Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema hidup rukun di sekolah mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository

Gratis

0
0
194
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SUB TEMA HIDUP RUKUN DI SEKOLAH MENGACU KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh : Gabriella Primandari NIM: 151134100 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Karya ini kupersembahkan untuk: Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria Untuk ibuku kandungku yang tercinta, Ibu Sulastri Fardaini yang selalu menyemangatiku dan mengingatkan untuk berserah kepada Tuhan Yesus dalam segala hal. Kakakku, Yohanes Aris Pamungkan dan adikku Ursula Giovanni Para sahabatku yang memberikan semangat dan penghiburan Almamater kebanggaanku, Universitas Sanata Dharma iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO Doa mengubah kenyataan/realitas, janganlah kita lupakan itu. Baik itu mengubah sesuatu, atau itu mengubah hati kita tetapi selalu berubah! –Paus FransiscusApa yang engkau bangun selama bertahun-tahun dapat dihancurkan oleh orang lain dalam satu malam saja. Tetapi janganlah berhenti dan tetaplah membangun. –Bunda Theresa“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan beban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Matius 11:28) v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Gabriella Primandari Nomor Mahasiswa : 151134100 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Dalam Sub Tema Hidup Rukun di Sekolah Mengacu Pada Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar beserta perangkat yang diperlukan. Dengan semikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penliti. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 6 Februari 2019 Yang menyatakan Gabriella Primandari vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SUB TEMA HIDUP RUKUN DI SEKOLAH MENGACU KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR Gabriella Primandari Universitas Sanata Dharma 2019 Penelitian ini dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan guru yang menunjukkan perlunya contoh perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan suatu produk berupa perangkat pembelajaran inovatif. Penelitian ini menggunakan langkah-langkah penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall. Terdapat 10 (sepuluh) langkah pengembangan penelitian menurut Borg and Gall namun peneliti membatasi sampai 7 (tujuh) langkah yaitu 1) potensi masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) validasi desain, 5) revisi desain, 6) uji coba produk, 7) revisi produk, sampai menghasikan produk akhir berupa perangkat pembelajaran inovatif yang terdiri dari Program Tahunan (Prota), Program Semester (Prosem), silabus, dan RPP dalam sub tema Hidup Rukun di Sekolah mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar. Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh kedua pakar perangkat pembelajaran inovatif, satu guru kelas II SD, dan satu teman sejawat melalui uji coba terbatas, pakar perangkat pembelajaran inovatif pada model pembelajaran Cooperative Learning Tipe NHT memberikan skor 4,46 dengan kategori “sangat baik”, sedangkan pada model pembelajaran Quantum memberikan skor 4,45 dengan kategori “sangat baik”. Perangkat pembelajaran inovatif mendapat rerata skor 4,45 dengan kategori “sangat baik”. Skor tersebut menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Hidup Rukun di Sekolah yang dikembangkan memiliki kualitas “sangat baik”. Kata Kunci: Perangkat pembelajaran inovatif, model pembelajaran Cooperative Learning Tipe NHT, model pembelajaran Quantum viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT THE DEVELOPMENT OF INNOVATIVE LEARNING DEVICE IN SUBTHEMES OF LIVING IN HARMONY IN SCHOOLS REFERS TO CURRICULUM 2013 FOR CLASS II OF ELEMENTARY SCHOOLS STUDENTS Gabriella Primandari University of Sanata Dharma 2019 This research was conducted based on needs analysis which shows the need for examples of innovative learning tools referring to the Curriculum 2013. The purpose of this study is to produce a product in the form of innovative learning tools in the sub-theme of Living in Harmony in Schools refers to the Curriculum 2013 for grade II of elementary school students. This study uses the steps of research and development by Borg and Gall. There are 10 (ten) steps in developing the research according to Borg and Gall, but the researcher limits the steps to 7 (seven) steps, namely 1) potential problems, 2) data collection, 3) product design, 4) validation design, 5) revision of the design, 6) product trial, and 7) product revision, to produce the final product in the form of innovative learning tools. The final product consisted of the Annual Program (Prota), Semester Program (Prosem), syllabus, and lesson plans in the sub-theme of Living in Harmony in Schools refers to the Curriculum 2013 for Grade II of elementary school students. Based on the results of the validation conducted by the two experts of innovative learning tools, one teacher of grade II of elementary school, and one colleague through limited trials, the experts of innovative learning tools gave a score of 4.46 with the category "very good" in the Cooperative Learning Model Type NHT, while in the Quantum Learning model, the researcher got a score of 4.45 with the category "very good". Innovative learning tools, the researcher got a mean score of 4.45 with the category "very good". The score showed that the innovative learning tools in the sub-theme of Living in Harmony in the Schools developed have a "very good" quality. Keyword: The development of innovative, the learning model Cooperative Learning type NHT, the learning model Quantum ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmatnya dan berkat-Nya, sehingga skripsi yang berjudul Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Dalam Sub Tema Hidup Rukun di Sekolah Mengacu Pada Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar dapat peneliti selesaikan dengan baik. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Peneliti menyadari sepenuhnya bahwa tanpa bimbingan, bantuan, dan dukungan dari berbagai pihak maka skripsi ini tidak akan terwujud seperti adanya sekarang ini. Karena itu, dengan hati yang tulus, perkenankanlah peneliti mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan bimbingan, bantuan, dan dukungan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam proses penelitian dan penyusunan skripsi ini. Ucapan terima kasih ini peneliti sampaikan kepada: 1. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 2. Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd. selaku Ketua Program Studi PGSD. 3. Kintan Limiansih, S.Pd., M.Pd. selaku Wakil Ketua Program Studi PGSD. 4. Drs. Puji Purnomo, M.Si. selaku dosen pembimbing I yang telah membimbing dan membantu penelitian dengan penuh kesabaran dan kebijakan. 5. Drs. Abu Yamin selaku Kepala Sekolah SDN Dayuharjo, Yogyakarta yang telah memberikan izin penelitian kepada peneliti untuk mengadakan penelitian di sekolah. 6. Muhammad Yulianto, S.Pd.SD. selaku wali kelas kelas II SD N Dayuharjo yang telah memberikan banyak partisipasi dan bantuannya selama peneliti melakukan peneliti di sekolah. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. Deny Setiawan, S.Pd. selaku validator perangkat pembelajaran inovatif yang telah memberikan kontribusi dan bantuan dalam penelitian pengembangan ini. 8. Muhammad Yulianto, S.Pd.SD. selaku validator perangkat pembelajaran inovatif yang telah memberikan kontribusi dan bantuan dalam penelitian pengembangan ini. 9. Kelas IIA SDN Dayuharjo Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 yang memberikan waktu kepada peneliti untuk bekerja sama selama penelitian berlangsung. 10. Ibu kandung peneliti yaitu Sulastri Fardaini, S.E. yang telah memberikan dukungan materi maupun moril kepada peneliti. 11. Kakaku Yohanes Aris Pamungkas dan adikku Ursula Giovanni. 12. Agustinus Excel Prasetya Aji sebagai penyemangat dan motivator peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini. 13. Sahabat-sahabatku Herlin, Dinda, Intan, Dara, Dipta, dan Mia, serta namanama yang belum disebutkan telah senantiasa sudah mendukung peneliti selama penelitian berlangsung 14. Teman-teman mahasiswa payung perangkat pembelajaran inovatif yang selalu memberikan bantuan dan motivasi kepada peneliti. 15. Segenap pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu, terimakasih untuk bantuan dan dukungannya. Peneliti menyadari bahwa penulisan skripsi ini terdapat banyak keterbatasan dan kekurangan, maka peneliti membutuhkan kritik dan saran dari berbagai pihak. Akhir kata, semoga skripsi ini berguna bagi pihak pembaca. Yogyakarta, 6 Februari 2019 Peneliti Gabriella Primandari xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................... iv HALAMAN MOTTO .......................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .................. Error! Bookmark not defined. LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS .......................................................... vii ABSTRAK .......................................................................................................... viii ABSTRACT ........................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ........................................................................................... x DAFTAR ISI ........................................................................................................ xii DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xv DAFTAR TABEL .............................................................................................. xvi DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ........................................................................... 1 B. Rumusan Masalah...................................................................................... 4 C. Tujuan Penelitian ....................................................................................... 4 D. Manfaat Penelitian ..................................................................................... 4 E. Batasan Istilah ............................................................................................ 4 F. Spesifikasi Produk...................................................................................... 5 BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................... 9 A. Kajian Pustaka ........................................................................................... 9 1. Karakteristik Kurikulum SD 2013 ........................................................... 9 2. Keterampilan Dasar Belajar Abad 21 ..................................................... 18 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Perangkat Pembelajaran ......................................................................... 20 4. Pembelajaran Inovatif............................................................................. 25 B. Penelitian yang Relevan ........................................................................... 34 C. Kerangka Pikir ......................................................................................... 36 D. Pertanyaan Penelitian .............................................................................. 39 BAB III METODE PENELITIAN .................................................................... 40 A. Jenis Penelitian ......................................................................................... 40 B. Setting Penelitian ...................................................................................... 43 C. Prosedur Pengembangan ......................................................................... 44 D. Uji Coba Terbatas .................................................................................... 47 1. Subjek Uji Coba Terbatas....................................................................... 47 2. Instrumen Penelitian ............................................................................... 47 3. Teknik Pengumpulan Data ..................................................................... 56 4. Teknik Analisis Data .............................................................................. 58 E. Jadwal Penelitian ..................................................................................... 61 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................... 62 A. Analisis Kebutuhan .................................................................................. 62 1. Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan ................................................... 62 2. Pembahasan Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan .............................. 68 B. Desain Awal Produk ................................................................................ 69 C. Validasi Ahli dan Revisi Produk ............................................................. 73 1. Data Validasi Pakar Perangkat Pembelajaran Inovatif ........................... 73 2. Revisi Produk ......................................................................................... 80 D. Uji Coba Terbatas .................................................................................... 82 1. Data Uji Coba Terbatas .......................................................................... 82 2. Revisi Produk ......................................................................................... 88 E. Kajian Produk Akhir ............................................................................... 89 F. Hasil Penelitian dan Pembahasan .......................................................... 91 1. Hasil Penelitian....................................................................................... 91 2. Pembahasan ............................................................................................ 92 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENGEMBANGAN, DAN SARAN ................................................................................................................. 97 A. Kesimpulan ............................................................................................... 97 B. Keterbatasan Pengembangan ................................................................. 97 C. Saran ......................................................................................................... 98 DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 99 LAMPIRAN ....................................................................................................... 103 Biodata Peneliti ................................................................................................. 177 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Literature Map .................................................................................. 36 Gambar 2.2 Kerangka Berpikir ............................................................................. 38 Gambar 3.1 Langkah-langkah Peneliti dan Pengembangan Menurut Borg and Gall .............................................................................................. 41 Gambar 3.2 Prosedur Pengembangan ................................................................... 45 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Pedoman Wawancara ............................................................................ 48 Tabel 3.2 Pedoman Observasi Guru...................................................................... 49 Tabel 3.3 Pedoman Observasi Siswa .................................................................... 51 Tabel 3.4 Pedoman Lembar Validasi NHT ........................................................... 51 Tabel 3.5 Pedoman Lembar Validasi Quantum .................................................... 54 Tabel 3.6 Konversi Nilai Skala Lima .................................................................... 59 Tabel 3.7 Acuan Konversi Penelitian Kualitas Produk......................................... 60 Tabel 3.8 Jadwal penelitian ................................................................................... 61 Tabel 4.1 Komentar Pakar dan Revisi Model Cooperative Learning tipe Number Head Together (NHT) ............................................................................ 77 Tabel 4.2 Komentar Pakar dan Revisi Model Pembelajaran Quantum ................ 79 Tabel 4.3 Komentar Guru SD Kelas II dan revisi Model Pembalajaran Cooperarif Learning tipe NHT ........................................................... 85 Tabel 4.4 Komentar Guru SD Kelas II dan revisi Model Pembelajaran Quantum ................................................................................................ 86 Tabel 4.5 Komentar Teman Sejawat dan revisi Model Pembelajaran Cooperarif Learning tipe NHT ............................................................. 87 Tabel 4.6 Komentar Teman Sejawat dan revisi Model Pembelajaran Quantum ................................................................................................ 87 Tabel 4.7 Rekapitulasi Validasi Ahli Kurikulum 2013, Guru SD Kelas II, dan Mahasiswa Pelaksana Kurikulum 2013 ................................................ 92 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Pedoman Wawancara .................................................................... 104 Lampiran 2 : Pedoman Observasi ....................................................................... 105 Lampiran 3 : Rangkuman Hasil Wawancara ...................................................... 107 Lampiran 4 : Hasil Observasi Guru .................................................................... 115 Lampiran 5 : Hasil Observasi Siswa ................................................................... 118 Lampiran 6 : Pernyataan validasi produk perangkat pembelajaran inovatif ....... 119 Lampiran 7 : Pernyataan uji coba produk pada guru .......................................... 125 Lampiran 8 : Pernyataan uji coba produk pada siswa ......................................... 127 Lampiran 9 : Hasil Validasi Produk Pakar 1....................................................... 128 Lampiran 10 : Hasil Validasi Produk Pakar 2..................................................... 142 Lampiran 11 : Hasil Uji Coba Dinilai Oleh Guru SD ......................................... 156 Lampiran 12 : Hasil Uji Coba Dinilai Oleh Teman Sejawat .............................. 164 Lampiran 13 : Surat Wawancara dan Observasi ................................................. 172 Lampiran 14 : Surat Izin Penelitian .................................................................... 173 Lampiran 15 : Surat Pernyataan Kepala Sekolah ................................................ 174 Lampiran 16 : Dokumentasi Uji Coba Produk.................................................... 175 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh sebab itu, pendidikan sangat membutuhkan kurikulum agar mampu mengembangkan potensi peserta didik sehingga yang bersangkutan mampu menghadapi dan memecahkan masalah kehidupan yang dihadapinya karena pendidikan dan kurikulum saling berkaitan. Menurut Daryanto (2014:01), kurikulum merupakan suatu respon pendidikan terhadap kebutuhan masyarakat dan bangsa dalam membangun generasi muda bangsanya. Secara pedagogis, kurikulum adalah rancangan pendidikan yang memberi kesempatan untuk peserta didik mengembangkan potensi dirinya dalam suatu suasana belajar yang menyenangkan dan sesuai dengan kemampuan dirinya untuk memiliki kualitas yang diinginkan masyarakat dan bangsanya. Dalam menjalankan suatu kurikulum tentunya terdapat suatu perangkat pembelajaran yang berguna sebagai acuan dalam pelaksanaan kurikulum tersebut. Terdapat perangkat pembelajaran yang berperan sebagai alat mengukur tingkat keberhasilan saat proses pembelajaran berlangsung. Menurut Fadillah (2014:143), rencana pelaksanaan pembelajaran akan mempermudah pendidik dalam menyampaikan materi maupun dalam mengelola kelas sehingga tujuan pembelajaran akan lebih mudah tercapainya hasilnya. Perangkat pembelajaran pada Kurikulum 2013 disusun dengan menggunakan pendekatan yang mengacu pada karakteristik peserta didik dan dilaksanakan secara terpadu serta saintifik. Perangkat pembelajaran pada Kurikulum 2013 dapat membuat pembelajaran menjadi lebih inovatif. 1

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 Pembelajaran inovatif sangat dianjurkan untuk diterapkan pada sekolah dasar karena pembelajaran inovatif dapat membuat peserta didik lebih termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran. Pembelajaran inovatif secara ideal berpusat pada siswa dan guru hanya sebagai fasilitator. Pembelajaran inovatif juga dapat membuat siswa bersemangat karena adanya media-media yang mendukung dalam proses pembelajaran. Model-model pembelajaran yang terdapat dalam pembelajaran inovatif juga sangat banyak dan dapat membuat siswa lebih tertarik lagi karena tidak hanya guru yang menerangkan semua materi. Namun dalam pelaksanaan di lapangan, guru kurang memahami mengenai penerapan pembelajaran inovatif. Kondisi ini terbukti saat peneliti melakukan wawancara dan observasi pada bulan April di SD Negeri Percobaan 2 dan SD Negeri Dayuharjo yang menerapkan Kurikulum 2013. Berdasarkan hasil dari wawancara dan observasi yang peneliti lakukan pada guru kelas IIB di SD Negeri Percobaan 2 dan IIA di SD Negeri Dayuharjo, guru menyatakan bahwa tidak menggunakan pembelajaran inovatif dan tidak membuat sendiri perangkat pembelajaran. Kedua guru mengatakan bahwa perangkat pembelajaran diperoleh dari pembelian CD perangkat pembelajaran dan dari website dinas pendidikan. Akan tetapi kedua guru sudah mengikuti berbagai pelatihan maupun diklat yang diadakan oleh dinas pendidikan mengenai Kurikulum 2013. Pelatihan ataupun diklat yang sudah dilaksanakan berisi tentang perangkat pembelajaran, pembuatan RPP, cara mengerjakan penilaian, dan juga mengenai Kurikulum 2013. Dalam wawancara tersebut, guru juga mengungkapkan bahwa beliau tidak menggunakan RPP saat mengajar dan juga tidak menggunakan media untuk memperjelas pembelajaran pada anak. Guru tidak dapat meninggalkan sistem ceramah saat proses pembelajaran berlangsung sehingga membuat siswa pasif saat proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, guru juga belum mengetahui arti sesungguhnya mengenai pembelajaran inovatif yang benar. Terdapat pula alasan guru tidak merancang sendiri perangkat pembelajaran inovatif karena terlalu terbebani dengan masalah administrasi sehingga pembuatan perangkat

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 pembelajaran inovatif menjadi terbengkalai. Di sisi lain guru juga kurang pembekalan mengenai pembelajaran inovatif dan kurangnya kreativitas pada guru dalam pembuatan media. Guru menyatakan bahwa beliau membutuhkan perangkat pembelajaran inovatif untuk setiap proses pembelajarannya. Kesimpulan yang dapat peneliti ambil dari hasil wawancara dan observasi yaitu guru sangat membutuhkan perangkat pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan pada kelas bawah terutama untuk kelas II dan dapat dijadikan sebagai bahan referensi. Oleh karena itu, peneliti berkeinginan untuk melakukan penelitian mengenai pengembangan perangkat pembelajaran inovatif. Peneliti memilih sub tema “Hidup Rukun di Sekolah” karena peneliti tertantang untuk mengulas lebih dalam mengenai materi-materi yang ada di dalam sub tema tersebut. Peneliti mengambil subyeknya kelas II dikarenakan anak kelas bawah perlu mulai diberikan pembelajaran inovatif yang menggunakan model dan media konkret dalam setiap pembelajarannya. Peneliti juga memilih SD Negeri Dayuharjo karena menurut peneliti, muridmurid SD Negeri Dayuharjo sangat jarang bahkan tidak pernah untuk diajarkan menggunakan pembelajaran inovatif dan guru yang mengajarnya belum paham betul seperti apa pembelajaran inovatif. Pengembangan pembelajaran inovatif yang peneliti gunakan yaitu model pembelajaran Cooperative Learning tipe Number Head Together (NHT) dan model pembelajaran Quantum. Peneliti memilih untuk mengembangkan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Number Head Together (NHT) karena dapat meningkatkan hubungan sosial antarsiswa yang cenderung bermasalah sehingga kegiatannya dibentuk berkelompok. Peneliti juga memilih model pembelajaran Quantum karena berisi prinsip-prinsip sistem perancangan pengajaran yang efektif, efisien, dan progresif. Peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif sebagai sarana pendukung guru mengajar di kelas dengan produk berupa program tahunan (prota), program semester (promes), silabus, RPP, penilaian, LKPD, rangkuman materi, media, dan lembar refleksi.

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 B. Rumusan Masalah Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema Hidup Rukun di Sekolah Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar ? C. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema Hidup Rukun di Sekolah Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar. D. Manfaat Penelitian 1. Bagi peneliti Peneliti mendapatkan pengalaman langsung dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan perangkat pembelajaran inovatif agar bisa diterapkan nanti saat sudah menjadi guru. 2. Bagi guru Guru dapat meningkatkan kemampuan guru agar dapat menerapkan kualitas pembelajaran inovatif supaya siswa lebih mudah memahami materi dengan baik. 3. Bagi sekolah Sekolah dapat meningkatkan kualitas perangkat pembelajaran inovatif dan mendorong proses pembelajaran agar menjadi lebih baik. 4. Bagi Prodi PGSD Melalui proses penelitian Reasearch and Development (RnD), prodi PGSD memiliki perangkat pembelajaran inovatif untuk sub tema Hidup Rukun di Sekolah kelas II yang mengacu pada kurikulum SD tahun 2013. E. Batasan Istilah 1. Pembelajaran inovatif adalah proses pembelajaran yang dirancang guru dengan sedemikian rupa dengan wujud gagasan baru sehingga berbeda

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 dengan pembelajaran pada umumnya dan tidak hanya berpusat pada guru tetapi berpusat juga pada siswa dan guru hanya sebagai fasilitator. 2. Perangkat pembelajaran inovatif adalah rencana kegiatan yang dilaksanakan untuk membuat siswa ikut berpartisipasi aktif dan rencana kegiatan tersebut terdiri atas program tahunan (prota), program semester (promes), silabus, dan RPP. 3. Kurikulum SD mengembangkan 2013 adalah kurikulum yang digunakan sikap, pengetahuan, dan keterampilan untuk yang meningkatkan dan menyeimbangkan soft skill dan hard skill peserta didik agar pemikiran tentang masa depan dapat berkembang. 4. Model pembelajaran inovatif Cooperative Learning tipe Number Head Together (NHT) adalah salah satu model pembelajaran kooperatif yang dirancang melalui penomoran untuk pembuatan kelompok pada saat proses pembelajaran berlangsung yang digunakan untuk mempengaruhi pola interaksi siswa agar semua siswa terlibat aktif dalam pembelajaran. 5. Model pembelajaran inovatif Quantum adalah model pembelajaran yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat dalam proses pembelajaran dengan lingkungan dan dengan segala nuansanya sehingga membuat siswa lebih aktif. F. Spesifikasi Produk 1. Cover Cover depan produk terdiri atas judul pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yaitu pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Hidup Rukun di Sekolah mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar; nama penulis; logo universitas, keterangan yang berisi program studi yaitu pendidikan guru sekolah dasar, jurusan yaitu ilmu pendidikan, fakultas yaitu keguruan dan ilmu pendidikan, universitas yaitu Sanata Dharma Yogyakarta. Cover belakang berisi sinopsis dan biodata singkat penulis.

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 2. Ukuran Kertas Produk dicetak dalam ukuran kertas A4 dengan berat 70 gram sedangkan sampul dicetak dengan kertas ivory 230 supaya terlihat kokoh. 3. Format Tulisan Produk ditulis menggunakan theme font “Times New Roman” dengan spasi 1,5 supaya setiap bagian dalam RPP terlihat jelas. 4. Kata Pengantar Kata pengantar terdiri atas ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa; penjelasan kerangka berpikir seputar pembelajaran inovatif; ucapan terimakasih kepada pihak yang membantu dan terlibat dalam penyusun produk; dan kesediaan penulis dalam menerima kritik dan saran terkait dengan produk yang dikembangkan. 5. Daftar Isi Daftar isi terdiri atas garis besar isi buku beserta nomor halaman. 6. Perangkat pembelajaran inovatif terdiri dari program tahunan (prota), program semester (promes), silabus, dan RPP. 7. Perangkat Pembelajaran Program Tahunan (Prota) Rencana umum pelaksanaan pembelajaran muatan pelajaran berisi antara lain rencana penetapan alokasi waktu satu tahun pembelajaran. Prota dibuat sesuai dengan kalender tahun pelajaran baru. Komponenkomponen dalam menyusun Program Tahunan (Prota): identitas (antara lain muatan pelajaran, kelas, tahun pelajaran) dan format isian (antara lain tema, subtema, dan alokasi waktu). 8. Perangkat Pembelajaran Program Semester (Promes) Promes merupakan penjabaran dari program tahunan, sehingga program tersebut tidak bisa disusun sebelum tersusun program tahunan. Program semester (Promes) dilihat kalender dari semester gasal. Program Semester (Promes) berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut.

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 9. Perangkat Pembelajaran Silabus Silabus merupakan salah satu produk pengembangan kurikulum berisikan garis-garis besar materi pelajaran, kegiatan pembelajaran dan rancangan penilaian. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar. 10. Perangkat pembelajaran RPP disusun lengkap terdiri atas a) identitas RPP; b) kompetensi inti; c) kompetensi dasar, indikator, dan tujuan pembelajaran; d) pendekatan, tipe dan metode; e) sumber belajar; f) langkah pembelajaran; g) penilaian; h) lampiran yang berisi rangkuman materi, LKS, media dan rubrik penskoran yang berjumlah 6 (enam) set. 11. Mengandung Karakteristik Kurikulum SD 2013. Karakteristik pembelajaran terpadu memuat unsur keterpaduan antara mata pelajaran yang akan diajarkan, dan saintifik yang dikembangkan, adalah 5M yaitu: mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan yang akan diaplikasikan di dalam kegiatan inti. Kemudian adanya penilaian otentik yaitu penilaian proses dari pengetahuan, sikap dan keterampilan. Kurikulum 2013 terdapat pendidikan karakter pada siswa dan kemampuan berpikir tinggi yaitu menerapkan Taksonomi Bloom mulai dari C4 sampai C6. 12. Mengembangkan Keterampilan Belajar Abad 21 Mengembangkan empat keterampilan 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikatif (communicative). 13. Penjelasan Model Pembelajaran Cooperative Learning tipe Number Head Together (NHT) Model pembelajaran Cooperative Learning tipe Number Head Together (NHT) terdiri dari pengertian model pembelajaran Cooperative Learning tipe Number Head Together (NHT); langkah-langkah pengembangan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Number Head Together

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 (NHT); serta kelebihan dan kelemahan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Number Head Together (NHT). 14. Penjelasan Model Pembelajaran Quantum Model pembelajaran Quantum terdiri dari pengertian model pembelajaran Quantum; langkah-langkah pengembangan model pembelajaran Quantum; dan kelebihan dan kelemahan model pembelajaran Quantum. 15. Soal post test Mengacu pada Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar Terdapat 6 (enam) set soal post test untuk setiap satu sub tema yang diberikan pada akhir pembelajaran. 16. Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Peneliti menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yang meliputi bahasa, peristilahan, nama orang, nama tempat tanda baca, dan kata penghubung.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Pustaka 1. Karakteristik Kurikulum SD 2013 Sebelum membahas lebih dalam mengenai Kurikulum 2013, lebih baik memahami mengenai kurikulum terlebih dahulu. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Terdapat juga pendapat menurut Daryanto (2014: 01), kurikulum adalah suatu respon pendidikan terhadap kebutuhan masyarakat dan bangsa dalam membangun generasi muda bangsanya. Sedangkan terdapat pendapat lain mengenai kurikulum adalah masalah yang tidak sebatas pada merumuskan desain atau program pembelajaran di kelas, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar dalam arti yang lebih luas (Sanjaya dalam buku Yani, 2014: 06). Berdasarkan pengertian kurikulum yang telah dikemukakan oleh beberapa ahli di atas maka peneliti definisi kurikulum adalah seperangkat rencana yang tertulis dan terdiri dari beberapa mata pelajaran yang berguna untuk membangun generasi muda bangsa yang lebih baik lagi dengan lingkungan belajar yang lebih luas. Untuk saat ini kurikulum yang digunakan untuk pendidikan terutama Sekolah Dasar (SD) yaitu Kurikulum 2013. Terdapat pendapat dari para ahli mengenai pengertian Kurikulum 2013, salah satunya menurut Nur (Kurniasih, 2014: 21-22), Kurikulum 2013 adalah penekanan pada kompetensi dengan pemikiran kompetensi berbasis sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Penyebab perlunya mengembangkan Kurikulum 2013 adalah beberapa ahli dari riset internasional yang dilakukan oleh Global Institute and Programme for 9

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 International Student Assesment (PISA) merujuk pada suatu simpulan bahwa prestasi peserta didik Indonesia tertinggal dan terbelakang (Mulyasa, 2013: 60). Menurut Fadillah (2014: 16), Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang meningkatkan dan menyeimbangkan soft skill dan hard skill yang meliputi aspek kompetensi, sikap, dan keterampilan. Menurut penelitian di atas dapat disimpulkan Kurikulum 2013 yaitu kurikulum yang digunakan untuk mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang meningkatkan dan menyeimbangkan soft skill dan hard skill peserta didik agar pemikiran tentang masa depan dapat berkembang. Terdapat karakteristik Kurikulum 2013 memuat 5 hal yaitu pendekatan saintifik, pembelajaran terpadu, pendidikan karakter, mengandung High Order Thinking Skill (HOTS), dan penilaian otentik. a. Pembelajaran Terpadu Menurut Fogarty (Susanto, 2013: 94), menyebutkan pembelajaran terpadu memungkinkan serta ilustrasi pembelajaran yang dapat mencapai beberapa target konsep yang ada dalam beberapa mata pelajaran. Pembelajaran terpadu merupakan suatu model pembelajaran yang mencoba memadukan beberapa pokok bahasan atau bidang studi atau berbagi materi dalam satu sajian pembelajaran keterangan seperti ini disebut juga dengan kurikulum atau pengajaran lintas studi (Daryanto, 2014: 42). Menurut Joni (dalam Murfiah, 2017: 10), pembelajaran terpadu merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa, baik secara individual maupun kelompok, aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip keilmuan secara holistik, bermakna, dan autentik. Sedangkan karakteristik pembelajaran terpadu menurut Depdiknas (Trianto, 2010) yaitu 1) Berpusat pada siswa Pembelajaran berpusat pada siswa (student center). Hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 menempatkan siswa sebagai subjek belajar sedangkan guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator, yaitu memberikan kemudahan untuk melakukan aktivitas belajar kepada siswa 2) Memberikan pengalaman langsung Pembelajaran terpadu memberikan pengalaman langsung kepada siswa (direct experiences). Dengan pembelajaran langsung ini, siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkret) sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang lebih abstrak di kemudian hari. 3) Pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas Dalam pembelajaran terpadu pemisahan antarmata pelajaran menjadi tidak begitu jelas. Hal ini karena fokus pembelajaran diarahkan kepada pembelajaran terhadap tematema yang paling dekat serta berkaitan dengan kehidupan siswa. 4) Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran Pembelajaran terpadu menyediakan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran. Dengan demikian, siswa mampu memahami konsep-konsep tersebut secara utuh. Hal ini diperlukan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. 5) Bersifat fleksibel Pembelajaran terpadu bersifat luwes (fleksibel) di mana guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lain, bahkan mengaitkannya dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan dimana siswa dan sekolah tersebut berada. 6) Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan Pembelajaran terpadu mengadopsi prinsip belajar PAKEM yaitu pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 Dari buku di atas dapat diketahui bahwa pembelajaran terpadu merupakan suatu pembelajaran yang diawali satu pokok bahasan atau tema dan konsep yang terkait antara satu dengan yang lainya. Selain itu karakteristik dari pembelajaran terpadu yaitu siswa dalam pembelajaran terpadu diibaratkan sebagai subjek belajar sedangkan guru hanya menjadi fasilitator bagi siswa dan memberikan pengalaman langsung atau nyata bagi siswa. Dalam pembelajaran terpadu, pemisahan antara mata pelajaran satu dengan lainya tidak begitu jelas karena setiap mata pelajaran tersebut terkait sehingga siswa kesulitan membedakan pemindahan dari mapel satu ke mata pelajaran lain. b. Pendekatan Saintifik 1) Pengertian Pendekatan Saintifik Menurut Hosnan (2014: 34) pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengkonstruksi konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan”. Terdapat pendapat lain yaitu menurut Yani (2014: 121), pendekatan saintifik diartian sebagai pembelajaran keterampilan proses sains yang dapat mengembangkan sikap ilmiah dan membina keterampilan belajar yaitu kemampuan yang berfungsi untuk membentuk keterampilan individu dalam mengembangkan dirinya secara mandiri. Dapat disimpulkan bahwa pendekatan saintifik yaitu merupakan suatu proses yang dikembangkan oleh siswa melalui proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar siswa mampu bersikap mengumpulkan ilmiah, data aktif, dengan mengasah berbagai kesimpulan, dan mengkomunikasikan konsep. keterampilan, teknik, menarik

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 2) Karakteristik Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik Hosnan (2014: 36) menyatakan bahwa pembelajaran dengan pendekatan saintifik memiliki karakteristik sebagai berikut : (1) berpusat pada siswa; (2) melibatkan keterampilan proses sains dalam mengkonstruksi konsep, hukuman, atau prinsip; (3) melibatkan proses-proses kognitif yang potensial dalam merangsang keterampilan berpikir perkembangan tingkat intelek, tinggi siswa; khususnya (4) dapat mengembangkan karakter siswa. Dari ahli di atas dapat dikatakan bahwa karakteristik pembelajaran saintifik yaitu mengembangkan karakteristik siswa untuk lebih aktif dalam memahami suatu materi pembelajaran dengan proses berpikir tingkat tinggi. 3) Tujuan Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik Hosnan (2014: 36-37) mengungkapkan bahwa tujuan pembelajaran dengan pendekatan saintifik didasarkan pada keunggulan pendekatan tersebut. Beberapa tujuan pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah sebagai berikut: (1) untuk meningkatkan kemampuan intelek, khususnya kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa; (2) untuk membentuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah secara sistematik; (3) terciptanya kondisi pembelajaran di mana siswa merasa bahwa belajar itu merupakan suatu kebutuhan; (4) diperolehnya hasil belajar yang tinggi; (5) untuk melatih siswa dalam mengomunikasikan ide-ide, khususnya dalam menulis artikel ilmiah; (6) untuk mengembangkan karakter siswa. Dalam ahli di atas dapat dikatakan bahwa tujuan pembelajaran saintifik yaitu membentuk pengetahuan siswa dalam menyelesaikan suatu permasalahan secara bertahap.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 4) Prinsip-Prinsip Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik Menurut Hosnan (2014: 37), prinsip pendekatan saintifik dalam kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut: (1) pembelajaran berpusat pada siswa; (2) pembelajaran membentuk student self concept; (3) pembelajaran terhindar dari verbalisme; (4) pembelajaran memberikan kesempatan pada siswa untuk mengasimilasikan dan mengakomodasi konsep, hukuman, dan prinsip; (5) pembelajaran mendorong terjadinya peningkatan kemampuan berpikir siswa; (6) pembelajaran meningkatkan motivasi belajar siswa dan motivasi mengajar guru; (7) memberikan kesempatan kepada siswa untuk melihat kemampuan dalam komunikasi; (8) adanya proses validasi terhadap konsep, hukum, dan prinsip yang dikontruksi siswa dalam struktur kognitifnya. Dalam ahli di atas dapat dikatakan bahwa prinsip dari pendekatan saintifik yaitu dalam proses pembelajaran siswa yang lebih mendominasi untuk melakukan kegiatan dibandingkan dengan guru, di sini guru hanya sebagai fasilitator siswa. 5) Langkah-Langkah Umum Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik a) Mengamati (Observing) Langkah-langkah dalam observasi yaitu menentukan objek apa yang akan diobservasi, membuat pedoman observasi sesuai dengan lingkup objek yang akan diobservasi, menentukan secara jelas data-data yang perlu diobservasi, baik primer maupun sekunder, menentukan tempat objek yang akan diobservasi, menentukan secara jelas proses observasi akan dilakukan untuk mengumpulkan data agar berjalan mudah dan lancar, serta menentukan cara dan melakukan pencatatan atas hasil observasi, seperti

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 menggunakan buku catatan, kamera, tape recorder, video perekaman, dan alat-alat tulis lainnya. (Hosnan, 2014: 39-40) b) Menanya (Questing) Menanya menurut Kemendikbud mempunyai fungsi sebagai berikut: 1. Membangkitkan rasa ingi tahu, minat, dan perhatian peserta didik 2. Mendorong dan menginspirasi peserta didik untuk aktif belajar, serta mengembangkan pertanyaan dari dan untuk dirinya sendiri. 3. Menstrukturkan tugas-tugas dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan sikap, keterampilan, dan pemahamannya atas pembelajaran yang diberikan. 4. Membangkitkan keterampilan peserta didik dalam berbicara, mengajukan pertanyaan, dan memberi jawaban secara logis, sistematis, serta menggunakan bahasa yang baik dan benar. 5. Mendorong partisipasi peserta didik dalam berdiskusi, berargumen, mengembangkan kemampuan berpikir, dan menarik kesimpulan. 6. Melatih kesantunan dalam berbicara dan membangkitkan kemampuan berempati satu sama lain. Guru yang efektif akan mampu menginspirasi peserta didik untuk meningkatkan dan mengembangkan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pada saat guru bertanya, pada saat itu pula guru membimbing atau memandu peserta didiknya belajar dengan baik. Ketika guru menjawab pertanyaan peserta didiknya, ketika itu pula dia mendorong anak asuhannya untuk menjadi penyimak dan pembelajar yang baik.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 c) Mengumpulkan Informasi Dengan melakukan eksperimen, peserta didik akan lebih yakin atas suatu hal daripada hanya menerima dari pendidik dan buku, dapat memperkaya pengalaman, mengembangkan sikap ilmiah, dan hasil belajar akan bertahan lebih lama dalam ingatan peserta didik. d) Mengasosiasikan/Mengolah Informasi/Menalar (Associating) Permendikbud Nomor 81a Tahun 2013 menyatakan bahwa menalar adalah dikumpulkan, memproses baik terbatas informasi dari yang hasil sudah kegiatan mengumpulkan/eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi. e) Mengomunikasikan pembelajaran Hosnan (2014: 75-76) menyatakan bahwa kegiatan mengomunikasikan dapat mempresentasikan hasil temuannya untuk kemudian ditampilkan di depan khalayak ramai sehingga rasa berani dan percaya diri dapat lebih terasah. Peserta didik yang lain pun dapat memberikan komentar, kritik, saran, ataupun perbaikan mengenai apa yang dipresentasikan oleh rekannya. Kegiatan ini dapat dilakukan melalui menuliskan atau menceritakan apa yang ditemukan dalam kegiatan mencari informasi, mengasosiasikan, dan menemukan pola. Menurut Permendikbud Nomor 81a Tahun 2013 menyatakan bahwa kegiatan ini adalah menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis,atau media lainnya. Menurut ahli di atas dapat dikatakan bahwa langkahlangkah pendekatan saintifik itu ada 5 yaitu mengamati (dimana siswa diminta untuk mengamati suatu permasalahan); menanya (siswa bertanya mengenai kegiatan yang dilakukan tadi); mencoba (siswa mencoba apa yang telah dilakukan sebelumnya

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 untuk mengalami secara langsung); menganalisi (siswa mampu memahami apa yang telah diamati dan telah dilakukan tadi); mengkomunikasikan (siswa mampu menerangkan materi pelajaran apa yang telah dipelajarinya). Jadi inti pendekatan saintifik yaitu seorang pendidik mampu membentuk konsep pengetahuan kepada peserta didik melalui tahapan yang rendah ke tahapan yang lebih tinggi supaya siswa paham betul. c. Penguatan Pendidikan Karakter Menurut Mulyasa (2013: 7), pendidikan karakter tidak hanya menekankan kepada penguasaan kompetensi siswa, melainkan juga pembentukan karakter. Sesuai dengan KI (Kompetensi Inti) yang sudah ditentukan oleh Kemendikbud, KI 1 dan KI 2 berkaitan dengan tujuan pembentukan karakter siswa, sedangkan KI 3 dan KI 4 berkaitan dengan penguasaan kompetensi siswa. Hal lain disampaikan oleh Doni Koesoema (2015: 124), pendidikan karakter adalah pola pendidikkan yang lebih berkaitan dengan proses penanaman nilai-nilai tertentu dalam diri anak didik di sekolah. Menurut pemaparan dari para ahli mengenai pendidikan karakter, peneliti dapat menyimpulkan bahwa pendidikan karakter adalah sebuah proses di mana peserta didik dapat menghayati nilainilai tertentu yang terkandung dalam kompetensi siswa dari KI 1 dan KI 2 berkaitan dengan tujuan pembentukan karakter siswa. d. Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) Kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) adalah suatu proses berpikir anak didik dalam level kognitif yang lebih tinggi yang dikembangkan dari berbagai konsep dan metode kognitif dan taksonomi pembelajaran (Saputra, 2016: 91). Dari pemaparan menurut ahli mengani kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), peneliti dapat menyimpulkan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi adalah proses berpikir yang dipikirkan secara lebih luas sebagai usaha untuk menemukan

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 informasi dan ide-ide dengan mengeksplorasi pengalaman yang kompleks, reflektif dan kreatif yang dilakukan secara sadar. e. Penilaian Otentik Menurut Daryanto (2014: 113), penilaian otentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Sedangkan menurut Kunandar (2014: 35), penilaian otentik adalah kegiatan menilai peserta didik yang menekankan pada apa yang seharusnya dinilai, baik proses maupun hasil dengan berbagai instrumen penilaian yang disesuaikan dengan tuntutan kompetensi yang ada di kompetensi inti dan kompetensi dasar. Menurut Hosnan (2014: 387), penilaian otentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Berdasarkan pengertian penilaian otentik yang telah dikemukakan oleh beberapa ahli di atas maka peneliti mendefinisikan penilaian otentik adalah kegiatan pengumpulan data mengenai penilaian peserta didik atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan saat melakukan kegiatan yang sesuai dengan kompetensi yang ada di kompetensi inti dan kompetensi dasar. 2. Keterampilan Dasar Belajar Abad 21 Pendidikan di Indonesia memiliki kelebihan dibanding negara maju lainnya dengan dasar pendidikan Pancasila dan UUD 1945 yang berakar pada budaya bangsa yang mengedepankan karakter yang sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan abad 21. Pembelajaran Abad 21 merupakan pembelajaran yang mengintegrasikan kemampuan literasi, kecakapan pengetahuan, keterampilan dan sikap, serta penguasaan terhadap teknologi. Literasi menjadi bagian terpenting dalam sebuah proses pendidikan, peserta didik yang dapat melaksanakan kegiatan

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 literasi dengan maksimal tentunya akan mendapatkan pengalaman belajar lebih dibanding dengan peserta didik lainnya. Pendidikan Abad 21 merupakan pendidikan yang mengintegrasikan antara kecakapan pengetahuan, keterampilan, dan sikap, serta penguasaan terhadap TIK (Teknologi, Informasi, dan Komunikasi). Kecakapan tersebut dapat dikembangkan melalui berbagai model pembelajaran berbasis aktivitas yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan materi pembelajaran. Kecakapan yang dibutuhkan di abad 21 juga merupakan keterampilan berpikir lebih tinggi (High Order Thinking Skills (HOTS)) yang sangat diperlukan dalam mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan global (Panduan Implementasi Kecakapan Abad 21 Kurikulum 2013 di Sekolah Menengah Atas, 2017:04-05). Kompetensi Abad 21 yang meliputi keterampilan hidup dan karier; keterampilan inovasi dan belajar yang kemudian dikenal dengan istilah 4C (critical thinking, communication, collaboration, dan creativity) (Yani dan Mamat, 2018: 47). a. Critical Thinking Berpikir kritis menganalisis atau Kemampuan dalam merupakan mengevaluasi berpikir kritis proses kognitif untuk informasi secara cerdas. dapat membantu dalam memecahkan masalah, mempermudah pekerjaan, dapat mencari solusi, mampu menentukkan keterkaitan sesuatu dengan yang lainnya dengan lebih akurat. Dalam pembelajaran, berpikir kritis merupakan salah satu proses berpikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skills/HOTS) yang dapat digunakan dalam pembentukan sistem konseptual peserta didik. Untuk melatih berpikir kritis dapat melalui pemberian pengalaman yang bermakna. b. Communication Skills Kompetensi komunikasi adalah kemampuan seseorang dalam berkomunikasi. Walaupun nampak sederhana, kompetensi komunikasi meliputi aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 yang sesuai dalam mengelola pertukaran pesan verbal dan nonverbal berdasarkan patokan-patokan tertentu. c. Creativity Kreativitas atau daya cipta adalah proses mental yang memunculkan gagasan atau konsep baru, atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada. Dari sudut pandang keilmuan, kreativitas merupakan pemikiran berdaya cipta (creative thinking) yang dianggap memiliki keaslian gagasan, gagasannya lebih baik, dan usulan dapat mengatasi masalah yang dihadapi. d. Collaboration Kolaborasi adalah bentuk interaksi sosial yaitu aktivitas kerjasama yang ditunjukan untuk mencapai tujuan bersama dengan saling membantu dan saling memahami tugas masing-masing. Dalam kolaborasi melibatkan tugas, setiap orang mengerjakan pekerjaannya sesuai tanggung jawab demi tercapainya tujuan bersama. Kurikulum 2013 dan pembelajaran abad 21 menuntut adanya kompetensi kolaboratif. Untuk mengembangkan kompetensi kolaboratif, pembelajaran yang disarankan antara lain melalui belajar aktif, konstruktif, kontekstual, dan bersifat sosial. Dapat disimpulkan bahwa keterampilan belajar abad 21 menurut peneliti adalah pada pendidikan abad 21 dituntut untuk mengintegrasikan antara kecakapan pengetahuan, keterampilan, dan sikap, serta penguasaan terhadap TIK, sehingga peserta didik mampu menghadapi tantangan global yang mengedepankan keempat keterampilan abad 21 atau 4C. 3. Perangkat Pembelajaran Perangkat yang digunakan dalam proses pembelajaran disebut dengan perangkat pembelajaran. Saat ini pendidikan menggunakan Kurikulum 2013. Guru dituntut untuk menggunakan perangkat pembelajaran inovatif. Menurut Poppy Kamalia Devi, dkk (2009:1-5),

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 perangkat pembelajaran inovatif merupakan suatu perangkat dimana setiap guru pada suatu pendidikan berkewajiban menyusun perangkat pembelajaran yang berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, memotivasi siswa untuk berpatisipasi aktif. Perangkat pembelajaran yang diperlukan dalam mengelola proses belajar mengajar dapar berupa: a. Program Tahunan (Prota); b. Program Semester (Prosem); c. silabus; d. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). a. Program Tahunan (Prota) Menurut Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar tahun 2016, program tahunan adalah rencana umum pelaksanaan pembelajaran muatan pelajaran berisi antara lain rencana penetapan alokasi waktu satu tahun pembelajaran. Program tahunan dibuat sesuai dengan kalender pendidikan. Komponen-komponen dalam menyusun Program Tahunan: identitas (antara lain muatan pelajaran, kelas, tahun pelajaran) dan format isian (antara lain tema, subtema, dan alokasi waktu) sedangkan menurut Kunandar (2014: 03), program tahunan adalah program umum yang berisikan kegiatankegiatan yang berkaitan dengan pembelajaran yang akan dilakukan guru selama satu tahun pelajaran dan dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan sebagai pedoman bagi pengembangan program-program selanjutnya. Berdasarkan pengertian program tahunan yang telah dikemukakan oleh beberapa ahli di atas maka peneliti mendefinisikan program tahunan adalah program yang secara terstruktur telah dibentuk yang dilaksanakan untuk satu tahun pembelajaran sesuai dengan kalender pendidikan dan berisikan kegiatan yang berkaitan dengan mata pelajaran tertentu. b. Program Semester (Prosem) Menurut Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar tahun 2016 program semester merupakan penjabaran dari program tahunan sehingga program tersebut tidak bisa disusun sebelum tersusun

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 program tahunan. Program semester dilihat melalui kalender pendidikan. Program Semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Beberapa komponen yang sudah ada dalam program tahunan tinggal memindah saja (tema dan sub tema). Sedangkan menurut Kunandar (2014: 03), program semester adalah program yang berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanaan dan dicapai oleh guru dalam selama satu semester. Berdasarkan pengertian program semester yang telah dikemukakan oleh beberapa ahli di atas maka peneliti mendefinisikan program semester adalah program yang secara terstruktur telah dibentuk yang dilaksanakan untuk satu semester pembelajaran sesuai dengan kalender pendidikan dan berisikan kegiatan yang berkaitan dengan mata pelajaran tertentu dan merupakan turunan dari program tahunan. c. Silabus Menurut Yani dan Mamat (2018: 139), silabus adalah rencana pelaksanaan pembelajaran untuk satu tahun pembelajaran. Silabus didefisinisikan sebagai garis besar, ringkasan, ihktisar atau pokok-pokok isi materi pembelajaran. Silabus berisi materi kurikulum yang telah diseleksi, dikelompokkan, diurutkan dan diukur kedalamannya berdasarkan pertimbangan jenjang dan kelas. Sedangkan terdapat pendapat lain menurut Kunandar (2014: 04), silabus merupakan pengembangan berdasaran standar kompetensi lulusan dan standar isi untuk satuan pendidian dasar dan menengah sesuai dengan pola pembelajaran pada setiap tahun ajaran tertentu dan berguna sebagai acuan dalam pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran. Terdapat pemaparan menurut Majid dan Rochman (2014: 243-244), silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu atau kelompok mata pelajar tema tertentu yang mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pokok pembelajaran,

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Menurut Permendikbud Nomor 22 revisi tahun 2016, terdapat komponen silabus yaitu 1) identitas mata pelajaran; 2) identitas sekolah meliputi nama satuan pendidikan dan kelas; 3) kompetensi inti, merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran; 4) kompetensi dasar, merupakan kemampuan spesifik yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terkait muatan atau mata pelajaran; 5) tema; 6) materi pokok, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi; 7) pembelajaran, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan; 8) penilaian, merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik; 9) alokasi waktu sesuai dengan jumlah jam pelajaran dalam struktur kurikulum untuk satu semester atau satu tahun; dan 10) sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar atau sumber belajar lain yang relevan. Berdasarkan pengertian silabus yang telah dikemukakan oleh beberapa ahli di atas maka peneliti definisi silabus adalah suatu rancangan pembelajaran yang berguna untuk satu tema saja namun mencakup unsur-unsur penting, seperti identitas, kompetensi inti, mata pelajaran, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 pembelajaran, penilaian/evaluasi, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat pembelajaran. d. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Menurut Daryanto (2014: 84), rencana pelaksanaan pembelajaran yaitu rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang telah ditetapkan dalam kompetensi inti dan dijabarkan dalam silabus. Terdapat pendapat lain menurut Trianto (2009: 214), rencana pelaksanaan pembelajaran yaitu panduan langkah-langkah yang akan dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran yang disusun dalam skenario kegiatan. Rencana pelaksanaan pembelajaran yang dimaksud adalah rencana pelaksanaan pembelajaran berorientasi pembelajaran terpadu yang menjadi pedoman bagi guru dalam proses belajar mengajar. Terdapat pemaparan menurut Majid dan Rochman (2014: 261), rencana pelaksanaan kegiatan adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus. Menurut Permendikbud Nomor 22 Revisi Tahun 2016, terdapat komponen RPP yaitu: 1) identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan; 2) identitas mata pelajaran atau tema/subtema; 3) kelas/semester; 4) materi pokok; 5) alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai; 6) tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 7) kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi; 8) materi pembelajaran memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi; 9) metode pembelajaran digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai; 10) media pembelajaran berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran; 11) sumber belajar dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan; 12) langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan 13) penilaian hasil pembelajaran. Berdasarkan pengertian rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah dikemukakan oleh beberapa ahli di atas maka peneliti definisi rencana pelaksanaan pembelajaran adalah rencana kegiatan yang dilaksanakan untuk satu pembelajaran sebagai pedoman kegiatan pembelajaran dan telah dijabarkan dalam silabus dan saat pembelajaran menggunakan media dan model yang bervariasi. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa perangkat pembelajaran inovatif merupakan rencana kegiatan yang dilaksanakan untuk membuat siswa ikut berpartisipasi aktif dan rencana kegiatan tersebut terdiri dari program tahunan (prota), program semester (prosem), silabus, dan RPP. 4. Pembelajaran Inovatif a. Hakikat Pembelajaran Inovatif Pembelajaran inovatif saat ini banyak dipelajari oleh guru untuk diterapkan pada siswa. Terutama pada Kurikulum 2013 dituntut untuk membuat siswa lebih aktif serta memiliki kemampuan berpikir tingkat

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 tinggi (HOTS). Pembelajaran inovatif menjadi salah satu cara/solusinya. Tujuan pembelajaran inovatif yaitu agar siswa menjadi lebih aktif dan tidak mudah merasa bosan saat pembelajaran berlangsung. Menurut Sunaryo, dkk (2009: 207), mengemukakan bahwa inovasi adalah gagasan, perbuatan, atau suatu yang baru dalam konteks sosial tertentu untuk menjawab masalah yang dihadapi. Jadi menurut Suyatno (2009: 06), pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang dikemas guru atas gagasan yang baru untuk melakukan langkahlangkah belajar dengan metode baru yang membuat siswa lebih aktif sehingga memperoleh kemajuan hasil belajar. Pembelajaran inovatif merupakan suatu proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa sehingga berbeda dengan pembelajaran pada umumnya yang dilakukan oleh guru (konvensional) (Nurdin dan Hamzah, 2015:106). Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran inovatif adalah suatu proses pembelajaran yang dirancang guru dengan sedemikian rupa dengan wujud gagasan baru sehingga berbeda dengan pembelajaran pada umumnya dan tidak hanya berpusat pada guru tetapi berpusat juga pada siswa dan guru hanya sebagai fasilitator. b. Prinsip Pembelajaran Inovatif Menurut Suyatno (2009: 7), paradigma pembelajaran inovatif diyakini mampu memfasilitasi siswa untuk mengembangkan kecakapan hidup dan siap terjun di masyarakat. Dengan begitu, pembelajaran inovatif ditandai dengan prinsip-prinsip berikut: (1) pembelajaran, bukan pengajaran; (2) guru sebagai fasilitator bukan instruktur; (3) siswa sebagai subjek, bukan objek; (4) multimedia bukan monomedia; (4) sentuhan manusiawi bukan hewani; (5) pembelajaran induktif, bukan deduktif; (6) materi bermakna bagi siswa bukan sekedar dihafalkan; (7) keterlibatan siswa partisipatif, bukan pasif.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 c. Keunggulan Pembelajaran Inovatif Mulyasa (2016) menyatakan bahwa keunggulan dari pembelajaran inovatif adalah 1) Membangun pengalaman belajar peserta didik dengan berbagai keterampilan proses sehingga mendapatkan pengalaman, pemahaman, keterampilan, dan pengetahuan baru. 2) Menciptakan peserta didik yang aktif (melakukan pengamatan, melakukan penyelidikan, melakukan percobaan, mengidentifikasi, menganalisis, merefleksikan, dsb). 3) Mencipatakan peserta didik yang kreatif (mencari hal-hal yang baru, melakukan percobaan, menuliskan kesimpulan, melaporkan hasil kreativitas). 4) Mencipatakan peserta didik yang efektif (mengerjakan lembar tugas, belajar kelompok, tepat waktu mengumpukan hasil, disiplin dalam belajar). 5) Menciptakan pembelajaran yang menyenangkan (belajar sambil bermain, tidak merasa tertekan, lebih akrab dengan guru, belajar di luar kelas, belajar sambil menyanyi). d. Model Pembelajaran 1) Model Pembelajaran Cooperative Learning tipe Number Head Together (NHT) a) Pengertian Number Head Together (NHT) Menurut Together (NHT) Trianto (2009: 82), atau penomoran Number berpikir Head bersama merupakan jenis pembelajaraan kooperatif yang di rancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan sebagai alternatif terhadap struktur kelas tradisonal. Selain itu terdapat juga pengertian model pembelajaran Number Head Together (NHT) adalah model pembelajaran di mana guru memberi tugas, kemudian hanya siswa bernomor, yang berhak menjawab (mencegah dominasi siswa tertentu)

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 (Yatim, 2009: 277). Lalu terdapat pendapat menurut Komalasari (2010: 62) Number Head Together (NHT) merupakan model pembelajaran di mana setiap siswa di beri nomor dan di buat kelompok yang kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. Dari beberapa pendapat di atas dari para ahli, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Number Head Together (NHT) adalah salah satu model pembelajaran kooperatif yang dirancang melalui penomoran untuk pembuatan kelompok pada saat proses pembelajaran berlangsung yang digunakan untuk mempengaruhi pola interaksi siswa agar semua siswa terlibat aktif dalam pembelajaran. b) Kelebihan dan Kekurangan Numbered Head Together (NHT) Penerapan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Numbered Head Together (NHT) memiliki beberapa kelebihan dan juga kekurangan. Hal itu sesuai dengan pendapat Hamdayama (2014: 177) yaitu: (1) melatih siswa untuk dapat bekerja sama dan menghargai pendapat orang lain (2) melatih siswa untuk bisa menjadi tutor sebaya. (3) memupuk rasa kebersamaan. (4) membuat siswa terbiasa dengan perbedaan. Sejalan dengan itu, Hamdani (2011: 90), menyatakan kelebihan Number Head Together (NHT), yaitu 1. Setiap siswa menjadi aktif semua. 2. Siswa dapat melakukan diskusi dengan sungguhsungguh. 3. Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai. Kelemahan Number Head Together (NHT), yaitu 1. Kemungkinan nomor yang dipanggil akan dipanggil lagi oleh guru.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 2. Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru. Dari pendapat di atas peneliti menyimpulkan bahwa model pembelajaran Cooperative Learning tipe Number Head Together (NHT) mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing namun untuk mengatasi kekurangan tersebut, guru bisa memberikan pre-test untuk mengetahui kemampuan siswa, dan untuk memfasilitasi siswa. Dalam pelaksanaan Number Head Together (NHT), guru harus memberikan fasilitas yang mendukung dari segi sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam pembelajaran tersebut. Untuk siswa yang belum dipanggil, guru dapat memberikan kesempatan kepada siswa tersebut pada pertemuan berikutnya, dan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi, dapat dilihat melalui hasil evaluasi yang dilakukan setiap akhir siklus. c) Sintaks atau Langkah-langkah Number Heads Together (NHT) Number Heads Together merupakan salah satu strategi pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran ini dikembangkan oleh Spenser Kagan (1993) dalam Aris Shoimin (2014: 107). Model NHT mengacu pada belajar kelompok siswa, masing-masing anggota memiliki bagian tugas (pertanyaan) dengan nomor yang berbeda. Berikut ini sintaks model pembelajaran Number Heads Together (NHT) menurut Ibrahim (2000: 29) : 1. Persiapan Guru mempersiapkan rencana pelajaran dengan membuat skenario pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang sesuai dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. 2. Pembentukan Kelompok

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 2-3 orang siswa. Guru memberi nomor kepada setiap siswa dalam kelompok dan nama kelompok yang berbeda. Kelompok yang dibentuk merupakan belakang percampuran sosial, ras, yang suku, ditinjau jenis dari latar kelamin, dan kemampuan belajar. 3. Tiap Kelompok Harus Memiliki Buku Paket atau Buku Panduan Dalam kelompok, tiap kelompok wajib memiliki buku paket atau buku panduan agar mempermudah siswa dalam menyelesaikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) atau masalah yang diberikan oleh guru. 4. Belajar Bersama Saat belajar bersama, guru membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) atau pertanyaan yang telah diberikan oleh guru. Pertanyaan dapat bervariasi, dari yang bersifat spesifik sampai yang bersifat umum. 5. Pemanggilan Nomor Dalam tahap ini, guru menyebut satu nomor dan para siswa dari tiap kelompok dengan nomor yang sama maju ke depan dan menyampaikan jawaban kepada siswa lainnya di kelas. 6. Memberikan Kesimpulan Guru bersama siswa menyimpulkan jawaban akhir dari semua pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang disajikan. 2) Model Pembelajaran Quantum a) Pengertian Model Pembelajaran Quantum Menurut De Porter (Rohmadi dan Slamet, 2011: 222), model pembelajaran Quantum adalah sebuah strategi yang

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat bagi pembelajaran memadukan siswa. Quantum Terdapat merupakan pengertian model pembelajaran yang menyinergi, dan (mengintegrasikan), mengkolaborasikan faktor potensi diri manusia selaku pembelajar dengan lingkungan (Hosnan, 2014: 356). Terdapat pendapat lain menurut Aris Shoimin (2014: 138-139), Quantum adalah penggubahan belajar yang meriah, dengan segala nuansanya. Quantum juga menyertakan segala kaitan antara, interaksi, dan perbedaan yang memaksimalkan momen belajar. Menurut pendapat para ahli di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa model pembelajaran Quantum adalah model pembelajaran yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat dalam proses pembelajaran dengan lingkungan dan dengan segala nuansanya, sehingga membuat siswa lebih aktif. b) Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Quantum Model pembelajaran Quantum memiliki kelebihan dan kekurangan. Sunandar (2012) menyatakan kelebihan model pembelajaran Quantum sebagai berikut: 1. Selalu berpusat pada apa yang masuk akal bagi siswa. 2. Menumbuhkan dan menimbulkan antusiasme siswa. 3. Adanya kerjasama. 4. Menawarkan ide dan proses cemerlang dalam bentuk yang enak dipahami siswa. 5. Menciptakan tingkah laku dan sikap kepercayaan dalam diri sendiri. 6. Belajar terasa menyenangkan. 7. Adanya kebebasan dalam berekspresi.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 Sunandar (2012) menyatakan kekurangan model pembelajaran Quantum sebagai berikut: 1. Memerlukan persiapan yang matang bagi guru dan lingkungan yang mendukung. 2. Memerlukan fasilitas yang memadai. 3. Model ini banyak dilakukan di luar negeri sehingga kurang beradaptasi dengan kehidupan di Indonesia. 4. Kurang dapat mengontrol siswa. Dari pendapat di atas, peneliti menyimpulkan bahwa model pembelajaran Quantum mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing namun untuk kekurangan yang terdapat pada model pembelajaran Quantum dapat diakali dengan lebih memenuhi fasilitas yang memadai, sedikit demi sedikit peserta didik di Indonesia sudah mulai diperkenalkan dengan model pembelajaran Quantum, dan untuk gurunya diberikan pelatihan mengenai model pembelajaran Quantum. Model pembelajaran Quantum sangat bisa digunakan dalam proses pembelajaran karena dapat membuat peserta didik lebih aktif dan mampu berpikir tingkat tinggi. c) Sintaks atau Langkah-langkah Model Pembelajaran Quantum Quantum berfokus pada hubungan dinamis pada lingkungan kelas, interaksi yang mendirikan landasan dan kerangka untuk belajar. Menurut De Porter (Aris Shoimin, 2014: 138-139), Quantum mempunyai kerangka rencana pembelajaran yang dikenal dengan TANDUR: Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasi, Ulangi, dan Rayakan. Berikut sintaks model pembelajaran Quantum menurut Aris Shoimin (2014: 139-141) 1. Tumbuhkan Tahap menumbuhkan minat siswa terhadap pembelajaran yang akan dilakukan dan guru berusaha mengikutsertakan

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 siswa dalam proses belajar. Tahap tumbuhkan dapat dilakukan untuk menggali permasalahn terkait dengan materi yang akan dipelajari, dengan menampilkan suatu gambar atau benda nyata, cerita pendek atau video. 2. Alami Alami merupakan tahap ketika guru menciptakan atau mendatangkan pengalaman yang dapat dimengerti siswa. Tahap ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan pengetahuan awal yang telah dimiliki serta mengembangkan keingintahuan siswa. 3. Namai Dalam tahap ini, siswa dengan bantuan guru berusaha menemukan konsep atas pengalaman yang telah dilewati. Pemberian nama setelah pengalaman akan menjadi sesuatu lebih bermakna dan berkesan bagi siswa. Untuk membantu penamaan dapat digunakan menggunakan susunan gambar, warna alat bantu, dan kertas. 4. Demonstrasi Tahap demonstrasi memberikan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan ke dalam pembelajaran yang lain dan ke dalam kehidupan mereka. Tahap demonstrasi dapat dilakukan dengan penyajian di depan kelas, permainan, menjawab pertanyaan, dan menunjukkan hasil pekerjaan. 5. Ulangi Semakin sering melakukan pengulangan, pengetahuan akan semakin mendalam. Dapat dilakukan dengan menegaskan kembali pokok materi pelajaran. 6. Rayakan Rayakan dapat dilakukan dengan pujian, tepuk tangan, dan bernyanyi bersama.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 B. Penelitian yang Relevan 1. Hasil Penelitian Alwi (2013), yang berjudul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Berbasis Kontekstual Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V Sekolah Dasar”. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan. Pengembangan perangkat pembelajaran ini menggunakan Research and Development (R&D) yang dikembangkan oleh Borg and Gall yang telah dimodifikasi. Hasil penelitian menunjukkan perangkat pembelajaran inovatif berbasis kontekstual yang dikembangkan peneliti ditinjau dari komponen buku model, komponen buku guru, komponen buku siswa, komponen RPP, dan komponen LKS menurut tim ahli dan validator secara umum berkategori baik. Kemudian, respon siswa terhadap penggunaan perangkat pembelajaran inovatif menunjukkan siswa senang terhadap pembelajaran inovatif, siswa berminat untuk mengikuti pembelajaran dengan perangkat pembelajaran inovatif, jelas terhadap bahasa yang digunakan, dan siswa mengerti dan memahami pembelajaran. Siswa mengaku tertarik dan menyukai penampilan buku dan dapat memahami bahasa yang digunakan. Melalui penggunaan perangkat pembelajaran inovatif menunjukkan bahwa siswa merespon dalam kategori positif, sehingga dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan dapat dikatakan efektif di sekolah dasar. 2. Hasil Penelitian Mayanimur (2017), yang berjudul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Tematik Berorientasi Pendekatan Saintifik Dalam Upaya Membangun Kecerdasan Siswa Di Kelas I Sekolah Dasar”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan perangkat pembelajaran tematik berorientasi pendekatan saintifik yang valid, praktis, dan efektif. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah RPP dan bahan ajar. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development). Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model pengembangan 4-D (four D models). Berdasarkan pengembangan dan uji coba perangkat pembelajaran yang telah

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 dikembangkan, diperoleh simpulan sebagai berikut (1) Telah dihasilkan perangkat pembelajaran tematik berorientasi pendekatan saintifik berupa RPP dan bahan ajar dengan kategori rata-rata sangat valid. Hal ini dapat dilihat berdasarkan hasil validasi perangkat pembelajaran oleh validator ahli dan praktisi pendidikan yang telah dilaksanakan, baik pada RPP maupun bahan ajar yang dikembangkan. Hasil ini memberi gambaran bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah valid dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran tematik di kelas I SD. (2) Praktikalitas perangkat pembelajaran tematik berorientasi pendekatan saintifik secara keseluruhan pada kategori sangat praktis. Hal ini terlihat dari hasil pengamatan keterlaksanaan RPP terhadap guru yang mengajar, respon guru, observasi penggunaan bahan ajar, dan wawancara yang telah dilakukan. Hasil ini memberikan gambaran bahwa penggunaan perangkat pembelajaran oleh guru sangat praktis dan dapat membantu dalam melaksanakan proses pembelajaran tematik di kelas I SD. (3) Efektivitas penggunaan perangkat pembelajaran tematik berorientasi pendekatan saintifik dapat diketahui melalui pengamatan aktivitas, sikap, dan pengetahuan peserta didik. Hasil pengamatan aktivitas, sikap, dan pengetahuan peserta didik memberikan gambaran hasil yang sangat baik, artinya penggunaan perangkat dalam pembelajaran membaca sudah efektif dilaksanakan (tujuan, jenis penelitian, kesimpulan). 3. Hasil Penelitian Malawi (2017), yang berjudul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar”. Jenis penelitian ini yaitu penelitian pengembangan (Research and Development) model ADIE. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu respon guru terhadap buku model yang dikembangkan, pada tahap uji coba terbatas ialah sangat baik. Guru merasa terbantu untuk mengembangkan perangkat pembelajaran tematik integratif yang baik dengan berpedoman pada buku model yang dikembangkan. Ketiga penelitian tersebut relevan dengan yang akan dikembangkan peneliti yaitu melakukan pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dan

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 menggunakan jenis penelitian Research and Development (R&D) serta menggunakan prosedur pengembangan milik Borg and Gall. Pembaharuan yang dilakukan peneliti adalah perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu pada pendekatan saintifik, HOTS dan pembelajaran abad 21 pada langkah-langkah pembelajaran. Selain itu, peneliti menjadikan ketiga penelitian tersebut sebagai acuan dalam menyusun “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema Hidup Rukun di Sekolah Mengacu Kurikulum 2013 Untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar”. Literatur Map dari ketiga penelitian tersebut dapat dilihat pada gambar berikut : Alwi (2013) Mayanimur (2017) “PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SEKOLAH DASAR” “PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN TEMATIK BERORIENTASI PENDEKATAN SAINTIF DALAM UPAYA MEMBANGUN KECERDASAN SISWA DI KELAS I SEKOLAH DASAR” Malawi (2017) “PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH DASAR” Primandari (2019) " PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SUBTEMA HIDUP RUKUN DI SEKOLAH MENGACU KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA KELAS 2 SEKOLAH DASAR” Gambar 2.1 Literature Map C. Kerangka Pikir Melalui pemaparan di atas, peneliti dapat menyusun kerangka berpikir mengenai “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema Hidup Rukun di Sekolah Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar”. Peneliti membuat perangkat pembelajaran inovatif sesuai dengan karakteristik Kurikulum 2013 yaitu pembelajaran terpadu, saintifik, pendidikan karakter, penilaian otentik, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), serta keterampilan belajar abad 21 (4C-critical thingking, creative thingking, collaborative, communicative).

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 Sesuai dengan karakteristik Kurikulum 2013 yang diterapkan di Sekolah Dasar di Indonesia, guru dituntut untuk mengajar menggunakan pembelajaran inovatif. Pembelajaran inovatif dapat diaplikasikan menggunakan perangkat pembelajaran terdiri dari program tahunan (prota), program semester (prosem), silabus, dan RPP. Dalam RPP pembelajaran inovatif menggunakan model-model pembelajaran yang berbeda pada setiap pembelajaran dan juga menggunakan media pembelajaran. Model pembelajaran yang dapat digunakan Cooperative Learning tipe Number Head Together (NHT) dan Quantum. Model pembelajaran yang dapat digunakan Cooperative Learning tipe Number Head Together (NHT), merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang dirancang melalui penomoran untuk pembuatan kelompok pada saat proses pembelajaran berlangsung yang digunakan untuk mempengaruhi pola interaksi siswa agar semua siswa terlibat aktif dalam pembelajaran. Sedangkan untuk model pembelajaran Quantum merupakan model pembelajaran yang dapat yang digunakan untuk mempengaruhi pola interaksi siswa agar semua siswa terlibat aktif. Pada kenyataannya, guru yang peneliti wawancarai tidak menggunakan perangkat pembelajaran inovatif terutama tidak menggunakan RPP pada setiap pembelajarannya. Guru membutuhkan contoh perangkat pembelajaran inovatif yang akan dijadikan acuan. Oleh sebab itu, peneliti terdorong untuk mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif pada sub tema Hidup Rukun di Sekolah mengacu Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar. Langkah penelitian dilakukan dengan menganalisis kebutuhan, pengembangan produk untuk menjawab kebutuhan berupa pengembangan perangkat pembelajaran, validasi produk sebelum diujikan, uji coba produk, dan evaluasi produk.

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 Karakteristik Kurikulum 2013 yaitu pembelajaran terpadu, saintifik, pendidikan karakter, penilaian otentik, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), serta keterampilan belajar abad 21 (4C-critical thingking, creative thingking, collaborative, communicative) Model pembelajaran Cooperative Learning tipe Number Head Together (NHT) yaitu dirancang melalui penomoran untuk pembuatan kelompok yang digunakan untuk mempengaruhi pola interaksi siswa agar semua siswa terlibat aktif dan model pembelajaran Quantum yaitu digunakan untuk mempengaruhi pola interaksi siswa agar semua siswa terlibat aktif. Guru tidak menggunakan perangkat pembelajaran inovatif terutama RPP pada setiap pembelajarannya Pembelajaran inovatif Perangkat pembelajaran terdiri dari program tahunan (prota), program semester (prosem), silabus, dan RPP yang terdiri dari 2 (dua) model pembelajaran Guru membutuhkan contoh pengembangan perangkat pembelajaran inovatif untuk siswa SD kelas II mengacu Kurikulum 2013 Peneliti mengembangkan pengembangan perangkat pembelajaran inovatif pada sub tema Hidup Rukun di Sekolah untuk siswa SD kelas II mengacu Kurikulum 2013 Gambar 2.2 Kerangka Berpikir

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 D. Pertanyaan Penelitian Berdasarkan uraian teori diatas maka dapat dirumuskan beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut: 1.a. Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Hidup Rukun di Sekolah mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar menurut pakar perangkat pembelajaran inovatif? b. Bagaimana kualitas pembelajaran inovatif dalam sub tema Hidup Rukun di Sekolah mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa kelas II Sekolah Dasar menurut guru SD berdasar hasil uji coba terbatas?

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu pengembangan atau Research and Development (R&D). Menurut Sugiyono (2011: 333), metode penelitian R&D merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Sedangkan Seels & Richey (Setyosari, 2010: 195) mendefinisikan penelitian pengembangan sebagai kajian secara sistematik untuk merancang, mengembangkan dan mengevaluasi program-program, proses dan hasil-hasil pembelajaran yang harus memenuhi kriteria konsistensi dan keefektifan secara internal. Pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian dan pengembangan adalah penelitian yang bertujuan untuk merancang, mengembangkan, memvalidasi, mengevaluasi, dan menyempurnakan suatu produk yang diuji berdasarkan standar dan kriteria tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan dan mengetahui validitas suatu produk. Jadi, penelitian pengembangan yang akan dilakukan peneliti adalah pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Hidup Rukun di Sekolah mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar (SD). Hasil penelitian ini berupa sebuah perangkat pembelajaran. Penelitian dan pengembangan ini mengadaptasi model penelitian dan pengembangan dari Borg dan Gall. Model penelitian pengembangan versi Borg and Gall (Sugiyono, 2015: 408-426) ini meliputi sepuluh kegiatan, yaitu: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, (10) produksi massal. Di bawah ini adalah bagan 3.1 yang merupakan bagan langkah-langkah penelitian dan pengembangan dengan gambar dan penjelasannya: 40

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 1 2 Potensi dan Masalah Pengumpulan Data 8 7 Uji Coba Pemakaian Revisi Produk 9 10 Revisi Produk Produk Massal 3 4 Desain Produk Validasi Desain 6 5 Uji Coba Produk Revisi Desain Gambar 3.1 Langkah-langkah Penelitian dan Pengembangan Menurut Borg and Gall (Sugiyono, 2015: 408-426) 1. Potensi Masalah Potensi adalah sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah. Sedangkan masalah merupakan penyimpangan antara yang diharapkan dengan apa yang terjadi. Masalah yang ditemukan dapat diselesaikan dengan penelitian R&D. Melalui penelitian R&D dapat ditemukan pola dan model penangan yang efektif dan efisien. Namun suatu masalah juga bisa menjadi suatu potensi apabila dapat mendaya gunakan dengan baik. 2. Mengumpulkan Data/Informasi Setelah potensi dan masalah ditemukan, maka selanjutnya perlu dikumpulkan menjadi data yang akan menjadi bahan untuk merencanakan produk untuk mengatasi maslaah yang ada. 3. Desain Produk Hasil akhir dari kegiatan penelitian dan pengembangan adalah suatu produk baru yang lengkap dengan spesifikasinya.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 4. Validasi Desain Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak. Validasi yang dilakukan dikatakan rasional karena validasi ini bersifat penilaian yang berdasarkan pemikiran rasional, belum fakta lapangan. Validasi dilakukan oleh pakar yang sesuai dengan bidangnya. 5. Revisi Desain Revisi/perbaikan desain dilakukan setelah mengetahui kekurangan produk yang dibuat. Peneliti kemudian memperbaiki berdasarkan kritik dan saran yang telah diberikan oleh pakar. Hal ini bertujuan untuk memperoleh hasil atau produk yang lebih baik untuk diterapkan atau digunakan. 6. Uji Coba Produk Pengujian ini dilakukan dengan cara eksperimen untuk mengetahui keefektifan dan keefisienan produk yang telah dibuat. Eksperimen juga dilakukan untuk membandingkan dengan keadaan sebelum produk diterapkan. 7. Revisi Produk Setelah melakukan uji coba pada tahap awal, peneliti mendapatkan hasil apakah produk perlu direvisi atau tidak. Apabila produk direvisi maka hasil revisi perlu diujicobakan lagi pada siswa yang lebih luas. 8. Uji Coba Pemakaian Setelah perbaikan produk maka selanjutnya produk tersebut diujicobakan kepada subjek yang lebih luas. Produk yang telah dibuat harus dinilai kekurangan atau hambatan yang muncul guna perbaikan lebih lanjut. 9. Revisi Produk Revisi ini dilakukan apabila dalam pemakaian terdapat kekurangan dan kelemahan dari produk yang dihasilkan. Revisi ini didahului dengan evaluasi kinerja untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang ada, sehingga dapat digunakan untuk penyempurnaan produk tersebut.

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 10. Pembuatan Produk Massal Pembuatan produk massal ini dilakukan apabila produk baru tersebut telah diujicobakan dalam beberapa kali pengujian dan dinyatakan efektif serta layak untuk diproduksi massal. B. Setting Penelitian Setting penelitian menjelaskan objek penelitian, subjek penelitian, lokasi penelitian dan waktu penelitian. 1. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas II semester ganjil tahun ajaran 2018/2019 di SD N Dayuharjo. Kelas II berjumlah 25 siswa dengan jumlah siswa laki-laki 14 siswa dan jumlah siswa perempuan 11 siswa. 2. Objek Penelitian Objek dari penelitian ini adalah perangkat pembelajaran yang digunakan guru untuk mengajarkan suatu pelajaran pada siswa. Perangakat pembelajaran tersebut terdiri dari program tahunan, program semester, silabus, RPP yang menggunakan model pembelajaran, dan instrumen penilaian. Perangkat pembelajaran ini dirancang untuk mempermudahkan guru untuk mengajar dan membuat siswa tidak bosan dengan proses pembelajaran karena adanya model dan penggunaan media dalam pembelajaran. 3. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD N Dayuharjo yang terletak di Jalan Damai, Prujakan, Sleman, Yogyakarta. Peneliti memilih sekolah ini karena sekolah sudah menggunakan Kurikulum 2013 dan enam hari sekolah. Peneliti melihat pada SD tersebut gurunya belum menggunakan model dan media saat proses pembelajaran berlangsung. 4. Waktu Penelitian Waktu penelitian dimulai pada tanggal 9 April 2018 sampai 18 Januari 2019. Penelitian ini dimulai dari wawancara dan observasi analisis

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 kebutuhan hingga penyelesaian laporan skripsi. Penelitian dan pengembangan ini membutuhkan waktu selama 9 (sembilan) bulan. C. Prosedur Pengembangan Langkah-langkah pengembangan yang dipilih peneliti mengacu pada langkah pelaksanaan strategi penelitian dan pengembangan menurut Borg dan Gall. Pengembangan dari Bord and Gall digunakan untuk mengembangkan suatu produk pengembangan (Tegeh, Jampel dan Pundhawan, 2014: 31). Penelitian ini tidak sepenuhnya mengambil kesepuluh langkah dari prosedur penelitian dan pengembangan milik Bord and Gall namun membatasinya menjadi tujuh langkah yaitu: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk. Peneliti membatasi menjadi tujuh langkah karena peneliti tidak melakukan produksi secara massal yang akan memakan waktu dan biaya yang cukup banyak. Oleh karena itu, peneliti membatasi langkah prosedur penelitian sampai pada tahap ke tujuh. Berikut langkah-langkah pengembangan Bord and Gall oleh peneliti :

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Langkah 1 Potensi Masalah Langkah 2 Pengumpulan Data Analisis Kebutuhan (wawancara dan observasi) Analisis hasil wawancara dan observasi Langkah 3 Desain Produk 1. 2. 3. 4. 5. Mengembangkan instrumen validasi produk Mengembangkan Program Tahunan (Prota) ,Progam Semester (Prosem), dan silabus Analisis Kurikulum (Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), Indikator Pembelajaran dan Tujuan Pembelajaran) mengacu pada Taksonomi Bloom Menyusun peta konsep/jaringan KD dan indikator pembelajaran Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Langkah 4 Validasi Desain Hasil Validasi Kedua Pakar Langkah 5 Revisi Produk Revisi Prota, Prosem, Silabus, RPP Langkah 7 Revisi Produk Langkah 6 Uji Coba Produk Revisi Prota, Prosem, Silabus, RPP Hasil Ujicoba Terbatas Gambar 3.2 Prosedur Pengembangan

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 1. Potensi Masalah Peneliti mencari analisis kebutuhan yang ada di SD melalui wawancara dan observasi di sekolah dasar Kecamatan Ngaglik dan Kecamatan Depok yang menggunakan Kurikulum 2013. Wawancara dan observasi ini bertujuan untuk mengetahui fakta dan masalah yang terjadi di lapangan. Fakta yang dicari terkait dengan kebutuhan contoh perangkat pembelajaran inovatif, seperti program tahunan, program semester, silabus, dan RPP. 2. Pengumpulan data/informasi Peneliti menganalisis hasil dari wawancara dan observasi yang telah dilakukan dan peneliti menemukan masalah yaitu guru membutuhkan contoh perangkat pembelajaran inovatif yang lengkap. Peneliti juga menganalisis karakteristik siswa dan kemampuan siswa serta kecocokan konteks yang dipelajari untuk siswa kelas II. 3. Desain produk Peneliti mengembangkan desain perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu pada Kurikulum 2013. Langkah (1) mengembangkan Program Tahunan (Prota), Progam Semester (Prosem), dan silabus, (2) analisis Kurikulum (Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), indikator pembelajaran dan tujuan pembelajaran) mengacu pada Taksonomi Bloom, (3) menyusun peta konsep/jaringan KD dan indikator pembelajaran, (4) membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 4. Validasi Desain Peneliti menggunakan validasi pakar sebagai validator untuk perangkat pembelajaran inovatif. Perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan divalidasi oleh 2 (dua) pakar. Validasi digunakan untuk mengetahui kualitas produk yang dikembangkan dan juga untuk memperoleh data mana saja yang harus diperbaiki atau direvisi untuk meningkatkan produk yang telah dibuat.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 5. Revisi Desain Peneliti melakukan revisi produk perangkat pembelajaran inovatif berdasarkan data yang berupa kritik dan saran dari validator pakar perangkat pembelajaran inovatif. 6. Uji Coba Produk Peneliti melakukan uji coba produk di SD N Dayuharjo untuk siswa kelas IIA dengan jumlah 25 siswa. Melalui uji coba ini, peneliti melakukan penilaian dengan 1 (satu) guru SD kelas IIA dan 1 (satu) teman sejawat. Penilaian dilakukan dengan memberikan instrumen validasi uji coba produk kepada guru kelas IIA dan 1 (satu) teman sejawat pada saat peneliti melakukan uji coba produk. Uji coba produk ini berguna untuk mengetahui perangkat pembelajaran inovatif yang telah dirancang sudah berjalan efektif atau belum. Peneliti juga mendapat kritik dan saran yang diberikan oleh guru dari implementasi produk maupun kualitas produk yang dikembangkan. 7. Revisi Produk Berdasarkan uji coba produk dan evaluasi formatif yang telah peneliti lakukan, peneliti merevisi produk yang telah diujicobakan. Pada tahap revisi produk kali ini merupakan revisi akhir yang dilakukan peneliti yang berguna untuk menyempurnakan produk berdasarkan kritik dan saran dari guru SD kelas II SD N Dayuharjo. D. Uji Coba Terbatas 1. Subjek Uji Coba Terbatas Subjek uji coba dilakukan pada peserta didik kelas IIA pada SD Negeri Dayuharjo yang berjumlah 25 siswa. 2. Instrumen Penelitian Hasil penelitian sangat tergantung pada jenis instrumen pengumpul datanya. Oleh sebab itu instrumen penelitian harus memiliki tingkat kepercayaan dan sekaligus data itu memiliki tingkat keabsahan (Setyosari,

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 2013: 207). Penelitian ini menggunakan instrumen penelitian di antaranya pedoman observasi, pedoman wawancara, dan pedoman validasi. a. Pedoman Wawancara Wawancara ditujukan kepada wali kelas sekaligus guru yang mengajar semua mata pelajaran tematik di kelas IIA dan IIB dengan sekolah yang berbeda. Pedoman wawancara digunakan untuk melaksanakan kegiatan wawancara kepada guru SD kelas II. Melalui wawancara peneliti akan mengetahui dan memperoleh informasi yang berkaitan dengan masalah dan kebutuhan guru tentang perangkat pembelajaran inovatif. Pedoman wawancara dengan guru SD kelas II dapat dilihat pada tabel. Tabel 3.1 Pedoman Wawancara No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Topik Pertanyaan Sejak kapan menerapkan kurikulum 2013? Apakah bapak atau ibu pernah mengikuti pelatihan kurikulum 2013? Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terhadap kurikulum 2013? Apakah bapak/ibu sudah mengetahui karakteristik kurikulum SD 2013? Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terkait dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran? Bagaimana cara bapak/ibu merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa? Bagaimana cara bapak/ibu menumbuhkembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran? Apakah bapak/ibu setiap pembelajaran menggunakan RPP dengan model pembelajaran yang berbeda? Apakah tujuan pembelajaran yang bapak/ibu kembangkan sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter? Apakah bapak/ibu mengetahui keterampilan seperti (berpikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi)? Apakah dalam pembuatan rpp bapak/ibu sudah merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan (berpikir kritis, kretif, kolaboratif, komunikasi) Apakah model pembelajaran yang bapak/ibu biasanya gunakan dalam proses pembelajaran? Pernahkah bapak/ibu menggunakan model pembelajaran inovatif yang lain? Apakah modelnya itu?

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. Apakah ibu/bapak mengetahui pembelajaran inovatif? Kesulitan apa saja yang bapak/ibu alami dalam pembuatan model pembelajaran inovatif? Bagaimana cara mengatasi kesulitan yang dialami? Apakah contoh perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah bapak/ibu? Pernahkah bapak/ibu menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran? Apakah bapak/ibu memerlukan contoh untuk perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu kurikulum 2013? Apakah siswa pernah merasa bosan ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas? Bagaimana prestasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran inovatif di kelas? Apakah bapak/ibu mempunyai rencana untuk mengembangkan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa melalui beberapa metode/model pembelajaran? Menurut bapak/ ibu apakah perangkat pembelajaran inovatif penting jika diterapkan dalam proses pembelajaaran? b. Pedoman Observasi Observasi dilaksanakan di kelas IIA dan IIB untuk memperoleh data mengenai perangkat pembelajaran inovatif yang digunakan oleh guru saat proses pembelajaran. Komponen yang diamati dalam pedoman observasi antara lain penggunaan RPP pada setiap proses pembelajaran, tersusunnya proses pembelajaran sesuai dengan RPP, menggunakan model pada setiap pembelajaran, menggunakan media pembelajaran pada setiap proses pembelajaran. Tidak hanya guru yang diobservasi tetapi juga peserta didiknya turut untuk diobservasi. Pedoman observasi dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 3.2 Pedoman Observasi Guru No. 1. 2. 3. Pernyataan Kegiatan Awal (Pendahuluan) Guru membuka pembelajaran dengan berdoa Guru melakukan presensi kepada siswa Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. sebagai pengantar memulai pelajaran Guru menjelaskan tujuan pembelajaran Guru memberikan motivasi Kegiatan Inti Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa Guru menerapkan 5M pada siswa Guru menggunakan bahasa baku yang baik Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa Guru memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan nonverbal Guru tidak berpaku pada satu tempat Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan sehari-hari Guru memberikan apresiasi kepada siswa Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran Guru dapat mengkonsidikan kelas dengan baik Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa Guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran Kegiatan Penutup Guru membuat ringkasan secara lisan Guru membuat ringkasan secara tertulis Guru menunjukkan sumber lain Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif Guru memberikan evaluasi kepada siswa Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang disampaikan

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 Tabel 3.3 Pedoman Observasi Siswa No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Pernyataan Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi Siswa mengajukan pertanyaan Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok Siswa mampu mengkomunikasi hasil diskusi Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara lisan Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis Pedoman observasi telah divalidasi oleh dosen pembimbing peneliti. Dalam hal ini, intrumen dikonstruksi tentang aspek-aspek yang diukur dengan berlandaskan teori tertentu, maka selanjutnya dikonsultasikan dengan pakar (Sugiyono, 2012: 125). Dari hasil validitas konstruk, diperoleh hasil rerata skor validasi pedoman observasi. c. Pedoman Validasi Validasi dilakukan oleh validator yang merupakan pakar dalam bidang perangkat pembelajaran inovatif. Para validator memvalidasi aspek-aspek seperti program tahunan (prota), program semester (prosem), silabus, enam RPP, media, LKPD, dan bahasa. Pedoman validasi terdapat dua macam, yang membedakan yaitu tentang model pembelajaran yang digunakan. Tabel 3.4 Pedoman Lembar Validasi NHT No. Aspek Yang Dinilai PROTA (PROGRAM TAHUNAN) 1 Prota memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2 Prota memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, alokasi waktu). 3 Jumlah jam efektif (16 minggu) sesuai dengan jumlah minggu efektif, jumlah alokasi waktu sama dengan total jam pelajaran dalam satu tahun. 4 Proporsi pembagian waktu setiap tema dan sub tema sesuai.

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 PROSEM (PROGRAM SEMESTER) 1 Prosem memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, semester, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2 Prosem memuat komponen yang lengkap (tema, sub tema, pembelajaran, bulan, alokasi waktu). 3 Materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), serta alokasi waktu yang digunakan proporsional. SILABUS 1 Silabus memuat identitas sekolah, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan tema/sub tema. 2 Silabus memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. 3. Keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) 1 Kejelasan dan kelengkapan identitas RPP (satuan pendidikan, kelas, semester, tema/sub tema/ pembelajaran ke-, alokasi waktu/ hari dan tanggal). 2. Kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD. 3. Tujuan pembelajaran (kesesuaian tujuan dengan indikator, kata kerja dapat diukur, mencakup komponen A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree). 4. Materi Pembelajaran (kesesuaian materi pembelajaran dengan KD dan indikator, susunan materi yang sistematis, kelengkapan materi pembelajaran). 5. Rumusan tujuan hanya mengandung satu (1) jenis tingkah laku yang dapat diamati dan diukur. 6. Strategi Pembelajaran (pendekatan, model, metode; langkah-langkah pembelajaran; dan tahapan kegiatan pembelajaran; serta penerapan pembelajaran saintifik) sesuai. 7. Pemilihan media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi, dan kondisi kelas). 8. Pemilihan sumber belajar (bahan cetak, lingkungan sekitar dan internet). 9. Evaluasi (mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan, kesesuaian evaluasi dengan tujuan atau indikator, komponen penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan, dan remedial) 10. Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4C6 / HOTS). 11. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan makna model pembelajaran cooperatif learning tipe number head together

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 12. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik model pembelajaran cooperatif learning tipe number head together 13. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan sintaks (langkahlangkah) model pembelajaran cooperatif learning tipe number head together 14. Mengembangkan 5M dalam kegiatan inti yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengomunikasikan. 15. Mengembangkan 4 ketrampilan dasar belajar abad 21 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikatif (communicative). 16. Kelengkapan instrumen evaluasi (soal, kunci, rubrik pedoman penskoran). MEDIA 1 Kesesuaian jenis media dengan kompetensi yang harus dicapai, materi yang dibahas, strategi pembelajaran yang dipilih, karakteristik siswa, media terlihat atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi). 2 Keterbacaan tulisan jenis dan ukuran, keruntutan penyajian materi, kelengkapan materi, kesederhanaan dalam menyajikan materi, dan tingkat kemudahan dalam penggunaan media. 3 Keharmonisan tata letak dan warna media, tingkat antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran menggunakan media, kebenaran dalam menggunakan kaidah bahasa, efektivitas gambar/ilustrasi/animasi/video dalam penjelasan konsep, dan kesesuaian media dengan materi. LKPD 1 LKPD disajikan secara sistematis, merupakan materi atau tugas yang esensial, setiap kegiatan yang disajikan mempunyai tujuan yang jelas, penyajian LKPD dilengkapi dengan gambar dan ilustrasi, kegiatan yang disajikan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. 2 Kelayakan isi ( sesuai dengan KI & KD, sesuai kemampuan siswa, sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, keterkinian materi). 3 Kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berpikir kritis, kemultitafsiran kalimat). 4 Kelayakan kegiatan (pemberian pengalaman langsung dalam LPKD, pengidentifikasian hasil temuan dalam LKPD, perencanaan kerja ilmiah dalam LKPD, pelaksanaan kerja ilmiah dalam LKPD). 5 Kelayakan tampilan (daya tarik sampul/cover LKPD, kesesuaian kesesuaian huruf yang digunakan dalam LKPD, keseimbangan komposisi/ judul dan logo LKPD). 6 Kelayakan penyajian (kemudahan langkah-langkah dalam kegiatan

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 LKPD, penyajian materi LKPD yang disertai objek langsung, penempatan siswa dalam LKPD dalam subjek belajar). BAHASA 1 Penggunaan bahasa sesuai dengan PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia). 2 Bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. 3 Bahasa yang digunakan komunikatif. 4 Kalimat yang digunakan jelas dan mudah dimengerti. 5 Kejelasan petunjuk/arahan. Tabel 3.5 Pedoman Lembar Validasi Quantum No. Aspek Yang Dinilai PROTA (PROGRAM TAHUNAN) 1 Prota memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2 Prota memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, alokasi waktu). 3 Jumlah jam efektif (16 minggu) sesuai dengan jumlah minggu efektif, jumlah alokasi waktu sama dengan total jam pelajaran dalam satu tahun. 4 Proporsi pembagian waktu setiap tema dan sub tema sesuai. PROSEM (PROGRAM SEMESTER) 1 Prosem memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, semester, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2 Prosem memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, pembelajaran, bulan, alokasi waktu). 3 Materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), serta alokasi waktu yang digunakan proporsional. SILABUS 1 Silabus memuat identitas sekolah, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan tema/sub tema. 2 Silabus memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. 3. Keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) 1 Kejelasan dan kelengkapan Identitas RPP (satuan pendidikan, kelas, semester, tema/subtema/pembelajaran ke-, alokasi waktu/hari dan tanggal). 2. Kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD. 3. Tujuan pembelajaran (kesesuaian tujuan dengan indikator, kata kerja dapat diukur, mencakup komponen A (Audience), B (Behavior), C

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 (Condition), D (Degree). 4. Materi Pembelajaran (kesesuaian materi pembelajaran dengan KD dan indikator, susunan materi yang sistematis, kelengkapan materi pembelajaran). 5. Rumusan tujuan hanya mengandung satu (1) jenis tingkah laku yang dapat diamati dan diukur. 6. Strategi Pembelajaran (pendekatan, model, metode; langkah-langkah pembelajaran; dan tahapan kegiatan pembelajaran; serta penerapan pembelajaran saintifik) sesuai. 7. Pemilihan media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi, dan kondisi kelas). 8. Pemilihan sumber belajar (bahan cetak, lingkungan sekitar dan internet). 9. Evaluasi (mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan, kesesuaian evaluasi dengan tujuan atau indikator, komponen penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan, dan remedial) 10. Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4C6 / HOTS). 11. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan makna model pembelajaran quantum 12. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik model pembelajaran quantum 13. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan sintaks (langkahlangkah) model pembelajaran quantum 14. Mengembangkan 5M dalam kegiatan inti yaitu : mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengomunikasikan. 15. Mengembangkan 4 keterampilan dasar belajar abad 21 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikatif (communicative). 16. Kelengkapan instrumen evaluasi (soal, kunci, rubrik pedoman penskoran). MEDIA 1 Kesesuaian jenis media dengan kompetensi yang harus dicapai, materi yang dibahas, strategi pembelajaran yang dipilih, karakteristik siswa, media terlihat atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi). 2 Keterbacaan tulisan jenis dan ukuran, keruntutan penyajian materi, kelengkapan materi, kesederhanaan dalam menyajikan materi, dan tingkat kemudahan dalam penggunaan media. 3 Keharmonisan tata letak dan warna media, tingkat antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran menggunakan media, kebenaran dalam

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 menggunakan kaidah bahasa, efektivitas gambar/ilustrasi/animasi/video dalam penjelasan konsep, dan kesesuaian media dengan materi. LKPD 1 LKPD disajikan secara sistematis, merupakan materi atau tugas yang esensial, setiap kegiatan yang disajikan mempunyai tujuan yang jelas, penyajian LKPD dilengkapi dengan gambar dan ilustrasi, kegiatan yang disajikan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. 2 Kelayakan isi ( sesuai dengan KI & KD, sesuai kemampuan siswa, sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, keterkinian materi). 3 Kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berpikir kritis, kemultitafsiran kalimat). 4 Kelayakan kegiatan (pemberian pengalaman langsung dalam LPKD, pengidentifikasian hasil temuan dalam LKPD, perencanaan kerja ilmiah dalam LKPD, pelaksanaan kerja ilmiah dalam LKPD). 5 Kelayakan tampilan (daya tarik sampul/ cover LKPD, kesesuaian kesesuaian huruf yang digunakan dalam LKPD, keseimbangan komposisi/ judul dan logo LKPD). 6 Kelayakan penyajian (kemudahan langkah-langkah dalam kegiatan LKPD, penyajian materi LKPD yang disertai objek langsung, penempatan siswa dalam LKPD dalam subjek belajar). BAHASA 1 Penggunaan bahasa sesuai dengan PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia). 2 Bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. 3 Bahasa yang digunakan komunikatif. 4 Kalimat yang digunakan jelas dan mudah dimengerti. 5 Kejelasan petunjuk/arahan. 3. Teknik Pengumpulan Data Valid atau tidaknya suatu penelitian tergantung pada jenis pengumpulan data yang dipergunakan untuk pemilihan metode yang tepat sesuai dengan jenis dan sunber data yang dalam penelitian. Dalam penelitian ini menggunakan 2 (dua) teknik yaitu: a. Wawancara Menurut Sanjaya (2013: 263), wawancara adalah teknik penelitian yang dilaksanakan dengan cara dialog baik secara langsung maupun

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 melalui saluran media tertentu antara pewawancara dengan yang diwawancarai sebagai sumber data. Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit atau kecil (Sugiyono, 2013 : 137). Wawancara ditujukan kepada wali kelas IIA SD Negeri Dayuharjo dan kelas IIB SD Negeri Percobaan 2. Data yang diperoleh melalui wawancara dengan wali kelas IIA dan IIB berupa informasi terkait dengan permasalahan mengenai perangkat pembelajaran pembelajarannya, yang kesulitan belum guru terpenuhi untuk pada membuat setiap perangkat pembelajaran karena keterbatasan waktu, guru belum memahami sepenuhnya mengenai perangkat pembelajaran terutama perangkat pembelajaran inovatif, dan kadang guru merasa kebingungan untuk menentukan model yang sesuai dengan karakteristik siswa dan juga mata pelajarannya. b. Observasi Observasi yaitu teknik pengumpulan data di mana peneliti mengadakan pengamatan secara langsung atau tidak langsung terhadap gejala-gejala yang sedang berlangsung. Menurut Sugiyono (2013:121), metode observasi digunakan bila obyek penelitian bersifat perilaku manusia, proses kerja, gejala alam, responden kecil. Arikunto (2002:57), memberi pengertian tentang observasi sebagai metode ilmiah dengan pengamatan dan pencatatan dengan sistematis fenomena-fenomena yang diselidiki. Teknik ini digunakan peneliti untuk memperoleh gambaran mengenai keadaan proses pembelajaran di kelas IIA SD Negeri Dayuharjo dan IIB SD Negeri Percobaan 2. Aspek yang diamati ialah saat proses pembelajaran berlangsung apakah guru menggunakan

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 perangkat pembelajarn inovatif dan bagaimana respon peserta didik saat proses pembelajaran berlangsung. 4. Teknik Analisis Data Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain sehingga dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain (Sugiyono, 2012: 244). Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif. Dalam penelitian ini, data kualitatif diperoleh dari wawancara guru dan observasi guru. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil validasi instrumen. a. Analisis Data Kualitatif Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara dan observasi dengan para guru SD kelas II untuk menganalisis kebutuhan yang ada. Peneliti melakukan wawancara dan observasi kepada guru kelas II SD N Percobaan 2 dan SD N Dayuharjo. Data kualitiatif juga didapat dari kritik dan saran yang dikemukakan oleh pakar perangkat pembelajaran inovatif yang telah memvalidasi produk penelitian. Selain itu, data juga diperoleh dari masukan berupa kritik dan saran dari guru SD kelas II berdasarkan uji coba produk yang dilakukan. Data kualitatif ini bertujuan untuk membantu peneliti dalam melakukan revisi perangkat pembelajaran inovatif yang dilakukan. b. Analisis Data Kuantitatif Ali dan Asrori (2014:290), mengungkapkan bahwa bentuk data kuantitatif dapat berupa bilangan atau angka, yang diperoleh dari jumlah suatu penggabungan ataupun pengukuran. Peneliti memperoleh data kuantitatif dari hasil validasi kedua pakar dan hasil ujicoba menjadi data interval. Skala penelitian terhadap penilaian pengembangan perangkat pembelajaran adalah sangat baik (5), baik (4), cukup baik (3), kurang baik (2), dan sangat kurang baik (1).

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 Setelah skor diperoleh, maka dianalisis rata-ratanya. berikut ketentuan dalam menghitung rata-rata. Rata-rata : Rata-rata yang didapatkan lalu disajikan acuan konvensi. Sukardjo (2008:101) memberikan skala sebagai acuan konversi nilai skala lima untuk menilai kualitas produk. Tabel 3.6 Konversi Nilai Skala Lima Interval skor X >X i + 1,80 Sbi X i + 0,60 Sbi < X X i + 1,80 Sbi X i - 0,60 Sbi < X X i + 0,60 Sbi X i – 1,80 Sbi < X X i – 0,60 Sbi X X i - 1,80 Sbi Keterangan X i (Rerata ideal) Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang = (skor maksimal ideal + skor minimal ideal) Sbi (Simpangan baku ideal) = (skor maksimal ideal - skor minimal ideal) X = Skor aktual Berdasarkan rumus konversi skala lima di atas perhitungan data-data kuantitatif dilakukan unuk memperoleh data kualitatif dengan menerapkan rumus konversi tersebut. Terdapat pula penentuan rumus kualitatif pengembangan ini diterapkan dengan konversi sebagai berikut: Diketahui Skor maksimal idel :5 Skor minimal idel :1 Rerata ideal (X i) : (5+1) = 3 Simpangan baku ideal (Sbi) : (5-1) = 0,67 Ditanyakan: Interval skor kategori sangat baik, baik, cukup, kurang baik, dan sangat kurang baik. Jawaban:

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 Kategori sangat baik = X >X i + 1,80 Sbi = X > 3 + (1,80 . 0,67) = X > 3 + (1,21) = X > 4,21 Kategori baik =X i + 0,60 Sbi < X X i + 1,80 Sbi = 3 + (0,60 . 0,67) < X  3 + (1,80 . 0,67) = 3 + (0,40) < X  3 + (1,21) = 3,40 < X  4,21 Kategori cukup baik =X i - 0,60 Sbi < X X i + 0,60 Sbi = 3 – (0,60 . 0,67) < X X i + (0,60 . 0,67) = 3 – (0,40) < X  3 – (0,40) = 2,60 < X  3,40 Kategori kurang baik =X i – 1,80 Sbi < X X i – 0,60 Sbi = 3 – (1,80 . 0,67) < X  3 + (0,60 . 0,67) = 3 – (1,21) < X  3 – (0,40) = 1,79 < X  2,60 Kategori sangat kurang = X X i - 1,80 Sbi = X  3 – (1,80 . 0,67) = X  3 – (1,21) = X  1,79 Berdasarkan perhitungan tersebut, diperoleh konversi data kualitatif menjadi data kualitatif skala lima sebagai berikut: Tabel 3.7 Acuan Konversi Penelitian Kualitas Produk Interval skor x > 4,21 3,40 < x  4,21 2,60 < x  3,40 1,79 < x  2,60 x  1,79 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 E. Jadwal Penelitian Penelitian ini dijadwalkan dalam tabel berikut: Tabel 3.8 Jadwal penelitian Februari 2019 Juli 2018 Agustus 2018 September 2018 Oktober 2018 November 2018 Desember 2018 Januari 2019 Juni 2018 Kegiatan Mei 2018 No. April 2018 Waktu (Bulan) 1. Analisis kebutuhan 2. Menyusun proposal 3.  4. Pengembangan bentuk awal produk Validasi produk 5. Revisi produk  6. Uji coba produk 7. Revisi produk 8. Ujian skripsi  9. Revisi akhir           

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Analisis Kebutuhan Penelitian pengembangan yang dilaksanakan oleh peneliti dengan judul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Dalam Sub Tema Hidup Rukun di Sekolah Mengacu Kurikulum 2013 Untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar” dilaksanakan dengan langkah awal adalah melakukan analisis kebutuhan yang berguna untuk mendapat informasi atau data yang dibutuhkan. Peneliti melakukan analisis kebutuhan dengan melakukan wawancara terhadap 2 (dua) guru kelas II SD yang sekolahnya menggunakan Kurikulum 2013. Peneliti mewawancarai bapak A guru kelas II SD Negeri Percobaan 2 dan bapak Y guru kelas II SD Negeri Dayuharjo. Wawancara dilakukan pada bulan April sesuai dengan jadwal penelitian pada bab III. Pelaksanaan wawancara dengan melakukan tanya jawab secara langsung atau tatap muka dan hasilnya dicatat pada buku tulis penelitian. Kegiatan wawancara tersebut berguna untuk mengetahui permasalahan sekaligus kebutuhan mengenai pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yang dihadapi oleh guru kelas II SD khususnya untuk sub tema Hidup Rukun di Sekolah. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan dapat dijadikan sebagai pedoman dalam mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif. 1. Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan Peneliti melakukan wawancara dengan berpedoman pada 22 butir pertanyaan untuk melakukan analisis kebutuhan perangkat pembelajaran inovatif untuk kelas II yang mengacu kurikulum tahun 2013. Wawancara dilakukan kepada guru kelas II SD Negeri Percobaan 2 pada tanggal 9 April 2018 dan untuk wawancara guru kelas II SD Negeri Dayuharjo pada tanggal 12 April 2018. Berikut data hasil wawancara dengan guru kelas II SD Negeri Percobaan 2 dan SD Negeri Dayuharjo yang akan dijelaskan setiap butir. 62

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 Butir pertanyaan pertama mengenai sejak kapan sekolah menerapkan Kurikulum 2013. Guru SD Negeri Percobaan 2 memberikan jawaban bahwa sekolah pada tahun 2016 sudah menggunakan Kurikulum 2013 tetapi hanya untuk kelas I, II, IV, dan V. Rencana untuk tahun pelajaran 2018/2019 akan menyeluruh menggunakan Kurikulum 2013. Guru SD Negeri Dayuharjo memberikan jawaban bahwa sekolah pada tahun 2013 sudah mulai mencoba mulai menggunakan Kurikulum 2013 tetapi yang ditunjuk hanya SD tertentu saja dan menggunakan Kurikulum 2013 pada saat itu hanya setahun saja. Sekolah menggunakan Kurikulum 2013 hanya setahun karena segala perangkat pendukung seperti yang berbasis teknologi belum mendukung. Di sisi lain buku untuk Kurikulum 2013 juga belum siap dan SDM untuk tenaga pendidiknya terutama yang senior juga belum bisa mengikuti seperti yang diinginkan Kurikulum 2013. Tahun 2014-2016 SD kembali menggunakan KTSP. Setelah itu tahun 2016 sampai sekarang menggunakan Kurikulum 2013. Butir pertanyaan kedua mengenai apakah bapak atau ibu pernah mengikuti pelatihan kurikulum SD 2013. Guru SD Negeri Percobaan 2 memberikan jawaban bahwa guru pernah mengikuti pelatihan tetapi pertama isinya hanya mengenai pengenalan Kurikulum 2013, pengenalan cara mengajarnya, dan mengenai penilaiannya. Guru SD Negeri Dayuharjo memberikan jawaban bahwa guru pernah mengikuti diklat Kurikulum 2013 selama satu minggu tetapi saat diklat, materi untuk Kurikulum 2013 belum semua diberikan atau tersampaikan. Butir pertanyaan ketiga tentang sejauh mana pemahaman bapak atau ibu terhadap kurikulum SD 2013. Guru SD Negeri Percobaan 2 memberikan jawaban bahwa guru permata pelajaran diganti jadi permuatan, yang sebelumnya perbab diganti menjadi pertema, dan sekarang penilaian per-KD. Guru SD Negeri Dayuharjo memberikan jawaban bahwa penyempurnaan terhadap kurikulum sebelumnya, guru sebagai pembimbing atau fasilitor, yang paling signifikan yaitu model yang digunakan adalah saintifik, waktu yang tidak mungkin dipadatkan,

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 Kurikulum 2013 merupakan pembelajaran terpadu yang memiliki keterkaitan dengan pembelajaran lain. Butir pertanyaan keempat tentang apakah bapak atau ibu sudah mengetahui karakteristik Kurikulum 2013. Guru SD Negeri Percobaan 2 memberikan jawaban hanya sebatas tahu saja tetapi kurang memahami lebih dalam. Guru SD Negeri Dayuharjo memberikan jawaban mengajak berpikir untuk kreatif, inovatif dan siswa diharapkan untuk lebih mandiri. Butir pertanyaan kelima mengenai sejauh mana pemahaman bapak atau ibu terkait dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Guru SD Negeri Percobaan 2 memberikan jawaban bahwa guru memahami tetapi kurang mendalam karena saat pembelakalan Kurikulum 2013 hanya tiga hari dan dari pagi sampai malam tidak berhenti pembekalannya, sehingga tidak efisien dan membuat para guru lain tidak bisa memahami isi dari pembelakalan Kurikulum 2013. Guru SD Negeri Dayuharjo memberikan jawaban bahwa pendekatan yang berhubungan dengan ilmu kependidikan yang mengacu pada media visual, teknologi, dan mengikuti perkembangan zaman. Butir pertanyaan keenam mengenai bagaimana cara bapak atau ibu merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan kemapuan siswa. Guru SD Negeri Percobaan 2 memberikan jawaban bahwa wali kelas untuk IIA dan IIB saling bekerja sama untuk merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran yang hanya mengacu pada CD sehingga tidak murni membuat sendiri. Kebanyakan guru membeli CD yang isinya sudah lengkap tentang perangkat pembelajaran. Guru SD Negeri Dayuharjo memberika jawaban bahwa yang belum tertera di kompetensi dasar tetapi berhubungan dengan pokok pembelajaran, jika tidak akan melebar. Para guru di SD Dayuharjo tidak membuat RPP dan perangkat pembelajaran tetapi semuanya sudah didapatkan dari web milik dinas. Namun saat KTSP semua perangkat pembelajarannya buat sendiri. Saat Kurikulum 2013, sekolah mendapatkan perangkat dari web dinas yang dapat diakses oleh para guru lainnya, namun sebelumnya para guru sudah membuat

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 perangkat pembelajaran terlebih dahulu dan dipilih yang paling baik. Setelah itu, dinas menyebarkannya melalui website dinas. Perangkat pembelajaran yang sudah dibuat dapat digunakan selama satu tahun. Butir pertanyaan ketujuh tentang bagaimana cara bapak atau ibu menumbuhkembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran. Guru SD Negeri Percobaan 2 memberikan jawaban bahwa lebih mengutamakan contoh pada kehidupan sehari-hari. Guru SD Negeri Dayuhajro memberikan jawaban pemberian contoh perilaku, memberikan pertanyaan ke arah norma dan nilai-nilai kehidupan sehari-hari yang harus dan tidak untuk dilakukan, dan memberikan nasihat. Butir pertanyaan kedelapan tentang apakah bapak atau ibu setiap pembelajaran menggunakan RPP dengan model pembelajaran yang berbeda. Guru SD Negeri Percobaan 2 memberikan jawaban bahwa kadang-kadang, contohnya seperi tiga hari pembelajaran menggunakan model pembelajaran yang sama tetapi kadang berbeda. Guru SD Negeri Dayuharjo memberikan jawaban pernah mencoba tetapi karena Kurikulum 2013 jadi lebih condong dan lebih tepat menggunakan saintifik karena dapat membuat siswa lebih aktif. Butir pertanyaan kesembilan mengenai apakah tujuan pembelajaran yang bapak atau ibu kembangkan sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter. Guru SD Negeri Percobaan 2 memberikan jawaban sedikit demi sedikit sudah tercapai. Guru SD Negeri Dayuharjo memberikan jawaban iya tujuan pembelajaran sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter. Butir pertanyaan kesepuluh mengenai apakah bapak atau ibu mengetahui keterampilan yang harus dikuasai sesuai pada abad 21 seperti (bepikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikatif). Guru SD Negeri Percobaan 2 memberikan jawaban mengetahui tetapi hanya sebatas mengetahui saja. Guru SD Negeri Dayuharjo memberikan jawaban iya kecuali berpikir kritis karena pada kelas bawah dan anak kelas bawah

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 merasa kesulitan diajak untuk berpikir kritis, apalagi SD Dayuhajro memiliki banyak latar belakang anak yang berbeda-beda. Butir pertanyaan kesebelah tentang apakah dalam pembuatan RPP bapak atau ibu sudah merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (bepikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikatif). Guru SD Negeri Percobaan 2 memberikan jawaban sudah pasti karena sudah ada lengkap di CD yang sudah dibeli. Guru SD Negeri Dayuharjo memberikan jawaban sudah, contohnya menempel dari bahan alami dan buatan. Butir pertanyaan kedua belas mengenai apakah pembelajaran dengan ceramah mendominasi di kelas. Guru SD Negeri Percobaan 2 memberikan jawaban pembelajaran dengan ceramah tetap digunakan, walaupun menggunakan kurikulum apa pun. Guru SD Negeri Dayuharjo memberi jawaban tetap harus dipandu dengan ceramah tetapi sebelumnya anak dibuat aktif dan percaya diri terlebih dahulu. Butir pertanyaan ketiga belas tentang pernahkah bapak/ibu menggunakan model pembelajaran inovatif yang lain dan apakah modelnya itu. Guru SD Negeri Percobaan 2 memberikan jawaban pernah menggunakan model pembelajaran, contohnya seperti model jigsaw pernah digunakan pada kelas III, model picture and picture pernah diterapkan pada kelas II, PBL juga pernah digunakan pada kelas II. Model lainnya lupa namanya. Guru SD Negeri Dayuharjo memberikan jawaban belum pernah coba, karena harus mengkondisikan anak dan harus melihat karakter anaknya juga. Tetapi kadang saat pembelajaran secara tiba-tiba menggunakan model pembelajaran yang lain walaupun tidak tahu nama model pembelajarannya apa. Butir pertanyaan keempat belas mengenai apakah bapak atau ibu mengetahui pembelajaran inovatif. Guru SD Negeri Percobaan 2 memberikan jawaban bahwa mengetahui tetapi hanya sebatas mengetahui saja, tidak tahu lebih mendalam. Guru SD Negeri Dayuharjo memberikan jawaban tidak tahu, apalagi mengenai Taksonomi Bloom dan HOTS.

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 Butir pertanyaan kelima belas tentang kesulitan apa sajakah yang bapak atau ibu alami dalam pembuatan model pembelajaran inovatif. Guru SD Negeri Percobaan 2 memberikan jawaban bahwa kesulitan dalam menggabungkan mata pelajaran satu dengan mata pelajaran yang lainnya. Guru SD Negeri Dayuharjo memberikan jawaban kesulitan dalam perangkat yang tidak mendukung, siswa yang memiliki kemampuan tidak bisa berpikir tingkat tinggi terutama untuk kelas bawah dan tidak memaksa. Butir pertanyaan keenam belas tentang bagaimana cara mengatasai kesulitan yang dialami. Guru SD Negeri Percobaan 2 memberikan jawaban bahwa konsultasi dengan guru lain yang sudah pernah mengalami. Guru SD Negeri Dayuharjo memberikan jawaban menyertakan kemampuan siswa dengan model pembelajarannya. Butir pertanyaan ketujuh belas tentang apakah contoh perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntuan Kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah bapak atau ibu. Guru SD Negeri Percobaan 2 memberikan jawaban bahwa sudah lengkap karena terpacu pada CD. Guru SD Negeri Dayuharjo memberikan jawaban sudah dan didapat dari dinas. Butir pertanyaan kedelapan belas tentang apakah bapak atau ibu memerlukan bentuk contoh untuk perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inquiri, model pembelajaran kooperatif, model pembelajaran Quantum d.s.b). Guru SD Negeri Percobaan 2 memberikan jawaban bahwa tentu sangat membutuhkan. Guru SD Negeri Dayuharjo memberikan jawaban iya dan sangat memerlukan berbagai bentuk contoh perangkat pembelajaran untuk Kurikulum 2013. Butir pertanyaan kesembilan belas tentang apakah siswa pernah merasa bosan ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas. Guru SD Negeri Percobaan 2 memberikan jawaban bahwa pernah merasa bosan karena pada setiap mata pelajarannya materinya hanya diulang-

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 ulang saja. Guru SD Negeri Dayuharjo memberikan jawaban pernah merasa bosan dan harus segara ganti dengan kegiatan yang lain. Butir pertanyaan kedua puluh tentang apakah bapak atau ibu mempunyai rencana untuk pengembangan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Guru SD Negeri Percobaan 2 memberikan jawaban bahwa mempunyai rencana tetapi karena kendala perubahan kurikulum menjadi penghambat dan format RPP sering berubah-ubah. Guru SD Negeri Dayuharjo memberikan jawaban iya ingin mencoba mengajar menggunakan model PBL atau NHT yang sesuai dengan kemampuan anak kelas bawah. Butir pertanyaan kedua puluh satu tentang menurut bapak atau ibu apakah perangkat pembelajaran inovatif penting jika diterapkan dalam proses pembelajaran dewasa ini. Guru SD Negeri Percobaan 2 memberikan jawaban bahwa penting, karena ingin membuat media untuk menyambungkan mata pelajaran satu dengan mata pelajaran yang lain. Guru SD Negeri Dayuharjo memberikan jawaban penting sekali karena siswa membutuhkan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Butir pertanyaan kedua puluh dua tentang apakah bapak atau ibu sudah memahami tentang jenis belajar menurut Taksonomi Bloom yang telah direvisi. Guru SD Negeri Percobaan 2 memberikan jawaban bahwa belum begitu memahami hanya sebatas tahu saja. Guru SD Negeri Dayuharjo memberikan jawaban hanya sebatas tahu saja tetapi belum memahami lebih mendalam. 2. Pembahasan Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan Berdasarkan hasil wawancara yang telah dijabarkan di atas, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa guru sudah memahami Kurikulum 2013 dan sudah menerapkan Kurikulum 2013. Akan tetapi guru belum mengetahui lebih mendalam mengenai perangkat pembelajaran inovatif. Bahkan guru juga belum paham betul mengenai karakteristik Kurikulum 2013 yang sebenarnya. Guru pernah mengikuti pelatihan mengenai kurikulum tetapi tidak semua materi yang disampaikan dalam pelatihan

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 dapat terserap dengan baik karena waktu yang sangat padat dan membuat guru lelah, jadi tidak dapat fokus terhadap materi mengenai segala sesuatu tentang Kurikulum 2013. Untuk perangkat pembelajaran guru juga tidak murni membuatnya sendiri tetapi ada yang mendapatkannya dari website dinah dan bahkan ada yang membeli CD yang isinya sudah lengkap mengenai perangkat pembelajaran. Sesuai wawancara yang telah dilakukan dengan 2 (dua) guru kelas II, guru menggunakan perangkat pembelajaran yang sudah ada dan tidak membuatnya sendiri. Guru sangat membutuhkan contoh perangkat pembelajaran inovatif sebagai acuan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Melalui contoh perangkat pembelajaran inovatif membuat guru menjadi ingin mencoba mengajarkan menggunakan model-model pembelajaran. B. Desain Awal Produk Peneliti menggunakan beberapa langkah dalam mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif yang digunakan untuk uji coba pada kelas II. Peneliti juga menggunakan 2 (dua) model pembelajaran yaitu model Cooperative Learning tiper Number Head Together (NHT) dan model pembelajaran Quantum. Perangkat pembelajaran inovatif yang diujicobakan terdiri dari program tahunan (prota), program semester (prosem), silabus, dan RPP yang terdiri 6 (enam) pembelajaran. Langkah awal yang dilakukan yaitu menentukan tema, sub tema, dan alokasi waktu yang akan diuji coba menggunakan perangkat pembelajaran inovatif dan juga untuk menentukan program tahunan (prota) sesuai dengan tema dan subtema yang sudah ditentukan. Tema dan sub tema didapatkan melalui melihat dari panduan buku guru dan siswa edisi revisi 2017. Kemudian, peneliti melanjutkan untuk membuat program semester (prosem) dengan cara menjabarkan setiap tema yang ada dalam 1 (satu) semester. Program semster (prosem) disesuaikan dengan jam belajar efektif dalam kalender pendidikan.

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 Lalu peneliti membuat silabus dengan cara menentukan Kompetensi Dasar (KD) sesuai dengan tema dan sub tema yang telah ditentukan. Kemudian, peneliti mengembangkan materi pokok dan kegiatan yang akan diajarkan. Silabus dilengkapi dengan penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan ajar. Selanjutnya peneliti menganalisis Kompetensi Dasar (KD) satu semester yaitu semester gasal. Lalu, peneliti juga membuat pemetaan KD sesuai dengan tema yang ada dalam buku panduan guru dan siswa revisi 2017. Sesuai dengan KD yang ada kemudian diturunkan menjadi indikator pembelajaran. Ketika menyusun indikator, pembelajaran, peneliti menggunakan kata kerja operasional sesuai dengan Taksonomi Bloom. Peneliti mencoba menggunakan kata kerja operasional dalam tingkatan berpikir tingkat tinggi (HOTS) sesuai dengan Taksonomi Bloom. Urutan pembelajaran yang dilakukan peneliti berdasarkan indikator pembelajaran yang sudah dikembangkan. Indikator ketiga bidang studi disejajarkan dalam peta konsep yang ada. Namun, dalam menyejajarkan indikator pembelajaran dari ketiga bidang studi harus memperhatikan kesamaan konsep. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa urutan yang dimaksud peneliti dalam pengembangan perangkat pembelajaran inovatif ini terletak dalam urutan indikator pembelajaran. Peneliti mulai menyusun sendiri Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang terdiri dari 6 (enam) pembelajaran. Alokasi waktu dalam setiap pembelajaran yaitu 5x35 menit. RPP dibuat mengacu pada pemetaan Kompetensi Dasar (KD) dan indikator. Dalam tujuan pembelajaran peneliti membuat sesuai dengan indikator dan kata kerja yang dapat diukur. Dalam pembuatan tujuan pembelajaran mencakup komponen A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree). RPP yang dibuat lengkap dengan lampiran penilaian, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) beserta lembar refleksi dan rangkuman materi. Selain itu, desain pembelajaran yang dibuat menggunakan pendekatan scientific sesuai dengan karakteristik Kurikulum 2013. RPP yang sudah dibuat juga menggunakan model-model pembelajaran yang sudah ditentukan.

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 RPP merupakan detail rencana aktivitas tatap muka sebagai pedoman guru untuk satu pertemuan atau lebih guna mencapai suatu Kompetensi Dasar (KD). RPP memuat beberapa komponen yaitu, (1) identitas nama satuan pendidikan, kelas/semester, tema/sub tema, pembelajaran ke-, alokasi waktu/hari dan tanggal, (2) kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD, (3) kesesuaian tujuan pembelajaran, (4) materi pembelajaran, (5) strategi pembelajaran, (6) media pembelajaran, (7) sumber pembelajaran, (8) evaluasi, (9) mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4C6/HOTS), (10) model pembelajaran, (11) skenario pembelajaran yang sesuai dengan model pembelajaran yang digunakan, (12) mengembangkan 5M dalam kegiatan inti yaitu: mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengomunikasikan, (13) mengembangkan 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative), (14) Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). RPP dibuat dengan rinci namun tetap sederhana dan mudah diimplementasikan oleh guru. Langkah-langkah pembelajaran yang dibuat sesuai dengan langkah-langkah pendekatan scientific. Pendekatan ini diadopsi oleh peneliti karena sesuai dengan karakteristik Kurikulum 2013. Kegiatan pembelajaran dibuat secara menarik dan memungkinkan siswa aktif di dalam setiap proses pembelajara. Siswa dapat pengetahuan tidak hanya berasal dari guru namun aktif dalam mengkonstruksi pengetahuannya. Sesuai dengan RPP yang dibuat, guru bertindak sebagai fasilitator dan motivator pembelajaran. Guru menyediakan jembatan untuk dilewati namun siswa yang melewati jembatan itu secara mandiri untuk menuju ke seberang. Desain pembelajaran tersebut dapat membuat pembelajaran yang lebih bermaksa bagi siswa. Peneliti mendesain Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk melengkapi RPP. LKPD dibuat secara menarik dan memungkinkan siswa aktif untuk mencari informasi sesuai dengan pengetahuan yang dibutuhkan. Kegiatan yang tertera dalam LKPD memungkinkan tercapainya indikator dan tujuan pembelajaran yang dibuat. Setiap kegiatan mengacu pada pendekatan scientific. Pendekatan ini membuat siswa menjadi lebih aktif dibandingkan

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 dengan pendekatan konvensional. Peneliti mendesai pembelajaran sesuai dengan model pembelajaran yang digunakan. Urutan kegiatan disusun secara sistematis sehingga urutan ketiga bidang studi nampak sebagai pembelajaran inovatif sesuai dengan model yang digunakan. Peneliti juga menyertakan refleksi yang ada di akhir pembelajaran. Refleksi untuk siswa dibuat dengan menggunakan panduan pertanyaan. Panduan refleksi yang dibuat memungkinkan siswa untuk mengingat materi pembelajaran yang sudah dilakukan. Siswa juga menuliskan kebermaknaan pembelajaran yang telah dilakukan, kesulitan, serta bagaimana mengatasi kesulitan yang dihadapi. Peneliti melampirkan materi pembelajaran dalam RPP yang dibuat. Materi disusun mengacu pada Kompetensi Dasar (KD) dan indikator ketercapaian pembelajaran. Materi disusun secara ringkas, jelas, dan mencakup semua materi yang disampaikan dalam kegiatan pembelajaran selama satu pertemuan. Peneliti melampirkan media pembelajaran yang terdiri dari berbagai jenis, seperti cerita bergambar, Papan Cara Penjumlahan, lirik lagu, teks cerita/percakapan, gambar, Papan Cara Pengurangan, video, Kotak Cerita Matematika. RPP disertai dengan evaluasi dan penialaian untuk mengukur ketercapaian pembelajaran yang dilakukan. Evaluasi dibuat untuk setiap indikator pembelajaran disertai dengan instrumen penilaian yang akan menjadi pedoman dalam menilai hasil belajar siswa. Penilaian yang dilakukan merupakan penilaian otentik sesuai dengan karakteristik Kurikulum 2013. Bidang studi PPKn dinilai berdasarkan Kompetensi Inti (KI) 1, 2, 3, dan 4. Sedangkan bidang studi yang lain dinilai berdasarkan KI 3 dan 4. Penilaian sikap hanya dilakukan pada mata pelajaran PPKn karena Kurikulum 2013 revisi 2017 mengatakan bahwa penialaian sikap dilakukan pada muatan PPKn dan Pendidikan Agama. Namun, bukan berarti guru tidak mengutamakan sikap dalam kegiatan pembelajaran non PPKn dan Pendidikan Agama, mereka tetap harus memasukan pendidikan karakter melalui penekanan sikap walaupun dilakukan secara tersirat.

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 C. Validasi Ahli dan Revisi Produk 1. Data Validasi Pakar Perangkat Pembelajaran Inovatif Produk awal yang telah dibuat oleh peneliti berupa program tahunan (prota), program semester (prosem), silabus, dan RPP kemudian diberikan kepada dua orang ahli pembelajaran inovatif untuk divalidasi. Validasi ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perangkat pembelajaran yang telah dibuat. Validasi berpedoman pada instrumen penilaian yang telah dibuat oleh peneliti. Melalui validasi, peneliti dapat mengetahui masukan yang diberikan oleh ahli guna memperbaiki perangkat pembelajaran yang telah dibuat, sehingga layak diuji cobakan. Validasi ahli dilakukan sebanyak satu kali. Terdapat beberapa aspek penilaian terhadap komponen perangkat pembelajaran inovatif dalam instrumen validasi yang digunakan peneliti yaitu (1) program tahunan (prota) terdiri dari identitas prota, komponen prota, jumlah jam efektif dan pembagian waktu setiap tema/subtema, (2) program semester (prosem) terdiri dari identitas prosem, komponen yang lengkap, materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) serta indikator, (3) silabus terdiri dari identitas silabus, materi pokok, keterkaitan komponen dalam silabus, (4) RPP terdiri dari (identitas RPP, tujuan pembelajaran, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), perumusan indikator, materi pembelajaran, pendekatan, model, metode, media pembelajaran, sumber belajar, evaluasi, mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), mengembangkan 5M, dan instrumen evaluasi), (5) media, (6) Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), (7) bahasa. Berdasaran hasil validasi yang dilakukan validator ahli pembelajaran inovatif dengan mas D memberi rerata pada model pembelajaran Cooperarif Learning tipe NHT skor 4,27 dengan kategori “sangat baik”. Sedangkan rerata pada model pembelajaran Quantum skor 4,27 dengan kategori “sangat baik”. Perangkat pembelajaran dinyatakan layak untuk digunakan atau uji coba lapangan dengan kritik dan saran yang diberikan oleh ahli. Mas D sebagai validator memberikan komentar untuk beberapa komponen pada model

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 pembelajaran Cooperarif Learning tipe NHT yaitu: (1) keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai, (2) kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD, (3) tujuan pembelajaran (kesesuaian tujuan dengan indikator, kata kerja dapat diukur, mencakup komponen A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree), (4) materi pembelajaran (kesesuaian materi pembelajaran dengan KD dan indikator, susunan materi yang sistematis, kelengkapan materi pembelajaran), (5) mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4-C6 / HOTS), (6) rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik model pembelajaran Cooperarif Learning tipe NHT, (7) mengembangkan 5M dalam kegiatan inti yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengomunikasikan, (8) kelayakan isi (sesuai dengan KI & KD, sesuai kemampuan siswa, sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, keterkinian materi), (9) kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berpikir kritis, kemultitafsiran kalimat), (10) kelayakan kegiatan (pemberian pengalaman langsung dalam LPKD, pengidentifikasian hasil temuan dalam LKPD, perencanaan kerja ilmiah dalam LKPD, pelaksanaan kerja ilmiah dalam LKPD). Komentar yang diberikan untuk model pembelajaran Cooperarif Learning tipe NHT yaitu: (1) cek lagi keterkaitan antar komponen, (2) terdapat rumusan indikator yang belum sesuai, (3) komponen ABCD harus lebih disesuaikan lagi, (4) susunan materi dicek kembali supaya sistematis, (5) lebih dikembangkan lagi dalam indikator (HOTS), (6) karakteristik model NHT harus lebih ditonjolkan lagi dalam pembelajaran, (7) 5M bagian menalar belum terlihat, (8) isi LKPD harus disesuaikan lagi dengan kemampuan siswa, (9) perhatikan penggunaan bahasa, (10) pelaksanaan kerja ilmiah di LKPD belum nampak. Sedangkan komentar untuk beberapa komponen pada model pembelajaran Quantum yaitu: (1) keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai, (2) kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD, (3) materi pembelajaran

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 (kesesuaian materi pembelajaran dengan KD dan indikator, susunan materi yang sistematis, kelengkapan materi pembelajaran), (4) mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4-C6 / HOTS), (5) rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik model pembelajaran Quantum, (6) rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan sintaks (langkah-langkah) model pembelajaran Quantum, (7) mengembangkan 4 ketrampilan dasar belajar abad 21 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif komunikatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan (communicative), (8) kelengkapan instrumen evaluasi (soal, kunci, rubrik pedoman penskoran), (9) keterbacaan tulisan jenis dan ukuran, keruntutan penyajian materi, kelengkapan materi, kesederhanaan dalam menyajikan materi, dan tingkat kemudahan dalam penggunaan media, (10) kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berpikir kritis, kemultitafsiran kalimat). Komentar yang diberikan untuk model pembelajaran Quantum yaitu: (1) cek lagi keterkaitan antar komponen, (2) terdapat rumusan indikator yang belum sesuai, (3) susunan materi dicek kembali supaya sistematis, (4) lebih dikembangkan lagi dalam indikator (HOTS), (5) karakteristik model quantum harus lebih ditonjolkan lagi dalam pembelajaran, (6) sintaks perlu disesuaikan lagi dengan kegiatan pembelajaran, (7) 4C bagian berpikir kritis dikembangkan lagi, (8) rubrik pedoman penskoran harus disesuaikan lagi (9) keruntutan penyajian materi dicek kembali, (10) perhatikan penggunaan bahasa. Berdasarkan hasil validasi oleh ahli perangkat pembelajaran inovatif, yaitu bapak Y rerata pada model pembelajaran Cooperarif Learning tipe NHT skor 4,66 dengan kategori “sangat baik.” Sedangkan rerata pada model pembelajaran Quantum skor 4,83 dengan kategori “sangat baik”. Perangkat pembelajaran dinyatakan layak untuk digunakan atau uji coba lapangan dengan kritik dan saran yang diberikan oleh ahli. Bapak Y sebagai validator memberikan komentar untuk beberapa komponen pada model pembelajaran

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 Cooperarif Learning tipe NHT yaitu: (1) keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai, (2) kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD, (3) mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4-C6 / HOTS), (4) rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik model pembelajaran cooperative learning tipe NHT, (5) kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berpikir kritis, kemultitafsiran kalimat). Komentar yang diberikan untuk model Cooperarif Learning tipe NHT yaitu: (1) keterkaitan antar komponen harus diteliti kembali, (2) rumusan indikator perlu dicek kembali, (3) HOTS perlu dikembangkan tetapi harus sesuai dengan kemampuan siswa, (4)disesuaikan lagi dengan karakteristik model pembelajaran cooperative learning tipe NHT, (5) struktur kalimat sebaiknya dibuat dengan lebih sederhana. Sedangkan komentar untuk beberapa komponen pada model pembelajaran Quantum yaitu: (1) keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai, (2) mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4-C6 / HOTS), (3) rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan sintaks (langkahlangkah) model pembelajaran Quantum, (4) kelengkapan instrumen evaluasi (soal, kunci, rubrik pedoman penskoran), (5) kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berpikir kritis, kemultitafsiran kalimat) Komentar yang diberikan untuk model pembelajaran Quantum yaitu: (1) keterkaitan antarkomponen harus diteliti kembali, (2) HOTS perlu dikembangkan kembali, (3) sintaks model pembelajaran Quantum perlu dicek lagi, (4) dicek kembali untuk rubrik pedoman penskoran, (5) penggunaan bahasa disesuaikan lagi sesuai kaidah bahasa. Perangkat pembelajaran yang telah divalidasi oleh kedua validator tersebut direvisi sesuai dengan masukan yang diberikan. Komentar dan revisi dijabarkan dalam tabel berikut:

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 Tabel 4.1 Komentar Pakar dan Revisi Model Cooperarif Learning tipe NHT No. 3. 2. 3. 4. 10. Aspek yang dinilai Komentar Revisi SILABUS Keterkaitan antar komponen Cek lagi Menyesuaikan dalam silabus sesuai. keterkaitan antar kembali komponen keterkaitan antar komponen dalam silabus. Keterkaitan antar Mengganti komponen harus komponen yang diteliti kembali belum terkait dalam silabus. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Kesesuaian rumusan Terdapat rumusan Mengubah indikator dengan KI dan indikator yang rumusan indikator KD. belum sesuai supaya sesuai dengan KI dan KD. Rumusan indikator Mengecek dan perlu dicek kembali mengubah rumusan indikator yang belum sesuai. Tujuan pembelajaran Komponen ABCD Mengubah (kesesuaian tujuan dengan harus lebih komponen ABCD indikator, kata kerja dapat disesuaikan lagi supaya lebih diukur, mencakup sesuai. komponen A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree). Materi pembelajaran Susunan materi Menyesuaikan (kesesuaian materi dicek kembali susunan materi pembelajaran dengan KD supaya sistematis yang digunakan dan indikator, susunan saat pembelajaran materi yang sistematis, supaya sistematis. kelengkapan materi pembelajaran). Mengembangkan Lebih Mengubah dan kemampuan berpikir tingkat dikembangkan lagi mengembakan tinggi pada indikator (C4- dalam indikator indikator sehingga C6 / HOTS). (HOTS) menjadi HOTS. HOTS perlu Mengembangkan dikembangkan HOTS yang sesuai tetapi harus sesuai dengan dengan kemampuan siswa kemampuan siswa

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 12. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik model pembelajaran cooperative learning tipe NHT 14. Mengembangkan 5M dalam kegiatan inti yaitu : mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan. 2. 3. 4. Kelayakan isi (sesuai dengan KI & KD, sesuai kemampuan siswa, sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, keterkinian materi). Kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah Bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berpikir kritis, kemultitafsiran kalimat). Karakteristik model NHT harus lebih ditonjolkan lagi dalam pembelajaran Disesuaikan lagi dengan karakteristik model pembelajaran cooperative learning tipe NHT Menyesuaikan model NHT supaya lebih ditonjolkan dalam pembelajaran. Menyesuaikan karakteristik model pembelajaran cooperative learning tipe NHT dalam rancangan pembelajaran 5M bagian menalar Memperjelas 5M belum terlihat pada bagian menalar supaya terlihat. LKPD Isi LKPD harus Menyesuaikan isi dengan disesuaikan lagi LKPD kemampuan siswa. dengan kemampuan siswa Perhatikan penggunaan bahasa Struktur kalimat sebaiknya dibuat dengan lebih sederhana Kelayakan kegiatan Pelaksanaan kerja (pemberian pengalaman ilmiah di LKPD langsung dalam LPKD, belum nampak pengidentifikasian hasil temuan dalam LKPD, perencanaan kerja ilmiah dalam LKPD, pelaksanaan kerja ilmiah dalam LKPD). Memperbaiki penggunaan bahasa dalam pembuatan LKPD. Mengubah kalimat supaya menjadi lebih sederhana dan mudah dimengerti Mengubah LKPD supaya kerja ilmiah nampak.

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Tabel 4.2 Komentar Pakar dan Revisi Model Pembelajaran Quantum No. 3. 2. 4. 10. 12. 13. Aspek yang dinilai Komentar Revisi SILABUS Keterkaitan antar komponen Cek lagi Menyesuaikan dalam silabus sesuai. keterkaitan antar kembali komponen keterkaitan antar komponen dalam silabus. Keterkaitan antar Mengubah komponen harus komponen yang diteliti kembali belum sesuai RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Kesesuaian rumusan Terdapat rumusan Mengubah indikator dengan KI dan indikator yang rumusan indikator KD. belum sesuai supaya sesuai dengan KI dan KD. materi Menyesuaikan Materi pembelajaran Susunan (kesesuaian materi dicek kembali susunan materi pembelajaran dengan KD supaya sistematis yang digunakan dan indikator, susunan saat pembelajaran materi yang sistematis, supaya sistematis. kelengkapan materi pembelajaran). Mengembangkan Lebih Mengembakan kemampuan berpikir tingkat dikembangkan lagi indikator sehingga tinggi pada indikator (C4- dalam indikator menjadi HOTS. C6 / HOTS). (HOTS) HOTS perlu Mengembangkan dikembangkan indikator supaya kembali menjadi HOTS Rancangan kegiatan Karakteristik Menyesuaikan pembelajaran sesuai dengan model NHT harus model NHT karakteristik model lebih ditonjolkan supaya lebih pembelajaran Quantum lagi dalam ditonjolkan dalam pembelajaran pembelajaran. Rancangan kegiatan Sintaks perlu Memperbaiki dan pembelajaran sesuai dengan disesuaikan lagi menyesuaikan sintaks (langkah-langkah) dengan kegiatan sintaks model model pembelajaran pembelajaran Quantum Learning Quantum dengan kegiatan pembelajaran. Sintaks model Memperbaiki dan pembelajaran menyesuaikan Quantum Learning sintaks model

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 perlu dicek lagi 15. 16. 2. 3. Quantum Learning dengan kegiatan pembelajaran. 4C bagian berpikir Mengembangkan Mengembangkan 4C pada bagian ketrampilan dasar belajar kritis abad 21 4C yaitu berpikir dikembangkan lagi berpikir kritis. kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikatif (communicative). Kelengkapan instrumen Rubrik pedoman Mengganti rubrik evaluasi (soal, kunci, rubrik penskoran harus pedoman pedoman penskoran). disesuaikan lagi penskoran. Dicek kembali untuk rubrik pedoman penskoran MEDIA Keterbacaan tulisan jenis Keruntutan dan ukuran, keruntutan penyajian materi penyajian materi, dicek kembali kelengkapan materi, kesederhanaan dalam menyajikan materi, dan tingkat kemudahan dalam penggunaan media. LKPD Kelayakan bahasa (kalimat Perhatikan dengan kaidah bahasa penggunaan bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, Penggunaan bahasa mendorong siswa untuk disesuaikan lagi berpikir kritis, sesuai kaidah kemultitafsiran kalimat). bahasa Mengubah pendoman penskoran rubrik Menyusun materi yang akan digunakan dalam pembelajaran supaya runtut. Memperbaiki penggunaan bahasa dalam pembuatan LKPD. Mengecek penggunaan bahasa yang kurang sesuai 2. Revisi Produk Revisi produk dilakukan berdasarkan masukan yang diberikan oleh kedua validator. Validator memberikan beberapa masukan pada komponen model pembelajaran Cooperatif Learning tipe NHT yaitu: (1) cek lagi

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 keterkaitan antar komponen pada silabus. Peneliti melakukan penyesuaian kembali keterkaitan antar komponen dalam silabus, (2) terdapat rumusan indikator yang belum sesuai. Peneliti mengubah rumusan indikator supaya sesuai dengan KI dan KD, (3) komponen ABCD harus lebih disesuaikan lagi. Peneliti mengubah komponen ABCD supaya lebih sesuai, (4) susunan materi dicek kembali supaya sistematis. Peneliti melakukan penyesuaian susunan materi yang digunakan saat pembelajaran supaya sistematis, (5) lebih dikembangkan lagi dalam indikator (HOTS). Peneliti mengubah dan mengembakan indikator sehingga menjadi HOTS, (6) karakteristik model NHT harus lebih ditonjolkan lagi dalam pembelajaran. Peneliti menyesuaikan model NHT supaya lebih ditonjolkan dalam pembelajaran, (7) 5M bagian menalar belum terlihat. Peneliti memperjelas 5M pada bagian menalar supaya terlihat, (8) isi LKPD harus disesuaikan lagi dengan kemampuan siswa. Peneliti menyesuaikan isi LKPD dengan kemampuan siswa, (9) perhatikan penggunaan bahasa. Peneliti memperbaiki penggunaan bahasa dalam pembuatan LKPD, (10) pelaksanaan kerja ilmiah di LKPD belum nampak. Peneliti mengubah LKPD supaya kerja ilmiah nampak. Validator juga memberikan beberapa masukan pada komponen model pembelajaran Quantum yaitu: (1) cek lagi keterkaitan antar komponen. Peneliti menyesuaikan kembali keterkaitan antar komponen dalam silabus, (2) terdapat rumusan indikator yang belum sesuai. Peneliti mengubah rumusan indikator supaya sesuai dengan KI dan KD, (3) susunan materi dicek kembali supaya sistematis. Peneliti menyesuaikan susunan materi yang digunakan saat pembelajaran supaya sistematis, (4) lebih dikembangkan lagi dalam indikator (HOTS). Peneliti mengembakan indikator sehingga menjadi HOTS, (5) karakteristik model NHT harus lebih ditonjolkan lagi dalam pembelajaran. Peneliti menyesuaikan model NHT supaya lebih ditonjolkan dalam pembelajaran, (6) sintaks perlu disesuaikan lagi dengan kegiatan pembelajaran. Peneliti memperbaiki dan menyesuaikan sintaks model pembelajaran Quantum dengan kegiatan

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 pembelajaran, (7) 4C bagian berpikir kritis dikembangkan lagi. Peneliti mengembangkan 4C pada bagian berpikir kritis, (8) rubrik pedoman penskoran harus disesuaikan lagi. Peneliti mengganti rubrik pedoman penskoran, (9) keruntutan penyajian materi dicek kembali. Peneliti menyusun materi yang akan digunakan dalam pembelajaran supaya runtut, (10) perhatikan penggunaan bahasa. Peneliti memperbaiki penggunaan bahasa dalam pembuatan LKPD D. Uji Coba Terbatas 1. Data Uji Coba Terbatas Peneliti melakukan uji coba terbatas oleh siswa kelas IIA SD N Dayuharjo yang berjumlah 25 siswa. Pengalaman yang peneliti rasakan saat melakukan uji coba terbatas menggunakan perangkat pembelajaran inovatif yang sudah peneliti rancang di kelas yaitu siswa dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran, siswa dapat saling berinteraksi dengan baik, dan siswa dapat mengajukan beberapa pertanyaan sehingga menimbulkan keingintahuan yang tinggi pada proses pembelajaran. Peneliti melakukan validasi produk perangkat pembelajaran melalui uji coba terbatas dengan dinilai oleh seorang guru SD kelas II dan dinilai juga oleh teman sejawat yang melihat langsung peneliti melakukan uji coba produk. Guru tersebut berinisial Y dari SD Negeri Dayuharjo dan teman sejawat berinisial D dari Universitas Sanata Dharma. Uji coba produk dilakukan selama empat hari dan dimulai pada tanggal 30 Juli 2018. Terdapat beberapa aspek penilaian terhadap komponen perangkat pembelajaran dan uji coba. Komponen yang dimaksud yaitu: (1) guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan makna dan karakteristik model pembelajaran inovatif yang digunakan, (2) sesuai dengan sintaks model pembelajaran inovatif yang digunakan, (3) menerapkan pendekatan saintifik 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan) kepada siswa, (4) mengembangkan keterampilan belajar dasar abad 21 (berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 komunikatif), (5) menguasai materi dalam mengajar dan tidak terjadi miskonsepsi, (6) berperan sebagai motivator dan fasilitator pada saat pembelajaran, (7) pembelajaran berpusat pada siswa, (8) menggunakan beragam media dalam pembelajaran, (9) mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan pembelajara, (10) mengusahakan kegiatan pembelajaran yang bervariasi, (11) mengembangkan pendidikan karakter, (12) melaksanakan pembelajaran terpadu dengan landai, (13) menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, (14) melaksanakan penilaian otentik. Berdasarkan hasil uji coba di kelas IIA, bapak Y memberi skor rerata pada model pembelajaran Cooperarif Learning tipe Number Head Together (NHT) 4,82 dengan kategori “sangat baik”. Sedangkan hasil uji coba pada model pembelajaran Quantum skor rerata 4,68 dengan kategori “sangat baik”. Perangkat pembelajaran inovatif dinyatakan layak digunakan uji coba lapangan dengan revisi sesuai kritik dan saran. Bapak Y memberi komentar pada beberapa komponen perangkat pembelajaran model pembelajaran Cooperarif Learning tipe Number Head Together (NHT) yaitu: (1) guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan makna dan karakteristik model pembelajaran inovatif yang digunakan, (2) guru telah mengembangkan keterampilan belajar dasar abad 21 (berpikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif), (3) guru lebih berperan sebagai motivator & fasilitator pada saat pembelajaran, (4) pembelajaran berpusat pada siswa, (5) guru mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan pembelajaran. Komentar yang diberikan oleh bapak Y pada model pembelajaran Cooperarif Learning tipe Number Head Together (NHT) yaitu: (1) belum terlalu terlihat model pembelajarannya, (2) keterampilan belajar abad 21 kurang nampak, (3) sudah berperan sebagai motivator dan fasilitator namun terdapat kekurangan, (4) menggunakan sistem ceramah walaupun tidak banyak, (5) keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) kurang terlihat. Tetapi juga terdapat komentar positif yang diberikan oleh bapak Y

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 pada model pembelajaran Cooperarif Learning tipe Number Head Together (NHT) yaitu: (1) sudah sesuai dengan sintaks model pembelajaran inovatif yang digunakan, (2) sudah menerapkan pendekatan saintifik 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan) kepada siswa, (3) menggunakan beragam media dalam pembelajaran. Komentar pada beberapa komponen perangkat pembelajaran model pembelajaran Quantum yaitu: (1) pembelajaran berpusat pada siswa, (2) guru menggunakan beragam media dalam pembelajaran, (3) guru mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan pembelajaran. Komentar yang diberikan oleh bapak Y pada model pembelajaran Quantum yaitu: (1) cukup berpusat pada siswa, (2) media pembelajaran cukup beragam, (3) cukup terlihat pada kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Tetapi juga terdapat komentar positif yang diberikan oleh bapak Y pada model pembelajaran Cooperarif Learning tipe Quantum yaitu: (1) sudah sesuai dengan sintaks model pembelajaran inovatif yang digunakan, (2) sudah menerapkan pendekatan saintifik 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengkomunikasikan) kepada siswa, (3) sudah mengembangkan keterampilan belajar dasar abad 21 (berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif) dengan baik. Terdapat beberapa aspek penilaian terhadap komponen perangkat pembelajaran dan uji coba pada instrumen teman sejawat. Komponen yang dimaksud yaitu: (1) siswa dapat mencapai indikator pembelajaran yang ditetapkan, (2) siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, (3) siswa melaksanakan 5M dalam pembelajaran (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengkomunikasikan), (4) siswa terkesan senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, (5) siswa asyik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, (6) siswa terlibat dalam penggunaan media pembelajaran, (7) siswa memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran, (8) siswa berkembang kemampuan 4C-nya.

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 Berdasarkan hasil uji coba di kelas IIA, teman sejawat D memberi skor rerata pada model pembelajaran Cooperarif Learning tipe NHT 4,07 dengan kategori “baik”. Sedangkan hasil uji coba pada model pembelajaran Quantum skor rerata 4,07 dengan kategori “baik”. Perangkat pembelajaan inovatif dinyatakan layak digunakan uji coba lapangan dengan revisi sesuai kritik dan saran. Teman sejawat D memberi komentar pada beberapa komponen perangkat pembelajaran model pembelajaran Cooperarif Learning tipe NHT yaitu: (1) siswa asyik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, (2) siswa terkesan senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, (3) siswa memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran. Komentar yang diberikan oleh teman sejawat D pada model pembelajaran Cooperarif Learning tipe NHT yaitu: (1) sebagian siswa terlihat sibuk sendiri, belum memperhatikan dan mengikuti pembelajaran, (2) terkesan senang, namun terlihat beberapa siswa bosan karena model pembelajaran sama dengan hari pertama, (3) siswa memperoleh pengalaman pembelajaran dari media yang sudah disajikan Komentar pada beberapa komponen perangkat pembelajaran model pembelajaran Quantum yaitu: (1) siswa dapat mencapai indikator pembelajaran yang ditetapkan, (2) siswa melaksanakan 5M dalam pembelajaran (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengkomunikasikan). Komentar yang diberikan oleh teman sejawat D pada model pembelajaran Quantum yaitu: (1) hanya terlihat beberapa siswa yang menonjol yang dapat mencapai indikator pembelajaran, (2) bagian menanya terlewatkan Perangkat pembelajaran yang telah diuji cobakan dan dinilai oleh seorang guru direvisi sesuai masukan yang diberikan. Komentar dan revisi dijabarkan dalam tabel berikut: Tabel 4.3 Komentar Guru SD Kelas II dan revisi Model Pembelajaran Cooperarif Learning tipe NHT No. Aspek yang dinilai Komentar Revisi 1. Guru melaksanakan Belum terlalu Peneliti akan pembelajaran sesuai dengan terlihat model mengembangkan

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 makna dan karakteristik model pembelajarannya pembelajaran inovatif yang digunakan. 4. Guru telah mengembangkan Keterampilan keterampilan belajar dasar abad belajar abad 21 21 (berpikir kritis, kreatif, kurang nampak kolaboratif dan komunikatif) 6. Guru lebih berperan sebagai Sudah berperan motivator & fasilitator pada sebagai motivator saat pembelajaran. dan fasilitator namun ada kekurangan 7. Pembelajaran siswa. 9. Guru mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan pembelajaran. berpusat pada Terdapat ceramah sistem Keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) kurang terlihat karakteristik model pembelajaran pada kegiatan RPP. Peneliti akan memperjelas karakteristik keterampilan belajar abad 21 pada kegiatan RPP. Peneliti akan mengubah langkah kegiatan supaya siswa dapat terlibat aktif pada saat pembelajaran. Peneliti akan mengubah langkah kegiatan agar berpusat pada siswa. Peneliti akan memperjelas keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada kegiatan RPP. Tabel 4.4 Komentar Guru SD Kelas II dan revisi Model Pembelajaran Quantum No. Aspek yang dinilai Komentar Revisi 7. Pembelajaran berpusat pada Cukup berpusat Peneliti akan siswa. pada siswa mengembangkan karakteristik pembelajaran terpadu pada kegiatan RPP. 8. Guru menggunakan beragam Media Peneliti akan media dalam pembelajaran. pembelajaran membuat media cukup beragam pembelajaran

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 9. yang lebih beragam. Guru mengembangkan Cukup terlihat Peneliti akan kemampuan berpikir tingkat pada kemampuan memperjelas tinggi (HOTS) dalam kegiatan berpikir tingkat keterampilan pembelajaran. tinggi (HOTS) berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada kegiatan RPP. Tabel 4.5 Komentar Teman Sejawat dan revisi Model Pembelajaran Cooperarif Learning tipe NHT No. Aspek yang dinilai Komentar Revisi 4. Siswa terkesan senang dalam Terkesan senang, Peneliti akan mengikuti kegiatan namun terlihat membuat pembelajaran beberapa siswa kegiatan dalam bosan karena RPP yang lebih model inovatif. pembelajaran sama dengan hari pertama 5. Siswa asyik dalam mengikuti Sebagian siswa Peneliti akan kegiatan pembelajaran terlihat sibuk lebih sendiri, belum memperhatikan memperhatikan kegiatan dalam dan mengikuti RPP supaya pembelajaran siswa dapat memperhatikan dan mengikuti pembelajaran Tabel 4.6 Komentar Teman Sejawat dan revisi Model Pembelajaran Quantum No. Aspek yang dinilai Komentar 1. Siswa dapat mencapai indikator Hanya terlihat pembelajaran yang ditetapkan beberapa siswa yang menonjol yang dapat mencapai indikator pembelajaran Revisi Peneliti akan lebih memperhatikan kegiatan RPP yang dapat membuat seluruh siswa terlibat aktif.

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 3. Siswa melaksanakan 5M dalam Bagian menanya pembelajaran (mengamati, terlewatkan menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan) Peneliti mengubah kegiatan secara rinci supaya begian 5M dapat diterapkan secara runtut. 2. Revisi Produk Revisi produk dilakukan berdasarkan masukan yang diberikan guru SD kelas II dan teman sejawat setelah uji coba yang dilakukan. Guru SD kelas II memberi masukan komponen pada model pembelajaran Cooperarif Learning tipe NHT yaitu: (1) belum terlalu terlihat model pembelajarannya. Peneliti akan mengembangkan karakteristik model pembelajaran pada kegiatan RPP, (2) keterampilan belajar abad 21 kurang nampak. Peneliti akan memperjelas karakteristik keterampilan belajar abad 21 pada kegiatan RPP, (3) sudah berperan sebagai motivator dan fasilitator namun terdapat kekurangan. Peneliti akan mengubah langkah kegiatan supaya siswa dapat terlibat aktif pada saat pembelajaran, (4) terdapat sistem ceramah. Peneliti akan mengubah langkah kegiatan agar berpusat pada siswa, (5) keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) kurang terlihat. Peneliti akan memperjelas keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada kegiatan RPP. Guru SD kelas II juga memberi masukan komponen pada model pembelajaran Quantum yaitu: (1) cukup berpusat pada siswa. Peneliti akan mengembangkan karakteristik pembelajaran terpadu pada kegiatan RPP, (2) media pembelajaran cukup beragam. Peneliti akan membuat media pembelajaran yang lebih beragam, (3) cukup terlihat pada kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Peneliti akan memperjelas keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada kegiatan RPP. Teman sejawat memberi masukan komponen pada model pembelajaran Cooperarif Learning tipe NHT yaitu: (1) terkesan senang, namun terlihat beberapa siswa bosan karena model pembelajaran sama

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 dengan hari pertama. Peneliti akan membuat kegiatan dalam RPP yang lebih inovatif, (2) sebagian siswa terlihat sibuk sendiri, belum memperhatikan dan mengikuti pembelajaran. Peneliti akan lebih memperhatikan kegiatan dalam RPP supaya siswa dapat memperhatikan dan mengikuti pembelajaran. Teman sejawat juga memberi masukan komponen pada model pembelajaran Quantum yaitu: (1) hanya terlihat beberapa siswa yang menonjol yang dapat mencapai indikator pembelajaran. Peneliti akan lebih memperhatikan kegiatan RPP yang dapat membuat seluruh siswa terlibat aktif, (2) bagian menanya terlewatkan. Peneliti mengubah kegiatan secara rinci supaya begian 5M dapat diterapkan secara runtut. E. Kajian Produk Akhir Produk akhir diperoleh dari saran perbaikan yang diberikan oleh kedua validator ahli perangkat pembelajaran inovatif dan seorang guru kelas II SD sebagai pelaksana Kurikulum SD 2013. Peneliti melakukan revisi sebanyak dua kali. Revisi dilakukan pada produk awal berdasarkan masukan yang diberikan oleh kedua validator ahli perangkat pembelajaran inovatif. Kemudian, peneliti melakukan uji coba di SD N Dayuharjo. Berdasarkan uji coba tersebut, peneliti mendapatkan masukan dari guru kelas. Masukan dari guru digunakan peneliti untuk melakukan revisi akhir terhadap produ yang telah dibuat sehingga menjadi produk akhir. Produk akhir dijadikan satu jilid yang berisikan perangkat pembelajaran inovatif yang terdiri dari program tahunan (prota), program semester (prosem), silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) beserta penilaian, rangkuman materi dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk kelas II SD. Produk akhir perangkat pembelajaran inovatif telah direvisi sesuai dengan masukan untuk perbaikan yang diberikan validator dan guru SD. Peneliti memperbaiki perangkat pembelajaran inovatif sesuai dengan masukan sesuai saran kedua validator dan guru SD kelas II. Komponen yang terdapat pada perangkat pembelajaran inovatif yaitu: (1) Program Tahunan (Prota), (2)

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 Program Semester (Prosem), (3) silabus, (4) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), (5) media, (6) Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Pertama, program tahunan (prota) berisikan identitas yang lengkap (kelas, satuan pendidikan, tahun pelajaran). Kemudian, terdapat juga tema dan sub tema yang sesuai dengan kalender akademik beserta alokasi waktu, ada juga jumlah jam efektif (16 minggu) sesuai dengan jumlah minggu efektif, dan jumlah alokasi waktu sama dengan total jam pelajaran dalam satu tahun, serta proporsi pembagian waktu setiap tema dan sub tema sesuai. Kedua, adalah program semester (prosem) terdiri dari identitas prosem, komponen yang lengkap, materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) serta indikator. Ketiga, yaitu silabus terdiri dari identitas silabus, materi pokok, keterkaitan komponen dalam silabus. Keempat, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) terdiri dari (identitas RPP, tujuan pembelajaran, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD). Kompetensi Inti (KI) merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas, dan mata pelajaran. Dalam RPP terdapat juga perumusan indikator pembelajaran yang diturunkan dari KD. Indikator disusun dengan urutan kompetensi yang mencakup sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan untuk mata pelajaran PPKn dan Pendidikan Agama. Sedangkan kompetensi untuk mata pelajaran selain PPKn dan Pendidian Agama hanya mencakup kompetensi pengetahuan dan keterampilan. Rumusan indikator mangecu pada kata kerja operasional Taksnomi Bloom yang mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Tujuan pembelajaran dirumuskan dengan mengacu pada rumusan indikator, dalam pernyataan yang operasional. Tujuan pembelajaran memuat unsur A (Audience), B (Behaviour), C (Condition), dan D (Degree). Pada materi pembelajaran yang berisikan materi pokok pembelajaran. Lalu, pendekatan yang digunakan adalah scientific, model pembelajaran yang digunakan ada dua macam yaitu Cooperative Learning tipe NHT dan Quantum, dan metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, dan penugasan.

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 Kelima, yaitu media pembelajaran/bahan dan sumber belajar. Media yang digunakan adalah proyektor, lirik lagu, berbagai macam gambar sesuai dengan materi yang dipelajari, video pembelajaran, papan penjumlahan, papan pengurangan, permainan yang menggunakan alat sederhana. Sedangkan sumber belajar yang digunakan beragam yaitu buku pelajaran, lingkungan dan internet. Keenam, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang disajikan kepada siswa dibuat secara sistematis, merupakan materi atau tugas yang esensial, setiap kegiatan yang disajikan mempunyai tujuan yang jelas, penyajian LKPD dilengkapi dengan gambar dan ilustrasi, kegiatan yang disajikan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. Isi LKPD harus sesuai dengan KI & KD, sesuai kemampuan siswa, sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, keterkinian materi. Bahasa yang digunakan di LKPD menggunakan kalimat dengan kaidah bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berpikir kritis. Kegiatan yang dilakukan mengerjakan untuk LKPD bertujuan sebagai pemberian pengalaman langsung, pengidentifikasian hasil temuan, perencanaan kerja ilmiah, pelaksanaan kerja ilmiah. Tampilan yang disajikan dalam LKPD mempunyai daya tarik sampul/ cover, kesesuaian kesesuaian huruf yang digunakan, keseimbangan komposisi/judul dan logo. Penyajian saat mengerjakan LKPD memberikan kemudahan langkah-langkah, penyajian materi LKPD yang disertai objek langsung, dan penempatan siswa dalam LKPD dalam subjek belajar. F. Hasil Penelitian dan Pembahasan 1. Hasil Penelitian Berdasarkan hasil validasi oleh kedua pakar perangkat pembelajaran inovatif dan hasil ujicoba oleh seorang guru SD kelas II serta teman sejawat pelaksana Kurikulum 2013 diperoleh bahwa perangkat pembelajaran inovatif tersebut masuk dalam kategori “sangat baik” dengan skor rerata 4,45. Hasil tersebut dijabaran pada tabel di bawah ini:

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 Tabel 4.7 Rekapitulasi Validasi Ahli Kurikulum 2013, Guru SD Kelas II, dan Teman Sejawat Pelaksana Kurikulum 2013 No. Validasi 1. Pakar Pembelajaran Inovatif (A) Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe NHT 2. Pakar Pembelajaran Inovatif (A) Model Pembelajaran Quantum 3. Pakar Pembelajaran Inovatif (B) Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe NHT 4. Pakar Pembelajaran Inovatif (B) Model Pembelajaran Quantum 5. Guru SD Kelas II Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe NHT 6. Guru SD Kelas II Model Pembelajaran Quantum 7. Mahasiswa Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe NHT 8. Mahasiswa Model Pembelajaran Quantum Jumlah Rerata (Jumlah total:Responden) Kategori Perangkat Pembelajaran Skor Kategori 4,27 Sangat baik 4,27 Sangat baik 4,66 Sangat baik 4,83 Sangat baik 4,82 Sangat baik 4,68 Sangat baik 4,07 Baik 4,07 Baik 35,67 4,45 Sangat baik 2. Pembahasan Sesuai dengan pendapat Poppy Kamalia Devi, dkk (2009:1-5) menyatakan perangkat pembelajaran inovatif yaitu setiap guru pada suatu pendidikan berkewajiban menyusun perangkat pembelajaran yang berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, dan memotivasi siswa untuk berpatisipasi aktif. Peneliti telah membuat dan melaksanakan perangkat pembelajaran inovatif kepada siswa kelas II Sekolah Dasar sesuai dengan pendapat ahli perangkat pembelajaran inovatif yang dirancang oleh peneliti sendiri agar pembelajaran di kelas berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, dan memotivasi siswa untuk berpatisipasi aktif.

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 Berdasarkan penelitian yang relevan milik Alwi terdapat hal yang sama dengan milik peneliti yaitu sama-sama melakukan pengembangan perangkat pembelajaran inovatif. Tetapi juga terdapat hal yang berbeda yaitu hasil penelitian milik Alwi menunjukkan perangkat pembelajaran inovatif berbasis kontekstual yang dikembangkan peneliti ditinjau dari komponen buku model, komponen buku guru, komponen buku siswa, komponen RPP, dan komponen LKS menurut tim ahli dan validator secara umum berkategori baik. Milik peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif yaitu Program Tahunan (Prota), Program Semester (Prosem), silabus, dan (enam) 6 RPP yang menggunakan (dua) 2 model pembelajaran yaitu model pembelajaran Cooperatif Learning tipe Number Head Together (NHT) dan model pembelajaran Quantum. Hasil validasi tersebut berpedoman pada 7 (tujuh) aspek yaitu: 1) Program Tahunan (Prota), 2) Program Semester (Prosem), 3) silabus, 4) Renana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), 5) media, 6) Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), 7) bahasa. Pada validasi perangkat pembelajaran inovatif, pakar perangkat pembelajaran inovatif (A) pada model pembelajaran Cooperative Learning tipe NHT memberi skor 4,27 dengan kategori “sangat baik”. Sedangkan pada model pembelajaran Quantum memberi skor 4,27 dengan kategori “sangat baik”. Pakar peragkat pembelajaran inovatif (B) pada model pembelajaran Cooperative Learning tipe NHT memberikan skor 4,66 dengan kategori “sangat baik”. Sedangkan pada model pembelajaran Quantum memberi skor 4,83 dengan kategori “sangat baik”. Pada guru SD kelas II dengan model pembelajaran Cooperative Learning tipe NHT memberikan skor 4,82 dengan kategori “sangat baik”. Sedangkan pada model pembelajaran Quantum memberi skor 4,68 dengan kategori “sangat baik”. Pada teman sejawat dengan model pembelajaran Cooperative Learning tipe NHT memberikan skor 4,07 dengan kategori “baik”. Sedangkan pada model pembelajaran Quantum memberi skor 4,07 dengan kategori “baik”.

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 Keseluruhan hasil validasi dan uji coba produk tersebut didapatkan rerata skor 4,45 dengan kategori “sangat baik”. Perangkat pembelajaran inovatif dinyatakan “sangat baik” karena memenuhi semua aspek dalam perancangan perangkat pembelajaran inovatif. Perangkat pembelajaran inovatif yang dibuat memuat (1) Program Tahunan (Prota), (2) Program Semester (Prosem), (3) silabus, (4) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), (5) media, (6) Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), (7) bahasa. Produk yang dikembangkan sesuai dengan spesifikasi produk yang telah dijabarkan di bab I. Pertama, cover depan produk terdiri dari judul pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yaitu pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema hidup rukun di sekolah mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah dasar; nama penulis; logo universitas, keterangan yang berisi program studi yaitu pendidikan guru sekolah dasar, jurusan yaitu ilmu pendidikan, fakultas yaitu keguruan dan ilmu pendidikan, universitas yaitu Sanata Dharma Yogyakarta. Cover belakang berisi sinopsis dan biodata singkat penulis. Kedua, produk dicetak dalam ukuran kertas A4 dengan berat 70 gram sedangkan sampul dicetak dengan kertas ivory 230 supaya terlihat kokoh. Ketiga, produk ditulis menggunakan theme font “Times New Roman” dengan spasi 1,5 supaya setiap bagian dalam RPP terlihat jelas. Keempat, kata pengantar terdiri dari ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa; penjelasan kerangka berpikir seputar pembelajaran inovatif; ucapan terimakasih kepada pihak yang membantu dan terlibat dalam penyusun produk; dan kesediaan penulis dalam menerima kritik dan saran terkait dengan produk yang dikembangkan. Kelima, daftar isi terdiri dari garis besar isi buku beserta nomor halaman. Keenam, perangkat pembelajaran inovatif terdiri dari program tahunan (prota), program semester (promes), silabus, dan RPP. Ketujuh, Program Tahunan (Prota) adalah rencana umum pelaksanaan pembelajaran muatan pelajaran berisi antara lain rencana penetapan

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 alokasi waktu satu tahun pembelajaran. Prota dibuat sesuai dengan kalender tahun pelajaran baru. Komponen-komponen dalam menyusun Program Tahunan (Prota): identitas (antara lain muatan pelajaran, kelas, tahun pelajaran) dan format isian (antara lain tema, subtema, dan alokasi waktu). Kedelapan, Program Semester (Prosem) merupakan penjabaran dari program tahunan, sehingga program tersebut tidak bisa disusun sebelum tersusun program tahunan. Program semester (Prosem) dilihat kalender dari semester gasal. Program Semester (Prosem) berisikan garisgaris besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Kesembilan, silabus merupakan salah satu produk pengembangan kurikulum berisikan garis-garis besar pembelajaran dan rancangan penilaian. materi pelajaran, kegiatan Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu atau kelompok mata pelajaran/ tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar. Kesepuluh, perangkat pembelajaran RPP disusun lengkap terdiri dari a) identitas RPP; b) kompetensi inti; c) kompetensi dasar, indikator, dan tujuan pebelajaran; d) pendekatan, tipe dan metode; e) sumber belajar; f) langkah pembelajaran; g) penilaian; h) lampiran yang berisi rangkuman materi, LKS, media dan rubrik penskoran yang berjumlah 6 (enam) set Kesebelas, karakteristik pembelajaran terpadu memuat unsur keterpaduan antara mata pelajaran yang akan diajarkan, saintifik yang dikembangkan adalah 5M yaitu: mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan yang akan diaplikasikan di dalam kegiatan inti. Kemudian adanya penilaian otentik yaitu penilaian proses dari pengetahuan, sikap dan keterampilan. Kurikulum 2013 terdapat

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 pendidikan karakter pada siswa dan kemampuan berpikir tinggi yaitu menerapkan Taksonomi Bloom mulai dari C4 sampai C6. Kedua belas, mengembangkan empat keterampilan/4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikatif (communicative). Ketiga belas, penjelasan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Number Head Together (NHT). Model pembelajaran Cooperative Learning tipe Number Head Together (NHT) terdiri dari pengertian model pembelajaran Cooperative Learning tipe Number Head Together (NHT); karakteristik model pembelajaran Cooperative Learning tipe Number Head Together (NHT); langkah-langkah pengembangan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Number Head Together (NHT); dan kelebihan dan kelemahan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Number Head Together (NHT). Keempat belas, penjelasan model pembelajaran Quantum. Model pembelajaran Quantum terdiri dari pengertian model pembelajaran Quantum; karakteristik model pembelajaran Quantum; langkah-langkah pengembangan model pembelajaran Quantum; dan kelebihan dan kelemahan model pembelajaran Quantum. Kelima belas, soal post test mengacu pada panduan penilaian untuk sekolah dasar. Terpadat 6 (enam) set soal post test untuk setiap satu subtema yang diberikan pada akhir pembelajaran. Keenam belas, peneliti menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yang meliputi bahasa, peristilahan, nama orang, nama tempat tanda baca, dan kata penghubung. Dengan demikian produk yang dikembangkan dapat dikatakan memiliki kualitas yang “sangat baik” dan layak diujicobakan pada scope yang lebih luas sebagai perangkat pembelajaran inovatif sub tema hidup rukun di sekolah yang mengacu pada Kurikulum 2013.

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENGEMBANGAN, DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan, peneliti menyimpulkan hal-hal sebagai berikut: 1.a. Berdasarkan hasil validasi perangkat pembelajaran, kedua pakar perangkat pembelajaran inovatif memberi skor rerata pada model pembelajaran Cooperative Learning tipe Number Head Together (NHT) 4,47 dengan kategori “sangat baik”. Pada model pembelajaran Quantum pakar memberikan skor 4,55 dengan kategori “sangat baik”. Kualitas perangkat pembelajaran inovatif sub tema Hidup Rukun di Sekolah mengacu pada Kurikulum 2013 dinyatakan “sangat baik”. b. Berdasarkan hasil uji coba terbatas, guru SD kelas II dan teman sejawat memberi skor rerata pada model pembelajaran Cooperative Learning tipe Number Head Together (NHT) 4,45 dengan kategori “sangat baik”. Pada model pembelajaran Quantum pakar memberikan skor 4,36 dengan kategori “sangat baik”. Kualitas perangkat pembelajaran inovatif sub tema Hidup Rukun di Sekolah mengacu pada Kurikulum 2013 dinyatakan “sangat baik”. Jika digabungkan antara hasil validasi kedua pakar, guru, dan teman sejawat, maka diperoleh skor rata-rata 4,45 dengan kategori “sangat baik” sebagai perangkat pembelajaran inovatif dan layak diujicobakan pada scope yang lebih luas. B. Keterbatasan Pengembangan Perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan dalam penelitian ini memiliki keterbatasan yang dijabarkan sebagai berikut: 1. Analisis kebutuhan wawancara dan observasi hanya dilakukan kepada dua guru kelas II dengan sekolah yang berbeda. 97

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 2. Penelitian diterapkan kepada siswa kelas II yang sebagian siswanya belum lancar dalam menghitung dan mengikuti pembelajaran dengan maksimal. 3. Instrumen validasi pakar dan uji coba produk hanya dilakukan dengan mahasiswa PPG dan guru kelas II. C. Saran 1. Analisis kebutuhan wawancara dan observasi sebaiknya dilakukan dengan dua guru sekolah dasar yang menggunakan Kurikulum 2013 agar hasil analisis kebutuhan lebih valid dan jelas menunjukkan kebutuhan guru. 2. Penelitian ini sebaiknya dilakukan di kelas atas terutama di kelas yang siswanya sudah pandai menghitung dan mengikuti pembelajaran dengan maksimal supaya penerapan model-model pembelajaran inovatif tidak terhambat dan berjalan lancar. 3. Validator sebaiknya dari pakar perangkat pembelajaran inovatif yang sudah benar-benar mengetahui tentang perangkat pembelajaran inovatif bukan dari mahasiswa ataupun guru.

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Arikunto. (2002). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Daryanto. (2014). Pendekatan Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013. Yogyakarta: Penerbit Gava Media. _______. (2014). Pembelajaran Tematik, Terpadu, Terintegrasi (Kurikulum 2013). Yogyakarta: Penerbit Gava Media. Devi, Poppy Kamalia. (2009). Pengembangan Perangkat Pembelajaran. Bandung: P4TK IPA. Fadillah. (2014). Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA. Yogyakarta: Ar-Ruszz Media. Hosnan. (2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia. Koesoema, Doni. (2015). Pendidikan Karakter: Stratergi Mendidik Anak di Zaman Global. Jakarta: Grasindo. Komalasari. (2010). Pembelajaran Kontekstual Konsep dan Aplikasi. Bandung: Refika Aditama. Kunandar. (2014). Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013). Jakarta: Rawajli Pers. Kurniasih, I dan Sani, B. (2014). Implementasi Kurikulum 2013: Konsep dan Penerapan. Surabaya: Kata Pena. Majid, A dan Chairul Rochman. (2014). Pendekatan Ilmiah Dalam Implementasi 2013. Bandung: PT Remaja Rusdakarya. 99

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 Mulyasa, E. (2013). Pengembangan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya. __________. (2016). Pengembangan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya. Murfiah, Uum. (2017). Pembelajaran Terpatu (Teori & Praktif Terbaik di Sekolah). Bandung: PT Refika Aditama. Permendikbud Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Permendikbud Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Implementasi Kurikulum. Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Permendikbud. (2013). Pedoman Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013. Buku1. Jakarta: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. _______. (2017). Panduan Implementasi Kecakapan Abad 21 Kurikulum 2013 di Sekolah Menengah Atas. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas dan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2017. Riyanto, Yatim. (2009). Paradigma Baru Pembelajaran: Sebagai Referensi Bagi Pendidik Dalam Implementasi Pembelajaran Yang Efektif Dan Berkualitas. Jakarta: Prenada Media. Rohmadi, Slamet Subiyantoro. (2011). Bunga Rampai: Model-Model Pembelajaran Bahasa, Sastra, Dan Seni. Surakarta: Yuma Pustaka.

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 Saputra, Hatta. (2016). Pengembangan Mutu Pendidikan Menuju Era Global. CV Smile’s Indonesia Institute (Smile’s Publishing). Setyosari, P. (2013). Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group. Shoimin, Aris. (2014). 68 Model Pembelajara Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Sugiyono. (2011). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta. _______. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta. _______. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta. _______. (2015). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta. Sunaryo, dkk. (2009). Bimbingan di Sekolah Dasar. Bandung: Depdikbud. Susanto. (2013). Teori Belajar dan Pembelajaran Di Sekolah Dasar. Jakarta: Prenadamedia Group. Syaodih. (2009). Kurikulum dan Pembelajaran Kompetensi. Bandung: PT. Refika Aditama.

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 Tegeh, I.M., Jampel, I.N dan Pudjawan, K. (2014). Model Penelitian Pengembangan.Yogyakarta: Graha Ilmu. Trianto. (2009). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif: Konsep, Landasan, Dan Implementasinya Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana Prenada Media Group. ______. (2010). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif: Konsep, Landasan, Dan Implementasinya Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Wena. (2013). Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer: Suatu Tujuan Konseptual Operasional. Jakarta: Bumi Aksara. Yani, A. (2014). Mindset Kurikulum 2013. Bandung: Penerbit Alfabeta. Yani, A dan Mamat R. (2018). Teori dan Implementasi Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013. Bandung: PT Refika Aditama.

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 103

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 Lampiran 1 : Pedoman Wawancara Pedoman Wawancara No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. Pertanyaan Sejak kapan SD ini menerapkan kurikulum 2013 ? Apakah bapak/ibu pernah mengikuti pelatihan kurikulum SD 2013 ? Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terhadap kurikulum SD 2013 ? Apakah bapak/ibu sudah mengetahui karakteristik kurikulum SD 2013 ? Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terkait dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran ? Bagaimana cara bapak/ibu merumuskan indicator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan kemapuan siswa ? Bagaimana cara bapak/ibu menumbuhkembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran ? Apakah bapak/ibu setiap pembelajaran menggunakan RPP dengan model pembelajaran yang berbeda ? Apakah tujuan pembelajaran yang bapak/ibu kembangkan sudah mengupayakan tercapainya Pendidikan karakter ? Apakah bapak/ibu mengetahui keterampilan yang harus dikuasai sesuai pada abad 21 seperti (bepikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi) ? Apakah dalam pembuatan RPP bapak/ibu sudah merumuskan indicator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (bepikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi) ? Apakah pembelajaran dengan ceramah lebih mendominasi di kelas ? Pernahkah bapak/ibu menggunakan model pembelajaran inovatif yang lain ? apakah modelnya itu ? Apakah bapak/ibu mengetahui pembelajaran inovatif ? Kesulitan apa sajakah yang bapak/ibu alami dalam pembuatan model pembelajaran inovatif ? Bagaimana cara mengatasai kesulitan yang dialami ? Apakah contoh perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntuan kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah bapak/ibu ? Apakah bapak/ibu memerlukan bentuk contoh untuk perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu kurikulum 2013 (model PBL, model inquiri, model pembelajaran kooperatif, model quantum d.s.b)? Apakah siswa pernah merasa bosan ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas ? Apakah bapak/ibu mempunyai rencana untuk pengembangan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa ? Menurut bapak/ibu apakah perangkat pembelajaran inovatif penting jika diterapkan dalam proses pembelajaran dewasa ini ? Apakah bapak/ibu sudah memahami tentang jenis belajar menurut Taksonomi Bloom yang telah direvisi ?

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 Lampiran 2 : Pedoman Observasi Pedoman Observasi Guru No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. Pernyataan Kegiatan Awal (Pendahuluan) Guru membuka pembelajaran dengan berdoa Guru melakukan presensi kepada siswa Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran Guru menjelaskan tujuan pembelajaran Guru memberikan motivasi Kegiatan Inti Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa Guru menerepkan 5M pada siswa Guru menggunakan bahasa baku yang baik Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa Guru memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal Guru tidak berpaku pada satu tempat Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan sehari-hari Guru memberikan apresiasi kepada siswa Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran Guru dapat mengkonsidikan kelas dengan baik Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa Guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran Kegiatan Penutup Guru membuat ringkasan secara lisan

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 25. 26. 27. 28. 29. 30. Guru membuat ringkasan secara tertulis Guru menunjukkan sumber lain Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif Guru memberikan evaluasi kepada siswa Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang disampaikan Pedoman Observasi Siswa No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Pernyataan Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi Siswa mengajukan pertanyaan Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok Siswa mampu mengkomunikasi hasil diskusi Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara lisan Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 Lampiran 3 : Rangkuman Hasil Wawancara RANGKUMAN WAWANCARA SURVEI KEBUTUHAN 1. SD Negeri Percobaan 2 Nama Guru : Adhik Abil Yuhono, S.Pd. 1. Sejak kapan SD ini menerapkan kurikulum 2013 ? Pada tahun 2016 sudah menggunakan kurikulum 2013 tetapi hanya untuk kelas I, II, IV, V. Rencana untuk tahun pelajaran 2018/2019 akan menyeluruh menggunakan kurikulum 2013. 2. Apakah bapak/ibu pernah Pernah, pertama isinya hanya mengikuti pelatihan kurikulum SD mengenai pengenalan kurikulum 2013 2013 ? dan pengenalan cara mengajarnya yang kedua mengenai penilaiannya. 3. Sejauh mana pemahaman bapak/ibu a. Guru permata pelajaran diganti jadi terhadap kurikulum SD 2013 ? permuatan b. Yang sebelumnya perbab diganti menjadi pertema c. Sekarang penilaian per-KD 4. Apakah bapak/ibu sudah mengetahui karakteristik kurikulum Tahu tetapi kurang memahami lebih dalam. SD 2013 ? 5. Sejauh mana pemahaman bapak/ibu Memahami tapi kurang mendalam terkait dengan pendekatan saintifik karena saat pembelakalan kurikulum dalam pembelajaran ? 2013 hanya tiga hari dan dari pagi sampai malam tidak berhenti pembelakalannya, sehingga tidak efisien dan membuat para guru lain tidak bisa memahami isi dari pembelakalan kurikulum 2013. 6. Bagaimana cara bapak/ibu Wali kelas untuk IIA dan IIB saling

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 merumuskan indikator dan tujuan bekerjasama untuk merumuskan pembelajaran sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran kemapuan siswa ? yang hanya mengacu pada CD, sehingga tidak murni membuat sendiri. Kebanyakan guru membeli CD yang isinya sudah lengkap tentang perangkat pembelajaran. 7. Bagaimana cara bapak/ibu menumbuhkembangkan pendidikan Lebih mengutamakan contoh pada kehidupan sehari-hari. karakter dalam pembelajaran ? 8. Apakah bapak/ibu setiap Kadang-kadang (tiga hari pembelajaran menggunakan RPP pembelajaran menggunakan model dengan model pembelajaran yang pembelajaran yang sama tetapi kadang berbeda ? berbeda). 9. Apakah tujuan pembelajaran yang bapak/ibu kembangkan sudah Saya rasa sudah tetapi hanya secara tersirat saja. mengupayakan tercapainya pendidikan karakter ? 10. Apakah bapak/ibu mengetahui keterampilan yang harus dikuasai Mengetahui tetapi hanya sebatas mengetahui saja. sesuai pada abad 21 seperti (bepikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi) ? 11. Apakah dalam pembuatan RPP bapak/ibu sudah merumuskan Sudah pasti karena sudah ada lengkap di CD yang sudah dibeli. indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (bepikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi) ? 12. Apakah pembelajaran dengan Pembelajaran dengan ceramah tetap

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 ceramah lebih mendominasi di digunakan, walaupun menggunakan kelas ? kurikulum apapun. 13. Pernahkah bapak/ibu menggunakan Pernah, model jigsaw pernah model pembelajaran inovatif yang digunakan pada kelas III, model lain ? Apakah modelnya itu ? picture and picture pernah diterapkan pada kelas II, PBL juga pernah digunakan pada kelas II. Model lainnya lupa namanya. 14. Apakah bapak/ibu mengetahui pembelajaran inovatif ? Mengetahui tetapi hanya sebatas mengetahui saja, tidak tahu lebih mendalam. 15. Kesulitan apa sajakah yang Kesulitan dalam menggabungkan mata bapak/ibu alami dalam pembuatan pelajaran satu dengan mata pelajaran model pembelajaran inovatif ? yang lainnya. 16. Bagaimana cara mengatasai kesulitan yang dialami ? 17. Apakah contoh perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai Konsultasi dengan guru lain yang sudah pernah mengalami. Sudah lengkap karena terpacu pada CD. dengan tuntuan kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah bapak/ibu? 18. Apakah bapak/ibu memerlukan Tentu sangat membutuhkan. bentuk contoh untuk perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu kurikulum 2013 (model PBL, model inquiri, model pembelajaran kooperatif, model quantum d.s.b)? 19. Apakah siswa pernah merasa bosan ketika guru menerapkan Pernah merasa bosan karena pada setiap mata pelajarannya materinya

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 pembelajaran inovatif di kelas ? 20. Apakah bapak/ibu mempunyai hanya diulang-ulang saja. Mempunyai rencana tetapi karena rencana untuk pengembangan kendala perubahan kurikulum menjadi pembelajaran inovatif agar penghambat dan format RPP sering kedepannya mampu meningkatkan berubah-ubah. prestasi belajar siswa ? 21. Menurut perangkat penting bapak/ibu apakah Penting, karena ingin membuat media pembelajaran inovatif untuk menyambungkan mata pelajaran jika diterapkan dalam satu dengan mata pelajaran yang lain. proses pembelajaran dewasa ini ? 22. Apakah bapak/ibu sudah memahami tentang jenis belajar Belum begitu memahami hanya sebatas tahu saja. menurut Taksonomi Bloom yang telah direvisi ? 2. SD Negeri Dayuharjo Nama Guru : Muhammad Yulianto, S.Pd.SD 1. Sejak kapan SD ini menerapkan kurikulum 2013 ? Pada tahun 2013 sudah mulai mencoba mulai menggunakan kurikulum 2013 tetapi yang ditunjuk hanya SD tertentu saja, dan menggunakan kurikulum 2013 pada saat itu hanya setahun saja. Menggunakan kurikulum 2013 hanya setahun karena pendukung segala seperti yang perangkat berbasis teknologi belum mendukung. Disisi lain buku untuk kurikulum 2013 juga belum siap, dan SDM untuk tenaga pendidiknya terutama yang senior juga

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 belum bisa mengikuti seperti yang diinginkan kurikulum 2013. Pada saat 2014-2016 SD kembali menggunakan KTSP. Setelah itu tahun 2016 sampai sekarang menggunakan kurikulum 2013. 2. Apakah bapak/ibu pernah Pernah mengikuti diklat kurikulum mengikuti pelatihan kurikulum SD 2013 selama satu minggu tetapi saat 2013 ? diklat materi untuk kurikulum 2013 belum semua diberikan atau tersampaikan. 3. Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terhadap kurikulum SD 2013 ? Penyempurnaan terhadap kurikulum sebelumnya, guru sebagai pembimbing atau fasilitor, yang paling signifikkan yaitu model yang dugunakan adalah saintifik, waktu yang tidak mungkin dipadatkan, kurikulum 2013 merupakan pembelajaran terpadu yang memiliki keterkaitan dengan pembelajaran lain. 4. Apakah bapak/ibu sudah Mengajak berpikir untuk kreatif, mengetahui karakteristik kurikulum inovatif dan siswa diharapkan untuk SD 2013 ? lebih mandiri. 5. Sejauh mana pemahaman bapak/ibu Pendekatan yang berhubungan dengan terkait dengan pendekatan saintifik ilmu kependidikan yang mengacu pada dalam pembelajaran ? media visual, teknologi, dan mengikuti perkembangan zaman. 6. Bagaimana cara bapak/ibu Yang belum tertera di kompetensi merumuskan indikator dan tujuan dasar tetapi berhubungan dengan pembelajaran sesuai dengan pokok pembelajaran, jika tidak akan

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 kemapuan siswa ? melebar. Para guru di SD Dayuharjo tidak membuat RPP dan perangkat pembelajaran tetapi semuanya sudah didapatkan dari webnya dinas. Namun saat KTSP semua perangkat pembelajarannya buat sendiri. Saat kurikulum 2013 sekolah mendapatkan perangkat dari web dinas yang dapat diakses oleh para guru lainnya, namun sebelumnya para guru sudah membuat perangkat pembelajaran terlebih dahulu dan dipilih yang paling baik. Setelah itu, dinas menyebarkannya melalui website dinas. Perangkat pembelajaran yang sudah dibuat dapat digunakan selama satu tahun. 7. Bagaimana cara bapak/ibu Pemberian contoh perilaku, menumbuhkembangkan pendidikan memberikan pertanyaan ke arah norma karakter dalam pembelajaran ? dan nilai-nilai kehidupan sehari-hari yang harus dan tidak untuk dilakukan, dan memberikan nasihat. 8. Apakah bapak/ibu setiap Pernah mencoba tetapi karena pembelajaran menggunakan RPP kurikulum 2013 jadi lebih condong dengan model pembelajaran yang dan lebih tepat menggunakan saintifik berbeda ? karena dapat membuat anak lebih aktif. 9. Apakah tujuan pembelajaran yang Iya tujuan pembelajaran sudah bapak/ibu kembangkan sudah mengupayakan tercapainya pendidikan mengupayakan tercapainya karakter. pendidikan karakter ?

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 10. Apakah bapak/ibu mengetahui Iya kecuali berpikir kritis karena anak keterampilan yang harus dikuasai kelas bawah merasa kesulitan diajak sesuai pada abad 21 seperti (bepikir untuk berpikir kritis, apalagi SD kritis, kreatif, kolaborasi, Dayuhajro memiliki banyak latar komunikasi) ? belakang anak yang berbeda-beda. 11. Apakah dalam pembuatan RPP bapak/ibu sudah merumuskan Sudah, contohnya menempel dari bahan alami dan buatan. indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (bepikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi) ? 12. Apakah pembelajaran dengan Tentu, tetap harus dipandu dengan ceramah tetap mendominasi di ceramah tetapi sebelumnya anak kelas ? dibuat aktif dan percaya diri terlebih dahulu. 13. Pernahkah bapak/ibu menggunakan Belum pernah coba, karena harus model pembelajaran inovatif yang mengkondisikan anak dan harus lain ? Apakah modelnya itu ? melihat karakter anaknya juga. Tetapi kadang saat pembelajaran secara tibatiba menggunakan model pembelajaran yang lain walaupun tidak tahu nama model pembelajarannya apa. 14. Apakah bapak/ibu mengetahui pembelajaran inovatif ? 15. Kesulitan apa sajakah yang Tidak tahu, apalagi mengenai Taksonomi Bloom dan HOTS. Kesulitan dalam perangkat yang tidak bapak/ibu alami dalam pembuatan mendukung, siswa yang memiliki model pembelajaran inovatif ? kemampuan tidak bisa berpikir tingkat tinggi terutama untuk kelas bawah dan tidak memaksa.

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 16. Bagaimana cara mengatasai Menyertakan kemampuan siswa kesulitan yang dialami ? dengan model pembelajarannya. 17. Apakah contoh perangkat Sudah dan didapat dari dinas. pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntuan kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah bapak/ibu? 18. Apakah bapak/ibu memerlukan Iya dan sangat memerlukan berbagai bentuk contoh untuk perangkat bentuk contoh perangkat pembelajaran pembelajaran inovatif yang untuk kurikuum 2013. mengacu kurikulum 2013 (model inquiri, model pembelajaran kooperatif, model quantum d.s.b)? 19. Apakah siswa pernah merasa bosan ketika guru menerapkan Pernah merasa bosan dan harus segara ganti dengan kegiatan yang lain. pembelajaran inovatif di kelas ? 20. Apakah bapak/ibu mempunyai Iya ingin mencoba mengajar rencana untuk pengembangan menggunakan model PBL atau NHT pembelajaran inovatif agar yang sesuai dengan kemampuan anak kedepannya mampu meningkatkan kelas bawah. prestasi belajar siswa ? 21. Menurut perangkat penting bapak/ibu pembelajaran jika diterapkan apakah Penting sekali karena siswa inovatif membutuhkan suasana pembelajaran dalam yang menyenangkan. proses pembelajaran dewasa ini ? 22. Apakah bapak/ibu sudah memahami tentang jenis belajar menurut Taksonomi Bloom yang telah direvisi ? Hanya sebatas tahu saja tetapi belum memahami lebih mendalam.

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 Lampiran 4 : Hasil Observasi Guru HASIL OBSERVASI GURU 1. SD Negeri Percobaan 2 Nama Guru : Adhik Abil Yuhono, S.Pd. No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. Pernyataan Kegiatan Awal (Pendahuluan) Guru membuka pembelajaran dengan berdoa Guru melakukan presensi kepada siswa Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran Guru menjelaskan tujuan pembelajaran Guru memberikan motivasi Kegiatan Inti Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa Guru menerepkan 5M pada siswa Guru menggunakan bahasa baku yang baik Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa Guru memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal Guru tidak berpaku pada satu tempat Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan sehari-hari Guru memberikan apresiasi kepada siswa Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran Guru dapat mengkonsidikan kelas dengan baik Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa Guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran Ya Tidak                       

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. Kegiatan Penutup Guru membuat ringkasan secara lisan Guru membuat ringkasan secara tertulis Guru menunjukkan sumber lain Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif Guru memberikan evaluasi kepada siswa Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang disampaikan        2. SD Negeri Dayuharjo Nama Guru : Muhammad Yulianto, S.Pd.SD No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. Pernyataan Kegiatan Awal (Pendahuluan) Guru membuka pembelajaran dengan berdoa Guru melakukan presensi kepada siswa Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran Guru menjelaskan tujuan pembelajaran Guru memberikan motivasi Kegiatan Inti Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa Guru menerepkan 5M pada siswa Guru menggunakan bahasa baku yang baik Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa Guru memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal Guru tidak berpaku pada satu tempat Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan sehari-hari Ya Tidak                 

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. Guru memberikan apresiasi kepada siswa Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran Guru dapat mengkonsidikan kelas dengan baik Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa Guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran Kegiatan Penutup Guru membuat ringkasan secara lisan Guru membuat ringkasan secara tertulis Guru menunjukkan sumber lain Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif Guru memberikan evaluasi kepada siswa Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang disampaikan             

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 Lampiran 5 : Hasil Observasi Siswa HASIL OBSERVASI SISWA 1. SD Negeri Percobaan 2 Nama Guru : Adhik Abil Yuhono, S.Pd. No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Pernyataan Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi Siswa mengajukan pertanyaan Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok Siswa mampu mengkomunikasi hasil diskusi Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara lisan Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis Ya  Tidak          2. SD Negeri Dayuharjo Nama Guru: Muhammad Yulianto, S.PD.SD No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Pernyataan Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi Siswa mengajukan pertanyaan Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok Siswa mampu mengkomunikasi hasil diskusi Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara lisan Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis Ya  Tidak         

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 Lampiran 6 : Pernyataan validasi produk perangkat pembelajaran inovatif 1. Pedoman Lembar Validasi Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Number Head Together (NHT) No Aspek Yang Dinilai PROTA (PROGRAM TAHUNAN) 1 Prota memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2 Prota memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, alokasi waktu). 3 Jumlah jam efektif (16 minggu) sesuai dengan jumlah minggu efektif, jumlah alokasi waktu sama dengan total jam pelajaran dalam satu tahun. 4 Proporsi pembagian waktu setiap tema dan sub tema sesuai. PROSEM (PROGRAM SEMESTER) 1 Prosem memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, semester, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2 Prosem memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, pembelajaran, bulan, alokasi waktu). 3 Materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), serta alokasi waktu yang digunakan proporsional. SILABUS 1 Silabus memuat identitas sekolah, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan tema/subtema. 2 Silabus memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. 3. Keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) 1 Kejelasan dan kelengkapan Identitas RPP (satuan pendidikan, kelas, semester, tema/subtema/ pembelajaran ke-, alokasi waktu/ hari dan tanggal). 2. Kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD. 3. Tujuan pembelajaran (kesesuaian tujuan dengan indikator, kata kerja dapat diukur, mencakup komponen A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree). 4. Materi Pembelajaran (kesesuaian materi pembelajaran dengan KD dan indikator, susunan materi yang sistematis, kelengkapan materi pembelajaran). 5. Rumusan tujuan hanya mengandung satu (1) jenis tingkah laku yang dapat diamati dan diukur.

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 6. Strategi Pembelajaran (pendekatan, model, metode; langkah-langkah pembelajaran; dan tahapan kegiatan pembelajaran; serta penerapan pembelajaran saintifik) sesuai. 7. Pemilihan media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi, dan kondisi kelas). 8. Pemilihan sumber belajar (bahan cetak, lingkungan sekitar dan internet). 9. Evaluasi (mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan, kesesuaian evaluasi dengan tujuan atau indikator, komponen penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan, dan remedial) 10. Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4C6 / HOTS). 11. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan makna model pembelajaran cooperatif learning tipe number head together 12. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik model pembelajaran cooperatif learning tipe number head together 13. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan sintaks (langkahlangkah) model pembelajaran cooperatif learning tipe number head together 14. Mengembangkan 5M dalam kegiatan inti yaitu : mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengomunikasikan. 15. Mengembangkan 4 ketrampilan dasar belajar abad 21 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative). 16. Kelengkapan instrumen evaluasi (soal, kunci, rubrik pedoman penskoran). MEDIA 1 Kesesuaian jenis media dengan kompetensi yang harus dicapai, materi yang dibahas, strategi pembelajaran yang dipilih, karakteristik siswa, media terlihat atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi). 2 Keterbacaan tulisan jenis dan ukuran, keruntutan penyajian materi, kelengkapan materi, kesederhanaan dalam menyajikan materi, dan tingkat kemudahan dalam penggunaan media. 3 Keharmonisan tata letak dan warna media, tingkat antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran menggunakan media, kebenaran dalam menggunakan kaidah bahasa, efektivitas gambar/ ilustrasi/ animasi/ video dalam penjelasan konsep, dan kesesuaian media dengan materi. LKPD 1 LKPD disajikan secara sistematis, merupakan materi atau tugas yang esensial, setiap kegiatan yang disajikan mempunyai tujuan yang jelas,

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 penyajian LKPD dilengkapi dengan gambar dan ilustrasi, kegiatan yang disajikan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. 2 Kelayakan isi ( sesuai dengan KI & KD, sesuai kemampuan siswa, sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, keterkinian materi). 3 Kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah Bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berpikir kritis, kemultitafsiran kalimat). 4 Kelayakan kegiatan (pemberian pengalaman langsung dalam LPKD, pengidentifikasian hasil temuan dalam LKPD, perencanaan kerja ilmiah dalam LKPD, pelaksanaan kerja ilmiah dalam LKPD). 5 Kelayakan tampilan (daya tarik sampul/ cover LKPD, kesesuaian kesesuaian huruf yang digunakan dalam LKPD, keseimbangan komposisi/ judul dan logo LKPD). 6 Kelayakan penyajian (kemudahan langkah-langkah dalam kegiatan LKPD, penyajian materi LKPD yang disertai objek langsung, penempatan siswa dalam LKPD dalam subjek belajar). BAHASA 1 Penggunaan bahasa sesuai dengan PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia). 2 Bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. 3 Bahasa yang digunakan komunikatif. 4 Kalimat yang digunakan jelas dan mudah dimengerti. 5 Kejelasan petunjuk/arahan. 2. Pedoman Lembar Validasi Quantum No Aspek Yang Dinilai PROTA (PROGRAM TAHUNAN) 1 Prota memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2 Prota memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, alokasi waktu). 3 Jumlah jam efektif (16 minggu) sesuai dengan jumlah minggu efektif, jumlah alokasi waktu sama dengan total jam pelajaran dalam satu tahun. 4 Proporsi pembagian waktu setiap tema dan sub tema sesuai. PROSEM (PROGRAM SEMESTER) 1 Prosem memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, semester, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2 Prosem memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, pembelajaran,

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 bulan, alokasi waktu). 3 Materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), serta alokasi waktu yang digunakan proporsional. SILABUS 1 Silabus memuat identitas sekolah, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan tema/subtema. 2 Silabus memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. 3. Keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) 1 Kejelasan dan kelengkapan Identitas RPP (satuan pendidikan, kelas, semester, tema/subtema/ pembelajaran ke-, alokasi waktu/ hari dan tanggal). 2. Kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD. 3. Tujuan pembelajaran (kesesuaian tujuan dengan indikator, kata kerja dapat diukur, mencakup komponen A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree). 4. Materi Pembelajaran (kesesuaian materi pembelajaran dengan KD dan indikator, susunan materi yang sistematis, kelengkapan materi pembelajaran). 5. Rumusan tujuan hanya mengandung satu (1) jenis tingkah laku yang dapat diamati dan diukur. 6. Strategi Pembelajaran (pendekatan, model, metode; langkah-langkah pembelajaran; dan tahapan kegiatan pembelajaran; serta penerapan pembelajaran saintifik) sesuai. 7. Pemilihan media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi, dan kondisi kelas). 8. Pemilihan sumber belajar (bahan cetak, lingkungan sekitar dan internet). 9. Evaluasi (mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan, kesesuaian evaluasi dengan tujuan atau indikator, komponen penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan, dan remedial) 10. Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4C6 / HOTS). 11. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan makna model pembelajaran quantum 12. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik model pembelajaran quantum 13. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan sintaks (langkahlangkah) model pembelajaran quantum

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 14. Mengembangkan 5M dalam kegiatan inti yaitu : mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengomunikasikan. 15. Mengembangkan 4 ketrampilan dasar belajar abad 21 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative). 16. Kelengkapan instrumen evaluasi (soal, kunci, rubrik pedoman penskoran). MEDIA 1 Kesesuaian jenis media dengan kompetensi yang harus dicapai, materi yang dibahas, strategi pembelajaran yang dipilih, karakteristik siswa, media terlihat atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi). 2 Keterbacaan tulisan jenis dan ukuran, keruntutan penyajian materi, kelengkapan materi, kesederhanaan dalam menyajikan materi, dan tingkat kemudahan dalam penggunaan media. 3 Keharmonisan tata letak dan warna media, tingkat antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran menggunakan media, kebenaran dalam menggunakan kaidah bahasa, efektivitas gambar/ ilustrasi/ animasi/ video dalam penjelasan konsep, dan kesesuaian media dengan materi. LKPD 1 LKPD disajikan secara sistematis, merupakan materi atau tugas yang esensial, setiap kegiatan yang disajikan mempunyai tujuan yang jelas, penyajian LKPD dilengkapi dengan gambar dan ilustrasi, kegiatan yang disajikan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. 2 Kelayakan isi ( sesuai dengan KI & KD, sesuai kemampuan siswa, sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, keterkinian materi). 3 Kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah Bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berpikir kritis, kemultitafsiran kalimat). 4 Kelayakan kegiatan (pemberian pengalaman langsung dalam LPKD, pengidentifikasian hasil temuan dalam LKPD, perencanaan kerja ilmiah dalam LKPD, pelaksanaan kerja ilmiah dalam LKPD). 5 Kelayakan tampilan (daya tarik sampul/ cover LKPD, kesesuaian kesesuaian huruf yang digunakan dalam LKPD, keseimbangan komposisi/ judul dan logo LKPD). 6 Kelayakan penyajian (kemudahan langkah-langkah dalam kegiatan LKPD, penyajian materi LKPD yang disertai objek langsung, penempatan siswa dalam LKPD dalam subjek belajar). BAHASA 1 Penggunaan bahasa sesuai dengan PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia).

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 2 3 4 5 Bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Bahasa yang digunakan komunikatif. Kalimat yang digunakan jelas dan mudah dimengerti. Kejelasan petunjuk/arahan.

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 Lampiran 7 : Pernyataan uji coba produk pada guru 1. Pedoman Lembar Uji Coba Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Number Head Together (NHT) No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. Kegiatan Pembelajaran Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan makna dan karakteristik model pembelajaran inovatif yang digunakan. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan sintaks model pembelajaran inovatif yang digunakan. Guru menerapkan pendekatan saintifik 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan) kepada siswa. Guru telah mengembangkan keterampilan belajara dasar abad 21 (Berpikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif) Guru menguasai materi dalam mengajar dan tidak terjadi miskonsepsi. Guru lebih berperan sebagai motivator & fasilitator pada saat pembelajaran. Pembelajaran berpusat pada siswa. Guru menggunakan beragam media dalam pembelajaran. Guru mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan pembelajaran. Guru mengusahakan kegiatan pembelajaran yang bervariasi. Guru mengembangkan pendidikan karakter. Guru melaksanakan pembelajaran terpadu dengan landai. Guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Guru melaksanakan penilaian otentik. 2. Pedoman Lembar Uji Coba Model Pembelajaran Cooperative Quantum No 1 2 3 4 Kegiatan Pembelajaran Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan makna dan karakteristik model pembelajaran inovatif yang digunakan. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan sintaks model pembelajaran inovatif yang digunakan. Guru menerapkan pendekatan saintifik 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan) kepada siswa. Guru telah mengembangkan keterampilan belajara dasar abad 21

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 No 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kegiatan Pembelajaran (Berpikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif) Guru menguasai materi dalam mengajar dan tidak terjadi miskonsepsi. Guru lebih berperan sebagai motivator & fasilitator pada saat pembelajaran. Pembelajaran berpusat pada siswa. Guru menggunakan beragam media dalam pembelajaran. Guru mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan pembelajaran. Guru mengusahakan kegiatan pembelajaran yang bervariasi. Guru mengembangkan pendidikan karakter. Guru melaksanakan pembelajaran terpadu dengan landai. Guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Guru melaksanakan penilaian otentik.

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 Lampiran 8 : Pernyataan uji coba produk pada siswa 1. Pedoman Lembar Uji Coba Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Number Head Together (NHT) No 1 2 3 4 5 6 7 8 Kegiatan Pembelajaran Siswa dapat mencapai indikator pembelajaran yang ditetapkan. Siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. Siswa melaksanakan 5M dalam pembelajaran (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan). Siswa terkesan senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Siswa asyik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Siswa terlibat dalam penggunaan media pembelajaran Siswa memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran Siswa berkembang kemampuan 4C-nya 2. Pedoman Lembar Uji Coba Model Pembelajaran Cooperative Quantum No 1 2 3 4 5 6 7 8 Kegiatan Pembelajaran Siswa dapat mencapai indikator pembelajaran yang ditetapkan. Siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. Siswa melaksanakan 5M dalam pembelajaran (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan). Siswa terkesan senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Siswa asyik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Siswa terlibat dalam penggunaan media pembelajaran Siswa memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran Siswa berkembang kemampuan 4C-nya

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 Lampiran 9 : Hasil Validasi Produk Pakar 1

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 Lampiran 10 : Hasil Validasi Produk Pakar 2

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156 Lampiran 11 : Hasil Uji Coba Dinilai Oleh Guru SD

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164 Lampiran 12 : Hasil Uji Coba Dinilai Oleh Teman Sejawat

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172 Lampiran 13 : Surat Izin Wawancara dan Observasi

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173 Lampiran 14 : Surat Izin Penelitian

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174 Lampiran 15 : Surat Pernyataan Kepala Sekolah

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175 Lampiran 16 : Dokumentasi Uji Coba Produk Foto tanya jawab guru dan siswa kelas IIA Foto bernyanyi bersama kelas IIA Foto siswa kelas IIA mencoba media pembelajaran Foto siswa kelas IIA mengerjakan LKPD secara berkelompok Foto siswa kelas IIA mengerjakan LKPD secara berkelompok Foto siswa kelas IIA bertanya kepada guru mengenai soal LKPD Foto guru dan siswa kelas IIA membacakan hasil kerja kelompoknya Foto siswa kelas IIA mengerjakan LKPD secara berkelompok

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176 Lampiran 16 : Dokumentasi Uji Coba Produk Foto guru menunjukkan media konkret Foto guru dan siswa kelas IIA mencoba melakukan gerakan upacara Foto guru memberikan reward pada siswa kelas IIA Foto siswa kelas IIA mencoba menjawab pertanyaan Foto salah satu siswa kelas IIA mencoba menjawab pertanyaan Foto siswa kelas IIA bertanya kepada guru mengenai soal LKPD Foto siswa kelas IIA mendengarkan penjelasan dari guru Foto ketiga siswa kelas IIA mendapatkan penghargaan

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177 Biodata Peneliti Gabriella Primandari, lahir di Cilacap, 19 Juni 1997, penulis menempuh Pendidikan Dasar di SD Pius Cilacap tamat pada tahun 2009. Penulis menempuh Pendidikan Menengah Pertaman di SD Negeri 1 Cilacap, tamat pada tahun 2012. Penulis menempuh pendidikan terakhirnya di SMA Negeri 1 Cilacap dan tamat pada tahun 2015. Pada saat ini penulis sedang menyelesaikan Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Pendidikan di Perguruan Tinggi diakhiri dengan menulis skripsi yang berjudul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Dalam Sub Tema Hidup Rukun di Sekolah Mengacu Pada Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar”. Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif tersebut dilakukan karena guru pembelajaran inovatif. membutuhkan contoh pengembangan perangkat

(195)

Dokumen baru

Download (194 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 pada sub tema pemanfaatan energi untuk siswa kelas IV sekolah dasar.
1
5
190
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum SD 2013 pada sub tema kegiatan malam hari untuk siswa kelas satu (I) Sekolah Dasar.
0
0
151
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum SD 2013 pada sub tema aku dan teman baru untuk siswa kelas 1 sekolah dasar.
0
0
114
Pengembangan perangkat pembelajaran sub tema keunikan daerah tempat tinggalku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV sekolah dasar.
0
1
174
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 pada sub tema keberagaman makhluk hidup di lingkunganku untuk siswa kelas IV SD.
1
5
269
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 4 Hidup Rukun di Masyarakat mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
234
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Kegiatan Keluargaku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
195
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam Subtema 4 Aku Istimewa Mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
221
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Kegiatan Siang Hari mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
194
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Bermain di Rumah Teman mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
204
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema anggota keluargaku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
197
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema tugasku sebagai umat beragama mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
270
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Bermain di Lingkungan Rumah mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
160
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Bermain di Tempat Wisata Mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas 2 Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
158
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 1 Gemar Berolahraga mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
201
Show more