Studi deskriptif conflict management style mahasiswa Universitas Sanata Dharma - USD Repository

Gratis

0
0
120
5 months ago
Preview
Full text

  

STUDI DESKRIPTIF

CONFLICT MANAGEMENT STYLE

MAHASISWA UNIVERSITAS SANATA DHARMA

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi

  

Program Studi Psikologi

Oleh

FADILA NUR SATNANINGTYAS

  

NIM 049114032

PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2011

  

Halaman Motto

Hidup adalah ibarat lukisan

Ketika kanvas kehidupan membentang

  

Ketika kuas-kuas perbuatan menyapukan warna pikiran

Menggores dalam realitas yang fana

Menbentuk irama garis asa dan cita

Untuk hari depan yang bermakna

  

Setiap peristiwa membawa tanda yang selalu menguji keteguhan hati

Dan semangat yang kuat

Setiap peristiwa adalah realitas yang mengikat

Berjuanglah demi hidup kamu

  

Maka hidup akan membuat kamu berhasil

Jangan pernah menyerah

Jangan pernah menyesali bahwa kamu ada

Kamu adalah karunia dari Tuhan.

  

Cinta adalah bagian yang mengikat dan proses interaksi

Kadang menyedihkan, menyenangkan

Romantis, nakal, menggelitik

Tapi cinta membuat kita bahagia dan tertawa

  

Bersama kekasih yang mampu tulus hadir dan ada

Terima kasih

Karena engkau ada dan hadir untukku

Mewarnai hariku dengan berbagai warna

  

Tidak ada kata selain

Aku mencintai kamu

PIPUK

  Halaman Persembahan Kupersembahkan karya tercinta ini kepada : Allah swt Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah menerangi hidup dan jiwaku Orang tua dan Adikku tercinta Almahumah Nenek tersayang

  Keluarga Paris 40 tercinta dan Kakek tersayang yang selalu mendukung Kekasihku tercinta yang telah tulus mencintaiku Masriel dengan support yang menginspirasi dan membawa perubahan Momo Tersayang

  Sahabat-sahabatku Tercinta yang membantu di saat-saat terakhir Terima kasih dan aku sayang semua Atas segala dukungan dan doanya

  

STUDI DESKRIPTIF

CONFLICT MANAGEMENT STYLE

MAHASISWA UNIVERSITAS SANATA DHARMA

Fadila Nur Satnaningtyas

  

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk melihat gaya manajemen konflik apa yang dominan dipilih

mahasiswa Universitas Sanata Dharma dalam menyelesaikan konflik yang muncul. Penelitian ini memakai

metode studi deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah 100 mahasiswa . Sampel diambil melalui

tehnik purposive random sampling. Data dikumpulkan dengan mengadaptasi skala MODI-SELF milik

Kindler (1996). Analisis deskriptif menunjukkan dari 9 gaya manajemen konflik yang diukur pada aspek

memelihara memiliki skor mean tertinggi sebesar 13,75 dan aspek menawar dengan skor mean sebesar

13,41 serta pada aspek berdampingan memiliki skor terendah dengan mean 10,86. Kata Kunci : Manajemen Konflik

  

DESCRIPTIVE STUDY

CONFLICT MANAGEMENT STYLE

OF THE STUDENTS OF UNIVERSITY OF SANATA DHARMA

Fadila Nur Satnaningytas

ABSTRACT

  This research isaimed to investigate conflict management approach that was dominantly chosen

by students of The University of Sanata Dharma in solving conflict arisen. This research used quantitative

descriptive study method. The research subjects were 100 students. Samples were taken through purpose

random sampling technique. Data was collected by adapting Kindler’s MODI-SELF scale (1996).

Descriptive analysis showed out of 9 conflict management style that was measured in the aspect of

maintained style had highest mean score of 13.75 and aspect of bargain style had mean score of 13,41 and

also side by side aspect of coexist style had lowest score by mean of 10.86 Keywords: Conflict Management

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur pada Allah SWT, karena atas berkat dan rahmat-Nya penulis

dapat menyelesaikan karya yang jauh dari sempurna dengan judul “ STUDI

DESKRIPTIF CONFLICT MANAGEMENT STYLE MAHASISWA UNIVERSITAS

SANATA DHARMA” . Penulisan skripsi ini dilakukan untuk memenuhi salah satu

syarat memperoleh gelar Sarjana Psikologi dari Fakultas Psikologi Universitas Sanata

Dharma Yogyakarta.

  Penulisan skripsi ini tidak akan berhasil tanpa bantuan dan dukungan dari

berbagai pihak, baik yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena

itu, penulis menyampaikan terima kasih secara khusus kepada:

  

1. Tuhan Yang Maha Esa yang telah telah menerangi dan membimbing jalan penulis

untuk menyelesaikan skripsi ini. Penulis selalu percaya bahwa Tuhan akan selalu menerangi dan memberikan jalan yang terbaik sampai akhir.

  

2. Bapak Minta Istono, S.Psi., M.Si selaku dosen pembimbing, yang telah dengan sabar

dan memberi dukungan dalam membimbing penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.

  Terima kasih telah dengan sabar membimbing penulis selama ini.

  

3. Ibu Dewayani S.Psi., M.Si selaku dosen pembimbing pertama penulis, terima kasih

atas dukungan dan kesabarannya..

  

4. Ibu Dr. Christina Siwi Handayani selaku Dekan Fakultas Psikologi Sanata Dharma

dan Ibu Titik Kristiyani, M.Psi. selaku Kaprodi Fakultas Psikologi Sanata Dharma yang telah membantu penulis di saat-saat terakhir skripsi.

  

5. Ibu Dra. L. Pratidarmanstiti, MS. Selaku dosen pembimbing angkatan 2004 yang

telah mendukung dan membimbing penulis selama ini.

  

6. Seluruh Dosen Fakultas Psikologi yang telah dengan sabar membimbing dan

memberikan ilmunya kepada penulis.

  7. Pak Gie, Mas Gandung, Mba Nany, Mas Doni dan Mas Mudji atas bantuannya..

  

8. Keluarga tercinta, ayah, ibu dan ara yang selalu memberikan semangat dan

dukungannya selama ini. Akhirnya penulis bisa menyelesaikan semua ini.

  

9. Kekasih tercinta, PIPUK yang selalu memberikan dukungan dan doa serta

memberikan kebahagian dan ketenangan bagi penulis untuk menyelesaikan semua ini.Terima kasih atas segalanya yang mungkin tidak dapat dibalas penulis seumur hidup.

  

10. Sahabat dan konsultan serta tempat curhat, Masriel-ku yang selalu mau

mendengarkan dan memberi bantuan tanpa diminta serta selalu mau meluangkan waktu menghadapi penulis ditengah-tengah kesibukannya melukis.

  

11. Sahabat tercinta dan anak tersayang, Momo Artomoro ganteng yang selalu bercanda

dan menemani penulis dikala sedih dan senang dalam menyelesaikan ini semua.

  

12. Sahabat seperjuangan kike, kriska, diah, alit, shimen, wawan, raka dan nico yang

selalu memberi info dan mendukung penulis hingga selesai.

  

13. Teman-teman Psikologi 04 dan teman-teman lainnya yang tidak dapat disebutkan satu

persatu.

  

14. Semua karyawan Universitas Sanata Dharma thanks buat pelayanan yang diberikan

selama ini.

  

15. Naruto dan Crows yang selalu menemani penulis untuk melepaskan penat dan stress

saat sedang mengerjakan skripsi.

  

16. Yamaha MX merah, yang selalu menemani kemanapun penulis pergi dan komputer

yang selalu menyimpan data-data skripsiku.

  

17. Orang-orang yang ada di sekitarku dan segala sesuatu yang tidak dapat saya sebutkan

satu persatu yang sangat banyak membantuku menyelesaikan skripsi ini.

  Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu,

penulis sangat berterima kasih atas segala masukannya baik berupa saran maupun kritik

yang sifatnya membangun. Akhirnya, penulis berharap semoga skripsi ini berguna bagi

semua pihak.

  Yogjakarta,27 Juli 2011 Penulis

  DAFTAR ISI Halaman

  HALAMAN JUDUL .......................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................. iii HALAMAN MOTTO ......................................................................... iv HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................... vi ABSTRAK .......................................................................................... vii ABSTRACT ........................................................................................ viii LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ................ ix KATA PENGANTAR ......................................................................... x DAFTAR ISI ....................................................................................... xiii DAFTAR TABEL ............................................................................... xvi

  BAB I PENDAHULUAN................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah...................................................................

  1 B. Rumusan Masalah............................................................................

  6 C. Tujuan Penelitian..............................................................................

  6 D. Manfaat Penelitian............................................................................

  6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA..........................................................

  7 A. Konflik..............................................................................................

  7 1. Pengertian Konflik......................................................................

  7

  2. Tipe Konflik................................................................................

  9 3. Penyebab Konflik........................................................................

  13 B. Manajemen Konflik.........................................................................

  15 1. Pengertian Manajemen Konflik...................................................

  15 2. Syarat Manajemen Konflik..........................................................

  17 3. Strategi Manajemen Konflik........................................................

  22 4. Efek Manajemen Konflik............................................................

  29 C. Mahasiswa........................................................................................

  33 D. Dinamuka Manajemen Konflik Mahasiswa.....................................

  34 BAB III METODELOGI PENELITIAN............................................

  38 A. Jenis Penelitian...............................................................................

  38 B. Identifikasi Variabel Penelitian......................................................

  39 C. Definisi Operasional Penelitian......................................................

  39 D. Pengumpulan Data..........................................................................

  40 E. Populasi dan Sampel Penelitian......................................................

  41 F. Pelaksanaan dan Lokasi Penelitian.................................................

  41 G. Tehnik Pengambilan Data ………………………………………..

  42 H. Validitas dan Reliabilitas Alat Pengumpul Data…………………

  47

  1. Validitas………………………………………………………

  47 2. Korelasi Item Total…………………………………………...

  48

  3. Reliabilitas……………………………………………………

  49 I. Prosedur Penelitian……………………………………………….

  51 J. Hasil Uji Coba Alat Penelitian…………..……………………….

  51

  K. Metode Analisis Data…………………………………………….

  54 BAB IV PENELITIAN DAN PEMBAHASAN……………………

  55 A. Persiapan Penelitian.……………………………………………….

  55 1. Orientasi Kancah………………………………………………..

  55

  2. Perijinan…………………………………………………………

  55 B. Pelaksanaan Penelitian…………………………………………….

  56

  1. Penyebaran Kuesioner…………………………………………

  56 2. Deskripsi Penelitian………………………………....................

  56 3. Hasil Uji Asumsi……………………………………………….

  58 a. Analisi Deskripsi.…………………………………………..

  58 C. Pembahasan………………………………………………………..

  59 BAB V KESIMPULAN……………………………………………….

  62 A. Kesimpulan………………………………………………………….

  62 B. Saran………………………………………………………………... 62 DAFTAR PUSTAKA………………………………………………….. 64 LAMPIRAN-LAMPIRAN…………………………………………….

  68

  

DAFTAR TABEL

Tabel

  Halaman Tabel 1. 9 Pendekatan Manajemen Konflik Antara Orang / Kelompok...........

  27 Tabel 2. Model Kualifikasi Jawaban Kuesioner...............................................

  43 Tabel 3. Blue Print MODI-SELF......................................................................

  44 Tabel 4. Contoh Aitem MODI – SELF……………….…................................

  45 Tabel 5. Skoring……………………………….……….. ................................

  46 Tabel 6. Item yang lolos....................................................................................

  49 Tabel 7. Sebaran Butir Pernyataan Skala Modi-Self.yang telah

diujicobakan........................................................................................

  52 Tabel 8. Sebaran Butir Pernyataan Skala Modi Self setelah

diujicobakan........................................................................................

  53 Tabel 9. Hasil Validitas dan Reliabilitas...........................................................

  54 Tabel 10. Deskripsi Data Penelitian....................................................................

  57

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Universitas Sanata Dharma adalah salah satu Universitas swasta terbesar

  

di Jogjakarta. Universitas ini memiliki misi yaitu mendidik putra-putri bangsa

Indonesia lulusan SLTA yang berpotensi tinggi agar mampu menjadi ahli yang

humanistik dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan dengan

kebutuhan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dengan bertumpu pada

nilai-nilai Kristiani dan kemanusiaan serta berasaskan Pancasila (Pedoman

Universitas Sanata Dharma, 2004).

  Mahasiswa Universitas Sanata Dharma berasal dari berbagai daerah dari

seluruh Indonesia, sehingga mahasiswanya sangat beragam dan seringkali terjadi

proses tukar menukar budaya. Universitas Sanata Dharma selalu menekankan

pentingnya rasa kebersamaan dan persaudaraan serta menghargai di antara

mahasiswa. Bahkan pada masa ospek (orientasi perkuliahan) sudah ditekan nilai-

nilai kebersamaan dan persaudaraan serta menghargai pada setiap kegiatan-

kegiatan yang diberikan pada mahasiswa.

  Beberapa mahasiswa yang ditanya tentang pendapat mereka mengenai

USD (Universitas Sanata Dharma), menyatakan bahwa USD aman, suasananya

menyenangkan untuk belajar, fasilitas mendukung dan pengajarnya ramah serta

dekat dengan mahasiswa. Bahkan untuk urusan perkuliahan , mahasiswa merasa

  

siap untuk membantu mahasiswa yang kesulitan. Kebanyakan mahasiswa cukup

senang dengan lingkungan dan pelayanan yang diberikan USD sehingga mereka

tidak merasa mempunyai keinginan mengajukan keberatan dan ketidakpuasannya

lewat tindakan yang merugikan (demo dan tawuran).

  Mahasiswa USD merasa nyaman dan aman dalam lingkungan kampus

serta aspirasi mereka tetap dihormati. Keadaan itu, membuat mereka tidak

berkeinginan untuk melakukan demo atau tawuran sebagai wujud dari keberatan

dan kemarahan atas sesuatu hal di sekitar mereka. Hal ini berbeda dengan keadaan

di Universitas yang lain, misal UKI dan YAI di Jakarta yang seringkali tawuran

antara satu sama lain yang dilakukan hampir setiap tahun (Tempo Interaktif, 2003,

2009, 2011), Universitas Sam Ratulangi Manado dimana mahasiswa jurusan

hukum dan tehnik saling bentrok (Indosiar, 4 September 2009) dan tawuran

mahasiswa jurusan hukum dan politehnik di Undana Kupang yang terjadi sejak

tahun 1995 (Indosiar, 17 November 2008) serta tawuran mahasiswa dengan warga

sekitar di Makasar (Nasional, 16 Mei 2011).

  Kehidupan mahasiswa yang sebenarnya cukup kompleks dan penuh

kebebasan, terkadang membuat keadaan menjadi tidak terkendali dan terkondisi

dengan baik untuk berinteraksi dengan mahasiswa lain (Tempo Interaktif, 2003).

Menurut Letterer (1996, p. 180) konflik merupakan tipe dari perilaku yang terjadi

ketika dua atau lebih kelompok ada dalam pihak berlawanan dan pertentangan

sebagai hasil dari perasaan kehilangan dari suatu aktivitas atau interaksi dengan

orang lain. Hubungan yang dipengaruhi konflik akan memunculkan ketegangan

yang memicu kericuhan. Fenomena tawuran mahasiswa ini disebabkan oleh saling

  

mengejek antar mahasiswa, dendam lama antar jurusan dan masalah percintaan

(putus hubungan dengan mahasiswi universitas lain) yang berujung pada

pemukulan sehingga terjadi bentrok dengan warga sekitar. Konflik juga tidak

hanya terjadi antar mahsiswa saja tetapi konflik mahasiswa dengan dosen (pihak

Universitas) di Trisakti Jakarta karena masalah pengusutan kasus Tragedi

Semanggi dan di ISI Jogja karena masalah pengangkatan rektor serta masa studi

yang dipendekkan (Tempo, 2004, 2011). Fenomena lain yang akibat konflik

adalah demo yang dilakukan mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah yang

dinilai kurang aspiratif dan membela rakyat, yang berujung pada tindakan anarkis

(Tempo, Februari 2011). Smith (1996) mendefinisikan konflik sebagai sebuah

situasi yang prateknya atau tujuan dari pesertanya saling berbeda sehingga

membawanya pada pertentangan.

  Konflik-konflik yang muncul pada beberapa Universitas ini berdampak

pada tercorengnya nama pendidikan Indonesia di Asia dan memburuknya kualitas

pendidikan di Indonesia. Dampak bagi mahasiswa, yaitu terganggunya proses

belajar mengajar, terciptanya suasana yang tidak aman dan munculnya

perselisihan di antara mahasiswa itu sendiri serta rusaknya fasilitas perkuliahan.

Konflik yang terjadi ini sangat merugikan berbagai pihak tetapi yang paling

dirugikan adalah mahasiswa, yang seharusnya mendapatkan pendidikan dan ilmu

demi masa depannya tetapi harus tertunda karena suasana yang tidak kondusif

untuk belajar. (Vivanews, 2008).

  Kebutuhan untuk bisa mengekspresikan dan mengaktualisasikan diri

secara internal dari tiap personal, kadang berbenturan antara satu dan lainnya

  

dikarenakan pergesekan kepribadian dari masing-masing individu mahasiswa itu

sendiri. Kondisi eksternal tentunya juga akan mempengaruhi konflik yang

muncul. Tingkat kemakmuran, gaya hidup, gengsi, tekanan dari luar seperti dari

orang tua sebagai contoh bisa menimbulkan ketegangan yang berlebihan dan

ketidaknyamanan akan menambah masalah tersendiri dalam diri mahasiswa

tersebut. Menyebabkan mahasiswa mengalami kondisi penuh ketegangan,

ketidaknyamanan dan stres yang berlebih sehingga memunculkan konflik dalam

dirinya. Konflik menciptakan kondisi saat seseorang akan mengalami ketegangan

yang dapat mempengaruhi emosi, proses berfikir dan kondisi fisiknya (David &

Newstrom, 2002).

  Konflik muncul akibat dari proses interaksi yang tidak lancar. Proses

interaksi sosial mahasiswa bermula dari proses komunikasi untuk saling mengenal

kepribadian dan berlanjut ketahap interaksi yang lebih jauh dan lebih intens

hingga mengenal perbedaan pada tiap mahasiswa lain. Selama berlangsungnya

masa perkuliahan akan muncul berbagai ragam masalah dan persoalan. Latar

belakang asal daerah, suku, agama, bahasa dan kondisi secara ekonomi serta

perbedaan dari masing-masing individu menjadi pemicu timbulnya konflik antar

sesama mahasiswa ketika interaksi tidak berjalan baik. (Tempo Interaktif, 2008).

  Dalam beberapa penelitian yang dilakukan berkaitan studi tentang konflik

dan gaya manajemen konflik yang dialami oleh individu secara perseorangan

maupun dalam kelompok menyebutkan bahwa konflik muncul saat individu

secara interpersonal atau dalam suatu kelompok diharuskan membuat suatu

keputusan untuk menyelesaikan masalah atau tugas yang ada (Paul, Seetharaman,

  

Samarah dan Mykytyn. 2005). Pada penelitian yang dilakukan oleh Khan, Afzal

dan Rehman (2009) mengenai konflik dalam kelompok kerja menyatakan bahwa

ada hubungan yang negatif antara konflik tugas dengan performansi dalam

bekerja. Menurut penelitian dari Thompson (2006) tentang konflik menyatakan

bahwa konflik yang paling sering timbul adalah konflik interpersonal.

Berdasarkan penelitian dari Rashid (September, 2005) menyatakan bahwa

mekanisme manajemen konflik akan mengembangkan kemampuan campur tangan

dalam menciptakan sikap bijaksana dalam menghadapi konflik.

  Konflik muncul sebagai hasil dari ketidaksesuaian atau perlawanan

individu dalam suatu kegiatan atau interaksi diantara kelompok sosial (Rahim,

2000). Menurut Arguis (1994) konflik merupakan bagian dari sumber perselisihan

atau perasaan terkekang atas kebutuhan akan nilai dan minat. Bahkan konflik

personal dapat mempengaruhi efektifitas kerja mahasiswa karena konflik

memiliki efek psikologis yang menghambat seseorang untuk menunjukkan

performansi kerja secara optimal dan mempengaruhi konsentrasi mahasiswa

sebagai akibat efek personalnya.(Arguis, 1994)

  Bagi lingkungan akademis, konflik mampu mempengaruhi kelancaran

belajar mengajar mahasiswa, keamanan lingkungan kampus, kestabilan suasana

yang kondusif serta terganggunya proses interaksi dosen-mahasiswa. Maka

diperlukan adanya manajemen konflik untuk mengatasi dan menyelesaikan

konflik yang muncul. Peneliti tertarik pada topik gaya manajemen konflik dan

memilih untuk melakukan penelitian pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma.

  

Hal ini disebabkan peneliti ingin mengetahui gaya manajemen konflik apa yang

  

dipakai para mahasiswa USD (Universitas Sanata Dharma) untuk menyelesaikan

dan mensikapi masalah konflik disekitar mereka sehingga mampu memahami dan

menghargai perbedaan dengan mahasiswa lain dengan mensinergikan dengan

lingkungan kampus USD.

  B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan uraian di atas maka rumusan masalah penelitian ini adalah

gaya manajemen konflik apa yang dominan dipilih mahasiswa Universitas Sanata

  Dharma dalam menyelesaikan konflik yang muncul.

  C. TUJUAN PENELITIAN Penelitian ini bertujuan melihat gaya manajeman konflilk apa yang

dominan dipilih mahasiswa Universitas Sanata Dharma untuk menyelesaikan

konfliknya.

  D. MANFAAT PENELITIAN

  1. Manfaat teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan data dan gambaran mengenai gaya manajemen konflik.

  2. Manfaat praktis Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan kajian bagi

mahasiswa sehingga dapat meningkatkan dan memperbaiki gaya manajemen

konflik untuk mengatasi konflik.

BAB II Tinjauan Pustaka A. KONFLIK

1. Pengertian konflik

  Secara psikologis, konflik terjadi ketika adanya penurunan dari satu

stimulus motivasi yang memerlukan peningkatan dari hal yang lain sebagai

bentuk proses penyesuaian yang dibutuhkan. Konflik dapat juga terjadi dalam

situasi yang kooperatif saat dua atau lebih individu atau pihak lain memiliki

tujuan yang konsisten, karena sikap satu pihak yang mencoba untuk mendapatkan

tujuannya sendiri dapat merusak hubungan dengan pihak lain (Sumarmo, 2003).

  Menurut Solem (2002) konflik merupakan bagian dari sumber perselisihan

atas minat, kebutuhan dan nilai yang dimiliki individu yang tidak sesuai dengan

orang lain, akan membuat seseorang merasa sendirian, tanpa dukungan dan

dikucilkan oleh orang lain. Sedangkan menurut Alfred (1976) konflik

didefinisikan sebagai perselisihan alami yang dihasilkan dari individu atau

kelompok yag berbeda dalam kepercayaan, nilai atau kebutuhan, sikap dan

bermula dari persaingan yang telah lalu serta perbedaan kepribadian.

  Menurut Kindler (1996) konflik adalah suatu proses yang terjadi karena

adanya interaksi yang disebut komunikasi. Hal ini dimaksudkan apabila kita ingin

mengetahui konflik berarti kita harus mengetahui kemampuan dan perilaku

komunikasi. Semua konflik mengandung komunikasi, tapi tidak semua konflik

berakar pada komunikasi yang buruk. Menurut Kindler (dalam Myers, 1998),

  

komunikasi adalah suatu proses transaksi yang berupaya mempertemukan

perbedaan individu secara bersama-sama untuk mencari kesamaan makna.

  

Konflik pun tidak hanya diungkapkan secara verbal tapi juga diungkapkan secara

nonverbal seperti dalam bentuk raut muka, gerak badan, yang mengekspresikan

pertentangan (Kindler dalam Myers, 1993). Konflik tidak selalu diidentifikasikan

sebagai terjadinya saling baku hantam antara dua pihak yang berseteru, tetapi juga

diidentifikasikan sebagai ‘perang dingin’ antara dua pihak karena tidak

diekspresikan langsung melalui kata – kata yang mengandung amarah terhadap

orang lain.(Kindler dalam Myers, 1993).

  Konflik tidak selamanya berkonotasi buruk, tapi bisa menjadi sumber

pengalaman positif. Hal ini dimaksudkan bahwa konflik dapat menjadi sarana

pembelajaran dalam memanajemen suatu kelompok atau organisasi. Konflik tidak

selamanya membawa dampak buruk, tetapi juga memberikan pelajaran dan

hikmah di balik adanya perseteruan pihak – pihak yang terkait. Pelajaran itu dapat

berupa bagaimana cara menghindari konflik yang sama supaya tidak terulang

kembali di masa yang akan datang dan bagaimana cara mengatasi konflik yang

sama apabila sewaktu – waktu terjadi kembali.(Kindler dalam Myers, 1993).

  Secara tidak beralasan, konflik itu tidak ada gunanya dan tidak ada

manfaatnya bagi orang lain. Meskipun perselisihan mungkin memperkaya

interaksi tetap seharusnya tidak diijinkan untuk memperluasnya dalam sebuah

konfrontasi atau berusaha mendiamkan sebagai bentuk penyesuaian. Konflik

memiliki dinamikanya sendiri, kita butuh untuk memahami bagaimana dinamika

itu berjalan. Dengan kita memahami dinamika konflik maka kita akan dapat

  

mengatur dan menanggulangi konflik itu agar tidak merugikan diri sendiri dan

orang lain sehingga kita mampu untuk berpikir secara rasional.(Kindler dalam

Myers, 1993).

  Dari banyak definisi mengenai konflik, maka peneliti mengambil

kesimpulan dari teori konflik menurut Kindler (1993) yaitu konflik adalah suatu

proses yang terjadi karena adanya interaksi yang disebut komunikasi, meliputi

kemampuan dan perilaku komunikasi seseorang dengan orang lain. Komunikasi

adalah suatu proses transaksi yang berupaya mempertemukan perbedaan individu

secara bersama-sama untuk mencari kesamaan makna. Dimana konflik pun tidak

hanya diungkapkan secara verbal tapi juga diungkapkan secara nonverbal seperti

dalam bentuk raut muka, gerak badan, yang mengekspresikan pertentangan

‘perang dingin’ antara dua pihak karena tidak diekspresikan langsung melalui kata

– kata yang mengandung amarah terhadap orang lain.

2. Tipe Konflik

  Menurut Kindler (1996) tipe konflik terbagi menjadi dua macam yang didasarkan pada jenis strategi manajeman konfliknya, yaitu : a. Konflik prosedural Tipe ini meliputi : ketidaksetujuan tentang siapa yang memimpinnya (siapa pemimpinnya dan siapa yang harus menjadi pemimpinnya)., apa agendanya atau tugas seharusnya dari kelompok dan bagaimana kelompok seharusnya bersikap dalam tugasnya.

  Jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah dan menghadapi tipe ini adalah dengan mencegah mereka untuk mencampuri masalah pada kesempatan pertama. Caranya adalah pada awalnya sudah menetapkan siapa yang menjadi pemimpin dalam interkasi kelompok dan apa agenda kelompok yang harus dilakukan. Jika pelaksanaan masalah muncul setelah kesepakatan kelompok telah tercapai maka anggota atau pemimpin dapat mengarahkan anggota lain yang bertentangan pada keputusan awal kelompok. Ketika anggota tidak setuju atau menjadi tidak puas dengan keputusan awal ini mereka mungkin menjadi negatif atau berlawanan dan berhenti untuk berpartisipasi pada diskusi. Pada saat ini terjadi (mengetahui jika anggota ingin mengganti prosedurnya), diskusi singkat pada pelaksanaannya dapat dilaksanakan.

  b. Konflik individual Tipe ini dapat terjadi ketika satu anggota mendominasi kelompoknya saat beberapa anggota lainnya saling berebut untuk menguasainya atau ketika beberapa anggota menolak untuk berpartisipasi.

  Anggota yang berkonflik ini akan melibatkan secara personal maupun interpersonal dengan melibatkan orang lain dalam konfliknya. Pada waktunya ini mungkin penting untuk mengalihkan fokus dari kelompok pada konsentrasi atas kebutuhan individu, saat memuaskan kebutuhan anggota untuk persetujuan kelompok, untuk penghargaan secara periodik sebagai dorongan semangat. Sedangkan menurut Gibson, Ivancevich, Donnely (1996) konflik dibagi berdasarkan atas :

a. Konflik yang fungsional yaitu pertentangan antara kelompok untuk mempertinggi atau menguntungkan organisasi.

  

b. Konflik yang tidak fungsional yaitu setiap pertentangan atau interaksi antara

kelompok yang menganggu organisasi atau upaya pencapaian tujuan organisasi.

  Menurut Stoner dan Wankel (1996) ada lima jenis konflik yaitu : a. Konflik Intrapersonal adalah konflik seseorang dengan dirinya sendiri.

  Konflik terjadi bila pada waktu yang sama seseorang memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus. Ada tiga macam bentuk konflik intrapersonal yaitu : 1). Konflik pendekatan-pendekatan, contohnya orang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama menarik. 2). Konflik pendekatan – penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sama menyulitkan.

  3). Konflik penghindaran-penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan pada satu hal yang mempunyai nilai positif dan negatif sekaligus.

  

b. Konflik Interpersonal adalah pertentangan antar seseorang dengan orang lain karena pertentengan kepentingan atau keinginan. Hal ini sering terjadi antara dua orang yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain. c. Konflik antar individu-individu dan kelompok-kelompok. Hal ini seringkali berhubungan dengan cara individu menghadapi tekanan-tekanan untuk mencapai konformitas, yang ditekankan kepada mereka oleh kelompok kerja mereka.

  d. Konflik antara kelompok dalam organisasi yang sama. Konflik ini merupakan tipe konflik yang banyak terjadi di dalam organisasi. Konflik antar lini dan staf, pekerja dan pekerja – manajemen merupakan dua macam bidang konflik antar kelompok.

e. Konflik antara organisasi. Konflik ini biasanya disebut dengan persaingan.

  Konflik ini berdasarkan pengalaman ternyata telah menyebabkan timbulnya pengembangan produk-produk baru, teknologi baru dan servis baru, harga lebih rendah dan pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien.

  Dari berbagai tipe konflik yang telah dipaparkan diatas maka peneliti

memilih menggunakan dua tipe konflik menurut Kindler (1996) berdasarkan pada

proses interaksi mahasiswa yaitu tipe konflik prosedural dan individual. Tipe

prosedural mengacu pada konflik dalam diri sendiri yang diwujudkan dalam

ketidaksetujuan atas sesuatu yang diputuskan dalam kelompok dan tipe individual

mengacu pada konflik yang berhubungan dengan orang lain. Mengetahui tipe

konfliknya maka individu dapat menentukan gaya pendekatan manajemen konflik

apa yang sesuai dengan kepribadian individu sehingga dapat menyelesaikan

konflik dan memperbaiki interaksi dengan orang lain.

3. Penyebab Konflik

  Menurut Stevenin (2000, hal 132-133), ada beberapa hal yang menyebabkan munculnya konflik yaitu : a. Penyesuaian/kompromi.

  Kedua pihak bersedia saling memberi dan menerima, namun tidak selalu langsung tertuju pada masalah yang sebenarnya.

  b. Tidak sepakat.

  Tingkat konflik ini ditandai dengan pendapat yang diperdebatkan. Mengambil sikap menjaga jarak, perlu memanfaatkan dan menunjukkan aspek-aspek yang sehat dari ketidaksepakatan tanpa membiarkan adanya perpecahan dalam kelompok.

  c. Kalah/menang.

  Ini adalah ketidaksepakatan yang disertai sikap bersaing yang amat kuat. Pada tingkat ini, sering kali pendapat dan gagasan orang lain kurang dihargai. Sebagian di antaranya akan melakukan berbagai macam cara untuk memenangkan pertarungan.

  d. Pertarungan/penerbangan.

  Ini adalah konflik “penembak misterius”. Orang-orang yang terlibat di dalamnya saling menembak dari jarak dekat kemudian mundur untuk menyelamatkan diri. Bila amarah meledak, emosi pun menguasai akal sehat. Orang-orang saling berselisih. e. Keras kepala.

  Ini adalah mentalitas “dengan caraku atau tidak sama sekali”. Satu-satunya kasih karunia yang menyelamatkan dalam konflik ini adalah karena biasanya hal ini tetap mengacu pada pemikiran yang logis.

  Meskipun demikian, tidak ada kompromi sehingga tidak ada penyelesaian.

  f. Penyangkalan.

  Ini adalah salah satu jenis konflik yang paling sulit diatasi karena tidak ada komunikasi secara terbuka dan terus-terang. Konflik hanya

dipendam. Konflik yang tidak bisa diungkapkan adalah konflik yang tidak

bisa diselesaikan.

  Dari ulasan diatas, dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab munculnya

konflik adalah disebabkan pada lingkungan atau kelompok atau organisasi yang

tidak memiliki tujuan, visi atau pandangan, pembagian kekuasaan dan perbedaan

kebutuhan tiap anggota serta komunikasi yang tidak lancar. Dimana dalam hal ini

membuat para anggota satu sama lain saling berbenturan kepentingan dan

kebutuhan sehingga timbul konflik didalamnya. Faktor lain penyebab munculnya

konflik adalah faktor personal yang mengendalikan dan dimiliki pada diri

seseorang. Faktor inilah yang sering menyebabkan seseorang berkonflik dengan

orang lain karena faktor ini yang mengendalikan sikap individu dan ada pada tiap

orang tetapi berbeda pada tiap orang karena faktor personal tergantung pada

lingkungan sekitar individu, pengasuhan orang tua, tingkat pendidikan,

kepercayaan dan kebudayaan.

B. MANAJEMEN KONFLIK

1. Pengertian Manajemen Konflik

  Menurut Kindler (1998) konflik adalah suatu proses yang terjadi karena

adanya interaksi yang disebut komunikasi, meliputi kemampuan dan perilaku

komunikasi seseorang dengan orang lain. Dimana konflik pun tidak hanya

diungkapkan secara verbal tapi juga diungkapkan secara nonverbal seperti dalam

bentuk raut muka, gerak badan, yang mengekspresikan pertentangan ‘perang

dingin’ antara dua pihak karena tidak diekspresikan langsung melalui kata – kata

yang mengandung amarah terhadap orang lain.

  Kindler (1996) juga beranggapan bahwa tidak ada satupun solusi untuk

konflik. Satu dari beberapa hal yang berada dalam konflik adalah unik dan harus

ditangani secara berbeda. Tetapi umumnya ada beberapa aturan atau gaya untuk

konflik, gaya ini bukan berusaha untuk menghilangkan konflik tetapi mengatur

atau mengelola konflik menjadi sesuatu yang positif sehingga pendekatan ini

disebut manajemen konflik.

  Menurut Kindler (Myers, 1993:339) dalam penjelasan mengenai gaya dan

pendekatan dalam manajemen konflik menjelaskan bahwa efektifitas dalam

menghadapi dan mengatasi konflik bergantung pada pertimbangan atas satu atau

dua pilihan yang dibuat dari tinjauan 9 kemungkinan strategi manajemen konflik

yang ada. Membuat pilihan membutuhkan kesadaran agar kamu tidak jatuh ke

dalam ketidaksetujuan berdasarkan kebiasaan, kesenangan dan gaya lama. Gaya

adalah kebiasaan, suatu cara memberi reaksi dalam menangani konflik. Ini dapat

diprediksi oleh seseorang yang berinteraksi dengan kita. Gaya seringkali sesuai

  

dengan situasi, tetapi seringkali tidak sesuai. Anda bermaksud secara sadar

melakukan pendekatan atau menggabungkan dimana hal itu bekerja dengan baik

sesuai tiap keadaan tertentu. Intinya, tantangan anda adalah untuk merubah

strategi menjadi gaya.

  Manajemen konflik (Kindler, 1996) adalah keadaan dimana sesorang

mempunyai kemampuan untuk mengatur, mengelola dan menghadapi konflik

secara sadar kemudian melakukan pembelajaran diri sehingga menjadikan konflik

sebagai hal yang mampu untuk memotivasi diri untuk melakukan pembaharuan

dan perubahan diri untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

  Sedangkan menurut Ross (1993) bahwa manajemen konflik merupakan

langkah-langkah yang diambil para pelaku atau pihak ketiga dalam rangka

mengarahkan perselisihan ke arah hasil tertentu yang mungkin atau tidak mungkin

menghasilkan suatu akhir berupa penyelesaian konflik dan mungkin atau tidak

mungkin menghasilkan ketenangan, hal positif, kreatif, bermufakat, atau agresif.

Manajemen konflik dapat melibatkan bantuan diri sendiri, kerjasama dalam

memecahkan masalah (dengan atau tanpa bantuan pihak ketiga) atau pengambilan

keputusan oleh pihak ketiga. Suatu pendekatan yang berorientasi pada proses

manajemen konflik menunjuk pada pola komunikasi (termasuk perilaku) para

pelaku dan bagaimana mereka mempengaruhi kepentingan dan penafsiran

terhadap konflik.

  Sementara Minnery (1980, hal. 220) menyatakan bahwa manajemen

konflik merupakan proses perencanaan. Minnery (1980, hal. 220) juga

berpendapat bahwa proses manajemen konflik perencanaan merupakan bagian

  

yang rasional dan bersifat iteratif, artinya bahwa pendekatan model manajemen

konflik perencanaan secara terus menerus mengalami penyempurnaan sampai

mencapai model yang representatif dan ideal.

  Demi keperluan penelitian ini maka dipilih teori manajemen konflik

menurut Kindler (1996) adalah keadaan dimana sesorang mempunyai kemampuan

untuk mengatur, mengelola dan menghadapi konflik secara sadar kemudian

melakukan pembelajaran diri sehingga menjadikan konflik sebagai hal yang

mampu untuk memotivasi diri untuk melakukan pembaharuan dan perubahan diri

untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

2. Syarat Manajemen Konflik

  Saat menghadapi suatu konflik dengan orang lain, individu akan melakukan

manajemen konflik untuk menemukan solusi dan mengatasi konflik. Sebelum

melakukan manajemen konflik ini, individu yang berkonflik terlebih dahulu harus

memenuhi suatu syarat manajemen konflik sebagai dasar persepsi individu dalam

menyikapi dan memandang konflik yang muncul. Menurut Kindler (1996) dalam

menentukan gaya pendekatan manajemen konflik, ada empat syarat manajemen

konflik yang harus diperhatikan, yaitu : a. Mempertahankan harga diri dan rasa hormat.

  Seringkali saat seseorang berada dalam suatu diskusi yang hangat dengan orang lain dalam satu kelompok atau non kelompok, hal ini membuat seseorang dengan mudah untuk menyatakan sesuatu yang meremehkan orang lain. Pada saat kita dalam suatu diskusi sebaiknya kita menjaga fokus kita pada pokok persoalan bukan pada kepribadian orang lain yang tidak sesuai dengan kita. Meski ketika seseorang yang tidak sependapat dengan kita muncul dengan sikap keras kepala atau bodoh, kita tidak akan nekat untuk memutuskan memperdebatkannya dengan memaksa mereka dan membuat interaksi menjadi memburuk. Hal ini akan lain seandainya saat itu kita menunjukkan respek yang tulus untuk orang yang tidak sependapat dengan kita, mereka akan cenderung menjadi kurang melawan. Kita dapat menghindari menghabiskan energi dengan berpikir kalah-menang dalam suatu kelompok yang sesungguhnya hanya tentang menyelamatkan muka kita sendiri.

b. Mendengarkan dengan empati (dengan sepenuhnya hadir).

  Ketika kita mendengarkan pandangan orang lain, letakkan diri kamu pada posisi mereka. Lihat dari perspektif (pandangan) mereka, rasakan tingkatan emosional pembicara, ketika terjadi konflik atas gagasan dengan apa yang kita sudah percayai, perhatikan jika kita potong pesan pembicara untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap dimana hal ini sebagai dasar untuk mengatur perbedaan maka kita perlu untuk mendengar dengan kenetralan yang menyingkirkan kritik penilaian. Saat konflik gagasan terjadi maka sebaiknya berikan seluruh perhatian kita untuk menghargai bagaimana orang lain melihat pada situasi yang sama yang kita dengar. Jadikanlah diri kita lebih reseptif (mudah menerima gagasan) pada kata apa yang kita dengar, mereka selalu membawa makna yang lebih dari yang mereka ungkapkan dalam isi kata yang terus terang. Ketika perasaan orangn lain ”terdengar” kita akan menerima sesuatu yang penting meskipun tidak kentara (kelihatan) sehingga kita akan melangkah ke arah menyelesaikan perselisihan kita.

  Dalam mendengarkan dengan empati pendapat orang lain maka kita juga akan melihat perspektif (pandangan) dari anggota lain. Mencoba untuk merasakan apa yang mereka rasakan tanpa membuat pertimbangan kritis dan mencoba untuk bertanya pada diri sendiri kenapa orang lain melihat dengan berbeda pada suatu situasi dari pandangan yang kamu lihat.

c. Menemukan kesamaan bersama tanpa memaksakan perbedaan.

  Dalam hal ini mencari dan menegaskan dasar bersama adalah hal yang difokuskan. Saling berhubungan atau berinteraksi dan minat membukakan jalan untuk pindah dari suatu perselisihan menuju ke resolusi masing-masing. Hanya perselisihan yang penting saja yang melibatkan orang ke dalam hubungan atau keadaan yang saling bergantung, dimana setiap orang saling bergantung pada yang lainnya untuk mendapatkan penyelesaian tugas atau untuk memperoleh kepuasan. Untuk itu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam ketergantungan bersama yang merupakan jalan hidup latar belakang milik bersama. Seandainya dalam suatu diskusi, seseorang tertarik untuk memaksa atau mengharapkan orang lain untuk merubah dasar orientasinya atau gaya tingkah lakunya.

  Orang itu sendiri merubah pola dasar dengan sangat sulit, hanya dimana ada kepercayaan dan hanya saat mereka percaya bahwa ada minat yang besar untuk berubah ke arah yang lebih baik. Sampai kepercayaan dan respek telah ditegakkan, apa yang membantu adalah membagi penglihatan yang besar atau luas dan tujuan dengan cakupan yang luas. Meskipun seandainya di tengah-tengah ketidaksetujuan ada suatu wilayah atas ketertarikan bersama, kepercayaan bersama dan tujuan bersama maka menemukan ini dan membangun diatasnya.

d. Menghormati perbedaan, termasuk perspektif kamu sendiri.

  Dalam hal ini nilai keberagaman dan nilai perbedaan menjadi hal penting. Perbedaan sudut pandang mendorong adanya pencarian kreatif untuk resolusi. Perbedaanya ketika orang berkumpul dengan cepat dan mencapai persetujuan yang instan, prosesnya menjadi hampa. Tidak adanya hal yang baru untuk ditambahkan. Ketika kita satu-satunya yang tidak menyetujui maka kita akan cenderung untuk menyerah dari pendirian kita untuk menyesuaikan dengan pandangan yang lebih populer. Hadiah kita untuk orang lain adalah sudut pandang yang independen (berdiri sendiri tanpa pengaruh orang lain), dimana hal ini memerlukan kita untuk mengerti apa yang sebenarnya yang menjadi persoalan untuk kita.

  Perbedaan membawa benih perubahan konstruktif. Perubahan ini muncul dari pemecahan masalah yang kreatif, dimanaseringkali muncul dari perspektif yang bertentangan. Lalu juga berkomentar di atas perbedaan, malah sebaiknya kita menyelidiki mereka untuk mendapatkan informasi berharga yang dapat mereka berikan pada kita.

  Dalam empat syarat manajemen konflik ini mengatur bagaimana kita

dalam menyikapi, menghadapi dan memahami konflik yang terjadi di sekitar kita,

baik itu secara personal maupun kelompok. Aturan manajemen konflik ini akan

membatasi persepsi kita tentang konflik dan membuat kita lebih bijaksana dalam

menyelesaikan konflik tanpa membuat perselisihan dengan orang lain serta dapat

membuat konflik sebagai motivasi untuk melakukan perubahan secara personal

atau kelompok agar menjadi lebih baik. Dengan aturan ini pula akan membuat

konflik menjadi bersifat positif untuk membangun keadaan menjadi lebih

kondusif dan munculnya perbaikan struktur yang lebih solid daripada konflik

yang bersifat negatif yang bertujuan menghancurkan keadaan serta membuat

perselisihan secara personal atau kelompok.

  Sedangkan menurut Minnery (1980:220) syarat manajemen konflik meliputi yaitu: a. Penerimaan terhadap keberadaan konflik (dihindari atau ditekan/didiamkan).

  b. Klarifikasi karakteristik dan struktur konflik

  c. Evaluasi konflik (jika bermanfaat maka dilanjutkan dengan proses selanjutnya) d. Menentukan aksi yang dipersyaratkan untuk mengelola konflik

  e. Menentukan peran perencana sebagai partisipan atau pihak ketiga dalam mengelola konflik.

  Keseluruhan proses tersebut berlangsung dalam konteks perencanaan dan

melibatkan perencana sebagai aktor yang mengelola konflik baik sebagai

partisipan atau pihak ketiga.

3. Strategi Manajemen Konflik

  Menurut Kindler (1998) untuk mengatasi konflik diperlukan strategi manajemen konflik yang dibagi menjadi 9 pendekatan, yaitu : a. Memelihara Definisi : suatu pendekatan dimana individu akan menunda atau menghindari suatu tindakan, sebelum individu yakin status quo (keadaan tetap pada suatu saat tertentu) akan terlindungi dan yakin bahwa hal ini sesuai dengan sifat individu. Aplikasi : sebuah strategi sementara untuk membuang-buang waktu. Berguna ketika kamu ingin mengumpulkan suatu informasi, membiarkan emosi lebih tenang, terdaftar dalam kelompok atau persekutuan, menghadapi sesuatu dengan prioritas yang tinggi, mengijinkan perubahan yang ada untuk dimantapkan atau membiarkan keadaan dulu sebelum memecahkan persoalan.

  b. Sopan Definisi : suatu pendekatan dimana individu semata-mata memfokuskan pada keuntungan atas gagasan yang dikemukakan, tanpa penegasan (atau tanpa disebutkan) atau pemaksaan alternatifnya karena individu menjual gagasannya pada orang lain. Aplikasi : ini bentuk dari suatu kepercayaan yang akan berguna ketika kamu menginginkan suatu pilihan dimana hal ini untuk menang. Ini dapat

digunakan untuk memotivasi dan sebagai tehnik penjualan gagasan. c. Dominasi Definisi : suatu pendekatan dimana ketika individu mempunyai kekuasaan yang sangat besar untuk menuntut dan memaksakan idenya. Ini mungkin bentuk penyelesaian dari suatu perintah, ancaman, penghargaan, hukuman dan tekanan lain untuk perolehan pemenuhan pribadi. Aplikasi : jika kamu memiliki atau merasa memiliki wewenang atau kekuasaan yang besar daripada orang lain, kamu mungkin memakai strategi bijaksana ini untuk menjamin keselamatan fisik dan kesejahteraan pribadi. Penggunaan yang terlalu sering dari pendekatan ini akan menyebabkan berkurangnya kekuasaan yang telah dimiliki sebelumnya pada orang lain.

  d. Memutuskan dengan aturan Definisi : suatu pendekatan dimana individu ikut serta dalam suatu persetujuan untuk menggunakan aturan objektif (tidak berat sebelah atau sebuah standar sebagai dasar untuk memilih diantara penentuan alternatif yang ada) yang sudah ditetapkan sebelumnya atau disepakati bersama-sama. Aplikasi : ketika kamu ingin menjadi jujur dan suatu tindakan tegas sangat diperlukan untuk menghasilkan solusi atas masalah yang ada.

  Contoh : untuk memutuskan dengan aturan secara objektif dapat dilakukan dengan undian, aturan mayoritas, senioritas, aturan dari permintaan, perjanjian, kebijaksanaan aturan-aturan dan hasil penilaian tes. e. Berdampingan Definisi : suatu pendekatan dimana ketika 2 pihak setuju untuk mengikuti jalan yang terpisah untuk beberapa periode waktu demi penyelesaian masalah yang muncul.

  Aplikasi : ketika 2 pihak dari kekuasaan yang sederajat (sama) tidak mau menyerah tentang jasa dari kedudukan mereka dan tidak ada persetujuan yang dapat dicapai dari keduanya maka pendekatan ini diperlukan untuk mendinginkan keadaan dan memberikan kesempatan masing-masing pihak memikirkan penyelesaian masalah yang terbaik.

  f. Menawar Definisi : suatu pendekatan dimana individu dan orang lain sama-sama saling menyetujui terhadap keputusan dari pihak pemenang terhadap apa yang harus diberikan atau dilakukan oleh tiap-tiap orang.

  Aplikasi : ketika sesuatu dapat diperoleh (solusi masalah) lebih dari sebuah pertukaran atau oleh perdagangan (termasuk pertukaran (hak) dikemudian hari) daripada tidak mencapai persetujuan apapun.

  g. Mengalah Definisi : suatu pendekatan dimana individu memilih untuk membiarkan sudut pandang orang lain yang berlaku dan dengan tegas setuju untuk memajukan jabatan orang yang kamu pilih.

  Aplikasi : ketika suatu persoalan menjadi penting untuk orang lain, tetapi tidak untuk kita sendiri atau kita memiliki suatu keuntungan lebih dengan tidak menentangnya. h. Melepaskan Definisi : suatu pendekatan dimana individu memberhentikan dirinya dari suatu penguasaan jabatan atau suatu interaksi tanpa batasan yang menyenangkan dan tepat.

  Aplikasi : ketika kamu berada pada jabatan yang memiliki kekuasaan dan memiliki resiko yang rendah dari kehilangan sesuatu yang tidak dapat diubah lagi atau sebuah kesempatan untuk mendorong perkembangan yang lain kearah yang lebih baik. i. Berkolaberasi Definisi : suatu pendekatan dimana individu harus bekerja sama secara kooperatif dengan orang lain untuk menemukan suatu pemecahan yang berasal keinginan untuk mendengarkan apa yang menjadi perhatian dari seluruh partisipan (anggota). Aplikasi : ketika persoalan terlalu penting untuk dikompromikan dan diperlukan komitmen. Hal ini akan berguna pada saat membangun tim atau kelompok dan strategi pengambilan keputusan. Pendekatan ini membutuhkan waktu, kepercayaan dan kompetensi interpersonal.

  Pendekatan manajemen konflik menurut Kindler ini memuat 9 pendekatan

dalam menangani konflik yang berlangsung baik secara personal atau kelompok.

  

Pendekatan ini disesuaikan dengan kepribadian yang dimiliki tiap individu yang

bersangkutan dan bagaimana cara kepribadian itu dalam menghadapi konflik serta

bagaimana pendekatan ini dapat membuat konflik yang bersifat negatif menjadi

  

bersifat positif dan tidak mengganggu atau berselisih paham dengan orang lain.

Fungsi utama dari pendekatan ini adalah membuat dan menyesuaikan suatu

konflik yang timbul saat individu berinteraksi dengan individu lain sehingga

konflik tidak memecah belah antar individu tetapi akan membuat hubungan

menjadi lebih solid. Pendekatan ini tidak hanya mampu menghadapi dan

mengatasi konflik tetapi juga mampu untuk membuat konflik bukan sebagai hal

yang merugikan bagi diri sendiri dan orang lain

  Tabel 1

9 Pendekatan Manajemen Konflik Antara Orang / Kelompok

  “Lakukan Dengan Caraku” Mendominasi

  Menawar

  Mendominasi

  • Kamu menawarkan
  • Mengambil perubahan atau memisahkan perbedaan “Mari Bekerja Sama”
  • Kamu memecahkan masalah bersama untuk mencapai resolusi kemenangan “Cobalah Kamu Bakal Menyukainya”
  • Kamu memerintah
  • Mengontrol atau menentang “Mari Membuat Perjanjian”
  • Kamu menekankan persamaan
  • Menghargai perbedaan “Mari Setuju Daripada Tidak Setuju”
  • Kamu mengikuti secara bebas perbedaan yang ada “Giliran Kamu Untuk Lakukan”
  • Kamu bebas mengontrol dengan persetujuan yang dibatasi “Tunggu”
  • Kamu menunda menghadapi perbedaan “Mari Jadi Adil”
  • - Aturan objektifitas

    menentukan bagaimana perbedaan akan dapat ditangani “Aku Akan Berjalan Terus”
  • Kamu menyesuaikan
  • Mencocokan diri
  • Mengalah atau setuju

  Sopan

  Berdampingan

  Melepaskan

  Memelihara

  Memutuskan Dengan Aturan

  Mengalah

  Tegas Fleksibel SUDUT PANDANG

  IN T E R A K S

  I T er lib a t T id a k M em ih a k

  

Sedangkan menurut Stevenin (2000, pp.134-135), terdapat lima pendekatan

manajemen konflik yang dapat digunakan untuk mengatasi konflik yang

muncul, yaitu :

  a) Pengenalan Kesenjangan antara keadaan yang ada diidentifikasi dan bagaimana keadaan yang seharusnya. Satu-satunya yang menjadi perangkap adalah kesalahan dalam mendeteksi (tidak mempedulikan masalah atau menganggap ada masalah padahal sebenarnya tidak ada).

  b) Diagnosis Inilah langkah yang terpenting. Metode yang benar dan telah diuji mengenai siapa, apa, mengapa, dimana, dan bagaimana berhasil dengan sempurna. Pusatkan perhatian pada masalah utama dan bukan pada hal-hal sepele.

  c) Menyepakati Kumpulkanlah masukan mengenai jalan keluar yang memungkinkan dari orang-orang yang terlibat di dalamnya. Saringlah penyelesaian yang tidak dapat diterapkan atau tidak praktis. Jangan sekali-kali menyelesaikan dengan cara yang tidak terlalu baik. Carilah yang terbaik.

  d) Pelaksanaan Ingatlah bahwa akan selalu ada keuntungan dan kerugian. Hati-hati, jangan biarkan pertimbangan ini terlalu mempengaruhi pilihan dan arah kelompok. e) Evaluasi Penyelesaian itu sendiri dapat melahirkan serangkaian masalah baru. Jika penyelesaiannya tampak tidak berhasil, kembalilah ke langkah- langkah sebelumnya dan cobalah lagi.

4. Efek Manajemen Konflik

  Individu yang terlibat konflik secara personal maupun interpersonal

seringkali memiliki cara-cara tertentu untuk mengatasinya. Cara-cara individu

tersebut memiliki efek positif dan negatif terhadap penyelesaian konflik. Menurut

Kindler (1998) efek negatif dan positif dalam manajemen konflik, yaitu :

a. Efek negatif, hal ini terjadi saat individu memilih untuk tidak melakukan

manajemen konflik dan lebih memilih menghindari konflik, yaitu :

  1). Menghabiskan waktu dan energi dari pokok persoalan. 2). Menunda keputusan. 3). Menciptakan jalan buntu.

4) Menjalankan anggota kelompok dengan tidak berani, percaya diri dan aktif yang dikesampingkan.

  5). Tidak mau mendengarkan. 6). Mempersulit eksplorasi dari alternatif lain. 7). Berkurangnya atau hancurnya sensitivitas. 8). Penyebab anggota berhenti atau mengundurkan diri dari kelompok. 9). Timbulnya kemarahan yang mengacaukan rapat. 10). Bertentangan dengan simpati.

  11). Kekalahan meninggalkan rasa jengkel dan dendam. 12). Orang yang tertindas cenderung untuk menyabotase. 13). Menyebabkan perlakuan yang kejam kepada orang lain. 14). Menyebabkan sikap suka bertahan.

  

b. Efek positif, hal ini terjadi saat individu memutuskan untuk melakukan

manajemen konflik untuk mengatasi konflik yang muncul, yaitu :

1). Dapat memunculkan kekuatan untuk menyelesaikan masalah atau tugas

yang diberikan.

  2). Meningkatkan motivasi untuk melakukan sesuatu. 3). Menciptakan pembaharuan dan perubahan. 4). Persaingan. 5). Munculnya kreatifitas pemikiran atas suatu masalah. 6). Membantu untuk membangkitkan ketegangan kreatif untuk lebih

memacu diri untuk berkontribusi dalam lingkungan atau kelompok.

  Sedangkan menurut Wijono (1993, pp.127-137) efek manajemen konflik yang dilakukan individu untuk mengatasi konflik, yaitu :

a. Akibat negatif (saat individu memutuskan untuk menghindari konflik) 1). Menghambat komunikasi.

  2). Mengganggu kohesi (keeratan hubungan). 3). Mengganggu kerjasama atau “team work”.

4). Mengganggu proses produksi, bahkan dapat menurunkan produksi.

5). Menumbuhkan ketidakpuasan terhadap pekerjaan.

  

6). Individu atau personil mengalami tekanan (stress), mengganggu

konsentrasi, menimbulkan kecemasan, mangkir, menarik diri, frustrasi, dan apatisme.

  

b. Akibat Positif (saat individu memutuskan untuk menghadapi dan mengelola

konflik) 1). Membuat organisasi tetap hidup dan harmonis. 2). Berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan. 3). Melakukan adaptasi, sehingga dapat terjadi perubahan dan per-baikan

dalam sistem dan prosedur, mekanisme, program, bahkan tujuan

organisasi. 4). Memunculkan keputusan-keputusan yang bersifat inovatif. 5). Memunculkan persepsi yang lebih kritis terhadap perbedaan pendapat.

  Menurut Swansburg, R.C. ( 1996 ) Konflik dapat menjadi negatif atau

positif tergantung pada bagaimana individu menghadapinya. Efek positif

manajemen konflik, yaitu :

  a. Disiplin Mempertahankan disiplin dapat digunakan untuk mengelola dan mencegah konflik. Individu harus mengetahui dan memahami peraturan- peraturan yang ada dalam organisasi. Jika belum jelas, mereka harus mencari bantuan untuk memahaminya. b. Pertimbangan Pengalaman dalam Tahapan Kehidupan Konflik dapat dikelola dengan mendukung individu untuk mencapai tujuan sesuai dengan pengalaman dan tahapan hidupnya.

  c. Komunikasi Suatu Komunikasi yang baik akan menciptakan lingkungan yang kondusif. Suatu upaya yang dapat dilakukan individu untuk menghindari konflik adalah dengan menerapkan komunikasi yang efektif dalam kegitan sehari-hari yang akhirnya dapat dijadikan sebagai satu cara hidup.

  d. Mendengarkan secara aktif Mendengarkan secara aktif merupakan hal penting untuk mengelola konflik. Untuk memastikan bahwa penerimaan individu telah memiliki pemahaman yang benar, mereka dapat merumuskan kembali permasalahan individu lain sebagai tanda bahwa mereka telah mendengarkan.

  Berdasarkan kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa konflik memiliki

sifat merusak jika individu menghindari konflik. Konflik menjadi negatif pada

saat seseorang bertentangan dengan orang lain yang berada dalam satu kelompok,

dimana itu hanya untuk mencari kedudukan benar atau salah, memaksalan

pemikiran pada orang lain dan keinginan untuk bersaing. Hal ini akan

memunculkan perselisihan dan pertikaian dengan orang lain. Konflik menjadi

positif dan mempunyai sifat membangun saat individu mau untuk menghadapinya

dengan manajemen konflik dan saat seseorang melakukan manajemen konflik

untuk belajar dari konflik yang muncul dan melakukan pembaharuan diri atau

  

evaluasi diri atas konflik yang ada serta menjadikannya sebagai motivasi untuk

membuat keadaan menjadi lebih baik dari keaadaan semula.

C. Mahasisiwa

  Menurut Departemen Pendidikan (1995) mendefinisikan mahasiswa

sebagai pelajar yang berusia antara 18 - 24 tahun yang telah tamat dari SMA yang

sedang menempuh suatu pendidikan yang khusus dan mengembangkan

kemampuan serta ilmu pengetahuan yang lebih tinggi tingkatannya. Pengertian

disini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Komnas HAM (2000) yang

mengartikan bahwa mahasiswa adalah bentuk dari kedewasaan anak dalam

mengembangkan kemampuan dan ilmu kepada tingkatan yang lebih jauh diatas

pendidikan informal setingkat sekolah. Bila ditinjau dari mata hukum dan sosial,

pengertian dari mahasiswa menurut Idruz S. (2002 : 35) adalah manusia dewasa

yang telah memenuhi syarat kelulusan dan tamat dari SMA (Sekolah Menengah

Atas) serta telah berumur 18 tahun yang sehat jasmani dan rohani.

  Dalam tahap perkembangan Erikson mengemukakan bahwa mahasiswa

berada pada tahap identitas dan kebingungan karir serta pada periode

perkembangan masa remaja yang berusia 10 – 20 tahun, dimana individu

dihadapkan dengan temuan siapa mereka, bagaimana mereka kira-kira nantinya

dan kemana mereka menuju dalam kehidupannya serta otoritas mereka pada peran

dan penjajakan karir. (Life Span Development I : 43).

  Berdasarkan pemaparan diatas maka peneliti dapat mengartikan

mahasiswa adalah manusia dewasa yang telah dinyatakan lulus dan tamat dari

  

SMA (Sekolah Menengah Atas) serta berumur 18 – 24 tahun yang sedang

menempuh suatu pendidikan yang khusus dan mengembangkan kemampuan serta

ilmu pengetahuan yang lebih tinggi tingkatannya jauh diatas pendidikan informal

setingkat sekolah. Peneliti dalam melakukan penelitian ini membuat batasan umur

pada mahasiswa Sanata Dharma yang berusia antara 18 – 22 tahun dan masih

berstatus resmi mahasiswa Sanata Dharma.

D. Dinamika Manajemen Konflik Mahasiswa

  Setiap orang pasti memiliki masalah dalam hidupnya dan masalah itu akan

menimbulkan konflik, baik konflik dalam dirinya maupun dengan orang lain.

  

Konflik yang tidak dikelola dengan baik akan membuat kedua belah pihak (diri

sendiri dan orang lain) menjadi tidak sinergis lagi dan akan membuat suasana

menjadi buruk serta akan saling menyakiti diri sendiri dan orang lain. Terkadang

individu melakukan tindakan-tindakan yang negatif yang akan merugikan orang

lain. Konflik tidak akan dapat kita hindari dan setiap hari kita akan

menghadapinya tetapi hal ini dapat kita kelola atau diatur agar dampaknya dapat

dikontrol sehingga sifatnya yang negatif (merusak) menjadi positif (membangun).

Setiap kali kita mampu keluar dan menyelesaikan konflik maka kita akan lebih

percaya diri dan berani untuk menghadapi orang lain serta kita akan mampu

membuat hubungan dan interaksi dengan orang lain menjadi solid (kuat).

  Tidak semua individu mampu untuk menyelesaikan konflik. Bahkan

terkadang dalam menghadapi konflik, individu lebih memilih menghindari atau

melarikan diri. Konflik dapat diartikan sebagai proses dan bentuk hubungan

  

interpersonal dari interaksi dengan orang lain dalam suatu lingkungan atau

kelompok (Kindler, 1998). Dalam prateknya kita akan berbenturan dengan

kepercayaan, sikap, kebutuhan, komunikasi, minat dan nilai yang dimiliki orang

lain. Secara sadar atau tidak sadar dan sengaja atau tidak sengaja akan membuat

diri kita merasa terancam dan tertekan sehingga timbul pertentangan dan

perselisihan dengan orang lain yang membuat keadaan menjadi lebih buruk dalam

suatu lingkungan (Sumarmo, 2003). Tidak terkecuali dalam lingkungan akademis,

konflik juga dialami oleh mahasiswa saat berinteraksi dengan mahasiswa lain

dalam mengerjakan tugas kelompok. Konflik yang sering muncul dalam

lingkungan mahasiswa disebabkan karena perbedaan SARA (Suku Agama Ras

Adat istiadat) dan tingkat kematangan pola pikir mahasiswa yang saat ini berada

pada masa remaja menjelang masa dewasa sehingga mereka menjadi labil secara

emosional (Tempo,2003). Jenis konflik yang sering dialami mahasiswa adalah

konflik personal, dimana dalam hal ini lebih berhubungan dengan perbedaan

karakteristik kepribadiannya yang seringkali tidak cocok dengan kepribadian

orang lain

  Mahasiswa yang labil, tidak memiliki fokus diri, motivasi kurang dan

susah berinteraksi dengan mahasiswa lain serta emosional cenderung mudah

berkonflik dengan orang lain. Munculnya perasaan berbeda dari mahasiswa lain

dan ketidakcocokan pola pikir membuat komunikasi berjalan satu arah saja.

  

Karakteristik mahasiswa inilah yang menjadi pemicu awal munculnya konflik.

Sedangkan mahasiswa yang mau menerima perbedaan dan menerima orang lain

secara apa adanya akan lebih mampu untuk mengelola konflik karena mereka

  

tidak emosional dan mampu berpikir jernih dalam memandang situasi secara

keseluruhannya.

  Mereka masih dalam proses pencarian jati diri secara individu maupun

kelompok dan adanya keinginan untuk berhubungan dengan lawan jenis yang

mengarah pada percintaan. Proses menuju kedewasaan, kematangan dan

kemandirian baik secara emosional dan spiritual ini membuat mahasiswa tidak

selalu sesuai dan sejalan dengan mahasiswa yang berada dalam satu lingkungan

dengannya. Perbedaan–perbedaan yang muncul tidak mampu mereka hadapi dan

ketidakmatangan mereka serta kelabilan emosional akan memunculkan konflik.

  Mahasiswa yang tidak mampu menghindari adanya konflik sebaiknya

melakukan manajemen konflik. Manajemen konflik (Kindler, 1996) adalah

keadaan dimana seseorang mampu untuk mengatur, mengelola dan menghadapi

konflik secara sadar kemudian melakukan pembelajaran diri sehingga menjadikan

konflik sebagai hal yang mampu untuk memotivasi diri untuk melakukan

pembaharuan dan perubahan diri untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

  

Mahasiswa melakukan manajemen konflik dengan cara mencari latar belakang

dan akar masalah konflik yang muncul serta melakukan pendekatan yang

komunikatif dan persuasif terhadap orang lain. Pendekatan secara komunikatif

dan negosiasi akan memungkinkan peluang penyelesaian konflik yang lebih baik

(Tempo,2002). Dalam menghadapi konflik dengan perasaan tenang dan tidak

memaksa serta emosional akan menciptakan situasi yang lebih bersahabat dan

membangun hubungan yang lebih kokoh dengan mahasiswa lain. Keakraban dan

pengertian akan perbedaan lebih baik dalam menghadapi konflik daripada

  

menghadapinya dengan emosional dan berusaha menghindarinya dengan harapan

konflik akan mereda dengan sendirinya.

  Manajemen konflik ini memungkinkan mahasiswa untuk mengontrol dan

mengarahkan konflik agar tidak berkembang menjadi lebih buruk serta

meminimalkan dampak dari konflik. Manajemen konflik ini menjadi penting

untuk dilakukan saat mahasiswa berada dalam suatu kelompok dimana dituntut

untuk saling bekerja sama. Manajemen konflik akan memunculkan suatu

pengendalian diri untuk mengelola konflik dan menyelesaikan konflik dengan

bijaksana. Jika hal ini dapat dilakukan akan muncul pengendalian diri dan

pembaharuan diri dalam diri mahasiswa untuk mencapai suatu pemuasaan dan

pembuktian diri untuk berhasil dalam studi. Lingkungan sosial dan emosional

yang baik sangat diperlukan mahasiwa untuk berprestasi dalam studinya sehingga

mahasiswa akan mampu memiliki hubungan interaksi yang baik dengan

mahasiswa lain dan menciptakan relasi yang kuat diantaranya.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif

  

kuantitatif, yaitu menjelaskan pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya

yang menekankan pada data-data yang sudah ada dan diolah dengan metode

statistika. Penelitian deskriptif kuantitatif bertujuan untuk menggambarkan dan

mengungkapkan suatu masalah, keadaan, peristiwa sebagaimana adanya atau

mengungkapkan fakta secara lebih mendalam topik penelitian (Muhammad, 1998,

p.3). Sedangkan menurut Whitney (1960) metode deskriptif adalah pencarian

fakta dengan interpretasi yang tepat, penelitian deskriptif mempelajari masalah-

masalah dalam masyarakat serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat dan

situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan, kegiatan, sikap, pandangan

dan proses yang sedang berlangsung serta pengaruh dari suatu fenomena. Lingkup

penelitian ini adalah penelitian statistik dengan menggunakan teknik-teknik

statistik untuk menguji hipotesis dan memakai metode Try Out terpakai, artinya

skala yang berperan sebagai alat pengumpul data diberikan hanya sekali saja

kepada subjek atau dengan kata lain peneliti hanya sekali saja melakukan proses

pengambilan data. Alasan dipilihnya Try Out terpakai dalam penelitian ini adalah:

  

a. Subjek yang akan diteliti adalah mahasiswa. Mahasiswa memiliki jadwal perkuliahan yang cukup padat sehingga peneliti mengalami sedikit kesulitan dalam proses pengambilan datanya karena harus menyesuaikan waktu jadwal kuliah mahasiswa tersebut.

b. Batas waktu yang diberikan peneliti untuk melakukan penelitian ini sangat singkat sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan dua kali penelitian.

  Pada penelitian ini mencari gaya pendekatan manajemen konflik apa yang

dominan dipilih mahasiswa Universitas Sanata Dharma dalam menyelesaikan

konflik yang muncul.

  B. Identifikasi Variabel Variabel yang terlibat dalam penelitian, yaitu : 9 gaya manajemen konflik,

yang terdiri dari : memelihara, sopan, dominasi, memutuskan dengan aturan,

berdampingan, menawar, mengalah, berkolaberasi dan melepaskan.

  C. Definisi Operasional Definisi operasional gaya manajemen konflik (Kindler, 1996) adalah

keadaan dimana seseorang mampu untuk mengatur, mengelola dan menghadapi

konflik secara sadar kemudian melakukan pembelajaran diri sehingga menjadikan

konflik sebagai hal yang mampu untuk memotivasi diri untuk melakukan

pembaharuan dan perubahan diri untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

  Gaya manajemen konflik menurut Kindler ini memuat 9 pendekatan dalam

menangani konflik yang berlangsung baik secara personal atau kelompok yaitu :

memelihara, sopan, dominasi, memutuskan dengan aturan, berdampingan,

menawar, mengalah, berkolaberasi dan melepaskan.

  Alat ukurnya adalah skala MODI-SELF (Management of Differences

Inventory) yang dikembangkan oleh Herbert S. Kindler (1996). Alat ukur MODI-

SELF digunakan untuk mengetahui dari 9 pendekatan manajemen konflik yang

ada, akan terlihat yang paling dominan menjadi pilihan mahasiswa Universitas

Sanata Dharma untuk mengatasi konflik dengan melihat skor yang paling tinggi

didapat pada salah satu pendekatan.

D. Pengumpulan Data

  Data adalah bahan mentah yang perlu diolah sehingga menghasilkan

informasi atau keterangan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif yang

menunjukkan fakta (Ridwan, 2008:106). Data hasil penelitian ini adalah data

kualitatif dengan skala pengukuran ordinal. Sumber data yang digunakan dalam

penelitian ini adalah data primer, yaitu pengambilan data yang dihimpun langsung

oleh peneliti (Ridwan, 2008:97)

  Peneliti dalam mengumpulkan data penelitian ini menggunakan skala,

yaitu skala MODI-SELF (Management of Differences Inventory) untuk mengukur

pendekatan manajemen konflik apa yang dipakai mahasiswa. Peneliti hanya akan

menggunakan satu skala dalam penelitian ini. Alasan penggunaan skala dalam

penelitian ini (Hadi, 1993), yaitu : a) Subjek adalah orang yang paling mengerti tentang dirinya.

b) Apa yang dinyatakan oleh subjek kepada peneliti adalah benar dan dapat dipercaya.

c) Interpretasi subjek tentang pertanyaan yang diajukan kepadanya adalah sama dengan apa yang dimaksud oleh peneliti.

  E. Populasi dan Sampel Penelitian Sampel penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas

Sanata Dharma baik pria maupun wanita. Peneliti terlebih dahulu menentukan

batas – batas atau syarat – syarat subjek sebelum dilakukan penelitian. Karena

penelitian ini hanya memakai satu adaptasi alat ukur saja dan peneliti tidak

mengkarakteristikan subjek penelitian secara khusus. Pemilihan subjek ke dalam

sampel dilakukan dengan cara purposive sampling yakni memilih sekelompok

subjek yang didasarkan atas ciri-ciri atau sifat tertentu yang dipandang memiliki

sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri sifat populasi yang sudah diketahui

sebelumnya.

  Berdasarkan hal tersebut, subjek penelitian dipilih berdasarkan status

sebagai mahasiswa Universitas Sanata Dharma dan berusia 18 – 22 tahun. Dalam

penelitian ini peneliti akan mengambil sampel sejumlah 100 orang mahasiswa

dikarenakan dengan semakin banyak subjek yang dipakai maka nilai atau hasil

tersebut makin besar dan signifikasinya juga semakin kuat.

  F. Pelaksanaan dan Lokasi Penelitian Pengambilan data penelitian dimulai pada tanggal 21 Maret 2011 sampai

dengan 22 Maret 2011, sekitar jam 09.00 sampai dengan 14.00 WIB. Penelitian

ini akan mengambil lokasi di seputar lingkungan Fakultas Psikologi, karena

  

kebanyakan mahasiswa memiliki jadwal kuliah yang padat maka tempat dan

waktu akan menyesuaikan kondisi mahasiswa yang bersangkutan.

G. Tehnik Pengambilan Data

  Tehnik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan metode angket

atau kuesioner yang diberikan kepada subjek penelitian. Hal ini berkaitan dengan

asumsi dasar penggunaan angket, yaitu responden merupakan orang yang paling

mengetahui tentang dirinya sendiri (Azwar, 1999).

  Alat penelitian yang digunakan peneliti berupa penggunaan skala, yaitu

skala MODI-SELF (Management of Differences Inventory) untuk mengukur

manajemen konflik. Dimana skala tersebut diadaptasi dari skala yang dibuat oleh

peneliti lain yaitu Herbert S. Kindler, Ph.D.

  Skor untuk skala ini akan diukur dengan menggunakan penskalaan model

Likert (method of summated rating), dimana setiap respon subjek akan diberi skor

sesuai dengan nilai skala kategori jawaban yang diberikannya. Skor subjek pada

tiap aitem tersebut kemudian dijumlahkan sehingga merupakan skor subjek pada

skala tersebut (Azwar, 1997). Digunakannya penskalaan model Likert dilandasi

oleh empat pertimbangan (Azwar, 1997:139) , yaitu :

  

1. Penskalaan model Likert relatif lebih mudah dibanding dengan model lain

  

2. Memiliki reliabilitas yang relatif lebih tinggi bila dibandingkan yang lain

  3. Dapat disusun dalam berbagai jenis respon alternatif

  4. Skor nilai yang diperoleh dengan ukuran interval atau ordinal

  Dengan menggunakan model skala Likert ini maka variabel yang akan

diukur dijabarkan menjadi dimensi, dimensi dijabarkan menjadi indikator-

indikator yang dapat diukur. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap,

pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok tentang kejadian atau gejala

sosial.

  Skor skala untuk masing – masing aitem diberikan berdasarkan pada

kesesuaian antara pilihan jawaban subjek dengan pendekatan manajemen konflik

yang diungkap oleh aitem yang bersangkutan. Skor untuk setiap pendekatan

manajemen konflik adalah jumlah skor aitem-aitem dalam pendekatan manajemen

konflik tersebut. Untuk dapat digolongkan ke dalam salah satu pendekatan, subjek

harus memiliki skor yang tertinggi pada salah satu pendekatan tersebut. Pada

proses penskoring ini, tiap aitem diberikan masing – masing skor menurut

jawaban yang dipilih, yaitu :

  Tabel 2

Model Kualifikasi Jawaban Kuesioner

  Jawaban Skor Sangat sering

  3 Sering

  2 Kadang-kadang

  1 Jarang Pada proses penelitian, angket ini diberikan pada tiap subjek dan subjek

juga harus diyakinkan bahwa penelitian ini bersifat pribadi dan rahasia sehingga

mereka diharapkan dapat mengisinya dengan jujur dan sungguh-sungguh. Berikut ini adalah tabel skala Blue Print MODI-SELF dan contoh aitem :

  

Tabel 3

Blue Print MODI-SELF

No Pendekatan Aitem Jumlah

1a, 9a,10a,18a, 19a, 24a, 28a, 31a

  1. Memelihara 8 4a, 6a, 11a, 17a, 22a, 28b, 30a,

  2. Sopan 32a

  8 2a, 7a, 13a, 15a, 24b, 27a, 30b,

  3. Dominasi 34a

  8 1b, 4b, 12a, 14a, 20a, 25a, 27b,

  4. Memutuskan dengan aturan 33a

  8 3a, 5a, 10b, 15b, 23a, 25b, 32b,

  5. Berdampingan 36a

  8 3b, 8a, 12b, 18b, 21a, 22b, 29a,

  6. Menawar 34b

  8 6b, 7b, 14b, 16a, 19b, 26a, 29b,

  7. Mengalah 36b

  8 5b, 9b, 13b, 17b, 21b, 26b, 33b,

  8. Melepaskan 35b

  8 2b, 8b, 11b, 16b, 20b, 23b, 31b,

  9. Berkoleberasi 35b

  8

  72

  

Tabel 4

Contoh Aitem MODI – SELF

Petunjuk Pengerjaan :

  Pada halaman berikutnya ada beberapa pasangan pernyataan yang menggambarkan cara

alternatif dari merespon situasi yang melibatkan pandangan berbeda. Ketika anda setuju dengan

perbedaan orang lain, anda dapat merespon satu cara di satu waktu dan cara lain di waktu yang

lain tergantung pada situasi dan siapa yang terlibat. Skala ini akan merubahnya dalam data dengan

cara menyediakan untuk anda 4 pilihan jawaban untuk dipilih antara dua pernyataan untuk

memperlihatkan seberapa seringnya anda berhubungan dengan orang lain dalam tiap 2 indikasi

cara. Jika anda merespon berbeda pada orang yang berbeda pula, anda dapat melengkapi MODI-

Self Inventory pada tiap orang dengan siapa anda paling sering berinteraksi.

  

Fokus pada jawaban pada bagaimana anda biasanya bersikap daripada pada bagaimana

mungkin akan bersikap. Tidak ada jawaban yang benar atau jawaban salah.

  

Pada tiap nomor soal pernyataan yang diberikan, berikanlah nilai pada salah satu kolom yang ada,

dimana nilai itu HARUSLAH BERJUMLAH PERSIS 3 POIN diantara alternatif jawaban yang

menggambarkan seberapa seringnya anda berperilaku sesuai dengan apa yang dinginkan, dengan

  : menggunakan pedoman

  POIN Sangat Sering

  3 Sering

  2 Kadang-kadang

  1 Jarang Keterangan : ”Sangat sering” untuk menyatakan perilaku yang paling sering dilakukan. ”Sering” untuk menyatakan perilaku yang sering dilakukan. ”Kadang-kadang” untuk menyatakan perilaku yang terkadang dilakukan. ”Jarang” untuk menyatakan perilaku yang jarang dilakukan. Contoh :

Dalam ketidaksetujuan, perselisihan, atau perbedaan atau persepsi atas orang lain. Tiap pasang pertanyaan

(a dan b) harus berjumlah persis 3 Poin. No Pernyataan Poin

  a. Aku merencanakan untuk menang dalam suatu argumentasi 1.

  b. Aku mengecek fakta yang aku miliki

  3 Atau

  a. 2 atau

  a. 1 atau

  a. 0

  

Tabel 5.

  

Skoring

A1 A2 A3 B1 B2 B3 C1 C2 C3

M em el ih a ra S o p an D o m in as i M em u tu sk an d en g an a tu ra n

B

er

d

am

p

in

g

an

M en aw ar M en g al ah m el ep as k an b er k o le b er as i

  1a = 1b = 2a = 2b = 3a = 3b =

  4a = 4b = 5a = 5b = 6a = 6b = 7a = 7b =

  8a = 8b = 9a = 9b = 10a = 10b =

  11a = 11b = 12a = 12b =

  13a = 13b = 14a = 14b = 15a = 15b = 16a = 16b =

  17a = 17b = 18a = 18b =

  19a = 19b = 20a = 20b =

  21a = 21b = 22a = 22b = 23a = 23b = 24a = 24b =

  25a = 25b = 26a = 26b = 27a = 27b = 28a = 28b =

  29a = 29b = 30a = 30b = 31a =

  31b = 32a = 32b = 33a = 33b =

H. Validitas dan Reabilitas Alat Pengumpul Data

  Instrumen penelitian harus berkualitas yang sudah distandarkan sesuai

dengan kriteria tehnik pengujian validitas dan reliabilitas. Adapun pengujian

validitas dan reliabilitas dijelaskan sebagai berikut :

1. Validitas

  Validitas adalah sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu instrumen

pengukur dalam melakukan fungsi ukurnya (Azwar, 1996). Suatu tes atau

instrumen pengukur dapat dikatakan memiliki validitas yang tinggi apabila alat tes

tersebut menjalankan fungsi ukurnya atau memberikan hasil ukur yang sesuai

dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. Selain itu alat ukur tersebut

juga harus mempunyai kecermatan tinggi yaitu kecermatan dalam mendeteksi

perbedaan-perbedaan kecil yang ada pada atribut yang diukurnya tersebut. Tes

yang menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan pengukuran dikatakan

sebagai tes yang memiliki validitas rendah. Disini terkandung pengertian bahwa

valid tidaknya suatu alat ukur tergantung pada mampu tidaknya alat ukur tersebut

mencapai tujuan pengukuran yang dikehendaki dengan tepat (Azwar, 1999).

  Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan validitas isi untuk

menganalisis butir pernyataan skala MODI-SELF. Menurut Azwar (1997),

validitas isi merupakan validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi tes

dengan analisis rasional oleh profesional judgement. Dalam penelitian ini Dosen

Pembimbing bertindak sebagai pihak yang dianggap kompeten melakukan proses

analisis rasional terhadap isi tes, sehingga diharapkan setiap item merupakan item

yang berkualitas untuk dijadikan sebagai alat pengumpul data penelitian.

  Adapun untuk mengetahui relevansi butir pernyataan sebagai alat ukur

untuk mengungkapkan atribut yang hendak diukur dapat diketahui lewat nalar dan

akal sehat, yaitu dengan selalu mencocokkan butir pernyataan dengan blue print.

Oleh karena itu, blue print skala harus diikuti dengan baik untuk mendukung

validitas isi skala dan dalam penelitian ini, peneliti berkonsultasi dengan dosen

pembimbing skripsi yang berkompetensi dalam bidang ini sebagai profesional

judgement . Pada akhirnya terdapat 72 item yang akan diujikan kepada subjek,

untuk mengetahui gaya pendekatan manajemen konflik apa yang dominan dipilih

mahasiswa Universitas Sanata Dharma untuk mengatasi konflik dengan melihat

skor yang paling tinggi pada salah satu pendekatan.

2. Korelasi Item Total

  Korelasi item total menggunakan korelasi skor tiap butir pernyataan

dengan skor totalnya dengan memakai rumus product moment dari Pearson dan

mencocokkan butir pernyataan dengan blue print skala sehingga memberikan

gambaran mengenai isi skala agar tetap berada dalam lingkup yang benar.

  Adapun seleksi item yang sahih dilakukan dengan menggunakan kriteria

r > 0, 25. Butir pernyataan yang sahih dapat membedakan subyek satu dengan

yang lain secara tepat.

  Korelasi item total menghasilkan koefisien korelasi dengan rentang antara

r = 0, 253 hingga r = 0, 541 dengan signifikasi α = 0, 05. Hasil korelasi item total

dari 72 butir pernyataan ini dinyatakan lolos dan dijadikan item penelitian.

  

Tabel 6.

Item yang lolos

  No Pendekatan Aitem Jumlah 1a, 9a,10a,18a, 19a, 24a, 28a, 31a

  1. Memelihara 8 4a, 6a, 11a, 17a, 22a, 28b, 30a, 32a

  2. Sopan 8 2a, 7a, 13a, 15a, 24b, 27a, 30b, 34a

  3. Dominasi

  8 Memutuskan dengan 1b, 4b, 12a, 14a, 20a, 25a, 27b, 33a 4. 8 aturan

  3a, 5a, 10b, 15b, 23a, 25b, 32b, 36a

  5. Berdampingan 8 3b, 8a, 12b, 18b, 21a, 22b, 29a, 34b

  6. Menawar 8 6b, 7b, 14b, 16a, 19b, 26a, 29b, 36b

  7. Mengalah 8 5b, 9b, 13b, 17b, 21b, 26b, 33b, 35b

  8. Melepaskan 8 2b, 8b, 11b, 16b, 20b, 23b, 31b, 35b

  9. Berkolaberasi

  8

  72

  3. Reliabilitas Reliabilitas (Azwar, 2004) adalah sejauh mana hasil dari suatu pengukuran

dapat dipercaya. Pengukuran yang memiliki reliabilitas yang tinggi disebut

sebagai pengukuran yang reliabel. Konsep pokok dari reliabilitas adalah sejauh

mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya (Azwar, 2003).

  Hasil pengukuran dapat dipercaya hanya apabila dalam beberapa kali

pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subjek yang sama, diperoleh hasil

yang relatif sama, selama aspek yang diukur dalam diri subjek memang belum

berubah. Dalam hal ini, relatif sama berarti tetap adanya toleransi terhadap

perbedaan-perbedaan kecil diantara hasil beberapa kali pengukuran. Bila

perbedaan itu terlalu besar dari waktu ke waktu, maka hasil pengukuran tidak

  

dapat dipercaya dan dikatakan sebagi tidak reliabel. Dalam aplikasinya, reliablitas

dinyatakan oleh koefisien reliabilitas ( r xx ) yang angkanya berada dalam rentang

dari 0,25 sampai dengan 1,00. semakin tinggi koefisien reliabilitas mendekati

angka 1,00 berarti makin tinggi reliabilitas. Sebaliknya koefisien yang semakin

rendah mendekati dibawah angka 0,25 berarti makin rendah

reliabilitasnya.(Azwar,2003).

  Dalam penelitian ini reliabilitas yang digunakan adalah reliabilitas

konsistensi internal (koefisien reliabilitas alpha), dimana reliabilitas ini hanya

memerlukan satu kali pengukuran (single trial administration) kepada

sekelompok individu sebagai subjek penelitian (Azwar, 2001) dan tes ini hanya

mengukur satu sifat saja serta bukan merupakan speed – test (tes yang tidak

membutuhkan batasan waktu). Menurut Supratiknya (1998), reliabilitas

konsistensi internal ini merupakan tehnik yang membagi tes ke dalam dua belahan

yang dapat digeneralisasikan menjadi lebih dari dua bagian. Selanjutnya, varian

skor pada komponen-komponen ini dan varian dari skor total tes dipakai sebagai

estimasi reliabilitas tes.

  Untuk mencari estimasi reliabilitas konsistensi internal pada penelitian ini,

digunakan perhitungan koefisien alpha dari Cronbach (1951) karena skala yang

digunakan hanya diberikan satu kali saja pada subjek penelitian dan skala ini

mengukur satu sifat saja (homogen) serta skala ini dapat dibelah menjadi multi

bagian, dimana pada masing-masing belahan memiliki jumlah aitem yang sama.

Untuk melakukan analisis butir pernyataan dan uji reliabilitas skala ini digunakan

program SPSS (Statistic Package for Social Science) 17.0 for Windows.

I. Prosedur Penelitian

  

Adapun langkah-langkah yang akan digunakan dalam penelitian ini antara lain :

1) Persiapan penelitian terdiri dari mentranslatekan alat penelitan dan penyesuaian agar mudah dimengerti subjek penelitian, melakukan estimasi validitas berdasar kriteria dan reliabilitas skala untuk mandapatkan butir-butir yang sahih dan skala yang reliabel. 2) Menentukan subjek penelitian dan kemudian mengukur tingkat manajemen konflik dengan cara meminta subjek untuk mengisi skala

  MODI-SELF 3) Menguji data yang masuk dengan statistik untuk mengetahui reliabilitas alat ukur sehingga didapat alat ukur yang reliabel untuk melihat gaya manajemen konflik apa yang dipilih mahasiswa.

  J. Hasil Uji Coba Alat Penelitian Jumlah koesioner yang disebarkan kepada mahasiswa Fakultas Psikologi

Universitas Sanata Dharma untuk uji validitas dan reliabilas adalah 100 buah dan

terkumpul juga 100 buah yang layak untuk diperhitungkan. Angket diberikan

kepada subyek saat ada jeda waktu kuliah. Hasil uji validitas dan reliabilitas skala

MODI-SELF dengan menggunakan tehnik korelasi Product Momen yang

dikembangkan oleh Pearson (Hadi, 1996) adalah sebagai berikut :

  1. Korelasi Item Total Korelasi item total menghasilkan koefisien korelasi dengan rentang antara r = 0, 253 hingga r = 0, 541 dengan signifikasi α = 0, 05. Item yang mempunyai skor korelasi total kurang dari 0, 25 akan digugurkan. Semua 72 item dinyatakan lolos dan dijadikan item penelitian.

  2. Reliabilitas Uji reliabilitas pada 72 butir pernyataan yang sahih tersebut menghasilkan koefisien reliabilitas Alpha sebesar 0, 900 Berikut adalah sebaran item yang telah diujicobakan :

  

Tabel 7.

Sebaran Butir Pernyataan Skala Modi-Self Yang Telah Diujicobakan

  

No Pendekatan Aitem Jumlah

1a, 9a,10a,18a, 19a, 24a, 28a, 31a

  1. Memelihara 8 4a, 6a, 11a, 17a, 22a, 28b, 30a, 32a

  2. Sopan 8 2a, 7a, 13a, 15a, 24b, 27a, 30b, 34a

  3. Dominasi 8 1b, 4b, 12a, 14a, 20a, 25a, 27b, 33a

  4. Memutuskan dengan aturan 8 3a, 5a, 10b, 15b, 23a, 25b, 32b, 36a

  5. Berdampingan 8 3b, 8a, 12b, 18b, 21a, 22b, 29a, 34b

  6. Menawar 8 6b, 7b, 14b, 16a, 19b, 26a, 29b, 36b

  7. Mengalah 8 5b, 9b, 13b, 17b, 21b, 26b, 33b, 35b

  8. Melepaskan 8 2b, 8b, 11b, 16b, 20b, 23b, 31b, 35b

  9. Berkoleberasi

  8

  72 Setelah didapat kesahihan alat ukur skala MODI-SELF. Maka peneliti

membagi dari satu skala yang hanya mengukur manajemen konflik saja menjadi 9

skala berdasarkan tiap 9 pendekatan manajemen konflik dan akan melakukan uji

  

memakai satu variabel saja dan dengan membaginya menjadi 9 skala maka akan

didapatkan hasil yang lebih akurat serta dapat melihat gaya pendekatan

manajemen konflik mana yang lebih sering dipilih mahasiswa untuk menangani

konflik, dengan perincian hasil sebaran item setelah diuji coba, validitas dan

reliabilitas sebagai berikut :

  8

  8 Keterangan : angka bercetak tebal, diarsir dan ada tanda * adalah item yang tidak sahih

  9. Berkoleberasi 2b, 8b, 11b, 16b, 20b, 23b, 31b, 35b

  8

  8. Melepaskan 5b, 9b, 13b, 17b, 21b, 26b, 33b, 35b

  8

  7. Mengalah 6b, 7b, 14b, 16a, 19b, 26a, 29b, 36b

  8

  6. Menawar 3b, 8a, 12b, 18b, 21a, 22b, 29a, 34b

  5. Berdampingan 3a, 5a, 10b, 15b*, 23a, 25b, 32b, 36a

  

Tabel 8

Sebaran Butir Pernyataan Skala Modi Self Setelah Diujicobakan

No Pendekatan Aitem Jumlah

  8

  4. Memutuskan dengan aturan 1b, 4b, 12a, 14a, 20a*, 25a, 27b, 33a

  8

  3. Dominasi 2a, 7a, 13a, 15a, 24b, 27a, 30b, 34a

  8

  2. Sopan 4a, 6a, 11a, 17a, 22a, 28b*, 30a, 32a

  8

  1. Memelihara 1a, 9a,10a,18a, 19a, 24a, 28a, 31a

  72

  

Tabel 9

Hasil Validitas dan Reliabilitas Signifikasi Reliabilitas

  

No Pendekatan r Item lolos

alpha α

  1. Memelihara 0, 251 - 0, 365 0, 05 0, 613

  8

  2. Sopan 0, 246 - 0, 332 0, 05 0, 629

  7

  3. Dominasi 0, 256 - 0, 377 0, 05 0, 611

  8

  4. Aturan 0, 229 - 0, 327 0, 05 0, 581

  7

  5. Berdampingan 0, 221 - 0, 368 0, 05 0, 581

  7

  6. Menawar 0, 270 - 0, 348 0, 05 0, 589

  8

  7. Mengalah 0, 269 - 0, 402 0, 05 0, 627

  8

  8. Melepaskan 0, 260 - 0, 400 0, 05 0, 620

  8

  9. Berkolaberasi 0, 254 - 0, 311 0, 05 0, 568

  8

  69 K. Metode Analisis Data Analisis data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah analisis

statistik. Hal ini didasarkan pada alasan bahwa statistik dapat mewujudkan

kesimpulan penelitian dengan memperhitungkan faktor kesahihan hasil penelitian.

  

Pertimbangan lain yaitu menurut Hadi (1996) bahwa statistik bekerja dengan

angka-angka, bersifat obyektif dan universal dalam arti dapat digunakan hampir

pada semua bidang penelitian.

  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya manajemen konflik

apa yang dominan akan dipilih mahasiswa Sanata Dharma. Untuk itu, asumsi

yang digunakan untuk mendasari model analisis ini adalah asumsi normalitas dan

analisis frekuensi serta deskriptif, hal ini berarti bahwa variabel-variabel yang

terlibat memiliki sebaran normal. Untuk melakukan uji asumsi normalitas dan

analisis frekuensi serta deskriptif digunakan program SPSS 17 (Statistic Package

for Social Science).

BAB IV PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Persiapan Penelitian

  1. Orientasi Kancah Universitas Sanata Dharma adalah salah satu Universitas swasta terbesar

di Jogjakarta. Universitas ini memiliki misi yaitu mendidik putra-putri bangsa

  

Indonesia lulusan SLTA yang berpotensi tinggi agar mampu menjadi ahli yang

humanistik dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan dengan

kebutuhan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dengan bertumpu pada

nilai-nilai Kristiani dan kemanusiaan serta berasaskan Pancasila.

  Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma didirikan pada tahun 1996.

Fakultas Psikologi ini pada awal pendiriannya bertempat di kompleks LPUSD di

kampus II Mrican dan pada tahun 1999 dipindahkan ke kampus III Paengan,

Maguwoharjo Sleman.

  2. Perijinan Untuk memperoleh ijin penelitian di Universitas Sanata Dharma, peneliti

terlebih dahulu mengajukan proposal penelitian skripsi dan surat keterangan

penelitian kepada Dekan Psikologi Dr. Christina Siwi Handayani. Setelah

proposal diterima, akhirnya peneliti diberikan izin untuk mengambil data

penelitian dari mahasiswa Sanata Dharma.

B. Pelaksanaan Penelitian

  1. Penyebaran Kuesioner Pengambilan data penelitian dimulai pada tanggal 21 Maret 2011 sampai

dengan 22 Maret 2011, sekitar jam 09.00 sampai dengan 14.00 WIB. Penelitian

hanya dilakukan selama 2 hari saja, hal ini dikarenakan mahasiswa Psikologi

memiliki jadwal kuliah yang padat dan pemberian tes disesuaikan dengan waktu

jeda istirahat mahasiswa. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Psikologi yang

hadir pada hari penelitian dilakukan.

  Sampel diambil melalui metode purposive sampling yaitu subjek yang

kebetulan hadir, memiliki waktu luang yang sesuai dan memenuhi kriteria sampel

yang sudah ditentukan, dapat dijadikan sampel penelitian. Angket diberikan

kepada mahasiswa Psikologi Universitas Sanata Dharma yang sesuai dengan data

dari Sekretariat Fakultas Psikologi. Pembagian angket ini dilakukan oleh peneliti

sendiri. Adapun angket yang disebar untuk penelitian ini adalah sebanyak 100

angket. Skala –skala yang memenuhi syarat diskor dan data penelitian yang

diperoleh dari sampel tersebut kemudian dilakukan analisis data.

  2. Deskripsi Data Penelitian Berdasarkan hasil analitis terhadap data penelitian, maka diperoleh deskripsi data penelitian masing-masing variabel.

  

Tabel 10.

Deskripsi Data Penelitian

  18 10.86 2.882 Menawar 100

  19 12.99 3.173 Valid N (listwise) 100 Berdasarkan tabel tersebut menunjukkan bahwa dari sejumlah 100 data yang didapat atas 9 variabel pendekatan manajemen konflik, yaitu : Variabel memelihara diperoleh rata-rataskor sebesar 13,75 dengan

simpangan baku 3,353 dan skor terendah 7 serta skor tertinggi diperoleh sebesar

  5

  23 12.91 3.254 Berkolaberasi 100

  4

  19 12.15 3.344 Melepaskan 100

  4

  20 13.41 3.166 Mengalah 100

  4

  5

  N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Memelihara 100

  20 11.67 3.075 Berdampingan 100

  5

  21 12.60 3.185 Aturan 100

  3

  19 11.34 3.089 Dominasi 100

  5

  20 13.75 3.353 Sopan 100

  7

  

20. Untuk variabel sopan diperoleh rata-rata skor sebesar 11,34 dengan simpangan

baku 3,089 dan skor terendah 5 serta skor tertinggi diperoleh sebesar 19. Variabel

dominasi diperoleh rata-rata skor sebesar 12,60 dengan simpangan baku 3,185 dan

skor terendah 3 serta skor tertinggi diperoleh sebesar 21. Variabel aturan

diperoleh rata-rata skor sebesar 11,67 dengan simpangan baku 3,075 dan skor

terendah 5 serta skor tertinggi diperoleh sebesar 20. Variabel berdampingan

diperoleh rata-rata skor sebesar 10,86 dengan simpangan baku 2,882 dan skor

terendah 5 serta skor tertinggi diperoleh sebesar 18. Variabel menawar diperoleh

  

serta skor tertinggi diperoleh sebesar 20. Variabel mengalah diperoleh rata-rata

skor sebesar 12,15 dengan simpangan baku 3,344 dan skor terendah 4 serta skor

tertinggi diperoleh sebesar 19. Variabel melepaskan diperoleh rata-rata skor

sebesar 12,91 dengan simpangan baku 3,254 dan skor terendah 4 serta skor

tertinggi diperoleh sebesar 23. Variabel berkolaberasi diperoleh rata-rata skor

sebesar 12,99 dengan simpangan baku 3,173 dan skor terendah 5 serta skor

tertinggi diperoleh sebesar 19.

  Kesimpulan dari data yang didapat adalah rata-rata skor tertinggi terdapat

pada variabel memelihara (13,75) dan variabel menawar (13,41). Untuk skor

paling rendah pada variabel dominasi (3) dan skor paling tinggi pada variabel

melepaskan (23). Hal ini menunjukkan bahwa variabel memelihara dan menawar

tergolong tinggi dibandingkan dengan 7 variabel lainnya.

3. Hasil Analisis a.Analisis Frekuensi

  Penggunaan Statistik Parametris bekerja dengan asumsi bahwa data setiap

variabel penelitian yang akan dianalisis membentuk distribusi normal (Priyatno,

2009). Penelitian ini menunjukkan hasil sebaran data keseluruhan variabel

dinyatakan berdistribusi normal dan mempertimbangkan penelitian ini memakai

studi deskriptif, maka langkah selanjutnya adalah analisi frekuensi. Analisis ini

dipakai untuk menghitung frekuensi data pada variabel untuk analisis statistik

sehingga akan diperoleh gambaran data variabel secara lengkap.

  

Tabel 12

Analisis Frekuensi Variabel Penelitian Median Skewness Kurtosis Range Mo.dt Mean

  13 0,043 -0,764

  13 13 13,75 Memelihara

  11 -0,140 -0,377

  14 11 11,34 Sopan

  12 0,039 0,327

  18 11 12,60 Dominasi

  12 0,046 -0,255

  15 13 11,67 Aturan

  11 0,086 -0,385

  13 10 10,86 Berdampingan

  14 -0,362 -0,266

  16 15 13,41 Menawar

  12 0,065 -0,443

  15 13 12,15 Mengalah

  12,5 0,326 0,640

  19 12 12,91 Melepaskan

  13 -0.347 -0,587

  14 15 12,99 Berkolaberasi Berdasarkan data analisis frekuensi ini menunjukkan nilai dari frekuensi

setiap variabel data dan mengetahui distribusi respon dari setiap responden atas

variabel yang diukur.

  C.Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya manajemen konflik

apa yang dipilih oleh mahasiswa untuk mengatasi konflik yang muncul.. Nilai

rata-rata skor dari 9 variabel menunjukkan variabel memelihara memiliki skor

tertinggi dengan mean 13,75 dan variabel menawar memiliki skor mean 13,41

serta skor terendah pada variabel berdampingan dengan mean 10,86. Disimpulkan

bahwa mahasiswa dalam memanajemen konflik dominan menggunakan gaya

memelihara dan menawar dalam menangani konflik. Konflik dapat diatasi asal

individu mampu untuk mengatur dan menghadapinya dengan memanajemen

konflik sehingga terjalin rasa pengertian akan perbedaan dan pertentangan yang

  

muncul. Memanajemen konflik akan membuat konflik menjadi bersifat positif dan

membangun hubungan yang erat serta akrab.

  Menurut Kindler (1996) dalam strategi manajemen konflik, gaya

memelihara adalah pendekatan dimana individu akan menunda atau menghindari

suatu tindakan, sebelum individu yakin akan status quo ( keadaan tetap pada suatu

saat tertentu) akan terlindungi dan yakin akan sesuai dengan sifatnya. Strategi ini

lebih memfokuskan diri untuk mengumpulkan informasi terlebih dahulu,

membiarkan emosi dan keadaan tenang dulu sebelum mengambil tindakan untuk

menangani konflik. Individu akan menyiapkan diri terlebih dahulu akan segala

perubahan yang akan terjadi dan memiliki solusi yang terencana dengan baik.

  Sedangkan pada gaya menawar adalah suatu pendekatan dimana individu

dan orang lain sama-sama saling menyetujui terhadap keputusan dari pihak

pemenang terhadap apa yang harus diberikan atau dilakukan oleh tiap-tiap orang.

Strategi ini memfokuskan diri pada persetujuan dan tanggungjawab atas apa yang

telah disetujui sehingga tercapailah kompromi atas tugas yang diberikan dan

kewajiban yang menyertainya.

  Mahasiswa dominan memilih gaya memelihara dan menawar daripada

gaya lainnya. Mereka lebih nyaman untuk mengatasi konflik dengan melihat

keseluruhan hal-hal yang berkaitan dengan individu lain, mereka

mempertimbangkan dengan melihat dari kepribadian, aspek SARA (Suku,

Agama, Ras dan Asal daerah) dan persamaan diantara individu. Mahasiswa saat

berkonflik, terlebih dahulu akan menenangkan diri (emosi dan pikiran) dan

mengambil langkah mundur untuk melihat situasi lalu mengumpulkan informasi

  

tentang mahasiswa lain yang sedang berkonflik dengannya. Mereka dengan hati-

hati melihat situasi dan memikirkan solusi yang sesuai untuk penyelesaian konlik

yang muncul. Setelah konflik terselesaikan mereka berkompromi atas apa yang

harus dilakukan dan adanya pembagian tugas serta peran diantara mereka.

  

Pendekatan ini terkesan membuang-buang waktu tetapi lebih sesuai dengan

mahasiswa karena lingkungan pergaulan mereka yang majemuk.

  Dapat ditarik kesimpulan bahwa penelitian ini memperlihatkan bahwa

mahasiswa Universitas Sanata Dharma dominan memilih strategi manajemen

konflik dengan gaya memelihara dan menawar untuk menyelesaikan konflik yang

muncul.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan manajeman konflilk

  

yang dominan dipilih mahasiswa Universitas Sanata Dharma untuk

menyelesaikan konfliknya adalah gaya manajemen konflik memelihara dengan

skor mean tertinggi 13,75 dan gaya menawar dengan skor mean 13,41. Hal ini

menunjukkan bahwa gaya manajemen konflik memelihara menawar sebagai suatu

pendekatan dimana individu menunda atau menghindari suatu tindakan, sebelum

individu merasa yakin status quo (keadaan tetap pada suatu saat tertentu) akan

terlindungi dan yakin bahwa hal ini sesuai dengan sifat individu serta adanya

kompromi atas apa yang telah disetujui dan adanya pembagian perans. Gaya ini

sebagai strategi sementara untuk membuang-buang waktu dengan mengumpulkan

suatu informasi dan membiarkan emosi lebih tenang serta mengijinkan perubahan

yang ada untuk dimantapkan atau membiarkan keadaan dulu sebelum

memecahkan persoalan.

B. Saran

  1. Bagi Mahsiswa Dengan mengetahui gaya manajemen konflik mahasiswa diharapkan dapat membantu menghadapi dan mengatasi konflik yang muncul.

  2. Bagi Peneliti Selanjutnya Penelitian tentang gaya manajemen konflik ini dapat lebih dikembangkan lagi dengan menambah tinjauan pustaka yang lebih

variatif dan lebih mendalam tentang gaya manajemen konflik.

DAFTAR PUSTAKA

  Alfred. 1976. Conflict and Management. Boston Press, USA

Ann Marriner –Tomey. 1996. Guide To Nursing Management and Leadership.

  Journal Mosby – Year Book, Inc St Louis USA.

  Amirul Hadi. 1998. Metodologi Penelitian. Bandung : Pustaka Setia. Arguis. 1994. Conflict and Dispute. New York : Cirsp Publisher. Arun. 2009. Tawuran Mahasiswa. Online April 24, 2011. Pesan diambil dari http://wapedia.mobi.

  Azwar, S. 1996. Sikap Manusia (Teori dan Pengukuran). Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset. Azwar, S. 2005. Reliabilitas dan Validitas Instrumen. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset.

Cetin, Hacifazlioglu. 2004. Academics Conflict Management Styles. Journal of

Conflict . Vol. 5. pp 155-162. Christian. 2011. Tawuran di Medan. Online Mei 30, 2011. Pesan diambil dari http: //www.intiberita.comSumut, MEDAN, 30/5 - TAWURAN

Chris Argyris (1957). Personality and Organization; the Conflict Between System

And the Individual. Journal of conflict. New York: Harper & Row. pp. 47-

54. Clark W (1976). Experimenting with organizational life: the action research approach. Journal of organizational. New York: Plenum Press.

  

Daniel Katz; Robert Louis Kahn (1966). The Social Psychology of Organizations.

  New York: Wiley. pp. 18-33.

Deutsch, M. (1994). Constructive conflict resolution: Principles, training, and

research. Journal of Social Issues, 50(1), 13-32.

  

Dreu, C. 2007. The Virtue and Vice of Workplace Conflict. Journal of

Organizational Behavior . Vol 29. pp 5-18. Published : Wiley InterScience.

  

Friedman, Tidd, Curall, Tsai. 2000. What Goes Around Comes Around : The

Impact of Personal Conflict Style on Work Conflict and Stress. The Internasional Journal of Conflict Management. Vol. 11. No 1. pp 32-55.

  

Garbiel. 2010. Tawuran Mahasiswa di Indonesia. Online Mei 20, 2011. Pesan

diambil dari http://www.indosiar.com/ patroli/82101 /tawuran-antar- mahasiswa dan http://www.indosiar.com/ fokus/76860/dua-kelompok- mahasiswa-terlibat-tawuran.

  

Gibson, Ivancevich, Donnely. 1996. Organization, Behavior, Structur, and

Process,5th edition. London : Hogarth Press Hadi, S. 1996. Statistik Jilid 2. Yogyakarta : Andi Offset.

  

Henry P Knowles; Börje O Saxberg (1971). Personality and Leadership Behavior.

  Reading, Mass : Addison-Wesley Pub. Co.. pp. Chapter 8. Pesan dimuat dalam http://id.shvoong.com/business-management/management/2008566-jenis- jenis-konflik/#ixzz1MolSiVI1

  Irsan. 2009. Tawuran Mahasiswa UKI dan YAI Jakarta. Online Juni 1, 2011.

  Pesan diambil dari http: //www.detiknews.com/Irsan dan http://www.detiknews.com/read/2009/06/04/233641/1143013/10/kronolog i-tawuran-mahasiswa-uki-dan-yai

Kahn, Afsal, Rehrman. 2009. Impact of Task Conflict on Employee’s

Performance of Financial Institutions. vol. 27. pp 479-487

Kindler, S. Herbert. 1996. Managing Disagreement Constructively : Conflict

Management In Organization . New York: Menlo Park, CA : Crisp Publ.

  Pesan diambil dari http : //www.computerprap.com/proddesc/SAMPLE- CHAPTER/1560523832.PDF

Kormanski, C. (1982). Leadership strategies for managing conflict. Journal for

Specialists in Group Work , 7(2), 112-18. Krisna. 2010. Tawuran dan Demo Mahasiswa. Online Mei 10, 2011.

  Pesan diambil dari http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2003/10/17/brk, 20031017- 04,id.html

Laras. 2011. Kriminalitas Mahasiswa Jakarta. Online Mei 10, 2011. Pesan diambil

dari http://nasional.inilah.com/read/detail/1517422/senjata-api-diamankan- dari-tawuran-mahasiswa

  

Lopez Leslie. A Hard Act to Follow. Online Maret 13, 2010. Pesan dimuat dalam

http://proquest.umi.com/pqdweb?did=304297911&sid=5&Fmt=4&clientI d=42788&RQT=309&VName=PQD Minnery. 1980. Management Conflict and Strategies. London Press, England

  Myres-Briggs. 1995. Understanding Management. Bahama Publishers

Paul, Seetharaman, Samarah, Mykytn. 2005. Understanding Conflict in Virtual

Team: An Experimental Instrument using Content. Journal 38th Hawai Internasional Conference . pp 145-150.

Patrick J. Montana (2008). Management. New York: Barron's Educational Series.

p. 265.

Patton, Giffin, and Patton 1989; Folger, Poole, Stutman 1997; Kindler 1996.

  

Managing Disagreement Constructively . rev. ed. Menlo Park, CA:

Crisp Publications.

  Priyatno, D. 2009. SPSS 17. Yogyakarta : Andi Offset.

Rashid, J. 2005, September. Leadership Development: Conflict Management for

College Student Leaders. Journal Of Leadership no 43. vol 88-94.

  

Richard Arvid Johnson (1976). Management, Systems, And Society : An

Introduction . Pacific Palisades, Calif.: Goodyear Pub. Co. pp. 148-142. Ross. 1993. Conflict andOrganization. New York : Boston Press

Santosa, Ashari. 2005. Analisis Statistik Dengan Microsoft Excel & SPSS.

  Yogyakarta : Andi Offset Solem. 2002. Conflict Organization. London Press, England Stevenin. 2000. Conflict Organizational. Harlem Press, New York. Stoner, A.F James and Wankel Charles. 1986. Manajemen. Jakarta : Erlangga Sugiyono. 2008. Statistik Untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta.

  

Suharsimi Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.

  Yogyakarta : Rineka Cipta. Sumarmo. 2003. Manajemen Konflik Organisasi. PT. Gramedia Pusat, Jakarta

  

Swansburg, R.C. 1996. Management and Leadership for Nurse Managers ( 2 th

ed ). Jones and Bartlett Publishers Inc, London England. Wijono. 2000. Teori Konflik. Penerbit Gramedia, Jakarta

Wirawan. 2010. Konflik dan Manajemen Konflik, Teori, Aplikasi, dan Penelitian.

  Penerbit Salemba Humanika, Jakarta.

Wilkinson, H. 2006. Conflict Management. Barcelona, Spain : IESE Publishing

Yamin, Heri. 2009. SPSS Complete : Tehnik Analisis Statistik Terlengkap Dengan

  Software SPSS . Jakarta : Salemba Infotek

  LAMPIRAN

  MEMELIHARA SOPAN DOMINASI MEMUTUSKAN DENGAN ATURAN BERDAMPINGAN MENAWAR MENGALAH MELEPASKAN BERKOLABORASI

  16

  18

  17

  13

  12

  13

  15

  10

  14

  12

  11

  14

  18

  13

  14

  17

  14

  12

  13

  13

  14

  15

  19

  16

  13

  14

  15

  11

  14

  15

  12

  15

  10

  10

  24

  14

  16

  12

  14

  12

  12

  15

  13

  17

  15

  14

  14

  13

  18

  14

  9

  15

  14

  16

  13

  16

  13

  13

  14

  16

  14

  11

  12

  15

  16

  19

  14

  18

  14

  9

  16

  17

  24

  17

  13

  17

  17

  23

  18

  11

  16

  15

  25

  17

  12

  11

  12

  15

  12

  11

  15

  20

  15

  14

  12

  20

  14

  13

  14

  16

  17

  13

  9

  14

  15

  21

  16

  13

  12

  14

  16

  14

  9

  13

  12

  22

  13

  13

  13

  13

  14

  16

  12

  12

  15

  1

  9

  11

  16

  15

  13

  11

  18

  18

  5

  13

  10

  18

  9

  16

  12

  12

  11

  12

  6

  14

  16

  11

  19

  14

  14

  12

  18

  16

  14

  4

  13

  14

  14

  15

  13

  14

  12

  15

  13

  11

  14

  2

  15

  16

  16

  14

  14

  16

  9

  14

  14

  3

  18

  17

  14

  14

  17

  16

  12

  16

  7

  13

  11

  16

  11

  9

  13

  13

  11

  14

  15

  15

  16

  13

  16

  16

  16

  13

  12

  14

  10

  15

  21

  15

  13

  15

  17

  16

  13

  15

  18

  7

  11

  13

  14

  14

  16

  12

  17

  15

  14

  8

  18

  13

  18

  19

  15

  17

  18

  10

  15

  9

  12

  15

  14

  14

  11

  16

  15

  16

  15

  10

  15

  16 MEMELIHARA SOPAN DOMINASI MEMUTUSKAN DENGAN ATURAN BERDAMPINGAN MENAWAR MENGALAH MELEPASKAN BERKOLABORASI

  26

  11

  15

  42

  14

  14

  13

  12

  14

  12

  11

  15

  15

  43

  11

  10

  13

  9

  9

  12

  10

  11

  12

  44

  11

  12

  12

  13

  12

  15

  13

  11

  40

  13

  14

  39

  16

  11

  13

  13

  11

  15

  13

  13

  17

  12

  14

  14

  14

  13

  13

  12

  15

  12

  12

  41

  12

  11

  13

  11

  12

  13

  13

  10

  10

  9

  14

  11

  10

  8

  11

  9

  49

  13

  13

  7

  5

  48

  13

  12

  12

  7

  50

  15

  17

  15

  17

  18

  13

  14

  11

  12

  12

  10

  11

  45

  12

  12

  13

  10

  11

  10

  12

  12

  10

  46

  13

  9

  12

  11

  15

  12

  15

  11

  12

  47

  13

  14

  14

  14

  12

  13

  12

  12

  12

  13

  13

  13

  12

  14

  14

  16

  15

  30

  15

  13

  11

  12

  15

  12

  15

  10

  16

  31

  13

  14

  10

  13

  13

  10

  13

  13

  13

  32

  16

  13

  10

  15

  15

  16

  13

  13

  14

  12

  14

  15

  27

  14

  11

  12

  14

  16

  29

  13

  12

  16

  28

  12

  12

  11

  10

  12

  13

  9

  12

  11

  12

  13

  17

  15

  11

  12

  13

  36

  16

  13

  13

  13

  13

  12

  12

  12

  37

  12

  17

  13

  14

  12

  12

  13

  14

  15

  12

  38

  15

  12

  12

  10

  11

  11

  10

  12

  12

  12

  12

  13

  33

  16

  15

  12

  12

  13

  15

  14

  15

  12

  34

  15

  13

  16

  13

  14

  11

  13

  13

  14

  35

  12

  12

  15 SOPAN ATURAN DOMINASI MENAWAR MENGALAH MEMELIHARA MELEPASKAN BERDAMPINGAN BERKOLABORASI MEMUTUSKAN DENGAN

  51

  19

  13

  13

  13

  11

  13

  18

  11

  15

  52

  9

  9

  14

  9

  7

  10

  9

  13

  6

  53

  13

  7

  8

  13

  7

  10

  8

  8

  13

  54

  9

  11

  9

  13

  15

  15

  9

  12

  15

  55

  9

  9

  8

  9

  13

  7

  7

  4

  10

  56

  8

  10

  8

  7

  8

  9

  8

  6

  8

  57

  11

  6

  9

  9

  10

  9

  6

  11

  9

  58

  7

  7

  10

  8

  8

  8

  8

  7

  7

  59

  13

  14

  13

  13

  13

  16

  15

  11

  13

  60

  13

  13

  12

  11

  15

  13

  17

  7

  12

  61

  13

  10

  10

  8

  10

  9

  12

  8

  7

  62

  7

  12

  13

  15

  12

  10

  15

  14

  11

  63

  14

  10

  16

  14

  14

  15

  13

  11

  13

  64

  12

  8

  15

  14

  12

  9

  11

  9

  9

  65

  11

  16

  12

  12

  10

  12

  9

  13

  8

  66

  9

  10

  11

  13

  10

  9

  10

  11

  9

  67

  11

  12

  8

  9

  10

  9

  8

  10

  11

  68

  12

  9

  10

  10

  10

  13

  10

  12

  10

  69

  13

  11

  13

  11

  11

  13

  10

  9

  9

  70

  9

  11

  12

  14

  13

  12

  13

  12

  12

  71

  9

  11

  11

  12

  9

  11

  13

  12

  11

  72

  8

  7

  9

  11

  13

  10

  9

  11

  12

  73

  11

  12

  12

  12

  8

  13

  14

  10

  9

  74

  11

  14

  10

  15

  11

  8

  12

  13

  9

  75

  12

  10

  12

  13

  12

  11

  9

  13

  8 MEMELIHARA SOPAN DOMINASI MEMUTUSKAN DENGAN ATURAN BERDAMPINGAN MENAWAR MENGALAH MELEPASKAN BERKOLABORASI

  76

  93

  10

  10

  92

  15

  13

  10

  9

  13

  17

  10

  12

  16

  11

  13

  5

  9

  12

  13

  13

  11

  11

  14

  94

  17

  11

  12

  9

  11

  12

  12

  13

  4

  11

  8

  89

  13

  12

  9

  8

  11

  16

  9

  9

  90

  13

  10

  16

  9

  13

  15

  11

  17

  10

  9

  91

  15

  14

  13

  15

  7

  9

  15

  18

  18

  17

  16

  18

  17

  19

  19

  16

  99

  14

  14

  12

  18

  19

  18

  17

  13

  14 100

  17

  13

  21

  15

  18

  13

  13

  15

  98

  19

  12

  17

  13

  95

  17

  19

  11

  17

  18

  17

  17

  20

  18

  96

  17

  18

  18

  11

  17

  15

  16

  19

  12

  97

  20

  16

  16

  16

  17

  20

  4

  8

  11

  11

  14

  14

  13

  15

  13

  13

  15

  80

  8

  11

  13

  15

  10

  11

  12

  8

  12

  81

  15

  12

  14

  18

  12

  15

  13

  13

  11

  13

  79

  9

  14

  11

  11

  8

  11

  14

  11

  12

  14

  77

  15

  11

  15

  9

  13

  14

  10

  13

  13

  78

  10

  7

  10

  11

  10

  14

  8

  10

  82

  11

  5

  12

  11

  5

  11

  10

  86

  11

  11

  8

  9

  6

  10

  6

  9

  7

  87

  11

  13

  11

  12

  15

  12

  14

  11

  12

  88

  8

  8

  6

  3

  12

  11

  16

  12

  18

  8

  15

  15

  83

  14

  9

  10

  8

  11

  13

  13

  12

  11

  84

  11

  13

  9

  7

  6

  8

  8

  11

  5

  85

  13

  16 SOPAN ATURAN DOMINASI MENAWAR MENGALAH MEMELIHARA MELEPASKAN BERDAMPINGAN BERKOLABORASI MEMUTUSKAN DENGAN

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8

  9

  10

  11

  12

  13

  14

  15

  16

  17

  18

  19

  20

  21

  22

  23

  24

  25

  SOPAN ATURAN DOMINASI MENAWAR MENGALAH MEMELIHARA MELEPASKAN BERDAMPINGAN BERKOLABORASI MEMUTUSKAN DENGAN

  26

  27

  28

  29

  30

  31

  32

  33

  34

  35

  36

  37

  38

  39

  40

  41

  42

  43

  44

  45

  46

  47

  48

  49

  50

  SOPAN ATURAN DOMINASI MENAWAR MENGALAH MEMELIHARA MELEPASKAN BERDAMPINGAN BERKOLABORASI MEMUTUSKAN DENGAN

  51

  52

  53

  54

  55

  56

  57

  58

  59

  60

  61

  62

  63

  64

  65

  66

  67

  68

  69

  70

  71

  72

  73

  74

  75

  SOPAN ATURAN DOMINASI MENAWAR MENGALAH MEMELIHARA MELEPASKAN BERDAMPINGAN BERKOLABORASI MEMUTUSKAN DENGAN

  76

  77

  78

  79

  80

  81

  82

  83

  84

  85

  86

  87

  88

  89

  90

  91

  92

  93

  94

  95

  96

  97

  98

  99 100

  

1a 1b 2a 2b 3a 3b 4a 4b 5a 5b 6a 6b 7a 7b 8a 8b 9a 9b 10a 10b 11a 11b 12a 12b 13a 13b 14a 14b 15a 15b 16a 16b 17a 17b 18a 18b 19a 19b 20a 20b 21a 21b 22a 22b 23a 23b 24a 24b 25a 25b 26a 26b 27a 27b 28a 28b 29a 29b 30a 30b 31a 31b 32a 32b 33a 33b 34a 34b 35a 35b 36a 36b TOTAL

  2

  1

  3

  3

  1

  2

  1

  1

  1

  3

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  92

  3

  1

  1

  3

  1

  1

  1

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  49

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  3

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  50

  90

  1

  1

  2

  2

  1

  3

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  3

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  47

  2 2 107

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  48

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2 2 111

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  3

  1

  2

  1

  2

  1

  3

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  54

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  81

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  55

  2 2 102

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  3

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  3

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1 1 122

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  3

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  1

  51

  3

  2 1 126

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  52

  1

  3

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  53

  2

  1

  2

  3

  2

  1

  1

  86

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  40

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1 1 116

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  41

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2 2 110

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  1

  2

  2

  38

  1 2 114

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  3

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  39

  2 1 113

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  3

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  44

  2

  96

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2 1 101

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  46

  98

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  45

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  42

  2 2 111

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  3

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  43

  2 2 118

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  3

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  69

  92

  2

  3

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  70

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  94

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  3

  3

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  66

  93

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  68

  89

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  67

  83

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  3

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  85

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  73

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  74

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  95

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2 2 103

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  71

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  72

  93

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  59

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  67

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  3

  3

  1

  3

  3

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2 2 116

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  60

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  57

  69

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  56

  70

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  58

  78

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  3

  2

  3

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  64

  2 1 114

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  65

  92

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  62

  81

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  61

  2 2 101

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1 2 106

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  63

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  1

  1

  1

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  1

  1

  3

  3

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  3

  13

  1 3 130

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  3

  1

  3

  3

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  14

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2 1 112

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  1

  2

  2

  1

  3

  1

  1

  3

  3

  1

  2

  2

  2

  11

  2

  97

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  3

  1

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  3

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  3

  2

  3

  3

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  12

  3

  3

  3

  3

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  2

  3

  2 2 130

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  3

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  3

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  18

  2

  2 2 111

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  3

  1

  3

  3

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  3

  1

  1

  2 1 139

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  19

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  22

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  1

  1

  2

  3

  2

  3

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  3

  1

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  3

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  3

  2

  15

  1 1 121

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  3

  1

  1

  3

  2

  3

  3

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  17

  2 2 129

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  2 2 121

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  3

  1

  2

  1

  16

  3

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  4

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  1 3 132

  2

  3

  3

  3

  1

  1

  3

  3

  1

  2

  3

  2

  1

  3

  2

  2

  1

  3

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  1

  2

  2

  3

  2

  3

  1

  1

  2

  3

  1

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  3

  1

  2

  3

  3

  1

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  1

  1

  3

  3

  3

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  5

  2 1 122

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  1

  3

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  3

  2

  2

  1

  3

  2

  2 2 117

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  3

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  1

  1

  3

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  1

  2

  1

  1

  3

  3

  1

  1

  2

  3

  2

  1

  2

  1

  3

  2

  1

  3

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  3

  3

  2

  1

  1

  3

  2

  1

  2 2 121

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  1

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  3

  2

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1 1 140

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  9

  3

  1

  3

  1

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  1

  1

  3

  2

  3

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  3

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2 2 125

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  10

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  3

  1

  3

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  1

  1

  2

  3

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  3

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  6

  1 2 106

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  1

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  3

  3

  8

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  1

  3

  1

  2

  1

  2

  2 2 123

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  1

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  7

  3 1 129

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  1

  1

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  31

  2 2 111

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  3

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  32

  1 2 108

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  3

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  29

  96

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  3

  2

  2

  1

  1

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  3

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  30

  1

  2 2 123

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1 2 115

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  36

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  37

  2 2 127

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1 2 103

  1

  2

  2

  2

  2

  33

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  3

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  35

  2 2 114

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  34

  2 2 116

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  1

  1

  2

  1

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  22

  2 1 111

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  3

  1

  2

  2

  3

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  1

  3

  2

  1

  3

  1

  3

  1

  2

  3

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  3

  2

  3

  3

  2

  23

  2 2 117

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  3

  3

  2

  1

  2

  1

  2

  20

  2 1 115

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  3

  1

  2

  1

  3

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  3

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  21

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  3

  1

  2

  1

  2

  2

  2 1 120

  2

  2

  3

  1

  2

  3

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  27

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2 1 120

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  3

  1

  1

  3

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2 2 117

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  28

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  1

  3

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1 2 136

  2

  2

  1

  3

  2

  2

  1

  1

  3

  2

  24

  1

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  3

  1

  1

  3

  2

  26

  2 1 116

  2

  3

  2

  1

  3

  3

  1

  1

  2

  1

  3

  1

  3

  3

  2

  2

  2

  2 1 133

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  25

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  1

  1

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  1

  3

  3

  2

  1

  2

  1

  2

  99

  

1a 1b 2a 2b 3a 3b 4a 4b 5a 5b 6a 6b 7a 7b 8a 8b 9a 9b 10a 10b 11a 11b 12a 12b 13a 13b 14a 14b 15a 15b 16a 16b 17a 17b 18a 18b 19a 19b 20a 20b 21a 21b 22a 22b 23a 23b 24a 24b 25a 25b 26a 26b 27a 27b 28a 28b 29a 29b 30a 30b 31a 31b 32a 32b 33a 33b 34a 34b 35a 35b 36a 36b TOTAL

  3

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  3

  3

  1

  2

  2

  3

  3

  1

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  3

  2

  3

  1

  93

  1 1 110

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2 1 107

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  92

  1

  1

  2

  1

  3

  3

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  1

  1

  1

  3

  1

  2

  1

  3

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  3

  1

  2

  2

  3

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  94

  92

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  3

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  3

  1

  3

  3

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  1

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  1

  2

  90

  2

  1

  2

  3

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  3

  3

  1

  2

  1

  2

  3

  3

  3

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  3

  89

  56

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  94

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  91

  3 3 109

  3

  1

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  3

  1

  1

  1

  3

  3

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  3

  1

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  3

  3

  1 1 111

  3

  99

  2 2 152

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  1

  3

  2

  3

  3

  1

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  1

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  1

  1

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  3

  98

  2 3 151

  3

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  2

  3

  1

  2

  3

  3

  2

  1

  3

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  3

  2

  3

  1

  1

  2

  3

  1

  2

  1

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  1

  1

  3

  2

  1

  2

  3

  2

  3

  1

  3

  3

  1

  2

  1

  3

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  3

  1

  2

  1

  2

  1

  3

  2

  2

  100

  3 1 130

  2

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  96

  1 3 146

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  1

  1

  3

  1

  3

  1

  3

  2

  2

  1

  2

  1

  3

  1

  3

  3

  1

  2

  2

  3

  1

  1

  2

  3

  1

  3

  3

  2

  3

  1

  2

  2

  3

  1

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  1

  3

  1

  3

  1

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  3

  2

  3

  1

  95

  3 2 105

  3

  1

  3

  3

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  1

  3

  1

  3

  3

  3

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  1

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  1

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  3

  1

  1

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  3

  3

  2

  1

  3

  97

  3 2 137

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  88

  1

  75

  2

  2

  3

  3

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  79

  88

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  3

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  3

  3

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  95

  1

  3

  2

  2

  1

  3

  2

  3

  2

  81

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  3

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  3

  80

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  1 2 117

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  3

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  76

  95

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  3

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  3

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  1

  1

  1

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  78

  1 1 106

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  3

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  3

  3

  77

  2 1 102

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  3

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  86

  73

  1

  1

  1

  1

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  3

  2

  1

  2

  3

  3

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  3

  1

  2

  1

  2

  3

  85

  78

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  3

  1

  2

  2

  1

  2

  3

  1

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  1

  87

  77

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  1

  3

  2

  1

  1

  2

  82

  1 2 116

  1

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  3

  1

  2

  1

  3

  1

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  84

  96

  1

  1

  1

  3

  3

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  83

  1 1 113

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  3

  1

  1

  2

  1

  1

  3

  2

  1

  2

  3

  1

  3

  3

  3

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  3 3 133

  Reliabilitas Aspek Memelihara Case Processing Summary N %

  Reliability Statistics Cases Valid 100 100.0 Cronbach's a

  Excluded .0 Alpha N of Items Total 100 100.0 .613

  8

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Item Statistics Mean Std. Deviation N item1a

  1.96 .803 100 item9a 1.66 .879 100 item10a 2.01 .745 100 item18a 1.65 .702 100 item19a 1.57 .832 100 item24a 1.52 .772 100 item28a 1.63 .884 100 item31a 1.75 .821 100

  Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item

  Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted item1a 11.79 9.319 .260 .595 item9a 12.09 8.588 .365 .564 item10a 11.74 9.528 .251 .597 item18a 12.10 9.242 .353 .571 item19a 12.18 8.755 .364 .565 item24a 12.23 9.209 .306 .582 item28a 12.12 8.935 .288 .589 item31a 12.00 9.071 .302 .584

  Reliabilitas Aspek Sopan Case Processing Summary N %

  Reliability Statistics Cases Valid 100 100.0 Cronbach's a

  Excluded .0 Alpha N of Items Total 100 100.0 .595

  8

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Item Statistics Mean Std. Deviation N item4a

  1.44 .783 100 item6a 1.52 .810 100 item11a 1.67 .739 100 item17a 1.77 .839 100 item22a 1.52 .703 100 item28b 1.40 .804 100 item30a 1.50 .798 100 aitem32a 1.80 .804 100

  Item-Total Statistics Cronbach's

Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item

  

Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted

item4a 11.18 8.270 .319 .556 item6a 11.10 8.172 .322 .555 item11a 10.95 8.371 .327 .554 item17a 10.85 8.109 .315 .557 item22a 11.10 8.758 .256 .574 item28b 11.22 8.517 .246 .578 item30a 11.12 8.167 .332 .551 aitem32a

  10.82 8.493 .252 .576

  Reliabilitas Aspek Dominasi Case Processing Summary N %

  Reliability Statistics Cases Valid 100 100.0 Cronbach's a

  Excluded .0 Alpha N of Items Total 100 100.0 .611

  8

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Item Statistics Mean Std. Deviation N item2a

  1.69 .825 100 item7a 1.69 .787 100 item13a 1.64 .785 100 item15a 1.60 .853 100 item24b 1.48 .772 100 item27a 1.53 .745 100 item30b 1.33 .697 100 item34a 1.64 .659 100

  Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item

  Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted item2a 10.91 8.204 .266 .593 item7a 10.91 8.285 .273 .590 item13a 10.96 8.362 .256 .595 item15a 11.00 7.636 .377 .557 item24b 11.12 8.248 .293 .584 item27a 11.07 8.349 .288 .585 item30b 11.27 8.159 .376 .562 item34a 10.96 8.322 .364 .567

  Reliabilitas Aspek Aturan Case Processing Summary N %

  Reliability Statistics Cases Valid 100 100.0 Cronbach's a

  Alpha N of Items Excluded .0 .574

  8 Total 100 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Item Statistics Mean Std. Deviation N item1b

  1.65 .809 100 item4b 1.61 .827 100 item12a 1.76 .683 100 item14a 1.63 .884 100 item20a 1.56 .783 100 item25a 1.73 .941 100 item27b 1.50 .835 100 item33a 1.79 .756 100

  Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item

  Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted item1b 11.58 8.670 .302 .534 item4b 11.62 8.501 .327 .526 item12a 11.47 9.060 .301 .537 item14a 11.60 8.485 .291 .538 item20a 11.67 9.072 .229 .557 item25a 11.50 8.475 .256 .552 item27b

  11.73 8.785 .259 .548 item33a 11.44 8.895 .288 .539

  Reliabilitas Aspek Berdampingan Case Processing Summary Reliability Statistics N % Cronbach's

  Cases Valid 100 100.0 Alpha N of Items a

  Excluded .0 .592

  8 Total 100 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Item Statistics Mean Std. Deviation N item3a

  1.39 .737 100 item5a 1.57 .795 100 item10b 1.59 .753 100 item15b 1.64 .759 100 item23a 1.58 .768 100 item25b 1.48 .835 100 item32b 1.63 .720 100 item36a 1.62 .789 100

  Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item

  Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted item3a 11.11 8.018 .308 .555 item5a 10.93 7.904 .294 .560 item10b 10.91 7.800 .352 .542 item15b 10.86 8.303 .221 .581 item23a 10.92 8.115 .262 .569 item25b

  11.02 7.474 .368 .535 item32b 10.87 8.155 .286 .562 item36a 10.88 8.066 .259 .570

  Reliabilitas Aspek Menawar Case Processing Summary N %

  Reliability Statistics Cases Valid 100 100.0 Cronbach's a

  Excluded .0 Alpha N of Items Total 100 100.0 .589

  8

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Item Statistics Mean Std. Deviation N item3b

  1.75 .770 100 item8a 1.57 .742 100 item12b 1.84 .813 100 item18b 1.81 .787 100 item21a 1.63 .872 100 item22b 1.52 .785 100 item29a 1.78 .786 100 item34b 1.51 .659 100

  Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item

  Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted item3b 11.66 8.146 .292 .557 item8a 11.84 8.318 .270 .563 item12b 11.57 8.086 .276 .562 item18b 11.60 8.141 .281 .560 item21a 11.78 7.587 .348 .537 item22b 11.89 8.099 .293 .556 item29a 11.63 8.074 .298 .555 item34b 11.90 8.535 .273 .563

  Reliabilitas Aspek Mengalah Case Processing Summary N %

  Reliability Statistics Cases Valid 100 100.0 Cronbach's a

  Excluded .0 Alpha N of Items Total 100 100.0 .627

  8

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Item Statistics Mean Std. Deviation N item6b

  1.55 .845 100 item7b 1.43 .769 100 item14b 1.61 .790 100 item16a 1.44 .671 100 item19b 1.63 .747 100 item26a 1.51 .835 100 item29b 1.47 .822 100 item36b 1.51 .859 100

  Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item

  Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted item6b 10.60 9.091 .269 .610 item7b 10.72 8.830 .385 .578 item14b 10.54 8.938 .342 .589 item16a 10.71 9.339 .338 .592 item19b 10.52 9.323 .284 .605 item26a 10.64 9.081 .279 .607 item29b 10.68 9.088 .285 .605 item36b 10.64 8.435 .402 .570

  Reliabilitas Aspek Melepaskan Case Processing Summary N %

  Reliability Statistics Cases Valid 100 100.0 Cronbach's a

  Excluded .0 Alpha N of Items Total 100 100.0 .620

  8

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Item Statistics Mean Std. Deviation N item5b

  1.66 .819 100 item9b 1.68 .815 100 item13b 1.69 .787 100 item17b 1.66 .831 100 item21b 1.60 .778 100 item26b 1.50 .772 100 item33b 1.60 .711 100 item35a 1.55 .770 100

  Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item

  Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted item5b 11.28 8.648 .308 .590 item9b 11.26 8.720 .295 .594 item13b 11.25 8.896 .274 .599 item17b 11.28 8.830 .260 .604 item21b 11.34 8.651 .338 .581 item26b 11.44 8.572 .362 .574 item33b 11.34 9.035 .296 .593 item35a 11.39 8.422 .400 .564

  Reliabilitas Aspek Berkolaberasi Case Processing Summary N %

  Reliability Statistics Cases Valid 100 100.0 Cronbach's a

  Excluded .0 Alpha N of Items Total 100 100.0 .568

  8

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Item Statistics Mean Std. Deviation N item2b

  1.73 .827 100 item8b 1.74 .906 100 item11b 1.58 .781 100 item16b 1.89 .875 100 item20b 1.46 .771 100 item23b 1.61 .764 100 item31b 1.54 .744 100 item35b 1.47 .771 100

  Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item

  Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted item2b 11.29 8.329 .279 .533 item8b 11.28 8.082 .280 .534 item11b 11.44 8.330 .311 .523 item16b 11.13 8.296 .254 .542 item20b 11.56 8.592 .256 .540 item23b 11.41 8.608 .257 .540 item31b 11.48 8.616 .269 .537 item35b 11.55 8.412 .299 .527

  Reliabilitas Aspek Memelihara Case Processing Summary N %

  Reliability Statistics Cases Valid 100 100.0 Cronbach's a

  Excluded .0 Alpha N of Items Total 100 100.0 .613

  8

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Item Statistics Mean Std. Deviation N item1a

  1.96 .803 100 item9a 1.66 .879 100 item10a 2.01 .745 100 item18a 1.65 .702 100 item19a 1.57 .832 100 item24a 1.52 .772 100 item28a 1.63 .884 100 item31a 1.75 .821 100

  Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item

  Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted item1a 11.79 9.319 .260 .595 item9a 12.09 8.588 .365 .564 item10a 11.74 9.528 .251 .597 item18a 12.10 9.242 .353 .571 item19a 12.18 8.755 .364 .565 item24a 12.23 9.209 .306 .582 item28a 12.12 8.935 .288 .589 item31a 12.00 9.071 .302 .584

  Reliabilitas Aspek Sopan Case Processing Summary N %

  Reliability Statistics Cases Valid 100 100.0 Cronbach's a

  Alpha N of Items Excluded .0 .629

  7 Total 100 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Item Statistics Mean Std. Deviation N item4a

  1.48 .810 100 item6a 1.52 .810 100 item11a 1.67 .739 100 item17a 1.80 .853 100 item22a 1.57 .728 100 item30a 1.50 .798 100 aitem32a 1.80 .804 100

  Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item

  Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted item4a 9.86 7.293 .363 .584 item6a 9.82 7.462 .321 .598 item11a 9.67 7.476 .375 .582 item17a 9.54 7.180 .357 .586 item22a 9.77 7.553 .364 .585 item30a 9.84 7.368 .355 .587 aitem32a 9.54 7.766 .252 .620

  Reliabilitas Aspek Dominasi Case Processing Summary N %

  Reliability Statistics Cases Valid 100 100.0 Cronbach's a

  Excluded .0 Alpha N of Items Total 100 100.0 .611

  8

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Item Statistics Mean Std. Deviation N item2a

  1.69 .825 100 item7a 1.69 .787 100 item13a 1.64 .785 100 item15a 1.60 .853 100 item24b 1.48 .772 100 item27a 1.53 .745 100 item30b 1.33 .697 100 item34a 1.64 .659 100

  Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item

  Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted item2a 10.91 8.204 .266 .593 item7a 10.91 8.285 .273 .590 item13a 10.96 8.362 .256 .595 item15a 11.00 7.636 .377 .557 item24b 11.12 8.248 .293 .584 item27a 11.07 8.349 .288 .585 item30b 11.27 8.159 .376 .562 item34a 10.96 8.322 .364 .567

  Reliabilitas Aspek Aturan Case Processing Summary N %

  Reliability Statistics Cases Valid 100 100.0 Cronbach's a

  Excluded .0 Alpha N of Items Total 100 100.0 .581

  7

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Item Statistics Mean Std. Deviation N item1b

  1.65 .809 100 item4b 1.61 .827 100 item12a 1.76 .683 100 item14a 1.63 .884 100 item25a 1.77 .930 100 item27b 1.50 .835 100 item33a 1.79 .756 100

  Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item

  Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted item1b 10.06 7.532 .274 .552 item4b 10.10 7.202 .341 .527 item12a

  9.95 7.765 .307 .543 item14a 10.08 7.226 .293 .546 item25a

  9.94 7.128 .283 .551 item27b 10.21 7.339 .301 .542 item33a

  9.92 7.529 .313 .539

  Reliabilitas Aspek Berdampingan Case Processing Summary N %

  Reliability Statistics Cases Valid 100 100.0 Cronbach's a

  Excluded .0 Alpha N of Items Total 100 100.0 .581

  7

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Item Statistics Mean Std. Deviation N item3a

  1.39 .737 100 item5a 1.57 .795 100 item10b 1.59 .753 100 item23a 1.58 .768 100 item25b 1.48 .835 100 item32b 1.63 .720 100 item36a 1.62 .789 100

  Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item

  Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted item3a 9.47 6.555 .319 .536 item5a 9.29 6.390 .319 .536 item10b 9.27 6.563 .304 .542 item23a 9.28 6.628 .275 .552 item25b 9.38 6.198 .339 .528 item32b 9.23 6.704 .290 .547 item36a 9.24 6.649 .254 .560

  Reliabilitas Aspek Menawar Case Processing Summary N %

  Reliability Statistics Cases Valid 100 100.0 Cronbach's a

  Excluded .0 Alpha N of Items Total 100 100.0 .589

  8

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Item Statistics Mean Std. Deviation N item3b

  1.75 .770 100 item8a 1.57 .742 100 item12b 1.84 .813 100 item18b 1.81 .787 100 item21a 1.63 .872 100 item22b 1.52 .785 100 item29a 1.78 .786 100 item34b 1.51 .659 100

  Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item

  Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted item3b 11.66 8.146 .292 .557 item8a 11.84 8.318 .270 .563 item12b 11.57 8.086 .276 .562 item18b 11.60 8.141 .281 .560 item21a 11.78 7.587 .348 .537 item22b 11.89 8.099 .293 .556 item29a 11.63 8.074 .298 .555 item34b 11.90 8.535 .273 .563

  Reliabilitas Aspek Mengalah Case Processing Summary N %

  Reliability Statistics Cases Valid 100 100.0 Cronbach's a

  Excluded .0 Alpha N of Items Total 100 100.0 .627

  8

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Item Statistics Mean Std. Deviation N item6b

  1.55 .845 100 item7b 1.43 .769 100 item14b 1.61 .790 100 item16a 1.44 .671 100 item19b 1.63 .747 100 item26a 1.51 .835 100 item29b 1.47 .822 100 item36b 1.51 .859 100

  Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item

  Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted item6b 10.60 9.091 .269 .610 item7b 10.72 8.830 .385 .578 item14b 10.54 8.938 .342 .589 item16a 10.71 9.339 .338 .592 item19b 10.52 9.323 .284 .605 item26a 10.64 9.081 .279 .607 item29b 10.68 9.088 .285 .605 item36b 10.64 8.435 .402 .570

  Reliabilitas Aspek Melepaskan Case Processing Summary N %

  Reliability Statistics Cases Valid 100 100.0 Cronbach's a

  Excluded .0 Alpha N of Items Total 100 100.0 .620

  8

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Item Statistics Mean Std. Deviation N item5b

  1.66 .819 100 item9b 1.68 .815 100 item13b 1.69 .787 100 item17b 1.66 .831 100 item21b 1.60 .778 100 item26b 1.50 .772 100 item33b 1.60 .711 100 item35a 1.55 .770 100

  Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item

  Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted item5b 11.28 8.648 .308 .590 item9b 11.26 8.720 .295 .594 item13b 11.25 8.896 .274 .599 item17b 11.28 8.830 .260 .604 item21b 11.34 8.651 .338 .581 item26b 11.44 8.572 .362 .574 item33b 11.34 9.035 .296 .593 item35a 11.39 8.422 .400 .564

  Reliabilitas Aspek Berkolaberasi Case Processing Summary N %

  Reliability Statistics Cases Valid 100 100.0 Cronbach's a

  Excluded .0 Alpha N of Items Total 100 100.0 .568

  8

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Item Statistics Mean Std. Deviation N item2b

  1.73 .827 100 item8b 1.74 .906 100 item11b 1.58 .781 100 item16b 1.89 .875 100 item20b 1.46 .771 100 item23b 1.61 .764 100 item31b 1.54 .744 100 item35b 1.47 .771 100

  Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item

  Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted item2b 11.29 8.329 .279 .533 item8b 11.28 8.082 .280 .534 item11b 11.44 8.330 .311 .523 item16b 11.13 8.296 .254 .542 item20b 11.56 8.592 .256 .540 item23b 11.41 8.608 .257 .540 item31b 11.48 8.616 .269 .537 item35b 11.55 8.412 .299 .527

  

Descriptives

Descriptive Statistics

  18 10.86 2.882 Menawar 100

  

5

  23 12.91 3.254 Berkolaberasi 100

  

4

  19 12.15 3.344 Melepaskan 100

  

4

  20 13.41 3.166 Mengalah 100

  

4

  

5

  N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Memelihara 100

  20 11.67 3.075 Berdampingan 100

  

5

  21 12.60 3.185 Aturan 100

  

3

  19 11.34 3.089 Dominasi 100

  

5

  20 13.75 3.353 Sopan 100

  

7

  19 12.99 3.173 Valid N (listwise) 100

  ANGKET PENELITIAN MODI-SELF Disusun Oleh : Fadila Nur Satnaningtyas FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2011

  Jenis Kelamin Umur Apa Pilihan Gaya Kamu ? Pada halaman selanjutnya, anda akan menemukan soal-soal pernyatan dimana dapat anda gunakan untuk mengevaluasi

GAYA RESOLUSI KONFLIK DIRI ANDA SAAT BERHADAPAN DENGAN KONFLIK PRIBADI MAUPUN KELOMPOK.

  Ketika anda telah selesai dan komplit menjawab latihan MODI-Self dan mendapatkan skor-nya maka anda akan dapat mengeksplorasi diri anda saat menghadapi konflik, bagaiman anda menghadapi dan mengelola konflik menjadi hal yang bersifat positif. MODI-Self ini menyediakan informasi tentang BAGAIMANA ORANG LAIN MELIHAT ANDA DALAM MENANGANI KETIDAKSETUJUAN

  MEREKA sehingga MEMUNCULKAN KONFLLIK.

SELAMAT MENGERJAKAN !!!!

MANAGEMENT OF DIFFERENCES INVENTORY

  Saya menunda membuat suatu perubahan sampai saya (MODI-SELF) a. memiliki dukungan yang cukup.

  31. Kami menemukan perspektif baru yang memuaskan b.

  Petunjuk Pengerjaan : kebutuhan kami.

  Saya menampilkan apa adanya diri saya tetapi yang tidak Pada halaman berikutnya ada beberapa pasangan pernyataan yang a. berdampak negatif pada posisi saya saat ini. menggambarkan cara alternatif dari merespon situasi yang melibatkan 32.

  Saya mendapatkan persetujuan dari pihak lain untuk pandangan berbeda. Ketika anda setuju dengan perbedaan orang lain, anda b. berjalan dengan perbedaan kami dalam kurun waktu dapat merespon satu cara di satu waktu dan cara lain di waktu yang lain tertentu.

  Kami setuju untuk menerima kriteria atau keputusan dari tergantung pada situasi dan siapa yang terlibat. Skala ini akan merubahnya a. pihak ketiga sebagai dasar solusi masalah perbedaan kita. dalam data dengan cara menyediakan untuk anda 4 pilihan jawaban untuk 33.

  Dengan batasan yang telah ditentukan, saya dipilih antara dua pernyataan untuk memperlihatkan seberapa seringnya b. mempersilahkan orang lain untuk ikut berinisiatif. anda berhubungan dengan orang lain dalam tiap 2 indikasi cara. Jika anda Saya bermain untuk menang. merespon berbeda pada orang yang berbeda pula, anda dapat melengkapi a.

  MODI-Self Inventory pada tiap orang dengan siapa anda paling sering 34. Saya melakukan penyesuaian ketika orang lain juga berinteraksi.

  b. berkeinginan untuk melakukan hal yang sama.

  Saya mempersilahkan orang lain untuk berinisiatif tetapi

  a. dengan tegas menerapkan batasan. Fokus pada jawaban pada bagaimana anda biasanya bersikap 35. daripada pada bagaimana mungkin akan bersikap.

  Kami menggabungkan gagasan yang dibuat oleh dua b. individu.

  Tidak ada jawaban yang benar atau jawaban salah.

  Kami sepakat untuk mengikuti jalan yang berbeda sampai a. memungkinkan kami untuk bertindak bersama-sama.

  36. Saya mengikuti ide orang lain.

  b.

TERIMA KASIH TELAH BERPARTISIPASI !!!

PERHATIKAN DAN CERMATILAH

  Saya berani berkonfrontasi dengan perbedaan setelah saya a. merasa waktunya pas. Pada tiap nomor soal pernyataan yang diberikan, berikanlah nilai pada 24. salah satu kolom yang ada, dimana nilai itu HARUSLAH BERJUMLAH Saya bertindak dengan cara-cara tertentu untuk b. memastikan posisi saya dalam kelompok. PERSIS 3 POIN diantara alternatif jawaban yang menggambarkan seberapa seringnya anda berperilaku sesuai dengan apa yang dinginkan, Kami bersama-sama setuju pada aturan atau prosedur a. yang dapat memecahkan masalah. dengan menggunakan pedoman : 25.

  Kami menemukan jalan dimana kami bersama-sama b. mengikuti poin-poin pandangan yang diharapkan.

   POIN Saya mengalah kepada pendapat orang lain. Sangat Sering

  3 a. Sering 2 26.

  Dengan membari suatu batasan, saya menginginkan orang b. lain yang menangani masalah.

  Kadang-kadang 1 Jarang 0 Saya mempengaruhi orang lain untuk mengubah a. pemikirannya.

  27. Secara objektif saya menerima orang lain untuk b. mengatasi perbedaan yang timbul.

  Keterangan : ”Sangat sering” untuk menyatakan perilaku yang paling sering dilakukan.

  Saya menunda mengatasi masalah sampai saya mimiliki a. informasi untuk mengatasinya. ”Sering” untuk menyatakan perilaku yang sering dilakukan.

  28.

  ”Kadang-kadang” untuk menyatakan perilaku yang terkadang dilakukan.

  Saya menunda mengatasi masalah sampai saya memiliki b. informasi yang cukup untuk mengatasinya. ”Jarang” untuk menyatakan perilaku yang jarang dilakukan.

  Kami menyelesaikan perbedaan dengan cara menemukan a. solusi bersama.

  29. Saya menyesuaikan diri kepada pendekatan orang lain.

  b.

  Saya menunjukkan bahwa perbedaan diantara kita itu a. tidak untuk diperdebatkan.

  30. Saya menentang persepsi orang lain atas suatu masalah.

  b. Contoh : Saya memberi informasi sesedikit mungkin yang a. membuat posisi saya aman.

  Dalam ketidaksetujuan, perselisihan, atau perbedaan atau persepsi atas 17. orang lain. Tiap pasang pertanyaan (a dan b) harus berjumlah persis 3 Dengan memberi kerangka kerja, saya membiarkan orang b. lain yang menangani persoalan.

  Poin.

  Saya menunggu sampai memiliki cukup informasi a. sebelum bertindak.

  No Pernyataan Poin 18. a. Aku merencanakan untuk menang dalam suatu Kami menemukan kesepakatan bersama untuk mengatasi argumentasi b.

  1. perbedaan. b. Aku mengecek fakta yang aku miliki

  3 Saya menunda mengeluarkan gagasan sampai saya a. merasa waktunya sudah tepat.

  19. Saya tidak menentang gagasan orang lain.

  b.

  Atau a. 2 atau a. 1 atau a. Kami menemukan prosedur kesepakatan bersama (misal

  b. 1 b.

  2 b.

  3 a. voting atau penelitian).

  20. Kami menemukan jalan untuk menyusun ulang perbedaan b. kami demi memuaskan kebutuhan bersama.

  Saya menekankan beberapa pendapat saat saya yakin Perhatian : a. bahwa orang lain akan melakukan hal yang sama.

  Pada saat mengerjakan soal ini fokuslah pada pemberian jawaban 21. Saya menentukan harapan dan perhatian serta dengan berdasarkan pada bagaimana perilaku ( tindakan ) kamu yang b. membiarkan orang lain yang menemukan solusinya. sebenarnya bukan pada bagaimana kamu akan bersikap ( bertindak ) atas Saya menunjukkan pada orang lain bahwa pandangan pernyataan soal itu. Disini tidak ada jawaban benar atau salah.

  a. kami itu tidak jauh berbeda.

  22. Saya akan memberikan kesempatan atau kebebasan

  b. kepada orang lain jika mereka juga memberikan hal yang sama.

  Kami menemukan jalan yang memperbolehkan setiap a. orang untuk mengungkapkan pandangan masing-masing.

  23. Kami menemukan solusi yang membawa gagasan kami b. dalam kesepakatan.

  No Pernyataan Poin 1.

  a.

  b.

  Kami menemukan solusi untuk mengatasi perbedaan.

  a.

  12.

  Saya mengekspresikan gagasan dan perasaan serta mempersilahkan orang lain untuk berbuat hal yang sama.

  b.

  Saya membuat orang lain yang tidak setuju untuk mau menerima pendapat saya dengan menunjukkan segi posititnya.

  11.

  13.

  Kami sepakat untuk sementara waktu tidak menyetujui sesuatu.

  b.

  Saya menghindari masalah yang tidak penting sebelum bertindak.

  a.

  10.

  Saya membiarkan orang lain untuk berpandapat.

  b.

  Kami menemukan solusi seimbang antara kerugian dan keuntungan untuk kedua pihak.

  a.

  a.

  a.

  b.

  Saya mengikuti pandangan dari orang lain.

  a.

  16.

  Kami mengetahui dan memperbolehkan adanya perbedaan yang ada pada tiap orang.

  b.

  Pencapaian saya harus sesuai dengan gagasan saya.

  15.

  Saya akan melakukan apa yang harus saya lakukan untuk memecahkan persoalan.

  Saya menyesuaikan diri dengan persepsi orang lain.

  b.

  Kami bersama-sama menyetujui aturan atau prosedur untuk mengatasi perbedaan kami.

  a.

  14.

  Saya mempersilahkan orang lain untuk menyelesaikan masalah dengan batasan tertentu.

  b.

  Saya menunggu siap mental sebelum bertindak.

  9.

  a.

  3.

  Saya menekankan pada persamaan yang ada daripada perbedaan.

  a.

  4.

  Saya memberikan pendapat untuk mendapatkan keinginan saya.

  b.

  Saya berjalan dengan pendapat saya dan orang lain berjalan dengan pendapatnya.

  a.

  Kami bersama-sama mengembangkan gagasan yang merupakan gabungan dari kedua persepsi kami

  Kami menemukan aturan logis yang disetujui bersama sebagai dasar keputusan kami.

  b.

  Saya berusaha untuk mencapai apa yang saya inginkan.

  a.

  2.

  Kami menemukan rumusan atau syarat yang kami setujui bersama.

  b.

  Saya menunggu emosi saya rileks sebelum bertindak.

  b.

  5.

  Saya membiarkan kekhawatiran kami keluar bebas dan kami menyelesaikan masalah bersama-sama

  a.

  b.

  Kami bekerja sama dalam kombinasi yang adil atau untung dan rugi dibagi bersama.

  a.

  8.

  Saya mengikuti gagasan orang lain.

  b.

  Saya berusaha keras supaya gagasan saya yang disetujui.

  7.

  a.

  Saya mencoba solusi yang diberikan orang lain.

  b.

  Kesepakatan ini saya dapatkan dengan menghindari detail yang akan menyebabkan perbedaan.

  a.

  6.

  Dengan kesepakatan, saya memberi kontrol pada orang lain.

  b.

  Kami memberi kebebasan anggota lain untuk memilih posisi yang mereka inginkan.

  Kami bekerja sama untuk menggabungkan gagasan dari kedua orang.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Studi deskriptif manajemen waktu mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
13
31
95
Sikap mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma terhadap kegiatan kemahasiswaan - USD Repository
0
0
142
Sistem informasi kost/kontrakan berbasis web untuk mahasiswa baru Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
167
Sikap mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta terhadap perilaku seksual homoseks - USD Repository
0
0
111
Analisis kepuasan mahasiswa terhadap kualitas jasa pelayanan Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
171
Persepsi mahasiswa akuntansi fakultas ekonomi Universitas Sanata Dharma terhadap profesi akuntan publik - USD Repository
0
0
85
Persepsi mahasiswa tentang metode pengajaran dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
121
Studi deskriptif hambatan, motivasi dan strategi pemecahan masalah pada mahasiswa psikologi Universitas Sanata Dharma yang sedang mengerjakan skripsi - USD Repository
0
0
91
Studi deskriptif tentang androgenitas pada mahasiswa fakultas psikologi Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
186
Studi deskriptif motivasi berorganisasi pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
133
Kematangan psikologis mahasiswa Psikologi Universitas Sanata Dharma ditinjau dari pemenuhan tugas-tugas perkembangan - USD Repository
0
2
194
Efikasi diri pada mahasiswa psikologi Universitas Sanata Dharma yang sedang mengerjakan skripsi - USD Repository
0
0
103
Studi deskriptif konsep diri fisik : studi pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
105
Sikap mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta terhadap keperawanan wanita - USD Repository
0
3
102
Perilaku mahasiswa dalam mengkonsumsi buku : studi pada mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
122
Show more