Representasi materi pembelajaran fisika oleh dua orang guru fisika di dua sma Yogyakarta dan pengetahuan yang diduga mendasarinya - USD Repository

Gratis

0
7
226
1 year ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

REPRESENTASI MATERI PEMBELAJARAN FISIKA OLEH DUA

ORANG GURU FISIKA DI DUA SMA YOGYAKARTA DAN

PENGETAHUAN YANG DIDUGA MENDASARINYA

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Fisika Oleh : Nuning Pudyastuti

  NIM : 051424014 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

  2010

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

HALAMAN PERSEMBAHAN

Di dalam hidup ini, semua indah pada waktunya.

  

Ada waktunya menabur

Ada juga waktu menuai.

Mungkin dalam hidupmu badai datang menyerbu,

Mungkin doamu bagai tak terjawab!

  

Namun yakinlah tetap.

Tuhan takkan terlambat!

Juga tak akan lebih cepat

  

Semuanya......

Dia jadikan indah tepat pada waktunya

Tuhan selalu dengar doamu!

  

Tuhan tak pernah tinggalkanmu!

Pertolongannya pasti’kan tiba tepat pada waktunya

Bagaikan kuncup mawar pada waktunya mekar

Percayalah.......

  

Tuhan jadikan semua indah pada waktunya

Hendaklah kita slalu hidup dalam Firmannya

Percayalah kepada Tuhan!

Nantikan dia bekerja pada waktunya.

  

Tuhan takkan terlambat

Juga tak akan lebih cepat

Ajarlah kami setia slalu menanti waktumu Tuhan

1 Korintus 10:13 & Pengkhotbah 3:11A

  Kupersembahkan karya kecilku ini untuk : ♥ Tuhan Yesusku ♥ Bapak dan Ibu sebagai tanda cinta serta baktiku

  ♥ Keluarga Besarku ♥ Almamaterku

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ABSTRAK

REPRESENTASI MATERI PEMBELAJARAN FISIKA OLEH DUA

ORANG GURU FISIKA DI DUA SMA YOGYAKARTA DAN PENGETAHUAN YANG DI DUGA MENDASARINYA

  Nuning Pudyastuti Universitas Sanata Dharma 2010 Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi materi pembelajaran fisika oleh dua orang guru fisika dan pengetahuan yang diduga mendasarinya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah dua orang guru fisika. Penelitian dilaksanakan di dua Sekolah Menengah Atas yaitu di salah satu sekolah negeri di Yogyakarta dan salah satu sekolah swasta di Yogyakarta. Proses pengambilan data dilaksanakan pada bulan Juli 2009 - Agustus 2009. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah video rekaman proses pembelajaran, fieldnotes, dan pertanyaan wawancara.

  Representasi materi pembelajaran terlihat dari : media dan metode yang digunakan guru dalam menyampaikan materi, alur penyampaian materi, dan cara guru menyampaikan materi sehingga mudah dipahami siswa.

  Hasil penelitian menunjukkan : media yang digunakan guru A untuk menjelaskan gaya lorentz ialah papan tulis, alat peraga (tangan kanan dan 3 buah spidol). Media yang digunakan guru B untuk menjelaskan gerak peluru ialah papan tulis, rekaman gerak benda, dan power point. Metode yang digunakan guru A untuk menjelaskan gaya lorentz ialah ceramah, ceramah siswa aktif, demonstrasi, tanya jawab, dan problem solving (diskusi). Metode yang digunakan guru B untuk menjelaskan gerak peluru ialah ceramah, pendampingan individual, dan problem solving (diskusi). Alur penyampaian materi pelajaran yang dilakukan guru A : guru memulai dengan perumusan persamaan gaya lorentz pada kawat sejajar, cara menentukan arah gaya lorentz, penurunan persamaan gaya lorentz per satuan luas dan latihan soal. Sedangkan guru B : guru memulai dengan memberikan rekaman gerak benda, penurunan persamaan gerak parabola, dan latihan soal. Cara guru A menyampaikan materi tentang gaya lorentz dengan menyampaikan secara berulang-ulang, menggunakan media lebih dari satu, gerakan tangan, kalimat penekanan, dan memberikan tanda kotak pada hasil akhir persamaan. Sedangkan cara yang digunakan oleh guru B dalam menyampaikan materi tentang gerak peluru ialah menggunakan kalimat penekanan, peringatan, gerakan tangan, contoh peristiwa dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan tanda kotak pada persamaan yang dianggap penting. Pengetahuan-pengetahuan yang diduga mendasari tindakan guru merepresentasikan materi pembelajaran, yaitu pengetahuan tentang media dan metode pembelajaran, materi, pengetahuan kondisi siswa, lingkungan, dan pengalaman mengajar yang berbeda.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

REPRESENTATION OF PHYSICS SUBJECT MATTER BY

TWO PHYSICS TEACHER IN TWO SENIOR HIGH SCHOOL

OF YOGYAKARTA AND KNOWLEDGE WHICH IS

THOUGHT AS THE BASIS

Nuning Pudyastuti

Sanata Dharma University

  

2010

This study aims at describing the representation of physics subject matter

by two physics teachers. This research is a descriptive qualitative research. The

subject of the research itself are two physics teacher. The research was carried out

in two Senior High School, one of them is Yogyakarta State Senior High School

and the other is private school. The research was done on July until August 2009.

Instrument which were used in this research is learning process video record, field

notes and interview scene.

  The forms of representation used by teachers is a generally representation

that usually used by teachers in general. The representation of subject matter

looked on : media and method used by teachers when delivered materials, material

delivery sequences, and how teachers deliver materials so students can easily

understand.

  The results of the research show: the media used by teacher A to explain

Lorentz force are a blackboard and demonstration (right hand and three markers).

The media used by teacher B to explain projectile motion are a blackboard, track

of movement object and powerpoint. The methods used by teacher A to explain

Lorentz force are lecturing, student active lecturing, demonstration, question and

answer, and problem solving. The methods used by teacher B to explain projectile

motion are lecturing, individual tutorial and problem solving. The sequence of

learning material delivery by teacher A : the teacher start with the formula of

Lorentz force equation on the parallel wires, how to determine the direction of

Lorentz force, Lorentz force per unit area equation deriving and exercises. While

the sequence of learning materials delivery on the teacher B : the teacher start

with by giving students track of movement object, equation deriving of parabola

motion, and exercises. The way teacher A delivered learning materials about

Lorentz force was by repeatedly explaining, using more than a media, hand it thus

ilustration, emphasizing, and giving a signal box on the equation. Whereas the

way used by teacher B in learning materials delivery about projectile motion was

using a emphasizing sentences, hands movements, event example in everyday life,

and giving a signal box on an important equation. Knowledges which teacher is

based on represented subject matter are knowledge about media and learning

methods, materials, knowledge about the condition of students, environments, and

the different of learning experiences.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus atas rahmat dan

berkatNya sehingga penyusunan skripsi yang berjudul ”Representasi Materi

Pembelajaran Fisika Oleh Dua Orang Guru Fisika Di Dua SMA Yogyakarta Dan

Pengetahuan Yang Diduga Mendasarinya” telah dapat penulis selesaikan.

  Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh

gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika. Penulis menyadari

bahwa penyusunan skripsi ini tidak dapat lepas dari dukungan berbagai pihak.

Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih

kepada :

  1. Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D., selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktunya dan penuh kesabaran memberikan bimbingan, arahan dan masukan selama penyusunan skripsi ini.

  2. Dosen-dosen Pendidikan Fisika USD (Pak Domi, Romo Paul, Pak Sarkim, Pak Rohandi, Pak Kartika, Bu Maslichah, Pak Atmadi), yang telah memberikan ilmu dan membantu penulis selama di bangku kuliah.

  3. Bapak Drs. Rubiyanto, MM., selaku kepala SMA N 6 Yogyakarta yang telah berkenan memberikan ijin.

  4. Ibu Dra. Anna Harsanti selaku kepala SMA Stella Duce 2 Yogyakarta yang telah berkenan memberikan ijin.

  5. Bapak Drs. Doso Atmono selaku guru bidang studi Fisika di SMA N 6 Yogyakarta atas bantuan dan bimbingan selama penulis melaksanakan penelitian.

  6. Bapak Drs. Jarot Kaptono selaku guru bidang studi Fisika di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta atas bantuan dan bimbingan selama penulis melaksanakan penelitian.

  7. Drs. Severinus Domi, M.Si. dan Drs. A. Atmadi, M.Si. selaku dosen penguji yang telah memberikan masukan demi penyempurnaan skripsi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  8. Siswa-siswi kelas XIIA

  3 SMA N 6 Yogyakarta dan siswi-siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta, terima kasih atas kerja samanya.

  9. Pak Sugeng dan Mbak Heni atas bantuan dan pelayanannya di sekretariat JPMIPA.

  10. Bapak dan ibuku, serta segenap keluargaku atas segala bantuan materi, support dan doa.

  11. Teman-teman seperjuangan dalam tim proyek PCK (Prapti, Eni, Nita, Wido, Dini, Indah, Ambro, Agatha, Yoyok, Eva, Made) terima kasih atas kerjasamanya.

  

12. Nita Cicil yang telah membantu penulis menerjemahkan abstrak.

  13. Teman-teman P.Fis’05 (Ika, Prapti, Eni, Dini, Cici, Nita Cicil, Nita K, Rita, Ira, Feri, Wido, Era, Yosi, Wisnu, Nori, Tutik, Vega, Arun, Agus, Maya, Khoti, Asih, Meli, Iren, Dinar, Helen), yang telah membantu penulis selama di bangku kuliah. Sukses semuanya.

  14. Dona sahabatku. Terimakasih atas doa dan dukungannya.

  15. Teman-teman kost Pelangi makasih buat dukungannya.

  16. Semua pihak yang telah membantu kelancaran penulisan skripsi ini, yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. Terima kasih atas bantuannya. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini jauh dari sempurna. Oleh

karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik demi perbaikan skripsi ini.

Semoga skripsi ini berguna bagi para pembaca sekalian.

  Yogyakarta,

  30 Agustus 2010 Penulis

  

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i

  

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING.................................................. ii

HALAMAN PENGESAHAN............................................................................. iii

HALAMAN PERSEMBAHAN.......................................................................... iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA............................................................. v

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS.......................................................... vi

ABSTRAK.......................................................................................................... vii

ABSTRACT........................................................................................................ viii

KATA PENGANTAR........................................................................................ ix

DAFTAR ISI .................................................................................................... xi

  

BAB I. PENDAHULUAN ................................................................................. 1

A. Latar Belakang Masalah ......................................................................... 1 B. Dasar Teori ............................................................................................. 3

  1. Pembelajaran Fisika........................................................................... 3

  2. Dasar Pengetahuan Untuk Mengajar................................................. 4

  3. Pengetahuan Materi Pembelajaran (Content Knowledge)................ 5

  4. Pengetahuan Pedagogis (Pedagogical Knowledge).............................6

  5. Pedagogical Content Knowledge (PCK)…………………………… 7

  6. Komponen-Komponen PCK……………………………………….. 10

  7. Sumber-Sumber PCK………………………………………………. 12

  8. Representasi Pengetahuan………………………………………….. 12

  C. Batasan Masalah .................................................................................... 19

  D. Batasan Istilah ........................................................................................ 19

  1. Representasi……………………………………………………….. 19

  2. Alur Penyampaian Materi…………………………………………. 19

  E. Rumusan Masalah................................................................................... . 19 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G. Manfaat Penelitian ................................................................................. 20

  

BAB II METODOLOGI PENELITIAN ............................................................ 21

A. Jenis Penelitian ....................................................................................... 21 B. Tempat dan Waktu Penelitian ................................................................ 22 C. Subjek Penelitian .................................................................................... 22 D. Metode Pengumpulan Data .................................................................... 23 E. Instrumen Penelitian .............................................................................. 25 F. Desain Penelitian .................................................................................... 26 G. Metode Analisis Data.............................................................................. 28 H. Kesimpulan............................................................................................. 30

BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................... 31

A. Deskripsi Subjek Penelitian ................................................................... 31 B. Pelaksanaan Penelitian ........................................................................... 33 C. Hasil Penelitian ...................................................................................... 36 D. Analisis Data .......................................................................................... 37 E. Pembahasan.............................................................................................. 92

BAB IV PENUTUP.............................................................................................115

A. Kesimpulan.............................................................................................. 115 B. Saran................................................................................................... .... .117 DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. .118 LAMPIRAN-LAMPIRAN :

Lampiran 1 : Surat Permohonan Ijin Penelitian di SMA X ................................120

Lampiran 2 : Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian di SMA X ...........121

Lampiran 3 : Surat Permohonan Ijin Penelitian di SMA Y ................................122

Lampiran 4 : Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian di SMA Y.............123

Lampiran 5 : Field Notes Observasi di SMA X ..................................................124

Lampiran 6 : Field Notes Observasi di SMAY....................................................127

Lampiran 7 : Transkrip Data Video Pembelajaran Guru A.................................130

Lampiran 8 : Transkrip Data Video Pembelajaran Guru B..................................163

Lampiran 9 : Transkrip Data wawancara Guru A ...............................................196

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Belajar mengajar adalah interaksi antara guru dan siswa. Proses belajar

  mengajar akan berhasil jika hasilnya membawa perubahan yang positif dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan nilai sikap dalam diri siswa. Sebagai suatu sistem, proses belajar mengajar mengandung sejumlah komponen yang meliputi tujuan, bahan pelajaran, metode, media dan sumber serta evaluasi belajar. Karena mengajar merupakan kegiatan yang sangat penting dalam proses pembelajaran, maka seorang guru dituntut untuk memiliki keprofesionalan.

  Upaya untuk meningkatkan kualitas tenaga pengajar yang profesional dan memiliki kompetensi di bidang ilmu dan pedagogis, pemerintah mulai memberikan kebijakan program sertifikasi guru melalui pendidikan profesi (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No 18, 2007). Dalam kebijakan ini, secara tegas dipaparkan bahwa kualifikasi akademis dan pedagogis merupakan komponen utama dalam pendidikan nasional. Oleh karena peran pengajar sangat penting, seorang pengajar yang profesional dituntut memiliki keahlian dan ketrampilan baik akademis maupun pedagogis agar secara optimal dapat mengembangkan kemampuan siswa. Menurut Kartika Budi (2005:102) guru yang profesional harus memiliki dua keahlian, yaitu : keahlian yang berkaitan dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dan keahlian yang berkaitan dengan bidang keguruan (pedagogy knowledge). Dua keahlian tersebut dikenal sebagai PCK (Pedagogical Content Knowledge).

  Shulman (1986) mengelompokkan PCK dalam dua kategori :

  a) Pengetahuan mengenai bentuk-bentuk representasi dan bagaimana bahan ajar disampaikan dalam pembelajaran sehingga konsep yang terkait mudah dipahami oleh siswa.

  b) Pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar, termasuk pengetahuan tentang kesulitan terhadap suatu topik, pra konsepsi dan konsepsi yang dibawa oleh siswa dari berbagai tingkat usia dan latar belakang terkait dengan materi ajar.

  Untuk menjadi guru yang baik orang terlebih dahulu harus menguasai materi

  

(content) , baru kemudian menguasai ilmu keguruan (pedagogy). Menurut Kartika

  Budi (2005:103) memiliki pengetahuan yang cukup tentang materi pembelajaran (konsep, prinsip, teori) dan menguasai pedagogi, belum cukup bagi guru fisika.

  Masih diperlukan keterampilan dan kreativitas untuk mengintegrasikan keduanya. Karena mengajar merupakan kegiatan yang kompleks, maka diperlukan keterampilan merepresentasikan pengetahuan materi (content) ke dalam bangunan yang dapat dimengerti, dicerna, dan diadaptasi oleh siswa.

  Berdasarkan latar belakang tersebut penulis ingin melakukan penelitian tentang : Representasi Materi Pembelajaran Fisika Oleh Dua Orang Guru

  

Fisika Di Dua SMA Yogyakarta Dan Pengetahuan Yang Diduga

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

B. Dasar Teori 1. Pembelajaran Fisika

  Pembelajaran pada hakekatnya merupakan proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Unsur yang terpenting dalam pembelajaran yang baik adalah (1) siswa yang belajar, (2) guru yang mengajar, (3) bahan pelajaran, dan (4) hubungan antara guru dan siswa (Paul Suparno, 2007:2).

  Pembelajaran menekankan pada kegiatan atau keaktifan siswa bukan kegiatan guru. Ukuran kualitas pembelajaran tidak terletak pada baiknya guru menerangkan, tetapi pada kualitas dan kuantitas belajar siswa, dalam arti seberapa banyak dan seberapa sering siswa terlibat secara aktif. Peran guru yang pokok adalah menciptakan situasi, menyediakan kemudahan, merancang kegiatan, dan membimbing siswa agar mereka terlibat dalam proses belajar secara berkesinambungan (Brooks dalam Kartika Budi, 2001:46). Tujuan pembelajaran akan tercapai apabila pengetahuan yang disampaikan dapat dipahami oleh peserta didik. Sebagai bagian dari IPA, pembelajaran fisika mempunyai tujuan sebagai berikut : a. Meningkatkan pengetahuan dasar mengenai alam sekitarnya.

  b. Meningkatkan keterampilan mengobservasi, melakukan eksperimen dan penggunaan matematika untuk lebih memahami alam sekitarnya.

  c. Meningkatkan pemahaman tentang adanya hubungan timbal balik antara

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  d. Meningkatkan pemahaman tentang konsep, prinsip, dan teori sains untuk lebih dapat melihat adanya keteraturan di alam. (Wahyana, 1986:18).

2. Dasar Pengetahuan Untuk Mengajar

  Mengajar merupakan suatu kegiatan yang kompleks. Oleh karenanya guru terus dikondisikan untuk membuat keputusan-keputusan dalam situasi yang berbeda dan menentukan aktivitas apa saja yang harus dikerjakan. Guru harus selalu mempersiapkan perencanaan pelajaran sebelum mengajar dan merefleksikan apa saja yang telah tercapai.

  Shulman (1987) merupakan peneliti pertama yang mengusulkan suatu kategori menyeluruh dari pengetahuan guru, yaitu pengetahuan yang mendasari untuk mengajar. Dasar pengetahuan tersebut terdiri dari tujuh kategori : 1) Pengetahuan isi; 2) Pengetahuan pedagogi umum; 3) Pengetahuan kurikulum; 4) Pengetahuan isi pedagogis ( PCK); 5) Pengetahuan tentang para siswa; 6) Pengetahuan konteks bidang pendidikan; dan 7) Pengetahuan tujuan bidang pendidikan. (Sarkim, 2005:h. 40)

  Tiga kategori di antaranya saling berhubungan yaitu pengetahuan isi,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kategori lain mengacu pada ilmu mendidik secara umum, siswa dan karakteristiknya, konteks bidang pendidikan dan tujuan bidang pendidikan (Shulman dalam Jan H.van Driel, 1998:h. 673).

3. Pengetahuan Materi Pembelajaran (Content Knowledge)

  Keberhasilan pembelajaran secara keseluruhan sangat tergantung pada keberhasilan guru merancang materi pembelajaran. Materi pembelajaran pada hakekatnya merupakan bagian tak terpisahkan dari silabus, yakni perencanaan, prediksi dan proyeksi tentang apa yang akan dilakukan pada saat kegiatan pembelajaran.

  Materi pembelajaran adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai peserta didik dalam rangka memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan. Secara terperinci pengetahuan materi pembelajaran mengacu pada jumlah dan kesatuan pengetahuan yang berada didalam dirinya dalam pikiran guru, termasuk pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur, keterampilan, dan sikap atau nilai).

  a. Fakta yaitu segala hal yang berwujud kenyataan dan kebenaran, meliputi nama-nama objek, peristiwa sejarah, lambang, nama tempat, nama orang, nama bagian atau komponen suatu benda, dan sebagainya.

  b. Konsep yaitu segala yang berwujud pengertian-pengertian baru yang bisa timbul sebagai hasil pemikiran, meliputi definisi, pengertian, ciri khusus,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c. Prinsip yaitu berupa hal-hal utama, pokok, dan memiliki posisi terpenting, meliputi dalil, rumus, paradigma, postulat, teorema, serta hubungan antar konsep yang menggambarkan implikasi sebab akibat.

  d. Prosedur merupakan langkah-langkah sistematis atau berurutan dalam mengerjakan suatu aktivitas dan kronologi suatu sistem.

  e. Sikap atau nilai merupakan hasil belajar aspek sikap, misalnya nilai kejujuran, kasih sayang, tolong menolong, semangat dan minat belajar.

4. Pengetahuan Pedagogis (Pedagogical Knowledge)

  Selain memiliki pengetahuan mengenai materi, seorang guru harus memiliki pengetahuan dibidang pedagogis. Kompetensi pedagogis merupakan kompetensi utama yang harus dimiliki guru agar pengajaran yang dilakukan efektif dan dinamis. Kompetensi pedagogis dalam standar nasional pendidikan, penjelasan pasal 28 ayat 3 butir (a) adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan, dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Seorang guru yang memiliki pengetahuan pedagogis yang mendalam akan mengetahui bagaimana caranya agar materi yang disampaikan dapat dipahami oleh siswa dengan mudah.

  Menurut Treagust & Harrison, 2000 penjelasan pedagogis dirancang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pemahaman-pemahaman mereka, menimbulkan keingintahuan dan untuk memberikan motivasi. Jadi pengetahuan pedagogis ialah pengetahuan guru yang berhubungan dengan metode dan strategi yang digunakan guru untuk menyampaikan materi pembelajaran.

5. Pedagogical Content Knowledge (PCK)

  PCK dikenal sebagai sebuah komponen penting bagi pengetahuan guru profesional. Konsep tentang PCK pada awalnya diperkenalkan oleh Lee Shulman pada tahun 1986. Shulman membedakan pengetahuan materi untuk pengajaran yang disebut pengetahuan materi pengajaran (PCK). Pemahaman materi untuk mengajar tersebut merupakan pengetahuan yang berupa aspek materi yang berhubungan erat dalam mengajar. Pengetahuan tersebut termasuk : topik-topik yang paling sering diajarkan didalam materi pokok, bentuk-bentuk paling bermanfaat dari berbagai representasi, analogi-analogi yang paling kuat, dan penjelasan-penjelasan formal, termasuk pemahaman mengenai apa yang membuat pembelajaran topik-topik spesifik menjadi sulit ataupun mudah.

  Pembedaan yang dibuat Shulman mengenai dua jenis pemahaman materi yang berbeda dikemukakan oleh John Dewey. Dewey berpendapat bahwa setiap ilmu pengetahuan memiliki dua aspek : yang satu untuk ilmuwan dan yang satunya lagi untuk guru. Dua aspek tersebut tidak saling berlawanan,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pokok merepresentasikan ilmu pengetahuan untuk menempatkan permasalahan baru, memandu penelitian dan memperluas pengetahuan baru.

  Bagi guru berbeda. Guru menaruh perhatian pada merepresentasikan pengetahuan yang dimilikinya kepada murid, sehingga dengan mudah dapat dimengerti oleh para murid sesuai dengan tingkat perkembangan psikologisnya.

  Shulman 1986, mengenali PCK sebagai suatu pokok tertentu dalam pengetahuan. Ia menggambarkan bahwa PCK merupakan pengetahuan isi yang merepresentasikan aspek pedagogis yang perlu untuk mengajar secara efektif. Konsep PCK mengacu pada cara guru “menginterpretasikan dan mentransfer” pengetahuan dalam konteks kemudahan belajar bagi siswa. PCK meliputi pemahaman tentang berbagi kesulitan umum dan gambaran awal para siswa.

  Shulman (1987) menggambarkan PCK sebagai penggabungan pemahaman materi dan pengetahuan pedagogis. Ia menulis :

  It (PCK) represents the blending of content and pedagogy into an

understanding of how particular topics, problems, or issues are organised,

represented, and adapted to the diverse interests and abilities of learners,

and presented for instruction, (p.8)

  PCK merepresentasikan campuran isi dan pedagogi ke dalam satu pemahaman bagaimana topik-topik tertentu, permasalahan, atau isu-isu

diorganisir, direpresentasikan, dan disesuaikan dengan berbagai kepentingan

dan kemampuan-kemampuan yang berbeda dari para siswa, dan yang

diperkenalkan untuk instruksi, (p8) (seperti dikutip dalam Sarkim 2005, h.45)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan definisi tersebut PCK adalah perpaduan antara pengetahuan tentang materi pelajaran yang diajarkan dan pengetahuan tentang pedagogis yang memungkinkan guru menyajikan suatu topik pelajaran secara terorganisir sesuai dengan kemampuan dan minat siswa, tingkat perkembangan siswa, dan situasi tempat pembelajaran berlangsung (Shulman, seperti dikutip dalam Sarkim 2005:45). Dengan kata lain PCK menyiratkan suatu perubahan pengetahuan pokok dalam pemahaman guru dari mampu memahami materi pokok, menuju kondisi mampu menerangkan materi pokok dalam cara yang baru, menyusun kembali, mengungkapkan dalam aktivitas, didalam latihan-latihan, dan didalam contoh-contoh dan demonstrasi- demonstrasi sehingga dapat diserap oleh siswa. Menurut Shulman (1986) PCK dikelompokkan dalam dua kategori :

  a) Pengetahaun tentang bentuk-bentuk representasi dan bagaiman bahan ajar disampaikan dalam pembelajaran sehingga konsep mudah diterima dan dipahami oleh siswa. Pengetahuan ini meliputi : pengetahuan tentang model, contoh, dan ilustrasi yang paling efektif dengan bahan ajar tertentu.

  b) Pengetahuan yang mempengaruhi keberhasilan belajar, pengetahuan tentang kesulitan terhadap suatu topik, pra konsepsi dan konsepsi yang dibawa oleh siswa dari berbagai latar belakang dan usia terkait dengan bahan ajar.

  Lee Shulman dalam Kartika Budi, 2005:104 membangun gagasan tentang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mengintegrasikan materi pembelajaran dan ilmu keguruan untuk kepentingan pembelajaran bagi siswa pada kondisi sekolah tertentu sesuai dengan kemampuan dan kerangka berpikir siswa dan strategi pembelajaran yang akan dipilihnya (Kartika Budi, 2005:104). Oleh karena itu, agar pembelajaran menjadi efektif, guru yang profesional dituntut memiliki dua kategori pengetahuan tersebut (PCK) dan mampu memadukanya.

6. Komponen-Komponen PCK

  Shulman memperkenalkan dua kategori pengetahuan luas yang berperan untuk pembentukan PCK : pengetahuan tentang materi pengajaran dan pengetahuan pedagogis. Ada dua komponen utama yang mempengaruhi PCK para guru : a. Pemahaman guru tentang pengetahuan yang dibentuk yang berhubungan dengan pengajaran termasuk materi pokok, pedagogi, dan lain-lain.

  b. Pemahaman guru akan konteks dimana pengajaran berlangsung.

  Komponen PCK tersebut digolongkan ke dalam tiga kategori, yaitu : ƒ Pengetahuan tentang kurikulum.

  Pengetahuan ini termasuk pengetahuan tentang isi atau materi pokok dan pengetahuan tentang dokumen kurikulum (atau kurikulum yang tercetak) dimana materi pokok diorganisir untuk tujuan pengajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ƒ Pengetahuan tentang strategi pengajaran.

  Pengetahuan ini tidak hanya terdiri dari pengetahuan prosedural atau teknis tentang presentasi isi tetapi juga mencakup pengetahuan tentang teori-teori yang mendasari prosedur-prosedur teknis.

  ƒ Pengetahuan tentang para siswa.

  Grossman dalam Sarkim, 2005 mengidentifikasi pengetahuan tentang para siswa sebagai bagian dari pengetahuan tentang konteks. Menurutnya, pengetahuan tentang konteks juga termasuk pengetahuan tentang sekolah, komunitas, dan daerah. Lebih dari itu, dia juga berpendapat bahwa pengetahuan tentang para siswa tidak dibatasi pada pengetahuan tentang pemahaman siswa terdahulu tentang pengajaran isi. Ini mencakup juga pengetahuan tentang aspek yang berbeda dari pelajaran siswa (Sarkim, 2005).

  Dia menyatakan bahwa pengetahuan ini tidak hanya terdiri dari pengetahuan tentang pemahaman siswa terdahulu tapi juga pengetahuan tentang siswa secara umum, termasuk latar belakang budaya mereka. Pengetahuan tentang para siswa membantu guru untuk memutuskan tindakan-tindakan mana yang sesuai diterapkan dalam kelas.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7. Sumber-Sumber PCK

  Para guru memiliki bermacam sumber yang bisa diambil untuk mengembangkan PCK mereka. Sumber-sumber tersebut diperlukan dalam rangka untuk memahami faktor-faktor yang berperan bagi PCK guru. Sumber- sumber tersebut yaitu : a. Studi disipliner

  Studi disipliner dapat memberikan dasar pengetahuan tentang materi, struktur sintaktik, maupun pemahaman struktur substantif.

  b. Studi bidang pendidikan Studi bidang pendidikan meliputi studi tentang mengajar, belajar, pengembangan siswa, dan filosofis pendidikan. Studi tersebut disebut ilmu pendidikan formal dan sebagai praktek profesional.

  c. Pengalaman Para guru perlu terus menerus merekonstruksi dan mengembangkan pemahaman mereka tentang pengajaran yang berdasar pada pengalaman mengajar. Riset yang diselenggarakan oleh Adam dan Krockover, 1997 dalam Sarkim 2005 menunjukkan bahwa para guru berpengalaman mempunyai pemahaman lebih tentang PCK dibanding guru yang baru.

  8. Representasi Pengetahuan Representasi pengetahuan ialah proses mentransfer pengetahuan materi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kata lain bagaimana seorang guru menyampaikan bahan ajar dalam pembelajaran sehingga konsep yang terkait dapat dipahami dan diserap oleh siswa dengan baik. Menurut Van der Valk dan Broekman dalam Baker & Chick (2006), bentuk-bentuk representasi meliputi cara guru membantu siswa mengorganisir kembali pemahamannya dan bagaimana metode-metode pembelajaran yang digunakan guru sehingga siswa memahami materi yang diajarkan. Termasuk didalamnya representasi yang digunakan guru dalam menyampaikan materi menggunakan media seperti power point, gambar, alat peraga, dan papan tulis.

  Kemampuan guru untuk dapat memilih bentuk-bentuk representasi yang meliputi penjelasan, analogi, demonstrasi dan contoh sangat diperlukan oleh guru. Guru tidak hanya sekedar menyampaikan materi pembelajaran kepada

  siswa tetapi juga membuat agar materi yang disampaikan menjadi mudah diterima oleh siswa. Agar materi pembelajaran mudah diterima siswa seorang guru harus bisa mentransformasi pengetahuanya tentang materi ke dalam bentuk kegiatan pembelajaran. Dalam Sarkim (2005)   proses transformasi isi materi pelajaran menjadi bentuk pembelajaran meliputi :

  ƒ Memilih atau menentukan konsep-konsep yang dipandang penting sesuai dengan tujuan pembelajaran. Pemilihan tersebut mungkin didasarkan pada kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari, atau

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mendasari pemahaman konsep-konsep lain atau karena sering ditanyakan di dalam soal-soal ulangan atau ujian.

  ƒ Menyusun alur penyampaian bahan pelajaran. Alur penyampaian materi pembelajaran merupakan urutan atau rangkaian peristiwa selama dalam proses pembelajaran. Pada proses ini mungkin guru akan menyajikan bahan pelajaran mulai dari yang konkrit kemudian ke yang abstrak, dari yang sederhana kemudian ke yang lebih kompleks, atau penyampaian bahan pelajaran mengikuti alur yang ada pada buku atau alur penyampaian materi pembelajaran di susun oleh guru dengan alasan-alasan tertentu.

  ƒ Memilih jenis penjelasan untuk menjelaskan konsep-konsep yang diajarkan. Penjelasan dapat disampaikan secara logis-struktural, secara induktif berdasarkan fakta-fakta hasil pengamatan, menggunakan analogi-analogi, atau guru mempunyai cara lainnya yang memudahkan murid untuk memahami materi pelajaran. ƒ Memilih metode pembelajaran, misalnya metode ceramah, demonstrasi, eksperimen atau metode-metode lain yang dipilih oleh guru dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu.

  Oleh karena itu seorang guru dituntut memiliki keprofesionalan. Guru harus memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  profesional ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilatih oleh guru, antara lain (bdk. Trowbridge & Bybyee seperti dikutip dari Paul Suparno, 2007) : a. Penguasaan bahan fisika.

  Guru fisika harus menguasai bahan ajar yang akan diajarkan sehingga tidak menyebabkan miskonsepsi pada siswa. Untuk menunjang hal tersebut, guru harus terus belajar dan tidak boleh cepat puas diri. Sumber belajar fisika yang dapat dipergunakan untuk menambah pengetahuan, antara lain : internet, buku-buku baru, seminar, lokakarya, dan bertanya kepada tenaga ahli.

  b. Mengerti tujuan pengajaran fisika.

  Guru fisika yang baik harus mengerti tujuan dari pengajaran fisika. Dengan mengerti tujuannya, guru dapat mengarahkan siswa ke arah tujuan yang kebih efektif dan efisien. Guru perlu mengetahui tujuan umum pengajaran fisika seperti :

  ƒ

   Mengerti dan menggunakan metode ilmiah

  ƒ

   Menguasai pengetahuan fisika (konsep)

  ƒ

   Menggunakan sikap ilmiah

  ƒ

   Memenuhi kebutuhan pribadi dan masyarakat

  ƒ Kesadaran akan karir masa depan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c. Guru dapat mengorganisasi pengajaran fisika.

  Guru fisika yang baik harus mempersiapkan pengajaran sesuai dengan tujuan. Ia harus mengerti cara mengajarkan bahan tersebut, dapat memilih alat dan sarana yang digunakan dalam pembelajaran, dapat memilih latihan yang akan diberikan kepada siswa selama proses pembelajaran.

  Termasuk merencanakan waktu yang diperlukan dan tugas apa yang harus dilakukan oleh siswa.

  d. Mengerti situasi siswa.

  Pembelajaran fisika akan sungguh mengena dan menyenangkan bila situasi siswa diperhatikan. Beberapa situasi yang perlu diketahui ialah : konsepsi awal siswa, pemikiran siswa, konsep yang telah dipunyai, tingkah laku, perkembangan kognitif, mode dan kondisi psikologis siswa.

  Guru perlu mengerti bagaimana siswa menganggapi pembelajarannya, apakah senang, bosan atau malas, sehingga guru dapat membantu pembelajaran secara lebih kontekstual, sesuai dengan situasi siswa.

  e. Guru dapat berkomunikasi dengan siswa.

  Guru perlu melatih diri berkomunikasi akrab dengan siswa. Hubungan yang akrab dengan siswa perlu dibangun, kemampuan memotivasi, memberikan semangat, menegur, menggerakkan siswa perlu dilatih. Ketrampilan untuk mendekati siswa, membantu siswa belajar, dan juga kemampuan mendengarkan apa yang dirasakan dan diinginkan siswa perlu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  f. Guru menguasai berbagai metode.

  Karena situasi siswa bermaacam-macam guru fisika perlu menguasai berbagai metode sehingga dapat membantu siswa belajar dengan lebih baik. Menguasai berbagai metode mengajar dan memilih cara yang diminati siswa akan membuat siswa menyukai materi yang diajarkan.

  Beberapa metode yang dapat digunakan oleh guru untuk membantu proses belajar pada siswa antara lain :

  ƒ Metode ceramah Menurut Muhibbin Syah, 2000 metode ceramah yaitu metode

  mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Metode ini berbentuk penjelasan konsep, prinsip dan fakta.

  ƒ Metode ceramah siswa aktif Menurut Paul Suparno, 2007:160 model ceramah siswa aktif adalah

  model ceramah yang di sela-sela penjelasan, guru sering bertanya kepada siswa dan siswa diminta berpikir sebentar atau menjawab pertanyaan tersebut.

  ƒ Metode tanya jawab Metode tanya jawab ialah suatu metode dimana guru memberi

  pertanyaan kepada murid dan murid menjawab, atau sebaliknya. (Soetomo, 1993:150). Metode ini dapat merangsang siswa untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  jawab juga dapat digunakan untuk mengukur atau mengetahui seberapa jauh materi atau bahan pengajaran yang telah dikuasai siswa.

  ƒ Metode demonstrasi

  Menurut Paul Suparno, 2007:142 model pembelajaran dengan demonstrasi ialah model mengajar dengan pendekatan visual agar siswa dapat mengamati proses, informasi, peristiwa, alat dalam pembelajaran fisika. Tujuannya agar siswa lebih memahami bahan yang diajarkan lewat suatu kenyaataan yang dapat diamati sehingga mudah dimengerti. Melalui demonstrasi siswa dapat mengamati sesuatu yang nyata dan bagaimana cara kerjanya proses tersebut.

  ƒ Metode pendampingan individual Metode pendampingan individual ialah metode dimana guru melakukan pendekatan pada siswa satu per satu.

  ƒ Metode problem solving Menurut Paul Suparno, 2007:98 problem solving adalah model pembelajaran dengan pemecahan persoalan. Model problem solving dapat membantu mengatasi miskonsepsi. Siswa diminta untuk mengerjakan beberapa soal yang telah disiapkan guru. Dari pekerjaan tersebut dapat dilihat apakah gagasan siswa benar atau tidak. Metode problem solving disebut juga metode diskusi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  C. Batasan Masalah

  Dalam penelitian ini penulis hanya akan membatasi masalah pada representasi materi pembelajaran fisika tentang gaya lorentz dan gerak peluru.

  D. Batasan Istilah 1. Representasi

  Representasi adalah cara guru menyampaikan materi pembelajaran, sehingga konsep yang terkait mudah dipahami oleh siswa.

2. Alur penyampaian materi

  Alur penyampaian materi ialah urutan atau rangkaian peristiwa selama dalam proses pembelajaran.

E. Rumusan Masalah

  Sesuai dengan latar belakangnya, permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Bagaimana representasi materi pembelajaran fisika oleh dua orang guru fisika SMA di Yogyakarta?

  2. Pengetahuan apa saja yang diduga mendasari representasi materi tersebut?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  F. Tujuan Penelitian

  Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui representasi materi pembelajaran fisika oleh dua orang guru fisika SMA di Yogyakarta dan pengetahuan yang diduga mendasarinya.

  G. Manfaat Penelitian

  Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam bidang pendidikan diantaranya :

  1. Bagi peneliti sebagai calon guru Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan referensi mengenai contoh bentuk-bentuk representasi guru dalam menyampaikan materi pembelajaran fisika yang nantinya dapat diterapkan pada saat terjun dilapangan. Bagi calon guru yang lain, penelitian ini dapat dijadikan sebagai alternatif model pembelajaran yang nantinya dapat digunakan untuk mengajar.

  2. Bagi guru yang bersangkutan Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan refleksi sehingga guru dapat meningkatkan PCK yang dimiliki.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian

  deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia. Fenomena itu bisa berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya (Sukmadinata, 2006:72). Furchan (2004:447) menjelaskan bahwa penelitian deskriptif adalah penelitian yang dirancang untuk memperoleh informasi tentang status suatu gejala saat penelitian dilakukan.

  Menurut Strauss dan Corbin (1997:11-13), penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau cara-cara lain dari kuantifikasi (pengukuran). Penelitian kualitatif secara umum dapat digunakan untuk penelitian tentang kehidupan masyarakat, sejarah, tingkah laku, fungsionalisasi organisasi, aktivitas sosial, dan lain-lain. Penelitian deskriptif kualitatif ialah penelitian yang menekankan dan menjelaskan pada keadaan yang sebenarnya dan mengungkapkan fenomena-fenomena yang terjadi pada keadaan tersebut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi materi pembelajaran fisika oleh dua orang guru fisika di dua SMA Yogyakarta dan pengetahuan yang diduga mendasarinya.

  B. Tempat dan Waktu Penelitian

  1. Tempat penelitian Penelitian ini dilaksanakan di salah satu SMA Negeri di Yogyakarta dan salah satu SMA Swasta di Yogyakarta.

  2. Waktu penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada saat semester I tahun ajaran 2009/2010 bulan Juli-Agustus, serta dilakukan secara bertahap sebagi berikut :

  a) Tahap persiapan, meliputi : permohonan izin serta survey di sekolah yang bersangkutan.

  b) Tahap pelaksanaan, yaitu kegiatan-kegiatan yang berlangsung di lapangan, seperti : pengumpulan data-data dokumentasi (perekaman proses pembelajaran di kelas dan wawancara).

  c) Tahap penyelesaian, yaitu tahap analisis data serta penyusunannya.

  C. Subjek Penelitian

  Subjek partisipan dalam penelitian ini adalah seorang guru fisika yang mengajar pada salah satu SMA negeri di Yogyakarta dan seorang guru fisika yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

D. Metode Pengumpulan Data

  Sebelum melakukan pengambilan data, peneliti sering berkunjung ke sekolah yaitu SMA X dan SMA Y. Kunjungan ini bertujuan untuk membiasakan diri dengan kondisi dan lingkungan kelas.

  Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data mengenai proses belajar fisika pada materi pokok ”Gaya Lorentz” untuk SMA X dan ”Gerak Peluru” untuk SMA Y. Pada saat proses pembelajaran, dilakukan perekaman dengan handy-came. Proses pembelajaran yang akan direkam adalah proses pembelajaran yang normal, yaitu yang biasa dilakukan oleh guru dalam kegiatan mengajar sehari-hari. Peneliti tidak membuat skenario dan guru yang merancang kegiatan pembelajaran tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dikelompokkan dalam 3 kelompok, yaitu : dokumen, observasi langsung, dan wawancara. Skema pengelompokan terlihat seperti pada tabel berikut :

  No. Kelompok Bentuk Data Cara Alat Hasil Data

  1. Dokumen Rekaman- Pada saat penelitian Handy - Rekaman- pembelajaran berlangsung peneliti came pembelajaran meminta bantuan dua orang teman sebagai operator untuk melakukan perekaman proses pembelajaran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yang dilakukan di kelas dari awal sampai akhir. Perekaman difokuskan pada guru, khususnya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan representasi guru.

  2. Observasi- Catatan Pada saat penelitian Observasi- Fieldnotes Langsung Observasi berlangsung selain Langsung mengamati proses pembelajaran, peneliti membuat catatan tertulis tentang hal-hal penting yang berkaitan dengan representasi guru yang nantinya diperlukan untuk melengkapi data ataupun membantu proses analisa data.

  3. Wawancara Rekaman Pertanyaan wawancara Handy - Transkrip wawancara dalam penelitian ini came wawancara merupakan pertanyaan bebas terpimpin. Wawancara dilakukan setelah peneliti melihat rekaman video pembelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Wawancara ini bertujuan untuk mengungkap alasan guru menggunakan bentuk representasi dalam kegiatan pembelajarannya.

E. Instrumen Penelitian

  Instrumen adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian (Paul Suparno, 2007:56). Dalam penelitian ini digunakan beberapa instrumen, yaitu :

  1. Rekaman Video Proses Pembelajaran Data tentang proses pembelajaran tersebut dikumpulkan melalui sebuah proses perekaman dengan menggunakan alat perekam handy-came.

2. Fieldnotes

  Pada saat penelitian, peneliti langsung mengamati guru yang sedang mengajar. Selama pengamatan tersebut peneliti membuat fieldnotes (mencatat hal-hal penting yang nantinya diperlukan untuk melengkapi data). Hal-hal yang ditulis di dalam fieldnotes yaitu kegiatan yang berhubungan dengan cara guru menyampaikan materi pembelajaran. Hal-hal yang ditulis tersebut berkaitan dengan kategori PCK yang sudah dirumuskan peneliti sebelumnya.

  Hal-hal yang ditulis dalam fieldnotes dapat dilihat pada lampiran 5 dan 6.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Pertanyaan wawancara Wawancara adalah kegiatan dimana peneliti mengadakan pembicaraan terencana terhadap siswa atau subyek yang diteliti, dengan pertanyaan lisan yang telah disiapkan untuk mendapatkan data yang diinginkan (Suparno, 2007:48). Pertanyaan wawancara dimaksudkan untuk mengungkap pengetahuan guru yang mendasari representasi materi pembelajaran tersebut.

  Pertanyaan wawancara dalam penelitian ini merupakan pertanyaan bebas terpimpin. Pertanyaan tersebut disusun setelah peneliti melihat hasil rekaman video proses pelaksanaan pembelajaran dikelas. Hal-hal yang ditanyakan pada wawancara dapat dilihat pada lampiran 10.

F. Desain Penelitian

  Dalam penelitian ini, sebelum peneliti melakukan penelitian yang sebenarnya (dengan handy-came) peneliti terlebih dahulu membiasakan diri dengan situasi dikelas yaitu peneliti melakukan observasi tanpa menggunakan handy-came (observasi uji coba). Selama observasi tersebut peneliti hanya mengamati bagaimana guru mengajar. Setelah observasi uji coba dievaluasi, peneliti melakukan penelitian yang sebenarnya yaitu dengan menggunakan handy-came. Untuk pengambilan data (perekaman proses kegiatan pembelajaran), peneliti dibantu oleh dua orang teman sebagai operator.

  Pada setiap pertemuan peneliti mengamati proses pembelajaran yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  data. Untuk mendukung data yang diperoleh diadakan wawancara. Wawancara tersebut bertujuan untuk mengungkap pengetahuan yang mendasari guru melakukan representasi tersebut.

  Kegiatan yang dilakukan : Guru Pertemuan Kegiatan Guru A I (2 x 45 menit) Observasi uji coba tanpa menggunakan handy-came.

  Guru menjelaskan aturan kelas dan perkenalan.

  II (2 x 45 menit) Observasi uji coba tanpa menggunakan handy-came.

  Guru menjelaskan medan magnet.

  III (2 x 45 menit) Pengambilan data dengan handy-came. Guru mengajak siswa untuk membahas soal-soal.

  IV (2 x 45 menit) Pengambilan data dengan handy-came. Guru menjelaskan arah gaya lorentz.

  V (2 x 45 menit) Pengambilan data dengan handy-came. Guru memberikan latihan-latihan dan menjelaskan partikel bermuatan dalam medan magnet. Wawancara Guru B I (1 x 45 menit) Observasi uji coba tanpa menggunakan handy-came.

  Guru mengajak siswa untuk latihan soal dan melanjutkan pada materi mengenai kecepatan.

  II (2 x 45 menit) Observasi uji coba tanpa menggunakan handy-came.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Guru membahas soal-soal kemudian menjelaskan kecepatan dan laju kecepatan.

  III (2 x 45 menit) Pengambilan data dengan handy-came. Pertemuan ini digunakan untuk latihan soal dan mengulas materi sebelumnya.

  IV (I x 45 menit) Pengambilan data dengan handy-came. Guru mengajak siswa untuk latihan soal.

  V (2 x 45 menit) Pengambilan data dengan handy-came. Guru menjelaskan materi baru mengenai gerak peluru.

  VI (2 x 45 menit) Pengambilan data dengan handy-came. Pembelajaran dilakukan di laboratorium. Guru meminta siswa maju untuk mengingat kembali tentang GLB dan GLBB. Wawancara

    Tabel Kegiatan Penelitian G.

   Metode Analisis Data

  Kegiatan analisis data penelitian ini dilakukan beberapa tahap. Tahap-tahap tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Analisis 1 : Transkripsi data rekaman video dan wawancara.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Analisis 2 : Data dianalisis untuk mengetahui representasi materi pembelajaran tentang gaya lorentz dan gerak peluru oleh dua orang guru fisika SMA dan pengetahuan yang diduga mendasarinya. Langkah-langkah analisis data sebagai berikut :

  1. Transkripsi data Dalam tahap ini semua data yang diperoleh di lapangan yang masih belum berwujud bahasa tertulis ditranskrip dalam bentuk uraian atau tulisan.

  2. Kategorisasi data Laporan-laporan dalam bentuk tulisan tersebut langsung dipisahkan menurut kategori terentu yang berkaitan dengan Pedagogical Content Knowledge (PCK) khususnya mengenai bentuk–bentuk representasi guru, yaitu : media yang digunakan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran, metode yang digunakan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran, alur penyampaian materi pembelajaran, dan cara guru menyampaikan konsep yang dianggap penting sehingga mudah dipahami oleh siswa.

  3. Pembahasan Setelah diperoleh kategori data, dipaparkan alasan guru memilih bentuk- bentuk representasi dalam pembelajarannya. Alasan yang mendasaari tindakan guru tersebut diperoleh dari wawancara dengan guru yang bersangkutan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

H. Kesimpulan

  Berdasarkan proses analisis data maka dapat ditarik suatu kesimpulan yang bertujuan menjawab masalah yang akan diteliti yaitu mendeskripsikan representasi materi pembelajaran fisika oleh dua orang guru fisika di dua SMA Yogyakarta dan pengetahuan yang diduga mendasarinya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di dua SMA yang berbeda di Yogyakarta, yaitu SMA Negeri dan SMA Swasta. Dari masing-masing sekolah peneliti mengamati seorang guru fisika sebagai partisipan dalam penelitian. Guru yang pertama adalah guru A, yaitu seorang guru laki-laki dari SMA X

  yang merupakan salah satu SMA Negeri di Yogyakarta. Guru tersebut mengajar di kelas heterogen. Beliau mengajar sudah 20 tahun, sejak januari 1989. Dari pertama hingga sekarang beliau mengajar berpindah-pindah. Selain mengajar disekolahan beliau juga memberikan bimbingan belajar di sebuah lembaga bimbingan yang cukup terkenal. Pengalamannya selama mengajar berbeda-beda, sinusoidal. kadang-kadang siswanya bagus dan kadang-kadang kurang bagus.

  Tetapi menurut beliau hal ini merupakan hal yang wajar. Selama mengajar di SMA X beliau selalu mengajar dikelas XII seluruh kelas. Akan tetapi karena tuntutan sertifikasi, kemudian mengajar juga dikelas XI, 3 kelas. Selama mengajar beliau selalu berusaha untuk sama rata. Beliau selalu berusaha untuk memaksimalkan yang ada pada dirinya untuk kemampuan mengelola siswa seluruh kelas tersebut. Penelitian ini dilakukan saat guru mengajar dikelas XII

  IPA

  3 . Materi yang disampaikan adalah mengenai gaya lorentz. Penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menyampaikan pembelajaran di kelas dengan menggunakan metode yang berbeda-beda : ceramah siswa aktif, tanya jawab, ceramah, problem solving, demonstrasi.

  Guru yang kedua adalah guru B, yaitu seorang guru laki-laki dari SMA Y yang merupakan salah satu SMA Swasta di Yogyakarta. Beliau mengajar dikelas yang berbeda dengan guru yang pertama, yaitu di kelas homogen perempuan. Beliau mengajar sejak tahun 1988, jadi sudah 21 tahun mengajar. Di kelas yang homogen sekarang ini beliau mengajar di kelas X, XI, dan XII. Selain mengajar di SMA Y beliau diperbantukan di SMP Z. Beliau mengajar di kelas yang heterogen. Pengalamannya selama mengajar, beliau pertama kali mengajar di sekolah heterogen yaitu SMP Z, kemudian diperbolehkan membantu mengajar di SMA yang homogen, yaitu SMA Y. Setelah beberapa kali mengajar beliau diminta tetap di SMA Y. Menurut beliau mengajar di sekolah yang heterogen, wanita cenderung pasif dan prialah yang aktif. Pria kalau tingkat intelektualnya biasa keaktifannya itu hanya supaya dia dikatakan hebat, kuat. Aktivitasnya selama di kelas belum tentu mendukung pembelajaran, kadang rame, berkelahi, dan sering adu fisik. Sedangkan kalau yang homogen, karena sejenis cenderung apresiasi, lebih terbuka. Wanita tidak pernah banyak tanya tentang berbagai hal yang berhubungan dengan fisika. Cenderung dia pakem pada yang diajarkan saja.

  Kalau cowok cenderung tanya sesuatu yang kadang diluar topik tapi masih dalam lingkup fisika, jadi tanya macam-macam tentang fisika. Penelitian ini dilakukan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  gerak peluru. Penelitian dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan. Selama 4 kali pertemuan tersebut guru menyampaikan pembelajaran di kelas dan laboratorium.

  Pada saat pembelajaran di kelas posisi tempat duduk siswa membentuk huruf U. Pada saat menyampaikan pembelajaran metode yang digunakan berbeda-beda : ceramah, problem solving (diskusi), dan simulasi komputer.

B. Pelaksanaan Penelitian

  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan Agustus 2009. Penelitian di dua sekolah tersebut dilaksanakan pada hari dan tanggal yang berbeda. Penelitian yang pertama dilakukan di SMA X, kemudian menyusul di SMA Y. Kegiatan yang dilaksanakan selama penelitian dapat dilihat pada tabel berikut :

  Nama Pengambilan Data Sekolah

  Observasi Rekaman video Wawancara SMA X Kamis, 16 Juli 2009 Selasa, 4 Agt 2009 Agustus 2009

  Selasa, 21 Juli 2009 Selasa, 11 Agt 2009 Selasa, 18 Agt 2009

  SMA Y Senin, 27 Juli 2009 Sabtu, 1 Agt 2009 Agustus 2009 Selasa, 28 Juli 2009 Senin, 3 Agt 2009

  Selasa, 3 Agt 2009 Sabtu, 8 Agt 2009

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Penelitian ini dilakukan dengan cara merekam proses pembelajaran menggunakan handy-came. Untuk melakukan proses perekaman, peneliti dibantu oleh dua orang teman peneliti sebagai operator. Peneliti hanya fokus pada proses pembelajaran. Sebelum memulai melaksanakan penelitian, peneliti sering berkunjung ke sekolahan untuk melakukan observasi. Observasi tersebut bertujuan agar peneliti terbiasa dengan para siswa dan lingkungan kelas, sehingga pada saat penelitian nanti siswa tidak merasa terganggu dengan kehadiran peneliti di dalam kelas.

  Observasi dilakukan sebanyak dua kali untuk masing-masing sekolahan. Pada saat observasi peneliti belum melakukan perekaman, peneliti hanya mengamati bagaimana guru tersebut menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa. Dalam penelitian ini peneliti tidak terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran murni dilakukan oleh guru, tidak dibuat-buat dan berlangsung apa adanya seperti pembelajaran biasanya. Peneliti hanya mengamati proses pembelajaran dan kemudian membuat catatan lapangan (field notes) mengenai garis besar yang termasuk dalam kategori representasi guru. Penelitian mengenai proses pembelajaran dilakukan selama beberapa kali pertemuan dan dalam materi yang berkesinambungan (dalam satu pokok bahasan) .

  Di SMA X penelitian dilakukan selama tiga kali pertemuan di kelas XII.

  Selama tiga kali pertemuan, pembelajaran dilakukan di ruang kelas. Pada pembelajaran pertama guru mengajak siswa untuk latihan soal-soal. Pada

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  latihan soal. Guru melakukan demonstrasi untuk menunjukkan arah gaya lorentz. Pada pembelajaran ketiga guru melanjutkan materi berikutnya, yaitu mengenai partikel bermuatan dalam medan magnet. Tetapi sebelum melanjutkan guru melakukan apersepsi mengenai materi sebelumnya dengan memberikan pertanyaan pada beberapa siswa.

  Sedangkan di SMA Y, penelitian dilakukan selama empat kali pertemuan di

kelas XI IPA. Pada pembelajaran pertama guru mengajak siswa untuk latihan

soal-soal dan mengulas kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya. Pada

pembelajaran kedua, karena waktunya hanya satu jam pelajaran guru hanya

memberikan latihan soal. Pada pembelajaran ketiga guru menjelaskan materi

baru, yaitu tentang gerak peluru. Pembelajaran pertama, kedua, dan ketiga

berlangsung didalam kelas dengan posisi tempat duduk membentuk huruf U.

Pembelajaran yang keempat berlangsung di laboratorium dengan posisi tempat

duduk mengelompok. Pada pertemuan ini guru mengingatkan kembali akan

materi pelajaran sebelumnya, latihan soal, dan kemudian melanjutkan materi

berikutnya, yaitu tentang gaya gravitasi.

  Setelah diperoleh data dalam bentuk rekaman video proses pembelajaran,

peneliti mentranskrip data tersebut kedalam bentuk laporan tertulis. Berdasarkan

analisis rekaman video tersebut, peneliti mengkategorikan peristiwa-peristiwa

yang termasuk dalam kategori PCK, yaitu mengenai bentuk-bentuk representasi.

  

Penelitian kemudian dilanjutkan dengan wawancara. Wawancara ini bertujuan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  untuk mengungkap pengetahuan guru yang diduga mendasari representasi tersebut dalam menyampaikan materi pembelajarannya.

C. Hasil Penelitian

  Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi pembelajarannya. Bentuk-bentuk representasi merupakan salah satu kelompok dari Pedagogical Content Knowledge (PCK). Representasi tersebut terlihat dari empat hal : media yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi pembelajaran, metode yang digunakan dalam menyampaikan materi pembelajaran, alur penyampaian materi pembelajaran, dan cara guru menyampaikan konsep yang dianggap penting sehingga mudah dipahami oleh siswa. Data penelitian yang diperoleh berupa :

  1. Fieldnotes

  Fielnotes merupakan catatan penelitian dilapangan. Hal-hal yang ditulis di

  dalam fieldnotes yaitu kegiatan yang berhubungan dengan representasi guru (cara guru menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa).

  2. Rekaman Video Rekaman video proses pembelajaran merupakan data utama yang digunakan oleh peneliti. Dari rekaman tersebut peneliti dapat mengetahui bagaimana representasi yang digunakan guru dalam menyampaikan materi pembelajarannya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Wawancara Wawancara dilakukan untuk mengungkap pengetahuan guru yang diduga

  mendasari representasi tersebut dalam menyampaikan materi pembelajarannya.

D. Analisis Data

  Setelah melakukan penelitian selama 3 kali pertemuan untuk sekolahan X dan 4 kali pertemuan untuk sekolahan Y, peneliti memperoleh data-data yang diperlukan untuk proses analisis data. Proses analisis data dilaksanakan melalui beberapa langkah yaitu transkripsi dan pengkategorian data.

  1. Transkripsi Dalam tahap ini data yang diperoleh di lapangan ditulis dalam bentuk uraian tertulis yang berisi semua hal yang dilakukan oleh subyek serta gambaran keadaan saat itu seperti yang terdapat pada hasil rekaman. Pembuatan transkripsi dilakukan sendiri oleh peneliti dengan melihat video rekaman pembelajaran dan rekaman wawancara secara berulang- ulang. Hasil transkripsi selama 2 kali pertemuan untuk sekolahan X dan 2 kali pertemuan untuk sekolahan Y dapat dilihat pada lampiran 7 dan 8.

  2. Kategorisasi Data Kategori data ialah gagasan abstrak yang mewakili makna yang sama dalam sekelompok data. Dalam penelitian ini peneliti membuat kategori

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  bentuk-bentuk representasi guru dalam menyampaikan materi pembelajarannya. Bentuk-bentuk representasi tersebut meliputi : a. Media yang digunakan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran.

  b. Metode yang digunakan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran.

  c. Alur penyampaian materi pembelajaran.

  d. Cara guru menyampaikan konsep yang dianggap penting sehingga mudah dipahami oleh siswa.

  Dalam penelitian ini ditentukan kategorisasi data yaitu :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

NO. TEMA/KATEGORI DATA VIDEO CONTOH TRANSKRIPSI DATA

  1. Media yang

  11 Agustus 2009 Guru menggunakan white board (papan tulis) untuk digunakan oleh guru SMA X (Guru A) menyampaikan materi pembelajaran tentang dalam menyampaikan Menit: 04:06-05:20 persamaan gaya lorentz. Guru menggambar 4 buah materi pembelajaran. Side A kawat lurus berarus kemudian menjelaskan perolehan persamaan tersebut dengan menuliskannya di papan tulis.

  11 Agustus 2009 Guru menjelaskan aturan-aturan menentukan arah SMA X (Guru A) gaya lorentz dengan menulis di papan tulis. Di papan Menit: 05:28-09:52 tulis guru menggambar dua buah telapak tangan Side A kanan. Yang pertama telapak tangan dengan jari telunjuk dan ibu jari terbuka sedangkan jari lainnya tertutup. Gambar tersebut digunakan guru untuk menjelaskan arah gaya lorentz dengan aturan tangan kanan. Yang kedua, telapak tangan dengan kelima jari terbuka. Gambar tersebut digunakan untuk menjelaskan arah gaya lorentz dengan kaidah tangan kanan yang biasa. Guru juga menggambar sekrup untuk menjelaskan arah gaya lorentz dengan kaidah sekrup putar kanan.

  11 Agustus 2009 Guru mendemonstrasikan arah gaya lorentz (kaidah SMA X (Guru A) tangan kanan dan tangan kanan yang biasa) dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Menit: 07:56; tangan kanan dan kaidah sekrup putar kanan dengan 09:28; 11:27 3 buah spidol. Side A

  11 Agustus 2009 Guru menjelaskan persamaan gaya lorentz per satuan SMA X (Guru A) panjang dengan menulis di papan tulis. Guru

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Menit: 30:18-33:55 menggambar 2 buah kawat sejajar kemudian Side A menuliskan langkah perolehan persamaan tersebut di papan tulis.

  4 Agustus 2009 Guru menggunakan papan tulis untuk menuliskan SMA Y (Guru B) persamaan gerak parabola pada komponen sumbu x dan sumbu y.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4 Agustus 2009 Guru menggunakan rekaman gerak benda untuk SMA Y (Guru B) membantu merumuskan persamaan gerak parabola dan power point untuk menuliskan rangkuman materi yang telah dipelajari.

  2. Metode yang

  11 Agustus 2009 Selain menjelaskan penurunan persamaan gaya digunakan guru dalam SMA X (Guru A) lorentz dengan menulis di papan tulis, guru juga menyampaikan materi Menit: 04:04-05:20 menjelaskan secara lisan perolehan persamaan pembelajaran. Side A tersebut.

  G: ”Ini adalah medan magnet yang mempengaruhi kawat berarus I sepanjang l (guru memberikan keterangan dengan menuliskan huruf B pada garis horisontal dan huruf l pada garis vertikal) , bukan sepanjang tak berhingga bukan (guru menunjuk kawat yang berarah vertikal) , sepanjang l,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  11 Agustus 2009 SMA X (Guru A) Menit: 10:05-10:43 Side A Guru menggunakan metode ceramah siswa aktif.

  (G menggambarkan arah gaya lorentz keatas pada

  G: ”Maka arah maju/mundurnya sekrup berarti, putarlah ke sana maka ini akan, arah?” SS: Siswa menjawab: ”Gaya lorentz”.

  BS: Sebagian siswa menjawab bersamaan: ”keatas.”

  terkecil ini (menunjuk

sudut yang dibentuk antara pena yang berarah ke kiri dan

ke kanan), bukan ini ya? Jadi ini (pena yang berarah

kekiri ) kalau diputar kekanan berarti?”

  θ

  G: ”Ini arus, ini medan magnet (menunjuk pada pena yang

digunakan sebagai demonstrasi, arus ditunjukkan oleh

pena yang berarah kekanan dan medan magnet

ditunjukkan oleh pena yang berarah kekiri). Hati-hati

putarlah I menuju B dengan sudut

  Melalui demonstari guru memberikan arahan bagaimana menentukan arah gaya lorentz dengan kaidah sekrup putar kanan. Berdasarkan fakta yang ditunjukkan melalui demonstrasi tersebut, guru menggali pemahaman siswa akan konsep yang baru saja disampaikan dengan memberikan pertanyaan.

  sehingga dampaknya kalau antara arus dan B (guru menunjuk I dan B pada gambar) membentuk sudut suatu

  θ

  θ B sin l

  I ”. (guru menuliskan F =

  θ sin B l

  Kalau misalnya anda ada suatu problem kok disini bisa kesana tidak (guru menunjuk kawat yang berarah vertikal dan horisontal) , kenapa? Karena anda tahu ada satu hal kaitannya kalau ada gaya maka dia akan terpengaruh juga semuanya? Ya? Satu hal dalam hal ini berarti gaya yang ada lebih aman anda

  antara garis vertikal dan horizontal). Untuk anda adalah l-nya ini hanya sepanjang yang dipengaruhi B (guru menunjuk kawat yang berarah vertikal) , bukan sepanjang tak berhingga atau apa bukan, hanya yang terpengaruh B.

  θ

  (guru memberikan keterangan dengan menuliskan symbol

  I dipapan tulis).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  gambar).

  11 Agustus 2009 Pada saat menjelaskan arah gaya lorentz guru SMA X (Guru A) menggunakan perpaduan beberapa metode. Selain Menit: 05:28-11:37 menggunakan gambar dan menjelaskan secara lisan, Side A guru juga memperagakannya. Guru menggunakan tangan kanannya untuk memperagakan arah gaya lorentz dengan aturan tangan kanan dan tangan kanan biasa; 3 buah spidol untuk memperagakan arah gaya lorentz dengan aturan sekrup putar kanan. Selain itu guru juga meminta salah satu siswa untuk melakukan peragaan. Berdasarkan peragaan tersebut guru menunjukkan bahwa jari telunjuk menunjukkan arah arus.

  11 Agustus 2009 Guru menggunakan metode tanya jawab. Guru SMA X (Guru A) menggali kemampuan siswa akan materi yang baru Menit: 12:25-18:35 saja dipelajari yaitu tentang arah gaya lorentz dengan Side A memberikan pertanyaan secara lisan pada beberapa siswa Guru menunjuk beberapa siswa untuk menjawab.

  G: ”Coba checking sekarang tanggal berapa?” BS: "Tanggal 11?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G: “Tanggal 11, no absent 11 mana?” S : (S tunjuk jari). 6 6 G: “Berdiri mbak, berdiri” S : (S berdiri). 6 6 G: “Disitu saja. Coba yang lain diam lho? Mbak siapa namanya?” S : “Devi” 6 SS: “Siswa tertawa: ha…?”

  G: “Mbak devi, ada sebuah kawat berarus keatas, kawat tersebut dipengaruhi oleh medan magnet kearah barat. Arah gaya lorentznya kemana?” S : ”Ke selatan?” (sambil memperagakan dengan tangan 6 kanannya)

  G: ”Kemana?” S : ”Ke selatan” (sambil memperagakan dengan tangan 6 kanannya) G: ”Ok, terimakasih silahkan duduk.

  Guru memberikan pertanyaan pada siswa yang lain.

G: Absen 22?” S : (S langsung berdiri).

  7 7 G: ”O..ya, Namanya siapa?” S : “Ninik” 7 G: “Dini?” S : Salah satu siswa menclomet: Arah selatan?” 8 S : “Wuuh...” 7 G: “Tempat tinggal mana mbak, mondok?” S : “Iya” 7 SS: Siswa tertawa: ha….?”

  G: ”Ga usah grogi, ga papa. Dulu dipondok, terus sekarang tinggalnya di?” S : ”Kost” 7 G: ”O…kasihan. Tenang-tenang. Mbak ninik, sama ada kawat berarus arah keatas dipengaruhi oleh medan magnet kawat

tersebut dipengaruhi oleh medan magnet luar yang

berarah mendekati anda. Gaya lorentznya kemana?”

  S : ”Ke utara” (sambil memperagakan dengan tangan 7 kanannya)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G ”Salah, yang betul?” SS: Siswa menjawab: ”Kekanan.”

  Dari kutipan tersebut nampak bahwa pada saat S

  7

  menjawab salah guru meminta pendapat seluruh siswa, bagaimanakah jawaban yang benar. Setelah semua siswa memberikan jawabannya guru kemudian bertanya pada S , apakah dia sudah tau dimana letak

  7 kesalahannya.

  G: ”Tau salahnya?” S : ”Tidak” (sambil menggeleng-gelengkan kepala). 7 G: “Waduh,belum tau salahnya?” S : “Eh…” 7 G: “Bisa?” S : “Bisa.” 7

  11 Agustus 2009 Guru memberikan kesempatan pada siswa apakah SMA X (Guru A) ada hal yang ingin ditanyakan. Karena siswa tidak Menit: 19:49-27:33 ada yang bertanya guru melanjutkan dengan latihan Side A soal. Guru menulis soal di white board. Kutipan soalnya terlihat seperti pada gambar berikut:

  Soal: Lengkapi I, B dan F

  I

  • 3.

  B B

  1 2 I F F

  Setelah selesai menuliskan soal guru menunjuk beberapa siswa untuk mengerjakan soal tersebut di papan tulis. Guru menggunakan metode problem

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  solving. Pada saat siswa menuliskan jawabannya guru mengoreksi satu per satu langkah pengerjaan siswa kemudian memberikan gagasan apakah jawaban siswa tersebut benar atau salah. Kutipan jawaban siswa terlihat seperti pada gambar berikut:

  I 2 B

  I

  1 F F (Jawaban S dan S ) 11 12 G: ”No.1 benar. No.2 salah.

  Karena S

  12 menjawab tidak tepat guru membimbing

  siswa tersebut dengan memberikan pertanyaan menuntun sampai siswa tersebut dapat memberikan jawabannya dengan tepat

  G: ”Ada I ada F arah Bnya kearah mana ?” S : Maju membenarkan. 12 Kutipan jawaban siswa terlihat seperti pada gambar

  berikut: 2 I

  F (Jawaban S ) 12 Dari hasil pengerjaan siswa tersebut guru memberikan tanggapan.

  G: ”Salah. E… jangan gitu, tangannya gimana tangannya? Arusnya kemana itu?” S : Menjawab pertanyaan G: ’Menjauhi’. 12 G: ”Menjauhi. Menjauhi arusnya menjauhi mana? Ga usah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dipikir, tenang aja? Silahkan diamati?” S : Maju lagi membenahi. 12 2 I F (Jawaban S ) 12 G: ”Arah I menuju B, Fnya pasti keba….?Ya….” S : ”Kebawah. 12 ”

  Dari kutipan tersebut nampak bahwa ketika siswa masih menjawab salah guru tetap membimbing dengan memberikan pertanyaan menuntun. Guru kemudian meminta salah satu siswa untuk menuliskan jawaban soal yang lainnya. Guru meminta agar ketua kelasnya menunjuk salah satu temannya untuk mengerjakan soal tersebut.

  G: G menyuruh siswa yang lain untuk maju. “Ya terus ketua kelasnya mana ketua kelasnya, anda mau menunjuk siapa?” SS: Seluruh siswa ikut menunjuk: “Diesya?”

  G: Mengulangi lagi perintahnya: ”Anda mau menunjuk siapa? Siapa?” BS: Sebagian siswa berteriak: ”Diesya?”

  G: ”Siapa? Diesya. Tenang aja? Ya? Siapa?” SS: Siswa tertawa: ”Ha….?” S : ”Absen 34” 13 G: ”Mana?” S : Siswa absent 34 langsung tunjuk jari dan maju kedepan 14 mengerjakan didepan agak lama sambil memperagakan dengan tangan kanannya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  B

  • 3.

  I F (Jawaban S ) 14 Pada saat S mengerjakan agak lama dan mengalami

  14

  kesulitan guru meminta agar siswa tersebut meminta salah satu temannya untuk membantu mengerjakan.

  G: ”Anda mau meminta bantuan siapa?” S : Melihat kearah teman-temannya, kemudian menunjuk salah 14 satu temannya sambil memanggil: ”Diesya?” S : Siswa yang bersangkutan maju kedepan. 15 G: ”Namanya siapa mas?” S : ”Diesya?” 15 G: ”Diesya? Kenal sama mbaknya?” S: Semua siswa tertawa: “Hu...”

  S : S memulai mengerjakan dipapan tulis . 15 15

  B

  • 3.

  I F

   (Jawaban S ) 15 Dari hasil jawaban siswa tersebut guru memberikan tanggapan terhadap jawaban siswa.

  G: G menanggapi jawaban siswa: “Jadi kalau anda pakai sekrup tinggal enak bahwa I menuju B. I menuju B maka gambarnya (G menunjuk pekerjaan S ) seperti itu. Baik 15 makasih, nah ada pertanyaan?”

  11 Agustus 2009 Guru menjelaskan materi tentang gaya lorentz pada

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  SMA X (Guru A) kawat sejajar dengan menggambar 2 buah kawat Menit: 30:20-34:27 sejajar yang berarah keatas di papan tulis. Guru Side A menggunakan metode ceramah siswa aktif.

  Berdasarkan gambar tersebut guru memberikan pertanyaan-pertanyaan menuntun untuk merumuskan gaya lorentz per satuan luas pada kawat sejajar. Berikut contoh kutipannya:

  G: ”Ya... disebelah kanannya gimana? Arah medan magnetik, me....?” SS: Melanjutkan jawaban G: ”Menjauhi?”

  G: ”Terimakasih....menjauhi. Sebelah kanannya menjauhi kan,

sampai pengaruhnya dikawat 2, B (G menggambar arah

1 medan magnet pada kawat 2) .

  F pada kawat sejajar

1 I

  2 I

  B

  1

  a

G: Arus I , disebelah kirinya arah medan magnetnya kemana?”

  2 SS: Siswa menanggapi pertanyaan G: ”Mendekati?” S+G: Mengulangi jawaban: ”Mendekati” G: ”Dan pengaruhnya sampai di kawat 1 (guru

menggambarkan medan magnet pada kawat 1). Disini saya

tulis B (menunjuk B ) , kenapa?” 2 2 F pada kawat sejajar

1 I

  2 I

  B

2 B

  1

  a

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G: ”Disini saya tulis B (menunjuk B ), disini saya tulis B 1 1 2

(menunjuk B ). B karena medan magnet datang dari kawat

2 1 sa...?” SS: Melanjutkan jawaban G: Satu?”

  G: ”B karena datang dari kawat?” 2 SS: Menjawab pertanyaan G: ”Dua?”

  Guru mengajak siswa bersama-sama merumuskan persamaan gaya lorentz per satuan luas pada kawat 1 dan 2 secara matematis.

  Jawaban: F

  =

  I B

  2

  1 l

  µ I µ

  I I

  1

  1

  2 = =

  I

  2 2 π a 2 π a

  F =

  I B

  1

  2 l

  µ I µ

  I I

  2

  1

  2 = I =

  1 2 π a 2 π a

  11 Agustus 2009 Guru memberikan contoh soal. Guru menuliskan soal SMA X (Guru A) di papan tulis (soal disertai dengan gambar). Sebelum Menit:08:40-10:45 menganalisis soal tersebut, guru memberikan Side B petunjuk secara lisan cara menganalisa contoh soal tersebut.

  G: ”Perhatikan analisa seperti ini, kelanjutannya anda saya

beri soal seperti ini nanti kalau cermat analisanya, analisa

dulu arahnya. Anda cermati betul? Silahkan dicoba?

Dianalisa arahnya dulu. Saya bantu sedikit, I 1 I 2 berlawanan khan?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  BS: Sebagian siswa menjawab: ”Iya?”

  G: ”Kalau berlawanan arahnya gimana? Nah, maka gimana arus itu akan 5 A disitu? Gaya dikawat 2 = 0. Silahkan

diamati. Bebas lho ini, silahkan berkreasi boleh saja anda?”

(G berkeliling kearah belakang siswa)

  18 Agustus 2009 Guru mengecek kembali pemahaman siswa akan SMA X (Guru A) materi yang telah dipelajari sebelumnya. Guru Menit: 08:48-11:56 memberikan pertanyaan pada beberapa siswa Side A mengenai arah gaya lorentz secara lisan.

  G: Arah itu sangat dipentingkan . Kita bicara huruf awal kan?

Selalu saya buat kilas balik terus. G langsung menunjuk

siswa. No absen 18 mana? S : S langsung tunjuk jari. 2 2 G: G meyakinkan apakah siswa tersebut bernomor 18. No 18 S : Ya ? 2 G: Betul ? S : Mengulangi jawabannya dengan suara lantang. Iya? 2 G: G kemudian meminta S untuk berdiri. Tolong berdiri 2 mas!

  S : S melaksanakan perintah G dan langsung berdiri. 2 2 G: G memberikan pertanyaan? S : S memperagakan dengan tangannya dan kemudian 2 2 menjawab : ke atas pak! G: G berbalik memberikan pertanyaan mengenai arah.

  Timurnya mana tho? S : S menunjuk kearah barat. 2 2 S : Salah satu temannya berkomentar : Itu kebarat ? 3 S : E....timur sana (S menunjuk kearah timur). 2 2 Guru memberikan pertanyaan pada siswa yang lain.

G: 28 mana 28? Berdiri? G meminta no absent 28 untuk berdiri.

  S : S langsung berdiri. 4 4 G: Sudah berdiri belum? S : Menjawab pertanyaan G : sudah ! 4 G: Hah? Yah..oya, saya kira masih duduk. G kemudian

memberikan pertanyaan pada S . Arusnya keatas, tepat di

4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kanan kawat tersebut arah medan magnetnya kemana ? S : Memperagakan dengan tangan kanannya, kemudian 4 menjawab: menjauhi!

G: G mengulangi jawaban S . Menjauhi! Betul?

  4

  4 Agustus 2009 Pembelajaran dilakukan di dalam kelas. Pada awal SMA Y (Guru B) pembelajaran guru memberikan hasil rekaman gerak Menit: 00:00-01:30 parabola. Guru menggunakan metode diskusi. Guru memberikan petunjuk cara menganalisa hasil rekaman gerak benda tersebut, kemudian membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Tiap kelompok diminta untuk menguraikan 2 titik hasil rekaman gerak benda tersebut.

  G: ”Titik awal kita hitung nol ya? Titik awal kita hitung nol. Ada?” SS: ”Tiga belas”

  G: ”Tiga belas, bagus tiga belas, yang contoh lain mungkin

disingkirkan dulu supaya kamu tidak kesulitan

mengerjakannya, lalu besok yang kita analisa yaitu nah

kita cek, ada berapa tadi?”

  SS: ”Tiga belas”

  G: ”Tiga belas, enam belas ya ini ya?” SS: ”Ya” G: ”Baik. titik satu sampai tiga kamu uraikan ya, empat

sampai enam, Sembilan sampai sebelas, terus, ini tadi

sampai berapa?” SS: ”Tiga belas”

  G: ”Tiga belas to,oke mulai lagi dari nol sampai dua, tiga

sampai enam, delapan, sembilan, sepuluh. Jadi silahkan

nanti saya tinggal minta data. Mulailah sehingga tidak semuanya kamu uraikan, cukup masing-masing menguraikan dua titik dua titik”.

  4 Agustus 2009 Guru mulai menuliskan materi di papan tulis. Di SMA Y (Guru B) sebelah kanan papan tulis guru menuliskan sumbu x, Menit 05:02-08:30 dan di sebelah kiri sumbu y. Guru menggunakan metode pendampingan individual. Guru berkeliling

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  melihat-lihat pekerjaan siswa kemudian memberikan arahan cara mengukur hasil rekaman gerak benda pada siswa satu per satu.

  G: ”Tapi kalau narik tengah2 lurus jangan ada yang miring, baik nah cukup”. (Guru memberikan petunjuk cara mengukur rekaman gerak benda pada salah satu siswi).

  G: ”Nah ini diukur, ni aja diukur, tu, dua, tiga, gitu aja.

  

(guru memberikan petunjuk cara mengukur rekaman gerak

benda pada salah satu siswi yang lain).

  S: ”Pak aku beda?”

  G: ”Yo nggak papa, berapa kamu?” S: ”Ini satu koma delapan”.

  G: ”Yo ditulis satu koma delapan. Namanya ngukur kan beda-

beda. Satu koma delapan pake senter po? Terus yang ini

membandingkan ya? Ini baru satu, nah ini tarik sret kesini

yang ini tarik sana nanti supaya bisa membandingkan”. S: ”Terus yang ini pak?”

  G: ”Sudah, terus yang ini berapa? Gini saja, terus yang ini diukur saja?” S: ”Caranya?”

  G: ”Dari sini kesini (guru menunjuk titik-titik hasil rekaman gerak benda pada pekerjaan siswa ), dari sini ke sini.

  4 Agustus 2009 Guru berdiskusi dengan siswa. Guru meminta siswa SMA Y (Guru B) satu per satu mengemukakan hasil pengukuran Menit: 09:02-10:27 rekaman gerak benda pada sumbu x.

  G: ”Nah yang mau saya tanyakan bukan angkanya. Kalau

angkanya nanti kta itung nanti. Tapi saya hanya tanya

pada sumbu x dulu. Sumbu x sudah kamu ukur antara

uraian satu titik ke titik yang satu ya? Nah sekarang saya

mau tanyakan, tempat saya sembarang aja. Kamu sudah

menemukan uraian pada sumbu x? Hasilmu berapa?”

  S: ”Satu”.

  G: ”Satu dengan satu?” S: ”Satu koma tujuh, satu koma delapan”.

  G: ”Satu koma tujuh, satu koma delapan”.

  G: ”Kamu?”(guru menunjuk siswa lain)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  S: ”Satu koma delapan, satu koma delapan”.

  G: ”Satu koma delapan, satu koma delapan”.

  G: ”Sintya?” S: ”Satu koma lima, satu koma lima”.

  G: ”Satu koma lima, satu koma lima ya, dua itu seperti itu to?” S: ”Siswi menganggukkan kepala”

  G: ”Itu pada sumbu x ya?”

  G: ”Pada sumbu x, yang sudah lagi? Sudah? (guru menunjuk siswi lian) , sumbu x?” S: ”Satu koma delapan, satu koma tujuh”.

  G: ”Satu koma delapan, satu koma tujuh. Bagus, satu koma

delapan, satu koma tujuh, satu koma delapan, satu koma

delapan, satu koma lima, satu koma lima? Saya tidak akan

memasalahkan a satu koma, satu koma ndak, tetapi kalau

tahu data seperti itu kecenderungannya bagaimana pada

sumbu x? Kalau itu belum ditemukan?”

  S: ”Sama?”

  SMA Y (Guru B) Guru mengajak siswa berdiskusi dalam menjelaskan Menit: 10:28-12:58 GLBB (komponen gerak pada sumbu y).

  G: ”Kalau ada yang menemukan sama, oke kita simpan dulu

ya? Sekarang kita bandingkan pada sumbu y. Pada sumbu

y. sumbu y selangnya juga kamu ukur dengan yang

atasnya. Saya hanya mau tanya yang gerakan ke atas dulu

ya? Kamu sudah dihitung?(guru menunjuk salah satu

siswi) Yang tadi gimana yang sumbu y? Semakin ke atas

selangnya sama atau berubah atau gimana?” S: ”Semakin kecil”.

  G: ”Semakin kecil. Bagus, semakin kecil. Baik, kamu? (menunjuk siswi yang lain) . Sumbu y?” S: “Semakin kecil”.

  G: “Semakin kecil, Vira?” S: “Semakin gede?” G: “Semakin gede karena kamu pake data yang tadi? Ini

dengan yang ini?” (guru melihat hasil pengukuran salah

satu siswi)

  S: ”Semakin kecil?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G: ”Semakin kecil. Ini dengan ini? (guru melihat hasil

pengukuran salah satu siswi yang lain). ”Ini gak ditengah,

ya gak papa tapi yo yang pentinh ini saja, ini dengan ini?”

(guru menunjuk pekerjaan siswa tadi). ”Kamu, dari sini

kesini?” (guru meminta siswi lain untuk mengemukakan

jawabannya) .

  S: ”Semakin kecil?”

  G: ”Semakin kecil? Oke berarti kalau begitu semakin kecil

ya? Semakin kecil berarti itukan yang kamu tulis kamu

itung. Itu jarak, jarak kalau setiap titik ada waktunya. Jadi

jarak dibagi waktu hasilnya? Jarak di bagi waktu

hasilnya?” S: ”Kecepatan?”

  G: ”Kecepatan. Jadi pada sumbu y kecepatannya cenderung?” S ”Mengecil?”

  G: “Mengecil maksudnya apa?” S: ”Berubah?” G: ”Berubah. pada sumbu x, cenderung?” S: ”Tetap” G: ”Saya bandingkan ya? Walaupun ada satu koma lima, ada

satu koma tujuh, ada satu koma delapan, namun arahnya

kalau diambil itu ternyata pada sumbu x memiliki

kecepatan yang tetap, pada sumbu y memiliki sedikit

cenderung berubah. Berarti tulis kamu berhenti dulu sini

sik! Baru nanti kita teruskan lagi sampai hasilnya ya?”

(Guru berjalan ke arah papan tulis dan menunjuk tulisan

sumbu x). ”Berarti boleh saya simpulkan untuk gerak

parabola, sumbu x geraknya gerak apa?” S: ”Lurus, GLB?”

  G: GLB ya kan? (guru menuliskan GLB di papan tulis) S: ”Ya?” G: ”Pada sumbu y?” S: ”GLBB?”

  SMA Y (Guru B) Menit:13:00-13:25

  Sambil berdiskusi dengan siswa guru menuliskan persamaan komponen gerak pada sumbu x di papan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tulis.

  G: “Karena itu sudah, dan itu benar gerak parabola to itu? Yo

dicoba itu gerak parabola?. Oke, terus nek GLB tadi

rumusnya apa ya?” S: ”Sx = Vx. t ?”

  G: “Ya baik, tadi yang selanjutnya kalau? Eh sory kalau GLB tadi v nya bagaimana? S: ”Tetap?” G: ”v nya tetap” (guru menulis di papan tulis Vx = tetap).

  ”Kalau Sx?” (guru menulis sx= di papan tulis)? ”So nya dari 0 ya ngitungnya ya? Vx kali t begitu ya?” (guru menulis Sx=Vx.t di papan tulis).

  SMA Y (Guru B) Sambil berdiskusi dengan siswa guru menuliskan Menit:15:38-16:18 persamaan komponen gerak pada sumbu y di papan tulis.

  G: ”Ok..kita lanjut. GLBB? sekarang kita liat (guru menunjuk

tulisan GLBB yang ada di papan tulis) kalau GLBB maka

nanti akan menggunakan Vy, iya to tadi?” SS: ”Iya?”

  G: ”Terus V = V + at (guru menulis rumus V = V + at Y

0Y Y

0Y di papan tulis diikuti siswi mendektekan secara serentak). 2 Sy = ? Karena dari 0, langsung Voy .t + ½ at ”. (guru 2 menuliskan rumus Sy=Voy .t + ½ at di papan tulis ).

  4 Agustus 2009 Guru memberikan arahan bagaimana SMA Y (Guru B) menghubungkan titik-titik hasil rekaman gerak benda Menit 16:21-18:00 secara lisan..

  G: ”Silakan kamu hubungkan titik nol dengan titik pertama!

Titik nol, titik pertama. Kita sepakat titik pertama itu nol

atasnya 1,2,3,dan seterusnya ya (guru menunjuk pekerjaan

siswa) . Nol pertama dihubungkan. Kalau dihubungkan kan

berarti ada arah ya? ”

  G: Nol pertama itu kita beri Vo, Vo kecepatan awal ya. Terus

sebetulnya kalau kamu tarik kamu uraikan, akan

mendapatan uraian pada sumbu x. Itu khan anak panah, itu

Vo, anak panah tadi Vo, kamu tulis Vo (guru menunjuk

pekerjaan salah satu siswa) terus kamu tarik garis sehingga

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  memotong menguraikan tadi yang pertama”.

  4 Agustus 2009 Guru mengajak siswa berdiskusi bersama-sama SMA Y (Guru B) merumuskan persamaan gerak parabola pada Menit: 19:54-39:07 komponen sumbu x dan y. Guru tidak langsung merumuskan, tetapi dengan memberikan pertanyaan- pertanyaan menuntun.

  G: “Pada uraian sumbu x ketemu Vo ?” S: “Vox.” G: “Pada uraian sumbu Y ketemu ?” S: “Voy (siswa menjawab dengan serentak ) G: ”Jadi disini saya tulis, pada uraian komponen ini didapatkan

Vox. Yang sini komponen sumbu y, Voy. Sekarang sudut

antara vektor tadi dengan sumbu x kamu beri sudut alpha,

sudah? Nah sekarang saya tanya, kalau begitu Vox nya

sama dengan apa? khan sudah ada sudutnya dan Vo nya.

Apa? Vox =? Bingung lagi? Vo? Yaitu Vo?”

  Guru terus mengembangkan pertanyaan untuk merumuskan V x dan S x. Guru melanjutkan merumuskan persamaan untuk komponen sumbu y.

  G: ”Voy? V kali ?” S: ”Sin alfa”.

  G: ”Sin alfa”. (guru menuliskan V cos alfa di papan tulis)

  Guru terus mengembangkan pertanyaan untuk merumuskan V y dan S y .

  4 Agustus 2009 Guru mengembangkan persamaan gerak parabola (S ,

  x

  SMA Y (Guru B) S ) pada saat mencapai titik tertinggi. Guru

  y

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Menit: 40:12-45:41 menggunakan metode problem solving. Guru meminta siswa untuk maju kedepan merumuskan persamaan tersebut. Guru menunjuk siswa yang jarang maju. Siswa menuliskan jawabannya langkah demi langkah diikuti guru memberikan gagasan/mengoreksi jawaban tersebut.

  G: “Iya bener terus. Cos alfa sin alfa tahu g? cos alfa sin alfa dalam matematika khan sudah”.

  Siswa ikut mengoreksi jawaban siswa yang maju tersebut. Karena jawabannya kurang tepat siswa bertanya pada guru mengapa bisa seperti itu dan guru menjelasakannya.

  S: “Kok bisa?” G: “Kok bisa ini jadi ini ya? Kamu mendapatkan matematika.

  

Sebetulnya kalau memindah ke sini. Ini kan sebetulnya di

sini ada tambahan berarti cos alfa sin alfa itu disini (guru

sambil menunjuk rumus yang di kerjakan salah satu

siswii). Hasilnya itu setengah kurung 2 sin kuadrat alfa.

  

Kamu cari di trigonometri saya nggak usah menguraikan. 2

sin kuadrat alfa itu adalah cos alfa kali sin alfa.

  Guru meminta siswa yang maju tadi untuk menunjuk salah satu temannya merumuskan persamaan gerak parabola (S y ).

  (Siswa yang ditunjuk langsung maju ke depan mengerjakan).

  Guru meminta salah satu siswa lagi untuk merumuskan persamaan gerak parabola (t terjauh saat S y ). Sambil menunggu siswa mengerjakan guru mengoreksi pekerjaan siswa. Ketika siswa mengalami kesulitan guru memberikan petunjuk.

  8 Agustus 2009 Guru menjelaskan maksud V secara lisan.

  

x

  SMA Y (Guru B) Kemaren mau ulangan biologi konsenmu terganggu, Menit: 11:25-13:30 iya to? Yok kita liat!”

  G: ”Kan kamu sudah mengatakan disini bahwa Vx nya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

tetap?” (Guru menunjuk persamaan V yang ada di paapn

x tulis).

  G: ”Maksudnya tetap tu gimana? Kamu dah tau kecepatannya

sama, bener. Sekarang kecepatan pada sumbu x itu mana?

Vox kan gitu to?” (guru sambil menunjuk persamaan V 0X yang ada di papan tulis)

  G: ”Jadi yang dimaksud Vx selalu Vox kan gitu ? Nah

sekarang kita sudah uraikan kecepatan pada sumbu x itu

kan?” (Guru sambil menunjuk V pada persamaan V 0X X yang ada di papan tulis).

  G: ”Ini dicari lewat mana, ini to kalau begitu masukkan? Jadi

Vx sama dengan V cos alfa”. (Guru sambil menunjuk

persamaan V yang ada di papan tulis). X G: ”Sekarang GLBB mana? Ini, ini dimasukkan ke sini.

  

Hanya percepatannya disin yang bekerja adalah percepatan

gravitasi. Lalu uraian kita kemaren uraian Voy yaitu Vo

sin alfa. Yang ini diganti ini. Kalau ini diulang lagi kira-

kira gimana? Masih bingung? Malah bingung?”

  S ”Gak” 4:

  G: ”Yang dimaksud dengan tetap itu kecepatannya selalu sama, sudah sampai sini biasa? Oke kalau bisa sekarang kita liat lagi”

  8 Agustus 2009 Guru berdiskusi mengecek pemahaman siswi dengan SMA Y (Guru B) memberikan pertanyaan secara lisan tentang materi Menit: 13:32-21:40 yang telah dipelajari, yaitu tentang persamaan gerak parabola.

  G: ”Syarat titik tertinggi, syarat mencapai titik tertinggi yo!

Saya tanya, tadi dah maju. Kamu tu kalau maju jangan

takut salah, mantep gitu lho. Suatu benda mencapai titik

tertinggi, kemaren kalau nggak salah ada syaratnya,

Ajeng?” S : Vy sama dengan 0 5 G: Vy sama dengan 0. Tidak usah saya lanjutkan. Kalau begitu? Karena itu matematis ya, jadi nanti aja sekalian soalnya”.

  G: ”Kalau mencapai titik terjauh?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G: ”Oya kalau begitu sendy?” S : ”S sama dengan 0” 6 G: ”S sama dengan 0” S : ”Sy sama dengan 0” 6 G: ”O,diralat Sy sama dengan 0. Ya, sekarang saya ceritakan

yang dimaksud Sy = 0 tu piye? Dalam bentuk tulisan Vy,

Sy tu piye?” S : ”Kecepatan”. 7 G: ” Syntia, mau Sy nya 0 atau Vy nya 0 dulu?” S : ”Sy, jadi pada posisi itu benda nilainya 0 karena diam. Itu 7 menurut saya”.

  G: ”Iya dah betul belum? Tapi kamu dah jawab itu nggak apa- apa. Mungkin bahasa yang lain yang lebih baik. Silahkan!

Maksud Sy sama dengan 0? Ayo sukarelawati, kamu

ungkapkan aja seperti syntia tadi! Tambahkan lagi siapa yang mau nambahkan? Ela? Ayo! Menurut kamu apa? Sy boleh, Vy boleh, sama aja!”

  S : ”Kalau Vy sama dengan nol itu, misalkan kita lempar 8 benda lha pas kita lempar benda pas ke atas itu apa ya seper sekian detik berhenti di atas, nah itu yang dimaksud titik tertinggi karena dia pas di atas diam lalu ke bawah lagi. Nah pas diatas itu mencapai titik tertinggi”

  G: Baik, berarti pada saat dia berhenti ya? Maksudnya

berhenti itu bukan berhenti lama tapi sekian detik dia

berhenti jadi kecepatannya?” S : ”Nol” 8 G: ”Nol, maka dia akan turun, itu bagus maka Vy nya 0, kalau Sy ny 0? Ayo tadi sudah diungkapkan temenmu. Ini anu yo tidak terbiasa berpendapat, harus dipanggil satu satu yo?”

  G: ”Ayo berpendapat! Kalau orang jawa biasanya diminta yo?

Coba kamu berpendapat, biasakan kamu untuk member

masukan. Kalau orang jawa itu biasanya diminta ya. Coba

kamu berpendapat! Tadi sebenarnya ela bagus, punya

konsep yang bener Cuma agak ragu mengatakan. Sekarang

yang diminta,, tadi Vy sama dengan 0 maksudnya apa

dulu? Yok yovita! Menurut kamu gimana kok Sy nya sama dengan 0 gimana?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  S : ”Jadi kalau benda dilempar ke atas sama titik tertiggi, terus 9 setelah sekian detik turun ke bawah. Jadi Sy nya nol”.

  G: ”Yang dihitung nol?” S : ”Sy nya” 9 G: ”Sy nya nol, Sy atau Vy?” S : ”Vy” 9 G: Sekarang Sy maksudnya apa?” S : (Diam) 9 G: ”Yok berpendapat lagi! Kalau kamu belum bisa jawab bedakan antara V dengan S kan gitu, kalau V itu apa?” SS: ”Kecepatan”

  G: ”Kecepatan, kalau dia berhenti S nya 0 atau V nya 0?” SS: ”v nya” G: ”Kalau berhenti V nya 0, nah kan begitu. Nah itu hanya

berlaku kalau benda dilempar ke atas dia akan semakin

tinggi kecepatannya dia akan turun lagi” (guru sambil

memperagakan dengan menggunakan tangan).

  G: ”Nah sekarang kalau benda begini?”(guru memperagakan

lagi, tangan guru digerakkan ke samping dari kanan ke

kiri).

  G: ”Apa kira-kira? Sy sama dengan 0 bener, yang kamu katakana tapi maksudnya apa?” G: ”Bener, jadi dia kembali ke?” SS: ”Awal?” G: ”Nah kita ulang lagi, menurut kamu Sy sama dengan 0 itu maksudnya?” S : ”Kita kan lihatnya dari sumbu y. Jadi benda itu dilempar 10 ” ke atas sini lalu balik lagi kesini ke bawah, ke bawah itu kan sejajar jadi dari sini itu nol”

  8 Agustus 2009 Guru mengajak siswa berdiskusi membahas PR yang SMA Y (Guru B) diberikan pada pertemuan sebelumnya.

  G: ”Kita inget-inget ya? Kamu hanya lupa kok.kalau kita

  Menit: 22:40-37:35

  mulai nol dulu, sin nol berapa?” SS: ”Nol”.

  G: ”Sin nol, nol. Kalau sin nol, nol. Kalau cos nol ?” SS: ”Satu”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G: ”Satu. Sin per cos tangent to?” SS: “Ya?” G: “Berarti tangen nol berapa? Nol dibagi satu sama dengan berapa?” SS: “Nol”

  G: “Nol. Sin 30?” SS: “Setengah” G: “Setengah. Cos 30?” S : ”Setengah akar dua” 13 G: ”Setengah akar tiga” S : ”Akar tiga deng” 13 G: ”Gitu, ya. Terus sing 45?” SS: ”Akar dua”

  G: ”Cos 45?” SS: ”Setengah akar dua” G: ”Akar dua. Tangent 45?” SS: ”Satu”.

  G: ”Nah, mulai inget lagi to?” (Menit 27:30)

  Guru meminta salah satu siswa untuk mengemukakan jawabannya dengan memberikan pertanyaan pancingan.

  G: ”Vx. Yang saya tanyakan Vx gitu wae,V horizontal” S : ”Vx nya itu V kali cos alfa”. 15 G: ”Ya langsung, V nya berapa?” S : ”V nya itu 100 kali setengah akar dua berarti limapuluh 15 akar dua” G: ”Limapuluh akar dua. Yang lain sudah? Sama?” SS: ”Iya”.

  G: ”Sekarang Vy?” S : ”Vy itu V kali sin alfa berarti 100 kali”. 16 G: ”Vy = Vo sin alfa men gt berapa?” SS: (diam) G: ”Lima puluh akar dua men?” SS: ”Dua puluh” G: ”Dua puluh. Yang A yang di tanyakan. Sik v sin alfa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  berapa?” SS: ”Lima puluh akar dua”.

  G: ”Lima puluh akar dua men? G nya berapa?” SS: ”Sepuluh” G: ”Sepuluh kali berapa? Kali t. Selesai. Lho yang A dulu masih persamaan. Yang t sama dengan 2 itu yang B. berarti ketemu ya?” SS: ”Ya”

  G: ”Vx nya?” SS: ”Lima puluh akar dua”.

  G: ”Bagus, Vy nya?” S : ”Men lima” 17 G: ”Men lima, eh men sepuluh t”

  G: ”Hasil akhir?” G+SS: ”Lima puluh akar dua men dua puluh” G: ”Akar dua itu berapa satu koma empat ya. Satu koma empat. Satu koma empat dikalikan lima puluh. Satu koma empat kali lima puluh?” S : ”Enam puluh” 18 S : ”Eh?” 19 G: ”Berapa?” SS: ”Tujuh puluh”

  G: ”Tujuh puluh. Tujuh puluh dikurangi?” S : ”Dua puluh” 20 G: ”Dua puluh. Ketemu?” SS: ”Lima puluh” G: ”Nah lima puluh. Kecepatan pada saat t sama dengan 2, lima puluh” (Menit 32:46)

  Guru mengajak siswa untuk membahas soal berikutnya secara bersama-sama. Guru berdiskusi dengan siswa untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Ketika guru bertanya mengenai hasil perhitungannya siswa diam dan nampaknya mengalami kesulitan. Guru kemudian memberikan pertanyaan menuntun secara pelan-pelan untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menyelesaikan permasalahan tersebut.

  : ”Berapa?”

  G

  SS: (diam)

  G: ” Seratus limapuluh akar dua itu berapa? Tadi akar dua berapa?” SS: ” Satu koma empat”

  G: ”Nah tinggal ngalikan. Seratus lima puluh kali satu koma

empat. Dua ratus?”

SS: (diam)

  G: ” Dua ratus sepuluh kurangi empat lima?” SS: ”Satu enam lima” G: ”Satu?” SS: ”Enam lima”.

  G: ”Oke ini jawabannya”.

  Penyelesaian:

  2. Diket: V = 100 m/s g = 10 m/s = 45

  α

  Dit: a. S , S , saat t = 3 s x y

  b. S , S , saat t = 2 s x y Jawab: S = V cos α t = 100 cos 45 (3) = 150 m x

  2

  1 2

  1 2 S = V sin α t- g t = 100 sin 45 (3) - 10 (3) y

  2

  2

  = 150 - 45 = 165 m

2 Jadi posisi saat t = 3s di (210 m; 165 m)

  3. Alur penyampaian

  11 Agustus 2009 Pada awal pembelajaran, guru mengingatkan materi materi pembelajaran. SMA X (Guru A) yang telah dipelajari sebelumnya yaitu tentang medan magnet dan persamaan kawat lurus berarus. Guru tidak langsung mengingatkan tetapi guru memberikan pertanyaan-pertanyaan menuntun. Berikut kutipannya:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G: “Saya selalu memberikan suatu evaluasi sebentar, anda telah mempelajari: ada arus, ada medan magnet itu kunci utamanya. Karena oersted yang menyadur, yang merumuskan biort savart. Andaikan ada kawat lurus berarus bagaimana?” SS: Siswa diam dan mempersiapkan buku catatannya.

  5 G: ”Kalau kawatnya tak berhingga ? ?”

  2 π

  BS: Beberapa siswa menjawab: ”a?”

  G: “Kalau ber ter-hingga, berhingga?”

  π

  BS: Beberapa siswa menjawab: ”2 a”

  G: ”Pakai cos, pakai sin silahkan bebas. Panjang kawat melingkar, kemudian solenoida, toroida, gitu khan?”

  Kutipan lainnya:

  G: ”Yang paling tau yang sudah kita cermati beres semua?

Ga ada masalah, kalau bener-bener ga ada masalah saya

berharap seperti itu nanti kita lanjutkan. Kalau ga ada

masalah kita lanjutkan. Anda kemarin, ada arus pasti

disekitarnya ada medan?” BS: Sebagian siswa menjawab: ”Magnet?”

  Setelah itu guru masuk pada materi baru, yaitu gaya lorentz. Guru memulai dengan perumusan gaya lorentz pada kawat lurus, arah gaya lorentz, mengecek pemahaman siswa akan materi yang disampaikan dengan memberikan pertanyaan secara lisan dan memberikan beberapa soal latihan. Kemudian melanjutkan materi berikutnya, yaitu tentang gaya lorentz pada kawat sejajar. Setelah materi selesai, guru memberikan contoh soal dan latihan soal. Pada akhir pembelajaran guru memberikan PR pada siswa dan mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari. PR diambil dari LKS hal. 57 no. 1, 3, dan 6.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G: ”Baik pekerjaan rumahnya no 2 hal 57, kemudian yang latihan no 1, no 3 kita balik ke medan magnet, dan no 6.

  Ya? Jadi begini saya cermati sekali lagi kalau kemarin ada arus ada medan magnet sekarang ada arus ada medan magnet bukan dari dirinya, misalnya medan magnet kawat 1 mempengaruhi kawat 2 Bnya, maka akan terdapat yang namanya gaya lorentz sebesar F. Silahkan anda pahami betul.”

  4 Agustus 2009 Pada awal pembelajaran guru memberikan rekaman SMA Y (Guru B) gerak benda, kemudian mengajak siswa bersama- Menit: 12:42-13:10 sama merumuskan persamaan gerak parabola. Guru memulai dengan persamaan gerak parabola untuk komponen sumbu x kemudian menyimpulkan hasil analisa untuk perumusan gerak parabola pada sumbu x . Guru tidak langsung menyimpulkan tetapi dengan memberikan pertanyaan menuntun.

  G: ”Berarti boleh saya simpulkan untuk gerak parabola, sumbu x geraknya gerak apa?” S: Sebagian siswa menjawab: “Lurus, GLB”.

  G: “GLB (guru menuliskan GLB di papan tulis) ya kan?” S: “Ya” G: “Pada sumbu y?” S: Sebagian siswa menjawab: “GLBB”.

  G: (Guru menuliskan GLBB di papan tulis) “Jelas ini ya? Yakin lho ya?”

  Sebelum melanjutkan persamaan gerak parabola untuk komponen sumbu y guru mengingatkan kembali persamaan gerak parabola pada GLB dengan memberikan pertanyaan menuntun.

  G: ”Karena itu sudah, dan itu benar gerak parabola to itu. Yo

dicoba itu gerak parabola. Oke terus nek GLB tadi

Rumusnya apa ya?” S: Sebagian siswa menjawab: “Sx= Vx. t”.

  G: “Ya baik, tadi, yang selanjutnya kalau, eh sory kalau GLB tadi V nya bagaimana?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  S: “Tetap” G: “V nya tetap”. (guru menulis di papan tulis Vx = tetap).

  Guru kemudian melanjutkan persumusan persamaan gerak parabola pada komponen sumbu y dan menyimpulkan hasil analisa untuk perumusan gerak parabola pada GLBB.

  G: “Jadi untuk gerak parabola, menemukan rumus bahwa Vx tidak lain adalah V cos . Kalau Sx yaitu V cos

  α α t.”

  Pada akhir pembelajaran guru memberikan latihan soal dan rangkuman tentang materi yang telah dipelajari.

  8 Agustus 2009 Pada awal pembelajaran, sebelum masuk pada materi SMA Y (Guru B) berikutnya guru mengingatkan kembali akan materi Menit: 00:00-11:24 yang telah dipelajari sebelumnya, yaitu persamaan gerak parabola. Guru meminta siswa untuk menuliskan kembali persamaan gerak parabola di papan tulis.

  G: ”Namun saya mau akan masuk dulu ke gaya gravitasi. Nah

sebelum ke arah situ kita lihat lagi kemaren rangkuman

sebentar tentang gerak parabola. Ya? Ayo, kemaren ada

komponen sumbu x ada komponen sumbu y, sambil

mengingat-ingat. Pertanyaannya begini? Tolong dituliskan

untuk komponen sumbu x dan komponen sumbu y!

Sebelum kesana dulu, komponen sumbu x kemaren,

komponen sumbu x itu, kamu golongkan gerak apa dulu?

Komponen sumbu y gerak apa dulu? Yang kemaren ada

dua komponen to itu?”

  G: ”Lalu kita membuat kesimpulan bahwa di sumbu x itu apa geraknya? Di sumbu y apa? Nanti salah satu maju untuk menuliskan sumbu x itu berapa, sumbu y berapa?. Lalu yang kedua nanti akan maju lagi persamaan pada sumbu x itu apa? Persamaan pada sumbu y apa? Gentian ya satu-

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  satu, nanti kalau tidak tahu ya gak papa ya? Yang penting kita mengingat-ingat dulu. Saya minta tolong untuk Lidya. Yak kamu tuliskan di sana yang kemarin sudah kita pelajari yaitu tentang sumbu x, sumbu y itu ya. Yang kemaren itu to? Ya. Ini silahkan menulis di sana!”.

  G: ”Namun saya mau akan masuk dulu ke gaya gravitasi. Nah sebelum ke arah situ kita lihat lagi kemaren rangkuman sebentar tentang gerak parabola. Ya? Ayo, kemaren ada komponen sumbu x ada komponen sumbu y, sambil mengingat-ingat. Pertanyaannya begini? Tolong dituliskan untuk komponen sumbu x dan komponen sumbu y! Sebelum kesana dulu, komponen sumbu x kemaren, komponen sumbu x, itu kamu golongkan gerak apa dulu? Komponen sumbu y gerak apa dulu? Yang kemaren ada

dua komponen to itu?

  SS: ”Iya?”

  G: ”Lalu kita membuat kesimpulan bahwa di sumbu x itu apa geraknya? Di sumbu y apa? Nanti salah satu maju untuk menuliskan sumbu x itu berapa, sumbu y berapa? Lalu yang kedua nanti akan maju lagi persamaan pada sumbu x itu apa? Persamaan pada sumbu y apa? Gentian ya satu- satu, nanti kalau tidak tahu ya gak papa ya? Yang penting kita mengingat-ingat dulu. Saya minta tolong untuk Lidya. Yak kamu tuliskan di sana yang kemaren sudah kita pelajari yaitu tentang sumbu x, sumbu y itu ya. Yang kemaren itu to? Ya. Ini silahkan menulis di sana!”.

  4. Cara guru

  11 Agustus 2009 Guru menekankan konsep yang dianggap penting

  menyampaikan SMA X (Guru A) dengan mengulang-ulang perkataanya agar siswa konsep yang dianggap Menit: 03:28-03:54 selalu mengingatnya.

  G: ”Beres ya ini ya? Nah sekarang ada arus, ada medan penting sehingga Side A magnet bukan dari dirinya maka akan terdapat yang mudah dipahami oleh namanya gaya lorentz. Itu bahasa gampangnya seperti itu. siswa.

  Bukan dari dirinya, sehingga dampaknya begini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  11 Agustus 2009 SMA X (Guru A) Menit: 04:04-05:20 Side A

  Guru menekankan konsep yang dianggap penting dengan mengulang-ulang perkataanya agar siswa selalu mengingatnya.

  G: ”Ini adalah medan magnet yang mempengaruhi kawat berarus I sepanjang l bukan sepanjang tak berhingga bukan,

sepanjang l, sehingga dampaknya kalau antara arus dan B

(guru menunjuk I dan B pada gambar) membentuk sudut

suatu θ (guru memberikan keterangan dengan menuliskan

symbol θ antara garis vertikal dan horizontal), untuk

anda adalah l-nya ini hanya sepanjang yang dipengaruhi B

(guru menunjuk kawat yang berarah vertikal), bukan

sepanjang tak berhingga atau apa bukan, hanya yang

terpengaruh B. Kalau misalnya anda ada suatu problem kok disini bisa kesana tidak, kenapa?

  11 Agustus 2009 SMA X (Guru A) Menit: 08:35-08:40 Side A

  Guru memberikan penekanan pada konsep yang dianggap penting dengan menggunakan kalimat penekanan seperti berikut:

  G: ”Saya ingatkan ya, ini arah saya pentingkan”. (guru memberikan gambar).

  11 Agustus 2009 SMA X (Guru A) Menit: 08:56-09:08 Side A

  Guru memberikan penekanan pada konsep yang dianggap penting dengan menggunakan kalimat penekanan seperti berikut:

  G: ”Perhatikan, tolong ini cermati, ini akan lebih

menguntungkan anda sehingga nanti dalam SNSPTN anda

tidak apa, tidak joged? Kalau pakai ini (aturan 1) kan bisa

joget?”

  11 Agustus 2009 SMA X (Guru A) Menit: 15:23-15:40 Side A

  Guru memberikan penekanan pada konsep yang dianggap penting dengan menggunakan kalimat penekanan seperti berikut:

  G: ”Kapan anda menjawab dengan arah dibidang datar atau

dibidang tiga dimensi silahkan tolong dikembangkan

sendiri. Ya? Biasanya kalau pertanyaan dalam arah mata

angin, maka jawaban dalam mencermatinya juga dalam

arah mata angin juga”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  11 Agustus 2009 Guru memberi penekanan dengan mengingatkan SMA X (Guru A) siswa agar berhati-hati dalam menentukan arah gaya Menit: 10:19-10:26 lorentz dengan kaidah sekrup putar kanan.

  G: ”Hati-hati putarlah I menuju B dengan sudut θ terkecil ini

  Side A

  

(menunjuk sudut yang dibentuk antara pena yang berarah

bukan ini ya?” ke kiri dan ke kanan)

  11 Agustus 2009 Guru menggunakan media lebih dari satu untuk SMA X (Guru A) menjelaskan arah gaya lorentz. Selain menjelaskan dengan gambar guru juga memperagakan arah gaya lorentz tersebut dengan menggunakan tangan kanannya untuk kaidah tangan kanan dan tangan kanan yang biasa. Guru juga memperagakan dengan 3 buah spidol untuk menjelaskan arah gaya lorentz dengan kaidah sekrup putar kanan. Guru menunjukkan bahwa jari telunjuk menunjukkan arah arus, ibu jari menunjukkan arah gaya lorent, dan ketiga jari lainnya menunjukkan arah medan magnet untuk kaidah tangan kanan. Sedangkan untuk kaidah tangan kanan yang biasa guru menunjukkan bahwa ibu jari menunjukkan arah arus, keempat jari menunjukkan arah medan magnet dan telapak tangan menunjukkan arah gaya lorentz Hal ini dimaksudkan untuk lebih memperjelas materi yang disampaikan agar mudah dipahami oleh siswa.

  11 Agustus 2009 Guru menggunakan gerakan tangan pada saat SMA X (Guru A) melakukan demonstrasi memperagakan arah gaya Menit: 10:19-10:34 lorentz dengan aturan sekrup putar kanan. Guru Side A memutar-mutar jari tangannya di antara spidol yang berarah ke kanan dan spidol yang berarah ke kiri untuk menentukan sudut yang dibentuk oleh I dan B.

  G: ”Ini arus, ini medan magnet (menunjuk pada pena yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  digunakan sebagai demonstrasi, arus ditunjukkan oleh pena yang berarah kekanan dan medan magnet ditunjukkan oleh pena yang berarah kekiri). Hati-hati putarlah I menuju B dengan sudut θ terkecil ini (menunjuk sudut yang dibentuk antara pena yang berarah ke kiri dan ke kanan dengan memutar-mutar jarinya) bukan ini ya? Jadi ini (pena yang berarah kekiri) kalau diputar kekanan berarti?”

  11 Agustus 2009 Guru memberikan cara mudah untuk menentukan SMA X (Guru A) arah medan magnet pada kawat sejajar. Apabila yang Menit: 30:19-31:11 akan ditentukan arah medan magnet pada kawat 1 Side A maka kawat 2 diabaikan terlebih dahulu dan sebaliknya.

  G: ”Ini I ini I , maka nanti anda akan me...pengertian kalau 1 2

ini nanti berjarak a (memberikan jarak pada kedua kawat).

  

Coba kawat 1 keatas, ga usah mikir ini dulu (menunjuk

pada kawat 2) maka medan magnet disebelah kanan kawat

1 arahnya kemana?” (guru memutar tangannya pada kawat

1)

  11 Agustus 2009 Guru menggunakan gerakan tangan untuk SMA X (Guru A) menentukan arah medan magnet. Guru memutar- Menit: 31:15-31:18 mutar jari tangannya di kawat 1.

  11 Agustus 2009 Guru memberikan cara mudah untuk menentukan SMA X (Guru A) arah gaya lorentz. Apabila yang akan ditentukan gaya Menit:32:14-32:42 lorentz per satuan luas pada kawat 1, maka kawat Side A yang berarus I

  2 diabaikan terlebih dahulu. Dan

  sebaliknya apabila yang akan ditentukan gaya lorentz

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  per satuan luas pada kawat 2, maka kawat yang berarus I

  1 diabaikan terlebih dahulu. Guru kemudian

  menggambarkan arah gaya lorentz pada kawat yang berarus I

  1 dan

  I 2 .

  G: ”Perhatikan, ga usah lihat ini (menunjuk pada kawat 1)

arusnya keatas, Bnya menjauhi anda (menunjuk pada B )

1 gaya lorentznya disini (menunjuk pada B ) ?” 1 SS: ”Kekiri ?” ”Ke....ke (sambil memperagakan dengan tangan

kanannya) ke...ki-ri (G menggambar arah gaya lorentz

pada kawat 2 kekiri). Arusnya keatas Bnya mendekati?”

(menunjuk pada kawat 1 dan B )

2

SS: ”Ke kanan?”

  G: ”Ke .....ke kanan” (sambil menggambar gaya lorentz

arah kekanan pada kawat 1 atau B .). ”Ini adalah gaya

2

lorentz” (G menunjuk tanda anak panah pada kedua

kawat).

  F pada kawat sejajar

  I I

  1

  2 F

  B

2 B

  1

  a

  11 Agustus 2009 Guru memberi penekanan dengan meminta siswa SMA X (Guru A) agar berhati-hati dalam menentukan gaya per satuan Menit: 32:54-33:54 luas.

  G: ”Interaksi gayanya seperti itu, sehingga gaya persatuan

  Side A

  luas, hati-hati. Hati-hati gaya persatuan luas yang kita pake sebesar (G menulis F = ). Gaya persatuan

  I B 2 1 l

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

panjangnya langsung aja, I nya, B nya berapa? , Inya I

2 1

  µ

  berapa I dari 1 kawat 1 per?” SS: ”Siswa menjawab: 2 a

  π µ

  I 1 I 2 G: ”Sehingga kalau ditulis, G menulis . Boleh? Atau

  π

  2 a anda menganalisanya dari kawat 1, F = I , Bnya B 1 l berapa?” SS: ”Siswa menjawab: Dua?”

  I

  µ O 2 G: ”Dua berarti I kali , berarti sama nggak?” 1

  2 π a

  11 Agustus 2009 Guru memberikan penekanan pada persamaan gaya SMA X (Guru A) lorentz per satuan luas dengan mengkotaki Menit: 34:14-34:17 persamaan tersebut. Side A

  11 Agustus 2009 Pemahaman tentang konsep diperlukan untuk SMA X (Guru A) menyelesaikan soal. Guru membantu siswa untuk Menit: 02:23-06:05 menyelesaikan salah satu contoh soal.

  Side B

  Contoh soal:

  3 buah kawat sejajar

  I

  1 = 2 A, I 2 = 4 A, I 3 =

  I

  2

  6 A .Bagaimanakah

  I

  1 kondisi kawat 2?

  I

  3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Guru meminta agar siswa memperhatikan. Guru memberikan cara mudah untuk langkah awal melakukan analisa, yaitu menentukan arahnya.

  G: ”Coba salah satu yang gampang sekarang sudah tahu kan? Kalau searah gimana kalau searah?” BS: Sebagian siswa menjawab: ”Saling mendekati?”

  G: G mengulangi jawaban siswa: ”Saling mendekati, betul...betul?” S 17 : Menjawab: Ya...?

  Guru memberikan cara mudah, agar pada saat menganalisa kawat 1 dan 2 tidak memperhatikan kawat 3. Guru kemudian melanjutkan dengan memberikan pertanyaan pada siswa. Guru bertanya bagaimanakah kondisi kawat 1 dan 2 sambil menunjuk kawat 1 dan 2 tersebut, agar siswa fokus pada keadaan saat itu.

  G: ”Ga usah mikir yang ini (guru menunjuk kawat 3), kawat 2 khan? 1 dan 2 (gurul menunjuk kawat 1 dan 2)? BS: Sebagian siswa menjawab: ”Tarik menarik?”

  G: G meyakinkan jawaban siswa: Tarik menarik khan?” SS: Siswa menjawab: ”Ya?”

  Guru menggambarkan arah gaya lorent pada kawat 2 karena pengaruh kawat 1. Berdasarkan gambar tersebut guru memberikan pertanyaan secara berurutan.

  G: ”Ini kekiri khan ?”.

  I

2 I

  3 G: ”F 21 F kawat 2 pengaruh dari kawat 1. 2 dan 3 (guru menunjuk kawat 2 dan 3)?”

  BS: Sebagian siswa menjawab: ”Menjauh?” G: ”Nah berarti di kawat 2” guru menunjuk kawat 2). BS: Sebagian siswa menjawab: ”Kekiri?”

G: G mengulangi jawaban siswa. Kekiri juga disini, F

  2 karena pengaruh?”

  Guru menggambarkan arah gaya lorentz pada kawat 2 karena pengaruh kawat 3. Berdasarkan gambar tersebut guru memberikan pertanyaan secara berurutan.

  G: “Nah secara vektor bagaimana?” BS: Sebagian siswa menjawab: “Searah?” G: G mengulangi jawaban siswa: “Searah, maka? Hayo...dia akan? Kawat 2 akan ke....?” BS: Sebagian siswa menjawab: Kekiri?” G+SS: Bersama sama mengiulangi jawaban: Ke kiri” G: “Karena terpengaruh apa? F totalnya sebesar F21 +?” SS: Siswa menjawab: ”F23”

  Guru menuliskan jawaban matematisnya diikuti siswa mendiktekan.

  G: ”Nah, F21 bisa ditemui ini secara vektor karena kita sudah tau arahnya. Sekarang anda hitung. Ini persatuan panjang (guru menunjuk Ftot: F21 + F23) . Kondisi kawat 2 dalam hal ini tentu persatuan panjang, kita batasi. Berarti gimana, langsung aja, I : I 1 I 2 /2 π a (guru menuliskan I : I 1 I 2 /2 π a di papan tulis). Kalau ini sama, tinggal ini a 1 , ini a 2 . a 1 dan a 2 sama misalkan disini apa anda harus cermati.”

  F

  21 F

  23 I

  1 I

  2 I

  3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Guru menuliskan persamaan matematis gaya total per satuan panjang.

  G: ”Kalau misalnya a = a = 1 m berarti?” 1 2

  • a

  I I

  µ o 2 3 SS +G: Bersama sama menjawab: ” ”

  a 3 F = F + F tot

  21

  23 I

  I I

  I

  µ µ 1 2 2 3

  • =

  2

  2

  π a π a 1 3

  11 Agustus 2009 Guru memberikan soal dan membahasnya bersama- SMA X (Guru A) sama dengan siswa. Menit 7:20-14:17

  Soal: Jika ada kawat 3 Side B berarus 5 A,

  A

  I

  1 =10

  I

  2 =20 A

  dimanakah kawat tersebut diletakkan agar gaya di kawat 2 = 0?

  Guru memulai menganalisa soal tersebut. Guru tidak langsung menuliskan langkah penyelesaiannya, tetapi guru memberikan pertanyaan-pertanyaan menuntun untuk mengetahui pemahaman siswa, baru kemudian menuliskan langkah penyelesaiannya secara bertahap.

  G: ”Coba kalau misalnya anda mau meletakkan kawat 2 khan (G menunjuk kawat 2) ini berlawanan kan? Berarti kesana khan ?”(G menggambar anak panah kekanan).

  I

  2

1 I

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Guru memberikan kebebasan pada siswa, mau diletakkan di mana kawat yang ke-3.

  G: ”Anda mau meletakkan dimana? Ini kalimat sangat terbuka ini?” BS: Sebagian siswa mengeluarkan pendapatnya: ”Kanan?”

  G: Mengulangi pendapat siswa: ”Sebelah kanan, boleh? Sebelah kanan sejauh x misalnya.” (G menggambar kawat ke 3).

  I

  2

1 I

  x

  1 Guru bertanya pada siswa apabila kawat diletakkan di sebelah kanan kawat 2 sejauh x, bagaimana kondisi kawat 2.

  G: ”Ini kekanan (menunjuk arah F pada kawat 2) kalau

diletakkan disini sejauh x (menunjuk kawat 3) maka

diharapkan gaya disini (menunjuk kawat 2 ) kemana? BS: Sebagian siswa menjawab: ”Ke kiri?”

  G: ”Pengaruh kawat 3?” BS: Mengulangi lagi jawabannya: ”Kiri?” G: ”Kawat 3 ya?3..harus ke...?” BS: Sebagian siswa menjawab: ”Kiri?” G: ”Ini F ” (G menggambarkan arah gaya lorentz F pada 21 21

kawat 2), ”ini F ” (G menggambarkan arah gaya lorentz

23 F pada kawat 2) . 23 I

  1 F

  2 F

  21 G: ”Karena semua harus kekiri berarti kawat 3 arahnya harus kemana?”

  3 I

  23 I

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  SS: Siswa menjawab pertanyaan G: ”Atas?”

G: Mengulangi jawaban siswa: ”Ke..? Keatas (G

  menggambar arah I keatas), terimakasih. Ya kan?” 3 I

  1

  

3

F F

  21 I

23 I

  2 Guru memberikan penekanan pada siswa melalui

  pertanyaan menuntun bagaimana apabila gayanya = 0.

  G: ”Nah berarti syaratnya sekarang anda harus tahu. Kawat

21, kawat 23 masuk gayanya disitu dia menjadi apa? = 0

jika apa ini?” (menunjuk arah F pada F 23 ) SS: Siswa menjawab: ”Sama?”

G: Mengulangi jawaban siswa: ”Sama. Berarti, = 0

  ∑ F

  berarti jika?” SS: Menjawab pertanyaan G: ”F = F .” 21 23 G: ”Nah sudah gitu khan?”

  Guru menuliskan persamaan matematisnya, diikuti siswa mendiktekan. Guru memberikan cara mudah dalam melakukan perhitungan. Jika ada variabel yang sama diruas kanan dan kiri disederhanakan dengan menghilangkan variabel tersebut.

  I 3

  5 ∑ F = x = =

  10

  10 F = F

  21

  23

  1 = m

  µ

  I I µ

  I I

  1

  2

  2

  3

  =

  2 2 π 1 2 π x

  18 Agustus 2009 Guru memberikan petunjuk cara mudah menganalisa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  SMA X (Guru A) soal yang diberikan pada pertemuan sebelumnya.

  G: “Untuk no 2 itu hanya mencermati apa? No 2 yang latihan,

  Menit: 01:30-08:08 no. 3 itu kan apa? Yang memiliki medan magnet nol. Side A

  Anda cek dulu dimana letaknya?”

  Guru mengajak siswa untuk menyelesaikan salah satu soal yang agak sulit. Guru memulai dengan menggambar dua buah kawat yang arahnya berlawanan di papan tulis.

  G: ”Ini arahnya kesana (G menggambar arah medan magnet pada kawat yang arah arusnya keatas ) kemudian ini kesini ya?” (G menggambar arah medan magnet pada kawat yang arah arusnya kebawah).

  Guru memberikan pertanyaan pada siswa mengenai arah medan magnet berdasarkan gambar tersebut. Ketika siswa lama menjawab dan nampak bingung guru memberikan penekanan dengan nada suara agak keras berulang-ulang. Guru meminta, agar siswa mencoba memperagakan arah medan magnet dengan tangannya dan membuka kembali catatannya.

  G: ”Kalau disini misalkan, B nya kemana ini? (G menunjuk kawat1). Seperti ini, pengaruh 1? Gimana?” S : Salah seorang siswa menjawab: Ke bawah. 1 G: G mengulangi pertanyaannya lagi. ”Ke.....? Karena

sebagian besar siswa diam G bertanya dengan nada yang

keras. Tangannya gimana tangannya?”

  ”Kok ketawa, ketawa kok tangannya? Medan magnet?”

  G: ”Coba dibuka lagi, medan magnet masak tangannya kayak gitu? Gila bener ini? G berjalan menuju kemeja siswa

paling depan dan melihat catatannya. Kalau ketemu tak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

sobek boleh? Tangannya gimana tangannya, coba

catatannya mana?” S : Membuka buku catatannya. 2 G: G melihat catatan S2, kemudian berkomentar. ”Medan

magnet lhoh ya? Medan magnet seperti ini (menunjuk

buku catatan salah satu siswa ) . Tak sobek bener lhoh

ya? Heh...gimana? Ke mana ?” S: Siswa menjawab: ”ke bawah?”

  G: ” Soalnya itu terus-terusan seperti itu? Coba nanti yang merasakan anda. Kalau gak mau belajar ya seperti ini, nanti akan kelihatan. Kalau saja saya semangat anda tidak semangat, ya sudah? Kita bahas sama-sama”.

  Guru mengajak siswa untuk membahas soal tersebut secara bersama-sama. Guru tidak langsung menuliskan penyelesaiannya, tetapi dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan menggali.

  G: ”Kemana pengaruh 1?” (sambil menunjuk gambar dipapan tulis). BS: Sebagian siswa menjawab: ”Ke bawah”.

  G: ”Ke bawah. B (G menggambar arah B kebawah). 1 1 Pengaruh 2?” BS: Sebagian siswa menjawab: ”Ke bawah”.

  G: ”Ke bawah. B ( guru menggambar arah B kebawah). 2 2 ”Mungkin tidak nol?” BS: Sebagian siswa menjawab: ”tidak”.

  G: G mengulangi lagi jawaban siswa: ”tidak mungkin? Lha kok tadi ada yang menyebut ini dengan ini gini?” (G menunjuk gambar dipapan tulis). Enak sekali? Kok medan magnet lupa?”

  Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk mencoba menyelesaikannya. Karena tidak ada yang mau mencoba, guru kemudian menyelesaikan bersama-sama. Guru terus memberikan pertanyaan- pertanyaan menggali untuk menyelesaikan soal tersebut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G: ”Ada yang mau nyoba silahkan? Sebelah kiri atau sebelah

mana? Kiri atau kanan?(Siswa diam). Sebelah kiri atau

kanan? G berjalan menuju papan tulis dan mulai

menuliskan sesuatu . Yang satu berapa arusnya? Berapa

?” BS: Sebagian siswa menjawab: ”6?”

  G: G mengulangi lagi jawaban siswa:”

  6 Ampere (G menuliskan 6 A pada gambar kawat) ?

  BS: Sebagian siswa menjawab: ”Iya”

  G: ”Yang kedua ?” BS: Sebagian siswa menjawab: 2”. G G mengulangi jawaban siswa: ”2 Ampere (G kemudian

menuliskan angka 2 A pada kawat) ? Gimana, jaraknya

berapa disini?” BS: Sebagian siswa menjawab: ”40”.

  Guru kemudian memberikan cara mudah untuk menggambarkan arahnya.

  G: G menuliskan angka sebesar 40 cm antara kawat 1 dan 2 dipapan tulis). ”Tolong gambar dulu seperti ini. Baik yang

gampang tentu saja pasti sebelah kiri atau kanan? Sebelah

ka..?”

  BS+G:Sebagian siswa dan guru bersama-sama menjawab: ”kanan”..

  G: ”Kanan yang 2 A..?” SS: Siswa melanjutkan kalimat yang diucapkan guru: ”m pere?”

  G: ”Coba 6 dan 2 besar mana?” (menunjuk besar arus kawat 1 dan 2) SS: Siswa menjawab: ”6”.

  G: ”Yang besar itu pengaruhnya bisa sampai dekat yang kecil, tapi yang kecil?” SS: Siswa menjawab: ”besar”.

  G: ”Besar? Gitu aja yang gampang kan?”

  Guru melanjutkan dengan menyelesaikan persamaan secara matematis.

  G: ”Ini B ini B Syaratnya harus sama dengan?” 1 2.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  BS: Sebagian siswa menjawab: ”nol?” G: ”Nol itu gimana?” G memulai menulis lagi dipan tulis.

  I

  µ 1

  ”B = B . Berarti ?” 1 2

  2

  π

  BS: Sebagian siswa menjawab:” a ?”

  G: G kembali bertanya pada siswa : ”a nya berapa?” BS: Sebagian siswa menjawab: ”40 + x”.

  G: G mengulangi jawaban siswa. ”40 + X, ga papa?” (G

  µ

  I 2

menulis dipapan tulis) . ”Sama dengan . Hayo

  2 x π

  

sederhanakan (guru mencoret dengan ) terus

  µ µ

2 sederhanakan (mencoret 2 dengan2 ) .

π π π

  6

  2

  . Hayo ini 3 (mencoret angka 6 dan

  =

  • 40 x x

  mengganti dengan angka 3 , ini? ” BS: Sebagian siswa menjawab :” 1”.

  G: (mencoret angka 2 dan mengganti dengan 1). ”Berarti 3x=?” BS: Sebagian siswa menjawab : ”40 + x”.

  G: (G menuliskan jawaban siswa : 40 + x ). ”Pindah sana 2x = 40. x nya berapa ?” BS: Sebagian siswa menjawab : ”20”.

  G: G mengulangi jawaban siswa: ”20 cm”.

  18 Agustus 2009 Guru memberikan latihan soal pada siswa. Soal SMA X (Guru A) disertai dengan gambar. Setelah selesai menuliskan Menit 12:05-18:51 soal guru memberikan kesempatan pada siswa untuk Side A mencoba mengerjakannya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Soal:

  D C

  Sebuah persegi dengan sisi 20 cm, pada sudut-sudutnya diberi kawat yang sejajar. A, B, dan D diberi arus I dan arah yang sama. Berapakah kuat arus C dan kemana arahnya agar resultan di A = 0?

  A B Guru memberikan petunjuk cara menganalisa soal. Hal tersebut dilakukan guru sambil berkeliling di sekitar siswa.

  G: ”Dianalisa dulu dengan A, B, dan D itu sejajar Resultan

gaya ya? Nulisnya yang komplit. Gaya di A itu sama

dengan nol. Gimana pengerjaannya? (G melihat-lihat pekerjaan salah seorang siswa lalu mengomentari ). Ya ini berarti kalau searah itu saling mende..?” BS: Sebagian siswa melanjutkan perkataan G: ”kati?”

  Guru melihat-lihat pekerjaan siswa kemudian mengomentari.

  G: ”Kemarin sudah to diterangkan? Nah, kalau searah itu saling mendekati berarti disini akan pas benerkan ? (G

melihat-lihat catatan siswa kemudian mengomentari) . Ini

dengan ini? Gimana? Terus ini dengan ini? Nah secara

vektor bisa kan anda gambar? Kalau searah itu saling

mende ?” S : S menjawab : ”kati?” 6 6 Guru mengajak siswa untuk membahasnya secara

  bersama-sama. Guru memberikan cara mudah melakukan analisa awal melalui pertanyaan menuntun..

  G: ”Analisa awal, ini dengan ini (menunjuk titik A dan B pada gambar), arahnya apa ini?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  BS: Sebagian siswa menjawab: ”sama!”

  G: G menjawab lain. ”Sejajar khan ?” SS: Siswa menjawab: ”iya ?” G: ”Menjauhi semua. Kalau sejajar berarti ?” BS: Sebagian siswa menjawab: ”Mendekati”.

  G: G menjawab lain “Tarik me...?” SS: Siswa menjawab: ”narik”.

  G: ”Berarti ini dia kesana F (G menggambar arah gaya F pada titik A kekanan). Ini dengan ini?” SS: Siswa menjawab: ”Tarik menarik”.

  G: ”Tarik Menarik juga ? Disini keatas” (G menggambar arah gaya F pada titik A keatas) .

  D C F B A B

  G: ”Resultannya gimana ? Ini khan sama tho besarnya?” (G

menunjuk F antara titik A dan D, dan F antara titik A dan

B).

  SS: Siswa menjawab: ”Iya”.

  G: ”Berarti F akar ?” BS: Sebagian siswa menjawab: ”2”.

  G: ”Supaya disini nol (menunjuk pada titik A), maka harus ada gaya ke.... ?” SS: (Siswa diam)

G: G memulai menjawab. ”Menjauhi khan ?” BS: Sebagian siswa menjawab: ”ya”.

  G: ”Dari terhadap ini (menunjuk C) kalau ini disini (menunjuk titik A), ini ada F 2 (menunjuk F ' 2 ),

maka disini (menunjuk titik A) disini harus ada F yang

arahnya seperti itu. Menjauhi berarti tinggal pengaruhnya

terhadaap C. Kalau disini menjauhi (menunjuk titik A), ini

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menjauhi juga arah arusnya maka disini (menunjuk titik C) '

arusnya apa supaya ini (menunjuk F ) menjauhi?

Arusnya disini (menunjuk titik C ) berlawanan kan ?” SS: Siswa menjawab: ”Iya.

  G: ”Satu menjauhi, satu men..?” SS: Siswa menjawab: dekati..? G: ”Nah ini analisanya (menuliskan tanda titik pada titik C.

  Beres?” Analisa: 20 cm

  D C F

  2 A

  B F

  ’

  F

  G: ”Tinggal pake bahwa disana F harus sama dengan F 2 ”.

  Guru mengajak siswa untuk menyelesaikan perhitungannya dengan cepat. Guru meminta siswa menyederhanakan persamaannya dengan menghilangkan variabel yang sama.

  Perhitungan:

  

I =

C I .

  2 F = F

  2

  2 I =

  µ

  I I µ C

  I I =

  =

  2 2 .

  20 2 .

  20 π π

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4 Agustus 2009 Guru menggunakan gerakan tangan dengan menaik SMA Y (Guru B) turunkan tangan kanannya untuk menjelasakan gerak Menit 14:32-15:20 parabola pada komponen sumbu y (GLBB).

  G:Nah sekarang kalau sumbu Y, sumbu y kan GLBB ya, GLBB? Nah kalau gitu kita liat semakin lama itu semakin

kecil- semakin kecil-semakin kecil (guru menaikkan

tangannya). Lalu setelah V X semakin kecil-semakin kecil (guru menaikkan tangannya) benda itu sampai atas to? Semakin kecil-semakin kecil (guru menaikkan tangannya) terus , benda ke mana lagi?”

  S: Sebagian siswa menjawab: ”ke bawah”. G:”Ke bawah lagi, gitu khan (guru menurunkan tangannya)? Berarti ke atas (guru menaikkan tangannya. Ini pernah kita pelajari, pernah kita pelajari yaitu kalau ke atas itu gerak (guru menaikkan tangannya)?”

  Karena beberapa siswa diam dan nampak bingung, guru mengulang penjelasannya dengan menaik turunkan tangannya.

  G: ”Kalau ke atas, belum pernah kita pelajari (guru menaikkan

tangannya)? Gerak vertikal ke atas (guru menaikkan

tangannya), kalau begini gerak jatuh bebas”? (guru

menurunkan tangan).

  4 Agustus 2009 Guru menyampaikan secara berulang cara SMA Y (Guru B) menghitung titik awal rekaman gerak benda.

  G: ”Titik awal kita hitung nol ya? Titik awal kita hitung

  Menit: 00:00-00:04;

  nol?”

  14:32

  G:Nah sekarang kalau sumbu Y, sumbu y kan GLBB ya,

GLBB? Nah kalau gitu kita liat semakin lama itu semakin

kecil- semakin kecil-semakin kecil (guru menaikkan

tangannya). Lalu setelah V semakin kecil-semakin kecil

X benda itu sampai atas to?

  (guru menaikkan tangannya)

Semakin kecil-semakin kecil (guru menaikkan tangannya)

terus , benda ke mana lagi?”

  4 Agustus 2009 Guru menekankan agar siswa berhati-hati dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  SMA Y (Guru B) menguraikan titik-titik hasil rekaman gerak benda.

  G: ”Hati-hati lho tegak lurusnya hati-hati. Belum ya? (guru

  Menit: 03:28-03:30;

  

berkelliling melihat kerjaan siswi). Jadi masing-masing

  03:57-04:00

  hanya dapat 2 data? Tidak lebih dari tiga titik to?" G: ”Ini tegak lurus gak?(guru menunjuk hasil kerjaan siswa).

Gini to, hati-hati lho, sumbunya jangan miring, hati-hati

lho?”.

  4 Agustus 2009 Guru memberikan penekanan pada siswa untuk SMA Y (Guru B) mengingat syarat menguraikan vektor agar dapat Menit:18:01-18:15 menguraikan komponen gerak pada sumbu x dengan mudah.

  G: ’Syaratnya vektor, ingat menguraikan vektor, yo uraikan!

Nek gini khan nampak yang bingung menguraikan atau

tidak”?

  4 Agustus 2009 Pada saat guru memberikan pertanyaan mengenai V

  0x SMA Y (Guru B) siswa menjawab agak lama dan nampak bingung.

  Menit: 21:21-22:18 Guru kemudian memberikan pertanyaan pada siswa untuk mempermudah pemahaman siswa.

  G: ”Dari mana Vo cos alfa? pokoknya terus aja saya uleg ya,

setelah itu nanti gampang lagi. Dari mana Vo cos alfa?

Lho berarti dari membaca? Sik sik sik itu berupa apa sich

bentuknya? Bangunnya berupa apa?”

  S: ”Segitiga”

  G: ”Nah, kalau begitu V sebagai sisi apa? Vox nya tadi OX

sebagai sisi apa? Sisi samping. Sisi samping bagi sisi

miring?” S: ”Cos”

  G: ”Nah, diulang lagi. Lalu Vox sama dengan?” S: “V cos alfa” G: ”V cos alfa (guru menuliskan V cos alfa di papan tulis) tahu ya?”

  4 Agustus 2009 Guru memberikan penekanan pada persamaan gerak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  SMA Y (Guru B) parabola (V x dan S x ) dengan mengkotaki persamaan Menit 23:35-23:38 tersebut.

  4 Agustus 2009 Guru memberikan penekanan pada persamaan gerak SMA Y (Guru B) parabola (V y dan S y ) dengan mengkotaki persamaan Menit 26:58-27:01 tersebut.

  4 Agustus 2009 Guru memberi penekanan agar siswa tidak menghafal SMA Y (Guru B) rumus.

  G: ”Harapan saya jangan sekali kali di hafal. Kalau dihafal

  Menit:31:59-32:33

  

wah penuh nanti, masih menghafal nama panggilan pacar

kamu, nama lengkap. nomor hp sekian aja gak pusing kok

giliran ini kok pusing. Maka diubah anggap ini nomor hp

pacar kamu”.

  4 Agustus 2009 Guru menggunakan contoh peristiwa dalam SMA Y (Guru B) kehidupan sehari-hari dan menggunakan gerakan Menit:35:50-36:08 tangan (menaik turunkan tangan) untuk menjelaskan kapan benda mencapai titik tertinggi.

  G: ”Saya di lapangan tidak ada apa-apa saya lempar bola (guru menaik turunkan tangannya), naik terus?”

  S: “Turun?”

  G: “Diam terus turun, bagus. Maksude naik diam terus Turun”.

  4 Agustus 2009 Guru memberi penekanan dengan nada suara agak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  SMA Y (Guru B) tinggi, agar siswa selalu mengingat konsep yang Menit:37:02-37:44 disampaikan..

  G: “Kecepatannya nol. Nah titik tertinggi kecepatannya nol

tapi kecepatan disumbu apa?dek wingi diajari disumbu

apa dulu?” S: “Y”

  G: “Y, nah ini yang penting (guru menulis Vy = 0). S: “Ya pak”.

  G: “Jadi Vy nya nol, itu syaratnya kalau iu lupa ya sudah”.

  4 Agustus 2009 Guru memberikan penekanan pada persamaan gerak SMA Y (Guru B) parabola (t saat mencapai titik tertinggi) dengan Menit:39:05-39:07 mengkotaki persamaan tersebut.

  4 Agustus 2009 Guru memberikan penekanan pada siswa, agar tidak SMA Y (Guru B) menghafal rumus tetapi memahami konsep.

  G: ”Tapi bukan ini yang kamu hafal. Jangan kamu hafal yang

  Menit:39:22

  V sin

  α

  ini (guru menunjuk rumus yang t= ) yang ini (guru g menunjuk tulisan Vy=0) yg kamu hafal yang ini. Ini bukan dihafal tapi tahu, kalau naik diam sesaat Vy nya nol

kemudian masuk ke sini”. (guru menunjuk rumus

  V sin α t= ). g

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4 Agustus 2009 Guru menggunakan gerakan tangan (menaik turunkan SMA Y (Guru B) tangannya) untuk menjelaskan syarat benda Menit: 47:13 mencapai jarak tertinggi.

  8 Agustus 2009 Guru menggunakan gerakan tangan dengan menaik SMA Y (Guru B) turunkan tangannya untuk menjelaskan jarak pada Menit: 21:40-22:17 komponen sumbu y (S ).

  y

  G: ”Nggak kita cuma saling ngisi aja. Jadi bayangannya sudah tahu kalau kecepatan geraknya, kalau dia gini? Nah ini, kecepatan nol itu geraknya. nek Sy itu adalah jaraknya, kalau ini naik (guru menggerakkan tangannya dengan menaikkan tangannya perlahan-lahan) , berarti jaraknya semakin lama

semakin besar, kalau ini turun (guru menggreakkan

tangannya dengan menurunkann tangannya perlahan-lahan) jaraknya ini semakin turun semakin kecil”. Kalau pas pada garis seimbang atau garis nol, atau sumbu x, maka dia akan kembali nol.”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

E. PEMBAHASAN

  Mengajar merupakan kegiatan yang kompleks. Oleh karenanya pengajar dituntut memiliki keprofesionalan. Untuk menjadi guru yang profesional seorang guru harus memiliki PCK. Selain memiliki pengetahuan tentang materi seorang guru juga harus memiliki pengetahuan tentang pedagogi. Dengan memiliki pengetahuan tentang materi dan pedagogi guru akan dapat mengetahui konsep- konsep penting dan mengetahui bagaimana materi tersebut harus disampaikan sehingga siswa mudah menerimanya. Shulman (1986) mengelompokkan PCK dalam dua kategori : pengetahuan mengenai bentuk-bentuk representasi dan bagaimana bahan ajar disampaikan dalam pembelajaran sehingga konsep yang terkait mudah dipahami oleh siswa dan pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar, termasuk pengetahuan tentang kesulitan terhadap suatu topik, pra konsepsi dan konsepsi yang dibawa oleh siswa dari berbagai tingkat usia dan latar belakang terkait dengan materi ajar.

  Pada subbab ini akan dipaparkan pembahasan mengenai representasi materi pembelajaran oleh dua orang guru fisika SMA di Yogyakarta dan pengetahuan yang diduga mendasarinya. Dalam penelitian ini dua orang guru, guru A dan guru B memiliki bentuk representasi yang berbeda. Peneliti tidak membandingkan perbedaan diantara dua guru tersebut apakah guru termasuk guru profesional atau tidak, tetapi peneliti hanya mendeskripsikan bentuk-bentuk representasi materi pembelajaran sebagai penambah pengalaman saat menjadi guru nantinya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

yang digunakan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran; (2) metode

yang digunakan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran; (3) alur

penyampaian materi pembelajaran; dan (4) cara guru menyampaikan konsep

penting sehingga mudah dipahami oleh siswa.

  Pengetahuan yang diduga mendasari tindakan guru tersebut diungkap melalui

wawancara. Akan tetapi karena keterbatasan peneliti dalam wawancara, peneliti

tidak dapat mengungkap semua tindakan yang mendasari guru melakukan

tindakannya dalam merepresentasikan materi tersebut. Berikut akan diuraikan

satu per satu bentuk-bentuk representasi guru dalam menyampaikan

pembelajaran.

1. Media yang digunakan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran.

  a. Media pembelajaran yang digunakan oleh guru A Dalam menyampaikan materi pembelajaran guru menggunakan white board (papan tulis). Selama beberapa kali pertemuan, guru tersebut selalu menggunakan media yang sama. Media tersebut digunakan untuk menuliskan materi tentang gaya lorentz pada kawat lurus, arah gaya lorentz, dan gaya lorentz per satuan luas. Di papan tulis guru menggambar 4 buah kawat berarus untuk menjelaskan perumusan gaya lorentz seperti tampak dalam gambar berikut :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Guru juga menggunakan media ini untuk menggambar tangan kanan dan sekrup putar kanan. Guru menggambar tangan kanan (jari telunjuk dan ibu jari terbuka; ketiga jari lainnya tertutup) untuk menjelaskan aturan menentukan arah gaya lorentz dengan kaidah tangan kanan. Guru menggambar tangan kanan dengan semua jari terbuka untuk menjelaskan aturan menentukan arah gaya lorentz dengan kaidah tangan kanan yang biasa. Guru menggambar sekrup putar kanan untuk menjelaskan aturan menentukan arah gaya lorentz dengan aturan sekrup putar kanan. Guru menggabungkan beberapa media, selain menggunakan gambar guru juga melakukan demonstrasi untuk lebih memperjelas materi yang disampaikan. Guru melakukan demonstrasi dengan media yang sederhana, yaitu tangan kanan, dan 3 buah spidol. Guru menggunakan tangan kanan untuk memperagakan arah gaya lorentz dengan kaidah tangan kanan dan menggunakan 3 buah spidol untuk mendemonstrasikan arah gaya lorentz

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dengan kaidah sekrup putar kanan. Media yang digunakan guru tersebut tampak seperti pada gambar berikut : Dari video rekaman proses pembelajaran yang dilakukan guru tampak bahwa dalam merepresentasikan materi pembelajaran guru menggunakan papan tulis (white board), alat peraga sederhana (spidol dan tangan). Y ang

  menjadi alasan guru menggunakan media tersebut ialah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi yaitu kelas XII yang harus mengungkap banyak hal, dan banyak latihan soal. Selain itu dengan papan tulis akan lebih cepat ditangkap oleh siswa. Alasan penggunaan media tersebut dapat dilihat dari wawancara berikut :

  P: “Dalam menyampaikan materi pembelajaran bapak menggunakan media secara konvensional yaitu spidol dan white board. Mengapa bapak menggunakan media tersebut, kenapa tidak selang-seling, misalnya dengan power point atau media yang lain?”

  G: ”Yang dimaksud mungkin dengan media alat-alat yang lain, misalnya kenapa saya hanya white board gitu ya? Kebutuhan. Artinya kebutuhan saya, saya disini memang mencoba mungkin agak secara teori pendidikan mungkin ada juga yang menyalahkan itu silahkan. Tapi kebutuhan-kebutuhan kesiswa artinya kelas XII ya? Kelas XII itu memang kita harus mengungkap banyak tidak hanya sekedar dia berlatih soal-soal biasa, tapi harus mengungkap banyak biar serius, dia harus menyiapkan banyak hal, dia harus latihan soal sehingga kita bawa materi-materi semester genap dan ganjil. Jadi kebutuhan-kebutuhan waktu ya. Itu alasan saya. Tapi kalau emergency sekali memang, di praktikum sore khan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sudah, kalau kita demonstrasi, kalau misalnya bentuk-bentuk bantuan misalnya: audio visual bisa audio yang lain. Ada juga sih, tapi kan ternyata kadang- kadang, tapi lebih cepet pakai itu. Kenanya ke siswa itu lebih cepet. Ini, ini pendapat saya lho? Kenanya itu bukan yang kenanya sampai misi kita bukan, siswa yang berlatih khan juga cepet. Kalau salah gimana, itu hanya pendapat saya. Nanti mungkin ya, misalnya kita banyak juga di kelas-kelas lain itu yang menggunakan terlalu banyak media tetapi malah membuat keterfokusannya itu kurang, kurang mengena terutama untuk kelas XII khan? Itu khan bisa dilihat kesuksesannya setelah lulus gimana? Ya, ide itu sebagian alasan yang mungkin.”

  b. Media pembelajaran yang digunakan oleh guru B

  Guru B menggunakan media papan tulis (white board), komputer (power point) dalam menyampaikan materi pembelajaran. Guru menggunakan media ini untuk menuliskan persamaan komponen-

  komponen gerak pada GLB dan GLBB.. Selain menggunakan media tersebut, guru B juga menggunakan power point. Media tersebut digunakan untuk menuliskan rangkuman materi yang telah dipelajari. Media yang digunakan guru terlihat seperti pada gambar berikut :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Alasan guru menggunakan media konvensional dan power point ialah karena pengetahuan guru tentang media tersebut. Yang pertama dengan media tersebut guru tidak banyak menulis dan membacakan satu per satu sehingga akan membuat siswa menjadi lebih aktif untuk membaca sendiri.

  Yang kedua dengan adanya model-model animasi akan membuat siswa lebih tertarik unuk belajar. Alasan guru yang mendasari penggunaan media tersebut terlihat dalam kutipan wawancara berikut :

  P: ”Saat mengajar selain menggunakan papan tulis atau white board, bapak juga menggunakan power point, mengapa?” G:Ya jelas denga media elektronik, itu yang lebih cepat karena satu saya juga tidak banyak menulis, tidak perlu saya membacakan satu persatu karena anak cenderung akan baca, lalu yang kedua anak senang karena adanya model-model animasi dan sebagainya itu. Yang penting itu. Kalau hanya ceramah kan hanya memperhatikan wajah satu terus. Paling efektif itu, pembelajaran menggunakan media informasi, saya nggak tau media informasi? Pengajaran informatika ya? Itu yang saya senang. Sebetulnya ada satu lagi yaitu dengan membuat alat tetapi kemarin memang nggak ada. Biasanya kelas 11 itu nanti membuat alat. Alat yang dia buat lalu bisa untuk memperjelas teori, menarik itu. Anak cenderung menyusun sendiri lalu presentasi pada temannya nanti yang terbaik kita mengundang SMA lain. Anak cenderung wah bisa presentasi alat, orang lain bisa mengagumi wah bangga. Saya senang pembelajaran informatika”.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Metode yang digunakan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran.

  ƒ Metode yang digunakan oleh guru A dalam menyampaikan materi pembelajaran.

  Berdasarkan video pembelajaran, dalam menyampaikan materi pembelajaran guru A menggunakan berbagai metode. Metode yang digunakan diantaranya : metode ceramah, ceramah siswa aktif, demonstrasi, tanya jawab, dan problem solving. Guru menggunakan metode ceramah untuk menjelaskan persamaan gaya lorentz dan memberikan arahan langkah pengerjaan soal. Guru menjelaskan perolehan persamaan gaya lorentz dengan menulis di papan tulis dan diikuti dengan penjelasan secara lisan. Berikut kutipannya :

  G: ”Ini adalah medan magnet yang mempengaruhi kawat berarus I sepanjang l (guru memberikan keterangan dengan menuliskan huruf B pada garis horisontal dan huruf l pada garis vertikal) , bukan sepanjang tak berhingga bukan (guru menunjuk kawat yang berarah vertikal), sepanjang l, sehingga dampaknya kalau antara arus dan B (guru menunjuk I dan B pada gambar) membentuk sudut suatu (guru memberikan keterangan dengan menuliskan

  θ

  symbol antara garis vertikal dan horizontal). Untuk anda adalah l-nya ini

  θ

  hanya sepanjang yang dipengaruhi B (guru menunjuk kawat yang berarah vertikal) , bukan sepanjang tak berhingga atau apa bukan, hanya yang terpengaruh B. Kalau misalnya anda ada suatu problem kok disini bisa kesana tidak (guru menunjuk kawat yang berarah vertikal dan horisontal), kenapa? Karena anda tahu ada satu hal kaitannya kalau ada gaya maka dia akan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  terpengaruh juga semuanya? Ya? Satu hal dalam hal ini berarti gaya yang ada lebih aman anda ”. (guru menuliskan F = I l B sin θ I l B sin θ dipapan tulis).

  Metode ceramah siswa aktif digunakan guru untuk menjelaskan materi mengenai persamaan gaya lorentz per satuan luas. Guru menulis materi di papan tulis kemudian menjelaskannya secara lisan. Di sela-sela penjelasannya guru memberikan pertanyaan-pertanyaan menuntun.

  Metode tersebut digunakan juga untuk mendemonstrasikan arah gaya lorentz. Berdasarkan fakta yang ditunjukkan melalui demonstrasi tersebut, guru menggali pemahaman siswa akan konsep yang baru saja disampaikan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan menuntun.

  Sedangkan metode tanya jawab digunakan guru untuk mengecek pemahaman siswa akan materi yang telah disampaikan. Guru selalu mengecek pemahaman siswa dengan memberikan pertanyaan secara lisan. Hal tersebut dilakukan guru dengan alasan agar guru tahu seberapa besar pemahaman siswa akan materi yang disampaikan dan hal apa yang dilakukan siswa terhadap permasalahan yang dihadapi. Alasan tersebut terlihat seperti dalam kutipan wawancara berikut :

  P: ”Setelah melihat video, saya amati bapak sering memberikan cheking dengan pertanyaan secara lisan. Kenapa pak, tujuannya apa?” G: Itu random ya, kadang-kadang kita acak. Itu sengaja, kadang-kadang saya memberikan ke A, B, C itu bebas dengan motivasi kita bisa menjaring a..seberapa besar pemahaman yang mereka dapat dari saya. Yang pertama itu. Yang kedua penyelesaian apa saja yang bisa dia lakukan untuk bab yang dibicarakan. Jadi variatif pemikiran, tidak hanya sekedar bertanya thok. Soalnya tanpa itu kadang-kadang mereka mengandalkan pembelajaran diluar juga ada,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  membanding-bandingkan dengan bimbingan mungkin khan, kadang-kadang gitu khan? Nah kita harus bisa mengungkap yang banyak itu tadi dengan bertanya. Misalnya kalau kita berikan masukan lisan, kalau nggak bisa menjawab berarti o berarti, kita sambil jiga ngitung ya kira-kira berapa persen sih siswa saya bisa menyerap apa yang kita berikan, meskipun tidak bisa waktu itu kita totalitas apa,

seluruh kelas itu kita tanya khan? Paling nggak bisa mewakili”.

  Metode lain yang digunakan guru yaitu problem solving (diskusi). Guru menggunakan metode ini untuk menyelesaikan soal-soal. Guru meminta siswa untuk mengerjakan di depan kemudian guru menanggapi jawaban siswa benar atau salah. Guru juga menggunakan metode ini untuk membahas soal-soal latihan secara bersama. Guru selalu memberikan pertanyaan-pertanyaan menuntun untuk menyelesaikan soal-soal latihan tersebut. Hal tersebut dilakukan guru dengan tujuan agar siswa terampil dalam mengerjakan soal sehingga nantinya berhasil khususnya di Perguruan Tinggi.

  Selain itu guru juga menggunakan metode demonstrasi. Guru melakukan demonstrasi di depan kelas. Guru menggunakan metode ini untuk memperagakan arah gaya lorentz. Guru menggunakan tangan kananya untuk memperagakan arah gaya lorentz dengan aturan tangan kanan dan tangan kanan yang biasa; menggunakan spidol untuk memperagakan arah gaya lorentz dengan aturan sekrup putar kanan.

  Contoh video yang menunjukkan guru sedang melakukan demonstrasi terlihat pada gambar dibawah ini :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (k. tangan kanan) (k.tangan kanan biasa) (k. sekrup putar kanan)

  Pemilihan pengguanaan metode tersebut tidak terungkap di wawancara, tetapi dari cara guru menyampaikan terlihat bahwa guru menggunakan metode tersebut dengan alasan untuk membantu mempermudah pemahaman siswa mengenai konsep yang disampaikan.

  ƒ Metode yang digunakan oleh guru B dalam menyampaikan materi pembelajaran.

  Berdasarkan rekaman video pembelajaran, dalam mengajar guru B banyak melakukan interaksi dengan siswa. Interaksi ini terlihat pada saat guru menjelaskan materi dan membimbing siswa dalam menyelesaikan soal. Dalam menyampaikan materi guru lebih dominan menggunakan metode diskusi. Guru menggunakan metode tersebut untuk menjelaskan materi (merumuskan persamaan gerak parabola) dan menyelesaikan soal.

  Guru selalu memberikan pertanyaan-pertanyaan menuntun terkait dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  materi tersebut dan memberikan kesempatan pada siswa untuk menjawab. Misalnya :

  G: ”Vx. Yang saya tanyakan Vx gitu wae,V horizontal” S 15 : ”Vx nya itu V kali cos alfa”.

  G: ”Ya langsung, V nya berapa?” S 15 : ”V nya itu 100 kali setengah akar dua berarti limapuluh akar dua”

  G: ”Limapuluh akar dua. Yang lain sudah? Sama?” SS: ”Iya”.

  G: ”Sekarang Vy?” S 16 : ”Vy itu V kali sin alfa berarti 100 kali”.

  G: ”Vy = Vo sin alfa men gt berapa?” SS: (diam) G: ”Lima puluh akar dua men?” SS: ”Dua puluh”

G: ”Dua puluh. Yang A yang di tanyakan. Sik v sin alfa berapa?”

SS: ”Lima puluh akar dua”.

  G: ”Lima puluh akar dua men? G nya berapa?” SS: ”Sepuluh” G: ”Sepuluh kali berapa? Kali t. Selesai. Lho yang A dulu masih persamaan.

  

Yang t sama dengan 2 itu yang B. berarti ketemu ya?”

SS: ”Ya” G: ”Vx nya?” SS: ”Lima puluh akar dua”.

  G: ”Bagus, Vy nya?” S 17 : ”Men lima”

  G: ”Men lima, eh men sepuluh t”

  G: ”Hasil akhir?” G+SS: ”Lima puluh akar dua men dua puluh” G: ”Akar dua itu berapa satu koma empat ya. Satu koma empat. Satu koma empat dikalikan lima puluh. Satu koma empat kali lima puluh?” S 18 : ”Enam puluh” S 19 : ”Eh?”

  G: ”Berapa?” SS: ”Tujuh puluh” G: ”Tujuh puluh. Tujuh puluh dikurangi?” S 20 : ”Dua puluh”

  G: ”Dua puluh. Ketemu?” SS: ”Lima puluh” G: ”Nah lima puluh. Kecepatan pada saat t sama dengan 2, lima puluh”

  Metode lain yang digunakan guru B yaitu metode ceramah. Metode ceramah tersebut digunakan untuk memberikan petunjuk cara menganalisis hasil rekaman gerak benda dan menjelaskan maksud v x .

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G: ”Silakan kamu hubungkan titik nol dengan titik pertama! Titik nol, titik pertama.

  Kita sepakat titik pertama itu nol atasnya 1,2,3,dan seterusnya ya (guru menunjuk pekerjaan siswa) . Nol pertama dihubungkan. Kalau dihubungkan kan berarti ada arah ya? ”

  G: ”Nol pertama itu kita beri Vo, Vo kecepatan awal ya. Terus sebetulnya kalau kamu tarik kamu uraikan, akan mendapatan uraian pada sumbu x. Itu khan anak panah, itu Vo, anak panah tadi Vo, kamu tulis Vo (guru menunjuk pekerjaan salah satu siswa) terus kamu tarik garis sehingga memotong menguraikan tadi yang pertama”.

  Selain metode diatas guru B juga menggunakan metode pendampingan individual. Guru menggunakan metode tersebut dengan mendekati siswa satu per satu dan memberikan pertanyaan-pertanyaan menuntun berhubungan dengan materi yang sedang dipelajari, yaitu merumuskan persamaan gerak parabola. Hal tersebut dilakukan guru dengan pelan- pelan sekali disesuaikan kemampuan anak, kemampuan anak itu dalam materi tertentu harus pelan tetapi materi yang lain cepat.

  Alasan tersebut terungkap dalam kutipan wawancara berikut :

  P: ”Saya perhatikan dalam video bapak mengajarnya dengan pelan sekali, apakah itu ada hubungannya dengan kemampuan siswa? Lalu bagaimana dari segi waktu?”

  G: ”Ya baik kalau pelan memang saya itu mengikuti anu ya mengikuti kemampuan anak, kemampuan anak itu dalam materi tertentu harus pelan tetapi materi yang lain cepat, contoh gampang kalau vektor saya pelan mungkin dalam 3x pertemuan itu vektor belum selesai. tapi vektor dikuasai itu dasarnya, nanti saya masuk GLB, GLBB cepet. Jadi dasar, dasar itu memang saya berikan dengan waktu yang lebih lama daripada aplikasi yang lain. Dan juga saya seringkali modelnya, contoh gampang materi yang bisa dikuasai dengan anak belajar sendiri, saya berikan tugas lalu presentasi sore hari. Kalau dulu ada tentang tata surya, kalau dulu ya? Tata surya gak perlu saya ngajar, cukup anak diberi tugas silahkan buat model presentasi kelompoknya 4, masing-masing maju berganti ganti tidak hanya 1 orang, ini nerangkan apa, ini nerangkan apa… terus nanti ada pertanyaan nah disitulah saya mulai ikut membantu kalau ada kesulitan. Jadi modelnya gitu jadi apakah materinya selesai, kalau saya cenderung yang penting anak tahu dulu. Kalau sini jelas kemampuan anak, kemampuan anak, kalau yang pinter-pinter ke sekolahan lain sini yang menengah ke bawah, yang menengah ke bawah kan harus kita openi maka mengajarnya pelan -pelan tapi kalau sudah di kelas 12 cepet”.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Guru juga selalu membimbing siswa setiap mengalami kesulitan mengerjakan soal baik dengan penjelasan maupun dengan pertanyaan- pertanyaan arahan sehingga siswa dapat menyelesaikan soal. Guru memberikan latihan soal dengan tujuan agar siswa mengerjakan. Dari mengerjakan tersebut siswa pasti belajar, sehingga pada pertemuan berikutnya siswa siap untuk menerima pelajaran. Pemilihan soal tersebut didasarkan soal harus memuat materi yang baru saja diajarkan baru kemudian masuk pada aplikasi. Pengetahuan guru tersebut terlihat seperti pada kutipan wawancara berikut :

  G: ”Setelah selesai materi bapak selalu memberikan latihan-latihan, kenapa dan apa dasarnya bapak memilih soal tersebut apakah soal itu sesuai dengan kemampuan siswa atau bagaimana?” P: Untuk latihan akhir ya, sebetulnya soal akhir. Sebelum akhir biasanya ada rangkuman bentar walaupun rangkumannya bisa dalam bentuk pertanyaan tapi apa yang saya ajarkan bisa. Kalau gak ayo kita bareng-bareng bisa. Kalau gak tadi kita mbahas apa gini….terus diberi soal. Kalau soal, kalau anak diberi soal maka dia akan mencoba mengerjakan mesti. Sehingga pada saat pertemuan berikutnya itu dia sudah siap dengan pelajaran, kalau gak ada soal mesti gak pernah di baca. Pemilihan soalnya bagaimana? Yang penting pemilihan soal itu intinya menjawab materi-materi yang diajarkan. Kalau misalnya gerak parabola, memang bagus apa yang dimaksud dengan gerak parabola, itu bagus tapi saya tidak suka dengan soal model seperti itu pertanyaannya, tapi langsung dasar parabola apa? Lalu ada bola yang ditendang, gitu langsung ke aplikasi. Jadi dasar saya intinya itu soal harus memuat materi yang baru aja diajarkan. Jadi bukan langsung aplikasi. Murni yak arena itu untuk pengingat, soal untuk mengingat kembali. Itu soal penutup”.

  3. Alur penyampaian materi pembelajaran Alur penyampaian materi pembelajaran merupakan urutan atau rangkaian peristiwa selama dalam proses pembelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ƒ Alur penyampaian materi pembelajaran guru A

  Alur penyampaian materi pembelajaran yang dilakukan guru A merupakan alur penyampaian materi pembelajaran secara umum. Pada

  awal pembelajaran guru mengingatkan materi yang telah dipelajari sebelumnya, kemudian guru membahas latihan soal yang diberikan pada pertemuan sebelumnya. Guru kemudian masuk pada materi berikutnya. Pada akhir pembelajaran pun guru mengingatkan kembali dan menarik kesimpulan akan materi yang telah dipelajari. Misalnya :

  G: “Saya selalu memberikan suatu evaluasi sebentar, anda telah mempelajari: ada arus, ada medan magnet itu kunci utamanya. Karena oersted yang menyadur, yang merumuskan biort savart. Andaikan ada kawat lurus berarus bagaimana?”

  SS: Siswa diam dan mempersiapkan buku catatannya.

  5 G: ”Kalau kawatnya tak berhingga ? ?” 2 π

  BS: Beberapa siswa menjawab: ”a?”

  G: “Kalau ber ter-hingga, berhingga?”

  π

  BS: Beberapa siswa menjawab: ”2 a”

  G: ”Pakai cos, pakai sin silahkan bebas. Panjang kawat melingkar, kemudian solenoida, toroida, gitu khan?”

  Hal tersebut dilakukan agar siswa selalu mengingat konsep yang telah disampaikan seperti terungkap dalam wawancara berikut :

  P: ”Bagaimana sistematika pembelajaran yang bapak lakukan dikelas, seperti apa?

  G: Yang jelas saya berusaha memberikan yang pertama kayak acuan awal, itu istilah saya. Acuan awal kita memberi masukan, kemudian kalau kemarin sudah ada bab yang sebelumnya kita akan pasti memberikan agar siswa selalu mengingat, saya selalu mengingatkan”. P: ”Apersepsi?”

  G: ”Ya apersepsi, saya selalu memberikan kesimpulan-kesimpulan minggu yang lalu atau apa, yang pernah kita dapatkan, pernah kita pelajari kita ulang sebentar kemudian cheking, PR, kalau kita fullkan ke kelas ada permasalahan eksplisit nggak, biasanya gitu, baru nanti kita akan lanjutan kepelajaran yang lebih baik. Kalau itu bab baru ya kita berikan acuan sebelum kita masuk ke sistem, setelah itu ya kita memberikan masukan-masukan yang positif yang baik kalau misalnya ada yang bisa dengan demonstrasi ya memang harusnya demonstrasi tapi kalau alat kita ada, kalau

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kemarin-kemarin yang terekam itu bab itu yang dibutuhkan dia untuk di Perguruan Tinggi yang mana yang lebih menguntungkan. Sehingga setelah kita latihan soal dengan berbagai faktor tadi baru kesimpulan akhir juga harus kita berikan bahwa hari ini kita telah belajar ini ini ini, itu wajib untuk saya hukumnya. Kecuali ada petunjuk LKS sebelum kita memberi PR misalnya, sebelum berakhir setelah PR baru hari ini kita mempelajari ini a..bla-bla-bla terus kemudian kita akan a..tutup itu”.

  Dalam menyampaikan materi gaya lorentz guru memulai dengan perumusan gaya lorentz pada kawat sejajar, arah gaya lorentz, dan gaya lorentz per satuan luas. Dalam penyampaian materi tersebut terdapat gambar yang terpadu dengan penjelasan konsep. Guru memberikan gambar terlebih dahulu, baru kemudian guru menjelaskan konsep berdasarkan ilustrasi gambar tersebut. Hal ini dilakukan guru dengan tujuan agar sistematis, sehingga mempermudah pemahaman siswa.

  Pengetahuan guru tentang tindakan yang dilakukan guru tersebut tidak terungkap dalam wawancara.

  ƒ Alur penyampaian materi pembelajaran guru B Alur penyampaian materi yang dilakukan oeh guru B merupakan alur penyampaian materi yang khas. Dalam kegiatan pembelajaran, guru memulai menyampaikan materi tentang gerak parabola dengan memberikan rekaman gerak benda. Rekaman gerak benda tersebut digunakan oleh guru untuk membantu merumuskan persamaan gerak parabola. Kegiatan yang dilakukan guru tersebut merupakan sesuatu yang khas karena tidak semua guru selalu melakukan hal tersebut. Guru tidak langsung memberikan persamaan gerak parabola, tetapi dengan rekaman

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  gerak benda tersebut guru melatih siswa untuk dapat menemukan sendiri persamaan gerak parabola. Setelah menemukan persamaan gerak parabola, guru melanjutkan dengan latihan soal-soal dan mengingat kembali materi yang telah dipelajari. Pada pertemuan berikutnya di awal pembelajaran guru mengingatkan materi yang telah dipelajari sebelumnya dengan meminta siswa untuk menuliskan kembali materi (persamaan) yang telah dipelajari di papan tulis. Sebelum masuk pada materi baru guru juga membahas PR dan diakhir pelajaran guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Guru selalu mengingatkan dengan meminta siswa menuliskan kembali dengan tujuan agar semua siswa nulis dan ikut berfikir. Karena dengan hal tersebut semua siswa akan ikut nulis. Selain itu untuk mengatasi anak yang tidak bisa bicara dan grogi. Hal tersebut terungkap seperti dalam wawancara berikut :

  P: ”Pak saya amati jika bapak mau masuk materi berikutnya biasanya bapak ini selalu meminta siswa untuk menuliskan kembali materi sebelumnya. Mengapa bapak melakukan hal itu kemudian tujuannya apa?”

  G: ”Ya, biasanya itu ada guru yang menanyakan kembali, menanyakan. Kalau menurut saya yo saya juga pernah menanyakan tapi bagi saya itu belum mantap kalau masimg-masing itu menulis. Karena kalau yang saya tanyakan kebetulan yang saya Tanya bisa tapi belum tentu yang tidak saya tanya bisa juga, biasanya kan kita mesti disitu menanyakan kembali iyo to, menanyakan kembali materi yang sudah diajarkan, yang menanyakan apakah bisa satu kelas kamu tanya? Gak bisa. Tapi nek nulis, itu kan semua mesti nulis, nek saya sich begitu. Dan juga mengatasi, apaya ada orang yang tidak bisa bicara, grogi atau gimana, tapi kalau nulis selesai, katakan nah, minimal semua nulis itu yang saya? Minimal semua menulis, jadi minimal semua tahu kan gitu. Walaupun yang kita nanti tunjuk coba baca salah satu tapi kan yang lain nulis semua. Kalau say cenderung begitu. Metode mungkin banyak tapi saya seneng ayo semua nulis, nah semua nulis jadi kan semua mikir. Tapi kalau hanya saya tanya satu, kebetulan yang saya tanya gak bisa, kebetulan, lama kan malahan? Biasanya cenderung saya tanya bisa belum tentu sampingnya bisa. Tapi tak suruh nulis, bisa gak bisa kan nulis semua”.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4. Cara menyampaikan konsep penting sehingga mudah dipahami siswa.

  ƒ Cara guru A menyampaikan konsep penting.

  Guru A memiliki bermacam-macam cara untuk menyampaikan konsep yang penting. Pada saat menjelaskan gaya lorentz pada kawat lurus guru menekankan konsep penting mengenai gaya lorentz dengan mengulang- ulang perkataannya. Contoh kutipannya adalah sebagai berikut :

  G: ”Beres ya ini ya? Nah sekarang ada arus, ada medan magnet bukan dari dirinya maka akan terdapat yang namanya gaya lorentz. Itu bahasa gampangnya seperti itu. Bukan dari dirinya, sehingga dampaknya begini?” (guru berjalan mendekat dipapan tulis dan bersiap-siap menuliskan materi) .

  Guru melakukan hal tersebut dengan tujuan agar konsep yang disampaikan tidak terlepas dan siswa mudah untuk menerimanya. Hal tersebut terungkap dalam cuplikan wawancara berikut :

  P: ”Mengapa dalam setiap kali pertemuan bapak selalu mengulang-ulang kalimat : ada arus ada medan magnet, ada arus bukan dari dirinya maka akan terjadi yang namanya gaya lorentz. Apakah karena konsep tersebut akan berkaitan dengan materi berikutnya?”

  G: ” Supaya konsep tidak lepas itu ya, konsepnya tidak lepas. Itu khan sering, saya memang gitu. Konsep tidak lepas dengan konsepnya jadi kita mengingatkan dimemori dia dipikirannya o iya kemarin, bahkan tidak semua orang siswanya belajar semua. Secara umum kita globalkan ke seluruh siswa. O iya dia akan ingat, memang ada bab 1 akan dipakai dibab 2, bab 3 mesthi ada. Nah sebelum itu memang wajib kita untuk memotivasi tidak lepas dari konsepnya harus kita ingatkan. Konsep dasar ya? Kalau dia lepas konsep dasarnya gimana kita akan maju khan, gitu?”

  Cara lain yang digunakan guru, yaitu dengan memberikan penekanan pada konsep yang dianggap penting dengan menggunakan kalimat penekanan seperti berikut :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G: ”Perhatikan, tolong ini cermati, ini akan lebih menguntungkan anda sehingga nanti dalam SNSPTN anda tidak apa, tidak joged? Kalau pakai ini (aturan 1) kan bisa joget?”

  Selain itu guru menyampaikan konsep yang dianggap penting dengan memberikan penekanan agar siswa berhati-hati dalam menentukan gaya per satuan luas.

  G: ”Interaksi gayanya seperti itu, sehingga gaya persatuan luas, hati-hati. Hati-hati gaya persatuan luas yang kita pake sebesar (G menulis F =

  I B ). Gaya 2 1 l persatuan panjangnya langsung aja, I nya, B nya berapa? , Inya I berapa I 2 1 µ 1 dari kawat 1 per?”

  Guru juga menggunakan gerakan-gerakan tangan. Guru menggunakan gerakan tangan saat melakukan demonstrasi memperagakan arah gaya lorentz dengan aturan sekrup putar kanan. Guru memutar-mutar jari tangannya di antara spidol yang berarah ke kanan dan spidol yang berarah ke kiri untuk menentukan sudut yang dibentuk oleh I dan B. Contoh kutipannya adalah sebagai berikut :

  G: ”Ini arus, ini medan magnet (menunjuk pada pena yang digunakan sebagai demonstrasi, arus ditunjukkan oleh pena yang berarah kekanan dan medan magnet ditunjukkan oleh pena yang berarah kekiri). Hati-hati putarlah I menuju B dengan sudut θ terkecil ini (menunjuk sudut yang dibentuk antara pena yang berarah ke kiri dan ke kanan) bukan ini ya? Jadi ini (pena yang berarah kekiri) kalau diputar kekanan berarti ?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Guru juga menggunakan media lebih dari satu untuk menjelaskan arah gaya lorentz. Selain menggunakan gambar guru juga memperagakan arah gaya lorentz tersebut dengan menggunakan tangan kanannya untuk kaidah tangan kanan dan tangan kanan yang biasa. Guru juga memperagakan dengan 3 buah spidol untuk menjelaskan arah gaya lorentz dengan kaidah sekrup putar kanan.

  Guru juga memberikan cara mudah untuk menentukan arah medan magnet atau arah gaya lorentz pada beberapa kawat melalui perkataan secara verbalisme.

  Contoh kutipannya adalah sebagai berikut :

  G: ”Ini I ini I , maka nanti anda akan me...pengertian kalau ini nanti berjarak a 1 2 (memberikan jarak pada kedua kawat). Coba kawat 1 keatas, ga usah mikir ini dulu (menunjuk pada kawat 2) maka medan magnet disebelah kanan kawat 1 arahnya kemana (guru memutar tangannya pada kawat 1)?

  Dari kutipan tersebut terlihat bahwa guru memberikan cara mudah untuk menentukan arah medan magnet pada kawat sejajar. Apabila yang akan ditentukan arah medan magnet pada kawat 1 maka kawat 2 diabaikan terlebih dahulu dan sebaliknya.

  Contoh kutipan lain :

  G: ”Perhatikan, ga usah lihat ini (menunjuk pada kawat 1) arusnya keatas, Bnya menjauhi anda (menunjuk pada B ) gaya lorentznya disini (menunjuk pada B ) ?” 1 1 Dari kutipan tersebut terlihat bahwa guru memberikan cara mudah

  untuk menentukan arah gaya lorentz. Apabila yang akan ditentukan gaya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  lorentz per satuan luas pada kawat 1, maka kawat yang berarus I

  2

  diabaikan terlebih dahulu dan sebaliknya. Alasan tindakan yang digunakan guru tersebut tidak terungkap dalam wawancara, tetapi terlihat dari video rekaman pembelajaran bahwa semua itu dilakukan guru dengan tujuan untuk mempermudah pemahaman siswa akan konsep yang disampaikan.

  Guru juga memberikan penekanan pada hasil akhir persamaan dengan memberikan tanda kotak pada persamaan terssebut dengan tujuan agar konsep yang terkait tidak terlepas. Alasan tersebut terlihat dalam kutipan wawancara berikut :

  P: ”Mengapa disaat menuliskan perumusan persamaan bapak selalu memberikan penekanan pada hasil akhir persamaan, misalnya dengan memberikan tanda kotak pada persamaan tersebut? Tujuannya apa?”

  G: ”Itu bukan untuk menghafal, tadi ada kaitannya dengan konsep yang tidak lepas tadi dengan awalan yang ditanyakan. Maksudnya juga seperti ini kalau kita berikan agak khusus kita beri bahwa a..dari apa yang kita sampaikan tadi misalnya ya untuk pengerjaan-pengerjaan soal mereka kalau tidak di berikan penekanan seperti itu kadang-kadang khan lepas ya, lepas kontrol dan sebagainya itu yang nggak enak. Kita membuat bukan menghafal rumus, kalau menghafal rumus salah. Nanti dia dengan sedikit kita meminimalkan a perumusan, meminimalkan matematis untuk secara fisisnya, perhitungan yang bagus hasilnya mapan dan bermanfaat gitu aja. Saya kalau dibilang menghafal kasihan juga, jarang sekarang siswa bisa menghafal seperti itu jangan, kasihan”.

  ƒ Cara guru B menyampaikan konsep penting.

  Guru B memberikan penekanan pada konsep penting salah satunya dengan perkataan secara verbalisme. Guru meminta agar siswa berhati- hati dalam menguraikan titik-titik hasil rekaman gerak benda, mengingat syarat menguraikan vektor pada komponen gerak pada sumbu x, tidak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menghafal rumus, dan memberikan penekanan dengan nada suara agak tinggi, agar siswa selalu mengingat konsep yang disampaikan.

  Contoh kutipannya adalah sebagai berikut :

  G: ”Hati-hati lho tegak lurusnya hati-hati. Belum ya? (guru berkelliling melihat kerjaan siswi). Jadi masing2 hanya dapat data? Tidak lebih dari tiga titik?”

  G: ”Ini tegak lurus G?”(guru menunjuk hasil kerjaan siswa). ”Gini to, hati-hati lho, sumbunya jangan miring, hati-hati lho”.

  G: ”Harapan saya jangan sekali kali di hafal. Kalau dihafal wah penuh nanti, masih menghafal nama panggilan pacar kamu, nama lengkap. nomor hp sekian aja gak pusing kok giliran ini kok pusing. Maka diubah anggap ini nomor hp pacar kamu”.

  G: ’Syaratnya vektor, ingat menguraikan vektor, yo uraikan! Nek gini khan nampak yang bingung menguraikan atau tidak”? G: “Kecepatannya nol. Nah titik tertinggi kecepatannya nol tapi kecepatan disumbu apa?dek wingi diajari disumbu apa dulu?” S: “Y” G: “Y, nah ini yang penting (guru menulis Vy = 0). S: “Ya pak”.

  G: “Jadi Vy nya nol, itu syaratnya kalau iu lupa ya sudah”.

  Cara lain yang digunakan guru untuk menyampaikan konsep penting yaitu: guru menyampaikan secara berulang. Misalnya :

  G: ”Titik awal kita hitung nol ya? Titik awal kita hitung nol?”

  Guru juga menggunakan gerakan tangan untuk menjelaskan GLB, GLBB dan syarat benda mencapai titik tertinggi dengan menaik turunkan tangannya. Contoh kutipannya adalah sebagai berikut :

  G: Nah sekarang kalau sumbu Y, sumbu y kan GLBB ya, GLBB? Nah kalau gitu kita liat semakin lama itu semakin kecil- semakin kecil-semakin kecil (guru menggerakkan tangannya ke atas secara perlahan-lahan). Lalu setelah V X semakin kecil-semakin kecil (guru menggerakkan tangannya ke atas secara perlahan-lahan) benda itu sampai atas to? Semakin kecil-semakin kecil (guru menggerakkan tangannya ke atas secara perlahan-lahan) terus , benda ke mana lagi? S: Sebagian siswa menjawab: ke bawah.

G: Ke bawah lagi, gitu khan (guru menggerakkan tangannya ke bawah secara

  perlahan-lahan)? Berarti ke atas (guru menggerakkan tangannya ke atas secara

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  perlahan-lahan). Ini pernah kita pelajari, pernah kita pelajari yaitu kalau ke atas itu gerak (guru menggerakkan tangannya ke atas secara perlahan-lahan)?

G: Kalau ke atas, belum pernah kita pelajari (guru menggerakkan tangannya ke

  atas secara perlahan-lahan)? Gerak vertikal ke atas (guru menggerakkan tangannya ke atas secara perlahan-lahan), kalau begini gerak jatuh bebas (guru menggerakkan tangannya ke bawah secara perlahan-lahan).

  Selain itu guru juga memberikan penekanan pada hasil akhir persamaan dengan memberikan tanda kotak pada persamaan tersebut dan menggunakan contoh peristiwa dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya :

  G: ”Saya di lapangan tidak ada apa-apa saya lempar bola (guru menaik turunkan tangannya), naik terus?”

  S: “Turun?”

  Semua cara tersebut tidak terungkap dalam wawancara, tetapi semuanya dapat diketahui bahwa cara tersebut merupakan cara yang dilakukan guru agar konsep penting yang disampaikan mudah diingat dan dipahami oleh siswa.

  Dari hasil analisa tersebut terlihat bahwa kedua guru memiliki bentuk representasi materi pembelajaran yang berbeda. Hal tersebut dikarenakan guru memiliki pengetahuan konteks pembealajaran yang berbeda seperti keadaan siswa, dan situasi tempat belajar berlangsung. Dalam menyampaikan materi pembelajaran guru A menggunakan media papan tulis, alat peraga (spidol dan tangan kanan). Sedangkan guru B

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menggunakan papan tulis dan power point. Dalam menyampaikan materi pembelajaran meskipun menggunakan metode yanag sama akan tetapi dalam pelaksanaannya ada perbedaan. Misalkan kedua guru sama-sama menggunakan metode diskusi tetapi dalam pelaksanaannya, tindakan kedua guru tersebut berbeda. Guru A menggunakan metode ceramah, ceramah siswa aktif, tanya jawab, problem solving, dan demonstrasi. Guru B menggunkan metode diskusi, pendampingan individual, dan ceramah. Guru menggunakan metode demonstrasi untuk memperagakan arah gaya lorentz. Guru A menggunakan tangan kanannya untuk menunjukkan arah arus, medan magnet dan gaya lorentz. Sedangkan guru B menggunakan metode diskusi dalam menyampaikan materi merumuskan persamaan gerak peluru.

  Bentuk-bentuk representasi yang digunakan oleh dua orang guru tersebut merupakan representasi secara umum. Melalui wawancara perbedaan bentuk representasi guru tersebut disebabkan karena PCK yang dimiliki guru berbeda. Perbedaan tersebut disebabkan karena pengetahuan guru tentang materi berbeda, pengetahuan guru tentang strategi pembelajaran berbeda, dan kondisi siswa juga berbeda. Seperti yang disampaikan Jan. H. Van Driel, dkk (p. 675) : ketika berhadapan dengan materi pelajaran, tindakan guru akan ditentukan dari PCK mereka.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV PENUTUP A. KESIMPULAN

  ƒ Representasi materi pembelajaran yang digunakan oleh guru meliputi :

  1. Media pembelajaran yang digunakan oleh guru A dalam menyampaikan materi pembelajaran ialah papan tulis, alat peraga (spidol dan tangan kanan). Sedangkan media pembelajaran yang digunakan oleh guru B ialah papan tulis, rekaman gerak benda, dan komputer (power point).

  2. Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru A untuk menyampaikan materi pembelajaran tentang gaya lorentz ialah ceramah, ceramah siswa aktif, demonstrasi, tanya jawab, dan problem solving. Sedangkan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru B dalam menyampaikan materi pembelajaran tentang gerak parabola ialah metode diskusi, ceramah, dan pendampingan individual.

  3. Alur penyampaian materi pembelajaran tentang gaya lorentz yang dilakukan oleh guru A : guru memulai dengan perumusan persamaan gaya lorentz pada kawat sejajar, kemudian cara menentukan arah gaya lorentz, penurunan persamaan gaya lorentz per satuan luas dan latihan soal. Dalam penyampaian arah gaya lorentz terdapat gambar yang terpadu dengan penjelasan konsep. Guru memberikan gambar terlebih dahulu, baru

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pada awal pembelajaran guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya. Sedangkan guru B alur penyampaian materi pembelajaran, guru memulai dengan memberikan rekaman gerak benda, kemudian penurunan persamaan gerak parabola dan latihan soal. Pada awal dan akhir pembelajaran guru selalu mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya.

  4. Cara yang digunakan oleh guru A dalam menyampaikan konsep tentang gaya lorentz ialah dengan menyampaikan secara berulang-ulang, menggunakan media lebih dari satu, menggunakan gerakan tangan, menggunakan kalimat penekanan, dan memberikan tanda kotak pada hasil akhir persamaan. Sedangkan cara yang digunakan oleh guru B dalam menyampaikan konsep tentang gerak peluru ialah menggunakan kalimat penekanan, peringatan, contoh kehidupan sehari-hari, memberikan tanda kotak pada hasil akhir persamaan dan menggunakan gerakan tangan.

  ƒ Dalam penelitian ini bentuk representasi materi pembelajaran yang digunakan oleh kedua guru berbeda. Perbedaan tersebut disebabkan PCK guru yang mendasari guru melakukan tindakannya berbeda. Guru menggunakan media dan metode yang berbeda karena guru memiliki pengetahuan media dan metode pembelajaran yang berbeda, pengetahuan tentang materi, kondisi siswa, lingkungan, dan pengalaman mengajar yang berbeda.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

B. SARAN

  1. Guru fisika harus menguasai bahan ajar yang akan diajarkan sehingga tidak menyebabkan miskonsepsi pada siswa. Oleh karena itu, guru harus terus belajar dan tidak boleh cepat puas diri.

  2. Guru perlu terus menerus merekonstruksi dan mengembangkan pengetahuan tentang pengajaran yang berdasar pada pengalaman mengajar. Guru yang berpengalaman akan memiliki pemahaman lebih tentang PCK.

  3. Bagi penelitian PCK selanjutnya, agar dapat mengembangkan pertanyaan wawancara sehingga semua tindakan guru dapat terungkap dan melakukan penelitian yang lebih kompleks lagi, tidak hanya bentuk-bentuk representasi tetapi juga pengetahuan tentang kesulitan belajar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Arif. S. Sadiman. 2003. Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

  Arsyad, Azhar. 2000. Media Pengajaran. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Baker, M & Chick, H. (2006). Pedagogical Content Knowledge for Teaching

  Primary Mathematics : A Case Study of Two Teachers. University of Melbourne.

  Budi, Kartika. (2005). Pelaksanaan Kuliah Listrik Magnet dengan Pendekatan

  

Pedagogical Content Knowledge dan Efektifitasnya. Yogyakarta : Widya

Dharma, April, Vol. 15, No.2, Hal. 101.

  Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. 2002. Media Pengajaran. Bandung : Sinar Baru Algensindo.

  Sarkim, Tarsisius. (2005). Pedagogical Content Knowledge a basic to Reform

  Secondary Physics Teacher Education in Indonesia. Australia : The University of Melboure.

  Sarkim, T. (2006). Investigating Pedagogical Content Knowledge of Secondary School Physics Teacher : A Case Study. Yogyakarta : Widya Dharma,Vol.17.

  No. 1, p.1, Oktober. Shulman, Lee. (1986). Those Who Understand : Knowledge Growth in Teaching.

  Educational Researcher , Vol. 15, No. 2, p. 4 – 44.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Soetomo. 1993. Dasar-Dasar Interaksi Belajar Mengajar. Surabaya : Usaha Nasional. Suparno, Paul. 2007. Riset Tindakan Untuk Guru (Action Research) Diktat Penelitian Untuk Mahasiswa P. Fisika. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma.

  Syah, Muhibbin. 2000. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya. Van Driel, J. H., Verloop, N., & de Vos, W. (1998). Developing Science Teacher’s Pedagogical Content Knowledge. Journal of Research in Science Teaching . vol.35, No. 6, p. 673 – 695. Winarno Surahmad. 1984. Pengantar Interaksi Mengajar - Belajar, Dasar dan Teknik Metodologi Pengajaran. Bandung : Tarsito.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

     

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

     

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

     

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

     

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 5

Fieldnotes

Tempat : SMA X

  Pertemuan 11 Agustus 2009

  1. Guru mengingatkan materi yang telah dipelajari sebelumnya, yaitu tentang medan magnet dan persamaan untuk kawat lurus.

  2. Guru memulai materi baru. Guru menggambar kawat lurus di papan tulis kemudian menjelaskan secara lisan untuk menentukan persamaan gaya lorentz.

  3. Guru menggambar tangan kanan di papan tulis untuk menjelaskan arah gaya lorentz. Selain dengan gambar guru juga melakukan demonstrasi. Guru menggunakan telapak tangan kanannya dengan posisi tangan: jari telunjuk dan ibu jari terbuka dan ketiga jari lainnya tertutup. Hal ini dilakukan guru untuk menjelaskan arah gaya lorentz dengan kaidah tangan kanan. Guru juga menggambar telapak tangan kanan dengan posisi tangan : kelima jarinya terbuka untuk menjelaskan arah gaya lorentz dengan kaidah tangan kanan yang biasa. Selain itu guru menggunakan 3 buah pena untuk menjelaskan arah gaya lorentz dengan kaidah sekrup putar kanan.

  4. Guru meminta salah satu siswa untuk melakukan peragaan. Guru meminta agar siswa tersebut menunjuk salah satu temannya. Guru mengamati cara siswa menunjuk temannya. Dari situ guru menekankan bahwa jari telunjuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5. Guru mengecek kemampuan siswa dengan memberikan pertanyaan secara lisan pada siswa. Guru menunjuk siswa berdasarkan tanggal.

  6. Guru menuliskan soal latihan di papan tulis. Setelah selesai menulis soal guru menunjuk salah satu siswa untuk mengerjakan di depan. Dari hasil pengerjaan guru mengoreksi jawaban siswa benar atau salah.

  7. Guru menggambar dua buah kawat sejajar di papan tulis kemudian mengajak siswa merumuskan persamaan gaya lorentz per satuan luas.

  8. Guru memberikan tanda kotak pada persamaan gaya lorentz per satuan luas.

  9. Pada saat menentukan arah medan magnet guru menyampaikan ”Coba kawat 1 keatas, ga usah mikir ini dulu maka medan magnet disebelah kanan kawat 1.”

  10. Guru memberikan contoh soal kemudian membahasnya bersama-sama dengan siswa.

  11. Guru memberikan soal latihan kemudian memberikan petunjuk cara menganalisa soal tersebut. Pada saat ada siswa bertanya ”gimana arahnya?”, guru kemudian mengajak siswa untuk membahasnya bersama-sama.

  12. Pada akhir pembelajaran guru memberika PR kemudian mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari.

  13. Media pembelajaran yang digunakan oleh guru yaitu white board, spidol, tangan kanan untuk memperagakan arah gaya lorentz dengan kaidah tangan kanan dan tangan kanan yang biasa; 3 buah pena untuk memperagakan atrah gaya lorentz dengan kaidah sekrup putar kanan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  14. Metode yang digunakan oleh guru yaitu ceramah, ceramah siswa aktif, demonstrasi, tanya jawab, dan problem solving.

  Pertemuan 18 Agustus 2009

  1. Pada awal pembelajaran guru mengingatkan materi yang telah dipelajari sebelumnya.

  2. Guru memberikan petunjuk pengerjaan soal yang diberikan pada pertemuan sebelumnya sebagai PR. Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk mengerjakan di depan. Karena tidak ada siswa yang maju guru kemudian membahas salah satu soal yang dianggap sulit tersebut bersama-sama.

  3. Guru mengecek pengetahuan siswa tentang materi yang telah dipelajari pertemuan sebelumnya, dengan memberikan pertanyaan secara lisan pada beberapa siswa.

  4. Guru memberikan soal latihan kemudian membahasnya secara bersama-sama.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 6

Fieldnotes

Tempat : SMA Y

  Pertemuan 4 Agustus 2009

  1. Guru meminta siswi untuk menganalisa hasil rekaman gerak benda. Guru memberikan bimbingan pada siswa satu per satu bagaimana cara mengukur hasil rekaman gerak benda tersebut.

  2. Guru meminta siswa untuk mengemukakan hasil pengukuran rekaman gerak benda secara lisan.

  3. Guru menggunakan gerakan tangan (menaik turunkan tangannya secara perlahan- lahan untuk menjelaskan gerak jatuh bebas).

  4. Guru menuliskan persamaan gerak parabola pada komponen sumbu x dan sumbu y di papan tulis. Guru tidak langsung menuliskan persamaan tersebut, tetapi guru memberikan pertanyaan-pertanyaan menuntun baru kemudian menuliskan persamaan tersebut.

  5. Guru member kotak pada persamaan Vx dan Sx.

  6. Guru member kotak pada persamaan Vy dan Sy.

  7. Guru meminta siswa untuk melanjutkan merumuskan persamaan gerak parabola pada saat mencapai titik tertinggi. Guru menunjuk siswi kemudian meminta siswi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  untuk menuliskan persamaan di papan tulis. Pada saat siswa mengalami kesulitan guru selalu memberikan petunjuk dengan pertanyaan-pertanyaan menuntun.

  8. Guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari dengan memberikan rangkuman.

  Rangkuman ditampilkan dengan power point, kemudian guru membahasnya satu per satu.

  9. Guru memberikan PR sebagai bahan latihan di rumah.

  10. Media yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan materi pelajaran yaitu : papan tulis, power point, tangan.

  11. Metode yang digunakan guru dalam menyampaikan materi pelajaran : diskusi, ceramah, tanya jawab.

  Pertemuan 8 Agustus 2009

  1. Pada awal pembelajaran guru meminta siswa untuk menuliskan kembali persamaan gerak parabola yang telah dipelajari sebelumnya. Guru meminta siswa satu persatu menuliskan persamaan di papan tulis sesuai dengan kemampuannya. Pada saat siswa mengalami kebingungan ketika menuliskan kembali persamaan gerak parabola, guru memberikan petunjuk sampai siswi dapat mengerjakannya.

  2. Guru mengecek pemahaman siswi akan materi yang telah dipelajari sebelumnya dengan memberikan pertanyaan menuntun secara lisan.

  3. Guru memberikan point pada siswa yang telah maju dengan memberikan tanda pada presensi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4. Guru mengajak siswa untuk membahas PR yang diberikan pada pertemuan sebelumnya. Guru membahasnya secara bersama-sama. Guru tidak langsung memberikan jaawbannya, tetapi guru memberikan pertanyaan-pertanyaan menuntun baru kemudian menuliskan jawabannya di papan tulis.

  5. Pada saat menjelaskan GLBB dan GLB guru menggunakan gerakan tangan (menggerakkan tangan ke atas dan ke bawah secara perlahan-lahan).

  6. Dalam menyampaikan materi media yang digunakan guru ialah : papan tulis, dan powerpoint untuk menampilkan kembali soal yang diberikan pada pertemuan sebelumnya sebagai PR.

  7. Dalam menyampaikan materi guru menggunakan metode : diskusi, tanya jawab, dan problem solving.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3 ”.

  µ kan? G kemudian memberikan kesempatan

  2

  I

  a N

  saya kira ga masalah itu

  hal yang harus diralat G berjalan kebelakang berkeliling disekitar siswa sambil memberikan petunjuk penyelesaian soal . Medan magnet dalam tesla,

  40 lilitan diameternya ada. Berapakah arus yang harus mengalir pada kumparan agar dititik pusatnya timbul medan magnet? Setelah menyampaikan

  yang harus diralat . Bisa anda ralat sedikit bahwa kumparan tipis boleh terdiri

  sebetulnya, karena kita belum bicara plek ya, belum berbicara plek, halaman yang no romawi 2 halaman 54 romawi 2 no 1.” G kemudian mendiktekan soal

  kemudian menginformasikan pada siswa . ”Coba ada sedikit yang perlu diralat

  G: ”52?” G kemudian melihat LKS salah seorang siswa dan mencermati,

  BS: Siswa membuka LKSnya dan kemudian menanggapi pertanyaan guru: ”52”

  G: ”Pakai cos, pakai sin silahkan bebas. Panjang kawat melingkar, kemudian solenoida, toroida gitu khan? Baik sampai disitu apakah ada pertanyaan? Itu hanya 1, sedikit yang ada problem pada LKS, halaman berapa?”

  Lampiran 7

Transkripsi Data Pada Pertemuan I (Guru A)

  Keterangan:

  π

  a

  G: “Kalau ber ter-hingga, berhingga?” BS: Beberapa siswa menjawab:

  BS: Beberapa siswa melanjutkan jawaban G: a?

  5 ?”

  2

  G: Guru memulai menjawa: ”Kalau kawatnya tak berhingga? π

  mempelajari: ada arus, ada medan magnet itu kunci utamanya. Karena oersted yang menyadur, yang merumuskan biort savart. Andaikan ada kawat lurus berarus bagaimana? SS: Siswa diam dan mempersiapkan buku catatannya.

  seorang siswa sambil mengingatkan materi pelajaran pada pertemuan sebelumnya: “Saya selalu memberikan suatu evaluasi sebentar, anda telah

  G: Pada awal pembelajaran G berdiri didepan kelas melihat catatan salah

  Pertemuan 11 Agustus 2009 Side A

  BS: Beberapa Siswa Pembelajaran ini dilakukan di kelas XII IPA3, dengan materi pokok gaya lorentz.

  1 , S 2 , S 3 …………..S 17 : Siswa identitas 1 -17

  G: Guru SS: Semua Siswa S

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G: ”Yang paling tau yang sudah kita cermati beres semua? Ga ada masalah, kalau bener-bener ga ada masalah saya berharap seperti itu nanti kita lanjutkan.

  vertikal dan horizontal) , untuk anda adalah l-nya ini hanya sepanjang yang

  medan magnet yang mempengaruhi kawat berarus I sepanjang l bukan sepanjang tak berhingga bukan, sepanjang l, sehingga dampaknya kalau antara arus dan B (guru menunjuk I dan B pada gambar) membentuk sudut suatu θ (guru memberikan keterangan dengan menuliskan symbol θ antara garis

  materi di papan tulis, seperti terlihat pada gambar di bawah ini) Dari gambar diatas guru memberikan penjelasan secara lisan : ”Ini adalah

  G: “Newton, Ok! Misalnya yang harus anda cermati?” (Guru mulai menuliskan

  G: ”Beres ya ini ya? Nah sekarang ada arus, ada medan magnet bukan dari dirinya maka akan terdapat yang namanya gaya lorentz. Itu bahasa gampangnya seperti itu. Bukan dari dirinya, sehingga dampaknya begini (guru berjalan mendekat dipapan tulis dan bersiap-siap menuliskan materi) . Jika kita bicara.gaya satuannya apa, kita bicara gaya satuannya?” SS: Siswa menjawab pertanyaan G: “Newton”.

  Kalau ga ada masalah kita lanjutkan. Anda kemarin, ada arus pasti disekitarnya ada medan?” BS: Sebagian siswa menjawab: ”Magnet”?

  pada siswa untuk bertanya . Ada pertanyaan ga sampai disitu, silahkan ? G Berjalan kedepan . Ga ada, lo ga ada baik ya, berarti pinter semua, SMA 6

  diharapkan pinter semua. Merasa pinter ga anda? BS: Sebagian siswa tertawa ’ha...’

  1 : “Makasih pak?”

  S

  2 : “Lhoh kemarin sudah?”

  G: ”Ya gitu mas?” S

  1 : “No 4 pak?”

  G: ”Ya, diam berarti bisa lho ya?” S

  G: ”Optimis juga! Intinya itu saja, ga ada masalah? Nanti kalau tidak ada masalah kita akan lanjutkan. Beres semua?” S: Siswa diam.

  G: ”Tau ga, itu nanti masih akan kita lanjutkan lagi?” BS: ”Oo…?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dipengaruhi B (guru menunjuk kawat yang berarah vertikal), bukan sepanjang tak berhingga atau apa bukan, hanya yang terpengaruh B. Kalau misalnya anda ada suatu problem kok disini bisa kesana tidak, kenapa? (guru menunjuk

  kawat yang berarah vertikal dan horisontal). Karena anda tahu ada satu hal

  kaitannya kalau ada gaya maka dia akan terpengaruh juga semuanya? Ya? Satu hal dalam hal ini berarti gaya yang ada lebih aman anda

  I l B sin . ”Jadi

  θ antara arus dan medan magnet” (guru menuliskan persamaan gaya lorentz,

  seperti terlihat pada gambar dibawah ini).

  G: ”Arah gaya lorentz ditentukan oleh apa?”. (G menuliskan materi di papan

  tulis mengenai arah gaya lorentz dan memberikan beberapa macam aturannya). Saya beri beberapa macam: ”1. kaidah tangan kanan, kaidah

  tangan kanan lebih gampang. Perhatikan gambarnya demikian, bagus? (G

menggambar di papan tulis, seperti terlihat pada gambar dibawah ini).

  SS: ”Tertawa: ”Ha…ha…ha?”

  G: ”Ini B, Ini gaya lorentz” (G memberikan keteranagn dengan menulis B di jari

yang tertutup dan F di ibu seperti terlihat paad gambar di bawah ini).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  SS: Siswa tertawa : ”yah,hu…..?”

  memperagakan dengan tangan kanannya, seperti terlihat paad gambar di bawah ini).

  G: ”I arus kan, Bnya mau diganti gaya lorentz keatas. Anda boleh bebas. Ingat ini arus Bnya mendekati anda, gaya lorentz keatas boleh bebas (guru

  G: ”Mana pacarmu itu, mana pacarmu itu?”. ”I arus, tenang ja mas tenang?” SS: Siswa tertawa : ”Ha…?”

  G: ”I, itu ini I arus Ok..ya khan?”. (G memperlihatkan tangan kanannya dan menunjukkan bahwa jari telunjuk sebagai arah arus). SS: Siswa menjawab : ”ya?”

  G: ”Patra, Patra yang mana mbak?” SS: Siswa tertawa : “Ihik….?” S 3 : Menunjuk kearah patra.

  5 : “Patra!”

  G: “Siapa namanya mas?” S

  SS: Siswa tertawa : “Ihik….?”

  3 : S 3 menjawab : ”yang pakai gini-gini?”

  : ”yang mana?” S

  3

  G: G bertanya lagi pada S

  G: ”Namamau siapa mbak?” S

  3 : “Siwi?”

  G: ”Lhoh siapa tahu kan?Yang mana riko yang mana?” S

  4 : Salah seorang siswa menclomet: “Bingung aku?”

  G: ”Ya…kenal dekat ga?” SS: Siswa tertaw: ”ha..ha..ha?” S

  G: ”Tangannya pakai yang mana mbak, tangan yang kanan atau yang kidal?” S 3 : ”Yang kanan?” (sambil menunjuk temannya dengan tangan kanan).

  3 : (Siswa bersangkutan menunjuk kearah belakang, kearah Riko)

  G: ”Riko yang mana mbak?” S

  4 : ”Riko?”

  ’Siapa?” (G menunjuk siswa yang duduknya paling belakang). S

  G: “Kok angel banget tho?” G: ”A…misalnya anda menunjukkan siapa tu namanya yang paling belakang?”.

  : ” Siwi?”

  3

  G: “Siapa?” S

  3 : S 3 menunjuk ke arah riko.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G: ”Atau kalau saya boleh menghimbau, boleh dengan: 2. kaidah sekrup putar kanan”. ”Saya ingatkan ya, ini arah saya pentingkan (guru memberikan

  gambar, seperti terlihat pada gambar berikut).

  G: ”Perhatikan, tolong ini cermati, ini akan lebih menguntungkan anda sehingga nanti dalam SNSPTN anda tidak apa, tidak joged? Kalau pakai ini (aturan 1) kan bisa joget?

  SS: Tertawa:Ha…?’

  G: ”Jadi , putarlah I menuju B dengan sudut θ terkecil maka arah maju atau mundurnya sekrup sebagai arah gaya lorentz (G menuliskan cara menentukan

  arah gaya lorentz dengan kaidah tangan, seperti terlihat pada gambar berikut).

  G: ”Perhatikan (Tidak ada rotan akarpun jadi, kebalik dong? G memberikan

demonstrasi dengan 3 pena, seperti terlihat pada gambar di bawah ini) .

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G: ”Ini arus, ini medan magnet (menunjuk pada pena yang digunakan sebagai

  demonstrasi, arus ditunjukkan oleh pena yang berarah kekanan dan medan magnet ditunjukkan oleh pena yang berarah kekiri). Hati-hati putarlah I

  menuju B dengan sudut θ terkecil ini (menunjuk sudut yang dibentuk antara

  pena yang berarah ke kiri dan ke kanan dengan memutar-mutar jarinya)

  bukan ini ya? Jadi ini (pena yang berarah kekiri) kalau diputar kekanan berarti? BS: Sebagian siswa menjawab bersamaan: ”keatas”

  G: ”Maka arah maju/mundurnya sekrup berarti, putarlah kesana maka ini akan, arah?” SS: Siswa menjawab: ”Gaya lorentz” (G menggambar arah gaya lorentz keatas).

  G: ”Gampang tho? Saya tawarkan 3: 1, 2 ini”. (G menunjuk 2 aturan yang telah

  disebutkan diatas) . ”Yang ke 3: kaidah tangan kanan juga yang biasa. Nanti

  kalau saya tawarkan yang ketiga ini anda biasanya sering menggunakan yang ketiga ini tetapi tidak saya pilih yang ketiga”. (G memberikan gambar, seperti

  terlihat pada gambar di bawah ini). ”Wah bagus?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  BS: Sebagian siswa tertawa menanggapi pujian G terhadap gambarnya sendiri. ”Ha...?”

  G: ”Ini arah arus, ini arah B. Maka yang tegak lurus telapak tangan anda ialah gaya lorentz. (G memberikan keterangan di gambar, seperti terlihat pada

  gambar berikut).

G: G memperagakan dengan tangan kanannya untuk menunjukkan arah arus, arah B, dan arah gaya lorentz seperti terlihat pada gambar dibawah ini).

  G: ”Bisa? O..banyak langkah. Ada yang posisi tangannya seperti ini, ni lurus ini

  (G memperlihatkan telapak tangan kanannya). Ga ada, ga ada yang sama to?

  Orang fisika mesti gini?” (G menunjuk telapak tangan kanannya ) BS: Sebagian siswa teriak : “Wua….?”

  G: ”Boleh pake cara 2 itu silahkan? Coba checking sekarang tanggal berapa ?” BS: “Tanggal 11”

  G: “Tanggal 11, no absent 11 mana?” S

  6 : (S 6 tunjuk jari).

  G: “Berdiri mbak, berdiri” S : (S berdiri).

  6

6 G: “Disitu saja. Coba yang lain diam lho? Mbak siapa namanya?”

  S

  6 : ”Devi”

  S: Siswa tertawa : ”Ha….?”

  G: ”Mbak devi, ada sebuah kawat berarus berarah keatas, kawat tersebut dipengaruhi oleh medan magnet kearah barat. Arah gaya lorentznya kemana ? S

  

6 : ”Keselatan?” (Siswa memperagakan dengan tangan kanannya seperti terlihat

pada gambar berikut)

  G: ”Kemana?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7 : ”Ke utara?”

  G: G Berjalan kebelakang, berkeliling disekitar siswa sambil berkata. ”Kapan anda menjawab dengan arah dibidang datar atau dibidang tiga dimensi silahkan tolong dikembangkan sendiri. Ya ? Biasanya kalau pertanyaan dalam arah mata angin, maka jawaban dalam mencermatinya juga dalam arah mata angin juga. Kalau ga mau mencermati ya sudah? Disitu saya tawarkan tiga macam itu dengan harapan anda bebas milih yang menurut anda paling bisa, bebas anda”. SS: Siswa diam dan memperhatikan.

  G: ”Rajin sekali nulisnya?” BS: Sebagian siswa tertawa: “He....?”

  G: ”Siapa yang mau saya beri pertanyaan? Kalau ga ada silahkan nanti saya baru kepertanyaan selanjutnya. Ga usah ditulis tho? Langsung aja?” SS: ”Ditulis?”

  G: ”Siapa yang ingin saya beri pertanyaan?” BS: Sebagian siswa tertawa: “ He…?”

  7 : “Bener”

  G: ”Bener?” S

  : ”Bisa”

  7

  G: ”Bisa?” S

  7 : “Eh…?”

  G: ”Waduh,belum tau salahnya?” S

  G: ”Tau salahnya?” S 7 : ”Tidak” (sambil menggeleng-gelengkan kepala).

  G: ”Salah, yang betul?” SS: Siswa menjawab: ”Kekanan”

  S 6 : ”Keselatan”.

  G: ”Ok, terimakasih silahkan duduk. Absen 22?” S

  G: ”O…kasihan. Tenang-tenang. Mbak ninik, sama ada ada kawat berarus arah keatas dipengaruhi oleh medan magnet kawat tersebut dipengaruhi oleh medan magnet luar yang berarah mendekati anda. Gaya lorentznya kemana?”

  G: ”Ga usah grogi, ga papa. Dulu dipondok, terus sekarang tinggalnya di?” S 7 : ”Kost”.

  SS: Siswa tertawa: ”Ha….?”

  7 : “Iya”.

  G: “Tempat tinggal mana mbak, mondok?” S

  7 : “Wuuh...”

  S

  8 : Salah satu siswa menclomet. “Arah selatan”

  G: ”Dini?” S

  : ”Ninik”

  7

  G: ”O..ya, Namanya siapa?” S

  7 : (S 7 langsung berdiri).

  S

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kemudian berhenti, mendekati dan mengomentari. ”Gambarnya mbok yang

  9

  : ”Kebarat?”

  G: ” Pasti?” S

  9 : ”Pasti?”

  G: ”Jangan seperti tadi, ya?” SS: Sebagian siswa mencatat catatan yang ada dipapan tulis.

  G: G berkeliling disekitar siswa, tiba –tiba melihat catatan salah satu siswa,

  agak baik mbak, masak ibu jarinya ini bentet-bentet!” SS: Siswa tertawa: ”Ha…?”

  ?Eh…..Kebarat pak?”

  G: ”Ni liat-liat dilihatkan lho? (G memperlihatkan gambar siswa ke siswa yang

  lainnya). Masak ibu jarinya he…..agak baik ya? Tenang ga papa! Wah

  gambarnya ya harus menyesuaikan donk, kalau tangan saya besar ya gambarnya gemuk-gemuk gitu khan? Coba saya hapuskan yang sebelah sini ya (G menghapus papan tulis)? Udah ini?”

  BS: Sebagian siswa menjawab: ”Belum?”

  G: ”Yang atas sudah?” SS: Siswa menjawab: ”Sudah pak?”

  G: Guru memberikan latihan soal di papan tulis (soal terlihat seperti pada

  G: ”Wah diulas karena sudah di update dari temennya khan? Beres kemana?” S

  G: G berjalan kedepan dan melanjutkan pembicaraannya. ”Bisa dengan sekrup, bisa dengan tangan kanan atau anda boleh dengan kaidah tangan kiri tapi saya agak sukar. Kalau anda mau ya silahkan. Tapi menurut saya kok kurang pas enak pake yang kanan. Ya mbak siwi ya? Anda kalau salim sama mas siapa, patra? Pake tangan kiri atau kanan?”

  S

  9

  3 : ”Kanan”

  G: Ga usah khawatir, tenang aja mas? Silahkan. Ga papa ga usah dibahas. Udah belum?” SS: Siswa serentak menjawab : ”Belum?”

  G: A..nanti kita kembangkan perubahannya ya? Baik sambil mencermati yang ditulis coba yang bernomor, berapa? 13. Namanya siapa karena kita baru kenal belum terlalu lama? Namanya siapa ?”

  S

  9 : “Dini”

  G: “Dini?” S

  : ”Iya”

  S

  G: ”Asli mana, kota pa ndeso?” S

  9 : ”Asli….tinggalnya di Sleman pak?”

  G: “Wah, iki podho le ndeso? Coba mbak arusnya kearah utara, Bnya kebawah, gaya lorentznya?” S

  9

  : ”Kekiri” S

  10 : Teman disampingnya mengomentari: ”Heh..?”

  

9 : Siswa bersangkutan kemudian bertanya pada teman sebelahnya, gimana

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G: ”Anda cermati! Silahkan?” (Setelah selesai menulis soal guru menunjuk salah satu siswa untuk mengerjakan di depan). S 11 : Siswa bersangkutan maju kedepan.

  G: ”Ya, gimana kabarnya mbak?” S

  11 : ”Baik”

  G: ”O..Baik” S

  

11 : Mengerjakan soal no.1 di papan tulis. Jawaban terihat seperti pada gambar

berikut.

  G: ”Ya silahkan no 7” S

  12

  :

  Siswa bersangkutan maju kedepan

  G: ”Bebas silahkan milih” S

  

12 : Memilih soal no 2 dan mulai mengerjakan . Jawaban terihat seperti pada

gambar berikut.

  SS: Pada saat kedua siswa S

  11 dan S 12 mengerjakan didepan, siswa yang lain

mencatat dan ada sebagian yang berdiskusi dengan teman sebelahnya.

  S

  11 +S 12 : Mengerjakan didepan agak lama

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G: Karena siswa mengerjakan didepan agak lama G berkata: Ayo cepet! Anda akan tahu bahwa disitu kebanyakan kelemahan seperti ini pasti jogged, pandai-pandai menari. Santai aja, silahkan. S

  11 + S 12 : Kembali ketempat duduknya.

  G: G menanggapi jawaban kedua siswa “No.1 benar. No.2 salah” (jawaban

  terlihat seperti pada gambar 5). G memberikan petunjuk penyelesaian soal untuk no 2 “Ada I ada F arah Bnya kearah mana?”

  S 12 : Maju membenahi (jawaban terlihat seperti pada gambar berikut).

  G: ”Salah. E… jangan gitu, tangannya gimana tangannya? Arusnya kemana itu?” S : Menjawab pertanyaan G “Menjauhi”

12 G: ”Menjauhi. Menjauhi arusnya menjauhi mana? Ga usah dipikir, tenang aja?

  Silahkan diamati? S

  12 : Maju lagi membenahi (jawaban seperti terlihat pada gambar berikut)

  G: ”Arah I menuju B, Fnya pasti keba….?Ya….?” S

  12 : ”Ke bawah”

  S

  13 : S 13 maju kedepan dan mengerjakan soal no 5. Jawaban terlihat seperti pada gambar berikut.

  G: “Ya terus ketua kelasnya mana G menyuruh siswa yang lain untuk maju. ketua kelasnya, anda mau menunjuk siapa?”

  SS: Seluruh siswa ikut menunjuk ”Diesya”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G: ”Namanya siapa mas?” S

  15 , seperti terlihat pada tulisan 10) seperti itu. Baik makasih, nah ada pertanyaan? Ayo

  G: Menanggapi jawaban siswa ”Jadi kalau anda pakai sekrup tinggal enak bahwa I menuju B. I menuju B maka gambarnya (G menunjuk pekerjaan S

  15 : Menunjukkan jawabannya pada G

  S 14 : Kembali ketempat duduknya. BS: Sebagian siswa ribut dan teriak-teriak “hu…” S

  15 : S 15 memulai mengerjakan di papan tulis . (Jawaban seperti terlihat pada gambar berikut)

  G: ”Diesya? Kenal sama mbaknya?” SS: Semua siswa tertawa “hu...” S

  : ”Diesya”

  15

  G: Mengulangi lagi perintahnya ”Anda mau menunjuk siapa? Siapa?” BS: Sebagian siswa berteriak: ”Diesya?”

  G: ”Siapa? Diesya. Tenang aja? Ya? Siapa?” SS: Siswa tertawa “ha….?” S

  

14 : Melihat kearah teman-temannya, kemudian menunjuk salah satu temannya

sambil memanggil ’Diesya”

  G: G kemudian meminta siswa lain untuk membantu ’ Anda mau meminta bantuan siapa?’ S

  

14 : Mengerjakan didepan agak lama dan kemudian memperagakan dengan

tangan kanannya. (jawaban terlihat seperti pada gambar berikut).

  S

  13. : “Ya no 5 benar”

  G: G mengomentari jawaban S

  G: ”Mana?” S 14 : Siswa absent 34 langsung tunjuk jari dan maju kedepan.

  : “Absen 34”

  13

  S 15 : Siswa yang bersangkutan maju kedepan .

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  siapa yang mau saya beri pertanyaan? Silahkan ayo? G kemudian memberikan 2 buah soal . S

  

16 : Seorang siswa maju kedepan untuk mengerjakan. Siswa tersebut memilih soal

no 2.

  G: Ketika S maju kedepan guru menegur siswa tersebut untuk merapikan

  16 bajunya ”Bajunya masukkan, jangan seperti itu?”

  BS: Sebagian siswa tertawa “ha...”

  G: Besok kasih tau yang rapi ya mbak ya?” SS: Siswa tertawa “ha....cia ..hu?”

  G: “Silahkan coba dicermati!” S 16 : Diam .

  G: Mencoba membantu menyelesaikan soal tersebut dengan memberikan

  petunjuk ‘Tetanya nol berarti? Fnya punya arah tidak?”

  S 16 : Siswa mulai menulis dan menggambar arahnya .

  G: ”Nulisnya yang baiklah” S

  16 : Langsung menghapus dan memperbaiki tulisannya

  G: ”Ini tidak grogi dengan saya ini?” SS: Siswa bersorak. ”Ya....?”

  G: ”Ya terimakasih, memang benar sengaja saya berikan pada anda jika memiliki tetanya nol boleh, berarti gaya lorentznya tidak ada. Gampang ya? Ga masalah saya kira itu. Coba kita lanjutkan, arah sudah beres, pengerjaannya juga sudah beres. Maka contoh nanti belakangan tidak masalah. G melanjutkan pada

  materi berikutnya dan memulai menuliskan materi dipapan tulis. Sekarang

  anda cermati F (gaya lorentz pada kawat sejajar)”. G meminta siswa untuk mencermati apa yang dituliskan. SS: Siswa memperhatikan guru .

  G: G menjelaskan apa yang ditulisnya dan meminta siswa untuk memperhatikan.

  ”Coba perhatikan pada kawat sejajar. Pada kawat sejajar (G menggambar 2

  buah kawat I 1 dan I 2 , keduanya berarah sama, yaitu keatas seperti terlihat pada gambar berikut).

  G: ”Ini I

  1 ini I 2 , maka nanti anda akan me...pengertian kalau ini nanti berjarak a (memberikan jarak pada kedua kawat). Coba kawat 1 keatas, ga usah mikir

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1 arahnya kemana (guru memutar tangannya pada kawat 1)? Ya... disebelah kanannya gimana? Arah medan magnetik, me....” SS: Melanjutkan jawaban G. ”Menjauhi?”

  G: ”Terimakasih....menjauhi. Sebelah kanannya menjauhi kan, sampai pengaruhnya dikawat 2, B (G menggambar arah medan magnet pada kawat

  1 2 seperti terlihat pada gambar berikut) .

  G: ”Arus I

  2 , disebelah kirinya arah medan magnetnya kemana?”

  SS: Siswa menanggapi pertanyaan G : ”Mendekati?” SS+G: Mengulangi jawaban ”Mendekati”

  G: ”Dan pengaruhnya sampai di kawat 1” (guru menggambarkan medan magnet pada kawat 1. seperti terlihat pada gambar berikut).

  G: ”Disini saya tulis B

  2 , kenapa? Disini saya tulis B 1 (menunjuk B 1 ), disini saya

  tulis B

  2 ” (menunjuk B 2 ). ”B 1 karena medan magnet datang dari kawat sa...?”

  SS: : ”Satu?”

  Melanjutkan jawaban G

  G: ”B karena datang dari kawat?”

  2 SS: Menjawab pertanyaan G : ”Dua?”

  G: ”Perhatikan, ga usah lihat ini (menunjuk pada kawat 1) arusnya keatas, Bnya menjauhi anda (menunjuk pada B

  1 ) gaya lorentznya disini (menunjuk pada

  ?”

  B 1 )

  SS: Menjawab : ”Kekiri?”

  G: ”Ke....ke (sambil memperagakan dengan tangan kanannya) ke...ki-ri (G

  menggambar arah gaya lorentz pada kawat 2 seperti terlihat pada gambar berikut).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G: ”Arusnya keatas Bnya mendekati?” (G menunjuk pada kawat 1 dan B

  2 )

  SS: ”Kekanan?”

  G: ”Ke .....kekanan” (G menggambar gaya lorentz arah kekanan pada kawat 1

  atau B 2 , seperti terlihat pada gambar berikut).

  G: ”Ini adalah gaya lorentz” (G menunjuk tanda anak panah pada kedua kawat).

  ”Interaksi gayanya seperti itu, sehingga gaya persatuan luas, hati-hati. Hati-

  F =

  hati gaya persatuan luas yang kita pake sebesar” (G menulis

  I B ). ”Gaya 2 1 l

  persatuan panjangnya langsung aja, I

  2 nya, B 1 nya berapa ? µ , Inya I berapa I

  1

  dari kawat 1 per?” SS: Siswa menjawab : ”2 π ” a

  µ

  I 1 I 2 G: ”Sehingga kalau ditulis” G menulis . ”Boleh? Atau anda 2 a

  π

  F = , Bnya B berapa?”

  menganalisanya dari kawat 1,

  I

1

l

  SS: Siswa menjawab : ”Dua?” µ O

  I 2 G: ”Dua berarti I kali berarti sama nggak? (materi terlihat seperti pada 1 ,

  2 π a gambar berikut)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G: Mengulangi lagi pertanyaannya ” Sama?” BS: Sebagian siswa menjawab : ”Sama?”

  G: ”Boleh? Interaksi gayanya persatuan panjang seperti itu. Jadi secara umum (G

  meneruskan menuliskan materi dipapan tulis) bahwa gaya interaksinya

  µ

  F

  I 1 I 2

  berapa, sebesar persatuan panjang ya? = ” (G Berkata sambil

  l 2 π a menulis apa yang dikatakan) . ”Ini penekanan aja (G kemudian memberikan kotak pada rumus seperti terlihat pada gambar berikut).

  G: ”Perhatikan jangan nulis dulu” SS: Siswa Diam dan memperhatikan .

  G: ”Satunya kalau searah dia akan tarik?” (sambil menunjuk pada kawat 1 dan 2

  )

  SS: Siswa melanjutkan jawaban G : ”Menarik?”

  G: G kemudian melanjutkan . ”Otomatis kalau searah. Perhatikan ini (G

  menggambar, gambar seperti terlihat pada gambar berikut)

  G: Akan melengkung. Arus searah pasti akan mendekati”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  SS: Mencatat materi yang ada dipapan tulis.

  Side B

  G: G bertanya pada siswa apakah semuanya suidah selesai mencatat : ”Sudah beres?” BS: Sebagian siswa menjawab : ”Belum?” Kemudian melanjutkan mencatat

  G: G berdiri didepan sambil menunggu siswa mencatat dan berbicara . ”Jadi a…..memang dalam kehidupan sehari-hari fisika banyak sumbangsihnya karena pengamatan alamiah. Pengamatan dalam kehidupan sehari-hari kita, perilaku kita itu ada semua. Ini salah kalau misalnya awalnya seia, sekata, senasib, sepenanggungan, sampai gagal ditengah jalan itu berarti tidak pas masalah. Contohnya kadang-kadang saya kalau, kalau anda amati ya, mengamati di bus ya? Bus yang searah ya, ada bus lain yang mendahului kita, misalnya apa, kita naik sepeda motor, naik sepeda motor saja saling mendekati kita didahului seakan-akan kita akan apa? Akan ber, bergesrekan itu apa bahasa indonesianya?”

  BS: Sebagian siswa menjawab : ”Srempet”.

  G: G bertanya lagi pada siswa apakah mencatatnya sudah selesai. ”Sudah ya? Kita akan cermati lagi, kita akan beri contohnya. Sudah ini? Sekali lagi saya ajak anda untuk mencermati contoh. Kalau masalah yang awal-awal ini ga begitu problem sampai ke yang searah, yang searah tadi a..mempunyai gaya lorentznya nol karena apa, tidak terpengaruh. Perhatikan contoh a..saya berikan langsung” (G menuliskan soal dipapan tulis). Soal terlihat seperti dibawah: ƒ 3 buah kawat sejajar, gini (guru melengkapi soal dengan gambar seperti

  terlihat dibawah) . Arusnya lain I 1 = 2A, I 2 berapa A? 4 A, I

  3

  berapa?Ha..(G meminta siswa yang memberikan nilai untuk I

  3 )

  BS: Sebagian siswa memberikan idenya : ”6 ?”

  G: G mengulangi jawaban siswa : ”6? Ok, gak papa. Perhatikan ini (sambil

  menunjuk gambar pada soal) arahnya I 3 nya berlawanan maka anda akan

  mencermati bagaimanakah kondisi kawat 2? G memberikan petunjuk

  pengerjaan soal . Kondisi dalam hal ini anda harus bisa mencermati?” (G

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menuliskan pertanyaan di papan tulis). Coba salah satu yang gampang

  sekarang sudah tahu kan? Kalau searah gimana kalau searah?” BS: Sebagian siswa menjawab : ”Saling mendekati?”

  G: G mengulangi jawaban siswa : ”Saling mendekati, betul...betul?” S : Menjawab : ”Ya...?”

17 G: G melanjutkan . ”Ga usah mikir yang ini kawat 2 khan? 1 dan 2?” (G sambil

  menunjuk kawat 3, 1, dan 2 pada gambar soal di atas)

  BS: Sebagian siswa menjawab : ”Tarik menarik?”

  G: G meyakinkan jawaban siswa. ”Tarik menarik khan?” SS: Siswa menjawab : ”Ya?”

  G: ”Ini kekiri khan (sambil menggambar tanda anak panah ke kiri pada kawat 2 sepeti terlihat pada gambar berikut ).

  G: ”F F kawat 2 pengaruh dari kawat 1. 2 dan 3? (sambil menunjuk kawat 2

  21 dan 3)

  BS: Sebagian siswa menjawab : ”Menjauh?”

  G: ”Nah berarti di kawat 2” (sambil menunjuk kawat 2) BS: : ”Kekiri?”

  Sebagian siswa menjawab

  G: G mengulangi jawaban siswa . ”Kekiri juga disini, F karena pengaruh?” (G

  2 menggambar arah F pada kawat 2 karena kawat 3 seperti terlihat pada gambar berikut)

  SS: Siswa menjawab : ”2?”

  G: G membenarkan . ”3, ko 2? Nah secara vektor bagaimana?” BS: Sebagian siswa menjawab : “Searah?”

  G: G mengulangi jawaban siswa : Searah, maka? Hayo...dia akan?Kawat 2 akan ke....?” BS: Sebagian siswa menjawab : “Kekiri?” G+SS: Bersama sama mengiulangi jawaban: ”Kekiri”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G: G melanjutkan . ”Karena terpengaruh apa? F totalnya sebesar F21+...?” SS: Siswa menjawab : ”F23”

  G: G langsung menuliskan jawaban siswa F23 . ”Nah, F21 bisa ditemui ini

  (sambil menunjuik tulisan F tot: F21 + F23) secara vektor karena kita sudah

  tau arahnya. Sekarang anda hitung ini persatuan panjang” (sambil menunjuk

  Ftot: F21 + F23) . ”Kondisi kawat 2 dalam hal ini tentu persatuan panjang,

  kita batasi. Berarti gimana, langsung aja I : I

  1 I 2 /2 π a. Kalau ini sama, tinggal

  ini a

  1 , ini a 2 . a 1 dan a 2 sama misalkan disini apa anda harus cermati? Kalau

  misalnya a

  1 = a 2 = 1 m berarti?”

  µ

  • a o

  

I

2

I 3 SS+G: Bersama sama menjawab: ” (langkah pengerjaan terlihat seperti a

3

pada gambar berikut) G: G memberikan kesempatan pada siswa untuk melakukan perhitungan.

  ”Silahkan, anda hitung? Silahkan. Jadi dari pengertian ini akan mempermudah kita dikelas. Saya berharap hasilnya beres (G berkeliling disekitar siswa). Anda jujur saja kalau memang modusnya tidak jelas, tidak jelasnya yang mana? Ga papa kita ulas lagi. A...saya selalu menjanjikan pada anda siapa tau nanti kuis, mendekati ujian, atau apa ko kekurangan-kekurangan masih ada, boleh? Nanti kita akan tambah lagi waktunya di sore harilah?”

  SS: Siswa Mencatat .

  G: G berjalan kedepan menuju papan tulis. ”Jadi akan lebih mudah. Nah sekarang saya beri soal. Yang sebelah kanan sudah ya?” (G menghapus

  tulisan yang ada dipapan tulis tepatnya disebelah kanan). Kita hitung ketemu

  berapa? Udah belum? Ketemu berapa?” SS: Siswa diam mencatat.

  G: G melanjutkan dengan memberikan soal . ”Perhatikan analisa seperti ini, kelanjutannya anda saya beri soal seperti ini nanti kalau cermat analisanya, analisa dulu arahnya. Pertanyaannya?” (G menuliskan pertanyaan, seperti terlihat dibawah).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ƒ Jika ada kawat 3 berarus 5 A dimanakah kawat tersebut diletakkan agar gaya dikawat 2 = 0? Anda cermati betul? (G mengulangi lagi

  pertanyaannya kemudian melanjutkan) . Silahkan dicoba ? (G memberikan petunjuk penyelesaian soal tersebut) Dianalisa arahnya dulu saya bantu

  sedikit, I I berlawanan khan?

  1

2 BS: Sebagian siswa menjawab : ”Iya?”

  G: ”Kalau berlawanan arahnya gimana? Nah, maka gimana arus itu akan 5 A disitu? Gaya dikawat 2 = 0. Silahkan diamati. Bebas lho ini, silahkan berkreasi boleh saja anda?” A...saya memang jarang ke kelas 12 (G

  berkeliling kearah belakang siswa)

  S

  18 : Bertanya pada guru : ”Gimana arahnya?”

  G: Guru kemudian menanggapi . ”Lhoh itu kan arahnya lum ada khan sengaja itu, dimanakah kawat tersebut diletakkan agar gaya dikawat 2 nol” (G berjalan

  menuju kearah depan). ”Anda saya berikan kebebasan untuk berkreasi ya?

  Coba kalau misalnya anda mau meletakkan kawat 2 khan (G menunjuk kawat

  2) ini berlawanan kan? Berarti kesana khan (G menggambar anak panah ke kanan seperti terlihat pada gambar berikut).

  G: ”Anda mau meletakkan dimana? Ini kalimat sangat terbuka ini?” BS: Sebagian siswa mengeluarkan pendapatnya : ”Kanan?”

  G: Mengulangi pendapat siswa : ”Sebelah kanan, boleh? Sebelah kanan sejauh x misalnya. (G menggambar kawat ke 3 seperti terlihat pada gamabr berikut).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G: ”Ini kekanan (menunjuk arah F pada kawat 2) kalau diletakkan disini sejauh x

  (menunjuk kawat 3) maka diharapkan gaya disini (menunjuk kawat 2 )

  kemana?” BS: Sebagian siswa menjawab : ”Kekiri?”

  G: “Pengaruh kawat 3?” BS: Mengulangi lagi jawabannya : ”Kiri?”

  G: ”Kawat 3 ya? 3..harus ke...?” BS: Sebagian siswa menjawab : ”Kiri?”

  G: ”Ini F

  21 , ini F 23 (G menggambarkan arah gaya lorentz F 21 dan F 23 pada kawat 2 seperti terlihat pada gambar berikut )

  G: ”Karena semua harus kekiri berarti kawat 3 arahnya harus kemana?” SS: Siswa menjawab pertanyaan G : ”Atas?”

  G: Mengulangi jawaban siswa : ”Ke..? ”Keatas (G menggambar arah I keatas),

  3

  terimakasih. Ya kan? Nah berarti syaratnya sekarang anda harus tahu. Kawat 21, kawat 23 masuk gayanya disitu dia menjadi apa? = 0 jika apa ini?”

  (menunjuk arah F pada F 23 )

  SS: Siswa menjawab : ”Sama?”

  G: Mengulangi jawaban siswa : ”Sama. Berarti ∑ = 0 berarti jika?” F SS: Menjawab pertanyaan

  G: ”F

  21 = F

23 ”

  G: Guru menuliskan apa yang dikatakan dipapan tulis . ”Nah sudah gitu khan? Yo

  µ , gaya persatuan panjang semuanya tidak sengaja tidak saya tuliskan disini µ ?”

  µ

  I 1 I 2 SS: Melanjutkan perumusan persamaan : ” ”

  2 1 .

  π µ

  I 1 I

2

G: Menuliskan jawaban siswa . ”Langsung ya?” 2 π .

  1 SS: Siswa menjawab : ”Ya?”

  G: ”Ini harus anda cermati semuanya dalam bentuk?” (guru menuliskan gaya per µ

  I 2 I 3

satuan panjang di soal). G melanjutkan menulis lagi. Yo, ?”

.....

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  I 2 I 3 SS: Bersama-sama menjawab : ” ”

  π

  2 x

  G: G menuliskan jawaban siswa . ”

  2 , I

  2

  2 π , 2π berarti?” (G µ , µ ya kan? I menulis di papan tulis. Tulisan terlihat eperti pada gambar berikut).

  I 3 SS: Siswa menjawab : ”10 = ?” x

  G: G menulis 10 = I

  3 /x di papan tulis. ”Iya kan?

  SS: : ”Iya?”

  Siswa menjawab

  G: ”Berarti x nya?” BS: Sebagian siswa menjawab : ”2,5?”

  I 3 G: G menuliskan jawaban di papan tulis : ” kan? = ½ Ampere?”

  10 SS: Siswa serentak teriak membenarkan : ” ½ meter pak?” G: ”Oya..? Berarti dong juga?” (G mengganti A menjadi m).

  SS: Siswa tertawa ”Ha...?

  G: ”Lhoh iya kan? ½ m jaraknya. Kalau sebelah kiri sini boleh ga?” (G menunjuk

  kawat 1 pada gambar di soal)

  SS: Siswa menjawab : ”Boleh?”

  G: Mengulangi jawaban siswa : ”Boleh bener? Coba kita analisis, sebelah sini sudah?” SS: Siswa menjawab : ”Sudah?”

  G: ”Kita kembangkan coba ga papa. Coba I

  1 , I 2 disini ya? (G menggambar I

  1 dan I 2 ) . Anda ingin meletakkan di sini!” (menunjuk pada kawat 1). ”Ini

  jaraknya cm ga papa hayo kita analisa. Mungkin nggak ....ini kawat 3 lho ya? 1 dan 2, Bnya sampai sini ga?” (G menunjuk jarak dari kawat 1 ke 2). ”Liat donk ini sampai sini?’ (kawat 1 sampai kawat 2)

  BS: Sebagian siswa menjawab : ”Saling menjauhi?”

  G: Mengulangi jawaban siswa : ”Saling menjauhi kan? Kawat 2?” (G

  menggambar arah gaya lorentz pada kawat 2 karena pengaruh kawat1) . ”Ini

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dari kawat 3 (G menunjuk kawat 3) kalau dia kesana diusahakan pengaruh kawat 3nya ke?” SS: Siswa menjawab : ”Kebawah?”

  G: ”Enggak harusnya disini ke?” SS: Siswa menjawab : ”Kekiri?”

  G: ”F

  23 (G menggambar arah gaya lorentz pada kawat 2 karena pengaruh kawat 3 seperti terlihat pada gambar berikut).

  G: ”Supaya ini kekiri mau ga mau apa ini?” BS: Sebagian siswa menjawab : “Searah?”

  G: ”Kalau searah harus ke bawah kan?” (G menggambar arus berarah kebawah

  pada kawat 3 seperti terlihat pada gambar berikut)

  G: G melanjutkan. ”Coba ini berarti keatas, santai aja?” (G menggambarkan

  jarak antara kawat 2 dan 3 ). ”Ayo caranya sama, yo?” (G mengajak siswa untuk membantu menyelesaikan persamaan secara bersama-sama).

  µ

  I I

  µ

  I 1 I 2 2 3

  ” = , ya khan?” (G mencoret variabel yang sama). G π 2 .

  1

  2 π x

  I 3

  5

  kemudian melanjutkan . ”I 1 = , x-nya = kan? Ini 10, ini 5, ini 20!” (G x

  10

  menuliskan nilai tersebut untuk kawat 1, 2 dan 3) . ”Satuannya mA Boleh

  nggak ini? Bisa nggak? bisa gak ini? Sama aja setengah kan?” (Hasil jawaban terlihat seperti pada gamabr berikut) .

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G: ”Coba perhatikan!” (G Meminta perhatian siswa). SS: Siswa memperhatikan penjelasan G.

  G: ”Boleh disebelah kanan asalkan arusnya diantaranya?” (G menunjuk kawat 2).

  ”Tapi hati-hati bahwa kawat 2 dan 3 Bnya hati-hati. ”Ini (G menunjuk kawat 1 dengan 3) Bnya menjauhi ke bawah berarti dia kesana? Ini dengan kawat 2. Jadi option pilihannya anda harus cermati kemana arahnya. Mungkin gak disebelah kiri 1?”

  SS: Siswa Diam.

  G: G mengulangi lagi pertanyaannya . ”Mungkin gak disebelah kiri 1? Itu tambahan PR?” (Pertanyaan yang dilontarkan G tadi dijadikan sebagai

  bahan PR). ”Dari soal itu mungkin nggak disebelah kiri 1 dan kemana

  arahnya?” Baik pekerjaan rumahnya no 2 hal 57, kemudian yang latihan no 1, no 3 kita balik ke medan magnet, dan no 6. Ya? Jadi begini saya cermati sekali lagi kalau kemarin ada arus ada medan magnet sekarang ada arus ada medan magnet bukan dari dirinya, misalnya medan magnet kawat 1 mempengaruhi kawat 2 Bnya, maka akan terdapat yang namanya gaya lorentz sebesar F. Silahkan anda pahami betul. Kemudian dari kondisi tersebut kita variasikan dalam bentuk dengan soal tambahan ini. Anda analisa tambahan lagi PR yaitu tadi mungkin nggak disebelah kiri 1 dan kemana arahnya? Harus ada PR ya, itu yang bisa saya sampaikan. Silahkan saya cukup dulu. Selamat siang!”

  SS: Siswa menjawab : ”Siang!”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Transkripsi Data Pada Pertemuan II (Guru A)

  Keterangan :

  G: Guru SS: Semua Siswa S

  1 , S 2 , S 3 …………..S 16 : Siswa identitas 1 -16

  BS: Beberapa Siswa

  Pertemuan 18 Agustus 2009 (Side A)

  Pembelajaran ini dilakukan disebuah kelas XII IPA3. Guru memberikan latihan-latihan soal kemudian melanjutkan materi berikutnya, Pada awal pembelajaran guru berkeliling di sekitar siswa sambil mengecek pekerjaan rumah yang diberikan pada pertemuan sebelumnya.

  G: ”Ada yang ingin ditanyakan?” G kemudian berkeliling menuju kearah siswa,

  mendekati dan kemudian melihat dan mencermati pekerjaan salah seorang siswa. Setelah mencermati G berkomentar. ”Lhoh ini kan no. 3 itu sengaja supaya

  anda tidak meninggalkan keteraturan yang pernah kita pakai, yaitu itu adalah memahami tentang medan magnet?”. G kemudian mengingatkankan materi

  yang sudah dipelajari. ”Saya ingatkan, ada arus pasti ada medan magnet. Itu

  yang kesatu. Yang kedua ada arus ada medan magnet luar akan terdapat gaya?” G+BS: Bersama-sama menjawab: ”Gaya Lorentz”

  G: ”Ya nggak, itu aja khan? Untuk no 2 itu hanya mencermati apa? No 2 yang latihan, no. 3 itu kan apa? Yang memiliki medan magnet nol. Anda cek dulu dimana letaknya?” (G melihat catatan salah seorang siswa). ”= B

  2 . Ini dicek

  tempatnya, iya khan?” (G melihat pekerjaan salah seorang siswa kemudian

  mengomentari) . ”Mbok dicek dulu?” G berjalan kedepan menuju papan tulis dan menghapus tulisan yang ada dipapn tulis tersebut. ”Ya ini yang gak beres

  yang ini? Makanya kalau belum bisa anda jangan sombong . Kalau memang belum pahan yang belum paham yang mana coba kita cermati. Kalau banyak seperti itu anda gak bakal beres?” (G membantu siswa menyelesaikann soal

  secara bersama-sama) . ”Ini arahnya kesana kemudian ini kesini ya (G menggambar kawat yang arah arusnya ke atas dan ke bawah seperti terlihat pada gambar berikut).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  memulai menuliskan bagaimana langkah penyelesaian soal tersebut. Kemana pengaruh 1 (sambil menunjuk gambar di papan tulis).

  anlisa gambar terlihat seperti pada gambar berikut).

  G: G mengulangi lagi jawaban siswa: ”Tidak mungkin? Lha kok tadi ada yang menyebut ini dengan ini gini?” (G menunjuk gambar di papan tulis. Langkah

  2 ” ( guru menggambar arah B 2 kebawah). ”Mungkin tidak nol?” BS: Sebagian siswa menjawab: ”Tidak?”.

  G: ”Kebawah. B

  BS: Sebagian siswa menjawab: ”Ke bawah”

  1 ” (G menggambar arah B 1 kebawah). ”Pengaruh 2?”

  G: ”Kebawah. B

  BS: Sebagian siswa menjawab: ”Ke bawah”

  G: ”Berarti ini ditidurkan (G menunjuk kawat 1) satunya menjauhi satunya?” BS: Sebagaian siswa menjawab: ”Mendekati?”

  G: ”Kalau disini misalkan, B nya kemana ini? (G menunjuk kawat 1). Seperti ini, pengaruh 1? Gimana?” S

  SS: Siswa menjawab: ”Ke bawah?”

  G: G melihat catatan S2, kemudian berkomentar. ”Medan magnet lhoh ya? Medan magnet seperti ini?” (menunjuk buku catatan salah satu siswa ). ”Tak sobek bener lhoh ya ? Heh...gimana? Kemana?”

  boleh? Tangannya gimana tangannya, coba catatannya mana?” S 2 : Membuka buku catatannya.

  meja siswa paling depan dan melihat catatannya. ”Kalau ketemu tak sobek

  ”Kok ketawa, ketawa kok tangannya? Medan magnet? Coba dibuka lagi, medan magnet masak tangannya kayak gitu? Gila bener ini?” G berjalan menuju ke

  diam G bertanya dengan nada yang keras. ”Tangannya gimana tangannya?” (l menunjuk kearah siswa) .

  G: G mengulangi pertanyaannya lagi. ”Ke.....?” Karena sebagian besar siswa

  : Salah seorang siswa menjawab: ”Ke bawah”

  1

  G: ”Soalnya itu terus-terusan seperti itu? Coba nanti yang merasakan anda. Kalau gak mau belajar ya seperti ini, nanti akan kelihatan. Kalau saja saya semangat anda tidak semanagat, ya sudah? Kita bahas sama-sama. G maju kedepan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G: ”Enak sekali? Kok medan magnet lupa?” G memberikan kesempatan pada

  siswa untuk mengerjakan didepan. ”Ada yang mau nyoba silahkan? Sebelah kiri

  atau sebelah mana? Kiri atau kanan?SS: (Siswa diam) .

  G: ”Sebelah kiri atau kanan?” G berjalan menuju papan tulis dan mulai

  menuliskan sesuatu . Yang satu berapa arusnya? Berapa?

  BS: Sebagian siswa menjawab: ”6?”

  G: G mengulangi lagi jawaban siswa:6 Ampere?” (G menuliskan angka 6 A

  pada gambar kawat) ?

  BS: Sebagian siswa menjawab: ”Iya?”

  G: ”Yang kedua?” BS: Sebagian siswa menjawab: ”2?”

  G: G mengulangi jawaban siswa: ”2 Ampere?” (G kemudian menuliskan angka 2

  A pada kawat) ? ”Gimana, jaraknya berapa disini?”

  BS: Sebagian siswa menjawab: ”40?’ G: G menuliskan angka sebesar 40 cm antara kawat 1 dan 2 dipapan tulis.

  ”Tolong gambar dulu seperti ini. Baik yang gampang tentu saja pasti sebelah kiri atau kanan? Sebelah ka..?” BS+G: Sebagian siswa dan guru bersama-sama menjawab: ”Kanan”

  G: ”Kanan yang 2 A..?” SS: Siswa melanjutkan kalimat yang diucapkan guru: ”Mpere?”

  G: ”Coba 6 dan 2 besar mana?” (menunjuk besar arus kawat 1 dan 2) SS: Siswa menjawab: ”6”

  G: ”Yang besar itu pengaruhnya bisa sampai dekat yang kecil, tapi yang kecil?” SS: Siswa menjawab: ”Besar”

  G: ”Besar? Gitu aja yang gampang kan? Jadi pasti langkah pertamanya ini x” (menuliskan x pada kawat2). ”Ini ke bawah, satunya keatas. Ini B

  1 ini B 2 ”

  (menuliskan B

  1 dan B 2 ). ”Nah tinggal hitung, gambarnya hati-hati?” (G menghapus gambar 5, kemudian memperbaikinya. Langkah analisa gambar terlihat seperti pada gambar berikut).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  BS: Sebagian siswa menjawab: ”Nol?”

  G: ”Nol itu gimana? (G memulai menulis lagi di papan tulis: B

  1 = B 2 . Berarti

  µ

  I 1 )

  2 π

  BS: Sebagian siswa menjawab: “a?” : G kembali bertanya pada siswa: a nya berapa?”

  G

  BS: Sebagian siswa menjawab: ”40 + x ?” G: G mengulangi jawaban siswa. ”40 + X, ga papa (G menulis di papan tulis).

  I

  µ 2 ”Sama dengan . Hayo sederhanakan (guru mencoret µ dengan µ ) 2 x

  π

  6

  2 π sederhanakan (mencoret 2π dengan2π ). terus 2

  = . Hayo ini 3

  • 40 x x

  (mencoret angka 6 dan mengganti dengan angka 3, ini? BS: Sebagian siswa menjawab: ”1?”

  G: (mencoret angka 2 dan mengganti dengan 1). Berarti 3x = ? BS: Sebagian siswa menjawab : 40 + x.

  G: (G menuliskan jawaban siswa di papan tulis: 40 + x ). ”Pindah sana 2x = 40. x nya berapa?” BS: Sebagian siswa menjawab: ”20?”

  G: G mengulangi jawaban siswa: ”20 cm” (jawaban terlihat seperti pada gambar

  berikut)

  G: ”Ada nggak jawabannya? Ya?” BS: Sebagian siswa menjawab:Nggak?”

  G: ”Arah itu sangat dipentingkan . Kita bicara huruf awal kan? Selalu saya buat kilas balik terus? No absen 18 mana?” G menunjuk siswa kemudian

  memberikan pertanyaan secara lisan.

  S 2 : S langsung tunjuk jari.

2 G: G meyakinkan apakah siswa tersebut bernomor 18. ”No 18?”

  S

  2 : ”Ya?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G: ”Betul?” S

  2 : Mengulangi jawabannya dengan suara lantang. ”Iya?”

  G: G kemudian meminta S

  2 untuk berdiri. ”Tolong berdiri mas!”

  S

  2 : S 2 melaksanakan perintah G dan langsung berdiri.

  G: G memberikan pertanyaan pada S . ”Arusnya keutara, medan magnet disebelah

  2

  timur kawat tersebut kemana?” S

  2 : S 2 memperagakan dengan tangannya dan kemudian menjawab : ”Ke atas pak!”

  G: G memberikan pertanyaan mengenai arah. ”Timurnya mana tho?” S

  2 : S 2 menunjuk kearah barat.

  S : Salah satu temannya berkomentar: ”Itu ke barat?”

  3 S 2 : “E....timur sana?” (S 2 menunjuk kearah timur).

  G: Karena menjawab salah G memberikan hukuman pada S

  2 . ”Push up 2 kali?”

  S

  2 : S 2 langsung berjalan kebelakang dan mengerjakan perintah guru,yaitu push up 2 kali).

  G: Ketika siswa push up G berkata: ”Wah.. pengalaman anda itu?” G kemudian

  bertanya pada S

2. Tau salahnya ?

  S

  2 : S 2 menjawab : ”Tau?’

  G: G melanjutkan, menunjuk siswa berikutnya. ”28, 28 mana 28? Berdiri?” G meminta no absent 28 untuk berdiri. S : S langsung berdiri.

  4

4 G: ”Sudah berdiri belum?”

  S

  4 : Menjawab pertanyaan G: “Sudah?”

  G: ”Hah? Yah..oya, saya kira masih duduk. G kemudian memberikan pertanyaan

  pada S 4 . Arusnya keatas, tepat di kanan kawat tersebut arah medan magnetnya

  kemana ? S

  4 : Memperagakan dengan tangan kanannya, kemudian menjawab: ”Menjauhi!”

  G: G mengulangi jawaban S

  4 . ”Menjauhi! Betul?”

  S 4 : Duduk kembali.

  G: “Gampang to ternyata?” BS: Sebagian siswa diam, sebagian ada yang mencoba memperagakan dengan tangannya.

  G: G melihat salah satu siswa yang mencoba memperagakan dengan tangannya,

  kemudian guru mengomentari. ”Kok pake gini, medan magnet kok gini lho?” (G membuka jari kanannya) . ”Coba kamu berdiri?” G meminta siswa tersebut untuk berdiri.

  S

  5 : S 5 langsung berdiri.

  G: Bertanya siapa nama siswa yang disuruh berdiri. ”Namanya siapa mbak?” S

  5 : Menjawab pertanyaan G: “Dania?”

  G: G mengulangi pertanyaannya: ”Siapa mbak?” S : Dania.

5 G: Mengulangi siapa nama siswa tersebut : Dahlia ?

  S

  5 : Menegaskan jawaban G: “Dania?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G: ”O..Dania?’ G memberikan pertanyaan pada S

  5 . “Arusnya menjauhi anda,

  kalau medan magnet itu berarah keatas, gaya lorentznya kemana? Arah gaya lorentznya kemana?” S

  5 : S 5 menjawab : “Ke ...keutara!”

  G: G mengomentari jawaban S . ”Salah kalau keutara. Yang betul?”

5 SS: Siswa menanggapi pertanyaan G: ”Kekanan?”

  G: G mengulangi jawaban S 5 . “Kekanan?”. S

  5 : Menjawab: ”Ya?”

  G: ”Tapi kalau searah gimana? Kan tarik..?” SS: Siswa menjawab pertanyaan G: ”Menarik?”

  G: G melanjutkan dengan memberikan soal. Ya. saya beri satu soal untuk anda. (G

  menggambar di papan tulis, sekaligus membacakan secara lisan soalnya seperti berikut ini) .

  • Sebuah persegi dengan sisi 20 cm, pada sudut-sudutnya diberi kawat yang sejajar. Seperti gambar A, B, dan D diberi arus I dan arah yang sama. Berapakah kuat arus C dan kemana arahnya agar resultan di A = 0.

  G: ”Hayo silahkan dicoba, G kemudian meminta siswa mengerjakan soal tersebut. ini sengaja saya pilihkan soal ini. Dianalisa dulu dengan A, B, dan D itu sejajar?” (guru berkeliling disekitar siswa, siswa mengerjakan). Ketika melihat-

  lihat catatan salah seorang siswa G berkomentar. ”Resultan gaya ya? Nulisnya

  yang komplit. Gaya di A itu sama dengan nol. Gimana pengerjaannya?” (G ”Ya ini melihat-lihat pekerjaan salah seorang siswa lalu mengomentari). berarti kalau searah itu saling mende..?”

  BS: Sebagian siswa melanjutkan perkataan G: ”Kati?”

  G: G berjalan menuju kearah depan. ”Kemarin sudah to diterangkan? Nah, kalau searah itu saling mendekati berarti disini akan pas benerkan?” (G melihat-lihat . ”Ini dengan ini? Gimana? Terus ini

  catatan siswa kemudian mengomentari)

  dengan ini? Nah secara vektor bisa kan anda gambar? Kalau searah itu saling mende?” S

  6 : ”S 6 menjawab : ”Kati?”

  G: ”Kalau sudah digambar pasti cermat bener” (G berjalan kedepan menuju papan ”Ayo... kita cermati, supaya tulis dan mengajak siswa untuk mencermatinya). saya juga tidak berlama-lama diposisi ini. Biar saya mencermatinya banyak yang kurang tapi sederhana” G memberikan petunjuk bagaimana cara

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menganalisa soal tersebut. ”Analisa awal, ini dengan ini (menunjuk titik A dan B pada gambar), arahnya apa ini?”

  BS: Sebagian siswa menjawab: ”Sama”

  G: G menjawab lain. ”Sejajar khan?” SS: Siswa menjawab: ”Iya?”

  G: ”Menjauhi semua. Kalau sejajar berarti?” BS: Sebagian siswa menjawab: ”Mendekati”

  G: G menjawab lain “Tarik me...?” SS: Siswa menjawab: ”narik?”

  G: ”Berarti ini dia kesana F, ini dengan ini?” (G menggambar arah gaya F pada titik A kekanan). SS: Siswa menjawab: ”Tarik menarik”

  G: ”Tarik Menarik juga? Disini keatas?” (G menggambar arah gaya F pada titik A

  keatas). ”Resultannya gimana? Ini khan sama tho besarnya?” (G menunjuk F antara titik A dan D, dan F antara titik A dan B).

  SS: Siswa menjawab: ”Iya?”

  G: ”Berarti F akar?” BS: Sebagian siswa menjawab: ”2?”

  G: ”Supaya disini nol (menunjuk pada titik A), maka harus ada gaya ke.... ?” SS: (Siswa diam)

  G: G memulai menjawab. Menjauhi khan ? BS: Sebagian siswa menjawab: ”Iya?”

  G: ”Dari terhadap ini (menunjuk C) kalau ini disini (menunjuk titik A), ini ada '

  F 2 (menunjuk F 2 ), maka disini (menunjuk titik A), disini harus ada F yang arahnya seperti itu. Menjauhi berarti tinggal pengaruhnya terhadap C.

  Kalau disini menjauhi (menunjuk titik A), ini menjauhi juga arah arusnya maka ' disini (menunjuk titik C) arusnya apa supaya ini (menunjuk F ) menjauhi? Arusnya disini (menunjuk titik C ) berlawanan kan?”

  SS: Siswa menjawabb: ”Iya?’

  G: ”Satu menjauhi, satu men..?” SS: Siswa menjawab: ”Dekati..?”

  G: ”Nah ini analisanya?” (menuliskan tanda titik pada titik C. Hasil analisa gambar terlihat seperti pada gamabr berikut).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

  G: ”Beres? Tinggal pake bahwa disana F harus sama dengan F '

  2 . Selesaikan?

  Bisa cepet, ayo? itu apa ?

  F

  SS+G: Siswa dan G secara bersama-sama menjawab: ”

  I

  µ ?”

  I

  ?’ BS: Sebagian siswa melanjutkan perumusan persamaan dengan menjawab: ” π

  2 G: G menegaskan jawaban siswa yang kurang tepat. ”I….? I C. I secara spontan arusnya sama tadi apa? I semua terus per..?” SS: Siswa menjawab: ”2?”

  π ?’ SS+G: Siswa dan G bersama–sama melanjutkan dengan menjawab: ”

  G: ”Hayoo?” S

  7 : S 7 menjawab : ”a?”

  BS: Sebagian siswa menjaswab: “

  20 2 ”

  G: G mengulangi pertanyaannya: “Berapa?” SS: Siswa mengulangi jawabannya:

  20 2 ”

  G: G mengulangi lagi jawaban siswa: ”

  

20

2 . Diubah ke meter nggak?”

  SS: Siswa menjawab: ”Ya?’

  G: ”Diubah ya boleh, tidak juga boleh nanti kita saling menyeder? menyederhanakan. Ini µ I,

  I µ nya? µ nya sederhanakan (G mencoret µ ),

  2 π , 2π (G mencoret 2 π ), I dengan I (G mencoret I ), 20 dengan 20 (G

  mencoret 20). Ic = ?”

  S 8: S

  8 menjawab : ”I 2 ?”

  G: G terus melanjutkan. ”Ini masih kurang

  2 lho ya? G kemudian menambahkan 2 pada analisa soal. Berapa? I kali?”

  BS: Sebagian siswa menjawab: ”2?”

  G: Mengulangi jawaban siswa: ”Du..?” SS+G: Bersama-sama mengulangi jawaban: ”Dua?’

  G: G mengulangi lagi jawabannya: ”2, sama dengan 2 I. Langkah analisanya terlihat seperti pada gambar berikut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G: ”Arusnya itu arahnya juga sejajar seperti itu. Tolong biasakan penyederhanaan- penyederhanaan, penyederhanaan angka kita butuhkan. A...di SNMPTN nggak mungkin donk kita bawa kalkulator. Sambil menunggu siswa mencatat G menghapus papan tulis.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    Lampiran 8

  

Transkripsi Data Pada Pertemuan I (Guru B)

  G: Guru SS: Siswa serentak S: Salah satu siswa Pembelajaran ini dilakukan di kelas XI, dengan materi pokok gerak peluru.

  Pertemuan 4 Agustus 2009

  G: ”Titik awal kita hitung nol ya? Titik awal kita hitung nol? Ada?” SS: ”Tiga belas?”

G: ”Tga belas, bagus tiga belas, yang gambar lain mungkin disingkirkan dulu

supaya kamu tidak kesulitan mengerjakannya. lalu besok yang kita analisa yaitu gerak melingkar. nah kita cek, ada berapa tadi?” SS: ”Tiga belas?”

  G: ”Tiga belas, enam belas ya ini ya?” SS: ”Ya?”

G: ”Baik. titik satu sampai tiga kamu uraikan ya, empat sampai enam,

sembilan sampai sebelas, terus, ini tadi sampai berapa?” (guru membagi siswa menjadi kelompok, Tiap bagian kelompok diminta untuk menguraikan hasil rekaman gerak benda).

  SS: ”Tiga belas?”

  

G: ”Tiga belas to,oke mulai lagi dari nol sampai dua, tiga sampai enam,

delapan, sembilan, sepuluh (guru menunjuk siswa perkelompok. Tiap kelompok terdiri dua siswa). ”Jadi silahkan nanti saya tinggal minta data.

  Mulailah, sehingga tidak semuanya kamu uraikan, cukup masing-masing menguraikan dua titik-dua titik. S: ”Pak ini bagaimana, dibagi, dibagi lagi?”

  

G: ”Iya, memang saya baik hati kok, yok silahkan, masing-masing mencoba

ya menguraikan, jadi jangan membiasakan nganggur. Dah nanti tinggal tanya hasilnya? Langsung diukur hasil pada sumbu x dan sumbu y. Ini sementara saya undur dulu, kita kerjakan kesana dulu? Ada yang piket hari ini? Siapa?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    164

  

G: ”Hati-hati lho tegak lurusnya hati-hati?” (guru berkelliling melihat kerjaan

siswi) ”Belum ya? Jadi masing-masing hanya dapat data? Tidak lebih dari tiga titik to?” S: ”Yoi?”

  

G: ”Jadi nanti gampang? Ini tegak lurus ga?” (guru melihat hasil pekerjaan

salah satu siswi) . Gini to,hati-hati lho sumbunya jangan miring, hati-hati lho?” (Sambil menunggu siswa menyelesaikan pekerjaannya guru berkeliling mengecek kerjaan siswa)

  G: ”Ini yang dipake?” (guru mendekati salah satu siswa)

  

G: ”Ini akan saya tuliskan sini yaitu sumbu y, analisa pada sumbu y dan

sumbu x lalu analisa pada sumbu?” (guru menuliskan materi di papan tulis, sebelah kiri sumbu x dan di sampingnya sumbu y) . ”Entar kita liat sudah ada yang menemukan satu titik? Oke ngene?” (guru berkeliling melihat pekerjaaan siswa) . ”Tapi kalau narik tengah-tengah lurus jangan ada yang miring? Baik, nah cukup?” (guru mengecek pekerjaan siswa satu per satu sambil membimbing jika ada siswa yang mengalami kesulitan)

  G: ”Sudah? Menemukan?” S: ”Belum?’

G: ”Nah ini diukur, ni aja diukur, dah gitu aja?” (guru memberikan petunjuk

bagaimana cara mengukur rekaman gerak benda pada salah satu siswi). S: ”Bapak?”

  G: ”Iya?’ S: ”Terus kalau ini gimana?”

G: ”Ya, he? Dah ini diukur, berapa? Diukur saja. Oke terus yang ini juga,

tarik kesana biar kamu juga punya pembanding!” (guru memberikan petunjuk bagaimana cara mengukur rekaman gerak benda pada salah satu siswi yang lain)

  S: ”Pak aku beda?”

  G: ”Yo gak papa, berapa kamu?” S: ”Ini satu koma delapan?”

G: ”Yo ditulis satu koma delapan. Namanya ngukur kan beda-beda. Satu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    165 sehingga mengakibatkan beberapa siswi ketawa). ”Ehh gak papa, terus yang ini membandingkan ya? Ini baru satu, nah ini tarik sret kesini yang ini tarik sana nanti supaya bisa membandingkan?”(Guru memberikan petunjuk bagaimana cara mengukur rekaman gerak benda pada salah satu siswi yang lain)

  S: ”Terus yang ini pak?”

  G: ”Sudah…terus yang ini berapa? Gini saja. Terus yang ini diiukur saja?” S: ”Caranya?”

G: ”Dari sini kesini? Dari sini ke sini?” ?”(Guru memberikan petunjuk

bagaimana cara mengukur rekaman gerak benda pada salah satu siswi yang lain). Sudah? Cukup?”

  S: ”Belum?”

G: ”Belum?” (Guru berkeliling melihat pekerjaan siswa satu per satu).

  ”Sudah ya? Sudah? Nah yang mau saya tanyakan bukan angkanya? Kalau angkanya nanti kta itung nanti. Tapi saya hanya tanya pada sumbu x dulu. Sumbu x sudah kamu ukur antara uraian satu titik ke titik yang satu ya? Nah sekarang saya mau tanyakan. Tempat saya sembarang aja. Kamu sudah menemukan uraian pada sumbu x? Hasilmu berapa?” (guru menunjuk salah atu siswi)

  S: ”Satu?”

  G: ”Satu dengan satu?” S: ”Satu koma tujuh, satu koma delapan?” G: ”Satu koma tujuh, satu koma delapan?”

  G: ”Kamu?” (guru menunjuk salah satu siswi yang lain)

  S: Satu koma delapan, satu koma delapan?”

  G: ”Satu koma delapan, satu koma delapan?”

  G: ”Sintia?” S: ”Satu koma lima, satu koma lima?” G: Satu koma lima, satu koma lima ya, dua itu seperti itu to?” S: (Menganggukkan kepala) G: ”Itu pada sumbu x ya?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    166

  

G: ”Pada sumbu x, yang sudah lagi? Sudah? Sumbu x?” (Guru menunjuk

salah satu siswi), S: ”Satu koma delapan, satu koma tujuh.

  

G: ”Satu koma delapan, satu koma tujuh. Bagus, satu koma delapan, satu

koma tujuh, satu koma delapan, satu koma delapan, satu koma lima, satu koma lima? Saya tidak akan memasalahkan a satu koma, satu koma ndak, tetapi kalau tahu data seperti itu kecenderungannya bagaimana pada sumbu x? Kalau itu belum ditemukan?” S: ”Sama?”

  

G: ”Kalau ada yang menemukan sama, oke kita simpan dulu ya? Sekarang

kita bandingkan pada sumbu y, pada sumbu y. sumbu y selangnya juga akan menurun ke bawah dengan yang atasnya. saya hanya mau tanya yang gerakan ke atas dulu ya? Kamu sudah dihitung?(guru menunjuk salah satu siswi). Yang tadi gimana yang sumbu y? Semakin ke atas selangnya sama atau berubah atau gimana?” S: ”Semakin kecil?”

  

G: ”Semakin kecil, bagus, semakin kecil? Baik, kamu? Sumbu y, kamu?

(Guru menunjuk siswi yang lain)

  S: “Semakin kecil”

  G: “Semakin kecil, vira?” S: “Semakin gedhe?”

G: “Semakin gedhe karena kamu pake data yang tadi? Ini dengan yang ini?”

  (guru melihat hasil pengukuran salah satu siswi) S: ”Semakin kecil?”

G: Semakin kecil. Ini dengan ini? (guru melihat hasil pengukuran salah satu

  siswi yang lain). ”Ini gak ditengah, ya gak papa tapi yo yang pentinh ini saja, ini dengan ini?” (guru menunjuk pekerjaan siswa tadi). ”Kamu, dari sini kesini? (guru meminta siswi lain untuk mengemukakan jawabannya).

  S: ”Semakin kecil?”

  

G: ”Semakin kecil? Oke berarti kalau begitu semakin kecil ya? Semakin kecil

berarti itukan yang kamu tulis kamu itung. Itu jarak, jarak kalau setiap titik ada waktunya. Jadi jarak dibagi waktu hasilnya? Jarak di bagi waktu hasilnya?”

  S: ”Kecepatan?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    167

  S ”Mengecil?”

  G: Mengecil maksudnya apa?” S: ”Berubah?” G: ”Berubah. pada sumbu x, cenderung?” S: ”Tetap”

G: ”Saya bandingkan ya? Walaupun ada satu koma lima, ada satu koma

tujuh, ada satu koma delapan, namun arahnya kalau diambil itu ternyata pada sumbu x memiliki kecepatan yang tetap, pada sumbu y memiliki sedikit cenderung berubah. Berarti tulis kamu berhenti dulu sini sik! Baru nanti kita teruskan lagi sampai hasilnya ya?” (Guru berjalan ke arah papan tulis dan menunjuk tulisan sumbu x). ”Berarti boleh saya simpulkan untuk gerak parabola, sumbu x geraknya gerak apa?” S: ”Lurus, GLB?”

  G: GLB ya kan? (guru menuliskan GLB di papan tulis) S: ”Ya?” G: ”Pada sumbu y?” S: ”GLBB?” G: (Guru menuliskan GLBB di papan tulis) ”Jelas ini ya? Yakin lho ya?” S: ”Ya?”

G: Karena itu sudah, dan itu benar gerak parabola to itu? Yo dicoba itu gerak

parabola?. Oke, terus nek GLB tadi rumusnya apa ya?” S: ”Sx = Vx. t?’

  

G: “Ya baik, tadi yang selanjutnya kalau? Eh sory kalau GLB tadi v nya

bagaimana?” S: ”Tetap?”

  

G: ”v nya tetap” (guru menulis di papan tulis Vx = tetap). ”Kalau Sx?” (guru

menulis sx= di papan tulis) ? ”So nya dari 0 ya ngitungnya ya? Vx kali t begitu ya?” (guru menulis Sx=Vx.t di papan tulis). ”Kalau ini?” (guru mengalihkan ke yang GLBB). ”v nya berubah.jadi ada percepatan. Nah sekarang permasalahannya, kamu bisa membayangkan nggak? Nah sekarang kalau sumbu Y, sumbu y kan GLBB ya, GLBB? Nah kalau gitu kita liat semakin lama itu semakin kecil-semakin kecil-semakin kecil (guru menaikkan tangannya). Lalu setelah V semakin kecil-semakin kecil (guru

  X

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    168 sampai atas to? Semakin kecil-semakin kecil (guru menggerakkan tangannya ke atas secara perlahan-lahan ) terus, benda ke mana lagi?”

  SS: “Ke bawah?’

  

G: ”Ke bawah lagi, gitu khan (guru menggerakkan tangannya ke bawah

secara perlahan-lahan)? Berarti ke atas (guru menggerakkan tangannya ke atas secara perlahan-lahan). Ini pernah kita pelajari, pernah kita pelajari yaitu kalau ke atas itu gerak (guru menggerakkan tangannya ke atas secara perlahan-lahan)?” SS: Siswa diam dan nampaknya belum mengerti

  

G: ”Kalau ke atas, belum pernah kita pelajari (guru menggerakkan tangannya

ke atas secara perlahan-lahan )? Gerak vertikal ke atas (guru menggerakkan tangannya ke atas secara perlahan-lahan), kalau begini (guru menggerakkan tangannya ke bawah perlahan-lahan)?” Gerak jatuh bebas?” (guru menurunkan tangan. Gerakan tangan guru terlihat seperti pada gambar berikut)

  (guru menggerakkan tangannya ke atas secara perlahan-lahan) (guru menggerakkan tangannya ke bawah perlahan-lahan)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    169

  

G: ”Ok..kita lanjut. GLBB? sekarang kita liat (guru menunjuk tulisan GLBB

yang ada di papan tulis) kalau GLBB maka nanti akan menggunakan Vy, iya to tadi?” SS: ”Iya?”

  

G: ”Terus V = V + at (guru menulis rumus V = V + at di papan tulis

Y

  0Y Y

  0Y diikuti siswi mendektekan secara serentak). Sy = ? Karena dari 0, langsung

  2

  2 Voy .t + ½ at (guru menuliskan rumus Sy=Voy .t + ½ at di papan tulis ).

  Terus sekarang kita liat, titik yang pertama coba kamu hubungkan, titik pertama, titik nol ke titik satu, kamu garis! Itu khan kalau dimana-mana menunjukkan posisi khan? Silakan kamu hubungkan titik nol dengan titik pertama! Titik nol, titik pertama!” (guru mendekatin salah satu siswa sambil melihat perkerjaanya) . ”Kita sepakat titik pertama itu nol atasnya 1,2,3,dan seterusnya ya?” (guru menunjuk salah satu siswa). ”Nol pertama dihubungkan. Kalau dihubungkan kan berarti ada arah ya? Baik, itu kita beri kecepatan awal!” (guru berkeliling sambil melihat pekerjaan siswa). ”Nol pertama itu kita beri Vo, Vo kecepatan awal ya? Terus sebetulnya kalau kamu tarik kamu uraikan, akan mendapatan uraian pada sumbu x. Itu khan anak panah, itu khan Vo, anak panah tadi kamu tulis Vo (guru menunjuk pekerjaan salah satu siswa), terus kamu tarik garis sehingga memotong menguraikan tadi yang pertama. Syaratnya vektor, ingat menguraikan vektor, yo uraikan! Nek gini khan nampak yang bingung menguraikan atau tidak. Bener? (guru mendekatin salah satu siswi sambil mengomentari hasil perkerjaannya.) Ini jadi? Ini khan Vo kalau begini udah bener diuraikan panahnya kemana hasilnya ini jadi apa? (guru memberikan tuntunan pada salah satu siswi). Kamu tegel aja ya, salah hapus-salah hapus? (guru berkeliling melihat satu-persatu perkerjaan siswa dan memberikan bimbingan apabila jawaban siswi kurang tepat). ”Sudah? Pada uraian sumbu x ketemu?” SS: ”Vox”

  G: ”Pada uraian sumbu Y ketemu?” SS ”Voy” (siswa menjawab dengan serentak)

G: ”Jadi disini saya tulis, pada uraian komponen ini terdapat (guru menulis

komponen sumbu x di papan tulis sambil mendikte) didapatkan Vox yang sini komponen sumbu y.” (guru menulis komponen sumbu y disamping komponen sumbu x). ”Voy, sekarang sudut antara vektor tadi,dengan sumbu x kamu beri sudut alpha,sudah? Nah sekarang saya tanya, kalau begitu Vox nya sama dengan apa? Khan sudah ada sudutnya dan Vo nya. Apa? Vox = ? Bingung lagi? Vo? Yaitu Vo?” α ”

  S: Salah satu siswa menjawab : “Vo cos

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    170

  

G: ”Dari mana Vo cos alfa? Pokoknya terus aja saya uleg ya, setelah itu nanti

gampang lagi. Dari mana Vo cos alfa? Lho ini dari membaca? Sik sik sik itu berupa apa sih bentuknya? Bangunnya berupa apa?” S: ”Segitiga?”

  G: ”Nah, kalau begitu V OX sebagai sisi apa? Vox nya tadi sebagai sisi apa? S: ”Sisi samping?”

  G: ”Sisi samping. Sisi samping bagi sisi miring?” S: ”Cos?” G: ”Nah, diulang lagi. Lalu Vox sama dengan?” SS: ”V cos alfa?”

G: ”V cos alfa?” (guru menulis V cos alfa di papan tulis). Tahu ya? Voy? V

kali?” S: ”sin alfa

  

G: ”sin alfa (guru menulis Voy = V sin alfa di papan tulis). Terus sekarang

GLB tadi. kan sumbu x? Tadi GLB ciri cirinya adalah tetap, maksudnya tetap apa?” S: ”Tidak berubah?”

  G: ”Yang tidak berubah apanya?” SS: ”Kecepatannya?”

G: ”Kecepatannya, kalau gitu Vx tidak lain sama dengan? Kamu sudah

menemukan Vox, sudah menemukan itu to? Jadi tidak lain sama dengan?’ S: ”V cos alfa?”

G ”Nah V cos alfa, atau tidak lain Vox = v cos alfa (guru menuliskan Vx =

  Vox = V cos alfa di papan tulus). Sx? Sama dengan?” SS+G: ”V cos alfa kali t” (guru menuliskan Sx = V cos alfa . t di papan tulis).

  

G: (Guru memberi kotak pd rumus Vx dan Sx seperti terlihat pada gambar

berikut).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    171

  

G: ”Untuk gerak parabola, menemukan rumus bahwa Vx tidak lain adalah V

cos alfa. Kalau Sx yaitu V cos alfa kali t. Sekarang kita ke GLBB, dah? Kita mulai ya? Sekarang untuk Voy. Tadi khan disini (guru menunjuk tulisan GLBB di papan tulis). Ini adalah GLBB kecepatannya berubah. Kan berubah to tadi ya? Pertanyaannya itu kenapa kok kecepatannya berubah? Disumbu Y kok berubah? Kira-kira apa penyebab sumbu Y tetap?” S: ”Karena gravitasi”

  

G: ”Nah, karena gravitasi. Karena pengaruh gravitasi sebetulnya lengkapnya

yaitu percepatan gravitasi. Berarti kita tinggal rumuskan disini to? Kita masukkan Vy sama dengan Voy ya to (guru menulis V =V di papan

  Y

  0Y tulis) ? Terus ini jadi?” (guru menunjuk tulisan a.t yang ada di papan tulis). ”Kalau ke bawah tadi arahnya apa?”

  S: ”Minus”

  

G: ”Men gt” (guru menuliskan Vy = Voy – gt di papan tulis). ”Kita selesaikan

Voy nya apa? Bentar Voy nya belum pas untuk V sin alfa. Voy nya ini ya V sin alfa maka disini akan ketemu sama dengan tinggal ganti Vy? V sin alfa men gt ini Vy (guru menulis Vy = V sin alfa – gt di papan tulis). Nah sekarang kita ke Sy. Nah (guru menulis Sy =), yok saya ikut?”

SS: Siswa mendiktekan guru di ikuti guru menuliskan jawaban siswa tersebut

  1 2 di papan tulis : ”V sin α t - g t ?”

2 G: (Guru memberikan kotak pada persamaan, seperti terlihat pada gambar berikut).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    172

  

G: ”Dah, sudah menemukan khan? Ok. Jadi sudah selesai kita pelajari gerak

parabola?” SS: ”Hah?”

  G: ”Gampang tho?” SS: ”Iya?”

G: ”Hanya kalau saya bertanya, kamu jangan langsung bingung? Karena saya

harus tau dulu apa yang kamu dapatkan? Baik silahkan ditulis dulu! Nanti kita lanjutkan lagi. Kita lanjutkan lagi tu maksudnya begini (guru berjalan ke arah papan tulis) kita baru mendapatkan rumus umum, lalu ada pertanyaan begini, kapan mencapai maksimum? Sehingga kalau tadi ini saarannya? Kenapa sintia tadi harus menurunkan kecepatan?”

  

G: ”Baik, kalau sudah kamu tuliskan kita nanti masuk ke aplikasi persamaan.

  Ada pertanyaan?” S: ”Belum?’

G: ”O.. ya? Ini V nya diganti Vo ya? Yang kita uraikan Vo to tadi? Supaya

nanti tidak. Vo tu apa? S: ”Kecepatan awal?’

  G: ”Bagus. Saya beri keterangan atau kamu sudah bisa nuliskan sendiri?” S: ”Diberi keterangan?”

G” (guru menuliskan keterangan di papan tulis Vo = kecepatan awal ) ”Apa

satuannya?” SS: ”Meter per sekon?”

  G: (guru menuliskan satuan tsb di papan tulis) ”alfa? Apa itu alfa?” SS: ”Sudut”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    173

  

G: ”Lha yo sudut opo? (guru menulis alfa= sudut di papan tulis). Kadang di

buku menyebutkan sudut elevasi. Elevasi itu antara vektor dengan sumbu x. itu sumbu mendatar itu elevasi (guru menuliskan elevasi) Jadi nanti kalau ada istilah ini jangan bingung lagi ya? Terus t itu waktu (guru menuliskan t = waktu (s)) lalu g apa itu?”

  SS: ”Gravitasi

  2 G: Percepatan gravitasi? (guru menuliskan g = percepatan gravitasi (m/s )).

  ”Apalagi yang belum? Vx, Vy? Vx vektor kecepatan pada sumbu x. Vy kecepatan pada sumbu Y. Nah sekarang saya tawarkan kita mau bermain rumus sampai menemukan titik tertinggi, titik terjauh atau langsung mengerjakan soal sehingga menghasilkan atau menghitung titik tertinggi, titik terjauh. Saya ngikut?” S: ”Rumus.

  

G: ”He..Rumus? Baik, saya ngikut lho? Karena Ada yang senang soal, ada

yang senang rumus? Tapi harapan saya jangan sekali kali di hafal. Kalau dihafal wah penuh nanti, masih menghafal nama panggilan pacar kamu, nama lengkap?”

  S: ’No hp?’

  

G: ”No hp? No hp sekian aja ga pusing kok, giliran ini kok pusing? Maka

diubah, anggap ini no hp pacar kamu (guru menunjuk rumus yg sdh ditulis . Ada pertanyaan, kapan dan dimana mencapai dan dikotaki di papan tulis) titik tertinggi?” (guru menulis kalimat tersebut di papan tulis). Bukan maksimum lho titik maksimum itu belum bar, tertinggi. Saya tanya dulu kamu dah tahu belum? Coba titik tertinggi itu yang mana? Dah tahu belum? Tahu ya, baek, oke? Kalau ditanya kapan maka hasilnya mesti?”

  S: ”Waktu?’

  G: ”Waktu. Kalau dimana?” SS: ”Tempat?” G: ”Tempat, kalau tempat mesti?” S: ”Jarak?’

G: “Jarak, itu kan ada sumbu to? Sumbu X sumbu Y to? Jadi kalau ditanya di

mana, ini mesti kesini to? (guru memperagakan dengan menggunakan tangan, tangan kanan di bawa menuju ke tangan kiri seperti terlihat pada gambar berikut)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    174

  G: ”Gimana? Kalau ditanya dimana? Sekian x, sekian?” Ss: ”Y?”

G: ”Nah itu to mesti, sekian x itu apa? Jarak, jarak pada sumbu x yaitu Sx.

  Dan jarak pada sumbu? SS: ”Y?”

G: ”Disimpulkan dimana itu Sx koma Sy (siswa ikut mendikte). (guru

menulis di papan) ”Kok tidak saya pake laptop to ditulis di situ? Kalau semua pake ini (guru menunjuk laptop) nanti sing bener sing nggawe ilmu ini, jikalau ditulis kita kan bareng-bareng? Syarat mencapai titik tertinggi, pertanyaan saya kalau benda ini saya lempar?” (Guru melempar kapur ke . atas seperti terlihat pada gambar berikut)

  G: ”Dia tidak naik lagi karena?” (guru menunjuksalah satu siswa) S: ”Karena mencapai titik tertinggi”

G: ”Lha iya, tadi diajari balik lagi? Ini saya lempar, bener to? (guru melempar

kembali kapur ke atas) Kan naek? Tidak naik lagi karena? Pernah melempar bola? S: ”Nyangkut?”

  

G: ”O nyangkut? Bener, lho ga jadi lho kamu tu? Saya di lapangan tidak ada

apa-apa saya lempar bola naik terus?” (guru memperagakan dengan mengayunkan tangan ke atas).

  SS: “Turun?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    175

  

G: “Diam terus turun, bagus? Maksude naik diam terus turun, bagus.

  Pertanyaan saya lagi, kalau diam itu artinya apa? Kok bingung lagi? Apa? diam artinya kecepatannya?” SS: ”Nol?’

  

G: ”Bukan diam selamanya tapi diam sesaat, nek diam selamanya itu nek

kapur, berarti kecepatannya nol. Nah ini titik tertinggi syaratnya kecepatannya nol, tapi kecepatan disumbu apa? Kemarin diajari disumbu apa dulu?”

  SS: ”Y?”

  

G: ”Y, nah ini yg penting (guru menunjuk persamaan komponen sumbu y

yang ada di papan tulis)

  SS: ”Ya pak?”

  

G: Jadi Vy nya nol, itu syaratnya kalau iu lupa ya sudah. Lupa kaya lagunya?

S: ”Kuburan?”

G: ”Vy nol nah sekarang rumus Vy apa? Rumus Vy apa? Nah ini Vy=Vo sin

alfa terus men g kali t (guru menulis rumus tsb di papan tulis). ”Terus ini

  Vy nya berapa? Nol, nah gitu to (guru menulis di papan)?” Maka Vo sin alfa – gt. t nya? t sama dengan?” SS: ”Vo?”

  G: ”Jadi t nya?” SS: ”Vo sin alfa per g?”

G: Bagus, jadi t nya? Vo sin alfa per g. Ketemu no?” (guru menulis rumus

  tersebut di papan tulis lalu mengotakinya). ”Jadi titik tertinggi, nah gitu to? Tapi bukan ini yang kamu hafal. Jangan kamu hafal yang ini!” (guru menunjuk rumus yg barusan ditulisnya). ”Yang ini (guru menunjuk tulisan Vy = 0) yang kamu hafal yang ini. Ini bukan dihafal tapi tahu kalau naik diam sesaat Vy nya nol, kemudian masuk ke sini (guru menunjuk rumus V dan S yang ada di papan tulis) . Kalau setiap kamu menjabarkan belum

  Y Y titik terjauh ya khan? Belum nanti kalau titik tertentu? Terus sekarang, sebelumnya ya t itu waktu tertinggi sekarang kita langsung coba masuk ke Sx. (guru menuliskan Sx = di papan tulis ) t nya khan udah ketemu? Coba masukkan ke Sx! t nya to masukkan sini (guru menunjuk rumus V dan S x x yang ada di papan tulis) ?”. Yang jarang maju. Disini yovi, yok (guru meminta yovi untuk maju mengerjakan di depan) ! Disini kamu di panggil yo apa vi apa?”

S: ”Yovi pak?’ (yovi maju ke depan mengerjakan. Sambil menunggu guru

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    176

  G: ”Oke cape?’ SS: ”Ya?” G: ”Oke kalau cape nanti kita lanjut ke permainan”.

  

G: ”Iya bener terus?” (guru mengoreksi pekerjaan siswi yg ada di papan

tulis).

  

G: ”cos alfa sin alfa tahu g? cos alfa sin alfa dalam matematika khan sudah?”

(siswi yang maju tadi kembali ke tempat duduk)

  G: ”Ya, gak kelihatan ketutupan saya?” SS: ”Kok bisa?

G: Kok bisa ini jadi ini ya? Kamu mendapatkan matematika. Sebetulnya

kalau memindah ke sini. Ini kan sebetulnya di sini ada tambahan berarti cos alfa sin alfa itu disini? (guru sambil menunjuk rumus yg di kerjakan yovi) . Hasilnya itu setengah kurung 2 sin kuadrat alfa. Kamu cari di trigonometri, saya ga usah menguraikan. 2 sin kuadrat alfa itu adalah cos alfa kali sin alfa. S: ”O..gitu?”

  

G: 2 sin kuadrat alfa baru sama dengan cos alfa kali sin alfa. Kalau besok gak

ketemu lagi besok saya masuk menjadi guru matematika. Oke nanti dicek ya di? S: ”Rumah?’

  

G: ”Di catatan. Lagi yo, kesempatan kamu mempersilahkan temenmu tanpa

melihat wajahnya?” S: Deby?

G: Deby, Sy?

  (deby maju ke depan mengerjakan di papan tulis)

  

G: ”Terus sekalian supaya tidak lama, saya minta satu lagi maju!” (guru

melihat presensi)

  ”Piye kamu Ivo? Tapi tulisanmu yang besar yo?” SS: Tertawa : ”Haa?” G: ”Bisa to?” S: Siswa yang ditunjuk : ”Sik sik?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    177

  

G: Sik, he..he? Ajeng mana? Ajeng yok? Coba ya? Titik terjauh. Kalau ini

diputer ini kan semakin tinggi to? (guru menggerakkan tangannya secara perlahan-lahan ke atas)

  SS: ”Ya?”

  G: ”Kalau semakin tinggi apa namanya?” S: ”GLBB” G: ”Nggak, nah ini kesini tu namanya apa?” S: ”Jarak” G: ”Jarak pada sumbu?” SS: ”Y” G: ”Semakin ke sana, jarak sumbunya semakin?” S: ”Kecil” G: ”Tinggi to? Kecil po tinggi? Besar?” SS: ”Besar”

G: ”Besar yo, terus? Dia turun lagi to? Akhirnya nol, jadi titik terjauh

syaratnya adalah? Sy nya sama dengan?” SS: ”Nol”

  G: ”Nah?” (guru menunjuk ajeng untuk segera maju) S: ”Pak?”

G: (mendekati siswi yang sedang mengerjakan di papan tulis) ”Terus? Nah,

terus iya……….(guru mengoreksi jawaban siswa yang ada di papan tulis

sambil memberikan tuntunan ketika jawaban siswa kurang tepat)

  

S: (Ajeng maju ke depan dan mulai menuliskan jawabannya. Setelah selesai

guru mengoreksi dan memberikan tuntunan pada saat siswi mengalami kesulitan)

  

G: ”Oke, makasih. Kalau kita lihat waktu untuk menempuk jarak terjauh

(guru menunjuk pekerjaan ajeng yg ada di papan tulis) 2 Vo sin alfa per g.

  Tertinggi, Vo sin alfa per g. Kira-kira apa? jadi waktunya (guru memperagakan dengan menggunakan tangan yg diayun dari bawah melengkung ke atas membentuk parabola) waktu terjauhnya tinggal dikalikan?” SS: ”Dua”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    178

  

G: ”Baik, terus kita tinggal menyederhanakan dengan S-nya. Kamu tadi mau

tanya apa? Yok, tinggal kesana saya sambil menyiapkan soal (guru sambil membuka buku paket) . Ini masih rangkaian untuk titik tertinggi, titik tertinggi ini (guru menunjuk rumus yg sudah ditulis dan dikotaki di papan tulis yaitu rumus S ). Ini tinggi maksimum (guru menunjuk rumus t yang

  Y sudah dituliskan di papan tulis), lalu yg ini kurang sederhana, tadi saya sudah suruh mencari masing-masing” (guru menulis di papan tulis Cari: sin 2 alfa = 2 cos alfa sin alfa) . ”Sekarang cari ya ini ya? Ini matematik.

  Sin 2 alfa itu sama dengan 2 cos alfa sin alfa. Maka ini jadilah Sx = dua. itu to dikalikan dua sehingga ketemua Vo kuadrat sin 2 alfa per 2 g (guru menuliskan rumus tersebut di papan tulis ).

  S: ”Jadi Sx dengan Sy sama ya pak?”

  G: Sx dengan Sy sama gak?” SS: ”Beda”

G: ”Yang membedakan adalah ininya sama kalau yg ini kuadrat (guru

menunjukkan dua rumus S dan S ) . Sudah ya? Oke,baik?”

  X Y S: ”Bentar pak?”

  G: ”Iya ambil nafas panjang keluarkan?”

(guru melipat sebagian papan tulis lalu menghidupkan laptopnya)

  Guru: ”Kita lihat lagi rangkuman, rangkuman itu?”

(guru membuka slide yg isinya rangkuman materi yang baru saja dipelajari dan

membacanya satu per satu. Rangkuman tersebut terlihat seperti pada gambar

berikut)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    179

  G: ”Nah tadi gini to?” SS: ”Ya?”

G: ”Nah ini sudah masuk, ini sudah masuk” (guru menunjuk rumus yg ada di

slide dengan menggunakan cursor)

  S: ”Ngopy aja pak?”

  G: ”Lho nanti kamu ga tidur kalau ngopi, ngeteh aja ya?” SS: He..he?”

G: Itu tugasmu ada 4 besok dikerjakan dirumah (guru membuka slide baru

  yang isinya 4 buah soal seperti terlihat pada gambar berikut )

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    180

  SS: ”Ha..?”

  

G: ”Besok kalian mau jadi polwan to? Kebetulan sudah saya siapkan

semuanya?” SS: “Pak ngopy di flash aja?”

  G: “Mau di flashdisk?” SS: “Iya?”

Transkripsi Data Pada Pertemuan II (Guru B)

  G: Guru S : Salah satu siswa A-Z

  SS: Siswa serentak

Pembelajaran ini dilakukan di laboratorium. Sebelum melanjutkan materi

berikutnya guru mengingatkan materi-materi sebelumnya dan membahas PR yang

diberikan pada pertemuan sebelumnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    181

  Pertemuan 8 Agustus 2009

  

G: ”Namun saya mau akan masuk dulu ke gaya gravitasi. Nah sebelum ke

arah situ kita lihat lagi kemaren rangkuman sebentar tentang gerak parabola. Ya? Ayo, kemaren ada komponen sumbu x ada komponen sumbu y, sambil mengingat-ingat. Pertanyaannya begini? Tolong dituliskan untuk komponen sumbu x dan komponen sumbu y! Sebelum kesana dulu, komponen sumbu x kemaren, komponen sumbu x, itu kamu golongkan gerak apa dulu? Komponen sumbu y gerak apa dulu? Yang kemaren ada dua komponen to itu?

  SS: ”Iya?”

  

G: ”Lalu kita membuat kesimpulan bahwa di sumbu x itu apa geraknya? Di

sumbu y apa? Nanti salah satu maju untuk menuliskan sumbu x itu berapa, sumbu y berapa? Lalu yang kedua nanti akan maju lagi persamaan pada sumbu x itu apa? Persamaan pada sumbu y apa? Gentian ya satu-satu, nanti kalau tidak tahu ya gak papa ya? Yang penting kita mengingat-ingat dulu. Saya minta tolong untuk Lidya. Yak kamu tuliskan di sana yang kemaren sudah kita pelajari yaitu tentang sumbu x, sumbu y itu ya. Yang kemaren itu to? Ya. Ini silahkan menulis di sana!” (Guru meminta salah satu siswa untuk maju ke depan menuliskan persamaan pada komponen sumbu x).

  S : ”Gimana pak?”

  1 G: ”Yaitu kamu tulis agak atas sumbu x, sumbu x ya?” (guru memberikan petunjuk pada saat siswa mengalami kebingungan untuk menuliskan jawabannya).

  S : (Siswa mulai menuliskan jawabannya di papan tulis)

  1 G: ”Ditulis sumbu x (guru sambil mendiktekan, dan siswa menuliskan jawabannya). Nah sampingnya sumbu y. Oke..baik, nah menurut kamu kemarin sumbu x berapa? Sumbu y berapa? Itu menurut kamu. Sumbu x dalam kurung? Bawahnya aja?” (siswi menulis GLB di sumbu x dan GLBB disumbu y seperti terlihat pada gambar dibawah)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    182

  

G: “Ya bagus. Ada yang mau kamu catat lagi sumbu x atau sumbu y? Kalau

tidak gentian. Rumus? Kalau nuliskan rumus boleh.maksudnya GLB itu?” S : “Cuma ngisi aja?”

  1 G: ”Heh, cuma ngisi aja. Manut saya itu apa ya yang kamu ingat. Sudah? Oke?” (siswi selesai menuliskan jawabannya)

G: ”Itu jawaban sampai sana kita lanjutkan supaya nanti biar komplit.

  Silahkan menambahkan lagi yang kamu ingat lagi tadi lidya sudah maju. Yang baru satu kali maju,Vira? Oya silahkan! S : (Siswi maju ke depan dan menuliskan jawabannya)

  2 G: (Guru megoreksi pekerjaan siswa yang ada di papan tulis sambil memberikan petunjuk). ”Apa lagi yang kamu punya? St itu bisa diselesaikan gak? Ya. Terus? Tulisannya GLBB ya. Kemaren arahnya bagaimana? Itu arahnya kemana?”

  S : ”Ke sini (sambil menunjuk tulisannya)

  2 G: “Apa iya? Di bawah to? Maka?” SS: “Y”

  

G: ”Nah. Terus? Sekarang itu V nol y. (guru membaca apa yang ditulis siswi)

Baik ada lagi? Sudah? Baik. Silahkan! Ada yang mau menambahkan lagi ada yang mau menambahkan lagi? Kemaren kan pada GLB ciri-cirinya apa? Kecepatannya?”

  SS: ”Tetap”

  G: ”Tetap, lalu untuk uraian Vonya adalah apa?” SS: ”Vox = Vo………….

  

G: ”Nah kamu skarang tinggal menyelesaikan itu. Yang dimaksud Vx tetap

itu Vx apa? Lalu Sx itu Vx kali t lalu Vx itu sendiri apa? Masukkan! Tau ya apa yang saya maksudkan?” SS: ”Ya?”

  

G: ”Ya, sekarang masuk lagi biar agak cepat. Fani? Maju ya?” (guru

membaca presensi meminta salah satu untuk maju) (fani maju ke depan dan menuliskan jawabannya)

  

G: ”Tadi bella maju sama lidya ya?”.(guru menandai presensi pada siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Vo itu kecepatan awal, kalau begitu Vx tetap. Tetap itu artinya apa?”

S

  

G: ”Tetap pada? Kamu nguraikannya sama kemaren. Kamu uraikan to? Terus

  3 : ”Vx kecepatannya tetap”

  

G: ”Vx kan tetap, padahal Vx sendiri uraian? Nah kecepatan pada sumbu x

apa?” S

  

G: ”Ya udah kamu tulis aja Vx berarti sama dengan Vox, kemudian berarti

kecepatan pada sumbu x gimana?” (siswi yang maju nampak bingung)

  G: Kecepatannya sama, berarti Vx sama dengan?” G+S 3 : ”Vox.

  3 : ”Kecepatan sama”

    183

  (siswi yang sedang maju menoleh ke guru)

  G: “Sumbu x, kalau y artinya?” SS: “Y” G: ”Kalau Vox artinya?” SS: ”Kecepatan awal pada sumbu x” G: ”Vox artinya?” (guru bertanya pada siswi yg sedang maju) S

  SS: ”Sumbu x”

  

G: ”Nah berarti kalau ditambahi x, Vox? Jadi, Piye? x itu apa artinya? Tau g

x itu apa?” (guru bertanya pada siswi yang sedang maju) ”Ya, x itu apa artinya?” (karena siswi yang maju tidak dapat menjawab guru melemparkan pertanyaan keseluruh siswi).

  3 : ”Kecepatan awal”

  G: ”Pada Vox artinya apa? Vo itu artinya apa?” S

  

G: Terus, teruskan aja. Terus apalagi? V nya? Yang kamu uraikan V apa? Ya

terus? Terus dimasukkan sekalian! Maksudnya itukan Vx tetap, maksudnya tetap itukan kecepatannya selalu sama to?” SS: ”Ya”

  3 : “Kecepatan awal pada sumbu x”

G: Kecepatan awal pada sumb x atau uraian kecepatan awal pada sumbu x.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    184 dengan ? (siswi kembali menuliskan di papan tulis) ”Diganti? Diganti wae Voy nya apa? Nah gitu maksudnya.ya baik. Vo, iya, iya, terus? Tadi S (guru mendikte siswi yg maju) Vx sama dengan? Uraian pada sumbu x tadi mana? Kecepatan awal pada sumbu x mana? Kamu beri kotak Sx sama Vx

itu. Lalu titik tertinggi dan sebagainya kita langsung ke soal aja ya?”

  SS : ”Iya”

  

G: ”Ini yang terpenting kamu bisa mengatakan belum tau persis. Kemaren

mau ulangan biologi konsenmu terganggu, iya to? Yok kita liat!”

G: ”Kan kamu sudah mengatakan disini bahwa Vx nya tetap?” (Guru

menunjuk persamaan V yang ada di paapn tulis). x

G: ”Maksudnya tetap tu gimana? Kamu dah tau kecepatannya sama, bener.

  Sekarang kecepatan pada sumbu x itu mana? Vox kan gitu to?” (guru sambil menunjuk persamaan V yang ada di papan tulis)

  0X G: ”Jadi yang dimaksud Vx selalu Vox kan gitu? Nah sekarang kita sudah uraikan kecepatan pada sumbu x itu kan?” (Guru sambil menunjuk V

  0X pada persamaan V yang ada di papan tulis).

  X G: ”Ini dicari lewat mana, ini to kalau begitu masukkan? Jadi Vx sama dengan V cos alfa. (Guru sambil menunjuk persamaan V yang ada di

  X papan tulis).

  

G: ”Sekarang GLBB mana? Ini, ini dimasukkan ke sini. Hanya percepatannya

disin yang bekerja adalah percepatan gravitasi. Lalu uraian kita kemaren uraian Voy yaitu Vo sin alfa. Yang ini diganti ini. Kalau ini diulang lagi kira-kira gimana? Masih bingung? Malah bingung?”

  S ”Gak” 4:

  

G: Yang dimaksud dengan tetap itu kecepatannya selalu sama, sudah sampai

sini biasa? Oke kalau bisa sekarang kita liat lagi. Syarat titik tertinggi, syarat titik tertinggi yo! (guru mengambil presensi lagi kemudian memanggil nama salah satu siswi) ”Saya tanya, tadi dah maju. Kamu tu kalau maju jangan takut salah, mantep gitu lho. Suatu benda mencapai titik tertinggi, kemaren kalau nggak salah ada syaratnya, ajeng?”

  S : ”Vy sama dengan 0”

5 G: Vy sama dengan 0. Tidak usah saya lanjutkan. Kalau begitu? Karena itu

  matematis ya, jadi nanti aja sekalian soalnya. Kalau mencapai titik terjauh? Eka andini?” SS: ”Gak masuk”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    185

  G: O gak masuk hari ini? Kenapa?” SS: ”Sakit” G: ”Oya kalau begitu sendy?” S : ”S sama dengan 0”

  6 G: ”S sama dengan 0?” S : ”Sy sama dengan 0”

  6 G: ”O diralat Sy sama dengan 0. Ya sekarang saya ceritakan yang dimaksud Sy sama dengan 0 tu piye? Dalam bentuk tulisan Vy 0, Sy 0 tu piye?” S : ”Kecepatan?”

  7 G: ”Syntia, mau Sy nya 0 atau Vy nya 0 dulu?” S : ”Sy”

  7 G: ”Titik terjauh kan tadi syaratnya S 0, ya?’

Y

S : ”Jadi pada posisi itu benda nilainya 0 karena diam.itu menurut saya”

  7 G: ”Iya dah betul belum? Tapi kamu dah jawab itu nggak apa-apa. Mungkin bahasa yang lain yang lebih baik. Silahkan! Maksud Sy sama dengan 0? Ayo sukarelawati, kamu ungkapkan aja seperti syntia tadi! Tambahkan lagi siapa yang mau nambahkan? Ela? Ayo! Menurut kamu apa? Sy boleh, Vy boleh, sama aja!”

  

S : ”Kalau Vy sama dengan nol itu, misalkan kita lempar benda lha pas kita

  8 lempar benda pas ke atas itu apa ya seper sekian detik berhenti di atas, nah itu yang dimaksud titik tertinggi karena dia pas di atas diam lalu ke bawah lagi. Nah pas diatas itu mencapai titik tertinggi”

  

G: Baik, berarti pada saat dia berhenti ya? Maksudnya berhenti itu bukan

berhenti lama tapi sekian detik dia berhenti jadi kecepatannya?”

S : ”Nol”

  8 G: ”Nol, maka dia akan turun, itu bagus maka Vy nya 0, kalau Sy ny 0? Ayo tadi sudah diungkapkan temenmu. Ini anu yo tidak terbiasa berpendapat, harus dipanggil satu satu yo?”

  

G: ”Ayo berpendapat! Kalau orang jawa biasanya diminta yo? Coba kamu

berpendapat, biasakan kamu untuk member masukan. Kalau orang jawa itu biasanya diminta ya. Coba kamu berpendapat! Tadi sebenarnya ela bagus, punya konsep yang bener Cuma agak ragu mengatakan. Sekarang yang diminta,, tadi Vy sama dengan 0 maksudnya apa dulu? Yok yovita!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    186

  

S : ”Jadi kalau benda dilempar ke atas sama titik tertiggi, terus setelah sekian

  9 detik turun ke bawah. Jadi Sy nya nol”.

  G: ”Yang dihitung nol?” S : ”Sy nya”

  9 G: ”Sy nya nol, Sy atau Vy?” S : ”Vy”

  9 G: Sekarang Sy maksudnya apa?” S : (Diam)

  9 G: ”Yok berpendapat lagi! Kalau kamu belum bisa jawab bedakan antara V dengan S kan gitu, kalau V itu apa?” SS: ”Kecepatan”

  G: ”Kecepatan, kalau dia berhenti S nya 0 atau V nya 0?” SS: ”v nya” G: ”Kalau berhenti V nya 0, nah kan begitu. Nah itu hanya berlaku kalau benda dilempar ke atas dia akan semakin tinggi kecepatannya dia akan turun lagi” (guru sambil memperagakan dengan menggunakan tangan).

  G: ”Nah sekarang kalau benda begini?”(guru memperagakan lagi, tangan guru digerakkan ke samping dari kanan ke kiri).

  G: ”Apa kira-kira? Sy sama dengan 0 bener, yang kamu katakana tapi maksudnya apa?” G: ”Bener, jadi dia kembali ke?” SS: ”Awal?”

G: ”Nah kita ulang lagi, menurut kamu Sy sama dengan 0 itu maksudnya?”

S : ”Kita kan lihatnya dari sumbu y (sambil memeragakan dengan kertas

  10 seperti terlihat pada gambar berikut)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    187

  S

  10 : ”Jadi benda itu dilempar ke atas sini lalu balik lagi kesini ke bawah, ke bawah itu kan sejajar jadi dari sini itu nol”

  G: ”Nangkep?” SS: ”Iya” G: ”Iya bener oke?” S

  11 : ”Iya pak dia yang paling bener?”

  G: ”Nggak kita cuma saling ngisi aja. Jadi bayangannya sudah tahu kalau kecepatan geraknya, kalau dia gini? Nah ini, kecepatan nol itu geraknya. nek Sy itu adalah jaraknya, kalau ini naik (guru menggerakkan tangannya dengan menaikkan tangannya perlahan-lahan) , berarti jaraknya semakin lama semakin besar, kalau ini turun (guru menggerakkan tangannya dengan menurunkann tangannya perlahan-lahan) jaraknya ini semakin turun semakin kecil”.

  G: ”Kalau pas pada garis seimbang atau garis nol, atau sumbu x , maka dia akan kembali nol. Dah ya. Ya itu yang terpenting. Baik kalau itu sudah sekarang kita lihat soal yang kena virus kemaren!” (guru membuka power pointnya yang berisi soal kemudian membacakan soal tersebut satu per satu. Soal terlihat seperti pada gambar berikut)

  

(Guru menuntun siswa menentukan apa saja yang diketahui dari soal tersebut)

  G: ”Yang diketahui dulu apa?” SS: ”Kecepatan awal” G: “Kecepatan awal itu apa?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    188

  G: ”Terus apa lagi?” SS: ”Sudut elevasi” G: ”Sudutnya apa?” SS: ”Alfa” G: ”Yang ditanyakan? Pertama?” SS: ”Komponen” G+SS: ”Vx dan Vy”

  G: ”Terus b?” SS: (diam)

G: ”Kecepatan benda pada tiap komponen pada t= 2 sekon maksudnya?”

SS: (diam) G: ”Vx kuadrat t sama dengan 2, Vy kuadrat t sama dengan?” G+SS: ”2” G: ”Kecepatan minimum peluru?” SS: ”Vmin” G: ”Menghitungnya gimana?” S : ”V minimal”

12 G: ”Lha iyo, V minimum peluru itu gabungan dari, sebenarnya yang

  

ditanyakan itu nggak perlu pake minimum. Kecepatan peluru yaitu

gabungan dari Vx dan Vy. Caranya gimana?” SS: (diam lagi)

  G: ”Mencari V kalau diketahui Vx dan Vy gimana kemaren? Akar Vx kuadrat tambah Vy kuadrat.sialhkan dicoba dulu masing masing! Dicoba dulu ya? Silahkan kerjakan!” (guru memberikan kesempatan pada siswa

untuk mengerjakan. Sambil menunggu siswa mengerjakan, guru

berkeliling disekitar siswi melihat-lihat pengerjaan siswi).

  G: ”Kalau Vnya belum diketahui mesti V nya dikapake gitu to?” (Guru melihat pekerjaan salah satu siswa) ”O cos 45, baik. Mengingat-ingat lagi.

  Sudah mempelajari sudut-sudut istimewa? SS: ”Sudah”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    189

  

G: ”Oke. Kita inget-inget ya? Kamu hanya lupa kok. Kalau kita mulai nol

dulu, sin nol berapa?” SS: ”Nol”

  G: ”sin nol , nol. Kalau sin nol, nol kalau cos nol?” SS: ”Satu” G: ”Satu. Sin per cos tangent to?” SS: ”Ya” G: ”Berarti tangen nol berapa? Nol dibagi satu sama dengan berapa?” SS: ”Nol” G: ”Nol. Sin 30?” SS: ”Setengah” G: Setengah. Cos 30?” S : ”Setengah akar dua”

  13 G: Setengah akar tiga” S ”Akar tiga”

  13 G: ”Gitu, ya. Terus sing 45?” SS: ”Akar dua”

  G: ”cos 45?” SS: ”Setengah akar dua” G: ”Akar dua. Tangent 45?” SS: ”Satu” G: ”Nah, mulai inget lagi to?” SS: ”Ya” G: ”Soal kesulitan, nggak ada yang kesulitan to?” SS: (diam) G: ”Kalau nggak ada yang jawab berarti semua bisa to?” SS: ”Bisa”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    190

  G: ”Sekarang coba saya panggil lagi?”. S : ”Vnya pak?’

  14 G: ”Ya pake jawaban GLB sebenarnya”.

  

(guru mengambil presensi dan bolpoint, kemudian memanggil salah satu siswi)

  G: ”Yak. Beti. Menurut kamu yang A hasilnya berapa beti?” S : ”Belum”

  15 G: ”Belum sampe sana?” S : ”O.. yang A?”

  15 G: ”Iya yang saya tanyakan A?” S : ”Kalau ….yang mana to?”

  15 G: ”Vx. Yang saya tanyakan Vx gitu ja, V horizontal” x S : ”Vx nya itu V kali cos alfa”

  15 G: ”Ya langsung V nya berapa?” S : ”V nya itu 100 kali setengah akar dua, berarti lima puluh akar dua?”

  15 G: ”Lima puluh akar dua. Yang lain sudah? Sama?” SS: ”Iya”

  G: ”Terus Vy?” S : ”Vy itu V kali sin alfa berarti 100 kali t”

  16 G: ”V, Vy Vo sin alfa men gt berapa?” SS: (diam)

  G: ”Lima puluh akar dua men?” SS: ”Dua puluh” G: ”Dua puluh. Yang A yang di tanyakan. Sik v sin alfa berapa?” SS: ”Lima puluh akar dua” G: ”Lima puluh akar dua men? g nya berapa?” SS: ”Sepuluh” G: ”Sepuluh kali berapa? Kali t. Selesai?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    191

  SS: ”O?”

  

G: Lho yang A dulu kan masih persamaan. Yang t nya sama denagn 2 itu

yang B. berarti ketemu ya?” SS: ”Ya”

  G: ”Vx nya?” SS: ”Lima puluh akar dua?” G: ”Bagus, Vy nya?” S : ”men 5”

  17 G: ”men lima, eh men sepuluh t?”

  G: ”Hasil akhir?” G+SS: ”Lima puluh akar dua men dua puluh”

G: ”Akar dua itu berapa, satu koma empat ya. Satu koma empat. Satu koma

empat dikalikan lima puluh. Satu koma empat kali lima puluh?”

S : ”Enam puluh”

  18 S : ”Eh!”

  19 G: ”Berapa?” SS: ”Tujuh puluh”

  G: ”Tujuh puluh. Tujuh puluh dikurangi?” S : ”Dua puluh”

  20 G: ”Dua puluh. Ketemu?” SS: ”Lima puluh” G: ”Nah lima puluh. Kecepatan pada saat t sama dengan 2, lima puluh.

  Berapa kecepatannya? Berarti akar?” SS: (diam) G: ”Vx tadi berapa?” SS: ”Lima puluh akar dua”

G: Kuadrat ditambah V tadi berapa, pada saat kecepatan mencapai titik

  Y tertinggi? Nah dikuadratkan, ketemu berapa? (Guru berkeliling di tiap-tiap kelompok sambil melihat-lihat jawaban siswi).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    192

  G: ”Punyamu tadi berapa? Vx?” S : 50 2

  21 G: ”Vy?” S : ”50”

  21 G: ”50. Jadi ? kalikan …kan tujuh puluh berarti? ”Oke sudah? Yang A sudah?” SS: (Diam)

G: “Soal satu sudah? Sudah ya. Sekarang soal nomor dua! Yok agak cepet!

Sing nulis nanti dulu! Soal nomor dua Yang diketahui apa?” SS: “Vo”

  G: ”Vo terus?” SS: ”alfa” G: ”alfa terus yang ditanyakan?” SS: (diam) G: ”Posisi peluru pada saat t sama dengan 3. Berarti yang ditanyakan A. posisi tu apa? Posisi tu berarti berapa x berapa y yaitu?” SS: (diam)

  G: ”Yang ditanyakan berarti Sx koma Sy. Yang A itu Sx koma Sy saat t sama dengan 3. Yang B panjang lintasan yang ditempuh peluru setelah bergerak selama 2 sekon?” SS: ”Sy dan Sx”

  

G: ”Nah Sy dan Sx. Ada pertanyaan? Tidak? Yoh! Kita bareng bareng dulu

aja, supaya tidak terlalu lama nunggu kamu. Nomor dua yang diketahui apa?” SS: ”Vo”

  G: ” Vo bagus. Saya tulis ya?”

(Guru mulai menulis hal-yang diketahui dan langkah analisisanya di papan

tulis) G: ”Berapa Vo?” SS: ”100”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    193

  G: ”100 m/s. apa lagi?” SS: ”alfa” G:alfanya?” SS: ”45” G: ”Apa lagi?” SS: ”g” G: ”Bagus sekali, g nya berapa?” SS: ”10” G: ”Baik. Yang ditanyakan?” SS: ”S” G: ”A dulu ya. Sx, Sy saat t = 3 sekon!”

  G: ”Yang B, panjang lintasan yo? Sama jane”

  G: ”Sx, Sy saat 2 sekon.Oke jawab. Sx rumusnya?” SS: (diam)

G: ”Ni?”(guru menunjuk rumus yang tadi dibahas dan dituliskan kembali di

papan tulis)

  G: ”Vo kali? Vo nya berapa?” SS: ”100” G: ”Cos” SS: ”45” G: ”45 kali?” SS: ”3” G: ”3. 3 nya diketahui ini ya? Sama dengan?” SS: ”Ya” G: ”Sama dengan?” SS: ”Empat puluh akar dua G: ”Terus hasil akhir?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    194

  G: ”Empat puluh akar dua ya?” SS: ”Seratus lima puluh” G: ”Satuannya?” G+SS: ”Meter” G: ”Sy? Vo sin alfa men setengah gt kuadrat”

  G: ”Seratus sin 45” SS: ”Itu kurang?” G: ”O kurang t disini?” (guru mengoreksi rumus awal)

G: ”vo sin alfa kali t. t nya 2 ya? Men setengah kali sepuluh kali 2 kuadrat.

  Terus?” S : ”Itu tiga”

22 G: ”Oiya sory kita masih menjawab yang A ya?”(guru membenarkan tulisan yang ada di papan tulis).

  G: ”Ketemu?” SS: ”Ketemu?” G: ”Berapa?” SS: ”Seratus lima puluh akar dua men empat lima” G: ”Berapa?” SS: (diam) G: ”Seratus lima puluh akar dua itu berapa? Tadi akar dua berapa?” SS: ”Satu koma empat” G: ”Nah tinggal ngalikan. Seratus lima puluh kali satu koma empat.dua ratus?” SS: (diam)

  G: ”Dua ratus sepuluh kurangi empat lima?” SS: ”Satu enam lima” G: ”Satu?” Ss: ”Enam lima”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    195

  G: ”Oke ini jawabannya”

(guru menggaris bawahi jawabannya. Jawaban terlihat seperti pada gambar

berikut)

G: ”Jadi? Biasanya gitu yah? Jadi posisi saat t sama dengan 3 sekon di dua

ratus sepuluh meter titik koma seratus enam lima meter. Begitu kira kira?” (Guru menuliskan perkatannya tersebut di papan tulis).

  G: “Ada pertanyaan?” SS: (diam)

(guru berkeliling kemudian menyalakan laptop dan membuka power point utuk

menjelaskan materi baru)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 9

Transkrip Wawancara Guru A

  Keterangan : P : Peneliti G : Guru P: ”Berapa lama bapak menjadi guru?”

  G: ”Sejak tahun delapan sem..., a…Januari sembilan puluh. Sekarang berapa tahun ya itu? Hampir 20 tahun ya, hampir 20 tahun?” P: ”Apakah dari yang pertama sampai sekarang sama di SMA6?” G: ”Nggak, pindah-pindah”. P: ”Bagaimana pengalaman bapak selama mengajar?”

  G: ”A...sinusoidal. Kadang tahun ini siswanya bagus, kadang kurang bagus? Itu hal yang biasa”> P: ”Selama mengajar bapak mengajar dikelas berapa saja?”

  G: ”Saya mengajar di kelas XII seluruh kelas, karena sertifikasi perlu tambahan kelas, kelas XI 3 kelas”. P: ”Setiap kelas kondisi anaknya berbeda-beda, apakah perhatian yang babak berikan itu sama rata?” G: ”Berusaha sama rata, berusaha?Artinya berusaha itu kita memaksimalkan yang ada pada diri kita untuk kemampuan mengelola seluruh, siswa seluruh kelas itu. Jadi a..jangan, jangan dipakai untuk hanya satu orang yang menonjol itu jangan, itu salah besar. Kita berusaha untuk merata saja intinya, soalnya kalau tidak dibuat merata nanti siswa-siswi akan banyak yang apa itu?”

  P: ”Hal-hal apa saja yang bapak persiapkan sebelum mengajar, apakah selalu membuat RPP?” G: ”RPP saya kira itu bisa diprediksi dari awal, yang jelas kita tiap hari belajar.

  Jangan dikira jadi guru itu nggak pernah belajar. Itu salah. Tiap hari harus belajar karena mengajar kelas XII kan tidak hanya sekedar lulus aja, tapi kita harus memaksimalkan yang ada pada diri kita untuk kemajuan siswa tersebut. Kebanggaan seorang guru tidak lebih dari itu, kalau misalnya a..senang, bangga itu saja sudah siswanya tidak ada tuntutan. Jadi kita menyiapkan, yang jelas administrasi bisa awal tahun, awal semester rutin biasanya kita disini siapkan secara bareng-bareng tapi alangkah baiknya kita harus belajar. Maksudnya kalau tidak mau belajar jangan dikira belajar itu hanya soal thok tapi, kadang-kadang belajar dari media-media yang lain. Dimana belajar secara keseluruhan lah, untuk persiapan bukan hanya menang satu malam guru? Ada istilah asam manis seperti itu, tapi ya paling nggak kita harus memaksa dulu minimal. Saya kalau menang satu malam itu nanti kalu ketemu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  jangan sampailah kita berusaha jangan sampai pertanyaan siswa itu kita cermati berusaha kita harus bisa, kecuali emergency sekali kita harus jujur. Jenisnya apa, itu pertanyaan sangat sulit, nggak papa. Kita bisa, diatas langit masih ada langit itu kan harus kita cermati juga. Ini yang dimaksud seperti itu ya, soalnya selama ini saya biasakan untuk selalu belajar, lebih-lebih kalau menemui soal yang sangat rumit dan sebaginya itu kita harus bagaimana mengadaptasinya supaya memberikan kesiswanya menjadi lebih mudah. Yang ingin saya cermati selama ini itu minimal menang satu minggu istilahnya bukan semalam itu salah. P: ”Jadi, tiap hari harus selalu belajar ya pak?” G: ” Iya minimal, itu pengembangan diri”. P: ”Tiap guru itu khan memiliki kekhasan mengajar sendiri-sendiri. Hal-hal apa saja yang mempengaruhi cara mengajar bapak?” G: ”Ah kadang-kadang kita punya idola. Saya terus terang berusaha meskipun, meskipun mungkin tidak seperti yang diidolakan, itu persis seperti yang diidolakan. Saya senang, jadi kalau dari dosen kita punya idola. Saya memang secara pribadi, makanya saya dulu pernah bertanya pak ini ada nggak? Saya, idola saya waktu itu memang pak Sinaradi. Dia itu cara ngajarnya bagus, bagus mudah dimengerti lhoh ya, bukan bagus secara action bukan. Tapi yang mudah dimengerti. Itu saya kira setiap orang punya idola. Saya senang sekali dengan caranya ngajar, nggak terlalu..ada kadang-kadang sedikit guyonan, dan selamanya nggak pake guyon. Jadi a...untuk membuat siswa tidak ngantuk dan sebagainya, ya intinya pengelolaan kelasnya bagus? Ya tidak selamanya, ada juga dosen-dosen yang kita adaptasikanlah. A...bukan hanya dosen ya, kadang-kadang kita punya teman, punya lingkungan yang membuat masukan-masukan yang terbaik aja. Kadang-kadang kita lihat a..tolong kalau saya bukan berarti saya tidak bisa main musik, tapi saya apa istilahnya senang dengan musik ya? Lagu-lagu itu untuk remaja khan harus kita tau ya remaja senang dengan musik apa? Gaul antar siswa dengan guru itu, berusaha apa istilahnya a..dekat tidak terlalu dekat tetapi dia ngerti apa yang kita maksudkan, apa yang kita bicarakan berusaha bersama. A.. saya kira tidak hanya inspirasi saja, tidak hanya idola saja tetapi setiap orang dengan sifat sendiri-sendiri yang membuat mungkin pak A dengan pak B akan lain. Dihadapan siswapun akan lain. Mereka akan adaptasi juga buat kita. Jadi kita eksentalis siswa kita, diharapkan siswa juga tau tentang kita sehingga ada komunikasi dua arah itu ya?”

  P: ”Bapak khan mengajar dikelas XII, bagaimana keterlibatan siswa dalam mengerjakan soal karena dilihat dari video itu khan banyak sekali latihan- latihan soal?”

  G: ”Kita kelas XII memang, misi tersendiri ya? Artinya misi sendiri itu tidak hanya sekedar dia lulus aja. Kita teorinya ada juga kok, teorinya ada lha itu diharapkan memang kita pacu, bukan berarti sekedar memacu sekilas-sekilas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dipaksa itu dia tidak akan istilahnya tidak akan pernah mau belajar kalu remaja kadang-kadang cuek Kita harus presure-presure secara terus menerus tapi dalam arti presure yang bagus supaya dampaknya hasil itu menjadi lebih baik Sehingga kalau sekedar latihan-latihan soal itu ya diwajibkan sehingga tujuan yang kita inginkan agar dia berhasil di Perguruan Tinggi dalam tanda kutip, kita menyiapkan betul di SMA kita menyiapkan untuk masuk di Perguruan Tinggi yang baik Yang baik dalam arti kata tidak hanya sekedar masuk di Perguruan Tinggi tapi yang baik dalam arti bisa negeri bisa swasta. Sehingga dengan banyak latihan soal itu pemahaman mungkin agak sedikit berbeda dengan teori-teori pendidikan tapi memang sistem dikelas XII memang misinya dia berhasil keseluruhan. Siap sih orang tua yang tidak senang anaknya berhasil, ya khan? Nah, dengan itu tidak hanya sekedar standar minimal, tidak hanya sekedar standar minimal. Maap di UNAS kadang-kadang saya memang agak pro kontra. Itu standar minimal, kalau sampai tidak lulus ya kebangeten. Kita menyiapkannya tidak hanya dia sekedar lulus thok, tapi istilahnya menyiapkan keseluruhan. Kita totalitas betul all out dulu. Jangan dikira mengajar hanya disitu, kadang-kadang ngebel, kadang-kadang a..apa, bertanya diluar kelas itu hal yang biasa. Soal diluar kita bahas disitu nggak papa”. P: ”Dibahas bersama ya?”

  G: ”Iya kiita bahas bersama tidak hanya sekedar selesai rampung thok, ndak? Enak donk itu, kadang-kadang mereka pas mengerjakan PR pernah juga ngebel. Diskusi ditelepon nggak masalah, jadi kita all out itu kalu sudah siap maju maksudnya kita siap totalitas ja. Yang membuat tidak enak khan maap ya, ada yang pinter ada yang kurang pinter. Yang kurang pinter itu tadi yang kadang-kadang membuat gitu aja tanya itu khan yang mempengaruhi psikologis kita harus bahas. Jangan dikira bahwa pembelajarannya stop sampai 90 menit itu thok. Bukan untuk a..diluar kalau siswa kita bukan untuk maap ya les untuk cari rupiah gurunya bukan? Kadang-kadang punya, orang tua punya pikiran seperti itu ngga? Kita betul, mereka sms kalau kita punya rejeki beli pulsa ya kita balas, tapi sebatas apa kadang-kadang ujian selama pembelajaran awal, tapi kalau soal-soal yang ujian ya kita rahasia ya rahasia, pembelajaran ya pembelajaran gitu ya? Soalnya faktornya tidak hanya kita berhasil didepan siswa saja, tetapi kalau menurut saya sistem kita harus masuk kedia mau belajar. Jadi soal tadi hanya penunjang, dia bisa juga cari soal yang diluar, sering juga siswa cari soal diluar, ga papa dia dapat dari mana aja silahkan, nanti kita bahs disini. Makanya harus berpikir bener, kalau hanya sekedar mengajar thok, administrasi thok kita bisa update dimana-mana tapi maap ya belajar tadi kunci utamanya bukan guru, guru harus belajar. Saya ingin memotivasi semua pihak ya, soalnya ada guru yang merasa wah sudah banyak terlalu mengajar, saya sudah mengajar lebih dari 20 tahun ya mengajar sudah sangat lama dan tidak pernah berhenti, tidak. Itu pendapat saya dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  P: ”Berarti siswa diluar sekolah juga aktif ya pak ya? Nah bagaiman didalam kelas apakah siswa kelas XII aktif juga?” G: ”Ya, kalau itu dicermati memang bukan berarti kita harus superior tidak, kadang-kadang kita harus berikan kebebasan untuk dia memilih. Aktif juga dia, lebih-lebih waktu dia menemui disini dia akan banyak aktif itu kalau menemui permasalahan diluar yang tidak dibahas di lingkungannya di luar tadi diteman-temannya dia pasti akan tanyakan ke guru disini. Mereka kadang-kadang juga, kan disini sistemnya pembelajaran.. ada juga yang menanyakan ke guru yang lain. Boleh sebatas itu pembelajaran. Kalau soal yang mau ulangan itu jangan, dosa besar donk? Saya kalau ditanya seperti itu ya repot juga.”

  P: ”Bagaimana sistematika pembelajaran yang bapak lakukan dikelas, seperti apa?” G: ”Yang jelas saya berusaha memberikan yang pertama kayak acuan awal, itu istilah saya. Acuan awal kita memberi masukan, kemudian kalau kemarin sudah ada bab yang sebelumnya kita akan pasti memberikan selalu mengingat, saya selalu mengingatkan”. P: ”Apersepsi?” G; ”Ya apersepsi, saya selalu memberikan kesimpulan-kesimpulan minggu yang lalu atau apa, yang pernah kita dapatkan, pernah kita pelajari kita ulang sebentar kemudian cheking, PR, kalau kita fullkan ke kelas ada permasalahan eksplisit nggak, biasanya gitu, baru nanti kita akan lanjutan kepelajaran yang lebih baik. Kalau itu bab baru ya kita berikan acuan sebelum kita masuk ke sistem, setelah itu ya kita memberikan masukan-masukan yang positif yang baik kalau misalnya ada yang bisa dengan demonstrasi ya memang harusnya demonstrasi tapi kalau alat kita ada, kalau kemarin-kemarin yang terekam itu bab itu yang dibutuhkan dia untuk di Perguruan Tinggi yang mana yang lebih menguntungkan. Sehingga setelah kita latihan soal dengan berbagai faktor tadi baru kesimpulan akhir juga harus kita berikan bahwa hari ini kita telah belajar ini ini ini, itu wajib untuk saya hukumnya. Kecuali ada petunjuk LKS sebelum kita memberi PR misalnya, sebelum berakhir setelah PR baru hari ini kita mempelajari ini a..bla-bla-bla terus kemudian kita akan a..tutup itu. Hanya kalau nggak kita evaluasi kita urutkan, kita cermati kadang-kadang sampai situ juga. Siswa jaman sekarang agak lain, kalau dulu khan sendhiko dhawuh tapi sekarang kalo nggak lhoh PR saya bebas lhoh ya, nyontek boleh kok. Dengan nyontek itu mereka dipacu untuk belajar. Intinya mau, mau berlatih”. P: ”Setelah melihat video, saya amati bapak sering memberikan cheking dengan pertanyaan secara lisan. Kenapa pak, tujuannya apa?” G: ”Itu random ya, kadang-kadang kita acak. Itu sengaja, kadang-kadang saya memberikan ke A, B, C itu bebas dengan motivasi kita bisa menjaring a..seberapa besar pemahaman yang mereka dapat dari saya. Yang pertama itu.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dibicarakan. Jadi variatif pemikiran, tidak hanya sekedar bertanya thok. Soalnya tanpa itu kadang-kadang mereka mengandalkan pembelajaran diluar juga ada, kelas XII khan biasanya juga ikut bimbingan. Kita harus sadari, mereka kadang membanding-bandingkan dengan bimbingan mungkin khan, kadang-kadang gitu khan? Nah kita harus bisa mengungkap yang banyak itu tadi dengan bertanya. Misalnya kalau kita berikan masukan lisan, kalau nggak bisa menjawab berarti o berarti, kita sambil jiga ngitung ya kira-kira berapa persen sih siswa saya bisa menyerap apa yang kita berikan, meskipun tidak bisa waktu itu kita totalitas apa, seluruh kelas itu kita tanya khan? Paling nggak bisa mewakili”. P: ”Dari rekaman video, saya lihat bapak pernah memberikan hukuman pada siswa. Apakah dengan memberikan hukuman tersebut berpengaruh pada siswa, misalnya: siswa menjadi bisa dan rajin belajar?”

  G: ”Itu komitmen ya, komitmen. Artinya komitmen kita khan buat kesepakatan satu kelas, jangan dikira kita memberikan hukuman itu, itu hukuman fisik terlalu besar nggak? Ya itu akan kalau besar trauma nanti. Komitmen kita, kita buat sebelum awal masuk kita membuat komitmen dulu”. P: ”Jadi sebelum pembelajaran yang pertama dimulai ya pak ya?”

  G: ”Iya sebelum pembelajaran dimulai. Diawal-awal itu kita membuat komitmen kita ngomong, menyemangati dirinya masing-masing aja. Kalau misalnya laki ya paling satu kali push up itu khan bukan hukuman tapi khan dua kali push up itu khan, tapi yang sehat itu bukan hukuman. Intinya gini, kita jangan sampai balas lah apa a..saya selama ini tidak pernah membenci siswa, plok plok plok misalnya kita sampai ngunek-unekke gitu khan biasane kita memberi. Tapi saya nggak pernah ngatain pada siswa, itu harus komitmen. Kalau dia nakal yang salah siapa dulu, kalau perlu kita pendekatan- pendekatan personal baru kita laporin kewali kelas per sistem. Apakah menyemangati atau tidak itu sekedar intermeso, intermeso kalau di salahkan akan menyadari kesalahannya.”

  P: ”Komitmen itu hanya dikelas XII atau dikelas lain juga pak?” G: ”Nah kalau mereka kadang-kadang ada kelas yang tidak mau”. P: ”Itu bagaimana pak?”

  G: ”Nggak mau diberikan hukuman, ya sudah? Kalau tidak mau diberikan hukuman berarti harus ada cara lain. Arti cara lain itu berarti dia PR nya harus dicermati betul khan? Cermati betul kalau sampai salah ya saya harus memberikan hukuman dalam bentuk soal yang lain khan, gitu? Soalnya komitmen itu tidak melihat hukumannya, kalau mereka memang salah maju, kadang bisa kita harus memberikan plus juga khan? Dia, kadang-kadang saya memberikan bonus juga, kita catat betul misalnya : X itu maju dan benar kita harus kasih nilai setengah atau berapa dari nilai ulangan yang ada. Untuk itu atau untuk a..tergantung soal yang kita berikan. Kadang-kadang ada soal yang sulit betul, kalau misalnya bisa harus plus setengah dinilai bisa aja nggak papa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kita memberikan suatu bonus. Tapi kalau hukuman sih hanya untuk mengingatkan, buakn menguji dia. Harus kita sayang ya?” P: ”Beberapa pertemuan saya amati, dalam menyampaikan materi pembelajaarn bapak selalu menggunakan media secara konvensional yaitu spidol dan white board. Mengapa bapak menggunakan media tersebut, kenapa tidak selang- seling, misalnya dengan power point?”

  G: ”Yang dimaksud mungkin dengan media alat-alat yang lain, misalnya kenapa saya hanya white board gitu ya? Kebutuhan. Artinya kebutuhan saya, saya disini memang mencoba mungkin agak secara teori pendidikan mungkin ada juga yang menyalahkan itu silahkan. Tapi kebutuhan-kebutuhan kesiswa artinya kelas XII ya? Kelas XII itu memang kita harus mengungkap banyak tidak hanya sekedar dia berlatih soal-soal biasa, tapi harus mengungkap banyak biar serius, dia harus menyiapkan banyak hal, dia harus latihan soal sehingga kita bawa materi-materi semester genap dan ganjil. Jadi a...kebutuhan-kebutuhan waktu ya. Itu alasan saya. Tapi kalau emergency sekali memang, di praktikum sore khan sudah, kalau kita demonstrasi, a..kalau misalnya bentuk-bentuk bantuan misalnya : audio visual biasa audio yang lain. Ada juga sih, tapi kan ternyata kadang-kadang tapi lebih cepet pakai itu. Kenanya ke siswa itu lebih cepet. Ini, ini pendapat saya lho? Kenanya itu bukan yang kenanya sampai misi kita bukan siswa yang berlatih khan juga cepet. Kalau salah gimana, itu itu hanya pendapat saya. Nanti mungkin ya, misalnya kita banyak juga dikelas-kelas lain itu yang menggunakan terlalu banyak media tetapi malah membuat keterfokusannya itu kurang, kurang mengena terutama untuk kelas XII khan? Itu khan bisa dilihat kesuksesannya setelah lulus gimana? Ya, ide itu sebagian alasan yang mungkin”. P: Mengapa dalam menyampaikan materi pembelajaran bapak selalu terlepas dari buku?” G: ”Banyak faktor ya? Artinya banyak faktor itu begini mungkin bukan berarti saya sudah 20 tahun mengajar terus lebih baik bukan? Kita, anda..anda lima tahun awal nanti kalau jadi guru, kalau nggak pernah buka buku berarti bodoh nantinya. Misalnya kita kadang-kadang, mbok saya bawa buku saya, tapi khan a...bukan berarti saya itu sudah sekian tahun ndak? Se, selama ini tidak belum ada yang membuat kelabaan diluar, belum. Ya itu tadi memang ada korelasinya, ada apa kita menyiapkan tadi belajar tadi, paling nggak a..seminggu sebelumnya, menang seminggu jangan semalam. Jadi kalau pas kita libur ato apa kita banyak berlatih soal. Kadang-kadang anak-anak saya pada tanya ngapa sih pak? Itu soalnya kalau dikatakan lepas buku ya nggak ya, kita bawa buku?”

  P: Maksudnya gini pak, waktu menyampaikan materi didepan kelas bapak tidak pernah melihat buku? G: ”Ya tadi donk? Belajar ya pak ya? Iya, harus? Ngisin-isini, kita khan agak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kurikilum, itu wibawa kita ke siswa wah gurunya pinter juga, meskipun belajar dulu khan? A..mereka khan agak sedikit, bukan sombong? Memang belajar itu wajib kok hukumnya, gitu aja. Nggak usah berkata banyak nanti dikiranya, wah gaya sekali?”

  P: ”Mengapa setiap memberikan latihan-latihan soal bapak selalu memberikan kisi-kisi atau langkah-langkah pengerjaan soal tersebut,? Apa dasarnya?” G: ”A...ini perkembangan siswa khan itu tadi saya bilang dari awal sinusoidal seperti itu. Kadang-kadang pas dipuncak, kadang-kadang pas dibawah. Kalau pas yang dipuncsk enak dong? Tapi kalau pas dibawah nah..siswa pemahaman kemateri juga demikian khan? Dengan bantuan seperti itu khan paling enggak mereka mengerti akan mau kita bawa kemana itu mereka arahnya juga ngerti, membantu mereka. Untuk latihan saja khan nggak ada jeleknya khan? Kecuaali kalau ulangan-ulangan. Ulanganpun kadang-kadang harus kita bahas juga setelah semuanya beres, soal mana yang sulit pasti kita kan bahas juga. Nah..itu sengaja itu, sengaja memang kita harus buat seperti itu ya? Sistem orang khan lain-lain ya, motivasi mungkin khan guru A, guru B, guru C akan sangat beda itu harus disadari sifat sendiri tapi tolonglah sifat tadi jangan jauh dari siswa. Mohon maaf saya pesan pada semua pihak ya, kita belajar saja. Iya donk, kalau nggak gitu lebih-lebih guru khan? Status guru punya NIP atau nggak itu khan guru. Kalau didepan siswa nggak bisa jawab, didepan siswa ngisin-isini. Ya, ini untuk menambah pinter aja, bukan untuk bukan sombong. Waktunya bisa kita atur khan? Belajar dari seorang guru khan tidak harus apa membaca, bisa berlatih mengingat konsep yang ada yang mana diperlukan dan yang mana yang perlu ditamabah”. P: ”Mengapa dalam setiap kali pertemuan bapak selalu mengulang-ulang kalimat

  : ada arus ada medan magnet, ada arus bukan dari dirinya maka akan terjadi yang namanya gaya lorentz. Apakah karena konsep tersebut akan berkaitan dengan materi berikutnya?”

  G: ”Supaya konsep tidak lepas itu ya, konsepnya tidak lepas. Itu khan sering, saya memang gitu. Konsep tidak lepas dengan konsepnya jadi kita mengingatkan dimemori dia dipikirannya o iya kemarin, bahkan tidak semua orang siswanya belajar semua. Secara umum kita globalkan ke seluruh siswa. O iya dia akan ingat, memang ada bab 1 akan dipakai dibab 2, bab 3 mesthi ada. Nah sebelum itu memang wajib kita untuk memotivasi tidak lepas dari konsepnya harus kita ingatkan. Konsep dasar ya? Kalau dia lepas konsep dasarnya gimana kita akan maju khan, gitu?”

  P: ”Mengapa disaat menuliskan perumusan persamaan bapak selalu memberikan penekanan pada hasil akhir persamaan, misalnya dengan memberikan tanda kotak pada persamaan tersebut? Tujuannya apa?”

  G: ”Itu bukan untuk menghafal, tadi ada kaitannya dengan konsep yang tidak lepas tadi dengan awalan yang ditanyakan. Maksudnya juga seperti ini kalau kita berikan agak khusus kita beri bahwa a..dari apa yang kita sampaikan tadi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  penekanan seperti itu kadang-kadang khan lepas ya, lepas kontrol dan sebagainya itu yang nggak enak. Kita membuat bukan menghafal rumus, kalau menghafal rumus salah. Nanti dia dengan sedikit kita meminimalkan a perumusan, meminimalkan matematis untuk secara fisisnya, perhitungan yang bagus hasilnya mapan dan bermanfaat gitu aja. Saya kalau dibilang menghafal kasihan juga, jarang sekarang siswa bisa menghafal seperti itu jangan, kasihan”. P: ”Setiap kali bapak meminta siswa untuk mengerjakan didepan, pemilihan siswa tersebut selalu didasarkan pada tanggal hari tersebut, misalnya : sekarang tanggal 10, jadi yang maju no absen 10 kemudian no absen 10 nanti menunjuk teman yang lainnya untuk mengerjakan soal yang berikutnya dan seterusnya seperti itu”.

  G: ”Kadang-kadang kita khan random ya? Saya memang berusaha untuk menghafal dari siswa siapa namanya awalnya gitu. Tapi supaya random kita tidak lagi slide hubungannya dengan siswa kok yang ditanya itu thok ya? Yang ditanya juga itu thok, ada ada juga yang ngerasain teman mereka, kalau yang diminta hanya orang-orang itu aja. Nah untuk mengantisisapi menstop pemikiran oh ladyslide tadi khan nggak enak. Itu biar dia lo nggak bisa jawab kita lempar juga khan tapi biar semuanya merata tadi. Kalau misalnya kita a..satu orang kita suruh maju, oh besok kok itu lagi khan ada ide-ide teman yang lain khan lhoh kok saya nggak pernah diminta maju sih? Kalau kadang- kadang saya memang seperti itu kadang-kadang. Tanggal berapa sekian, yang maju kalikan sekian yang maju berapa nomornya itu supaya acaknya lebih a...tidak membeda-bedakan siswa saja”. P: ”Jadi memeratkan ya?” G: ”Iya memeratakan, gitu aja”.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    Lampiran 10

  

Transkrip Wawancara Guru B

Keterangan : P : Peneliti G : Guru SIDE A P: ”Bapak mengajar dari tahun berapa?”

  

G: ”Saya mengajar dari tahun 88. Berapa tu, 21 tahun.Bapak mengajar di

kelas mana aja: sekarang atau, sekarang saya mengajar di kwlas 1 kelas 2 kelas 3.lalu selain mengajar di stero mengajar di mana lagi: selain di stero ya saya mengajar di smp. Kami untuk tahun ini diperbantukan di smp stelladice 1. Di smp tersebut sekolah heterogen atau homogeny: disana heterogen ya cowok cewek,dominan cowok malahan. Bagaimana pengalaman mengajar bapak di antara sekolah yang heterogen dan homogen: sebetulnya pertama kali mengajar saya disekolah heterogen lalu apaya diperbolehkan membantu di sma yg homogen setelah itu malah diminta tetap di homogen terus tahun ini diminta lagi mengajar ditempat lain yang heterogen juga kalau ditanya pengalamannya,sebetulnya ini bukan pengalaman tapi kesan aja ya sebuah kesan kalau pengalaman itukan berarti saya harus menggeluti yg heterogen dulu baru yg homogen kalau saya hanya kesan, kalau heterogen, heterogen itu cenderung a yg wanita , wanita itu pasif yg aktif itu adalah yg pria tapi kadang kalau apaya kalau tingkat inteklektualnya itu biasa itu kadang aktifnya itu aktif supaya dia itu dikatakan kuat hebat kalau itu sebetulnya dalam hal intelektual belum tentu kesana. Nah sehingga aktifitasnya kadang aktifitas yg belum penuh mendukung pembelajaran rame, berkelahi, nah begitu, adu fisik iti ya seringkali ya, itu yg terjadi dan nah disana yg heterogen seperti itu kalau yg homogeny itu , cenderung karena disini hanya sejenis maka cenderung a apaya apresiasi itu lebih terbuka ya lebih terbuka lebih efektif gitu. Di sini hanya seringkali karena wanita, g tahu apakah ini anu ya memang takdir atau kodratnya saya g ngerti nek wis entek wanita tu g begitu banyak apaya aneh2 gitu . aneh2 tu maksudnya tidak pernah banyak Tanya tentang apaya, berbagai hal yang berhubungan dengan fisika. Cenderung dia pakem pada yang diajarkan saja”. P: ”G ada rasa penasaran?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    205

  

G: ”Iya g ada greget kalau ada cowoknya itu, cowok cenderung tanya yang

sesuatu yang kadang apaya diluar topik tapi masih dalam rangkup fisika, jadi Tanya macam2 tentang fisika, tetapi kalau yang ini yang wanita itu cenderung anu apaya tetep hanya bertanya pada pembicaraan tok misalnya contoh gerak lurus beraturan misalnya gitu ya, kalau di wanita itu cukup hanya rumusnya apa pak? Satuannya apa? begitu saja tapi kalau yang heterogen lain lagi, pak kalau kereta api itu lurus gak? gerak lurus gak? gitu, pak kalau saya main layang layang itu lurus gak? Berarti ada variasi, variasi aplikasi, itu kalau heterogen, heterogen aplikasinya banyak, tetapi kalau yang homogeny cenderung kearah itu pakem sekali sehingga kalau gak dipancing gak akan mau, sehingga seringkali saya memberikan contoh pancingan pancingan makanya saya memberikan anu materi tentang hokum newton misalnya gitu coba kalau pasangan itu yang di katakana pasangan serasi gimana? Saya pancing begitu, orang cenderung memberikan anu yo apa ciri-ciri fisik padahal dalam fisika itu ka ada hokum aksi reaksi. Hokum aksi reaksi kalau diterapkan kan benar yaitu masing-masing ada gaya, gaya tarik itu kan ada gaya tarik nah ada dua gaya maksudnya dua gaya itu yang besarnya sama kan begitu kan? Berlawanan, kan begitu to? Sama besar dan merupakan sebab akibat itu kan kalau diterapkan benar. Kalau masing2 itu ada gaya, gaya ketertarikan jadi tidak cukup pasangan serasi, ada gaya ketertarikan yang juga gaya itu sama besar, g ada yang satu lebih besar kalu satu lebih besar, maka kadang orang dikatakan agresif terus harus sama, dan berlawanan jenis, kalau sejenis dah penyimpangan, nah itu sudah, jadi bisa diterapkan dalam pasangan seperti itu di kehidupan, nah seringkali saya pancing begitu, tapi g pernah muncul. Itu yang saya katakan, kalau homogen itu lebih pakem, kalau yang heterogen bisa ke aplikasi. Nah itu yang pertama, lalu yang kedua penalaran, penalaran itu kalau yang wanita, karena disini kebetulan yang topiknya itukan homogeny, homogeny yang dimaksud kan, kebetulan saya ngajarnya kan wanita semua, penalaran itu paling sulit, mengajar penalaran pada wanita itu sulit, tetapi penalaran pada pria itu gampang, sehingga mekanika itu bagi wanita itu sulit, tetapi bagi pria mudah. Gampangnya coba, murid ruang misalnya, ngukur ruang, misalnya tentang diagonal bidang tu kaya apa, kalau wanita bayangannya sulit, kalau pria bisa cepat. Yang saya maksudkan itu. Padahal contoh tentang moment gaya, ya moment gaya, cobo ini ada tiang bendera iya kan, terus ini ada tiang penyangga, terus tali, terus disini ditarik gaya, kira2 ujung ini kemana geraknya, kan itu, itu kan berarti, apa harus nalar gitu lho, itu yang saya maksud, karena hubungannya dengan gerak ini ada hubungannya dengan gaya gesek. Itu yang sulit. Kok piye to cobo kalau ini ditarik sini menghasilkan moment positif pa negative, tarik sini itu sulit, mana lengannya? Wah itu, maka itu seringkali penlarannya”.

  

G: ”Itu yang mempengaruhi apa pak?saya gak ngerti, kalau wanita itu

biasanya lebih kea rah yang, apaya?, bukan khayal lah gitu, nyata, lebih kea rah yang nyata jadi ada di depan, contoh 3 tambah 4 cepet jadinya itu,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    206

  7 gitu to, tetapi kalau 3 arahnya sekian derajat 4 arahnya sekian derajat udah mikir lagi, kok 3 arahnya sekian derajat opo to itu? 4 arahnya sekian tu apa? Vektor to itu, itu mikir lagi. Nek yang dulu saya ngajar heterogen cepet itu, jadi 3 arah utara, 4 arah selatan cobo tadi jumlahnya berapa, cepet karena bisa bayangkan oh ini gini, sekarang bayangkan angka sama arah kan berbeda setiap orang bisa, tapi yang wanita itu saya kesulitan apalagi pas nah itu moment gaya itu wah wis tu lama, tu paling lama, moment gaya, vektor, paling lama sekali, tapi pernah saya coba ya heterogen, vektor, moment gaya cepet, gak tahu saya, ya mungkin salah satu factornya yaitu kalau saya boleh apaya berpendapat bahwa wanita itu mudah kalau diajak berfikir cepat dengan bukti langsung, jadi bisa ngliat, bisa di lihat dalam bentuk film maka sekarang banyak yang dengan animasi yo to, animasi yang fisika, film yang fisika, itu ditayangkan cepet, oh gitu…cepet nah kelebihannya lain sisi wanita lebih teliti, tidak grusa grusu gitu lho, yang laki2 pengennya cepet selesai, kadang salah ngitung 3 x 3 sama dengan 6 kan kadang gitu kan pikirnya 3 x 3, 3nya kali 2 gitu kan 6 padahal 3x3 sembilan, karena apaya, karena tergesa gesa itu tadi tu ya perbedaannya nanti disimpulkan sendiri. Cukup banyak to? Ya apalagi?”

  

P: ”Sebelum mengajar persiapan apa saja yang bapak lakukan, apakah bapak

belajar?”

G: ”Sebenarnya kalau belajar itu setiap saat belajar kalau dikatakan sebelum

mengajar harus membaca dulu materi ya begitu, perkara belajar atau tidak, setahu saya kalau belajar itu, itukan menambah sesuatu nek saya membaca dan pengetahuannya sama itu kan bukan belajar, membaca Cuma, nek belajar kan ada tambahan materi , itu belajar jadi ikut berfikir nek saya sekarang di kelas A ya kan? Besok di kelas B, materinya sama itu gak belajar tapi membaca, yang penting materi di baca, itu satu. Lalu yang kedua saya selalu berfikir begini kalau nanti saya menerangkannya begini saya dong pa gak? Tolok ukurnya saya, saya jelas gak kalau saya jelas saya yakin yang saya ajar jelas. Bukan, biasanya kan kalau, saya dulu ikut BKG dan sebagainya itu biasanya yang terpenting anak jelas dulu pa gak? yakan gitu. Kalau saya menanyakan, kalau saya mengajar begini saya jelas gak? Ya kaya gitu. Karena saya sendiri bukan orang pinter, bukan orang pinter sehingga kalau saya jelas berarti saya di depan kelas itu gaya saya sudah nganu sendiri, sudah apaya, terbentuk sendiri, bukan scenario”. P: ”Nah itu otomatis gitu ya pak?”

  

G: ”Iya jadi improvisasi maka muncul nek saya itu melihat anak, ooooanak

tadi tak Tanya gini dia njawab gini karena kan dalam KBM kan gitu to tulisannya guru menanyakan gini siswa diharapkan menjawab ini kan gitu, malah kita tidak bisa improvisasi, kalau saya sendiri bedanya menanyakan soal ini gimana caranya saya kerjakan supaya saya jelas, maka woooo nanti gini-gini, yang ini saya gak dong lewat situ cobo nah saya masuk sana bisa improvisasi. Itu yang slama ini saya lakukan, saya biasanya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    207 menanyakan pada diri saya kira2 kalau saya mengajarkannya dengan cara gini, saya jelas gak? jadi apa yang saya lakukan membaca, ya minimal membaca”.

  

P: ”Saya perhatikan dalam video bapak mengajarnya dengan pelan sekali,

apakah itu ada hubungannya dengan kemampuan siswa? Lalu bagaimana dari segi waktu?”

  

G: ”Ya baik kalau pelan memang saya itu mengikuti anu ya mengikuti

kemampuan anak, kemampuan anak itu dalam materi tertentu harus pelan tetapi materi yang lain cepat, contoh gampang kalau vektor saya pelan mungkin dalam 3x pertemuan itu vektor belum selesai. tapi vektor dikuasai itu dasarnya, nanti saya masuk GLB, GLBB cepet. Jadi dasar, dasar itu memang saya berikan dengan waktu yang lebih lama daripada aplikasi2 yang lain. Dan juga saya seringkali modelnya, contoh gampang materi yang bisa dikuasai dengan anak belajar sendiri, saya berikan tugas lalu presentasi sore hari. Kalau dulu ada tentang tata surya, kalau dulu ya? Tata surya g perlu saya ngajar, cukup anak diberi tugas silahkan buat model presentasi kelompoknya 4, masing2 maju berganti ganti tidak hanya 1 orang, ini nerangkan apa, ini nerangkan apa…3x terus nanti ada pertanyaan nah disitulah saya mulai ikut membantu kalau ada kesulitan. Jadi modelnya gitu jadi apakah materinya selesai, kalau saya cenderung yang penting anak tahu dulu. Kalau sini jelas kemampuan anak, kemampuan anak, kalau yang pinter2 ke sekolahan lain sini yang menengah ke bawah, yang menengah ke bawah kan harus kita openi maka mengajarnya pelan ..pelan tapi kalau sudah di kelas 12 cepet”.

  G: ”Per kelas beda ya pak?”

  

G: ”Antar jenjang beda karena di kelas 10 itu dia belum dijuruskan maka

bagaimana saya bisa mengajar yang menyenangkan. Itu kalau saya, kalau saya lebih tema yang 10 itu bagaimana mengajar fisika itu supaya anak itu senang, itu saja. Lalu yang kelas 11, bagaiman menunjukkan bahwa fisika itu harus serius, memang ada yang mengatakan kalau fisika itu mengajrnya jangan dibuat sulit tapi kadang anak cenderung ngatakan terus mnyepelekan, di kelas 12 kacau. Kalau saya cenderung kalau sulit, saya katakana sulit, kalau mudah, saya katakan mudah. Tapi minimal kita mendampingi menyelsaikan masalah, fisika harus sistematis supaya anak tidak bingung, pada sistemnya itu. hanya mau menerangkan 1 soal tapi kemana mana jalannya gitu kan kasihan anak nah saya mengatakan fisika sulit tetapi kalau ada kesulitan bisa menunjukkan dengan cepat gitu. Jadi tidak membawa kemana mana jadi kalau dikatakan kenapa pelan memang topik2 yang dasar itu baik jadi kalau saya masuk ke aplikasi nanti kalau masuk gaya gravitasi, gaya gravitasi Cuma berapa pertemuan,satu

pertemuan satu setengah selesai. Ganti lagi selesai, memang begitu”.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    208

  

P: Kalau kami perhatikan dalam video ada bagian2 tertentu dari materi itu

yang selalu bapak ulang, itu mengapa?dan apakah harus dengan cara seperti itu?”

  

G: ”Satu kalau saya ulang karena topi itu atau dasar itu penting, kalau saya

tidak salah lho ya. Menurut saya itu dasar itu penting, contoh gampangnya gini saya tidak di kelsa 11 tetapi di kelas 10 tentang operasi angka penting gampangnya itu, operasi angka penting itu definisinya saya katakana berulang ulang karena memang itu dasarnya yaitu definisi apa? Hasil pengukuran yang terdiri dari angka pasti dan satu tafsiran, itu saya ulang2. Kenapa, karena setiap operasi jawaban itu harus ada satu tafsiran sehingga menemukan bahwa kalau penjumlahan dengan pengurangan itu mengikuti jumlah significant itu kan lain lagi, kalau perkalian mengikuti angka penting tetapi definisi itu berkali kali, mesti saya mengulang ulang Cuma kembali pada anak kalau saya mengulang ulang tetapi g perlu itu kan kalau dulu biasanya anak mencatat ooo ini mengulangnya 1, 2 sampai pelajaran dia akan mengatakan 5 kali, kaya gitu, itu mengulang 5 kali hal yang sama nah itu g terpake. Contoh gampangnya kaya gini mungkin saya akan mengajar a satu, tadi lagi a dua contoh gitu lho nah itu kan mengulang hal2 yang tidak perlu tapi setahu saya kalau itu memang penting dan harus tahu, itu Cuma saya ulang berkali kali bahkan ganti pelajaran pun itu tetep saya ulang, yah biasanya kaya gitu. Nanti kalau anu ya kalau mengajar tentang vektor itu mesti diulang yaitu kalau g salah yang di video itu mesti penjumlahan vektor, kalau itu sudutnya 90 gimana? Sudutnya mesti saya ulang2 tapi coba pelajarilah materi fisika itu dipake terus. Dan anak itu tidak pernah mau tahu, tidak pernah mau tahu, coba aja nanti masuk vektr, contoh tentang hokum 3 newton satu titik nanti ada beberapa gaya, kan sigma f oh hokum 1 newton sory, sigma f sama dengan 0 nah masuk kesana itu dia g mau tahu vektor pokoknya dia ada 4 ada3 ada 5 jumlah, 3 tambah 4 tambah 5. Itu dia g mau menguraikan lagi, tidak mau padahal, nah nanti kan saya tinggal ngingat, kemaren tu pas saya ngajar vektor, itu apa yang saya maksud penjumlahan, piye penjumlahan? Saya gitukan lagi. Nah kenapa g diterapkan disini? Sehingga dikelas 12 itu sudah mulai tahu. Satu tahun lho itu nanti. Bisa dia mulai mau make, bener itu. Di kelas 11 gak mau”.

  P: ”Nyari jalan pintasnya?”

  

G: ”He…he, nyari cepetnya. Nanti kalau kita, nanti kan itu ada itu to?

Semester dua itu kan materinya materi momen gaya. ngulang lagi coba lagi saya. Ngulang, cobo kalau ada gaya gini piye? Saya ngulang lagi. Tapi di kelas 12, dia langsung jawab. Karena soalnya itukan biasanya try out itu dari kelas 10 to? Nah nanti udah ni gimana? Oo mekanika pak. Nanti dia bilang. Tapi ni nanti kelas 11 satu tahun belum tentu dia mau njawab seperti itu. Gitu lho. Kalau tahu. Besok kalau kamu ngajar mungkin njengkel. Diulang kok gak pernah.sertahu saya itu yang diulang.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    209 tentang penjumlahan vektor, itu yang selalu saya lakukan. Kalau saya ingat waktu kamu ngambil pas saya ngajar ketoke itu yang saya ulang.

  P: ”Terus GLB, GLBB”

G: Iya GLB, GLBB selalu saya ulang karena memang itu dasar gerak. Dasar gerak, an kebetulan kelas 10 nya saya gak ngajar ini”.

  SIDE B

P: “Pak saya amati jika bapak mau masuk materi berikutnya biasanya bapak

ini selalu meminta siswa untuk menuliskan kembali materi sebelumnya.

  Mengapa bapak melakukan hal itu kemudian tujuannya apa?”

  

G: “Ya, biasanya itu ada guru yang menanyakan kembali, menanyakan. Kalau

menurut saya yo saya juga pernah menanyakan tapi bagi saya itu belum mantap kalau masimg-masing itu menulis. Karena kalau yang saya tanyakan kebetulan yang saya Tanya bisa tapi belum tentu yang tidak saya Tanya bisa juga, biasanya kan kita mesti disitu menanyakan kembali iyo to, menanyakan kembali materi yang sudah diajarkan, yang menanyakan apakah bisa satu kelas kamu tanya? Gak bisa. Tapi nek nulis, itu kan semua mesti nulis, nek saya sich begitu. Dan juga mengatasi, apaya ada orang yang tidak bisa bicara, grogi atau gimana, tapi kalau nulis selesai, katakana nah, minimal semua nulis itu yang saya? Minimal semua menulis, jadi minimal semua tahu kan gitu. Walaupun yang kita nanti tunjuk coba baca salah satu tapi kan yang lain nulis semua. Kalau saya cenderung begitu. Metode mungkin banyak tapi saya seneng ayo semua nulis, nah semua nulis jadi kan semua mikir. Tapi kalau hanya saya tanya satu, kebetulan yang saya tanya ga bisa, kebetulan, lama kan malahan? Biasanya cenderung saya Tanya bisa belum tentu sampingnya bisa. Tapi

tak suruh nulis, bisa gak bisa kan nulis semua. Itu yang pentingaa”.

P: “Pak kemaren ketika siswa mengerjakan soal di papan tulis, setelah itu

bapak memberi entah itu, memberikan dari presensi atau gimana?”

G: “Nilai itu”Point, setiap kali apa yang dilakukan anak baik ples atau men

mesti saya beri, itu saya menilainya dari afektif, kan kita tiga rana, kognitif, segi motorik, afektif. Afektifnya dari mana? Orang itu dengan cepet tanggap, oya saya itu sudah afektif, menurut saya itu sudah bagus karena dari sisi perasaan gitu, memang dia pengen bisa fisika itu bagus, kadang bisa belum tentu bener lho ya, misalkan afektifnya tinggi kognitif belum tentu tinggi gak apa-apa, segi motorik itu tentang sikap, dia apaya, mobilitas iya, kerjakan selesai dapat point itu. Kalau bener kognitifnya

saya tambah satu point dan itu saya pake untuk membantu ulangan”.

P: “Buat ulangan harian atau semester?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    210

  

G: “Harian, misalnya bab itu ulangan nah itu nanti saya tambahkan, nilai.

  Lebih mudah untuk itu dari pada saya memberika soal untuk perbaikan yang sama, waktunya sudah habis lagi. Lebih senang saya langsung nilai begitu langsung, mesti. Dan yang paling penting itu saya menghargai semua yang dilakukan siswa, itu yang penting itu. Entah itu istimewa, entah itu tidak, entah itu malah negative, itu mesti masuk ke dalam penilaian. Bahkan di praktikumpun saya berikan, ada yang diskusi, ada yang gojek tetep saya nilai. Nilainya sayaitu hanya berupa garis, tinggal nati ditotal aja, ditotal ada berapa, yang lain berapa, quota model gitu, o yang paling tinggi 90, entah itu 80. Kalau mau diangkakan. Saya gitu, jadi segi motorik tidak asal saya beri nilai tapi berdasarkan pengamatan setiap hari. Anaknya banyak ya ituresiko saya. Tapi yang jelas anak diberi apaya sebuah hadiah itu maksudnya saya itu, kalau oke itu sudah bahagia. Memang itu saja. Beda kalau maju, bener gak bener udah duduk, ah anak tidak begitu punya harga nilai. Point, nah kalau soal ini anak sulit yang bisa mengerjakan point dua, wah rebutan. Itu salah satu yang membangkitkan apaya motivasi. Tapi lebih juga saya punya daftar nilai, nilai nyata itu karena pengamatan anak”. P: “Saya dengar kelas 11 ipa itu berasal dari keluarga broken home?”

  G: “Keluarga?” P: “Broken home” G: “Saya gak ngerti malahen” P: “Itu bapak yang ngendiko kemaren” G: “Ooo kelas 11, g sini kok kebanyakan sini, sekolah” P: “Oooo itu kelas 11 ipa sndiri?” G: “Gak? Ya ada tapi gak banyak tapi kalau sma ini banyak”

P: “Kalau untuk kelas 11 ipa sendiri itu perhatiannya bagaimana pak?

  Soalnya siswanya cewek semua, biasanya kalau cewek cenderung minta perhatian yang lebih?”

G: “Kalau kelas ini disbanding yang kemaren lho ya. Kelas ini apaya

sebetulnya saya baru mengajar ini to, kemaren g, sehingga dia g tahu gaya saya ngajar, saya juga tidak tahu gaya dia bergaul. Ni tapi sampai ini saya tahu persis bahwa yang disini tu tidak, tantangan apaya, kalau menghadapi sebuah tantangan itu gampang rapuh. Dia tidak mau diberi yang sulit, yang ini. Jadi apaya sikap berjuangnya itu kurang sehingga kalau kesulitan dikit dia protes. Kalau g protes yo kadang pak ke belakang mesti gitu. Tapi kalau yang kemaren g. kemaren daya juangnya, semakin lama ini, saya baru mengetahui ini biasanya di ipa itu daya juangnya lebih tinggi dari

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    211 semua, dia gak bisa protes. Karena memang materinya sudah kesana.

  Kadang karena kita itu guru, yowis rapopo. Ya udah kalau untuk besok. Tapi yang penting anak itu punya daya juang. Yang ini belum ya bukan tidak tapi belum. Maka saya kemaren pernah, saya mau ulangan ditolak karena banyak. Hari itu lebih banyak. Banyak dan katanya dia gak menguasai. Saya masuk ya kaya orang gak siap ulangan. Maka ya terus saya yo wis kalau gitu silahkan belajar untuk jam saya, kapan kamu siap bilang pada saya! Saya gitukan nah saya balik, dia g tau, tapi ya masih apa ya? Masih belum begitu siap, masih mungkin gak tau kalau saya jengkel po piye? Yo masih gojekan yo saya biarkan, saya ke ruangan guru, saya g masuk kelas, tp saya beri tugas silahkan kamu baca, kalau kamu sudah siap bilang saya! Sampai 3 jam saya tidak masuk. Lama2 akhirnya dia sadar. Karena mungkin kalau..waduh kalau gak ulangan yang rugi dia, katanya gitu. Ya memang saya sendiri untung kok. Kan nganggur saya.

  Nah terus ada yang ke tempat saya. Pak minta maaf. Lho lha kamu g salah kok minta maaf pada saya terus gimana cara saya maafkan. Ya saya mewakili.ho lha wong saya gak minta wakil kok. Kamu tau gak kemaren saya suruh apa? Suruh belajar. Nah terus pesen saya apa? Kalau sudah tau..nah itu bukan permintaan maaf. Tapi anak-anak gak tau. Kalau gak tau berarti apa? Yo tanya. Tanya pada siapa? Yo bisa. Tanya pada saya yo bisa yang laen terserah yang penting tanya. Tetapi kalau tanya ditanggapi, sikapmu gimana? Ya mendengarkan. Benar, kamu mendengarkan, temanmu mendengarkan? Yo ada yang gojek. Nah sekarang dibalik sekarang kamu mau Tanya saya? Saya cuekin. Kenapa? Ya karena kamu suka nyuekin saya. Dah saya gitukan kan. Udah g pak, kan gitu nah itu kan kamu, nah sekarang kamu bilang ke temen-temenmu saya pengen tau reaksinya gimana? Tapi saya dipanggil kepala srkolah karena ada yang bicara ke kepala serkolah. Kepala sekolah saya jelaskan ini proses untuk mendampingi bukan semata mata saya pengen nganggur, tau to ya sudah. Saat itu saya masuk sekarang sudah mulai nrima, tapi g seperti kemaren. Kalau sekarang dia nyadari bahwa fisika sulit sehingga perlu pendampingan Cuma itu aja. Saya pun juga bukan berarti paling pinter, g! saya selalu mengajak kalau masuk bacalah sehingga g masalah, itu dah baik kok. Masuk, pak saya gak tau? Ya gini. Yang lain tau gak? Kalau dah tau berarti saat ini saya jelaskan sendiri. Kalau ada yang gak tau saya di papan tulis. Nah kalau saya pas damping yang tidak tau, yang laen dah tau, yang laen saya beri soal. Silahkan kerjakan ini! Inget lho kamu ngerjakan bukan crito! Kemaren kamu dah bilang kamu pengen bisa. Lha wong apa yang kamu kerjakan ini aja kalau saya beri soal belum tentukamu bisa. Tapi kan yang penting ada usaha. Ya dia ngerjakan, jadi maksud say begitu kalau ada satu orang atau dua org yang gak bisa, dua orang itu saya damping, yang lain saya beri soal. Tapi kalau ada banyak lagi yo saya selesaikan di papan tulis”.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    212

  

P: “Kemaren kan ada siswa yang ketika pelajaran berlangsung tidur, tapi

disitu bapak menegur pelan. Disitu apakan ada kaitannya dengan latar belakang siswa?”

G: “Sebaiknya piye? Sekarangkan bukan lagi angkernya kita pada anak.

  Sekarang kalau kita angker kan fisika jadi sulit. Walaupun kita jengkel kan kita harus menegur dengan familiar, anak yang hatinya kecil saya getak waaaaah besok masuk ke uks. Pernah lho itu. Kalau saya mau bicara keras wwwaaah saya g bangga tapi saya sedih. Waktu kelas 10 saya masuk siswa rebut, saya bicara nek saya gertakkan dikit aja suara saya dah itu lha mbok kelas laen denger. Terus apa tiap kali saya masuk dia ketakutan nah bagaimana fisika bisa diterima? Walaupun kita jengkel kita tetep menegurnya ringan. Nah kalau dia sudah ke hal yamg negative, nah itu langsung saya panggil sendiri sudah marahi sampe org tuany saya panggil. Kalau masih sebatas blh dikatakan masalah kecil itu saya kira bagus kalau kita mencoba selalu berkomunikasi dengan sernyum. Gimana kamu pusing kalau pusing tidur di uks? Tapi kalau jawabnya seenaknya saya gertak karena itu istilahnya sopan santunnya sudah…dengan begitu dia masih ingat dan anehnya saya g tau persis anak itu bukannya apa ya? Terus membenci saya itu ternyata gak, baik. Ini yg kelas 12 kan wakru kelas 10 saya gertak2 itu. Anaknya yg masuk ips biasa aja, pak ini lho pak? Masuh gitu. Karena apa? Kalau saya anu itu suara saya keras, sekarang ituy saya hanya katakana kamu titu tau bahwa seperti ini itu g layak untuk wanita, tau gak. Glayak karena saya gini, saya jelaskan. Nah kalau ini saya biarkan, saya menegurnya dengan lunak kamu ga tau kalau ini betul-betul udah gak salah lagi tapi udah gak bener. Hanya kalau saya sudah begini terus kamu gak terima yo ayo kita selesaikan. Kenapa satu kelas, yo mau saya satu ke\las yo mau mengingatkan temannya. Saya bicara memang tujuan utama pada kamu tapi tujuan yang lain kelas, tapi kadang protes to? Hanya satu orang yang salah kok sekelas dimarahi. Yo memang saya tidak marahi satu kelas tapi hanya satu orang itu, tapi yang lain dengar harusnya tau bahwa itu penting. Jadi saya bedakan kesalahan antara yang biasa dengan kesalahan yang harus dengan nada keras. Tapi kalau nada keras saya mesti menetralkan. Saya sering gitu ;lha supervise saya juga katakan :pak jarot kok kalau ngajar sabar satu,,,satu,,,,satu dibimbing. Yo memang saya senang denga model kaya gitu dan pendekatan saya itu bukan guru di depan kelas tapi saya itu teman sehingga dia itu tidak sungkan ada kesulitan, Tanya. Kalau saya cenderung pengen jadi seorang teman bukan guru yang terbatas, guru di depan murid duduk, nggak”.

P: “Dengan kemampuan siswa tersebut dengan materi yang diajarkan

kemaren itu bagaimana pak?”

G: “Setau saya kemaren saya negur walaupun saya dengan halus setau saya

anak dah gak berani setau saya lho. Belum pernah kok saya deyeli, saya negur dieyeli itu belum pernah. Jadi gak tau kenapa saya dengan cara

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    213 dengan keras. Karena disindir itu kan lebih menyakitkan gt ya. Pelan gtu aja dah cukup. Dan saya juga tidak stress, gtu g ada reaksi juga, biasanya anak-anak ini tanggap dan tau”.

  P: “Tapi tidak ada masalah dengan latihan soal ya pak?”

  

G: “Nggak, itu malah pinter kok orange. Yang tiduran itu pinter. Karena

pinter terus dia nyepeleke. Itu orange pinter itu yang lain baru ngerjake dia udah selese. Makanya kalau saya beri pelan gtu kalau dia menjawab baru saya ulas tapi yo untung tidak. Sekarang dia baik kok kemaren temannya jawab dia keluar.dia pinter, dia kan mau cari perhatian sayangnya saya tidak membela dia. Karena saya orangnya tidak mau member perhatian seperti itu kadang malah saya cuekin, karena apa? Saya tidak mau hanya terfokus pada saat ulangan semua, saya cenderung gtu. Tiap kali dia tanya saya diemin akhirnya teman-temannya iyo dikacangin, gitu. Saya diam aja karena seperti itu jangan sampe kita terbelah sehingga dia bicara gini langsung kita tanggapi dia semakin gak tau kalau tingkahnya itu aneh dlm arti beda dengan yang lain.itu tadi si vony itu. Maka kalau gitu kan sekarang pelan-pelan. Yang penting tu sekarang jangan sampe dia bisa malah jadi jengkel, kalau jengkel akibatnya apa? Dia gak mau aja. Intinya gitu dia gak bisa tapi dia senang nah itu lebih bagus daripada dia bisa tapi jengkel. Lebih bagus prestasinya dia gak bisa tapi senang.

  

P: “Mengapa siswa langsung diberi hasil rekaman dan tidak diajak untuk

mengambil data kaya praktikum?”

G: “Praktikumnya iya sore. Ya itu hasilnya itu. Cuma pas praktikum hanya

mengambil data lalu yang saya bahas itu hanya yang perpaduan gerak

  GLB dan GLBB. Lalu GLB dan GLBB yang melengkung kalau yg melengkung parabola itu tidak. Memang saya ajak di kelas gerak melingkar itu jg di kelas. Jadi itu memang jatah sore. Sore itukan terbatas saya hanya membahas satu atau dua gambar. Tapi yang jelas gambar yang lain saya jelaskan di kelas. Kalau nunggu jadwal praktikum lagi materinya sudah selesai praktikumnya masih belum. Seperti gerak lurus itu salah satunya itu praktikum membuat pita ketikitu nanti nganalisanya di kelas. Biasanya gtu saya”.

P: “Biasanya setelah selesai materi, itu bapak selalu memberi latihan2 atau

PR, biasanya kenapa alasannya dan apa dasarnya bapak memilih soal tersebut apakah metode soal itu sesuai dengan kemampuan siswa atau bagaimana?”

  

G: “ Untuk latihan akhir ya, sebetulnua soal akhir. Sebelum akhir biasanya

ada rangkuman bentar walaupun rangkumannya bisa dalam bentuk pertanyaan tapi apa yg saya ajarkan bisa. Kalau g ayo kita bareng-bareng bisa. Kalau gak tadi kita membahas apa gini terus diberi soal. Kalau soal, kalau anak diberi soal maka dia akan mencoba mengerjakan mesti.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    214 pelajaran, kalau gak ada soal mesti gak pernah di baca. Pemilihan soalnya bagaimana? Yang penting pemilihan soal itu intinya menjawab materi yang diajarkan. Kalau mslnya gerak parabola, memang bagus apa yg dimaksud dengan gerak parabola, itu bagus tapi saya tidak suka dengan soal model seperti itu pertanyaannya, tapi langsung dasar parabola apa? Lalu ada bola yg ditendang gitu langsung ke aplikasi. Jadi dasar saya intinya itu soal harus memuat materi yg baru aja diajarkan. Jadi bukan langsung aplikasi. Murni yak arena itu untuk pengingat, soal untuk mengingat kembali. Itu soal penutup”.

  

P: “Saat mengajar selain menggunakan papan tulis atau white board, bapak

juga menggunakan power point, mengapa bapak menggunakan media itu dan dari ketiga media itu mana yang lebih cepat ditangkap oleh siswa?”

  

G: “Ya jelas dengan media elektronik, itu yg lebih cepat karena satu saya juga

tidak banyak menulis, tdk perlu saya membacakan satu persatu karena anak cenderung akan baca, lalu yg kedua anak senang karena adanya model animasi dsb itu. Yang penting itu. Kalau hanya ceramah kan hanya memperhatikan wajah satu terus. Paling efektif itu, pembelajaran menggunakan media informasi, saya gak tau media informasi poyo? Pengajaran informatika ya? Itu yang saya senang. Sebetulnya ada satu lagi yaitu dengan membuat alat tp kemaren memang g ada. Biasanya kelas 11 itu nanti buat alat. Alat yg dia buat lalu bisa untuk memperjelas teori, menarik itu. Anak cenderung nyusun sendiri lalum presentasi pd teman- temannya nanti yang terbaik kita ngundang SMA lain . anak cenderung wah bisa presentasi alat, org lain bisa mengagumi wah bangga. Saya senang pembelajaran informatika”.

P: “Dalam menyusun persamaan ini bapak selalu memberikan langkah

penentuan persamaan, apakah langkah-langkah tersebut penting bagi siswa kelas 11 pak?”

  

G: “Kalau dulu itu saya pernah ngajar IPS yaitu geografi. Dulu saya pernah

diberi tugas geografi. Kalau saya di IPA itu fungsinya karena kalau dia jalan itu dia tau soal dari mana pun kan Cuma dari jalan itu. Jadi dia gAK bingung. Itu tujuannya. Tetapi saya itu mendapatkan hal lain setelah saya tu mengajar geografi di ips yaitu tentang asimtut, paralaks bintang itu kan rumus-rumus. Ada titik kombinasi atas”.

Dokumen baru