Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema mengenal pahlawan bangsaku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository

Gratis

0
2
239
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENGACU KURIKULUM 2013 SUBTEMA MENGENAL PAHLAWAN BANGSAKU UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Chrisna Murti Irawan NIM. 101134156 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENGACU KURIKULUM 2013 SUBTEMA MENGENAL PAHLAWAN BANGSAKU UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Chrisna Murti Irawan NIM. 101134156 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Skripsi ini aku persembahkan untuk: Tuhan Yesus Kristus Inilah wujud syukurku kepada-Mu karena Engkau boleh membimbing setiap gerakan tanganku dan terang untuk pikiranku. Kedua orang tuaku: Bapak Irawan dan Ibu Margaretha Marwati yang tiada henti mendoakanku. Kakakku Naftalia Ika Mulyasari dan Yohanes Deny Tri Widiyanto Adikku Caroline Tri Anggi Pradivna yang selalu mendukungku. Teman dekatku Vitus Winda Ari Wismantaka. Terima kasih untuk perhatian dan motivasi untukku. Keluarga besar Darto Utomo Kupersembahkan karya ini untuk almamaterku: Universitas Sanata Dharma iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebagikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28) “Cobalah dulu, baru cerita. Pahamilah dulu, baru menjawab. Pikirlah dulu, baru berkata. Dengarlah dulu, baru beri penilaian. Bekerjalah dulu, baru berharap” (Socrates) “Jadilah pembawa kebahagiaan bagi orang-orang di sekelilingmu, seperti Krishna yang melekat dinamamu” (Chrisna Murti Irawan) v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 20 Mei 2014 Penulis Chrisna Murti Irawan vi

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Chrisna Murti Irawan Nomor Mahasiswa : 101134156 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: “Pengembangan Bahan Ajar Mengacu Kurikulum 2013 Subtema Mengenal Pahlawan Bangsaku untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar” beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan rolayti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 20 Mei 2014 Yang menyatakan Chrisna Murti Irawan vii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENGACU KURIKULUM 2013 SUBTEMA MENGENAL PAHLAWAN BANGSAKU UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Chrisna Murti Irawan Universitas Sanata Dharma 2014 Penelitian ini berawal dari kebutuhan guru akan bahan ajar yang mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Tujuannya untuk menghasilkan produk berupa bahan ajar sesuai kebutuhan belajar siswa. Ciri utama bahan ajar ini mengacu pada Kurikulum 2013 yang mengimplementasi pendekatan tematik integratif, pendekatan saintifik, pendidikan karakter yang berbasis budaya lokal, serta penilaian secara otentik pada kegiatan belajarnya. Metode penelitian ini adalah research and development (R&D) yang menggunakan model pengembangan bahan ajar Kemp. Kemudian dimodifikasi dengan prosedur pengembangan Borg dan Gall yang meliputi 7 langkah pengembangan, yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk (prototipe), (4) validasi ahli, (5) revisi desain, (6) uji coba desain, dan (7) revisi desain sampai pada desain produk hasil uji coba terbatas berupa bahan ajar mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Instrumen penelitian yang digunakan adalah daftar pertanyaan wawancara analisis kebutuhan untuk mengetahui potensi dan masalah dilakukan dan kuesioner yang dikembangkan berdasarkan kriteria hasil gagasan Cunningsworth. Uji coba produk bahan dilakukan pada siswa kelas IV SD Pangudi Luhur Sedayu. Hasil penelitian berdasarkan validasi bahan ajar oleh pakar Kurikulum SD 2013 menghasilkan skor 4,27 (sangat baik) dan dua orang guru kelas IV SD percontohan Kurikulum 2013 menghasilkan skor 4,41 (sangat baik) dan 4,54 (sangat baik). Validasi siswa kelas IV menghasilkan skor 4,67 (sangat baik). Unsur yang divalidasi yaitu: (1) tujuan dan pendekatan, (2) desain dan pengorganisasian, (3) isi, (4) topik, dan (5) metodologi. Skor rerata berdasarkan hasil validasi sebesar 4,47 menunjukkan bahwa bahan ajar yang disusun kualitasnya “sangat baik”. Kata kunci : penelitian pengembangan, bahan ajar, kurikulum 2013 viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT THE DEVELOPMENT OF TEACHING MATERIALS BASED ON THE 2013 CURRICULUM SUBTHEME “MENGENAL PAHLAWAN BANGSAKU” FOR THE FOURTH GRADE OF ELEMENTARY SCHOOL Chrisna Murti Irawan Sanata Dharma University 2014 This research began from the teacher’s need about teaching materials, which based on the 2013 Curriculum for student of 4th grade of elementary school. The aim of the research is to produce teaching material according to the student’s need. The characteristic of this teaching materials based on the 2013 Curriculum which applies thematic integrative approach, scientific approach, education of character that based local culture, and uses authentic assessment. The method of the research is Research and Development that use Jerold E. Kemp development model. This model has modified with Borg and Gall development procedure. There are 7 steps on this procedure, (1) the potential and problems, (2) data collection, (3) design product, (4) expert validation, (5) revision of the design, (6) trial design, and (7) revision of the design until produce the product from limited trial, that based on the 2013 Curriculum for student in 4th grade of elementary school. The research instrument used by writer is question lists of needed analysis interview and questionnaire based on Cunningsworth’s criteria. Trial design has done to the 4th grade students of Pangudi Luhur Sedayu Elementary School. The results of the research based on the 2013 Curriculum expert validation is 4.27 means very good. Two teachers of 4th grade are 4.41 and 4.54 mean very good also. Fourth grade students’ validation scores 4.67 means very good. The validation substances are: (1) the aim and approach, (2) design and organizational, (3) contains, (4) topic, and (5) methodology. That all get average score 4.47 and it shows that the category of teaching material has “very good” quality. Keywords : research and development, teaching material, Curriculum 2013 ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan yang Maha Esa karena telah memberikan berkat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengembangan Bahan Ajar Mengacu Kurikulum 2013 Subtema Mengenal Pahlawan Bangsaku untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar” ini dengan baik. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menyadari bahwa dalam menyelesaikan skripsi ini, penulis memperoleh banyak dukungan, bimbingan, dan bantuan dari banyak pihak secara langsung maupun tidak langsung,, sebab tanpa semuanya itu penulis tidak akan mewujudkan skripsi ini dengan baik. Maka dengan hati yang tulus, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 2. Gregorius Ari Nugrahanta, S.J., S.S., B.S.T., M.A. selaku Ketua Program Studi PGSD. 3. Drs. Puji Purnomo, M.Si. selaku Dosen Pembimbing I yang telah membimbing dan mendukung penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 4. Galih Kusumo, S.Pd., M.Pd. selaku Dosen Pembimbing II yang telah membimbing dan mendukung penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 5. Para dosen dan staf PGSD yang telah membantu penulis mempersiapkan penelitian. x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. Anastasia Sri Lestari, S.Pd. selaku Kepala SD Pangudi Luhur Sedayu yang telah memberikan izin kepada penulis untuk menlaksanakan penelitian di sekolah. 7. Endah Tri Utami selaku guru kelas IV SD Pangudi Luhur Sedayu yang telah membantu penulis dalam melaksanakan uji coba produk penelitian. 8. Supatdiyana dan Henri Mustofa selaku guru kelas IV SD Negeri Cebongan yang telah berkontribusi untuk menjadi validator bahan ajar yang dibuat oleh penulis. 9. Dra. Maslichah As’yari, M.Pd. selaku validator pakar Kurikulum SD 2013 yang telah memberikan kontribusi dan bantuan dalam penelitian ini. 10. Siswa/ siswi kelas IV SD Pangudi Luhur Sedayu yang telah memberikan waktu dan kerjasama yang baik selama penelitian berlangsung. 11. Bapak/Ibu Guru SD Pangudi Luhur Sedayu yang berkenan menerima serta memberikan waktu dan tempat bagi penulis dalam melaksanakan penelitian. 12. Kedua orang tua penulis yaitu Bapak Irawan dan Ibu Margaretha Marwati yang dengan setia memberikan segala dukungan dan doa sehingga skripsi ini dapat selesai. 13. Kakak penulis Naftalia Ika Mulyasari dan suaminya Yohanes Deny Tri Widiyanto yang telah memberikan dukungan doa, semangat dan materi sehingga penulis dapat mewujudkan skripsi dengan sebaik mungkin. 14. Adik penulis Caroline Tri Anggi Pradivna yang selalu memberikan semangat dan dukungan serta doanya. 15. Keluarga besar kakek dan nenek Darto Utomo yang telah memberikan dukungan doa dan restu bagi penulis dalam menyelesaikan skripsi. xi

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16. Teman dekat sekaligus partner penulis Vitus Winda Ari Wismantaka yang telah memberikan doa, motivasi, dan bantuannya sehingga skripsi ini dapat selesai dengan baik. 17. Teman-teman satu tema Vitus dan Bintang yang telah memberikan motivasi, inspirasi, waktu, dan ide-ide yang luar biasa sehingga bahan ajar dapat selesai dengan baik. 18. Segenap pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu tapi telah memberikan dukungannya bagi penulis. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih banyak kekurangan dan keterbatasan, maka penulis mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak. Akhirnya penulis mengucapkan selamat membaca, semoga bermanfaat bagi kita semua. Yogyakarta, 20 Mei 2014 Penulis Chrisna Murti Irawan xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .......................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................... iv HALAMAN MOTTO .................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................................ vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ..................................... vii ABSTRAK ...................................................................................................... viii ABSTRACT ..................................................................................................... ix KATA PENGANTAR .................................................................................... x DAFTAR ISI ................................................................................................... xiii DAFTAR TABEL .......................................................................................... xvi DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xvii DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xviii BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................... 6 1.3 Tujuan Penelitian ...................................................................................... 6 1.4 Manfaat Penelitian .................................................................................... 7 1.5 Batasan Istilah ........................................................................................... 7 1.6 Spesifikasi Produk .................................................................................... 8 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Kajian Pustaka .......................................................................................... 10 2.1.1 Kurikulum 2013 ................................................................................... 10 2.1.1.1 Rasional dan Elemen Perubahan Kurikulum 2013 ............................ 10 2.1.1.2 Pendekatan Tematik Integratif ........................................................... 16 2.1.1.3 Pendekatan Saintifik .......................................................................... 21 2.1.1.4 Penilaian Otentik ................................................................................ 27 2.1.1.5 Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Lokal .................................... 32 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.2 Model Pengembangan Bahan Ajar ....................................................... 37 2.2 Penelitian yang Relevan ............................................................................ 41 2.3 Kerangka Pikir .......................................................................................... 43 2.4 Pertanyaan Penelitian ................................................................................ 45 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian.......................................................................................... 46 3.2 Prosedur Pengembangan ........................................................................... 46 3.3 Jadwal Pelaksanaan Penelitian .................................................................. 50 3.4 Uji Coba Produk ....................................................................................... 51 3.4.1 Desain Uji Coba ................................................................................... 51 3.4.2 Subjek Uji Coba ................................................................................... 51 3.4.3 Instrumen Penelitian ............................................................................. 52 3.4.4 Teknik Pengumpulan Data ................................................................... 52 3.4.5 Teknik Analisis Data ............................................................................ 53 BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Kebutuhan .................................................................................... 57 4.1.1 Hasil Survei Kebutuhan ........................................................................ 57 4.1.2 Pembahasan Hasil Wawancara ............................................................. 61 4.2 Deskripsi Produk Awal .............................................................................. 62 4.2.1 Silabus .................................................................................................. 62 4.2.2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) .......................................... 63 4.2.3 Kerangka Bahan Ajar ........................................................................... 64 4.2.4 Bahan Ajar ............................................................................................ 64 4.3 Data Uji Coba dan Revisi Produk .............................................................. 67 4.3.1 Data Validasi Pakar Kurikulum SD 2013 dan Revisi Produk .............. 67 4.3.2 Data Validasi Guru SD yang Sudah Melaksanakan Kurikulum 2013 dan Revisi Produk........................................................................ 69 4.3.3 Data Validasi Uji Coba Lapangan dan Revisi Produk ......................... 70 4.4 Kajian Produk Akhir dan Pembahasan ....................................................... 71 4.4.1 Kajian Produk Akhir............................................................................. 72 4.4.2 Pembahasan .......................................................................................... 76 xiv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 5 KESIMPULAN, KETERBATASAN PENGEMBANGAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan................................................................................................. 78 5.2 Keterbatasan Pengembangan ...................................................................... 79 5.3 Saran .......................................................................................................... 79 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 81 LAMPIRAN .................................................................................................... 84 DAFTAR RIWAYAT HIDUP....................................................................... 220 xv

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Identifikasi Kesenjangan Kurikulum ................................................... 12 Tabel 2. Penyempurnaan Pola Pikir ................................................................... 14 Tabel 3. Elemen Perubahan Kurikulum SD 2013 .............................................. 15 Tabel 4. Waktu Pelaksanaan Penelitian .............................................................. 50 Tabel 5. Konversi Nilai Skala Lima .................................................................... 53 Tabel 6. Kriteria Skor Skala Lima ...................................................................... 56 Tabel 7. Komentar Pakar Kurikulum SD 2013 dan Revisi ................................. 68 Tabel 8. Komentar Guru Kelas IV SD dan Revisi .............................................. 69 Tabel 9. Komentar Siswa Kelas IV SD Pangudi Luhur Sedayu ........................ 71 Tabel 10. Rekapitulasi Skor Validasi dan Uji Coba Lapangan ........................... 76 xvi

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Model Pengembangan Bahan Ajar Jerold E. Kemp .......................... 38 Gambar 2. Prosedur Pengembangan Bahan Ajar ............................................... 47 xvii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan ............................................ 85 Lampiran 2 Jaring Tema 5 ................................................................................. 87 Lampiran 3 Jaring Subtema 1 ............................................................................. 88 Lampiran 4 Silabus Tema 5 ................................................................................ 89 Lampiran 5 Jaring Pembelajaran 1 sampai 6 ..................................................... 106 Lampiran 6 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Harian ......................... 113 Lampiran 7 Hasil Validasi Pakar Kurikulum SD 2013 ....................................... 174 Lampiran 8 Hasil Validasi Guru Kelas IV SD .................................................... 179 Lampiran 9 Hasil Validasi Siswa Kelas IV SD .................................................. 187 Lampiran 10 Rekapitulasi Data Hasil Validasi Pakar Kurikulum SD 2013 ....... 207 Lampiran 11 Rekapitulasi Data Hasil Validasi Guru Kelas IV SD .................... 209 Lampiran 12 Rekapitulasi Data Hasil Validasi Siswa Kelas IV SD ................... 213 Lampiran 13 Surat Izin Penelitian....................................................................... 215 Lampiran 14 Surat Keterangan Melakukan Penelitian ....................................... 216 Lampiran 15 Dokumentasi Penelitian ................................................................. 217 Lampiran 16 Bahan Ajar (Dicetak Terpisah) xviii

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan dan kemajuan sebuah negara adalah kedua hal yang memiliki keterkaitan cukup erat, sebab bangsa yang maju adalah bangsa yang mampu mengandalkan sumber daya manusia di bangsanya, oleh karena itu pendidikan merupakan kunci yang harus disiapkan (Boediono dalam Rachman, 2010). Kurikulum dikatakan sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan serta menjadi pedoman pelaksanaan pembelajaran bagi semua jenjang pendidikan. Kurikulum di Indonesia disesuaikan dengan falsafah dan dasar negara, yaitu Pancasila serta UUD 1945 karena sistem kurikulum yang diterapkan sebuah negara turut menentukan tujuan serta pola hidup suatu bangsa. Kurikulum menjadi “pilihan” bagi sebuah negara, sifatnya dinamis sebab harus selalu mengikuti arus perkembangan zaman, ilmu pengetahuan, teknologi, tingkat kecerdasan peserta didik, budaya, sistem nilai dan kebutuhan masyarakat. Kurikulum di Indonesia juga disesuaikan dengan nilai-nilai luhur bangsa, maka kurikulum diterapkan di jenjang pendidikan taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi baik formal maupun informal (Arifin, 2011:1-2). Peningkatkan mutu pendidikan di sebuah negara perlu adanya evaluasi serta direncanakan untuk mengetahui akan dibawa kemana arah pendidikan kita, maka sebuah negara seharusnya bersiap-siap dengan pola kurikulum yang sangat mungkin berubah. Hidayat (2013:1-2) mengatakan perubahan kurikulum merupakan konsekuensi terjadinya perubahan dalam sistem politik, sosial budaya, ekonomi 1

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 dan perkembangan IPTEK suatu bangsa. Jika kurikulum tidak berubah sesuai dengan perkembangan jaman maka yang terjadi, kurikulum yang dimiliki pada bangsa itu bersifat pasif, karena tidak fleksibel berdasarkan situasi dan kondisi yang ada. Pada dasarnya, semua kurikulum yang digunakan pada masing jenjang pendidikan adalah sama, sebab mengacu pada pedoman yang sama pula. Tetapi perbedaannya hanya terletak dalam hal penekanan pada tujuan pendidikan dan pendekatan yang digunakan untuk menerapkan kurikulum. Indonesia telah mengalami sepuluh kali perubahan kurikulum sejak merdeka pada tahun 1945, kurikulum yang pertama disebut dengan “Rencana Pelajaran” tahun 1947 yang sifatnya masih sangat politis karena lahir pada zaman penjajahan Belanda. Kedua, “Kurikulum 1952” dari penyempurnaan Rencana Pelajaran 1947, yang ketiga “Kurikulum 1964” yang dipusatkan pada program Pancawardhana. Keempat, “Kurikulum 1968” yang fokus pada pembinaan jiwa Pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Kelima, “Kurikulum 1975/1976”, keenam “Kurikulum 1984” yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan masyarakat. Ketujuh, “Kurikulum 1994”, lalu kedelapan “Kurikulum Berbasis Kompetensi” atau KBK tahun 2002 dan 2004. Serta yang sampai saat ini masih bertahan adalah “Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)” yang dimulai tahun 2006. (Hidayat, 2013: 2-17) Implementasi setiap kurikulum tentu masih banyak kekurangan dan masalahmasalah. Pemerintah mengganti kurikulum dengan berbagai macam penyempurnaan dalam jangka waktu yang tidak tentu. Hal itu demi memenuhi sifat kurikulum yang dinamis sehingga tujuan pendidikan yang tercantum dalam kurikulum sejalan dengan perkembangan zaman, IPTEK, sosial budaya, dan

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 ekonomi di negara. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang akan diterapkan oleh pemerintah Indonesia dimulai tahun 2013 melalui uji coba secara bertahap di sekolah-sekolah pilihan. Dakir (2004:2-3) menjelaskan kurikulum berasal dari bahasa Latin currere yang berarti lapangan perlombaan lari. Batas start dan finish-nya perlombaan sudah ditentukan dalam sebuah lapangan perlombaan lari, apabila diartikan sesuai dengan konteks pendidikan, kurikulum merupakan sebuah bahan untuk belajar yang telah ditentukan secara pasti bagaimana pelaksanaannya, kapan dimulai dan kapan diakhiri. Kurikulum merupakan sebuah program pendidikan yang dirancang dan direncanakan serta berisi berbagai macam bahan ajar dan pengalaman belajar yang dibuat secara sistemik berdasarkan dengan norma yang berlaku sehingga dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran Kurikulum menjadi penting bagi tercapainya tujuan pendidikan nasional karena sifatnya yang berhubungan langsung dengan pengajaran demi kemajuan bangsa. Bahan ajar adalah salah satu bagian terpenting dalam kurikulum, salah satu contoh dari bahan ajar tersebut adalah buku ajar. Buku ajar menurut Sitepu (2012:20) mengandung berbagai informasi tentang perasaan, pikiran, gagasan, atau pengetahuan pengarangnya untuk disampaikan kepada orang lain menggunakan berbagai simbol visual, dalam bentuk huruf, gambar, bahkan bentuk lainnya. Buku ajar berisikan bahan belajar yang membantu siswa untuk mengembangkan kemampuannya sesuai tahapan pencapaian tujuan pendidikan institusional dan pendidikan nasional. Penulis bahan ajar hendaknya mengutamakan kesesuaian isi bahan ajar yang akan ditulis dengan kemampuan pengguna bahan tersebut. Bagi seorang guru sekolah dasar khususnya, bahan ajar

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 menjadi sebuah kebutuhan yang penting untuk membantu proses pembelajaran. Guru akan mengikuti setiap alur pembelajaran dari halaman perhalaman (Dakir, 2004:13-15). Bahan ajar digunakan guru sebagai fasilitas belajar bagi siswa. Sebaiknya guru menyusun sendiri bahan ajarnya, karena gurulah yang mengetahui keadaan dan kebutuhan siswanya. Guru dapat memanfaatkan media cetak atau media publik untuk memperoleh informasi sehingga dapat memyusun bahan ajar yang sesuai dengan perkembangan jaman. Selain itu guru dapat belajar dari pengalaman sebelumnya selama mengajar karena evaluasi materi yang telah digunakan sebelumnya juga turut menentukan kelayakan bahan ajar tersebut untuk digunakan bagi siswa (Cunningsworth, 1995:7-8). Pentingnya penggunaan bahan ajar dikatakan pula oleh Trianto (2010:122) bahwa bahan ajar diperlukan dalam pembelajaran khususnya pembelajaran tematik, bahan ajar hendaknya lebih lengkap dan komprehensif khususnya bahan ajar yang dipergunakan dalam pembelajaran tematik yang memadukan berbagai disiplin ilmu. Berdasarkan hasil wawancara, Bapak Henri Mustofa guru kelas IV SD Negeri Cebongan yang merupakan SD percontohan Kurikulum 2013, mengungkapkan bahwa pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah belum maksimal, artinya masih banyak kekurangan yang disebabkan oleh minimnya informasi mengenai implementasi Kurikulum 2013. Guru memahami mengenai Kurikulum 2013 sebatas cakupan tiga kemampuan yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap, sedangkan mengenai pendekatan tematik integratif dan pendekatan sains, guru menyatakan bahwa pendekatan sains adalah pembelajaran menggunakan indera

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 siswa, sedangkan pendekatan tematik yaitu yang sama digunakan pada pembelajaran di kelas rendah. Pemerintah pusat telah menyiapkan bahan ajar berdasarkan tema dalam satu tahun, namun guru menyatakan masih kesulitan karena materi pada buku ajar (buku siswa dan buku guru) kurang sesuai dengan kearifan lokal sekolah setempat. Guru harus kreatif untuk mengkaitkan pembelajaran dengan budaya lokal sekaligus menanamkan pendidikan karakter bagi peserta didik. Mengenai penilaian otentik, guru menjawab belum memahami dengan pasti teknik penilaian yang digunakan seperti apa, sebab belum ada pedoman penilaian yang sesuai. Pengawas setempat mengatakan bahwa penilaian Kurikulum 2013 sama dengan penilaian pada pembelajaran tematik di kelas rendah, artinya guru belum memahami penilaian otentik yang tepat. Guru menyatakan bahwa masih perlu adanya revisi terhadap bahan ajar yang telah disediakan agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan siswa. Guru juga mengatakan bahwa belum ada keinginan untuk menciptakan bahan ajar baru pada saat ini karena memang belum ada waktu untuk itu, tetapi guru sudah berusaha mencari referensi lain yang dapat digunakan untuk belajar siswa selain buku ajar dari pemerintah pusat. Guru mengharapkan adanya bahan ajar lain yang dapat memenuhi kebutuhan siswa dan mempermudah guru dalam membimbing siswa, misalnya kegiatan belajarnya jelas menggunakan pendekatan tematik integratif dan pendekatan saintifik, lalu pendidikan karakter yang sesuai budaya lokal siswa, serta penilaian otentik yang digunakan guru dalam menilai siswa. Berdasarkan beberapa masalah yang telah diungkapkan, peneliti menyimpulkan bahwa bahan ajar merupakan salah satu bagian penting dari

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 kurikulum untuk membantu tercapainya tujuan pendidikan khususnya pada penerapan Kurikulum 2013, bahkan berdasarkan wawancara, ketersediaan bahan ajar Kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh pemerintah pusat masih belum memenuhi kebutuhan siswa, contohnya terkait budaya lokal yang kurang tercermin dalam bahan ajar. Guru juga menjelaskan bahan ajar dari pemerintah belum menampilkan pendidikan karakter dalam kegiatan belajarnya, sehingga dengan pengetahuan yang masih terbatas guru harus mampu mengkaitkan sendiri pengetahuan yang diperoleh siswa dalam pembelajaran dengan budaya lokal setempat. Namun bukan hanya budaya lokal, ciri-ciri bahan ajar dalam Kurikulum 2013 yang paling tidak mencakup pendekatan tematik integratif, pendekatan saintifik, pendidikan karakter berbasis budaya lokal, serta penilaian otentik perlu diperjelas kembali, oleh karena itu peneliti akan melakukan penelitian dengan judul “Pengembangan Bahan Ajar Mengacu Kurikulum 2013 Subtema Mengenal Pahlawan Bangsaku untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar”. Bahan ajar ini masih dalam taraf percobaan dan perlu untuk disempurnakan. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, peneliti merumuskan permasalahan sebagai berikut: 1.2.1 Bagaimana prosedur pengembangan bahan ajar mengacu Kurikulum 2013 subtema “Mengenal Pahlawan Bangsaku” untuk siswa kelas IV sekolah dasar? 1.2.2 Bagaimana kualitas produk bahan ajar mengacu Kurikulum 2013 subtema “Mengenal Pahlawan Bangsaku” untuk siswa kelas IV sekolah dasar?

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan permasalahan di atas, maka tujuan kegiatan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.3.1 Memaparkan prosedur pengembangan bahan ajar mengacu Kurikulum 2013 subtema “Mengenal Pahlawan Bangsaku” untuk siswa kelas IV sekolah dasar. 1.3.2 Mendeskripsikan kualitas produk bahan ajar mengacu Kurikulum 2013 subtema “Mengenal Pahlawan Bangsaku” untuk siswa kelas IV sekolah dasar. 1.4 Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat, antara lain: 1.4.1 Bagi mahasiswa Mahasiswa sebagai calon guru semakin terampil dalam menyusun bahan ajar mengacu Kurikulum 2013 subtema “Mengenal Pahlawan Bangsaku” untuk siswa kelas IV sekolah dasar. 1.4.2 Bagi guru Guru dapat memperoleh dan menggunakan bahan ajar mengacu Kurikulum 2013 subtema “Mengenal Pahlawan Bangsaku” untuk siswa kelas IV sekolah dasar. 1.4.3 Bagi sekolah Sekolah dapat memperoleh bahan ajar lain yang mengacu Kurikulum 2013 subtema “Mengenal Pahlawan Bangsaku” untuk siswa kelas IV sekolah dasar.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1.4.4 8 Bagi Prodi PGSD Dosen dan mahasiswa mengembangkan bahan PGSD ajar memiliki kemampuan mengacu Kurikulum 2013 untuk subtema “Mengenal Pahlawan Bangsaku” untuk siswa kelas IV sekolah dasar. 1.5 Batasan Istilah 1.5.1 Pendekatan tematik integratif adalah sebuah pendekatan yang dilaksanakan dengan mengaitkan suatu konsep dengan konsep tertentu, suatu pokok bahasan (topik) dengan pokok bahasan tertentu, sehingga memberikan pengalaman belajar langsung bagi peserta didik secara holistik, bermakna, dan otentik. 1.5.2 Pendekatan saintifik adalah pendekatan yang menggunakan langkahlangkah pembelajaran secara ilmiah yaitu dengan mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan dengan prinsip belajar dapat berasal dari mana saja dan kapan saja. 1.5.3 Penilaian otentik adalah penilaian yang dilakukan secara komprehensif (meliputi banyak hal) selama proses dan akhir pembelajaran berdasarkan apa yang dilakukan siswa (alami), serta berkesinambungan untuk mengetahui perkembangan siswa. 1.5.4 Pendidikan karakter berbasis budaya lokal merupakan suatu pengajaran yang mengajak seseorang untuk mengenali kondisi yang dimiliki dirinya, termasuk potensi, keterbatasan, talenta, dan daya-daya yang ada dalam diri untuk kemudian dikembangkan sehingga mampu mengatasi keterbatasanketerbatasannya dan menjadi orang yang memiliki spirit yang kuat dengan menyesuaikan pada budaya atau kebiasaan-kebiasaan di sekitarnya.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 1.5.5 Bahan ajar adalah bagian dari buku ajar yang dikembangkan dari setiap tema dan subtema yang terdiri dari unsur: Tema, Subtema, KI, KD, indikator, tujuan pembelajaran, uraian materi, kegiatan belajar, refleksi, aksi atau tindakan siswa, rangkuman materi, penilaian, tindak lanjut, daftar kata penting, dan daftar pustaka. 1.6 Spesifikasi Produk yang Dikembangkan 1.6.1 Bahan ajar disusun dengan memperhatikan keutuhan perkembangan pribadi siswa (intelektual, keterampilan, dan karakter) yang nampak dalam perumusan indikator dan tujuan pembelajaran. 1.6.2 Bahan ajar disusun dengan pendekatan tematik integratif. 1.6.3 Bahan ajar disusun berbasis aktivitas siswa dengan menerapkan pendekatan saintifik. 1.6.4 Bahan ajar berbasis budaya lokal. 1.6.5 Penilaian dalam bahan ajar menggunakan penilaian otentik. 1.6.6 Bahan ajar disusun sesuai dengan ketentuan EYD.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Kurikulum 2013 Muhammad Nuh dalam Indratno (2013) menyatakan Kurikulum 2013 merupakan langkah pengembangan dari kurikulum sebelumnya. Pengembangan ini dilakukan untuk mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan zaman dalam bentuk eksternal maupun internal. Kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan pola pikir, penguatan tata kelola kurikulum, pendalaman dan perluasan materi, penguatan proses pembelajaran, dan penyesuaian beban belajar agar dapat menjamin kesesuaian antara apa yang diinginkan dengan apa yang dihasilkan. Tantangan zaman yang dimaksud adalah perkembangan teknologi yang semakin pesat, dengan demikian Kurikulum 2013 diharapkan menjadi jawaban atas globalisasi bagi dunia pendidikan. 2.1.1.1 Rasional dan Elemen Perubahan Kurikulum SD 2013 Rasional perubahan kurikulum 2013 dilakukan dengan pertimbangan adanya tantangan-tantangan yang dihadapi, tantangan tersebut baik internal maupun eksternal. Ada 8 (delapan) standar dalam pendidikan yang dianggap mempengaruhi kondisi pendidikan. Delapan standar tersebut adalah standar pengelolaan, standar biaya, standar sarana prasarana, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar isi, standar proses, standar penilaian, dan standar kompetensi lulusan. Standar-standar tersebut menjadi tantangan dari dalam untuk mengembangkan suatu pendidikan. (Kemendikbud, 2013a:72) 10

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 Perkembangan penduduk di Indonesia dari sisi pertumbuhan penduduk usia produktifnya juga demikian. Meningkatnya pertumbuhan usia produktif perlu diisi dengan pengembangan kompetensi dan keterampilannya juga, dengan demikian akan membantu kemajuan negara dengan baik apabila penduduknya memiliki kompetensi dan keterampilan yang baik pula (Kemendikbud, 2013a:73). Tantangan lainnya adalah tantangan eksternal yang datangannya dari luar pendidikan, seperti bayang-bayang masa depan, kompetensi yang diperlukan kelak, persepsi masyarakat, perkembangan pengetahuan dan pedagogi, bahkan pengaruh-pengaruh negatif dari luar. Jika diuraikan tantangan-tantang tersebut bisa merupakan dampak globalisasi yang sedang merajalela, seperti kemajuan teknologi yang sudah pasti mengandalkan kompetensi seseorang, sehingga berpengaruh pada persepsi bahwa pengetahuan adalah segalanya. Jika sudah demikian, seorang pelajar mungkin akan stress karena beban persepsi ini lalu mungkin juga pengaruh fenomena-fenomena negatif seperti tawuran pelajar, narkoba, korupsi, dan lain-lain. Beberapa hal tersebut menjadi perhatian dunia pendidikan sehingga diharapkan Kurikulum 2013 dapat menjadi jembatan bagi pendidikan membuat peserta didik memiliki arah dalam mempersiapkan diri untuk masa depan. (Kemendikbud, 2013a:74) Tantangan internal dan eksternal adalah dua hal yang harus siap dihadapi seiring perkembangan zaman, tetapi alasan lain pentingnya perubahan kurikulum adalah kesenjangan yang terjadi saat ini, kesenjangan-kesenjangan kurikulum yang terjadi akan ditunjukkan dalam tabel di bawah ini:

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 1. Identifikasi Kesenjangan Kurikulum 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 1 2 1 2 3 KONDISI SAAT INI KONSEP IDEAL A. KOMPETENSI LULUSAN Belum sepenuhnya menekankan 1 Berkarakter mulia pendidikan karakter Belum menghasilkan keterampilan 2 Keterampilan yang relevan sesuai kebutuhan Pengetahuan-pengetahuan lepas 3 Pengetahuan-pengetahuan terkait B. MATERI PEMBELAJARAN Belum relevan dengan kompetensi 1 Relevan dengan materi yang yang dibutuhkan dibutuhkan Beban belajar terlalu berat 2 Materi esensial Terlalu luas, kurang mendalam 3 Sesuai dengan tingkat perkembangan anak C. PROSES PEMBELAJARAN Berpusat pada guru 1 Berpusat pada peserta didik Proses pembelajaran berorientasi 2 Sifat pembelajaran yang pada pada buku teks kontekstual Buku teks hanya memuat materi 3 Buku teks memuat materi dan bahasan proses pembelajaran, sistem penilaian serta kompetensi yang diharapkan D. PENILAIAN Menekankan aspek kognitif 1 Menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik secara proposional Tes menjadi cara penilaian yang 2 Penilaian tes pada portofolio dominan saling melengkapi E. PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Memenuhi kompetensi profesi 1 Memenuhi kompetensi profesi, saja pedagogi, sosial, dan personal Fokus pada ukuran kinerja PTK 2 Motivasi mengajar F. PENGELOLAAN KURIKULUM Satuan pendidikan mempunyai 1 Pemerintah pusat dan daerah pembebasan dalam pengelolaan memiliki kendali kualitas dalam kurikulum pelaksanaan kurikulum di tingkat satuan pendidikan Masih terdapat kecenderungan 2 Satuan pendidikan mampu satuan pendidikan menyususn menyusun kurikulum dengan kurikulum tanpa mempertimbangkan kondisi mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah peserta didik, dan potensi daerah. Pemerintah hanya menyiapkan 3 Pemerintah menyiapkan semua sampai standar isi mata pelajaran komponen kurikulum sampai buku teks dan pedoman Sumber: Mulyasa ( 2013:61-63) 12

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 Melihat tantangan-tantangan yang dihadapi serta kesenjangan yang terjadi saat ini, perlu adanya perubahan pola pikir dalam dunia pendidikan, misalnya dari pembelajaran yang umumnya tradisional diubah menjadi pembelajaran yang mengaktifkan peserta didik. Mengenai penguatan tata kelola dengan belajar dari pengalaman diterapkannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sehingga fungsi guru, siswa serta pegawai lainnya lebih jelas bahwa dalam kurikulum nantinya, semua dibuat berdasarkan standar nasional. Pendalaman dan perluasan materi dilakukan karena berdasarkan studi PISA tahun 2009, bahwa pelajar Indonesia hanya mampu mencapai level 3 (tiga) dalam belajarnya. Sangat jauh dari negara-negara lainnya. Pendalaman dan perluasan materi sangat penting dilakukan untuk menghindari ketertinggalan. (Kemendikbud, 2013a:74) Perubahan Kurikulum perlu disesuaikan juga dengan kondisi masa depan, kondisi pendidikan saat ini dianggap kurang untuk mempersiapkan masa depan sehingga perlu dilakukan pergeseran proses pembelajaran, antara lain (Kemendikbud, 2013a:70): 1. Dari berpusat pada guru menuju berpusat pada siswa. 2. Dari satu arah menuju interaktif. 3. Dari isolasi menuju lingkungan jejaring. 4. Dari pasif menuju aktif-menyelidiki. 5. Dari maya/abstrak menuju konteks dunia nyata. 6. Dari pembelajaran pribadi menuju pembelajaran berbasis tim. 7. Dari luas menuju perilaku khas memberdayakan kaidah keterikatan. 8. Dari stimulasi rasa tunggal menuju stimulasi ke segala penjuru.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 9. Dari alat tunggal menuju alat multimedia. 10. Dari hubungan satu arah bergeser menuju kooperatif. 11. Dari produksi massa menuju kebutuhan pelanggan. 12. Dari usaha sadar tunggal menuju jamak. 13. Dari satu ilmu pengetahuan bergeser menuju pengetahuan disiplin jamak. 14. Dari kontrol terpusat menuju otonomi dan kepercayaan. 15. Dari pemikiran faktual menuju kritis. 16. Dari penyampaian pengetahuan menuju pertukaran pengetahuan. Sejalan dengan itu pergeseran proses pembelajaran seperti di atas, perlu juga dilakukan penyempurnaan pola pikir dan penggunaan pendekatan baru dalam perumusan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Perumusan SKL di dalam KBK 2004 dan KTSP 2006 yang diturunkan dari Standar Isi (SI) harus diubah menjadi perumusan yang diturunkan dari kebutuhan. Penyempurnaan pola pikir perumusankurikulum dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 2. Penyempurnaan Pola Pikir No. 1. 2. 3. 4. 5. KBK 2004 KTSP 2006 Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari Standar Isi Standar Isi dirumuskan berdasarkan Tujuan Mata Pelajaran (Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran) yang dirinci menjadi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Pemisahan antara mata pelajaran pembentukan sikap, pembentukan keterampilan, dan pembentukan pengetahuan Kompetensi diturunkan dari mata pelajaran Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain, seperti sekumpulan mata pelajaran terpisah Kurikulum 2013 Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari kebutuhan Standar Isi diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan melalui Kompetensi Inti yang bebas mata pelajaran Semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan Mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai Semua mata pelajaran diikat oleh Kompetensi Inti (tiap kelas) Sumber: Mulyasa (2013: 63)

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 Dalam Kurikulum 2013 terdapat 4 (empat) elemen perubahan yaitu, Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Isi, Standar Proses dan Standar Penilaian. Standar Kompetensi Lulusan merupakan salah satu dari 8 (delapan) standar nasional pendidikan sebagaimana yang ditetapkan dalam Pasal 35 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan, yang akan menjadi acuan bagi pengembangan kurikulum dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Elemen perubahan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 3. Elemen Perubahan Kurikulum DESKRIPSI SD Adanya peningkatan dan keseimbangan soft skills dan hard Kompetensi skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, Lulusan dan pengetahuan Kedudukan Kompetensi yang semula diturunkan dari matapelajaran mata pelajaran berubah menjadi mata pelajaran dikembangkan dari (ISI) kompetensi. Kompetensi dikembangkan melalui: Pendekatan (ISI) Tematik terpadu dalam semua mata pelajaran - Holistik dan integratif berfokus kepada alam, sosial dan Struktur budaya Kurikulum - Pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan sains (Mata Pelajaran - Jumlah mata pelajaran dari 10 menjadi 6 dan alokasi - Jumlah jam bertambah 4 JP/minggu akibat perubahan waktu) ISI pendekatan pembelajaran - Standar proses yang semula terfokus pada eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi dilengkapi dengan mengamati, menanya, mengolah, menalar, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta. - Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di Proses lingkungan sekolah dan masyarakat pembelajar-an - Guru bukan satu-satunya sumber belajar. - Sikap tidak diajarkan secara verbal, tetapi melalui contoh dan teladan Tematik dan terpadu - Penilaian berbasis kompetensi - Pergeseran dari penilaian melalui tes (mengukur Penilaian kompetensi pengetahuan berdasarkan hasil saja), menuju penilaian otentik (mengukur semua kompetensi sikap, ELEMEN

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - - Ekstrakurikuler - 16 keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil) Memperkuat PAP (Penilaian Acuan Patokan) yaitu pencapaian hasil belajar didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor ideal (maksimal) Penilaian tidak hanya pada level KD, tetapi juga pada kompetensi inti dan SKL Mendorong pemanfaatan portofolio yang dibuat siswa sebagai instrumen utama penilaian Pramuka (wajib) UKS PMR Bahasa Inggris Sumber: Mulyasa (2013: 77-79) Berdasarkan elemen perubahan di atas dapat disimpulkan bahwa Kurikulum 2013 menata ulang SNP yang telah berlaku sehingga menjadi penyempurnaan bagi pendidikan nasional. 2.1.1.2 Pendekatan Tematik Integratif Kurikulum 2013 menerapkan pendekatan tematik integratif sebagai pendekatan dalam proses pembelajaran di tingkat sekolah dasar. Perubahan Kurikulum 2013 dilandasi berbagai hal, antara lain landasan yuridis, teoritis, dan konseptual. Pembelajaran kontekstual merupakan salah satu landasan konseptual pengembangan Kurikulum 2013 (Mulyasa, 2013:65). Pembelajaran kontekstual diusahakan untuk menciptakan kondisi belajar menjadi semirip mungkin dengan situasi aslinya atau kondisi nyata, hal tersebut bertujuan agar guru mudah untuk mengaitkan pembelajaran dengan kondisi pada kenyataannya. Suprijono (2011:79) menjelaskan bahwa pembelajaran kontekstual merupakan konsep yang digunakan untuk membantu guru dalam mengaitkan materi yang diajarkan dengan kondisi kenyataan yang ada di sekitar siswa sehingga akan membantu siswa untuk memahami kemudian menghubungkan pengetahuannya dengan penerapan konsep kehidupan sehari-hari. Sumiati dan

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 Asra (2009:14) juga menyatakan pembelajaran kontekstual lebih pada upaya atau usaha guru untuk memfasilitasi siswa dalam memahami relevansi materi, hingga mampu mengaplikasikan dalam kehidupan siswa. Pembelajaran kontekstual menekankan pada perkembangan ilmu, keterampilan, dan pemahaman kontekstual siswa untuk menghubungkan materi pelajaran yang diperoleh dengan keadaan di dunia nyata, dengan demikian pembelajaran akan semakin bermakna karena siswa belajar dari pengalamannya. Pembelajaran kontekstual juga memiliki komponen yang sama dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, seperti dalam Sagala (2009:88-91) yang menjelaskan komponen pembelajaran kontekstual adalah konstruktivisme atau yang berhubungan dengan perkembangan pemikiran siswa, bertanya, menemukan, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian sebenarnya yang diperoleh dari data-data yang dikumpulkan dari kegiatan yang dilakukan siswa. Data bisa berupa proyek atau kegiatan, laporan, tugas rumah, kuis, karya siswa, presentasi atau penampilan siswa, demonstrasi, laporan, jurnal, hasil tes tulis, dan karya tulis (Riyanto, 2010:176). Pembelajaran kontekstual disampaikan pada bab ini untuk menjelaskan tentang pendekatan tematik integratif yang pada dasarnya juga menerapkan konsep-konsep pembelajaran kontekstual, karena pendekatan tematik integratif cenderung pada konsep keterkaitan muatan pembelajaran satu dengan lainnya yang kemudian terintegrasi sehingga sesuai dengan konteks pribadi siswa. Model pembelajaran tematik yang awalnya dikenal dengan istilah Integrative Thematic Instruction (ITI) berkembang sekitar tahun 1970. Namun baru akhir-akhir ini model pembelajaran tematik dianggap memiliki efektivitas bagi pembelajaran.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 Dalam pembelajaran yang dikenal dengan highly effective teaching model ini mencakup berbagai dimensi secara menyeluruh antara lain emosi, fisik, dan akademik di kelas serta lingkungan sekolah. (Kemendikbud, 2013a:189) Awalnya, pembelajaran tematik integratif diperuntukkan bagi anak yang berbakat dan bertalenta, cerdas, yang berada pada program perluasan belajar serta mereka yang belajar dengan cepat. Peserta didik dalam pembelajaran tematik dipandu untuk mencapai kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher levels of thinking), karena memanfaatkan keterampilan berpikir yang memanfaatkan kecerdasan ganda sehingga akan membantu proses pengembangan dimensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Pembelajaran tematik ini juga diusahakan mampu dilakukan dengan memanfaatkan lingkungan alam secara optimal. Sehingga guru harus mampu mengidentifikasi elemen yang relevan bagi interaksi siswa dengan lingkungannya. (Kemendikbud, 2013a:189-190) Pembelajaran tematik integratif merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema (Anonymous, 2013). Awalnya, pembelajaran tematik integratif dilaksanakan pada kelas rendah. Pada Kurikulum 2013, pembelajaran di semua tingkatan kelas rendah maupun kelas tinggi dilaksanakan secara tematik integratif sehingga mata pelajaran tidak disajikan secara terpisah melainkan berdasarkan tema, lalu dikombinasikan dengan mata pelajaran yang saling berkaitan (Mulyasa, 2013:170). Dalam pembelajaran tematik integratif, mata pelajaran satu dengan yang lainnya akan melebur menjadi satu sehingga peserta didik tidak akan menyadari mata pelajaran apa yang sedang dipelajari.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 Joni dalam Trianto (2011: 56) menguraikan pengertian pembelajaran terpadu sebagai suatu sistem pembelajaran yang mengaktifkan siswa baik secara individu maupun kelompok untuk mencari, menggali serta menemukan konsep bahkan prinsip keilmuan secara holistik, bermakna, dan otentik. Sedangkan Hadisubroto dalam Trianto juga menguraikan bahwa pembelajaran terpadu lebih pada mengaitkan suatu pokok bahasan dengan pokok bahasan atau tema tertentu, suatu konsep dengan konsep tertentu, dilakukan secara spontan maupun direncanakan serta dapat mencakup satu bidang studi bahkan lebih dengan berbagai pengalaman belajar anak sehingga menjadi lebih bermakna. Trianto sendiri menegaskan bahwa pembelajaran terpadu merupakan suatu pendekatan belajar mengajar dengan melibatkan beberapa bidang studi untuk memberikan pengalaman bermakna bagi peserta didik. Pengalaman yang dimaksud adalah dengan memahami konsep-konsep melalui pengamatan langsung lalu menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahami oleh peserta didik. (Trianto, 2011: 57) Majid (2013:119-120) menjelaskan pembelajaran terpadu sebagai suatu konsep atau pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa bidang studi, sehingga memberikan pengalaman langsung bagi siswa secara bermakna, bermakna karena siswa dapat menghubungan pembelajaran yang dilalui dengan konsep lain yang dipahami siswa. Pembelajaran terpadu memiliki prinsip, antara lain: (1) memiliki satu tema aktual, (2) memilih materi yang saling terkait dari beberapa mata pelajaran, (3) jangan sampai bertentangan dengan tujuan kurikulum yang berlaku, (4) perpaduan materi pelajaran disesuaikan dengan

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 perkembangan karakteristik siswa, dan (5) jangan sampai memaksakan materi yang tidak dapat dipadukan. Fogarty dalam Majid (2013:120-122) mengungkapkan pembelajaran terpadu memiliki beberapa model, antara lain model keterhubungan (connected), model laba-laba (webbed), dan model keterpaduan (integrated). Pembelajaran tematik menurut Rusman (2013:254) merupakan salah satu model pembelajaran terpadu (integrated instruction) yang dikatakan sebagai suatu sistem yang dapat memungkinkan bagi siswa untuk belajar secara individu maupun kelompok kemudian aktif menggali dan menemukan konsep baru sehingga siswa dapat belajar secara holistik, bermakna, dan otentik. Penerapan pembelajaran terpadu dalam Kurikulum 2013 menggunakan model laba-laba (webbed) dalam istilah lain disebut dengan model tematik, hal itu ditunjukkan dengan adanya tema ataupun subtema yang nampak dari masing-masing jaring, jaring tema untuk satu bulan, jaring subtema untuk satu minggu, dan jaring harian. Jaring-jaring tersebut berisikan kompetensi dasar dan indikator yang inging dicapai dalam pembelajaran serta berpusat pada satu tema tertentu. Berdasarkan beberapa pengertian yang telah diuraikan, pembelajaran terpadu berulang kali disebutkan memiliki ciri pembelajaran secara holistik, bermakna dan otentik. Sugiyanto (2010:132-134) menguraikan pembelajaran tematik terpadu dikatakan holistik karena siswa belajar tidak hanya dari satu bidang kajian saja, tetapi dari berbagai bidang, sehingga siswa lebih memahami banyak hal setelah belajar. Bermakna karena siswa mampu menghubungkan berbagai konsep untuk menemukan keterkaitan konsep dengan kehidupan. Otentik karena siswa mengetahui secara langsung apa yang dipelajarinya. Aktif karena

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 siswa secara aktif menggunakan fisik, mental, intelektual, dan emosionalnya unruk menggali pengetahuan dalam pembelajaran. Kesimpulannya, pembelajaran tematik intergratif merupakan suatu pendekatan belajar yang mengusahakan keterkaitan antar bidang studi, antar konsep, antar pokok bahasan, antar tema bahkan topik sehingga memberikan pemahaman yang bermakna bagi peserta didik serta mengusakan pengalaman belajar langsung bagi peserta didik agar memahami pembelajaran secara holistik, bermakna, dan otentik. 2.1.1.3 Pendekatan Saintifik Pendekatan yang digunakan dalam pengembangan Kurikulum 2013 adalah dengan pendekatan saintifik (ilmiah). Penerapan pendekatain saintifik dalam proses pembelajaran karena informasi bisa berasal dari mana saja, kapan saja, tidak bergantung pada informasi searah dari guru. Maka kondisi pembelajaran yang diharapkan tercipta diarahkan untuk mendorong peserta didik dalam mencari tahu dari berbagai sumber observasi, bukan diberi tahu. Pendekatan saintifik atau ilmiah tidak jauh berbeda dengan pendekatan keterampilan proses yang digagas oleh Semiawan (1987). Pendekatan keterampilan proses penting diterapkan dalam pembelajaran, karena beberapa alasan: (1) ilmu pengetahuan yang semakin pesat berkembang, sehingga tidak mungkin bagi guru untuk mengajarkan “semua” konsep dan fakta yang ada; (2) anak-anak mudah dalam memahami konsep yang rumit dan abstrak apabila disertai dengan contoh yang kongkrit; (3) penemuan suatu konsep atau ilmu pengetahuan tidaklah mutlak benar, namun bisa relatif; (4) pengembangan sikap

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 dan nilai dalam diri anak harus ditanamkan selama proses pembelajaran (Semiawan, 1987:14-15). Semiawan (1987:19-33) menggambarkan pendekatan keterampilan proses sebagai suatu keterampilan yang menerapkan proses bekerja ilmuwan karena seorang anak memiliki rasa ingin tahu yang besar, maka guru perlu menyediakan tempat yang tepat agar kebutuhan ingin tahu anak dapat terpenuhi. Ada tiga belas kemampuan atau sikap dalam keterampilan proses yang dipaparkan oleh Semiawan, yaitu: (1) observasi, (2) perhitungan, (3) pengukuran, (4) klasifikasi, (5) hubungan ruang atau waktu, (6) membuat hipotesis, (7) perencanaan penelitian atau eksperiman, (8) pengendalian variabel, (9) interpretasi data, (10) kesimpulan sementara, (11) peramalan, (12) penerapan, dan (13) komunikasi. Penjelasan dari beberapa kemampuan tersebut sebagai berikut: 1. Observasi atau pengamatan merupakan keterampilan yang paling mendasar, kita memanfaatkan semua indera kita melalui melihat, mendengar, merasa, mengecap, dan mencium. Penerapannya dalam pembelajaran bisa sangat mudah, dengan mengamati berbagai makhluk hidup, benda, dan berbagai hal di sekitarnya. 2. Perhitungan dikenal cenderung dekat dengan matematika, karena umunya matematika dikenal sebagai ilmu hitung-hitungan. Namun sebenarnya keterampilan menghitung juga digunakan pada ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, bahkan bahasa Indonesia. Guru hanya perlu menciptakan kegiatan yang menarik anak, misalnya saja bisa dengan menghitung jumlah batu dalam sebuah pot, menghitung kelereng mainan yang mereka miliki, menghitung binatang di sekitar sekolahnya, dan lain sebagainya. Banyak hal

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 yang bisa dijadikan kegiatan yang menarik bagi anak saat pembelajaran. Hasil perhitungan tersebut bisa dikomunikasikan atau dikonversikan dengan cara membuat tabel, grafik, atau histogram. 3. Pengukuran adalah keterampilan yang sering dilakukan oleh ilmuwan untuk melihat suatu perbandingan, sebab dasar dari pengukuran adalah pembanding. Mengukur bisa dilakukan dengan berbagai kegiatan membandingkan luas, kecepatan, suhu, volume, massa, dan sebagainya. Dengan pengukuran, anak akan perlahan-lahan memahami satuan ukuran tanpa guru menjelaskan, bisa saja anak menemukan sendiri pengetahuannya. 4. Klasifikasi merupakan kegiatan yang identik dengan menggolong-golongkan, dengan mengklasifikasikan anak mampu untuk menemukan suatu persamaan maupun perbedaan antara benda-benda di sekitarnya. Mengklasifikasi bisa berdasarkan suatu ciri khusus, tujuan, serta kepentingan tertentu. Dalam belajar, anak dapat menggolongkan benda-benda berdasarkan bentuknya, permukaannya, warna, ukuran, misalnya menggolongkan daun, bisa golongan daun yang berwarna hijau, bentuk tulang daun, dan corak daunnya. 5. Hubungan ruang atau waktu mengajak siswa untuk belajar misalnya dengan mengenal bentuk-bentuk seperti lingkaran, persegi, segitiga, dan sebagainya. Selain mengenai bentuk-bentuk, siswa juga diajak mengenal tentang arah seperti depan, belakang, kanan, kiri, utara, selatan 6. Membuat suatu hipotesis memerlukan suatu alasan yang dapat menerangkan pengamatan akan suatu kejadian. Contoh kegiatan untuk anak dalam membuat hipotesis misalnya anak diminta untuk menanam tumbuhan dalam

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 pot, lalu pot diberi pupuk. Anak-anak lalu menduga apa yang terjadi apabila tumbuhan dalam pot diberi pupuk, dan bagaimana jika tidak. 7. Perencanaan penelitian atau eksperimen atau percobaan dapat dilakukan dengan mengajari anak melakukan suatu percobaan sederhana. Lalu yang dilakukan adalah mengajak anak menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan, obyek percobaan, dan sebagainya. 8. Variabel merupakan faktor yang mempengaruhi, dalam percobaan, variabel bisa berupa faktor-faktor yang mempengaruhi objek percobaan. Contohnya anak dilatih saat percobaan menanam pohon, pengendalian variabel dilakukan dengan memberikan pupuk dengan jumlah yang sama, menyiram air dengan frekuensi yang sama, atau bisa dalam kata lain, perlakuan yang diberikan pada objek penelitian adalah sama. Hal tersebut untuk melihat bagaimana pengaruhnya terhadap objek. 9. Interpretasi atau penafsiran data dilakukan setelah semua tahap sebelumnya terpenuhi. Sebuah data dapat ditafsirkan apabila telah diamati, dihitung, diukur, dan dilakukan eksperimen. Penafsiran data dilakukan bisa dengan membuat tabel atau grafik, dan bisa dengan alat penyaji data yang lainnya. 10. Seorang peneliti membuat kesimpulan sementara (inferensi) sesaat setelah melakukan eksperimen. Kesimpulan tersebut diperoleh dari hasil pengamatan saat melakukan eksperimen. Sehingga sifatnyapun sementara hingga waktu eksperimen yang ditentukan. 11. Peramalan mengajak anak bisa meramalkan suatu hal berdasarkan hasil pengamatannya. Contohnya, kemungkinan yang terjadi apabila tumbuhan yang mereka tanam di pot kemudian diletakkan di bawah terik matahari, apa

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 yang terjadi? Lalu kemungkinan bila diberi air terlalu banyak, apa yang terjadi? Keterampilan ini akan melatih anak berpikir ke depan sehingga akan baik untuk proses belajarnya. 12. Penerapan (aplikasi) adalah keterampilan yang paling mudah, namun juga sulit untuk diterapkan. Misalnya jika anak sudah melakukan percobaan untuk menanam tumbuhan, maka seharusnya dia bisa melakukannya di rumah. Dengan keterampilan menerapkan konsep yang dimiliki dalam kehidupan, anak akan berlatih untuk memecahkan masalah ang dihadapinya. 13. Komunikasi adalah keterampilan dasar yang terakhir pada pendekatan keterampilan proses, dalam keterampilan ini anak dilatih untuk mampu menyampaikan hasil kegiatan belajarnya (eksperimen) yang dilakukan ke dalam sebuah paper atau sebuah karangan atau bahkan laporan sederhana. Banyak yang dapat dilakukan siswa melalui komunikasi ini, siswa bisa saja menyampaikan tabel atau grafik yang mereka miliki selama melakukan percobaan. Lalu bisa dengan gambar, model, dan sebuah karangan cerita. Ketigabelas keterampilan perlu dilatihkan guru pada anak melalui pembelajaran, karena anak akan dilatih belajar layaknya para ilmuwan untuk menemukan suatu teori yang baru. Sama halnya dengan pendekatan yang ingin diterapkan oleh pemerintah melalui Kurikulum 2013 yaitu pendekatan saintifik, akan tetapi tidak semua keterampilan diterapkan dalam pembelajaran. Pemerintah menyesuaikan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Suddarwan dalam Kemendikbud (2013a:205) mengatakan bahwa pendekatan saintifik yang memiliki ciri pada penonjolan dimensi pengamatan,

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 penalaran, penemuan, pengabsahan, dan penjelasan tentang suatu kebenaran. Kriteria proses pembelajaran dengan pendekatan ilmiah, antara lain: 1. Substansi atau materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu; bukan sebatas kirakira, khayalan, legenda, atau dongeng semata. 2. Penjelasan guru, respon peserta didik, dan interaksi edukatif guru-peserta didik terbebas dari prasangka yang serta-merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis. 3. Mendorong dan menginspirasi peserta didik berpikir secara kritis, analistis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan substansi atau materi pembelajaran. 4. Mendorong dan menginspirasi peserta didik mampu berpikir hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan satu sama lain dari substansi atau materi pembelajaran. 5. Mendorong dan menginspirasi peserta didik mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang rasional dan objektif dalam merespon substansi atau materi pembelajaran. 6. Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggung jawabkan. 7. Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas, namun menarik sistem penyajiannya. Metode ilmiah juga merujuk pada teknik-teknik investigasi atas suatu fenomena atau gejala untuk memperoleh pengetahuan baru, atau mengoreksi dan memadukan pengetahuan sebelumnya. Kemendikbud (2013a:211) juga

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 menyatakan bahwa hasil pembelajaran dengan pendekatan ilmiah lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran yang tradisional. Sedangkan langkah-langkah pembelajaran ilmiah adalah sebagai berikut: pertama, mengamati yaitu dengan menyajikan media obyek secara nyata sehingga peserta didik akan ditantang rasa ingin tahunya. Kedua, menanya yaitu dengan memberikan kesempatan pada siswa untuk meningkatkan dan mengembangkan sikap, keterampilan, dan pengetahuannya dengan cara mengajukan suatu pertanyaan selama proses pembelajaran. Ketiga, menalar, dengan merujuk pada kemampuan mengelompokkan beragam ide dan mengasosiasikan beragam peristiwa untuk kemudian memasukannya menjadi penggalan memori yang dimiliki siswa. Keempat, hubungan antar fenomena untuk mempertajam daya nalar peserta didik; lalu kelima adalah mencoba yaitu dengan mengajak siswa melakukan suatu percobaan selama proses pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan siswa. Pendekatan saintifik yang diterapkan dalam pembelajaran pada Kurikulum 2013 pada intinya merujuk pada suatu proses pembelajaran yang dilakukan siswa secara ilmiah serta menggunakan metode ilmiah dengan mengedepankan ide-ide kreatif siswa sehingga mengembangkan kemampuan siswa secara holistik mulai dari ranah pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Bukan hanya itu, melalui pendekatan saintifik, siswa diajak belajar seperti ilmuwan sehingga rasa ingin tahu mereka terpenuhi melalui belajar yang mereka lakukan. 2.1.1.4 Penilaian Otentik Penilaian pada Kurikulum 2013 memiliki tujuan berdasarkan standar penilaian untuk menjamin perencanaan penilaian berdasarkan kompetensi yang

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 akan dicapai peserta didik, pelaksanaan penilaian secara professional, terbuka, edukatif, efektif, efisien dan sesuai konteks sosial budaya, serta pelaporan hasil penilaian secata objektif, akuntabel, dan informatif. Penilaian tersebut mengacu pada Standar Penilaian Pendidikan dalam Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013. Penilaian dalam pendidikan juga mencakup beberapa hal, yaitu penilaian autentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian sekolah atau madrasah. (Majid, 2014:35) Penilaian merupakan proses pengumpulan berbagai data yang dapat memberikan gambaran perkembangan terhadap belajar siswa. Gambaran tersebut sebagai dasar untuk mengetahui proses yang dilalui siswa sudah benar. Kunandar (2014:35) menyatakan penilaian otentik menekankan pada apa yang seharusnya dinilai dalam proses maupun hasilnya. Penilaian dilakukan dengan menggunakan berbagai instrumen penilaian sesuai dengan tuntutan kompetensi yang ada dalam Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD). Penilaian otentik menurut Nurhadi (2004:172) merupakan penilaian dengan mengumpulkan informasi terkait perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan siswa melalui berbagai teknik yang dapat mengungkapkan, membuktikan atau menunjukkan dengan tepat dimana tujuan pembelajaran telah benar-benar dikuasai dan dicapai oleh siswa. Hakikat penilaian otentik adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa. Gambaran tersebut perlu untuk membuktikan mengenai proses belajar yang dilalui siswa, sehingga ketika siswa nampak mulai mengalami kemacetan dalam belajar, guru segera

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 mengambil tindakan yang terbaik untuk siswa. Penilaian sebaiknya tidak dilakukan diakhir saja, tetapi dilakukan bersama dan secara terintegrasi (tidak terpisahkan) dengan kegiatan pembelajaran (Nurhadi, 2004: 168). Rustaman (2006) mengatakan penilaian otentik adalah penilaian langsung sehingga penilaiannya juga dilakukan secara langsung, karena apa yang dilakukan pada saat itu juga akan menggambarkan situasi perkembangan siswa yang dilakukan dengan alami, misalnya ketika melakukan tukar oendapat atau diskusi. Penilaian otentik menurut Mueller dalam Rustaman (2006) adalah penilaian yang meminta para siswanya untuk menampilkan tugas pada situasi yang nyata dan alami, karena dengan begitu penilaian akan semakin bermakna dan tepat sasaran seperti menilai siswa pada keadaan yang sesungguhnya. Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa penilaian otentik merupakan bentuk penilaian yang dilakukan secara langsung sesuai dengan keadaan siswa yang sesungguhnya dengan menilai aspek secara keseluruhan sesuai yang dinilai pada saat tersebut. Penilaian otentik berdasarkan Pusat Kurikulum dalam Majid (2014:236) merupakan proses pengumpulan, pelaporan, serta penggunaan berbagai informasi mengenai proses dan hasil belajar siswa yang menerapkan berbagai prinsip penilaian secara berkelanjutan berdasarkan bukti-bukti otentik yang diperoleh sehingga akuran dan konsisten sebagai pertanggungjawaban terhadap publik. Melaksanakan penilaian otentik juga perlu melaksanakan belajar otentik, menurut Ormiston dalam Majid (2014:241) belajar otentik mencerminkan cara belajar yang diterapkan oleh siswa dalam memecahkan suatu permasalahan yang berkaitan dengan realitas di luar sekolah atau dalam kehidupan siswa. Majid (2014:238)

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 menegaskan bahwa penilaian otentik merupakan penilaian yang dilakukan untuk mengetahui tentang gambaran perkembangan siswa. Kunandar (2014:36) menjelaskan penilaian otentik berdasarkan Penilaian Acuhan Patokan (PAP) merupakan pencapaian hasil belajar yang dicapai atau yang diperoleh berdasarkan skor ideal atau skor maksimal. Kemendikbud (2013:1) dalam Panduan Teknis Penilaian di SD mengatakan bahwa penilaian merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data berdasarkan proses dan hasil belajar peserta didik. Rangkaian kegiatannya dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, agar menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusannya. Selain itu, pemerintah juga menyampaikan beberapa hal yang menjadi perhatian dalam merancang sebuah penilaian, antara lain: 1) Arah penilaian untuk mengukur pencapaian kompetensi yaitu KD-KD pada KI-3 dan KI-4, 2) Kriteria penilaiannya berdasarkan yang telah dilakukan peserta didik selama proses pembelajaran. Sehingga bukan untuk menentukan ranking atau posisi seseorang dalam kelompok. 3) Penilaiannya berupa penilaian yang berkelanjutan. Untuk kemudian dianalisis kesulitan yang dialami siswa serta kompetensi-kompetensi yang belum dimiliki siswa. 4) Hasil analisis digunakan untuk menentukan tindak lanjut yang berupa perbaikan proses pembelajaran beikutnya serta memberikan remedi bagi siswa yang belum tercapai ketuntasannya, serta menjadi program pengayaan bagi peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 5) Sistem penilaiannya disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh peserta didik selama proses pembelajaran. Kurikulum 2013 menuntut siswa untuk mendemonstrasikan apa yang mereka peroleh melalui pelajaran, demonstrasi tersebut jelas kurang cocok apabila dinilai menggunakan tes tulis, sehingga perlu adanya penilaian tugas kinerja dan rubrik. Terdapat 2 bagian penilaian kinerja, yaitu satu tugas dan satu set kriteria penskoran yang disebut rubrik. Tugas bisa menghasilkan suatu produk, kinerja, atau uraian jawaban dari sebuah pertanyaan yang menerapkan keterampilan berpikir. (Majid, 2014:244) Penilaian otentik memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (1) harus mengukur semua aspek pembelajaran, (2) dilaksanakan selama dan sesudah proses belajar, (3) memanfaatkan berbagai sumber dan cara, (4) menggunakan tes sebagai salah satu alat pengumpul data, (5) tugas-tugas yang dberikan harus mencerminkan kehidupan siswa, (6) harus menekankan kedalaman pengetahuan dan keahlian siswa, bukan kuantitasnya. Sedangkan karakteristiknya, penilaian otentik (1) bisa digunakan untuk formatif maupun sumatif, (2) mengukur keterampilan dan performansi, (3) berkesinambungan dan dilaksanakan secara terintegrasi, (4) digunakan sebagai feed back. Hal-hal yang digunakan sebagai dasar penilaian antara lain: proyek atau penugasan dan laporannya, hasil tes tulis, portofolio, pekerjaan rumah, kuis, karya peserta didik, presentasi atau penampilan, demonstrasi, laporan, jurnal, karya tulis, kelompok diskusi, dan wawancara. (Kunandar, 2014:38-41) Penilaian otentik (Kemendikbud, 2013b: 5) merupakan penilaian yang dilakukan dengan komprehensif untuk menilai aspek sikap, pengetahuan,

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 keterampilan menerima masukan (input), proses, serta keluaran (output) pembelajaran. Penilaian otentik juga memiliki sifat yang alami, apa adanya dan tidak dalam suasana yang tertekan sehingga apa yang dinilai dalam penilaian otentik lebih pada apa yang bisa dilakukan siswa, bukan berdasarkan apa yang diketahui oleh siswa. Beberapa contoh tugas-tugas yang dapat digunakan untuk melakukan penilaian otentik, antara lain: pemecahan masalah matematika, melaksanakan percobaan, bercerita, menulis laporan, berpidato, membaca puisi, serta membuat peta perjalanan. Pengertian-pengertian tersebut menyimpulkan bahwa pada dasarnya penilaian otentik merupakan penilaian yang dilakukan untuk melihat pencapaian yang dilakukan oleh siswa secara komprehensif (meliputi banyak hal) selama proses dan akhir pembelajaran, dilakukan berdasarkan apa yang dilakukan siswa (alami), serta secara berkesinambungan untuk mengetahui perkembangan siswa lebih mendalam. 2.1.1.5 Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Lokal Koesoema (2007: 44), pendidikan karakter di Indonesia sudah menjadi tradisi sejak dahulu yaitu dengan pembentukan kepribadian dan identitas bangsa sesuai dengan konteks dan situasi yang dialami oleh para pendidik pada zaman itu. Pendidikan menurut Koesoema (2007:53-55) adalah sebuah proses pengembangan dari berbagai macam potensi yang ada dalam diri manusia , misalnya kemampuan akademis, relasional, bakat, talenta, kemampuan fisik, atau daya seni yang dimiliki seorang manusia. Dalam proses pendidikan, melibatkan pembagian kelas sosial yang lebih dikenal dengan guru dan murid. Seorang anak menjadi murid, dan orang dewasa adalah gurunya.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 Hornby dan Parnwell dalam Furqon (2010:12) mengatakan bahwa secara harfiah, karakter diartikan ssebagai sebuah kualitas mental atau moral, kekuatan moral, nama atau reputasi. Lalu Furqon (2010:13) sendiri mengartikan bahwa karakter merupakan kualitas atau kekuatan mental atau moral, juga merupakan akhlak atau budi pekerti seorang individu sehingga menjadi sebuah kepribadian khusus yang menjadi spirit bagi individu tersebut serta membedaka dirinya dengan individu lainnya. Sedangkan Koesoema (2007:90-91) menjelaskan bahwa istilah karakter merupakan suatu ambiguitas, sebab dari penjelasan yang diberikan Mounier bahwa karakter diinterpretasi menjadi dua hal, yaitu tentang suatu kumpulan kondisi yang telah diberikan begitu saja, atau sebagai sesuatu yang telah diberi dari sononya dan merupakan sebuah tingkat kekuatan individu dalam mengatasi kondisi yang telah ada tersebut. Bahkan karakter dianggap lebih pada sebuah proses yang dikehendaki (willed). Jika disingkat, maka karakter merupakan suatu kondisi yang diterima tanpa kita bisa memilih, sehingga kita harus mampu mengatasi kondisi yang “tidak bebas” tersebut agar jangan sampai menjadi manusia yang fatalism akibat kita terlalu optimis dengan apa yang telah dimiliki atau sebaliknya. Maka, karakter cenderung pada bagaimana seseorang mengenali keterbatasan diri, potensi-potensi, serta segala hal yang mungkin berkembang. Bukan berarti seorang individu pasrah dengan kondisi dari “sono”nya itu tadi, tetapi lebih pada bagaimana agar kondisi yang dianggap dari “sono”nya menjadi lebih natural. Listyarti (2012:3-4) mengatakan karakter dapat diamati dari tiga aspek secara teoritis, yaitu mengetahui kebaikan (knowing the good), mencintai kebaikan (loving the good), dan melakukan kebaikan (doing the good). Karakter

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 bukan sekedar masalah benar ataupun salah, tetapi bagaimana membiasakan perilaku yang baik agar siswa mau merasakan, memahami, dan melakukan hal baik sehingga menjadi kebiasaan yang baik. Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter merupakan suatu pengajaran yang mengajak seseorang untuk mengenali kondisi yang dimiliki dirinya, termasuk potensi, keterbatasan, talenta, dan daya-daya yang ada dalam diri untuk kemudian dikembangkan sehingga mampu mengatasi keterbatasan-keterbatasannya dan menjadi orang yang memiliki spirit yang kuat. Listyarti (2012:5-12) menjelaskan mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan karakter, khususnya karakter kebangsaan, yaitu: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat atau komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Sekolah di Indonesia perlu melaksanakan pendidikan karakter karena karakter bangsa Indonesia yang masih lemah, sejalan Renstra Kemendiknas 2010-2-14 tentang penerapan pendidikan karakter, serta penerapan pendidikan karakter di sekolah yang memerlukan pemahaman konsep, teori, metodologi, dan aplikasi yang sesuai dengan pembentukan karakter dan pendidikan karakter itu sendiri. Keliru apabila pendidikan karakter disamakan dengan pelajaran agama, pendidikan kewarganegaraan, budi pekerti, karena hanya akan sama dengan taraf pengetahuan saja tetapi tidak merasuk dan mengubah kebiasaan atau karakter siswa menjadi lebih baik.

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3 telah menyatakan bahwa pada dasarnya Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik sehingga menjadi mandiri yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga yang demokratis dan bertanggungjawab. Dari pernyataan dalam UU tersebut, jelas bahwa beberapa point-nya berupa tujuan pembentukan karakter peserta didik. Watie, dkk. (2012:50-51) menekankan tentang pentingnya pendidikan karakter yang berbasis budaya sekolah untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dan karakter yang positif. Beberapa prinsipnya adalah berkelanjutan, yang berarti proses persiapan, perlaksanaan, dan evaluasi harus terus dikembangkan. Kedua, prinsip pengembangan, dimana budaya sekolah terintegrasi dalam seluruh aktivitas sekolah, ketiga adalah konsistensi yang menekankan pada komitmen warga sekolah dalam menerapkan nilai-nilai karakter yang positif. Keempat, prinsip implementatif, karakter harusnya diwujudkan dalam ucapan, sikap dan perilaku seluruh warga sekolah. Kelima, menyenangkan yang artinya dalam pendidikan karakter tidak ada rasa takut, khawatir, ataupun tertekan dalam diri siswa. Pendidikan karakter penting untuk diterapkan dalam lingkungan sekolah tujuannya untuk mengembangkan semua aspek dalam diri siswa ke arah yang baik, sehingga bukan sekedar pengetahuan saja, tetapi sungguh-sungguh merasuk

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 dalam diri siswa dan mengubah ucapan, sikap dan perilaku semua warga sekolah menjadi kebiasaan baik dan menanamkan nilai-nilai karakter yang baik. Kearifan (budaya) lokal menurut Wagiran (2012), dalam bahasa asing dikonsepsikan sebagai kebijakan setempat (local wisdom), pengetahuan setempat (local knowledge), atau kecerdasan setempat (local genius), jika diterjemahkan bisa berarti karya akal budi, perasaan yang mendalam, bentu perangai, serta anjuran untuk kemuliaan manusia sehingga semakin berbudi luhur. Kearifan lokal juga memiliki konsepnya sendiri, seperti: (1) kearifan lokal adalah sebuah pengalaman panjang, yang diendapkan sebagai petunjuk perilaku seseorang; (2) kearifan lokal tidak lepas dari lingkungan pemiliknya; dan (3) kearifan lokal itu bersifat dinamis, lentur, terbuka, dan senantiasa menyesuaikan dengan zamannya. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kearifan lokal sebenarnya merupakan sebuah budaya yang kontekstual, sebab selalu berhubungan dengan hidup manusia dan mengikuti perkembangan zaman yang terjadi dalam kehidupan manusia karena sifatnya yang dinamis dan lentur. Pendidikan berbasis kearifan lokal adalah pendidikan yang mengajarkan peserta didik untuk selalu lekat dengan situasi konkret yang mereka hadapi. Wagiran (2012) berdasar pada konsep Paulo Freire menguraikan bahwa dengan dihadapkan pada problem dan situasi konkret yang dihadapi, peserta didik akan semakin tertantang untuk menanggapinya secara kritis. Pendidikan karakter yang dimaknai sebagai upaya mendorong peserta didik untuk tumbuh dan berkembang dengan kompetensi berfikir dan berpegang teguh pada prinsip-prinsip moral dalam hidupnya serta mempunyai keberanian melakukan yang benar, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan, kemudian

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 kearifan lokal yang dimaknai sebagai suatu budaya atau nilai-nilai tradisi yang hidup dalam suatu komunitas setempat memiliki keterkaitan satu dengan lainnya . Hubungan antara pendidikan karakter dengan kearifan (budaya) lokal perlu diseimbangkan. Seseorang yang mampu mematuhi nilai-nilai ataupun peraturan, budaya, atau tradisi di tempat tinggalnya jelas memiliki karakter yang baik, namun akan lain apabila seseorang memiliki tindakan yang berlawanan dengan budaya setempat tentu akan dipandang buruk dan memiliki karakter yang negatif, maka perlu keseimbangan dan pendidikan karakter yang sesuai dengan budaya setempat peserta didik untuk melatih siswa memiliki karakter yang arif dan bijaksana. 2.1.2 Model Pengembangan Bahan Ajar Model pengembangan perangkat pengajaran salah satunya adalah pengembangan bahan ajar perlu dipertimbangkan oleh peneliti agar sesuai dengan sistem pendidikan yang berlaku, hal ini dijelaskan oleh Sudjana dalam Trianto (2011:81). Terdapat tiga model pengembangan yang terkenal, tetapi pada pengembangan bahan ajar ini peneliti menggunakan model yang dikembangkan oleh Jerold E. Kemp yang direvisi. Kemp dalam Trianto (2011:81) mengemukakan pengembangan perangkat dalam suatu lingkaran yang kontinum, setiap langkahnya berhubungan langsung dengan aktivitas revisi. Pengembangannya pun dapat dimulai dari segala titik dalam siklus tersebut, menyesuaikan dengan kurikulum di Indonesia, maka pengembangan dimulai dari tujuan. Model pengembangan perangkat pembelajaran ditunjukkan pada gambar di bawah ini:

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 Gambar 1. Model Pengembangan Bahan Ajar Jerold E. Kemp Berdasarkan gambar tersebut, adapun unsur-unsur pengembangan bahan ajar sebagai berikut (Morrison, 2011:15-18 dan Trianto, 2011:82-89): 1. Instructional problems atau identifikasi masalah pembelajaran untuk mencari tahu adanya kesenjangan antara tujuan menurut kurikulum yang berlaku dengan fakta yang terjadi di lapangan. Selain itu juga untuk mengetahui kebutuhan lapangan terkait pembelajaran. 2. Learner Characteristic atau analisis terhadap karakteristik siswa untuk mengetahui tingkah laku awal dan karakteristik siswa meliputi ciri, kemampuan, dan pengalaman, baik individu maupun kelompok. 3. Task Analysis atau analisis tugas dengan mengumpulkan prosedur untuk menentukan isi pembelajaran. 4. Instructional Objective atau perumusan indikator dan tujuan dengan berdasar pada analisis pembelajaran dan identifikasi tingkah laku awal siswa.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 5. Content Sequencing atau urutan isi untuk menentukan bagaimana isi dari pembelajaran sesuai dengan pengetahuan yang membantu siswa untuk belajar. Artinya, bahwa perlu diperhatikan tingkat kesulitan isi pembelajaran jika disampaikan pada siswa. 6. Instructional Strategies atau pemilihan strategi pembelajaran yang sesuai, antara lain model, pendekatan, dan metode yang akan digunakan. 7. Instructional Delivery atau cara penyampaian pesan atau isi pembelajaran, misalnya dengan menentukan gambar atau media yang akan digunakan dalam pembelajaran yang dapat membantu siswa memahami pengetahuan. 8. Evaluation Instrument atau menyusun instrumen evaluasi untuk mengukur hasil belajar siswa dalam kata lain untuk mengevaluasi ketercapaian tujuan pembelajaran. 9. Instructional Resourches atau pemilihan sumber belajar bagi siswa, yaitu bisa dengan membuat bahan ajar bagi siswa berupa buku, video, rekaman suara dan lain-lain. 10. Support Services atau mencari layanan pendukung bagi proses pengembangan. 11. Formative atau menyusun evaluasi formatif untuk menentukan kelemahan dalam perencanaan pengajaran. 12. Summative Evaluation atau menyusun evaluasi sumatif untuk mengukur tingkat pencapaian tujuan-tujuan utama pada akhir pembelajaran. 13. Revision atau merevisi perangkat pembelajaran untuk mengevaluasi dan memperbaiki rancangan.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 Unsur-unsur tersebut diperlukan agar pengembangan bahan ajar dapat berjalan baik dan sesuai dengan identifikasi kebutuhan awal sehingga layak digunakan bagi siswa kelas IV SD. Bahan ajar yang baik tidak sekedar mengacu pada unsur-unsur di atas, namun perlu ada instrumen untuk mengevaluasi suatu produk bahan ajar apakah layak digunakan untuk belajar siswa. Cunningsworth (1995:1) mengungkapkan bahwa untuk mengatakan suatu bahan ajar adalah baik perlu melihatnya dahulu secara menyeluruh dari awal hingga akhir untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan bahan ajar tersebut. Hal tersebut bisa dilakukan dengan mengevaluasi berbagai keistimewaan yang diperlihatkan bahan ajar tersebut, misalnya dengan melihat kualitas gambarnya, bagaimana susunan atau layout-nya apakah menarik atau tidak, dan sebagainya. Cunningsworth (1995:2-4) mengatakan ada banyak kriteria untuk menilai suatu bahan ajar, kriteria tersebut antara lain tujuan dan pendekatan (aims and approaches), desain dan pengorganisasian (design and organization), isi (content), topik (topic), dan metodologi (methodology). Kriteria-kriteria tersebut digunakan untuk evaluasi terhadap bahan ajar. Cunningsworth juga telah menguraikan masing-masing kriteria ke dalam beberapa item pertanyaan, akan tetapi item tersebut dapat dikembangkan bahkan ditambah sesuai dengan isi bahan ajar atau kebutuhan terkait bahan ajar yang akan dievaluasi. Peneliti mengadaptasi kriteria yang digagas oleh Cunningsworth dalam mengevaluasi kualitas bahan ajar, namun telah dimodifikasi berdasarkan spesifikasi bahan ajar yang akan dikembangkan.

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 2.2 Penelitian yang Relevan Penelitian pengembangan yang menghasilkan produk berupa bahan ajar mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV SD merupakan hal yang baru. Sehingga sangat sedikit sumber yang bisa diperoleh terkait penelitian yang relevan dengan yang dilakukan oleh peneliti. Namun demikian peneliti menemukan beberapa penelitian yang relevan mengenai penelitian pengembangan produk berupa bahan ajar. Pertama, skripsi yang ditulis oleh Ariezona (2013) mahasiswa program Studi PGSD Universitas Sanata Dharma dengan judul “Pengembangan Bahan Ajar yang Terintegrasi dengan Pendidikan Karakter untuk Keterampilan Mendengarkan pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SD Kelas IV Semester Gasal”. Peneliti mengembangkan bahan ajar menggunakan prosedur pengembangan bahan ajar oleh Jerold E. Kemp dan prosedur pengembangan oleh Borg dan Gall. Penelitian tersebut menghasilkan rerata skor 4,5 dengan kategori “sangat baik” setelah melalui tahapan validasi ahli serta uji coba yang dilakukan di SD Negeri Daratan. Kedua, penelitian yang berjudul “Pengembangan Bahan Ajar yang Terintegrasi dengan Pendidikan Karakter untuk Keterampilan Membaca pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SD Kelas IV Semester Gasal” ditulis oleh Sary (2013). Pada penelitian pengembangan ini, tujuan utamanya adalah menghasilkan produk yang berupa bahan ajar terintegrasi dengan pendidikan karakter. Langkahlangkah pengembangan produk berdasarkan prosedur pengembangan milik Borg and Gall yang terdiri dari 7 langkah pengembangan. Penelitian yang telah divalidasi pakar selama 3 kali ini kemudian melalui tahap uji coba di SDN

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 Adisucipto menghasilkan produk bahan ajar dengan skala kelayakan sebesar 4,24 atau dengan kategori “sangat baik”. Ketiga, jurnal dengan judul “Model Penilaian Otentik dalam Pembelajaran Membaca Pemahaman Berorientasi Pendidikan Karakter” yang ditulis oleh Abidin (2012). Penulis mengatakan bahwa dalam membentuk karakter diperlukan beberapa upaya untuk meningkatkan kemampuan membaca khususnya. Pengembangan tersebut dilaksanakan dengan tiga saluran penerapan pendidikan karakter, yaitu melalui bahan ajar, model pembelajaran, dan penilaian otentik. Menurut penulis, penilaian otentik adalah yang terpenting karena penggunaannya dalam pemilihan bahan ajar dan model pembelajaran. Penilaian otentik yang mencakup pengreasian banyak aktivitas belajar dalam bahan ajar akan menggambarkan muatan karakter yang berkembang pada siswa. Sehingga penilaian otentik sangat penting kaitannya dengan muatan karakter serta gambaran aktivitas belajar yang dikembangkan dalam bahan ajar. Ketiga penelitian tersebut relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti karena mencakup tahap-tahap pengembangan model bahan ajar yang digunakan peneliti, kemudian beberapa bagian dalam bahan ajar yang sesuai dengan tema penelitian pengembangan ini, yaitu pendidikan karakter dan penilaian otentik. Penelitian pengembangan ini tidak hanya sekedar disusun menerapkan pendidikan karakter dan menggunakan penilaian otentik saja, akan tetapi peneliti menyusun bahan ajar semakin meluas, yaitu dengan memasukkan konsep pendekatan tematik integratif, pendekatan saintifik, pendidikan karakter berbasis budaya lokal serta evaluasi menggunakan penilaian otentik, semuanya disusun mengacu pada Kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar.

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 2.3 Kerangka Pikir Berdasarkan latar belakang dan teori-teori tersebut, kerangka berpikir yang dipaparkan oleh peneliti adalah tentang ruang lingkup kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang akan dikembangkan dalam satu subtema atau enam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan tematik-integratif dan pendekatan saintifik dalam proses pembelajarannya. Apabila dalam penelitian yang digunakan peneliti sebagai acuhan mengembangkan bahan ajar hanya mengacu pendidikan karakter pada satu keterampilan berbahasa saja, maka bahan ajar yang dikembangkan peneliti meluas bahwa pendidikan karakter diintegrasikan dalam pembelajaran sesuai pendekatan yang diterapkan. Pendidikan karakternya pun lebih merujuk pada budaya lokal. Penilaian aktivitas peserta didik dalam pembelajaran atau untuk melihat kompetensi yang telah dicapai siswa, peneliti menggunakan penilaian otentik sebagai pedoman penilaian selama proses pembelajaran setiap harinya. Kurikulum 2013 merupakan usaha pemerintah untuk menyiapkan generasi penerus bangsa yang memiliki sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dapat bersaing di masa depan. Bahan ajar yang telah diterbitkan oleh pemerintah bukan berarti tidak baik, tetapi masih perlu suplemen atau tambahan agar semakin layak dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Bahan ajar yang akan dikembangkan oleh peneliti pun belum sempurna dan masih memerlukan saran dan masukan untuk perbaikan bahan ajar. Pendekatan tematik terpadu (integratif) dan pendekatan saintifik menjadi pedoman dalam menyusun kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 Peneliti memilih tema 5 dengan judul Pahlawanku subtema 1 tentang Mengenal Pahlawan Bangsaku. Peneliti mencoba mengawali kegiatan pembelajaran dengan konsep yang telah dimiliki bahkan dialami peserta didik sehari-harinya pada subtema ini. Mengenal pahlawan bangsaku fokus pada pengenalan peserta didik tentang pahlawan di sekitarnya, siapa pahlawan, apa yang dilakukan, apa pengaruhnya bagi orang di sekelilingnya, tentang sikap peserta didik yang mencerminkan pahlawan, dan sebagainya. Peserta didik diajak mengenali pahlawan bangsanya dengan menyanyikan berbagai lagu perjuangan . Pendekatan tematik integratif dan pendekatan saintifik merupakan ciri utama pembelajaran pada Kurikulum 2013 khususnya pada bahan ajar yang akan dikembangkan oleh peneliti. Peneliti juga memasukkan tentang penerapan pendidikan karakter berbasis budaya lokal yang bukan hanya sebatas kata-kata tetapi melalui tindakan yang tercermin dari beragam kegiatan yang dilakukan tanpa disadari oleh peserta didik selama proses pembelajaran, tetapi setidaknya mereka telah melakukan hal baik. Perkembangan karakter, keterampilan (soft skill), dan pengetahuan adalah tujuan dari Kurikulum 2013, untuk mengukurnya digunakan penilaian otentik dengan berbagai teknik penilaian untuk mempermudah pendidik (guru) dalam memberikan penilaian terhadap peserta didik secara holistik. Demikian kerangka pikir yang dipaparkan oleh peneliti untuk mengembangkan bahan ajar dengan menggunakan Kurikulum 2013, masih perlu adanya penyempurnaan untuk kelayakan penggunaannya bagi siswa kelas IV sekolah dasar.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 2.4 Pertanyaan Penelitian Berdasarkan uraian teori diatas maka dapat dirumuskan beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut. 2.4.1 Bagaimana langkah-langkah penelitian pengembangan bahan ajar subtema mengenal pahlawan bangsaku mengacu Kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar? 2.4.2 Bagaimana kualitas bahan ajar subtema mengenal pahlawan bangsaku mengacu Kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar menurut pakar Kurikulum SD 2013? 2.4.3 Bagaimana kualitas bahan ajar subtema mengenal pahlawan bangsaku mengacu Kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar menurut guru kelas IV yang sudah melaksanakan Kurikulum SD 2013? 2.4.4 Bagaimana kualitas bahan ajar subtema mengenal pahlawan bangsaku mengacu Kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar menurut hasil uji coba produk pada siswa kelas IV SD?

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang dikenal sebagai penelitian R&D (Research and Development). Research and Development adalah penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono, 2008:297). Borg and Gall menyatakan ada 10 langkah pengembangan pada penelitian R&D, yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) pembuatan produk masal (Sugiyono, 2008:298-311). Berdasarkan sepuluh langkah tersebut, peneliti menggunakan tujuh langkah dalam penelitian pengembangan ini. Ketujuh langkah tersebut adalah (1) potensi dan masalah yang dilakukan melalui wawancara survei kebutuhan, (2) pengumpulan data dari hasil analisis kebutuhan dan kajian buku ajar (buku siswa Kurikulum 2013), (3) desain produk berupa prototipe, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba desain prototipe, (7) revisi desain, hingga menghasilkan desain produk hasil uji coba terbatas. Peneliti menggunakan 7 dari 10 langkah pengembangan dengan alasan penelitian pengembangan produk bahan ajar Kurikulum 2013 ini merupakan pengembangan secara terbatas dengan skala yang kecil, penelitian pengembangan ini masih memerlukan masukan dan saran semua pihak agar produk bahan ajar semakin baik dan berkembang menyesuaikan 46

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 kebutuhan peserta didik. Penelitian ini mengembangkan produk berupa bahan ajar mengacu Kurikulum 2013 subtema Mengenal Pahlawan Bangsaku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. 3.2 Prosedur Pengembangan Penelitian ini menggunakan prosedur pengembangan yang menghasilkan desain produk final berupa bahan ajar. Peneliti mengembangkan produk ini dengan mengadaptasi model pengembangan Kemp (Trianto, 2011:81) dan kemudian dimodifikasi berdasarkan langkah penelitian pengembangan Borg and Gall (Sugiyono, 2008:298). Modifikasi yang dimaksudkan adalah adanya komponen dalam model pengembangan Kemp yang dipadukan dengan langkahlangkah pengembangan Borg and Gall. Identifikasi masalah pembelajaran, analisis siswa terdapat dalam langkah potensi dan masalah serta pengumpulan data, lalu analisis tugas, perumusan indikator, urutan isi, pemilihan strategi, penyampaian pembelajaran, penyusunan intrumen evaluasi, pemilihan sumber belajar, dan layanan pendukung masuk dalam desain produk. Desain produk kemudian masuk dalam tahap validasi sebagai evaluasi formatif, dan direvisi agar menghasilkan produk yang baik. Berdasarkan hasil modifikasi tersebut, prosedur pengembangan ini melalui tujuh langkah prosedur pengembangan, yaitu tahap potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi ahli, revisi desain, uji coba desain, dan revisi desain, sampai menghasilkan desain produk bahan ajar hasil uji coba terbatas sesuai Kurikulum 2013 untuk kelas IV subtema Mengenal Pahlawan Bangsaku. Berikut peneliti akan menjelaskan prosedur pengembangan tersebut dalam bagan lengkap dengan penjelasan dibawahnya:

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 2. Prosedur Pengembangan Bahan Ajar 48

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 Langkah-langkah berdasarkan bagan tersebut dijelaskan sebagai berikut: langkah pertama, potensi dan masalah. Penelitian ini berangkat dari adanya potensi dan masalah, untuk mengetahui adanya potensi dan masalah peneliti melakukan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan dilakukan dengan melakukan wawancara langsung dengan Bapak Henri Mustofa pada hari Selasa tanggal 10 September 2013 di SD Negeri Cebongan yang ditunjuk oleh dinas pendidikan sebagai SD percobaan kurikulum 2013. Wawancara ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya fakta dan masalah yang terjadi di lapangan menyangkut ketersediaan bahan ajar yang digunakan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran, sehingga diharapkan bahan ajar yang akan dikembangkan disusun sesuai dan mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Langkah kedua, pengumpulan data. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengkaji hasil wawancara survei kebutuhan. Hasil wawancara tersebut digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk perencanaan produk yang berupa bahan ajar mengacu Kurikulum SD 2013 untuk kelas IV Sekolah Dasar. Pengumpulan data untuk pembuatan bahan ajar dilakukan dengan melakukan studi pustaka, mencari bahan melalui internet, dan mengumpulkan bahan dari berbagai sumber. Langkah ketiga, desain produk (prototipe). Desain produk dimulai dengan menentukan desain awal bahan ajar. Desain awal dilakukan dengan menentukan tema, setelah menentukan tema kemudian dilakukan pemilihan kompetensi inti dan kompetensi dasar yang sesuai dengan tema. Selanjutnya menentukan subtema, dalam menentukan subtema dilakukan dengan pemetaan KI dan KD. Berdasarkan KI dan KD tersebut dilanjutkan dengan menentukan indikator berdasarkan KD, lalu tujuan yang ingin dicapai. Silabus dibuat berdasarkan indikator dan tujuan

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 sesuai subtema, lalu dari silabus diturunkan untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Berdasarkan susunan RPP bisa dibuat kerangka urutan isi pembelajaran untuk menentukan strategi pembelajaran yang akan digunakan, lalu dilanjutkan dengan penyusunan kegiatan belajar harian berdasarkan RPP. Peneliti kemudian menentukan sumber belajar yang diperlukan, dan terakhir dalam desain produk yang berupa prototipe ini, peneliti menentukan evaluasi yang berupa instrumen penilaian untuk mengetahui ketercapaian tujuan yang diharapkan dari bahan ajar tersebut. Langkah keempat, validasi desain. Peneliti menggunakan validasi pakar (expert judgment) sebagai evaluasi formatif terhadap desain bahan produk pengembangan bahan ajar. Produk yang akan dikembangkan akan divalidasi oleh 3 (tiga) pakar yang terdiri dari seorang pakar kurikulum SD dan 2 (dua) orang guru kelas IV sekolah dasar yang telah menerapkan Kurikulum 2013. Validasi produk ini bertujuan untuk memperoleh kritik dan saran serta penilaian produk yang dikembangkan oleh peneliti. Melalui kritik dan saran dari para pakar tersebut, peneliti dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan produk yang akan dikembangkan sebagai perbaikan. Langkah kelima, revisi desain. Setelah mendapatkan kritik dan saran, tahap selanjutnya bagi peneliti yaitu melakukan revisi terhadap produk yang dibuat berdasarkan hasil validasi pakar. Revisi dialakuan untuk memperbaiki kekurangan dari produk yang telah divalidasi oleh pakar. Langkah keenam, uji coba desain, setelah melakukan revisi maka produk yang sudah direvisi lalu diuji coba secara terbatas. Uji coba dilakukan terbatas kepada siswa kelas IV SD Pangudi Luhur Sedayu. Setelah uji coba kemudian

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 validasi oleh siswa dengan cara siswa mengisi kuesioner untuk menilai apakah produk yang dibuat sudah sesuai dan baik untuk siswa. Hasil validasi tersebut sebagai evaluasi formatif yang kedua karena sifatnya masih untuk perbaikan. Langkah ketujuh, revisi desain. Revisi desain dilakukan setelah uji coba produk. Produk yang sudah diuji cobakan kepada siswa akan mendapatkan masukan dari siswa, hasil revisi dari produk ini akan menjadi desain produk hasil uji coba terbatas berupa bahan ajar mengacu Kurikulum 2013 untuk kelas IV Sekolah Dasar. Langkah-langkah tersebut akan membantu peneliti dalam menghasilkan bahan ajar yang bermanfaat dan layak digunakan siswa kelas IV sekolah dasar. 3.3 Jadwal Pelaksanaan Penelitian Pelaksanaan penelitian pengembangan produk bahan ajar yang mengacu Kurikulum 2013 sebagai berikut: Tabel 4. Jadwal Pelaksanaan Penelitian Bulan Juli Juni √ Mei √ Apr 6 7 8 9 10 11 12 13 14 √ Mar 5 Feb 4 Jan 3 Des Potensi dan Masalah Pengumpulan Data Menentukan tema, KI-KD, subtema, indikator dan tujuan Silabus dan RPP Menyusun urutan isi, strategi pembelajaran, kegiatan belajar, sumber belajar, dan evaluasi Validasi ahli Analisis data validasi ahli Revisi Desain Uji coba desain Analisis data validasi siswa Revisi Desain Ujian Skripsi Revisi akhir Pembuatan artikel ilmiah Nov 1 2 Okt Kegiatan Sept No √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Tabel di atas menunjukkan langkah-langkah pengembangan penelitian yang dilakukan dari awal hingga akhir penelitian. 3.4 Uji Coba Produk Uji coba produk diuraikan menjadi beberapa bagian, yaitu desain, subjek, instrument penelitian, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data. 3.4.1 Desain Uji Coba Uji coba produk merupakan hal penting untuk mengetahui kelayakan produk pengembangan. Bahan ajar yang dihasilkan kemudian divalidasi oleh seorang pakar kurikulum dan dua orang guru kelas IV SD, validasi dailakukan supaya produk bahan ajar yang dihasilkan layak digunakan sebagai salah satu sumber belajar siswa dalam pembelajaran. Produk yang dihasilkan berupa bahan ajar mengacu Kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Produk tersebut divalidasi dengan mengunakan kuesioner yang berbeda antara pakar kurikulum dengan guru, dan juga dengan siswa yang akan menjadi validator pelaksanaan uji coba. Kuesioner tersebut berisi item-item yang mencakup penilaian terhadap produk penelitian. 3.4.2 Subjek Uji Coba Subjek untuk uji coba lapangan dalam penelitian pengembangan ini adalah 10 (sepuluh) siswa kelas IV SD Pangudi Luhur Sedayu yang beralamat di dusun Gubug, desa Argosari, Sedayu, Bantul. 3.4.3 Instrumen Penelitian Penelitian pengembangan ini menggunakan instrumen penelitian berupa daftar pertanyaan wawancara survei kebutuhan dan kuesioner. Daftar pertanyaan wawancara digunakan untuk menganalisis kebutuhan terhadap bahan ajar

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Daryanto (2007:33) menyatakan wawancara (interview) adalah suatu cara yang digunakan untuk mendapatkan jawaban dari responden dengan tanya jawab sepihak. Peneliti melakukan wawancara pada seorang guru kelas IV SD Negeri Cebongan yang telah melaksanakan Kurikulum 2013. Kuesioner (questionaire) juga sering dikenal sebagai angket. Menurut Daryanto (2011:30), kuesioner adalah sebuah daftar pertanyaan yang harus diiisi oleh orang yang akan diukur (responden). Lembar koesioner berisi pernyataan yang disusun berdasarkan indikator bahan ajar yang baik untuk melakukan validasi bahan ajar yang dibuat oleh peneliti. Lembar koesioner tersebut diisi oleh seorang pakar kurikulum dan dua orang guru kelas IV SD yang telah melaksanakan Kurikulum 2013 serta 10 siswa kelas IV sekolah dasar. Hasil validasi melalui pengisian koesioner dapat digunakan sebagai masukan untuk melakukan revisi atas bahan ajar yang dibuat. Penyusunan instrument kuesioner berdasarkan kriteria gagasan Cunningsworth (1995:3) yang terdiri dari tujuan dan pendekatan, desain dan pengorganisasian, isi, topik, dan metodologi. 3.4.4 Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian pengembangan ini, teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah wawancara dan koesioner. Wawancara dilakukan dengan tujuan untuk melakukan survei kebutuhan. Peneliti melakukan wawancara kepada guru kelas IV SD Negeri Cebongan, Sleman. Data kemudian dianalisis untuk mendapatkan informasi mengenai kebutuhan guru akan bahan ajar mengacu Kurikulum SD 2013. Teknik pengumpulan data berupa koesioner bertujuan untuk

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 memvalidasi dan membantu peneliti dalam melakukan revisi atas bahan ajar tersebut. 3.4.5 Teknik Analisis Data Data penelitian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa komentar yang dikemukakan oleh seorang pakar kurikulum, guru kelas IV SD, dan siswa kelas IV SD. Data dianalisis sebagai dasar untuk memperbaiki dan mengetahui kelayakan produk yang dihasilkan. Data kuantitatif atau data berupa skor dari penilaian oleh pakar kurikulum, guru kelas IV SD, dan siswa kelas IV. Data dianalisis berdasarkan penilaian dalam kuesioner lalu diubah menjadi data interval. Skala penilaian terhadap bahan ajar yang dikembangkan yaitu sangat baik (5), baik (4), cukup baik (3), kurang baik (2), sangat kurang baik (1). Skor yang sudah didapat kemudian dikonversikan menjadi data kualitatif skala lima dengan acuan menurut Sukardjo (2008:101) sebagai berikut: Tabel 5. Konversi Nilai Skala Lima Interval Skor X > i + 1,80 Sbi i + 0,60 SBi< X ≤ i + 1, 80Sbi i – 0,60 SBi < X ≤ i + 0,60Sbi i – 1,80 SBi < X ≤ i – 0,60Sbi X ≤ i – 1,80Sbi Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Keterangan: Rerata ideal ( i) = 1 (skor maksimal ideal + skor minimal ideal) 2 Simpangan baku ideal (SBi) = X = Skor aktual 1 (skor maksimal ideal - skor minimal ideal) 6

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 Berdasarkan rumus konversi di atas perhitungan data-data kuantitatif dilakukan untuk memperoleh data kualitatif dengan menerapkan rumus konversi tersebut. Adapun penentuan rumus kualitatif pengembangan ini diterapkan dengan konversi sebagai berikut. Diketahui: Skor maksimal ideal :5 Skor minimal ideal :1 Rerata ideal ( X i ) : 1 (5+1) = 3 2 Simpangan baku ideal (SBi) : 1 (5-1) = 0,67 6 Ditanyakan: Interval skor kategori sangat baik, baik, cukup baik, kurang baik, dan sangat kurang baik: Jawaban: Kategori sangat baik = X > X i + 1,80 SBi = X > 3 + (1,80 . 0,67) = X > 3 + (1,21) = X > 4,21 Kategori baik = X i + 0,60SBi < X ≤ X i + 1,80SBi = 3 + (0,60 . 0,67) < X ≤ 3 + (1,80 . 0,67) = 3 + (0,40) < X ≤ 3 + (1,21) = 3,40 < X ≤ 4,21

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kategori cukup baik 56 = X i - 0,60SBi < X≤ X i + 0,60SBi = 3 - (0,60 . 0,67) < X ≤ 3 + (0,60 . 0,67) = 3 – (0,40) < X≤ 3 + (0,40) = 2,60 < X≤ 3,40 Kategori kurang baik = X i - 1,80SBi < X≤ X i - 0,60SBi = 3 - (1,80 . 0,67) < X ≤ 3 - (0,60 . 0,67) = 3 - (1,21) < X ≤ 3 - (0,40) = 1,79 < X ≤ 2,60 Kategori sangat kurang baik = X ≤ X i – 1,80SBi = X ≤ 3 - (1,80 . 0,67) = X ≤ 3 - (1,21) = X ≤ 1,79 Berdasarkan perhitungan tersebut, diperoleh konversi data kuantitatif menjadi data kualitatif skala lima yaitu sebagai berikut. Hasil dari penghitungan skor masing-masing validasi yang dilakukan akan dicari rerata skor perolehannya kemudian dapat dikonversikan dari data kuantitatif ke data kualitatif dalam kategori tertentu seperti yang tertera pada tabel kriteria skor skala lima. Tabel 6. Kriteria Skor Skala Lima Interval Skor 4,22 - 5 3,41 - 4,21 2,61 - 3,40 1,80 - 2,60 1- 1,79 Kriteria Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Tabel kriteria skor skala lima di atas yang nantinya digunakan peneliti mendeskripsikan hasil validasi hingga uji coba terbatas produk berupa bahan ajar.

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Kebutuhan Berdasarkan langkah-langkah pengembangan yang telah dipaparkan sebelumnya, maka langkah awal dalam melakukan penelitian pengembangan ini adalah melakukan analisis kebutuhan bahan ajar mengacu Kurikulum 2013 untuk kelas IV SD. Analisis kebutuhan dilakukan dengan melakukan wawancara kepada guru kelas IV di SD percobaan Kurikulum 2013 yaitu SD Negeri Cebongan Sleman. Wawancara dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi masalah-masalah serta fakta yang terjadi di lapangan terkait pelaksanaan Kurikulum 2013 di SD serta pemberdayaan bahan ajar bagi tercapainya tujuan pembelajaran. Sehingga saat peneliti menyusun produk bahan ajar dapat disesuaikan dengan kebutuhan lapangan untuk mencapai tujuan pembelajaran. 4.1.1 Hasil Survei Kebutuhan Wawancara analisis kebutuhan dilakukan pada tanggal 10 September 2013, sebagai narasumber adalah Bapak Henri Mustofa selaku guru kelas IV SDN Cebongan yang melaksanakan Kurikulum 2013. Berdasarkan wawancara yang berpedoman pada 11 item pertanyaan, diperoleh hasil sebagai berikut: Pertama, pertanyaan mengenai pemahaman guru tentang Kurikulum 2013. Guru menjawab bahwa mereka memahami Kurikulum 2013 sebagai kurikulum yang dibuat oleh pemerintah pusat dengan menerapkan 3 (tiga) kemampuan siswa dalam bidang akademis (pengetahuan), keterampilan, dan sikap. Kurikulum 2013 juga dipahami guru sebagai kurikulum yang menggunakan pendekatan tematik 57

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 dalam praktik pembelajarannnya, dalam arti tidak ada istilah mata pelajaran dalam praktik tetapi mata pelajaran satu dengan lainnya melebur. Kedua, pertanyaan mengenai pemahaman guru tentang pendekatan sains (saintifik). Menurut pemahaman guru, pendekatan saintifik diawali dengan pembelajaran yang mengandalkan indera siswa misalnya dengan mengamati. Mengamati bisa berarti berbagai jenis tindakan belajar, seperti melihat, membaca, mendengarkan, dan lain sebagainya. Dari kegiatan mengamati, diharapkan muncul keinginan siswa untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis hingga siswa mampu menalar kegiatan yang dilakukannya melalui percobaan. Melalui mengamati, siswa dilatih mampu menghubungkan materi satu dengan lainnya. Ketiga, pertanyaan terkait penilaian otentik. Guru mengatakan bahwa sampai saat dilakukan wawancara survei kebutuhan ini, guru belum mengetahui penilaian yang benar sesuai Kurikulum 2013, dari pemerintah pun belum ada format yang resmi mengenai penilaian otentik. Guru hanya mencari informasi melalui pengawas sekolah, namun pengawas juga tidak memberikan informasi yang jelas mengenai penilaian pada Kurikulum 2013. Guru hanya mengatakan, penilaiannya sama dengan penilaian tematik di kelas III yaitu terpisah per mata pelajarannya. Pemahaman guru yang kurang mengenai penilaian otentik juga dikarenakan tidak maksimalnya pelatihan yang diadakan pemerintah bagi guru untuk melaksanakan Kurikulum 2013. Keempat, pertanyaan tentang pemahaman guru terkait pendidikan karakter. Guru mengatakan bahwa pendidikan karakter berhubungan dengan penanaman sikap atau nilai-nilai karakter pada diri siswa, bisa berupa kejujuran, tanggung jawab, kerjasama, dan sebagainya. Dalam penanaman nilai karakter ini dilakukan

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 selama proses belajar yang dialami siswa, di setiap kegiatan belajar selalu dapat disisipkan tentang keutamaan nilai-nilai karakter yang baik untuk siswa sehingga siswa tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter. Kelima, mengenai kesulitan yang dialami guru dalam pelaksanaan Kurikulum 2013. Guru menuturkan kesulitan yang dialami antara lain mengenai penilaian, karena belum ada format resmi dari pemerintah. Lalu keterbatasan dalam hal memadukan pembelajaran, sehingga terkadang terasa kasar perpindahannya. Selanjutnya adalah kesulitan dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran khususnya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Guru mengatakan lebih sulit menyusun RPP dari bahan ajar, karena idenya terbatas, meskipun guru sudah berusaha melakukan inovasi pembelajaran. Keenam, pertanyaan mengenai perlu tidaknya penyempuraan bahan ajar yang dibuat oleh pemerintah, guru menyatakan bahwa meskipun bahan ajar yang dikeluarkan pemerintah sudah bagus, tetap saja masih ada kekurangan. Misalnya kekurangan dalam hal pemahaman siswa tentang isi buku, dalam praktiknya siswa masih harus “meraba-raba” maksud dari petunjuk dalam buku, atau bagaimana langkah-langkah kegiatannya. Sehingga bahan ajar dari pemerintah masih perlu untuk disempurnakan agar sesuai kebutuhan siswa. Ketujuh, pertanyaan mengenai perlu tidaknya suplemen bagi bahan ajar dari pemerintah. Guru mengatakan bahwa pembelajaran sangat erat dengan penggunaan media atau alat peraga untuk memudahkan pemahaman siswa. Akan lebih baik jika pemerintah juga membantu menyiapkan alat peraga yang tepat sesuai dengan kebutuhan pembelajaran, atau paling tidak penjelasan mengenai pemanfaatan alat peraga diperjelas kembali.

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 Kedelapan, pertanyaan mengenai kemampuan guru mengembangkan bahan ajar dijawab dengan ketidak siapan guru untuk menyusun bahan ajar yang baru. Dalam hal ini bukan berarti guru tidak mampu menciptakan bahan ajar sesuai dengan inovasi yang ingin dikembangkan, tetapi keterbatasan guru dengan tugas mengajar yang sudah padat. Namun guru menyatakan tetap ada keinginan mengembangkan bahan ajar sendiri kedepannya, saat ini guru hanya menggunakan referensi buku dari penerbit selain pemerintah. Kesembilan, pertanyaan mengenai kesesuaian bahan ajar dengan budaya lokal sekolah. Guru menjawab bahwa kesesuaian bahan ajar dengan budaya lokal masih kurang, karena meskipun ada tapi sedikit. Sehingga guru menghubungkan sendiri materi yang “mungkin” tidak tercantum pada bahan ajar dengan kondisi budaya sekitar. Dalam hal ini, kreativitas guru diuji untuk memadukan pembelajaran dengan budaya lokal daerah tempat tinggal siswa, yang kadang kurang sesuai. Kesepuluh, pertanyaan mengenai pemahaman guru tentang jenis-jenis karakter yang dikembangan oleh pemerintah dalam hal ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional. Menurut guru, ada banyak jenis karakter yang ingin dikembangan pemerintah dalam diri siswa, antara lain toleransi, kejujuran, tanggungjawab, dan sebagainya. Guru juga menyatakan bahwa masih sulit bagi beliau untuk menanamkan jenis karakter itu, karena terkadang guru tidak paham dengan karakter yang akan dikembangkan. Penanaman karakter bukan sekedar teori, guru juga perlu memberi contoh agar siswa tidak salah terima sehingga indikator mengenai pencapaian sikap juga tercapai dengan maksimal.

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 Kesebelas, pertanyaan mengenai saran guru terkait bahan ajar Kurikulum 2013 yang telah tersedia. Guru menyatakan bahwa Kurikulum 2013 terlalu dipaksakan karena waktu untuk guru memahami pembelajaran sesuai kurikulum 2013 sangat minim. Meskipun sudah disediakan bahan ajar dari pusat, tetapi tetap ada kekurangan, misalnya perangkat pembelajarannya yang belum baik karena sulit membuat RPP dari bahan ajar. 4.1.2 Pembahasan Hasil Wawancara Berdasarkan hasil wawancara dengan guru, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa pada dasarnya pemahaman guru sudah cukup untuk melaksanakan pembelajaran sesuai Kurikulum 2013, kalaupun terdapat kesulitan umumnya hanya terkait teknis pembelajaran saja, seperti administrasi atau perangkat pembelajarannya dan media atau alat peraga yang digunakan, kemudian juga tentang format penilaian yang belum resmi. Kemudian guru juga telah mampu melaksanakan pembelajaran menggunakan pendekatan tematik integratif dan saintifik meskipun belum maksimal. Kaitannya dengan bahan ajar, guru menyatakan belum mampu mengembangkan sendiri karena keterbatasan guru mengenai waktu. Guru sudah disibukkan dengan tugas mengajar sehingga belum ada waktu mengembangkan bahan ajar, namun ada keinginan kedepannya. Saat ini guru hanya mencari referensi dari sumber lain. Hal tersebut berarti guru membutuhkan bahan ajar lain yang sesuai dengan Kurikulum 2013 untuk membantu proses pembelajaran supaya lebih bermakna dan mudah dipahami siswa. Bahan ajar tersebut tentu yang tematik, menanamkan nilai-nilai karakter, mencantumkan cara penilaiannya dan

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 yang terpenting sesuai dengan kompetensi-kompetensi yang akan dicapai berdasarkan Kurikulum 2013. 4.2 Deskripsi Produk Awal Penelitian pengembangan ini diawali dengan menentukan tema, kemudian kompetensi inti dan kompetensi dasar, lalu subtema sesuai dengan Kurikulum 2013 tingkat SD. Peneliti menentukan indikator lalu tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Langkah berikutnya, peneliti mendesain silabus dan RPP berdasarkan kajian indikator serta tujuan pembelajaran dan materi setiap muatan pelajarannya. Kemudian peneliti menyusun kerangka bahan ajar tematik Kurikulum 2013 yang menerapkan pendekatan tematik integratif dan pendekatan saintifik, lalu penanaman nilai karakter di dalam kegiatan pembelajaran. Peneliti menentukan sumber belajar yang akan digunakan. Langkah terakhir peneliti mendesain evaluasi berupa penilaian otentik berdasarkan kajian materi yang akan dipelajari siswa. 4.2.1 Silabus Silabus merupakan perangkat pelaksanaan pembelajaran yang disertai dengan penilaian dan instrumen penilaiannya. Silabus merupakan pedoman untuk pelaksanaan pembelajaran yang kemudian dikembangkan menjadi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan juga bahan ajar sebagai produk penelitian pengembangan. Pendekatan yang dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran ini adalah pendekatan tematik integratif dan pendekatan saintifik. Silabus disusun secara sistematis yang berisi komponen-komponen yang saling berkaitan satu dengan lainnya untuk memenuhi target pencapaian kompetensi setiap muatan pelajarannya. Komponen-komponen dalam silabus antara lain: (1) identitas

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 sekolah, (2) muatan pelajaran, (3) kompetensi dasar dari kompetensi inti, (4) indikator pencapaian, (6) kegiatan pembelajaran yang disertai dengan teknik penilaian dan instrumennya, (7) alokasi waktu, dan (8) sumber belajar. 4.2.2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi yang telah dijabarkan dalam silabus. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) disusun secara sistematis dan berisi komponen-komponen yang sesuai dengan pendekatan yang digunakan peneliti dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran. Komponen dalam RPP adalah sebagai berikut: (1) identitas sekolah, (2) kompetensi inti Kurikulum 2013, (3) kompetensi dasar dan indikator, (4) tujuan pembelajaran, (5) media, alat, dan sumber belajar, (6) materi pembelajaran, (7) pendekatan dan metode pembelajaran, (8) langkah-langkah kegiatan pembelajaran, (9) penilaian, dan (10) lampiran-lampiran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dirancang untuk enam pembelajaran, pembelajaran pertama sampai keempat memiliki alokasi waktu enam jam pelajaran (6 x 35 menit) setiap harinya. Kemudian pembelajaran kelima dan keenam memiliki alokasi waktu 4 jam pelajaran (4 x 35 menit) setiap harinya. Kelebihan dari RPP ini adalah desainnya yang dibuat secara terperinci namun tetap sederhana sehingga mudah untuk dipahami dan diterapkan oleh guru dalam pembelajaran. Selain itu setiap pembelajaran perharinya disusun dengan langkahlangkah yang mengaktifkan siswa sehingga guru bersifat sebagai fasilitator selama pembelajaran.

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.2.3 64 Kerangka Bahan Ajar Kerangka bahan ajar merupakan pedoman bagi peneliti untuk menyusun bahan ajar yang mengacu kurikulum 2013 secara lebih rinci. Komponen dalam kerangka tersebut antara lain materi yang diperlukan dalam penyusunan pengembangan bahan ajar. 4.2.4 Bahan Ajar Produk yang dihasilkan dari penelitian pengembangan ini adalah bahan ajar tematik integratif yang disusun sesuai standar isi Kurikulum 2013 tingkat sekolah dasar. Berisi kegiatan pembelajaran yang selain mengintegrasikan berbagai muatan pelajaran namun juga menanamkan nilai-nilai karakter yang dipaparkan oleh pemerintah seperti kejujuran, toleransi, tanggung jawab, dan sebagainya serta karakter spiritual yang berhubungan antara pribadi siswa dengan Tuhan Yang Maha Esa. 4.2.4.1 Sampul Bahan Ajar Sampul bahan ajar pembelajaran tematik integratif ini memiliki warna dasar magenta, dibuat dengan menggunakan program Corel Draw X4. Judul sampul bahan ajar ini adalah “Pahlawanku” Bahan Ajar Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Tema 5. Gambar inti dari sampul adalah gambar wajah para pahlawan, di bawah gambar pahlawan terdapat sub judul yaitu Subtema 1 Mengenal Pahlawan Bangsaku yang menunjukkan bahwa bahan ajar ini adalah bahan ajar untuk pembelajaran pada subtema 1 (satu). Gambar tambahan pada sudut kiri bawah adalah siswa-siswi SD yang berlari bersama dengan bergandengan menggambarkan keceriaan dan kebersamaan siswa SD tanpa ada rasa membeda-bedakan. Pada sisi kanan bawah terdapar tulisan yang

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 menunjukkan bahwa bahan ajar diperuntukkan bagi siswa kelas IV SD serta di sisi kiri bawah dituliskan nama pengarang atau peneliti pengembangan bahan ajar. 4.2.4.2 Isi Bahan Ajar Bahan ajar yang dikembangkan peneliti berisi komponen-komponen yang disusun secara sistematis menggunakan Microsoft Office Word 2007, isi komponen bahan ajar ini adalah: Pertama, SKL dan KI kelas IV. Kedua, pemetaan KD 1 dan 2, dan pemetaan KD 3 dan 4. Ketiga, ruang lingkup pembelajaran satu minggu. Keempat, pemetaan indikator mingguan. Kelima, pemetaan indikator harian,. Keenam, kegiatan siswa yang berisi materi dan langkah-langkah kegiatan belajar serta soal-soal latihan yang diuraikan berdasarkan pendekatan tematik terpadu dan pendekatan saintifik, selain itu gambaran budaya lokal yang tercermin melalui materi pembelajaran bahkan permainan. Kegiatan yang dirancang dalam bahan ajar sesuai dengan desain kegiatan pembelajaran pada RPP. Ketujuh, refleksi, pada bagian refleksi siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilalui, kemudian mengevaluasi proses pembelajaran, selanjutnya siswa mengungkapkan perasaan mereka saat belajar secara sosial maupun spiritual. Kedelapan, aksi, siswa membangun niatan dan aksi yang akan dilakukan setelah belajar. Kesembilan, pekerjaan rumah, sifat dari pekerjaan rumah atau tugas dalam bahan ajar mengajak orang tua untuk peduli pada proses belajar siswa, sehingga dalam tugas di rumah orang tua ikut ambil bagian untuk mengerjakan bersama siswa. Kesepuluh, rangkuman berisi rangkuman materi dalam satu hari. Kesebelas, glosarium, berisi daftar kata-kata sulit beserta artinya untuk mempermudah pemahaman siswa dalam belajar. Kedua belas, soal latihan,

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 yang berisi rangkuman soal berdasarkan materi dalam satu hari berguna untuk mengukur kemampuan atau pemahaman siswa selama belajar satu hari. 4.2.4.3 Pedoman Penilaian dan Kunci Jawaban Pedoman penilaian dalam bahan ajar menggunakan penilaian otentik yang berisi instrumen penilaian berdasarkan setiap muatan pelajaran serta dicantumkan pada akhir pembelajaran harian. Pedoman penilaian setiap muatan pelajaran berisi penilaian berdasarkan KI 1 sampai dengan 4, antar muatan pelajaran berbeda disesuaikan dengan indikator yang dicapai dalam pembelajaran. Sesuai dengan penilaian yang digunakan sebagai pedoman dalam Kurikulum 2013, penilaian otentik pada bahan ajar ini ditunjukkan dengan pelaksanaan penilaian secara komprehensif (meliputi banyak hal) dan kontinu. Hal tersebut ditunjukkan dengan banyaknya hal yang dinilai, yaitu setiap muatan pelajaran terdiri dari empat macam penilaian, yaitu penilaian kognitif (pengetahuan), penilaian keterampilan, penilaian sikap individu-sosial, dan penilaian sikapspiritual. Pelaksanaan penilaiannya pun dilaksanakan selama proses pembelajaran serta di akhir pembelajaran, bahkan secara berkesinambungan setiap pembelajarannya. Hal tersebut untuk mengetahui perkembangan siswa lebih dalam. Masing-masing jenis penilaian berisi indikator, teknik penilaian dan instrumen. Kemudian tugas, rubrik penilaian, dan pedoman penskoran sesuai dengan rubrik berdasarkan indikator pencapaian. Penilaian kognitif (pengetahuan) jelas menilai kemampuan siswa pada sisi pengetahuan, sehingga instrumennya pun berisi soal maupun tugas. Penilaian keterampilan (skill), berisi penilaian tentang keterampilan yang terkait dengan performance bahkan kinerja siswa

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 melalui produk-produk yang dihasilkan. Penilaian sikap, terdiri dari sikap individu-sosial dan penilaian sikap-spiritual. Dalam penilaian sikap dilakukan dengan menilai karakter siswa atau sikap siswa dengan sesama dan dengan Tuhan Yang Maha Esa. Selain soal dan tugas juga dicantumkan kunci jawaban untuk mempermudah dalam penilaian sesuai dengan indikator yang dicapai dalam pembelajaran. 4.2.4.4 Daftar Pustaka Daftar pustaka berisi kajian pustaka atau sumber pustaka yang digunakan peneliti untuk menyusun bahan ajar serta sumber yang digunakan peneliti untuk menentukan materi dalam bahan ajar. Daftar pustaka tercantum urutan kepustakaan buku, sumber internet, artikel berdasarkan abjad nama belakang pengarang buku atau penulis yang artikelnya digunakan sebagai materi dalam bahan ajar. 4.3 Data Uji Coba dan Revisi Produk Langkah awal pengambilan data setelah penyusunan bahan ajar tahap pertama adalah dengan melakukan validasi terhadap bahan ajan. Validasi dilakukan oleh para ahli yang terdiri dari seorang pakar Kurikulum 2013 dan dua orang guru kelas IV SDN Cebongan. Validasi bahan ajar dilakukan untuk mengetahui tingkat kualitas produk yang dikembangkan peneliti. Validasi ini menggunakan pedoman penskoran skala lima menurut Sukardjo (2008:101). 4.3.1 Data Hasil Validasi Pakar Kurikulum SD 2013 dan Revisi Produk Validasi produk penelitian yang berupa bahan ajar tematik dilakukan oleh pakar Kurikulum SD 2013 pada tanggal 24 Maret 2014. Aspek yang dinilai dari produk ada lima, yaitu: (1) tujuan dan pendekatan, (2) desain dan

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 pengorganisasian, (3) isi, (4) topik, dan (5) metodologi. Melalui validasi diperoleh hasil skor rerata 4,27 dengan kategori “sangat baik”. Beberapa komentar antara lain mengenai rubrik penilaian dan pedoman penskoran yang masih perlu diperbaiki menyesuaikan pada indikator yang akan dicapai. Kemudian mengenai refleksi yang terkait karakter masih kurang sehingga perlu ditambahkan. Selain itu mengenai menggunaan ejaan yang disempurnakan (EYD) secara tepat masih perlu ditinjau kembali, dan juga mengenai pencantuman sumber bahan ajar pada materi yang belum lengkap. Komentar lain dituliskan dalam bahan ajar dengan mengkoreksi beberapa materi, misalnya format, tata bahasa, kalimat-kalimat yang kurang sesuai dengan materi, juga terkait penilaian. Tabel 7. Komentar Pakar Kurikulum SD 2013 dan Revisi No. 1 6 8 2 5 7 12 Komentar Pakar Revisi Desain dan Pengorganisasian Sumber bahan ajar (materi) Mencantumkan keterangan sumber pada perlu dituliskan bahan ajar secara jelas Terdapat banyak kalimat Mengubah tata bahasa pada kalimat yang yang tidak jelas sehingga sulit agar lebih mudah dipahami siswa akan sulit dipahami siswa Penggunaan EYD masih Menyesuaikan bahan ajar sesuai EYD yang belum maksimal, perlu benar, yaitu dengan memperhatikan tanda perbaikan bahan ajar yang baca serta melengkapi kalimat yang belum sesuai EYD lengkap. Isi Terdapat perpindahan antar Menambakan sisipan kalimat atau cerita agar muatan pelajaran yang perpindahan antar muatan pembelajaran tidak landai tidak kasar Rubrik penilaian dan Mengubah beberapa rubrik penilaian dan pedoman penskoran perlu pedoman penskoran agar sesuai dengan direvisi indikator pencapaian pembelajaran Pembelajaran yang Menambah pembelajaran yang mengandalkan mengandalkan kemampuan kemampuan berpikir tingkat tinggi sesuai berpikir tingkat tinggi dengan tingkatan kemampuan berpikir siswa masih kurang kelas IV Revisi: pada pembelajaran 5 ditambahkan materi bilangan prima dalam bentuk permainan dakon yang menuntut siswa untuk mencoba. Perlu penambahan refleksi Menambahkan kembali refleksi yang sifatnya terkait karakter membangun karakter siswa sesuai tema

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Berdasarkan komentar-komentar dari pakar diperoleh kesimpulan bahan ajar layak uji coba dengan revisi, sehingga kemudian dilakukan revisi bahan ajar untuk menyempurnakan bahan ajar awal untuk masuk pada tahap selanjutnya. 4.3.2 Data Hasil Validasi Guru SD Kelas IV yang Sudah Melaksanakan Kurikulum SD 2013 dan Revisi Produk Validasi selanjutnya dilakukan oleh dua guru kelas IV SDN Cebongan, Sleman. Validasi guru dilakukan pada tanggal 28 Maret 2014 oleh guru pertama dan pada tanggal 1 April 2014 oleh guru kedua. Aspek yang divalidasi dari bahan ajar tersebut adalah: (1) tujuan dan pendekatan, (2) desain dan pengorganisasian, (3) isi, (4) topik, dan (5) metodologi. Hasil skor validasi oleh kedua guru tersebut kemudian dihitung hingga diperoleh rerata 4,41 dan 4,54 keduanya dengan kategori “sangat baik”. Masukan dari kedua guru antara lain menyangkut format penulisan serta alokasi waktu bahan ajar perharinya perlu disesuaikan dengan struktur Kurikulum SD 2013 kelas IV. Kemudian mengenai kesesuaian materi dengan tujuan pembelajaran perlu ditinjau kembali. Tabel 8. Komentar Guru kelas IV SD No. 1 4 1 3 4 Komentar Guru Kelas IV SD Revisi Tujuan dan Pendekatan Antara tujuan pembelajaran dengan Meninjau kembali pembelajaran bahan ajar masih ada yang tidak yang belum sesuai dengan tujuan sesuuai pembelajaran yang ingin dicapai. Perlu ditambahkan porsi bahan ajar Menambah materi sesuai dengan alokasi waktu pembelajaran Desain dan Pengorganisasian Dalam menyusun tugas untuk siswa Meninjau kembali tugas-tugas perlu memperhatikan K1, K2, KD 1, yang bersifat membangun karakter dan KD 2 sesuai K1 dan K2 Urutan materi sebaiknya disamakan Tidak ada revisi dengan tujuan pembelajaran Antara waktu dan materi tidak sinkron, Menambah porsi pembelajaran waktunya banyak tetapi materi sedikit sesuai alokasi waktu pembelajaran

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 4 14 Penggunaan bahasa tulis yang baik dan benar masih perlu diteliti Isi Sebaiknya diberikan halaman sumber pada soal dan kunci jawaban Pengembangan karakter spiritual masih kurang nampak 70 Meneliti kembali penggunaan bahasa tulis yang baik dan benar Mencantumkan keterangan halaman pada soal dan kunci jawaban Menambah kembali bahan ajar yang belum mencantumkan pengembangan karakter spiritual Berdasarkan data validasi dari guru tersebut disimpulkan oleh guru bahwa bahan ajar yang disusun layak uji coba dengan revisi. Peneliti kemudian melakukan revisi produk untuk melanjutkan pada tahap pengembangan selanjutnya. 4.3.3 Data Hasil Validasi Uji Coba Lapangan dan Revisi Produk Tahap selanjutnya setelah validasi dan revisi selesai, produk yang berupa bahan ajar tematik kemudian diuji cobakan di lapangan. Uji coba dilakukan dengan mengimplementasikan bahan ajar pada siswa kelas IV SD Pangudi Luhur Sedayu, Bantul. Implementasi ini dilakukan untuk memperoleh validasi dari siswa mengenai bahan ajar tematik yang dibuat oleh peneliti. Uji coba lapangan dilakukan dengan pemadatan waktu yang semula bahan ajar selesai selama 6 hari pembelajaran, dipadatkan menjadi 3 hari yang dilaksanakan pertama kali pada tanggal 14 April 2014. Kegiatan pada hari I adalah pengenalan bahan ajar pada siswa, pembagian kelompok serta uji coba pembelajaran 1 dan 2. Kedua, pada tanggal 15 April 2014 untuk uji coba pembelajaran 3 dan 4. Kemudian ketiga, pada tanggal 16 April 2014 untuk uji coba pembelajaran 5 dan 6 serta pengisian kuesioner oleh para siswa. Pemadatan waktu pelaksanaan pembelajaran dikarenakan waktu yang minim dari pihak sekolah, meskipun demikian bahan ajar sudah diuji cobakan seluruhnya pada siswa. Setelah uji coba, dilanjutkan validasi

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 dengan cara pengisian kuesioner oleh siswa. Hasil perhitungan skor dari kuesioner yang diisi siswa adalah 4,67 dengan kategori “sangat baik”. Berdasarkan pelaksanaan uji coba terbatas dan memperoleh validasi dari siswa, sesuai dengan saran dan masukan kemudian dilakukan revisi kembali menindaklanjuti komentar siswa untuk penyempurnaan bahan ajar. Uraian komentar dari siswa dijabarkan dalam tabel berikut: Tabel 9. Komentar Siswa Kelas IV SD Pangudi Luhur Sedayu No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Komentar Siswa Penjelasannya mudah untuk dipahami Foto dan gambarnya menarik, namun terdapat beberapa foto yang kurang jelas sehingga perlu diberi keterangan Ukuran tulisan diperbesar agar lebih jelas Ada permainan dan materi yang jelas Beberapa tulisan kurang huruf dan kurang jelas Bahan ajar membuat siswa menjadi jelas Bahan ajar membuat siswa senang belajar dan semakin teliti Bahan ajar membuat siswa berlatih membaca Bahan ajar membuat siswa memahami tentang pahlawan Revisi Tidak ada revisi Menambah keterangan gambar Tidak ada revisi Tidak ada revisi Mengecek kembali Tidak ada revisi Tidak ada revisi Tidak ada revisi Tidak ada revisi Berdasarkan komentar siswa tersebut, peneliti kembali melakukan revisi produk agar semakin baik dan sempurna serta semakin layak digunakan belajar bagi siswa kelas IV SD khususnya yang telah menerapkan Kurikulum 2013. 4.4 Kajian Produk Akhir dan Pembahasan Setelah melalui tahap-tahap validasi pakar kurikulum, guru kelas IV SD yang telah menerapkan Kurikulum 2013, hingga uji coba terbatas pada 10 siswa-siswi kelas IV SD Pangudi Luhur Sedayu, diperolehlah berbagai komentar dan saran perbaikan untuk menyempurnakan bahan ajar yang dibuat oleh peneliti agar semakin layak. Beberapa bagian telah direvisi dari produk awal sehingga semakin

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 baik. Produk akhir penelitian pengembangan ini dikemas dalam bentuk buku teks yang berisi bahan ajar tematik integratif untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Produk yang berisi bahan ajar dan berbentuk buku dicetak menggunakan kertas HVS 100 gram ukuran A4. Buku disusun secara sistematis menggunakan program komputer Microsoft Office Word 2007. 4.4.1 Kajian Produk Akhir Kajian produk akhir dari bahan ajar diuraikan dalam beberapa bagian sebagai berikut: 4.4.1.1 Sampul Bahan Ajar Sampul bahan ajar pada produk akhir menggunakan warna dasar magenta dengan gambar inti wajah para pahlawan. Pada bagian atas tertulis judul besar tema yaitu “Pahlawanku”, lalu pada bagian kanan di bawah gambar wajah pahlawan bertuliskan judul subtema “Mengenal Pahlawan Bangsaku”. Pada latar gambar inti, terdapat sebuah gambar yang menggambarkan sebuah lidah api yang berwarna-warni menggambarkan semangat pahlawan yang membara agar menginspirasi anak-anak. Warna yang bermacam-macam menggambarkan kehidupan anak yang penuh warna-warni kebahagiaan dan keceriaan yang ditunjukkan dengan gambar dua orang siswa yang berlari sambil bergandengan. 4.4.1.2 Isi Bahan Ajar Bahan ajar setelah melalui validasi kemudian direvisi beberapa kali menghasilkan perubahan isi bahan ajar yang sesuai dengan komentar dan masukan validator. Dalam bahan ajar memiliki komponen (1) SKL dan KI kelas IV, pemetaan KD 1 dan 2, dan pemetaan KD 3 dan 4, ruang lingkup pembelajaran satu minggu, pemetaan indikator mingguan, pemetaan indikator harian. (2)

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 kegiatan belajar, (3) refleksi dan aksi, (4) tugas rumah, (5) rangkuman, (6) glosarium, (7) soal latihan, (8) penilaian pada setiap pembelajaran, dan (9) evaluasi subtema pada akhir pembelajaran. Uraian bagian-bagian tersebut sebagai berikut: Pertama, komponen yang berkaitan dengan SKL, KI, dan KD sesuai dengan Kurikulum 2013 kelas IV SD. Lalu pemetaan indikator berdasarkan KD yang telah ditentukan untuk menyusun ruang lingkup pembelajaran, lalu diuraikan kembali untuk dipetakan menjadi jaring-jaring indikator hariannya. Kedua, kegiatan belajar yang menggunakan pendekatan tematik integratif dengan memadukan 2 sampai 3 muatan pelajaran. Pada pembelajaran 1 sampai 4 dipadukan 3 muatan pelajaran, sedangkan pada pembelajaran 5 dan 6 dipadukan 2 muatan pelajaran mengingat alokasi waktu yang lebih pendek dibandingkan pembelajaran 1 sampai 4. Selain menerapkan pendekatan tematik integratif, dalam pelaskanaan pembelajarannya menggunakan pendekatan saintifik dengan tahap belajar melalui pengamatan, bertanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan, serta mengasosiasikan dengan konsep belajar lainnya. Pendidikan karakter berbasis budaya lokal diselipkan pula dalam pembelajaran melalui permainan. Ketiga, refleksi dan aksi berisi evaluasi berdasarkan sudut pandang siswa serta cara siswa membangun niatan untuk mengubah sikap ataupun tindakan mereka setelah belajar. Keempat, tugas rumah yang mengajak orang tua untuk membantu siswa dalam proses pendampingannya di rumah atau lingkungan masyarakat.

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 Kelima, rangkuman yang berisi materi secara singkat selama pembelajaran satu hari. Keenam, glosarium atau daftar kata-kata sulit yang berisi kata-kata sulit beserta maknanya untuk mempermudah siswa memahami pembelajaran atau informasi yang diperoleh. Ketujuh, soal latihan untuk mengukur sejauh mana tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang telah dilalui sepanjang hari. Soal latihannyapun bersifat terpadu karena menyatukan semua muatan pelajaran dalam satu hari. Kedelapan, penilaian yang disusun untuk mempermudah pelaksanaan penilaian selama pembelajaran harian. Penilaian dipisahkan berdasarkan muatan pelajarannya, di setiap muatan pelajaran masih dipisahkan berdasarkan aspek yang dinilai, yaitu penilaian pengetahuan, keterampilan, sikap individu-sosial, dan sikap spiritual. Kesembilan, evaluasi yang bersifat sebagai evaluasi formatif untuk mengukur ketercapaian tujuan pada akhir pembelajaran selama satu minggu atau satu subtema. Evaluasi subtema berisi soal pilihan ganda, soal isian singkat, dan soal uraian panjang. Setiap komponen tersebut saling berkaitan antara satu dengan lainnya, peneliti menyusun isi dari bahan ajar sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai serta menggunakan format berdasarkan ide peneliti. Bagian SKL tetap menyesuaikan SKL berdasarkan Kurikulum 2013 yang resmi dari pemerintah pusat.

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.4.1.3 75 Pedoman Penilaian dan Kunci Jawaban Penilaian pada bahan ajar tematik integratif ini menggunakan penilaian otentik disesuaikan dengan indikator yang akan dinilai. Setiap muatan pelajaran menilai empat aspek, yaitu pengetahuan, keterampilan, sikap sosial, dan sikap spiritual. Teknik penilaian yang digunakan juga berbeda-beda setiap aspek, jika pada penilaian pengetahuan menggunakan teknik penilaian tes (tulis ataupun lisan), maka pada penilaian keterampilan menggunakan teknik penilaian terhadap performance atau kinerja siswa, bahkan produk, laporan perjalanan, percobaan dan sebagainya yang mengandalkan keterampilan siswa. Lalu yang terpenting adalah penilaian sikap secara sosial maupun spiritual, teknik penilaiannya non tes dengan menggunakan berbagai instrumen bisa berupa instrumen penilaian teman, penilaian diri, dan juga observasi. Rubrik penilaian setiap aspek berbeda berdasarkan jenis penilaian yang digunakan, pedoman penskorannyapun disesuaikan dengan indikator yang akan dicapai. Antara rubrik penilaian dan pedoman penskoran saling terkait, karena pedoman penskoran digunakan untuk menilai sesuai pada kemampuan siswa pada saat pelaksanaan penilaian. Kunci jawaban tercantum dalam peniliaian khususnya penilaian yang sifatnya tes tertulis dan bukan tugas. Kunci jawaban disesuaikan dengan materi ajar yang telah dilalui siswa, dalam penilaian kunci jawaban akan membantu guru untuk menentukan penilaian yang baik bagi siswa. 4.4.1.4 Daftar Pustaka Daftar pustaka berisi urutan kepustakaan yang digunakan peneliti untuk menyusun bahan ajar, kepustakaan berupa sumber yang menuliskan identitas buku berisi pengarang, tahun terbit, judul buku atau artikel, kota penerbit, dan

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 perusahaan yang menerbitkan. Daftar pustaka bisa berasal dari sumber buku, majalah, artikel, dan juga internet yang digunakan peneliti untuk menyusun bahan ajar. Urutan daftar pustaka berdasarkan abjad nama belakang pengarang. 4.4.2 Pembahasan Berdasarkan hasil pengembangan bahan ajar mengacu Kurikulum 2013 subtema “Mengenal Pahlawan Bangsaku” menunjukkan bahwa produk bahan ajar memperoleh respon yang positif dari guru dan siswa. Hal tersebut diperlihatkan dari antusiasme guru dan siswa saat ditunjukkan bahan ajar yang dikembangkan peneliti. Guru menyatakan bahwa bahan ajar Kurikulum 2013 yang diterbitkan pemerintah kurang memenuhi kebutuhan siswa, padahal pemerintah menyatakan bahwa penerapan Kurikulum 2013 memiliki karakteristik pada pendekatan yang digunakan, yaitu pendekatan tematik integratif dan pendekatan saintifik, lalu pengembangan karakter melalui pendidikan karakter berbasis budaya lokal, serta penilaian yang menggunakan penilaian otentik. Beberapa karakteristik tersebut kurang nampak dalam bahan ajar terbitan pemerintah, menurut guru. Pengembangan produk bahan ajar ini memperhatikan beberapa karakteristik yang dipaparkan oleh pemerintah, yaitu pendekatan tematik integratif dengan alasan dapat membantu siswa untuk berpikir tingkat tinggi, karena pelaksanaan pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan alam serta mencakup dimensi yang lebih menyeluruh secara emosi, fisik dan akademik siswa (Kemendikbud, 2013a:189-190). Kemudian pendekatan saintifik yang bertujuan memberikan pemahaman pada siswa bahwa belajar bisa dari mana saja dan kapan saja serta tidak bergantung pada guru mengajak siswa untuk belajar sebagai seorang ilmuwan. Pengamatan, bertanya, menalar, mencoba, mengkomunikasikan

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 merupakan langkah pendekatan saintifik (Semiawan, 1987 dan Kemendikbud, 2013a:211). Penilaian yang digunakan yaitu penilaian otentik, penilaian dilakukan dengan mengumpulkan informasi perkembangan dan pencapaian belajar siswa dengan berbagai teknik, penilaian tersebut untuk mengungkapkan dan membuktikan secara tepat bahwa tujuan belajar telah benar-benar dicapai siswa (Nurhadi, 2004:172). Penilaian otentik dalam bahan ajar yang dikembangkan ditunjukkan dari penilaiannya yang komprehensif untuk menilai aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta penilaian yang dilakukan pada situasi yang alami (Kemendikbud, 2013b:5). Pengembangan bahan ajar ini juga memasukkan pendidikan karakter berbasis budaya lokal dalam kegiatannya, salah satu point-nya adalah dengan adanya refleksi dan aksi pada pembelajaran untuk melihat niatan atau perasaan siswa saat belajar. Karakter yang dikembangkan menurut Listyarti (2012:5-12) antara lain religius, jujur, toleransi, disiplin, semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan lain-lain. Pendidikan karakter yang berbasis budaya lokal penting karena berkaitan dengan terciptanya lingkungan yang kondusif dengan karakter yang positif (Watie, 2012:50-51). Bahan ajar yang telah dikembangkan berdasar karakteristik tersebut memperoleh respon yang baik dari para ahli dan siswa setelah melalui tahap-tahap pengembangan, respon tersebut dilihat dari penilaian yang diberikan melalui validasi yang ditunjukkan dalam tabel di bawah ini:

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Tabel 10. Rekapitulasi Skor Hasil Validasi dan Uji Coba Lapangan No Validator 1 Pakar Kurikulum 2 Guru SD Kelas IV (A) 3 Guru SD Kelas IV (B) 4 Siswa Kelas IV SD Jumlah Rerata (Jumlah : Validator) Melalui validasi, peneliti memperoleh Rerata Kategori 4,27 4,41 4,54 4,67 17,89 4,47 Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik masukan-masukan untuk tujuan penyusunan bahan ajar dapat semakin baik dan menarik bagi siswa untuk aktif dan lebih kreatif dalam belajar. Selain pada sisi keaktifan dan kreativitas, bahan ajar juga mengembangkan sisi karakter siswa agar tertanam utuh. Sehingga siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang memiliki karakter kuat. Selain cerdas, terampil, tetapi siswa mampu memiliki sikap sosial yang baik dan sikap spiritual yang mendalam.

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 5 KESIMPULAN, KETERBATASAN PENGEMBANGAN, DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian pengembangan bahan ajar mengacu Kurikulum 2013 ini dapat disimpulkan sebagai berikut: 5.1.1 Prosedur pengembangan bahan ajar mengacu Kurikulum 2013 subtema Mengenal Pahlawan Bangsaku untuk siswa kelas IV sekolah dasar berdasarkan hasil modifikasi model pengembangan Kemp dan prosedur pengembangan Borg and Gall dilakukan melalui langkah-langkah berikut ini: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi ahli, (5) revisi desain, (6) uji coba desain, dan (7) revisi desain hingga akhirnya menghasilkan produk hasil uji coba terbatas berupa bahan ajar mengacu Kurikulum 2013 subtema Mengenal Pahlawan Bangsaku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. 5.1.2 Berdasarkan hasil penelitian pengembangan yang telah melalui tahaptahap pengembangan, antara lain validasi oleh para ahli, yaitu: pakar kurikulum SD 2013 sebesar 4,27; guru kelas IV SD sebesar 4,41 dan 4,54; kemudian melalui uji coba lapangan pada siswa kelas IV SD sebesar 4,67. Dari keempat validator hasil skor reratanya sebesar 4,47. Skor tersebut menunjukkan kualitas bahan ajar mengacu Kurikulum 2013 subtema Mengenal Pahlawan Bangsaku untuk siswa kelas IV SD memiliki kategori kualitas “sangat baik”. 79

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 5.2 Keterbatasan Pengembangan Dalam penelitian pengembangan ini, peneliti mengalami beberapa keterbatasan, antara lain: 5.2.1 Analisis kebutuhan yang hanya terbatas pada satu guru kelas IV karena waktu yang terbatas. 5.2.2 Minimnya sumber gambar yang menarik dan sesuai dengan usia siswa kelas IV SD serta yang berkaitan dengan materi. 5.2.3 Keterpaduan pembelajaran yang sulit karena Kompetensi Dasar (KD) yang sudah ditentukan pemerintah sehingga masih nampak terpisah-pisah. 5.2.4 Waktu pelaksanaan uji coba yang dipadatkan menjadi 3 hari karena keterbatasan izin penggunaan kelas dan waktu yang diberikan pihak oleh sekolah. 5.3 Saran Saran bagi peneliti lainnya yang akan mengembangkan bahan ajar yang sejenis sebagai berikut: 5.3.1 Peneliti sebaiknya melakukan analisis kebutuhan tidak hanya pada satu guru saja tetapi bisa pula dilakukan pada siswa bahkan kepala sekolah. 5.3.2 Peneliti lebih terampil dalam mencari sumber gambar yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa kelas IV SD serta memanfaatkannya agar materi membantu siswa dalam berpikir tingkat tinggi. 5.3.3 Peneliti lebih inovatif dalam memadukan KD sesuai pendekatan tematik integratif 5.3.4 Alokasi waktu pelaksanaan uji coba bisa ditambah, meskipun terjadi pemadatan.

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Abidin, Yunus. (2012). “Model Penilaian Otentik dalam Pembelajaran membaca Pemahaman Berorientasi Pendidikan Karakter”. Jurnal Pendidikan Karakter, 2(2):164-178. Anonymous. (2013). “Pembelajaran tematik integratif Kurikulum 2013 SD/MI” (online), (www.m-edukasi.web.id diakses 27 Februari 2014 pukul 08.00) Ariezona, Windy. (2013). Pengembangan Bahan Ajar yang Terintegrasi dengan Pendidikan Karakter untuk Keterampilan Mendengarkan pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SD Kelas IV Semester Gasal. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. Arifin, Zainal. (2011). Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum. Bandung: Remaja Rosdakarya. Cunningsworth, Alan. (1995). Choosing Your Coursebook. Oxford: Macmillan Publishers Limited. Dakir, H. (2004). Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum. Jakarta: Rineka Cipta. Daryanto. (2007). Evalusi Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta. Hidayat, Sholeh. (2013). Pengembangan Kurikulum Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya. Hidayatullah, Furqon. (2010). Pendidikan Karakter Membangun Peradaban Bangsa. Surakarta: Yuma Pustaka. Indratno, A. Ferry T. (ed). (2013). Menyambut Kurikulum 2013: Forum Mangunwijaya VII. Jakarta: Kompas. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2013a). Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SD Kelas IV. Jakarta: BPSDMPKMP Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2013b). Panduan Teknis: Penilaian di Sekolah Dasar. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Koesoema, Doni. (2007). Pendidikan Karakter. Jakarta: Grasindo. Kunandar. (2014). Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013): Suatu Pendekatan Praktis Disertai dengan Contoh. Jakarta: RajaGrafindo Persada 81

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 Listyarti, Ratna. (2012). Pendidikan Karakter dalam Metode Aktif, Inovatif, dan Kreatif. Jakarta: Esensi. Majid, Abdul. (2013). Strategi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya. Majid, Abdul. (2014). Pembelajaran Tematik Terpadu. Bandung: Remaja Rosdakarya. Morrison, Gary, dkk. (2011). Designing Effective Instruction. New Jersey: John Wiley & Sons.Inc Mulyasa, H.E. (2013). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum. Bandung: Remaja Rosdakarya. Nurhadi. (2004). Kurikulum 2004: Pertanyaan dan Jawaban. Jakarta: Grasindo. Rachman, Taufik. (2010). “Pendidikan kunci utama kemajuan bangsa”. (online). (http://www.republika.co.id/ diakses 10 Mei 2014 pukul 15.30) Riyanto, Yatim. (2010). Paradigma Baru Pembelajaran, Sebagai Referensi bagi Pendidik dalam Impelementasi Pembelajaran yang Efektif dan Berkualitas. Jakarta: Kencana. Rusman. (2013). Model-model Pembelajaran: Mengembangan Profesionalisme Guru. Jakarta: RajaGrafindo Persada. Rustaman, Nuryani Y. “Penilaian otentik (authentic assessment) dan penerapannya dalam pendidikan sains”. FPMIPA & Sekolah Pascasajana UPI. (http://file.upi.edu/Direktori/SPS/PRODI.PENDIDIKAN_IPA/1950123119 79032-NURYANI_RUSTAMAN/PENILAIAN_OTENTIK_Sgr%2706.pdf diakses pada tanggal 12 Mei 2014 pukul 14:52) Sagala, Syaiful. (2009). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta. Sary, Deny Adventy. (2013). Pengembangan Bahan Ajar yang Terintegrasi dengan Pendidikan Karakter untuk Keterampilan Membaca pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SD Kelas IV Semester Gasal. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. Semiawan, Conny. (1987). Pendekatan Keterampilan Proses: Bagaimana Mengaktifkan Siswa dalam Belajar. Jakarta: Gramedia. Sitepu, B.P. (2012). Penulisan Buku Teks Pelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya. Sugiyanto, H. (2010). Model-model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: Yuma Pustaka.

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sukardjo. (2008). Kumpulan Materi Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Prodi Teknologi Pembelajaran, Pps UNY. Sumiati dan Asra. (2009). Metode Pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima. Suprijono, Agus. (2011). Cooperative Learning, Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Trianto. (2010). Mengembangkan Model Pembelajaran Tematik. Jakarta: Prestasi Pustakaraya. Trianto. (2011). Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Bumi Aksara. Wagiran. (2012). “Pengembangan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Hamemayu Hayuning Bawana: Identifikasi Nilai-nilai Karakter Berbasis Budaya”. Jurnal Pendidikan Karakter, 2(3): 329-339. Watie, Anna Marie, dkk. (2012). Pembentukan Karakter Berbasis Pendidikan Seni Budaya Tingkat Sekolah Dasar di Kota Malang Jawa Timur. Yogyakarta: Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Daerah Istimewa Yogyakarta.

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 84

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 1 HASIL WAWANCARA SURVEI KEBUTUHAN GURU KELAS IV SDN CEBONGAN No. Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara 1 Sejauh mana pemahaman Bapak/Ibu terhadap Kurikulum SD 2013? Kurikulum yang dibuat oleh pemerintah pusat, diterapkan 3 kemampuan secara akademis, keterampilan, dan sikap. Kurikulum tematik, yang diutamakan adalah sikap. 2 Sejauh mana pemahaman Bapak/Ibu terkait dengan pendekatan sains dalam pembelajaran? Pendekatan yang diawali dengan cara anak melakukan pengamatan (bisa melihat, membaca), mendengarkan. Siswa dipancing untuk bertanya lalu melakukan percobaan. Melihat - dihubungkan materi - (karena tematik, perpindahannya tidak terasa) 3 Sejauh mana pemahaman Bapak/Ibu terkait dengan penilaian otentik? Penilaian belum dijelaskan dengan gamblang saat pelatihan. Guru masih mengalami kesulitan. Pengawas menjelaskan penilaian sama dengan cara penilaian tematik di kelas III. Guru memberikan penilaian tanpa memberitahu mata pelajarannya apa. Cara menilainya melalui proses. Penilaiannya terpisah mata pelajaran. Guru menjelaskan pelatihan tidak maksimal, dan terlalu mepet untuk pelaksanaan Kurikulum 2013 sehingga penjelasan mengenai cara penilaiannya juga tidak jelas. 4 Sejauh mana pemahaman Bapak/Ibu terkait dengan pendidikan karakter? Nilai-nilai karakter ditanamkan dalam setiap proses pembelajaran (sehingga akan mengalir bersama pembelajaran) 5 Kesulitan-kesulitan apa yang Bapak/Ibu alami dalam melaksanakan Kurikulum SD 2013? Mengapa? Penilaian (sda) Sulit mengintegrasikan pelajaran sehingga tidak landai. Kesulitan menyusun RPP (dari buku di RPP-kan, itu terbalik) 6 Menurut Bapak/Ibu apakah bahan ajar Kurikulum SD 2013 masih perlu disempurnakan? Mengapa? Apakah Bapak/Ibu masih memerlukan suplemen bahan ajar Kurikulum SD 2013? Apakah Bapak/Ibu mampu mengembangkan secara mandiri bahan ajar sesuai dengan Kurikulum SD 2013? Bahan ajar sudah bagus, tetapi sulit dipahami anak. Karena anak diharuskan menyimpulkan pembelajaran. 7 8 Menggunakan alat peraga, sebaiknya di perjelas mengenai alat peraga. Mampu tapi belum, jika tidak ya pasti mampu. Mungkin ke depannya bisa. Ada keinginan membuat bahan ajar sendiri agar 85

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mempermudah sehingga mencari referensi sendiri. 9 Apakah bahan ajar Kurikulum SD 2013 sesuai dengan budaya lokal sekolah? Kesesuaian terdiri dari banyak hal, jelas ada yang sesuai tapi juga ada yang tidak. Dihubungkan dengan budaya kita saja, walaupun tidak ada di bahan ajar. 10 Sejauh mana pemahaman Bapak/Ibu terkait dengan jenis-jenis karakter yang akan dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional? Saran apa yang dapat Bapak/Ibu berikan terkait dengan bahan ajar Kurikulum SD 2013 yang sudah tersedia! Menerapkan toleransi, kejujuran, tanggungjawab, dll. Sulit untuk menyampaikan kepada anak jika guru sendiri belum memahami. Karena otomatis guru harus memberi contoh. 11 Kurikulum 2013 terlalu dipaksakan (waktu diklat tidak balance dengan kebutuhan, satu minggu untuk satu tahun), sebaiknya dipersiapkan jauhjauh hari. Terkadang guru sibuk dengan administrasi, sebaiknya perangkat dipersiapkan pemerintah sehingga guru bisa fokus mengajar. Cebongan, 10 September 2013 Guru Kelas IV SD Henri Mustofa 86

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 LAMPIRAN 2 JARING TEMA 5 “PAHLAWANKU”

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 3

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 5 JARING PEMBELAJARAN 1-6 SUBTEMA “MENGENAL PAHLAWAN BANGSAKU” 106

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI JARING PEMBELAJARAN 1 107

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI JARING PEMBELAJARAN 2 108

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI JARING PEMBELAJARAN 3 109

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI JARING PEMBELAJARAN 4 110

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI JARING PEMBELAJARAN 5 111

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI JARING PEMBELAJARAN 6 112

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 6 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN HARIAN (RPPH) PEMBELAJARAN 1-6 SUBTEMA “MENGENAL PAHLAWAN BANGSAKU” 113

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN HARIAN (RPPH) Satuan Pendidikan : SD Pangudi Luhur Sedayu Kelas/ Semester : IV/ 2 Tema/ Subtema : Pahlawanku/ Mengenal Pahlawan Bangsaku Pembelajaran ke:1 Alokasi Waktu : 6 x 35 menit A. Kompetensi Inti 1. Menerima, menghargai, dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, tetangga, dan guru 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan mencoba [mendengar, melihat, membaca] serta menanya berdasarkan rasa ingin tahu secara kritis tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia B. Kompetensi Dasar dan Indikator No. 1. Mata Pelajaran PPKn Kompetensi Dasar 3.2 Memahami hak dan kewajiban sebagai warga dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah dan masyarakat 4.2 Melaksanakan kewajiban sebagai warga di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat 2. Bahasa Indonesia 2.1 Menunjukkan perilaku, disiplin, tanggung jawab, percaya diri, berani mengakui kesalahan, meminta maaf dan memberi maaf sebagaimana dicontohkan tokoh penting yang berperan dalam perjuangan menentang penjajah hingga kemerdekaan Republik Indonesia sebagai perwujudan nilai dan moral Pancasila 1.2 Menghargai kebersamaan dalam keberagaman sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat sekitar 3.5 Mengolah dan menyajikan teks ulasan buku tentang nilai peninggalan sejarah dan perkembangan Hindu-Budha Indikator 3.2.1 Menyebutkan hak dan kewajiban sebagai warga negara pada masa perjuangan kemerdekaan 4.2.1 Menuliskan tindakan yang mencerminkan kewajiban sebagai warga negara di lingkungan rumah dan sekolah 2.1.1 Percaya diri dalam meneladani sikap pahlawan unruk melaksanakan hak dan kewajiban 1.2.1 Mendoakan para pahlawan dengan sukarela sebagai ungkapan terima kasih 3.5.1 Mencari informasi dari buku perjuangan pahlawan kemerdekaan

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.5 2.5 1.1 3. Seni Budaya dan Prakarya 3.3 di Indonesia secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku Menggali informasi dari teks ulasan buku tentang nilai peninggalan sejarah dan perkembangan Hindu-Budha di Indonesia dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku Memiliki perilaku jujur dan santun terhadap nilai peninggalan sejarah dan perkembangan Hindu-Budha di Indonesia melalui pemanfaatan bahasa Indonesia Meresapi makna anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang diakui sebagai bahasa persatuan yang kokoh dan sarana belajar untuk memperoleh ilmu pengetahuan Membedakan panjang-pendek bunyi, dan tinggi-rendah nada dengan gerak tangan 4.6 Memainkan pola irama lagu bertanda birama empat dan menunjukkan perbedaan panjang pendek bunyi 2.1 Menunjukkan sikap berani mengekspresikan diri dalam berkarya seni 1.1 Mengagumi ciri khas keindahan karya seni dan karya kreatif masing-masing daerah sebagai anugerah Tuhan 115 4.5.1 Membaca teks ulasan dari buku perjuangan pahlawan kemerdekaan 2.5.1 Jujur dalam menyampaikan informasi tentang perjuangan para pahlawan 1.1.2 Menyampaikan rasa bangga atas bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa 3.3.1 Menunjukkan panjangpendek bunyi dengan gerak tangan pada lagu perjuangan 4.6.1 Menggerakkan tangan sesuai pola irama lagu birama empat 2.1.1 Berani mengekspresikan diri dalam menciptakan suatu karya seni 1.1.2 Mengagumi hasil karya seni Indonesia dengan menunjukkan salah satu contohnya C. Tujuan Pembelajaran PPKn 3.2.1.1 Siswa mampu menyebutkan hak dan kewajiban sebagai warga negara pada masa perjuangan kemerdekaan melalui membaca teks masing-masing dua contoh 4.2.1.1 Siswa mampu menuliskan tindakan yang mencerminkan kewajiban sebagai warga negara di lingkungan rumah dan sekolah melalui diskusi minimal dua tindakan 2.1.1.1 Siswa mampu percaya diri dalam meneladani sikap pahlawan untuk melaksanakan hak dan kewajiban melalui refleksi tanpa membaca teks

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 1.2.1.1 Siswa mampu mendoakan para pahlawan dengan sukarela sebagai ungkapan terima kasih melalui menulis doa tanpa meniru Bahasa Indonesia 4.5.1.1 Siswa mampu membaca teks ulasan dari buku perjuangan pahlawan kemerdekaan melalui membaca buku minimal satu sumber bacaan 3.5.1.1 Siswa mampu mencari informasi dari buku perjuangan pahlawan kemerdekaan melalui penemuan minimal satu sumber 2.5.1.1 Siswa mampu jujur dalam menyampaikan informasi tentang perjuangan para pahlawan melalui berbicara tanpa melihat teks 1.1.2.1 Siswa mampu menyampaikan rasa bangga atas bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa melalui menulis refleksi minimal dua alasan Seni Budaya dan Prakarya 3.3.1.1 Siswa mampu menunjukkan panjang-pendek bunyi dengan gerak tangan pada lagu perjuangan melalui diskusi minimal satu lagu 4.6.1.1 Siswa mampu menggerakkan tangan sesuai pola irama lagu birama empat melalui praktek minimal satu lagu 2.1.1.1 Siswa berani mengekspresikan diri dalam menciptakan suatu karya seni melalui menulis syair lagu minimal tiga baris lagu 1.1.2.1 Siswa mampu mengagumi hasil karya seni Indonesia dengan menunjukkan salah satu contohnya melalui menyanyi lagu perjuangan tanpa melihat teks D. Media, Alat, dan Sumber Belajar 1. Media : gambar pahlawan, lagu “Mengheningkan Cipta”, teks cerita pahlawan 2. Alat : pensil, bolpoin, buku. 3. Sumber Belajar : Bahan Ajar Tema 5 Subtema Mengenal Pahlawan Bangsaku E. Materi Pembelajaran 1. Materi Pokok a. PPKn : Hak dan kewajiban sebagai warga negara b. Bahasa Indonesia : Cerita perjuangan pahlawan kemerdekaan c. Seni Budaya dan Prakarya : Lagu-lagu perjuangan 2. Rincian Materi (Bahan Ajar Halaman 1-11) F. Pendekatan dan Metode Pembelajaran 1. Pendekatan : Tematik Integratif dan Pendekatan Saintifik 2. Metode Pembelajaran : demonstrasi, presentasi, diskusi, tanya jawab G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran 1. Penggalan 1 a. Kegiatan Awal 1) Salam - Doa 2) Pengantar 3) Apersepsi : Guru bertanya tentang akitivitas siswa selama liburan kelas. Kemana mereka berkunjung atau apa yang mereka lakukan. Lalu dilanjutkan dengan pertanyaan mengenai museum. Adakah diantara siswa yang pernah ke museum. Lalu apa yang dilihat di sana. Bagaimana menurut mereka. Lalu apakah juga ada yang pernah berkunjung ke museum kemerdekaan. Apakah mereka tahu tokoh-tokoh yang memperjuangkan, siapa saja? Bagaimana? Dan sebagainya.

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 4) Motivasi : Siswa diajak menyanyikan lagu “Hari Kemerdekaan” sambil berdiri dan bersikap dengan baik. 5) Orientasi: Guru menanyakan pada siswa bagaimana perasaan mereka setelah menyanyikan lagu tersebut. Lalu apa makna lagu tersebut? Bagaimana sikap kita? Dan sebagainya. b. Kegiatan Inti 1) Siswa mengamati gambar-gambar para pahlawan kemerdekaan yang disajikan guru. 2) Siswa dan guru bertanya jawab mengenai gambar-gambar tersebut. 3) Siswa membaca teks tentang cerita perjuangan pahlawan merebut kemerdekaan. 4) Siswa mengerjakan pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam buku. 5) Siswa kemudian dibagi dalam kelompok. Lalu masing-masing berkumpul dengan kelompoknya untuk mendiskusikan hasil pekerjaan mereka masing-masing. Saling bertukar pendapat serta memberikan masukan atau tanggapan pada siswa lain. 6) Siswa mendiskusikan pula tentang isi informasi serta menyebutkan hak dan kewajiban yang seperti apa yang tertera dalam teks bacaan. 7) Siswa saling menyampaikan informasi yang didiskusikan dalam kelompok secara klasikal lalu kelompok lain memberikan tanggapan. 8) Siswa kembali duduk di tempat masing-masing. 9) Siswa mengamati sebuah lagu perjuangan yang ditampilkan guru. 10) Siswa mengamati guru saat mencontohkan cara membaca notasi lagu tersebut sambil menunjukkan notasinya. 11) Siswa secara bersama-sama menirukan guru untuk membaca notasi lagu. c. Kegiatan Penutup 1) Guru menyampaikan feedback berupa tanggapan mengenai proses yang dilalui siswa. 2) Guru meluruskan kesalah pahaman yang terjadi. 3) Guru mempersilakan siswa untuk beristirahat. -ISTIRAHAT2. Penggalan 2 a. Kegiatan Awal 1) Siswa dan guru bertanya jawab mengenai aktivitas siswa selama istirahat. 2) Siswa kembali difokuskan pada kegiatan belajar selanjutnya. b. Kegiatan Inti 1) Siswa kembali melihat lagu yang dipelajari sebelumnya lalu dicontohkan cara menggerakkan tangan sesuai tinggi-rendah nada dalam lagu. 2) Siswa kembali menirukan guru untuk menggerakkan tangan sesuai tinggi rendah nada. 3) Siswa melakukan kombinasi gerakan tangan sambil menyanyikan lagu. 4) Siswa kembali duduk lalu melaksanakan kegiatan belajar selanjutnya yaitu mengingat-ingat cerita tentang perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. 5) Siswa menuliskan kembali dengan kata-katanya sendiri cerita yang sudah mereka baca. 6) Siswa menyampaikan secara bergantian hasil tulisan mereka tentang cerita perjuangan secara singkat tanpa membaca teks.

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 c. Kegiatan Penutup 1) Guru menanyakan apa saja yang sudah dipelajari sampai saat ini. Lalu memberikan feedback serta meluruskan kesalahpahaman yang terjadi. 2) Guru mempersilakan siswa untuk beristirahat. -ISTIRAHAT3. Penggalan 3 a. Kegiatan Awal 1) Guru menanyakan bagaimana istirahat para siswa. 2) Guru kembali memfokuskan siswa untuk belajar. b. Kegiatan Inti 1) Siswa melanjutkan kegiatan belajar sebelumnya apabila belum selesai. 2) Siswa kemudian kembali pada lagu perjuangan yang dipelajari siswa. 3) Siswa berkumpul kembali dalam kelompok lalu secara bergantian antar kelompok menyanyikan lagu tersebut di depan kelas dikombinasi dengan gerakan tangan. 4) Dilanjutkan dengan kelompok lainnya sampai selesai. 5) Siswa bersama guru secara klasikal menyanyikan lagu tersebut sambil menggerakkan tangannya. c. Kegiatan Penutup 1) Siswa dan guru merangkum pembelajaran sepanjang hari ini. 2) Guru meluruskan kesalah pahaman yang terjadi. 3) Siswa mengerjakan evaluasi harian. 4) Siswa menulis refleksi harian secara singkat. 5) Siswa mencatat tugas rumah yaitu mencari dan membaca teks informasi tentang perjuangan pahlawan dalam merebut kemerdekaan. 6) Doa penutup. 7) Salam H. Penilaian 1. Jenis/ Teknik Penilaian a. Penilaian Kognitif (Tes) : Tes tulis, tes lisan b. Penilaian Keterampilan (Non tes) : kinerja c. Penilaian Sikap Sosial (Non tes) : observasi, penilaian antar teman d. Penilaian Sikap Spiritual (Non tes) : observasi 2. Bentuk Instrumen dan Rubrik Penilaian (terlampir) 3. Pedoman Penskoran (terlampir) I. Lampiran-lampiran 1. Penilaian muatan pelajaran PPKn 2. Penilaian muatan pelajaran Bahasa Indonesia 3. Penilaian muatan pelajaran Seni Budaya Yogyakarta, 14 April 2014 Peneliti Chrisna Murti Irawan NIM. 101134156

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENILAIAN PEMBELAJARAN 1 A. Muatan Pelajaran: PPKn 1. Pengetahuan Indikator Teknik Penilaian Instrumen 3.2.1 Menyebutkan hak dan kewajiban sebagai warga negara pada masa perjuangan kemerdekaan Tes tulis Soal dan Kunci jawaban Soal: Tuliskan tindakan apa yang tercermin dari bacaan tentang pahlawan tersebut? Kunci Jawaban: 1. Gigih 2. Pribadi yang besar 3. Menggunakan strategi melawan penjajah 4. Memimpin pengikutnya 5. Menggerakkan pengikutnya 6. Menyemangati untuk mencapai tujuan bersama 7. Memperjuangkan kemerdekaan sampai akhir hayat 8. Memiliki jiwa kepemimpinan 9. Memiliki hati yang bersih 10. Membela kehormatan keluarga, kerajaan, rakyat, dan bangsanya Rubrik Penilaian: No. Nama Siswa Nilai (jawaban benar x 10) Predikat 1. 2. Dst. Pedoman penskoran: Nilai 86-100 81-85 76-80 71-75 66-70 61-65 56-60 51-55 46-50 0-45 Predikat A AB+ B BC+ C CD+ D 2. Keterampilan Indikator Teknik Penilaian Instrumen 4.2.1 Menuliskan tindakan yang mencerminkan kewajiban sebagai warga negara di lingkungan rumah dan sekolah Performance atau kinerja Tugas 119

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 Tugas: Tuliskan tindakan yang mencerminkan kewajiban sebagai warga negara di lingkungan rumah maupun di sekolah! Bisa disertai dengan gambar! Rubrik Penilaian & Pedoman penskoran: Aspek yg dinilai Total aspek yg terpenuhi 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 (1)Memperhatikan penulisan, (2)kerapian, (3)tanda baca, (4)ketepatan isi, (5)logika berpikir, (6)memberikan contoh kongkrit, (7)jawaban lebih dari 2, (8)menyertakan gambar, (9)penggunaan huruf, (10)ketepatan penulisan Nilai 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 3. Sikap Sosial Indikator Teknik Penilaian Instrumen 2.1.1 Percaya diri dalam meneladani sikap pahlawan untuk melaksanakan hak dan kewajiban Observasi Lembar pengamatan sikap Tugas: Lakukan tugas-tugasmu di kelas atau di sekolah serta di rumah dengan baik! Lembar Pengamatan Sikap: Beri tanda (√) cek sesuai aspek yang diamati! Aspek yang diamati Nama Peserta No. Sikap Didik 1 2 3 4 1. 2. Dst. Pedoman penskoran: Percaya diri dalam No sehari 1 Tidak terlihat ragu-ragu 2 Terlihat ragu-ragu 3 Memerlukan bantuan guru Belum menunjukkan 4 keberanian 4. Sikap Spiritual Indikator Skala Sikap 4 3 2 1 SB B C K Keterangan Sangat Baik Baik Cukup/ sedang kurang 1.2.1 Mendoakan para pahlawan dengan sukarela sebagai ungkapan terima kasih Observasi Lembar Pengamatan Teknik Penilaian Instrumen Tugas: Berdoalah setiap kamu akan melakukan kegiatan! Lembar Pengamatan: Beri tanda (√) cek sesuai aspek yang diamati!

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. Nama Peserta Didik 1. 2. Aspek yang diamati 1 2 3 Sikap 4 Dst. Rubrik Penilaian & Pedoman penskoran: No Perilaku berdoa Selalu melakukan doa sebelum & 1 sesudah kegiatan Sering melakukan doa sebelum & 2 sesudah kegiatan Kadang-kadang melakukan doa sebelum 3 & sesudah kegiatan Tidak melakukan doa sebelum & 4 sesudah kegiatan Skala Sikap Keterangan 4 SB Sangat Baik 3 B Baik 2 C 1 K Cukup/ sedang kurang B. Muatan Pelajaran: Bahasa Indonesia 1. Pengetahuan 1.5.1 Mencari informasi dari buku perjuangan pahlawan Indikator kemerdekaan Tes lisan Teknik Penilaian Pertanyaan lisan Instrumen Soal: Apa informasi yang kamu peroleh setelah membaca teks tentang si Pitung? Kunci Jawaban: Pitung merupakan pendekar asli Indonesia yang berasal dari daerah Betawi. Pitung rajin mengaji dan saleh. Pitung suka membela kebenaran. Pitung mementingkan urusan orang banyak dibandingkan dirinya sendiri. Pitung adalah pendekar yang unggul. Rubrik Penilaian: No. Nama Siswa 1. 2. Dst. Pedoman penskoran: Jawaban Benar 5 4 3 2 1 Mendekati benar (skor = 0,5) Total jawaban benar Nilai (jawaban benar x 20) 100 80 60 40 20 10 Nilai 121

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Keterampilan Indikator Teknik Penilaian Instrumen 122 4.5.1 Membaca teks ulasan dari buku perjuangan pahlawan kemerdekaan Performance atau kinerja Tugas Tugas: Carilah informasi mengenai pahlawan dari buku di perpustakaan, lalu tuliskan yang kamu peroleh setelah membacanya! Rubrik Penilaian & Pedoman penskoran: Aspek yg dinilai Total Aspek yang Nilai terpenuhi (1) banyaknya pahlawan yang dibaca 5 100 (2) isi informasi 4 80 (3) terdapat profil secara lengkap 3 60 (4) penulisan nama hingga asal 2 40 (5) kisah perjuangan secara singkat 1 20 3. Sikap Sosial Indikator Teknik Penilaian Instrumen 2.5.1 Jujur dalam menyampaikan informasi tentang perjuangan para pahlawan Penilaian antarteman Kolom penilaian oleh teman Tugas: Sampaikan secara singkat informasi yang kamu peroleh pada teman-temanmu! Lembar Penilaian: Beri tanda (√) cek sesuai aspek yang diamati! Aspek Kejujuran No. Nama Teman Sikap 4 3 2 1 1. 2. Dst. Rubrik Penskoran & Pedoman penskoran: No. Aspek Kejujuran Skala Sikap Keterangan 1. Tindakan selalu sesuai ucapan 4 SB Sangat Baik Tidakan kadang-kadang sesuai 3 B Baik 2. ucapan 3. Tindakan kurang sesuai ucapan 2 C Cukup/ sedang 4. Tindakan tidak sesuai ucapan 1 K kurang 4. Sikap Spiritual Indikator 1.1.2 Menyampaikan rasa bangga atas bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa Observasi Lembar pengamatan Teknik Penilaian Instrumen Tugas: Gunakanlah bahasa Indonesia sebagai rasa banggamu!

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lembar Pengamatan Nama:...... No 1. 2. 3. 4. Perilaku yang diamati Teramati (√) Skor Sikap Selalu menggunakan bahasa Indonesia sebagai wujud syukur Sering menggunakan bahasa Indonesia sebagai wujud syukur Kadang-kadang menggunakan bahasa Indonesia sebagai wujud syukur Tidak menggunakan bahasa Indonesia sebagai wujud syukur Rubrik penilaian & Pedoman penskoran: Perilaku syukur Selalu menggunakan bahasa Indonesia sebagai wujud syukur Sering menggunakan bahasa Indonesia sebagai wujud syukur Kadang-kadang menggunakan bahasa Indonesia sebagai wujud syukur Tidak menggunakan bahasa Indonesia sebagai wujud syukur Skala Sikap 4 SB Keterangan Sangat Baik 3 B Baik 2 C 1 K Cukup/ sedang kurang C. Muatan Pelajaran: Seni Budaya dan Prakarya 1. Pengetahuan 3.3.1 Menunjukkan panjang-pendek bunyi dengan gerak Indikator tangan pada lagu perjuangan Tes tertulis Teknik Penilaian Soal & Kunci Jawaban Instrumen Soal: Apa arti dari masing-masing symbol pada lagu tersebut? Kunci Jawaban: Notasi angka: do-re-mi-fa-sol-la-si Titik di belakang angka: perpanjangan ketukan Titik di atas angka: nada tinggi Garis bar: batas yang menunjukkan birama lagu 0 merupakan tanda diam Rubrik Penilaian: No. Nama Siswa Skor Predikat (masing-masing jawaban benar skornya 2) 1. 2. Dst. 123

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pedoman penskoran: Jawaban Benar 5 4 3 2 1 Mendekati benar (skor = 0,5) 2. Keterampilan Indikator Nilai (jawaban benar x 20) 100 80 60 40 20 10 4.6.1 Menggerakkan tangan sesuai pola irama lagu birama empat Performance atau kinerja Tugas Teknik Penilaian Instrumen Tugas: Gerakkan tanganmu sesuai pola birama pada lagu! Rubrik Penilaian & Pedoman penskoran: Aspek yg dinilai Total Aspek yang Predikat terpenuhi (1) gerakan tangan tidak kaku 4 A (2) pola gerakan tepat 3 B (3) gerakan sesuai dengan ketukan 2 C lagu atau biramanya 1 D (4) gerakan tangan tidak berlebihan 3. Sikap Sosial 2.1.1 Berani mengekspresikan diri dalam menciptakan Indikator suatu karya seni Observasi Teknik Penilaian Lembar pengamatan Instrumen Tugas: Gerakkan tanganmu sesuai dengan lagu! Lembar Pengamatan: Nama:...... No Perilaku yang diamati Teramati (√) Skor Sikap 1. Tidak terlihat ragu-ragu 2. Terlihat ragu-ragu 3. Memerlukan bantuan guru 4. Belum menunjukkan keberanian Rubrik penilaian & Pedoman penskoran: Percaya diri dalam Skala Sikap Keterangan sehari Tidak terlihat ragu-ragu 4 SB Sangat Baik Terlihat ragu-ragu 3 B Baik Memerlukan bantuan guru 2 C Cukup/ sedang Belum menunjukkan 1 K kurang keberanian 124

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Sikap Spiritual Indikator 1.1.2 Mengagumi hasil karya seni Indonesia dengan menunjukkan salah satu contohnya Observasi Lembar pengamatan 125 Teknik Penilaian Instrumen Tugas: Nyanyikan lagu pahlawan lainnya yang kamu ketahui sebagai wujud syukurmu! Lembar Pengamatan Sikap: Beri tanda (√) cek sesuai aspek yang diamati! Aspek yang diamati Nama Peserta No. Sikap Didik 1 2 3 4 1. 2. Dst. Rubrik penilaian & Pedoman penskoran: No. Aspek Bersyukur Skala Sikap Keterangan Selalu menyanyi dengan benar sebagai 4 SB Sangat Baik 1. wujud rasa syukur Sering menyanyi dengan benar sebagai 3 B Baik 2. wujud rasa syukur Kadang-kadang menyanyi dengan benar 2 C Cukup/ 3. sebagai wujud rasa syukur sedang Tidak menyanyi dengan benar sebagai 1 K kurang 4. wujud rasa syukur

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN HARIAN (RPPH) Satuan Pendidikan : SD Pangudi Luhur Sedayu Kelas/ Semester : IV/ 2 Tema/ Subtema : Pahlawanku/ Mengenal Pahlawan Bangsaku Pembelajaran ke:2 Alokasi Waktu : 6 x 35 menit A. Kompetensi Inti 1. Menerima, menghargai, dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, tetangga, dan guru 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan mencoba [mendengar, melihat, membaca] serta menanya berdasarkan rasa ingin tahu secara kritis tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia B. Kompetensi Dasar dan Indikator Mata No. Kompetensi Dasar Pelajaran 1. Matematika 3.4 Memahami faktor dan kelipatan bilangan serta bilangan prima 2. Ilmu Indikator 3.4.1 Menjelaskan faktor dan kelipatan bilangan serta bilangan prima 4.1 Mengemukakan kembali 4.1.1 Menceritakan dengan kalimat sendiri , kembali contohmenyatakan kalimat contoh masalah matematika dan yang dapat memecahkan masalah diselesaikan secara dengan efektif matematis permasalahan yang 4.1.2 Menggunakan berkaitan dengan KPK dan media matematika FPB, satuan kuantitas, untuk desimal dan persen terkait menyelesaikan dengan aktivitas sehari-hari masalah KPK dan di rumah, sekolah, atau FPB tempat bermain serta memeriksa kebenarannya 2.4 Menunjukkan perilaku 2.4.1 Disiplin dalam disiplin dan teratur dalam melaksanakan membuat dan mengikuti kegiatan menurut suatu jadwal kegiatan yang jadwal berulang dan efektif menggunakan prinsip KPK dalam kalender 3.4 Membedakan berbagai 3.4.1 Mengulang

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pengetahuan Alam (IPA) 4.7 2.2 1.1 3. PJOK 3.1 4.5 bentuk energi melalui pengamatan dan mendeskripsikan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari Menyajikan laporan hasil pengamatan tentang teknologi yang digunakan di kehidupan sehari-hari serta kemudahan yang diperoleh oleh masyarakat dengan memanfaatkan teknologi tersebut Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan penelaahan fenomena alam secara mandiri maupun berkelompok Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya, serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya Memahami tinggi dan berat badan ideal dan pengaruhnya terhadap pertubuhan dan perkembangan Mempraktikkan pola gerak dasar berirama bertema budaya daerah yang sudah dikenal yang dilandasi konsep gerak mengikuti irama (ketukan) tanpa/dengan musik penjelasan mengenai berbagai bentuk energi 4.7.2 Mendemonstrasikan hasil pengamatan tentang pemanfaatan teknologi yang digunakan oleh masyarakat 2.2.2 Bertanggung jawab pada tugas masingmasing dalam kelompok 1.1.1 Menjaga kebersihan lingkungan sekitar dengan membuang sampah pada tempatnya sebagai rasa syukur 3.1.2 Mencontohkan tinggi dan berat badan ideal 4.5.1 Membuat pola gerak dasar berirama bertema budaya daerah mengikuti irama (ketukan) tanpa musik 2.1 Menunjukkan disiplin, 2.1.1 Disiplin dalam kerjasama, toleransi, belajar mengerjakan tugas menerima kekalahan dan yang diberikan kemenangan, sportif dan tanggungjawab, menghargai perbedaan 127

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan kemampuannya sebagai anugrah Tuhan yang tidak ternilai 128 1.1.1 Menunjukkan cara menghargai tubuh dengan bergerak aktif sebagai wujud syukur C. Tujuan Pembelajaran Matematika 3.4.1.1 Siswa mampu menjelaskan faktor dan kelipatan bilangan serta bilangan prima melalui tanya jawab tanpa melihat teks 4.1.1.1 Siswa mampu menceritakan kembali contoh-contoh masalah yang dapat diselesaikan secara matematis melalui menulis minimal 2 masalah konkret 4.1.2.1 Siswa mampu menggunakan media matematika untuk menyelesaikan masalah KPK dan FPB melalui diskusi sesuai prosedur penggunaan 2.4.1.1 Siswa mampu bersikap disiplin dalam melaksanakan kegiatan menurut jadwal melalui praktek selama satu minggu Ilmu Pengetahuan Alam 3.4.1.1 Siswa mampu mengulang penjelasan mengenai berbagai bentuk energi melalui tanya jawab berdasarkan informasi yang diperoleh 4.7.2.1 Siswa mampu mendemonstrasikan hasil pengamatan tentang pemanfaatan teknologi yang digunakan oleh masyarakat melalui peragaan bayangan minimal dua demonstrasi 2.2.1.1 Siswa mampu bertanggung jawab pada tugas masing-masing dalam kelompok melalui diskusi minimal satu tugas 1.1.1.1 Siswa mampu menjaga kebersihan lingkungan sekitar dengan membuang sampah pada tempatnya sebagai rasa syukur melalui piket kelas sesuai dengan jadwal PJOK 3.1.2.1 Siswa mampu mencontohkan tinggi dan berat badan ideal melalui tanya jawab sesuai dengan badan masing-masing 4.5.1.1 Siswa mampu membuat pola gerak dasar berirama bertema budaya daerah mengikuti irama (ketukan) tanpa musik melalui praktek minimal satu pola gerak 2.1.1.1 Siswa mampu disiplin dalam mengerjakan tugas yang diberikan melalui menulis dengan mengumpulkan tugas tepat waktu 1.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan cara menghargai tubuh dengan bergerak aktif sebagai wujud syukur melalui gerak tubuh tanpa bermalas-malasan D. Media, Alat, dan Sumber Belajar 1. Media: lingkungan sekitar 2. Alat: buku, bolpoin 3. Sumber Belajar: Bahan Ajar Tema 5 Subtema 1 E. Materi Pembelajaran 1. Materi Pokok : Matematika: kelipatan bilangan IPA: energi PJOK: tinggi dan berat badan ideal 2. Rincian Materi (terlampir)

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 Bahan ajar subtema 1 halaman 21-32 F. Pendekatan dan Metode Pembelajaran 1. Pendekatan : Tematik Integratif dan Pendekatan Saintifik 2. Metode Pembelajaran : diskusi, percobaan, pengamatan, tanya jawab G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran 1. Penggalan 1 a. Kegiatan Awal 1) Salam 2) Doa 3) Absensi 4) Apersepsi: siswa menyanyikan lagu “Maju Tak Gentar”. Berdasarkan lagu kemudian dihubungkan dengan kemajuan yang terjadi di negara atau di tempat tinggal kita. Misalnya, kemajuan teknologi lalu dihubungkan dengan energi yang digunakan teknologi tersebut. b. Kegiatan Inti 1) Siswa mengamati tayangan video mengenai teknologi yang digunakan pada masa kemerdekaan (contoh: microphone, radio) 2) Siswa bertanya jawab dengan teman sebangku mengenai tayangan video yang baru saja diamati 3) Siswa melihat bahan ajar yang terdapat gambar seorang anak yang sedang menonton televisi. 4) Siswa menjawab pertanyaan dari buku berdasarkan gambar dan pengalaman anak-anak. 5) Siswa mengingat-ingat tentang energi dan teknologi lalu mendiskusikannya. 6) Siswa kemudian mengingat pembelajaran tentang kelipatan bilangan dengan membaca teks pada buku. 7) Siswa mengerjakan soal-soal tentang kelipatan bilangan. c. Kegiatan Penutup 1) Siswa bersiap-siap untuk istirahat. 2) Siswa dipersilahkan keluar kelas. -ISTIRAHAT2. Penggalan 2 a. Kegiatan Awal 1) Siswa mengingat-ingat pelajaran yang telah dilalui sebelum istirahat. 2) Siswa mulai masuk pada kelanjutan mengerjakan soal. b. Kegiatan Inti 1) Siswa mendiskusikan soal yang baru saja dikerjakan dengan teman sebangku. 2) Siswa mengerjakan kembali soal dari buku. 3) Siswa bersama guru membahas soal-soal yang baru saja dikerjakan. 4) Siswa melanjutkan kegiatan belajar selanjutnya yaitu tentang tinggi dan berat badan. 5) Siswa mengamati foto Bung Karno dari buku lalu mengidentifikasi beberapa hal. 6) Siswa melakukan percobaan dengan mengamati bentuk tubuh temantemannya lalu membandingkan dengan bentuk tubuhnya sendiri, antara lain tingginya dan gemuknya.

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7) Siswa bertanya pada siswa lain tentang bagaimana mereka bisa gemuk ataupun tinggi. c. Kegiatan Penutup 1) Siswa bersiap-siap untuk istirahat. 2) Siswa beristirahat di luar kelas. -ISTIRAHAT3. Penggalan 3 a. Kegiatan Awal 1) Siswa menyebutkan beberapa poin inti dari pembelajaran sebelumnya. 2) Siswa melanjutkan bahasan pelajaran sebelum istirahat. b. Kegiatan Inti 1) Siswa melanjutkan pembahasan tentang tinggi dan berat badan. 2) Siswa menuliskan pendapat teman-teman mereka. 3) Siswa kemudian menyimpulkan tentang hasil pembelajaran. 4) Siswa menyampaikan hasil kesimpulan mereka di kelas secara acak. (secukupnya waktu) c. Kegiatan Penutup 1) Siswa dan guru merangkum pembelajaran sepanjang hari ini. 2) Guru meluruskan kesalah pahaman yang terjadi. 3) Siswa mengerjakan evaluasi harian. 4) Siswa menulis refleksi dan aksi harian. 5) Siswa mencatat tugas rumah yaitu mencari informasi tentang tinggi dan berat badan anggota keluarganya. 6) Doa penutup. 7) Salam H. Penilaian 1. Jenis/ Teknik Penilaian a. Penilaian Kognitif (Tes) : Evaluasi Harian, tes lisan, penugasan b. Penilaian Keterampilan (Non tes) : Kinerja c. Penilaian Sikap Individu-Sosial (Non tes) : Observasi d. Penilaian Sikap Religius (Non tes) : Observasi 2. Bentuk Instrumen dan Rubrik Penilaian (terlampir) 3. Pedoman Penskoran (terlampir) I. Lampiran-lampiran 1. Penilaian muatan pelajaran Matematika 2. Penilaian muatan pelajaran IPA 3. Penilaian muatan pelajaran PJOK Yogyakarta, 14 April 2014 Peneliti Chrisna Murti Irawan NIM. 101134156 130

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 PENILAIAN PEMBELAJARAN 2 A. Muatan Pelajaran: Matematika 1. Pengetahuan Indikator Teknik Penilaian Instrumen 3.4.2 Menjelaskan faktor dan kelipatan bilangan serta bilangan prima Tes tulis Soal dan kunci jawaban Soal dan Kunci jawaban: 1. 2. 3. 4. 5. kelipatan 7 lebih besar dari 5 dan lebih kecil dari 20 kelipatan 8 lebih besar dari 20 dan lebih kecil dari 50 kelipatan 9 lebih besar dari 30 dan lebih kecil dari 80 kelipatan 10 lebih besar dari 50 dan lebih kecil dari 100 kelipatan 11 lebih besar dari 50 dan lebih kecil dari 100 Rubrik Penilaian: No. Nama Siswa Skor (setiap jawaban benar skor = 2) 14 24, 32, 40, 48 36, 45, 54, 63, 72 60, 70, 80, 90 55, 66, 77, 88, 99 Nilai 1. 2. Dst. Pedoman penskoran: Soal Nomor 1 2 3 4 5 Total Nilai 10 20 25 20 25 100 2. Keterampilan Indikator Teknik Penilaian Instrumen 4.1.1 Menceritakan kembali contoh-contoh masalah yang dapat diselesaikan secara matematis 4.1.2 Menggunakan media matematika untuk menyelesaikan masalah KPK dan FPB Performance dan kinerja Tugas Tugas: Tuliskan contoh-contoh lain yang menunjukkan penggunaan prinsip kelipatan bilangan!

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 Rubrik Penilaian dan Pedoman penskoran: Aspek yg dinilai Total aspek yg terpenuhi (1)Memperhatikan penulisan, 10 (2)kerapian, 9 (3)tanda baca, 8 (4)ketepatan isi, 7 (5)logika berpikir, 6 (6)memberikan contoh kongkrit, 5 (7)jawaban lebih dari 2, 4 (8)menyertakan gambar, 3 (9)penggunaan huruf, (10)ketepatan 2 penulisan 1 Nilai 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 3. Sikap Sosial Indikator Teknik Penilaian Instrumen 1.4.1 Disiplin dalam melaksanakan kegiatan menurut jadwal Observasi Lembar pengamatan Tugas: Kerjakan tugas piketmu dengan baik! Lembar Pengamatan: Kriteria yang Nama Peserta terlaksana No. Didik 1 2 3 4 1. 2. Dst. Rubrik penilaian & Pedoman penskoran: Kriteria Mampu melaksanakan piket dengan kesadaran sendiri Mampu melaksanakan piket dengan pengarahan guru Kurang mampu menlaksanakan piket dengan kesadaran sendiri Belum mampu melaksanakan piket Sikap Skala 4 Sikap SB Keterangan Sangat Baik 3 B Baik 2 C 1 K Cukup/ sedang kurang B. Muatan Pelajaran: IPA 1. Pengetahuan Indikator Teknik Penilaian Instrumen 3.4.1 Mengulang penjelasan mengenai berbagai bentuk energi Tes lisan Soal dan kunci jawaban Soal: 1. Sebutkan jenis-jenis energi! 2. Berikan contoh berbagai energi! Kunci Jawaban: 1. Energi bunyi, panas, listrik, gerak, dan cahaya 2. Energi bunyi: lonceng atau bel, energi panas: api, energi listrik: radio dapat berbunyi, energi gerak: kipas angin, energi cahaya: lampu

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Rubrik Penilaian: No. Nama Siswa Skor Soal nomor 1 2 Nilai 1. 2. Dst. Pedoman penskoran: Soal nomor 1 Total Jawaban benar 1 2 3 4 5 Nilai Soal nomor 2 5 10 15 20 25 Total Jawaban benar 1-2 3-4 5-6 7-8 9-10 Nilai 5-15 16-25 26-40 41-55 56-75 2. Keterampilan Indikator Teknik Penilaian Instrumen 4.7.2 Mendemonstrasikan hasil pengamatan tentang pemanfaatan teknologi yang digunakan oleh masyarakat Performance atau kinerja Tugas Tugas: Tuliskan prosedur penggunaan alat teknologi di sekitarmu! Rubrik Penilaian dan Pedoman penskoran: Total aspek yg terpenuhi Aspek yg dinilai (1) (2) (3) (4) (5) alat benar prosedur tepat penggunaan jelas ada alasan menggunakan ada penjelasan singkat 3. Sikap Sosial Indikator 5 4 3 2 1 Nilai 100 80 60 40 20 2.2.2 Bertanggung jawab pada tugas masing-masing dalam kelompok Penilaian antarteman Lembar penilaian oleh teman Teknik Penilaian Instrumen Tugas: Diskusikan dengan kelompokmu tentang penggunaan teknologi di sekitarmu! Lembar Penilaian: Skala Perilaku No. Nama Teman Sikap 4 3 2 1 1. 2. Dst. 133

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Rubrik Penilaian dan Pedoman penskoran: Kriteria Mengerjakan tugasnya dan selesai tepat waktu Mengerjakan tugasnya dan tidak selesai tepat waktu Kurang mengerjakan tugasnya dan selesai tepat waktu Kurang mengerjakan tugasnya dan tidak selesai tepat waktu Skala 4 3 Sikap SB B Keterangan Sangat Baik Baik 2 C Cukup/ sedang 1 K kurang 4. Sikap Spiritual Indikator Teknik Penilaian Instrumen 1.1.1 Menjaga kebersihan lingkungan sekitar dengan membuang sampah pada tempatnya sebagai rasa syukur Observasi Lembar pengamatan Tugas: Jagalah kebersihan di kelasmu sebagai rasa syukur atas alam! Lembar Pegamatan: Aspek yang terlaksana Nama Peserta No. Sikap Didik 4 3 2 1 1. 2. Dst. Rubrik penilaian dan Pedoman penskoran: Perilaku syukur Selalu menjaga kebersihan sebagai syukur Sering menjaga kebersihan sebagai syukur Kadang-kadang menjaga kebersihan wujud syukur Tidak menjaga kebersihan sebagai syukur Skala wujud 4 Sikap SB Keterangan Sangat Baik wujud 3 B Baik sebagai 2 C wujud 1 K Cukup/ sedang kurang C. Muatan Pelajaran: PJOK 1. Pengetahuan Indikator Teknik Penilaian Instrumen 1.1.2 Mencontohkan tinggi dan berat badan ideal Penugasan Soal dan kunci jawaban Soal: Jelaskan tentang tinggi dan berat badan ideal! Lembar Penilaian: No. Nama Siswa 1. 2. Dst. Nilai 134

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Rubrik Penilaian dan Pedoman penskoran: Kriteria Jawaban tepat, jelas dan logis Jawaban tepat namun kurang jelas Jawaban kurang tepat namun logis Jawaban kurang tepat dan tidak logis Jawaban tidak tepat Nilai 100 75 50 25 10 2. Keterampilan 4.5.1 Membuat pola gerak dasar berirama bertema budaya Indikator daerah mengikuti irama (ketukan) tanpa musik Penugasan Teknik Penilaian Tugas Instrumen Tugas: Buatlah gerakan yang menunjukkan ciri khas daerah asalmu! Rubrik Penilaian dan Pedoman penskoran: Aspek yg dinilai (5) gerakan tangan tidak kaku (6) pola gerakan tepat (7) gerakan sesuai dengan ketukan lagu atau biramanya (8) gerakan tangan tidak berlebihan Total aspek terpenuhi 4 Predikat A 3 B 2 C 1 D 3. Sikap Sosial Indikator Teknik Penilaian Instrumen 2.1.1 Disiplin dalam mengerjakan tugas yang diberikan Observasi Lembar pengamatan Tugas: Gerakkan tanganmu sesuai dengan pola gerakan yang kamu buat! Lembar Pengamatan: Skala Kriteria yang terlaksana No. Nama Siswa Sikap 4 3 2 1 1. 2. Dst. Rubrik penilaian dan Pedoman penskoran: Kriteria Mengerjakan tugasnya dan selesai tepat waktu Mengerjakan tugasnya dan tidak selesai tepat waktu Kurang mengerjakan tugasnya dan selesai tepat waktu Kurang mengerjakan tugasnya dan tidak selesai tepat waktu Skala 4 3 2 Sikap SB B C 1 K Keterangan Sangat Baik Baik Cukup/ sedang kurang 135

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4, Sikap Spiritual Indikator Teknik Penilaian Instrumen 1.1.1 Menunjukkan cara menghargai tubuh dengan bergerak aktif sebagai wujud syukur Observasi Lembar pengamatan Tugas: Rawatlah tubuhmu sebagai rasa syukur pada Tuhan! Lembar Pengamatan: Skala Perilaku Nama Peserta Syukur No. Didik 4 3 2 1 1. 2. Dst. Sikap Rubrik penilaian dan Pedoman penskoran: Perilaku syukur Selalu menjaga kebersihan tubuh sebagai wujud rasa syukur Sering menjaga kebersihan tubuh sebagai wujud rasa syukur Kadang-kadang menjaga kebersihan tubuh sebagai wujud rasa syukur Tidak menjaga kebersihan tubuh sebagai wujud rasa syukur Skala 4 Sikap SB Keterangan Sangat Baik 3 B Baik 2 C 1 K Cukup/ sedang kurang 136

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN HARIAN (RPPH) Satuan Pendidikan : SD Pangudi Luhur Sedayu Kelas/ Semester : IV/ 2 Tema/ Subtema : Pahlawanku/ Mengenal Pahlawan Bangsaku Pembelajaran ke:3 Alokasi Waktu : 6 x 35 menit A. Kompetensi Inti 1. Menerima, menghargai, dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, tetangga, dan guru 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan mencoba [mendengar, melihat, membaca] serta menanya berdasarkan rasa ingin tahu secara kritis tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia B. Kompetensi Dasar dan Indikator Mata No. Kompetensi Dasar Pelajaran 1. PPKn 3.2 Memahami hak dan kewajiban sebagai warga dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah dan masyarakat 4.2 Melaksanakan kewajiban sebagai warga di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat 2.1 Menunjukkan perilaku, disiplin, tanggung jawab, percaya diri, berani mengakui kesalahan, meminta maaf dan memberi maaf sebagaimana dicontohkan tokoh penting yang berperan dalam perjuangan menentang penjajah hingga kemerdekaan Republik Indonesia sebagai perwujudan nilai dan moral Pancasila 1.2 Menghargai kebersamaan Indikator 3.2.2 Mengkategorikan hak dan kewajiban sebagai warga negara 4.2.2 Membedakan tindakan yang mencerminkan kewajiban sebagai warga antara di lingkungan rumah dan masyarakat 2.1.2 Disiplin dalam melaksanakan setiap kegiatan yang berkaitan dengan hak dan kewajiban 1.2.3 Mengucapkan doa

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. 3. dalam keberagaman sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat sekitar Ilmu 3.4 Membedakan berbagai Pengetahuan bentuk energi melalui Alam (IPA) pengamatan dan mendeskripsikan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari 4.7 Menyajikan laporan hasil pengamatan tentang teknologi yang digunakan di kehidupan sehari-hari serta kemudahan yang diperoleh oleh masyarakat dengan memanfaatkan teknologi tersebut 2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan penelaahan fenomena alam secara mandiri maupun berkelompok 1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya, serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya Ilmu 3.4 Memahami kehidupan Pengetahuan manusia dalam kelembagaan Sosial (IPS) sosial, ekonomi, pendidikan, dan budaya di masyarakat sekitar 4.4 Mendeskripsikan kehidupan manusia dalam kelembagaan sosial, pendidikan, ekonomi, dan budaya di masyarakat sekitar 2.2 Menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai, dan bertanggungjawab terhadap kelembagaan sosial, budaya, 138 untuk pahlawan dengan sukarela sebagai wujud syukur 3.4.2 Mengelompokan bentuk-bentuk energi yang bermanfaat sesuai dengan jenisnya dalam kehidupan sehari-hari 4.7.3 Menggunakan salah satu contoh alat yang memanfaatkan teknologi 2.2.1 Bertanggung jawab pada tugas masingmasing dalam kelompok 1.1.1 Menjaga kebersihan lingkungan sekitar dengan membuang sampah pada tempatnya sebagai rasa syukur 3.4.1 Menjelaskan kehidupan manusia dalam kelembagaan sosial di masyarakat sekitar 4.4.1 Menuliskan deskripsi kehidupan manusia dalam kelembagaan sosial 2.2.1 Menghargai pendapat-pendapat teman lain dalam melakukan diskusi kelompok

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ekonomi dan politik 1.1 Menerima karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahannya 139 2.2.2 Memberikan tanggapantanggapan positif pada teman satu kelompoknya saat melakukan diskusi kelompok 1.1.1 Sederhana dalam penampilan saat mengikuti pelajaran C. Tujuan Pembelajaran PPKn 3.2.2.1 Siswa mampu mengkategorikan hak dan kewajiban sebagai warga negara melalui pengamatan minimal dua kategori 4.2.2.1 Siswa mampu membedakan tindakan yang mencerminkan kewajiban sebagai warga antara di lingkungan rumah dan masyarakat melalui peragaan minimal dua cerminan tindakan 2.1.2.1 Siswa mampu disiplin dalam melaksanakan setiap kegiatan yang berkaitan dengan hak dan kewajiban melalui praktek selama diskusi kelompok 1.2.3.1 Siswa mampu mengucapkan doa untuk pahlawan dengan sukarela sebagai wujud syukur melalui menulis minimal satu doa Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 4.7.3.1 Siswa mampu mengelompokan bentuk-bentuk energi yang bermanfaat sesuai dengan jenisnya dalam kehidupan sehari-hari melalui pengamatan minimal 2 bentuk energi 4.7.3.1 Siswa mampu menggunakan salah satu contoh alat yang memanfaatkan teknologi melalui demonstrasi minimal satu contoh alat 2.2.1.1 Siswa mampu bertanggung jawab pada tugas masing-masing dalam kelompok melalui diskusi minimal satu tugas 1.1.1.1 Siswa mampu menjaga kebersihan lingkungan sekitar dengan membuang sampah pada tempatnya sebagai rasa syukur melalui piket kelas sesuai jadwal yang tertulis Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) 3.4.2.1 Siswa mampu menjelaskan kehidupan manusia dalam kelembagaan sosial di masyarakat sekitar melalui membaca minimal dalam satu kelembagaan 4.4.1.1 Siswa mampu menuliskan deskripsi kehidupan manusia dalam kelembagaan sosial melalui pengamatan minimal satu deskripsi 2.2.1.1 Siswa mampu menghargai pendapat-pendapat teman lain melalui diskusi kelompok minimal dengan satu alasan 2.2.2.1 Siswa mampu memberikan tanggapan-tanggapan positif pada teman satu kelompoknya melalui diskusi minimal dengan satu tanggapan 1.1.1.1 Siswa mampu sederhana dalam penampilan saat mengikuti pelajaran melalui praktek dengan berseragam lengkap dan rapi

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 D. Media, Alat, dan Sumber Belajar 1. Media: teks bacaan sikap kepahlawanan, gambar lambang koperasi, lingkungan sekitar 2. Alat: buku, bolpoin 3. Sumber Belajar: buku-buku di perpustakaan, bahan ajar Tema 5 Subtema 1 Mengenal Pahlawan Bangsaku E. Materi Pembelajaran 1. Materi Pokok: PPKn: sikap kepahlawanan, IPS: lembaga sosial di bidang ekonomi, IPA: bentuk-bentuk energi 2. Rincian Materi (terlampir) Bahan ajar halaman 39-48 F. Pendekatan dan Metode Pembelajaran 1. Pendekatan : Tematik Integratif dan Pendekatan Saintifik 2. Metode Pembelajaran : tanya jawab, penemuan, percobaan, diskusi G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran 1. Penggalan 1 a. Kegiatan Awal 1) Salam 2) Doa 3) Absensi 4) Apersepsi: siswa mengingat pembelajaran sebelumnya, dan membahas pekerjaan rumah yang telah dikerjakan. Siswa bertanya jawab mengenai materi yang akan dipelajari. Siswa b. Kegiatan Inti 1) Siswa membaca teks tentang cerita perjuangan kemerdekaan 2) Siswa menjawab pertanyaan terkait teks. 3) Siswa membuat pertanyaan terkait teks 4) Siswa mendiskusikan pertanyaan yang mereka buat di dalam kelompok lalu di jawab 5) Siswa mencari tahu sikap keteladanan pahlawan dari teks lalu mengkategorikannya dalam beberapa sikap pahlawan 6) Siswa menyampaikan hasil pekerjaannya dengan teman sekelas 7) Siswa membaca teks tentang koperasi. 8) Siswa mencari tahu informasi mengenai lambang koperasi yang lama dengan yang baru. c. Kegiatan Penutup 1) Siswa bersiap-siap untuk istirahat. 2) Siswa dipersilahkan keluar kelas. -ISTIRAHAT2. Penggalan 2 a. Kegiatan Awal 1) Siswa membahas pembelajaran yang sudah dilewati sebelum istirahat. 2) Siswa melanjutkan tugas mencari informasi tentang lambang koperasi. b. Kegiatan Inti 1) Siswa membedakan lambang koperasi yang lama dengan yang baru.

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 2) Siswa kembali mencari informasi tentang penemu benda-benda teknologi. 3) Siswa mencari contoh benda-benda berteknologi di sekitar. 4) Siswa mencoba mendemonstrasikan penggunaan benda berteknologi yang mereka temui. 5) Siswa mendiskusikan hasil penemuannya. c. Kegiatan Penutup 1) Siswa bersiap-siap untuk istirahat. 2) Siswa beristirahat di luar kelas. -ISTIRAHAT3. Penggalan 3 a. Kegiatan Awal 1) Siswa menyebutkan beberapa poin inti dari pembelajaran sebelumnya. 2) Siswa melanjutkan bahasan pelajaran sebelum istirahat. b. Kegiatan Inti 5) Siswa membuat kesimpulan dari hasil pembelajaran sebelumnya. 6) Siswa menyampaikan hasil diskusinya serta kesimpulan yang mereka peroleh. c. Kegiatan Penutup 1) Siswa dan guru merangkum pembelajaran sepanjang hari ini. 2) Guru meluruskan kesalah pahaman yang terjadi. 3) Siswa menulis refleksi dan aksi harian. 4) Siswa mencatat tugas rumah yaitu tentang kegiatan yang dilakukan koperasi di sekitar tempat tinggalnya. 5) Doa penutup. 6) Salam H. Penilaian 1. Jenis/ Teknik Penilaian a. Penilaian Kognitif (Tes) : tugas b. Penilaian Keterampilan (Non tes) : penugasan c. Penilaian Sikap Individu-Sosial (Non tes) : observasi d. Penilaian Sikap Religius (Non tes) :observasi 2. Bentuk Instrumen dan Rubrik Penilaian (terlampir) 3. Pedoman Penskoran (terlampir) I. Lampiran-lampiran 1. Penilaian muatan pelajaran PPKn 2. Penilaian muatan pelajaran IPA 3. Penilaian muatan pelajaran IPS Yogyakarta, 15 April 2014 Peneliti Chrisna Murti Irawan NIM. 101134156

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENILAIAN PEMBELAJARAN 3 A. Muatan Pelajaran: PPKn 1. Pengetahuan Indikator Teknik Penilaian Instrumen 1.2.2 Mengkategorikan hak dan kewajiban sebagai warga negara Tes tulis Tugas Tugas: Sikap-sikap pahlawan yang seperti apa sajakah yang kamu temui dalam bacaan? Rubrik Penilaian: No. Nama Siswa Nilai (jawaban benar x 10) Predikat 1. 2. Dst. Pedoman penskoran: Nilai 86-100 81-85 76-80 71-75 66-70 61-65 56-60 51-55 46-50 0-45 2. Keterampilan Indikator Teknik Penilaian Instrumen Predikat A AB+ B BC+ C CD+ D 4.2.2 Membedakan tindakan yang mencerminkan kewajiban sebagai warga antara di lingkungan rumah dan masyarakat Penugasan Tugas Tugas: Ceritakan kegiatan yang kamu lakukan di rumah maupun di masyarakat secara singkat! Rubrik Penilaian dan Pedoman penskoran: Aspek yg dinilai (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Isi Ketepatan Kesesuaian dengan konteks Suara jelas Gaya bahasa jelas Ada gerakan tangan Ekspresi wajah Menemukan perbedaan Kegiatannya logis Tidak dibuat-buat Total aspek yg terpenuhi 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 Nilai 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 142

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Sikap Sosial Indikator Teknik Penilaian Instrumen 2.1.2 Disiplin dalam melaksanakan setiap kegiatan yang berkaitan dengan hak dan kewajiban Observasi Lembar pengamatan Tugas: Lakukan tugas-tugasmu di kelas atau di sekolah serta di rumah dengan baik! Lembar pengamatan: No. Nama Peserta Didik Skala Kriteria yang terpenuhi 4 3 2 1 Sikap 1. 2. Dst. Rubrik penilaian dan Pedoman penskoran: Kriteria Mengerjakan tugasnya dan selesai tepat waktu Mengerjakan tugasnya dan tidak selesai tepat waktu Kurang mengerjakan tugasnya dan selesai tepat waktu Kurang mengerjakan tugasnya dan tidak selesai tepat waktu Skala 4 Sikap SB Keterangan Sangat Baik 3 B Baik 2 C 1 K Cukup/ sedang kurang 4. Sikap Spiritual Indikator Teknik Penilaian Instrumen 1.2.3 Mengucapkan doa untuk pahlawan dengan sukarela sebagai wujud syukur Observasi Lembar pengamatan Tugas: Berdoalah setiap kamu akan melakukan kegiatan! Lembar Pengamatan: No. Nama Peserta Didik Skala kriteria yang teramati Sikap 1. 2. Dst. Rubrik penilaian dan Pedoman penskoran: Perilaku berdoa Selalu melakukan doa sebelum & sesudah kegiatan Sering melakukan doa sebelum & sesudah kegiatan Kadang-kadang melakukan doa sebelum & sesudah kegiatan Tidak melakukan doa sebelum & sesudah kegiatan Skala 4 Sikap SB Keterangan Sangat Baik 3 B Baik 2 C 1 K Cukup/ sedang kurang 143

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 B. Muatan Pelajaran: IPA 1. Pengetahuan Indikator 3.4.3 Mengelompokan bentuk-bentuk energi yang bermanfaat sesuai dengan jenisnya dalam kehidupan sehari-hari Tes tulis Soal Teknik Penilaian Instrumen Soal: Kelompokkan benda-benda yang kamu amati berdasarkan jenis energi yang dihasilkan! Rubrik Penilaian: No. 1. 2. Nama Siswa Nilai Predikat Dst. Pedoman penskoran: Kriteria Jawaban tepat >4 Jawaban tepat 3-4 Jawaban tepat 2 Jawaban teoat 1 Nilai 90-100 51-89 21-50 20 Predikat A B C D 2. Keterampilan Indikator Teknik Penilaian Instrumen 4.7.3 Menggunakan salah satu contoh alat yang memanfaatkan teknologi Penugasan Tugas Tugas: Ceritakan tentang pemanfaatan teknologi di rumahmu atau yang kamu temui di sekolah! Rubrik Penilaian dan Pedoman penskoran: Aspek yg dinilai (1) (2) (3) (4) (5) Total aspek yg terpenuhi 5 4 3 2 1 cerita runtut jelas singkat sesuai prosedur tepat Nilai 100 80 60 40 20 3. Sikap Sosial Indikator Teknik Penilaian Instrumen 2.2.1 Bertanggung jawab pada tugas masing-masing dalam kelompok Penilaian antarteman Lembar penilaian teman Tugas: Diskusikan bersama kelompokmu tentang bentuk energi dan penggunaan teknologinya! Lembar Penilaian: No. Nama Teman 1. 2. Dst. 4 Skala Perilaku 3 2 1 Sikap

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Rubrik Penilaian dan Pedoman penskoran: Tanggung jawab Melaksanakan tugas sesuai pembagian kelompok Kurang melaksanakan tugas sesuai pembagian kelompok Bertanya pada teman untuk melaksanakan tugas Tidak melaksanakan tugas sesuai pembagian kelompok Skala 4 Sikap SB Keterangan Sangat Baik 3 B Baik 2 C Cukup/ sedang 1 K kurang 4. Sikap Spiritual Indikator Teknik Penilaian Instrumen 1.1.1 Menjaga kebersihan lingkungan sekitar dengan membuang sampah pada tempatnya sebagai rasa syukur Observasi Lembar pengamatan Tugas: Jagalah kebersihan di kelas dan sekolahmu! Lembar Pengamatan: No. Nama Peserta Didik Skala kriteria Sikap 1. 2. Dst. Rubrik penilaian dan Pedoman penskoran: Perilaku syukur Selalu membuang sampah pada tempat sampah yang disediakan Sering membuang sampah pada tempat sampah yang disediakan Kadang-kadang membuang sampah pada tempat sampah yang disediakan Tidak membuang sampah pada tempat sampah yang disediakan Skala 4 Sikap SB Keterangan Sangat Baik 3 B Baik 2 C 1 K Cukup/ sedang kurang C. Muatan Pelajaran: IPS 1. Pengetahuan Indikator 3.4.2 Menjelaskan kehidupan manusia dalam kelembagaan Teknik Penilaian Instrumen sosial di masyarakat sekitar Tes tertulis Tugas Tugas: Apa saja kegiatan yang dilakukan di koperasi? Rubrik Penilaian: No. 1. 2. Nama Siswa Dst. Nilai Predikat 145

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pedoman penskoran: Kriteria Jawaban tepat, jelas dan logis Jawaban tepat dan logis Jawaban kurang tepat namun jelas Jawaban tidak tepat Nilai 81-100 61-80 41-60 1-40 Predikat A B C D 2. Keterampilan 4.4.1 Menuliskan deskripsi kehidupan manusia dalam kelembagaan sosial Penugasan Tugas Indikator Teknik Penilaian Instrumen Tugas: Tuliskan gambaran kegiatan yang dilakukan di koperasi? Rubrik Penilaian dan Pedoman penskoran: Aspek yg dinilai Total aspek yang terpenuhi (1)Memperhatikan penulisan, 10 (2)kerapian, 9 (3)tanda baca, 8 (4)ketepatan isi, 7 (5)logika berpikir, 6 (6)memberikan contoh kongkrit, 5 (7)jawaban lebih dari 2, 4 (8)menyertakan gambar, 3 (9)penggunaan huruf, (10)ketepatan 2 penulisan 1 Nilai 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 3. Sikap Sosial 2.2.1 Menghargai pendapat-pendapat teman lain dalam melakukan diskusi kelompok 2.2.2 Memberikan tanggapan-tanggapan positif pada teman satu kelompoknya saat melakukan diskusi kelompok Observasi Lembar pengamatan Indikator Teknik Penilaian Instrumen Tugas: Diskusikan bersama temanmu tentang kegiatan koperasi! Lembar Pengamatan: No. Nama Siswa Perilaku yg diamati (skor=2) Menghargai Menanggapi Sikap 1. 2. Dst. Rubrik penilaian dan Pedoman penskoran: Kriteria Skala Dilakukan > 4 kali 4 Dilakukan 3 kali 3 Dilakukan 2 kali 2 Dilakukan sekali 1 Sikap SB B C K Keterangan Sangat Baik Baik Cukup/ sedang kurang 146

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Sikap Spiritual Indikator Teknik Penilaian Instrumen 1.1.1 Sederhana dalam penampilan saat mengikuti pelajaran Observasi Lembar observasi Tugas: Tunjukkan kesederhanaanmu dalam berpakaian sebagai wujud syukurmu! Lembar Pengamatan: No. Nama Peserta Didik Skala Kriteria yang teramati 4 3 2 1 Sikap 1. 2. Dst. Rubrik penilaian dan Pedoman penskoran: Perilaku syukur Selalu memakai baju dengan rapi dan apa adanya Sering memakai baju dengan rapi dan apa adanya Kadang-kadang memakai baju dengan rapi dan apa adanya Tidak memakai baju dengan rapi dan apa adanya Skala 4 Sikap SB Keterangan Sangat Baik 3 B Baik 2 C 1 K Cukup/ sedang kurang 147

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN HARIAN (RPPH) Satuan Pendidikan : SD Pangudi Luhur Sedayu Kelas/ Semester : IV/ 2 Tema/ Subtema : Pahlawanku/ Mengenal Pahlawan Bangsaku Pembelajaran ke:4 Alokasi Waktu : 6 x 35 menit A. Kompetensi Inti 1. Menerima, menghargai, dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, tetangga, dan guru 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan mencoba [mendengar, melihat, membaca] serta menanya berdasarkan rasa ingin tahu secara kritis tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia B. Kompetensi Dasar dan Indikator Mata No. Kompetensi Dasar Pelajaran 1. Bahasa 3.5 Menggali informasi dari teks Indonesia ulasan buku tentang nilai peninggalan sejarah dan perkembangan Hindu-Budha di Indonesia dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku 4.5 Mengolah dan menyajikan teks ulasan buku tentang nilai peninggalan sejarah dan perkembangan Hindu-Budha di Indonesia secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku 2.5 Memiliki perilaku jujur dan santun terhadap nilai peninggalan sejarah dan perkembangan Hindu-Budha di Indonesia melalui pemanfaatan bahasa Indonesia 1.1 Meresapi makna anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang diakui sebagai bahasa persatuan yang Indikator 3.5.2 Menjelaskan isi informasi yang ada dalam ulasan buku tentang nilai peninggalan sejarah atau perjuangan para pahlawan 4.5.2 Menulis informasi yang diperoleh berdasarkan buku peninggalan sejarah 2.5.1 Jujur dalam mengemukakan informasi tentang peninggalan sejarah 1.1.2 Menyampaikan rasa bangga atas bahasa Indonesia sebagai alat

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. 3. Matematika Seni Budaya dan Prakarya kokoh dan sarana belajar untuk memperoleh ilmu pengetahuan 3.4 Memahami faktor dan kelipatan bilangan serta bilangan prima 4.1 Mengemukakan kembali dengan kalimat sendiri , menyatakan kalimat matematika dan memecahkan masalah dengan efektif permasalahan yang berkaitan dengan KPK dan FPB, satuan kuantitas, desimal dan persen terkait dengan aktivitas seharihari di rumah, sekolah, atau tempat bermain serta memeriksa kebenarannya 2.4 Menunjukkan perilaku disiplin dan teratur dalam membuat dan mengikuti suatu jadwal kegiatan yang berulang dan efektif menggunakan prinsip KPK dalam kalender 3.3 Membedakan panjang-pendek bunyi, dan tinggi-rendah nada dengan gerak tangan 4.6 Memainkan pola irama lagu bertanda birama empat dan menunjukkan perbedaan panjang pendek bunyi 2.1 Menunjukkan sikap berani mengekspresikan diri dalam berkarya seni 1.1 Mengagumi ciri khas keindahan karya seni dan karya kreatif masing-masing daerah sebagai anugerah Tuhan 149 pemersatu bangsa 3.4.2 Memberi contoh penggunaan faktor dan kelipatan bilangan serta bilangan prima dalam kehidupan 4.1.3 Menerapkan penggunaan satuan kuantitas dalam kehidupan 2.4.2 Teratur dalam mengikuti kegiatan sesuai jadwal 3.3.2 Menjelaskan tinggi-rendah nada dengan gerak tangan pada lagu perjuangan 3.3.3 Mempraktekkan panjang-pendek bunyi 4.6.2 Membedakan antara panjang pendek bunyi dengan gerakan tangan 2.1.1 Berani mengekspresikan diri dalam menciptakan suatu karya seni 1.1.2 Mengagumi hasil karya seni Indonesia dengan menunjukkan

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 salah satu contohnya C. Tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia 3.5.2.1 Siswa mampu menjelaskan isi informasi yang ada dalam ulasan buku tentang nilai peninggalan sejarah atau perjuangan para pahlawan melalui tanya jawab minimal dengan teman sebangku 4.5.2.1 Siswa mampu menulis informasi yang diperoleh berdasarkan buku peninggalan sejarah melalui mendengarkan minimal satu teman 2.5.1.1 Siswa mampu jujur dalam mengemukakan informasi tentang peninggalan sejarah melalui presentasi tanpa melihat teks 1.1.2.1 Siswa mampu menyampaikan rasa bangga atas bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa melalui berbicara minimal dengan satu pujian Matematika 3.4.2.1 Siswa mampu memberi contoh penggunaan faktor dan kelipatan bilangan serta bilangan prima dalam kehidupan melalui diskusi minimal tiga contoh 4.1.3.1 Siswa mampu menerapkan penggunaan satuan kuantitas dalam kehidupan melalui peragaan minimal dengan tiga benda di sekitar 2.4.2.1 Siswa mampu teratur dalam mengikuti kegiatan melalui praktek sesuai jadwal Seni Budaya dan Prakarya 3.3.2.1 Siswa mampu menjelaskan tinggi-rendah nada dengan gerak tangan pada lagu perjuangan melalui tanya jawab minimal dua penjelasan 3.3.3.1 Siswa mampu mempraktekkan panjang-pendek bunyi melalui presentasi tanpa melihat teks 4.6.2.1 Siswa mampu membedakan antara panjang pendek bunyi dengan gerakan tangan melalui praktek minimal dalam satu lagu 2.1.1.1 Siswa berani mengekspresikan diri dalam menciptakan suatu karya seni melalui mencipta minimal satu karya seni 1.1.2.1 Siswa mampu mengagumi hasil karya seni Indonesia pengamatan minimal dengan menunjukkan salah satu contohnya melalui D. Media, Alat, dan Sumber Belajar 1. Media: teks drama, lingkungan sekitar 2. Alat: buku, bolpoin, timbangan, pengukur tinggi badan 3. Sumber Belajar: buku tematik terpadu Tema 5 Subtema 1 Mengenal Pahlawan Bangsaku E. Materi Pembelajaran 1. Materi Pokok: Bahasa Indonesia: drama Matematika: faktor bilangan SBdP: Lagu dan panjang pendek bunyinya 2. Rincian Materi (terlampir) Bahan ajar halaman 55-65 F. Pendekatan dan Metode Pembelajaran 1. Pendekatan : Tematik Integratif dan Pendekatan Saintifik 2. Metode Pembelajaran : tanya jawab, pengamatan, permainan, presentasi

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151 G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran 1. Penggalan 1 a. Kegiatan Awal 1) Salam 2) Doa 3) Absensi 4) Apersepsi: siswa mengingat pembelajaran hari sebelumnya dan membahan tugasrumah hari yang lalu. Siswa mulai masuk pada pembelajaran hari ini dengan bertanya jawab tentang pentas drama. b. Kegiatan Inti 1) Siswa membaca teks drama pada buku 2) Siswa menjawab pertanyaan mengenai teks drama tersebut 3) Siswa mengomentari teman yang baru saja membacakan teks drama 4) Siswa membuat drama yang bertemakan pahlawan secara berkelompok 5) Siswa memperagakan drama yang telah dibuat 6) Siswa lain memberikan komentar pada kelompok yang tampil. c. Kegiatan Penutup 1) Siswa bersiap-siap istirahat 2) Siswa beristirahat -ISTIRAHAT2. Penggalan 2 d. Kegiatan Awal 1) Siswa mengingat pembelajaran yang mereka lewati sebelum istirahat 2) Siswa kembali pada pembelajaran selanjutnya. e. Kegiatan Inti 1) Siswa mengerjakan tugas seperti pada buku. 2) Siswa melakukan permainan tinggi dan berat badan pada secara kelompok 3) Siswa menyampaikan hasil permainan yang mereka lalui. 4) Siswa melihat teks lagu Ibu Kita Kartini kemudian menyanyikannya. 5) Sambil menyanyikan, siswa menggerakkan tangan mereka seolah-olah sedang menjadi seorang dirijen. f. Kegiatan Penutup 1) Siswa bersiap-siap untuk istirahat 2) Siswa beristirahat -ISTIRAHAT3. Penggalan 3 d. Kegiatan Awal 1) Siswa membahas pembelajaran sebelumnya 2) Siswa melanjutkanmenyanyi lagu e. Kegiatan Inti 1) Siswa mempraktekan diri sebagai dirijen dihadapan teman-teman 2) Siswa lain memberikan penilaian 3) Siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilalui mengenai cara mereka menyanyi dan menggerakkan tangan f. Kegiatan Penutup 8) Siswa dan guru merangkum pembelajaran sepanjang hari ini. 9) Guru meluruskan kesalah pahaman yang terjadi. 10) Siswa mengerjakan latihan harian 11) Siswa menulis refleksi dan aksi harian.

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152 12) Siswa mencatat tugas rumah yaitu tentang lagu-lagu pahlawan yang mereka ketahui di rumah 13) Doa penutup. 14) Salam H. Penilaian 1. Jenis/ Teknik Penilaian a. Penilaian Kognitif (Tes) : Evaluasi Harian b. Penilaian Keterampilan (Non tes) : unjuk kerja c. Penilaian Sikap Individu-Sosial (Non tes) : penilaian antar teman d. Penilaian Sikap Religius (Non tes) : observasi 2. Bentuk Instrumen dan Rubrik Penilaian (terlampir) 3. Pedoman Penskoran (terlampir) I. Lampiran-lampiran 1. Penilaian muatan pelajaran Bahasa Indonesia 2. Penilaian muatan pelajaran Matematika 3. Penilaian muatan pelajaran Seni Budaya Yogyakarta, 15 April 2014 Peneliti Chrisna Murti Irawan NIM. 101134156

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENILAIAN PEMBELAJARAN 4 A. Muatan Pelajaran: Bahasa Indonesia 1. Pengetahuan Indikator Teknik Penilaian Instrumen 1.5.2 Menjelaskan isi informasi yang ada dalam ulasan buku tentang nilai peninggalan sejarah atau perjuangan para pahlawan Tes tulis Tugas Tugas: Jelaskan kembali informasi yang kamu baca! Rubrik penilaian: No. 1. 2. Nama Siswa Nilai Predikat Dst. Pedoman penskoran: Kriteria Jawaban tepat, jelas dan menggunakan bahasa sendiri Jawaban tepat namun kurang jelas Jawaban kurang tepat dan kurang jelas Jawaban tidak jelas Nilai 81-100 61-80 41-60 1-40 Predikat A AB+ B 2. Keterampilan Indikator Teknik Penilaian Instrumen 4.5.2 Menulis informasi yang diperoleh berdasarkan buku peninggalan Performance atau kinerja Tugas Tugas: Tuliskan informasi yang telah kamu baca dari buku Rubrik penilaian dan Pedoman penskoran: Aspek yg dinilai Total aspek yg terpenuhi (1)Memperhatikan penulisan, 10 (2)kerapian, 9 (3)tanda baca, 8 (4)ketepatan isi, 7 (5)logika berpikir, 6 (6)memberikan contoh kongkrit, 5 (7)jawaban lebih dari 2, 4 (8)menyertakan gambar, 3 (9)penggunaan huruf, (10)ketepatan 2 penulisan 1 Nilai 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 3. Sikap sosial Indikator Teknik Penilaian Instrumen 2.5.1 Jujur dalam mengemukakan informasi tentang peninggalan sejarah Penilaian antarteman Lembar penilaian 153

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tugas: Sampaikan secara singkat informasi yang kamu peroleh pada teman-temanmu! Lembar Pengamatan: No. Nama Teman Skala Perilaku 4 3 2 1 Sikap 1. 2. Dst. Rubrik penilaian dan Pedoman penskoran: Kriteria Jujur Tindakan selalu sesuai ucapan Tidakan kadang-kadang sesuai ucapan Tindakan kurang sesuai ucapan Tindakan tidak sesuai ucapan Skala 4 3 2 1 Sikap SB B C K Keterangan Sangat Baik Baik Cukup/ sedang kurang 4. Spiritual 4.1.2 Menyampaikan rasa bangga atas bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa Observasi Lembar pengamatan Indikator Teknik Penilaian Instrumen Tugas: Gunakanlah bahasa Indonesia sebagai rasa banggamu! Lembar Pengamatan No. Nama Peserta Didik Perilaku yg diamati (bersyukur) Sikap 1. 2. Dst. Rubrik penilaian dan Pedoman penskoran: Perilaku syukur Selalu menggunakan bahasa Indonesia sebagai wujud syukur Sering menggunakan bahasa Indonesia sebagai wujud syukur Kadang-kadang menggunakan bahasa Indonesia sebagai wujud syukur Tidak menggunakan bahasa Indonesia sebagai wujud syukur Skala 4 Sikap SB Keterangan Sangat Baik 3 B Baik 2 C 1 K Cukup/ sedang kurang B. Muatan Pelajaran: Matematika 1. Pengetahuan 4.1.3 Menghitung faktor bilangan Tes tulis Soal Indikator Teknik Penilaian Instrumen Soal: Hitunglah contoh perkalian lain unuk menunjukkan faktor bilangan lainnya! Rubrik penilaian: No. 1. 2. Nama Siswa Dst. Skor Nilai 154

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155 Pedoman penskoran: Kriteria Jawaban benar beserta langkah-langkahnya tepat Jawaban benar, langkahnya kurang tepat jawaban kurang benar, namun langkahnya tepat Jawaban tidak tepat Predikat 100 75 50 25 2. Keterampilan Indikator Teknik Penilaian Instrumen 4.1.3 Menerapkan penggunaan satuan kuantitas dalam kehidupan Project atau proyek Lembar penilaian proyek Tugas: Buatlah laporan penggunaan satuan kuantitas dalam menye lesaikan masalah tinggi dan berat badan! Lembar Pengamatan: No Aspek Skor 4 3 2 1 1. Perencanaan 2. Proses pelaksanaan 3. Pelaporan Total Skor Rubrik Penilaian dan Pedoman penskoran: Aspek yg dinilai Perencanaan Memuat jadwal pelaksanaan, penentuan sumber dan pembagian tugas Memenuhi 2 aspek dari 3 aspek Memenuhi 1 aspek dari 3 aspek Tidak memenuhi semua aspek Pelaksanaan Pelaksaan berjalan sesuai rencana 2 aspek dari 3 aspek berjalan sesuai rencana 1 aspek dari 3 aspek berjalan sesuai rencana Tidak memenuhi aspek perencanaan Pelaporan Sistematika penulisan benar, penggunaan bahasa komunikatif, isi sesuai Memenuhi 2 aspek dari 3 aspek Memenuhi 1 aspek dari 3 aspek Tidak memenuhi semua aspek Skala 4 Predikat 4 A 3.66 3.33 3 2.66 2.33 2 1.66 1.33 1 AB+ B BC+ C CD+ D 3. Sikap sosial Indikator Teknik Penilaian Instrumen 1.4.2 Teratur dalam mengikuti kegiatan sesuai jadwal Observasi Lembar pengamatan Tugas: Lakukan tugas-tugasmu di kelas atau di sekolah serta di rumah dengan baik!

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156 Lembar Pengamatan: Nama Peserta Didik No. Skala kriteria yang terpenuhi 4 3 2 1 Sikap 1. 2. Dst. Rubrik Penilaian dan Pedoman penskoran: Kriteria Mengerjakan tugasnya dan selesai tepat waktu Mengerjakan tugasnya dan tidak selesai tepat waktu Kurang mengerjakan tugasnya dan selesai tepat waktu Kurang mengerjakan tugasnya dan tidak selesai tepat waktu Skala 4 3 2 Sikap SB B C 1 K Keterangan Sangat Baik Baik Cukup/ sedang kurang C. Muatan Pelajaran: Seni Budaya dan Prakarya 1. Pengetahuan Indikator Teknik Penilaian Instrumen 3.3.3 Menjelaskan tinggi-rendah nada dengan gerak tangan pada lagu perjuangan 3.3.4 Mempraktekkan panjang-pendek bunyi Tes tulis Soal dan Kunci jawaban Soal: Jelaskan gerakan tangan yang menunjukkan tinggi rendah suatu nada! Kunci jawaban: Gerakan tangan yang lebih tinggi dari menunjukkan nada tinggi, sedangkan yang lebih rendah maka menunjukkan nada rendah Rubrik penilaian: No. 1. 2. Nama Siswa Nilai Predikat Dst. Pedoman penskoran: Kriteria Jawaban tepat dan jelas Jawaban tepat, kurang jelas Jawaban kurang tepat, kurang jelas Jawaban tidak tepat Nilai 81-100 61-80 41-61 1-40 Predikat A B C D 2. Keterampilan Indikator Teknik Penilaian Instrumen 4.6.2 Membedakan antara panjang pendek bunyi dengan gerakan tangan Performance atau kinerja Tugas Tugas: Bedakan panjang dan pendek bunyi suatu lagu dengan gerakan tangan!

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Rubrik penilaian dan Pedoman penskoran: (1) (2) (3) (4) Kriteria penilaian Gerakan tangan benar Gerakan tangan tidak kaku Gerakan tangan berirama Gerakan tangan sesuai pola yang dilatihkan Nilai 4 3 2 1 Predikat A AB+ B 3. Sikap sosial Indikator Teknik Penilaian Instrumen 2.1.1 Berani mengekspresikan diri dalam menciptakan suatu karya seni Penilaian antar teman Lembar penilaian teman Tugas: Ungkapkan yang kamu rasakan saat menyanyikan lagu! Lembar Penilaian teman: No. Nama Teman 4 Skala Perilaku 3 2 1 Sikap 1. 2. Dst. Rubrik penilaian dan Pedoman penskoran: Kriteria Berani Tidak terlihat ragu-ragu Terlihat ragu-ragu Memerlukan bantuan guru Belum menunjukkan keberanian Skala 4 3 2 1 Sikap SB B C K Keterangan Sangat Baik Baik Cukup/ sedang kurang 4. Spiritual Indikator Teknik Penilaian Instrumen 1.1.2 Mengagumi hasil karya seni Indonesia dengan menunjukkan salah satu contohnya Observasi Tugas Tugas: Carilah lagu perjuangan lainnya, boleh dari berbagai sumber! Rubrik penilaian dan Pedoman penskoran: Perilaku syukur Selalu menyanyi dengan benar sebagai wujud rasa syukur Sering menyanyi dengan benar sebagai wujud rasa syukur Kadang-kadang menyanyi dengan benar sebagai wujud rasa syukur Tidak menyanyi dengan benar sebagai wujud rasa syukur Skala 4 Sikap SB Keterangan Sangat Baik 3 B Baik 2 C 1 K Cukup/ sedang kurang 157

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN HARIAN (RPPH) Satuan Pendidikan : SD Pangudi Luhur Sedayu Kelas/ Semester : IV/ 2 Tema/ Subtema : Pahlawanku/ Mengenal Pahlawan Bangsaku Pembelajaran ke:5 Alokasi Waktu : 4 x 35 menit A. Kompetensi Inti 1. Menerima, menghargai, dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, tetangga, dan guru 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan mencoba [mendengar, melihat, membaca] serta menanya berdasarkan rasa ingin tahu secara kritis tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia B. Kompetensi Dasar dan Indikator Mata No. Kompetensi Dasar Pelajaran 1. Matematika 3.4 Memahami faktor dan kelipatan bilangan serta bilangan prima 2. Indikator 3.4.1 Menghitung faktor dan kelipatan bilangan serta bilangan prima. 4.1 Mengemukakan kembali 4.1.1 Menggunakan dengan kalimat sendiri , media matematika menyatakan kalimat untuk matematika dan menyelesaikan memecahkan masalah masalah KPK dan dengan efektif permasalahan FPB yang berkaitan dengan KPK dan FPB, satuan kuantitas, desimal dan persen terkait dengan aktivitas sehari-hari di rumah, sekolah, atau tempat bermain serta memeriksa kebenarannya 2.4 Menunjukkan perilaku 2.4.1 Disiplin dalam disiplin dan teratur dalam melaksanakan membuat dan mengikuti kegiatan menurut suatu jadwal kegiatan yang jadwal berulang dan efektif menggunakan prinsip KPK dalam kalender Ilmu 3.4 Membedakan berbagai 3.4.3 Melakukan Pengetahuan bentuk energi melalui pengetesan pada

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Alam (IPA) pengamatan dan mendeskripsikan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari 4.7 Menyajikan laporan hasil pengamatan tentang teknologi yang digunakan di kehidupan sehari-hari serta kemudahan yang diperoleh oleh masyarakat dengan memanfaatkan teknologi tersebut 2.3 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan penelaahan fenomena alam secara mandiri maupun berkelompok 1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya, serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya 159 bentuk-bentuk energi yang bermanfaat dalam kehidupan seharihari 4.7.2 Mendemonstrasikan hasil pengamatan tentang pemanfaatan teknologi yang digunakan oleh masyarakat 2.3.1 Bertanggung jawab pada tugas masingmasing dalam kelompok 1.1.1 Menjaga kebersihan lingkungan sekitar dengan membuang sampah pada tempatnya sebagai rasa syukur C. Tujuan Pembelajaran Matematika 3.4.3.1 Siswa mampu menghitung faktor dan kelipatan bilangan serta bilangan prima melalui diskusi minimal tiga soal 4.1.2.1 Siswa mampu menggunakan media matematika untuk menyelesaikan masalah KPK dan FPB melalui percobaan minimal dua masalah 2.4.1.1 Siswa mampu disiplin dalam melaksanakan kegiatan menurut jadwal melalui praktek selama satu minggu Ilmu Pengetahuan Alam 3.4.3.1 Siswa mampu melakukan pengetesan pada bentuk-bentuk energi yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari melalui percobaan minimal tiga prosedur 4.7.2.1 Siswa mampu mendemonstrasikan hasil pengamatan tentang pemanfaatan teknologi yang digunakan oleh masyarakat melalui peragaan minimal satu teknologi 2.3.1.1 Siswa mampu bertanggung jawab pada tugas masing-masing dalam kelompok melalui mengerjakan tugas minimal satu tugas

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160 1.1.1.1 Siswa mampu menjaga kebersihan lingkungan sekitar dengan membuang sampah pada tempatnya sebagai rasa syukur melalui praktek minimal di dalam kelas D. Media, Alat, dan Sumber Belajar 1. Media: lingkungan sekitar, benda-benda yang menghasilkan energi, papan congklak, biji congklak maupun biji-bijian lainnya. 2. Alat: lilin, korek api, karet, mangkuk, buku, bolpoin. 3. Sumber Belajar: bahan ajar Tema 5 Subtema 1 E. Materi Pembelajaran 1. Materi Pokok: Matematika: Bilangan prima IPA: energi 2. Rincian Materi (terlampir) Bahan ajar halaman 73-80 F. Pendekatan dan Metode Pembelajaran 1. Pendekatan : Tematik Integratif dan Pendekatan Saintifik 2. Metode Pembelajaran : percobaan, diskusi, presentasi G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran 1. Penggalan 1 a. Kegiatan Awal 1) Salam 2) Doa 3) Absensi 4) Apersepsi: siswa mengingat pembelajaran hari sebelumnya, siswa dan guru membahas tugas rumah. b. Kegiatan Inti 1) Siswa mengamati gambar diorama suatu kejadian. 2) Siswa membahas yang telah mereka lihat dengan melakukan tanya jawab. 3) Siswa menyiapkan bahan-bahan untuk percobaan. 4) Siswa melakukan percobaan bentuk energi. 5) Siswa menyimpulkan yang terjadi. 6) Siswa mendiskusikan tentang penggunaan teknologi di sekitar 7) Siswa mencoba menggunakan benda yang menggambarkan teknologi. c. Kegiatan Penutup 1) Siswa bersiap untuk istirahat -ISTIRPAHAT2. Penggalan 2 a. Kegiatan Awal 1) Siswa mengingat pembelajaran sebelumnya 2) Siswa melanjutkan pembelajaran tentang bilangan prima. b. Kegiatan Inti 1) Siwa melakukan permainan tentang bilangan prima. 2) Siswa mengerjakan soal bilangan prima. 3) Siswa menyampaikan hasil pekerjaannya di depan kelas c. Kegiatan Penutup 1) Siswa dan guru merangkum pembelajaran sepanjang hari ini.

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161 2) Guru meluruskan kesalah pahaman yang terjadi. 3) Siswa menulis refleksi dan aksi harian. 4) Siswa mencatat tugas rumah yaitu tentang benda-benda yang menghasilkan energi yang ada di rumah. 5) Doa penutup 6) Salam H. Penilaian 1. Jenis/ Teknik Penilaian a. Penilaian Kognitif (Tes) : tes tertulis dan tes lisan b. Penilaian Keterampilan (Non tes) : unjuk kerja c. Penilaian Sikap Individu-Sosial (Non tes) : observasi d. Penilaian Sikap Religius (Non tes) : observasi 2. Bentuk Instrumen dan Rubrik Penilaian (terlampir) 3. Pedoman Penskoran (terlampir) I. Lampiran-lampiran 1. Penilaian muatan pelajaran Matematika 2. Penilaian muatan pelajaran IPA Yogyakarta, 16 April 2014 Peneliti Chrisna Murti Irawan NIM. 101134156

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENILAIAN PEMBELAJARAN 5 A. Muatan Pelajaran: Matematika 1. Pengetahuan Indikator Teknik Penilaian Instrumen 3.4.3 Menentukan bilangan prima Tes tulis Soal dan kunci jawaban Soal: Tentukan apakah bilangan ini termasuk bilangan prima? Beri alasannya! Bilangan: 3, 7, 11, 27, 31, 57, dan 99! Kunci Jawaban: 3= bilangan prima (habis dibagi bilangan 1 dan 3)  skor 1 7= bilangan prima (habis dibagi bilangan 1 dan 7)  skor 1 11= bilangan prima (habis dibagi bilangan 1 dan 11)  skor 1 27= bukan bilangan prima (habis dibagi 1, 3, 9, dan 27)  skor 2 31= bilangan prima (habis dibagi bilangan 1 dan 11)  skor 1 57= bukan bilangan prima (habis dibagi bilangan 1, 3, 19, dan 57)  skor 2 99= bukan bilangan prima (habis dibagi bilangan 1, 3, 9, 11, 33, dan 99)  2 Rubrik Penilaian: No Nilai (total skor x 10) Nama Siswa Predikat 1. 2. Dst. Pedoman penskoran: Total Skor 100 81-85 76-80 71-75 66-70 61-65 56-60 51-55 46-50 0-45 Predikat A AB+ B BC+ C CD+ D 2. Keterampilan Indikator Teknik Penilaian Instrumen 4.1.4 Menggunakan media matematika untuk menyelesaikan masalah bilangan prima Performance atau kinerja Tugas Tugas: Pakailah media yang diberikan gurumu untuk menentukan bilangan prima! 162

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Rubrik penilaian dan Pedoman Penskoran: Aspek yang dinilai (1) (2) (3) (4) (5) Total aspek yang terpenuhi 5 4 3 2 1 Ketepatan penggunaan media Kerapian Kebersihan Presentase penggunaan Pengembalian ke tempat semula Nilai 100 80 60 40 20 3. Sikap Sosial Indikator Teknik penilaian Instrumen 1.4.1 Disiplin dalam melaksanakan kegiatan menurut jadwal Observasi Lembar pengamatan sikap Tugas: Lakukan tugas-tugasmu dengan baik! Lembar pengamatan: No. Nama peserta didik Skala perilaku yg teramati 4 3 2 1 Sikap 1. 2. Dst. Rubrik Penilaian dan Pedoman Penskoran: Perilaku Mampu melaksanakan piket dengan kesadaran sendiri Mampu melaksanakan piket dengan pengarahan guru Kurang mampu melaksanakan piket dengan baik Belum mampu melaksanakan piket dengan baik Skala 4 Sikap SB Keterangan Sangat Baik 3 B Baik 2 C 1 K Cukup/ sedang kurang B. Muatan Pelajaran: IPA 1. Pengetahuan Indikator Teknik penilaian Instrumen 3.4.3 Melakukan pengetesan pada bentuk-bentuk energi yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari Tes lisan Tugas Tugas: 1. Kamu melakukan pengetesan pada bentuk energi apa saja? 2. Bagaimana kamu melakukannya? 3. Apa kesimpul.an yan kamu peroleh? Rubrik penilaian: No. 1. 2. Nama siswa Dst. Total skor Nilai 163

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164 Pedoman penskoran: Kriteria Jawaban tepat, logis, dan jelas Jawaban tepat kurang jelas Jawaban kurang tepat Jawaban tidak tepat Skor 81-100 61-80 41-60 1-40 2. Keterampilan Indikator Teknik penilaian Instrumen 4.7.2 Mendemonstrasikan hasil pengamatan tentang pemanfaatanteknologi yang digunakan oleh masyarakat Performance atau kinerja Tugas Tugas: Demonstrasikan cara penggunaan teknologi yang ada di sekitarmu! Rubrik penilaian dan pedoman penskoran: Aspek yang dinilai (1) (2) (3) (4) Ketepatan cara penggunaan Prosedur penggunaan sesuai Alasan menggunakan teknologi tersebut Tujuan menggunakan teknologi tersebut Aspek yang terpenuhi 4 3 2 1 Nilai 81-100 61-80 41-60 1-41 3. Sikap Sosial Indikator Teknik penilaian Instrumen 1.2.1 Bertanggung jawab pada tugas masing-masing dalam kelompok Penilaian antar teman Tugas Tugas: Bekerjalah sesuai pembagian tugas dalam kelompokmu! Lembar penilaian: No. Nama Teman 4 Skala perilaku yg teramati 3 2 1 Sikap 1. 2. Dst. Rubrik penilaian dan pedoman penskoran: Kriteria Perilaku Selalu mengerjakan tugas sesuai pembagian kelompok Sering mengerjakan tugas sesuai pembagian kelompok Kadang-kadang mengerjakan tugas sesuai pembagian kelompok Tidak mengerjakan tugas sesuai pembagian kelompok Skala 4 Sikap SB Keterangan Sangat Baik 3 B Baik 2 C 1 K Cukup/ sedang kurang 4. Sikap Spiritual Indikator Teknik Penilaian Instrumen 1.1.1 Menjaga kebersihan lingkungan sekitar dengan membuang sampah pada tempatnya sebagai rasa syukur Observasi Lembar pengamatan

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tugas: Jagalah kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya! Lembar pengamatan: No. Nama peserta didik Skala perilaku yg teramati 4 3 2 1 Sikap 1. 2. Dst. Rubrik penilaian dan pedoman penskoran: Perilaku syukur Selalu membuang sampah pada tempat sampah sebagai wujud syukur Sering membuang sampah pada tempat sampah sebagai wujud syukur Kadang-kadang membuang sampah pada tempat sampah sebagai wujud syukur Tidak membuang sampah pada tempat sampah Skala 4 Sikap SB Keterangan Sangat Baik 3 B Baik 2 C Cukup/ sedang 1 K kurang 165

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN HARIAN (RPPH) Satuan Pendidikan : SD Pangudi Luhur Sedayu Kelas/ Semester : IV/ 2 Tema/ Subtema : Pahlawanku/ Mengenal Pahlawan Bangsaku Pembelajaran ke:6 Alokasi Waktu : 4 x 35 menit A. Kompetensi Inti 1. Menerima, menghargai, dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, tetangga, dan guru 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan mencoba [mendengar, melihat, membaca] serta menanya berdasarkan rasa ingin tahu secara kritis tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia B. Kompetensi Dasar dan Indikator Mata No. Kompetensi Dasar Pelajaran 1. Seni 3.3 Membedakan panjangBudaya dan pendek bunyi, dan tinggiPrakarya rendah nada dengan gerak tangan 4.6 Memainkan pola irama lagu bertanda birama empat dan menunjukkan perbedaan panjang pendek bunyi 2.1 Menunjukkan sikap berani mengekspresikan diri dalam berkarya seni 1.1 Mengagumi ciri khas keindahan karya seni dan karya kreatif masing-masing daerah sebagai anugerah tuhan 2. Penjasorkes 3.1 Memahami tinggi dan berat badan ideal dan pengaruhnya terhadap pertubuhan dan perkembangan 4.5 Mempraktikkan pola gerak dasar berirama bertema budaya daerah yang sudah dikenal yang dilandasi konsep gerak mengikuti Indikator 3.3.4 Menentukan tinggirendah nada 4.6.1 Menggerakkan tangan sesuai pola irama lagu birama empat 2.1.1 Berani mengekspresikan diri dalam bernyanyi 1.1.2 Mengagumi hasil karya seni Indonesia dengan menunjukkan salah satu contohnya 3.1.1 Menjelaskan tinggi dan berat badan ideal dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan 4.5.2 Mendemonstrasikan pola gerak dasar berirama tanpa musik

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI irama (ketukan) tanpa/dengan musik 2.1 Menunjukkan disiplin, kerjasama, toleransi, belajar menerima kekalahan dan kemenangan, sportif dan tanggungjawab, menghargai perbedaan 1.2 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan kemampuannya sebagai anugrah Tuhan yang tidak ternilai 167 2.1.2 Menunjukan kerjasama saat ada dalam kelompok 1.2.1 Menunjukkan cara menghargai tubuh dengan bergerak aktif C. Tujuan Pembelajaran SBDP 3.3.4.1 Siswa mampu menentukan tinggi-rendah nada melalui menyanyi minimal satu lagu nasional 4.6.1.1 Siswa mampu menggerakkan tangan sesuai pola irama lagu birama empat melalui peragaan minimal satu lagu nasional 2.1.1.1 Siswa berani mengekspresikan diri dalam bernyanyi melalui presentasi tanpa melihat malu-malu 1.1.2.1 Siswa mampu mengagumi hasil karya seni Indonesia dengan menunjukkan salah satu contohnya melalui berdoa minimal satu kerangka doa Penjasorkes 3.1.1.1 Siswa mampu menjelaskan tinggi dan berat badan ideal dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan melalui tanya jawab minimal tiga pengaruh 4.5.2.1 Siswa mampu mendemonstrasikan pola gerak dasar berirama tanpa musik melalui peragaan minimal secara berpasangan 2.1.2.1 Siswa mampu menunjukkan kerjasama saat ada dalam kelompok melalui diskusi dengan memberikan minimal satu partisipasi 1.2.1.1 Siswa mampu menunjukkan cara menghargai tubuh dengan bergerak aktif melalui olahraga tanpa bermalas-malasan D. Media, Alat, dan Sumber Belajar 1. Media: teks lagu, halaman sekolah 2. Alat: bolpoin dan buku 3. Sumber Belajar: buku tematik terpadu Tema 5 Subtema 1 Mengenal Pahlawan Bangsaku E. Materi Pembelajaran 1. Materi Pokok: SBdP: gerakan tangan sesuai birama lagu, PJOK: tinggi dan berat badan 2. Rincian Materi: terlampir (terlampir pada bahan ajar halaman 85-92) F. Pendekatan dan Metode Pembelajaran 1. Pendekatan : Tematik Integratif dan Pendekatan Saintifik 2. Metode Pembelajaran : percobaan atau demonstrasi, permainan, tanya jawab

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168 G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran 1. Penggalan 1 a. Kegiatan Awal 1) Salam 2) Doa 3) Absensi 4) Apersepsi: siswa diajak melenturkan badan dengan menggerakkan badan khususnya tangan mereka. Siswa mengingat pelajaran sebelumnya dengan bertanya jawab. b. Kegiatan Inti 1) Siswa mengamati partitur lagu pada buku. 2) Siswa mulai menyanyikan lagu. 3) Siswa bertanya jawab mengenai lagu yang dinyanyikan. 4) Siswa menalar melalui latihan gerak tangan lagu menyesuaikan birama lagu yang tepat. 5) Siswa melakukan gerakan tangan sesuai birama lagu. c. Kegiatan Penutup 1) Siswa bersiap-siap untuk istirahat. 2) Siswa beristirahat di luar kelas. -ISTIRAHAT2. Penggalan 2 a. Kegiatan Awal 1) Siswa masuk kelas dengan rapi. 2) Siswa mengingat pelajaran sebelumnya. b. Kegiatan Inti 1) Siswa melanjutkan pembelajaran sebelumnya yaitu mengenai birama lagu dan gerakan tangan yang tepat. 2) Siswa melakukan permainan terkait tinggi dan berat badan. 3) Siswa mengungkapkan perasaan mereka setelah bermain. c. Kegiatan Penutup 1) Siswa dan guru merangkum pembelajaran sepanjang hari ini. 2) Guru meluruskan kesalah pahaman yang terjadi. 3) Siswa mengerjakan latihan harian 4) Siswa menulis refleksi dan aksi harian. 5) Siswa mencatat tugas rumah yaitu tentang mencari makna lagu kepahlawanana atau lagu perjuangan. 6) Doa penutup. 7) Salam

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI H. Penilaian 1. Jenis/ Teknik Penilaian a. Penilaian Kognitif (Tes): penugasan b. Penilaian Keterampilan (Non tes) : unjuk kerja c. Penilaian Sikap Individu-Sosial (Non tes) : penilaian antar teman d. Penilaian Sikap Religius (Non tes) : observasi 2. Bentuk Instrumen dan Rubrik Penilaian (terlampir) 3. Pedoman Penskoran (terlampir) I. Lampiran-lampiran 1. Bentuk instrumen dan rubrik penilaian 2. Pedoman penskoran Yogyakarta, 16 April 2014 Peneliti Chrisna Murti Irawan NIM. 101134156 169

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENILAIAN PEMBELAJARAN 6 A. Muatan Pelajaran: Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) 1. Pengetahuan Indikator Teknik Penilaian Instrumen 3.3.2 Menentukan tinggi-rendah nada Penugasan Tugas Tugas: Tentukan tinggi rendah nada pada lagu tersebut! Rubrik penilaian: No. Nama Siswa Nilai (total skor x 10) Predikat 1. 2. Dst. Pedoman penskoran: Kriteria Jawaban tepat dan jelas Jawaban tepat Jawaban kurang tepat Jawaban tidak tepat Skor 86-100 81-85 76-80 71-75 Predikat A B C D 2. Keterampilan 4.6.1 Menggerakkan tangan sesuai pola irama lagu birama empat Indikator Teknik Penilaian Instrumen Performance atau kinerja Tugas Tugas: Gerakkan tanganmu sesuai birama lagu! Rubrik penilaian dan Pedoman penskoran: Aspek yg dinilai (1) (2) (3) (4) Ketepatan gerakan Sesuai pola gerak Gerakan tidak berlebihan Gerakan tidak kaku Total aspek yg terpenuhi 4 Predikat A 3 B 2 C 1 D 3. Sikap sosial Indikator Teknik Penilaian Instrumen 1.1.1 Berani mengekspresikan diri dalam bernyanyi Observasi Lembar pengamatan Tugas: Nyanyikan lagu tersebut dengan ekspresi yang benar! Lembar Pengamtan: No. Nama Peserta Didik 1. 2. Dst. Perilaku yg diamati 4 3 2 1 Sikap 170

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171 Rubrik penilaian dan Pedoman penskoran: Kriteria berani Tidak terlihat ragu-ragu Terlihat ragu-ragu Memerlukan bantuan guru Belum menunjukkan keberanian Skala 4 3 2 1 Sikap SB B C K Keterangan Sangat Baik Baik Cukup/ sedang kurang 4. Sikap spiritual Indikator Teknik Penilaian Instrumen 1.1.2 Mengagumi hasil karya seni Indonesia dengan menunjukkan salah satu contohnya Observasi Lembar pengamatan Tugas: Sebutkan contoh lagu lain yang sejenis yang kamu ketahui! Lembar Pengamatan: No. Nama peserta didik Skala perilaku yg teramati 4 3 2 1 Sikap 1. 2. Dst. Rubrik penilaian dan Pedoman penskoran: Perilaku syukur Selalu menyanyi dengan benar sebagai wujud rasa syukur Sering menyanyi dengan benar sebagai wujud rasa syukur Kadang-kadang menyanyi dengan benar sebagai wujud rasa syukur Tidak menyanyi dengan benar sebagai wujud rasa syukur Skala 4 Sikap SB Keterangan Sangat Baik 3 B Baik 2 C 1 K Cukup/ sedang kurang B. Muatan Pelajaran: Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) 1. Pengetahuan Indikator Teknik Penilaian Instrumen 3.1.1 Menjelaskan tinggi dan berat badan ideal dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan Tes lisan Soal Soal: Jelaskan apa pengaruh tinggi dan berat badanmu bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuhmu! Rubrik penilaian: No. Nama Siswa 1. 2. Dst. Nilai (total skor x 10) Predikat

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pedoman penskoran: Kriteria Jawaban tepat, jelas dan logis Jawaban tepat kurang jelas Jawaban kurang tepat logis Jawaban tidak tepat Nilai 81-100 61-80 41-60 1-41 Predikat A AB+ B 2. Keterampilan 4.5.2 Mendemonstrasikan pola gerak dasar berirama tanpa musik Performance atau kinerja Tugas Indikator Teknik Penilaian Instrumen Tugas: Peragakan pola gerak dasar yang kamu buat tanpa musik! Rubrik penilaian dan pedoman penskoran: Aspek yg dinilai (1) (2) (3) (4) Keindahan Keluwesan Kesesuaian dengan birama Variasi gerak Total aspek yg terpenuhi 4 3 2 1 Predikat A B C D 3. Sikap sosial 1.1.2 Menunjukan kerjasama saat ada dalam kelompok Observasi Lembar pengamatan Indikator Teknik Penilaian Instrumen Tugas: Lakukan kerja kelompok dengan baik ketika mendapat tugas kelompok! Lembar pengamatan: No. Nama Peserta Didik Skala Kriteria yang terpenuhi 4 3 2 1 Sikap 1. 2. Dst. Rubrik penilaian dan pedoman penskoran: Kriteria bekerjasama Selalu berpartisipasi aktif dalam kerja kelompok Sering berpartisipasi aktif dalam kerja kelompok Kadang-kadang berpartisipasi aktif dalam kerja kelompok Tidak pernah berpartisipasi aktif dalam kerja kelompok Skala 4 Sikap SB Keterangan Sangat Baik 3 B Baik 2 C 1 K Cukup/ sedang kurang 4. Sikap spiritual Indikator Teknik Penilaian Instrumen 1.1.1 Menunjukkan cara menghargai tubuh dengan bergerak aktif Penilaian antarteman Lembar penilaian 172

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173 Tugas: Tunjukkan keaktifanmu sebagai rasa syukurmu pada Tuhan atas tubuh yang diberikan! Lembar penilaian: No. Nama Teman 4 Skala Perilaku 3 2 1 Sikap 1. 2. Dst. Rubrik penilaian dan Pedoman penskoran: Perilaku syukur Selalu bergerak aktif sebagai rasa syukur Sering bergerak aktif sebagai rasa syukur Kadang-kadang bergerak aktif sebagai rasa syukur Tidak pernah bergerak aktif sebagai rasa syukur Skala 4 3 2 Sikap SB B C 1 K Keterangan Sangat Baik Baik Cukup/ sedang kurang

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 7 HASIL VALIDASI PAKAR KURIKULUM SD 174

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 8 HASIL VALIDASI GURU KELAS IV SD 179

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 185

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 186

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 9 HASIL VALIDASI SISWA KELAS IV SD 187

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 188

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 189

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 190

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 191

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 192

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 193

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 194

(214) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 195

(215) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 196

(216) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 197

(217) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 198

(218) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 199

(219) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 200

(220) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 201

(221) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 202

(222) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 203

(223) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 204

(224) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 205

(225) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 206

(226) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 207 LAMPIRAN 10 REKAPITULASI DATA HASIL VALIDASI PAKAR KURIKULUM SD 2013 No. 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 Pernyataan 1 Tujuan dan Pendekatan Bahan ajar sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai Bahan ajar sesuai dengan Kurikulum 2013 Bahan ajar mempermudah pemahaman materi pembelajaran Bahan ajar sesuai dengan kebutuhan siswa Bahan ajar merupakan sumber belajar yang baik bagi siswa dan guru Bahan ajar memberikan kesempatan guru untuk menggunakan beragam variasi dalam mengajar Desain dan pengorganisasian Komponen dalam bahan ajar lengkap (KI, KD, indikator, tujuan, kegiatan belajar, rangkuman, refleksi, aksi, glosarium, sumber bahan, penilaian, kunci jawaban/rubrik,) Bahan ajar disusun dari materi yang sederhana ke yang kompleks Urutan materi bahan ajar telah disusun secara sistematis Ruang lingkup materi bahan ajar sesuai dengan waktu yang tersedia Bahan ajar memfasilitasi siswa untuk belajar mandiri Bahan ajar mudah dipahami Tampilan fisik (warna, huruf, gambar/foto) dalam bahan ajar sesuai dengan perkembangan siswa dan menarik Bahan ajar menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar Isi Kegiatan dalam bahan ajar sesuai dengan lingkungan siswa (kontekstual) Keterpaduan antar mata/muatan pelajaran terangkai dengan baik dan perpindahannya datar/landai Proses pembelajaran sesuai dengan langkahlangkah pendekatan sains (mengamati, bertanya, menalar, mencoba, menyimpulkan, mengkomunikasikan) Teknik penilaian menggunakan tes serta tersedia soal dan kunci jawaban Teknik penilaian menggunakan nontes serta tersedia rubrik penilaian yang benar Bahan ajar mampu meningkatkan kreativitas siswa Bahan ajar menuntut siswa untuk mampu Penilaian 2 3 4 5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

(227) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI berpikir tingkat rendah sampai tingkat tinggi Bahan ajar mencakup pengembangan karakter yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa Jenis karakter yang dikembangkan dalam bahan 9 ajar sesuai dengan karakter yang akan dikembangkan oleh Kemendikbud RI 10 Bahan ajar mengandung contoh-contoh karakter yang baik 11 Bahan ajar memfasilitasi siswa untuk mempraktikkan karakter yang baik 12 Bahan ajar memfasilitasi siswa untuk melakukan refleksi terhadap karakter yang dikembangkan 13 Bahan ajar mengembangkan karakter yang terkait dengan diri sendiri/sosial 14 Bahan ajar mengembangkan karakter spiritual 15 Instrumen penilaian dalam bahan ajar, mengukur karakter yang akan dikembangkan dengan tepat Topik Topik bahan ajar menarik bagi siswa 1 Topik bahan ajar membantu untuk 2 mengembangkan kesadaran dan memperkaya pengalaman siswa Topik sesuai dengan lingkungan sosial dan 3 budaya siswa Topik sesuai dengan perkembangan siswa 4 Metodologi Bahan ajar dirancang dengan berpusat pada 1 siswa dalam membangun pengetahuannya sendiri (konstruktivis) Bahan ajar dirancang menyenangkan bagi siswa 2 Bahan ajar membuat siswa aktif 3 Bahan ajar memfasilitasi beragam gaya belajar 4 siswa Jumlah Jumlah x skala penilaian Jumlah Total Rerata Total (jumlah total:jumlah item) Keterangan 8 208 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 23 6 92 158 4,27 Sangat Baik 12 60

(228) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 209 LAMPIRAN 11 REKAPITULASI DATA HASIL VALIDASI GURU KELAS IV SD GURU I No. 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 Pernyataan 1 Tujuan dan Pendekatan Bahan ajar sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai Bahan ajar sesuai dengan Kurikulum 2013 Bahan ajar mempermudah pemahaman materi pembelajaran Bahan ajar sesuai dengan kebutuhan siswa Bahan ajar merupakan sumber belajar yang baik bagi siswa dan guru Bahan ajar memberikan kesempatan guru untuk menggunakan beragam variasi dalam mengajar Desain dan pengorganisasian Komponen dalam bahan ajar lengkap (KI, KD, indikator, tujuan, kegiatan belajar, rangkuman, refleksi, aksi, glosarium, sumber bahan, penilaian, kunci jawaban/rubrik,) Bahan ajar disusun dari materi yang sederhana ke yang kompleks Urutan materi bahan ajar telah disusun secara sistematis Ruang lingkup materi bahan ajar sesuai dengan waktu yang tersedia Bahan ajar memfasilitasi siswa untuk belajar mandiri Bahan ajar mudah dipahami Tampilan fisik (warna, huruf, gambar/foto) dalam bahan ajar sesuai dengan perkembangan siswa dan menarik Bahan ajar menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar Isi Kegiatan dalam bahan ajar sesuai dengan lingkungan siswa (kontekstual) Keterpaduan antar mata/muatan pelajaran terangkai dengan baik dan perpindahannya datar/landai Proses pembelajaran sesuai dengan langkahlangkah pendekatan sains (mengamati, bertanya, menalar, mencoba, menyimpulkan, mengkomunikasikan) Teknik penilaian menggunakan tes serta tersedia soal dan kunci jawaban Teknik penilaian menggunakan nontes serta tersedia rubrik penilaian yang benar Penilaian 2 3 4 5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

(229) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 7 8 9 10 11 Bahan ajar mampu meningkatkan kreativitas siswa Bahan ajar menuntut siswa untuk mampu berpikir tingkat rendah sampai tingkat tinggi Bahan ajar mencakup pengembangan karakter yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa Jenis karakter yang dikembangkan dalam bahan ajar sesuai dengan karakter yang akan dikembangkan oleh Kemendikbud RI Bahan ajar mengandung contoh-contoh karakter yang baik Bahan ajar memfasilitasi siswa untuk mempraktikkan karakter yang baik Bahan ajar memfasilitasi siswa untuk melakukan refleksi terhadap karakter yang dikembangkan 13 Bahan ajar mengembangkan karakter yang terkait dengan diri sendiri/sosial 14 Bahan ajar mengembangkan karakter spiritual 15 Instrumen penilaian dalam bahan ajar, mengukur karakter yang akan dikembangkan dengan tepat Topik Topik bahan ajar menarik bagi siswa 1 Topik bahan ajar membantu untuk 2 mengembangkan kesadaran dan memperkaya pengalaman siswa Topik sesuai dengan lingkungan sosial dan 3 budaya siswa Topik sesuai dengan perkembangan siswa 4 Metodologi Bahan ajar dirancang dengan berpusat pada 1 siswa dalam membangun pengetahuannya sendiri (konstruktivis) Bahan ajar dirancang menyenangkan bagi siswa 2 Bahan ajar membuat siswa aktif 3 Bahan ajar memfasilitasi beragam gaya belajar 4 siswa Jumlah Jumlah x skala penilaian Jumlah Total Rerata Total (jumlah total:jumlah item) Keterangan 210 1 1 1 1 1 1 12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 22 88 163 4,41 Sangat Baik 15 75

(230) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 211 GURU II No. 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 Pernyataan 1 Tujuan dan Pendekatan Bahan ajar sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai Bahan ajar sesuai dengan Kurikulum 2013 Bahan ajar mempermudah pemahaman materi pembelajaran Bahan ajar sesuai dengan kebutuhan siswa Bahan ajar merupakan sumber belajar yang baik bagi siswa dan guru Bahan ajar memberikan kesempatan guru untuk menggunakan beragam variasi dalam mengajar Desain dan pengorganisasian Komponen dalam bahan ajar lengkap (KI, KD, indikator, tujuan, kegiatan belajar, rangkuman, refleksi, aksi, glosarium, sumber bahan, penilaian, kunci jawaban/rubrik,) Bahan ajar disusun dari materi yang sederhana ke yang kompleks Urutan materi bahan ajar telah disusun secara sistematis Ruang lingkup materi bahan ajar sesuai dengan waktu yang tersedia Bahan ajar memfasilitasi siswa untuk belajar mandiri Bahan ajar mudah dipahami Tampilan fisik (warna, huruf, gambar/foto) dalam bahan ajar sesuai dengan perkembangan siswa dan menarik Bahan ajar menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar Isi Kegiatan dalam bahan ajar sesuai dengan lingkungan siswa (kontekstual) Keterpaduan antar mata/muatan pelajaran terangkai dengan baik dan perpindahannya datar/landai Proses pembelajaran sesuai dengan langkahlangkah pendekatan sains (mengamati, bertanya, menalar, mencoba, menyimpulkan, mengkomunikasikan) Teknik penilaian menggunakan tes serta tersedia soal dan kunci jawaban Teknik penilaian menggunakan nontes serta tersedia rubrik penilaian yang benar Bahan ajar mampu meningkatkan kreativitas siswa Bahan ajar menuntut siswa untuk mampu berpikir tingkat rendah sampai tingkat tinggi Penilaian 2 3 4 5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

(231) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 9 10 11 Bahan ajar mencakup pengembangan karakter yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa Jenis karakter yang dikembangkan dalam bahan ajar sesuai dengan karakter yang akan dikembangkan oleh Kemendikbud RI Bahan ajar mengandung contoh-contoh karakter yang baik Bahan ajar memfasilitasi siswa untuk mempraktikkan karakter yang baik Bahan ajar memfasilitasi siswa untuk melakukan refleksi terhadap karakter yang dikembangkan 13 Bahan ajar mengembangkan karakter yang terkait dengan diri sendiri/sosial 14 Bahan ajar mengembangkan karakter spiritual 15 Instrumen penilaian dalam bahan ajar, mengukur karakter yang akan dikembangkan dengan tepat Topik Topik bahan ajar menarik bagi siswa 1 Topik bahan ajar membantu untuk 2 mengembangkan kesadaran dan memperkaya pengalaman siswa Topik sesuai dengan lingkungan sosial dan 3 budaya siswa Topik sesuai dengan perkembangan siswa 4 Metodologi Bahan ajar dirancang dengan berpusat pada 1 siswa dalam membangun pengetahuannya sendiri (konstruktivis) Bahan ajar dirancang menyenangkan bagi 2 siswa Bahan ajar membuat siswa aktif 3 Bahan ajar memfasilitasi beragam gaya belajar 4 siswa Jumlah Jumlah x skala penilaian Jumlah Total Rerata Total (jumlah total:jumlah item) Keterangan 212 1 1 1 1 12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17 68 168 4,54 Sangat Baik 20 100

(232) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 213 LAMPIRAN 12 REKAPITULASI DATA HASIL VALIDASI SISWA KELAS IV SD No. Pernyataan Bahan ajar menggunakan bahasa Indonesia yang mudah dipahami Petunjuk dalam bahan ajar mudah dipahami 2 Ukuran dan jenis huruf dalam bahan ajar 3 cukup jelas dan mudah dibaca siswa Gambar dan foto dalam bahan ajar jelas dan 4 menarik Bahan ajar dapat mempermudah siswa dalam 5 belajar mandiri Bahan ajar disusun dari yang mudah ke yang 6 sulit Bahan ajar membuat siswa aktif dalam belajar 7 Bahan ajar membuat siswa senang dalam 8 belajar Bahan ajar menuntut siswa mengamati suatu 9 objek 10 Bahan ajar menuntut siswa untuk bertanya 11 Bahan ajar menuntut siswa untuk mencoba 12 Bahan ajar menuntut siswa untuk menarik kesimpulan 13 Bahan ajar menuntut siswa menyampaikan kesimpulan pada temannya 14 Bahan ajar membantu siswa dalam mempraktikkan sifat/sikap (karakter) pribadi/ sosial/spiritual yang baik 15 Bahan ajar mengandung contoh-contoh sifat/sikap (karakter) pribadi/sosial/ spiritual yang baik 16 Bahan ajar sesuai dengan keadaan lingkungan siswa 17 Bahan ajar sesuai dengan kebutuhan siswa 18 Bahan ajar menghubungkan berbagai muatan/mata pelajaran 19 Bahan ajar mengandung soal/tugas yang bermacam-macam 20 Bahan ajar mempermudah siswa dalam memahami materi pelajaran dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran Jumlah Jumlah x skala penilaian Jumlah Total Rerata {jumlah total: (jumlah itemx10)} Keterangan 1 1 2 Penilaian 3 4 3 1 1 5 7 5 1 4 8 3 7 10 1 1 5 4 2 5 8 5 5 5 2 3 5 8 7 4 4 6 1 9 10 1 4 6 2 2 8 7 1 9 3 7 5 56 15 224 934 4,67 Sangat Baik 139 695

(233) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 214 REKAPITULASI DATA HASIL VALIDASI PAKAR, GURU KELAS IV SD, DAN SISWA KELAS IV SDTERHADAP BAHAN AJAR No Validator 1 Pakar Kurikulum 2 Guru SD Kelas IV (A) 3 Guru SD Kelas IV (B) 4 Siswa Kelas IV SD Jumlah Rerata (Jumlah : Validator) Rerata Kategori 4,27 4,41 4,54 4,67 17,89 4,47 Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik

(234) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 13 SURAT IZIN PENELITIAN 215

(235) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 14 SURAT KETERANGAN MELAKUKAN PENELITIAN 216

(236) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 15 DOKUMENTASI PENELITIAN Gambar 1. Peneliti menunjukkan bahan ajar Gambar 2. Siswa berdiskusi Gambar 3. Guru mendampingi siswa belajar 217

(237) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 4. Pembelajaran luar kelas Gambar 5. Siswa berlatih menjadi dirigen sambil bernyanyi Gambar 6. Siswa mengisi instrument validasi 218

(238) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 16 BAHAN AJAR (Dicetak Terpisah) 219

(239) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 220 DAFTAR RIWAYAT HIDUP Chrisna Murti Irawan lahir di Sleman, 1 Februari 1993. Pendidikan dasar diperoleh di SD Negeri Sutan Sleman Yogyakarta, tamat pada tahun 2004. Pendidikan menengah pertama diperoleh di SMP Negeri 1 Minggir Sleman Yogyakarta, tamat pada tahun 2007. Pendidikan menengah atas diperoleh di SMA Negeri 1 Mlati Sleman Yogyakarta, tamat pada tahun 2010. Pada tahun 2010, penulis melanjutkan studi ke perguruan tinggi dan terdaftar sebagai mahasiswi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada Falkutas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pendidikan di perguruan tinggi diakhiri dengan menulis skripsi yang berjudul “Pengembangan Bahan Ajar Mengacu Kurikulum 2013 Subtema Mengenal Pahlawan Bangsaku untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar”. Pengembangan bahan ajar tersebut dilakukan di SD Pangudi Luhur Sedayu Bantul Yogyakarta.

(240)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema Fungsi Makanan untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar.
0
0
287
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema Ayo Cintai Lingkungan untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar
0
13
326
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema kegigihan usahaku meraih cita-cita untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
5
249
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema meneladani sikap pahlawan bangsaku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
236
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema bahan-bahan makanan untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
2
287
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema jenis-jenis makanan untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
3
255
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema keanekaragaman energi untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
1
279
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema keberagaman di Indonesia untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
313
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema jenis-jenis pekerjaan untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
314
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema cita-citaku dengan lingkungan untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
8
309
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema gaya dan gerak untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
2
268
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema bersatu dalam keberagaman untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
6
372
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema energi bermanfaat dalam kehidupan untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
329
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema pekerjaan orang tuaku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
1
277
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema peduli lingkungan tempat tinggal untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
1
271
Show more