Analisis korelasi antara disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan : studi kasus pada karyawan PT. BRI (persero) cabang Atambua NTT - USD Repository

Gratis

0
0
112
10 months ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ANALISIS KORELASI ANTARA DISIPLIN KERJA dan MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN Studi Kasus pada Karyawan PT. BRI (Persero) Cabang Atambua - NTT Skripsi Diajukan untuk memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajamen Oleh: Wilhelmina Erwindy Febrian Kess NIM: 052214128 PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2010

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ANALISIS KORELASI ANTARA DISIPLIN KERJA dan MOTIVASI

KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN

Studi Kasus pada Karyawan PT. BRI (Persero) Cabang Atambua - NTT

Skripsi

  

Diajukan untuk memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Program Studi Manajamen

  

Oleh:

Wilhelmina Erwindy Febrian Kess

NIM: 052214128

  

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2010

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Motto  dan Persembahan

 

  Peganglah  segala sesuatu yang telah engkau dengar dari pada‐Ku  

sebagai  contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam 

Kristus  Yesus. 

  (2  Timotius 1:13) 

 

Janganlah

   takut sebab Aku menyertai engkau,  Janganlah  bimbang, sebab Aku ini Allahmu;  Aku

   akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau;  Aku  akan memegang engkau dengan tangan kanan‐Ku yang membawa 

kemenangan  

  

(Yesaya  41:10) 

   

    Skripsi  ini kupersembahkan untuk: 

  ♥ Allah Bapa, Bunda Maria dan Yesus Kristus  Juru selamatku  ♥ Opa dan Oma, Kedua Orang tua, kakak dan adik serta keluargaku tercinta  ♥ Simon Orlando Pareira  ♥ Sahabat dan teman‐temanku 

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK ANALISIS KORELASI ANTARA DISIPLIN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN Studi Kasus pada Karyawan PT. BRI (Persero) Cabang Atambua - NTT Wilhelmina Erwindy Febrian Kess Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2010

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1)   Apakah disiplin kerja mempunyai hubungan yang positif dengan kinerja karyawan, 2) Apakah motivasi kerja mempunyai hubungan yang positif dengan kinerja karyawan, 3) Hubungan disiplin kerja dan motivasi kerja secara simultan terhadap kinerja karyawan. Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Teknik pengambilan sampel adalah dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan teknik kuesioner. Sampel sebanyak 37 orang responden karyawan BRI Cabang Atambua. Adapun variabel penelitian adalah disiplin kerja (X ), motivasi kerja (X ) dan kinerja 1 2 karyawan (Y). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi product moment, analisis korelasi berganda, uji t dan uji F. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan.

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ABSTRACT

THE CORRELATION ANALYSIS BETWEEN WORK DISCIPLINE AND WORK

MOTIVATION TOWARD THE EMPLOYEE PERFORMANCE

A Case Study on the Employee at Branch Banking of PT. BRI (Persero) in

Atambua - NTT

  

Wilhelmina Erwindy Febrian Kess

Sanata Dharma University

Yogyakarta

2010

  The purpose of the research were to find out:1) whether work discipline has a positive relationship to the employee performance, 2) whether work motivation has a positive relationship to the employee performance, 3) the relationship between work discipline and work motivation simultaneously toward the employee performance. The research was a case study. The sample technique was purposive sampling. Data were collected using questionnaires. The sample was 37 employees at branch banking of BRI in Atambua. Research variables were work discipline (X ), work motivation (X ) and the employee 1 2 performance (Y). Researcher used product moment correlation, multiple correlation, t test and F test to analyse the data collected. The result showed that there was a positive and significant relationship between work discipline and work motivation toward the employee performance.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, atas segala berkat, rahmat dan kurnia serta anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Analisis Korelasi Antara Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan”. Studi Kasus pada karyawan PT.BRI (Persero) Cabang Atambua dengan baik. Penulisan skripsi ini dilaksanakan guna memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Penulis menyadari bahwa tanpa adanya bantuan, dukungan dan bimbingan dari berbagai pihak skripsi ini tidak dapat terwujud. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin memberikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran penulisan skripsi ini, yaitu:

  1. Dr. Ir. P. Wiryono P, S.J., selaku Rektor Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  2. Bapak Drs.YP. Supardiyono, M.Si., Ak., QIA., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

  3. Bapak V. Mardi Widyadmono, S.E., M.B.A., selaku Ketua Program Studi Manajemen Universitas Sanata Dharma.

  4. Bapak T. Handono Eko P., M.B.A., Ph.D, selaku Dosen pembimbing I yang telah bersedia meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberikan bimbingan, serta masukan dan kritikan yang sangat berharga sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.

  5. Bapak Drs. Hg. Suseno TW., M.S., selaku Dosen Pembimbing II yang telah bersedia meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk memberikan bimbingan serta masukan dan kritikan yang sangat berharga sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6. Bapak Drs. Marianus Mochtar M., M.M., selaku Dosen Tamu ujian sarjana saya yang berlangsung tanggal 23 November 2010 menjadi tanggal yang paling bersejarah dalam hidup saya.

  7. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memberikan ilmu selama perkuliahan yang sangat berguna bagi penulis.

  8. Bapak Bimma Ramadewa selaku Kepala Cabang BRI Atambua yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian.

  9. Bapak John Dua Bala selaku supervisor Penunjang Bisnis BRI Cabang Atambua yang telah banyak membantu penulis dalam kelancaran penelitian.

  10. Bapak Alfons Petor selaku supervisor Pelayanan Kas BRI Cabang Atambua yang telah banyak membantu penulis dalam kelancaran penelitian.

  11. Bapak Ludovikus Besin selaku karyawan BRI Cabang Atambua yang telah banyak membantu penulis dalam kelancaran penelitian.

  12. Seluruh responden karyawan BRI Cabang Atambua yang telah membantu penulis dengan mengisi kuesioner guna melengkapi data yang penulis butuhkan.

  13. Opa Abraham J. Bau (Alm) dan Oma Wilhelmince Y. Ndun yang telah memberikan kasih sayang, cinta dan perhatiannya selama ini yang tak akan tergantikan oleh apapun. Oma, Makasih atas doa dan dukungannya selama ini sehingga Wi’ bisa menjadi seperti sekarang ini.

  14. Papa Felix Ulu Kess dan Mama Ernesta Bau yang telah memberikan kasih sayang, cinta dan perhatiannya selama ini.

  15. Keluarga besar di Atambua terima kasih buat doa, semangat dan dukungan selama ini.

  16. Simon Orlando Pareira yang selalu sabar dan setia dalam suka dan duka. Makasih buat kebersamaan, cinta dan perhatiannya selama ini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  17. Suster Benedicte, CB selaku ibu asrama Syantikara. Makasih atas pelajaran hidup yang sangat berharga selama aku di asrama.

  18. Teman- Teman dari Atambua khususnya Thy dan Mely. Makasih buat persahabatan kita selama ini selama di Jogja.

  19. Teman-teman Manajemen 2005 khususnya Man’05 ( Leni, Dori, Dian, Agus, Valent, Nyong, Anne, Debbie, Nanda, Ani, Ana, Nita, Ria, Bayu, Adhi). Makasih buat kebersamaan dan persahabatan kita selama ini.

  20. Teman-teman Asrama Syantikara khususnya Angkatan ’05 (Weni, Elis, Siska, Icha, Mita, Berta, Cindy, Clara). Makasih buat persahabatan kita selama ini…. Dan juga buat Bening, Yuris, Irin dan Fabi.

  21. Staf Sekretariat Fakultas Ekonomi Prodi Manajemen yang banyak membantu penulis selama ini.

  22. Dan kepada semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Terima kasih Penulis menyadari sepenuhnya akan segala kelemahan dan kekurangan yang ada dalam skripsi ini. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca. Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak, khususnya yang berkaitan dengan bidang yang sama.

  Yogyakarta, 2010 Penulis

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR ISI

Halaman

  

HALAMAN JUDUL ........................................................................................................... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................................ii

HALAMAN PERSETUJUAN ............................................................................................iii

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS ...........................................iv

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ................................................................v

HALAMAN ABSTRAK ......................................................................................................vi

HALAMAN ABSTRACT ....................................................................................................vii

HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI .......................................viii

HALAMAN KATA PENGANTAR ....................................................................................ix

HALAMAN DAFTAR ISI ..................................................................................................xii

HALAMAN DAFTAR TABEL ..........................................................................................xv

HALAMAN DAFTAR GAMBAR ......................................................................................xvi

HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................xvii

  BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................1 A. Latar Belakang ...........................................................................................................1 B. Rumusan Masalah ......................................................................................................4 C. Tujuan Penelitian .......................................................................................................4 D. Batasan Masalah ........................................................................................................4 E. Manfaat Penelitian .....................................................................................................5 F. Sistematika Penulisan ................................................................................................5

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................................7 A. Disiplin Kerja .............................................................................................................7

  1. Pengertian Disiplin Kerja ...............................................................................7

  2. Pentingnya Disiplin Kerja ..............................................................................8

  3. Ukuran Disiplin Kerja ....................................................................................8

  4. Macam-Macam Disiplin Kerja ......................................................................9

  5. Faktor-Faktor Disiplin Kerja ..........................................................................11

  B. Motivasi Kerja ...........................................................................................................14

  1. Pengertian Motivasi Kerja .............................................................................14

  2. Pentingnya Motivasi Kerja ............................................................................15

  3. Model dan Teori Motivasi .............................................................................15

  4. Asumsi Dasar yang Melandasi Teori Motivasi ..............................................20

  C. Kinerja Karyawan ......................................................................................................21

  1. Pengertian Kinerja .........................................................................................21

  2. Penilaian Kinerja ............................................................................................22

  3. Pengukuran Kinerja .......................................................................................23

  D. Kerangka Pemikiran...................................................................................................24

  E. Hipotesis ....................................................................................................................25

  F. Jurnal Penelitian Sebelumnya ....................................................................................26

  BAB III METODE PENELITIAN ....................................................................................29 A. Jenis Penelitian ...........................................................................................................29 B. Lokasi dan Waktu Peneiltian .....................................................................................29 C. Subyek dan Obyek Penelitian ....................................................................................29 D. Variabel Penelitian .....................................................................................................30 E. Definisi Operasional ..................................................................................................32 F. Metode Pengumpulan Data ........................................................................................32 G. Populasi dan Sampel ..................................................................................................33 H. Validitas dan Reliabilitas ...........................................................................................34 I. Teknik Analisis Data ..................................................................................................36

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN .............................................................42 A. Sejarah Berdirinya Perusahaan ..................................................................................42 B. Lokasi Perusahaan .....................................................................................................43 C. Visi dan Misi ..............................................................................................................43 D. Nilai-Nilai Perusahaan ...............................................................................................44 E. Kegiatan Usaha dan Produk BRI ...............................................................................45 F. Struktur Organisasi dan Fungsi Kantor Cabang BRI Atambua .................................46 BAB V ANALISIS DATA dan PEMBAHASAN .............................................................50 A. Analisis Uji Validitas dan Uji Reliabilitas .................................................................51 B. Analisis Data ..............................................................................................................54 C. Pembahasan................................................................................................................59 BAB VI KESIMPULAN, SARAN dan KETERBATASAN ...........................................61 A. Kesimpulan ................................................................................................................61 B. Saran ..........................................................................................................................62 C. Keterbatasan ...............................................................................................................63 DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................................64 LAMPIRAN ..........................................................................................................................66

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR TABEL

Halaman

  V.1 Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian ......................................................................... 54

  V.2 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian ...................................................................... 56

  V.3 Data Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ................................................................... 57

  V.4 Data Responden Berdasarkan Status Perkawinan ............................................................ 57

  V.5 Data Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan .......................................................... 58

  V.6 Hasil Pengujian Korelasi Parsial disiplin kerja (X ) terhadap kinerja karyawan (Y) ..... 59 1 V.7 Hasil Pengujian Korelasi Parsial motivasi kerja (X ) terhadap kinerja karyawan(Y) .... 59 2 V.8 Hasil Uji Koefisien Korelasi Berganda (R) ..................................................................... 60

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR GAMBAR

Halaman

  II.1 Kerangka Pemikiran............................................................................................ 27

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran 1 Kuesioner Penelitian Daftar Pertanyaan Wawancara Lampiran 2 Identitas Responden Tabulasi 37 Responden Lampiran 3 Validitas Reliabilitas Lampiran 4 Korelasi Parsial Korelasi Berganda Uji t Uji F Lampiran 5 Tabel r Tabel t Tabel F Lampiran 6 Struktur Organisasi

  Surat Keterangan Penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia dalam suatu perusahaan memiliki peran yang sangat penting dalam

  mengembangkan suatu perusahaan. Manusia sebagai sumber daya potensial merupakan sumber kekuatan suatu perusahaan sebab yang menggerakkan perusahaan adalah manusia. Begitu pula sebaliknya, menggerakkan perusahaan berarti harus menggerakkan manusianya. Mengingat peran yang cukup dominan tersebut, maka segala upaya terus dilakukan untuk menciptakan sebuah sistem yang mengatur kinerja manusia agar lebih efektif dan efisien dalam perusahaan. Apalagi di era globalisasi ini laju modernisasi dan perkembangan teknologi menuntut perusahaan untuk lebih peka dan responsif terhadap tuntutan zaman (Pratama, 2008).

  Sumber daya manusia merupakan aset yang sangat penting dan berharga untuk menunjang keberhasilan suatu perusahaan. Disiplin kerja dan motivasi kerja mempunyai hubungan yang erat terhadap perkembangan suatu perusahaan. Oleh karena itu agar suatu perusahaan dapat lebih berkembang secara optimal maka perlu adanya disiplin kerja dan motivasi kerja para karyawan.

  Disiplin dan motivasi kerja yang tinggi akan lebih terjamin jika perusahaan mempunyai cara yang tepat untuk menjaga kinerja karyawan agar lebih produktif.

  Dengan demikian dibutuhkan peningkatan kinerja karyawan agar dapat melaksanakan tugas yang ada sebaik mungkin. Disiplin kerja adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan mentaati segala norma-norma peraturan yang berlaku di

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sekitarnya (Saydam, 2005: 284). Jadi dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja dalam kaitannya dengan pekerjaan adalah suatu sikap dan tingkah laku yang menunjukkan ketaatan karyawan terhadap peraturan organisasi atau perusahaan.

  Faktor motivasi juga tidak kalah penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Motivasi menjadi pendorong seseorang melaksanakan suatu kegiatan untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Motivasi merupakan pendorong seseorang untuk menggerakkan kemampuan, tenaga dan waktunya untuk menjalankan semua kegiatan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya agar kewajibannya terpenuhi serta sasaran dan tujuan yang ingin dicapai perusahaan terwujud. Oleh karena itu, karyawan yang mempunyai motivasi yang tinggi biasanya mempunyai kinerja yang tinggi pula. Untuk itu motivasi kerja karyawan perlu dibangkitkan agar karyawan dapat menghasilkan kinerja yang terbaik.

  Motivasi kerja ini dijelaskan oleh Herzberg dengan teorinya yaitu teori dua faktor. Menurut Herzberg ada dua hal yang mempengaruhi motivasi yaitu dari dalam individu dan dari luar individu, dari dalam individu sebagai faktor motivator dan dari luar individu sebagai faktor pemeliharaan. Faktor dari dalam individu misalnya pengakuan kerja, prestasi kerja, dan tanggung jawab. Sedangkan faktor dari luar misalnya jaminan kerja, kondisi kerja dan hubungan antar pribadi di antara rekan kerja (Arep dan Tanjung, 2004: 28).

  Dunia perbankan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Ditandai dengan semakin memburuknya kinerja karyawan dan melambatnya kegiatan bank dalam menjalankan fungsinya. Faktor penyebabnya adalah melemahnya manajemen bank dan tingginya ketidakpatuhan karyawan terhadap kode etik. Akibatnya terjadi krisis di sektor perbankan. Dampak dari krisis perbankan dapat dilihat dari sektor riil adalah pemutusan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan dan banyaknya sektor usaha yang mengalami kemacetan (Warta BRI, 2008).

  Sebagaimana layaknya sebuah organisasi salah satu fungsi strategis yang memegang peranan penting adalah sumber daya manusianya. Mengingat peran karyawan bank yang cukup dominan terhadap tingkat resiko operasi bank maka disiplin kerja dan motivasi kerja karyawan perlu diperhatikan dan ditingkatkan lagi. Karena ketidakmampuan manajemen bank dalam mengelola sumber daya manusia dengan baik akan mengakibatkan tingkat resiko operasional yang membahayakan keselamatan bank.

  Penelitian Teman Koesmono dengan judul Pengaruh Motivasi dan Kepemimpinan Terhadap Disiplin Kerja dan Perilaku serta Kinerja Karyawan Sub Section Level pada PT.

  Bogasari Flour Mill menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh positif terhadap disiplin kerja dengan koefisien jalur 0,222. Hal ini dapat menjelaskan bahwa motivasi dalam bentuk ekstrinsik dan intrinsik berpengaruh positif terhadap disiplin kerja. Motivasi berpengaruh secara positif terhadap kinerja dengan koefisien 0,002. Hal ini menunjukkan bahwa makin tinggi motivasi yang dirasakan oleh karyawan maka kinerja akan tinggi pula sedangkan temuan yang lainnya adalah kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja dengan koefisien jalur 0,18 (Koesmono, 2005:307).

  Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah bahwa penelitian ini lebih menekankan pada bagaimana peran motivasi dan disiplin kerja karyawan terhadap kinerja karyawan itu sendiri pada karyawan bank BRI Cabang Atambua, NTT. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dan mengambil judul penelitian “ANALISIS KORELASI ANTARA DISIPLIN KERJA

  dan MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN”.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  B. Rumusan Masalah

  Berdasarkan uraian tersebut ada beberapa masalah pokok dalam penelitian ini, yaitu :

  1. Apakah ada korelasi positif antara disiplin kerja dengan kinerja karyawan BRI ?

  2. Apakah ada korelasi positif antara motivasi kerja dengan kinerja karyawan BRI ?

  3. Apakah disiplin kerja dan motivasi kerja secara bersama-sama mempunyai korelasi positif terhadap kinerja karyawan BRI ?

  C. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara disiplin kerja karyawan dengan kinerja karyawan BRI.

  2. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja karyawan BRI.

  3. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan positif secara bersama-sama antara disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan BRI.

  D. Batasan Masalah

  Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan, namun disini penulis hanya membatasi pada masalah disiplin kerja dan motivasi kerja pada karyawan BRI Cabang Atambua, NTT.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI E.

   Manfaat Penelitian

  1. Bagi Bank Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan yang bisa dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam masalah yang dihadapi dalam menentukan kebijaksanaan dan mengambil keputusan untuk meningkatkan kinerja para karyawan.

  2. Bagi Universitas Sanata Dharma Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi untuk penelitian lebih lanjut dan menambah khasanah bacaan ilmiah.

  3. Bagi peneliti Penelitian ini dapat digunakan sebagai sarana dalam penerapan dan pengembangan teori-teori yang pernah diterima di bangku kuliah serta dapat menambah wawasan dan pengalaman.

F. Sistematika Penulisan

  BAB I : Pendahuluan, merupakan bab yang berisi tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.

  BAB II : Landasan Teori, merupakan bab yang berisi tentang pengertian disiplin kerja, pentingnya disiplin kerja, ukuran disiplin kerja, macam-macam disiplin kerja, faktor-faktor disiplin kerja, pengertian motivasi kerja, pentingnya motivasi kerja, model dan teori motivasi, asumsi dasar yang melandasi teori motivasi, pengertian kinerja, penilaian kinerja, pengukuran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kinerja, kerangka pemikiran, hipotesa penelitian dan jurnal penelitian sebelumnya.

  BAB III : Metodologi Penelitian, merupakan bab yang berisi tentang jenis penelitian, lokasi dan waktu penelitian, subyek dan obyek penelitian, variabel penelitian, definisi operasional, metode pengumpulan data, populasi dan sampel, validitas dan reliabilitas, dan teknik analisis data.

  BAB IV : Gambaran Umum Perusahaan, merupakan bab yang berisi tentang sejarah berdirinya perusahaan, lokasi perusahaan, visi dan misi, nilai-nilai perusahaan, kegiatan usaha dan produk BRI, struktur organisasi kantor cabang BRI Atambua dan fungsi masing-masing bagian.

  BAB V : Analisis Data dan Pembahasan, merupakan bab yang berisi tentang analisis uji validitas dan uji reliabilitas, analisis data dan pembahasan. BAB VI : Kesimpulan, Saran dan Keterbatasan, merupakan bab yang berisi tentang kesimpulan, saran dan keterbatasan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II LANDASAN TEORI A. Disiplin Kerja

  1. Pengertian Disiplin Kerja Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia disiplin adalah tata tertib, ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan, sistem dan metode tertentu (2005: 268).

  Menurut Sastrohadiwiryo disiplin kerja adalah suatu sikap menghormati, menghargai, patuh, dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku, baik yang tertulis maupun tidak tertulis serta sanggup menjalankannya dan tidak mengelak untuk menerima sanksi-sanksi apabila ia melanggar tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya (2001: 291).

  Menurut Suryohadiprojo disiplin adalah suatu proses yang dapat menumbuhkan perasaan seseorang untuk mempertahankan dan meningkatkan tujuan organisasi secara obyektif melalui kepatuhannya menjalankan peraturan organisasi (2001: 29).

  Dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin adalah merupakan perasaan taat dan patuh terhadap pekerjaan yang menjadi tanggungjawab seseorang.

  Disiplin ini berhubungan erat dengan wewenang. Apabila wewenang tidak berjalan dengan semestinya, maka disiplin akan hilang. Oleh karena itu, pemegang wewenang harus dapat menjalankan disiplin terhadap dirinya sendiri sehingga mempunyai tanggungjawab terhadap pekerjaan sesuai dengan wewenang yang dilimpahkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.

   Pentingnya Disiplin Kerja

  Di dalam perusahaan kedisiplinan harus tetap ditegakkan. Menegakkan kedisiplinan dipandang penting oleh perusahaan karena dengan disiplin dapat diharapkan peraturan-peraturan ditaati oleh karyawan. Bilamana kedisiplinan tidak dapat ditegakkan kemungkinan tujuan yang telah ditetapkan tidak dapat dicapai atau dicapai tetapi kurang efektif dan efisien.

  Disiplin kerja dapat diciptakan dengan adanya tata tertib atau peraturan yang jelas dan yang dengan mudah dapat diketahui oleh setiap karyawan perusahaan.

  Sedangkan untuk pembinaan kedisiplinan kerja dapat dilakukan melalui latihan antara lain dengan bekerja menghargai waktu dan biaya yang akan memberikan pengaruh positif terhadap produktifitas karyawan (Nitisemito, 2000: 10).

3. Ukuran Disiplin Kerja

  Ukuran yang digunakan untuk mengetahui tingkat kedisiplinan kerja yang baik ada beberapa macam (Anaroga dan Suyati, 1995:71) yaitu: a. Kepatuhan karyawan pada jam-jam kerja.

  b. Kepatuhan karyawan pada perintah atasan serta taat pada tata tertib yang berlaku.

  c. Penggunaan dan pemeliharaan bahan-bahan atau alat perlengkapan kantor dengan hati-hati.

  d. Bekerja dengan mengikuti cara-cara yang telah ditentukan oleh perusahaan.

  e. Kegairahan kerja.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.

   Macam- Macam Disiplin Kerja

  Menurut Jasin (2000: 24) ada dua macam disiplin kerja yaitu:

  a. Disiplin diri Disiplin diri merupakan yang dikembangkan atau dikontrol oleh diri sendiri. Hal ini merupakan manifestasi atau aktualisasi dari tanggungjawab pribadi, yang berarti mengakui dan menerima kekurangan nilai-nilai yang ada di luar dirinya sendiri. Melalui disiplin diri, karyawan merasa bertanggungjawab dan dapat mengatur diri sendiri untuk kepentingan organisasi atau perusahaannya.

  Disiplin diri merupakan hasil proses belajar (sosialisasi) dari keluarga dan masyarakat. Penanaman nilai-nilai yang menjunjung disiplin yang ditanamkan oleh orangtua, guru maupun masyarakat merupakan bekal positif bagi tumbuh dan berkembangnya disiplin diri.

  Penanaman nilai-nilai disiplin dapat berkembang apabila didukung oleh situasi lingkungan yang kondusif yaitu situasi yang ditandai oleh perlakuan yang konsisten oleh orangtua, guru atau pimpinan. Selain itu, orangtua, guru dan ataupun pimpinan yang berdisiplin tinggi merupakan model peran yang efektif bagi berkembangnya disiplin diri.

  Disiplin diri sangat besar perannya dalam mencapai tujuan perusahaan. Melalui disiplin diri seorang karyawan selain menghargai dirinya sendiri juga menghargai orang lain. Misalnya jika karyawan mengerjakan pekerjaan dan wewenangnya tanpa pengawasan dari atasannya pada dasarnya karyawan telah sadar melaksanakan tanggungjawab yang telah dipikulnya. Hal itu berarti bahwa karyawan sanggup melaksanakan tugasnya. Pada dasarnya ia menghargai

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kemampuan dan potensinya. Di sisi lain, bagi rekan sejawat, dengan diterapkannya disiplin diri akan memperlancar kegiatan yang bersifat kelompok.

  Apalagi jika tugas kelompok tersebut terkait dalam dimensi waktu yaitu suatu proses kerja yang dipengaruhi urutan waktu pengerjaannya. Ketidakdisiplinan dalam suatu bidang kerja akan menghambat bidang kerja yang lain.

  Dapat disimpulkan bahwa jika karyawan mempunyai disiplin diri yaitu: (a) disiplin diri adalah disiplin yang diharapkan oleh organisasi. Jika harapan organisasi tercapai maka karyawan akan mendapat reward atau penghargaan dari organisasi, apakah itu dalam bentuk prestasi atau kompetisi lainnya; (b) disiplin diri merupakan bentuk penghargaan terhadap orang lain. Jika orang lain merasa dihargai, maka akan tumbuh penghargaan serupa dari orang lain pada dirinya. Hal ini semakin memperkukuh kepercayaan diri; (c) penghargaan terhadap kemampuan diri. Hal ini didasarkan atas pandangan bahwa jika karyawan mampu melaksanakan tugas, pada dasarnya ia mampu mengaktualisasikan kemampuan dirinya. Hal itu berarti ia memberikan penghargaan pada potensi dan kemampuan yang melekat pada dirinya.

  b. Disiplin kelompok Kegiatan organisasi bukanlah kegiatan yang bersifat individual semata.

  Selain disiplin diri masih diperlukan disiplin kelompok. Hal ini didasarkan atas pandangan bahwa di dalam kelompok kerja terdapat standar ukuran prestasi yang telah ditentukan.

  Disiplin kelompok akan tercapai apabila disiplin diri telah tumbuh dalam diri karyawan. Artinya kelompok akan menghasilkan pekerjaan yang optimal jika

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  masing-masing anggota kelompok dapat memberikan andil yang sesuai dengan hak dan tanggungjawabnya.

  Adakalanya disiplin kelompok juga memberikan andil bagi pengembangan disiplin diri. Misalnya, jika hasil kerja kelompok mencapai target yang diinginkan dan karyawan mendapatkan penghargaan maka disiplin kelompok yang selama ini diterapkan dapat memberi wawasan dan pengertian artinya karyawan menjadi sadar pentingnya disiplin.

  Kaitan antara disiplin diri dan disiplin kelompok dijelaskan menurut Jasin (2000: 26) ibaratnya seperti dua sisi pada satu mata uang. Keduanya saling melengkapi dan menunjang. Artinya disiplin diri tidak dapat dikembangkan secara optimal tanpa adanya dukungan disiplin kelompok. Sebaliknya, disiplin kelompok tidak dapat ditegakkan tanpa adanya dukungan disiplin diri.

5. Faktor-Faktor Disiplin Kerja

  Disiplin kerja merupakan suatu sikap dan perilaku yang menunjukkan seseorang untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang diberikan kepadanya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

  Pembentukan perilaku jika dilihat dari formula Kurt Lewin adalah interaksi antara faktor kepribadian dan faktor lingkungan (Buletin Psikologi, 2008: 12-15) yaitu:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a. Faktor kepribadian Faktor penting dalam kepribadian seseorang adalah sistem nilai yang dianut. Sistem nilai dalam hal ini yang berkaitan langsung dengan disiplin. Nilai- nilai yang menjunjung disiplin yang diajarkan orangtua, guru dan masyarakat akan digunakan sebagai kerangka acuan bagi penerapan disiplin di tempat kerja.

  Sistem nilai akan terlihat dari sikap seseorang.

  Perubahan sikap dan perilaku terdapat 3 tingkatan yaitu: 1) Disiplin karena kepatuhan

  Kepatuhan terhadap aturan-aturan yang didasarkan pada perasaan takut. Disiplin kerja pada tingkat ini dilakukan semata-mata untuk mendapatkan reaksi positif dari pimpinan atau atasan yang memiliki wewenang.

  2) Disiplin karena identifikasi Kepatuhan aturan yang didasarkan pada identifikasi adalah adanya perasaan kagum atau penghargaan pada pimpinan. Pemimpin yang kharismatik adalah figur yang dihormati, dihargai dan sebagai pusat identifikasi. Karyawan yang menunjukkan disiplin terhadap aturan-aturan organisasi bukan disebabkan karena menghormati aturan tersebut, tetapi lebih disebabkan keseganan pada atasannya.

  Karyawan merasa tidak enak jika tidak mentaati peraturan. Penghormatan dan penghargaan karyawan pada pimpinan dapat disebabkan karena kualitas kepribadian yang baik atau mempunyai kualitas profesional yang tinggi di bidangnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3) Disiplin karena internalisasi Disiplin kerja pada tingkat ini terjadi karena karyawan mempunyai sistem nilai pribadi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kedisiplinan. Dalam taraf ini orang dikategorikan telah mempunyai disiplin diri.

  b. Faktor lingkungan Disiplin kerja yang tinggi tidak muncul begitu saja tetapi merupakan suatu proses belajar yang terus-menerus. Proses pembelajaran agar dapat efektif maka pemimpin perlu memperhatikan prinsip-prinsip konsisten, adil, bersifat positif dan terbuka.

  Konsisten adalah memperlakukan aturan secara konsisten dari waktu ke waktu. Sekali aturan yang telah disepakati dilanggar, maka rusaklah aturan tersebut. Adil dalam hal ini adalah memperlakukan seluruh karyawan dengan tidak membedakan satu dengan yang lainnya. Bersikap positif dalam hal ini adalah setiap pelanggaran yang dibuat seharusnya dicari fakta dan dibuktikan terlebih dahulu. Selama fakta dan bukti belum ditemukan tidak ada alasan bagi pemimpin untuk menerapkan tindakan disiplin.

  Dengan bersikap positif diharapkan pemimpin dapat mengambil tindakan secara tenang, sadar dan tidak emosional. Upaya menanamkan disiplin pada dasarnya adalah menanamkan nilai-nilai positif. Oleh karena itu, komunikasi adalah kuncinya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Terbuka dalam hal ini adalah transparansi mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, termasuk sanksi dan penghargaan atau hadiah. Apabila karyawan memerlukan konsultasi terutama bila aturan-aturan dirasakan tidak memuaskan karyawan.

B. Motivasi Kerja

1. Pengertian Motivasi Kerja

  Motivasi berasal dari bahasa Latin yaitu movere yang artinya dorongan atau daya penggerak.

  Menurut Martoyo motivasi pada dasarnya adalah proses untuk mencoba mempengaruhi seseorang agar melakukan sesuatu yang kita inginkan (2000: 163).

  Menurut Ishak Arep dan Hendri Tanjung motivasi adalah sesuatu yang pokok, yang menjadi dorongan seseorang untuk bekerja (2004: 12).

  Motivasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu (2005: 756).

  Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja adalah dorongan yang tumbuh dalam diri seseorang baik yang berasal dari dalam dan dari luar dirinya untuk melakukan suatu pekerjaan dengan semangat tinggi dengan menggunakan semua kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya.

  Orang bekerja ada bermacam-macam. Ada orang yang termotivasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  secara hukum tidak benar. Ada juga orang yang termotivasi karena rasa aman atau keselamatan meskipun bekerja dengan jarak jauh. Bahkan ada orang yang termotivasi bekerja hanya karena memberikan penghargaan yang tinggi walaupun gajinya sangat kecil.

  2. Pentingnya Motivasi Kerja

  Karyawan dalam melakukan pekerjaan sangat dipengaruhi oleh dorongan atau motivasi yang muncul baik dari dalam individu maupun dari luar individu. Motivasi ini sangat berpengaruh terhadap kinerja karyawan, sehingga motivasi yang berasal dari dalam diri individu maupun dari luar individu ini akan mendorong karyawan untuk bekerja lebih baik sehingga kinerja karyawan meningkat.

  Orang yang bekerja dan mempunyai motivasi kerja yang tinggi selain untuk memperoleh sumber penghasilan tetapi juga untuk mengembangkan diri.

  3. Model dan Teori Motivasi

  Model dan teori menurut beberapa pakar (Arep dan Tanjung, 2004: 25-36): a.

   Maslow’s Model

  Model Maslow ini sering disebut dengan model hierarki kebutuhan. Karena menyangkut kebutuhan manusia, maka teori ini digunakan untuk menunjukkan kebutuhan seseorang yang harus dipenuhi agar dia termotivasi untuk bekerja pada umumnya terdapat lima hierarki kebutuhan manusia yaitu: 1) Kebutuhan fisik (Phsycological Needs)

  Kebutuhan ini merupakan kebutuhan pertama dan utama yang wajib dipenuhi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mempertahankan hidup dan mendorong setiap individu untuk melakukan pekerjaan apa saja, karena ia akan memperoleh imbalan, baik berupa uang ataupun barang yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan utama ini. Contoh kebutuhan fisik yaitu: makanan, minuman, istirahat.

  2) Kebutuhan keamanan /perlindungan (Safety Needs) Tiap individu mendambakan keamanan bagi dirinya, termasuk keluarganya.

  Setelah kebutuhan pertama dan utama terpenuhi, timbul perasaan perlunya pemenuhan kebutuhan keamanan atau perlindungan. Contohnya: jika orang telah memiliki rumah tinggal, maka agar lebih merasakan kenyamanan, kemudian orang memasang pagar di sekeliling rumahnya apakah itu terbuat dari bambu, kayu, tembok, bahkan mungkin ditambah dengan memelihara anjing galak atau menyewa satpam (bagi orang yang mampu).

  3) Kebutuhan akan kebersamaan (Social Needs) Setiap manusia senantiasa merasa perlu pergaulan dengan sesama manusia lainnya. Manusia hidup tidak lepas dari bantuan orang lain, walaupun sudah terpenuhi kebutuhan yang pertama dan kedua, jika tidak dapat bergaul dengan orang lain di sekitarnya maka ia pasti merasa gelisah dalam hidupnya.

  Misalnya teman atau sahabat di lingkungan kerja maupun pasangan hidup (suami atau istri).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4) Kebutuhan harga diri Sejelek-jeleknya kelakuan manusia, ia tetap mendambakan penghormatan dan penghargaan. Oleh karena itu, orang berusaha melakukan pekerjaan atau kegiatan yang memungkinkan ia mendapat penghargaan dan penghormatan masyarakat. Contohnya: hebat di bidang seni misalnya nyanyi, atau bisa memainkan alat musik seperti piano, gitar dan sebagainya.

  5) Kebutuhan aktualisasi diri Kebutuhan aktualisasi diri yakni senantiasa kepada diri sendiri. Inilah kebutuhan puncak yang paling tinggi, sehingga seseorang ingin mempertahankan prestasinya secara optimal.

  Jadi hal pertama yang harus dipenuhi terlebih dahulu adalah kebutuhan fisik. Jika kebutuhan fisik sudah terpenuhi, maka kebutuhan berikutnya adalah kebutuhan keamanan. Demikian seterusnya sampai pada kebutuhan tertinggi, yaitu kebutuhan aktualisasi diri.

  Berdasarkan kebutuhan-kebutuhan tersebut di atas, maka pimpinan atau atasan sangat perlu mempelajari dengan seksama tingkatan kebutuhan karyawannya.

  Dengan berlandaskan teori Maslow ini, maka dalam melakukan motivasi kepada karyawannya, atasan perlu senantiasa bertindak secara adil. Istilah adil tidak berarti seluruh karyawan diperlakukan sama, melainkan harus diteliti secara seksama jenis dan tingkat kebutuhan tiap karyawan atau kelompok karyawan. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b.

   Herzberg’s Model Model Herzberg ini sering disebut dengan istilah Two-Factor View.

  Menurut Herzberg, kepuasan konsumen terdiri atas dua hal, yaitu puas dan tidak puas. Ada beberapa faktor yang menimbulkan ketidakpuasan di kalangan karyawan (Arep dan Tanjung, 2004: 28-29):

  • Kebijakan dan administrasi perusahaan
  • Pengawasan • Hubungan dengan pengawas
  • Kondisi kerja
  • Gaji • Hubungan dengan rekan kerja
  • Kehidupan pribadi
  • Hubungan dengan bawahan
  • Status, dan bawahan

  Beberapa faktor yang sering memberikan kepuasan kepada karyawan (Arep dan Tanjung, 2004: 29) yaitu:

  • Tercapainya tujuan
  • Pengakuan • Pekerjaan itu sendiri
  • Pertanggungjawaban • Peningkatan • Pengembangan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Oleh karena itu, untuk meningkatkan motivasi maka atasan harus menghilangkan rasa ketidakpuasan. Atasan harus proaktif berusaha menghilangkan ketidakpuasan, atau paling tidak mengurangi ketidakpuasan itu sendiri. Sehingga dapat memberikan peluang untuk pencapaian prestasi, peningkatan prestasi dan tanggungjawab.

  c. Mc Cleland’s Model

  Model Mc Cleland’s sangat menekankan pada perhatian terhadap prestasi

  

(achievement ). Orang yang dalam hatinya ada perasaan menggebu-gebu untuk

  meraih prestasi terbaik, akan sangat bergairah dan termotivasi dalam melaksanakan pekerjaan dan tugasnya. Sebaliknya orang yang tidak ada niat yang kuat untuk meraih prestasi, akan ketinggalan jauh dibandingkan dengan orang yang termotivasi.

  d. Expectancy Theory (Teori Harapan)

  Dalam teori ini motivasi adalah fungsi dari berapa banyak yang diinginkan dan berapa besar kemungkinan pencapaiannya.

  Dan dapat dirumuskan sebagai berikut (Arep dan Tanjung, 2004:32):

  M = [( E – P)] [( P – O) V ] Keterangan: M = motivasi E = pengharapan P = prestasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  O = hasil V =penilaian

  Secara sedarhana dalam teori ini, motivasi merupakan interaksi antara harapan setelah dikurangi prestasi, dengan kontribusi penilaian yang dikaitkan dengan prestasi dikurangi hasil. Kebutuhan di atas merupakan generalisasi karena pada kenyataaannya kebutuhan setiap orang tidak sama.

  e. Equity Theory (Teori Keadilan)

  Teori ini menjelaskan bahwa motivasi merupakan fungsi dari keadilan yang didasarkan pada hasil (output) dan pendapatan (wages). Artinya keadilan dalam menerima pendapatan sesuai dengan usahanya.

  f. Reinforcement Theory (Teori Penguatan)

  Penguatan adalah segala sesuatu yang digunakan seorang atasan untuk meningkatkan atau mempertahankan tanggapan khusus individu. Jadi menurut teori ini, motivasi seseorang bekerja tergantung pada penghargaan yang diterimanya dan akibat dari yang akan dialaminya. Teori ini menyebutkan bahwa perilaku seseorang di masa mendatang dibentuk oleh akibat dari perilakunya yang sekarang.

4. Asumsi Dasar yang Melandasi Teori Motivasi

  Ketika kita mempelajari berbagai teori tentang motivasi dan praktek-praktek memotivasi yang telah dilakukan oleh para pimpinan perusahaan maka kita perlu memahami sejumlah asumsi dasar yang melandasi teori-teori tersebut (Winardi, 2001:67):

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b. Motivasi merupakan salah satu diantara berbagai macam faktor yang masuk ke dalam kinerja seseorang.

  c. Motivasi merupakan suatu alat dengan apa para manajer dapat mengatur hubungan-hubungan pekerjaan di dalam organisasi.

C. Kinerja Karyawan

1. Pengertian Kinerja

  Menurut Stephen Robbins (2001:82) dikatakan bahwa kinerja karyawan adalah sebagai fungsi dari interaksi antara kemampuan dan motivasi, yaitu kinerja = f (ability x motivation). Terdapat adanya persetujuan pandangan antara para periset dan para manajer praktek yang pada umumnya menerima pendapat yang menyatakan bahwa kedua variabel tersebut memiliki nilai penting dalam hal menerangkan tentang kinerja karyawan.

  Jika ada yang tidak memadai, kinerja akan dipengaruhi secara negatif. Di samping motivasi, perlu juga dipertimbangkan (kecerdasan dan keterampilan) untuk menjelaskan dan menilai kinerja karyawan.

  Dengan kata lain kinerja adalah hasil kerja karyawan baik dari segi kualitas maupun kuantitas berdasarkan standar kerja yang telah ditentukan.

  Kinerja dipengaruhi oleh 3 faktor (Simmamora, 2003:50):

  • Faktor individual yang terdiri dari: kemampuan dan keahlian, latar belakang dan demografi.
  • Faktor psikologis yang terdiri dari: persepsi, attitude, personality, pembelajaran dan motivasi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • Faktor organisasional yang terdiri dari: sumber daya, kepemimpinan, penghargaan, struktur dan job design.

  Kinerja individual seperti yang disebutkan di atas adalah hasil kerja karyawan baik dari segi kualitas maupun kuantitas berdasarkan standar kerja yang telah ditentukan. Kinerja individu ini akan tercapai apabila didukung oleh atribut individu, upaya kerja (work effort) dan dukungan organisasi.

2. Penilaian Kinerja

  Faktor kritis yang berkaitan dengan keberhasilan jangka panjang organisasi adalah kemampuannya untuk mengukur seberapa baik karyawannya dalam berkarya dan menggunakan informasi untuk memastikan bahwa pelaksanaan memenuhi standar dan meningkat sepanjang waktu.

  Dalam melakukan penilaian kerja terdapat dua syarat yang perlu diperhatikan (Gomes, 2000:136): a. Adanya obyektivitas dalam proses evaluasi.

  b. Adanya kriteria kinerja yang dapat diukur secara obyektif, dalam pengembangannya diperlukan kualifikasi seperti di bawah ini: 1) Relevansi yang menunjukkan tingkat kesesuaian antara kriteria dengan tujuan kinerja.

  2) Reliabilitas yang menunjukkan tingkat dimana kriteria menghasilkan hasil yang konsisten.

  3) Diskriminasi yang digunakan untuk mengukur tingkat dimana suatu kriteria kinerja bisa memperlihatkan perbedaan yang ada dalam kinerja tersebut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Penilaian kinerja adalah alat yang bermanfaat tidak hanya untuk mengevaluasi kerja dari para karyawan tetapi juga untuk mengembangkan dan memotivasi karyawan. Di pihak lain, penilaian kinerja dapat pula menjadi cara untuk membantu individu mengelola kinerja mereka.

3. Pengukuran Kinerja

  Kinerja karyawan pada dasarnya adalah hasil kerja karyawan selama suatu periode tertentu. Pemikiran tersebut dibandingkan dengan target atau sasaran yang telah disepakati bersama dan mempertimbangkan keadaan dan perkembangan yang mempengaruhi kinerja tesebut.

  Menurut As’ad (2002:62), untuk mengukur job performance maka masalah yang paling pokok adalah menetapkan kriterianya. Jika kriteria telah ditetapkan, langkah berikutnya mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan hal tersebut dari seseorang selama satu periode tertentu. Dengan membandingkan hasil ini terhadap standar yang ditentukan untuk periode waktu yang bersangkutan, akan diperoleh level of performance seseorang. Lebih lanjut As’ad (2002:63) mengatakan bahwa usaha untuk menentukan ukuran tentang sukses dalam suatu pekerjaan amatlah sulit, karena seringkali pekerjaan itu begitu kompleks sehingga sulit ada ukuran

  output yang pasti.

  Hal seperti ini terutama pada jabatan yang bersifat administrasif. Sehingga yang umum dianggap sebagai kriteria antara lain ialah: kualitas, kuantitas, waktu yang dipakai, jabatan yang dipegang, absensi dan keselamatan dalam menjalankan pekerjaan (As’ad, 2002:68).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

D. Kerangka Pemikiran

  • Taat pada jam kerja
  • Taat pada atasan
  • Taat pada aturan yang berlaku
  • Taat dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab DISIPLIN
  • Penggunaan dan KERJA pemeliharaan bahan-bahan atau alat-alat perlengkapan kantor dengan hati-hati
  • Kegairahan kerja

  Kinerja Karyawan BRI

  • Kebutuhan fisiologis

  MOTIVASI

  • Kebutuhan keselamatan

  KERJA

  • Kebutuhan sosial
  • Kebutuhan harga diri
  • Kebutuhan Gambar II.1

  Kerangka Pemikiran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kinerja merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi organisasi.

  Kinerja seorang karyawan dapat dikatakan baik apabila dalam setiap pelaksanaan tugas dan tanggungjawab selalu mengedepankan nilai-nilai kedisiplinan dan memiliki motivasi kerja yang tinggi atas dasar kesadaran diri sendiri dan juga untuk tercapainya tujuan dari organisasi tersebut.

E. Hipotesa Penelitian

  Hipotesis merupakan suatu anggapan atau kesimpulan sementara yang harus dibuktikan lagi kebenarannya (Umar, 2002 :37).

  Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: 1. Ada hubungan positif antara disiplin kerja dengan kinerja karyawan BRI.

  2. Ada hubungan positif antara motivasi kerja dengan kinerja karyawan BRI.

  3. Ada hubungan yang positif antara disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan BRI.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  26

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

E. Jurnal Penelitian Sebelumnya Variabel Independen No Judul dan Metode Hasil Variabel Dependen

  1. Pengaruh Motivasi dan Kepemimpinan Variabel independen: Sampel yang digunakan Motivasi dan Terhadap Disiplin Kerja dan Perilaku motivasi dan adalah Quota Sampling kepemimpinan Serta Kinerja Karyawan Sub Section kepemimpinan; karena sudah diketahui berpengaruh terhadap

Level Pada PT. Bogasari Flour Mill Variabel dependen: jumlah karyawan pada sub disiplin kerja dan perilaku

(Teman Koesmono, 2005, Jurnal Widya disiplin kerja, perilaku yaitu sebanyak serta kinerja section level

  Manajemen dan Akuntansi Vol serta kinerja 130 orang karyawan. Metode 5/No3/Desember:289-310) pengumpulan data yang dipakai adalah kuesioner.Teknik analisis data menggunakan SEM (Structural Equation Modeling )

  2. Bagaimana Meningkatkan Kinerja Variabel independen: Menggunakan metode survey (1) terdapat pengaruh Karyawan Bank motivasi kerja, budaya dengan metode kuesioner positif dan signifikan Survey di Bank Negara Indonesia dan kerja, kemampuan dengan pendekatan teknik antara motivasi kerja Bank Mandiri numerik; korelasi. Sampel karyawan dengan kinerja karyawan; (H.Veithzal Rivai, 2001, Jurnal Variabel dependen: BNI dan karyawan Bank (2) terdapat pengaruh Ekonomi Perusahaan kinerja karyawan Mandiri.Pengambilan sampel positif dan signifikan Vol.10/No3/Juni:85-99) dengan menggunakan teknik antara budaya kerja dengan acak sederhana (simple kinerja karyawan; random sampling) (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan  

   

  27 antara kemampuan numerik dengan kinerja karyawan

  3. Pengaruh Budaya Organisasi dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. Bandung (Isniar Budiarti, 2008, Jurnal Riset Akuntansi dan Manajemen Indonesia Vol 1/No2:119-129) Variabel independen: budaya organisasi dan kepuasan kerja; Variabel dependen: kinerja karyawan

  Melalui pendekatan survey. Penarikan sampel yang digunakan adalah sampel acak sederhana (Stratified random sampling). Alat yang digunakan adalah kuesioner.Pengujian validitas menggunakan korelasi Rank Spearman dan uji reabilitas menggunakan korelasi Spearman Brown

  Budaya organisasi dan kepuasan kerja berpengaruh signifikan (nyata) terhadap kinerja karyawan pada PT. Telekominikasi Tbk.

  Bandung

  4. Pengaruh Motivasi, Kepuasan Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karywan pada Kantor PDAM Surakarta ( http://eprints.ums.ac.id/146/1/TONI_LISYA NTO.pdf , 2008)

  Variabel independen: motivasi, kepuasan kerja dan disiplin kerja; Variabel dependen: kinerja karyawan Merupakan penelitian survey dengan menggunakan kuesioner. Populasinya karyawan PDAM Surakarta yang berjumlah 365 orang tidak termasuk direksi dan staf direksi. Sampel 110 orang(30%x365) berdasarkan Teknik Random Sampling yang dikemukakan oleh Arikunto bahwa sampel penelitian adalah 30%dari jumlah populasi. Uji statistik meliputi analisis regresi linier (a) pada hasil ketepatan model, diperoleh kesimpulan bahwa ketiga variabel independent tersebut sudah tepat ke dalam model. Hal ini ditunjukkan dengan tingkat signifikansi Uji F sebesar 0,000 (b) Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda terbukti bahwa variabel motivasi, kepuasan kerja dan disiplin

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  28

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  berganda, uji koefisien kerja mempunyai pengaruh regresi, uji ketepatan model positif dan signifikan dan uji koefisien determinasi 2 .

  R

  

5. Analisa Pengaruh Gaya Kepemimpinan Variabel independen: Sampel yang diambil sebesar Gaya kepemimpinan dan

dan Iklim Kerja Terhadap Motivasi gaya kepemimpinan dan 100 orang karyawan bagian iklim kerja berpengaruh Kerja pada PT. Siwi (Teman Koesmono, iklim kerja; Variabel produksi yang diambil secara positif terhadap motivasi 2001, Jurnal Widya Manajemen dan dependen: motivasi kerja random.Teknik pengumpulan kerja Akuntansi Vol 1/No.3/Desember: 155- data adalah menggunakan 166) kuesioner.Pengukuran menggunakan linier berganda dengan melakukan analisa terhadap hubungan variabel independent dan variabel dependen dan juga menggunakan Uji F dan Uji t

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Pada penelitian ini penulis melakukan penelitian dengan menggunakan studi kasus, yaitu penelitian yang memusatkan pada suatu obyek tertentu yang diteliti. Kesimpulan yang dapat diambil dalam studi kasus ini hanya berlaku pada obyek yang diteliti saja, tidak berlaku pada kasus-kasus yang lain. B. Lokasi dan Waktu Penelitian

  2. Lokasi Penelitian Penulis melakukan penelitian di BRI Cabang Atambua, NTT

  3. Waktu Penelitian Penulis melakukan penelitian pada bulan April-Mei 2010 C.

   Subyek dan Obyek Penelitian

  Dalam penelitian ini subyek yang akan diteliti adalah karyawan BRI Cabang Atambua, NTT. Sedangkan obyek penelitian ini yang dicari adalah hubungan antara disiplin kerja, motivasi kerja dan kinerja karyawan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D.

   Variabel Penelitian

  Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

  1. Variabel masalah 1: Disiplin kerja karyawan

  a. Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap pekerjaan yang menjadi tanggungjawab seseorang.

  b. Aspek-aspek yang akan diteliti adalah: kepatuhan pada jam kerja, kepatuhan pada perintah atasan serta taat pada tata tertib yang berlaku, penggunaan dan pemeliharaan bahan-bahan atau alat-alat perlengkapan kantor dengan hati-hati, dan kegairahan kerja. (Anaroga dan Suyati, 1995:71).

  c. Cara mengukur tingkat disiplin karyawan adalah dengan skala Likert. Skala Likert didesain untuk menilai sejauh mana subjek setuju atau tidak setuju dengan pernyataan yang diajukan (Sumarni dan Salamah Wahyuni, 2005:60) dengan arti sebagai berikut:

  Jawaban Skor ƒ Selalu (SL)

  5

  4 ƒ Sering (SR)

  3 ƒ Kadang-kadang (KK)

  2 ƒ Jarang (JR)

  1 ƒ Tidak Pernah (TP)

  2. Variabel masalah 2: Motivasi kerja karyawan

  a. Motivasi karyawan adalah dorongan yang timbul dari dalam diri individu yang dapat menimbulkan semangat atau dorongan untuk melakukan suatu pekerjaan atau kegiatan. b.

  Aspek-aspek yang akan diteliti adalah kebutuhan fisiologis, kebutuhan keselamatan, kebutuhan sosial, kebutuhan harga diri dan kebutuhan aktualisasi diri (Ishak Arep dan Hendri Tanjung, 2004: 25-26).

  a. Kinerja Karyawan adalah sebagai fungsi dari interaksi antara kemampuan dan motivasi.

  2 ƒ Tidak Pernah (TP)

  3 ƒ Jarang (JR)

  4 ƒ Kadang-kadang (KK)

  5 ƒ Sering (SR)

  ƒ Selalu (SL)

  c. Cara mengukur tingkat kinerja karyawan adalah dengan skala Likert (1-5) dengan arti sebagai berikut: Jawaban Skor

  b. Aspek-aspek yang akan diteliti adalah kualitas, kuantitas, waktu yang dipakai, absensi, dan keselamatan dalam menjalankan tugas (As’ad, 2002:62).

  3. Variabel masalah 3: Kinerja karyawan

  c.

  1

  2 ƒ Tidak Pernah (TP)

  3 ƒ Jarang (JR)

  4 ƒ Kadang-kadang (KK)

  5 ƒ Sering (SR)

  Jawaban Skor ƒ Selalu (SL)

  Cara mengukur tingkat motivasi karyawan adalah dengan menggunakan skala Likert (1-5) dengan arti sebagai berikut:

  1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kinerja karyawan (Y) sedangkan variabel independen adalah disiplin kerja (X ) dan motivasi kerja(X ). 1 2 E. Definisi Operasional Dalam definisi operasional ini penulis akan mendefinisikan kembali variabel- variabel dalam penelitian ini adalah: a. Disiplin Kerja adalah perasaan taat dan patuh terhadap pekerjaan yang menjadi tanggungjawab seseorang. Pengukuran disiplin kerja ini diukur dengan menggunakan metode kuesioner.

  b. Motivasi Kerja adalah dorongan yang timbul dari dalam diri individu yang dapat menimbulkan semangat atau dorongan untuk melakukan suatu pekerjaan atau kegiatan. Pengukuran motivasi kerja ini diukur dengan meggunakan metode kuesioner.

  c. Kinerja Karyawan adalah fungsi dari interaksi antara kemampuan dan motivasi.

  Pengukuran kinerja karyawan ini dilakukan dengan menggunakan metode kuesioner.

  F. Metode pengumpulan Data

  1. Kuesioner Kuesioner adalah teknik pengumpulan data dengan mengajukan sejumlah pertanyaan tertulis kepada karyawan BRI Cabang Atambua, NTT.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.

  Wawancara Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan cara bertanya langsung dan bertatap muka dengan responden.

  3. Kepustakaan Metode kepustakaan adalah teknik pengumpulan data dengan cara mempelajari buku- buku yang berkaitan dengan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini.

G. Populasi dan Sampel

  1. Populasi Populasi adalah jumlah keseluruhan dari unit yang dianalisis (Umar, 2002:58).

  Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan BRI Cabang Atambua, NTT yang berjumlah 58 orang karyawan.

  2. Sampel Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah teknik purposive

  sampling , yaitu sebuah sampel nonprobabilitas yang menyesuaikan diri dengan

  kriteria tertentu atau berdasarkan ketentuan peneliti dalam memilih individu yang akan dijadikan sampel.

  Untuk mengetahui jumlah sampel dalam penelitian ini, dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut (Sarwono, 2006:120):

  N n

  = 2 + N .

  1 α

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Keterangan: n = jumlah sampel N = jumlah polulasi α = derajat kebebasan (dipakai sebesar 10%).

  Dengan rumus di atas maka dapat diketahui misalnya jika jumlah polulasi 58 karyawan, maka jumlah sampel dapat ditentukan sebagai berikut:

  58

  n = = 37 orang karyawan 2 +

  58 .( , 1 )

  1 Maka jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 37 orang karyawan.

  Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah karyawan BRI Cabang Atambua.

H. Validitas dan Reliabilitas 1. Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan valid tidaknya suatu kuesioner.

  Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Tingkat validitas suatu instrumen dapat diukur dengan menggunakan rumus korelasi product moment dari Pearson (Sugiyono, 2007: 44) yaitu sebagai berikut:

  ( )( )

  n

  XY

  X Y ∑ ∑ ∑ r xy = 2 2 2 2

  { n

  X − ( X ) }{ N Y − ( Y )} ∑ ∑ ∑ ∑

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Keterangan: r = koefisien korelasi sederhana antara skor butir (X) dengan skor butir (Y)

  xy

  n = jumlah responden uji coba X = jumlah skor butir (X) Y = jumlah skor butir (Y)

  2 X = jumlah skor butir (X) kuadrat

  2 Y = jumlah skor butir (Y) kuadrat

  XY = jumlah perkalian skor butir (X) & skor variabel (Y) Besarnya r dapat dihitung dengan menggunakan korelasi dengan taraf

  xy

  signifikansi ( lebih besar dari t maka kuesioner yang digunakan α) = 5 %. Jika r xy tabel sebagai alat ukur dapat dikatakan valid.

  4. Uji reliabilitas menunjukkan sejauh mana alat ukur dapat dipercaya atau diandalkan. Dalam penelitian ini, uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha

  Cronbach (Sugiyono, 2007: 44) yaitu: ⎧ s 2 ⎫ k

  ⎪ ⎪ i

  ∑

  1 ri = −

  ⎨ ⎬ k − 1 s 2

  ( ) t

  ⎪⎩ ⎪⎭

  Keterangan: k : Mean Kuadrat antara Subyek

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  s 2

  : Mean Kuadrat Kesalahan

  is 2

  : Varians total

  t

  Dengan ketentuan: Apabila nilai r > r berarti ada korelasi yang nyata antara

  

hitung tabel

kedua variabel tersebut dan dapat dikatakan reliabel.

  Tetapi, apabila r < r maka alat pengukuran tidak reliabel.

  hitung tabel

I. Teknik Analisis Data

  Teknik analisis data pada penelitian ini terbagi menjadi beberapa tahapan yaitu: 1. Analisis Profil Responden

  Analisis ini digunakan untuk mengetahui profil responden dalam penelitian dengan mempresentasikan jawaban responden yang menunjukkan karakteristik dari responden, yaitu berdasarkan jenis kelamin, pendidikan dan status pernikahan.

2. Analisis Korelasi Parsial

  Pengujian hipotesis dengan menggunakan korelasi parsial adalah untuk menganalisis atau menguji hipotesis bila peneliti bermaksud mengetahui hubungan variabel

  independent dengan dependent, dimana salah satu variabel independentnya dikendalikan atau dibuat tetap.

  a) Untuk menguji hipotesis pertama yaitu ada hubungan antara disiplin kerja dengan kinerja karyawan, maka digunakan rumus Korelasi Product

  Moment (Sugiyono, 2007: 44) yaitu:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  r x1y = =

  ketera angan : r : korelasi antara vari iabel disipli in kerja den ngan variab el kinerja

  x 1 y

  karyawa an x : variabel d disiplin kerj a y : variabel k kinerja kary awan n : jumlah re esponden Taraf nyata %

  α : 5% Menurut S Sugiyono, 2 2007 (dalam m Priyatno, 2 2009:54) pe edoman untu uk memb berikan inter rpretasi koefi fisien korelas si adalah seb bagai berikut t :

  0,00 – 0,199 = s sangat renda ah – 0,20 – – 0,399 = r rendah 0,40 – – 0,599 = s sedang 0,60 – 0,799 = k kuat – 0,80 – 1,000 = s sangat kuat –

  Untuk me embuktikan bahwa hipo otesis pertam ma diterima a atau ditola ak maka digunakan u uji signifikan nsi dengan st tatitik uji t (U Usman, 200 06: 204):

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  −

  2 r r n

  t =

  2 1 − r

  ketera angan : t : nil lai yang dica ari r : ko oefisien kore lasi n : ju umlah sampe el Denga an ketentuan n : H diterim ma jika t

  hitun ng ≤ t tabel

  H ditolak k jika t

  hitun g ≥ t tabel

  b) Untuk k menguji hi ipotesis ked dua yaitu ada a hubungan antara moti ivasi kerja denga an kinerja k karyawan, m maka digun nakan rumus s Korelasi

  i Product

  (Sugiyon no, 2007: 44) ) yaitu:

  Mome ent r x2y = =

  ketera angan : r x

  2 y y : korelasi antara vari abel motiva asi kerja den ngan variab bel kinerja

  karyawa an x : variabel b besarnya mo otivasi kerja

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  n : jumlah responden Taraf nyata α : 5%

  Menurut Sugiyono, 2007 (dalam Priyatno, 2009:54) pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi adalah sebagai berikut: 0,00 – 0,199 = sangat rendah 0,20 – 0,399 = rendah 0,40 – 0,599 = sedang 0,60 – 0,799 = kuat 0,80 – 1,000 = sangat kuat

  Untuk membuktikan bahwa hipotesis kedua diterima atau ditolak, maka digunakan uji signifikansi dengan statistik uji t (Usman, 2006: 204):

  r n

  2

  t =

  2 − 1 r

  keterangan : t : nilai yang dicari r : koefisien korelasi n : jumlah sampel Dengan ketentuan : H diterima jika t ≤ t

  hitung tabel

  H ditolak jika t

  hitung tabel

  ≥ t

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c) k menguji h ipotesis keti iga yaitu ad da hubungan n antara disi iplin kerja Untuk dan motivasi k kerja deng gan kinerja a karyawan n, maka rumusnya mengg gunakan Ko relasi Berga anda (Usman n, 2006: 232) ) yaitu:

  2 yx y yx r 1 r 2 r r r

  • 2

  −

  2 yx yx x x

  1

  2

  1

  2 R .x x = y 1 1 2

  

2

r x x

  1 −

  

1

  2

  ketera angan : R .x x : koefisi ien korelasi ganda antar ra variabel d disiplin kerja a dan variab el y 1 1 2 motiva asi kerja s ecara bersa ama-sama d dengan var riabel kinerj rja karyaw wan. r : koefisi ien korelasi antara disipl lin kerja den ngan kinerja karyawan.

  yx

  1 r : koefisi : ien korelasi antara motiv vasi kerja de engan kinerja a karyawan. yx

  2 r : koefisi ien korelasi antara disipl lin kerja den ngan motivas si kerja. x 1x

2 Untuk me embuktikan apakah hip potesis ketig ga diterima atau ditolak k,

  maka menggunak kan uji sig gnifikansi d engan statis stik uji F dengan tara af signif fikansi 5% (U Usman, 2006 6: 233) yaitu u: F

  h =

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Ketera angan : = Koefisie en determina asi n = Jumlah d data atau kas sus k = Jumlah v variabel inde ependen Denga an ketentuan n : H diterim ma jika F ≤ F

  tabel tabel

  H ditolak k jika F

  hitung g ≥ F tabel

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

BAB IV

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Sejarah Berdirinya Perusahaan Awal berdirinya PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), atau lebih dikenal

  dengan sebutan BRI bermula dari lembaga keuangan kecil yang didirikan oleh Raden Bei Aria Wiriaatmadja yang bernama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden di Purwokerto , di Jawa Tengah pada tanggal 16 Desember 1895.

  Lembaga ini mengelolah dana kas Masjid yang kemudian disalurkan kepada masyarakat dengan skema pengembalian yang sangat mudah.

  Seiring dengan berjalannya waktu, lembaga tersebut semakin berkembang dan dibutuhkan masyarakat. Dalam perjalanannya, nama lembaga ini beberapa kali mengalami perubahan. Berturut-turut berubah menjadi Hulp en Spaarbank der

  Inlandsche Bestuurs Ambtenareen , De Poerwokertosche Hulp Spaar-en Landbouw Credietbank (Volksbank), Centrale Kas Voor Volkscredietwezen Algemene, dan

  perubahan nama terakhir pada masa kolonial Belanda terjadi pada tahun 1934 menjadi Algeme Volks Credietbank (AVB).

  Pada masa pendudukan Jepang, Algeme Volks Credietbank (AVB) diubah menjadi Syomin Ginko. Setelah Jepang kalah dalam Perang Dunia II dan Indonesia merdeka pada tahun 1945, nama lembaga ini oleh Pemerintah Indonesia diubah kembali menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada tanggal 22 Februari 1946, dan BRI menjadi bank pertama yang dimiliki Pemerintah Republik Indonesia.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sebagai bank milik pemerintah, BRI banyak berperan mewujudkan visi pemerintah dalam membangun ekonomi kerakyatan. Pada tahun 1960 pemerintah mengubah nama BRI menjadi Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN), dan berdasarkan Undang-undang No.21 tahun 1968, pemerintah menetapkan kembali nama Bank Rakyat Indonesia sebagai bank umum, dan berdasarkan Undang-undang Perbankan No.7 tahun 1992, berubah nama dan status menjadi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero). Pada bulan November 2003, PT. Bank Rakyat Indonesia go

  public dan pemerintah melepas 30% saham miliknya kepada publik. Kini, dengan

  status sebagai perusahaan terbuka, Bank Rakyat Indonesia (BRI) semakin kokoh berdiri di tengah perekonomian Indonesia yang sedang bangkit.

  B. Lokasi Perusahaan

  PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk cabang Atambua berada pada lokasi yang sangat strategis. Berada di pusat kota Atambua, sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk cabang Atambua bertempat di Jalan Ignasius J. Kasimo No.10 Atambua.

  C. Visi dan Misi

  Visi BRI adalah menjadi bank komersial terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasan nasabah. Untuk mewujudkan visi tersebut, BRI menetapkan tiga misi yang harus dilaksanakan, yaitu:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a.

  Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan memprioritaskan pelayanan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menunjang perekonomian masyarakat.

  b.

  Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan kerja yang tersebar luas dan didukung Sumber Daya Manusia (SDM) yang professional dengan melakukan praktek tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).

  c.

  Memberikan keuntungan dan manfaat seoptimal mungkin kepada berbagai pihak yang berkepentingan.

D. Nilai –Nilai Perusahaan

  BRI memiliki nilai-nilai perusahaan (Corporate Value) yang menjadi landasan berpikir, bertindak serta berperilaku bagi setiap insan BRI di manapun berada, yaitu: 1) Integritas 2) Profesionalisme 3) Kepuasan Nasabah 4) Keteladanan 5) Penghargaan Kepada Sumber Daya Manusia

  Kesadaran akan nilai-nilai tersebut menjadi kekuatan filosofi bisnis BRI dan menjadi budaya kerja perusahaan (Corporate Culture) yang solid dan berkarakter.

  Sebagai lembaga kepercayaan, BRI juga memiliki budaya patuh pada seluruh ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Budaya patuh ini mendorong BRI untuk selalu mengedepankan asas kehati-hatian (Prudential Banking) dan komitmen

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  terhadap kepentingan stakeholders, dengan mewujudkan bentuk tata kelola perusahaan sebagai berikut:

  • Mengintensifkan program budaya sadar resiko dan kepatuhan kepada setiap pekerja di seluruh unit kerja.
  • Mnegintensifkan peningkatan kualitas pelayanan di seluruh unit kerja.
  • Menjabarkan dan memonitor setiap kemajuan yang dicapai perusahaan ke dalam rencana tindakan yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan oleh setiap unit kerja.

E. Kegiatan Usaha dan Produk BRI

  Sebagai institusi intermediasi keuangan, sejak berdirinya kegiatan usaha yang dilakukan, BRI selalu memiliki fokus untuk mnegembangkan UMKM, yang merupakan bisnis inti (Core Business) BRI. Hal ini dapat dilihat dari keanekaragaman produk-produk BRI yang sebagian besar ditujukan untuk melayani sektor UMKM.

  Di bidang simpanan, BRI memiliki produk tabungan unggulan yaitu: Simpedes, Simaskot dan BritAma. Selain itu, BRI juga menawarkan produk Giro dan Deposito yang merupakan wadah bagi masyarakat berbagai golongan untuk menyimpan dananya di BRI.

  Di bidang kredit, BRI telah lama mendukung perkembangan UMKM. Kupedes merupakan produk andalan BRI unit yang sangat diminati oleh segmen usaha mikro, baik untuk keperluan investasi, modal kerja maupun untuk tujuan lainnya. BRI memiliki komitmen untuk memberikan kredit mikro paling tidak 30% dari total portofolio kreditnya. Di samping kredit segmen usaha mikro, BRI juga

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  memiliki beranekaragam segmen Kredit Kecil Komersial untuk mendukung Usaha Kecil dan Menengah. Sedangkan di segmen konsumer, BRI memberikan kredit untuk berbagai penggunaan bagi masyarakat berpenghasilan tetap, Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), dan skim-skim kredit lainnya.

  Portofolio kredit yang diberikan oleh BRI merupakan cerminan dari komitmen BRI untuk konsisten dan fokus menumbuhkembangkan segmen usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sejalan dengan program pembangunan nasional yang berdasarkan ekonimi kerakyatan. Komitmen BRI tersebut terlihat jelas dari jumlah porsi kredit yang disalurkan kepada segmen UMKM jauh lebih besar dibandingkan segmen usaha lainnya.

  Ditinjau dari jenis kreditnya, sebagian besar kredit yang disalurkan BRI merupakan kredit produktif karena sektor produktif memiliki efek ganda (Multiplier

  Effect ) yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi sehingga dapat menyerap lebih

  besar kebutuhan tenaga kerja. Dalam setiap penyaluran kreditnya, BRI selalu berpegang pada prinsip kehati-hatian (Prudential Banking Principles).

  

F. Struktur Organisasi Kantor Cabang BRI Atambua dan Fungsi Masing-Masing

Bagian

  Struktur organisasi kantor cabang BRI Atambua berdasarkan Surat Keputusan Divisi Jaringan Kanpus BRI No: B 545-JBR/ KJR/ 07/ 2008 tanggal 31 Juli 2008 adalah sebagai berikut:

  1. Kantor Cabang berada di bawah binaan Kantor Wilayah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.

  Organisasi Kantor Cabang dipimpin oleh Pemimpin Cabang yang membawahi: 2.1.

  Fungsi Pemasaran, membawahi:

  a) fungsi Account Officer Komersial b) fungsi Account Officer Konsumer c)

  Fungsi Account Officer Briguna

  d) fungsi Account Officer Program e) fungsi Account Officer Trade Finance f) fungsi Account Officer Restrukturisasi dan Penyelesaian Kredit

  Bermasalah (RPKB)

  g) fungsi Funding Officer h) fungsi Relationship Officer i) fungsi Sales Person

  2.2. Fungsi Bisnis Mikro membawahi Asisten Manajer Bisnis Mikro. Sedangkan Asisten Manajer Bisnis Manajer Mikro membawahi Kepala BRI Unit.

  2.3. Fungsi Sentra Kredit Konsumer, membawahi:

  a) fungsi Account Officer Konsumer

  b) fungsi Sales Person

  2.4. Fungsi Layanan Proiritas, membawahi:

  a) fungsi Priority Banking Officer

  b) fungsi Priority Banking Assistant

  2.5. Fungsi Operasional, Layanan dan Penunjang, membawahi:

  2.5.1 Sub Fungsi Operasional dan Layanan, membawahi:

  2.5.1.1 Seksi Layanan Operasional, terdiri dari:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a) fungsi Customer Service

  b) fungsi Devisa

  c) fungsi Kliring

  d) Fungsi Dana Jasa dan Rekonsiliasi

  2.5.1.2 Seksi Layanan Kas, terdiri dari:

  a) fungsi Teller

  b) fungsi Tim Kurir Kas

  c) fungsi Payment Point

  2.5.1.3 Seksi Kantor Kas, terdiri dari:

  a) fungsi Teller

  b) fungsi Customer Service

  2.5.2. Seksi Penunjang Bisnis, membawahi:

  a) fungsi Kredit Investigator b) fungsi Administrasi Kredit Komersial c) fungsi Administrasi Kredit Konsumer

  d) fungsi Administrasi Kredit Briguna

  e) fungsi Administrasi Kredit Program

  2.5.3 Seksi Penunjang Operasional, membawahi:

  a) fungsi Sekretariat dan Sumber Daya Manusia b) fungsi Logistik c) fungsi IT dan e-Channel d) fungsi Quality Assurance e) fungsi Administrasi Unit

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  f) fungsi Layanan

  2.6. Fungsi Kantor Cabang Pembantu, membawahi:

  a) Seksi Layanan Kas, membawahi:

  1) fungsi Teller 2) fungsi Customer Service b) fungsi Account Officer c) fungsi Administrasi Kredit

  2.7. Fungsi BRI Unit, membawahi:

  a) fungsi Mantri b) Seksi Unit, membawahi:

  1) fungsi Customer Service 2) fungsi Teller

  3. Tipe Kantor Cabang adalah tipe kantor yang menggambarkan tentang kelengkapan fungsi di dalam Struktur Organisasi Kantor Cabang.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Pada bab ini disajikan pengujian instrumen penelitian, pengujian ini dilakukan untuk

  mengetahui kelayakan suatu instrument penelitian yang digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian. Pengujian instrumen tahap pertama adalah pengujian validitas instrumen menggunakan rumus korelasi Product Moment (Person). Pengujian instrumen tahap kedua adalah pengujian reliabilitas instrumen yang menggunakan teknik Cronbach’s Alpha.

  Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu sebuah sampel nonprobabilitas yang menyesuaikan diri dengan kriteria tertentu atau berdasarkan ketentuan peneliti dalam memilih individu yang dijadikan sampel. Sampel dalam penelitian ini yaitu karyawan BRI Cabang Atambua. Analisis kuantitatif terdiri dari analisis profil responden, analisis korelasi sederhana, uji t, analisis korelasi berganda dan uji F. Penelitian ini menguji hubungan variabel bebas yaitu disiplin kerja (X1) dan motivasi kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y). Pengolahan data dengan menggunakan perangkat lunak (software) SPSS (Statistical Product and Service Solution)15.0 for Windows (Evaluation Version) dan .

  Microsoft Office Excel 2007

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

A. Analisis Uji Validitas dan Uji Reliabilitas

  1. Hasil Uji Validitas Pengujian validitas instrumen penelitian dilakukan dengan teknik Product

  Moment (Person) antara masing-masing item yang mengukur suatu skala dengan skor

  total skala tersebut. Kriteria yang digunakan adalah bila nilai koefisien korelasi item total lebih besar dari nilai r tabel , maka item yang bersangkutan dapat dinyatakan valid / sahih.

  Untuk responden yang berjumlah 37 dan alpha 5% (dua sisi), diperoleh nilai r tabel sebesar 0,325. Nilai r tabel ini selanjutnya digunakan untuk kriteria validitas item- item kuesioner. Untuk dapat dinyatakan valid, koefisien korelasi item total harus lebih besar dari 0,325.

  Tabel V.1 Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian

  Variabel total item

  rtabel r

  Status Disiplin Kerja

  ( 1 X )  

  Pernyataan 1 Pernyataan 2 Pernyataan 3 Pernyataan 4 Pernyataan 5 Pernyataan 6 Pernyataan 7

  0,729 0,756 0,674 0,676 0,666 0,743 0,819

  0,325 0,325 0,325 0,325 0,325 0,325 0,325

  Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sumber: data Primer diolah, 2010 Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa semua item-item instrumen penelitian dinyatakan valid karena semua item memiliki nilai total item

  (Priyatno,2008:26).

  r Product Moment

  instrumen dapat dikatakan reliabel bila nilai alpha lebih besar dari tabel

  Cronbach’s Alpha . Uji signifikansi dilakukan pada taraf signifikansi 0,05, artinya

  2. Hasil Uji Reliabilitas Pengujian reliabilitas instrumen dilakukan dengan menggunakan teknik

  lebih besar dari tabel r . Dengan demikian kuesioner tersebut dinyatakan valid.

  r

  Motivasi Kerja ( 2 X )  

  Pernyataan 1 Pernyataan 2 Pernyataan 3 Pernyataan 4 Pernyataan 5 Pernyataan 6 Pernyataan 7

  0,325 0,325 0,325 0,325 0,325 0,325 0,325

  0,823 0,769 0,899 0,748 0,886 0,895 0,942

  Pernyataan 2 Pernyataan 3 Pernyataan 4 Pernyataan 5 Pernyataan 6 Pernyataan 7

  Kinerja Karyawan (Y) Pernyataan 1

  Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

  0,325 0,325 0,325 0,325 0,325 0,325 0,325

  0,676 0,673 0,663 0,591 0,768 0,670 0,738

  Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Setelah diuji validitasnya maka item yang valid dimasukkan ke dalam uji reliabilitas. Jadi yang akan dihitung ada 21 item, karena semua item valid dan bisa digunakan.

  Hasil analisis reliabilitas instrumen yang didasarkan pada kriteria Cronbach’s

  Alpha disajikan dalam tabel berikut ini:

  Tabel V.2 Hasil Uji Reliabiltas Instrumen Penelitian

  Variabel Cronbach’s r Item Keterangan tabel

  Alpha ( r ) Pertanyaan hitung

  0,835 0,325 7 Reliabel Disiplin Kerja ( X ) 1

  0,805 0,325 7 Reliabel Motivasi Kerja ( X ) 2 Kinerja Karyawan (Y) 0,927 0,325

  7 Reliabel Sumber: data Primer diolah, 2010

  Dari hasil analisis di atas diperoleh nilai alpha semuanya lebih besar dari r tabel = 0,325. Ini menunjukkan bahwa tiap instrumen memiliki nilai reliabilitas yang memenuhi syarat dan dinyatakan reliabel.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

B. Analisis Data 1.

  Analisis Profil Responden Karakteristik responden dalam penelitian ini dilihat berdasarkan jenis kelamin, status perkawinan dan pendidikan terakhir. Responden yang dipilih adalah karyawan

  BRI Cabang Atambua, NTT.

  a. Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Berdasarkan jenis kelamin, responden terdiri dari laki-laki dan perempuan.

  Dari pengisian kuesioner oleh 37 orang responden yang telah ditentukan dari awal, diketahui bahwa responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat dalam tabel berikut:

  Tabel V.3 Data Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

  Jenis Kelamin Jumlah Persentase Laki-laki 18 49%

  Perempuan 19 51% Total 37 100%

  Sumber: Kuesioner Berdasarkan tabel V.3 dapat dilihat bahwa responden mayoritas perempuan sebanyak 19 orang atau 51% dan laki-laki sebanyak 18 orang atau 49%.

  b. Responden Berdasarkan Status Perkawinan Karakteristik responden berdasarkan status perkawinan dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel V.4 Data Responden Berdasarkan Status Perkawinan

  Status Perkawinan Jumlah Persentase Tidak Kawin 6 16%

  Kawin 31 84% Total 37 100%

  Sumber: Kuesioner Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar responden pada karakteristik status perkawinan dapat diketahui bahwa dari 37 karyawan menunjukkan bahwa mayoritas karyawan BRI Cabang Atambua, NTT sudah menikah sebanyak 31 orang dengan persentase 84% dan sisanya yaitu sebanyak 6 orang yang berstatus belum menikah dengan persentase 16%.

  c. Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut:

  Tabel V.5 Data Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan

  Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase SLTA 14 38 %

  Diploma (D3) 6 16 % Sarjana Strata 1 (S1) 17 46 %

  Total 37 100 % Sumber: data Primer diolah, 2010

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  37

  3. Untuk menguji hipotesis kedua, ada hubungan positif antara motivasi kerja dengan kinerja karyawan digunakan rumus korelasi product moment dari Pearson dengan bantuan program SPSS 15.0. Maka hasil perhitungannya adalah sebagai berikut:

    Berdasarkan tabel V.6 diperoleh nilai r = 0,647. Hal ini berarti menunjukkan hubungan yang kuat antara disiplin kerja dengan kinerja karyawan.

                                 

  37

  37

  37 X1

  Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa responden yang berpendidikan SLTA sebanyak 14 orang dengan persentase sebesar 38%, responden yang berpendidikan Diploma (D3) sebanyak 6 orang dengan persentase sebesar 16%, dan responden yang berpendidikan Sarjana Strata 1 (S1) sebanyak 17 orang dengan persentase sebesar 46%.

  2. Untuk menguji hipotesis pertama, ada hubungan positif antara disiplin kerja dengan kinerja karyawan digunakan rumus korelasi product moment dari Pearson dengan bantuan program SPSS 15.0 Maka hasil perhitungannya adalah sebagai berikut:

  X1 ,647 1,000 Sig. (1-tailed) Y . ,000 Disiplin kerja

  X1 Pearson Correlation Y 1,000 ,647 Disiplin kerja

  Correlations Y

  ) terhadap kinerja karyawan (Y)

  1

  Tabel V.6 Hasil Pengujian Korelasi Parsial disiplin kerja ( X

  X1 ,000 . N kinerja karyawan Y

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel V.7 Hasil pengujian korelasi parsial motivasi kerja (X )

  2

  terhadap kinerja karyawan(Y)

  

Correlations

Y

  X2   Pearson Correlation Y

  1,000 ,687

  X2 ,687 1,000 Sig. (1-tailed) Y . ,000

  X2 ,000 . N Y

  37

  37 X2

  37

  37 Berdasarkan tabel V.7 diperoleh nilai r = 0,687. Hal ini berarti menunjukkan hubungan yang kuat antara motivasi kerja dengan kinerja karyawan.

  4. Uji t Dari hasil pengujian Uji t dengan bantuan SPSS 15.0 diperoleh nilai

  t hitung X ) sebesar 1,938. Bila taraf kesalahan 5% dan df=37-2-

  variabel disiplin kerja ( 1 1=34, maka dapat diketahui bahwa nilai t 1,938 > t 1,691 sehingga dapat hitung hitung disimpulkan bahwa disiplin kerja ( X ) secara parsial mempunyai hubungan dengan 1 kinerja karyawan (Y).

  Nilai t variabel motivasi kerja ( X ) sebesar 2,764, maka dapat hitung 2 diketahui bahwa nilai t 2,764 > 1,691 sehingga dapat disimpulkan bahwa hitung motivasi kerja ( X ) secara parsial mempunyai hubungan dengan kinerja karyawan 2 (Y).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5.

  Untuk menguji hipotesis ketiga, ada hubungan antara disiplin kerja dan motivasi kerja dengan kinerja karyawan maka rumusnya menggunakan Korelasi Berganda dengan bantuan SPSS 15.0 yaitu:

  Tabel V.8 Hasil Koefisien Korelasi Berganda (R) b

  Model Summary Adjusted R Std. Error of the Model R R Square Square Estimate a 1 .724 .525 .497 3.809 a. Predictors: (Constant), X2, X1

  b. Dependent Variable: Y

  Berdasarkan tabel V.8 diketahui bahwa nilai R= 0,724. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat dan positif antara disiplin kerja (X ) dan motivasi 1 kerja (X ) terhadap kinerja karyawan BRI Atambua. 2 6.

  Uji F Hasil pengujian hubungan secara bersama-sama (simultan) kedua variabel

  X dan X dengan uji F menghasilkan nilai F =18,775. Hal ini menunjukkan 1 2 hitung

  angka yang lebih besar daripada angka F ( F > F ) dengan taraf tabel hitung tabel signifikansi 5% dan derajat kebebasan (df :3-1=2 dan df :37-2-1=34) yang 1 2 bernilai 3,726 ( F > F =18,775 > 3,726) hasil ini menunjukkan bahwa kedua hitung tabel variabel bebas (disiplin kerja dan motivasi kerja) secara bersama-sama (simultan) mempunyai hubungan terhadap variabel terikat Y (kinerja karyawan).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

C. Pembahasan

  Berdasarkan tabel V.6 Hasil Pengujian Korelasi Parsial disiplin kerja (X )

  1

  terhadap kinerja karyawan (Y) dapat diketahui bahwa nilai korelasi X (Disiplin kerja) 1 adalah positif. Ini berarti bahwa kepatuhan pada jam kerja, kepatuhan pada perintah atasan, taat pada tata tertib yang berlaku, penggunaan dan pemeliharaan bahan-bahan atau alat-alat perlengkapan kantor dengan hati-hati, dan kegairahan kerja sangat berhubungan erat dengan kinerja karyawan karena dengan adanya disiplin kerja yang tinggi akan semakin tinggi pula kinerja karyawan. Dan diketahui pula bahwa Ha diterima karena nilai

  1,938 > t 1,691. Ini berarti bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara

  t hitung tabel disiplin kerja dengan kinerja karyawan.

  Diketahui nilai korelasi X (Motivasi kerja) positif. Hal ini berarti bahwa 2 kebutuhan fisiologis, kebutuhan keselamatan, kebutuhan sosial, kebutuhan harga diri dan kebutuhan aktualisasi diri sangat berhubungan erat dengan kinerja karyawan karena dengan adanya motivasi kerja yang tinggi maka akan semakin tinggi pula kinerja karyawan. Dan diketahui pula bahwa Ha diterima karena nilai t 2,764 > t 1,691. hitung tabel Ini berarti bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja karyawan.

  Disiplin kerja (X ) dan motivasi kerja (X ) secara simultan mempunyai 1 2 hubungan yang kuat terhadap kinerja karyawan (Y). Dari hasil perhitungan dengan Uji F diketahui bahwa nilai F > F = 18,775 > 3,276. Maka dapat disimpulkan bahwa Ha hitung tabel diterima. Kondisi ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang kuat secara simultan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  antara variabel disiplin kerja (X ) dan variabel motivasi kerja (X ) terhadap variabel 1 2 kinerja karyawan (Y). Artinya semakin tinggi disiplin kerja dan motivasi kerja maka akan semakin tinggi pula kinerja karyawan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN A. Kesimpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan yang bertujuan untuk mengetahui

  ada hubungan antara disiplin kerja dan motivasi kerja secara parsial dan simultan terhadap kinerja karyawan maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. ) secara parsial mempunyai hubungan yang kuat dan positif

  Disiplin kerja (X 1 terhadap kinerja karyawan (Y). Hal ini dilihat dari nilai t > t yaitu 1,938 > hitung tabel 1,691.

  2. ) secara parsial mempunyai hubungan yang kuat dan positif Motivasi kerja (X 2 terhadap kinerja karyawan (Y). Hal ini dilihat dari nilai t > t yaitu 2,764 > hitung tabel 1,691.

  3. ) dan motivasi kerja (X ) secara simultan mempunyai hubungan Disiplin kerja (X 1 2 yang kuat dan positif terhadap kinerja karyawan (Y). Hal ini dilihat dari nilai F hitung tabel > F yaitu 18,775 > 3,276.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

B. Saran

  Dari hasil penelitian terhadap PT. BRI (Persero) Cabang Atambua, NTT maka penulis mengajukan beberapa saran yang diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil kebijaksanaan bagi kemajuan dan perkembangan perusahaan. Saran-saran yang akan penulis kemukakan adalah sebagai berikut:

  1. Bagi PT.BRI (Persero) Cabang Atambua

  a) Berdasarkan hasil analisis yaitu bahwa disiplin kerja mempunyai hubungan yang positif dengan kinerja karyawan. Hal ini berarti bahwa untuk meningkatkan kinerja karyawan maka perusahaan perlu meningkatkan disiplin kerja karyawan. Disiplin kerja tidak hanya dengan datang tepat waktu, mentaati peraturan dalam perusahaan karena adanya sanksi tetapi disiplin itu harus berasal dari dalam diri karyawan tersebut.

  b) Berdasarkan hasil analisis yaitu bahwa motivasi mempunyai hubungan yang positif terhadap kinerja karyawan. Hal ini berarti bahwa perusahaan perlu meningkatkan motivasi kerja karyawan. Motivasi tidak hanya berbentuk barang seperti bonus atau THR tetapi harus ditekankan juga bagaimana memanusiakan karyawan dan memberikan penghargaan atas hasil kerjanya yang bisa meningkatkan kinerjanya. Misalnya dengan memberikan pujian kepada karyawan, menyapa karyawan dan mengucapkan selamat kepada karyawan.

  c) Berdasarkan hasil analisis bahwa disiplin kerja dan motivasi kerja secara simultan mempunyai hubungan yang positif terhadap kinerja karyawan. Oleh karena itu pimpinan juga harus selalu menciptakan suasana kekeluargaan. Artinya pimpinan lebih responsif dalam menangkap aspirasi karyawan dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sekaligus dapat memfasilitasi keinginan karyawan dalam lingkungan perusahaan agar para karyawan merasa betah dan nyaman di lingkungan tempat ia bekerja. Hal ini akan dapat meningkatkan kinerja karyawan serta memacu karyawan untuk bekerja lebih giat lagi.

  2. Bagi peneliti selanjutnya Bagi peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian sejenis agar melengkapi dan menyempurnakan penelitian ini dengan menambah variabel lain yang mempunyai hubungan terhadap kinerja karyawan.

C. Keterbatasan

  Dalam penelitian ini terdapat beberapa keterbatasan, antara lain:

  1. Keterbatasan pengetahuan dan kemampuan berpikir penulis karena penulis baru pertama kali melakukan penelitian. Dengan demikian kesimpulan hanya berlaku terbatas pada perolehan data.

  2. Kemungkinan terjadinya ketidaksempurnaan jawaban dari kuesioner yang disebabkan karena adanya keterbatasan pemahaman dan kesungguhan dari responden.

  3. Penelitian ini berupa studi kasus sehingga hasilnya hanya berlaku bagi PT. BRI (Persero) Cabang Atambua, NTT.

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

 

DAFTAR PUSTAKA

  Anaroga P. dan Sri Suyati. 1995. Psikologi Industri dan Sosial. Jakarta: Pustaka Jaya Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:Rineka

  Cipta As’ad, M. 2002. Psikologi Industri. Yogyakarta: Liberti Gomes, F.C. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Andi Offset Ishak Arep dan Hendri Tanjung. 2004. Manajemen Motivasi. Jakarta: Grasindo Jasin,A. 2000. Peningkatan Pembinaan Disiplin Nasional dalam Sistem dan Pola Pendidikan

  Nasional . Jakarta: Grasindo Jurnal Ekonomi Perusahaan . Volume 10/No.3/Juni 2003 Jurnal Riset Akuntansi dan Manajemen Indonesia . Volume 1/No.2/Juni 2008 Jurnal Widya Manajemen dan Akuntansi . Volume 5/No.3/Desember2005

  _________________________________ . Volume 1/No.3/Desember 2001 Martoyo, Susilo. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi ke 4. Yogyakarta: BPFE Murti Sumarni dan Salamah Wahyuni. 2005. Metodologi Penelitian Bisnis. Yogyakarta: Andi

  Offset Nitisemito, S. Alex. 2000. Manajemen Personalia. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Ghalia Indonesia

  Priyatno, Dwi. 2008. Mandiri Belajar SPSS (Statitical Product and Service Solution)Untuk

  Analisis Data dan Uji Statistik . Jakarta: Mediakom

  Robbins, S.P. 2001. Perilaku Organisasi: Konsep, Kontroversi, Aplikasi. Edisi Bahasa

  Indonesia, Jilid I . Jakarta: Prehallindo

  Sarwono, Jonathan, 2006. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu

  Sastrohadiwiryo, B. Siswanto. 2001. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia. Pendekatan

  Administratif dan Operasional . Jakarta: Bumi Aksara

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Saydam, Gouzali. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia. Suatu Pendekatan Mikro.

  Jakarta :Krisna Bina Persada Simmamora, H. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bagian Penelitian. Yogyakarta:

  STIE YKPN Sugiyono. 2001. Metode Penelitian Bisnis.Bandung: Alfabeta Suryohadiprojo, S. 2001. Peranan Kepemimpinan dalam Menegakkan Disiplin Masyarakat.

  Jakarta: Grasindo Supranto, J. 2001. Statistik : Teori dan Aplikasi . Jakarta : Erlangga Tim Redaksi. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ke 3. Jakarta: Balai Pustaka Umar, Husein. 2002. Metode Research Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Winardi, J. 2001. Motivasi dan Pemotivasian dalam Manajemen. Jakarta: Raja Grafindo

  Persada

  www.google.com : bulletin psikologi 2008

http://eprints.ums.ac.id/146/1/TONI_LISYANTO.pdf

www.google.com :

www.google.com :Muhamad Arief Pratama. perbedaan-motivasi-berprestasi-pekerja-

  kontrak-dan-pekerja-tetap-pada-pt-bank-rakyat-indonesia-tb.html. 2008 www.google.com : Warta BRI

           

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 1

  • • Kuesioner Penelitian

    • Pertanyaan Wawancara

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KUESIONER

  Lamp : 1 berkas Atambua,……… Hal : Kuesiner Penelitian Kepada Yth.

  Bapak/Ibu/ Saudara/i Karyawan PT.BRI (Persero) Cabang Atambua Di tempat Dengan Hormat, Dengan ini saya: Nama : Wilhelmina Erwindy Febrian Kess

  NIM : 052214128 Mahasiswi tingkat akhir Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata

  Dharma, Yogyakarta yang sedang menyusun skripsi yang berjudul “ Analisis Korelasi Antara Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan”.

  Dalam penyusunan skripsi ini saya mohon bantuan Bapak/ Ibu /Saudara/i untuk memberi tanggapan terhadap pernyataan-pernyataan yang sesuai dalam kuesioner ini guna memperoleh data yang dibutuhkan. Semua tanggapan yang Bapak/Ibu/Saudara/i berikan akan saya gunakan untuk kepentingan penulisan skripsi dan akan saya jaga kerahasiaannya.

  Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak/Ibu/Saudara/i yang telah meluangkan waktu untuk menjawab kuesiner ini.

  Hormat saya Wilhelmina E.F. Kess PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KUESIONER

  Saya mohon kesediaan Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menjawab pernyataan-pernyataan di bawah ini:

I. Identitas Responden

  Nama :……......................................... (Boleh diisi / tidak) Usia :

  Jenis Kelamin : Laki-laki / Perempuan Status : Tidak kawin / Kawin Pendidikan terakhir :

                       

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

  Anda diminta mengisi kuesioner dengan memberi tanda silang ( √ ) pada jawaban yang dianggap paling sesuai dengan keadaan anda sekarang ini.

  Keterangan:

  SL : Selalu SR : Sering KK : Kadang-kadang JR : Jarang TP : Tidak Pernah

II. Disiplin Kerja

  

No Pertanyaan SL SR KK JR TP

  1. Anda menaati peraturan yang ada di bank tempat anda bekerja

  2. Anda datang ke tempat kerja tepat waktu

  3. Waktu kerja anda di bank benar-benar digunakan dengan baik

  4. Anda akan meminta ijin kepada pimpinan jika anda berhalangan hadir

  5. Anda pernah meninggalkan pekerjaan atau pulang lebih awal dari batas waktu yang telah ditentukan oleh bank

  6. Jika anda menggunakan peralatan kantor di bank, anda menjaganya dengan baik

  7. Anda diberikan sanksi oleh karena kesalahan anda dalam melakukan pekerjaan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

III. Motivasi Kerja

  

No Pertanyaan SL SR KK JR TP

  1. Bank memberikan gaji yang layak kepada anda selaku karyawan BRI Cabang Atambua

  2. Bank memberikan tunjangan pada karyawan pada hari-hari tertentu (Hari Raya)

  3. Bank memberikan jaminan kesehatan jika anda sakit

  4. Dalam bekerja anda berusaha bekerjasama dengan rekan kerja anda guna mendukung tujuan bank

  5. Pimpinan anda memperlakukan anda dengan baik sehingga membuat anda lebih tenang dan nyaman dalam bekerja

  6. Hasil pekerjaan anda mendapatkan penghargaan dari pimpinan anda

  7. Anda berusaha meningkatkan karier untuk mencapai prestasi yang terbaik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

IV. Kinerja

  

No Pertanyaan SL SR KK JR TP

  1. Pekerjaan yang diberikan kepada anda sesuai dengan keterampilan yang anda miliki

  2. Anda dapat mengerjakan pekerjaan anda dengan tepat dan benar

  3. Pekerjaan anda memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan oleh bank tempat anda bekerja

  4. Anda merasa puas dengan hasil kerja anda

  5. Anda memenuhi target yang telah ditetapkan oleh bank

  6. Anda mendapatkan imbalan khusus/ penghargaan, apabila melebihi target yang ditentukan

  7. Anda bekerja dan mencapai hasil yang sebesar-besarnya

         

     

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

Daftar Pertanyaan Wawancara

  1. Pada tahun berapakah bank ini didirikan?

  2. Siapakah yang mendirikan bank ini?

  3. Apa visi dan misi bank?

  4. Dimana letak bank?

  5. Kapan bank mulai beroperasi?

  6. Apa saja bentuk dan jenis produk yang dihasilkan?

  7. Apa bentuk bank saat ini?

  8. Pihak mana yang menjadi partner kerja bank?

  9. Bagaimana struktur organisasi saat ini?

  10. Bagaimana fungsi dari masing-masing bagian tersebut?

  11. Siapakah yang menjadi target (konsumen) nasabah dari produk yang dihasilkan?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 2

  • Identitas Responden • Tabulasi 37 Responden

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  22   Perempuan  

  S1   35   Perempuan   Kawin   S1   36   Perempuan   Kawin   S1   37   Perempuan   Kawin   S1  

  Perempuan   Tidak  Kawin 

  S1   33   Laki ‐laki  Tidak  Kawin  S1   34  

  Laki ‐laki  Tidak  Kawin 

  SLTA   30   Perempuan   Kawin   D3   31   Perempuan   Tidak  Kawin  D3   32  

  Perempuan   Kawin  

  SLTA   28   Laki ‐laki  Kawin   SLTA   29  

  Laki ‐laki  Kawin  

  23   Perempuan   Kawin   SLTA   24   Perempuan   Kawin   S1   25   Perempuan   Kawin   SLTA   26   Perempuan   Kawin   S1   27  

  Tidak  Kawin  S1  

    Data  Responden  Responden   Jenis  Kelamin  Status   Pendidikan   Terakhir   1   Laki ‐laki  Kawin   S1   2   Perempuan   Kawin   S1   3  

  Laki ‐laki  Kawin  

  Perempuan   Kawin  

  S1   16   Laki ‐laki  Kawin   SLTA   17   Laki ‐laki  Kawin   SLTA   18   Laki ‐laki  Kawin   S1   19   Perempuan   Kawin   D3   20  

  Laki ‐laki  Tidak  Kawin 

  S1   11   Perempuan   Kawin   D3   12   Laki ‐laki  Kawin   D3   13   Laki ‐laki  Kawin   D3   14   Laki ‐laki  Kawin   SLTA   15  

  Laki ‐laki  Kawin  

  SLTA   9   Laki ‐laki  Kawin   SLTA   10  

  Laki ‐laki  Kawin  

  SLTA   6   Perempuan   Kawin   S1   7   Perempuan   Kawin   S1   8  

  Laki ‐laki  Kawin  

  SLTA   4   Laki ‐laki  Kawin   SLTA   5  

  SLTA   21   Perempuan   Kawin   S1  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Deskripsi Responden Jenis Kelamin Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent

  Valid Laki-laki 18 48,6 48,6 48,6 Perempuan 19 51,4 51,4 51,4 Total 37 100,0 100,0 100,0

   Status Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent

  Valid Kawin 31 83,8 83,8 83,8 Tidak Kawin 6 16,2 16,2 16,2 Total 37 100,0 100,0 100,0

   Pendidikan Terakhir Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent

  Valid D3 6 16,2 16,2 16,2 S1

17 46,0 46,0 46,0

SLTA

14 37,8 37,8 37,8

Total

37 100,0 100,0 100,0

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 3

  • Validitas • Reliabilitas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hasil Pengujian Validitas Disiplin Kerja(X1)

Correlations

X1_1 X1_2 X1_3 X1_4 X1_5 X1_6 X1_7

  X1 X1_1 Pearson Correlation 1 .570(**) .563(**) .504(**) .210 .446(**) .590(**) .729(**) Sig. (2-tailed) .000 .000 .001 .212 .006 .000 .000 N

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37 X1_2 Pearson Correlation .570(**) 1 .424(**) .387(*) .329(*) .535(**) .683(**) .756(**) Sig. (2-tailed)

  .000 .009 .018 .047 .001 .000 .000 N

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37 X1_3 Pearson Correlation .563(**) .424(**) 1 .586(**) .306 .392(*) .341(*) .674(**) Sig. (2-tailed)

  .000 .009 .000 .066 .016 .039 .000 N

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37 X1_4 Pearson Correlation .504(**) .387(*) .586(**) 1 .370(*) .293 .390(*) .676(**) Sig. (2-tailed)

  .001 .018 .000 .024 .078 .017 .000 N

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37 X1_5 Pearson Correlation .210 .329(*) .306 .370(*) 1 .399(*) .439(**) .666(**) Sig. (2-tailed)

  .212 .047 .066 .024 .014 .007 .000 N

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37 X1_6 Pearson Correlation .446(**) .535(**) .392(*) .293 .399(*) 1 .678(**) .743(**) Sig. (2-tailed) .006 .001 .016 .078 .014 .000 .000 N

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37 X1_7 Pearson Correlation .590(**) .683(**) .341(*) .390(*) .439(**) .678(**) 1 .819(**) Sig. (2-tailed) .000 .000 .039 .017 .007 .000 .000 N

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37 X1 Pearson Correlation .729(**) .756(**) .674(**) .676(**) .666(**) .743(**) .819(**)

  1 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 N

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37 ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  • Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hasil Pengujian Validitas Motivasi Kerja (X2)

Correlations

X2_1 X2_2 X2_3 X2_4 X2_5 X2_6 X2_7

  X2 X2_1 Pearson Correlation 1 .334(*) .334(*) .362(*) .593(**) .319 .368(*) .676(**) Sig. (2-tailed) .043 .043 .028 .000 .055 .025 .000 N

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37 X2_2 Pearson Correlation .334(*) 1 .263 .286 .735(**) .246 .331(*) .673(**) Sig. (2-tailed)

  .043 .115 .086 .000 .142 .045 .000 N

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37 X2_3 Pearson Correlation .334(*) .263 1 .286 .384(*) .331(*) .501(**) .663(**) Sig. (2-tailed)

  .043 .115 .086 .019 .045 .002 .000 N

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37 X2_4 Pearson Correlation .362(*) .286 .286 1 .199 .521(**) .383(*) .591(**) Sig. (2-tailed)

  .028 .086 .086 .238 .001 .019 .000 N

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37 X2_5 Pearson Correlation .593(**) .735(**) .384(*) .199 1 .319 .417(*) .768(**) Sig. (2-tailed)

  .000 .000 .019 .238 .055 .010 .000 N

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37 X2_6 Pearson Correlation .319 .246 .331(*) .521(**) .319 1 .461(**) .670(**) Sig. (2-tailed) .055 .142 .045 .001 .055 .004 .000 N

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37 X2_7 Pearson Correlation .368(*) .331(*) .501(**) .383(*) .417(*) .461(**) 1 .738(**) Sig. (2-tailed)

  .025 .045 .002 .019 .010 .004 .000 N

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37 X2 Pearson Correlation .676(**) .673(**) .663(**) .591(**) .768(**) .670(**) .738(**)

  1 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 N

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37 * Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

  • Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hasil Pengujian Validitas Kinerja Karyawan (Y)

Correlations

  Y_1 Y_2 Y_3 Y_4 Y_5 Y_6 Y_7 Y Y_1 Pearson 1 .515(**) .606(**) .578(**) .628(**) .691(**) .812(**) .823(**) Correlation

  Sig. (2-tailed) .001 .000 .000 .000 .000 .000 .000 N

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37 Y_2 Pearson .515(**) 1 .881(**) .448(**) .648(**) .526(**) .754(**) .769(**) Correlation

  Sig. (2-tailed) .001 .000 .005 .000 .001 .000 .000 N

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37 Y_3 Pearson .606(**) .881(**) 1 .562(**) .799(**) .761(**) .834(**) .899(**) Correlation

  Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 N

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37 Y_4 Pearson .578(**) .448(**) .562(**) 1 .791(**) .612(**) .620(**) .748(**) Correlation

  Sig. (2-tailed) .000 .005 .000 .000 .000 .000 .000 N

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37 Y_5 Pearson .628(**) .648(**) .799(**) .791(**) 1 .755(**) .730(**) .886(**) Correlation

  Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 N

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37 Y_6 Pearson

.691(**) .526(**) .761(**) .612(**) .755(**)

1 .834(**) .895(**) Correlation

  Sig. (2-tailed) .000 .001 .000 .000 .000 .000 .000 N

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37 Y_7 Pearson .812(**) .754(**) .834(**) .620(**) .730(**) .834(**) 1 .942(**) Correlation

  Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 N

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37 Y Pearson .823(**) .769(**) .899(**) .748(**) .886(**) .895(**) .942(**)

  1 Correlation Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 N

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37

  37 ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hasil Pengujian Reliabilitas Variabel X1, X2 dan Y Disiplin Kerja (X1) Case Processing Summary N % Cases Valid

  37 100,0 Excluded(a) ,0 Total

  37 100,0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

   Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  ,835

  7   Motivasi Kerja (X2)  

  Case Processing Summary

N %

Cases Valid

  37 100,0 Excluded(a) ,0 Total

  37 100,0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  ,805

  7              

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kinerja Karyawan (Y)  

   Case Processing Summary N % Cases Valid

  37 100,0 Excluded(a) ,0 Total

  37 100,0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

   Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  ,927

  7  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 4

  • • Korelasi Parsial

    • Korelasi Berganda • Uji t
  • Uji F

  Hasil pengujian Korelasi Parsial Disiplin Kerja (X1) terhadap Kinerja Karyawan (Y) Correlations Y

  X1 Pearson Correlation Y 1,000 ,647 Disiplin kerja

  X1 ,647 1,000 Sig. (1-tailed) Y . ,000 Disiplin kerja

  X1 ,000 . N kinerja karyawan Y

  37

  37 X1

  37

  37      

  Hasil pengujian Korelasi Parsial Motivasi Kerja (X1) terhadap Kinerja Karyawan (Y) Correlations  

  Y

  X2 Pearson Correlation Y 1,000 ,687 X2 ,687 1,000

  Sig. (1-tailed) Y . ,000 X2 ,000 . N Y

  37

  37 X2

  37

  37 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b Model Summary Adjusted R Std. Error of the Model R R Square Square Estimate a 1 .724 .525 .497 3.809 a. Predictors: (Constant), X2, X1

  b. Dependent Variable: Y

b

ANOVA Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. a

  1 Regression 544.899 2 272.449 18.775 .000 Residual 493.372 34 14.511 Total 1038.270

  36

  a. Predictors: (Constant), X2, X1

  b. Dependent Variable: Y a Residuals Statistics

  Minimum Maximum Mean Std. Deviation N Predicted Value

  19.31

  36.09 31.22 3.891

  37 Residual -9.466 8.004 .000 3.702

  37 Std. Predicted Value -3.061 1.254 .000 1.000

  37 Std. Residual -2.485 2.101 .000 .972

  37

  a. Dependent Variable: Y a Coefficients

  Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model B Std. Error Beta t Sig. 1 (Constant) -.631 5.664 -.111 .912 X1 .346 .178 .323 1.938 .061

  X2 .704 .255 .460 2.764 .009

  a. Dependent Variable: Y

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 5

  • Tabel r
  • Tabel t
  • Tabel F

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  37

  Entered Variables Removed Method

  Variables Entered/Removed Model Variables

  37 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  37

  37

  1 Sig. (2-tailed) .000 .000 N

  37 X2 Pearson Correlation .687 ** .704 **

  37

  37

  37 X1 Pearson Correlation .647 ** 1 .704 ** Sig. (2-tailed) .000 .000 N

  37

    Pengujian  Korelasi, Korelasi Parsial dan Korelasi Berganda    Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Y

  37

  X1 X2 Y Pearson Correlation

1 .647

** .687 ** Sig. (2-tailed) .000 .000

  37 Correlations Y

  35 31.05 3.511 Valid N (listwise)

  19

  37

  X2

  35 28.92 5.013

  19

  37

  X1

  35 31.22 5.370

  18

  N

1 X2, X1 a . Enter a. All requested variables entered.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 6

  • Struktur Organisasi PT.BRI (Persero) Cabang Atambua • Surat Keterangan Penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh disiplin kerja dan kompensasi terhadap kinerja karyawan pada pt. Pelabuhan indonesia (persero) i cabang belawan
62
710
124
Analisis pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan : studi kasus pada karyawan divisi fabrikasi direktorat Produksi PT. Industri Kereta Api (PT Inka) Madiun.
5
22
125
Analisis pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan studi kasus pada karyawan divisi fabrikasi direktorat Produksi PT. Industri Kereta Api (PT Inka) Madiun
0
6
123
Pengaruh kepuasan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan dengan motivasi kerja sebagai variabel antara : studi kasus pada karyawan PT Grahawita Santika Cirebon.
0
0
121
Pengaruh motivasi kerja, disiplin kerja, kepuasan kerja dan kompensasi terhadap kinerja karyawan : studi kasus karyawan UD. Kripton Gama Jaya, Yogyakarta.
1
4
132
Hubungan antara motivasi kerja karyawan dan disiplin kerja karyawan dengan produktivitas kerja karyawan: studi kasus pada karyawan pabrik gula Madukismo `PT Madubaru` Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.
3
34
162
Hubungan antara motivasi kerja karyawan dan disiplin kerja karyawan dengan produktivitas kerja karyawan.
2
4
156
Hubungan antara motivasi kerja, disiplin kerja dan keterampilan kerja dengan produktivitas kerja karyawan : studi kasus pada Perusahaan Konveksi Mondrian Klaten.
0
1
160
Pengaruh kepuasan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan dengan motivasi kerja sebagai variabel antara studi kasus pada karyawan PT Grahawita Santika Cirebon
1
1
119
Pengaruh disiplin kerja dan kompensasi terhadap kinerja karyawan pada pt. Pelabuhan indonesia (persero) i cabang belawan
0
0
8
343059926 pengaruh motivasi kepuasan dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan
1
1
58
Hubungan antara motivasi kerja, pengawasan kerja, dan disiplin kerja dengan prestasi kerja karyawan : studi kasus perusahaan Jamu Air Mancur, Surakarta - USD Repository
0
1
196
Pengaruh motivasi terhadap semangat kerja karyawan : studi kasus karyawan restoran Boyong Kalegan, Sleman, DIY - USD Repository
0
1
94
Pengaruh motivasi terhadap semangat kerja karyawan : studi kasus karyawan restoran Boyong Kalegan, Sleman, DIY - USD Repository
0
0
94
Hubungan motivasi dan disiplin kerja dengan kinerja karyawan : studi kasus pada Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir karyawan PUSPIPTEK - Tangerang - USD Repository
0
0
127
Show more