Pengaruh penggunaan metode Mind Map terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi pada mata pelajaran IPA kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
164
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN EVALUASI DAN INFERENSI PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh: Luciana Renny Febrianti 101134201 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN EVALUASI DAN INFERENSI PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh: Luciana Renny Febrianti 101134201 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSETUJUAN ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PENGESAHAN iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO DAN HALAMAN PERSEMBAHAN Ketika kamu melihat salib, kamu memahami betapa Yesus mencintaimu. Ketika kamu memandang Hosti Suci, kamu memahami betapa Yesus mencintaimu sekarang. -Mother Teresa- Jangan mencari kekuatanmu melainkan carilah harapan dan mimpimu. Jangan berpikir tentang frustrasimu, tapi tentang potensi yang belum terpenuhi. Perhatikan dirimu bukan dengan apa yang telah kamu coba dan gagal, tapi dengan apa yang masih mungkin bagimu untuk melakukan sesuatu. -Paus Yohanes XXII- Real succes is determined by two factors. First is faith, and second is action. -Reza M. Syarief- Karya ilmiah sederhana ini Penulis persembahkan kepada: 1. Tuhan Yesus Kristus yang selalu memberkati dan menyertai setiap langkahku, serta mendengarkan dan mengabulkan permohonanku. 2. Bunda Maria perantara segala rahmat. 3. Kedua orang tua dan kakak yang selalu memberikan semangat dan banyak dukungan. 4. Seseorang yang selalu memberikan motivasi, dukungan, dan mendengarkan keluh kesah penulis. 5. Almamaterku Universitas Sanata Dharma. iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar referensi sebagai layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 10 Juni 2014 Penulis, Luciana Renny Febrianti v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma. Nama : Luciana Renny Febrianti Nomor Mahasiswa : 101134201 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah yang berjudul: “PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN EVALUASI DAN INFERENSI PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA” beserta perangkat yang diperlukan, (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya, selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 10 Juni 2014 Yang menyatakan, Luciana Renny Febrianti vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK Febrianti, Luciana Renny. (2014). Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi pada mata pelajaran IPA kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma. Kata kunci: mind map, kemampuan evaluasi, kemampuan inferensi, mata pelajaran IPA. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengujicobakan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi kelas V di SD Pangudi Luhur Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dan kemampuan inferensi pada siswa kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. Jenis penelitian adalah quasi experimental tipe non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta. Sampel terdiri dari kelas V PL 3 sebanyak 39 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas V PL 4 sebanyak 39 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa satu soal essai untuk kemampuan evaluasi dan dua soal untuk kemampuan inferensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi dan kemampuan inferensi. Metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan inferensi. Hal ini ditunjukkan dengan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,003 atau (p < 0,05) diperoleh nilai M = 0,7756, SE = 0,12142, SD = 0,758 untuk kelompok eksperimen dan M = 0,1218; SE = 0,17301; SD = 1,08044 untuk kelompok kontrol dengan nilai t = 3,093 dan df = 76. Besar pengaruh perlakuan pada kelompok eksperimen diperoleh r = 0,71 dengan persentase 50% memiliki efek besar dan kelompok kontrol diperoleh r = 0,10 dengan persentase 1% memiliki efek kecil. Metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan inferensi. Hal ini ditunjukkan dengan harga sig. (2-tailed) sebesar 0,039 atau (p < 0,05) dengan nilai M = 0,82692; SE = 0,16788; SD = 1,4842 untuk kelompok eksperimen dan M = 0,27564; SE = 0,20117; SD = 1,25629 untuk kelompok kontrol dengan nilai t = 2,104 dan df = 76. Besar pengaruh perlakuan pada kelompok eksperimen diperoleh r = 0,61 dengan persentase 37% memiliki efek besar dan kelompok kontrol diperoleh r = 0,2 dengan persentase 4% memiliki efek kecil. vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT Febrianti, Luciana Renny. (2014). Effects of the use of mind mapping method to the evaluation skills and inference to teaching science fifth grade elementary school Pangudi Luhur Yogyakarta. Thesis. Yogyakarta: Elementary Teacher Education Study Program, Sanata Dharma University. Keywords: mind map, evaluation skills, inference skills, teaching science. The background of this study was to test the trialed method of mind mapping about evaluation skills and inference skills of fifth grade in elementary school Pangudi Luhur Yogyakarta. This study aims to determine the effect of the use of mind mapping method to evaluation skills and inferece skills of fifth grade elementary school Pangudi Luhur Yogyakarta academic year 2013/2014. The research used a quasi-experimental is the type of non-equivalent control group design. The study population was all students in the fifth grade elementary school Pangudi Luhur Yogyakarta. The sample consisted of fifth grade PL 3 of 39 students as the experimental group and fifth grade PL 4 of 39 students a control group. The results showed that the effect of mind mapping method evaluation skills and inference skills. The method of mind mapping significantly influence the evaluation skills. This is indicated by a sig. (2-tailed) of 0,003 or ( p < 0,05 ) was obtained value of M = 0,7756, SE = 0,12142, SD = 0,758 for the experimental group and M = 0,1218; SE = 0,17301; SD = 1,08044 for the control group with t = 3,093 and df = 76. Large treatment effect in the experimental group koefisien corelation r = 0,71 with a percentage of 50% has a great effect and the control group koefisien corelation r = 0,10 with a percentage of 1% has little effect. The method of mind mapping significantly influence the inference skills. This is indicated by a sig. (2-tailed ) of 0,039 or ( p < 0,05 ) with the value of M = 0,82692; SE = 0,16788; SD = 1,4842 for the experimental group and M = 0,27564; SE = 0,20117; SD = 1,25629 for the control group with t = 2,104 and df = 76. Large treatment effect in the experimental group koefisien corelation r = 0,61 with a percentage of 37% has a great effect and the control group koefisien corelation r = 0,2 with the percentage of 4% has little effect. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala rahmat, kasih, dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan tepat waktu. Skripsi dengan judul “Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi pada mata pelajaran IPA kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta” disusun sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Penulis menyadari bahwa terselesaikannya skripsi ini tidak terlepas dari dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Karena itu, dengan segenap hati dan rasa syukur penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Gregorius Ari Nugrahanta, SJ, S.S., BST, M.A., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, sekaligus dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan motivasi dengan penuh kesabaran dan kebijaksanaan dari awal penyusunan hingga selesai. 3. E. Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D., selaku Wakaprodi PGSD. 4. Agnes Herlina Dwi Hadiyanti, S.Si., M.T., M.Sc., selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan motivasi dengan penuh kesabaran dan kebijaksanaan dari awal penyusunan hingga selesai. 5. Dra. Ignatia Esti Sumarah., M.Hum., selaku Dosen Penguji III yang telah banyak memberikan masukkan dan saran untuk skripsi ini. 6. FX. Teguh Supono selaku Koordinator Sekolah SD Pangudi Luhur Yogyakarta yang telah memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian di SD Pangudi Luhur Yogyakarta. 7. C. Retna Irawati, S.Ag., selaku Kepala Sekolah 2 SD Pangudi Luhur Yogyakarta yang telah memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian di SD Pangudi Luhur Yogyakarta. 8. Ch. Sri Winarsih, S.Pd.SD., selaku guru mitra SD peneliti yang sudah banyak membantu peneliti sehingga penelitian dapat berjalan dengan lancar. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9. Siswa kelas V PL 3 dan V PL 4 SD Pangudi Luhur Yogyakarta yang telah bekerjasama dan bersedia menjadi subjek penelitian sehingga penelitian berjalan lancar. 10. Sekretariat PGSD yang telah membantu proses perijinan penelitian sampai skripsi ini selesai. 11. Kedua orang tua tercinta, Rustana dan Enar Somyati yang selalu memberikan dukungan dan doa kepada penulis. 12. Kakakku, Ryan Herdianto atas bantuan, semangat, motivasi dan doanya. 13. Janu Tri Nugroho, yang selalu membantu, mendukung, dan memotivasi penulis sehingga mampu menyelesaikan karya skripsi ini. 14. Teman satu penelitian Anjar dan Lia yang selalu menjadi teman setia dan selalu membantu ketika mengalami kesulitan dalam menyelesaikan karya skripsi ini. 15. Teman-teman penelitian kolaboratif payung IPA (Anjar, Lia, Mita Heny, Tri, Yolanda, Yuni, Patris, Luki, Farida, Lalak, Luci, Dani, Bowo, Probo, Mita, Sinta, Yanti) yang memberikan banyak masukkan dan bantuan kepada penulis dalam melakukan penelitian dan menyelesaikan karya skripsi ini. 16. Teman-teman kost 452 yang telah memberikan semangat dan dukungan selama kuliah. Terima kasih atas kebersamaannya selama ini sehingga penulis merasa menemukan keluarga baru di Yogyakarta. 17. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, terima kasih atas semuanya. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan skripsi ini, untuk itu penulis berharap karya ilmiah sederhana ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa Universitas Sanata Dharma. Penulis x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iii HALAMAN MOTTO DAN HALAMAN PERSEMBAHAN .......................... iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN ................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ............................ vi ABSTRAK ........................................................................................................... vii ABSTRACT ......................................................................................................... viii KATA PENGANTAR .......................................... Error! Bookmark not defined. DAFTAR ISI ......................................................................................................... xi DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... xiv DAFTAR TABEL ................................................................................................xv DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xvi BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................1 1.1 Latar Belakang Penelitian ..................................................................................1 1.2 Rumusan Masalah ..............................................................................................5 1.3 Tujuan Penelitian ...............................................................................................5 1.4 Manfaat Penelitian .............................................................................................6 1.5 Definisi Operasional ..........................................................................................6 BAB II LANDASAN TEORI ................................................................................9 2.1 Kajian Pustaka....................................................................................................9 2.1.1 Teori-Teori yang Mendukung .........................................................................9 2.1.1.1 Teori Perkembangan Anak...........................................................................9 2.1.1.2 Metode Pembelajaran .................................................................................11 2.1.1.3 Mind map ...................................................................................................14 2.1.1.4 Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam ...............................................................17 2.1.1.5 Materi IPA..................................................................................................18 2.1.1.6 Kemampuan Berpikir Kritis .......................................................................23 2.1.1.7 Kemampuan Evaluasi dan Inferensi ..........................................................24 2.1.2 Penelitian-penelitian yang Relevan ...............................................................25 2.1.2.1 Penelitian-penelitian tentang Mind Map ....................................................25 2.1.2.2 Penelitian-penelitian tentang Berpikir Kritis .............................................26 xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.1.2.3 Literature Map ...........................................................................................29 2.2 Kerangka Berpikir ............................................................................................29 2.3 Hipotesis...........................................................................................................30 BAB III METODE PENELITIAN .....................................................................31 3.1 Jenis Penelitian.................................................................................................31 3.2 Setting Penelitian..............................................................................................33 3.3 Populasi dan Sampel ........................................................................................36 3.4 Variabel Penelitian ...........................................................................................37 3.5 Teknik Pengumpulan Data ...............................................................................37 3.6 Instrumen Penelitian ........................................................................................38 3.7 Teknik Pengujian Instrumen ............................................................................40 3.7.1 Uji Validitas ..................................................................................................40 3.7.2 Uji Reliabilitas ..............................................................................................42 3.8 Teknik Analisis Data ........................................................................................43 3.8.1 Uji Normalitas Data ......................................................................................43 3.8.2 Uji Pengaruh Perlakuan ................................................................................44 3.8.2.1 Uji Perbedaan Kemampuan Awal ..............................................................44 3.8.2.2 Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest I .......................................................44 3.8.3 Analisis Lebih Lanjut ....................................................................................45 3.8.3.1 Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest I ................................................45 3.8.3.2 Uji Besar Pengaruh Perlakuan (Effect Size) ...............................................46 3.8.3.3 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan ................................................................47 3.8.3.4 Dampak perlakuan pada siswa ...................................................................48 3.8.3.5 Konsekuensi Lebih Lanjut .........................................................................51 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN....................................52 4.1 Implementasi Pembelajaran .............................................................................52 4.1.1 Kelompok Eksperimen ..................................................................................53 4.1.2 Kelompok Kontrol ........................................................................................55 4.2 Hasil Penelitian ................................................................................................56 4.2.1 Pengaruh Penggunaan Mind Map terhadap Kemampuan Evaluasi ..............58 4.2.1.1 Uji Normalitas Data ...................................................................................58 4.2.1.2 Uji Pengaruh Perlakuan .............................................................................59 1) Uji Perbedaan Kemampuan Awal ..............................................................59 2) Uji Selisih Skor Pretest ke Posttest I..........................................................60 4.2.1.3 Analisis Lebih Lanjut .................................................................................61 1) Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest I .................................................61 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2) Uji Besar Pengaruh Perlakuan (Effect Size) ...............................................63 3) Uji retensi pengaruh perlakuan ..................................................................63 4.2.2 Pengaruh Penggunaan Mind Map terhadap Kemampuan Inferensi ..............65 4.2.2.1 Uji Normalitas Data ...................................................................................65 4.2.2.2 Uji Pengaruh Perlakuan .............................................................................65 1) Uji Perbedaan Kemampuan Awal ..............................................................65 2) Uji Selisih Skor Pretest ke Posttest I .........................................................66 4.2.2.3 Analisis Lebih Lanjut .................................................................................68 1) Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest .................................................. 68 2) Uji Besar Pengaruh Perlakuan ....................................................................69 3) Uji Retensi Pengaruh Perlakuan .................................................................70 4.3 Pembahasan ......................................................................................................71 4.3.1 Pengaruh Penggunaan Mind Map terhadap Kemampuan Evaluasi ..............71 4.3.2 Pengaruh Penerapan Mind Map terhadap Kemampuan Inferensi .................72 4.3.3 Dampak Perlakuan terhadap Siswa ...............................................................73 4.3.4 Konsekuensi Lebih Lanjut ............................................................................76 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ...............................................................78 5.1 Kesimpulan ......................................................................................................78 5.2 Keterbatasan Penelitian ....................................................................................79 5.3 Saran.................................................................................................................79 DAFTAR REFERENSI .......................................................................................80 LAMPIRAN ..........................................................................................................83 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2.1 Contoh Mind Map ....................................................................... 16 Gambar 2.2 Prinsip kerja pengungkit golongan I ............................................ 19 Gambar 2.3 Alat yang menggunakan pengungkit golongan I.......................... 19 Gambar 2.4 Prinsip kerja pengungkit golongan II ........................................... 19 Gambar 2.5 Alat yang menggunakan pengungkit golongan II ........................ 20 Gambar 2.6 Prinsip kerja pengungkit golongan III .......................................... 20 Gambar 2.7 Alat yang menggunakan pengungkit golongan III ....................... 20 Gambar 2.8 Contoh penggunaan bidang miring .............................................. 21 Gambar 2.9 Alat yang menggunakan prinsip kerja bidang miring .................. 21 Gambar 2.10 Katrol tetap ................................................................................. 22 Gambar 2.11 Katrol bebas................................................................................ 22 Gambar 2.12 Katrol majemuk .......................................................................... 22 Gambar 2.13 Roda berporos pada sepeda ........................................................ 23 Gambar 2.14 Literature map dari penelitian sebelumnya ................................ 29 Gambar 3.1 Desain penelitian .......................................................................... 33 Gambar 3.2 Pemetaaan variabel ....................................................................... 37 Gambar 3.3 Rumus persentase peningkatan .................................................... 46 Gambar 3.4 Rumus besar efek untuk data normal ........................................... 47 Gambar 3.5 Rumus besar efek untuk data tidak normal .................................. 47 Gambar 3.6 Rumus persentase penurunan/peningkatan .................................. 48 Gambar 4.1 Diagram batang yang menunjukan skor pretest dan posttest I pada kemampuan evaluasi ............................................................................... 61 Gambar 4.2 Diagram garis hasil skor pretest dan posttest I pada kemampuan evaluasi ........................................................................................ 62 Gambar 4.3 Grafik perbandingan pretest, posttest I, dan posttest II pada kemampuan evaluasi ........................................................................................ 64 Gambar 4.4 Diagram batang antara skor pretest dan posttest I pada kemampuan inferensi............................................................................... 68 Gambar 4.5 Diagram garis hasil skor pretest dan posttest I pada kemampuan inferensi ....................................................................................... 69 Gambar 4.6 Grafik perbandingan pretest, posttest I, dan posttest II pada kemampuan inferensi ....................................................................................... 71 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3.1 Jadwal pretest dan posttest............................................................... 35 Tabel 3.2 Matriks pengembangan instrumen ................................................... 39 Tabel 3.3 Rubrik Penilaian .............................................................................. 40 Tabel 3.4 Hasil Uji Validitas dari semua variabel .......................................... 41 Tabel 3.5 Hasil perhitungan reliabilitas .......................................................... 43 Tabel 3.6 Pertanyaan untuk siswa sebelum diberikan perlakuan ..................... 49 Tabel 3.7 Pertanyaan kelompok eksperimen setelah diberikan perlakuan ...... 50 Tabel 3.8 Pertanyaan kelompok kontrol setelah diberikan pembelajaran........ 50 Tabel 3.9 Pertanyaan untuk guru sebelum memberikan perlakuan ................. 50 Tabel 3.10 Pertanyaan untuk guru setelah memberikan perlakuan.................. 51 Tabel 4.1 Hasil uji normalitas kemampuan evaluasi ...................................... 58 Tabel 4.2 Hasil uji perbedaan skor pretest kemampuan evaluasi .................... 59 Tabel 4.3 Hasil uji selisih pretest ke posttest I kemampuan evaluasi ............. 60 Tabel 4.4 Hasil peningkatan skor pretest ke posttest I..................................... 62 Tabel 4.5 Hasil perhitungan effect size pada kemampuan evaluasi ................. 63 Tabel 4.6 Hasil perbandingan skor posttest I ke posttest II ............................. 64 Tabel 4.7 Hasil uji normalitas kemampuan inferensi....................................... 65 Tabel 4.8 Hasil uji perbedaan skor pretest kemampuan inferensi ................... 66 Tabel 4.9 Hasil uji selisih pretest ke posttest I kemampuan inferensi ............. 67 Tabel 4.10 Hasil peningkatan skor pretest ke posttest I .................................. 68 Tabel 4.11 Hasil perhitungan effect size pada kemampuan inferensi .............. 70 Tabel 4.12 Hasil perbandingan skor posttest I ke posttest II ........................... 70 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1.1 Silabus Pembelajaran Kelompok Eksperimen ........................... 84 Lampiran 1.2 Silabus Pembelajaran Kelompok Kontrol ................................ 87 Lampiran 1.3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelompok Eksperimen ... 90 Lampiran 1.4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelompok Kontrol .......... 98 Lampiran 2.1 Soal essai .................................................................................. 106 Lampiran 2.2 Kunci Jawaban .......................................................................... 110 Lampiran 2.3 Expert Judgment ....................................................................... 114 Lampiran 3.1 Hasil Analisis SPSS Uji Validitas ............................................. 115 Lampiran 3.2 Hasil SPSS Reliabilitas ............................................................. 118 Lampiran 3.3 Transkip Wawancara ................................................................. 119 Lampiran 3.4 Tabulasi Nilai Pretest, Posttest I, dan Posttest II ...................... 125 Lampiran 4.1 Hasil SPSS Uji Normalitas Data ................................................ 133 Lampiran 4.2 Hasil SPSS Uji Perbedaan Kemampuan Awal ......................... 134 Lampiran 4.3 Hasil SPSS Uji Selisih .............................................................. 136 Lampiran 4.4 Hasil SPSS Uji Peningkatan Skor Pretest dan Posttest I .......... 138 Lampiran 4.5 Hasil Uji Besar Peningkatan Perlakuan Evaluasi ..................... 139 Lampiran 4.6 Hasil Uji Besar Peningkatan Perlakuan Inferensi...................... 140 Lampiran 4.7 Hasil SPSS Uji Retensi Pengaruh Perlakuan ............................ 141 Lampiran 5.1 Surat bukti Penelitian ................................................................ 142 Lampiran 6.1 Foto Penelitian ......................................................................... 143 Lampiran 7.1 Surat Ijin Penelitian ................................................................. 146 CURRICULUM VITAE ................................................................................... 147 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab I yaitu pendahuluan, berisi latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional. Ke empat bagian tersebut diuraikan dalam subbab-subbab sebagai berikut. 1.1 Latar Belakang Penelitian Pendidikan memiliki peranan penting dalam perkembangan hidup manusia. UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Pendidikan menolong manusia untuk mengembangkan seluruh potensi dalam dirinya. Mata pelajaran IPA termasuk dalam lima mata pelajaran pokok di jenjang sekolah dasar. Berdasarkan hal tersebut, pembelajaran seharusnya dilakukan dengan aktif, kreatif, dan menarik. Hal tersebut disebabkan karena pelajaran IPA merupakan pelajaran yang berkaitan langsung dengan peristiwa alam dan lingkungan sekitar, sehingga siswa dapat memanfaatkan pengetahuan dasarnya atau pengalamannya untuk mengembangkan pengetahuan IPA di alam dan lingkungannya. World Bank PBB (dalam The World Bank, 2011: 67) dipaparkan bahwa masalah-masalah pendidikan di Indonesia kini banyak bermunculan seperti yang ditunjukkan dalam sebuah studi video guru pada tahun 2007 (Pemerintah Indonesia 2008), memperlihatkan bahwa jenjang pendidikan dan tingkat pengalaman guru-guru Indonesia cenderung lebih rendah dibandingkan dengan rekan-rekan dari negara-negara lain. Pelajaran yang disampaikan oleh para guru Indonesia cenderung memakan waktu yang lebih panjang sehingga siswa merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Selain itu, pelajaran yang disampaikan kepada siswa seringkali kurang menantang. Siswa hanya diberikan sedikit latihan yang harus dikerjakan dan lebih banyak diberi hafalan. 1

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Berdasarkan penelitian dalam PBB memaparkan bahwa guru juga jarang sekali memberikan pekerjaan rumah maupun cara-cara bagaimana mengerjakannya. Selain itu juga, Artikel World Bank PBB (The World Bank, 2011: 65) menuliskan bahwa kualitas pendidikan Indonesia masih berada di bawah pencapaian rata-rata dibandingkan dengan negara tetangga. Salah satu contoh hasil Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) pada tahun 2007 menempatkan Indonesia pada posisi 36 dari 49 negara untuk kualitas pembelajaran matematika dan posisi 35 untuk sains. Pada tahun 2006 juga pernah dilakukan penelitian oleh Program for International Student Asessment (PISA) yang meneliti mengenia kesiapan remaja usia 15 tahun untuk menghadapi situasi kehidupan nyata, dan menempatkan Indonesia pada posisi 48 dari 56 negara dalam hal membaca, 52 untuk sains dan 51 untuk matematika. Permasalahan yang terjadi di dunia pendidikan Indonesia, pemerintah Indonesia melakukan usaha-usaha untuk meningkatkan mutu pengajaran salah satunya dengan memulai reformasi guru besar-besaran dengan diberlakukannya UU Guru No. 14 tahun 2005 yaitu tujuan undang-undang tersebut adalah peningkatan kualitas pendidikan melalui proses sertifikasi guru. Sasaran UU Guru dan aturan-aturan yang terkait lainnya adalah peningkatan kualitas tenaga kependidikan melalui pengakuan atas kompetensi dan profesionalisme guru. Sasaran-sasaran tersebut diharapkan akan tercapai melalui penyediaan tunjangan profesional dan daerah khusus, yang bertujuan untuk mendorong guru agar meningkatkan kualifikasi dan lebih tertarik untuk mengajar di daerah terpencil (dalam The World Bank, 2011: 13). Sejak penerapan UU Guru tahun 2005, Kemediknas telah mencoba memperkuat usaha-usaha yang dilakukan dengan cara melakukan pelatihan-pelatihan untuk guru, di daerah-daerah dengan langsung ke tingkat gugus sekolah dasar dan guru sekolah menengah atau KKG dan MGMP. Pemerintah ingin menciptakan suatu budaya pengajaran yang berpusat pada keunggulan pembelajaran yang dapat berdampak luas dan sistemik. Pada akhirnya, budaya ini akan mempengaruhi seluruh sekolah dan guru di negara ini. Proses perubahan budaya ini berfokus pada pengalaman guru di kelas dan di tingkat pelatihannya. Pengenalan sistem sertifikasi merupakan sebuah upaya dan program dari pemerintah dalam usaha meningkatkan mutu pengajaran di 2

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Indonesia. Dengan adanya usaha pemerintah tersebut guru juga dapat terpacu dan terdorong semangatnya oleh berbagai kesempatan baru untuk promosi dan kenaikan jabatannya yang secara tidak langsung akan meningkatkan tingkat pendapatannya secara bertahap. Namun besarnya tunjangan sertifikasi yang diberikan oleh pemerintah tidak berpengaruh terhadap mutu pengajaran yang diberikan di kelas dan pada kenyataannya tidak ada yang berubah dari kualitas pendidikan di Indonesia. Pada umumnya, manusia mempunyai kemampuan berpikir. Kemampuan tersebut akan membantu dalam menjawab permasalahan yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Karena kemampuan berpikir tersebut, manusia dapat mengkritisi beberapa hal yang ada di sekitarnya. Kemampuan berpikir kritis berbeda dari kemampuan menghafal. Kemampuan berpikir kritis membantu manusia untuk melihat permasalahan di sekitarnya secara mendalam dan berusaha menemukan solusi dari permasalahannya. Kemampuan berpikir kritis dapat dikembangkan melalui pendidikan. Selain itu, hendaknya IPA juga menjadi salah satu pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis pada dimensi kognitif yaitu kemampuan evaluasi dan inferensi. Pembelajaran IPA seharusnya menggunakan metode-metode pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa di kelas. Siswa tidak hanya menerima pelajaran atau menyimak guru di kelas, namun siswa harus aktif belajar sendiri dan mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya sendiri. Pembelajaran IPA di sekolah dasar sebaiknya menggunakan metode yang dapat membantu siswa dalam memotivasi diri dan menyenangkan bagi siswa, sehingga siswa dapat bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Guru yang baik mampu membangkitkan keinginan siswa untuk mengikuti aktivitas belajar dengan penuh sungguh-sungguh. Cara guru menyampaikan pelajaran dapat berpengaruh besar pada hasil belajar yang dicapai oleh siswa. Seorang guru yang terampil dalam mengajar akan mampu membangkitkan minat pada pelajaran yang paling sulit sekalipun. Hasil wawancara yang dilakukan terhadap guru kelas V dan observasi kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran IPA kelas V PL 3 dan V PL 4 SD Pangudi Luhur Yogyakarta peneliti menemukan bahwa pembelajaran yang dilakukan masih berpusat pada guru dan model pembelajaran kurang bervariasi. 3

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Peran guru di kelas lebih mendominasi dibandingkan dengan peran siswa yang hanya menerima informasi dari guru, sehingga peran siswa dalam pembelajaran masih kurang. Hal ini menyebabkan siswa menjadi pasif dan perkembangan berpikir kritis pada dimensi kognitif yaitu kemampuan evaluasi dan kemampuan inferensi kurang dikembangkan. Padahal perkembangan proses berpikir kritis pada dimensi kognitif yaitu kemampuan evaluasi dan kemampuan inferensi hendaknya sudah mulai dikembangkan pada saat siswa berada di jenjang pendidikan dasar karena akan berpengaruh pada perkembangan dan pengetahuan siswa pada tahap berikutnya. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa yang dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 2014, siswa mengatakan bahwa belajar IPA itu menyenangkan, namun mereka terkadang merasa bosan ketika guru menyuruh siswa mencatat mengenai pembelajaran yang sedang dijelaskan sehingga pada saat melaksanakan ulangan siswa sulit mengingat materi yang telah dipelajari sebelumnya. Peneliti juga menemukan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang menarik dan menantang. Kondisi tersebut menyebabkan siswa sulit dalam mengembangkan kemampuan evaluasi dan kemampuan inferensi dengan menemukan informasi sendiri dan memecahkan masalahnya sendiri. Hal tersebut menyebabkan pembelajaran di kelas menjadi kurang menarik dan kurang memotivasi siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya pada dimensi kognitif yang tingkatannya lebih tinggi. Facione (1990) menyebutkan bahwa kemampuan berpikir kritis memiliki dimensi kognitif yang terdiri dari enam kecakapan, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. Berdasarkan realitasnya pembelajaran IPA yang belum sesuai dengan yang diharapkan sehingga perlu diujicobakan suatu metode pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif, mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa yaitu kemampuan evaluasi dan kemampuan inferensi, serta mengembangkan keterampilan siswa pada pelajaran IPA. Ada beberapa metode yang dapat melibatkan siswa secara aktif mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam hal ini mind map, serta mengembangkan keterampilan siswa pada pelajaran IPA. Buzan (2008: 19) mengatakan bahwa mind map adalah salah satu cara termudah untuk 4

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi ke luar dari otak. Mind map memiliki banyak manfaat untuk otak, manfaat tersebut menurut Buzan (2008: 13) adalah bahwa mind map dapat mengaitkan setiap informasi baru dengan informasi lama yang telah tersimpan di dalam otak sehingga informasi lama tidak akan menghilang. Metode mind map merupakan salah satu metode yang menjadi solusi bagi permasalahan pada penelitian ini. Metode mind map dapat mengaktifkan siswa dalam pembelajaran dan dapat mengembangkan pola pikir serta kemampuan sampai tingkat yang paling tinggi. Penelitian ini dibatasi pada pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dan kemampuan inferensi pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana pada siswa kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. Kemampuan evaluasi dan inferensi diukur dari hasil pretest, posttest I, dan posttest II. Kelas yang dipakai dalam penelitian ini adalah kelas V PL 3 sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah 39 siswa dan kelas V PL 4 sebagai kelompok kontrol dengan jumlah 39 siswa. Standar kompetensi yang digunakan adalah 5. memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya. Kompetensi Dasar yang digunakan adalah 5.2 menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat. 1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Apakah penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana siswa kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014? 1.2.2 Apakah penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan inferensi pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana siswa kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014? 1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Mengetahui pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana siswa kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. 5

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1.3.2 Mengetahui pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan inferensi pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana siswa kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. 1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Bagi Guru Guru mendapatkan pengalaman dan menambah wawasan dalam menggunakan metode mind map, sehingga dapat menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran di kelas, tidak hanya dalam pelajaran IPA saja tetapi pada berbagai mata pelajaran lainnya. 1.4.2 Bagi siswa Siswa dapat belajar dengan lebih mudah dan lebih kreatif dalam mengungkapkan apa yang ia ketahui dengan menggunakan mind map. Selain itu siswa juga dapat mengembangkan kemampuan mereka pada level kognitif yang lebih tinggi. 1.4.3 Bagi Sekolah Sekolah dapat menambah bahan bacaan terkait dengan penelitian khususnya materi pesawat sederhana dengan menggunakan metode mind map dan dapat meningkatkan wawasan warga di sekolah tentang metode pembelajaran. 1.4.4 Bagi Peneliti Peneliti mendapat pengalaman dalam menerapkan metode mind map pada pelajaran IPA sehingga dapat lebih memahami metode mind map dan menjadi inspirasi bagi peneliti untuk menggunakan metode mind map dalam melakukan pembelajaran di kelas kelak. 1.5 Definisi Operasional 1.5.1 Metode pembelajaran adalah salah satu cara untuk merencanakan dan menentukan langkah-langkah pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan tertentu. 6

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1.5.2 Mind map adalah suatu cara termudah dalam menempatkan suatu informasi yang bersifat umum dan menangkap informasi secara khusus menggunakan salah satu cara mencatat yang kreatif dan efektif. 1.5.3 Metode mind map adalah salah satu metode atau cara dalam melakukan kegiatan pembelajaran di kelas yang bertujuan untuk mengaktifkan dan mempermudah siswa dalam memahami materi pembelajaran di kelas dengan baik. 1.5.4 Kemampuan berpikir adalah kemampuan berbicara dengan batin untuk menganalisis, mempertimbangkan, dan mendeskripsikan sesuatu hal. 1.5.5 Berpikir kritis adalah sebuah proses yang terarah dan jelas, dengan melibatkan kegiatan mental untuk memecahkan suatu masalah, mengambil keputusan, membujuk, menganalisis asumsi, berpendapat, mengevaluasi bobot pendapat diri sendiri dan orang lain serta melakukan penelitian ilmiah. 1.5.6 Kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan berpikir yang unik dan mempunyai tujuan di mana pemikir secara sistematis menentukan standar dan menetapkan kriteria, yang terdiri dari dimensi kognitif yang terdiri dari enam kecakapan, yaitu: interprestasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. 1.5.7 Kemampuan evaluasi adalah kemampuan untuk menilai suatu pernyataan atau ungkapan lain yang mencerminkan persepsi, pengalaman, situasi, penelitian atau opini seseorang dan berguna untuk mempertimbangkan hasil dari suatu penalaran yang berkaitan dengan pernyataan, deskripsi, pertanyaan, atau bentuk ungkapan lain. 1.5.8 Kemampuan inferensi adalah kemampuan untuk mengidentifikasi dan memastikan penyataan-pernyataan yang diperlukan untuk menarik alasan yang logis untuk mempertimbangkan merumuskan informasi dugaan yang relevan dan dan hipotesis untuk untuk menarik konsekuensi-konsekuensi yang mungkin timbul dari data, pernyataan, prinsip, bukti, penilaian, kepercayaan, atau bentuk ungkapan lain. 1.5.9 Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu pengetahuan yang sistematis, dan mempelajari mengenai gejala-gejala alam. 7

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1.5.10 Pesawat sederhana adalah alat yang dapat mempermudah pekerjaan manusia. 1.5.11 Siswa SD adalah siswa kelas V PL 3 dan V PL 4 di SD Pangudi Luhur Yogyakarta semester genap pada tahun ajaran 2013/2014 yang menjadi subjek penelitian. 8

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Bab II merupakan landasan teori yang berisi kajian pustaka, penelitianpenelitian yang mendukung, kerangka berpikir, dan hipotesis. Kajian pustaka membahas teori-teori yang mendukung dan hasil penelitian sebelumnya yang berisi pengalaman penelitian yang pernah ada dan dirumuskan dalam kerangka berpikir dan hipotesis yang berisi dugaan sementara atau jawaban sementara dari rumusan masalah penelitian. 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Teori-Teori yang Mendukung Teori yang mendukung merupakan teori yang berisi teori perkembangan anak, metode pembelajaran, mind map, hakikat Ilmu Pengetahuan Alam, materi IPA, kemampuan berpikir kritis, kemampuan evaluasi dan kemampuan inferensi. Semua teori tersebut akan diambil sebagai landasan karena disesuaikan dengan kenyataan pembelajaran yang terjadi di sekolah dasar pada umumnya. Penjelasan mengenai teori perkembangan anak akan dibahas pada subbab selanjutnya. 2.1.1.1 Teori Perkembangan Anak Pengetahuan terbentuk dari diri siswa sendiri atau orang yang sedang belajar, bukan dari orang lain atau guru (dalam Suparno, 2001: 5). Siswa yang harus mengorganisasikan, memikirkan, dan membentuk pengetahuannya sendiri. Piaget (dalam Woolfolk, 2009: 49) mengidentifikasikan empat faktor yaitu kematangan biologis, aktivitas, pengalaman sosial, dan ekuilibrasi. Piaget (dalam Suparno, 2001: 26) membedakan empat tahap dalam perkembangan kognitif seorang anak. Perkembangan kognitif yang pertama adalah tahap sensorimotor, berlangsung pada usia 0-2 tahun. Pada tahap ini tingkat intelegensi anak lebih didasarkan pada tindakan inderawi terhadap lingkungannya, seperti melihat, meraba, menggerakkan/memindah, mendengar, dan membau. Pada tahap ini anak mulai mempergunakan imitasi (proses meniru), ingatan, dan pikiran. 9

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Perkembangan kognitif yang kedua (dalam Suparno, 2001: 26) adalah tahap pra-operasional. Tahap pra-operasional berlangsung pada usia 2-7 tahun, tahap ini memiliki ciri dengan adanya penggunaan simbol untuk menjelaskan atau mengungkapkan suatu objek yang tidak berada di dekatnya. Tahap praoperasional dicirikan dengan adanya penggunaan simbol, selain itu tahap praoperasional juga dicirikan dengan pemikiran intuitif pada anak. Piaget (dalam Suparno, 2001: 49) membagi perkembangan kognitif tahap pra-operasional dalam dua bagian yaitu: 1) umur 2-4 tahun, dicirikan oleh perkembangan pemikiran simbolis. Pemikiran simbolis merupakan penggunaan menggunakan simbol atau tanda, dimulai dari seorang anak suka menirukan sesuatu, baik menirukan orang tua atau pengasuhnya. Kemampuan seorang anak dalam menirukan hal-hal yang dialami di hidupnya akan membantu pembentukan pengetahuan simbolisnya. 2) Umur 4-7 tahun, dicirikan oleh perkembangan pemikiran intuitif. Pemikiran anak pada usia 4-7 tahun dicirikan oleh perkembangan intuitif yang berarti anak sudah mampu menerima gagasan atau gambaran langsung, namun anak belum mampu memberi alasan kegiatan atau gagasan tersebut. Perkembangan kognitif yang ketiga (dalam Suparno, 2001: 26) adalah tahap operasi-konkret. Tahap ketiga berlangsung pada usia 7-11 tahun. Pada tahap operasi-konkret, anak sudah mampu berpikir secara logis yang dapat memecahkan persoalan-persoalan konkret yang dihadapi dan mampu untuk mengurutkan serta mengklasifikasikan objek. Piaget (dalam Woolfolk, 2009: 50) berpendapat bahwa pada tahap operasi-konkret ini logikanya didasarkan pada situasi-situasi konkret yang dapat diorganisasikan, diklasifikasikan, atau dimanipulasi. Perkembangan kognitif yang keempat (dalam Suparno, 2001: 26) adalah tahap operasi formal. Pada tahap ke empat berlangsung pada usia 11 tahun ke atas. Tahap operasi formal merupakan tahap terakhir dalam perkembangan kognitif Piaget. Tahap ini merupakan tahap di mana anak sudah mulai mampu berpikir secara logis, dan anak mampu membuat kesimpulan secara mandiri terhadap sesuatu yang telah dipelajari. Pada tahap ini pula, anak mampu mengatasi masalah secara abstrak dan logis dan menjadi lebih ilmiah dalam berpikir. 10

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Berdasarkan keempat tahap perkembangan kognitif Piaget dapat dilihat bahwa karena teori perkembangan Piaget banyak mempengaruhi dunia pendidikan, khususnya perkembangan kognitif pada masa kanak-kanak sampai remaja. Jika dihubungkan dengan teori perkembangan kognitif Piaget, anak pada usia sekolah dasar temasuk dalam tahap operasi-konkret yaitu berusia 7-11 tahun. Anak pada tahap operasi-konkret ini sudah mampu untuk berpikir kritis, karena sudah mampu berpikir secara logis yang dapat memecahkan persoalan-persoalan konkret yang dihadapi dan mampu untuk mengurutkan serta mengklasifikasikan objek. Namun, dalam pelaksanaan pembelajarannya dibutuhkan sebuah metode pembelajaran yang mampu merangsang pemikiran anak terhadap hal-hal yang kritis supaya kemampuan berpikir kritis dapat muncul secara maksimal. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode mind map. Metode mind map mempunyai banyak manfaat yang mampu merangsang otak anak, sehingga anak mampu berpikir secara kritis dan kreatif. Mind map juga menggunakan cara berpikir logis dan membantu anak menarik kesimpulan dari pembelajaran sehingga sesuai jika diberikan kepada anak dalam tahap operasi-konkret yang telah mampu berpikir menggunakan logika didasarkan pada situasi-situasi konkret yang dapat diorganisasikan, diklasifikasikan, atau dimanipulasi. 2.1.1.2 Metode Pembelajaran Burton (dalam Siregar & Nara, 2011: 4) mengatakan bahwa belajar merupakan suatu proses dalam perubahan tingkah laku yang semakin lama semakin berkembang karena adanya interaksi antar individu atau individu dengan lingkungannya sehingga individu tersebut mampu berinteraksi dengan baik. Witherington dalam Educational Psychology (dalam Siregar & Nara, 2011: 4) mengatakan bahwa belajar merupakan perubahan yang terjadi di dalam diri seseorang sebagai pola baru berupa kecakapan sikap, keterampilan, dan pengetahuan setiap individu. Jadi, dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu proses perubahan individu dalam kecakapan sikap, keterampilan, maupun pengetahuan, yang berlangsung dalam interaksi dalam lingkungannya. Belajar sangat berhubungan erat dengan pembelajaran, karena seseorang belajar dari suatu pembelajaran yang telah dialaminya. Winkel (dalam Siregar & 11

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Nara, 2011: 12) mengemukakan bahwa pembelajaran merupakan suatu rancangan atau tindakan yang telah direncanakan untuk mendukung proses pembelajaran siswa, berfokus pada rangkaian kejadian atau pengalaman-pengalaman yang dialami siswa. Gagne (dalam Siregar & Nara, 2011: 12) juga memaparkan bahwa pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang telah direncanakan untuk mengaktifkan , mendukung, dan mempertahankan dalam proses belajar mengajar siswa yang dilaksanakan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran merupakan suatu proses tindakan yang direncanakan untuk mengaktifkan, mendukung, dan mempertahankan proses pembelajaran siswa yang dilihat dari pengalamanpengalaman yang telah dialami oleh siswa. Suatu pembelajaran di sekolah mampu berjalan dengan baik jika diimbangi dengan penggunaan metode pembelajaran yang sangat mempengaruhi peningkatan belajar setiap siswa. Penggunaan metode pembelajaran itu sangat penting diterapkan di kelas. Memilih metode pembelajaran yang tepat untuk digunakan di dalam kelas maupun di luar kelas, dapat membantu jalannya pembelajaran di kelas. Suyono dan Hariyanto (2011: 19) mengungkapkan bahwa metode pembelajaran adalah seluruh perencanaan dan prosedur maupun langkah kegiatan pembelajaran termasuk pilihan cara penilaian yang akan dilaksanakan pada pembelajaran di kelas. Menurut Yamin (2008: 152) metode pembelajaran merupakan cara melakukan, menguraikan, memberi contoh, dan memberi latihan di dalam pelajaran kepada siswa untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Surakhmad (dalam Suryosubroto, 2002: 148) mengatakan bahwa metode pengajaran adalah langkah-langkah pelaksanaan dalam proses pengajaran atau teknisnya suatu bahan pelajaran yang diberikan kepada murid-murid di sekolah. Berdasarkan pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah salah satu cara untuk merencanakan dan menentukan langkah-langkah pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Berikut ini akan diuraikan beberapa contoh metode yaitu metode ceramah, metode demonstrasi dan eksperimen, metode tanya jawab, dan metode diskusi. Surachmad (dalam Suryosubroto, 2002: 165) menjelaskan bahwa yang dimaksud ceramah sebagai metode mengajar ialah menerangkan dan memberikan penjelasan secara lisan kepada siswa yang dilakukan guru di kelas. Peranan siswa di dalam 12

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kelas adalah mendengarkan dan mencatat hal-hal yang pokok yang dikemukan oleh guru. Kelebihan penggunaan metode ceramah di dalam pembelajaran adalah guru dapat menguasai seluruh arah kelas sehingga guru mampu menentukan dan menetapkan sendiri apa yang akan dibicarakan pada saat pembelajaran berlangsung. Kelemahan dari metode ceramah yaitu siswa cenderung merasa bosan selama mengikuti proses pembelajaran. Metode demonstrasi dan eksperimen (dalam Sudirman dkk, 1987: 133) adalah salah satu bentuk penyajian pelajaran dengan menunjukkan suatu proses, situasi, atau benda yang sedang dipelajari serta disertai dengan penjelasan lisan. Menurut Yamin (2008: 154) menjelaskan bahwa peranan siswa di kelas setelah guru melakukan demonstrasi adalah melakukan latihan keterampilan seperti yang telah diperagakan oleh guru. Kelebihan penggunaan metode demonstrasi dan eksperimen di dalam pembelajaran adalah mampu menumbuhkan motivasi siswa untuk melakukan pembelajaran dan dapat mengurangi kesalahan-kesalahan karena siswa memperoleh gambaran secara nyata dari hasil pengamatannya. Demonstrasi menjadi kurang efektif bila tidak diikuti dengan sebuah aktivitas di mana para siswa sendiri dapat ikut bereksperimen dan menjadikan aktivitas tersebut sebagai pengalaman pribadi. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk kelemahan dari metode demonstrasi dan eksperimen. Yamin (2008: 156) mengatakan bahwa metode tanya jawab dapat dinilai sebagai metode yang paling tepat dilaksanakan apabila diselingi pembicaraan sehingga tetap mendapatkan perhatian dan mengarahkan pengamatan siswa. Kelemahan metode tanya jawab adalah metode ini mampu menimbulkan penyimpangan dari pokok persoalan yang sedang dipelajari. Metode diskusi (dalam Sudirman dkk, 1987: 150) merupakan cara penyajian pelajaran di mana siswa dihadapkan pada suatu masalah, dapat berupa pernyataan atau pertanyaan untuk dibahas bersama-sama. Yamin (2008: 158) berpendapat bahwa dengan mempergunakan metode diskusi di kelas, siswa mampu membiasakan diri untuk berargumentasi dan berpikir rasional serta mampu belajar dalam mengidentifikasi, memecahkan masalah dan mengambil keputusan yang paling tepat. Metode diskusi kurang diminati siswa yang apatis 13

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI yang tidak terbiasa berbicara di forum, sehingga dengan adanya metode diskusi dapat melatih tingkat keberanian siswa untuk berbicara di depan orang banyak. Beberapa metode yang telah disebutkan merupakan metode yang seringkali digunakan guru untuk melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Peneliti memilih salah satu metode selain keempat metode yang telah dijelaskan yang sesuai dengan tahap berpikir siswa sehingga siswa mampu dengan mudah menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi ke luar otak. Metode tersebut memiliki kekhasan tersendiri sehingga mampu membuat siswa menjadi tertarik dalam mengikuti pembelajaran di kelas, metode pembelajaran tersebut yaitu metode pembelajaran mind map yang akan dibahas lebih lanjut sebagai berikut. 2.1.1.3 Mind map Mind map berasal dari kata mind yang berarti pikiran dan map yang berarti peta (Gunawan, 2002: 243-237). Terkadang mind map disamakan dengan peta konsep, padahal peta konsep dan mind map memiliki perbedaan yang sangat jelas, yaitu pada mind map titik sentralnya diletakkan di tengah dan antar cabangnya tidak perlu dihubungkan dengan cabang-cabang yang lain, sedangkan pada konsep tidak terdapat titik sentral dan antar cabangnya dihubungkan satu sama lain untuk memetakan suatu konsep. Pengertian peta konsep menurut Martin (dalam Triatno, 2010: 158) adalah ilustrasi grafis yang mengindikasikan bagaimana sebuah konsep tunggal dihubungkan ke konsep-konsep lain pada kategori yang sama. Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa peta konsep merangkaikan konsep dengan konsep lainnya sehingga akan terjadi keterkaitan antara konsepkonsep tersebut. Buzan (2008: 19) mengatakan bahwa mind map adalah salah satu cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi ke luar dari otak. Mind map merupakan cara mencatat yang kreatif, efektif, dan secara harafiah akan memetakan pikiran-pikiran. Michalko (dalam Buzan, 2008) berpendapat bahwa mind map adalah sebuah alternatif pemikiran keseluruhan otak terhadap pemikiran linier. Pada umumnya, mind map bermanfaat untuk menggapai pemikiran otak secara umum dan menangkap berbagai pikiran secara 14

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI khusus. Senada dengan pengertian para ahli, peneliti menyimpulkan pengertian mind map adalah suatu cara termudah dalam menempatkan suatu informasi yang bersifat umum dan menangkap informasi secara khusus menggunakan salah satu cara mencatat yang kreatif dan efektif. Mind map mampu bekerja dengan baik karena menggunakan imajinasi dan asosiasi. Menurut Buzan (2008: 12) dengan menggunakan imajinasi mampu membantu mengingat karena membuat segala sesuatu tampak lebih menarik dan semakin menarik akan semakin mudah untuk diingat. Sedangkan asosiasi adalah salah satu cara menghubungkan segala sesuatu yang telah diketahui atau yang telah dialami oleh siswa sendiri. Asosiasi akan sangat menyenangkan dan mudah memberikan kesempatan kepada seseorang untuk memperluas imajinasi. Disimpulkan bahwa pengertian mind map adalah salah satu metode atau cara dalam melakukan kegiatan pembelajaran di kelas yang bertujuan untuk mengaktifkan dan mempermudah siswa dalam memahami materi pembelajaran di kelas dengan baik. Buzan (2008: 5) mengungkapkan bahwa semua mind map mempunyai kesamaan seperti menggunakan warna, memiliki struktur alami yang memancar dari pusat, menggunakan garis lengkung, simbol, kata dan gambar sesuai dengan satu rangkaian aturan yang sederhana, mendasar, alami, dan sesuai dengan cara kerja otak. Seseorang akan lebih mudah mengingat informasi jika menggunakan gambar untuk menyajikannya. Mind map menggunakan kemampuan otak akan pengenalan visual untuk mendapatkan hasil yang menyeluruh. Kombinasi warna, gambar, dan cabang-cabang melengkung, mind map lebih merangsang secara visual sehingga mampu mempermudah dalam mengingat informasi yang di pelajari. Michalko (dalam Buzan 2008: 6) mengatakan keuntungan dalam membuat mind map adalah: a) mind map dapat membantu mengaktifkan seluruh otak seseorang; b) mind map dapat membantu seseorang memunculkan ide-ide yang lebih kreatif; c) mind map dapat membuat seseorang berfokus pada pokok bahasan; d) memberi gambaran yang jelas pada keseluruhan dan lebih terperinci; e) mempermudah menyerap fakta serta informasi baru dengan lebih mudah; f) mind map dapat membantu untuk memusatkan perhatian pada pokok bahasan 15

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI yang membantu mengalihkan informasi dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang. Ada beberapa langkah dan bahan yang digunakan dalam pembuatan mind map. Buzan (2008: 14) menjelaskan alat dan bahan yang digunakan untuk pembuatan mind map adalah kertas HVS, pena atau pensil warna, otak atau pikiran, dan imajinasi. Berikut ini langkah-langkah dalam pembuatan mind map menurut Buzan (2008: 15) yaitu: a) letakkan kertas dalam posisi horizontal atau landscap, lalu mulailah dari bagian tengah kertas kosong; b) gunakan gambar atau foto untuk ide pokok, karena gambar akan lebih bermakna dan menarik sehingga dapat membuat konsentrasi menjadi terfokus; c) gunakan warna karena warna dapat membuat mind map yang dibuat menjadi lebih hidup dan berwarna, serta dengan warna juga dapat menimbulkan kesan menarik dengan perpaduan warna yang disukai; d) hubungkan cabang-cabang utama atau gagasan utama ke subtopik dan hubungkan cabang ke banyak cabang lagi sesuai dengan yang diinginkan atau yang dikehendaki kemudian gunakan warna yang berbeda pada setiap sub-topik; e) buatlah garis hubung yang melengkung seperti cabang pohon, bukan garis lurus, lalu garis dimulai dari garis yang tebal pada cabang utama kemudian menipis pada sub-topik; f) gunakan satu kata kunci untuk setiap garis dengan menggunakan warna yang cocok atau serasi; g) gunakan gambar karena gambar dapat membantu dalam mengingat apa yang telah dituliskan. Berikut ini contoh mind map yang berkaitan dengan mata pelajaran IPA. Gambar 2.1 Contoh mind map tentang ciri-ciri mahkluk hidup Sumber: duniaanakuntukkita.blogspot.com 16

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Penjelasan mengenai mind map, dapat disimpulkan bahwa metode mind map sangat tepat dan cocok digunakan untuk metode pembelajaran di kelas. Adanya metode pembelajaran mind map, siswa dapat lebih mudah dalam mengingat informasi khususnya dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang. Selain itu, mind map dapat membantu otak untuk berpikir lebih dalam dan merangsang kerja otak. Metode pembelajaran mind map juga mampu merangsang kreativitas siswa, karena sesuai dengan tingkat perkembangannya. Karena itu, mind map dapat digunakan sebagai metode yang baik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. 2.1.1.4 Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu pengetahuan alam itu mulai muncul dari rasa ingin tahu seseorang, kemudian rasa keingintahuannya tersebut membuat seseorang untuk membuktikan dan mengamati mengenai gejala-gejala alam yang telah terjadi atau ada, dan manusia mencoba untuk memahaminya. Fowler (dalam Ahmadi dan Supatmo, 2008: 1) mengatakan bahwa IPA adalah pengetahuan yang sistematis dan dirumuskan, yang berhubungan dengan gejala-gejala kebendaan dan berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan. Wahyana (Trianto, 2010: 136) berpendapat bahwa IPA adalah suatu kumpulan pengetahuan yang sistematis, dan mempelajari mengenai gejala-gejala alam. Berdasarkan pengertian para ahli, dapat disimpulkan bahwa pengertian IPA adalah suatu pengetahuan yang sangat penting untuk dipelajari karena pengetahuan ini membicarakan tentang gejala-gejala alam atau kebendaan. Hakikat IPA pada umumnya dibangun atas dasar produk ilmiah, proses ilmiah, dan sikap ilmiah. Donosepoetro (dalam Trianto, 2010: 137) berpandangan bahwa hakikat IPA: 1) sebagai suatu proses, diartikan sebagai semua kumpulan kegiatan ilmiah yang dilaksanakan di pembelajaran sehingga bermanfaat untuk menyempurnakan pengetahuan yang sudah didapat dan mendapatkan pengetahuan baru pula; 2) sebagai suatu produk, merupakan sekumpulan dari hasil proses, berupa pengetahuan-pengetahuan yang telah dipelajari dan diajarkan untuk penyebaran pengetahuan. Bentuk IPA sebagai suatu produk adalah fakta-fakta, prinsip-prinsip, konsep-konsep, dan teori-teori IPA; 3) sebagai prosedur, adalah 17

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI cara yang diberikan untuk mengetahui sesuatu atau riset yang nyata disebut dengan metode ilmiah. Menurut Depdiknas (dalam Trianto, 2010: 138) fungsi dan tujuan IPA adalah: a) menanamkan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa; b) mengembangakan keterampilan, sikap, dan nilai ilmiah; c) mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang melek sains dan teknologi; d) menguasai konsep sains untuk bekal hidup di masyarakat dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. 2.1.1.5 Materi IPA Kompetensi IPA kelas V yang digunakan untuk penelitian ini adalah standar kompetensi 5. memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya dan kompetensi dasar yang digunakan adalah 5.2 menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat. Pesawat merupakan alat-alat yang dapat memudahkan pekerjaan manusia. Manusia memerlukan gaya untuk melakukan berbagai pekerjaan. Gaya itu dilakukan oleh otot. Kekuatan otot manusia terbatas. Pesawat dapat memperkecil gaya yang kamu keluarkan. Pesawat ada yang rumit dan ada yang sederhana. Pesawat rumit tersusun atas pesawat-pesawat sederhana. Pada prinsipnya, pesawat sederhana terbagi menjadi empat macam jenisnya, yaitu pengungkit atau tuas, bidang miring, katrol, dan roda berporos. Jenis pesawat sederhana yang pertama (dalam Azmiyawati, dkk, 2008: 99) adalah pengungkit atau tuas. Contoh alat yang menggunakan prinsip kerja pengungkit atau tuas, seperti gunting dan pemotong kuku. Berdasarkan letak beban, kuasa, dan penumpunya, pengungkit dibedakan menjadi tiga golongan sebagai berikut. Jenis pesawat sederhana pengungkit/tuas dibagi menjadi tiga golongan (dalam Azmiyawati, dkk, 2008: 99). Pertama adalah pengungkit golongan I. Pada pengungkit golongan I, letak titik tumpu berada di antara beban dan kuasa. 18

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (Sumber: Azmiyawati, dkk, 2008: 99) Gambar 2.2 Prinsip kerja pengungkit golongan I (Sumber: Azmiyawati, dkk, 2008: 99) Gambar 2.3 Alat yang menggunakan prinsip pengungkit golongan I Kedua adalah pengungkit golongan II. Pada pengungkit golongan II, letak beban di antara titik tumpu dan kuasa. Kereta sorong, pembuka kaleng, dan pemotong kertas merupakan alat-alat yang menggunakan prinsip kerja pengungkit golongan II. Kereta sorong banyak digunakan oleh pekerja bangunan untuk mengangkut pasir atau material lain. Alat ini berguna untuk membawa benda-benda yang berat. Selain lebih cepat dan mudah, tenaga yang harus dikeluarkan pun lebih sedikit. Beberapa jenis kaleng mempunyai tutup yang menyatu dengan badannya. Tutup kaleng sulit dibuka dengan jari-jari tangan. Namun, dengan menggunakan tutup pembuka kaleng, kaleng tersebut dapat dibuka dengan mudah dan tidak melukai tangan. Pemotong kertas banyak digunakan oleh pegawai photo copy. Alat ini dapat membantu memotong kertas dalam jumlah banyak. Dengan alat ini, pekerjaan memotong kertas menjadi ringan. (Sumber: Azmiyawati, dkk, 2008: 99) Gambar 2.4 Prinsip kerja pengungkit golongan II 19

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (Sumber: Azmiyawati, dkk, 2008: 100) Gambar 2.5 Alat-alat yang termasuk pengungkit golongan II Ketiga adalah pengungkit golongan III (Azmiyawati, dkk, 2008: 100). Pada pengungkit golongan III, letak kuasa di antara beban dan titik tumpu. Stapler, pinset, dan sapu menggunakan prinsip kerja pengungkit golongan III. (Sumber: Azmiyawati, dkk, 2008: 100) Gambar 2.6 Prinsip kerja pengungkit golongan III (Sumber: Azmiyawati, dkk, 2008: 100) Gambar 2.7 Alat-alat yang termasuk pengungkit golongan III Jenis pesawat sederhana yang kedua (Azmiyawati, dkk, 2008: 101) adalah bidang miring. Tangga merupakan salah satu jenis bidang miring. Jika memanjat pohon secara langsung, beban tubuh akan tertumpu pada tangan dan kaki. Namun, bila memakai tangga, beban tubuh akan ditahan oleh anak tangga yang diinjak. Karena itu, pekerjaan lebih mudah dan ringan. 20

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (Sumber: Azmiyawati, dkk, 2008: 101) Gambar 2.8 Contoh penggunaan bidang miring Bidang miring berguna untuk membantu memindahkan benda-benda yang terlalu berat. Cara paling mudah memindahkan peti ke dalam truk yaitu dengan menggunakan bidang miring. Peti dapat didorong atau ditarik melalui bidang miring. Tenaga yang dikeluarkan lebih kecil daripada mengangkat peti secara langsung. Benda-benda tajam seperti pisau, kapak, pahat, dan paku menggunakan prinsip kerja bidang miring. Bagian yang tajam dari alat-alat tersebut merupakan bidang miring. (Sumber: Azmiyawati, dkk, 2008: 102) Gambar 2.9 Alat-alat yang menerapkan prinsip kerja bidang miring Jenis pesawat sederhana yang ketiga (Sulistyanto & Wiyono, 2008:117) adalah katrol. Katrol merupakan roda yang berputar pada porosnya. Biasanya pada katrol juga terdapat tali atau rantai sebagai penghubungnya. Berdasarkan cara kerjanya, katrol merupakan jenis pengungkit karena memiliki titik tumpu, kuasa, dan beban. Katrol digolongkan menjadi tiga, yaitu katrol tetap, katrol bebas, dan katrol majemuk. Katrol tetap merupakan katrol yang posisinya tidak berpindah pada saat digunakan. Katrol yang digunakan pada tiang bendera dan sumur timba adalah contoh katrol tetap. 21

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (Sumber: Sulistyanto & Wiyono, 2008:117) Gambar 2.10 Katrol tetap Pada katrol bebas kedudukan atau posisi katrol berubah dan tidak dipasang pada tempat tertentu. Katrol jenis ini biasanya ditempatkan diatas tali yang kedudukannya dapat berubah. Katrol jenis ini ditemukan pada alat-alat pengangkat peti kemas dipelabuhan. (Sumber: Sulistyanto & Wiyono, 2008:118) Gambar 2.11 Katrol bebas Katrol majemuk merupakan perpaduan dari katrol tetap dan katrol bebas. Kedua katrol ini dihubungkan dengan tali. Berikut merupakan contoh katrol majemuk. (Sumber: Sulistyanto & Wiyono, 2008:118) Gambar 2.12 Katrol majemuk Jenis pesawat sederhana yang keempat (Sulistyanto & Wiyono, 2008:119) adalah roda berporos. Roda berporos merupakan roda yang dihubungkan dengan sebuah poros yang dapat berputar bersama-sama. Roda berporos merupakan salah 22

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI satu jenis pesawat sederhana yang banyak ditemukan pada alat-alat seperti setir mobil, setir kapal, roda sepeda, roda kendaraan bermotor, dan gerinda. (Sumber: Sulistyanto & Wiyono, 2008:119) Gambar 2.13 Roda berporos pada sepeda 2.1.1.6 Kemampuan Berpikir Kritis Berpikir merupakan kegiatan otak yang selalu dilakukan oleh manusia. Berpikir tingkat tinggi disebut dengan berpikir kritis. Pada masyarakat modern saat ini, anak-anak harus menguasi keterampilan berpikir dalam tingkatan yang lebih tinggi. Browne dan Keeley (dalam Johnson, 2007: 183) mengatakan bahwa kemampuan berpikir dengan jelas dan imajinatif, menilai bukti, bermain logika, dan mencari alternatif yang imajinatif dari suatu ide-ide, memberi sebuah jalan yang jelas bagi anak-anak di tengah pemikiran pada zaman teknologi saat ini. Berpikir kritis (dalam Johnson, 2007: 183) adalah sebuah proses yang terarah dan jelas, dengan melibatkan kegiatan mental untuk memecahkan suatu masalah, mengambil keputusan, membujuk, menganalisis asumsi, berpendapat, mengevaluasi bobot pendapat diri sendiri dan orang lain serta melakukan penelitian ilmiah. Tujuan berpikir kritis adalah untuk mencapai pemahaman yang mendalam (Johnson, 2007: 185). Facione (1990) menyebutkan bahwa kemampuan berpikir kritis memiliki dimensi kognitif yang terdiri dari enam kecakapan, yaitu: 1) interprestasi merupakan kecakapan yang bertujuan untuk memahami dan mengekspresikan atau mengembangkan makna dari berbagai pengalaman, situasi, data, kejadian, data, penilaian, kepercayaan, aturan, prosedur, atau kriteria; 2) analisis merupakan kecakapan untuk mengidentifikasi mengenai hubungan-hubungan yang logis, pernyatan, pertanyaan konsep, atau bentuk ungkapan lain untuk mengungkapkan keperercayaan, penalaran, opini, atau informasi; 3) evaluasi merupakan kecakapan untuk menilai suatu pernyataan atau ungkapan lain yang mencerminkan persepsi, 23

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI pengalaman, situasi, penelitian atau opini seseorang dan berguna untuk mempertimbangkan hasil dari suatu penalaran yang berkaitan dengan pernyataan, deskripsi, pertanyaan, atau bentuk ungkapan lain; 4) inferensi merupakan kecakapan untuk mengidentifikasi dan memastikan penyataan-pernyataan yang diperlukan untuk menarik alasan yang logis untuk merumuskan dugaan dan hipotesis untuk mempertimbangkan informasi yang relevan dan untuk menarik konsekuensi-konsekuensi yang mungkin timbul dari data, pernyatan, prinsip, bukti, penilaian, kepercayaan, atau bentuk ungkapan lain; 5) eksplanasi merupakan kecakapan untuk menjelaskan dan memberikan alasan-alasan terhadap bukti, konsep, metode, kriteria, dan konteks yang digunakan untuk menarik kesimpulan dan untuk mengemukakan pendapat yang lebih logis; 6) regulasi diri merupakan kecakapan untuk melihat aktivitas kognitif dan mentalnya dalam menarik kesimpulan dengan menganalisis dan mengevaluasi penilaiannya sendiri dengan mempertanyakan, mengkonfirmasi, menvalidasi, atau mengoreksi penalarannya sendiri. 2.1.1.7 Kemampuan Evaluasi dan Inferensi Facione (1990) menjelaskan bahwa evaluasi merupakan kecakapan untuk menilai suatu pernyataan atau ungkapan lain yang mencerminkan persepsi, pengalaman, situasi, penelitian atau opini seseorang dan berguna untuk mempertimbangkan hasil dari suatu penalaran yang berkaitan dengan pernyataan, deskripsi, pertanyaan, atau bentuk ungkapan lain. Kecakapan evaluasi terdiri dari dua sub-kecakapan, yaitu kecakapan untuk menilai klaim dan argumen. Facione (1990) menjelaskan bahwa inferensi merupakan kecakapan untuk mengidentifikasi dan memastikan penyataan-pernyataan yang diperlukan untuk menarik alasan yang logis, merumuskan dugaan, hipotesis untuk mempertimbangkan informasi yang relevan, untuk menarik konsekuensikonsekuensi yang mungkin timbul dari data, pernyatan, prinsip, bukti, penilaian, kepercayaan, atau bentuk ungkapan lain. Kecakapan inferensi terdiri dari tiga subkecakapan, yaitu kecakapan untuk menguji bukti-bukti, menerka alternatifalternatif, dan menarik kesimpulan. 24

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.1.2 Penelitian-penelitian yang Relevan 2.1.2.1 Penelitian-penelitian tentang Mind Map Sutarni (2010) meneliti penerapan metode mind mapping untuk meningkatkan kemampuan mengerjakan soal cerita bilangan pecahan. Populasi dan sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SD Kristen 3 BPK Penabur Jakarta dengan jumlah siswa 32 anak. Hasil penelitian tindakan ini menunjukkan bahwa pada siklus I pencapaian target masih belum tercapai, namun pada siklus II ada peningkatan prestasi siswa dalam mengerjakan soal cerita pecahan. Pada siklus I, persentase siswa yang dapat mengerjakan soal cerita yang menggunakan konsep pecahan dengan metode mind mapping 62,5% sedangkan siswa yang tidak dapat mengerjakan 37,5%. Persentase siswa yang dapat mengerjakan soal cerita yang menggunakan konsep pecahan dengan metode mind mapping dan alat peraga bagan kotak-kotak 87,5%. Persentase siswa yang tidak dapat mengerjakan soal cerita yang menggunakan mind mapping 12,5% sedangkan nilai tertinggi siswa adalah 100 dan terendah 40, pada akhir siklus II. Kusmintayu, Suwandi, dan Anindyarini (2012) meneliti penerapan metode mind mapping untuk meningkatkan keterampilan berbicara pada siswa. Populasi dan sampel penelitian ini adalah siswa semester kelas VIIA SMP Negeri 5 Surakarta tahun 2011/2012 yang berjumlah 32 siswa. Hasil penelitian tindakan ini terjadi pada siklus I, siklus II, dan siklus III. Hasil penelitian tindakan ini adalah meningkatnya jumlah siswa yang aktif dan termotivasi dalam pembelajaran berbicara baik dari siklus I ke siklus II maupun dari siklus II ke siklus III. Peningkatan keaktifan dan motivasi siswa dalam pembelajaran berbicara mengindikasikan adanya peningkatan kualitas proses pembelajaran berbicara. Peningkatan kualitas hasil ditandai dengan siswa yang mampu menceritakan tokoh idola dengan pedoman kelengkapan identitas tokoh meningkat, siswa yang mampu mengorganisasikan perkataannya sehingga dapat menceritakan tokoh idola dengan terstruktur meningkat, dan siswa yang memperoleh nilai minimal 70 ( ) dalam pembelajaran berbicara meningkat. Peningkatan aspek tersebut mengindikasikan adanya peningkatan kualitas hasil pembelajaran berbicara. Anggraini (2012), meneliti pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan mengaplikasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA. Penelitian ini 25

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan mengaplikasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan pada semester genap tahun ajaran 2011/2012. Peneliti menggunakan metode eksperimen jenis quasi experimental tipe nonequivalent control group design. Subjek penelitian siswa kelas VA dan VB sebanyak 56 siswa. Kelas VA sebagai kelompok eksperimen dan VB sebagai kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mind map berpengaruh terhadap kemampuan mengaplikasikan. Hal ini ditunjukkan dengan harga sig.(2tailed) sebesar 0,006 < 0,05. Penggunaan mind map berpengaruh terhadap kemampuan mencipta, ditunjukkan dengan harga sig. (2-tailed) sebesar 0,003 < 0,05. Berdasarkan penelitian sebelumnya dapat disimpulkan bahwa mind map sangat berpengaruh terhadap tingkat kemampuan siswa, karena mind map mampu membuat pembelajaran di kelas menjadi lebih menarik. Mind map pula dapat membantu merencanakan dan mengatur hidup dalam mencapai keberhasilan, memunculkan ide-ide baru yang kreatif dan mangagumkan, dan mampu menyerap fakta serta informasi baru dengan mudah. Mind map berpengaruh dalam menggunakan kemampuan otak dan pengenalan visual untuk mendapatkan hasil yang maksimal. 2.1.2.2 Penelitian-penelitian tentang Berpikir Kritis Kurnianingsih (2011), meneliti mengenai pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA di SDK Sorowajan Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar siswa dan mengetahui pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis pada kategori kognitif. Desain penelitian ini adalah quasi-experimental design tipe non equivalent control group design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDK Sorowajan yang terdiri dari kelas VA sebanyak 32 siswa sebagai kelompok kontrol dan kelas VB sebanyak 30 siswa sebagai kelompok eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan prestasi belajar siswa dengan menggunakan metode inkuiri yang ditunjukkan dengan harga sig.(2- 26

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI tailed) sebesar 0,002 (atau < 0,05). Akan tetapi, kenaikan skor prestasi belajar pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak berbeda secara signifikan yang ditunjukkan dengan harga sig.(2-tailed) sebesar 0,326 (atau > 0,05). Peningkatan kemampuan berpikir kritis kategori kognitif siswa dengan menggunakan metode inkuiri yang ditunjukkan dengan harga sig.(2-tailed) 0,048 (atau < 0,05). Hartati (2010), meneliti mengenai pengembangan alat peraga gaya gesek untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA. Metode penelitian ini menggunakan metode pengembangan, dengan alat gaya gesek yang dikembangkan kemudian diujikan pada siswa. Seluruh siswa SMAN Pekalongan kelas X yang berjumlah 238 siswa diambil sebagai populasi pada penelitian ini. Sedangkan sampel dilakukan dengan teknik random sampling, yaitu kelas X1 sebanyak 34 siswa. Sebelum menggunakan alat peraga pengembangan gaya gesek diperoleh rata-rata sebesar 62,03 selanjutnya setelah diterapkannya alat peraga gaya gesek pengembangan mengalami kenaikan menjadi 63,62. Peningkatan keterampilan berpikir kritis tersebut diuji kebenarannya menggunakan uji t dan diperoleh t hitung = 5,389 dengan taraf signifikansi (p value) = 0,000 < 0,05 yang berarti ada peningkatan keterampilan berpikir yang signifikan melalui kegiatam pratikum menggunakan alat peraga gaya gesek pengembangan. Sebelum menggunakan alat peraga pengembangan sebanyak 68,8% peserta didik memiliki kemampuan berpikir cukup, sebanyak 19,8% dalam kategori tinggi. Berbeda setelah mengikuti kegiatan pratikum, peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kritis ke arah yang lebih baik. Sebanyak 27,1% peserta didik mampu memiliki keterampilan berpikir tinggi, selebihnya 60,4% cukup. Hal ini menunjukkan bahwa alat peraga gaya gesek yang dikembangkan relevan dengan teori-teori berpikir kritis, yaitu menganalisa, mensintesa, menguji, dan sebagainya, dibuktikan dengan hasil peningkatan berpikir kritis yang signifikan. Sochibin, Dwijananti, dan Marwoto (2009), meneliti mengenai penerapan model pembelajaran inkuiri terpimpin untuk peningkatan pemahaman dan keterampilan berpikir kritis siswa SD. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Sekaran 01 Gunungpati Semarang pada bulan Juli-Agustus 2008. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas IV yang berjumlah 44 anak. Penelitian ini adalah Penelitian 27

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tindakan Kelas (PTK). Pada siklus I, anak sedikit mengalami kesulitan karena belum terbiasa belajar menggunakan LKS sehingga guru selalu mendampingi sampai siswa memahami. Pada siklus I keterampilan mengklasifikasikan mempunyai persentase sebesar 71,02% sedangkan pada siklus II sebesar 79,55%. Keterampilan mengamati pada siklus I mempunyai persentase nilai rata-rata sebesar 75,00% sedangkan pada siklus II adalah 81,82%. Pada siklus I keterampilan meminimalkan kesalahan mempunyai persentase sebesar 58,52 sedangkan pada siklus II adalah 71,59. Keterampilan menyimpulkan pada siklus I mempunyai persentase nilai rata-rata sebesar 59,09% sedangkan pada siklus II sebesar 71,02%. Dari data-data tersebut dapat digambarkan bahwa perkembangan keterampilan berpikir kritis siswa kelas IV SDN Sekaran 01 Gunungpati Semarang untuk keterampilan mengklasifikasikan, mengamati, meminimalkan kesalahan, dan menyimpulkan hasil pengamatan secara keseluruhan sudah baik dan meningkat. Peningkatan tersebut terjadi disebabkan karena pengetahuan siswa meningkat karena siswa menjadi pelaku dan berperan aktif dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan penelitian-penelitian yang relevan di atas dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran yang berbeda di kelas akan sangat berpengaruh pada kemampuan berpikir kritis siswa. Pembelajaran yang menarik dan berkesan membuat siswa menjadi tertarik dan tertantang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, sehingga secara tidak langsung mereka mampu meningkatkan tingkat berpikir kritisnya. Berpikir kritis dapat membuat siswa menjadi aktif, kreatif, dan mampu memecahkan masalah yang dihadapinya secara mandiri. Pada penelitian-penelitian sebelumnya tentang metode mind map dan berpikir kritis, terlihat bahwa mind map berpengaruh positif terhadap variabel yang dipengaruhi yaitu hasil belajar dan berpikir kritis siswa. Peneliti melihat bahwa beberapa penelitian tersebut masih bersifat universal dan belum ada yang meneliti pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi. Pada penelitian sebelumnya, belum banyak meneliti mengenai pengaruh metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi maka peneliti ingin meneliti lebih jauh mengenai pengaruh metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi. 28

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.1.2.3 Literature Map Berikut ini literature map dari penelitian-penelitian terdahulu: Metode mind map Berpikir kritis Sutarni (2010) Metode mind mappingkemampuan mengerjakan soal cerita Kurnianingsih (2011) Metode inkuiri-prestasi belajar dan berpikir kritis kategori kognitif Kusmintayu, Suwandi, dan Anindyarini (2012) Metode mind mappingketerampilan berbicara Hartati (2010) Pengembangan alat peragaketerampilan berpikir kritis Anggraini (2012) Mind map-kemampuan mengaplikasi dan mencipta Sochibin, Dwijananti, dan Marwoto (2009) Inkuiri terpimpin-pemahaman dan keterampilan berpikir kritis Yang perlu diteliti: Mind map-kemampuan evaluasi dan inferensi Gambar 2.14 Literature Map dari penelitian sebelumnya 2.2 Kerangka Berpikir Mind map dapat mempermudah cara kerja otak dalam menerima informasi dari jangka pendek maupun jangka panjang. Selain itu mind map juga mempermudah menempatkan informasi ke otak, dan mengambil informasi ke luar otak. Metode tersebut dapat membantu siswa cepat menangkap informasi dengan mudah. Kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan oleh siswa karena dewasa ini ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat pesat dan memungkinkan siapa saja dapat memperoleh informasi secara cepat dan mudah dengan melimpah dari berbagai sumber dan tempat manapun. Hal ini dapat mengakibatkan cepatnya 29

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI perubahan dalam kehidupan. Jika para siswa tidak dibekali dengan kemampuan berpikir kritis maka mereka tidak akan mampu mengolah, menilai, dan mengambil informasi yang dibutuhkan. Mind map dipilih untuk meningkatan kemampuan evaluasi dan inferensi belajar siswa karena dengan pengguaan metode mind map siswa mampu dengan mudah menangkap informasi. Dengan meningkatkan kemampuan evaluasi dan inferensi siswa, di mana siswa mampu menilai pernyataan atau mengungkapkan persepsi maupun pengalaman dari suatu penalaran yang berkaitan dengan pernyataan. Sedangkan dalam kemampuan inferensi, siswa harus mampu untuk menarik alasan yang masuk akal untuk merumuskan dugaan dan hipotesis. Jika metode mind map digunakan di dalam mata pelajaran IPA untuk siswa kelas V di SD Pangudi Luhur Yogyakarta, penggunaan metode mind map akan berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi siswa. 2.3 Hipotesis 2.3.1 Penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi pada mata pelajaran IPA kelas V di SD Pangudi Luhur Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. 2.3.2 Penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan inferensi pada mata pelajaran IPA kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. 30

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab III membahas metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. Pembahasan metode penelitian yaitu mengenai jenis penelitian, populasi dan sampel penelitian, variabel penelitian, instrumen penelitian, uji validitas, dan uji instrumen, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data. 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah quasi experimental tipe nonequivalent control group design (Sugiyono, 2012: 118). Cresswell (2012: 19) mengatakan bahwa penelitian eksperimen berusaha menentukan atau mencari jawaban bahwa suatu perlakuan/treatment berpengaruh terhadap hasil sebuah penelitian tersebut. Penelitian ini termasuk dalam penelitian quasi experimental karena pemilihan sampel tidak dilakukan secara random, namun dilaksanakan secara diundi untuk kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol dengan disaksikan oleh 4 orang guru. Penelitian eksperimen sangat melibatkan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Treatment yang dilaksanakan hanya pada salah satu kelompok saja dan kelompok lain tidak diberikan treatment. Sugiyono (2012: 109) berpendapat bahwa metode penelitian eksperimen diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Noor (2012: 42) mengatakan bahwa penelitian eksperimen dapat didefinisikan sebagai metode sistematis guna membangun hubungan yang mengandung keadaan sebab akibat. Metode penelitian eksperimen termasuk dalam metode penelitian kuantitatif. Ada empat bentuk design eksperimen menurut Sugiyono (2012: 111) yang dapat digunakan dalam penelitian, yaitu: 1) Pre-experimental design. Jenis penelitian ini masih terdapat variabel luar yang berpengaruh terhadap terbentuknya variabel dependen. Jenis penelitian ini tidak adanya variabel kontrol dan sampel tidak dipilih secara random. 2) True experimental design. Dalam 31

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI penelitian ini, peneliti dapat mengontrol semua variabel luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen. Dengan demikian validitas internal (kualitas pelaksanaan rancangan penelitian) dapat menjadi tinggi. Ciri utama dari jenis penelitian ini adalah sampel yang digunakan untuk eksperimen maupun sebagai kelompok kontrol diambil secara random dari populasi tertentu. 3) Factorial design. Desain penelitian ini merupakan modifikasi dari design true experimental yaitu dengan memperhatikan kemungkinan adanya variabel yang mempengaruhi perlakuan (variabel independen) terhadap hasil (variabel dependen). Desain ini semua kelompok dipilih secara random, kemudian masing-masing diberi pretest. 4) Quasi experimental design. Bentuk eksperimen ini merupakan pengembangan dari true experimental design. Desain ini mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen. Desain ini dibagi menjadi dua bentuk yaitu time series design dan nonequivalent control group design. Penelitian ini disebut quasi experimental karena kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dipilih secara tidak random. Peneliti memilih jenis penelitian Quasi experimental karena jenis penelitian ini menggunakan dua kelompok. Dari dua kelompok tersebut didapat kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, kemudian pemilihannya dengan cara diundi. Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol awalnya diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal sebelum mendapat treatment atau perlakuan, setelah mendapat treatment atau perlakuan, kedua kelompok diberi posttest I untuk mengetahui keadaan setelah mendapat treatment atau perlakuan. Perlakuan pada kelompok eksperimen yaitu menggunakan metode mind map dan pada kelompok kontrol menggunakan metode ceramah. Tahap selanjutnya, kurang lebih 3 minggu setelah diberikan treatment, siswa kembali diberikan posttest II untuk mengetahui retensi pengaruh perlakuan. Campbell dan Stanly (dalam Cohen, 2007: 278) mengungkapkan bahwa efek kausal dari intervensi dapat dihitung dengan tiga cara yang dikendalikan dalam posttest dan pretest, cara pertama yaitu kurangi skor pretest dari nilai posttest untuk kelompok eksperimen untuk menghasilkan skor 1. Kedua, kurangi skor pretest dari nilai posttest untuk kelompok kontrol untuk menghasilkan skor 2, dan ketiga, kurangi skor 2 dari skor 1. Berdasarkan 32

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Campbell dan terminologi Stanley, efek dari intervensi eksperimental akan menghasilkan rumus: ( – )–( - ) apabila hasilnya negatif maka efeknya adalah negatif (tidak ada pengaruh) dan apabila hasil positif maka efeknya adalah positif (ada pengaruh). Penelitian dengan tipe nonequivalent control group design dapat dilihat dari tabel berikut: X ---------- Gambar 3.1 Desain Penelitian Keterangan: = hasil observasi skor pretest pada kelompok eksperimen = hasil observasi skor posttest pada kelompok eksperimen = hasil observasi skor pretest pada kelompok kontrol = hasil observasi skor posttest pada kelompok kontrol X = perlakuan (treatment) dengan metode mind map Garis putus-putus melambangkan cara pemilihan antara kelompok eksperimen dan kontrol yang dilakukan tidak secara random dan juga sebagai pemisah antara kelompok eksperimen dan kontrol yang disebut dengan nonequivalent control. 3.2 Setting Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Pangudi Luhur Yogyakarta yang mulai dilaksanakan pada tanggal 3 Februari 2014 selama kurang lebih dua minggu sesuai dengan jadwal mata pelajaran IPA di sekolah SD Pangudi Luhur Yogyakarta. SD ini adalah sekolah yang berstatus swasta dengan akreditasi A yang dikelola dibawah naungan Yayasan Pangudi Luhur. SD Pangudi Luhur Yogyakarta terletak di tengah-tengah kota dan strategis, karena berada di pertengahan antara Malioboro dan Keraton Yogyakarta. Lebih tepatnya SD Pangudi Luhur Yogyakarta beralamat di Jalan Senopati Panembahan 18 Yogyakarta 55121. SD Pangudi Luhur Yogyakarta memiliki empat kelas paralel yaitu PL 1, PL 2, PL 3, dan PL 4, sehingga memiliki 20 ruang kelas. Keunikan SD Pangudi 33

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Luhur Yogyakarta adalah memiliki dua orang Kepala Sekolah dengan satu koordinator. Jumlah guru di SD Pangudi Luhur Yogyakarta berjumlah 45 orang guru, 24 orang guru sebagai wali kelas dan 21 sebagai guru bidang studi dan karyawan. Jumlah siswa di SD Pangudi Luhur seluruhnya sebanyak 773 orang siswa, yang terdiri dari 410 orang siswa laki-laki dan 363 orang siswa perempuan. Karakter siswa PL 1 sampai PL 4 tidak dibedakan sesuai kemampuannya, semua kelas disetarakan. SD Pangudi Luhur Yogyakarta memiliki banyak kebiasaan yang bermanfaat untuk melatih kedisiplinan siswa di sekolah, kebiasaan tersebut di antaranya siswa diperbolehkan masuk wilayah sekolah sebelum pukul 06.50, sebelum mulai pelajaran seluruh siswa dan guru berdoa bersama, setelah berdoa bersama siswa serta guru wajib membaca buku bacaan apapun selama 20 menit, guru datang sebelum siswa datang ke sekolah untuk memberikan contoh yang baik, dan terkhusus untuk kelas II sebelum memasuki kelas diadakan kegiatan mencongak pada pelajaran Matematika supaya siswa terampil menghitung dengan cepat. SD Pangudi Luhur Yogyakarta memiliki berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler, diantaranya bina vocalia kecil, bina vocalia besar, ansamble musik, biola, menari kecil, menari besar, karawitan, Bahasa Inggris, catur, basket inti, basket reguler, renang, Tae Kwon Do, MGC (khusus untuk kelas 4), dan pramuka. Prestasi yang telah di raih oleh SD Pangudi Luhur juga cukup banyak baik dalam bidang akademik maupun non akademik, seperti meraih medali emas dalam Olimpiade Matematika Tingkat Nasional, meraih medali perunggu dalam Olimpiade Matematika Tingkat Internasional, meraih medali emas dalam Lomba Olahraga Dansa Tingkat Internasional, meraih medali perak dalam Olimpiade MIPA Tingkat Nasional, meraih medali perak dalam pertandingan Tae Kwon Do di Universitas Janabadra, meraih juara I lomba menyanyi tunggal tingkat Provinsi di SMAN 3 Yogyakarta, meraih juara I lomba menggambar “Kasih Bumi” tingkat Provinsi, meraih beberapa kali kejuaraan Dalang Cilik, dan lain-lain. Lingkungan SD Pangudi Luhur Yogyakarta terdapat berbagai macam mata pencaharian masyarakat dan sarana prasarana yang mudah didapat yang menjadikan SD Pangudi Luhur Yogyakarta dipandang sebagai sekolah dasar yang 34

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI elite di kalangan masyarakat. Kondisi seperti ini tentu saja sangat mendukung kemajuan bagi SD Pangudi Luhur Yogyakarta. Wujud dukungan dari warga masyarakat adalah dengan dibentuknya sebuah komite sekolah yang selalu bekerja sama dengan baik dan berkoordinasi dengan pihak sekolah dalam menentukan kebijakan-kebijakan yang akan diterapkan. Kondisi seperti ini sangat diharapkan mampu terus berjalan dengan baik sehingga sekolah dapat terus berkembang menjadi lebih maju dan bermutu demi kemajuan sekolah dan anak didik. Kegiatan sekolah yang secara rutin diadakan di SD Pangudi Luhur Yogyakarta untuk masyarakat sekitar berupa pembagian sembako kepada masyarakat sekitar yang tidak mampu, sehingga banyak masyarakat yang mengenal SD Pangudi Luhur Yogyakarta. Sebagian besar orang tua siswa adalah seorang wiraswasta. Peneliti memilih SD Pangudi Luhur Yogyakarta sebagai tempat pelaksanaan penelitian karena di SD Pangudi Luhur Yogyakarta terdapat empat kelas pararel. Namun pretasi belajar SD Pangudi Luhur Yogyakarta kalah dengan SD Kulonprogo yang relatif minim fasilitas dan daya dukungnya. Hal lihat dari hasil Ujian Nasional yang diperoleh SD Kulonprogo lebih unggul dibandingkan dengan SD Pangudi Luhur Yogyakarta. Hal tersebut yang menjadi alasan peneliti melakukan penelitian di SD Pangudi Luhur Yogyakarta. Karena itu, peneliti akan mencoba melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan mind map supaya mampu meningkatkan kreativitas siswa supaya lebih memahami dan mengingat dalam pelajaran IPA. Penelitian ini dilaksanakan pada saat pelaksanaan PPL yang berlangsung di SD Pangudi Luhur Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah dikonsultasikan kepada guru mata pelajaran yang menjadi mitra dalam pelaksanaan penelitian berlangsung. Berikut adalah jadwal penelitian untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol: Tabel 3.1 Jadwal pretest dan posttest Kelompok Kelompok Eksperimen Kegiatan Pretest Pembelajaran tentang pesawat sederhana Pembelajaran tentang tuas Pembelajaran tentang bidang miring dan membuat mind map Alokasi Waktu 2 x 40 menit Kamis, 6 Februari 2014 2 x 40 menit Jum’at, 7 Februari 2014 2 x 40 menit Selasa, 11 Februari 2014 2 x 40 menit Kamis, 13 Februari 2014 Hari, Tanggal 35

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kelompok Kelompok Kontrol Kegiatan Pembelajaran tentang katrol Pembelajaran tentang roda berporos dan membuat mind map Membuat mind map secara keseluruhan Posttest Pretest Menjelaskan materi keseluruhan tentang pesawat sederhana Pembelajaran tentang tuas Pembelajaran tentang bidang miring Pembelajaran tentang katrol Pembelajaran tentang roda berporos Merangkum seluruh materi yang dipelajari tentang pesawat sederhana Posttest Alokasi Waktu 2 x 40 menit Kamis, 20 Februari 2014 2 x 40 menit Jum’at, 21 Februari 2014 2 x 40 menit Selasa, 25 Februari 2014 2 x 40 menit 2 x 40 menit Selasa, 4 Maret 2014 Senin, 3 Februari 2014 2 x 40 menit Selasa, 4 Februari 2014 2 x 40 menit Sabtu, 8 Februari 2014 2 x 40 menit Senin, 10 Februari 2014 2 x 40 menit Selasa, 11 Februari 2014 2 x 40 menit Sabtu, 22 Februari 2014 2 x 40 menit Senin, 24 Februari 2014 2 x 40 menit Senin, 3 Maret 2014 Hari, Tanggal 3.3 Populasi dan Sampel Sugiyono (2012: 119) mengatakan bahwa populasi adalah objek/subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Populasi dari penelitian ini adalah siswa-siswa kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta semester genap tahun pelajaran 2013/2014. Populasi dilakukan hanya pada kelas V saja karena kompetensi dasar yang telah dipilih oleh peneliti adalah kompetensi dasar untuk kelas V saja dan dilaksanakan di sekolah yang sudah dipilih oleh peneliti. Sugiyono (2012: 120) berpendapat bahwa sampel merupakan bagian dari kualitas dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Penelitian ini mengambil sampel kelas V PL 3 dengan jumlah 39 siswa sebagai sampel kelompok eksperimen dan V PL 4 dengan jumlah 39 siswa sebagai sampel kelompok kontrol. Pemilihan kelompok eksperimen dan kontrol tersebut, dipilih dengan cara diundi dan disaksikan oleh guru-guru pada tanggal 31 Oktober 2013. Guru tersebut juga yang memberikan pembelajaran untuk kelompok eksperimen dan kontrol. Seluruh rangkaian proses pembelajaran selama penelitian pada kelompok eksperimen maupun kontrol dilakukan oleh satu orang guru mitra yang sama. Hal ini dipilih karena guru mitra sebagai guru kelas dianggap sudah mampu 36

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI menguasai keadaan kelas dan mengerti karakteristik siswa-siswi yang ada di kelas tersebut dengan baik. Peran peneliti pada penelitian ini adalah sebagai pengamat. 3.4 Variabel Penelitian Sugiyono (2010: 61) mengemukakan bahwa variabel adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Noor (2012: 48) berpendapat bahwa variabel penelitian merupakan setiap hal dalam suatu penelitian yang datanya ingin diperoleh. Menurut Noor (2012: 48) dinamakan variabel karena nilai dari data tersebut beragam. Jadi, variabel merupakan suatu alat yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga dapat ditarik kesimpulannya. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini ada dua macam yaitu: 1) variabel independen (bebas) merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menyebabkan perubahan atau timbulnya variabel dependen; 2) variabel dependen (terikat) merupakan variabel yang dipengaruhi atau bergantung pada variabel independen (Cresswell, 2012: 77). Variabel independen dalam penelitian ini adalah penggunaan metode mind map, sedangkan variabel dependen penelitian ini meliputi kemampuan evaluasi dan kemampuan inferensi. Berikut ini merupakan bagan yang menunjukkan variabel independen dan dependen pada penelitian ini. Variabel independen Variabel dependen Kemampuan evaluasi Penggunaan metode mind map Kemampuan inferensi Gambar 3.2 Pemetaan Variabel 3.5 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang dipakai oleh peneliti berupa test untuk mengukur kemampuan berpikir kritis kategori kognitif. Penelitian ini akan menggunakan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen adalah kelas yang diberikan perlakuan metode mind map pada proses pembelajarannya, sedangkan kelompok kontrol adalah kelas yang hanya menggunakan metode ceramah dan tidak diberikan perlakuan. 37

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tiap kelompok diberikan soal pretest, posttest I, dan posttest II yang merupakan soal yang sama. Pemberian soal pretest bertujuan untuk mengetahui pengetahuan awal kedua kelompok sebelum diberikan treatment. Soal posttest I diberikan untuk membandingkan hasil belajar siswa kedua kelompok yaitu kelompok yang diberikan perlakuan dan kelompok yang tidak diberikan perlakuan setelah pembelajaran. Pelaksanaan posttest dilaksanakan sebanyak dua kali, posttest I diberikan setelah mendapat perlakuan yaitu penggunaan metode mind map pada kelompok eksperimen dan setelah pembelajaran pada kelompok kontrol, kemudian posttest II diberikan setelah tiga minggu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mendapat posttest I. Proses pembelajaran kedua kelas dilaksanakan oleh satu guru yang dipilih oleh peneliti. Selama proses pembelajaran berlangsung, peneliti berperan sebagai pengamat (observer). Namun demikian, semua instrumen penelitian dan alat peraga yang digunakan oleh guru kelas dirancang dan disiapkan oleh peneliti. Proses pengambilan data dilaksanakan dalam waktu dua minggu untuk menghindari bias (Krathwohl, 2004: 547). Karena itu, diusahakan penelitian eksperimental hanya dilaksanakan selama dua minggu. 3.6 Instrumen Penelitian Instrumen penelitian digunakan untuk mengumpulkan data yang akan digunakan oleh peneliti. Sugiyono (2010: 148) menyatakan bahwa instrumen penelitian merupakan suatu alat ukur dapat dinyatakan sebagai alat ukur yang baik dan mampu memberikan informasi yang jelas dan akurat apabila telah memenuhi beberapa kriteria yang telah ditentukan, yaitu kriteria valid dan reliabel. Peneliti akan melakukan penelitian pada mata pelajaran IPA dengan berdasarkan standar kompetensi 5. memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya. Kompetensi dasar yang digunakan adalah 5.2 menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat. Peneliti ini memerlukan tiga macam data, yaitu skor pretest, skor posttest I, dan skor posttest II. Instrumen yang akan digunakan yaitu tes tertulis berupa tujuh soal essay yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis terutama pada keterampilan evaluasi dan inferensi. Soal pada kemampuan evaluasi terdapat pada 38

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI nomor 3 sedangkan soal pada kemampuan inferensi terdapat pada nomor 4 dan 5. Berikut ini adalah matriks pengembangan instrumen yang digunakan: Tabel 3.2 Matriks Pengembangan Instrumen No 1 2 Variabel Evaluasi Inferensi Indikator 1. Menilai benar tidaknya alternatif-alternatif pemecahan masalah 2. Menilai hubungan sebab akibat dari suatu pilihan 3. Menilai relevansi suatu argumen untuk pemecahan masalah 4. Menilai benar tidaknya suatu argumen No soal 3 1. Mengemukakan alternatif-alternatif untuk memecahkan masalah 2. Menarik kesimpulan secara mandiri sesuai argumen yang logis 3. Menemukan rencana-rencana untuk mencapai tujuan 4. Tepat menentukan kesimpulan mana yang paling kuat untuk diterima dan mana yang lemah untuk ditolak 4 dan 5 Rubrik penilaian dapat dilihat dalam tabel berikut ini: Tabel 3.3 Rubrik Penilaian No Variabel Indikator Menilai benar tidaknya alternatif-alternatif pemecahan masalah Menilai relevansi suatu argumen untuk pemecahan masalah 1 Evaluasi Menilai benar tidaknya suatu argumen Menilai hubungan sebab akibat Kriteria Penilaian benar dengan disertai alasan tepat Penilaian benar dengan disertai alasan kurang tepat Penilaian salah dengan disertai alasan kurang tepat Penilaian salah dengan disertai alasan salah Memilih cara pemecahan masalah yang tepat dengan argumen yang relevan Memilih cara pemecahan masalah yang tepat dengan argumen yang kurang relevan Memilih cara pemecahan masalah yang kurang tepat dengan argumen yang kurang relevan Memilih cara pemecahan masalah yang tidak tepat dengan argumen kurang relevan Jika dapat menilai argumen tepat dengan mengungkapkan alasan Jika dapat menilai argumen dengan tepat namun alasan kurang tepat Jika dapat menilai argumen dengan tepat tanpa menyebutkan alasan Jika menyebutkan argumen yang lain tanpa menyebutkan alasan. Jika hubungan sebab akibatnya sangat tepat Jika hubungan sebab akibatnya tepat Jika hubungan sebab akibatnya kurang 39 Skor 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Variabel Indikator Menarik kesimpulan secara mandiri sesuai argumen yang logis. Menemukan rencanarencana untuk mencapai tujuan 2 Inferensi Mengemukakan alternatifalternatif untuk memecahkan masalah Kriteria tepat Jika hubungan sebab akibatnya tidak tepat Jika menyebutkan langkahnya tepat dengan argumen yang logis Jika menyebutkan langkahnya cukup tepat dengan argumen yang logis Jika menyebutkan langkahnya kurang tepat dengan argumen yang logis Jika tidak menyebutkan langkahnyadengan argumen yang tidak logis Jika alat benar dengan langkah-langkah yang tepat Jika alat benar dengan langkah-langkah yang cukup tepat Jika alat benar dengan langkah-langkah yang kurang tepat Jika alat salah dan tidak menyebutkan langkah-langkah Jika tepat dalam memberikan kesimpulan yang kuat Jika cukup tepat dalam memberikan kesimpulan yang kuat Jika kurang tepat dalam memberikan kesimpulan yang kuat Jika tidak tepat dalam memberikan kesimpulan yang kuat 3.7 Teknik Pengujian Instrumen 3.7.1 Uji Validitas Sugiyono (2012: 361) memaparkan bahwa validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Validitas dibedakan menjadi dua (Widoyoko, 2012: 129) yaitu: validitas internal dan validitas eksternal. Validitas internal meliputi validitas isi dan validitas konstruk, sedangkan validitas eksternal (Widoyoko, 2012: 132) meliputi validitas kesejajaran dan validitas prediksi. Validitas internal harus memenuhi memenuhi validitas konstruk dan validitas isi. Validitas isi (dalam Noor, 2012: 133) adalah sebuah fungsi yang menunjukkan seberapa baik dimensi dan elemen sebuah konsep digambarkan. Validitas konstruk (dalam Noor, 2012: 133) merupakan analisis butir soal untuk membuktikan seberapa baik hasil yang diperoleh dari penggunaan ukuran sesuai teori yang diukur. 40 Skor 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Penelitian ini menggunakan dua tipe validitas pengukuran, yaitu validitas isi dan validitas konstruk. Cara mengukur validitas dilakukan dengan beberapa tahapan. Tahapan pertama adalah dilakukannya validitas konstruk. Validitas ini dilakukan dengan cara validitas empiris. Validitas empiris adalah tingkat ketepatan suatu instrumen untuk mengukur hal-hal yang akan diukur apakah sudah mewakili kriteria yang akan diukur dengan instrumen dengan melihat kecocokan instrumen dengan yang akan diteliti (Sukmadinata, 2008: 229). Salah satu alasan menggunakan validitas empiris yaitu untuk memastikan distribusi data normal, karena para ahli berpendapat bahwa jika data besar (minimal 30 responden) maka kemungkinan distribusi data normal, dan jika data kecil maka kemungkinan distribusi data tidak normal (dalam Field, 2009: 42). Tahap yang kedua adalah validitas isi, validitas ini dilakukan dengan cara face validity dan expert judgment. Face validity adalah cara yang dilakukan untuk melihat kejelasan tampilan soal (Cohen, 2007: 163). Diujikan dengan cara memperlihatkan soal kepada siswa untuk melihat kejelasan soal. Expert judgment dilakukan dengan cara konsultasi kepada ahli IPA guna melihat kualitas kisi-kisi materi pesawat sederhana yang akan digunakan sebagai penelitian. Expert judgment selanjutnya dilakukan pada dosen ahli Bahasa Indonesia untuk melihat kesesuaian tata bahasa yang digunakan. Validitas isi disusun berdasarkan konsultasi ahli (expert judgment). Sedangkan validitas konstruk dihitung menggunakan IBM SPSS Statistics 20 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Berikut adalah hasil perhitungan di SD Kanisius Sengkan dengan kriteria yang digunakan yaitu jika harga probabilitas yang ada dalam sig. (2-tailled) di bawah 0,05 (p < 0,05) maka konstruk tersebut dinyatakan valid (Widoyoko, 2012: 134). Berikut ini hasil uji validitas dari semua variabel (lihat Lampiran 3.1). Tabel 3.4 Uji validitas dari semua variabel No 1 2 3 4 5 6 Variabel Interpretasi Analisis Evaluasi Inferensi Eksplanasi Regulasi diri r tabel 0,227 0,227 0,227 0,227 0,227 0,221 r hitung 0,260 0,507 0,291 0,604 0,619 0,718 Sig. (2-tailed) 0,009 0,000 0,003 0,000 0,000 0,000 Kualifikasi Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel tersebut variabel yang akan diteliti yaitu variabel evaluasi dan inferensi. r tabel 0,227 diperoleh dari banyaknya 77 responden 41

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (Masidjo, 1995: 262). Jika r hitung yang lebih besar dibandingkan dengan r tabel, maka variabel tersebut dapat dikatakan valid. Berdasar tabel di atas dinyatakan bahwa ke enam variabel dinyatakan valid karena harga r hitung lebih besar dari r tabel. Hasil perhitungan Pearson correlation kemampuan evaluasi diperoleh sebesar 0,291 dan kemampuan inferensi diperoleh sebesar 0,604. Hasil sig. (2tailed) kemampuan evaluasi diperoleh sebesar 0,003 dan kemampuan inferensi diperoleh sebesar 0,000. 3.7.2 Uji Reliabilitas Reliabilitas (dalam Noor, 2012: 131) adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat diandalkan. Reliabilitas menunjukkan kemantapan atau konsistensi hasil pengukuran. Suatu alat pengukur dikatakan mantap atau konsisten, apabila untuk mengukur berulang kali, alat pengukur itu menunjukkan hasil yang sama, dalam kondisi yang sama. Suatu instrumen atau alat ukur dikatakan reliabel jika jawaban seseorang terhadap instrumen itu ajeg atau stabil. Penentuan reliabilitas menggunakan teknik Alpha Cronbach (Widoyoko, 2012: 151) dengan instrumen skor non diskrit, di mana ukuran dalam skoringnya bukan 1 dan 0, tetapi bersifat gradual yaitu ada perpanjangan skor atau rentang skor. Rentang skor yang digunakan mulai dari skor 1 sampai dengan 4 untuk masing-masing soal dengan kriteria yang ditentukan. Penghitungannya dengan menggunakan IBM SPSS Statistics 20 for Windows menggunakan rumus Alpha Cronbach. Nunnally (dalam Ghozali, 2009: 46) berpendapat bahwa sebuah konstruk dikatakan reliabel apabila harga Alpha Cronbach > 0,60. Hasil perhitungan menunjukan Alpha Cronbach > 0,60, yaitu 0,603, untuk tujuh soal yang mencakup semua kemampuan berpikir kritis. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa keenam variabel tersebut reliabel. Sedangkan untuk setiap variabel adalah sebagai berikut (lihat Lampiran 3.2 ). Tabel 3.5 Perhitungan Reliabilitas No 1 2 3 4 Variabel Interpretasi Analisis Evaluasi Inferensi Cronbach’s Alpha 0,810 0,686 0,971 0,782 Kategori Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel 42

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No 5 6 Variabel Eksplanasi Regulasi Diri Cronbach’s Alpha 0,791 0,933 Kategori Reliabel Reliabel 3.8 Teknik Analisis Data Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif menggunakan statistik (Sugiyono, 2012: 199). Sugiyono (2012: 199) mengatakan bahwa statistik dibedakan menjadi dua macam, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Statistik yang digunakan peneliti adalah statistik inferensial yang merupakan teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. Statistik inferensial terdiri dari statistik parametrik dan non parametrik. Statistik parametrik (Sugiyono, 2012: 201) digunakan untuk menguji parameter suatu populasi melalui statistik atau menguji ukuran populasi melalui data sampel. Sedangkan statistik nonparametrik itu sendiri tidak dituntut terpenuhi oleh banyak asumsi (data tidak harus normal). Cara pengolahan semua analisis akan dilakukan menggunakan program komputer analisis dengan program IBM SPSS Statistics 20 for Windows. Analisis data yang akan digunakan yaitu sebagai berikut: 3.8.1 Uji Normalitas Data Setelah data-data terkumpul kemudian dilakukan uji normalitas data. Yulius (2010:127) mengatakan bahwa uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data-data yang didapat terdistribusi normal atau tidak. Untuk keperluan penelitian, perhitungan uji normalitas data dilakukan dengan program IBM SPSS Statistics 20 for Windows dengan rumus Kolmogorov-Smirnov test. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut: 1) Jika harga sig. (2tailed) > 0,05 maka data berdistribusi normal. 2) Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 maka data berdistribusi tidak normal. Jika data yang diperoleh berdistribusi normal, digunakan statistik parametrik, misalnya Independent samples t-test atau Paired samples t-test, sedangkan jika data yang diperoleh berdistribusi tidak normal, digunakan statistik non parametrik, misalnya menggunakan MannWhitney U-test atau Wilcoxon signed ranks test. 43

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.8.2 Uji Pengaruh Perlakuan 3.8.2.1 Uji Perbedaan Kemampuan Awal Uji perbedaan kemampuan awal dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki dasar yang sama untuk dilakukan pembandingan. Uji perbedaan pretest dilakukan dengan menganalisis hasil pretest dari kelompok eksperimen dan pretest dari kelompok kontrol. Uji perbedaan pretest menggunakan statistik parametrik Independent samples t-test atau statistik non parametrik Mann Whitney U-test. Analisis data menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut: : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok eksperimen dan skor pretest kelompok kontrol. : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok eksperimen dan skor pretest kelompok kontrol. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan (dalam Priyatno, 2010: 40) adalah sebagai berikut: 1) Jika nilai sig. (2-tailed) > 0,05, diterima dan ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol dengan kata lain keduanya memiliki kemampuan awal yang sama. 2) Jika nilai sig. (2-tailed) < 0,05, ditolak dan diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol dengan kata lain keduanya tidak memiliki kemampuan awal yang sama. Kondisi yang ideal adalah jika tidak ada perbedaan kemampuan awal pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol sehingga kedua kelompok tersebut dapat dibandingkan. 3.8.2.2 Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest I Uji selisih skor pretest dan posttest I dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi dan kemampuan inferensi. Secara prinsip digunakan rumus: ( – )– ( - ) yaitu dengan mengurangkan selisih skor posttest I – pretest pada kelompok kontrol dengan selisih skor posttest I – pretest pada kelompok eksperimen. Analisis statistik dilakukan dengan program komputer IBM SPPS Statistics 20 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Jika data berdistribusi 44

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dengan normal digunakan Independent samples t-test atau jika data berdistribusi tidak normal maka digunakan Mann-Whitney U test. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut: : Ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest-posttest I kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretestposttest I kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan (dalam Priyatno, 2010: 93) adalah sebagai berikut: 1) Jika nilai sig. (2-tailed) > 0,05, dan diterima ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest-posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan kata lain penggunaan metode mind map tidak berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi atau inferensi. 2) Jika nilai sig. (2-tailed) < 0,05, ditolak dan diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretestposttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi atau inferensi. 3.8.3 Analisis Lebih Lanjut 3.8.3.1 Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest I Uji peningkatan skor pretest ke posttest I dilakukan untuk mengetahui apakah ada peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest I dari kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Analisis statistik dilakukan dengan program komputer IBM SPPS Statistics 20 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Jika data terdistribusi dengan normal, uji statistik yang digunakan selanjutnya adalah statistik parametrik dalam hal ini Paired samples ttest. Sedangkan jika data terdistribusi dengan tidak normal, uji statistik yang digunakan selanjutnya adalah statistik non paramterik dalam hal ini Wilcoxon signed ranks test. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut: : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 45

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan (dalam Priyatno, 2010: 102) adalah sebagai berikut: 1) Jika nilai sig. (2-tailed) > 0,05, diterima dan ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan kata lain tidak terdapat peningkatan yang signifikan dari skor pretest ke posttest I. 2) Jika nilai sig. (2-tailed) < 0,05, ditolak dan diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan kata lain terdapat peningkatan yang signifikan dari skor pretest ke posttest I. Untuk mengetahui persentase peningkatan skor pretest ke posttest I digunakan rumus sebagai berikut: Gambar 3.3 Rumus persentase peningkatan 3.8.3.2 Uji Besar Pengaruh Perlakuan (Effect Size) Uji besar pengaruh perlakuan dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dan kemampuan inferensi. Teknik pengujian klasik untuk mengetahui signifikansi pengaruh tidak dengan sendirinya menunjukkan apakah pengaruh tersebut cukup substansif atau tidak. Pentingnya suatu pengaruh disebut effect size. Effect size adalah suatu ukuran objektif dan berstandarisasi untuk mengetahui besarnya efek yang dihasilkan (dalam Field, 2009: 56-57). Untuk mengetahui besarnya effect size dapat digunakan koefisien korelasi Pearson, dengan kriteria r = 0,10 (efek kecil) yang setara dengan 1% pengaruh yang diakibatkan oleh variabel independen, r = 0,30 (efek menengah) yang setara dengan 9%, dan r = 0,50 (efek besar) yang setara dengan 25%. Cara untuk mengetahui koefisien korelasi adalah sebagai berikut. Jika distribusi data normal, harga t diubah menjadi harga r dengan rumus sebagai berikut (Field, 2009: 332): 46

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 3.4 Rumus besar efek untuk data normal Keterangan : r = besarnya efek (effect size) yang menggunakan koefisien korelasi Pearson t = harga uji t df = derajat kebebasan (degree of freedom) Jika distribusi data tidak normal maka digunakan rumus sebagai berikut (Field, 2009: 550): Gambar 3.5 Rumus besar efek untuk data tidak normal Keterangan : r = besarnya efek (effect size) yang menggunakan koefisien korelasi Pearson Z = harga konversi dari standar deviasi (dari uji statistik Wilcoxon signed ranks test) N = jumlah total observasi (2 x jumlah siswa) 3.8.3.3 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan Krathwohl (2004: 546-547) berpendapat bahwa penelitian eksperimental perlu menggunakan posttest II dengan alasan untuk mengetahui sensitivitas perbedaan perlakuan dari penelitian dan dilaksanakan setelah posttest I dengan selang waktu yang tidak lama. Selain itu tujuan posttest II juga digunakan untuk melihat retensi pengaruh suatu perlakuan. Uji retensi pengaruh perlakuan dilakukan untuk mengetahui apakah ada penurunan/peningkatan yang signifikan pada posttest II setelah diberikan posttest I untuk kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Jika distribusi data normal, digunakan statistik parametrik dalam hal ini Paired samples t-test. Jika distribusi data tidak normal, digunakan statistik non parametrik dalam hal ini Wilcoxon signed ranks test dengan program komputer IBM SPPS Statistics 20 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut. 47

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI : Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut: 1) Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, maka diterima dan ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan kata lain tidak terjadi penurunan/peningkatan skor yang signifikan dari posttest I ke posttest II. 2) Jika nilai sig. (2-tailed) < 0,05, ditolak dan diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan kata lain terjadi penurunan/peningkatan skor yang signifikan dari posttest I ke posttest II. Untuk mengetahui persentase penurunan/peningkatan posttest I dan posttest II digunakan rumus sebagai berikut: Gambar 3.6 Rumus persentase peningkatan 3.8.3.4 Dampak perlakuan pada siswa Krathwohl (2004: 546) mengatakan bahwa selain menggunakan penelitian kuantitatif, dalam penelitian eksperimental pula dianjurkan untuk memasukkan elemen penelitian kualitatif agar lebih dapat dipahami sudut pandang subjek yang diteliti terkait perlakuan dan variabel-variabel yang diteliti misalnya melakukan observasi dan wawancara sebelum atau sesudah penelitian. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara test, selain test peneliti juga menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara triangulasi. Sugiyono (2012: 327) berpendapat bahwa triangulasi diartikan teknik pengumpulan data yang menggabungkan berbagai teknik pengumpulan data yang sudah ada dan sumber data yang telah ada. Cresswell (2012: 229) mengatakan bahwa triangulasi data dilakukan dengan cara mengumpulkan data melalui berbagai sumber agar hasil wawancara dan observasi dapat dianalisis seutuhnya. Peneliti menggunakan cara triangulasi 48

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI berupa wawancara guru, wawancara siswa, dan observasi. Sugiyono (2012: 188) berpendapat bahwa wawancara dapat digunakan sebagai teknik pengumpulan data dengan tujuan untuk menemukan permasalahan yang akan diteliti dan peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam. Peneliti melakukan wawancara secara langsung dengan guru maupun siswa. Wawancara akan dilaksanakan pada 3 siswa dari masing-masing kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol dengan tingkat kemampuan kognitif paling rendah, menengah, dan tinggi. Selain dengan wawancara siswa, peneliti juga membutuhkan wawancara guru mengenai kegiatan belajar menggunakan mind map dan reaksi siswa. Noor (2012: 140) mengatakan bahwa observasi merupakan teknik pengumpulan data yang menuntun adanya pengamatan dari peneliti baik dilakukan secara langsung maupun tidak langsung terhadap objek penelitian, instrumen yang dapat digunakan dapat berupa catatan. Peneliti menggunakan teknik observasi untuk melihat bagaimana kondisi kelas ketika siswa mengikuti pelajaran IPA. Observasi dilaksanakan selama pembelajaran berlangsung. Berikut beberapa pertanyaan wawancara untuk guru dan siswa. Daftar pertanyaan wawancara pada siswa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebelum diberikan perlakuan: Tabel 3.6 Pertanyaan untuk siswa sebelum diberikan perlakuan No 1 2 3 4 Pertanyaan Apakah kamu senang mengikuti pembelajaran IPA? Bagaimana biasanya wali kelasmu mengajar? Kegiatan belajar seperti apa yang kamu inginkan? Materi apa yang paling kamu sukai? Daftar pertanyaan wawancara pada siswa kelompok eksperimen setelah diberi perlakuan: Tabel 3.7 Pertanyaan siswa kelompok eksperimen setelah diberikan perlakuan No 1 2 3 4 5 6 7 Pertanyaan Apakah kamu dapat mengerjakan soal nomor 1 dengan mudah? Apakah kamu dapat mengerjakan soal nomor 2 dengan mudah? Apakah kamu dapat mengerjakan soal nomor 3 dengan mudah? Apakah kamu dapat mengerjakan soal nomor 4 dengan mudah? Apakah kamu dapat mengerjakan soal nomor 5 dengan mudah? Apakah kamu dapat mengerjakan soal nomor 6 dengan mudah? Apakah kamu dapat mengerjakan soal nomor 7 dengan mudah? 49

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No 8 9 10 11 12 Pertanyaan Apakah kamu pernah menggunakan mind map di pelajaran lain? Bagaimana pendapatmu pada saat awal membuat mind map? Apakah mind map membantu kamu dalam belajar? Jelaskan! Apakah kamu merasa mendapatkan kemajuan dalam belajar pesawat sederhana dengan menggunakan mind map? Apakah kamu merasa bosan ketika membuat mind map? Kasih alasannya! Daftar pertanyaan wawancara pada siswa kelompok kontrol setelah diberi pembelajaranan: Tabel 3.8 Pertanyaan siswa kelompok kontrol setelah diberikan pembelajaran No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Pertanyaan Apakah kamu dapat mengerjakan soal nomor 1 dengan mudah? Apakah kamu dapat mengerjakan soal nomor 2 dengan mudah? Apakah kamu dapat mengerjakan soal nomor 3 dengan mudah? Apakah kamu dapat mengerjakan soal nomor 4 dengan mudah? Apakah kamu dapat mengerjakan soal nomor 5 dengan mudah? Apakah kamu dapat mengerjakan soal nomor 6 dengan mudah? Apakah kamu dapat mengerjakan soal nomor 7 dengan mudah? Bagaimana pendapatmu mengenai pembelajaran pesawat sederhana? Apakah kamu mengalami kesulitan? Belajar seperti apa yang kamu inginkan? Daftar pertanyaan wawancara pada guru sebelum memberikan perlakuan: Tabel 3.9 Pertanyaan untuk guru sebelum memberikan perlakuan No 1 2 3 4 5 6 7 Pertanyaan Apa suka duka saat mengajar di kelas? Bagaimana cara mengajar yang digunakan Ibu di kelas? Apakah ada metode khusus yang biasanya digunakan pada saat kegiatan pembelajaran? Bagaimana respon anak-anak dalam belajar? Bagaimana hasil belajar siswa di kelas? Apakah Ibu tahu kegiatan pembelajaran yang menggunakan mind map? Apakah Ibu pernah menggunakan metode mind map di kelas? Daftar pertanyaan wawancara pada guru setelah memberikan perlakuan: Tabel 3.10 Pertanyaan untuk guru setelah memberikan perlakuan No 1 2 3 Pertanyaan Bagaimana menurut Ibu pembelajaran menggunakan metode mind map di kelas? Bagaimana menurut ibu anak-anak yang di kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah? Bagaimana Bu perbedaan hasil belajar di kelas eksperimen ataupun kelas kontrol? 50

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.8.3.5 Konsekuensi Lebih Lanjut Konsekuensi lebih lanjut bertujuan untuk melihat peningkatan metode inovatif dalam hal ini mind map berdampak besar terhadap peningkatan kompetensi siswa atau kemampuan belajar siswa. Cara untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa tersebut berupa soal essai yang meliputi kemampuan evaluasi dan kemampuan inferensi. Cara yang dilakukan adalah dengan melihat hasil pretest dan posttest pada kemampuan evaluasi dan inferensi. 51

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini akan membahas pengaruh penggunaan metode mind map pada mata pelajaran IPA terhadap kemampuan evaluasi dan pengaruh penggunaan metode mind map pada mata pelajaran IPA terhadap kemampuan inferensi. Hasil penelitian berisi deskripsi data penelitian yaitu data yang diperoleh untuk dianalisis, selanjutnya analisis data untuk menguji hipotesis penelitian. 4.1 Implementasi Pembelajaran Penelitian ini dilaksanakan di dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pemilihan untuk kelompok eksperimen dan kelompokkontrol dilakukan dengan cara undian. Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti dan guru mitra telah mengundi untuk memilih kelas mana yang akan dijadikan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, sehingga didapatkan hasil bahwa kelas V PL 3 untuk kelompok eksperimen dan kelas V PL 4 untuk kelompok kontrol. Kedua kelas tersebut memiliki kesetaraan yang sama dalam tingkat kognitifnya. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti merupakan penelitian kuasi eksperimen, di mana kelompok yang digunakan adalah kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen merupakan kelompok yang mendapat perlakuan atau treatment, sedangkan kelompok kontrol merupakan kelompok yang tidak mendapatkan perlakuan atau treatment. Jumlah siswa di kelompok eksperimen 39 siswa yang terdiri dari 23 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan, sedangkan jumlah siswa di kelompok kontrol 39 siswa yang terdiri dari 24 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Peranan guru selama penelitian adalah yang memberikan pembelajaran untuk kelompok eksperimen dan kontrol, sedangkan peranan peneliti sebagai pengamat. Penelitian di kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing dilaksanakan selama delapan kali pertemuan, setiap pertemuan dilaksanakan selama 2 x 40 menit. 52

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.1.1 Kelompok Eksperimen Kelompok eksperimen dalam penelitian ini adalah kelas V PL 3. Metode yang digunakan di kelompok eksperimen berupa metode mind map. Pelakasanaan penelitian di kelompok eksperimen dilaksanakan selama delapan kali pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 6 Februari 2014. Siswa diberi soal essai untuk pretest. Pemberian soal pretest dilaksanakan sebelum para siswa diberi perlakuan/treatment oleh guru. Tujuannya untuk mengetahui kemampuan awal antara kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 7 Februari 2014. Kegiatan awal pada pertemuan kedua ini adalah guru memberikan sebuah cerita kepada para siswa mengenai materi pesawat sederhana. Selanjutnya, kegiatan inti guru memperlihatkan gambar atau contoh benda-benda nyata yang termasuk dalam tuas/pengungkit, bidang miring, katrol, dan roda berporos dengan melaksanakan tanya jawab. Siswa juga diberikan LKS dan soal evaluasi untuk mengukur tingkat kognitif siswa setelah mengikuti pembelajaran di kelas. Kemudian kegiatan akhir guru memberikan rangkuman atau kesimpulan mengenai materi pembelajaran yang telah disampaikan. Pertemuan ketiga dilaksanakan pada tanggal 11 Februari 2014. Kegiatan awal pada pertemuan ketiga ini adalah guru bertanya mengenai materi sebelumnya dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Selanjutnya, kegiatan inti guru memberi kesempatan untuk mengelompokkan benda-benda yang termasuk tuas/pengungkit yang sudah diperlihatkan guru. Selanjutnya, siswa melakukan percobaan untuk membuktikan prinsip tuas/pengungkit. Kemudian kegiatan akhir guru memberikan rangkuman atau kesimpulan mengenai materi pembelajaran yang telah disampaikan. Pertemuan keempat dilaksanakan pada tanggal 13 Februari 2014. Kegiatan awal pada pertemuan keempat ini adalah guru bertanya mengenai materi sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan guru memperlihatkan contoh benda-benda yang bekerja pada prinsip bidang miring. Selanjutnya, kegiatan inti guru memberi kesempatan untuk mengelompokkan benda-benda yang termasuk bidang miring yang sudah diperlihatkan guru. Selanjutnya, siswa melakukan percobaan untuk membuktikan prinsip bidang miring. Setelah 53

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI melaksanakan percobaan, siswa diberikan kertas oleh guru untuk membuat mind map mengenai jenis pesawat sederhana pengungkit/tuas dan bidang miring secara individu. Kemudian kegiatan akhir guru memberikan rangkuman atau kesimpulan mengenai materi pembelajaran yang telah disampaikan. Pertemuan kelima dilaksanakan pada tanggal 20 Februari 2014. Kegiatan awal pada pertemuan kelima ini adalah guru bertanya mengenai materi sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan guru bertanya apakah mereka pernah mempunyai pengalaman dalam bertugas menderek bendera pada saat upacara sehingga guru dan siswa melakukan tanya jawab. Selanjutnya, kegiatan inti guru memberi kesempatan untuk mengelompokkan benda-benda yang termasuk katrol yang sudah diperlihatkan guru. Selanjutnya, siswa melakukan percobaan untuk membuktikan prinsip kerja katrol. Kemudian kegiatan akhir guru memberikan rangkuman atau kesimpulan mengenai materi pembelajaran yang telah disampaikan. Pertemuan keenam dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2014. Kegiatan awal pada pertemuan keenam ini adalah guru bertanya mengenai materi sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan guru bertanya mengenai pengalaman siswa ketika melihat seseorang yang mengendarai mobil atau motor dan siswa melakukan tanya jawab. Selanjutnya, kegiatan inti guru menunjukkan sebuah contoh pesawat sederhana yang termasuk roda berporos yaitu berupa mainan mobil-mobilan. Selanjutnya, siswa melakukan percobaan untuk membuktikan prinsip kerja roda berporos. Setelah melaksanakan percobaan, siswa diberikan kertas oleh guru untuk membuat mind map mengenai jenis pesawat sederhana katrol dan roda berporos secara individu. Kemudian kegiatan akhir guru memberikan rangkuman atau kesimpulan mengenai materi pembelajaran yang telah disampaikan. Pertemuan ketujuh dilaksanakan pada tanggal 25 Februari 2014. Kegiatan pada pertemuan ketujuh ini adalah siswa meringkas materi pesawat sederhana berupa tuas/pengungkit, bidang miring, katrol dan roda berporos. Kemudian siswa diminta untuk membuat mind map mengenai materi pesawat sederhana. Pertemuan kedelapan dilaksanakan pada tanggal 4 Maret 2014. Siswa diberikan soal posttest. Soal posttest dilaksanakan setelah para siswa diberi 54

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI perlakuan oleh guru. Tujuannya untuk mengetahui peningkatan mengenai pembelajaran yang telah dilaksanakan. 4.1.2 Kelompok Kontrol Kelompok kontrol dalam penelitian ini adalah kelas V PL 4. Metode yang digunakan di kelompok kontrol berupa metode tradisional berupa metode ceramah. Pelaksanaan penelitian di kelompok kontrol dilaksanakan selama 8 kali pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 3 Februari 2014. Siswa diberikan soal pretest. Soal pretest dilaksanakan sebelum para siswa diberikan perlakuan/treatment oleh guru. Tujuannya untuk mengetahui kemampuan awal antara kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 4 Februari 2014. Kegiatan awal pada pertemuan kedua ini adalah guru memberikan sebuah cerita kepada para siswa mengenai materi pesawat sederhana. Selanjutnya, kegiatan inti guru menjelaskan secara keseluruhan mengenai materi pesawat sederhana dan siswa mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh guru. Kemudian kegiatan akhir guru memberikan rangkuman atau kesimpulan mengenai materi pembelajaran yang telah disampaikan. Pertemuan ketiga dilaksanakan pada tanggal 8 Februari 2014. Kegiatan awal pada pertemuan ketiga ini adalah guru bertanya mengenai materi sebelumnya dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Selanjutnya, kegiatan inti guru menjelaskan mengenai materi pesawat sederhana khususnya tuas/pengungkit dan siswa mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh guru. Kemudian kegiatan akhir guru memberikan rangkuman atau kesimpulan mengenai materi pembelajaran yang telah disampaikan. Pertemuan keempat dilaksanakan pada tanggal 10 Februari 2014. Kegiatan awal pada pertemuan keempat ini adalah guru bertanya mengenai materi sebelumnya dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Selanjutnya, kegiatan inti guru menjelaskan mengenai materi pesawat sederhana khususnya bidang miring dan siswa mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh guru. Kemudian kegiatan akhir guru memberikan rangkuman atau kesimpulan mengenai materi pembelajaran yang telah disampaikan. 55

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pertemuan kelima dilaksanakan pada tanggal 11 Februari 2014. Kegiatan awal pada pertemuan kelima ini adalah guru bertanya mengenai materi sebelumnya dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Selanjutnya, kegiatan inti guru menjelaskan mengenai materi pesawat sederhana khususnya katrol dan siswa mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh guru. Kemudian kegiatan akhir guru memberikan rangkuman atau kesimpulan mengenai materi pembelajaran yang telah disampaikan. Pertemuan keenam dilaksanakan pada tanggal 22 Februari 2014. Kegiatan awal pada pertemuan keenam ini adalah guru bertanya mengenai materi sebelumnya dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Selanjutnya, kegiatan inti guru menjelaskan mengenai materi pesawat sederhana khususnya roda berporos dan siswa mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh guru. Kemudian kegiatan akhir guru memberikan rangkuman atau kesimpulan mengenai materi pembelajaran yang telah disampaikan. Pertemuan ketujuh dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2014. Kegiatan awal pada pertemuan ketujuh ini adalah guru bertanya mengenai materi sebelumnya dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Selanjutnya, kegiatan inti guru menjelaskan mengenai materi pesawat sederhana yaitu tuas/pengungkit, bidang miring, katrol, dan roda berporos dan siswa mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh guru. Pertemuan ketujuh ini kegiatannya hanya mengulas materi pesawat sederhana secara keseluruhan. Kemudian kegiatan akhir guru memberikan rangkuman atau kesimpulan mengenai materi pembelajaran yang telah disampaikan. Pertemuan kedelapan dilaksanakan pada tanggal 3 Maret 2014. Siswa diberikan soal posttest. Soal posttest dilaksanakan setelah para siswa diberikan perlakuan oleh guru. Tujuannya untuk mengetahui peningkatan mengenai pembelajaran yang telah dilaksanakan. 4.2 Hasil Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kolaboratif payung IPA yang dilakukan bersama, dengan jumlah anggota untuk setiap kelompok sejumlah tiga mahasiswa untuk meneliti pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan 56

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis tersebut terdiri dari enam kecakapan, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. Penelitian ini membahas pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi. Instrumen pertanyaan terdiri dari tujuh soal essai yang setiap soal mewakili dimensi kognitif yang diteliti. Kemampuan evaluasi terdapat pada soal nomor 3 dan kemampuan inferensi terdapat pada soal nomor 4 dan 5. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan di SD Kanisius Sengkan, dengan jumlah keseluruhan responden 77 siswa, yang terdiri dari kelas VA dan VB. Penelitian dilaksanakan di SD Pangudi Luhur Yogyakarta pada kelas V PL 3 sebagai kelompok eksperimen dan V PL 4 sebagai kelompok kontrol. Pretest dilakukan untuk mengetahui keadaan awal sebelum kedua kelompok diberi perlakuan. Perlakuan dengan menggunakan mind map hanya dilakukan pada kelompok eksperimen sedangkan pada kelompok kontrol hanya diberikan metode tradisional (tanpa menggunakan mind map) berupa metode ceramah. Posttest dilakukan setelah kedua kelompok diberikan perlakuan/treatment, posttest dilakukan untuk kemampuan evaluasi. Signifikansi dilihat dari hasil perbedaan skor pretest dan skor posttest. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kemampuan evaluasi dan inferensi sedangkan independennya adalah penggunaan metode mind map. Pada bagian berikut akan dipaparkan hasil analisis statistik. Seluruh analisis statistik menggunakan program komputer IBM SPSS Statistics 20 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Data yang diperoleh dari pretest dan posttest diuji normalitasnya dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov test dengan program komputer IBM SPSS Statistics 20 for Windows untuk menentukan jenis uji statistik yang digunakan dalam analisis data responden. Analisis data untuk melihat pengaruh metode mind map pada kemampuan evaluasi dan kemampuan inferensi dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Analisis data dengan menguji perbedaan skor pretest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kemampuan awal sebelum mendapatkan perlakuan pada masing-masing kelompok. 2) Analisis data dengan menguji selisih skor pretest ke posttest I untuk melihat perbedaan rata-rata dari kedua kelompok eksperimen maupun kelompok 57

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kontrol. 3) Analisis data dengan menguji peningkatan skor pretest ke posttest I untuk melihat apakah ada peningkatan yang terjadi antara kelompok eksperimen dan kontrol. 4) Analisis data dengan menguji besar pengaruh perlakuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan metode mind map. 5) Analisis retensi pengaruh penggunaan metode mind map. 4.2.1 Pengaruh Penggunaan Mind Map terhadap Kemampuan Evaluasi 4.2.1.1 Uji Normalitas Data Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data-data yang di dapat terdistribusi dalam kurva normal atau tidak. Analisis data normalitas pada kemampuan evaluasi dilakukan dengan menganalisis skor pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kontrol. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut: 1) Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 maka data berdistribusi normal, sehingga analisis statistik selanjutnya menggunakan statistik parametrik. 2) Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 maka data berdistribusi tidak normal, sehingga analisis statistik selanjutnya menggunakan statistik non parametrik. Berdasarkan kriteria diatas diperoleh data perhitungan sebagai berikut (lihat Lampiran 4.1). Tabel 4.1 Hasil uji normalitas kemampuan evaluasi No 1 2 3 4 5 6 7 8 Aspek Pretest evaluasi kelompok eksperimen Posttest I evaluasi kelompok eksperimen Posttest II evaluasi kelompok eksperimen Selisih eksperimen evaluasi Pretest evaluasi kelompok kontrol Posttest I evaluasi kelompok kontrol Posttest II evaluasi kelompok kontrol Selisih kontrol evaluasi Sig. (2-tailed) 0,182 0,082 0,069 0,226 0,654 0,651 0,521 0,206 Keterangan Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Hasil analisis statistik di atas menunjukkan semua aspek memiliki distribusi data normal karena data yang telah diperoleh harga sig. (2-tailed) > 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa pretest, posttest I, posttest II, dan selisih kemampuan evaluasi pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki distribusi data yang normal. Hasil analisis data pada kemampuan evaluasi memiliki distribusi data yang normal, maka akan digunakan statistik parametrik 58

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dalam hal ini Independent samples t-test atau Paired samples t-test sesuai dengan keperluannya. 4.2.1.2 Uji Pengaruh Perlakuan 1) Uji Perbedaan Kemampuan Awal Langkah pertama dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara hasil pretest di kelompok eksperimen dan hasil pretest di kelompok kontrol. Uji perbedaan tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki dasar yang sama untuk dilakukan pembandingan. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik dalam hal ini Independent Samples t-test. Sebelum dilakukan analisis ini perlu dilakukan uji asumsi untuk memeriksa homogenitas varians dengan Levene’s test. Jika harga sig. > 0,05, ada homogenitas varians pada kedua data yang dibandingkan. Jika harga sig. < 0,05, tidak ada homogenitas varians pada kedua data yang dibandingkan. Hasil analisis Levene’s Test dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan harga F = 2,777 dan harga sig. sebesar 0,100 (p > 0,05). Dengan demikian terdapat homegenitas varians sehingga dapat digunakan Independent samples t-test untuk analisis selanjutnya. Berikut hasil uji perbedaan skor pretest kemampuan evaluasi dengan menggunakan Independent samples t-test adalah sebagai berikut (lihat Lampiran 4.2). Tabel 4.2 Hasil uji perbedaan skor pretest kemampuan evaluasi Hasil pretest Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Sig. (2-tailed) 0,625 Keterangan Tidak ada perbedaan Hasil skor pada kelompok eksperimen mencapai nilai M = 2,6731; SE = 0,11659; SD = 0,72809; df = 76 sedangkan pada kelompok kontrol mencapai nilai M = 2,5833; SE = 0,14119; SD = 0,88171; df = 76. Hasil perhitungan dengan menggunakan Independent samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh harga sig. (2-tailed) yaitu 0,625 (p > 0,05) dengan nilai t = 0,49, sehingga diterima dan ditolak, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol pada kemampuan evaluasi dengan kata lain kedua kelompok eksperimen dan kelompok 59

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kontrol memiliki dasar yang sama sehingga kedua kelompok tersebut dapat dibandingkan. 2) Uji Selisih Skor Pretest ke Posttest I Langkah kedua, uji selisih skor pretest dan posttest I dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi. Menghitung selisih skor dengan cara mengurangkan posttest I dan pretest (posttest I – pretest). Data selisih skor yang telah diperoleh diuji normalitasnya terlebih dahulu dengan menggunakan uji statistik Kolmogorov-Smirnov test. Langkah ini dilakukan untuk melihat apakah ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dan posttest I dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik dalam hal ini Independent samples t-test. Sebelum dilakukan analisis ini perlu dilakukan uji asumsi untuk memeriksa homogenitas varians dengan Levene’s test. Jika harga sig. > 0,05, ada homogenitas varians pada kedua data yang dibandingkan. Jika harga sig. < 0,05, tidak ada homogenitas varians pada kedua data yang dibandingkan. Hasil analisis Levene’s Test dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan harga F = 3,306 dan harga sig. sebesar 0,073 (p > 0,05). Dengan demikian terdapat homogenitas varians sehingga dapat digunakan Independent samples t-test untuk analisis selanjutnya. Hasil uji selisih pretest ke posttest I kemampuan evaluasi dengan menggunakan Independent samples t-test adalah sebagai berikut (lihat Lampiran 4.3). Tabel 4.3 Hasil uji selisih pretest ke posttest I kemampuan evaluasi Selisih Skor Pretest ke Posttest I Kelompok eksperimen dan kontrol Sig. (2-tailed) 0,003 Keterangan Ada perbedaan Hasil skor pada kelompok eksperimen mencapai nilai M = 0,7756; SE = 0,12142; SD = 0,758 sedangkan pada kelompok kontrol mencapai nilai M = 0,1218; SE = 0,17301; SD = 1,08044. Hasil perhitungan dengan menggunakan Independent samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh harga sig. (2-tailed) yaitu 0,003 (p < 0,05) dengan nilai t = 3,093, df = 76, sehingga ditolak dan diterima, artinya ada perbedaan yang signifikan selisih skor pretest ke posttest I kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan kata lain 60

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi. Berikut ini adalah diagram yang menujukan hasil perbandingan skor pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol: Gambar 4.1 Diagram batang yang menunjukkan selisih skor kelompok eksperimen dan kontrol Diagram tersebut menunjukkan bahwa peningkatan pretest ke posttest kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. 4.2.1.3 Analisis Lebih Lanjut 1) Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest I Langkah ketiga, uji peningkatan dilakukan untuk mengetahui apakah ada peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest I dari kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Uji peningkatan skor pretest ke posttest I menggunakan statistik parametrik dalam hal ini Paired samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Kedua data pretest dan posttest I tersebut dikatakan tidak memiliki perbedaan yang signifikan jika harga sig. (2-tailed) < 0,05. Berikut ini hasil uji peningkatan skor pretest ke postest I (lihat Lampiran 4.4). 61

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.4 Hasil uji peningkatan skor pretest ke posttest I No Kelompok 1 2 Eksperimen Kontrol Rerata Pretest Posttest I 2,67 3,44 2,58 2,70 Peningkatan (%) 29,01 4,71 Sig. (2tailed) 0,000 0,486 Keputusan Ada perbedaan Tidak ada perbedaan Hasil uji peningkatan skor pretest ke posttest I menunjukkan harga sig. (2tailed) kelompok eksperimen sebesar 0,000 (p < 0,05), maka ditolak dan diterima dengan harga M = 0,77564; SE = 0,12142; SD = 0,75828; t = 6,388; df = 38, artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest I dengan kata lain terdapat peningkatan yang signifikan dari skor pretest ke posttest I. Sedangkan harga sig. (2-tailed) kelompok kontrol sebesar 0,486 (p > 0,05), maka diterima dan ditolak dengan harga M = 0,12179; SE = 0,17301; SD = 1,08044; t = 0,704; df = 38, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest I dengan kata lain tidak terdapat peningkatan yang signifikan antara skor pretest dan posttest I. Berikut gambar diagram di bawah ini akan memperlihatkan skor pretest dan posttest I baik di kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol: 4.00 3.50 3.44 3.00 2.50 2.67 2.58 2.71 2.00 Eksperimen 1.50 Kontrol 1.00 0.50 0.00 Pretest Posttest I Gambar 4.2 Diagran garis hasil skor pretest dan posttest I kemampuan evaluasi pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol 62

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Dari grafik perbandingan skor pretest dan posttest I pada kemampuan evaluasi menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memiliki peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. 2) Uji Besar Pengaruh Perlakuan (Effect Size) Uji besar pengaruh perlakuan dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi. Uji besar pengaruh perlakuan dihitung dengan menggunakan rumus data normal, karena data yang diperoleh peneliti terdistribusi normal. Cara untuk mengetahui koefisien korelasi yaitu dengan mengubah harga t menjadi harga r. Berikut ini merupakan hasil perhitungan effect size pada kemampuan evaluasi (lihat Lampiran 4.5). Tabel 4.5 Hasil perhitungan effect size pada kemampuan evaluasi No 1 2 Kelompok Eksperimen Kontrol t 6,38 0,70 40,7 0,49 df 38 38 r (effect size) 0,71 0,10 0,50 0,01 % 50 1 Efek Besar Kecil Tabel di atas menunjukkan bahwa besar pengaruh perlakuan yang diperoleh untuk kelompok eksperimen sebesar 0,71, sesuai kriteria dari Field (2009: 57) besar pengaruh kelompok eksperimen memiliki efek besar. Sedangkan untuk kelompok kontrol diperoleh besar pengaruh sebesar 0,10 berarti kelompok kontrol memiliki efek kecil. Dengan demikian, penggunaan metode mind map pada kelompok eksperimen efeknya lebih besar dibandingkan dengan kelompok kontrol. Jadi, metode mind map memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan evaluasi pada kelompok eksperimen, sedangkan pada kelompok kontrol memiliki pengaruh kecil terhadap kemampuan evaluasi. 3) Uji retensi pengaruh perlakuan Uji retensi pengaruh perlakuan dilakukan untuk mengetahui apakah pengaruh penggunaan metode mind map setelah 3 minggu masih sekuat posttest I pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Hasil skor dari posttest II akan diuji perbandingannya dengan skor posttest I, hal ini dilakukan untuk melihat perbedaan skor posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Data yang diperoleh dari posttest I diuji normalitasnya 63

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI terlebih dahulu. Besarnya skor posttest II pada kelompok eksperimen dan kontrol p > 0,05 sehingga distribusi data normal maka dilakukan menggunakan statistik parametrik dalam hal ini Paired samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Berikut hasil perbandingan skor posttest I dan posttest II (lihat Lampiran 4.6). Tabel 4.6 Hasil perbandingan skor posttest I ke posttest II No 1 2 Kelompok Eksperimen Kontrol Rerata Posttest I Posttest II 3,41 3,33 2,91 2,76 Peningkatan (%) -4,832 -4,976 Sig. (2tailed) 0,095 0,506 Keterangan Tidak berbeda Tidak berbeda Tabel di atas menunjukkan bahwa harga sig. (2-tailed) kelompok eksperimen sebesar 0,095 (p > 0,05) dengan M = 0,16667; SE = 0,09734; SD = 0,60788; t = 1,712; df = 38,maka diterima dan ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II kelompok eksperimen, dengan kata lain tidak terjadi penurunan skor yang signifikan dari posttest I ke posttest II pada kelompok eksperimen. Pada kelompok kontrol menunjukkan bahwa harga sig. (2-tailed) sebesar 0,506 (p > 0,05) dengan M = 0,13462; SE = 0,20055; SD = 1,25243; t = 0,671; df = 38, maka diterima dan ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II kelompok kontrol, dengan kata lain tidak terjadi penurunan skor yang signifikan dari posttest I ke posttest II pada kelompok kontrol. Jadi, kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol tidak mengalami penurunan skor yang signifikan setelah selama 3 minggu dari pemberian posttest I. Berikut diagram grafik yang akan memperlihatkan skor pretest, posttest I, dan postest II baik di kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol: 4.00 3.50 3.45 3.00 2.50 2.67 2.58 2.71 3.28 2.57 2.00 Eksperimen 1.50 1.00 Kontrol 0.50 0.00 Pretest Posttest I Posttest II Gambar 4.3 Grafik skor pretest, posttest I, dan postest II pada kemampuan evaluasi 64

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.2.2 Pengaruh Penggunaan Mind Map terhadap Kemampuan Inferensi 4.2.2.1 Uji Normalitas Data Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data-data yang di dapat terdistribusi dalam kurva normal atau tidak. Analisis data normalitas pada kemampuan inferensi dilakukan dengan menganalisis skor pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kontrol. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut: 1) Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 maka data berdistribusi normal, sehingga analisis statistik selanjutnya menggunakan statistik parametrik. 2) Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 maka data berdistribusi tidak normal, sehingga analisis statistik selanjutnya menggunakan statistik non parametrik. Berdasarkan kriteria diatas di peroleh data perhitungan sebagai berikut (lihat Lampiran 4.1). Tabel 4.7 Hasil uji normalitas kemampuan inferensi No 1 2 3 4 5 6 7 8 Aspek Pretest inferensi kelompok eksperimen Posttest I inferensi kelompok eksperimen Posttest II inferensi kelompok eksperimen Selisih eksperimen inferensi Pretest inferensi kelompok kontrol Posttest I inferensi kelompok kontrol Posttest II inferensi kelompok kontrol Selisih kontrol inferensi Sig. (2-tailed) 0,516 0,077 0,106 0,578 0,183 0,464 0,656 0,589 Keterangan Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Hasil analisis statistik di atas menunjukkan semua aspek memiliki distribusi data normal karena data yang telah diperoleh harga sig. (2-tailed) > 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa pretest, posttest I, posttest II, dan selisih kemampuan inferensi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki distribusi data yang normal. Hasil analisis data pada kemampuan inferensi memiliki distribusi data yang normal, maka akan digunakan statistik parametrik dalam hal ini Independent samples t-test atau Paired samples t-test sesuai dengan keperluannya. 4.2.2.2 Uji Pengaruh Perlakuan 1) Uji Perbedaan Kemampuan Awal Langkah pertama dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara hasil pretest di kelompok eksperimen dan hasil pretest di kelompok 65

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kontrol. Uji perbedaan tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki dasar yang sama untuk dilakukan pembandingan. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik Independent samples t-test. Sebelum dilakukan analisis ini perlu dilakukan uji asumsi untuk memeriksa homogenitas varians dengan Levene’s test. Jika harga sig. > 0,05, ada homogenitas varians pada kedua data yang dibandingkan. Jika harga sig. < 0,05, tidak ada homogenitas varians pada kedua data yang dibandingkan. Hasil analisis Levene’s test dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan harga F = 2,032 dan harga sig. sebesar 0,158 (p > 0,05). Dengan demikian terdapat homegenitas varians sehingga dapat digunakan Independent samples t-test untuk analisis selanjutnya. Berikut ini hasil uji perbedaan skor pretest kemampuan inferensi dengan menggunakan Independent samples t-test adalah sebagai berikut (lihat Lampiran 4.2). Tabel 4.8 Hasil uji perbedaan skor pretest kemampuan inferensi Hasil pretest Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Sig. (2-tailed) 0,825 Keterangan Tidak ada perbedaan Hasil skor pada kelompok eksperimen mencapai nilai M = 2,5897; SE = 0,15243; SD = 0,95195; df = 76 sedangkan pada kelompok kontrol mencapai nilai M = 2,6410; SE = 0,17299; SD = 1,08037; df = 76. Hasil perhitungan dengan menggunakan Independent samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh harga sig. (2-tailed) yaitu 0,825 (p > 0,05) dengan nilai t = -0,222, sehingga diterima dan ditolak, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol pada kemampuan inferensi dengan kata lain kedua kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki dasar yang sama sehingga kedua kelompok tersebut dapat dibandingkan. 2) Uji Selisih Skor Pretest ke Posttest I Langkah kedua, uji selisih skor pretest dan posttest I dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan inferensi. Menghitung selisih skor dengan cara 66

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI mengurangkan posttest dan pretest I (posttest I – pretest). Data selisih skor yang telah diperoleh diuji normalitasnya terlebih dahulu dengan menggunakan uji statistik Kolmogorov-Smirnov test. Langkah ini dilakukan untuk melihat apakah ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dan posttest I dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik dalam hal ini Independent samples t-test. Sebelum dilakukan analisis ini perlu dilakukan uji asumsi untuk memeriksa homogenitas varians dengan Levene’s test. Jika harga sig. > 0,05, ada homogenitas varians pada kedua data yang dibandingkan. Jika harga sig. < 0,05, tidak ada homogenitas varians pada kedua data yang dibandingkan. Hasil analisis Levene’s test dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan harga F = 1,225 dan harga sig. sebesar 0,272 (p > 0,05). Dengan demikian terdapat homogenitas varians sehingga dapat digunakan Independent samples t-test untuk analisis selanjutnya. Hasil uji selisih pretest ke posttest I kemampuan inferensi dengan menggunakan Independent samples t-test adalah sebagai berikut (lihat lampiran 4.3). Tabel 4.9 Hasil uji selisih pretest ke posttest I kemampuan inferensi Selisih Skor Pretest ke Posttest I Selisih eksperimen dan kontrol Sig. (2-tailed) 0,039 Keterangan Ada perbedaan Hasil skor pada kelompok eksperimen mencapai nilai M = 0,8269; SE = 0,16788; SD = 1,04842; df = 76 sedangkan pada kelompok kontrol mencapai nilai M = 0,2756; SE = 0,20117; SD = 1,25629; df = 76. Hasil perhitungan dengan menggunakan Independent samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh harga sig. (2-tailed) yaitu 0,039 (p < 0,05) dengan nilai t = 2,104 sehingga ditolak dan diterima, artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest ke posttest I kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan inferensi. Berikut gambar diagram batang yang menunjukkan selisih skor antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol: 67

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 4.4 Diagram batang yang menunjukkan selisih skor kelompok eksperimen dan kontrol Diagram tersebut menunjukkan bahwa peningkatan pretest ke posttest I kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. 4.2.2.3 Analisis Lebih Lanjut 1) Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest Langkah ketiga, uji peningkatan dilakukan untuk mengetahui apakah ada peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest I dari kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Uji peningkatan skor pretest ke posttest I menggunakan statistik parametrik dalam hal ini Paired samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Kedua data pretest dan posttest I tersebut dikatakan memiliki perbedaan yang signifikan jika harga sig. (2-tailed) < 0,05. Berikut ini hasil uji kenaikan skor pretest ke postest I (lihat Lampiran 4.4). Tabel 4.10 Hasil uji peningkatan skor pretest ke posttest I No Kelompok 1 2 Eksperimen Kontrol Rerata Pretest Posttest I 2,58 3,41 2,64 2,91 Peningkatan (%) 31,93 10,43 Sig. (2tailed) 0,000 0,179 Keputusan Ada perbedaan Tidak ada perbedaan Hasil uji peningkatan skor pretest ke posttest I menunjukkan harga sig. (2.tailed) kelompok eksperimen sebesar 0,000 (p < 0,05), maka ditolak dan 68

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI diterima dengan harga M = 0,82692; SE = 0,16788; SD = 1,04842; t = 4,926; df = 38, artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest I dengan kata lain terdapat peningkatan yang signifikan dari skor pretest ke posttest I. Sedangkan harga sig. (2.tailed) kelompok kontrol sebesar 0,179 (p > 0,05) maka diterima dan ditolak dengan harga M = 0,27564, SE = 0,20117, SD = 1,25629, t = 1,370; df = 38, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest I dengan kata lain tidak terdapat peningkatan yang signifikan antara skor pretest dan posttest I. Berikut gambar diagram akan memperlihatkan skor pretest dan posttest I baik di kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol: 4.00 3.50 3.42 3.00 2.50 2.92 2.64 2.59 Eksperimen 2.00 Kontrol 1.50 1.00 0.50 0.00 Pretest Posttest I Gambar 4.5 Diagram garis skor pretest dan posttest I kemampuan inferensi pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Dari grafik perbandingan skor pretest dan posttest I pada kemampuan inferensi menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memiliki peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. 2) Uji Besar Pengaruh Perlakuan Uji besar pengaruh perlakuan dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan inferensi. Uji besar pengaruh perlakuan dihitung dengan menggunakan rumus data normal, karena data yang diperoleh peneliti terdistribusi normal. Cara untuk mengetahui koefisien 69

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI korelasi yaitu dengan mengubah harga t menjadi harga r. Berikut ini merupakan hasil perhitungan effect size pada kemampuan inferensi (lihat Lampiran 4.6). Tabel 4.11 Hasil perhitungan effect size pada kemampuan inferensi No 1 2 Kelompok Eksperimen Kontrol t 4,92 1,37 24,2 1,87 df 38 38 r (effect size) 0,61 0,2 % 37 4 0,37 0,04 Efek Besar Kecil Tabel tersebut menunjukkan bahwa besar pengaruh yang diperoleh untuk kelompok eksperimen sebesar 0,61, sesuai kriteria dari Field (2009: 57) besar pengaruh kelompok eksperimen memiliki efek besar. Sedangkan untuk kelas kontrol diperoleh besar pengaruh sebesar 0,2 berarti kelompok kontrol memiliki efek kecil. Dengan demikian, penggunaan metode mind map pada kelompok eksperimen efeknya lebih besar dibandingkan dengan kelompok kontrol. Jadi, metode mind map memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan inferensi pada kelompok eksperimen, sedangkan pada kelompok kontrol memiliki pengaruh kecil terhadap kemampuan inferensi. 3) Uji Retensi Pengaruh Perlakuan Uji retensi pengaruh perlakuan dilakukan untuk mengetahui apakah pengaruh penggunaan metode mind map setelah 3 minggu masih sekuat posttest I pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Hasil skor dari posttest II akan diuji perbandingannya dengan skor posttest I, hal ini dilakukan untuk melihat perbedaan skor posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Data yang diperoleh dari posttest I diuji normalitasnya terlebih dahulu. Besarnya skor posttest II pada kelompok eksperimen dan kontrol > 0,05 sehingga distribusi data normal maka dilakukan menggunakan statistik parametrik dalam hal ini Paired samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Berikut hasil perbandingan skor posttest I dan posttest II (lihat Lampiran 4.7). Tabel 4.12 Hasil perbandingaan skor posttest I dan posttest II No 1 2 Kelompok Eksperimen Kontrol Rerata Posttest I Posttest II 3,41 3,33 2,91 2,76 Peningkatan (%) -2,439 -5,054 Sig. (2tailed) 0,481 0,307 Keterangan Tidak berbeda Tidak berbeda 70

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel tersebut menunjukkan bahwa harga sig. (2-tailed) kelompok eksperimen sebesar 0,481 (p > 0,05), dengan M = 0,08333; SE = 0,11701; SD = 0,73075; df = 38, maka diterima dan ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II kelompok eksperimen, dengan kata lain tidak terjadi penurunan skor yang signifikan dari posttest I ke posttest II pada kelompok eksperimen. Pada kelompok kontrol menunjukkan bahwa harga sig. (2-tailed) sebesar 0,307 (p > 0,05), dengan M = 0,14744; SE = 0,14249; SD = 0,88985; df = 38, maka diterima dan ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II kelompok kontrol, dengan kata lain tidak terjadi penurunan skor yang signifikan dari posttest I ke posttest II pada kelompok kontrol. Jadi, kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol tidak mengalami penurunan skor yang signifikan setelah selama 3 minggu dari pemberian posttest I. Berikut diagram grafik akan memperlihatkan skor pretest, posttest I, dan postest II. 4.00 3.50 3.42 3.00 2.92 2.64 2.59 2.50 3.33 2.77 Eksperimen 2.00 Kontrol 1.50 1.00 0.50 0.00 Pretest Posttest I Posttest II Gambar 4.6 Grafik hasil pretest, posttest I, dan postest II pada kemampuan inferensi 4.3 Pembahasan 4.3.1 Pengaruh Penggunaan Mind Map terhadap Kemampuan Evaluasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi pada mata pelajaran IPA kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil analisis data yang dilakukan. Hasil analisis selisih skor posttest kelompok eksperimen dan 71

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kelompok kontrol menunjukkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,003 (p < 0,05) yang artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain pembelajaran bahwa penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan evalusi. Hal tersebut dapat dilihat melalui grafik kemampuan evaluasi, bahwa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mengalami peningkatan dari skor pretest ke posttest, tetapi peningkatan pada kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Kegiatan pembelajaran antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sangat terlihat berbeda. Kelompok kontrol siswa tidak dilibatkan secara aktif di dalam kelas, karena siswa hanya mendengarkan guru yang menjelaskan materi. Surachmad (dalam Suryosubroto, 2002: 165) menjelaskan bahwa yang dimaksud ceramah sebagai metode mengajar ialah menerangkan dan memberikan penjelasan secara lisan kepada siswa yang dilakukan guru di kelas. Apabila anak sudah merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran maka akan berpengaruh pada minatnya dalam melaksanakan suatu tugasnya. Pembelajaran pada kelompok eksperimen berbeda dari kelompok kontrol dikarenakan pada kelompok eksperimen menggunakan mind map. Penggunaan mind map pada kelompok eksperimen dapat membantu siswa untuk memberi pandangan secara menyeluruh tentang suatu permasalahan dan kemudian mampu menyelesaikan masalah dengan langkah-langkah yang sesuai. Pada kelompok eksperimen siswa aktif bekerja dengan pensil warna, kertas, dan imajinasi mereka untuk dituangkan ke dalam mind map yang dibuat. Siswa bekerja membuat mind map dengan menghubungkan cabang-cabang utama ke cabang bagiannya melalui kata kunci, warna, garis lengkung, dan gambar. Hal tersebut dapat merangsang siswa untuk menuangkan ide-ide selanjutkan ke dalam cabang-cabang yang akan dibuat selanjutnya. 4.3.2 Pengaruh Penerapan Mind Map terhadap Kemampuan Inferensi Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan inferensi pada mata pelajaran IPA kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil analisis data yang dilakukan. Hasil analisis selisih skor pretest ke posttest kelompok 72

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,039 < 0,05 yang artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest ke posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain pembelajaran bahwa penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan inferensi. Hal tersebut dapat dilihat melalui grafik kemampuan inferensi, bahwa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mengalami peningkatan dari skor pretest ke posttest, tetapi peningkatan pada kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Kegiatan pembelajaran antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sangat terlihat berbeda. Kelompok kontrol siswa tidak dilibatkan secara aktif di dalam kelas, karena siswa hanya duduk mendengarkan guru yang menjelaskan materi. Surachmad (dalam Suryosubroto, 2002: 165) menjelaskan bahwa yang dimaksud ceramah sebagai metode mengajar ialah menerangkan dan memberikan penjelasan secara lisan kepada siswa yang dilakukan guru di kelas. Pembelajaran yang dilaksanakan pada kelompok eksperimen yang menggunakan metode mind map dapat membuat siswa aktif. Siswa tidak hanya aktif secara fisik saja namun juga otak dan gerakan tangan juga ikut aktif berpikir untuk menuangkan imajinasi mereka ke dalam mind map. Siswa juga dapat merencanakan suatu karya, melatih kreativitas dengan menggunakan gambar-gambar dan warna-warna, melatih imajinasi siswa untuk menentukan suatu kegiatan yang akan dilakukan. Dari hasil pembuatan mind map terlihat siswa memiliki kreativitas tinggi dengan membuat mind map yang tidak biasa, siswa membuat dengan berbagai imajinasi mereka. 4.3.3 Dampak Perlakuan terhadap Siswa Analisis dampak perlakuan terhadap siswa bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dan kemampuan inferensi. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara test. Selain test, peneliti juga menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara triangulasi sebagai pelengkap. Peneliti melaksanakan observasi di dalam kelas, wawancara guru, dan wawancara siswa. Pelaksanaan observasi dilakukan selama pelaksanaan penelitian kurang lebih selama dua minggu. Hasil wawancara 73

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI yang dilaksanakan pada tiga siswa pada kelas eksperimen menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode mind map membuat para siswa senang. Alasan yang disampaikan oleh para siswa yaitu mereka mampu mengingat materi pelajaran karena terdapat gambar dan warna sehingga mereka tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran di kelas dan membuat mind map di kelas. Hasil observasi pada saat pelaksanaan pembelajaran di kelompok eksperimen yaitu terlihat para siswa di kelas begitu aktif, antuasias, dan berani dalam menjawab pertanyaan maupun dalam melaksanakan percobaan-percobaan. Siswa di kelompok eksperimen di buat aktif dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran sehingga para siswa tidak bosan dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Selain melaksanakan kegiatan tanya jawab dan percobaan, siswa juga diminta untuk membuat mind map mengenai materi pesawat sederhana. Dalam pembuatan mind map para siswa sangat antusisas mengerjakannya dikarenakan ada sebagian siswa yang hanya satu kali pernah membuat mind map sehingga mereka begitu menikmati dalam pembuatan mind map, karena dalam pembuatan mind map siswa diberikan kebebasan untuk berkreativitas dengan gambar maupun warna. Kemudian hasil observasi di kelompok kontrol terlihat ada beberapa siswa yang mengantuk dan merasa bosan dalam mengikuti pelajaran di kelas dikarenakan guru menggunakan metode ceramah sehingga siswa kurang dilibatkan secara aktif di kelas. Selain melaksanakan observasi di kelas, peneliti juga mengadakan kegiatan wawancara terhadap para siswa, baik itu pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol dan wawancara kepada guru yang menjadi mitra peneliti selama pelaksanaan penelitian. Peneliti melaksanakan kegiatan wawancara pada siswa dan guru yaitu pada saat sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Wawancara yang dilaksanakan pada kelompok eksperimen, peneliti memilih empat siswa, yaitu siswa yang memiliki nilai tertinggi, sedang, dan terendah di kelas, begitu pula sama halnya dengan kelas kontrol memilih tiga siswa yang memiliki nilai tertinggi, sedang, dan terendah di kelas. Hasil wawancara pada kelompok eksperimen terlihat bahwa para siswa merasa senang dan memahami materi pesawat sederhana dengan menggunakan metode mind map di kelas, karena hasil belajar siswa di kelas cukup baik. Berikut 74

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ungkapan salah satu siswa di kelompok eksperimen “Ulanganku bagian pesawat sederhana di atas KKM. Karena aku mengingatnya saat membuat mind map. Aku ada kemajuan dalam belajar.” (wawancara pada tanggal 6 Maret 2014) Hasil wawancara pada guru menunjukkan bahwa metode mind map sangat berpengaruh terhadap kretaivitas siswa dan keaktifan siswa di kelas seperti yang dibicarakan guru berikut ini “Wah sepertinya anak-anak sangat menikmati kegiatan pembelajarannya, soalnya mereka tidak hanya mendengarkan namun seperti bermain juga.” (wawancara pada tanggal 7 Maret 2014). Hal ini menunjukkan bahwa siswa aktif di dalam kelas sehingga guru menilai bahwa siswa belajar dengan baik dan terlihat menyukai pembelajaran yang dilaksanakan. Selain keaktifan, dampak perlakuan metode mind map pula berpengaruh pada motivasi belajar siswa. Berikut hasil wawancara guru, “Mbak lihat sendiri to..! ada anak-anak yang tiduran, ngobrol dengan temannya, tidak berkonsentrasi tetapi ada juga si anak-anak yang tetap semangat belajar walaupun metode pembelajarannya berbeda dengan kelas eksperimen.” Dari hasil wawancara guru tersebut menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa di kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan siswa di kelompok kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa metode mind map yang dilaksanakn di kelompok kontrol berpengaruh pula pada motivasi belajarnya. Selain wawancara, peneliti juga melaksanakan kegiatan observasi di dalam kelas. Hasil observasi di kelompok eksperimen menunjukkan bahwa keaktifan siswa dalam membuat mind map dan antusiasme dalam menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh guru. Keaktifan siswa sangat terlihat pada saat siswa membuat mind map di kelas, siswa terlihat semangat dalam menyelesaikan membuat mind map-nya. Selain itu, siswa di kelompok eksperimen sangat antusias dalam menjawab pertanyaan ketika guru menyampaikan pertanyaan setelah kegiatan pembuatan mind map. Berbeda dengan kelompok kontrol, kegiatan belajar lebih di dominasi oleh guru, dikarenakan pada kelompok kontrol kegiatan pembelajarannya hanya menggunakan metode ceramah dan mengerjakan LKS sehingga kegiatan pembelajarannya terkesan membosankan dan monoton. Keaktifan dan motivasi dalam mengikuti pembelajaran di kelompok kontrol tidak terlihat. Hasil observasi 75

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI yang dilaksanakan di kelompok kontrol terlihat siswa merasa bosan. Pada saat kegiatan observasi terlihat siswa yang tiduran, sibuk dengan teman, dan mengerjakan hal-hal yang tidak berkaitan dengan pelajaran. Dari hasil observasi yang dilaksanakan oleh peneliti tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa di kelompok kontrol kurang aktif dan motivasi belajarnya pula kurang. Dari hasil wawancara dan observasi yang telah didapatkan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa mind map sangat berpengaruh dalam kegiatan pembelajaran di kelas karena selain siswa sangat memahami materi, siswa juga mampu berkreativitas sesuai dengan imajinasi mereka yang telah didapat. Melalui pembuatan mind map pula mampu menumbuhkan tingkat kepercayaan diri siswa dalam menuangkan ide, kreativitas, warna dan gambar yang berhubungan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa metode mind map mampu mengaktifkan siswa dan dapat memotivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran. 4.3.4 Konsekuensi Lebih Lanjut Penggunan metode inovatif dalam hal ini metode mind map berdampak besar bagi kompetensi siswa atau kompetensi belajar siswa. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil belajar siswa berupa soal essai hasil pretest dan posttest yang mengalami peningkatan. Hasil perhitungan besar pengaruh perlakuan menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memiliki pengaruh perlakuan yang berefek besar terhadap kemampuan siswa, sedangkan pada kelompok kontrol memiliki pengaruh perlakuan yang berefek kecil baik itu pada kemampuan evaluasi maupun inferensi. Jadi, metode mind map baik digunakan untuk meningkatan kompetensi belajar siswa. Penggunaan metode inovatif dalam hal ini mind map akan membantu mengatasi masalah rendahnya hasil belajar siswa sehingga pemerintah tidak perlu melaksanakan perbaikan dengan melakukan transformasi tenaga kependidikan ke daerah-daerah. Selain itu, pemerintah juga tidak perlu untuk melaksanakan pelatihan guru seperti pelatihan langsung ke tingkat gugus, KKG, dan MGMP yang dilaksanakan secara singkat serta pengenalan sertifikasi karena hal tersebut tidak berpengaruh terhadap mutu pengajaran yang diberikan di kelas dan kenyataannya juga tidak ada yang berubah dari kualitas pendidikan di Indonesia. 76

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Metode meningkatkan pembelajaran kompetensi mind belajar map siswa. menunjukkan Melalui dapat membantu penggunaan metode pembelajaran yang cocok mampu meningkatkan mutu pengajaran dan kualitas pendidikan di Indonesia tanpa harus mengeluarkan biaya yang banyak untuk mencari informasi pendidikan. Sehingga Indonesia tidak menduduki peringkat 52 dari 56 negara berdasarkan hasil penelitian pada tahun 2006 Program for International Student Assessment (PISA), yang menguji kesiapan remaja usia 15 tahun untuk menghadapi situasi kehidupan nyata. Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru berpengaruh terhadap mutu pengajaran di kelas dan kualitas pendidikan di Indonesia. Jadi, metode pembelajaran mampu memperbaiki mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia yang relatif masih rendah dibandingkan dengan rekan-rekan dari negara-negara lain. 77

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab V ini akan diuraikan mengenai kesimpulan, keterbatasan penelitian, dan saran untuk penelitian selanjutnya. Bagian kesimpulan ini menunjukkan hasil penelitian yang menjawab hipotesis penelitian. Selanjutnya bagian saran berisi saran untuk penelitian berikutnya. 5.1 Kesimpulan 5.1.1 Penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta pada mata pelajaran IPA materi pembelajaran pesawat sederhana tahun ajaran 2013/2014. Hal ini ditunjukkan pada hasil analisis statistik parametrik Independent samples t-test pada perbandingan selisih skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dengan nilai M = 0,7756, SE = 0,12142, SD = 0,75828 dan nilai M = 0,1218, SE = 0,17301, SD = 1,08044 pada kelompok kontrol. Diperoleh harga sig. (2-tailed) yaitu 0,003 (p < 0,05) sehingga ditolak dan diterima yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest ke posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan kata lain penggunaan mind map berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi. Metode mind map memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan evaluasi, hal ini dapat dilihat dari analisis data besarnya pengaruh (effect size) metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dengan koefisien korelasi r = 0,71 yang termasuk kedalam kategori efek besar dengan persentase pengaruh sebesar 50%. 5.1.2 Penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan inferensi kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta pada mata pelajaran IPA materi pembelajaran pesawat sederhana tahun ajaran 2013/2014. Hal ini ditunjukkan pada hasil analisis statistik parametrik Independent samples t-test pada perbandingan selisih skor pretest dan posttest kelompok eksperimen dengan nilai M = 0,8269, SE = 0,16788, SD = 1,04842 dan nilai M = 0,2756, SE = 0,20117, SD = 1,25629 pada kelompok kontrol. Diperoleh harga sig. (2-tailed) yaitu 0,039 (p < 0,05) pada kelompok eksperimen sehingga ditolak dan diterima yang 78

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI berarti ada perbedaan yang signifikan pada selisih skor pretest ke posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan kata lain penggunaan mind map berpengaruh terhadap kemampuan inferensi. Metode mind map memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan inferensi, hal ini dapat dilihat dari analisis data besarnya pengaruh (effect size) metode mind map terhadap kemampuan inferensi dengan koefisien korelasi r = 0,61 yang termasuk ke dalam kategori efek besar dengan persentase pengaruh sebsar 37%. 5.2 Keterbatasan Penelitian 5.2.1 Hasil dari penelitian ini hanya terbatas pada sekolah SD Pangudi Luhur Yogyakarta. Sehingga hasil penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan pada SD lainnya. 5.2.2 Waktu yang digunakan dalam pembelajaran di kelas eksperimen kebanyakan dilakukan pada jam siang, sehingga siswa sudah lelah dan kurang berkonsentrasi untuk melakukan pembelajaran mind map. 5.3 Saran Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu: 5.3.1 Sebaiknya untuk peneliti selanjutnya dapat mengadakan penelitian serupa yang fokus meneliti kemampuan evaluasi dan inferensi dengan menambah atau menggunakan metode mind map sebagai treatment pada SD lainnya. 5.3.2 Sebaiknya pemilihan waktu untuk jadwal pembelajaran dengan menggunakan metode mind map harus lebih diperhatikan lebih baik. Penelitian hendaknya dilakukan pada awal pembelajaran sehingga siswa dapat berkonsentrasi secara optimal. 79

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR REFERENSI Ahmadi & Supatmo. (2008). Ilmu alamiah dasar. Jakarta: Rineka Cipta. Anggraini, S. (2012). Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan mengaplikasikan dan mencipta pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan. Skripsi. Tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Azmiyawati, dkk. (2008). IPA salingtemas untuk kelas V SD/MI. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Azwar, S. (2012). Reliabilitas dan validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Buzan, T. (2008). Buku pintar min map untuk anak. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Cohen, L. (2007). Research methodes in education six editonal. London: Routleddge. Cresswell, J. W. (2012). Research design pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Erwan. (2010). Senyawa. Dari http://www.senyawa.com/2010/01/batuan-batuandi-bumi-jenis-dan.html Facione. (1990). Critical thinking:a statement of expert consensus for purposes of educational assessment and instruction. California: The California academic press. Field, A.P. (2009). Discovering statistics using spss. London: SAGE. Ghozali, I. (2009). Aplikasi analisis multivariate dengan program SPSS. Semarang: Universitas Diponegoro. Gunawan, A. (2002). Kamus lengkap inggris-indonesia, indonesia-inggris. Surabaya: Kartika Hartati, B. (2010). Pengembangan alat peraga gaya gesek untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia 6 ISSN: 1693-1246 Diakses pada tanggal 5 Oktober 2013, dari http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/JPFI/article/view/1125 Johnson, E. (2007). Contextual teaching and learning: menjadikan kegiatan belajar-mengajar mengasyikan dan bermakna. Bandung: MLC Kurnianingsih, D. S. (2011). Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran 80

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI IPA SDK Sorowajan Yogyakarta. Skripsi. Tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Kusmintayu, Suwandi, & Anindyarini. (2012). Penerapan metode mind mapping untuk meningkatkan keterampilan berbicara pada siswa Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya Vol. 1 No. 2 Diakses pada tanggal 25 September 2013, dari http://bastind.fkip.uns.ac.id/wp-content/uploads/2013/02/Norma-K.pdf Krathwohl, D. R. (2004). Methods of educational and social science research, an integreted approach (second edition). Illinois: Waveland Press. Masidjo. (1995). Penilaian pencapaian hasil belajar siswa di sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Noor, J. (2012). Metodologi penelitian: skripsi, tesis, disertasi, dan karya ilmiah. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Priyatno, D. (2010). Belajar praktis analisis parametrik dan non parametrik dengan SPSS. Yogyakarta: Gava Media. Siregar, Eveline dan Nara, Hartanti. (2011). Teori belajar dan pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia. Sochibin, Dwijananti & Marwoto. (2009). Penerapan model pembelajaran inkuiri terpimpin untuk peningkatkan pemahaman dan keterampilan berpikir kritis siswa SD. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia 5 ISSN: 1693-1246 Diaskes pada tanggal 5 Oktober 2013, dari http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/JPFI/article/view/1017 Staf Bank Dunia. (2011). Mentransformasi tenaga pendidikan Indonesia: volume II: dari pendidikan prajabatan hingga ke masa purnabakti: membangun dan mempertahankan angkatan kerja yang berkualitas tinggi, efisien, dan termotivasi. Jakarta: Kantor Bank Dunia. Sudirman, dkk. (1987). Ilmu pendidikan. Bandung: Remaja Karya CV. Sugiyono. (2010). Metode penelitian pendidikan, pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan kombinasi (mixed methods). Bandung: Alfabeta. Sukmadinata, N.S. (2008). Metode penelitian tindakan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Sulistyanto, H & Wiyono, E. (2008). Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD kelas V. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. 81

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Suparno, P. (2001). Teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Yogyakata: Kanisius. Suryosubroto, B. (2002). Proses belajar mengajar di sekolah. jakarta: Rineka Cipta. Sutarni, M. (2011). Penerapan metode mind mapping dalam meningkatkan kemampuan mengerjakan soal cerita bilangan pecahan. Jurnal Pendidikan Penabur No. 16 Diakses pada tanggal 24 September 2013, dari http://www.bpkpenabur.or.id/files/Hal.%202633%20Penerapn%20Metode%20Mind%20Mapping.pdf Suyono & Hariyanto. (2011). Belajar dan pembelajaran. Surabaya: Remaja Rosdakarya. Trianto. (2010). Model pembelajaran terpadu: konsep, implementasinya dalam KTSP. Jakarta: Bumi Aksara. strategi, dan Trianto. (2010). Mendesain model pembelajaran inovatif-progresif. Jakarta: Prenada Media. Widoyoko, E.P. (2012). Teknik penyusunan instrumen penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Woolfolk, A. (2009). Educational psychology active learning edition.Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Yamin, M. (2008). Desain pembelajaran berbasis tingkat satuan pendidikan. Jakarta: Gaung Persada Press. Yulius, O. (2010). Kompas IT kreatif SPSS 18. Yogyakarta: Panser Pustaka. 82

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 83

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 1.1 Silabus Kelompok Eksperimen 84

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 1.2 Silabus Kelompok Kontrol 87

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 1.3 RPP Kelompok Eksperimen 90

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 1.4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran kelompok kontrol 98

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2.1 Soal essai Berikut adalah kasus yang digunakan untuk panduan soal. Siswa-siswi SD Pangudi Luhur setiap memasuki awal semester mempunyai kebiasaan melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah. Hal-hal yang perlu dilakukan selama melakukan kerja bakti adalah memangkas ranting pohon, merapikan taman, membersihkan selokan, menyiram bunga, memotong rumput, dan menata ruangan kelas. Setelah semua rumput dipotong dan ranting pohon dirapikan, guru meminta Rava dan temannya yang lain membuang sampah di belakang sekolah. Siswasiswi yang lain diminta membersihkan rungan kelas yang sudah dirapikan. Setelah semua bersih, Nico dan temannya mengambil air di sumur untuk menyirami bunga. Berdasarkan cerita tersebut jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. 1. Tuliskan alat apa saja yang digunakan dalam kerja bakti menurut cerita di atas! Sebutkan ciri-ciri alat tersebut dan golongkan berdasarkan jenis pesawat sederhananya! ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. 2. Kamu diminta menyiram bunga di halaman sekolahmu dengan memerlukan sekitar 2 ember untuk menyiramnya. Ada 3 cara yang dapat kamu lakukan :  Mengambil air dengan menjinjing ember  Mengambil air dangan menggunakan gerobak  Mengambil air dengan cara memikul Dari pernyataan tersebut, jawablah pertanyaan di bawah ini. a. Menurutmu apa yang membedakan ketiga cara di atas? ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ................................................................................................................. 106

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. Urutkanlah ketiga cara di atas dari cara yang paling mudah ke cara yang paling sulit! Berikan alasanmu! ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ .................................................................................................................. c. Sebutkan kelebihan dan kelemahan dari ketiga cara tersebut! Berikan kesimpulanmu! ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ 3. Pada saat membersihkan lingkungan sekolah, ada temanmu yang memanjat pohon saat memangkas ranting dan ada pula yang menggunakan tangga untuk memangkas ranting. Dari pernyataan di atas, manakah tindakan temanmu yang paling mudah dan lebih cepat dilakukan? Jelaskan! ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ................................................................................................................ 4. Perhatikanlah pernyataan-pernyataan di bawah ini: 1. Mengangkut sampah dengan menggunakan tangan saja. 2. Mengangkut sampah dengan menggunakan keranjang sampah 3. Mengangkut sampah dengan menggunakan gerobak dorong. Berdasarkan pernyataan di atas: a. Alat apa yang dapat kamu gunakan untuk memindahkan ranting tersebut ke belakang sekolah.? .................................................................................................................. .................................................................................................................. ......................................................................................................... b. Kemukakanlah langkah-langkah yang dapat di lakukan untuk memindahkan sampah tersebut ke belakang sekolah! .................................................................................................................. .................................................................................................................. 107

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Jika temanmu menggunakan sapu untuk menyapu lantai, apakah pekerjaannya akan lebih cepat selesai? Jelaskan alasanmu! ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ 6. Perhatikan gambar di bawah ini! a. Ceritakan gambar di atas! ................................................................................................................... ................................................................................................................... ............................................................................................................. b. Mengapa saat menggunakan alat tersebut pekerjaanmu menjadi lebih mudah? ................................................................................................................... ................................................................................................................... ............................................................................................................. c. Selain alat pada gambar di atas, tulis dan jelaskan cara lain yang dapat kamu lakukan untuk memotong rumput! ................................................................................................................... ................................................................................................................... ............................................................................................................. d. Sesuai gambar di atas, jelaskan langkah-langkah yang dapat kamu lakukan ketika memotong rumput! 108

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... 7. Jika temanmu memberikan solusi untuk membuang sampah menggunakan kereta dorong bagaimana sikapmu? Apakah kamu akan menerima pendapat dari temanmu, menolaknya dengan sopan, menerima begitu saja atau menolak begitu saja. Jelaskan alasanmu! ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ 109

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2.2 Kunci jawaban KUNCI JAWABAN 1. Kegiatan kerja bakti dalam cerita di atas menggunakan berbagai macam alat. Sebutkan alat apa saja yang digunakan? Sertakan ciri-ciri alat tersebut dan golongkan berdasarkan jenis pesawat sederhanannya! Jawaban:  Sabit: tajam, ujungnya runcing, terbuat dari besi, melengkung, dapat digunakan untuk memotong, ada pegangan yang biasanya terbuat dari kayu, beban, ada bagian yang berbentuk miring (termasuk dalam bidang miring)  Gunting rumput: ujungnya runcing, tajam, terbuat dari besi, memiliki 2 bagian yang menyilang, memiliki pegangan yang berbentuk bulat, dapat digunakan untuk memotong, terdapat beban, kuasa dan titik tumpu (termasuk ke dalam tuas/pengungkit)  Gerobak sampah: memiliki tempat untuk menampung sampah yang banyak, memiliki roda, memiliki satu poros, bak sampahnya terbuat dari kayu atau seng, dapat digerakkan dengan didorong atau ditarik (termasuk dalam roda berporos)  Katrol tetap: roda dapat berputar, memiliki satu poros, digunakan untuk meletakan atau mengambil benda yang berada dibawah atau di atas (termasuk dalam katrol)  Sapu: memiliki titik tumpu, titik beban dan titik kuasa, memiliki bagian yang dapat digunakan untuk mengumpulkan semua sampah (termasuk dalam pengungkit golongan II) 2. Kamu diminta menyiram bunga di halaman sekolahmu. Kamu memerlukan sekitar 2 ember untuk menyiramnya. Kamu harus menggambil air dari sumber air. Ada 3 cara yang dapat kamu lakukan, yaitu:  Mengambil air sumber air dengan menjinjing ember  Mengambil air dari sumber air dangan menggunakan gerobak  Mengambil air dari sumber air dengan cara memikul Dari pernyataan tersebut, jawablah pertanyaan di bawah ini. a. Menurutmu apa yang membedakan antara ketiga cara di atas? 110

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. Urutkanlah cara yang paling mudah! Berikan alasanmu! c. Sebutkan kelebihan dan kelemahan dari ketiga cara tersebut! Berikan kesimpulanmu! Jawaban: a. Cara a: menggunakan tangan untuk menjinjing ember Cara b: menggunakan gerobak untuk mengangkat air Cara c: menggunakan pundak untuk mengangkat air 3. Pada saat membersihkan lingkungan sekolah, ada temanmu yang memanjat pohon saat memangkas ranting dan ada juga temanmu yang menggunakan tangga untuk memangkas ranting. Dari pernyataan di atas, manakah tindakan temanmu yang paling mudah dan lebih cepat dilakukan? Jelaskan! Jawab: Tindakan yang paling mudah dan paling cepat dilakukan adalah dengan menggunakan tangga untuk memangkas ranting karena pekerjaan yang saya lakukan akan cepat selesai dan saya dapat melakukan dari sisi mana saja tanpa ada rasa takut akan jatuh, berbeda dengan memanjat pohon memiliki resiko jatuh sangat besar belum lagi banyak serangga di pohon seperti semut dan sebagainya yang dapat menggigit saya pada saat memanjat pohon. Perhatikanlah pernyataan-pernyataan di bawah ini: a. Dengan menggunakan tangan saja. b. Dengan menggunakan keranjang sampah kemudian dibawa ke belakang sekolah. c. Dengan menggunakan gerobak dorong. 4. Setelah memotong rumput dan memangkas ranting di halaman sekolah, alat apa yang dapat digunakan untuk memindahkan rumput dan ranting tersebut ke belakang sekolah?nLalu kemukakanlah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memindahkan sampah tersebut ke belakang sekolah? Jawab: Cara yang dapat saya lakukan untuk memindahkan sampah tersebut ke belakang sekolah dengan cepat adalah dengan menggunakan gerobak sorong. Pada gerobak sorong akan diberi beban berupa rumput dan ranting yang akan 111

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI di letakkan di gerobak, kemudian gerobak tersebut didorong menuju belakang sekolah. 5. Jika temanmu menggunakan sapu untuk menyapu lantai, apakah akibatnya? Apakah pekerjaannya lebih cepat selesai? Jelaskan! Jawab: Jika temanku memakai sapu untuk menyapu lantai kelas tentu saja akan memudahkan pekerjaannya dengan lebih cepat dan lebih mudah bersih karena sapu merupakan pesawat sederhana jenis tuas golongan III. 6. Perhatikan gambar di bawah ini! a. Ceritakan keterangan gambar di atas! b. Mengapa saat menggunakan alat tersebut pekerjaanmu menjadi lebih mudah? c. Selain gambar di atas, jelaskan cara lain yang dapat kamu lakukan untuk memotong rumput! d. Sesuai gambar di atas, jelaskan langkah-langkah yang dapat kamu lakukan ketika memotong rumput? Jawab : a. Gambar di atas menunjukan seseorang yang sedang menggunakan gunting untuk memotong dan merapikan tanaman. Gunting merupakan pesawat sederhana jenis tuas golongan 1 dimana kedudukan titik tumpu terletak di antara beban dan kuasa. 112

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. Karena dengan menggunakan gunting pemotong tanaman beban kerja terasa lebih ringan karena tanaman akan dapat dengan mudah di potong sehingga pekerjaan akan lebih cepat selesai, dan tenaga yang dikeluarkan juga tidak terlalu banyak. c. Ada. Apabila tanaman yang di potong batangnya terlalu keras dan gunting tidak tajam akan sulit digunakan sehingga dapat membuat tangan menjadi sakit. Selain itu juga dapat melukai tangan jika tidak hati-hati karena gunting yang digunakan tajam. d. Supaya dapat digunakan dengan mudah gunting harus di asah supaya tajam dan saat memotong harus menggunakan sarung tangan supaya tangan tidak sakit. Selain itu yang paling penting harus hati-hati karena dapat melukai tangan atau anggota tubuh yang lain. 7. Jika temanmu memberikan solusi untuk membuang sampah menggunakan kereta dorong bagaimana sikapmu? Apakah kamu akan menerima pendapat dari temanmu, menolaknya dengan sopan, menerima begitu saja atau menolak begitu saja. Jelaskan alasan mu! Jawab : Saya akan mendengarkan solusi yang diberikan oleh teman dan saya menerima usulannya karena dengan menggunakan kereta dorong dalam memindahkan sampah dapat memudahkan pekerjaan saya apalagi untuk sampah yang banyak dan berat, pekerjaan akan cepat terselesaikan karena dapat membawa sampah dalam jumlah yang banyak dan tenaga yang dikeluarkan lebih sedikit. 113

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2.3. Hasil Rekapitulasi Nilai Expert Judgment No Penguji Komponen Penilaian 1 2 3 Rerat a 1. Kesesuaian antara SK, KD, dan indikator 2 3 4 3 2. Kualitas perilaku yang dituntut dalam indikator mencerminkan keutuhan perkembangan pribadi siswa 3 4 4 3,67 3. Kesesuaian indikator pada variabel 1 dengan soal item soal yang diberikan. 4 3 3 3.3 4. Kesesuaian indikator pada variabel 2 dengan soal item soal yang diberikan. 4 4 3 3.67 5. Kesesuaian indikator pada variabel 3 dengan soal item soal yang diberikan. 4 3 3 3,3 6. Kesesuaian indikator pada variabel 4 dengan soal item soal yang diberikan. 3 4 3 3,3 7. Kesesuaian indikator pada variabel 5 dengan soal item soal yang diberikan. 3 3 4 3,3 8. Kesesuaian indikator pada variabel 6 dengan soal item soal yang diberikan. 3 4 4 3`3 9. Kejelasan perintah pengerjaan soal 3 4 10. Kualitas pedoman penilaian 3 3 2 11. 12. Bentuk muka instrumen tes yang disajikan Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku Jumlah skor Komentar Penguji I Indikator dicek lagi dan bedakan antara indikaor penelitian dan pembelajaran Penguji II Sudah baik, perlu diperbaiki kalimatnya Penguji II Soal diperbaiki kalimatnya supaya mudah dipahami Penguji II dan III Perlu diperbaiki kalimatnya Penguji III Soal lebih disederhanakan Penguji III Bentuk soal lebih sederhana, poin– poin. 3.67 Penguji III Soal dibuat yang lebih mudah dipahami anak 3 2,67 Dicek lagi 3 3 3.3 Perlu diperbaiki 4 3 4 3,67 37 41 42 37.33 4 114

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3.1 Hasil Analisis SPSS Uji Validitas a. Uji validitas 6 kemampuan Correlations Jumlah Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Interpretasi Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Analisis Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Evaluasi Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Inferensi Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Eksplanasi Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Regulasi Diri Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Jumlah 1 77 ,590 Interpretasi ,590** Analisis ,569** Evaluasi ,531** Inferensi ,533** Eksplanasi ,664** Regulasi Diri ,677** .000 .000 .000 .000 .000 .000 77 77 77 77 77 77 1 ** -.001 .091 ** ,290* .000 .994 .432 .000 .010 ** .000 ,471 ,470 77 77 77 77 77 77 77 ,569** ,471** 1 .042 .187 ,353** .095 .000 .000 .718 .103 .002 .409 77 77 77 77 77 77 1 * .036 ,261* .028 .759 .022 77 ** -.001 .042 .000 .994 .718 77 77 77 77 77 77 77 * 1 .111 .186 .336 .105 ,531 ,250 ** .091 .187 .000 .432 .103 .028 77 77 77 77 77 77 77 ** ** ** .036 .111 1 ,588** .002 .759 .336 ,533 ,664 .000 ,470 .000 ,353 ,250 .000 77 77 77 77 77 77 77 ,677** ,290* .095 ,261* .186 ,588** 1 .000 .010 .409 .022 .105 .000 77 77 77 77 77 77 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 115 77

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. Uji validitas kemampuan evaluasi Correlations Jumlah Pearson Correlation Sig. (2tailed) N indikator1 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N indikator2 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N indikator3 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N indikator4 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Jumlah 1 77 .954 indikator1 .954** indikator2 .968** indikator3 .978** indikator4 .942** .000 .000 .000 .000 77 77 77 77 1 ** ** .830** .000 .000 .000 77 77 77 1 ** .899** .000 .000 ** .000 77 77 ** ** .968 .000 .897 .897 .000 .929 .921 77 77 77 77 77 .978** .929** .921** 1 .903** .000 .000 .000 77 77 77 77 77 ** ** ** ** 1 .942 .830 .899 .000 .903 .000 .000 .000 .000 77 77 77 77 77 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). 116

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI c. Uji validitas kemampuan inferensi Correlations Jumlah Pearson Correlation Sig. (2tailed) N indikator1 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N indikator2 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N indikator3 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N indikator4 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Jumlah 1 77 .918 indikator1 .918** indikator2 .778** indikator3 .936** indikator4 .503** .000 .000 .000 .000 77 77 77 77 1 ** ** .236* .000 .000 .039 77 77 77 1 ** -.005 .000 .966 ** .000 77 77 ** ** .778 .000 .733 .733 .000 .921 .716 77 77 77 77 77 .936** .921** .716** 1 .314** .000 .000 .000 77 77 77 77 77 ** * -.005 ** 1 .000 .039 .966 .005 77 77 77 77 .503 .236 .005 .314 77 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 117

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3.2 Hasil SPSS reliabilitas a. Uji reliabilitas 6 kemampuan Reliability Statistics Cronbach's Alpha .603 N of Items 6 b. Uji reliabilitas kemampuan evaluasi Reliability Statistics Cronbach's Alpha .971 N of Items 4 c. Uji reliabilitas kemampuan inferensi Reliability Statistics Cronbach's Alpha .782 N of Items 4 118

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3.3 Transkip wawancara Wawancara pada kelompok eksperimen sebelum diberikan perlakuan: P : “Apakah kamu senang mengikuti pembelajaran IPA?” S1 : “Senang, karena belajar bersama wali kelas sendiri, jadi semakin mengerti ilmu-ilmu.” S2 : “Senang, materi gampang di mengerti jadi jelas.” S3 : “Senang, sama wali kelas yang mengajar.” P : “Bagaimana biasanya wali kelasmu mengajar?” S1 : “Dengan gambakr.” S2 : “Dikasih ringkasan materi, latihan soal, dan dijelasin.” S3 : “Dikasih ringkasan, terus diperlajari, dan besok ditanya jawab.” P : “Kegiatan belajar seperti apa yang kamu inginkan?” S1 : “Percobaan.” S2 : “Percobaan dan kuis-kuis yang seru.” S3 : “Yang asyik, ada gambakr-gambakr.” P : “Kalau di pelajaran IPA, materi apa yang paling kamu sukai?” S1 : “Gaya mbak.” S2 : “Gaya mbak.” S3 : “Yang ada narik-narik benda itu lho mbak?” P : “Gaya?” S3 : “Iya mbak.” Wawancara pada kelompok eksperimen sesudah diberikan perlakuan: P : “Apakah kamu dapat mengerjakan soal nomor 1 dengan mudah? Sama alasannya juga ya!” S1 : “Iya bisa, karena di soal nomor 1 aku bisa menyebutkan ciri-ciri alat dan golongan di peswat sederhana.” S2 : “Iya, karena aku sudah belajar.” S3 : “Iya, karena aku sudah pelajari.” S4 : “Bisa, karena sangat mudah dan sudah diulang-ulang kembakli.” P : “Apakah kamu dapat mengerjakan soal nomor 2 dengan mudah? Jelaskan alasannya ya!” S1 : “Iya, karena kita bisa tahu apa itu pesawat sederhana. Karena pada cara tersebut ada yang menggunakan gerobak. Gerobak itu termasuk tuas atau pengungkit golongan kedua.” S2 : “Iya, karena aku sudah belajar.” S3 : “Iya, karena aku sudah dipelajari.” S4 : “Bisa, karena sangat mudah dan sering dibaca pelajarannya.” P : “Apakah kamu dapat mengerjakan soal nomor 3 dengan mudah? Jelaskan juga ya jawabanmu!” S1 : “Iya, karena tanggai itu termasuk pesawat sederhana bidang miring jadi kita kalau kita melakukan pekerjaan menggunakan yang termasuk pesawat sederhana.” S2 : “Iya, karena aku sudah belajar.” S3 : “Ya, karena soalnya sudah diulang-ulang.” S4 : “Bisa karena sudah dibaca.” P : “Kalau soal nomor 4 gimana? Mudah atau tidak? Jelaskan juga ya!” 119

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI S1 : “Iya, karena cara kita yang paling mudah kita gunakan adalah gerobak dorong, gerobak dorong sangat cepat untuk memindahkan sampah, gerobak dorong termasuk tuas/ pengungkit golong kedua.” S2 : “Iya, karena aku sudah belajar.” S3 : “Iya, karena aku sudah dipelajari.” S4 : “Bisa, karena sudah dikerjakan berulang-ulang.” P : “Bagaimana kalau soal nomor 5?” S1 : “Aku bisa, karena sapu termasuk pesawat sederhana, pesawat sederhana memudahkan pekerjaan cepat selesai, sapu termasuk pengungkit golongan ketiga.” S2 : “yaaaa bisa, kan belajar!” S3 : “Kan diulang-ulang soalnya jadi aku bisa.” S4 : “Aku bisa karena mudah.” P : “Nah... kalau nomor 6 gimana?” S1 : “Bisa, karena yang dipakai tukang kebun untuk memotong rumput adalah gunting rumput. Gunting rumput termasuk tuas golongan I.” S2 : “Aku bisa karena aku sudah jawabannya.” S3 : “Bisa karena sudah dipelajari.” S4 : “Bisa karena sudah dipelajari.” P : “Nah... kalau misalnya nomor 7 bagaimana?” S1 : “Aku bisa, karena kalau menggunakan kereta sorong pekerjaan cepat selesai, kereta sorong termasuk tuas golongan III.” S2 : “Aku bisa karena sudah belajar, karena sudah pernah diulang-ulang. Jadi aku bisaaaaa.” S3 : “Iya aku bisa karena sudah diulang-ulang.” S4 : “Bisa karena sudah diulang-ulang kembakli.” P : “Apakah kamu pernah menggunakan mind map di pelajaran lain.” S1 : “Pernah, tapi waktu sama Pak Toni.” S2 : “Pernah, waktu kelas IV.” S3 : “Pernah mbak....” S4 : “Pernah..” P : “Bagaimana pendapatmu pada saat awal membuat mind map?” S1 : “Sulit, kan itu uda lama banget..! pertamanya sulit tapi setelah tahu caranya jadi mudah..” S2 : “Mudah, karena sebelumnya aku sudah pernah jadi aku sudah tahu caranya.” S3 : “Mudah, karena waktu kelas IV sudah dipelajari pas mata pelajaran IPA.....” S4 : “Sulit karena materinya aku belum di baca ulang.” P : “Apakah mind map membantu kamu dalam belajar? Jelaskan!” S1 : “Ya, karena aku bisa mengingatnya dan aku tahu pesawat sederhana itu. Ulanganku bagian pesawat sederhana diatas KKM. Karena aku mengingatnya saat membuat mind map. Aku ada kemajuan dalam belajar.” S2 : “Iya, karena bisa mengingat pelajaran itu lagi.” S3 : “Ya, karena kita bisa belajar dan bermain.” S4 : “Ya, karena lebih mudah di ingat.” P : “Apakah kamu merasa mendapatkan kemajuan dalam belajar pesawat sederhana dengan menggunakan mind map?” 120

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI S1 : “Merasa, sebenarnya membuat mind map tidak sulit. Dalam membuat mind map dan diajarkan oleh guru kisi-kisinya sama. Aku membuat mind map berulang kali.” S2 : “Iya karena aku bisa mengingatnya.” S3 : “Iya, karena kita bisa mengingat-ingat dengan mudah.” S4 : “Iya, karena sangat mudah.” P : “Apakah kamu merasa bosan ketika membuat mind map? Kasih alasannya!” S1 : “Tidak, karena kita tahu kisi-kisi pesawat sederhana. Kita bisa mengingatnya dan kita tahu ada berapa pesawat sederhana dan golongannya.” S2 : “Tidak, karena aku suka.” S3 : “Tidak, karena kita sama saja belajar dan bermain.” S4 : “Tidak, karena seru dan mudah.” P : “Pada pertemuan berapa kamu merasa bosan membuat mind map?” S1 : “Pada pertemuan membuat mind map saya sungguh tidak bosan karena kita bisa tahu kisi-kisi pesawat sederhana dan kita bisa belajar.” S2 : “Tidak.” S3 : “Pertemuan kedua.” S4 : “Tidak ada.” Wawancara pada kelompok kontrol sebelum diberikan perlakuan: P : “Apakah kamu senang mengikuti pembelajaran IPA?” S1 : “Senang, karena bagus pembelajaran Bu Kristin, Bu Kristin ramah, suka IPA.” S2 : “Senang, karena Bu Kristin menjelaskannya jelas.” S3 : “Senang, karena guru menjelaskannya jelas.” P : “Bagaimana biasanya wali kelasmu mengajar?” S1 : “Menggunakan gambakr.” S2 : “Pake power point terus dikasih ringkasan.” S3 : “Bu Kristin menjelaskan di kelas.” P : “Kegiatan belajar seperti apa yang kamu inginkan?” S1 : “Aku senengnya percobaannya.” S2 : “Aku senengnya belajar di luar kelas.” S3 : “Aku pengennya percobaan.” P : “Kalau di pelajaran IPA, materi apa yang paling kamu sukai?” S1 : “Gaya mbak.” S2 : “Gaya mbak.” S3 : “Gaya.” Wawancara pada kelompok kontrol sesudah diberikan pembelajaran: P : “Apakah kamu dapat mengerjakan soal nomor 1 dengan mudah? Sama alasannya juga ya!” S1 : “Iya, karena ada beberapa jawaban yang ada pada panduan diatas.” S2 : “Iya, karena tinggal menyebutkan pesawat sederhananya.” S3 : “Iya, karena aku mengerjakan dengan tenang dan konsentrasi dan dirumah sudah dipelajari.” 121

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI P : “Apakah kamu dapat mengerjakan soal nomor 2 dengan mudah? Jelaskan alasannya ya!” S1 : “Iya, karena menjinjing air dengan gerobak akan meringankan beban kita.” S2 : “Iya, karena cuma memilih.” S3 : “Tidak, karena aku belum terlalu mengerti soal dan belum konsentrasi.” P : “Apakah kamu dapat mengerjakan soal nomor 3 dengan mudah? Jelaskan juga ya jawabanmu!” S1 : “Iya, karena memangkas ranting menggunakan tangga akan memudahkan pekerjaan.” S2 : “Iya, karena lebih mudah untuk dipilih.” S3 : “Iya, karena aku sudah mengerti dan dengan sedikit bercanda aku mampu mengerjakan.” P : “Kalau soal nomor 4 gimana? Mudah atau tidak? Jelaskan juga ya!” S1 : “Mudah karena mengangkut sampah menggunakan gerobak lebih mudah dibandingkan mengangkut sampah menggunakan tangan.” S2 : “Sangat mudah karena cuma memilih yang ringan dan yang berat.” S3 : “Sangat mudah dan dapt dimengerti dengan sendirinya.” P : “Bagaimana kalau soal nomor 5?” S1 : “Aku bisa, karena menyapu lantai dengan sapu akan bersih.” S2 : “yaaaa saya bisa, karena membakntu dengan cepat!” S3 : “Bisa, sudah belajar dan mengetahui caranya.” P : “Nah... kalau nomor 6 gimana?” S1 : “Bisa, karena menggunakan alat tersebut dapat memudahkan pekerjaan saat memangkas ranting pohon.” S2 : “Bisa, karena menceritakan.” S3 : “Bisa, karena itu mudah dan soal mudah dimengerti.” P : “Nah... kalau misalnya nomor 7 bagaimana?” S1 : “Aku juga bisa, aku tinggal menjawab, aku tinggal menerimanya, karena membuang sampah menggunakan kereta dorong lebih mengurangi tenaga yang dikeluarkan.” S2 : “Bisa, karena dengan kereta lebih mudah.” S3 : “Iya bisa karena soal reflek dan mudah.” P : “Bagaimana pendapatmu mengenai pembelajaran pesawat sederhana? Sama alasannya ya...!” S1 : “Pendapatku lebih menambakh pengetahuan dan lebih mengenal banyak tentang pesawat sederhana.” S2 : “Seru karena dapat mengenal beberapa benda dalam pesawat sederhana.” S3 : “Senang, karena mengetahui segala benda pesawat sederhana.” P : “Apakah kamu mengalami kesulitan?” S1 : “Tidak, karena aku mendapatkan lebih pengetahuan yang ada.” S2 : “Sulit sih ya pernah, tapi aku perjuangkan untuk bisa.” S3 : “Tidak mengalami kesulitan karena dengan belajar pesawat sederhana mendapat wawasan IPA.” P : “Belajar seperti apa yang kamu inginkan?” S1 : “Belajar tenang dikamar tanpa ada orang yang mengganggu.” S2 : “Belajar dengan guru yang baik dan ramah.” S3 : “Menyenangkan reflek dan seru.” 122

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Wawancara pada guru sebelum memberikan treatment di kelas: P : “Menurut pengalaman Ibu, apa suka duka saat mengajar di kelas?” G : “Ya banyak ya mbak, kadang suka, kadang juga banyak dukanya. Kalau sukanya itu ketika saya melihat para siswa mendapatkan nilai baik atau diatas KKM. Sama ini lho mbak....... Saya itu senang kalau bisa mengenal karakter anakanak. Kalau dukanya banyak mbak, hmmmm.......misalnya saya itu sedih kalau melihat aank-anak itu malas belajar seperti kurang greget gitu lhoo...! nanti kan kalau males belajar otomatis nilainya jelek kan ya mbak? P : “Heemmmm.. Iya bu .. Nah, biar anak tidak malas belajar Ibu mengajarnya bagaimana? G : “Ya banyak mbak yang saya lakukan..! Biasanya anak-anak itu suka dengan gambar-gambar jadi saya sering menggunakan power point untuk mengajar anak-anak. Nah.. di power point itu biasanya saya menampilkan gambakr-gambakr yang menarik perhatian anak-anak yang berhubungan dengan materi yang dipelajari. Anak-anak kan seneng kalau melihat sesuatu yang baru. P : “Lalu apakah ada metode khusus yang biasanya digunakan pada saat kegiat pembelajaran?” G : “Tidak mesti mbak, tergantung dengan materi yang akan diajarkan. Kalau misalnya memungkinkan percobaan, saya pasti melakukan percobaan. Tapi yang dominan disini tetep ceramah mbak, yang gampang dan waktunya mencukupi. P : “Lalu, bagaimana respon anak-anak dalam belajar?” G : “Ya, kadang mereka kadang aktif, dan terkadang pasif.. ya begitulah anak-anak mbak... Biasanya tergantung sama materinya, apakah materinya menarik atau tidak. P : “Terus, hasil belajar siswanya gimana bu?” G : “Ya ada yang diatas KKM, ada yang pas KKM, ada yang dibawah KKM. Ya itu biasa si mbak...! P : “Bu, pernah tahu kegiatan pembelajaran yang menggunakan mind map tidak? G : “Pernah denger si mbak.. mind map itu yang ada gambar-gambarnya itu bukan ya mbak? P : “Ya benar bu.. Apakah Ibu pernah menggunakan metode mind map di kelas?” G : “Sejauh ini belum si mbak, tapi sepertinya menarik ya..” Wawancara pada guru sesudah memberikan treatment di kelas: P : “Bagaimana menurut Ibu pembelajaran menggunakan metode mind map di kelas?” G : “Wah sepertinya anak-anak sangat menikmati kegiatan pembelajarannya, soalnya mereka tidak hanya mendengarkan namun seperti bermain juga. Pas membuat mind map ternyata anak-anak itu kreatif, mereka menggunakan gambargambar juga untuk memperjelas maksud mengenai mind map yang mereka buat. Saya sangat senang ketika pembelajaran menggunakan mind map karena terlihat anak-anak tidak merasa bosan ataupun ngantuk dan mengeluh di kelas. Jadi menurut saya mind map itu baguslah untuk diterapkan di materi-materi lainnya.” 123

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI P : “Bagaimana menurut ibu anak-anak yang di kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah?” G : “Mbak lihat sendiri to..! ada anak-anak yang tiduran, ngobrol dengan temannya, tidak berkonsentrasi tetapi ada juga si anak-anak yang tetap semangat belajar walaupun metode pembelajarannya berbeda dengan kelas eksperimen. P : “Bagaimana Bu perbedaan hasil belajar di kelas eksperimen ataupun kelas kontrol?” G : “Gini mbak bedanya anak-anak yang ada di PL 3.. nilainya lebih bagus dibandingkan dengan anak di PL 4, mungkin memang efek penggunaan mind map di kelas itu memang besar ya mbak, selain meningkatkan nilai juga kan dapat meningkatkan kreativitas anak.” 124

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3.4 Tabulasi Nilai Pretest, Posttest I, dan Posttest II III IV No Resp. 3 3 1 4 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 1 4 3 3 3 3 3 3 1 3 2 1 4 2 2 3 4 4 3 3 3 3 3 3 2 4 4 4 3 3 3 3 2 2 1 4 2 3 2 3 3 3 1 3 1 1 4 2 2 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 4 4 4 3 2 3 3 2 3 1 4 2 3 3 3 3 3 1 2 2 1 3 1 1 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 3 3 3 2 1 3 2 2 2 1 3 1 2 2 3 3 3 1 11 8 4 15 8 6 11 12 12 10 10 11 11 12 12 11 15 15 15 11 9 12 11 9 10 4 15 8 11 10 12 12 12 4 2.75 2 1 3.75 2 1.5 2.75 3 3 2.5 2.5 2.75 2.75 3 3 2.75 3.75 3.75 3.75 2.75 2.25 3 2.75 2.25 2.5 1 3.75 2 2.75 2.5 3 3 3 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 I II III IV Rerata II Inferensi Jumlah I Rerata 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Evaluasi Jumlah No Resp. a. Pretest kelompok eksperimen 1 1 4 1 2 1 4 2 1 1 1 2 4 4 1 4 1 4 1 4 2 1 4 3 3 3 3 1 3 1 3 4 4 4 1 1 4 1 3 3 4 3 1 3 3 2 3 4 3 4 1 4 1 4 3 3 4 3 3 3 3 1 3 1 3 4 4 4 1 1 4 1 2 1 4 2 1 1 1 1 3 4 1 4 1 4 1 4 2 1 4 2 3 2 3 1 3 1 3 3 4 4 2 3 4 1 2 2 1 4 1 4 2 3 1 1 3 3 1 2 2 4 2 4 2 4 3 3 3 3 2 3 2 3 3 4 5 6 16 4 9 7 13 11 4 9 7 8 11 13 8 15 4 14 5 16 9 9 14 12 12 11 12 6 11 6 11 14 15 16 1.25 1.5 4 1 2.25 1.75 3.25 2.75 1 2.25 1.75 2 2.75 3.25 2 3.75 1 3.5 1.25 4 2.25 2.25 3.5 3 3 2.75 3 1.5 2.75 1.5 2.75 3.5 3.75 4 125

(143) IV 3 3 3 3 4 2 2 3 3 4 3 3 3 3 4 2 2 2 2 4 10 2.5 10 2.5 11 2.75 11 2.75 16 4 35 36 37 38 39 I II III IV 4 2 4 4 4 4 2 4 4 4 4 1 4 4 4 1 1 1 1 4 13 3.25 6 1.5 13 3.25 13 3.25 16 4 Rerata III No Resp. II Rerata I Inferensi Jumlah 35 36 37 38 39 Evaluasi Jumlah No Resp. PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI IV 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 2 4 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 2 2 4 3 3 2 3 4 3 3 3 4 4 4 2 2 3 3 2 2 2 15 15 13 16 12 11 16 13 15 12 13 16 13 15 15 16 16 16 14 12 13 15 14 11 12 3.75 3.75 3.25 4 3 2.75 4 3.25 3.75 3 3.25 4 3.25 3.75 3.75 4 4 4 3.5 3 3.25 3.75 3.5 2.75 3 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 I II 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 2 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 2 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 3 3 4 2 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 2 4 4 4 III 3 4 4 2 3 2 4 3 3 4 2 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 1 4 4 4 IV 3 3 3 2 3 1 4 3 4 3 2 4 4 3 3 3 4 2 2 3 2 4 1 3 4 Rerata III Inferensi Jumlah II No Resp. I Rerata 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Evaluasi Jumlah No Resp. b. Posttest I kelompok eksperimen 13 15 15 12 12 9 16 12 13 15 8 16 16 15 15 15 16 11 14 13 13 9 13 15 16 3.25 3.75 3.75 3 3 2.25 4 3 3.25 3.75 2 4 4 3.75 3.75 3.75 4 2.75 3.5 3.25 3.25 2.25 3.25 3.75 4 126

(144) IV 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 2 3 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 2 2 4 4 3 3 3 2 3 3 2 2 3 4 2 11 16 16 12 13 13 11 15 15 14 13 15 16 9 2.75 4 4 3 3.25 3.25 2.75 3.75 3.75 3.5 3.25 3.75 4 2.25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 I II 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 III IV 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 2 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 4 3 2 3 3 Rerata III Inferensi Jumlah II No Resp. I Rerata 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Evaluasi Jumlah No Resp. PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 13 15 14 14 16 15 13 13 16 15 12 13 12 3.75 3.25 3.75 3.5 3.5 4 3.75 3.25 3.25 4 3.75 3 3.25 3 IV 3 4 4 4 2 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 2 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 2 3 2 3 4 2 4 3 4 4 2 4 4 3 2 3 1 3 2 2 2 2 2 3 2 3 1 2 3 3 11 15 11 13 8 11 14 12 14 12 14 15 9 14 15 12 2.75 3.75 2.75 3.25 2 2.75 3.5 3 3.5 3 3.5 3.75 2.25 3.5 3.75 3 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 I II 4 4 3 3 1 4 4 1 4 4 2 4 4 4 3 2 4 4 3 3 1 4 4 1 4 4 2 4 4 4 3 2 III 4 4 3 3 1 4 4 1 4 4 2 3 3 4 3 2 IV 3 2 2 4 3 4 2 4 4 4 1 4 4 4 4 4 Rerata III Inferensi Jumlah II No Resp. I Rerata 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Evaluasi Jumlah No Resp. c. Posttest II kelompok eksperimen 15 14 11 13 6 16 14 7 16 16 7 15 15 16 13 10 3.75 3.5 2.75 3.25 1.5 4 3.5 1.75 4 4 1.75 3.75 3.75 4 3.25 2.5 127

(145) IV 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 2 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 2 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 3 3 4 3 4 4 2 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 2 3 2 4 2 3 3 3 2 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 15 12 14 15 12 16 11 14 15 14 14 15 8 15 15 12 13 13 15 13 14 12 15 3.75 3 3.5 3.75 3 4 2.75 3.5 3.75 3.5 3.5 3.75 2 3.75 3.75 3 3.25 3.25 3.75 3.25 3.5 3 3.75 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 I II 4 3 4 3 4 4 4 2 4 2 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 3 4 4 4 2 4 2 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 III IV 4 2 4 3 4 4 4 2 4 2 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 2 4 4 1 4 3 4 2 4 2 3 4 3 2 3 3 4 2 2 3 Rerata III Inferensi Jumlah II No Resp. I Rerata 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Evaluasi Jumlah No Resp. PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 11 16 11 16 16 13 10 15 10 14 16 14 12 13 14 13 14 15 16 14 13 15 3.75 2.75 4 2.75 4 4 3.25 2.5 3.75 2.5 3.5 4 3.5 3 3.25 3.5 3.25 3.5 3.75 4 3.5 3.25 3.75 3 4 2 3 4 2 2 3 3 4 3 3 4 3 2 2 2 3 2 2 3 2 2 2 11 2.75 15 3.75 10 2.5 10 2.5 15 3.75 10 2.5 8 2 10 2.5 1 2 3 4 5 6 7 8 I II 4 4 1 4 3 3 3 4 4 4 1 4 3 3 3 4 III IV 4 4 1 4 3 3 3 4 4 3 3 3 2 2 4 2 Rerata 3 4 3 2 4 3 2 3 IV No Resp. II III Rerata I Inferensi Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 Evaluasi Jumlah No Resp. d. Pretest kelompok kontrol 16 15 6 15 11 11 13 14 4 3.75 1.5 3.75 2.75 2.75 3.25 3.5 128

(146) 2 3 4 2 3 3 2 4 3 2 1 1 2 3 3 4 3 3 3 1 1 3 4 4 4 1 3 3 1 2 2 3 3 2 3 3 2 4 3 3 1 1 3 3 3 4 3 3 2 1 1 3 4 3 4 1 3 3 1 2 3 3 2 4 4 1 1 1 1 4 4 4 3 4 3 1 1 3 4 4 4 1 4 4 1 2 2 2 3 2 3 2 2 3 3 2 1 1 2 2 3 3 2 3 2 1 1 2 3 3 3 1 2 3 1 2 1 9 12 14 9 12 11 8 15 13 8 4 4 8 12 13 15 11 13 10 4 4 11 15 14 15 4 12 13 4 8 9 2.25 3 3.5 2.25 3 2.75 2 3.75 3.25 2 1 1 2 3 3.25 3.75 2.75 3.25 2.5 1 1 2.75 3.75 3.5 3.75 1 3 3.25 1 2 2.25 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 I II 1 3 4 3 1 1 4 4 1 3 1 1 3 4 4 4 1 3 3 1 1 4 1 4 4 4 4 4 1 1 1 3 4 3 1 1 3 4 1 3 1 1 3 4 4 3 1 3 3 1 1 4 1 4 4 4 4 4 1 2 2 2 III IV 1 3 4 2 1 1 3 4 1 3 1 1 3 4 4 3 1 2 2 1 1 4 1 4 4 4 4 4 1 1 2 3 3 3 1 4 1 4 4 1 3 1 2 4 3 3 4 4 1 2 2 1 3 4 1 3 1 3 4 1 1 2 Rerata 3 4 4 3 3 3 2 IV Inferensi Jumlah II III No Resp. I Rerata 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Evaluasi Jumlah No Resp. PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 12 15 9 7 4 14 16 4 12 4 5 13 15 15 14 7 9 10 5 4 15 7 13 15 13 15 16 4 5 8 1.5 3 3.75 2.25 1.75 1 3.5 4 1 3 1 1.25 3.25 3.75 3.75 3.5 1.75 2.25 2.5 1.25 1 3.75 1.75 3.25 3.75 3.25 3.75 4 1 1.25 2 129

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI IV 3 4 2 1 4 4 3 3 3 2 3 4 3 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 3 1 4 2 3 2 1 2 4 3 3 4 2 1 4 4 3 3 3 2 3 3 3 4 3 4 4 2 4 3 3 3 3 4 3 4 3 1 3 2 3 2 1 2 3 3 2 4 2 1 4 3 3 2 2 2 3 3 3 4 3 4 4 2 2 3 3 3 2 4 3 4 2 1 3 2 3 2 1 2 3 3 2 3 2 1 2 3 3 1 2 1 2 3 1 4 3 3 2 1 2 2 2 3 2 3 2 2 2 2 3 1 3 2 1 2 3 2 10 15 8 4 14 14 12 9 10 7 11 13 10 16 13 15 13 8 12 11 11 13 10 15 11 14 10 5 13 7 12 8 4 8 13 11 2.5 3.75 2 1 3.5 3.5 3 2.25 2.5 1.75 2.75 3.25 2.5 4 3.25 3.75 3.25 2 3 2.75 2.75 3.25 2.5 3.75 2.75 3.5 2.5 1.25 3.25 1.75 3 2 1 2 3.25 2.75 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 I II 4 3 1 4 4 2 4 4 3 4 3 4 2 2 3 4 4 2 4 2 4 4 4 4 3 3 2 4 4 4 4 3 4 3 2 2 4 2 1 4 4 3 3 3 3 3 3 4 2 2 3 4 4 2 4 2 4 3 4 2 3 3 2 4 3 3 3 3 2 3 2 2 III 2 2 1 4 4 2 2 3 2 3 3 4 2 2 3 4 4 2 4 2 4 3 4 2 2 3 2 2 3 3 3 3 2 3 2 2 IV 3 2 4 3 3 4 2 3 2 3 2 1 4 3 3 3 3 2 3 1 3 3 2 2 2 3 2 2 2 3 3 2 2 3 2 1 Rerata III Inferensi Jumlah II No Resp. I Rerata 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Evaluasi Jumlah No Resp. e. Posttest I kelompok kontrol 13 9 7 15 15 11 11 13 10 13 11 13 10 9 12 15 15 8 15 7 15 13 14 10 10 12 8 12 12 13 13 11 10 12 8 7 3.25 2.25 1.75 3.75 3.75 2.75 2.75 3.25 2.5 3.25 2.75 3.25 2.5 2.25 3 3.75 3.75 2 3.75 1.75 3.75 3.25 3.5 2.5 2.5 3 2 3 3 3.25 3.25 2.75 2.5 3 2 1.75 130

(148) 37 38 39 IV 4 2 3 4 2 3 4 2 2 3 2 1 15 3.75 8 2 9 2.25 37 38 39 I II 4 4 4 3 4 4 III IV 3 4 4 3 3 3 Rerata III Inferensi Jumlah II No Resp. I Rerata Evaluasi Jumlah No Resp. PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 3.25 15 3.75 15 3.75 IV 2 2 4 4 3 2 2 2 3 4 4 2 2 3 4 4 4 4 2 3 1 2 2 4 2 4 4 2 2 4 4 3 2 2 2 3 3 4 2 2 3 3 3 3 4 2 3 1 1 2 4 2 4 4 2 2 4 4 3 2 2 2 2 3 4 1 3 3 3 3 3 4 2 2 1 1 2 4 2 4 4 1 1 3 3 2 1 1 1 2 3 3 1 1 2 3 3 3 3 3 1 1 1 2 4 1 2 4 7 7 15 15 11 7 7 7 10 13 15 6 8 11 13 13 13 15 9 9 4 5 8 16 7 14 16 1.75 1.75 3.75 3.75 2.75 1.75 1.75 1.75 2.5 3.25 3.75 1.5 2 2.75 3.25 3.25 3.25 3.75 2.25 2.25 1 1.25 2 4 1.75 3.5 4 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 I II 3 1 1 4 3 1 3 2 1 1 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 1 1 4 2 3 2 1 4 3 2 2 2 1 1 4 4 3 2 4 4 3 4 4 4 3 4 4 2 2 4 2 III 3 1 1 4 2 1 2 1 1 1 4 4 3 2 4 4 2 2 4 4 3 4 4 2 1 4 2 IV 2 1 3 2 1 1 1 4 4 4 3 4 2 4 2 4 1 2 1 4 4 4 2 4 2 2 2 Rerata III Inferensi Jumlah II No Resp. I Rerata 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Evaluasi Jumlah No Resp. f. Posttest II kelompok kontrol 11 5 6 14 9 5 8 9 7 7 15 16 11 11 14 16 9 12 13 16 13 16 14 9 6 14 8 2.75 1.25 1.5 3.5 2.25 1.25 2 2.25 1.75 1.75 3.75 4 2.75 2.75 3.5 4 2.25 3 3.25 4 3.25 4 3.5 2.25 1.5 3.5 2 131

(149) IV 4 1 2 4 1 4 4 4 3 3 3 4 2 1 2 4 1 3 2 4 3 2 3 4 2 1 2 4 1 3 2 4 3 2 3 2 2 1 1 3 1 3 2 3 2 2 2 1 10 4 7 15 4 13 10 15 11 9 11 11 2.5 1 1.75 3.75 1 3.25 2.5 3.75 2.75 2.25 2.75 2.75 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 I II 3 2 3 4 3 3 2 4 3 3 3 4 2 2 3 4 3 3 2 4 2 3 3 4 III 2 2 3 4 3 3 2 4 2 3 3 4 IV 2 1 2 4 2 3 3 2 4 2 3 3 Rerata III Inferensi Jumlah II No Resp. I Rerata 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Evaluasi Jumlah No Resp. PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 7 11 16 11 12 9 14 11 11 12 15 2.25 1.75 2.75 4 2.75 3 2.25 3.5 2.75 2.75 3 3.75 132

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.1 Hasil SPSS uji normalitas data a. Kelompok Eksperimen One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PreEks Eval 39 N Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Post2E ksEval 39 SelEks Eval 39 PreEksI nferen 39 Post1Eks Inferen 39 Post2Eks Inferen 39 SelEksIn feren 39 3.2821 .7756 2.5897 3.4167 3.3333 .8269 .49729 .75828 .95195 .51085 .66968 1.04842 .175 3.448 7 .4665 8 .202 .208 .167 .131 .205 .194 .125 .173 .126 .148 .138 .105 .127 .160 .094 Mean 2.6731 Std. Deviation Absolute .72809 Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) Post1 EksE val 39 -.175 -.202 -.208 -.167 -.131 -.205 -.194 -.125 1.095 1.263 1.298 1.044 .818 1.277 1.212 .779 .182 .082 .069 .226 .516 .077 .106 .578 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. b. Kelompok Kontrol One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PreKon Eval 39 Post1K onEval 39 Post2K onEval 39 SelKon Eval 39 PreKonI nferen 39 Post1Ko nInferen 39 Post2K onInfer en 39 SelKonIn feren 39 Mean 2.5833 2.7051 2.5705 .1218 2.6410 2.9167 2.7692 .2756 Std. Deviation Absolute .88171 .77560 .91398 1.08032 .63436 .83584 1.25629 .118 .118 .130 1.0804 4 .171 .175 .136 .117 .124 N Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Positive .118 .075 .123 .171 .129 .094 .117 .124 Negative -.103 -.118 -.130 -.096 -.175 -.136 -.117 -.063 Kolmogorov-Smirnov Z .734 .736 .814 1.066 1.093 .851 .733 .773 Asymp. Sig. (2-tailed) .654 .651 .521 .206 .183 .464 .656 .589 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. 133

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.2 Hasil SPPS uji perbedaan kemampuan awal a. Kemampuan Evaluasi Group Statistics Kelompok PreEksKonEval PreEksKonEval Equal variances assumed Equal variances not assumed Pretest Eksperimen Evaluasi Pretest Kontrol Evaluasi N 39 Mean 2.6731 Std. Deviation .72809 39 2.5833 .88171 Std. Error Mean .11659 .14119 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Std. Interval of the Sig. Mean Error Difference (2Differe Differen tailed) nce F Sig. t df Lower Upper ce 2.777 .100 .490 76 .625 .08974 .18310 -.27494 .45442 .490 73.375 .626 .08974 .18310 -.27515 b. Kemampuan Inferensi Group Statistics Kelompok PreEksKonInferen Pretest Eksperimen Inferensi Pretest Kontrol Inferensi N 39 Mean 2.5897 Std. Deviation .95195 39 2.6410 1.08032 Std. Error Mean .15243 .17299 134 .45463

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances PreEksKonInferen Equal variances assumed Equal variances not assumed F 2.032 Sig. .158 t-test for Equality of Means T .222 .222 df 76 Sig. (2tailed) .825 Mean Difference -.05128 Std. Error Difference .23057 74.815 .825 -.05128 .23057 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper - .40793 .51050 .51061 135 .40805

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.3 Hasil SPPS uji selisih skor pretest ke posttest I a. Kemampuan Evaluasi Group Statistics Mean Std. Deviation 39 .7756 .75828 Std. Error Mean .12142 39 .1218 1.08044 .17301 Kelompok SelEksKonEval N Selisih Eksperimen Evaluasi Selisih Kontrol Evaluasi Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances SelEksKo nEval Equal Variances assumed Equal variances not assumed t-test for Equality of Means F Sig. t 3.306 .073 3.093 76 .003 .65385 .21136 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper .23288 1.07482 3.093 68.126 .003 .65385 .21136 .23209 df Sig. (2taile d) Mean Differen ce Std. Error Differen ce b. Kemampuan Inferensi Group Statistics Kelompok SelEksKonInferen Selisih Eksperimen Inferensi Selisih Kontrol Inferensi N 39 Mean .8269 Std. Deviation 1.04842 39 .2756 1.25629 Std. Error Mean .16788 .20117 136 1.07560

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances SelEks KonInfer en Equal varianc es assume d Equal varianc es not assume d F 1.22 5 Sig. .272 t 2.104 Df 76 2.104 73.64 2 t-test for Equality of Means 95% Confidence Sig. Std. Interval of the (2Error Mean Difference taile Differe Differe Lower Upper d) nce nce .039 .55128 .26202 .02943 1.07313 .039 .55128 .26202 .02916 1.07340 137

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.4 Hasil SPSS uji peningkatan skor pretest dan posttest I Kemampuan evaluasi dan kemampuan inferensi Paired Samples Statistics Pair 1 Pair 2 Pair 3 Pair 4 Post1EksEval PreEksEval Post1KonEval PreKonEval Post1EksInferen PreEksInferen Post1KonInferen PreKonInferen Pair 1 Pair 2 Pair 3 Pair 4 Mean 3.4487 2.6731 2.7051 2.5833 3.4167 2.5897 2.9167 2.6410 N 39 39 39 39 39 39 39 39 Std. Deviation .46658 .72809 .77560 .88171 .51085 .95195 .63436 1.08032 Paired Samples Correlations N Correlation Post1EksEval & 39 .254 PreEksEval Post1KonEval & 39 .155 PreKonEval Post1EksInferen 39 .070 & PreEksInferen Post1KonInferen 39 -.006 & PreKonInferen Mean .77564 Std. Error Mean .07471 .11659 .12420 .14119 .08180 .15243 .10158 .17299 Sig. .118 .347 .672 .969 Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Std. Difference Error Std. Deviation Mean Lower Upper .75828 .12142 .52984 1.02145 t 6.388 df 38 Sig. (2tailed) .000 Pair 1 Post1EksEval PreEksEval Pair 2 Post1KonEval PreKonEval .12179 1.08044 .17301 .22844 .47203 .704 38 .486 Pair 3 Post1EksInferen - PreEksInferen .82692 1.04842 .16788 .48706 1.16678 4.926 38 .000 Pair 4 Post1KonInferen - PreKonInferen .27564 1.25629 .20117 .13160 .68288 1.370 38 .179 138

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.5 Uji Besar Pengaruh Perlakuan (Effect Size) Kemampuan Evaluasi Koefisien korelasi pada kelompok eksperimen: r= Koefisien korelasi pada kelompok kontrol: r= r= r= r= r= r= r= r= r = 0,71 r= Persentase pengaruh penggunaan metode mind map pada kelompok eksperimen: R= x 100% R= r = 0,1 Persentase pengaruh penggunaan metode mind map pada kelompok kontrol: x 100% R= x 100% R = 0,50 x 100% R = 50% R= x 100% R = 0,01 x 100% R = 1% 139

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.6 Uji Peningkatan Efek Perlakuan (Effect Size) Kemampuan Inferensi Koefisien korelasi pada kelompok Koefisien korelasi pada kelompok eksperimen: kontrol: r= r= r= r= r= r= r= r= r= r= r = 0,61 r = 0,2 Persentase pengaruh penggunaan metode mind map pada kelompok eksperimen: Persentase pengaruh penggunaan metode mind map pada kelompok kontrol: R= R= x 100% R= x 100% x 100% R= x 100% R = 0,37 x 100% R = 0,04 x 100% R = 37% R = 4% 140

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.7 Hasil SPSS uji retensi pengaruh perlakuan Paired Samples Statistics 39 Std. Deviation .46658 Std. Error Mean .07471 Pair 1 Post1EksEval Mean 3.4487 Post2EksEval 3.2821 39 .49729 .07963 Pair 2 Post1KonEval 2.7051 39 .77560 .12420 Post2KonEval 2.5705 39 .91398 .14635 Pair 3 Post1EksInferen 3.4167 39 .51085 .08180 Post2EksInferen 3.3333 39 .66968 .10723 Pair 4 Post1KonInferen 2.9167 39 .63436 .10158 Post2KonInferen 2.7692 39 .83584 .13384 Pair 1 Pair 2 Pair 3 Pair 4 N Paired Samples Correlations N Correlation Post1EksEval & 39 .206 Post2EksEval Post1KonEval & 39 -.093 Post2KonEval Post1EksInferen 39 .256 & Post2EksInferen Post1KonInferen 39 .292 & Post2KonInferen Sig. .209 .574 .115 .072 Paired Samples Test Mean .16667 Paired Differences 95% Confidence Interval of the Std. Difference Error Std. Mean Deviation Lower Upper .60788 .09734 -.03039 .36372 T 1.712 df 38 Sig. (2tailed ) .095 .54061 .671 38 .506 -.15355 .32021 .712 38 .481 -.14102 .43589 1.035 38 .307 Pai r1 Post1EksEval Post2EksEval Pai r2 Post1KonEval Post2KonEval .13462 1.25243 .20055 -.27137 Pai r3 Post1EksInfer en Post2EksInfer en Post1KonInfer en Post2KonInfer en .08333 .73075 .11701 .14744 .88985 .14249 Pai r4 141

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5.1 Surat keterangan penelitian 142

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 6.1 Foto Penelitian a. Kelompok Eksperimen 143

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. Kelompok Kontrol 144

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI c. Mind map 145

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 7.1 Surat Ijin Penelitian 146

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI CURRICULUM VITAE Luciana Renny Febrianti merupakan anak kedua dari pasangan Rustana dan Enar Somyati. Lahir di Kuningan pada tanggal 3 Februari 1993. Pendidikan awal dimulai dari SD Yos Sudarso Cigugur, Kuningan tahun 1998-2004. Pendidikan dilanjutkan ke jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama Yos Sudarso Cigugur, Kuningan dan lulus pada tahun 2007. Kemudian penulis melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kadugede, Kuningan dan lulus pada tahun 2010. Penulis melanjutkan pendidikan di Program Studi Guru Sekolah Dasar di Universitas Sanata Dharma. Semasa menempuh pendidikan di Universitas Sanata Dharma penulis pernah mengikuti berbagai kegiatan di antaranya: Pelatihan Pengembangan Kepribadian Mahasiswa I, Pelatihan Pengembangan Kepribadian Mahasiswa II , English Club, Kursus Mahir Dasar, Inisiasi Mahasiswa Keguruan, Week End Moral, Workshop Dongeng, UNA seminar and workshop on anti bias Curriculum and teaching, workshop pembuatan alat peraga laboratorium generik, dan Panitia Insadha 2012. 147

(165)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan-Yogyakarta.
0
0
192
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
0
1
173
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta
0
0
149
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta
0
3
160
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta
0
2
190
Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta - USD Repository
0
0
144
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta - USD Repository
0
0
141
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta - USD Repository
0
0
168
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta - USD Repository
0
0
146
Pengaruh penggunaan metode Mind Map terhadap kemampuan eksplanasi dan regulasi diri pada mata pelajaran IPA kelas V SD N Sokowaten Baru Banguntapan Bantul Yogyakarta - USD Repository
0
0
203
Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi pada mata pelajaran IPA SD Negeri Percobaan 3 Pakem Yogyakarta - USD Repository
0
2
162
Pengaruh penggunaan metode Inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis mata pelajaran IPA SD Bopkri Gondolayu Yogyakarta - USD Repository
0
0
169
Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan interpretasi dan analisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta - USD Repository
0
0
142
Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan eksplanasi dan regulasi diri pada mata pelajaran IPA kelas V SD N Percobaan 3 Pakem Yogyakarta - USD Repository
0
0
167
Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi pada mata pelajaran IPA Kelas V SDK Demangan Baru I Yogyakarta - USD Repository
0
2
191
Show more