DAMPAK PEMBELAJARAN EKSPERIMEN SEDERHANA TENTANG SUHU DAN PEMUAIAN GAS TERHADAP PENGETAHUAN DAN NILAI KARAKTER SISWA KELAS X MIA SMA NEGERI MAGEPANDA

Gratis

0
0
140
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAMPAK PEMBELAJARAN EKSPERIMEN SEDERHANA TENTANG SUHU DAN PEMUAIAN GAS TERHADAP PENGETAHUAN DAN NILAI KARAKTER SISWA KELAS X MIA SMA NEGERI MAGEPANDA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika Oleh: MARIA SALVENTIEN NONI NIM: 141424023 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN MOTTO “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau” (Ulangan 31 : 6). Biarlah semua berjalan apa adanya, berlalu dengan semestinya dan berakhir dengan seharusnya. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ini saya persembahkan kepada: 1. Tuhan Yesus Kristus 2. Kedua orangtua, Bapak Darius Ware dan Ibu Fabiana Toka Paku, tanta saya Siska Kara, kakak tersayang Almh. Maria Floyanti Paji, serta adik tersayang Yosef Novenalis Lewe dan Maria Yayan Lestari Mbeo yang selalu mendukung dalam suka maupun duka. 3. Teman-teman Pendidikan Fisika 2014 yang memberikan pengalaman selama berdinamika bersama. 4. Almamater tercinta Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Noni, Maria Salventien. 2018. Dampak Pembelajaran Eksperimen Sederhana Tentang Suhu dan Pemuaian Gas Terhadap Pengetahuan dan Nilai Karakter Siswa Kelas X MIA SMA Magepanda. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Pembimbing: Prof. Dr. Paul Suparno, S.J, M.S.T. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) peningkatan pengetahuan siswa kelas X MIA SMA Negeri Magepanda pada materi suhu dan pemuaian gas setelah belajar dengan metode eksperimen; (2) peningkatan nilai karakter siswa kelas X MIA SMA Negeri Magepanda pada materi suhu dan pemuaian gas setelah belajar dengan metode eksperimen. Jenis penelitian ini adalah eksperimen kuantitatif dan kualitatif. Subyek penelitian yaitu siswa kelas X MIA yang berjumlah 36 orang. Kelas X MIA dipilih sebagai kelas dengan menggunakan metode eksperimen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tertulis yang terdiri dari pretest dan posttest, kuesioner nilai karakter, dan observasi kerjasama siswa. Hasil tes tertulis dan nilai karakter siswa dianalisis secara statistik menggunakan program SPSS 20, sedangkan karakter kerjasama siswa dilihat peneliti secara langsung saat proses pembelajaran, menggunakan rekaman video kegiatan dan catatan peneliti selama proses pe mbelajaran dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan metode eksperimen sederhana dapat meningkatkan pengetahuan siswa kelas X MIA SMA Negeri Magepanda pada materi suhu dan pemuian gas, (2) penerapan metode eksperimen sederhana menyumbangkan nilai karakter bagi siswa kelas X MIA SMA Negeri Magepanda. Nilai karakter yang dibentuk dengan urutan yang paling tinggi yaitu nilai tanggung jawab,disiplin, kerjasama, rasa ingin tahu, kejujuran. Kata kunci: eksperimen sederhana, pengetahuan, nilai karakter, kerja sama, suhu dan pemuaian gas. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Noni, Maria Salventien. 2018. Impacts of Learning Simple Experiments About Temperature and Expansion of Gas on Knowledge and Character Values of Class X MIA Students of SMA Negeri Magepanda. Thesis. Yogyakarta: Physics Education, Department of Mathematics and Sciences Education, Faculty of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University Yogyakarta. This research aims to know: (1) the knowledge improvement of class X MIA students of SMA Negeri Magepanda about Temperature and Expansion of Gas by implementation of simple experimental method, (2) the level of character values of class X MIA students of SMA Negeri Magepanda about Temperature and Expansion of Gas by the implementation of simple experimental method. This type of research was quantitative and qualitative experimental. The subjects in this research were 32 students of X MIA class. X MIA class was chosen as the class using simple experimental method. The instruments used in this research were written tests consisting pretest and posttest, character value questionnaires, and observation of students’ cooperation..The results of written tests and students’ character value questionnaires were analyzed statistically using SPSS version 20, while the students’ cooperation character was seen directly through observation during the learning process video records and onprocess notes which were analyzed qualitatively. The results showed that: (1) implementation of simple experimental method can improve the knowledge of class X MIA students of SMA Negeri Magepanda about Temperature and Expansion of Gas, (2) simple experimental method contributes character values for class X MIA students of SMA Negeri Magepanda. Character values are formed in the highest order, namely the value of responsibility, discipline, cooperation, curiosity, honesty. Keywords: simple experimental method, knowledge, students’ character values, students’ cooperation, temperature and expansion of gas. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan anugerah-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Dampak Pembelajaran Eksperimen Sederhana Tentang Suhu dan Pemuaian Gas Terhadap Pengetahuan dan Nilai Karakter Siswa Kelas X MIA SMA Negeri Magepanda” dengan baik. Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Fisika pada Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis baik berupa waktu, tenaga, bimbingan, motivasi dan saran yang penulis butuhkan dalam penyelesaian skripsi ini. Dengan selesainya skripsi ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada: 1. Romo Prof. Dr. Paul Suparno, S.J., M.S.T, selaku dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan, motivasi dan arahan, 2. Bapak Dr. Ignatius Edi Santosa, M.S., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Fisika yang telah memberikan bantuan dan dukungan kepada penulis 3. Bapak Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd, M.Si., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma 4. Bapak Drs. Aufridus Atmadi, M.Si, selaku Dosen Pembimbing Akademik yang selalu memantau perkembangan penulisan skripsi mahasiswamahasiswinya, 5. Bapak Drs. Domi Severinus, M.Si., sebagai validator yang bersedia memberikan masukan dan saran kepada penulis dalam membuat instrumen soal sehingga menjadi lebih baik. 6. Seluruh dosen Pendidikan Fisika yang telah membimbing dan memberikan banyak ilmu dalam perkuliahan selama kurang lebih 4 tahun ini, x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. Segenap Karyawan Sekretariat JPMIPA yang telah memberikan bantuan dan pelayanan yang baik dalam memperlancar perijinan surat ke sekolah dan keperluan lainnya yang berkaitan dengan studi dan penelitian ini. 8. Bapak Drs. Nikolaus Nau, selaku kepala sekolah SMA Negeri Magepanda yang telah memberi izin penelitian, 9. Ibu Agustina A. Yuliawati, S.Pd, selaku guru mata pelajaran Fisika SMA Negeri Magepanda atas segala bantuan, kerjasama, dan dukungan selama penulis melakukan penelitian. 10. Siswa-siswi kelas X MIA yang telah bersedia menjadi subyek penelitian dan membantu kelancaran penelitian. 11. Orang tua saya yang tercinta, Bapak Darius Ware dan Ibu Fabiana T. Paku yang selalu mendoakan, memberi semangat dan memantau perkembangan penyusunan skripsi, 12. Kakak saya Almh Loyan Paji, adik saya Noven Lewe dan Yayan Mbeo serta tanta saya Siska Kara yang selalu mendukung dalam menyelesaikan skripsi. 13. Sahabat-sahabatku tercinta Angel, Arny Sanit, Ria Cantik, Arlin Sulu, Tian, Grace, Ipen, Ria Manuk, Kero Langga, Potty dan semua teman-teman yang penulis tidak bisa disebutkan satu persatu yang selalu memberikan semangat untuk terus berjuang dan membantu penulis dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini. 14. Saudara-saudaraku Siba Wangga, Alpino Regi, Oka Ratu, San Ware, Herro Wangga yang selalu mengantar jemput ke tempat penelitian. 15. Kakak Linda Wea dan Vina Wangga yang membantu dalam melobi kepala sekolah dan guru fisika SMA N Magepanda. 16. Om Hillarius, Tanta Lima, Kak Osrin, Kak Febby yang membantu dan memberikan dukungan selama penulis berada di Yogyakarta. 17. Teman-teman seperjuangan selaku rekan-rekan satu bimbingan yang selalu membantu dan saling memberikan masukan maupun saran, 18. Teman-teman Pendidikan Fisika 2014 yang selama kurang lebih 4 tahun ini memberikan banyak kenangan, selalu saling mendukung dan memberikan semangat untuk menyelesaikan penyusunan skripsi, xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL................................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................ iii HALAMAN MOTTO ............................................................................................ iv HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................. v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................ vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ............................................................. vii ABSTRAK ........................................................................................................... viii ABSTRACT ............................................................................................................. ix KATA PENGANTAR ............................................................................................ x DAFTAR ISI ........................................................................................................ xiii DAFTAR TABEL ................................................................................................ xvi DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... xvii DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xviii BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ........................................................................................ 1 B. Rumusan Masalah .................................................................................................. 5 C. Tujuan Penelitian ................................................................................................... 6 D. Manfaat Penelitian ................................................................................................. 6 BAB II LANDASAN TEORI ................................................................................. 7 A. Belajar...................................................................................................................... 7 1. Hakikat Belajar ..................................................................................................... 7 2. Ciri-ciri Belajar ................................................................................................... 10 3. Prinsip-prinsip Belajar ......................................................................................... 13 4. Teori-Teori Belajar .............................................................................................. 15 B. Pengetahuan .......................................................................................................... 16 1. Pengertian Pengetahuan..................................................................................... 16 2. Tingkat Pengetahuan .......................................................................................... 17 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Pengukuran Pengetahuan .................................................................................. 19 4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan ........................................... 20 C. Metode Pembelajaran .......................................................................................... 22 1. Pengertian Metode Pembelajaran ..................................................................... 22 2. Bentuk Model dan Pendekatan Pembelajaran ................................................ 26 D. Nilai Karakter ....................................................................................................... 28 1. Pengertian Nilai Karakter .................................................................................. 28 2. Nilai-nilai Pendidikan Karakter ........................................................................ 29 3. Sumbangan Nilai Karakter Metode Eksperimen ............................................ 30 E. Suhu Dan Pemuaian ............................................................................................. 31 1. Suhu...................................................................................................................... 31 2. Pemuaian ............................................................................................................. 34 BAB III METODE PENELITIAN........................................................................ 39 A. Jenis Penelitian ..................................................................................................... 39 B. Waktu dan Tempat Penelitian ............................................................................ 40 1. Waktu Penelitian ................................................................................................ 40 2. Tempat Penelitian ............................................................................................... 40 C. Populasi dan Sampel Penelitian ......................................................................... 40 1. Populasi Penelitian ............................................................................................. 40 2. Sampel Penelitian ............................................................................................... 40 D. Variabel Penelitian ............................................................................................... 41 1. Variabel Bebas .................................................................................................... 41 2. Variabel Terikat .................................................................................................. 41 E. Desain Penelitian .................................................................................................. 41 F. Treatment .............................................................................................................. 42 G. Instrumentasi....................................................................................................... 44 1. Instrumen Pembelajaran .................................................................................... 44 2. Instrumen Pengumpulan Data........................................................................... 45 H. Validitas Instrumen ............................................................................................. 52 I. Metode Analisis Data .......................................................................................... 53 a. Pengetahuan Siswa .......................................................................................... 53 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Analisis Karaketer Siswa................................................................................ 60 c. Analisis Karaketer Kerja Sama ..................................................................... 61 BAB IV DATA DAN ANALISIS DATA ............................................................ 63 A. Pelaksanaaan Penelitian ...................................................................................... 63 1. Waktu dan Tempat Penelitian ........................................................................... 63 2. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian ..................................................................... 64 B. Data dan Analisis Data ........................................................................................ 73 1. Pengetahuan Siswa ............................................................................................. 73 2. Nilai Karakter Siswa .......................................................................................... 77 C. Pembahasan .......................................................................................................... 80 1. Pengetahuan Siswa ............................................................................................. 80 2. Nilai Karakter Siswa .......................................................................................... 80 3. Kerjasama Siswa ................................................................................................ 81 D. Keterbatasan Penelitian ....................................................................................... 84 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................ 85 A. Kesimpulan ........................................................................................................... 85 B. Saran ...................................................................................................................... 85 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 87 LAMPIRAN .......................................................................................................... 90 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Kisi-kisi soal Pretest dan Posttest………………………................46 Tabel 3.2 Kisi-kisi Kuesioner Nilai Karakter Kelas X MIA……...………..48 Tabel 3.3 Indikator Nilai Kerjasama Siswa...………………….…………..54 Tabel 3.4 Teknik Penskoran ……………………………………………….59 Tabel 3.5 Klasifikasi Tingkat Pengetahuan Siswa………………………....58 Tabel 3.6 Penskoran Kuesioner.……...............................………………….60 Tabel 3.7 Klasifikasi Nilai Karakter Siswa............. ………....…………….61 Tabel 4.1 Jadwal Pelaksanaan Penelitian…………………..………………63 Tabel 4.2 Daftar Nilai Pretest dan Posttest Siswa Kelas X MIA………………………………………………………….…..73 Tabel 4.3 Kategori Persentase Tingkat Pengetahuan Awal dan Akhir Siswa Kelas X MIA………………………………………… …..74 Tabel 4.4 Hasil Statistik Perbandingan Pretest dan Posttest Kelas X MIA…………………………………………………….... .….76 Tabel 4.5 Data Hasil Kuesioner Nilai Karakter Siswa Kelas X MIA…. …..77 Tabel 4.6 Persentase Kategori Nilai Karakter Siswa Kelas X MIA…... …..78 Tabel 4.7 Frekuensi Setiap Nilai Karakter Kelas X MIA....................... …..79 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Skala pada berbagai termometer....................................................32 Gambar 2.2 Skema penentuan titik tetap atas dan titik tetap bawah pada dua termometer.....................................................................34 Gambar 4.1 Siswa mengukur suhu air...............................................................67 Gambar 4.2 Siswa mengukur suhu tanah..........................................................67 Gambar 4.3 Siswa mengerjakan LKS...............................................................68 Gambar 4.4 Siswa melaporkan hasil eksperimen..............................................70 Gambar 4.5 Siswa melakakukan eksperimen pemuaian gas.............................71 Gambar 4.6 Siswa antusias dalam melakukan eksperimen di dalam maupun luar kelas..........................................................................82 Gambar 4.7 Siswa saat melakukan eksperimen.................................................83 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat Permohonan Ijin Penelitian .....................................................91 Lampiran 2 Surat Perizinan Pelaksanaan Penelitian ............................................92 Lampiran 3 Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian ...........................93 Lampiran 4 RPP Kelas Eksperimen Sederhana ...................................................94 Lampiran 6 Lembar Kerja Siswa Kelas Eksperimen Sederhana .......................102 Lampiran 7 Soal Pretest dan Posttest ................................................................105 Lampiran 8 Jawaban Pretest dan Posttest .........................................................107 Lampiran 9 Lembar Validitas Soal dan Jawaban Pretest dan Posttest .............111 Lampiran 10 Contoh Hasil Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen Sederhana ..114 Lampiran 12 Contoh Kuesioner Nilai Karakter Siswa Kelas Eksperimen Sederhana .......................................................................................118 Lampiran 14 Data hasil Kuesioner Nilai Karakter Siswa Kelas X MIA .............121 Lampiran 16 Contoh Hasil Kuesioner Nilai Karakter Siswa Kelas X MIA..........................................................................................122 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan mempunyai peranaan penting dalam keberlangsungan hidup suatu bangsa dan negara. Pendidikan adalah salah satu upaya yang dapat mempercepat pengembangan potensi manusia untuk mampu mengemban tugas yang diberikan padanya, karena hanya manusia yang dapat dididik dan mendidik. Pendidikan dapat mempengaruhi pengembangan fisik, mental, emosional, moral, serta keimanan dan ketakwaan manusia (Udin, 2009: 6). Menurut W.J.S Poerwadarminta, pendidikan adalah proses perubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan (Tatang, 2012: 13). Pendidikan bertujuan membantu seseorang berkualitas dan berkarakter sehingga memiliki pandangan yang luas ke depan untuk mencapai suatu cita-cita yang diharapkan dan mampu beradaptasi secara cepat dan tepat di dalam berbagai lingkungan karena pendidikan itu sendiri memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan. Fisika merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam (IPA) yang mempelajari gejala alam atau fenomena alam yang berkaitan erat dengan kehidupan manusia. Pada dasarnya pelajaran fisika menjadi pelajaran yang 1

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 sangat tidak disukai oleh sebagian besar siswa, sehingga banyak diantara mereka yang mengambil jurusan IPS atau Bahasa untuk menghindari pelajaran fisika tersebut. Salah satu penyebabnya adalah karena banyaknya rumus yang harus dihafal, gurunya yang cenderung “killer”, dan kurangnya motivasi siswa untuk belajar fisika. Untuk menjadi seorang guru fisika yang baik, kita harus mengetahui cara mengajar fisika yang beraneka agar fisika lebih menarik dan disukai oleh murid-murid. Siswa yang tertarik pada mata pelajaran fisika adalah siswa yang ingin mengetahui lebih dalam lagi tentang manfaat fisika dan tertantang oleh fenomena alam yang belum mereka pahami. Jika siswa sudah tertarik atau tertantang untuk sesuatu hal yang berkaitan dengan fisika maka siswa akan lebih mudah untuk mempelajari, memahami dan mengkaitkan fisika dalam lingkup belajarnya. Nampak motivasi belajar merupakan modal penting dalam menghadapi kesulitan-kesulitan ketika belajar fisika. Selain kurangnya motivasi, peran atau sikap guru dalam mengajar juga menjadi pemicu kurangnya minat siswa terhadap fisika. Siswa akan mudah merasa “depresi” ketika mata pelajaran yang dipelajari tersebut susah dan diajarkan pula oleh guru “killer” dengan metode mengajar yang monoton. Pada saat ini para guru fisika banyak menerapkan berbagai model pembelajaran di kelas untuk menghilangkan kesan-kesan buruk yang tidak menyenangkan tersebut. Salah satu metode yang sering dipakai guru untuk meningkatkan motivasi dan minat siswa dalam belajar fisika adalah

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 dengan metode eksperimen sederhana. Selain untuk meningkatkan motivasi dan minat siswa, metode tersebut juga dapat meningkatkan pemahaman dan membentuk nilai karakter yang baik bagi siswa. Metode eksperimen merupakan salah satu pendekatan pembelajaran konstruktivisme, dimana siswa dituntut untuk dapat membangun pemahamannya sendiri tentang suatu hal yang dipelajari. Menurut filsafat konstruktivisme, pengetahuan itu adalah bentukan (konstruksi) kita sendiri yang sedang menekuninya (Suparno, 2007). Lewat pengetahuan fisika, proses pembelajaran, atau sikap belajarnya anak didik akan dibantu berpikir nalar, mengerti dasar-dasar teknologi dengan baik dan dapat mengembangkan sikap komunikasi, kerja disiplin, tanggung jawab, kreatif, dll (Suparno, 2012: 19). Metode eksperimen sederhana sedikit berbeda dengan metode eksperimen pada umumnya. Jika pada eksperimen siswa harus ke Laboratorium Fisika dan menggunakan alat-alat dan bahan yang disediakan oleh pihak sekolah untuk materi tertentu, pada eksperimen sederhana siswa dapat melakukannya di mana saja baik di kelas maupun di luar kelas seperti lapangan, rumah, atau halaman sekolah pada materi tertentu dengan alat dan bahan yang lebih sederhana atau dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Dengan penerapan metode eksperimen sederhana ini diharapkan siswa dapat semakin termotivasi untuk belajar fisika dan menerapkan sikap tanggung jawab, disiplin, memiliki rasa keingintahuan, mampu bekerjasama dengan teman sekelompok,

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 menghargai pendapat teman, dan mampu bersikap jujur. Siswa akan melakukan percobaan tentang suatu hal, mengamati prosesnya, serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan tersebut dianalisis berdasarkan pengetahuan dan disampaikan berupa presentasi dan dievaluasi oleh guru. Penggunakan teknik ini mempunyai tujuan agar siswa mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atas permasalahan yang dihadapi saat percobaan tersebut. Selain itu, siswa lebih mampu terlatih dalam cara berpikir ilmiah (scientific). Dengan eksperimen sederhana siswa menemukan bukti kebenaran dari suatu teori yang sedang dipelajarinya (Roestiyah, 2001: 80). Selain peningkatan pengetahuan, masalah karakter menjadi pembahasan yang sangat serius dalam dunia pendidikan di Indonesia. Hal ini dilandasi oleh pemikiran bahwa untuk membangun peradaban yang baik di era global hanya bisa dilakukan melalui pembentukan karakter yang baik. Pembentukan karakter siswa sendiri dapat dibangun melalui pendidikan karakter. Pendidikan karakter digunakan untuk meningkatkan penanaman nilai-nilai yang berkaitan dengan perilaku dan sikap siswa di sekolah. Upaya tersebut harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari pendidikan tingkat rendah sampai tingkat tinggi. Pendidikan karakter dapat dilakukan secara integrasi dalam praktik pembelajaran. Guru perlu mengembangkan strategi pembelajaran yang dapat menumbuhkembangkan karakter siswa. Guru juga perlu mendapatkan “cara” mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam praktikum

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 pembelajaran di kelas (Hamzah. B Uno. 2007). Selain dapat menumbuhkembangkan karakter siswa, seorang guru juga harus mampu mengembangkan metode pengajaran yang dapat membantu siswa memperkaya pengalaman sekaligus menggunakan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap dalam mempersiapkan diri menggapai masa depan. Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul, “DAMPAK PEMBELAJARAN EKSPERIMEN SEDERHANA TENTANG SUHU DAN PEMUAIAN GAS TERHADAP PENGETAHUAN DAN NILAI KARAKTER SISWA KELAS X MIA SMA NEGERI MAGEPANDA” B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Apakah penggunaan metode eksperimen sederhana tentang materi suhu dan pemuaian gas menaikan pengetahuan siswa kelas X MIA SMA Negeri Magepanda? 2. Apakah penggunaan metode eksperimen tentang materi suhu dan pemuaian gas menaikan nilai karakter siswa kelas X MIA SMA Negeri Magepanda?

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 C. Tujuan Penelitian Berdasarkan permasalahan di atas maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. Peningkatan pengetahuan siswa kelas X MIA SMA Negeri Magepanda pada materi suhu dan pemuaian gas setelah belajar dengan metode eksperimen sederhana. 2. Peningkatan nilai karakter siswa kelas X MIA SMA Negeri Magepanda pada materi suhu dan pemuaian gas setelah belajar dengan metode eksperimen sederhana. D. Manfaat Penelitian 1. Bagi Siswa Model pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen sederhana diharapkan dapat membantu siswa dengan cara yang lebih mudah untuk memahami materi pelajaran dan meningkatkan pengetahuan serta karakter yang dimiliki siswa. 2. Bagi Guru Meningkatkan kualitas mengajar dengan menggunakan metodemetode yang menarik dan bervariasi sehingga membuat siswa lebih mudah untuk memahami materi pelajaran dan meningkatkan pengetahuan serta karakter yang dimiliki siswa.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Belajar 1. Hakikat Belajar Pendidikan formal tidak terlepas dari istilah belajar dan mengajar, yang keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat. Beberapa ahli telah merumuskan tentang arti “belajar”. Banyak pengertian mengenai belajar. Belajar adalah suatu kegiatan yang dapat menghasilkan perubahan tingkah laku, baik potensial maupun aktual. Perubahanperubahan itu berbentuk kemampuan-kemampuan baru yang dimiliki dalam waktu yang relatif lama (konstan) serta perubahan-perubahan tersebut terjadi karena usaha sadar yang dilakukan oleh individu yang sedang belajar. Ada 3 ciri yang khas pada aktivitas manusia, sehingga aktivitas tersebut disebut sebagai kegiatan belajar, yaitu: 1) Aktivitas yang menghasilkan perubahan tingkah laku pada diri pelajar baik aktual maupun potensial. 2) Perubahan itu pada pokoknya didapatkannya kemampuan baru yang berlaku dalam waktu yang relatif lama. 3) Perubahan itu terjadi karena usaha (Winkel, 1996: 50). 7

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 Menurut Winkel (1996: 53) bahwa “Belajar adalah aktivitas mental (psikis) yang berlangsung dalam interaksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan tingkah laku baik potensial maupun aktual”. Menurut Rini Budiharti (1998: 1) “Belajar adalah suatu usaha untuk terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa”. Perubahan-perubahan itu berbentuk kemampuan-kemampuan baru yang dimiliki dalam waktu yang relatif lama. Slameto (1995: 2) berpendapat bahwa “Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”. Bloom dan kawan-kawannya (Suparno, 2001: 6) membuat kategori jenis-jenis belajar yang dikenal dengan taksonomi belajar. Taksonomi Bloom terdiri dari tiga kategori yang melekat pada diri peserta didik, yaitu: (1) Ranah kognitif (cognitive domain), (2) Ranah afektif (affective domain), dan (3) Ranah psikomotorik (psychomotor domain). a. Ranah Kognitif Menurut Bloom, segala upaya yang berhubungan dengan aktivitas otak termasuk dalam kategori ranah kognitif. Pada ranah kognitif terdapat enam tingkatan proses berpikir, mulai dari yang bersifat pengetahuan

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 tentang fakta-fakta sampai kepada proses intelektual yang tinggi yaitu dapat mengevaluasi sejumlah fakta. Tingkatan tersebut adalah: (1) pengetahuan (Knowledge), (2) pemahaman (Comprehension), (3) aplikasi (application), (4) analisis (analysis), (5) sintesis (syntesis), (6) evaluasi (evaluation). b. Ranah Afektif Ranah afektif didasarkan pada bagaimana seseorang bersikap dan merasakan sesuatu. Dalam taksonomi yang disusun oleh Krathwol dan Bloom & Maisa (1964) sikap disusun lagi sedemikian rupa menjadi lebih rinci yang terdiri atas lima tingkat, yaitu: (1) menerima atau menaruh perhatian (receiving), (2) memberi respon (responding), (3) memberi penilaian (valuing), (4) pengorganisasian (organization), dan (5) karakteristik (characterization). c. Ranah Psikomotorik Belajar psikomotorik menekankan keterampilan motorik. Ranah psikomotorik lebih rinci lagi menjadi tujuh tingkat, yaitu : (1) persepsi, (2) kesiapan, (3) respon terbimbing, (4) mekanisme, (5) kemahiran, (6) adaptasi, dan (7) originasi. Berdasarkan pendapat-pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses yang ditandai

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 dengan adanya perubahan dalam diri seseorang. Perubahan itu sebagai hasil dari berbagai bentuk seperti perubahan pengetahuan, sikap, tingkah laku, ketrampilan, kecakapan, kebiasaan serta perubahan aspek-aspek lain yang ada pada individu yang belajar. 2. Ciri-Ciri Belajar Suatu kegiatan disebut belajar sekurang-kurangnya ditandai oleh dua ciri: (1) adanya perubahan tingkah laku, (2) melalui suatu pengalaman atau adanya interaksi dengan sumber belajar. Mohammad Surya (1997) mengemukakan delapan ciri yang menandai adanya perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar, yaitu: 1) Perubahan yang Disadari dan Disengaja Perubahan perilaku itu dilakukan sebagai usaha sadar dan sengaja dari seseorang. Begitu juga dengan hasil-hasilnya, orang itu menyadari bahwa dalam dirinya telah terjadi perubahan, misalnya pengetahuan semakin bertambah atau keterampilannya di dalam semakin mahir, dibandingkan sebelum dia mengikuti suatu proses belajar. 2) Perubahan yang Berkesinambungan Belajar itu ditandai dengan hasil perubahan perilaku yang berkesinambungan; bukan sesuatu yang diperoleh tibatiba. Perubahan sebagai hasil belajar didasari oleh pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya dan pengetahuan

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 baru itu juga menjadi dasar diperoleh pengetahuan berikutnya yang lebih kompleks. 3) Perubahan yang Fungsional Perubahan perilaku harus bermanfaat bagi kepentingan seseorang. Hasil belajar tidak sekedar ditandai oleh penambahan ilmu pengetahuan dan keterampilan. Perubahan tersebut harus memiliki makna bagi orang yang mempelajarinya, entah itu berupa kemampuan di dalam memecahkan masalah, mencari penghidupan, hidup berkeluarga, dan bermasyarakat. 4) Perubahan yang Bersifat Positif Hasil belajar harus menyebabkan perubahan kearah yang lebih baik. Hal itu ditandai pada sikap orang yang memperolehnya: menjadi lebih bersyukur, bijak, kritis, bersemangat, toleran, dan sebagainya. Belajar mungkin pula menyebabkan seseorang memiliki sikap negatif, misalnya sombong dan licik dengan pengetahuan baru yang dimilikinya. Berdasarkan ciri ini, proses tersebut tidak terkategori sebagai perubahan ideal dari proses belajar.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 5) Perubahan yang Bersifat Aktif Ciri ini berkaitan dengan belajar sebagai kegiatan yang disengaja. Untuk memperoleh perilaku baru, seseorang harus bersengaja aktif untuk melakukan sejumlah aktivitas. Perubahan akan efektif terjadi pada diri seseorang jika dilalui dengan proses yang sungguh-sungguh. Perubahan itu perlu disertai dengan aktivitas-aktivitas lainnya, seperti berdiskusi, membaca, melakukan pengamatan lapangan, ataupun melakukan praktik langsung dan mengerjakan sejumlah proyek. 6) Perubahan yang Relatif Permanen Perubahan pada diri seseorang mungkin bersifat sementara ataupun permanen. Perubahan bersifat sementara umumnya berkaitan dengan emosi. 7) Perubahan yang Bertujuan Perubahan hasil belajar memiliki arah atau tujuan yang jelas. Kejelasan tujuan di dalam perubahan itu penting dirumuskan agar prosesnya menjadi lebih efektif. Di dalam kaitan inilah, seseorang pembelajar harus memiliki tujuan yang jelas sebelum mengawali aktivitas. Demikian juga dengan pengajarnya, perumusan tujuan merupakan hal yang utama di dalam proses belajar mengajar. Tujuan itulah yang

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 kemudian sangat berpengaruh pada materi, media, dan metode pembelajarannya. 8) Perubahan Perilaku secara Keseluruhan Idealnya, perubahan yang terjadi sebagai hasil belajar mencakup seluruh aspek kehidupan pada diri seseorang Sementara itu, Mohammad Surya (1997) mengemukakan bahwa hasil belajar akan tampak dalam hal-hal seperti kebiasaan, keterampilan, pengamatan, bersikap asosiatif, berpikir rasional dan kritis, sikap, inhibisi, apresiasi, dan perilaku efektif. Sedangkan K. Given (2007) menunjukkan lima aspek perubahan tingkah laku yang harus terjadi pada diri seseorang. Kelima aspek tersebut adalah emosi, sosial, kognitif, fisik, dan reflektif. 3. Prinsip-Prinsip Belajar Ada beberapa prinsip-prinsip belajar yang dirangkum dari Slameto (1995: 27-28) sebagai berikut: 1) Dalam belajar siswa harus diusahakan partisipasi aktif, meningkatkan minat dan membimbing untuk mencapai tujuan instruksional. 2) Belajar bersifat keseluruhan dan materi itu harus memiliki struktur, penyajian yang sederhana, sehingga siswa mudah menangkap pengertiannya.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 3) Belajar harus dapat menimbulkan reinforcement dan motivasi yang kuat pada siswa untuk mencapai tujuan instruksional. 4) Belajar itu adalah proses kontinu, maka harus tahap demi tahap menurut perkembangannya. 5) Belajar adalah proses organisasi dan adaptasi. 6) Belajar harus dapat mengembangkan kemampuan tertentu sesuai dengan tujuan instruksional yang harus dicapainya. 7) Belajar memerlukan sarana yang cukup, sehingga anak dapat belajar dengan tenang. 8) Belajar perlu lingkungan yang menantang, di mana anak dapat mengembangkan kemampuannya bereksplorasi dan belajar dengan efektik. 9) Belajar itu perlu interaksi anak dengan lingkungannya. 10) Belajar adalah proses kontinuitas yaitu hubungan antara pengertian yang satu dengan pengertian yang lain, sehingga mendapatkan pengertian yang diharapkan 11) Repetisi, dalam proses belajar perlu ulangan berkali-kali agar pengertian itu mendalam pada anak.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 4. Teori-Teori Belajar Beberapa teori belajar yang relevan dan dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran yang akan (Kosmiyah, 2012: 34-43) dikembangkan antara lain: (1). Teori Belajar Behaviorisme Menurut teori belajar behaviorisme, manusia sangat dipengaruhi oleh kejadian-kejadian di dalam lingkungannya yang akan memberikan Teori pengalaman-pengalaman belajar. ini menekankan pada apa yang dilihat yaitu tingkah laku. (2). Teori Belajar kognitif Menurut teori belajar kognitif, belajar adalah pengorganisasian aspek-aspek kognitif dan persepsi untuk memperoleh pemahaman. Teori ini menekankan pada gagasan bahwa bagian suatu situasi saling berhubungan dalam konteks situasi secara keseluruhan. (3). Teori Belajar Humanisme Menurut teori belajar humanisme, proses belajar harus dimulai dan ditujukan untuk kepentingan memanusiakan manusia, yaitu mencapai aktualisasi diri siswa yang belajar secara optimal. (4). Teori Belajar Sibernetik Menurut teori belajar sibernetik, belajar adalah mengolah informasi (pesan pembelajaran), proses belajar sangat ditentukan oleh sistem informasi.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 (5). Teori Belajar Konstruktivisme Menurut teori belajar konstruktivisme, belajar adalah menyusun pengetahuan dari pengalaman konkret, aktivitas kolaborasi, refleksi serta interpretasi. Adapun teori belajar yang melatarbelakangi dalam penelitian ini terkait dengan penggunaan metode eksperimen sederhana adalah teori belajar konstruktivisme, di mana pengetahuan dan pengalaman yang dialami di sekitar mempengaruhi terhadap proses memperoleh suatu pengetahuan. B. Pengetahuan 1. Pengertian Pengetahuan Pengetahuan (knowledge) merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui pancaindra manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (Overt Behavior). Sebelum orang mengadopsi perilaku baru (berperilaku baru), di dalam diri orang tersebut terjadi proses yang berurutan, yakni: Awareness (kesadaran), Interest (tertarik), Evaluation (menimbang-nimbang baik dan tidaknya stimulus tersebut bagi dirinya), Trial (orang telah mulai mencoba perilaku baru),

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 Adoption (subjek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan, kesadaran, dan sikapnya terhadap stimulus) (Sukidjo Notoatmodjo, 2003: 121-122). Selain itu, pengetahuan pada hakekatmya merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu obyek tertentu (Sudirdja, 2010: 11). 2. Tingkat Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007) dalam (Sudirdja, 2010: 15), pengetahuan mempunyai enam tingkatan, yaitu: a. Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Termasuk ke dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Oleh sebab itu, tahu ini merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah. b. Memahami (Comprehension) Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui, dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar. Orang yang telah paham terhadap objek atau materi harus dapat menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulkan, meramalkan, dan sebagainya terhadap objek yang dipelajari.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 c. Aplikasi (Aplication) Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi real (sebenarnya). Aplikasi di sini dapat diartikan sebagai aplikasi atau penggunaan hukum–hukum, rumus, metode, prinsip, dan sebagainya dalam konteks atau situasi yang lain. d. Analisis (Analysis) Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek ke dalam komponen–komponen, tetapi masih di dalam satu struktur organisasi, dan masih ada kaitannya satu sama lain. Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan kata kerja, seperti dapat menggambarkan (membuat bagan), membedakan, memisahkan, mengelompokkan, dan sebagainya. e. Sintesis (Synthesis) Sintesis menunjuk kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian–bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain, sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi -formulasi yang ada. f. Evaluasi (Evaluation) Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 Penilaian–penilaian itu didasarkan pada suatu kriteria yang ditentukan sendiri, atau menggunakan kriteria–kriteria yang ada (Notoatmodjo, 2012). 3. Pengukuran Pengetahuan Pengetahuan dapat diukur dengan cara melakukan tes, wawancara serta angket kuesioner, di mana tes tersebut berisikan pertanyaan-pertanyaan yang berakitan dengan materi yang ingin diukur dari subyek penelitian (Notoadmodjo, 2010). Pengukuran tingkat pengetahuan bertujuan untuk mengetahui status pengetahuan seseorang dan dirangkum dalam tabel distribusi frekuensi. Pengukuran tingkat pengetahuan seseorang dapat dikategorikan sebagai berikut: a. Tingkat pengetahuan dikatakan baik jika responden mampu menjawab pertanyaan pada kuesioner dengan benar sebesar ≥ 75% dari seluruh pernyataan dalam kuesioner. b. Tingkat pengetahuan dikatakan cukup jika responden mampu menjawab pertanyaan pada kuesioner dengan benar sebesar 56 - 74% dari seluruh pernyataan dalam kuesioner. c. Tingkat pengetahuan dikatakan kurang jika responden mampu menjawab pertanyaan pada kuesioner dengan benar sebesar < 55% dari seluruh pernyataan dalam kuesioner (Budiman, 2013).

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Menurut Singgih (1998) dalam (Suriasumantri, 2007: 32), ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengetahuan, yaitu: a. Umur Bertambahnya umur dapat berpengaruh pada pertambahan pengetahuan yang diperolehnya, akan tetapi pada umur-umur tertentu atau menjelang usia lanjut kemampuan penerimaan atau mengingat suatu pengetahuan akan berkurang. b. Inteligensi Inteligensi diartikan sebagai suatu kemampuan untuk belajar dan berpikir abstrak guna menyesuaikan diri secara mental dalam situasi baru. Inteligensi bagi seseorang merupakan salah satu modal untuk berpikir dan mengolah berbagai informasi secara terarah sehingga ia menguasai lingkungan. Perbedaan inteligensi dari seseorang akan berpengaruh pula terhadap tingkat pengetahuan. c. Lingkungan Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang. Lingkungan memberikan pengaruh pertama bagi seseorang, di mana seseorang dapat mempelajari hal-hal yang baik dan juga hal-hal yang buruk tergantung pada sifat kelompoknya. Dalam lingkungan seseorang akan

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 memperoleh pengalaman yang akan berpengaruh pada cara berpikir seseorang. d. Sosial budaya Sosial budaya mempunyai pengaruh pada pengetahuan seseorang. Seseorang memperoleh suatu kebudayaan dalam hubungannya dengan orang lain, karena hubungan ini seseorang mengalami suatu proses belajar dan memperoleh suatu pengetahuan. e. Pendidikan Menurut Notoatmodjo (1997), pendidikan adalah suatu kegiatan atau proses pembelajaran untuk mengembangkan atau meningkatkan kemampuan tertentu sehingga sasaran pendidikan itu dapat berdiri sendiri. f. Informasi Meskipun seseorang memiliki pendidikan yang rendah tetapi jika ia mendapatkan informasi yang baik dari berbagai media misalnya televisi, radio atau surat kabar, maka hal itu akan dapat meningkatkan pengetahuan seseorang. Informasi tidak terlepas dari sumber informasinya. g. Pengalaman Pengalaman merupakan guru yang terbaik. Pepatah tersebut dapat diartikan bahwa pengalaman merupakan sumber pengetahuan atau pengalaman itu suatu cara memperoleh kebenaran pengetahuan.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 Oleh sebab itu, pengalaman pribadi pun dapat digunakan sebagai upaya untuk memperoleh pengetahuan. C. Metode Pembelajaran 1. Pengertian Metode Pembelajaran Metode pembelajaran merupakan cara mengajar atau cara menyampaikan materi pelajaran kepada siswa yang sedang belajar. Metode ini mempunyai banyak macam, pemilihan metode pun dipengaruhi oleh banyak aspek mulai dari materi pembelajaran, lingkungan belajar, keadaan siswa, keadaan guru, dan sebagainya. Melalui pemilihan metode ini diharapkan guru bisa membangkitkan motivasi siswa untuk belajar yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil pembelajaran. Adapun metode pembelajaran yang digunakan yaitu: a. Metode Eksperimen Metode eksperimen merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang bersifat konstruktivisme. Menurut Suparno, metode eksperimen adalah metode mengajar yang mengajak siswa untuk melakukan percobaan sebagai pembuktian, pengecekan bahwa teori yang sudah dibicarakan itu memang benar (Suparno, 2007: 77). Lewat pengetahuan fisika, proses pembelajaran, atau sikap belajarnya anak didik akan dibantu berpikir nalar, mengerti dasar-dasar teknologi dengan baik dan dapat mengembangkan

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 sikap komunikasi, kerja disiplin, tanggung jawab, kreatif, dll (Suparno, 2012: 19). Dengan eksperimen dimaksudkan bahwa guru atau siswa mencoba mengerjakan sesuatu serta mengamati proses dan hasil percobaan itu. Di dalam metode eksperimen, poin-poin berikut ditekankan: 1) Waktu yang diberikan untuk melengkapi eksperimen. 2) Cara-cara untuk melakukan eksperimen. 3) Berbagai kesulitan akan ditemukan selagi melakukan eksperimen. Kelebihan metode eksperimen sebagai berikut: 1) Metode ini dapat membuat anak didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku. 2) Anak didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi (menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi. 3) Dengan metode ini akan terbina manusia yang dapat membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaan yang diharapkan bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 Kekurangan metode eksperimen sebagai berikut: 1) Jika tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik berkesempatan mengadakan eksperimen. 2) Jika eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama, anak didik harus menanti untuk melanjutkan pelajaran. 3) Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu dan teknologi. Metode eksperimen sederhana sedikit berbeda dengan metode eksperimen pada umumnya. Jika pada eksperimen siswa harus ke Laboratorium Fisika dan menggunakan alat-alat dan bahan yang disediakan oleh pihak sekolah untuk materi tertentu, pada eksperimen sederhana siswa dapat melakukannya di mana saja baik di kelas maupun di luar kelas seperti lapangan, rumah, atau halaman sekolah pada materi tertentu dengan alat dan bahan yang lebih sederhana atau dapat dijumpai dalam kehidupan seharihari. Dengan penerapan motode eksperimen sederhana ini diharapkan siswa dapat semakin termotivasi untuk belajar fisika dan menerapkan sikap tanggung jawab, disiplin, memiliki rasa keingintahuan, mampu bekerjasama dengan teman sekelompok, menghargai pendapat teman, dan mampu bersikap jujur. Siswa akan melakukan percobaan tentang suatu hal, mengamati prosesnya, serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan tersebut dianalisis berdasarkan pengetahuan dan

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 disampaikan berupa presentasi dan dievaluasi oleh guru. Penggunakan teknik ini mempunyai tujuan agar siswa mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atas permasalahan yang dihadapi saat percobaan tersebut. Dan juga, siswa mampu terlatih dalam cara berpikir ilmiah (scientific). Dengan eksperimen sederhana siswa menemukan bukti kebenaran dari suatu teori yang sedang dipelajarinya (Roestiyah, 2001: 80). b. Metode Ceramah Metode ceramah digunakan untuk menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa di kelas, di mana pada umumnya siswa hanya mengikuti secara satu arah. Ada dua alasan seorang guru memilih metode ceramah, yakni (1) ketika guru menyampaikan materi pelajaran baru kepada peserta didik, dan (2) saat guru berusaha untuk menghubungkan materi yang sudah dipelajari dengan materi baru yang diajarkan tersebut. Dalam mempersiapkan metode ceramah pada umumnya ada 3 cara yang bisa dilakukan guru, yakni, pertama, guru menyusun apa yang hendak diceramahkan kepada para siswanya; kedua, guru membuat pokok-pokok persoalannya sehingga ia dapat berbicara di muka kelas atas dasar pola yang sudah ia siapkan

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 sebelumnya; dan ketiga, guru harus melakukan secara runtut dalam menyampaikan materi yang akan diajarkan. Meskipun demikian seorang guru harus juga menyadari bahwa metode ceramah mempunyai kelebihan dan kelemahan. Beberapa kelebihan metode ceramah adalah: pertama, guru mudah menguasai kelas; kedua, guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar; ketiga, dapat diikuti peserta didik dalam jumlah besar; dan keempat, mudah dilaksanakan. Sedangkan, beberapa kelemahan metode ceramah adalah: pertama, membuat siswa pasif; kedua, siswa tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi dirinya dalam menyampaikan gagasan siswa; ketiga, mengandung daya kritis peserta didik; dan kelima, bila terlalu lama peserta didik akan bosan. 2. Bentuk Model dan Pendekatan Pembelajaran 1) Model Pembelajaran Langsung Model pembelajaran langsung dirancang secara khusus untuk menunjang proses belajar siswa baik itu menyangkut pengetahuan prosedural maupun pengetahuan deklaratif yang tersruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah. Pembelajaran langsung tidak sama dengan metode ceramah, tetapi ceramah dan resitasi (mengecek pemahaman dengan tanya jawab) berhubungan erat dengan model pembelajaran langsung. Pembelajaran langsung memerlukan

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 perencanaan dan pelaksanaan yang cukup rinci terutama pada analisis tugas. Pembelajaran langsung berpusat pada guru, tetapi tetap harus menjamin terjadinya keterlibatan siswa. Jadi lingkungan pembelajaran langsung harus diciptakan dan berorientasi pada tugas-tugas yang diberikan kepada siswa. 2) Model Pembelajaran Tidak Langsung Melalui model pembelajaran ini siswa akan lebih terlibat dalam proses pembelajaran, terutama dalam hal mengobservasi, menyelidiki, menarik kesimpulan dari data yang diberikan, atau membuat hipotesis-hipotesis. Model pembelajaran tidak langsung ini sangat cocok diguanakan para guru karena melalui pembelajaran memungkinkan munculnya hasil-hasil pemikiran atau penemuan para siswa yang tidak diketahui oleh guru. 3) Model Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) meruapakan model pembelajaran yang mengutamakan kerjasama antarsiswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. 4) Model Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir Model pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir (MP PKB) dilandasi oleh paham konstruktivisme sehingga dalam pembelajarannya harus memberikan kesempatan pada siswa untuk berinteraksi dengan objek dan menginterpretasikan objek tersebut. Model pembelajaran berpikir menekankan pada

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 aktivitas siswa untuk mencari pemahaman akan objek, menganalisis dan mengkontruksikannya sehingga terbentuk pengetahuan baru dalam diri siswa. 5) Model Pembelajaran Berbasis Masalah Ciri utama pembelajaran berbasis masalah adalah pengajuan pertanyaan atau masalah, memusatkan keterkaitan antar disiplin, penyelidikan autentik, kerjasama, serta menghasilkan karya dan peragaan. 6) Model dengan Pendekatan Konstektual Dalam penerapan model pembelajaran kontekstual, terdapat tujuh komponen utama yang harus dilakukan secara sungguhsungguh. Komponen yang dimaksud adalah (1) konstruktivisme, (2) proses menemukan, (3) bertanya, (4) masyarakat belajar, (5) pemodelan, (6) refleksi, dan (7) penilaian. D. Nilai Karakter 1. Pengertian Nilai Karakter Pencetus pendidikan karakter pertama yaitu pedagog Jerman yang bernama F.W Foerster. Karakter menurut Foerster, adalah sesuatu yang mengualifikasi seorang pribadi. Karakter menjadi identitas, menjadi ciri, menjadi sifat yang tetap, yang mengatasi pengalaman kontingen yang selalu berubah, sehingga karakter adalah seperangkat

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 nilai yang telah menjadi kebiasan hidup sehingga menjadi sifat tetap dalam diri seseorang (Adisusilo 2012: 77). Karakter terdiri dari nilai operatif, yaitu nilai dalam tindakan. Karakter memiliki tiga bagian yang saling berhubungan pengetahuan moral, perasaan moral, dan perilaku moral. Karakter yang baik terdiri dari mengetahui hal yang baik, menginginkan hal yang baik, dan melakukan hal yang baik, kebiasaan dalam cara berpikir kebiasaan dalam hati, dan kebiasaan dalam tindakan (Lickona: 2012). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dalam beberapa workshop kepala sekolah, telah merumuskan 18 nilai yang dianggap karakter bangsa yang perlu ditanamkan pada anak didik di sekolah. Nilai tersebut antara lain: religious, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat atau komunikasi, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial, peduli lingkungan, dan tanggung jawab (Suparno, 2012). 2. Nilai-nilai Pendidikan Karakter a. Kerja Sama Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dengan dirinya. b. Tanggung Jawab

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 Menyadari bahwa segala hal yang diperbuat oleh dirinya bukan hanya merupakan tugasdan kewajiban bagi dirinya sendiri, namun juga keluarga, lingkungan, masyarakat, negara, dan Tuhan Yang Maha Esa. c. Disiplin Tindakan yang menjaga dan mematuhi anjuran yang baik dan menghindari dan menjauhi segala larangan yang buruk secara konsisten dan berkomitmen, d. Jujur Jujur merupakan sikap yang selalu berpegang teguh untuk menghindari keburukan dengan menjaga perkataan, perasaan, dan perbuatan untuk selalu berkata dengan benar dan dapat dipercaya. e. Rasa Ingin Tahu Suatu sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui apa yang dipelajarinya secara lebih mendalam dan meluas dalam berbagai aspek terkait. 3. Sumbangan Nilai Karakter Metode Eksperimen Menurut Suparno, dari beberapa topik, hukum, dan teori fisika ada banyak yang digunakan oleh guru untuk menanamkan nilai karakter bangsa anak didik. Suparno menekankan nilai karakter fisika dari tiga aspek yaitu, pengetahuan fisika, proses fisika dan sikap belajar fisika (Suparno, 2012).

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 Beberapa nilai karakter yang disumbangkan saat praktikum dan proyek antara lain: semangat multikultural, penghargaan pada diri, keadilan, kejujuran, daya tahan, dan ketaatan pada hukum (Suparno, 2012). Berdasar pendapat ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa metode eksperimen sangat bermanfaat dalam membentuk nilai karakter siswa. Nilai karakter yang dapat diamati saat siswa melakukan eksperimen antara lain, nilai kerjasama, tanggung jawab, disiplin, jujur dan, rasa ingin tahu. Selain nilai-nilai tersebut dapat diamati oleh peneliti, nilai tersebut bermanfaat bagi siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan sangat bermanfaat bagi masa depan siswa, bangsa, dan negara. E. Suhu Dan Pemuaian 1. Suhu Suhu adalah derajat panas atau dinginnya suatu benda. Alat untuk mengukur suhu disebut termometer. Ada berbagai jenis skala termometer, di antaranya: termometer skala Celcius, termometer skala Reamur, termometer skala Fahrenheit, dan termometer skala Kelvin. Macam-macam satuan skala termometer: a. Termometer skala Celcius, titik didih Aair 1000C dengan titik beku air 00C sehingga dari 00C - 1000C, dibagi dalam 100 skala. b. Termometer skala Reamur, titik didih air 800R dengan titik beku air 00R sehingga dari 00R - 800R, dibagi dalam 80 skala.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 c. Termometer skala Fahrenheit, titik didih air 2120F dengan titik beku air 320F sehingga dari 320F - 2120F, dibagi dalam 180 skala. d. Termometer skala Kelvin, titik didih air 373 K dengan titik beku air 273 K sehingga dari 272 - 373, dibagi dalam 100 skala Gambar 2.1 Skala berbagai termometer pada

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 Perbandingan pembagian skala C, R, F, K sebagai berikut. C : R : F : K = 100 : 80 : 180 : 100 =5:4:9:5 Dapat dituliskan menjadi a. 1 0C = R b. 1 0R = 0 C 1 0C = (F - 320) 1 0R = (F - 320) 1 0C = 1 0R = (K - 2730) c. 1 0F = C + 320 1 0F = R + 320 1F =( R - 320) + 2730 d. 1 K = 0C + 273 1 K = R + 273 1 K =( ) (F - 273) + 320

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dengan perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa konversi suhu dua termometer mengikuti aturan perbandingan skala berikut. Gambar 2.2 Skema penentuan titik tetap atas dan titik tetap bawah pada dua termometer. 2. Pemuaian Pemuaian kalor pada suatun zat selain dapat menaikan atau menurunkan suhu zat, dapat juga merubah wujud suatu zat, atau menyebabkan benda mengalami pemuaian. Umumnya semua zat akan memuai jika mengalami kenaikan suhu, kecuali beberapa zat yang mengalami penyusutan saat terjadi kenaikan suhu pada suatu interval suhu tertentu. Kejadian penyusutan wujud zat benda mengalami kenaikan suhu anomali. Anomali umumnya terjadi pada air. Pada umumnya zat akan memuai menurut gejala pemuaian sebagai berikut. 34

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 a. Pemuaian Zat Padat  Pemuaian Panjang Suatu batang panjang mula-mula l0 dipanaskan hingga bertambah panjang sebesar ∆l. Jika perubahan suhunya ∆T, maka ∆l = l0 α ∆T (2.1) dengan : α = koefisien muai panjang suatu zat padat (/0C) Sehingga panjang batang suatu logam yang suhunya dinaikan sebesar ∆T secara matematis dituliskan: lt = l0 + ∆l (2.2) lt = l0 (1 + α∆T) dengan : lt = panjang akhir (m) l0 = panjang awal (m) ∆T = perubahan suhu (0C)  Pemuaian Luas Suatu bidang luasnya mula-mual A0 = l0 l0. Jika terjadi kenaikan suhu sebesar ∆T sehingga bidang bertambah luas sebesar ∆A, secara matematis dapat dituliskan: ∆A = A0 β ∆T (2.3) dengan: β = koefisien muai luas suatu zat (/0C) Untuk zat padat, β = 2α. Sehingga luas bidang yang suhunya dinaikan sebesar ∆T akan menjadi At = A0 + ∆A At = A0 (1+ β ∆T) (2.4)

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 dengan: At = luas akhir (m2) At = luas mula-mula (m2) AT = perubahan suhu (0C)  Pemuaian Volume Pada pemuaian volume, volume mula-mula suatu benda V0, kemudian dipanaskan sehingga suhunya naik sebesar ∆T dan volumenya bertambah sebesar ∆V. Secara matematis persamaanya dituliskan sebagai berikut. ∆V = V0 γ ∆T (2.5) dengan: γ = koefisien muai ruang suatu zat (/0C) untuk zat padat γ = 3α Persamaan volume akhirnya menjadi: Vt = V0 + ∆T (2.6) Vt = V0 (1 + γ ∆T) dengan: V0 b. = volume awal (m3) Vt = volume akhir (m3) ∆V = perubahan volume (m) Pemuaian Zat Cair Sifat zat cair selalu mengikuti bentuk wadah yang ditempati. Pada zat cair hanya terjadi pemuaian volume saja. Jika volume mulamula suatu zat cair V0, kemuidian zat cair itu dipanaskan sehingga suhunya naik sebesar ∆T dan volumenya bertambah besar ∆V, dapat ditulis sebagai berikut:

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 ∆V = V0 γ ∆T (2.7) Sehingga volume akhirnya menjadi, Vt = V0 + ∆T (2.8) Vt = V0 (1 + γ ∆T) Hal ini tidak berlaku bagi air pada suhu dibawah 40C. c. Pemuain Gas Persamaan dirumuskan sebagai berikut: Vt = V0 (1 + γ ∆T) Perubahan volume gas tidak hanya menggunakan persamaan di atas, namun ada besaran-besaran lain yang diperhatikan, seperti tekanan dan temperatur. Persamaan yang berlaku dalam pemuaian gas dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut: Pada saat tekanan konstan, berlaku hukum Gay Lussac: (2.9) Pada saat temperatur konstan, berlaku hukum Boyle: P1V1 = P2V2 (2.10) Pada saat volume konstan, berlaku hukum Charles: (2.11) Pada saat kondisi ideal, berlaku hukum Boyle-Gay Lussac: (2.12)

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 dengan: V = Volume (liter atau m3) T = Temperatur (K) P = Tekanan (N/m2 atau atm atau Pa)

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental kuantitatif dan kualitatif. Dikatakan eksperimental karena pada penelitian ini ada perlakuan pada partisipan dengan metode eksperimen sederhana. Disebut penelitian kuantitatif karena jenis penelitian ini menggunakan data berupa skor atau angka, kemudian menggunakan analisis statistik. Disebut penelitian kualitatif karena penelitian ini ingin melihat proses yang dialami variabel terikat selama diberi treatment. Desain gabungan dipilih karena peneliti ingin memperkuat penelitiannya baik dari sisi hasil maupun proses. Penelitian kuantitatif adalah jenis penelitian yang menggunakan data berupa skor atau angka, kemudian menggunakan analisis statistik. Sedangkan penelitian kualitatif bersifat deskriptif di mana data dikumpulkan dalam bentuk kata-kata, gambar, keadaan, daripada bilangan dengan cara transkrip wawancara, fieldnote, foto, videotapes, dokumen pribadi dan ofisial, memo dan record lain (Suparno, 2014: 119-144). 39

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 B. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian Penelitian Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Agustus 2018 sampai dengan bulan September 2018. 2. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri Magepanda. SMA Negeri Magepanda beralamatkan Jalan Fatta, Magepanda, Kabupaten Sikka, NTT. C. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Penelitian Populasi adalah kelompok lebih besar di mana hasil penelitian diharapkan berlaku; semua anggota grup yang akan diteliti (Suparno, 2014: 43). Pada penelitian ini populasi yang digunakan adalah siswasiswi kelas X SMA Negeri Magepanda. 2. Sampel Penelitian Sampel adalah menunjuk pada suatu kelompok di mana informasi atau data didapatkan. Sampel adalah himpunan bagian dari populasi (Suparno, 2014: 43). Pada penelitian ini sampel yang digunakan adalah siswa-siswi SMA Negeri Magepanda kelas X MIA yang berjumlah 36 orang.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 D. Variabel Penelitian Variabel adalah suatu konsep yang mengungkapkan kelompok objek atau hal yang nilainya berbeda-beda seperti gender, kemampuan, intelegensi, nilai, minat, sikap, motivasi, warna mata, penghasilan, umur, dll (Suparno, 2014: 29). 1. Variabel Bebas Variabel bebas adalah variabel yang bebas, berdiri sendiri (Suparno, 2014: 30). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah metode pembelajaran dengan menggunakan eksperimen sederhana. 2. Variabel Terikat Variabel terikat adalah variabel yang tergantung pada variabel bebas (Suparno, 2014: 30). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah tingkat pemahaman siswa dengan menggunakan eksperimen sederhana pada materi suhu dan pemuaian zat gas. E. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuantitatif design One Group pretest-posttest. Menurut Paul Suparno (2007: 135), secara umum riset kuantitatif adalah desain riset yang menggunakan data berupa skor atau angka, lalu menggunakan analisis statistik. Design One Group

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 pretest-posttest adalah penelitian yang terdiri dari satu grup. Skemanya sebagai berikut: O X O’ Keterangan: O : Pre-Test kelas treatment (eksperimen sederhana) X : Pembelajaran dengan metode eksperimen sederhana O’ : Post-Test kelas treatment (eksperimen sederhana) Pretest digunakan untuk mengukur pengetahuan dan nilai karakter siswa sebelum diberi treatment, sedangkan posttest digunakan untuk mengukur pengetahuan dan karakter siswa setelah diberi treatment. Pada penelitian ini data berupa nilai pengetahuan (hasil belajar) dan skor nilai karakter siswa setelah menggunakan metode eksperimen sederhana. Uji statistika yang digunakan untuk menganalisis nilai pengetahuan (hasil belajar) dan skor nilai karakter siswa adalah uji T dependent. F. Treatment Treatment adalah perlakuan peneliti terhadap subyek yang mau diteliti agar nantinya mendapatkan data yang diinginkan (Suparno, 2010: 51). Treatment yang digunakan dalam penelitian ini adalah penerapan metode eksperimen pada materi pokok kalor.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 Proses pembelajarannya sebagai berikut: a. Guru membantu siswa dalam membentuk kelompok. b. Guru memberikan hand out materi dan menjelaskan sedikit materi c. Guru memperkenalkan alat yang akan digunakan yang mencakup bagian-bagiannya, kegunaannya, dan cara memakai alat yang baik dan benar. d. Dengan menggunakan alat yang tersedia guru memandu siswa untuk melakukan pengukuran terhadap bahan-bahan yang ada disekitar (lingkungan sekolah) dengan catatan tidak boleh mengganggu proses belajar mengajar kelas lain. e. Setelah siswa melakukan percobaan dan mendapatkan data, siswa diminta untuk mengembalikan alat yang digunakan. f. Guru membimbing siswa untuk menganalisis sendiri data yang didapat berdasarkan pengetahuan yang mereka miliki dan yang mereka dapat dari guru. g. Guru meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan apa saja yang mereka temukan dan mereka dapat simpulkan dari percobaan yang mereka lakukan. h. Guru mengevaluasi apa yang disampaikan siswa dan mengajak seluruh siswa untuk memberikan aplaus kepada kelompok. Pengajaran dengan menggunakan metode eksperimen sederhana dapat dilihat pada RPP dan LKS.

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 G. Instrumentasi 1. Instrumen Pembelajaran Instrumen pembelajaran ini terdiri dari 3 macam instrumen yaitu Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), dan bahan ajar suhu dan pemuaian. a. Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP) dibuat untuk menentukan garis besar kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan selama pengambilan data penelitian. Bagian dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah (1) Identitas, meliputi: Satuan Pendidikan, Mata Pelajaran, Kelas/Semester, dan Alokasi Waktu, (2) Standar Kompetensi, (3) Kompetensi Dasar, (4) Indikator, (5) Tujuan Pembelajaran, (6) Metode Pembelajaran, (7) Kegiatan Pembelajaran, (8) Materi Pelajaran, (9) Sumber Pembelajaran. RPP terlampir pada lampiran 4 dan 5. b. Lembar Kerja Siswa Lembar Kerja Siswa (LKS) dibuat dan akan digunakan dalam kegiatan eksperimen. LKS terlampir pada lampiran 6. c. Bahan Ajar Pokok bahasan yang diajarkan kepada siswa-siswi adalah suhu dan pemuaian. Bahan ajar disusun disesuaikan

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 dengan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang berlaku. 2. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: a. Test Tertulis (pretest dan posttest) 1) Pretest Pretest diberikan sebelum pembelajaran menggunakan metode eksperimen. Pretest ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan awal siswa mengenai konsep. 2) Posttest Posttest diberikan setelah pembelajaran menggunakan metode eksperimen sederhana. Soal posttest ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa mengenai konsep setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen sederhana. Jumlah dan pertanyaan soal posttest sama dengan soal pretest. Pembuatan soal pretest dan posttest diperlukan kisi-kisi. Kisi-kisi soal didasarkan pada kompetensi dasar dan indikator yang harus dicapai siswa. Kisi-kisi soal pretest dan posttest seperti pada tabel 3.1 berikut.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 Tabel 3.1. Kisi-kisi Soal Pretest dan Posttest No. Aspek Indikator Soal Jawaban Kognitif 1. Pengertian suhu 2. 3. Siswa dapat menjelaskan pengertian suhu. Apa yang dimaksud dengan suhu? Suhu merupakan derajat panas atau dinginnya suatu benda Skala Siswa dapat thermometer menyebutkan 4 skala termometer Sebutkan 4 macam skala pada termometer! Skala Celsius, Kelvin, Reamur dan Fahrentheit Kalibirasi termometer Sebuah termometer X setelah diterah dengan thermometer Celcius di dapat 40oC = 80oX dan 20oC=50oX. Jika suhu sebuah benda 80oC maka berapa oX suhu benda tersebut? Diketahui: Siswa dapat menghitung dan mengkonversi nilai suhu pada termometer X 40oC = 80oX 20oC=50oX Ditanya: 80oC = … oX Jawab: 4( ( 6 4t 6tX – 4 tX 480 2 tX -200 + 280

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 No. Aspek Indikator Soal Jawaban tX 140 Jadi, 80oC = 140 oX 4 5 Pemuaian Gas Persamaan Kuantitatif untuk Pemuain Gas Siswa dapat menyebutkan contoh pemuaian gas dalam kehidupan sehari-hari Sebutkan dua contoh peristiwa pemuaian gas dalam kehidupan seharihari! Siswa dapat Gas dalam ruangan tertutup menyelesaikan bersuhu 29oC memiliki pemuaian gas volume 5 L, kemudian ketika dipanaskan volumenya berubah menjadi 5,5 L pada tekanan yang tetap. Tentukan suhu akhir gas tersebut! (Nyatakan suhu dalam dalam oC). Contoh pemuain gas: a. Pemuaian pada balon udara b. Ban mobil/motor pecah atau meledak saat terlalu panas Diketahui: V1 = 5 L V2 = 5,5 L T1 = 29 oC = 302 K Ditanya: T2….? Jawab: T2 = 332,2 K T2 = 52,9 oC Jadi, suhu akhir gas tersebut adalah 52,9oC

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 b. Kuesioner Nilai Karakter Siswa Kuesioner nilai karakter dalam penelitian ini bersifat tertutup atau telah disediakan alternatif jawaban. Kuesioner ini diberikan setelah kegiatan pembelajaran menggunakan metode eksperimen sederhana, untuk mengetahui nilai karakter siswa terhadap metode eksperimen. Pembuatan kuesioner nilai karakter diperlukan kisi-kisi kuesioner nilai karakter. Dari pendapat ahli yang telah dipaparkan pada bab landasan teori, nilai karakter saat siswa melakukan eksperimen antara lain nilai kerja sama, tanggung jawab, disiplin, jujur, dan rasa ingin tahu. Tabel 3.2. Kisi-kisi Kuesioner Nilai Karakter Kelas Eksperimen No. Nilai Karakter 1 Kerjasama Indikator Pernyataan a. Siswa terlibat dalam kelompok untuk menyelesaikan eksperimen. b. Siswa membantu teman kelompok yang kesulitan dalam eksperimen. 1. Saya terlibat dalam kelompok untuk menyelesaikan eksperimen. 2. Saya membantu teman kelompok ketika tidak memahami eksperimen. 3. Saya berbagi tugas dengan teman satu kelompok. c. Setiap siswa dalam kelompok memegang peran/tugas khusus selama pelaksaan eksperimen. d. Siswa turut serta 4. Saya ikut andil dalam perumusan dalam dan penyimpulan No. Soal 1, 2, 3, 4

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 No. Nilai Karakter Indikator Pernyataan hasil eksperimen. 2 3 Tanggung jawab Disiplin merumuskan dan menyimpulkan hasil eksperimen. Saya 5, 6, melaksanakan 7, 8 eksperimen yang diberikan guru sampai tuntas. Saya berhati-hati dalam. menggunakan alat agar tidak rusak. Saya ikut menyumbangkan gagasan saat melakukan eksperimen. Saya membereskan alatalat praktikum dan menyimpan kembali ke tempatnya ketika selesai praktikum. a. Siswa melaksanakan dan menyelesaikan eksperimen. sampai tuntas. b. Siswa berhati-hati dalam menggunakan alat agar tidak rusak. c. Siswa menyumbang gagasan saat melakukan eksperimen. d. Siswa membereskan alatalat praktikum dan menyimpan kembali ditempatnya. 1. a. Siswa masuk kelas tepat waktu sebelum pelajaran di mulai. b. Siswa dapat menyelesaikan tugas yang diberikan guru tepat waktu. c. Siswa dapat memulai dan menyelesaikan eksperimen tepat waktu. d. Siswa mematuhi aturan yang ditetapkan guru saat melaksanakan eksperimen. 1. Saya datang tepat waktu ke kelas. 2. 3. 4. No. Soal 2. Saya menyelesaikan tugas yang diberikan guru tepat waktu. 3. Saya memulai dan menyelesaikan eksperimen tepat waktu. 4. Saya mengikuti aturan yang ditetapkan guru saat melaksakan eksperimen. 9, 10, 11, 12

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 No. Nilai Karakter 4 Kejujuran Indikator Pernyataan a. Siswa mencatat data eksperimen sesuai dengan apa yang dilakukan. b. Siswa melaporkan hasil eksperimen sesuai dengan apa yang terjadi di dalam kelompok. c. Siswa tidak memanipulasi data eksperimen yanh diperoleh. 1. Saya mencatat data eksperimen sesuai dengan apa yang saya amati. 2. Saya melaporkan hasil eksperimen sesuai dengan apa yang terjadi di dalam kelompok. 3. Saya tidak setuju ketika ada teman kelompok meminta untuk memanipulasi data eksperimen yang diperoleh. 4. Saya menyampaikan apa yang sedang saya pikirkan mengenai eksperimen kepada teman kelompok. 1. Saya mencoba berulang-ulang dalam melakukan eksperimen untuk mendapatkan data yang sesuai. 2. Saya membaca mengenai teori suhu dan pemuaian gas dan langkah kerja sebelum melakukan eksperimen. 3. Saya mencari sumber lain selain apa yang dipelajari dari internet atau sumber relevan d. Siswa menyampaikan apa yang sedang dipikirkan saat melaksakan eksperimen. 5 Rasa ingin a. Siswa mencoba lebih dari yang tahu diharuskan atau berkali-kali melakukan eksperimen. b. Siswa membaca mengenai teori suhu dan pemuaian gas dan langkah kerja sebelum melakukan eksperimen. c. Siswa mencari sumber lain selain apa yang dipelajari. No. Soal 13, 14, 15, 16 17, 18, 19, 20

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 No. Nilai Karakter Indikator No. Soal Pernyataan lainnya. d. Siswa bertanya kepada guru atau teman. 4. Saya bertanya kepada guru atau teman jika ada yang kurang saya pahami dalam melakukan eksperimen. c. Observasi Observasi dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui kerjasama siswa selama proses pembelajaran. Tabel 3.3. Indikator Kerjasama Siswa No 1 Indikator Kerjasama Siswa terlibat dalam kelompok untuk menyelesaikan eksperimen 2 Siswa membantu teman kelompok yang kesulitan dalam eksperimen 3 Setiap siswa dalam kelompok memegang peran/tugas khusus selama pelaksaan eksperimen 4 Siswa turut serta dalam perumusan dan penyimpulan hasil eksperimen Observasi kerjasama siswa dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung di kelas eksperimen sederhana. Observasi kerjasama ini dilakukan untuk melihat bagaimana

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 pengaruh penerapan metode pembelajaran terhadap kerjasama. Selain dipantau langsung oleh peneliti selama proses pembelajaran, observasi juga dapat dilakukan dengan merekam kegiatan pembelajaran dalam bentuk video agar lebih membantu peneliti dalam melihat situasi kelas. H. Validitas Instrumen Suparno (2014: 65) mengatakan: “Validitas mengukur atau menentukan apakah suatu tes sungguh mengukur apa yang mau diukur, yaitu apakah sesuai dengan tujuan (valid untuk). Suatu tes disebut valid bila sesuai dengan tujuan penelitian”. Validasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah validasi isi (content validity). Untuk melihat kevalidan isi instrument tes yang dibuat, dapat ditentukan dengan minimal dua cara, yaitu (Suparno, 2014: 66): 1) Dengan menggunakan kisi-kisi yang menunjukkan bahwa instrumen itu memang memuat isi yang akan diteskan, bukan hanya sebagian saja. 2) Dengan meminta penilaian dari ahli, apakah memang tes tersebut sungguh sesuai dengan isi yang mau dites. Instrumen yang perlu divalidasi adalah soal pretest-posttest dan angket. Instrument tersebut sudah dibuat berdasarkan kisi-kisinya. Kisikisi angket terdapat pada tabel 3.2 (Bab III). Kisi-kisi pretest-posttest

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 berada di sub bab instrumen. Instrumen sudah divalidasi oleh Drs. Domi Severinus selaku ahli dalam bidang Termofisika. I. Metode Analisis Data a. Pengetahuan Siswa 1. Analisis Penskoran Pretest dan Posttest Data yang diperolah dari skor pretest dan skor posttest kemudian dianalisis secara kuantitatif. a) Teknik Penskoran

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.4. Teknik Penskoran No. Aspek Kognitif Indikator Soal Jawaban Keterangan Keterangan Skor 1 Pengertian Suhu Siswa dapat menjelaskan pegertian suhu Apa yang dimaksud dengan suhu? Suhu adalah derajat panas atau dinginnya suatu benda 10 Jika jawaban 10 benar. Jika jawaban 0 Salah 2 Skala Termometer Siswa dapat menyebutkan 4 skala termometer Sebutkan 4 skala-skala pada termometer! 4 skala thermometer: celcius, reamur, kelvin, Fahrenheit 10 Jika jawaban 2,5 benar. Jika jawaban 0 Salah/tidak menjawab 3 Kalibrasi Termometer Siswa dapat menghitung dan mengkonversi nilai suhu pada termometer X Sebuah termometer X setelah diterah dengan thermometer Celcius di dapat 40oC = 80oX dan 20oC=50oX. Jika suhu sebuah benda 80oC maka o berapa X suhu benda tersebut? Diketahui: 40oC = 80oX 20oC=50oX Ditanya: 80oC = … oX Jawab: 35 Jika jawaban 35 benar dan lengkap. Jika menjawab dengan benar dan lengkap tetapi secara perhitungan salah. 4( 4t 54 6(

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. Aspek Kognitif Indikator Soal Jawaban 6tX – 4 tX -200 + 480 2 tX 280 tX 140 Jadi, 80oC = 140 oX 55 Keterangan Keterangan Skor Jika menjawab rumus dan penyelesaian tidak sampai selesai 25 Jika menjawab rumus dengan benar 15 Jika menjawab tetapi salah 10

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. 4 Aspek Kognitif Pemuaian Gas Indikator Soal Jawaban Siswa dapat menyebutkan contoh pemuaian gas dalam kehidupan sehari-hari Sebutkan dua contoh peristiwa pemuaian gas dalam kehidupan sehari-hari! Keterangan Contoh pemuain gas: pemuaian udara pada balon ban mobil/motor pecah atau meledak saat terlalu panas 15 Keterangan Skor Jika tidak menjawab 0 Jika jawaban 7,5 Benar 1. Jika jawaban 0 salah/ tidak menjawab. Jika jawaban benar dan lengkap. Jika menjawab dengan benar dan lengkap tetapi secara perhitungan 56 20

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. Aspek Kognitif Indikator Soal Jawaban Keterangan Keterangan Skor salah. 57 Jika menjawab rumus dan penyelesaian tidak sampai selesai 15 Jika menjawab rumus dengan benar 10 Jika menjawab tetapi salah 5 Jika tidak menjawab. 0

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 b) Pengklasifikasian Skor hasil belajar siswa yaitu jumlah skor setiap siswa dibagi jumlah skor maksimal dikali seratus. Dari skor, dibuat klasifikasi untuk menentukan tingkat pengetahuan siswa. Tabel 3.5. Klasifikasi Tingkat Pengetahuan Siswa Pengetahuan Siswa No. Interval Kategori 1 81 – 100 Sangat Baik 2 61 – 80 Baik 3 41 – 60 Cukup 4 21 – 40 Kurang 5 0 – 20 Sangat Kurang f (x) Persentase (%) Keterangan : f (x) = jumlah siswa Soal pretest dan posttest diberi skor untuk jawaban siswa atas pertanyaan yang diajukan. Penskoran pretest dan posttest didasarkan pada tabel 3.3.

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 Skor yang dihasilkan dari pretest dan posttest kemudian dianalisis menggunakan uji-T. Data akan dianalisis Uji T dependent untuk membandingkan pretest dan posttest untuk kelas eksperimen sederhana (X1). 2. Analisis Pretest dan Posttest dengan menggunakan SPSS 20 Untuk melihat peningkatan pemahaman kelas eksperimen sederhana maka hasil pretest dan posttest harus dibandingkan dengan menggunakan uji T dependen. Persamaan umum uji T kelompok dependen adalah sebagai berikut: Keterangan: X1 = nilai pretest X2 = nilai posttest D = perbedaan nilai (X1 – X2) N = jumlah pasangan Apabila nilai p < α, maka signifikan. Maka terjadi peningkatan pemahaman siswa. Dalam penelitian ini, untuk analisa data dengan menggunakan program SPSS.

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 b. Analisis Karakter Siswa Untuk mengetahui nilai karakter siswa, peneliti menggunakan kuesioner nilai karakter. Untuk data kuesioner nilai karakter siswa dilakukan penskoran jawaban agar memudahkan pengelompokan jawaban. Adapun penskoran dilakukan sebagai berikut: Tabel 3.6. Penskoran Kuesioner Skala Pengukuran Skor Sangat Setuju (SS) 4 Setuju (S) 3 Tidak Setuju (TS) 2 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Kuesioner berisi 20 butir pernyataan dengan 4 (empat) pilihan jawaban untuk mengukur nilai karakter siswa. a. Skor untuk setiap siswa Skor minimal : 1 x 20 = 20 Skor maksimal : 4 x 20 = 80 Range : 80 – 20 = 60 b. Pembagian interval Range dibagi dalam 4 interval 60:4 = 15 Maka, lebar interval adalah 15 Skor nilai karakter tiap siswa diklasifikasi berdasarkan interval seperti pada tabel berikut:

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 Tabel 3.7. Klasifikasi Nilai Karakter Siswa Nilai Karakter Siswa No. Interval f (x) Persentase (%) Keterangan 1 66 – 80 Sangat Berkarakter 2 51 – 65 Berkarakter 3 36 – 50 Kurang Berkarakter 4 20 – 35 Sangat Tidak Berkarakter Keterangan: f (x) : jumlah siswa Perhitungan persentase untuk setiap nilai karakter siswa dengan menggunakan persamaan berikut: 100 % = Persentase (%) c. Analisis Karakter Kerjasama Siswa Karakter kerjasama siswa diamati oleh peneliti selama proses pembelajaran berlangsung dengan memperhatikan indikator yang terdapat pada tabel 3.5 Observasi kerjasama siswa dilakukan secara langsung oleh peneliti dan juga menggunakan kamera untuk merekam situasi pembelajaran di kelas maupun di luar kelas. Observasi kerjasama ini dilakukan untuk melihat bagaimana penerapan metode pembelajaran terhadap kerjasama siswa serta untuk memperkuat data kuesioner nilai karakater yang telah diisi oleh siswa

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV DATA DAN ANALISIS DATA A. Pelaksanaan Penelitian 1. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas X MIA SMA Negeri Magepanda. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 1 Agustus 2018 sampai dengan 30 September 2018. Jadwal pelaksaan penelitian di kelas X MIA Negeri Magepanda pada tahun ajaran 2018/2019 dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut ini. Tabel 4.1. Jadwal Pelaksanaan Penelitian Kelas Eksperimen Sederhana (Treatment) No. Hari, Tanggal Waktu Kegiatan 1 Selasa, 07 Agustus 2018 12.30 – 14.15 Perkenalan, Pretest, konversi nilai suhu pada WITA beberapa skala, Eksperimen sederhana tentang termometer 2 Selasa, 21 Agustus 2018 12.30 – 14.15 Pemuaian Zat Padat dan Zat Cair WITA 3 Selasa, 18 September 2018 12.30 – 14.15 Eksperimen Sederhana mengenai Pemuaian Gas WITA 4 Jumat, 21 September 2018 12.30 – 14.15 Posttest, Pengisian Kuesioner Nilai Karakter WITA 63

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Penelitian tidak berjalan sesuai dengan rencana karena alasan sebagai berikut:  Kelas Eksperimen Sederhana (X MIA) a) Total keseluruhan siswa kelas X MIA adalah 36 siswa. Pada saat pelaksaan pretest 5 siswa tidak masuk sekolah dengan keterangan 2 mengikuti paskibra dan 3 lainnya absen. b) Pada pertemuan kedua 5 orang siswa tidak masuk sekolah dengan keterangan 2 siswa mengikuti paskibra, 2 siswa absen dan 1 siswa sakit. c) Terhitung dari 18 Agustus sampai 11 September 2018 tidak ada KBM karena adanya perlombaan dan pertandingan menyongsong ulang tahun sekolah. d) Pertemuan ketiga 2 orang siswa tidak masuk sekolah tanpa keterangan. e) Pada saat posstest 5 orang siswa tidak mengikuti pelajaran sampai jam selesai karena absen. 2. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian  Pembelajaran di Kelas X MIA (kelas eksperimen sederhana) Pembelajaran di kelas X MIA (kelas eksperimen sederhana) dilaksanakan selama 4 kali dengan jumlah jam pelajaran sebanyak 12 jam pelajaran. Sebelum melaksanakan pembelajaran, peneliti menyiapkan instrument-instrumen dan alat yang diperlukan dalam eksperimen, seperti; RPP, soal pretest posttest, LKS, alat dan bahan 72

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 eksperimen serta laptop. Adapun kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan yaitu: 1) Pertemuan Pertama Kegiatan pembelajaran pertama di kelas treatment (kelas eksperimen sederhana) dilaksanakan pada Selasa, 07 Agustus 2018 di ruang kelas X MIA. Kegiatan pembelajaran berlangsung jam 12.30 – 14.15 WITA. Pada awal pertemuan guru fisika mengenalkan peneliti kepada siswa dan menyampaikan tujuan kedatangan peneliti ke SMA Negeri Magepanda. Setelah guru fisika mengenalkan peneliti kepada siswa, guru fisika memberikan kesempatan kepada peneliti untuk melanjutkan kegiatan penelitian. Peneliti kemudian melakukan absensi dan menanyakan nama panggilan masing-masing siwa agar lebih akrab. Seusai mengecek kehadiran siswa kemudian membagikan soal pretest kepada siswa. Selama pelaksanaan pretest, banyak siswa yang tampak kebingungan untuk mengerjakan soal pretest. Beberapa siswa terlihat melamun dan memilih tiduran di meja. Adapula yang sempat bertanya dan mengeluh karena tidak dapat menyelesaikan soal pretest dengan alasan belum pernah mendapat materi tersebut. Namun, siswa di support agar mengisi soal pretest semampunya.

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 Setelah selasai pretest peneliti menjelasakan sedikit materi tentang konversi nilai suhu pada beberapa skala agar siswa dapat mengerjakan LKS yang nantinya akan di bagikan pada saat eksperimen. Siswa kemudian dibagi dalam 6 kelompok dan dibagi LKS serta termometer pada setiap kelompok untuk melakukan ekperimen sederhana tentang suhu pada termometer. Siswa diberi waktu 30 menit untuk melakukan ekperimen sederhana di dalam dan luar kelas. Siswa juga diberi waktu ±30 menit kepada kelompok untuk mengambil data di luar kelas, setelah itu kelompok harus kembali ke dalam kelas untuk mengolah data dan menjawab beberapa pertanyaan yang terdapat dalam LKS. Saat melakukan eksperimen siswa terlihat sangat aktif, antusias, dan kreatif dalam memanfaatkan fasilitas alam di depan kelas dan taman sekolah. Setelah mengambil data di luar kelas setiap kelompok kembali ke kelas untuk mengolah data yang diperoleh. Saat peneliti meminta kelompok untuk mempresentasikan hasil eksperimen di dalam kelas, beberapa kelompok mengkonfirmasikan bahwa belum dapat menyelesaikan LKS. Karena keterbatasan waktu, presentasi tidak dilaksanakan pada pertemuan ini dan akan dilaksanakan minggu depan bersama eksperimen berikutnya. Siswa juga diberikan tugas untuk membaca materi mengenai perbandingan skala pada

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 termometer. Sebelum mengakhiri pertemuan, peneliti mengucapkan terima kasih atas partisipasi siswa dalam pelaksanaan pretest dan memberi support kepada siswa untuk pelajaran berikutnya. Kegiatan pada hari pertama penelitian ini di kelas XI MIPA 1 berlangsung selama ±3 jam (Gambar 3.1, 4.2, 4.3). Gambar 4.1 Siswa mengukur suhu air Gambar 4.2 Siswa mengukur suhu tanah

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Gambar 4.3 Siswa mengerjakan LKS 2) Pertemuan Kedua Kegiatan pembelajaran pertemuan kedua di kelas treatment (kelas eksperimen sederhana) dilaksanakan pada Selasa, 14 Agustus 2018 di ruang kelas X MIA. Kegiatan pembelajaran berlangsung jam 12.30 – 14.15 WITA. Pada awal pembelajaran dicek kehadiran siswa kemudian melanjutkan kegiatan pembelajaran dengan menyuruh siswa mempresentasikan hasil eksperimen yang telah di laksanakan pada minggu sebelumnya (Gambar 4.4). Setiap kelompok mengutus perwakilan untuk memprentasikan hasil eksperimen di depan kelas. Peneliti kemudian menjelaskan materi tentang perbandingan skala pada termometer dan memberikan contoh soal. Selanjutnya siswa diberi latihan soal mengenai perbandingan skala pada termometer. Siswa sangat antusias dalam mengerjakan soal-soal tersebut. Ketika mereka belum paham mereka mengacukan tangan dan bertanya. kemudian siswa diberi penjelasan dari meja ke meja.

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Karena waktu masih banyak, pembelajaran dilanjutkan ke materi pemuaian dengan memberi apersepsi “kenapa air yang mendidih bisa tumpah?”. Kemudian peneliti mengajukan pertanyaan ada berapa pemuaian yang siswa ketahui dan sebutkan macam pemuaian tersebut. Ada yang tidak bisa menjawab, ada yang bisa menjawab karena membaca di buku. Peneliti menyebutkan 3 macam pemuaian dalam kehidupan sehari-hari kemudian menjelaskan pemuaian zat padat dan zat cair. Peneliti memberikan contoh soal terkait pemuaian zat padat serta memberikan beberapa soal latihan untuk dikerjakan siswa di papan tulis. Siswa sangat aktif dalam menjawab pertanyaan dan mengerjakan soal-soal yang diberikan peneliti. Beberapa siswa berebut untuk mengerjakan soal di papan tulis, sehingga mereka tetap diberi kesempatan untuk menulis jawabannya di papan tulis meskipun soalnya sama. Kemudian peneliti bersama siswa mengoreksi pekerjaan yang ditulis siswa dan memberikan applause untuk siswa yang telah mengerjakan soal di papan tulis. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan mereview kembali apa yang telah dipelajari dan memberikan tugas baca mengenai pemuaian gas. Peneliti juga mengucapkan terima kasih atas antusias dan semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran serta memberi support kepada siswa untuk pelajaran berikutnya.

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 Gambar 4.4 Siswa melaporkan hasil eksperimen 3) Pertemuan Ketiga Kegiatan pembelajaran pertemuan ketiga di kelas treatment (kelas eksperimen sederhana) dilaksanakan pada Selasa, September 2018 di ruang kelas X MIA. Kegiatan pembelajaran berlangsung jam 12.30 – 14.15 WITA. Pada awal pembelajaran, peneliti mengecek kehadiran siswa dan menginformasikan kembali kepada para siswa bahwa hari ini akan dilaksanakan eksperimen sederhana mengenai Pemuaian Gas. Kemudian siswa disuruh untuk duduk dalam kelompok yang telah ditentukan dan meminta satu orang perwakilan kelompok untuk mengambil LKS, alat dan bahan. Karena keterbatasan bahan, siswa dibagi dalam 2 kelompok besar untuk melakukan eksperimen, akan tetapi untuk mengerjakan LKS siswa dibagi dalam 6 kelompok. Setelah semua peralatan sudah lengkap, peneliti memberi instruksi kepada siswa untuk melakukan eksperimen dan meminta siswa untuk menjaga ketertiban kelas dengan tidak ribut. Siswa diberi

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 waktu ±40 menit untuk melakukan eksperimen dan menjawab pertanyaan dalam LKS. Siswa sangat aktif dan antusias dalam melakukan eksperimen (Gambar 4.5). Setelah melakukan eksperimen, siswa kemudian berdiskusi dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan yang terdapat dalam LKS kemudian melaporkan hasil eksperimen didepan kelas. Siswa dan peneliti sama-sama merumuskan. Gambar 4.5 Siswa melakakukan eksperimen pemuaian gas

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 4) Pertemuan Keempat Kegiatan pembelajaran pertemuan kempat di kelas treatment (kelas eksperimen sederhana) dilaksanakan pada Selasa, 14 Agustus 2018 di ruang kelas X MIA. Kegiatan pembelajaran berlangsung jam 12.30 – 14.15 WITA. Setelah mengecek kehadiran siswa, selanjutnya memberitahuakan bahwa akan dilaksanakan posttest. Siswa kemudian dibagi soal dan diberi waktu ±1 jam untuk mengerjakan soal tersebut. Peneliti kemudian mengumpulkan buku catatan maupun LKS siswa dan kemudian membagikan soal posttest untuk dikerjakan. Ketika siswa sedang mengerjakan soal, peneliti berkeliling dan memantau cara kerja siswa. Peneliti menegur beberapa siswa yang terlihat berdiskusi dan menanyakan jawaban kepada temannya serta meminta siswa untuk mengerjakan sendiri soal tersebut. Ketika waktu pengerjaan habis, siswa diminta mengumpulkan pekerjaan mereka. Siswa kemudian diminta kesediaan untuk mengisi kuesioner nilai karakter. Setelah selesai mengisi kuesioner, peneliti mengucapkan terima kasih kepada atas partisipasi selama 1 bulan dan berpamitan dengan siswa.

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 B. Data Dan Analisis Data 1. Pengetahuan Siswa a. Analisis Penskoran Pretest dan Posttest Dari penelitian yang telah dilakukan, tidak semua siswa kelas X MIA (kelas eksperimen sederhana) dapat dijadikan sampel. Hal ini dikarenakan ada beberapa siswa yang tidak mengikuti salah satu kegiatan penelitian dari serangkaian kegiatan dalam penelitian. Data siswa yang dimasukkan yaitu data yang lengkap yang terdiri dari nilai pretest dan posttest, mengisi kuesioner serta siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode yang diterapkan. Jumlah siswa secara keseluruhan yaitu 36 orang, namun yang dimasukkan dalam data penelitian sebanyak 29. Di bawah ini disajikan tabel nilai pretest dan posttest siswa kelas X MIA yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal penelitian hingga akhir penelitian. Tabel 4.2. Data Nilai Pretest dan Posttest Siswa Kelas X MIA Kode Siswa Nilai Pretest Nilai Posstest A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 A11 A12 10 23 10 20 10 10 12 10 25 10 15 25 60 60 60 55 58 60 50 50 60 50 60 60

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 A13 15 54 A14 5 40 A15 10 50 A16 15 60 A17 20 65 A18 20 60 A19 20 44 A20 10 60 A21 15 55 A22 15 60 A23 12 50 A24 15 55 A25 20 55 A26 15 45 A27 10 50 A28 15 60 A29 15 40 427 1586 Jumlah 14.72 54.69 Rata-rata Dari skor pretest dan posttest yang diperoleh siswa, maka dikategorikan persentase tingkat pengetahuan siswa. Kategori persentase tingkat pengetahuan siswa dapat dilihat pada table 4.3 berikut: No. Tabel 4.3. Kategori Persentase Tingkat Pengetahuan Awal dan Akhir Siswa Kelas X MIA Persentase Persentase Interval Pretest Posttest Keterangan (%) (%) 1 81 – 100 0 0 0 0 Sangat Baik 2 61 – 80 0 0 1 3,45 Baik 3 41 – 60 0 0 26 89,66 Cukup 4 21 – 40 3 10,34 2 6,89 Kurang 5 0 – 20 26 89,66 0 0 Sangat Kurang Dari tabel 4.3 dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan pengetahuan siswa kelas eksperimen sederhana berdasarkan nilai pretest dan posttest. Untuk nilai pretest, siswa yang mendapat nilai kurang

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 sebanyak 3 orang dengan persentase 10,34% dan siswa yang mendapat nilai sangat kurang sebanyak 26 orang dengan persentase 89,66%. Sedangkan untuk nilai posttest, siswa yang mendapat nilai baik sebanyak 1 orang dengan persentase 3,45%, siswa yang mendapat nilai cukup sebanyak 26 orang dengan persentase 89,66% dan siswa yang mendapat nilai kurang sebanyak 2 orang dengan persentase 6,89%. Tidak ada siswa sangat kurang. b. Analisis Pretest dan Posttest dengan menggunakan SPSS 20 Untuk mengetahui pengaruh penerapan metode eksperimen sederhana terhadap pengetahuan siswa, maka hasil pretest dan posttest siswa dianalisis secara statistik oleh peneliti yaitu menggunakan uji testT dengan menggunakan program SPSS 20. a) Uji-T Dependent Pretest dan Posttest Kelas X MIA (Kelas Eksperimen Sederhana) Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah penerapan metode eksperimen sederhana dapat meningkatkan pengetahuan siswa pada materi suhu dan pemuaian gas. Hasil uji-T untuk kelompok dependent dengan SPPS sebagai berikut:

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 Tabel 4.4. Hasil Statistik Perbandingan Pretest dan Posttest X MIA Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Pretest 14,72 29 5,105 ,948 Posttest 54,69 29 6,623 1,230 Pair 1 Paired Samples Test Paired Differences Mean T df Sig. Std. Std. 95% Confidence (2- Deviatio Error Interval of the tailed) n Mean Difference Lower Upper -42,570 -37,361 Pretest Pair 1 – Postte 39,966 6,848 1,272 -31,429 28 ,000 st Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan SPSS untuk pengetahuan awal siswa kelas eksperimen sederhana diperoleh nilai mean 14,72 sedangkan untuk pengetahuan akhir diperoleh nilai mean 54,69; t = -31,429 dan p = 0,000 dengan level signifikan α = 0,05. Karena p = 0,000 α = 0,05 maka signifikan. Hal ini menunjukkan ada perbedaan pengetahuan awal dan pengetahuan akhir siswa. Artinya ada peningkatan pengetahuan siswa terhadap materi suhu dan pemuaian gas setelah diajarkan dengan metode eksperimen sederhana.

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 2. Nilai Karakter Siswa Untuk mengetahui sumbangan nilai karakter pada mata pelajaran fisika, peneliti menggunakan kuesioner nilai karakter. Pengisian kuesioner nilai karakter dilakukan sesudah pembelajaran menggunakan metode eksperimen sederhana. 1. Data Kuesioner Nilai Karakter Siswa Kelas X MIA Data hasil kuesioner nilai karakter siswa kelas X MIA disajikan pada tabel 4.5 di bawah ini: Tabel 4.5. Data Hasil Kuesioner Nilai Karakter Siswa Kelas X MIA Kode Kerjasama Tanggung jawab Disiplin Kejujuran Siswa A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 A11 A12 A13 A14 A15 A16 A17 A18 A19 A20 A21 A22 A23 13 14 16 15 15 15 16 13 16 16 16 16 13 14 12 13 15 14 14 13 12 10 14 15 13 16 15 15 15 15 14 16 14 16 16 13 15 12 16 16 14 15 16 14 12 13 13 14 16 15 15 13 14 14 15 15 14 16 12 16 12 16 16 14 14 16 14 8 13 12 12 16 16 16 15 15 14 14 12 16 16 13 14 12 15 13 14 14 14 12 10 14 Rasa ingin tahu Skor Total 14 15 16 15 15 14 12 13 14 13 16 16 12 16 12 16 14 16 15 11 13 12 14 67 68 80 76 76 72 72 68 75 70 78 80 63 75 60 76 74 72 72 70 65 52 68

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Kode Kerjasama Tanggung jawab Disiplin Kejujuran Siswa 15 14 14 16 13 16 A24 A25 A26 A27 A28 A29 16 15 15 16 14 16 16 15 15 16 15 16 16 15 16 16 15 15 Rasa ingin tahu Skor Total 16 15 16 16 12 16 79 74 76 80 69 79 2. Analisis Data Kuesioner Nilai Karakter Siswa Kelas X MIA Berdasarkan hasil kuesioner nilai karakter siswa kelas X MIA, persentase kategori nilai karakter siswa dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut ini: Tabel 4.6. Persentase Kategori Nilai Karakter Siswa Kelas X MIA No. 1 2 3 4 Interval 66 – 80 51 – 65 36 – 50 20 – 35 f (x) 25 4 - Nilai Karakter Siswa Persentase (%) Keterangan 86,2 Sangat Berkarakter 13,8 Berkarakter Kurang Berkarakter Sangat Tidak Berkarakter Keterangan : f (x) : jumlah siswa Dari tabel 4.6 persentase nilai karakter, dapat diketahui bahwa melalui penerapan metode ekperimen sederhana dalam pembelajaran fisika sebanyak 86,2 % siswa kelas X MIA mempunyai karakter yang sangat tinggi/sangat berkarakter dan 13,8 % siswa memiliki karakter yang dikategorikan baik. Tidak ada siswa yang masuk dalam kategori kurang berkarakter dan kategori sangat tidak berkarakter. Berdasarkan skor hasil kuesioner nilai karakter siswa, dapat dibandingkan frekuensi dari karakter

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 yang dibentuk melalui metode eksperimen sederhana seperti tabel 4.7 berikut: Tabel 4.7. Frekuensi Setiap Nilai Karakter Kelas MIA No. Nilai Karakter No. Pertanyaan 1. Kerjasama 2. Tanggung Jawab 3. Disiplin 4. Kejujuran 5. Rasa Ingin Tahu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jumlah Peserta Didik yang Memilih Pernyataan SS S TS STS 25 4 15 14 15 10 3 1 17 11 1 22 6 1 22 6 1 16 13 22 7 20 8 1 17 11 1 19 9 1 18 11 18 11 18 10 1 14 12 3 16 12 1 16 12 1 21 8 17 8 3 1 17 12 - Skor Total 112 102 97 102 108 108 103 109 106 102 105 105 105 104 98 101 102 108 99 104 413 428 418 408 413 Dari tabel 4.7 frekuensi nilai karakter, dapat dilihat bahwa sumbangan nilai karakter yang paling besar melalui penerapan metode eksperimen sederhana yaitu nilai tanggung jawab. Nilai tanggungjawab memiliki skor 428, diikuti dengan nilai disiplin 418, nilai kerjasama dan rasa ingin tahu 413 serta nilai kejujuran 408.

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 C. Pembahasan 1. Pengetahuan Siswa Dari hasil analisa statistik, diketahui bahwa metode eksperimen sederhana dapat meningkatkan pengetahuan siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari mean nilai pretest = 14,72 meningkat pada mean posttest =54,69 setelah terjadi proses pembelajaran dengan metode eksperimen sederhana. Berdasarkan teori para ahli pada Bab II, hal yang berkaitan dengan pengetahuan adalah teori konstruktivisme yang dikemukan oleh Kosmiyah (2012). Adapun teori belajar yang melatarbelakangi dalam penelitian ini terkait dengan penggunaan metode eksperimen sederhana adalah teori belajar konstruktivisme, di mana pengetahuan dan pengalaman yang dialami di sekitar mempengaruhi terhadap proses memperoleh suatu pengetahuan. Dari penelitian ini, dapat dilihat bahwa penggunaan metode eksperimen sederhana meningkatkan pengetahuan siswa. Metode eksperimen sederhana memungkinkan siswa mengalami secara langsung proses memperoleh pengetahuan dari pengalaman konkret. 2. Nilai Karakter Siswa Dari penelitian yang telah dilakukan, penerapan metode eksperimen sederhana menyumbangkan nilai karakter bagi siswa kelas

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 X MIA SMA Negeri Magepanda. Untuk kelas dengan metode eksperimen sederhana nilai karakter yang dibentuk berdasarkan urutan paling tinggi adalah nilai tanggung-jawab, nilai disiplin, nilai kerjasama dan rasa ingin tahu ,nilai kejujuran. Berdasarkan teori pada Bab II, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dalam beberapa workshop kepala sekolah, telah merumuskan 18 nilai yang dianggap karakter bangsa yang perlu ditanamkan pada anak didik di sekolah. Nilai tersebut antara lain: religious, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat atau komunikasi, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial, peduli lingkungan, dan tanggung jawab (Suparno, 2012). Dalam penelitian ini terdapat beberapa nilai karakter yang sesuai dengan teori yaitu nilai kerjasama, disiplin, tanggung jawab, jujur dan rasa ingin tahu. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan pembelajaran menggunakan metode eksperimen sederhana tidak hanya dapat meningkatkan pengetahuan siswa tetapi juga menyumbangkan nilai karakter bagi siswa. 3. Kerja Sama Siswa a. Siswa terlibat dalam kelompok untuk menyelesaikan eksperimen Selama proses pembelajaran metode eksperimen sederhana di dalam kelas maupun diluar kelas berlangsung siswa terlihat sangat semangat dan antusias dalam menyelesaikan eksperimen

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 yang diberikan (Gambar 4.6). Berbeda dengan saat pembelajaran di dalam kelas beberapa siswa meminta ijin untuk keluar dengan berbagai alasan. Siswa juga terlihat sangat terlibat saat proses pengambilan data eksperimen. Gambar 4.6 Siswa antusias dalam melakukan eksperimen di dalam maupun luar kelas b. Siswa membantu teman kelompok yang kesulitan dalam eksperimen Dalam pelaksanaan eksperimen antara siswa yang satu dengan siswa yang lain saling membantu dalam kelompok. Hal tersebut terlihat ketika dalam kelompok ada siswa yang tidak bisa membaca skala pada termometer maka siswa lain akan membantu menjelaskan. Selain itu, saat mengerjakan analisis data eksperimen ada beberapa siswa yang kurang paham dengan rumus yang dipakai

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 dalam pertanyaan di LKS dan siswa yang paham menjelaskan kepada teman kelompoknya. c. Setiap siswa dalam kelompok memegang peran/tugas khusus selama pelaksaan eksperimen Dalam pelaksanaan eksperimen, peneliti melihat bahwa setiap kelompok memberi peran kepada setiap anggota kelompok seperti mengambil air, mengukur hasil eksperimen, membaca hasil eksperimen, menulis hasil eksperimen, menghitung data eksperimen (Gambar 4.7). Gambar 4.17 Siswa saat melakukan eksperimen d. Siswa turut serta dalam perumusan dan penyimpulan hasil eksperimen Perumusan data hasil eksperimen dilakukan di dalam kelas. Sebagian siswa terlibat aktif namun ada beberapa siswa yang

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 keluar masuk kelas dengan alasan izin ke toilet sehingga kurang terlibat dalam menjawab pertanyaan yang ada dalam LKS dan dalam penyimpulan data. D. Keterbatasan Penelitian 1. Penelitian eksperimental lemah karena tidak ada kelas kontrol. 2. Peneliti kurang maksimal dalam mendeskripsikan karakter kerjasama siswa. Hal tersebut terjadi karena peneliti kurang leluasa dalam pengumpulan data observasi yang dilaksanakan di luar kelas. Kurang leluasanya peneliti dalam proses pengumpulan data karena jarak antara satu kelompok dengan kelompok yang lain agak jauh, sehingga untuk melihat keberlangsungan pengambilan dalam setiap kelompok kurang maksimal.

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada siswa kelas X MIA di SMA Negeri Magepanda, maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Penerapan metode eksperimen sederhana dapat meningkatkan pengetahuan siswa kelas X MIA SMA Negeri Magepanda pada materi suhu dan pemuian gas. 2. Penerapan metode eksperimen sederhana menyumbangkan nilai karakter bagi siswa kelas X MIA SMA Negeri Magepanda. Nilai karakter yang dibentuk dengan urutan yang paling tinggi yaitu nilai tanggung jawab, disiplin, kerja sama, rasa ingin tahu, kejujuran. B. Saran Saran yang dapat peneliti berikan berdasarkan hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1. Bagi guru fisika, sebaiknya menerapkan metode eksperimem sederhana agar pembelajaran tidak membosankan, dapat meningkatkan pengetahuan siswa, dan dapat membentuk nilai karakter siswa. 2. Bagi peneliti selanjutnya agar lebih baik menggunakan kelas kontrol (kelas pembanding) 85

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 3. Untuk peneliti berikutnya agar lebih mempersiapkan alat dan bahan penelitian lebih banyak agar lebih banyak kelompok sehingga memudahkan peneliti dalam melakukan pengamatan.

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 DAFTAR PUSTAKA Adisusilo, Sutarjo. 2012. Pembelajaran Nilai Karakter. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada. Budiharti, Rini. 1998. Strategi Belajar Mengajar Bidang Studi. Surakarta: UNS Press. Hendra, AW. 2008. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan. Avaible: http://ajangberkarya.Wordpress.com/2008/06/2007KonsepPengetahuan/17/05/201. Kanginan, Marthen. 2007. Fisika Untuk Kelas X. Jakarta: Erlangga. Kanginan, Marthen. 2016. Fisika Untuk Kelas X. Jakarta: Erlangga. Kosmiyah, Indah. 2012. Belajar Dan Pembelajaran. Yogyakarta: Teras. Lickona, Thomas. 2012. Mendidik Untuk Membentuk Karakter. Jakarta: Bumi Aksara. Notoadmodjo, Sukidjo. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Notoadmodjo, Sukidjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta Pinilih Margareta Sri. 2013. Pengaruh Penerapan Metode Eksperimen Terhadap Pemahaman Konsep, Minat Belajar, dan Nilai Karakter Siwa SMA

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 Negeri Jumapulo Kelas X.1 Pada Materi Pokok Alat Ukur Listrik. Skripsi. Yogyakrta: Universitas Sanata Dharma. Roestiyah (N.K.). 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Asdi Mahasatya. Slameto. 1995. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta. Sudirdja, E. R. 2010. Rangkuman Buku Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Bandung: Fakultas Hukum Universitas Pasundan. Suparno, Paul. 2001. Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget. Yogyakarta: Kanisius. Suparno, Paul. 2007. Metodologi Pembelajaran Fisika Kontruktivitis dan Menyenangkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Suparno, Paul. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Fisika. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Suparno, Paul. 2012. Sumbangan Pendidikan Fisika Terhadap Pembangunan Karakter Bangsa . Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Suparno, Paul. 2014. Metode Penelitian Pendidikan IPA . Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Surya, Mohammad. 1997. Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung: Pustaka Bani Quarisy.

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 Uno, Hamzah B. 2007. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Aksara. Utomo, Pristiadi. 2014. Fisika Bidang Kealihan Kesehatan untuk SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Erlangga. Winkel, W.S. 1996. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Grasindo.

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 LAMPIRAN

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 Lampiran 1. Surat Permohonan Ijin Penelitian

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 Lampiran 2. Surat Perizinan Pelaksanaan Penelitian

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 Lampiran 3. Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 Lampiran 4. RPP Metode Eksperimen RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) (Metode Eksperimen) Sekolah : SMA Negeri Magepanda Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : X/1 Alokasi Waktu : 12 x 35 menit A. Kompetensi Inti KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI 2: Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI 3: Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI 4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 B. Kompetensi Dasar a. Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi b. Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas seharihari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan c. Menganalisis pengaruh kalor dan perpindahan kalor pada kehidupan sehari-hari d. Merencanakan dan melaksanakan percobaan untuk menyelidiki karakteristik termal suatu bahan, terutama kapasitas dan konduktivitas kalor C. Indikator 1. Siswa dapat mendeskripsikan pengertian suhu 2. Siswa dapat melakukan percobaan prinsip kerja termometer 3. Siswa dapat menghitung dan mengkonversi niali suhu pada beberapa skala 4. Siswa dapat menjelaskan jenis-jenis pemuaian pada zat padat, cair dan gas 5. Siswa dapat melakukan percobaan pemuaian gas 6. Siswa dapat menghitung soal pemuaian gas D. Tujuan Pembelajaran Setelah selesai belajar siswa diharapkan dapat: 1. Mendeskripsikan pengertian suhu 2. Melakukan percobaan prinsip kerja termometer 3. Menghitung dan mengkonversi nilai suhu pada beberapa skala 4. Menjelaskan jenis-jenis pemuaian pada zat padat, cair dan gas 5. Melakukan percobaan pemuaian gas

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 6. Menghitung soal pemuaian gas E. Materi Pembelajaran (lampiran) F. Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pendekatan : Pembelajaran Saintifik. Metode : Eksperimen Sederhana Model : Discovery Learning G. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan pertama (3 JP x 35 menit) Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu 1. Guru mengucapkan salam pada siswa. 2. Perkenalan singkat. 3. Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa. (ctt: jika belum doa dari Pendahuluan pusat) 10 menit 4. Guru mengecek kehadiran siswa. 5. Guru meyampaikan tujuan pembelajaran secara singkat. 6. Guru menjelaskan tujuan pemberian soal pre-test. 1. Guru memberi kesempatan pada siswa untuk mengerjakan soal pre-test. 2. Guru meminta siswa untuk mengumpulkan soal dan jawaban pre-test. Inti 3. Guru menjelaskan materi tentang konversi 80 menit nilai suhu pada beberapa skala 4. Guru membagi siswa dalam 6 kelompok. 5. Guru membagikan LKS untuk eksperimen sederhana tentang pengukuran suhu

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 6. Guru membimbing siswa dalam melakukan eksperimen sederhana 7. Siswa mengerjakan LKS 8. Siswa melaporkan hasil eksperimen didepan kelas 1. Guru bersama siswa menyimpulkan pengertian suhu dan konversi nilai suhu dalam beberapa skala 2. Guru Penutup memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang 15 menit belum dimengerti 3. Guru menutup proses pembelajaran. 4. Guru mengucapkan salam 5. Guru meninggalkan ruang kelas.

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 Pertemuan Kedua (3 JP x 35 menit) Kegiatan Alokasi Deskripsi Kegiatan Waktu 1. Guru mengucapkan salam pada siswa. 2. Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa. (ctt: jika belum doa dari pusat) Pendahuluan 3. Guru mengecek kehadiran siswa. 10 menit 4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara singkat. 5. Guru memberikan apersepsi tentang pemuaian dengan bertanya “kenapa air yang mendidih bisa tumpah?” 1. Guru menjelaskan materi tentang pemuaian zat padat dan muai zat cair 2. Guru membagi siswa dalam 6 kelompok 3. Siswa mengerjakan soal yang diberikan Inti 85 menit guru 4. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya 5. Siswa melaporkan hasil kerja kelompok didepan kelas 1. Guru bersama siswa menyimpulkan tentang pemuaian zat padat dan muai zat cair Penutup 2. Guru memberi tugas tentang pemuaian gas 3. Guru menutup proses pembelajaran. 4. Guru mengucapkan salam 5. Guru meninggalkan ruang kelas. 15 menit

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 Pertemuan ketiga (3 JP x 35 menit) Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu 1. Guru mengucapkan salam pada siswa. 2. Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa. (ctt: jika belum doa dari pusat) 3. Guru mengecek kehadiran siswa. 4. Guru meyampaikan tujuan pembelajaran secara singkat. 5. Guru menyampaikan apersepsi tentang Pendahuluan pemuaian Gas “Anak-Anak, kemarin siang 10 menit sewaktu pulang sekolah karena udaranya sangat panas, ibu mampir untuk membeli es cendol dipinggir jalan. Dan ketika enakenaknya minum es, tiba-tiba ibu mendengar sebuah ledakan. Setelah ibu lihat, ternyata ada ban sebuah kendaraan yang meletus. Kenapa ya Anak-anak itu bisa terjadi? Padahal kendaraan itu sedang berjalan, kan bisa bahaya“ 1. Guru menyampaikan kegiatan yang akan dilaksanakan siswa hari ini 2. Guru membagi siswa dalam 6 kelompok. Inti 3. Guru membagikan LKS untuk eksperimen sederhana tentang pemuaian gas 4. Guru membimbing siswa dalam melakukan eksperimen sederhana 5. Siswa mengerjakan LKS 85 menit

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 6. Siswa melaporkan hasil eksperimen didepan kelas 1. Guru bersama siswa menyimpulkan materi tentang pemuaian Gas 2. Guru mengingatkan siswa aka nada post Penutup test untuk materi suhu dan pemuaian 15 menit 3. Guru menutup proses pembelajaran. 4. Guru mengucapkan salam 5. Guru meninggalkan ruang kelas. Pertemuan keempat (3 JP x 35 menit) Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu 1. Guru mengucapkan salam pada siswa. 2. Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa. (ctt: jika belum doa dari pusat) Pendahuluan 3. Guru mengecek kehadiran siswa. 10 menit 4. Guru meyampaikan tujuan pembelajaran secara singkat. 5. Guru menyampaikan aturan saat akan melaksanakan post test 1. Guru membagikan soal post test Inti 2. Siswa mengerjakan soal post test 85 menit 3. Guru mengumpulkan hasil post test 1. Guru bersama siswa merefleksikan hasil pembelajaran selama 4 pertemuan Penutup 2. Guru menutup proses pembelajaran. 3. Guru mengucapkan salam dan terima kasih atas partisipasi siswa dalam penelitian ini. 15 menit

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 4. Guru meninggalkan ruang kelas. H. Alat dan Sumber Belajar 1. Kanginan, Marthen. 2006. Fisika Untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga 2. Kanginan, Marthen. 2013. Fisika 1 untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga 3. Internet I. Media Pembelajaran Laptop, Lembar Kerja Siswa. J. Penilaian No. Aspek yang dinilai Instrument penelitian 1 Pengetahuan Test tertulus (pretest dan posttest) 2 Nilai karakter Kuesioner 3 Kerjasama Observasi Yogyakarta, Juni 2018 Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. Nikolaus Nau Agustina A. Yuliawati, S.Pd

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 Lampiran 5. Lembar Kerja Siswa Kelas Eksperimen Sederhana LEMBAR KERJA SISWA PENGUKURAN SUHU TUJUAN: 1. Siswa dapat mengukur suhu 2. Siswa dapat mengkonversikan nilai suhu pada beberapa skala ALAT DAN BAHAN: 1. Termometer LANGKAH KERJA: 1. Ukurlah suhu kamar, air, diri teman, tanah, suhu diluar kamar dengan termometer yang tersedia. 2. Catatlah data pada tabel dibawah DATA: Tabel data No. Barang yang diukur Suhu (oC) 1. 2. 3. 4. 5. PERTANYAAN: Dari data yang diperoleh ubahlah suhu dalam skala Reamur, Fahrenheit, dan Kelvin! JAWABAN: ………………………………………………………………………………………

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 LEMBAR KERJA SISWA PEMUAIAN GAS TUJUAN: 1. Siswa dapat menunjukkan bahwa gas dapat memuai 2. Siswa dapat melakukan percobaan tentang pemuaian gas ALAT DAN BAHAN: 1. Botol 2. Balon 3. Baskom 4. Air panas 5. Air dingin LANGKAH KERJA: 1. Masukkan mulut balon mainan yang belum ditiup kedalam mulut botol 2. Isi baskom dengan air panas, celupkan bagian bawah botol kedalam baskom yang berisi air panas 3. Isi baskom dengan air dingin, celupkan bagian bawah botol kedalam baskom yang berisi air dingin tesebut PERTANYAAN: 1. Dari langkah nomor 2, apa yang terjadi? 2. Dari langkah nomor 3, apa yang terjadi? JAWABAN: 1. ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… 2. ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 KESIMPULAN: Dari hasil pengamatan pada langkah kerja 2 dan 3 nyatakan kesimpulkan anda! ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………..…………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………..

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 Lampiran 6. Soal Pretest dan Posttest Soal Pretest 1. Apa yang dimaksud dengan suhu? 2. Sebutkan 4 skala-skala pada termometer! 3. Sebuah termometer X setelah diterah dengan thermometer Celcius di dapat 40oC = 80oX dan 20oC=50oX. Jika suhu sebuah benda 80oC maka berapa o X suhu benda tersebut? 4. Sebutkan 2 contoh pemuain zat gas dalam kehidupan sehari-hari! 5. Gas dalam ruangan tertutup bersuhu 29oC memiliki volume 5 L, kemudian ketika dipanaskan volumenya berubah menjadi 5,5 L pada tekanan yang tetap. Tentukan suhu akhir gas tersebut! (Nyatakan suhu dalam dalam oC). Selamat Mengerjakan

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 Soal Posttest 1. Apa yang dimaksud dengan suhu? 2. Sebutkan 4 skala-skala pada termometer! 3. Sebuah termometer X setelah diterah dengan thermometer Celcius di dapat 40oC = 80oX dan 20oC=50oX. Jika suhu sebuah benda 80oC maka berapa o X suhu benda tersebut? 4. Sebutkan 2 contoh pemuain zat gas dalam kehidupan sehari-hari! 5. Gas dalam ruangan tertutup bersuhu 29oC memiliki volume 5 L, kemudian ketika dipanaskan volumenya berubah menjadi 5,5 L pada tekanan yang tetap. Tentukan suhu akhir gas tersebut! (Nyatakan suhu dalam dalam oC). Selamat Mengerjakan

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 Lampiran 7. Jawaban Pretest dan Posttest Kunci Jawaban Pretest 1. Suhu adalah derajat panas atau dinginnya suatu benda 2. 4 skala pada termometer yaitu; skala Celsius, Reamur, Kelvin dan Fahrenheit 3. Diketahui: 40oC = 80oX 20oC=50oX Ditanya: 80oC = … oX Jawab: 4( 6( 4t 6tX – 4 tX -200 + 480 2 tX 280 tX 140 Jadi, 80oC = 140 oX

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 4. Contoh pemuain gas dalam kehidupan sehari-hari: a. pemuaian pada balon udara b. ban mobil/motor pecah atau meledak saat terlalu panas 5. Diketahui: V1 = 5 L V2 = 5,5 L T1 = 29 oC Ditanya: T2….? Jawab: T2= 59,2 oC Jadi, suhu akhir gas tersebut adalah o C

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 Kunci Jawaban Posttest 1. Suhu adalah derajat panas atau dinginnya suatu benda 2. 4 skala pada termometer yaitu; skala Celsius, Reamur, Kelvin dan Fahrenheit 3. Diketahui: 40oC = 80oX 20oC=50oX Ditanya: 80oC = … oX Jawab: 6( 4( 4t 6tX – 4 tX -200 + 480 2 tX 280 tX 140 Jadi, 80oC = 140 oX 4. Contoh pemuain gas dalam kehidupan sehari-hari: c. pemuaian pada balon udara d. ban mobil/motor pecah atau meledak saat terlalu panas

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 5. Diketahui: V1 = 5 L V2 = 5,5 L T1 = 29 oC Ditanya: T2….? Jawab: T2= 59,2 oC Jadi, suhu akhir gas tersebut adalah o C

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 Lampiran 8. Lembar Validitas Soal dan Jawaban Pretest dan Posttest

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 Lampiran 9. Contoh Hasil Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen Sederhana

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 Lampiran 10. Kuesioner Nilai Karakter Kelas Eksperimen Sederhana KUESIONER NILAI KARAKTER KELAS EKSPERIMEN Nama : No. Absen : Berilah tanda (X) untuk setiap pernyataan yang Anda pilih! Keterangan Pilihan Jawaban SS = Sangat Setuju S = Setuju TS = Tidak Setuju STS = Sangat Tidak Setuju No. Pernyataan Pilihan Jawaban SS 1 2 Saya terlibat dalam kelompok untuk menyelesaikan eksperimen Saya membantu teman kelompok ketika tidak memahami eksperimen 3 Saya berbagi kelompok tugas dengan teman satu 4 Saya ikut andil dalam merumuskan dan menyimpulkan hasil eksperimen 5 Saya melaksanakan eksperimen yang diberikan guru sampai tuntas 6 Saya berhati-hati dalam menggunakan alat agar tidak rusak S TS STS

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 No. Pernyataan Pilihan Jawaban SS 7 Saya ikut menyumbangkan gagasan saat melakukan eksperimen 8 Saya membereskan alat-alat praktikum dan menyimpan kembali ke tempatnya ketika selesai praktikum 9 Saya datang tepat waktu ke kelas 10 Saya menyelesaikan tugas yang diberikan guru tepat waktu 11 Saya memulai dan menyelesaikan eksperimen tepat waktu 12 Saya mengikuti aturan yang ditetapkan guru saat melaksakan eksperimen 13 Saya mencatat data eksperimen sesuai dengan apa yang saya amati 14 Saya melaporkan hasil eksperimen sesuai dengan apa yang terjadi di dalam kelompok Saya tidak setuju ketika ada teman kelompok meminta untuk memanipulasi data eksperimen yang diperoleh 15 16 Saya menyampaikan apa yang sedang saya pikirkan mengenai eksperimen kepada teman kelompok 17 Saya mencoba berulang-ulang dalam melakukan eksperimen untuk mendapatkan data yang sesuai 18 Saya membaca mengenai suhu dan pemuaian zat gas serta langkah kerja sebelum melakukan eksperimen 19 Saya mencari sumber lain selain apa yang S TS STS

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 No. Pernyataan Pilihan Jawaban SS 20 dipelajari dari internet atau sumber relevan lainnya Saya bertanya kepada guru atau teman jika ada yang kurang saya pahami dalam melakukan eksperimen S TS STS

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 Lampiran 11. Data Hasil Kuesioner Nilai Karakter Siswa Kelas XI MIPA 1 Kode Siswa A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 A11 A12 A13 A14 A15 A16 A17 A18 A19 A20 A21 A22 A23 A24 A25 A26 A27 A28 A29 Kerjasama Tanggungjawab 1 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 2 3 4 3 4 4 4 4 2 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 2 1 2 3 4 3 4 4 2 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 1 3 4 4 3 4 4 4 6 4 2 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 7 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 4 8 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 Disiplin 9 10 11 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 2 1 2 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 Kejujuran 12 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 13 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 14 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 2 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 15 3 2 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 2 3 3 3 4 3 3 3 2 4 4 3 4 4 3 4 16 3 3 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 1 4 4 4 4 4 4 4 17 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 2 3 4 3 4 4 4 4 Rasa ingin tahu 18 19 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 2 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 2 4 2 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 1 4 4 Skor Total 20 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 67 68 80 76 76 72 72 68 75 70 78 80 63 75 60 76 74 72 72 70 65 52 68 79 74 76 80 69 79

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 Lampiran 12. Contoh Hasil Kuesioner Nilai Karakter X MIA

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123

(141)

Dokumen baru

Download (140 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

DAMPAK MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) DISERTAI METODE EKSPERIMEN TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X DI SMA NEGERI KALISAT
0
4
60
PEMBELAJARAN MEMBANDINGKAN TEKS PROSEDUR KOMPLEKS SISWA KELAS X MIA DAN X IS SMA NEGERI 1 GADINGREJO TAHUN PELAJARAN 2013/2014
0
23
91
IMPLEMENTASI PENANAMAN NILAI NILAI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS X DI SMA NEGERI 1 PEMALANG
3
36
149
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DAN KARAKTER SISWA DENGAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH SISWA KELAS X MIA SMA NEGERI 1 PURBA.
1
7
45
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI POKOK SUHU DAN KALOR KELAS X SMA NEGERI 9 MEDAN.
0
2
14
EFEK MODEL PEMBELAJARAN SINEKTIK BERBASIS PETA PIKIRAN DAN KREATIVITAS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X MIA SMA NEGERI 1 BABALAN KABUPATEN LANGKAT T.A 2013/2014.
0
3
26
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SUHU DAN PEMUAIAN DI KELAS X SEMESTER IISMA NEGERI 1 DELITUAT.P 2013/2014.
0
3
15
DAMPAK PEMBELAJARAN HOKI TERHADAP PERKEMBANGAN KARAKTER DAN KEBUGARAN JASMANI SISWA SMA NEGERI 26 BANDUNG.
0
0
41
PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN MODEL LEARNING CYCLE 7E MELALUI METODE EKSPERIMEN DAN DEMONSTRASI DITINJAU DARI KEMAMPUAN KOMUNIKASI ILMIAH SISWA PADA MATERI SUHU DAN KALOR KELAS X SMA NEGERI KEBAKKRAMAT KARANGANYAR.
0
0
17
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG GURU DAN MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X MIA MAN WAJO
0
0
191
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENGGUNAKAN CONSTRUCT 2 TENTANG SUHU DAN KALOR UNTUK SISWA KELAS X SMA - Raden Intan Repository
0
0
118
PENGGUNAAN MODUL FISIKA BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH MATERI SUHU DAN KALOR UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN KOGNITIF FISIKA SISWA KELAS X MIA 4 SMA NEGERI KEBAKKRAMAT
0
0
18
KOMPARASI IMMEDIATE FEEDBACK DAN DELAY FEEDBACK TERHADAP SELF-EFFICACY DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KELAS X MIA SMA NEGERI 08 PONTIANAK SKRIPSI
0
0
182
PENGARUH METODE EKSPERIMEN SEDERHANA DALAM PEMBELAJARAN KALOR TERHADAP SIKAP DAN PRESTASI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 CAWAS KLATEN
0
0
129
PENGARUH PENERAPAN METODE EKSPERIMEN TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP, MINAT BELAJAR, DAN NILAI KARAKTER SISWA SMA NEGERI JUMAPOLO KELAS X.1 PADA MATERI POKOK ALAT UKUR LISTRIK SKRIPSI
0
0
134
Show more