Efektivitas pembelajaran fisika di SMP pada pokok bahasan pesawat sederhana dengan metode demonstrasi dan tekanan dengan metode eksperimen menggunakan lembar kegiatan siswa pada siswa kelas VII semester II SMP Pangudi Luhur Boro - USD Repository

Gratis

0
0
175
3 months ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN FISIKA DI SMP PADA POKOK BAHASAN PESAWAT SEDERHANA DENGAN METODE DEMONSTRASI DAN TEKANAN DENGAN METODE EKSPERIMEN MENGGUNAKAN LEMBAR KEGIATAN SISWA

  

PADA SISWA KELAS VII SEMESTER II

SMP PANGUDI LUHUR BORO

SKRIPSI

  Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Fisika Disusun Oleh :

ANDRIANA TRI HANDAYANI

  NIM : 991424011

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2007

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN

  “Tak penting berapa kali aku jatuh, tapi yang terpenting adalh berapa kali aku bangkit” ( A. Einstein )

  “Sesungguhnya Tuhan Allah menolong aku dalam hidup dan karya – karyaku.” “Allah yang memulai pekerjaan baik di antara kita akan menyelesaikannya. ”

  ( Flp 1:6 )

  Karya Sederhana ini Kupersembahkan untuk:

  Bapak Petrus Hadi Sumaryo dan Ibunda Maria Anastasia Sugiyah yang tercinta Kakakku Vincencius Agus Santoso dan Kristina Dewi Retno Ningrum

  Kakakku Almarhum Yohanes Yunarto yang terkasih Paulus Fitri Haryadi seseorang yang kusayangi

  Teman-teman kosku Christina Susanti, Srie, Mami Sahabatku Nita, Kapti, Diah dan Fika

  Teman-teman angkatan '99 Segenap anggota KKMPG Paroki Boro

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

  Andriana Tri Handayani, “ Efektivitas Pembelajaran Fisika Pada Pokok Bahasan Pesawat Sederhana Dengan Metode Demonstrasi dan Tekanan Dengan Metode Eksperimen Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa Pada Siswa SMP Pangudi Luhur Boro Kelas VII “. Skripsi . Program Studi Pendidikan Fisika Jurusan

  B

  Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta. 2007.

  Pelaksananan penelitian dari tanggal 16 Maret sampai dengan 23 Mei 2006 di Laboratorium SMP Pangudi Luhur Boro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran fisika di SMP pada pokok bahasan pesawat sederhanan dengan metode demonstrasi dan tekanan dengan metode eksperimen menggunakan Lembar Kegiatan Siswa dalam hal (1) keterlibatan siswa (a) secara individual dan (b) secara klasikal, (2) prestasi belajar siswa (a) secara kuantitatif dan (b) secara kualitatif.

  Data keterlibatan siswa secara individual dikumpulkan dengan pengamatan menggunakan lembar observasi, untuk keterlibatan siswa secara klasikal diperoleh melalui hasil kerja siswa dalam mengerjakan Lembar Kegiatan Siswa, sedangkan data prestasi belajar diperoleh dari tes hasil belajar.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa :

  1. Secara individual pembelajaran fisika dengan menggunakan metode demonstrasi dilihat dari keinginannya efektifitasnya rendah, sedangkan bila dilihat dari realisasinya efektivitasnya masih sangat rendah.

  2. Secara klasikal

  a. Secara kuantitatif pembelajaran fisika dengan menggunakan metode demonstrasi efektivitasnya sangat tinggi.

  b. Secara kualitatif pembelajaran fisika dengan menggunakan metode demonstrasi efektivitasnya cukup.

  3. Secara individual pembelajaran fisika dengan menggunakan metode eksperimen dilihat dari keinginan dan realisasinya efektivitasnya cukup.

  4. Secara klasikal

  a. Secara kuantitatif pembelajaran fisika dengan menggunakan metode eksperimen efektivitasnya sangat tinggi.

  b. Secara kualitatif pembelajaran fisika dengan menggunakan metode eksperimen efektivitasnya cukup.

  5. Dalam hal prestasi belajar baik pembelajaran dengan metode demonstrasi dan eksperimen efektivitasnya masih sangat rendah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

  Andriana Tri Handayani “ The Effectiveness of Physics Teaching-Learning Process the Simple Plane with Demonstration Method and Pressure with Experimental Method Using Students’ Work Sheets on Grade 7 Students

  B

  Pangudi Luhur Junior High School in Boro ”. Physics Education Study Program, Mathematic and Science Education Departement. Teachers Training and Education Faculty. Sanata Dharma University. Yogyakarta. 2007.

  The research was conducted at Laboratory Pangudi Luhur Junior High

  th th School, Boro on March 16 to May 23 , 2006.

  The research aimed at find out the effectiveness of physics teaching- learning Process in Junior High School on the simple plane topic with demonstration method and pressure with experimental method using Students’ Work Sheets on (1) student’s involvement case of (a) classically and (b) individually, (2) student’s archiements case of (a) quantitatively and (b) qualitatively.

  The individual involvement data of students were collected using observation sheets, whereas the classical students involvement data gained from the result of the students work sheets, student’s archievement result from the test. The result of the research show that:

  1. Individual involvement of physic teaching-learning process with demonstration method on desire the effectiveness is low, while on the realization the effectiveness is very low.

  2. In the case of classical involvement

  a. Quantitatively of physic teaching-learning process with demonstration method effectiveness is very high.

  b. Qualitatively of physic teaching-learning process with demonstration method effectiveness is sufficient.

  3. Individual involvement of physic teaching-learning process with experimental method on desire and realization the effectiveness is sufficient.

  4. In the case of classical involvement

  a. Quantitatively of physic teaching-learning process with experimental method effectiveness is very high.

  b. Qualitatively of physic teaching-learning process with demonstration method effectiveness is sufficient.

  5. In the case of result, teaching-learning process with demonstration method and experimental method effectiveness is very low.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Puji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat, rahmat dan bimbingan-Nya sehingga penelitian dan penulisan skripsi dengan judul “ Efektivitas Pembelajaran Fisika Pada Pokok Bahasan Pesawat Sederhana dan Tekanan dengan Metode Demonstrasi dan Eksperimen Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa Pada Siswa Kelas VII SMP Pangudi

  B Luhur Boro “ dapat diselesaikan dengan baik.

  Penyusunan skripsi ini merupakan tugas akhir sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana di Universitas Sanata Dharma. Selain atas berkat, rahmat dan bimbingan dari Tuhan Yang Maha Esa, penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik karena bantuan berupa ide, gagasan dan dukungan dari berbagai pihak. Pada kesempata ini penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :

  1. Bapak Drs. Fr. Y. Kartika Budi, M.Pd. selaku dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan masukan sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini.

  2. Br. Lusius Supardji, FIC selaku Kepala Sekolah SMP Pangudi Luhur Boro yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengadakan penelitian di sekolah yang beliau pimpin.

  3. Ibu Antonia Astuti, S.Pd. selaku guru bidang studi fisika di SMP Pangudi Luhur Boro yang telah membantu dalam penelitian ini.

  4. Siswa-siswi SMP Pangudi Luhur Boro khususnya kelas VII , terimakasih atas

  B kerjasamanya yang telah kalian berikan selama penelitian berlangsung.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5. Katrin, Diah Isnaeni S.Pd, dan Kapti Tri Rahayu S.Pd yang telah membantu pengamatan selama penulis melakukan penelitian.

  6. Semua pihak yang telah membantu penyelesaian penulisan skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.

  Penulis

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI

  Halaman JUDUL……………………………………………………………......................... . i PERSETUJUAN PEMBIMBING……………………………………..................... ii PENGESAHAN .................................................................................................... … iii PERSEMBAHAN ................................................................................................. … iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................... … v ABSTRAK ............................................................................................................ … vi

  

ABSTRACT ............................................................................................................ … vii

  KATA PENGANTAR ………………………………………………………… . …viii DAFTAR ISI ......................................................................................................... … x DAFTAR TABEL................................................................................................. .. xiv DAFTAR LAMPIRAN. …………………………………………….......................xvii

  BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang ………………………………………………… . 1 B. Perumusan Masalah …………………………………………....... 3 C. Tujuan Penelitian ……………………………………………… . 4 D. Manfaat Penelitian ……………………………………………… ... 4 BAB II. LANDASAN TEORI A. Hakikat IPA (Sains) ……………………………………………. .... 5 B. Hakikat Belajar dan Pembelajaran ………………………………. 8 C. Efektivitas Pengajaran Fisika …………………………………… 10 D. Keterlibatan Siswa ………………………………………………. 11

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1. Silabus ……………………………………………………… 34

  2. Prestasi Belajar ……………………………………………… 44

  1. Keterlibatan Siswa …………………………………………… 39

  H. Metode Analisis Data …………………………………………… 39

  G. Kualitas Instrumen ……………………………………………… 38

  4. Tes Hasil Belajar ……………………………………………… 38

  3. Lembar Observasi …………………………………………… 36

  2. Lembar Kegiatan Siswa …………………………………… . 35

  E. Metode Demonstrasi …………………………………………… 12

  F. Metode Eksperimen ……………………………………………… 20

  2. Pengumpulan Data ……………………………………… ...... 33

  1. Pembelajaran ………………………………………………… 32

  E. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ……………………………… 32

  2. Definisi Operasional Ubahan ……………………………… . 31

  1. Jenis Ubahan ………………………………………………… 31

  BAB III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian …………………………………… 30 B. Populasi Dan Sampel Penelitian. ………………………………... .. 30 C. Jenis Penelitian …………………………………………………… 30 D. Ubahan Penelitian ……………………………………………… 30

  H. Prestasi Belajar Siswa …………………………………………..... . 29

  G. Pembelajaran Fisika dengan Lembar Kegiatan Siswa …………… 27

  F. Instrumen Penelitian ……………………………………………. 33

  BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Analisis Data………………………………………………. 48 B. Pembahasan ………………………………………………........ 48 BAB V. PENUTUP A. Kesimpulan..……………………………………………… ......... . 78 B. Saran – Saran …………………………………………………… 81 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 83 LAMPIRAN.......................................................................................................... 85 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR TABEL

  Nama Tabel Halaman Tabel 1 Lembar Observasi ....................................................................

  37 Tabel 2 Lembar Catatan Keterlibatan Siswa Secara Klasikal dari Data Lembar Kegiatan Siswa ...........................................................

  38 Tabel 3 Keterlibatan Siswa Secara Individual ......................................

  39 Tabel 4 Kualifikasi Keterlibatan Siswa Secara Individual dalam hal Keinginan dan Realisasinya .....................................................

  40 Tabel 5 Kriteria Efektivitas dalam Keterlibatan Siswa Secara Individual .................................................................................

  40 Tabel 6 Keterlibatan Siswa Pada Setiap Jenis Kegiatan Klasikal.........

  41 Tabel 7 Kriteria Kualifikasi Keterlibatan Siswa Secara Kuantitatif pada Setiap Jenis Kegiatan Klasikal .................................................

  42 Tabel 8 Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kuantitatif pada Setiap Jenis Kegiatan Klasikal .................................................

  42 Tabel 9 Distribusi Frekuensi Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kuantitatif pada Setiap Jenis Kegiatan KLasikal .........

  42 Tabel 10 Kriteria Kualifikasi Keterlibatan Setiap Siswa Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Klasikal ...................................................

  43 Tabel 11 Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kualitatif pada Setiap Jenis Kegiatan Klasikal .................................................

  43 Tabel 12 Distribusi Frekuensi Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kualitatif pada Setiap Jenis Kegiatan Klasikal ............

  44 Tabel 13 Kriteria Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Sub Pokok Bahasan Pesawat Sederhana dan Tekanan Dengan Metode Demonstrasi dan Eksperimen Menggunakan LKS dalam hal Keterlibatan Siswa Secara Kualitatif pada Setiap Jenis Kegiatan Klasikal ............................................................

  44 Tabel 14 Kriteria Penilaian .....................................................................

  44

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 15 Nilai Hasil Belajar Setiap Siswa ..............................................

  45 Tabel 16 Distribusi Frekuensi Nilai Siswa Yang Berhasil......................

  45 Tabel 17 Kriteria Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Sub Pokok Bahasan Pesawat Sederhana dan Tekanan Dengan Metode Demonstrasi dan Eksperimen Menggunakan LKS dalam hal Prestasi Belajar Siswa Secara Kuantitatif ………….. 46

  Tabel 18 Kriteria Kualifikasi Prestasi Belajar Siswa .............................

  46 Tabel 19 Distribusi Frekuensi Kualifikasi Prestasi Belajar Siswa Secara Kualitatif ..................................................................................

  46 Tabel 20 Kriteria Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Sub Pokok Bahasan Pesawat Sederhana dan Tekanan Dengan Metode Demonstrasi dan Eksperimen Menggunakan LKS Dalam Hal Prestasi Belajar Siswa Secara Kualitatif Berdasarkan Jumlah Siswa Yang Berhasil....................................................

  47 Tabel 21 Keterlibatan Siswa Secara Individual ......................................

  48 Tabel 22 Kualifikasi Keterlibatan Siswa Secara Individual dalam hal Keinginan dan Realisasinya .....................................................

  48 Tabel 23 Data Keterlibatan Siswa pada Jenis Kegiatan Menjawab Pertanyaan dalam Lembar Kegiatan Siswa..............................

  49 Tabel 24 Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kuantitatif pada Jenis Kegiatan Menjawab Seluruh Pertanyaan dalam Lembar Kegiatan Siswa ...........................................................

  49 Tabel 25 Distribusi Frekuensi Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kuantitatif pada Jenis Kegiatan Menjawab Pertanyaan dalam Lembar Kegiatan Siswa……………….........................

  50 Tabel 26 Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kualitatif pada Setiap Jenis Kegiatan Menjawab Pertanyaan dalam Lembar Kegiatan Siswa ...........................................................

  50 Tabel 27 Distribusi Frekuensi Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Menjawab Pertanyaan dalam Lembar Kegiatan Siswa…………….............................

  51 Tabel 28 Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Sub Pokok

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Bahasan Pesawat Sederhana Dengan Metode Demonstrasi Menggunakan LKS dalam hal Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Menjawab Pertanyaan dalam Lembar Kegiatan Siswa…………………………….....

  51 Tabel 29 Data Keterlibatan Siswa pada Jenis Kegiatan Menyimpulkan Data Hasil Percobaan…………………………………………… 51

  Tabel 30 Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kuantitatif pada Jenis Keterlibatan Menyimpulkan Data Hasil Percobaan……………… .........................................................

  51 Tabel 31 Distribusi Frekuensi Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kuantitatif pada Jenis Kegiatan Menyimpulkan Data Hasil Percobaan ...............................................................

  52 Tabel 32 Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Menyimpulkan Data Hasil Percobaan……………… .........................................................

  52 Tabel 33 Distribusi Frekuensi Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Menyimpulkan Data Hasil Percobaan………………………………........................

  52 Tabel 34 Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Sub Pokok Bahasan Pesawat Sederhana Dengan Metode Demonstrasi Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Menyimpulkan Data Hasil Percobaan……….

  53 Tabel 35 Data Keterlibatan Siswa pada Jenis Kegiatan Mengerjakan Soal Latihan .............................................................................

  53 Tabel 36 Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kuantitatif pada Jenis Kegiatan Mengerjakan Soal Latihan...............................

  53 Tabel 37 Distribusi Frekuensi Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kuantitatif pada Jenis Kegiatan Mengerjakan Soal Latihan .............................................................................

  53 Tabel 38 Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Mengerjakan Soal Latihan...............................

  54 Tabel 39 Distribusi Frekuensi Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Mengerjakan Soal Latihan .............................................................................

  54

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 40 Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Sub Pokok Bahasan Pesawat Sederhana Dengan Metode Demonstrasi Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Mengerjakan Soal Latihan…………………... ........................

  54 Tabel 41 Nilai Hasil Belajar Setiap Siswa ..............................................

  55 Tabel 42 Distribusi Frekuensi Nilai Siswa yang Berhasil.......................

  56 Tabel 43 Distribusi Frekuensi Kualifikasi Prestasi Belajar Siswa..........

  56 Tabel 44 Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Sub Pokok Bahasan Pesawat Sederhana Dengan Metode Demonstrasi Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa dalam hal Prestasi Belajar Siswa Secara Kualitatif Berdasarkan Jumlah Siswa yang Berhasil............................................................................

  56 Tabel 45 Keterlibatan Siswa Secara Individual dalam Setiap Pertemuan

  57 Tabel 46 Kualifikasi Keterlibatan Siswa Secara Individual dalam hal Keinginan dan Realisasinya .....................................................

  57 Tabel 47 Data Keterlibatan Siswa pada jenis Kegiatan Melakukan Eksperimen............................................................

  58 Tabel 48 Efektivitas Keterlibatan Siswa pada Jenis Kegiatan Melakukan Eksperimen ………………………………………

  58 Tabel 49 Data Keterlibatan Siswa pada jenis Kegiatan Menjawab Pertanyaan dalam Lembar Kegiatan Siswa..............................

  58 Tabel 50 Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kuantitatif pada Setiap Jenis Kegiatan Menjawab Pertanyaan dalam Lembar Kegiatan Siswa ...........................................................

  60 Tabel 51 Distribusi Frekuensi Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kuantitatif pada Jenis Kegiatan Menjawab Pertanyaan dalam Lembar Kegiatan Siswa……………….........................

  61 Tabel 52 Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kualitatif pada Setiap Jenis Kegiatan Menjawab Pertanyaan dalam Lembar Kegiatan Siswa ...........................................................

  62 Tabel 53 Distribusi Frekuensi Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Menjawab Pertanyaan dalam Lembar Kegiatan Siswa………………........................

  62 Tabel 54 Data Keterlibatan Siswa pada Jenis Kegiatan Menyimpulkan Data Hasil Percobaan………………………………… ...........

  63 Tabel 55 Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kuantitatif pada Jenis Keterlibatan Menyimpulkan Data Hasil Percobaan……………… .........................................................

  63 Tabel 56 Distribusi Frekuensi Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kuantitatif pada Jenis Kegiatan Menyimpulkan Data Hasil Percobaan ……………… ......................................

  64 Tabel 57 Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Menyimpulkan Data Hasil Percobaan ……………

  .................................................................................................. 64 Tabel 58 Distribusi Frekuensi Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa

  Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Menyimpulkan Data Hasil Percobaan………………………………..……………… 65

  Tabel 59 Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Sub Pokok Tekanan Dengan Metode Eksperimen Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Menyimpulkan Data Hasil Percobaan ………………………

  . 65 Tabel 60 Data Keterlibatan Siswa pada Jenis Kegiatan Mengerjakan Soal Latihan……………………………..........................................

  65 Tabel 61 Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kuantitatif pada Jenis Kegiatan Mengerjakan Soal Latihan ………………......

  66 Tabel 62 Distribusi Frekuensi Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kuantitatif pada Jenis Kegiatan Mengerjakan Soal Latihan ……………… ....................................................

  66 Tabel 63 Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Mengerjakan Soal Latihan …………………… 66

  Tabel 64 Distribusi Frekuensi Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Mengerjakan Soal Latihan ……………… ....................................................

  67

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 65 Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Sub Pokok Bahasan Tekanan Dengan Metode Eksperimen Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Mengerjakan Soal Latihan……………………………………… 67 Tabel 66 Nilai Hasil Belajar Setiap Siswa …………… .........................

  67 Tabel 67 Distribusi Frekuensi Nilai Siswa yang Berhasil ……………… 68 Tabel 68 Distribusi Frekuensi Kualifikasi Prestasi Belajar Siswa …………

  .................................................................................................. 69 Tabel 69 Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Sub Pokok

  Bahasan Tekanan Dengan Metode Eksperimen Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa dalam hal Prestasi Belajar Siswa Secara Kualitatif Berdasarkan Jumlah Siswa yang Berhasil………….. 69

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR LAMPIRAN

  9. Silabus Pembelajaran Dengan Metode Eksperimen 116

  15. Menjawab pertanyaan dalam LKS 155

  14. Daftar Nilai Untuk Pembelajaran Dengan Metode Eksperimen 154

  13. Daftar Nilai Untuk Pembelajaran Dengan Metode Demonstrasi 153

  12. Lembar Observasi 152

  148

  11. Data Keterlibatan Siswa Dalam Pembelajaran Dengan Metode Eksperimen

  10. LKS Pembelajaran Dengan Metode Eksperimen 129

  Lampiran Halaman

  1. Pembelajaran Dengan Metode demonstrasi

  7. Data mengerjakan soal latihan 114

  6. Data menyimpulkan hasil percobaan 113

  5. Data menjawab pertanyaan dalam LKS 112

  4. Data Hasil Penelitian 111

  97

  3. LKS Pembelajaran Dengan Metode Demonstrasi

  86

  2. Silabus Pembelajaran Dengan Metode Demonstrasi

  85

  8. Pembelajaran Dengan Metode Eksperimen 115

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut hakikat fisika, tujuan pembelajaran fisika memiliki tiga

  aspek, yaitu membangun pengetahuan, proses dan sikap. Rumusan tujuan tersebut mengandung makna bahwa proses pembelajaran diharuskan memberi peluang kepada siswa untuk mengembangkan ketrampilan melakukan proses sains dan sikap sains. Pengetahuan yang berupa konsep- konsep dan hukum harus dibangun melalui serangkaian proses sains. Kemampuan melakukan proses dan sikap hanya dapat dibangun melalui pengalaman melakukan serangkaian proses yang berkesinambungan. Hal ini berarti keterlibatan siswa secara aktif dalam berbagai kegiatan yang relevan dalam proses pembelajaran merupakan suatu keharusan.

  Proses pembelajaran menurut Kurikulum Berbasis Kompetensi lebih menekankan pada apa yang harus dilakukan oleh siswa, di samping apa yang harus mereka pelajari. Pembelajaran dimaksudkan untuk membangun kompetensi. Pembelajaran berpusat pada siswa dan menempatkan siswa sebagai subyek belajar dengan memperhatikan bakat, minat, kemampuan, strategi belajar, dan motivasi belajar. Implikasi Kurikulum Berbasis Kompetensi terhadap pembelajaran di kelas adalah membangun kompetensi melalui pengalaman dan praktik. Pelaksanaan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pembelajaran dapat dilakukan dengan berbagai metode, yaitu dengan demonstrasi dan eksperimen Menurut Sund (1973: 161) dalam arti sempit demonstrasi dan eksperimen sebagai metode pembelajaran hakikatnya sama, yaitu percobaan yang dilakukan untuk memperoleh data, sehingga proses analisis dan kesimpulan dapat berlangsung. Dalam demonstrasi guru atau sekelompok siswa menunjukkan sesuatu kepada orang atau kelompok lain (Sund, 1973:160) sedangkan dalam eksperimen setiap siswa secara individual atau dalam kelompok kecil melakukan percobaan sendiri. Di dalam proses pembelajaran fisika sesuatu yang diperlihatkan dapat berupa obyek, alat, kegiatan, aturan, cara melakukan percobaan. Demonstrasi dapat dilakukan oleh guru sendiri, guru dibantu oleh siswa, siswa dibimbing guru,atau dilakukan oleh siswa sendiri. Sedangkan untuk eksperimen harus dilakukan oleh siswa sendiri dengan guru sebagai pembimbingnya.

  Untuk membantu siswa agar lebih aktif dalam proses pembelajaran guru mempergunakan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) yang memudahkan siswa untuk mengikuti setiap proses pembelajaran.

  Lembar Kegiatan Siswa adalah manifestasi dari bentuk kegiatan siswa dalam proses pembelajaran. Lembar Kegiatan Siswa berupa sebuah buku atau lembaran yang berisi serangkaian kegiatan untuk membangun kompetensi sesuai materi pokok.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Penulis tertarik untuk mengetahui dan meneliti sejauh mana efektivitas pembelajaran fisika dengan metode demonstrasi dan metode eksperimen menggunakan Lembar Kegiatan Siswa dalam hal keterlibatan siswa, dan prestasi belajar siswa. Penelitian dilakukan pada siswa siswi SMP Pangudi Luhur Boro dan materi pembelajarannya dibatasi pada materi pokok Pesawat Sederhana dan Tekanan. Oleh karena itu judul penelitian ini adalah “Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Pokok Bahasan Pesawat Sederhana Dengan Metode Demonstrasi dan Tekanan Dengan Metode Eksperimen Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa”.

B. Perumusan Masalah

  Dari latar belakang tersebut di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut:

  1. Sejauh mana Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP Pada Pokok Bahasan Pesawat Sederhana Dengan Metode Demonstrasi dan Tekanan Dengan Metode Eksperimen Menggunakan LKS dalam hal keterlibatan siswa.

  2. Sejauh mana Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP Pada Pokok Bahasan Pesawat Sederhana Dengan Metode Demonstrasi dan Tekanan Dengan Metode Eksperimen Menggunakan LKS dalam hal prestasi belajar siswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  C. Tujuan Penelitian

  Sesuai dengan masalah yang ada, maka tujuan penelitian adalah:

  1. Untuk mengetahui Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP Pada Pokok Bahasan Pesawat Sederhana Dengan Metode Demonstrasi dan Tekanan Dengan Metode Eksperimen Menggunakan LKS dalam hal keterlibatan siswa.

  2. Untuk mengetahui Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP Pada Pokok Bahasan Pesawat Sederhana Dengan Metode Demonstrasi dan Tekanan Dengan Metode Eksperimen Menggunakan LKS dalam hal prestasi belajar siswa.

  D. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini bermanfaat secara praktis maupun secara teoritis.

  1. Secara Teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai tambahan perbendaharaan teori tentang pembelajaran.

  2. Secara Praktis

  a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan salah satu informasi yang dapat membantu guru-guru untuk mengembangkan pembelajaran.

  b. Dengan menerapkan pembelajaran seperti yang dilakukan dalam penelitian ini diharapkan proses pembelajaran menjadi lebih baik dan hasilnya meningkat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II DASAR TEORI A. Hakikat IPA ( Sains ) Fisika adalah cabang dari IPA (sains). Oleh karena itu hakekat fisika

  dapat ditinjau dan dipahami melalui hakikat sains. Banyak definisi tentang sains. Beberapa saintis seperti Connant, Dawson dan Campbell mencoba mendefinisikan sains sebagai berikut. Menurut Connant, sains adalah bangunan atau deretan konsep dan skema konseptual (conceptual schemes) yang saling berhubungan sebagai hasil dari eksperimentasi dan observasi, yang berguna dan bernilai untuk eksperimentasi dan observasi selanjutnya.

  Menurut Dawson, sains adalah aktivitas pemecahan masalah oleh manusia yang termotivasi oleh keingintahuan akan alam di sekelilingnya dan keinginan untuk memahami, menguasai, dan mengolahnya demi memenuhi kebutuhan. Menurut Campbell, sains adalah pengetahuan (knowledge) yang bermanfaat dan praktis dan cara atau metode untuk memperolehnya (Fika, 2005: 5). Menurut Carin, seperti dikutip oleh Moh Amin (1987:4), sains adalah suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematik, yang didalam penggunaannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam. Sedangkan menurut Sund (1973: 2) sains merupakan bangunan pengetahuan (body of knowledge) dan proses.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Apabila kita memahami definisi di atas tentang hakikat sains maka kita akan menemukan komponen-komponen yang sama dalam sains yaitu aspek produk, aspek sikap dan aspek proses. Dengan kata lain sains dapat dipandang sebagai kesatuan dari proses, sikap dan produk. Adapun penjelasan dari aspek-aspek tersebut adalah

  1. Aspek Produk Fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip-prinsip, hukum-hukum, dan teori-teori dalam sains merupakan hasil rekaan atau buatan manusia dalam rangka memahami dan menjelaskan alam bersama dengan berbagai fenomena yang terjadi di dalamnya. Fakta adalah sesuatu yang telah atau sedang terjadi yang dapat berupa keadaan, sifat atau peristiwa. Konsep adalah suatu ide yang merupakan generalisasi dari berbagai peristiwa atau pengalaman khusus yang dinyatakan dengan istilah atau simbol tertentu yang dapat diterima sesuai budaya setempat (Carin dan Sun, dalam Kartika Budi,1997:162). Prinsip dan hukum adalah hubungan sebab akibat antara dua konsep atau lebih yang merupakan generalisasi dari beberapa kejadian khusus. Hal yang membedakan keduanya adalah kalau hukum memiliki ciri khas, antara lain ditemukan secara khusus, berguna untuk pengembangan ilmu selanjutnya dan untuk memecahkan berbagai masalah sains dan sering diberi nama khusus sebagai apresiasi pada penemunya yang pertama kali mensosialisasikan atau orang berjasa dalam bidangnya (Kartika Budi, 1997:162).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sedangkan teori membantu kita untuk menjelaskan dan meramalkan berbagai peristiwa alamiah yang berkaitan satu sama lain.

  2. Aspek Proses Proses sains merupakan salah satu cara yang digunakan para sains untuk mengembangkan dan memajukan sains. Proses sains terdiri dari bermacam-macam kegiatan seperti penentuan masalah, merumuskannya, perumusan hipotesis, merancang percobaan, melakukan pengukuran, menganalisis data dan menarik kesimpulan. Dalam pengajaan sains aspek proses ini muncul dalam bentuk kegiatan belajar-mengajar. Ada tidaknya aspek proses di dalam pengajaran sains sangatlah tergantung pada guru sebagai pendidik. Peran guru sangatlah penting untuk membantu siswa dalam belajar sehingga dapat membentuk pengetahuan bagi dirinya.

  3. Aspek Sikap Sikap adalah berbagai keyakinan, opini, dan nilai-nilai yang harus dipertahankan oleh seseorang khususnya ketika mencari atau mengembangkan pengetahuan baru, di antaranya tanggung jawab, rasa ingin tahu, disiplin, tekun, jujur, dan terbuka terhadap pendekatan orang lain (Sarkim,1997:134). Dalam pembelajaran sains aspek sikap dapat terlihat apabila guru secara sadar dapat terus menerus memperhatikan, mengarahkan, menegur dan menunjukkan sikap-sikap pada siswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dari uraian di atas sangatlah jelas bahwa fisika mencakup produk, proses dan sikap. Fisika juga merupakan salah satu mata ajar yang diajarkan di sekolah. Melihat dari kedua hal ini maka sebagai seorang pendidik harus dapat menentukan suatu metode pembelajaran fisika yang dapat mencakup kedua hal di atas. Perlu kita perhatikan juga bahwa pemilihan metode pembelajaran fisika harus dapat membantu siswa lebih nyaman dalam belajar dan lebih aktif dalam pembentukan pengetahuannya .

  Secara lebih khusus tujuan tersebut dijabarkan ke dalam tujuan setiap pokok bahasan dengan pola: mampu melakukan pengukuran, melakukan percobaan, diskusi, dan bernalar untuk memahami konsep, prinsip, hukum, dan/atau teori sesuai pokok bahasan yang dipelajarinya, serta mampu menerapkannya untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaitan. Dalam tujuan tersebut ditekankan betapa pentingnya kemampuan siswa melakukan proses, baik sebagai hasil maupun sebagai langkah kerja yang harus dialami dalam proses pembelajaran.

B. Hakikat Belajar dan Pembelajaran

  1. Belajar Ada macam-macam definisi tentang belajar. Menurut W.S. Winkel

  (1996 : 53) belajar adalah suatu aktivitas mental yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan- perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Skinner berpandangan bahwa belajar adalah suatu perilaku (Dimyati dan Mudjiono, 1994 : 9). Sementara itu menurut filsafat konstruktivisme, belajar adalah proses mengkonstruksi pengetahuan dan abstraksi pengalaman baik alami maupun manusiawi (Paul Suparno, 1997:61). Dari beberapa pengertian belajar tersebut dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses interaksi aktif manusia dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan tingkah laku dalam pengetahuan atau pemahaman, keterampilan dan sikap sebagai akibat pengalaman. Seseorang dapat dikatakan mengalami proses belajar apabila telah menunjukkan tingkah laku yang berbeda dengan sebelum belajar.

  2. Pembelajaran Menurut Lindgren, mengajar adalah meciptakan situasi, menyediakan kemudahan, membimbing dan mengarahkan sehingga pelajar melakukan proses pada dirinya terjadi perubahan, (Lindgren, dalam Theodoro Soares, 2003:12). Dengan kata lain, menyangkut aspek produk, pembelajaran adalah kegiatan menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa membangun pengetahuannya sendiri. Sedangkan menyangkut aspek proses, pembelajaran fisika dimaksudkan untuk meningkatkan ketrampilan berfikir siswa, yang menyertai kemampuan dan keterampilan psikomotorik.

  Keterampilan-keterampilan proses di sini mencakup antara lain: mengamati dengan indera, membuat penggolongan, menggunakan alat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dan bahan, merencanakan eksperimen, mengukur, mengajukan pertanyaan, menafsirkan data dan mengkomunikasikan hasil temuan untuk menguji gagasan-gagasan atau memecahkan masalah. Pada prinsipnya pelajaran fisika membekali siswa dengan kemampuan berbagai cara untuk “mengetahui” dan suatu cara “mengerjakan” yang dapat membantu siswa untuk memahami secara mendalam tentang alam sekitar. Sementara menyangkut aspek sikap, pembelajaran adalah kegiatan menciptakan kondisi yang memungkinkan terjadinya perubahan sikap dalam diri siswa, dari tidak senang menjadi senang, dari bersikap pasif dalam kelas menjadi aktif untuk mengikuti pembelajaran.

  Pembelajaran itu sendiri menekankan pada kegiatan atau keaktifan siswa, bukan kegiatan guru. Ukuran dari kualitas pembelajaran tidak terletak pada baiknya guru menerangkan, tetapi pada kualitas dan kuantitas belajar siswa, guru yang pokok adalah menciptakan situasi, menyediakan kemudahan, merancang kegiatan, dan membimbing siswa agar mereka terlibat dalam proses belajar secara berkesinambungan.

C. Efektivitas Pengajaran Fisika

  Melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang efektif merupakan harapan yang selalu diinginkan oleh para guru. Untuk mencapai hal itu, seorang guru harus menguasai materi pelajaran dengan baik dan dapat menggunakan strategi pembelajaran yang tepat, sehingga kegiatan pembelajaran dapat efektif. Efektivitas pengajaran itu seharusnya ditinjau

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dari hubungannya dengan guru tertentu yang mengajar kelompok siswa tertentu, di dalam situasi tertentu, dan dalam usahanya mencapai tujuan – tujuan instruksional tertentu. Inti dari keefektivan suatu pengajaran adalah tercapainya tujuan instruksional khusus yang dicapai oleh siswa melalui pembelajaran. Hasil dari keefektivan pengajaran ditandai dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam belajar

  Dalam melaksanakan pengajaran fisika seorang guru harus menerapkan karakteristik pengajaran yang efektif. Sasaran utama pengajaran

  IPA (fisika) yang efektif adalah membantu siswa: (a) mengembangkan kemampuan untuk kreatif dan berfikir kritis, atau membantu mengembangkan kemampuan siswa berfikir rasional dan bebas, (b) menanamkan bentuk dasar pemikiran ilmiah yang modern kedalam dirinya, (c) mengembangkan sikap kepercayaan pada diri sendiri dalam mencari jawaban dan solusi dari pertanyaan dan permasalahan, serta karakteristik pengajaran fisika yang efektif dapat dilihat melalui kegiatan pembelajaran, kegiatan siswa, dan kegiatan guru.

D. Keterlibatan Siswa

  Ketika siswa berminat pada pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas, siswa akan dengan sendirinya terlibat secara aktif dalam pembelajaran tersebut. Yang dimaksud dengan keterlibatan adalah peran secara aktif dari siswa untuk berbuat sesuatu guna memperoleh ilmu yang mereka cari.

  Menurut James dan John seperti dikutip Teodoro Soares (2003:17)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  keterlibatan siswa dapat diukur dari (1) kemauan bertanya, (2) kemauan menjawab, (3) kemauan bekerjasama dengan siswa yang lain: menyusun sebuah hipotesis, menemukan solusi atas suatu masalah yang ada, aktif dalam diskusi kelompoknya dan mengumpulkan sejumlah data untuk menyelesaikan masalah yang ada, (4) kemauan aktif diskusi dengan teman, (5) senang memperhatikan pada saat guru menjelaskan, (6) kemauan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.

E. Metode Demonstrasi

  1. Pengertian Demonstrasi Metode yang dipergunakan oleh guru dalam mengelola pembelajaran merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan apakah pembelajaran berhasil atau tidak. Sangat penting bagi guru untuk memilih dan menerapkan metode pembelajaran yang sesuai , sehingga siswa secara aktif berperan dalam proses pembelajaran. Salah satu metode yang dapat mengikutsertakan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran adalah metode demonstrasi.

  Metode demonstrasi merupakan suatu metode di mana guru memainkan peranan yang sangat penting karena kejelasan dari sesuatu yang dipertunjukkan dan diterangkan sangat bergantung dari cara guru menyampaikannya.

  Menurut Sund (dalam Kartika Budi, 1991:15) demonstrasi diartikan sebagai proses menunjukkan sesuatu. Sesuatu yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ditunjukkan itu dapat berupa obyek, proses, cara merangkai percobaan, cara melakukan percobaan, cara membaca skala pada alat-alat ukur dan sebagainya; sedang menurut Jusuf Djajadisastra (1982:93) yang dimaksud dengan demonstrasi adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan mempertunjukkan secara langsung obyeknya, atau caranya melakukan sesuatu atau mempertunjukkan prosesnya.

  Agar pembelajaran dengan metode demonstrasi dapat berjalan dengan lancar diperlukan suatu persiapan. Maka guru harus (1) mengkaji kesesuaian metode terhadap tujuan yang akan dicapai, (2) menganalisis kebutuhan peralatan yang akan digunakan untuk demonstrasi, (3) mencoba peralatan dan menganalisis kebutuhan waktu, (4) merancang garis-garis besar demonstrasi.

  2. Fungsi Demonstrasi Dalam proses pembelajaran, demonstrasi dapat berfungsi untuk (1) membangkitkan masalah, (2) membangun konsep, dan (3) menguji kebenaran konsep.

  2.1. Demonstrasi untuk Membangkitkan Masalah Baik sekali kalau pembelajaran dimulai dengan masalah yang relevan, yaitu masalah yang sesuai dengan materi dan konsep yang akan dibangun. Dengan adanya masalah secara tersirat tujuan diinformasikan. Dengan adanya masalah diharapkan rasa ingin tahu siswa dibangkitkan, karena ada sesuatu yang ingin dicari,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dijawab, atau dipecahkan. Bila dimulai dengan masalah, proses pembelajaran selanjutnya merupakan proses untuk memecahkan masalah tersebut. Sebagai pembangkit masalah harus dipilih demonstrasi yang memberi peluang munculnya pertanyaan (Kartika Budi, handout).

  2.2. Demonstrasi untuk Membangun Konsep Untuk membangun konsep, fungsi pokok demonstrasi adalah untuk memperoleh data. Proses selanjutnya adalah mengolah data agar sampai pada kesimpulan yang berupa konsep atau hukum. Untuk menganalisis data perlu langkah-langkah kegiatan yang jelas. Tidak cukup kalau guru hanya meminta dengan mengatakan “analisislah data yang anda peroleh, dan apa kesimpulannya”. Siswa perlu dibantu melalui pertanyaan- pertanyaan panduan bertahap yang harus dijawab siswa. LKS dapat dipakai sebagai alat bantu.

  Dengan pertanyaan panduan dengan menggunakan LKS seperti itu diharapkan siswa sungguh terlibat dalam proses berfikir, menjawab pertanyaan, dan merumuskan sendiri pengertian suatu konsep. LKS dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan, dengan prinsip LKS yang baik adalah yang membantu siswa berproses untuk membangun konsep (Kartika Budi, handout).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2.3. Demonstrasi untuk Menguji Kebenaran Konsep Konsep-konsep kualitatif dapat diuji kebenarannya melalui demonstrasi . Misalnya setelah dibangun konsep aturan genggaman tangan kanan untuk menentukan arah gaya Lorenz, kemudian dengan demonstrasi kebenaran aturan itu diuji. Dengan aturan yang baru saja dibangun, yaitu aturan genggaman tangan kanan, siswa diminta untuk menganalisis. Setelah dijawab, dengan analisis yang benar, kemudian dicoba. Kalau ternyata jawabannya sesuai dengan analisis, maka dapat disimpulkan bahwa aturannya benar.

  Sebaliknya kalau ada jawaban yang salah, tidak boleh cepat-cepat menyatakan bahwa aturannya yang salah. Mungkin analisisnya yang salah. Bila terjadi demikian, maka analisisnya yang harus dikoreksi (Kartika Budi, handout).

  3. Merancang Demonstrasi Agar demonstrasi berhasil dan berdaya guna, perlu dipersiapkan dan direncanakan sebaik-baiknya. Langkah-langkah perencanaannya adalah (1) mengidentifikasi konsep-konsep yang akan dibangun, (2) menentukan/memilih alat-alat yang akan digunakan, (3) menetapkan langkah-langkah percobaan, (4) menetapkan langkah-langkah analisis agar dapat menentukan dan mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan panduan bila diperlukan, (5) menentukan kapan dan di mana demonstrasi dilaksanakan dan siapa yang melaksanakan, dan (6) mencoba sendiri sebelumnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pentingnya langkah-langkah tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. Konsep yang akan dibangun harus jelas, karena konsep yang akan dibangun menentukan percobaan yang akan dilakukan, data yang diperlukan, proses analisis yang harus dilakukan. Pemilihan alat sangat penting untuk menjaga kelancaran percobaan. Alat yang kurang baik dapat menyebabkan percobaan tidak lancar, bahkan gagal. Demonstrasi yang gagal membuang waktu dan menimbulkan kesan kurang baik pada siswa.

  Tempat melakukan demonstrasi sangat penting. Demonstrasi yang dilakukan di tempat yang tidak dapat diamati oleh sebagian besar siswa, dapat mengundang keributan siswa. Demonstrasi yang dilakukan di meja guru, sehingga hanya sebagian kecil siswa yang duduk di depan saja yang dapat melihat, tidak efektif. Lakukan demonstrasi di tempat yang sebagian besar siswa dapat melihatnya.

  Rencana analisis sangat menentukan kualitas proses pasca demonstrasi. Data yang diperoleh sungguh bermanfaat hanya bila diolah dengan proses yang benar dan menghasilkan kesimpulan yang benar.

  Untuk percobaan-percobaan yang cukup rumit dan memiliki kemungkinan gagal, perlu dicoba dulu sebelumnya untuk memastikan apakah demonstrasi sungguh dapat dilaksanakan dan untuk mengantisipasi kesulitan-kesulitan yang mungkin timbul. Juga untuk membangkitkan kepercayaan diri. Sebaiknya demonstrasi tidak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dilaksanakan kalau guru tidak yakin akan keberhasilannya. Sebaiknya demonstrasi tidak dilakukan secara sepontan, coba-coba, dan untung- untungan. Keuntungan lain dari percobaan yang telah dilakukan sebelumnya adalah dapat diperoleh data yang dapat dianalisis manakala demonstrasi tidak berhasil. Dengan demikian kegagalan demonstrasi tidak membuat proses ilmiah selanjutnya berhenti (Kartika Budi, handout).

  4. Melaksanakan Demonstrasi Waktu yang tersedia untuk pembelajaran terbatas. Efisiensi penggunaan waktu penting. Oleh karena itu bila demonstrasi memerlukan waktu untuk merangkai alat, maka sebaiknya rangkaian alat tidak disusun saat demonstrasi berlangsung. Rangkaian sudah dipersiapkan sebelumnya, sehingga pada saat demonstrasi tinggal melaksanakan percobaannya. Ini juga merupakan salah satu cara untuk mengurangi resiko gagal.

  Dalam melaksanakan demonstrasi sedapat mungkin melibatkan siswa secara bergiliran untuk hal-hal yang dapat dilakukan siswa.

  Makain banyak siswa dilibatkan, makin banyak mereka berperan, diharapkan pembelajaran menjadi semakin hidup, menarik, dan menyenangkan (Kartika Budi, handout).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5. Kekuatan dan Kelemahan Demonstrasi

  5.1. Kekuatan Demonstrasi Menurut Muhibbin Syah (1995:210-211) penggunaan metode demonstrasi dalam pembelajaran mempunyai beberapa kekuatan, antara lain (a) perhatian siswa lebih dapat dipusatkan, (b) proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari, (3) pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa.

  Sedangkan menurut Moedjiono dan Muh. Dimyati (1992:74-75) kekuatan penggunaan metode demonstrasi antara lain (a) memperkecil kemungkinan kesalahan konsep siswa bila dibandingkan kalau siswa hanya membaca atau mendengar penjelasan, (b) memungkinkan siswa terlibat secara langsung dalam kegiatan demonstrasi, sehingga memberikan kesempatan yang benar bagi siswa untuk memperoleh pengalaman, (c) memudahkan memusatkan perhatian siswa pada hal-hal yang dianggap penting, sehingga para siswa benar-benar memberikan perhatian khusus pada hal tersebut. Dengan kata lain perhatian siswa lebih mudah dipusatkan pada proses belajar mengajar dan tidak tertuju pada yang lain, (d) memungkinkan siswa mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang belum mereka ketahui selama demonstrasi berlangsung.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Menurut Jusuf Djajadisastra (1982:101-103) kekuatan penggunaan metode demonstrasi antara lain (a) cara yang wajar atau alamiah sesuai dengan perkembangan jiwa anak untuk belajar memahami suatu obyek atau perbuatan (Tanggapan-tanggapan dalam jiwa murid dan pengertian-pengertian yang terbentuk akan diperoleh melalui proses yang wajar dan menjadi lebih jelas dibandingkan jika hanya diterangkan secara lisan saja yang sifatnya abstrak), (b) Menanamkan, memupuk dan mengembangkan hasrat untuk ingin mengetahui sesuatu, (c) menanamkan keyakinan akan kepastian sesuatu.

  5.2. Kelemahan Demonstrasi Menurut Jusuf Djajadisastra (1982: 103-104) penggunaan metode demonstrasi mempunyai kelemahan, antara lain (a) menyebabkan murid tertahan perkembangan berfikirnya sehingga menetap pada taraf berfikir konkrit saja dan tidak meningkat ke taraf abstrak (Berfikir dengan hanya menggunakan benda-benda kongkrit dan tanggapan-tanggapan hanya akan membuat berfikir menjadi lamban, kebiasaan untuk selalu melihat sendiri suatu obyek untuk kemudian baru memahaminya dan menyebabkan terhambatnya kemampuan pembentukan pengertian-pengertian yang sifatnya abstrak) , (b) Mengamati sesuatu dengan cermat, bukan merupakan pekerjaan yang mudah bagi murid-murid, (c) tidak semua hal yang didemonstrasikan guru dapat diulang berkali-

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kali, (d) apabila jumlah murid terlalu besar maka akan sangat sulit untuk mengatur tempat duduk atau berdiri murid agar semuanya dapat melihat dengan jelas, (e) mahalnya biaya yang harus dikeluarkan terutama untuk alat-alat modern, (f) untuk membangun suatu konsep memerlukan waktu yang relatif lama.

F. Metode Eksperimen

  1. Pengertian Eksperimen Seperti halnya dengan metode demonstrasi, metode ini merupakan metode yang mengikuti cara-cara berfikir ilmiah karena dilakukan dengan melalui tahapan-tahapan kegiatan yang sudah dipersiapkan sebelumnya di dalam mencoba mengetahui atau membuktikan sesuatu.

  Metode eksperimen sangat baik digunakan sebagai alat untuk memberikan pengertian yang tepat mengenai suartu proses atau kejadian.

  Eksperimen adalah suatu kegiatan mempergunakan alat-alat sains dengan tujuan untuk mengetahui sesuatu yang baru (setidak-tidaknya bagi orang itu sendiri, meskipun tidak baru bagi orang lain) atau untuk mengetahui apa yang terjadi kalau diadakan suatu proses tertentu (Sukarno, dalam Sujanti, 1999:15); sedang menurut Jusuf Djajadisastra (1982:10) eksperimen merupakan suatu cara mengajar yang memberikan kesempatan kepada murid untuk menemukan sendiri suatu fakta yang diperlukannya atau ingin diketahuinya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Metode ini menekankan pada kegiatan yang harus dialami sendiri, dicari dan ditemukan sendiri data dan pemecahannya. Dalam metode ini, siswa mencari dan menyelidiki sendiri kebenaran dari suatu obyek maupun proses. Siswa harus mengalami sendiri dan bukan hanya percaya atau mengandalkan keterangan guru. Prinsip yang mendukung metode ini adalah pendapat bahwa siswa harus dapat mencapai suatu definisi (batasan), mengetahui suatu proses, memahami cara kerjanya, memahami hukum-hukum, melalui percobaan (eksperimen) yang dapat dikontrolnya dan bukan hanya menghafalkannya di luar kepala dari buku-buku atau catatan yang diberikan oleh guru.

  2. Jenis Eksperimen

  2.1. Eksperimen Bebas Eksperimen bebas terjadi ketika siswa menghasilkan dan melakukan penyelidikan mereka sendiri. Kegiatan sebanyak mungkin dilakukan oleh siswa. Siswalah yang harus menemukan tujuannya selama percobaan berlangsung, yang harus mengidentifikasi alat yang akan dipakai dan cara pemakaiannya, yang harus mengamati apa yang terjadi, mencatat data, mengolah data, menarik kesimpulan, menunjukkan hubungan dengan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Dalam eksperimen bebas siswa didorong untuk memecahkan masalahnya sendiri atau dalam kelompok, sedangkan guru hanya sebagai sumber bantuan sejauh diperlukan untuk menjamin siswa agar tidak terlalu frustasi atau

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  terlalu sering gagal. Bimbingan guru hendaknya berupa pertanyaan yang bisa membantu siswa berfikir tentang prosedur penyelidikannya. Selalu lebih baik memberi siswa pertanyaan yang memberi petunjuk daripada memberi tahu apa yang harus dilakukan. Pertanyaan yang diberikan pada saat yang tepat bisa memberikan rangsangan yang dibutuhkan siswa untuk memunculkan gagasan penyelidikan. Pada intinya eksperimen bebas semua kegiatan yang akan dilakukan direncanakan oleh siswa sendiri.

  2.2. Eksperimen Terbimbing Eksperimen terbimbing dilakukan oleh siswa dengan bantuan guru. Siswa melakukan serangkaian kegiatan sesuai dengan prosedur yang telah diberikan oleh guru. Disini yang banyak berperan adalah guru, karena guru yang merumuskan masalah dan menyusun semua langkah kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa. Gurulah yang menginformasikan tujuan, menginformasikan nama alat, menjelaskan cara memakainya, memberitahu apa yang akan dilakukan, menginformasikan yang diharapkan akan terjadi, memberitahukan data apa yang harus dicatat. Setelah percobaan dilaksanakan, guru menjelaskan apa yang sudah dilakukan, menginformasikan hasil-hasilnya, menarik kesimpulan, memberi contoh pemakaian dalam kehidupan sehari- hari. Jadi semua perencanaan pembelajaran dilakukan oleh guru.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Prosedur Eksperimen Eksperimen sebagi salah satu metode mengajar dapat dimanfaatkan oleh guru fisika untuk pengajaran tertentu. Agar kegiatan belajar mengajar berjalan lancar dan mendapatkan hasil yang optimal maka diperlukan langkah-langkah sebagai berikut ( Sujanti, 1999:17).

  a. Mempersiapkan pemakaian metode eksperimen

  • Mempersiapkan pemakaian metode eksperimen terhadap tujuan yang hendak dicapai.
  • Menekankan kebutuhan peralatan, bahan dan sarana pasti pasti kemungkinan yang akan terjadi.
  • Menyediakan peralatan, bahan dan sarana lain yang akan dilakukan.
  • Menyediakan Lembar Kegiatan Siswa.

  b. Melaksanakan pemakaian metode eksperimen dengan kegiatan

  • Mendiskusikan bersama seluruh siswa mengenai peralatan dan bahan untuk eksperimen serta hal-hal yang perlu diamati dan dicatat selama eksperimen.
  • Guru membantu dan membimbing dan mengawasi eksperimen yang dilakukan oleh siswa.

  c. Tinjauan lanjut pemakaian metode eksperimen meliputi kegiatan

  • Mendiskusikan hambatan dan hasil-hasil eksperimen.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • Membersihkan, membereskan dan menyimpan peralatan bahan serta sarana lain.

  Tiga hal dalam kegiatan eksperimen di atas dapat dimodifikasikan dan diadaptasikan di lingkungan sekolah oleh guru.

  4. Manfaat Eksperimen Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu eksperimen, artinya kebenaran teori Ilmu Pengetahuan Alam selalu diuji dengan percobaan

  (Ed Van Berg, dkk, dalam Marina,1999: 19). Melihat dari pengertian eksperimen maka kita dapat mengetahui manfaat dari eksperimen untuk proses belajar mengajar di sekolah, antara lain (a) siswa dapat memecahkan berbagai masalah dan uji bermacam-macam hipotesis (Sumaji, dalam Marina, 2002: 19), (b) Dapat terjalin kerja sama untuk saling mendukung percobaan-percobaan (Asan Damasik, dalam Marina, 2002: 19), (c) Kita dapat semakin memahami objek atau kejadian (Sinaradi, dalam Marina, 2002:19), (d) eksperimen dapat menghidupkan belajar, (e) eksperimen dapat mengkaitkan teori dengan peristiwa alam dan lingkungan kita, (f) eksperimen dapat mendorong motivasi siswa, (g) guru dapat melatih penalaran siswa dalam berfikir, (h) melatih sikap siswa dalam melakukan eksperimen seperti sikap positif, tidak mudah putus asa, kritis, kreatif, terbuka, tidak mudah putus asa, dan menghargai dan menerima berbagai masukan dari luar, dan (i) siswa dapat mengkonstruksi pengetahuannya sendiri.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5. Tujuan Eksperimen Tujuan dari kegiatan eksperimen antara lain : (a) membantu siswa dalam mengkonstruksi pengetahuannya dan menyelesaikannya dengan pengalaman yang pernah dialaminya, (b) membuat siswa lebih aktif dalam belajar, (c) melatih siswa untuk berfikir secara ilmuan, (d) menanamkan pengertian tentang konsep, prinsip, hukum, teori, dan fakta, (e) melatih siswa untuk bekerja dengan tekun, teliti, dan bersikap positif, (f) meningkatkan siswa untuk berfikir kritis, dan (g) menanamkan cara kerja dan berfikir secara ilmiah.

  6. Kekuatan dan Kelemahan Eksperimen

  6.1. Kekuatan Eksperimen Menurut Jusuf Djajadisastra (1982 : 16-17) penggunaan metode eksperimen mempunyai kekuatan, antara lain : (a) Siswa lebih terlibat karena mereka sendiri yang melakukan kegiatan, (b) Mengalami atau mengamati sendiri suatu proses atau kejadian, (c) Karena mengamati sendiri suatu proses atau kejadian, maka menjadi benar-benar yakin akan hasil atau akibat sesuatu proses, (d) Menjadi lebih bersikap hati-hati, teliti, mampu berfikir analitis dan tidak begitu saja percaya pada “kata orang”, (e) Sesuai dengan perkembangan jiwa siswa yang selalu tertarik pada realitas atau obyek-obyek yang nyata dari alam sekitar, (f) Sesuai dengan jiwa anak yang selalu mengadakan eksplorasi (penjelajahan) untuk menemukan hal-hal yang baru baginya, (g) Mengembangkan sikap

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  inovatif (mencari sesuatu yang baru), (h) Memupuk dan mengembangkan sikap berfikir ilmiah. Yaitu suatu sikap hidup untuk memahami sesuatu melalui data yang dapat dikumpulkan, melakukan percobaan dan menarik kesimpulan melalui metode induktif, (i) Membangkitkan hasrat ingin tahu pada anak, dan (j) Memperkaya pengalaman dan meningkatkan ketrampilan

  6.2. Kelemahan Eksperimen Menurut Jusuf Djajadisastra (1982 : 17-18) penggunaan metode eksperimen memiliki kelemahan, antara lain: (a) Tidak semua mata pelajaran dapat diajarkan dengan metode ini, (b) Tidak semua hal dapat dieksperimenkan, (c) Suatu eksperimen tidak selalu berhasil seperti yang diharapkan, dan (d) Mahalnya alat-alat praktikum, merupakan hambatan untuk melakukan eksperimen.

  Pelaksanaan metode eksperimen yang diuraikan di atas adalah suatu eksperimen yang hasilnya dapat diperoleh dalam waktu satu atau dua jam pelajaran. Tetapi seperti kita ketahui, jangka waktu suatu eksperimen dapat kita bagi dalam eksperimen yang memerlukan waktu pendek dan eksperimen yang memerlukan waktu yang lama/panjang.

  Dalam penelitian ini, eksperimen yang digunakan adalah eksperimen terbimbing. Di mana guru sebgai fasilitator dan siswa yang bekerja aktif. Mengingat bahwa metode eksperimen bukan merupakan metode “mencoba-coba” maka untuk keberhasilan metode ini sangat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  diperlukan bimbingan dan petunjuk guru yang betul-betul jelas. Cara yang sebaik-baiknya agar seluruh proses eksperimen dapat berjalan dengan aman adalah dengan menanamkan teknik eksperimen atau cara-cara melakukan percobaan dari tahap ke tahapan berikutnya dengan seteliti-telitinya sehingga siswa benar-benar faham dan terampil melakukannya. Dan tujuan eksperimen dapat tercapai yaitu menemukan kebenaran melalui kesimpulan-kesimpulan yang tepat dari data (fakta) yang dapat diamati atau diperoleh. Dari kesimpulan-kesimpulan khusus itu akhirnya dapat dibuat kesimpulan umum atau hukum.

  Kalau kita membandingkan metode demonstrasi dengann metode eksperimen, kita melihat persamaan antara kedua metode tersebut. Kedua- duanya mempertunjukkan sesuatu. Tetapi apabila kita teliti benar-benar, kita akan menemukan bahwa ada perbedaan pokok antara kedua metode itu.

  Jika pada metode demonstrasi siswa diminta untuk memperhatikan suatu obyek atau proses, maka pada metode eksperimen siswa dituntut untuk menganalisa suatu proses. Jika pada metode demonstrasi siswa cukup dengan mengamati saja, maka pada metode eksperimen siswa harus menelitinya sendiri, mengalami kegiatan itu sendirin menganalisa dan mengambil kesimpulan sendiri.

G. Pembelajaran Fisika Dengan LKS

  Melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang efektif merupakan harapan yang selalu diinginkan oleh para guru. Untuk mencapai harapan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tersebut, seorang guru harus menguasai materi pelajaran dengan baik dan dapat menggunakan strategi yang tepat dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Supaya dapat menyampaikan materi pelajaran dengan tepat maka guru harus menggunakan media pengajaran yang efektif dan yang tepat.

  Media yang digunakan dalam pembelajaran fisika seharusnya tidak hanya melibatkan siswa untuk berbicara dan berfikir tentang fisika tetapi harus melakukan aktivitas-aktivitas melalui tangan untuk mengamati dan mempelajari gejala alam seperti yang dilakukan oleh para ilmuwan. Melalui aktivitas pembelajaran IPA dapat mengembalikan peran guru dan siswa pada posisi seharusnya, yaitu: (1) siswa berperan aktif sebagai pembentuk pengetahuan berdasarkan pengalamannya secara langsung, (2) sebagai konsekuensi dari peran siswa yang aktif dalam mengkonstruksikan maka guru haruslah menjadi fasilitator. Media pengajaran yang digunakan dalam pembelajaran fisika harus melibatkan aktifitas siswa yang aktif dalam pembelajaran. Media mempunyai cakupan yang lebih luas meliputi sumber belajar (LKS, alat peraga, buku) yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas perencanaan program pengajaran baik oleh guru maupun siswa.

  LKS yang digunakan dalam pembelajaran harus disesuaikan dengan karakteristik pelajaran yang akan disampaikan guru. Selain itu format LKS harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan penalaran siswa yang sedang melaksanakan proses belajar. Kesesuaian format LKS ini

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  akan mempengaruhi motivasi dan minat siswa untuk mempelajari fisika. Jadi yang dimaksud LKS adalah media pengajaran yang menggunakan lembar kerja yang harus diikuti oleh siswa yang belajar sebagai pelengkap dari kegiatan pembelajaran. Format LKS harus disesuaikan dengan urutan tertentu dan penalaran siswa sehingga dapat mengaktifkan siswa dalam pembelajaran. Melalui pembelajaran dengan LKS keefektivan proses belajar mengajar fisika dapat ditingkatkan.

H. Prestasi Belajar Siswa

  Prestasi belajar adalah tingkat keberhasilan siswa setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar. Keberhasilan siswa menunjukkan kuantitas dan kualitas pencapaian tujuan kegiatan belajar mengajar yang telah ditetapkan atau dirumuskan sebelumnya. Kuantitas berkaitan dengan jumlah siswa yang berhasil dalam ulangan, sedangkan kualitas berkaitan dengan mutu keberhasilan. Pada umumnya prestasi belajar diwujudkan dengan nilai.

  Agar nilai sungguh-sungguh menunjukkan pemahaman atau penguasaan materi yang telah dipelajari maka kualitas alat evaluasi yaitu soal-soal ujian mewakili seluruh materi yang dipelajari dan soal-soal mewakili setiap unsur terpenting dalam pokok bahasan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan pada 16 Maret – 23 Mei di SLTP Pangudi Luhur Boro, Banjarasri, Kalibawang, Kulon Progo B. Populasi dan Sampel Penelitian Karena penelitian ini adalah studi kasus maka tidak ada istilah

  populasi dan sampel. Di sini yang penulis gunakan adalah subyek penelitian. Subyek penelitian adalah siswa – siswi SMP Pangudi Luhur Boro Kelas VII B.

C. Jenis Penelitian

  Jenis penelitian ini adalah studi kasus yang bersifat diskriptif, yaitu penelitian yang mendalami suatu kasus pada satu kelompok siswa dan analisisnya terbatas pada usaha untuk mengungkapkan suatu masalah dari keadaan sebagai mana adanya pada kelompok tersebut. Kesimpulan hanya diambil berdasarkan data-data pada kelompok tersebut. Tetapi tidak memungkinkan dapat berlaku pada pokok bahasan lain dan kelompok yang lain.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

D. Ubahan Penelitian

  1. Jenis Ubahan

  Dalam penelitian ini terdapat 2 ubahan yaitu:

  a. Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Pokok Bahasan Pesawat Sederhana Dengan Metode Demonstrasi dan Tekanan Dengan Metode Eksperimen Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa dilihat dari keterlibatan siswa.

  b. Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Pokok Bahasan Pesawat Sederhana Dengan Metode Demonstrasi dan Tekanan Dengan Metode Eksperimen Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa dilihat dari hasil belajar siswa

  Dalam penelitian ini setiap ubahan berdiri sendiri – sendiri, yang berarti tidak akan dicari pengaruh ubahan yang satu dengan ubahan yang lainnya.

  2. Definisi Operasional Ubahan

  a. Keterlibatan siswa Dalam penelitian ini keterlibatan siswa dibedakan menjadi dua yaitu keterlibatan secara individual dan keterlibatan secara klasikal. Keterlibatan secara individual adalah keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran yang dilakukan atas kemauannya sendiri, sehingga dapat dibedakan dengan jelas antara siswa yang terlibat dan yang tidak terlibat. Keterlibatan siswa secara individual dibedakan atas keinginan dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  realisasinya yang meliputi keterlibatan siswa dalam menjawab pertanyaan,, mengajukan pertanyaan, membaca uraian, dan membantu guru melakukan percobaan. Sedangkan keterlibatan siswa secara klasikal adalah keterlibatan siswa secara bersama- sama dalam proses pembelajaran yang terdapat dalam LKS. Keterlibatan secara klasikal meliputi kegiatan siswa dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam LKS, membaca uraian, mengerjakan soal latihan, menyimpulkan data dari hasil percobaan, dan mengajukan pertanyaan.

  Keterlibatan secara individual dinyatakan dengan jumlah siswa yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran yang bersifat individual. Keterlibatan secara klasikal dinyatakan dengan jumlah siswa yang terlibat dan kualitas keterlibatannya.

  Keterlibatan siswa secara klasikal merupakan keterlibatan siswa secara bersama-sama dalam proses pembelajaran atas perintah dari guru yang terdapat dalam LKS.

  b. Hasil belajar siswa (prestasi belajar) dalam pembelajaran adalah skor yang diperoleh siswa melalui tes hasil belajar yang dikerjakannya.

E. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

  1. Pembelajaran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dalam pembelajaran ini digunakan berbagai metode (demonstrasi, eksperimen, dan ceramah) dan media pembelajarannya berupa LKS, dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  a. Peneliti memberikan informasi kepada siswa mengenai kegiatan yang akan dilakukan dan tujuan yang akan dicapai setelah proses pembelajaran selesai.

  b. Peneliti melakukan demonstrasi dan eksperimen dengan dibantu oleh para siswa, menganalisis data, menarik kesimpulam, mengerjakan soal latihan, dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan.

  c. Siswa melakukan kegiatan-kegiatan yang telah dirancang dalam LKS, berupa membaca uraian dan mencatat data dari hasil demonstrasi dan eksperimen.

  2. Pengumpulan Data Proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua macam instrumen, yaitu lembar observasi, dan tes hasil belajar.

  a. Lembar observasi digunakan untuk mencatat keterlibatan siswa secara individual.

  b. Data keterlibatan siswa secara klasikal diperoleh dari hasil pekerjaan dalam lembar kegiatan siswa.

  c. Data prestasi belajar diperoleh dari tes hasil belajar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

F. Instrumen Penelitian

  Ada dua macam instrumen penelitian, yaitu instrumen untuk melakukan kegiatan pembelajaran dan instrumen untuk mengumpulkan data. Instrumen untuk melakukan kegiatan pembelajaran terdiri ata (1) silabus dan (2) Lembar Kegiatan Siswa. Sedangkan instrumen untuk mengumpulkan data terdiri atas (1) lembar observasi, dan (2) tes hasil belajar.

  1. Silabus Silabus merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tetang kegiatan pembelajaran dan penilaian hasil belajar. Oleh karena itu, silabus harus disusun secara sistematis dan berisikan komponen- komponen yang saling berkaitan untuk memenuhi target pencapaian Kompetensi. Bagian yang terpenting dari silabus adalah (1) analisis konsep, (2) uraian konsep, (3) langkah pembelajaran, dan (4) penilaian. Analisis konsep digunakan untuk mengidentifikasi konsep-konsep yang diperlukan untuk membangun kompetensi.

  Konsep-konsep tersebut diidentifikasi berdasarkan atas indikator. Untuk mengukur pencapaian indikator disusun soal-soal evaluasi. Di samping empat hal terpenting tersebut sangatlah baik bila dalam silabus terdapat komponen-komponen (1) identifikasi yang meliputi mata pelajaran, satuan pendidikan, kelas dan semester, dan alokasi waktu, (2) kompetensi dasar, (3) materi pokok, dan (5) sarana dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sumber belajar. Oleh karena itu format silabus yang akan digunakan adalah sebagai berikut.

  Format Silabus Mata Pelajaran : …………………………… Satuan Pendidikan : …………………………… Kelas / Semester : …………………………… Alokasi waktu : ……………………………

  I. Kompetensi Dasar : II. Indikator : 1.

  2. III. Materi Pokok :

  IV. Analisis Komsep : Indikator Konsep

  V. Uraian Konsep

  VI. Langkah Pembelajaran : Indikator Pengalaman belajar

  VII. Sarana dan Sumber Belajar 1.

  2. Dst.

  VIII. Penilaian

  1. Prosedur

  2. Soal – soal

  2. Lembar Kegiatan Siswa LKS merupakan rancangan kegiatan yang dibuat khusus untuk siswa, yang digunakan siswa pada saat pembelajaran berlangsung. LKS yang paling baik adalah yang dapat melibatkan siswa dalam berbagai kegiatan yang relevan dan berkesinambungan.

  Komponen- komponen pokok dalam LKS meliputi : kompetensi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dasar, materi pokok, sub materi pokok, indikator pencapaian hasil belajar, petunjuk umum, dan kegiatan belajar. Bagian terpenting dari LKS adalah kegiatan belajar, yamg berisi uraian singkat kegiatan yang akan dilakukan, pertanyaan – pertanyaan yang harus dijawab, mengerjakan tugas, dan tempat menuliskan jawaban pertanyaan serta kesimpulan. Berikut ini adalah contoh format LKS.

  Format LKS Mata Pelajaran : Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : Alokasi waktu :

  I. Kompetensi Dasar :

  II. Indikator Hasil Belajar :

  III. Petunjuk Umum :

  IV. Kegiatan Belajar : Kegiatan 1

  Kegiatan 2 Kegiatan 3 Dst

  V. Penilaian

  3. Lembar Observasi Lembar observasi ini dikembangkan dari lembar observasi yang telah digunakan oleh Kartika Budi tahun 2001 dalam penelitiannya yang berjudul “Berbagai Strategi Untuk Melibatkan Siswa Secara Aktif Dalam Proses Pembelajaran Fisika di SMU, Efektivitasnya, Dan Sikap Mereka Pada Strategi Tersebut”. Lembar Observasi bertujuan untuk mencatat keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Jenis- jenis keterlibatan yang diamati antara lain ingin mengajukan pertanyaan, mengajukan pertanyaan, ingin

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menjawab pertanyaan, menjawab pertanyaan, dan mengisi Lembar Kegiatan Siswa. Komponen-komponen yang ada dalam lembar observasi disesuaikan dengan data-data kegiatan yang diperlukan.

  Untuk mencatat data keterlibatan siswa secara individual digunakan lembar observasi dengan format sebagai berikut.

  Tabel 1. Lembar Observasi Tanggal :…………………………………… Sub Pokok Bahasan :…………………………………… Waktu :……………………………………

  Jenis Kode Frekuensi Keterangan Keterlibatan Siswa Keterlibatan

  Pada kolom keterangan digunakan untuk menuliskan informasi-informasi yang diperoleh selama proses pembelajaran berlangsung. Misalnya apabila ada seorang siswa yang bertanya, pertanyaan siswa tersebut dibedakan atas pertanyaan yang bersifat informatif dan konseptual. Dalam kolom keterangan juga digunakan untuk mengetahui jumlah keaktifan seorang siswa dalam proses pembelajaran ( misalnya berapa kalikah seorang siswa menjawab pertanyaan).

  Kecuali dengan lembar observasi, keterlibatan klasikal juga dapat didata dari LKS yang sudah dikerjakan oleh masing-masing siswa, bentuknya adalah sebagai berikut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 2. Lembar Catatan Keterlibatan Siswa Secara Klasikal dari Data Lembar Kegiatan Siswa

  Jenis Keterlibatan Kode siswa Jumlah

  Menyimpulkan data Mengerjakan hasil percobaan latihan Jumlah

  4. Tes Hasil Belajar Soal-soal tes hasil belajar berupa soal-soal essay yang disusun berdasarkan materi pada pokok bahasan Pesawat Sederhana dan Tekanan. Soal-soal tes hasil belajar merupakan soal-soal yang diambil dari buku pelajaran fisika SLTP kelas VII .

  B

G. Kualitas Instrumen

  Instrumen penelitian disusun oleh penulis sendiri dan tidak diujicobakan tetapi instrumen dikonsultasikan dengan dosen pembimbing.

  Untuk mengetahui kualitasnya dilihat apakah soal sungguh-sungguh sesuai dengan indikator atau apakah soal-soal sesuai dengan yanga akan diukur.

  Instrumen-instrumen yang digunakan adalah desain proses pembelajaran, lembar kegiatan siswa, lembar observasi, kuisioner minat, dan soal-soal tes hasil belajar. Semua instrumen tersebut akan dilihat validitas isinya yaitu apakah instrumen tersebut sesuai dengan yang akan diungkapkan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Desain proses pembelajaran dilihat apakah telah sesuai dengan komponen-komponennya. Kuisioner minat dilihat apakah soal-soalnya sesuai sengan komponen dan indikatornya. Soal tes hasil belajar apakah soal-soalnya telah sesuai dengan pokok bahasan dan aspek yang akan diukur.

H. Metode Analisis Data

  1. Efektifitas Pembelajaran Fisika di SMP pada sub pokok bahasan Pesawat Sederhana dan Tekanan Dengan Metode Demonstrasi dan Eksperimen Menggunakan LKS dalam hal Keterlibatan Siswa.

  1.1 Secara Individual Efektivitas pembelajaran dalam hal keterlibatan siswa secara individul dianalisis dari hasil pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung, untuk mengetahui jumlah siswa yang terlibat pada setiap jenis kegiatan digunakan table di bawah ini.Jumlah siswa yang terlibat lebih dari 1 kali, hanya dihitung 1 kali saja. Tabel 3. Keterlibatan Siswa Secara Individual Tanggal :……………………… Sub Pokok Bahasan :……………………… Waktu :………………………

  Jenis kegiatan Pertemuan ke Jumlah siswa Frekuensi

  1

  2

  3

  4

  5 6 yang terlibat keterlibatan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Efektivitas pembelajarannya dianalisis menurut keinginan dan realisasinya (tabel 4), yang diklasifikasikan menjadi lima yaitu: sangat tinggi, tinggi, cukup, rendah dan sangat rendah menggunakan kriteria pada tabel 5 .

  Tabel 4. Kualifikasi Keterlibatan Siswa Secara Individual dalam hal Keinginan dan Realisasinya.

  Jenis Keinginan Realisasi

Keterlibatan Jumlah Persentase Kualifikasi Jumlah Persentase Kualifikasi

Siswa Siswa

  Tabel 5. Kriteria Efektivitas dalam hal Keterlibatan Siswa Secara Individual.

  Jumlah yang Terlibat (% Efektivitas 81 - 100 Sangat Tinggi 70 - 80 Tinggi 56 - 69 Sedang 50 - 55 Rendah

  <50 Sangat Rendah

  1.2 Secara Klasikal Efektivitas pembelajaran fisika dalam hal keterlibatan siswa secara klasikal dapat dianalisis dari data hasil jawaban siswa pada LKS. Dari jawaban siswa tersebut dihitung jumlahnya (dalam %) yang terlibat, dan kualitas keterlibatannya. Kualitas keterlibatannya dinyatakan dengan jumlah jawaban yangn benar. Dapat dianalisis dengan menggunakan tabel berikut ini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 6. Keterlibatan Siswa pada Setiap Jenis Kegiatan Klasikal

  …

  No Kegiatan

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8 Kode Siswa

  1

  2

  3 .

  . . Jumlah siswa yang terlibat (∑1)

  Prosentase (%) Jumlah jawaban yang benar (∑2)

  Prosentase (%) Kegiatan 1,2,3,4,5,6,7,8 dan seterusnya menunjukkan nomor kegiatan yang ada dalam LKS. Dari tabel 6 dapat diketahui kualifikasi keterlibatan seluruh siswa secara kuantitatif dan kualitatif dalam hal menjawab pertanyaan, mengajukan pertanyaan, mengerjakan soal latihan, membaca uraian dan menyimpulkan data dari hasil percobaan.

  1.2.1. Secara Kuantitatif Secara kuantitatif, efektifitas pembelajaran fisika dapat dianalisis melalui dua tahap, yaitu (1) ditentukan kualitas keterlibatannya, dan (2) ditentukan efektivitasnya. Kualitas keterlibatannya dapat dibedakan atas sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah, yang ditetapkan dengan kriteria seperti pada tabel berikut ini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 7. Kriteria Kualifikasi Keterlibatan Siswa Secara Kuantitatif pada Setiap Jenis Kegiatan Klasikal

  Jumlah yang terlibat (%) Kualifikasi 81 - 100 Sangat Tinggi 70 - 80 Tinggi 56 - 69 Sedang 50 - 55 Rendah

  < 50 Sangat Rendah Menggunakan kriteria pada tabel 7 dapat ditentukan kualifikasi keterlibatan siswa pada setiap kegiatan dengan menggunakan tabel 8.

  Tabel 8. Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kuantitatif pada Setiap Jenis Kegiatan Klasikal.

  Nomor Nomor Jumlah Siswa Persentase Kualifikasi Kegiatan Pertanyaan Yang Terlibat

  Untuk menentukan efektivitas pembelajarannya, dibuat distribusi frekuensi kualifikasi keterlibatan seluruh siswa menggunakan tabel 9.

  Tabel 9. Distribusi Frekuensi Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kuantitatif pada Setiap Jenis Kegiatan Klasikal.

  Kualifikasi Jumlah Persentase Sangat Tinggi

  Tinggi Cukup

  Rendah Sangat Rendah

  1.2.2. Secara Kualitatif Secara kualitatif, efektivitas pembelajaran fisika dianalisis berdasarkan jumlah siswa (dalam %) yang memiliki kualifikasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  keterlibatan tertentu, yang dapat diklasifikasikan menjadi lima tingkat yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah yang ditetapkan dengan menggunakan kriteria seperti pada tabel 10. Tabel 10. Kriteria Kualifikasi Keterlibatan Setiap Siswa Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Klasikal

  Jumlah jawaban yang benar (%) Kualifikasi 81 - 100 Sangat Tinggi 70 - 80 Tinggi 56 - 69 Sedang 50 - 55 Rendah

  < 50 Sangat Rendah Menggunakan kriteria pada tabel 10 ditentukan kualifikasi keterlibatan siswa pada setiap kegiatan seperti pada tabel 11.

  Tabel 11. Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kualitatif pada Setiap Jenis Kegiatan Klasikal

  Nomor Nomor Jumlah Jawaban Persentase Kualifikasi Kegiatan Pertanyaan yang Benar

  Jumlah jawaban yang benar meliputi jumlah jawaban yang benar dari siswa dalam menjawab pertanyaan, mengerjakan soal latihan dan menyimpulkan data hasil percobaan dalam Lembar Kegiatan Siswa. Untuk menentukan efektivitas pembelajarannya, dibuat distribusi frekuensi kualifikasi keterlibatan seluruh siswa pada setiap jenis kegiatan klasikal seperti pada tabel 12.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 12. Distribusi Frekuensi Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kualitatif pada Setiap Jenis Kegiatan Klasikal.

  Kualifikasi Jumlah Persentase Sangat Tinggi

  Tinggi Cukup

  Rendah Sangat Rendah

  Efektivitas pembelajrannya ditetapkan berdasarkan jumlah siswa (dalam %) yang memiliki kualifikasi keterlibatan cukup, tinggi, dan sangat tinggi dengan menggunakan kriteria seperti pada tabel 13.

  Tabel 13. Kriteria Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Sub Pokok Bahasan Pesawat Sederhana dan Tekanan Dengan Metode Demonstrasi dan Eksperimen Menggunakan LKS dalam hal Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kualitatif pada Setiap Jenis Kegiatan Klasikal

  

Jumlah Siswa (dalam %) Yang Mempunyai Kualifikasi Keterlibatan Tertentu Efektivitas

ST% ST+T% ST+T+S% ST+T+S+R% ST+T+S+R+SR% ≥

  75 Sangat Tinggi < 75 ≥

  75 Tinggi < 75 ≥

  75 Sedang < 75 ≥

  75 Rendah < 75 Sangat Rendah

  2. Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Sub Pokok Bahasan Pesawat Sederhana dan Tekanan Dengan Metode Demonstrasi dan Eksperimen Menggunakan LKS dalam hal Prestasi Belajar Siswa.

  2.1 Secara Kuantitatif Prestasi belajar siswa dinyatakan dengan nilai. Sistem nilai yang digunakan yaitu sistem angka dengan rentang nilai antara 4 sampai dengan 10. Nilai setiap siswa ditentukan dengan kriteria seperti pada tabel 14.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 14. Kriteria Penilaian Interval Skor ( % ) Nilai

  ≤

  45

  4 46-55

  5 56-65

  6 66-75

  7 76-85

  8 86-95

  9 96-100

  10 Menggunakan kriteria pada tabel 14 ditentukan nilai setiap siswa dengan menggunakan tabel 15.

  Tabel 15. Nilai Hasil Belajar Setiap Siswa Kode Siswa Jumlah Skor Persentase Nilai

  Berdasarkan nilai yang diperoleh setiap siswa kemudian dihitung jumlah siswa yang berhasil yaitu yang mendapat nilai 6 ke atas menggunakan tabel 16. Tabel 16. Distribusi Frekuensi Nilai Siswa Yang Berhasil

  Nilai Jumlah Siswa Persentase

  10

  9

  8

  7

  6 Jumlah Efektivitas pembelajarannya ditetapkan berdasarkan jumlah siswa (dalam %) yang memperoleh nilai 6 ke atas menggunakan kriteria seperti pada tabel 17.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 17. Kriteria Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Sub Pokok Bahasan Pesawat Sederhana dan Tekanan Dengan Metode Demonstrasi dan Eksperimen Menggunakan LKS dalam hal Prestasi Belajar Siswa Secara Kuantitatif.

  Jumlah yang Berhasil (%) Efektivitas 91-100 Sangat Tinggi

  81-90 Tinggi 71-80 Sedang 61-70 Rendah

  ≥

  60 Sangat Rendah

  2.2 Secara Kualitatif Secara kualitatif, efektivitas pembelajarannya dianalisis berdasarkan jumlah siswa (dalam %) yang mempunyai kualifikasi keberhasilan tertentu. Kualitas prestasi belajar dibedakan atas sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah, yang ditetapkan dengan kriteria seperti pada tabel 18. Tabel 18. Kriteria Kualifikasi Prestasi Belajar Siswa

  Nilai Kualifikasi

  10 Sangat Tinggi

  9 Tinggi

  8 Sedang

  7 Rendah

  6 Sangat Rendah Untuk menentukan efektivitas pembelajarannya, dibuat distribusi frekuensi kualifikasi prestasi belajar siswa seperti pada tabel 19.

  Tabel 19. Distribusi Frekuensi Kualifikasi Prestasi Belajar Siswa Secara Kualitatif

  Kualifikasi Jumlah Persentase Sangat Tinggi

  Tinggi Sedang

  Rendah Sangat Rendah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Efektivitas pembelajarannya ditetapkan dengan menggunakan kriteria seperti pada tabel 20.

  Tabel 20. Kriteria Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Sub Pokok Bahasan Pesawat Sederhana dan Tekanan Dengan Metode Demonstrasi dan Eksperimen Menggunakan LKS Dalam Hal Prestasi Belajar Siswa Secara Kualitatif Berdasarkan Jumlah Siswa Yang Berhasil.

  

Jumlah Siswa (dalam %) Yang Mempunyai Kualifikasi

Keberhasilan Tertentu

Efektivitas

ST% ST+T% ST+T+S% ST+T+S+R% ST+T+S+R+SR%

  ≥

  75 < 75 ≥ 75 < 75 ≥

  75 < 75 ≥ 75 < 75

  Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah

  Sangat Rendah

  1

1 ST = Sangat Tinggi

  T = Tinggi S = Sedang R = Rendah SR = Sangat Rendah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Analisis Data

1. Metode Demonstrasi

  1.1 Efektifitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Pokok Bahasan Pesawat Sederhana dengan Metode Demonstrasi Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa dalam hal Keterlibatan Siswa

1.1.1 Secara Individual

  Berdasarkan data pada lampiran, diperoleh data sebagi berikut Tabel 21. Keterlibatan Siswa Secara Individual selama 6 kali pertemuan Jumlah siswa : 32 orang

  Jenis kegiatan Pertemuan ke Jumlah Frekuensi siswa yang keterlibatan

  1

  2

  

3

  4

  5

  6 terlibat

  1. Ingin A* 2 - - A*,F -

  • mengajukan pertanyaan

  3

  • 2. Mengajukan A*
  • A*,F 2 -

  3 - pertanyaan

  3. Ingin A,C,D,E,F A,R,S,T,G* D,F,G,S,H, K,P,O,Q A,U,K,S,T I,J,Y,Z

  21

  30 melakukan G* ,M percobaan

I,J,Z

  4. Melakukan A,C,E,F S,T,G* D,F,G,S,H, K,P,O,Q A,U,M,S,

  19

  24 percobaan T C,G,S

  5. Ingin mencatat E,I,K,S B,S,F A,C,K,L,X O,U,F*, D,E,G,K,L

  17

  24 data di papan G* tulis

  G S

  6. Mencatat data E,I, B K,X U

  8

  8 di papan tulis Keterangan : A,B,C, … Menunjukkan kode siswa

A*, F*, G* Menunjukkan kode siswa, karena jumlah siswa melebihi abjad.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 22. Kualifikasi Keterlibatan Siswa Secara Individual dalam hal Keinginan dan Realisasinya

  Jumlah siswa : 32 orang

  Jenis Keterlibatan Keinginan Realisasi

  N

  Jumlah siswa % Kualifikasi Jumlah siswa % Kualifikasi

  o

  yang terlibat yang terlibat Mengajukan

  2

  6 Sangat

  2

  6 Sangat 1. pertanyaan rendah rendah Melakukan

  21

  66 Sedang

  19

  59 Sedang 2. percobaan Mencatat data di

  17

  53 Rendah

  8

  25 Sangat 3. papan tulis rendah

1.1.2 Secara Klasikal

1.1.2.1 Menjawab Pertanyaan dalam Lembar Kegiatan Siswa Berdasarkan data pada lampiran , diperoleh data sebagai berikut.

  Tabel 23. Data Keterlibatan Siswa pada Jenis Kegiatan Menjawab Pertanyaan dalam Lembar Kegiatan Siswa. Jumlah siswa : 32 orang

  Nomor Nomor Siswa Yang Terlibat Jawaban Yang Benar Kegiatan Pertanyaan

  Jumlah Persentase Jumlah Persentase

  2

  1

  29

  91

  29

  91

  2

  29

  91

  28

  86

  3

  29

  91

  29

  91

  6

  1

  29

  91

  29

  91

  10

  1 32 100 32 100

  2 32 100 32 100

  3 32 100 32 100

  b. Secara Kuantitatif Tabel 24. Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kuantitatif pada Jenis Kegiatan Menjawab Seluruh Pertanyaan dalam Lembar

  Kegiatan Siswa. Jumlah siswa : 32 orang

  Nomor Nomor Jumlah Siswa yang Kualifikasi Kegiatan Pertanyaan terlibat (%)

  2

  1

  91 Sangat Tinggi

  2

  91 Sangat Tinggi

  3

  91 Sangat Tinggi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  91 Sangat Tinggi

  10 3 100 Sangat Tinggi

  91 Sangat Tinggi 1 100 Sangat Tinggi 2 100 Sangat Tinggi

  2

  6

  91 Sangat Tinggi

  3

  2

  86 Sangat Tinggi

  2

  6

  1

  Jumlah Jawaban yang Benar(%) Kualifikasi

  Nomor Pertanyaan

  Nomor Kegiatan

  Kegiatan Siswa Jumlah siswa : 32 orang

  c. Secara Kualitatif Tabel 26. Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kualitatif pada Setiap Jenis Kegiatan Menjawab Pertanyaan dalam Lembar

  Menggunakan kriteria pada tabel 7, kualifikasi keterlibatan siswa dalam menjawab pertanyaan dalam Lembar Kegiatan Siswa untuk seluruh siswa secara kuantitatif adalah sangat tinggi

  Kualifikasi keterlibatan siswa secara keseluruhan dalam menjawab pertanyaan Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah Jumlah pertanyaan yang harus di jawab Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % 7 7 100 - - - -

  10 3 100 Sangat Tinggi Tabel 25. Distribusi Frekuensi Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kuantitatif pada Jenis Kegiatan Menjawab Pertanyaan dalam Lembar Kegiatan Siswa. Jumlah siswa : 32 orang

  91 Sangat Tinggi 1 100 Sangat Tinggi 2 100 Sangat Tinggi

  1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  20

  94 Sangat Tinggi

  10

  81 Sangat Tinggi

  6

  86 Sangat Tinggi

  2

  Kegiatan Jumlah Siswa yang Terlibat (%) Kualifikasi

  a. Secara Kuantitatif Tabel 30. Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kuantitatif pada Jenis Keterlibatan Menyimpulkan Data Hasil Percobaan. Jumlah siswa : 32 orang

  94

  30

  94

  30

  10

  63

  Tabel 27. Distribusi Frekuensi Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Menjawab Pertanyaan dalam Lembar Kegiatan Siswa.

  Jumlah siswa : 32 orang

1.1.2.2 Menyimpulkan Data Hasil Percobaan Berdasarkan pada lampiran, diperoleh data sebagai berikut.

  Tabel 29. Data Keterlibatan Siswa pada Jenis Kegiatan Menyimpulkan Data Hasil Percobaan

  Kualifikasi keterlibatan siswa secara keseluruhan dalam menjawab pertanyaan Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah Jumlah pertanyaan yang harus di jawab Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % 7 7 100 - - - -

  Tabel 28. Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Sub Pokok Bahasan Pesawat Sederhana Dengan Metode Demonstrasi

  Menggunakan LKS dalam hal Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Menjawab Pertanyaan dalam Lembar Kegiatan Siswa.

  

Jumlah Siswa (dalam %) Yang Mempunyai Kualifikasi

Keberhasilan Tertentu

Efektivitas

ST% ST+T% ST+T+S% ST+T+S+R% ST+T+S+R+SR%

  100 Sangat Tinggi

  Jumlah siswa : 32 orang Siswa yang Terlibat Jawaban yang Benar Nomor

  26

  Kegiatan Jumlah Persentase Jumlah Persentase

  2

  28

  86

  24

  75

  6

  81

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  10

  1 33 - -

  33

  1

  33

  1

  3

  Kualifikasi keterlibatan siswa secara keseluruhan dalam menyimpulkan data Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah Jumlah data yang harus disimpulkan Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah %

  94 Sangat Tinggi Tabel 33. Distribusi Frekuensi Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Menyimpulkan Data Hasil Percobaan. Jumlah siswa : 32 orang

  Tabel 31. Distribusi Frekuensi Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kuantitatif pada Jenis Kegiatan Menyimpulkan Data Hasil Percobaan Jumlah siswa : 32 orang

  Kualifikasi keterlibatan siswa secara keseluruhan dalam menyimpulkan data Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah Jumlah data yang harus disimpulkan dalam setiap percobaan

  6

  75 Tinggi

  2

  Kegiatan Jumlah Jawaban yang Benar (%) Kualifikasi

  b. Secara Kualitatif Tabel 32. Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Menyimpulkan Data Hasil Percobaan. Jumlah siswa : 32 orang

  Jumlah siswa yang kualifikasi keterlibatannya sangat tinggi adalah 100 persen, sehingga efektivitas pembelajaran fisika dalam hal keterlibatan seluruh siswa secara kuantitatif dalam hal menyimpulkan data hasil percobaan pada lembar kegiatan siswa adalah sangat tinggi.

  3 3 100 - - - -

  Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah %

  63 Sedang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  8

  20

  63

  a. Secara Kuantitatif Tabel 36. Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kuantitatif pada Jenis Kegiatan Mengerjakan Soal Latihan Jumlah siswa : 32 orang

  Nomor Kegiatan

  Nomor Pertanyaan

  Jumlah Siswa yang Terlibat (%) Kualifikasi

  4

  1

  88 Sangat Tinggi

  1

  Jumlah siswa : 32 orang

  72 Tinggi

  12

  1

  81 Sangat Tinggi Tabel 37. Distribusi Frekuensi Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kuantitatif pada Jenis Kegiatan Mengerjakan Soal Latihan Jumlah siswa : 32 orang

  Kualifikasi keterlibatan siswa secara keseluruhan dalam menyimpulkan data Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah Jumlah soal yang harus dikerjakan Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah %

  3

  2

  67

  1 33 - -

  81

  Tabel 34. Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Sub Pokok Bahasan Pesawat Sederhana Dengan Metode Demonstrasi Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Menyimpulkan Data Hasil Percobaan

99 Sedang

1.1.2.3 Mengerjakan Soal Latihan Berdasarkan data pada lampiran, diperoleh data sebagai berikut.

  1

  4

  

Jumlah Siswa (dalam %) Yang Mempunyai Kualifikasi

Keberhasilan Tertentu

Efektivitas

ST% ST+T% ST+T+S% ST+T+S+R% ST+T+S+R+SR%

  33 ≤

  75

  66 ≤

  75

  Tabel 35. Data Keterlibatan Siswa pada Jenis Kegiatan Mengerjakan Soal Latihan.

  Siswa yang Terlibat Jawaban yang Benar Nomor Kegiatan

  Nomor Pertanyaan Jumlah Prosentase Jumlah Prosentase

  1

  12

  28

  88

  25

  78

  8

  1

  23

  72

  18

  56

  26

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  12

  Sedang

  

Jumlah Siswa (dalam %) Yang Mempunyai Kualifikasi

Keberhasilan Tertentu

Efektivitas

ST% ST+T% ST+T+S% ST+T+S+R% ST+T+S+R+SR%

  Tabel 40. Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Sub Pokok Bahasan Pesawat Sederhana Dengan Metode Demonstrasi Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Mengerjakan Soal Latihan.

  2 67 - -

  33

  1

  Kualifikasi keterlibatan siswa secara keseluruhan dalam menyimpulkan data Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah Jumlah soal yang harus dikerjakan Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % 3 - -

  63 Sedan Tabel 39. Distribusi Frekuensi Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Mengerjakan Soal Latihan Jumlah siswa : 32 orang

  1

  56 Sedang

  Jumlah siswa yang kualifikasi keterlibatnnya tinggi dan sangat tinggi adalah 100 persen, sehingga efektivitas pembelajarn fisika dalam hal keterlibatan seluruh siswa secara kuantitatif dalam mengerjakan soal latihan pada Lembar Kegiatan Siswa adalah sangat tinggi.

  1

  8

  78 Tinggi

  1

  4

  Jumlah Jawaban yang benar (%) Kualifikasi

  Nomor Pertanyaan

  Nomor Kegiatan

  b. Secara Kualitatif Tabel 38. Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Mengerjakan Soal Latihan Jumlah siswa : 32 orang

  • 33 ≤ 75 100

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  33

  54

  27

  24

  8 Sangat Tinggi

  84

  42

  23

  3 Sangat Rendah

  28

  14

  22

  7 Tinggi

  66

  21

  25

  5 Rendah

  54

  27

  20

  8 Sangat Tinggi

  84

  42

  19

  4 Sangat Rendah

  44

  22

  18

  6 Sedang

  60

  5 Rendah

  31

  17

  80

  6 Sedang

  64

  32

  32

  8 Sangat Tinggi

  84

  42

  31

  6 Sedang

  60

  30

  30

  8 Sangat Tinggi

  40

  62

  29

  6 Sedang

  56

  28

  28

  6 Sedang

  64

  32

  27

  5 Rendah

  54

  27

  26

  6 Sadang

  30

  1.2 Efektifitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Pokok Bahasan Pesawat Sederhana dengan Metode Demonstrasi Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa dilihat dari Prestasi Belajar Siswa.

  1.2.1. Secara Kuantitatif Berdasarkan tabel 17 kualifikasi hasil belajar setiap siswa sebagai berikut.

  44

  6 Sedang

  58

  29

  7

  10 Sangat Tinggi

  96

  48

  6

  4 Sangat Rendah

  36

  18

  5

  4 Sangat Rendah

  22

  36

  4

  6 Sedang

  64

  32

  3

  5 Rendah

  46

  23

  2

  6 Sedang

  60

  30

  1

  Tabel 41 : Nilai Hasil Belajar Setiap Siswa Kose Siswa Jumlah Skor Persentase Skor Nilai Kualifikasi

  8

  72

  70

  6 Sedang

  35

  16

  4 Sangat Rendah

  42

  21

  15

  6 Sedang

  56

  28

  14

  7 Tinggi

  68

  34

  13

  58

  7 Tinggi

  29

  12

  8 Sangat Tinggi

  78

  39

  11

  6 Sedang

  62

  31

  10

  4 Sangat Rendah

  44

  22

  9

  7 Tinggi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 42 : Distribusi Frekuensi Nilai Siswa yang Berhasil Nilai Jumlah Persentase

  10

  1

  3

  • 9 -

  8

  5

  16

  7

  4

  13

  6

  12

  38 Jumlah

  22

  69 Jumlah siswa yang memperoleh nilai 6 ke atas adalah 22 orang atau 69 persen, sehingga berdasarkan tabel 20 efektivitas pembelajaran dalam hal prestasi belajar siswa secara kuantitatif adalah rendah.

  1.2.2. Secara Kualitatif Distribusi kualifikasi prestasi belajar siswa yang berhasil seperti tabel berikut.

  Tabel 43 : Distribusi Frekuensi Kualifikasi Prestasi Belajar Siswa Jumlah siswa : 32 orang

  Kualifikasi Jumlah Persentase Sangat Tinggi

  1

  5

  • Tinggi Sedang

  5

  23 Rendah

  4

  18 Sangat Rendah

  12

  54 Tabel 44 : Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Sub Pokok Bahasan Pesawat Sederhana Dengan Metode Demonstrasi Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa dalam hal Prestasi Belajar Siswa Secara Kualitatif Berdasarkan Jumlah Siswa yang Berhasil.

  Jumlah Siswa (dalam %) Yang Mempunyai Kualifikasi Keberhasilan Tertentu Kualifikasinya ST% ST+T% ST+T+S% ST+T+S+R% ST+T+S+R+SR%

  5

  75 - ≤

  28 ≤

  75

  

46

≤ 75 100 Sangat Rendah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Metode Eksperimen

  3 Tabel 46 . Kualifikasi Keterlibatan Siswa Secara Individual dalam hal Keinginan dan Realisasinya

  4

  8 R

  2

  3 K

  1

  3

  9 R

  1

  3 K -

  3

  10 R -

  Keinginan Realisasi N o Jenis Keterlibatan Jumlah siswa yang terlibat

  Jumlah siswa : 32 orang

  2 K

  % Kualifikasi Jumlah siswa yang terlibat % Kualifikasi

  1. Mengajukan pertanyaan

  7

  22 Sangat rendah

  7

  22 Sangat rendah

  2. Mencatat data di papan tulis

  28

  88 Sangat tinggi

  23

  72 Tinggi

  2

  2.1 Efektifitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Pokok Bahasan Tekanan dengan Metode Eksperimen Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa dalam hal Keterlibatan Siswa.

2.1.1 Secara Individual

  Tabel 45 : Keterlibatan Siswa Secara Individual dalam Setiap Pertemuan Jumlah siswa 32 orang

  1

  Jenis keterlibatan Pertemuan ke Komponen

  Mengajukan pertanyaan Mencatat data di papan tulis

  K -

  3

  1 R -

  2 K -

  2

  2 R -

  2 K

  1

  2

  3 R

  2 K -

  7 R

  2

  4 R -

  2 K

  1

  3

  5 R

  1

  2 K -

  2

  6 R -

  2 K

  2

  3

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2.1.2 Secara Klasikal

2.1.2.1 Melakukan Eksperimen

  10

  31

  97 Sangat Tinggi

  7

  30

  94 Sangat Tinggi

  8

  30

  94 Sangat Tinggi

  9

  31

  97 Sangat Tinggi

  88 Sangat Tinggi

  28

  Jumlah yang terlibat dalam kegiatan ke No Jenis keterlibatan

  Tabel 49. Data Keterlibatan Siswa pada Jenis Kegiatan Menjawab Pertanyaan dalam Lembar Kegiatan Siswa. Jumlah siswa : 32 orang

  Siswa Yang Terlibat Jawaban Yang Benar Nomor Kegiatan Nomor Pertanyaan Jumlah Prosentase Jumlah Prosentase

  2

  1 32 100 32 100

  2 32 100

  29

  91

  3

  1 32 100 32 100

  2 32 100 32 100

  6

  Tabel 47. Data Keterlibatan Siswa pada jenis Kegiatan Melakukan Eksperimen Jumlah siswa 32

1 Melakukan eksperimen

  97 Sangat Tinggi

  32 31 30 30 31 28

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8

  9

  10

  30 30 29 31

  Berdasarkan data pada tabel 47, didapatkan hasil analisis seperti pada tabel 48.

  31

  Tabel 48. Efektivitas Keterlibatan Siswa pada Jenis Kegiatan Melakukan Eksperimen Jumlah Siswa 32 orang

  No Kegiatan

  Jumlah yang terlibat Prosentase Efektivitas

  1

  30

  94 Sangat Tinggi

  2

  30

  94 Sangat Tinggi

  3

  29

  91 Sangat Tinggi

  4

  5 32 100 Sangat Tinggi

2.1.2.2 Menjawab Pertanyaan dalam Lembar Kegiatan Siswa Berdasarkan data pada lampiran, diperoleh data sebagai berikut.

  3

32 100

  30

  1

32 100

32 100

  24

  4

32 100

32 100

  97

  31

  3

32 100

  2

32 100

32 100

  1

32 100

32 100

  20

  94

  30

  94

  4

  3

32 100

32 100

  69

  22

  84

  27

  3

  97

  31

  97

  31

  2

  94

  30

  2

32 100

32 100

  4

32 100

32 100

  30

  31

  30

  94

  30

  4

  78

  25

  84

  27

  3

  94

  30

  97

  2

  5

32 100

32 100

  94

  30

  94

  30

  1

  26

  97

  31

  97

  31

  7

  6

32 100

32 100

  94

  1

  28

  30

  1

  14

  3

32 100

32 100

  2

32 100

32 100

  1

32 100

32 100

  12

  4

32 100

32 100

  3

32 100

32 100

  2

32 100

32 100

  1

32 100

32 100

  8

  94

  2

32 100

  81

  1

32 100

32 100

  7

  59

  19

  6

32 100

  97

  31

  5

32 100

  97

  31

  4

32 100

  88

  26

  26

  18

  31

  91

  29

  91

  29

  4

  3

32 100

32 100

  91

  29

  91

  29

  2

  97

  97

  81

  31

  1

  16

  75

  24

  75

  24

  3

  81

  26

  81

  26

  2

  94 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  16

  4

  18

  84 Sangat tinggi

  3

  97 Sangat tinggi

  2

  94 Sangat tinggi

  1

  91 Sangat tinggi

  4

  Sangat tinggi

  1

  100

  3

  91 Sangat tinggi

  2

  97 Sangat tinggi

  1

  75 Sangat tinggi

  3

  14

  81 Sangat tinggi

  2

  94 Sangat tinggi

  100

  1

  Sangat tinggi

  Sangat tinggi

  100

  4

  24

  Sangat tinggi

  100

  3

  Sangat tinggi

  100

  2

  100

  Sangat tinggi

  1

  Sangat tinggi

  100

  4

  20

  Sangat tinggi

  100

  3

  Sangat tinggi

  100

  2

  81 Sangat tinggi

  a. Secara Kuantitatif Tabel 50. Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kuantitatif pada Jenis Kegiatan Menjawab Seluruh Pertanyaan dalam Lembar Kegiatan Siswa. Jumlah siswa : 32 orang

  Nomor Kegiatan

  4

  1

  Sangat tinggi

  100

  6

  3

  Sangat tinggi

  100

  5

  Sangat tinggi

  100

  Sangat tinggi

  Sangat tinggi

  100

  3

  Sangat tinggi

  100

  2

  Sangat tinggi

  100

  1

  2 2 100 Sangat tinggi

  Jumlah Siswa yang terlibat (%) Kualifikasi 1 100 Sangat tinggi

  Nomor Pertanyaan

  100

  7

  100

  4

  3

  12

  Sangat tinggi

  100

  2

  Sangat tinggi

  100

  1

  Sangat tinggi

  100

  8

  2

  Sangat tinggi

  100

  3

  Sangat tinggi

  100

  2

  Sangat tinggi

  100

  1

  Sangat tinggi

  100

  Sangat tinggi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4

  2

  91 Sangat tinggi

  1

  100

  Sangat tinggi

  2

  100

  Sangat tinggi

  3

  88 Sangat tinggi

  97 Sangat tinggi

  Sangat tinggi

  5

  97 Sangat tinggi

  3

  6

  59 Sedang

  1

  100

  Sangat tinggi

  7

  2

  94 Sangat tinggi

  2

  5

  100

  84 Sangat tinggi

  Sangat tinggi

  6

  100

  Sangat tinggi

  7

  97 Sangat tinggi

  1

  94 Sangat tinggi

  2

  97 Sangat tinggi

  3

  26

  1

  4

  94 Sangat tinggi

  Tabel 51. Distribusi Frekuensi Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kuantitatif pada Jenis Kegiatan Menjawab Pertanyaan dalam Lembar Kegiatan Siswa.

  Jumlah siswa : 32 orang

  Kualifikasi keterlibatan siswa secara keseluruhan dalam menjawab pertanyaan Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah Jumlah pertanyaan yang harus di jawab Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % 43 43 100 - - - -

  Menggunakan kriteria pada tabel 7, kualifikasi keterlibatan siswa dalam menjawab pertanyaan dalam Lembar Kegiatan Siswa untuk seluruh siswa secara kuantitatif adalah sangat tinggi.

  b. Secara Kualitatif Tabel 52. Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kualitatif pada Setiap Jenis Kegiatan Menjawab Pertanyaan dalam Lembar Kegiatan Siswa

  Jumlah siswa : 32 orang Nomor

  Kegiatan Nomor

  Pertanyaan Jumlah Jawaban yang Benar (%)

  Kualifikasi

  100

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  5

  Sangat tinggi

  100

  4

  Sangat tinggi

  100

  3

  Sangat tinggi

  100

  Sangat tinggi

  Sangat tinggi

  100

  1

  Sangat tinggi

  100

  4

  20

  97 Sangat tinggi

  3

  Sangat tinggi

  100

  100

  6

  Sangat tinggi

  4

  2 5 - -

  2

  1

  93

  40

  43

  Kualifikasi keterlibatan siswa secara keseluruhan dalam menjawab pertanyaan Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah Jumlah pertanyaan yang harus di jawab Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah %

  Jumlah siswa : 32 orang

  Tabel 53. Distribusi Frekuensi Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Menjawab Pertanyaan dalam Lembar Kegiatan Siswa.

  94 Sangat tinggi

  26

  100

  78 Sangat tinggi

  3

  94 Sangat tinggi

  2

  94 Sangat tinggi

  1

  97 Sangat tinggi

  7

  24

  Sangat tinggi

  2

  1

  100

  1

  Sangat tinggi

  100

  3

  12

  Sangat tinggi

  100

  2

  Sangat tinggi

  100

  Sangat tinggi

  81 Sangat tinggi

  100

  4

  8

  Sangat tinggi

  100

  3

  Sangat tinggi

  100

  2

  Sangat tinggi

  1

  2

  1

  4

  94 Sangat tinggi

  4

  18

  69 Sedang

  3

  97 Sangat tinggi

  2

  94 Sangat tinggi

  1

  91 Sangat tinggi

  16

  81 Sangat tinggi

  Sangat tinggi

  100

  3

  91 Sangat tinggi

  2

  97 Sangat tinggi

  1

  75 Tinggi

  3

  14

  100

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  24

  30

  26

  75

  24

  97

  31

  59

  25

  19

  94

  30

  20

  59

  19

  84

  78

  75

  94 Sangat Tinggi

  97 Sangat Tinggi 18 100 Sangat Tinggi

  16

  88 Sangat Tinggi

  14

  84 Sangat Tinggi

  12

  8

  c. Secara Kuantitatif Tabel 55. Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kuantitatif pada Jenis Keterlibatan Menyimpulkan Data Hasil Percobaan. Jumlah siswa : 32 orang

  94 Sangat Tinggi

  7

  81 Sangat Tinggi

  3

  94 Sangat Tinggi

  2

  Kegiatan Jumlah Siswa yang Terlibat (%) Kualifikasi

  18 32 100

  Menggunakan kriteria pada tabel 7, kualifikasi keterlibatan siswa dalam menjawab pertanyaan dalam Lembar Kegiatan Siswa untuk seluruh siswa secara kualitatif adalah sangat tinggi.

2.1.2.3 Menyimpulkan Data Hasil Percobaan Berdasarkan pada lampiran, diperoleh data sebagai berikut.

  Tabel 54. Data Keterlibatan Siswa pada Jenis Kegiatan Menyimpulkan Data Hasil Percobaan

  3

  30

  7

  63

  20

  81

  26

  47

  26

  15

  94

  30

  2

  Kegiatan Jumlah Persentase Jumlah Persentase

  Jumlah siswa : 32 orang Siswa yang Terlibat Jawaban yang Benar Nomor

  94

  81

  97

  66

  31

  16

  56

  18

  88

  28

  14

  21

  8

  84

  27

  12

  78

  25

  94

  30

  24

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  20

  94 Sangat Tinggi

  24

  97 Sangat Tinggi

  26

  84 Sangat Tinggi Tabel 56. Distribusi Frekuensi Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kuantitatif pada Jenis Kegiatan Menyimpulkan Data Hasil Percobaan Jumlah siswa : 32 orang

  Jumlah Kualifikasi keterlibatan siswa secara keseluruhan dalam menyimpulkan data kesimpulan yang Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah harus disimpulkan Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % siswa

  11 100 - - -

  • 11

  Jumlah siswa yang kualifikasi keterlibatannya sangat tinggi adalah 100 persen, sehingga efektivitas pembelajaran fisika dalam hal keterlibatan seluruh siswa secara kuantitatif dalam hal menyimpulkan data hasil percobaan pada lembar kegiatan siswa adalah sangat tinggi.

  d. Secara Kualitatif Tabel 57. Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Menyimpulkan Data Hasil Percobaan. Jumlah siswa : 32 orang

  Kegiatan Jumlah Jawaban yang Benar (%) Kualifikasi

  2

  47 Sangat Rendah

  3

  63 Sedang

  7

  81 Sangat tinggi

  8

  78 Tinggi

  12

  66 Sedang

  14

  56 Sedang

  16

  75 Tinggi

  18

  59 Sedang

  20

  59 Sedang

  24

  75 Tinggi

  26

  78 Tinggi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  1 32 100 32 100

  1 32 100

  31

  97

  2

  30

  94

  20

  63

  22

  30

  Jumlah siswa : 32 orang

  94

  22

  69

  28

  1

  29

  91

  22

  69

  c. Secara Kuantitatif

  10

  Tabel 58. Distribusi Frekuensi Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Menyimpulkan Data Hasil Percobaan.

  5

  72

  Kualifikasi keterlibatan siswa secara keseluruhan dalam menyimpulkan data Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah Jumlah kesimpulan yang harus disimpulkan siswa Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah %

  11

  1

  9

  4

  36

  5 45 -

  1

  9 Tabel 59. Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Sub Pokok

  Tekanan Dengan Metode Eksperimen Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Menyimpulkan Data Hasil Percobaan

  Jumlah siswa : 32 orang

  

Jumlah Siswa (dalam %) Yang Mempunyai Kualifikasi

Keberhasilan Tertentu

Efektivitas

ST% ST+T% ST+T+S% ST+T+S+R% ST+T+S+R+SR%

  9 ≤

  75

  45 ≤

  75

90 Sedang

2.1.2.4 Mengerjakan Soal Latihan Berdasarkan data pada lampiran, diperoleh data sebagai berikut.

  Tabel 60. Data Keterlibatan Siswa pada Jenis Kegiatan Mengerjakan Soal Latihan.

  Siswa yang Terlibat Jawaban yang Benar Nomor Kegiatan

  Nomor Pertanyaan Jumlah Prosentase Jumlah Prosentase

  1

  30

  94

  23

  2 32 100 32 100

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  Jumlah Jawaban yang benar (%) Kualifikasi

  1

  72 Tinggi

  5 2 100 Sangat Tinggi 10 1 100 Sangat Tinggi

  1

  97 Sangat Tinggi

  63 Sedang

  Nomor Kegiatan

  22

  3

  69 Sedang

  28

  1

  69 Sedang

  Nomor Pertanyaan

  Tabel 61. Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kuantitatif pada Jenis Kegiatan Mengerjakan Soal Latihan Jumlah siswa : 32 orang

  Nomor Kegiatan

  2

  Nomor Pertanyaan

  Jumlah Siswa yang Terlibat (%) Kualifikasi

  5

  1

  94 Sangat Tinggi 2 100 Sangat Tinggi 10 1 100 Sangat Tinggi 1 100 Sangat Tinggi

  22

  94 Sangat Tinggi

  Jumlah siswa yang kualifikasi keterlibatnnya sangat tinggi adalah 100 persen, sehingga efektivitas pembelajarn fisika dalam hal keterlibatan seluruh siswa secara kuantitatif dalam mengerjakan soal latihan pada Lembar Kegiatan Siswa adalah sangat tinggi.

  3

  94 Sangat Tinggi

  28

  1

  91 Sangat Tinggi Tabel 62. Distribusi Frekuensi Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kuantitatif pada Jenis Kegiatan Mengerjakan Soal Latihan Jumlah siswa : 32 orang

  Kualifikasi keterlibatan siswa secara keseluruhan dalam menyimpulkan data Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah Jumlah soal yang harus dikerjakan Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % 7 7 100 - -

  d. Secara Kualitatif Tabel 63. Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Mengerjakan Soal Latihan Jumlah siswa : 32 orang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  72

  5 Rendah

  5

  24

  48

  5 Rendah

  6

  48

  56

  10 Sangat Tinggi

  7

  36

  7 Tinggi

  26

  8

  36

  72

  7 Tinggi

  9

  29

  58

  6 Sedang

  10

  35

  70

  7 Tinggi

  52

  Tabel 64. Distribusi Frekuensi Kualifikasi Keterlibatan Seluruh Siswa Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Mengerjakan Soal Latihan Jumlah siswa : 32 orang

  Kualifikasi keterlibatan siswa secara keseluruhan dalam menyimpulkan data Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah Jumlah soal yang harus dikerjakan Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah %

  2.2 Efektifitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Pokok Bahasan Tekanan dengan Metode Eksperimen Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa dalam hal Prestasi Belajar

  7

  3

  43

  1

  14

  3 43 - -

  Tabel 65. Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Sub Pokok Bahasan Tekanan Dengan Metode Eksperimen Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa Secara Kualitatif pada Jenis Kegiatan Mengerjakan Soal Latihan.

  

Jumlah Siswa (dalam %) Yang Mempunyai Kualifikasi

Keberhasilan Tertentu

Efektivitas

ST% ST+T% ST+T+S% ST+T+S+R% ST+T+S+R+SR%

  43 ≤

  75

  57 ≤ 75 100

  Sedang

  2.2.1. Secara Kuantitatif Berdasarkan tabel 17 kualifikasi hasil belajar setiap siswa sebagai berikut.

  6 Sedang

  Tabel 66. Nilai Hasil Belajar Setiap Siswa Kose Siswa Jumlah Skor Persentase Skor Nilai Kualifikasi

  1

  34

  68

  7 Tinggi

  2

  27

  54

  5 Rendah

  3

  32

  64

  4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  62

  30

  8 Sangat Tinggi

  78

  39

  29

  6 Sedang

  64

  32

  28

  6 Sedang

  31

  58

  27

  7 Tinggi

  68

  34

  26

  6 Sedang

  60

  30

  25

  6 Sedang

  29

  6 Sedang

  31

  5

  1.2.2. Secara Kualitatif Distribusi kualifikasi prestasi belajar siswa yang berhasil seperti tabel berikut.

  85 Jumlah siswa yang memperoleh nilai 6 ke atas adalah 27 orang atau 85 persen, sehingga berdasarkan tabel 20 efektivitas pembelajaran dalam hal prestasi belajar siswa secara kuantitatif adalah tinggi.

  27

  38 Jumlah

  12

  6

  28

  9

  7

  16

  8

  31

  3 9 - -

  1

  10

  Nilai Jumlah Persentase

  7 Tinggi Tabel 67. Distribusi Frekuensi Nilai Siswa yang Berhasil

  66

  33

  32

  8 Sangat Tinggi

  80

  40

  62

  11

  42

  29

  7 Tinggi

  66

  33

  16

  5 Rendah

  54

  27

  15

  6 Sedang

  58

  14

  31

  7 Tinggi

  66

  33

  13

  6 Sedang

  60

  30

  12

  8 Sangat Tinggi

  84

  17

  62

  8 Sangat Tinggi

  21

  84

  42

  23

  5 Rendah

  54

  27

  22

  7 Tinggi

  74

  37

  6 Sedang

  6 Sedang

  64

  32

  20

  8 Sangat Tinggi

  80

  40

  19

  6 Sedang

  60

  30

  18

  24

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 68. Distribusi Frekuensi Kualifikasi Prestasi Belajar Siswa Jumlah siswa : 32 orang

  Kualifikasi Jumlah Persentase Sangat Tinggi

  1

  4

  • Tinggi - Sedang

  5

  19 Rendah

  9

  33 Sangat Rendah

  12

  44 Tabel 69. Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Sub Pokok Bahasan Tekanan Dengan Metode Eksperimen Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa dalam hal Prestasi Belajar Siswa Secara Kualitatif Berdasarkan Jumlah Siswa yang Berhasil.

  Jumlah Siswa (dalam %) Yang Mempunyai Kualifikasi Keberhasilan Tertentu Kualifikasinya ST% ST+T% ST+T+S% ST+T+S+R% ST+T+S+R+SR%

  4 ≤ -

  75

  23 ≤

  75

  

56

≤ 75 100 Sangat Rendah

B. Pembahasan

  1. Metode Demonstrasi

  1.1. Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Pokok Bahasan Pesawat Sederhana dengan Metode Demonstrasi Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa dalam Hal Keterlibatan Siswa

  1.1.1. Secara Individual Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pembelajaran Fisika di SMP pada Pokok Bahasan Pesawat Sederhana dengan Metode

  Demonstrasi Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa dilihat dari keiinginan siswa mengajukan pertanyaan kualifikasinya sangat rendah, keingiinan siswa melakukan percobaan kualifikasinya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sedang, dan keingginan siswa untuk mencatat data di papan tulis kualifikasinya rendah. Sedangkan untuk realisasinya siswa yang mengajukan pertanyaan kualifikasinya sangat rendah hal ini dimungkinkan karena siswa malu untuk bertanya. Realisasi siswa melakukan percobaan kualifikasinya sedang, karena siswa lebih suka melakukan sesuatu untuk mendapatkan pengetahuan yang baru dan siswa yang mencatat data di papan tulis kualifikasinya sangat rendah karena siswa merasa takut akan hasil yang mereka paroleh dari hasil percobaaan.

  1.1.2. Secara Klasikal Keterlibatan siswa secara klasikal meliputi keterlibatan dalam hal menjawab pertanyaan dalam Lembar Kegiatan Siswa, menyimpulkan data dari hasil percobaan, dan mengerjakan soal-soal latihan.

  a. Secara Kuantitatif Keterlibatan siswa secara klasikal meliputi keterlibatan dalam hal menjawab pertanyaan dalam Lember Kegiatan Siswa, menyimpulkan data dari hasil percobaan, dan mengerjakan soal-soal latihan masing-masing memiliki efektivitas yang sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa siswa sangat terlibat dalam proses pembelajaran

  b. Secara Kualitatif Berdasarkan kualitasnya keterlibatan siswa dalam hal menjawab pertanyaan pada Lembar Kegiatan Siswa memiliki efektivitas yang sangat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tinggi, hal ini menunjukkan bahwa siswa dapat menangkap materi pembelajaran dengan baik. Keterlibatan siswa dalam hal menyimpulkan data dari hasil percobaan memiliki efektivitas yang tinggi, sedangkan untuk keterlibatan siswa dalam hal mengerjakan soal-soal latihan memiliki efektivitas yang sedang.

  1.2. Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Pokok Bahasan Pesawat Sederhana dengan Metode Demonstrasi Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa dalam Hal Prestasi Belajar Siswa

  Efektivitas prestasi belajar siswa secara kuantitatif efektivitasnya rendah sedangkan secara kualitatif efektivitasnya sangat rendah. Ini menunjukkan bahwa siswa belum bisa menguasai materi pembelajaran dengan baik. Untuk mengatasinya siswa diberi pendalaman materi lagi dan juga dilatih untuk mengerjakan soal-soal latihan untuk mengasah ketajaman siswa dalm mencermati soal dan menerapkan rumus yang ada.

  Soal-soal yang bersifat ingatan lebih mudah di jawab oleh siswa daripada soal-soal yang bersifat penerapan dan analisis.

  Meskipun pembelajaran dengan metode demonstrasi belum bisa meningkatkan efektivitas prestasi belajar siswa, namuan ada segi positif yang didapat yakni bahwa ada peningkatan dalam proses pembelajaran. Siswa dapat membantu guru dalam melakukan demonstrasi. Siswa juga dapat mengenali cara kerja serta fungsi alat-alat tersebut. Sehingga siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  terlibat aktif dalam proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Hal ini lebih baik daripada siswa hanya berdiam diri dan pasif.

  2. Metode Eksperimen

  2.1. Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Pokok Bahasan Tekanan dengan Metode Eksperimen Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa dalam Hal Keterlibatan Siswa

  2.1.1. Secara Individual Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pembelajaran Fisika di

  SMP pada Pokok Bahasan Tekanan dengan Metode Eksperimen Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa dilihat dari keinginan siswa mengajukan pertanyaan kualifikasinya sangat rendah, dan keingginan siswa untuk mencatat data di papan tulis kualifikasinya sangat tinggi. Sedangkan untuk realisasinya siswa yang mengajukan pertanyaan kualifikasinya sangat rendah hal ini dimungkinkan karena siswa malu untuk bertanya. dan untuk realisasi siswa yang mencatat data di papan tulis kualifikasinya tinggi.

  2.1.2. Secara Klasikal Keterlibatan siswa secara klasikal meliputi keterlibatan dalam hal melakukan percobaan (eksperimen), menjawab pertanyaan dalam

  Lembar Kegiatan Siswa, menyimpulkan data dari hasil percobaan, dan mengerjakan soal-soal latihan.

  a. Secara Kuantitatif

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Keterlibatan siswa secara klasikal meliputi keterlibatan dalam hal melakukan percobaan (eksperimen), menjawab pertanyaan dalam Lember Kegiatan Siswa, menyimpulkan data dari hasil percobaan, dan mengerjakan soal-soal latihan masing-masing memiliki efektivitas yang sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa siswa sangat terlibat dalam proses pembelajaran.

  b. Secara Kualitatif Berdasarkan kualitasnya keterlibatan siswa dalam hal menjawab pertanyaan pada Lembar Kegiatan Siswa memiliki efektivitas yang sedang, hal ini menunjukkan bahwa siswa sudah mulai bisa menangkap materi pembelajaran meskipun belum dengan baik. Keterlibatan siswa dalam hal menyimpulkan data dari hasil percobaan memiliki efektivitas yang cukup, sedangkan untuk keterlibatan siswa dalam hal mengerjakan soal-soal latihan memiliki efektivitas yang sedang.

  2.2. Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP pada Pokok Bahasan Tekanan dengan Metode Eksperimen Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa dalam Hal Prestasi Belajar Siswa

  Efektivitas prestasi belajar siswa secara kuantitatif efektivitasnya tinggi sedangkan secara kualitatif efektivitasnya sangat rendah. Ini menunjukkan bahwa siswa belum bisa menguasai materi pembelajaran dengan baik. Soal-soal yang bersifat ingatan lebih mudah di jawab oleh siswa daripada soal-soal yang bersifat penerapan dan analisis. Untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mengatasinya siswa diberi pendalaman materi lagi dan juga dilatih untuk mengerjakan soal-soal latihan untuk mengasah ketajaman siswa dalam mencermati soal dan menerapkan rumus yang ada.

  Meskipun pembelajaran fisika dengan metode eksperimen baru sedikit bisa meningkatkan efektivitas prestasi belajar siswa , namun banyak segi positif yang didapat yakni bahwa ada peningkatan dalam proses pembelajaran. Siswa mampu melakukan percobaan, menganalisis data dan menarik kesimpulan sendiri dengan bimbingan guru sehingga siswa terlibat aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Secara umum hasil penelitian dapat ditabelkan sebagai berikut :

  

Komponen Metode Efektivitas Metode Efektivitas

Demonstrasi K R Eksperimen K R

  • Keterlibatan

  1. Keterlibatan Secara Individual v sangat sangat v sangat sangat

  a. Mengajukan rendah rendah rendah rendah pertanyaan v rendah sangat v sangat tinggi b. Mencatat data di papan tulis rendah tinggi c. Melakukan v sedang sedang percobaan

  2. Keterlibatan Secara Klasikal

  • a. Melakukan v sangat eksperimen

  tinggi

  b. Menjawab v v pertanyaan dalam LKS

  • Secara sangat - sangat -

    kuantitatif tinggi tinggi

  • Secara sangat - sangat -

    kualitatif tinggi tinggi

  c. Menyimpulkan v v data hasil percobaan

  • Secara
  • sangat sangat

    kuantitatif tinggi tinggi

  • Secara sedang sedang - kualitatif

  d. Mengerjakan v v soal latihan

  • Secara sangat sangat kuantitatif tinggi tinggi
  • Secara sedang sedang - - kualitatif
    • v v

      Prestasi belajar

    >tinggi - rendah
  • Secara kuantit
  • sangat sangat -
  • Secara kualitatif rendah rendah

  Keterangan : v = dilakukan oleh kedua metode

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan tabel di atas bahwa pembelajaran fisika dengan metode eksperimen dan demonstrasi dapat membangkitkan keinginan siswa misalnya dalam hal mengajukan pertanyaan dan mencatat data di papan tulis. Hal ini membuktikan bahwa siswa itu mempunyai keinginan untuk aktif terlibat dalam setiap kegiatan pembelajaran. Dari tabel juga dapat dilihat bahwa untuk pembelajaran fisika dengan metode demonstrasi dan eksperimen dalam hal keterlibatan siswa secara individual dalam kegiatan mengajukan pertanyaan efektivitasnya sama yaitu sangat rendah, sedangkan untuk kegiatan mencatat data di papantulis metode eksperimen lebih efektif. Untuk kegiatan siswa secara klasikal antara metode demonstrasi dan eksperimen efektivitasnya sama, dapat anda lihat pada tabel. Pada metode demonstrasi siswa hanya dianjurkan untuk membantu guru melakukan percobaan, sehingga siswa yang terlibat hanya sedikit karena keterbatasan waktu yang ada. Sedangkan untuk metode eksperimen siswa melakukan percobaan sendiri dengan guru sebagai pembimbingnya. Dalam melakukan eksperimen, siswa harus mencatat data, menganalisis data dan membuat kesimpulan sendiri.

  Kesimpulan Umum Berdasarkan hasil yang diperoleh, peneliti menyimpulkan hasilnya sebagai berikut:

  • Secara individual pembelajaran fisika dengan menggunakan metode demonstrasi dilihat dari keinginannya efektifitasnya rendah, sedangkan bila dilihat dari realisasinya efektivitasnya masih sangat rendah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • Secara klasikal

  Secara kuantitatif pembelajaran fisika dengan menggunakan metode demonstrasi efektivitasnya sangat tinggi.

  Secara kualitatif pembelajaran fisika dengan menggunakan metode demonstrasi efektivitasnya sedang.

  • Secara individual pembelajaran fisika dengan menggunakan metode eksperimen dilihat dari keinginan dan realisasinya efektivitasnya sedang.
  • Secara klasikal

  Secara kuantitatif pembelajaran fisika dengan menggunakan metode eksperimen efektivitasnya sangat tinggi.

  Secara kualitatif pembelajaran fisika dengan menggunakan metode eksperimen efektivitasnya sedang.

  • Dalam hal prestasi belajar baik pembelajaran dengan metode demonstrasi dan eksperimen efektivitasnya masih sangat rendah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan sebagai berikut.

  1. Metode Demonstrasi

  1.1. Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP Pokok Bahasan Pesawat Sederhana Dengan Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa dalam hal Keterlibatan Siswa.

  1.1.1. Secara Individual

  1.1.1.1. Dilihat Dari Keinginan

  a. Dilihat dari jumlah siswa yang ingin mengajukan pertanyaan efektivitasnya sangat rendah.

  b. Dilihat dari jumlah siswa yang ingin mencatat data di papan tulis efektivitasnya rendah.

  c. Dilihat dari jumlah siswa yang ingin melakukan percobaan efektivitasnya sedang.

  1.1.1.2. Dilihat Dari Realisasinya

  a. Dilihat dari jumlah siswa yang mengajukan pertanyaan efektivitasnya sangat rendah.

  b. Dilihat dari jumlah siswa yang mencatat data di papan tulis efektivitasnya sangat rendah.

  c. Dilihat dari jumlah siswa yang melakukan percobaan efektivitasnya sedang.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1.1.2. Secara Klasikal

  1.1.2.1. Secara Kuantitatif

  a. Dilihat dari jumlah siswa yang menjawab pertanyaan dalam lembar kegiatan siswa efektivitasnya sangat tinggi.

  b. Dilihat dari jumlah siswa yang menyimpulkan data hasil percobaan efektivitasnya sangat tinggi.

  c. Dilihat dari jumlah siswa yang mengerjakan soal latihan efektivitasnya sangat tinggi.

  1.1.2.2. Secara Kualitatif

  a. Dilihat dari jumlah siswa yang menjawab pertanyaan dalam lembar kegiatan siswa efektivitasnya sangat tinggi.

  b. Dilihat dari jumlah siswa yang menyimpulkan data hasil percobaan efektivitasnya sedang.

  c. Dilihat dari jumlah siswa yang mengerjakan soal latihan efektivitasnya sedang.

  1.2. Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP Pokok Bahasan Pesawat Sederhana Dengan Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa dalam hal Prestasi Belajar Siswa.

  a. Secara kuantitatif efektivitasnya rendah.

  b. Secara kualitatif efektivitasnya sangat rendah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Metode Eksperimen

  2.1.Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP Pokok Bahasan Tekanan dengan Metode Eksperimen Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa dalam hal Keterlibatan Siswa.

  2.1.1. Secara Individual

  2.1.1.1. Dilihat Dari Keinginan

  a. Dilihat dari jumlah siswa yang ingin mengajukan pertanyaan efektivitasnya sangat rendah.

  b. Dilihat dari jumlah siswa yang ingin mencatat data di papan tulis efektivitasnya sangat tinggi.

  2.1.1.2. Dilihat Dari Realisasinya

  a. Dilihat dari jumlah siswa yang mengajukan pertanyaan efektivitasnya sangat rendah.

  b. Dilihat dari jumlah siswa yang mencatat data di papan tulis efektivitasnya tinggi.

  2.1.2. Secara Klasikal

  2.1.2.1. Melakukan eksperimen Dilihat dari jumlah siswa yang melakukan eksperimen efektivitasnya sangat tinggi.

  2.1.2.2. Secara Kuantitatif

  a. Dilihat dari jumlah siswa yang menjawab pertanyaan dalam Lembar Kegiatan Siswa efektivitasnya sangat tinggi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b. Dilihat dari jumlah siswa yang menyimpulkan data hasil percobaan efektivitasnya sangat tinggi.

  c. Dilihat dari jumlah siswa yang mengerjakan soal latihan efektivitasnya sangat tinggi.

  2.1.2.3. Secara Kualitatif

  a. Dilihat dari jumlah siswa yang menjawab pertanyaan dalam Lembar Kegiatan Siswa efektivitasnya sangat tinggi.

  b. Dilihat dari jumlah siswa yang menyimpulkan data hasil percobaan efektivitasnya sedang.

  c. Dilihat dari jumlah siswa yang mengerjakan soal latihan efektivitasnya sedang.

  2.2.Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP Pokok Bahasan Tekanan dengan Metode Eksperimen Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa dalam hal Prestasi Belajar.

  a. Secara kuantitatif efektivitasnya tinggi

  b. Secara kualitatif efektivitasnya sangat rendah

B. Saran – saran Kepada guru-guru fisika, peneliti memberikan saran-saran sebagai berikut.

  1. Sedikit demi sedikit mengubah pandangan bahwa dalam proses pembelajaran siswa hanya sebagai pendengar dan belum memiliki kemampuan sehingga harus dijojol pengetahuan oleh guru, melainkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  siswa mampu mencari dan membangun pengetahuan sendiri dengan guru sebagi pendamping dan pembimbing dalam proses pembelajaran.

  2. Pembelajaran akan menjadi konstruktivistik bila guru tidak mendominasi kegiatan, melainkan sebagi pendamping, fasilitator dan motivator bagi siswanya.

  3. Pembelajaran fisika pada pokok bahasan yang dapat dilakukan dengan eksperimen dan demonstrasi, hendaknya dilakakukan sesering mungkin karena dapat memberikan pengalaman belajar secara nyata dan lebih banyak waktu bagi siswa untuk berproses dalam membangun konsep sendiri.

  4. LKS hendaknya disusun oleh guru itu sendiri dan disesuaikan dengan kemampuan siswa dan bukan sekedar ringkasan, soal-soal dan tempat penyelesaian melainkan berisi semua kegiatan yang mampu mengajak siswa untuk lebih banyak terlibat dalam proses pembelajaran.

  5. Jadikanlah proses dan keterlibatan siswa sebagai salah satu aspek yang dievaluasi dan hasilnya ikut diperhitungkan dalam menentukan nilai akhir.

  Dengan cara ini diharapkan siswa lebih terlibat dalam setiap proses pembelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR PUSTAKA

  Ema Sujanti. 1999. Efektivitas Pengajaran Hukum Newton Menggunakan Metode Eksperimen Studi Kasus Pada Siswa Kelas I SMU Marsudi Luhur. Skripsi. Jusuf Djajadisastra. 1982. Metode-Metode Mengajar I. Bandung: Angkasa Kartika Budi, Fr. Y. April. 2001. Berbagi Strategi Untuk Melibatkan Siswa

  Secara Aktif Dalam Proses Pembelajaran Fisika di SMU, Efektivitasnya dan Sikap Mereka pada Strategi Tersebut . Widya Dharma. Universitas

  Sanata Dharma. Kartika Budi, Fr. Y. 1991. Sikap Siswa Jurusan A

  1 dan A

  2 Sekolah Menengah Atas De Britto dan Santa Maria Terhadap Pendekatan Keterampilan Proses dengan Demonstrasi dan Pendapat Siswa Tersebut Tentang Pengaruh Pendekatan itu pada Sikap Mereka Terhadap Kegiatan Mengajar Fisika (laporan penelitian). FMIPA. IKIP Sanata Dharma Yogyakarta.

  Kartika Budi, Fr. Y. , Sarkim, T. , (ed). 1997. Pendidikan Sains yang Humanistis.

  (kumpulan karangan) Kanisius. Yogyakarta. Kartika Budi, Fr. Y. Handout Kuliah Dasar dan Proses Pembelajaran Fisika. Kartika Budi, Fr. Y. 2000. Fisika SLTP Kelas I. Jakarta: Widya Utama. Marina Rinawati. 2003. Efektivitas Pembelajaran Fisika Pada Pokok Bahasan

  Cahaya di SMP Aloysius Turi . Skripsi Martin Kanginan. 1994. Fisika SLTP Kelas I. Jakarta: Erlangga.

  Moedjiono dan Dimyati, Moh. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta. Muhibbin Syah. 1995. Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya. Munandar Aris. 2005. Paket Pembelajaran Fisika SMP kelas VII. Yogyakarta: Andi.

  

Pedoman Penulisan Skripsi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta . 2004.

  Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Pusat Kurikulum. 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Balitbang Depdiknas.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Soares, Teodoro. 2003. Efektivitas Pembelajaran Hukum Kepler / Orbit dengan Pendekatan Sejarah . Skripsi. Yogyakarta. Sund, R. B. and Trowbridge, L. W. 1973. Teaching Science by Inquiry in the Secondary School . University of Northern Colorado. USA. Suparno, Paul. 1996. Filsafat Konstruktivisme Dalam Pendidikan Sains dan Matematika . Makalah Seminar Dosen FMIPA dan JPMIPA USD. Suparno, Paul. 1997. Filsafat Konstruktivisme Dalam Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius. Tim Sains Fisika SMP. 2004. Sains Fisika I Untuk SMP Kelas VII. Jakarta: PT Galaxy Puspa Mega. Valentina Fika Wihandari. 2005. Efektivitas Pembelajaran Fisika di SMP Pada

  Pokok Bahasan Suhu Dengan Metode Demonstrasi Menggunakan Lembar Kegiatan Siswa . Skripsi.

  Winkel, W.S. 1984. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Silabus

  Mata Pelajaran : Fisika Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah Kelas / Semester : I / II Alokasi Waktu : 6 x 45 jam pelajaran

  I. Standar Kompetensi Melakukan pengukuran terhadap berbagai besaran secara benar, mendeskripsikan karakteristik zat dan dasar-dasar mekanika, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

  II. Kompetensi Dasar dan Indikatornya

  

Kompetensi Dasar Indikator

  Menunjukkan manfaat pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

  • Menunjukkan kegunaan beberapa pesawat sederhana yang sering digunakan dalam kehidupan sehari- hari misalnya tuas (pengungkit), katrol tunggal baik yang tetap maupun yang bergerak, bidang miring, dan roda gigi (gir).
  • >

    Menentukan keuntungan mekanis pesawat sederhana.

      masalah secara kuantitatif sederhana berhubungan dengan pesawat sederhana.

    • Memecahkan

      III. Materi Pokok : Pesawat Sederhana

      IV. Analisis Konsep

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Indikator Identifikasi konsep

      Siswa mampu :

    • 1. Menunjukkan kegunaan Pengertian pesawat sederhana.
    • beberapa pesawat sederhana Manfaat pesawat sederhana.

      Macam-macam kehidupan sehari-hari misalnya sederhana. tuas (pengungkit), katrol tunggal

    • yang sering digunakan dalam pesawat
    • Keuntungan mekanis pesawat baik yang tetap maupun yang sederhana.

      bergerak, bidang miring, dan roda gigi (gir).

      2. Menentukan keuntungan mekanis pesawat sederhana.

      3. Memecahkan masalah secara kuantitatif sederhana berhubungan dengan pesawat sederhana.

      V. Uraian Makna Konsep

      1. Pengertian pesawat sederhana Pesawat sederhana adalah alat-alat yang dibuat untuk mempermudah orang melakukan usaha. Pesawat sederhana atau mesin sederhana ini hanya untuk mempermudahkan orang melakukan usaha dan bukan untuk memperkecil usaha. Jadi, besarnya usaha yang dilakukan baik dengan menggunakan pesawat sederhana maupun tidak adalah sama.

      2. Manfaat pesawat sederhana Manfaat dari pesawat sederhana adalah untuk mempermudah orang melakukan usaha. Misalnya :

      1. Jika kamu akan membuka tutup botol maka kamu akan menggunakan alat pembuka tutup botol, dengan hanya

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      menggerakkan alat tersebut maka kamu akan berhasil membuka tutup botol dengan mudah.

      2. Mengangkat ember berisi air dari dalam sumur dengan tali melalui katrol.

      3. Memindahkan 1 drum minyak keatas truk dengan menggunakan bidang miring.

      3. Macam-macam pesawat sederhana

      1. Tuas Tuas lebih dikenal sebagai pengungkit seperti alat pembuka tutup botol. Pada system kerjanya tuas terdiri atas beban, titik tumpu dan kuasa. Maka berdasarkan posisi bagian-bagian itu tuas dibagi menjadi tuas jenis pertama, tuas jenis kedua, dan tuas jenis ketiga. # Jenis – jenis tuas

      a. Tuas jenis pertama Jika kamu akan mengangkat atau memindahkan batu besar , kamu akan membutuhkan linggis. Linggis digunakan sebagai pengungkit (tuas). Pada tuas jenis pertama ini titik tumpu berada di antara beban dan kuasa. Berat batu bertindak sebagai beban, gaya tekan kamu bertindak sebagai kuasa dan batu kecil antara beban dan kuasa adalah titik tumpu. Jarak antara titik tumpu dan kuasa disebut

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Gaya yang digunakan untuk mendorong beban sebesar W=mg dapat dicari dengan : KM = W / F ↔ F = WxKM

      ↔ F = mgx L/H Keterangan : F = gaya (N) M = massa benda (kg) G = percepatan gravitasi L = panjang bidang miring (m) H = tinggi bidang miring (m)

      VI. Langkah Pembelajaran Indikator Pengalaman Belajar Siswa Siswa mampu:

    • Siswa mempelajari uraian tentang pesawat sederhana dan berbagai macam manfaatnya.

      1. Menunjukkan kegunan beberapa pesawat sederhanan yang sering digunakan dalam kehidupan sehari – hari misalnya tuas (pengungkit), katrol tunggal baik yang tetap maupun yang bergerak, bidang miring, dan roda gigi (gir).

    • Siswa mengamati percobaan yang dilakukan oleh guru.
    • >Siswa mencatat data dari hasil percob
    • Siswa menyimpulkan hasil dari percobaan.

      2. Menentukan keuntungan mekanis beberapa pesawat sederhana.

    • Siswa mempelajari contoh – contoh soal
    • Siswa mengerjakan soal – soal latihan
    • Siswa mengamati percobaan yang dilakukan oleh guru.
    • Siswa mencatat data dari hasil percobaan.
    • Siswa menyimpulkan dari hasil percobaan.

      3. Memecahkan masalah secara kuantitatif sederhana berhubungan dengan pesawat sederhana.

    • Siswa mempelajari contoh - contoh soal.
    • Siswa mengerjakan soal – soal latihan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      VII. Sarana dan Sumber Belajar

    • Lembar Kegiatan Siswa
    • Aris Munandar. (2005). Paket Pembelajaran Fisika SMP kelas VII.

      Yogyakarta : Andi

    • Kartika Budi. (2000). Fisika SLTP Kelas I. Jakarta : Widya Utama.
    • Tim Sains Fisika SMP. (2004). Sains Fisika I Untuk SMP Kelas VII.

      Jakarta : PT Galaxy Puspa Mega.

    • Martin Kanginan. (1994). Fisika SLTP Kelas I. Jakarta : Erlangga

      VIII. Penilaian

      a. Prosedur

    • Penilaian materi : diadakan ulangan akhir yang meliputi semua materi yang telah diajarkan. Soal berupa soal-soal essay.

      b. Soal – soal Soal Indikator Aspek

      1. Apa yang dimaksud dengan

      1 Ingatan pengertian pesawat sederhana?

      2. Sebutkan macam – macam pesawat

      1 Pemahaman sederhana dan apa manfaatnya.

      3. Sebutkan 3 contoh peristiwa yang

      1 Pemahaman relevan dalam kehidupan sehari – hari yang berhubungan dengan pesawat sederhana.

      4. Sebuah alat pembuka botol 2 , 3 Penerapan digunakan untuk membuka botol.

      Panjang lengan beban 10 cm dan lengan kuasa 20 cm. Tentukan berat botol itu jika untuk membuka tutupnya diperlukan kuasa 5 N!

      5. Untuk mengangkut beban yang 2 , 3 Penerapan beratnya 100 N digunakan katrol tunggal bergerak, Jika keuntungan mekaniknya 2, berapa besar kuasa yang digunakan ?

      6. Perhatikan gambar berikut. 2 , 3 Penerapan

    • Dapat menyebutkan manfaat pesawat sederhana.
    • Melakukan perhitungan
    • Hasil akhir

      2

      1 JUMLAH

      2

      2

      60 N

      1 6 - Dapat memilih persamaan F = w x Lb / Lk

      2

      2

      50 N

      1 5 - Dapat memilih persamaan F = w / KM

      2

      10 N

      2 4 - Dapat memilih persamaan w = F x Lk / Lb

      3 Dapat menyebutkan contoh peristiwa yang relevan dalam kehidupan sehari – hari yang berhubungan dengan pesawat sederhana.

      1

      1

      1 2 - Dapat menyebutkan macam – macam pesawat sederhana.

      1 Dapat menyebutkan pengertian pesawat sederhana

      c. Skoring No Pedoman Jawaban Bobot

      Tongkat AB panjangnya 3 m, panjang lengan beban 75 cm, dan berat beban (w) 180 N (T disebut titik tumpu). Besar gaya (F) yang diperlukan untuk memindahkan beban (w) adalah.

    • Melakukan perhitungan
    • Hasil akhir
    • Melakukan perhitungan
    • Hasil akhir

      20 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      

    LEMBAR KEGIATAN SISWA

    MATA PELAJARAN : FISIKA POKOK BAHASAN : PESAWAT SEDERHANA

    KELAS : I SMP (SEKOLAH MENENGAH PERTAMA)

    SEMESTER : II

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      I. Kompetensi Dasar

      1. Menunjukkan manfaat pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari

      II. Indikator Hasil Belajar

      Siswa mampu:

      1. Menunjukkan kegunaan beberapa pesawat sederhana yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari misalnya tuas (pengungkit), katrol tunggal baik yang tetap maupun yang bergerak, dan bidang miring.

      2. Menentukan keuntungan mekanis beberapa pesawat sederhana.

      3. Memecahkan masalah secara kuantitatif sederhana berhubungan dengan pesawat sederhana.

      III. Petunjuk Umum

      Dalam mempelajari pokok bahasan “Pesawat Sederhana” ini, anda akan melakukan banyak kegiatan. Kegiatan tersebut antara lain: melakukan percobaan (demonstrasi) , mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, mencatat data dalam bentuk tabel, mengolah data , menarik kesimpulan dari suatu percobaan, mempelajari sendiri suatu penjelasan/uraian, mempelajari contoh soal serta latihan mengerjakan soal.

      Berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan tersebut sangat ditentukan oleh kemauan, kesungguhan dan ketekunan anda dalam melakukan setiap kegiatan yang ada. Oleh karena itu diharapkan anda melakukan seluruh kegiatan yang ada dalam lembar kegiatan siswa ini dengan baik dan sungguh-sungguh.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Kenalilah bagian-bagian dari tuas!

    • Titik A adalah titik kuasa yaitu titik dimana kamu memberikan kuasa atau gaya.
    • Titik C adalah titik tumpu.
    • Titik B dalah titik beban yaitu titik dimana beban memberikan gaya beratnya.
    • Jarak BC adalah lengan beban (lb) yaitu jarak titik beban ke titik tumpu.
    • Jarak AC adalah lengan kuasa (lk) yaitu jarak titik kuasa ke titik tumpu.
    • W berat beban.
    • F gaya atau kuasa

      Kegiatan 2 : Melakukan demonstrasi Tujuan : Mengetahui sifat dan keuntungan tuas.

      Alat dan bahan : Penggaris kayu, beban, misalnya anak timbangan, neraca pegas , dan tumpuan.

      Data yang diperlukan : Gaya angkat langsung (Fb), panjang lengan beban (Lb), panjang lengan kuasa (Lk), gaya menggunakan tuas (Fk).

      Langkah kerja : Angkatlah beban langsung dengan neraca pegas dan catatlah besarnya gaya yang diperlukan pada tabel. Gaya untuk mengangkat beban secara langsung ini disebut gaya angkat beban (Fb).

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Katrol terdiri dari roda yang dapat berputar pada sumbunya dan tali untuk menarik beban. Bagian-bagian katrol adalah: A = titik kuasa B = titik beban C = titik tumpu AC= lengan kuasa (=jari-jari katrol) BC= lengan beban (=jari-jari katrol)

      Kegiatan 6 : Melakukan demonstrasi

      Tujuan : Agar dapat menyimpulkan keuntungan mekanik dari katrol Alat dan bahan : Katrol tetap, katrol bergerak, neraca pegas, benang yang besar, dan beban (dapat menggunakn anak timbangan).

      Data yang diperlukan: Berat beban, gaya angkat langsung, gaya angkat katrol tetap, gaya angkat katrol bergerak.

      Langkah kerja: Angkatlah beban secara langsung dengan nerca pegas dan catatlah pada tabel besarnya gaya yang diperlukan.

      Gantungkan beban pada katrol tetap dan tariklah dengan neraca pegas.

      Catatlah pada tabel besarnya gaya yang diperlukan. Gantungkan beban pada katrol bergerak dan tariklah dengan neraca pegas. Catatlah pada tabel besarnya gaya yang diperlukan.

      Catatlah hasil pengukuran anda ke dalam tabel berikut.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      a. Pada papan yang miring, tariklah buku ke atas dengan menggunakan neraca pegas. Berapakah gaya (Fm) yang diperlukan?

      b. Masukkan data yang anda peroleh ke dalam tabel berikut! No l (cm) h (cm) Fh (N) Fm (N) Fh x h Fm x l

      c. Analisis data

    • Manakah yang memerlukan gaya lebih besar, beban yang diangkat langsung atau yang diangkat dengan bantuan bidang miring? ………………………………………………………………… …………………………………………………………………
    • Perhatikan hasil (Fh x h) dan hasil (Fm x l). apakah hasilnya sama, hampir sama atau jauh berbeda? ………………………………………………………………… …………………………………………………………………..
    • Apakah bidang miring termasuk pesawat sederhana?

      ………………………………………………………………… …………………………………………………………………

      d. Apa kesimpulan anda! Kesimpulan………………………………………………………….

      ……………………………………………………………………..

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Kegiatan 11 : Mempelajari contoh soal

      1. Bidang miring setinggi 5 m . Panjang bidang miring 10 m. Jika berat beban yang akan dinaikkan 100 N. Berapakah besar gaya dorong itu? Penyelesaian : Data: h = 5 m s = 10 m

      W = 100 N Permasalahan : F ? Analisis :

      s

      F = W x

      h

      10 = 100 N x = 200 N

      5 Jadi, kuasa pada bidang miring adalah 200 N.

      Kegiatan 12 : Latihan soal Seorang anak memindahkan beban seberat 500 N, keatas sebuah truk yang memiliki ketinggian 0.9 m. Jika digunakan bidang miring sepanjang 1.8 m, hitunglah : Keuntungan mekanik! Gaya dorong yang dibutuhkan untuk mendorong beban tersebut!

      Data Hasil Penelitian

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Tanggal Jenis Keterlibatan Siswa yang terlibat

      16 Maret 2006 1. Ingin mengajukan pertanyaan A*

      2. Mengajukan pertanyaan A*

      3. Ingin melakukan percobaan A,C,D,E,F

      4. Melakukan percobaan A,C,E,F

      5. Ingin mencatat data di papan tuis E.I.K.S

      6. Mencatat data di papan tulis E,I

      21 Maret 2006 1. Ingin mengajukan pertanyaan -

    • 2. Mengajukan pertanyaan

      3. Ingin melakukan percobaan A,R,S,T,G*

      4. Melakukan percobaan S,T,G*

      5. Ingin mencatat data di papan tuis B,S,F

      6. Mencatat data di papan tulis B

      23 Maret 2006 1. Ingin mengajukan pertanyaan A*,F

      2. Mengajukan pertanyaan A*,F

      3. Ingin melakukan percobaan D,F,G,S,H,G*

      4. Melakukan percobaan D,F,G,S,H,

      5. Ingin mencatat data di papan tuis A,C,K,L,X

      6. Mencatat data di papan tulis K,X

      28 Maret 2006 1. Ingin mengajukan pertanyaan -

    • 2. Mengajukan pertanyaan

      3. Ingin melakukan percobaan K,P,O,Q

      4. Melakukan percobaan K,P,O,Q

      5. Ingin mencatat data di papan tuis O,U,F*,G*

      6. Mencatat data di papan tulis U

    • 30 Maret 2006 1. Ingin mengajukan pertanyaan
    • 2. Mengajukan pertanyaan

      3. Ingin melakukan percobaan A,U,K,S,T,M

      4. Melakukan percobaan A,U,M,S,T

      5. Ingin mencatat data di papan tuis D,E,G,K,L

      6. Mencatat data di papan tulis G

      1. Ingin mengajukan pertanyaan

    • 4 April 2006
    • 2. Mengajukan pertanyaan

      3. Ingin melakukan percobaan I,J,Y,Z

      4. Melakukan percobaan I,J,Z

      5. Ingin mencatat data di papan tuis C,G,S

      6. Mencatat data di papan tulis S

      1. Menjawab Pertanyaan Dalam Lembar Kegiatan Siswa

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      32

      25 B B B B B B B 26 - - - - B B B

      27 B B B - B B B

      28 B B B B B B B

      29 B B B B B B B

      30 B B B B B B B

      31 B B B B B B B

      32 B B B B B B B N

      1

      29

      29

      29

      29

      32

      23 B B B B B B B

      32 N

      2

      29

      28

      29

      29

      32

      32

      32 Keterangan : N

      1

      = Jumlah siswa yang terlibat N

      2

      = jumlah jawaban yang benar Menyimpulkan Hasil Percobaan

      24 B B B B B B B

      No Kegiatan

      1

      4 B B B B B B B 5 - - - B B B B

      2

      3 Kode Siswa

      1

      2

      3

      1

      1

      2

      3

      1 B B B B B B B

      2 B B B B B B B

      3 B B B B B B B

      6 B B B B B B B

      20 B B B B B B B

      7 B B B B B B B

      8 B B B B B B B

      9 B B B B B B B

      10 B B B B B B B

      11 B B B B B B B

      12 B B B B B B B

      13 B B B B B B B

      14 B B B B B B B

      15 B B B B B B B

      16 B B B B B B B

      17 B S B B B B B

      18 B B B B B B B

      19 B B B B B B B

      21 B B B B B B B 22 - - - - B B B

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      28

      24 B - B

      25 B - B

      26 B - -

      27 S B B 28 - B B

      29 B B B

      30 B S B 31 - B B

      32 B B B N

      1

      26

      22 B S -

      30 N

      2

      24

      20

      30 Keterangan : N

      1

      = Jumlah siswa yang terlibat N

      2

      = jumlah jawaban yang benar Mengerjakan Soal Latihan

      23 B S B

      No Kegiatan Kode Siswa

      1

      7 S S B

      2

      3

      1 B B B

      2 B S B

      3 B S B

      4 B - B

      5 B B B

      6 B B B

      8 B B B 9 - - B

      20 B B B

      10 S B B

      11 B B B

      12 B - B

      13 B B B

      14 B B B

      15 B B B

      16 B B B 17 - B B

      18 B B B

      19 B B B

      21 S B B

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      23

      24 B - B

      25 B - B

      26 B - -

      28 B B B

      30 B S B

      32 B B B N

      1

      28

      26 N

      22 B S -

      2

      25

      18

      20 Keterangan : N

      1

      = Jumlah siswa yang terlibat N

      2

      = jumlah jawaban yang benar

      23 B B B

      No Kegiatan Kode Siswa

      4

      7 B S B

      8

      12

      1 B B B

      2 B B B

      3 B S S

      4 B B B

      5 B - B

      6 B B S

      8 B B B 9 - B B

      19 B B S

      10 S B S

      11 B S B

      12 B - B

      13 B B S

      14 B B B

      15 B B B

      16 B B B 17 - B S

      18 B B B

      20 B B B

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Silabus

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Mata Pelajaran : Fisika Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah Kelas / Semester : I / II Alokasi Waktu : 10 x 45 jam pelajaran

      I. Standar Kompetensi Mendeskripsikan konsep gaya dan tekanan, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

      II. Kompetensi Dasar dan Indikatornya

      

    Kompetensi Dasar Indikator

      Mendeskripsikan tekanan pada Menemukan hubungan antar gaya, benda padat dan tekanan, dan luas daerah yang implementasinya dalam dikenai gaya. kehidupan sehari-hari. Mengaplikasikan konsep bejana berhubungan dalam kehidupan sehari-hari. Mendeskripsikan Hukum Pascal dan

      Hukum Archimedes melalui percobaan sederhana serta penerapannya dalan kehidupan sehari-hari. Menunjukkan beberapa produk teknologi dalam kehidupan sehari- hari sehubungan dengan konsep benda terapung, melayang, dan tenggelam. Menjelaskan hubungan antara ketinggian tempat dengan tekanan udara. Mengaplikasikan konsep tekanan benda padat, cair, dan gas pada peristiwa alam yang relevan (dalam

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      pemecahan masalah sehari-hari). Melakukan percobaan yang dapat menunjukkan tekanan atmosfer.

      III. Materi Pokok : Tekanan

      IV. Analisis Konsep

      Indikator Identifikasi konsep

      Pengertian tekanan

    • 1. Menemukan hubungan antara

      Bejana berhubungan

    • gaya, tekanan, dan luas daerah

      Hukum Pascal

    • yang dikenai gaya.

      Hukum Archimedes

    • 2. Mengaplikasikan konsep bejana

      Hukum Boyle sehari-hari.

    • berhubungan dalam kehidupan
    • Terapung

      3. Mendeskripsikan Hukum Pascal

    • Melayang dan Hukum Archimedes mellui
    • Tenggelam percobaan sederhana serta
    • Tekanan udara penerapannya dalam kehidupan
    • Tekanan oleh zat cair sehari-hari.

      4. Menunjukkan beberapa produk teknologi dalam kehidupan sehari-hari sehubungan dengan konsep benda terapung, melayang, dan tenggelam.

      5. Menjelaskan hubungan antara ketinggian tempat dengan tekanan udaranya.

      6. Mengaplikasikan konsep tekanan benda padat, cair, dan gas pada peristiwa lam yang relevan (dalam pemecahan masalah sehari-hari).

      7. Melakukan percobaan yang dapat menunjukkan tekanan atmosfer.

      V. Uraian Makna Konsep

      1. Pengertian tekanan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Tekanan adalah besaran yang diartikan sebagai gaya berat yang bekerja tegak lurus pada suatu bidang persatuan luas bidang, atau

      gayaberat

      Tekanan =

      luasbidang tekan

      Secara matematis, ditulis :

      F

      P =

      A

      Di mana : P = tekanan (N/m²) F = gaya berat (N) A = luas bidang tekan (m²)

      Dari persamaan di atas, terlihat bahwa tekanan akan bertambah besar, apabila: gaya bertambah besar luas bidang tekan berkurang Jadi, jika kita berikan gaya yang sama besar pada dua bidang yang luasnya berbeda, maka setiap bidang akan mendapat tekanan yang berbeda besarnya.

      2. Bejana berhubungan Bejana berhubungan diisi dengan zat cair yang sama. Walaupun bentuk bejana berbeda-beda, namun dalam keadaan setimbang, permukaan zat cair tersebut terletak pada satu bidang datar. Penerapan hukum bejana berhubungan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pemasangan pipa ledeng, disain teko, air mancur, dan sebagainya.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Hukum bejana berhubungan tidak berlaku pada pipa kapiler (pipa yang sangat sempit dan kecil) karena pada pipa kapiler, pengaruh gaya tarik antara zat cair dengan dinding bejana lebih besar daripada gaya tarik molekul-molekul zat cair.

      3. Hukum Pascal

      Blaise Pascal (1623 – 1662) seorang matematikawan Perancis

      mengemukakan hukum yang berbunyi : Tekanan yang bekerja pada zat cair dalam ruang tertutup diteruskan ke segala arah dengan sama rata.

      Artinya tekanan di setiap bagian zat cair dalam wadah tertutup di mana-mana adalah sama besar. Beberapa alat teknik bekerja berdasarkan hukum Pascal. Misalnya kempa hidroulik, dongkrak hidroulik, dan pengangkat mobil di bengkel-bengkel besar.

      4. Hukum Archimedes Berhubungan dengan gaya dan tekanan dalam zat cair, seorang ahli matematika Yunani, bernama Archimedes menemukan hal penting, dikenal dengan nama hukum Archimedes, yang berbunyi:

      a. Sebuah benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya dalam zat caur akan mendapat gaya tekan ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang didesak oleh benda tersebut. Secara matematis, ditulis:

      B = V x S atau B = V x ρ x g

      c

      Di mana: B = gaya tekan zat cair ke atas (N)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      V = volume zat / benda yang tercelup (m³) S = berat jenis zat cair (N / m³) Ρ

      c

      = massa jenis zat cair (kg / m³) g = percepatan gravitasi (m / s²) b. Besar gaya ke atas yang dialami oleh benda yang dicelupkan ke dalam zat cair sama dengan selisih berat benda ketika ditimbang di udara dengan berat benda ketika dicelupkan. Secara matematis, ditulis :

      B = S

    • – S

      u

      c

      Di mana : B = gaya tekan zat cair ke atas (N) S

      u

      = berat benda saat di udara ( N / m³) S

      c

      = berat benda di dalam zat cair ( N / m³)

      5. Hukum Boyle Hukum Boyle berbunyi : Hasil kali tekanan dengan volum gas dalam ruang tertutup adalah tetap, asalkan suhu tidak berubah.

      Secara matematis, ditulis : C = P x V Di mana C = konstan P = teknan V = volume Jika satuannya tetap, maka :

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      P x V = P x V

      1

      1

      2

    2 Jadi, volume gas dalam ruang tertutup berbanding terbalik dengn tekanan gas tersebut, asalkan suhunya tetap.

      1. Terapung Bila suatu benda dimasukkan (W ) ke dalam zat cair dan benda terus

      b

      bergerak naik sampai ada bagian yang muncul di permukaan air, berarti ketika benda seluruhnya berada dalam zat cair, berat benda lebih kecil daripada gaya ke atas yang dialami benda. Resultan gaya yang bekerja pada benda adalah R= F - W, nilai R lebih besar dari nol dan arahnya ke atas. Bila sudah dalam keadaan terapung, maka berat benda sama dengan gaya ke atasnya.

      W = F

      b

      ρ x V x g = ρ x V′ x g ; kedua ruas dibagi dengan g

      b b a b

      ρ x V ρ x V′ ; V > V′

      b b= a b b b

      ρ < ρ

      b a

      (V′ adalah volume bagian benda yang ada dalam zat cair ketika benda

      b

      sudah terapung, maka V′ < V )

      b b

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Benda akan terapung dalam zat cair, jika berat jenisnya lebih kecil daripada berat jenis zat cair. Contoh peristiwa terpung dalam kehidupan sehari-hari , misalnya: - Es dimasukkan ke dalam air.

    • Kayu dimasukkan ke dalam air.

      2. Melayang Bila suatu benda dimasukkan ke dalam zat cair dan seluruh bagian benda berada dalam zat cair, tetapi tidak bergerak ke dasar, maka gaya berat benda sama dengan gaya ke atas yang dialami benda tersebut. Akibatnya gaya – gaya yang bekerja pada benda terebut seimbang. Bila dihitung adalah sebagai berikut :

      W = F

      b

      ρ x V x g = ρ x V x g ; kedua ruas di bagi dengan V x g

      b b a b b

      ρ ρ

      b= a

      Benda akan melayang dalam zat cair, jika berat jenisnya samadengan berat jenis zat cair. Berat benda sama dengan gaya tekan ke atas yang dilakukan oleh zat cair terhadap seluruh bagian benda. Contoh peristiwa melayang dalam kehidupan sehari-hari, adalah :

    • Sebutir telur yang dimasukkan ke dalam air garam secukupnya.
    • Kapal selam yang tangki-tangkinya diisi air secukupnya.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    • Ikan yang mengisi pundit-pundi dengan udara secukupnya.

      6. Tenggelam Bila suatu benda dimasukkan (W ) ke dalam zat cair dan bena terus

      b

      bergerak turun sampai ke dasar zat cair, maka gaya berat benda lebih besar daripada gaya ke atas (F ) yang dialaminya (W > F ). Resultan

      b

      gaya yang bekerja pada benda terebut = W - F lebih bear dari nol dan

      b

      arahnya ke bawah. Besarnya gaya ke atas sama dengan berat zat cair yang dipindahkan.

      W = m = ρ x V x g ; F = berat zat cair yang dipindahkan

      b g b b

      = ρ x V x g

      

    a

      karena V = V → F = ρ x V x g

      B b b

      W > F → ρ x V x g > ρ x V x g

      b b b a b

      Sebuah benda akan tenggelam dalam zat cair, jika berat jenisnya lebih besar daripada berat jenis zat cair. Berat benda lebih besr daripada gaya tekan ke atas yang dilakukan zat cair terhadap benda. Contoh peristiwa tenggelam dalam kehidupan sehari-hari, adalah :

    • Batu dimasukkan ke dalam air.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    • Besi dimasukkan ke dalam air

      7. Tekanan udara Bumi kita diselubungi oleh udara yang berlapis-lapis. Lapisan udara itu diebut atmosfer. Makin tinggi permukan bumi, makin tipis udaranya. Udara mempunyai tekanan yang disebabkan oleh beratnya. Makin tinggi udara dari permukaan bumi, makin kecil tekanannya. Lapisan-lapisan atmosfer tersebut adalah :

      a. Troposfer, yaitu lapisan udara mulai dari permukan bumi sampai ketinggian ± 20 km.

      b. Stratosfer, yaitu lapisan udara mulai dari permukan bumi sampai ketinggian ± 20 km sampai ± 80 km.

      c. Ionosfer, yaitu lapisan udara mulai dari permukan bumi sampai ketinggian ± 80 km sampai ± 400 km.

      d. Eksosfer, yaitu lapisan udara mulai dari permukan bumi sampai ketinggian ± 400 km sampai ± 800 km.

      e. Diatas eksosfer, yaitu ruang hampa.

      8. Tekanan oleh zat cair Tekanan di dalam zat cair tergantung dari kedalamannya. Sebuah bejana bila berisi zat cair akan selalu tertarik ke bawah oleh gaya gravitasnya. Makin tinggi zat cair dalam bejana, maka makin berat zat cair itu, sehingga makin besar tekanan yang dikerjakan zat cair pada dasar bejana.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      VI. Langkah Pembelajaran Indikator Pengalaman Belajar Siswa

      Siswa mampu :

      1. Menemukan hubungan antara Siswa mempelajari gaya dan gaya, tekanan, dan luas daerah tekanan yang dikenai gaya. Siswa mendefinisikan sendiri gaya dan tekanan

      Siswa menemukan hubungannya antara gaya, tekanan dan luas daerah yang dikenai gaya

      2. Mengaplikasikan konsep bejana Mempelajari konsep bejana berhubungan dalam kehidupan berhubungan sehari-hari. Mencari contoh penggunaan bejana berhubungan dalam kehidupan sehari\hari

      3. Mendeskripsikan Hukum Pascal Siswa mempelajari uraian dan Hukum Archimedes melalui tentang Hukum Pascal Dan percobaan sederhana serta Hukum Archimedes penerapannya dalam kehidupan Siswa melakukan percobaan sehari-hari. Hukum Pascal dan Hukum

      Archimedes Siswa mencatat hasil percobaan Siswa menganlisis data hasil percobaan Siswa membuat kesimpulan sendiri Mempelajari contoh-contoh soal Mengerjakan soal latihan

      4. Menunjukkan beberapa produk mempelajari uraian Siswa teknologi dalam kehidupan sehari- tentang konsep benda terapung, hari sehubungan dengan konsep melayang dan tenggelam benda terapung, melayang, dan

      Siswa dapt membedakan konsep tenggelam. antara benda melayang dan benda terapung dapat menyebutkan

      Siswa contoh-contohnya dalam kehidupan sehari-hari

      5. Menjelaskan hubungan antara Siswa mempelajari sendiri ketinggian tempat dengan tekanan konsep tekanan udara dan udaranya. pengaruhnya

      6. Mengaplikasikan konsep tekanan mempelajari konsep Siswa benda padat, cair, dan gas pada tekanan pada benda cair, padat peristiwa alam yang relevan dan gas (dalam pemecahan masalah sehari-

      Siswa dapat memberikan contoh hari). konkritnya dalam kehidupan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      sehari-hari

      7. Melakukan percobaan yang dapat menunjukkan tekanan atmosfer.

      Siswa melakukan percobaan Siswa mencatat data Siswa menganalisis data Siswa menarik kesimpulan sendiri

      VII. Sarana dan Sumber Belajar

    • Lembar Kegiatan Siswa (LKS)
    • Martin Kanginan. (1994). Fisika SLTP Kelas I. Jakarta : Erlangga.
    • Kartika Budi. (2000). Fisika SLTP Kelas I. Jakarta : Widya Utama.
    • Aris Munandar. (2005). Paket Pembelajaran Fisika SMP kelas VII.
    • Tim Sains Fisika SMP. (2004). Sains Fisika I Untuk SMP Kelas VII.

      Jakarta : PT Galaxy Puspa Mega.

      VIII. Penilaian

      a. Prosedur Penilaian materi : diadakan ulangan akhir yang meliputi semua materi yang telah diajarkan. Soal berupa soal essay.

      b. Soal-soal Soal Indikator Aspek

      Yogyakarta : Andi

      1 Pemahaman

      2. Sebutkan beberapa contoh penggunaan konsep bejana berhubungan dalam kehidupan sehari- hari?

      2 Ingatan , pemahaman

      3. Sebuah balok berukuran 2m x 1m x 8dm dan memiliki massa jenis 8.000 kg/m

      3

      digantung dengan seutas tali. Kemudian balok dimasukkan kedalam air sehingga tercelup seluruhnya. Diketahui massa jenis air adalah 1.000 kg/m

      3 .

      a. Gambarkan skema persoalan tersebut?

      3 Penerapan

      1. Apa yang dimaksud dengan tekanan?

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      b. Berapa berat balok di udara, jika percepatan

      2

      gravitasi 9,8 m/s ?

      c. Berapa gaya ke atas dalam air?

      d. Berapa tegangan tali penggntung?

      4. Sebutkan beberapa contoh penggunaan Hukum

      3 Ingatan, Archimedes dalam kehidupan sehari-hari. pemahaman

      5. Sebutkan perbedan konsep antara benda terapung

      4 Ingatan, dan melayang? pemahaman

      6. Sebutkan lapisan-lapisan atmosfer?

      5 Ingatan, pemahaman c. Skoring

      No Pedoman Jawaban Bobot

      1 Dapat menyebutkan pengertian tekanan

      2

    • Besaran yang diartikan sebagai gaya berat yang bekerja tegak lurus pada sutu bidang per satuan luas bidang.

      2 Dapat menyebutkan beberapa contoh penggunaan

      1 konsep bejana berhubungan dalam kehidupan sehari- hari

    • pemasangan pipa ledeng, air mancur, desain teko air 3 - Dapat menggambarkan skema persoalan tersebut.

      20

    • Dapat memilih persamaan

      ω = V x ρ x g

      u

    • Melakukan perhitungan
    • Hasil akhir 125.440 N - Dapat memilih persamaan

      B = V x ρ x g

      air yang terdesak air

    • Melakukan perhitungan
    • Hasil akhir 15.680 N - Dapat memilih persamaan

      T = ω - B

      tali u

    • Melakukan perhitungan
    • Hasil akhir 109.760 N

      4 Dapat menyebutkan penggunaan Hukum Archimedes

      1 dalam kehidupan sehari-hari

    • kapal laut, kapal selam, galangan kapal, jembatan ponton, hydrometer dan densimeter.

      5 Dapat menyebutkan perbedaan konsep benda terapung

      4 dan melayang

    • Benda terapung

      a. Jika berat jenisnya lebih kecil daripada berat jenis zat cair b. Berat benda (ω) sama dengan gaya tekan ke atas

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      yang dilakukan oleh zat cair (B)

    • Benda melayang

      a. Jika berat jenisnya sama dengan berat jenis zat cair b. Berat benda sama dengan gaya tekan ke atas yang dilakukan oleh zat cair

      6 Dapat menyebutkan lapisan atmosfer

      2 JUMLAH

    • troposfer, stratosfer, ionosfer, eksosfer, ruang hampa

      30 LEMBAR KEGIATAN SISWA

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      MATA PELAJARAN : FISIKA POKOK BAHASAN : TEKANAN (EKSPERIMEN)

    KELAS : I SMP (SEKOLAH MENENGAH PERTAMA)

    SEMESTER : II

    IV. Kompetensi Dasar

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Mendeskripsikan tekanan pada benda padat dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.

      V. Indikator Hasil Belajar

      Siswa mampu:

      2. Menemukan hubungan antara gaya, tekanan, dan luas daerah yang dikenai gaya.

      3. Mengaplikasikan konsep bejana berhubungan dalam kehidupan sehari- hari.

      4. Mendeskripsikan Hukum Pascal dan Hukum Archimedes melalui percobaan sederhana serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

      5. Menunjukkan beberapa produk teknologi dalam kehidupan sehari-hari sehubungan dengan konsep benda terapung, melayang, dan tenggelam.

      6. Menjelaskan hubungan antara ketinggian tempat dengan tekanan udaranya.

      7. Mengaplikasikan konsep tekanan benda padat, cair, dan gas pada peristiwa alam yang relevan (dalam pemecahan masalah sehari-hari). Melakukan percobaan yang dapat menunjukkan tekanan atmosfer.

      VI. Petunjuk umum

      Dalam mempelajari pokok bahasan “Tekanan” ini, anda akan melakukan banyak kegiatan. Kegiatan tersebut antara lain: melakukan percobaan (eksperimen) , mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, mencatat data dalam bentuk tabel, mengolah data , menarik kesimpulan dari suatu percobaan, mempelajari sendiri suatu penjelasan/uraian, mempelajari contoh soal serta latihan mengerjakan soal dan tugas.

      Berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan tersebut sangat ditentukan oleh kemauan, kesungguhan dan ketekunan anda dalam melakukan setiap kegiatan yang ada. Oleh karena itu diharapkan anda melakukan seluruh kegiatan yang ada dalam lembar kegiatan siswa ini dengan baik dan sungguh-sungguh.

      VII. Kegiatan Siswa

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      A. Kegiatan Persiapan

      Pernahkah kamu pahami, mengapa kaki ayam tertanam lebih dalam pada tanah becek dibandingkan kaki angsa yang mungkin badannya lebih besar?

      B. Kegiatan Belajar Mengajar

      Tekanan dapat dibedakan menjadi: tekanan oleh zat padat, tekanan pada zat cair, dan tekanan udara.

    1. Tekanan oleh zat padat Kegiatan 1 : Mempelajari uraian sendiri

      Bacalah buku Sains Fisika 1 Untuk SMP Kelas VII Program Semester Gasal dan Semester Genap. Halaman 59 – 61.

      Kegiatan 2 : Melakukan eksperimen.

      Tujuan : Menunjukkan adanya tekanan oleh zat padat. Alat dan bahan : Busa, beban (balok kayu atau besi). Langkah kerja : a. Sediakan alat dan bahan seperti yang telah disebut di atas.

      b. Letakkan busa di atas meja.

      c. Letakkan beban di atas busa.

      d. Apa yang terjadi pada busa?

      e. Mengapa demikian!

      f. Dari percobaan di atas apa kesimpulanmu! Kegiatan 3 : Melakukan eksperimen.

      Tujuan : Dapat mengetahui faktor – faktor yang menentukan tekanan oleh zat padat

      Percobaan 1. Menyelidiki hubungan luas permukaan benda dengan

      tekanan Alat dan bahan : Batu bata dan tanah lembek Langkah kerja :

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      a. Siapkan sebuah batu bata yang masih utuh.

      b. Jatuhkan batu bata di atas tanah yang lembek dari ketinggian 1 meter sebanyak 2 kali, masing – masing pada sisi yang berbeda. Atur agar jatuhnya batu bata tidak berimpit.

      c. Dari percobaan di atas, mana bekas yang lebih dalam?

      d. Mana tekanan yang lebih besar?

      e. Bagaimana pengaruh permukaan pada tekanan?

      Percobaan 2 : Menyelidiki hubungan antara massa benda dengan tekanan.

      Alat dan bahan : batu bata dan tanah lembek. Langkah kerja :

      a. Siapkan 2 buah batu bata, yang satu utuh dan yang satu hanya setengahnya saja.

      b. Jatuhkan ke-2 batu bata tersebut secara bergiliran pada permukaan tanah yang lembek dari ketinggian 1 meter di tempat yang berbeda.

      c. Manakah bekas yang lebih dalam?

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      d. Mana tekanan yang lebih besar?

      e. Bagaimana pengaruh massa pada tekanan? Dari percobaan 1 dan 2 :

    • Apa yang mempengaruhi tekanan oleh zat padat dan bagaimana pengaruhnya?

      1. Angin meniup layer sebuah perahu yang luasnya 5 m

    2 F = 200 N

      = 250 cm

      Analisis

      ) = ………………………

      

    min

      ) = …………………….. (P

      2 Masalah (P

    maks

      = 40 cm

      III

      2 A

      2 Luas penampang III = 10 x 4 cm

      = 100 cm

      II

      2 A

      2 Luas penampang II = 25 x 4 cm

      1

      2

      5 200

      dengan kekuatan 200 N. Berapakh besar tekanan pada layer itu?

      Data

      = 5 m

      Masalah P = …………… Analisis P = A F

      =

      m N

      = 40 N/m

      2 A

      2

      2. Sebuah balok mempunyai ukuran (25 x 10 x 4) cm

      3

      dan beratnya 80 N. Hitunglah tekanan maksimum dan minimumnya, jika balok tersebut diletakkan di atas meja !

      Data F = 80 N

      Kegiatan 4 : Mempelajari contoh soal

      Luas penampang I = 25 x 10 cm

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    • Luas penampang minimum adalah luas penampang III, sehingga : Tekanan maksimum =

      angIII luaspenamp gayuaberat

    • Luas penampang maksimum adalah luas penampang I, sehingga : Tekanan minimum =

      cm N

      , berapakah:

      2

      Jika g = 10 m/s

      3 . balok tersebut diletakkan di atas meja.

      2. Sebuah balok mempunyai panjang 12 cm, lebar 8 cm, dan massa jenis 0,75 gr/cm

      , tentukan tekanan yang dihasilkan setiap gajah pada tanah tersebut. Gajah manakah yang menghasilkan tekanan lebih besar?

      2

      Salah satu gajah berdiri dengan 2 kaki dan gajah yang lain berdiri dengan keempat kakinya. Jika kedua gajah memiliki berat yang sama, yaitu 40.000 N dan luas bidang tekan setiap kaki sebesar 0,05 m

      2 Kegiatan 5 : Latihan soal 1. Dua ekor gajah bermassa sama berdiri di atas sebidang tanah.

      2 Jadi tekanan minimum balok tersebut adalah 0.32 N/cm

      80 = 0.32 N/cm

      250

      A F

      =

      P

      min

      P

      angIII luaspenamp gayuaberat

      2

      

    2

    Jadi tekanan maksimum balok tersebut adalah 2 N/cm

      80 = 2 N/cm

      40

      cm N

      =

      A F

      =

      maks

      =

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      a. tekanan maksimim

      b. tekanan minimum

    2. Tekanan pada zat cair Kegiatan 6 : Mempelajari uraian sendiri

      Bacalah buku Sains Fisika 1 Untuk SMP Kelas VII Program Semester Gasal dan Semester Genap. Halaman 61 – 63.

      Kegiatan 7 : Melakukan eksperimen

      Tujuan : Menunjukkan bahwa zat cair memberi tekanan Alat dan bahan : Ember, air dan triplek. Langkah kerja : a. Masukkan triplek ke dalam ember yang berisi air.

      b. Tekanlah triplek tersebut hingga semuanya masuk ke dalam air dan tahanlah. Apa yang kamu rasakan? c. Apa yang menyebabkannya?

      d. Dari percobaan di atas apa kesimpulanmu!

      Kegiatan 8 : Melakukan eksperimen . Tujuan : Mengamati hubungan tekanan dan kedalaman zat cair.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Alat dan bahan : 1 buah bejana ( botol air mineral yang dipotong bagian atasnya ), air. Langkah kerja : a. Siapkan sebuah botol air mineral yang dipotong bagian atasnya.

      b. Lubangilah botol tersebut dengan ketinggian yang berbeda.

      c. Kemudian isilah dengan air.

      d. Amatilah titik jatuh air dari lubang air!

      e. Pancaran air lubang manakah yang terkuat?

      f. Pancaran air lubang manakah yang terlemah?

      g. Tekanan zat cair lubang mana yang terbesar?

      h. Tekanan zat cair lubang mana yang terkecil? i. Dari percobaan di atas apa yang mempengaruhi tekanan zat cair dan bagaimana pengaruhnya?

      Kegiatan 9 : Mempelajari contoh soal

      3 9. Air di dalam tabung mempunyai massa jenis 1.000 kg/m .

      Tentukanlah tekanan hidrostatis di titik B yang berada pada kedalaman 0.2 m dari permukaan air !

      3 Data ρ = 1.000 kg/m

      h = 0.2 m g = 10 N/kg

      Masalah P = ………………….. Analisis P = ρ x g x h

      3

      = 1.000 kg/m x 10 N/kg x 0.2 m

      2

      = 2000 N/m

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      2 Jadi tekanan hidrostatisnya adalah 2000 N/m Kegiatan 10 : Soal latihan

      1. Seorang penyelam memeriksa kedalaman di dasar laut yang

      3

      dalamnya 15 m. jika berat jenis air laut adalah 10.094 N/m , berapakah tekanan air dalam dasar laut tersebut?

    3. Hukum Pascal Kegiatan 11 : Mempelajari uraian sendiri

      Bacalah buku Sains Fisika 1 Untuk SMP Kelas VII Program Semester Gasal dan Semester Genap. Halaman 66 – 67.

      Kegiatan 12 : Melakukan eksperimen.

      (Tekanan yang bekerja pada zat cair dalam ruang tertutup diteruskan ke segala arah dengan sama rata.)

      Tujuan : Memahami Hukum Pascal. Alat dan bahan : Kantong plastik, air, dan jarum Langkah kerja :

      a. Sediakan alat dan bahan seperti yang disebut di atas!

      b. Tusuklah sebuah kantong plastik di beberapa tempat dengan jarum! c. Isikan ke dalam kantong plastik itu air setinggi ⅔ bagian dari kantong itu sehingga air dapat keluar dari lubang – lubang kantong!

      d. Tutuplah lubang bagian atas kantong plastik tersebut

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      e. Tekanlah kantong plastik yang berisi air itu pada bagian atasnya dengan kuat! f. Bagaimana kuatnya pancaran air dari lubang – lubang tersebut!

      Apakah sama kuatnya?

      g. Yang ditekan adalah bagian atas tetapi pada lubang – lubang tersebut juga mendapat tekanan.

      h. Apa artinya? i. Bagaimana tekanan pada lubang – lubang tersebut! Sama atau tidak? Mengapa? j. Apa kesimpulanmu! k. Kesimpulan tersebut merupakan Hukum Pascal. Kalau demikian nyatakanlah Hukum Pascal tersebut!

    4. Hukum Archimedes

      (Sebuah benda yang tercelup sebagian atau seluruhnya ke dalam zat cair mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkannya.) Kegiatan 13 : Mempelajari uraian sendiri

      Bacalah buku Sains Fisika 1 Untuk SMP Kelas VII Program Semester Gasal dan Semester Genap. Halaman 64 – 65.

      Kegiatan 14 : Melakukan eksperimen

      Tujuan : Dapat mengetahui pengaruh gaya ke atas yang dilakukan zat cair pada benda dan dapat menentukan besarnya gaya ke atas yang dialami benda dalam zat cair. Alat dan bahan : Neraca pegas, gelas kimia berpancuran, air, anak timbangan, anak kunci, dan batu. Langkah kerja :

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      f. Masukkan data hasil pengukuran anda kedalam tabel berikut.

      Benda W

      b. Tuangkan air kedalam gelas kimia sampai permukaan air mencapai lubang pancuran.

      c. Ukurlah berat benda dengan neraca pegas (W

      1 ).

      d. Ukurlah berat benda di dalam air (W

      2 ).

      e. Masukkan benda yang masih tergantung pada neraca pegas kedalam gelas kimia. Air yang didesak ke luar melalui lubang pancuran ditampung dengan gelas lain kemudian diukur beratnya.

    • – W

    1 W

      1

    • – W

      A = berat air yang didesak keluar oleh benda.

      ! Bagaimana hasilnya, sama atau berbeda? h. Bila berbeda, perbedaannya bagaimana? Besar atau kecil? i. Apa kesimpulanmu!

      2

      1

      dan W

      A

      g. Bandingkan nilai W

      2

      = selisih berat benda sebelum dan setelah dimasukkan ke dalam air W

      

    2

    W

      1

      = berat benda setelah dimasukkan ke dalam air W

      2

      = berat benda sebelum dimasukkan ke dalam air W

      W

      2 W

      1

    • – W

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      j. Bila percoban tersebut dilakukan dengan cermat dan teliti maka baru disebut hukum Archimedes. k. Dengan demikian, nyatakanlah hukum Archimedes itu!

    5. Tenggelam, Terapung, dan Melayang

      Tenggelam

      Kegiatan 15 : Mempelajari sendiri uraian

      Bacalah buku Sains Fisika 1 Untuk SMP Kelas VII Program Semester Gasal dan Semester Genap. Halaman 66.

      Kegiatan 16 : Melakukan eksperimen Tujuan : Untuk mengetahui syarat benda tenggelam.

      Alat dan bahan : benda (batu atau besi), air, dan bejana. Langkah kerja :

      16.a a. Masukkan benda ke dalam air dan lepaskan.

      b. Perhatikan apa yang terjadi pada benda tersebut!

      c. Mana yang lebih besar, berat benda atau gaya ke atas? Mengapa!

      d. Kalau demikian, apa syarat benda tenggelam?

      16.b

      a. Dengan menggunakan gelas ukur dan neraca, ukurlah massa jenis air dan massa jenis benda. Mana yang lebih besar massa jenis benda atau massa jenis air?

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      b. Kalau demikian, apa syarat benda tenggelam? Dari eksperimen 16.a dan 16.b, apa syarat benda tenggelam?

      Terapung

      Kegiatan 17 : Mempelajari uraian sendiri

      Bacalah buku Sains Fisika 1 Untuk SMP Kelas VII Program Semester Gasal dan Semester Genap. Halaman 65.

      Kegiatan 18 : Melakukan eksperimen

      Tujuan : Untuk mengetahui syarat terapungnya suatu benda Alat dan bahan : bejana, balok kayu, neraca penggaris, air Langkah kerja :

      18.a Benda masih di dalam zat cair

      a. Isi bejana dengan air hingga hampir penuh (2 / 3 bagian)

      b. Letakkan balok kayu di dasar bejana (tekan dengan tangan), kemudian lepaskan. Apa yang terjadi pada balok kayu tersebut? c. Dengan mengamati gerak balok kayu, saat tekanan tangan dilepaskan. Manakah yang lebih besar gaya ke atas atau berat benda ? Mengapa!

      18.b Benda sudah mengapung

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      a. Setelah benda sampai dipermukaan, bagaimanakah berat bendanya? b. Dengan menggunakan gelas ukur dan neraca, ukurlah massa jenis kayu dan massa jenis air. Manakah yang lebih besar? c. Kalau demikian, apa syaratnya benda terapung ?

      Melayang

      Kegiatan 19: Mempelajari sendiri uraian

      Bacalah buku Sains Fisika 1 Untuk SMP Kelas VII Program Semester Gasal dan Semester Genap. Halaman 66.

      Kegiatan 20 : Melakukan eksperimen

      Tujuan : Untuk mengetahui syarat benda melayang Alat dan bahan : bejana, air, batu dan garam. Langkah kerja : a. Sediakan bejana dan isi dengan air 2 / 3 bagian.

      b. Masukkan batu pelan – pelan di dasar bejana, tambah sedikit demi sedikit garam dan aduklah garam pelan – pelan hingga suatu saat batu terlihat melayang dalam larutan garam.

      c. Apa yang terjadi pada batu!

      d. Bagaimanakah besar gaya ke atas dan berat bendanya ? Mengapa!

      e. Dengan menggunakan gelas ukur dan neraca, ukurlah massa jenis batu dan massa jenis larutan garam. Manakah yang lebih besar?

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      b

      3

      = 0,001 m

      3 W b

      = 11,76 N ρ = 1.000 kg/m

      3

      g = 10 m/s

      2 Masalah

      a) Benda tenggelam, melayang atau terapung

      b) W

      b

      dalam air?

      Analisis

      a. ρ

      dihitung kemudian dibandingkan dengan ρ ρ

      b

      b

      =

      V m

      m

      b

      didapat dari, m

      b

      =

      g W

      =

      s m N

      /

      10 76 ,

      11 = 1,176 kg sehingga:

      = 1.000 cm

      f. Apa syarat benda melayang! Dari kegiatan 16, 18 dan 20 sebutkan syarat benda tenggelam, terapung dan melayang dengan mengisi tabel berikut:

      Keadaan benda Gerak benda Hubungan W dan F

      a

      a

      Hubungan ρ dan ρ

      b

      Tenggelam W …………….. F

      a

      ρ ………………...........

      ρ

      b

      Terapung W …………….. F

      a

      ρ ……………………...

      ρ

      b

      Melayang W …………….. F

      ρ ….…………………..

      Data

      ρ

      b Kegiatan 21 : Mempelajari contoh soal

      1. Sebuah benda volumenya (V

      b

      ) 1.000 cm

      3

      dan beratnya (W

      b

      ) 11,76 N, dimasukkan ke dalam air yang massa jenisnya (ρ ) 1.000 kg/m

      3

      , serta gaya gravitasi bumi (g) 10 m/s

      2 .

      a. Tenggelam, melayang atau terapungkah benda tersebut?

      b. Berapa berat benda di dalam air?

      V

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      3

      1 Sebuah kubus yang volumenya 0.1 m

      3

      terapung pada air yang massa jenisnya 1.000 kg/m

      3

      . bila bagian kubus yang tercelup dalam air adalah ¾ nya, berarti gaya ke atas yang dialami benda tersebut adalah (g = 10 m/s

      2

      )

      2. Sebuah benda yang bervolume 100 cm

      dan beratnya 5 N tenggelam di dalam kolam air tawar, maka berat benda di dalam air adalah ( ρ = 1000 kg/m

      dalam air = 11,76 N – 10 N = 1,76 N Jadi berat benda di dalam air adalah 1,76 N

      3

      )

      3. Sebuah benda yang beratnya 98 N melayang di dalam minyak tanah yang massa jenisnya 1.000 kg/m

      3

      . Hitunglah:

      a. gaya ke atas yang dialami benda

      b. berat minyak tanah yang didesak benda

      c. volume minyak tanah yang didesak benda

      Kegiatan 22 : Latihan soal

      ρ

      b

      b > ρ , maka bendanya akan tenggelam.

      =

      V m

      =

      m kg

      001 , 176 ,

      1 = 1.176 kg/m

      3

      karena ρ

      b. W

      = 10 N Gaya ke atas = 10 N W

      b

      dalam air = W – gaya ke atas Gaya ke atas = berat air yang didesak Bila benda tenggelam, maka volume air yang didesak = volume benda = 0,001m

      3 Berat air yang didesak = V x ρ x g

      = 0,001 m

      3

      x 1.000 kg/m

      3

      x 10 m/s

      2

      b

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      d. volume benda

      e. massa jenis benda

    6. Tekanan Udara Kegiatan 23 : Mempelajari sendiri uraian

      Bacalah buku Sains Fisika 1 Untuk SMP Kelas VII Program Semester Gasal dan Semester Genap. Halaman 67 – 69.

      Kegiatan 24 : Melakukan eksperimen

      Tujuan : Untuk mengamati tekanan udara pada dinding ruang tertutup. Alat dan bahan : Balon Langkah kerja :

      c. Siapkan sebuah balon yang belum ditiup. Bagaimanakah bentuk balon tersebut? a. Tiuplah balon. Apakah yang terjadi pada balon tersebut?

      b. Berisi apakah balon yang sudah di tiup?

      c. Bagaimana bentuk balon yang berisi udara?

      d. Apa yang menyebabkannya?

      e. Coba tekanlah permukaan balon dengan jarimu. Apakah yang kamu rasakan? f. Lepaskan tekanan jarimu. Apakah yang terjadi pada permukaan balon yang kamu tekan tadi? g. Apa kesimpulan kamu

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    7. Hukum Boyle

      Hasil kali tekanan dengan volum gas dalam ruang tertutup adalah tetap, asalkan suhu tidak berubah.

      Kegiatan 25 : Mempeljari sendiri uraian

      Bacalah buku Sains Fisika 1 Untuk SMP Kelas VII Program Semester Gasal dan Semester Genap. Halaman 70.

      Kegiatan 26 : Melakukan eksperimen

      Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara tekanan dan volume udara dalam ruang tertutup. Alat dan bahan : Alat suntik Langkah kerja : a. Tekanlah alat suntik tersebut dengan kuat.

      b. Bagaimanakah gayanya? Lebih kuat atau lemah ?

      c. Bagaimanakah Volumenya? Lebih lebih besar atau kecil ? d. Tekanlah menjadi setengahnya (kekuatannya dikurangi).

      e. Bagaimanakah gayanya? Lebih kuat atau lemah ?

      f. Bagaimana volumenya? Lebih besar atau kecil ?

      g. Dengan demikian, apa yang dapat kamu simpulkan!

      h. Bila dapat dilakukan percobaan dengan alat Boyle dengan mengukur tekanan udara dan volume udara secara cermat dan teliti maka akan diperoleh bahwa : Bila volume mula – mula = V dan tekanan mula – mula = P , kemudian berubah menjadi

      1

      1 V dan P maka : V x P = V x P

      2

      2

      1

      1

      2

      2

      i. Dengan demikian, nyatakanlah hukum Boyle itu!

      Kegiatan 27 : Mempelajari contoh soal

      1. Bila volume gas dalam suatu ruang tertutup diubah menjadi empat kali lipatnya. Berapakah tekanannya?

      Data volume awal = V

      1 Tekanan awal = p

      1

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Volume akhir V = 4 x V

      2

      1 Masalah p = …………………………..

    2 Analisis p x V = p x V

      1

      1

      

    2

      2

      p x V = p x 4V

      1

      1

      

    2

      1

      p = 4 x p

      1

      2

      1 p = p

      2

      1

      4 jadi, tekanannya adalah seperempat dari tekanan awal.

      Kegiatan 28 : Latihan soal

      1. Tekanan sebuah tabung gas 4 atmosfer dan volume mula-

      3

      mulanya 300 cm . tabung tersebut kemudian ditekan sehingga volumenya menjadi setengahnya, berapakah tekanan udara dalam tabung gas tersebut? Data Keterlibatan Siswa Dalam Pembelajaran Dengan Metode Eksperimen

      1. Melakukan Percobaan Jumlah Siswa yang terlibat dalam kegiatan ke- Jumlah Siswa

      9

      27

      26

      24

      23

      22

      20

      18

      16

      15

      14

      12

      11

      8

      29

      6

      5

      4

      3

      1

      5

      2

      3

      4

      4

      6

      3

      28

      31

      3

      4

      23 Siswa

      88

      28 Siswa

      3

      1

      4

      4

      5

      3

      3

      3

      2

      4

      32

      3

      3

      3

      4

      3

      4

      3

      3

      2

      3

      2

      3

      4

      3

      1

      2

      15

      14

      13

      12

      11

      10

      9

      8

      6

      5

      4

      3

      1

      17

      Kode Siswa Frekuensi Keterlibatan

      Kode Siswa Frekuensi Keterlibatan

      2. Mencatat Data di Papan Tulis Keinginan Realisasi

      10 32 30 30 29 31 32 31 30 30 31 28

      9

      8

      7

      6

      5

      4

      3

      2

      16

      18

      5

      4

      4

      2

      3

      3

      4

      4

      5

      5

      2

      5

      4

      4

      3

      20

      3

      2

      3

      32

      31

      30

      29

      28

      27

      26

      24

      23

      22

      72 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      31 S B B B B B B B S B B

      22 S S - B S S B B S - B

      23 S S B S S S S S S B S

      24 S - B B - B B S - B B

      25 B - B B - S S B B B B

      26 B - - B - - B B S B B

      27 S B B S B B S S B B S

      28 S B B B B S B B B B B

      29 B B B B B B B B B S B

      30 S S S B S S B S S S B

      32 B B B B B B B B B B B N 1 30 26 30 30 27 28 31 32 30

      20 S B S B B B B S B S B

      31

      30 N 2 15 20 26 25 21 18 24 19 19

      24

      25 Keterangan : NK = Nomor Kegiatan Siswa

      KS = Kode Siswa N

      1

      = Jumlah siswa yang terlibat N

      2

      = Junlah jawaban yang benar

      21 S B B S B B S S B B S

      3. Menyimpulkan Hasil Percobaan

      NK KS

      5 S B S B B B B S B S B

      2

      3

      7 8 12 14 16 18 20

      24

      26

      1 B B B B B B B B B B B

      2 S S B B S S B S S B B

      3 S S B B S S B B S B B

      4 B - S B - - B B - S B

      6 B B B B B B B B B B B

      18 B B B B B S B B B B B

      7 S S B S S S S S S B S

      8 S B B B B B B S B B B 9 - - B - B - - B B B -

      10 S B B S B B S S B B S

      11 B B B B B B B B B S B

      12 B - B B - - B S S B B

      13 B B B B B B B B B B B

      14 B B B B B B B B B B B

      15 B B B B B S S B B B B

      16 B B B B B B B S S B B 17 - B B - B B B B B S -

      19 B B B B B B B B S B B

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      30

      25 S B B B S - B

      26 B B B B B B -

      27 S B B B S B B

      28 B B B B B B S

      29 S B B B S S B

      30 B B B B B B B

      31 B B B B B B B

      32 B B B B B S B N 1

      30

      32

      32

      32

      30

      23 B B B B B B B

      29 N 2

      23

      32

      32

      31

      20

      22

      22 Keterangan : NK = Nomor Kegiatan Siswa

      KS = Kode Siswa N

      1

      = Jumlah siswa yang terlibat N

      2

      = Junlah jawaban yang benar

      24 B B B B B B B

      4. Mengerjakan Soal Latihan

      5

      4 B B B B B B B

      10

      22

      28 NK KS

      1

      2

      1

      1

      2

      3

      1

      1 B B B B S B B

      2 B B B B B S S

      3 B B B B B B B

      5 S B B B S B B

      21 B B B S B - B

      6 B B B B B S -

      7 B B B B S B B

      8 B B B B B B B 9 - B B B - B S

      10 S B B B S S B

      11 B B B B B B B

      12 B B B B B B -

      13 B B B B B S B

      14 S B B B S B B

      15 B B B B B B B

      16 B B B B B B S 17 - B B B - S S

      18 B B B B B B S

      19 B B B B S S B

      20 B B B B B B S

      22 S B B B B B B

      5. Mengajukan Pertanyaan Keinginan Realisasi

      1

      11

      16

      27

      32

      1

      1

      1

      6

      1

      1

      1

      7 Siswa

      7

      7 Siswa

      9

      2

      Kode Siswa Frekuensi Keterlibatan

      27

      Kode Siswa Frekuensi Keterlibatan

      2

      6

      9

      11

      16

      32

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      1

      7 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      

    Lembar Observasi

    Tanggal : ……………………………………………………………..

      Sub Pokok Bahasan : …………………………………………………………….. Waktu : ……………………………………………………………..

      Jenis Keterlibatan Kode Siswa Frekkuensi Keterlibatan

      Daftar Nilai Untuk Pembelajaran Dengan Metode Demonstrasi Mata Pelajaran : Fisika Kelas : VII

      B

      NO NIS NAMA SISWA NILAI 1 4044 ALIT RAGIL HANDAYANI TH

      6 2 4045 ANDRIPIONO YOHANES 4.5 3 4046 ANNA YULIA ANDARI M 6 4 4047 DANAR WINANGSI 4 5 4048 DEOLINDA SILVA PINTO 3.5 6 4049 DESCA BUDI GUNAWAN 10 7 4050 DESI NURCAHYANI M 6 8 4051 DIANA NOVITA C 6.75 9 4052 DWI SUSANTO ANT 4 10 4053 ELIYA LILIK MASHURI 6 11 4054 FRISKA HAPPY WULANDARI Y 7.5 12 4055 HANDITO H. FA 6 13 4056 JATI ANUGRAH PANGESTU Y 7 14 4057 KAREN DELLY DAMARA G 6 15 4058 KRISTANTO WASISTO ALEX 4 16 4059 MAHASTRI DEASYANTI M 7 17 4060 MAWEIKERE ANASTASIA 6 18 4061 PRAMITA AGATHA FLORENTINA 4 19 4062 PRASETYA W. FX 8 20 4063 PRIMAHERYANTI FRANSISKA 4.5 21 4064 PRIMANINGSIH EMANUELA 7 22 4065 PUJI JATMIKO FX 2.5 23 4066 PUSPITA KANDARI EMANUELA 7.75 24 4067 RATIH HASTUTI PATRICIA 4.5 25 4068 RIANTO YAKOBUS 6 26 4069 RUI SARMENTO 4.5 27 4070 SUGIYANTO 6 28 4071 SUKMA NIARA FRAN 5.5 29 4072 SUSANTI CICILIA 8 30 4073 TITIK SETYAWATI TH 6 31 4074 TRIATMINI MM 8 32 4075 WAHYU SANTOSO DANIEL

      6 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Daftar Nilai Untuk Pembelajaran Dengan Metode Eksperimen Mata Pelajaran : Fisika Kelas : VII

      B

      NO NIS NAMA SISWA NILAI 1 4044 ALIT RAGIL HANDAYANI TH

      7 2 4045 ANDRIPIONO YOHANES 5 3 4046 ANNA YULIA ANDARI M 6 4 4047 DANAR WINANGSI 5 5 4048 DEOLINDA SILVA PINTO 5 6 4049 DESCA BUDI GUNAWAN

      10 7 4050 DESI NURCAHYANI M 7 8 4051 DIANA NOVITA C 7 9 4052 DWI SUSANTO ANT 6 10 4053 ELIYA LILIK MASHURI 7 11 4054 FRISKA HAPPY WULANDARI Y 8 12 4055 HANDITO H. FA 6 13 4056 JATI ANUGRAH PANGESTU Y 7 14 4057 KAREN DELLY DAMARA G 6 15 4058 KRISTANTO WASISTO ALEX 5 16 4059 MAHASTRI DEASYANTI M 7 17 4060 MAWEIKERE ANASTASIA 6 18 4061 PRAMITA AGATHA FLORENTINA 6 19 4062 PRASETYA W. FX 8 20 4063 PRIMAHERYANTI FRANSISKA 6 21 4064 PRIMANINGSIH EMANUELA 7 22 4065 PUJI JATMIKO FX 5 23 4066 PUSPITA KANDARI EMANUELA 8 24 4067 RATIH HASTUTI PATRICIA 6 25 4068 RIANTO YAKOBUS 6 26 4069 RUI SARMENTO 7 27 4070 SUGIYANTO 6 28 4071 SUKMA NIARA FRAN 6 29 4072 SUSANTI CICILIA 8 30 4073 TITIK SETYAWATI TH 6 31 4074 TRIATMINI MM 8 32 4075 WAHYU SANTOSO DANIEL

      7 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Dokumen baru

Download (175 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Efektivitas remediasi dengan metode tugas yang direpresentasikan dalam meningkatkan hasil belajar fisika: Studi Eksperimen pada siswa kelas II cawu II pokok bahasan cahaya di SLTP Negeri 1 tahun pelajaran 2000/2001
0
2
87
Analisis perbandingan motivasi berprestasi siswa menggunakan pembelajaran kooperatif metode investigasi kelompok dan metode ekspositori pada pelajaran biologi: kuasi eksperimen di MAN 2 Bogor
2
6
63
Efektivitas metode demonstrasi pada pembelajaran PAI hubungan dengan motivasi belajar siswa di SMP PGRI i Ciputat Tengerang Selatan
0
8
115
Perbandingan penguasaan konsep siswa antara pembelajaran mengunakan multimedia dengan non multimedia pada pokok bahasan virus : eksperimen di kelas x sma negeri 2 ciputat
0
3
137
Minat belajar siswa pada pembelajaran sastra dengan metode demonstrasi di kelas X Madrasah Aliyah Negeri XI Jakarta
0
8
109
Pengaruh strategi pembelajaran aktif dengan metode pengajaran terbimbing terhadap kemampuan komunikasi matematik siswa pada sub bab relasi dan fungsi (penelitian eksperimen di SMP 3 Pelabuhan Ratu)
0
20
194
Pengaruh metode eksperimen terhadap hasil belajar fisika siswa pada konsep tekanan (kuasi eksperimen di SMP Darul Mukhlishin Cengkareng)
0
5
168
Pengaruh pembelajaran dengan menggunakan metode simulasi terhadap pemahaman konsep matematika siswa
2
5
160
Perbedaan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional dan metode pembelajaran konvensional dan metode pembelajaran portofolio dalam mata pelajaran kimia: studi eksperimen di SMA Negeri I Pondok Aren Tangerang, Banten
0
19
87
Peningkatan kemampuan menulis paragraf narasi dengan penggunaan metode field trip pada siswa kelas IX di SMP Dwiguna Depok
0
7
58
Perbedaan hasil belajar siswa antara yang menggunakan pendekatan keterampilan proses melalui metode eksperimen dan pendekatan ekspositori melalui metode demonstrasi : quasi eksperimen pada kelas x SMA Negeri 2 Ciputat Tangerang
0
3
163
Penggunaan metode guided discovery learning untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa pada pokok bahasan bangun ruang sisi lengkung: studi quasi eksperimen di SMP Paramarta
5
12
69
Pembelajaran dengan metode diskoveri terbimbing dalam meningkatkan hasil belajar kimia siswa pada pokok bahasan asam basa : studi eksperimen di SMP Islamiyah Ciputat
0
3
180
Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan hasil belajar siswa melalui pokok bahasan pesawat sederhana di SMP Negeri-4 kelas VIII semester II Palangka Raya tahun ajaran 2015/2016 - Digital Library IAIN Palangka Raya
1
1
185
Penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa pokok bahasan pesawat sederhana di MTs An-Nur Kelas VIII Semester I Palangka Raya Tahun Ajaran 2015/2016 - Digital Library IAIN Palangka Raya
1
0
18
Show more