Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi

Gratis

0
0
103
11 months ago
Preview
Full text

  

HUBUNGAN ANTARA LAMA WAKTU KURSUS

DI LUAR SEKOLAH DENGAN TINGKAT STRES

PADA ANAK

Skripsi

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

  

Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi

Program Studi Psikologi

Disusun oleh :

Anugerah

  

NIM : 059114086

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

2010

HALAMAN PERSEMBAHAN

  I see trees of green, red roses too I see them bloom, for me and you, and I think to myself what a wonderful world. I see skies of blue, and clouds of white the bright blessed day, the dark sac- red

  what

  night, and I think to myself a wonderful world. The colors o f the rainbow, so pretty in the sky are also on the faces, of people go ing by, I see friend, shaking hands, saying ‘How do you do?’ They really say

ing I lo ve you. I hear babies

cry, I watch them grow They’ll learn much

more, than I’ll ever know and

I think to myself what a wonderful world. and I think to myself what a wonderful world….

  Louis Armstrong

  

HUBUNGAN ANTARA LAMA WAKTU KURSUS DI LUAR SEKOLAH

DENGAN TINGKAT STRES PADA ANAK

Anugerah

ABSTRAK

  Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara lama waktu kursus

di luar sekolah dengan tingkat stres pada anak. Penelitian ini merupakan jenis

penelitian korelasional dengan dua variabel, yakni variabel lama waktu kursus di

luar sekolah sebagai variabel bebas, dan variabel tingkat stres anak sebagai

variabel tergantung. Variabel lama waktu kursus dicatat dengan mendata jumlah

jam kursus anak setiap minggunya. Variabel ini dimaksudkan sebagai semua

kursus yang diikuti oleh anak di luar jam sekolah. Ekstrakurikuler sekolah juga

dimasukkan di dalam variabel ini karena di sekolah yang bersangkutan,

ekstrakurikuler tidak diwajibkan. Subyek dalam penelitian ini adalah anak kelas 5

SD Tarakanita Bumijo. Subyek try out berjumlah 53 anak. Sedangkan subyek

dalam tes yang sesungguhnya berjumlah 86 anak. Data yang diperoleh, kemudian

diolah dengan menggunakan Product Moment dari Karl Pearson (Pearson’s

Product Moment ). Hasil akhir penelitian ini adalah tidak ada hubungan yang

signifikan antara lama waktu kursus di luar sekolah dengan tingkat stres pada

anak. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,108 (0,108 > 0,05).

  

Kata kunci : lama waktu kursus, tingkat stres anak, dan masa akhir anak-

anak

  

THE RELATION BETWEEN THE AMOUNT OF TIME SPENT FOR

STUDYING AT AN OUT OF SCHOOL HOUR COURSE AND THE

STRESS LEVEL IN CHILDREN

Anugerah

ABSTRACT

  This research is aimed at perceiving the correlation between the amount

of time spent for studying at an out of school hour course, and the stress level in

children. It is sort of a relational research using 2 variables; amount of time spent

for studying at an out of school hour course as an independent variable, and

stress level of children as dependent variable. The independent variable is

registered by collecting data of amount of hours spent for studying at an out of

school hour course every week. This variable is meant for all courses taken by

children out of school hours. The extracurricular activities is included in this

variable since in the subject school, the extracurricular activities is not

th

compulsory. Subject in this research are 5 grade school children in Tarakanita

Bumijo elementary school. The try out subjects are 53 children, while subjects in

the real test are 86 children. The data are analyzed using Product Moment by

Karl Pearson (Pearson’s Product Moment). The final result of this research

reflect that there is no significant correlation between amount of time spent for

studying at an out of school hour course and stress level in children. This showed

by the significant value 0,108 (0,108 > 0,05).

  

Keywords : stress level, amount of time spent for studying at an out of school

hour course, end of childhood

KATA PENGANTAR

  Skripsi yang berjudul ‘hubungan antara lama waktu kursus di luar sekolah dengan tingkat stres pada anak’ ini saya mulai dengan mencoba mengamati hal-

hal menarik apa yang ada di lingkungan saya. Kebetulan sebagai guru les, kerap

kali saya berhubungan langsung dengan anak-anak, mulai dari anak kelas 2 SD

hingga SMP. Dunia anak sangatlah unik, setiap anak memiliki ciri khas. Ciri khas

dalam hobi, berperilaku, mengatasi masalah, ataupun dalam proses belajarnya.

  Saya melihat bahwa anak adalah seseorang yang penuh tanda tanya akan

dunia. Anak selalu mencari jawaban atas sesuatu yang menurutnya menarik atau

membuatnya penasaran. Sudah sepantasnya apabila orang yang lebih dewasa

mencoba memfasilitasi mereka dengan berbagai hal yang mendukung proses

pembelajarannya, atau dengan kata lain proses pencarian jawaban atas

pertanyaan-pertanyaannya tentang dunia ini.

  Orang dewasa bukanlah orang yang tahu segalanya. Orang dewasa

hanyalah orang yang secara kebetulan lahir terlebih dahulu ketimbang anak-anak.

  

Sehingga menurut saya orang dewasa sebaiknya tidak memperlakukan anak

sesuai apa yang ia pikirkan. Orang dewasa dan anak-anak adalah sama, mereka

sama-sama manusia yang hidup dan sedang dalam pencarian jawaban atas dunia

ini. Sebaiknya orang dewasa tidak ‘membuatkan’ jawaban pada pencarian anak,

tetapi hanya ‘mengantarkannya’ ke jalan yang akan dilaluinya sendiri.

  Untuk itu, anak sangat memerlukan dukungan dari orang dewasa. Dan

dukungan yang paling penting adalah dukungan moral. Anak sangat

  

membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua secara langsung. Saya

pribadi lebih menghargai orang tua yang bertingkat ekonomi pas-pasan, tetapi

memperhatikan anaknya secara langsung, ketimbang orang tua dengan tingkat

ekonomi tinggi tetapi hanya memberikan perhatian melalui pembiayaan sekolah

dan les-les bagi anaknya.

  Mengenai hal yang terakhir tersebut, saya memiliki beberapa pengalaman

yang sangat menarik. Seorang anak laki-laki kelas 2 SD, yang kebetulan memiliki

orang tua dengan status ekonomi cukup tinggi. Ia memiliki banyak sekali

kegiatan, mulai dari sekolah hingga berbagai macam kursus. Dan yang unik

adalah, orang tua anak tersebut sama sekali tidak hafal akan jadwal anaknya

sendiri. Perasaan yang muncul di diri saya adalah saya merasa kasihan terhadap

anak itu. Sebagai guru lesnya, tentu saja saya memiliki target, tetapi melihat

kondisi anak yang memiliki jadwal ‘kerja’ seperti itu, saya menjadi kasihan dan

tidak mau menuntut banyak dari dia. Saya malah cenderung mengajaknya

bermain, dengan harapan ia menjadi lebih rileks dan bisa melanjutkan

aktivitasnya dengan ceria.

  Selain hal tersebut, saya juga bertemu dengan beberapa pengalaman lain.

Baik yang saya alami sendiri, hingga yang saya temui lewat diskusi dengan

beberapa teman pengajar maupun mahasiswa. Sebuah hal yang menurut saya

menarik dan saya coba angkat menjadi judul skripsi saya.

  Di dalam perjalanan panjang penyusunan skripsi ini, saya telah

mendapatkan banyak sekali bantuan dari pihak-pihak lain. Terima kasih banyak

saya ucapkan kepada :

  • • Bapak, Ibu, Adek, Mbak Sari, Ndut. Keluargaku yang luar biasa. Aku

    benar-benar beruntung bisa ada di rumah yang indah ini.
  • • Ibu Dewayani, dosen pembimbing skripsi, yang teliti dan selalu

    mengangkat saya dengan caranya yang khas, untuk lebih yakin dan siap dalam penggarapan skripsi.
  • • Ibu Ari, dosen pembimbing akademik, yang dengan tersenyum terus

    menerus menemani mahasiswanya, mulai dari ‘mengetok pintu’ sampai ‘pamitan’.
  • • Bapak Eddy Suhartanto, dekan Fakultas Psikologi. Terima kasih atas

    bimbingan dan bantuan dalam melakukan penelitian ini.
  • • Ibu Tanti Arini, dosen Psikologi Kesehatan. Terima kasih atas kesempatan

    diskusi mengenai topik yang saya angkat dalam penelitian ini.
  • • Bapak Agung Santoso dan Ibu Nimas Eki Suprawati, terima kasih atas

    diskusi yang sangat membantu.
  • • Semua dosen dan karyawan Fakultas Psikologi. Terima kasih untuk semua

    proses yang sudah berjalan di fakultas ini. Proses yang saya rasakan sangat manusiawi dan nyaman sekali.
  • • Koordinator Kepala Sekolah SD Tarakanita Bumijo, Bapak Agus Y.

  Purnama. Terima kasih atas izin dan sambutan dari sekolah Bapak.

  • • Mbak Venny dan Mbak Sari, guru BK di SD Tarakanita Bumijo. Terima

    kasih banyak untuk bantuan-bantuannya.
  • • Semua guru dan karyawan SD Tarakanita Bumijo. Terima kasih atas

  • • Semua murid kelas V SD Tarakanita Bumijo. Terima kasih atas sambutan

    yang ramah dan bantuan dalam mengerjakan penelitian ini.
  • • Norman Mahardika, terima kasih untuk gambar kartun yang sangat

    membantu.
  • • Sahabat baikku, Thomas Fajar Adi Nugroho dan Agung Sudarmanto, ayo

    semangat garap skripsi, bro!. I Rai Hardika, yang sudah melangkah jauh lebih dulu. Sukses untuk ke depan!
  • • Ellen, gek ndang nyusul! Ayo semangat garap skripsi, kita maju bersama

    ya! Sukses buat kita!
  • • Mas Mbong (Pancasona Adji), pelatih PSM Cantus Firmus, Universitas

    Sanata Dharma. Terima kasih untuk semua pendampingan, proses belajar, dan diskusi yang sangat menarik tentang topik penelitian ini.
  • • Ibu Susana Sri Anggorowati, pengajar Bahasa Indonesia dan paduan suara

    di SD Johannes don Bosco, Baciro. Terima kasih untuk semua bantuan dan dukungan Ibu.
  • • Arya (2005), Krisna dan Oik (2007), terima kasih untuk pinjaman buku

    yang sangat membantu.
  • • Mas Pam-pam, Mbak Mia, Adi, dan Aryo, terima kasih untuk saran yang

    sangat berharga.
  • • Andy Gomez, pianis dan musisi Jazz. Terima kasih untuk bimbingan dan

    permainannya.
  • Kelompok musik Dialogue, sukses selalu!

  • • Dito, musisi dari gereja Baciro, terima kasih untuk semua dukungan,

    semoga sukses selalu. Ayo nyusul, bro!
  • • B-flat. Kelompok musik yang unik. Kita tunjukkan pada dunia kalau PSM

    punya pemusik yang tidak kalah dari Andy Gomez Quintet.
  • • Bagong, Tristan, Soemar, Rezka, dan teman-teman PSF Angel’s Voice,

    terima kasih untuk kesempatan membantu mempersembahkan sebuah musik bersama untuk teman-teman kita.
  • • Semua teman-teman angkatan 2005, bimbingan akademik Ibu Kristiana

    Dewayani dan Ibu Maria Laksmi Anantasari, terima kasih untuk semua kebersamaan kita.
  • • Semua teman-teman Fakultas Psikologi, teman-teman Eksis, terima kasih

    untuk semua pembelajaran yang sangat menarik di sini.
  • • Teman-teman PSM Cantus Firmus angkatan lama hingga angkatan baru.

  Terima kasih untuk semuanya.

  • • Akhirnya, terima kasih juga untuk Emelia Dwianita Satriavi beserta

    seluruh keluarganya. Terima kasih atas pendampingan dan semua proses belajar selama ini.

  

Saya menyadari bahwa penelitian maupun penyusunan hasil penelitian ini

masih jauh dari sempurna. Namun demikian, semoga karya ini bisa berguna bagi siapa saja yang membutuhkan, terutama yang tertarik pada bidang ini. Semoga pendidikan untuk anak menjadi lebih baik ke depannya, tidak hanya menjadikan anak memiliki ‘otak’, tetapi juga menjadikan anak seorang ‘manusia’ yang utuh.

  Yogyakarta, Oktober 2009

  DAFTAR ISI Halaman Judul …………………………………………………………. i Halaman Persetujuan Pembimbing ……………………………………. ii Halaman Pengesahan …………………………………………………... iii Halaman Persembahan ………………………………………………… iv Halaman Pernyataan Keaslian Karya ………………………………….. v Abstrak ………………………………………………………………… vi

Abstract ………………………………………………………………... vii

Lembar Pernyataan Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah untuk

Kepentingan Akademis .............................................................................. viii

Kata Pengantar ………………………………………………………… ix

Daftar Isi ………………………………………………………………. xv

Daftar Tabel …………………………………………………………… xviii

Daftar Lampiran ……………………………………………………….. xix

BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………...

  1 A. Latar Belakang Masalah ……………………………………….

  1 B. Rumusan Masalah ……………………………………………...

  6 C. Tujuan Penelitian ………………………………………………

  6 D. Manfaat Penelitian ……………………………………………..

  7

  BAB II DASAR TEORI ………………………………………………..

  18 D. Hipotesis Penelitian .....................................................................

  28 H. Prosedur Penelitian ……………………………………………...

  27 G. Metode Analisis Data …………………………………………...

  24 F. Uji Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur ………………………..

  24 E. Metode Pengumpulan Data ……………………………………..

  22 D. Subyek Penelitian ……………………………………………….

  22 C. Definisi Operasional Variabel ………………………………….

  22 B. Identifikasi Variabel ……………………………………………

  22 A. Jenis Penelitian ………………………………………………....

  21 BAB III METODOLOGI PENELITIAN ………………………………

  16 C. Hubungan antara lama waktu kursus di luar sekolah dengan tingkat stres pada anak ………………………………....

  8 A. Stres pada Anak ………………………………………………...

  15 3. Faktor di dalam kursus yang bisa mereduksi stres ...................

  2. Kursus sebagai penyebab stres pada anak ……………………

  14

  14 1. Definisi ……………………………………………………….

  11 B. Kursus di Luar Sekolah ………………………………………....

  10 4. Masa akhir anak-anak ………………………………………..

  3. Aspek-aspek respon stres pada anak …………………………

  9

  8 2. Faktor stres pada anak ……………………………………….

  8 1. Pengertian stres ……………………………………………...

  29

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ……………….. 31 A. Persiapan Penelitian …………………………………………….. 31 B. Pelaksanaan Penelitian …………………………………………..

  32

  1. Waktu pelaksanaan penelitian ………………………………... 32

2. Cara pelaksanaan penelitian ………………………………….. 32

C. Hasil Penelitian …………………………………………………. 33

  1. Deskripsi data penelitian dan kategorisasi tingkat stres subyek ………………………………………...........................

  33

2. Uji asumsi penelitian …………………………………………. 35

  3. Uji hipotesis …………………………………………………... 36

D. Pembahasan ………………………………………………………

  37 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN …………………………………. 44

  A. Kesimpulan ………………………………………………………. 44 B. Saran ……………………………………………………………...

  44 Daftar Pustaka …………………………………………………………… 47 Lampiran-lampiran ………………………………………………………. 52

  DAFTAR TABEL

  

1. Tabel 1. Kisi-kisi skala tingkat stres anak sebelum try out .................... 26

  2. Tabel 2. Kisi-kisi skala tingkat stres anak dalam tes yang sesungguhnya (setelah try out) …………………........................ 26

  

3. Tabel 3. Keterangan waktu pengambilan data ………………………... 32

  

4. Tabel 4. Deskripsi data penelitian ........................................……........... 33

  

5. Tabel 5. Tampilan Scatterplot data hasil penelitian ................................ 34

  

6. Tabel 6. Persamaan kategorisasi .............................................................. 34

  

7. Tabel 7. Kategorisasi tingkat stres pada anak .......................................... 35

  

8. Tabel 8. Rangkuman perhitungan uji normalitas ………………….... 35

  

9. Tabel 9. Rangkuman perhitungan uji linearitas ……………………….. 36

  

10. Tabel 10. Rangkuman perhitungan uji hipotesis ……………………….. 37

DAFTAR LAMPIRAN

  1. Lampiran 1. Pertanyaan pengontrol faktor penyebab stres dan skala tingkat stres anak (try out) ................................................. 49

  

2. Lampiran 2. Data hasil uji coba skala tingkat stres anak ……………... 58

  3. Lampiran 3. Data reliabilitas dan seleksi aitem skala tingkat stres anak ……............................................... 64

  4. Lampiran 4. Pertanyaan pengontrol faktor penyebab stres dan skala tingkat stres anak (tes yang sesungguhnya) ……………... 65

  

5. Lampiran 5. Data hasil penelitian tingkat stres anak ………………….. 73

  

6. Lampiran 6. Deskripsi data penelitian dan tampilan Scatterplot ……… 81

  7. Lampiran 7. Uji asumsi (uji normalitas dan uji linearitas) dan uji hipotesis (Pearson’s Product Moment) ………………….. 82

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sejak dilahirkan, seorang anak membutuhkan bantuan dari orang dewasa

  

untuk membantunya dan membimbingnya dalam berbagai hal untuk menuju

kedewasaan. Masa-masa seperti itu merupakan masa yang sangat panjang bagi

seorang anak. Anak seyogyanya menggunakan kesempatan tersebut sebaik

mungkin untuk memperoleh berbagai kebiasaan, kemampuan menggunakan

pikiran, ilmu pengetahuan, keterampilan fisik, dan lain sebagainya. Tujuannya

agar kelak bisa hidup mandiri, mampu menyelesaikan berbagai permasalahan

yang ada di dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam keluarga, pekerjaan,

maupun di masyarakat (Pohan, 1986).

  Fenomena yang terjadi adalah bahwa anak zaman sekarang sangat sibuk.

Di sekolah, selain mengikuti pelajaran di kelas, biasanya anak juga diwajibkan

untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Hal itu masih ditambah lagi dengan

pendidikan di tempat kursus. Tidak sedikit anak yang diikutkan berbagai macam

kursus, seperti kursus matematika, bahasa asing, kesenian, olah raga, robotik atau

mesin, dan berbagai macam kursus lainnya.

  Anak-anak zaman sekarang sama sibuknya seperti buruh. Banyak anak

tingkat sekolah dasar yang memulai kegiatannya sejak pagi-pagi sekali, dan baru

mengakhirinya pada sore menjelang malam hari. Selain sekolah, mereka juga

mengikuti les bahasa asing, les balet dan piano atau bidang kesenian lainnya, les

  2

olahraga, lalu setelah selesai semua itu kembali ke rumah dengan segudang tugas

dan pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan (www.hyper-parenting.com).

Hal serupa juga diungkapkan oleh sebuah sumber sebagai berikut :

  “Susahnya, tekanan terhadap anak tak hanya terjadi di satu lingkungan saja seperti sekolah. Banyak orang tua mengisi waktu anak sepulang sekolah dengan berbagai les, mulai dari les musik, balet, les matematika, sampai les olahraga. Waktu yang begitu mendesak, bahkan untuk sekadar mengisi perut sering kali tanpa disadari menaikkan adrenalin. Jika sampai di tempat les, dia dituntut lagi untuk berkompetisi dengan teman-teman lainnya, lengkap sudah tekanan yang dialaminya.” (Kompas, Maret 2004).

  Susana Sri Anggorowati (wawancara pribadi, 18 April 2009), seorang

guru paduan suara dan bahasa Indonesia di sekolah dasar Kanisius Baciro,

memberikan gambaran singkat mengenai kondisi anak-anak saat ini, dalam

hubungannya dengan mengikuti kursus. Beliau mengatakan bahwa mengikuti

kursus memang merupakan hal yang baik untuk perkembangan anak-anak. Anak

akan mempunyai spesialisasi di bidangnya sendiri dan juga mempunyai teman

yang lebih banyak ketimbang hanya teman di sekolah dan di rumah. Tetapi

masalahnya akan berbeda ketika anak mengikuti terlalu banyak kursus, sehingga

memiliki waktu kursus yang lama.

  Beliau mengatakan bahwa hal tersebut menjadi trend orang tua zaman

sekarang. Orang tua akan bangga apabila anaknya menguasai berbagai macam hal

dan memiliki prestasi yang lebih menonjol dibanding teman-teman lainnya, dan

untuk mengejar itu, anak diikutkan berbagai macam kursus. Anak mengalami

tekanan yang besar dengan berbagai beban dari sekolah dan kursus-kursus yang

diikutinya. Akibatnya adalah bahwa anak tidak bisa menikmati waktunya sebagai

  3

seorang anak-anak. Anak akan kehilangan waktunya untuk bermain, belajar

bersosialisasi, belajar berekspresi, dan lain-lainnya.

  Ibu Susana juga menambahkan bahwa di sekolah, anak-anak yang

mengikuti terlalu banyak kursus tersebut menunjukkan gejala-gejala anak yang

tertekan dan memiliki tingkat stres yang tinggi, seperti mudah mengantuk, kurang

bisa berfokus pada hal yang sedang dikerjakannya, temperamen yang kurang

stabil, dan memiliki kecenderungan perilaku membangkang atau tidak patuh pada

orang yang lebih dewasa.

  Masa akhir anak-anak adalah masa bermain bagi anak-anak. Anak

membutuhkan banyak aktivitas bermain untuk mengembangkan keterampilan-

keterampilan mereka. Namun, yang terjadi justru seringkali sebaliknya, anak

malah cenderung meninggalkan aktivitas permainan fisik. Terlalu banyak

memasukkan anak ke berbagai lembaga kursus, tentu saja akan menyita banyak

sekali waktu anak. Waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk bermain,

sekarang menjadi harus tersita untuk mengikuti kursus dan mengerjakan berbagai

tugas dari tempat kursus. Padahal menurut Papalia, Olds, dan Feldman (2007),

justru melalui aktivitas bermain anak akan belajar banyak hal, mulai dari

bersosialisasi dengan teman seusia, belajar mengembangkan kemampuan motorik,

hingga mengasah kemampuan kognitif dan kecerdasan emosinya.

  Masa akhir anak-anak juga adalah masa sekolah. Pendidikan formal di

sekolah memang merupakan hal yang sebaiknya dilakoni oleh anak-anak, karena

di sana mereka bisa mengembangkan berbagai aspek di dalam dirinya. Namun

tugas dari mayoritas anak-anak zaman sekarang ternyata tidak berhenti sampai di

  4

situ. Mereka juga masih harus menyelesaikan pendidikan di berbagai tempat

kursus. Dan tidak sedikit pula anak yang diikutkan kursus oleh orang tuanya lebih

dari satu macam kursus. Pelajaran di sekolah, ditambah ekstrakurikuler, dan

pelajaran dari tempat-tempat kursus, masih ditambah dengan tugas dari masing-

masing tempat tersebut, membuat kehidupan anak-anak menjadi sangat sibuk.

  Di tempat kursus, anak mendapatkan tekanan yang tidak kecil. Mulai dari

tekanan untuk berprestasi dari orang tua atau dari guru kursus, persaingan dengan

teman-teman lainnya, adanya ujian kenaikan tingkat, dan tugas-tugas untuk dilatih

atau dikerjakan di rumah. Dalam mengikuti kursus, anak mendapatkan materi-

materi pelajaran sesuai bidang kursus tersebut. Situasi tersebut selalu menuntut

anak untuk berkonsentrasi, sehingga anak pun menjadi lelah. Anak dengan waktu

kursus yang lama akan menghadapi tekanan yang lebih kompleks lagi. Anak

dengan waktu kursus yang lama, akan lebih sering berada dalam situasi menerima

materi pelajaran. Keletihan karena harus berada dalam situasi belajar terus

menerus, harus dialami oleh anak dalam usia yang relatif masih kecil.

  Tugas dan materi pelajaran dalam proses pendidikan kursus akan terus

berkembang, persaingan semakin menguat, dan tekanan untuk berprestasi tentu

juga semakin besar. Bagi anak dengan waktu kursus yang lama, hal ini berarti

bahwa tekanan yang ada akan menjadi jauh lebih besar.

  Stres adalah suatu keadaan yang tertekan (Chaplin, 1981). Suatu kondisi

dimana terdapat sebuah hal yang memberikan tekanan, dan individu tersebut tidak

mampu untuk mengatasi tekanan tersebut. Stres bisa berdampak pada berbagai

  5

aspek dalam diri seseorang, yaitu aspek fisik dan psikologis, yang meliputi aspek

kognitif, emosi, dan perilaku (Sarafino, 1990).

  Secara fisik, terdapat beberapa hal yang mungkin terjadi pada seseorang

yang mengalami stres. Contohnya seperti sakit kepala, capai, lelah, sakit perut,

mual-mual, berdebar-debar, dada sakit, dan keringat dingin keluar (Iswinarti &

Haditono, 1999). Anak dengan waktu kursus yang lama, akan merasakan

kelelahan pada fisiknya. Karena dengan waktu kursus yang lama, waktu istirahat

anak menjadi berkurang.

  Susana Sri Anggorowati (wawancara pribadi, 18 April 2009) juga

menyampaikan beberapa hal mengenai akibat jangka panjang pada anak yang

mengalami stres, berdasarkan pengalaman beliau. Pada aspek kognitif, anak akan

mengalami kesulitan untuk berfokus pada pekerjaan yang sedang dilakukannya.

  

Konsentrasi anak pada suatu hal tidak tahan lama, melainkan cepat beralih ke hal

lainnya. Hal tersebut bisa mengakibatkan hasil belajar anak pun tidak maksimal.

  Kecenderungan perilaku membangkang pada anak bisa muncul dalam dua

bentuk. Yang pertama adalah anak akan menjadi lebih agresif dan menunjukkan

perilaku yang cenderung memberontak terhadap orang dewasa. Atau yang kedua,

anak malah menjadi lebih pasif, namun memunculkan kecenderungan perilaku

membangkang lewat cara-cara yang tidak terduga di kemudian hari.

  Sebelumnya, penelitian yang dilakukan oleh Karlina (2003), yang melihat

perbedaan tingkat stres pada anak yang mengikuti kursus dan yang tidak

mengikuti kursus, mendapatkan hasil akhir penelitian bahwa tidak terdapat

perbedaan tingkat stres yang signifikan antara anak yang mengikuti dan yang

  6

tidak mengikuti kursus di luar sekolah. Meskipun begitu, hasil observasi di sebuah

tempat kursus, dan hasil wawancara dengan beberapa orang guru sekolah dasar

maupun guru kursus memberikan data yang berbeda dengan hasil penelitian

tersebut. Dalam proses pencarian data awal ditemukan tidak sedikit anak yang

menunjukkan gejala-gejala anak stres, seperti tingkah laku yang agresif atau

sebaliknya sangat pasif, perilaku melamun dan sulit berkonsentrasi, mudah lelah,

dan beberapa gejala lainnya. Oleh karena itu, peneliti berniat untuk tetap

melakukan penelitian ini, namun dengan memperhatikan beberapa catatan yang

ditulis peneliti sebelumnya.

  Penelitian kali ini ingin lebih mendalami hasil penelitian tersebut,

terutama berfokus hanya pada anak-anak yang mengikuti kursus. Penelitian ini

ingin melihat hubungan antara lama waktu kursus di luar sekolah dengan tingkat

stres pada anak.

  B. Rumusan Masalah Masalah yang diangkat di dalam penelitian ini dapat dirumuskan menjadi :

“Apakah ada hubungan antara lama waktu kursus di luar sekolah dengan tingkat

stres pada anak?”

  C. Tujuan Penelitian Terdapat dua buah tujuan dari penelitian ini, yakni :

1. Mengetahui apakah ada hubungan antara lama waktu kursus di luar sekolah dengan tingkat stres pada anak.

  7

2. Mengetahui besarnya pengaruh dan kemampuan prediksi dari jenis kursus terhadap tingkat stres pada anak.

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

  

a. Penelitian ini dapat menambah khazanah teoritis di bidang Psikologi

Perkembangan Anak dan Psikologi Kesehatan, terutama masalah

perkembangan masa akhir anak-anak dalam hubungannya dengan stres.

  

b. Penelitian ini dapat memperkaya pengetahuan di bidang pendidikan anak

terutama pendidikan non-formal.

  

c. Penelitian ini dapat memberikan gambaran tentang pengaruh dan prediksi

terhadap tingkat stres pada anak berdasarkan jenis kursus yang diikuti.

2. Manfaat Praktis

  

a. Menjadikan bahan refleksi dan informasi untuk orang tua dalam memberi

bekal pendidikan pada anak agar sesuai dengan kemampuan dan tugas perkembangan anak.

  

b. Memberikan informasi pada orang tua mengenai kondisi anak yang

sebenarnya dalam proses mengikuti kursus

BAB II LANDASAN TEORI A. Stres pada Anak

  1. Pengertian stres Sarafino (1990), mendefinisikan stres sebagai suatu kondisi yang

disebabkan oleh transaksi antara individu dengan lingkungan, yang menimbulkan

kesenjangan jarak antara tuntutan-tuntutan yang berasal dari situasi, dengan

sumber daya sistem biologis, psikologis, dan sosial dari seorang individu. Hans

Selye (dalam Blom, Cheney, Snoddy, 1986) mengungkapkan bahwa stres adalah

bagian yang alami dari kehidupan.

  Blom et al. (1986), mengatakan bahwa terdapat 2 komponen di dalam

stres, yakni stresor dan respon individu terhadap stresor tersebut. Stresor adalah

kejadian-kejadian di dalam kehidupan yang menyebabkan ketidakseimbangan di

dalam diri individu. Ketidakseimbangan ini akan mendorong individu untuk

melakukan penyesuaian diri. Penyesuaian diri terhadap stresor tersebut disebut

dengan respon. Saat terdapat sebuah stresor dan respon terhadap stresor tersebut,

bisa disimpulkan bahwa tingkat stres mulai meningkat.

  Stres bukanlah suatu kondisi yang hanya bisa dirasakan oleh orang

dewasa, anak-anak juga bisa merasakan stres (Iswinarti & Haditono, 1999). Hans

Selye mengatakan bahwa semua anak pasti akan menghadapi situasi yang

potensial menjadi sebuah stresor atau potential stressor (Blom et al., 1986).

  9 Secara umum bisa disimpulkan bahwa stres adalah kondisi tertekan pada

seorang individu dengan dua aspek, yakni stresor dan respon terhadap stresor itu

sendiri, yang disebabkan oleh adanya tuntutan dari lingkungan yang tidak sesuai

dengan kemampuan di dalam diri individu. Bayi, anak, remaja, dan dewasa semua

bisa mengalami stres. Sumber penyebab stres mungkin berubah-ubah seiring

perkembangan manusia, tetapi kondisi stres bisa muncul kapan saja sepanjang

hidup manusia (Sarafino, 1990).

  2. Faktor stres pada anak Blom et al. (1986) mengatakan bahwa secara umum, terdapat beberapa hal

yang berpotensi menjadi stresor bagi diri anak. Beberapa hal tersebut antara lain

relasi dengan orang lain, bentuk tubuh, lingkungan fisik, dan pengalaman psikis

personal. Berikut ini adalah penjelasan mengenai beberapa faktor stres tersebut :

  a. Relasi dengan orang lain Relasi manusia pada diri anak berpusat di keluarga dekatnya seperti orang

tua dan saudara kandungnya. Seiring pertumbuhan diri anak, relasinya dengan

orang lain semakin meluas dan bertambah luas pulalah stresor potensial yang ada

di sekelilingnya.

  b. Bentuk tubuh (body experiences) Terdapat stresor potensial di dalam tubuh anak-anak, contohnya seperti

hal-hal yang berhubungan dengan pertumbuhan, penyakit, kecacatan, dan cedera

berkepanjangan. Masalah pertumbuhan, seperti menjadi anak laki-laki dengan

  10

tinggi badan paling rendah di kelas, atau memiliki tubuh yang cacat, bisa menjadi

stresor potensial bagi diri seorang anak.

  c. Lingkungan fisik Lingkungan fisik digambarkan sebagai lingkungan tempat di mana anak

tinggal atau banyak beraktivitas. Lingkungan yang kurang nyaman bagi anak, dan

sering menimbulkan gangguan dalam beraktivitas bisa menjadi stresor yang

potensial juga bagi diri anak.

  d. Pengalaman psikis personal (personal psychological experiences) Faktor ini melingkupi berbagai hal yang bisa memberikan perasaan tidak

nyaman atau bahkan ketakutan dalam diri anak, seperti mimpi buruk, tersesat dan

hilang dari penjagaan orang tua, kehilangan teman dekat, dan mengalami tekanan

untuk selalu berprestasi.

  3. Aspek-aspek respon stres pada anak Respon-respon stres terdiri dari 2 komponen, yakni : a. Komponen Psikologis 1) Kognitif

  Tingkat stres yang tinggi dapat mengurangi fungsi memori (memory) dan

perhatian (attention) individu dalam aktivitas yang banyak menggunakan fungsi

kognitif (Sarafino, 1990) .

  2) Emosi Tingkat stres yang tinggi dapat menyebabkan perasaan yang tidak bahagia,

sering marah, merasa putus asa, terlihat tidak bergairah dan pasif, menunjukkan

  11

gangguan pola makan dan tidur, dan memiliki penghargaan diri yang rendah serta

sering menyalahkan diri mereka sendiri atas masalah yang terjadi (Rosenhan &

Seligman, dalam Sarafino, 1990).

  3) Perilaku Individu dengan tingkat stres tinggi akan cenderung menghindari

komunikasi dengan orang lain, menjadi lebih mementingkan diri sendiri, dan

memiliki perilaku yang lebih agresif (Sarafino, 1990). Anak sering menggigit

kuku, menggertakkan gigi, menarik telinga, rambut, atau pakaian, makan atau

tidur secara berlebihan atau malah kesulitan, tidak sabar dan terburu-buru,

mencari perhatian yang berlebihan, tertawa atau malah tegang secara berlebihan,

cengeng, mudah terkejut, kehilangan minat untuk sekolah, cemas atau gemetaran,

mengompol, mimpi buruk, sering menuntut pembenaran, dan sering melamun

(Kompas, 21 Maret 2004).

  b. Komponen Fisik Tingkat stres yang tinggi akan meningkatkan rangsangan-rangsangan

fisik, contohnya seperti meningkatnya detak jantung, keringat dingin keluar,

pusing, lelah, sakit perut, frekuensi buang air kecil dan besar meningkat, mual

atau muntah-muntah (Iswinarti & Haditono, 1999).

  4. Masa akhir anak-anak Masa akhir anak-anak dimulai sejak anak memasuki usia 6 tahun sampai

sekitar 11 tahun, atau lebih tepatnya hingga ia matang secara seksual. Berikut ini

  12

adalah aspek-aspek pada perkembangan anak, yang mengalami proses

pengembangan pada masa akhir anak-anak :

  a. Fisik Santrock (2002), mengatakan bahwa dalam usia ini, pertumbuhan fisik

anak lambat dan konsisten. Masa ini disebut sebagai masa tenang sebelum

pertumbuhan yang cepat menjelang masa remaja. Pada masa ini, mereka

memperoleh kendali yang lebih besar atas tubuh mereka. Mereka membutuhkan

banyak aktivitas fisik untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan mereka

yang sedang berkembang. Namun sayangnya, saat ini banyak sekali anak-anak

yang menghabiskan lebih banyak waktunya di dalam rumah seperti bermain

Playstation , menonton televisi, dan bukannya bermain kejar-kejaran atau

permainan olah raga di luar rumah.

  b. Kognitif Berdasarkan pendekatan Piaget (dalam Papalia et al., 2007),

perkembangan kognitif anak pada usia ini mulai memasuki tahap operasional

konkrit. Mereka mulai mampu berpikir secara logis, karena mereka sudah tidak

terlalu berpusat pada dirinya sendiri (egosentris) daripada sebelumnya, dan

mampu melakukan pertimbangan berdasarkan beberapa aspek yang ada di dalam

suatu situasi.

  Papalia et al. (2007) mengatakan bahwa perkembangan kognitif pada usia

ini, membuat anak mampu menciptakan konsep tentang dirinya yang lebih luas

dan kompleks.

  13

  c. Emosi Selain itu, menurut Papalia et al. (2007), perkembangan kognitif membuat

anak pada usia ini semakin mampu mengenali dan mengontrol emosi mereka.

Sejalan dengan pertumbuhan anak, mereka menjadi semakin menyadari perasaan

diri sendiri dan orang lain.

  d. Sosial Papalia et al. (2007) juga mengatakan bahwa dalam masa akhir anak-anak,

empati anak menjadi semakin terbentuk. Mereka cenderung mengembangkan

hubungan dengan orang lain. Anak yang pro-sosial, cenderung bertindak tepat

dalam berbagai situasi sosial, terbebas dari emosi-emosi negatif, dan mampu

menyelesaikan permasalahan secara konstruktif.

  Gunarsa (1981) juga mencatat tugas-tugas perkembangan anak-anak pada masa akhir anak-anak, yakni :

a. Mengembangkan kemampuan fisik dengan melakukan olah raga atau

permainan fisik

b. Belajar membuat pertimbangan sendiri atas sikap-sikap dirinya sebagai

pribadi yang sedang berkembang c. Belajar bergaul dengan teman-teman sebaya

  

d. Mengembangkan kemampuan dasar dalam membaca, menulis, dan

menghitung e. Mengembangkan nurani, moralitas, dan skala nilai

  f. Memperoleh kebebasan pribadi

  g. Membentuk sikap terhadap kelompok sosial dan institusi

  14 Aspek perkembangan fisik, emosi, kognitif, dan sosial anak banyak

berkembang dalam masa-masa ini. Perkembangan yang baik adalah yang

mencakup semua hal yang memang menjadi tugas perkembangan anak pada

masanya. Gunarsa (1981) mengatakan bahwa aspek-aspek perkembangan tersebut

memiliki hubungan yang saling mempengaruhi. Apabila di salah satu aspek

mengalami hambatan atau tekanan, akan berpengaruh pada aspek yang lainnya. Di saat perkembangan anak menyimpang dari norma-norma yang ada, akan berakibat

timbulnya kesulitan dalam penyesuaian diri secara sosial, emosional, dan

kepribadian terhadap dunianya.

  Anak membutuhkan pengembangan yang seimbang di dalam semua aspek

perkembangannya. Mereka membutuhkan sarana yang tepat untuk

mengembangkan semuanya secara merata. Dengan meratanya aspek-aspek

perkembangan tersebut, anak bisa menghadapi tugas-tugas perkembangan

berikutnya dengan lebih mantap.

B. Kursus di Luar Sekolah

  1. Definisi Proses pendidikan dibagi menjadi 2 macam, pendidikan formal dan non- formal. Pendidikan formal adalah proses pendidikan yang dilakukan di sekolah. Sedangkan pendidikan non-formal adalah proses pendidikan yang dilakukan di luar sekolah. Contoh pendidikan non-formal adalah kursus.

  Dalam Karlina (2003), dikatakan bahwa pendidikan non-formal memberikan tawaran pendidikan yang tidak ada atau tidak menjadi prioritas di

  15

sekolah (bersifat mengembangkan keterampilan anak). Seperti pendidikan musik,

bahasa asing, keterampilan sempoa, seni tari, seni lukis, seni musik, dan

keterampilan olah raga. Namun, terkadang juga ada kursus yang justru

menawarkan pendidikan yang menjadi prioritas di sekolah, dengan maksud untuk

menunjang prestasi pelajaran tersebut di sekolah. Seperti kursus matematika,

fisika, kimia, dan mata pelajaran-mata pelajaran lain yang diajarkan di sekolah.

  Anak mendapatkan berbagai materi pelajaran di tempat kursus, sesuai

dengan jenis kursusnya. Kursus (sebagai lembaga atau privat) biasanya

mempunyai acuan kurikulum sendiri, yang akan diperlakukan sebagai target bagi

kemajuan pendidikan murid-muridnya. Untuk bisa bertahan atau bahkan

berprestasi, anak dituntut untuk menguasai materi yang diajarkan. Dan untuk itu,

anak akan dituntut untuk bisa berkonsentrasi menerima materi pelajaran setiap

kali mengikuti kursus.

2. Kursus sebagai penyebab stres pada anak Selain menyebutkan beberapa sumber stres secara umum, Blom et al.

  

(1986) juga menyebutkan beberapa sumber stres yang berasal dari sekolah.

Kursus yang juga sebagai salah satu bentuk pendidikan anak, mempunyai

beberapa kesamaan karakteristik dengan sekolah, sehingga dalam hal ini terdapat

beberapa poin sumber stres dari sekolah, yang juga bisa diterapkan ke dalam

sumber stres dari kursus. Berikut ini adalah sumber stres yang bisa ditemukan di

dalam kursus :

  16

  a. Tuntutan akademik Di dalam mengikuti kursus, anak akan mendapatkan berbagai materi

pendidikan sesuai jenis kursus tersebut. Di dalam mengikuti pelajaran, tentu akan

dituntut konsentrasi yang cukup dari diri anak, sehingga materi pun bisa

tersampaikan dengan baik. Ujian atau tes, dan pekerjaan rumah, juga memberikan

tekanan bagi anak. Anak dengan waktu kursus yang terlalu lama, akan

menghadapi situasi seperti ini jauh lebih sering.. Tekanan yang berlebihan seperti

ini bisa menyebabkan stres pada anak.

  b. Kompetisi yang berlebihan Kompetisi bisa terjadi saat terdapat suatu perlombaan di sebuah tempat

kursus, atau saat mengikuti ujian dan anak berlomba untuk mendapatkan nilai

yang terbaik, atau bahkan bisa juga terjadi dalam lingkup mengikuti pelajaran.

  

Anak berlomba untuk menjadi yang terbaik di kelasnya. Kondisi kompetisi

tersebut menimbulkan ketegangan pada anak, dan apabila anak terlampau sering

berada dalam situasi tersebut, tingkat stres anak berpotensi untuk meningkat.

  c. Perilaku agresif Beberapa contoh perilaku agresif di tempat kursus, seperti ancaman dan hukuman dari pihak yang lebih berkuasa, dan intimidasi dari guru kursus.

  3. Faktor di dalam kursus yang bisa mereduksi stres Di dalam kursus, selain terdapat beberapa faktor yang bisa menyebabkan

stres, juga terdapat faktor-faktor yang bisa mereduksi stres anak dalam mengikuti

pendidikan di tempat kursus, antara lain :

  17

  a. Bertemu dengan banyak teman Di dalam tempat kursus, anak akan bertemu dengan banyak teman-teman

yang baru di luar dari teman di sekolah dan lingkungan rumah. Hal tersebut sesuai

dengan tugas perkembangan anak pada masanya, yakni mengembangkan relasi

dengan teman-teman sebaya (Gunarsa, 1981). Kelompok yang terbentuk pada saat

belajar di kursus, tidak hanya bisa menjadi kelompok untuk belajar bersama,

tetapi juga bisa menjadi teman bermain (Karlina, 2003).

  b. Kemasan kursus yang menarik bagi anak Berikut ini adalah cuplikan informasi mengenai perkembangan lembaga kursus saat ini dan gambaran strategi untuk menarik minat anak : “ Gairah orangtua untuk memasukkan anaknya ke berbagai les di luar

  sekolah ditangkap jeli oleh para pengusaha kursus. Kursus-kursus bahasa Inggris mengembangkan sayapnya untuk membidik pasar anak-anak, bahkan untuk anak prasekolah sekalipun. Di kawasan permukiman padat, mereka berani melakukan investasi yang tidak lebih kecil dari investasi gedung sekolah. Berbeda dengan sekolah formal, mereka menampilkan diri dengan corak warna-warni yang lebih meriah untuk menciptakan suasana informal. Di beberapa lembaga kursus untuk anak-anak, mereka pun secara periodik menggelar lomba adu cepat mobil Tamiya atau gasing Bay-blade yang lagi digandrungi anak-anak. Lembaga-lembaga kursus itu juga tidak segan-segan menyorongkan dirinya pada orangtua dengan menebar spanduk-spanduk, bahkan membuka ruang kelas di dalam kawasan perumahan.” (Kompas, Januari 2003)

  Berdasarkan informasi tersebut, bisa disimpulkan bahwa lembaga kursus

menyiasati kelelahan yang mungkin muncul di dalam proses belajar anak dengan

memberikan suasana yang menarik dan berbeda dari lingkungan sekolah, serta

memberikan fasilitas dan kegiatan yang menarik minat anak, meskipun bisa jadi

aktivitas atau fasilitas tersebut tidak berhubungan dengan proses pendidikan yang

diberikan.

  18 C. Hubungan antara lama waktu kursus di luar sekolah dengan tingkat stres pada anak

  Dewasa ini, tidak sedikit anak-anak yang mengikuti kursus lebih dari satu

macam kursus, sehingga memiliki waktu kursus yang lama. Kecemasan orang tua

akan nasib anaknya di masa depan menjadi salah satu penyebabnya, seperti yang

dikatakan sebuah sumber berikut ini :

  “Kompetisi yang bakal semakin ketat, keinginan untuk memperbaiki nasib anaknya, maupun pengalaman pahit di masa lalu merupakan sumber kecemasan para orangtua dari kalangan menengah-atas perkotaan saat ini. Tidak heran bila mereka kemudian bersaing menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah favorit dengan bayaran mahal. Tidak itu saja. Mereka masih belum yakin bahwa sekolah telah memberikan bekal yang diperlukan untuk masa depan anak.” (Kompas, Januari 2003)

  Banyak orang tua yang ingin supaya anaknya menguasai berbagai hal

dengan asumsi bisa menjadi ‘seseorang’ di kemudian hari. Untuk itu, mereka

mengikutkan anak ke banyak macam kursus.

  Menurut Blom et al. (1986), ternyata tidak sedikit pula stresor yang

dikandung di dalam proses pendidikan seperti mengikuti kursus. Stresor-stresor

tersebut antara lain tekanan akademis, kompetisi yang berlebihan, dan perilaku

agresif dari luar diri anak.

  Tekanan akademis adalah tekanan untuk menguasai suatu materi

pelajaran. Sedangkan faktor kompetisi yang berlebihan terjadi saat anak

mengalami persaingan dengan orang lain. Sedangkan faktor perilaku agresif

dimaksudkan sebagai perilaku dari orang yang lebih berwenang, seperti perilaku

guru kursus dalam mengajar dan orang tua yang memberikan paksaan-paksaan

  19 Di dalam mengikuti satu macam kursus, anak akan menghadapi situasi

belajar. Anak dituntut untuk berkonsentrasi untuk menerima dan memahami

materi pelajaran. Kondisi itu ternyata merupakan potential stressor bagi diri anak.

Di samping itu, ternyata masih ada potential stressor lain seperti kompetisi yang

berlebihan, dan kemungkinan munculnya perilaku yang agresif dari luar diri anak.

  Bagi anak yang memiliki waktu kursus yang lama, ia akan berada dalam

situasi tersebut lebih lama. Ia harus berhadapan dengan potential stressors

tersebut lebih lama daripada anak dengan waktu kursus yang lebih sedikit.

Kegiatan anak akan berputar seperti itu terus, dan ia akan sangat sering

berhadapan dengan potential stressor di dalam kursus. Stresor-stresor tersebut

akan selalu memberikan tekanan pada diri anak, dan bahkan akan meningkat

dengan bertambahnya tingkat materi pelajaran yang diberikan.

  Blom et al. (1986) mengatakan bahwa, stresor-stresor tersebut berpotensi

menciptakan suatu ketidakseimbangan psikologis di dalam diri anak. Faktor

tekanan akademis yang terlalu sering dialami oleh anak, membuat anak

terkondisikan untuk terus menerima materi dan berusaha untuk menguasainya.

  

Anak harus terus berkonsentrasi dalam berusaha memahami materi yang

diberikan. Ketidakseimbangan yang bisa terjadi adalah bahwa anak akan

terkondisikan untuk mengaktifkan aspek kognitifnya melebihi kapasitas

kemampuannya sendiri, sehingga anak merasa lelah.

  Selain itu, kompetisi yang terlampau berat akan memberikan tekanan pada

anak. Kompetisi bisa terjadi saat menghadapi ujian, perlombaan, atau bahkan

dalam kondisi menerima pelajaran saat mengikuti kursus. Anak berpacu untuk

  20

meraih prestasi yang setinggi-tingginya, untuk tampil sebagai yang terbaik.

  

Adanya banyak pesaing yang sama-sama berjuang keras membuat kompetisi yang

terjadi pun tidaklah ringan. Anak akan menghadapi kondisi persaingan yang

sangat ketat, ketegangan di dalam dirinya pun menjadi lebih besar, hingga

memunculkan kelelahan.

  Dalam prosesnya, saat anak menunjukkan perilaku yang kurang

mendukung di dalam pencapaian prestasi akademis dan pemenangan kompetisi

(seperti lelah, mengantuk, terlihat malas mengikuti pelajaran), anak justru

berpotensi menerima stresor lainnya, yakni perilaku agresif dari luar diri anak.

  

Anak yang kelelahan karena memiliki waktu kursus yang terlalu lama, akan

mengalami kesulitan dalam menguasai materi, sehingga tidak bisa tampil

menonjol dalam kompetisi. Hal tersebut berpotensi mendatangkan respon perilaku

agresif, terutama dari orang tua, yang menekan mereka untuk mau lebih rajin

belajar. Orang tua seringkali tidak menyadari bahwa anak menunjukkan perilaku

demikian karena mengalami stres yang cukup tinggi. Pada akhirnya, perilaku

agresif tersebut justru akan menambah beban anak, memberikan tekanan yang

lebih besar lagi pada diri anak.

  Dalam proses menanggapi ketidakseimbangan tersebut, anak akan

memunculkan respon-respon. Respon anak terbagi menjadi beberapa macam,

yakni fisik, perilaku, emosi, dan kognitif. Respon terhadap stresor adalah berbeda

pada tiap anak, setiap anak memiliki ciri khasnya masing-masing. Ada anak yang

cenderung merespon dalam aspek kognitif, contohnya semakin lama ia semakin

sulit berkonsentrasi, dan sulit mengingat sesuatu.

  21 Blom et al. (1986) mengatakan bahwa di saat terdapat stresor dan respon

yang menyertainya, berarti bisa dikatakan bahwa stres sudah mulai meningkat.

  

Berdasar deskripsi di atas, terdapat stresor yang nyata dan bisa diidentifikasi.

Respon anak yang menyertainya pun bisa terlihat. Dengan terdapatnya stresor

dalam kursus, dan respon-respon yang muncul pada diri anak, berarti bisa

dikatakan bahwa tingkat stres anak mulai meningkat.

D. Hipotesis Penelitian

  Hipotesis dalam penelitian ini adalah : “Ada hubungan yang signifikan antara lama waktu kursus di luar sekolah dengan tingkat stres pada anak.”

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasional. Yakni penelitian

  

yang dilakukan untuk melihat hubungan antara suatu variabel dengan variabel

lainnya. Penelitian ini ingin melihat hubungan antara variabel lama waktu kursus

di luar sekolah dengan variabel tingkat stres anak.

B. Identifikasi Variabel

  Identifikasi variabel sebagai berikut :

  1. Variabel tergantung : tingkat stres

  2. Variabel bebas : lama waktu kursus di luar sekolah

C. Definisi Operasional Variabel

  

Definisi operasional variabel penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Tingkat stres Kondisi tertekan tersebut terdiri dari dua aspek, yakni stresor dan respon

terhadap stresor itu sendiri, yang disebabkan oleh adanya tuntutan dari lingkungan

yang tidak sesuai dengan kemampuan. Tingkat stres pada anak akan diukur

berdasarkan reaksi stres yang muncul, yaitu :

  a. Reaksi fisiologis, meliputi pusing, sering buang air kecil, sering buang air besar, mual, dan mudah mengantuk

  23

b. Reaksi kognitif, yaitu sulit berkonsentrasi dan sulit mengingat

  c. Reaksi emosi, yakni merasa tidak bahagia, mudah marah, tidak bersemangat, mudah putus asa, gangguan pola makan, dan memiliki penghargaan diri yang rendah

  d. Reaksi perilaku, antara lain menggigit kuku, melamun, terburu-buru, membangkang, sering menuntut pembenaran, agresif, lebih mementingkan diri sendiri, dan kehilangan minat untuk sekolah. Tinggi rendah tingkat stres anak akan dilihat dari skor total skala tingkat

stres anak yang diukur berdasarkan reaksi stres anak. Semakin tinggi skor total

skala tingkat stres anak, maka semakin tinggi pula tingkat stres anak tersebut.

Demikian juga sebaliknya, semakin rendah skor total skala tingkat stres anak,

maka semakin rendah pula tingkat stres anak tersebut.

  2. Lama waktu kursus di luar sekolah Kursus di luar sekolah dimaksudkan sebagai proses pendidikan non-

formal, atau proses pendidikan yang dilakukan di luar pendidikan formal di

sekolah. Penghitungan lama waktu kursus di luar sekolah dilakukan dengan

meminta setiap anak untuk mencatat jumlah jam kursus dan ekstrakurikuler selama

seminggu. Jumlah jam yang digunakan anak untuk mengikuti kegiatan

ekstrakurikuler di sekolah juga dimasukkan, karena di sekolah subyek, kegiatan

tersebut bersifat pilihan atau tidak wajib bagi semua murid (kecuali ekstrakurikuler

pramuka).

  24 D.

   Subyek Penelitian Penentuan subyek penelitian ini dilakukan dengan cara purposive non-

random sampling. Hadi (2004) mengatakan bahwa metode ini memilih

sekelompok subyek berdasarkan ciri-ciri atau sifat tertentu, yang dipandang

mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri atau sifat populasi yang sudah

diketahui sebelumnya.

  Karakteristik subyek penelitian dalam penelitian ini adalah murid sekolah

dasar pada tingkat perkembangan masa akhir anak-anak, yang selain mengikuti

pendidikan formal di sekolah, juga mengikuti pendidikan non-formal di luar

sekolah. Subyek yang dipilih adalah murid kelas lima sekolah dasar, dan sekolah

yang dipilih untuk dijadikan tempat penelitian adalah SD Tarakanita Bumijo.

E. Metode Pengumpulan Data

  Pengumpulan data di dalam penelitian ini akan dilakukan dengan

menggunakan skala tingkat stres anak yang disusun sendiri oleh peneliti. Skala

mengacu pada model skala Likert, yang memiliki format beberapa pilihan

jawaban atas aitem-aitem yang berbentuk pernyataan favorabel dan tidak

favorabel (Azwar, 2005). Terdapat empat kategori respon yang disediakan, yakni

Sangat Sering, Sering, Jarang, dan Sangat Jarang. Skor aitem berturut-turut adalah

1, 2, 3, dan 4, dengan urutan skor tergantung dari sifat favorabel aitem tersebut.

Format pilihan jawaban dengan empat kategori respon sengaja dipilih dan tidak

menggunakan lima kategori respon. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari

cara menjawab yang cenderung sentral dari subyek.

  25 Faktor social desirability seringkali menjadi keterbatasan di dalam metode

pengambilan data menggunakan skala. Namun, hal tersebut sudah

dipertimbangkan, dan diatasi dengan solusi memberitahukan kepada subyek

bahwa jawaban yang diberikan adalah jawaban yang jujur, dan bukan jawaban

yang baik, bahwa tidak ada jawaban yang benar atau salah, baik atau buruk, dan

semua jawaban tidak akan dibaca oleh guru atau orang tua.

  Skala tingkat stres anak ini dibuat berdasarkan aspek-aspek respon stres

yang diperoleh dari teori mengenai stres, yakni aspek kognitif, emosi, perilaku,

dan fisiologis. Tidak ada perbedaan bobot dalam keempat aspek stres tersebut,

sehingga jumlah aitem untuk masing-masing aspek adalah rata.

  Azwar (2007) mengatakan bahwa sebetulnya tidak ada batasan jumlah

aitem secara umum. Namun, terdapat dua pertimbangan yang sebaiknya

digunakan, yakni secara teoritis dan praktis. Pertimbangan teoritis dimaksudkan

sebagai setiap aitem mampu mengungkap bagian terkecil dari suatu aspek

penelitian yang digunakan. Sedangkan pertimbangan praktis mencakup waktu

pengerjaan dan faktor kelelahan subyek.

  Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, ditentukan aitem yang

akan digunakan dalam tes yang sesungguhnya dalam masing-masing aspek

sebanyak 10 aitem. Sedangkan aitem yang akan digunakan dalam try out dibuat lebih banyak, yakni masing-masing aspek 15 aitem. Validitas isi dari aitem-aitem tersebut telah diuji melalui evaluasi oleh pihak profesional (professional judgment ), dalam hal ini dilakukan oleh dosen pembimbing.

  26 Try out dilakukan terhadap dua kelas 5 SD Tarakanita Bumijo pada tanggal 4 September 2009 dengan membagikan skala terhadap 67 siswa. Total skala yang bisa dimasukkan perhitungan berjumlah 53, sedangkan sisanya tidak bisa digunakan karena berbagai hal. Kisi-kisi penyusunan Skala Tingkat Stres Anak dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

  Tabel 1. Kisi-kisi skala tingkat stres anak sebelum try out No. Aspek Jumlah Aitem Favorabel Tidak Favorabel

  1. Kognitif 15 7, 10, 22, 31, 37, 44, 55, 59 4, 13, 17, 26, 35, 39, 51

  2. Emosi 15 21, 28, 33, 38, 41, 48, 52, 58 30, 34, 36, 40, 43, 46, 53

  3. Perilaku 15 8, 9, 11, 12, 14, 16, 18, 56 19, 23, 24, 27, 29, 32, 42

  4. Fisik 15 2, 3, 5, 6, 15, 20, 25, 45 1, 47, 49, 50, 54, 57, 60 Tabel 2. Kisi-kisi skala tingkat stres anak dalam tes yang sesungguhnya (setelah try out)

  No. Aspek Jumlah Aitem Favorabel Tidak Favorabel

  1. Kognitif

10 7, 10, 22, 31, 37, 44, 55 26, 35, 39

  2. Emosi

10 21, 28, 33, 38, 41, 48 34, 36, 46, 53

  3. Perilaku

10 8, 9, 11, 14, 16, 18 23, 24, 27, 42

  4. Fisik

10 2, 3, 6, 15, 20, 25 49, 50, 54, 60

  27 F.

   Uji Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur

  1. Validitas Alat Ukur Pengujian validitas diperlukan untuk mengetahui apakah skala psikologi

mampu menghasilkan data yang akurat sesuai dengan tujuan ukurnya (Azwar,

1999). Pengujian validitas yang digunakan adalah validitas isi. Uji validitas

dilakukan dengan analisis rasional, yakni dengan meminta pendapat profesional

(professional judgement), yang dalam hal ini adalah dosen pembimbing.

  2. Seleksi Aitem Dalam proses seleksi aitem setelah try out, dipilih aitem-aitem yang

memiliki koefisien validitas diatas 0,3. Hal tersebut dilakukan berdasarkan

kesepakatan umum yang menyatakan bahwa koefisien validitas dapat dianggap

memuaskan apabila melebihi r xy = 0,30 (Azwar, 2007).

  Setelah melalui tahap seleksi aitem dengan koefisien diatas 0,3, diperoleh

total aitem sejumlah 45 buah dengan porsi yang tidak merata untuk setiap

aspeknya. Selain itu, aitem-aitem untuk tes yang sesungguhnya telah

direncanakan sebanyak 40 buah. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan

tersebut, terdapat lima buah aitem dengan koefisien validitas di atas 0,3 yang juga

ikut dibuang.

  3. Reliabilitas Alat Ukur Reliabilitas mengacu kepada konsistensi atau tingkat kepercayaan

terhadap hasil ukur suatu alat tes (Azwar, 1999). Pengukuran yang reliabel, akan

bersifat konsisten dari waktu ke waktu. Reliabilitas skala dalam penelitian ini

dinyatakan oleh koefisien reliabilitas (rxx’), karena penyajian skala hanya

  28

dikenakan sekali saja pada kelompok subyek (single-trial administration).

  

Koefisien reliabilitas muncul dalam rentang angka dari 0 sampai dengan 1,00.

Semakin mendekati 1,00, berarti semakin tinggi reliabilitas alat ukur tersebut.

  Setelah melalui tahap seleksi aitem dan menyisakan sebanyak 40 aitem, diperoleh angka reliabilitas dari alat ukur ini sebesar 0,946.

G. Metode Analisis Data

  1. Uji asumsi Terdapat dua macam uji asumsi yang dilakukan, yakni uji normalitas

sebaran dan uji linearitas. Berikut ini adalah pembahasan mengenai uji asumsi

yang dilakukan :

a. Uji normalitas sebaran: uji yang dilakukan untuk mengetahui apakah

distribusi sebaran variabel X dan Y bersifat normal atau tidak. Metode yang akan digunakan adalah One-Sample Kolmogorov Smirnov.

b. Uji linearitas : uji yang dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel X dan Y merupakan hubungan garis lurus atau linear.

  2. Pengujian hipotesis penelitian Pengujian hipotesis penelitian akan dilakukan dengan tekhnik regresi

linear sederhana dan regresi berganda. Tekhnik ini digunakan karena dapat

melakukan perhitungan korelasi dengan lebih dari satu variabel independen

(Santoso, 2006).

  29 H.

   Prosedur Penelitian

  1. Pembuatan aitem skala dan menguji validitas skala Pembuatan aitem skala dilakukan berdasarkan aspek-aspek stres yang

diperoleh melalui teori mengenai stres dan contoh-contoh gejala-gejalanya yang

timbul pada anak.

  Tingkat validitas skala akan menentukan seberapa tepat alat tes tersebut

dapat mengukur sesuai dengan maksud pengukuran skala tersebut. Validitas skala

akan dilakukan dengan analisis rasional, yakni dengan meminta pendapat dan

masukan dari profesional (professional judgment).

  2. Memohon izin penelitian ke SD Tarakanita Bumijo Permohonan izin penelitian telah dilakukan dengan menyerahkan proposal

dan surat permohonan izin penelitian yang telah disetujui dosen pembimbing dan

ditandatangani oleh Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.

3. Try out skala tingkat stres anak

  Try out dilakukan dalam rangka menyeleksi aitem-aitem yang akan

digunakan untuk penelitian yang sesungguhnya. Try out dilakukan terhadap

kelompok subyek yang memiliki karakteristik yang mirip dengan subyek

penelitian yang sesungguhnya, dan dilakukan dalam situasi yang mirip dengan

situasi tes penelitian yang sesungguhnya.

  4. Hasil try out skala Hasil try out skala akan dimasukkan ke perhitungan seleksi aitem dan

reliabilitas. Setelah melalui proses seleksi aitem, didapatkan sejumlah aitem yang

akan digunakan untuk melakukan tes yang sesungguhnya. Reliabilitas skala akan

  30

menentukan seberapa besar skala tersebut dapat dipercaya. Reliabilitas aitem diuji

dengan menggunakan Cronbach’s Alpha.

  5. Pengambilan data Pengambilan data dilakukan terhadap kelompok subyek yang berbeda dari

kelompok subyek try out. Alat tes yang digunakan adalah alat tes untuk penelitian

yang sesungguhnya, yang didapatkan dari hasil seleksi aitem.

6. Melakukan uji asumsi Uji asumsi yang dilakukan adalah uji normalitas sebaran dan uji linearitas.

  7. Analisis data hasil skala tingkat stres anak Data dianalisa dengan tekhnik regresi linear sederhana dan regresi berganda.

  8. Membaca hasil analisis, membuat pembahasan dan kesimpulan Hasil analisa disesuaikan dengan hipotesis, lalu dijabarkan di bagian pembahasan. Setelah itu, dibuatlah kesimpulan atas hasil penelitian.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Persiapan Penelitian Pada awalnya, peneliti melakukan observasi dan wawancara dengan

  

beberapa orang guru di SD Tarakanita Bumijo. Berdasarkan observasi dan

wawancara tersebut, diketahui beberapa karakteristik dari sekolah tersebut yang

sangat mendukung untuk dilakukannya penelitian ini, antara lain :

  

a. Kondisi perekonomian mayoritas orang tua siswa yang berada dalam taraf

menengah ke atas. Dengan adanya kondisi tersebut, pembiayaan pendidikan untuk anak-anak bukanlah menjadi masalah yang serius.

  

b. Banyaknya siswa SD Tarakanita Bumijo yang mengikuti beberapa macam

les di luar sekolah, meskipun sekolah sudah memfasilitasi kegiatan berupa ekstrakurikuler.

  

c. Kondisi beberapa orang siswa yang terlihat sering kelelahan dan sulit

berkonsentrasi di kelas Dalam penelitian ini, subyek penelitian yang hendak digunakan adalah

seluruh siswa kelas 5 SD Tarakanita Bumijo yang mengikuti kursus di luar

sekolah (termasuk kegiatan ekstrakurikuler selain pramuka, karena pramuka

bersifat wajib).

  Peneliti memasukkan proposal dan izin penelitian yang sudah disetujui

oleh dosen pembimbing dan dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma

ke SD Tarakanita Bumijo. Permohonan izin langsung disetujui oleh Koordinator Kepala Sekolah, sehingga peneliti bisa langsung melakukan try out untuk menyeleksi aitem yang akan digunakan pada tes yang sesungguhnya.

  Proses seleksi aitem telah menghasilkan skala yang bisa digunakan dalam kesempatan penelitian yang sesungguhnya. Untuk mengambil data penelitian yang sesungguhnya, peneliti kembali mengambil data pada anak kelas 5 SD di sekolah yang sama, tetapi di dalam kelas yang berbeda.

B. Pelaksanaan Penelitian

  1. Waktu pelaksanaan penelitian Berikut ini adalah keterangan mengenai waktu pengambilan data dalam tes yang sesungguhnya di SD Tarakanita Bumijo.

  Tabel 3. Keterangan waktu pengambilan data

No. Tanggal Jam Kelas Jumlah Siswa

  1

7 September 2009 07.00-08.10

VA2, VB2

  68

  2

8 September 2009 09.35-10.10

  VA1

  31

  2. Cara pelaksanaan penelitian Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan jadwal mata pelajaran Bimbingan Konseling, yakni selama satu jam pelajaran atau 35 menit. Siswa diberikan dua buah kumpulan soal yang berbeda. Kumpulan pertanyaan yang pertama berisi kontrol terhadap faktor penyebab stres pada anak selain lama waktu kursus, dan kolom untuk mengisi jadwal dan durasi les anak selama satu

  

minggu. Sedangkan kumpulan pertanyaan yang kedua adalah skala tingkat stres

anak itu sendiri.

  Kedua kumpulan soal tersebut dibagikan kepada semua anak, lalu anak

dipersilakan untuk mengisi kumpulan pertanyaan yang pertama, yakni tentang

jumlah jam kursus selama seminggu dan pertanyaan pengontrol sumber stres anak

selain lama waktu kursus. Setelah itu, peneliti menjelaskan tentang cara pengisian

skala. Setelah dipastikan bahwa anak-anak mengerti cara mengerjakannya, anak-

anak dipersilakan untuk menjawab keseluruhan skala.

  Pengembalian soal dilakukan setelah semua anak selesai mengerjakan.

Semua soal dikumpulkan dengan cara estafet dari baris yang paling belakang ke

baris depannya.

C. Hasil Penelitian

  1. Deskripsi data penelitian dan kategorisasi tingkat stres subyek Di bawah ini digambarkan sebaran data hasil penelitian dengan tampilan

tabel dan Simple Scatterplot untuk mempermudah membaca sebaran data hasil

penelitian.

  Tabel 4. Deskripsi data penelitian Statistik Lama Waktu Kursus Tingkat Stres

  Skor maks. 20,0 113 Skor min. 1,5

  58 Standar Deviasi 4,51597 11,835

  120

Tabel 5. Tampilan Scatterplot data hasil penelitian

100 80 SkorTotal 60

  40 0.00 5.00

10.00

15.00 20.00 LamanyaLes Kategorisasi dilakukan untuk menempatkan individu di dalam kelompok-

kelompok yang terpisah secara berjenjang menurut suatu kontinum berdasar

atribut yang diukur (Azwar, 2005). Persamaan yang digunakan untuk

mengkategorisasi adalah sebagai berikut :

  Tabel 6. Persamaan kategorisasi No. Persamaan Kategori Keterangan

  1. X < (µ-1,0 σ) Rendah 2. (µ-1,0 σ) ≤ X < (µ+1,0 σ) Sedang 3. (µ+1,0 Tinggi σ) ≤ X

  Skala tingkat stres berjumlah 40 aitem, dengan skor 1, 2, 3, dan 4,

  

Sehingga diperoleh rentangan skor sebesar 160 – 40 = 120. Sedangkan besarnya

satuan deviasi standar ( σ) adalah 120 / 6 = 20. Mean teoritis (µ) sebesar 2,5 x 40 = 100. Berdasarkan perhitungan tersebut, diperoleh persamaan sebagai berikut :

  Tabel 7. Kategorisasi tingkat stres pada anak No. Persamaan Kategori Jumlah Subyek Keterangan

1. X < (80)

  29 Rendah 2. (80)

  57 Sedang ≤ X &lt; (120) 3. (120)

  • 2. Uji asumsi penelitian

  Tinggi ≤ X

  a. Uji normalitas sebaran Uji normalitas dilakukan dengan metode One-Sample Kolmogorov- Apabila nilai probabilitas lebih dari 0,05 (p &gt; 0,05), maka sebaran Smirnov.

dinyatakan normal. Nilai p untuk variabel Tingkat Stres sebesar 0,907 lebih besar

dari 0,05 (0,962 &gt; 0,05) dan nilai p untuk variabel Lama Waktu Kursus sebesar

0,119 lebih besar dari 0,05 (0,119 &gt; 0,05), sehingga sebaran skor kedua variabel

dalam penelitian ini adalah normal. Di bawah ini disertakan tabel ringkasan One-

Sample Kolmogorov-Smirnov Test.

  Tabel 8. Rangkuman perhitungan uji normalitas

No. Variabel K-S (Z) Signifikasi (P)

  

1. Tingkat Stres 0,565 0,907

  2. Lama Waktu Kursus 1,188 0,119 b. Uji linearitas

Uji linearitas menghasilkan angka signifikasi linearity (untuk menentukan

apakah hubungan kedua variabel adalah linear) 0,107 (0,107 &gt; 0,05), dan angka signifikasi deviation from linearity (untuk menentukan apakah hubungan kedua variabel mempunyai bentuk non-linear) 0,435 (0,435 &gt; 0,05), sehingga sebaran data kedua variabel adalah tidak linear dan juga bukan berbentuk non-linear.

  Berdasarkan tampilan Scatterplot bisa dilihat bahwa sebaran data variabel Y menyebar secara hampir merata di setiap nilai X. Hal ini menunjukkan bahwa variabel skor Tingkat Stres dengan Lama Waktu Kursus tidak memiliki hubungan, baik secara linear maupun non-linear. Jadi, hasil perhitungan signifikasi linearitas (Linearity) sebesar 0,107 disebabkan bukan karena bentuk sebaran data memiliki bentuk non-linear, tetapi karena sebaran data yang memang tidak memiliki pola.

  Tabel 9. Rangkuman perhitungan uji linearitas No. Variabel Signifikasi Linearity Signifikasi Deviation from

  Linearity

  

1. Tingkat Stres dan Lama 0,107 0,435

Waktu Kursus

  3. Uji hipotesis

Uji hipotesis akan dilakukan dengan Pearson’s Product Moment. Angka

koefisien korelasi variabel berkisar antara -1 hingga 1, dengan tanda minus atau plus sebagai arah dari korelasi tersebut. Angka koefisien korelasi variabel Lama Waktu Kursus dengan variabel Tingkat Stres adalah sebesar 0,175. Selain itu,

  

signifikasi koefisien korelasi adalah sebesar 0,108 lebih besar dari 0,05 (0,108 &gt;

0,05), sehingga tidak ada korelasi yang signifikan.

  

Tabel 10. Rangkuman perhitungan uji hipotesis

No. Variabel N Pearson Signifikasi (P)

  Correlation (R)

  1. Tingkat Stres 86 0,175 0,108

2. Lama Waktu Kursus

  86 D. Pembahasan Hasil penelitian membuktikan bahwa tidak terdapat hubungan yang

signifikan antara lama waktu kursus di luar sekolah dengan tingkat stres pada

masa akhir anak-anak. Berdasarkan pengkategorian tingkat stres subyek,

diperoleh hasil bahwa tidak ada anak yang memiliki tingkat stres yang tinggi. 29

anak masuk dalam kategori stres rendah, sedangkan 57 anak masuk dalam

kategori stres sedang.

  Berdasarkan hasil tersebut, bagian pembahasan akan dibagi menjadi dua,

yakni pembahasan hasil penelitian dengan melihat kembali situasi di lapangan,

dan dengan meninjau ulang proses penelitian. Berikut ini adalah hasil peninjauan

kembali situasi lapangan, yakni mengamati kembali proses kursus anak-anak.

  Di dalam mengikuti kursus, anak akan bertemu dengan banyak teman baru

selain teman di rumah dan di sekolah. Ia akan melakukan permainan dan kegiatan

belajar bersama. Hal tersebut bisa menjadi daya tarik dari kursus. Pada usia ini,

menurut Gunarsa (1981), anak sedang aktif belajar bergaul dengan teman

  

sebayanya, sehingga dengan bertemu banyak teman sebaya, anak bisa lebih

bersemangat mengikuti kursus.

  Kursus pada saat ini dikemas dengan bentuk yang sangat menarik

perhatian anak-anak. Pendidikan anak sudah menjadi lahan bisnis yang menarik.

  

Ada banyak sekali lembaga kursus yang menawarkan kelebihannya masing-

masing. Untuk mempertahankan peminatnya, setiap lembaga kursus harus bisa

membuat inovasi yang menarik perhatian, baik anak-anak maupun orang tuanya.

Anak pun merasa senang dan tertarik mengikuti kursus, meskipun terkadang

inovasi yang disodorkan, tidak berhubungan dengan materi pendidikan yang

diajarkan.

  Karlina (2003), mengatakan bahwa kegiatan kursus pelajaran, biasanya

dijadikan tempat untuk mengerjakan pekerjaan rumah (PR) dari sekolah, sehingga

waktu kursus sama dengan waktu mengerjakan PR. Selain itu, anak mengikuti

kursus yang membantunya mengatasi kesulitan menguasai pelajaran di sekolah,

sehingga ketika akan menghadapi ujian, anak akan lebih sering mengikuti kursus

untuk menghindari kegagalan.

  Tidak sedikit anak yang mengikuti kursus mata pelajaran-mata pelajaran

yang sebenarnya sudah diajarkan di sekolah. Kursus-kursus tersebut biasanya

lebih terfokus pada cara mengerjakan soal-soal yang diberikan pada saat ulangan

atau PR dari sekolah. Beban anak dalam mengerjakan tugas atau mempersiapkan

diri mengikuti ujian di sekolah menjadi lebih ringan karena mendapatkan

pelatihan di dalam kursus.

  Beberapa hal tersebut merupakan hasil peninjauan ulang kondisi kursus

dan anak-anak yang mengikuti kursus. Hal tersebut dilakukan dengan

mendasarkan diri pada hasil akhir penelitian ini, yang mengatakan bahwa tidak

ada hubungan antara lama waktu kursus dengan tingkat stres pada anak. Tetapi di

sisi lain, ditemukan beberapa hal yang cukup berlawanan dengan hasil penelitian

ini. Hal tersebut antara lain diperoleh melalui wawancara dengan beberapa subyek

penelitian, wawancara dengan seorang anak yang mengikuti kursus di sebuah

tempat kursus, dan dari berbagai sumber informasi lainnya.

  Setelah melakukan penelitian, peneliti sempat berbincang-bincang

sebentar dengan anak-anak, baik terhadap semua anak di depan kelas, maupun

secara personal di jam istirahat. Sewaktu peneliti menanyakan tentang perasaan

anak-anak mengikuti kursus, sebagian besar dari mereka langsung menjawab

bahwa mereka merasa lelah, bosan, dan tidak ingin lagi mengikuti kursus. Namun,

di samping itu, juga ada sejumlah kecil anak yang menyerang pernyataan-

pernyataan teman-temannya tersebut dengan mengatakan bahwa kursus itu

merupakan hal yang baik bagi mereka.

  Aditya Ahmad Rafi (wawancara pribadi, 5 Oktober 2009), seorang murid

kelas dua SD, mengikuti enam macam kursus, yakni piano, robotik, matematika,

bahasa inggris, futsal, dan menggambar. Beberapa kursus menjadwalkan

pertemuan dua atau tiga kali seminggu, sehingga Aditya mengikuti kursus setiap

hari kecuali hari Minggu. Kondisi itu sudah berjalan dua tahun, yakni sejak

Aditya memasuki sekolah dasar.

  Aditya bercerita bahwa ia merasa lelah atas semua tekanan tersebut. Ia

hanya ingin mengikuti kursus bahasa Inggris. Itupun karena di sana semua anak

yang sudah selesai mengerjakan tugas, dibebaskan untuk bermain game di

komputer, atau menggunakan internet. Aditya mengaku, beberapa kali ia sengaja

pergi bersepeda ke luar rumah ke tempat yang jauh pada jam berangkat kursus,

sehingga orang tua tidak bisa memaksanya berangkat kursus. Ia mengaku takut

dimarahi oleh orang tuanya, tetapi hal itu tidak membuatnya menjadi mau

mengikuti kursus. Ia merasa lelah dan tertekan.

  Menjamurnya berbagai lembaga kursus sebagai akibat dari kecemasan

orang tua akan masa depan anaknya, juga disertai berbagai catatan dari berbagai

pihak. Banyak sekali media informasi yang membahas masalah tingkat stres anak

yang berhubungan dengan kursus. Salah satunya adalah petikan dari Kompas

(Januari 2003), yang juga menulis hal yang serupa.

  “Guru besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof. Dr. Annah Suhaenah mengemukakan, bila anak dipaksakan untuk mengikuti berbagai kursus yang menuntut konsentrasi penuh, duduk di bangku, apalagi masih dibebani latihan-latihan di rumah, akan sangat membebani anak. Apabila beban itu dipaksakan, kata Annah, di belakang hari bukan hanya akan menyebabkan anak membangkang atau mogok tetapi juga bisa mengalami regresi, kemunduran belajar, sampai neurosis.”

  Berdasarkan beberapa hal tersebut, peneliti menjadi yakin bahwa hasil

akhir penelitian ini kurang mampu menggambarkan kondisi yang sebenarnya di

dunia pendidikan anak-anak, khususnya yang berkaitan dengan kursus. Dengan

pertimbangan ini, maka alur proses penelitian dievaluasi.

  Setelah ditinjau ulang, ditemukan beberapa keterbatasan yang

  

lain; pencatatan banyaknya hari kursus anak, pengaruh norma sosial (social

desirability ), minat anak dalam mengikuti kursus, dan pemilihan subyek

penelitian.

  Faktor yang pertama, berasal dari bagian pencatatan jumlah jam kursus

anak setiap minggunya sebagai data dari variabel bebas banyaknya waktu kursus

di luar sekolah. Ada faktor lain yang juga bisa berpengaruh, yakni jumlah hari

kursus. Kursus lima jam per minggu bisa memberi tekanan yang berbeda pada

anak apabila hari untuk kursus anak pun berbeda. Anak yang mengikuti lima jam

kursus per minggu hanya dalam satu hari, akan mendapatkan tekanan yang

berbeda dengan anak yang mengikuti lima jam kursus per minggu dalam lima

hari.

  Faktor yang kedua diketahui berdasarkan pengamatan secara langsung

pada saat pengerjaan skala, yakni pengaruh nilai-nilai sosial (social desirability).

  

Anak-anak cenderung memberikan jawaban yang memiliki nilai moral baik, dan

bukan memberikan jawaban yang memang sebenarnya ia rasakan.

  Menurut tahap perkembangan moral Kohlberg (dalam Gunarsa, 1981),

masa akhir anak-anak masih berada pada tahap pra-konvensional, yakni anak

menaati peraturan berdasarkan adanya hukuman atau hadiah. Dalam hal ini, anak

masih sangat terpengaruh oleh adanya kekuasaan dari pihak luar.

  Di awal penelitian, peneliti sudah mencoba meyakinkan bahwa jawaban-

jawaban dari kumpulan soal ini tidak akan dibaca oleh guru, tidak ada jawaban

yang benar atau salah, tidak ada jawaban yang baik atau buruk, dan jawaban yang

diberikan hendaknya jawaban yang jujur, yang memang sesuai dengan kondisi

  

diri anak-anak. Namun, pada saat pelaksanaan tes, aitem-aitem favorabel (yang

bisa dilihat sebagai hal yang negatif dari sudut pandang nilai sosial), sering

mendapatkan komentar dan tanggapan yang buruk dari anak-anak. Pada saat

pengerjaan, secara spontan beberapa dari mereka berkomentar bahwa hal tersebut

bukanlah hal yang sebaiknya dilakukan oleh siswa sekolah. Tidak sedikit dari

mereka yang memandang bahwa hal-hal tersebut adalah buruk, sehingga mereka

cenderung memilih jawaban yang dipandang baik dari sudut pandang norma

sosial.

  Metode pengambilan data menggunakan skala yang dibagikan di depan

kelas, kurang memungkinkan adanya pendekatan terhadap subyek satu per satu.

  

Dengan adanya keakraban erat dan kepercayaan dari subyek terhadap peneliti,

memungkinkan subyek menjadi lebih berani memunculkan pernyataan-pernyataan

yang memang sesuai dengan kondisinya sendiri, meskipun itu bisa dinilai sebagai

hal yang buruk dari sudut pandang norma sosial.

  Gunarsa (1981) mengatakan, bahwa metode yang baik untuk pengambilan

data pada anak adalah metode observasi. Melalui metode observasi, pengambilan

data bisa dilakukan dengan lebih bebas bias ketimbang metode skala. Metode

observasi memungkinkan peneliti dapat memperoleh data yang memang benar-

benar terjadi dan bisa dilihat dalam berbagai lingkup kehidupan anak sehari-hari.

  Penelitian ini dilakukan dengan tetap menggunakan metode skala, namun

sudah dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang menjadi keterbatasannya,

dan juga sudah dilakukan berbagai antisipasi. Namun, ternyata metode pembagian

skala tetap menyisakan berbagai keterbatasan dalam konteks penelitian anak.

  Faktor berikutnya adalah minat anak dalam memilih jenis kursus. Faktor

ini juga bisa mempengaruhi jawaban anak atas aitem-aitem skala, terutama pada

beberapa aitem favorabel yang berhubungan dengan tempat kursus. Semisal aitem

nomor dua puluh satu, yang berisi ‘Aku ingin kegiatan les cepat berakhir,

sehingga aku bisa melakukan hal lain yang lebih menyenangkan’. Kata ‘kegiatan

les’ di sini merupakan perwakilan kursus secara umum. Tetapi bisa jadi anak tidak

memandang demikian. Tidak tertutup kemungkinan bahwa ada anak yang

mengikuti banyak macam kursus, dan beberapa di antaranya memang merupakan

minatnya sendiri. Dan saat ia mengerjakan aitem tersebut, yang ada di dalam

benaknya adalah saat ia mengikuti kursus yang ia minati tersebut. Sehingga aitem

favorabel tersebut pun menghasilkan skor yang kecil.

  Faktor yang terakhir adalah pemilihan subyek. Ada banyak sekali faktor

penyebab stres pada anak. Berbagai faktor lain penyebab stres tersebut contohnya

seperti tekanan dari orang tua, tekanan dalam pergaulan dengan rekan sebaya,

keharmonisan di dalam keluarga, dan berbagai faktor lainnya. Ternyata untuk

melakukan kontrol atas berbagai faktor tersebut, tidak cukup hanya dengan

memberikan pertanyaan awal dan observasi secara singkat. Pertanyaan awal dan

observasi tersebut hanya memberikan data yang sangat sedikit dan tidak

mendalam, sehingga tingkat stres subyek-subyek di dalam penelitian ini masih

dipengaruhi oleh banyak sekali faktor-faktor lain. Pemilihan subyek atas dasar

kesamaan karakter-karakter yang mendetail kurang tercapai di dalam penelitian

ini.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan penelitian ini adalah bahwa

  

tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama waktu kursus di luar sekolah

dengan tingkat stres pada anak. Hal tersebut dibuktikan dengan Pearson’s

Product Moment yang memberikan angka signifikansi sebesar 0,108, lebih besar

dari 0,05 (0,108 &gt; 0,05), sehingga tidak ada hubungan yang signifikan antara lama

waktu kursus di luar sekolah dengan tingkat stres pada anak.

B. Saran

  Berdasarkan peninjauan ulang proses penelitian ini, ditemukan beberapa

keterbatasan penelitian, yang bisa dijadikan saran bagi penelitian selanjutnya yang

mengusung tema yang sejenis. Keterbatasan-keterbatasan yang ditemukan antara

lain : a. Pencatatan hari kursus anak Data variabel lama waktu kursus anak hanya mengambil jumlah jam

kursus dan kegiatan ekstrakurikuler selama seminggu, tetapi tidak mencatat hari

kursus anak. Dalam hal ini, satu hari mengikuti lima jam kursus dengan lima hari

mengikuti masing-masing satu jam kursus memberikan angka total jam kursus

yang sama, tetapi bisa memberi akibat yang berbeda pada anak.

  45

  b. Social desirability Metode pembagian skala di kelas saat sekolah dirasakan kurang efektif,

karena pengaruh social desirability masih sangat kuat. Anak masih cenderung

memilih jawaban yang baik, dan bukannya apa yang ia rasakan sebenarnya.

  Bagi penelitian yang hendak melanjutkan topik ini, disarankan untuk

mencoba memilih metode selain skala, seperti observasi dan wawancara intensif,

dengan pendekatan tidak hanya kepada orang tua atau guru, tetapi juga langsung

ke diri anak.

  Metode tersebut cukup disarankan karena memungkinkan adanya

pendekatan ke anak sebagai subyek secara intensif, sehingga tercipta hubungan

yang erat dan rasa percaya yang tinggi dari anak. Dengan anak merasa nyaman,

diharapkan ia menjadi lebih terbuka terhadap orang lain, lebih jujur tentang

dirinya sendiri tanpa harus terpengaruh oleh berbagai norma sosial.

  c. Minat anak Pengaruh minat anak dalam memilih jenis kursus yang diikuti belum

dimasukkan dalam proses penelitian ini, sehingga semua kursus diperlakukan

sebagai sama. Padahal tidak sedikit anak yang mengikuti bermacam-macam

kursus, dengan satu atau dua jenis kursus yang sangat disenanginya. Minat dalam

suatu bidang tertentu bisa memberikan akibat yang berbeda bagi anak dalam

menjalani proses pendidikan bidang tersebut.

  d. Pemilihan subyek penelitian Faktor yang bisa menyebabkan anak stres dalam kehidupan sehari-hari

sangatlah luas. Penyamaan kondisi subyek untuk menghilangkan faktor penyebab

  46

stres selain variabel bebas penelitian ini ternyata tidak bisa efektif hanya dengan

menggunakan pertanyaan awal sebelum skala. Hal ini berkaitan pula dengan

pemilihan metode pengambilan data. Metode observasi akan bisa memberikan

hasil yang lebih baik ketimbang penggunaan pertanyaan awal sebelum skala.

  47 DAFTAR PUSTAKA Azwar, Saifuddin (2005). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta. Pustaka Pelajar. ______. (2007). Tes Prestasi. Yogyakarta. Pustaka Pelajar. Blom, G. E., Cheney, B. D., &amp; Snoddy, J. E. (1986). Stress in Childhood. New York. Teachers College Press. Chaplin. James P. (2005). Kamus Lengkap PSIKOLOGI. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada.

Gunarsa, Singgih D. (1981). Dasar dan Teori Perkembangan Anak. Jakarta Pusat.

BPK GUNUNG MULIA.

  Hadi, Sutrisno (2004). STATISTIK jilid 2. Yogyakarta. Penerbit ANDI. Intisari (2009), Januari. Anak pun Perlu Santai. Jakarta. PT. Intisari Mediatama. Iswinarti, Haditono S. Rahayu (1999). Tingkat Stres dan Prestasi Belajar Anak

  Usia Sekolah yang Memperoleh Pengayaan. Jurnal Psikodinamik vol. I No.3 September 1999.

  

Karlina, Yulita (2003). Perbedaan Tingkat Stres Anak yang Mengikuti Kursus dan

yang Tidak Mengikuti Kursus di Luar Sekolah. Skripsi (tidak

dipublikasikan). Yogyakarta. Fakultas Psikologi Universitas Sanata

Dharma.

  Kompas (2004), 21 Maret. Ketika Anak Merasa Stres. Jakarta. Kompas Media Nusantara. Kompas (2003), 30 Januari. Memilih Kursus untuk Anak; Maunya Pintar, Bisa- bisa Malah Mundur. Jakarta. Kompas Media Nusantara. Papalia, Diane E., Olds, Sally W. &amp; Feldman, Ruth D. (2007). Human Development Tenth Edition. New York. Mc Graw Hill. Pohan, M. I. (1986). Masalah Anak dan Anak Bermasalah. Jakarta. CV.

  Intermedia.

Running Our Children Ragged. www.hyper-parenting.com. diakses pada tanggal 6

Maret 2009.

  48 Santoso, Singgih. (2006). Menguasai Statistik di Era Informasi dengan SPSS 15.

  Jakarta. PT Elex Media Komputindo Santrok, John W. (2002). Life Span Development, Perkembangan Masa Hidup.

  Jilid 1. Jakarta.Erlangga.

  Sarafino, Edward D. (1990). Health Psychology : Biopsychosocial Interactions.

  New York. John Wiley &amp; Sons.

  (try out)

Pertanyaan Awal

  

1. Apakah akhir-akhir ini ada anggota keluarga dekatmu yang meninggal

dunia? Kalau ada, siapakah itu? Apakah kamu dekat dengannya?

_______________________________________________________

_______________________________________________________

  2. Apakah kamu memiliki suatu penyakit yang berat? _______________________________________________________

_______________________________________________________

  

3. Apakah kamu tinggal di rumah dengan ayah dan ibu? Jika tidak, kamu

tinggal di rumah bersama dengan siapa? _______________________________________________________

_______________________________________________________

  4. Apakah kamu merasa nyaman tinggal dengan mereka? _______________________________________________________

_______________________________________________________

  

5. Apakah kamu sering bercerita pada mereka tentang hal-hal yang kamu

alami? _______________________________________________________

_______________________________________________________

  kolom di bawah ini : No. Jenis Les Lamanya Les 1.

  2.

  3.

  4.

  5.

  6.

  7.

  8.

  9.

  10. Total lama les Terima kasih, sekarang silakan mengerjakan bagian berikutnya.. ^_^

  Di bawah ini terdapat beberapa pernyataan yang menggambarkan kondisi sehari-hari dari anak usia sekolah. Silakan adik-adik memilih yang paling sesuai dengan kondisi adik-adik yang sebenarnya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu :

1. Bacalah setiap pernyataan dengan teliti dan jawablah seberapa sering adik-adik melakukan atau mengalami hal seperti itu.

  2. Jawaban diberikan dengan cara memberikan tanda silang (X) pada salah satu kolom yang telah tersedia di sebelah pernyataan. Ada 4 jenis pilihan jawaban, yaitu :

  a. Selalu, jika adik-adik SANGAT SERING atau bahkan SELALU melakukan atau mengalami hal seperti itu.

  b. Sering, jika adik-adik SERING melakukan atau mengalami hal seperti itu.

  c. Jarang, jika adik-adik JARANG melakukan atau mengalami hal seperti itu.

  d. Tidak Pernah, jika adik-adik SANGAT JARANG atau bahkan TIDAK PERNAH melakukan atau mengalami hal seperti itu.

3. Kondisi yang dimaksud di bawah adalah sejak adik-adik mencapai jumlah jam les seperti yang ditulis sebelumnya.

  4. Tidak ada jawaban yang benar atau salah. Jawaban yang diberikan adalah jawaban yang JUJUR, yang memang sesuai dengan kondisi adik-adik.

  

No. Kondisi Selalu Sering Jarang Tidak

Pernah

1. Wah, saya bersemangat sekali

  X mengerjakan tugas dari sekolah.

  

Jika menurut adik-adik, kalian sering merasakan hal tersebut,

silahkan memberikan tanda silang pada pilihan jawaban seperti di atas.

  ___ S E L A M A T M E N G E R J A K A N ___

  Pernah

  1 Aku merasa tubuhku cukup kuat dan bisa mengikuti bermacam-macam les tanpa lelah

  2 Aku merasa lelah karena harus mengikuti banyak les

3 Aku merasa mual saat berada di sekolah

  4 Aku ingat materi pelajaran, meskipun itu sudah lama sekali

  5 Perutku terasa sakit saat berada di sekolah atau tempat les

  6 Di tempat les, aku merasa ingin buang air besar

  7 Aku lupa jadwal materi pelajaran di kelas setiap harinya

  8 Di kelas atau tempat les, saat sedang belajar, aku melamun

  Pernah

  9 Aku terburu-buru dalam mengerjakan berbagai hal di sekolah atau tempat les

  10 Wah, rasanya sulit mengingat tugas- tugas dari sekolah yang harus diselesaikan

  11 Saat orang tua tidak memberikan apa yang aku idam-idamkan, aku tetap memaksa

  12 Waktu istirahat di sekolah, aku lebih suka melakukan kegiatan sendirian daripada bermain bersama teman

  13 Aku bisa berkonsentrasi di kelas dalam waktu yang cukup lama

  14 Di kelas, aku mendengarkan penjelasan guru sambil menggigit kuku

  15 Aku pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil saat sedang belajar materi yang banyak sekali

  16 Aku mengejek orang lain yang menurutku menyebalkan

  17 Di saat mengikuti les, aku bisa berkonsentrasi dan tidak memikirkan tugas-tugas sekolah atau hal-hal lainnya

  18 Aku memukul orang lain yang membuatku marah

  19 Aku senang bermain dan mengobrol dengan orang lain

  20 Aku merasa pusing saat menerima pelajaran di sekolah

  21 Tugasnya sulit nih, aku kerjakan sebagian saja deh

  22 Aku lupa minggu depan ada ulangan, padahal aku sudah mencatatnya

  23 Apabila aku bersalah, aku meminta maaf tanpa ragu-ragu

  24 Bila temanku lebih membutuhkan sesuatu, aku akan meminjamkannya meskipun itu hal yang sangat berharga

  Pernah

  25 Di kelas, aku merasa mengantuk

  26 Aku ingat bahwa dalam minggu ini terdapat ulangan dan beberapa tugas

  27 Aku lebih memilih untuk mengikuti bermacam-macam les daripada bermain bersama teman-teman

  28 Aku ingin kegiatan les cepat berakhir, sehingga aku bisa melakukan hal lain yang lebih menyenangkan

  29 Sebelum tidur, aku menyiapkan berbagai hal yang dibutuhkan untuk sekolah esok harinya

  30 Apabila materi pelajaran sulit, aku terus berusaha mencari cara agar aku bisa mengerti pelajaran tersebut

  31 Waktu mengerjakan tugas, aku lebih senang memikirkan tentang bermain bersama teman-teman

  32 Saya menepati jadwal untuk pergi les, meskipun sebenarnya ingin sekali bermain bersama teman-teman

  33 Aku kecewa tidak bisa bermain bersama teman-teman karena harus berangkat les

  34 Tugasnya memang sangat sulit, tetapi aku

  Pernah

  35 Saat mengikuti les, aku bisa berkonsentrasi dan tidak memikirkan yang lain

  36 Porsi dan waktu makanku sehari-hari teratur

  37 Saat sedang belajar, aku teringat hal lain yang menjadi kesukaanku

  38 Aku merasa kesal pada orang lain karena sesuatu hal

  39 Aku ingat jadwal mata pelajaranku setiap harinya

  40 Aku bertanya kepada guru mengenai materi pelajaran

  41 Aku merasa malas mengikuti bermacam- macam les

  42 Tugas-tugas saya sangat banyak, saya kerjakan dengan tenang dan tidak panik

  43 Aku yakin bahwa aku juga memiliki kemampuan yang baik, tidak kalah dibanding teman-teman lainnya

  44 Rasanya belum lama aku belajar, tapi kok sekarang sudah lupa ya

  45 Jantungku terasa berdegup lebih kencang saat aku di sekolah atau tempat les

  Pernah

  47 Kondisi perutku baik-baik saja meskipun aku sedang banyak ulangan dan mengikuti banyak les

  48 Aku merasa teman-teman bisa mengerjakan berbagai hal dengan lebih baik daripada aku

  49 Saya bisa belajar dalam waktu yang lama dan tubuh saya terasa segar dan sehat

  50 Kondisi kepalaku baik-baik saja meskipun menerima pelajaran yang banyak sekali dari sekolah dan tempat les

  51 Setiap kali mengikuti les, aku ingat materi les yang diajarkan sebelumnya

  52 Sewaktu bermain bersama teman-teman, aku lebih banyak diam dan merasa biasa saja

  53 Aku berangkat ke tempat les dengan perasaan gembira

  54 Badanku terasa segar dan tidak mengantuk meskipun mengikuti banyak les

  55 Saat mengikuti les, waduh aku sudah lupa materi yang dipelajari sebelumnya

  56 Aku merasa kesal apabila disalahkan atas suatu kejadian, meskipun aku memang sedikit bersalah

  57 Tubuhku terasa segar untuk bisa bermain di luar rumah bersama teman-teman

  58 Aku merasa bersalah apabila orang tuaku merasa sedih dan kecewa

  59 Di saat sedang bermain bersama teman- teman, wah, terpikirkan olehku berbagai tugas yang belum aku selesaikan

  60 Tubuhku terasa sehat meskipun aku mempunyai banyak tugas yang harus kuselesaikan * Terima kasih banyak adik-adik atas bantuannya..

  

Ait1 Ait2 Ait3 Ait4 Ait5 Ait6 Ait7 Ait8 Ait9 Ait10 Ait11 Ait12

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  4

  1

  34

  3

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  3

  1

  3

  32

  3

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  33

  3

  3

  3

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  37

  1

  3

  3

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  35

  1

  2

  1

  3

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  36

  2

  2

  3

  2

  2

  4

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  1

  28

  3

  2

  1

  3

  1

  3

  27

  1

  2

  2

  2

  3

  3

  26

  2

  3

  3

  1

  2

  2

  1

  3

  3

  2

  1

  1

  1

  1

  3

  3

  2

  1

  2

  3

  3

  3

  1

  3

  31

  2

  2

  1

  3

  2

  1

  1

  3

  2

  2

  1

  2

  1

  29

  2

  2

  1

  1

  30

  1

  1

  3

  2

  3

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  3

  3

  1

  46

  1

  1

  1

  3

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  4

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  45

  4

  4

  1

  3

  47

  1

  3

  1

  4

  2

  1

  49

  3

  1

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  2

  2

  4

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  1

  1

  3

  2

  48

  4

  1

  2

  4

  44

  3

  4

  40

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  3

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  38

  3

  1

  2

  3

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  39

  4

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  43

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  41

  3

  2

  1

  3

  1

  1

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  42

  2

  2

  3

  2

  1

  3

  2

  2

  4

  9

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  4

  4

  3

  2

  3

  2

  3

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  4

  1

  1

  1

  8

  3

  2

  1

  2

  1

  10

  3

  3

  2

  3

  2

  12

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  13

  2

  2

  1

  1

  3

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  11

  2

  2

  1

  3

  1

  1

  3

  7

  3

  3

  1

  2

  3

  1

  2

  3

  3

  1

  1

  3

  1

  1

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  3

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  3

  4

  1

  1

  3

  3

  3

  2

  6

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  4

  2

  4

  2

  3

  1

  2

  4

  2

  3

  1

  1

  1

  5

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  3

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  22

  2

  3

  2

  21

  1

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  20

  1

  1

  1

  3

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  3

  1

  2

  2

  1

  2

  24

  2

  2

  25

  4

  2

  1

  1

  3

  2

  1

  2

  1

  4

  2

  2

  1

  23

  3

  1

  3

  4

  1

  1

  1

  2

  2

  4

  1

  2

  3

  1

  2

  15

  3

  1

  1

  3

  1

  1

  3

  1

  2

  1

  2

  1

  16

  3

  4

  4

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  4

  14

  3

  2

  3

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  3

  1

  1

  18

  3

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  19

  2

  3

  3

  3

  1

  17

  1

  1

  2

  2

  3

  1

  2

  3

  2

  2

  1

  3

  1

  1

  2

  2

  3

  

Ait13 Ait14 Ait15 Ait16 Ait17 Ait18 Ait19 Ait20 Ait21 Ait22

1 1 1 1

  3

  2

  3

  3 1 2

  34

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2 1 1

  33

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  32 2 2 2

  2

  1

  1

  4

  1

  3

  2

  3

  37 2 1 2

  2

  1

  2

  3

  1

  1

  1

  36 3 1 3

  2

  1

  2

  1

  1

  3

  1

  35 3 1 2

  2

  1

  3

  1

  3

  1

  3

  2

  28 3 1 2

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  27 3 2 2

  1

  2

  1

  3

  2

  2

  4

  2

  2 3 2

  26

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  3

  31 1 2 2

  2

  2

  2

  1

  3

  3

  3 2 2

  2

  30

  2

  2

  1

  1

  2

  3

  3

  2 1 2

  29

  3

  2

  1

  1

  3

  2

  3

  1

  3 1 1

  46

  3

  1

  3

  4

  2

  2

  2

  3 1 2

  45

  2

  1

  4

  2

  2

  2

  1

  2

  44 2 1 1

  2

  3

  2

  2

  1

  3

  2

  49 2 4 1

  3

  3

  3

  3

  47 2 1 2

  4

  4

  48 4 3 4

  3

  3

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  38

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  40 2 1 1

  2

  1

  1

  2

  4

  2

  2

  39 3 1 1

  2

  1

  3

  3

  4

  1

  1

  2 2 2

  1

  41

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  43 3 1 2

  2

  1

  2

  1

  3

  3 1 1

  2

  2 2 1

  42

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  3

  2

  1

  2

  3

  1

  1

  3

  2

  4 1 1

  9

  1

  3

  10

  2

  4

  2

  2

  8 1 1 1

  2

  1

  1

  3

  1

  3

  2 1 1

  1

  2

  2

  1

  1

  3

  1

  1

  2

  12 2 1 2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  3

  11 2 2 2

  1

  1

  1

  2

  1

  3

  4

  7 1 2 1

  3

  1

  2

  3

  1

  2

  3

  1

  3 1 1 2

  2

  2

  2

  1

  4 2 2 1

  4

  2

  3 1 2

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  4

  3

  4

  2

  2

  1

  2

  3

  1

  3

  2

  2 2 2

  6

  2

  1

  1

  3

  2

  3

  2

  3 2 2

  5

  3

  1

  3

  1

  2

  13 3 2 4

  3

  3

  21

  1 1 1

  22

  2

  2

  2

  3

  1

  1

  1

  2 1 2

  2

  4

  1

  1

  3

  2

  3

  2

  20 3 1 2

  3

  1

  3

  2

  2

  3

  24 2 2 2

  4

  2

  25 3 1 2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  1

  3

  2

  2

  1

  3

  2

  23 3 1 2

  2

  2

  2

  2

  3

  4

  1

  16 2 1 1

  1

  2

  1

  3

  1

  3

  2

  15 3 1 2

  2

  1

  1

  1

  4

  3

  3

  2 2 3

  14

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  19 2 1 1

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  3

  3 1 1

  18

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  1

  3 2 2

  17

  2

  1

  1

  3

  Ait23 Ait24 Ait25 Ait26 Ait27 Ait28 Ait29 Ait30 Ait31 Ait32 1 1 3 2 3

  3

  3

  2 3 3 3

  34

  1

  1

  1

  1

  1

  1 3 1 1

  1

  33

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  32 3 3 3 3

  3

  1

  1

  3

  2

  3

  3

  37 2 3 3 2

  4

  2

  3

  1

  3

  3

  36 1 2 2 1

  1

  2

  1

  2

  2

  3

  35 1 2 2 1

  3

  3

  1

  3

  3

  2

  3

  28 3 2 2 2

  3

  3

  2

  1

  3

  27 3 3 3 2

  2

  2

  2

  3

  1

  4

  4

  2 3 3 2

  26

  2

  1

  2

  4

  3

  2

  2

  31 1 2 2 1

  2

  2

  2

  1

  4

  1 3 3 2

  2

  30

  1

  2

  1

  1

  1

  3

  1 3 3 3

  29

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2 2 1 3

  46

  1

  3

  2

  3

  1

  4

  3 2 4 2

  45

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  44 2 3 1 2

  3

  2

  2

  2

  4

  3

  49 3 2 2 2

  1

  4

  3

  47 3 2 3 2

  4

  4

  48 2 3 3 4

  2

  1

  1

  1

  3

  3

  2

  1

  38

  2

  3

  2

  2

  4

  40 2 3 1 2

  4

  2

  2

  2

  2

  1

  39 2 2 2 2

  2

  2

  1

  1

  3

  3

  1 2 3 1

  2

  41

  2

  1

  2

  2

  1

  3

  43 1 4 3 3

  1

  2

  1

  3

  2 2 2 2

  4

  2 3 2 2

  42

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  1

  2

  3

  1

  3

  4

  2

  4

  4

  2 4 3 3

  9

  3

  1

  10

  2

  4

  1

  8 2 1 2 2

  4

  2

  1

  2

  1

  2 2 2 2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  12 2 1 1 1

  2

  1

  2

  1

  3

  3

  11 3 3 2 2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  7 1 2 2 1

  2

  3

  2

  2

  1

  4

  3

  3 1 1 3 3

  2

  2

  3

  4 2 3 4 2

  2

  3

  2 3 3 2

  2

  2

  1

  1

  1

  4

  2

  4

  3

  3

  2

  1

  1

  2

  2

  1 2 2 2

  6

  2

  2

  4

  1

  3

  3

  3 3 2 3

  5

  3

  1

  1

  3

  13 1 2 2 3

  4

  2

  21

  22

  3

  1

  2

  2

  1

  3

  1 2 2 2

  3

  1

  2

  2

  2

  3

  3

  20 3 4 2 3

  2

  3

  1 1 3 1

  4

  2

  24 2 2 2 3

  2

  25 3 3 2 2

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  1

  2

  3

  2

  3

  3

  23 2 3 3 2

  1

  1

  1

  1

  3

  2

  4

  16 3 1 2 2

  1

  2

  1

  1

  2

  4

  15 3 3 2 4

  3

  2

  1

  1

  4

  3

  3 4 2 2

  14

  1

  4

  3

  2

  1

  3

  18

  19 3 2 3 3

  3

  2

  3

  1

  3

  3

  3 3 3 3

  3

  1

  2

  3

  1

  3

  3

  3 2 2 3

  17

  1

  2

  3

  

Ait33 Ait34 Ait35 Ait36 Ait37 Ait38 Ait39 Ait40 Ait41

1 3 1 1 3

  1 3 3 1

  2

  3 3 3 3

  33

  1 2 1 1

  3

  2 1 3 1

  34

  3

  2 1 2 2

  3 3 2 2

  35 2 1 2 1

  3

  2 1 3 1

  36 2 2 2 1

  2

  2 2 3 1

  37 3 3 2 1

  32 3 2 3 3

  1

  4 2 2 2

  2

  3 1 3 2

  3

  3 1 3 3

  27 3 3 3 3

  3

  3 2 2 3

  28 2 1 2 3

  2 2 2 1

  31 1 1 3 1

  29

  2 2 3 2

  3

  2 2 3 1

  30

  4 2 3 1

  3

  2 3 2 3

  3

  38

  4 2 2 2

  2

  2 1 2 1

  45

  2 3 3 3

  3

  3 4 2 4

  46

  1 1 1 1

  2 1 3 1

  44 1 2 2 2

  47 3 2 3 2

  2

  3 3 3 4

  48 4 3 4 1

  4

  3 1 2 4

  49 1 2 2 3

  4

  2

  2 2 2 1

  4 2 1 1

  3 1 1 2

  3

  2 1 1 3

  39 1 2 2 2

  1

  2 3 3 1

  40 2 2 3 2

  2

  41

  4

  2 2 2 2

  2

  1 1 4 1

  42

  4 2 2 2

  3

  2 2 1 2

  43 1 2 1 1

  26

  2

  1

  2 3 4 4

  1 2 2 1

  8 2 2 1 3

  4

  2 3 3 1

  9

  4 2 3 4

  4

  10

  7 2 1 2 1

  1 2 1 1

  1

  2 2 2 1

  11 2 2 2 3

  2

  3 2 3 3

  12 1 1 1 1

  1

  2

  2 2 3 1

  13 3 3 1 3

  2 3 2 3

  2 1 3 2

  2

  2 1 2 2

  2

  2 3 1 2

  3 3 1 3 2

  3

  4 4 2 3 3

  2

  2

  3 3 3 3

  5

  3 1 2 3

  3

  3 2 3 2

  6

  2 1 2 3

  2 1 3 1

  4

  25 1 2 2 2

  22

  20 1 3 3 3

  2

  2 2 3 2

  21

  1 2 2 1

  2

  1 3 2 1

  4 1 1 1

  3

  1

  1 1 1 1

  23 2 2 2 3

  3

  3 2 3 2

  24 2 2 2 2

  3

  2 2 3 2

  3 3 2 3

  19 1 2 2 2

  3 1 3 4

  16 1 1 1 1

  14

  4 3 2 1

  4

  3 1 2 2

  15 1 1 2 1

  1

  1 1 1 3

  2

  3 3 2 2

  2 1 2 1

  17

  3 2 3 3

  2

  3 1 3 2

  18

  2 1 3 3

  3

  3 3 4 2

  

Ait42 Ait43 Ait44 Ait45 Ait46 Ait47 Ait48 Ait49 Ait50 Ait51 Ait52

1 1 3 2 4

  2

  3

  2

  3 3 3 2 2

  33

  1 1 2 1

  1

  1

  2 2 1 2 4

  34

  2 3 3 2

  1

  1 3 2 1 4

  3 2 2 3 1

  35 2 2 2 2

  2

  2

  3 1 2 2 2

  36 2 1 3 1

  1

  2

  2 2 3 2 2

  37 2 1 2 2

  1

  32 3 3 3 3

  2

  2 2 3 4 2

  1

  2 2 3 1

  3

  3

  3 3 3 2 1

  27 3 1 3 2

  3

  3

  2 3 3 2 2

  28 2 2 2 1

  2

  2 2 2 2 1

  2

  29

  4 3 2 3

  1

  3

  3 2 3 2 1

  30

  1 1 3 3

  3

  2

  3 3 3 2 1

  31 3 2 2 3

  2

  38

  1 2 2 2 3

  1

  1

  2 2 2 1 2

  45

  3 2 3 1

  4

  3

  3 3 2 3 1

  46

  3 2 2 2

  1

  2 3 1 3 1

  44 2 2 2 1

  47 3 2 3 2

  4

  2

  4 2 1 3 1

  48 1 2 4 1

  4

  1

  3 3 3 4 1

  49 2 2 4 2

  3

  3

  1

  4 3 3 1 2

  1 2 2 1

  1 3 2 3 2

  2

  2

  1 3 2 1 1

  39 4 4 2 1

  2

  2

  3 2 2 2 2

  40 1 3 2 1

  1

  1

  41

  3

  2 1 2 1

  2

  1

  2 2 1 1 2

  42

  2 2 3 3

  2

  2

  2 2 1 2 2

  43 3 4 2 1

  2

  26

  2

  1

  3 3 4 3 2

  2

  3 1 2 1 3

  8 1 2 1 3

  3

  3

  1 3 3 4 3

  9

  3 3 3 4

  4

  1

  10

  7 1 3 3 1

  2 2 2 2

  1

  2

  2 2 1 3 1

  11 2 2 3 2

  2

  2

  3 2 2 3 3

  12 2 1 1 2

  1

  1

  1

  2 3 2 1 2

  13 3 1 4 1

  2 1 3 2 2

  3

  2 1 1 3 2

  2

  2 4 2 1

  3

  3

  2 3 2 2 2

  3 3 1 3 2

  4

  1

  4 3 1 2 3

  2

  2

  3

  2 3 4 2 2

  5

  2 1 3 2

  3

  1

  2 3 2 2 3

  6

  3 1 1 2

  1

  2 1 1 1 2

  3

  2

  1 1 1 1

  20 1 2 2 1

  3

  1

  4 3 2 3 2

  21

  1 1 2 1

  1

  1

  2 1 2 2 1

  22

  1

  2

  1

  1 4 1 1 4

  23 1 3 2 2

  1

  1

  3 3 3 1 2

  24 2 2 3 3

  2

  2

  2 2 2 2 2

  25 2 2 2 1

  2 2 2 2 3

  3

  3

  2

  3 4 3 3 3

  14

  2 2 2 4

  2

  1

  4 1 1 1 3

  15 2 1 1 1

  1

  1

  1 3 3 3 1

  16 1 1 2 1

  1

  19 2 1 3 1

  2 2 1 2 2

  17

  2 3 3 2

  3

  2

  2 2 3 2 2

  18

  1 1 2 1

  3

  3

  3 3 1 2 2

  3 3 3 2 3

  Ait53 Ait54 Ait55 Ait56 Ait57 Ait58 Ait59 Ait60 SkorTotal 1 1 1 2 2

  34

  32 3 3 2 2

  2

  3

  3 3 154

  33

  1 1 1 1

  1

  4

  4

  1

  90

  3 2 3 2

  4

  1

  3

  2 2 129

  35 2 3 2 2

  2

  3

  2 2 110

  36 2 2 1 2

  3

  2

  3 1 114

  2 3 118

  1

  2

  1

  3 4 132

  26

  3 3 3 3

  1

  4

  3 3 145

  27 3 3 3 2

  1

  3

  2 3 151

  28 2 2 2 2

  3

  31 2 3 3 1

  4 2 111

  29

  1 3 2 2

  2

  2

  3 2 122

  30

  3 3 2 4

  1

  3

  2 2 141

  37 3 2 3 3

  4

  4

  4

  2

  3

  2 1 100

  45

  4 4 3 4

  1

  3

  3 4 157

  46

  3 4 2 1

  1

  2 1 106

  2 2 124

  47 4 4 3 4

  1

  3

  3 3 145

  48 4 4 2 2

  1

  1

  4 3 167

  49 2 4 2 2

  2

  3

  44 1 1 1 2

  4

  4 1 137

  3

  38

  2 2 3 4

  1

  4

  3 1 115

  39 3 3 2 2

  3

  3

  2 2 122

  40 1 1 2 3

  1

  2 2 110

  3

  41

  2 2 2 2

  2

  3

  3 1 113

  42

  3 2 2 2

  3

  3

  2 2 122

  43 1 3 1 1

  3

  25 2 2 2 3

  1

  1 2 1 2

  1 2 102

  8 3 3 1 4

  1

  3

  2 2 130

  9

  4 4 3 3

  1

  3

  2 3 171

  10

  2

  3

  3

  2

  1

  98

  11 3 3 2 3

  2

  3

  3 2 133

  12 1 1 1 2

  1

  4

  1

  7 1 1 2 1

  1

  4 3 4 1 4

  3

  4 3 109

  2

  3 2 2 2

  1

  2

  2 2 126

  3 3 4 1 3

  1

  2

  3 1 129

  1

  2 2 111

  4

  4 4 156

  5

  3 3 3 3

  1

  4

  2 3 141

  6

  1 1 1 2

  1

  3

  3

  83

  2 2 123

  98

  3 3 139

  20 3 2 1 3

  2

  3

  2 2 128

  21

  1 1 2 1

  1

  3

  2

  1

  22

  3

  1 2 1 4

  1

  4

  4 1 103

  23 1 3 3 3

  1

  3

  3 3 137

  24 2 2 2 2

  2

  3

  4

  19 2 2 3 3

  13 4 3 2 4

  4 2 113

  1

  3

  2 3 160

  14

  1 1 3 4

  1

  4

  1 1 138

  15 2 2 2 4

  3

  4

  16 1 2 2 3

  2 3 137

  4

  4

  4 1 105

  17

  3 3 2 2

  2

  3

  3 2 142

  18

  3 3 2 4

  1

  4

  2 3 153

  Reliability Statistics .946

  40 Cronbach's Alpha N of Items Item-Total Statistics

  

83.60 349.744 .530 .945

84.47 357.639 .545 .945

84.53 357.216 .545 .945

84.28 353.130 .538 .945

83.87 352.232 .571 .945

83.49 357.255 .344 .947

83.62 348.201 .611 .945

83.77 350.640 .492 .946

84.32 354.107 .483 .946

84.02 355.288 .456 .946

83.72 352.707 .507 .945

83.85 354.361 .373 .947

83.81 351.425 .519 .945

84.28 355.015 .437 .946

83.68 351.145 .715 .944

83.77 356.140 .382 .946

83.34 358.690 .323 .947

83.45 349.406 .678 .944

83.58 356.017 .423 .946

82.98 352.211 .508 .945

83.09 343.433 .672 .944

83.81 351.002 .585 .945

83.55 344.483 .564 .945

83.96 355.152 .500 .945

83.64 349.581 .607 .945

83.77 348.755 .547 .945

83.30 346.715 .611 .945

83.51 354.909 .503 .945

83.81 352.079 .472 .946

83.70 336.099 .824 .943

83.75 357.996 .318 .947

83.45 350.868 .624 .945

83.62 338.586 .783 .943

83.49 356.832 .369 .946

83.42 355.901 .422 .946

83.60 349.321 .557 .945

83.47 337.908 .763 .943

83.30 342.253 .696 .944

  Aitem2 Aitem3 Aitem6 Aitem7 Aitem8 Aitem9 Aitem10 Aitem11 Aitem14 Aitem15 Aitem16 Aitem18 Aitem20 Aitem21 Aitem22 Aitem23 Aitem24 Aitem25 Aitem26 Aitem27 Aitem28 Aitem31 Aitem33 Aitem34 Aitem35 Aitem36 Aitem37 Aitem38 Aitem39 Aitem41 Aitem42 Aitem44 Aitem46 Aitem48 Aitem49 Aitem50 Aitem53 Aitem54

  Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if

  Item Deleted Corrected Item-Total Correlation

  Cronbach's Alpha if Item Deleted

  (tes yang sesungguhnya)

Pertanyaan Awal

  

1. Apakah akhir-akhir ini ada anggota keluarga dekatmu yang meninggal

dunia? Kalau ada, siapakah itu? Apakah kamu dekat dengannya?

_______________________________________________________

_______________________________________________________

  2. Apakah kamu memiliki suatu penyakit yang berat? _______________________________________________________

_______________________________________________________

  

3. Apakah kamu tinggal di rumah dengan ayah dan ibu? Jika tidak, kamu

tinggal di rumah bersama dengan siapa? _______________________________________________________

_______________________________________________________

  4. Apakah kamu merasa nyaman tinggal dengan mereka? _______________________________________________________

_______________________________________________________

  

5. Apakah kamu sering bercerita pada mereka tentang hal-hal yang kamu

alami? _______________________________________________________

_______________________________________________________

  kolom di bawah ini : No. Jenis Les Lamanya Les 1.

  2.

  3.

  4.

  5.

  6.

  7.

  8.

  9.

  10. Total lama les Terima kasih, sekarang silakan mengerjakan bagian berikutnya.. ^_^

  Di bawah ini terdapat beberapa pernyataan yang menggambarkan kondisi sehari-hari dari anak usia sekolah. Silakan adik-adik memilih yang paling sesuai dengan kondisi adik-adik yang sebenarnya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu :

1. Bacalah setiap pernyataan dengan teliti dan jawablah seberapa sering adik-adik melakukan atau mengalami hal seperti itu.

  2. Jawaban diberikan dengan cara memberikan tanda silang (X) pada salah satu kolom yang telah tersedia di sebelah pernyataan. Ada 4 jenis pilihan jawaban, yaitu :

  a. Selalu, jika adik-adik SANGAT SERING atau bahkan SELALU melakukan atau mengalami hal seperti itu.

  b. Sering, jika adik-adik SERING melakukan atau mengalami hal seperti itu.

  c. Jarang, jika adik-adik JARANG melakukan atau mengalami hal seperti itu.

  d. Tidak Pernah, jika adik-adik SANGAT JARANG atau bahkan TIDAK PERNAH melakukan atau mengalami hal seperti itu.

3. Kondisi yang dimaksud di bawah adalah sejak adik-adik mencapai jumlah jam les seperti yang ditulis sebelumnya.

  4. Tidak ada jawaban yang benar atau salah. Jawaban yang diberikan adalah jawaban yang JUJUR, yang memang sesuai dengan kondisi adik-adik.

  

No. Kondisi Selalu Sering Jarang Tidak

Pernah

1. Wah, saya bersemangat sekali

  X mengerjakan tugas dari sekolah.

  

Jika menurut adik-adik, kalian sering merasakan hal tersebut,

silahkan memberikan tanda silang pada pilihan jawaban seperti di atas.

  ___ S E L A M A T M E N G E R J A K A N ___

  Pernah

  1 Aku merasa lelah karena harus mengikuti banyak les

  2 Aku merasa mual saat berada di sekolah

  3 Di tempat les, aku merasa ingin buang air besar

  4 Aku lupa jadwal materi pelajaran di kelas setiap harinya

  5 Di kelas atau tempat les, saat sedang belajar, aku melamun

  6 Aku terburu-buru dalam mengerjakan berbagai hal di sekolah atau tempat les

  7 Wah, rasanya sulit mengingat tugas-

  Pernah

  8 Saat orang tua tidak memberikan apa yang aku idam-idamkan, aku tetap memaksa

  9 Di kelas, aku mendengarkan penjelasan guru sambil menggigit kuku

  10 Aku pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil saat sedang belajar materi yang banyak sekali

  11 Aku mengejek orang lain yang menurutku menyebalkan

  12 Aku memukul orang lain yang membuatku marah

  13 Aku merasa pusing saat menerima pelajaran di sekolah

  14 Tugasnya sulit nih, aku kerjakan sebagian saja deh

  15 Aku lupa minggu depan ada ulangan, padahal aku sudah mencatatnya

  16 Apabila aku bersalah, aku meminta maaf tanpa ragu-ragu

  17 Di saat mengikuti les, aku bisa berkonsentrasi dan tidak memikirkan tugas-tugas sekolah atau hal-hal lainnya

  18 Di kelas, aku merasa mengantuk

  19 Aku ingat bahwa dalam minggu ini

  Pernah

  21 Aku ingin kegiatan les cepat berakhir, sehingga aku bisa melakukan hal lain yang lebih menyenangkan

  22 Waktu mengerjakan tugas, aku lebih senang memikirkan tentang bermain bersama teman-teman

  23 Apabila aku bersalah, aku meminta maaf tanpa ragu-ragu

  24 Tugasnya memang sangat sulit, tetapi aku kerjakan semua sampai selesai

  25 Saat mengikuti les, aku bisa berkonsentrasi dan tidak memikirkan yang lain

  26 Porsi dan waktu makanku sehari-hari teratur

  27 Saat sedang belajar, aku teringat hal lain yang menjadi kesukaanku

  28 Aku merasa kesal pada orang lain karena sesuatu hal

  29 Aku ingat jadwal mata pelajaranku setiap harinya

  30 Aku merasa malas mengikuti bermacam- macam les

  31 Waktu mengerjakan tugas, aku lebih senang memikirkan tentang bermain

  Pernah

  34 Aku merasa teman-teman bisa mengerjakan berbagai hal dengan lebih baik daripada aku

  35 Saya bisa belajar dalam waktu yang lama dan tubuh saya terasa segar dan sehat

  36 Kondisi kepalaku baik-baik saja meskipun menerima pelajaran yang banyak sekali dari sekolah dan tempat les

  37 Aku berangkat ke tempat les dengan perasaan gembira

  38 Badanku terasa segar dan tidak mengantuk meskipun mengikuti banyak les

  39 Saat mengikuti les, waduh aku sudah lupa materi yang dipelajari sebelumnya

  40 Tubuhku terasa sehat meskipun aku mempunyai banyak tugas yang harus kuselesaikan * Terima kasih banyak adik-adik atas bantuannya..

  Tetap semangat untuk belajar apapun..!! ^-^

  73 Lampiran 5. Data hasil penelitian tingkat stres anak

Ait1 Ait2 Ait3 Ait4 Ait5 Ait6 Ait7 Ait8 Ait9 Ait10 Ait11 Ait12

  24 2 2 1 2 1 2 2 3 1 2 2 2

  42 2 1 1 1 2 2 2 3 1 1 3 2

  41 3 1 1 1 2 2 2 3 4 2 2 3

  

38 2 2 1 2 2 2 2 1 1 1 2 3

39 3 3 1 1 2 1 2 3 2 1 2 1

40 2 1 1 2 1 2 3 3 1 1 2 2

  37 2 2 1 2 2 2 2 2 1 1 2 1

  36 2 1 1 2 1 2 2 2 2 1 1 2

  35 2 1 1 2 2 2 3 2 1 1 2 2

  34 3 1 1 1 1 1 2 3 2 1 4 3

  33 2 2 1 2 1 2 2 1 1 2 2 4

  32 2 2 1 2 1 2 1 3 1 1 2 3

  

29 3 2 1 1 1 2 3 2 1 2 2 2

30 2 2 1 2 1 2 1 3 1 1 2 3

31 1 1 1 1 2 2 1 2 3 1 2 2

  28 2 2 3 2 1 2 2 3 1 2 2 2

  27 3 3 1 1 2 2 2 2 1 2 3 2

  26 2 1 1 2 1 2 2 2 3 2 2 2

  25 2 2 1 2 2 1 2 2 1 1 1 2

  

21 2 1 1 2 1 2 2 2 1 1 2 2

22 3 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2

23 2 1 1 1 2 2 2 2 1 2 2 1

  1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 3

  10 2 1 1 1 1 2 2 2 2 1 2 2

  2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  

3 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 3

5 2 2 1 2 1 2 2 2 1 1 2 1

  6 2 1 1 1 2 2 1 2 1 1 1 1

  7 1 1 1 2 3 1 2 3 1 2 2 2

  8 1 1 1 1 1 2 2 1 1 2 2 2

  9 1 1 1 2 1 3 2 1 1 2 2 2

  11 2 1 1 1 2 1 2 3 1 1 2 3

  20 1 2 1 2 1 2 4 1 2 3 2 4

  

12 2 1 1 2 2 1 2 1 1 2 2 2

13 2 1 1 1 2 2 1 2 1 1 2 3

14 2 1 2 1 2 2 2 1 1 2 2 1

  15 1 1 1 3 2 2 1 3 1 1 4 3

  16 2 1 1 1 1 2 2 3 1 1 3 3

  17 2 1 1 1 1 2 1 2 1 1 2 2

  18 3 1 1 2 2 2 2 3 1 3 2 1

  19 2 1 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2

  43 2 2 1 2 2 3 2 2 1 2 2 2

  74 Ait13 Ait14 Ait15 Ait16 Ait17 Ait18 Ait19 Ait20 Ait21 Ait22 Ait23

  32 2 2 2 2 2 3 2 3 2 1 2

  

24 2 1 1 2 3 2 2 2 1 2 2

25 1 1 1 3 3 1 2 3 2 2 2

26 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

  27 4 2 1 3 1 2 2 3 3 1 1

  28 2 1 1 2 3 2 2 2 1 2 2

  29 1 1 2 1 3 2 1 2 4 1 3

  30 2 2 2 2 2 3 2 3 2 1 2

  31 2 1 1 1 3 3 3 3 2 2 1

  

33 2 1 1 1 2 2 1 4 4 2 4

34 2 3 1 3 3 1 4 2 4 2 3

35 1 1 2 1 2 3 2 2 3 2 2

  22 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 3

  36 2 1 2 3 3 2 3 2 2 2 2

  37 2 1 2 2 3 2 2 3 3 2 2

  38 2 1 1 1 3 2 2 3 2 2 1

  39 2 1 2 2 2 3 1 2 2 1 3

  40 2 1 3 3 2 2 2 3 3 2 3

  41 1 1 1 3 3 2 1 2 4 2 2

  23 1 1 1 3 3 2 3 3 2 2 3

  21 2 1 3 3 1 2 2 1 1 1 1

  1 1 1 2 2 3 1 3 4 1 1 1

  10 1 1 1 2 1 2 2 3 1 1 1

  2 1 1 1 1 2 1 1 2 3 1 2

  3 1 1 1 2 2 1 1 2 3 1 2

  4 1 1 2 2 3 1 3 4 1 1 1

  5 1 1 2 1 3 2 1 1 2 2 2

  6 2 2 1 1 2 2 2 3 2 1 1

  

7 1 1 2 3 3 1 1 3 3 2 1

8 2 2 1 1 2 1 1 2 2 2 2

9 1 2 2 3 2 2 1 1 1 1 1

  11 1 1 1 1 3 1 3 3 4 2 2

  20 2 1 3 2 2 2 2 1 1 2 1

  12 1 1 2 1 3 1 2 3 1 2 1

  13 1 1 2 2 3 2 2 2 2 1 2

  14 1 1 1 1 1 1 1 4 4 1 1

  15 1 1 1 1 1 3 1 1 4 1 1

  

16 2 1 2 3 3 2 2 2 3 1 2

17 1 1 2 2 3 1 2 3 2 2 1

18 1 1 1 2 2 2 1 4 4 2 2

  19 2 1 1 1 4 2 1 2 2 2 4

  

42 2 2 2 3 2 3 2 2 4 2 1

43 2 1 2 1 3 2 2 3 3 2 2

  75 Ait24 Ait25 Ait26 Ait27 Ait28 Ait29 Ait30 Ait31 Ait32 Ait33

  24 2 3 2 3 2 1 1 1 2 1

  42 3 3 2 2 3 3 2 3 2 2

  41 1 3 1 2 1 1 2 3 1 2

  

38 1 2 3 2 3 2 2 2 2 3

39 1 3 3 1 3 1 1 3 3 3

40 2 2 2 2 3 2 2 2 3 2

  37 2 1 2 2 2 3 2 2 3 2

  36 2 3 3 1 2 2 1 3 2 2

  35 4 1 3 1 2 3 1 3 2 2

  34 1 1 2 1 4 1 1 2 2 1

  33 1 1 1 2 2 4 2 4 2 3

  32 1 1 1 3 3 1 3 2 3 3

  

29 1 2 1 2 3 1 2 2 1 3

30 1 1 1 3 3 1 3 2 3 3

31 2 3 3 2 3 1 2 3 1 2

  28 2 3 2 3 2 1 1 1 2 1

  27 1 1 3 1 2 2 1 1 3 1

  26 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2

  25 1 3 2 2 2 2 2 2 2 3

  

21 2 3 2 2 4 2 1 3 3 1

22 1 2 1 3 2 2 1 3 3 2

23 3 2 3 1 2 1 1 4 2 2

  1 1 1 2 1 2 2 1 1 1 1

  10 3 1 3 1 2 4 1 1 4 1

  2 1 2 1 1 1 1 2 1 2 3

  

3 1 2 1 1 1 1 2 1 2 3

4 2 2 4 1 2 2 1 1 1 1

5 1 2 1 2 2 3 1 1 2 1

  6 2 2 1 1 2 2 2 2 1 2

  7 1 1 1 2 3 1 1 2 3 1

  8 2 1 2 2 2 1 1 2 2 2

  9 3 3 1 1 2 1 1 1 2 1

  11 1 1 1 2 2 1 2 1 1 2

  20 2 1 1 1 2 2 3 2 2 1

  

12 2 2 2 2 2 3 1 3 2 2

13 1 2 3 2 3 2 1 2 2 2

14 1 3 1 2 2 1 2 2 2 3

  15 1 2 3 2 3 3 1 2 3 1

  16 1 2 3 1 2 1 1 1 2 2

  17 2 1 2 2 2 2 1 3 2 3

  18 1 1 3 2 3 2 1 1 1 1

  19 2 2 4 2 1 1 1 3 2 2

  43 2 2 2 2 3 2 2 1 2 2

  76 Ait34 Ait35 Ait36 Ait37 Ait38 Ait39 Ait40 Tingkat Stres Lama Waktu Kursus

  79 29 3 3 2 3 3 1 3

  33 1 1 1 3 3 1 3

  2

  80

  32 3 1 1 3 3 3 1

  6

  80

  31 2 3 2 3 3 1 3

  80

  30 3 1 1 3 3 3 1

  7

  79

  11 28 3 3 3 1 3 1 3

  2

  78

  13 27 2 4 4 1 1 2 1

  77

  26 3 3 2 2 3 2 2

  5

  77

  25 3 2 1 3 3 2 2

  3

  77

  24 3 3 3 1 3 1 3

  2

  81

  34 2 3 3 1 1 2 2

  23 4 2 1 1 2 2 1

  2

  85

  43 2 3 3 3 3 2 3

  16

  84

  42 3 2 1 3 1 2 1

  9

  84

  41 3 3 3 3 3 1 3

  12

  83

  40 2 2 2 2 2 2 2

  83

  81

  39 3 2 2 3 3 3 2

  5

  82

  4 38 2 3 3 3 3 2 3

  82

  3 37 2 3 3 2 3 2 2

  82

  9 36 2 3 3 2 3 2 3

  81

  35 2 3 2 2 2 3 3

  4

  77

  8

  1 1 1 1 1 1 1 1

  66

  12 11 2 3 1 3 1 2 1

  68

  4 10 2 3 2 1 1 1 2

  68

  8 9 2 4 1 1 3 2 3

  67

  8 1 3 1 2 3 2 3

  12

  66

  7 1 1 1 1 1 2 1

  6

  6 2 2 3 2 2 1 2

  13 12 2 2 2 2 2 2 1

  4

  66

  5 4 3 1 1 1 2 1

  3

  59

  4 1 1 1 1 1 1 1

  11

  58

  3 2 2 1 3 2 2 1

  56

  55 2 2 2 1 3 2 2 1

  69

  71

  76

  73

  22 1 2 2 1 2 2 2

  4

  76

  21 2 3 4 1 1 2 3

  6

  75

  3 20 4 1 3 1 2 1 2

  74

  5 19 2 1 2 2 1 2 1

  74

  14 18 3 2 1 1 2 2 2

  17 2 3 3 2 3 1 2

  3

  12

  73

  16 2 2 2 2 2 2 1

  11

  73

  15 3 4 1 1 1 2 1

  5

  72

  14 2 2 3 3 3 2 2

  15

  71

  13 2 2 2 1 2 2 1

  12

  77 Ait1 Ait2 Ait3 Ait4 Ait5 Ait6 Ait7 Ait8 Ait9 Ait10 Ait11 Ait12

44 2 1 1 2 1 2 2 2 1 2 2 3

  67 2 1 1 2 2 1 3 2 1 1 3 2

  85 4 1 1 2 2 3 3 3 1 3 3 4

  84 3 1 1 2 2 2 2 3 1 2 3 3

  83 4 2 2 2 1 2 3 4 1 3 4 4

  82 1 1 2 1 2 2 2 4 3 3 3 4

  81 2 1 1 2 2 2 3 2 2 2 4 4

  80 3 1 1 2 2 3 3 3 1 2 2 3

  

77 2 2 1 2 1 3 3 2 1 1 3 3

78 3 2 2 2 3 2 3 2 1 1 3 2

79 3 2 2 2 3 2 3 2 1 1 3 2

  76 2 2 2 3 3 3 3 2 1 2 3 3

  75 2 1 1 2 2 3 3 2 1 2 2 2

  74 3 1 1 1 1 2 2 2 3 4 3 4

  73 3 2 1 1 2 2 2 2 1 2 3 3

  72 4 1 1 2 1 2 4 2 1 1 2 2

  

69 2 1 1 2 3 2 1 2 2 2 2 2

70 3 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 2

71 2 3 2 2 1 3 2 2 4 1 2 2

  68 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 3 3

  66 2 1 1 1 2 2 3 4 1 2 2 1

  45 2 2 1 1 2 3 1 2 1 2 3 3

  54 2 2 1 3 2 3 2 2 1 1 3 4

  46 3 1 1 2 1 2 1 2 1 1 1 3

  47 4 2 2 1 2 1 2 3 1 2 4 2

  48 2 1 1 2 2 3 2 1 2 1 2 3

  49 2 2 1 1 2 2 3 3 4 1 3 2

  50 2 2 1 3 2 3 2 2 1 1 3 4

  

51 2 1 1 1 2 2 1 2 1 2 2 2

52 2 1 1 2 2 2 2 1 1 3 2 2

53 2 1 1 1 2 3 2 1 1 3 4 3

  55 2 2 2 3 2 2 3 2 2 3 2 2

  65 3 2 1 2 1 2 3 3 1 1 2 1

  56 2 1 1 2 2 3 2 2 1 2 2 2

  57 1 1 1 1 2 3 2 1 2 1 2 1

  58 2 2 1 2 1 2 2 1 1 1 2 2

  

59 2 1 1 1 2 2 2 3 1 1 2 2

60 2 1 1 1 2 3 2 1 1 2 2 2

61 2 2 1 2 1 3 2 3 2 1 2 1

62 3 2 1 2 3 2 3 2 1 3 2 3

  63 2 1 2 1 3 2 3 3 1 3 2 2

  64 2 1 2 1 1 2 2 2 2 2 2 1

  

86 2 3 4 4 2 3 3 3 1 4 3 1

  78 Ait13 Ait14 Ait15 Ait16 Ait17 Ait18 Ait19 Ait20 Ait21 Ait22 Ait23 Ait24

  76 2 2 3 2 2 3 3 3 3 2 2 2

  68 2 2 2 2 2 2 2 4 2 2 2 2

  69 2 2 2 3 2 4 3 2 2 3 2 2

  70 2 1 2 2 2 2 2 3 3 3 3 2

  71 4 1 2 1 3 4 2 2 3 2 2 1

  72 3 2 1 3 3 2 3 3 4 2 2 3

  73 2 2 1 2 3 1 2 4 3 2 3 2

  74 3 1 2 3 2 3 3 4 2 3 2 2

  75 2 2 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2

  77 2 4 3 3 3 2 3 4 3 2 2 1

  66 2 1 3 3 3 1 3 3 2 1 1 3

  78 2 2 3 3 3 2 3 3 4 2 3 3

  79 2 2 3 3 3 2 3 3 4 2 3 3

  80 3 2 2 2 3 2 2 3 2 2 3 3

  81 2 2 2 3 3 2 3 4 4 2 2 1

  82 2 2 3 4 4 3 2 3 3 3 3 2

  83 1 1 3 2 3 1 2 4 4 3 4 2

  84 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3

  85 2 2 3 3 3 2 3 4 2 3 1 3

  67 1 3 2 3 3 2 3 2 2 2 3 3

  65 3 1 2 3 3 1 2 3 3 2 3 3

  44 1 1 2 1 1 2 3 1 3 2 2 3

  53 2 3 2 2 2 1 2 3 3 3 3 1

  45 1 2 1 3 3 2 1 2 3 2 2 3

  46 2 1 2 2 3 2 2 3 4 2 2 1

  47 2 3 2 4 2 2 2 4 4 1 4 1

  48 2 2 2 4 1 2 2 2 2 2 3 3

  49 2 2 1 3 3 2 2 3 3 3 2 2

  50 3 4 2 1 2 2 2 2 1 3 2 1

  51 1 1 1 1 1 3 2 4 3 3 3 2

  52 2 1 2 2 2 2 3 1 2 2 3 1

  54 3 4 2 1 2 2 2 2 1 3 2 1

  64 2 1 3 2 1 3 2 3 3 2 3 2

  55 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2

  56 2 2 2 3 3 2 2 2 3 2 2 1

  57 1 2 2 3 4 2 3 3 3 2 2 1

  58 2 2 2 3 4 2 3 3 2 2 2 3

  59 2 2 2 3 4 2 1 3 3 1 2 3

  60 1 1 2 3 3 1 3 3 2 3 3 3

  61 1 2 1 1 3 3 2 3 3 2 2 3

  62 3 1 3 3 4 1 3 2 3 2 1 2

  63 2 1 3 1 3 2 1 3 2 3 1 1

  86 2 1 3 2 3 4 3 4 4 3 3 2

  79 Ait25 Ait26 Ait27 Ait28 Ait29 Ait30 Ait31 Ait32 Ait33 Ait34

  77 1 1 3 3 2 4 3 3 3 3

  69 3 4 3 2 3 3 3 3 3 2

  70 2 3 2 3 3 4 3 3 3 2

  71 2 3 2 3 3 2 3 2 2 2

  72 2 3 2 1 3 2 3 1 3 3

  73 3 4 3 3 2 3 2 3 4 3

  

74 3 3 3 2 3 2 3 3 2 2

75 3 2 2 2 3 2 3 3 3 3

76 3 1 4 4 2 2 3 3 2 2

  78 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3

  

65 3 2 2 3 3 4 3 3 4 2

66 3 3 2 3 4 1 3 3 3 3

67 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3

  79 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3

  80 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3

  81 3 3 2 4 3 2 3 4 1 4

  82 4 4 3 3 2 2 2 3 3 3

  

83 3 1 4 3 3 4 3 3 4 2

84 3 1 3 3 1 3 3 3 4 4

  85 3 4 3 4 3 4 4 4 3 2

  68 3 1 3 2 3 2 3 2 3 3

  64 3 4 4 2 1 3 1 3 4 4

  44 2 2 2 3 2 4 2 3 4 2

  52 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3

  45 3 3 3 3 3 2 3 2 2 4

  46 3 3 2 1 1 3 3 2 4 2

  47 2 1 2 2 1 2 2 1 2 1

  

48 1 2 2 3 1 2 3 3 2 3

49 3 2 3 2 1 2 3 2 3 3

  50 3 4 3 2 2 3 2 2 2 3

  51 3 4 2 2 1 3 2 2 4 2

  53 3 3 3 3 1 2 2 3 3 3

  63 3 4 3 2 4 1 2 2 2 2

  54 3 4 3 2 2 3 2 2 2 3

  55 2 2 3 2 3 3 2 3 2 3

  

56 3 3 2 3 3 2 3 2 2 3

57 3 3 2 2 2 2 3 2 3 3

58 2 3 4 4 2 2 2 2 2 2

59 1 1 1 3 3 4 3 2 4 3

  60 2 2 3 2 3 3 3 2 3 2

  61 3 1 3 2 3 3 3 1 3 3

  62 2 1 2 3 3 2 1 3 2 2

  86 2 3 3 3 2 2 4 4 3 4

  80 Ait35 Ait36 Ait37 Ait38 Ait39 Ait40 Tingkat Stres Lama Waktu Kursus

  9

  72 3 4 3 3 2 4

  7

  96

  71 4 3 3 3 2 4

  6

  95

  70 2 2 3 2 2 2

  6

  95

  69 3 3 2 3 2 2

  93

  3

  68 4 3 3 3 2 3

  9

  93

  6 67 3 3 2 3 2 3

  93

  5 66 3 3 3 2 3 3

  93

  10 65 2 3 3 1 2 2

  92

  64 2 1 4 4 2 3

  96

  73 3 3 3 2 2 2

  92

  80 3 3 3 3 3 3 102

  86 3 2 2 2 4 3 113

  15

  85 3 3 3 3 1 2 110

  11

  12 84 4 4 4 3 2 3 107

  14 83 3 2 3 1 3 1 105

  82 2 2 2 4 2 1 104

  15

  81 3 3 1 3 3 3 102

  2

  2

  96

  79 3 3 2 3 2 2 101

  78 3 3 2 3 2 2 101

  5

  77 3 3 2 3 4 3 100

  5

  4 76 3 2 3 3 2 3 100

  97

  3 75 3 3 3 3 3 3

  97

  13 74 2 3 1 3 2 3

  9

  63 3 4 3 3 3 3

  44 3 3 3 3 2 3

  87

  88

  52 3 3 3 3 2 3

  2

  88

  51 2 4 4 4 2 3

  88

  50 3 1 2 2 2 1

  17

  87

  6 49 1 1 2 2 2 1

  4 48 3 2 3 2 3 3

  53 1 1 3 1 3 2

  87

  47 1 1 4 3 2 3

  7

  87

  46 3 4 3 3 2 3

  17

  86

  45 3 1 2 1 2 1

  2

  86

  4

  88

  6

  2 59 3 3 4 3 2 3

  92

  62 4 3 3 2 3 1

  7

  91

  61 3 3 3 4 2 3

  9

  91

  60 3 3 4 3 2 3

  9

  91

  91

  9

  3 58 3 2 3 3 3 3

  90

  12 57 4 4 3 4 3 1

  89

  2 56 3 2 2 3 2 3

  89

  55 2 2 2 2 3 1

  6

  88

  54 3 1 2 2 2 1

  20

  81 Lampiran 6. Deskripsi data penelitian dan tampilan Scatterplot Descriptives

  

Descriptive Statistics

Std.

  N Range Minimum Maximum Mean Variance Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Std. Error Statistic Statistic TingkatStres

  86

  58 55 113 84,36 1,339 12,413 154,092 LamaWaktuKursus

  86

  20 20 6,84 ,512 4,746 22,520 Valid N (listwise)

  86 120 110 100

  90 res

80 TingkatSt

  70

  60

  50

  5

  10

  15

  20 LamaWaktuKursus TingkatStres * LamaWaktuKursu Sum of Squares df Mean Square F Sig.

  82 Lampiran 7. Uji asumsi (uji normalitas dan uji linearitas) dan uji hipotesis (Pearson’s Product Moment

  ) NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  86

  86 84,36 6,84 12,413 4,746 ,061 ,128

  ,034 ,128

  a,b Absolute Positive Negative Most Extreme

  Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) TingkatStres

  LamaWaktu Kursus Test distribution is Normal.

  • ,061 -,075 ,565 1,188 ,907 ,119 N Mean Std. Deviation Normal Parameters

  a.

  Calculated from data.

  b.

  Means

ANOVA Table

  5059,564 31 163,212 1,096 ,376 399,552 1 399,552 2,684 ,107 4660,011

  30 155,334 1,044 ,435 8038,262 54 148,857 3097,826 85 (Combined)

  Linearity Deviation from Linear Between Groups Within Groups Total

  83 Correlations Descriptive Statistics

  Mean Std. Deviation N TingkatStres 84,36 12,413

  86 LamaWaktuKursus 6,84 4,746

  86 Correlations LamaWaktu TingkatStres Kursus TingkatStres Pearson Correlation

  1 ,175 Sig. (2-tailed) . ,108 N

  86

  86 LamaWaktuKursus Pearson Correlation ,175

  1 Sig. (2-tailed) ,108 . N

  86

  86

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
117
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
145
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
130
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
120
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
169
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
123
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
121
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
138
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
100
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
84
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
1
148
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
143
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
117
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
132
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
112
Show more