4 2 SISWA 32 2 4 1 1 2 4 2 SISWA 33 4 4 4 2 4 5 2 SISWA 34 4 4 4 2 5 5 2 SISWA 35 4 4 5 2 5 5 2 SISWA 36 4 5 4 2 5 5 2 SISWA 37 4 1 1 1 2 4 2 SISWA 38 4 4 5 2 5 5 2 SISWA 39 4 2 4 4 5 5 2 SISWA 40 4 4 4 2 4 5 2 SISWA 41 2 4 4 2 5 5 2 SISWA 42 4 4 4 2 5 5 2 Jumlah siswa kategori tinggi (66,68 ≤ q ≤ 100) Jumlah siswa kategori sedang (33,34 ≤ q ≤ 66,67) Jumlah siswa kategori rendah (0 ≤ q ≤ 33,33) 1 1 2 2 2 2 1 1 2 2 2 1 1 2 2 2 4 1 17 27 28 28 28 27 17 17 27 28 29 28 16 29 28 27 28 27 42.50 67.50 70.00 70.00 70.00 67.50 42.50 42.50 67.50 70.00 72.50 70.00 40.00 72.50 70.00 67.50 70.00 67.50 33 9 0 Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi 78.57% 21.43% 0.00% 259

(278) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 38. Sampel Hasi Hasil Lembar Observasi (Afektif dan Psikomotor otor) Siklus II 260

(279) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 261

(280) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 262

(281) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 263

(282) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 264 Lampiran 39. Nilai Hasil Belajar Aspek Kognitif Siswa Kelas VII A HASIL BELAJAR ASPEK KOGNITIF SISWA KELAS VII-A SMP NEGERI 1 JOGONALAN KLATEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 NAMA SISWA SISWA 1 SISWA 2 SISWA 3 SISWA 4 SISWA 5 SISWA 6 SISWA 7 SISWA 8 SISWA 9 SISWA 10 SISWA 11 SISWA 12 SISWA 13 SISWA 14 SISWA 15 SISWA 16 SISWA 17 SISWA 18 SISWA 19 SISWA 20 SISWA 21 SISWA 22 SISWA 23 SISWA 24 SISWA 25 SISWA 26 SISWA 27 SISWA 28 SISWA 29 SISWA 30 SISWA 31 SISWA 32 SISWA 33 SISWA 34 SISWA 35 SISWA 36 SISWA 37 SISWA 38 SISWA 39 PRE TEST 66 52 22 41 74 66 84 61 71 46 71 80 78 71 73 42 61 44 72 25 70 80 61 65 60 62 65 67 66 88 70 52 57 74 77 61 52 67 66 POS TEST 1 76 58 76 76 70 64 84 76 57 61 70 75 70 51 80 66 68 59 76 56 69 77 51 69 70 66 76 62 88 90 68 64 89 75 83 63 79 92 75 POS TEST 2 82 75 76 60 76 89 90 80 72 75 76 80 34 76 86 76 71 76 86 78 76 88 84 75 66 80 68 70 79 88 64 70 76 80 88 66 83 78 88

(283) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 265 40 41 42 SISWA 40 SISWA 41 SISWA 42 RATA-RATA KELAS 80 83 62 63.93 83 76 63 71.36 75 88 88 76.95

(284) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI NAMA SISWA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 SISWA 1 SISWA 2 SISWA 3 SISWA 4 SISWA 5 SISWA 6 SISWA 7 SISWA 8 SISWA 9 SISWA 10 SISWA 11 SISWA 12 SISWA 13 SISWA 14 SISWA 15 SISWA 16 SISWA 17 SISWA 18 SISWA 19 SISWA 20 SISWA 21 SISWA 22 SIKLUS I AFEKTIF KATEGORI PSIKOMOTOR 62.22 Sedang 57.5 71.1 Tinggi 67.5 75.56 Tinggi 67.5 82.22 Tinggi 70 66.66 Sedang 67.5 48.89 Sedang 57.5 62.22 Sedang 60 84.44 Tinggi 70 71.1 Tinggi 67.5 62.22 Sedang 52.5 82.22 Tinggi 70 66.66 Sedang 67.5 68.89 Tinggi 57.5 48.89 Sedang 57.5 84.44 Tinggi 70 62.22 Sedang 57.5 75.56 Tinggi 67.5 62.22 Sedang 60 71.1 Tinggi 67.5 62.22 Sedang 52.5 84.44 Tinggi 70 75.56 Tinggi 67.5 KATEGORI Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Sedang Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Sedang Sedang Tinggi Sedang Tinggi Sedang Tinggi Sedang Tinggi Tinggi AFEKTIF 40 91.1 40 68.88 93.33 97.77 68.88 95.55 68.88 93.33 93.33 93.33 68.88 93.33 93.33 68.88 42.22 68.88 93.33 42.22 93.33 95.55 SIKLUS II KATEGORI PSIKOMOTOR KATEGORI Sedang 42.5 Sedang Tinggi 67.5 Tinggi Sedang 42.5 Sedang Tinggi 67.5 Tinggi Tinggi 70 Tinggi Tinggi 70 Tinggi Tinggi 70 Tinggi Tinggi 72.5 Tinggi Tinggi 70 Tinggi Tinggi 70 Tinggi Tinggi 70 Tinggi Tinggi 70 Tinggi Tinggi 70 Tinggi Tinggi 70 Tinggi Tinggi 70 Tinggi Tinggi 70 Tinggi Sedang 40 Sedang Tinggi 70 Tinggi Tinggi 70 Tinggi Sedang 40 Sedang Tinggi 70 Tinggi Tinggi 72.5 Tinggi 266 NO Lampiran 40. Nilai Hasil Belajar Aspek Afektif dan Psikomotor HASIL BELAJAR ASPEK AFEKTIF DAN PSIKOMOTOR SISWA KELAS VII-A SMP NEGERI 1 JOGONALAN KLATEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014

(285) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 SISWA 23 SISWA 24 SISWA 25 SISWA 26 SISWA 27 SISWA 28 SISWA 29 SISWA 30 SISWA 31 SISWA 32 SISWA 33 SISWA 34 SISWA 35 SISWA 36 SISWA 37 SISWA 38 SISWA 39 SISWA 40 SISWA 41 SISWA 42 RATA-RATA 62.22 48.89 66.66 68.89 62.22 82.22 71.1 84.44 48.89 66.66 62.22 75.56 62.22 68.89 82.22 62.22 62.22 71.1 68.89 62.22 68.36 Sedang Sedang Sedang Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Sedang Sedang Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Sedang Sedang Tinggi Tinggi Sedang 57.5 57.5 67.5 57.5 52.5 70 67.5 70 57.5 67.5 60 67.5 57.5 57.5 70 52.5 60 67.5 57.5 57.5 62.74 Sedang Sedang Tinggi Sedang Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Sedang Tinggi Sedang Sedang Tinggi Sedang Sedang Tinggi Sedang Sedang 91.1 42.22 40 91.1 93.33 97.77 97.77 68.88 40 40 68.88 93.33 95.55 93.33 42.22 95.55 97.77 68.88 93.33 91.1 77.30 Tinggi Sedang Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi 67.5 40 42.5 67.5 70 70 70 67.5 42.5 42.5 67.5 70 72.5 70 40 72.5 70 67.5 70 67.5 63.63 Tinggi Sedang Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi 267

(286) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 41. Hasil Wawancara 268 HASIL WAWANCARA Siswa 1 Peneliti : Apakah menurut anda pembelajaran dengan model TGT itu menarik? Siswa 1 : menarik, bisa kerja kelompok Peneliti : Bagaimana perasaan anda saat mengikuti pembelajaran dengan model TGT? Siswa 1 : senang Peneliti : Apakah manfaat yang anda dapatkan selama belajar dengan model TGT? Siswa 1 : dapat mempelajari soal lebih banyak Peneliti : Apakah anda telah menguasai materi ekosistem setelah belajar dengan model TGT? Siswa 1 : sudah Peneliti : Apakah anda berpartisipasi aktif dalam pembelajaran? Siswa 1 : iya Peneliti : Bagaimana kerjasama anda dengan teman kelompok? Siswa 1 : Temannya enak diajak kerjasama, ya berhasil menjawab soal Siswa 2 Peneliti : Apakah menurut anda pembelajaran dengan model TGT itu menarik? Siswa 2 : Menarik kak, enak, seru Peneliti : Bagaimana perasaan anda saat mengikuti pembelajaran dengan model TGT? Siswa 2 : senang Peneliti : Apakah manfaat yang anda dapatkan selama belajar dengan model TGT? Siswa 2 : Ya dapat, apa kui….apaa, apa ya kayak itu lho kak kemampuan belajarnya dapat bertambah

(287) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 269 Peneliti : Apakah anda telah menguasai materi ekosistem setelah belajar dengan model TGT? Siswa 2 : Iya menguasai, nilaiku bagus hehehe Peneliti : Apakah anda berpartisipasi aktif dalam pembelajaran? Siswa 2 : Iya, yakin aktif Peneliti : Bagaimana kerjasama anda dengan teman kelompok? Siswa 2 : Ya bekerjasama, lumayan asik, kompak temennya Siswa 3 Peneliti : Apakah menurut anda pembelajaran dengan model TGT itu menarik? Siswa 3 : Menarik, bisa dekat dengan temen, akrab Peneliti : Bagaimana perasaan anda saat mengikuti pembelajaran dengan model TGT? Siswa 3 : senang Peneliti : Apakah manfaat yang anda dapatkan selama belajar dengan model TGT? Siswa 3 : Bisa tau, cara apa itu… itu lho kak cara apa ya, ngomongnya susah. Memahaminya itu dapat, gak harus liat buku itu lho Peneliti : Apakah anda telah menguasai materi ekosistem setelah belajar dengan model TGT? Siswa 3 : iya Peneliti : Apakah anda berpartisipasi aktif dalam pembelajaran? Siswa 3 : Iya aktif Peneliti : Bagaimana kerjasama anda dengan teman kelompok? Siswa 3 : Gimana ya, kerja samanya ya ada yang gak mau ikut. Tapi Cuma dikasih tau aja biar ikut. Tapi seru sih kak Siswa 4 Peneliti : Apakah menurut anda pembelajaran dengan model TGT itu menarik? Siswa 4 : Menarik, mmm ya apa yaa seruu

(288) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 270 Peneliti : Bagaimana perasaan anda saat mengikuti pembelajaran dengan model TGT? Siswa 4 : Mmm biasa aja, tapi suka Peneliti : Apakah manfaat yang anda dapatkan selama belajar dengan model TGT? Siswa 4 : Tambah pintar Peneliti : Apakah anda telah menguasai materi ekosistem setelah belajar dengan model TGT? Siswa 4 : Sudah, buktinya nilainya bagus Peneliti : Apakah anda berpartisipasi aktif dalam pembelajaran? Siswa 4 : iya Peneliti : Bagaimana kerjasama anda dengan teman kelompok? Siswa 4 : Jelek, temenku pada gak mau jawab. Tapi aku bisa jawab pertanyaannya Siswa 5 Peneliti : Apakah menurut anda pembelajaran dengan model TGT itu menarik? Siswa 5 : Menarik, seru hihihihhi Peneliti : Bagaimana perasaan anda saat mengikuti pembelajaran dengan model TGT? Siswa 5 : Senang, menambah pengetahuan juga Peneliti : Apakah manfaat yang anda dapatkan selama belajar dengan model TGT? Siswa 5 : Bisa kompak sama temen Peneliti : Apakah anda telah menguasai materi ekosistem setelah belajar dengan model TGT? Siswa 5 : Iya, lumayan Peneliti : Apakah anda berpartisipasi aktif dalam pembelajaran? Siswa 5 : iya Peneliti : Bagaimana kerjasama anda dengan teman kelompok?

(289) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 271 Siswa 5 : Yaaa cukup kompak, ada yang jawab ada yang enggak. Tapi suka, gak bosen Siswa 6 Peneliti : Apakah menurut anda pembelajaran dengan model TGT itu menarik? Siswa 6 : Menarik, seru Peneliti : Bagaimana perasaan anda saat mengikuti pembelajaran dengan model TGT? Siswa 6 : senang Peneliti : Apakah manfaat yang anda dapatkan selama belajar dengan model TGT? Siswa 6 : Bisa kumpul sama temen, tukar pendapat Peneliti : Apakah anda telah menguasai materi ekosistem setelah belajar dengan model TGT? Siswa 6 : Sudah, tapi nilainya gak bagus kak. hahaha Peneliti : Apakah anda berpartisipasi aktif dalam pembelajaran? Siswa 6 : Dikit, haha. Ya soalnya diajak main-main Peneliti : Bagaimana kerjasama anda dengan teman kelompok? Siswa 6 : Kelompoknya enak, bisa jawab soalnya tapi main-main juga sama shelin dan tya.

(290) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 42. Dokumentasi Penelitian DOKUMETASI PENELITIAN SIKLUS I Gambar 1. Siswa mengerjakan soal pretest Gambar 3. Siswa mengerjakan LKS Gambar 5. Melaksanakan game tournament Gambar 6. Siswa mengerjakan pos test I 272 Gambar 4. Siswa mengerjakan soal Gambar 2. Pengantar materi oleh peneliti

(291) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DOKUMETASI PENELITIAN SIKLUS II Gambar 1. Siswa mengerjakan LKS Gambar 2. Suasana game tournament Gambar 6. Satu set kartu dalam TGT 273 Gambar 4. Siswa mengerjakan pos test II Gambar 5. Media pembelajaran Gambar 3. Pelaksanaan game tournament

(292)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi SMA N 1 Kasihan Bantul Yogyakarta.
0
3
400
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar siswa kelas XII IPS pada materi jurnal khusus perusahaan dagang.
0
0
240
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan motivasi belajar dan keterampilan sosial siswa pada materi jurnal penyesuaian.
0
2
334
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMK Sanjaya Pakem kelas X pada mata pelajaran akuntansi.
0
0
196
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) pada pembelajaran ekonomi untuk meningkatkan prestasi belajar dan partisipasi siswa kelas ke X-A SMA N 1 Godean.
0
1
291
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan motivasi dan keterampilan sosial siswa kelas XI IPS 2 SMA N 1 Kalasan pada materi jurnal penyesuaian.
0
0
322
Penerapan pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournaments (TGT) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Pangudi Luhur Moyudan pada materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan.
1
2
196
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar siswa kelas XII IPS pada materi jurnal khusus perusahaan dagang
0
10
307
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan motivasi belajar dan keterampilan sosial siswa pada materi jurnal penyesuaian
0
2
332
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMK Sanjaya Pakem kelas X pada mata pelajaran akuntansi
0
7
194
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMP N 1 Kalasan kelas VII E pada mata pelajaran ekonomi - USD Repository
0
0
206
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi - USD Repository
0
3
258
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) dalam upaya meningkatkan motivasi belajar ekonomi : studi kasus pada siswa kelas XD SMA Pangudi Luhur Sedayu - USD Repository
0
5
299
Penerapan pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournaments (TGT) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Pangudi Luhur Moyudan pada materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan - USD Repository
0
0
194
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Kanisius Kalasan pada materi gerak tumbuhan - USD Repository
0
2
222
Show more